HUKUM ISLAM

Dosen: 1. 2. Prof. Otje Salman, S.H. Ali Abdurachman, S.H., MH.

MATERI PERKULIAHAN • Meliputi: 1. 2. 3. 4. 5. Pengertian: Syari'ah, Fikih, Hukum Islam. Karakteristik Hukum Islam Sumber Hukum Islam Perkembangan Hukum Islam Hukum Islam dan permasalahan aktualnya.

PENGERTIAN • Secara etimologi, Islam berasal dari bahasa Arab Salima yang berarti selamat sentosa. Dari asal kata itu dibentuk kata aslama, yang berarti memelihara diri dalam keadaan selamat sentosa. • 1. Akidah, 1. Iman kepada Allah, 2. Iman kepada Malaikat-malaikat-Nya, 3. Iman kepada Kitab-kilab-Nya, 4. Iman kepada Nabi dan Rasul-Nya, 5. Iman kepada Qodho dan Qodar-Nya. 2. Syari'ah, a. Ibadah (dalam arti sempit), 1. Thaharah, 2. Shalat, 3. Zakat, 4. Shaum, 5. Haji. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam 1 Pokok-pokok ajaran Islam meliputi:

d. Akhlak terhadap selain manusia. Imanuel Kant: bahwa hukum merupakan pencerminan akan murni. Jihad d. b.terhadap natura (batu-batuan). Muamalah (ibadah daiam arti luas). Jinayah b. b. 1. : Hukum Pidana. Hegel: bahwa hukum merupakan pencerminan dari roh. b. Teori kontribusi dari Aristoteles: bahwa manusia adalah bagian dari alam dan manusia adalah majikan bagi alam. Akhlak makhluk terhadap makhluk. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam 2 . 1. • • • • Islam harus diartikan secara kaffah. Muamalah : Hukum Wakaf 2. : perjuangan (dalam arti sempit: perang). yaitu secara bulat. a. Muamalah dalam arti khas: perdata. a. Akhlak makhluk terhadap Khalik. 2. d. a. terhadap fauna (dunia binatang). Muamalah : Hukum Dagang.b. Muamalah : Munakahat: Hukum Perkawinan c. : Politik. c. d.terhadap diri sendiri.terhadap flora (dunia tumbuhan). c. a. Siyasah 3. a. : kepemerintahan. Akhlak terhadap manusia. b. terhadap keluarga. Al-Qanunul'am (hukum publik).terhadap tetangga. Khilafah c. tidak boleh dikurangi atau dilebihi. terhadap masyarakat luas. Muamalah : waratsah: Hukum Waris (faraidh). terhadap makhluk lainnya. Akhlak.

Udhiyah (tata menyembelih hcwan). kepercayaan yang bersifat batiniah. A. baik hukum itu mengenai amaliyah lahiriah maupun yang mengenai akhlak dan akidah. Prinsip tidak berlaku surut. Wakaf (dari segi maksud). Ghoer Mahdhah (ibadah dalam arti umum . a. syari'ah adalah sebagai nama bagi hukum yang ditetapkan Allah untuk para hamba-Nya. Unsur-unsur jariah. Pcnafsiran. 2. a. Zakat. supaya para hamba melaksanakannya dengan dasar iman. Haji.Syari'ah • • Secara bahasa (etimologis). Secara istilah (terminologis). Teori kasualitas. Dll. Jinayah (Hukum Pidana). Sumber-sumber hukumnya. syari'ah berarti jalan. Aqiqah (potong kambing untuk anak yang baru lahir). Muamalah. Pengertian jariah. dengan perantara Rasulullah. Al Qonunul'am (hukum publik). b. Shalat.sosial). Puasa. • Ruang lingkup hukum Syari'ah: 1. Ibadah. Pertanggungjawaban 3 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam . Macam-macam Jariah. Mahdhah (ibadah dalam arti sempit-ritual). Thaharah. Pembagiannya. 1. asas Hukum Pidana Islam.

dll 2. Hukum Wakaf (kcluarga) Maliyah (Muamalah dalam sempit) Hukum mengupah orang lain untuk menemukan barang (ji'alah). Pengulangan. Putusan yang dijatuhkan. Keputusan hukum yang muttabi' Keputusan yang adil. pengakuan. dll.b. Al Akhwalus Syahsiyah (Hukum Keluarga). saksi.Dusturiyah (hubungan masyarakat/rakyat dan pemerintah). Siyasah (Politik). Unsur dan bentuk. . 2.syaratnya. Penggugat (perdata dan pidana).Dauliyah (hubungan internasional/Pidana-perdata) B. 1. keterangan. Qishas. Hak yang dilanggar. Hukum Nikah. Hukum jual beli Hukum salam 4 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam . Pembuktian. Hapusnya hukuman. Hukum Waris. 3. Aqdiyah (Hukum Acara). Huhud.Maliyah (Sistem perekonomian). Hukum barang temuan (luqathah). Al Qonunul khas (hukum privat). dll. . Hakim dan syarat. Hukum Hibah Hukum Wasiat. Diat dan Ta'jir. . Hukum membuka tanah baru (ihya almawat).

5 Secara etimologis. Hukum penggarapan tanah (muzaroah). fikih berarti mengetahui hukum-hukum syara’ yang perbuatan. Hukum pemindahan utang (alhiwalah). Syari’ah adalah sekumpulan aturan yang dibawa Rasulullah yang merupakan wahyu Allah. Hukum titipan (wadhi’ah). Berisi bentuk materi hukum yang bersifat umum dan fleksibel. perilaku. karena itu sifatya abadi tidak berubah. Secara umum syari'ah tcrbagi dalam dua katcgori: 1) Peraturan-peraturan yang menyangkut hubungan langsung dengan Tuhan yang disebut kaidah Ubudiyah (ibadah dalam arti khas). 2) Peraturan-pcraturan yang menyangkut hubungan dengan manusia yang disebut muamalah (ibadah dalam arti luas). Berisi bentuk materi hukum yang bersifat baku. Hukum perseroan (syirkah). Hukum perdamaian (asulhu). Fikih • • terperinci. • Fikih adalah penafsiran manusia terhadap syari'ah. Hukum perwakilan (wakilah wakalah). fikih berarti paham atau tahu.• Hukum gadai (ar horn) Hukum kepailitan (taflis) Hukum pengampunan (hajru). dengan melalui dalil-dalilnya yang amaliah (mengenai) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam . Hukum bagi untung (qiradh). Hukum pinjam meminjam (arriyah). Secara terminologis. • • Syari'ah adalah peraturan-peraturan yang terdapat di dalam Al-Quran dan Sunnah yang tegas dan jelas dan tidak dapat diragukan lagi. Hukum sewa menyewa (ijaroah). Hukum membeli paksa (syuf’ah). Hukum merampas barang orang/merampok (ghasab).

Menurut Imam Hanafi: “karena tidak disebutkan dalam Al-Quran. sabda Rasul. 23 rakaat. Menurut Imam Hambali: “haram.• • • • - Fikih adalah hasil pikiran manusia dalam menganalisis wahyu Allah dan Fikih merupakan salah satu cara untuk mengamalkan syari'ah. Terhadap pengertian 3x quru ada yang berpendapat yaitu 3x suci. akan menuju kepada masalah Hukum Islam • Hukum Islam adalah seperangkat sistem peraturan yang ditetapkan Allah sebagai pegangan bagi manusia. Menurut Imam Maliki: “karena tidak disebut dalam Al-Quran maka terserah kita (mubah)”. Menurut Imam Hanan: bersetubuh dengan wanita. Mengenai anjing sebagai hewan yang haram untuk dimakan: Menurut Imam Syafi'i: “anjing itu haram karena ada najis besar padanya”. baik hubungan dengan Allah (hablum minallah) maupun hubungan dengan sesama manusia (hablum ninannas). hal-hal yang praktis dalam masalah fikih. ada juga yang berpendapat 69 rakaat. Mengenai batalnya wudlu akibat lamastuinunisa (menyentuh wanita): Menurut Imam Syafi'i: benar-bcnar menyentuh wanita. fikih Islam. sifatnya tidak tetap/tidak sempurna. • Hukum Islam mengandung 3 pengertian: 6 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam . - Mengenai jumlah rakaat shalat tarawih: Ada yang berpendapat 11 rakaat. Mengenai menikahi yang hamil di luar nikah: Menurut Imam Syafi'i: “kawinkan saja untuk menjaga aib keluarga”. paling tidak makruh”. dimana Ushul Fiqh adalah dasar-dasar atau sendi-sendi yang karenanya dibangun Khilafiah adalah perbedaan diantara para ulama yaitu berkaitan dengan Mengenai masa iddah (yaitu masa setelah 3x quru). sedangkan mcnurut Imam Hanafi bahwa tidak dengan wali pun adalah sah. karena ini perkawinan dan waris”. baru boleh nikah setelah ia melahirkan. ada juga yang berpendapat 3x haid. misal: - Mengenai wali dalam pernikahan: Dimana pernikahan tidak sah jika tidak ada wali (Imam Syafi'i). maka jangan sampai diharamkan.

Dll. yaitu hukum-hukum yang mengandung tuntutan baik perintah maupun larangan. 2. atau penghalang terhadap pekerjaan. 3. b. Umum (general). Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam 7 . Yang termasuk kategori ini adalah sunnah. Hukum wad'hi. Yaitu bahwa Pengadilan Agama diperuntukkan secara khusus bagi mereka yang beragama Islam. 3. shalat dengan cara duduk bagi yang sakit. 7 Tahun 1989 Tentang Pengadilan Agama. Hukum takhyiri. Undang-Undang No. 4. dsb. Undang-Undang No. c. • Hukum positif buatan manusia yang mendasari Hukum Islam diantaranya: 1. shalat sunnah. Undang-undang Dasar 1945 pasal 29. Mudah dan menghapuskan kesulitan 4. dsb. Hukum taklifi. yaitu hukum yang menjadikan sebab akibat atau syarat. • Kesemuanya daripada hukum positif tersebut harus tetap berlandaskan Al-Quran dan Hadist. KARAKTERISTIK HUKUM ISLAM • Antara lain: 1. Hukum Adat. yaitu hukum-hukum pilihan untuk mcngerjakan atau meninggalkannya. zakat. Hukum Islam. 3. 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam. Tawazun (seimbang). yaitu: a.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. waris dan wakaf. mubah dan makruh.1. misal: puasa wajib bagi wanita yang sedang haid adalah menjadi tidak wajib. misal. Berkaitan dengan sistem Hukum Islam karena UU ini mengandung 3 sistem hukum. Inpres No. dsb.Yaitu mengenai perkawinan. Hukum Barat. Yang termasuk kategori ini adalah wajib dan haram. 2. Pancasila Sila I. Ciptaan Allah. 5. puasa sunnah. 2. misal: shalat.

Ad 3): Mudah dan menghapuskan kesulitan • • • Hukum Islam tidak membebani. sekunder dan tertier). Al-Baqoroh 2: 286. memaksa manusia. 2. Al-Baqoroh 2: 282. As-Saba 34: 28. Dalil-dalilnya: Al-Baqoroh 2: 185. Kategori hukum tertier. Ad 2): Umum (general) • Hukum Islam tidak hanya berlaku untuk bangsa tertentu saja. 4. anak-anak yang belum baligh). Al-A'raaf 7: 15S. lapi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam .Ad 1): Ciptaan Allah • • Hukum Islam bukan hasil ciptaan manusia. 2. Kategori hukum primer. Tidak normal (orang gila. Lupa. Keadaan terpaksa. 8 Apabila tidak dipenuhi maka akan mengakibatkan kekacauan. menyulitkan dan berusaha mewujudkan kemaslahatan manusia itu sendiri. 5. • • Melindungi maslahat manusia dalam rangka menjamin kebutuhan manusia (primer. Asy-Syura 42: 38. Dalil-dalilnya: Al-Maidah 5: 3. tidak terbatas pada kelaskelas tertentu sehingga tidak ada diskriminasi dalam hukum Islam. tidak dibatasi oleh batas-batas geografis. belum mengetahui sebelumnya. An Nisaa 4:58. Apabila tidak dipenuhi maka akan mengakibatkan kegoncangan. • Dalil-dalilnya: Al-Anbia 21: 107. Tujuh faktor yang meringankan beban manusia: 1. Al-Hajj 22:78. Tujuan Hukum Islam tidak lepas dari: 1. Sulit dihindari. karena manusia sifatnya terbatas dan dalam pemahamannya dipengaruhi oleh kondisi sekitarnya (kondisional). Musafir. tetapi kepada seluruh umat manusia. 3. Al Ahzab 33:36. Kategori hukum sekunder. 13. 6. Ali Imron 3: 104 Hujarat 49. 3.

Keadilan yang merata. 2. An-Nuur 24: 37. maka sumber hukum Islam meliputi: 1. Ar-Royu (Ijtihad secara pcrorangan). dan estetika. 5. Jika dilihat dari Hadits yang meriwayatkan tentang pembicaraan antara Rasul dengan Ali bin Abi Thalib. 1. Adalah dasar-dasar hukum yang mencakup sejumlah kesatuan yang berlaku Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam 9 . akal. Qillatut taklif (menyedikitkan taklif). maka sumber hukum Islam ada 3: 1. • Al-Quran.Dibutuhkan dalam rangka pemenuhan atas tuntutan wibawa. 3. Jika tidak dipenuhi akan menycbabkan kekosongan aktivitas. 2. • Sumber Hukum Islam Meliputi: 1. Al-Hadits. Ar-Royu (Ijtihad secara musyawarah). Jika dilihat dan Hadist Muaz bin Jabal. jiwa. Asas-asas hukum Islam. Ad 4): Tawazun (seimbang) • • • Dalil-dalilnya: Al-Qashas 28: 77. harta dan keturunan. Ditinjau dari ruang lingkupnya: Kully (universal). Sejalan dengan kemaslahatan manusia. Al-A'raaf 7:32. Al-hadits. Al-Hadits. Al-Quran. 2. 3. Tadarruj (tahap demi tahap). Al-Jumu'ah 62:10. a. 6. etika. Nafyul haraj (meniadakan kepicikan). Ijma dan Qiyas (dasarnya adalah Surat An-Nissa 4:59). 3. SUMBER HUKUM ISLAM • • Sumber hukum Islam menurut Imam Syafi’i adalah Al-Quran. Bersifat preventif. 4. Tujuan Hukum Islam itu sendiri secara umum adalah tak lain untuk memelihara agama.

Adalah dalil yang meyakinkan bahwa datangnya dari Allah dan Rasul. baik Al-Quran maupun Sunnah. Ijma. . yang antara lain meliputi: a.: Qoth'iyul wurud. . Adalah dalil yang kata-katanya atau ungkapan katakatanya menunjukkan arti dan maksud tertentu dengan tegas dan jelas sehingga tidak mungkin ada pengertian lain. Ditinjau dari segi asal usulnya: a. diwajibkan kepada kamu sekalian untuk berpuasa" (Al-Baqarah 2: 183). b. Juz'i (partial). Qoth'iyul dilalah. Akliyah. b. Adalah dalil yang mcnunjukkan kepada satu persoalan atau satu hukum tertentu saja. a. Ditinjau dari segi daya kekuatannya Qoth'i. bahwa sesuatu itu datangnya dari Nabi. Adalah dalil yang didasarkan kepada hasil pemikiran (ijtihad) para ulama. Adalah dalil yang berasal dari nash.Dhaniyul wurud. b. Terdiri dari: Al-Quran.umum. Contoh: "Wahai orang-orang yang beriman. Adalah dalil yang hanya memberi kesan yang kuat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 10 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam . Contoh: "Janganlah kamu sekalian berbuat kerusakan di muka bnmi". 3.Dhaniyul dilalah. tidak menunjukkan kepada hanya satu arti dan maksud tertentu saja. Adalah kesepakatan semua mujtahid di antara umat Islam pada suatu masa setelah wafat Rasulullah SAW atas hukum syar'i mengenai suatu kejadian. Dalil ini tidak berlaku bagi AlQuran. 2. Sunnah Rasul. Nakliyah. Dhani. (Al-Baqarah 2: 11). Adalah dalil yang kata-kata atau ungkapan kata-katanya memberikan berbagai kemungkinan arti dan maksudnya.

d. Al Istishab. sampai terdapat dalil yang menunjukkan atas perubahannya. • Kekhawatiran atas ijma dan qiyas dibuktikan melalui kompilasi Hukum Islam dalam Inpres No. i. Asy syar'un man qoblana. atau menjadikan hukum yang telah ditetapkan pada masa lampau secara kekal menuntut keadaan. 1 Tahun 1991. Al Maslahah wal mursalah. • Ijma dan Qiyas masih diragukan untuk dianggap sebagai Hukum Islam karena: 1.b. dalam hukum yang telah ditetapkan oleh nash karena adanya kesamaan dua kejadian itu dalam illat hukumnya. Adalah menetapkan sesuatu menurut sebelumnya. Waris bagi anak angkat. Adalah sesuatu yang telah menjadi tradisi baik ucapan maupun perbuatan sesuatu kebiasaan yang dilakukan oleh kebanyakan manusia atau manusia seluruhnya. f. Adalah jalan yang menghambat dan jalan yang membuka untuk mencapai tujuan. 2. c. Ijma dan qiyas cenderung kepada pendapat manusia sehingga diragukan kebenarannya. diantaranya adalah tentang: Kawin hamil. Al Istishan. g. sehingga ada dalil yang menunjukkan perubahan itu. tidak termasuk 72 golongan" (yaitu orang-orang yang mengikuti pendapatnya sendiri)”. Adalah syari'ah orang sebelum kita. Mazhab sahabat. Adalah menganggap suatu itu baik. Qiyas (analogi). Adalah menghubungkan suatu kejadian yang tidak ada nashnya kepada kejadian lain yang ada nashnya. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 11 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam . Al Urf. h. Ada pernyataanRasul: "Kaumku hanya satu. Adalah memberikan hukum syara kepada sesuatu kasus yang tidak terdapat dalam nash atau ijma dengan tujuan memelihara kemaslahatan e. Sadzudzari'ah.

tetapi ada golongan yang menempatkan Al-Hadits lebih tinggi daripada Al-Quran (mereka dinamakan kelompok Muhadisin).• • Sumber Hukum Islam menurut Imam Syafi'i adalah Al-Quran. misalnya yang satu mengarah kepada haram sedang yang satu mengarah kepada sunnah. Jika ada 2 dalil yang bertentangan. yaitu makruh. 4. Contoh: Hadits mengenai tidak sahnya menikah tanpa wali. Adalah Hadits yang diriwayatkan oleh banyak orang dari generasi ke generasi sehingga tidak memberikan peluang untuk terjadinya dusta. Nasa'i. • Orang-orang yang diakui scbagai pengumpul hadits: 1. Muslim. Ibnu Majjah. Contoh: Hadits Qauly. • Dari segi periwayatannya maka Hadits dibagi menjadi 3 golongan: 1. Hadits Mutawatir. 3. Adalah Hadits yang diriwayatkan oleh hanya satu orang. 5. Contoh: Hadits tentang shalat sunnah I-ed. namun tidak sebesar Hadits mutawatir. Bukhari. Tirmidzi. Ijma dan Qiyas (dasarnya adalah Surat An-Nissa 4:59). Hadits Mashur. Abu Daud. 2. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 12 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam . 2. • Secara hierarki maka Al-Quran itu lebih tinggi derajatnya daripada Al-Hadits. mereka menganggap demikian karena dalam kehidupan sehari-hari maka Hadits-lah yang banyak digunakan (lebih konkrit) sedangkan Al-Quran masih terlalu abstrak. Al-hadits. 3. bahwa setiap pcrbuatan itu mengandung niat. kaum ini menggunakan suatu asas dalam hukum yaitu asas lex specialis derogat lex generalis. Hadits Ahad. 6. maka dalam ajaran Islam kasus ini ditarik ke tengah-tengah. Adalah Hadits yang diriwayatkan oleh banyak orang.

Hukum Islam bersumber pada wahyu Allah (AlQuran) dan tindakan Rasul. Khalifah Abu Bakar Siddiq. 4. Hadits yang lemah (da'if). c. 2. Khalifah Ali bin Abi Thalib. 3. • Ada sejumlah ahli fikih terkenal (disebut mazhab) yang melakukan ijma dan qiyas. • Kekuatan hadits dilihat dari: 1. antara lain: 1. Khalifah Umar bin Khattab. d. 2. Dzahabi . Materinya. 3. Imam Hanafi. 2.• Berdasarkan kebenarannya. Ad 2): Khalifah (Khulafaur Rasyidin) Meliputi: a. Taqlid. Imam Maliki.Abbasivah. Imam Hambali. Kebangkilan. " Pada masa ini Hukum Islam Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 13 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam . Riwayat penerimaannya. 2. Imam Syafi'i. Hadits yang sehat (sahih). Rasulullah SAW. Hadits yang palsu (maudhu). b. Khalifah Usman bin Anan. maka segala hukum bersumber pada Rasul. 5. Ad 1): Rasulullah SAW • Pada masa ini. SEJARAH PEMBENTUKAN DAN PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM • Perkembangan Hukum Islam dibagi dalam 5 pcriode: 1. 3. 4. karena pada waktu itu Rasul masih hidup. hadits dibagi menjadi 3 golongan: 1. Khalifah (Khulafaur Rasyidin).

Mazhab Hanafi. Ad 4): Taqlid • Pada masa ini pintu ijtihad telah tertutup. mengikuti ulama-ulama yang sudah ada. Mazhab Syi'ah. Mazhab Dzahiri. 2. sehingga pemikiran tentang Islam semakin beragam. "Masa ini merupakan masa suram agama Islam. yaitu para pemikir yang berpusat di Iraq. Hadits dan Sunnah ditambah dengan Ijma. 3. Mazhab Hambali. sehingga muncul kelompok-kelompok beragam dan tumbuhlah mazhab-mazhab. • Timbul 2 istilah: 1. Mazhab Maliki. Ad 3): Dzahabi -Abbasiyah • Pada masa ini wilayah Islam semakin luas sehingga pemikiran tentang Islam sendiri semakin pesat. Periode sesudah hijrah. 2. Ahli Hadits.bersumber pada Al-Quran. 2. Perkembangan hukum Islam dapat pula dibagi menjadi: 1. Periode sebelum hijrah. 5. • Pada masa ini timbul mazhab-mazhab yang berjumlah ratusan dan kemudian mengkristal menjadi antara lain: 1. Jamaludin Al Afgani dan M Abdul yang membuka lagi pintu ijtihad. yaitu para pemikir yang berpusat di Mekah. 6. Mazhab Syafi'i. Ahli Ro'yu. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 14 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam . • Pada masa inilah Al-Quran mulai dibukukan. karena Iraq merupakan perbatasan tempat berdagang para pedagang dari berbagai negara. 4. Ad 5): Kebangkitan • • Pada masa ini lahir Ibnu Taymah. dimana terjadi stagnasi dalam hal pemikiran”.

Masa Pra kolonial. dsb. Untuk golongan Bumiputera diberlakukan hukum Islam dibeberapa tempat. yaitu golongan Eropa. Rukun nikah: 1. HUKUM ISLAM DAN PERMASALAHAN AKTUALNYA Hukum Nikah Islam • • • • Istilah yang digunakan untuk perkawinan dalam Islam adalah nikah. Wali. Di Indonesia perkembangan Hukum Islam dapat dibagi dalam 3 Lahirnya UU No. 3. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. misal: di Kalimantan dengan Mahkamah Syari'ahnya. Timur Asing dan Bumiputera. Calon pengantin. Bahwa hukum yang hidup dan berkembang di Indonesia bukan hukum agama. 3. Tujuan dari pcrnikahan adalah menghalalkan pergaulan antara mereka. Bahwa hukum yang hidup dan berkembang di Indonesia adalah adat yang identik dengan Hukum Islam. Receptio in complexu. Mahar (mas kawin). Masa kemerdekaan. • proses: 1. Masa kolonial. Adanya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. 2. 3. adapun hukum agama baru digunakan apabila dikehendaki oleh Hukum Adat. Hakikat nikah adalah akad (dapal diartikan pula seperti ijab qabul) antara seorang laki-laki dengan seorang wanita untuk menjadi suami istri. 2. Resepsi. dalam hal ini maka Hukum Adat digunakan selama tidak bertentang dengan Hukum Islam. Receptio a contrario (dari Hazairin). Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 15 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam . Terdapat golongan-golongan penduduk. 2.• Di Indonesia perkembangan hukum Islam dibagi dalam 3 periode: 1. Bahwa hukum yang hidup dalam masyarakat Indonesia adalah Hukum Islam.

Jika tidak ada suara tangisan. Hukum Waris Islam • • • Dasar hukum dapat dilihat dalam Surat An Nisaa ayat 11. yaitu anak. waris adalah pindahnya sesuatu (dalam arti umum) dari seorang kepada orang lain. Hubungan darah. yaitu. Yaitu ahli waris yang bagian-bagiannya sudah ditentukan dalam nash. Perkawinan. ia tidak mendapat warisan. waris adalah pindahnya hak seseorang yang telah meninggal dunia kepada ahli warisnya. 2. 3. ayah dan ibu. 2. • • Pembagian waris dilaksanakan setalah dibayarnya utang-utang dan wasiat. • Dzawil Arham. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 16 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam . 2. ia mcndapatkan warisan. Menurut istilah. Golongan ahli waris: 1. baik dalam bentuk benda bergerak maupun benda tidak bergerak ataupun hak-hak kebendaan lainnya. Yaitu ahli waris yang mendapatkan bagian dari sisa pewarisan dari ashabul furud. istri. Ashabah. suami. Yaitu keluarga dekat. Ashabul furud. Jika ada suatu tangisan. Warisan terhadap anak yang meninggal waktu lahir (ada beberapa pendapat): 1. Hukum asal nikah adalah wajib (An Nisaa ayat 3). • Sebab memperoleh warisan: 1. Menurut bahasa.

Dll.Dr. oleh Prof. Abdul Wahhab Khallaf. Otje Salman S.R. oleh Kaidah-kaidah Hukum Islam . Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 17 2004-2005 Campus in Compact – Hukum Islam .Pemahaman Akidah Syari'ah dan Akhlak..S.H. Muhtar Gandaatmaja. oleh Prof Dr. .Ilmu Ushulul Fiqh.REFERENSI • • • Kuliah Al-lslam . H. MD. dan Ahmad Saefurrizal. Hukum Waris Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful