P. 1
Materi Tartil i Rev

Materi Tartil i Rev

|Views: 442|Likes:
Published by KursusAlQuran
materi tartil
materi tartil

More info:

Published by: KursusAlQuran on Aug 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2012

pdf

text

original

MATERI TARTIL I

LEMBAGA KURSUS AL QUR’AN
YAYASAN MASJID AL FALAH
SURABAYA
BAB I

TARTIL

A. Pengertian Tartil
Pengertian Tartil secara bahasa berasal dari kata َ ﻞّﺗ َ ر - ُ ﻞﱢﺗ َ ﺮ ُ ـﻳ - ًﻼْ ﻴ ِ ﺗ ْ ﺮَ ـﺗ yang
artinya serasi atau indah. Sedangkan arti secara istilah adalah membaca
perlahan-lahan sambil memperjelas tempat keluarnya huruf (makhraj), mengerti
cara berhenti dan memulai (waqof wal ibtida’), sehingga pembaca dan pendengar
dapat memahami dan menghayati kandungan Al-Qur’an.
Kesempurnaan tartil adalah memcaba dengan seksama lafal-lafalnya
serta jelas huruf-hurufnya, dan satu huruf tidak ada yang tercampur dengan huruf
lain. Abu Daud meriwayatkan dari Ummu Salamah. Ia menceritakan tentang cara
Nabi saw. membaca Al-Qur’an adalah dengan bacaan yang perlahan satu huruf
demi satu huruf.
Diantara etika membaca Al-Qur’an yang disepakati oleh para ulama
adalah memperbagus suara saat membaca. Al-Qur’an tentunya adalah indah
bahkan ia amat indah. Namun, suara yang indah akan memambah keindahannya
sehingga menggerakkan hati dan menggoncangkan kalbu.

B. Dasar Hukum Mempelajari Tartil

Sesuai dengan firman Allah dalam surat (73) Al Muzzammil ayat 4
¸¦ :¸¸ ¸«,ls ¸_¸.´¸´¸ ¿¦´,¯¸1l¦ ¸,¸.¯¸. ¸_¸
¸¦ :¸¸ ¸«,ls ¸_¸.´¸´¸ ¿¦´,¯¸1l¦ ¸,¸.¯¸. ¸_¸

¸¦ :¸¸ ¸«,ls ¸_¸.´¸´¸ ¿¦´,¯¸1l¦ ¸,¸.¯¸. ¸_¸

Artinya : “………Dan bacalah Al-Qur’an dengan Tartil.”
Dan sabda Rasulullah SAW. :
ْ ﻢُ ﻜِ ﺗا َ ﻮ ْ ﺻَﺄِﺑ َ نآ ْ ﺮُ ﻘْﻟا ا ْ ﻮُ ـﻨﱢـﻳ َ ز
Artinya : “ Hendaklah kamu sekalian hiasi Al-Qur’an dengan suaramu yang
merdu.” (HR. At Turmudzi)
Dalam hadits ad-Darimi dikatakan,
ﺎ ًﻨ َ ﺴَ ﺣ َ نآ ْ ﺮُ ﻘْﻟا ُ ﺪْ ﻳِ ﺰ ُ ﻳ َ ﻦ َ ﺴَ ْ ﳊا َ تْ ﻮﱠ ﺼﻟا ﱠ نِ ﺈَﻓ ، ْ ﻢُ ﻜِ ﺗا َ ﻮ ْ ﺻَﺄِﺑ َ نآ ْ ﺮُ ﻘْﻟا ا ْ ◌ ْ ﻮُ ـﻨ ﱢ ﺴَ ﺣ
“Perindahlah Al-Qur’an dengan suara kalian, karena dengan suara yang
bagus akan menambah keindahan Al-Qur’an.”
Ada bayak hadits yang sahih tentang hal itu bahwa jika pembaca tidak
indah suaranya, maka ia disunnahkan untuk mengusahakan semampunya untuk
membaca dengan indah, sebatas tidak sampai kepada memanjang-manjangkan.

C. Tujuan dan Hikmah Mempelajari Tartil
Dengan demikian tujuan Tartil tidak jauh dengan tujuan ilmu Tajwid yaitu ;
1. Agar pembaca dapat melafadlkan huruf-huruf hijaiyah dengan baik.
2. Agar dapat memelihara kemurnian bacaan Al-Qur’an.
3. Menjaga lisan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan salah arti
kandunan Al-Qur’an.
Dan hikmahnya membaca dengan Tartil adalah memungkinkan perenungan
makna-makna yang terkandung didalam ayat-ayat yang kita baca.

D. Pengertian Tajwid
Secara bahasa Tajwid berasal dari kata : ا ً ﺪْ ﻳِ ﻮْ َ ﲡ– َ دﱠ ﻮ َ ﺟ - ُ دﱢ ﻮ َُ ﳚ
yang artinya membaguskan atau memperbaiki. Sedangkan menurut istilah Ilmu
Tajwid ialah melafadlkan huruf yang benar, sesuai makhraj, sifat, hukum-
hukumnya.
Tajwid sebagai disiplin ilmu mempunyai kaidah-kaidah tertentu yang harus
dijadikan pedoman dalam pengucapan huruf-huruf dari makhrajnya. Disaming
harus diperhatikan pula hubungan setiap huruf dengan yang sebelum dan
sesudahnya dalam pengucapannya. Oleh karena itu tidak dapat diperoleh hanya
sekedar dipelajari namun melalui latihan, praktek, dan menirukan orang yang baik
bacaannya.
Mempelajari Ilmu Tajwid hukumnya Fardlu Kifayah (wajib representatif)
yaitu kewajiban yang boleh dimiliki oleh sebagian orang muslim saja. Dan
mengamalkannya Fardlu ‘Ain (wajib personal) bagi setiap pembaca Al-Qur’an
(muslim).
Tujuan mempelajari Ilmu Tajwid adalah agar dapat membaca ayat-ayat Al-
Qur’an secara benar (fashih), sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Serta dapat memelihara dari kesalahan-kesalahan ketika membaca.








BAB II

HUKUM NUN SUKUN ATAU TANWIN

Huruf Nun Sukun dan tanwin jika bertemu salah satu huruf hijaiyah maka
akan timbul empat hukum bacaan. Diantaranya adalah :

I. IDZHAR HALQI
Idzhar menurut bahasa berarti jelas (terang). Menurut istilah berarti
mengeluarkan huruf dari makhrajnya tampa dengung, yaitu apabila nun sukun
atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf Halqi ( HAMZAH, KHA’, KHO’, ‘AIN,
GHAIN, HA’) baik dalam satu kalimat atau dua kalimat, maka wajib di baca idzhar.

غ ع خ ح ء ﻫ
Contoh :

ء : َ ﻦ َ ﻣا ْ ﻦ َ ﻣ – َ ﺐَﻗ َ وا َذ ِ ا ٍ ﻖ ِ ﺳﺎَ ﻏ
ح : َ ن ْ ﻮُ ـﺘ ِ ﺤْ ﻨ َ ـﻳ – ٌ ﻢْ ﻴ ِ ﻜ َ ﺣ ٌ ﻢْ ﻴ ِ ﻠ َ ﻋ
خ ٍ فْ ﻮ َ ﺧ ْ ﻦِ ﻣ : – ا ً ﺪِ ﻟﺎ َ ﺧا ً رﺎَﻧ
ع : َ ﺖْ ﻤ َ ﻌْ ـﻧَا – ٌ ﻢْ ﻴ ِ ﻠ َ ﻋ ٌ ﻊْ ﻴ ِ َ ﲰ
غ : ﱟ ﻞِ ﻏ ْ ﻦِ ﻣ – ٍ ن ْ ﻮُ ـﻨَْ ﳑ ُ ﺮ ْ ـﻴ َ ﻏ ٌ ﺮ ْ ﺟَا
ﻫ : ْ ﻢ ُ ﻬْ ـﻨ ِ ﻣ – ٍ رﺎ َ ﻫ ٍ فُ ﺮ ُ ﺟ
IDHAR WAJIB

Idhar Wajib ialah nun sukun bertemu huruf YA atau WAWU dalam satu
kalimat yang terdapat pada empat kalimat / kata.
Contoh :
ﺎ َ ﻴ ْ ـﻧ ﱡ ﺪﻟَا ُ نﺎ َ ﻴ ْ ـﻨ ُ ـﺑ ٌ نا َ ﻮْ ـﻨ ِ ﺻ ا َ ﻮْ ـﻨ ِ ﻗ
!.`,´¸ !.¸.¦´, _¸· !´,.´.l¦ «´..> _¸·´¸ ¸:¸¸>¸¦ «´..> !.¸·´¸ ´,¦.s ¸¸!.l¦ ¸_¸¸¸
¿¸| ´<¦ ´¸¸>´ _¸¸.]¦ _¡l¸..1`, _¸· .¸«¸¦,¸,. !±. ¸¸.l´ "_.´,., '_¡.¯¸. ¸_¸
_¸·´¸ ¸_¯¸¸¦ _L¸· ,´¸¸¡.>.¯. ¸..>´¸ _¸. ¸¸.´.s¦ _¯¸¸´¸ _,¸>´´¸ ¿¦´¡.¸. ¸¯,s´¸ ¸¿¦´¡.¸. _.`.¸ ¸,!.¸, ¸.¸>´¸
`_¸.±.´¸ !¸.-, _ls ¸_-, _¸· ¸_鸦 ¿¸| _¸· .¸l: ¸¸.,¸ ¸,¯¡1¸l _¡l¸1-, ¸_¸
´_¸.´¸ ¸_>.l¦ _¸. !¸¸-lL ¿¦´¡.¸· «´,¸.¦: ¸¸..>´¸ _¸. ¸,!.s¦ ¿¡.,¸l¦´¸ ¿!.´¸l¦´¸ !´¸¸,.:`. ´¸¯,s´¸ ¸«¸,.:.`.
¦¸`¸´L.¦ _|¸| .¸:¸¸.. ¦:¸| ¸..¦ .¸«¸-.,´¸ ¿¸| _¸· ¯¡>¸l: ¸¸.,¸ ¸,¯¡1¸l ¿¡`.¸.¡`, ¸__¸

Idhar Wajib ini tidak termasuk kelompok hukun nun sukun dan tanwin,
merupakan suatu perkecualian.

II. IDZGHOM
Idzghom menurut bahasa berarti memasukkan. Menurut istilah berarti
membaca dua huruf jadi satu seperti yang kedua dengan tasydid, apabila ada
nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf 6.
Bacaan Idzghom di bagi menjadi 2 macam :

1. Idzghom Bighunnah artinya masuk dengan dengung, apabila ada
nun sukun atau tanwin bertemu salah satu huruf YA’, NUN, MIM,
WAWU.
و ,م ,ن ,ي
Contoh :

ي : ُ ل ْ ﻮُ ﻘ َ ـﻳ ْ ﻦ َ ﻣ - َ ن ْ ﻮُﻠ َ ﻌ َْ ﳚ ٌ قْ ﺮ َ ـﺑ
ن : ٍ ﺔ َ ﻤ ْ ﻌِ ﻧ ْ ﻦِ ﻣ - ًة َ ﺮ ِ َ ﳔﺎ ً ﻣﺎَﻈِ ﻋ
م : َ ﻊَﻨ َ ﻣ ْ ﻦﱠ ِ ﳑ - ِ ﺪ َ ﺴَ ﻣ ْ ﻦِ ﻣ ٌ ﻞْ ﺒ َ ﺣ
و : ٍ قا َ و ْ ﻦِ ﻣ - ٍ ﺔ َ ﻴ ِ ﻫا َ و ٍ ﺬِ ﺌ َ ﻣ ْ ﻮ َ ـﻳ
7
2. Idzghom Bila Ghunnah artinya masuk dengan tidak dengung, yaitu
apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf LAM atau
RO’.
ر ,ل
Contoh :
ل : ُ ﻪْﻧ ُ ﺪَﻟ ْ ﻦِ ﻣ - َ ﻚَﻟ ٌ ﺮ ْ ـﻴ َ ﺧ
ر : ْ ﻢِ ﱢ َ ر ْ ﻦِ ﻣ - ٌ ﻢ ْ ﻴ ِ ﺣَ ر ٌ ر ْ ﻮُ ﻔَ ﻏ
CATATAN :

Apabila ada Nun Sukun bertemu huruf YA atau WAWU dalam satu kalimat
maka dibaca Idzhar Wajib. Terdapat pada empat kalimat / kata.
Contoh :
ﺎ َ ﻴ ْ ـﻧ ﱡ ﺪﻟَا ُ نﺎ َ ﻴ ْ ـﻨ ُ ـﺑ ٌ نا َ ﻮْ ـﻨ ِ ﺻ ا َ ﻮْ ـﻨ ِ ﻗ

¸¸.¸.´ ¸ _. `_¡1, !.`,´¸ !.¸.¦´, _¸· !´,.´.l¦ «´..> _¸·´¸ ¸:¸¸>¸¦ «´..> !.¸·´ ¸ ´,¦.s ¸¸!.l¦ ¸_¸¸¸ al-baqoroh
¿¸| ´<¦ ´¸¸>´ _¸¸.]¦ _¡l¸..1`, _¸· .¸«¸¦,¸,. !±. ¸¸.l´ "_.´,., '_¡.¯¸. ¸_¸ Ash-Shoff : 4
_¸·´¸ ¸_¯¸¸¦ _L¸· ,´¸¸¡.>.¯. ¸..>´¸ _¸. ¸¸.´.s¦ _¯¸¸´¸ _,¸>´´¸ ¿¦´¡.¸. ¸¯,s´¸ ¸¿¦´¡.¸. _.`.¸ ¸,!.¸, ¸.¸>´¸
`_¸.±.´¸ !¸.-, _ls ¸_-, _¸· ¸_鸦 ¿¸| _¸· .¸l: ¸¸.,¸ ¸,¯¡1¸l _¡l¸1-, ¸_¸ ar Ro’du : 4
´¡>´¸ _¸.]¦ _¸.¦ ´_¸. ¸,!.´.l¦ ´,!. !.>¸>!· .¸«¸, ,!,. ¸_´ ¸,`_: !.>¸>!· «.¸. ¦¸¸.> _¸¸>´ «.¸. !',>
!´,¸é¦´¸.¯. ´_¸.´¸ ¸_>.l¦ _¸. !¸¸-lL ¿¦´¡.¸· «´,¸.¦: ¸¸..>´¸ _¸. ¸,!.s¦ ¿¡.,¸l¦´¸ ¿!.´¸l¦´¸ !´¸¸,.:`. ´¸¯,s´¸
¸«¸,.:.`. ¦¸`¸´L.¦ _|¸| .¸:¸¸.. ¦:¸| ¸..¦ .¸«¸-.,´¸ ¿¸| _¸· ¯¡>¸l: ¸¸.,¸ ¸,¯¡1¸l ¿¡`.¸.¡`, ¸__¸ al-An’am : 99




III. IQLAB

Iqlab menurut bahasa berarti mengubah atau mengganti. Menurut istilah
berarti membaca nun sukun atau tanwin seperti mim mati, yaitu apabila ada
nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf BA’ baik dalam satu kata atau
dilain kata.
8
ب
Contoh :
ـ ﻩ ِ ﺪ ْ ﻌ َ ـﺒْ ِ ﳑ dibaca ﻩ ِ ﺪ ْ ﻌ َ ـﺑ ْ ﻦِ ﻣ
ـ ْ ﲑ ِ ﺼَ ﺒ ْ ﻤُ ﻌ ْ ـﻴ ِ َ ﲰ ٌ ◌ dibaca ٌ ﺮ ْ ـﻴ ِ ﺼَ ﺑ ٌ ﻊْ ﻴ ِ َ ﲰ
VI. IKHFA’ HAQIQI

Ikhfa’ menurut bahasa berarti samar (menyamarkan). Menurut istilah
berarti membaca huruf antara jelas dan masuk tanpa tasydid dengan ghunnah
(dengung) pada huruf awal kira-kira 3 harokat. Apabila ada nun sukun atau
tanwin bertemu dengan salah satu huruf 15. Yaitu : TA’, TSA’, J IM, DAL, DZAL,
ZAI, SIN, SYIN, SHOD, DHOD, THO’, DHO’ , FA’, QOF, KAF.

ك ق ف ظ ط ض ص ش س ز ذ د ج ث ت
Contoh :
: ت َ ن ْ ﻮ ُ ﻬ َ ـﺘ ْ ﻨ ُ ﻣ - ىِ ﺮْ َ ﲡ ٍ تﺎﱠﻨ َ ﺟ
: ث ا ً ر ْ ﻮُـﺜ ْ ﻨ َ ﻣ - ًﺎﺑا َ ﻮَـﺛ ٌ ﺮ ْ ـﻴ َ ﺧ
: ج ْ ﻢُ ﻛﺎ َﻨ ْ ـﻴ َ ْ ﳒَا - ٌ ﻞْ ﻴ ِ َ ﲨ ٌ ﺮ ْ ـﺒ َ ﺼَﻓ
: د ا ً دا َ ﺪْﻧَا - ٌﺔ َ ﻴ ِ ﻧا َ د ٌ نا َ ﻮ ْ ـﻨ ِ ﻗ
: ذ ٌ ر ِ ﺬْ ﻨ ُ ﻣ - مﺎ َ ﻘ ِ ﺘﻧْاوُذ ٌ ﺰ ْ ـﻳِ ﺰ َ ﻋ
: ز َ ﺰْ ـﻧَﺎَﻓ ﺎ َﻨْﻟ - ًﺔﱠﻴ ِ ﻛَ ز ًﺎﺴْ ﻔَـﻧ
: س ٍ ﻞْ ﻴ ﱢ ﺠ ِ ﺳ ْ ﻦِ ﻣ - ا ً ﺪْ ﻳ ِ ﺪ َ ﺳًﻻْ ﻮَ ـﻗ
: ش َ ﺪِ ﻬَ ﺷ ْ ﻦ َ ﻤَﻓ - ٍ ﺪْ ﻳ ِ ﺪَ ﺷ ٍ ﻦْ ﻛُ ر
: ص ا ً ر ْ ﻮ ُ ﺼْ ﻨ َ ﻣ - ﺮ َ ﺻْ ﺮ َ ﺻ ٍ ﺢْ ﻳِ ﺮﺑ
: ض ٌ د ْ ﻮُ ﻀْ ﻨ َ ﻣ - ﺎ ً ﻔ ْ ﻌ َ ﺿ ٍ ةﱠ ﻮُ ـﻗ
: ط َ ن ْ ﻮُ ﻘ ِ ﻄْ ﻨ َ ـﻳ - ٍ ﺔ َ ﺒﱢﻴَﻃ ٍ ﺔ َ ﻤِ ﻠ َ ﻛ
: ظ َﻼَﻓَا َ ن ْ و ُ ﺮُﻈْ ﻨ َ ـﻳ - ًﻼْ ﻴ ِ ﻠَﻇ ﻼِ ﻇ
ف : َ ن ْ ﻮُ ﻘ ِ ﻔْ ﻨ ُ ـﻳ - ْ ﻢ ُ ﻬَ ـﻓ ٌ ﻰ ْ ﻤُ ﻋ
: ف ِ ﻞْ ﺒ َ ـﻗ ْ ﻦِ ﻣ - ٌ ﺐْ ﻳِ ﺮَﻗ ٌ با َ ﺬَ ﻋ
: ك ْ نِ ا ْ ﻢُﺘ ْ ﻨ َ ﻛ - ْ ﲑِﺒ َ ﻛا ﻮُﻠ ُ ﻋ

Tingkat-tingkat bacaan Ikhfa’

Bacaan Ikhfa’ dibagi menjadi 3 tingkat :
1. Ikhfa’ A’la (ﻰﻠ ْ ﻋَا ْ ءﺎ َ ﻔ ْ ﺧِ ا) artinya paling tinggi, yaitu bacaan Ikhfa’nya lebih
lama dari ghunnahnya, sedangkan hurufnya adalah : ط د ت
9
2. Ikhfa’ Adna (ﱏْ دَا ْ ءﺎ َ ﻔ ْ ﺧِ ا) artinya paling rendah, yaitu bacaan Ikhfa’nya lebih
pendek dari ghunnahnya, hurufnya adalah : ك ق
3. Ikhfa’ Ausath ( ْ ﻂَ ﺳ ْ وَا ْ ءﺎ َ ﻔ ْ ﺧِ ا) artinya tengah-tengah yaitu bacaan Ikhfa’ dan
Ghunnanya sama-sama / sedang. Sedangkan hurufnya adalah selain
huruf-huruf Ikhfa’ A’la dan Ikhfa’ Adna.




10
BAB III

GHUNNAH



Ghunnah menurut bahasa adalah suara yang keluar dari hidung,
sedangkan menurut Istilah ialah suara merdu yang dikeluarkan dari NUN dan
MIM dan cara membacanya dengan membunyikan sambil mendengung.
Apabila ada NUN dan MIM yang bertasydid maka dibaca mendengung
sedangkan ukuran bacanya 1 alif (2 harakat). ّ ن ّ م

Contoh :
- ﱠ نِ ا ﺎ َﻨ ْ ـﻴَﻠ َ ﻋ ىَ ﺪ ُ ﻬْ ﻠَﻟ - َ ن ْ ﻮُ ﻛِ ﺮ ْ ﺴُ ﻳﺎ ﱠ ﻤَ ﻋ
- َ ْ ﲔِ ﻠ َ ﺳْ ﺮ ُ ﻣﺎﱠﻨ ُ ﻛﺎﱠﻧ ِ ا - ْ ﻦ َ ﻣﺎ ﱠ ﻣَا َ و َ كءﺎ َ ﺟ

11
BAB IV

HUKUM MIM SUKUN

Apabila ada mim sukun bertemu dengan salah satu huruf Hijaiyah, maka
hukum ada 3 bacaan:
1. Idzghom Mimi Mitslain (Idgham =masuk, Mimi =huruf mim)
Artinya memasukkan huruf yang sama jenisnya, yaitu apabila ada
mim sukun bertemu dengan huruf Mim.
Contoh :
َ ْ ﲔِ ﻤِ ﻠ ْ ﺴُ ﻣ ْ ﻢُﺘ ْ ﻨ ُ ﻛ ﻢُﺘ ْ ﺒ َ ﺴَ ﻛﺎ َ ﻣ ْ ﻢُ ﻜَﻟ َ و ُ ل ْ ﻮُ ﻘ َ ـﻳ ْ ﻦ َ ﻣ ْ ﻢ ُ ﻬْ ـﻨ ِ ﻣ َ و

2. Ikhfa’ Syafawi (Ikhfa’ =samar-samar, Syafawi =bibir)
Artinya menyamarkan bacaan dibibir dengan mendengung, apabila
ada mim sukun bertemu huruf Ba’
Contoh :

َ ْ ﲔ ِ ﺟِ رﺎ َ ِ ﲞ ْ ﻢ ُ ﻫﺎ َ ﻣ َ و ٍ ة َ رﺎ َ ﺠِِ ﲝ ْ ﻢِ ﻬ ْ ﻴ ِ ﻣ ْ ﺮَـﺗ ِ ﷲﺎِﺑ ْ ﻢ ِ ﺼَﺘ ْ ﻋِ ا

3. Idzhar Syafawi (Idhar =jelas, Syafawi =bibir)
Artinya membaca jelas dibibir dengan rapat tidak dengung, apabila
ada mim sukun bertemu dengan salah satu 26 huruf (selain Mim dan
Ba’)
Contoh :

أ : ﺎ ً ﻘْ ﻠ َ ﺧﱡ ﺪَ ﺷَا ْ ﻢُﺘ ْ ـﻧَا
ت : َ ن ْ ﻮ ُ ﻤَﻠ ْ ﻌَـﺗ ْ ﻢُﺘ ْ ـﻧَا َ و
ث : ْ ﻢُ ﻜْ ﻴِﻴ ُْ ﳛ ﱠُ ﰒ ْ ﻢُ ﻜُﺘ ْ ﻴ ِ ُ ﳝ ﱠُ ﰒ
ج : ْ ﻢِ ﱢ َ ر َ ﺪْ ﻨ ِ ﻋ ْ تﺎﱠﻨ َ ﺟ
ح : َ ن ْ ﻮُﻈِ ﻓﺎ َ ﺣ ْ ﻢِ ﻬ ْ ﻴَﻠ َ ﻋ






12
BAB V

HUKUM IDZGHAM

Idzgham ialah memasukkan sesuatu pada sesuatu, atau mengucapkan
dua huruf menjadi satu, seperti huruf yang bertasydid. Idh-gham adalah bacaan
yang harus dimasukkan.
Bacaan Idzgham ada 3 macam :
1. ) ْ ﲔَﻠ ِ ﺛ ﺎ َ ﻤَﺘ ُ ﻣ ْ مﺎَ ﻏ ْ د ِ ا ( Idzgham Mutamatsilain (semisal)
Mutamatsilain (sama jenis) yaitu sama makhroj dan sifatnya. Huruf
pertama mati dan huruf kedua hidup (berharokat). Cara membacanya
huruf pertama masuk pada huruf kedua atau dengan mentasdidkan.
Contoh :

ا ْ ﻮُﻠ َ ﺧَ د ْ ﺪَﻗ َ و = ا ْ ﻮُﻠ َ ﺧ ﱠ ﺪَﻗ َ و ْ ِ ﰊﺎ َﺘ ِ ﻜِﺑ ْ ﺐَ ﻫْ ذ ِ ا = ْ ِ ﰊﺎ َﺘ ِ ﻜﱢﺒ َ ﻫْ ذ ِ ا
¦:¸|´¸ ¯¡´¸',l> ¦¡l!· !..¦´, .·´¸ ¦¡l>: ¸¸±>l!¸, ¯¡>´¸ .· ¦¡`>¸> .¸«¸, ´<¦´¸ `¸l.¦ !.¸, ¦¡.l´ ¿¡..>, ¸_¸¸
al-maidah 61
-,¸¸.l`¸¦ _¸¸.]¦ ¦`¸´¸.:¦ «¦.l.l¦ _.¸l!¸, !.· ¸>´´¸ ¯¡¸.¸.>¸´ !.´¸ ¦¡.l´ _¸¸..¸`. ¸¸_ al-baqoroh 16
¸:¸|´¸ _.`..`.¦ _.¡`. .¸«¸.¯¡ 1¸l !.l1· ,¸¸.¦ .!.-¸, ¸>>l¦ ,¸>±.!· «.¸. !...¦ :´¸:s !´.,s .·
´¸¸ls ´_é ¸_!.¦ `¸¸,´¸:. ¦¡lé ¦¡,´¸.¦´¸ _¸. ¸_¸¸¯¸ ¸<¦ ¸´¸ ¦¯¡.-. _¸· ¸_¯¸¸¦ _¸¸.¸.±`. ¸_¸¸ al-
baqoroh 60




2. ) ْ ﲔَ ﺴِ ﻧ ﺎ َ ﺠَﺘ ً ﻣ ْ مﺎَ ﻏ ْ د ِ ا ( Idzgham Mutajanisain (sejenis)
Mutajanisain (sejenis) yaitu sama makhroj dan beda sifat. Cara
membacanya huruf pertama masuk pada huruf kedua atau dengan
mentasydidkan.
Contoh :
- ْ د  ت  َ ﱠ ﲔَ ـﺒ َـﺗ ْ ﺪَﻗ
- ْ ت  د  َ ﻮْ ﻋَ د ْ ﺖَ ﺒ ْ ﻴ ِ ﺟُا ﺎ َ ﻤُ ﻜُﺗ
- ْ ت  ط  ٌﺔ َ ﻔِ ﺋﺎَﻃ ْ ﺖَﻠ َ ـﻗ
- ْ ط  ت  َ ﺖْﻄ َ ﺴَ ﺑ ْ ﻦِ ﺌَﻟ
- ْ ت  ذ  َ ﻚِ ﻟذ ْ ﺚَ ﻬْ ﻠ َ ـﻳ
- ْ ذ  ظ  ا ْ ﻮ ُ ﻤَﻠَﻇ ْ ذ ِ ا
- ْ ب  م  ﺎ َﻨ َ ﻌ َ ﻣ ْ ﺐَ ﻛْ ر ِ ا
13
¸ :¦¸´¸| _¸· ¸_¸¸.]¦ .· _,,. .:´¸l¦ ´_¸. ¸¯_-l¦ _.· ¯¸±>, ¸,¡-.Ll!¸, _¸.¡`,´¸ ¸<!¸, ¸.1· ,...`.¦
¸:´¸`¸`-l!¸, _..'¡l¦ ¸ ¸!.¸±.¦ !> ´<¦´¸ _,¸.- ,¸¸l. ¸___¸ al-baqoroh 256
_!· .· ¸,,¸>¦ !.÷.´¡s: !.,¸1.`.!· ¸´¸ ¸¿!-¸,`.. _,¸,. _¸¸.]¦ ¸ ¿¡.l-, ¸__¸ yunus 89
!¸¸!., _¸¸.]¦ ¦¡`..¦´, ¦¡.¡´ ´¸!..¦ ¸<¦ !.´ _!· _.,¸s _¸¦ ´¡,`¸. ´_.¸,¸¸¦´¡>l¸l _. _¸¸!..¦ _|¸| ¸<¦ _!·
¿¡¯,¸¸¦´¡>'¦ _>´ '¸!..¦ ¸<¦ ¸´..!:· «±¸¸!L _¸. _¸., _,¸,´¸`.¸| ,¸±´´¸ «±¸¸!L !..`,!· _¸¸.]¦ ¦¡`..¦´ ,
_ls ¯¡¸>¸¸.s ¦¡>,.!· _¸¸¸¸¸.L ¸¸_¸ ash-shoff 14
_¸¸l ¸L., ´_|¸| ì., _¸.l.1.¸l !. !.¦ ¸1¸.!,¸, _¸., ,,l¸| ,l.·¸¸ _¸.¸| ,l>¦ ´<¦ ´,´¸ _,¸.l.-l¦ ¸__¸
al-maidah 28
¯¡l´¸ !.:¸: «.´.-·¸l !¸¸, .«.¸>.l´¸ .¦>¦ _|¸| ¸_¯¸¸¦ _,.¦´¸ «.´ ¡> .`«¦:.· ¸_:.´ ¸¸l÷l¦ ¿¸| ¯_¸.>´ ¸«,ls
¸¸l, ¸¦ «é¸.. ¸¸l, ,¸l: `_:. ¸,¯¡1l¦ _¸¸.]¦ ¦¡,.´ !´.¸..,!:¸, ¸_´.·!· ´_.1l¦ ¯¡¸l-l
¿¸`¸>±., al-‘arof 176
´_¸>´¸ _¸¸>´ `¸¸¸¸, _¸· ¸_¯¡. ¸_!,¸>l!´ _:!.´¸ _¡. .«.¯,¦ _lé´¸ _¸· ¸_¸¸-. ¯_.,., ¸é¯¸¦ !.-. ¸´¸
_>. _. _¸¸¸¸±.>l¦ hud 42 ¸__¸


3. ) ْ ﲔَ ـﺑِ رﺎ َ ﻘ َ ـﺘ ُ ﻣ ْ مﺎَ ﻏ ْ د ِ ا ( Idzgham Mutaqoribain (berdekatan)
Mutaqoribain (berdekatan) yaitu dekat makhroj dan sifatnya. Cara
membacanya di Idghamkan atau ditasydidkan huruf yang pertama pada
kuruf yang kedua.
Contoh
- ْ ل  ر  ﱢ بَ ر ْ ﻞُﻗ
- ْ ق  ك  ْ ﻢُ ﻜْ ﻘُﻠ ْ َ ﳔ ْ َ ﱂَا
_¸±>¦´ ¸ !.¸ l _!´.> ¸_.]¦ ´_¸. ¸«.>¯¸l¦ _·´ ¸ ¸,¯¸ !.¸. -¯¸¦ !.´ _¸.!´,`,´¸ ¦¸,¸-. ¸__¸
`¸l¦ _>1l>´ _¸. ¸,!. ¸_,¸¸. ¸_¸¸ al-mursalat 20

14
BAB VI

HUKUM TAFKHIM DAN TARQIQ

I. Pengertian Tafkhim dan Tarqiq

Tafkhim berarti menebalkan, maksudnya adalah membunyikan huruf
tertentu dengan suara atau bacaan tebal. Sedangkan pengertian tarqiq
adalah menipiskan, yaitu membunyikan huruf tertentu dengan suara tipis.
Huruf yang dibaca tebal dan tipis (tafkhim dan tarqiq) adalah huruf Lam dan
Ra’.
II. Membaca Huruf Lam

Huruf Lam yang dibaca tebal dan tipis hanya terdapat pada lafadl Allah
atau yang disebut Lam J alalah. Cara membaca lafadl Allah dibagi dua :

1. Dibaca Tafkhim (tebal), jika lafadh Allah didahului harakat fathah atau
dlummah
Contoh :
ُ ﷲا َ ل ْ ﻮ ُ ﺳَ ر ُ ﷲا َ ﺮ ْ ﺼَﻧ ْ ﻌ َ ـﻳ َ و َ ﷲا ُ ﻢَﻠ

2. Dibaca Tarqiq (tipis), jika lafadh Allah didahului harakat kasrah.

Contoh : ا ِ ﻢ ْ ﺴِﺑ ِ ﷲ ِ ﷲا ِ ل ْ ﻮ ُ ﺳَ ر ِ ﷲﺎﻳ

III. Membaca Huruf Ra’

Cara membaca huruf Ra’ dibagi dua :

1. Dibaca Tafkhim (tebal)
- RA fathah, RA fathatain, ) َﻨﱠـﺑ َ ر ا ً ﺮ ْ ـﻴ َ ﺧ ﺎ (
- RA dlummah, RA dlummatain, ) ٌ ﺮ ْ ـﻴ ِﺒ َ ﻛ ا ً ﺪْ ﻳ َ و ُ ر (
- RA sukun didahului fathah atau dlummah, ( َ نا ْ ﺮُـﻗ َ ﻞ َ ﺳْ رَا)
- RA sukun didahului kasrah atau hamzah washal, (ا ْ ﻮ ُ ـﺑﺎَﺗ ْ ر ِ ا)
- RA sukun didahului kasrah bertemu huruf isti’la’, ٌ سﺎَﻃ ْ ﺮ ِ ﻗ) (
15
Huruf Isti’la’ ada 7 : ق غ ظ ط ض ص خ
ـ RA sukun karena waqof didahului huruf mati. ( ِ ﺮ ْ ﺼَ ﻌﻟْا َ و )



2. Dibaca Tarqiq (tipis)
- RA kasrah, RA kasratain, (ٍ ﺮ ْ ﺴُ ﺧ ٌ ﺲْ ﺟِ ر )
- RA sukun didahului kasrah, ( ْ ﺮﱢ ـﺒ َ ﻜَﻓ َ ن ْ ﻮَ ﻋ ْ ﺮ ِ ﻓ)
- RA hidup didahului YA dibaca waqaf, (ٍ ْ ﲑَ ﺧ ٍ ْ ﲑ ِ ﺼَ ﺑ)

16
BAB VII

HUKUM LAM TA’RIF


Lam Ta’rif atau Al Ta’rif ialah Alif dan Lam yang berada diawal kata benda
(Isyim). Adapun hukum bacaannya dibagi menjadi 2 macam :
1. Idh-gham Syamsiyyah
2. Idh-har Qomariyyah

1. Idh-gham Syamsiyah (Idh-gham = masuk, Syamsiyah = sebangsa
matahari)
Apabila ada (لا) bertemu dengan salah satu huruf 14.
Dibaca lebur (Idhgham), ada tasdhid sesudah al.
Huruf Syamsiyah ada 14 :
د ث ت ز ر ذ ض ص ش س ن ل ظ ط

Contoh :
ِ ْ ﲔﱢ ـﺘﻟا َ و ﻰ َ ﺤﱡ ﻀﻟَا ِ ﻦ ْ ﲪَ ﺮﻟا ِ ﺲْ ﻤﱠ ﺸﻟا َ و

2. Idh-har Qamariyah (Idh-har =jelas, Qomariyah =sebangsa bulan)
Apabila ada (لا) dirangkaikan dengan salah satu huruf 14.
Dibaca terang (لا) (Idzhar), ada sukun pada lam.
Huruf Qomariyah ada 14 :
ح ج ب غ ع خ م ك ق ف و ﻫ ي ء

Contoh :
ُ ﺪ ْ ﻤَ ْ ﳊَا ُﺔ َ ﻌ ْ ﻤُ ْ ﳉَا ُ ﺰ ْ ـﻳِ ﺰ َ ﻌْﻟَا ُة َ ﺮَ ﻘ َ ـﺒْﻟَا

17
BAB VIII

GHARIB DAN MUSYKILAT
Pengertian Gharaibul kalimat atau Musykilatul kalimat secara bahasa
berarti yang aneh, tidak biasa atau perkara susah yang samar jarang terjadi.
Maksudnya adalah suatu bacaan yang aneh dan tidak biasa yang tulisan dan
bacaannya berbeda. Pembaca harus hati-hati apabila terdapat bacaan tersebut.

1. Imalah
َ و ﺎ َ ﻫﺮَْ ﳎ ﻪ ِ ﻠﻟا ِ ﻢ ْ ﺴِﺑ ﺎ َ ﻬ ْ ـﻴ ِ ﻓ ْ ﻮ ُ ـﺒ َ ﻛْ را َ لﺎَﻗ َ و ﺎ َ ﻬﺳْ ﺮ ُ ﻣ
ط
ٌ ﻢْ ﻴ ِ ﺣَ ر ٌ ر ْ ﻮُ ﻔَﻐَﻟ ِ ﰊﱠ ر ﱠ نِ ا
Q.S. Hud (11 : 41)
Bacaan Imalah (Imalah =condong/miring)
Artinya : memiringkan bunyi fathah pada kasrah
Di dalam Al-Qur’an hanya ada satu, yaitu di surat Hud ayat 41. Cara
membacanya adalah : huruf Ro’ harus dibaca miring RE seperti kata Sate
(dalam bahasa J awa).

2. Isymam
َ ﺑﺎ َ ﻳ اﻮُﻟﺎَﻗ َ ن ْ ﻮﺤِ ﺼﻨَﻟ ُ ﻪَﻟ ﱠ نِ ا َ و َ ﻒُ ﺳ ْ ﻮ ُ ـﻳ َ ﻰَﻠﻋﺎﱠﻨ َ ﻣْﺄَﺗ َﻻ َ ﻚَﻟﺎ َ ﻣ ﺎَﻧﺎ
Q.S. Yusuf (12 : 11)
Bacaan Isyman (Isyman =mengumpulkan dua bibir)
Artinya : bibir mecucu di tengah-tengah dengung sebagai isyarat bunyi
dlummah.
Di dalam Al-Qur’an hanya ada satu, terdapat dalam surat Yusuf ayat 11. Cara
membacanya : Nun tasydid disuarakan antara fathah dan dhummah sambil
kedua bibir dimoncongkan kedepan (mecucu).

3. Tashil
Q.S. Fushilat (41 : 44) ﱡ ِ ﰊَ ﺮ َ ﻋ َ و ﱡ ﻲِ ﻤ َ ﺠْ ﻋَا َ ء ....
ط



Bacaan Tashil (tashil =memudahkan)
Artinya :meringankan bunyi hamzah yang kedua. Dalam Al-Qur’an ada satu,
terdapat dalam surat Fushshilat 44. Cara membacanya : Hamzah pertama
dibaca biasa, hamzah kedua disuarakan antara hamzah dan alif (samar-
samar).
4. Naql
18
Q.S. Al-Hujurat 49 :11) ِ نﺎَْ ﳝ ِ ﻷْا َ ﺪ ْ ﻌ َ ـﺑ ُ فْ ﻮ ُ ﺴُ ﻔْﻟا ُ ﻢ ْ ﺳ ِ ﻻْا َ ﺲْ ﺌِﺑ ....
ج


Bacaan Naql (Naql =memindahkan)
Artinya : memindahkan harat kasrah dari ALIF ke LAM
Dalam Al-Qur’an hanya ada satu, pada surat Al Hujurot ayat 11. Cara
membacanya : Lam sukun (al) diganti dengan harakat huruf hamzah
sesudahnya (i) sehigga menjadi (ali) kemudian huruf Hamzah kasroh dari kata
(ismu) dibuang, sehingga berbunyi (lismu) dan dihubungkan dengan (bi’sa)
maka dibaca bi’salismu.

5. Saktah

Saktah =berhenti sejenak tanpa bernafas. Selama dua kharakat/dua ketukan
kemudian melanjutkan bacaan.
Dalam Al-Qur’an ada empat saktah :
- ﺎ ً ﻤﱢﻴ َ ـﻗ ﺎ ً ﺟَ ﻮِ ﻋ (Q.S. Al-Kahfi : 1-2)
- اﺬ َ ﻫ ﺎَﻧ ِ ﺪَﻗ ْ ﺮ َ ﻣ (Q.S. Yasin : 52)
- قا َ ر ْ ﻦ َ ﻣ (Q.S. Al-Qiyamah:27)
- َ نا َ ر ْ ﻞَ ﺑ (Q.S. Al-Mutoffifin : 14)
-

6. Nun Iwadl atau Nun Washol

Iwadl =pengganti, Washol =penyambung
Nun Iwadl ialah nun kecil yang tertulis dibawah kalimat yang berfungsi sebagai
penyambung kalimat berikutnya. Dengan cara: Merubah tanwin, jika
berhkarokat fathatain dibaca fathah, dhummatain dibaca dhummah, kasratain
dibaca kasrah dan jika fathah diikuti alif dibaca pendek. (Tanwin dianggap
hilang dan diganti dengan NI) dengan syarat :
a. Awal ayat jika ada nun Iwadl selamanya tidak dibaca.
b. Setiap ada nun Iwadl sebaiknya dibaca washol (sambung).

-
ن
َ ﻦْ ﻳ ِ ﺬﱠﻟا ← َ ﻦْ ﻳ ِ ﺬﱠﻟا
- ﺎ ً ﻣ ْ ﻮَ ـﻗ
ِ ن
ﻪﻠ ِ ﻟا ← ﻪﻠ ِ ﻟا ِ ن َ م ْ ﻮَ ـﻗ
19
- ٌﻪَﻨ ْ ـﺘ ِ ﻓ
ن
ُ ﺐَﻠ َ ﻘْ ـﻧا ← ُ ﺐَﻠ َ ﻘْ ـﻧا ِ ن ُﺔَﻨ ْ ـﺘ ِ ﻓ
- ِ ﺬِ ﺌ َ ﻣ ْ ﻮ َ ـﻳ
ن
ﱡ ﻖَ ْ ﳊا ← ﱡ ﻖَ ْ ﳊا ِ ن ِ ﺬِ ﺌ َ ﻣ ْ ﻮ َ ـﻳ

¸¸.´ ¯¡>,l. ¦:¸| ´¸ .> `¡´.> ¦ ,¯¡.l¦ ¿¸| ì¸. ¦´¸¯,> «¯,¸.´¡l¦ ¸_,.¸l´¡l¸l _,¸,¸·¸¦´ ¸
¸.¸`¸- .l!¸, !1 > _ls _,¸1`..l¦ ¸¸_¸¸ al-baqoroh 180
!.¦´ ¸ _. ´_.¦´, _¸.-´ ¸ !´>¸l.. .`«¦ · ,¦¸> _.`.>'¦ `_¡1´. .´¸ .«l _¸. !.¸¸.¦ ¦¸.¸ ¸__¸ al-kahfi
88
.«.¦´ ¸ , l>¦ ¦´:l . _|¸¸¦ ¸_¸¸ an-najm 50
¦:¸|´ ¸ ¦¸¦´ ¸ :¸.>¸´ ¸¦ ¦´¡> ¦¡´.±.¦ !¸¯,l¸| ì¡´¸.´¸ !.¸¸! · ¯_· !. ..¸s ¸<¦ ¸¯,> ´_¸. ¸¡¸ll¦ ´_¸.´¸
¸:¸.>¸.l¦ ´<¦´¸ ¸¯,> _,¸·¸¸¯¸l¦ ¸¸¸¸ al-jumuah 11
:¸| ¦¡l! · ¸.¡`,l :¡>¦´¸ ´¸>¦ ´_|¸| !.,¸,¦ !.¸. _>´´¸ «,`.`s ¿¸| !.!,¦ _¸.l ¸_.l. ¸_,¸,¯. ¸_¸
¦¡l.·¦ ¸.¡`, ¸¸¦ :¡`>¸L¦ !.¯¸¦ `_>´ ¯¡>l «>´¸ ¯¡>,¸,¦ ¦¡.¡> .´¸ _¸. .¸:¸.-, !´.¯¡· _,¸>¸l..
¸_¸ yusuf 8-9


20
7. Sifr ﺮﻔﺻ
(Sifr =kosong/bulat)
Maksudnya : kosong bacaannya tetapi tulisannya ada.
Sifr ada 2 :
1. ﺮﻳﺪﺘﺴﻣ ﺮﻔﺻSifr Mustadir (Bulatan kecil)
Ialah bulatan kecil yang terdapat diatas huruf tidak berfungsi / dalam
keadaan waqof atau washol dibaca pendek.

Contoh :
ﻪ ِ ﺌَﻠ َ ﻣ َ و ﻪِ ﺋﻼَ ﻣ َ و
ا ْ ﻮ ُ ﺴَﺌﻳْﺎَﺗَﻻ ا ْ ﻮ ُ ﺴَﺌ ْ ﻴ َ ـﺗَﻻ

¯_¸.,., ¦¡,>:¦ ¦¡´.´.>.· _¸. ¸.¡`, ¸«,¸>¦´¸ ¸´¸ ¦¡´.:,!. _¸. ¸_¸¯¸ ¸<¦ .«.¸| ¸ _:,!, _¸.
¸_¸¯¸ ¸<¦ ¸¸| `¸¯¡1l¦ ¿¸`¸¸±.>l¦ ¸__¸ yusuf 87
¸´¸ ´_l¡1. ¸,_!:¸l _¸.¸| _¸s!· .¸l: ¦.s ¸__¸ al-kahfi23
!.´¸ ¸.¸.¦´, _¸. !,¸¯¸ ¦´¡,¸´,¸l _¸· ¸_´¡.¦ ¸_!.l¦ ¸· ¦¡,¯¸, ..¸s ¸<¦ !.´¸ ¸.¸.¦´, _¸. ¸:¡´¸
_¸.,¸¸. «>´¸ ¸<¦ ,¸¸.l`¸! · `¡> ¿¡±¸-..l¦ ¸__¸ ar-ruum 39
!.¸| !...s¦ _¸¸¸¸±.>l¸l ¸¸..l. ¸.ls¦´¸ ¦´¸,¸- .´ ¸ ¸_¸ ad-dahr 4
¦¸,¸¸¦´¡ · _¸. ¸«.¸· !>¸'¸´.· ¦¸,¸.1 . ¸¸_¸ ad-dahr 16


2. ﻞﻴﻄﺘﺴﻣ ﺮﻔﺻSifr Mustathil (Bulatan lonjong)
Ialah bulatan kecil diatas huruf yang berfungsi, jika waqof (berhenti) dibaca
panjang, jika washol (terus) dibaca pendek.

Contoh :
ﻞﺻو ﻒﻗو
21
ﺎﻧ َ ◌َا نا ﺎﻧا
ْﺎﱠﻨ ِ ﻛ َ ◌ َ ◌ َ ل ﱠ ﻦِ ﻜﻟ ﺎﱠﻨ ِ ﻜﻟ
ﺎﻧﻮﻨﻈﻟا نﻮﻨﻈﻟا ﺎﻧﻮﻨﻈﻟا
اﺮﻳراﻮﻗ ﺮﻳراﻮﻗ اﺮﻳراﻮﻗ

¸´¸ !.¦ .¸,l . !. ,·.,s ¸_¸ al-kafirun 4
!.¸>.l ´¡> ´<¦ _¸¸´¸ ¸´¸ 츸.¦ _¸¸¸¸, ¦´. >¦ ¸__¸ al-kahfi 38
:¸| ¡´¸',! > _¸. ¯¡>¸·¯¡· _¸.´¸ _ ±`.¦ ¯¡>.¸. :¸|´¸ ¸¸ s¦¸ `¸..¯,¸¦ ¸¸- l,´ ¸ ¸¡l1l¦ ¸¸>!. >l¦
¿¡´.´L.´¸ ¸<!¸, !.¡`.Ll¦ ¸¸¸¸ al-akhzab 10
.!L`,´ ¸ ¡¸¸¯,ls ¸«´,¸.!:¸, _¸. ¸«.¸· ¸,¦´¡´¦´¸ ¸ .l´ ¦¸,¸¸¦´ ¡· ¸¸_¸ ad-dahr 15
22
BAB IX

BACAAN YANG PERLU DIPERHATIKAN
A. Cara Membaca lafadz An َﺎﻧا
Semua Tulisan (Lafadh) ana َﺎﻧَا dibaca pendek jika washol dan
dibaca panjang apabila waqof. Kecuali empat kata dalam Al-Qur’an yang
tetap dibaca panjang yaitu:
1. Q.S. Ali Imron (3) : 119
¦:¸|´ ¸ ¦¯¡l> ¦¡´.s `¡>,l. _¸.! .¸¦ ´_¸. ¸1,-l¦
2. Al-Furqon (25) : 49
´_¸.`>`.¸l .¸«¸, :.¦, !.,. .«´,¸1`.·´¸ !´.¸. !.1l> !..-.¦ ¯_¸.! .¦´ ¸ ¦¸,¸:é ¸__¸
3. Luqman (31) : 15
_¸,.¦´ ¸ _,¸,. _. ´,!.¦ ´_|¸|
4. Az-zumar (39) : 17
_¸¸.]¦´¸ ¦¡,..>¦ ,¡-.Ll¦ ¿¦ !>¸.,-, ¦¡,! .¦´¸ _|¸| ¸<¦ `¡¸l _´¸:,l¦


B. Cara Membaca “I” ﻰـــﺋ ِ ◌
Semua tulisan ﻰـــﺋ ِ ◌ seharusnya dibaca panjang seperti lafadh
ﻰﺋﺎﻛرــﺷ Kecuali tiga tempat yang ada dalam Al-Qur’an harus dibaca pendek
1. Q.S. yunus (10) : 15
_¸. ¸_!1l¸. _¸.±.
2. Ar-Ruum (30) : 8
¿¸|´¸ ¦¸,¸:´ ´_¸. ¸_!.l¦ ¸_!1¸l¸, ¯¡¸¸¸,´¸ ¿¸`¸¸±.>l ¸_¸
3. Asy-Syura (42) : 51
¸¦ _¸. ¸_¦´¸´ ¸ ¸,!>¸¬

23
C. Cara membaca “U” ُ ؤ
Dalam Al-Qur’an ُ ؤ seharusnya dibaca panjang satu alif, tetapi ada
beberapa tempat dalam Al-Qur’an yang harus dibaca pendek.
1. Q.S. Al-baqoroh (2) : 223
¯¡´¸!.¸· ,¯¸> ¯¡>l ¦¡.! · ¯¡>.¯¸> _.¦ ,..¸:
2. An-Nisa’ (4) : 11 & 22
¯¡´¸!,¦´, ¯¡´¸!.¯,¦´ ¸ ¸ ¿¸'¸.. ¯¡¸¯,¦ ´,¸·¦ ¯_>l !´-± .
3. Al-Maidah (5) : 18
¸¸l!·´ ¸ :¡¸´,l¦ _¸...l¦´¸ _>´ ¦¡..¯,¦ ¸<¦ .:¡.´,¸>¦´¸
4. Al-An’am (6) : 22
_¸¦ `¡´¸l´´¸. _¸¸.]¦ ¯¡..´ ¿¡.`s¸. ¸__¸
D. Cara membaca “U” ا ُ ؤ
Semua tulisan ا ُ ؤ seharusnya dibaca panjang satu alif seperti lafadh
ا ُ ؤﺂ َ ﺒ َ ـﻓ – ا ُ ؤﺂ َ ﺟ tetapi ada beberapa tempat dalam Al-Qur’an yang harus dibaca
pendek ketika washol dan dibaca sukun ketika waqof, lafadh-lafadh
tersebut antara lain :
1. Al-An’am (6) : 5
.¯¡.· ¯¡¸¸,¸.!, ¦¡.,. ¦ !. ¦¡.l´ .¸«¸, ¿¸',¸¸¯¸.`.¸ ¸_¸
2. Al-An’am : 94
_¸¸.]¦ ¯¡..s¸ ¯¡·¸.¦ ¯¡>,¸· ¦¡.´´¸.
3. Hud (11) : 87
_¸· !.¸l´¡.¦ !. ¦¡.:·
4. Yusuf (12) : 85
¦¡l! · ¸<! . ¦¡.±. `¸é.. ¸.¡`,


5. Ibrohim (14) : 21
24
¦¸`¸¸,´¸ ¸< !´-,¸. - _!1 · ¦¡.±-´.l¦
6. An-Nahl (16) : 48
`¸l´¸¦ ¦¸¸, _|¸| !. _l> ´<¦ _¸. ¸,`_: ¦¡, ±., .`«¦.l¸L
7. Toha (20) : 18
¦¡é´¡ .¦ !¸¯,l . ´_>¦´ ¸ !¸¸,
8. Ar-Rum (30) : 13
¯¡l´¸ _>, ¡¸l _¸. `¸¸¸¸¸l´´¸. ¦¡.-±:
9. Al-Fathir (35) : 28
!..¸| _:>´ ´<¦ _¸. ¸:¸:!,¸s ¦¡..l`-l¦



E. Cara membaca “U” وُا
Ada beberapa lafadh وُا diawal kata yang harus dibaca pendek yaitu:
1. Q.S. Al-Baqoroh (2) : 5
,¸¸.l`¸¦ _ls _.> _¸. ¯¡¸¸¸,¯¸ ,¸¸.l`¸¦´ ¸ `¡> _¡>¸l±.l¦ ¸_¸
2. Al-Baqoroh : 269
!.´¸ `¸é., ¸¸| ¦¡l`¸¦ ¸¸.,l¸¦ ¸___¸
3. Toha (20) : 84
_!· ¯¡> ¸,¸`¸¦ ´_ls _¸¸.¦ ¸l¸>s´¸ ,,l¸| ¸,´¸ _.¸.¸l ¸__¸
4. Al-Isro’ (17) : 5
¦:¸| · ´,l> .s´ ¸ !.¸.l¸¦ !..-, ¯¡÷,l . ¦´:!,¸s !´.l _¸|`¸¦ ¸_!,
5. At-Tholaq (65) : 4
¸.l`¸¦´ ¸ ¸_!´.-¸¦ ´_¸l>¦ ¿¦ ´_-., ´_¸ l.-




25

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->