Kata Imbuhan Dalam Bahasa Indonesia

Kata Imbuhan: Awalan, Akhiran, Sisipan, Imbuhan Gabung.

BAB I PENDAHULUAN

Acapkali sebuah kata dasar atau bentuk dasar perlu diberi imbuhan untuk dapat digunakan
didalam perturutan. Imbuhan ini dapat mengubah makna, jenis dan fungsi sebuah kata dasar atau bentuk dasar menjadi kata lain, yang fungsinya berbeda dengan kata dasar atau bentuk dasarnya. Imbuhan mana yang harus digunakan tergantung pada keperluan penggunaannya didalam pertuturan. Untuk keperluan pertuturan itu sering pula sebuah kata dasar atau bentuk dasar yang sudah diberi imbuhan dibubuhi pula dengan imbuhan lain. Imbuhan yang ada dalam bahasa Indonesia adalah : 1. Akhiran : -kan, -i, –nya, -in, -at, -is, -isme, -man, -wan, -ah, -us,-wi. 2. Awalan : ber-, per-, me-, di-, ter-, ke-, se-, dan pe3. Sisipan : -el, -em, dan –er 4. Imbuhan gabung : ber-kan, ber-an, per-kan, per-I, me-kan, me-I, memper-, memper-kan, memper-I, di-kan, di-I, diper-, diper-kan, diper-I, ter-kan, ter-I, ke-an, se-nya, pe-an, per-an Dalam makalah ini akan dibahas mengenai bagaimana cara menggunakan imbuhan tersebut.

BAB II PEMBAHASAN 1. Akhiran -kan Akhiran –kan tidak mempunyai variasi bentuk. Jadi untuk situasi dan kondisi mana pun bentuknya sama. Pengimbuhan dilakukan dengan cara merangkaikannya dibelakang kata yang diimbuhinya. Fungsi akhiran –kan adalah membentuk kata kerja transitif, yang dapat digunakan dalam kalimat perintah, kalimat pasif yang predikatnya berbentuk (aspek)+pelaku+kata kerja, dan subjek menjadi sasaran perbuatan dan pada keterangan tambahan pada subjek atau objek yang berbentuk yang+ (aspek)+pelaku+kata kerja. Pembentukan kata dengan akhiran –kan akan memberikan makna sebagai berikut : a. Untuk mendapatkan makna “sebabkan jadi” akhiran –kan harus diimbuhkan pada : 1) Kata sifat Contoh : tenangkan dulu anak-anak itu! Tenangkan artinya “jadikan tenang” 2) Kata kerja yang menyatakan keadaan

Contoh : hubungan telepon telah mereka putuskan Putuskan artinya “jadikan putus” 3) Beberapa kata benda yang memiliki sifat khusus Contoh : daerah itu harus kita hutankan kembali Hutankan artinya “jadikan hutan” b. Untuk mendapatkan makna “sebabkan jadi berada” akhiran –kan harus diibuhkan pada kata benda yang menyatakan tempat. Contoh : Pinggirkan dulu mobil itu! Pinggirkan artinya “jadikan berada dipinggir” c. Untuk mendapatkan makna “lakukan…” akhiran –kan harus diimbuhkan pada kata kerja yang menyatakan tindakan. Contoh : Lemparkan bola itu kesini! Lemparkan artinya “lakukan lempar akan bola” d. Untuk mendapatkan makna “lakukan untuk orang lain” akhiran -kan harus diimbuhkan pada kata kerja yang kata dasarnya sudah transitif. Contoh : Tolong ambilkan buku itu! Ambilkan artinya “ambil untuk orang lain” e. Untuk mendapatkan makna “bawa masuk ke…” akhiran –kan harus digunakan pada beberapa kata benda yang menyatakan ruang atau wadah. Contoh : Asramakan saja anak-anak itu. Asramakan artinya “masukkan ke asrama” Catatan : Akhiran –kan lazim digunakan bersama dengan awalan me- sehingga menjadi me-kan yang digunakan dalam kalimat aktif transitif atau juga dengan awalan di- sehingga menjadi di-kan yang digunakan dalam kalimat pasif transitif. 2. Akhiran –i Akhiran –I tidak mempunyai variasi bentuk, jadi untuk kondisi dan situasi mana saja bentuknya sama saja. Pengimbuhannya dilakukan dengan cara merangkaikannya dibelakang kata yang diimbuhinya. Perlu diperhatikan kata-kata yang berakhir dengan fonem /i/ tidak dapat diberi akhiran –i. Pembubuhan kata dengan akhiran –I ini akan memberikan makna antara lain yang menyatakan : a. Untuk mendapatkan makna berkali-kali akhiran –I harus diimbuhkan ada kata kerja yang menyatakan tindakan. Contoh : Pencuri itu mereka pukuli sampai babak belur. Pukuli artinya (pekerjaan) memukul dilakukan berkali-kali. b. Untuk mendapatkan makna “tempat” akhiran –I harus diimbuhkan pada kata kerja yang menyatakan tempat. Contoh :

Jangan duduki kursi itu. Duduki artinya “duduk di kursi. c. Untuk mendapatkan makna “merasa sesuatu pada” akhiran –I harus diimbuhkan pada kata kerja yang menyatakan sikap batin. Contoh : Hormatilah gurumu! Hormati artinya “merasa hormat pada gurumu. d. Untuk mendapatkan makna “memberi atau membubuhi” akhiran –I harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan benda yang dapat diberikan. Contoh : Tolong nasihati anak-anak itu! Nasihati artinya “memberi nasihat pada anak-anak itu. e. Untuk menanyakan makna “menjadi atau menganggap“ akhiran –I harus diimbuhkan pada beberapa kata benda tertentu yang dikenal dengan sifat khasnya. Contoh : Jangan kalian budaki anak itu! Budaki artinya “anggap sebagai budak” f. Untuk mendapatkan makna “sebabkan jadi” akhiran –I harus dibubuhkan pada kata sifat. Contoh : Lengkapi dulu syarat-syaratnya! Lengkapi artinya “jadikan lengkap pada” Catatan : Akhiran –I lazim digunakan bersama dengan awalan ME sehingga menjadi ME-I yaitu yang digunakan dalam kalimat aktif transitif atau juga dengan awalan DI- sehingga menjadi DI-I yaitu yang digunakan dalam kalimat pasif transitif. 3. Akhiran –AN Akhiran –AN tidak mempunyai variasi bentuk. Jadi untuk situasi dan kondisi mana pun bentuknya tetap –AN. Pengimbuhannya dilakukan dengan cara merangkaikannya dibelakang kata yang diimbuhinya. Fungsi akhiran –AN adalah membentuk kata benda. Sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhan dengan akhiran –AN itu antara lain : a. Untuk mendapatkan makna “hasil” akhiran –AN harus digunakan pada kata kerja tertentu. Contoh : Tulisan adik sudah bagus. Tulisan artinya “hasil dari pekerjaan menulis” b. Untuk mendapatkan makna “alat” akhiran –AN harus diimbuhkan pada beberapa kata kerja. Contoh : Keranjangnya ada tetapi pikulannya tidak ada. Pikulan artinya “alat untuk memikul. c. Untuk mendapatkan makna “benda atau hal yang dikenal pekerjaan” akhiran –AN harus

Contoh : Majalah bulanan ini terbit di Jakarta. Untuk membentuk kata benda akhiran –nya harus diimbuhkan pada beberapa kata kerja yang menyatakan keadaan atau kata sifat. Akhiran -NYA Akhiran -NYA tidak mempunyai variasi bentuk. Untuk mendapatkan makna “tempat” akhiran –AN harus diimbuhkan pada beberapa kata kerja. Contoh : Ayah sudah ubanan Ubanan artinya “banyak ubannya g. Untuk mendapatkan makna “himpunan bilangan atau jumlah” akhiran –AN harus digunakan pada kata bilangan. Pengimbuhannya dilakukan dengan cara merangkaikannya dibelakang kata yang diimbuhkan. Pertama : -nya sebagai ganti orang ketiga tunggal yangberlaku objek atau pemilik. Contoh : . Belasan artinya “himpunan yang jumlahnya sebelas sampai Sembilan belas” h. Kubangan artinya “tempat kerbau berkubang. Contoh : Makanan ini lezat sekali Makanan artinya “sesuatu yang dimakan” d. Contoh : Tenggelamnya kapal Tampomas banyak menelan korban. Bulanan artinya terbit tiap-tiap bulan. b. Untuk mendapatkan makna “bersifat yang disebut kata dasarnya” akhiran –AN harus digunakan pada beberapa kata sifat. Contoh : Yang diundang banyak tetapi yang dating hanya belasan orang. Untuk mendapatkan makna “tiap-tiap” akhiran –AN harus digunakan pada kata benda yang menyaakan waktu atau satuan ukuran. Contoh : turunnya harga beras menggembirakan rakyat. Untuk mendapatkan makna :mengandung banyak hal yang disebut kata dasarnya” akhiran –AN harus diimbuhkan pada kata benda tertentu. Contoh : saya minta tolong kepadanya Kedua : -nya sebagai akhiran. e. Untuk memberi penekanan pada bagian kalimat akhiran –nya harus diimbuhkan pada kata benda. f. Contoh : Dia tak mau membeli barang murahan Murahan artinya “harganya murah”. Jadi untuk situasi dan kondisi mana pun bentuknya tetap. Penggunaan akhiran –nya untuk mendapatkan fungsi-fungsi tersebut adalah sebagai berikut : a.diimbuhkan pada beberapa kata kerja. Contoh : Di tengah sawah itu ada kubangan kerbau. Dalam bahasa Indonesia perlu diperhatikan adanya dua macam –nya. 4.

harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan hasil perbuatan atau kejadian. Sedangkan makna yang diperoleh sebagai hasil pengimbuhan dengan awalan ber. Untuk mendapatkan makna “memaknai atau mengenakan” awalan ber. Untuk membentuk kata keterangan akhiran –nya harus diimbuhkan pada beberapa kata tertentu. Contoh : Agaknya dia tidak akan dating. atau menumpang” awalan BER.harus diimbuhkan pada beberapa kata ganti dan kata yang menyatakan tali perkerabatan. Contoh : Orang yang berdasi itu bukan paman saya Berdasi artinya “memakai dasi” c. Untuk mendapatkan makna ‘mempunyai atau memiliki” awalan ber. Contoh : Bahan makanan ini cukup bergizi Bergizi artinya mengandung “gizi” f.harus diimbuhkan pada : . atau menyapa” awalan BER. Untuk mendapatkan makna “mengeluarkan” atau “menghasilkan awalan BER.harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan bidang usaha. Berkarya artinya “menghasilkan karya” e. Awalan berFungsi awalan ber.harus diimbuhkan pada kata benda umum. menyebut. Untuk mendapatkan makna “mengendarai.adalah membentuk kata kerja intransitive. Contoh : beliau sudah banyak berkarya dibidang seni. Untuk mendapatkan makna “berisi atau mengandung” awalan ber.harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan pakaian atau perhiasan. Contoh : Banyak orang beternak ayam di daerah Bogor Beternak artinya “mengusahakan peternakan” g. Contoh : Anak itu sudah tidak berayah lagi Berayah artinya “mempunyai ayah” b.harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan zat.antara lain : a. Untuk mendapatkan makna “mengusahakan atau melakukan sebagai mata pencaharian” awalan ber. Berkakak artinya memanggil atau menyapa degan kata kakak h.harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan kendaraan atau alat angkutan. c. menaiki. Untuk mendapatkan makna “melakukan atau mengerjakan” awalan BER. Contoh : Sejak dulu dia berkakak kepada saya.Saya ingin mandi. Contoh : setiap hari dia bersepeda ke kantor Bersepeda artinya “mengendarai” sepeda d. Untuk mendapatkan makna “memanggil. airnya tidak ada. 5.

1) Kata benda yang menyatakan kegiatan. Fungsi imbuhan BER-kan adalah bentuk kata kerja intasitif yang dilengkapi dengan sebuah pelengkap sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhan itu adalah menyatakan menjadikan yang disebut pelenglkapnya sebagai yang disebut kata dasarnya. Berolah raga artinya melakukan olah raga. Bergembira artinya “merasa gembira” b) Untuk mendapatkan makna “kelompok atau himpunan yang terdiri dari yang disebut kata dasarnya” awalan ber.Berpulang dengan arti “meningal” .Bertolak dengan arti “melakukan perjalanan” . Umpanya pada kata dasar lari diimbuhkan imbuhan BER-AN sehingga menjadi kata berlarian. mengalami. Dalam hal ini perlu diingat ada kata-kata yang berimbuhan BER-AN tetapi pengimbuhannya . Cntoh: pemuda-pemuda pada waktu itu berani melawan belanda wlaupun hanya bersenjatakan bamboo runcing. Berdamai artinya melakukan perbuatan damai. Contoh : kita harus berolah raga untuk menjaga kesehatan. Imbuhan gabung BER-AN Yang dimaksud dengan gabungan ini adalah awalan BER akhiran AN yang digunakan secara bersama-sama pada sebuah kata dasar. Contoh: kami berdua tidak dapat hadir. Imbuhan Gabung ber-kan Imbuhan gabung ber-kan adalah awalan ber.dan akhiran -kan yang secara bersama-sama digunakan pada sebuah kata dasar.harus diimbuhkan pada kata sifat yang menyatakan keadaan batin. Contoh: kalau kamu lulus ujian. 2) Beberapa kata kerja Contoh : lebih baik kita berdamai saja dengan dia. Mula-mula diberi awalan ber. Umpanya: . Bersenjatakan artinya “menjadiakan bamboo runcing sebagai senjata” 7. sayapun ikut bergembira.Bertekuk lutut dengan arti “menyerah” 6. atau dalam keadaan’ awalan BER. Berdua artinya “kelompok yang terdiri dari dua orang” Catatan: awalan ber. 3) Sejumlah bentuk dasar praktegonal yang menyatakan tindakan seperti : Mereka berkelahi di kelas kemarin Kami akan bertempur melawan musuh Saya tidak dapat bergaul dengan mereka a) Untuk mendapatkan makna’ merasakan. Pengimbuhannya dilakukan secara bertahap. Cara mengimbuhkannya dilakukan sekaligus.harus diimbuhkan pada kata bilangan utama.dengan arti kiasan banyak juga digunakan pada kata kerja.kemudian diberi akhiran -kan.

mula-mula diimbuhkan akhiran an sehingga menjadi aturan.Banyak serta tidak teratur . PE. Contoh: saluran yang telah kami perdalam telah dangkal lagi. kemudian diimbuhkan pula awalan BER sehingga menjadi beraturan. dan PEL PER digunakan pada kata-kata yang tidak dimulai dengan konsonan r.Saling atau tidak berbalasan .Saling berada di Aturan pengimbuhan dengan imbuha BER-AN adalah sebagai berikut 1) Untuk mendapatkan makna “ banyak serta tidak teratur” imbuhan BER-AN harus diimbuhkan pada kata kerja yang menyatakan gerak. Bersebelahan artinya “saling berada disebelahnya. Tidak ada contoh lain. Fungsi imbuhan gabung BER-AN adalah membentuk kata kerja intransitive. Contoh: mereka berlarian kesana –sini untuk menyelamaykan diri Berlarian artinya “banyak yang berlari dan larinya tidak teratur” 2) Untuk mendapatkan makna “saling atau berbalasan” imbuhan gabungan BER-AN harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu.Jadikan lebih . percepat. Awalan PER Awalan PER mempunyai tiga macam bentuk. yaitu PER. menjadi pelajar. Umpamanya pada kata atur. seperti peringan dan perendah.antara lain menyatakan . 8. Contoh: kedua jalan itu berpotongan dibalik bukit itu. dan perketat. PE digunakan pada kata-kata yang dimulai dengan konsonan r. Adapun aturan pengimbuhan dengan awalan PER. Berpotongan artinya “ saling memotong” 3) Untuk mendapatkan makna “ saling berada di” imbuhan gabungan BER-AN harus diimbuhkan pada beberapa kata kerja yang menyatakan letak atau jarak. Contoh: penjagaan akan saya perketet nentimalam c) Keterangan tambahan pada subjek atau objek yang berbentuk: yang+ aspek+pelaku+kata kerja. Fungsi awalan PER adalah membentuk kata kerja perintah. PEl digunakan pada kata ajar. sedangkan makna yang diperoleh sebagai proses pengimbuhannya adalah: . Contoh: kami duduk bersebelahan didalam kereta pai itu. yang dapat digunakan dalam a) Kalimat perintah Contoh: persingkat saja acaranya! Pensempit dulu masalahnya! b) Kalimat yang predikatnya berbentuk : (aspek)+pelaku+kata kerja.dilakukan tidak sekaligus melainkan bertahap. seperti: peristri.

Bagi 1).Anggap sebagai . Imbuhan Gabung PER-kan Imbuhan Gabung PER-kanadalah awalan PER dan akhiraan KAN yang digunalkan secara bersamasama pada sebuah klata dasar.harus diimbuhkan pada kata sifat. Contoh: masalah itu akan kita berdebatkan lagi minggu depan b) Sebagai keterangan tambahan pada subjek atau objek yang berpola: yang + aspek + pelaku + kata kerja.harus diimbuhkan pada beberapa kata bilangan. Contoh: jangan kalian perbudak anak-anak itu Perbudak artinya “jadikan atau anggap sebagai budak” 3). Pengimbuhan dilakukan secara serentak. Contoh: pertegas aturannya! Pertegas artinya “jadikan tegas” 2). Contoh: uang sebanyak ini kita perdua saja Perdua artinya “jadikan dua” 9. Untuk mendapatkan makna “jadikan lebih” awalan PER. yang dikenal dengan sifatnya. c) Dalam kalimat perintah Contoh: persiapkan dulu bahan-bahannya 1) Untuk mendapatkan makna “jadikan bahan” imnbuhan gabungan PER-kan harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu Contoh: jangan perdebatkan lagi masalah itu! Perdebatkan artinya “jadikan bahan p[erdebatan” 2) Untuk mendapatkan makana “jadikan supaya” imbuhangabungan PER-kan harus diimbuhkan pada beberapa kata sifat tertentu Contoh: bahan-bahannya akan segera kami persiapkan Persiapkan artinya “jadilkan supaya siap” 3) Untuk mendapatkan makna lakukan imbuhan gabung PER-kan harus diimbuhkan pada beberapa kata kerja tertentu Contoh: pertahankan benteg ini sekuat tenaga kalian P[ertahankan artinya “lakukan pertahanan” .harus diimbuhkan pada beberapa kata benda. Contoh: tarian yang sudah mereka pertunjukan akan di ulangoi lagi. Untuk mendapatkan makna “jadikan atau anggap sebagai” awalan PER. Imbuhan gabung PER-kan berfungsi membentuk kata kerja yang digunakan: a) Dalam kalimat predikatnya berpola aspek + pelaku + kata kerja.. Untuk mendapatkan makna “jadikan atau bagi” awalan PER.

dan ng. dan y. Awalan ME Awlan ME adalah imbuhan yang produktif.mewarisi (me + warisi) .melihat (me + lihat) . meng. 1).menganga (me + nganga) 2). dan menge. serta konsonan sengau m. Me.memerah (me + merah) . umpamanya terdapat pada kata-kata. dan v. l.merasa (me + rasa) . ny. mem. men. p. umpamanya .4) Untuk mendapatkan makna “jadikan me” imbuhan gabung per-kan harus diimbuhkan pada beberapa kata kerja tertentu Contoh: nanti akan kami perlihatkan kepadamu Perlihatkan artinya “jadikan orang lain melihat” 5) Untuk mendapatkan makana “jadikan ber” imbuhan gabung per-kan harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu Contoh: akan kita perhubungkan daerah-daerah itu dengan jalan-jalan baru Perhubungkan artinya “jadikan berhubungan” 10. pengimbuhannya dilakukan dengan cara merangkaikannya dimuka kata yang diimbuhinya.menanti (me + nanti) . f.digunakan pada kata-kata yang mulai dengan konsonan r. meny. Awlan ME mempunyai enam macam bentuk yaitu: me. Mem.menyanyi (me + nyanyi) . Imbuhan gabung PER-I imbuhan ini dilakukan bersama-sama pada sebuah kata dasar pengimbuhannya dilakukan secara serentak. w. n.digunakan pada kata-kata yang dimulai dengan konsonan b. .meyakinkan (me + yakinkan) . a) Untuk mendapatkan makana “supaya jadi” imbuhan gabung per-i harus diimbuhkan pada kata sifat tertentu Contoh: mereka kami perlengkapi dengan alat-alat pertanian Perlengkapi artinya “lakukan supaya lengkap” b) Untuk mendapatkan makana “lakukan yang disebut kata dasarnya pada objeknya” imbuhan gabung per-i harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu Contoh: jangan kamu perturuti terus permintaannya Perturuti artinya “lakukan agar permintaanya terturuti” 11. Mana yang didapat sebagai hasil pengimbuhan dengan imbuhan per-i antara lain lakukan supaya jadi dan lakukan yang disebut kata dasarnya pada objeknya.

mengambil (me + ambil) . Menge. melainkan disenyawakan dengan bunyi asal dari awalan itu. memakan meminum menghisap. sedangkan konsonan t tidak diwujudkan.kata yang hanya bersuku satu. . g.mendengar (me + dengar) . bekerja dengan bahan. menjadi. Contohnya seperti: .menggali (me + gali) .mengetik (me + tik) .menyingkir (me + singkir) . membuat barang. serta vocal a.mengekor (me + ekor) .digunakan pada kata.memilih (mem + pilih) .harus diimbuhkan pada kata dasar kata kerja.kata yang dimulai dengan konsonan s. Contohnya seperti : . dank kh.mengebom (me + bom) Fungsi awalan Me. melainkan disenyawkan dengan bunyi asal dari awalan itu. untuk mendapatkan makna “melakukan perbuatan yang disebutkan dasarnya” awaln Me. Contoh: .digunakan dengan kata-kata yang dimulai dengan konsonan d dan t.menarik (me + tarik) 4). dan o. Meny.mengiris (me + iris) .membawa (mem + bawa) . u. konsonan d tetap diwujudkan. konsonan k tidak diwujudkan.digunakan pada kata.mengkhayal (me + khayal) . dan memperingati. menjadikan lebih.kata yang mulai dengan konsonan k. e. Adapun aturan dengan menggunakan dengan menggunakan imbuhan Me-nini adalah: a). mengeluarkan.seperti terdapat dalam kata-kata: . h.digunakan pada kata.mengutus (me + utus) . menuju arah.mengirim (me + kirim) . bekerja dengan alat. Meng.memvonis (mem + vonis) 3). tetapidisenyawakan dengan bunyi asal dari awalan itu. Contohnya seperti terdapat dalam kata-kata berikut: . Men.mengolah (me + olah) 6).sedangkan konsonan lainnya tetap diwuudkan. menjadi atau berlaku seperti. dan konsonan s itu tidak diwujudkan.adalah membentuk kata kerja aktif transitif dan intransitif.menghitung (me + hitung) . I.memfitnah (mem + fitnah) . menjadikan menganggap atau memberlakukan seperti.menyingkat (me + singkat) 5). Sedangkan makna yang didapat sebagai proses pengimbuhannya antara lain menyatakan: melakukan.

Contoh: ayah membaca Koran.harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan hasil olahan atau kerajinan. 12. Untuk mendapatkan makna “bekerja dengan alat yang disebutkan kata dasarnya” awalan meharus diimbuhkan dengan kata benda yang menyatakan alat atau perkakas. Setelah itu diimbuhkan awalam me. untuk mendapatkan makna “bekerja dengan bahan yang disebut kata dasarnya” awalan MEharus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan bahan. Melebarkan artinya ‘membuat jadi lebar’ b. Contoh: siapa yang mengecat rumah ini? Mengecat artinya “bekerja dengan cat sebagai dasarnya” e).-kan Yang dimaksud dengan imbuhan me.dan akhiran –kan yang digunakan secara bersama-sama pada sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar. Sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhannya. Fungsi imbuhan gabung me. antara lain menyatakan: 1) Menyebabkan jadi yang disebut kata dasarnya 2) Melakukuan sesuatu untuk orang lain 3) Menjadikan berada di… 4) Melakukan yang disebut bentuk dasar 5) Melakukan yang disebut kata dasarnya akan 1.-kan adalah membentuk kata kerja aktif transitif. untuk mendapatkan makna yang “menyebabkan jadi yang disebut kata dasarnya” imbuhan gabung me. Menggambar artinya “membuat gambar” d). Contoh: siapa yang sedang menggergaji itu? Menggergaji artinya “bekerja dengan alat gergaji” c). Setelah itu diimbuhkan awalam me-.sehingga menjadi membacakan. Pengimbuhannya dilakukan secara bertahap.-kan harus diimbuhkan pada: a.-kan adalah awalan me. Membaca artinya “melakukan pekerjaan baca” b). Contohnya pada kata dasar baca mula-mula diimbuhkan akhiran –kan sehingga menjadi bacakan. dan menghisap” awaln me harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan makanan atau minuman. meminum. Contoh: adik menggambar dengan spidol. untuk mendapatkan makna “mamakan. kata sifat contohnya: Pemerintah akan melebarkan jalan didepan sekolah kami. imbuhan me. kata kerja yang menyatakan keadaan . untuk mendapatkan makna “membuat baraang yang disebut kata dasarnya” awalan me. mula-mula pada sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar diimbuhkan akhiran –kan.

wadah. atau ruang. kata keterangan yang menyatakan derajat contohnya: Kami berhasil menyamakan kedudukan kami. Mendaratkan artinya ‘menyebabkan jadi berada di darat’ 4.i . Menenggelamkan artinya ‘membuat jadi tenggelam’ c. Contoh: Jangan mengharapkan bantuan lagi. Contoh: Saya membelikan rokok untuk ayah. Menyeragamkan artinya ‘membuat jadi seragam’ 2. Membukukan artinya ‘menjadikan buku’ d. kata kerja keadaan yang berbentuk kata jadian contoh: Gubernur akan menyeragamkan pakaian semua sopir taksi. Contoh: Pilot mendaratkan pesawatnya dengan baik. Untuk mendapatkan makna “melakukan yang disebutkan bentuk dasarnya” imbuhan gabung me-kan harus diimbuhkan pada kata kerja yang menyatakan tindakan. Melipatgandakan artinya ‘membuat jadi berlipat ganda’ 2. Untuk mendapatkan makna “melakukan untuk orang lain” imbuhan gabung me. kata kerja keadaan atau kata sifat yang berbentung gabungan kata contoh: Pemerintah bertekad untuk melipatgandakan produksi pangan. imbuhan gabung me. kata benda yang mempunyai ciri khas contohnya: Kami akan membukukan hasil seminar itu.-kan harus diimbuhkan pada kata dasar yang menyatakan lokasi. Membelikan artinya ‘membeli untuk (ayah) 3.contohnya: Kapal perang Inggris dengan mudah menenggelamkan kapal perang Argentina itu. Untuk mendapatkan makna “menjadikan berada di…”. Imbuhan gabung me.-kan harus diimbuhkan pada kata kerja yang sudah transitif .-kan dapat juga diimbuhkan pada: 1.. Menyamakan artinya ‘menjadikan sama’ Untuk mendapatkan makna ‘menyebabkan atau membuat jadi’ imbuhan gabung me. Mengharapkan artinya ‘mengharap akan (bantuan-nya) 13.

Contoh: Kami tidak menyukai sikap anak itu.-i harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan zat. 2) Untuk mendapatkan makna ‘memberi atau membubuhi yang disebut kata dasarnya pada objeknya’ imbuhan gabung me. melakukan pada 4. merasa pada 1) untuk mendapatkan makna ‘membuat jadi yang yang disebut kata dasar pada objeknya’ imbuhan gabung me. Setelah itu diimbuhkan pula awalan me. Sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhan. Memukuli artinya ‘berilang kali memukul’ 5) Untuk mendapatkan makna ‘merasa sesuatu pada’ imbuhan gabung me.-i harus digunakan pada kata sifat. memberi atau membubuhi pada 3. membuat jadi yang disebut kata dasarnya pada 2. Menerangi artinya ‘membuat jadi terang pada (bumi)’. Contoh: Bulan menerangi bumi.Yang dimaksud dengan imbuhan gabung me. . fungsi imbuhan gabung me.-i adalah membentuk kata kerja transitif aktif. 3) Untuk mendapatkan makna ‘melakukan atau berbuat sesuatu pada atau di’imbuhan gabung me-i harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu.dan akhiran –i yang digunakan bersama-sama pada sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar. melakukan berulang-ulang 5. Pengimbuhannya dilakukan secara bertahap.sehingga menjadi menanami.-i harus diimbuhkan pada kata kerja yang menyatakan emosi atau sikap batin. Contohnya pada kata dasar tanam diimbuhkan akhiran –i sehingga menjadi Tanami. antara lain menyatakan: 1. 4) Untuk mendapatkan makna ‘melakukan berulang-ulang’ imbuhan gabung me. atau bahan.-i harus diimbuhkan pada kata kerja yang menyatakan tindakan. Contoh: Siapa yang menggarami laut? Menggarami artinya ‘memberi atau membubuhi garam pada (laut). Contoh: Mereka memukuli pencuri itu sampai babak belur. Contoh: Mereka menanami halaman rumahnya dengan berbagai tanaman hias. Mula-mula pada sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar diimbuhkan akhiran –i setelah itu diimbuhkan awalam me-.-i adalah awalan me. Menanami artinya ‘melakukan pekerjaan tanam di(halaman rumah).

menjadikan dapat di5. dan akhiran –kan yang digunakan secara bersama-sama pada sebuah kata dasar . melakukan per. .-kan yang dimaksud dengan imbuhan gabung memper. Untuk mendapatkan makna ‘menjadikan supaya’ imbuhan gabung memper.adalah awalan me. membuat jadi lebih 2. awalan per-. untuk mendapatkan makna ‘membuat jadi lebih’ imbuhan gabung memper. Fungsi imbuhan gabung memper.-kan adalah awalam me-. menjadikan bera. atau pada sebuah bentuk dasar. Imbuhan gabung memper. 15.-kan adalah membentuk kata kerja aktif transitif. b.-an 4.-kan harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu. menjadikan bahan 2. Fungsi imbuhan gabung memper.Menyukai artinya ‘merasa tidak suka pada (sikap anak itu)’. Untuk mendapatkan makna ‘menjadikan atau menganggap sebagai’ imbuhan gabung memperharus diimbuhkan pada kata benda tertentu.dan awalan per. b. Sedangkan makna yang dimiliki sebagai hasil dari proses pengimbuhannya. antara lain. Contoh: Jalan layang dibuat untuk memperlancar lalu lintas. menjadikan atau menganggap sebagai a. Imbuhan gabung memperyang dimaksud dengan imbuhan memper. Memperlancar artinya ‘membuat lebih lancar’.adalah membentuk kata kerja aktif transitif. Contoh: Mereka memperbudak tawanan itu dengan sewenang-wenang. Memperbudak artinya ‘menjadikan sebagai budak. Sedangkan makna yang didapatkan sebagai hasil pengimbuhannya. menyatakan: 1.-kan harus diimbuhkan pada kata sifat dan kata kerja yang menyatakan keadaan. untuk mendapatkan makna ‘menjadikan sebagai bahan’ imbuhan gabung memper.yang digunakan secara bersama-sama pada sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar. 14. Mempermainkan artinya ‘menjadikan (orang tua seperti itu) sebagai bahan permainan. antara lain menyatakan : 1.harus diimbuhkan pada kata sifat. Contoh: Tidak baik mempermainkan orang tua seperti itu. menjadikan supaya 3.

. Memperkenalkan artinya ‘menjadikan (kamu) supaya berkenalan’.-an. Contoh: Janganlah kau mempersekutukan Tuhan.-i imbuhan gabung memper. untuk mendapatkan makna ‘membuat supaya objeknya menjadi atau menjadi lebih’ imbuhan gabung memper. d. sedangkan makna yang didapat sebagai hasil proses pengimbuhan adalah: a. Untuk mendapatkan makna ‘melakukan per. Memperturuti artinya ‘melakukan agar segala(kata hatinya) dituruti’ 17. Contoh: Saya akan memperbaiki dulu rumah itu. Contoh: Trans 7 akan mempersembahkan kesenian daerah. b.-kan harus diimbuhkan pada beberapa bentuk dasar yang memiliki kata benda berbentuk per. Untuk mendapatkan makna ‘menjadikan dapat di…’ imbuhan memper. Awalan diawalan di. Memperbaiki artinya ‘membuat agar (rumah ini) menjadi baik.Contoh: Saya ingin memperkenalkan kamu pada ayahku. dan akhiran –i. Fungsi imbuhan gabung memper.-i harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu. Memperlihatkan artinya ‘menjadikan dapat dilihat’.-kan harus diimbuhkan pada beberapa bentuk dasar yang memiliki kata kerja berbentuk ber-. 16.-i adalah awalan me-.-kan harus diimbuhkan pada beberapa bentuk dasar kata kerja. Untuk mendapatkan makna ‘melakukan yang disebut kata dasarnya pada objeknya’ imbuhan gabung memper. yang digunakan secara bersama-sama pada sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar. Untuk mendapatkan makna ‘menjadikan ber…’ imbuhan memper. Mempersekutukan artinya ‘menjadikan bersekutu’.-an’ imbuhan memper.sebagai awalan dan di. Imbuhan gabung memper. Mempersembahkan artinya ‘melakukan persembahan’. c. e.sebagai kata depan.-i adalah membentuk kata kerja aktif transitif.-i harus diimbuhkan pada beberapa kata sifat tertentu. awalan per-. Bentuknya untuk posisi dan kondisi mana pun sama saja.tidak mempunyai variasi bentuk. Contoh: Siapa yang harus memperturuti kata hatinya akan celaka. Hanya perlu diperhatikan adanya di. Contoh: Saya akan memperlihatkan naskah aslinya.

Contoh kata kerja pasif berimbuhan di.diawasi . sebagai kebalikan dari kata kerja aktif berimbuhan gabung me. Sedangkan disebagai kata depan dilafalkan dan dituliskan terpisah dari kata yang mengikutinya.(di.(di.-kan.menggunakan .sebuah awalan) Adik belajar di perpustakaan.disamakan sebagai kebalikan dari kata kerja aktif transitif berimbuhan gabung me.-i . Contoh: Dia ditangkap polisi. Maka makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhannya merupakan kebalikan dari makna kata kerja aktif transitif. contohnya: .menemani 20. Semua kata kerja aktif berimbuhan gabung di.membaca .berawalan di.mengawasi . contoh kata kerja pasif berimbuhan gabung di.-kan berfungsi membentuk kata kerja pasif. Imbuhan gabung diperimbuhan gabung diper.-kan .digunakan .0kan adalah kata kerja transitif. Contoh: Kata kerja transitif kata kerja pasif Berawalan me.berfungsi membentuk kata kerja pasif.sebuah kata depan) Fungsi awalan di. Imbuhan gabung di.sebagai awalan dilafalkan dan dituliskan serangkai dengan kata yang diimbuhinya.menulis . Imbuhan gabung di.yang transitif. yakni kata kerja berawalan me.ditemani sebagai kebalikan.-i.menyamakan 19.ditulis 18. kata kerja aktif transitif berimbuhan gabung me.-i imbuhan gabung di.dibaca .-i berfungsi membentuk kata kerja pasif. contohnya: .di. sebagai kebalikan dari kata kerja aktif berimbuhan gabung me.-kan.-kan imbuhan gabung di.-i.adalah membentuk kata kerja pasif. sebagai kebalikan dari kata kerja aktif transitif berimbuhan gabung memper- .

Umpamanya seperti terdapat pada kata-kata berikut: pengetik (kata dasar: tik) pengecat (kata dasar: cat) pengelas (kata dasar: las) pengelem (kata dasar: lem) 23.-kan adalah kata kerja transitif. Oleh karena itu setiap kata kerja berimbuhan gabung memper. Imbuhan Pengedigunakan pada kata-kata yang hanya bersuku satu.-kan berfungsi membentuk kata kerja pasif.diperbesar sebagai kebalikan dari kata kerja aktif transitif berimbuhan gabung memper-. Sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhannya adalah: (1) orang yang melakukan atau yang berbuat (2) orang yang pekerjaannya .dipercepat .dipertemukan sebagai kebalikan kata kerja aktif transitif berimbuhan gabung memper. Contoh kata kerja pasif berimbuhan gabung diper.-kan.dipergunakan .adalah membentuk kata benda.mempercepat .-kan imbuhan gabung diper.-kan semua kata kerja aktif berimbuhan gabung memper.-kan .-kan ada kebalikannya dalam bentuk kata kerja pasif berimbuhan gabung diper. Awalan PEFungsi awalan PE.-kan contohnya: penghitung (kata dasar: hitung) penggali (kata dasar: gali) pengambil (kata dasar : ambil) penginap (kata dasar: inap) pengurus (kata dasar: urus) pengekor (kata dasar: ekor) pengobat (kata dasar: obat) 22. contohnya: .memperbesar 21.contoh kata kerja pasif berimbuhan gabung diper. sebagai kebalikan dari kata kerja aktif berimbuhan gabung memper. Imbuhan gabung diper.

Jangan berteman dengan pendusta itu. Untuk mendapatkan makna’orang yang pekerjaannya’ awalan PE. Contoh: . berlaku juga pada awalan ME-.-I. Pemalas artinya ‘orang yang malas’ e). Oleh karena itu maka: (a) Kaidah persengauan yang berlaku pada awalan PE-. kata kerja berimbuhan gabung ME.(3) orang yang suka. Umpamanya seperti terdapat pada kata-kata berikut: perawat .Untuk mendapatkan makna ‘alat untuk mengerjakan sesuatu’ awalan PE.harus diimbuhkan pada kata sifat.Hanya pemalas yang tidak ikut bekerja.Siapa penulis buku ini? Penulis artinya ‘orang yang menulis’ b).merawat pembaca .ada .ada hubungannya dengan arti yang dimilki kata kerja berawalan Me-. Untuk mendapatkan makna’ orang yang melakukan atau berbuat’ awalan PE. atau acapkali melakukan (4) orang yang bersifat (5) alat untuk mengerjakan sesuatu Aturan pengimbuhannya adalah: a).-kan. Contoh: .harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu. Pendusta artinya ‘orang yang sering kali berdusta’ d).Tolong bersihkan papan tulis ini dengan penghapus itu. Penghapus artinya ‘alat untuk menghapus’ Catatan: (1) Kata kerja berawalan PE.harus diimbuhkan pada kat akerja tertentu. Untuk mendapatkan makna ‘orangyang suka. gemar.mempunyai hubungan dengan kata kerja berawalan ME-. atau seringkali melakukan yang disebut kata dasarnya’ awalan PE. dan kata kerja berimbuhan gabung ME.membaca pemotong . Contoh: . Contoh : .harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu. Umpamanya: perawat berarti ‘yang merawat’ pemotong berarti ‘yang memotong’ penggali berarti ‘yang menggali’ Dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia dewasa ini setiap kata benda berawalan PE. Contoh: . gemar.memotong (b) Arti yang dimilki kata benda berawalan PE.harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu.Untuk mendapatkan makna ‘orangyang bersifat’ awalan PE.Ibunya seorang pelukis terkenal Pelukis artinya’ornagyang pekerjaannya melukis’ c).

* pemimpi (3) Kata benda berawalan PE. Dalam hal ini: (a) kaidah persengauan yang berlaku pada kata benda berawalan PE.KAN. kata kerja berimbuhan gabung Me.yang mempunyai hubungan dengan kata berawalan BER-.* pekarya bermimpi . adan kata kerja berimbuhan gabung ME.bekerja peternak . yaitu kata kerja berawalan ME-. berarti ‘yang belajar’ Dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia dewasa ini setiap kata benda berawalan PE. Umpamanya seperti terdapat pada kata-kata berikut: pekerja . atau ME.ada pasangannya kata benada berawalan BER-.* pelirik (c) Karena ada tiga macam bentuk kata kerja yang mempunyai hubungan dengan awalan PE-.-kan. mempunyai pasangan kata benda berawalan PE-.itu sesuai dengan kaidah yang . maka ada kemungkinan sebuah kata benda berawalan PE.juga mempunyai hubungan dengan kata kerja dasar atau kata sifat dasar.pasangannya kata kerja berawalan ME-. Tetapi sebaliknya tidak setiap kata kerja berawalan BERmempunyai pasangan kata benda berawalan PE-. katakata berawalan PE. kata kerja berimbuhan gabung ME.* pesepeda berkarya . maka: (a) Kata benda berawalan PE.-I.ini tidak mengalami proses persengauan. atau (2) yang mendengarkan (2) Kata benda berawalan PE.tersebut ada hubungannya dengan arti yang dimilki kata kerja berawalan BER-.. Umpamanya kata-kata benda berawalan PEberikut tidak ada.-kan.-I. atau berimbuhan gabung ME.-I.berikut tidak ada: membiasakan .dan kata kerja BER.selain mempunyai hubungan dengan kata kerja berawalan ME.mempunyai hubungan makna dengan lebih dari sebuah kata kerja itu. dapat berarti : (a) yang mendengar. Oleh karena itu.. Umpamanya seperti yang dipunyai kata benda berikut: pendengar. Tetapi sebaliknya tidak setiap kata kerja berawalan ME-.beternak pelajar .* perestu melirik .yang mempunyai hubungan dengan kata kerja berawalan BER. berimbuhan gbaubg ME.belajar (b) Arti yang dimiliki kata benda berawalan PE. Umpamanya. bersepeda . berarti ‘yang bekerja’ peternak. Malah mempunyai variasi benda yang mirip dengan variasi bentuk yang ada pada awalan BER-. berarti ‘yang beternak’ pelajar. Umpamanya: pekerja.* pembiasa merestui .

(1) Pe-an digunakan pada kata-kata yang mulai dengan konsonan l.tanpa sengau digunakan untuk emmbentuk kata benda yang mempunyai hubungan dengan kata kerja berawalan BER-. mempunyai kemungkinan berhubungan dengan kata kerja berawalan ME-. Imbuhan Gabungan PE-AN Imbuhan gabung PE-AN adalah awalan PE. seperti pada kata pembesar.dan akhiran –AN yangdiimbuhkan secara bersamaan pada sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar. maka ada kemungkinan makna yang dimiliki oleh sebuah kata benda berawalan PEmenajdi lebih dari sebuah. atau (b) ‘alat untuk membesarkan’.’. Peny-an. n. y. kini dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia sebagai hasil proses analogo. Sedangkan awalan PE. (5) Awalan PE. Umpamanya kata-kata benda berikut : Penakut berarti (a) ‘orang yang takut’ atau (b) ‘alat untuk menakuti’ seperti pada penakut burung. dan ny. Oleh karena itu. yang berhubungan dengan awalan ME-. Peng-an. kita jumpai pemakaian kedua bentuk awalan PE. sedangkan PE-tanpa sengau mempunyai arti yang ber.. Pembesar berarti (a) ‘orang besar (pemimpin)’. Umpamanya seperti terdapat pada kata-kata berikut : pendatang – datang pemberani – berani penakut – takut (b) arti kata benda yamh dimiliki kata benda berawalan PE-. ada hubungannya dengan arti yang dimiliki kata kerja atau kata sifat dasar itu. berarti “yang takut” (4) Oleh karena sebuah kata benda yang berawalan PE-. Pem-an.dengan sengau digunakan untuk membentuk kata benda yang mempunyai hubungan dengan kata kerja berawalan ME. pelajar adlah ‘orang yang belajar’. dan Peng-an.atau juga kata kerja atau kata sifat dasar. Peninju adalah ‘orang yang meninju’ sedangkan peninju berarti ‘orang yang bertinju’ Berdasarkan konsep dasar di atas. perbedan arti yang pokok diantara keduanya adlah PEdengan sengau berarti ‘yang me.berlaku untuk awalan PE-. yaitu Pe-an. . Imbuhan gabung PE-AN mempunyai enam macam bentuk. berarti “yang berani” penakut. ng.’. Pen-an. Kata-kata itu antara lain : Penyuruh x pesuruh Penunjuk x petunjuk Pengasih x pekasih Penatar x petatar 24. Umpamanya : pendatang.itu dengan arti yang berbeda. berarti “yang datang” pemberani.atau dengan kata kerja atau kata sifat dasar. Jadi pengajar adalah ‘orang yang mengajar’.. atau kerja yang berawalan BER. m. w. r.

konsonan d tidak diwujudkan sedangkan konsonan t tidak diwujudkan tetapi disenyawakan dengan bunyi sengau dari imbuhan itu. konsonan b tetap diwujudkan. h. bentuk Pen-an digunakan juga pada kata-kata yang mulai dengan konsonan c dan j. dan konsonan s itu disenyawakan dengan bunyi sengau dari imbuhan itu. Misalnya seperti terdapat pada kata-kata berikut : Pembinaan Pembacaan Pemotongan Pemisahan (3) Pen-an digunakan pada kata-kata yang mulai dengan konsonan d dan r. e dan o. Konsonan k disenyawakan dengan bunyi nasal dari imbuhan itu. dan o. u. dan g. I. u. Misalnya seperti terdapat pada kata-kata : Penyaringan Penyetoran Penyusunan (5) Peng-an digunakan pada kata-kata yang mulai dengan konsonan k. sesuai dengan system ejaan yang berlaku.Misalnya seperti terdapat pada kata-kata : Pelarian Perawatan Pewarisan Peyakinan (2) Pem-an digunakan pada kata-kata yang mulai dengan konsonan b dan p. Sedangkan konsonan kh. tetap diwujudkan. Misalnya seperti terdapat pada kata-kata : Pendirian Pendapatan Penentuan Penembakan Selain itu. I. g. Misalnya seperti terdapat pada kata-kata berikut : . sedangkan konsonan p tidak diwujudkan tetapi disenyawakan dengan bunyi sengau dari imbuhan itu. Misalnya seperti terdapat pada kata-kata : Pencarian Pencegahan Penjualan Penjernihan Padahal secara fonetis kata-kata di atas dilafalkan : (penycarian) (penycegahan) (penyjualan) (penyjernihan) (4) Peny-an digunakan pada kata-kata yang mulai dengan konsonan s. serta vocal a. e. h. serta a. kh.

Sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhan adalah : (1) menyatakan hal atau peristiwa (2) menyatakan proses (3) menyatakan tempat (4) menyatakan alat Aturan pengimbuhannya adalah : a). kata benda. atau kata sifat tertentu Contoh : Pembinaan bahasa Indonesia perlu ditingkatkan. Penggorengan artinya ‘alat untuk menggoreng’ Walupun usianya sudah lanjut tetapi penglihatannya masih baik. Pembayaran artinya ‘proses membayar’ Penulisan buku itu memerlukan waktu dua tahun. Contoh : Pembayaran dilakukan bertahapa. Untuk mendapatkan makna ‘hal atau peristiwa’ imbuhan gabung PE-AN harus diimbuhkan pada kata kerja. Untuk mendapatkan makna ‘alat’ mbuhan gabung PE-AN harus dibutuhkan pada kata kerja tertentu. Peleangan artinya ‘tempat melelang’ Jenazahnya dikuburkan di pemakaman umum. atau kata sifat tertentu. kata benda. Pemasaran artinya ‘hal memasarkan’ b). Misalnya terdapat pada kata-kata : Pengetikan Pengesahan Pengecatan Pengelasan Imbuhan gabung PE-AN berfungsi membentuk kata benda. kata benda. Penglihatan artinya ‘alat untuk . Contoh : Ayah bekerja di pelelangan ikan. Pembinaan artinya ‘hal membina’ Pekan penghijauan dipusatkan di Jawa Tengah. Pemakaman artinya ‘tempat memakamkan’ d). Untuk mendapatkan makna ‘tempat’ imbuhan gabung PE-AN harus diimbuhkan pada kata kerja.Pengiriman Pengurangan Pengkhianatan Penghabisan (6) Penge-an digunakan pada kata-kata yang hanya bersuku satu. Pengadilan artinya ‘proses mengadili’ c). untuk mendapatkan makna ‘proses’ imbuhan gabung PE-AN harus diimbuhkan pada kata kerja. Penulisan artinya ‘proses menulis’ Pengadilan terhadao koruptor itusudah berjalan lima tahun. dan kata sifat tertentu. Contoh : Ibu membeli penggorengan baru. Penghijauan artinya ‘hal menghijaukan Pemasaran barang-barang itu tidak lancar.

atau ME-I.perawatan Membaca . Pemberhentian artinya ‘tempat memberhentikan’ Penyeragaman pakaian kerja dimulai bulan depan. dengan arti seperti yang berlaku untuk kata dasar.*pemisikan (3) Karena ada tiga macam bentuk kata kerja yang mempunyai hubungan dengan kata benda berimbuhan gabung PE-AN.pembacaan Memotong .berlaku pula pada imbuhan gabung PE-AN. berimbuhan gabung ME-kan atau yang berimbuhan gabung ME-I. Oleh karena itu. atau kata kerja berimbuhan gabung ME-I. Umpamanya: Perawatan berarti ‘hal atau proses merawat’ Penemuan berarti ‘hal atau proses menemukan’ Pemotongan berarti ‘hal atau proses memotong’ (3) Dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia dewasa ini setiap kata benda berimbuhan gabung PE-AN ada pasangannya kata kerja berawalan ME-. Pembakaran artinya ‘alat untuk membakar’ Catatan : (1) Imbuhan gabung PE-AN digunakan juga pada kata jadian dan pada kata gabung. imbuhan gabung ME-kan. berimbuhan gabung ME-kan.*pencobaan Membisikkan . kata kerja brimbuhan gabung ME-kan.*penarian Mencoba . Penyeragaman artinya ‘proses menyergamkan’ (2) Kata benda berimbuhan gabung PE-AN mempunyai hubungan dengan kata kerja berawalan ME-. Contoh : Pemberhentian bis terletak di dekat simpang jalan itu. Umpamanya kata-kata berimbuhan gabung PE-AN yang berikut tida ada. atau berimbuhan gabung ME-I ada pasangannya kata benda berimbuhan gabung PE-AN. dan kata kerja berimbuhan gabung ME-I. Menari .melihat’ Pembakaran arkue ini mmerlukan listrik 200 watt. Tetapi sebaliknya tidak setiap kata kerja berawalan ME-. maka ada kemungkinan sebuah kata benda berimbuhan gabung PE-AN mempunyai hubungan maka dengan lebih dari sebuah kata kerja itu. Umpamanya seperti terlihat pada kata-kata berikut : Merawat . kata kerja berimbuhan gabung MEkan.pemotongan (b) Makna yang dimiliki imbuhan gabung PE-AN ada hubungannya dengan makna yang dimilki awalan ME-. maka: (a) Kaidah persengauan yang berlaku pada awalan ME. yaitu kata kerja berawalan ME-. Umpamanya seperti yang dipunyai kata benda berikut : Penyamanan dapat berarti (a) ‘hal menyamakan’ atau (b) ‘hal menyamai’ Pencangkolan dapat berarti (a) ‘hal mencangkok’ atau (b) ‘hal mencangkokkan’ .

(3) Pel. Imbuhan Gabung PER.contohnya: pekerjaan (kata kerja : bekerja) b) kata benda yang menyatakan tempat. Aturan pengimbuhannya adalah: a). wilayah. pe. yaitu menjadi kata pelajaran. Menyatakan “tempat kejadian”. Contoh: Usaha perhotelan diindonesia cukup baik. Perhotelan artinya “tentang atau mengenai hotel”.-AN harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan tempat.-AN adalah awalan PER. Yaitu per-an.-AN harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu. c).kata tertentu yang kata kerjaberimbuhannya berawalan BER.-AN mempunyai tiga macam bentuk. masalah” imbuhan gabungan PER. wilayah. Contoh: Rumah-rumah peristirahatan banyak terdapat didaerah itu. Sedangkan makna yang didapat dari pengimbuhannya adalah: menyatakan “hal melakukan”.-an digunakan pada: a). Imbuhan gabung PER. dan pel.-AN berfungsi membentuk kata benda. Untuk mendapatkan makna “hal melakukan” imbuhan gabung PER. Peritirahatan artinya “tempat beristirahat”. Untuk mendapatkan makna”hal. atauberimbuhan gabung MEMPER. Menyatakan “hal tentang atau masalah”.dalam bentuk BE.-an hanya terdapat padakata ajar. tentang. Tidak ada kata yang lain. pedesaan. kata. Aturan penggunaannya adalah: (1) Per-an digunakan pada: (a) kata dasar kata kerja dan kata sifat . Perbaikan artinya “hal memperbaiki” b). dll.-AN Imbuhan gabung PER. berimbuhan gabung MEMPER.-an. dan kawasan”imbuhan harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan tempat. Untuk mendapatkan makna “ daerah. d). wilayah. Umpamanya seperti terdapat pada kata-kata berikut : perminyakan (2) Pe.-kan. berimbuhan gabung MEMPER. dan daerah”. Contohnya: pekuburan. Imbuhan gabung PER. untuk mendapatkan makna “ Tempat kejadian”imbukan harus digabungkan pada kata kerja tertentu. atau daerah. .dan akhiran –AN yang diimbuhkan secara sekaligus pada sebuah bentuk dasar. Contoh: Perbaikan mobil ini membutuhkan waktu dua hari.-I Umpamanya seperti terdapat pada kata-kata berikut: Perdagangan (kata kerja : berdagang) Pertanian (kata kerja : bertani) Perbaikan (kata kerja: memperbaiki) (b) kata benda dalam arti ‘tentang masalah’.25.-an. menyatakan “kawasan. yang kata kerja berimbuhannya berawalan BER-.

-EM. dsb. Pengimbuhannya dilakukan dengan cara menyisipkan diantara konsonandan volal suku pertama pada sebuah kata dasar. Karena sisipan ini tidak produktif lagi. -ER + gigi – gerigi. Artinya tidak digunakan lagi untuk membentuk kata-kata baru. a). Untuk mendapatkan makna “yang melakukan” sisipan ini harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu. gerigi. Contoh : -EL + tapak – telapak. -EM + tali – temali. Arti yang yang dikandung oleh ketiga sisipan itu adalah: 1. dan ketiganya merupakan imbuhan yang tidak produktif. Menyatakan intensitas. dan –ER Sisipan ini tidak mempunyai variasi bentuk. maka penggunaanya terbatas pada contoh yang sudah ada saja.macam. Untuk mendapatkan makna “intensitas” sisipan ini harus diimbuhkan pada kata benda tertentu. b). c). telapak. gemuruh. . dan telunjuk. 3. Sisipan –EL. Untuk mendapatkan makna “bermacam-macam” sisipan ini harus diimbuhkan pada kata benda tertentu. contohnya seperti: pelatuk. contohnya seperti: gemetar.Contoh : Mereka tinggal dipegunungan Pegunungan artinya daerah yang bergunung. Menyatakan yang melakukan yang disebut kata dasar. contohnya yaitu: temali. Menyatakan banyak dan bermacam. 2. dll. 26.

Contoh: kata Sepeda Motor terdiri dari dua morfem. Contoh: kata minuman. menjalankan dan jalan raya. Demikian pula kata Rumah. kata Sepeda. yang bukan kata dan bukan pokok kata. dan yang ketiga menghasilkan kata majemuk. perjalanan. ancaman. dan kombinasi afiks. Dibidang arti. Golongan kata Sepeda tidak sama dengan golongan kata bersepeda. Sedangkan prosesnya sendiri di sebut afiksasi (affixation). bungkusan. yaitu awalan (prefiks). Sepeda-sepeda. infiks. bersepeda. konfiks. Pada proses yang pertama menghasilkan kata berimbuhan. Imbuhan (afiks) dibahas dalam bidang ilmu Morfologi. dan beran. yang masing-masing merupakan kata. sufiks. bergabungnya morfem bebas dengan morfem bebas disebut pemajemukan. -er-. akhiran (sufiks). semuanya mempunyai arti yang berbeda-beda. bergabungnya morfem bebas dengan morfem terikat disebut afiksasi. Syarat-Syarat Kata Untuk Dapat Menjadi Afiksasi Kata afiks itu harus dapat ditempatkan pada bentuk-bentuk lain untuk membentuk kata atau pokok kata baru. satuan. artinya mengubah leksem itu menjadi kata yang mempunyai arti lebih lengkap. Perbedaan golongan dan arti kata-kata tersebut tidak lain disebabkan oleh perubahan bentuk kata. juga menyelidiki kemungkinan adanya perubahan golongan dan arti kata yang timbul sebagai akibat perubahan bentuk kata. kata ini terdiri dari dua unsur langsung. berjalan-jalan. yang kedua menghasilkan kata ulang. yaitu tiga. sisipan (infiks). Kata seperti bertiga. predikat dan objek. Melainkan mengubah leksem menjadi kata kompleks. rumah-rumahan. Imbuhan (afiks) adalah bentuk (morfem) terikat yang dipakai untuk menurunkan kata. simulfiks. Sedangkan definisi Morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. rumah sakit dan kata-kata jalan. Kata rumah dan kata jalan termasuk golongan kata nominal. seperti mempunyai subjek. yaitu pertama. dan Sepeda Motor. Pada umumnya imbuhan (afiks) hanya dikenal ada empat. Dalam definisi lain di katakan bahwa Morfologi merupakan salah satu cabang ilmu bahasa yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsiperubahan-perubahan bentuk kata itu. yaitu kata minum yang di sebut bentuk bebas dan –an yang di sebut bentuk terikat. -an. Dalam sumber lain disebutkan bahwa imbuhan (afiks) itu ada sembilan. gerigi.Pengertian Imbuhan (Afiks) Imbuhan (afiks) adalah suatu bentuk linguistik yang di dalam suatu kata merupakan unsur langsung. ancam. yaitu prefiks. Contoh kata yang lain seperti: kata timbangan. dan berdatangan terdiri atas tiga kata dasar. yaitu morfem Sepeda dan morfem Motor. Kedua. gigi dan datang yang masing-masing dilengkapi dengan bentuk yang berwujud ber-. Tiga macam proses morfologis. buatan. Makna ini di sebut makna afiks. interfiks. maka morfologi disamping bidangnya yang utama menyelidiki seluk-beluk kata. perumahan. superfiks. pikiran. baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik. transfiks. Pengulangan morfem bebas disebut reduplikasi. Golongan Sepeda merupakan golongan kata nominal. . sedangkan kata bersepeda termasuk golongan kata verbal. Kata yang dibentuk dari kata lain pada umumnya mengalami tambahan bentuk pada kata dasarnya. rumah-rumah. dan ketiga. Perubahan-perubahan bentuk kata menyebabkan adanya perubahan golongan dan arti kata. berumah. Karena itu. menjalani. awalan dan akhiran (konfiks). berjalan. sedangkan kata berumah dan kata berjalan termasuk golongan kata verbal. gambaran.

dan per.menjadi pen. karena hubungannya dengan arti leksisnya sudah terputus. jenis dan fungsi sebuah kata dasar atau bentuk dasar menjadi kata lain. Berdasarkan dan pertumbuhan bahasa yang terjadi.terjadi jika kata dasar yang mengawali memiliki bunyi: /c/.Kata afiks itu merupakan bentuk terikat. dan dijelaskan dalam contoh. Untuk kata dasar yang diawali dengan r. karena apabila dipisahkan akan mempunyai arti yang berbeda. /j/ • Contoh: coba – mencoba. hancur – penghancur Perubahan awalan me. /r/. termasuk golongan afiks. /d/. /f/. pe. /k/ • Contoh: ambil – mengambil.terjadi jika kata dasar yang mengawali memiliki bunyi: /b/. Awalan terdiri dari me. /v/ • Contoh: beli – membeli. /t/. /e/. /m/. /k/ diubah menjadi /m/ dan /n/ • Contoh: pakai – memakai. Awalan (prefiks/ prefix) Awalan (prefiks / prefix) adalah imbuhan yang terletak di awal kata. /u/. pelamar Awalan ber. Sedangkan imbuhan itu dapat mempengaruhi arti kata itu sendiri. Berbeda halnya dengan bentuk di seperti pada kata di rumah.terjadi jika kata dasar yang mengawali memiliki bunyi: /s/ • Contoh: siksa – menyiksa. di pekarangan. Macam-Macam Imbuhan (Afiks) a. Pada contoh ini terjadi perubahan bentuk imbuhan dari pem. Imbuhan itu dapat mengubah makna. hal ini terjadi karena pengaruh asimilasi bunyi. Demikian halnya dengan bentuk ke seperti pada kata ke rumah.berfungsi membentuk kata kerja aktif.an. ke kota . Contoh: kedua. artinya antara imbuhan ke. pembeli Perubahan awalan me menjadi meny-. Kata belakang → keterbelakangan → terbelakang. kekasih dan ketua. dorong – pendorong Perubahan awalan me.menjadi pe-. kehendak. di ruang. pe.an menjadi peng. ber. Awalan me. ke toko. tidak dapat di golongkan afiks. pe. per.pada sebuah kata dasar berfungsi untuk membentuk kata kerja aktif. maka awalan ber. Contoh: bentuk –nya yang sudah tidak mempunyai pertalian arti dengan ia. pemenjadi peng. ini tidak dapat di golongkan afiks. Contoh: lamar – melamar.terjadi jika kata dasar yang mengawali memiliki bunyi: /a/. per.menjadi be-. ke./i/. ter.menjadi mem-. penyiksa Kata dasar yang memiliki bunyi /p/. /g/. Demikian juga dengan kata kehendak.menjadi meng-.dan kata dua tidak dapat di pisahkan. yang fungsinya berbeda dengan kata dasar atau bentuk dasar.menjadi men-. tidak dapat berdiri sendiri dan secara gramatis (tertulis) selalu melekat pada bentuk lain. Jadi. /n/.pada suatu kata dasar dapat berfungsi menjadi kata benda. karena sebenarnya bentuk itu secara gramatis mempinyai sifat bebas. di. se. yaitu imbuhan asli dan imbuhan serapan. /h/. dalam afiks hanya dapat di bentuk apabila imbuhan itu dalam bentuk terikat. agaknya. maka awalan dalam bahasa indonesia dibagi menjadi dua macam. /o/. Afiks tidak memiliki arti leksis. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing.menjadi pem. Misalnya: rupanya.menjadi peny. artinya tidak mempunyai pertalian arti karena kata itu berupa imbuhan. Pada kata ini terjadi perubahan bentukke-an. Proses awalan (prefiks) ini di sebut prefiksasi (prefixation). kekasih. pe. • . pemakai Kata dasar yang tidak mengalami perubahan bunyi awalan adalah: /l/. Awalan pe. ketua.an. Contoh: afiks baru: pembaruan → peng. Perubahan awalan me.

Awalan ini mengandung arti ‘tidak’ atau ‘tidak ber’. eks. multilateral. antikarat yang artinya ‘melawan’ atau ‘bertentangan dengan’. 16. Akhiran (sufiks/ sufix) . mikro. Awalan ini artinya ‘lebih’ atau ‘sangat’. kontrasepsi. anti. eks-partai terlarang. Awalan ini artinya ‘kecil’ atau ‘renik’.dan ter. Awalan ini artinya ‘banyak’. juga oleh penutur yang bukan dwibahasawan.seperti pada amoral. Awalan ini artinya ‘tambah’. neofeodalisme. neo. 4. dehumanisasi. 17.berfungsi membentuk kata kerja dan membawa arti yang pasif. Awalan ini artinya ‘berlawanan’ atau ‘menentang’. intra. hipersensitif. Awalan ini artinya ‘bukan’ atau ‘tidak ber-‘. adalah sebagai berikut: • 1. Awalan ini artinya ‘besar’ atau ‘dalam arti luas’.misalnya pada infrastruktur.seperti pada neokolonialisme.) Dalam – kedalam (Mereka sedang kedalam. 8. bi. kopromotor. antipemerintah. Awalan ini artinya ‘meniadakan’ atau ‘menghilangkan’. (membawa arti pasif) Kotoran itu terinjak oleh temanku. intransitive. 11.seperti padamultipartai.) Awalan-awalan (imbuhan dari bahasa asing) pada kata-kata serapan yang disadari adanya. Penempatan obyek di depan sebagai subyek dalam kalimat dan pemindahan pelaku menjadi obyek dalam kalimat dapat diterapkan untuk kedua awalan ini. makroekonomi. multijutawan. interisuler. (membawa arti pasif) Awalan se. 3. microfilm. nonOpec. devaluasi. asosial. multi. ekstra. koinsidental. ekstra linguistic. • Contoh: Ikat – seikat. 13. kontra.misalnya pada kontrarevolusi. non. 10. Indah – seindah Awalan ke. Awalan ini artinya ‘bersamasama’ atau ‘beserta’. inframerah. 18.misalnya pada kata inkonvensional. yang biasa di Indonesiakan dengan antar-. asimetris.misalnya pada intrauniversiter.seperti pada dehidrasi. mikrokosmos. b. 2. internasional. nonmigas. Awalan ini artinya ‘di dalam’. antimagnet. anonym. inaktif.berfungsi membentuk kata kerja intransitif ( tidak membutuhkan obyek). 14.seperti pada mikroorganisme. a. ko. Awalan ini artinya ‘dua’. nonberas. makro. intramolekuler. ‘diluar’. kontradiksi. ekstra-terestrial.misalnya interdental. ekstra-hati-hati.misalnya pada hipertensi. in. kadang juga dipakai pada kata-kata bahasa Indonesia sendiri. 12.seperti pada eks-prajurit. biseksual. hiperseksual. Awalan ini artinya ‘baru’. perenang Awalan di. eks-presiden. 5. hiper. infra. 15. • Contoh: Kotoran itu diinjak oleh temanku.• Contoh: Renang – berenang. Awalan ini artinya ‘tidak’. multilingual. nonminyak.misalnya pada makrokosmos. bikonveks. 9. inter. makrolinguistik.seperti pada nongelar. Contoh: Luar – keluar (Ia sedang keluar .misalnya pada kokulikuler.berfungsi untuk membentuk kata benda. deregulasi. eks-karyawan.misalnya padab ilateral. Awalan ini artinya ‘di tengah’. neorealisme. 6.seperti pada antikomunis. atau ‘sangat’. 7. Awalan ini artinya ‘bekas’ yang sekarang dinyatakan dengan kata ‘mantan’. de. bilingual. antiklimaks. multikompleks. infrasonic. Contoh: ekstra-ketat. kopilot.seperti pada ekstra-universiter.

-ik (2) seperti pada spesifik. Sedangkan akhiran yang berupa kata sifat. Pada kata-kata lain kata-kata ini diganti dengan –al. –ik (1) seperti pada linguistik. 17. apatis. Akhiran terdiri dari kan. Isme artinya ‘faham’. arbitrer. novelis. semantic. Akhiran ini artinya orang yang bertindak sebagai orang yang mempunyai kepandaian seperti yang tersebut pada kata dasar. duniwi. emosional. bapakisme. Hinduisme. insani. transitif. Akhiran ini menyatakan sifat. Akhiran ini menyatakan sifat. Untuk lebih lengkap. dedaktik. moril. –er seperti pada primer. i. Akhiran ini menyatakan benda. direktur. -ik→magnetik. 12. Akhiran ini menyatakan sifat. unsuriyah. -or→koruptor. redaktur. elektronik. 6. debitur. c. -nya→melihatnya. novelet itu ‘novel kecil’. hewani.Akhiran (sufiks/ sufix) adalah imbuhan yang terletak di akhir kata. Akhiran ini menyatakan orang yang bekerja pada bidang atau orang yang mempunyai kegemaran ber-. wi. 9. structural. –ur seperti pada donator. patriotisme. –ir seperti pada mariner. -us→politikus. intelektual. deklamator. sportif. Akhiran ini menyatakan pengertian ‘kecil’. 18. atau orang yang ahli menulis dalam bentuk seperti yang disebut di dalam kata dasar. 14. ada yang berasal dari bahasa inggris dan ada yang berasal dari bahasa arab. 4. novelete. –logi seperti pada filologi. –il seperti pada idiil. surgawi. Pada kata-kata asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia kita jumpai akhiran-akhiran seperti berikut: 1. legendaries. –asi/isasi misalnya pada afiksasi. avonturir. -wi+ manusia→manusiawi. mendengarnya. -i→abadi. asasi. nasionalisasi. 3. karakteristik. 5. ekonomis. Akhiran ini menyatakan kata benda. Proses pembentukannya di sebut safiksasi (suffixation). Jadi operet itu ‘opera kecil’. Akhiran ini menyatakan orang yang mempunyai faham seperti disebut dalam kata dasar. parlementer. Akhiran-akhiran ini menyatakan sifat. universitas. alami. 11. noderator. Semua akhiran ini di sebut sebagai akhiran untuk kata benda. prosaic. maknawi. Contoh: -al→formal. aktualisme. 2. -in→muslimin. mayoret. -at→muslimat. 13. . obyektif. -wan + karya→karyawan. –is (2) pada kata ateis. wujudiyah. -wi→manusiawi. nya. -iah→alamiah. naratif. -in + hadir→hadirin. -wati+karya→kryawati. konfirmasi. Akhiran ini seperti yang di atas menyatakan agentif atau pelaku. –asme misalnya pada pleonasme. Akhiran tersebut menyatakan ‘proses menjadikan’ atau ‘penambahan’. yuridis. 7. mu’minat. antusiasme. in. Dalam proses pembentukan kata ini tidak pernah mengalami perubahan bentuk. anarkis. –itas seperti pada aktualitas. simak selanjutnya. 10. sekunder. Kadang-kadang akhiran yang berupa kata sifat. –et seperti pada operet. -er→komplementer. statistik. mengalaminya. 15. materiil. 16. esei. otentik.–i/wi/iah misalnya pada hakiki. asi. nasional. kelirumologi. Kata-kata yang berakhiran –al ini tergolong kata sifat. asali. gerejani. sarkasme. Sisipan (infiks /infix) . seperti: -if→aktif. –al misalnya pada actual. batiniah. dan lainnya dalam contoh. Contoh: -an + pikir→pikiran. etimologi. kaderisasi. produktivitas. 8. Akhiran ini menyatakan sifat. man. –or seperti pada editor. –is (1) pada kata praktis. unik. agentif. mu’minin. duniawi. sosiologi. harfiah. -is→praktis. operator. marxis. Akhiran ini menyatakan sifat. komputerisasi. praktis. –if misalnya pada aktif. sportif. sukarnois. sigaret. banker. Akhiran ini menyatakan ‘benda’ dalam arti ‘bidang ilmu’. -if→produktif. kondektur. wati. wan. fanatik. –isme seperti pada nasionalisme. isme. an. -logiartinya ‘ilmu’. rohani. objektivitas. elementer.

yang artinya menyatakan sifat terus-menerus. turun→temurun. Menyatakan banyak dan bermacam-macam. dalam proses imbuhan kata dasar juga terdapat istilah yang sama. Menyatakan intensitas frekuentif.dan -in. Demikian juga dengan kata perdengarkan. gigi→gerigi. Benda (nomina) →sifat (adjectifa) Getar → gemetar. gertak→gemertak. artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan warna kuning. kelut→kemelut. artinya sesuatu yang mempunyai sifat seperti tunjuk. artinya menujukan banyaknya waktu bunyi cicit. Kata dasar primer adalah kata dasar yang berupa kata asal atau morfem dasar. kuning→kemuning. Imbuhan yang berupa sisipan seperti: -er-. haruslah pada kata jadian yang sekurang-kurangnya di bentuk melalui dua tahap. Contohnya: tali→ temali. Kata dasar sekunder adalah kata dasar yang berupa kata jadian yang di pakai sebagai dasar kedua dalam pembentukan kata jadian yang lebih kompleks. ii. serbak → semerbak . artinya pemakaiannya terbatas hanya pada kata-kata tertentu. iii. Contoh: kata guna→gunakan→pergunakan→mempergunakan. artinya menunjukan banyaknya waktu guruh. yang merupakan kata dasar dari kata sinambung yang di sebut kata dasar sekunder. sabut→serabut. artinya menyatakan banyaknya waktu. Contoh: dengar→dengarkan→perdengarkan. taram → temaram. santan → semantan. gerlap → gemerlap. gilang→gemilang. . antara lain: i. cicit→cericit. -em. artinya terdapat bermacammacam sabut. Prosesnya imbuhan kata tersebut di sebut infixation. kilau → kemilau. artinya kata dengarkan merupakan kata dasar dari kata dengar yang mendapat akhiran– kan . Jenis imbuhan ini tidak produktif. Hasil pengafiksan dengan infiks atau sisipan –em. Contoh: kata kerja→kinerja. adjektiva yang jumlahnya sangat terbatas. Sisipan terletak pada suku pertama kata dasarnya. -el-. gilap → gemilap. artinya menujukan banyaknya waktu bunyi gertak. artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan cerah. Contoh: getar→gemetar. ingat→ingatkan→ peringatkan→ diperingatkan. dipikir→dipikirkan. Sedangkan kata dasar primernya sambung mendapat sisipan –in. artinya terdapat bermacam gigi.dan tingkat superlatif dengan prefiks ter-. Kata dasar primer. dan kata dasar tersier. guruh → gemuruh. Ada juga sisipan (infiks) yang di pengaruhi oleh bahasa jawa. artinya terdapat bermacam-macam gunung. artinya menunjukan banyaknya waktu getar atau gerak suatu benda. Jadi hampir tidak mengalami pertambahan secara umum. Kata dasar tersier adalah kata dasar yang berupa kata jadian yang di pakai sebagai dasar ketiga dalam pembentukan kata yang lebih kompleks. yang memisahkan konsonan pertama dengan vokal pertama suku tersebut. harap→harapkan→diharapkan→diharapkannya. tetapi mempunyai makna yang berbeda. berasal dari kata dasar dengar yang mendapat konfiks per-kan.pada nomina. artinya terdapat bermacammacam tali. Sisipan (infiks/ infix) biasanya di bentuk dari kata benda (nomina) menjadi kata sifat (adjektifa). yang di pakai sebagai kata dasar pertama dalam pembentukan kata jadian. artinya sesuatu yang mempunyai sifat terus-menerus. artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan kerja atau sesuatu sifat kegigihan. tunjuk→telunjuk. merata→meratakan. Sisipan ( infiks/ infix) dapat mempunyai makna. Sama halnya dengan istilah yang terdapat dalam bidang ekonomi. gilang → gemilang. Contoh: dengarkan→perdengarkan. Contoh: kata kesinambungan. kilap → kemilap. Adjektifa tingkat kuatif dengan prefiks se. main→bermain-main. Istilah itu adalah kata dasar primer. gunung→gemunung. guruh→gemuruh.Sisipan (infiks/ infix) adalah imbuhan yang terletak di dalam kata. kata dasar sekunder. Menyatakan sesuatu yang mempunyai sifat seperti yang di sebut pada kata dasarnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful