P. 1
Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai

|Views: 137|Likes:

More info:

Published by: Hermanto Crackers No Kise on Aug 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/16/2015

pdf

text

original

Sections

  • Daftar isi
  • Sejarah
  • Nama-Nama Raja Kutai
  • Lain-lain
  • Pranala luar
  • Catatan kaki
  • Raja Negara Daha
  • Raja Negara Dipa
  • Sumber Sejarah
  • Catatan dari sumber lokal
  • Berita Cina
  • Prasasti
  • Nama
  • Pusat Kerajaan Medang
  • Awal berdirinya kerajaan
  • Dinasti yang berkuasa
  • Daftar raja-raja Medang
  • Keadaan penduduk
  • Konflik takhta periode Jawa Tengah
  • Teori van Bammelen
  • Permusuhan dengan Sriwijaya
  • Peristiwa Mahapralaya
  • Peninggalan sejarah
  • Latar Belakang Kerajaan Kediri
  • Perkembangan Kediri
  • Karya Sastra Zaman Kadiri
  • Runtuhnya Kadiri
  • Raja-Raja yang Pernah Memerintah Kediri
  • Nama ibu kota
  • Awal berdiri
  • Silsilah Wangsa Rajasa
  • Prasasti Mula Malurung
  • Pemerintahan bersama
  • Kejayaan
  • Keruntuhan
  • Hubungan dengan Majapahit
  • Historiografi
  • Kebudayaan
  • Ekonomi
  • Raja-raja Majapahit
  • Warisan sejarah
  • Kesenian modern
  • Catatan sejarah
  • Pembentukan dan pertumbuhan
  • Agama
  • Budaya
  • Perdagangan
  • Penyebaran penduduk Kemaharajaan Bahari
  • Hubungan dengan wangsa Sailendra
  • Hubungan dengan kekuatan regional
  • Masa keemasan
  • Masa penurunan
  • Struktur pemerintahan
  • Raja yang memerintah

Kerajaan Kutai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari

Salah satu yupa dengan inskripsi, kini di Museum Nasional Republik Indonesia, Jakarta.
Artikel ini bagian dari seri

Sejarah Indonesia

Lihat pula: Garis waktu sejarah Indonesia Sejarah Nusantara
Prasejarah

Kerajaan Hindu-Buddha
Kutai (abad ke-4) Tarumanagara (358–669) Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-11) Sailendra (abad ke-8 sampai ke-9) Kerajaan Medang (752–1045) Kerajaan Sunda (932–1579) Kediri (1045–1221)

Dharmasraya (abad ke-12 sampai ke-14) Singhasari (1222–1292) Majapahit (1293–1500) Malayapura (abad ke-14 sampai ke-15)

Kerajaan Islam
Kesultanan Ternate (1257–sekarang) Kerajaan Pagaruyung (1500-1825) Kesultanan Malaka (1400–1511) Kerajaan Inderapura (1500-1792) Kesultanan Demak (1475–1548) Kesultanan Aceh (1496–1903) Kesultanan Banten (1527–1813) Kesultanan Mataram (1588—1681) Kesultanan Siak (1723-1945)

Kerajaan Kristen
Kerajaan Larantuka (1600-1904)

Kolonialisme bangsa Eropa
Portugis (1512–1850) VOC (1602-1800) Belanda (1800–1942)

Kemunculan Indonesia
Kebangkitan Nasional (1899-1942) Pendudukan Jepang (1942–1945) Revolusi nasional (1945–1950)

Indonesia Merdeka
Orde Lama (1950–1959)

Demokrasi Terpimpin (1959–1966) Orde Baru (1966–1998) Era Reformasi (1998–sekarang)
l•b•s

Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Berdiri sekitar abad ke-4. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam.[1][2] Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh.

Daftar isi

• • • •

1 Sejarah o 1.1 Yupa o 1.2 Mulawarman o 1.3 Aswawarman o 1.4 Berakhir 2 Nama-Nama Raja Kutai 3 Lain-lain 4 Pranala luar 5 Catatan kaki

Sejarah
Yupa

Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Mulawarman Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kundungga. Kundungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Aswawarman memiliki 3 orang putera. Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing. Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Aswawarman Aswawarman adalah Anak Raja Kudungga. dan salah satunya adalah Mulawarman.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Yupa adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan dikorbankan. Kundungga sendiri diduga belum menganut agama Budha.Prasasti Kerajaan Kutai Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20. hingga sangat sedikit yang mendengar namanya. yang artinya pembentuk keluarga.Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. .

gelar anumerta Dewawarman pendiri 2. Maharaja Jayanaga Warman 8. Maharaja Sangga Warman Dewa . Nama-Nama Raja Kutai Peta Kecamatan Muara Kaman 1. Maharaja Tungga Warman 7. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Maharaja Nalasinga Warman 9. Maharaja Gadingga Warman Dewa 11. Maharaja Aswawarman (anak Kundungga) 3.Berakhir Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13. Maharaja Gajayana Warman 6. yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Maharaja Kundungga. Maharaja Indra Warman Dewa 12. di tahun 1365. Maharaja Marawijaya Warman 5. Kutai Kartanegara inilah. Maharaja Mulawarman 4. Maharaja Nala Parana Tungga 10. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

Maharaja Dharma Setia Lain-lain Nama Maharaja Kundungga oleh para ahli sejarah ditafsirkan sebagai nama asli orang Indonesia yang belum terpengaruh dengan nama budaya India. Maharaja Mulia Putera 19. Maharaja Sri Aji Dewa 18. Maharaja Candrawarman 14. 4th13th centuries 2. Maharaja Sri Langka Dewa 15. Kata itu biasanya digunakan untuk ahkiran nama-nama masyarakat atau penduduk India bagian Selatan. Negara Daha Berdiri Didahului oleh 1478-1526 Kerajaan Kuripan Digantikan oleh Kesultanan Banjar Ibu kota dan Bandar Perdagangan Bahasa Agama Nagara. lihat Kerajaan Kadiri. Hulu Sungai Selatan Bandar Muara Bahan. ca A. Maharaja Wijaya Warman 17. Maharaja Indra Paruta Dewa 21. Maharaja Guna Parana Dewa 16. Hal ini di dasarkan pada kenyataan bahwa kata Warman berasal dari bahasa Sanskerta. Pemerintahan -Raja pertama -Raja terakhir Sejarah -Didirikan 1478 -Zaman kejayaan 1478-1526 -Krisis suksesi 1526 . ^ Hinduism and Buddhism in the archipelago. Pranala luar • • (Indonesia)SEJARAH PEMERINTAHAN DI KOTA BANGUN (Indonesia) Labok keturunan Kutai Martapura Catatan kaki 1. ^ States and courts in the archipelago. Maharaja Nala Pandita 20. Sementara putranya yang bernama Asmawarman diduga telah terpengaruh budaya Hindu.13. 450 ntuk Kerajaan Daha yang terletak di Jawa Timur.D. Barito Kuala (Bandar Perdagangan) Banjar Klasik Syiwa-Buddha Kaharingan Islam (minoritas) Monarki Maharaja Sari Kaburangan sejak ±1478 Maharaja Tumenggung sampai tahun 1526.

[1] Kerajaan Negara Daha merupakan kelanjutan dari Kerajaan Negara Dipa yang saat itu berkedudukan di Kuripan/Candi Agung. Raden Sakar Sungsang/Raden Sari Kaburungan/Ki Mas Lalana bergelar Maharaja Sari Kaburungan[1] atau Panji Agung Rama Nata[3] putera dari Putri Kalungsu/Putri Kabu Waringin. Barito Kuala). kakek dari Sultan Suriansyah (Sultan Banjar I)[1][4] 3. Raden Sukarama bergelar Maharaja Sukarama. Pemindahan ibukota dari Kuripan adalah untuk menghindari bala bencana karena kota itu dianggap sudah kehilangan tuahnya. Raden Panjang bergelar Pangeran Tumenggung[1] . Hulu Sungai Selatan). Pusat pemerintahan/ibukota kerajaan ini berada di Muhara Hulak/kota Negara (sekarang kecamatan Daha Selatan. Kerajaan Negara Daha adalah sebuah kerajaan Hindu (Syiwa-Buddha)yang pernah berdiri di Kalimantan Selatan sejaman dengan kerajaan Islam Giri Kedaton. Pusat pemerintahan dipindah ke arah hilir sungai Negara (sungai Bahan) menyebabkan nama kerajaan juga berubah sehingga disebut dengan nama yang baru sesuai letak ibukotanya yang ketiga ketika dipindahkan yaitu Kerajaan Negara Daha. Raja Negara Daha Raja-raja Negara Daha:[2] 1. (sekarang kota Amuntai). Raden Paksa bergelar Pangeran Mangkubumi[1] 4. ratu terakhir Negara Dipa 2.Artefak yang ditemukan di situs Candi Laras koleksi Museum Lambung Mangkurat. sedangkan bandar perdagangan dipindahkan dari pelabuhan lama Muara Rampiau (sekarang desa Marampiau) ke pelabuhan baru pada Bandar Muara Bahan (sekarang kota Marabahan. Kerajaan Negara Dipa merupakan pendahulu Kesultanan Banjar.

[3] .Wilayah pengaruh kerajaan ini meliputi propinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Sejak masa pemerintahan Lambung Mangkurat wilayahnya terbentang dari Tanjung Silat sampai Tanjung Puting. Islam datang ke daerah Kalimantan Selatan dari Giri pada masa Raden Sekar Sungsang yang pernah merantau ke pulau Jawa dan disana telah memiliki anak bernama Raden Panji Sekar yang menikahi putri dari Sunan Giri kemudian bergelar Sunan Serabut. Menurut Hikayat Banjar. Karena kemelut di Kuripan/Negara Daha. Salah satu negeri bawahan Kuripan adalah Negara Dipa. sedangkan sebelah timur berbatasan dengan Kerajaan Kutai Kartanegara. Kerajaan Negara Daha terbentuk karena perpindahan ibukota kerajaan dari Amuntai (ibukota Negara-Dipa di hulu) ke Muhara Hulak (di hilir).[3] Aksara Arab-Melayu telah digunakan sebelum berdirinya Kesultanan Banjar.[5] Peninggalan Kerajaan Negara Daha dapat dilihat Kota Negara (Daha) dan Amuntai Kerajaan Negara Dipa adalah kerajaan yang berada di pedalaman Kalimantan Selatan. Negara Dipa merupakan sebuah negeri yang didirikan Ampu Jatmika yang berasal dari Keling (Coromandel).[1] Kerajaan ini adalah pendahulu Kerajaan Negara Daha. Kerajaan Negara Dipa memiliki daerah-daerah bawahan yang disebut Sakai. yang masingmasing dipimpin oleh seorang Mantri Sakai. Sebuah pemerintahan Sakai kira-kira sama dengan pemerintahan lalawangan (distrik) pada masa Kesultanan Banjar. Artefak yang ditemukan di situs Candi Laras koleksi Museum Lambung Mangkurat.[3] Tetapi Islam baru menjadi agama negara pada tahun 1526 pada masa kekuasaan Sultan Suryanullah[1] atau Sultan Suriansyah. beberapa tumenggung melarikan diri ke negeri Paser di perbatasan Kerajaan Kutai Kartanegara dan kemudian mendirikan Kerajaan Sadurangas di daerah tersebut. sebelah barat berbatasan dengan Kerajaan Tanjungpura.

Diduga Ampu Jatmika menjabat sebagai Sakai di Negara Dipa (situs Candi Laras)(Margasari). tetapi kemudian dia berhasil menggantikan kedudukan raja Kuripan sebagai penguasa Kerajaan Kuripan yang wilayahnya lebih luas tersebut. Kerajaan Kahuripan adalah kerajaan yang lebih dulu berdiri sebelum Kerajaan Negara Dipa. 1984) Kerajaan Negara Dipa semula beribukota di Candi Laras (Distrik Margasari) dekat hilir sungai Bahan tepatnya pada suatu anak sungai Bahan. tetapi Ampu Jatmaka mengganggap dirinya hanya sebagai Penjabat Raja. hal 401 dan 435.Menurut Veerbek (1889:10) Keling. sehingga nama Kerajaan Kuripan berubah menjadi Kerajaan Negara Dipa. Ketiga negeri/distrik ini dan ditambah negeri Batung Batulis dan Baparada (= Balangan) .Menurut Paul Michel Munos dalam Kerajaan-kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Senanjung Malaysia. Raja Putri ini sengaja dipersiapkan sebagai jodoh bagi seorang Pangeran yang sengaja dijemput dari Majapahit yaitu Raden Putra yang kelak bergelar Pangeran Suryanata I. Keturunan Lambung Mangkurat dan keturunan mereka berdua inilah yang kelak sebagai raja-raja di Negara Dipa. Empu Jamatka (maksudnya Ampu Jatmika) mendirikan pada tahun 1387. Karena raja Kerajaan Kahuripan menyayangi Empu Jatmika sebagai anaknya sendiri maka setelah dia tua dan mangkat kemudian seluruh wilayah kerajaannya (Kahuripan) dinamakan sebagai Kerajaan Negara Dipa. Ampu Jatmaka sebagai penerus ayah angkatnya raja tua Kerajaan Kuripan [= raja negeri lama yang berdiri sebelumnya] yang tidak memiliki keturunan. Menurut Tutur Candi. propinsi Majapahit di barat daya Kediri. yaitu nama daerah yang didiami oleh Empu Jatmika. kemudian ibukotanya pindah ke hulu sungai Bahan yaitu Candi Agung (Amuntai). Periode Raja-raja Kuripan yang tidak diketahui nama penguasa dan masa pemerintahannya. Ibukota waktu itu berada di Candi Agung yang terletak di sekitar hulu sungai Bahan (= sungai Negara) yang bercabang menjadi sungai Tabalong dan sungai Balangan dan sekitar sungai Pamintangan (sungai kecil anak sungai Negara). (Fudiat Suryadikara. tetapi walau demikian Ampu Jatmika tidak menyebut dirinya sebagai raja. tetapi hanya sebagai Penjabat Raja (pemangku). saudagar kaya dari Keling pendiri Negara Dipa tahun 1387 dengan mendirikan negeri Candi Laras di hilir kemudian mendirikan (atau menaklukan?) negeri Candi Agung di hulu di sebalik negeri Kuripan. Kerajaan ini dikenal sebagai penghasil intan pada zamannya. 2. kemudian Ampu Jatmika menggantikan kedudukan Raja Kuripan (negeri yang lebih tua) yang mangkat tanpa memiliki keturunan. Ampu Jatmaka gelar Maharaja di Candi. Raja Negara Dipa 1. Ampu Jatmika bukanlah keturunan bangsawan dan juga bukan keturunan raja-raja Kuripan. Kerajaan Kuripan ini disebutkan dalam Hikayat Banjar Resensi II. Depdikbud. Geografi Dialek Bahasa Banjar Hulu. dia berasal dari Majapahit. Penggantinya Lambung Mangkurat (Lembu Mangkurat) setelah bertapa di sungai berhasil memperoleh Putri Junjung Buih yang kemudian dijadikan Raja Putri di Negara Dipa.

pasangan ini memperoleh tiga putera yakni Pangeran Suryawangsa. raja Sukadana/Tanjungpura. Rahadyan Putra alias Raden Aria Gegombak Janggala Rajasa gelar anumerta Maharaja Suryanata [= perwujudan raja dewa matahari]. (b) Undan Kulon dan Undan Kecil (c) Candi Laras. dan Ranawijaya (= Bhre Kertabhumi= Kartapura?= Tanjungpura?). Menurut Prasasti Trailokyapuri Manggalawardhani adalah Bhre Daha VI 1464-1474 yakni ibu Ranawijaya (janda Sang Sinagara). orang besar Berau dan raja Karasikan. Setelah beberapa lama memerintah [pada tahun 1464?] Putri Junjung Buih dan Maharaja Suryanata mengatakan hendak pulang ke tempat asalnya dan pemerintahan dilanjutkan oleh putera-puteranya. yaitu putera sulung Bhre Tumapel III Dyah Kertawijaya 1429-1447. putera Ampu Jatmika (sebagai Penjabat Raja). Ia berhasil memperluas wilayah kerajaan dari Tanjung Silat/Selatn sampai Tanjung Puting yaitu wilayah dari sungai Barito sampai sungai Seruyan. yaitu Samarawijaya [= Bhre Kahuripan VII]. Dari perkawinan itu lahir empat orang anak. 5. batang Labuan Amas dan batang Amandit. Ia jua memerintahkan Arya Megatsari menaklukan batang Alai. Bhre Tanjungpura [= Bhre Kalimantan] dan Bhre Pajang III Sureswari 1429-1450 [= adik bungsu Manggalawardhani] keduanya menjadi istri Bhre Paguhan III 14001440 [= ayahnya Sripura] tetapi perkawinan ini tidak memiliki keturunan (menurut Pararaton). Nama Rajasa yang digunakan raja ini kemungkinan kependekan dari Rajasawardhana alias Dyah Wijayakumara alias Sang Sinagara. Pangeran Suryaganggawangsa dan Pangeran Aria Dewangsa [adi-vamsa = pengasas dinasti]. Dyah Wijayakumara [= Bhre Kahuripan VI] memiliki istri bernama Manggalawardhani Bhre Tanjungpura. orang-orang besar/penguasa Batang Lawai (= sungai Kapuas). Bhre Tanjungpura Manggalawardhani Dyah Suragharini yang berkuasa 1429-1464 adalah puteri Bhre Tumapel II 1389-1427 [= abangnya Suhita] dengan istrinya Bhre Lasem V. batang Balangan dan batang Pitap. 4. diduga Ratu I ini berasal dari Majapahit yang disebut Bhre Tanjungpura. . Raden Galuh Ciptasari alias Putri Ratna Janggala Kadiri gelar anumerta Putri Junjung Buih [= perwujudan putri buih/putri bunga air menurut mitos Melayu] yaitu puteri angkat Lambung Mangkurat. raja Kutai. [= Bhre Mataram V]. Raja ini berhasil menaklukan raja Sambas. maka inilah wilayah awal Negara Dipa. Wijayakarana. Widuga wilayah inilah yang menjadi ibukota baru Tanjungpura di negara bagian Tanjungnagara (Kalimantan-Filipina). Lambung Mangkurat [= logat Banjar untuk Lembu Mangkurat] bergelar Ratu Kuripan. 3. Wijayakusuma (= Bhre Pamotan II).yang muncul di dalam Hikayat Banjar Resensi II teks Cense. suami Putri Junjung Buih yang dilamar/didatangkan dari Majapahit dengan persembahan 10 biji intan. Diduga Bhre Tanjungpura menikah lagi dengan Bhre Pamotan I Rajasawardhana Dyah Wijayakumara. Batung Batulis dan Baparada [= Batu Piring?] serta Kuripan. orang besar/penguasa Kotawaringin. orang besar Pasir. Candi Agung. Kemudian Empu Jatmika memerintahkan Tumenggung Tatahjiwa memperluas wilayah dengan menaklukan batang Tabalong. Menurut Pararaton. Ketiga putera ini memerintah di daerah yang berlainan (a) Undan Besar dan Undan Kuning. Menurut Hikayat Banjar Versi II.

Sumber Sejarah Bila menilik dari catatan sejarah ataupun prasasti yang ada. Menurut versi II. Raden Sekar Sungsang. menikahi Putri Mandusari alias Putri Huripan [yang ibunya meninggal ketika melahirkannya] gelar Putri Kabu Waringin [karena minum air susu kerbau putih yang diikat di pohon beringin] yaitu puteri dari Lambung Mangkurat (= Ratu Kuripan) dengan Dayang Diparaja. Sunan Serabut dari Giri inilah yang menuntut upeti kepada Putri Ratna Sari gelar Ratu Lamak (puteri dari Raden Sekar Sungsang dengan Putri Ratna Minasih yang menggantikannya sebagai raja). . ibu Raden Sekar Sungsang yaitu Putri Kalungsu alias Putri Kabu Waringin. pusat pemerintahan dipindah ke arah hilir pada percabangan anak sungai Bahan yaitu Muara Hulak yang kemudian diganti menjadi Negara Daha (sekarang kecamatan Daha Selatan) sehingga kerajaan disebut dengan nama yang baru sesuai letak ibukotanya ketika dipindahkan yaitu Kerajaan Negara Daha. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. cucu Putri Junjung Buih dan juga cucu Lambung Mangkurat adalah putera dari pasangan Pangeran Aria Dewangsa dengan Putri Kabu Waringin menurut Hikayat Banjar versi II. untuk menghindari bala bencana ibukota kerajaan dipindahkan dari Candi Agung (Amuntai) karena dianggap sudah kehilangan tuahnya. Pada masa Maharaja Sari Kaburungan alias Raden Sekar Sungsang. tidak ada penjelasan atau catatan yang pasti mengenai siapakah yang pertama kalinya mendirikan kerajaan Tarumanegara. sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.6. Selesai penggalian.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. tetapi menurut Hikayat Banjar versi I adalah cicit Putri Junjung Buih dan juga cicit Lambung Mangkurat. permaisuri Maharaja Carang Lalean (= Aria Dewangga?) sempat menjadi wali raja ketika Raden Sakar Sungsang masih berumur enam tahun sewaktu Maharaja Carang Lalean (= Raden Aria Dewangsa?) mengatakan bahwa ia hendak pulang ke tempat asalnya (dan jika raja ini putera Manggalawardhani maka kemungkinan kepulangannya ke tempat asal/Majapahit untuk membantu kakaknya Samarawijaya berperang melawan pamannya Raja Majapahit?). Nama sungai Bahan pun berganti menjadi sungai Negara. Ratu Lamak kemudian digantikan adiknya Ratu Anom yang pernah ditawan ke Jawa karena gagal membayar upeti. Raden Sekar Sungsang [= Panji Agung Rama Nata] pernah merantau ke Jawa [dan diduga sudah memeluk Islam] dan di Jawa ia mengawini wanita setempat dan memperoleh dua putera bernama Raden Panji Dekar dan Raden Panji Sekar [yang kemudian bergelar Sunan Serabut karena menikahi puteri Raja Giri]. putera dari Putri Kabu Waringin alias Putri Kalungsu. Maharaja Carang Lalean kemudian melantik Lambung Mangkurat sebagai pemangku. Aria Dewangsa putera bungsu Putri Junjung Buih dengan Maharaja Suryanata (Hikayat Banjar versi II). Menurut Hikayat Banjar versi I. 7.

Bogor 6. Dahulu termasuk bagian tanah swasta Ciampea. Citeureup. Prasasti Muara Cianten.Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman. Bogor 2. Sekarang masih digunakan oleh pedagang bambu untuk mengangkut barang dagangannya ke daerah hilir. . satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Prasasti Pasir Awi. dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau. dahulu merupakan sebuah "kota pelabuhan sungai" yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. Pada zaman ini. Kecamatan Tarumajaya. dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917). aksara tersebut belum mencapai taraf modifikasi bentuk khasnya sebagaimana yang digunakan naskah-naskah (lontar) abad ke-16. Sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang. yang mengacu pada model aksara Kamboja dengan beberapa cirinya yang masih melekat. ditemukan di Kampung Batutumbu. Prasasti yang ditemukan 1. Bogor 5. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Sampai abad ke-19. Kampung Muara tempat prasasti Ciaruteun dan Telapak Gajah ditemukan. Kabupaten Pandeglang. yang pada awalnya merupakan perkembangan dari aksara tipe Pallawa Lanjut. berisi pujian kepada Raja Purnawarman. sekarang disimpan di museum di Jakarta. Prasasti Kebon Kopi. Ciampea. 4. Kabupaten Bekasi. Desa Tugu. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya. Nanggung. Sampai abad ke-19 jalur sungai itu masih digunakan untuk angkutan hasil perkebunan kopi. Prasasti Tugu. Banten. Prasasti Jambu.Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui dengan tujuh buah prasasti batu yang ditemukan. Prasasti pada zaman ini menggunakan aksara Sunda kuno. Bogor Lahan tempat prasasti itu ditemukan berbentuk bukit rendah berpermukaan datar dan diapit tiga batang sungai: Cisadane. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Ciampea. Cianten dan Ciaruteun. Prasasti Ciaruteun. Ciampea. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul. Lima di Bogor. Bogor 7. 3. tempat itu masih dilaporkan dengan nama Pasir Muara. Kecamatan Munjul. ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak. ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi).

halaman 161. seratus meter dari pertemuan sungai tersebut dengan Ci Sadane. ada pula gambar sepasang "padatala" (telapak kaki). di tepi sawah. tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman.Prasasti Pasir Muara Di Bogor. yang menunjukkan tanda kekuasaan &mdash& fungsinya seperti "tanda tangan" pada zaman sekarang. Kehadiran prasasti Purnawarman di kampung itu menunjukkan bahwa daerah itu termasuk kawasan kekuasaannya. Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun ditemukan pada aliran Ci Aruteun. Karena angka tahunnya bercorak "sangkala" yang mengikuti ketentuan "angkanam vamato gatih" (angka dibaca dari kanan). namun pada tahun 1981 diangkat dan diletakkan di dalam cungkup. Prasasti ini peninggalan Purnawarman. Isinya adalah puisi empat baris. . berbahasa Sanskerta. maka prasasti tersebut dibuat dalam tahun 458 Saka atau 536 Masehi. pemerintahan begara dikembalikan kepada raja Sunda. prasasti ditemukan di Pasir Muara. yang berbunyi: vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam Terjemahannya menurut Vogel: Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara. di antara bawahan Tarumanagara pada masa pemerintahan Purnawarman terdapat nama "Rajamandala" (raja daerah) Pasir Muhara. sarga 3. beraksara Palawa. Selain itu. Menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II. Prasasti itu kini tak berada ditempat asalnya. Dalam prasasti itu dituliskan : ini sabdakalanda rakryan juru panga-mbat i kawihaji panyca pasagi marsa-n desa barpulihkan haji su-nda Terjemahannya menurut Bosch: Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4).

Demikian pula mahkota yang dikenakan Purnawarman berukiran sepasang lebah. Prasasti Telapak Gajah bergambar sepasang telapak kaki gajah yang diberi keterangan satu baris berbentuk puisi berbunyi: jayavi s halasya tarumendrsaya hastinah airavatabhasya vibhatidam padadavayam Terjemahannya: Kedua jejak telapak kaki adalah jejak kaki gajah yang cemerlang seperti Airawata kepunyaan penguasa Tarumanagara yang jaya dan berkuasa. Bahkan diberitakan juga. Karawang. Jawa Barat. bendera Kerajaan Tarumanagara berlukiskan rangkaian bunga teratai di atas kepala gajah. . Ukiran bendera dan sepasang lebah itu dengan jelas ditatahkan pada prasasti Ciaruteun yang telah memancing perdebatan mengasyikkan di antara para ahli sejarah mengenai makna dan nilai perlambangannya. Airawata adalah nama gajah tunggangan Batara Indra dewa perang dan penguawa Guntur. sarga 1. Ukiran kepala gajah bermahkota teratai ini oleh para ahli diduga sebagai "huruf ikal" yang masih belum terpecahkan bacaaanya sampai sekarang. Keterangan pustaka dari Cirebon tentang bendera Taruma dan ukiran sepasang "bhramara" (lebah) sebagai cap pada mahkota Purnawarman dalam segala "kemudaan" nilainya sebagai sumber sejarah harus diakui kecocokannya dengan lukisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun. Menurut mitologi Hindu. matahari kembar atau kombinasi surya-candra (matahari dan bulan). Menurut Pustaka Parawatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I. Tarumanagara sekitar abad ke-7 Masehi.Prasasti Telapak Gajah Dua arca Wishnu dari Cibuaya. Demikian pula tentang ukiran sepasang tanda di depan telapak kaki ada yang menduganya sebagai lambang labah-labah. Mahkotanya yang berbentuk tabung menyerupai gaya seni Khmer Kamboja. gajah perang Purnawarman diberi nama Airawata seperti nama gajah tunggangan Indra.

Pada bukit ini mengalir (sungai) Cikasungka. Desa Pasir Gintung. tahun 414M dalam bukunya yang berjudul Fa Kao Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti ("Jawadwipa") hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha. Berita Dinasti Sui. meskipun saat ini Pugung Raharjo terletak puluhan kilometer dari pantai tetapi tidak jauh dari situs tersebut ditemukan batu-batu karang yg menunjukan daerah tersebut dulu adalah daerah pantai persis penuturan Fa hien[rujukan?] 2. yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya). Dari tiga berita di atas para ahli[siapa?] menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang Taruma. tetapi ada pendapat lain yang mengajukan bahwa Ye-Po-Ti adalah Way Seputih di Lampung. Berita Fa Hien. kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini. Berita Dinasti Tang. Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris: shriman data kertajnyo narapatir . 3.Prasasti Jambu Di daerah Bogor. yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan "beragama kotor" (maksudnya animisme). Ye Po Ti selama ini sering dianggap sebutan Fa Hien untuk Jawadwipa. Kecamatan Leuwiliang. di daerah aliran way seputih (sungai seputih) ini ditemukan bukti-bukti peninggalan kerajaan kuno berupa punden berundak dan lain-lain yang sekarang terletak di taman purbakala Pugung Raharjo. tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya.asamo yah pura tarumayam nama shri purnnavarmma pracurarupucara fedyavikyatavammo tasyedam padavimbadavyam arnagarotsadane nitya-dksham bhaktanam yangdripanam bhavati sukhahakaram shalyabhutam ripunam. yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh. masih ada satu lagi prasasti lainnya yaitu prasasti batu peninggalan Tarumanagara yang terletak di puncak Bukit Koleangkak. menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To-lo-mo ("Taruma") yang terletak di sebelah selatan. juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusan dari To-lo-mo. 1. Sumber berita dari luar negeri Sumber-sumber dari luar negeri semuanya berasal dari berita Tiongkok. . Terjemahannya menurut Vogel: Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya.

514a Mus. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu. meliputi hapir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten.Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M.6363 settlement pattern settlement pattern 4 5 6 7 8 Tanjung Barat Tanjungpriok Tidak diketahui Cilincing Buni .no.Nas.296a Mus.Nas. Kepurbakalaan Masa Tarumanagara Candi Jiwa di situs Percandian Batujaya No. Nama Situs Artepak 1 Kampung Muara Menhir (3) Batu dakon (2) Arca batu tidak berkepala Struktur Batu kali Kuburan (tua) 2 Ciampea Arca gajah (batu) 3 Gunung Cibodas Arca 3 arca duduk arca raksasa arca (?) Arca dewa Arca dwarapala Arca brahma Arca (berdiri) (Kartikeya?) Arca singa (perunggu) Arca siwa (duduk) perunggu Arca Durga-Kali Batu granit Arca Rajaresi sejumlah besar pecahan perhiasan emas dalam periuk Tempayan Beliung Logam perunggu Keterangan Rusak berat Terbuat dari batu kapur Fragmen Duduk diatas angsa (Wahana Hamsa) dilengkapi padmasana Fragmen kaki dan lapik Mus.no.Nas.771 Mus. Bogor dan Cirebon. no.Nas. Jakarta.no.

naskah ini mengundang polemik dan banyak pakar sejarah yang meragukan naskah-naskah ini bisa dijadikan rujukan sejarah. parwa . Pada Naskah Wangsakerta dari Cirebon itu. Pustaka Jawadwipa. Dinamainya kota itu Sundapura--pertama kalinya nama "Sunda" digunakan. yang kemudian digantikan oleh putranya. Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali Gomati. sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga.Logam besi Gelang kaca Manik-manik batu dan kaca Tulang belulang manusia Sejumlah besar gerabah bentuk wadah 9 Batujaya (Karawang) Unur (hunyur) sruktur bata Percandian Segaran I Segaran II Segaran III Segaran IV Segaran V Segaran VI Talagajaya I Talagajaya II Talagajaya III Talagajaya IV Talagajaya V Talagajaya VI Talagajaya VII 10 Cibuaya Arca Wisnu I Arca Wisnu II Arca Wisnu III Lmah Duwur Wadon Candi I Lmah Duwur Lanang Candi II Pipisan batu Naskah Wangsakerta Penjelasan tentang Tarumanagara cukup jelas di Naskah Wangsakerta. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Tarumanagara adalah Suryawarman (535 . Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358. Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai.561 M) Raja Tarumanagara ke-7. Sayangnya. Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Maharaja Purnawarman adalah raja Tarumanagara yang ketiga (395-434 M). Dharmayawarman (382-395).

162) menyebutkan bahwa di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke Purwalingga (sekarang Purbolinggo) di Jawa Tengah. Prasasti Munjul di Pandeglang menunjukkan bahwa wilayah kekuasaannya mencakup pula pantai Selat Sunda. parwa II sarga 3 (halaman 159 . Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri. Manikmaya. Putera tokoh Manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota Tarumangara dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang Tarumanagara. ayah Suryawarman. Ia sendiri seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada. Garut. yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150 M. banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Tarumanagara. Secara tradisional Cipamali (Kali Brebes) memang dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa Barat pada masa silam. yang memberitakan Raja Sunda dalam tahun 536 M. mendirikan kerajaan baru di Kendan. merupakan gejala bahwa Ibukota Sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah.I. sarga 1 (halaman 80 dan 81) memberikan keterangan bahwa dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M). Yang belum jelas adalah mengapa prasasti mengenai pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu terdapat di sana? Apakah daerah itu merupakan pusat Kerajaan Sunda atau hanya sebuah tempat penting yang termasuk kawasan Kerajaan Sunda? Baik sumber-sumber prasasti maupun sumber-sumber Cirebon memberikan keterangan bahwa Purnawarman berhasil menundukkan musuh-musuhnya. . Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I VIII). Perkembangan daerah timur menjadi lebih berkembang ketika cicit Manikmaya mendirikan Kerajaan Galuh dalam tahun 612 M. melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. misalnya. maka Salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya. Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan Rajatapura atau Salakanagara (kota Perak). Ketika pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumangara. Hal ini berarti. Pustaka Nusantara. Ditinjau dari segi ini. Dalam tahun 526 M. Rakeyan Juru Pengambat yang tersurat dalam prasasti Pasir Muara mungkin sekali seorang pejabat tinggi Tarumanagara yang sebelumnya menjadi wakil raja sebagai pimpinan pemerintahan di daerah tersebut. menantu Suryawarman. Kehadiran Prasasti Purnawarman di Pasir Muara. daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan. Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. pusat pemerintahan Tarumanagara telah bergeser ke tempat lain.

tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya.Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri. cari . digantikan menantunya. yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. yaitu Tarusbawa. raja Tarumanagara terakhir. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri. Linggawarman. hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara. Raja-raja Tarumanagara menurut Naskah Wangsakerta Raja-raja Tarumanegara No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Raja Jayasingawarman Dharmayawarman Purnawarman Wisnuwarman Indrawarman Candrawarman Suryawarman Kertawarman Sudhawarman Hariwangsawarman Nagajayawarman Linggawarman Masa pemerintahan 358-382 382-395 395-434 434-455 455-515 515-535 535-561 561-628 628-639 639-640 640-666 666-669 Kerajaan Kalingga Dari Wikipedia bahasa Indonesia. yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa. Tarusbawa. Secara otomatis. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini. Pada tahun 669.

kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang.1 Catatan dari zaman Dinasti Tang o 2. Kalingga telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China. dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad kemudian pada abad ke-16 menyinggung secara singkat mengenai Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh. yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri. akan dipotong tangannya.1 Kisah lokal o 1. tradisi kisah setempat. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima.2 Catatan I-Tsing 3 Prasasti 4 Referensi Catatan dari sumber lokal Kisah lokal Terdapat kisah yang berkembang di Jawa Tengah utara mengenai seorang Maharani legendaris yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kebenaran dengan keras tanpa . Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur.2 Carita Parahyangan 2 Berita Cina o 2. Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi.Peta yang menggambarkan letak pusat kerajaan Kalingga. Daftar isi • • • • 1 Catatan dari sumber lokal o 1.

Kemudian Raja Sanjaya menikahi Sudiwara puteri Dewasinga.[2] Berita Cina Berita keberadaan Ho-ling juga dapat diperoleh dari berita yang berasal dari zaman Dinasti Tang dan catatan I-Tsing. . Maharani Shima memiliki cucu yang bernama Sanaha yang menikah dengan raja ketiga dari Kerajaan Galuh. Pada abad ke-5 muncul Kerajaan Ho-ling (atau Kalingga) yang diperkirakan terletak di utara Jawa Tengah. dewan menteri memohon agar Ratu mengampuni kesalahan putranya. bersama Malayu dan Tarumanagara yang sebelumnya telah ditaklukan Sriwijaya. Keterangan tentang Kerajaan Ho-ling didapat dari prasasti dan catatan dari negeri Cina. Pada tahun 752. Ketiga kerajaan tersebut menjadi pesaing kuat jaringan perdagangan Sriwijaya-Buddha. maka sang pangeran dijatuhi hukuman dipotong kakinya.pandang bulu. Ratu Shima demi menjunjung hukum menjatuhkan hukuman mati kepada putranya. Setelah Maharani Shima meninggal di tahun 732 M. yaitu Tamperan Barmawijaya alias Rakeyan Panaraban. Kerajaan Ho-ling menjadi wilayah taklukan Sriwijaya dikarenakan kerajaan ini menjadi bagian jaringan perdagangan Hindu. Karena kaki sang pangeranlah yang menyentuh barang yang bukan miliknya. dan memiliki putra yaitu Rakai Panangkaran. Kisah legenda ini bercerita mengenai Ratu Shima yang mendidik rakyatnya agar selalu berlaku jujur dan menindak keras kejahatan pencurian.906 M) memberikan tentang keterangan Ho-ling sebagai berikut. Raja Kalingga Selatan atau Bumi Sambara. yang kemudian menjadi raja kedua dari Kerajaan Galuh. Sanaha dan Bratasenawa memiliki anak yang bernama Sanjaya yang kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723-732 M). menikah dengan putera mahkota Kerajaan Galuh yang bernama Mandiminyak. Catatan dari zaman Dinasti Tang Cerita Cina pada zaman Dinasti Tang (618 M .[1] Carita Parahyangan Berdasarkan naskah Carita Parahyangan yang berasal dari abad ke-16. Ia menerapkan hukuman yang keras yaitu pemotongan tangan bagi siapa saja yang mencuri. dan kemudian mendirikan Dinasti/Wangsa Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno. Hingga tiga tahun kemudian kantung itu disentuh oleh putra mahkota dengan kakinya. Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian disebut Bumi Mataram. yaitu Brantasenawa. Pada suatu ketika seorang raja dari seberang lautan mendengar mengenai kemashuran rakyat kerajaan Kalingga yang terkenal jujur dan taat hukum. Untuk mengujinya ia meletakkan sekantung uang emas di persimpangan jalan dekat pasar. Tak ada sorang pun rakyat Kalingga yang berani menyentuh apalagi mengambil barang yang bukan miliknya. Parwati. putri Maharani Shima. Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada putranya dari Tejakencana.

Di sebelah utaranya terletak Ta Hen La (Kamboja). Prasasti ini ditemukan di ditemukan di lereng barat Gunung Merapi. tepatnya di Dusun Dakawu. Dapunta Selendra. Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula. kendi. kapak. ditemukan Prasasti Sojomerto. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan dengan Sungai Gangga di India. Magelang di Jawa Tengah. Kitab terjemahan itu antara lain memuat cerita tentang Nirwana. Desa Lebak. Prasasti bertuliskan huruf Pallawa yang berbahasa Sanskerta. Ibukota Ho-ling dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu. cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu. Ia bekerjasama dengan pendeta Jawa bernama Janabadra. Kabupaten Batang. . Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu. kelasangka.[3] Sementara di Desa Sojomerto. Catatan dari berita Cina ini juga menyebutkan bahwa sejak tahun 674. Prasasti Prasasti peninggalan Kerajaan Ho-ling adalah Prasasti Tukmas. Catatan I-Tsing Catatan I-Tsing (tahun 664/665 M) menyebutkan bahwa pada abad ke-7 tanah Jawa telah menjadi salah satu pusat pengetahuan agama Buddha Hinayana. perak. yaitu ayahnya bernama Santanu. tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana dalam agama Buddha Hinayana. emas. Prasasti menyebutkan tentang mata air yang bersih dan jernih. dan singgasananya terbuat dari gading. beratap daun palem. Raja tinggal di suatu bangunan besar bertingkat. Prasasti ini bersifat keagamaan Siwais. Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuna dan berasal dari sekitar abad ke-7 masehi. Kedua temuan prasasti ini menunjukkan bahwa kawasan pantai utara Jawa Tengah dahulu berkembang kerajaan yang bercorak Hindu Siwais. Drs. Kecamatan Grabag. ibunya bernama Bhadrawati. sedangkan istrinya bernama Sampula. Di Ho-ling ada pendeta Cina bernama Hwining. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Ho-ling sangat aman dan tentram.• • • • • Ho-ling atau disebut Jawa terletak di Lautan Selatan. Jawa Tengah. Kecamatan Reban. cula badak dan gading gajah. Penduduk Kerajaan Ho-ling sudah pandai membuat minuman keras dari bunga kelapa Daerah Ho-ling menghasilkan kulit penyu. Ia adalah seorang ratu yang sangat adil dan bijaksana. yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha ke dalam Bahasa Cina. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya. Prof. di sebelah timurnya terletak Po-Li (Pulau Bali) dan di sebelah barat terletak Pulau Sumatera. Catatan ini menunjukkan kemungkinan adanya hubungan dengan Wangsa Sailendra atau kerajaan Medang yang berkembang kemudian di Jawa Tengah Selatan. rakyat Ho-ling diperintah oleh Ratu Hsi-mo (Shima).

Daftar isi • • • • • • • • • • • • • • 1 Nama 2 Pusat Kerajaan Medang 3 Awal berdirinya kerajaan 4 Dinasti yang berkuasa 5 Daftar raja-raja Medang 6 Struktur pemerintahan 7 Keadaan penduduk 8 Konflik takhta periode Jawa Tengah 9 Teori van Bammelen 10 Permusuhan dengan Sriwijaya 11 Peristiwa Mahapralaya 12 Peninggalan sejarah 13 Kepustakaan 14 Lihat pula Nama Pada umumnya. kemudian berpindah ke Jawa Timur pada abad ke-10. yaitu periode Jawa Tengah. istilah Kerajaan Medang hanya lazim dipakai untuk menyebut periode Jawa Timur saja. nama yang lazim dipakai untuk menyebut Kerajaan Medang periode Jawa Tengah adalah Kerajaan Mataram. nama Medang sudah dikenal sejak periode sebelumnya. serta membangun banyak candi baik yang bercorak Hindu maupun Buddha. Sementara itu.Kerajaan Medang (atau sering juga disebut Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu) adalah nama sebuah kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah pada abad ke8. yaitu merujuk kepada salah daerah ibu kota kerajaan ini. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16. Kerajaan Medang akhirnya runtuh pada awal abad ke-11. padahal berdasarkan prasasti-prasasti yang telah ditemukan. Kerajaan Medang periode Jawa Tengah biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu. Para raja kerajaan ini banyak meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pusat Kerajaan Medang .

Pusat Kerajaan Medang periode Jawa Timur. • • • • • • • Medang i Bhumi Mataram (zaman Sanjaya) Medang i Mamrati (zaman Rakai Pikatan) Medang i Poh Pitu (zaman Dyah Balitung) Medang i Bhumi Mataram (zaman Dyah Wawa) Medang i Tamwlang (zaman Mpu Sindok) Medang i Watugaluh (zaman Mpu Sindok) Medang i Wwatan (zaman Dharmawangsa Teguh) Menurut perkiraan. pusat Kerajaan Medang pernah mengalami beberapa kali perpindahan. yaitu Wwatan. yang terletak di daerah Madiun. Beberapa daerah yang pernah menjadi lokasi istana Medang berdasarkan prasasti-prasasti yang sudah ditemukan antara lain. bahkan sampai ke daerah Jawa Timur sekarang. namun tidak menyebut dengan jelas apa nama kerajaannya. bernama Sanna. Istilah Mataram kemudian lazim dipakai untuk menyebut nama kerajaan secara keseluruhan. yaitu Sannaha saudara perempuan Sanna. Ia hanya memberitakan adanya raja lain yang memerintah pulau Jawa sebelum dirinya. meskipun tidak selamanya kerajaan ini berpusat di sana. sekarang disebut dengan nama Wotan. Sanjaya sendiri mengeluarkan prasasti Canggal tahun 732. Bhumi Mataram adalah sebutan lama untuk Yogyakarta dan sekitarnya. sedangkan Watugaluh sekarang disebut Megaluh. Mataram terletak di daerah Yogyakarta sekarang. Di daerah inilah untuk pertama kalinya istana Kerajaan Medang diperkirakan berdiri (Rajya Medang i Bhumi Mataram). Sesungguhnya.Letak Mataram Kuno periode Jawa Tengah. atas dukungan ibunya. Istana terakhir. Tamwlang sekarang disebut dengan nama Tembelang. Mamrati dan Poh Pitu diperkirakan terletak di daerah Kedu. Keduanya terletak di daerah Jombang. Nama ini ditemukan dalam beberapa prasasti. misalnya prasasti Minto dan prasasti Anjuk ladang. Sepeninggal Sanna. Awal berdirinya kerajaan Prasasti Mantyasih tahun 907 atas nama Dyah Balitung menyebutkan dengan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. negara menjadi kacau. Sementara itu. . Sanjaya kemudian tampil menjadi raja.

meminta perlindungan pada Raja Tarusbawa. Kisah hidup Sanjaya secara panjang lebar terdapat dalam Carita Parahyangan yang baru ditulis ratusan tahun setelah kematiannya. yaitu sekitar abad ke-16. ia mengatur pembagian kekuasaan antara puteranya. Sunda dan Galuh menjadi kekuasaan Tamperan. Emas atau keping tahil Jawa. serta Wangsa Isyana pada periode Jawa Timur. bahkan berhasil pula menguasai Kerajaan Sriwijaya di Pulau Sumatra. Sampai akhirnya. sedangkan Kerajaan Kuningan dan Galunggung diperintah oleh Resi Guru Demunawan. Untuk itu ia meminta bantuan Tarusbawa (mertuanya yangg merupakan sahabat sanna).Sanna juga dikenal dengan nama sena atau Bratasenawa. yaitu Wangsa Sanjaya dan Wangsa Sailendra pada periode Jawa Tengah. kekuasaan atas Medang direbut oleh Wangsa Sailendra yang beragama Buddha Mahayana. Dinasti ini menganut agama Hindu aliran Siwa. Akhirnya Sanjaya menjadi penguasa Kerajaan Sunda. Tamperan. seorang . dan Resi Guru Demunawan.Sena akhirnya melarikan diri ke Pakuan. yaitu Sanjaya. anak Sannaha saudara perempuan Sanna. Menurut teori van Naerssen. pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran (pengganti Sanjaya sekitar tahun 770-an). Mulai saat itu Wangsa Sailendra berkuasa di Pulau Jawa. berniat menuntut balas terhadap keluarga Purbasora. Kerajaan Galuh dan Kerajaan Kalingga (setelah Ratu Shima mangkat). Hasratnya dilaksanakan setelah menjadi Raja Sunda yang memerintah atas nama isterinya. Sanjaya. Persahabatan ini pula yang mendorong Tarusbawa mengambil Sanjaya menjadi menantunya. sekitar abad ke-9.716 M).Bratasenawa alias Sanna atau Sena digulingkan dari tahta Galuh oleh Purbasora (saudara satu ibu sanna) dalam tahun 716 M. yang merupakan raja Kerajaan Galuh yang ketiga (709 . Tarusbawa yang merupakan raja pertama Kerajaan Sunda (setelah tarumanegara pecah menjadi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh) adalah sahabat baik sanna. Sebelum ia meninggalkan kawasan Jawa Barat. Pada umumnya para sejarawan menyebut ada tiga dinasti yang pernah berkuasa di Kerajaan Medang. Dinasti yang berkuasa Bukti terawal sistem mata uang di Jawa. putera bungsu Sempakwaja. Istilah Wangsa Sanjaya merujuk pada nama raja pertama Medang. Dalam tahun 732 M Sanjaya mewarisi tahta Kerajaan Mataram dari orangtuanya. sekitar tahun 840-an.

Menurut teori Slamet Muljana. Dinasti ini didirikan oleh Mpu Sindok yang membangun istana baru di Tamwlang sekitar tahun 929. gelar Rakai Panangkaran sama artinya dengan “Penguasa di Panangkaran”. Peristiwa tersebut dianggap sebagai awal kebangkitan kembali Wangsa Sanjaya. maka daftar raja-raja Medang sejak masih berpusat di Bhumi Mataram sampai berakhir di Wwatan dapat disusun secara lengkap sebagai berikut: . Menurut teori Bosch. Mpu Sindok menyebut dengan tegas bahwa kerajaannya adalah kelanjutan dari Kadatwan Rahyangta i Medang i Bhumi Mataram. Dengan demikian pendapat ini menolak teori van Naerssen tentang kekalahan Rakai Panangkaran oleh seorang raja Sailendra. dan bukan daftar silsilah keturunan Sanjaya. dan memindahkan istananya ke Mamrati. Daftar raja-raja Medang Apabila teori Slamet Muljana benar. raja-raja Medang versi Prasasti Mantyasih mulai dari Rakai Panangkaran sampai dengan Rakai Garung adalah anggota Wangsa Sailendra. Nama aslinya ditemukan dalam prasasti Kalasan. nama raja-raja Medang dalam Prasasti Mantyasih dianggap sebagai anggota Wangsa Sanjaya secara keseluruhan. Contoh yang diajukan Slamet Muljana adalah Rakai Panangkaran yang diyakininya bukan putra Sanjaya. Sementara itu Slamet Muljana berpendapat bahwa daftar tersebut adalah daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Medang. Jadi.keturunan Sanjaya bernama Rakai Pikatan berhasil menikahi Pramodawardhani putri mahkota Wangsa Sailendra. Sedangkan kebangkitan Wangsa Sanjaya baru dimulai sejak Rakai Pikatan naik takhta menggantikan Rakai Garung. prasasti Kalasan tahun 778 memuji Rakai Panangkaran sebagai “permata wangsa Sailendra” (Sailendrawangsatilaka). yaitu Dyah Pancapana. Slamet Muljana kemudian mengidentifikasi Rakai Panunggalan sampai Rakai Garung dengan nama-nama raja Wangsa Sailendra yang telah diketahui. Berkat perkawinan itu ia bisa menjadi raja Medang. yang bermakna “penguasa di”. yang selama ini cenderung dianggap bukan bagian dari daftar para raja versi Prasasti Mantyasih. Alasannya ialah. misalnya Dharanindra ataupun Samaratungga. Istilah Rakai pada zaman Medang identik dengan Bhre pada zaman Majapahit. dinasti ketiga yang berkuasa di Medang adalah Wangsa Isana yang baru muncul pada ‘’periode Jawa Timur’’. Dalam prasasti-prasastinya. Sementara itu.

sedangkan raja-raja sesudahnya semua memakai gelar Sri Maharaja. Mpu Sindok. dan setelah dikuasai Wangsa Sailendra juga berubah menjadi Sri Maharaja. Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala 8. Sanjaya. awal kebangkitan Wangsa Sanjaya 7.Candi Prambanan dari abad ke-9. Rakai Watuhumalang 9. Rakai Pikatan suami Pramodawardhani. Keduanya merupakan gelar asli Indonesia. Rakai Panangkaran. dibangun antara masa pemerintahan Rakai Pikatan dan Dyah Balitung. Kasus yang sama terjadi pada Kerajaan Sriwijaya di mana raja-rajanya semula bergelar Dapunta Hyang. Makuthawangsawardhana 16. Yogyakarta. Struktur pemerintahan Raja merupakan pemimpin tertinggi Kerajaan Medang. Rakai Watukura Dyah Balitung 10. Pada zaman itu istilah Ratu belum identik dengan kaum perempuan. Gelar ini setara dengan Datu yang berarti "pemimpin". Rakai Panunggalan alias Dharanindra 4. . Dharmawangsa Teguh. gelar Ratu dihapusnya dan diganti dengan gelar Sri Maharaja. awal periode Jawa Timur 14. Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya 15. terletak di Prambanan. 1. Rakai Garung alias Samaratungga 6. Mpu Daksa 11. Rakai Sumba Dyah Wawa 13. Ketika Rakai Panangkaran dari Wangsa Sailendra berkuasa. Kerajaan Medang berakhir Pada daftar di atas hanya Sanjaya yang memakai gelar Sang Ratu. Sanjaya sebagai raja pertama memakai gelar Ratu. Rakai Layang Dyah Tulodong 12. awal berkuasanya Wangsa Syailendra 3. pendiri Kerajaan Medang 2. Rakai Warak alias Samaragrawira 5.

Jabatan Rakryan Kanuruhan pada zaman Majapahit memang masih ada. namun kiranya setara dengan menteri dalam negeri pada zaman sekarang. Jabatan Rakryan Mapatih Hino pada zaman ini berbeda dengan Rakryan Mapatih pada zaman Majapahit.Pemakaian gelar Sri Maharaja di Kerajaan Medang tetap dilestarikan oleh Rakai Pikatan meskipun Wangsa Sanjaya berkuasa kembali. Misalnya. Jabatan tertinggi di Medang selanjutnya ialah Rakryan Kanuruhan sebagai pelaksana perintah raja. yaitu Kerajaan Sriwijaya merupakan negara maritim. Kerajaan Medang memang terkenal sebagai negara agraris. Keadaan penduduk Temuan Wonoboyo berupa artifak emas menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Medang. Mpu Sindok merupakan Mapatih Hino pada masa pemerintahan Dyah Wawa. sedangkan saingannya. Pada zaman Wangsa Isana berkuasa masih ditambah lagi dengan jabatan Mahamantri Wka dan Mahamantri Bawang. Jabatan tertinggi sesudah raja ialah Rakryan Mahamantri i Hino atau kadang ditulis Rakryan Mapatih Hino. Penduduk Medang sejak periode Bhumi Mataram sampai periode Wwatan pada umumnya bekerja sebagai petani. Ketika Sailendrawangsa berkuasa. agama resmi kerajaan berganti menjadi Buddha . Hal ini dapat dilihat dalam daftar raja-raja versi Prasasti Mantyasih yang menyebutkan hanya Sanjaya yang bergelar Sang Ratu. Agama resmi Kerajaan Medang pada masa pemerintahan Sanjaya adalah Hindu aliran Siwa. Patih zaman Majapahit setara dengan perdana menteri namun tidak berhak untuk naik takhta. Jabatan ini dipegang oleh putra atau saudara raja yang memiliki peluang untuk naik takhta selanjutnya. Pada zaman Majapahit jabatan-jabatan ini masih ada namun hanya sekadar gelar kehormatan saja. Jabatan sesudah Mahamantri i Hino secara berturut-turut adalah Mahamantri i Halu dan Mahamantri i Sirikan. Mungkin semacam perdana menteri pada zaman sekarang atau setara dengan Rakryan Mapatih pada zaman Majapahit.

Sedangkan menurut prasasti Mantyasih. ia dapat mewarisi takhta mertuanya. Dyah Balitung yang diduga merupakan menantu Rakai Watuhumalang berhasil mempersatukan kembali kekuasaan seluruh Jawa. Tulodhong akhirnya tersingkir oleh pemberontakan Dyah Wawa yang sebelumnya menjabat sebagai pegawai pengadilan.aliran Mahayana. Tidak diketahui dengan pasti apakah Dyah Wawa tewas dalam bencana alam tersebut ataukah sudah meninggal sebelum peristiwa itu terjadi. Dinasti yang berkuasa di Medang periode Jawa Timur bukan lagi Sanjayawangsa. Kemudian lapisan tanah begeser ke arah barat daya sehingga terjadi lipatan. Hal ini menunjukkan kalau pada saat itu Rakai Kayuwangi bukanlah satu-satunya maharaja di Pulau Jawa. bahkan sampai Bali. Konon sebagian puncak Merapi hancur. Teori van Bammelen Menurut teori van Bammelen. Letusan tersebut disertai gempa bumi dan hujan material vulkanik berupa abu dan batu. Mungkin karena kepahlawanannya itu. Prasasti tertuanya berangka tahun 929. yang antara lain. perpindahan istana Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur disebabkan oleh letusan Gunung Merapi yang sangat dahsyat. melainkan sebuah keluarga baru bernama Isanawangsa. Konflik takhta periode Jawa Tengah Pada masa pemerintahan Rakai Kayuwangi putra Rakai Pikatan (sekitar 856 – 880–an). Ia sendiri kemudian digantikan oleh menantunya. Pemerintahan Balitung diperkirakan berakhir karena terjadinya kudeta oleh Mpu Daksa yang mengaku sebagai keturunan asli Sanjaya. ditemukan beberapa prasasti atas nama raja-raja lain. agama Hindu dan Buddha tetap hidup berdampingan dengan penuh toleransi. yaitu Maharaja Rakai Gurunwangi dan Maharaja Rakai Limus Dyah Dewendra. Mpu Sindok yang menjabat sebagai Rakryan Mapatih Hino mendirikan istana baru di daerah Tamwlang. yang merujuk pada gelar abhiseka Mpu Sindok yaitu Sri Isana Wikramadharmottungga. bernama Dyah Tulodhong. Istana Medang yang diperkirakan kembali berada di Bhumi Mataram hancur. karena raja selanjutnya yang bertakhta di Jawa Timur bernama Mpu Sindok. membentuk Gunung Gendol dan lempengan Pegunungan Menoreh. Permusuhan dengan Sriwijaya . Kemudian pada saat Rakai Pikatan dari Sanjayawangsa berkuasa. Tidak diketahui dengan pasti apakah proses suksesi ini berjalan damai ataukah melalui kudeta pula. raja sesudah Rakai Kayuwangi adalah Rakai Watuhumalang.

Peninggalan sejarah . Pada tahun 1006 (atau 1016) Dharmawangsa lengah. Rakai Pikatan berhasil menyingkirkan seorang anggota Wangsa Sailendra bernama Balaputradewa putra Samaragrawira. istana Medang di Wwatan diserbu oleh Aji Wurawari dari Lwaram yang diperkirakan sebagai sekutu Kerajaan Sriwijaya. cicit Mpu Sindok. Medang dan Sriwijaya juga bersaing untuk menguasai lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara. Jawa Timur) yang dimenangkan oleh pihak Mpu Sindok. Hubungan senasib antara Jawa dan Sumatra berubah menjadi permusuhan ketika Wangsa Sanjaya bangkit kembali memerintah Medang. sedangkan yang lainnya menyebut tahun 1016. Wangsa Sailendra juga menguasai Kerajaan Sriwijaya di pulau Sumatra. Sewaktu Mpu Sindok memulai periode Jawa Timur. Raja terakhir Medang adalah Dharmawangsa Teguh. Pangeran itu bernama Airlangga yang mengaku bahwa ibunya adalah keturunan Mpu Sindok. Ketika ia mengadakan pesta perkawinan putrinya. Menurut teori de Casparis. pasukan Sriwijaya datang menyerangnya. Sebagian sejarawan menyebut Kerajaan Medang runtuh pada tahun 1006. Permusuhan antara Jawa dan Sumatra semakin memanas saat itu. Dharmawangsa tewas. Balaputradewa kemudian menjadi raja Sriwijaya di mana ia tetap menyimpan dendam terhadap Rakai Pikatan. Pertempuran terjadi di daerah Anjukladang (sekarang Nganjuk. seorang pangeran berdarah campuran Jawa–Bali yang lolos dari Mahapralaya tampil membangun kerajaan baru sebagai kelanjutan Kerajaan Medang. Kronik Cina dari Dinasti Song mencatat telah beberapa kali Dharmawangsa mengirim pasukan untuk menggempur ibu kota Sriwijaya sejak ia naik takhta tahun 991. Hal ini ditandai dengan ditemukannya Prasasti Ligor tahun 775 yang menyebut nama Maharaja Wisnu dari Wangsa Sailendra sebagai penguasa Sriwijaya. Selain itu. Peristiwa Mahapralaya Mahapralaya adalah peristiwa hancurnya istana Medang di Jawa Timur berdasarkan berita dalam prasasti Pucangan.Selain menguasai Medang. Tiga tahun kemudian. Dalam peristiwa tersebut. Tahun terjadinya peristiwa tersebut tidak dapat dibaca dengan jelas sehingga muncul dua versi pendapat. Perselisihan antara kedua raja ini berkembang menjadi permusuhan turun-temurun pada generasi selanjutnya. Kerajaan yang ia dirikan kemudian lazim disebut dengan nama Kerajaan Kahuripan. Rasa permusuhan Wangsa Sailendra terhadap Jawa terus berlanjut bahkan ketika Wangsa Isana berkuasa. sekitar tahun 850–an.

abad ke-9/ke-10. yang terletak di sekitar Kota Kediri sekarang. 15 x 7.5 cm. Jawa Tengah. Selain meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. abad ke9/10. Terletak di Museum für Indische Kunst.5 cm. Pada saat Daha menjadi ibu kota kerajaan yang masih utuh o 5.4 4. (Kanan) Dewi Tantra lengan-empat (Chundā?). Wonosobo.0 x 7. Candi Sewu. adalah sebuah kerajaan yang terdapat di Jawa Timur antara tahun 1042-1222. 12. Candi Mendut. perunggu. abad ke 10. (Tengah: Chundā lengan-empat. Kerajaan ini berpusat di kota Daha. Dataran Tinggi Dieng.(Kiri) Avalokitesvara lengan-dua. Jawa Tengah. tembaga. Klaten. Candi megah yang dibangun oleh Sailendrawangsa ini telah ditetapkan UNESCO (PBB) sebagai salah satu warisan budaya dunia. menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Medang.5 5. Pada saat Daha menjadi ibu kota Panjalu o 5. Pada saat Daha menjadi bawahan Majapahit . baik itu yang bercorak Hindu maupun Buddha. Candi Kalasan. Candi Prambanan. Candi Pawon.1 1. Pada saat Daha menjadi bawahan Singhasari o 5. 11 x 8 cm. Kerajaan Kediri atau Kerajaan Panjalu. Candi Plaosan.3 3. Temuan Wonoboyo berupa artifak emas yang ditemukan tahun 1990 di Wonoboyo. Jawa Tengah. Daftar isi • • • • • 1 Latar Belakang Kerajaan Kediri 2 Perkembangan Kediri 3 Karya Sastra Zaman Kadiri 4 Runtuhnya Kadiri 5 Raja-Raja yang Pernah Memerintah Kediri o 5.2 2. perunggu. Berlin-Dahlem. Pada saat Daha menjadi ibu kota Kadiri o 5. Prambanan. Candi-candi peninggalan Kerajaan Medang antara lain. dan tentu saja yang paling kolosal adalah Candi Borobudur. Jawa Tengah. Kerajaan Medang juga membangun banyak candi.

saat akhir pemerintahan Airlangga. Pada akhir November 1042.o • 5. Adapun Kahuripan adalah nama kota lama yang sudah ditinggalkan Airlangga dan kemudian menjadi ibu kota Janggala. Menurut Nagarakretagama. yaitu Daha. nama Panjalu atau Pangjalu memang lebih sering dipakai dari pada nama Kadiri. Pada mulanya. Nama ini terdapat dalam prasasti Pamwatan yang dikeluarkan Airlangga tahun 1042. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru. Sesungguhnya kota Daha sudah ada sebelum Kerajaan Kadiri berdiri. pusat kerajaan sudah tidak lagi berada di Kahuripan. yang berpusat di Daha. Hal ini dapat dijumpai dalam prasasti-prasasti yang diterbitkan oleh raja-raja Kadiri. . Pada saat Daha menjadi ibu kota Majapahit 6 Kepustakaan Latar Belakang Kerajaan Kediri Arca Wishnu. Daha merupakan singkatan dari Dahanapura. yaitu Kahuripan. sebelum dibelah menjadi dua. melainkan pindah ke Daha. abad ke-12 dan ke-13. Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. berasal dari Kediri.6 6. Kerajaan Janggala lahir sebagai pecahan dari Panjalu. Hal ini sesuai dengan berita dalam Serat Calon Arang bahwa. yang berarti kota api. nama kerajaan yang dipimpin Airlangga sudah bernama Panjalu. Bahkan. nama Panjalu juga dikenal sebagai Pu-chia-lung dalam kronik Cina berjudul Ling wai tai ta (1178). Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Janggala yang berpusat di kota lama. Jadi.

Mpu Panuluh juga menulis Kakawin Hariwangsa dan Ghatotkachasraya. Kerajaan Panjalu di bawah pemerintahan Sri Jayabhaya berhasil menaklukkan Kerajaan Janggala dengan semboyannya yang terkenal dalam prasasti Ngantang (1135). Pada masa pemerintahan Sri Jayabhaya inilah. sedangkan urutan raja-raja sesudah Sri Jayawarsa sudah dapat diketahui dengan jelas berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan. atau Panjalu Menang. Terdapat pula pujangga zaman pemerintahan Sri Kameswara bernama Mpu Dharmaja yang menulis Kakawin Smaradahana. Sejarah Kerajaan Panjalu mulai diketahui dengan adanya prasasti Sirah Keting tahun 1104 atas nama Sri Jayawarsa. bahkan sampai mengalahkan pengaruh Kerajaan Sriwijaya di Sumatra. yaitu Panjalu Jayati. Hal ini diperkuat kronik Cina berjudul Ling wai tai ta karya Chou Ku-fei tahun 1178. di Jawa ada Kerajaan Panjalu. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh.Perkembangan Kediri Masa-masa awal Kerajaan Panjalu atau Kadiri tidak banyak diketahui. Wilayah kerajaan ini meliputi seluruh Jawa dan beberapa pulau di Nusantara. Karya Sastra Zaman Kadiri Seni sastra mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Panjalu-Kadiri. Prasasti Turun Hyang II (1044) yang diterbitkan Kerajaan Janggala hanya memberitakan adanya perang saudara antara kedua kerajaan sepeninggal Airlangga. Kerajaan Panjalu mengalami masa kejayaannya. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa. Kemudian pada zaman pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis Kresnayana. dan Sumatra. yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Kadiri diharapkan dapat membantu memberikan lebih banyak informasi tentang kerajaan tersebut. Raja-raja sebelum Sri Jayawarsa hanya Sri Samarawijaya yang sudah diketahui. bahwa pada masa itu negeri paling kaya selain Cina secara berurutan adalah Arab. Runtuhnya Kadiri . sedangkan Sumatra dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Saat itu yang berkuasa di Arab adalah Bani Abbasiyah. Penemuan Situs Tondowongso pada awal tahun 2007. sebagai kiasan kemenangan Sri Jayabhaya atas Janggala. Jawa. Selain itu.

Dengan demikian berakhirlah masa Kerajaan Kadiri. Jayakatwang memberontak terhadap Singhasari yang dipimpin oleh Kertanegara. Perang antara Kadiri dan Tumapel terjadi dekat desa Ganter. Tahun 1258 Jayasabha digantikan putranya yang bernama Sastrajaya. Jerman. karena dendam masa lalu dimana leluhurnya Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok. koleksi Museum für Indische Kunst.Arca Buddha Vajrasattva zaman Kadiri. Kadiri menjadi suatu wilayah dibawah kekuasaan Singhasari. yaitu Jayakatwang. abad X/XI. Raja-Raja yang Pernah Memerintah Kediri . namun hanya bertahan satu tahun dikarenakan serangan gabungan yang dilancarkan oleh pasukan Mongol dan pasukan menantu Kertanegara. Pada tahun 1271 Sastrajaya digantikan putranya. Setelah Ken Arok mengangkat Kertajaya. Jayakatwang membangun kembali Kerajaan Kadiri. Setelah berhasil membunuh Kertanegara. dan dikisahkan dalam Pararaton dan Nagarakretagama. Raden Wijaya. Kerajaan Panjalu-Kadiri runtuh pada masa pemerintahan Kertajaya. Kebetulan Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang merupakan daerah bawahan Kadiri. Ken Arok mengangkat Jayasabha. Pasukan Ken Arok berhasil menghancurkan pasukan Kertajaya. Pada tahun 1222 Kertajaya sedang berselisih melawan kaum brahmana yang kemudian meminta perlindungan Ken Arok akuwu Tumapel. putra Kertajaya sebagai bupati Kadiri. Berlin-Dahlem. yang sejak saat itu kemudian menjadi bawahan Tumapel atau Singhasari.

2. Daha kemudian menjadi ibu kota kerajaan bagian barat. prasasti Palah (1197). Ketika ia turun takhta tahun 1042. prasasti Wates Kulon (1205). Jayakatwang . adalah keturunan Kertajaya yang menjadi bupati Gelang-Gelang. Sri Bameswara. berdasarkan prasasti Angin (1171). berdasarkan prasasti Jaring (1181). yaitu Panjalu. prasasti Talan (1136). kerajaan yang dipimpin Airlangga tersebut sebelum dibelah sudah bernama Panjalu. berdasarkan prasasti Ceker (1182) dan Kakawin Smaradahana. dan Kakawin Bharatayuddha (1157). Sri Jayabhaya. Sri Aryeswara. 3. yang kemudian menjadi raja Singhasari 4.Berikut adalah nama-nama raja yang pernah memerintah di Daha. berdasarkan prasasti Galunggung (1194). yaitu: • • • • Mahisa Wunga Teleng putra Ken Arok Guningbhaya adik Mahisa Wunga Teleng Tohjaya kakak Guningbhaya Kertanagara cucu Mahisa Wunga Teleng (dari pihak ibu). Sri Kameswara. dan Pararaton. Sri Jayawarsa. ibu kota Kadiri: 1. Menurut Nagarakretagama. wilayah kerajaan dibelah menjadi dua. merupakan raja terbesar Panjalu. Pada saat Daha menjadi bawahan Singhasari Kerajaan Panjalu runtuh tahun 1222 dan menjadi bawahan Singhasari. Pada saat Daha menjadi ibu kota kerajaan yang masih utuh Airlangga. Tahun 1292 ia memberontak hingga menyebabkan runtuhnya Kerajaan Singhasari. Kertajaya. berdasarkan prasasti Padelegan II (1159) dan prasasti Kahyunan (1161). Pada saat Daha menjadi ibu kota Panjalu • • • • • • • • • Sri Samarawijaya. Pada saat Daha menjadi ibu kota Kadiri Jayakatwang. Tidak diketahui dengan pasti apakah ia adalah pengganti langsung Sri Samarawijaya atau bukan. merupakan pendiri kota Daha sebagai pindahan kota Kahuripan. merupakan putra Airlangga yang namanya ditemukan dalam prasasti Pamwatan (1042). berdasarkan prasasti Sirah Keting (1104). Sri Gandra. Berdasarkan prasasti Mula Malurung. prasasti Panumbangan (1120). diketahui raja-raja Daha zaman Singhasari. Nagarakretagama. berdasarkan prasasti Padelegan I (1117). dan prasasti Tangkilan (1130). Sri Sarweswara. berdasarkan prasasti Ngantang (1135). Prasasti Kamulan (1194).

Pada saat Daha menjadi ibu kota Majapahit Menurut Suma Oriental tulisan Tome Pires. Tapi pada tahun 1293 ia dikalahkan Raden Wijaya pendiri Majapahit. Jayeswari 1429-1464 Pararaton. 5. 3. Raja yang memimpin bergelar Bhre Daha tapi hanya bersifat simbol.47:2. Waringin Pitu 6. Nag.21 4. Rajadewi 1309-1375 Pararaton.didampingi Patih Arya Tilam. 31:34. Bhre Daha yang pernah menjabat ialah: 1. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari. Prasasti Sukamerta . adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222.4:1 . Daftar isi • • • • • • • • • • • 1 Nama ibu kota 2 Awal berdiri 3 Silsilah Wangsa Rajasa 4 Prasasti Mula Malurung 5 Pemerintahan bersama 6 Kejayaan 7 Keruntuhan 8 Hubungan dengan Majapahit 9 Kepustakaan 10 Catatan 11 Lihat pula .didampingi Patih Lembu Sora. Nama raja ini identik dengan Dyah Ranawijaya yang dikalahkan oleh Sultan Trenggana raja Demak tahun 1527. Jayanagara 1295-1309 Nagarakretagama. karena pemerintahan harian dilaksanakan oleh patih Daha. Manggalawardhani 1464-1474 Prasasti Trailokyapuri 6. 29:31. Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singasari atau Singosari.kemudian membangun kembali Kerajaan Kadiri. pada tahun 1513 Daha menjadi ibu kota Majapahit yang dipimpin oleh Bhatara Wijaya.30:8. 32:18.29:19.27:15. Suhita 1415-1429 ? 5. 31:10. Sejak saat itu nama Kediri lebih terkenal dari pada Daha. 2. Malang. kemudian Gajah Mada. Indudewi 1375-1415 Pararaton. Pada saat Daha menjadi bawahan Majapahit Sejak tahun 1293 Daha menjadi negeri bawahan Majapahit yang paling utama.

Yang menjabat sebagai akuwu (setara camat) Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. Prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara tahun 1255. menyebutkan kalau pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bhatara Siwa. Pada tahun 1253. nama resmi Kerajaan Singhasari yang sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel. Para brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi raja pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. pendiri kerajaan Tumapel bernama Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra yang berhasil mengalahkan Kertajaya raja Kadiri. Nagarakretagama juga menyebut tahun yang sama untuk pendirian Kerajaan Tumapel. yang kemudian menjadi akuwu baru. Kerajaan Tumapel pun terkenal pula dengan nama Kerajaan Singhasari. Ken Arok juga yang mengawini istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja. Pada tahun 1254 terjadi perseteruan antara Kertajaya raja Kadiri melawan kaum brahmana. Menurut Nagarakretagama. karena dalam Nagarakretagama arwah pendiri kerajaan Tumapel tersebut dipuja sebagai Siwa. Dalam naskah itu. Nama Singhasari yang merupakan nama ibu kota kemudian justru lebih terkenal daripada nama Tumapel. Ken Arok kemudian berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kadiri.Nama ibu kota Berdasarkan prasasti Kudadu. Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri. sebelum maju perang melawan Kadiri. Silsilah Wangsa Rajasa . Pararaton juga menyebutkan bahwa. Perang melawan Kadiri meletus di desa Ganter yang dimenangkan oleh pihak Tumapel. Selain itu. Ken Arok lebih dulu menggunakan julukan Bhatara Siwa. Maka. Nama Tumapel juga muncul dalam kronik Cina dari Dinasti Yuan dengan ejaan Tu-mapan. Mungkin nama ini adalah gelar anumerta dari Ranggah Rajasa. Raja Wisnuwardhana mengangkat putranya yang bernama Kertanagara sebagai yuwaraja dan mengganti nama ibu kota menjadi Singhasari. namun tidak menyebutkan adanya nama Ken Arok. Awal berdiri Menurut Pararaton. ketika pertama kali didirikan tahun 1222. Ia mati dibunuh dengan cara tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri yang bernama Ken Arok.

Kertanagara (1254 . Terdapat perbedaan antara Pararaton dan Nagarakretagama dalam menyebutkan urutan raja-raja Singhasari.1248) 3. Anusapati (1227 . Tohjaya (1249 . Anusapati (1247 . Penguasa ditandai dengan blok warna dalam gambar ini.1249) 3.1292) . Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 .[1] Wangsa Rajasa yang didirikan oleh Ken Arok. keluarga penguasa Singhasari dan Majapahit. dan berlanjut pada kerajaan Majapahit.1247) 2. Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 .1250) 4. Wisnuwardhana (1248 .1254) 4.1227) 2. Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222 .Silsilah Wangsa Rajasa dari sumber prasasti dan naskah kepujanggaan Silsilah wangsa Rajasa. Versi Pararaton adalah: 1. Keluarga kerajaan ini menjadi penguasa Singhasari.1272) Versi Nagarakretagama adalah: 1.

Koleksi Museum für Indische Kunst. Peristiwa berdarah yang menimpa leluhur Hayam Wuruk tersebut dianggap sebagai aib. Kemungkinannya adalah bahwa Kertanagara menjadi raja muda di Kadiri dahulu. Anusapati mati dibunuh Tohjaya (anak Ken Arok dari selir). Tohjaya mati akibat pemberontakan Ranggawuni (anak Anusapati). pemberitaan kalau Kertanagara naik takhta tahun 1254 dapat diperdebatkan. Sementara itu versi Nagarakretagama tidak menyebutkan adanya pembunuhan antara raja pengganti terhadap raja sebelumnya. Hal ini memperkuat kebenaran berita dalam Nagarakretagama. . Jerman. Dengan demikian. Prasasti Mula Malurung Mandala Amoghapāśa dari masa Singhasari (abad ke-13). Berlin-Dahlem. yang bersumber dari Pararaton.5. perunggu. Kertanagara (1272 . Hanya Ranggawuni yang digantikan Kertanagara (putranya) secara damai. Prasasti tersebut dikeluarkan oleh Kertanagara tahun 1255 selaku raja bawahan di Kadiri. Di antara para raja di atas hanya Wisnuwardhana dan Kertanagara saja yang didapati menerbitkan prasasti sebagai bukti kesejarahan mereka. Hal ini dapat dimaklumi karena Nagarakretagama adalah kitab pujian untuk Hayam Wuruk raja Majapahit. 22. bukan raja Tumapel.1292) Kisah suksesi raja-raja Tumapel versi Pararaton diwarnai pertumpahan darah yang dilatari balas dendam. Diagram silsilah di samping ini adalah urutan penguasa dari Wangsa Rajasa. Dalam Prasasti Mula Malurung (yang dikeluarkan Kertanagara atas perintah Wisnuwardhana) ternyata menyebut Tohjaya sebagai raja Kadiri. Ken Arok mati dibunuh Anusapati (anak tirinya). baru pada tahun 1268 ia bertakhta di Singhasari.5 x 14 cm. Penemuan prasasti Mula Malurung memberikan pandangan lain yang berbeda dengan versi Pararaton yang selama ini dikenal mengenai sejarah Tumapel.

Pada tahun 1289 Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Singhasari meminta agar Jawa mengakui kedaulatan Mongol. Nagarakretagama menyebutkan daerah-daerah bawahan Singhasari di luar Jawa pada masa Kertanagara antara lain. Apabila kisah kudeta berdarah dalam Pararaton benar-benar terjadi. Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkan Bali. Wisnuwardhana merupakan cucu Tunggul Ametung sedangkan Narasingamurti adalah cucu Ken Arok. Tumapel dipimpin Anusapati sedangkan Kadiri dipimpin Bhatara Parameswara (alias Mahisa Wonga Teleng). yaitu Kertanagara. Kadiri kemudian menjadi kerajaan bawahan yang dipimpin oleh putranya. Keruntuhan . Pahang. maka dapat dipahami maksud dari pemerintahan bersama ini adalah suatu upaya rekonsiliasi antara kedua kelompok yang bersaing. kemudian Tohjaya. Anusapati digantikan oleh Seminingrat yang bergelar Wisnuwardhana. kerajaan terpecah menjadi dua. Prasasti Mula Malurung juga menyebutkan bahwa sepeninggal Tohjaya. Kejayaan Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Singhasari (1268 . dengan dikirimkannya bukti arca Amoghapasa yang dari Kertanagara. Melayu. Pada tahun 1284.1292). Pemerintahan bersama Pararaton dan Nagarakretagama menyebutkan adanya pemerintahan bersama antara Wisnuwardhana dan Narasingamurti. Kerajaan Tumapel dan Kadiri dipersatukan kembali oleh Seminingrat. Namun permintaan itu ditolak tegas oleh Kertanagara. Pada tahun 1275 ia mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk menjadikan Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi ekspansi bangsa Mongol. Sementara itu. Dalam Pararaton disebutkan nama asli Narasingamurti adalah Mahisa Campaka. Bali. Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa. Gurun. Kerajaan ini akhirnya dianggap telah ditundukkan. Parameswara digantikan oleh Guningbhaya. setelah menaklukkan Kadiri.Kerajaan Tumapel disebutkan didirikan oleh Rajasa yang dijuluki "Bhatara Siwa". Sepeninggalnya. sebagai tanda persahabatan kedua negara. Saat itu penguasa Sumatra adalah Kerajaan Dharmasraya (kelanjutan dari Kerajaan Malayu). dan Bakulapura.

dan prasasti Kudadu mengisahkan Raden Wijaya cucu Narasingamurti yang menjadi menantu Kertanagara lolos dari maut. Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kadiri. raja terakhir Singhasari. Setelah runtuhnya Singhasari. Pada tahun 1293 datang pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese untuk menaklukkan Jawa. Setelah Kadiri runtuh. sekaligus ipar. Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai kelanjutan Singhasari. Nagarakretagama. Dalam serangan itu Kertanagara mati terbunuh. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelang-Gelang. sekaligus besan dari Kertanagara sendiri. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singhasari pun berakhir. Hubungan dengan Majapahit Pararaton. dan menyatakan dirinya sebagai anggota Wangsa Rajasa. . ia kemudian diampuni oleh Jayakatwang dan diberi hak mendirikan desa Majapahit. yang merupakan sepupu. Mereka dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengalahkan Jayakatwang di Kadiri. Berkat bantuan Aria Wiraraja (penentang politik Kertanagara). yaitu dinasti yang didirikan oleh Ken Arok. Raden Wijaya dengan siasat cerdik ganti mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa.Candi Singhasari dibangun sebagai tempat pemuliaan Kertanegara. Kerajaan Singhasari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa akhirnya mengalami keropos di bagian dalam.

Arca Prajnaparamita ditemukan dekat candi Singhasari dipercaya sebagai arca perwujudan Ken Dedes (koleksi Museum Nasional Indonesia). Majapahit adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Timur.1 Berdirinya Majapahit o 2. Keindahan arca ini mencerminkan kehalusan seni budaya Singhasari.[2] Kekuasaannya terbentang di Jawa.1 Aparat birokrasi o 5. yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Semenanjung Malaya.3 Jatuhnya Majapahit 3 Kebudayaan 4 Ekonomi 5 Struktur pemerintahan o 5. Sumatra.[3] Daftar isi • • • • • • 1 Historiografi 2 Sejarah o 2. Kalimantan. meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan. Indonesia. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas di Nusantara pada masa kekuasaan Hayam Wuruk.2 Kejayaan Majapahit o 2. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. hingga Indonesia timur.2 Pembagian wilayah 6 Raja-raja Majapahit . yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M.

Sementara itu.2 Arsitektur o 7.[7] Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. Berg menganggap semua naskah tersebut bukan catatan masa lalu. Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk.• • • • • 7 Warisan sejarah o 7. Setelah masa itu.[4] dan sejarahnya tidak jelas.[9] Namun demikian. terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain. Tidak dapat disangkal bahwa sumber-sumber itu memuat unsur non-historis dan mitos. khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang tampak cukup pasti.4 Film/Sinetron 9 Referensi 10 Lihat pula 11 Pranala luar Historiografi Hanya terdapat sedikit bukti fisik sisa-sisa Majapahit. banyak pula sarjana yang beranggapan bahwa garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok. hal yang terjadi tidaklah jelas. tetapi memiliki arti supernatural dalam hal dapat mengetahui masa depan.1 Legitimasi politik o 7.2 Komik dan strip komik o 8.[8] Keakuratan semua naskah berbahasa Jawa tersebut dipertentangkan. Beberapa sarjana seperti C.3 Roman/novel sejarah o 8.C.1 Puisi lama o 8.3 Persenjataan 8 Kesenian modern o 8.[5] Sejarah Berdirinya Majapahit .[8] Selain itu.[5] Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton ('Kitab Raja-raja') dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama[6] dalam bahasa Jawa Kuno.

atau mereka terpaksa harus menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di negeri asing. Ketika itu. Sebelum berdirinya Majapahit. sudah menggulingkan dan membunuh Kertanegara.[10][11] Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293. dan Nambi memberontak melawannya. Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi[10] ke Singhasari yang menuntut upeti. Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja. kini menjadi koleksi Museum Nasional Republik Indonesia. Blitar. yang datang menyerahkan diri. Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya. adipati Kediri. penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya.Arca Harihara. Beberapa orang terpercaya Kertarajasa. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan. Ketika pasukan Mongol tiba. Setelah berhasil menjatuhkan Jayakatwang. Kertanagara. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. Atas saran Aria Wiraraja. yang namanya diambil dari buah maja. termasuk Ranggalawe. Jayakatwang. Sora. meskipun . penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. menantu Kertanegara. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru. dan rasa "pahit" dari buah tersebut. dewa gabungan Siwa dan Wisnu sebagai penggambaran Kertarajasa. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana.[12][13] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang. Kerajaan ini menghadapi masalah. yaitu tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 saka yang bertepatan dengan tanggal 10 November 1293. Berlokasi semula di Candi Simping. Desa itu dinamai Majapahit. Singhasari telah menjadi kerajaan paling kuat di Jawa.

Ia diteruskan oleh putranya. dan lalu dihukum mati. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Selama kekuasaan Tribhuwana. yang berarti "penjahat lemah". Tanca. seorang pendeta Italia. akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi bhiksuni.pemberontakan tersebut tidak berhasil. Pada tahun 1328. pada saat pelantikannya Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang menunjukkan rencananya untuk melebarkan kekuasaan Majapahit dan membangun sebuah kemaharajaan.[13] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309. Pada tahun 1336. Pararaton menyebutnya Kala Gemet. Kira-kira pada suatu waktu dalam kurun pemerintahan Jayanegara. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang tepercaya raja. Kejayaan Majapahit . agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Odorico da Pordenone mengunjungi keraton Majapahit di Jawa. Tribhuwana menunjuk Gajah Mada sebagai Mahapatih. Hayam Wuruk. Tribhuwana berkuasa di Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Halayudha ditangkap dan dipenjara. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya. Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti). Putra dan penerus Wijaya adalah Jayanegara. kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di kepulauan Nusantara. Jayanegara dibunuh oleh tabibnya.

[15][2] Selain melancarkan serangan dan ekspedisi militer. Tumasik ( Singapura) dan sebagian kepulauan Filipina[14]. Sulawesi. Kalimantan. Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV. Pada 1357 rombongan raja Sunda beserta keluarga dan pengawalnya bertolak ke Majapahit mengantarkan sang putri untuk dinikahkan dengan Hayam Wuruk. kepulauan Nusa Tenggara. Hayam Wuruk berhasrat mempersunting Citraresmi (Pitaloka). Namun demikian. arca cetakan emasapsara (bidadari surgawi) gaya khas Majapahit menggambarkan dengan sempurna zaman kerajaan Majapahit sebagai "zaman keemasan" nusantara. Gajah Mada. bunuh diri untuk membela kehormatan negaranya. dan Vietnam. Meski dengan gagah berani memberikan perlawanan. tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja[15]. memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389.[16] Pihak Sunda menganggap lamaran ini sebagai perjanjian persekutuan.[17] Tradisi menyebutkan bahwa sang putri yang kecewa. Akan tetapi Gajah Mada melihat hal ini sebagai peluang untuk memaksa kerajaan Sunda takluk di bawah Majapahit. Majapahit menguasai lebih banyak wilayah.Bidadari Majapahit yang anggun. semenanjung Malaya. Kamboja. Birma bagian selatan. Sumber ini menunjukkan batas terluas sekaligus puncak kejayaan Kemaharajaan Majapahit. Majapahit juga menempuh jalan diplomasi dan menjalin persekutuan. Pertarungan antara keluarga kerajaan Sunda dengan tentara Majapahit di lapangan Bubat tidak terelakkan. keluarga kerajaan Sunda kewalahan dan akhirnya dikalahkan. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364). daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya. dengan hati remuk redam melakukan "bela pati". Hayam Wuruk.[18] Kisah Pasunda Bubat menjadi tema utama dalam naskah Kidung . Kemungkinan karena didorong alasan politik. Hampir seluruh rombongan keluarga kerajaan Sunda dapat dibinasakan secara kejam. dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok. juga disebut Rajasanagara. Papua. Siam. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa. Terakota wajah yang dipercaya sebagai potret Gajah Mada. putri Kerajaan Sunda sebagai permaisurinya. Maluku. batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit.

Pada saat inilah pedagang muslim dan penyebar agama Islam mulai memasuki kawasan ini. beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada. di luar daerah itu hanya semacam pemerintahan otonomi luas. dan pengakuan kedaulatan Majapahit atas mereka. Administrasi pemerintahan langsung oleh kerajaan Majapahit hanya mencakup wilayah Jawa Timur dan Bali. perhatian utama Majapahit nampaknya adalah mendapatkan porsi terbesar dan mengendalikan perdagangan di kepulauan Nusantara. semetara Wirabhumi ditangkap dan kemudian dipancung. Tradisi lokal di berbagai daerah di Nusantara masih mencatat kisah legenda mengenai kekuasaan Majapahit.[19] Pada tahun 1377.[5] Perang saudara yang disebut Perang Paregreg diperkirakan terjadi pada tahun 1405-1406. Tampaknya perang saudara ini melemahkan kendali Majapahit atas daerah-daerah taklukannya di seberang.[2] Meskipun penguasa Majapahit memperluas kekuasaannya pada berbagai pulau dan kadangkadang menyerang kerajaan tetangga. Jatuhnya Majapahit Pasukan Majapahit Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14. mencakup Semenanjung Malaya dan Maluku. Sang pujangga menggambarkan Majapahit sebagai pusat mandala raksasa yang membentang dari Sumatera ke Papua. antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Kakawin Nagarakretagama yang disusun pada tahun 1365 menyebutkan budaya keraton yang adiluhung. kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. dan canggih.Sunda yang disusun pada zaman kemudian di Bali. Pada kurun pemerintahan Wikramawardhana. Hayam Wuruk juga memiliki seorang putra dari selirnya Wirabhumi yang juga menuntut haknya atas takhta. Perang ini akhirnya dimenangi Wikramawardhana. Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389. seorang jenderal muslim China. Kisah ini disinggung dalam Pararaton tetapi sama sekali tidak disebutkan dalam Nagarakretagama. tiba di Jawa . pembayaran upeti berkala. serta sistem ritual keagamaan yang rumit. Majapahit melancarkan serangan laut untuk menumpas pemberontakan di Palembang. Pewaris Hayam Wuruk adalah putri mahkota Kusumawardhani. dengan cita rasa seni dan sastra yang halus dan tinggi. yang menikahi sepupunya sendiri. Akan tetapi segala pemberontakan atau tantangan bagi ketuanan Majapahit atas daerah itu dapat mengundang reaksi keras. pangeran Wikramawardhana. anggun. serangkaian ekspedisi laut Dinasti Ming yang dipimpin oleh laksamana Cheng Ho. Majapahit memasuki masa kemunduran akibat konflik perebutan takhta.

Demak. Sebuah tampilan model kapal Majapahit di Museum Negara Malaysia. dan Ampel. Meskipun demikian kekuatan Majapahit telah melemah akibat konflik dinasti ini dan mulai bangkitnya kekuatan kerajaan-kerajaan Islam di pantai utara Jawa. maka Islam pun mulai memiliki pijakan di pantai utara Jawa. Majapahit tak kuasa lagi membendung kebangkitan Kesultanan Malaka yang pada pertengahan abad ke-15 mulai menguasai Selat Malaka dan melebarkan kekuasaannya ke Sumatera. sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Islam. Ia adalah putri kedua Wikramawardhana dari seorang selir yang juga putri kedua Wirabhumi. Sementara itu beberapa jajahan dan daerah taklukan Majapahit di daerah lainnya di Nusantara. naik takhta pada 1456. yaitu Kesultanan Malaka. Girisawardhana. Setelah Kertawijaya wafat.beberapa kali antara kurun waktu 1405 sampai 1433. Bhre Pamotan menjadi raja dengan gelar Rajasawardhana dan memerintah di Kahuripan. seperti di Semarang. Singhawikramawardhana memindahkan ibu kota kerajaan lebih jauh ke pedalaman di Daha (bekas ibu kota Kerajaan Kediri) dan terus memerintah disana hingga digantikan oleh putranya Ranawijaya pada tahun 1474. Wikramawardhana memerintah hingga tahun 1426. . pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara. satu per satu mulai melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit. Terjadi jeda waktu tiga tahun tanpa raja akibat krisis pewarisan takhta. adik laki-lakinya. Pada 1478 Ranawijaya mengalahkan Kertabhumi dan mempersatukan kembali Majapahit menjadi satu kerajaan. Ia wafat pada tahun 1453 AD. Ratu Suhita. Malaysia. Ketika Majapahit didirikan. Ranawijaya memerintah pada kurun waktu 1474 hingga 1519 dengan gelar Girindrawardhana. pengaruh Majapahit di seluruh Nusantara mulai berkurang. Di bagian barat kemaharajaan yang mulai runtuh ini. dan diteruskan oleh putrinya. Ia memerintah hingga tahun 1451. mulai muncul di bagian barat Nusantara[20]. putra Kertawijaya. Tuban. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15. Sejak tahun 1430 ekspedisi Cheng Ho ini telah menciptakan komunitas muslim China dan Arab di beberapa kota pelabuhan pantai utara Jawa. Pada 1468 pangeran Kertabhumi memberontak terhadap Singhawikramawardhana dan mengangkat dirinya sebagai raja Majapahit. yang memerintah pada tahun 1426 sampai 1447. Ia kemudian wafat pada 1466 dan digantikan oleh Singhawikramawardhana.[8]. Suhita mangkat dan pemerintahan dilanjutkan oleh Kertawijaya. Kuala Lumpur. Pada saat bersamaan. Pada 1447.

legitimasi Raden Patah karena ia adalah putra raja Majapahit Brawijaya V dengan seorang putri China. Beberapa kantung masyarakat Hindu Tengger hingga kini masih bertahan di pegunungan Tengger. dan anggota keluarga kerajaan mengungsi ke pulau Bali.[23] Sejumlah besar abdi istana. Namun demikian yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bhre Kertabumi. berakhirnya abad dianggap sebagai waktu lazim pergantian dinasti dan berakhirnya suatu pemerintahan[21]) hingga tahun 1527. Peristiwa ini memicu perang antara Daha dengan Kesultanan Demak. karena penguasa Demak adalah keturunan Kertabhumi. Dengan jatuhnya Daha yang dihancurkan oleh Demak pada tahun 1527. Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi. Peperangan ini dimenangi Demak pada tahun 1527. seniman. sisa kerajaan Hindu yang masih bertahan di Jawa hanya tinggal kerajaan Blambangan di ujung timur. Perlahan-lahan Islam mulai menyebar seiring mundurnya masyarakat Hindu ke pegunungan dan ke Bali.Waktu berakhirnya Kemaharajaan Majapahit berkisar pada kurun waktu tahun 1478 (tahun 1400 saka. Menurut Babad Tanah Jawi dan tradisi Demak. penguasa dari Kesultanan Demak. Demak dibawah pemerintahan Raden (kemudian menjadi Sultan) Patah (Fatah). dan Italia (Pigafetta) mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus. diakui sebagai penerus kerajaan Majapahit. Menurut prasasti Jiyu dan Petak. yaitu tahun 1400 Saka. pendeta. Arti sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. Saat itu setelah keruntuhan Majapahit. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041. Demak memastikan posisinya sebagai kekuatan regional dan menjadi kerajaan Islam pertama yang berdiri di tanah Jawa. Catatan sejarah dari Tiongkok. kekuatan kerajaan Islam pada awal abad ke-16 akhirnya mengalahkan sisa kerajaan Majapahit[24]. kawasan Bromo dan Semeru Kebudayaan . Pengungsian ini kemungkinan besar untuk menghindari pembalasan dan hukuman dari Demak akibat selama ini mereka mendukung Ranawijaya melawan Kertabhumi. antara tahun 1518 dan 1521 M[22]. Ranawijaya mengaku bahwa ia telah mengalahkan Kertabhumi [22] dan memindahkan ibu kota ke Daha (Kediri). Portugis (Tome Pires). raja ke-11 Majapahit. oleh Girindrawardhana[22]. atau 1478 Masehi. serta Kerajaan Sunda yang beribukota di Pajajaran di bagian barat.

Nagarakertagama sama sekali tidak menyinggung tentang Islam. Kawasan Majapahit secara sederhana terbagi dalam tiga jenis: keraton termasuk kawasan ibu kota dan sekitarnya. maupun Wisnu. arsitek Majapahitlah yang paling ahli menggunakannya[26]. indah bagai pemandangan dalam lukisan. Agama Buddha. Siwa. Atap itu bagaikan rambut gadis yang berhiaskan bunga. Candi-candi Majapahit berkualitas baik secara geometris dengan memanfaatkan getah tumbuhan merambat dan gula merah sebagai . akan tetapi sangat mungkin terdapat beberapa pegawai atau abdi istana muslim saat itu. serta sistem ritual keagamaan yang rumit. dan Waisnawa (pemuja Wisnu) dipeluk oleh penduduk Majapahit. — Gambaran ibu kota Majapahit kutipan dari Nagarakertagama. gerbang masuk salah satu kompleks bangunan penting di ibu kota Majapahit. Kelopak bunga katangga gugur tertiup angin dan bertaburan di atas atap. menyenangkan hati siapa saja yang memandangnya".[25] Ibu kota Majapahit di Trowulan merupakan kota besar dan terkenal dengan perayaan besar keagamaan yang diselenggarakan setiap tahun.[2] Walaupun batu bata telah digunakan dalam candi pada masa sebelumnya. tidak ada tiang yang luput dari ukiran halus dan warna indah" [Dalam lingkungan dikelilingi tembok] "terdapat pendopo anggun beratap ijuk.. Siwa. wilayah-wilayah di Jawa Timur dan Bali yang secara langsung dikepalai oleh pejabat yang ditunjuk langsung oleh raja. Nagarakretagama menyebutkan budaya keraton yang adiluhung dan anggun. Peristiwa utama dalam kalender tata negara digelar tiap hari pertama bulan Caitra (Maret-April) ketika semua utusan dari semua wilayah taklukan Majapahit datang ke istana untuk membayar upeti atau pajak. "Dari semua bangunan.. dan raja dianggap sekaligus titisan Buddha. dengan cita rasa seni dan sastra yang halus.Gapura Bajang Ratu. Bangunan ini masih tegak berdiri di Trowulan. serta wilayahwilayah taklukan di kepulauan Nusantara yang menikmati otonomi luas.

terus hingga mencapai Kolkata. lalu mengunjungi Jawa dan Banjarmasin. Jawa.. dan Srilanka... Raja [Jawa] memiliki bawahan tujuh raja bermahkota. ". Lalu menuju kepulauan Nikobar hingga mencapai Sumatera.[27] Catatan yang berasal dari sumber Italia mengenai Jawa pada era Majapahit didapatkan dari catatan perjalanan Mattiussi. menyeberangi Laut Hitam dan menembus Persia. Karena sangat besar. tetapi selalu gagal dan berhasil diusir kembali. Kini Khan Agung dari China beberapa kali berperang melawan raja ini. Contoh candi Majapahit yang masih dapat ditemui sekarang adalah Candi Tikus dan Gapura Bajang Ratu di Trowulan. seorang pendeta Ordo Fransiskan dalam bukunya: "Perjalanan Pendeta Odorico da Pordenone". Ekonomi . Ia menyebutkan istana raja Jawa sangat mewah dan mengagumkan. kemukus. Mojokerto. Ia dikirim Paus untuk menjalankan misi Katolik di Asia Tengah. Pada 1318 ia berangkat dari Padua.. terus mengikuti Jalur Sutra menuju Eropa pada 1330. bahkan atapnya pun bersepuh emas. dan berbagai rempah-rempah lainnya. [Dan] pulaunya berpenduduk banyak. akan tetapi selalu gagal dan raja ini selalu berhasil mengalahkannya." — Gambaran Majapahit menurut Mattiussi (Pendeta Odorico da Pordenone). China.perekat batu bata. Ia kembali ke Italia melalui jalan darat lewat Vietnam. Madras. Raja pulau ini memiliki istana yang luar biasa mengagumkan. Disebutkan raja Jawa menguasai tujuh raja bawahan. dan Banjarmasin di Kalimantan. penuh bersepuh emas dan perak.. Ia mengunjungi beberapa tempat di Nusantara: Sumatera. Ia juga menyebutkan raja Mongol beberapa kali berusaha menyerang Jawa. Kerajaan Jawa yang disebutkan disini tak lain adalah Majapahit yang dikunjungi pada suatu waktu dalam kurun 1318-1330 pada masa pemerintahan Jayanegara. Di buku ini ia menyebut kunjungannya di Jawa tanpa menjelaskan lebih rinci nama tempat yang ia kunjungi. pala. Disebutkan juga di pulau ini terdapat banyak cengkeh. merupakan pulau terbaik kedua yang pernah ada. tangga dan bagian dalam ruangannya berlapis emas dan perak..

mulai dari pengrajin emas dan perak. biarawan Katolik Roma dari Italia yang mengunjungi Jawa pada tahun 1321. sebagian dengan dukungan pemerintah. Jawa Timur. Menurut catatan Wang Ta-Yuan. emas. dan China.[28] Alasan penggunaan uang logam atau koin asing ini tidak disebutkan dalam catatan sejarah. akan tetapi kebanyakan ahli menduga bahwa dengan semakin kompleksnya ekonomi Jawa.Celengan zaman Majapahit. [30] Kemakmuran Majapahit diduga karena dua faktor. Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur memastikan bahwa koin tersebut berasal dari era Majapahit.388 keping koin China kuno seberat sekitar 40 kilogram digali dari halaman belakang seorang penduduk di Sidoarjo. Pajak dan denda dibayarkan dalam uang tunai. perak. garam.[25] Nagarakretagama menyebutkan bahwa kemashuran penguasa Wilwatikta telah menarik banyak pedagang asing. Jakarta) Majapahit merupakan negara agraris dan sekaligus negara perdagangan[15]. Pajak yang dikenakan pada komoditas rempah-rempah yang melewati Jawa merupakan sumber pemasukan penting bagi Majapahit. maka diperlukan uang pecahan kecil atau uang receh dalam sistem mata uang Majapahit agar dapat digunakan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari di pasar Majapahit. sebuah perubahan moneter penting terjadi: keping uang dalam negeri diganti dengan uang "kepeng" yaitu keping uang tembaga impor dari China. Khmer. lembah sungai Brantas dan Bengawan Solo di dataran rendah Jawa Timur utara sangat cocok untuk pertanian padi. dan burung kakak tua. Faktor kedua. timah hitam. dan jagal atau tukang daging. namun proporsi populasi yang mencari pendapatan dan bermata pencarian di luar pertanian semakin meningkat pada era Majapahit. pada masa pemerintahan raja pertama Majapahit. abad 14-15 Masehi Trowulan. timah putih. sedangkan komoditas impornya adalah mutiara. pedagang Tiongkok. Siam. Meskipun banyak di antara pekerjaan-pekerjaan ini sudah ada sejak zaman sebelumnya. Faktor pertama. komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada. sutra. di antaranya pedagang dari India. Sekitar tahun 1300. Pada November 2008 sekitar 10. Majapahit memiliki pejabat sendiri . (Koleksi Museum Gajah. catatan Odorico da Pordenone. barang keramik. pelabuhan-pelabuhan Majapahit di pantai utara Jawa mungkin sekali berperan penting sebagai pelabuhan pangkalan untuk mendapatkan komoditas rempah-rempah Maluku. dan permata. Selain itu. Prasasti Canggu yang berangka tahun 1358 menyebutkan sebanyak 78 titik perlintasan berupa tempat perahu penyeberangan di dalam negeri (mandala Jawa). kain. hingga penjual minuman. dan tembaga[29]. Peran ini tidak cocok dan tidak dapat dipenuhi oleh uang emas dan perak yang mahal.[25] Beberapa gambaran mengenai skala ekonomi dalam negeri Jawa saat itu dikumpulkan dari berbagai data dan prasasti.[25] Prasasti dari masa Majapahit menyebutkan berbagai macam pekerjaan dan spesialisasi karier. menyebutkan bahwa istana raja Jawa penuh dengan perhiasan emas. Pada masa jayanya Majapahit membangun berbagai infrastruktur irigasi. Ekonomi Jawa telah sebagian mengenal mata uang sejak abad ke-8 pada masa kerajaan Medang yang menggunakan butiran dan keping uang emas dan perak. perak. Mata uangnya dibuat dari campuran perak. dan barang dari besi. Pajak khusus dikenakan pada orang asing terutama yang menetap semi-permanen di Jawa dan melakukan pekerjaan selain perdagangan internasional.

Perintah raja biasanya diturunkan kepada pejabat-pejabat di bawahnya. para pejabat hukum keagamaan • Dharmma-upapatti. dan tampaknya struktur dan birokrasi tersebut tidak banyak berubah selama perkembangan sejarahnya [32]. Aparat birokrasi Raja dibantu oleh sejumlah pejabat birokrasi dalam melaksanakan pemerintahan. dengan para putra dan kerabat dekat raja memiliki kedudukan tinggi. dewan menteri yang melaksanakan pemerintahan • Dharmmadhyaksa.untuk mengurusi pedagang dari India dan Tiongkok yang menetap di ibu kota kerajaan maupun berbagai tempat lain di wilayah Majapahit di Jawa[31]. Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa di dunia dan ia memegang otoritas politik tertinggi. para pejabat keagamaan • • Dalam Rakryan Mantri ri Pakira-kiran terdapat seorang pejabat yang terpenting yaitu Rakryan Mapatih atau Patih Hamangkubhumi. Majapahit memiliki struktur pemerintahan dan susunan birokrasi yang teratur pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. biasanya dijabat putra-putra raja Rakryan Mantri ri Pakira-kiran. ratu Majapahit ibunda Hayam Wuruk. Struktur pemerintahan Arca dewi Parwati sebagai perwujudan anumerta Tribhuwanottunggadewi. antara lain yaitu: Rakryan Mahamantri Katrini. Pejabat ini dapat dikatakan sebagai perdana .

6. diperintah oleh Raja 2. yang dikelola oleh kerabat dekat raja. Pembagian wilayah Dalam pembentukannya. atau natha (tuan). Kuwu: dikelola oleh lurah. 4. Watek: dikelola oleh wiyasa.menteri yang bersama-sama raja dapat ikut melaksanakan kebijaksanaan pemerintahan. yang disebut Bhattara Saptaprabhu. terdapat pula semacam dewan pertimbangan kerajaan yang anggotanya para sanak saudara raja. memungut pajak. dan mengirimkan upeti ke pusat. kerajaan Majapahit merupakan kelanjutan Singhasari[13]. Wanua: dikelola oleh thani. Gelar ini adalah gelar tertinggi bangsawan kerajaan. Selama masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350 s. Biasanya posisi ini hanyalah untuk kerabat dekat raja.d. Selain itu. sekarang Surabaya) Daha (bekas ibukota dari Kediri) Tumapel (bekas ibukota dari Singhasari) Wengker (sekarang Ponorogo) Matahun (sekarang Bojonegoro) Gelar Penguasa Hubungan dengan Raja 1 Bhre Tribhuwanatunggadewi ibu suri Kahuripan bibi sekaligus ibu mertua ayah paman sekaligus ayah mertua suami dari Putri Lasem. terdiri atas beberapa kawasan tertentu di bagian timur dan bagian tengah Jawa. dan mengelola pertahanan di perbatasan daerah yang mereka pimpin. Hierarki dalam pengklasifikasian wilayah di kerajaan Majapahit dikenal sebagai berikut: 1. Daerah ini diperintah oleh uparaja yang disebut Paduka Bhattara yang bergelar Bhre atau "Bhatara i". atau bhre (pangeran atau bangsawan) 3. Nagara: diperintah oleh rajya (gubernur). 5. 1389) ada 12 wilayah di Majapahit. No Provinsi Kahuripan (atau Janggala. Tugas mereka adalah untuk mengelola kerajaan mereka. sepupu raja 2 Bhre Daha Rajadewi Maharajasa Bhre Tumapel Bhre Wengker Bhre Matahun 3 Kertawardhana 4 Wijayarajasa 5 Rajasawardhana . Bhumi: kerajaan. Kabuyutan: dusun kecil atau tempat sakral.

6 7 8 9 Wirabhumi (Blambangan) Paguhan Kabalan Pawanuan Bhre Wirabhumi Bhre Paguhan Bhre Kabalan Bhre Pawanuan Bhre Wirabhumi1 Singhawardhana Kusumawardhani2 Surawardhani anak saudara lakilaki ipar anak perempuan keponakan perempuan sepupu saudara perempuan keponakan laku-laki Lasem (kota 10 pesisir di Jawa Tengah) Pajang 11 (sekarang Surakarta) Mataram 12 (sekarang Yogyakarta) Bhre Lasem Rajasaduhita Indudewi Bhre Pajang Rajasaduhita Iswari Bhre Mataram Wikramawardhana2 Catatan: 1 Bhre Wirabhumi sebenarnya adalah gelar: Pangeran Wirabhumi (blambangan). Area awal Majapahit atau Majapahit Lama selama masa pembentukannya sebelum memasuki era kemaharajaan. Yang termasuk area ini adalah ibukota kerajaan dan wilayah sekitarnya dimana raja secara efektif menjalankan pemerintahannya. Dia menikah dengan Nagawardhani. Area ini . inti kerajaan. pasangan ini lalu menjadi pewaris tahta. keponakan perempuan raja. atau Negara Utama.[33] Daerah-daerah bawahan tersebut yaitu: • • Daha Jagarag a Kabalan • • • Kahuripan Keling Kelinggapur a • • • Kemban g Jenar Matahun Pajang • • Singhapura Tanjungpur a Tumapel • • Wengker Wirabum i • • Saat Majapahit memasuki era kemaharajaan Thalasokrasi saat pemerintahan Gajah Mada. nama aslinya tidak diketahui dan sering disebut sebagai Bhre Wirabhumi dari Pararaton. sebagai hasilnya. 2 Kusumawardhani (putri raja) menikah dengan Wikramawardhana (keponakan laki-laki raja). yang dipimpin oleh seseorang yang bergelar Bhre. konsep teritorial yang lebih besar pun terbentuk: • Negara Agung. Sedangkan dalam Prasasti Wingun Pitu (1447 M) disebutkan bahwa pemerintahan Majapahit dibagi menjadi 14 daerah bawahan. beberapa negara bagian di luar negeri juga termasuk dalam lingkaran pengaruh Majapahit.

Bali. Pagaruyung. yaitu wilayah Mancanegara dan Nusantara. Wilayah Mancanegara termasuk didalamnya seluruh daerah Pulau Jawa lainnya.[34] Mitreka Satata dapat dianggap sebagai aliansi Majapahit. yang kemungkinan membentuk persekutuan atau menikah dengan keluarga kerajaan Majapahit. Mancanegara. Dharmmanagari (Kerajaan Nakhon Si Thammarat). Akan tetapi Majapahit juga mengenal lingkup keempat yang didefinisikan sebagai hubungan diplomatik luar negeri: • Mitreka Satata. Madura. bukan sebagai bawahan dalam kekuatan Majapahit. Nusantara. tetap menjalankan sistem pemerintahannya sendiri tanpa terintegrasi lebih lanjut oleh kekuasaan pusat di ibu kota Majapahit. Kalimantan. tantangan apa pun yang terlihat mengancam ketuanan Majapahit atas wilayah itu akan menuai reaksi keras. Pola kekuasaan mandala ini juga ditemukan . dan Yawana (Annam).• • meliputi setengah bagian timur Jawa. dan juga Dharmasraya. Mereka menikmati otonomi yang cukup luas dan kebebasan internal. dan dapat tersusun atas beberapa unit politik bawahan tanpa integrasi administratif lebih lanjut. area yang melingkupi Negara Agung. dengan semua provinsinya yang dikelola oleh para Bhre (bangsawan). area-area tersebut biasanya memiliki penguasa atau raja pribumi. Sulawesi. Kepulauan Nusa Tenggara. Termasuk dalam area ini adalah kerajaan kecil dan koloni di Maluku. Rajapura dan Sinhanagari (kerajaan di Myanmar). Wilayah-wilayah bawahan ini meskipun sedikit-banyak dipengaruhi Majapahit. bangsa asing adalah Syangkayodhyapura (Ayutthaya di Thailand). Menurut Negarakertagama pupuh 15. Ketiga kategori itu masuk ke dalam lingkaran pengaruh Kerajaan Majapahit. yang secara harafiah berarti "mitra dengan tatanan (aturan) yang sama". akan tetapi. Lampung dan Palembang di Sumatra. Pola kesatuan politik khas sejarah Asia Tenggara purba seperti ini kemudian diidentifikasi oleh sejarahwan modern sebagai "mandala". Kerajaan Champa. Area ini secara langsung dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa. dan Majapahit tidak merasa penting untuk menempatkan birokratnya atau tentara militernya di sini. Hal itu menunjukkan negara independen luar negeri yang dianggap setara oleh Majapahit. adalah area yang tidak mencerminkan kebudayaan Jawa.[35] Daerah-daerah bawahan yang termasuk dalam lingkup mandala Majapahit. Marutma. yaitu kesatuan yang politik ditentukan oleh pusat atau inti kekuasaannya daripada perbatasannya. karena kerajaan asing di luar negeri seperti China dan India tidak termasuk dalam kategori ini meskipun Majapahit telah melakukan hubungan luar negeri dengan kedua bangsa ini. dan wajib membayar upeti tahunan. Kamboja (Kamboja). tetapi termasuk ke dalam koloni dan mereka harus membayar upeti tahunan. dan Semenanjung Malaya. yang merupakan kerabat dekat raja. Kerajaan Majapahit menempatkan birokrat dan pegawainya di tempattempat ini dan mengatur kegiatan perdagangan luar negeri mereka dan mengumpulkan pajak. namun mereka menikmati otonomi internal yang cukup besar. Akan tetapi. umumnya memiliki pemimpin asli penguasa daerah tersebut yang menikmati kebebasan internal cukup luas.

seperti Sriwijaya dan Angkor.1328 1328 . Nama Raja Raden Wijaya Kalagamet Sri Gitarja Hayam Wuruk Gelar Kertarajasa Jayawardhana Sri Jayanagara Tribhuwana Wijayatunggadewi Sri Rajasanagara Tahun 1293 . keluarga penguasa Singhasari dan Majapahit.dalam kerajaan-kerajaan sebelumnya. serta mandalamandala tetangga Majapahit yang sezaman. Penguasa ditandai dalam gambar ini.1350 1350 .1389 . pendiri Wangsa Rajasa pada akhir abad ke-13.1309 1309 . Ayutthaya dan Champa. Perhatikan bahwa terdapat periode kekosongan antara pemerintahan Rajasawardhana (penguasa ke-8) dan Girishawardhana yang mungkin diakibatkan oleh krisis suksesi yang memecahkan keluarga kerajaan Majapahit menjadi dua kelompok[8]. yang dirintis oleh Sri Ranggah Rajasa. Raja-raja Majapahit Silsilah wangsa Rajasa. Berikut adalah daftar penguasa Majapahit.[36] Para penguasa Majapahit adalah penerus dari keluarga kerajaan Singhasari.

1453 1456 . Penaklukan Mataram atas Wirasaba tahun 1615 yang dipimpin langsung oleh Sultan Agung sendiri memiliki arti penting karena merupakan lokasi ibukota Majapahit.1466 1466 .1478 1478 . Keraton-keraton Jawa Tengah memiliki tradisi dan silsilah yang berusaha membuktikan hubungan para rajanya dengan keluarga kerajaan .1518 Warisan sejarah Arca pertapa Hindu dari masa Majapahit akhir. Majapahit telah menjadi sumber inspirasi kejayaan masa lalu bagi bangsa-bangsa Nusantara pada abad-abad berikutnya. Pajang.1447 1447 . pendirinya.1451 1451 .1429 1429 .1498 1498 .1468 1468 . yang dikirim ke luar istana sebelum ia melahirkan. Koleksi Museum für Indische Kunst. Jerman. Legitimasi politik Kesultanan-kesultanan Islam Demak.Wikramawardhana Suhita Kertawijaya Rajasawardhana Purwawisesa atau Girishawardhana Bhre Pandansalas. atau Suraprabhawa Bhre Kertabumi Girindrawardhana Patih Udara Dyah Ayu Kencana Wungu Brawijaya I Brawijaya II Brawijaya III Brawijaya IV Brawijaya V Brawijaya VI 1389 . dan Mataram berusaha mendapatkan legitimasi atas kekuasaan mereka melalui hubungan ke Majapahit. menurut babadbabad keraton Demak dinyatakan sebagai anak Kertabhumi dan seorang Putri Cina. Raden Patah. Berlin-Dahlem. Demak menyatakan legitimasi keturunannya melalui Kertabhumi.

sedangkan Orde Baru menggunakannya untuk kepentingan perluasan dan konsolidasi kekuasaan negara. Bendera kebangsaan Indonesia "Sang Merah Putih" atau kadang disebut "Dwiwarna" ("dua warna"). negara Indonesia modern meliputi wilayah yang luas dan secara politik berpusat di pulau Jawa. San Francisco) Majapahit memiliki pengaruh yang nyata dan berkelanjutan dalam bidang arsitektur di Indonesia. Persenjataan .[37]Sukarno juga mengangkat Majapahit untuk kepentingan persatuan bangsa.Majapahit — sering kali dalam bentuk makam leluhur. "Bhinneka Tunggal Ika". Bali secara khusus mendapat pengaruh besar dari Majapahit. telah merujuk pada Majapahit. berasal dari warna Panji Kerajaan Majapahit. Demikian pula bendera armada kapal perang TNI Angkatan Laut berupa garis-garis merah dan putih juga berasal dari warna Majapahit.[38] Sebagaimana Majapahit. Arsitektur Sepasang patung penjaga gerbang abad ke-14 dari kuil Majapahit di Jawa Timur (Museum of Asian Art. Majapahit kadang dijadikan acuan batas politik negara Republik Indonesia saat ini.[15] Dalam propaganda yang dijalankan tahun 1920-an. Beberapa simbol dan atribut kenegaraan Indonesia berasal dari elemen-elemen Majapahit. Semboyan nasional Indonesia. dikutip dari "Kakawin Sutasoma" yang ditulis oleh Mpu Tantular.[26] Para penggerak nasionalisme Indonesia modern. dan masyarakat Bali menganggap diri mereka penerus sejati kebudayaan Majapahit. Partai Komunis Indonesia menyampaikan visinya tentang masyarakat tanpa kelas sebagai penjelmaan kembali dari Majapahit yang diromantiskan. termasuk mereka yang terlibat Gerakan Kebangkitan Nasional di awal abad ke-20. disamping Sriwijaya. seorang pujangga Majapahit. yang di Jawa merupakan bukti penting — dan legitimasi dianggap meningkat melalui hubungan tersebut. sebagai contoh gemilang masa lalu Indonesia. Penggambaran bentuk paviliun (pendopo) berbagai bangunan di ibukota Majapahit dalam kitab Negarakretagama telah menjadi inspirasi bagi arsitektur berbagai bangunan keraton di Jawa serta Pura dan kompleks perumahan masyarakat di Bali masa kini.

Selain keris. dan penyebaran teknik pembuatan keris berikut fungsi sosial dan ritualnya.[3][4] Selanjutnya prasasti yang paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7.[2] maka nama Sriwijaya bermakna "kemenangan yang gilang-gemilang". bertarikh 682. yaitu prasasti Kedukan Bukit di Palembang.[7] Daftar isi • • • • • • • 1 Catatan sejarah 2 Pembentukan dan pertumbuhan 3 Agama 4 Budaya 5 Perdagangan 6 Penyebaran penduduk Kemaharajaan Bahari 7 Hubungan dengan wangsa Sailendra . Thailand Selatan. pelestarian. selanjutnya tahun 1183 kekuasaan Sriwijaya di bawah kendali kerajaan Dharmasraya. kerajaan ini terlupakan dan keberadaannya baru diketahui kembali lewat publikasi tahun 1918 dari sejarawan Perancis George Cœdès dari École française d'Extrême-Orient. I Tsing. Teknik pembuatan keris mengalami penghalusan dan pemilihan bahan menjadi semakin selektif.[1][2] Dalam bahasa Sanskerta. bilah keris yang ringan tetapi kuat menjadi petunjuk kualitas sebuah keris. berkembang pula teknik pembuatan dan penggunaan tombak. dan tahun 1025 serangan Rajendra Chola I dari Koromandel. dan wijaya berarti "kemenangan" atau "kejayaan". terutama di Indonesia. seorang pendeta Tiongkok. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7. Sriwijaya (atau juga disebut Srivijaya. Semenanjung Malaya. sri berarti "bercahaya" atau "gemilang". Thai: ศศศศศศศศ atau "Ṣ̄ī wichạy") r adalah salah satu kemaharajaan bahari yang pernah berdiri di pulau Sumatera dan banyak memberi pengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaan membentang dari Kamboja.[5] Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahannya mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangan[2] di antaranya serangan dari raja Dharmawangsa Teguh dari Jawa pada tahun 990.Pada zaman Majapahit terjadi perkembangan. Sumatera.[6] Setelah jatuh. menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan. Jawa. Kesenian modern Kebesaran kerajaan ini dan berbagai intrik politik yang terjadi pada masa itu menjadi sumber inspirasi tidak henti-hentinya bagi para seniman masa selanjutnya untuk menuangkan kreasinya. Berikut adalah daftar beberapa karya seni yang berkaitan dengan masa tersebut. terutama di bagian barat. dan pesisir Kalimantan. Penggunaan keris sebagai tanda kebesaran kalangan aristokrat juga berkembang pada masa ini dan meluas ke berbagai penjuru Nusantara. Keris pra-Majapahit dikenal berat namun semenjak masa ini dan seterusnya.

dan beberapa prasasti dalam Melayu Kuno merujuk pada kekaisaran yang sama. Sumatera Selatan. Bangsa Arab menyebutnya Zabaj dan Khmer menyebutnya Malayu. sebelumnya dibaca "Sribhoja". telah ditemukan oleh Balai Arkeologi Palembang sebuah perahu kuno yang diperkirakan ada sejak masa awal atau proto Kerajaan Sriwijaya di Desa Sungai Pasir.• • • • • • • 8 Hubungan dengan kekuatan regional 9 Masa keemasan 10 Masa penurunan 11 Struktur pemerintahan 12 Raja yang memerintah 13 Warisan sejarah 14 Rujukan o 14. masa lalunya yang terlupakan dibentuk kembali oleh sarjana asing. Selain bangkai perahu. Kabupaten Ogan Komering Ilir. Dalam bahasa Sanskerta dan bahasa Pali. keramik. Tidak ada orang Indonesia modern yang mendengar mengenai Sriwijaya sampai tahun 1920-an.[10] Perahu ini dibuat dengan teknik pasak kayu dan papan ikat yang menggunakan tali ijuk.[9] Selain berita-berita diatas tersebut. Cara ini sendiri dikenal dengan sebutan teknik tradisi Asia Tenggara. Kecamatan Cengal. Pada abad ke-20. ketika sarjana Perancis George Cœdès mempublikasikan penemuannya dalam surat kabar berbahasa Belanda dan Indonesia.[10] Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal. seperti tembikar. kedua kerajaan tersebut menjadi referensi oleh kaum nasionalis untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara sebelelum kolonialisme Belanda. Banyaknya nama merupakan alasan lain mengapa Sriwijaya sangat sulit ditemukan. Pierre-Yves Manguin melakukan observasi dan berpendapat bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak . kerajaan Sriwijaya disebut Yavadesh dan Javadeh. dan alat kayu. ditemukan juga sejumlah artefak-artefak lain yang berhubungan dengan temuan perahu. dan kerajaan besar Nusantara selain Majapahit di Jawa Timur. Orang Tionghoa menyebutnya Shih-li-foshih atau San-fo-ts'i atau San Fo Qi.[2] Sementara dari peta Ptolemaeus ditemukan keterangan tentang adanya 3 pulau Sabadeibei yang kemungkinan berkaitan dengan Sriwijaya.[6] Sekitar tahun 1993.[10] Sayang. 14 papan perahu yang terdiri dari bagian badan dan bagian buritan untuk menempatkan kemudi.[8] Sriwijaya disebut dengan berbagai macam nama.[8] Coedès menyatakan bahwa referensi Tiongkok terhadap "San-fots'i".1 Bacaan Lanjutan 15 Pranala luar • Catatan sejarah Tidak terdapat catatan lebih lanjut mengenai Sriwijaya dalam sejarah Indonesia. kepala perahu kuno itu sudah hilang dan sebagian papan perahu itu digunakan justru buat jembatan. Tercatat ada 17 keping perahu yang terdiri dari bagian lunas.

salah satu bagian dari candi yang terletak di Muara Takus). antara Muara Sabak sampai ke Muara Tembesi (di provinsi Jambi sekarang). parit. . jika Malayu pada kawasan tersebut.[13] serta hal ini dapat juga dikaitkan dengan berita tentang pembangunan candi yang dipersembahkan oleh raja Sriwijaya (Se li chu la wu ni fu ma tian hwa atau Sri Cudamaniwarmadewa) tahun 1003 kepada kaisar Cina yang dinamakan cheng tien wan shou (Candi Bungsu.[6] Pembentukan dan pertumbuhan Candi Gumpung.[11] Namun sebelumnya Soekmono berpendapat bahwa pusat Sriwijaya terletak pada kawasan sehiliran Batang Hari. Bangunan air ini terdiri atas kolam dan dua pulau berbentuk bujur sangkar dan empat persegi panjang. dengan asumsi petunjuk arah perjalanan dalam catatan I Tsing. berdasarkan prasasti Tanjore. Reruntuhan Wat (Candi) Kaew yang berasal dari zaman Sriwijaya di Chaiya. Thailand Selatan. ia cendrung kepada pendapat Moens.[14] Namun yang pasti pada masa penaklukan oleh Rajendra Chola I.[2] Pendapat ini didasarkan dari foto udara tahun 1984 yang menunjukkan bahwa situs Karanganyar menampilkan bentuk bangunan air. tepatnya di sekitar situs Karanganyar yang kini dijadikan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya. Sriwijaya telah beribukota di Kadaram (Kedah sekarang). kolam serta pulau buatan yang disusun rapi yang dipastikan situs ini adalah buatan manusia. serta jaringan kanal dengan luas areal meliputi 20 hektar. Di kawasan ini ditemukan banyak peninggalan purbakala yang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat permukiman dan pusat aktifitas manusia.[6] dengan catatan Malayu tidak di kawasan tersebut. Kerajaan Melayu yang ditaklukkan Sriwijaya. yaitu jaringan kanal.di provinsi Sumatera Selatan sekarang). candi Buddha di Muaro Jambi.[12] yang sebelumnya juga telah berpendapat bahwa letak dari pusat kerajaan Sriwijaya berada pada kawasan Candi Muara Takus (provinsi Riau sekarang).

pelabuhan Cham di sebelah timur Indochina mulai mengalihkan banyak pedagang dari Sriwijaya. Samaratungga tidak melakukan ekspansi militer. Ekspansi kerajaan ini ke Jawa dan Semenanjung Malaya. Berdasarkan observasi. Di abad ke-7 ini. Laut Jawa. ditemukan reruntuhan candi-candi Sriwijaya di Thailand dan Kamboja. Pan Pan dan Trambralinga. namun kawasan yang menjadi ibukota tetap diperintah secara langsung oleh penguasa. Ia berkuasa pada periode 792 sampai 835. namun kerajaan ini tidak memperluas kekuasaannya di luar wilayah kepulauan Asia Tenggara. dengan pengecualian berkontribusi untuk populasi Madagaskar sejauh 3. dan Selat Karimata.[2] Berdasarkan prasasti Kota Kapur yang berangka tahun 686 ditemukan di pulau Bangka.Belum banyak bukti fisik mengenai Sriwijaya yang dapat ditemukan. hingga Lampung. Selat Sunda. sampai raja Khmer Jayawarman II.300 mil di barat.[2] Di masa berikutnya. dari prasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di diketahui imperium ini di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang. Selama masa kepemimpinannya. Kemaharajaan Sriwijaya telah ada sejak 671 sesuai dengan catatan I Tsing. selain itu kemungkinan kerajaan ini biasa memindahkan pusat pemerintahannya. pada masa ini pula wangsa Sailendra bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa disana. peristiwa ini bersamaan dengan runtuhnya Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yang kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya. tetapi lebih memilih untuk memperkuat penguasaan Sriwijaya di Jawa. Langkasuka di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan.[2] Di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa. Maharaja Dharmasetu melancarkan beberapa serangan ke kota-kota pantai di Indochina. Menurut catatan. memutuskan hubungan dengan Sriwijaya pada abad yang sama. kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera. Kota Indrapura di tepi sungai Mekong. sedangkan daerah pendukungnya diperintah oleh datu setempat. di awal abad ke-8 berada di bawah kendali Sriwijaya. Di abad ini pula. Setelah Dharmasetu.[8] Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan dan merupakan negara bahari. ia membangun candi Borobudur di Jawa Tengah yang selesai pada tahun 825. Untuk mencegah hal tersebut. Beberapa ahli masih memperdebatkan kawasan yang menjadi pusat pemerintahan Sriwijaya. Di abad ke-7. menjadikan Sriwijaya mengendalikan dua pusat perdagangan utama di Asia Tenggara. pendiri kemaharajaan Khmer. Tidak seperti Dharmasetu yang ekspansionis. antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. pulau Bangka dan Belitung. Laut China Selatan. juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya. Sriwijaya meneruskan dominasinya atas Kamboja. Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka. yang terletak di sebelah utara Langkasuka. orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan yaitu Malayu dan Kedah menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya.[2] Agama . Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Sri Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer untuk menghukum Bhumi Jawa yang tidak berbakti kepada Sriwijaya. Samaratungga menjadi penerus kerajaan.

Antara lain pendeta dari Tiongkok I Tsing.. seorang sarjana Buddha asal Benggala yang berperan dalam mengembangkan Buddha Vajrayana di Tibet dalam kertas kerjanya Durbodhāloka menyebutkan ditulis pada masa pemerintahan Sri Cudamani Warmadewa penguasa Sriwijayanagara di Malayagiri di Suvarnadvipa.Arca Buddha dalam langgam Amarawati setinggi 2. Palembang. yang melakukan kunjungan ke Sumatera dalam perjalanan studinya di Universitas Nalanda. ditemukan di situs Bukit Seguntang.. Sriwijaya menarik banyak peziarah dan sarjana dari negara-negara di Asia.. dinyatakan bahwa terdapat 1000 orang pendeta yang belajar agama Budha pada Sakyakirti. Raja-raja Sriwijaya menguasai kepulauan Melayu melalui perdagangan dan penaklukkan dari kurun abad ke-7 hingga abad ke-9. pertama oleh budaya Hindu kemudian diikuti pula oleh agama Buddha. India. ". berasal dari abad ke-7 sampai ke-8 masehi. Selain berita diatas. Atiśa. pada tahun 671 dan 695. terdapat berita yang dibawakan oleh I Tsing. banyak raja dan pemimpin yang berada di pulau-pulau pada Lautan Selatan percaya dan mengagumi Buddha. I Tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi sarjana Buddha sehingga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. dihati mereka telah tertanam perbuatan baik. seorang pendeta terkenal di Sriwijaya. Selain itu ajaran Buddha aliran Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana juga turut berkembang di Sriwijaya. Sebagai pusat pengajaran Buddha Vajrayana... Menjelang akhir abad ke-10. [15] Pengunjung yang datang ke pulau ini menyebutkan bahwa koin emas telah digunakan di pesisir kerajaan. Jika seorang biarawan Cina ingin pergi ke India untuk . Di dalam benteng kota Sriwijaya dipenuhi lebih dari 1000 biksu Budha..[16] Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India.77 meter. yang belajar dengan tekun dan mengamalkannya dengan baik. sehingga secara langsung turut serta mengembangkan bahasa Melayu beserta kebudayaannya di Nusantara.

sehingga mungkin kehidupan sosial Sriwijaya adalah masyarakat sosial yang di dalamnya terdapat masyarakat Budha dan Muslim sekaligus. anugerah Maharaja Sriwijaya untuk rakyatnya. kemudian tumbuh menjadi cikal-bakal kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera kelak. tentunya menarik minat para pedagang dan ulama muslim dari Timur Tengah. maka seorang raja Sriwijaya yang bernama Sri Indrawarman pada tahun 718 diduga masuk Islam[17] atau setidaknya tertarik untuk mempelajari Islam dan kebudayaan Arab.belajar Sabda.[4] Sangat dimungkinkan bahwa Sriwijaya yang termahsyur sebagai bandar pusat perdagangan di Asia Tenggara. Ada sumber yang menyebutkan. sehingga beberapa kerajaan yang semula merupakan bagian dari Sriwijaya. Tercatat beberapa kali raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Damaskus. Prasasti . disaat melemahnya pengaruh Sriwijaya. sebuah masyarakat yang kompleks dan kosmopolitan yang sangat dipengaruhi alam pikiran Budha Wajrayana digambarkan bersemi di ibu kota Sriwijaya.[18] Budaya Arca Maitreya dari Komering. Berdasarkan berbagai sumber sejarah. Sumatera Selatan. Suriah. karena pengaruh orang muslim Arab yang banyak berkunjung dan berdagang di Sriwijaya. seni Sriwijaya sekitar abad ke-9 M. Beberapa prasasti Siddhayatra abad ke-7 seperti Prasasti Talang Tuwo menggambarkan ritual Budha untuk memberkati peristiwa penuh berkah yaitu peresmian taman Sriksetra. — Gambaran Sriwijaya menurut I Tsing. lebih baik ia tinggal dulu di sini selama satu atau dua tahun untuk mendalami ilmunya sebelum dilanjutkan di India". Pada salah satu naskah surat yang ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720) berisi permintaan agar khalifah sudi mengirimkan ulama ke istana Sriwijaya.

candi di Sumatera terbuat dari bata merah. kepulaga.[24] Perdagangan Model kapal Sriwijaya tahun 800-an Masehi yang terdapat pada candi Borobudur. Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan antara India dan Tiongkok. Ditandai dengan ditemukannya berbagai prasasti Sriwijaya dan beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuno di tempat lain. Beberapa arca-arca bersifat Budhisme. yakni dengan penguasaan atas Selat Malaka dan Selat Sunda. Sejak saat itu.Telaga Batu menggambarkan kerumitan dan tingkatan jabatan pejabat kerajaan. Sriwijaya hanya meninggalkan sedikit tinggalan purbakala di jantung negerinya di Sumatera. sementara Prasasti Kota Kapur menyebutkan keperkasaan balatentara Sriwijaya atas Jawa. Semua prasasti ini menggunakan bahasa Melayu Kuno. dan arca-arca Bodhisatwa Awalokiteswara dari Jambi[21]. yang membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. seperti Candi Kalasan. Palembang[20]. Semua arca-arca ini menampilkan keanggunan dan langgam yang sama yang disebut "Seni Sriwijaya" atau "Langgam/Gaya Sriwijaya" yang memperlihatkan kemiripan — mungkin diilhami — oleh langgam Amarawati India dan langgam Syailendra Jawa (sekitar abad ke8 sampai ke-9).[23] dan arca Maitreya dari Komering. dan Borobudur. Candi-candi Budha yang berasal dari masa Sriwijaya di Sumatera antara lain Candi Muaro Jambi.[13] Kekayaan yang melimpah ini telah memungkinkan Sriwijaya membeli . Di dunia perdagangan. Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditas seperti kapur barus. gading. dan Biaro Bahal. bahasa Melayu kuno telah digunakan di Nusantara. seperti berbagai arca Budha yang ditemukan di Bukit Seguntang. emas. dan timah. karena bahasa ini menjadi alat komunikasi bagi kaum pedagang. cengkeh. Akan tetapi tidak seperti candi periode Jawa Tengah yang terbuat dari batu andesit. Bidor. Perak[22] dan Chaiya. leluhur bahasa Melayu dan bahasa Indonesia modern. pala. bahasa Melayu menjadi lingua franca dan digunakan secara meluas oleh banyak penutur di Kepulauan Nusantara. kayu gaharu. Hubungan dagang yang dilakukan berbagai suku bangsa Nusantara menjadi wahana penyebaran bahasa Melayu. Sejak abad ke-7. Candi Sewu. Sangat berbeda dengan episode Sriwijaya di Jawa Tengah saat kepemimpinan wangsa Syailendra yang banyak membangun monumen besar. seperti yang ditemukan di pulau Jawa. Candi Muara Takus. Sumatera Selatan.[19] Meskipun disebut memiliki kekuatan ekonomi dan keperkasaan militer.

Penyebaran penduduk Kemaharajaan Bahari . Kapal layar bercadik yang diabadikan dalam relief Borobudur mungkin adalah jenis kapal yang digunakan armada Sailendra dan Sriwijaya dalam pelayaran antarpulaunya. dengan mendapatkan restu. Selain menjalin hubungan dagang dengan India dan Tiongkok. persetujuan. Tarumanagara dan pelabuhan Sunda di Jawa Barat. Kemungkinan utusan Maharaja Sri Indrawarman yang mengantarkan surat kepada khalifah Umar bin Abdul-Aziz dari Bani Umayyah tahun 718. Fungsi cadik ini adalah untuk menyeimbangkan dan menstabilkan perahu. kemaharajaan bahari yang menguasai kawasan pada kurun abad ke-7 hingga ke-13 masehi. Bandar Malayu di Jambi. kerajaan Min dan kerajaan Nan Han dengan negeri kayanya Guangdong. Oseania. terutama Fujian. kembali ke Sriwijaya dengan membawa hadiah Zanji (budak wanita berkulit hitam). Sriwijaya senantiasa mengelola jejaring perdagangan bahari dan menguasi urat nadi pelayaran antara Tiongkok dan India. dan Samudra Hindia. dan perlindungan dari Kaisar China untuk dapat berdagang dengan Tiongkok.kesetiaan dari vassal-vassal-nya di seluruh Asia Tenggara. kapal kayu bercadik ganda dan bertiang layar yang melayari lautan Nusantara sekitar abad ke-8 Masehi. Kejayaan bahari Sriwijaya terekam di relief Borobudur yaitu menggambarkan Kapal Borobudur. Dengan berperan sebagai entreport atau pelabuhan utama di Asia Tenggara. karena saat itu wangsa Sailendra di Jawa adalah bagian dari mandala Sriwijaya. Tak diragukan lagi Sriwijaya mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini. Sriwijaya juga menjalin perdagangan dengan tanah Arab. Keperluan untuk menjaga monopoli perdagangan inilah yang mendorong Sriwijaya menggelar ekspedisi militer untuk menaklukkan bandar pelabuhan pesaing di kawasan sekitarnya dan menyerap mereka ke dalam mandala Sriwijaya. dan bandar Kedah dan Chaiya di semenanjung Melaya adalah beberapa bandar pelabuhan yang ditaklukan dan diserap kedalam lingkup pengaruh Sriwijaya. Kalingga di Jawa Tengah. perdagangan dengan luar negeri cukup marak. Disebutkan dalam catatan sejarah Champa adanya serangkaian serbuan angkatan laut yang berasal dari Jawa terhadap beberapa pelabuhan di Champa dan Kamboja. di antara kejatuhan dinasti Tang dan naiknya dinasti Song. Hal ini merupakan upaya Sriwijaya untuk menjamin monopoli perdagangan laut di Asia Tenggara dengan menggempur bandar pelabuhan pesaingnya. berupa ts'engchi (bermaksud sama dengan Zanji dalam bahasa Arab). Cadik tunggal atau cadik ganda adalah ciri khas perahu bangsa Austronesia dan perahu bercadik inilah yang membawa bangsa Austronesia berlayar di seantero Asia Tenggara. Karena alasan itulah Sriwijaya harus terus menjaga dominasi perdagangannya dengan selalu mengawasi — dan jika perlu — memerangi pelabuhan pesaing di negara jirannya. dan kemudian dari kronik Tiongkok disebutkan Shih-li-fo-shih dengan rajanya Shih-li-t-'o-pamo (Sri Indrawarman) pada tahun 724 mengirimkan hadiah buat kaisar Cina. Mungkin angkatan laut penyerbu yang dimaksud adalah armada Sriwijaya.[25] Pada paruh pertama abad ke-10. Kota Kapur di pulau Bangka.

[30] Hubungan dengan wangsa Sailendra Candi Borobudur. prasasti Ligor di selatan Thailand.[27] Migrasi ke Madagaskar diperkirakan terjadi 1200 tahun yang lalu sekitar kurun tahun 830 M. pembangunannya diselesaikan pada masa Samaratungga Artikel utama untuk bagian ini adalah: Wangsa Sailendra Munculnya keterkaitan antara Sriwijaya dengan dinasti Sailendra dimulai karena adanya nama Śailendravamśa pada beberapa prasasti di antaranya pada prasasti Kalasan di pulau Jawa. pengaruh Sriwijaya jarang masuk hingga jauh di wilayah pedalaman. bahwa nenek moyang penduduk Madagaskar adalah orang Indonesia.[13] Majumdar berpendapat dinasti Sailendra ini terdapat di Sriwijaya (Suwarnadwipa) dan Medang (Jawa). Sriwijaya kebanyakan menerapkan kedaulatannya di kawasan pesisir pantai dan kawasan sungai besar yang dapat dijangkau armada perahu angkatan lautnya di wilayah Nusantara. Para peneliti meyakini mereka adalah pemukim asal Kerajaan Sriwijaya. Diduga penduduk yang berasal dari Sriwijaya telah mengkoloni dan membangun populasi di pulau Madagaskar yang terletak 3300 mil atau 8000 kilometer di sebelah Barat di seberang Samudra Hindia. Sementara pada prasasti Sojomerto dijumpai nama Dapunta Selendra. hal ini merupakan sebuah petunjuk bahwa penduduk Madagaskar dikoloni oleh penduduk yang berasal dari Sriwijaya.[31] Kemudian Moens menambahkan kedatangan Dapunta Hyang ke Palembang. [26] Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Jurnal Proceedings of The Royal Society.[29] Periode kolonisasi Madagaskar bersamaan dengan kurun ketika Sriwijaya mengembangkan jaringan perdagangan bahari di seantero Nusantara dan Samudra Hindia. dan prasasti Nalanda di India. suku pribumi Malagasy dapat merunut silsilah mereka kepada 30 perempuan perintis yang berlayar dari Indonesia 1200 tahun yang lalu. Walau asal-usul dinasti ini masih diperdebatkan sampai sekarang. Berdasarkan penelitian DNA mitokondria.Upaya Sriwijaya untuk menjamin dominasi perdagangan bahari di Asia Tenggara berjalan seiring dengan perluasan Sriwijaya sebagai sebuah kemaharajaan bahari atau thalasokrasi. Dengan menaklukkan bandar pelabuhan negara jiran yang berpotensi sebagai pesaingnya. Sebagai kemaharajaan bahari.[28] Bahasa Malagasy mengandung kata serapan dari bahasa Sansekerta dengan modifikasi linguistik melalui bahasa Jawa dan bahasa Melayu. keduanya berasal dari Kalinga di selatan India. dengan pengecualian pulau Madagaskar. Sriwijaya secara otomatis juga melebarkan pengaruh dan wilayah kekuasaannya di kawasan. menyebabkan salah satu .

Thailand. Sri Indrawarman kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Meskipun demikian surat ini bukanlah berarti bahwa raja . yang berisi permintaan kepada Khalifah untuk mengirimkan ulama yang dapat menjelaskan ajaran dan hukum Islam kepadanya. yang aroma harumnya menyebar hingga 12 mil. Sriwijaya menjalin hubungan diplomasi dengan kekaisaran China. rempah wangi. Kuharap engkau sudi mengutus seseorang untuk menjelaskan ajaran Islam dan segala hukum-hukumnya kepadaku. yang kebun binatangnya dipenuhi ribuan gajah.[34] Hubungan dengan kekuatan regional Pagoda Borom That bergaya Sriwijaya di Chaiya. Kepada Raja Arab yang tidak menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah. dan secara teratur mengantarkan utusan beserta upeti. dan jeruk nipis.keluarga dalam dinasti ini pindah ke Jawa. pala. didasarkan atas Carita Parahiyangan[33] kemudian dikaitkan dengan beberapa prasasti lain di Jawa yang berbahasa Melayu Kuna di antaranya prasasti Sojomerto. Dalam surat itu tertulis: " Dari Raja sekalian para raja yang juga adalah keturunan ribuan raja.[35] Pada tahun 100 Hijriyah (718 Masehi) Maharaja Sriwijaya bernama Sri Indrawarman mengirimkan sepucuk surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Kekhalifahan Umayyah. yang wilayah kekuasaannya terdiri dari dua sungai yang mengairi tanaman lidah buaya. Aku telah mengirimkan kepadamu bingkisan yang tak seberapa sebagai tanda persahabatan.[25] Peristiwa ini membuktikan bahwa Sriwijaya telah menjalin hubungan diplomatik dengan dunia Islam atau dunia Arab." — Surat Maharaja Sriwijaya.[32] Sementara Poerbatjaraka berpendapat bahwa dinasti ini berasal dari Nusantara. yang isterinya pun adalah cucu dari ribuan raja. Untuk memperkuat posisinya atas penguasaan kawasan Asia Tenggara.

Kerajaan Khmer merupakan daerah jajahan Sriwijaya.Sriwijaya telah memeluk agama Islam. melainkan hanya menunjukkan hasrat sang raja untuk mengenal dan mempelajari berbagai hukum. dan Khirirat Nikhom. Pengaruh Sriwijaya nampak pada bangunan pagoda Borom That yang bergaya Sriwijaya. pada prasasti Nalanda berangka 860 mencatat bahwa raja Balaputradewa mendedikasikan sebuah biara kepada Universitas Nalanda. Relasi dengan Dinasti Chola di selatan India juga cukup baik. sebagai ibu kota kerajaan tersebut. India. dan pada masa dinasti Yuan disebut dengan nama Yuan Miau Kwan. Namun demikian pada masa ini Sriwijaya dianggap telah menjadi bagian dari dinasti Chola. Thatong (Kanchanadit). di propinsi Surat Thani. namun menjadi buruk setelah Rajendra Chola I naik tahta yang melakukan penyerangan pada abad ke-11. Sriwijaya juga berhubungan dekat dengan kerajaan Pala di Benggala. Pada masa awal. dan adat-istiadat dari berbagai rekan perniagaan dan peradaban yang dikenal Sriwijaya saat itu.[6] Masa keemasan . membantu perbaikan candi dekat Kanton pada tahun 1079. yakni Tiongkok. Kronik Tiongkok menyebutkan bahwa Kulothunga Chola I (Ti-hua-ka-lo) sebagai raja San-fo-ts'i. Dari prasasti Leiden disebutkan raja Sriwijaya di Kataha Sri Mara-Vijayottunggawarman telah membangun sebuah vihara yang dinamakan dengan Vihara Culamanivarmma. Banyak sejarawan mengklaim bahwa Chaiya. Kemudian hubungan ini kembali membaik pada masa Kulothunga Chola I. Chaiya terbagi menjadi tiga kota yakni (Mueang) Chaiya. dan Timur Tengah. di mana raja Sriwijaya di Kadaram mengirimkan utusan yang meminta dikeluarkannya pengumuman pembebasan cukai pada kawasan sekitar Vihara Culamanivarmma tersebut. Thailand Selatan. budaya. Pada masa dinasti Song candi ini disebut dengan nama Tien Ching Kuan. Setelah kejatuhan Sriwijaya.

Indonesia. seluruh imperium Sriwijaya telah berada dalam pengaruh dinasti Chola. pada tahun 1006 atau 1016 menyerang dan menyebabkan terbunuhnya raja Medang terakhir Dharmawangsa Teguh. ditemukan di Rantaukapastuo. Dalam prasasti Pucangan disebutkan sebuah peristiwa Mahapralaya. raja dari dinasti Chola di Koromandel. Kemaharajaan Sriwijaya bercirikan kerajaan maritim. Vietnam.[6] Masa penurunan Sebuah lukisan dari Siam menunjukkan penyerangan Chola di Kedah. memungut cukai. jalur perdagangan. Meskipun demikian Rajendra Chola I tetap . Semenanjung Malaya.[2] dan Filipina. Rajendra Chola I.[37] Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda. di mana Haji Wurawari dari Lwaram yang kemungkinan merupakan raja bawahan Sriwijaya. Jawa. dan India. Mengandalkan hegemoni pada kekuatan armada lautnya dalam menguasai alur pelayaran. Muarabulian. antara lain: Sumatera. Selama beberapa dekade berikutnya. sekaligus berhasil menawan raja Sriwijaya yang berkuasa waktu itu SangramaVijayottunggawarman. Tahun 1017 dan 1025. Kamboja. pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara.Arca emas Avalokiteçvara bergaya Malayu-Sriwijaya. Kerajaan Chola telah menaklukan daerah-daerah koloni Sriwijaya.[36] Dari catatan sejarah dan bukti arkeologi. Thailand. menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yang mengenakan biaya atas setiap kapal yang lewat. Berdasarkan prasasti Tanjore bertarikh 1030. mengirim ekspedisi laut untuk menyerang Sriwijaya. Jambi. menguasai dan membangun beberapa kawasan strategis sebagai pangkalan armadanya dalam mengawasi. India selatan. Sriwijaya juga disebut berperan dalam menghancurkan Kerajaan Medang di Jawa. Sriwijaya mengumpulkan kekayaannya dari jasa pelabuhan dan gudang perdagangan yang melayani pasar Tiongkok. melindungi kapal-kapal dagang. serta untuk menjaga wilayah kedaulatan dan kekuasaanya. yaitu peristiwa hancurnya istana Medang di Jawa Timur.

Pada tahun 1079 dan 1088. Kulothunga Chola I (Tihua-ka-lo) raja dinasti Chola disebut juga sebagai raja San-fo-ts'i. yang merupakan surat dari putri raja yang diserahi urusan negara San-fo-tsi. masing-masing duta besar tersebut mengunjungi Cina.[38] Hal ini dapat dikaitkan dengan adanya berita utusan San-fo-ts'i ke Cina tahun 1028. yang memungkinkan Jambi untuk mengambil kepemimpinan Sriwijaya pada abad ke-11. sampai muncul Dharmasraya dan Pagaruyung sebagai kekuatan baru yang kemudian menguasai kembali wilayah jajahan Sriwijaya mulai dari kawasan Semenanjung Malaya. Duta besar tersebut menyampaikan surat dari raja Kien-pi bawahan San-fo-tsi. dan 13 potong pakaian. Kemudian juga mengirimkan utusan berikutnya pada tahun 1088. Sumatera. catatan Cina menunjukkan bahwa Sriwijaya mengirimkan duta besar pada Cina. Beberapa daerah taklukan melepaskan diri.[2] Pengaruh invasi Rajendra Chola I.[40] Ini menunjukkan bahwa ibu kota Sriwijaya selalu bergeser dari satu kota maupun kota lainnya selama periode tersebut.[40] Khususnya pada tahun 1079. Selanjutnya dalam berita Cina yang berjudul Sung Hui Yao disebutkan bahwa kerajaan San-fo-tsi pada tahun 1082 masih mengirimkan utusan pada masa Cina di bawah pemerintahan Kaisar Yuan Fong. Kronik Tiongkok menyebutkan bahwa pada tahun 1079.memberikan peluang kepada raja-raja yang ditaklukannya untuk tetap berkuasa selama tetap tunduk kepadanya.[39] Kawasan Sriwijaya dalam prasasti Tanjore Nama kawasan Pannai Malaiyur Mayirudingam Ilangasogam Mappappalam Mevilimbangam Valaippanduru Takkolam Madamalingam Ilamuri-Desam Nakkavaram Kadaram Tambralingga Lamuri Nikobar Kedah Langkasuka Keterangan Pannai Malayu Namun demikian pada masa ini Sriwijaya dianggap telah menjadi bagian dari dinasti Chola. yang kemudian mengirimkan utusan untuk membantu perbaikan candi dekat Kanton. terhadap hegemoni Sriwijaya atas raja-raja bawahannya melemah. serta menyerahkan pula 227 tahil perhiasan.[41] . sampai Jawa bagian barat. rumbia.[40] Ekspedisi Chola mengubah jalur perdagangan dan melemahkan Palembang.

Berdasarkan sumber Tiongkok pada buku Chu-fan-chi[42] yang ditulis pada tahun 1178, Chou-Ju-Kua menerangkan bahwa di kepulauan Asia Tenggara terdapat dua kerajaan yang sangat kuat dan kaya, yakni San-fo-ts'i dan Cho-po (Jawa). Di Jawa dia menemukan bahwa rakyatnya memeluk agama Budha dan Hindu, sedangkan rakyat San-fo-ts'i memeluk Budha, dan memiliki 15 daerah bawahan yang meliputi; Si-lan (Kamboja), Tan-ma-ling (Tambralingga, Ligor, selatan Thailand), Kia-lo-hi (Grahi, Chaiya sekarang, selatan Thailand), Ling-ya-si-kia (Langkasuka), Kilantan (Kelantan), Pong-fong (Pahang), Tongya-nong (Terengganu), Fo-lo-an (muara sungai Dungun daerah Terengganu sekarang), Jilo-t'ing (Cherating, pantai timur semenanjung malaya), Ts'ien-mai (Semawe, pantai timur semenanjung malaya), Pa-t'a (Sungai Paka, pantai timur Semenanjung Malaya), Lan-wu-li (Lamuri di Aceh), Pa-lin-fong (Palembang), Kien-pi (Jambi), dan Sin-t'o (Sunda).[6][12] Namun demikian, istilah San-fo-tsi terutama pada tahun 1178 tidak lagi identik dengan Sriwijaya, melainkan telah identik dengan Dharmasraya. Dari daftar 15 negeri bawahan San-fo-tsi tersebut, ternyata adalah wilayah jajahan Kerajaan Dharmasraya. Walaupun sumber Tiongkok tetap menyebut San-fo-tsi sebagai kerajaan yang berada di kawasan Laut Cina Selatan. Hal ini karena dalam Pararaton telah disebutkan Malayu. Kitab ini mengisahkan bahwa Kertanagara raja Singhasari, mengirim sebuah ekspedisi Pamalayu atau Pamalayu, dan kemudian menghadiahkan Arca Amoghapasa kepada raja Melayu, Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa di Dharmasraya sebagaimana yang tertulis pada prasasti Padang Roco. Peristiwa ini kemudian dikaitkan dengan manuskrip yang terdapat pada prasasti Grahi. Begitu juga dalam Nagarakretagama yang menguraikan tentang daerah jajahan Majapahit, juga sudah tidak menyebutkan lagi nama Sriwijaya untuk kawasan yang sebelumnya merupakan kawasan Sriwijaya.

Struktur pemerintahan

Candi Muara Takus, salah satu kawasan yang dianggap sebagai ibukota Sriwijaya. Pembentukan satu negara kesatuan dalam dimensi struktur otoritas politik Sriwijaya, dapat dilacak dari beberapa prasasti yang mengandung informasi penting tentang kadātuan, vanua, samaryyāda, mandala dan bhūmi.[43] Kadātuan dapat bermakna kawasan dātu, (tnah rumah) tempat tinggal bini hāji, tempat disimpan mas dan hasil cukai (drawy) sebagai kawasan yang mesti dijaga. Kadātuan ini dikelilingi oleh vanua, yang dapat dianggap sebagai kawasan kota dari Sriwijaya yang

didalamnya terdapat vihara untuk tempat beribadah bagi masyarakatnya. Kadātuan dan vanua ini merupakan satu kawasan inti bagi Sriwijaya itu sendiri. Menurut Casparis, samaryyāda merupakan kawasan yang berbatasan dengan vanua, yang terhubung dengan jalan khusus (samaryyāda-patha) yang dapat bermaksud kawasan pedalaman. Sedangkan mandala merupakan suatu kawasan otonom dari bhūmi yang berada dalam pengaruh kekuasaan kadātuan Sriwijaya. Penguasa Sriwijaya disebut dengan Dapunta Hyang atau Maharaja, dan dalam lingkaran raja terdapat secara berurutan yuvarāja (putra mahkota), pratiyuvarāja (putra mahkota kedua) dan rājakumāra (pewaris berikutnya).[44] Prasasti Telaga Batu banyak menyebutkan berbagai jabatan dalam struktur pemerintahan kerajaan pada masa Sriwijaya.

Raja yang memerintah
Para Maharaja Sriwijaya[2][6] Prasasti, catatan pengiriman utusan ke Tiongkok serta peristiwa Catatan perjalanan I Tsing pada tahun 671-685, Penaklukan Malayu, penaklukan Jawa Prasasti Kedukan Bukit (683), Talang Tuo (684), Kota Kapur (686), Karang Brahi dan Palas Pasemah Utusan ke Tiongkok 702716, 724 Utusan ke Khalifah Muawiyah I dan Khalifah Umar bin Abdul Aziz Utusan ke Tiongkok 728742 Belum ada berita pada periode ini Prasasti Ligor B tahun 775 di Nakhon Si Thammarat, selatan Thailand dan menaklukkan Kamboja Wangsa Sailendra

Tahun

Nama Raja

Ibukota

671

Dapunta Hyang atau Sri Jayanasa

Srivijaya Shih-li-fo-shih

Sri Indrawarman 702 Shih-li-t-'o-pa-mo Rudra Vikraman 728 Lieou-t'eng-wei-kong 743-774

Sriwijaya Shih-li-fo-shih Sriwijaya Shih-li-fo-shih

775

Sri Maharaja

Sriwijaya Pindah ke Jawa

Tahun

Nama Raja

778

Dharanindra atau Rakai Panangkaran

Prasasti, catatan Ibukota pengiriman utusan ke Tiongkok serta peristiwa (Jawa Tengah atau mengantikan Wangsa Yogyakarta) Sanjaya Prasasti Kelurak 782 di sebelah utara kompleks Candi Prambanan Jawa Prasasti Kalasan tahun 778 di Candi Kalasan Prasasti Nalanda dan prasasti Mantyasih tahun 907 Prasasti Karang Tengah tahun 824, 825 menyelesaikan pembangunan candi Borobudur Kebangkitan Wangsa Sanjaya, Rakai Pikatan Kehilangan kekuasaan di Jawa, dan kembali ke Suwarnadwipa Prasasti Nalanda tahun 860, India Belum ada berita pada periode ini

782

Samaragrawira atau Rakai Warak

Jawa

792

Samaratungga atau Rakai Garung

Jawa

840

856

Balaputradewa

Suwarnadwipa

861-959 Sri Udayaditya Warmadewa Se-li-hou-ta-hia-li-tan 980 988 Sri Cudamani Warmadewa Se-li-chu-la-wu-ni-fuma-tian-hwa Sriwijaya Malayagiri (Suwarnadwipa) San-fo-ts'i Sriwijaya San-fo-ts'i

960

Utusan ke Tiongkok 960, & 962 Utusan ke Tiongkok 980 & 983: dengan raja, Hie-tche (Haji) 990 Jawa menyerang Sriwijaya, Catatan Atiśa, Utusan ke Tiongkok 988992-1003, pembangunan candi untuk

catatan pengiriman utusan ke Tiongkok serta peristiwa kaisar Cina yang diberi nama cheng tien wan shou 1008 Sri MaraVijayottunggawarman Se-li-ma-la-pi San-fo-ts'i Kataha Prasasti Leiden & utusan ke Tiongkok 1008 Utusan San-fo-ts'i ke Tiongkok 1017: dengan raja. Tanjore. gelar haji biasanya untuk raja bawahan Diserang oleh Rajendra Chola I dan menjadi tawanan Prasasti Tanjore bertarikh 1030 pada candi Rajaraja. Ha-ch'i-su-wa-ch'a-p'u (Haji Sumatrabhumi (?)). 1017 1025 SangramaVijayottunggawarman Sriwijaya Kadaram 1030 1079 1082 10891177 1178 1183 Srimat Trailokyaraja Dharmasraya .Tahun Nama Raja Ibukota Prasasti. India Dibawah Dinasti Chola dari Koromandel Utusan San-fo-ts'i dengan raja Kulothunga Chola I (Tihua-ka-lo) ke Tiongkok 1079 membantu memperbaiki candi Tien Ching di Kuang Cho (dekat Kanton) Utusan San-fo-ts'i dari Kien-pi (Jambi) ke Tiongkok 1082 dan 1088 Belum ada berita Laporan Chou-Ju-Kua dalam buku Chu-fan-chi berisi daftar koloni San-fots'i Dibawah Dinasti Mauli.

Sumatera Selatan. Bahasa ini menjadi bahasa kerja atau bahasa yang berfungsi sebagai penghubung (lingua franca) yang digunakan di berbagai bandar dan pasar di kawasan Nusantara. kekuatan ekononomi dan keperkasaan militernya telah berperan besar atas tersebarluasnya penggunaan Bahasa Melayu Kuno di Nusantara. khususnya bagi penduduk kota Palembang. Selama berabad-abad. Di samping Majapahit. penemuan kembali kemaharajaan bahari ini oleh Coedès pada tahun 1920-an telah membangkitkan kesadaran bahwa suatu bentuk persatuan politik raya. nama Sriwijaya telah digunakan dan diabadikan sebagai nama jalan di berbagai kota. Warisan terpenting Sriwijaya mungkin adalah bahasanya. tumbuh. setidaknya di kawasan pesisir. catatan pengiriman utusan ke Tiongkok serta peristiwa Kerajaan Melayu. dan berjaya pada masa lalu.[46] Kegemilangan Sriwijaya telah menjadi sumber kebanggaan nasional dan identitas daerah. dan nama ini juga digunakan oleh Universitas Sriwijaya yang didirikan . Meskipun Sriwijaya hanya menyisakan sedikit peninggalan arkeologi dan keberadaanya sempat terlupakan dari ingatan masyarakat pendukungnya. Hal yang sama juga berlaku bagi masyarakat selatan Thailand yang menciptakan kembali tarian Sevichai yang berdasarkan pada keanggunan seni budaya Sriwijaya. dan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu Indonesia modern. kaum nasionalis Indonesia juga mengagungkan Sriwijaya sebagai sumber kebanggaan dan bukti kejayaan masa lampau Indonesia. Keluhuran Sriwijaya telah menjadi inspirasi seni budaya.[45] Tersebar luasnya Bahasa Melayu Kuno ini mungkin yang telah membuka dan memuluskan jalan bagi Bahasa Melayu sebagai bahasa nasional Malaysia. Di Indonesia. pernah bangkit.Tahun Nama Raja Maulibhusana Warmadewa Ibukota Prasasti. seperti lagu dan tarian tradisional Gending Sriwijaya. Prasasti Grahi tahun 1183 di selatan Thailand Warisan sejarah Busana gadis penari Gending Sriwijaya yang raya dan keemasan menggambarkan kegemilangan dan kekayaan Sriwijaya. berupa kemaharajaan yang terdiri atas persekutuan kerajaan-kerajaan bahari.

Pada tanggal 11 November 2011 digelar upacara pembukaan SEA Games 2011 di Stadion Gelora Sriwijaya. memuliakan. dan Sriwijaya Football Club (Klab sepak bola Palembang). PT Pupuk Sriwijaya (Perusahaan Pupuk di Sumatera Selatan). Palembang.[47][48] . dan merayakan kemaharajaan Sriwijaya yang gemilang.tahun 1960 di Palembang. Sriwijaya Post (Surat kabar harian di Palembang). Semuanya dinamakan demikian untuk menghormati. Upacara pembukaan ini menampilkan tarian kolosal yang bertajuk "Srivijaya the Golden Peninsula" menampilkan tarian tradisional Palembang dan juga replika ukuran sebenarnya perahu Sriwijaya untuk menggambarkan kejayaan kemaharajaan bahari ini. Sriwijaya TV. Demikian pula Kodam II Sriwijaya (unit komando militer). Sriwijaya Air (maskapai penerbangan). Stadion Gelora Sriwijaya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->