P. 1
Konsep Islam Tentang Masalah Seksologi

Konsep Islam Tentang Masalah Seksologi

|Views: 62|Likes:
Published by Neetha EL Safa

More info:

Published by: Neetha EL Safa on Aug 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/08/2012

pdf

text

original

KONSEP ISLAM TENTANG MASALAH SEKSOLOGI

Oleh : Fahruddin Arrozi Yusnita Maulidya KH

PENDAHULUAN
Allah SWT menciptakan manusia, baik pria maupun wanita, dengan suatu fitrah yang khas, yang berbeda dengan hewan. Wanita adalah seorang manusia, sebagaimana halnya pria. Pria dan wanita telah ditakdirkan untuk hidup bersama dalam sebuah masyarakat. Allah SWT juga telah menetapkan bahwa kelangsungan keturunan manusia bergantung pada interaksi kedua lawan jenis tersebut, selain keberadaan keduanya pada setiap masyarakat

NALURI MANUSIA TENTANG SEKSUAL
Manusia diciptakan Allah SWT sebagai makhluk yang sempurna, dianugerahkan kepadanya instink untuk mempertahankan keturunan sebagai konsekwensi kesempurnaannya itu. Diantara perlengkapan itu ialah alat kelamin dan nafsu sahwat untuk saling bercinta. Dari percintaan inilah akan timbul nafsu seksual sebagai naluri manusia sejak lahir.
Artinya: “dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga).(QS. Ali Imran : 14)

Ayat tersebut jelas menunjukkan bahwa manusia (laki-laki) sejak lahir telah dibekali cinta sahwat (nafsu seks) tehadap wanita. Demikian pula wanita sebagai lawan jenis laki-laki. Dia dibekali oleh Allah SWT nafsu seksual untuk melayani kehendak lawan jenisnya. Maka sekarang seksualitas adalah kebutuhan biologis manusia yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Dan kebutuhan seksual manusia harus mendapatkan penyaluran dengan disertai penerangan yang lengkap tentang seksual terutama dari segi agama dan moral.

Bentuk-bentuk penyelewengan seksual
• Homoseksual : kelainan di mana seseorang menyukai
orang lain sesama jenis

• Sadomasokisme : penyimpangan seksual yang mendapat
kenikmatan seks setelah menyakiti pasangan seksnya

• Masokisme : kelainan seks yang menikmati seks jika
terlebih dahulu disiksa oleh pasangannya

• Ekshibisionisme : penyimpangan seks yang senang
memperlihatkan alat vital kepada orang lain

• Fetishisme : perilaku seks meyimpang yang suka
menyalurkan kepuasan seksnya dengan cara onani / masturbasi

Lanjutan…
• Voyeurisme : penyimpangan seksual dengan melihat atau mengintip orang lain yang sedang melakukan hubungan suami isteri • Pedophilia : orang dewasa yang yang suka melakukan kontak fisik yang merangsang dengan anak di bawah umur • Bestially : manusia yang suka melakukan hubungan seksual dengan binatang • Incest : hubungan seksual dengan sesama anggota keluarga sendiri non suami istri • Necrophilia : orang yang suka melakukan hubungan seksual dengan orang yang sudah menjadi mayat

• Zoophilia : orang yang senang melihat hewan melakukan hubungan seksual • Sodomi : pria yang suka berhubungan seks melalui dubur pasangan • Frotteurisme : bentuk kelainan sekual di mana seseorang laki-laki menggesek-gesek alat kelaminnya ke tubuh perempuan di tempat umum mendapatkan kepuasan seksual

Hubungan Nikah dan Seksual
Hubungan suatu pernikahan dengan seksual erat kaitannya dikarenakan tujuan nikah sendiri adalah untuk mencegah pelampiasan seksual yang bukan pada tempatnya. Ayat-ayat al-qur’an menjelaskan bahwa pada dasarnya, naluri seksual diciptakan agar manusia menjalani kehidupan secara berpasangan sebagai suami-istri dan sekaligus untuk melanjutkan keturunan

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya
zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-isra’ 32)
• • • Adapun tujuan pernikahan dalam Islam : Mengikuti sunnah Rasulullah SAW Mendapatkan ketentraman, cinta dan kasih sayang. Menjaga pandangan mata dan memelihara kehormatan. Membentuk generasi muslim yang berkualitas. Melestarikan kehidupan manusia agar tidak punah dll.

• •

Banyak ayat Al-Quran menjelaskan keterangan demikian, diantaranya :
Artinya: “ Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.(QS. An-Nisa’ : 4)

• Artinya: “Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar Dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah Dia merasa ringan (Beberapa waktu). kemudian tatkala Dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi Kami anak yang saleh, tentulah Kami terraasuk orang-orang yang bersyukur". (QS. Al-A’raf:189) • Artinya: “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka Mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?" (QS. An-Nahl : 72)

Artinya :” dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,(5) kecuali terhadap isteriisteri mereka atau budak yang mereka miliki, Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa (6) Barangsiapa mencari yang di balik itu Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas (7). (QS. Al-Mukminun: 5-7) Artinya: ”isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. (QS. Al-Baqarah: 223)

Artinya: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. (QS. Al-Baqarah:187)

PENUTUP
Hubungan antara seksual dengan pernikahan tidak hanya dipandang sebagai hubungan yang bertumpu pada kenikmatan dan seksual semata, Pandangan ini harus selalu disandarkan pada ketakwaan kepada Allah SWT, bukan untuk mencari kenikmatan dan menuruti syahwat. pandangan tersebut tidak mengingkari adanya kenikmatan hubungan seksual, tetapi mengganggapnya sebagai suatu bentuk kenikmatan yang dibenarkan pleh syariat; mampu mewujudkan keturunan dan selaras dengan cita-cita luhur seorang Muslim, yaitu mendapatkan keridhaan Allah SWT.

TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->