Kamis, 14 Oktober 2010 14:21 WIB Kesalahan pemakaian adalah faktor terbesar kedua yang mampu memperpendek umur pakai

transmisi matik setelah kerusakan akibat penggantian. “Lima belas persen kerusakan transmisi matik gara-gara cara penggunaan yang keliru,” Ricky Ricardo, spesialis transmisi matik dari bengkel Ricardo Matic. Alangkah baiknya jika angka 15 persen itu bisa diperkecil atau malah dieliminir. Padahal pemakaiannya sangat sederhana. Toh memang didesain untuk menambah kenyamanan dan memudahkan pengemudi. Makanya untuk bergerak maju, cukup posisikan tuas di „D‟, lantas transmisi akan melakukan kalkulasi sedemikian rupa hingga mengatur tingkat percepatan sesuai kebutuhan. Di edisi 06 lalu, kami pernah memuat bagaimana cara memperlakukan transmisi matik yang benar. Namun kali ini kami coba sajikan dari sudut kontradiktif – kesalahan yang kerap terjadi saat menggunakan transmisi matik.

1. Mengurut percepatan Banyak pengguna awam transmisi tanpa pedal kopling ini, terpaku pada indikator percepatan yang biasa ada di jalur tuas. Kasus yang biasa dijumpai, pengemudi memposisikan tuas di „L‟ atau „1‟ pada saat start. Lantas kemudian digeser ke „2‟, „3‟, („4‟) dan baru ke „D‟. Alasannya, agar dimulai dari gir terendah terlebih dahulu. Padahal justru keliru. “Mau diposisikan di „2‟, „3‟, „4‟ atau „D‟, semua awalnya pun mulai dari posisi terendah, yaitu „1‟ atau „L‟,” tukas Ricky Ricardo. Perpindahan yang terlalu dini atau malah telat dan tidak sesuai dengan kondisi aktual kendaraan, malah berpotensi merusak sistem.

2. Left foot braking Sistem matik didesain tanpa pedal kopling, otomatis kaki kiri nganggur. Kondisi ini bisa jadi bumerang. Jangan coba-coba menginjak pedal rem dengan kaki kiri. “Bisa-bisa malah panic brake (karena menginjak terlalu keras),” wanti Bintarto Agung atau biasa disapa Tato. Pasalnya kekuatan kaki kiri – yang biasa dipakai untuk menginjak pedal kopling – tiga kali lipat dari kaki kanan. Secara teknis pun, jika kaki kiri mengaktifkan rem sementara kaki kanan masih menginjak pedal gas, lambat laun girboks berpotensi rontok. Teknik left foot braking hanya digunakan oleh pengemudi terlatih seperti pembalap. Perlu pengalaman dan ketrampilan khusus.

3. Mesin mogok lantaran posisi tuas Mesin divonis bermasalah atau diklaim mogok lantaran tidak mau distart. Padahal gara-gara tuas transmisi tidak di posisi „P‟ atau „N‟. “Transmisi matik hanya mau distart saat tuas ada di posisi „P‟ atau „N‟,” jelas Ricky. Biasanya kerap dilakukan di sistem matik model lama tanpa pengaman. Jika di matik modern, anak kunci tidak bisa dicabut jika tuas transmisi tidak di „P‟. Otomatis, mobil bertransmisi matik tidak bisa diparkir paralel.

tuas transmisi langsung diposisikan di „D‟. Kekonyolan ini lambat laun berbuntut rontoknya gigi-gigi komponen di girboks matik. Selain itu ada Economy atau Normal Mode untuk mengirit bahan bakar. Hal yang sama juga diakui oleh Ricky. instruktur IDDC. acapkali pengguna matik tidak menghiraukan mobil masih bergerak namun dipaksa bergerak ke arah sebaliknya. Sebaiknya tunggu sampai mobil benar-benar berhenti. Memasukkan gigi berlawanan arah mobil Dengan alasan terburu-buru. mengemudi mobil matik akan membuat tubuh pengemudi lebih nyaman dan rileks. terutama penggantian oli transmisi matik (ATF) sesuai jadwal bisa memperpanjang umur pakai • • Saat mobil mogok (mesin mati). Misalnya saat mobil masih bergerak mundur. Jangan ragu menginjak pedal rem untuk memastikannya. tuas di posisi „R‟ saat mobil masih bergerak maju. semakin banyak pula komponen yang bekerja. Menggunakan mode Sport di kecepatan konstan hanya akan membuat perhitungan konsumsi bbm meleset dari seharusnya karena penggunaan bbm tentu lebih boros. „1‟. pastikan tuas berada di posisi „N‟ Lebih konsentrasi Dari segi keselamatan berkendara. Ujung-ujungnya. Pasalnya jika terlalu sering pindah. “Transmisi matik bisa mengubah cara nyetir.” sahut Ricky. Perpindahan gigi lebih teratur dan pengemudi jadi lebih rileks.” ungkap Bintarto Agung.4. Pasalnya tangan kiri nyaris terbebas dari tongkat persneling. Sebaiknya Anda tahu… • Frekuensi penggunaan rem pada transmisi matik lebih sering daripada girboks manual • Anda tidak perlu memposisikan tuas di „N‟ saat mengantre dikala macet atau di lampu merah. bahkan ia menambahkan. „2‟ atau „3‟. 5. “Idealnya konsentrasi dan fokus pengemudi lebih tertuju pada jalan dan lalu lintas yang dilaluinya. Atau sebaliknya. Sport mode di kecepatan konstan Ide berbagai pilihan mode di transmisi matik adalah menyesuaikan kebutuhan pengemudi. Bisa dinetralkan saat berhenti cukup lama • • Mobil hanya mau distart saat tuas berada di „N‟ atau „P‟ Melakukan perawatan sesuai petunjuk. dengan . Misalnya Power atau Sport Mode untuk akselerasi lebih responsif. mobil bertransmisi matik tidak bisa dipancing dengan cara didorong Saat mobil matik harus diderek.

Ini untuk menjaga keawetan solenoid-solenoid yang ada di matik komputer. Honda Civic mencapai Rp 10 jutaan.penggunaan yang tepat dan benar. spesialis transmisi otomatis di Jakarta. Ketika mengganti oli matik sebaiknya menggunakan spesifikasinya sama atau lebih tinggi.” sebut Ricky. Karena oli sintetik tak menghantarkan arus listrik. Kalau sudah begini tentu perbaikannya menguras kocek. memang tak bisa menyalahkan ATPM. tak selamanya secara saklek mesti menuruti prosedur buku manual. umumnya mobil diharapkan bisa berumur puluhan tahun. soalnya harus mengganti satu set transmisi. jangan diganti dengan Dextron II.4 liter. Rabu. biasanya dimulai dari lambatnya reaksi sewaktu tuas digeser ke posisi „D‟. Jadi kalau spesifikasinya Dextron III. Memaksimalkan Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter . Lalu perpindahan mulai jauh dan kasar serta sulit untuk mundur. Kalau di Indonesia. Tidak masalah bagi mereka untuk tidak mengganti oli. Tidak ketinggalan penggantian paking set. kalau Anda mau awet. Hal itu berdasarkan pengalaman Ricky Ricardo dari bengkel Ricardo Matic. pemilik mobil memang harus disiplin mengikuti buku petunjuk dari pabrik untuk interval penggantian pelumas. Sementara yang dilengkapi komputer. Melihat kondisi ini. Begitu juga olinya. Biasanya pelat kopling akan habis dan hangus berwarna hitam. Toh jumlahnya hanya sekitar 2. Bisa lebih mahal apabila dilakukan di bengkel resmi. yang harus diganti adalah plat kopling dan kampas-kampas lain. Bahkan ada yang mengklaim oli matik tak perlu diganti karena dianggap lifetime. Karena oli matik sifatnya netral.826 km tapi transmisi otomatisnya sudah jebol. tidak masalah. Kebanyakan buku petunjuk perawatan mobil dari ATPM. 24 November 2010 15:49 WIB Mengganti Oli Transmisi Otomatis Idealnya. Indikasi transmisi otomatis bermasalah.000 km harus dilakukan pengurasan oli matik disertai membersihkan filter yang terbuat dari kawat kasa. Kalau sudah begini. Sebab pada umumnya mobil dirancang untuk berumur tidak lebih dari lima tahun. gunakan oli ATF Dextron II/III. sebaiknya ganti. sebaiknya gantilah oli matik yang ada di karter oli setiap 5. Mobil yang berumur 5 tahun telah dianggap sampah. akan berimbas membuat mesin lebih awet. Masalah oli dari merek berbeda. bagaimana transmisi otomatis bisa berumur puluhan tahun kalau olinya saja jarang diganti? “Sekitar 85% kerusakan transmisi otomatis disebabkan penggantian oli yang tak sesuai pemakaian atau terlalu menuruti anjuran pabrik. Masalahnya.000 km.000 km. lebih hitam pekat dibanding baru yang warna merah. menganjurkan penggantian oli transmisi otomatis setiap 40. Bila filter dari kertas. Untuk transmisi otomatis non komputer. untuk urusan oli transmisi otomatis. Ia mencontohkan Honda Civic 2000 yang baru berjarak tempuh 52. Nah. sebaiknya pakai Dextron III yang full Synthetic. Tapi. Kasusnya banyak. Seperti halnya yang diterapkan di Singapura atau di Jepang. Lalu setiap 20.

. Atau memindahkan tuas ke posisi angka 2 bila sebelumnya overdrive dalam posisi OFF. sulit menyalip atau tidak memiliki engine brake di jalan menurun sudah menjadi risiko yang harus diterima pemilik kendaraan matik. Sementara posisi tuas di D dengan overdrive OFF. dan menginjak pedal gas atau rem saja saat berkendara. Bila dibanding transmisi manual. Bila dahulu matik hanya sebatas membaca sensor kecepatan dalam beroperasi. Tak heran bila banyak orang yang hanya memanfaatkan posisi Drive (D). 27 Agustus 2010 19:55 WIB Permintaan kendaraan bertransmis otomatis dari tahun ke tahun kian meningkat. Dan angka dua adalah posisi di gigi 2. 2 dan 3. Jadi bila Anda ingin mendapatkan efek engine brake di jalan menurun atau hendak menyalip. Tidak responsif. menandakan gigi yang bekerja adalah 1. menandakan gigi yang dapat beroperasi adalah 1 dan 2. 3. Padahal itu tidak benar. 2. 2 dan D untuk menjalankan kendaraan. Bila overdrive dalam posisi ON. Sedangkan angka 2. 4) digunakan secara otomatis. kini matik telah memiliki beragam sensor yang menunjang kemampuannya dan menyesuaikan dengan gaya mengemudi. 2 dan D? Pada transmisi otomatis 4-percepatan. Kemacetan lalu lintas merupakan salah satu faktor yang membuat konsumen memilih kendaraan bertransmisi matik. Di sini Electronic Control Unit (ECU) pun mengumpulkan beragam data yang dikumpulkan dari sensor-sensor itu untuk diolah dan disesuaikan dengan kondisi jalan atau gaya mengemudi. lemah di tanjakan.Foto : Aditya Oka Jumat. Serta P dan R untuk fungsi parkir dan mundur. Tak lain lantaran menggunakan kopling tipe basah. matik pun mampu membuat mobil Anda terasa agresif. Anda dapat menggunakan overdrive OFF jika sebelumnya overdrive dalam posisi ON. Namun masih sedikit pemilik yang mampu memaksimalkan kemampuan transmisi matik. L atau angka 1 memang diperuntukkan jalan menanjak curam atau kecepatan rendah. hal itu tak sepenuhnya benar. Hal ini berlaku untuk transmisi matik 4-speed. Masih banyak yang menggangap mobil bertransmisi otomatis kurang responsif. Namun berbicara agresif. Apalagi perkembangan teknologi transmisi telah berkembang pesat. umumnya tersedia pilihan L atau 1. yang ditandai matinya indikator O/D di dasbor. seluruh perbandingan gigi transmisi (1. otomatis memang masih memiliki gejala slip lebih banyak. Pasalnya transmisi akan mengunci di gigi 1. Bila Anda beranggapan L atau 1 hanya digunakan pada jalan menanjak karena merupakan gigi 1. Apa itu L.

Umumnya sistem ini bisa diaktifkan dengan menggerakkan tuas transmisi atau menekan tombol. Dengan sistem ini. Dulunya sistem ini hanya digunakan pada mobil premium atau sports car. Steptronic atau Tiptronic. transmisi akan mempertahankan posisi gigi lebih lama dari biasanya.000 rpm. Sementara perpindahan gigi dapat dilakukan dengan menggerakkan tuas persneling ke depan-belakang atau kiri-kanan. Tapi kini SUV atau MPV pun sudah menerapkannya. Shift lock release Fitur ini berguna saat mobil diparkir paralel. rentang tenaga akan terjaga dan efek engine brake pun lebih terasa dengan mode ini.Dengan cara ini akselerasi yang dihasilkan bisa lebih cepat. Sementara pada mode Sport. menggunakan tombol di setir atau paddleshift. Contohnya adalah pada transmisi Shiftronic. Anda dapat memindahkan posisi gigi lebih akurat sesuai kebutuhan. tuas atau lubang untuk anak kunci bertuliskan Shift Lock Release. biasanya produsen tetap menerapkan perpindahan gigi secara otomatis ketika putaran mesin sampai di red line untuk safety. Mode Sport Beberapa produsen mobil menyediakan mode Sport pada transmisi otomatisnya. Efeknya. tuas persneling pun bisa dipindah ke posisi netral (N) saat kunci kontak sudah dicabut. Misalnya perpindahan gigi dalam kondisi normal dilakukan secara otomatis pada putaran mesin sekitar 2. Tapi beberapa mobil memiliki reaksi perpindahan gigi yang lamban. Dengan mengaktifkannya. Meski bisa dilakukan secara manual. Pada mode ini. Atau secara otomatis memindahkan gigi ke posisi satu ketika mobil berhenti walau sesaat. Sementara Anda membutuhkan respons yang cepat. perpindahan gigi itu terjadi pada putaran mesin lebih tinggi. Biasanya berupa tombol. Hal itu bisa juga dilakukan dengan cara kickdown (menekan pedal gas dalam-dalam). Atau mengemudi sambil memanfaatkan puncak tenaga atau torsi dari mesin. . Mode manual Teknologi perpindahan gigi secara manual atau sekuensial sudah banyak diaplikasi beberapa mobil bertransmisi otomatis.

Pendinginan oli transmisi merupakan proses terpenting untuk menjaga transmisi agar dapat selalu bekerja optimal. dimana asupan udara segar begitu terbatas dan tingginya suhu di sekitar mobil. Dan kini.000 km hingga tidak perlu diganti selama transmisi tidak mengalami kendala. Indikasi: Entakan saat perpindahan gigi Penyebab: Agar perpindahan setiap gigi transmisi otomatis atau saat tuas berpindah posisi tetap halus tanpa terjadi hentakan. Namun. Tak heran bila teknologi Grade Logic Control pada Honda atau mode Tiptronic hadir dari kepintaran sebuah unit pengontrol transmisi. peranti solenoid control valve berfungsi untuk meredam hal tersebut. bila kinerja solenoid ini tidak optimal. 01 Juli 2010 15:11 WIB ATPM memiliki prosedur penggantian oli transmisi secara berkala yang begitu lama. Apalagi bila kendaraan kerap berhadapan dengan kemacetan lalu lintas. bila mengingat sistem trasmisi matik telah dirancang untuk kondisi iklim tropis. kerusakan pada control valve juga dapat terjadi. Perilaku pengemudi untuk memindahkan posisi tuas ke N (Neutral) saat berhenti di tengah kemacetan. merupakan salah satu cara agar peningkatan suhu oli transmisi dapat sedikit diredam. Indikasi: Mengunci di salah satu gigi Penyebab: Bila solenoid control valve sudah tidak dapat lagi bekerja.Kenali Problem Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter Foto : Pekik Udi Irianto Kamis. Hal ini dimungkinkan. dimana di dalamnya terdapat komponen per dan piston. kerusakan tetap dapat saja terjadi. entakan akan terjadi. sesempurna sebuah sistem dirancang. kemungkinan mengunci di salah satu posisi gigi pun . Nah. tramsmisi otomatis telah dirancang dengan modul pengatur sendiri sehingga tak hanya bersifat mekanikal. Sekitar 40. Kerusakan seperti per patah atau piston macet dapat menjadi penyebab hentakan ini terjadi. Apa saja yang mungkin terjadi dengan transmisi otomatis mobil Anda? Silakan simak beberapa gejala kerusakan berikut ini. Selain itu. Kontrol elektrik pun sudah menjadi satu bagian tersendiri untuk mengatur kinerja transmisi otomatis selain secara mekanikal.

Indikasi: Perlu putaran tinggi agar mobil dapat berjalan Penyebab: Gejala seperti kopling selip ini pada transmisi manual. Bila komponen ini terkena air. Bocornya sil membuat tekanan di saluran oli pada transmisi otomatis menjadi menurun. sil pada kabel spidometer juga memungkinkan air menyusup masuk ke dalam transmisi. Kenali Nyawa Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter Kamis. Penyebabnya adalah pengetahuan yang minim terhadap transmisi pintar ini sebagai penyalur tenaga mesin ke roda. Jadi bila kerusakan ini terjadi. pihak ATPM pasti . disebabkan oleh kerusakan pada sil di dalam transmisi. kenapa sampai rusak total? Jika kerusakan adalah kesalahan produksi. Bila pada mesin dilengkapi katup searah. solenoid control valve akan langsung diserangnya dan ketiga gejala di atas akan mungkin terjadi. kemungkinan air masuk menjadi lebih besar.dapat terjadi. Bila selang hawa transmisi ini terbuka atau robek. Dan bila hal ini yang terjadi. Selain itu. maka modul transmisi akan memerintahkan untuk menjalankan „safe mode‟ untuk memaksa pengemudi berhenti berkendara. Perbaikan transmisi otomatis memang terbilang mahal. 17 Juni 2010 14:35 WIB Asumsi negatif mengenai mobil bertransmisi otomatis masih tetap kuat di masyarakat kita. Pertanyaannya. tidak demikian dengan transmisi. Apalagi jika harus mengganti seluruh bagian secara utuh. Umumnya air bisa masuk melalui lubang ventilasi di transmisi. Kian diperparah. posisi vehicle speed sensor di transmisi tergolong cukup rendah. Selain itu. termasuk transmisi otomatis. bila tuas perseneling tidak dapat digerakan akibat kerusakan komponen yang berjumlah 5 buah untuk transmisi otomatis 4-percepatan. Efeknya. Kerusakan menerjang banjir Air merupakan momok pada komponen bergerak di kendaraan. besar kemungkinan terjadi hubungan pendek. Peranti elektronik ini memiliki fungsi sebagai safe mode ketika temperatur mesin melebihi batas suhu kerjanya. membuat pelumasan pada clutch atau pelat kopling menjadi berkurang dan berakibat pada kerusakan. Indikasi: Mobil tidak mau berakselerasi Penyebab: Terjadi kerusakan pada vehicle speed sensor.

Previa.” ujar Iwan Abdurahman. Vios. Alphard.000 km sekali dengan menggunakan ATF Genuine Toyota. Bahkan Ricky menganjurkan penggantian ATF setiap 5. Pada mobil-mobil terbaru.000 km sekali. Hal ini juga membantu mengurangi gejala selip yang umum terjadi.” jelas Iwan Abdurahman. Ia berani menjamin perawatan rutin seperti ini bisa menghindarkan transmisi dari berbagai masalah yang kerap terjadi sekaligus meningkatkan umur penggunaan transmisi tersebut. “Penggunaan jenis ATF yang tidak sesuai dengan spesifikasi transmisi bisa mengakibatkan gejala abnormal seperti dari shift shock atau entakan saat perpindahan gigi.” tutur Ricky Ricardo. tenaga mesin tidak akan tersalurkan ke roda. Oli ATF (automatic transmision fluid) merupakan elemen yang sangat esensial di sini.000 km dan T-IV dan WS setiap 100. Semuanya mengacu terhadap peningkatan performa transmisi otomatis untuk mengurangi gejala selip pada transmisi sekaligus meningkatkan waktu reaksinya. Namun dalam banyak kasus. Sementara Toyota Kijang Innova dan Fortuner membutuhkan spesifikasi ATF yang lebih baik lagi. Ia menambahkan jika ATF lebih sering diganti akan jauh lebih baik lagi. Standarisasi ATF beberapa ATPM di Indonesia • Audi: TT. A3 G 052 025-A2 • Ford: Mercon V • GM: Dexron III • Honda: Z-1 • Mitsubishi: SP-II/III • Nissan: Matic J/K . yaitu T-IV. ATF jenis WS menghasilkan reaksi lebih cepat dibanding T-IV karena sifatnya yang lebih encer dan lebih cepat melakukan penetrasi melalui body valve transmisi modern yang lebih kecil dibanding matik konvensional. Transmisi otomatis yang digunakan mobil-mobil ini membutuhkan ATF dengan performa lebih tinggi lagi yang memiliki viskositas atau kekentalan lebih rendah. Salah satu kelebihan ATF jenis ini adalah viskositas yang lebih baik dan titik didih lebih tinggi. kerusakan yang terjadi disebabkan oleh kesalahan pemilik dalam merawat transmisi pintar ini. Lifetime transmisi otomatis Apa yang menentukan daya tahan sebuah transmisi otomatis? “Semuanya tergantung dari „nyawa‟ transmisi matik yaitu ATF. Ini merupakan interval paling jarang agar transmisi terhindar dari masalah. dan Land Cruiser 200 Series. Namun saat bekerja. “Untuk Toyota. Rancang bangun transmisi otomatis saat ini memiliki lebih banyak sensor elektrikal dibanding transmisi otomatis konvensional. trainer PT Toyota-Astra Motor.000 km dan menguras seluruh ATF setiap 20. Crown. pemilik bengkel transmisi otomatis di bilangan Cikokol Tangerang. Camry. Dengan begitu akselerasi transmisi otomatis yang mengandalkan spesifikasi ATF ini jauh lebih spontan dan responsif. untuk spesifikasi Dexron III harus diganti setiap 80. Baik jumlah maupun kualitas ATF harus selalu dijaga. transmisi otomatisnya membutuhkan ATF dengan spesifikasi lebih baik lagi. Tanpa pelumas ini. Namun semuanya tergantung Anda sendiri sebagai penggunanya.bertanggung jawab selama masih dalam masa garansi. Perbedaan tingkat viskositas ATF WS dan T-IV tak bisa dilihat maupun dirasakan hanya dengan mengandalkan jari. Sementara ATF dengan spesifikasi WS digunakan pada Toyota Yaris. Ambil contoh Toyota Avanza dan Rush cukup menggunakan ATF dengan spesifikasi Dexron III seperti transmisi otomatis konvensional.

Lakukan konsultasi di bengkel resmi terdekat di kota Anda sebelum melakukan penggantian ATF. Kebocoran Apabila terlihat tetesan oli di bawah mobil. telusuri sumbernya dan pastikan berasal dari transmisi.• Proton: SP-II/III • Toyota: T-III (Dexron III). Sehingga perbaikan berbiaya tinggi bisa dihindari. Beban kerjanya yang berat membuat fluida pada transmisi otomatis punya umur pakai yang mesti dipatuhi. segera bawa mobil ke bengkel. Steptronic atau Multitronic. Biasanya cairan oli transmisi berwarna coklat kemerahan. Jika menemukan cairan berwarna itu. Memeriksa volume dan kondisi oli . Jika masih ringan. Namun kalau volume oli yang bocor begitu banyak. Misalnya Tiptronic. Fluida ini juga bertugas melumasi semua komponen bergerak sekaligus sebagai pendingin transmisi. jangan jalankan mobil dan segera telepon bengkel. T-IV. Selain perawatan. Salah satu penyebabnya adalah kebocoran gasket. dan WS Perhatian! 1. Selain beroperasi seperti matik biasa. komponen transmisi mudah aus. kenali warnanya. Setiap pabrikan menggunakan nama berbeda untuk fasilitas ini. Selectomatic. Merawat Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter Foto : Pekik Udi Irianto Minggu. girboks modern juga dilengkapi mode pengoperasian manual. 3. Secara umum. ada beberapa cara analisa kerusakan dan penyebab yang bisa dicermati. 2. prinsip kerja transmisi otomatis adalah memindahkan tenaga mesin ke roda melalui media fluida. 05 Desember 2010 11:01 WIB Konstruksi sebuah girboks otomatis modern biasanya terdiri 3-6 rasio dengan tambahan mode Economy atau Sport. Baca buku petunjuk saat hendak mengganti oli transmisi otomatis (ATF). Pastikan ATF pengganti sesuai dengan spesifikasi yang digunakan transmisi mobil Anda. Bila penggantian fluida tak dilakukan tak diganti berkala.

isi pelumas transmisi sesuai kebutuhan secepatnya.Jangan kira tak ada batang pengukur (dipstick) buat mengukur volume oli transmisi. suhu panas dan dingin. menanjak dan turunan. seluk beluk menggunakan transmisi otomatis di jalan. carilah apa ada kebocoran. berarti terjadi masalah di transmisi. Gunakanlah pelumas dengan kandungan antiaus untuk mencegah kerusakan dari gir. supaya bisa mencapai dasar rumah transmisi. Kalau tidak. Letaknya dekat dipstick oli mesin. kondisinya bersih dan transparan tanpa serbuk atau butiran hitam. Kalau Anda menemukan garis oli rendah. menarik kendaraan lain. Perpindahan tuas Sayangilah transmisi Anda. . Perhatikan cairan yang menempel di kain atau kertas. Jika ada. tapi lebih ke bawah. kapan interval penggantian oli. Itu bisa membuat pemindahan gigi jadi halus dan meminimalkan penggantian komponen transmisi. Lakukan dengan teratur. Selalu pindahkan posisi tuas dengan tepat sesuai kondisi dan kebutuhannya. Nah. Masukkan kembali batang pengukur oli dan ulangi langkah tadi. Tarik batang dan hapuslah oli dengan kain atau kertas putih. Juga lebih panjang dari dipstick oli mesin. maka ia akan melayani lebih lama. Jika masih baik. pelat kopling dan cakram. bisa Anda simak di waktu mendatang di website ini. Umumnya penggantian oli dilakukan tiap 10 hingga 25 ribu km dengan pemakaian di beberapa kondisi seperti macet. Ganti oli transmisi Perhatikan buku manual mobil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful