Tugas caturkarya Kabinet Ampera yang bertugas: 1. menciptakan stabilitas politik, 2. menciptakan stabilitas ekonomi.

Tugas pokok itulah yang disebut Dwidarma Kabinet Ampera. Program yang dicanangkan Kabinet Ampera disebut Caturkarya Kabinet Ampera, yaitu: 1. memperbaiki perikehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan; 2. melaksanakan pemilihan umum dalam batas waktu seperti tercantum dalam Ketetapan MPRS No. XI/MPRS/1966 (5 Juli 1968); 3. melaksanakan politik luar negeri yang bebas dan aktif untuk kepentingan nasional sesuai dengan Ketetapan MPRS No. XI/MPRS/1966; 4. melanjutkan perjuangan antiimperialisme dan antikolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. Repelita a. REPELITA I (1969-1974)

-

prioritas adalah stabilitas ekonomi
Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru. Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasardasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya Sasaran Pelita I : Pangan, Sandang, Perbaikan prasarana, perumahan rakyat, perluasan lapangan kerja, dan kesejahteraan rohani. Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian, karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian.

Peristiwa yang berkaitan :

Pelaksanaan Pelita II cukup berhasil pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 7% per tahun. yaitu: \Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat.5% per tahun. Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang. serta peningkatan industri yang mengolah bahan baku menjadi bahan jadi.Titik beratnya adalah sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. dan perumahan. . Prioritas utamanya adalah sector pertanian yang merupakan dasar untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan merupakan dasar tumbuhnya industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku.Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1984 hingga 31 Maret 1989. Tentunya akan diikuti oleh adanya perluasan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.perumahan. perbaikan prasarana terutama untuk menunjang pertanian. sandang. . inflasi turun menjadi 9.Pelita III pembangunan masih berdasarkan pada Trilogi Pembangunan dengan penekanan lebih menonjol pada segi pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan. b.Prioritas tetap pada pembangunan ekonomi yang dititikberatkan pada sector pertanian menuju swasembada pangan.Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. cukup sandang. pangan. . Sasaran utamanya adalah tersedianya pangan. REPELITA II (1974-1979) - prioritas adalah pertumbuhan ekonomi dilaksanakan pada tanggal 1 April 1974 hingga 31 Maret 1979. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal sehingga kelangsungan pembangunan ekonomi dapat dipertahankan. - Pelita III-Vi: pemerataan c. khususnya sandang. \Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan. \Pemerataan pembagian pendapatan \Pemerataan kesempatan kerja \Pemerataan kesempatan berusaha \Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum perempuan \Pemerataan penyebaran pembagunan di seluruh wilayah tanah air \Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan. Pada awal pemerintahan Orde Baru laju inflasi mencapai 60% dan pada akhir Pelita I laju inflasi turun menjadi 47%. Tujuan yang ingin dicapai adalah pertumbuhan ekonomi 5% per tahun dengan sasaran yang diutamakan adalah cukup pangan.5%.Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1979 hingga 31 Maret 1984. . mensejahterakan rakyat dan memperluas kesempatan kerja. d. Mulai berlaku sejak tanggal 1 April 1969. Target pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 7. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. Selanjutnya pada tahun keempat Pelita II. REPELITA IV (1984-1989) . Terjadi resesi pada awal tahun 1980 yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. REPELITA III (1979-1984) . sarana dan prasarana.

Titik beratnya pada sektor pertanian dan industri. Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya. Jika ditarik kesimpulan maka pembangunan ekonomi menurut REPELITA adalah mengacu pada sector pertanian menuju swasembada pangan yang diikuti pertumbuhan industri bertahap. . . Pelita VI . Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan.Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. . Peningkatan usaha-usaha untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat. 6.Peristiwa yg berkaitan: Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negaranegara Asia Tenggara termasuk Indonesia. komunikasi dan pendidikan.prioritas : Menekankan bidang transportasi.- - Adalah peningkatan dari REPELITA III.Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1994 hingga 31 Maret 1999.Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1989 hingga 31 Maret 1994. REPELITA V (1989-1994) . mendorong pembagian pendapatan yang lebih adil dan merata. . . Indonesia memiki kondisi ekonomi yang cukup baik dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6. Priorotasnya untuk melanjutkan usaha memantapkan swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri sendiri. Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. memperluas kesempatan kerja. e.8 % per tahun.