Daftar Modul HSE
01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 010. 011. 012. 013. 014. 015. 016. 017. 018. 019. 020. 021. 022. 023. Isolasi Energi Berbahaya Memasuki Ruang Tertutup Klasifikasi Area Berbahaya Penanganan Bahan Berbahaya Identifikasi Bahaya Keselamatan Kerja Radiasi Keselamatan Kerja H2S Pengujian & Deteksi Gas Pengendalian Pekerjaan Berbahaya Dengan Dokumentasi Tabung Gas Bertekanan Aspek Kebakaran Scaffolding Alat Pelindung Diri Surat Ijin Kerja Keselamatan Penggalian Operasi Pengangkatan Accident Incident Investigation Bahaya Terhadap Kesehatan Kerja Tanggap Darurat Keselamatan Operasi Gas Purging Pengamatan Keselamatan Kerja Bekerja di Ketinggian Lingkungan Kerja Aman

Modul Sertifikasi SI, GSI & AT PT. PERTAMINA PERSERO HSE Corporate

Bekerja Di Ketinggian
Tujuan Modul 1. Pendahuluan 2. Rencana Bekerja di Ketinggian 3. Sistem Pelindung Jatuh dari Ketinggian 4. Rencana Penyelamatan Daftar Pustaka Lampiran : Matriks Kompetensi SIKA 2 3 9 23 65 70 72

• Mengerti bahaya bekerja di ketinggian. . • Mengetahui bagaimana cara menggunakan peralatan pencegah dan pelindung jatuh dari ketinggian. • Melakukan penilaian dan pengendalian resiko untuk bekerja di ketinggian.2 Tujuan Modul Tujuan Modul • Mengenal dan memahami standar dan prosedur serta prinsip-prinsip dasar bekerja di ketinggian.

1 3 Pendahuluan .

diantaranya adalah manusia dan peralatan. OSHA menyatakan bahwa resiko terjatuh tersebut tergantung pada beberapa faktor.8 m dari atas permukaan mempunyai resiko jatuh dengan cedera parah.4 Pendahuluan S etiap pekerja yang bekerja di ketinggian lebih dari 1. Semua pekerjaan pada ketinggian harus dilakukan dengan persiapan sebagai berikut: • Terencana dengan baik mulai dari persiapan. Pada dasarnya sistem pelindung jatuh dari ketinggian harus digunakan ketika ada kemungkinan bahaya jatuh pada suatu pekerjaan. dan • Dilakukan dengan menggunakan peralatan kerja yang sesuai. Pemilihan peralatan yang sesuai dan penggunaan alat pelindung dengan tepat dapat mencegah kecelakaan jatuh dari ketinggian. baik untuk mencegah . perizinan dan prosedur yang harus dipenuhi. Pekerja dan Perusahaan harus melakukan pelatihan penggunaan peralatan pelindung jatuh dari ketinggian. • Dilakukan hanya oleh orang yang berkualifikasi.

Pentingnya pelindung jatuh dari ketinggian dapat juga terkait dengan penggunaan jalan masuk yang salah ke suatu tempat di ketinggian atau tempat yang lebih rendah.Pendahuluan 5 jatuh ataupun untuk mengurangi kemungkinan adanya luka parah dan untuk memudahkan saat diperlukan pertolongan. Mengapa pelindung jatuh dari ketinggian diperlukan? Sistem pelindung jatuh dari ketinggian melindungi seseorang jatuh dari ketinggian dengan menggunakan sesuatu peralatan ataupun cara kerja untuk mencegah orang tersebut benar-benar jatuh atau mengurangi jarak jatuh dan juga mencegah orang dari kejatuhan material / benda. Inspeksi secara regular oleh orang yang mempunyai kualifikasi juga merupakan suatu keharusan. Prosedur dan catatan inspeksi dan perawatan peralatan pelindung jatuh harus ada dan diupdate. Pelatihan tentang bagaimana menggunakan dan memilih sistem pelindung jatuh dari ketinggian harus diberikan secara menyeluruh. .

jatuh dari ketinggian merupakan penyebab kematian paling besar pada pekerjaan konstruksi di Amerika. Pada tahun 1995. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu diantaranya adalah tidak peduli dengan resiko karena ia terlalu berani atau terbiasa mengambil resiko. • Satu dari setiap 10 pekerja meninggal karena jatuh. • Satu dari 11 pekerja meninggal karena kejatuhan material / benda. Mengapa orang mengenakan peralatan pelindung jatuh dari ketinggian tetapi ia tidak menggunakannya dengan benar?.6 Pendahuluan Saat ini. di Amerika: • Rata-rata 17 orang pekerja meninggal per hari. Dari 744 kecelakaan yang diteliti. 74 korban mengenakan “safety belt”. akan tetapi 75% dari korban tersebut tidak mengaitkannya. Pekerjaan konstruksi mempunyai 41% kecelakaan jatuh dari ketinggian. untuk menunjukkan .

Pendahuluan 7 “keberaniannya”. • Penggunaan peralatan yang tidak tepat. Faktor-faktor berikut berkontribusi terhadap resiko jatuh: • Kondisi lingkungan. dan faktor lain seperti kurangnya pelatihan. . kurangnya pengawasan. • Adanya puing (tersandung). seperti angin. licin. hujan. • Pikiran yang stress atau tindakan terburu-buru. • Kerusakan peralatan. dan kurangnya penekanan terhadap perlunya penggunaan peralatan dengan benar. • Dan lain sebagainya. pemilihan peralatan yang tidak tepat.

8 Pendahuluan .

Rencana Bekerja di Ketinggian 9 2 Rencana Bekerja di Ketinggian .

perencanaan kerja di ketinggian harus meliputi: • Evaluasi tempat kerja. Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi harus diidentifikasi dengan benar sesuai dengan tempat kerja dan proses kerja yang akan dilakukan. • Menentukan metode pelindung jatuh dari ketinggian yang akan digunakan untuk setiap bahaya yang teridentifikasi. • Identifikasi bahaya-bahaya jatuh dari ketinggian yang mungkin terjadi dan siapa saja yang akan terkena bahaya-bahaya tersebut. sebelum pekerjaan tersebut dimulai. • Evaluasi proses kerja yang akan dilakukan serta kebutuhan lain yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. • Pelatihan untuk para pekerja.8 m dari atas permukaan tanah tidak dapat dilaksanakan tanpa . Bekerja di ketinggian lebih dari 1. Pada dasarnya.10 Rencana Bekerja di Ketinggian H al yang paling penting untuk melakukan setiap pekerjaan dengan aman adalah perencanaan.

3. 4. Full body harness dengan menggunakan dobel latch dilengkapi snap hook kunci otomatis di setiap koneksi. • Menggunakan alat penahan jatuh yang dapat menopang setidaknya 2.275 kg beban tetap per orang dan memiliki: 1. Anchor / kaitan yang memadai. • Alat penahan jatuh dengan batas jatuh bebas sampai 1.Rencana Bekerja di Ketinggian 11 perlangkapan sebagai berikut: • Platform permanen yang dilengkapi dengan pagar (guardrail) dan sudah diuji oleh petugas yang kompeten.8 m atau kurang. • Inspeksi visual terhadap alat penahan jatuh. Setiap alat yang rusak harus diperbaiki. Lebih baik lagi bila dilengkapi dengan mounted overhead. • Pekerja yang terlatih / kompeten untuk melakukan pekerjaan di ketinggian. 2. Lanyard fiber sintetis. . Peredam kejut.

• Tempat untuk berlari / berjalan di ketinggian. akan meliputi: • Pekerjaan di pinggir tebing atau lereng.12 Rencana Bekerja di Ketinggian 2. Identifikasi tempat atau aktifitas dimana diperlukan sistem pelindung jatuh dari ketinggian. • Pekerjaan konstruksi dan penguatan baja. • Tempat kerja terbuka pada ketinggian dengan sisi / pinggir yang tidak terjaga. • Dekat permukaan rapuh atau getas (seperti plastik atau serat lembaran atap kaca atau skylight). • Penggalian dan lubang galian. Tempat Kerja Dimana Jatuh Bisa Terjadi Pada dasarnya tempat kerja dimana jatuh bisa terjadi mencakup hampir semua pekerjaan di ketinggian. • Pekerjaan di atas atap. pemancangan beton cetak dan pekerjaan konstruksi rumah. • Dekat poros yang tidak dijaga atau penggalian pada struktur yang tidak stabil (baik sementara atau tetap). • Daerah operasi pengangkatan.1. .

1 Lokasi-lokasi ketinggian .Rencana Bekerja di Ketinggian 13 Gambar 2.

hilangkan dengan segera. Ini berarti bahwa pekerja harus dilindungi dari bahaya jatuh dan / atau kejatuhan benda dari ketinggian 1. • Jika mengetahui adanya kemungkinan bahaya tersandung. dengan perhatian khusus untuk . menderita sakit atau takut berada di ketinggian. dimanapun dia berada. hujan dan angin.8 m. Secara umum: • Jangan pernah berjalan di atas ketinggian pada saat cuaca buruk. Hal-hal yang juga perlu dipertimbangkan adalah: • Akses menuju dan dari tempat kerja. • Kemampuan platform kerja untuk mendukung orang-orang yang diperlukan. • Gunakan peralatan pelindung jatuh dari ketinggian dengan benar sejak berada di ketinggian 1.2 m.14 Rencana Bekerja di Ketinggian Sistem pelindung jatuh dari ketinggian digunakan pada pekerjaan dengan ketinggian di atas 1.8 m dari atas permukaan paling rendah. • Peralatan. peralatan dan lainnya. Hal ini akan sangat berbahaya.

2. • Setiap perubahan tingkat. Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Bekerja di Ketinggian. Hanya orang yang memiliki pengetahuan menyeluruh mengenai tempat. • Posisi dari setiap tepi platform bekerja tidak dilindungi atau adanya penetrasi. • Pengaruh angin.Rencana Bekerja di Ketinggian 15 pekerjaan yang harus dilakukan. pelerengan dan kondisi pada platform kerja. peralatan dan cara kerja yang seharusnya diperbolehkan untuk melakukan identifikasi bahaya dan pengendalian resiko suatu pekerjaan. matahari dan temperatur. • kedekatannya dari setiap sumber energi seperti kabel listrik. hujan. sampah atau benda tetap dan menonjol. . gesekan.2. serta penghalang yang disebabkan oleh adanya bahan-bahan.

16 Rencana Bekerja di Ketinggian Gambar 2. yaitu: • Dapatkah terjadi kekeliruan atau kesalahan? • Bagaimana pekerja atau orang lain bisa terluka? • Sampai seberapa parahkah luka atau cedera tersebut? Dalam mengidentifikasi bahaya.2 Skema Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Resiko Bekerja di Ketinggian Ada tiga pertanyaan yang sering digunakan untuk mengidentifikasi bahaya. selain mengevaluasi tempat kerja. pertimbangkan pula beberapa hal sebagai berikut: .

• Apakah tepi dari tempat kerja mempunyai pagar pelindung. • Adakah bahaya lain yang mungkin akan menimpa pekerja. • Berapa jumlah pekerja yang akan terkena bahaya jatuh atau kejatuhan material / benda. Harus dilakukan survey lokasi untuk menentukan sarana jalan masuk dan keluar tempat kerja. • Berapa tinggi tempat kerja dari permukaan tanah. • Bagaimana jenis permukaan jalan atau kerja yang digunakan. akan melakukan • Apakah pekerja memerlukan pergerakan horizontal atau vertikal. identifikasi resiko dan observasi lingkungan kerja. Setiap resiko bekerja di ketinggian harus dinilai dan dikendalikan sampai pada taraf yang dapat diterima.Rencana Bekerja di Ketinggian 17 • Seberapa sering pekerja pekerjaan tersebut. . Harus dipertimbangkan juga bagaimana cara untuk melakukan pertolongan dengan aman jika terjadi kondisi darurat saat bekerja di ketinggian.

18 Rencana Bekerja di Ketinggian Tiga strategi utama yang sering digunakan untuk mengendalikan bahaya. . • Cara yang paling sederhana adalah memindahkan pekerjaan yang dilakukan ke bawah dan membatasi jenis dan jumlah pekerjaan di ketinggian. Pengendalian Rekayasa / Teknik • Sebagai hal pertama dipertimbangkan. • Gunakan akses (jalan masuk) permanen seperti tangga. tutup atas. walkway serta panggung sementara atau perancah yang dilengkapi dengan pagar dan jaring pelindung untuk mencegah pekerja jatuh dari ketinggian. • Gunakan atap kanopi. sehingga pekerja akan terhindar dari bahaya jatuh dari ketinggian. • Gunakan pemanjang peralatan dan kerjakan dari bawah. yang harus • Dilakukan dengan cara mendesain ulang atau mengganti peralatan atau tempat kerja. jaring untuk mencegah pekerja kejatuhan benda dari atas. adalah: a.

umpan balik. kondisi pekerja. termasuk di dalamnya adalah pergiliran kerja. penyesuaian. c. dan sebagainya. Alat Pelindung Diri (APD) • Ketika pengendalian rekayasa dan administrasi tidak mungkin dapat dilakukan. maka digunakan Alat Pelindung Diri untuk mencegah luka karena jatuh dari ketinggian.Rencana Bekerja di Ketinggian 19 b. • APD menciptakan penghalang antara pekerja dan bahaya. Pengendalian Administrasi • Mengurangi durasi. waktu istirahat yang cukup. modifikasi dan pelaksanaan. pengawasan berkala. • Membuat dan menerapkan tata cara kerja yang aman. • Pekerja yang sudah menggunakan sistem penahan jatuh personal masih mungkin terluka . perawatan. • Unsur utamanya adalah: pelatihan. periode penyesuaian. frekuensi dan keparahan dari paparan bahaya jatuh atau kejatuhan benda.

3. Tidak ada satu sistem yang dapat menyediakan sistem pelindung jatuh dari ketinggian untuk semua jenis pekerjaan. • APD merupakan alat pencegah kecelakaan yang paling terakhir. Gambar 2. jika tidak menggunakannya dengan baik dan benar.20 Rencana Bekerja di Ketinggian saat terjatuh. Menentukan Metode Pelindung Jatuh dari Ketinggian. Pertimbangkan beberapa faktor berikut saat .3 Contoh APD untuk bekerja di ketinggian 2. Kita harus menilai setiap jenis pekerjaan untuk menentukan sistem pelindung jatuh mana yang tepat untuk digunakan.

Rencana Bekerja di Ketinggian 21 menentukan sistem pelindung jatuh dari ketinggian: • Jarak dari permukaan bawah / tanah. • Adanya bahaya lain seperti kimia. udara panas atau dingin). pengelasan. • Kemungkinan akan adanya kesulitan dalam melakukan pekerjaan apabila menggunakan alat pelindung jatuh. Jika hal itu tidak bisa dilakukan. • Utamakan untuk mempertimbangkan terlebih dahulu penggunaan platform yang permanen atau walkway. maka mobile platform yang permanen dan perancah sementara dapat digunakan. • Kondisi lingkungan (angin. . hujan. • Jenis peralatan dan material yang diperlukan untuk setiap jenis alat pelindung jatuh. permukaan / ujung yang tajam / kasar dan sebagainya. • Jenis aktifitas yang memerlukan alat pelindung jatuh dari ketinggian. listrik. • Seberapa banyak pergerakan horizontal dan vertikal pekerja untuk setiap aktifitas.

• Pemilihan peralatan pelindung jatuh personal harus sesuai dengan standar yang dikenal dan diakui di dunia industri. .22 Rencana Bekerja di Ketinggian • Bagaimana pekerja akan diselamatkan pada saat mengalami keadaan darurat. • Tali dan pita yang digunakan untuk lanyard. lifeline dan komponen penguat pada body harness harus dibuat dari fiber sintetis.

Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 23 3 Sistem Pelindung Jatuh dari Ketinggian .

jaring. • Melindungi orang lain yang berada di bawah dan sekitar platform. seperti sistem penahan dan pengekang jatuh personal. guardrail / pagar. yaitu: • Pasif. perancah. tangga. yaitu bagian dan sistem yang harus dihubungkan satu dengan yang lainnya dan diaktifkan oleh pekerja. penutup / cover.1. dan sebagainya • Aktif. .24 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian S istem pelindung jatuh dari ketinggian dibagi menjadi dua. seperti platform. Platform tetap harus: • Dilengkapi dengan jalan masuk yang aman untuk menuju dan dari platform. Platform Tetap Scaffold atau perancah dan platform / panggung sementara lainnya tidak boleh digunakan sebagai platform tetap. yaitu sistem yang dibuat untuk menyediakan pelindung jatuh dari ketinggian tanpa memerlukan tindakan dari pekerja. • Melindungi pekerja selama berada di atas platform. 3.

2 Sistem Scaffold/Perancah portable di area kerja Scaffold adalah panggung / platform kerja sementara yang ditinggikan atau dibangun di tempat tinggi.2.1 Bentuk Platform tetap di area kerja 3.Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 25 Gambar 3. Scaffold / Perancah Gambar 3. .

26 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian Pekerja yang bekerja di scaffold akan menghadapi bahaya-bahaya sebagai berikut: • Jatuh dari ketinggian : disebabkan oleh terpeleset. • Saat platform scaffold atau papan landasan rusak. • Saat bekerja di platform scaffold yang tidak dipasang penghalang. • Runtuhnya scaffold karena ketidakstabilan dan beban berlebih. • Alas / papan panggung yang sudah rusak yang memungkinkan orang bisa jatuh Kemungkinan jatuh dari scaffold dapat terjadi pada aktifitas sebagai berikut: • Saat naik ke atau turun dari scaffold. • Tertimpa peralatan atau reruntuhan yang jatuh. jalan masuk yang tidak aman dan kurangnya pelindung jatuh. • Tersengat listrik dari jaringan listrik overhead. .

memenuhi aturan yang tepat dan tidak dipasang “scaff tag” yang menunjukkan adanya suatu larangan atau kerusakan.Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 27 Sebelum Digunakan Sebelum digunakan. • Mempunyai penerangan yang cukup untuk jalan dan platform kerja. • Scaffold dilengkapi dengan alat yang tepat dan jalan masuk dan keluar menuju / dari platform tidak terhalang. • Scaffold dilengkapi dengan alat yang tepat untuk memindahkan material ke dan dari platform. Hindari penerangan yang menyilaukan dan membuat bayangan. pastikan bahwa : • Scaffold yang akan digunakan sesuai dengan peruntukkannya. • Semua roda pada mobile scaffold harus di kunci. • Tinggi mobile scaffold tidak melebihi tiga kalinya ukuran alas / dasar yang paling pendek . • Mobile scaffold hanya digunakan dan dipindahkan di permukaan yang keras dan rata.

• Jaga kebersihan dan kerapihan dengan: Menyimpan peralatan dan material jauh dari pinggir platform kerja untuk mencegah benda jatuh. Gunakan penghalang atau jaring jika material akan ditumpuk melebihi tinggi toeboard.28 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian Menggunakan Scaffold Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat bekerja dengan menggunakan scaffold: • Gunakan metode tiga titik kontak (three point contact) saat naik atau turun dari scaffold. . Beban barang yang akan dinaikkan atau diturunkan dengan alat bantu angkat mekanis ini harus dibawah batas beban dari kapasitas platform termasuk faktor safety-nya. • Setiap orang yang berada di scaffold dengan ketinggian lebih dari 10 feet (3 meter) harus dilindungi dari bahaya jatuh ke permukaan yang lebih rendah dengan menggunakan “Personal Fall Arrest System” atau “Guardrail System”. • Perhatikan batas beban yang diijinkan dari platform kerja dan prosedur yang tepat untuk mengaitkan alat bantu angkat mekanis.

Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 29 - Menjaga platform scaffold bersih dari bahanbahan licin. • Pasang kanopi atau jaring di bawah platform scaffold untuk menampung atau menahan bendabenda atau peralatan yang jatuh. atau benda lainnya diatas scaffold untuk tujuan menaikkan ketinggian jangkauan. Tidak menimbun material cadangan di platform. kecuali di platform yang sangat luas. • Jangan menjulurkan platform. • Jangan melempar atau menjatuhkan saat memindahkan peralatan atau material di scaffold. badan melebihi pagar • Jangan menggunakan tangga. • Barikade area dibawah scaffold untuk mencegah pekerja yang berada di bawah scaffold dari bahaya jatuhnya peralatan dan material. • Jangan biarkan puing-puing menumpuk di platform. • Jangan melepaskan tag pada scaffold sampai pekerjaan selesai dan scaffold siap untuk dibongkar. . • Amankan material cair dan serbuk agar tidak tumpah.

Tangga Tangga digunakan untuk mencapai suatu tempat kerja pada ketinggian yang berbeda dari dasar.30 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 3. Semakin sulit untuk memegang tangga. Jika tangga digunakan sebagai tempat kerja. Sebagai ilustrasi. • Pekerjaan dapat dijangkau tanpa berlebihan. Pastikan untuk menggunakan cara lain sebelum menentukan penggunaan tangga. • Mempunyai pegangan yang baik. • Tangga diletakkan sedemikian rupa agar tidak meleset. Tangga boleh digunakan sebagai tempat kerja untuk pekerjaan yang sangat singkat dan ringan. maka semakin sulit untuk kaki berpijak di anak tangga dan menjadikan kaki semakin tegang.3. . Semakin tinggi tangga dan semakin lama bekerja di tangga. banyak kecelakaan terkait dengan tangga terjadi saat bekerja lebih dari 30 menit. maka: • Hanya satu tangan yang digunakan untuk melakukan pekerjaan. semakin banyak masalah dalam penggunaannya dengan aman.

Beban berat dan besar tidak boleh dinaikkan atau diturunkan menggunakan tangga. Gunakan alat bantu angkat yang sesuai.3 Penggunaan tangga unttuk bekerja di ketinggian Dalam penggunaan tangga dengan aman. kita harus dapat menjangkau pekerjaan yang akan dilakukan 1 m di bawah bagian atas tangga. Untuk penggunaan yang aman.Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 31 Gambar 3. seperti: . tangga harus cukup kuat untuk digunakan dan pada kondisi yang baik. Peralatan tangan ringan dibawa di tas pundak atau sabuk gantungan peralatan. sehingga kedua tangan bebas bergerak untuk memanjat tangga.

32 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian

• Tiang tangga tidak rusak, bengkok atau melengkung. Anak tangga tidak retak dan / atau hilang. • Jangan menggunakan tangga sementara atau buatan. • Jangan menggunakan tangga yang sudah dicat, karena pengecatan tangga akan mungkin menutupi kerusakan tangga. • Jangan pernah mencoba untuk memperbaiki tangga. Periksa agar tangga tetap aman dan kokoh. Lebih dari setengah kecelakaan yang terkait dengan tangga terjadi karena tangga tidak dijaga dari kemungkinan jatuh dan terpeleset. Tangga akan aman jika disandarkan pada permukaan yang keras dan rata. Jangan menempatkan tangga pada tumpukan batu bata atau onggokan material. Tangga juga harus diikat oleh tali atau cara lain untuk menjaga kestabilannya. Tangga harus dipasang miring (disandarkan) sedemikian rupa untuk meminimalkan resiko tangga terpeleset keluar. Perbandingan 1:4 (jarak tangga dengan sandaran : tinggi tangga) harus dipenuhi.

Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 33

Gambar 3.4 Contoh penggunan tangga secara aman

Bagian paling atas tangga harus diletakkan di permukaan yang padat dan kokoh. Kedua kaki tangga harus berpijak pada permukaan yang kuat dan rata serta tidak licin. Jika tinggi tangga lebih dari 3 m atau digunakan sebagai jalan untuk ke dan dari tempat kerja, maka tangga tersebut harus diikat. Jika tidak memungkinkan untuk diikat, maka seseorang harus memeganginya dengan kuat pada saat tangga tersebut digunakan. Ujung tangga paling atas harus menjulur sekitar 1 m di atas tempat paling atas pekerja berpijak, dimana pekerja akan masuk dan keluar ke tempat kerja. Ketika tangga digunakan secara vertikal lebih dari 9 m, harus dilengkapi dengan platform untuk istirahat.

34 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian

Tangga logam / besi tidak boleh digunakan ketika ada bahan listrik di sekitarnya. Gunakan tangga dari bahan fiberglass atau kevlar untuk pekerjaan listrik. Sistem tiga titik kontak (three point contact) adalah konsep sederhana yang digunakan untuk mencegah jatuh dan terpeleset dari tangga, dimana tiga dari empat anggota badan kita harus berkontak dengan tangga yang kita naiki / turuni (dua tangan dan satu kaki, atau dua kaki dan satu tangan). Cara ini akan memberikan kestabilan dan dukungan maksimum, sehingga akan mengurangi kemungkinan terpeleset dan jatuh. Yang harus dilakukan saat menggunakan sistem ini adalah: • Mengenakan sepatu yang baik alasnya – bukan sandal atau tanpa alas kaki. • Bersihkan lumpur dan bahan-bahan yang licin yang menempel di alas sepatu sebelum menaiki tangga. • Tempatkan kaki-kaki tangga pada permukaan padat / stabil. Step ladder harus berdiri diatas keempat kakinya.

Yang tidak boleh dilakukan saat menggunakan sistem ini adalah: • Jangan memindahkan tangga menyamping sambil berdiri di tangga. Selalu lihat kendala atau penghalang dibawah tangga. • Memegang anak tangga saat menaiki atau menuruni tangga akan memberikan dukungan dan kendali yang lebih baik jika kaki terpeleset. • Kaitkan peralatan yang dibawa.Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 35 • Selalu menghadap ke dan berada ditengahtengah tiang tangga ketika menaiki dan menuruni tangga. • Naikkan atau turunkan peralatan atau material yang berat dengan menggunakan alat bantu angkat. • Pelan-pelan dan berhati-hati saat menuruni tangga. • Jangan melompat ketika turun dari tangga. sehingga kedua tangan bebas bergerak. karena akan menghilangkan keseimbangan tubuh dan juga dapat menyebabkan tegangan pada tulang dan sambungan. .

plastik yang diperkuat oleh fiberglass (FRP / Fiber Reinforced Plastic). Oleh karena itu pelatihan yang ditentukan oleh OSHA 29 CFR 1926. • Jangan melebihi kemampuan beban maksimum tangga.5 Contoh elevated lift platform . Perhatikan berat dari peralatan yang dibawa / digunakan. seperti logam. kayu. Gambar 3. Bahaya utama dari penggunaan alat ini adalah terguling dan jatuh.4.36 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian • Jangan menaiki atau menuruni tangga terlalu cepat. Dapat digerakkan oleh tenaga mesin atau manual. Platform Kerja Ditinggikan Platform Kerja Ditinggikan (Elevated / Aerial Lift) pada umumnya terbuat dari berbagai jenis material / bahan.454 harus dipenuhi sebelum menggunakan alat ini. karena hal ini dapat menjadikan hanya dua titik saja yang berkontak. 3.

Tempat kerja harus rata. dengan kondisi (cuaca. Alat pelindung jatuh personal harus dikenakan pada saat bekerja di atas platform alat ini. Pengendali angkat harus diperiksa dan di uji setiap sebelum digunakan. Jangan mengaitkan tali pengaman pada tiang. struktur atau peralatan lain yang berdekatan ketika bekerja menggunakan platform jenis ini. Kecuali memang dibuat khusus. Tali pengaman dan lanyard yang digunakan harus dikaitkan ke pagar platform atau keranjang yang ada di alat ini. Aerial lift dengan boom lebih dari 10 m. lingkungan. Hanya orang yang kompeten / terlatih dan berwenang yang diperbolehkan untuk mengoperasikan alat ini.Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 37 Identifikasi bahaya dan penilaian resiko harus dilakukan sebelum alat ini digunakan di tempat yang khusus. dsb) yang baik serta terlindung dari kemungkinan bahaya tabrakan dengan kendaraan lain. aerial lift ini tidak boleh digerakkan ketika boom / lengan angkat pada posisi mengangkat dengan pekerja berada di atas platformnya. . harus dioperasikan oleh operator yang berlisensi.

.6 Guardrail untuk bekerja di ketinggian OSHA menentukan bahwa guardrail / pagar pelindung harus memenuhi kriteria sebagai berikut: • Jeruji atas dan tengah harus mempunyai diameter nominal atau tebal minimum 0.5. Gambar 3. maka tali tersebut harus terbuat dari bahan yang dapat terlihat dengan jelas dan dibentangkan dengan interval tidak lebih dari 1. • Jika tali digunakan untuk jeruji atas.38 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 3.6 cm. Pagar Pelindung Pagar Pelindung (Guardrail) merupakan penghalang yang dibuat untuk mencegah pekerja jatuh dari ketinggian ke bawah. untuk mencegah tergores / tersayat.8 m.

• Jaring. • Jaring harus dipasang dari ujung bagian atas guardrail sampai permukaan jalan / kerja dan sepanjang bagian terbuka antara penopang pagar / jeruji.8 cm dari permukaan kerja / jalan. • Jeruji tengah harus dipasang di tengah-tengah di antara ujung bagian atas guardrail dan permukaan jalan / kerja.Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 39 • Pita baja dan plastik tidak boleh digunakan sebagai jeruji atas atau tengah. atau bagian struktur lain yang sama. . • Ujung paling atas jeruji atas harus setinggi 1. jeruji tengah. jeruji penghubung tengah vertikal / tegak. harus dipasang minimal setinggi 53 cm antara ujung paling atas guardrail dengan permukaan jalan / kerja jika tidak ada dinding atau sandaran.1 m +/. plastik atau sintetis yang digunakan sebagai jeruji atas atau tengah harus diinspeksi sesering mungkin untuk meyakinkan kekuatan dan kestabilannya. • Tali manila.

panel padat dan struktur bagian lainnya harus mampu menahan beban seberat 666 N yang diterima dengan arah kebawah atau keluar.40 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian • Jarak antara penopang dan jeruji tengah tambahan tidak lebih dari 48 cm. batang penghubung bagian vertikal. • Jeruji tengah. • Permukaan guardrail harus ditutup untuk melindungi pekerja dari tertusuk atau tergores dan mencegah pakaian robek. maka hanya diperbolehkan . • Ujung jeruji atas atau tengah tidak boleh menonjol keluar. • Guardrail harus dipasang pada setiap sisi yang terbuka. • Ketika beban 800 N dicoba dengan arah kebawah. sisi ujung bagian atas guardrail tidak boleh melengkung sampai lebih dari 1 m dari atas permukaan jalan / kerja. pada setiap titik sepanjang jeruji tengah.05 m dari sisi ujung paling atas dengan arah kebawah atau keluar. • Sistem guardrail harus mampu menahan beban sebesar 890 N pada jarak 0. jaring. kecuali jika tidak akan membahayakan. Ketika sisi terbuka diperlukan untuk jalan atau lintasan material.

2 kN. • Guardrail yang digunakan pada sisi untuk jalan masuk.1 m di bawah permukaan tersebut. Jaring yang rusak tidak boleh digunakan. Jaring Pengaman Jaring pengaman harus dipasang sedekat mungkin di bawah permukaan kerja dimana pekerja akan bekerja.6. harus mempunyai pintu atau jalan masuk tadi harus ditutup untuk mencegah orang masuk ke sisi terbuka tadi.Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 41 dua sisi saja yang terbuka serta harus dilengkapi dengan guardrail yang dapat dibuka / digerakkan. Maksimum ukuran luas mata jaring terbuka adalah 230 cm2 atau tidak lebih dari 15 cm panjang setiap sisi. . Setiap jaring pengaman harus mempunyai anyaman tali pinggir pembatas dengan minimum kekuatan putus 2. Seluruh kaitan antara bagian jaring harus sekuat beban yang mampu ditahan oleh jaring dan mempunyai jarak 15 cm antara satu dengan lainnya. 3. rusak dan lainnya. serta tidak boleh lebih dari 9. jaring pengaman ini harus diinspeksi sekurang-kurangnya seminggu sekali terhadap kemungkinan sobek.

9 m) .5 m) 8 feet (2.5 m) sampai 10 feet (3 m) 10 feet (3 m) Lebih dari 10 feet (3 m) 13 feet (3.1 Spesifikasi penggunaan jaring Jarak Jaring dari Permukaan Kerja Panjang Jaring yang Dilebihkan Sampai dengan 5 feet (1.7 Jaring pengaman untuk bekerja di ketinggian Jaring pengaman harus ditarik keluar dari sisi luar permukaan kerja dengan ukuran. Gambar 3. sebagai berikut: Tabel 3.4 m) 5 feet (1.42 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian Jaring pengaman harus dipasang sedemikian rupa sehingga mempunyai ruang dibawah / jarak yang cukup untuk mencegah bersentuhan langsung dengan permukaan atau struktur di bawahnya.

Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 43 Jaring pengaman harus mampu menahan gaya tumbukan dari jatuhan benda uji yang berupa 180 kg karung pasir berdiameter 76 cm yang dijatuhkan dari permukaan jalan / kerja tertinggi dimana pekerja akan berada. 3. . peralatan dan perlengkapan kerja. harus segera diambil sesegera mungkin atau paling tidak sebelum shift kerja berikutnya. Benda yang mungkin akan jatuh ke jaring pengaman seperti material utuh atau potongan.1 m diatas permukaan jaring. tetapi tidak kurang dari 1. dimana jatuh bisa terjadi).7. Sistim Pelindung Jatuh Personal Pada dasarnya sistem pelindung jatuh dari ketinggian dapat dibagi menjadi sistem yang digunakan untuk: • Penahan jatuh (Fall Arrest) kelas I (digunakan jika jatuh dari suatu ketinggian akan sangat mungkin terjadi) • Pengekang jatuh (Fall Restraint) kelas II (digunakan sebagai peralatan pengekang seseorang pada suatu posisi tertentu.

Shock absorbing lanyard.44 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian Sistem Penahan Jatuh (Fall Arrest System) Gambar 3. Restraining belt. 10. 5. Full body harness. Titik ikatan tali. 4. Rope grab.8 Sistem tali penahan jatuh 1. 7. 6. Lifeline. Sistem Pengekang Jatuh (Fall Restraint System) 8. Retractable lifeline. Carabineer. 9. Restraining lanyard. Cross arm strap. 3. . 2.

sebelum berhenti karena berbenturan dengan permukaan bagian bawah. Jika menggunakan sistem penahan jatuh personal yang biasa.9 Sistem double tali penahan jatuh Jatuh Pengertian Jatuh adalah dimulai dari saat kaki kita meninggalkan permukaan dimana kita berdiri sebelumnya. .Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 45 Gambar 3. Jarak jatuh diukur dari pundak ke lantai dan setiap jarak di bawah permukaan lantai dimana kita jatuh. maka jatuh diukur dari titik pengait (anchorage) ke ujung tali penyandang (lanyard) ketika jatuh benar-benar berhenti.

46 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian Jatuh bebas didefinisikan sebagai saat jatuh sebelum sistem penahan jatuh personal mulai menahan beban jatuh.9 78 175.8 11 19.5 1. Gaya yang sangat besar akan mengenai tubuh pada saat jatuh tertahan. Nigel Ellis-Dynamic Scientific Controls Penahan = Penghentian Gerakan Ketika jatuh benar-benar berhenti maka hal ini dianggap jatuh sudah tertahan.8 Waktu (detik) 0.5 43.0 2.5 487.0 10.0 © 1995 J.8 m.2 Perkiraan waktu yang dibutuhkan ketika jatuh Tinggi (meter) 1.0 6.5 3.0 1.5 2.5 30. Jarak jatuh total diukur dari mulai jatuh sampai berhenti.2 4.0 4. Tabel 3. Peraturan OSHA hanya membatasi jarak jatuh bebas maksimum setinggi 1. .

tergantung jenis alat penahan jatuh yang digunakan. OSHA menentukan batas Gaya Penahan Maksimum yang akan mungkin mengenai tubuh saat jatuh. setelah cara lain tidak dapat digunakan untuk mencegah jatuh dari ketinggian. OSHA melarang menggunakan sabuk pengaman. Bagian-bagian PFAS harus diberi label yang menunjukkan nama pabrik pembuat dan kapasitasnya sesuai dengan . dan hanya mengijinkan gaya 8 kN untuk penggunaan “full body harness”.ruction Sistem Penahan Jatuh Personal / (Personal Fall Arrest System . Gaya Penahan = Gaya yang akan mengenai tubuh saat jatuh berhenti.Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 47 Gaya ini disebut gaya penahan yang dapat melebihi 16. Sistem ini harus digunakan sebagai pilihan terakhir.PFAS) PFAS adalah suatu alat yang digunakan untuk mengurangi jarak jatuh.9 kN.

8 m.48 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian standar ANSI. Penopang tubuh (full body harness). 3.07 m untuk mencegah benturan langsung dengan permukaan bawah. yaitu: 1. Pastikan bagian-bagian PFAS saling terpasang dan mengikat sehingga pemakainya tidak dapat jatuh bebas lebih dari 1. Peralatan perlambatan (tali genggam. Perlengkapan penghubung / tali penyandang dan kaitannya (bagian pengait). 4.8 m. dsb). PFAS mempunyai kekuatan yang cukup untuk menahan dua kali energi tumbukan yang mungkin menimpa pemakai saat jatuh bebas dari ketinggian 1. . menjadikan orang jatuh benar-benar berhenti dan menyisakan jarak maksimum 1. tali peredam. Titik pengait (anchorage point). Empat bagian / komponen dasar PFAS. 2.

Batas maksimum gaya penahan pada seorang pekerja adalah 4 kN. Sabuk seperti ini dilengkapi dengan ring D di kedua sisinya. Jenis sabuk pengaman ini tidak boleh digunakan untuk penahan jatuh bebas vertikal. karena gaya penahan maksimum saat jatuh akan mengenai perut dan pinggang si pemakai. Sebuah ring D terletak di tengah-tengah bagian belakang menjadikan titik kaitan untuk tali penyandang atau alat penahan jatuh lainnya. dan hanya digunakan untuk menahan posisi pekerja.Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 49 Bagian-1: Sabuk Penopang Tubuh dan Full Body Harness Sabuk pengaman (safety belt) digunakan sebagai sistem pengaman posisi kerja. . pundak dan paha. Full body harness melilit disekeliling pinggang. yang dapat mengakibatkan rusaknya struktur tulang belakang.

full body harness mendistribusikan gaya yang mengenai tubuh ke seluruh bagian tubuh. .50 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian Pada saat jatuh. • Pengaruh yang kuat akibat jatuh akan mengenai seluruh bagian tubuh / mendistribusikan gaya penahan jatuh ke bagian yang lebih luas. Ring di sisi dan depan digunakan untuk menahan posisi pekerja sedangkan yang di pundak digunakan untuk menarik pekerja saat bekerja di ruang tertutup (confined space). Full body harness juga tersedia dengan yang dilengkapi ring D di kedua sisi. depan dan pundak. Hal ini membuat panggul dan pundak membantu menyerap hentakan serta mengurangi pengaruh yang kuat di bagian perut. serta mengurangi kemungkinan kerusakan tubuh. Full body harness: • Terbatas hanya untuk gaya penahan maksimum (MAF) 8 kN. tidak hanya ke bagian perut saja.

Snap hook tidak boleh digunakan langsung dengan tali. . antara snap hook. Ring D dan snap hook harus mempunyai kekuatan renggang minimum 22.4 cm +/.0. Snap hook harus sesuai dengan alat lain yang akan dikaitkan serta dilengkapi dengan alat pengunci. Tali yang melilit pinggang untuk safety belt dan full body harness harus mempunyai lebar minimum 4. ring D.3 cm. tidak akan menyentuh bagian luar pengunci snap hook. Sehingga bagaimanapun posisi ring D. dan penyambung lainnya yang ukurannya tidak sesuai sehingga dapat menyebabkan snap hook terbuka dan terlepas dengan sendirinya.Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 51 • Gaya penahan maksimum (MAF) dapat dikurangi dengan menggunakan alat pelambat (deceleration device). pita (webbing). OSHA betul-betul mengingatkan agar hook harus disesuaikan dengan diameter ring D dimana snap hook akan dikaitkan. Oleh karena itu. sangat dianjurkan untuk menggunakan snap hook yang dilengkapi dengan pengunci.2 kN.

• Berat pekerja yang jatuh. lifeline. Ini dapat berbentuk hanya satu alat seperti tali penyandang (lanyard) atau gabungan beberapa alat seperti lanyard. sedangkan yang satunya lagi dikaitkan ke titik pengait. adalah: • Jenis material / bahan tali penyandang. tali pengikat dan carabineer. • Jarak jatuh bebas. tali genggam. Salah satu ujung dikaitkan ke ring D yang terletak di belakang diantara pundak pada full body harness.52 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian Tiga faktor yang akan menentukan besarnya gaya penahan jatuh. Lanyard / tali penyandang adalah suatu alat yang menghubungkan pekerja ke titik pengaitan untuk mencegah jatuh. Penggunaan tali penyandang yang dilengkapi peredam hentakan atau titik kaitan yang lebih tinggi akan mengurangi gaya tumbukan atau hentakan. . Bagian-2: Perlengkapan Penghubung / Tali Penyandang Perlengkapan penghubung mengkaitkan atau mencantelkan sabuk pengaman atau full body harness ke titik pengikatan akhir (tie-off). workline.

.10 Contoh tali penyandang Menurut OSHA 1926. tali nilon dan tali baja. dengan minimum kekuatan regang sebesar 22. • Carabineer manual dan dilengkapi pengunci. • Mempunyai snap hook yang dilengkapi pengunci.2 kN. yaitu: • Snap hook yang dilengkapi dengan pengunci. Ada 3 jenis pengait / penghubung.502(d)(14) lanyard harus: • Terbuat dari material sintetis. • Ring D.Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 53 Gambar 3.

54 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian Gambar 3. . • Dilengkapi dengan lapisan anti korosi.2 kN dan terbukti dapat menahan beban regang sebesar 16 kN. • Semua permukaan dan sisinya dihaluskan untuk mencegah kerusakan pada saat digunakan dengan alat lain.11 Contoh penggunaan pengait atau penghubung Karakteristik pengait / penghubung jenis ini harus: • Terbuat dari logam tempa curah atau baja yang dibentuk atau bahan lain yang sejenis. • Mempunyai minimum kekuatan regang 22.

1 m untuk penyerap hentakan (shock absorber). . gulungan akan lebih tertarik dan terlepas sehingga menyerap tegangan. seperti ropes grabber. rip stitch lanyard. atau dengan kata lain membatasi energi yang mengenai pekerja saat jatuh. Ada beberapa jenis alat perlambatan. Alat perlambatan dapat membatasi energi karena akan mengurangi gaya tahanan maksimum (MAF) yang mengenai pengguna sehingga mengurangi kemungkinan cidera. specially woven lanyard.Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 55 Bagian-3: Peralatan Perlambatan Peralatan perlambatan digunakan untuk menghilangkan sejumlah energi utama selama menahan jatuh. ANSI mengharuskan untuk menggunakan gulungan sepanjang 1. tearing / deforming lanyard. Alat ini merupakan bagian penting pada PFAS yang akan membantu mengurangi tingkat keparahan cedera. Pada shock absorber lanyard. shock absorber lanyard dan automatic self retracting lifelines / lanyard.

terpisah dari pengikat lain yang digunakan untuk platform.12 Bentuk-bentuk titik pengait . Gambar 3.56 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian Bagian-4: Titik Pengait (Anchorage Points) Titik pengait adalah titik aman untuk mengaitkan lifeline. lanyard. atau dapat berupa satu atau dua pengait yang digunakan sebagai jangkar tali vertikal atau horizontal. serta harus berdiri sendiri. Titik pengait dapat berupa pengait tunggal pada struktur yang kokoh diatas permukaan dimana pekerja berjalan atau bekerja.2 kN untuk setiap pekerja yang mengaitkannya. Titik pengait untuk penahan jatuh dan sistem pengekang (lanyard dan lifeline) harus mempunyai kemampuan menahan gaya 22. perlatan perlambatan atau self retracting lanyard.

sebagai bagian dari sistem penahan jatuh personal yang menjaga faktor . Tali dan pengikat yang digunakan di lanyard.3 kN saat lifeline atau lanyard pada posisi meregang penuh. • Lifeline vertikal yang memungkinkan pekerja bergerak ke atas dan ke bawah. dipasang dan digunakan di bawah supervisi orang yang mempunyai kualifikasi khusus. Self retracting lifeline dan lanyard yang secara otomatis membatasi jarak jatuh bebas dari 0. Ada dua jenis lifeline. tergantung vertikal atau menjulur secara horizontal yang mengaitkan lanyard ke titik pengait. lifeline serta bagian pengencang pada sabuk pengaman atau full body harness harus terbuat dari fiber sintetis.61 m atau kurang harus mampu menahan minimum beban regang sebesar 13.Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 57 Lifeline adalah sistem pengait yang berbentuk tali pengait yang dihubungkan dengan titik pengait. Pengait (anchorage) harus dibuat. yaitu: • Lifeline horizontal yang memungkinkan pekerja bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya. Lifeline harus terjaga dari kemungkinan terpotong atau tergores.

Lifeline vertikal dibuat untuk digunakan: • Hanya oleh satu orang. • Dilengkapi dengan rope grab. • Untuk pergerakan vertikal (naik dan turun). Peralatan rope grab digunakan untuk hanya bergerak ke atas dan ke bawah pada lifeline vertikal dan diagonal. Lifeline horizontal dapat digunakan hanya untuk: • Bagian dari PFAS yang menjaga faktor keamanan sedikitnya tetap 2. . dipasang dan digunakan dibawah supervisi orang yang mempunyai kualifikasi khusus. Inspeksi dan Perawatan Alat Pelindung Jatuh Ikuti rekomendasi pabrik pembuat pada saat melakukan inspeksi dan perawatan alat pelindung jatuh. yaitu mampu menahan paling tidak dua kali beban yang mungkin terjadi. atau • Jika dibuat.58 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian keamanan dua.

Ring D: Ring D dan metal wear pad harus diperiksa terhadap kelainan. rusak. korosi harus manjadi bagian dari program inspeksi keselamatan. retak. . termasuk harness. Inspeksi Sabuk Pengaman dan Full Body Harness Sabuk dan ring: Mulai dari salah satu ujung. Batang ring D harus berada pada posisi 90 derajat terhadap sumbu panjang pada sabuk dan harus dapat berputar secara bebas. Lakukan cara ini untuk keseluruhan sabuk. lanyard dan pengait / penghubung lainnya harus diinspeksi secara berkala.2 m. Permukaan yang tertarik yang rusak atau tergores akan mudah terlihat. Bengkokkan sabuk membentuk huruf U. robek. Inspeksi berkala oleh orang yang kompeten terhadap kemungkinan aus. Inspeksi secara visual sebelum digunakan harus dilakukan.1 m atau 0. pegang sabuk menghadap ke muka. patah dan ujung yang kasar atau tajam. Genggam sabuk dengan tangan setiap 0.Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 59 Semua alat pelindung jatuh.

Perangkat kerasnya harus diuji dengan prosedur berikut: . terpotong atau terbakar akan mudah terlihat. Untaian pita / webbing: Untaian pita / webbing yang rusak secara umum tampak seperti tumpukan pada permukaan pita / webbing.60 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian Gesper / Buckle: Perhatian khusus harus diberikan untuk gesper / buckle pengait dan ring D. fiber yang terpotong atau kelainan pada gesper atau ring D. Paku keling yang bengkok akan gagal menahan tegangan. Setiap jahitan yang rusak. Paku keling harus kuat dan tidak dapat digerakkan oleh jari. mulai dari salah satu ujung dan bekerja ke ujung yang berlawanan. Sisi dan kepala paku keling harus rata terhadap material. Perlahan-lahan putar lanyard sedemikian rupa sehingga seluruhnya diperiksa termasuk pada bagian sambungan. Inspeksi Lanyard / Tali Penyandang Ketika melakukan inspeksi terhadap lanyard lakukan pemeriksaan. Catat setiap keausan yang tidak biasa.

korosi atau karat di permukaan dari hook dan matanya. Pengunci harus tetap sesuai dengan dudukannya. retak. Per pengunci harus terpasang dan dapat menekan dengan gaya yang cukup dan merata. Ujung dari sarung ini harus bebas dari ujung / sisi yang tajam serta tidak mempunyai kelainan atau retak. . tidak bengkok. berubah atau terhalang. berubah warna. dan sambungan harus tidak longgar atau terpotong rajutannya. perhatikan setiap sisi dari pita penyandang / web lanyard.Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 61 Snap: Periksa dengan cermat kelainan. Pemeriksaan dengan cara ini akan menampakkan setiap bagian yang terpotong atau putus. Sarung Penutup / Thimbles: Sarung penutup harus merata berada pada mata sambungan. retak. hangus adalah tanda-tanda nyata dari kerusakan akibat panas atau bahan kimia atau kerusakan akibat sinar ultra violet. Periksa juga terhadap kerusakan jahitan. Pita Penyandang / Web Lanyard: Sambil melengkungkan pita ke pipa. Pita yang mengembang.

bahan-bahan penyebab korosi atau kontaminan.62 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian Tali Penyandang / Rope Lanyard: Memutar tali penyandang saat diinspeksi dari ujung ke ujung akan menunjukkan setiap keausan. kerusakan dan fiber yang terpotong. Membersihkan Peralatan Pelindung Jatuh Perawatan dasar pada peralatan ini akan menjadikan peralatan pelindung jatuh tetap tahan lama untuk digunakan dan mempertahankan kemampuannya. Gantung dan . Nilon dan Poliester: Lap semua permukaan yang kotor dengan spons yang dibasahi dengan air sabun / detergen dan kemudian bilas dengan air tawar bersih. Keringkan setelahnya dengan menggunakan lap bersih. kering serta terbebas dari paparan uap atau material yang bersifat korosif. Tempat penyimpanan harus bersih. Penyimpanan dan perawatan yang layak setelah pemakaian sama pentingnya dengan membersihkan peralatan dari kotoran. Diameter tali harus sama secara menyeluruh. Bagian yang lemah karena penggunaan pada beban yang ekstrim akan terlihat dengan adanya perubahan diameter.

Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian 63 biarkan kering dengan sendirinya. Jauhkan dari menjemur dekat sumber panas atau dijemur di sinar matahari dalam waktu yang lama. Jangan mengeringkan peralatan ini dengan menggunakan mesin pengering / dryer. .

64 Sistem Pelindung Jatuh Dari Ketinggian .

Rencana Penyelamatan 65 4 Rencana Penyelamatan .

mereka dapat terluka atau menyebabkan terlukanya orang yang diselamatkan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan tugas dan peralatan yang tersedia. . Self rescue devices.66 Rencana Penyelamatan P eraturan yang terkait dengan bekerja di ketinggian mengharuskan untuk menyediakan penyelamatan yang cepat dan tepat bagi manusia pada saat ada kejadian jatuh. Tim penyelamat harus terlatih dan berpengalaman. karena jika tidak. man-lift atau apapun yang akan dapat dijadikan jalan masuk dan keluar yang aman untuk pekerja dalam kurun waktu tertentu dapat digunakan untuk menyelamatkan manusia. berbedanya fasilitas dan jumlah tim penyelamat. Mengapa harus mempunyai rencana untuk pencegahan jatuh termasuk menyediakan penyelamatan yang cepat dan tepat? Karena tanpa rencana penyelamatan sebelumnya maka akan diperlukan waktu yang lebih lama untuk menentukan bagaimana cara menurunkan korban yang sedang tergantung. ladders. Metode yang digunakan untuk penyelamatan akan berbeda untuk setiap tempat kerja. dan sebagainya.

Kita punya 90 detik untuk menyelamatkan orang yang jatuh menggunakan safety belt dan 15 menit jika ia menggunakan full body harness. Ini akan didasarkan pada jenis peralatan yang digunakan. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan saat membuat rencana penyelamatan. • Ketersediaan peralatan penyelamat di lapangan. • Akankah ada orang lain di tempat kerja yang akan melakukan penyelamatan? • Siapakah yang sudah terlatih dan dapat ditugaskan untuk menjadi anggota tim penyelamat yang ada di lapangan. • Jalan masuk ke lokasi kejadian. yaitu: • Berapa lama kita harus melakukan penyelamatan. sehingga mereka bisa menanganinya jika mengalaminya saat melakukan penyelamatan. • Bagaimana orang mengkomunikasikan perlunya penyelamatan? Ada 4 macam penyelamatan terhadap korban di ketinggian sesuai dengan urutan dari yang paling baik: .Rencana Penyelamatan 67 Mereka juga harus berpengalaman dengan berbagai kesulitan.

Menurunkan korban dari jarak jauh. Alasan urutan di atas dari yang paling baik adalah sebisanya pertolongan dilakukan tanpa memerlukan naiknya tim penyelamat ke atas. Pilihan no. 1 lebih baik dari no. pertolongan hanya untuk memindahkan korban sampai pada tempat terdekat yang aman. 4. . 3. 2. Pertolongan oleh tim penyelamat untuk menurunkan korban. Menaikkan resiko terpotong atau tergeseknya tali pertolongan. Menaikkan efektifitas beban karena tambahan friksi. 2 karena menurunkan lebih mudah dari pada menaikkan korban sampai tempat terdekat yang aman. Mempengaruhi operasi pertolongan karena hambatan sudut tersebut. Perlu diingat. Evakuasi diri dengan alat penurunan (Descent Device). 3.68 Rencana Penyelamatan 1. Menaikkan korban dari jarak jauh. Jika penyelamatan dilakukan melewati suatu sudut permukaan akan: 1. 2.

1 “Descent Device” Pertahankan kecepatan pergerakan yang konstan dan terkendali ketika menaikkan atau menurunkan korban dan pastikan bahwa tali-tali tidak kontak atau bergesekan dengan benda-benda yang menghalanginya. . Gambar 4.Rencana Penyelamatan 69 Faktor di atas harus menjadi bahan pertimbangan ketika memilih peralatan pertolongan di ketinggian untuk memastikan bahwa peralatan tersebut bisa bekerja secara efektif pada kondisi yang diperlukan. Beberapa peralatan penyelamatan seperti winches atau descent devices hanya memungkinkan untuk pergerakan satu arah sehingga perlu untuk memastikannya dahulu sebelum menaikan atau menurunkan korban yang bisa berakibat korban tertahan pada suatu ketinggian.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.01/Men/1980. 7. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Mijn Politie Reglement atau MPR STLB 1930 no 341 tentang Keselamatan Kerja Bidang Pertambangan. 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. UU No. 8. OSHA 29CFR 1910 sub part D: WalkingWorking Surface.27. Per. 11 Tahun 1979 tentang Keselamatan Kerja pada Pemurnian dan Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. Safety Requirement for Scaffolding. PP No. 5. 6. PP No.28. Fixed Ladders. 4. 2. . OSHA 29 CFR 1910. 3. OSHA 29 CFR 1910. Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan.70 Daftar Pustaka Daftar Pustaka 1.

Government Institutes. OSHA 29 CFR 1926. Working at Height Regulation.118.1053. Your Company Safety and Health Manual. 2005. Inc. 1996. Material Hoists. Maryland. 11.Daftar Pustaka 71 9. Additional Requirements Applicable to Specific Type of Scaffolds. 10. OSHA 29 CFR 1926. Manually Propelled Mobile Ladder Stands and Scaffolds (Towers). Ladders. OSHA 29 CFR 1910. Technical Guidance Note. Rockville. Guidance on Rescue during Work at Height.452. 12. 5.502. WAHSA (The Work at Height Safety Association) 2006. O. 18. OSHA 29 CFR 1910. 29 CFR OSHA 1926. Fall Protection Systems Criteria and Practices. OSHA 29 CFR 1926. . Personnel Hoists. and Elevator. 13.29. Fixed Ladders. 14. Dan Nwalele 17. Construction Safety Handbook. 16. 15. Mark McGuire Moran.552. HSE UK.

Matriks Kompetensi SIKA GAS SAFETY INSPECTOR SAFETY INSPECTOR PENGAWAS JAGA AHLI TEKNIK GAS TESTER No TRAINING MATRIX I 1 2 3 4 5 6 Pengetahuan Dasar Identifikasi Bahaya Alat Pelindung Diri Pengendalian Pekerjaan Berbahaya dengan Dokumentasi Surat Ijin Kerja Pengamatan Keselamatan Kerja Aspek Kebakaran Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y AR Y Y AR Y Y Y Y II 1 2 3 4 Manajemen K3 Praktis Accident Incident Investigation Isolasi Energi Berbahaya Lingkungan Kerja Aman Tanggap Darurat Y Y Y AR AR AR AR Y Y Y Y Y Y AR AR III 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Keselamatan Khusus Penanganan Bahan Berbahaya Keselamatan Kerja Radiasi Keselamatan Kerja H2S Memasuki Ruang Tertutup Keselamatan Penggalian Bekerja di Ketinggian Scaffolding Pengujian dan Deteksi Gas Operasi Pengangkatan Keselamatan Operasi Gas Purging Bahaya terhadap Kesehatan Kerja Tabung Gas Bertekanan Klasifikasi Area Berbahaya Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR Y Y Y AR AR Y Y Y Y AR Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y AR AR Y Y Y Y AR AR Y AR Y Y Y AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR AR Y AR : Modul Wajib : As Required (Sesuai kebutuhan) : Modul Tidak Wajib CONTRACTOR Frequency SUBJECT OF TRAINING Standard Duration PEKERJA Provider .72 Lampiran Lampiran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful