P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp Kelas 9 Ips Lilis Yuliati-1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp Kelas 9 Ips Lilis Yuliati-1

5.0

|Views: 49,540|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
membaca online buku sekolah elektronik kemdiknas untuk siswa-siswi kelas 3 SMP/MTS atau download gratis juga bisa
membaca online buku sekolah elektronik kemdiknas untuk siswa-siswi kelas 3 SMP/MTS atau download gratis juga bisa

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Aug 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2015

pdf

text

original

A.

Sumber: Gempa Jogja, Indonesia, & Dunia, PT Gramedia
Majalah,
2006

Gambar 8.2 Perkembangan benua-benua di bumi.

Sumber: Gempa Jogja, Indonesia, & Dunia, PT Gramedia Majalah, 2006

Gambar 8.3 Pola pergerakan lempeng.

Lempeng bumi

Zona subduksi

Lem

peng bum

i

Kerak benua

Kerak samudra

Magma

Kerak
benua

Lem

peng bum

i

Pematang
dasar laut

Punggung
Samudra

Lempeng bumi

Pertumbuhan lempeng

Bab 8 Peta Bentuk dan Pola Muka Bumi177

Teori inilah yang mendasari perkembangan teori lempeng-lempeng bumi.

Diperkirakan saat ini terdapat sekitar 15 sampai 20 lempeng kerak bumi dengan

ketebalan sekitar 70 sampai 100 km. Lempeng-lempeng ini senantiasa masih

berkembang dan terus bergerak karena posisinya yang berada di atas

asthenosfer yang cair dan amat panas. Di sinilah terjadi arus-arus konveksi

seperti proses pemanasan air di dalam panci. Akibatnya, lempeng-lempeng

bumi yang terapung di atasnya akan bergerak.

Proses-proses tersebut di atas, kemudian

menyebabkan terjadinya berbagai macam

proses geologis dari dalam bumi, yaitu

tektonisme, vulkanisme, dan gempa bumi.

Di luar bumi, tenaga-tenaga geologi juga
bekerja merusak (mengubah bentuk)
bentukan-bentukan yang dibangun oleh tenaga
dari dalam bumi. Tenaga dari luar bumi yang
bersifat merusak ini antara lain adalah air
mengalir, gelombang laut (ombak), angin, dan
gletser. Air mengalir antara lain mampu
menggerus dasar sungai sehingga membentuk
lembah-lembah yang sangat dalam dan curam.
Kekuatan gelombang laut juga mampu
membentuk pantai yang curam. Bentukan-
bentukan alam oleh angin secara nyata dapat
diamati di daerah-daerah gurun maupun di
daerah-daerah pantai berpasir dengan berbagai
macam bentukan alam seperti batu jamur, sand
dunes
dan barchan. Kekuatan gletser juga
mampu membentuk kikisan yang sangat kuat,
sehingga terbentuklah pantai fyord.

Tenaga-tenaga dari luar bumi tidak saja hanya mampu mengikis batu-batuan,
tetapi juga memiliki peranan sebagai tenaga pengangkut hasil-hasil pengikisan
untuk diendapkan di daerah lain.

Bekerjanya secara bersama-sama antara tenaga dari dalam bumi dan dari
luar bumi menyebabkan bentuk permukaan bumi yang bervariasi. Ada yang
tinggi dan ada yang rendah. Tinggi rendahnya tempat di permukaan bumi
dinamakan relief muka bumi. Relief muka bumi terdapat di daratan maupun di
dasar laut. Relief muka bumi pada peta dapat digambarkan dengan menggunakan

simbol garis-garis kontur maupun menggunakan warna.

1.Penggambaran Bentuk Muka Bumi dengan Garis Kontur

Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat

yang ketinggiannya sama. Garis-garis kontur pada peta memiliki beberapa sifat
yang penting. Berikut ini sifat-sifat garis kontur.

a.Tiap-tiap garis kontur menghubungkan tempat-tempat yang ketinggiannya

sama.

Sumber: Gempa Jogja, Indonesia, &
Dunia,
PT Gramedia Majalah,
2006
Gambar 8.4 Air mengalir dan

gelombang sebagai tenaga eksogen

IPS IX untuk SMP/MTs

178

Misalnya:

Peta di samping memiliki interval kontur 25 meter.

Dengan demikian dapat dihitung skala petanya:

Ci=

1

2.000

´

Penyebut Skala

25=

1

2.000

´

Penyebut Skala

Penyebut Skala = 252.000
1

´

= 50.000

Jadi skala peta tersebut adalah 1 : 50.000

Peta kontur dapat diubah menjadi

profil bentuk muka bumi. Berikut

caranya.

a.Buatlah garis mendatar pada peta

kontur.

b.Buatlah kotak di bawah peta

kontur yang dilengkapi dengan

urutan ketinggian seperti yang

tertera pada peta kontur. Berilah

setiap titik ketinggian garis bantu

mendatar.

b.Garis kontur yang satu dengan garis

kontur yang lain tidak mungkin

berpotongan

c.Garis-garis kontur tidak mungkin

bercabang.

d.Semakin rapat garis-garis kontur

pada peta menunjukkan daerah

tersebut semakin terjal/curam,

semakin renggang garis konturnya

berarti daerahnya semakin landai.

e.Garis kontur yang bergerigi menunjukkan adanya suatu depresi.

f.Garis kontur melingkar/menutup dalam batas peta, menunjukkan suatu bukit.

Jarak antara garis kontur yang satu dengan garis kontur yang lain dinamakan

interval garis kontur. Interval garis kontur pada peta sangat berperan dalam

penentuan skala peta, apabila peta yang bersangkutan tidak tercantum skala

petanya. Rumus yang digunakan adalah:

Ci = 1

2.000

´

penyebut skala

(a) 250 m

(b) 200 m

(c) 150 m

(d) 100 m

(e) 50 m

e

abcd

Gambar 8.6 Bentuk penampang dari

peta kontur

Keterangan:

Ci adalah Interval Kontur.

Gambar 8.5 Contoh peta kontur.

200 m

150 m

100 m

50 m

125 m

75 m

100 m

50 m

Bab 8 Peta Bentuk dan Pola Muka Bumi179

c.Buatlah proyeksi dari perpotongan garis kontur dengan garis mendatar

pada peta kontur (baik di sebelah kiri maupun di sebelah kanan) ke kotak

sesuai dengan ketinggiannya.

d.Hubungkanlah titik-titik proyeksi yang tergambar pada kotak.

e.Seperti itulah kira-kira bentuk bentang alam yang asli.

2.Penggambaran Bentuk Muka Bumi dengan Menggunakan

Warna

Selain dengan kontur bentuk muka bumi

yang dapat digambarkan dengan mengguna-

kan simbol warna. Berikut ini simbol warna

yang sering dipakai dalam peta.

a.Warna hijau, menggambarkan daerah

rendah dengan ketinggian 0 - 200 m di

atas permukaan laut. Misalnya dataran

rendah dan dataran pantai.

b.Warna kuning, menggambarkan daerah

dengan ketinggian sekitar 200 - 500 m.

Misalnya dataran tinggi dan bukit.

c.Warna cokelat, menggambarkan

daerah dengan ketinggian di atas 500

m di atas permukaan air laut. Misalnya gunung dan pegunungan. Warna

cokelat yang digambar biasanya bervariasi antara cokelat muda hingga cokelat

tua, tergantung dari ketinggiannya. Semakin ke arah cokelat tua berarti

daerah yang di-gambarkan tersebut semakin tinggi.

d.Warna biru, menggambarkan wilayah perairan. Warna biru juga bervariasi

mulai dari biru keputih-putihan hingga biru kehitam-hitaman. Semakin ke

arah biru tua menunjukkan bentuk muka bumi yang semakin dalam.

Bentuk-bentuk muka bumi yang digambarkan dengan warna biru antara

lain sungai dengan warna biru keputih-putihan, danau warnanya biru muda,

laut dangkal warnanya biru muda, selat dengan warna biru muda, laut

dalam biru tua, palung warnanya biru kehitam-hitaman.

e.Kadang-kadang di peta juga tergambar warna putih keabu-abuan yang

menggambarkan daerah puncak gunung bersalju.

Selain itu, untuk jenis-jenis bentang alam tertentu juga diberi simbol

tersendiri, misalnya:

a.gunung tidak aktif:diberi simbol

(warna hitam)

b.gunung api aktif

:diberi simbol

(warna merah)

c.rawa-rawa

:diberi simbol

(warna biru)

Tidak semua warna pada peta

menggambarkan kenampakan

permukaan bumi. Pada peta

administratif, yang menggambar-

kan wilayah (desa, kecamatan,

kabupaten, provinsi, dan negara,

serta benua) warna-warna yang

digambarkan tidak menunjuk-

kan kenampakan bentang alam,

tetapi menggambarkan batas-

batas wilayah administratifnya.

IPS IX untuk SMP/MTs

180

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->