P. 1
Frasa

Frasa

|Views: 203|Likes:
Published by Digdyo Niti Santoso

More info:

Published by: Digdyo Niti Santoso on Aug 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2015

pdf

text

original

Frasa Endosentris

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Penulisan Makalah Ketika kita mempelajari bahasa Indonesia di SMP dan SMA, kita pasti pernah mempelajari frase, klausa, dan kalimat. Dalam ilmu Linguistik terdapat beberapa disiplin ilmu lainnya seperti, fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dll. Untuk mempelajari frase, klausa, kalimat, dan wacana tersebut dibahas dalam Sintaksis. Sintaksis menurut Oscar (Keraf dalam Oscar, 1993:5), yaitu bagian-bagian dari kata bahasa yang mempelajari dasar-dasar dan proses-proses pembentukan kaliamat dalam suatu bahasa. Tidak jauh berbeda, dengan pernyataan Oscar, Ramlan (1986:21) menyatakan bahwa istilah sintaksis barasal dari bahasa Belanda yaitu syntaxis, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut syntax. Sintaksis ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase. Jadi dapat disimpulkan bahwa, Sintaksis ialah bagian dari ilmu linguistik yang membahas frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Frase dalam bahasa Indonesia dibedakan menjadi dua, yaitu frase endosentris dan frase eksosentris. Frasa endosentris merupakan frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya, baik semua unsur-unsurnya maupun salah satu unsurnya (Ramlan, 1986:146), sedangkan frasa eksosentris ialah frasa yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan semua unsurnya (Ramlan, 1986:146). Makalah ini akan membahas frase endosentris dan jenis-jenisnya, pengertian dari jenis-jenis frasa tersebut, dan perluasan aposisi selain subjek akan dibahas secara jelas. BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Frasa Endosentris Menurut Oscar (1993), ’frase endosentris adalah frase yang berdistribusi paralel dengan intinya. Inti frase adalah salah satu unsur frase yang jenis katanya sama dengan frase tersebut’. Tidak berbeda jauh dengan Rusmadji, Chaer (2007) menyatakan bahwa ‘frase endosentris adalah frase yang salah satu unsurnya atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Artinya, salah satu komponennya itu dapat menggantikan kedudukan keseluruhannya’. Chaer (2009: 40) juga menambahkan bahwa yang dimaksud dengan frase endosentris adalah frasa yang hubungannya sangat erat, sehingga kedua unsurnya tidak dapat dipisahkan sebagai pengisi fungsi sintaksis. Pengertian lain yang serupa diungkapkan oleh Ramlan (1986:146) bahwa frase endosentris adalah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya, baik semua unsurunsurnya maupun salah satu unsurnya.

frasa endosentris koordinatif adalah frasa yang intinya mempunyai referensi yang berbeda-beda. Frase endosentris apositif Jenis frase endosentris yang terdapat dalam sebuah kalimat dapat diketahui dengan mudah apabila karakter dari masing-masing frase endosentris tersebut telah diketahui. 1. bahwa konstituen-konstituen (unsur-unsur) pembentuk satuan yang lebih besar memiliki kedudukan yang setara. Hubungan koordinatif yang lazim ditemukan dalam konstruksi frase adalah hubungan yang bersifat penambahan dan pemilihan’ (Putrayasa. Lebih jelas. Frase Endosentris Koordinatif ’Hubungan koordinatif adalah hubungan yang menyatakan. Frase endosentris atrtibutif 3. 2007:6). dan Ba’dulu memiliki pendapat yang sama. dapat disimpulkan bahwa frase endosentris adalah frase yang mempunyai kesamaan distribusi dengan unsunya. Jenis-Jenis Frasa Endosentris Dalam menetapkan jenis frase endosentris ini. Ramlan (1986:147) menyatakan bahwa frase endosentris terdiri atas unsurunsur yang setara dan kesetaraanya itu dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur tersebut dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau. Contoh: rumah pekarangan suami istri dua tiga (hari) belajar atau bekerja pembinaan dan pengembangan – – rumah dan pekarangan – suami dan istri dua atau tiga (hari) . B. Oscar. 1. Frase endosentris koordinatif 2. yaitu: 1. Frase ini terdiri atas unsur-unsur yang setara dan kesetaraannya terlihat dari kemungkinan unsur-unsur tersebut itu dihubungkan oleh kata sambung dan atau atau. C.Dari definisi frase endosentris yang dikemukakan oleh tiga ahli bahasa tersebut. Menurut Oscar (1993). Ramlan. baik keseluruhan unsurnya maupun hanya salah satu unsurnya. Frase endosentris dibagi menjadi tiga jenis.

ibu bapak. ajektiva. Oleh karena itu.Contoh lain frase endosentris koordinatif dalam kalimat adalah sebagai berikut: Paman dan bibi sudah lama tidak megunjungi kami. anak cucu. Menurut Ba’dulu (2005:58). frasa endosentris atributif hanya mengandung sati inti. D. . verba. hilir mudik. Frase Endosentris Atributif Frase endosentris atributif (modifitatif) adalah frase yang terdiri atas unsur-unsur yang tidak setara. numeralia. dsb. atau adverba. 1. kata-kata yang tidak dicetak miring merupakan atribut. Baik inti maupun modifikator dapat terdiri dari salah satu kelas kata. yakni unsur yang secara distribusional sama dengan seluruh frase dan secara semantik merupakan unsur yang terpenting. putih bersih. Oscar (1993) menambahkan bahwa frase yang tidak menggunakan kata penghubung disebut frase parataktis. seperti nomina. besar kecil. dan kambing adalah hewan piaraan. 1993). Contoh: pembangunan lima tahun sekolah inpres buku baru sedang belajar sangat bangga pekarangan luas pintu merah dapur kotor Kata-kata yang dicetak miring dalam frase-frase diatas merupakan UP (unsur pusat). tutur sapa. yang dapat didahului atau diikuti oleh medifikator. Dalam frase diatas. saya atau Anda? Dalam pembahasan frase ini. frase ini tidak mempunyai potensi untuk dihubungkan dengan kata hubung dan atau atau (Oscar. Kerbau. lembu. Contoh frase parataktis yaitu. Siapa yang harus pergi.

Kata-kata yang bergaris bawah merupakan satu frase endosentris atributif. sehingga kedua inti tersebut tidak dapat dihubungkan oleh konektor (Ba’dulu 2005:59). E. kota pelajar Indonesia. Presiden RI Kami. Hanya saya yang dipersalahkan. rakyat Indonesia Ali. Anak-anak itu akan memancing.Contoh lain frase endosentris atributif dalam kalimat adalah sebagai berikut: Anak nakal itu dihukum gurunya. Putrayasa (2007:8) menyatakan bahwa hubungan apositif adalah hubungan yang menjelaskan sekaligus dapat berperan sebagai pengganti bagian yang dijelaskan. tetangga saya . Rumah besar itu sudah dijual. Selalu saya yang ditugasi memimpin upacara. Bukan dia yang menolong temanku itu. Wanita itu membeli peniti dua lusin. Oscar (1993) menambahkan bahwa unsur-unsur frase ini tidak dapat dihubungkan dengan kata dan atau atau dan secara semantis unsur yang satu sama dengan yang lainnya. Contoh: Yogya. sedangkan atribut pada frase-frase diatas ditulis miring. Frase Endosentris Apositif Frasa endosenttris apositif merupakan frasa yang berinti dua dan kedua inti itu tidak mempunyai referen yang sama. tanah airku Bapak Soeharto. Cita-citanya tinggi sekali. Sampai sekarang adik belum pulang. 1.

pasuka gerak cepat dipimpin seorang kapten. Namun. Tanaka. contoh frase yang digunakan adalah aposisi subjek. pemegang supremasi bulu tangkis tingkat internasional. Contoh aposisi predikat Bala bantuannya tiga kompi. Perluasan dengan Aposisi Pada pembahasan frase endosentris apositif. 1. F. pernah menjadi pemain film. akan meletus. 2. Cukup banyak ditemukan defenisi frasa yang pada hakikatnya mempunyai konsep sama namun dari segi redaksional terdapat beberapa perbedaan. Memang penggunaan frase endosentrtis apositif pada umumnya seperti contoh diatas. anak Pak Sastro itu sedang belajar. seorang nelayan tua itu. Untuk lebih jelasnya hakikat frasa dikemukakan beberapa pengertian para ahli bahasa. dan aposisi objek. aposisi predikat. (Aposisi objek berkepentingan) 1) Pengertian Frasa Secara sepintas tidak sulit mengenal hakikat frasa. Secara umum frasa dikenal sebagai suatu satuan linguistic di atas kata. gunung tertinggi di Pulau Jawa. Si Inem. putri tunggalnya sudah lulus ujian bidan. pelayan seksi itu dimarahi majikannya. Kita. Kita. Contoh aposisi subjek a) b) Made Ayu. 1. pernah berkunjung ke Indonesia. Semeru. Perdana Menteri Jepang. c) Rudy Hartono. orang awam ini tidak perlu campur tangan urusan negeri. . Bangsa Indonesia terkenal ramah tamah. (P= kata bilangan) 3. tetapi juga pada predikat dan objek. menurut Putrayasa (2009:24).Contoh lain frase endosentris apositif dalam kalimat adalah sebagai berikut: Ahmad. Contoh aposisi objek Jawaban kilat itu dikirimkan kepada nahkoda. Berikut ini adalah contoh aposisi subjek. perluasan aposisi tidak hanya terdapat pada subjek saja.

Untuk memperjelas hakikat frasa.Dalam kamus besar bahasa Indonesia (Mulyono. 1991: 281) dikemukakan bahwa frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. kecuali dari segi redaksi kalimat. namun secara umum kebanyakan orang membedakan frasa atas dua golongan besar. 2) Penggolongan Frasa Membicarakan frasa tampaknya sangat beragam karena harus dilihat dari berbagai sudut pandang. ada baiknya dikemukakan contoh sebagai berikut : Baju baru itu Sedang membaca Kemarin siang Anak nakal itu Sangat mahal Kepala ibunya Di dapur Gabungan kata di atas merupakan frasa. Demikian pula yang di kemukakan oleh Chaer (1994: 222) bahwa frasa adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis dalam kalimat. yaitu: 1) frasa terdiri dari dua kata atau lebih. membeli : Predikat). dkk. Parera (1993 : 32) mengemukakan bahwa frasa adalah suatu konstruksi yang dapat dibentuk oleh dua kata atau lebih. 3) dapat menduduki fungsi sintaksis. Untuk lebih jelasnya. 2) nonpredikat. dapat menduduki fungsi sintaksis seperti subjek. baju baru itu merupakan frasa meskipun terdiri atas tiga kata. Salah satu contoh yaitu baju baru itu. karena merupakan kontreuksi yang nonpredikat. Dari ketiga unsur tersebut dapat disimpulkan bahwa frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang non predikatif yang dapat menduduki fungsi sintaksis. Sejalan itu. Dari keempat pengertian frasa yang di kemukakan di atas. Misalnya Tuti membeli baju baru itu. kedua golongan tersebut akan diuraikan berdasarkan berbagai referensi : . 2001: 3) mengemukakan bahwa frasa dalah satuan limguistik yang secara potensial merupakan gabungan dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas subjek atau predikat dengan kata lain sifatnya tidak predikatif. objek dan keterangan. Memahami ragam frasa secara umum biasanya dilihat dari tiga sudut pandang. Baju baru itu menduduki fungsi sintaksis sebagai objek. Jadi. yaitu frasa endosentris dan frasa eksosentris. tampaknya tidak mempunyai perbedaan yang mendasar. predikat. baik dalam bentuk sebuah pola kalimat maupun tidak. (Tuti : Subjek. Dari pengertian frasa di atas dapat di kemukakan beberapa unsur dalam frasa. Senada dengan pengertian di atas Ramlan (dalam Djumingin.

frasa gadis cantik jelita terdiri atas dua unsur inti dan unsur keterangan (atribut). Secara umum frasa endosentris dibedakan menjadi tiga jenis. frasa yang mempunyai fungsi yang sama dengan salah satu atau semua unsur langsungnya. bahwa dalam frasa endosentris terdapat dua unsur. Fungsi frasa gadis cantik jelita dalam kalimat diatas sebagai subjek. Contoh : Gadis cantik jelita menari di panggung. Gadis menari di panggung. dapat dikatakan. yaitu unsur pusat dan unsur atribut. Frasa Endosentris Atributif Frasa endosentris Atributif adalah frasa yang kedudukan unsurnya berbeda. endosentris koordinatif dan endosentris apositif. maka frasa tersebut secara lengkap disebut frasa endosentris atribut. dan unsur gadis juga menduduki fungsi sebagai subjek. Dengan demikian. dengan kata lain. Dari pengertian frasa endosentris tersebut dapat dipahami. yaitu endosentris atribut. Oleh karena itu. Contoh lain : Tiap-tiap hari Amatbagus Sepatahkata Uang pembayaran utang Guru besar Panjang tangan 2. bahwa frasa gadis cantik jelita sama fungsinya dengan salah satu unsurnya. terbukti dalam kalimat : Gadis cantik jelita menari di panggung.a) Frasa Endosentris Sutarno (1979 : 128) mengemukakan bahwa frasa endosentris adalah frasa yang satuan kontruksinya berdistribusi dan berfungsi sama dengan salah satu anggota pembentuknya. Frasa Endosentris Koordinatif . yaitu : Gadis Cantik jelata Dalam pemakaiannya (distribusinya) frasa gadis cantik jelita. 1. Frasa yang terdapat dalam kalimat tersebut antara lain : Gadis cantik jelita Frasa gadis cantik jelita terdiri atas dua unsur langsung. sama fungsinya dengan pemakaian unsur gadis.

Gadis cantik menari di panggung. Fungsi frasa cantik jelita dalam kalimat di atas sebagai keterangan subjek. serta unsur jelita juga menduduki fungsi sebagai keterangan subjek.Frasa endosentris koordinatif adalah frasa yang kedudukan unsurnya sama. sama fungsinya dengan pemakaian unsur cantik. frasa yang terdapat dalam kalimat tersebut dapat juga : cantik jelita Frasa cantik jelita terdapat dua unsur langsung. Contoh lain : untung rugi susah senang magah perkasa makan minum dua tiga orang besar kecil 3. sama fungsinya dengan pemakaian unsur kekasihku Ani.dalam kalimat . Dengan demikian. terbukti dalam kalimat : . maka frasa tersebut secara lengkap disebut frasa endosentris koordinatif. terbukti dalam kalimat : Gadis cantik jelita menari di panggung. Hanya dari segi hubungan unsur yang salah satunya diterangkan dan salah satunya menerangkan. Jadi fungsi kedua unsurnya bukan sebagai inti dan keterangan sebagaimana dalam frasa endosentris atributif. Gadis cantik jelita menari di pentas. Frasa Endosentris Apositif Frasa endosentris apositif pada hakikatnya pengembangan Frasa endosentris koodinatif. tetapi sebagai inti dan inti. yaitu : cantik jelita Dalam pemakaiannya (distribusinya) frasa cantik jelita. Contoh : Kekasihku Ani melambaikan tangan Kalimat di atas terdiri atas frasa kekasihku Ani Frasa kekasihku Ani terdiri atas dua unsur langsung yaitu : Kekasihku Ani Dalam pemakaiannya (distribusinya) frasa cantik jelita. dapat dikatakan bahwa frasa cantik jelita terdiri atas inti dan inti. Gadis jelita menari di panggung.

frasa kekasihku Ani lengkapnya disebut frasa endosentris apositif.Kekasihku Ani melambaikan tangan Kekasihku melambaikan tangan Ani melambaikan tangan Fungsi distribusi kekasihku Ani dalam kalimat di atas sebagai subjek. sehingga disebut frasa endosentris. frasa kekasihku Ani sama fungsinya dengan kedua unsurnya. sedangkan Ani berfungsi sebagai unsur yang menerangkan. jika diperhatikan segi hubungan unsurnya yang terdiri atas : Kekasihku sebagai unsur diterangkan. Frasa eksosentris konjuktif. kedudukan kedua unsur frasa kekasihku Ani ialah inti dan inti (setara). Contoh : Gadis cantik jelita menari di panggung Frasa yang terdapat dalam kalimat tersebut antara lain : di panggung frasa di panggung terdiri atas dua unsur langsung yaitu : di panggung Dalam pemakaiannya (distribusinya) frasa di panggung tidak sama fungsinya dengan pemakaian unsur di dan tidak sama juga dengan unsur panggung. Contoh lain : Yanti kekasihnya Hayati istrinya Amir adiknya Erwin kakaknya Bahar teman karibnya b) Frasa Eksosentris Sutarno (1979 : 137) mengemukakan. 1. Jadi. frasa eksosentris predikatif. Adapun jenis frasa eksosentris adalah frasa eksosentris preposisional. Perhatikan pemakaiannya dalam kalimat berikut : Gadis cantik jelita menari di… (tidak berfungsi sebagai keterangan tempat dan tidak . Oleh karena itu. frasa eksosentris objektif. bahwa frasa eksosentris adalah frasa yang dalam kalimat/kesatuan bahasa yang lebih besar mempunyai fungsi (lingkungan distribusi) tidak sama dengan unsur langsungnya atau tidak mengikuti unsur langsungnya. Akan tetapi. Oleh karena. Unsur kekasihku dan Ani juga menduduki fungsi sebagai objek. Frasa Eksosentris Preposisional Frasa eksosentris preposisional adalah frasa eksosentris yang salah satu terdiri atas preposisi.

jelas bahwa fungsi frasa di panggung tidak sama fungsinya dengan salah satu unsurnya. Contoh lain : . frasa yang terdapat dalam kalimat tersebut antara lain Melambaikan tangannya Frasa melambaikan tangannya terdiri atas dua unsur langsung yaitu : Melambaikan tangannya Dalam pemakaiannya (distribusinya) fasa melambaikan tangannya tidak sama fungsinya dengan pemakain unsur melambaikan dan tidak sama pula dengan unsur tangannya. Frasa melambaikan tangannya unsur langsungnya terdiri atas kata kerja dan kata lain (kata benda) sebagai objek maka frasa melambaikan tangannya digolongkan frasa eksosentris objektif. Frasa di panggung unsur langsungnya terdiri atas preposisi dan kata/frasa. hal ini terbukti dalam kalimat : Ani melambaikan tangan kepada penari. disebut frasa eksosentris. Oleh karena itu. (berfungsi sebagai predikat) Ani melambaikan kepada penari (bukan berfungsi sebagai predikat dan tidak berterima). jelas dipahani bahwa fungsi frasa melambaikan tangannya tidak sama dengan fungsi salah satu unsurnya. Ani tanganya kepada penari (bukan berfungsi sebagai predikat dan tidak berterima). Dalam kalimat Ani melambaikan tangannya kepada penari. Frasa Eksosentris Objektif Frasa Eksosentris Objektif adalah frasa eksosentris yang kedudukannya salah satu unsurnya berfungsi sebagai objek. Contoh : Ani melambaikan tangannya kepada penari. Oleh karena itu disebut frasa eksosentris. maka frasa di panggung disebut frasa eksosentris preposisional. Dari uraian diatas.berterima) Gadis cantik jelita menari …panggung (tidak berfungsi sebagai keterangan tempat dan tidak berterima) Dari contoh kalimat di atas. Contoh lain : Di atas meja untuk dinikmati kepada ibunya kekantor dengan gembira di pasar 2.

Contoh lain : Waktu ayahku datang. hal ini terbukti dalam kalimat : Gadis cantik menari. Dalam pemakaiannya (distribusinya) fasa kekasihku Ani melambaikan tangannya tidak sama fungsinya dengan pemakain unsur kekasihku Ani dan tidak sama pula dengan unsur melambaikan tangannya. (berfungsi sebagai keterangan akibat). Oleh karena itu. Gadis cantik menari kekasihku Ani (tidak berfungsi sebagai keterangan akibat). melambaikan tangannya (tidak berfungsi sebagai keterangan akibat). Dari contoh di atas. jelas dipahami bahwa fungsi frasa melambaikan tangannya tidak sama dengan fungsi salah satu unsurnya. Ketika tamu sudah berdatangan. kekasihku Ani melambaikan tangannya kepada penari. Jika diperhatikan unsur kekasihku Ani melambaikan tangannya merupakan pertemuan antara subjek dan predikat terbukti oleh renggangnya hubungan. Ibu memasak di dapur. Contoh : Gadis cantik menari.membaca Koran menanam sayur lari kencang makan daging menyusun naskah menyampaikan pesan mengemukakan usul mencangkul kebun menggali sumur dan sebagainya 3. Gadis cantik menari. frasa yang terdapat dalam kalimat tersebut antara lain : Gadis cantik menari. Frasa Eksosentris Predikatif Frasa eksosentris predikatif adalah frasa eksosentris yang salah satu unsurnya berfungsi sebagai predikat dan unsurnya dapat dipertukarkan. disebut frasa eksosentris. para petugas sibuk sekali . kekasihku Ani melambaikan tangannya. kekasihku Ani melambaikan tangannya Frasa kekasihku Ani melambaikan tangannya terdiri atas dua unsur langsung yaitu : kekasihku Ani melambaikan tangannya. sehingga kedua unsur itu dapat dipertukarkan tempatnya dengan mengubah maksud strukturnya yaitu melambaikan tangannya kekasihku Ani. Dalam kalimat kekasihku Ani melambaikan tangannya kepada penari di pentas.

tetapi malas. Maka frasa dapat juga digolongkan dalam beberapa jenis. Dalam kalimat ketika ayahku datang. frasa adjektiva. karena badan tidak sehat Kita akan lulus ujian. ibu memasak di dapur (bukan keterangan waktu/bukan pertemuan yang bermakna/bukan gramatikal). Ibu memasak di dapur. Nur bukan anak saya. bila rajin belajar. saya akan datang. Ketika. disebut frasa eksosentris. yaitu . Hal ini terbukti dalam kalimat sebagai berikut : ketika ayahku datang. sehingga jatuh. namun seperti halnya. 1979). Oleh karena itu. karena sakit. apalagi saya. karena unsurnya terdiri kata sambung (kongjungsi) maka frasa ketika ayahku datang digolongkan frrasa eksosentris konjungktif Contoh lain : Waktu turun hujan lalu lintas sepi. . Saya pergi ke dokter. Ia belum yakin. Jika hari tidak hujan. ibu memasak di dapur. terdiri atas dua unsur langsung yaitu : ketika Ayahku datang Dalam pemakaiannya (distribusinya) frasa ketika ayahku datang tidak sama fungsinya dengan pemakain unsur ketika dan tidak sama pula dengan unsur ayahku datang. frasa verba. dan frasa penanda (Sutarno. Frasa Eksosentris konjungktif Frasa eksosentris konjungktif adalah frasa eksosentris yang kedudukannya salah satu unsurnya sebagai konjungsi atau kata sambung Contoh Ketika ayahku datang. melainkan anak pak Ali.4. Ia pandai. Penggolongan frasa adakalanya dikategorikan sebagaimana yang telah diuraikan terdahulu. Ayahku datang. Amir tidak pergi ke sekolah. Orang itu berlari cepat. ibu memasak di dapur ketika ayahku datang. frasa keterangan. Sedangkan tuan tidak sanggup mengerjakannya. frasa nomina. ibu memasak di dapur (tidak berfungsi sebagai keterangan waktu). Dari contoh di atas. bahwa anaknya lulus. jelas dipahami bahwa fungsi frasa ketika ayahku datang tidak sama dengan fungsi salah satu unsurnya. ibu memasak di dapur (berfungsi sebagai keterangan waktu). Frasa yang terdapat dalam kalimat tersebut antara lain ketika ayahku datang. digolongkan dalam kelas atau jenis.

Kami boleh menyanyi atau menari. Frasa Nomina (Benda) Frasa nomina atau ( benda) adalah frasa yang mempunyai fungsi sama dengan kata benda biasanya menjadi subjek atau objek Contoh : Kami mendengar pidato presiden.1. Bunga itu warnanya merah jambu. Ani sudah makan. Ibu membeli baju putih. Gedung baru itu sangat megah. Frasa Verba (Kerja) Frasa Verba (Kerja) adalah frasa yang unsur intinya sebagai kerja Contoh : Pesawat itu akan mendarat. Amir sedang membaca Koran. Frasa Adjektiva (Sifat) Frasa Adjektiva (Sifat) adalah frasa yang unsur intinya sebagai sifat. pidato presiden kami dengarkan Ani membeli buku bahasa Indonesia. Bapak menjual mobil tua itu. Bunga itu sangat indah. Ani menyanyi dengan gembira. 3. Murid-murid sering makan dan minum di kantin. Ia menyaksikan ombak memutih. Pemuda itu sering merayu. Anak itu bermain lompat tali. Ayah membeli kerbau dua ekor. 4. Anak itu bodoh sekali. Contoh : Buku itu terlalu banyak. Frasa Keterangan Frasa keterangan adalah frasa yang unsur intinya berupa keterangan . Pohon kelapa itu tinggi sekali. 2.

Adik pergi ke pasar bersama Ibu. Anak ayam itu mati karena kepanasan. Nenek saya meninggal tahun lalu. Kita akan lulus ujian bila rajin belajar. 5. Persoalan itu diselesaikan secara hukum. Tuti rajin berolahraga supaya sehat. dan sebagainya) Contoh : Ia mengirimkan hadiah ulang tahun kepada Ibunya. Ibu memasak di dapur. Ia pandai tetapi malas. Frasa Penanda Frasa penanda adalah frasa yang diawali dengan penanda (preposisi konjungsi. Ayah pergi ke kantor. Rahman membeli sepatu baru kemarin siang. Orang itu berlari cepat sehingga jatuh. Ia belum yakin bahwa anaknya lulus.Contoh : Paman pergi ke Makassar tadi pagi. Adik rajin belajar supaya pintar. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->