Kamis, 14 Oktober 2010 14:21 WIB Kesalahan pemakaian adalah faktor terbesar kedua yang mampu memperpendek umur pakai

transmisi matik setelah kerusakan akibat penggantian. “Lima belas persen kerusakan transmisi matik gara-gara cara penggunaan yang keliru,” Ricky Ricardo, spesialis transmisi matik dari bengkel Ricardo Matic. Alangkah baiknya jika angka 15 persen itu bisa diperkecil atau malah dieliminir. Padahal pemakaiannya sangat sederhana. Toh memang didesain untuk menambah kenyamanan dan memudahkan pengemudi. Makanya untuk bergerak maju, cukup posisikan tuas di „D‟, lantas transmisi akan melakukan kalkulasi sedemikian rupa hingga mengatur tingkat percepatan sesuai kebutuhan. Di edisi 06 lalu, kami pernah memuat bagaimana cara memperlakukan transmisi matik yang benar. Namun kali ini kami coba sajikan dari sudut kontradiktif – kesalahan yang kerap terjadi saat menggunakan transmisi matik.

1. Mengurut percepatan Banyak pengguna awam transmisi tanpa pedal kopling ini, terpaku pada indikator percepatan yang biasa ada di jalur tuas. Kasus yang biasa dijumpai, pengemudi memposisikan tuas di „L‟ atau „1‟ pada saat start. Lantas kemudian digeser ke „2‟, „3‟, („4‟) dan baru ke „D‟. Alasannya, agar dimulai dari gir terendah terlebih dahulu. Padahal justru keliru. “Mau diposisikan di „2‟, „3‟, „4‟ atau „D‟, semua awalnya pun mulai dari posisi terendah, yaitu „1‟ atau „L‟,” tukas Ricky Ricardo. Perpindahan yang terlalu dini atau malah telat dan tidak sesuai dengan kondisi aktual kendaraan, malah berpotensi merusak sistem.

2. Left foot braking Sistem matik didesain tanpa pedal kopling, otomatis kaki kiri nganggur. Kondisi ini bisa jadi bumerang. Jangan coba-coba menginjak pedal rem dengan kaki kiri. “Bisa-bisa malah panic brake (karena menginjak terlalu keras),” wanti Bintarto Agung atau biasa disapa Tato. Pasalnya kekuatan kaki kiri – yang biasa dipakai untuk menginjak pedal kopling – tiga kali lipat dari kaki kanan. Secara teknis pun, jika kaki kiri mengaktifkan rem sementara kaki kanan masih menginjak pedal gas, lambat laun girboks berpotensi rontok. Teknik left foot braking hanya digunakan oleh pengemudi terlatih seperti pembalap. Perlu pengalaman dan ketrampilan khusus.

3. Mesin mogok lantaran posisi tuas Mesin divonis bermasalah atau diklaim mogok lantaran tidak mau distart. Padahal gara-gara tuas transmisi tidak di posisi „P‟ atau „N‟. “Transmisi matik hanya mau distart saat tuas ada di posisi „P‟ atau „N‟,” jelas Ricky. Biasanya kerap dilakukan di sistem matik model lama tanpa pengaman. Jika di matik modern, anak kunci tidak bisa dicabut jika tuas transmisi tidak di „P‟. Otomatis, mobil bertransmisi matik tidak bisa diparkir paralel.

” ungkap Bintarto Agung. pastikan tuas berada di posisi „N‟ Lebih konsentrasi Dari segi keselamatan berkendara. semakin banyak pula komponen yang bekerja. Hal yang sama juga diakui oleh Ricky. Misalnya saat mobil masih bergerak mundur. Sebaiknya Anda tahu… • Frekuensi penggunaan rem pada transmisi matik lebih sering daripada girboks manual • Anda tidak perlu memposisikan tuas di „N‟ saat mengantre dikala macet atau di lampu merah. Kekonyolan ini lambat laun berbuntut rontoknya gigi-gigi komponen di girboks matik. mobil bertransmisi matik tidak bisa dipancing dengan cara didorong Saat mobil matik harus diderek. tuas transmisi langsung diposisikan di „D‟. Perpindahan gigi lebih teratur dan pengemudi jadi lebih rileks. Jangan ragu menginjak pedal rem untuk memastikannya. acapkali pengguna matik tidak menghiraukan mobil masih bergerak namun dipaksa bergerak ke arah sebaliknya. Pasalnya tangan kiri nyaris terbebas dari tongkat persneling. instruktur IDDC. dengan . Selain itu ada Economy atau Normal Mode untuk mengirit bahan bakar. Pasalnya jika terlalu sering pindah. 5. tuas di posisi „R‟ saat mobil masih bergerak maju. „1‟. „2‟ atau „3‟. terutama penggantian oli transmisi matik (ATF) sesuai jadwal bisa memperpanjang umur pakai • • Saat mobil mogok (mesin mati). Bisa dinetralkan saat berhenti cukup lama • • Mobil hanya mau distart saat tuas berada di „N‟ atau „P‟ Melakukan perawatan sesuai petunjuk. Ujung-ujungnya. “Idealnya konsentrasi dan fokus pengemudi lebih tertuju pada jalan dan lalu lintas yang dilaluinya.4. Sport mode di kecepatan konstan Ide berbagai pilihan mode di transmisi matik adalah menyesuaikan kebutuhan pengemudi. bahkan ia menambahkan. Atau sebaliknya.” sahut Ricky. mengemudi mobil matik akan membuat tubuh pengemudi lebih nyaman dan rileks. Sebaiknya tunggu sampai mobil benar-benar berhenti. Misalnya Power atau Sport Mode untuk akselerasi lebih responsif. Memasukkan gigi berlawanan arah mobil Dengan alasan terburu-buru. Menggunakan mode Sport di kecepatan konstan hanya akan membuat perhitungan konsumsi bbm meleset dari seharusnya karena penggunaan bbm tentu lebih boros. “Transmisi matik bisa mengubah cara nyetir.

826 km tapi transmisi otomatisnya sudah jebol. Tapi. Masalah oli dari merek berbeda. Kalau di Indonesia. gunakan oli ATF Dextron II/III. bagaimana transmisi otomatis bisa berumur puluhan tahun kalau olinya saja jarang diganti? “Sekitar 85% kerusakan transmisi otomatis disebabkan penggantian oli yang tak sesuai pemakaian atau terlalu menuruti anjuran pabrik. Memaksimalkan Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter . Biasanya pelat kopling akan habis dan hangus berwarna hitam. Untuk transmisi otomatis non komputer. Masalahnya.penggunaan yang tepat dan benar. Seperti halnya yang diterapkan di Singapura atau di Jepang. jangan diganti dengan Dextron II. Kasusnya banyak. Sebab pada umumnya mobil dirancang untuk berumur tidak lebih dari lima tahun. sebaiknya gantilah oli matik yang ada di karter oli setiap 5. menganjurkan penggantian oli transmisi otomatis setiap 40. Indikasi transmisi otomatis bermasalah. Sementara yang dilengkapi komputer. Honda Civic mencapai Rp 10 jutaan. Kalau sudah begini.000 km. Nah. Toh jumlahnya hanya sekitar 2. Bila filter dari kertas. tak selamanya secara saklek mesti menuruti prosedur buku manual. spesialis transmisi otomatis di Jakarta. Ia mencontohkan Honda Civic 2000 yang baru berjarak tempuh 52.” sebut Ricky. Kalau sudah begini tentu perbaikannya menguras kocek. Lalu setiap 20.4 liter. Lalu perpindahan mulai jauh dan kasar serta sulit untuk mundur. sebaiknya pakai Dextron III yang full Synthetic. Bahkan ada yang mengklaim oli matik tak perlu diganti karena dianggap lifetime. Rabu. yang harus diganti adalah plat kopling dan kampas-kampas lain. Melihat kondisi ini. akan berimbas membuat mesin lebih awet. Karena oli sintetik tak menghantarkan arus listrik. tidak masalah. memang tak bisa menyalahkan ATPM. Begitu juga olinya. kalau Anda mau awet. sebaiknya ganti. biasanya dimulai dari lambatnya reaksi sewaktu tuas digeser ke posisi „D‟. Jadi kalau spesifikasinya Dextron III. Bisa lebih mahal apabila dilakukan di bengkel resmi. 24 November 2010 15:49 WIB Mengganti Oli Transmisi Otomatis Idealnya. Kebanyakan buku petunjuk perawatan mobil dari ATPM. lebih hitam pekat dibanding baru yang warna merah. umumnya mobil diharapkan bisa berumur puluhan tahun. Tidak masalah bagi mereka untuk tidak mengganti oli. Hal itu berdasarkan pengalaman Ricky Ricardo dari bengkel Ricardo Matic. Ketika mengganti oli matik sebaiknya menggunakan spesifikasinya sama atau lebih tinggi. Ini untuk menjaga keawetan solenoid-solenoid yang ada di matik komputer. pemilik mobil memang harus disiplin mengikuti buku petunjuk dari pabrik untuk interval penggantian pelumas. Karena oli matik sifatnya netral. Tidak ketinggalan penggantian paking set. soalnya harus mengganti satu set transmisi.000 km harus dilakukan pengurasan oli matik disertai membersihkan filter yang terbuat dari kawat kasa. untuk urusan oli transmisi otomatis.000 km. Mobil yang berumur 5 tahun telah dianggap sampah.

Bila dahulu matik hanya sebatas membaca sensor kecepatan dalam beroperasi. Kemacetan lalu lintas merupakan salah satu faktor yang membuat konsumen memilih kendaraan bertransmisi matik. 2 dan D untuk menjalankan kendaraan. dan menginjak pedal gas atau rem saja saat berkendara. Bila Anda beranggapan L atau 1 hanya digunakan pada jalan menanjak karena merupakan gigi 1. kini matik telah memiliki beragam sensor yang menunjang kemampuannya dan menyesuaikan dengan gaya mengemudi. menandakan gigi yang bekerja adalah 1. Padahal itu tidak benar. 27 Agustus 2010 19:55 WIB Permintaan kendaraan bertransmis otomatis dari tahun ke tahun kian meningkat. Namun masih sedikit pemilik yang mampu memaksimalkan kemampuan transmisi matik. L atau angka 1 memang diperuntukkan jalan menanjak curam atau kecepatan rendah. matik pun mampu membuat mobil Anda terasa agresif. Dan angka dua adalah posisi di gigi 2. Bila dibanding transmisi manual. Pasalnya transmisi akan mengunci di gigi 1. Sedangkan angka 2. 2 dan D? Pada transmisi otomatis 4-percepatan. otomatis memang masih memiliki gejala slip lebih banyak. Bila overdrive dalam posisi ON. . Di sini Electronic Control Unit (ECU) pun mengumpulkan beragam data yang dikumpulkan dari sensor-sensor itu untuk diolah dan disesuaikan dengan kondisi jalan atau gaya mengemudi. hal itu tak sepenuhnya benar. Serta P dan R untuk fungsi parkir dan mundur. 4) digunakan secara otomatis. Sementara posisi tuas di D dengan overdrive OFF. Tidak responsif. Jadi bila Anda ingin mendapatkan efek engine brake di jalan menurun atau hendak menyalip.Foto : Aditya Oka Jumat. umumnya tersedia pilihan L atau 1. Masih banyak yang menggangap mobil bertransmisi otomatis kurang responsif. Hal ini berlaku untuk transmisi matik 4-speed. Namun berbicara agresif. Tak heran bila banyak orang yang hanya memanfaatkan posisi Drive (D). sulit menyalip atau tidak memiliki engine brake di jalan menurun sudah menjadi risiko yang harus diterima pemilik kendaraan matik. Anda dapat menggunakan overdrive OFF jika sebelumnya overdrive dalam posisi ON. 3. lemah di tanjakan. menandakan gigi yang dapat beroperasi adalah 1 dan 2. 2. 2 dan 3. Atau memindahkan tuas ke posisi angka 2 bila sebelumnya overdrive dalam posisi OFF. Apa itu L. Tak lain lantaran menggunakan kopling tipe basah. seluruh perbandingan gigi transmisi (1. yang ditandai matinya indikator O/D di dasbor. Apalagi perkembangan teknologi transmisi telah berkembang pesat.

Biasanya berupa tombol. Sementara Anda membutuhkan respons yang cepat. biasanya produsen tetap menerapkan perpindahan gigi secara otomatis ketika putaran mesin sampai di red line untuk safety. Tapi beberapa mobil memiliki reaksi perpindahan gigi yang lamban.Dengan cara ini akselerasi yang dihasilkan bisa lebih cepat. . Dengan mengaktifkannya. perpindahan gigi itu terjadi pada putaran mesin lebih tinggi. rentang tenaga akan terjaga dan efek engine brake pun lebih terasa dengan mode ini. tuas persneling pun bisa dipindah ke posisi netral (N) saat kunci kontak sudah dicabut.000 rpm. Shift lock release Fitur ini berguna saat mobil diparkir paralel. Atau mengemudi sambil memanfaatkan puncak tenaga atau torsi dari mesin. Sementara pada mode Sport. Steptronic atau Tiptronic. Anda dapat memindahkan posisi gigi lebih akurat sesuai kebutuhan. Dulunya sistem ini hanya digunakan pada mobil premium atau sports car. Misalnya perpindahan gigi dalam kondisi normal dilakukan secara otomatis pada putaran mesin sekitar 2. Sementara perpindahan gigi dapat dilakukan dengan menggerakkan tuas persneling ke depan-belakang atau kiri-kanan. Contohnya adalah pada transmisi Shiftronic. Atau secara otomatis memindahkan gigi ke posisi satu ketika mobil berhenti walau sesaat. Hal itu bisa juga dilakukan dengan cara kickdown (menekan pedal gas dalam-dalam). Dengan sistem ini. Pada mode ini. Efeknya. tuas atau lubang untuk anak kunci bertuliskan Shift Lock Release. Umumnya sistem ini bisa diaktifkan dengan menggerakkan tuas transmisi atau menekan tombol. menggunakan tombol di setir atau paddleshift. Meski bisa dilakukan secara manual. Mode manual Teknologi perpindahan gigi secara manual atau sekuensial sudah banyak diaplikasi beberapa mobil bertransmisi otomatis. Tapi kini SUV atau MPV pun sudah menerapkannya. Mode Sport Beberapa produsen mobil menyediakan mode Sport pada transmisi otomatisnya. transmisi akan mempertahankan posisi gigi lebih lama dari biasanya.

Nah. Pendinginan oli transmisi merupakan proses terpenting untuk menjaga transmisi agar dapat selalu bekerja optimal. Apalagi bila kendaraan kerap berhadapan dengan kemacetan lalu lintas. Hal ini dimungkinkan. Sekitar 40. Tak heran bila teknologi Grade Logic Control pada Honda atau mode Tiptronic hadir dari kepintaran sebuah unit pengontrol transmisi. dimana di dalamnya terdapat komponen per dan piston. Kontrol elektrik pun sudah menjadi satu bagian tersendiri untuk mengatur kinerja transmisi otomatis selain secara mekanikal. Perilaku pengemudi untuk memindahkan posisi tuas ke N (Neutral) saat berhenti di tengah kemacetan. Kerusakan seperti per patah atau piston macet dapat menjadi penyebab hentakan ini terjadi.000 km hingga tidak perlu diganti selama transmisi tidak mengalami kendala. 01 Juli 2010 15:11 WIB ATPM memiliki prosedur penggantian oli transmisi secara berkala yang begitu lama. kerusakan tetap dapat saja terjadi. Namun.Kenali Problem Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter Foto : Pekik Udi Irianto Kamis. bila kinerja solenoid ini tidak optimal. peranti solenoid control valve berfungsi untuk meredam hal tersebut. tramsmisi otomatis telah dirancang dengan modul pengatur sendiri sehingga tak hanya bersifat mekanikal. Selain itu. Indikasi: Mengunci di salah satu gigi Penyebab: Bila solenoid control valve sudah tidak dapat lagi bekerja. entakan akan terjadi. merupakan salah satu cara agar peningkatan suhu oli transmisi dapat sedikit diredam. Indikasi: Entakan saat perpindahan gigi Penyebab: Agar perpindahan setiap gigi transmisi otomatis atau saat tuas berpindah posisi tetap halus tanpa terjadi hentakan. dimana asupan udara segar begitu terbatas dan tingginya suhu di sekitar mobil. kerusakan pada control valve juga dapat terjadi. bila mengingat sistem trasmisi matik telah dirancang untuk kondisi iklim tropis. kemungkinan mengunci di salah satu posisi gigi pun . Dan kini. sesempurna sebuah sistem dirancang. Apa saja yang mungkin terjadi dengan transmisi otomatis mobil Anda? Silakan simak beberapa gejala kerusakan berikut ini.

Bila komponen ini terkena air. Bila selang hawa transmisi ini terbuka atau robek. Kenali Nyawa Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter Kamis. Bila pada mesin dilengkapi katup searah. maka modul transmisi akan memerintahkan untuk menjalankan „safe mode‟ untuk memaksa pengemudi berhenti berkendara. besar kemungkinan terjadi hubungan pendek. Selain itu. Perbaikan transmisi otomatis memang terbilang mahal. Kerusakan menerjang banjir Air merupakan momok pada komponen bergerak di kendaraan. Peranti elektronik ini memiliki fungsi sebagai safe mode ketika temperatur mesin melebihi batas suhu kerjanya. Dan bila hal ini yang terjadi. Selain itu. sil pada kabel spidometer juga memungkinkan air menyusup masuk ke dalam transmisi. 17 Juni 2010 14:35 WIB Asumsi negatif mengenai mobil bertransmisi otomatis masih tetap kuat di masyarakat kita. Jadi bila kerusakan ini terjadi. membuat pelumasan pada clutch atau pelat kopling menjadi berkurang dan berakibat pada kerusakan. Kian diperparah. pihak ATPM pasti . Indikasi: Perlu putaran tinggi agar mobil dapat berjalan Penyebab: Gejala seperti kopling selip ini pada transmisi manual. termasuk transmisi otomatis. tidak demikian dengan transmisi. kemungkinan air masuk menjadi lebih besar. Apalagi jika harus mengganti seluruh bagian secara utuh. Penyebabnya adalah pengetahuan yang minim terhadap transmisi pintar ini sebagai penyalur tenaga mesin ke roda. Pertanyaannya. posisi vehicle speed sensor di transmisi tergolong cukup rendah. kenapa sampai rusak total? Jika kerusakan adalah kesalahan produksi. disebabkan oleh kerusakan pada sil di dalam transmisi. Bocornya sil membuat tekanan di saluran oli pada transmisi otomatis menjadi menurun. solenoid control valve akan langsung diserangnya dan ketiga gejala di atas akan mungkin terjadi. Indikasi: Mobil tidak mau berakselerasi Penyebab: Terjadi kerusakan pada vehicle speed sensor. Umumnya air bisa masuk melalui lubang ventilasi di transmisi. Efeknya. bila tuas perseneling tidak dapat digerakan akibat kerusakan komponen yang berjumlah 5 buah untuk transmisi otomatis 4-percepatan.dapat terjadi.

dan Land Cruiser 200 Series. Pada mobil-mobil terbaru. Crown. Namun semuanya tergantung Anda sendiri sebagai penggunanya. Ini merupakan interval paling jarang agar transmisi terhindar dari masalah. Salah satu kelebihan ATF jenis ini adalah viskositas yang lebih baik dan titik didih lebih tinggi. Baik jumlah maupun kualitas ATF harus selalu dijaga. Sementara Toyota Kijang Innova dan Fortuner membutuhkan spesifikasi ATF yang lebih baik lagi. Semuanya mengacu terhadap peningkatan performa transmisi otomatis untuk mengurangi gejala selip pada transmisi sekaligus meningkatkan waktu reaksinya.” jelas Iwan Abdurahman.” ujar Iwan Abdurahman. “Penggunaan jenis ATF yang tidak sesuai dengan spesifikasi transmisi bisa mengakibatkan gejala abnormal seperti dari shift shock atau entakan saat perpindahan gigi.000 km sekali.000 km sekali dengan menggunakan ATF Genuine Toyota.000 km dan menguras seluruh ATF setiap 20. Namun dalam banyak kasus. Ambil contoh Toyota Avanza dan Rush cukup menggunakan ATF dengan spesifikasi Dexron III seperti transmisi otomatis konvensional. Perbedaan tingkat viskositas ATF WS dan T-IV tak bisa dilihat maupun dirasakan hanya dengan mengandalkan jari.000 km dan T-IV dan WS setiap 100.” tutur Ricky Ricardo. pemilik bengkel transmisi otomatis di bilangan Cikokol Tangerang. Camry. trainer PT Toyota-Astra Motor. Sementara ATF dengan spesifikasi WS digunakan pada Toyota Yaris. Oli ATF (automatic transmision fluid) merupakan elemen yang sangat esensial di sini. Namun saat bekerja.bertanggung jawab selama masih dalam masa garansi. untuk spesifikasi Dexron III harus diganti setiap 80. Vios. ATF jenis WS menghasilkan reaksi lebih cepat dibanding T-IV karena sifatnya yang lebih encer dan lebih cepat melakukan penetrasi melalui body valve transmisi modern yang lebih kecil dibanding matik konvensional. Hal ini juga membantu mengurangi gejala selip yang umum terjadi. Alphard. transmisi otomatisnya membutuhkan ATF dengan spesifikasi lebih baik lagi. Ia menambahkan jika ATF lebih sering diganti akan jauh lebih baik lagi. tenaga mesin tidak akan tersalurkan ke roda. Bahkan Ricky menganjurkan penggantian ATF setiap 5. Tanpa pelumas ini. Ia berani menjamin perawatan rutin seperti ini bisa menghindarkan transmisi dari berbagai masalah yang kerap terjadi sekaligus meningkatkan umur penggunaan transmisi tersebut. Dengan begitu akselerasi transmisi otomatis yang mengandalkan spesifikasi ATF ini jauh lebih spontan dan responsif. Transmisi otomatis yang digunakan mobil-mobil ini membutuhkan ATF dengan performa lebih tinggi lagi yang memiliki viskositas atau kekentalan lebih rendah. Standarisasi ATF beberapa ATPM di Indonesia • Audi: TT. yaitu T-IV. kerusakan yang terjadi disebabkan oleh kesalahan pemilik dalam merawat transmisi pintar ini. Rancang bangun transmisi otomatis saat ini memiliki lebih banyak sensor elektrikal dibanding transmisi otomatis konvensional. A3 G 052 025-A2 • Ford: Mercon V • GM: Dexron III • Honda: Z-1 • Mitsubishi: SP-II/III • Nissan: Matic J/K . Lifetime transmisi otomatis Apa yang menentukan daya tahan sebuah transmisi otomatis? “Semuanya tergantung dari „nyawa‟ transmisi matik yaitu ATF. “Untuk Toyota. Previa.

Setiap pabrikan menggunakan nama berbeda untuk fasilitas ini. telusuri sumbernya dan pastikan berasal dari transmisi. 2. ada beberapa cara analisa kerusakan dan penyebab yang bisa dicermati.• Proton: SP-II/III • Toyota: T-III (Dexron III). Lakukan konsultasi di bengkel resmi terdekat di kota Anda sebelum melakukan penggantian ATF. Jika masih ringan. T-IV. girboks modern juga dilengkapi mode pengoperasian manual. Secara umum. jangan jalankan mobil dan segera telepon bengkel. Salah satu penyebabnya adalah kebocoran gasket. 3. prinsip kerja transmisi otomatis adalah memindahkan tenaga mesin ke roda melalui media fluida. segera bawa mobil ke bengkel. Steptronic atau Multitronic. Memeriksa volume dan kondisi oli . Baca buku petunjuk saat hendak mengganti oli transmisi otomatis (ATF). Sehingga perbaikan berbiaya tinggi bisa dihindari. Biasanya cairan oli transmisi berwarna coklat kemerahan. dan WS Perhatian! 1. Selain perawatan. Pastikan ATF pengganti sesuai dengan spesifikasi yang digunakan transmisi mobil Anda. Misalnya Tiptronic. Fluida ini juga bertugas melumasi semua komponen bergerak sekaligus sebagai pendingin transmisi. Kebocoran Apabila terlihat tetesan oli di bawah mobil. kenali warnanya. komponen transmisi mudah aus. Beban kerjanya yang berat membuat fluida pada transmisi otomatis punya umur pakai yang mesti dipatuhi. Bila penggantian fluida tak dilakukan tak diganti berkala. Merawat Transmisi Otomatis More Sharing ServicesShare|Share on facebookShare on myspaceShare on googleShare on twitter Foto : Pekik Udi Irianto Minggu. Namun kalau volume oli yang bocor begitu banyak. Jika menemukan cairan berwarna itu. Selain beroperasi seperti matik biasa. Selectomatic. 05 Desember 2010 11:01 WIB Konstruksi sebuah girboks otomatis modern biasanya terdiri 3-6 rasio dengan tambahan mode Economy atau Sport.

Kalau tidak. Juga lebih panjang dari dipstick oli mesin. Perpindahan tuas Sayangilah transmisi Anda. Selalu pindahkan posisi tuas dengan tepat sesuai kondisi dan kebutuhannya. . bisa Anda simak di waktu mendatang di website ini. Kalau Anda menemukan garis oli rendah.Jangan kira tak ada batang pengukur (dipstick) buat mengukur volume oli transmisi. suhu panas dan dingin. Letaknya dekat dipstick oli mesin. tapi lebih ke bawah. kondisinya bersih dan transparan tanpa serbuk atau butiran hitam. Gunakanlah pelumas dengan kandungan antiaus untuk mencegah kerusakan dari gir. pelat kopling dan cakram. Lakukan dengan teratur. Itu bisa membuat pemindahan gigi jadi halus dan meminimalkan penggantian komponen transmisi. berarti terjadi masalah di transmisi. kapan interval penggantian oli. menarik kendaraan lain. Masukkan kembali batang pengukur oli dan ulangi langkah tadi. maka ia akan melayani lebih lama. carilah apa ada kebocoran. menanjak dan turunan. Jika ada. seluk beluk menggunakan transmisi otomatis di jalan. Perhatikan cairan yang menempel di kain atau kertas. supaya bisa mencapai dasar rumah transmisi. Tarik batang dan hapuslah oli dengan kain atau kertas putih. Umumnya penggantian oli dilakukan tiap 10 hingga 25 ribu km dengan pemakaian di beberapa kondisi seperti macet. Nah. Ganti oli transmisi Perhatikan buku manual mobil. Jika masih baik. isi pelumas transmisi sesuai kebutuhan secepatnya.