Makalah Pendidikan Masyarakat

BAB I PENDAHULUAN A. Lingkungan Pendidikan Masyarakat Dilihat dari segi tempat berlangsungnya kegiatan, pendidikan dapat terjadi dalam seluruh lingkungan kehidupan manusia. Proses pendidikan tidak hanya terjadi pada lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah saja tetapi berlangsung pula pada situasi kehidupan yang lebih luas yaitu pada lingkungan masyarakat yang sering disebut juga sebagai pendidikan non formal. Berdasarkan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, peristiwa pendidikan yang berlangsung pada lingkungan masyarakat tergolong pada pendidikan non formal. Telah banyak pakar dan praktisi pendidikan memberikan definisi tentang konsep pendidikan non formal. Combes dalam Djudju S Sudjana (1989 : 29) mengemukakan pengertian formal dengan setiap kegiatan yang terorganisir dan sistematis di luar sistem persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu di dalam mencapai tujuan belajarnya

guna meningkatkan martabat dan kehidupannya. mempunyai tujuan yang senantiasa mengarah pada tujuan pendidikan nasional. pendidikan non formal merupakan salah satu jalur yang bersama-sama dengan jalur pendidikan lainnya. Membina warga belajar agar memiliki pengetahuan. Melayani warga belajar supaya dapat tumbuh dan berkembang sedini mungkin dansepanjang hayatnya.B. 2. Dalam kerangka sistem pendidikan nasional. baik bagi mereka yang belum pernah bersekolah maupun yang gagal (drop out) serta memberikan bekal sikap. keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri. pendidikan non formal mempunyai tujuan seperti ditegaskan dalam peraturan pemerintah nomor 73 tahun 1991 sebagai berikut. 1. Tujuan Pendidikan Masyarakat Santoso S Hamidjojo (1982 : 18) mengemukakan bahwa pendidikan masyarakat atau pendidikan non formal bertujuan untuk membantu masalah keterlantaran pendidikan. 3. keterampilan dan pengetahuan praktis yang relevan dengan kebutuhan hidup. Sebagai salah satu jalur dalam sistem pendidikan nasional. Memnuhi kebutuhan belajar masyarakat yang dapat dipenuhi dalam jalur pendidikan sekolah. bekerja mencari nafkah atau melanjutkan pendidikan ke tingkat atau jenjang yang lebih tinggi. .

Sebagaimana asas pendidikan seumur hidup. Sebagai dampak timbulnya asas pendidikan ini. di satu pihak dan sistem pendidikan luar sekolah di pihak lain. maka dikenallah berbagai bentuk penyelenggaraan pendidikan dan yang diarahkan bagi pendidikan anak. yakni sistem pendidikan sekolah . Penyelenggaraan pendidikan demikian pasti berbeda satu sama lain dan pada umumnya dikenal berbeda sistem pendidikan yang digunakan. orang dewasa maupun orang tua baik mereka yang belum bekerja maupun mereka yang telah bekerja.BAB II PEMBAHASAN A. . sistem pendidikan luar sekolah telah lama dikenal dan digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan baik di negara maju maupun negara yang sedang berkembang. Penyebab Timbulnya Luar Sekolah / Pendidikan masyarakat UNESCO dengan komisi Edgar Favre telah berhasil meletakkan asas pendidikan yang fundamental dan berlaku untuk penyelenggara pendidikan yakni asas pendidikan seumur hidup / long life education. remaja.

meliputi : a. Alasan segi faktual-historis. Alasan dari segi analitis-perspektif. Potensi sumber belajar e. Alasan-alasan Timbulnya Sistem Pendidikan Luar Sekolah Secara terperinci dapat diungkapkan bahwa alasan-alasan timbulnya pendidikan luar sekolah adalah : 1. Kebutuhan pendidikan c. Kesejarahan b. Alasan dari segi formal-kebijakan. Definisi Pendidikan Luar Sekolah / Pendidikan Masyarakat Abad terakhir ini. Pembukaan dan UUD 1945 b. Pelita C. Keterlantaran pendidikan seluar sekolah 2. Pelestarian identitas bangsa b. kemajuan bidang pendidikan mencapai puncaknya dengan timbulnya konsepsi pendidikan baru yang berbeda dengan konsep pendidikan yang sudah ada dan telah lama berlangsung. Keterbatasan sistem persekolahan d. Kecenderungan belajar individual 3. meliputi : a.B. Garis Garis Besar Haluan Negara c. . meliputi : a.

Pendidikan Non Formal Jenis kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam pendidikan luar sekolah sebagai suatu subsistem pendidikan di samping pendidikan informal juga pendidikan non formal yang akhir-akhir ini berkembang sangat pesat. Yang dimaksud pendidikan non formal adalah pendidikan yang teratur dengan sadar dilakukan tetapi tidak terlalu mengikuti peraturan-peraturan yang tepat dan ketat. tujuannya. pelaksanaannya dan sebagainnya (ini akan diuraikan pada bab-bab selanjutnya) D. 2. Dengan adanya batasan pengertian diatas.Dalam konsepsi tersebut diketengahkan tentang pendidikan luar sekolah yang merupakan sistem baru dalam dunia pendidikan. Dalam pendidikan luar sekolah terdapat hal-hal yang sama pentingnya bila dibandingkan dengan pendidikan luar sekolah. Pendidikan luar sekolah merupakan sistem baru dalam dunia pendidikan yang bentuk dan pelaksanaannya berbeda dengan sistem sekolah yang sudah ada. Dalam pendidikan non formal ini berturut-turut dibicarakan : . Seperti : bentuk pendidikan. rupanya pendidikan non formal tersebut berbeda antara pendidikan informal dan pendidikan formal. sasarannya. Pembahasan tentang pendidikan luar sekolah memang merupakan hal yang menarik karena : 1.

Kegiatan-kegiatan pendidikan non formal BAB III PENUTUP Dari berbagai uraian yang tersaji dalam tulisan ini dapat diambil suatu kesimpulan umum sebagai berikut : 1. secara terperinci dapat diungkapkan bahwa : a. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tentang sistem pendidikan nasional. Syarat-syarat pelaksanaan pendidikan non formal 5. Sifat-sifat pendidikan non formal 4. Asas pendidikan non formal 2. Dilihat dari segi tempat berlangsungnya kegiatan. peristiwa pendidikan yang berlangsung pada lingkungan masyarakat tegolong pada pendidikan non formal. yaitu pada lingkungan masyarakat yang sering disebut juga sebagai pendidikan non formal. Proses pendidikan tidak hanya terjadi pada lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah saja tetapi berlangsung pula pada situasi kehidupan yang lebih luas. Alasan timbulnya sistem pendidikan luar sekolah. pendidikan dapat terjadi dalam seluruh lingkungan kehidupan manusia.1. Alasan dari segi faktual-historis b. Tugas-tugas pendidikan non formal 3. 2. Alasan dari segi analitis-perspektif .

Soelaiman. DAFTAR PUSTAKA Nurteti. Jakarta. Pendidikan non formal. Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah. Alasan dari segi fornal-kebijakan 3.c. Prof. Ciamis. IAID. Perkembangan SLD. Departemen Sosial RI. Jakarta. 1986. disamping pendidikan informal juga pendidikan non formal yang akhir-akhir ini berkembang sangat pesat. 2005. 1986. M. Bumi Aksara. 2010. .Pd. Dr. Lilis. jenis kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam pendidikan luar sekolah sebagai suatu sub sistem pendidikan. Joesoef. Pedagogik Pengantar Analisis. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful