Artikel Global Warming

Blog ini adalah kumpulan artikel-artikel tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan global warming, perubahan iklim, nature dll.

Jumat, 09 Januari 2009
Pangeran Albert Kampanye Global Warming

PUNTA ARENAS, SENIN — Pangeran Albert II meninggalkan Monaco, Senin (5/1), memulai ekspedisi ke Antartika di Kutub Selatan untuk menggugah kepedulian publik terhadap pemanasan global (global warming). Perjalanan tersebut akan melengkapi pengalamannya yang lebih dulu mengunjungi Kutub Utara pada 2006. Ia akan menghabiskan waktu hingga 22 Januari dan berkunjung ke 26 base camp internasional yang ada di benua beku tersebut. Tempat kunjungan pertama yang dituju adalah King George Island yang merupakan stasiun penelitian bersama sejumlah negara. Dari sana, kapal akan singgah di Patriot Hill yang menjadi base camp peneliti AS dan Amundsmen-Scott yang merupakan pusat penelitian Perancis dan Italia. Selanjutnya, misi dilanjutkan ke Stasiun Vostok dan Novolazarevskaya yang menjadi pusat perhatian Russia. Dari sana, lanjut ke Stasiun Davis Australia, Stasiun Princess Elisabeth yang menjadi basis peneliti Belgia serta stasiun para peneliti Norwegia. "Ini merupakan salah satu kawasan paling sensitif di dunia. Segala sesuatu yang terjadi di Kutub Selatan seperti di Kutub Utara berpenagruh terhadap semua daearah di planet ini," ujarnya. Menurutnya, misi ekspedisi tersebut sekaligus menegaskan dukungan Monaco terhadap Traktat Antaryiksa yang bertujuan mencegah eksploitasi komersial maupun militer untuk kepentingan sempit masing-masing negara. Pangeran Albert II yang merupakan anak laki-laki Puteri Rainier selama ini dikenal sebagai tokoh yang peduli lingkungan. Suami artis cantik Hollywood Grace kelly itu telah alma aktif dalam kegiatan lingkungan bahkan mendirikan yayasan lingkungan pada tahun 2006.

Salah satunya menjadi salah satu penawar tertinggi untuk menamai spesies baru ikan-ikan yang ditemukan di Raja Ampat, Papua Barat melalui Blue Ocean Auction dua tahun lalu. Dana yang diberikan digunakan untuk mendanai konservasi lingkungan di daratan dan perairan dekat kawasan Kepala Burung Papua itu. Diposkan oleh AGW di 07:55 4 komentar Label: global warming, Monaco, Prince Albert II

Rabu, 07 Januari 2009
Ponsel dari botol bekas

Jangan buang bekas botol air mineral yang Anda minum karena barangkali kelak itu akan menjadi handphone yang Anda pakai. Motorola Inc, perusahaan teknologi informasi dari Amerika Serikat kemarin mengumumkan bahwa mereka telah membuat telepon seluler dengan bahan dasar botolbotol bekas. Motorola mengklaim ponsel yang dilepas dengan kode seri W233 Renew ini adalah perangkat komunikasi pertama di dunia yang bebas unsur karbon. Casing telepon terbuat dari plastik daur ulang, ada pun pengolahan plastik dilakukan dengan meminimalisasi pembakaran karbon saat peleburannya. Tidak hanya itu, seluruh proses pembuatan dan distribusi juga dilakukan dengan menekan penggunaan energi sampai 20 persen dari proses biasa. Dari sudut teknologi, ponsel ini sebetulnya tidak terlalu istimewa. Perlengkapan yang disediakan seperti laiknya ponsel yang sudah banyak beredar. Ada koneksi Wi-Fi, touchscreen, kemampuan video conferencing, dan jaringan GSM yang disempurnakan. Namun bagi mereka yang benarbenar prihatin pada lingkungan global, ponsel ini memberi alternatif baru. Harganya? Belum diumumkan, karena produk ini baru akan dipasarkan bulan depan. Saat ini, W233 masih dipamerkan di Consumer Electronic Shows yang akan dibuka pekan depan di Las Vegas.

industry and power generation by mid-century. Calif. He hopes his summit will influence negotiations over a new climate treaty during a U. "Any company that's willing to invest in clean energy will have an ally in Washington.S. Obama said his administration is committed to a cause that has all but languished at the federal level during the term of President George W. Negotiators want to cut in half the amount of carbon dioxide discharged into the atmosphere from transportation. He said tackling climate change can create millions of new jobs as the U. any governor who's willing to promote clean energy will have a partner in the White House. ponsel. wants to show that governments can balance environmental protection and economic growth. "Once I take office. Schwarzenegger.N. or China — the world's largest emitters. Bush." Obama told the participants. which would succeed the 1997 Kyoto Protocol. In a taped message to attendees. economy would continue to weaken if climate change and dependence on foreign oil are not addressed. Obama also promoted anew his proposal to invest $15 billion each year to support private-sector efforts toward clean energy. an approach also favored by Schwarzenegger. which expires in 2012. Obama said he would establish annual targets to reduce emissions to their 1990 levels by 2020 and reduce them another 80 percent by 2050. "I promise you this: When I am president." Obama said. He reiterated his support for cutting greenhouse gas emissions using a cap-and-trade system. That treaty.Global Climate Summit BEVERLY HILLS.N. you can be sure that the United States will once again engage vigorously in these negotiations and help lead the world toward a new era of global cooperation on climate change. invests in technologies to promote solar and wind power.S. ramah lingkungan Arnold Schwarzenegger . In his roughly four-minute address to Schwarzenegger's conference. U. Obama said the U. biofuels and cleaner coal-fired plants.S. a Republican whose efforts to combat global warming in California have generated worldwide acclaim. does not include the U. And any nation that's willing to join the . Arnold Schwarzenegger opened his international climate change summit on Tuesday by upstaging himself with an even bigger political star — Presidentelect Barack Obama. gathering in Poland next month. negotiators have a December 2009 deadline to complete the next global warming treaty.source Diposkan oleh AGW di 11:29 1 komentar Label: global warming. (AP) — Gov.

" Scientists say the kind of ambitious goals set by Schwarzenegger and Obama must be reached to minimize the consequences of rising global temperatures. as he has done as governor. as well as some European countries. He also has an agreement with the state of New York to explore linking California's future carbon market with a trading system in the Northeast.S. and foreign businesses." said Gao Guangsheng. "I still have friends in the business world that come to me and say that this is going to hurt the economy. Schwarzenegger addressed attendees from 19 other countries and 17 states.S.S. and other industrialized countries should take the lead on cutting greenhouse gas emissions. The nation's top climate bureaucrat reiterated that sentiment Tuesday in a meeting with reporters. Whether countries such as China will sign off on emission mandates remains a point of contention in international negotiations.'s Intergovernmental Panel on Climate Change has said temperatures worldwide could increase between 4 degrees and 11 degrees Fahrenheit by 2100 unless nations reduce their emissions. we believe very strongly it is going to help the economy. And Schwarzenegger along with governors from Illinois and Wisconsin signed agreements Tuesday night with government representatives from Brazil and Indonesia to combat tropical deforestation. director general of the Department of Climate Change at China's National Development Reform Commission. per capita emissions in the U. "But of course. He said China's success in reducing emissions in the future will depend on whether the U.S. and other countries share technology and invest in his country. The U. are still five times higher than in China." Schwarzenegger has signed partnerships with governors of seven Western states and four Canadian provinces to develop regional cap-and-trade systems. provinces and countries can cut emissions by forming partnerships." Schwarzenegger said in his opening remarks.cause of combating climate change will have an ally in the United States of America. especially as the world grapples with the worsening financial crisis. The governor also has signed agreements with the United Kingdom and Australia's premier in Victoria to combat climate change. Schwarzenegger said states. He announced the conference in September and sent out some 1. havequestioned whether cutting emissions will be too costly. "Even now. Just how countries will cut emissions remains a topic of intense debate.U. China has argued that the U.N.400 invitations to regional government .

contributed to this report.5 juta tusuk gigi 942 buku skripsi 100 halaman 61. /Associated Press Writer Liz Sidoti in Washington. Republican Gov. The two-day summit at the Beverly Hilton Hotel has drawn more than 800 attendees to discuss strategies to cut greenhouse gas emissions.000 pabrik kertas yang sedang beroperasi penuh di seluruh dunia! Sebatang pohon (lebar 8 kaki.700 eksemplar surat kabar Selain menghasilkan kertas. 05 Januari 2009 Punahnya hutan • • • • • • • • • • • • • Indonesia menghancurkan kira-kira 51 km persegi hutan setiap harinya. Schwarzenegger Senin. selama pemrosesan tersebut juga menghasilkan energi kalor yang secara tidak langsung menyebabkan pemanasan global dan berbagai zat beracun seperti dioxin yang mematikan bagi makhluk hidup. setara dengan luas 300 lapangan bola setiap jamnya. Go Green. Kathleen Sebelius of Kansas and Jim Doyle of Wisconsin are co-hosts.C. D. Data dikutip dari website greenpeace se-Asia menyebutkan angka tersebut diperoleh dari kalkulasi data laporan State of the World's Forests 2007 yang dikeluarkan the UN Food & Agriculture Organization's (FAO) Aplaus edisi 48/ 9-22 juni 2007 (Analisa) Bayangkan di USA saja ada lebih dari 500 pabrik kertas dan secara global diperkirakan 10. scientists. dalam 4 kaki. hutan Minggu.representatives. Charlie Crist of Florida and Democratic governors Rod Blagojevich of Illinois. Diposkan oleh AGW di 01:09 1 komentar Label: global warming.. tinggi 4 kaki) dapat menghasilkan: 1000 s/d 2000 pound kertas 12 meja makan 7.200 eksemplar buku National Geographic 2. policy experts and industry representatives. 04 Januari 2009 Es Kutub Mencair sudah mencapai lebih dari 2 triliun ton ./ "Be Veg.370 amplop bisnis 1. Save the Planet." Diposkan oleh AGW di 00:40 0 komentar Label: environment. Ini benar-benar rekor dunia yang menyedihkan.

saat ini Greenland turut meningkatkan setengah milimeter tingkat air laut per tahun. global warming Rabu." kata ilmuwan es NASA Jay Zwally. 31 Desember 2008 Global warming mengancam punah nya kehidupan di bumi . Selama lima tahun. Tidak ada perbaikan yang terjadi. es yang mencair dari Greenland tersebut mengalir ke Teluk Chesapeake dan mengalir ke laut lepas. Antartika. lebih dari setengahnya adalah es yang sebelumnya ada di Greenland. pencairan lapisan es telah meningkatkan air laut setinggi seperlima inci dalam lima tahun terakhir.LEBIH dari dua triliun ton es di Kutub Utara dan Kutub Selatan mencair sejak tahun 2003. "Antara Greenland. pencairan es di Greenland tidak menyebabkan peningkatan air laut yang berarti. geofisikawan NASA." kata Scott Luthcke.” lanjut Zwally. Mencairnya es di daratan sebenarnya tak berpengaruh langsung terhadap kenaikan muka air laut di seluruh dunia seperti mencairnya lautan beku. Ini menunjukkan tanda yang kuat dari pencairan dan amplifikasi. dan Alaska. Pada tahun 1990-an. Hasil pengukuran menggunakan data pengamatan satelit GRACE milik NASA itu menunjukkan bukti terbaru dampak dari pemanasan global. "Namun. pencairan es di Greenland akan berlangsung semakin cepat. Bahkan menurut Luthcke. Diposkan oleh AGW di 02:30 3 komentar Label: es kutub. Dari pengukuran tersebut. “Pencairan terus memburuk.

Namun. Antara lain.Global warming tidak hanya menyebabkan perubahan iklim. genus Menidia dan Apistogramma. menemukan bahwa 6 genus ikan—dari 20 yang terindikasi—nyata-nyata memiliki jenis kelamin yang ditentukan suhu pengeraman atau biasa disebut TSD (temperature-dependent sex determination). Spanyol. tetapi juga mengganggu interaksi seksual di kehidupan liar. Jika suhunya di atas suhu rata-rata. Penelitian terbaru yang dilakukan Natalia Ospina-Alvarez dan Fransesc Piferrer dari Marine Science Institute di Barcelona. Pada kebanyakan hewan melata (reptil). hampir pasti akan tumbuh menjadi pejantan. Rasio tersebut sangat berisiko untuk menjamin kelangsungan hidup ikan. Salah satu dampak yang mengkhawatirkan adalah terganggunya perkembangbiakan makhluk hidup karena kenaikan suhu cenderung melahirkan banyak pejantan daripada betina. jenis kelamin ditentukan seberapa suhu pengeraman telur setelah dibuahi hingga menetas. dampaknya tetap mengancam kelangsungan hidupnya di muka Bumi sumber Diposkan oleh AGW di 15:18 1 komentar Label: global warming. Hasil penghitungan mereka menunjukkan bahwa kenaikan suhu air sebesar 4 derajat Celcius. kehidupan. Hal tersebut akan menimbulkan masalah jika tingkat kenaikan suhu melaju lebih cepat daripada kemampuan alam melakukan adaptasi. biasa disebut pivotal temperature. kenaikan suhu global mungkin tak berpengaruh pada rasio jenis kelamin. punah Jumat. Pada manusia. yang diprediksi akan terjadi sepanjang abad ini akan menghasilkan rasio pejantan dan betina sebesar 3 berbanding 1. Jumlah betina akan jauh lebih kecil daripada pejantan. Ancaman yang sama juga dihadapi kelompok ikan. 26 Desember 2008 Eating Your Way to a smaller ‘Ecological Footprint’ .

Dengan berpindah ke pola makan vegetarian. dengan mengurangi jejak kaki ekologis juga berarti tidak merusak semua makhluk hidup selain manusia. kita bisa mengurangi konsumsi sumber daya tanah. Sebagai bahan pertimbangan : Memakan daging hewan menyebabkan pemanasan global. telur dan produk hewani. Diposkan oleh AGW di 21:26 0 komentar Posting Lama Beranda . membuatmu berjalan dengan langkah ringan di planet ini dan berbelas kasihan terhadap penghuninya. Menurut EPA. dan sepertiga dari bahan bakar fosil digunakan untuk mengembangbiakkan hewan-hewan pedaging. Tentu saja. setengah dari sumber air. air dan minyak juga mengurangi pencemaran. beralihlah ke pola makan vegetarian yang sehat dan ramah lingkungan. babi dan sapi di pabrik peternakan menghasilkan hampir 89. kalkun. setiap detik ayam. Dengan memilih pola makan vegetarian dibanding pola makan hewani. 70 % dari padi – padian. Menjalankan pola makan daging.000 pon kotoran yang terkontaminasi dengan antibiotik dan hormon yang disuntikkan pada hewan – hewan ini. kita bisa menyelamatkan lebih dari 100 ekor hewan setahun dari kekejaman yang mengerikan industri daging. • • Industri pertanian menghabiskan dan menguras sumber daya dalam jumlah yang sangat besar. terutama KFC dalam menghancurkan hutan Amazon. • • Diperlukan lebih dari 16 pon legum hanya untuk menghasilkan 1 pon daging hewan.Pilihan makanan kita mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap lingkungan. Laporan utama Universitas Chicago di tahun 2006 menemukan bahwa menjalankan pola makan vegetarian memiliki pengaruh yang besar dalam memerangi pemanasan global dari pada menggunakan mobil hibrid. 80 % dari lahan peternakan. Memakan daging hewan menghancurkan hutan hujan. Berpindah ke pola makan vegetarian mengurangi " jejak kaki ekologis ".Banyak pemerhati lingkungan yang kuatir penebangan dan pembakaran hutan Amazon untuk dijadikan lahan peternakan sapi.Laporan terbaru dari greenpeace menyalahkan Industri daging ayam. Di Amerika Serikat.Tetapi mungkin yang paling mengkuatirkan adalah penghancuran hutan hujan untuk membuka lahan baru untuk menanam bahan makanan untuk pabrik peternakan hewan. Pabrik peternakan mencemari jalur air melebihi gabungan dari beberapa industri. telur dan produk hewani ibarat menginjak – injak bumi ke dalam kehancuran karena berdampak buruk bagi lingkungan dan menguras sumber daya alam. Di Amerika Serikat. Dengan belas kasih.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0. "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca.32 °F) selama seratus tahun terakhir.1 hingga 6.21 September 2008 Artikel Global Warming Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer. dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. laut. masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut. serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. jika ada. Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan. dan punahnya berbagai jenis hewan. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik. hilangnya gletser.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian.[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Akan tetapi.33 ± 0. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100. meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim.[1] Perbedaan angka perkiraan itu dikarenakan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto.4 °C (2. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut.74 ± 0. Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1. Penyebab pemanasan global .0 hingga 11. tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. dan daratan Bumi.18 °C (1. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa.

Sebaliknya bila dilihat dari atas. Efek umpan balik Efek-efek dari agen penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca. sehingga meningkatkan efek pendinginan. karbon dioksida. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek. sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dengan efek rumah kaca (tanpanya suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi). Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. Akan tetapi sebaliknya. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. planet ini akan menjadi sangat dingin. Bila dilihat dari bawah. akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer.Efek Artikel utama untuk bagian rumah ini adalah: Efek rumah kaca kaca Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air.[3] Umpan balik ini hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air. efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi. karena tanpanya. awan akan memantulkan radiasi infra merah balik ke permukaan. akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. pemanasan global menjadi akibatnya. awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara. Sebenarnya. Apakah efek netto-nya pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu . termasuk cahaya tampak. Efek-efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F). Permukaan Bumi. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca.

hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah. dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari.[3] Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat. [4] Ketika temperatur global meningkat.[6] Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es.[8][9] Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Walaupun demikian. Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. daratan atau air dibawahnya akan terbuka. es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. menjadi suatu siklus yang berkelanjutan. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960. es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim. antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat).[7] yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. Matahari Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari.[5] Variasi Variasi Artikel Matahari utama untuk selama bagian 30 ini adalah: tahun Variasi Matahari terakhir. Dua ilmuan dari Duke University mengestimasikan bahwa .seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat. Selain itu. Bersama dengan melelehnya es tersebut. serta efek pendinginan sejak tahun 1950. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950. dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan.

komposisi dari atmosfer terus diukur dengan cermat. data-data diperoleh dari stasiun cuaca yang terpercaya (terletak jauh dari perkotaan). terutama pada 70 persen permukaan planet yang tertutup lautan.[14] Mengukur Hasil pengukuran pemanasan konsentrasi CO2 di Mauna global Loa Pada awal 1896. Pada tahun 2006. akan tetapi data statistik ini hanya sedikit dan tidak dapat dipercaya. serta dari satelit. Setelah itu. baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis. Data-data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa memang terjadi peningkatan konsentrasi dari gas-gas rumah kaca di atmosfer. Sejak 1957. Jerman dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat "keterangan" dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini. Data-data yang lebih akurat ini menunjukkan bahwa kecenderungan menghangatnya permukaan Bumi benar-benar terjadi. dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000. Stasiun cuaca pada awalnya.[11] Walaupun demikian. para ilmuan beranggapan bahwa membakar bahan bakar fosil akan mengubah komposisi atmosfer dan dapat meningkatkan temperatur rata-rata global. Catatan pada akhir 1980-an agak memperlihatkan kecenderungan penghangatan ini. sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca. Jika dilihat pada akhir abad . Efek ini terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global. Para ilmuan juga telah lama menduga bahwa iklim global semakin menghangat. sebuah tim ilmuan dari Amerika Serikat.Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50% peningkatan temperatur rata-rata global selama periode 1900-2000. tetapi mereka tidak mampu memberikan bukti-bukti yang tepat. Hasil pengukurannya menunjukkan terjadi peningkatan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer. mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun. Perlu bertahun-tahun pengamatan iklim untuk memperoleh data-data yang menunjukkan suatu kecenderungan (trend) yang jelas.[12][13] Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0.07% dalam tingkat "keterangannya" selama 30 tahun terakhir.[10] Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat estimasi berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari. mengambil sampel atmosfer dari puncak gunung Mauna Loa di Hawai. Hipotesis ini dikonfirmasi tahun 1957 ketika para peneliti yang bekerja pada program penelitian global yaitu International Geophysical Year. mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh. Data-data ini memberikan pengukuran yang lebih akurat. Temperatur terus bervariasi dari waktu ke waktu dan dari lokasi yang satu ke lokasi lainnya. terletak dekat dengan daerah perkotaan sehingga pengukuran temperatur akan dipengaruhi oleh panas yang dipancarkan oleh bangunan dan kendaraan dan juga panas yang disimpan oleh material bangunan dan jalan.

dan proses-proses lainya. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa temperatur udara global telah meningkat 0. Garis hitam menunjukkan prakiraan terbaik. karbon dioksida akan tetap berada di atmosfer selama seratus tahun atau lebih sebelum alam mampu menyerapnya kembali. tercatat bahwa sepuluh tahun terhangat selama seratus tahun terakhir terjadi setelah tahun 1980. garis merah dan biru menunjukkan batas-batas kemungkinan yang dapat terjadi. IPCC panel juga memperingatkan.4 °C (2.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Artikel utama untuk bagian ini adalah: Model iklim global Para ilmuan telah mempelajari pemanasan global berdasarkan model-model computer berdasarkan prinsip-prinsip dasar dinamikan fluida. Akibatnya. bahwa meskipun konsentrasi gas di atmosfer tidak bertambah lagi sejak tahun 2100. akan terjadi perubahan iklim secara dramatis. Walaupun sebenarnya peristiwa perubahan iklim ini telah terjadi beberapa kali sepanjang sejarah Bumi. Panel setuju bahwa pemanasan tersebut terutama disebabkan oleh aktifitas manusia yang menambah gas-gas rumah kaca ke atmosfer. transfer radiasi. Model-model ini memprediksikan bahwa penambahan gas-gas rumah kaca berefek pada iklim yang lebih hangat.[1] Model-model iklim juga digunakan untuk menyelidiki penyebab-penyebab perubahan iklim yang terjadi saat ini dengan membandingkan perubahan yang . para ahli memprediksi. manusia akan menghadapi masalah ini dengan resiko populasi yang sangat besar. Jika emisi gas rumah kaca terus meningkat. IPCC memperkirakan pemanasan sekitar 1.6 derajat Celsius (1 derajat Fahrenheit) sejak 1861. konsentrasi karbondioksioda di atmosfer dapat meningkat hingga tiga kali lipat pada awal abad ke-22 bila dibandingkan masa sebelum era industri. Perhitungan pemanasan global pada tahun 2001 dari beberapa model iklim berdasarkan scenario SRES A2.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. IPCC memprediksi peningkatan temperatur rata-rata global akan meningkat 1.1 hingga 6. yang mengasumsikan tidak ada tindakan yang dilakukan untuk mengurangi emisi.0 °F hingga 11. Dalam laporan yang dikeluarkannya tahun 2001. Dengan memasukkan unsur-unsur ketidakpastian terhadap konsentrasi gas rumah kaca dan pemodelan iklim. Model iklim Prakiraan peningkatan temperature terhadap beberapa skenario kestabilan (pita berwarna) berdasarkan Laporan Pandangan IPCC ke Empat. iklim tetap terus menghangat selama periode tertentu akibat emisi yang telah dilepaskan sebelumnya. [15] Walaupun digunakan asumsi-asumsi yang sama terhadap konsentrasi gas rumah kaca di masa depan.1 °C hingga 6. dengan 1998 menjadi yang paling panas.ke-20. sensitivitas iklimnya masih akan berada pada suatu rentang tertentu.0 hingga 11. dengan beberapa penyederhanaan disebabkan keterbatasan kemampuan komputer.4 °C (2. dan tiga tahun terpanas terjadi setelah tahun 1990.

mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. pola presipitasi. Dampak pemanasan global Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur. ketika menghitung iklim di masa depan. Model iklim saat ini menghasilkan kemiripan yang cukup baik dengan perubahan temperature global hasil pengamatan selama seratus tahun terakhir. Sebagian besar model-model iklim. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat. Cuaca Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global. para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca. gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil.[16] Model-model ini tidak secara pasti menyatakan bahwa pemanasan yang terjadi antara tahun 1910 hingga 1945 disebabkan oleh proses alami atau aktivitas manusia. mereka menunjukkan bahwa pemanasan sejak tahun 1975 didominasi oleh emisi gas-gas yang dihasilkan manusia. yang biasanya menghasilkan umpan balik yang positif. Berdasarkan model tersebut.[17][18][19] Pengaruh awan juga merupakan salah satu sumber yang menimbulkan ketidakpastian terhadap model-model yang dihasilkan saat ini. walaupun responnya masih belum pasti (untuk skenario A2 SRES. dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. . Beberapa studi-studi juga menunjukkan beberapa umpan balik positif. Yang jarang dilakukan. Pada pegunungan di daerah subtropis. akan tetapi. biasanya dari Laporan Khusus terhadap Skenario Emisi (Special Report on Emissions Scenarios / SRES) IPCC. [20] Saat ini juga terjadi diskusi-diskusi yang masih berlanjut mengenai apakah model-model iklim mengesampingkan efek-efek umpan balik dan tak langsung dari variasi Matahari. tinggi permukaan air laut. respon bervariasi antara penambahan 20 dan 200 ppm CO2). pertanian.teramati dengan hasil prediksi model terhadap berbagai penyebab. model menghitung dengan menambahkan simulasi terhadap siklus karbon. kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia. tetapi tidak mensimulasi semua aspek dari iklim. dilakukan berdasarkan skenario-skenario gas rumah kaca. pantai. bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan. daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya. walaupun sekarang telah ada kemajuan dalam menyelesaikan masalah ini. baik alami maupun aktivitas manusia.

Rawarawa baru juga akan terbentuk. Badai akan menjadi lebih sering. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. lapisan permukaan lautan juga akan menghangat. yang lebih memperbanyak volume air di laut. Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan. sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. Akan tetapi.Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai.88 cm (4 .35 inchi) pada abad ke-21. dan banyak pulau-pulau. . Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim. sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini)[21]. Erosi dari tebing. terutama sekitar Greenland. sedangkan negaranegara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 .5 persen daerah Bangladesh. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades. sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar. Selain itu. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air. Ketika atmosfer menghangat. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. 17.10 inchi) selama abad ke-20. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi. Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. air akan lebih cepat menguap dari tanah. banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Tinggi Artikel muka ini adalah: laut laut utama untuk bagian Kenaikan permukaan Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi. uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak. secara ratarata.25 cm (4 . Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub. pantai. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya. Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. dan bukit pasir akan meningkat. beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 . Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda. akan menjadi lebih besar.

Bagian Selatan Kanada. akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. defisiensi mikronutrien. Akan tetapi. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit. mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakitpenyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir. pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat. dan lain-lain. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Hewan dan tumbuhan Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Dalam pemanasan global. badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya. Kesehatan manusia Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gununggunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin. trauma psikologis. lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. malnutrisi.Pertanian Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya. tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. seperti: diare. Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Di lain pihak. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. penyakit kulit. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit . yang berfungsi sebagai reservoir alami. sebagai contoh.

Keadaan pemanasan global sejak 1900 yang ternyata tidak seperti yang diprediksi disebabkan penyerapan panas secara besar oleh lautan. lapisan atmosfer terendah.[22] Perdebatan tentang pemanasan global Tidak semua ilmuwan setuju tentang keadaan dan akibat dari pemanasan global. alergi. ada sedikit perubahan tetapi cukup berarti. Akan tetapi. dan lain-lain.2 derajat Celsius (0.[21] Pertanyaan ketiga masih membingungkan. Pemanasan berkelanjutan akhirnya mengatasi efek ini. jumlah total pemanasan selama abad ke-20 hanya separuh dari yang diprediksi oleh model. Yang lainnya mengakui perubahan yang telah terjadi tetapi tetap membantah bahwa masih terlalu dini untuk membuat prediksi tentang keadaan di masa depan. Partikulat ini. memantulkan sebagian sinar matahari kembali ke angkasa luar. Menurut beberapa kritikus. sebuah panel yang ditunjuk oleh National Academy of Sciences untuk membahas masalah ini mengakui bahwa pemanasan permukaan Bumi tidak dapat diragukan lagi. Kritikan seperti ini juga dapat membantah bukti-bukti yang menunjukkan kontribusi manusia terhadap pemanasan global dengan berargumen bahwa siklus alami dapat juga meningkatkan temperatur. Para ilmuwan yang mempertanyakan pemanasan global cenderung menunjukkan tiga perbedaan yang masih dipertanyakan antara prediksi model pemanasan global dengan perilaku sebenarnya yang terjadi pada iklim.S. coccidiodomycosis. Para ilmuan telah lama memprediksi hal ini tetapi tidak memiliki cukup data untuk membuktikannya. Beberapa pengamat masih mempertanyakan apakah temperatur benar-benar meningkat. pendukung adanya pemanasan global yakin dapat menjawab dua dari tiga pertanyaan tersebut. . bahkan ada masa pendinginan sebelum naik kembali pada tahun 1970-an. tidak memanas secepat prediksi model. sebagian lagi karena adanya kontrol terhadap polusi yang menyebabkan udara menjadi lebih bersih. ke atmosfer. pemanasan cenderung berhenti selama tiga dekade pada pertengahan abad ke-20. Mereka juga menunjukkan fakta-fakta bahwa pemanasan berkelanjutan dapat menguntungkan di beberapa daerah.3 derajat Fahrenheit) daripada temperatur rata-rata 50 tahun terakhir. Ketiga. Akan tetapi. sedangkan pengukuran atmosfer dari permukaan Bumi tidak dapat dipercaya. Satelit mendeteksi lebih sedikit pemanasan di troposfer dibandingkan prediksi model. pembacaan atmosfer tersebut benar. juga dikenal sebagai aerosol. Pada bulan Januari 2000. Kedua. penyakit jantung dan paru kronis. terutama sulfat. Kurangnya pemanasan pada pertengahan abad disebabkan oleh besarnya polusi udara yang menyebarkan partikulat-partikulat. Pertama. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memberikan hasil analisa baru tentang temperatur air yang diukur oleh para pengamat di seluruh dunia selama 50 tahun terakhir. U.saluran pernafasan seperti asma. troposfer. Pada tahun 2000. Hasil pengukuran tersebut memperlihatkan adanya kecenderungan pemanasan: temperatur laut dunia pada tahun 1998 lebih tinggi 0.

seperti Amerika Serikat. Di seluruh dunia. di mana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan. tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain. memecahnya melalui fotosintesis. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Cara lainnya.pengukuran troposfer yang lebih rendah dari prediksi model tidak dapat dijelaskan secara jelas. mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. menyerap karbon dioksida yang sangat banyak. pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Pertama. Pengendalian pemanasan global Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. mengurangi produksi gas rumah kaca. Menghilangkan karbon Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). lapisan batubara atau aquifer. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca. Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak. Di banyak area. . dapat menyelamatkan tumbuhan dan hewan dengan tetap menjaga koridor (jalur) habitatnya. Kedua. Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Beberapa negara. terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya. Kerusakan yang parah dapat diatasi dengan berbagai cara. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan. Spesies-spesies dapat secara perlahan-lahan berpindah sepanjang koridor ini untuk menuju ke habitat yang lebih dingin. mengosongkan tanah yang belum dibangun dari selatan ke utara. Pohon. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. dan menyimpan karbon dalam kayunya. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia. tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung.

Pada abad ke-20. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbon dioksida yang dilepas ke udara. Akan tetapi.Salah satu sumber penyumbang karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Energi nuklir. batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. sebagian besar negara berkembang. Brazil. Ia juga menyangkal dengan menyatakan bahwa negara-negara berkembang tidak dibebani dengan persyaratan pengurangan karbon dioksida ini. yang belum diimplementasikan. walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya. Persetujuan Artikel utama internasional Protokol Kyoto untuk bagian ini adalah: Kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Pada mulanya. Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012. bahkan tidak melepas karbon dioksida sama sekali. Banyak orang mengkritik Protokol Kyoto terlalu lemah. Bahkan jika perjanjian ini dilaksanakan segera. Suatu tindakan yang keras akan diperlukan nanti. ia hanya akan sedikit mengurangi bertambahnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer. penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbon dioksida ke udara. Persyaratan itu berhasil dipenuhi ketika tahun 2004. tidak diminta untuk berkomitmen dalam pengurangan emisi gas. Walaupun demikian. Bush mengumumkan bahwa perjanjian untuk pengurangan karbon dioksida tersebut menelan biaya yang sangat besar. berkomitmen 8 persen. pada tahun 2001. Perjanjian ini. yang menginginkan perjanjian yang lebih keras. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat 5 persen di bawah emisi tahun 1990. Pada saat itu. karena gas melepaskan karbon dioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. menjanjikan pengurangan emisi hingga 7 persen di bawah tingkat 1990. dan Jepang 6 persen. Uni Eropa. George W. pada Earth Summit di Rio de Janeiro. Presiden Rusia Vladimir Putin meratifikasi perjanjian ini. Amerika Serikat mengajukan diri untuk melakukan pemotongan yang lebih ambisius. Sisa 122 negara lainnya. Pada tahun 1997 di Jepang. Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih. terutama karena negara-negara . 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat. 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto. memberikan jalan untuk berlakunya perjanjian ini mulai 16 Februari 2005. Kyoto Protokol tidak berpengaruh apa-apa bila negara-negara industri yang bertanggung jawab menyumbang 55 persen dari emisi gas rumah kaca pada tahun 1990 tidak meratifikasinya. Di tahun 1992.

terutama mereka yang ada di Uni Eropa. Belanda. telah berhasil mengatasi berbagai macam polusi tetapi gagal untuk memenuhi targetnya dalam mengurangi produksi karbon dioksida. Akan tetapi membatasi emisi karbon dioksida terbukti sulit dilakukan. Para negoisator merancang sistem di mana suatu negara yang memiliki program pembersihan yang sukses dapat mengambil keuntungan dengan menjual hak polusi yang tidak digunakan ke negara lain. merupakan negara yang memperoleh keuntungan bila sistem ini diterapkan. dapat membeli kredit polusi di pasar. Pada suatu negara dengan kebijakan lingkungan yang ketat. dan proses industri yang lebih effisien. yang dapat diperoleh dengan biaya yang lebih rendah. Rusia. Sebagai contoh. ekonomi Rusia sangat payah dan emisi gas rumah kacanya sangat tinggi. industri batubara dan perusahaan-perusahaan lainnya yang produksinya tergantung pada bahan bakar fosil.berkembang yang dikecualikan dari perjanjian ini akan menghasilkan separuh dari emisi gas rumah kaca pada 2035. terutama disebabkan oleh biaya energi. Sebagai contoh. . negara industrialis besar yang juga pelopor lingkungan. Pada tahun 1990. ia berada dalam posisi untuk menjual kredit emisi ke negara-negara industri lainnya. Para penentang ini mengklaim bahwa biaya ekonomi yang diperlukan untuk melaksanakan Protokol Kyoto dapat menjapai 300 milyar dollar AS. Setelah tahun 1997. Sebaliknya pendukung Protokol Kyoto percaya bahwa biaya yang diperlukan hanya sebesar 88 milyar dollar AS dan dapat lebih kurang lagi serta dikembalikan dalam bentuk penghematan uang setelah mengubah ke peralatan. para perwakilan dari penandatangan Protokol Kyoto bertemu secara reguler untuk menegoisasikan isu-isu yang belum terselesaikan seperti peraturan. Penolakan terhadap perjanjian ini di Amerika Serikat terutama dikemukakan oleh industri minyak. Karena kemudian Rusia berhasil memotong emisinya lebih dari 5 persen di bawah tingkat 1990. metode dan pinalti yang wajib diterapkan pada setiap negara untuk memperlambat emisi gas rumah kaca. Penentang protokol ini memiliki posisi yang sangat kuat. negara yang sulit meningkatkan lagi hasilnya. seperti Belanda. Sistem ini disebut perdagangan karbon. kendaraan. ekonominya dapat terus tumbuh walaupun berbagai macam polusi telah dikurangi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful