P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp Kelas 9 Ips Lilis Yuliati-1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp Kelas 9 Ips Lilis Yuliati-1

5.0

|Views: 48,803|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
membaca online buku sekolah elektronik kemdiknas untuk siswa-siswi kelas 3 SMP/MTS atau download gratis juga bisa
membaca online buku sekolah elektronik kemdiknas untuk siswa-siswi kelas 3 SMP/MTS atau download gratis juga bisa

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Aug 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2015

pdf

text

original

Sections

D.

a.Pemerintah mengeluarkan Perpu No. 2 Tahun 1959 yang bertujuan untuk
mengurangi banyaknya uang yang beredar. Caranya, nilai uang kertas pecahan
Rp500,00 dan Rp1.000,00 yang ada dalam peredaran pada saat berlakunya
peraturan itu diturunkan masing-masing menjadi Rp50,00 dan Rp100,00.
b.Pemerintah mengeluarkan Perpu No. 3 Tahun 1959 tentang pembekuan
sebagian dari simpanan pada bank-bank yang dimaksudkan untuk mengurangi
banyaknya uang dalam peredaran, terutama di tahun 1957 dan 1958.
c.Pemerintah mengeluarkan Perpu No. 6 Tahun 1959 tentang ketentuan
bahwa bagian uang lembaran Rp1.000,00 dan Rp500,00 yang masih berlaku
harus ditukar dengan uang kertas bank baru sebelum tanggal 1 Januari 1960.
Dengan tindakan-tindakan moneter tersebut, pemerintah mengharapkan
akan dapat mengendalikan inflasi dan mencapai keseimbangan serta kemantapan
moneter dengan menghilangkan excess liquidity dalam masyarakat. Akan tetapi,
tindakan-tindakan moneter yang dilakukan pemerintah tersebut tidak mencapai
sasarannya, karena pemerintah tidak mempunyai kemauan politik untuk
menahan diri dalam pengeluaran-pengeluarannya.
Dalam hal ini, pemerintah melaksanakan proyek mercusuar yaitu Ganefo
(Games of the New Emerging Forces) dan Conefo (Conference of the New
Emerging Forces). Untuk melaksanakan proyek tersebut, pemerintah harus
mengadakan pengeluaran yang setiap tahun semakin besar, sehingga inflasi
semakin tinggi.

Keterpurukan ekonomi Indonesia diwarnai juga dengan adanya politik luar
negeri di bidang perdagangan dan perkreditan yang pada hakikatnya tidak
jauh beda dengan sistem ijon dari petani-petani dan pengusaha-pengusaha kecil.
Hanya saja, kredit luar negeri ini berskala nasional. Akibat kebijaksanaan kredit
luar negeri tersebut, utang-utang Indonesia semakin menumpuk, ekspor menurun,
dan devisa pun menipis.

Bab 4 Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan (1950 - 1966)

95

a.Pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik
Indonesia)

Gerakan rakyat Sumatra yang tergabung dalam Pemberontakan PRRI ini
berawal dengan adanya pembentukan dewan-dewan daerah yang melibatkan
beberapa panglima angkatan bersenjata. Berikut ini dewan-dewan daerah yang
terbentuk.
1)Dewan Banteng di Sumatra Barat yang dibentuk oleh Letnan Kolonel
Achmad Husein pada tanggal 20 Desember 1956.
2)Dewan Gajah di Medan yang dibentuk oleh Kolonel Maludin Simbolon
pada tanggal 22 Desember 1956.
3)Dewan Garuda di Sumatra Selatan yang dipimpin oleh Letnan Kolonel
Barlian pada pertengahan Januari 1957.
Pada tanggal 10 Februari 1958, Achmad Husein mengadakan rapat raksasa
di Padang dan mengeluarkan ultimatum pada pemerintah pusat. Berikut ini
adalah bunyi ultimatum tersebut.
1)Dalam waktu 5 24 jam Kabinet Djuanda harus mengundurkan diri dan
menyerahkan mandatnya kepada presiden.
2)Mendesak Presiden Soekarno agar menugaskan Moh. Hatta dan Sri Sultan
Hamengku Buwono IX untuk membentuk zaken kabinet.
3)Meminta kepada Presiden Soekarno supaya kembali kepada kedudukannya
sebagai presiden konstitusional.
Namun, ultimatum tersebut tidak dihiraukan oleh pemerintah pusat. Akhirnya,
pada tanggal 15 Februari 1958, Achmad Husein memproklamasikan “Pemerintahan
Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dengan Syafruddin Prawiranegara
sebagai perdana menteri. Dengan proklamasi ini, PRRI memisahkan diri dari
pemerintah pusat.

Untuk mengatasi pemberontakan PRRI, pemerintah pusat dengan tegas
mengambil tindakan dengan operasi militer yang melibatkan angkatan darat,
angkatan laut, dan dibantu oleh rakyat setempat. Operasi gabungan ini meliputi
beberapa operasi penting berikut ini.
1)Operasi 17 Agustus, yang dipimpin oleh Kolonel Ahmad Yani dengan tugas
menumpas pemberontakan PRRI di Sumatra Barat.
2)Operasi Sapta Marga, yang dipimpin oleh Brigjen Jatikusuma dengan tugas
menumpas pemberontakan PRRI di Sumatra Utara.
3)Operasi Sadar, yang dipimpin oleh Letkol Ibnu Sutowo dengan tugas
menumpas pemberontakan PRRI di Sumatra Selatan.
4)Operasi Tegas, yang dipimpin oleh Letkol Kaharudin Nasution dengan tugas
menumpas pemberontakan PRRI di daerah Riau.
Secara berangsur-angsur, satu per satu tokoh-tokoh pemberontak dapat
ditangkap dan wilayah pemberontakan dikuasai. Pada tanggal 29 Mei 1958,
Achmad Husein dan pasukannya menyerah. Dengan demikian, berakhirlah pem-
berontakan PRRI yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

IPS IX untuk SMP/MTs

96

b.Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta)

Proklamasi PRRI yang diumumkan pada 15 Februari 1958 di Padang,
ternyata mendapat sambutan hangat dari rakyat Indonesia bagian Timur. Para
tokoh militer di Sulawesi mendukung PRRI di Sumatra dan pada tanggal 17
Februari 1959 Letkol. D.J. Somba (Komandan Daerah Militer Sulawesi Utara
dan Tengah) mengeluarkan pernyataan untuk memutuskan hubungan dengan
pemerintah pusat dan mendukung PRRI; kemudian sekelompok militer tersebut
kemudian membentuk gerakan yang dinamakan Perjuangan Rakyat Semesta
(Permesta) pada 2 Maret 1957 di Makasar. Gerakan Permesta ini dipimpin
oleh Letkol. Ventje Sumual.
Untuk menghancurkan gerakan yang nyata-nyata bersifat separatis ini,
pemerintah pusat mengirimkan pasukan TNI dan menggelar operasi militer yang
dinamakan Operasi Merdeka. Operasi ini dipimpin oleh Letkol. Rukminto
Hendraningrat.

Dalam pelaksanaan operasi ini, diketahui ternyata Permesta mendapat
bantuan dari negara asing. Hal ini terbukti dengan ditembak jatuhnya pesawat
yang dikemudikan A.L. Pope (warga negara AS) pada tanggal 18 Mei 1958 di
Ambon. Akhirnya, pada bulan Agustus 1958, pemberontakan Permesta dapat
dilumpuhkan.

2.Persaingan Ideologis di Kalangan Partai

Pasca pengakuan kedaulatan, Indonesia menganut sistem kabinet
parlementer yang ditandai dengan jatuh bangunnya kabinet silih bergantinya
kabinet dalam waktu yang relatif singkat menyebabkan kabinet yang berkuasa
tidak dapat melaksanakan programnya, karena parlemen sering menjatuhkan
kabinet bila kelompok oposisi kuat. Para menteri yang tergabung dalam suatu
kabinet pada umumnya di bawah kendali partai politik, sehingga kabinet yang
berkuasa didominasi partai politik tertentu. Selama periode 1990 - 1999
terhadap tujuh kabinet yang memerintah.
a.Kabinet Natsir berintikan Partai Masyumi dan didukung Partai Sosialis
Indonesia (PSI).
b.Kabinet Sukiman, merupakan kabinet koalisi antara partai Masyumi dan PNI.
c.Kabinet Wilopo, merupakan kabinet koalisi PNI dan Masyumi yang tidak
bersemangat untuk bekerja sama.
d.Kabinet Ali Sastroamijoyo I, merupakan kabinet PNI yang mendapat
dukungan dari NU dan partai-partai kecil.
e.Kabinet Burhanuddin Harahap, merupakan kabinet Masyumi yang didukung
oleh PSI dan NU.
f.Kabinet Ali Sastroamijoyo II, merupakan kabinet koalisi PNI, Masyumi,
dan NU.
g.Kabinet Djuanda, merupakan kabinet nonpartai, tetapi dalam praktiknya
merupakan kabinet koalisi PNI dan NU.

Bab 4 Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan (1950 - 1966)

97

Kabinet-kabinet tersebut bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan
Rakyat. Adapun anggota-anggota DPR tentu saja mendengar suara partainya.
Di dalam susunan DPR, ada beberapa fraksi yang anggotanya berasal dari
Masyumi dan PNI yang di antara keduanya hampir selalu terdapat
ketidakserasian. Apalagi dalam kedua partai itu terdapat kelompok-kelompok
yang saling bertentangan. Kondisi parlemen seperti ini memengaruhi kabinet
yang berkuasa. Hal ini dapat kita ketahui dari mosi tidak percaya Hadikusumo
dari PNI yang akhirnya menjatuhkan Kabinet Natsir.
Selain itu, partai-partai politik yang berperan dalam pemerintahan tersebut
dibentuk oleh para politisi sipil dan menekankan pada kepentingan-
kepentingannya. Berikut ini partai-partai politik yang dimaksud.
a.Partai Sosialis Indonesia (PSI), didukung oleh kaum intelektual Jakarta dan
kalangan tentara pusat. PSI berpengaruh di kalangan pejabat tinggi
pemerintahan.
b.Partai Murba, didukung oleh kaum komunis nasional yang mengagumi Tan
Malaka.
c.Partai Kristen dan Partai Katolik, didukung oleh umat Kristen dan Katolik.
d.Partai Masyumi, mewakili kepentingan politik Islam dan merupakan partai
terbesar di Indonesia. Di dalam tubuh Masyumi terjadi perpecahan antara
kaum muslim tradisional dan modern. Di bawah pimpinan Wachid Hasyim,
NU keluar dari Masyumi pada tahun 1952 dan berubah menjadi partai sendiri.
e.Partai Nasional Indonesia (PNI), dianggap partai terbesar kedua dengan
basis utama di kalangan birokrat dan pegawai kantor. PNI mendapat simpati
dari masyarakat muslim abangan di pedesaan Jawa, karena PNI dianggap
sebagai Partai Soekarno. Selain itu, PNI juga mendapat dukungan dari daerah-
daerah Kristen di luar Jawa dan Bali yang menganut agama Hindu.
f.Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada awalnya, basis PKI adalah kaum
buruh politik perkotaan dan perusahaan pertanian yang diorganisasikan melalui
federasi serikat SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia). Namun,
partai ini kemudian melebarkan sayapnya ke sektor-sektor kemasyarakatan
yang lain, seperti kaum tani.
Persaingan antarpartai di masyarakat dapat kita ketahui menjelang
pemilihan umum pertama tahun 1955. Dalam usaha mendapatkan dukungan
massa yang lebih banyak, maka mereka menggunakan daya tarik ideologis
yang dapat meningkatkan ketegangan-ketegangan masyarakat di desa-desa.
Para aktivis partai Islam di tingkat daerah menghendaki sebuah negara yang
berdasarkan pada hukum Islam. Sementara itu, PNI dan PKI berusaha
mengaitkan Masyumi dengan Darul Islam. Setelah selama hampir dua tahun
terjadi kekacauan politik, maka pada tahun 1955 diadakan pemilihan umum
pertama. Akhirnya, hasil pemilu tahun 1955 didominasi oleh Masyumi, PNI,
NU, dan PKI. Kabinet Ali Sastroamijoyo II (yang merupakan koalisi antara
PNI, Masyumi, dan NU) berkuasa, setelah Kabinet Burhanuddin Harahap jatuh.
Sementara itu, PKI sebagai partai oposisi.

IPS IX untuk SMP/MTs

98

Carilah surat kabar atau majalah yang memuat berita atau artikel
tentang sengketa Indonesia - Malaysia dalam kasus Ambalat tahun 2004.
Kemudian buatlah klipingnya dengan rapi. Selanjutnya carilah perbandingan
tentang upaya-upaya diplomasi atau bersenjata yang dilakukan bangsa
Indonesia dalam konfrontasi dengan Malaysia tahun 1964!

Tugas
Individu

Agar kalian lebih memahami tentang kehidupan politik masa pasca
pengakuan kedaulatan, bentuklah kelompok diskusi yang tediri atas 3 -
4 siswa. Kemudian diskusikan permasalahan berikut ini.
1.Mengapa sistem parlemen tidak cocok diterapkan di Indonesia?
2.Bila dicermati secara mendalam, program antarkabinet memiliki
banyak persamaan. Namun, mengapa antarpartai politik dalam kabinet
saling menjatuhkan? Jelaskan pendapat kelompok kalian masing-masing!

Tugas
Kelompok

Ketika Soekarno mengumumkan akan membentuk DPR-GR, PSI,
Masyumi, beberapa tokoh NU, Parkindo, Partai Katolik, Liga Muslim, dan
IPKI membentuk Liga Demokrasi untuk menentangnya. Namun, liga ini tidak
bertahan lama. DPR-GR pun terbentuk dan anggotanya tidak ada yang berasal
dari Masyumi dan PSI. Komposisi anggota DPR-GR itu terdiri atas golongan
nasionalis, Islam, dan komunis. Persatuan antara nasionalis, Islam, dan komunis
sudah lama dikehendaki Soekarno. Hal ini kemudian dituangkan dalam doktrin
Nasakom. Doktrin ini menunjukkan bahwa ketiga paham tersebut akan sama-
sama berperan dalam pemerintahan. Namun dalam perkembangannya, ketika
para menteri yang berasal dari PKI akan dimasukkan ke dalam kabinet, pihak
militer tidak menyetujuinya. Berdasarkan hal ini, maka dapat dikatakan bahwa
pada masa itu terjadi persaingan antara pihak militer, PKI, dan Soekarno.

Pada waktu Indonesia menerapkan sistem Demokrasi Liberal selama
kurun waktu 1950 - 1959, kondisi pemerintahan dan ekonomi dalam
negeri tidak stabil. Silih bergantinya kabinet yang berkuasa dalam waktu
yang relatif singkat, menjadikan program kerja yang telah direncanakan
tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Meski demikian, bangsa Indonesia
berhasil menyelenggarakan pemilihan umum yang demokratis pada tahun
1955 untuk memilih anggota DPR dan dewan konstituante. Namun
sayang sekali, dewan konstituante yang diharapkan dapat menyusun
konstitusi baru hingga batas waktu yang telah ditentukan tidak berhasil.

Rangkuman
Rangkuman

Rangkuman
Rangkuman
Rangkuman

Bab 4 Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan (1950 - 1966)

99

Kegagalan dewan konstituante ini melatarbelakangi dikeluarkannya
Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 yang memutuskan untuk kembali
ke UUD 1945. Dengan dekrit ini, Presiden Soekarno mengendalikan
pemerintahan. Presiden juga menerapkan Demokrasi Terpimpin, yang
dalam perkembangannya terpimpin diartikan terpusat pada presiden. Pada
masa Demokrasi Terpimpin kehidupan politik dan ekonomi dalam negeri
pun tidak bertambah baik. Banyak sekali kebijakan-kebijakan Presiden
Soekarno yang menyimpang dari Pancasila. Kondisi yang demikian
menjadikan hubungan antara pusat dengan daerah semakin renggang. Hal
ini mendorong munculnya gerakan sparatis yang menginginkan daerahnya
terpisah dari RI.

Peristiwa-peristiwa masa lalu hendaknya memberi pelajaran bagi kita
untuk instropeksi dan memperbaiki diri agar apa yang dilakukan dulu,
yang berakibat buruk pada kehidupan kita tidak terulang untuk kesekian
kalinya. Apapun yang kita lakukan pada masa lalu hendaknya membawa
kebaikan yang dapat kita tingkatkan menjadi lebih baik. Jika kita mau
belajar dan belajar terus, kita akan dapat menemukan jati diri, demikian
juga negara.

Refleksi

Soal-Soal Latihan

A.Pilihlah jawaban yang paling tepat!

11111.....Setelah berakhirnya RIS, dasar negara
yang digunakan negara Indonesia
adalah ... .
a.UUD 1945

c.UUD RIS
b.UUDS 1950d.UUDS 1945

2.
2.

2.
2.
2.Sistem multipartai mulai diberlakukan di
Indonesia sejak dikeluarkannya
Maklumat Pemerintah pada tanggal ....
a.3 Oktober 1945
b.14 Oktober 1945
c.3 November 1945
d.14 November 1945

3.
3.

3.
3.
3.Kabinet pertama yang berkuasa setelah
Indonesia menganut Demokrasi Liberal
adalah … .
a.Kabinet Sukiman
b.Kabinet Ali Sastroamijoyo
c.Kabinet Natsir
d.Kabinet Wilopo

4.
4.

4.
4.
4.Pemilihan umum pertama tahun 1955
terjadi pada masa kabinet … .
a.Ali Sastroamijoyo I
b.Natsir
c.Ali Sastroamijoyo II
d.Burhanuddin Harahap

5.
5.

5.
5.
5.Tujuan Pemilu tahun 1955 yaitu … .
a.untuk memilih anggota DPR dan
Dewan Konstituante
b.untuk memilih presiden dan wakil
presiden
c.untuk memilih pemimpin kabinet
yang baru
d.untuk memilih anggota DPR dan MPR

6.
6.

6.
6.
6.Partai politik yang mendapat suara
terbanyak dalam Pemilu I tahun 1955
adalah ... .
a.Masyumi

c.PNI

b.PKI

d.NU

IPS IX untuk SMP/MTs

100

7.
7.

7.
7.
7.Berikut ini adalah isi Dekrit Presiden 5
Juli 1959, kecuali … .
a.pembubaran konstituante
b.pembubaran DPR
c.berlakunya kembali UUD 1945
d.tidak berlakunya UUDS 1950

8.
8.

8.
8.
8.Gerakan Angkatan Perang Ratu Adil
(APRA) dipimpin oleh … .
a.Westerling

c.Soumokil

b.Andi Azis

d.A.E. Kawilarang

9.
9.

9.
9.
9.Pelaksanaan politik luar negeri Indonesia
yang menyimpang dengan condong ke
Blok Barat terjadi pada masa ... .
a.Kabinet Ali
b.Kabinet Burhanuddin Harahap
c.Kabinet Wilopo
d.Kabinet Sukiman

10.
10.

10.
10.
10.Kabinet Djuanda sering disebut juga
zaken kabinet, sebab ... .
a.komposisi dalam kabinet ber-
dasarkan hasil Pemilu
b.komposisi kabinet terdiri atas orang-
orang yang ahli dalam bidangnya
c.anggota kabinet merupakan koalisi
dari beberapa partai
d.Kabinet Djuanda memerintah paling
lama jika dibandingkan dengan
kabinet lainnya

11.
11.

11.
11.
11.Salah satu prestasi yang diraih Kabinet
Ali Sastroamijoyo I adalah ... .
a.penyelenggaraan Pemilu I
b.perjuangan pembebasan Irian Barat
c.penyelenggaraan Konferensi Asia -
Afrika
d.hubungan yang harmonis antara sipil
dan militer

12.
12.

12.
12.
12.Untuk menangani masalah perekono-
mian pada masa Demokrasi Terpimpin,
pemerintah menerapkan Rencana
Sumitro yang direalisasikan dengan ...
a.memberi bantuan kepada pengusaha
pribumi
b.pembangunan industri dasar
c.meningkatkan sektor perdagangan
d.menekan perekonomian golongan
Cina

111113.
3.

3.
3.
3.Sistem pemerintahan RI setelah kembali
ke bentuk negara kesatuan adalah ... .
a.sistem parlementer
b.sistem presidensiil
c.sistem monarki
d.sistem semiparlementer

14.
14.

14.
14.
14.Faktor pendorong Presiden Soekarno
mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli
1959 adalah ... .
a.banyaknya pergolakan di daerah-
daerah
b.sering terjadinya pergantian kabinet
c.ingin menyelamatkan negara dari
situasi yang genting
d.kegagalan dewan konstituante
menyusun UUD baru

15.
15.

15.
15.
15.Pada masa Demokrasi Liberal sering
terjadi pergantian kabinet, hal ini
disebabkan ... .
a.banyaknya gejolak politik yang
membuat kacau keadaan
b.adanya persaingan yang tidak sehat
antarpartai politik
c.kabinet yang bertugas tidak me-
miliki keahlian
d.kinerja pemerintah kurang mendapat
dukungan dari partai politik

16.
16.

16.
16.
16.Kehidupan politik di masa Demokrasi
Liberal adalah ... .
a.bebas mendirikan partai politik
b.bebas berdemokrasi
c.sering terjadi gejolak politik
d.bebas mengembangkan sumber
daya alam

17.
17.

17.
17.
17.Pemilu tahun 1955 dianggap sebagai
pemilu yang paling demokratis di-
bandingkan pemilu-pemilu sesudahnya,
hal ini disebabkan ... .
a.rakyat bebas memilih sesuai
kehendaknya tanpa ada tekanan dari
pihak manapun
b.banyak partai yang ikut di dalamnya
c.pelaksanaan pemilu berlangsung di
seluruh tanah air
d.adanya UU yang menjamin pelak-
sanaan pemilu

Bab 4 Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan (1950 - 1966)101

18.
18.

18.
18.
18.DPR dan Dewan konstituante hasil
pemilu I ternyata tidak mampu menjalan-
kan tugasnya dengan baik, sebab ... .
a.muncul pergolakan di daerah-daerah
b.partai-partai politik lebih me-
mentingkan kepentingan kelompok-
nya daripada kepentingan rakyat
c.beban utang luar negeri negara makin
banyak
d.keadaan ekonomi Indonesia terpuruk

19.
19.

19.
19.
19.Gerakan Permesta di Sulawesi Utara
dipimpin oleh ... .
a.Letkol Ventje Sumual

b.Letkol D.S. Somba
c.Letkol Barlian
d.Letkol M. Simbolon

20.
20.

20.
20.
20.Sesudah pengakuan kedaulatan pada
tanggal 27 Desember 1949 kehidupan
perekonomian di Indonesia semakin
buruk. Hal ini karena ... .
a.Indonesia menanggung beban
ekonomi dan keuangan sebesar 1,5
M dan utang dalam negeri 2, 8 M
b.situasi politik tidak menentu
c.adanya Agresi Militer Belanda II
d.banyaknya pergantian kebinet

B.Jawablah dengan singkat dan benar!

1.
1.

1.
1.
1.Apa nama kabinet yang berhasil menyelenggarakan KAA di Bandung tanggal 18 - 24
April 1955?
22222.....Apa nama kabinet yang berhasil menetapkan ZEE?
33333.....Apa yang dimaksud zaken kabinet?
4.
4.

4.
4.
4.Sebutkan kabinet-kabinet yang pernah berkuasa di Indonesia pada masa Demokrasi

Liberal!

55555.....Sebutkan operasi-operasi yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menumpas
pemberontakan PRRI!
66666.....Sebutkan partai-partai yang muncul sejak dikeluarkannya Maklumat Pemerintah 3
November 1945!
77777.....Mengapa Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959?
88888.....Masa Demokrasi Liberal di Indonesia memunculkan beberapa prestasi dan kemelut
politik. Apa saja prestasi dan kemelut politik yang terjadi di masa ini?
99999.....Jelaskan sisi negatif dan positif sistem multipartai yang diterapkan di Indonesia!

10
10

10
10
10.....Pada masa pasca penyerahan kedaulatan, keadaan ekonomi di Indonesia semakin
memburuk. Jelaskan menurut pendapat kalian tentang hal-hal yang menyebabkan
semakin memburuknya perekonomian Indonesia tersebut!

IPS IX untuk SMP/MTs

102

BAB 5
PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

Peta Konsep

Faktor pendorong dan
penghambat perubahan

Perubahan dalam
masyarakat

Faktor-faktor penyebab
perubahan sosial budaya

Perubahan kebudayaan

Perubahan sosial

Sikap masyarakat

Dampak perubahan
sosial budaya

Masyarakat
desa/kota

Negatif

Positif

Menyesuaikan
(conformity)

Menyimpang
(deviation)

Tipe-tipe perilaku dalam
menyikapi perubahan

Menerima

Menolak

Apatis

Bab 5 Perubahan Sosial Budaya103

Sebagai makhluk sosial manusia selalu berinteraksi dengan manusia lain.
Hal inilah yang menimbulkan adanya dinamika kehidupan. Cobalah perhatikan
kehidupan masyarakat yang ada di sekitar kalian. Dalam berbagai hal terdapat
keadaan yang menunjukkan situasi perbedaan antara situasi pada waktu
tertentu dengan waktu sesudahnya. Tanyakan pula pada orang tua atau kakek
nenek kalian, apa saja perubahan yang terjadi dalam sejarah perjuangan merebut
dan mempertahankan kemerdekaan bangsa kita sampai sekarang ini? Tentu
situasi waktu perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan berbeda
dengan waktu sekarang. Pada masa perjuangan untuk melakukan aktivitas
sehari-hari sangat terbatas. Mengapa? Karena setiap orang diliputi rasa takut,
tertekan, dan tidak bebas di bawah penjajahan bangsa asing. Namun sekarang,
kita bebas untuk melakukan segala kegiatan memenuhi kebutuhan, tidak ada
tekanan atau perasaan takut pada masa pembangunan ini. Jika hal itu terjadi,
berarti masyarakat tersebut telah mengalami perubahan. Perubahan dapat terjadi
pada semua sendi kehidupan masyarakat, antara lain sosial budaya, ekonomi,
hukum, dan lain-lain. Perubahan yang terjadi di masyarakat dapat menuju ke
arah kemajuan (progressif) dan menuju ke arah kemunduran (regresif).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->