Kamis, 14 Oktober 2010 14:21 WIB Kesalahan pemakaian adalah faktor terbesar kedua yang mampu memperpendek umur pakai

transmisi matik setelah kerusakan akibat penggantian. “Lima belas persen kerusakan transmisi matik gara-gara cara penggunaan yang keliru,” Ricky Ricardo, spesialis transmisi matik dari bengkel Ricardo Matic. Alangkah baiknya jika angka 15 persen itu bisa diperkecil atau malah dieliminir. Padahal pemakaiannya sangat sederhana. Toh memang didesain untuk menambah kenyamanan dan memudahkan pengemudi. Makanya untuk bergerak maju, cukup posisikan tuas di „D‟, lantas transmisi akan melakukan kalkulasi sedemikian rupa hingga mengatur tingkat percepatan sesuai kebutuhan. Di edisi 06 lalu, kami pernah memuat bagaimana cara memperlakukan transmisi matik yang benar. Namun kali ini kami coba sajikan dari sudut kontradiktif – kesalahan yang kerap terjadi saat menggunakan transmisi matik.

1. Mengurut percepatan Banyak pengguna awam transmisi tanpa pedal kopling ini, terpaku pada indikator percepatan yang biasa ada di jalur tuas. Kasus yang biasa dijumpai, pengemudi memposisikan tuas di „L‟ atau „1‟ pada saat start. Lantas kemudian digeser ke „2‟, „3‟, („4‟) dan baru ke „D‟. Alasannya, agar dimulai dari gir terendah terlebih dahulu. Padahal justru keliru. “Mau diposisikan di „2‟, „3‟, „4‟ atau „D‟, semua awalnya pun mulai dari posisi terendah, yaitu „1‟ atau „L‟,” tukas Ricky Ricardo. Perpindahan yang terlalu dini atau malah telat dan tidak sesuai dengan kondisi aktual kendaraan, malah berpotensi merusak sistem.

2. Left foot braking Sistem matik didesain tanpa pedal kopling, otomatis kaki kiri nganggur. Kondisi ini bisa jadi bumerang. Jangan coba-coba menginjak pedal rem dengan kaki kiri. “Bisa-bisa malah panic brake (karena menginjak terlalu keras),” wanti Bintarto Agung atau biasa disapa Tato. Pasalnya kekuatan kaki kiri – yang biasa dipakai untuk menginjak pedal kopling – tiga kali lipat dari kaki kanan. Secara teknis pun, jika kaki kiri mengaktifkan rem sementara kaki kanan masih menginjak pedal gas, lambat laun girboks berpotensi rontok. Teknik left foot braking hanya digunakan oleh pengemudi terlatih seperti pembalap. Perlu pengalaman dan ketrampilan khusus.

3. Mesin mogok lantaran posisi tuas Mesin divonis bermasalah atau diklaim mogok lantaran tidak mau distart. Padahal gara-gara tuas transmisi tidak di posisi „P‟ atau „N‟. “Transmisi matik hanya mau distart saat tuas ada di posisi „P‟ atau „N‟,” jelas Ricky. Biasanya kerap dilakukan di sistem matik model lama tanpa pengaman. Jika di matik modern, anak kunci tidak bisa dicabut jika tuas transmisi tidak di „P‟. Otomatis, mobil bertransmisi matik tidak bisa diparkir paralel.

acapkali pengguna matik tidak menghiraukan mobil masih bergerak namun dipaksa bergerak ke arah sebaliknya. mobil bertransmisi matik tidak bisa dipancing dengan cara didorong Saat mobil matik harus diderek. Memasukkan gigi berlawanan arah mobil Dengan alasan terburu-buru. Sebaiknya tunggu sampai mobil benar-benar berhenti. Menggunakan mode Sport di kecepatan konstan hanya akan membuat perhitungan konsumsi bbm meleset dari seharusnya karena penggunaan bbm tentu lebih boros. “Transmisi matik bisa mengubah cara nyetir. Sport mode di kecepatan konstan Ide berbagai pilihan mode di transmisi matik adalah menyesuaikan kebutuhan pengemudi. tuas di posisi „R‟ saat mobil masih bergerak maju. dengan . 5. terutama penggantian oli transmisi matik (ATF) sesuai jadwal bisa memperpanjang umur pakai • • Saat mobil mogok (mesin mati). mengemudi mobil matik akan membuat tubuh pengemudi lebih nyaman dan rileks. semakin banyak pula komponen yang bekerja. „1‟. tuas transmisi langsung diposisikan di „D‟. Misalnya Power atau Sport Mode untuk akselerasi lebih responsif. Selain itu ada Economy atau Normal Mode untuk mengirit bahan bakar. pastikan tuas berada di posisi „N‟ Lebih konsentrasi Dari segi keselamatan berkendara. Pasalnya jika terlalu sering pindah.4. „2‟ atau „3‟. Perpindahan gigi lebih teratur dan pengemudi jadi lebih rileks. “Idealnya konsentrasi dan fokus pengemudi lebih tertuju pada jalan dan lalu lintas yang dilaluinya.” sahut Ricky. Misalnya saat mobil masih bergerak mundur. Pasalnya tangan kiri nyaris terbebas dari tongkat persneling. Atau sebaliknya. Kekonyolan ini lambat laun berbuntut rontoknya gigi-gigi komponen di girboks matik. Hal yang sama juga diakui oleh Ricky. Jangan ragu menginjak pedal rem untuk memastikannya. Sebaiknya Anda tahu… • Frekuensi penggunaan rem pada transmisi matik lebih sering daripada girboks manual • Anda tidak perlu memposisikan tuas di „N‟ saat mengantre dikala macet atau di lampu merah. Bisa dinetralkan saat berhenti cukup lama • • Mobil hanya mau distart saat tuas berada di „N‟ atau „P‟ Melakukan perawatan sesuai petunjuk. Ujung-ujungnya. bahkan ia menambahkan.” ungkap Bintarto Agung. instruktur IDDC.

Rabu.penggunaan yang tepat dan benar. Memaksimalkan Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter . Kalau di Indonesia. Masalahnya. Bahkan ada yang mengklaim oli matik tak perlu diganti karena dianggap lifetime. Ini untuk menjaga keawetan solenoid-solenoid yang ada di matik komputer. Biasanya pelat kopling akan habis dan hangus berwarna hitam. Tidak ketinggalan penggantian paking set. sebaiknya pakai Dextron III yang full Synthetic. Masalah oli dari merek berbeda.826 km tapi transmisi otomatisnya sudah jebol. Kebanyakan buku petunjuk perawatan mobil dari ATPM. Bisa lebih mahal apabila dilakukan di bengkel resmi. Hal itu berdasarkan pengalaman Ricky Ricardo dari bengkel Ricardo Matic. umumnya mobil diharapkan bisa berumur puluhan tahun. pemilik mobil memang harus disiplin mengikuti buku petunjuk dari pabrik untuk interval penggantian pelumas. kalau Anda mau awet. biasanya dimulai dari lambatnya reaksi sewaktu tuas digeser ke posisi „D‟. tidak masalah. Jadi kalau spesifikasinya Dextron III. Ia mencontohkan Honda Civic 2000 yang baru berjarak tempuh 52. sebaiknya ganti. Honda Civic mencapai Rp 10 jutaan. Toh jumlahnya hanya sekitar 2. akan berimbas membuat mesin lebih awet. sebaiknya gantilah oli matik yang ada di karter oli setiap 5. bagaimana transmisi otomatis bisa berumur puluhan tahun kalau olinya saja jarang diganti? “Sekitar 85% kerusakan transmisi otomatis disebabkan penggantian oli yang tak sesuai pemakaian atau terlalu menuruti anjuran pabrik.000 km. Karena oli matik sifatnya netral. Mobil yang berumur 5 tahun telah dianggap sampah. Melihat kondisi ini. jangan diganti dengan Dextron II. Bila filter dari kertas. Nah. lebih hitam pekat dibanding baru yang warna merah. untuk urusan oli transmisi otomatis. tak selamanya secara saklek mesti menuruti prosedur buku manual. Indikasi transmisi otomatis bermasalah. memang tak bisa menyalahkan ATPM. Kalau sudah begini. spesialis transmisi otomatis di Jakarta. 24 November 2010 15:49 WIB Mengganti Oli Transmisi Otomatis Idealnya. Sebab pada umumnya mobil dirancang untuk berumur tidak lebih dari lima tahun. Ketika mengganti oli matik sebaiknya menggunakan spesifikasinya sama atau lebih tinggi. Seperti halnya yang diterapkan di Singapura atau di Jepang. Lalu setiap 20. Tidak masalah bagi mereka untuk tidak mengganti oli. soalnya harus mengganti satu set transmisi. Begitu juga olinya.” sebut Ricky. Tapi. yang harus diganti adalah plat kopling dan kampas-kampas lain.000 km.000 km harus dilakukan pengurasan oli matik disertai membersihkan filter yang terbuat dari kawat kasa. Kalau sudah begini tentu perbaikannya menguras kocek. menganjurkan penggantian oli transmisi otomatis setiap 40. Karena oli sintetik tak menghantarkan arus listrik. Lalu perpindahan mulai jauh dan kasar serta sulit untuk mundur. gunakan oli ATF Dextron II/III. Sementara yang dilengkapi komputer.4 liter. Untuk transmisi otomatis non komputer. Kasusnya banyak.

Jadi bila Anda ingin mendapatkan efek engine brake di jalan menurun atau hendak menyalip.Foto : Aditya Oka Jumat. 3. 2 dan D? Pada transmisi otomatis 4-percepatan. 2. Tak lain lantaran menggunakan kopling tipe basah. seluruh perbandingan gigi transmisi (1. 4) digunakan secara otomatis. dan menginjak pedal gas atau rem saja saat berkendara. Bila dibanding transmisi manual. Namun masih sedikit pemilik yang mampu memaksimalkan kemampuan transmisi matik. Bila overdrive dalam posisi ON. Sementara posisi tuas di D dengan overdrive OFF. otomatis memang masih memiliki gejala slip lebih banyak. 27 Agustus 2010 19:55 WIB Permintaan kendaraan bertransmis otomatis dari tahun ke tahun kian meningkat. umumnya tersedia pilihan L atau 1. menandakan gigi yang dapat beroperasi adalah 1 dan 2. L atau angka 1 memang diperuntukkan jalan menanjak curam atau kecepatan rendah. Sedangkan angka 2. matik pun mampu membuat mobil Anda terasa agresif. Pasalnya transmisi akan mengunci di gigi 1. Tidak responsif. hal itu tak sepenuhnya benar. kini matik telah memiliki beragam sensor yang menunjang kemampuannya dan menyesuaikan dengan gaya mengemudi. Di sini Electronic Control Unit (ECU) pun mengumpulkan beragam data yang dikumpulkan dari sensor-sensor itu untuk diolah dan disesuaikan dengan kondisi jalan atau gaya mengemudi. sulit menyalip atau tidak memiliki engine brake di jalan menurun sudah menjadi risiko yang harus diterima pemilik kendaraan matik. 2 dan D untuk menjalankan kendaraan. Apa itu L. . Namun berbicara agresif. Kemacetan lalu lintas merupakan salah satu faktor yang membuat konsumen memilih kendaraan bertransmisi matik. Serta P dan R untuk fungsi parkir dan mundur. Tak heran bila banyak orang yang hanya memanfaatkan posisi Drive (D). menandakan gigi yang bekerja adalah 1. 2 dan 3. Atau memindahkan tuas ke posisi angka 2 bila sebelumnya overdrive dalam posisi OFF. Bila Anda beranggapan L atau 1 hanya digunakan pada jalan menanjak karena merupakan gigi 1. Apalagi perkembangan teknologi transmisi telah berkembang pesat. lemah di tanjakan. Hal ini berlaku untuk transmisi matik 4-speed. Padahal itu tidak benar. Bila dahulu matik hanya sebatas membaca sensor kecepatan dalam beroperasi. Masih banyak yang menggangap mobil bertransmisi otomatis kurang responsif. Anda dapat menggunakan overdrive OFF jika sebelumnya overdrive dalam posisi ON. yang ditandai matinya indikator O/D di dasbor. Dan angka dua adalah posisi di gigi 2.

Tapi beberapa mobil memiliki reaksi perpindahan gigi yang lamban. . Umumnya sistem ini bisa diaktifkan dengan menggerakkan tuas transmisi atau menekan tombol. Steptronic atau Tiptronic. Contohnya adalah pada transmisi Shiftronic. tuas atau lubang untuk anak kunci bertuliskan Shift Lock Release. Dulunya sistem ini hanya digunakan pada mobil premium atau sports car. Meski bisa dilakukan secara manual. Tapi kini SUV atau MPV pun sudah menerapkannya. biasanya produsen tetap menerapkan perpindahan gigi secara otomatis ketika putaran mesin sampai di red line untuk safety.Dengan cara ini akselerasi yang dihasilkan bisa lebih cepat. Mode manual Teknologi perpindahan gigi secara manual atau sekuensial sudah banyak diaplikasi beberapa mobil bertransmisi otomatis.000 rpm. Shift lock release Fitur ini berguna saat mobil diparkir paralel. Pada mode ini. Hal itu bisa juga dilakukan dengan cara kickdown (menekan pedal gas dalam-dalam). transmisi akan mempertahankan posisi gigi lebih lama dari biasanya. Efeknya. Atau mengemudi sambil memanfaatkan puncak tenaga atau torsi dari mesin. Mode Sport Beberapa produsen mobil menyediakan mode Sport pada transmisi otomatisnya. Dengan mengaktifkannya. Atau secara otomatis memindahkan gigi ke posisi satu ketika mobil berhenti walau sesaat. Dengan sistem ini. menggunakan tombol di setir atau paddleshift. rentang tenaga akan terjaga dan efek engine brake pun lebih terasa dengan mode ini. Anda dapat memindahkan posisi gigi lebih akurat sesuai kebutuhan. Biasanya berupa tombol. Sementara perpindahan gigi dapat dilakukan dengan menggerakkan tuas persneling ke depan-belakang atau kiri-kanan. Sementara pada mode Sport. Misalnya perpindahan gigi dalam kondisi normal dilakukan secara otomatis pada putaran mesin sekitar 2. perpindahan gigi itu terjadi pada putaran mesin lebih tinggi. Sementara Anda membutuhkan respons yang cepat. tuas persneling pun bisa dipindah ke posisi netral (N) saat kunci kontak sudah dicabut.

merupakan salah satu cara agar peningkatan suhu oli transmisi dapat sedikit diredam.000 km hingga tidak perlu diganti selama transmisi tidak mengalami kendala. Indikasi: Mengunci di salah satu gigi Penyebab: Bila solenoid control valve sudah tidak dapat lagi bekerja. kemungkinan mengunci di salah satu posisi gigi pun . Hal ini dimungkinkan. dimana asupan udara segar begitu terbatas dan tingginya suhu di sekitar mobil. dimana di dalamnya terdapat komponen per dan piston. Indikasi: Entakan saat perpindahan gigi Penyebab: Agar perpindahan setiap gigi transmisi otomatis atau saat tuas berpindah posisi tetap halus tanpa terjadi hentakan. kerusakan pada control valve juga dapat terjadi. Dan kini. Nah. tramsmisi otomatis telah dirancang dengan modul pengatur sendiri sehingga tak hanya bersifat mekanikal. 01 Juli 2010 15:11 WIB ATPM memiliki prosedur penggantian oli transmisi secara berkala yang begitu lama. sesempurna sebuah sistem dirancang. Kontrol elektrik pun sudah menjadi satu bagian tersendiri untuk mengatur kinerja transmisi otomatis selain secara mekanikal. Pendinginan oli transmisi merupakan proses terpenting untuk menjaga transmisi agar dapat selalu bekerja optimal. Selain itu. Namun. Tak heran bila teknologi Grade Logic Control pada Honda atau mode Tiptronic hadir dari kepintaran sebuah unit pengontrol transmisi. Perilaku pengemudi untuk memindahkan posisi tuas ke N (Neutral) saat berhenti di tengah kemacetan.Kenali Problem Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter Foto : Pekik Udi Irianto Kamis. Sekitar 40. entakan akan terjadi. peranti solenoid control valve berfungsi untuk meredam hal tersebut. Kerusakan seperti per patah atau piston macet dapat menjadi penyebab hentakan ini terjadi. Apalagi bila kendaraan kerap berhadapan dengan kemacetan lalu lintas. bila kinerja solenoid ini tidak optimal. bila mengingat sistem trasmisi matik telah dirancang untuk kondisi iklim tropis. kerusakan tetap dapat saja terjadi. Apa saja yang mungkin terjadi dengan transmisi otomatis mobil Anda? Silakan simak beberapa gejala kerusakan berikut ini.

Selain itu. Pertanyaannya. Apalagi jika harus mengganti seluruh bagian secara utuh. Kian diperparah. tidak demikian dengan transmisi. disebabkan oleh kerusakan pada sil di dalam transmisi. solenoid control valve akan langsung diserangnya dan ketiga gejala di atas akan mungkin terjadi. pihak ATPM pasti . maka modul transmisi akan memerintahkan untuk menjalankan „safe mode‟ untuk memaksa pengemudi berhenti berkendara. Indikasi: Mobil tidak mau berakselerasi Penyebab: Terjadi kerusakan pada vehicle speed sensor. Bocornya sil membuat tekanan di saluran oli pada transmisi otomatis menjadi menurun. Bila selang hawa transmisi ini terbuka atau robek. sil pada kabel spidometer juga memungkinkan air menyusup masuk ke dalam transmisi. 17 Juni 2010 14:35 WIB Asumsi negatif mengenai mobil bertransmisi otomatis masih tetap kuat di masyarakat kita. Selain itu. Umumnya air bisa masuk melalui lubang ventilasi di transmisi. Bila komponen ini terkena air. Penyebabnya adalah pengetahuan yang minim terhadap transmisi pintar ini sebagai penyalur tenaga mesin ke roda. kemungkinan air masuk menjadi lebih besar. Perbaikan transmisi otomatis memang terbilang mahal. Bila pada mesin dilengkapi katup searah. Jadi bila kerusakan ini terjadi. Efeknya. bila tuas perseneling tidak dapat digerakan akibat kerusakan komponen yang berjumlah 5 buah untuk transmisi otomatis 4-percepatan.dapat terjadi. membuat pelumasan pada clutch atau pelat kopling menjadi berkurang dan berakibat pada kerusakan. Kerusakan menerjang banjir Air merupakan momok pada komponen bergerak di kendaraan. posisi vehicle speed sensor di transmisi tergolong cukup rendah. Peranti elektronik ini memiliki fungsi sebagai safe mode ketika temperatur mesin melebihi batas suhu kerjanya. kenapa sampai rusak total? Jika kerusakan adalah kesalahan produksi. Dan bila hal ini yang terjadi. Indikasi: Perlu putaran tinggi agar mobil dapat berjalan Penyebab: Gejala seperti kopling selip ini pada transmisi manual. termasuk transmisi otomatis. besar kemungkinan terjadi hubungan pendek. Kenali Nyawa Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter Kamis.

Baik jumlah maupun kualitas ATF harus selalu dijaga. transmisi otomatisnya membutuhkan ATF dengan spesifikasi lebih baik lagi. kerusakan yang terjadi disebabkan oleh kesalahan pemilik dalam merawat transmisi pintar ini. trainer PT Toyota-Astra Motor. Previa. Rancang bangun transmisi otomatis saat ini memiliki lebih banyak sensor elektrikal dibanding transmisi otomatis konvensional. Namun dalam banyak kasus. pemilik bengkel transmisi otomatis di bilangan Cikokol Tangerang. Crown. Bahkan Ricky menganjurkan penggantian ATF setiap 5. Oli ATF (automatic transmision fluid) merupakan elemen yang sangat esensial di sini. Namun saat bekerja. “Penggunaan jenis ATF yang tidak sesuai dengan spesifikasi transmisi bisa mengakibatkan gejala abnormal seperti dari shift shock atau entakan saat perpindahan gigi. Lifetime transmisi otomatis Apa yang menentukan daya tahan sebuah transmisi otomatis? “Semuanya tergantung dari „nyawa‟ transmisi matik yaitu ATF. untuk spesifikasi Dexron III harus diganti setiap 80. Standarisasi ATF beberapa ATPM di Indonesia • Audi: TT. ATF jenis WS menghasilkan reaksi lebih cepat dibanding T-IV karena sifatnya yang lebih encer dan lebih cepat melakukan penetrasi melalui body valve transmisi modern yang lebih kecil dibanding matik konvensional. Namun semuanya tergantung Anda sendiri sebagai penggunanya.” jelas Iwan Abdurahman.bertanggung jawab selama masih dalam masa garansi. Ia menambahkan jika ATF lebih sering diganti akan jauh lebih baik lagi.000 km sekali dengan menggunakan ATF Genuine Toyota. “Untuk Toyota. Sementara ATF dengan spesifikasi WS digunakan pada Toyota Yaris. Perbedaan tingkat viskositas ATF WS dan T-IV tak bisa dilihat maupun dirasakan hanya dengan mengandalkan jari. yaitu T-IV.000 km sekali. Ambil contoh Toyota Avanza dan Rush cukup menggunakan ATF dengan spesifikasi Dexron III seperti transmisi otomatis konvensional. Camry. Semuanya mengacu terhadap peningkatan performa transmisi otomatis untuk mengurangi gejala selip pada transmisi sekaligus meningkatkan waktu reaksinya. dan Land Cruiser 200 Series. Salah satu kelebihan ATF jenis ini adalah viskositas yang lebih baik dan titik didih lebih tinggi. Tanpa pelumas ini. tenaga mesin tidak akan tersalurkan ke roda.” tutur Ricky Ricardo.” ujar Iwan Abdurahman. Alphard. Pada mobil-mobil terbaru. Ini merupakan interval paling jarang agar transmisi terhindar dari masalah. A3 G 052 025-A2 • Ford: Mercon V • GM: Dexron III • Honda: Z-1 • Mitsubishi: SP-II/III • Nissan: Matic J/K . Hal ini juga membantu mengurangi gejala selip yang umum terjadi.000 km dan T-IV dan WS setiap 100.000 km dan menguras seluruh ATF setiap 20. Vios. Ia berani menjamin perawatan rutin seperti ini bisa menghindarkan transmisi dari berbagai masalah yang kerap terjadi sekaligus meningkatkan umur penggunaan transmisi tersebut. Transmisi otomatis yang digunakan mobil-mobil ini membutuhkan ATF dengan performa lebih tinggi lagi yang memiliki viskositas atau kekentalan lebih rendah. Sementara Toyota Kijang Innova dan Fortuner membutuhkan spesifikasi ATF yang lebih baik lagi. Dengan begitu akselerasi transmisi otomatis yang mengandalkan spesifikasi ATF ini jauh lebih spontan dan responsif.

Baca buku petunjuk saat hendak mengganti oli transmisi otomatis (ATF). 2. dan WS Perhatian! 1. girboks modern juga dilengkapi mode pengoperasian manual. Kebocoran Apabila terlihat tetesan oli di bawah mobil. Beban kerjanya yang berat membuat fluida pada transmisi otomatis punya umur pakai yang mesti dipatuhi. Misalnya Tiptronic. prinsip kerja transmisi otomatis adalah memindahkan tenaga mesin ke roda melalui media fluida. Sehingga perbaikan berbiaya tinggi bisa dihindari.• Proton: SP-II/III • Toyota: T-III (Dexron III). jangan jalankan mobil dan segera telepon bengkel. Namun kalau volume oli yang bocor begitu banyak. Merawat Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter Foto : Pekik Udi Irianto Minggu. Selectomatic. Memeriksa volume dan kondisi oli . Salah satu penyebabnya adalah kebocoran gasket. kenali warnanya. Steptronic atau Multitronic. Selain perawatan. Jika menemukan cairan berwarna itu. komponen transmisi mudah aus. Lakukan konsultasi di bengkel resmi terdekat di kota Anda sebelum melakukan penggantian ATF. Biasanya cairan oli transmisi berwarna coklat kemerahan. telusuri sumbernya dan pastikan berasal dari transmisi. Fluida ini juga bertugas melumasi semua komponen bergerak sekaligus sebagai pendingin transmisi. ada beberapa cara analisa kerusakan dan penyebab yang bisa dicermati. 05 Desember 2010 11:01 WIB Konstruksi sebuah girboks otomatis modern biasanya terdiri 3-6 rasio dengan tambahan mode Economy atau Sport. Pastikan ATF pengganti sesuai dengan spesifikasi yang digunakan transmisi mobil Anda. Bila penggantian fluida tak dilakukan tak diganti berkala. 3. Selain beroperasi seperti matik biasa. segera bawa mobil ke bengkel. Jika masih ringan. Setiap pabrikan menggunakan nama berbeda untuk fasilitas ini. T-IV. Secara umum.

Nah. Tarik batang dan hapuslah oli dengan kain atau kertas putih. Ganti oli transmisi Perhatikan buku manual mobil. Letaknya dekat dipstick oli mesin. Gunakanlah pelumas dengan kandungan antiaus untuk mencegah kerusakan dari gir. Kalau tidak. maka ia akan melayani lebih lama. kapan interval penggantian oli. Itu bisa membuat pemindahan gigi jadi halus dan meminimalkan penggantian komponen transmisi. Jika masih baik. supaya bisa mencapai dasar rumah transmisi. Lakukan dengan teratur. Umumnya penggantian oli dilakukan tiap 10 hingga 25 ribu km dengan pemakaian di beberapa kondisi seperti macet. bisa Anda simak di waktu mendatang di website ini. menanjak dan turunan. menarik kendaraan lain. seluk beluk menggunakan transmisi otomatis di jalan. Perpindahan tuas Sayangilah transmisi Anda. kondisinya bersih dan transparan tanpa serbuk atau butiran hitam.Jangan kira tak ada batang pengukur (dipstick) buat mengukur volume oli transmisi. carilah apa ada kebocoran. Jika ada. Masukkan kembali batang pengukur oli dan ulangi langkah tadi. tapi lebih ke bawah. berarti terjadi masalah di transmisi. Kalau Anda menemukan garis oli rendah. Perhatikan cairan yang menempel di kain atau kertas. Selalu pindahkan posisi tuas dengan tepat sesuai kondisi dan kebutuhannya. pelat kopling dan cakram. Juga lebih panjang dari dipstick oli mesin. suhu panas dan dingin. . isi pelumas transmisi sesuai kebutuhan secepatnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful