Reproduksi Generatif & Vegetatif

Posted by 5il4 in Uncategorized. trackback

Januari 22, 2009

Reproduksi Seksual ( Generatif )
Reproduksi biologis atau reproduksi seksual dalah suatu prosesbiologis penggunaan seks secara rutin dimana individu organisme baru diproduksi. Reproduksi adalah cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan; setiap individu organisme ada sebagai hasil dari suatu proses reproduksi oleh pendahulunya. Cara reproduksi secara umum dibagi menjadi dua jenis: seksual dan aseksual. Dalam reproduksi aseksual, suatu individu dapat melakukan reproduksi tanpa keterlibatan individu lain dari spesies yang sama. Pembelahan sel bakteri menjadi dua sel anak adalah contoh dari reproduksi aseksual. Walaupun demikian, reproduksi aseksual tidak dibatasi kepada organisme bersel satu. Kebanyakan tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi aseksual. Reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya dari jenis kelamin yang berbeda. Reproduksi manusia normal adalah contoh umum reproduksi seksual. Secara umum, organisme yang lebih kompleks melakukan reproduksi secara seksual, sedangkan organisme yang lebih sederhana, biasanya satu sel, bereproduksi secara aseksual. Pada reproduksi seksual/generatif terjadi persatuan dua macam gamet dari dua individu yang berbeda jenis kelaminnya, sehingga terjadi percampuran materi genetik yang memungkinkan terbentuknya individu baru dengan sifat baru. Pada organisme tingkat tinggi mempunyai dua macam gamet, gamet jantan atau spermatozoa dan gamet betina atau sel telur, kedua macam gamet tersebut dapat dibedakan baik dari bentuk, ukuran dan kelakuannya, kondisi gamet yang demikian disebut heterogamet. Peleburan dua macam gamet tersebut disebut singami. Peristiwa singami didahului dengan peristiwa fertilisasi (pembuahan) yaitu pertemuan sperma dengan sel telur. Pada organiseme sederhana tidak dapat dibedakan gamet jantan dan gamet betina karena keduanya sama, dan disebut isogamet. Bila salah satu lebih besar dari lainnya disebut anisogamet.

Reproduksi Aseksual ( Vegetatif )
Reproduksi peleburan sel Vegetatif adalah cara reproduksi dan makhluk hidup secaraaseksual (tanpa Vegetatif bisa adanya terjadi

kelamin jantan

betina).

Reproduksi

secara alami maupun buatan.

Vegetatif Alami
Vegetatif Alami adalah reproduksi aseksual yang terjadi tanpa campur tangan pihak lain seperti manusia.

Propagasi vegetatif Fisi Fisi terjadi pada organisme bersel satu.Pada Plasmodum. yaitu inti sel membelah berulang kali dan kemudian setiap anak inti dikelilingi sitoplasma. 2. Contoh: kelapa Tunas adventif.Pada tumbuhan            Umbi batang. kentang Umbi lapis. . Proses ini disebut skizogoni. Individu-individu sejenis yang terbentuk secara reproduksi aseksual dikatakan termasuk dalam satu klon.       Stek Cangkok Okulasi Enten Merunduk Kloning Individu baru (keturunannya) yang terbentuk mempunyai ciri dan sifat yang sama dengan induknya. Pembentukan spora 3. kutu daun Vegetatif Buatan Vegetatif Buatan adalah reproduksi aseksual yang terjadi karena bantuan pihak lain seperti manusia. Contoh: wortel. Contoh: serangga seperti lebah. reproduksi dengan fisi berganda. singkong Geragih atau stolon. yaitu : 1. Contoh: Hydra. sel yang mengalami skizogoni disebut skizon. Contoh : . Fisi 2. Contoh: arbei. Pada proses fisi individu terbelah menjadi dua bagian yang sama. Contoh: bawang merah. mawar laut Membelah diri. Bila kondisi lingkungan 1. Fragmentasi 5. Pembentukan tunas 4. sehingga anggota dari satu klon mempunyai susunan genetik yang sama. Contoh: Amoeba Parthenogenesis. bawang putih Umbi akar. Porifera Fragmentasi. Pembentukan spora Dibentuk di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel. Contoh: cocor bebek Pada hewan Tunas. Contoh: ubi jalar. Contoh: lengkuas. stroberi Rizoma.Pada pembelahan sel bakteri. Contoh: Planaria. Ubur-ubur. jahe Tunas. . Reproduksi aseksual dapat dibagi atas lima jenis.

dapat berumbi untuk menyimpan makanan maupun tak berumbi. Kemudian tunas ini akan lepas dari induknya dan dapat hidup sebagai individu baru. dan masing-masing tunas ini dapat menjadi anakan tanaman. pohon pinang dan pohon bambu. berupa tonjolan kecil yang akan berkembang dan kemudian mempunyai bentuk seperti induknya dengan ukuran kecil. paku. Ciri rizom adalah adanya daun yang mirip sisik. 4. sporozoa (salah satu kelas protozoa) dan kadang-kadang juga dihasilkan oleh bakteri. Fragmentasi terjadi antara lain pada hewan spons (Porifera). cacing pipih. spora dihasilkan oleh jamur. tunas. 5. b. rumput gajah dan strawberi. misalnya: pohon pisang. Pembentukan tunas Organisme tertentu dapat membentuk tunas. Akar tinggal atau rizom Rizom adalah batang yang menjalar di bawah tanah. Di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas adventisia (liar). Umbi lapis . jahe dan kencur. kemudian setiap bagian akan tumbuh menjadi individu baru yang sama seperti induknya. Contoh: pada rumput teki. beberapa jenis rumput. kunyit.baik. algae berbentuk benang. Pada proses propagasi bila bagian tubuh tanaman terpisah maka bagian tersebut akan berkembang menjadi satu/lebih tanaman baru. d. c. Pembentukan tunas merupakan ciri khas sel ragi dan Hydra (sejenis Coelenterata). Propagasi vegetatif alamiah dapat terjadi dengan menggunakan organ-organ sebagai berikut : 3. Contoh: tunas cocor bebek (Kalanchoe pinnata) danbegonia. dahlia. Fragmentasi Kadang-kadang satu organisme patah menjadi dua bagian atau lebih. Propagasi vegetatif Istilah propagasi vegetatif diberikan untuk reproduksi vegetatif/tumbuhan berbiji. maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi individu baru. lumut. ruas dan antar ruas. Rizom terdapat pada bambu. Peristiwa fragmentasi bergantung pada kemampuan regenerasi yaitu kemampuan memperbaiki jaringan atau organ yang telah hilang. e. bunga iris. a. Tunas yang tumbuh di sekitar pangkal batang Tunas ini membentuk numpun. Stolon Stolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. Tunas liar Tunas liar terjadi pada tumbuhan yang daunnya memiliki bagian meristem yang dapat menyebabkan terbentuknya tunas-tunas baru di pinggir daun. lengkuas.

MITOSIS adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur. Umbi lapis diselubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. f. Umbi batang Umbi batang adalah batang yang tumbuh di bawah tanah. Pada umbi terdapat mata tunas – mata tunas yang akan berkembang menjadi tanaman baru. yaitu Profase Metafase-Anafase-Telofase. Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti. Antara tahap telofase ke tahap profase berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinarnakan Interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel). Contoh: kentang dan Caladium. misalnya pada bakteri. ganggang biru. Mitosis dan Meiosis (pembelahan reduksi). yaitu Amitosis. Kita mengenal tiga jenis reproduski sel. Pembelahan cara ini banyak dijumpai pada sel-sel yang bersifat prokariotik. digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sehingga bentuknya membesar. tulip dan bawang.Umbi lapis adalah batang pendek yang berada di bawah tanah. Amitosis adalah reproduksi sel di mana sel membelah diri secara langsung tanpa melalui tahap-tahap pembelahan sel. Contoh: tumbuhan lili. PEMBELAHAN MITOSIS .

Cirri dari tiap fase pada kariokinesis adalah: a) Profase Benang – benang kromatin berubah menjadi kromosom. didinium. ada yang lambat dan ada juga yang tidak mengalami pembelahan sama sekalisetelah melewati masa pertumbuhan tertentu. protozoa bersel tunggal mampu melakukan pembelahan hanya dalam waktu singkat. Sementara itu beberapa jenis bakteri mampu melakukan pembelahan hanya dalam hitungan jam. Sedangkan sitokinesis adalah proses pembagian sitoplasma kepada dua sel anak hasil pembelahan. . Kemudian setiap kromosom membelah menjadi kromatid dengan satu sentromer. dan Telofase. Akan tetapi sel – sel yang ada pada organ hati melakukan pembelahan dalam waktu tahunan. pembelahan mitosis terjadi pada sel somatic (sel penyusun tubuh). mikro tubulus dan sentriol. Pasangan sentriol yang terdapat dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kutub yang berlawanan. Pembelahan mitosis dibedakan atas dua fase. 1. yaitu Profase. Sel – sel tubuh yang aktif melakukan pembelahan memiliki siklus sel yang lengkap. ada sel – sel yang mampu melakukan pembelahan secara cepat. Dinding inti (nucleus) dan anak inti (nucleolus) menghilang. Pada sel – sel organisme multiseluler. ( growth atau gap). yaitu interfase dan mitosis. sehingga haya dalam waktu beberapa jam saja dapat dihasilkan ribuan. Siklus sel tersebut dibedakan menjadi dua fase(tahap ) utama. atau sel – sel saraf pada jaringan saraf yang sama sekali tidak tidak mampu melakukan pembelahan setelah usia tertentu. Sel – sel tersebut juga memiliki kemampuan yang berbeda – beda dalam melakukan pembelahannya. dan euglena. yaitu kariokinesis dan sitokinesis. Interfase terdiri atas 3 fase yaitu fase G. Metafase. Kariokinesis Kariokinesis selama mitosis menunjukkan cirri yang berbeda – beda pada tiap fasenya. Sama dnegan bakteri. misalnya sel – sel germinatikum kulit mampu melakukan pembelahan yang sangat cepat untuk menggantikan sel – sel kulit yang rusak atau mati.membran inti. misalkan amoeba. paramecium. Beberapa aspek yang dapat dipelajari selama proses pembagian materi inti berlangsung adalah berubah – ubah pada struktur kromosom.Pembelahan mitosis menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya sama dengan jumlah kromosom sel induknya. fase S (synthesis). kariokinesis adalah proses pembagian materi inti yang terdiri dari beberapa fase. fase G2(growth atau Gap2). proses pembelahan sel memiliki tahap – tahap tertentu yang disebut siklus sel. bahkan jutaan sel bakteri. Serat – serat gelendong atau benang – benang spindle terbentuk diantara kedua kutub pembelahan.

Serat – serat gelendong menghilang. Masing – masing sel anak yang terbentuk ini mengandung inti sel. Kemudian setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan menuju kekutub yang berlawanan. sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah – tengah sel. Tahap sitokinesis ini biasanya dimasukkan dalam tahap telofase. Kromatida yang berada jpada kutub berubah menjasadi benang – benangkromatin kembali. c) Anaphase Sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing – masing satu kromatida. 2 Sitokinesis Selama sitokinesis berlangsung. beserta organel – organel selnya. Satu Sel induk yang diploid (2n) menjadi 2 sel anakan yang masing – masing diploid. 2. Terbentuk kembali dinding inti dan nucleolus membentuk dua inti baru. terbentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan kromosom induknya. Terjadi pembelahan sitoplasma (sitokenesis) menjadi dua bagian. Akhirnya .b) Metafase Setiap kromosom yang terdiri dari sepasang kromatida menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang pembelahan (bidang ekuator). 4. Cincin kontraktil ini menyebabkan terbentuknya alur pembelahan yang akhirnya akan menghasilkan dua sel anak. Pada akhir nanfase. dan terbentuk membrane sel pemisah ditengah bidang pembelahan.Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induknya. d) Telofase Pada telofase terjadi peristiwa berikut: 1. Hasil mitosis: 1. 3. 2. dan menggantung pada serat gelendong melalui sentromer atau kinetokor. Pada tumbuhan. semua kroatida sampai pada kutub masing – masing. . sitoplasma sel hewan dibagi menjadi dua melalui terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengah sel.

tetapi dalam prosesnya terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom. Setelah selesai telofase II dan akan dilanjutkan ke profase I barulah terdapat fase istirahat atau interface.Keterangan: (a) Sitokinesis pada hewan (b) Sitokinesis pada tumbuhan Meiosis (Pembelahan Reduksi) adalah reproduksi sel melalui tahap-tahap pembelahan seperti pada mitosis. Meiosis terbagi menjadi due tahap besar yaitu Meiosis I dan Meiosis II Baik meiosis I maupun meiosis II terbagi lagi menjadi tahap-tahap seperti pada mitosis. . Secara lengkap pembagian tahap pada pembelahan reduksi adalah sebagai berikut : Berbeda dengan pembelahan mitosis. pada pembelahan meiosis antara telofase I dengan profase II tidak terdapat fase istirahat (interface).

Sedangkan pada tumbahan dikenal Makrosporogenesis (Megasporogenesis) danMikrosporogenesis. yaitu Oogenesis dan Speatogenesis.PERBEDAAN ANTARA MITOSIS DENGAN MEIOSIS Aspek yang dibedakan Tujuan Mitosis Untuk pertumbuhan Meiosis Sifat mempertahan-kan diploid 4 sel anak haploid (n) sel gonad Hasil pembelahan Sifat sel anak Tempat terjadinya 2 sel anak diploid (2n) sel somatis Pada hewan dikenal adanya peristiwa meiosis dalam pembentukan gamet. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful