P. 1
Menjadi Murid Kristus

Menjadi Murid Kristus

|Views: 64|Likes:
Published by Ding Emang Jau

More info:

Categories:Types, Speeches
Published by: Ding Emang Jau on Aug 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/09/2012

pdf

text

original

Tema: Menjadi Murid Kristus

1

“Ada banyak PENGIKUT Kristus tetapi tidaklah terlalu ramai yang sungguh menjadi MURID KRISTUS” Pengikut Kristus hanya sekadar bertambah Tua (growing old) tapi murid Kristus bertumbuh dewasa Murid tidak hanya bererti orang yang BELAJAR, tapi juga menjadi PENGIKUT yang MENGABDIKAN DIRI pada guru/pembimbingnya. Dalam Perjanjian Lama kita dapat melihat contoh pemuridan, seperti: Yosua menjadi pengikut dan penerus Musa, Elisa menjadi pengikut dan penerus Elia, dan lain sebagainya. Sedangkan dalam

Perjanjian Baru: Yohanes dengan murid-muridnya, Yesus Kristus dengan ke -12 murid-Nya, Paulus dengan Timotius, Titus

Dengan demikian pengertian murid Kristus adalah orang-orang percaya yang mahu belajar tentang segala ajaran Kristus dan mengabdikan dirinya hidup mengikuti Kristus. KEBEADAAN SEORANG MURID KRISTUS: Mengenal Allah: - Kita tidak akan mengenal kehendakNya jika Tidak sungguh mengenal Allah - Kita tidak mungkin punyai hubungan yang dekat dengan Allah kalau kita tidak sungguh mengenal Dia - Mengenal Allah itu penting sekali. Kalau kita tidak mengenal Allah, kita tidak betul- betul percaya kepada Tuhan - Bagaimana kita boleh percaya kepada seseorang yang kita kenal? Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satusatunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” - Ternyata: KEHIDUPAN KEKAL = MENGENAL ALLAH - Kenapa? Ada orang yang selalu rajin ke gereja tapi dia tidak pernah mengenal Allah. - (Bergereja ≠ Masuk Sorga) - Hanya mengenal Allah, Kita dapat memanggil Dia sebagai BAPA. Yohanes 14:6 “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” - Hanya jika kita sungguh mengenal Allah, kita dapat sungguh sungguh mempercayakan diri dan penyelesaian segala persoalan kita kepada Dia. - Ketika kita mengenal Tuhan sebagai Bapa, itu merupakan hal yang LUARBIASA - Sebagai seorang Bapa – Mengerti apa yang menjadi keperluan anaknya. - Alkitab berkata (rambutmu sekalipun dihitungNya, tidak ada sehelai rambut pun yang jatuh tanpa seizing Bapa) - Bapa disorga mengerti dan memperhatikan kita. Bapa kita disorga memperhatikan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan kita. Mengasihi Allah: - Pepatah “ tidak kenal maka tidak sayang”
2

- Kalau kita tidak mengenal Allah, kita tidak mengasihi Allah - Semakin kita mengenal Allah, semakin kita mengasihi Dia - Mengasihi Allah itu penting sekali. Menjadi murid Kristus mengasihi Allah itu adalah PENTING (VITAL) Matius 22:37-38 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Melayani Allah: - Banyak orang keliru berfikir bahawa, “ pelayanan itu adalah kita melakukan sesuatu untuk Tuhan.... ternyata BUKAN! - Paulus: “ Dalam diriku... Yesus menunjukkan seluruh kesabaranNya”. - Yesus sendiri berkata, “ Apa yang Aku dengar dari Bapa, itu yang Aku katakan. Apa yang Aku lihat, itu yang Aku katakan. Apa yang Aku lihat Bapa lakukan, itu yang Aku lakukan” - Dalam erti kata Yesus melakukan Pekerjaan Bapa dalam Dia. PELAYANAN YANG EFEKTIF: “Bukan kita melakukan sesuatu untuk Tuhan melainkan Tuhan yang melakukan sesuatu melalui kita” - Kalau pelayanan itu adalah hasil dari kasih kita kepada Tuhan, pelayanan itu (kita) pasti dahsyat - Pelayanan kita akan menghasilkan buah dan memberi impak - Ramai orang yang mahu melayani Tuhan tetapi tidak mahu terlebih dulu belajar mengenal, mengasihi Allah terlebih dahulu, akibatnya ketika menghadapi persoalan, tekanan, tentangan mereka mulai mundur kerena kecewa, bahkan kepahitan INGAT SELALU: “Pelayanan bukanlah kita melakukan berbagai kesibukan bagi Tuhan, melainkan Tuhan melakukan berbagai karya yang indah didalam dan melalui kehidupan kita” APA YANG DIKATAKAN MENJADI MURID KRISTUS? Tuhan Yesus memberikan Amanat AgungNya sebelum Dia naik ke sorga: “Pergilah, jadikanlah segala suku bangsa muridKu ... ” (Matius 28:19). Unik sekali bahwa kata “murid” dalam Perjanjian Baru tercatat 269 kali, kata “kristian @ kristen” hanya 3 kali, dan kata “orang percaya” hanya 2 kali. Ini memberikan kita gambaran betapa pentingnya panggilan Tuhan Yesus bagi kita yang sudah percaya kepadaNya, agar kita menjadi “muridNya”. ILLUSTRASI: Secara umum murid bererti orang yang mahu belajar dan menimba berbagai ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualiti dirinya. Apabila orang tua menyekolahkan anaknya dalam pembelajaran atau pendidikan yang berkualiti, tentu bukan bertujuan untuk menyombongkan kemampuan materi atau kehebatan anaknya, tapi bertujuan mencerdaskan anaknya dan meningkatkan kualiti hidupnya di masa depan. Dalam pengertian Alkitab murid tidak hanya berarti orang yang belajar, tapi juga menjadi pengikut yang mengabdikan diri pada guru/pembimbingnya.

3

Namun tidak semua orang percaya bersedia menjadi murid Kristus. Mengapa? Karena mereka enggan untuk mempelajari dan melaksanakan setiap ajaran Kristus dalam hidup mereka. Apa firman Tuhan katakana menjadi murid Kristus? Mari kita renungkan bersama. Tujuan kita belajar menjadi murid Kristus adalah agar kita dapat menjadi serupa dengan Kristus. Menjadi serupa dengan Kristus merupakan kehendak Allah atas orang-orang yang menjadi murid Kristus. Roma 8:29: “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” Menjadi serupa dengan Kristus bukan ertinya kita memiliki keilahian Kristus, tapi kita mengikuti jejak kemanusiaan-Nya. Dalam kemanusiaan-Nya, Kristus telah merendahkan diri, taat dan setia kepada Allah Bapa dalam menunaikan misi penyelamatan bagi umat manusia. Demikian juga kita perlu rendah hati, taat dan setia pada Kristus Yesus dalam mempertanggung jawabkan hidup ini sesuai kehendak-Nya. Bagaimana kita bisa demikian? Kita perlu memelihara persekutuan yang erat dengan Allah, senantiasa berhikmat pada ajaran Kristus, serta memberi diri hidup dalam tuntunan Roh Kudus. Bagaimana kita dapat menjadi murid Kristus? Matius 16:24 menjelaskan 3 langkah kepada kita, yaitu: “menyangkal diri”, “memikul salib” dan “mengikut Kristus”. “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” 1. Menyangkal Diri Menyangkal diri bererti “menempatkan Kristus sebagai pusat dan tujuan hidupnya.” Orang yang menyangkal diri memahami hidup sebagai kasih karunia Kristus yang patut disyukuri dan dijalani dengan penuh tanggung jawab di hadapan-Nya. Orang yang menyangkal diri akan berkata: “Bukan kehendakku, ya Bapa, melainkan kehendak-Mulah yang jadi.” Contoh penyangkalan diri dapat kita lihat dari hidup rasul Paulus, yang dalam surat-suratnya menyatakan bahwa apa yang dia fikirkan, apa yang dia lakukan, semata-mata bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk Tuhan. Roma 14:8, Paulus berkata:” Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup dan mati, kita adalah milik Tuhan.” Apabila kita senantiasa belajar menyangkal diri, kita akan dapat menjadi murid Kristus yang menempatkan kehendak Kristus sebagai dasar dan pedoman setiap rencana dan langkah hidup kita.
4

Orang yang dapat menyangkal diri juga tidak menganggap diri dan kepentingannya sebagai yang utama, tetapi ia dapat bersikap rendah hati dan memperhatikan kepentingan orang lain. Filipi 2:3. Dengan demikian sebagai murid Kristus, kita tidak hanya menempatkan Kristus sebagai pusat dan tujuan hidupnya, tapi juga senantiasa rendah hati dan peduli pada kepentingan orang lain. Inilah keberadaan dan makna hidup seorang murid Kristus di tengah kehidupan ini. 2. Memikul Salib Langkah berikutnya menjadi murid Kristus adalah bersedia memikul salib. Pada masa Yesus, salib merupakan hukuman yang paling hina dan menderita diberikan pengadilan Romawi kepada orang yang terbukti melakukan pelanggaran dan dosa besar. Sebenarnya Yesus tidak pernah melakukan pelanggaran dan dosa apa pun, tetapi Ia memberi diri disalibkan untuk menggenapi misi Allah menyelamatkan umat manusia dari dosa dan maut. Karena itu makna salib adalah ketaatan Kristus pada Allah dan wujud nyata kasihNya pada umat manusia. Filipi 2:6-8: “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”. Seorang teolog Jepang, Kosuke Koyama pernah bertanya: “Kenapa orang Kristen harus memikul salib? Mengapa lambang orang Kristian adalah salib? Mengapa bukan hamper (hadiah) yang berisi makanan bergizi dan memiliki gagang sehingga mudah menentengnya?” Pertanyaan Kosuke Koyama ini membantu kita memahami salib bukan sebagai hal yang menyenangkan atau membanggakan, tetapi salib adalah harga yang harus kita bayar sebagai murid Kristus. Setiap orang pada dasarnya memiliki salibnya masing-masing, yang harus dipikul dengan sabar dan taat kepada Kristus. Dalam memikul salib sebenarnya kita tidak perlu menggembar-gemborkan kesulitan yang kita alami, tetapi justru kita perlu belajar tetap bersukacita dalam Kristus (1 Petrus 4:12-14). 3. Mengikut Kristus Mengikut Kristus ertinya setia mengikuti Kristus dan taat melaksanakan segala firmanNya. Ketika Yesus mengajak murid-murid yang pertama (Simon Petrus, Andreas, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes) untuk menjadi murid Kristus, mereka meninggalkan jala, perahu, dan ayah mereka, dan mengikut Yesus (Matius 4:18-22).

5

Dari peristiwa ini kita belajar komitmen mengikuti panggilan Kristus, dan taat melaksanakan segala firman-Nya dalam hidup kita. Ketika berada di antara kerumunan orang-orang, seorang ahli Taurat berkata kepada Yesus: “Guru, aku akan mengikuti Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus menjawab: ”Serigala mempunyai liang dan burung memiliki sarang, tetapi Anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” (Matius 8:19-20). Jawaban Yesus ini menjadi suatu pernyataan bahwa sebenarnya Yesus tidak mendapat tempat di hati orang Farisi itu. Walaupun dia berkata akan mengikut Yesus, tetapi Yesus tahu keberatan hatinya. Mengapa? Karena ia adalah seorang Farisi yang sulit meninggalkan segala reputasi dan otoritasnya yang besar dalam sistem agama Yahudi. Saat ini pergumulan seperti orang Farisi itu cenderung dialami orang Kristen. Mengikut Kristus adalah mengutamakan Kristus di atas segalanya, bukan menempatkan Kristus di bawah kepentingan yang lain. Bila kita mau mengikut Kristus, kita perlu taat melaksanakan ajaran Kristus dan mempersaksikan kebenaran Kristus kepada sesama melalui setiap perkataan, sikap dan perbuatan kita sehari-hari. Hal utama yang perlu kita laksanakan sebagai murid Kristus adalah meneladani gaya hidup Kristus untuk hidup saling mengasihi dengan sesame. Yoh. 13:34-35 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Dengan kita hidup saling mengasihi, kita turut mewujudnyatakan misi Kristus dalam menghadirkan kasih dan damai sejahtera bagi dunia. Menjadi murid Kristus bukan suatu prestasi untuk menunjukkan kehebatan dan kemampuan kita melaksanakan semua ajaran Kristen/gereja. Menjadi murid Kristus adalah suatu pembelajaran kita dapat terus mengenal Kristus, memberi diri dituntun oleh Roh Kudus, serta taat melaksanakan setiap ajaran-Nya. Matius 16:24 (menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus) menjelaskan secara sederhana bagaimana kita dapat terus diproses dan diperlengkapi menjadi murid Kristus. Bila kita senantiasa berusaha menjadi murid Kristus, maka sebenarnya kita turut mewujudkan kehendak Allah agar kita hidup serupa dengan Kristus (Roma 8:29).

6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->