Info Transmisi Matic

Kamis, 14 Oktober 2010 14:21 WIB Kesalahan pemakaian adalah faktor terbesar kedua yang mampu memperpendek umur pakai

transmisi matik setelah kerusakan akibat penggantian. “Lima belas persen kerusakan transmisi matik gara-gara cara penggunaan yang keliru,” Ricky Ricardo, spesialis transmisi matik dari bengkel Ricardo Matic. Alangkah baiknya jika angka 15 persen itu bisa diperkecil atau malah dieliminir. Padahal pemakaiannya sangat sederhana. Toh memang didesain untuk menambah kenyamanan dan memudahkan pengemudi. Makanya untuk bergerak maju, cukup posisikan tuas di „D‟, lantas transmisi akan melakukan kalkulasi sedemikian rupa hingga mengatur tingkat percepatan sesuai kebutuhan. Di edisi 06 lalu, kami pernah memuat bagaimana cara memperlakukan transmisi matik yang benar. Namun kali ini kami coba sajikan dari sudut kontradiktif – kesalahan yang kerap terjadi saat menggunakan transmisi matik.

1. Mengurut percepatan Banyak pengguna awam transmisi tanpa pedal kopling ini, terpaku pada indikator percepatan yang biasa ada di jalur tuas. Kasus yang biasa dijumpai, pengemudi memposisikan tuas di „L‟ atau „1‟ pada saat start. Lantas kemudian digeser ke „2‟, „3‟, („4‟) dan baru ke „D‟. Alasannya, agar dimulai dari gir terendah terlebih dahulu. Padahal justru keliru. “Mau diposisikan di „2‟, „3‟, „4‟ atau „D‟, semua awalnya pun mulai dari posisi terendah, yaitu „1‟ atau „L‟,” tukas Ricky Ricardo. Perpindahan yang terlalu dini atau malah telat dan tidak sesuai dengan kondisi aktual kendaraan, malah berpotensi merusak sistem.

2. Left foot braking Sistem matik didesain tanpa pedal kopling, otomatis kaki kiri nganggur. Kondisi ini bisa jadi bumerang. Jangan coba-coba menginjak pedal rem dengan kaki kiri. “Bisa-bisa malah panic brake (karena menginjak terlalu keras),” wanti Bintarto Agung atau biasa disapa Tato. Pasalnya kekuatan kaki kiri – yang biasa dipakai untuk menginjak pedal kopling – tiga kali lipat dari kaki kanan. Secara teknis pun, jika kaki kiri mengaktifkan rem sementara kaki kanan masih menginjak pedal gas, lambat laun girboks berpotensi rontok. Teknik left foot braking hanya digunakan oleh pengemudi terlatih seperti pembalap. Perlu pengalaman dan ketrampilan khusus.

3. Mesin mogok lantaran posisi tuas Mesin divonis bermasalah atau diklaim mogok lantaran tidak mau distart. Padahal gara-gara tuas transmisi tidak di posisi „P‟ atau „N‟. “Transmisi matik hanya mau distart saat tuas ada di posisi „P‟ atau „N‟,” jelas Ricky. Biasanya kerap dilakukan di sistem matik model lama tanpa pengaman. Jika di matik modern, anak kunci tidak bisa dicabut jika tuas transmisi tidak di „P‟. Otomatis, mobil bertransmisi matik tidak bisa diparkir paralel.

tuas transmisi langsung diposisikan di „D‟. instruktur IDDC. semakin banyak pula komponen yang bekerja. “Idealnya konsentrasi dan fokus pengemudi lebih tertuju pada jalan dan lalu lintas yang dilaluinya. Menggunakan mode Sport di kecepatan konstan hanya akan membuat perhitungan konsumsi bbm meleset dari seharusnya karena penggunaan bbm tentu lebih boros.” ungkap Bintarto Agung. Pasalnya tangan kiri nyaris terbebas dari tongkat persneling. mengemudi mobil matik akan membuat tubuh pengemudi lebih nyaman dan rileks. Selain itu ada Economy atau Normal Mode untuk mengirit bahan bakar. 5. „1‟. acapkali pengguna matik tidak menghiraukan mobil masih bergerak namun dipaksa bergerak ke arah sebaliknya. Sebaiknya tunggu sampai mobil benar-benar berhenti. Perpindahan gigi lebih teratur dan pengemudi jadi lebih rileks. dengan . Misalnya saat mobil masih bergerak mundur. bahkan ia menambahkan. pastikan tuas berada di posisi „N‟ Lebih konsentrasi Dari segi keselamatan berkendara. Misalnya Power atau Sport Mode untuk akselerasi lebih responsif. Atau sebaliknya. mobil bertransmisi matik tidak bisa dipancing dengan cara didorong Saat mobil matik harus diderek. Bisa dinetralkan saat berhenti cukup lama • • Mobil hanya mau distart saat tuas berada di „N‟ atau „P‟ Melakukan perawatan sesuai petunjuk. terutama penggantian oli transmisi matik (ATF) sesuai jadwal bisa memperpanjang umur pakai • • Saat mobil mogok (mesin mati). Kekonyolan ini lambat laun berbuntut rontoknya gigi-gigi komponen di girboks matik. “Transmisi matik bisa mengubah cara nyetir.4. Sport mode di kecepatan konstan Ide berbagai pilihan mode di transmisi matik adalah menyesuaikan kebutuhan pengemudi. Ujung-ujungnya. Pasalnya jika terlalu sering pindah. Memasukkan gigi berlawanan arah mobil Dengan alasan terburu-buru. tuas di posisi „R‟ saat mobil masih bergerak maju. Hal yang sama juga diakui oleh Ricky. Sebaiknya Anda tahu… • Frekuensi penggunaan rem pada transmisi matik lebih sering daripada girboks manual • Anda tidak perlu memposisikan tuas di „N‟ saat mengantre dikala macet atau di lampu merah. Jangan ragu menginjak pedal rem untuk memastikannya.” sahut Ricky. „2‟ atau „3‟.

yang harus diganti adalah plat kopling dan kampas-kampas lain. Karena oli sintetik tak menghantarkan arus listrik. Hal itu berdasarkan pengalaman Ricky Ricardo dari bengkel Ricardo Matic. Masalahnya. Sebab pada umumnya mobil dirancang untuk berumur tidak lebih dari lima tahun. Ini untuk menjaga keawetan solenoid-solenoid yang ada di matik komputer. Biasanya pelat kopling akan habis dan hangus berwarna hitam. Kalau di Indonesia. pemilik mobil memang harus disiplin mengikuti buku petunjuk dari pabrik untuk interval penggantian pelumas. Karena oli matik sifatnya netral. spesialis transmisi otomatis di Jakarta. Bahkan ada yang mengklaim oli matik tak perlu diganti karena dianggap lifetime. Jadi kalau spesifikasinya Dextron III. jangan diganti dengan Dextron II. sebaiknya ganti. Melihat kondisi ini.penggunaan yang tepat dan benar. Rabu. gunakan oli ATF Dextron II/III. Nah. Tidak ketinggalan penggantian paking set. Masalah oli dari merek berbeda. Kalau sudah begini tentu perbaikannya menguras kocek. soalnya harus mengganti satu set transmisi. Bila filter dari kertas. Honda Civic mencapai Rp 10 jutaan. Kalau sudah begini. Untuk transmisi otomatis non komputer. tidak masalah. Seperti halnya yang diterapkan di Singapura atau di Jepang. Bisa lebih mahal apabila dilakukan di bengkel resmi.826 km tapi transmisi otomatisnya sudah jebol. sebaiknya pakai Dextron III yang full Synthetic. 24 November 2010 15:49 WIB Mengganti Oli Transmisi Otomatis Idealnya. Tidak masalah bagi mereka untuk tidak mengganti oli. bagaimana transmisi otomatis bisa berumur puluhan tahun kalau olinya saja jarang diganti? “Sekitar 85% kerusakan transmisi otomatis disebabkan penggantian oli yang tak sesuai pemakaian atau terlalu menuruti anjuran pabrik. Kebanyakan buku petunjuk perawatan mobil dari ATPM. untuk urusan oli transmisi otomatis. Toh jumlahnya hanya sekitar 2.4 liter. umumnya mobil diharapkan bisa berumur puluhan tahun. menganjurkan penggantian oli transmisi otomatis setiap 40. Ketika mengganti oli matik sebaiknya menggunakan spesifikasinya sama atau lebih tinggi.” sebut Ricky. biasanya dimulai dari lambatnya reaksi sewaktu tuas digeser ke posisi „D‟. memang tak bisa menyalahkan ATPM.000 km harus dilakukan pengurasan oli matik disertai membersihkan filter yang terbuat dari kawat kasa.000 km. Mobil yang berumur 5 tahun telah dianggap sampah. Memaksimalkan Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter . Begitu juga olinya. kalau Anda mau awet. Kasusnya banyak. tak selamanya secara saklek mesti menuruti prosedur buku manual. Tapi. sebaiknya gantilah oli matik yang ada di karter oli setiap 5.000 km. akan berimbas membuat mesin lebih awet. Lalu setiap 20. Ia mencontohkan Honda Civic 2000 yang baru berjarak tempuh 52. Lalu perpindahan mulai jauh dan kasar serta sulit untuk mundur. Indikasi transmisi otomatis bermasalah. lebih hitam pekat dibanding baru yang warna merah. Sementara yang dilengkapi komputer.

Foto : Aditya Oka Jumat. 2 dan 3. hal itu tak sepenuhnya benar. Masih banyak yang menggangap mobil bertransmisi otomatis kurang responsif. Pasalnya transmisi akan mengunci di gigi 1. Serta P dan R untuk fungsi parkir dan mundur. menandakan gigi yang bekerja adalah 1. Atau memindahkan tuas ke posisi angka 2 bila sebelumnya overdrive dalam posisi OFF. matik pun mampu membuat mobil Anda terasa agresif. Sementara posisi tuas di D dengan overdrive OFF. Bila dahulu matik hanya sebatas membaca sensor kecepatan dalam beroperasi. lemah di tanjakan. Hal ini berlaku untuk transmisi matik 4-speed. menandakan gigi yang dapat beroperasi adalah 1 dan 2. 4) digunakan secara otomatis. Kemacetan lalu lintas merupakan salah satu faktor yang membuat konsumen memilih kendaraan bertransmisi matik. kini matik telah memiliki beragam sensor yang menunjang kemampuannya dan menyesuaikan dengan gaya mengemudi. 27 Agustus 2010 19:55 WIB Permintaan kendaraan bertransmis otomatis dari tahun ke tahun kian meningkat. sulit menyalip atau tidak memiliki engine brake di jalan menurun sudah menjadi risiko yang harus diterima pemilik kendaraan matik. dan menginjak pedal gas atau rem saja saat berkendara. Padahal itu tidak benar. Namun masih sedikit pemilik yang mampu memaksimalkan kemampuan transmisi matik. Apa itu L. umumnya tersedia pilihan L atau 1. 2. Tak lain lantaran menggunakan kopling tipe basah. Bila dibanding transmisi manual. seluruh perbandingan gigi transmisi (1. Bila overdrive dalam posisi ON. 3. otomatis memang masih memiliki gejala slip lebih banyak. L atau angka 1 memang diperuntukkan jalan menanjak curam atau kecepatan rendah. yang ditandai matinya indikator O/D di dasbor. Tidak responsif. Jadi bila Anda ingin mendapatkan efek engine brake di jalan menurun atau hendak menyalip. 2 dan D untuk menjalankan kendaraan. . Sedangkan angka 2. Apalagi perkembangan teknologi transmisi telah berkembang pesat. Di sini Electronic Control Unit (ECU) pun mengumpulkan beragam data yang dikumpulkan dari sensor-sensor itu untuk diolah dan disesuaikan dengan kondisi jalan atau gaya mengemudi. 2 dan D? Pada transmisi otomatis 4-percepatan. Bila Anda beranggapan L atau 1 hanya digunakan pada jalan menanjak karena merupakan gigi 1. Dan angka dua adalah posisi di gigi 2. Tak heran bila banyak orang yang hanya memanfaatkan posisi Drive (D). Anda dapat menggunakan overdrive OFF jika sebelumnya overdrive dalam posisi ON. Namun berbicara agresif.

Steptronic atau Tiptronic. Mode Sport Beberapa produsen mobil menyediakan mode Sport pada transmisi otomatisnya. Sementara perpindahan gigi dapat dilakukan dengan menggerakkan tuas persneling ke depan-belakang atau kiri-kanan. menggunakan tombol di setir atau paddleshift. Dulunya sistem ini hanya digunakan pada mobil premium atau sports car. Efeknya. Contohnya adalah pada transmisi Shiftronic. Umumnya sistem ini bisa diaktifkan dengan menggerakkan tuas transmisi atau menekan tombol.000 rpm. Pada mode ini. Misalnya perpindahan gigi dalam kondisi normal dilakukan secara otomatis pada putaran mesin sekitar 2. tuas atau lubang untuk anak kunci bertuliskan Shift Lock Release. . Sementara pada mode Sport. Anda dapat memindahkan posisi gigi lebih akurat sesuai kebutuhan. Meski bisa dilakukan secara manual. rentang tenaga akan terjaga dan efek engine brake pun lebih terasa dengan mode ini. tuas persneling pun bisa dipindah ke posisi netral (N) saat kunci kontak sudah dicabut. Mode manual Teknologi perpindahan gigi secara manual atau sekuensial sudah banyak diaplikasi beberapa mobil bertransmisi otomatis. Sementara Anda membutuhkan respons yang cepat. Atau mengemudi sambil memanfaatkan puncak tenaga atau torsi dari mesin.Dengan cara ini akselerasi yang dihasilkan bisa lebih cepat. Tapi kini SUV atau MPV pun sudah menerapkannya. biasanya produsen tetap menerapkan perpindahan gigi secara otomatis ketika putaran mesin sampai di red line untuk safety. Biasanya berupa tombol. Shift lock release Fitur ini berguna saat mobil diparkir paralel. transmisi akan mempertahankan posisi gigi lebih lama dari biasanya. Atau secara otomatis memindahkan gigi ke posisi satu ketika mobil berhenti walau sesaat. Dengan mengaktifkannya. Dengan sistem ini. Hal itu bisa juga dilakukan dengan cara kickdown (menekan pedal gas dalam-dalam). perpindahan gigi itu terjadi pada putaran mesin lebih tinggi. Tapi beberapa mobil memiliki reaksi perpindahan gigi yang lamban.

merupakan salah satu cara agar peningkatan suhu oli transmisi dapat sedikit diredam. Perilaku pengemudi untuk memindahkan posisi tuas ke N (Neutral) saat berhenti di tengah kemacetan. Pendinginan oli transmisi merupakan proses terpenting untuk menjaga transmisi agar dapat selalu bekerja optimal. Indikasi: Mengunci di salah satu gigi Penyebab: Bila solenoid control valve sudah tidak dapat lagi bekerja. dimana di dalamnya terdapat komponen per dan piston. Sekitar 40. tramsmisi otomatis telah dirancang dengan modul pengatur sendiri sehingga tak hanya bersifat mekanikal. kerusakan pada control valve juga dapat terjadi. Apalagi bila kendaraan kerap berhadapan dengan kemacetan lalu lintas. Apa saja yang mungkin terjadi dengan transmisi otomatis mobil Anda? Silakan simak beberapa gejala kerusakan berikut ini. sesempurna sebuah sistem dirancang. bila mengingat sistem trasmisi matik telah dirancang untuk kondisi iklim tropis.000 km hingga tidak perlu diganti selama transmisi tidak mengalami kendala. bila kinerja solenoid ini tidak optimal. Indikasi: Entakan saat perpindahan gigi Penyebab: Agar perpindahan setiap gigi transmisi otomatis atau saat tuas berpindah posisi tetap halus tanpa terjadi hentakan. Tak heran bila teknologi Grade Logic Control pada Honda atau mode Tiptronic hadir dari kepintaran sebuah unit pengontrol transmisi. dimana asupan udara segar begitu terbatas dan tingginya suhu di sekitar mobil. entakan akan terjadi.Kenali Problem Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter Foto : Pekik Udi Irianto Kamis. Namun. kemungkinan mengunci di salah satu posisi gigi pun . Dan kini. Nah. Hal ini dimungkinkan. kerusakan tetap dapat saja terjadi. peranti solenoid control valve berfungsi untuk meredam hal tersebut. Selain itu. Kerusakan seperti per patah atau piston macet dapat menjadi penyebab hentakan ini terjadi. Kontrol elektrik pun sudah menjadi satu bagian tersendiri untuk mengatur kinerja transmisi otomatis selain secara mekanikal. 01 Juli 2010 15:11 WIB ATPM memiliki prosedur penggantian oli transmisi secara berkala yang begitu lama.

Apalagi jika harus mengganti seluruh bagian secara utuh. solenoid control valve akan langsung diserangnya dan ketiga gejala di atas akan mungkin terjadi. Bila komponen ini terkena air. pihak ATPM pasti . bila tuas perseneling tidak dapat digerakan akibat kerusakan komponen yang berjumlah 5 buah untuk transmisi otomatis 4-percepatan. Efeknya. Peranti elektronik ini memiliki fungsi sebagai safe mode ketika temperatur mesin melebihi batas suhu kerjanya. sil pada kabel spidometer juga memungkinkan air menyusup masuk ke dalam transmisi. posisi vehicle speed sensor di transmisi tergolong cukup rendah. Kenali Nyawa Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter Kamis. Bocornya sil membuat tekanan di saluran oli pada transmisi otomatis menjadi menurun. 17 Juni 2010 14:35 WIB Asumsi negatif mengenai mobil bertransmisi otomatis masih tetap kuat di masyarakat kita.dapat terjadi. Jadi bila kerusakan ini terjadi. besar kemungkinan terjadi hubungan pendek. Bila pada mesin dilengkapi katup searah. disebabkan oleh kerusakan pada sil di dalam transmisi. Dan bila hal ini yang terjadi. termasuk transmisi otomatis. Pertanyaannya. Bila selang hawa transmisi ini terbuka atau robek. kenapa sampai rusak total? Jika kerusakan adalah kesalahan produksi. Perbaikan transmisi otomatis memang terbilang mahal. Selain itu. Penyebabnya adalah pengetahuan yang minim terhadap transmisi pintar ini sebagai penyalur tenaga mesin ke roda. Kian diperparah. maka modul transmisi akan memerintahkan untuk menjalankan „safe mode‟ untuk memaksa pengemudi berhenti berkendara. tidak demikian dengan transmisi. kemungkinan air masuk menjadi lebih besar. Kerusakan menerjang banjir Air merupakan momok pada komponen bergerak di kendaraan. Indikasi: Mobil tidak mau berakselerasi Penyebab: Terjadi kerusakan pada vehicle speed sensor. membuat pelumasan pada clutch atau pelat kopling menjadi berkurang dan berakibat pada kerusakan. Umumnya air bisa masuk melalui lubang ventilasi di transmisi. Indikasi: Perlu putaran tinggi agar mobil dapat berjalan Penyebab: Gejala seperti kopling selip ini pada transmisi manual. Selain itu.

kerusakan yang terjadi disebabkan oleh kesalahan pemilik dalam merawat transmisi pintar ini. Bahkan Ricky menganjurkan penggantian ATF setiap 5. Pada mobil-mobil terbaru. Sementara Toyota Kijang Innova dan Fortuner membutuhkan spesifikasi ATF yang lebih baik lagi.” tutur Ricky Ricardo. “Penggunaan jenis ATF yang tidak sesuai dengan spesifikasi transmisi bisa mengakibatkan gejala abnormal seperti dari shift shock atau entakan saat perpindahan gigi. Standarisasi ATF beberapa ATPM di Indonesia • Audi: TT. ATF jenis WS menghasilkan reaksi lebih cepat dibanding T-IV karena sifatnya yang lebih encer dan lebih cepat melakukan penetrasi melalui body valve transmisi modern yang lebih kecil dibanding matik konvensional. Salah satu kelebihan ATF jenis ini adalah viskositas yang lebih baik dan titik didih lebih tinggi.000 km dan menguras seluruh ATF setiap 20. dan Land Cruiser 200 Series. Hal ini juga membantu mengurangi gejala selip yang umum terjadi. A3 G 052 025-A2 • Ford: Mercon V • GM: Dexron III • Honda: Z-1 • Mitsubishi: SP-II/III • Nissan: Matic J/K .bertanggung jawab selama masih dalam masa garansi.” jelas Iwan Abdurahman. Namun saat bekerja. Baik jumlah maupun kualitas ATF harus selalu dijaga.000 km sekali dengan menggunakan ATF Genuine Toyota. Namun semuanya tergantung Anda sendiri sebagai penggunanya. Oli ATF (automatic transmision fluid) merupakan elemen yang sangat esensial di sini. Previa.” ujar Iwan Abdurahman. tenaga mesin tidak akan tersalurkan ke roda. Lifetime transmisi otomatis Apa yang menentukan daya tahan sebuah transmisi otomatis? “Semuanya tergantung dari „nyawa‟ transmisi matik yaitu ATF.000 km dan T-IV dan WS setiap 100. untuk spesifikasi Dexron III harus diganti setiap 80. Namun dalam banyak kasus. pemilik bengkel transmisi otomatis di bilangan Cikokol Tangerang. yaitu T-IV. Crown. Ini merupakan interval paling jarang agar transmisi terhindar dari masalah. Ia berani menjamin perawatan rutin seperti ini bisa menghindarkan transmisi dari berbagai masalah yang kerap terjadi sekaligus meningkatkan umur penggunaan transmisi tersebut. Ia menambahkan jika ATF lebih sering diganti akan jauh lebih baik lagi. Tanpa pelumas ini. Alphard. “Untuk Toyota. transmisi otomatisnya membutuhkan ATF dengan spesifikasi lebih baik lagi. Vios. Rancang bangun transmisi otomatis saat ini memiliki lebih banyak sensor elektrikal dibanding transmisi otomatis konvensional. Ambil contoh Toyota Avanza dan Rush cukup menggunakan ATF dengan spesifikasi Dexron III seperti transmisi otomatis konvensional. trainer PT Toyota-Astra Motor. Semuanya mengacu terhadap peningkatan performa transmisi otomatis untuk mengurangi gejala selip pada transmisi sekaligus meningkatkan waktu reaksinya. Perbedaan tingkat viskositas ATF WS dan T-IV tak bisa dilihat maupun dirasakan hanya dengan mengandalkan jari.000 km sekali. Camry. Sementara ATF dengan spesifikasi WS digunakan pada Toyota Yaris. Dengan begitu akselerasi transmisi otomatis yang mengandalkan spesifikasi ATF ini jauh lebih spontan dan responsif. Transmisi otomatis yang digunakan mobil-mobil ini membutuhkan ATF dengan performa lebih tinggi lagi yang memiliki viskositas atau kekentalan lebih rendah.

prinsip kerja transmisi otomatis adalah memindahkan tenaga mesin ke roda melalui media fluida. Selain beroperasi seperti matik biasa. dan WS Perhatian! 1. segera bawa mobil ke bengkel. Misalnya Tiptronic. Kebocoran Apabila terlihat tetesan oli di bawah mobil. Jika masih ringan. Namun kalau volume oli yang bocor begitu banyak. T-IV. 05 Desember 2010 11:01 WIB Konstruksi sebuah girboks otomatis modern biasanya terdiri 3-6 rasio dengan tambahan mode Economy atau Sport. Biasanya cairan oli transmisi berwarna coklat kemerahan. Baca buku petunjuk saat hendak mengganti oli transmisi otomatis (ATF). Memeriksa volume dan kondisi oli . jangan jalankan mobil dan segera telepon bengkel. Sehingga perbaikan berbiaya tinggi bisa dihindari. Beban kerjanya yang berat membuat fluida pada transmisi otomatis punya umur pakai yang mesti dipatuhi. Selectomatic. Steptronic atau Multitronic.• Proton: SP-II/III • Toyota: T-III (Dexron III). Selain perawatan. ada beberapa cara analisa kerusakan dan penyebab yang bisa dicermati. Bila penggantian fluida tak dilakukan tak diganti berkala. 3. Setiap pabrikan menggunakan nama berbeda untuk fasilitas ini. girboks modern juga dilengkapi mode pengoperasian manual. Secara umum. Jika menemukan cairan berwarna itu. komponen transmisi mudah aus. Salah satu penyebabnya adalah kebocoran gasket. Fluida ini juga bertugas melumasi semua komponen bergerak sekaligus sebagai pendingin transmisi. telusuri sumbernya dan pastikan berasal dari transmisi. Lakukan konsultasi di bengkel resmi terdekat di kota Anda sebelum melakukan penggantian ATF. Pastikan ATF pengganti sesuai dengan spesifikasi yang digunakan transmisi mobil Anda. Merawat Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter Foto : Pekik Udi Irianto Minggu. 2. kenali warnanya.

seluk beluk menggunakan transmisi otomatis di jalan. Letaknya dekat dipstick oli mesin. berarti terjadi masalah di transmisi. tapi lebih ke bawah. menanjak dan turunan. Kalau tidak. menarik kendaraan lain. isi pelumas transmisi sesuai kebutuhan secepatnya. Juga lebih panjang dari dipstick oli mesin. Perhatikan cairan yang menempel di kain atau kertas. suhu panas dan dingin. Gunakanlah pelumas dengan kandungan antiaus untuk mencegah kerusakan dari gir. Tarik batang dan hapuslah oli dengan kain atau kertas putih. Masukkan kembali batang pengukur oli dan ulangi langkah tadi. kapan interval penggantian oli. . Perpindahan tuas Sayangilah transmisi Anda. kondisinya bersih dan transparan tanpa serbuk atau butiran hitam. bisa Anda simak di waktu mendatang di website ini. maka ia akan melayani lebih lama. Jika masih baik. Kalau Anda menemukan garis oli rendah. Nah. Itu bisa membuat pemindahan gigi jadi halus dan meminimalkan penggantian komponen transmisi. carilah apa ada kebocoran. pelat kopling dan cakram. supaya bisa mencapai dasar rumah transmisi. Selalu pindahkan posisi tuas dengan tepat sesuai kondisi dan kebutuhannya.Jangan kira tak ada batang pengukur (dipstick) buat mengukur volume oli transmisi. Umumnya penggantian oli dilakukan tiap 10 hingga 25 ribu km dengan pemakaian di beberapa kondisi seperti macet. Lakukan dengan teratur. Ganti oli transmisi Perhatikan buku manual mobil. Jika ada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful