P. 1
BukuBse.belajaronlineGratis.com Kelas9 Pkn Subakdi 1

BukuBse.belajaronlineGratis.com Kelas9 Pkn Subakdi 1

|Views: 2,679|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Download gratis buku sekolah elektronik bse kemdiknas kelas IX/ kelas 3 SMP/MTS
Download gratis buku sekolah elektronik bse kemdiknas kelas IX/ kelas 3 SMP/MTS

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Aug 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

Setelah proklamasi kemerdekaan, para pemuda membentuk
kesatuan-kesatuan bersenjata untuk ikut memperjuangkan dan
mempertahankan kemerdekaan kita. Para pemuda atas
kemauannya sendiri meninggalkan sekolah, pekerjaan, dan
kampung halamannya untuk ikut bertempur mempertahankan
kemerdekaan yang telah diperolehnya melalui sebuah hasil
perjuangan panjang bangsa kita.
Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa
kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Hal ini berarti bahwa
kita pun berhak untuk merdeka, yaitu merdeka menentukan
nasib serta cita-cita bangsa sendiri.

21

Berpartisipasi dalam Membela Negara

Para pemuda kita rela berkorban untuk membela
kemerdekaan. Kerelaan itu didorong oleh kesadaran bahwa
membela kepentingan bangsa adalah tugas yang mulia. Mereka
berjuang dengan tekad yang bulat, yaitu merdeka atau mati.
Oleh karena itu, rela berkorban harus tetap kita pelihara untuk
membangun negara kita sekarang ini.

1.Upaya Mempertahankan Kemerdekaan

Beberapa contoh upaya mempertahankan kemerdekaan di
antaranya adalah sebagai berikut.

a.Serangan Lima Hari di Semarang

Pada tanggal 14 Oktober sampai dengan 20 Oktober 1945
terjadi serangan lima hari di Kota Semarang yang dilancarkan
oleh sekutu. Serangan tersebut membawa banyak korban,
yaitu lebih dari 2.000 (dua ribu) orang rakyat Indonesia dan
lebih dari 100 (seratus) orang tentara sekutu tewas dalam
pertempuran tersebut.

b.Serangan 10 November 1945 di Surabaya

Pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran
sengit antara pasukan sekutu yang disponsori oleh Inggris
dengan bangsa Indonesia, akibatnya membawa korban yang
cukup banyak di pihak Indonesia dan Inggris kehilangan
Brigade Mallaby. Akhirnya pemerintah menetapkan 10
November sebagai Hari Pahlawan.

c.Agresi Militer Belanda I (21 Juli 1947)

Pada tanggal 21 Juli 1947 terjadi Agresi Militer Belanda
yang pertama, oleh bangsa Indonesia dikenal dengan Perang
Kemerdekaan I yang tidak lain adalah perjuangan untuk
mempertahankan kemerdekaan.

d.Agresi Militer Belanda II (19 Desember 1948)

Pada tanggal 19 Desember 1948 terjadi Agresi Militer
Belanda yang kedua, oleh bangsa Indonesia dikenal dengan
Perang Kemerdekaan kedua yang tidak lain adalah untuk
mempertahankan kemerdekaan.

e.Konferensi Meja Bundar (23 Agustus–2 November 1949)

Gambar 1.14Mr. J.H. Van Marseveen, Sultan Hamid II dan Drs. Moh. Hatta sedang menandatangai
naskah pesetujuan KMB pada tanggal 2 November 1949 (Kempen).

Sumber:

Sejarah Nasional Indonesia IV.

22

Pendidikan Kewarganegaraan SMP dan MTs Kelas IX

Tanggal 23 Agustus–2 November 1949 terjadi Konferensi
Meja Bundar (KMB), sebagai wujud membela negara dalam
bentuk perundingan. Hal ini akhirnya menghasilkan
kesepakatan tentang kemerdekaan Indonesia yang diakui
Belanda dengan bentuk Republik Indonesia Serikat (27
Desember 1949).
Dari uraian di atas, kesemuanya merupakan tindakan dalam
membela negara tercinta ini meskipun harus ditebus dengan
harta, benda, jiwa raga, bahkan nyawa. Di mana nilai besarnya
pengorbanan tersebut tidak dapat dihitung dengan uang. Oleh
karena itu, bangsa Indonesia harus tetap waspada terhadap
berbagai ancaman yang datang dari luar.

2.Ancaman terhadap Negara Indonesia

Ancaman terhadap negara Indonesia dari luar yang timbul,
di antaranya sebagai berikut.
a.Keinginan negara besar yang ingin menguasai Negara
Kesatuan Republik Indonesia karena posisi Indonesia yang
cukup strategis.
b.Keinginan negara maju yang ingin menguasai Negara
Kesatuan Republik Indonesia karena memiliki kekayaan
alam yang melimpah.
c.Arus globalisasi yang dapat menimbulkan kerawanan dalam
bidang ideologi, politik, sosial budaya, ekonomi, maupun
pertahanan keamanan negara yang perlu diwaspadai dan
diantisipasi.
Ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang datang,
baik dari dalam negeri maupun luar negeri pada dasarnya ingin
menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kita
harus mewaspadainya.
Ancaman, gangguan, hambatan, ataupun tantangan dapat
berbentuk beberapa hal, di antaranya sebagai berikut.

a.Subversi

Subversi merupakan tindakan atau kegiatan yang
bertujuan untuk mengubah atau mengganti falsafah negara
Pancasila/Undang-Undang dengan mengganggu keselamatan
negara, merongrong kekuatan, dan kewibawaan pemerintah
yang sah.

b.Infiltrasi

Infiltrasi adalah kegiatan penyusupan perorangan atau
kelompok orang melalui celah-celah atau kelemahan-
kelemahan dalam wilayah lawan. Tujuannya untuk
melemahkan/menghancurkan kekuatan lawan sebagai
tindakan pendahuluan bagi suatu penguasaan wilayah lawan.
Infiltrasi dapat berupa hal-hal berikut.
1)Penyusupan dari luar wilayah hukum Indonesia ke dalam
wilayah Indonesia yang dilakukan melalui darat, laut,

Gambar 1.15Pengedar narkoba dari warga
negara asing merupakan
salah satu contoh bentuk
infiltrasi.

Sumber:

Tempo, 10 September 2006

23

Berpartisipasi dalam Membela Negara

dan udara. Tujuannya untuk melaksanakan tugas
tertentu dalam jangka waktu panjang ataupun terbatas.
2)Penyusupan dapat dilakukan dalam wilayah kekuasaan
Indonesia dengan cara memasukkan orang atau
kelompok orang ke dalam organisasi politik, badan-badan
pemerintahan, ataupun swasta dengan cara
menyembunyikan identitas.

c.Pemberontakan

Pemberontakan adalah cara/proses perbuatan yang
menentang atau melawan terhadap kekuasaan dan undang-
undang. Pemberontakan dapat terjadi apabila beberapa
unsur subversi berhasil menggalang kelompok sehingga
dapat menimbulkan pemberontakan yang dapat meng-
ancam kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia.

d.Intervensi

Intervensi adalah campur tangan bangsa lain terhadap
urusan dalam negeri Indonesia untuk menggulingkan
pemerintahan yang sah.

e.Invasi

Invasi adalah hal atau perbuatan memasuki wilayah
negara lain dengan mengerahkan serangan bersenjata dengan
tujuan untuk menyerang atau menguasai wilayah Indonesia.
Menghadapi pihak-pihak tertentu yang akan menghancurkan
nama baik bangsa, maka sikap kita sebagai warga negara antara
lain sebagai berikut.

a)Dari luar negeri

Dapat dilakukan dengan cara:
(1)menciptakan kondisi untuk mencegah timbulnya perang
melalui kegiatan inteligen strategis dan diplomasi;
(2)menggagalkan serbuan musuh dengan melumpuhkan
dan menghancurkan musuh sejak dalam persiapan di
wilayahnya, dalam perjalanan, ataupun setelah mendarat;
(3)melemahkan dan menyerang kekuatan musuh yang
berhasil menduduki wilayah Nusantara;
(4) menghancurkan dan melumpuhkan musuh ke luar
wilayah Nusantara, memulihkan keamanan, dan
menyelamatkan masyarakat.

2)Dari dalam negeri

Dapat dilakukan cara:
(1)menciptakan kondisi keutuhan negara dengan mencegah
terganggunya stabilitas keamanan dalam negeri;
(2)melakukan kegiatan represif (menekan) musuh untuk
menegakkan hukum, memadamkan pemberontakan
bersenjata, dan gangguan keamanan lainya;
(3)memulihkan keamanan dan menyelamatkan masyarakat.

Wawasan

1.Ancaman merupakan hal
atau usaha yang bersifat
mengubah atau merombak
kebijaksanaan dan dilakukan
secara konsepsional, kriminal,
serta politis.
2.Gangguan, merupakan hal
yang bersifat atau bertujuan
melemahkan atau meng-
halangi secara tidak kon-
sepsional yang berasal dari
luar.
3.Hambatan, merupakan hal
yang bersifat atau bertujuan
melemahkan atau meng-
halangi secara tidak kon-
sepsional yang berasal dari
diri sendiri.
4.Tantangan, merupakan hal
atau usaha yang bertujuan
atau bersifat menggugah
kemampuan.

24

Pendidikan Kewarganegaraan SMP dan MTs Kelas IX

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->