A. RASIONAL 1.

Latar Belakang Sekolah adalah sebuah aktifitas besar yang di dalamnya ada empat komponen yang saling berkaitan. Empat komponen yang di maksud adalah Staf Tata Laksana Administrasi, Staf Teknis Pendidikan didalamnya ada Kepala Sekolah dan Guru, Komite Sekolah sebagai badan independent yang membantu terlaksananya operasional pendidikan, dan siswa sebagai peserta didik yang bisa di tempatkan sebagai konsumen dengan tingkat pelayanan yang harus memadai. Hubungan keempatnya harus sinergis, karena keberlangsungan operasioal sekolah terbentuknya dari hubungan “simbiosis mutualis” keempat komponen tersebut karena kebutuhan akan pendidikan demikian tinggi, tentulah harus dihadapi dengan kesiapan yang optimal semata-mata demi kebutuhan anak didik. Salah satu unsur yang penting dimiliki oleh suatu sekolah agar menjadi sekolah yang dapat mencetak anak didik yang baik adalah dari segi keuangan. Manajemen keuangan sekolah sangat penting hubungannya dalam pelaksanaan kegiatan sekolah. Ada beragam sumber dana yang dimiliki oleh suatu sekolah, baik dari pemerintah maupun pihak lain. Ketika dana masyarakat atau dana pihak ketiga lainnya mengalir masuk, harus dipersiapkan sistem pengelolaan keuangan yang professional dan jujur. Pengelolaan keuangan secara umum sebenarnya telah dilakukan dengan baik oleh semua sekolah. Hanya kadar substansi pelaksanaanya yang beragam antara sekolah yang satu dengan yang lainnya. Adanya keragaman ini bergantung kepada besar kecilnya tiap sekolah, letak sekolah dan julukan

1

sekolah. Pada sekolah-sekolah biasa yang daya dukung masyarakatnya masih tergolong rendah, pengelolaan keuangannya pun masih sederhana. Sedangkan, pada sekolah-sekolah biasa yang daya dukung masyarakatnya besar, bahkan mungkin sangat besar, tentu saja pengelolaan keuangannya cenderung menjadi lebih rumit. Kecenderungan ini dilakukan karena sekolah harus mampu menampung berbagai kegiatan yang semakin banyak dituntut oleh masyarakatnya. Berkenaan dengan dana keuangan yang diterima oleh sekolah, pada praktiknya sekolah perlu melakukan pengawasan tingkat sekolah, yaitu untuk mengetahui (1) tentang kesesuaian antara alokasi dana dan penggunaannya pada setiap kegiatan sesuai Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), serta (2) kecocokan antara administrasi keuangan dan pelaporan. Salah satu sumber keuangan sekolah yang saat ini digulirkan oleh pemerintah khususnya untuk Lembaga Pendidikan Dasar (SD/SDLB) dan Menengah (SMP/SMPLB) adalah Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tentu saja bagi sekolah-sekolah tertentu selain dana BOS ada sumber keuangan lain selain dari pemerintah diantaranya dana dari orang tua siswa, dana dari masyarakat, dana dari sumbangan alumni, dana dari peserta sebuah kegiatan yang diadakan sekolah, dana dari kegiatan wirausaha sekolah dan lain-lain. Sebagai institusi pengguna langsung dana BOS, Lembaga Pendidikan Dasar (SD/SDLB) dan Menengah (SMP/SMPLB), khususnya sekolah-sekolah yang mendapatkan alokasi dana BOS, wajib mempertanggungjawabkan semua pelaksanaan kegiatan di sekolahnya sesuai Rencana Pengembangan Sekolah (RPS).

2

Memiliki pengetahuan atau konsep tentang hal-hal yang harus ditempuh (prosedural) dalam menyusun pelaporan yang harus dilakukan oleh sekolah. Untuk mengetahui manajemen pembiayaan pendidikan dan operasionalisasinya dalam sistem pendidikan di persekolahan. b. 3. diantaranya : a. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini. Sistematika Makalah ini disusun dengan sistematika sebagai berikut : A.Seluruh kegiatan belanja/pengadaan barang dan jasa harus dapat dipertanggungjawabkan. Rasional 1. disertai kajian terhadap faktor pendukung dan penghambatnya. c. Dilatarbelakangi oleh permasalahan tersebut di atas. 2. Latar Belakang 2. Memahami masalah perpajakan yang merupakan bagian integral dari sistem pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan sekolah secara formal. Untuk itu semua transaksi pembelanjaan dan atau pengadaan mesti dilampirkan sebagai bukti pelaporan/pertanggungjawaban. d. penulis menyusun sebuah makalah yang membahas tentang bagaimana mekanisme atau Sistem Pelaporan dan Pertanggungjawaban Keuangan Sekolah. Memahami pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan sekolah sehingga memiliki pengalaman empirik dalam menemukenali masalah-masalah esensial dalam implementasi manajemen keuangan pendidikan di tingkat sekolah. khususnya yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tujuan 3 .

Pembahasan D. Kajian Teori 1. Karanteristik C. Kesimpulan Referensi 4 . Definisi 2.3. Sistematika B. Mekanisme 3.

kepala sekolah bertugas menggerakkan semua unsur yang terkait dengan materi pengawasan agar menyediakan data yang dibutuhkan oleh pengawas. yaitu kegiatan berdasarkan rencana yang telah dibuat. Terkait dengan pengawasan dari luar sekolah. Menurut Jones (1985). Dalam hal ini kepala sekolah mengkoordinasikan semua kegiatan pengawasan sehingga kegiatan pengawasan berjalan lancar. Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia manajemen artinya penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien. 2. serta aparat pemeriksa keuangan pemerintah. 3.B. 2. yaitu proses penilaian terhadap pencapaian tujuan. Kegiatan pengawasan pelaksanaan anggaran dilakukan dengan maksud untuk mengetahui: (a) kesesuaian pelaksanaan anggaran dengan ketentuan yang telah ditetapkan dan dengan prosedur yang berlaku. Perencanaan financial. manajemen keuangan meliputi: 1. KAJIAN TEORI 1. Manajemen keuangan adalah sumber daya yang diterima yang akan dipergunakan untuk penyelenggaraan pendidikan. (b) kesesuaian hasil yang dicapai 5 . Pelaksanaan (implementation involves accounting). Manajemen keuangan dimaksudkan sebagai suatu manajemen terhadap fungsifungsi keuangan. Evaluasi. Konsep Pengawasan Keuangan Sekolah Pengawasan keuangan di sekolah dilakukan oleh kepala sekolah dan instansi vertikal di atasnya. yaitu kegiatan mengkoordinir semua sumber daya yang tersedia untuk mencapai sasaran yang diinginkan secara sistematik tanpa efek samping yang merugikan.

(c) kemanfaatan sarana yang ada (manusia. proses pengawasan mencakup kegiatan berikut: pemahaman tentang ketentuan pelaksanaan dan masalah yang dihadapi. menganalisis dan menentukan sebab penyimpangan. menentukan tindakan korektif dan menarik kesimpulan atau evaluasi. dan (d) pelaksanaan tugas berjalan efesien. Dengan demikian pengawasan itu merupakan proses. menilai penyelenggaraan. dan (d) sistem yang lain atau perubahan sistem guna mencapai hasil yang lebih sempurna. biaya. Menurut Pigawahi (1985). Tujuan pengawasan keuangan ialah untuk menjaga dan mendorong agar: (a) pelaksanaan anggaran dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah digariskan. 6 . mengukur prestasi kerja dan membetulkan penyimpangan. 2. Langkah-langkah Pengawasan Sebagaimana telah dikatakan bahwa pengawasan itu terdiri dari berbagai aktivitas yang bertujuan agar pelaksanaan menjadi sesuai dengan rencana. menentukan obyek pengawasan. (b) pelaksanaan anggaran sesuai dengan peraturan instruksi serta asas-asas yang telah ditentukan.baik di bidang teknis administratif maupun teknis operasional dengan peraturan yang ditetapkan. Sedangkan Kadarman dan Udaya (1992). yaitu kegiatan yang berlangsung secara berurutan.1. (c) kesulitan dan kelemahan bekerja dapat dicegah dan ditanggulangi atau setidaktidaknya dapat dikurangi. menentukan sistem. menentukan norma yang dapat dipedomani. prosedur. metode dan teknik pengawasan. Manullang (1990) maupun Swastha (1985) menyebutkan langkah pengawasan itu meliputi: menetapkan standar. perlengkapan dan organisasi) secara efesien dan efektif. efektif dan tepat pada waktunya. Dilakukannya penetapan standar.

d) Dimensi efisiensi. maka ditentukan adanya standar khusus. meliputi: 7 . Sasaran dan Jenis Pengawasan Sasaran pengawasan dapat dikelompokkan berdasarkan dimensi berikut ini.2. Jenis Pengawasan Pengawasan dapat dilakukan dalam beberapa jenis. maka hal itu berarti bahwa langkah pertama dalam pengawasan adalah menyusun rencana. b) Dimensi kualitatif. Akan tetapi perencanaan memiliki tingkat yang berbeda dan pimpinan tidak mengawasi segalanya. 2.3. yaitu sampai seberapa jauh mutu dan kualitas pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ukuran dan rencana. yaitu ukuran untuk mengetahui seberapa jauh kegiatan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan tujuan atau fungsi yang telah direncanakan semula. c) Dimensi fungsional. Selanjutnya mengukur atau mengevaluasi prestasi kerja terhadap standar yang telah ditentukan dan membetulkan penyimpangan yang terjadi. yaitu seberapa jauh kegiatan pelaksanaan pekerjaan dapat dikerjakan secara hemat dan cermat. yaitu untuk mengetahui sampai seberapa jauh maksud program atau kegiatan dalam ukuran kuantitatif telah tercapai. 2. Berdasarkan subyeknya. Jika ada penyimpangan dapat segera dan cepat dilakukan pembetulan. yaitu: a.mengingat perencanaan merupakan tolok ukur untuk merancang pengawasan. a) Dimensi kuantitatif.

4. 2. Aparat pengawasan fungsional pemerintah 1) Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) 2) Inspektorat Jenderal Departemen/ Lembaga Pemerintahan Non-departemen (ITJEN). 2) Pengawasan berkala.1) Pengawasan intern. Perangkat Aparat Pengawasan Negara a. lebih merupakan kegiatan pengawasan rutin. Aparat pengawasan fungsional konstitusional Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan lembaga tinggi negara yang bertugas memeriksa pertanggungjawaban keuangan negara. 3) Pengawasan insidental. yaitu pengawasan yang tidak tergantung pada waktu tertentu. yaitu pengawasan yang dilakukan setiap jangka waktu tertentu. Berdasarkan waktunya. b. 2) Pengawasan ekstern. yaitu pengawasan yang dilaksanakan secara mendadak di luar rencana kerja rutin atau berdasarkan keperluan. yaitu pengawasan yang dilakukan oleh aparatur pengawasan dari luar organisasi yang mempunyai wewenang mengawasi. Instansi ini bertugas: a) melakukan pemeriksaan terhadap semua unsur/instansi di lingkungan departemen. BPK memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan yang terlepas dari pengaruh dan kedudukan pemerintah sebagai penguasa dalam pengurusan keuangan negara. yaitu pengawasan terhadap semua unit dan bidang kegiatan yang ada di dalam organisasi. b. b) melakukan pengujian serta penilaian atas laporan berkala atau sewaktu-waktu 8 . meliputi: 1) Pengawasan terus menerus. berdasarkan rencana yang ditujukan terhadap masalah umum.

dari setiap unsur/ instansi di lingkungan departemen. Pada dasarnya pengawasan merupakan usaha sadar untuk mencegah kemungkinan-kemungki apakah pelaksananya telah tepat dan telah menduduki tempat yang tepat. Aparat Pengawasan Lainnya a) Aparat Pengawasan Melekat Pengawasan melekat dilakukan oleh pimpinan/ atasan langsung dari unit/ satuan organisasi kerja terhadap bawahan. kepala sekolah dituntut untuk 9 . c) melakukan pengusutan mengenai kebenaran laporan atau tentang hambatan. apakah cara bekerjanya telah betul dan aktivitasnya telah berjalan sesuai dengan pola organisasi. yang telah diatur dan digerakkan. Walaupun perencanaan yang baik telah ada. Kalau terdapat kesalahan dan penyimpangan. belum tentu tujuan dapat tercapai.5. Oleh sebab itu setiap manajer pada setiap tingkatan organisasi berkewajiban melakukan pengawasan. Pengawasan keuangan memiliki fungsi mengawasi perencanaan keuangan dan pelaksanaan penggunaan keuangan. b) Aparat Pengawasan Proyek Sektoral Tugas aparat ini antara lain: (1) melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek-proyek pembangunan yang meliputi proyek-proyek dalam rangka program sektoral (2) melakukan penelitian dan peninjauan pada proyek-proyek tersebut diatas dan menyampaikan laporan atas hasil tugasnya. maka segera diperbaiki. penyimpangan. 2. sehingga masih perlu ada pengawasan. Untuk melakukan pengawasan yang tepat. d) melakukan pemeriksaan dalam rangka opstib. penyalahgunaan wewenang di bidang administrasi atau keuangan yang dilakukan oleh unsur/ instansi di lingkungan departemen.

. memahami peraturan pemerintah yang mengatur penggunaan dan pertanggungjawaban serta pengadministrasian uang negara. kebijaksanaan. (b) kebijakan pimpinan dan (c) kondisi setempat. batas pembelian kena pajak. yang antara lain: (1) kelengkapan administrasi keuangan (DIK/DIP/DIPA. yaitu kemampuan untuk menyampaikan apa adanya. 10 . Pemeriksaan kas adalah suatu tindakan membandingkan antara saldo kas baik berupa uang tunai. 1) Integritas. Pengawasan merupakan salah satu fungsi organisasi yang bermaksud untuk menjaga agar segala kegiatan pelaksanaan senantiasa sesuai dengan perencanaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. tanpa dipengaruhi oleh pendapat pribadi. yaitu kepribadian yang dilandasi unsur kejujuran. kertas berharga maupun giral yang berada dalam pengurusan pemegang kas dengan tata usahanya. 3) Keahlian. Pengawasan kegiatan harus disesuaikan dengan: (a) ketentuan atau peraturan yang berlaku. Pemeriksaan merupakan bagian dari pengawasan.memahami pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana administrasi keuangan. yaitu tindakan membandingkan antara keadaan yang sebenarnya dengan keadaan yang seharusnya. PPN. buku kas umum. buku pembantu. dan bertanggung jawab sehingga menimbulkan kepercayaan dan rasa hormat. buku register SPM. PPh. keberanian. (2) cara menghitung pajak. Petugas pemeriksaan harus mempunyai persyaratan antara lain: penyimpangan pelaksanaan dari rencana yang telah ditetapkan. 2) Objektivitas. yaitu suatu kemampuan khusus yang dimiliki seseorang yang diakui mampu dalam teori dan praktek untuk melaksanakan tugas.

Melakukan penutupan Buku Kas Umum untuk menetapkan Saldo Kas d. pembukuan. Membuat Berita Acara Pemeriksaan Kas yang merupakan hasil Kas opname dan penjelasan jika ditemukan perbedaan Kas yang ditandatangani oleh Pemeriksa dan Bendaharawan. pengaturan dokumen keuangan apakah sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Mengisi Daftar Pemeriksaan Kas pada halaman terakhir Buku Kas Umum. Prosedur pemeriksaan kas: a. penyimpanan uang kas. Pemeriksaan Tatausaha Keuangan Bendaharawan a. 2) Meneliti apakah seluruh pencatatan telah didukung dengan bukti yang sah dan lengkap 11 . b. Pelaksanaan Pemeriksaan Kas Bendaharawan Pemeriksaan kas dilakukan untuk mengetahui pengurusan. 4. 3. Prosedur Pemeriksaan: 1) Memeriksa apakah seluruh transaksi telah dicatat ke dalam Buku Kas Umum maupunke dalam Buku Kas Pembantu secara tepat jumlah dan tepat waktu. Pemeriksa memperlihatkan Surat Tugas dan Tanda Bukti Diri yang diperlihatkan kepada Bendaharawan yang bersangkutan. pencatatan. serta bukti dokumen mengenai uang yang ada di bank yang dilengkapi dengan Bukti Saldo Rekening Koran c. Melaksanakan penghitungan semua isi brankas di hadapan Bendaharawan(kas tunai dan surat berharga yang diizinkan). yaitu kesanggupan dan kecakapan seseorang dalam melaksanakan tugas.4) Kemampuan teknis. e.

b. c. 2) Periksa apakah Bendaharawan merangkap jabatan yang dilarang dalam pasal 78 ICW 3) Dapatkan struktur organisasi keuangan dan perlengkapan.3) Memeriksa apakah dokumen/ data yang berhubungan dengan keuangan telah disampaikan dan dicatat secara tertib. serta teliti apakah telah ada uraian tugas yang mencerminkan pembagian tugas. Langkah kerja pemeriksaan organisasi 1) Pemeriksa meminta fotokopi SK Pengangkatan bendaharawan Belanja Rutin dan atasan langsung Bendaharawan Belanja Rutin. dan tanggung jawab yang jelas. 5) Memeriksa apakah SPK/ kontrak telah memenuhi syarat 12 . wewenang. 4) Memeriksa apakah rekanan yang melaksanakan pengadaan barang. 3) Meneliti apakah ada pengadaan yang dipecah-pecah untuk menghindari pelelangan. pekerjaan pemeliharaan telah memenuhi syarat untuk pekerjaan yang dilaksanakan. Langkah kerja pemeriksaan bukti/ data keuangan 1) Meneliti kesesuaian pembayaran atas pengadaan barang/ pekerjaan pemeliharaan dengan rencana dan kebutuhan masing-masing unit kerja dengan memperhatikan efisiensi dan efektivitas 2) Mengelompokkan cara pelaksanaan barang/ pekerjaan pemeliharaan untuk memeriksa kebenaran prosedur.

2) Meneliti apakah Bendaharawan telah melakukan kewajibannya memungut PPh pasal 22 atas penyerahan barang/ jasa yang dilakukan. penyelesaian pekerjaan dibuatkan berita acara penerimaan penerimaan barang/penyelesaian pekerjaan 9) Memeriksa apakah bukti pembayaran/ kuitansi telah memenuhi syarat. maka tentukan siapa yang bertanggung jawab atas kerugian negara tersebut. spesifikasi. 2) Jika dari temuan tersebut terjadi ketidaksesuaian. 7) Memeriksa apakah harga barang/ pekerjaan sudah merupakan harga yang paling rendah dan menguntungkan bagi negara. periksalah apakah telah dipungut dendanya sesuai dengan SPK yang bersangkutan e. yaitu dari segi kuantitas. 8) Memeriksa apakah penerimaan barang. Langkah Kerja Pemeriksaan Fisik: 1) Memeriksa apakah pelaksanaan pengadaan barang/ pekerjaan telah sesuai dengan SPK/ kontrak yang bersangkutan. Langkah kerja Pemeriksaan Pungutan Pajak 1) Meneliti apakah Bendaharawan telah melakukan kewajibannya memungut PPh pasal 21 atas honorarium yang dikeluarkan. 3) Meneliti apakah Bendaharawan telah melakukan kewajibannya memungut PPN dari pengusaha Kena Pajak 13 . 3) Jika terjadi kelambatan penyerahan barang/ pekerjaan.6) Memeriksa apakah dalam setiap pengadaan barang/ pekerjaan pemeliharaan telah menggunakan barang/jasa hasil produksi dalam negeri sepanjang telah dapat diproduksi dalam negeri. kualtas. d. jenis. waktu penyerahan barang/ penyelesaian pekerjaan.

Pemeriksaan kas ini didasarkan pada buku kas umum yang dipergunakan oleh bendaharawan untuk mencatat transaksi kas yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah. Sisa kas terdiri dari uang tunai. (4) Buku Kas Umum ditutup dan ditandatangani oleh Bendaharawan dan Kepala Sekolah. f. (2) sisa kas apakah sama dengan sisa di buku kas umum. (3) setelah selesai pemeriksaan kas maka perlu dibuat Register Penutupan Kas. 14 . 2) Meneliti apakah pejabat yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan perlengkapan telah melakukan pemeriksaan penyimpanan barang inventaris yang dikelolanya. Pemeriksaan kas sewaktu-waktu dan penutupan buku kas umum secara bulanan merupakan tanggung jawab kepala sekolah. baik secara langsung melihat fisik barangnya maupun melalui pembukuannya.4) Meneliti apakah Bendaharawan telah menyetorkan hasil pungutan tersebut ke kas negara secara tepat waktu. Langkah kerja Pemeriksaan Pengawasan Atasan Langsung 1) Memeriksa apakah atasan Langsung Bendaharawan telah melakukan pemeriksaan kas terhadap Bendaharawan sedikitnya tiga bulan sekali. Adapunbeberapa poin yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan kas adalah: (1) periksa bukti-bukti pengeluaran. surat berharga lainnya. saldo di bank.

4) Kelengkapan Lampiran SPJ: a.C. maka dibuatkan Surat Peringatan II. 2) Apabila tanggal 10 bulan berikutnya SPJ belum diterima oleh Bagian KeuanganSekretariat Daerah maka tanggal 11 dikirimkan Surat Peringatan I. Sobekan BKU lembar 2 dan 3 c. Pelaporan dan Pertanggungjawaban Keuangan Sekolah Penerimaan dan pengeluaran keuangan sekolah harus dilaporkan dan dipertanggungjawabkan secara rutin sesuai peraturan yang berlaku. 3) Apabila sampai dengan tanggal 20 bulan berikutnya SPJ juga belum dikirimkan pada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah. Daftar Penerimaan dan Pengeluaran UUDP 15 . Surat pengantar b. PEMBAHASAN 1. Pelaporan dan pertanggungjawaban anggaran yang berasal dari usaha mandiri sekolah dilakukan secara rinci dan transparan kepada dewan guru dan staf sekolah. Pelaporan dan pertanggungjawaban anggaran yang berasal dari orang tua siswa dan masyarakat dilakukan secara rinci dan transparan sesuai dengan sumber dananya. Pertanggungjawaban anggaran rutin dan pembangunan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut: 1) Selambat-lambatnya tanggal 10 setiap bulan Bendaharawan mengirimkan Surat Pertanggungjawaban(SPJ) kepada Walikota/ Bupati melalui Bagian Keuangan Sekretariat Daerah. Daftar Penerimaan dan Pengeluaran per pasal/komponen d.

000. Daftar Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Pajak l.000..e. Surat Pesanan. Bukti Pengeluaran /kuitansi asli dan lembar II beserta dengan bukti pendukung lainnya. 6) Diatas Rp 5. g.. kuitansi. Surat Perintah Kerja(SPK). Biaya perjalanan dinas dilampiri 1) Kuitansi/ bukti pengeluaran uang 2) Surat Perintah Tugas(SPT) 3) Surat Perintah Perjalanan Dinas(SPPD) lembar I dan II b. Register penutupan Kas setiap 3 bulan sekali. Penunjukan langsung barang dan jasa 4) Sampai dengan Rp 1. i.dilampiri: Surat penawaran.000.000.dilampiri: Surat penawaran. Pemimpin proyek/ 16 .22. Kuitansi. Bukti Pendukung/ Lampiran SPJ a. Berita acara Pemeriksaan Barang. j. Laporan Keadaan Kas Rutin/ Pembangunan (LKKR/LKKP) Tabel I dan II f. 5.000. Surat Penunjukan Pelaksanaan Pekerjaan. faktur pajak.dilampiri kuitansi dan faktur pajak 5) Pembelian diatas Rp 1..000. Daftar Perincian Penerimaan dan Pengeluaran Pajak(Bend. Fotokopi SPMU Beban Tetap dan Beban Sementara h. berita acara serah terima/ penyelesaian pekerjaan.000.sampai dengan Rp 5. Fotokopi Rekening Koran dari bank yang ditunjuk.sampai dengan Rp 15.000.000..000. berita acara serah terima/ penyelesaian pekerjaan.15) Bukti Setor PPN/PPh 21. disusun per digit/ komponen.23 (fotokopi SSP) k. faktur/nota.

Pemungutan Perpajakan No 1 Jenis Kegiata Penggunaan Dana Seluruh kegiatan penerimaan siswa baru/Pendaftaran ulang siswa lama : •Alat tulis. bahan dan pengadaan materi • Honor panitia dan guru pengajar. palang merah remaja • Alat tulis. 1. 2.5 % 15 % (PNS Gol. Kab/Kota dan Provinsi 3. Sekolah. Komponen Pelaporan Tingkat Sekolah No. Komponen Laporan Sekolah        Uraian Komponen laporan Nama siswa miskin yang gratis Jumlah dana dan penggunaannya Lembar Kritik Lembar Pengaduan Daftar buku yang dibeli Rekapitulasi Kab/Kota tantang buku yang dibeli Rekapitulasi provinsi tentang buku yang dibeli 2. olah raga.III A ke atas atau 5 % (Non PNS) 17 . kesenian.5 % 10 % 1.Atasan Langsung Bendaharawan diwajibkan menyusun/ melampirkan OE/ HPS sebagai acuan melakukan negosiasi baik harga maupun kualitas barang/ jasa yang dibutuhkan. karya ilmiah remaja. remedial /pengayaan ……………… 1. pengadaan formulir •Honor panitia Jenis Pajak (%) PPN PPh 10 % 1. pramuka.5 % 15 % (PNS Gol.III A ke atas atau 5 % (Non PNS) 2 3 Buku Perpustakaan : • Buku teks pelajaran • Buku referensi Kagiatan pembelajaran bahan ulangan harian . konsumsi.

MGMP. • ATK • Penggandaan soal ulangan/ujian/laporan • Penulisan soal : ulangan/ujian sekolah • Honorarium : penulis soal ujian.5 % 15 % (PNS Gol. pengawas ulangan/ujian.5 15 % (PNS Gol. KKKS. pembuatan laporan evaluasi siswa Membeli bahan habis pakai/pendukung proses belajar mengajar : • Buku : tulis. bahan penggandaan • Honor : Bulanan dan penulis naskah materi paparan. MKKS : • ATK. stensil. pintu jendela. mebelair rusak. makan minum sekolah sehari-hari Membayar daya langganan dan jasa • Listrik. peserta 10 % 1. bahan praktikum • Langganan Koran.III A ke atas atau 5 % (Non PNS) 5 10 % 1.5 1.5 % 8 Non PPN 5% 9 10 % …… 1. kebocoran. KM atau WC : • Pengadaan bahan • Honor atau ongkos tukang Membayar honorarium guru/tenaga kependidikan honorer Pengembangan propesi guru : KKG.No 4 Jenis Kegiata Penggunaan Dana Pengelolaan kegiatan penulisan bahan ulangan harian/umum. dan telepon • Pasangan baru listrik. ujian sekolah dan laporan hasil belajar siswa . pemeriksa ujian. IIIA ke atas/ 5 % (non PNS) 18 . air.5 % 7 Membayar biaya perawatan ringan sekolah secara swakelola • Pengecatan. inventaris. narasumber. induk siswa.5 % 6 10 % 1. air dan telepon bila ada jaringan • Membeli genset jika tidak ada jaringan listrik untuk KBM Jenis Pajak (%) PPN PPh 10 % 10 % - 1.

100.5 % 15 % (PNS Gol.000 Rp. 1. 15 %15 % (PNS Gol. 110.000 Rp. media pembelajaran. alat peraga.100. dan mebelair SMP terbuka : • Honor guru : bina.100. IIIA ke atas/ 5 % (non PNS) 1.000 Rp.000 % PPh Tidak dikenakan 5% 5% 5% 19 . 110.000 Lebih dari Besarnya Upah Bulan Berjalan Tidak lebih Lebih dari dari Rp.000 Rp. pamong. 110.000 Rp. 1.No 10 Jenis Kegiata Penggunaan Dana Biaya transportasi siswa miskin atau membeli sepeda Biaya kegiatan penelolaan BOS • ATK dan Penggandaan laporan • Honor penyusunan laporan Jenis Pajak (%) PPN PPh Non PPn Non PPh 11 10 % …… 12 13 Pembelian komputer Dana BOS yang masih sisa dapat dibelikan mesin Tik. IIIA ke atas/ 5 % (non PNS) Pedoman Pembayaran Honorarium Tenaga Lepas sekolah Negeri/Swasta Besarnya Upah harian No 1 2 3 4 Tidak lebih dari Rp. 110.5 5 1. 1. 1.100. TU dan pesuruh • Dana BOS Buku sama dengan penjelasan untuk SD/SMP reguler 10 % 10 % 1.000 Rp.5 % 14 …………….

000 s/d Rp. Kirimkan laporan pertanggungjawaban keuangan setiap : Rujukan Pda Ketentuan/Format • Format BOS K.Pertanggungjawaban Keuangan Tingkat Tugas & Tanggung jawab 1.000 • Format BOS K-2 • Format BOS K-3.1 • Format BOS K.Pedoman pengelolaan dana BOS & BOS Buku 3.000 • Dengan materai seharga Rp. 3.Pembukuan : • Buku Kas Umum • Buku Pembantu Kas Tunai • Buku Pembantu Bank • Buku Pembantu Pajak 4. K-4. 1.000. Pelaporan : laporkan/simpan/tata • setiap pelaksanaan kegiatan • Arsip dan data keuangan • Ditata dengan rapih sesuai dewngan nomor dan tanggal pelaksanaan kegiatan • Kirimkan laporan ke Tim Manajemen BOS Kabupaten • Simpan di tempat yang aman dan mudah ditemukan format lainnya dan dokumen pendukung 6.000 • Rp. 250. 250. 6. K-5 dan K-6 • Triwulan • Semester dan Tahunan 20 .000 5.Menyusun RAPBS • Dana BOS & BOS Buku • Jenis Penggunaan & Pengeluaran 2. 100.2 Sama seperti butir 1-4 propinsi/Kab/Kota • Format BOS K-3 • Format BOS K-4 • Format BOS K-5 • Format BOS K-6 •Tanpa materai • Dengan materai seharga Rp.000 • Lebih besar dari Rp.Bukti Pengeluaran : Semua transaksi harus disertai Kwitasni sbb : • Besar transaksi Rp.

maka dana tersebut akan dipertanggungjawabkan oleh kepala sekolah kepada orang tua siswa. Pengevaluasian dilakukan setiap triwulan atau per semester. Penggunaan dana BOS sepenuhnya menjadi tanggung jawab lembaga yang kegiatannya mencakup pencatatan penerimaan dan pengeluaran uang serta pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan.D. Bukti-bukti pengeluaran 21 . Hal-hal yang harus diperhatikan atau dijadikan pedoman dalam laporan dan pertanggungjawaban BOS ini antara lain : 1. Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) atau RAPBS 2. Begitu pula jika dana tersebut bersumber dari pemerintah maka akan dipertanggungjawabkan kepada pemerintah. sehingga memudahkan proses pengawasan atas penggunaan dana. Jika dana tersebut diperoleh dari orang tua siswa. Kepala sekolah wajib menyampaikan laporan di bidang keuangan terutama mengenai penerimaan dan pengeluaran keuangan sekolah. Untuk dana yang bersumber dari pemerintah khususnya Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Buku petunjuk penggunaan Dana BOS dan BOS Buku 3. Pembukuan (yang berisi format-format yang digunakan dalam setiap pos kegiatan) 4. Dana yangdigunakan akan dipertanggungjawabkan kepada sumber dana. KESIMPULAN Penerimaan dan pengeluaran keuangan sekolah harus dilaporkan dan dipertanggungjawabkan secara rutin sesuai peraturan yang berlaku. sekolah harus melaporkan dan memper- tanggungjawabkannya ke Tim Manajemen Kab/Kota.

Hal terpenting dalam pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan sekolah harus memenuhi unsur-unsur : a. 22 . semester dan tahunan. Waktu yang dipergunakan atau ditentukan untuk laporan dan pertanggungjawaban keuangan disampikan setiap triwulan. Setiap kegiatan wajib dibuatkan laporan hasil pelaksanaan kegiatannya b. disimpan dan ditata dengan rapi dalam urutan nomor dan tanggal kejadiannya serta disimpan di suatu tempat yang aman dan mudah untuk ditemukan setiap saat. baik yang berupa laporan-laporan keuangan maupun dokumen pendukungnya. Seluruh arsip data keuangan.

Yogyakarta: Liberty. Jakarta : Depdiknas. PP No. Jusuf. Jakarta: Ghalia Indonesia. Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Depdiknas Surya Dharma (2007) Manajemen Keuangan Sekolah. Basu. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. 1990. Jakarta: CV Tamita Utama 23 . Dasar-dasar Manajemen. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. M. Azas-azas Manajemen Modern.REFERENSI Buku Pedoman Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2009. Pengantar Ilmu Manajemen: Buku Panduan Mahasiswa. A. 1985. dan Udaya. Swastha. Jakarta : Depdiknas Kadarman. 1992.M. Manullang.