Pelatihan Pendidikan Remaja Sebaya

30 Juli 2007 | dibaca 1900 kali

PMI Cabang Tarakan Mengadakan Kegiatan Pelatihan Remaja Sebaya HIV/AIDS PMI Cabang Tarakan dimana kegiatan ini malibatkan kurang lebih 50 peserta dari beberapa sekolah SMA dan SLTP yang ada di Kota Tarakan.Yang dilaksanakan pada hari : Jumat s/d Minggu,27-29 Juli 2007.Waktu : Pukul 07.30 s/d 17.30 Wita.Bertempat : Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan Kota Tarakan. Adapun tujuan kegiatan ini untuk menginformasikan tentang penyebaran HIV/AIDS Kepada Masyarakat terutama pada remaja sebaya agar dapat mengerti dan memahami apa maksud dan tujuan dari kegiatan ini. Kesehatan dan kesejahteraan remaja dan diharapkan juga nantinya mereka yang mengikuti palatihan dapat meneruskan pengetahuanya kepada kelompok sebayanya dari lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakatnya. Kegiatan ini juga didukung oleh Netherland Red Cross (NLCR) yang melibatkan pelajar di Tarakan melalui perwakilan masing-masing sekolah agar tidak terasa membosankan dan mononton,materi diberikan diselingi permainan.Dari materi yang diberikan panitia berharap peserta bisa berbagi dengan teman yang lainnya.Pada awal pertemuan semua peserta diberikan pre test yang berisi tentang pertanyaaan seputar pengetahuan HIV/AIDS.Dari hasil jawaban peserta sebagian besar sudah mengetahui tentang apa itu HIV/AIDS dan bagaimana penularannya. Namun, ditingkat pelajar SMP masih sebagian kecil yang sudah mengetahui tentang HIV/AIDS. Dengan begitu melalui pelatihan pendidikan remaja sebaya (PRS) paling tidak mereka tahu apa yang boleh mereka lakukan dan tidak boleh mereka lakukan di usia mereka yang sudah dewasa Di tahun 2007 ini sudah ditemukan 3 penderita lagi. melalui pemeriksaan suatu alat yang hasilnya akurat dan hanya ada satu di Tarakan yaitu di kantor PMI Tarakan, alat dengan nama Elisa itu membantu mendeteksi si penderita HIV/AIDS. Data tersebut diperoleh dari pemeriksaan test darah yang dilakukan di kantor PMI bukan secara keseluruhan

HIV terdapat dalam cairan tubuh seseorang seperti darah. Bagaimana itu? Prevalensi HIV/AIDS di Indonesia telah bergerak dengan laju yang sangat mengkhawatirkan. hampir semua provinsi di Indonesia sudah ditemukan kasus HIV/AIDS. kasus HIV/AIDS ditemukan untuk pertama kalinya hanya di Pulau Bali. Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit karena sistem kekebalan tubuh penderita telah menurun.edu Sampai kini.PENDIDIKAN REMAJA SEBAYA(PRS) Lebih Jauh dengan HIV/AIDS dan Penanggulanggannya senin. HIV adalah virus penyebab AIDS.stanford. cairan kelamin (air mani atau cairan vagina yang telah terinfeksi) dan air susu ibu yang telah terinfeksi. Pada tahun 1987. Sedangkan AIDS adalah sindrom menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. 26 januari 2009 HIV – www. Padahal jika dipahami secara logis. terutama sektor kesehatan. Permasalahan HIV/AIDS telah sejak lama menjadi isu bersama yang terus menyedot perhatian berbagai kalangan. Namun sesungguhnya masih banyak informasi dan pemahaman tentang permasalahan kesehatan ini yang masih belum diketahui lebih jauh oleh masyarakat. HIV/AIDS bisa dengan mudah dihindari. mendengar kata HIV/AIDS seperti momok yang mengerikan.HIV dapat menular ke orang lain melalui : . Sementara sekarang (2007).

Setelah itu. Batuk menetap lebih dari 1 bulan Dermatitis generalisata yang gatal Adanya Herpes zoster multisegmental dan berulang Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita HIV dan AIDS dapat menyerang siapa saja. penggunaan kamar mandi atau WC/Jamban yang sama atau tinggal serumah bersama Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Ia memerlukan waktu bagi sistim imun untuk memproduksi antibodi yang cukup untuk dideteksi oleh test antibodi. tetapi yang ada adalah obat untuk menekan perkembangan virus HIV sehingga kualitas hidup ODHA tersebut meningkat. 2. penggunaan peralatan makan dan minum. suami. menggunakan kondom pada setiap hubungan seks berisiko.    Hubungan seksual (anal. vaginal) yang tidak terlindungi (tanpa kondom) dengan orang yang telah terinfeksi HIV. 5. Namun pada kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular HIV penyebab AIDS. Skrining Dengan Teknologi Modern Sebagian besar test HIV adalah test antibodi yang mengukur antibodi yang dibuat tubuh untuk melawan HIV. bersentuhan. berciuman biasa. ayah. 3.Tanda-tanda klinis penderita AIDS : 1. 3. 4. Infeksi pada bayi dan anak. saat melahirkan atau melalui air susu ibu (ASI) Penularan HIV tidak ditularkan melalui hubungan sosial yang biasa seperti jabatan tangan. yaitu . AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala. Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis Dimensia/HIV ensefalopati Gejala minor : 1. 4. 2. gigitan nyamuk. 90 % terjadi dari Ibu pengidap HIV. seorang pengidap HIV tidak menunjukkan gejala-gejala klinis tertular HIV. Orang yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom Pengguna narkoba suntik yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama Pasangan seksual pengguna narkoba suntik Bayi yang ibunya positif HIV HIV dapat dicegah dengan memutus rantai penularan. 2. namun demikian orang tersebut dapat menularkan kepada orang lain. Sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati AIDS. yaitu : 1. kolam renang. ibu) atau teman-teman pengidap HIV atau AIDS. 4. berpelukan. ODHA yaitu pengidap HIV atau AIDS. Sedangkan OHIDA (Orang hidup dengan HIV atau AIDS) yakni keluarga (anak. 3. Hingga beberapa tahun. Lebih dari 80% infeksi HIV diderita oleh kelompok usia produktif terutama laki-laki. Periode waktu ini dapat . Obat ini harus diminum sepanjang hidup. dan sedapat mungkin tidak memberi ASI pada anak bila ibu positif HIV. Jarum suntik/tindik/tato yang tidak steril dan dipakai bergantian Mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV Ibu penderita HIV Positif kepada bayinya ketika dalam kandungan.tidak menggunakan jarum suntik secara bersam-sama. tetapi proporsi penderita HIV perempuan cenderung meningkat. istri. oral.

Bagaimanapun. Di Bandung. bukan darah. rumah sakit besar di ibu kota provinsi telah menyediakan fasilitas untuk test HIV/AIDS. Terapi sebaiknya dimulai seawal mungkin pada masa kehamilan. Sensitivitas dan spesifitas dari test ini adalah tidak sebaik test darah dan cairan oral. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah pasangan hidup pasien tersebut mendapat HIV positif atau tidak adalah dengan melakukan test HIV terhadapnya. test ulang harus dilakukan sekitar 3 bulan kemudian. yang dapat mendeteksi HIV secara langsung. Periode ini biasa diseput sebagai ‘periode jendela’. untuk menghindari kemungkinan hasil negatif palsu. Ada beberapa tipe test EIA yang menggunakan cairan tubuh lainnya untuk menemukan antibodi HIV. Mereka adalah  Test Cairan Oral.bervariasi antara satu orang dengan orang lainnya. Test ini. akan diperlukan 6 bulan untuk mengembangkan antibodi terhadap HIV. . Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah sakit lain juga sudah memiliki fasilitas untuk itu. HIV tidak harus ditransmisikan setiap kali terjadi hubungan seksual. telah digunakan di beberapa daerah di Amerika Serikat. Tipe test yang lain adalah test RNA. Pada kasus yang sangat langka. Maka. atau sesudah kelahiran.Test HIV selama kehamilan adalah penting. 97% manusia akan mengembangkan antibodi pada 3 bulan pertama setelah infeksi HIV terjadi. terdapat kemungkinan bahwa beberapa individu akan memerlukan waktu lebih lama untuk mengembangkan antibodi yang dapat terdeteksi. Waktu antara infeksi HIV dan deteksi RNA adalah antara 9-11 hari. itu tidak berarti bahwa pasangan hidup dia juga positif. yang lebih mahal dan digunakan lebih jarang daripada test antibodi. EIA (enzyme immunoassay) digunakan pada sampel darah yang diambil dari vena. Di Jakarta. RS Hasan Sadikin juga sudah memiliki fasilitas yang sama. Di Indonesia. Test konformasi dengan metode Western Blot dilakukan dengan sampel yang sama. EIA positif (reaktif) harus digunakan dengan test konformasi seperti Western Blot untuk memastikan diagnosis positif. Jika seorang pasien mendapatkan hasil HIV positif. jika test HIV awal negatif dilakukan dalam waktu 3 bulan setelah kemungkinan pemaparan kuman. Dalam sebagian besar kasus. Sebagian besar orang akan mengembangkan antibodi yang dapat dideteksi dalam waktu 2 sampai 8 minggu. adalah test skrining yang paling umum untuk mendeteksi antibodi HIV.  Test Urine. Ia juga memerlukan test konformasi dengan metode Western Blot dengan sampel urine yang sama. selama. Menggunakan urine. Ini adalah test antibodi EIA yang serupa dengan test darah dengan EIA. sebab terapi anti-viral dapat meningkatkan kesehatan ibu dan menurunkan kemungkinan dari wanita hamil yang HIV positif untuk menularkan HIV pada anaknya pada sebelum. Menggunakan cairan oral (bukan saliva) yang dikumpulkan dari mulut menggunakan alat khusus.

Mungkin anda sudah tahu bahwa menghisap asap rokok orang lain di dekat anda lebih berbahaya bagi anda daripada bagi si perokok itu sendiri. diantaranya : TARMengandung bahan kimia yang beracun. dan anda hisap. kiranya diantara kita perlu bahu-membahu berbuat tiga hal utama : . Perokok pasif dapat meningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru dan jantung koroner. Dan mereka punya kemungkinan dua kali lipat untuk dirawat di rumah sakit pada tahun pertama kehidupan mereka.Racun Dalam Rokok. akan mengganggu kesehatan. tapi tidak banyak yang peduli. Anak-anak yang orangtuanya merokok menghadapi kemungkinan lebih besar untuk menderita sakit dada. ASMA Mengalami kesulitan bernafas. nikotin membuat pemakainya kecanduan. Banyak orang tahu bahaya merokok. para ilmuwan telah membuktikan bahwa zat-zat kimia yang dikandung asap rokok dapat mempengaruhi orang-orang tidak merokok di sekitarnya. Masalahnya adalah. karbon monoksida menyebabkan berkurangya oksigen yang diterima janin. Asap Sampingan adalah asap rokok yang dihasilkan oleh ujung rokok yang terbakar. ALERGI Iritasi akibat asap rokok. infeksi telinga. meyalurkan zat-zat beracun dari asap rokok kepada janin yang dikandungnya melalui peredaran darah. sakit kepala. Melihat bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan rokok. sakit tenggorokan.Wanita hamil yang merokok atau menjadi perokok pasif. Gejala-gejala gangguan kesehatan :iritasi mata. Lebih dari itu menghisap asap rokok orang lain dapat memperburuk kondisi pengidap penyakit : ANGINA Nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah pada jantung. NIKOTIN Salah satu jenis obat perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah. sebagainya merusak sel paru-paru dan meyebabkan kanker. KARBON MONOKSIDA (CO) Gas beracun yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen. karena asap rokok mengandung banyak zat-zat berbahaya. Asap Utama adalah asap rokok yang terhisap langsung masuk ke paru-paru perokok lalu di hembuskan kembali. Selama beberapa tahun terakhir. udara yang mengandung asap rokok. Nikotin rokok menyebabkan denyut jantung janin bertambah cepat. hidung dan tenggorokan. pusing. batuk dan sesak nafas.

Remaja. . dalam proses perkembangan kematangan psikologis dan biologis. Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan. kebingungan. Sebagian besar kasus terjadi pada kalangan usia produktif. Jangan merasa segan untuk menegur perokok. dan kekhawatiran. baik bagi si perokok langsung maupun perokok pasif. Remaja menjadi gemar coba-coba dalam emosi labil sehingga mudah terpengaruh. jika anda merasa terganggu. Pasalnya. remaja kerap menghadapi ketegangan. menjadi sasaran potensial yang rawan terhadap penularan HIV.Komunikasi dan informasi tentang bahaya merokok. Menyediakan tempat-tempat khusus bagi orang yang merokok agar yang bukan perokok tidak terkena dampak negatifnya.

Tujuannya : .Memakai celemek.Tindakan perawatan c. . e.Mencegah penularan.Membiasakan hidup sehat. fungsinya : .Menjaga kesehatan pelaku. b. c.Dapat menghemat waktu dan biaya.Mempercepat upaya penyembuhan.Secara psikologis orang yang sakit lebih senang dirawat di rumah sendiri. .Melindungi pakaian. b.Meringankan keadaan si korban.Untuk menghindari penularan. b. 1. Alasan Perawatan Keluarga a. . e.Siapa saja asal mendapat pendidikan sebelumnya.Tindakan pengobatan d.Mereka yang mampu menyelenggarakan.Membersihkan tangan dari kotoran.Mendidik anggota keluarga untuk menghemat. Pelaku Perawatan Keluarga a.Mencuci tangan. Tujuan Perawatan Keluarga a. Fungsi Perawatan Keluarga a. b. b.Pencatatan.PERAWATAN KELUARGA ( PMR ) Pengertian Perawatan keluarga adalah perawatan yang dilakukan oleh anggota keluarga itu sendiri dengan menggunakan alat-alat yang ada di lingkungan keluarga itu dan sederhana tetapi hasilnya memuaskan. c.Penyuluhan kesehatan.Dirawat oleh anggota keluarga sendiri dapat mempercepat penyembuhan.Persiapan a. Langkah-langkah Persiapan Perawatan Keluarga. .Pengamatan terhadap penderita.Memperkecil penularan. d.

Celemek c.Pasu najis h.Persiapan penderita. Hal-hal yang dilakukan dalam Perawatan Keluarga : a. a. b. e. Peralatan yang digunakan dapat menggunakan peralatan yang ada atau improvisasi.Pemberian obat. c.Alat-alat untuk tidur b.Selesai. b.Obat-obatan e. d.Urutan tindakan Perawatan Keluarga a.Pemberian makan dan minum.Mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan.2. c. e.Pelaksanaan. suhu tubuh dengan thermometer.Thermometer d.Penggantian dan pemasangan sprai. d.Persiapan pelaku.Alat kompres .Alat mandi f. dengan peralatan sederhana kita dapat menolong orang sakit. Alat-alat yang diperlukan : Peralatan yang diperlukan untuk PK tidak perlu sama dengan yang ada di rumah sakit.Membersihkan tempat tidur si penderita.Pemeriksaan denyut nadi.Pispot g.