Tentang Suling Sunda

Indonesia sebagai bangsa yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan suku memiliki khasanah kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari musik, tari, rupa dan bentuk upacara – upacara ritual yang kemudian memberikan warna akan keaneka ragaman seni budaya bangsa. Sebagai seni pertunjukan yang telah mengalami proses yang sangat panjang dari masa-kemasa sehingga menjadi seperti sekarang ini adalah suatu perjalanan yang tidak mudah. Hal mengenai seni pertunjukan di Indonesia yang luar biasa ini dapat kita simak seperti kata seorang Begawan tari yaitu Prof. Dr. R.M. Soedarsono, di dalam bukunya tentang seni pertunjukan (7:2002),:” “…mengenai kekayaan seni pertunjukan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang luar biasa ini, jelas disebabkan selain jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta, negara ini memiliki enam agama besar serta satu Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Di samping itu penduduk yang cukup besar jumlahnya itu terdapat lebih dari 500 etnis”. Kekayaan ini tentunya harus di lestarikan dan dikembangkan secara sungguh-sungguh. Di dalam bidang instrument musik terdapat ... lebih banyak lagi keragamannya, ada ribuan jenis instrument musik yang terdapat di negara ini, mulai dari aceh sampai irian jaya, keaneka-ragaman itu dapat dilihat dari bentuk sampai kegunaannya. Jika kita bicara masalah benda yang mengandung nilai, maka nilai benda dalam bentuk instrument musik ini di dalam Masyarakat Indonesia mengandung arti yang sangat dalam hal ini disebabkan benda tersebut merupakan lambang status di dalam kehidupan masyarakatnya, seperti yang dikatakan oleh Prof. Jacob Sumardjo di dalam buku Filsafat Seni (139:2000), : “Suatu benda dikatakan memiliki nilai jika benda itu berguna dan berkualitas (baik, benar, indah,adil dsb). Nilai atau kualitas itu harus tertentu, yang dapat menyebabkan orang mengakuinnya”. Nilai atau kualitas suatu benda tentu tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan di dalam pencapaiannya, di butuhkan pengetahuan dan ketelitian khusus untuk dapat membangkitkan nilai suatu benda, pengelaman dan pengetahuan merupakan dasar untuk dapat menciptakan benda itu memiliki nilai. Jawa Barat merupakan salah satu wilayah Indonesia yang memiliki ragam bentuk isntrumen musik, mulai dari instrument musik yang tebuat dari logam sampai yang terbuat dari bamboo. Intrumen musik bambu di jawa barat memiliki berbagai macam jenisnya demikian pula dengan fungsinya. Sebagai contoh instrument musik bambu yang berasal dari jawa barat dalam hal ini suku sunda, adalah : Angklung, calung, arumba, suling dan masih banyak lagi jenis lainnya, keaneka ragaman intrumen musik ini begitu besar memiliki peranan didalam masyarakat sunda baik sebagai alat upacara sampai pergaulan. Pada tulisan ini penulis akan berupaya membedah tentang suling sunda berlubang enam mulai dari fungsi, teknik dan pembuatannya. Setiap alat musik memiliki bentuk tubuh sendiri-sendiri, bentuk tubuh ini merupakan satu kesatuan tak terpisahkan, sama halnya dengan mahluk hidup yang memiliki organ sebagai alat-alat tubuh penunjang kehidupan sehingga bisa bernafas, berjalan dan melakukan aktifitas sehari-hari, alat musik pun memiliki hal yang sama, ada organ yang membuat alat musik itu memiliki warna bunyi, tingkatan bunyi sehingga dapat berfungsi ketika dimainkan. Organ seperti penjelasan dalam concise dictionary of musik , yaitu : “keyboard instrument, played with hands and feet, in which wind under pressure sounds notes through series of pipes. Mechanism of organ comprises (1) supply of wind under constan pressure, by hand pump or electric blower. (2) one or more MANUALS (keyboard) and PEDAL BOARD. Connected with pipes by trackers, electro_pneumatic. Device, or electric, contacts and wires…..”. Bagian kutipan diatas nampak dikhususkan pada sebuah isntrumen musik barat yang bernama ‘Organ’, namun penjelasan itu nantinya akan mengerucuk kepada kajian bentuk tubuh

Bambu buluh adalah jenis berikutnya yang kadang digunakan juga sebagai bahan pembuatan suling sunda namun bahan dari jenis bambu buluh ini ruasnya pendek dan agak tebal sehingga jenis ini hanya merupakan alternative saja. Sama halnya dengan bamboo iraten yang merupakan bahan bambu alternative berikutnya. Pemilihan bambo Bambu yang dipergunakan untuk membuat suling sunda secara umum adalah : bamboo yang berjenis kecil.anything that produces sound can be called a musical instrument. The academic study of musical instruments is known as organology”. a. Istilah yang biasanya digunakan untuk instrumen yang memiliki fungsi tertentu di dalam sebuah orkestra. yaitu tamiang biasa dan tamiang urat emas. makan tidaklah lengkap jika tidak ada alunan suling Sunda baik itu pertunjukan secara langsung maupun dari kaset rekaman.Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai hal-hal tentang suling sunda lubang enam secara organologi. Intrumen suling terdapat diseluruh daerah di Indonesia. Masyarakat sunda memiliki kekhususan terhadap intrumen satu ini. b. The term usually is reserved for instruments that have a particular function in an orchestra. suara suling yang mendayu-dayu dalam laras pelog merupakan suatu ciri sendiri yang begitu melekat pada masyarakat Sunda. Buku dari bamboo ini ruasnya panjang-panjang . Begitu jelas tentang pentingnya intrumen musik didalam produksi musik membuat kajian organologi adalah hal yang sangat penting sebagai alat untuk mengkaji dan membedahnya. kalau di kampung jenis bambu iraten ini dipakai sebagai bahan perkakas dapur. Akademik di dalam belajar alat musik ini dikenal sebagai organology. (wawancara dengan pak engkur kurdita). bambu tersebut itu bernama bambu tamiang. Apakah organology musik itu. tipis dan kering. kebiasaan ini masih dilakukan sampai sekarang ini.”apa yang disebut suling lubang enam dan lebih spesifiknya disebut suling tembang “. jenis ini hampir seperti jenis bambu tamiang namun ukurannya lebih besar biasanya suling yang menggunakan bahan dari bambu iraten ini berfungsi sebagai ilustrasi musik yang lebih bebas karena suaranya lebih melengking dan berlubang empat. namun pengaruhnya di masyarakat berbeda-beda. Bambu . Jika kita masuk kerumah makan Sunda. tamiang urat emas merupakan jenis bambu yang paling baik karena selain bambunya tipis. apapun yang dapat menghasilkan suara yang disebut alat musik.instrumen yang disebut organology. Suling sunda yang paling popular adalah . buluh dan iraten. Suling sunda adalah instrument yang sangat popular dan hingga sekarang instrument ini masih begitu memiliki arti khusus pada Masyarakat Sunda. sehingga sangat cocok sekali untuk bahan suling. sebuah kutipan dari Naty Robert : “. namun jenis bamboo ini lebih baik dari Janis bambu buluh.. selain itu pembuatannya lebih mudah karena tipis dan mudah kering selain itu mudah dilubangi menggunakan pisau raut. nampak akan tidak terasa sundanya jika kita makan makanan ala sunda atau segala sesuatu yang berbau Sunda tanpa alunan instrument satu ini (suling sunda). pada badan bambu terdapat garis-garis berwarna kuning (bercak-bercak) yang menciptakan tekstur unik apalagi jika telah di ampelas dan di cat menggunakan pernis atau sejenisnya. Bambu tamiang terbagi menjadi dua bagian. Pengambilan bambu Pengambilan bambu sebagai bahan suling mempunyai tata-cara yang telah turun-temurun dilakukan sejak jaman dahulu kala. sehingga banyak perguruan tinggi terutama yang memiliki bidang pendidikan musik membuka jurusan khusus untuk bidang organologi ini..sebab organology adalah pembahasan musik pada sisi instrument secara khusus dan mendalam mulai dari sejarah sampai bentuk alat musik itu sehingga terbentuk alat musik yang permanen.

waktu pengambilan bambu. Pengolahan Bahan Baku Bambu yang telah ditebang kemudian direndam di dalam lumpur sawah atau kolam ada juga cara lain yaitu menggunakan cairan tembakau. biasanya menggunakan rotan cacing sebagai bahan ikat yang paling baik.. Kemudian cara kedua adalah : bamboo di garang yaitu dipanaskan diatas tungku perapian tempat masak orang kampong. Juli dan Agustus karena bulan ini adalah bulan kemarau. Kemudian penebangan tidak dilakukan dari akarnya. hal ini bisa di atasi dengan cara di ampelas namun membutuhkan waktu lama. yaitu : bambu tali. namun disisakan satu sampai dua ruas dari akar. Lama perendaman ini dilakukan satu sampai dua minggu dengan tujuan agar bahan menjadi kuat. Waktu-waktu ini mempunyai maksud sebagai cara masyarakat sunda menghormati alam. dan sebagai logikannya adalah watu jam 10 sampai 12 dan 14 sampai 16 tersebut merupakan saat dimana kadar air didalam bambu berkurang dalam pikiran Masyarakat penyedotan air tanah yang dilakukan oleh akar biasanya terjadi jam 17 sampai jam 9. lebih baik lagi pertengahan bulan Agustus sebab merupakan puncak dari musim kemarau.sehingga kadar air pada bambu sedikit. bentuknya tipis dan gampang di pecah sehingga cocok sekali untuk bahan tali. kelemahannya tekstur bambu akan mengalami noda berwarna hitam karena disebabkan oleh asam atau percik api dari tungku. Selain itu ada jam-jam khusu dalam pengambilan bambu ini. cara ketiga. Bahan-bahan suling Selain bambu berjenis tamiang. Selain rotan cacing ada pula bahan alternative lainnya. buluh atau iraten.30 pagi sehingga kesepakatan diantara pengrajin suling terjadi seperti demikian. sehingga keindahan warna suling akan tidak terlihat. menjadi lembut dan kemudian sobek. c. saliwer atau sumber bunyi suling. yaitu : bahan di angin-angin di beranda rumah. d. dalam pembuatan suling sunda terdapat bahan lainnya sebagai aksesoris agar suling itu sedap dipandang mata. Teknik penjemuran bahan inipun bermacammacam. ini dimaksudkan agar bambu tersebut tumbuh kembali. yaitu setiap bulan Juni. Setelah perendaman bahan selesai maka mulailah dilakukan pengeringan yaitu dengan cara di jemur. bahan ini mudah pula dibelah-belah namun setelah kering bahan ini cepat pecah artinya tidak tahan lama sebagai tali saliwer tempat yang sangat penting dalam sebuah suling karena merupakan sumber suara. hal baiknya adalah karena faktor pengasapan tadi bamboo akan tahan terhadap serangga. Selain bahan ikat. kekurangannya cara ini membutuhkan waktu yang lama kelebihannya bahan akan tahan terhadap kemungkinan pecah dan yang terakhir adalah di . cara ini adalah cara yang paling baik karena sumber panas yang alami sehingga warna bambu akan lebih muncul namun jika waktu pengeringannya tidak tepat bahan akan cepat pecah. ada pula bahan pengukir dari batok kelapa yang di panaskan tujuannya adalah sebagai alat untuk mempercantik tampilan suling saja. yaitu : sebagai bahan ikat (saliwer) merupakan tempat sumber bunyi suling. bahan-bahan tersebut adalah : plitur (pernis) sebagai bahan untuk membuat tampilan suling menjadi mengkilat dan sebagai bahan pelapis dari cuaca agar suling lebih terawat.yang di ambil haruslah berumur lebih kurang lima tahun hal ini dimaksudkan agar bambu itu benar-benar tua dan tidak akan keriput ketika telah dikeringkan. Hal ini dikarenakan. yaitu : jika pengambilan dilakukan pada pagi hari haruslah dilakukan pada jam 10 pagi sampai jam 12 siang dan waktu berikutnya adalah jam 14 sampai 16 sore kalau istilah dalam masyarakat sunda waktu bada asyar. Jaraknya 1 cm kemudian dibelah menjadi 7 – 10 mm dan selain ukurannya yang tepat juga bahan ini sangat tahan terhadap air liur artinya bahan ini tidak mudah menjadi berubah. cara pertama yaitu : dengan di jemur di panas matahari. terdapat juga bahan penting lain nya. ada beberapa cara dalam pengeringan bahan ini.

Ukuran yang terdapat pada keterangan di atas adalah ukuran untuk panjang seluruh bahan suling. Jenis. 54 cm. . Suling lubang empat laras degung 2. 3. . Suling laras madenda atau mataram suling sunda lubang enam. maka seluruh ukuran akan di bagi sepuluh maka akan terdapat ukuran 6 cm sebagai jarak lubang suling. Suling lubang empat laras sorog. lima dan empat. pelog degung. akan tetapi jenis suling ini di daerah Tasikmalaya pun sering digunakan. jenis yang terakhir ini merupakan pengembangan dari suling lubang enam. artinya besar-kecilnya lubang berbeda-beda pula. bagian dari laras pelog.Suling lubang empat.Suling lubang lima. 61cm dan 62 cm. mulai suling yang memiliki lubang enam. selain jenis bamboo ada pula ukuran lubang suling. ukuran panjangnya adalah : 50 cm. 46 cm.open. empat.secara laras suling ini di bagi menjadi : 1. 56 cm. Suling sunda lubang enam secara ukuran dapat kita bagi menjadi 3 bagian. yaitu di daerah Cibalong. fungsinya adalah sebagai nada dasar pesinden dalam bernyanyi. ukuran panjangnya adalah : 59 cm. lima dan suling gaya baru yaitu suling lubang delapan dan lubang tujuh. 45 cm. sementara laras yang digunakan adalah: laras pelog. jika besar lubang suling sama maka pelarasannya tidak akan benar.60cm. Suling Tembang cianjuran lubang enam. e. misalnya ukuran suling adalah 60. madenda dan kadang salendro tapi untuk laras yang satu ini jarang digunakan oleh suling ini. 52 cm. Namun di dalam pelarasan ukuran tersebut tidak pasti kadang-kadang berubah sebab pelarasan dilakukan dengan gamelan sementara pelarasan gamelan pun berbedabeda. Suling lubang empat laras nyorog/madenda 4. oleh karenanya karakter bunyi suling ini terbentuk disebabkan aturan-aturan pembuatannya. Ukuran suling Sunda lubang enam Suling sunda lumbang enam mempunyai fungsi sebagai iringan dalam tembang dan kawih sebagai pemberi ornament dalam vocal . cara ini memang tidak alami namun produksi dalam pembuatan suling lebih efektif karena proses pengeringannya tidak memerlukan waktu yang lama. Suling Kawih lubang enam. fungsi dan ukuran suling Ada beberapa jenis suling sunda. Suling lubang empat ini biasanya hanya difungsikan untuk sajian musik instrumentalia dan tidak digunakan untuk mengiringi tembang atau kawih. ornamentasi yang dimainkan suling pasti sama dengan sinden. membawakan melodi dan melilit melodi. jenis dan fungsinya secara umum dapat kita bedakan secar singkat seperti dibawah ini : . Di dalam pengukuran lubang suling. Suling lubang empat laras salendro 3. f. .suling ini adalah jenis suling yang digunakan pada jenis kesenian tarawangsa suatu kesenian ritual di daerah sumedang. lima atau lainnya.Suling sunda lubang enam –digunakan untuk mengiringi tembang dan kawih namun lebih dominannya pada tembang. 48 cm dan 49 cm. yaitu : 1. Namun secara umum suling sunda hanya terdapat tiga jenis yaitu: suling lubang enam. 57 cm dan 58 cm 2. untuk ukuran tempat lubang biasanya dikenal dengan isilah ukuran bagi sepuluh. ukuran tersebut sangat penting sebagai salah satu yang membuat suling lubang enam berbeda dengan suling lubang empat. ukuran panjangnnya adalah : 44cm.

stem atau pelarasan di dalam suling sunda untuk suling lubang empat dan lubang enam.di dalam scala diatonic musik Barat adalah : fa mi do si la fa [4’ 3’ 1’ 7 6 4] • Salendro : da mi na ti la da [1 2 3 4 5 1]. Sebagai tambahan untuk tone dan pelarasan pada jenis suling sunda dan bentuk lubang serta laras seperti pada keterangan berikut ini : Tuning. untuk suling lubang enam setidaknya dapat memainkan tiga laras atau scale yang berbeda. di dalam scala diatonic musik Barat adalah : to re do la sol fa re [2’ 1’ 6 5 4 2] • Adapun laras yang jarang sekali digunakan adalah: Mandalungan .Ukuran dalam pembuatan suling Sunda lubang enam ini telah menjadi kesepakatan diantara pengrajin suling. • Madenda atau sorog : da mi na ti la da [1 2 3 4 5 1]. yaitu : • Pelog degung : da-mi-na-ti-la-da (123451) di dalam scala diatonic musik Barat adalah: do si sol fa mi do (175431). kesepakatan ini terjadi karena hasil resonansi suara berdasarkan ukuran tersebut dapat mewakili bunyi dari suling sunda lubang enam ini sesuai dengan keinginan seniman dan masyarakat pendengarnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful