P. 1
Pengertian Etika

Pengertian Etika

|Views: 9|Likes:
Published by B Widya Oktaria

More info:

Published by: B Widya Oktaria on Aug 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2014

pdf

text

original

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat

kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu:  Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su).  Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak. Pengertian Etiket Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan, padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda, walaupun ada persamaannya. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores), sedangkan kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santun, tata krama dalam pergaulan formal. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan tidak melakukan sesuatu perbuatan.Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi, pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah lake sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan Orang Yang Beretiket Bisa Saja Munafik Dan Orang Beretika Sudah Pasti Tidak Munafik Seseorang yang selalu mendasarkan perbuatannya pada nilai moral dan suara hati nurani tidak mungkin akan munafik, sehingga walaupun ada atau tidak ada orang yang melihat perilakunya, ia akan tetap bertindak benar. Seseorang yang beretika tidak akan mungkin munafik karena etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain. Orang dapat memegang etiket namun munafik, misal nya saja seorang penipu, selalu menggunakan tutur kata yang manis dan lembut untuk menipu mangsa nya, dan orang yang beretika tidak mungkin munafik karena seandainya dia munafik maka dia tidak bersikap etis. Orang yang bersikap etis adalah orang yang sungguhsungguh baik. Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai ciri-ciri orang munafik. Pada orang munafik minimal ada satu ciri, sedangkan munafik tulen memiliki ketiga-tiganya. Ketiga ciri tersebut adalah  Bila berbicara selalu bohong. Orang seperti ini tidak bisa dipercayai dalam setiap perkataan yang diucapkannya. Bisa jadi apa yang dibicarakan tidak sesuai dengan hatinya.  Bila berjanji, tidak ditepati Orang munafik sulit untuk dipercayai perkataan dan perbuatannya  Bila diberi kepercayaan selalu berkhianat. Orang munafik sulit diberikan kepercayaan. Setiap kali kepercayaan yang diberikan tidak dapat dia jaga dengan baik. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari sifat-sifat munafik dan kejahatan orang-orang munafik

orang yang lebih tua pantas didahulukan dan tidak lupa. atau mencuri merupakan pelanggaran terhadap etika yang bersifat absolut.  Perintah etika yang tidak dapat ditawar-tawar. misalnya tutur katanya lembut.anak  membunuh pantas untuk disakiti. memegang etiket namun  Penipu menipu. tentang hak dan kewajiban moral. Namun. maka hal ini menjadi suatu perbuatan yang tidak beretiket.Pengertian Etika dan Etiket Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari sisi baik dan buruk.  Contoh-Contoh Etiket  Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. ( Drs.  Contoh-Contoh Etika  Barang yang dipinjam harus dikembalikan walaupun pemiliknya sudah seperti jangan berbohong. karena munafik dalam etika merupakan sesuatu yang tidak etis. di mana pun dan kapan pun membunuh dan mencuri merupakan hal yang dipersalahkan.H.  Wanita. Itulah sebabnya. tindakan seperti itu tidak menjadi persoalan ketika tidak ada yang melihatnya atau ketika ia hanya duduk sendirian. Sigi Gajalba ) Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan moral yang menentykan perilaku manusia dalam hidupnya. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket. ( Drs. jangan mencuri merupakan prinsip kecil. sejauh yang masih dapat ditentukan oleh akal. .  Seseorang yang bersifat munafik. etiket merupakan peraturan sopan santun dalam pergaulan dan hidup bermasyarakat.  seseorang menaruh kakinya di atas meja sementara ia duduk di atas kursi dan orang lain sama-sama duduk dengannya.Burhanudin Salam ) Etika itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari apa yang baik dan yang buruk.

Menurut saya. . Menjabat tangan seseorang yang kita sudah kenal atau akan kita kenal pada saat berjumpa. hedonisme perlu dimiliki oleh setiap manusia akan tetapi setiap manusia harus mampu mengimbangi serta menyikapi rasa hedonisme tersebut dengan etika dan etiket yang baik sehingga tujuan yang hendak dicapai oleh setiap manusia tidak hanya mencari kesenagan melaikan mencari hal-hal yang berguna bagi dirinya.  Mengucapkan ‘terima kasih’ kepada orang lain yang memberikan sesuatu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->