Ada beberapa cara untuk membuat jam pelajaran anda berlalu tanpa terasa baik kita sebagai guru

maupun siswa sebagai penikmat cara mengajar dan perencanaan mengajar kita. 1. rencanakan dalam seminggu perencanaan mengajar anda

2. selalu update rencana pengajaran anda setelah dan sebelum mengajar 3. tidur yang cukup setiap hari. Hal ini penting agar suasana hati kita terjaga dan tidak mudah emosi 4. rencanakan pengajaran anda dalam team, jika tidak mungkin konsultasikan formal dan informal RPP anda pada rekan sesama guru. 5. masuk kelas lebih awal bisa 3 menit atau 5 menit lebih awal.

6. pikirkan 3 strategi atau rencana dalam mengajar, dengan demikian anak yang cepat selesai tetap punya kegiatan 7. saat mengajar sempatkan memotivasi siswa. memotivasi itu bukan memuji karena memotivasi anda perlu mendalami karakter anak yang anda ingin motivasi 8. tebarkan senyum pada seisi kelas 9. ucapkan salam dengan semangat saat akan mengajar 10. berikan soal yang menantang dan bukan sekedar sulit 11. minta siswa untuk ajarkan siswa lainnya jika ia sudah selesai 12. kurangi gaya ‘one man show’ saat mengajar, kurangi semangat untuk menceramahi siswa. Biarkan siswa juga berbicara di kelas, berbagi mengenai strateginya dalam mengerjakan soal yang anda berikan.

sehingga kita tidak perlu merujuk banyak buku kepada siswa. Hal ini berguna . tetapi hal ini tidak mendidik dan merugikan siswa yang anda didik. dan susah. Berikut ini ada beberapa tips yang biasa saya lakukan bila menyampaikan materi dikelas : Sebelum Menyampaikan Materi : 1. Rangkum semua soal tersebut dalam satu buku atau file dan buat memo disetiap soal tersebut… memo ini dibuat agar anda tahu kapan anda pernah memberikannya kepada siswa dan pada kelas berapa. Hal ini juga memudahkan siswa sehingga ia tidak perlu banyak membeli buku. sehingga soal yang sudah diberikan tidak disampaikan lagi pada pertemuan berikutnya. Milikilah absen siswa anda. dan buatlah tabel nilai dan presentase kemajuan siswa. 2. 3. sedang. Tidak pelit nilai mungkin hal yang bijak sebagai seorang pengajar dan tentunya anda akan menjadi pengajar favorit dikelas. bila tidak… maka yang terjadi adalah siswa/mahasiswa akan kurang faham. tidak menyukai mata pelajaran tersebut atau bahkan anda sendiri sebagai pengajar tidak disukai. karena mungkin anda banyak mengajar mata pelajaran lainnya maka terkadang sudah agak lupa dengan materi ini sehingga perlu dipelajari lagi agar lebih siap. Apabila mata pelajarannya eksak/hitungan. Siapkan soal-soal latihan sebanyak-banyaknya dan dibagi menjadi kategori ringan. 4. buatlah rangkuman rumus kepada siswa.Teknik Mengajar Yang Baik dan Efektif Seorang guru/instruktur/dosen harus memiliki kemampuan yang baik dalam menyampaikan materi yang diajarkannya. Pelajarilah kembali materi yang akan disampaikan dan buatlah rangkuman atau point-point penting pada materi tersebut. Buatlah diktat atau rangkuman yang dapat di fotocopy atau disalin oleh siswa.

5. Berikan perhatian anda dengan penuh kasih sayang. hal ini hanya membuang waktu dan tidak efisien karena secara logika tentunya siswa belum mengetahui materi yang akan disampaikan.agar anda dapat mengetahui apakah materi anda telah diserap dengan baik oleh siswa dan siswa mana yang perlu anda bimbing lebih ekstra agar nilainya tidak jatuh. dan metode ajar anda dapat diterima dengan baik oleh siswa. pancinglah siswa agar banyak bertanya. Selain itu ada juga perlunya anda bersenda gurau disela-sela penyampaian materi agar tidak terlalu tegang. namun bila ternyata itu tidak efektif misalnya banyak yang tidak mengerjakan atau ternyata banyak yang saling mencontek pekerjaan teman2nya sebaiknya metode PR nya anda ubah misal dengan beda soal tiap siswa atau cara lainnya. namun ia justru malu dan takut dengan salah satu guru yang sangat dihormatinya. Buatlah suasana yang menarik dan tidak membosankan. jangan terlalu banyak berteletele atau terlalu banyak bercerita yang bukan dalam ruang lingkup materi anda. Menjadi guru yang garang dan terlalu disiplin terkadang akan membentuk siswa yang keras juga. sikap. bukan mencari kesalahan mereka. Untuk materi eksak. Kalo soal quiznya materi hari kemaren itu namanya ulangan… jadi perlu bedakan antara quiz dengan ulangan ya 3. untuk itu buatlah siswa takut karena hormat kepada anda dan bukan takut karena hukuman anda. Pekerjaan Rumah (PR) dapat anda berikan setiap akhir penyampaian materi. perbanyaklah contoh soal… sampaikan perlahan dan buat agar siswa juga sama2 ikut berfikir. . Lakukan sistem ajar yang lebih interaktif berupa tanya jawab. Saya banyak mengalami quiz dilakukan hanya di awal materi. 2. Saat di Kelas : 1. untuk itu anda harus banyak latihan agar cara berbicara. Buatlah quiz di awal dan akhir penyampaian materi. Sampaikan materi dengan menyampaikan point-point pentingnya saja. Pernah ada siswa yang sangat nakal. 4. bila waktu tidak memungkinkan lakukan hanya di akhir materi bukan diawalnya… hal ini dapat menjadi indikator apakah materi yang telah disampaikan sudah diterima dengan baik oleh siswa.

demikian seterusnya… metode ini membuat siswa berfikir cepat dan tidak dapat mencontek. 7. setelah itu bacakan soal no.. anda berikan waktu yang terbatas untuk menjawab soal tersebut. ini bisa dilakukan dengan memberikan questioner pada siswa terhadap cara mengajar anda. didiklah anak kita untuk kemajuan bangsa dimasa yang akan datang… Semoga Bermanfaat. Anda juga dapat melakukan quiz interaktif. Misal bacakan soal no.2 kemudian siswa menjawab. Anda perlu melakukan evaluasi terhadap cara anda mengajar. . yaitu dengan membaca soal satu persatu dan mahasiswa langsung menjawab.6. Selamat mengabdi. 1 kemudian langsung dijawab oleh siswa.

Beberapa indikator dari dampak mengajar yang baik adalah :Apa yang diajarkan di dalam kelas menjadi stimulan bagi proses berikutnya dari studi mahasiswa. baik yang berkaitan dengan penerapan ilmu yang diajarkannya maupun etika dan moral secara umum. Prof.KeduaMengajar yang baik harus menjadikan bahwa mahasiswa merupakan konsumen atau klien dari ilmu pengetahuan yang kita jual (penulis sendiri pernah menulis tentang paradigma baru pelayanan PT. Seorang dosen haruslah mengerjakan yang terbaik dalam bidangnya. mempertanyakan. Dosen harus memperlihatkan suatu antusiasme dan kasih sayang dan kemudian membagikannya kepada mahasiswanya.10 Cara mengajar yang baikPertamaMenurut Prof. selalu bersedia untuk mencoba hal-hal baru (experimenting). tanpa pernah menyisipkan soal etika dan moral. menyikapi dengan responsif.KeduaAdalah benar jika ada yang berpendapat bahwa semakin tinggi gelar kesarjanaan seseorang semakin fokus dan semakin dalam pengetahuannya dalam bidang keahliannya.Menurut Prof. yaitu mendapatkan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang berkualitas sehingga dapat bermanfaat dalam kehidupan mereka setelah lulus dari pendidikannya. seorang pengajar (dosen) yang baik harus dapat mendorong mahasiswa mencapai keunggulan. paling banyak hanya 10% yang dapat tercapai. Leblanc. mengajar yang baik merupakan gabungan dari kesenangan (passion) dan penalaran (reason). memiliki arti.KeempatMenjadi pengajar yang baik bukan hanya dibuktikan dengan memiliki program kerja (agenda) yang tersusun rapih dan secara ketat mengikuti agenda tersebut (rigid). seorang doktor atau profesor seharusnya mempelajari lebih banyak bidang-bidang di luar kajiannya. Mengajar yang baik bukan hanya tentang bagaimana memotivasi mahasiswa agar mau belajar tetapi mengajar mereka bagaimana belajar dengan baik sehingga apa yang dipelajari menjadi relevan. Sebaliknya. dan memiliki kepercayaan diri untuk merespons dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah. fluid (tidak kaku). di kelas.Dengan demikian.KetigaPada prinsipnya. sebagus apa pun agenda kerja yang disusun. Mengajar yang baik merupakan suatu keseimbangan antara menjadi diktator yang otoriter dan menjadi seorang penurut (pushover). Oleh karena itu. Leblanc. Leblanc mengibaratkan bahwa memperlakukan mahasiswa (dalam hal mengajar dan mendidik) sama persis dengan bagaimana kita berbuat memperlakukan sesuatu (baik benda maupun binatang kesayangan). Yang sama dari setiap individu mahasiswa hanyalah dalam tujuan akhirnya. bahwa mahasiswa sekarang adalah konsumen). karena sebagaimana dikemukakan di atas.Pernyataan Prof. Leblanc. dosen haruslah bersikap fleksibel. bukanlah sebuah sikap yang baik jika seorang dosen hanya berdiri di depan kelas. Mengapa? Karena mengajar yang baik bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan yang menjadi bidang garapan kita (karena itu informasinya bukan hanya dari buku teks dan jurnal ilmiah bidang kita) saja. prinsip kedua dari mengajar yang baik adalah menjembatani antara teori dan praktiknya di masyarakat. tetapi juga tentang bagaimana keterkaitan bidang ilmu kita dalam hasanah ilmu lainnya dan bagaimana penerapannya di dunia nyata. dan selalu menjadi seorang profesional. Cara dosen mengajar menjadi role model bagi para mahasiswanya. misalnya menjadi topik bahasan kuliah menjadi sumber inspirasi bagi riset mahasiswa tersebut. membaca dari berbagai sumber. dan secara bersamaan mahasiswa juga harus dapat menjelma menjadi seorang pribadi utuh. memiliki rasa hormat kepada sesama. Leblanc di atas mengindikasikan bahwa sangat . Seorang pengajar yang baik harus bersedia untuk mengubah silabus dan jadwal perkuliahannya jika di tempat lain diketahuinya ada hal-hal yang lebih baik. dan memahami bahwa setiap individu mahasiswa dari setiap kelas adalah suatu pribadi yang unik dan berbeda. dan dikenang dengan baik. mengajar yang baik adalah kesediaan mendengarkan. bukan hanya dalam bidangnya tetapi juga di luar bidang keahlian sendiri. menyampaikan materi ajar secara ‘kering’. Menurut Prof.

dimana banyak perkuliahan ditawarkan secara paralel. bukan hanya silabus mata kuliah yang harus fleksibel mengikuti kebutuhan zaman dan kebutuhan pasar.Sayangnya di kita. Dengan demikian. tetapi juga terhadap animo untuk hadir di kelas pada mata kuliah tersebut. seorang dosen harus menyisipkan humor- . yang kita dapatkan dari dosen ketika dahulu kita kuliah. Seorang dosen di kelas adalah seorang dirijen (conductor) sebuah orkestra dan mahasiswa bagaikan pemain orkestra yang memainkan alat musik yang berlainan dengan kemampuan bermain yang berbeda-beda. terutama untuk kelas-kelas yang pesertanya besar. Mengajar di depan kelas bagi seorang dosen adalah bekerja.) bagaimana ilmu yang dia ajarkan diajarkan di tempat lain. semutakhir apakah bahan ajar yang kita berikan kepada mahasiswa.KelimaMengajar yang baik juga berkaitan dengan cara ataugaya (style). baik pada semester yang sama (sebagai kelas berbeda) maupun setiap semester. kita pernah mendapatkan dosen yang hanya duduk saja di kursi. Leblanc menekankan bahwa prinsip keenam ini merupakan prinsip yang sangat penting. Jika saja mahasiswa dibebaskan memilih sebagaimana di luar negeri. Artinya. pemilihan kelas biasanya sangat ditentukan oleh kualitas dangaya mengajar dosennya. Kalau tidak percaya. Walaupun ditawarkan secara bersamaan dalam satu semester yang sama. Mengajar di kelas harus juga merupakan suatu ‘pertunjukkan’ yang menarik. Dari pengalaman kita sebagai mahasiswa. Cara atau gaya mengajar bukan saja akan mempengaruhi daya ketertarikan (animo) mahasiswa terhadap materi perkuliahan. sehingga mahasiswa tidak diberi kebebasan dalam memilih kelas mana yang disukainya.Di Indonesia. dosen yang mengajarnya ‘enakeun’ (menurut istilah mahasiswa sekarang).Silahkan masing-masing kita mengevaluasi diri sendiri. pada prinsipnya. Jangan-jangan yang kita berikan dan praktikan sampai sekarang adalah bahan ajar yang sama. dan sejauh mana kita tahu bagaimana ilmu yang kita ajarkan diberikan di tempat lain. belum menjadi standar penilaian kinerja dosen. atau malah mendiktekan kata demi kata kepada mahasiswa. internet.KeenamProf. tetapi mata kuliahnya sendiri juga dapat ‘ditutup-dibuka’ atau ‘dihilangkan dan diganti’ jika mata kuliah tersebut sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat. bahkan pemilihan dosen teladan saja masih dilakukan oleh tim penilai atasan dosen (pimpinan dan dosen senior) dan belum melibatkan sivitas akademika lainnya (termasuk mahasiswa). Sementara kelas yang sama tetapi diasuh oleh dosen yanggaya mengajarnya ‘kering’. maka pasti mereka akan memilih kelas yang dosen pengajarnya memiliki style mengajar yang disukainya. dalam mengajar. sedangkan teknik kita dalam mengajar pun hanya meniru apa yang dilakukan oleh dosendosen kita dahulu. Jangan pernah apriori bahwa mahasiswa tak pernah menilai dosen dan membanding-bandingkan style dosen mengajar. Pembagian mahasiswa ke dalam kelas-kelas di Indonesia biasanya diatur oleh Fakultas atau Jurusan. ada yang selalu membelakangi mahasiswa dan hanya membaca proyeksi transparansi. studi banding. melalui penggalian informasi (buku. dll. dan mahasiswa merupakan lingkungan konsumen yang berada di sekitarnya. bukan hanya berdiri di podium dengan tangan yang seolah terekat ke meja podium atau pandangan yang hanya tertuju ke layar (jika itu pun sudah menggunakan alat bantu OHP atau LCD). yaitu bahwa mengajar yang baik harus mengandung unsur humor (jenaka). evaluasi oleh mahasiswa terhadap kinerja dosen yang biasanya dilakukan di akhir perkuliahan. Di luar negeri. silahkan dengarkan celotehan mereka ketika mahasiswa sedang berkumpul. pembukaan kelas paralel juga dilakukan. seberapa sering kita memperbaharui bahan ajar. diskusi. Demikian juga pemilihan dosen favorit pilihan mahasiswa belum merupakan kegiatan yang membudaya.perlu bagi seorang dosen untuk terus-menerus melakukan benchmarking. kelasnya akan diminati oleh banyak mahasiswa (sehingga sering harus dibatasi dengan menerapkan ‘siapa cepat mendaftar ia yang akan kebagian’). justru sering kosong melompong.

Kendala utamanya adalah masih terbatasnya dana. Ada banyak teknik yang dapat dilakukan untuk hal tersebut. Hal ini perlu ditegaskan karena masih banyak fihak. jika pun atmosfir kelas mendukung. berapa besar energi dan banyak waktu yang harus kita curahkan.Khusus untuk Unpad. sudah sepatutnya ia mendapat imbalan penghargaan. .KetujuhMengajar yang baik adalah memberikan perhatian. maupun dananya. Jossey-Bass Publishers. untuk pelatihan dan pengembangan dosen memang sudah difasilitasi dengan membentuk P3AI (Pusat Pelatihan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional). setelah luasan gedung dianggap sudah memenuhi. seharusnya program garapannya jauh lebih luas lagi. sudah sepatutnya mereka mendapatkan berbagai progam pelatihan dan pengembangan. terutama untuk kegiatan praktikum. prinsip ke delapan ini belum dapat dilaksanakan dengan baik. 1993). Hal ini bukannya tidak menjadi perhatian Pimpinan Unpad sekarang. dengan permasalahannya masing-masing. dosen harus berusaha semaksimal mungkin untuk memasukkan teknik-teknik jenaka untuk menarik kembali perhatian mahasiswa terhadap materi perkuliahan. baik yang muncul hari itu maupun yang sudah dimilikinya berhari-hari atau berbulan-bulan yang lalu. tentang kerjasama. Bukankah tak ada yang memaksa kita untuk menjadi dosen. Satu hal yang harus dipahami oleh kita semua adalah bahwa baik pembangunan fasilitas gedung maupun program pemenuhan kebutuhan praktikum tersebut. mengapa tidak sekalian saja kita bersikap profesional?KedelapanMengajar yang baik harus didukung oleh kepemimpinan yang kuat dan visioner serta oleh institusi yang juga mendukung. terutama dosen dan mahasiswa Unpad yang beranggapan bahwa seolaholah dana pembangunan dari Pemerintah tidak dialokasikan terhadap pemenuhan kebutuhan praktikum. dananya bukan berasal dari Pemerintah.Di Unpad. sementara mereka yang mengajarnya masih kurang baik. Mengajar yang baik harus merupakan penggambaran dari pelaksanaan visi dan misi institusi yang selalu harus diperbaiki dan diperbaharui. dan kemudian kinerjanya dapat dikenali dan dihargai oleh seorang penilai (penyelia). bukan hanya dalam perkataan tetapi juga dalam perbuatan. Untuk itu. melainkan dari dana masyarakat yang berhasil dihimpun Unpad. Kini. maka pengadaan dan upaya melengkapi peralatan laboratorium menjadi prioritas berikutnya. dan mengembangkan daya pikir serta bakat para mahasiswa. yang akan sangat berguna untuk mencairkan (ice-breaking) suasana kelas yang kaku. Menurut sumber lain. tetapi prioritas program pemenuhannya masih dikalahkan oleh pembangunan gedung perkuliahan dan praktikum. membimbing. Padahal. Mengajar yang baik berarti mengabdikan atau menyediakan waktu kita bagi setiap mahasiswa. kegiatannya baru terbatas pada penyelenggaraan pelatihan AA dan Pekerti saja. Kesembilan Mengajar yang baik adalah tentang pembimbingan (mentoring) yang dilakukan oleh dosen senior kepada dosen yunior. Jika seorang dosen telah mengajar dengan baik. mendesain atau meredisain perkuliahan. mahasiswa hanya penuh perhatian terhadap materi perkuliahan sampai maksimal 20 menit pertama saja. tetapi bukan untuk dibahas disini. personalianya. jadi ketika sekarang kita sudah menjadi dosen. termasuk membuat berbagai materi training sebagaimana tulisan ini. baik dalam sumberdayanya.humor. Harus disadari bahwa mahasiswa adalah manusia yang datang ke kelas dengan kondisi yang berbeda-beda. seolah-olah dengan telah mengikuti pelatihan AA atau Pekerti. Kelas yang kaku dan terlalu serius akan sangat membosankan. seorang dosen sudah dianggap mumpuni dalam mengajar. contohnya Barbara Gross Davies (Tools for Teaching. menyiapkan bahan-bahan ajar untuk lebih memperbaiki perkuliahan. Juga berarti mengabdikan diri untuk menghabiskan waktu kita untuk memeriksa hasil ujian.Bagi yang pernah mengikuti pelatihan Applied Approach dan Pekerti (Pengembangan Keterampilan Teknik Instruksional) tentu dapat memahami bahwa hanya untuk menyusun SAP dan GBPP saja. Tapi itulah resiko sebuah pekerjaan. Namun sayangnya.

nampaknya masih merupakan ‘hiasan bibir belaka’. barulah asisten diberi kesempatan untuk menggantikan beberapa tatap muka atau keseluruhan dari tatap muka mata kuliah tersebut. Setelah dua atau tiga semester untuk mata kuliah tersebut (bukan 2 atau 3 kali tatap muka). yaitu ketika mata kita menyaksikan bagaimana mahasiswa kita menyerap ilmu yang kita berikan.Sementara itu. dan kenikmatan batin. tetapi karena ia menikmati pekerjaannya. proses pembimbingan (mentoring) oleh dosen senior kepada dosen yunior (asisten). seharusnya tetap diberikan oleh si dosen senior. mengajar yang baik adalah memiliki kesenangan.Dalam proses mentoring yang baik.KesepuluhAkhirnya. Itu pun. bagaimana pemikiran mahasiswa menjadi terbentuk. sementara honor untuk senior’. belum ada upaya serius dan terprogram mengenai proses mentoring ini. mendengarkan dan memperhatikan bagaimana dosen senior mengajarkan materi perkuliahan. Menurut pengamatan penulis. apalagi membekali dengan bahan-bahan ajar atau materi praktikum yang baik dan mutakhir. Seorang pengajar yang baik tidak dapat membayangkan ia akan dapat melakukan hal atau pekerjaan lain selain mengajar dan mengajar. dan karena ia menginginkan pekerjaannya itu. Demikianlah proses mentoring yang seharusnya. kuliah perdananya. jika si senior tidak berhalangan. munculah fomeo ‘pekerjaan untuk asisten. Sering yang dikatakan mentoring justru berupa penugasan pelaksanaan tugas (mengajar dan memimpin praktikum) dari dosen senior ke asisten. memperhatikan bagaimana asistennya mengajarkan mata kuliah tersebut. Akibatnya. maka senior dapat berganti tempat dengan asisten. tanpa pernah adanya pembekalan oleh dosen senior ke dosenyunior tentang bagaimana caranya mengajar dan memimpin praktikum. Seorang pengajar yang baik akan melakukan tugasnya bukan semata karena uang atau karena sudah merupakan kewajibannya. Sedangkan untuk kuliah selanjutnya. Kegiatan ini kemudian harus diikuti oleh diskusi antara dosen senior dan asistennya tentang materi yang tadi dibahas di kelas. sebaiknya dimulai dari mewajibkan asisten untuk duduk bersama mahasiswa di kelas. kali ini ia duduk di belakang bersama mahasiswa. . sehingga mahasiswa kemudian menjadi orang yang lebih baik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful