P. 1
Makalah Strategi Pembelajaran Inovatif Berbasis Ict

Makalah Strategi Pembelajaran Inovatif Berbasis Ict

|Views: 50|Likes:
Published by i2b
ibadkadabrak.wordpress.com
ibadkadabrak.wordpress.com

More info:

Published by: i2b on Aug 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2012

pdf

text

original

MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS ICT

Disusun untuk memenuhi tugas kelompok Mata Kuliah : Strategi Pembelajaran Dosen Pengampu: Bapak Aris Mujiyono

Disusun oleh : Siti Nurul Ummah Nur Hidayah Isnaini Fitria Widyaningsih Nurul Azizah Moh. Arif ikhwanudin Rombel : 06 1401409091 1401409082 1401409249 1401409064 1401409

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR S1 FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010

BAB I PENDAHULUAN
Kemajuan suatu bangsa salah satu indikatornya, dapat dilihat dari perkembangan dunia pendidikan pada bangsa tersebut. Kemajuan pendidikan juga menggambarkan tingkat tingginya kebudayaan suatu bangsa. Kemajuan sektor pendidikan akan berpengaruh cukup signifikan terhadap kemajuan suatu bangsa, khususnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Demikian pula sebaliknya kemajuan suatu bangsa berpengaruh yang cukup signifikan pula terhadap sektor pendidikannya. Sekarang bagaimana halnya dengan perkembangan kemajuan pendidikan di negara kita. Kalau kita amati secara kasustik perkembangan pendidikan di negara kita sebenarnya cukup menggembirakan, seperti telah diraihnya prestasi juara I Olympiade Fisika Internasional beberapa kali oleh putera- puteri Indonesia. Hanya saja prestasi ataupun tingkat kemajuan pendidikan di negara kita justru menggambarkan hal yang sebaliknya. Ini terungkap dari hasil penelitian yang oleh lembaga-lembaga internasional yang berkompeten mengadakan penelitian di bidang pendidikan. Bahkan kita berada jauh di bawah Malaysia, dan Singapura, dan yang sangat mengagetkan kita justru berada di bawah Vietnam. Terlepas dari kriteria-kriteria yang dijadikan acuan dari penelitian tersebut, yang jelas dari hasil penelitian itu, sudah menggambarkan kondisi pendidikan di negara kita saat ini. Hal ini tentunya akan menjadi pemicu bagi khususnya seorang guru yang kerkecimpung dalam dunia pendidikan untuk lebih meningkatkan kinerja dan inovasi-inovasi dalam dunia pendidikan. Salah satu inovasi yang perlu dilakukan adalah model dari pelaksanaan pembelajaran. Hal ini perlu dilakukan sebab dalam kegiatan pembelajaran inilah transfer berbagai kompetensi berlangsung. Sesuai dengan kondisi saat ini di mana perkembangan teknologi sangat pesat, khususnya di bidang teknologi informasi. Jadi sudah merupakan keharusan untuk memanfaatkan teknologi informasi tersebut ke dalam dunia pendidikan. Eksistensi pembelajaran yang ada di sekolah saat ini khususnya di daerah pedesaan pada umumnya masih teacher sentris(berpusat pada guru) dan belum memanfaatkan media pembelajaran secara optimal,serta memanfaatkan media teknologi informasi, khususnya internet.

BAB II ISI STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS ICT

 Dasar Pemikiran Strategi Penerapan E-Learning dalam Pembelajaran
A. Tinjauan Kondisi Pembelajaran Saat Ini E. Mulyasa, 2005 menyatakan bahwa guru, kreatif, profesional, dan menyenangkan harus memiliki berbagai konsep dan cara untuk mendongkrak kualitas pembelajaran. Langkah untuk mendongkarak kualitas pembelajaran antara lain dengan mengembangkan kecerdasan emosi, mengembangkan kreatifitas dalam pembelajaran, mendisiplinkan peserta didik dengan kasih sayang, membangkitkan nafsu belajar, memecahkan masalah, mendayagunakan sumber belajar, dan melibatkan masyarakat dalam pembelajaran. Sumber belajar untuk kegiatan pembelajaran harus lebih variatif, hal ini untuk meningkatkan kualitas dari mutu pembelajaran itu sendiri. Salah satu sumber belajar yang sangat sedikit disentuh adalah sumber belajar yang memanfaatkan media elektronika atau komputer. Hal ini tidak terlepas dari minimnya penguasaan guru-guru di sekolah terhadap media ini, disebabkan pula karena adanya beberapa sekolah di tanah air kita yang belum memliliki alat tersebut dengan berbagai alasan, tidak ada dana, tidak ada tenaga yang mampu mengoperasikan dan lain-lain. Sebagai akibatnya kegiatan pembelajaran berlangsung dengan memanfaatkan sumber belajar yang itu- itu saja, yaitu guru dan buku. Sebagai akibat dari kondisi ini siswa akan belajar dengan situasi yang monoton dari hari ke hari. Pada umumnya yang terjadi di lapangan saat ini yaitu bahwa pembelajaran terjadi dengan dominansi dari guru. Artinya pembelajaran berlangsung dengan peranan guru yang sangat dominan dan umumnya metode yang sering digunakan adalah metode ceramah. Dengan kondisi seperti ini pembelajaran berlangsung secara teacher centris. B. Kondisi Pembelajaran yang Berkualitas Istilah pembelajaran sendiri mengacu pada segala daya dan upaya yang sengaja dikondisikan untuk terjadinya proses belajar pada diri siswa. Sedangkan istilah belajar sendiri memiliki pengertian suatu proses fisik dan psikis pada diri siswa. Di mana seseorang yang mengalami peristiwa belajar akan berbeda keadaannya dengan kondisi

sebelum dia mengalami belajar, seperti dia akan semakin memiliki banyak pengetahuan (kognitif), memiliki sikap yang semakin dewasa (afektif), dan memiliki beberapa keterampilan gerak, yang juga semakin bertambah (psikomotor). Oemar Hamalik, 2001 menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Di dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar. Sedangkan William Burton mengemukakan bahwa A good learning situation consist of a rich and varied series of learning experiences unified around a vigorrous purpose and carried on in interaction with a rich, varied and propocative environment. Sudjana, 1991 menyatakan bahwa kondisi pembelajaran yang berkualitas dipengaruhi oleh faktor-faktor: Tujuan pengajaran yang jelas, bahan pengajaran yang memadai, metodelogi pengajaran yang tepat, dan cara penilaian yang baik. Bahan pengajaran adalah seperangkat materi keilmuan yang terdiri atas fakta, konsep, prinsip, generalisasi suatu ilmu pengetahuan yang bersumber dari kurikulum. Saat ini hal-hal tersebut akan merupakan suatu kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa. Di dalam metodelogi pengajaran ada dua aspek yang paling menonjol yaitu metode mengajar dan media pengajaran, sebagai alat bantu mengajar, di mana media pengajaran ini merupakan salah satu lingkungan belajar yang dikondisikan oleh guru. Salah satu ciri dari pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas adalah dimanfaatkannya media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Di zaman yang serbacanggih seperti kondisi saat ini di mana teknologi berkembang sedemikian pesatnya, komputer sudah bukan merupakan barang yang langka dan mewah. Dengan adanya media komputer sebagai pengolah informasi sudah selayaknyalah apabila di tiap-tiap sekolah dasar minimal memiliki satu unit komputer. Baik komputer sebagai sarana pengolah administrsi sekolah dan akan lebih baik lagi apabila komputer dapat berfungsi sebagai media pembelajaran bagi siswa. C. Tinjauan tentang E- Learning Istilah e-learning tergolong hal baru dan hal aktual dalam khasanah perkembangan ilmu pengetahuan. Istilah ini muncul seiring dengan perkembangan kemajuan dunia elektronika yang berkembang saat ini. Artinya mencari literatur yang membahas tentang elearning ini untuk saat ini tergolong sulit. Istilah e-learning muncul seiring dengan dimanfaatkannya alat-alat elektronika dalam kehidupan manusia, terutama teknologi yang berbasiskan komputer sebagai alat pengolah data dan informasi. Dan terlebih lagi dengan

dimanfaatkan atau munculnya internet dalam kehidupan manusia. Istilah e-learning muncul seiring dengan munculnya istilah e-e yang lain, seperti: E-Goverment ( strategi pembangunan dan pengembangan sistem pelayanan publik berbasis teknologi digital), ETendering, dan lain-lain. Istilah E-Learning sebenarnya merupakan frase yang tersusun dari dua kata yaitu kata Electronic disingkat E, dan kata Learning yang dalam bahasa Indonesia berarti pembelajaran. Dengan demikian, e-learning memiliki pengertian ‘Pembelajaran dengan memakai atau memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi’. Perkembangan teknologi komunikasi saat ini semakin canggih. Kalau pada awalnya jaringan sarana komunikasi masih memanfaatkan kabel, maka saat ini jaringan komunikasi sudah memanfaatkan gelombang elektromagnetik atau gelombang radio yang tanpa kabel. Saat ini kebanyakan orang sudah memanfaatkan informasi dengan memanfaatkan jaringan data pada komputer dengan cara mengadakan koneksi ke komputer lain, hal ini dikenal dengan istilah internet. Dengan adanya jaringan internet ini seseorang dapat mengakses data apa saja dengan melakukan browsing ke berbagai penyelia data (server) di berbagai belahan bumi ini. Artinya dengan adanya internet ini masalah ruang tidak menjadi halangan. Sebagai misal kita dapat mengakses data dari berbagai tempat di Amerika dengan memanfaatkan layanan Yahoo, hanya dalam hitungan detik berbagai data berhasil kita akses. Data-data tersebut sebenarnya dapat kita manfaatkan sebagai materi pembelajaran (learning) di sekolah dasar. Tentunya dalam hal ini diperlukan suatu keterampilan khusus, yang pertama keterampilan memanfaatkan atau mengoperasikan komputer dan yang terutama penguasaan dalam menggunakan fasilitas internet. Di sini dibutuhkan guru yang terampil, yang pertama terampil mengoperasikan komputer, dan yang selanjutnya harus terampil pula memanfaatkan internet. Jika hal ini terpenuhi maka teknologi komunikasi dan informasi yang ada pada internet dapat digunakan dalam pembelajaran. D. Upaya Memanfaatkan E-learning untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Tidak dapat dipungkiri bahwa eksistensi sekolah-sekolah sangat beragam. Hal ini tidak terlepas dari faktor geografis dan topografis di negara kita yang beragam pula. Ditambah pula adanya faktor kultural yang ada pada berbagai suku juga beragam.

Terlepas dari hal di atas telah kita ketahui bersama bahwa keberadaan seperangkat komputer pada suatu sekolah sampai saat ini secara garis besar masih cukup jarang, artinya sekolah yang memiliki fasilitas komputer dengan sekolah yang belum memiliki fasilitas komputer masih banyak yang belum memiliki fasilitas komputer. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, yaitu : (1) Faktor dana, artinya sekolah tidak cukup dana untuk membeli seperangkat komputer, (2) Faktor kemampuan penguasaan teknologi, maksudnya masih banyak guru di sekolah belum mampu mengoperasikan komputer (GAPTEK = Gagap Teknologi ), (3) Faktor lain, misalnya faktor keamanan. Sekolah yang tidak aman enggan untuk membeli computer. Mengacu pada sekolah-sekolah yang telah memiliki dan memanfaatkan komputer agar dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran harus memenuhi syarat. Syarat sebuah komputer agar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi adalah komputer tersebut harus dapat dikoneksikan ke internet. Tidak semua komputer dapat dikoneksikan ke internet. Sebagai mana yang dijelaskan Mico Pardosi (2000), komputer akan dapat dikoneksikan ke internet apabila memiliki persaratan berikut: 1) Komputer tersebut harus dilengkapi dengan modem, baik modem internal maupun modem eksternal. 2) Komputer dengan prosessor Pentium 100 Mhz (minimal), lebih tinggi lebih baik. 3) Memiliki jaringan telepon atau wareless . 4.)Menginstall 5) Mendaftarkan program diri Internet (browse) ke dalam Jasa komputer, Internet) misalnya yang ada, Internet Explorer. ke ISP (Perusahaan Penyelia misalnya RADNET, INDONET, MEGANET, atau TELKOMNET). Fasilitas internet dapat dimanfaatkan sebagai media dalam pembelajaran atau e-learning yaitu dengan memanfaatkan menu search, yaitu: 1) Hubungkan komputer ke ISP 2) Setelah komputer terhubung ke ISP, klik ganda Internet Explorer, 3) Klik menu search,

4) Ketik web atau data yang akan dicari pada kotak yang tersedia misalnya kata” pembelajaran inovatif ”, maka kita akan kita dapatkan data-data yang berhubungan dengan pembelajaran inovatif. Demikian pula apabila kita mengetikkan kata-kata yang lain tentu kita akan memperoleh data-data yang kita inginkan. Di sinilah letak essensialnya internet sebagai teknologi komonikasi dan informasi yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pembelajaran, atau E-learning. Dengan kecanggihan internet, apabila dapat dimanfaatkan dengan tepat, maka akan menjadi sumber belajar yang sangat lengkap, ibarat sebuah perpustakaan yang menyediakan berbagai referensi.

BAB III PENUTUP

Kesimpulan : 1) Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan dengan pemanfaatan e-learning (pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam pembelajaran). 2) E-learning merupakan merupakan inovasi yang sangat tepat untuk dikembangkan di sekolah saat ini sesuai dengan perkembangan teknologi yang sedemikian pesat, demikian pula dengan perkembangan informasi yang tak kalah pesatnya. Ada beberapa hal agar e-learning (pemanfaatan internet), berjalan optimal: 1) Seharusnya tiap sekolah memiliki komputer yang dapat diakseskan ke internet (langkah ini perlu difasilitasi oleh pemerintah). 2) Seluruh sekolah harus memiliki jaringan telepon. 3) Perlu Diklat yang dapat melatih guru agar terampil menggunakan komputer.

DAFTAR PUSTAKA

E.

Mulyasa.

2005.

Menjadi

Guru

Profesional.

Bandung:

Remaja

Rosdakarya.

http://en.wikipedia.org/wiki/ E-learning. Indrajit, Richardus Eko. 2002. Electronic Goverment. Yokyakarta: Penerbit Andi. Mico Pardosi. 2001. Sistem Operasi Windows dan Internet Secara Cepat dan Mudah. Surabaya: Penerbit Indah. Hamalik, Oemar. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Juri, Mohamad. 2008. Penerapan E-learning dalam pembelajaran Inovatif. Madura

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->