P. 1
Diferensial Dalam Peranan Ekonomi

Diferensial Dalam Peranan Ekonomi

|Views: 1,688|Likes:
Published by arismunawarmunawir

More info:

Published by: arismunawarmunawir on Aug 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/03/2014

pdf

text

original

MAKALAH

”PENERAPAN DIFERENSIAL DALAM EKONOMI” (Elastisitas,Konsumsi & Tabungan)
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH MATEMATIKA EKONOMI

Disusun Oleh :

1) INDAH LESTARI (081631007) 2) INA YANTI (080631034) 3) ELON (080631012) 4) CUCU NURMANSYAH

FKIP MATEMATIKA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON
Jl. Tuparev No. 70 Cirebon Tlp. (0231)209608,209617,209625, Fax : (0231) 209608 http://www.umcirebon.com email : info@umcirebon.com

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan tugas makalah Penerapan Diferensial Dalam Ekonomi dengan baik tanpa adanya kendala apapun yang berarti. Tugas makalah Penerapan Deferensial Dalam Ekonomi ini kami susun agar dapat memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah matematika ekonomi. Tujuan lain penyusunan tugas ini adalah supaya para pembacanya dapat memahami tentang matematika terapan dalam bisnis dan ekonomi. Materi pada makalah ini kami buat dengan menggunakan bahasa yang sederhana supaya dapat dimengerti oleh pembaca. Akhirnya, kami ucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang telah memberikan kontribusinya dalam penyelesaian makalah ini. Saran dan kritik dari berbagai pihak kami harapkan untuk menyempurnakan makalah ini. Demikian, terimakasih

Cirebon, Oktober 2010

Tim Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………….……i DAFTAR ISI …………………………………………………………………………...…ii BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………..1 BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………………………2 2.1 Pengertian Diferensial ………………………………………………………..2 2.2 Penerapan Diferensial ………………………………………………………..3 2.2.1 Elastisitas ……………………………………………………………...3 2.2.2 Pendapatan Konsumsi ………………………………………………...5 2.2.3 Pendapatan Tabungan …………………………………………………6 BAB III PENUTUP ………………………………………………………………………8 DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN
Diferensial membahas tentang tingkat perubahan suatu fungsi sehubungan dengan perubahan kecil dalam variabel bebas fungsi yang bersangkutan. Dengan diferensial dapat pula disidik kedudukan – kedudukan khusus dari fungsi yang sedang dipelajari seperti titik maksimum, titik belok dan titik minimumnya jika ada. Berdasarkan manfaat – manfaat inilah konsep diferensial menjadi salah satu alat analisis yang sangat penting dalam bisnis dan ekonomi. Sebagaimana diketahui, analisis dalam bisnis dan ekonomi sangat akrab dengan masalah perubahan, penentuan tingkat maksimum dan tingkat minimum. Pendekatan kalkulus diferensial amat berguna untuk menyidik bentuk gambar suatu fungsi non linear. Dengan mengetahui besarnya harga dari turunan pertama (first derivative) sebuah fungsi, akan dapat dikenali bentuk gambar dari fungsi tersebut. Secara berurutan seksi-seksi berikut akan membahas hubungan antara fungsi non linear dan derivative pertamanya, guna mengetahui apakah kurvanya menaik atau kan menurun pada kedudukan tertentu; hubungan antara fungsi parabolic dan derivativenya, guna mengetahui letak dan bentuk titik ekstrimnya (maksimum atau minimum) serta hubungan antara fungsi kubik dan derivativenya guna mengetahui letak dan bentuk titik ekstrim serta letak titik beloknya. Akan tetapi sebelum semua itu, marilah kita perhatikan hubungan secara umum antara sebuah fungsi dan fungsi-fungsi turunannya. Berdasarkan kaidah deferensi, dapat disimpulkan bahwa turunan dari suatu fungsi berderajat “n” adalah sebuah fungsi berderajat “n-1”. Dengan perkataan lain, turunan dari fungsi berderajat 3 adalah sebuah fungsi berderajat 2, turunan dari fungsi berderajat 2 adalah sebuah fungsi berderajat 1, turunan dari fungsi berderajat 1 adalah sebuah fungsi berderajat 0 alias sebuah konstanta, dan akhirnya turunan dari sebuah konstanta adalah 0.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Diferensial Persamaan diferensial adalah persamaan matematika untuk fungsi satu variabel atau lebih, yang menghubungkan nilai fungsi itu sendiri dan turunannya dalam berbagai orde. Persamaan diferensial memegang peranan penting dalam rekayasa, fisika, ilmu ekonomi dan berbagai macam disiplin ilmu alin. Darivatif atau turunan dengan tidak dianggap sebagai suatu hasil bagi atau pecahan

sebagai pembilang dan dx sebagai penyebut, melainkan sebagai lambang yang , sewaktu mendekati nilai nol sebagai limit. Akan tetapi

menyertakan limit dari

untuk dapat memahami masalah – masalah tertentu kadang – kadang bermanfaat juga untuk menafsirkan dx dan dy secara terpisah. Dalam hubungan ini dx menyatakan diferensial x dan dy diferensial y. pengertian diferensial berguna sekali, misalnya dalam aplikasinya pada kalkulus integral dan pada pendekatan perubahan dalam variabel gayut yang berkaitan dengan perubahan – perubahan kecil dalam variabel bebas. Jika fَ (x) merupakan derivative dari fungsi f(x) untuk nilai x tertentu dan merupakan kenaikan dalam x, maka diferensial dari f(x), yang dalam hal ini ditulis f(x), terdefinisikan oleh persamaan. df (x) = fَ (x) . Jika f(x) = x, maka fَ (x) = 1, dan dx = diferensial dx dari x sama dengan Jika y = f(x), maka dy = fَ (x) dx = dx . . Jadi jika x merupakan variabel bebas, maka

Jadi diferensial suatu variabel gayut sama dengan hasil kali turunannya dengan diferensial variabel bebas. Secara geometrical perhatikanlah kurva y = f(x) (lihat gambar 9 dibawah ini), dan misalkan turunannya pada titik P = fَ (x). Maka dx = PQ dan dy = fَ (x) = ( )(PQ) =

Oleh karena itu dy atau df (x) adalah kenaikan ordinat dari tangens yang berpadanan dengan dx. Argumentasi geometrical ini membawa kita kepada penfsiran derivative sebagai suatu hasil bagi atau pecahan, jika sembarang kenaikan dari variabel bebas x pada suatu titik P (x,y) pada kurva y = f(x) dinyatakan dengan dx, maka dalam rumusan turunannya. = fَ (x) = ( )

dy menyatakan kenaikan yang berpadan dari koordinat tangens pada P. Perhatikan, bahwa diferensial dy dan kenaikan yang berpadan dengan nilai dx = QPَ Dari gambar itu dapat dilihat dengan jelas, bahwa dy = QT kurang lebih sama, jika = QP', dan dari fungsi

yang sama, pada umumnya =

tidaklah sama. Dalam gambar.9 disamping dy = QT sedang

= PQ sangatlah kecil. Pada

hakekatnya jika variabel bebas kecil sekali perubahannya, maka diferensial fungsi itu hamper sama dengan kenaikan fungsi. Jika diferensial fungsi dapat dipakai untuk mendekati perubahannya, apabila perubahan variabel bebas keci sekali. 2.2 2.2.1 Penerapan Diferensial Ekonomi Elastisitas Elastisitas dari suatu fungsi sebagai : berkenaan dengan x dapat didefinisikan

Ini berarti bahwa elastisitas

merupakan limit dari rasio antara perubahan

relative dalam y terhadap perubahan relative dalam x, untuk perubahan x yang sangat kecil atau mendekati nol. Dengan terminology lain, elastisitas y terhadap x dapat juga dikatakan sebagai rasio antara persentase perubahan y terhadap perubahan x. a) Elastisitas Permintaan Elastisitas permintaan (istilahnya yang lengkap : elastisitas harga permintaan, price elasticity of demand) ialah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya perubahan jumlah barang yang diminta akibat adanya perubahan harga. Jadi, merupakan rasio antara

persentase perubahan jumlah barang yang diminta terhadap persentase perubahan harga. Jika fungsi permintaan dinyatakan dengan Qd = f(P), maka elastisitas permintaannya :

Dimana

tak lain adalah Q'd atau f'(P)

Permintaan akan suatu barang dikatakan bersifat elastic apabila | – uniter jika | | , dan inelastic bila | |

|

, elastic

. Barang yang permintaanya elastic

mengisyaratkan bahwa jika harga barang tersebut berubah sebesar persentase tertentu, maka permintaan terhadapnya akan berubah (secara berlawanan arah) dengan persentase yang lebih besar daripada persentase perubahan harganya. Contoh kasus: Fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukan oleh persamaan Qd = 25 – 3 P2 . tentukan elastisitas permintaannya pada tingkat harga P = 5. Qd = 25 – 3 P2
.

ηd = 3 berarti bahwa apabila, dari kedudukan P = 5, harga naik (turun) sebesar 1 persen maka jumlah barang yang diminta akan berkurang (bertambah) sebanyak 3 persen. b) Elastisitas Penawaran Elastisitas penawaran (istilahnya yang lengkap : elastisitas harga penawaran, price elasticity of supply) ialah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya perubahan jumlah barang yang ditawarkan berkenaan adanya perubahan harga. Jadi, merupakan rasio antara persentase perubahan harga. Jika fungsi penawaran dinyatakan dengan Qs = f(P), maka elastisitas penawarannya :

Dimana

tak lain adalah Q's atau f'(P).

Penawaran suatu barang dikatakan bersifat

elastic apabila

, elastic – uniter jika

dan inelastic bila

. Barang yang

penawarannya inelastic mengisyaratkan bahwa jika harga barang tersebut (secara searah) dengan persentase yang lebih kecil daripada persentase perubahan harganya. Contoh kasus : Fungsi penawaran suatu barang dicerminkan oleh Qs = -200 + 7 P2. Berapa elastisitas penawarannya pada tingkat harga P = 10 dan P = 15 ?

Qs = -200 + 7 P2 Q’s = dQs / dP = 14 P Pada P = 10, Pada P = 15, berarti bahwa apabila dari kedudukan P = 10, harga naik (turun) sebesar 1 % maka jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah (berkurang) sebanyak 2,8% Dan berarti bahwa apabila dari kedudukan P = 15, harga naik (turun) sebesar

1% maka jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah (berkurang) sebanyak 2,3% c) Elastisitas Produksi Elastisitas produksi ialah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya perubahan jumlah keluaran (output) yang dihasilkan akibat adanya perubahan jumlah masukan (input) yang digunakan. Jadi, merupakan rasio antara persentase perubahan jumlah keluaran terhadap persentase perubahan jumlah masukan. Jika P melambangkan jumlah produk yang dihasilkan sedangkan X melambangkan jumlah factor produksi yang digunakan, dan fungsi produksi dinyatakan dengan P = f(X), maka efisiensi produksinya :

Dimana

adalah produk marjinal dari X [P' atau f' (X)].

Contoh kasus : Fungsi produksi suatu barang ditunjukan oleh persamaan P = 6 X2 – X3. Hitunglah elastisitas produksinya pada tingkat penggunaan factor produksi sebanyak 3 unit dan 7 unit.

P = 6 X2 – X3

P’ = dP / dX = 12 X – 3 X2

Pada X = 3, Pada X = 7, berarti bahwa, dari kedudukan X = 3, maka jika jumlah input dinaikkan (diturunkan) sebesar 1% maka jumlah output akan bertambah (berkurang) sebanyak 1 % Dan berarti bahwa, dari kedudukan X = 7, maka jika jumlah input dinaikkan

(diturunkan) sebesar 1% maka jumlah output akan bertambah (berkurang) sebanyak 9 % 2.2.2 Pendapatan Konsumsi Dalam ekonomi makro, pendapatan masyarakat suatu negara secara keseluruhan (pendapatan nasional) dialokasikan ke dua kategori penggunaan, yakni dikonsumsi dan ditabung. Jika pendapatan dilambang dengan Y, sedangkan konsumsi dan tabungan masing – masing dilambangkan dengan C dan S, maka kita dapat merumuskan persamaan: Y=C+S Baik konsumsi nasional maupun tabungan nasional pada umumnya dilambangkan sebagai fungsi linear dari pendapatan nasional. Keduanya berbanding lurus dengan pendapatan nasional. Semakin besar pendapatan nasional maka konsumsi dan tabungan akan semakin besar pula. Sebaliknya apabila pendapatan berkurang, konsumsi dan tabungan pun akan berkurang pula, sehingga : DY = C + S  diferensial Karena C + S = dY  dY/dY = C/dY + S/dY  derivasi C/dY = MPC (Marginal Propensity to Consume) S/dY = MPS (Marginal Propensity to Save) Sehingga terbukti bahwa MPC + MPS = 1 2.2.3 Pendapatan Tabungan Konsep diferensial dengan mudah dapat diperluas menjadi fungsi yang terdiri dari dua atau lebih variabel bebas. Perhatikan fungsi tabungan berikut ini :

S = S (Y,i) Dimana S adalah tabungan (savings). Y adalah pendapatan nasional (national income), dan i adalah suku bunga (interes rate). Fungsi ini kita asumsikan seperti semua fungsi yang akan kita gunakan disini diasumsikan kontinu dan memiliki derivative (parsial) kontinu, atau secara simbolis, f Є C'. Derivatif parsial mengukur kecenderungan

marginal (marginal propensity to save). Jadi, untuk semua perubahan dalam Y, dY, perubahan S hasilnya dapat diaproksima dengan kuantitas ( ) perubahan dalam i, di kita dapat ( ) . Demikian juga jika

sebagai aproksimasi untuk menentukan

perubahan S yang dihasilkan. Jadi perubahan total dalam S diaproksimsi dengan diferensial ( ) ( )

Atau dengan menggunakan notasi yang lain,

Perhatikan bahwa kedua derivative parsial S y dan Si kembali menaikan peran sebagai “pengubah” yang masing – masing mengubah dY dan di menjadi dS yang bersesuaian. Pernyataan dS, yang merupakan jumlah perubahan – perubahan hasil aproksimasi dari kedua sumber, disebut diferensial total dari fungsi tabungan. Dan proses untuk mencari diferensial total ini disebut diferensiasi total (total differentiation), sebaliknya kedua komponen yang ditambahkan di ruas kanan disebut sebagai diferensial parsial dari fungsi tabungan. Tentu saja ada kemungkinan dimana Y dapat berubah sedangkan i konstan. Dalam hal ini di = 0 dan diferensial total akan disederhanakan menjadi diferensial parsial: ( ) . Dengan membagi kedua sisi persamaan dengan dY diperoleh ( ) )i konstan

BAB III PENUTUP
Diferensial membahas tentang tingkat perubahan suatu fungsi sehubungan perubahan kecil dalam variabel bebas fungsi yang bersangkutan. Derivasi adalah hasil yang diperoleh dari proses diferensiasi. Dalam ekonomi makro, pendapatan masyarakat suatu negara secara keseluruhan (pendapatan nasional) dialokasikan ke dua kategori penggunaan, yakni dikonsumsi dan ditabung. Jika pendapatan dilambang dengan Y, sedangkan konsumsi dan tabungan masing – masing dilambangkan dengan C dan S, maka kita dapat merumuskan persamaan: Y = C + S Semakin besar pendapatan nasional maka konsumsi dan tabungan akan semakin besar pula. Sebaliknya apabila pendapatan berkurang, konsumsi dan tabungan pun akan berkurang pula, sehingga : DY = C + S  diferensial S = S (Y,i), dimana S adalah tabungan (savings). Y adalah pendapatan nasional (national income), dan i adalah suku bunga (interes rate).

Demikian juga jika perubahan dalam i, di kita dapat ( )

sebagai aproksimasi

untuk menentukan perubahan S yang dihasilkan. Jadi perubahan total dalam S diaproksimsi dengan diferensial ( ) ( )

DAFTAR PUSTAKA

Dumairy, “Matematika Terapan untuk Bisnis dan Ekonomi”, edisi kedua, BPFE, Yogyakarta, 1991 http://books.google.co.id/books?id=_atldTGGzNQC&printsec=frontcover

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->