P. 1
mdgs 2015

mdgs 2015

|Views: 391|Likes:
Published by Fath Mujiono

More info:

Published by: Fath Mujiono on Aug 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2014

pdf

text

original

Pokok-pokok yang mempengaruhi derajat kesehatan Indonesia

I. Dasar Visi dan Misi Pembangunan Kesehatan I.I Dasar Pembangunan Kesehatan Landasan idiil pembangunan nasional adalah Pancasila, sedangkan landasan konstitusional adalah Undangundang Dasar 1945. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional,. Dalam Undang-undang no. 23 tahun 1992 tentang kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomi. Sedangkan dalam Konstitusi Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) tahun 1948 disepakati antara lain bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah suatu hak yang fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik yang dianut dan tingkat social ekonominya. Dasar-dasar pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah nilai kebenaran atau aturan pokok sebagai landasan untuk berfikir atau bertindak dalam pembangunan kesehatan. Dasar-dasar ini merupakan landasan dalam penyusunan visi, misi dan strategi serta petunjuk pokok pelaksanaan pembangunan kesehatan secara nasional yang meliputi: 1. Dasar Prikemanusiaan Setiap upaya kesehatan harus berlandaskan prikemanusiaan yang dijiwai, digerakkan dikendalikan oleh keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tenaga kesehatan perlu berbudi luhur dan memegang teguh etika profesi. 2. Dasar Pemberdayaan dan Kemandirian Setiap orang dan masyarakat bersama pemerintah berperan, berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga dan lingkungannya. Setiap upaya kesehatan harus mampu membangkitkan dan mendorong peran serta masyarakat. Pembangunan kesehatan dilaksanakan berlandaskan pada kepercayaan atas kemampuan dan kekuatan sendiri serta bersendikan kepribadian bangsa.

3. Dasar Adil dan Merata Dalam pembangunan kesehatan setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, tanpa memandang suku, golongan, agama, dan status social ekonominya. 4. Dasar Pengutamaan dan Manfaat Penyelenggaraan upaya kesehatan bermutu yang mengikuti perkembangan IPTEK, lebih mengutamakan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, serta dilaksanakan secara professional, mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi daerah, berhasil guna dan berdaya guna. Upaya kesehatan diarahkan agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat, serta diaksanakan dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangundangan yang berlaku. (ilmu kesehatan masyarakat, syafrudin)

I.II Isu Strategis Setelah dilakukan analisis situasi kesehatan masyarakat, masalah, kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman maka dapat disimpulkan bahwa isu strategis yang dihadapi adalah. 1. Kerjasama Lintas Sektor Sebagian dari masalah kesehatan adalah merupakan masalah nasional yang tidak dapat terlepas dari berbagai kebijakan dari sector lain sehingga upaya ini harus sacara strategis melibatkan sector terkait. Isu utama tersebut adalah bagaimana upaya meningkatkan kerjasama lintas sector yang lebih efektif karena kerjasama lintas sector dalam pembangunan kesehatan selama ini sering kurang berhasil, banyak program nasional yang terkait dengan kesehatan, tetapi pada akhirnya tidak atau kurang berwawasn kesehatan. Pembangunan kesehatan yang dijalankan selama ini hasilnya belum optimal karena kurangnya dukungan lintas sector. Beberapa program-program sektoral yang tidak atau kurang berwawasan kesehatan sehingga memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat. Sebagian dari masalah kesehatan terutama lingkungan dan prilaku berkaitan erat dengan berbagai kebijaksanaan maupun pelaksanaan program disektor lain. Untuk itu diperlukan pendekatan lintas sector yang sangat baik, agar sector terkait dapat selalu mempertimbangkan kesehatan masyarakat. Demikian pula peningkatan upaya dan manajemen pelayanan kesehatan tidak dapat terlepas dari peran sectorsektor yang membidangi pembiayaan, pemerintahan dan pembangunan daerah, ketenagaan, pendidikan,

Antara lain peningkatan komoditi eksport bahan makanan dan makanan jadi. 4. Disadari bahwa sumber daya tenaga kesehatan Indonesia yang mengikuti perkembangan IPTEK dan menerapkan nilai-nilai moral etika profesi dalam era pasar bebas sebagai akibat dari globalisasi harus diantisipasi dengan meningkatkan mutu dan profesionalisme sumber daya manusia kesehatan. syafrudin) I. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengeluaran langsung masyarakat digunakan secara kurang efektif dan efisien sebagai akibat dari adanya informasi yang tidak sama antara pemberi pelayanan dan penerima pelayanan (pasien dan keluarganya). Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Mutu sumber daya manusia kesehatan sangat menentukan keberhasilan upaya serta manajemen kesehatan. Upaya tersebut dilakukan melaui pemberdayaan sector swasta agar mandiri. alat kesehatan dan sarana penunjang kesehatan lainnya. Dalam kaitan desentralisasi penyelenggaraan pemerintah. tersedianya air bersih. memiliki kemampuan untuk mengjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata. . maka lingkungan yang diharapkan pada masa depan adalah lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi. khususnya dosektor public mengharuskan adanya upaya-upaya untuk meningkatkan peran serta sector swasta khususnya dalam upaya yang bersifat penyembuhan dan pemulihan.perdagangan dan social budaya. Mutu pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh kualitas sarana fisik. Kemitraan yang setara. Mutu dan Keterjangkauan Pelayanan Kesehatan Dipandang dari segi fisik persebaran sarana pelayanan kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit serta sarana kesehatan lainnya termasuk sarana upaya penunjang kesehatan telah dapat dikatakan merata keseluruh pelosok wilayah Indonesia. dan kurang didukung oleh pendekatan sumber daya pembiayaan yang memadai. 3. (ilmu kesehatan masyarakat. Sumber daya pembiayaan untuk upaya penyembuhan dan pemulihan perlu digali lebih banyak dari antara sumser-sumber yang ada dimasyarakat dan diarahkan agar lebih rasional dan lebih berhasil dan berdaya guna untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Disamping itu mutu sumber daya tenaga kesehatan ditentukan pula oleh nilai-nilai moral yang dianut dan diterapkannya dalam menjalankan tugas. Pengutamaan dan Sumber Daya Pembiayaaan Upaya Kesehatan Upaya kesehatan masih kurang mengutamakan pendekatan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan serta pencegahan penyakit. peningkatan kemampuan dan profesionalisme manajer kesehatan ditiap tingkat administrasi merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Sumber daya kesehatan yang bermutu harus selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.III Visi Dan Misi Pembangunan Kesehatan 1. antara sector public dan swasta sehingga sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan demikian maka peningkatan kualitas fisik serta factor-faktor tersebut diatas merupakan prakondisi yang harus dipenuhi. penyuluhan kesehatan. obat. dan kompensasi yang diterima serta harapan masyarakat pengguna. Selanjutnya proses pemberian pelayanan ditingkatkan melalui peningkatan pendidikan umum. terbuka dan saling menguntungkan bagi masing-masing mitra dalam upaya kesehatan menjadi suatu yang sentral untuk upaya pembudayaaan prilaku hidup sehat. tetapi juga membantu meningkatkan daya saing sector lain. Ketersediaan sumber daya yang terbatas. proses pemberian pelayanan. Hal ini diperlukan tidak saja untuk meningkatkan daya saing sector kesehatan. Disadari bahwa keterbatasan dana pemerintah dan masyarakat merupakan ancaman yang besar bagi kelangsungan program pemerintah serta ancaman terhadap pencapaian derajat kesehatan yang optimal. Gambaran masyarakat di Indonesia di masa depan atau visi yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan tersebut dirumuskan sebagai : INDONESIA SEHAT 2015 Dengan adanya rumsan visi tersebut. Namun harus diakui bahwa persebaran fisik tersebut masih belum diikuti sepenuhnya dengan peningkatan mutu pelayanan. penetapan kaidah hidup dan promosi kesehatan. Keadaan ini mendorong perlunya langkah strategis dalam menciptakan system pembiayaan yang bersifat praupaya yang sering dikenal dengan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM). dan berusaha untuk menguasai IPTEK yang tinggi/mutakhir. serta memiliki derajat yang setinggi-tingginya di seluruh republic Indonesia. komunikasi yang baik antara pemberi pelayanan dan masyarakat. bangsa dan Negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat. Visi Gambaran masyarakat di Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat. jenis tenaga yang tersedia. 2. Dengan demikian maka diperlukan upaya lebih intensif untuk peningkatan sumber daya pembiayaan dari sector public yang diutamakan untuk kegiatan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan serta pencegahan penyakit. Pemberdayaan atau kemandirian masyarakat dalam upaya kesehatan sering belum seperti yang diharapkan.

Tujuan Kebijakan pembangunan Kesehatan Millennium Development Goals (MDGs) merupakan sebuah paket berisi tujuan yang mempunyai batas waktu dan target terukur untuk menanggulangi kemiskinan. adalah seluruh tugas yang berelemen dari system kesehatan untuk berperan sebagai penggerak utama pembanguanan nasional berwawasan. yakni setiap individu. Untuk optimalisasi hasil kotribusi positif tersebut. kelaparan. harus dapat diupayakan masuknya wawasan kesehatan sebagai asas pokok program pembangunan. Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil kerja keras sector kesehatan. Perilaku yang sehat dan kemampuan masyarakat untuk memilih dan mendapat pelayanan kesehatan yang bermutu sangat menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan. merata dan terjangkau mengandung makna bahwa salah satu tanggungjawab sector kesehatan adalah menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu. Dengan perkataan lain untuk dapat terwujunya INDONESIA SEHAT 2015. Selanjutnya masyarakat mempunyai kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu. (3). perumahan dan pemukiman yang sehat. Program pembangunan yang tidak berkontribusi positif terhadap kesehatan. keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya mengandyng makna bahwa tugas utama sector kesehatan adalah memelihara dan meningkatkan kesehatan segenap warga negaranya. Oleh karena itu. 3. kesehatan ibu dan anak.IV Arah tujuan dan sasaran serta kebijakan pembangunan kesehatan 1. pendidikan. (4). seyogyanya tidak diselenggarakan. Pemerataan pendidikan dasar Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak . dan oleh karena itu tugas-tugas penyehatan lingkungan harus pula lebih dprioritaskan. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan tidak semata-mata berada ditangan pemerintah. Untuk terselenggaranya tugas ini penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus diutamakan adalah yang bersifat promotif dan preventif yang didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitative. pengendalian penyakit.Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu. mencegah terjadinya resiko penyakit. Misi Untuk dapat mewujudkan visi INDONESIA SEHAT 2015. Apapun peran yang dimainkan pemerintah. para penanggungjawab program pembangunan harus memasukkan pertimbangan-pertimbangan kesehatan dalam semua kebijakan pembangunannya. tanpa kesadaran individu dan masyarakat untuk secara mandiri menjaga kesehatan mereka. (ilmu kesehatan masyarakat. salah satu upaya kesehatan pokok atau misi sector kesehatan adalah mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. melainkan mengikutsertakan sebesar-besarnya peran aktif segenap anggota masyarakat dan berbagai potensi swasta. Agar dapat memelihara dan meningkatkan kesehatan individu. masyarakat. pemerintah dan swasta. Dengan demikian terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis. baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar. ditetapkan empat misi pembangunan kesehatan sebagai berikut: (1).merata dan terjangkau oleh masyarakat. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat Kesehatan adalah tanggungjawab bersama dari setiap individu. (2). Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah . melinduni diri dari ancaman penyakit serta berpartisifasi akif dalam gerakan kesehatan masyarakat. merata. serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya bangsa.Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. keluarga dan masyarakat diperlukan pula terciptanya lingkungan yang sehat. hanya sedikit yang dapat dicapai. Perilaku masyarakat Indonesia sehat 2015 adalah perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Untuk dapat terlaksananya pembangunan yang berwawsasankesehatan. tanpa meninggakan upaya menyembuhkan penyakit atau memulihkan kesehatan penderita. Layanan yang tersedia adalah layanan yang berhasil guna dan berdaya guna yang tersebar secara merata dindonesia. syafrudin) I. dan terjangkau Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. 2. tetapi sangat dipengaruhi oleh hasil kerja keras serta kontribusi positif berbagai sector pembangunan lainnya. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan. 2. keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu.sanitasi lingkungan yang memadai.keluarga dan masyarakat Indonesia. dan perbaikan kualitas lingkungan. diskriminasi perempuan. perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan. Deklarasi Millennium PBB yang ditandatangani pada September 2000 menyetujui agar semua negara: 1.

serta berbagai standard an peraturan perundang-undangan yang mendukung terwujudnya lingkungan sehat. Menjamin daya dukung lingkungan hidup Target: o Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan o Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat o Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh 8. o Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang negara-negara berkembang. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Target: o Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan. jumlah rumah yang mempunyai syarat kesehatan. jumlah penduduk yang tidak berhubungan seks diluar nikah serta jumlah penduduk yang menjadi peserta JPKM. jumlah penduduk yang tidak merokok dan tidak minum-minuman keras. jumlah pemukiman bebas vector dan rodent. penggunaan obat secara rasional. Mengurangi tingkat kematian anak Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun 5. c. Manajemen pembangunan kesehatan Meningkatnya secara bermakna system informasi pembangunan kesehatan. Perlawanan terhadap HIV/AIDS. jumlah bayi yang memperoleh imunisasi lengkap. dan istirahat teratur. kepemimpinan dan manajemen kesehatan. jumlah penduduk berolahraga. penggunaan obat generik dalam pelayanan kesehatan. pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional. terutama teknologi informasi dan komunikasi. tempat-tempat umu sehat. sarana sanitasi. membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru. jumlah penduduk dengan makan dengan gizi seimbang. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik. peserta keluarga berencana (KB). o Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang. dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. menyediakan akses obat penting yang terjangkau dalam negara berkembang o Dalam kerjasama dengan pihak swasta. jumlah pasangan usia subur (PUS). meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar. jumlah keluarga dengan komunikasi internal dan eksternal. rumah dan banguna sehat. jumlah anak balita yang ditimbang setiap bulan. (Wikipedia) 2. Perilaku hidup sehat Meningkatnya secara bermakna jumlah ibu hamil yang memeriksakan diri dan melahirkan ditolonh oleh tenaga kesehatan. b. tempat pariwisata sehat. d. peraturan . memanfaatkan pelayanan promotif dan preventif. pembangunan kesehatan. pembatalan hutang bilateral resmi. biaya kesehatan yang dikelola secara efisien. tempat kerja sehat. dan penyakit lainnya Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Meningkatkan kesehatan ibu Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan 6.sarana pembungan limbah. kemampuan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi. o Mengembangkan usaha produktif yang layak dijalankan untuk kaum muda o Dalam kerja sama dengan pihak "pharmaceutical". jumlah yang memperoleh ASI eksklusif.terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. sarana air minum. dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. serta ketersediaan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan. Sasaran pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2015 adalah : a. malaria. Upaya kesehatan Meningkatkan secara bermakna jumlah sarana kesehatan yang bermutu. Ini termasuk pembebasan-tarif dan kuota untuk ekspor mereka. 4. jumlah keluarga yang menjalankan ajaran agama dengan baik. malaria dan penyakit berat lainnya. jangkauan dan cakupan pelayanan kesehatan. dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan. Lingkunan sehat Meningkatnya secara bermakna jumlah wilayah/kawasa sehat. jumlah penduduk buang air besar dijamban. jumlah penduduk yang memperoleh air bersih. 7. o Menghadapi secara komprehensif dengan negara berkembang dengan masalah hutang melalui pertimbangan nasional dan internasional untuk membuat hutang lebih dapat ditanggung dalam jangka panjang.

Perhatian khusus dalam mengatasi dampak krisis diberikan kepada kelompok berisiko dari keluarga-keluarga miskin agar derajat kesehatannya tidak memburuk dan tetap hidup produktif. Setelah melewati krisis ekonomi status kesehatan masyarakat diusahakan ditingkatkan melaui pencegahan dan pengurangan morbiditas. sosialisasi masalah-masalah kesehatan kepada sector lain perlu dilakukan secara intensif dan berkala. yaitu keadaan lingkungan yang bebas dari resiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia. maka penyelenggaraan tersebut diatas. beriamn dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa. JPKM diselenggarakan sebagai upaya bersama antara masyarakat. dan berkesinambungan. b. upaya kesehatan diprioritaskan untuk mengatasi dampak krisis disamping tetap mempertahankan peningkatan pembangunan kesehatan. d. penyediaan sarana pembuangan air limbah serta berbagai sarana sanitasi lingkunan lainnya. melalui upaya peningkatan kesehatan. pencegahan penyakit. penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan serta upaya khusus melalui pelayanan kemanusiaan dan darurat atau krisis. Peningkatan perilaku. Peningkatan upaya kesehatan Penyelenggaraan upaya kesehatan dilaksanakan secara menyeluruh. Kualitas air. menurunya angka kecacatan dan ketergantungan serta meningkatnya status gizi masyarakat. Derajat kesehatan Meningkatnya secara bermakna umur harapan hidup. swasta. maka penyelenggaraan upaya kesehatan perlu memperhatikan kebijakan umum yang dikelompokkan sebagai berikut: a. Dalam kaitan ini perilaku hidup manusia sejak usia dini melalui berbagai kegiatan-kegiatan penyuluhan dan pendidikan kesehatan. menurunnya angka kesakitan beberapa penyakit penting. Upaya ini perlu untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam merencanakan pembangunan berwawasan kesehatan. pencegahan dan pemberantasan penyakit menular dan serta pengobatan penyakit dan rehabilitasi. kerjasama lintas program dan sektor. Kebijakan Untuk dapat mencapai tujuan pembangunan kesehatan dan melandaskan pada dasar-dasar tersebut diatas. Dalam rangka mempertahankan status kesehatan masyarakat selama krisis ekonomi. pemerataan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan perlu terus menerus diupayakan. dan pemerintah untuk . Pengembangan tenaga kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan atau daya guna tenaga dan penyediaan jumlah serta mutu tenaga kesehatan dari masyarakat dan pemerintah yang mampu melaksanakan pembangunan kesehatan. tempat kerja dan tempat-tempat umum serta tempat pariwisata ditingkatkan melalui penyediaan serta pengawasan mutu air yang memenuhi persyaratan terutama perpipaan. Meningkatkan kerjasama lintas sector Untuk optimalisasi hasil pembangunan berwawasan kesehatan. seta berpegang teguh pada pengabdian bangsa dan Negara dan etika prfesi. terpadu. c. Peningkatan kesehatan lingkungan Kesehatan lingkungan perlu diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan. pemberdayaan masyarakat dan kemitraan swasta Masyarakat dan swasta peru berperan aktif dalam penyelenggaraan upaya kesehatan. melahirkan dan masa nifas. e. pendidikan lingkungan sehat sejak dari usia muda serta pembakuan standar lingkungan. kerjasama lintas sector merupakan hal yang utama. Kesehatan lingkungan pemukiman. Peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan terutama melalui penerapan konsep pembangunan kesehatan masyarakat tetap didorong atau bahkan dikembangkan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan serta kesinambungan upaya kesehatan. menurunya angka infertilitas. Dalam perencanaan tenaga kesehatan perlu diutamakan penentuan kebutuhan tenaga di berbagai Negara diluar negri dalam rangka globalisasi. lingkungan yang sehat. dan wanita hamil. pelaksanaan dan penilaian serta melandaskan dengan seksama pada dasar-dasar pembangunan kesehatan. melalui upaya peningkatan (promosi) hidup sehat. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM). yakni cara pelayanan kesehatan melaui pembayaran secara praupaya dikembangkan terus untuk menjamin terselenggaranya pemeliharaan kesehatan yang lebih merata dan bermutu dengan raga yang terkendali. dan karena itu perlu digalang serta mantapkan secara seksama. sehingga menjadi bagian dari norma hidup dan budaya masyarakat dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kemandirian untuk hidup sehat. penerbitan tempat pembuangan sampah. 3. udara dan tanah ditingkatkan untuk menjamin hidup sehat dan produktif sehingga masyarakat terhindar dari keadaan yang dapat menimbulkan bahaya kesehatan. Prioritas utama diberikan kepada penanggulangan penyakit menular dan wabah cenderung meningkat. Selanjutnya. Pemerintah bertanggungjawab terhadap biaya pelayanan kesehatan untuk penduduk miskin. menurunya angka kematian ibu dan bayi. e. Untuk itu diperlukan peningkatan dan perbaikan peraturan perundang-undangan.perundang-undangan yang mendukung pembangunan kesehatan. Kerjasama lintas sector haus mencakup pada tahap perencanaan. anak balita. mortalitas dan kecacatan dalam masyarakat terutama pada bayi. Peningkatan sumber daya kesehatan Peningkatan tenaga kesehatan harus menunjang seluruh upaya pembangunan kesehatan dan diarahkan untuk menciptakan tenaga kesehatan yang ahli dan terampil sesuai pengembangan ilmu dan tekhnologi.

gizi. perencanaan nasional. Masalah kesehatan masyarakat. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi didorong untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. pengembangan obat asli Indonesia. kebijakan social politik.VII Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) Untuk menetapkan kemandirian masyarakat dalam hidup sehat perlu digalang peran serta masyarakat yang seluas-luasnya termasuk dalam pembiyaan. Penelitian yang berkaitan dengan ekonomi kesehatan dikembangkan unutuk mengoptimalkan pemanfaatan pebiayaan kesehatan dari pemerintah dan swasta. syafrudin) I. JPKM pada dasarnya merupakan penataan system pembiayaan kesehatan yang mempunyai peranan yang besar pula untuk mempercepat pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan. serta meningkatkan kontribusi pemerintah dalam pembiayaan kesehatan yang masih terbatas. pembinaan dan pengawasan. I. Masyarakat yang tidak mampu akan dibantu melalui system JPKM yang disubsidi oleh pemerintah bersamaan dengan itu dikembangkan pula asuransi sebagai pelengkap / pendamping JPKM.Tarif pelayanan kesehatan perlu disesuaikan atas dasar nilai jasa dan barang yang diterima oleh anggot masyarakat yang memperoleh pelayanan. membantu memecahkan masalah kesehatan dan mengatasi kendala didalam pelaksanaan program kesehatan. pengendalian dan penilaian diselengarakan secara sistematik untuk menjamin upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh. Peningkatan lingkungan sosial budaya Selain berpengaruh positif globalisai juga menimbulkan perubahan sosial dan budaya masyarakat yang dapat berpengaruh negative terhadap pembanunan kesehatan untuk itu sangat diperlukan peningkatan kesehatan social dan budaya masyarakat melalui penungkatan sosio. Manajemen terebut didukung oleh system informasi yang handal guna menghasilkan pengambilan keputusan dan cara kerja yang efisien. penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan harus berangkat dari masalah dan potensi spesifik masing-masing daerah. merupakan penentu berbagai kebijakan pembangunan. Manajemen upaya kesehatan yang terdiri dari perencanaan.ekonomi masyarakat.pemeiharaan keamanan. pelaksanaan. tingkat pendapatan dan tingkat pendidikan. Untuk itu wewenang yang lebih besar didelegasikan . Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan Penelitian dan pengembangan dibidan kesehatan akan terus dikembangkan secara terarah dan bertahap dalam rangka menunjang upaya kesehatan. Penelitian dan pengembangan kesehatan akan terus dikembangkan melalui jaringan kemitraan dan di desentralisasikan sehingga menjadi bagian penting dari pembanguna kesehatan daerah. seperti berbagai kebijakan sosia ekonomi. Secara bertahap puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah akan dikelola secara swadana. akreditasi dan legislasi serta kegiatan peningkatan kualitas lainnya. dan antara berbagai program kesehatan serta antara para pelaku dalam pembangunan kesehatan sendiri. Untuk itu akan ditetapkan standar kompetensi. dapat dipandang sebagai problem akibat dari berbagai kebijakan atau kodisi masyarakat.VIII Desentralisasi Untuk keberhasilan pembangunan kesehatan. g. Peningkatan kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan Kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan perlu makin ditingkatkan terutama melalui peningkatan secara strategis dalam kerja sama antara sektor kesehatan dan sektor lain yang terkait. Organisasi departemen kesehatan perlu disesuaikan kembali dengan fungsi – fungsi : regulasi. h. (Depkes RI hal: 1-5) I.V Paradigma Sehat Masalah kesehatan masyarakat pada dasarnya menyangkut berbagai aspek kehidupan. derajat kesehatan masyarakat pada suatu wilayah atau kawasan. Sebagai akibat dari berbagai kondisi dan kebijakan.VI Profesionalisme Pelayanan kesehatan yang bermutu perlu didukung oleh penerapan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penerapan nilai-nilai norma dan etika. (ilmu kesehatan masyarakat. sehingga dapat mengambil manfaat yang sebesar – besarnya sekaligus meminimalkan dampak negative dari globalisasi. System informasi tersebut dikembangkan secara komprehensif diberbagai tingkat administrasi kesehatan sebagai bagian dari pengembangan administrasi modern. f. Sebaliknya masalah kesehatan sebagai salah satu unsure kualitas sumber daya manusia. Pengembangan asuransi kesehatan berada dibawah pembinaan pemerintah dan asosiasi peransuran. I. kebijakan social budaya serta melibatkan hampir selurh sector yang ada dinegara kita. dipengaruhi oleh berbagai variabel anatara lainnya: upaya pembangunan non kesehatan dan atau kondisi lingkungan social kemasyarakatan baik negative maupun bersifat kondusif bagi terciptanya status kesehatan masyarakat. utamanya untuk mendukung perumusan kebijaksanaan. pendayagunan obat. pemberantasan penyakit dan perbaikan lingkungan.memenuhi kebutuhan biaya pelayanan kesehatan yang terus meningkat.

wikipedia.bappenas.go. Jakarta: Trans Info Media.kepada daerah untuk mengatur system pemerintah dan rumah tangga sendiri. Program Studi Kelayakan dan Rencana Usaha JPKM.org/wiki/Sasaran_Pembangunan_Milenium. Info Puskesmas dengan Paradigma Sehat Baru Kita Wujudkan Visi Sehat 2010. 2002 Depkes RI. 2009 Depkes RI. 1999 http://id. Ilmu Kesehatan Masyarakat.id/node/152/2580/upaya-pencapaian-millennium-development-goals-mdgs/. Diakses tanggal 25 Maret 2011 Diposkan oleh Devi Ratna Sari Wulandari di 08:42 . (ilmu kesehatan masyarakat. Diakses tanggal 25 Maret 2011 http://www. SKM. Jakarta: Depkes RI. Jakarta: Depkes RI. syafrudin) DAFTAR PUSTAKA Syafrudin. termasuk dibidang kesehatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->