P. 1
PEMANFAATAN KULIT TELUR AYAM SEBAGAI PENGGANTI OBAT LUKA GORES

PEMANFAATAN KULIT TELUR AYAM SEBAGAI PENGGANTI OBAT LUKA GORES

|Views: 1,751|Likes:

More info:

Published by: Kosta Sarah Sokhifao Zebua on Aug 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk yang mempunyai keharusan untuk memenuhi kebutuhan akan sandang, papan, dan pangan. Di setiap pemenuhan, manusia meninggalkan sampah yang dibuang begitu saja, seperti sampah dari pembuatan pakaian, sampah dari pembuatan rumah, yang berupa kaleng bekas cat, hingga serbuk kayu yang berserakan. Bukan hanya itu, manusia yang setiap hari makan makanan, guna memenuhi kebutuhan energi pun tak luput dari sampah yang terbuang sia-sia. Kulit telur misalnya. Telur adalah bahan makanan yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan akan protein. Berton-ton telur dikonsumsi setiap harinya dan berton-ton kulit telur pun dibuang setiap harinya. Telur merupakan bakal bayi dari hewan ovivar yang didalamnya terbagi atas kuning telur dan putih telur. Kuning atau pun putih telur merupakan bagian telur yang dikonsumsi. Karena di bagian inilah protein terkandung. Jadi, tak heran jika kebanyakan orang hanya memanfaatkan isinya dan membuang kulitnya. Kulit telur merupakan bagian telur yang tersusun atas CaCO3, yaitu suatu zat yang dapat menjadikan struktur kulit telur menjadi kuat serta zat lainnya yang ternyata mempunyai kemampuan dalam membantu kinerja trombosit, yaitu sel darah yang berfungsi di dalam proses pembekuan darah, sehingga mencegah pendarahan ketika seseorang terluka. Nah, kali ini penulis akan mengkaji secara keilmuan bagaimana kulit telur membantu kinerja trombosit serta kandungan apa yang terdapat didalamnya.

1

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah terurai penulis menemukan berbagai masalah yang penulis rumuskan sebagai berikut : 1. Apakah kandungan dari kulit telur ? 2. Bagaimanakah kulit telur dapat membantu kinerja trombosit ? 3. Apakah peran kandungan kulit telur dalam mengobati luka gores ? 4. Apakah kandungan kulit telur dapat dijadikan sebagai pengganti obat luka ?

C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui kandungan kulit telur ayam sebagai pengganti obat luka gores. 2. Untuk mengetahui peran kulit telur ayam dalam mengobati luka gores. 3. Untuk melihat pengaruh kandungan kulit telur ayam dalam mengobati luka gores.

D. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Bagi penulis : Dapat dijadikan sebagai pelatihan dalam menumbuh kembangkan jiwa dan pemikiran yang ilmiah. 2. Bagi siswa : Dapat dijadikan sebagai sumber referensi dalam penulisan karya ilmiah yang berkaitan dengan kulit telur ayam. 3. Bagi sekolah : Menambah koleksi karya ilmiah. 4. Bagi pembaca : Dapat dijadikan sebagai sumber informasi pengobatan alternatif luka gores.

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kulit Telur Kulit telur merupakan lapisan luar dari telur yang berfungsi melindungi semua bagian telur dari luka atau kerusakan (anonim, 2003). Pembentukan kulit telur memerlukan waktu yang sangat lama pada uterus di oviduk. Kandungan kalsium selama empat jam pertama berkisar 2,2% yang meningkat menjadi 5,6% setiap jam selama enam belas jam berikutnya. Ayam betina menggunakan pakan ternak dan rangka kalsium yang tersedia, untuk pembentukan kulit terluar telur. sekitar 47% rangka kalsium dialihkan untuk pembentukan kulit terluar telur (panda, 1995). Untuk ayam petelur, kandungan kalsium harus lebih tinggi selama ternak itu masih memproduksi telur, karena kalsium sangat diperlukan untuk pembentuk kulit luarnya (darmono, 1995).

B. Kandungan Kulit Telur Ayam Kulit telur ayam merupakan bagian terluar dari telur ayam. Kulit telur ayam tersusun atas senyawa protein sederhana yang berupa albumin dan memiliki struktur yang kuat. Di dalam kulit telur ayam terkandung logam mineral anorganik yang berupa Ca.

C. Obat Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia.

3

D. Macam-macam Obat 1. Obat Luar Obat luar adalah bahan atau campuran bahan yang digunakan untuk

pengobatan bagian luar dari tubuh. Khasiatnya bisa langsung meredakan rasa sakit, mengeringkan luka, mengempiskan benjolan atau pembengkakan, mencegah dan memulihkan penyakit untuk mempercepat penyembuhan. 2. Obat Dalam Obat dalam adalah obat yang dimasukan kedalam mulut. Hal yang menyebabkan demikian adalah: a. Bila pasien dalam keadaan tidak sadar. b. Terjadi gangguan menelan pada pasien. c. Terjadi gangguan pada lambung. d. Bila obat akan dirusak oleh enzim-enzim pencernaan. e. Bila dikehendaki efek obat yang lebih cepat.

E. Luka Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh atau rusaknya kesatuan/komponen jaringan, dimana secara spesifik terdapat substansi jaringan yang rusak atau hilang. F. Macam-Macam Luka 1. Luka Gores Luka gores merupakan luka yang diakibatkan oleh benda – benda tajam seperti pecahan kaca, pisau, serpihan kayu. Luka gores tergolong kedalam luka yang tidak perlu alat khusus untuk mengetahuinya. Luka gores adalah luka yang sederhana namun dapat menimbulkan efek berbahaya jika tidak segera ditangani.

4

2. Luka Bakar Luka bakar merupakan jenis luka, kerusakan jaringan atau kehilangan jaringan yang diakibatkan sumber panas ataupun suhu dingin yang tinggi, sumber listrik, bahan kimiawi, cahaya, radiasi dan friksi. Jenis luka dapat beraneka ragam dan memiliki penanganan yang berbeda tergantung jenis jaringan yang terkena luka bakar, tingkat keparahan, dan komplikasi yang terjadi akibat luka tersebut. Luka bakar dapat merusak jaringan otot, tulang, pembuluh darah, dan jaringan epidermal yang mengakibatkan kerusakan yang berada di tempat yang lebih dalam dari akhir sistem persarafan. Seorang korban luka bakar dapat mengalami berbagai macam komplikasi yang fatal termasuk diantaranya kondisi shock, infeksi, ketidak seimbangan elektrolit (inbalance elektrolit) dan masalah distress pernapasan. Selain komplikasi yang berbentuk fisik, luka bakar juga dapat menyebabkan distress emosional (trauma) dan psikologis yang berat dikarenakan cacat akibat luka bakar dan bekas luka (scar).

5

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Di dalam penulisan karya ilmiah dengan judul “ Pemanfaatan Kulit Telur Ayam Sebagai Pengganti Obat Luka Gores “ ini penulis memperoleh data dengan metode eksperimen. Kuat dugaan bahwa kulit telur, khususnya kulit telur ayam dapat dijadikan sebagai obat luka gores. Oleh karena itu penulis akan membuktikan hipotesis tersebut dengan melakukan eksperimen. B. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, yaitu gambaran atau informasi tentang objek penelitian melalui indra. Lembar observasi yang diperoleh dianalisis delam bentuk grafik dan dideskripsikan sesuai dengan hasil pengamatan. C. Waktu dan Tempat Penelitian Adapun penelitian ini dilakukan pada : Hari Tanggal Pukul Tempat : Kamis dan Minggu : 12, 16, dan 19 Februari 2012 : 14.00 - 17.30 WIB : Lingkungan SMA Negeri 1 Ciruas

D. Rancangan Penelitian 1. Menentukan masalah penelitian 2. Menentukan jenis data yang dibutuhkan 3. Menentukan tujuan penelitian 4. Menentukan manfaat penelitian 5. Mencari teori yang mendukung penelitian 6

6. Menentukan teknik pengumpulan dan pengolahan data 7. Menentukan waktu dan tempat penelitian 8. Melakukan penulisan laporan penelitian

7

BAB IV PEMBAHASAN

A. Kandungan Kulit Telur Ayam Sebagai Pengganti Obat Luka Gores Trombosit adalah sel darah atau keping darah yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Proses pembekuan darah terjadi ketika seseorang yang normal, tidak menderita hemofilia, terluka. Pada saat setelah seorang tersebut luka, maka ia akan mengeluarkan darah atau mengalami pendarahan. Pendarahan tersebut sangat vatal jika keping darah tidak bisa bekerja secara optimal. Pembekuan darah terjadi dalam tiga tahap, yaitu sebagai berikut : 1. Jaringan yang luka terpapar ke darah. Trombosit akan menempel ke kolagen jaringan dan mengeluarkan zat-zat yang membuat trombosit yang saling berdekatan saling menempel. 2. Trombosit akan membentuk sumber yang memberikan perlindungan darurat sehingga tidak terjadi kehilangan darah. Sumbat itu akan diperkuat oleh benang-benang fibrin. 3. Pembentukan benang-benang fibrin adalah sebagai berikut. a. Faktor pengumpal darah dari penggumpal darah dari plasma darah (antara lain tromboplastin trombokinase, ion kalsium, dan vitamin K). Faktor-faktor penggumpalan darah itu bersama-sama akan mengubah protrombin menjadi enzim trombin. b. Trombin akan mengkatalisis perubahan fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Benang-benang fibrin saling menjalin dan membentuk sumbat yang kuat untuk menutup luka.

8

Proses pembekuan darah di gambarkan sebagai berikut : Trombosit Trombokinase

Protrombin Vit. K Fibrinogen Ca2+

Trombin

Fibrin

Terlihat bahwa vitamin K , ion Ca2+ dan protein globulin merupakan faktor yang menjadikan proses pembekuan darah berlangsung. Pengujian kanduangan Ca2+ dan protein globulin merupakan langkah awal dari penelitian ini. Terlihat bahwa pada gambar 4.1 kulit telur ayam mengandung Ca2+ dan protein globulin yang berupa Albumin, yaitu senyawa protein yang dapat mengikat Ca2+. Pengujian kandungan kulit telur terlampir dalam lampiran 1.

Gambar 4.1 B. Hasi Penelitian Kulit telur ayam yang mengandung Ca2+ dan senyawa albumin merupakan faktor dari proses pembekuan darah. Pembuatan serbuk kulit telur ayam dilakukan dengan tujuan mempermudah dalam memanfaatkan Ca2+ dan senyawa Albumin yang terkandung didalamnya. Pembuatan serbuk kulit telur ayam dijelaskan pada lampiran 2. Setelah uji kandungan dan pembuatan serbuk kulit telur ayam terlaksana, pengujian pada sampel pun dilakukan. Mula-mula sampel yang terluka dibersihkan lukanya agar bersih dari debu dan kotoran. Kemudian luka yang sudah bersih diberi serbuk kulit telur ayam dengan cara menaburkan serbuk kulit telur ayam diatasnya. 9

Penilaian dari perkembangan luka sampel diberikan pada tabel 4.1 . Tabel 4.1 Nilai 1 2 3 4 5 Keadaan Luka Luka yang masih basah Luka agak basah Luka cukup kering Luka kering Luka sangat kering (sembuh)

Setelah sampel diberikan perlakuan seperti diatas. Kami mengamati sampel mengalami perkembangan yang berbeda ketika kami memberikan perlakuan berbeda pada dua luka yang sama, yaitu diobati dengan obat luka bermerk dan diobati dengan serbuk kulit telur ayam. Hasil pengamatan dari dua perlakuan tersebut diberikan pada tabel 4.2. Tabel 4.2 Waktu (menit) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Obat luka 1 1 1 1.5 2 2 2.33 3.66 4 4 Serbuk kulit telur 1 3 3 3 3 4 4 4 5 5

10

C. Pembahasan Berdasarkan tabel 4.2 di atas, perkembangan dua luka dari perlakuan yang berbeda terlihat jelas bahwa serbuk kulit telur ayam memberikan pengaruh yang cukup signifikan di bandingkan dengan obat luka. Hal ini menunjukan bahwa serbuk kulit telur mampu mengoptimalkan proses mekanisme pembekuan darah. Perkembangan luka yang diberi perlakuan berbeda tersebut diberikan pada grafik 4.1

6 5 Nilai Keadaan Luka 4 3 2 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Waktu (Menit) Obat luka Serbuk kulit telur

Telah diterangkan bahwa pembekuan darah dipengaruhi oleh Ca2+ dan senyawa protein Ko – Agulan. Di dalam kulit telur terkandung sejumlah Ca2+ dan senyawa protein sedarhana atau albumin. Albumin merupakan senyawa protein yang dapat mengikat Ca2+ sehingga serbuk kulit telur tidak hanya memberikan kontribusi sebagai penambah faktor Ko – Agulasi yang berupa Ca2+, namun juga mengikat Ca2+ yang terdapat di dalam tubuh. Dengan demikian serbuk kulit telur selain menambah faktor Ko – Agulasi juga dapat mengikat faktor Ko – Agulasi dari tubuh.

11

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan kaji pustaka dan penelitian yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa : 1. Kulit telur ayam tersusun dari senyawa protein sederhana dan Ca. 2. Kulit telur ayam mengandung Ca dan senyawa albumin yang dapat membantu dalam proses ko-Agulasi atau pembekuan darah. 3. Serbuk kulit telur dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti obat luka gores. B. Saran Saran dari penelitian ini adalah: 1. Karya ilmiah ini diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi dalam penulisan karya ilmiah yang berhubungan dengan kulit telur ayam. 2. Bagi pembaca diharapkan dapat mencoba apa yang telah diterangkan dalam karya ilmiah ini. 3. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang optimal.

12

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2008.”Apa

kandungan

pada

kulit

telur

ayam?”.

(online),(http://id.answers.yahoo.com/question/diakses 08 Februari 2012) Anonim.2010.”Definisi dan Jenis – Jenis Luka”.

(online),(http://stikesmbbaksos.blogspot.com/diakses 8 Februari 2012) Pratiwi, D.A, dkk..2007.Biologi Jilid 2 untuk SMA XI.Jakarta : Erlangga Putri,tira.2001.”Definisi Luka Bakar (Combustio)”.(online),(http://www.scribd.com/diakses 8 Februari 2012) Syamsuri,Istamar.2007.Biologi Jilid 1A untuk SMA X.Jakarta: Erlangga

13

Lampiran 1 Pengujian Kandungan Kulit Telur Ayam

Hari Waktu Tempat Alat

: Kamis, 16 Februari 2012 : 14.00 s.d 17.30 WIB : Lingkungan SMAN 1 CIRUAS :

1. Satu buah gelas 2. Stik kayu Bahan :

1. Larutan CH3COOH. 2. Telur ayam. Cara kerja : 1. Sterilkan gelas dengan cara mencucinya. 2. Masukan telur ayam ke dalam gelas. 3. Tuangkan larutan CH3COOH ke dalam gelas hingga telur terendam. 4. Amati perubahan yang terjadi. 5. Kulit telur ayam mengelupas membentuk endapan yang terdiri atas Ca. Hasil Pengamatan Gambar a.1 Gambar a.2

Kesimpulan

:

Pada gambar a.1 kulit telur bereaksi dengan asam cuka ( CH3COOH ) membentuk gelembung-gelembung gas ( CO2 dan H2O ). Gambar a.2 menunjukkan Ca2+ yang mengendap bersama sisa asam ( CH3COO- ) membentuk ( CH3COO )2Ca. 14

Lampiran 2 Pembuatan Serbuk Kulit Telur Ayam

Hari Waktu Tempat Alat

: Minggu, 12 Februari 2012 : 14.00 s.d 17.30 WIB : Lingkungan SMAN 1 CIRUAS :

1. Mortar 2. Sendok 3. Wadah Bahan :

1. Kulit telur ayam Cara Kerja : 1. Ambil satu atau beberapa butir telur. 2. Pisahkan isi telur dari kulitnya. 3. Cuci bersih kulit telur. 4. Tumbuk kulit telur hingga halus dengan menggunakan mortar. 5. Setelah halus masukan serbuk telur ke dalam wadah dengan sendok. 6. Serbuk kulit telur ayam siap diujikan.

Gambar b.1

Gambar b.2

15

BIODATA PENULIS

Sarah Fatmawati Palangkaraya, 11 April 1995 Taman Widya Asri, Ciracas, Kota Serang-Banten Motto : Hari esok akan lebih baik dari hari ini.

Subiantoro Serang, 26 November 1994 Kp. Simangu 05/02, Walantaka, Kota Serang-Banten Motto : Lakukanlah apa-apa yang kamu cintai dengan tanpa melupakan siapa yang selalu mencintaimu.

Widi Ridwanto Cimahi, 06 Januari 1995 Jl. Sultan Agung Tirtayasa, Tirtayasa, Kab. Serang Motto : Percaya dengan apa yang kita miliki, dan yakinkan diri kita bahwa kita bisa.

16

DAFTAR FOTO

A. Alat Dan Bahan

Larutan Cuka

Obat Luka

Serbuk kulit Telur

Saringan

Cutter

B. Proses Penelitian

Sebelum terluka

Saat terluka

Sudah diberi obat luka

Sebelum terluka

Saat terluka

Sudah diberi serbuk kulit telur

17

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->