Uji Normal

Parametrik
• Statistika parametrik adalah prosedur yang pengujian yang dilakukan berlandaskan distribusi. Salah satu karakteristiknya penggunaan prosedur ini melibatkan asumsi-asumsi tertentu. Contoh dari statistik parametrik adalah analisis regresi, analisis korelasi, analisis varians.

Contoh : uji keacakan. •Untuk beberapa prosedur perhitungan dapat dilakukan dengan mudah secara manual.Non Parametrik • Statistika non parametrik adalah prosedur dimana kita tidak melibatkan parameter serta tidak terlibatnya distribusi. •Prosedur ini dapat digunakan pada skala ordinal maupun nominal.dll. uji kecocokan (goodness of fit). . • Kelebihan statistika non parametrik •Asumsi yang digunakan dalam jumlah yang minimum maka kemungkina penggunaan secara salah juga kecil. •Konsep-konsep dari prosedur ini menggunakan dasar matematika dan statistika yang mudah dipahami.

. kemudian digunakan analisis statistika non parametrik akan menyebabkan pemborosan informasi.Kelemahan Non Parametrik • Jika suatu kasus yang dapat dianalisis dengan statistika parametrik. •Meskipun prosedur penghitungannya sederhana. perhitungannya kadangkadang membutuhkan banyak tenaga dan menjemukan.

. • Bila skala pengukuran yang disyaratkan dalam statistika parametrik tidak terpenuhi misalnya skala ordinal dan nominal.Kapan Non Parametrik Digunakan? • Bila hipotesis yang harus diuji tidak melibatkan suatu parameter populasi.

Ringkatan skala • • • • Nominal (paling rendah) Ordinal Interval Rasio .

• Formula/rumus yang digunakan untuk melakukan suatu uji (t-test misalnya) dibuat dengan mengasumsikan bahwa data yang akan dianalisis berasal dari populasi yang sebarannya normal.Uji Normalitas • Uji normalitas adalah uji yang dilakukan untuk mengecek apakah data penelitian kita berasal dari populasi yang sebarannya normal. . • Uji ini perlu dilakukan karena semua perhitungan statistik parametrik memiliki asumsi normalitas sebaran.

• Selain itu juga data normal memiliki bentuk kurva yang sama.• Data yang normal memiliki kekhasan seperti mean. • cara melakukan uji asumsi normalitas ini yaitu menggunakan analisis Chi Square dan Kolmogorov-Smirnov. bell curve. . median dan modusnya memiliki nilai yang sama. • dengan mengasumsikan bahwa data dalam bentuk normal ini. analisis statistik baru bisa dilakukan.

Cara SPSS bekerja • 1. 2. kemudian komputer seolah-olah melakukan uji beda antara data yang kita miliki dengan data virtual yang dibuat normal tadi. pertama komputer memeriksa data kita. kemudian membuat sebuah data virtual yang sudah dibuat normal. .

.• 3. Ini berarti data yang kita miliki sebaran datanya tidak normal. – jika p lebih besar daripada 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa data yang kita miliki tidak berbeda secara signifikan dengan data virtual yang normal. Ini berarti data yang kita miliki sebaran datanya normal juga. dapat disimpulkan dua hal : – jika p lebih kecil daripada 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa data yang kita miliki berbeda secara signifikan dengan data virtual yang normal tadi. dari hasil uji beda tersebut.

Atau memang kondisi datanya memang nggak normal. • Contoh : pendapatan penduduk di komplek ciceri indah atau pondok indah atau apartemen rasuna. Data ini mungkin saja terjadi karena ada kejadian yang di luar kebiasaan. .Kalau datanya gak Normal? • data yang tidak normal tidak selalu berasal dari penelitian yang buruk.

049 maka ketidaknormalannya tidak terlalu parah (nilai tersebut hanya sedikit di bawah 0. Memang sih nggak ada patokan pasti tentang keparahan ini. misalnya F-test dan t-test.05).Solusi kalau gak normal • Kita perlu ngecek apakah ketidaknormalannya parah nggak. . Tapi kita bisa mengira-ira jika misalnya nilai p yang didapatkan sebesar 0. • Jika ketidaknormalannya tidak terlalu parah lalu kenapa? Ada beberapa analisis statistik yang agak kebal dengan kondisi ketidaknormalan ini (disebut memiliki sifat robust). Jadi kita bisa tetap menggunakan analisis ini jika ketidaknormalannya tidak parah.

Misal responden yang mengisi skala kita dengan sembarang yang membuat nilainya jadi sangat tinggi atau sangat rendah.sendiri. baik atas atau bawah..• Kita bisa membuang nilai-nilai yang ekstrem. dengan sumbu x sebagai frekuensi dan y sebagai semua nilai yang ada dalam data kita (ini tentunya bisa dikerjakan oleh komputer).. dengan asumsi nilai ini muncul akibat situasi yang tidak biasanya.. Nilai ekstrem ini disebut outliers. • Nah dari sini kita akan bisa melihat nilai mana yang sangat jauh dari kelompoknya (tampak sebagai sebuah titik yang nun jauh di sana dan nampak terasing.. • Nilai inilah yang kemudian perlu dibuang dari data kita. . • Pertama kita perlu membuat grafik.).

Analisis ini disebut juga sebagai analisis yang distribution free. . • Sayangnya analisis ini seringkali mengubah data kita menjadi data yang lebih rendah tingkatannya.wah. dll.. Ada banyak cara untuk mentransform data kita.• mentransform data kita. • Bagaimana jika semua usaha di atas tidak membuahkan hasil dan hanya membuahkan penyesalan (wah.. misalnya dengan mencari akar kuadrat dari data kita. Misal kalo sebelumnya data kita termasuk data interval dengan analisis ini akan diubah menjadi data ordinal. nggak segitunya kali ya?) • Maka langkah terakhir yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan analisis nonparametrik.

Prosedur • Prosedur pengujian normalitas data : 1. Menentukan taraf nyata (a) Untuk mendapatkan nilai chi-square tabel • • dk = k – 3 dk = Derajat kebebasan k = banyak kelas interval .Merumuskan formula hipotesis Ho : Data berdistribusi normal Ha : Data tidak berdistribusi normal 2.

Menentukan Nilai Uji Statistik • Keterangan : Oi = frekuensi hasil pengamatan pada klasifikasi ke-i Ei = Frekuensi yang diharapkan pada klasifikasi ke-i .• 3.

• 4. Memberikan kesimpulan . Menentukan Kriteria Pengujian Hipotesis 5.

Hasilnya sebagai berikut : Ujilah apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak dengan a = 0.Contoh • Hasil pengumpulan data mahasiswa yang mendapat nilai ujian Statistik Sosial. Dicatat dalam daftar distribusi frekuensi.05 ? . yang diambil secara acak sebanyak 64.

Menentukan mean 2.Jawab • 1. Menentukan Simpangan baku .

Membuat daftar distribusi frekuensi yang diharapkan (2) Mencari nilai Z-score untuk batas kelas interval .3.

(3) Mencari luas 0 – Z dari tabel kurva normal (4) Mencari luas tiap kelas interval .

(5) Mencari frekuensi yang diharapkan (Ei) Tabel frekuensi yang diharapkan dan pengamatan .

4) Merumuskan formulasi hipotesis Ho : Data berdistribusi normal Ha : Data tidak berdistribusi normal 5) Menentukan taraf nyata dan chi-kuadrat tabel .

6) Menentukan kriteria pengujian 7) Mencari Chi-kuadrat hitung .

data tersebut berdistribusi normal untuk taraf nyata 5% .49 = chi-kuadrat. maka Ho gagal ditolak • Jadi.67 < 9.Kesimpulan • Karena chi-kuadrat hitung = 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful