TUGAS IPA PENYAKIT, HAMA DAN GULMA PADA TUMBUHAN

DISUSUN OLEH :
NAMA KELAS NO. ABSEN : AINUL YAQIN : VIII E : 03

MTs. NEGERI KOTA PROBOLINGGO TAHUN 2011 – 2012

dan jamur. Kutu bergerombol di pucuk . Hama Hama tumbuhan adalah organisme yang menyerang tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkemabanganya terganggu. tungau. Penyakit Tanaman Penyakit tanaman adalah gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh mikroorganisme. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman yang bukan dari famili kacang-kacangan dan penyemprotan dengan PESTONA. 2. Gulma sering tumbuh di selasela tanaman. Mikroorganisme itu dapat berupa virus. walang sangit. wereng. Gulma Gulma adalah tanaman pengganggu. 3. Kutu daun (Aphis cracivora Koch) Gejala: pertumbuhan terlambat karena hama mengisap cairan sel tanaman dan penurunan hasil panen. bakteri. pangkal batang terjadi perakaran sekunder dan membengkak. PENYAKIT TANAMAN. 2. Hama 1. Selain itu gula juga dapat menutupi sehingga tanaman yang kita tanaman kekurangan sinar matahari. atau serangga. akibatnya proses fotosintesis tanaman menjadi terhambat. pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan. DAN GULMA 1. air. Gulma bersaing dengan tanaman yang kita tanam untuk mendapatkan mineral dan air dari dalam tanah. Penyebaran penyakit tanaman dapat melalui angin. Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon) Gejala: terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun.HAMA. Hama yang menyerang tumbuhan antara lain tikus. ulat dan sebagainya.

Tikus sangat aktif di malam hari. dan kemampuan untuk berkembang biak yang sangat tinggi. Tikus merupakan hama yang sering kali membuat pusing para petani. tumbuhan yang disarang tidak hanya biji – bijian tetapi juga batang . Disemprot dengan PESTONA 6. juga menyerang polong. Masa reproduksi yang relative singkat menyebabkan tikus cepat bertambah banyak. Benih kacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji. Pengendalian: dengan kultur teknis. mobilitas. Hal ini diesbabkan tikus sulit dikendalikan karena memiliki daya adaptasi.) Gejala: daun berlubang dengan ukuran tidak pasti. 5. Semprot Natural VITURA 4. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dan menjaga kebersihan kebun dari sisa. Ulat bunga ( Maruca testualis) Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka. serangan berat di musim kemarau.lubang. Tikus berbagai menyerang Bagian tumbuhan. penanaman serempak. Ulat grayak (Spodoptera litura F. Pengendalian: dengan membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama. hancur sampai 90%.sisa tanaman. Potensi perkembangbiakan tikus sangat tergantung dari makanan yang tersedia. kemudian memakan polong. Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L) Gejala: biji dirusak berlubang. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dengan tanaman bukan famili kacang-kacangan dan penyemprotan Natural BVR 3. rotasi tanaman.tanaman dan berperan sebagai vektor virus.

yaitu dengan melakukan penanaman secara serentak maupun dengan pergiliran tanaman. Menggunakan musuh alami tikus. Pergiliran tanaman dilakukan untuk memutus siklus hidup wereng dengan cara menanam tanaman palawija atau tanah dibiarkan selama 1 – 2 bulan. Apabila keadaan sawah itu rusak maka berarti sawah tersebut diserang tikus. yaitu dengan menggunakan musuh alami wereng. Hama wereng ini dapat dikendalikan dengan cara – cara sebagai betikut : a. yaitu ular. Untuk mengatasi serangan hama tikus. Pengaturan pola tanam. kumbang . Selain itu penggunaan racun harus hati hati karena juga berbahaya bagi hewan ternak dan manusia. Pengandalian hayati. b. misalnya laba – laba predator Lycosa Pseudoannulata. Membongkar dan menutup lubang tempat bersembunyi para tikus dan menangkap tikusnya. c. Menggunakan rodentisida (pembasmi tikus) atau dengan memasang umpan beracun. b.tumbuhan muda. Tikus membuat lubang – lubang pada pematang sawah dan sering berlindung di semak – semak. Wereng adalah sejenis kepik yang menyebabkan tumbuhan daun dan – batang lubang. 7. Peracunan ini sebaiknya dilakukna sebelum tanaman padi berbunga dan berbiji. kepik Microvelia douglasi dan Cyrtorhinuss lividipenis. yaitu irisan ubi jalar atau singkong yang telah direndam sebelumnya dengan fosforus. Menanam tanaman secara bersamaan agar dapat menuai dalam waktu yang bersamaan pula sehingga tidak ada kesempatan bigi tikus untuk mendapatkan makanan setelah tanaman dipanen. dapat dilakukan cara – cara sebagai berikut : a. sehingga tikus mudah untuk memakan biji – bijian. dan pada akhirnya mati. berlubang kemudian kering. Yang membuat para tikus kuat memakan biji – bijian sehingga merugikan para petani adalah gigi serinya yang kuat dan tajam.

Hewan yang tinggal berdekatan dengan pemukiman dapat menjadi terbiasa dengan manusia dan berani mendekati rumah. chek-cek-cek-cek-cek. Di pagi dan sore hari. Pada daun yang terserang kutu akan timbul bercak – bercak kecil kemudian daun akan menjadi kuning lalu gugur. dan Synarmonia octomaculata. “ . dan dapat beranak kapan saja sepanjang tahun. efisien. Bajing kelapa terutama menyebar luas di dataran rendah hingga wilayah perbukitan. dilakukan apabila cara lain tidak mungkin untuk dilakukan. c. Bajing kelapa melahirkan anak hingga empat ekor. TUNGAU Tungau (kutu kecil) bisaanya terdapat di sebuah bawah daun untuk mengisap daun tersebut. Pengandalian kimia. dan aman bagi lingkungan. atau bunyi tunggal nyaring “ .. Dalam ilmu biologi. . 8. kebun campuran (wanatani).Paederuss fuscipes. hutan kota dan taman. yang dikeluarkannya sambil menggerak-gerakkan ekornya.. bajing tidak sama dengan tupai. Ophinea nigrofasciata.chek. BAJING Bajing adalah nama umum bagi sekelompok mamalia pengerat dari suku Sciuridae. Penggunaan insektisida diusahakan sedemikan rupa sehingga efektif. yaitu dengan menggunakan insektisida. berupa bola dari ranting dan serat tumbuhan berlapis-lapis. serta beberapa jenis hutan di dekat pantai. hutan sekunder. Hama ini dapat diatasi dengan cara mengumpulkan daun – daun yang terserang hama pada suatu tempat dan dibakar 9. Kata yang berpadanan dalam bahasa Inggris adalah squirrel. kerap terdengar bunyinya yang tajam bergema.. Hama ini banyak terdapat pada musim kemarau. chwit !”. Sarangnya sering ditemukan di lubang-lubang kayu atau di antara pelepah daun palma. ”. Hewan ini merupakan salah satu jenis mamalia liar yang paling mudah terlihat di kebun pekarangan. bahkan mengambil makanan yang disodorkan manusia..

Pupa berwarna kuning kecoklatan terletak di dalam tanah. imago betina sayapnya berkembang setengah. Pengendaliannya diutamakan pada penanaman varitas yang tahan. 3. Anjing tanah atau orong-orong (Gryllotalpa hirsuta atau Gryllotalpa African Gejala serangan : 1. yang jantan dapat mengerik di senja hari. Hidup dibawah tanah yang lembab dengan membuat terowongan. Lalat bibit meletakkan telur pada pelepah daun padi pada senja hari. . 11. Pengendaliannya : 1.10. Lalat bibit (Atherigona exigua. Memakan hewan-hewan kecil (predator). 2. Oryzae) Gejala serangan : 1. tetapi tingkat kerusakan tanaman lebih besar dari pada manfaatnya sebagai predator. 3. Telur menetas setelah dua hari dan larva merusak titik tumbuh. Nimfa muda memakan humus dan akar tanaman. Setelah keluar dari pupa selama 1 minggu menjadi imago yang siap kawin. A. Pengendaliannya : 1. Pengendaliannya diarahkan pada pengolahan tanah yang baik agar terowongan rusak. Hama ini menyerang terutama pada kondisi kelembaban udara tinggi. 2.

Musuhnya tikus itu ialah Ular. sering kali manusia menggunakan oat – obatan anti hama. Pengunaan pertisida yang berlebihan dan tidak tepat justru dapat menimbulkan bahaya yang lebih besat. Belalang. tetapi mereka merusak tumbuhan dengan mengganggu proses – proses dalam tubuh tumbuhan sehingga mematikan tumbuhan. Secara alamiah.PENYAKIT PADA TUMBUHAN Tumbuhan tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. aktivitas hidupnya terganggu dan dapat menyebabkan kematian. Hal itu disebabkan karena pestisida dapat menimbulkan kekebalan pada hama dan penyakit. walang sangit merupakan beberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman. bakteri. secara ilmiah. Namun. Adapun pestisida yang digunakan untuk membasmi jamur disebut fungsida. bakteri. Pembasmi hama dan penyakit menggunakan pestisida dan obat harus secara hati – hati dan tepat guna. Musuh alami tikus ini dapat mengendalikan jumlah populasi tikus. Akan tetapi. kumbang. Akibatnya. dan jamur disebut penyakit. Sayangnya binatang – binatang tersebut ditangkapi oleh manusia sehingga tikus tidak lagi memiliki pemangsa alami. karena ulah manusia. Sesungguhnya. sering kali musuh alamiah hama hilang. Untuk membasmi hama dan penyakit. Pestisida yang digunakan untuk membasmi serangga disebut insektisida. bagian tubuhnya utuh. Salah satu contoh kasus yang sering terjadi adalah hama tikus. Burung hantu. dan elang. B. Oleh karena itu. tumbuhan yang terserang penyakit. Akibat hama tersebut merajalela. Kadang tumbuhan mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus. Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan memakannya. Penyakit yang menyerang tumbuhan banyak disebabkan oleh . Tidak seperti hama. sesungguhnya hama mempunyai musuh yang dapat mengendalikannya. penyakit tidak memakan tumbuhan. wereng. Oleh karena itu pengguna obat – obatan anti hama dan penyakit hendaknya diusahakan seminimal dan sebijak mungkin. tikus mempunyai musuh yang memamngsanya. atau jamur). jumlah tikus menjadi sangat banyak dan menjadi hama pertanian. tikus. umumnya. Penyakit Tumbuhan Jenis – jenis penyakit yang menyerang tumbuhan sangat banyak jumlahnya. ulat. Gangguan terhadap tumbuhan yang disebabkan oleh virus.

batang. ranting. 2. Bagian tumbuh tumbuhan yang diserang bakteri akan mengeluarkan lendir keruh. baunya sangat menusuk. Bakteri Bakteri dapat membusukkan daun. Penyakit tumbuhan juga dapat disebabkan oleh virus. dan alga. Jika kondisi ini dibiarkan. hingga buahnya. Dari bercak – bercak tersebut akan keluar jamur berwarna putih atau oranye yang dapat meluas ke seluruh permukaan ranting atau daun sehingga pada akhirnya kering dan rontok. Jaringan yang terserang akan mengeluarkan getah atau cairan. Penyakit ini menyebabkan bagian tumbuhan yang terserang. Jamur Jamur adalah salah satu organisme penyebab penyakit yang menyerang hampir semua bagian tumbuhan. akan menyebabkan bercak – bercak kecokelatan. dan lengket jika disentuh. lama – kelamaan tumbuhan akan mati. mulai dari akar. bakteri. Batang yang terserang umumnya akan membusuk. Penyebaran jenis penyakit ini dapat disebabkan oleh angin. jaringan kayu akan membusuk. bunga.mikroorganisme. Setelah membusuk. dan kemudian membusukkan jaringan kayu. atau sentuhan tangan. air. misalnya buah. batang. akan menjadi busuk. daun. serangga. misalnya jamur. Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri adalah penyakit yang menyerang pembuluh tapis batang jeruk (citrus vein phloem degeneration atau CVPD). kemudian seluruh dahan yang ada di atasnya akan layu dan mati. Jika jamur ini mengganggu proses fotosintesis karena menutupi permukaan daun. mula – mula dari arah kulit kemudian menjalar ke dalam. Jika menyerang bagian ranting dan permukaan daun. Tumbuhan yang diserang bakteri dapat diatasi dengan menggunakan bakterisida. Contoh penyakit yang disebabkan oleh jamur adalah sebagai berikut. dan akar tumbuhan. 1. CVPD disebabken oleh bakteri Serratia .

Contoh penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain penyakit daun tembakau yang berbercak – bercak putis. jambu biji. Penyakit CVPD yang belum parang dapat disembuhkan dengan terramycin. Bagian tumbuhan yang diserang oleh alga biasanya bagian daun. dan rambutan. . Penyakit yang disebabkan oleh virus cukup berbahaya karena dapat menular dan menyebar ke seluruh tumbuhan dengan cepat. ditandai adanya bercak berwarna kelabu kehijauan pada daun. kemudian pada permukaannya tumbuh rambut berwarnya cokelat kemerahan. Virus Selain bakteri dan jamur. b. a. Virus juga dapat menyerang jeruk. tungau. Usahakan tumbuhan selalu dalam kondisi prima atau sehat dengan cara tercukupi segala kebutuhan zat haranya. tumbuhan dapat terserang oleh virus. pangkaslah sehingga selaruh bagian tumbuhan mendapatkan sinar matahari yang cukup. Jangan biarkan tumbuhan terserang kutu. c. Penyakit ini disebabkan oleh virus TMV (tabacco mosaic virus) yang menyerang permukaan atas daun tembakau. bercak yang timbul sangat banyak sehingga cukup merugikan Langkah – langkah yang harus dilakukan agar tumbuhan tidak tersenang penyakit antara lain sebagai berikut. 4. sehingga lama – kelamaan akan mati. Tumbuhan yang sudah terlanjur diserang sulit untuk disembuhkan. Alga (Ganggang) Keberadaan alga juga perlu diaspadai karena dapat menyebabkan bercak karat merah pada daun tumbuhan. Meskipun ukurannya kecil. dalam kondisi yang sehat. Gejalanya adalah kuncup daun menjadi kecil dan berwarna kuning. buah menjadi kuning. 3. atau hewan yang lain yang serung membawa bakteri atau jamur. Tumbuhan yang biasanya diserang antara lain jeruk.marcescens. Jangan membiarkan tumbuhan terlalu rimbun. yang merupakan sejenis antibiotik. Penularan melalui perantara serangga.

Perhatikan tumbuhan sesering mungkun sehingga penyakit dapat terdeteksi sedini mungkin. Penggunaan pertisida sebagai alternative terakhir untuk pengobatan hama dan penyakit pada tumbuhan. maupun baik pestisida petunjuk pemakaiannya. “Penggunaan Pestisida untuk Memberantas Hama dan Penyakit” i. e. Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida harus memperhatikan jenis hama dan penyakit yang ada. f. g. b. . Formulasi pertisida harus sesuai. Pemantauan juga bermanfaat agar penyemprotan tidak terlambat dengan menggunakan dosis dan waktu yang tepat sehingga pengendalian hama dan penyakit dapat berhasil. disesuaikan dengan tahap perkembangan hama. d. a. Pestisida sistemik (masuk ke jaringan tumbuhan) atau kontak bersentuhan dengan hama. populasi. Usahakan lingkungan selalu bersih. c. Pestisida harus selektif. Hasil pemantauan rutin dapat digunakan untuk mengetahui Janis hama dan penyakit yang menyerang. kutu putih mungkin sulit dikendalikan dengan perstisida kontak karena tubuhnya memiliki lapisan luar yang dapat melindunginya dari semprotan langsung. pangkaslah bagian tumbuhan (daun. serta tahap pengembangan hama tersebut. h. Misalnya untuk hama yang masuk ke dalam bunga kurang cocok jika digunakan penyemprotan. Pestisida sistemik akan lebih efektif karena larva yang baru menetas dan makan daun akan meti karena bahan aktif yanga ada dalam tumbuhan akan meracuni hama tersebut. Pada fase dewasa. ranting) yang terserang. Penggunaan pestisida dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan hal -– hal berikut. dan menentukan jenis pestisida yang sesuai sasaran.d. yaitu untuk hama atau penyakit yang menyerang jenis tanaman tertentu. Penggunaan mengenai pestisida pilihan sintetis membutuhkan yang aman kecermatan. Jika terdapat gejala – gejala yang tampak. Pestisida biologi disesuaikan dengan jenis hama yang menyerang. namun lebig efektif jika berbentuk kabut sehingga lebih mudak untuk masuk ke dalam bunga. buah. kemudian dibakar agar tidak menular ke bagian atau tumbuhan yang lainnya.

Penyakit ditularkan oleh vektor kutu daun. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit mosaik. 7. yaitu pada daun terdapat bercak kebasahan yang bentuknya tidak teratur. Bercak tersebut kemudian melebar dan melekuk. berwarna cokelat tua kehitaman. semprot vector kutu daun dan tanaman yang terserang dicabut dan dibakar. 8. Pengendalian: gunakan benih sehat dan bebas virus. bercak tampak . Penyakit Antraknose Penyakit Antraknose ( jamur Colletotricum lindemuthianum ) Gejala serangan dapat diamati pada bibit yang baru berkecamabah. Penyakit mozaik Penyakit mozaik ( virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV).) Gejala: pertumbuhan tanaman terhambat. Gejala: pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak beraturan. 6. Penyakit sapu Penyakit sapu ( virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus. Pengendalian: dengan rotasi tanaman. perlakuan benih sebelum ditanam dengan Natural GLIO dan POC NASA dan membuang rumput-rumput dari sekitar tanaman. Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum ) Gejala: tanaman mendadak layu dan serangan berat menyeabkan tanaman mati. Jika kelembaban lingkungan tinggi. semacam kanker berwarna coklat pada bagian batang dan keping biji. tunas ketiak memendek dan membentuk "sapu". Pengendalian: dengan rotasi tanaman. perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati dan gunakan Natural GLIO pada awal tanam. Penyakit ditularkan kutu daun. ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek.5. Penyakit Busuk Basah Kubis Kubis yang terkena penyakit busuk basah menunjukkan gejala – gejala.

Pengendalian terhadap penyakit tersebut dapat dilakukan dengan cara mencegah masuknya jamur penyebab penyakit ke lahan – lahan yang bebas dari serangan jamur. Kemudian terbentuk bintil atau kelenjar yang tidak teratur. akar terserang infeksi sekunder sehingga akar busuk sama sekali. yaitu akarnya mengalami reaksi pembelahan dan pembesaran sel. Pengapuran dilakukan jika pada lahan tersebut tidak akan ditanami kentang. Penyakit akar gada disebabkan oleh jamur Plasmodiophora brassica. kemudian menguning. Penyakit Busuk Daun Bawang Merah Daun bawang merak yang terkena penyakit busuk daun menunjukkan gejala – gejala. dan disimpan di gudang yang mempunyai ventilasi cukup.Carotovora. 10. dan mongering. Penyakit busuk basah disebabkan oleh bakteri Erwinia carotovora pv. Infeksi bakteri sekunder mengakibatkan tanaman mengeluarkan bau busuk yang khas. layu. dan pengapuran.basah dan ada butir – butir cairan. Jika kondisi daun lingkungan berkembang Daun lembab. Penyakit Akar Gada Kubis Kubis yang terkena penyakit akar gada menunjukkan gejala – gejala. menjaga kelembaban tidak terlalu tinggi dengan cara menanam tanaman kubis dengan jarak tanam yang tidak terlalu rapat. 9. yaitu didekat ujung daun timbul bercak hijau pucat. Akhirnya daun menjadi hijau kelabu dan lebih cepat layu karena jaringan pengangkutnya rusak. hasil panen dicuci dengan air yang mengandung klorin atau borax 7. Daun yang telah mati berwarna putih dan banyak terdapat jamur hitam. Bila lingkungan basah. bintil – bintil tersebut bersatu menjadi bengkakan memanjang seperti gada. . Pengendalian terhadap penyakit tersebut adalah dengan menjaga kebersihan kebun dari sisa –sisa tanaman yang sakit. pembibitan dilahan bebas pathogen.5%. jamur dipermukaan berwarna putih ungu.

Pengendalian terhadap penyakit tersebut dapat dilakukan dengan cara menggunakan benih yang sehat atau bebas dari penyakit.Penyakit busuk daun disebabkan oleh jamur Perenospora destructor. . dan menyemprotkan fungisida. membakar daun – daun sisa panen.

Gulma dapat menjadi tempat persembunyian hama. Gulma – gulma ini akan berkompetisi dengan tanaman utama dalam mendapatkan unsur hara yang diperlukan pertumbuhannya. Contohnya adalah teki ladang (Cyperus rotundus). karena memiliki umbu batang di dalam tanah yang mampu bertahan berbulan – bulan. 2. Jenis gulma dominan b. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan pengendalian gulma antara lain sebagai berikut : a. Stolon ini di dalam tanah berbentuk jaringan rumit yang sulit diatasi secara mekanik. Berdasarkan karaktristik yang dimiliki. Gulma ini biasanya tumbuh pada akhir masa budi daya.GULMA Selain hama dan penyakit yang menyerang tumbuhan dan merugikan petani. Contoh dari gulma berdaun lebar ini adalah daun sendok. Gulma daun lebar Berbagai macam gulma dari ordo Dicotyledoneae termasuk dalam kelompok ini. “Pengendalian Gulma” Pengendalian gulma memerlukan strategi yang khas untuk setiap kasus. Teki Kelompok teki – tekian memiliki daya tahan luar biasa terhadap pengendalian mekanis. dan gulma daun lebar. Dampak ekonomi dan ekologi . Contohnya adalah alang – alang (Imperata cylindrica). rumput. Rumput Gulma dalam kelompok ini berdaun sempit seperti teki tetapi menghasilkan stolon. 3. gulma dibedakan menjadi 3 kelompok. yaitu teki. Alternatif pengendalian yang tersedia d. Pada petani kadang kurang memperhatikan gulma sehingga dalam kurun waktu tertentu populasi gulma sudah melebihi batas. 1. Tanaman budi daya utama c. Kompetisi terhadap tanaman utama berupa kompetisi cahaya. gulma juga perlu mendapat perhatian khusus. Pembersihan gulma sangat penting untuk menekan perkembangan hama yang dapat menyerang tumbuhan.

lesu. Padahal pengertian dari gulma itu sendiri yaitu tanaman pengganggu yang menekan pertumbuhan hama dan penyakit.). Setelah mempelajari tentang gulma yang selalu merugikan manusia.Saat ini cukup banyak hebisida (pembasmi gulma) yang tersedia di toko pertanian. entah kenapa tanaman ini termasuk gulma. asam urat. ada juga gulma yang tidak merugikan bagi siapapun. Tujuan pembersihan gulma antara lain untuk mengurangi tumbuhan pengganggu yang akan menjadi pesaing tanaman utama. tanaman ini tidak menunjukkan tanaman yang mendatangkan penyakit bagi manusia. kita perlu hati – hati dalam memilih dan menggunakan herbisida. malah kebalikannya. demam. jadi mengapa banyak orang yang menyebut tanaman ini menjadi tanaman gulma? Karena tanaman rosela ini mudah sekali terserang penyakit dan menularkannya ke tumbuhan lain. anti septik. anti cacing. Memperhatikan cara pemakaian herbisida dengan benar sangatlah dianjurkan. kami mendapatkan ini dari satu media Internet yang membahas tentang hama dan penyakit tumbuhan. yaitu tanaman Rosela (Hibiscus sabdariffa l. anti bakteri. menurunkan kolesterol dalam darah. Selain itu juga karena gulma merupakan inang alternetif dan tempat persembunyian hama penyakit. tanaman ini dapat menyembuhkan beberapa penyakit manusia. . penahan kekejangan. antara lain mengatasi batuk. Meskipun demikian. Melihat dari manfaat – manfaat tanaman ini. dan banyak sekali hewan – hewan hama hinggap di daun / batangnya. dilihat dari sisi manfaat tanaman rosela banyak sekali. gusi berdarah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful