Frasa Endosentris

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Penulisan Makalah Ketika kita mempelajari bahasa Indonesia di SMP dan SMA, kita pasti pernah mempelajari frase, klausa, dan kalimat. Dalam ilmu Linguistik terdapat beberapa disiplin ilmu lainnya seperti, fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dll. Untuk mempelajari frase, klausa, kalimat, dan wacana tersebut dibahas dalam Sintaksis. Sintaksis menurut Oscar (Keraf dalam Oscar, 1993:5), yaitu bagian-bagian dari kata bahasa yang mempelajari dasar-dasar dan proses-proses pembentukan kaliamat dalam suatu bahasa. Tidak jauh berbeda, dengan pernyataan Oscar, Ramlan (1986:21) menyatakan bahwa istilah sintaksis barasal dari bahasa Belanda yaitu syntaxis, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut syntax. Sintaksis ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase. Jadi dapat disimpulkan bahwa, Sintaksis ialah bagian dari ilmu linguistik yang membahas frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Frase dalam bahasa Indonesia dibedakan menjadi dua, yaitu frase endosentris dan frase eksosentris. Frasa endosentris merupakan frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya, baik semua unsur-unsurnya maupun salah satu unsurnya (Ramlan, 1986:146), sedangkan frasa eksosentris ialah frasa yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan semua unsurnya (Ramlan, 1986:146). Makalah ini akan membahas frase endosentris dan jenis-jenisnya, pengertian dari jenis-jenis frasa tersebut, dan perluasan aposisi selain subjek akan dibahas secara jelas. BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Frasa Endosentris Menurut Oscar (1993), ’frase endosentris adalah frase yang berdistribusi paralel dengan intinya. Inti frase adalah salah satu unsur frase yang jenis katanya sama dengan frase tersebut’. Tidak berbeda jauh dengan Rusmadji, Chaer (2007) menyatakan bahwa ‘frase endosentris adalah frase yang salah satu unsurnya atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Artinya, salah satu komponennya itu dapat menggantikan kedudukan keseluruhannya’. Chaer (2009: 40) juga menambahkan bahwa yang dimaksud dengan frase endosentris adalah frasa yang hubungannya sangat erat, sehingga kedua unsurnya tidak dapat dipisahkan sebagai pengisi fungsi sintaksis. Pengertian lain yang serupa diungkapkan oleh Ramlan (1986:146) bahwa frase endosentris adalah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya, baik semua unsurunsurnya maupun salah satu unsurnya.

Oscar. Frase ini terdiri atas unsur-unsur yang setara dan kesetaraannya terlihat dari kemungkinan unsur-unsur tersebut itu dihubungkan oleh kata sambung dan atau atau. dapat disimpulkan bahwa frase endosentris adalah frase yang mempunyai kesamaan distribusi dengan unsunya. Hubungan koordinatif yang lazim ditemukan dalam konstruksi frase adalah hubungan yang bersifat penambahan dan pemilihan’ (Putrayasa. Lebih jelas. B. Frase endosentris atrtibutif 3. 1. Jenis-Jenis Frasa Endosentris Dalam menetapkan jenis frase endosentris ini. Frase Endosentris Koordinatif ’Hubungan koordinatif adalah hubungan yang menyatakan. Ramlan. Contoh: rumah pekarangan suami istri dua tiga (hari) belajar atau bekerja pembinaan dan pengembangan – – rumah dan pekarangan – suami dan istri dua atau tiga (hari) . Frase endosentris koordinatif 2. C. yaitu: 1. Ramlan (1986:147) menyatakan bahwa frase endosentris terdiri atas unsurunsur yang setara dan kesetaraanya itu dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur tersebut dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau.Dari definisi frase endosentris yang dikemukakan oleh tiga ahli bahasa tersebut. 1. frasa endosentris koordinatif adalah frasa yang intinya mempunyai referensi yang berbeda-beda. 2007:6). bahwa konstituen-konstituen (unsur-unsur) pembentuk satuan yang lebih besar memiliki kedudukan yang setara. baik keseluruhan unsurnya maupun hanya salah satu unsurnya. dan Ba’dulu memiliki pendapat yang sama. Frase endosentris dibagi menjadi tiga jenis. Menurut Oscar (1993). Frase endosentris apositif Jenis frase endosentris yang terdapat dalam sebuah kalimat dapat diketahui dengan mudah apabila karakter dari masing-masing frase endosentris tersebut telah diketahui.

frase ini tidak mempunyai potensi untuk dihubungkan dengan kata hubung dan atau atau (Oscar. numeralia. yakni unsur yang secara distribusional sama dengan seluruh frase dan secara semantik merupakan unsur yang terpenting. dsb. Kerbau. Siapa yang harus pergi. Contoh: pembangunan lima tahun sekolah inpres buku baru sedang belajar sangat bangga pekarangan luas pintu merah dapur kotor Kata-kata yang dicetak miring dalam frase-frase diatas merupakan UP (unsur pusat). . Frase Endosentris Atributif Frase endosentris atributif (modifitatif) adalah frase yang terdiri atas unsur-unsur yang tidak setara. Oscar (1993) menambahkan bahwa frase yang tidak menggunakan kata penghubung disebut frase parataktis. Dalam frase diatas. Baik inti maupun modifikator dapat terdiri dari salah satu kelas kata. Oleh karena itu. 1. dan kambing adalah hewan piaraan. tutur sapa. putih bersih. frasa endosentris atributif hanya mengandung sati inti. atau adverba. ajektiva. lembu. yang dapat didahului atau diikuti oleh medifikator. verba.Contoh lain frase endosentris koordinatif dalam kalimat adalah sebagai berikut: Paman dan bibi sudah lama tidak megunjungi kami. Menurut Ba’dulu (2005:58). saya atau Anda? Dalam pembahasan frase ini. Contoh frase parataktis yaitu. kata-kata yang tidak dicetak miring merupakan atribut. D. ibu bapak. anak cucu. besar kecil. hilir mudik. 1993). seperti nomina.

Kata-kata yang bergaris bawah merupakan satu frase endosentris atributif. Hanya saya yang dipersalahkan. sehingga kedua inti tersebut tidak dapat dihubungkan oleh konektor (Ba’dulu 2005:59). Bukan dia yang menolong temanku itu.Contoh lain frase endosentris atributif dalam kalimat adalah sebagai berikut: Anak nakal itu dihukum gurunya. Selalu saya yang ditugasi memimpin upacara. Rumah besar itu sudah dijual. E. Sampai sekarang adik belum pulang. rakyat Indonesia Ali. Anak-anak itu akan memancing. tanah airku Bapak Soeharto. sedangkan atribut pada frase-frase diatas ditulis miring. Wanita itu membeli peniti dua lusin. kota pelajar Indonesia. Cita-citanya tinggi sekali. Putrayasa (2007:8) menyatakan bahwa hubungan apositif adalah hubungan yang menjelaskan sekaligus dapat berperan sebagai pengganti bagian yang dijelaskan. Presiden RI Kami. Contoh: Yogya. tetangga saya . 1. Oscar (1993) menambahkan bahwa unsur-unsur frase ini tidak dapat dihubungkan dengan kata dan atau atau dan secara semantis unsur yang satu sama dengan yang lainnya. Frase Endosentris Apositif Frasa endosenttris apositif merupakan frasa yang berinti dua dan kedua inti itu tidak mempunyai referen yang sama.

tetapi juga pada predikat dan objek. Memang penggunaan frase endosentrtis apositif pada umumnya seperti contoh diatas. c) Rudy Hartono. contoh frase yang digunakan adalah aposisi subjek. Kita. Contoh aposisi predikat Bala bantuannya tiga kompi. pelayan seksi itu dimarahi majikannya. orang awam ini tidak perlu campur tangan urusan negeri. putri tunggalnya sudah lulus ujian bidan. Untuk lebih jelasnya hakikat frasa dikemukakan beberapa pengertian para ahli bahasa. . Tanaka. Kita. anak Pak Sastro itu sedang belajar. pernah menjadi pemain film. Semeru. pasuka gerak cepat dipimpin seorang kapten. Secara umum frasa dikenal sebagai suatu satuan linguistic di atas kata. 2. pemegang supremasi bulu tangkis tingkat internasional. Cukup banyak ditemukan defenisi frasa yang pada hakikatnya mempunyai konsep sama namun dari segi redaksional terdapat beberapa perbedaan. F. Perdana Menteri Jepang. Bangsa Indonesia terkenal ramah tamah. 1. 1. (Aposisi objek berkepentingan) 1) Pengertian Frasa Secara sepintas tidak sulit mengenal hakikat frasa. aposisi predikat. menurut Putrayasa (2009:24). Contoh aposisi objek Jawaban kilat itu dikirimkan kepada nahkoda. Berikut ini adalah contoh aposisi subjek. perluasan aposisi tidak hanya terdapat pada subjek saja. Perluasan dengan Aposisi Pada pembahasan frase endosentris apositif. akan meletus. pernah berkunjung ke Indonesia. seorang nelayan tua itu. gunung tertinggi di Pulau Jawa. Si Inem.Contoh lain frase endosentris apositif dalam kalimat adalah sebagai berikut: Ahmad. Namun. dan aposisi objek. Contoh aposisi subjek a) b) Made Ayu. (P= kata bilangan) 3.

objek dan keterangan. membeli : Predikat). tampaknya tidak mempunyai perbedaan yang mendasar. Sejalan itu. Dari ketiga unsur tersebut dapat disimpulkan bahwa frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang non predikatif yang dapat menduduki fungsi sintaksis. baik dalam bentuk sebuah pola kalimat maupun tidak. kedua golongan tersebut akan diuraikan berdasarkan berbagai referensi : . kecuali dari segi redaksi kalimat. (Tuti : Subjek. predikat. Jadi. Dari pengertian frasa di atas dapat di kemukakan beberapa unsur dalam frasa. Memahami ragam frasa secara umum biasanya dilihat dari tiga sudut pandang. Baju baru itu menduduki fungsi sintaksis sebagai objek. namun secara umum kebanyakan orang membedakan frasa atas dua golongan besar. baju baru itu merupakan frasa meskipun terdiri atas tiga kata. Demikian pula yang di kemukakan oleh Chaer (1994: 222) bahwa frasa adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis dalam kalimat. Parera (1993 : 32) mengemukakan bahwa frasa adalah suatu konstruksi yang dapat dibentuk oleh dua kata atau lebih. ada baiknya dikemukakan contoh sebagai berikut : Baju baru itu Sedang membaca Kemarin siang Anak nakal itu Sangat mahal Kepala ibunya Di dapur Gabungan kata di atas merupakan frasa. Salah satu contoh yaitu baju baru itu. 3) dapat menduduki fungsi sintaksis. Senada dengan pengertian di atas Ramlan (dalam Djumingin. karena merupakan kontreuksi yang nonpredikat.Dalam kamus besar bahasa Indonesia (Mulyono. 2) nonpredikat. 2) Penggolongan Frasa Membicarakan frasa tampaknya sangat beragam karena harus dilihat dari berbagai sudut pandang. Dari keempat pengertian frasa yang di kemukakan di atas. dapat menduduki fungsi sintaksis seperti subjek. 1991: 281) dikemukakan bahwa frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Misalnya Tuti membeli baju baru itu. dkk. Untuk memperjelas hakikat frasa. yaitu frasa endosentris dan frasa eksosentris. yaitu: 1) frasa terdiri dari dua kata atau lebih. Untuk lebih jelasnya. 2001: 3) mengemukakan bahwa frasa dalah satuan limguistik yang secara potensial merupakan gabungan dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas subjek atau predikat dengan kata lain sifatnya tidak predikatif.

dengan kata lain. Frasa yang terdapat dalam kalimat tersebut antara lain : Gadis cantik jelita Frasa gadis cantik jelita terdiri atas dua unsur langsung. sama fungsinya dengan pemakaian unsur gadis. Secara umum frasa endosentris dibedakan menjadi tiga jenis. yaitu : Gadis Cantik jelata Dalam pemakaiannya (distribusinya) frasa gadis cantik jelita. Fungsi frasa gadis cantik jelita dalam kalimat diatas sebagai subjek. Contoh : Gadis cantik jelita menari di panggung. Dari pengertian frasa endosentris tersebut dapat dipahami. Dengan demikian. maka frasa tersebut secara lengkap disebut frasa endosentris atribut. Oleh karena itu. Frasa Endosentris Koordinatif . endosentris koordinatif dan endosentris apositif.a) Frasa Endosentris Sutarno (1979 : 128) mengemukakan bahwa frasa endosentris adalah frasa yang satuan kontruksinya berdistribusi dan berfungsi sama dengan salah satu anggota pembentuknya. terbukti dalam kalimat : Gadis cantik jelita menari di panggung. frasa yang mempunyai fungsi yang sama dengan salah satu atau semua unsur langsungnya. Frasa Endosentris Atributif Frasa endosentris Atributif adalah frasa yang kedudukan unsurnya berbeda. Contoh lain : Tiap-tiap hari Amatbagus Sepatahkata Uang pembayaran utang Guru besar Panjang tangan 2. yaitu endosentris atribut. Gadis menari di panggung. bahwa frasa gadis cantik jelita sama fungsinya dengan salah satu unsurnya. yaitu unsur pusat dan unsur atribut. dapat dikatakan. 1. bahwa dalam frasa endosentris terdapat dua unsur. dan unsur gadis juga menduduki fungsi sebagai subjek. frasa gadis cantik jelita terdiri atas dua unsur inti dan unsur keterangan (atribut).

sama fungsinya dengan pemakaian unsur cantik. Fungsi frasa cantik jelita dalam kalimat di atas sebagai keterangan subjek. frasa yang terdapat dalam kalimat tersebut dapat juga : cantik jelita Frasa cantik jelita terdapat dua unsur langsung. Gadis jelita menari di panggung. maka frasa tersebut secara lengkap disebut frasa endosentris koordinatif. Hanya dari segi hubungan unsur yang salah satunya diterangkan dan salah satunya menerangkan. dapat dikatakan bahwa frasa cantik jelita terdiri atas inti dan inti. sama fungsinya dengan pemakaian unsur kekasihku Ani. yaitu : cantik jelita Dalam pemakaiannya (distribusinya) frasa cantik jelita. Frasa Endosentris Apositif Frasa endosentris apositif pada hakikatnya pengembangan Frasa endosentris koodinatif.dalam kalimat . terbukti dalam kalimat : Gadis cantik jelita menari di panggung. Contoh lain : untung rugi susah senang magah perkasa makan minum dua tiga orang besar kecil 3. Gadis cantik jelita menari di pentas. Dengan demikian. Gadis cantik menari di panggung. serta unsur jelita juga menduduki fungsi sebagai keterangan subjek.Frasa endosentris koordinatif adalah frasa yang kedudukan unsurnya sama. terbukti dalam kalimat : . tetapi sebagai inti dan inti. Jadi fungsi kedua unsurnya bukan sebagai inti dan keterangan sebagaimana dalam frasa endosentris atributif. Contoh : Kekasihku Ani melambaikan tangan Kalimat di atas terdiri atas frasa kekasihku Ani Frasa kekasihku Ani terdiri atas dua unsur langsung yaitu : Kekasihku Ani Dalam pemakaiannya (distribusinya) frasa cantik jelita.

Frasa eksosentris konjuktif. Akan tetapi. frasa kekasihku Ani sama fungsinya dengan kedua unsurnya. Unsur kekasihku dan Ani juga menduduki fungsi sebagai objek. Contoh lain : Yanti kekasihnya Hayati istrinya Amir adiknya Erwin kakaknya Bahar teman karibnya b) Frasa Eksosentris Sutarno (1979 : 137) mengemukakan. Adapun jenis frasa eksosentris adalah frasa eksosentris preposisional. frasa eksosentris predikatif. Oleh karena itu. sedangkan Ani berfungsi sebagai unsur yang menerangkan. 1. Oleh karena. Jadi.Kekasihku Ani melambaikan tangan Kekasihku melambaikan tangan Ani melambaikan tangan Fungsi distribusi kekasihku Ani dalam kalimat di atas sebagai subjek. sehingga disebut frasa endosentris. jika diperhatikan segi hubungan unsurnya yang terdiri atas : Kekasihku sebagai unsur diterangkan. frasa eksosentris objektif. Perhatikan pemakaiannya dalam kalimat berikut : Gadis cantik jelita menari di… (tidak berfungsi sebagai keterangan tempat dan tidak . bahwa frasa eksosentris adalah frasa yang dalam kalimat/kesatuan bahasa yang lebih besar mempunyai fungsi (lingkungan distribusi) tidak sama dengan unsur langsungnya atau tidak mengikuti unsur langsungnya. Contoh : Gadis cantik jelita menari di panggung Frasa yang terdapat dalam kalimat tersebut antara lain : di panggung frasa di panggung terdiri atas dua unsur langsung yaitu : di panggung Dalam pemakaiannya (distribusinya) frasa di panggung tidak sama fungsinya dengan pemakaian unsur di dan tidak sama juga dengan unsur panggung. Frasa Eksosentris Preposisional Frasa eksosentris preposisional adalah frasa eksosentris yang salah satu terdiri atas preposisi. kedudukan kedua unsur frasa kekasihku Ani ialah inti dan inti (setara). frasa kekasihku Ani lengkapnya disebut frasa endosentris apositif.

disebut frasa eksosentris. frasa yang terdapat dalam kalimat tersebut antara lain Melambaikan tangannya Frasa melambaikan tangannya terdiri atas dua unsur langsung yaitu : Melambaikan tangannya Dalam pemakaiannya (distribusinya) fasa melambaikan tangannya tidak sama fungsinya dengan pemakain unsur melambaikan dan tidak sama pula dengan unsur tangannya. Frasa melambaikan tangannya unsur langsungnya terdiri atas kata kerja dan kata lain (kata benda) sebagai objek maka frasa melambaikan tangannya digolongkan frasa eksosentris objektif. Contoh : Ani melambaikan tangannya kepada penari. Contoh lain : Di atas meja untuk dinikmati kepada ibunya kekantor dengan gembira di pasar 2. jelas bahwa fungsi frasa di panggung tidak sama fungsinya dengan salah satu unsurnya. Frasa di panggung unsur langsungnya terdiri atas preposisi dan kata/frasa. jelas dipahani bahwa fungsi frasa melambaikan tangannya tidak sama dengan fungsi salah satu unsurnya. Dalam kalimat Ani melambaikan tangannya kepada penari. Ani tanganya kepada penari (bukan berfungsi sebagai predikat dan tidak berterima). Dari uraian diatas. Oleh karena itu. (berfungsi sebagai predikat) Ani melambaikan kepada penari (bukan berfungsi sebagai predikat dan tidak berterima). hal ini terbukti dalam kalimat : Ani melambaikan tangan kepada penari. Oleh karena itu disebut frasa eksosentris. Contoh lain : . maka frasa di panggung disebut frasa eksosentris preposisional. Frasa Eksosentris Objektif Frasa Eksosentris Objektif adalah frasa eksosentris yang kedudukannya salah satu unsurnya berfungsi sebagai objek.berterima) Gadis cantik jelita menari …panggung (tidak berfungsi sebagai keterangan tempat dan tidak berterima) Dari contoh kalimat di atas.

membaca Koran menanam sayur lari kencang makan daging menyusun naskah menyampaikan pesan mengemukakan usul mencangkul kebun menggali sumur dan sebagainya 3. Gadis cantik menari. Gadis cantik menari kekasihku Ani (tidak berfungsi sebagai keterangan akibat). Contoh : Gadis cantik menari. hal ini terbukti dalam kalimat : Gadis cantik menari. disebut frasa eksosentris. Contoh lain : Waktu ayahku datang. para petugas sibuk sekali . jelas dipahami bahwa fungsi frasa melambaikan tangannya tidak sama dengan fungsi salah satu unsurnya. Dalam kalimat kekasihku Ani melambaikan tangannya kepada penari di pentas. Ibu memasak di dapur. sehingga kedua unsur itu dapat dipertukarkan tempatnya dengan mengubah maksud strukturnya yaitu melambaikan tangannya kekasihku Ani. Jika diperhatikan unsur kekasihku Ani melambaikan tangannya merupakan pertemuan antara subjek dan predikat terbukti oleh renggangnya hubungan. Frasa Eksosentris Predikatif Frasa eksosentris predikatif adalah frasa eksosentris yang salah satu unsurnya berfungsi sebagai predikat dan unsurnya dapat dipertukarkan. kekasihku Ani melambaikan tangannya kepada penari. Oleh karena itu. kekasihku Ani melambaikan tangannya. Dari contoh di atas. kekasihku Ani melambaikan tangannya Frasa kekasihku Ani melambaikan tangannya terdiri atas dua unsur langsung yaitu : kekasihku Ani melambaikan tangannya. Ketika tamu sudah berdatangan. melambaikan tangannya (tidak berfungsi sebagai keterangan akibat). Dalam pemakaiannya (distribusinya) fasa kekasihku Ani melambaikan tangannya tidak sama fungsinya dengan pemakain unsur kekasihku Ani dan tidak sama pula dengan unsur melambaikan tangannya. (berfungsi sebagai keterangan akibat). frasa yang terdapat dalam kalimat tersebut antara lain : Gadis cantik menari.

disebut frasa eksosentris. tetapi malas. Orang itu berlari cepat. karena unsurnya terdiri kata sambung (kongjungsi) maka frasa ketika ayahku datang digolongkan frrasa eksosentris konjungktif Contoh lain : Waktu turun hujan lalu lintas sepi. bila rajin belajar. dan frasa penanda (Sutarno. ibu memasak di dapur (bukan keterangan waktu/bukan pertemuan yang bermakna/bukan gramatikal). Hal ini terbukti dalam kalimat sebagai berikut : ketika ayahku datang. ibu memasak di dapur. Maka frasa dapat juga digolongkan dalam beberapa jenis. Dari contoh di atas. Nur bukan anak saya. Frasa yang terdapat dalam kalimat tersebut antara lain ketika ayahku datang. Oleh karena itu. Sedangkan tuan tidak sanggup mengerjakannya. Ia belum yakin. karena badan tidak sehat Kita akan lulus ujian. ibu memasak di dapur (tidak berfungsi sebagai keterangan waktu). frasa verba. namun seperti halnya. sehingga jatuh. Ia pandai.4. . Saya pergi ke dokter. saya akan datang. ibu memasak di dapur (berfungsi sebagai keterangan waktu). Amir tidak pergi ke sekolah. Frasa Eksosentris konjungktif Frasa eksosentris konjungktif adalah frasa eksosentris yang kedudukannya salah satu unsurnya sebagai konjungsi atau kata sambung Contoh Ketika ayahku datang. frasa keterangan. bahwa anaknya lulus. ibu memasak di dapur ketika ayahku datang. Penggolongan frasa adakalanya dikategorikan sebagaimana yang telah diuraikan terdahulu. Dalam kalimat ketika ayahku datang. digolongkan dalam kelas atau jenis. Ayahku datang. yaitu . frasa adjektiva. frasa nomina. Ketika. apalagi saya. terdiri atas dua unsur langsung yaitu : ketika Ayahku datang Dalam pemakaiannya (distribusinya) frasa ketika ayahku datang tidak sama fungsinya dengan pemakain unsur ketika dan tidak sama pula dengan unsur ayahku datang. Jika hari tidak hujan. jelas dipahami bahwa fungsi frasa ketika ayahku datang tidak sama dengan fungsi salah satu unsurnya. melainkan anak pak Ali. karena sakit. Ibu memasak di dapur. 1979).

Ibu membeli baju putih. Ani menyanyi dengan gembira. Bunga itu sangat indah. Gedung baru itu sangat megah. Frasa Keterangan Frasa keterangan adalah frasa yang unsur intinya berupa keterangan . 2. Bunga itu warnanya merah jambu. Pohon kelapa itu tinggi sekali. Pemuda itu sering merayu. Anak itu bodoh sekali. Kami boleh menyanyi atau menari. Ayah membeli kerbau dua ekor. Anak itu bermain lompat tali. Bapak menjual mobil tua itu. Frasa Verba (Kerja) Frasa Verba (Kerja) adalah frasa yang unsur intinya sebagai kerja Contoh : Pesawat itu akan mendarat. Contoh : Buku itu terlalu banyak. pidato presiden kami dengarkan Ani membeli buku bahasa Indonesia. Frasa Nomina (Benda) Frasa nomina atau ( benda) adalah frasa yang mempunyai fungsi sama dengan kata benda biasanya menjadi subjek atau objek Contoh : Kami mendengar pidato presiden. Ia menyaksikan ombak memutih. 4. Amir sedang membaca Koran. Frasa Adjektiva (Sifat) Frasa Adjektiva (Sifat) adalah frasa yang unsur intinya sebagai sifat. 3.1. Murid-murid sering makan dan minum di kantin. Ani sudah makan.

. Orang itu berlari cepat sehingga jatuh. Ia pandai tetapi malas. Kita akan lulus ujian bila rajin belajar. Rahman membeli sepatu baru kemarin siang. Ia belum yakin bahwa anaknya lulus. Ibu memasak di dapur. Adik pergi ke pasar bersama Ibu. Ayah pergi ke kantor.Contoh : Paman pergi ke Makassar tadi pagi. Tuti rajin berolahraga supaya sehat. dan sebagainya) Contoh : Ia mengirimkan hadiah ulang tahun kepada Ibunya. Persoalan itu diselesaikan secara hukum. Frasa Penanda Frasa penanda adalah frasa yang diawali dengan penanda (preposisi konjungsi. Nenek saya meninggal tahun lalu. Adik rajin belajar supaya pintar. Anak ayam itu mati karena kepanasan. 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful