MATERI KULIAH KONSEP KEPERAWATAN KELOMPOK KHUSUS

OLEH :

RINI AMBARWATI,Skep.Ns., M.Ked.

mengutamakan upaya promotif dan preventif dengan tidak melupakan upaya kuratif dan rehabilitative yang ditujukan kepada mereka yang tinggal dipanti dan kepada kelompok – kelompok yang ada dimasyarakat. M. Tujuan Tujuan umum Meningkatkan kemampuan dan derajat kesehatan kelompok untuk dapat menolong diri mereka sendiri (self care) dan tidak terlalu tergantung kepada pihak lain. jenis dan tipe kelompok. Kelompok khusus Sekelompok masyarakat atau individu yang karena keadaan fisik. Penanggulangan masalah kesehatan dan keperawatan yang mereka hadapi berdasarkan rencana yang telah mereka susun bersama. . 2. Menyusun perencanaan asuhan keperawatan/kesehatan yang mereka hadapi berdasarkan permasalahan yang terdapat pada kelompok. 6.Skep. Meningkatkan kemampuan kelompok khusus dalam memelihara kesehatan mereka sendiri. permasalahan kesehatan dan kesehatan serta rawan terhadap masalah tersebut yang dilaksanakan secara terorganisir dengan tujuan meningkatkan kemampuan kelompok dan derajat kesehatannya. umur.. 4. Memperluas jangkauan pelayanan kesehatan dan keperawatan dalam menunjang fungsi puskesmas dalam rangka pengembangan pelayanan kesehatan mayarakat. bimbingan dan pelayanan kesehatan dan asuhan keperawatan. Tujuan khusus Agar kelompok khusus dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam hal: 1. mental maupun social budaya dan ekonominya perlu mendapatkan bantuan.KONSEP KEPERAWATAN KELOMPOK KHUSUS Oleh : Rini Ambarwati. diberikan oleh tenaga keperawatan dengan pendekatan pemecahan masalah melalui proses keperawatan. 3. karena ketidakmampuan dan ketidaktahuan mereka dalam memelihara kesehatan dan keperawatan terhadap dirinya sendiri. Perawatan kelompok khusus Upaya di bidang keperawatan kesehatan masyarakat yang ditujukan kepada kelompok – kelompok individu yang mempunyai kesamaan jenis kelamin. Meningkatkan produktivitas kelompok khusus untuk lebih banyak berbuat dalam rangka meningkatkan kemampuan diri mereka sendiri. Mengidentifikasi masalah kesehatan dan keperawatan kelompok khusus sesuai dengan macam.Ns. Mengurangi ketergantungan kelompok khusus dari pihak lain dalam pemeliharaan dan perawatan diri sendiri.Ked. 5. 7.

Klasifikasi Kelompok khusus dapat diklasifikasikan berdasarkan permasalahan dan kebutuhan yang mereka hadapi. Petugas panti Merupakan orang yang setiap berhubungan langsung dengan pelayanan penghuni panti dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi dan merekalah yang paling mengetahui. Ibu hamil . bayi dan anak balita serta kelompok lainnya yang mungkin dapat dilakukan. kelompok penderita berpenyakit kusta dan sebagainya.Sasaran Ada dua sasaran pokok pembinaan yaitu melalui institusi – institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan terhadap kelompok khusus dan pelayanan kelompok khusus dimasyarakat yang telah terorganisir secara baik atau melalui melalui posyandu yang ditujukan untuk ibu hamil. Dalam mengatasi permasalahan perlu kolaborasi dengan profesi kesehatan lain maupun dengan petugas – petugas terkait. social) *Penitipan balita Yang menjadi sasaran pembinaan dan pelayanan kelompok khusus di institusi meliputi: Penghuni panti Merupakan prioritas utama karena mereka yang rawan terhadap masalah kesehatan dan umumnya merekalah yang bermasalah baik secara individu maupun kelompok. melalui pembentukan kader kesehatan diantara kelompok tersebut yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan oleh puskesmas. bayi dan anak balita atau terhadap kelompok – kelompok khusus dengan cirri khas tertentu misalnya kelompok usila. Lingkungan panti Merupakan salah satu mata rantai penyebaran penyakit Pelayanan kelompok khusus di masyarakat Dilakukan melalui kelompok – kelompok yang terorganisir dengan melibatkan peran serta aktif masyarakat. Pelayanan kelompok khusus di institusi Pelayanan terhadap lembaga – lembaga social kemasyarakatan yang menyelenggarakan pemeliharaan dan pembinaan kelompok – kelompok khusus tertentu. mental. diantaranya: *Panti wreda *Panti asuhan *Pusat rehabilitasi anak cacat (fisik. diantaranya: Kelompok khusus dengan kebutuhan khusus yang memerlukan pengawasan akibat pertumbuhan dan perkembangannya misal:  Kelp. selain itu lahan pembinaan kelompok khusus masyarakat dapat dilakukan melalui posyandu terhadap kelompok ibu hamil.

 Melibatkan peran serta aktif petugas panti. penyalahgunaan obat & narkotika. Kelp. preventif. Usia lanjut. Kelp. Ibu bersalin. 6. Peny. Cacat yang memerlukan rehabilitasi (Fisik. 3. Bayi dan anak balita. 4. kader kesehatan. Khusus yang mempunyai resika terserang penyakit (WTS. Penemuan kasus secara dini. social)  Kelp. pusat rehabilitasi kelompok khusus. lingkungan panti bagi yang diinstitusi dan masyarakat yang mempunyai masalah yang sama kearah perilaku sehat . Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan masyarakat.  Menekankan kepada upaya preventif dan promotif dengan tidak melupakan upaya kuratif dan rehabilitative. Kelompok khusus dengan kesehatan khusus yang memerlukan pengawasan dan bimbingan. diantaranya:  Kelp.petugas panti. Kegiatan perawatan kelompok khusus mencakup upaya – upaya promotif. 2. Bimbingan dan pemecahan masalah terhadap anggota kelompok. rehabilitative dan resosialitatif melalui kegiatan – kegiatan yang terorganisasi sebagai berikut: Pelayanan kesehatan dan keperawatan. mental. penderita penyakit menular (kusta. Prinsip dasar Yang menjadi prinsip dasar dalam perawatan kelompok khusus adalah:  Meningkatkan kemampuan dan kemandirian kelompok khusus dalam meningkatkan kesehatan mereka sendiri. Kelp.  Pendekatan yang menyeluruh menggunakan proses keperawatan secara konsisten dan berkesinambungan. Melakukan rujukan medic dan kesehatan. Kelamin)  Kelp. kuratif.     Kelp. kader kesehatan dan petugas panti. Kelp. Ibu nifas. Penyuluhan kesehatan. TBC.  Ditekankan pada pembinaan perilaku penghuni panti. AIDS. kader kesehatan dan kelompok sebagai subyek maupun obyek pelayanan. kader dan petugas panti atau pusat – 5. Ruang lingkup kegiatan. Jantung.  Dilakukan diinstitusi pelayanan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan kelompok khusus dimasyarakat terhadap kelompok khusus yang mempunyai masalah yang sama. pekerja tertentu). 1. Stroke)  Kelp. Alih tegnologi dalam bidang kesehatan dan keperawatan kepada petugas panti. Penderita penyakit tidak menular (DM. Anak usia sekolah.

 Identifikasi masalah kelompok khusus di masyarakat dan di panti /institusi melalui pengumpulan data. Tahap penilaian. analisa data.  Mengadakan pendekatan sebagai penjajagan awal pembinaan kelompok khusus terhdap institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan terhadap kelompok khusus dan kelompok khusus yang ada di masyarakat. . jenis pelayanan.  Pencatatan dan pelaporan kegiatan. Tahap pelaksanaan  Pelaksanaan didasarkan atas rencana kerja yang telah disepakati bersama.  Jadwal kunjungan. Penilaian dapat dilakukan selama kegiatan berlangsung dan setelah kegiatan dilaksanakan secara keseluruhan. Pelayanan kesehatan dan keperawatan. biaya.Tahap – tahap perawatan kelompok khusus Tahap persiapan  Mengidentifikasi jumlah kelompok khusus yang ada dimasyarakat dan jumlah panti atau pusat – pusat rehabilitasi yang ada disuatu wilayah binaan. Yang menyangkut:  Jadwal kegiatan (Tujuan. perumusan masalah dan prioritas masalah kesehatan/keperawatan kelompok khusus melibatkan kader kesehatan dan petugas panti Tahap perencanaan Menyusun perencanaan penanggunangan masalah kesehatan /keperawatan bersama petugas panti (bagi yang diinstitusi) dan kader kesehatan (yang dimasyarakat). yang disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.  Rujukan bila dianggap perlu. kriteria hasil).  Imunisasi.  Penemuan khasus dini. Pelaksanaan kegiatan dapat berupa: Pendidikan dan pelatihan kader dan petugas panti.Penilaian atas keberhasilan kegiatan didasarkan atas criteria yang telah disusun.  Penyuluhan kesehatan.  Menganalisa data kelompok khusus dimasyarakat dan diinstitusi Merumuskan masalah dan prioritas masalah kesehatan dan keperawatan kelompok khusus di masyarakat dan institusi. sasaran.  Mulai dari tahap mengidentifikasi masalah.  Tenaga pelaksana pengorganisasian kegiatan.

Menurut WHO (1959). Keperawatan adalah ilmu yang mempelajari penyimpangan atau tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang dapat mempengaruhi perubahan. ataupun masyarakat dan ekosistem. keluarga. berkelanjutan dan melibatkan masyarakat. rehabilitasi. 2. ditujukan kepada individu. perbaikan lingkungan fisik. Logan and Dawkin. Praktik keperawatan kesehatan komunitas ini bersifat menye¬luruh dengan tidak membatasi pelayanan yang diberikan kepada kelompok umur tertentu. balk secara individu. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perawatan kesehatan komunitas adalah suatu bidang dalam ilmu keperawatan yang merupakan keterpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat. 3. keperawatan komunitas adalah bidang perawatan khusus yang merupakan gabungan ketrampilan ilmu keperawatan. penyimpangan atau tidak berfungsinya secara optimal setiap unit yang terdapat dalam sistem hayati tubuh manusia. pelaksanaan dan evaluasi pelayanan keperawatan (Spradley. Azrul Azwar (2000) mendefinisikan ketiga kata tersebut sebagai berikut : 1. Komunitas adalah sekelompok manusia yang saling berhubungan lebih sering dibandingkan dengan manusia lain yang berada diluarnya serta saling ketergantungan untuk memenuhi keperluan barang dan jasa yang penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari. serta . Keperawatan kesehatan komunitas menurut ANA (1973) adalah suatu sintesa dari praktik kesehatan masyarakat yang dilaku¬kan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat. Keperawatan kesehatan komunitas adalah pelayanan kepera¬watan profesional yang ditujukan kepada masyarakat dengan pendekatan pads kelompok resiko tinggi. Kesehatan adalah ilmu yang mempelajari masalah kesehatan manusia mulai dari tingkat individu sampai tingkat eko¬sistem serta perbaikan fungsi setiap unit dalam sistem hayati tubuh manusia mulai dari tingkat sub sampai dengan tingkat sistem tubuh. sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guns meningkatkan kesehatan. penyempumaan kondisi sosial. yang mempunyai masalah dimana hal itu mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan. 1987). keluarga. kesehatan dan komunitas. dimana setiap kata memiliki arti yang cukup luas. 1985. pence-gahan penyakit dan bahaya yang lebih besar. dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan dengan menjamin keterjangkauan pela¬yanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan.KONSEP KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS Pengertian Keperawatan kesehatan komunitas terdiri dari tiga kata yaitu keperawatan. ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial.

Keluarga dalam fungsinya mempengaruhi dan lingkup kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan fisiologis. memperbaiki ataupun mengabaikan masalah kesehatan didalam kelompoknya sendiri. sampah. PARADIGMA KEPERAWATAN KOMUNITAS Paradigma keperawatan komunitas terdiri dari empat komponen pokok. 2. Keluarga sebagai suatu kelompok dapat menimbulkan. harga diri dan aktualisasi diri. yaitu manusia. Penyakit yang diderita salah satu anggota keluarga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga tersebut. tanah. Keluarga Sebagai Klien Keluarga merupakan sekelompok individu yang berhubungan erat secara terus menerus dan terjadi interaksi satu sama lain baik secara perorangan maupun secara bersama-sama. Menurut Hendrik L. Kesehatan dalam keperawatan kesehatan komunitas didefenisikan sebagai kemampuan melaksanakan peran dan fungsi dengan efektif. dan perumahan. c. kurangnya kemauan menuju kemandirian pasien/klien. norma. Keluarga adalah unit utama dalam masyarakat dan merupakan lembaga yang menyangkut kehidupan masyarakat. yaitu lingkungan. pada dasarnya memenuhi kebutuhan dasarnya yang mencakup kebutuhan biologi. rasa aman dan nyaman. mencegah. pelayanan kesehatan dan keturunan. b. kesehatan dan lingkungan (Logan & Dawkins. psikologi. iklim. udara. diatur oleh adat istiadat. Lingkungan terdiri dari lingkungan fisik dan lingkungan sosial. social dan spiritual. perilaku. 1. 1987). keluarga dan masyarakat. 3. Lingkungan fisik yaitu lingkungan yang berkaitan dengan fisik seperti air. Peran perawat pada individu sebagai klien. sosial. Contoh di suatu daerah mengalami wabah diare dan penyakit kulit akibat kesulitan air bersih. Individu Sebagai Klien Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh dari aspek biologi. keperawatan. di dalam lingkungannya sendiri atau masyarakat secara keseluruhan. konstruktif dan produktif. keterbatasan pengetahuan. dicintai dan mencintai. secara menyeluruh dan terpadu ditujukan kesatuan yang utuh melalui proses keperawatan untuk ikut meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal. . psikologi dan spiritual karena adanya kelemahan fisik dan mental. Kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah kepada kreatifitas. Masalah kesehatan didalam keluarga saling berkaitan. Masyarakat Sebagai Klien Masyarakat memiliki cirri-ciri adanya interaksi antar warga. hukum dan peraturan yang khas dan memiliki identitas yang kuat mengikat semua warga. Sebagai sasaran praktik keperawatan klien dapat dibedakan menjadi individu.mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan dengan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif. Blum ada empat faktor yang mempengaruhi kesehatan. Beberapa alasan yang menyebabkan keluarga merupakan salah satu fokus pelayanan keperawatan yaitu : a.

Keturunan merupakan faktor yang telah ada pada diri manusia yang dibawanya sejak lahir. psikologis. Meningkatnya kemampuan individu. dan kelompok dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan meliputi promotif. kelompok dan masyarakat untuk melaksanakan upaya perawatan dasar dalam rangka mengatasi masalah keperawatan. dimana lingkungan dapat mempengaruhi status kesehatan manusia. keluarga dan kelompok didalam konteks komunitas serta perhatian lagsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat dan mempertimbangkan masalah atau isu kesehatan masyarakat yang dapat mempengaruhi individu. di panti dan di masyarakat. Keempat faktor tersebut saling berkaitan dan saling menunjang satu dengan yang lainnya dalam menentukan derajat kesehatan individu. Lingkungan dalam paradigm keperawatan berfokus pada lingkungan masyarakat. misalnya penyakit asma. g. b. keluarga. keluarga. Teratasi dan terkendalinya keadaan lingkungan fisik dan sosial untuk menuju keadaan sehat optimal. Keperawatan dalam keperawatan kesehatan komunitas dipandang sebagai bentuk pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat kepada individu. TUJUAN KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS Keperawatan komunitas merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan yang dilakukan sebagai upaya dalam pencegahan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan keperawatan langsung (direction) terhadap individu. sosial dan budaya dan lingkungan spiritual. Tertanganinya kasus-kasus yang memerlukan penanganan tindaklanjut dan asuhan keperawatan di rumah f. d. Tujuan Umum Meningkatkan derajat kesehatan dan kemampuan masyarakat secara meyeluruh dalam memelihara kesehatannya untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal secara mandiri. Dipahaminya pengertian sehat dan sakit oleh masyarakat. e. psikologi. Tujuan khusus a. keluarga. Terlayaninya kasus-kasus tertentu yang termasuk kelompok resiko tinggi yang memerlukan penanganan dan asuhan keperawatan di rumah dan di Puskesmas. . preventif. Tertanganinya kelompok keluarga rawan yang memerlu¬kan pembinaan dan asuhan keperawatan. sosial dan spiritual secara komprehensif yang ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat baik sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia. kuratif dan rehabilitative dengan menggunakan proses keperawatan untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal. Lingkungan disini meliputi lingkungan fisik. Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional sebagai bagian integral pelayanan kesehatan dalam bentuk pelayanan biologi. Tertanganinya kelompok masyarakat khusus/rawan yang memerlukan pembinaan dan asuhan keperawatan di rumah. c. kelompok dan masyarakat. keluarga serta masyarakat.

Tingkat Individu. mengambil keputusan untuk mengatasi masalah kesehatan. yaitu keluarga dengan: ibu hamil yang belum ANC. Puskesmas dengan sasaran dan pusat perhatian pada masalah kesehatan dan pemecahan masalah kesehatan individu. ibu nifas yang persalinannya ditolong oleh dukun dan neo¬natusnya. penyakit endemis. Perawat memberikan asuhan keperawatan kepada individu yang mempunyai masalah kesehatan tertentu (misalnya TBC. Sasaran kegiatan adalah keluarga dimana anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan dirawat sebagai bagian dari keluarga dengan mengukur sejauh mana terpenuhinya tugas kesehatan keluarga yaitu mengenal masalah kesehatan. Prioritas pelayanan Perawatan Kesehatan Masyarakat difo¬kuskan pada keluarga rawan yaitu : a. yaitu keluarga dengan ibu hamil yang memiliki masalah gizi. 2. Keluarga dengan tindak lanjut perawatan 3.SASARAN KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS Sasaran keperawatan komunitas adalah seluruh masyarakat termasuk individu. Menurut Anderson (1988) sasaran keperawatan komunitas terdiri dari tiga tingkat yaitu : 1. keluarga. Keluarga dengan resiko tinggi. balita dan ibu hamil. Tingkat Keluarga. hipertensi. memberikan perawatan kepada anggota keluarga. keluarga dengan ibu hamil resiko tinggi seperti perdarahan. keluarga dengan neonates BBLR. . penyakit kronis menular yang tidak bisa diintervensi oleh program. seperti anemia gizi be-rat (HB kurang dari 8 gr%) ataupun Kurang Energi Kronis (KEK). infeksi. b. keluarga dengan balita dengan BGM. keluarga dengan usia lanjut jompo atau keluarga dengan kasus percobaan bunuh diri. Tingkat Komunitas Dilihat sebagai suatu kesatuan a. c. Keluarga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan. Pembinaan kelompok khusus dalam komunitas sebagai klien. daerah terisolasi dan daerah yang tidak terjangkau termasuk kelompok bayi. menciptakan lingkungan yang sehat dan memanfaatkan sumber daya dalam masyarakat untuk meningkatkan kesehatan keluarga. penyakit kronis tidak menular atau keluarga dengan kecacatan tertentu (mental atau fisik). balita tertentu. dan kelompok yang beresiko tinggi seperti keluarga penduduk di daerah kumuh. ibu hamil d1l) yang dijumpai di poliklinik.

pemeliharaan kesehatan lingkungan. . keluarga. patch tulang dan lain sebagai¬nya. olahraga teratur. pemeliharaan kesehatan perorangan. kusta dan cacat fisik lainnya melalui kegiatan latihan fisik pada penderita kusta. kuratif. dll. Upaya kuratif bertujuan untuk mengobati anggota keluarga yang sakit atau masalah kesehatan melalui kegiatan perawatan orang sakit dirumah. iodium.b. 2. preventif. Pelayanan keperawatan kesehatan komunitas merupakan bagian integral dari upaya kesehatan yang harus ada dan terjangkau serta dapat di terima oleh semua orang. puskesmas dan kunjungan rumah. rehabilitatif. Pembinaan desa atau masyarakat bermasalah RUANG LINGKUP KEPERAWATAN KOMUNITAS Keperawatan komunitas mencakup berbagai bentuk upaya pelayanan kesehatan baik upaya promotif. pemberian vitamin A. kegiatan fisioterapi pada penderita stroke. nifas dan menyusui. peningkatan gizi.nilai yang menjadi pedoman untuk mencapai suatu tujuan atau sebagai pandangan hidup. penderita AIDS. Falsafah keperawatan memandang keperawatan sebagai pekerjaan yang luhur dan manusiawi. vaitu: 1. ataupun pemeriksaan dan peme¬liharaan kehamilan. keluarga kelompok dan masyarakat melalui kegiatan imunisasi. Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu. FALSAFAH Falsafah adalah keyakinan terhadap nilai . perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis. Upaya resosialitatif adalah upaya untuk mengembalikan pen¬derita ke masyarakat yang karena penyakitnya dikucilkan oleh masyarakat seperti. rekreasi dan pendidikan seks. Upaya promotif dan preventif adalah upaya pokok tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. kusta dan wanita tuna susila. Penerapan falsafah dalam keperawatan kesehatan komunitas. Upaya preventif untuk mencegah terjadinya penyakit dan gang¬guan kesehatan terhadap individu. pemeriksaan kesehatan berkala melalui posyandu. kelompok dan masyarakat dengan melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan. maupun resosialitatif. ataupun perawatan tali pusat bayi baru lahir Upaya rehabilitatif atau pemulihan terhadap pasien yang dira¬wat dirumah atau kelompok-kelompok yang menderita penyakit tertentu seperti TBC. perawatan orang sakit sebagai tindaklanjut dari Pukesmas atau rumah sakit. batuk efektif pada penderita TBC. perawatan buah dada.

Pengetahuan dan teknologi kesehatan baru yang terjadi sepanjang waktu akan merubah kebutuhan kesehatan. Klien bergerak dalam arak berbeda sepanjang rentang sehat pada waktu yang berbeda. Individu dalam suatu masyarakat ikut bertanggungjawab atas kesehatannya. Autonomi individu dan komunitas dapat diberikan prioritas yang berbeda pada waktu yang berbeda. Pengembangan tenaga keperawatan kesehatan masyarakat direncanakan berkesinambungan. 10. 4. dan berpartisipasi secara aktif dalam pelayanan kesehatan mereka sendiri. 4. Konsep dan nilai kesehatan berbeda pada setiap orang bergantung pada latar belakang budaya. FILOSOFI Menurut Helvie (1991) keperawatan komunitas memiliki filosofi sebagai berikut : 1. menjalin suatu. 9. Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada klien berlangsung secara berkelanjutan. Fungsi terbesar keperawatan kesehatan komunitas adalah membantu klien bergerak kea rah kesejahteraan lebih tinggi yang dilakukan dengan menggunakan kerangka teori dan pendekatan sistematik. Perawat sebagai provider dan klien sebagai konsumer pelayan¬an kesehatan. Kesehatan adalah dinamis bagi klien terhadap perubahan lingkungannya. 8. Klien adalah fleksibel dan dapat berubah dengan adanya perubahan rangsang internal dan eksternal. ASUMSI KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS Asumsi mengenai keperawatan kesehatan komunitas yang dikemukakan ANA (1980) yaitu keperawatan kesehatan komunitas merupakan system pelayanan kesehatan yang . medidik. Kesehatan dan hidup produktif lebih lama adalah hak semua orang. 7. 5. Semua penduduk mempunyai kebutuhan belajar kesehatan. la harus ikut mendorong. 13. Klien dimotivasi menuju pertumbuhan. 6. Beberapa klien tidak mengenal kebutuhan belajarnya dapat membantu meningkkan kesehatannya. 5. 11.hubungan yang saling mendukung dan mempengaruhi perubahan dalam kebijaksanaan dan pelayanan kesehatan. agama dan sosial klien. 3. 2. 12.3. 6. Penduduk menerima dan menggunakan informasi yang bermanfaat bagi dirinya. Kesehatan adalah suatu yang bernilai bagi klien dan memiliki prioritas yang berbeda pada waktu yang berbeda.

asuhan keperawatan diberikan secara langsung mengkaji dan intervensi. 7. KARAKTERISTIK KEPERAWATAN Keperawatan komunitas memiliki beberapa karakteristik. serta kesehatan menjadi tanggung jawab setiap individu. Perawat kesehatan bekerja dengan masyarakat bukan bekerja untuk masyarakat 4. . keluarga. Prinsip dasar lainnya dalam keperawatan kesehatan komunitas. lingkungannya termasuk lingkungan sosial. pelayanan keperawatan komunitas juga harus memperhatikan prinsip keadilan dimana tindakan yang dilakukan disesuaikan dengan kemampuan atau kapasitas dari komunitas itu. 8. yaitu : 1. fokus pelayanan utama adalah peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Klien adalah masyarakat secara keseluruhan bark yang sakit maupun yang sehat. fokus perhatian dalam pelayanan keperawatan lebih kearah pelayanan pada kondisi sehat. individu. pelayanan keperawatan kesehatan komunitas dilakukan bekerjasama dengan klien dalam waktu yang panjang dan bersifat berkelanjutan serta melakukan kerjasama lintas program dan lintas sektoral. ekonomi serta fisik mempunyai tujuan utama peningkatan kesehatan. Sasaran terdiri dari. kelompok dan masyarakat. yaitu kemanfaatan dimana semua tindakan dalam asuhan keperawatan harus memberikan manfaat yang besar bagi komunitas. sendiri. prinsip yang lanilla yaitu otonomi dimana klien atau komunitas diberi kebebasan dalam memilih atau melaksanakan beberapa alternatif terbaik dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang ada. perawat secara langsung dapat meng¬kaji dan mengintervensi klien dan lingkungannya dan pelayanan didasarkan pada kewaspadaan epidemiologi. Keluarga adalah unit utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat 2. keperawatan kesehatan komunitas merupakan subsistem pelayanan kesehatan. yaitu pelayanan keperawatan yang diberikan berorientasi kepada pelayanan kelompok.kompleks. Penentuan kebijakan kesehatan seharusnya melibatkan penerima pelayanan. Dasar utama dalam pelayanan perawatan kesehatan masyarakat adalah menggunakan pendekatan pemecahan masalah yang dituangkan dalam proses keperawatan. asuhan keperawatan dibe¬rikan secara komprehensif dan berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi klien/masyarakat. perawat dan klien membentuk hubungan kerja sama yang menunjang pelayanan kesehatan. perawat komunitas harus rnempertimbangkan beberapa prinsip. pelayanan memerlukan kolaborasi interdisiplin. 3. klien dan. lingkungan mempunyai pengaruh terhadap kesehatan klien. Perawatan kesehatan masyarakat ditekankan kepada pem¬binaan perilaku hidup sehat masyarakat. 6. 5. Kegiatan utama perawatan kesehatan komunitas adalah di¬masyarakat dan bukan di rumah sakit. PRINSIP PEMBERIAN PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS Pada saat memberikan pelayanan kesehatan. klien memiliki otonomi yang tinggi. Pelayanan keperawatan yang diberikan lebih menekankan pada upaya promotif dan preventif dengan tidak melupakan upaya kuratif dan rehabilitatif.

Perawat kesehatan komunitas tidak bekerja secara sendiri tetapi bekerja secara tim. 12. Kunjungan rumah sangat penting. melayani masyarakat yang sehat atau yang sakit. Pendidikan kesehatan merupakan kegiatan utama. 14. mencegah dan melaporkan adanya kelalaian atau penyalahgunaan (neglect & abuse). Sebagian besar waktu dari seorang perawat kesehatan ko¬munitas digunakan untuk kegiatan meningkatkan kesehatan. 10. TANGGUNG JAWAB PERAWAT KESEHATAN KOMUNITAS Claudia M. Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan di institusi pela¬yanan kesehatan yaitu puskesmas. penyakit dan injuri. PERAN PERAWAT KOMUNITAS 1.Smith & Frances A Mauren (1995) menjelaskan bahwa tanggung jawab perawat komunitas adalah menyediakan pela¬yanan bagi orang sakit atau orang cacat di rumah mencakup pengajaran terhadap pengasuhnya. panti. melaksanakan pelayanan mandiri serta berpartisipasi dalam mengembangkan pelayanan profesional. Pelayanan perawatan kesehatan komunitas harus mengacu pada sistem pelayanan kesehatan yang ada. pasien yang baru kembali dari rumah sakit. serta menjamin pelayanan keperawatan yang berkualitas dan melaksanakan riset keperawatan. Tujuan perawatan kesehatan komunitas adalah meningkat¬kan fungsi kehidupan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan seoptimal mungkin. pencegahan. 13. memberikan pembelaan untuk mendapatkan kehidupan dan pelayanan kesehatan yang sesuai standart. kolaborasi dalam mengembangkan pelayanan kesehatan yang dapat diterima. 15. penduduk sakit yang tidak berobat ke puskesmas. institusi seperti sekolah. mempertahankan lingkungan yang sehat. pencegahan penyakit. dan lainnya dimana keluarga sebagai unit pelayanan. sesuai dan adekuat. 11. Perawat selalu mengkaji dan memotivasi belajar klien. Pendidik (Educator) Perawat memiliki peran untuk dapat memberikan informasi yang memungkinkan klien membuat pilihan dan mempertahankan autonominya. identifikasi standar kehidupan yang tidak adekuat atau mengancam penyakit/injuri serta me¬lakukan rujukan.9. mengajarkan upaya-upaya peningkatkan kesehatan. .

Perawat keluarga adalah perawat terregistrasi dan telah lulus dalam bidang keperawatan yang dipersiapkan untuk praktik memberikan pelayanan individu dan keluarga . (Archer. perawat sekolah. 5. 3. keluarga. sekunder dan tertier. mengurangi fragmentasi. Perawat Keluarga Keperawatan kesehatan keluarga adalah tingkat keperawatan tingkat kesehatan masyarakat yang dipusatkan pada keluarga sebagai satu kesatuan yang dirawat dengan sehat sebagai tujuan pelayanan dan perawatan sebagai upaya (Bailon dan Maglaya.2. Kolaborator Perawat komunitas juga harus bekerjasama dengan pelayanan rumah sakit atau anggota tim kesehatan lain untuk mencapai tahap kesehatan yang optimal. dan masyarakat sesuai dengan peran yang diharapkan. serta meningkatkan kualitas hidup klien. Manajemen Kasus Perawat memberikan pelayanan kesehatan yang bertujuan menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas. kelompok. Panutan (Role Model) Perawat kesehatan komunitas seharusnya dapat menjadi panutan bagi setiap individu. keluarga. Advokat Perawat memberi pembelaan kepada klien yang tidak dapat bicara untuk dirinya. 1978). dan masyarakat terutama dalam merubah perilaku dan pola hidup yang erat kaitannya dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan. dan komunitas. 4. TATANAN PRAKTIK DALAM KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS Perawat kesehatan komunitas melakukan pekerjaan pada berbagai posisi dengan fokus utama klien individu. Tatanan praktik dalam keperawatan kesehatan komunitas sangat luas. Perawat dituntut berperilaku sehat jasmani dan rohani dalam kehidupan sehari-hari. Pembaharu (Change Agent) Perawat kesehatan masyarakat dapat berperan sebagai agen pembaharu terhadap individu. keluarga. 1976). 6. Peneliti Penelitian dalam asuhan keperawatan dapat membantu mengidentifikasi serta mengembangkan teori-teori keperawatan yang merupakan dasar dari praktik keperawatan. kelompok. karena pada semua tatanan perawat komunitas dapat memberikan pelayanan dengan penekanan tingkat pencegahan primer. 7. Perawat yang bekerja di komunitas dapat bekerja sebagai perawat keluarga. perawat kesehatan kerja atau pegawai gerontology.

KONSEP KOMUNITAS MODEL KEPERAWATAN Keperawatan komunitas memberikan perhatian terhadap pengaruh faktor lingkungan meliputi fisik. Perawat Gerontologi Perawatan gerontologi atau gerontik adalah ilmu yang mempelajari dan memberikan pelayanan kepada orang lanjut usia yang dapat terjadi diberbagai tatanan dan membantu orang lanjut usia tersebut untuk mencapai dan mempertahankan fungsi yang optimal. terhadap kesehatan masyarakat dan memberi prioritas pada strategi pencegahan. mengembangkan dan melaksanakan kebijakan dibidang kesehatan. 1986). melaksanakan advokasi dan bekerja untuk memaksimalkan kemampuan atau kemandirian lanjut usia. kelompok dan masyarakat ditatanan industri. dimana masyarakat akan kehilangan informasi atau ketidaktahuan. peningkatan. dan pemeliharaan kesehatan dalam upaya mencapai tujuan. sosial dan cultural serta spiritual. pendidikan. Adapun upaya pelayanan keperawatan yang dilakukan adalah untuk meningkatkan kesehatan dengan cara mempertahankan perilaku adaptif. tempat konstruksi. Lingkup praktik keperawatan gerontologi adalah memberikan asuhan keperawatan. MODEL ADAPTASI C. . berpartisipasi dan menggunakan hasil riset. Perawat Kesehatan Sekolah Keperawatan sekolah adalah keperawatan yang difokuskan pada anak ditatanan pendidikan guna memenuhi kebutuhan anak dengan mengikut sertakan keluarga maupun masyarakat sekolah dalam perencanaan pelayanan (Logan.disepanjang rentang sehat sakit. KING (1971) Komunitas merupakan suatu system dari subsistem keluarga dan supra sistemnya adalah system sosial yang lebih luas. ROY (1976) Aplikasi dari model adaptasi pada keperawatan komunikasi tujuannya adalah untuk mempertahankan perilaku adaptif dan merubah perilaku maladaptive pada komunitas. tempat kerja. Peran yang dilakukan perawat keluarga adalah melaksanakan asuhan keperawatan keluarga. Perawat kesehatan kerja mengaplikasikan praktik keperawatan dalam upaya memenuhi kebutuhan unik individu. MODEL SISTEM IMOGENE M. case management dan konsultasi. misalnya adanya gangguan pada salah satu subsistem pendidikan. Perawat Kesehatan Kerja Perawatan kesehatan kerja adalah penerapan prinsip-prinsip keperawatan dalam memelihara kelestarian kesehatan tenaga kerja dalam segala bidang pekerjaan. psikologis. mencegah dan meminimalkan kecacatan dan menunjang proses kematian yang bermartabat. Fokus utama perawat kesehatan sekolah adalah siswa dan lingkungannya dan sasaran penunjang adalah guru dan kader. universitas dan lain-lain. pabrik. BB. Adanya gangguan atau stressor pada salah satu subsistem akan mempengaruhi komunitas. kepemimpinan. meningkatkan dan mempertahankan kesehatan. biologis.

Membantu anggota keluarga merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan Fokus Asuhan Keperawatan 1. 1980). Wholly comphensatory. Aspek sosial: hubungan keluarga dengan masyarakat yang berada disekitarnya. Keperawatan : pelayanan terhadap manusia. 3. Menolong klien bergerak kearah tindakan asuhan mandiri 3. misalnya kecelakaan. mental. Supportive-educative. proses interpersonal dan teknikal merupakan tindakan khusus. Aspek teknis: mengajarkan keluarga teknik-teknik dasar yang mampu dilakukan keluarga di rumah misalnya : mengompres dengan baik dan benar. Individu : Integrasi keseluruhan fisik. bantuan secara keseluruhan dibutuhkan untuk klien yang tidak mampu mengontrol dan memantau lingkungan dan tidak berespon terhadap rangsangan. keperawatan mandiri adalah pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan. Manusia . dukungan pendidikan dibutuhkan oleh klien yang membutuhkan bantuan untuk mempelajari agar melakukan keperawatan mandiri. Mengambil keputusan untuk mengatasi masalah. dan Menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan secara tepat. System keperawatan mandiri dibagi tiga kategori bantuan sebagai berikut : a. psikologis dan sosial dengan berbagai variasi tingkat kemampuan keperawatan mandiri.MODEL “SELF CARE” D. System keperawatan adalah membantu klien dalam meningkatkan atau melakukan keperawatan mandiri. Asuhan keperawatan mandiri dapat digunakan dalam praktik keperawatan keluarga. b. Partially compensantory. Menolong klien atau keluarga untuk keperawatan mandiri secara teraupetik 2. Memodifikasi lingkungan yang dapat menunjang kesehatan. Pengertian Keperawatan mandiri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam menjaga fungsi tubuh dan kehidupan yang harus dimilikinya. kesehatan dan kesejahteraan sesuai keadaan sehat sakit (Orem. bantuan sebagian dibutuhkan oleh klien yang mengalami keterbatasan gerak karena sakit. Menurut Orem. “Self Care” : referensi untuk mengkaji kebutuhan dan pilihan yang teliti bagaimana untuk memenuhi kebutuhan. MODEL “HEALTH CARE SYSTEM” BETTY NEUMAN Asumsi yang dikemukakan Neuman tentang empat konsep utama dari paradigm keperawatan yang terkait keperawatan komunitas adalah sebagai berikut: 1. Tindakan keperawatan untuk meningkatkan keperawatan mandiri dan kemampuan perawatan mandiri yang terapeutik. Sasaran 1.E OREM (1971) Model ini tepat digunakan untuk keperawatan keluarga karena tujuan akhir dari keperawatan keluarga adalah kemandirian keluarga dalam melakukan upaya kesehatan yang terkait dengan lima tugas kesehatan keluarga yaitu : Mengenal masalah. c. Merawat anggota keluarga yang mengalamai gangguan kesehatan. Aspek procedural: melatih keterampilan dasar keluarga sehingga mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi 4. Aspek interpersonal : hubungan di dalam keluarga 2.

psikologis. sosiokultural. Intervensi bersifat kurasi dan rehabilitasi untuk gangguan pada garis pertahanan resisten Aplikasi Model Neuman pada Komunitas Sesuai dengan teori Neuman. Keperawatan Sehat menurut model Neuman adalah suatu keseimbangan biopsiko – sosio – cultural dan spiritual pada tiga garis pertahanan klien yaitu fleksibel. 2. Keperawatan ditujukan untuk mempertahankan keseimbangan tersebut dengan berfokus pada empat intervensi yaitu : intervensi yang bersifat promosi dilakukan apabila gangguan yang terjadi pada garis pertahanan normal yang terganggu. Sedangkan intervensi yang bersifat kurasi atau rehabilitasi dilakukan apabila garis pertahanan resisten yang terganggu. kelompok atau komunitas dilihat sebagai klien dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu komunitas yang merupakan klien dan penggunaan proses keperawatan sebagai pendekatan. Intervensi bersifat prevensi untuk gangguan pada garis pertahanan normal 3. Intervensi yang dilakukan terhadap klien ditujukan pada garis pertahanan yang mengalami gangguan : 1. . Sehat 4. Lingkungan 3. normal dan resisten serta berupaya membantu mempertahankan keseimbangan untuk sehat. normal dan resisten. dan komunitas) yang berhubngan dengan ketidakseimbangan yang terjadi pada ketiga garis pertahanan yaitu fleksibel. yang selalu mencari keseimbangan dari harmoni dan merupakan satu kesatuan dari variable-variabel: fisiologis. perencanaan. Keperawatan sebagai ilmu dan kiat. implementasi dan evaluasi. keluarga. diagnosa keperawatan. kelompok.Merupakan suatu sistem terbuka. Intervensi bersifat promosi untuk gangguan pada garis pertahanan fleksibel 2. yang terdiri dari 5 tahapan yaitu pengkajian. mempelajari tidak terpenuhinya kebutuhan dasar klien (individu. perkembangan dan spiritual.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful