P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp Kelas 9 Ips Lilis Yuliati-1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp Kelas 9 Ips Lilis Yuliati-1

5.0

|Views: 49,436|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
membaca online buku sekolah elektronik kemdiknas untuk siswa-siswi kelas 3 SMP/MTS atau download gratis juga bisa
membaca online buku sekolah elektronik kemdiknas untuk siswa-siswi kelas 3 SMP/MTS atau download gratis juga bisa

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Aug 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2015

pdf

text

original

B.

Sumber: 30 Tahun Indonesia Merdeka, 1981
Gambar 13.1
Gambar 13.1

Gambar 13.1
Gambar 13.1
Gambar 13.111111 Pabrik semen Petrokimia

IPS IX untuk SMP/MTs

290

Hal tersebut disebabkan adanya embargo dari negara-negara Arab anggota
OPEC sehubungan dengan ada-nya konflik Arab-Israel. Peristiwa ini sangat
menguntungkan Indonesia karena Indonesia sebagai negara pengekspor minyak
dapat mengekspor minyak lebih banyak. Jadi, Indonesia banyak mengembangkan
sumur pengeboran minyak lepas pantai, seperti sumur Shinta I di Tenggara Pulau
Sumatra, sumur Attaka di lepas pantai Kaltim, dan sumur Arjuna di lepas pantai
Laut Jawa.

Namun, keadaan ini tidak berlangsung lama. Pada tahun 1983 negara-negara
OPEC sepakat memutuskan untuk memotong, baik harga maupun produksi
minyak. Harga minyak mentah diturunkan sebesar US$ 5 per barel dan
ditetapkan sistem kuota produksi. Hal ini terjadi karena adanya kemelut minyak
dunia dan resesi yang melanda negara-negara industri. Peristiwa ini tentu saja
memengaruhi perekonomian Indonesia. Untuk mengatasi kesulitan ekonomi,
maka pada tahun 1983 pemerintah melakukan berbagai kebijakan berikut ini.
1.Menekan anggaran belanja secara berturut-turut dalam bulan Januari 1983
dan Januari 1984.
2.Menambah pinjaman luar negeri.
3.Menggalakkan ekspor komoditas nonmigas.
4.Membatasi impor barang mewah.
5.Mengurangi perjalanan ke luar negeri.
6.Menggalakkan penggunaan produk-produk dalam negeri.
7.Mendevaluasi rupiah sebesar 28% (pada tanggal 30 Maret 1983).
8.Menjadwal ulang atau bahkan membatalkan hampir 50 proyek publik yang
bersifat intensif kapital dan intensif kandungan impor.
9.Tidak menaikkan gaji pegawai negeri.
10.Menaikkan harga bahan bakar minyak.
11.Mengurangi subsidi atau pupuk dan pestisida.
12.Memberikan subsidi atau bahan pangan tertentu.
13.Memberlakukan serangkaian UU baru di bidang perpajakan.
14.Melakukan deregulasi parsial sistem perbankan.

Sumber: 30 Tahun Indonesia Merdeka, 1981

Gambar 13.1
Gambar 13.1

Gambar 13.1
Gambar 13.1
Gambar 13.133333 Sumur Arjuna di lepas pantai
Laut Jawa.

Sumber: 30 Tahun Indonesia Merdeka, 1981
Gambar 13.1
Gambar 13.1

Gambar 13.1
Gambar 13.1
Gambar 13.122222 Presiden Soeharto meresmi-
kan sumur minyak lepas pantai Shinta I.

Bab 13 Berakhirnya Orde Baru dan Lahirnya Reformasi (1998)291

Krisis moneter yang melanda
Indonesia tahun 1997 adalah
imbas dari krisis moneter yang
melanda Thailand pada tahun
yang sama. Sejak saat itu hingga
sekarang, posisi nilai rupiah terus
melemah. Krisis moneter di
Indonesia membuat ekonomi
Indonesia semakin terpuruk,
sementara Thailand sudah pulih
dari keterpurukan.

Kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah tersebut dilaksanakan
selama satu pelita (1979 - 1984). Pada awal Pelita IV (1984 - 1989), Indonesia
telah berhasil berswasembada beras.
Pada akhir Pelita IV terjadi perkembangan di sektor perbankan dan pasar
modal (Bursa Efek Jakarta). Pada pelita ini, Indonesia sudah dapat mengurangi
ketergantungan penerimaan devisa pada minyak. Indonesia juga mulai
memerankan ekspor nonmigas. Selain itu, peran sektor swasta dalam
perekonomian nasional semakin besar.
Ekspor nonmigas Indonesia meningkat dengan pesat, bahkan Indonesia
sudah mulai mengekspor barang-barang dari berbagai produk industri.
Pertumbuhan ekonomi yang begitu meningkat ini tidak lepas dari adanya proses
industrialisasi yang digalakkan pemerintah dan didukung oleh investasi asing
dan pinjaman dari luar negeri.
Dalam perkembangannya, kehidupan perekonomian yang semakin
meningkat ini ternyata tidak dapat bertahan lama sebab peningkatan ekonomi
ini dibangun di atas fondasi ekonomi yang keropos. Pertumbuhan ekonomi
yang dicapai bersifat semu karena hal ini merupakan hasil utang dari luar negeri.
Keroposnya perekonomian Indonesia semakin diperparah oleh tindakan dari para
pengusaha yang menyalahgunakan kepentingan mereka dalam pembangunan
ekonomi. Adanya sikap KKN (Korupsi Kolusi
dan Nepotisme) menyebabkan mereka lebih
bebas menggunakan hak utang mereka tanpa
kontrol dari pemerintah. Akibatnya, pada
akhir tahun 1997 Indonesia dilanda krisis
ekonomi dan moneter yang sampai
sekarang belum dapat diselesaikan.
Pertumbuhan ekonomi pun merosot tajam
hingga 13,2%. Selain itu, berbagai usaha
industri ditutup karena meningkatnya biaya
produksi. Hal ini menyebabkan menurunnya
pendapatan devisa negara dan munculnya
banyak pengangguran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->