P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp Kelas 9 Ips Lilis Yuliati-1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp Kelas 9 Ips Lilis Yuliati-1

5.0

|Views: 49,346|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
membaca online buku sekolah elektronik kemdiknas untuk siswa-siswi kelas 3 SMP/MTS atau download gratis juga bisa
membaca online buku sekolah elektronik kemdiknas untuk siswa-siswi kelas 3 SMP/MTS atau download gratis juga bisa

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Aug 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2015

pdf

text

original

B.

Sumber: 30 Tahun Indonesia Merdeka, 1981

Gambar 3.2
Gambar 3.2

Gambar 3.2
Gambar 3.2
Gambar 3.2 Pertemuan wakil-wakil Indonesia,
Belanda, dan Inggris di Jakarta.

IPS IX untuk SMP/MTs

56

Adanya konflik antara Indonesia dan Belanda sangat memengaruhi keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di daerah-daerah muncul berbagai insiden
yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Selain itu,
Belanda yang ingin menguasai kembali wilayah Indonesia mulai menerapkan politik
devide et impera (memecah belah persatuan) dan melakukan tekanan-tekanan
politik, militer, dan ekonomi terhadap Indonesia.
Berikut ini adalah beberapa tekanan politik yang telah dilakukan Belanda

terhadap Indonesia.

1.Belanda Menyelenggarakan Konferensi Malino

Konferensi Malino berlangsung
di Sulawesi Selatan pada tanggal 15
sampai 25 Juli 1946 atas prakarsa
Dr. H.J. van Mook. Konferensi ini
membahas tentang rencana pem-
bentukan negara-negara di wilayah
negara Indonesia yang akan menjadi
negara-negara bagian dari suatu
negara federal.

2.Konferensi Pangkal Pinang

Konferensi Pangkal Pinang
merupakan kelanjutan dari Konferensi
Malino. Konferensi ini dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 1946 dan mem-
bicarakan masalah golongan-golongan minoritas.

3.Konferensi Denpasar

Konferensi Denpasar juga merupakan kelanjutan dari Konferensi Malino.
Konferensi ini dilaksanakan pada tanggal 18 - 24 Desember 1946. Dalam konferensi
itu, Belanda berhasil memaksakan terwujudnya Negara Indonesia Timur (NIT)
dan Sukawati ditunjuk sebagai Presiden NIT terpilih.

Salah satu bukti dekatnya hubungan Indonesia dan BFO adalah adanya
rekonsiliasi (kerukunan kembali) antara RI dan BFO yang pada akhirnya
menghasilkan kesepakatan bersama untuk membentuk Republik Indonesia
Serikat (RIS) beserta kelengkapannya seperti APRIS.
Berdasarkan petunjuk dari Dewan Keamanan PBB, maka pada tanggal
14 April 1949 atas inisiatif komisi PBB untuk Indonesia diadakan perundingan
antara RI - Belanda. Salah satu kesepakatan dalam perundingan ini adalah
rencana untuk menyelenggarakan Konferensi Meja Bundar (KMB). Dalam KMB
tersebut, Belanda akan menyerahkan kedaulatan atas Hindia Belanda kepada
Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->