Bani Abbasiyah

1

Bani Abbasiyah
‫نيدساّبعلا‬ Kekhalifahan Abbasiyah

750 – 1258

Wilayah kekuasan terluas Bani Abbasiyah
Ibu kota Bahasa Agama Bagdad, Kairo Arab(resmi), Aram, Armenia, Berber, Georgia, Yunani, Yahudi, Persia Tengah, Turkik Islam

Pemerintahan Monarki Sejarah - Didirikan - Dibubarkan 750 1258

Bani Abbasiyah atau Kekhalifahan Abbasiyah (Arab: ‫ ,نيدساّبعلا‬al-Abbāsidīn) adalah kekhalifahan kedua Islam yang berkuasa di Baghdad (sekarang ibu kota Irak). Kekhalifahan ini berkembang pesat dan menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dengan menerjemahkan dan melanjutkan tradisi keilmuan Yunani dan Persia. Kekhalifahan ini berkuasa setelah merebutnya dari Bani Umayyah dan menundukan semua wilayahnya kecuali Andalusia. Bani Abbasiyah dirujuk kepada keturunan dari paman Nabi Muhammad yang termuda, yaitu Abbas bin Abdul-Muththalib (566-652), oleh karena itu mereka juga termasuk ke dalam Bani Hasyim. Berkuasa mulai tahun 750 dan memindahkan ibukota dari Damaskus ke Baghdad. Berkembang selama dua abad, tetapi pelan-pelan meredup setelah naiknya bangsa Turki yang sebelumnya merupakan bahagian dari tentara kekhalifahan yang mereka bentuk, dan dikenal dengan nama Mamluk. Selama 150 tahun mengambil kekuasaan memintas Iran, kekhalifahan dipaksa untuk menyerahkan kekuasaan kepada dinasti-dinasti setempat, yang sering disebut amir atau sultan. Menyerahkan Andalusia kepada keturunan Bani Umayyah yang melarikan diri, Maghreb dan Ifriqiya kepada Aghlabid dan Fatimiyah. Kejatuhan totalnya pada tahun 1258 disebabkan serangan bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu Khan yang menghancurkan Baghdad dan tak menyisakan sedikitpun dari pengetahuan yang dihimpun di perpustakaan Baghdad. Keturunan dari Bani Abbasiyah termasuk suku al-Abbasi saat ini banyak bertempat tinggal di timur laut Tikrit, Iraq sekarang.

pendiri dinasti ini sangat singkat. mengkonsolidasikan kembali kepemimpinan gaya Islam dan menyuburkan ilmu pengetahuan dan pengembangan budaya Timur Tengah. seorang muslim Syiah dari dinasti Fatimiyyah mengaku dari keturunan anak perempuannya Nabi Muhammad. dari tahun 132 H (750 M) s/d. Pada masa pemerintahannya. Tunisia dan Libya. pemerintahan Bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik. ia mulai memperluas daerah kekuasaannya sampai ke Mesir dan Palestina. sehingga timbul kekuasaan ganda di daerah Afrika Utara. Masa pemerintahan Abu al-Abbas.Bani Abbasiyah 2 Pendahuluan Pada awalnya Muhammad bin Ali. Meskipun begitu. dan budaya. Namun setelah periode ini berakhir. cicit dari Abbas menjalankan kampanye untuk mengembalikan kekuasaan pemerintahan kepada keluarga Bani Hasyim di Parsi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz.590 H/l194 M). Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang. sampai akhirnya dijatuhkan kembali pada tahun 1031. Periode Kedua (232 H/847 M . khususnya orang Turki (dan kemudian diikuti oleh Mamluk di Mesir pada pertengahan abad ke-13).334 H/945 M).232 H/847 M). kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. Periode Kelima (590 H/1194 M . sebelum akhirnya Bani Abbasyiah berhasil merebut kembali daerah yang sebelumnya telah mereka kuasai. Periode Pertama (132 H/750 M . Periode Keempat (447 H/1055 M . Tetapi pada tahun 940 kekuatan kekhalifahan menyusut ketika orang-orang non-Arab. disebut periode pengaruh Arab dan Persia pertama. yaitu dari tahun 750-754 M. 3. pertentangan ini semakin memuncak dan akhirnya pada tahun 750. Bani Abbasiyah mengklaim bahwa dinasti mereka tak dapat disaingi. Selanjutnya pada masa pemerintahan Khalifah Marwan II. Dinasti Fatimiyyah kemudian runtuh pada tahun 1171. para khalifah betul-betul tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang. masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain. dimana pendiri dari khilafah ini adalah Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas Rahimahullah. tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Baghdad dan diakhiri oleh invasi dari bangsa Mongol. Menuju puncak keemasan Khilafah Abbasiyah merupakan kelanjutan dari khilafah sebelumnya dari Bani Umayyah. 5. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam. Selanjutnya digantikan oleh Abu Ja'far al-Manshur (754-775 M). Periode Ketiga (334 H/945 M . Sedangkan Bani Umayyah bisa bertahan dan terus memimpin komunitas Muslim di Spanyol. kemudian mereka mengklaim kembali gelar Khalifah pada tahun 929. masa kekuasaan dinasti Bani Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. Pada periode pertama pemerintahan Bani Abbas mencapai masa keemasannya. Said bin Husain. 656 H (1258 M).656 H/1258 M). Pola pemerintahan yang diterapkan oleh Daulah Abbasiyah berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik. dan hanya menyisakan Mesir sebagai daerah kekuasaan Bani Fatimiyyah. Di sisi lain. 4. Namun kemudian. yang keras menghadapi lawan-lawannya terutama dari Bani . Secara politis. mengklaim dirinya sebagai Khalifah pada tahun 909. biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua (di bawah kendali) Kesultanan Seljuk Raya (salajiqah al-Kubra/Seljuk agung). Abu al-Abbas al-Saffah berhasil meruntuhkan Daulah Umayyah dan kemudian dilantik sebagai khalifah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua. kekhalifahan tetap bertahan sebagai simbol yang menyatukan umat Islam. 2. masa kekuasaan daulah Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. Namun kemudian. mulai mendapatkan pengaruh dan mulai memisahkan diri dari kekhalifahan. sosial.447 H/1055 M). disebut periode pengaruh Turki pertama. Bani Abbasiyah berhasil memegang kekuasaan kekhalifahan selama tiga abad. Pada awalnya ia hanya menguasai Maroko. para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Daulah Abbas menjadi lima periode: 1. Aljazair.

dekat bekas ibu kota Persia. yaitu al-Mahdi (775-785 M). Dia berkata: 3 “ Innama anii Sulthan Allah fi ardhihi (sesungguhnya saya adalah kekuasaan Tuhan di bumi-Nya) ” Dengan demikian. Popularitas daulah Abbasiyah mencapai puncaknya di zaman khalifah Harun Ar-Rasyid Rahimahullah (786-809 M) dan puteranya al-Ma'mun (813-833 M). sosial. Disamping itu. dan al-Mutawakkil (847-861 M). Ke utara bala tentaranya melintasi pegunungan Taurus dan mendekati selat Bosphorus. pemandian-pemandian umum juga dibangun. Bashrah menjadi pelabuhan yang penting. Kalau dasar-dasar pemerintahan daulah Abbasiyah diletakkan dan dibangun oleh Abu al-Abbas as-Saffah dan al-Manshur. Terkecuali itu dagang transit antara Timur dan Barat juga banyak membawa kekayaan. dan farmasi. Baghdad. konsep khilafah dalam pandangannya dan berlanjut ke generasi sesudahnya merupakan mandat dari Allah. Dia menunjuk Muhammad ibn Abdurrahman sebagai hakim pada lembaga kehakiman negara.Khulafa' al-Rasyiduun. sekretaris negara. dia menciptakan tradisi baru dengan mengangkat Wazir sebagai koordinator dari kementrian yang ada. Disamping itu. Pada mulanya ibu kota negara adalah al-Hasyimiyah. Pada masa al-Manshur ini. Dia juga membentuk lembaga protokol negara. dan juga Syi'ah. dan mendirikan rumah sakit. Di bidang pemerintahan. Daylami di laut Kaspia. Diantara usaha-usaha tersebut adalah merebut benteng-benteng di Asia. emas. Di pihak lain. Dengan demikian. untuk lebih memantapkan dan menjaga stabilitas negara yang baru berdiri itu. berbeda dari daulat Bani Umayyah. al-Ma'mun (813-833 M). Pada masa inilah negara Islam menempatkan dirinya sebagai negara terkuat dan tak tertandingi. bukan dari manusia. Turki di bagian lain Oxus dan India. Bala tentaranya juga berhadapan dengan pasukan Turki Khazar di Kaukasus. dan kemudian menghukum mati Abu Muslim al-Khurasani pada tahun 755 M. al-Mansyur memindahkan ibu kota negara ke kota yang baru dibangunnya. Pada masanya sudah terdapat paling tidak sekitar 800 orang dokter. al-Mu'tashim (833-842 M). . Kekayaan negara banyak dimanfaatkan Harun al-Rasyid untuk keperluan sosial. jawatan pos ditugaskan untuk menghimpun seluruh informasi di daerah-daerah sehingga administrasi kenegaraan dapat berjalan lancar. pusat pemerintahan dinasti Bani Abbas berada di tengah-tengah bangsa Persia. Pada masa al-Mahdi perekonomian mulai meningkat dengan peningkatan di sektor pertanian melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak. dan memantapkan keamanan di daerah perbatasan. al-Manshur memerintahkan Abu Muslim al-Khurasani melakukannya. khalifah-khalifah Abbasiyah memakai "gelar tahta". keduanya adalah pamannya sendiri yang ditunjuk sebagai gubernur oleh khalifah sebelumnya di Syria dan Mesir dibunuh karena tidak bersedia membaiatnya. Harun Ar-Rasyid (786-809 M). al-Watsiq (842-847 M). seperti al-Manshur. Bizantium membayar upeti tahunan. ilmu pengetahuan. Wazir pertama yang diangkat adalah Khalid bin Barmak. tembaga dan besi. Persia. tahun 762 M. wilayah Coppadocia dan Cicilia pada tahun 756-758 M.786 M).Bani Abbasiyah Umayyah. Kalau dulu hanya sekedar untuk mengantar surat. Abdullah bin Ali dan Shalih bin Ali. lembaga pendidikan dokter. al-Hadi (775. Khalifah al-Manshur berusaha menaklukkan kembali daerah-daerah yang sebelumnya membebaskan diri dari pemerintah pusat. tokoh-tokoh besar yang mungkin menjadi saingan baginya satu per satu disingkirkannya. Di ibu kota yang baru ini al-Manshur melakukan konsolidasi dan penertiban pemerintahannya. karena dikhawatirkan akan menjadi pesaing baginya. maka puncak keemasan dari dinasti ini berada pada tujuh khalifah sesudahnya. pengertian khalifah kembali berubah. diantaranya dengan membuat semacam lembaga eksekutif dan yudikatif. dan belakangan gelar tahta ini lebih populer daripada nama yang sebenarnya. kota Malatia. Kesejahteraan. dan kepolisian negara disamping membenahi angkatan bersenjata. kesehatan. dan kebudayaan serta kesusasteraan berada pada zaman keemasannya. Namun. Pada masa al-Manshur. bukan pula sekedar pelanjut Nabi sebagaimana pada masa al. Para direktur jawatan pos bertugas melaporkan tingkah laku gubernur setempat kepada khalifah. berasal dari Balkh. Ctesiphon. dekat Kufah. Jawatan pos yang sudah ada sejak masa dinasti Bani Umayyah ditingkatkan peranannya dengan tambahan tugas. pendidikan. Khawarij. Untuk memperkuat kekuasaannya. dia berdamai dengan kaisar Constantine V dan selama gencatan senjata 758-765 M.

Sebelumnya. Dalam penyelenggaraan negara. fiqh dan bahasa. juga ditentukan oleh dua hal. menulis dan berdiskusi. Tidak seperti pada masa Daulah Umayyah. di awal Islam. Pada umumnya. Pengajarannya berlangsung di masjid-masjid atau di rumah-rumah ulama bersangkutan. kemajuan itu paling tidak. Ketentaraan profesional baru terbentuk pada masa pemerintahan Bani Abbas. baik dari kalangan Bani Abbas sendiri maupun dari luar. tidak berarti seluruhnya berawal dari kreativitas penguasa Bani Abbas sendiri. lembaga pendidikan terdiri dari dua tingkat: 1. Dengan demikian. misalnya. khalifah berikutnya (833-842 M). Praktek orang-orang muslim mengikuti perang sudah terhenti. puncak perkembangan kebudayaan dan pemikiran Islam terjadi pada masa pemerintahan Bani Abbas. 2. seperti tafsir. Sebagaimana diuraikan di atas. pergi keluar daerah menuntut ilmu kepada seorang atau beberapa orang ahli dalam bidangnya masing-masing. keterlibatan mereka dimulai sebagai tentara pengawal. hitungan dan tulisan. Tingkat pendalaman. ilmu yang dituntut adalah ilmu-ilmu agama. pengaruh kebudayaan Persia sangat kuat. dan pada periode kedua dan keempat bangsa Turki sangat dominan dalam politik dan pemerintahan dinasti ini. Pada masa pemerintahannya. dimana para pelajar yang ingin memperdalam ilmunya. ia menggaji penerjemah-penerjemah dari golongan Kristen dan penganut agama lain yang ahli (wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah). Ia juga banyak mendirikan sekolah. kekuatan militer dinasti Bani Abbas menjadi sangat kuat. yaitu lembaga pendidikan terendah. ada pula ciri-ciri menonjol dinasti Bani Abbas yang tak terdapat di zaman Bani Umayyah. dalam periode ini banyak tantangan dan gerakan politik yang mengganggu stabilitas. 2. Sedangkan dinasti Bani Umayyah sangat berorientasi kepada Arab Islam.Bani Abbasiyah Al-Ma'mun. Disamping itu. dan konflik antar bangsa dan aliran pemikiran keagamaan. dikenal sebagai khalifah yang sangat cinta kepada ilmu filsafat. Dalam periode pertama dan ketiga pemerintahan Abbasiyah. memberi peluang besar kepada orang-orang Turki untuk masuk dalam pemerintahan. dinasti Abbasiyah mengadakan perubahan sistem ketentaraan. yaitu: 4 . Dari gambaran di atas Bani Abbasiyah pada periode pertama lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilayah. penerjemahan buku-buku asing digalakkan. tempat anak-anak mengenal dasar-dasar bacaan. Walaupun demikian. baik sebagai bahasa administrasi yang sudah berlaku sejak zaman Bani Umayyah. Perpustakaan pada masa itu lebih merupakan sebuah universitas. Perkembangan lembaga pendidikan itu mencerminkan terjadinya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. karena di samping terdapat kitab-kitab. Akan tetapi. pemerintahan Bani Abbas menjadi jauh dari pengaruh Arab Islam. semuanya dapat dipadamkan. pada masa Bani Abbas ada jabatan wazir. Tentara dibina secara khusus menjadi prajurit-prajurit profesional. pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar. Sebagian di antaranya sudah dimulai sejak awal kebangkitan Islam. di sana orang juga dapat membaca. Untuk menerjemahkan buku-buku Yunani. Jabatan ini tidak ada di dalam pemerintahan Bani Umayyah. Lembaga-lembaga ini kemudian berkembang pada masa pemerintahan Bani Abbas. yang membawahi kepala-kepala departemen. pengganti Harun Ar-Rasyid. gerakan Syi'ah. Maktab/Kuttab dan masjid. Bagi anak penguasa pendidikan bisa berlangsung di istana atau di rumah penguasa tersebut dengan memanggil ulama ahli ke sana. Gerakan-gerakan itu seperti gerakan sisa-sisa Bani Umayyah dan kalangan intern Bani Abbas. hadits. dan tempat para remaja belajar dasar-dasar ilmu agama. Hal ini sangat ditentukan oleh perkembangan bahasa Arab. maupun sebagai bahasa ilmu pengetahuan. belum ada tentara khusus yang profesional. Ketika itu. revolusi al-Khawarij di Afrika Utara. Al-Mu'tasim. 1. Dengan berpindahnya ibu kota ke Baghdad. Inilah perbedaan pokok antara Bani Abbas dan Bani Umayyah. Pada masa Al-Ma'mun inilah Baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Dalam bidang pendidikan. lembaga pendidikan sudah mulai berkembang. salah satu karya besarnya yang terpenting adalah pembangunan Baitul-Hikmah. 3. gerakan Zindiq di Persia. Disamping itu. dengan berdirinya perpustakaan dan akademi.

Bangsa-bangsa itu memberi saham tertentu dalam perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Pengaruh India terlihat dalam bidang kedokteran. Imam Abu Hanifah Rahimahullah (700-767 M) dalam pendapat-pendapat hukumnya dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di Kufah. Disamping empat pendiri madzhab besar tersebut. tafsir bi al-ra'yi. dan Imam Ahmad ibn Hanbal Rahimahullah (780-855 M) yang mengembalikan sistim madzhab dan pendapat akal semata kepada hadits Nabi serta memerintahkan para muridnya untuk berpegang kepada hadits Nabi serta pemahaman para sahabat Nabi. Pada masa pemerintahan Bani Abbas. Muridnya dan sekaligus pelanjutnya. Imam Malik Rahimahullah (713-795 M) banyak menggunakan hadits dan tradisi masyarakat Madinah. Penulisan hadits. pemikiran dan mazhab itu hilang bersama berlalunya zaman. sebagaimana sudah disebutkan. sejak awal sudah dikenal dua metode. terutama filsafat. juga berkembang pesat pada masa Bani Abbas. bangsa Persia banyak berjasa dalam perkembangan ilmu. karena Al-Asy'ari sebelumnya adalah pengikut Mu'tazilah. seperti Khawarij. Aliran-aliran sesat yang sudah ada pada masa Bani Umayyah. Namun. sangat dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan. penafsiran pertama. Kedua metode ini memang berkembang pada masa pemerintahan Bani Abbas. karena pengikutnya tidak berkembang. Fase pertama. Teologi rasional Mu'tazilah muncul di ujung pemerintahan Bani Umayyah. Disamping itu. bukan saja membawa kemajuan di bidang ilmu pengetahuan umum. Karena itu. Pendapat dua tokoh mazhab hukum itu ditengahi oleh Imam Syafi'i Rahimahullah (767-820 M). terutama setelah adanya pembuatan kertas. Fase ketiga berlangsung setelah tahun 300 H. Buku-buku yang banyak diterjemahkan adalah dalam bidang filsafat dan kedokteran. Imam-imam madzhab hukum yang empat hidup pada masa pemerintahan Abbasiyah pertama. pada masa pemerintahan Bani Abbas banyak para mujtahid lain yang mengeluarkan pendapatnya secara bebas dan mendirikan madzhab-nya pula. yaitu metode rasional yang lebih banyak bertumpu kepada pendapat dan pikiran daripada hadits dan pendapat sahabat. Hal yang sama berlaku pula dalam bidang sastra. Tokoh perumus pemikiran Mu'tazilah yang terbesar adalah Abu al-Huzail al-Allaf (135-235 H/752-849M) dan al-Nazzam (185-221 H/801-835M). pada masa khalifah al-Manshur hingga Harun Ar-Rasyid. yaitu interpretasi tradisional dengan mengambil interpretasi dari Nabi dan para sahabat. Fase kedua berlangsung mulai masa khalifah al-Ma'mun hingga tahun 300 H. Perkembangan logika di kalangan umat Islam sangat mempengaruhi perkembangan dua bidang ilmu tersebut. tafsir bi al-ma'tsur. Pengaruh dari kebudayaan bangsa yang sudah maju tersebut. Sedangkan pengaruh Yunani masuk melalui terjemahan-terjemahan dalam banyak bidang ilmu. menjadi Qadhi al-Qudhat di zaman Harun Ar-Rasyid. filsafat dan sastra. Abu Yusuf. Asimilasi berlangsung secara efektif dan bernilai guna. 2. Akan tetapi. kota yang berada di tengah-tengah kebudayaan Persia yang hidup kemasyarakatannya telah mencapai tingkat kemajuan yang lebih tinggi. Akan tetapi perkembangan pemikirannya masih terbatas. Pada fase ini yang banyak diterjemahkan adalah karya-karya dalam bidang astronomi dan manthiq. mazhab ini lebih banyak menggunakan pemikiran rasional daripada hadits. Pengaruh Persia. Dalam bidang tafsir. Murji'ah dan Mu'tazilah pun ada. aliran tradisional di bidang teologi yang dicetuskan oleh Abu al-Hasan al-Asy'ari (873-935 M) yang lahir pada masa Bani Abbas ini juga banyak sekali terpengaruh oleh logika Yunani. Hal itu mungkin terutama disebabkan oleh tersedianya fasilitas dan transportasi. Hal ini mereka lakukan untuk menjaga dan memurnikan ajaran Islam dari kebudayaan serta adat istiadat orang-orang non-Arab. Ini terjadi. Gerakan terjemahan yang berlangsung dalam tiga fase. ilmu matematika dan astronomi. Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. sangat kuat di bidang pemerintahan. Akan tetapi jelas sekali bahwa tafsir dengan metode bi al-ra'yi. setelah terjadi kontak dengan pemikiran Yunani yang membawa pemikiran filsafat dan rasionalisme dalam Islam. bangsa-bangsa non-Arab banyak yang masuk Islam. pemikiran-pemikirannya yang lebih kompleks dan sempurna baru mereka rumuskan pada masa pemerintahan Bani Abbas periode pertama. terutama melalui gerakan terjemahan. Kedua. Hal yang sama juga terlihat dalam ilmu fiqh dan terutama dalam ilmu teologi.Bani Abbasiyah 1. Berbeda dengan Imam Abu Hanifah. Bidang-bidang ilmu yang diterjemahkan semakin meluas. (tafsir rasional). sehingga memudahkan para pencari dan penulis hadits bekerja. 5 . tetapi juga ilmu pengetahuan agama. Asy'ariyah.

kemajuan politik berjalan seiring dengan kemajuan peradaban dan kebudayaan. antara lain al-Farabi. logika. Wallahul Musta’an. yang di Eropa dikenal dengan nama Alhazen. pada zaman ini menyaksikan penemuan ilmu geografi. Pada masa ini. Demikianlah kemajuan politik dan kebudayaan yang pernah dicapai oleh pemerintahan Islam pada masa klasik. banyak berpengaruh di Barat dalam bidang filsafat. yang pada mulanya mengambil inisiatif merebut kekuasaan kerajaan Ayyubiyyah yang pada masa itu merupakan kepanjangan tangan dari khilafah Bani Abbas. Dia berpendapat bahwa logam seperti timah. dan Ibnu Rusyd. Bagaimanapun tentara Mamluk membantu sekaligus menyulitkan kekhalifahan Abbasiyah. Ibnu Sina. Dia juga orang pertama yang menyusun buku mengenai kedokteran anak. hal ini disebabkan karena para penguasa Ayyubiyyah waktu itu kurang tegas dalam memimpin kerajaan. Kata aljabar berasal dari judul bukunya. Sumbangan mereka ini menyebabkan seorang ahli filsafat Yunani yaitu Aristoteles terkenal di Eropa. 6 Pengaruh Mamluk Kekhalifahan Abbasiyah adalah yang pertama kali mengorganisasikan penggunaan tentara-tentara budak yang disebut Mamluk pada abad ke-9. terkenal sebagai orang yang menentang pendapat bahwa mata mengirim cahaya ke benda yang dilihat. Dalam lapangan astronomi terkenal nama al-Fazari sebagai astronom Islam yang pertama kali menyusun astrolobe. ilmu kedokteraan berada di tangan Ibn Sina. Banyak golongan pemikir lahir zaman ini. matematika. dunia Islam mengalami peningkatan besar-besaran di bidang ilmu pengetahuan. Dia juga ahli dalam ilmu geografi. Diantara karyanya adalah Muuruj al-Zahab wa Ma'aadzin al-Jawahir. filsafat. dan filosofi dari Yunani. Sesudahnya. yang terkenal diantaranya ialah asy-Syifa'. Dialah yang menciptakan ilmu aljabar. tentara-tentara budak ini didominasi oleh bangsa Turki tetapi juga banyak diisi oleh bangsa Berber dari Afrika Utara dan Slav dari Eropa Timur. karena berbagai kondisi yang ada di umat muslim saat itu pada akhirnya kekhalifahan ini hanya menjadi simbol dan bahkan tentara Mamluk ini. sehingga di sana terdapat aliran yang disebut dengan Averroisme. Masa keemasan ini mencapai puncaknya terutama pada masa kekuasaan Bani Abbas periode pertama. kedokteran. Salah satu inovasi besar pada masa ini adalah diterjemahkannya karya-karya di bidang pengetahuan. Tokoh-tokoh terkenal dalam bidang filsafat. Diantara karyanya adalah al-Qoonuun fi al-Thibb yang merupakan ensiklopedi kedokteran paling besar dalam sejarah. etika dan interpretasi terhadap filsafat Aristoteles. Mereka ini memainkan peranan yang penting dalam menterjemahkan dan mengembangkan karya Kesusasteraan Yunani dan Hindu. Dalam lapangan kedokteran dikenal nama ar-Razi dan Ibnu Sina. terkenal nama Jabir ibn Hayyan. banyak diantara mereka bukan Islam dan bukan Arab Muslim. Persia. Ar-Razi adalah tokoh pertama yang membedakan antara penyakit cacar dengan measles. kimia dan sejarah. Al-Farghani. Tambahan pula. yang kemudian dikenal dengan Bani Mamalik berhasil berkuasa. besi dan tembaga dapat diubah menjadi emas atau perak dengan mencampurkan suatu zat tertentu. Ibn Sina juga banyak mengarang buku tentang filsafat. yang juga mahir dalam bidang astronomi. Ibnu Sina yang juga seorang filosof berhasil menemukan sistem peredaran darah pada manusia. terutama di bidang astronomi. kenegaraan. Ini adalah suatu inovasi sebab sebelumnya yang digunakan adalah tentara bayaran dari Turki. Di bidang matematika terkenal nama Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi. . menulis ringkasan ilmu astronomi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard Cremona dan Johannes Hispalensis. Dalam bidang sejarah terkenal nama al-Mas'udi. Menurut teorinya yang kemudian terbukti kebenarannya bendalah yang mengirim cahaya ke mata. Di bidang kimia. kemajuan yang tidak ada tandingannya di kala itu. Pada masa kekhalifahan ini. namun setelah periode ini berakhir. Dalam bidang optikal Abu Ali al-Hasan ibn al-Haitsami. sehingga Islam mencapai masa keemasan. dan ilmu zaman pra-Islam kepada masyarakat Kristen Eropa.Bani Abbasiyah Pengaruh gerakan terjemahan terlihat dalam perkembangan ilmu pengetahuan umum. kejayaan dan kegemilangan. sastra. peradaban Islam juga mengalami masa kemunduran. jiwa. Dibentuk oleh Al-Ma'mun. dan astronomi seperti Euclid dan Claudius Ptolemy. yang dikenal di Eropa dengan nama Al-Faragnus. Ibnu Rusyd yang di Barat lebih dikenal dengan nama Averroes. al-Jabr wa al-Muqoibalah. Ilmu-ilmu ini kemudiannya diperbaiki lagi oleh beberapa tokoh Islam seperti Al-Biruni dan sebagainya. dan Hindustan. Al-Farabi banyak menulis buku tentang filsafat.

Hal ini terjadi karena khalifah sudah dianggap sebagai jabatan keagamaan yang sakral dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Diantara faktor lain yang menyebabkan peran politik Bani Abbas menurun adalah perebutan kekuasaan di pusat pemerintahan. 7 Pengaruh Bani Buwaih Faktor lain yang menyebabkan peran politik Bani Abbas menurun adalah perebutan kekuasaan di pusat pemerintahan. tidak ada usaha untuk merebut jabatan khilafah dari tangan Bani Abbas. pada masa-masa berikutnya. Bahkan merekalah yang memilih dan menjatuhkan khalifah sesuai dengan keinginan politik mereka. Pada masa pemerintahan Bani Abbas. daulah Abbasiyah berada di bawah pengaruh kekuasaan Bani Buwaih yang berpaham Syi'ah. Hal ini sebenarnya juga terjadi pada pemerintahan-pemerintahan Islam sebelumnya. tingkat saling percaya di kalangan para penguasa dan pelaksana pemerintahan sangat rendah. seperti terlihat pada periode kedua dan seterusnya. Pada saat kekuatan militer menurun. karena khalifah sudah dianggap sebagai jabatan keagamaan yang sakral dan tidak bisa diganggu gugat lagi. sedangkan kekusaan dapat didirikan di pusat maupun daerah yang jauh dari pusat pemerintahan dalam bentuk dinasti-dinasti kecil yang merdeka. Keuangan negara sangat sulit karena biaya yang dikeluarkan untuk tentara bayaran sangat besar. dimana khalifah Abbasiyyah tetap sebagai kepala negara. Tetapi. terutama di awal berdirinya. Luasnya wilayah kekuasaan daulah Abbasiyyah sementara komunikasi pusat dengan daerah sulit dilakukan. Pengaruh Bani Seljuk Setelah jatuhnya kekuasaan Bani Buwaih ke tangan Bani Seljuk atau Salajiqah Al-Kubro (Seljuk Agung). 2. adalah: 1. Akan tetapi. dengan membiarkan jabatan tetap dipegang bani Abbas. Di tangan mereka khalifah bagaikan boneka yang tak bisa berbuat apa-apa. posisi dan kedudukan khalifah Abbasiyah sedikit lebih baik. . Tentara Turki berhasil merebut kekuasaan tersebut. Dengan profesionalisasi angkatan bersenjata. meskipun khalifah tidak berdaya. sehingga banyak daerah memerdekakan diri. perebutan kekuasaan sering terjadi. paling tidak kewibawaannya dalam bidang agama dikembalikan bahkan mereka terus menjaga keutuhan dan keamanan untuk membendung faham Syi'ah dan mengembangkan manhaj Sunni yang dianut oleh mereka. apa yang terjadi pada pemerintahan Abbasiyah berbeda dengan yang terjadi sebelumnya. ketergantungan khalifah kepada mereka sangat tinggi. khalifah tidak sanggup memaksa pengiriman pajak ke Baghdad. 3. Sedangkan kekuasaan dapat didirikan di pusat maupun di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan dalam bentuk dinasti-dinasti kecil yang merdeka.Bani Abbasiyah Bani Mamalik ini mendirikan kesultanan sendiri di Mesir dan memindahkan ibu kota dari Baghdad ke Cairo setelah berbagai serangan dari tentara tartar dan kehancuran Baghdad sendiri setelah serangan Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Bersamaan dengan itu. Kemunduran Faktor-faktor penting yang menyebabkan kemunduran Bani Abbas pada masa ini. pada periode ketiga (334-447 H/l055 M). Yang ada hanyalah usaha merebut kekuasaannya dengan membiarkan jabatan khalifah tetap dipegang Bani Abbas. Walaupun berkuasa Bani Mamalik tetap menyatakan diri berada di bawah kekuasaan (simbolik) kekhalifahan. Setelah kekuasaan berada di tangan orang-orang Turki pada periode kedua.

sehingga meskipun dirasakan dalam hampir semua segi kehidupan. 2. akan terlihat perbedaan antara pemerintahan Bani Umayyah dengan pemerintahan Bani Abbas. Penguasa Bani Abbas lebih menitik beratkan pembinaan peradaban dan kebudayaan daripada politik dan ekspansi. banyak daerah tidak dikuasai khalifah. terutama di bidang politik. Kecuali Bani Umayyah di Spanyol dan Bani Idrisiyyah di Marokko. propinsi-propinsi tertentu di pinggiran mulai lepas dari genggaman penguasa Bani Abbas. Ada kemungkinan bahwa para khalifah Abbasiyah sudah cukup puas dengan pengakuan nominal dari propinsi-propinsi tertentu. pada masa berikutnya pemerintahan dinasti ini mulai menurun. sejajar dengan batas-batas wilayah kekuasaan Islam. Nampaknya. Sebagai gantinya. Namun pada saat wibawa khalifah sudah memudar mereka melepaskan diri dari kekuasaan Baghdad. Gerakan inilah yang banyak memberikan inspirasi terhadap gerakan politik. khususnya tentara Turki dengan sistem perbudakan baru seperti diuraikan di atas. dengan berbagai cara diantaranya pemberontakan yang dilakukan oleh pemimpin lokal dan mereka berhasil memperoleh kemerdekaan penuh. Seseorang yang ditunjuk menjadi gubernur oleh khalifah. Bahkan dalam kenyataannya.Bani Abbasiyah 8 Masa Disintegrasi (1000-1250 M) Akibat dari kebijaksanaan yang lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam dari pada persoalan politik itu. 2. mereka tidak bersungguh-sungguh menghapuskan fanatisme tersebut. Kekuatan militer Abbasiyah waktu itu mulai mengalami kemunduran. sebenarnya keruntuhan kekuasaan Bani Abbas mulai terlihat sejak awal abad kesembilan. para penguasa Abbasiyah mempekerjakan orang-orang profesional di bidang kemiliteran. Seorang pemimpin lokal memimpin suatu pemberontakan dan berhasil memperoleh kemerdekaan penuh. Wilayah kekuasaan Bani Umayyah. Menurut Ibnu Khaldun. Secara riil. Apalagi pada periode pertama pemerintahan dinasti Abbasiyah. Disintegrasi dalam bidang politik sebenarnya sudah mulai terjadi di akhir zaman Bani Umayyah. dalam perkembangan selanjutnya teryata menjadi ancaman besar terhadap kekuasaan khalifah. Alasannya adalah : 1. propinsi-propinsi tertentu di pinggiran mulai lepas dari genggaman penguasa Bani Abbas. Masa disintegrasi ini terjadi setelah pemerintahan periode pertama Bani Abbasiyah mencapai masa keemasannya. seperti daulah Bani Umayyah di Spanyol dan Bani Idrisiyyah di Marokko. bahkan ada diantara mereka yang justru melibatkan diri dalam konflik kebangsaan dan keagamaan itu. Hubungannya dengan khilafah ditandai dengan pembayaran pajak. Mereka bukan saja menggerogoti kekuasaan khalifah. Mungkin para khalifah tidak cukup kuat untuk membuat mereka tunduk kepadanya. Hal ini tidak seluruhnya benar untuk diterapkan pada pemerintahan Bani Abbas. dengan pembayaran upeti itu. Akibat dari kebijaksanaan yang lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada persoalan politik itu. kedudukannya semakin bertambah kuat. Kekuasaan dinasti ini tidak pernah diakui di Spanyol dan seluruh Afrika Utara. tetapi beberapa diantaranya bahkan berusaha menguasai khalifah itu sendiri. Pengangkatan anggota militer Turki ini. Akan tetapi berbicara tentang politik Islam dalam lintasan sejarah. para khalifah tidak sadar akan bahaya politik dari fanatisme kebangsaan dan aliran keagamaan itu. kecuali Mesir yang bersifat sebentar-sebentar dan kebanyakan bersifat nominal. Ini bisa terjadi dalam salah satu dari dua cara: 1. Fenomena ini mungkin bersamaan dengan datangnya pemimpin-pemimpin yang memiliki kekuatan militer di propinsi-propinsi tertentu yang membuat mereka benar-benar independen. disamping persoalan-persoalan keagamaan. propinsi-propinsi itu pada mulanya tetap patuh membayar upeti selama mereka menyaksikan Baghdad stabil dan khalifah mampu mengatasi pergolakan-pergolakan yang muncul. sudah muncul fanatisme kebangsaan berupa gerakan syu'u arabiyah (kebangsaan/anti Arab). daerah-daerah itu berada di bawah kekuasaan gubernur-gubernur propinsi bersangkutan. seperti dalam kesusasteraan dan karya-karya ilmiah. seperti daulah Aghlabiyah di Tunisia dan Thahiriyyah di Khurasan. mulai dari awal berdirinya sampai masa keruntuhannya. Dimana salah satu .

faktor-faktor penyebab kemunduran itu tidak datang secara tiba-tiba. khalifah Abbasiyah tidak lagi berada di bawah kekuasaan suatu dinasti tertentu. Benih-benihnya sudah terlihat pada periode pertama. para khalifah menjalankan sistem perbudakan baru. Sejak itu kekuasaan Bani Abbas sebenarnya sudah berakhir. Sulit bagi orang-orang Arab untuk melupakan Bani Umayyah. yang disebut masa pertengahan. Baghdad dapat direbut dan dihancur luluhkan tanpa perlawanan yang berarti. Mereka menginginkan sebuah dinasti dengan raja dan pegawai dari Persia pula. Syria. para menteri cenderung berperan sebagai kepala pegawai sipil. Pada masa itu mereka merupakan warga kelas satu. seorang khalifah yang lemah. pada waktu itu tidak ada kesadaran yang merajut elemen-elemen yang bermacam-macam tersebut dengan kuat. . Disamping kelemahan khalifah. Namun demikian. Selain itu. Sementara itu. hanya karena khalifah pada periode ini sangat kuat. tetapi hanya di Baghdad dan sekitarnya. karena para khalifah adalah orang-orang kuat yang mampu menjaga keseimbangan kekuatan. masing-masing faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. Akibatnya. sudah merdeka dan berkuasa kembali. Berakhirnya kekuasaan Dinasti Seljuk atas Baghdad atau khilafah Abbasiyah merupakan awal dari periode kelima. banyak faktor lain yang menyebabkan khilafah Abbasiyah menjadi mundur. Meskipun demikian. Turki dan India. Pada periode ini. Sementara itu bangsa Arab beranggapan bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka adalah darah (ras) istimewa dan mereka menganggap rendah bangsa non-Arab ('ajam). naik tahta. Mereka disatukan dengan bangsa Semit. khilafah Abbasiyah tidak ditegakkan di atas ashabiyah tradisional. Dalam sejarah kekuasaan Bani Abbas terlihat bahwa apabila khalifah kuat. Orang-orang Arab sendiri terpecah belah dengan adanya ashabiyah (kesukuan). Irak. dinasti Bani Abbas tetap mempertahankan persekutuan itu. muncul juga fanatisme bangsa-bangsa lain yang melahirkan gerakan syu'ubiyah. Posisi ini kemudian direbut oleh Bani Buwaih. Sebagaimana terlihat dalam periodisasi khilafah Abbasiyah. Ada diantaranya yang cukup besar. Budak-budak bangsa Persia atau Turki dijadikan pegawai dan tentara. Setelah al-Mutawakkil. Kecenderungan masing-masing bangsa untuk mendominasi kekuasaan sudah dirasakan sejak awal khalifah Abbasiyah berdiri. Keduanya sama-sama tertindas. ada dua sebab dinasti Bani Abbas memilih orang-orang Persia daripada orang-orang Arab. Fanatisme kebangsaan ini nampaknya dibiarkan berkembang oleh penguasa.Bani Abbasiyah sebabnya adalah kecenderungan penguasa untuk hidup mewah dan kelemahan khalifah dalam memimpin roda pemerintahan. mereka dianggap sebagai hamba. masa kemunduran dimulai sejak periode kedua. disamping fanatisme kearaban. namun yang terbanyak adalah dinasti kecil. Kekuasaan berada di tangan orang-orang Turki. mereka akan berkuasa mengatur roda pemerintahan. Setelah khilafah Abbasiyah berdiri. walaupun banyak sekali dinasti Islam berdiri. bangsa Persia. dominasi tentara Turki tak terbendung lagi. Kecuali Islam. Persia. orang-orang Persia tidak merasa puas. Kehancuran Baghdad akibat serangan tentara Mongol ini awal babak baru dalam sejarah Islam. Mereka diberi nasab dinasti dan mendapat gaji. pada periode ketiga. Menurut Ibnu Khaldun. 2. Karena jumlah dan kekuatan mereka yang besar. stabilitas politik dapat terjaga. Sistem perbudakan ini telah mempertinggi pengaruh bangsa Persia dan Turki. Wilayah kekuasaan khalifah yang sempit ini menunjukkan kelemahan politiknya. Persekutuan dilatar belakangi oleh persamaan nasib kedua golongan itu pada masa Bani Umayyah berkuasa. 1. Akan tetapi. wilayah kekuasaan Abbasiyah pada periode pertama sangat luas. benih-benih itu tidak sempat berkembang. Mesir. mereka merasa bahwa negara adalah milik mereka. Para khalifah Abbasiyah. Pada masa inilah tentara Mongol dan Tartar menyerang Baghdad. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut: 9 Persaingan antar Bangsa Khilafah Abbasiyah didirikan oleh Bani Abbas yang bersekutu dengan orang-orang Persia. mereka mempunyai kekuasaan atas rakyat berdasarkan kekuasaan khalifah. dan selanjutnya beralih kepada Dinasti Seljuk pada periode keempat. Oleh Bani Abbas. sebagaimana diuraikan terdahulu. Dengan demikian. tetapi jika khalifah lemah. meliputi berbagai bangsa yang berbeda. seperti Maroko.

(266-318 H/878-930 M). Yang berbangsa Kurdi: 1. Ghaznawiyah di Afganistan. (254-290 H/868-901 M). (433-583 H/1040-1187 M). atau Seljuk Agung. (380-489 H/990-1095 M). al-Ayyubiyyah. 3. Seljuk Kinnan di Kirman. (470-700 H/1077-1299 M). (403-545 H/1011-1150 M). 2. (386-489 H/996-1 095 M). 7. d. Seljuk Syria atau Syam di Syria. Abu 'Ali. (261-389 H/873-998 M). Dan Sulthan Alib Arselan Rahimahullah memenangkan Perang Salib ke I atas kaisar Romanus IV dan berhasil menawannya. 2. (414-472 H/1023-1079 M). Idrisiyyah di Maghrib. Thuluniyah di Mesir. 2. (210-285 H/825-898 M). Seljuk ini menguasai Baghdad dan memerintah selama sekitar 93 tahun (429-522H/1037-1127 M). 3. diantaranya adalah: Yang berbangsa Persia: 1. Ikhsyidiyah di Turkistan. Mirdasiyyah di Aleppo. Ukailiyyah di Maushil. Seljuk besar. (254-292 H/837-903 M). (348-406 H/959-1015 M). 5. Bani Buwaih. 10 Yang berbangsa Turki: 1. (487-511 H/1094-1117 M). Bani Sajiyyah di Azerbaijan. 4. (511-590 H/1117-1194 M). (250-316 H/864-928 M). 'Alawiyah di Thabaristan. 5. (317-394 H/929. (320-560 H/932-1163 M).1002 M). Yang berbangsa Arab: 1. Bani Samaniyah di Transoxania. didirikan oleh Sulthan Shalahuddin al-ayyubi setelah keberhasilannya memenangkan Perang Salib periode ke III. Bani Seljuk/Salajiqah dan cabang-cabangnya: a.Bani Abbasiyah Munculnya dinasti-dinasti yang lahir dan ada yang melepaskan diri dari kekuasaan Baghdad pada masa khilafah Abbasiyah. (564-648 H/1167-1250 M). Bani Thahiriyyah di Khurasan. Seljuk Irak di Irak dan Kurdistan. Seljuk Ruum atau Asia kecil di Asia tengah(Jazirah Anatolia). Bani Shafariyah di Fars. Hamdaniyah di Aleppo dan Maushil. e. didirikan oleh Rukn al-Din Abu Thalib Tuqhril Bek ibn Mikail ibn Seljuk ibn Tuqaq. c. (351-585 H/962-1189 M). 6. . 4. (172-375 H/788-985 M). 3. 2. Aghlabiyyah di Tunisia (184-289 H/800-900 M). 3. al-Barzuqani. (205-259 H/820-872 M). (320-447 H/ 932-1055 M). bahkan menguasai Baghdad. Dulafiyah di Kurdistan. Mazyadiyyah di Hillah. 8. 4. b.

Al-Mutawakkil. jenis pengeluaran makin beragam dan para pejabat melakukan korupsi. Al-Mansur berusaha keras memberantasnya. nampak jelas adanya persaingan antarbangsa. Aliran Syi'ah memang dikenal sebagai aliran politik dalam Islam yang berhadapan dengan paham Ahlussunnah. sehingga Baitul-Mal penuh dengan harta. Fanatisme keagamaan berkaitan erat dengan persoalan kebangsaan. Setelah khilafah memasuki periode kemunduran. Karena cita-cita orang Persia tidak sepenuhnya tercapai. Munculnya aliran-aliran sesat dan fanatisme kesukuan.). pendapatan negara menurun sementara pengeluaran meningkat lebih besar. dengan menjadikan Mu'tazilah sebagai mazhab resmi negara dan melakukan mihnah. al-Muntashir (861-862 M. 11 Kemerosotan Ekonomi Khilafah Abbasiyah juga mengalami kemunduran di bidang ekonomi bersamaan dengan kemunduran di bidang politik. pemerintahan Bani Abbas merupakan pemerintahan yang kaya. Disamping latar belakang kebangsaan. aliran Mu'tazilah dibatalkan sebagai aliran negara dan golongan Sunni kembali naik daun. semua itu tidak menghentikan kegiatan mereka. Perselisihan antara dua golongan ini dipertajam oleh al-Ma'mun. kondisi ekonomi yang buruk memperlemah kekuatan politik dinasti Abbasiyah kedua. sehingga banyak aliran Syi'ah yang dipandang ghulat (ekstrim) dan dianggap menyimpang oleh penganut Syi'ah sendiri. Syi'ah pernah berkuasa di dalam khilafah Abbasiyah melalui Bani Buwaih lebih dari seratus tahun. tetapi juga antar aliran dalam Islam. semacam pajak hasil bumi. Pertambahan dana yang besar diperoleh antara lain dari al-Kharaj. Namun anaknya. Pada masa al-Mutawakkil (847-861 M). Umayyah di Spanyol. kembali memperkenankan orang Syi'ah "menziarahi" makam Husein tersebut. dinasti-dinasti itu juga dilatar belakangi paham keagamaan. Fatimiyah di Mesir. terutama antara Arab. sampai kepada konflik bersenjata yang menumpahkan darah di kedua belah pihak. Dinasti Idrisiyah di Marokko dan khilafah Fathimiyah di Mesir adalah dua dinasti Syi'ah yang memerdekakan diri dari Baghdad yang Sunni. faktor ini saling berkaitan dan tak terpisahkan. Persia dan Turki. pendukungnya banyak berlindung di balik ajaran Syi'ah. Zoroasterisme dan Mazdakisme. . Dari latar belakang dinasti-dinasti itu. 2. Tidak tolerannya pengikut Hanbali terhadap Mu'tazilah yang rasional dipandang oleh tokoh-tokoh ahli filsafat telah menyempitkan horizon intelektual padahal para salaf telah berusaha untuk mengembalikan ajaran Islam secara murni sesuai dengan yang dibawa oleh Rasulullah. Akan tetapi. banyaknya terjadi kerusuhan yang mengganggu perekonomian rakyat. bahkan Al-Mahdi merasa perlu mendirikan jawatan khusus untuk mengawasi kegiatan orang-orang Zindiq dan melakukan mihnah dengan tujuan memberantas bid'ah. khalifah ketujuh dinasti Abbasiyah (813-833 M). Menurunnya pendapatan negara itu disebabkan oleh makin menyempitnya wilayah kekuasaan. Kondisi politik yang tidak stabil menyebabkan perekonomian negara morat-marit. Konflik yang dilatarbelakangi agama tidak terbatas pada konflik antara muslim dan zindiq atau Ahlussunnah dengan Syi'ah saja. Gerakan al-Afsyin dan Qaramithah adalah contoh konflik bersenjata itu. Konflik antara kaum beriman dengan golongan Zindiq berlanjut mulai dari bentuk yang sangat sederhana seperti polemik tentang ajaran. Sedangkan pengeluaran membengkak antara lain disebabkan oleh kehidupan para khalifah dan pejabat semakin mewah. Munculnya gerakan yang dikenal dengan gerakan Zindiq ini menggoda rasa keimanan para khalifah. ada yang berlatar belakang Syi'ah maupun Sunni. misalnya. Pada periode pertama. Mu'tazilah yang cenderung rasional dituduh sebagai pembuat bid'ah oleh golongan salafy. diperingannya pajak dan banyaknya dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri dan tidak lagi membayar upeti. Antara keduanya sering terjadi konflik yang kadang-kadang juga melibatkan penguasa. kekecewaan mendorong sebagian mereka mempropagandakan ajaran Manuisme. memerintahkan agar makam Husein Ibn Ali di Karballa dihancurkan.Bani Abbasiyah Yang mengaku dirinya sebagai khilafah: 1. Pada saat gerakan ini mulai tersudut. Dana yang masuk lebih besar dari yang keluar. Sebaliknya.

namun kerugian yang mereka derita banyak sekali. Tentara Mongol.Pendapat bahwa rakyat dan kepala agama mustahil berbuat salah . Disamping itu. Namun pada masa Dinasti Seljuk yang menganut paham Sunni.000 orang. hanya Armenia dan Maronit Lebanon yang tertarik dengan Perang Salib dan melibatkan diri dalam tentara Salib. terkeping-keping oleh perpecahan dan perselisihan dari dalam. yang hanya berkekuatan 15. Soal kehendak bebas manusia.Bani Abbasiyah Aliran Mu'tazilah bangkit kembali pada masa Bani Buwaih. Perancis dan Armenia. Perang Salib itu juga membakar semangat perlawanan orang-orang Kristen yang berada di wilayah kekuasaan Islam. Sebagaimana telah disebutkan. Pemikiran-pemikiran tersebut mempunyai efek yang tidak menguntungkan bagi pengembangan kreativitas intelektual Islam konon sampai sekarang. ikut memperbaiki Yerusalem. Sebagaimana sebelumhnya tentara Sulthan Alp Arselan Rahimahullah tahun 464 H (1071 M). setelah menghancur leburkan pusat-pusat Islam. serta menghambat pengaruh dan invasi dari tentara Muslim atas wilayah Kristen. Walaupun umat Islam berhasil mempertahankan daerah-daerahnya dari tentara Salib. 1. Perang Salib yang berlangsung beberapa gelombang atau periode dan menelan banyak korban. menjadi sebab binasanya jiwa-jiwa berharga ” Ancaman dari Luar Apa yang disebutkan di atas adalah faktor-faktor internal. Berkenaan dengan konflik keagamaan itu. selalu menimbulkan kepahitan yang lebih besar dan permusuhan yang lebih sengit dari perbedaan-perbedaan mengenai hal-hal yang masih dalam lingkungan pengetahuan manusia. Dengan didukung penguasa aliran Asy'ariyah tumbuh subur dan berjaya. Perbedaan pendapat mengenai soal-soal abstrak yang tidak mungkin ada kepastiannya dalam suatu kehidupan yang mempunyai akhir. Pikiran-pikiran al-Ghazali yang mendukung aliran ini menjadi ciri utama paham Ahlussunnah. Ghuz. Perang Salib Perang Salib ini terjadi pada tahun 1095 M. Kerugian-kerugian ini mengakibatkan kekuatan politik umat Islam menjadi lemah. Banyak daulah kecil yang memerdekakan diri dari pemerintahan pusat Abbasiyah di Baghdad. . Dalam kondisi demikian mereka bukan menjadi bersatu. Pengaruh perang salib juga terlihat dalam penyerbuan tentara Mongol.000. 2.000 prajurit. karena peperangan itu terjadi di wilayahnya. penyingkiran golongan Mu'tazilah mulai dilakukan secara sistematis. telah menyebabkan kekacauan yang rumit dalam Islam .. al-Akraj. al-Hajr. diantara komunitas-komunitas Kristen Timur. orang-orang Kristen Eropa terpanggil untuk ikut berperang setelah Paus Urbanus II (1088-1099 M) mengeluarkan fatwanya. ada pula faktor-faktor eksternal yang menyebabkan khilafah Abbasiyah lemah dan akhirnya hancur. peristiwa ini dikenal dengan peristiwa Manzikert. Disebutkan bahwa Hulagu Khan. Namun. tetapi malah terpecah belah. panglima tentara Mongol. dalam peristiwa ini berhasil mengalahkan tentara Romawi yang berjumlah 2.... sangat membenci Islam karena ia banyak dipengaruhi oleh orang-orang Budha dan Kristen Nestorian. Serangan tentara Mongol ke wilayah kekuasaan Islam. Syed Ameer Ali mengatakan: 12 “ Agama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam seperti juga agama Isa ‘alaihis salaam. untuk memperoleh kembali keleluasaan berziarah di Baitul Maqdis yang dikuasai oleh Penguasa Seljuk. Gereja-gereja Kristen berasosiasi dengan orang-orang Mongol yang anti Islam itu dan diperkeras di kantong-kantong ahlul-kitab. saat Paus Urbanus II berseru kepada umat Kristen di Eropa untuk melakukan perang suci.. terdiri dari tentara Romawi..

792 . sambutan Hulagu Khan sungguh di luar dugaan khalifah. Keberangkatan khalifah disusul oleh para pembesar istana yang terdiri dari ahli fikih dan orang-orang terpandang. la mengatakan kepada khalifah. 805 . tentara Mongol yang berkekuatan sekitar 200. Kota Baghdad sendiri dihancurkan rata dengan tanah.Sulthan Alp Arselan berhasil menguasai Asia Tengah (Anatolia).Peristiwa Manzikert.wafatnya Harun ar-Rasyid. 1000 . karena Bagdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut pula lenyap dibumihanguskan oleh pasukan Mongol yang dipimpin Hulaghu Khan tersebut. 763 . tetapi juga merupakan awal dari masa kemunduran politik dan peradaban Islam. Pada saat yang kritis tersebut.000 orang tiba di salah satu pintu Baghdad. betul-betul tidak berdaya dan tidak mampu membendung "topan" tentara Hulagu Khan. Walaupun sudah dihancurkan.Harun ar-Rasyid menjadi Khalifah. Mereka semua. Hulagu Khan memantapkan kekuasaannya di Baghdad selama dua tahun.1258).Bani Abbasiyah 13 Serangan Bangsa Mongol dan Jatuhnya Baghdad Pada tahun 565 H/1258 M. Ibn Alqami ingin mengambil kesempatan dengan menipu khalifah. Hulagu Khan ingin mengawinkan anak perempuannya dengan Abu Bakr Ibn Mu'tashim. 786 . Pemerintahan Abbasiyah-Seljuk dimulai sampai sekitar tahun 1258 ketika tentara Mongol menghancurkan Baghdad. 1005 . Tetapi.000 tentara. Merebut Pulau Rhodes dan Siprus. Apa yang dikatakan wazirnya temyata tidak benar.Kaidah keilmuan mulai terbentuk. wazir khilafah Abbasiyah. • 1072 . 756 . 809 . "Saya telah menemui mereka untuk perjanjian damai. penguasa terakhir Bani Abbas di Baghdad (1243 . 800 . Hadiah-hadiah itu dibagi-bagikan Hulagu kepada para panglimanya. Sulthan Alp Arselan beserta pasukannya yang hanya berjumlah 15. Kronologi Kekhalifahan Bani Abbasiyyah • • • • • • • • • • • • • • 750 . al-Amin terbunuh dan al-Ma'mun menjadi khalifah. permata dan hadiah-hadiah berharga lainnya untuk diserahkan kepada Hulagu Khan. termasuk wazir sendiri. . al-Amin dilantik menjadi khalifah.Pemberontakan Abdullah bin Ali. dibunuh dengan leher dipancung secara bergiliran.Tentara Kristen menawan Toledo. Pembunuhan Abu Muslim.Abu al-Abbas al-Saffah menjadi Khalifah pertama Bani Abbasiyah. la tidak menginginkan sesuatu kecuali kepatuhan. dan meneruskan kepungannya terhadap kerajaan Byzantium. • 1071 . Dengan pembunuhan yang kejam ini berakhirlah kekuasaan Abbasiyah di Baghdad. Khalifah menerima usul itu. Aljabar diciptakan oleh Al-Khawarizmi.Perang saudara antara al-Amin dan al-Ma'mun. putera khalifah.Abd ar-Rahman I mendirikan kerajaan Bani Umayyah di Spanyol.Masjid Besar Cordoba dibangun. • 1085 .Pembangunan kota Bagdad.Multan dan Ghur ditawan. Dengan demikian.Kampanye melawan Byzantium.Serangan ke utara Perancis. 814 . Jatuhnya kota Baghdad pada tahun 1258 M ke tangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri kekuasaan khilafah Bani Abbasiyah di sana. sebagaimana kakek-kakekmu terhadap sulthan-sulthan Seljuk".000 tentara berhasil mengalahkan gabungan tentara salib yang dipimpim oleh Kaisar Romanus IV yang berjumlah 200. sebagaimana kota-kota lain yang dilalui tentara Mongol tersebut. 1055 . sebelum melanjutkan gerakan ke Syria dan Mesir. Kekalahan tentara Abbasiyyah di Spanyol. Hulagu Khan akan menjamin posisimu. Khalifah Al-Musta'shim.Baghdad dikuasai oleh tentara Turki Seljuk.Bermulanya Kekhalifahan Bani Abbasiyah. 755 . 752 . Spanyol. la keluar bersama beberapa orang pengikut dengan membawa mutiara.

775-785) 5. AL-WATSIQ (k.Tentara Mongol menyerang dan memusnahkan Baghdad. AL-MANSUR (k. 809-813) 9.Salahuddin Al-Ayubbi merebut Baitulmuqaddis dari tentara Salib. AL-MUTAWAKKIL (k. AL-MUNTASHIR (k. 1258 . 786-809) 6. pemerintahan Muslim di sana berakhir. AR-RASYID (k. ABBAS pendiri Bani Abbasiyah Ibnu Abbas Ali Muhammad Ibrahim 1. Ribuan penduduk terbunuh. AL-MUSTA'IN (k. 1187 . 750-754) 2. 869-870) 15. AL-MUQTADIR (k.Tentara Salib merebut Baitulmuqaddis. Perang Salib Kedua dimulai. 14 Silsilah para khalifah Dibawah ini merupakan silsilah para khalifah dari Bani Abbasiyah.Bangsa Norman merebut Sisilia. AS-SAFFAH (k. mulai dari Abbas bin Abdul-Muththalib sampai khalifah terakhir dari Bani Abbasiyah yang berkuasa di Baghdad. Tamatnya pemerintahan Kerajaan Bani Abbasiyyah di Baghdad. 866-869) 11. 847-861) 13. AL-QAHIR (k. AL-MU'TASIM (k. 813-833) 8. 785-786 al-Qasim Ibrahim al-Mubarak Musa al-Mu'taman 12. Kejatuhan Baghdad. India. 842-847) 7. 892-902) 17. Spanyol. AL-MUHTADI (k. AL-HADI (k. 754-775 3. AL-MAHDI (k.Tentara Salib merebut Cordoba.Tentara Muslim merebut Delhi. 833-842 10. 862-866) 14. 861-862) al-Muwaffaq 4. Perang Salib Ketiga dimulai. Mereka membunuh semua penduduknya.Nur al-Din merebut Edessa dari tentara Salib. 1236 . 1095 . 1194 .Perang Salib pertama dimulai. AL-MA'MUN (k. 902-908) 18. 1144 . 932-934) .Bani Abbasiyah • • • • • • • • 1091 . AL-AMIN (k. 908-935) 19. AL-MUKTAFI (k. AL-MU'TADHID (k. 870-892) 16. 1099 . AL-MU'TAZZ (k. AL-MU'TAMID (k.

AL-MUQTADI (k. 1031-1075) 27. 1136-1160) 24. AL-MUSTARSYID (k. 1226-1242) 37. AL-MUSTADHI' (k. 1160-1170) 33. 974-991) 32. merupakan nomor urut seseorang menjadi khalifah. AL-MUSTANJID (k. 991-1031) 26. AL-MUSTA'SHIM (k. 1225-1226) 1. merupakan tahun kekuasaan • Angka. 1170-1180) 34. AL-MUTTAQI (k. 944-946) 25. AL-MUSTAKFI (k. 1180-1225) 35. 1118-1135) 30. AL-MUQTAFI (k. 934-940) Ishaq 21.Bani Abbasiyah 15 20. AR-RASYID (k. ATH-THA'I (k. 1242-1258) [1] Catatan: • k. AL-MUSTAZHIR (k. AR-RADHI (k. AL-QADIR (k. Kekhalifahan Abbasiyah di Kairo . 940-944) 23. AL-QA'IM (k. 1075-1094) 28. AL-MUTHI' (k. AZH-ZHAHIR (k. 1135-1136) 30. 1094-1118) 29. • Nama dengan huruf kapital merupakan khalifah yang berkuasa. AL-MUSTANSHIR II Berkuasa di Kairo 36. 946-974) 22. AL-MUSTANSHIR (k. AN-NASHIR (k.

Sejarah Bani Abbasiyyah. Ibn Khaldun. Lihat pula • Khalifah • Bani Umayyah Referensi [1] AS-SUYUTHI. Tarikh Islamy. Sejarah Para Penguasa Islam.Bani Abbasiyah 16 • • • • • • • • • Al-Mustanshir II 1261 Al-Hakim 1262-1302 Al-Mustakfi I 1302-1340 Al-Wathiq I 1340-1341 Al-Hakim II 1341-1352 Al-Mu'tadid I 1352-1362 Al-Wathiq II 1383-1386 Al-Mu'tasim 1386-1389 • • • • • • • • Al-Mutawakkil I (kembali berkuasa) 1389-1406 Al-Musta'in 1406-1414 Al-Mu'tadid II 1414-1441 Al-Mustakfi II 1441-1451 Al-Qa'im 1451-1455 Al-Mustanjid 1455-1479 Al-Mutawakkil II 1479-1497 Al-Mustamsik 1497-1508 Al-Mutawakkil III 1508-1517 Al-Mutawakkil I 1362-1383 • Sumber Lain 1. Muhammad Syu'ub. Imam. Terbitan PT. Al-Bidaayah Wan Nihaayah. Ibn Katsir. TARIKH KHULAFA`. 2. 2006. 3. Jakarta: AL-KAUTSAR.Bulan Bintang. ISBN 979-592-175-4 .

PNG  Sumber: http://id. Easyplex. Hayabusa future.svg  Sumber: http://id. Bennylin.php?title=Berkas:Fatimid_Flag. Lisensi dan Kontributor Berkas:Fatimid_Flag. Arkwatem.org/w/index.5  Kontributor: Original uploader was Arab League at en. Hary guntara.png  Sumber: http://id.wikipedia.org/w/index.org/w/index. PavelD. Borgx. VoteITP.wikipedia Berkas:Flag of Afghanistan pre-1901.wikipedia. Paradoctor. Rocket000.wikipedia Lisensi Creative Commons Attribution-Share Alike 3.Sumber dan Kontributor Artikel 17 Sumber dan Kontributor Artikel Bani Abbasiyah  Sumber: http://id.php?oldid=3509683  Kontributor: *drew. Ezagren. Homo lupus. Albertus Aditya.wikipedia.png  Lisensi: Public Domain  Kontributor: Original uploader was Orange Tuesday at en.svg  Lisensi: Public Domain  Kontributor: Aminamina. org/ licenses/ by-sa/ 3. Ludger1961. 4 suntingan anonim Berkas:Abbasids Dynasty 750 . Aday. Alamnirvana. Indolences. 47 suntingan anonim Sumber Gambar.php?title=Berkas:Flag_of_Afghanistan_pre-1901.0 Unported http:/ / creativecommons. Jazle. Aditthegrat.PNG  Lisensi: Creative Commons Attribution-Sharealike 2.php?title=Berkas:Abbasids_Dynasty_750_-_1258_(AD).wikipedia.org/w/index. Kembangraps. Naval Scene.1258 (AD). 0/ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful