I.

PENDAHULUAN Untuk dapat dipahami oleh para mahasiswa bahwa mata kuliah Pendidikan Agama Islam, hanya diberikan atau didapat dalam satu semester dengan bobot 2 sks, dengan menggunakan empat belas kali tatap muka. Setelah itu, hingga selesai kuliah tidak akan ada lagi, kecuali belajar sendiri. Oleh karena itu, suatu yang sangat sulit bagi pengajar untuk menentukan materi apa yang tepat harus diberikan, dengan asumsi bahwa para mahasiswa telah mempunyai pengetahuan tentang ajaran Islam. Buku ini hanya memuat atau membahas materi pokok yang ada dalam ajaran Islam. Pernyataan yang dikemukakan oleh Dr. Kamaruddin Hidayat di bawah ini sangat membantu para mahasiswa untuk memahami bagaimana caranya mempelajari dan memahami ajaran Islam di Perguruan Tinggi. Membicarakan problem studi Islam di perguruan tinggi, setidaknya terdapat sebuah pertanyaan yang perlu direnungkan bersama: adakah Islam dikaji sebagai obyek keilmuan sebagaimana disiplin ilmu yang lain, ataukah Islam dijadikan rujukan pandangan hidup ataupun akidah untuk mempelajari dan menjalani kehidupan? yang ideal mestinya kedua aspek itu terintegrasikan menjadi satu pendekatan yang utuh sekalipun pada prakteknya banyak kendala yang harus diselesaikan karena setiap pilihan yang diambil akan berimplikasi pada metodelogi serta target akhir yang hendak dicapainya. Jika lembaga perguruan tinggi didefenisikan sebagai lembaga riset keilmuan, maka pilihan pertama akan lebih dahulu dikedepankan. Dan ini yang biasa dilakukan diperguruan tinggi Barat. Hampir semua universitas bergensi di wilayah Amerika Utara dan Eropa Barat semuanya mulai memperkenalkan Islamic Studies sekalipun diantara mereka ada yang lebih senang memperggunakan istilah Middle Eastern Studies, yang di dalamnya terdapat studi keislaman. Alasan mereka adalah bahwa Islam dipandang sebagai fenomena budaya dan fenomena sejarah sehingga sebagai obyek kajian ilmiah 1

siapa saja bisa melakukan studi Islam sekalipun bukan orang muslim. Oleh karenanya banyak buku-buku tentang Islam yang ditulis oleh para ilmuwan Barat yang secara akademis memiliki bobot yang tinggi. Lalu, bagaimana sebaiknya kebijakan dan strategi pendidikan Islam di perguruan tinggi? Di sini terdapat dua kata yang memiliki konotasi berbeda. Pertama, kata pendidikan dan kedua, perguruan tinggi. Selama ini wacana keilmuan di perguruan tinggi lebih ditekankan pada pendekatan pengajaran ilmiah, sedangkan istilah pendidikan lebih ditekankan pada jenjang sekolah di tingkat bawah. Tentu saja aspek pendidikan dan pendidikan agama tidak bisa dipisah- pisahkan, sekalipun dari sisi metode penyampaian dan berbagai asumsinya yang berkait memang berbeda. Dengan demikian, pengajar agama Islam di perguruan tinggi dituntut berijtihad menemukan metode yang tepat, bagaimana Islam diajarkan sebagai obyek kajian ilmiah namun sekaligus mata kuliah Islam juga memiliki tugas pendidikan untuk membantu mahasiswa tumbuh menjadi yang berakhlak mulia, relijius dan memahami dasar-dasar ajaran Islam. Mempertemukan dua tuntutan ini sangat penting mengingat hampir di setiap diskusi dan pengajian selalu saja ada pertanyaan tentang kenapa terjadi kesenjangan yang begitu lebar antara idealitas ajaran agama yang diyakini benar, hebat dan tinggi, dan di sisi lain realitas perilaku para pemeluknya yang seringkali bertentangan dengan ajaran agamanya. Bahkan sekarang ini klaim yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang relijius kehilangan validitasnya karena ternyata banyak sekali tragedi sosial-politik yang sama sekali tidak mencerminkan ajaran agama yang menyerukan pada perdamaian, pembelaan terhadap hak-hak asasi manusia, kejujuran, amanah dan lain sebagainya dari nilai luhur keagamaan. Kenyataan ini bagaimanapun juga harus menjadi perhatian dan agenda pemikiran pengajar agama di perguruan tinggi karena mahasiswa adalah calon sarjana yang memiliki peluang untuk mendudduki lapisan menengah ke atas dalam masyarakat.

Kesenjangan antara retorika dan ajaran agama yang begitu ideal dan realitas sosial yang menyimpang akhir-akhir ini menjadi sorotan kritik dan keluhan masyarakat sehingga citra dan wibawa agama – yang tampilkan oleh ulama dan lembaganya menjadi turun. Sekedar contoh, Nabi Muhammad saw pernah bersabda: “Islam itu sangat tinggi, dan karenanya tidak ada yang lebih tinggi darinya.” Pernyataan ini seringkali dikemukankan oleh para penceramah untuk menegaskan bahwa Islam itu hebat dan tinggi sehingga bila terjadi penyelewengan dan kezaliman yang dipersalahkan adalah para penganutnya, karena dianggap tidak memahami sekaligus tidak mempraktekkan ajaran agamanya secara benar. Sekilas argumen tersebut memang mudah diterima. Tetapi bila dikritik dan direnungkan, maka akan timbul pertanyaan: jika ajaran Islam itu memang benar, hebat dan tinggi, tetapi ternyata tidak mampu mempengaruhi para pemeluknya, lalu di mana pembuktian kebenaran, kehebatan dan ketinggian ajarannya itu? Dan lagi di mana relevansi kebenaran dan kehebatan ajaran Islam, jika tidak mampu mempengaruhi perilaku pemeluknya? Inilah kira-kira salah satu problem dan tantangan yang perlu oleh pengajar agama terutama di lingkungan perguruan tinggi. Dan tampaknya problem tersebut diakibatkan antara lain oleh adanya oreientasi pendidikan agama yang kurang tepat untuk tidak menyebut keliru. Tiga hal yang bisa dikemukankan sebagai indikator kekeliruan dimaksud ialah: Pertama, pendidikan agama saat ini lebih berorientasi pada belajar tentang ilmu agama. Karena itu tidak aneh kalau di negeri ini sering kita saksikan seseorang yang banyak mengetahui nilai-nilai ajaran agama, tapi perilakunya tidak mencerminkan nilai-nilai ajaran agama yang diketahuinya. 1

Kedua, tidak memiliki strategi penyusunan dan pemilihan materimateri pendidikan agama sehingga sering tidak ditemukan hal-hal yang prinsipil yang seharusnya dipelajari lebih awal, malah terlewatkan. Kekacauan materi pendidikan agama ini terlebih jelas lagi terlihat pada pemilihan disiplin ilmu fikih yang dianggap sebagai puncak atau inti agama itu sendiri. Disebabkan oleh oreintasi pendidikan agama semacam itu, maka Islam seakan diidentikan dengan paham fikih. Dan beragama yang benar adalah bermazhab fikih yang benar dan yang diakui oleh mayoritas, sehingga siapa saja yang sedikit berbeda dengan mazhab fikih yang dianut mayoritas, maka dituduh menyimpang dari Islam. Alam pikiran semacam ini masih terasa kuat di kalangan para mahasiswa perguruan tinggi Islam, apalagi di perguruan tinggi umum. Ketiga, kurangnya penjelasan yang luas dan mendalam serta kurangnya penguasaan semantic dan generik atas istilah-istilah kunci dan pokok dalam ajaran agama sehingga sering ditemukan penjelasan yang sudah sangat jauh dan berbeda dari makna, spirit dan konteknya. Disiplim keilmuan dalam Islam sesungguhnya sudah sangat kuat dan kaya. Dengan begitu, kalau saja pihak pengajar mampu menemukan metode pengajaran yang tepat dengan ditopang oleh penguasaan materi keislaman, maka sesungguhnya pengajaran dan pendidikan Islam menjadi kuliah yang menarik, aktual dan hidup. Kontektualisasi dan reinterpretasi ajaran Islam adalah agenda pemikiran Islam yang selalu diperlukan pada setiap zaman. Pendekatan terhadap Islam yang selama ini lebih bersifat normative deduktif perlu dilengkapi dengan pendekatan induktif histories sehingga mahasiswa bisa mebedakan mana ajaran Islam yang berupa produk sejarah dan hasil ijtihad dan mana yang bersifat normativedoktrinal.

1

sama halnya kita paham akan ayat itu. ilmu olah raga. di sini terlihat bahwa Kiai Ahmad Dahlan mengajarkan para muridnya untuk belajar beragama. Dalam rangka belajar beragama ini. pendiri Muhammadiyah. Demikianlah. dan mempraktekan. Setidaknya terdapat mempelajari Islam. Dengan kata lain. tapi dalam aksinya tidak menunjukkan relevansi dengan pengetahuannya tersebut. atau ilmu kesenian. Kita mengafal keutamaan menolong anak yatim tetapi kita belum pernah melaksanakan. Ketika muridnya sudah nyaris bosan karena setiap belajar surat itu diulang-ulang. maka Kiai Ahmad Dahlan mengatakan. dua pendekatan yang menonjol dalam Kedua. bahwa belajar berarti memahami. kita belum bisa pindah ke ayat lain karena kita belum bisa mengamalkan isi surat ini. mempelajari Islam sebagai sebuah pengetahuan.Pertama. ilmu agama itu bukanlah ilmu yang hanya menitikberatkan pada teori tanpa aksi. tapi justru teori dan aksi itu adalah hal yang tak terpisahkan. Disini aspek religiusitas dan spiritualitas menjadi sangat penting. menghayati. Para peneliti dan pemikir 1 . konon diceritakan bahwa Kiai Haji Ahmad Dahlan. Padahal surat itu hanya terdiri dari tujuh ayat pendekpendek. mempelajari Islam untuk kepentingan mengetahui bagaimana cara beragama yang benar. Oreintaì ini mengasumsikan mahasiswa sebagai subyek yang aktif sehinggailmu agama disini mirip dengan ilmu beladiri. Demikian juga orang yang mempelajari ilmu dan teori-teori keberagamaan secara luas dan mendalam. meskipun semua teori tentang berenang sudah dikuasinya. sementara dia tidak mencintai dan tidak bisa berenang? Orang yang demikian tetap akan dikatakan sebagai orang tidak bisa berenang. berbulan-bulan lamanya hanya mengajarkan Surat al-Ma’un (surat 107) kepada para muridnya. misalnya. Untuk apa seseorang diajari teori berenang dengan sangat luas dan mendalam. maka orang itu akan dikatakan sebagai orang yang belum bisa beragama. sehingga esensi ajaran agama bisa menginternalisasi ke dalam diri pribadi-pribadi dalam aktivitas kesehariannya. Pendekatan kedua ini berkembang sangat pesat di Barat. bukan belajar tentang agama.

perlu ditambahkan orientasi lainnya. jangan hanya aspek legal-formalnya. Ini tidak berarti aspek sejarah Islam ditolak. tetapi kita masih menemukan perbedaan pendapat soal hukum. baik dalam bidang fikih. Misalnya. ilmu kalam dan tasawuf kesemuanya itu anak kandung peradaban Islam yang memiliki landasan pemahaman atas Alquran. tetapi bagaimana mensikapi sejarah secara kritis dan apresiatif karena sejarah tetap merupakan salah satu sumber pengetahuan yang harus dikuasai dan terus digali. meskipun di antara kita telah bersama-sama berpegang pada Alquran. Kembali pada Alquran dan al Sunnah pada giliranya kembali pada etika sebagai rujukan hidup kita bermasyarakat dan bernegara. Dua pendekatan di atas karenanya mesti menjadi orientasi pendidikan Islam terutama di perguruan tinggi. kembali pada Alquran tidak berarti meniadakan perbedaan di antara umat karena perbedaan merupakan dinamika sejarah yang tidak mungkin bisa dihapuskan. Kenyataan adanya sekian banyak mazhab dalam pemikiran Islam. Sebab itu. kedua pendekatan di atas tampaknya perlu terus mendapat perhatian yang serius. pada semester ke berapa pendidikan Islam diajarkan di perguruan tinggi? Memperhatikan yang terjadi saat ini. Dengan pendekatan ini diharapkan kita lebih bisa menangkap pesan dasar Alquran dan mengartikulasikan kembali dalam konteks ruang dan waktu yang berbeda. sehingga tidak saja terjadi peningkatan pengamalan religiusitas di kalangan para penganut Islam. membebaskan diri kita dari hegomoni makna atas sejarah masa lalu kaum muslim. Sebab. Dalam hal orientasi pendidikan. menengah hingga atas bahkan perguruan tinggi selalu saja masih banyak didominasi oleh materi pelajaran fikih.yang memandang bahwa Islam sebagai pengetahuan memang berbeda samangat dan metodologinya dari mereka yang mendekati Islam sebagai keyakinan yang telah dianutnya secara militan. Padahal semestinya di perguruan tinggi itu para mahasiswa mulai berbicara pada tingkat wawasan yang bertujuan pada peningkatan penalaran yang analitis. dan bila perlu melahirkan keputusan-keputusan baru yang bersifat preskriptif bagi tindakan kaum muslim di zaman kini. komporatif. Karena itu perlu dipertimbangkan tiga aspek berikut ini. Ketiga. pelajaran agama dari mulai tingkat dasar. Pertama. wawasan 1 . melainkan juga terjadi peningkatan keilmuan Islam. Catatan akhir. membaca dan memahami ayat-ayat Alquran serta menggali konteks social histories yang melatar belakanginya dengan mempertimbangkan berbagai macam gejala cultural. politis dan antropologis. dan organisasi-organisasi kemahasiswaan. yaitu upaya gerakan kembali pada Alquran dengan pendekatan yang lebih ilmiah dan multidisipliner. Namun begitu sejarah jangan sampai memenjarakan kebebasan dan kedinamisan serta kreatifitas kaum muslim. Kalau tidak. maka seseorang yang berpegang pada etika akan tetap menjaga persaudaraan. remaja masjid. menganalisa setiap ayat Alquran yang hendak dijadikan pedoman dalam bertindak dengan menangkap dimensi etisnya. filsafat. yaitu perlunya menyusun dan memilih kembali materimateri pendidikan agama yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa/mahasiswa. kehormatan masingmasing dan akan mengutamakan tujuan yang lebih pokok demi kepentingan-kepentingan banyak orang. Kedua. Banyak mahasiswa memperoleh kematangan berpikir. Dalam hal orientasi pendidikan ini. Pembinaan intelektualitas dan spiritualitas Islam bagi para mahasiswa yang terjadi di luar kampus tidak bisa dipandang sebelah mata. maka aspek ini akan banyak diambil alih oleh kelompokkelompok studi. Dari sudut pandang akademis mungkin saja mereka lebih jauh menguasai Islam dari pada para kaia yang mengajarkan dan mengamalkannya dari lingkungan pasanteren.

dan organisasi lainnya terbukti sangat kontributif dalam menciptakan iklim intelektualitas di kalangan mahasiswa. Melalui kelompok-kelompok studi intensif yang digelar dan dikerjakan oleh para aktivis mahasiswa telah mendorong munculnya iklim intelektualitas Islam di kampus-kampus. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). lebih terampil kerjanya. 1 . Alasannya karena mereka dinilai lebih matang kepribadiannya. Tapi hipotesa sementara demikianlah adanya.keislaman dan ketrampilan berorganisasi justru dari kegiatan-kegiatan ekstra di luar kampus. Peran organisasi remaja masjid. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). dan lebih dedikatif menjalankan tugasnya. Tidak aneh karenanya jika terdapat sebagian perguruan tinggi yang memilih calon-calon tenaga pengajar dan pegawai administrasinya yang membawa surat rekomendasi dari lembaga atau organisasi ekstra dan kelompokkelompok belajar mahasiswa. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Belum lagi lembagalembaga swadaya masyarakat yang kini bermunculan sangat banyak. semua ini perlu diteliti secara ilmiah tentang kebenarannya. Tentu saja.

Bukan berati bahwa semua hal yang disebut itu tidak penting. karena itu ia memiliki susunan otak yang paling sempurna dibandingkan dengan otak berbagai jenis mahkluk hidup lainnya. karena aspek bepikir dan benalar serta dimensi pengetahuan. bukan sesuatu yang sangat vital bagi manusia apabila ditinjau dari sudut pandang agama. keunggulan serta membedakannya dirinya dari semua hewan yang lain. yaitu primata yang primi . namun dalam ajaran Islam berpikir dan benalar serta dimensi pengetahuan. Inilah yang memberikan kelebihan. 1 . Ketika manusia berusaha untuk mencoba menjawab perbedaan dirinya dengan hewan. menurut Murtadha Muntahhari menyatakan bahwa perbedaan keduannya terletak pada dimensi pengetahuan.KONSEPSI MANUSIA DALAM ISLAM A. termasuk hewan-hewan yang bentuk tubuhnya sangat dekat dengan manusia. Andi hakim Nasution menyatakan bahwa perbedaan manusia dengan hewan terletak pada kemampuan manusia untuk berpikir dan bernalar. alam dan Tuhan. kesadaran merupakan alat bagi manusia untuk memahami eksistensi dirinya. Perbedaan manusia dengan hewan Dalam sejarah pemikiran manusia berbicara tentang masalah manusia suatu hal sangat menarik dan unik. kesadaran dan tingkat tujuan mereka. maka jawaban sudah dapat dipastikan berbeda-beda sesuai dari sudut pandang cara memahaminya. sedangkan kemampuan berpikir dan benalar itu memungkinkan pada manusia. Dalam buku Agama dan Manusia. Perbedaan yang dinyatakan dari kedua pendapat di atas belum menunjukkan kepada perbedaan yang mendasar. Namun suatu pertanyaan yang perlu dikemukakan apakah yang membedakan manusia dengan hewan secara mendasar? Dalam buku Pengantar ke Filsafat Sains. kesadaran.

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. dinyatakan bahwa “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknuya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. “tiap-tiap yang berjiwa akan menemukan mati. 21 : 91. suatu pertanyaan yang perlu dikemukakan apakah berpikir dan bernalar serta dimensi pengetahuan. Dalam kaitan ini. serta bersifat ketuhanan. Selain dari ayat tersebut di atas dapat dilihat dalam surat 15: 29. Dan hanya kepada kamilah kamu akan dikembalikan”. namun dalam hal yang bersifat non fisik. pengelihatan dan al-afhida (fuad). 38: 72. Oleh karena itu. bernalar dan mempunyai aspek pengetahuan serta mempunyai kesadaran. Produk dari hasil pendengaran. Oleh karena itu. penglihatan dan afhida (fuad). ruh yang ada dalam diri manusia ini yang membedakan manusia dengan hewan. 17: 85. pengelihatan dan al-afhida (fuad) manusia. sementara pengertian al-afhida (fuad) dalam Al-Qur’an tidak berbicara dalam bentuk fisik. hal ini dapat dilihat di dalam pengertian-pengertian yang dikemukakan dibawah ini : 1. Jika dipahami secara filosofis bahwa apa yang dinyatakan oleh Allah ini merupakan sumber memperoleh ilmu.. dan tidak tepat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut hati. Al-Quran membedakan secara tegas antara ruh dan jiwa. Di samping itu.Berpikir dan bernalar serta dimensi pengetahuan. ar-ruh juga diartikan sebagai hakikat berpikir atau kecerdasan yaitu kemampuan manusia untuk siap memperoleh ilmu. Sedangkan yang wafat di dalam diri manusia adalah jiwa. nalar dan aspek dimensi pengetahuan serta kesadaran yang dikemukakan oleh kedua pendapat di atas. bukanlah sesuatu yang dapat mempertanggung jawabkan semua perbuatan manusia di akhirat nanti. Dalam Alquran surat 32: 7-9. kesadaran sebagaimana yang dinyatakan kedua pendapat tersebut adalah merupakan produk dari essensi yang membedakan manusia secara mendasar dengan hewan.kenudaian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (sperma) – kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh (ciptaanNya) dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. 66:12. kesadaran tersebut dapat mempertanggungjawab kan semua perbuatan yang pernah dilakukan manusia di atas dunia ini? Dalam ajaran Islam. Al-Gazali menjelaskan sebagai yang halus yang ada dalam diri manusia yang memungkinkannya untuk mengetahui sesuatu dan dapat menangkap pengertian. apa yang membuat manusia itu dapat berpikir. 58: 22. yang memungkinkan seseorang menyusun pengetahuan dan berhubungan dengan kebenaran. Karena ruh tidak akan pernah wafat ketika manusia itu meninggalkan dunia. ruh adalah kekuatan berpikir. tetapi mereka sedikit sekali bersyukur. karena ruh itu akan kembali kepada Allah untuk mempertanggung jawabkan semua hasil perbuatan yang dilakukan di atas dunia. berpikir. Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa kunci dasar kehidupan dan keberadaan manusia itu adalah ruh. yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut hati dalam bentuk fisik. Jika demikian. Karena semua alat-alat tersebut tidak akan berfungsi bersamaan dengan wafatnya seseorang. pengelihatan dan al-afhida (fuad) manusia ini sebagaimana yang disebut pengetahuan bagi manusia. Al-Qur’an membedakan secara mendasar pengrtian qalbu dengan alafhida (fuad) dalam surat tersebut di atas. Pengertian Ruh 1 . sebagaimana diungkap dalam surat 21:35. karena ruh yang membuat manusia mempunyai pendengaran. Karena pengertian qalbu yang digunakan dalam Al-Qur’an banyak hal berbicara tentang persoalan fisik. karena ilmu itu diperoleh melalui pendengaran.

kematian adalah tiadanya ruh. bukankah ia harus mengetahuinya? Jika manusia tidak dapat mengetahui sesuatu yang amat penting baginya. karena dapat membinggungkan. ternyata Tuhan seperti yang diajarkan oleh agama meminta pertanggungjawaban manusia atas perbuatannya. karena berkaitan dengan medan yang immaterial. yaitu ruh. tentu saja berbeda dengan pengetahuan manusia tentang jasadnya. apakah ia layak diminta pertanggungjawaban atas segala perbuatannya? Di pihak lain. bukankah itu berarti bahwa ia gagal memahami dirinya?. sehingga banyak orang beranggapan bahwa soal ruh itu tidak perlu dibicarakan. Ruh sering dipahami sebagai pusat kehidupan. Kenyataan ini mau tidak mau mengharuskan adanya pengetahuan manusia memahami dirinya. Kesulitan memahami ruh ini terlihat dari betapa banyaknya pendapat yang mencoba untuk memberikan penjelasan tentang ruh. Pengetahuan tentang ruh. diukur. jika ruh itu amat penting bagi manusia. Sesungguhpun demikian. menjadi sia-sia dan kehilangan makna. timbul persoalan. memahami segala akibat-akibat perbuatannya. tentu disertai dan didasarkan kemampuan yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk memahami dirinya. ditimbang bahkan difoto. Dilihat dari jurusan ini. yang bisa diraba. pada umumnya diakui bahwa ruh adalah sesuatu yang amat penting bagi kehidupan manusia. Dalam kaitan ini. maka ketentuan Tuhan meminta pertanggungjawaban kepada manusia. 1 . maka ketentuan Tuhan untuk minta pertanggungjawaban manusia atas segala perbuatannya. Pengetahuan tentang ruh bersifat spiritual. memahami sesuatu yang amat penting bagi dirinya. memahami sesuatu yang amat penting baginya. Jika tidak. dan dalam kondisi manusia gagal memahami dirinya.Persoalan ruh adalah persoalan yang amat pelik. yaitu ruh. maka kehidupan ada jika ada ruh.

yang memungkinkan seseorang menyusun pengetahuan dan berhubungan dengan kebenaran. Oleh karena ituar ruh disebut annafas yaitu nafas atau nyawa. Menurut Abu Haitham. kegembiraan. Di samping itu. 5: 110. Di samping itu. ruh adalah nafas yang berjalan di seluruh jasad. ia juga merupakan orientasi manusia di dalam masyarakat dan kebudayaannya. Yang pertama kata ar-ruh dikaitkan dengan kata al-quds seperti yang tersebut dalam surat 2 : 87 dan dilihat juga pada surat 2: 254. Kata Ruh dalam Alquran Dalam Alquran terdapat 21 kata ar ruh. Al-Gazali menjelaskan sebagai yang halus yang ada dalam diri manusia yang memungkinkannya untuk mengetahui sesuatu dan dapat menangkap pengertian. 2. yang tidak jarang dianggap Ilahi. perintah atau arahdan (4) an-nafs. maka istilah ini harus dikaitkan dengan seluruh praksis manusiawi yang berlangsung secara sadar atau tidak sadar dalam kebudayaan. yang pertama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-ruh al-quds 1 Kata ruh adalah ar-rih yaitu angin. serta bersifat ketuhanan. Dengan demikian. Dalam kaitan ini. (2) Alquran (3) al-amr. Menurut Ibn Atsir ruh itu dipakai dalam berbagai arti tetapi yang penting umum ialah sesuatu yang dijadikan sandaran bagi jasad dan dengan ruh itu tercipta kehidupan. ruh adalah kekuatan berpikir. Jika ruh itu keluar maka manusia tidak akan bernafas. jika ingin berbicara tentang ruh dalam arti konkrit. ruh sering disamakan dengan jiwa. dapat juga menunjukkan suatu instansi atau fungsi lebih tinggi dalam fisik manusia. Tentang ar-ru al-quds ini ada beberapa pendapat. Kata ar-ruh dalam Alquran dipakai dalam berbagai arti dan konteks. Bagi Ibnal-Arabi kata ar-ruh mempunyai banyak arti yaitu (1) al-farh. sedangkan an-nafs menunjukkan arti perempuan. 16: 102. jiwa atau keakuan. yang tersebut dalam 20 ayat.dan an-nafs adalah searti. kata ruh sering juga disebut an-nafs yaitu jiwa. ar-ruh menunjukkan arti laki-laki. Bagi orang Arab. ar-ruh juga diartikan sebagai hakikat berpikir atau kecerdasan yaitu kemampuan manusia untuk siap memperoleh ilmu. Menurut Abu Bakar al-Anbari kata ar-ruh . Oleh karena itu. pengertian ruh menjadi sulit diberikan defenisinya secara tepat.

Yang ketiga amr diartikan sebagai perkara atau urusan.itu adalah malikat Jibril. atau aturan Allah pada ciptaan-Nya. yaitu malaikat Jibril yang bertugas membimbing para rasul menurunkan dan mengajarkan wahyu. 21: 91. perkara dan urusan dari Allah. Kata kunci amr berasal dari kata kerja amara yang artinya perintah untuk mengerjakan. urusan (3: 159) dan hukum atau ketentuan (7: 54). selalu diberikan keterangan sebagai amr dari Allah. Alquran menyatakan dalam surat 3: 159. ruh dalam Alquran diartikan secara tegas dan jelas sebagai amr dari Allah. Alquran ataupun sesuatu yang dihembuskan Allah ke dalam diri manusia. dengan sebutan ar-ruh al-amin. arah (54: 12). Yang pertama kata amr diartikan sebagai perintah. pengelihatan dan qalbunya untuk memahami kebenaran. pengelihatan dan alafhida (fuad). Di smping itu. kata ar-ruh dikaitkan dengan kata al-amin seperti yang disebut pada surat 26: 193. Lebih jelas lagi adalah keterangan Alquran dalam surat 42: 52. Alquran menyatakan dalam surat 16: 2 dapat dilihat juga dalam surat 40: 15. 15: 29. Yang kedua amr diartikan sebagai arah. kata ruh juga dipakai untuk menyatakan sesuatu yang dihembuskan dari Allah ke dalam diri manusia. Dalam pengertian sebagai pembimbing atau pemberi petunjuk itulah. Dari ayat-ayat tersebut. Dalam Alquran kata ruh. Yang kedua adalah Kitab Injil. Tanpa pemahaman yang lengkap tentang amr ini. perintah. Kata ruh sebagai sesuatu dari perintah Allah yang disampaikan malaikat kepada hamba-hamba Tuhan itu adalah mempunyai pengertian wahyu Allah. maka dalam Alquran ruh juga dipakai untuk menyebut nama malaikat. dan menjadi bagian dari diri manusia dan selanjutnya Allah juga menjadikan untuknya pendengaran. baik dalam pengertian wahyu. Pendengaran. Secara jelas Alquran memberikan jawaban pertanyaan tentang ruh ialah amr Robb. yang membimbing pendengaran. Selanjutnya Alquran juga menyebutkan kata ruh sebagai sesuatu yang dibawa malaikat dari Allah untuk disampaikan kepada hamba-hamba-Nya. dapat ditarik kesimpulan. maka ruh akan sulit dipahami pengertian nya. 66: 12. seperti yang dinyatakan dalam surat 17: 85. Yang dimaksud dengan ar ruh alamin adalah malaikat Jibril yang terpercaya untuk menyampaikan wahyu kepada rasul-rasul Allah. Dengan demikian. Jadi. maka dapatlah ditarik pengertian bahwa ruh itu adalah pimpinan yang ada dalam diri manusia. 58: 22. maka kata amr artinya adalah pimpinan. dapat dilihat juga dalam surat 7: 77 dan 11: 59. pengelihatan dan al-afhida (fuad) merupakan instrumentasi rohani yang memungkinkan manusia 1 . bahwa ruh adalah amr dari Allah. sebagai penghormatan kepadanya. Alquran menyatakan dalam surat 7: 54. Dalam bentuk imarah artinya adalah kepemimpinan. Kata kunci dalam Alquran dipakai dalam arti perintah (65: 5). seperti yang dinyatakan dalam Alquran surat 54: 12. Ruh juga diartikan sebagai wahyu yang terkumpul dalam kitab suci sebagai pedoman hidup bagi manusia (42: 52) Lalu. perkara dan urusan. Yang empat amr diartikan sebagai hukum. Kata amr dalam Alquran dipakai untuk berbagai arti. perintah. Alquran menyatakan dalam surat 65: 5. lihat juga dalam surat 38: 72. kata kunci untuk memahami ruh itu adalah terletak pada kata amr. Pada ayat lain. Oleh karena itu. yang ketiga adalah ruh yang dapat menghidupakan orang mati dan yang empat adalah ruh Tuhan yang dianugrahkan kepada Nabi Isa as. penglihatan dan hati Alquran menyatakan dalam surat 32: 9. Dalam kaitan ini maka penjelasanpenjelasan Alquran tentang amr menjadi sangat penting untuk menyingkap dan memahami ruh itu. kata ruh yang dalam Alquran diberi penjelasan sebagai amr min Allah mempunyai pengertian pimpinan. Fungsinya tidak lain adalah merupakan bimbingan dan petunjuk bagi manusia. apakah ruh dari Allah yang dihembuskan ke dalam diri manusia itu? Jika direnungkan surat 32: 9 yang mengaitkan ruh ke dalam diri manusia dengan dijadikannya pendengaran. Jadi. perkara..

maka manusia dapat mengenali dirinya dan memahami kebenaran. hakekat ruh adalah bimbingan dan pimpinan Allah yang hanya diberikan kepada manusia. melihat dan memahami kebenaran sejati (22: 46). Ruh tidak lain adalah daya yang bekerja secara spiritual untuk memahami kebenaran. yang membedakan manusia dari mahkluk Allah lainnya. menyadari dan memasuki diri sendiri. Pengetahuan tentang ruh tentunya berbeda dengan pengetahuan manusia mengenai bendabenda yang dapat disusun secara ilmiah. Pengetahuan manusia tentang ruh sedikit sekali tentunya jika dibandingkan dengan pengetahuan Allah. sehingga ia dapat menjauhi perbuatan yang dapat merusak dan merugikan diri sendiri dan menjalani hidupnya sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran. diamati dan dianalisa. Alquran secara tegas menjawab dan menerangkan pertanyaan tentang ruh manusia sebagai amr min Robb dan manusia diberikan pengetahuan sedikit tentangnya dalam surat 17: 85. Jadi. Jadi. bukan berarti tidak bisa mengetahui sama sekali tentang ruh. manusia berhubungan dengan eksistensi ruhnya yang ada dalam dirinya sendiri. berdasarkan data-data yang terkumpul yang dapat diukur. sehingga ia dapat mendengar. Pengetahuan manusia tentang ruh adalah sangat penting karena dengan mengetahuinya. ruh dalam diri manusia adalah bimbingan dan pimpinan dari Allah dalam diri manusia. 1 .memahamai pimpinan Allah. Pernyataan Alquran bahwa manusia mempunyai pengetahuan yang sedikit tentang ruh. Dengan memahami. suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.

dalam setiap diri manusia terdapat dua unsur nafs. mengingat nafs dapat juga berarti diri. Bentuk jamak dari kata nafs adalah anfus dan nufus. Dalam studi Filsafat Islam. aspek-aspek. nafas dan ruh. Menurut Ibn Abbas. watak1 Hakekat ruh tidak dapat diketahui secara material karena ruh bersifat gaib sehingga tidak dapat ditunjuk subtansinya secara fisik dalam dimensi ruang dan waktu.lainnya menjadi kabur. atau keakuan. sehingga menyulitkan usaha memahami hakekat ruh itu sendiri. seperti Ibn Sina menegaskan bahwa ruh dijumbuhkan dengan nafs. sedangkan pengertian kedua seperti dalam ungkapan yaitu seseorang telah membunuh dirinya. Menurut Ibn alBari. Dalam hubungannya dengan pembentukan kebudayaan. Kata an-nafs dan ar-ruh yang berasal dari Alquran telah masuk ke dalam bahasa Indonesia dengan pengertian nafsu. an-nafs bisa bermakna ruh. karena dengan ruh sebagai daya yang bekerja secara spiritual untuk berhubungan dengan prinsip-prinsip kebenaran melalui berpikir terhadap alam sekitar dan selalu ingat kepada kekuasaan Allah. maka arah pembentukan kebudayaan yang rasionalistik materialis seperti yang tampak gejalanya dalam kehidupan modern. Pengertian Nafs Menurut Ibn Ishak kata an-nafs dalam bahasa Arab digunakan dalam dua pengertian. Kesulitan memahami hakekat ruh oleh karena sifatnya yang gaib membuka perbedaan pemahaman terhadapnya. akan bergeser ke arah kehidupan kebudayaan yang berdimensi transenden. sebaiknya dapat dipahami sebagai keadaan-keadaan. dan bisa bermakna hal yang membedakan sesuatu dari yang lain. yaitu nafs akal yang bisa membedakan sesuatu. Pengertian pertama seperti dalam ungkapan telah keluar nafas seseorang atau nyawanya. dan nafs ruh yang menjadi unsur kehidupan. Ucapan-ucapan seperti an-nafs al-mutma’innah dan an-nafs allawawamah dan an-nafs al-ammarah (yang bisa diterjemahkan menjadi jiwa yang merasa puas dan jiwa yang mengutuk). dan seringkali antara pengertian yang satu dengan yang . 3. peranan ruh sebagai pimpinan dan bimbingan Allah dalam diri manusia itu sangat besar. Kata an-nafs yang seringkali dipergunakan Alquran dan diterjemahkan menjadi “jiwa” sesungguhnya berarti “pribadi” atau “kekakuan”. artinya ia telah menghncurkan seluruh dirinya atau hakikatnya.

Manusia sebagai kesadaran adalah subyek menghadapi dirinya sebagai obyek. Tentang arti nafs dalam ayat di atas ini. Jika seseorang mengatakan “aku punya pensil.watak. yang diartikan jiwa. Sedangkan bentuk jamaknya nufus terdapat dalam 2 ayat. Jadi pernyataan “aku” baik dalam kaitan dengan perbuatan atau pemilikan. Oleh karena itu. seperti tersebut dalam ayat ini dapat diartikan dengan nafas. muncul setelah tahapan jasad. Kesadaran tentang diri itu dibentuk oleh berbagai factor internal dan eksternal. Demikian juga halnya dalam kaitannya dengan pemilikan. keakuan. Nafs dalam Alquran Dalam Alquran kata nafs terdapat 140 ayat. dan ia pun tidak akan mengatakan tanganku punya pensil. Kenyataan menunjukkan bahwa keakuan muncul ketika kesadaran manusia tentang dirinya terbentuk. dan dalam bentuk jamak lainnya an-fus terdapat dalam 154 ayat. Sedangkan ar-Razi menjelaskan bahwa kematian itu berkaitan dengan tubuh. setiap nafs akan mati. meskipun yang memegang dan menggunakan pensil itu tangannya.” maka pernyatan aku menyatakan pada totalitas diri. ada yang menyebutnya dalam arti jiwa dan ada pula yang mengartikannya nyawa. Pernyataan “aku” adalah pernyataan total tentang diri seseorang. 2) nafas. Sedangkan nafs yang berkaitan dengan kematian tubuh. keakuan. Semua ini dapat dipandang sebagai sifat “mental” (yang berbeda dari yang fisikal) asalkan akal pikiran tidak dipahami sebagai subtansi yang terpisah. tetapi lebih dalam lagi berkaitan dengan hal-hal yang non-fisik. Kesadaran muncul sebagai buah dari perenungan terhadap diri sendiri. keakuan. Nafs dalam pengertian nafsu dinyatakan dalam surat 12:53. ia tidak akan mengatakan mulutku makan. yang menjadi tanda adanya kehidupan pada tubuh manusia. nafas. 21:25. kesatuan dari keadaan-keadaan dan perbuatanperbuatan. air dan tanah yang berkumpul kembali dengan alam asal kejadian. Nafs dalam pengertian nafas atau nyawa terdapat dalam surat 3:185. bukan dalam pengertian nafsu. tidaklah semata-mata menyangkut hal-hal yang fisik saja. atau kecenderungan-kecenderungan dari pribadi manusia. Faktor internal adalah kapasitas berpikir yang terbawa oleh kodranya sebagai ciptaan dan factor eksternal yaitu lingkungan hidup dan kebudayaan. 3) jiwa dan 4) diri. kesatuan dari kualitas-kualitas. Kematian ditandai dengan lenyapnya nafas. kemudian diikuti hilangnya unsur panas. ar-Razi menjelaskan bahwa pengertian jiwa ini diperoleh karena nafs di sini berkaitan dengan keterangan. dan seperti disebutkan dalam 1 . menjadi sebuah eksistensi. nyawa. 39:42. Alquran menggunakan kata nafs dalam empat pengertian yaitu 1) dalam pengertian nafsu. maka nafs yang menjadi pokok pembahasan di sini adalah nafs dalam pengertian diri. karena nyawa merupakan tanda adanya kehidupan. Munculnya kesadaran tentang diri. maka nafs ini berkaitan dengan tubuh. termasuk di dalamnya adalah pendidikan. dan oleh karena pernyataan nafs berkaitan dengan kematian. Nafs dalam pengertian jiwa terdapat daplam surat 89:27-30 Sehubungan dengan nafs dalam ayat di atas ini. dan terbentuknya kesadaran tentang diri ini bermula sejak bentuk manusia yang sempurna lahir.” maka pernyataan aku menunjukkan pada totalitas diri. nafas dan ruh. 4. menempatkan manusia pada posisi obyek dan subyek. nyawa. Jika seseorang mengatakan “aku makan. Sayyid Quthb menyatakan bahwa ayat ini berkaitan dengan nafs yang mengalami hidup dan mati. An-nafs dalam pengertian keakuan atau pribadi adalah totalitas diri manusia. al-hayat. Dalam keakuan (ego) terdapat kesatuan transenden. hayat terlampaui. Nafs dalam pengertian diri. meskipun yang melakukan makan adalah mulutnya. Dalam kaitan ini. terdapat perbedaan pendapat. karena jiwa atau roh tidak mengalami kematian.

Menurut Alquran. ia tidak akan bertanggungjawab atas perbuatan orang lain. yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan. 45:15. Dalam hubungan ini. dan setiap pribadi mempunyai pendapat dan keinginan yang berbeda-beda. ruh. keakuan.ayat Alquran maka tentu yang dimaksudkan adalah jiwa. demikian pula perbuatan jelek. perbuatan baik pada dasarnya untuk kepentingan dirinya sendiri. Allah menjanjikan kepada siapa yang 1 . Setiap pribadi bertanggungjawab sepenuhnya atas segala apa yang dilakukannya. pribadi dinyatakan dalam surat 6:164. Oleh karena itu. yaitu al-qaib yang memperoleh keterangan dengan memahmi tentang Allah sebagai wajib al-wujud. Realitas manusia adalah realitas pribadi. Sedangkan Zamakhsyari menyatakan nafs dalam ayat ini diartikan jiwa. pada dasarnya akan merugikan dirinya sendiri. Nafs dalam pengertian diri. 13:11. Selanjutnya Alquran menegaskan bahwa perbaikan nasib seseorang ditentukan oleh kemampuannya merubah apa yang ada dalam diri pribadinya dinyatakan dalam surat 8:53. setiap pribadi hanya akan memperoleh bagian dari apa yang dilakukannya dinyatakan dalam surat 53:38-41. Alquran menyatakan dalam surat 41:46. ruh. yang dimasukan ke dalam diri hamba-hamba Allah. maka kesungguhan diri manusia mempunyai arti yang sangat penting.

Sebagian besar kata nafs dalam Alquran dipakai untuk menunjukkan arti diri. akan memperoleh bimbingan Allah. Ia juga mampu melawan hawa nafsu. tetapi merupakan daya berpikir yang terdapat dalam jiwa manusia. Dengan Demikian. hayat dan ruh. B. dalam pengertian Islam bukanlah otak. dinyatakan dalam surat 29:6. Keakuan atau nafs adalah kesatuan dinamik dari jasad. akan menanggung akibat yang timbul dari apa yang diperbuatnya itu (Alquran 41:46) dan perubahan keadaan hidupnya akan terjadi jika keakauan itu merubah dirinya (Alquran 8:53) Oleh karena itu. Orang yang menggunakan akalnya pada dasarnya adalah orang yang mampu mengikat hawa nafsunya. karena Allah selalu bersama-sama dengan orang-orang yang berbuat kebaikan. ia adalah pemahaman dan pemikiran yang selalu berubah sesuai dengan masalah yang dihadapi. Akal dan Fungsinya dalam Alquran Akal adalah al-hijr atau an-nuha artinya adalah kecerdasan. Sedangkan kata kerja ‘aqala artinya adalah habasa yaitu mengikat atau menawan. Kesatuannya bersifat spiritual yang tercermin dalam aktivitas hisupnya. ia adalah kesadaran batin dan penglihatan batin yang berdaya tembus melebihi penglihatan mata. melalui kerja yang sungguh-sungguh. karena seseorang yang dikuasai hawa nafsu akan mengakibatkan terhalang untuk memahami kebenaran. yang pertama. Karena itu. al-‘aqil adalah orang yang menawan atau mengikat hawa nafsunya. seorang yang menggunakan akalnya. keakuan akan mendapatkan . Akal sesungguhnya mempunyai bermacam-macam arti. akal dapat juga diartikan sebagai suatu potensi rohaniah untuk membedakan mana yang hak dan mana yang batal. daya yang dalam Alquran digambarkan memperoleh pengetahuan dengan memperhatikan alam sekitarnya. Dinamikanya terletak pada aksi atau kegiatannya. keakuan. Keakuan itu bertanggungjawab atas setiap apa yang diperbuatnya sendiri. Akal adalah potensi gaib yang tidak dipunyai oleh mahkluk lain yang mampu menuntut kepada pemahaman diri dalam alam. ia mampu mengendalikan diri dan akan dapat memahami kebenaran. mana yang benar dan mana yang salah. akal adalah sifat yang membedakan manusia dari pada 1 bersungguh-sungguh dalam jalan Allah. Akal. Alquran menyatakan dalam surat 53:3841.hasil apa yang dikerjakannya (Alquran 29:6). ia merupakan petunjuk yang membedakan hidayah dan kesesatan. sehingga hawa nafsu tidak dapat menguasai dirinya. Akal adalah penahan hawa nafsu untuk mengetahui amanat dan beban kewajibannya.

Jadi. Akal dengan demikian merupakan daya kekuatan untuk memperoleh segala ilmu. dalam sebuah hadist dikatakan :Tidak dijadikan oleh Allah suatu mahkluk yang terlebih mulia padanya dari pada akal.hewan. 67: 10. maupun realitas spiritual. dalam Alquran dijelaskan bahwa akal mempunyai fungsi untuk memahami kebenaran yang fisik maupun yang metafisik. 43: 3 3. 2: 32. 21: 67. 29: 35. 75. Yang ketiga ialah ilmu yang diperoleh dari pengalaman. maka engkau dekatilah Tuhan dengan akalmu. Ilmu akal meliputi ilmu yang duniawi dan yang ukhrowi. 7. Penggunaan akal itu antara lain : 1. terdapat 14 ayat dipakai dalam kaitannya dengan keimanan. seperti kehidupan neraka. ya’qilu 1 ayat. Dari 49 ayat yang menjelaskan tentang penggunaan akal. dapatlah kiranya disebut sebagai suatu aktivitas kesatuan akal. Dalam surat 6: 151. 67. 16: 12. 13: 4. 37: 138. 5. maka dapatlah ditarik pengertian bahwa akal dalam Alquran dipakai untuk memahami realitas yang konkrit seperti proses kelahiran manusia dan alam semesta. Alquran menyatakan dalam surat 3: 190-191. Konsep Tauhid dalam kebudayaan pada tahap pengertian sebagai proses seperti yang digambarkan dalam Alquran surat 3: 190191 di atas adalah kesatuan zikir kepada Allah dan pemikiran tentang 1 . 39: 43. baik yang tersurat dalam Kitab Suci maupun yang tersirat dalam alam dan manusia. 4. 28:60. 8: 22. Dalam surat 5: 58. sedangkan mengingat Allah. terdapat 7 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami proses dinamika kehidupan manusia. 29: 63. Dalam surat 2: 73. bersatu dengan kebenaran Ilahi. 171. dan yang keempat adalah pengetahuan tentang akibat segala sesuatu. yaitu ‘aqalu 1 ayat. 242. Dengan akal manusia bersedia menerima berbagai macam ilmu yang memerlukan pikiran. 6. 36:62. 30: 28. 30: 24. 23: 70. Dengan demikian kegiatan akal adalah kesatuan pemikiran dan qalbu dalam usaha memahami kebenaran. terdapat 12 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami alam semesta seisinya. 2. 11: 51. Dalam surat 22: 46. terdapat 6 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah. 2: 44. sehingga manusia mapu memasuki dunia kesadaran tertinggi. 6: 32. 12: 109. Dalam surat 12: 2. Yang kedua hakikat akal ialah ilmu pengetahuan yang timbul dari alam wujud. 28: 60. Oleh karena itulah. 36: 68. terdapat 1 ayat dipakai dalam kaitannya dengan hukum moral. 21: 10. 24: 61. Dalam surat 2: 76. 10: 100. adalah kegiatan yang berpusat di qalbu yang ada dalam dada. dan juga realitas gaib. 5: 103. 49: 4. 10:16. nilainilai moral dan untuk memahami tanda-tanda Tuhan. 11: 51. dan ya’qilun 22 ayat. 26: 28. 25: 44. 10: 10. na’qiln 1 ayat. Keduanya pikiran dan qalbu merupakan instrumen akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran. 2: 170. Menggunakan akal artinya adalah menggunakan kemampuan pemahaman baik dalam kaitannya dengan realitas yang konkrit. Dalam hadist yang lain dikatakan : Apabila manusia itu mendekati Tuhan dengan pintu-pintu kebajikan dan amal sholeh. Dalam surat 67: 10. Kesatuan antara berpikir tentang alam sekitarnya yang berpusat di kepala dan menghayati serta mengingat Allah yang berpusat di qalbu yang ada di dada. Keduanya merupakan kesatuan daya rohani untuk dapat memahami kebenaran. terdapat 5 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kitab suci. 8. terdapat 1 ayat dipakai dalam kaitannya dengan Sholat. 57: 170. terdapat 3 ayat berkaitan dengan kehidupan akhirat. Oleh karena itu. Dalam Alquran terdapat 49 ayat yang menjelaskan tentang penggunaan akal. Realitas konkrit dipahami oleh pikiran dan realitas spiritual oleh qalbu. 26: 28. 3: 65. Dalam surat 2: 164. 59: 14. Memikirankan penciptaan alam adalah kegiatan yang berpusat di kepala. ta’qilun 24 ayat. dan pencegah hawa nafsu. serta kaitannya dengan al-qalb yang mempunyai kemampuan memahami realitas.

ciptaan Allah yang berada di antara bumi dan langit. Kesatuan aktivitas itu dapat digambarkan sebagai berikut : Berzikir ----------------------------.Allah Orang Berakal Aktualitas berpikir ----------------------------. sedangkan qalbu bekerja untuk 1 . Pikiran bekerja untuk memahami dimensi fisik.Ciptaan Allah Akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran bekerja dengan menggunakan pikiran dan qalbu. Kesatuan zikir dan pikir ini. yang keduanya berhubungan secara organis. sebagai penjelmaan dari aktivitas orang-orang yang berakal. bersifat material.

tetapi penguasaan teknik dan cara menyelesaikan masalahnya seringkali mengalami kemacetan. besrsifat spiritual. dengan harapan upaya realitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Kemiskinan jika dipandang sebagi “takdir” ketentuan Allah yang mutlak – tentunya tidak ada satupun kekuatan dari manusia yang dapat merubahnya kecuali Allah sendiri. Hubungan organis pikiran dan qalbu sebagai instrumen akal dapat digambarkan sebagai berikut : . membuat seseorang hanya menagkap dimensi spiritual dari realitas yang ada. Seperti pemahaman terdahap realitas kemiskinan.. Pikiran Berpikir sebagai proses budaya adalah memhami realitas dan melakukan penilaian kritis terhadap pemahaman itu. Meskipun realitasnya sama seringkali terjadi perbedaan pemahaman terhadap realitas itu. Sebaliknya qalbu yang berkerja terlepas dari pikiran. bahkan seringkali terjadi opini tentang fakta yang nyata berbeda dengan faktanya sendiri. Sebaliknya jika kemiskinan itu dipandang sebagai akibat dari adanya sitem kehidupan sosial ekonomi yang timpang maka tentunya dengan upaya keras manusia dapat merubahnya. Dalam penilaian kritis ini diperlukan kejujuran intelektual. secara moral ia mempunyai kesadaran yang baik. Pengembangan pikiran yang terlepas dari kaitannya dengan qalbu. Di sini terdapat dua hal penting yang perlu mendapat perhatian yaitu pemahaman terhadap realitas dan penilai kritis terhadap pemahaman itu. Dalam melihat kemiskinan terjadi benyak perbedaan dalam memahaminya. Opini adalah bukan fakta.Pikiran Qalbu 1. karena dimensi fisiknya tak kuasa. karena seringkali terjadi pemahaman manusia terhadap realitas merupakan opini yang dipengharuhi oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang secara moral tidak dapat dipertanggungjawabkan. dan orang menjadi tertarik karena opini 1 memahami dimensi metafisik. Sedangkan penilaian kritis atas pemahaman manusia terhadap realitas adalah upaya menggugat keabsahan pemahaman itu. mengakibatkan manusia hanya memperoleh pengetahuan lahiriahnya saja dari realitas yang ditangkap dan manusia dapat dikuasai hawa nafsunya. Keduanya dalam pandangan tauhid merupakan kesatuan fungsional bagi kebudayaan. singga pikirannya bekerja untuk kepentingan pemuasan hawa nafsu.

yaitu 1) kata wahidah yang mempunyai pengertian tauhid dan 2) kata tatafakaru yang arti berpikirlah. Al-Qalb mempunyai dua pengertian. Prinsip Tauhid ini bukanlah sekedar suatu keyakinan yang dinyatakan dalam pengakuan saja. berpindah atau berbalik. Prinsip ajaran tauhid ialah bahwa Tuhan adalah Esa. Sedangkan arti yang kedua adalah pengertian yang halus yang bersifat ketuhanan dan rohaniah yaitu hakekat manusia yang dapat menangkap segala pengertian. Tidak ada satupun ayat Alquran yang melarang berpikir. Qalbu Qalbu berasal dari kata qalaba yang bermakna berubah. karena kotak-kotak budaya. terletak di dada sebelah kiri. Menurut Ibn Sayyidah. Dalam Tafsir al-Takhr ar-Razi diterangkan bahwa ada dua hal yang penting dalam ayat ini. Oleh karena itu. bahkan berada di luar penilaian etik. Pikiran hanya dapat berhenti jika hidup manusia berhenti atau kehilangan kesadaran dirinya. bahkan sebaliknya Alquran menganjurkan kepada manusia untuk berpikir. orang yang berpikir tentang perampokan tetapi tidak pernah melakukan perbuatan merampok. dinyatakan dalam surat 34: 46. 2. yaitu segumpal daging yang berbentuk bulat panjang. Berpikir adalah kegiatan yang sepenuhnya bebas. sehingga realitas tidak dapat sepenuhnya dipandang secara utuh. berpengetahuan dan arif. Qalbu memiliki kemampuan untuk mengetahui essensi segala sesuatu. meskipun fakta itu memerlukan perubahan. lubb dan syagaf. Kegiatan berpikir adalah kegiatan yang otonom. bukan berarti pembebasan manusia dari segala ikatan atau norma-norma hukum tertentu. Pendidikan yang terkotak-kotak akan melahirkan pemikiran yang terkotak-kotak pula dan akibatnya pemahaman terhadap realitas menjadi terkotak-kotak. atau fisik. tidak dapat dituntut secara hukum di muka pengadilan. akan tetapi merupakan suatu pandangan hidup yang senantiasa harus diwujudkan dalam realitas kehidupan muslim. Karena itu tidak ada satu kekuatan pun yang dapat secara effektif melarang atau menghentikan pikiran bekerja. Al Qalb dalam Alquran menurut Amir al-mu’minin Ali juga disebut sadr. tidak ada yang haram untuk dipikirkan. artinya hati. karena tanpa berpikir ajaran tauhid itu tidak bisa dimengerti. yang pertama dalam pengertian kasar. atau bagaimana agar siksaan itu tidak terasa sakit.bukan faktanya – sehingga tidak terjadi perubahan apa-apa terhadap faktanya itu sendiri. Meskipun fisik manusia disiksa. di dalamnya terdapat rongga-rongga yang mengandung darah hitam sebagai sumber kehidupan dan seringkali dinamakan jantung. pikirannya tetap dapat bekerja paling tidak untuk mencari jalan bagaimana cara menghindari siksaan itu. Di samping itu manusia juga bebas untuk memikirkan apa saja. Demikian juga berpikir tentang kebebasan. Disebutkan dalam sebagai berikut: 1 . qalb jamaknya qulub. mungkin itu adalah hukum berpikir dalam pengertian metodologi serta obyek yang dipikirkan. dimana pun dan kapan pun. terutama yang terjadi dalam proses pendidikan. dan Yang Esa itu merupakan sumber semua kehidupan yang ada. Barangkali tidak ada kebebasan yang penuh bagi manusia kecuali berpikir. Berpikir dapat dilakukan manusia. Qalaba mengalami beberapa perubahan bentuk seperti inqalaba dan qallaba namun artinya masih sama. Kotak-kotak pemikiran terjadi. Tauhid adalah salah satu prinsip ajaran Alquran. Jika ada yang mengikat berpikir. sedangkan berpikir merupakan sarana untuk memahami dan mengembangkan prinsip ajaran tauhid dalam kehidupan. apalagi diterapkan dalam kehidupan. fu’ad. Oleh karena itu. berpikir menjadi anjuran yang melekat dalam prinsip tauhid.

101. termasuk di dalam hal ini adalah ketidak berimanan. antara lain kufur.64. 1 . 22:32. Terbagi dalam beberapa persoalan sebagai berikut: 43 ayat dipakai dalam kaitannya dengan soal-soal keimanan. 7:100.77. Disebut syagaf karena temapat terbitnya kecintaan makhluk kepada sesamanya. disebut lubb karena menjadi terbitnya tauhid. perbuatan dosa. dinyatakan dalam surat 53: 11. Dalam Alquran terdapat kurang lebih 101 ayat yang memjelaskan tentang kata benda al-qalb atau jamaknya al-qulub.45.110. dinyatakan dalam surat 39: 22. disebut fu’ad karena menjadi tempat terbitnya makrifat Allah.- disebut sadr karena ia tempat terbitnya nurul Islam. dinyatakan dalam surat 65: 10.7. 9: 117. dalam surat 49: 14. dinyatakan dalam surat 12: 30.8. 15:12.

83:14.89.154. karena itu kata al-qalb dalam Alquran tidak pernah dipakai dalam kaitannya dengan pemikiran.4. 57:16. - - 2:204. 40:35. 23:63. 23:60. Keduanya (pikiran dan qalbu) tumbuh dari akar yang sama dan masing-masing saling melengkapi. kesucian.23. dinyatakan dalam surat 26:88. 3:8. dalam kitab suci.26. 1 - . serta kesombongan. 20 ayat dipakai dalam kaitan untuk menjelaskan sifat. 9:15.5. 11.97. 50:33. yang bercermin melalui tanda-tanda-Nya.126.51. 5:113. - - Jadi.63. 18:14. 22:54. 41:5. seperti keteguhan. 33:10.- 7 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kemampuan al-qalb untuk memahami kebenaran dan kekuasaan Allah yang tersembunyi dibalik peristiwa-peristiwakemanusiaan. 39:22. 42:24. tanda-tanda kekuasan Allah.60.93.51. 3:159. 8:70. 47:24. dan yang lain dalam aspek kebenaran kekal. Akan tetapi di dalam pengertian non fisik.103. 59:10. karena itu dala Alquran al-qalb dalam aktivitasnya menggunakan kata kerja ya’qiluna biha (22:46). 8:2. 3:15. 16:106. 18:28. 24 ayat dipakai dalam kaitannya dengan perasaan.118. 33:5.26.26. 28:10. baik kebenaran yang bersifat mutlak maupun kebenaran yang bersifat relatif. yang tersimpan dalam alam ciptaan-Nya dan tersurat dalam firman-firman-Nya. mengingat kekuasaan Allah. dinyatakan dalam surat 22:46. dinyatakan dalam surat 22:53. 21:3. 7:179. Al-qalb sebagai kekuatan yang dapat memahami kebenaran metafisik. 5 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kemampuan al-qalb untuk zikir. 24:50. kasar dan keras. C. 64:11. al-qalb dalam pengertian fisik adalah sesuatu yang ada di dalam dada (22: 46) yang sering disebut jantung. Kebenaran mutlak adalah kebenaran Tuhan. maupun dalam ayat-ayatNya (tanda-tanda). 16:22. dinyakatan dalam surat 13:28. 79:7.93. 6: 46. 10:88.9.127. Yang satu memusatkan perhatiannya pada kebenaran sementara. 37:84.63. 48:10.53. ketenangan. 33:54. baik ketakutan. dinyatakan dalam surat 33:26. 49:3. kehidupan sesudah mati. harapan.167. 39:45. 4:155. dalam kehidupan di akhirat nanti. Kebebasan Akal Akal adalah daya rohani untuk memahami kebenaran. kegelisaan. al-qalb adalah suatu kemampuan untuk memahami kebenaran-kebenaran yang bersifat metafisik.7. kegoncangan. 50:37.10. 3 ayat dipakai dalam kaitannya dengan akhirat. 6:43. 57:27. 8:24. baik di sorga maupun di neraka. 34:23. Al-qalb bukan pikiran. 26:194. 6:25. makna dibalik kejadian kemanusiaan. ia dalah bagian dari akal. 61:5. 59:14. 48:12. 58:22. 2:74. 5:41. 159. 33:5. 40:18. 24:37. 9:8.10. Yang satu menangkap kebenaran sepotong-potong dan yang lain menangkap keseluruhan. 45:23.225.

Akal yang tidak berfungsi mengakibatkan manusia jatuh pada kekuasaan hawa nafsu dan berarti kejatuhan manusia. pada saat kematian tiba. karena akal yang tidak bebas bekerja. 2. sehingga manusia kehilangan kemampuan untuk memahami kebenaran sejati. sebaliknya harus ditakuti adanya ketidakbebasan akal. Batas-batas obyek dibawa oleh kodratnya. baik yang fisik maupun yang metafisik. Kebebasan akal merupakan prasyarat bagi kebudayaan.Satu (1) ayat menjelaskan tentang pemikiran yang salah. Alquran menyatakan dalam surat 45: 23. sedangkan batas-batas pertumbuhan bersifat dinamis dan oleh karena proses belajar terus menerus maka batas-batas pertumbuhan itu bergerak dan berkembang. Akal sebagai daya rohani bersifat ketuhanan. sedangkan qalbu untuk memahami yang metafisik dan mutlak. Akal sebagai daya rohani pada dasarnya bebas. sehingga ia dapat melupakan adanya kekuasaaan dan kebesaran Allah. Seorang yang dikuasai hawa nafsunya. yang mutlak dan yang relatif. Dari enam belas (16) ayat itu terbagai sebagai berikut: . Hal ini terbukti tidak ada satu pun ayat dalam Alquran yang melarang manusia untuk menggunakan akalnya. Obyek Pikiran Dalam Alquran terdapat enam belas (16) ayat tentang berpikir.karena qalbunya melemah. dapat membawa seseorang dikuasai hawa nafsu. 34: 46. karena pembicaraan tentang akal selalu berhubungan dengan dimensi pikir dan zikir. Mekanisme Akal. Batas-batas kodrat bersifat tetap. 3: 191. Pikiran dan qalbu berhubungan secara organis dan keduanya bekerja pada batas-batas obyeknya dan pada tahapan dari pertumbuhannya. dan dalam ayat-ayat tersebut terlihat bahwa yang menjadi obyek pemikiran menurut Alquran adalah alam dan manusia serta hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan keduanya. 7: 176. 266.Enam (6) ayat di antaranya dipakai untuk memikirkan alam ciptaan Tuhan.Kebenaran reasltif adalah kebenaran sebagai hasil pemahaman manusia terhadap realitas sekitarnya yang berupa ilmu pengetahuan. Seseorang yang menggunkan akal adalah sesorang yang mampu menawan dan mengikat hawa nafsunya.. 1. sebaliknya banyak sekali ayat Alquran yang mengajurkan manusia menggunakan akalnya. kebebasannya hampir mutlak. Oleh karena itu. dan kebebasan akal ini dijamin penuh oleh Alquran. 1 . sampai akhirnya pada waktu yang pasti. karena tidak ada satu kekuatan apapun yang dapat menghalangi akal bekerja. yang digambarkan Alqur’an lebih sesat dari pada binatang dinyatakan dalam surat 25: 43-44. Akal adalah anugerah Tuhan yang hanya diberikan kepada manusia. dinyatakan dalam surat 74: 18-26. Pikiran untuk memahami yang baik dan yang relatif. sedangkan batas-batas pertumbuhan dipengaruhi oleh proses belajar dan pengalaman hidup. Akal yang tidak berfungsi menjadikan qalbu manusia tertutup. dinyatakan dalam surat 30: 8. dan hawa nafsu bisa diikat jika qalbu manusia selalu ingat pada kekuasaan Tuhan dinyatakan dalam surat 13: 28. dinyatakan dalam surat 13: 3. 45:13.Sembilan (9) ayat di antaranya dipakai untuk memikirkan manusia. 39: 42. 10:24. . akan melahirkan perbuatan yang dapat merusak kehidupan. 16: 11. Akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran. Sesungguhnya tidak perlu ditakuti adanya kebebasan akal. batas pertumbuhan itupun berhenti. 2: 219. 69. . akal harus digunakan agar ia tidak kehilangan kemanusiaannya. 3: 191. 6: 50. bekerja melalui pikiran dan qalbu manusia. 184.

Alquran menjelaskan tentang adanya prinsip-prinsip kebenaran di dalamnya. Di samping itu. dinyatakan dalam surat 19: 5. 54: 49. dinyatakan dalam surat 88:17-20. Alquran mengajurakan kepada manusia untuk memperhatikan proses penciptaan dalam alam.Secara jelas Alquran menerangkan bahwa abyek pemikiran adalah alam dan manusia serta yang berkaitan dengan kehidupan keduanya. maka bisa mengakibatkan celaka. Dalam hubungan dengan pemikiran tentang alam. dinyatakan dalam surat 25: 2. Contoh kesalahan itu seperti kesimpulan berpikir bahwa Alquran itu adalah sihir dan perkataan manusia pada umumnya dalam surat 74: 18-26. 6:73. 1 . Jika seseorang mencoba memikirkan di luar batas obyeknya. Alquran juga menandaskan adanya ukuran tertentu di dalamnya. 14: 19. Dalam hubungan ini.

karena penciptaan alam kebudayaan pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari alam semesta. Pemikiran terhadapa proses penciptaan dalam alam semesta. Melalui pemahaman terhadap prinsip-prinsip kebenaran yang ada dalam alam semesta ini. maka manusia pun dinjurkan untuk memperhatikan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu beserta akibatakibatnya. dan makanannya. mempunyai andil yang besar bagi penciptaan alam kebudayaan. dinyataka dalam surat 30: 9. Perhatian terhadap proses-proses penciptaan ini sangat penting bagi manusia sebagai khalifah di muka bumi. sehingga kelangsungan hidup generasi manusia dapat dipertahankan. Akan tetapi pemahaman terdahap proses penciptaan alam semesta ini. Selanjutnya pemikiran tentang sejarah. jatuh bangunya suatu bangsa merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan karena melalui pemikiran itu akan diketahui 1 . proses penciptaan kebudayaan dapat dilaksanakan. dimaksudkan agar manusia memahami prinsip-prinsip kebenaran Ajuran untuk memperhatikan proses kelahiran manusia. Dalam kaitan ini. sehingga manusia dapat memahami kekuatan-kekuatan yang dimilikinya serta kelemahan-kelemahannya sekaligus untuk merancang kehidupan selanjutnya. Dengan memperhatikan makanannya. baik yang sudah terserap dalam tubuhnya yang seringkali menimbulkan problem bagi kesehatannya. dinyatakan dalam surat 80: 24-28.yang ada di dalamnya. karena memang derajat manusia dengan ciptaan Tuhan jauh lebih rendah dari Penciptanya. bahkan tidak selayaknya dibandingkan dengan Tuhan. manusia dapat mengembangkan lebih jauh untuk penyusunan teori-teori dan untuk melakukan percobaan-percobaan. Sedang pemikiran tentang manusia. perkembangan dan juga kehancuran. paling tidak pada bahan yang dipakainya. ia dapat pula mempraktekkan dalam proses penciptaan alam kebudayaan. yang memungkinkan proses penciptaan itu berlangsung. Melalui penyusunan teori dan percobaan-percobaan itu. dengan programprogram untuk meningkankan kualitas hidup manusia serta merencanakan untuk menciptakan hidup yang lebih baik. makanan serta sejarah merupakan anjuran yang sangat besar artinya bagi kelangsungan hidup generasi manusia. karena melalui pemikiran terhadap proses-proses penciptaan itu. manusia juga dianjurkan untuk memperhatikan makanannya. manusia dapat memahami proses kelangsungan hidupnya serta mengatasi problema yang ditimbulkan oleh makanannya.. Alquran mengajurkan kepada manusia untuk memperhatiakan proses penciptaan dirinya. Sudah barang tentu kemampuan manusia menciptakan tidak sama dengan Tuhan. Pemikiran tentang alam artinya adalah memperhatikan proses penciptaan dalam alam semesta. Penciptaan Alam semesta akan selalu melibatkan dan tergantung pada alam semesta. Memperhatikan proses penciptaan manusia memberikan pengetahuan yang bermanfaat untuk memahami susunan dirinya. maupun untuk merencanakan penyediaan makanan yang harus mengikuti jumlah penduduk yang bertambah. dinyatakan dalam surat 86: 5-7. serta ruang dan waktu. Setelah memperhatikan proses penciptaan dirinya. proses pertumbuhan..

Pemikiran terhadap manusia. dan teori apapun sebagai hasil pemikiran manusia sepenuhnya bersifat relatif. karena Alquran adalah zikr dan menurut Alquran qalbu akan tenang hanya dengan zikr. - Yang menjadi obyek qalbu adalah sejarah dan Alquran. Alquran bagi qalbu tidak hanya sebagai obyek yang dipahami. dijelaskan dalam surat 35: 43. Dalam sejarah terkandung peristiwa jatuh bangunnya bsuatu bangsa dan peristiwa-peristiwa tentang perubahan-perubahan yang mendasar. karena kebudayaan pada akhirnya akan ditentukan sepenuhnya oleh kualitas manusianya. Dijelaskan dalam surat 17: 9 Pikiran dan qalbu dalam pandangan tauhid adalah merupakan kesatuan mekanisme akal. Obyek pemikiran menurut Alquran adalah alam dan manusia dengan segala aspeknya. dijelaskan dalam surat 47: 24. terkandung suatu hukum yang mengatur proses perubahan masyarakat. karena Alquran adalah zikr. 47: 24). akan diperoleh kesadaran tentang perlunya strategi kebudayaan. baik sejak proses penciptaannya. Alquran memberikan pedoman dan tuntunan moral bagi kehidupan manusia. Dari dua kubu ilmu itu berkembang menjadi lebih banyak. Prinsip-prinsip kebenaran itu. Selanjutnya mengenai Alquran sebagai obyek pemahaman qalbu. Kesemuanya itu pada dasarnya mempunyai andil sangat besar bagi pertumbuhan dan kelangsungan kebudayaan suatu bangsa. pada gilirannya akan mengakibatkan adanya perubahan teori-teori. Sedangkan dalam memahami Alquran. sehingga kebudayaan sebagai suatu proses dapat diarahkan lebih manusiawi. yang merubah wajah kehidupan manusia secara drastis. makanannya dan sejarah perjalanan hidupnya. yang mengharuskan adanya perubahan yang terus menerus. yang kemudian berkembang dalam dunia ilmu alam dan humaniora. Padahal realitas kehidupan alam dan manusia selalu berubah terus. pada akhirnya berkembang menjadi teori-teori dan perubahan yang terjadi dalam klehidupan alam dan manusia. Dinyatakan dalam surat 10: 57. untuk menyusun teori-teori dan percobaanpercobaan. Dijelaskan dalam surat 38: 1 Alqurqn adalah menjadi obat bagi qalbu yang sakit. Sesungguhnya dibalik peristiwa-peristiwa sejarah itu. Obyek Qalbu Dalam Alquran dijelaskan bahwa qalbu (al-qalb) mempunyai kemampuan untuk memahami atau menangkap makna-makna (22: 46 7:179. 3.hukum-hukum perkembangan suatu masyarakat yang mengatur dan mempengaruhi proses perubahan masyarakat. Tidak ada yang mutlak dalam teori-teori. dengan menekankan pada kajian aspek-aspek tertentu yang lebih terbatas. Melalui pemahaman histories. merupakan suatu hal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan suatu kebudayaan. Selanjutnya Aqlquran menjelaskan bahwa obyek pemahaman qalbu adalah prinsip-prinsip yang mengatur jatuh bangunnya suatu bangsa atau hukum sejarah dan makna-makana yang tersurat dalam Alquran. Dari pemikiran tentang alam dan manusia pada dasarnya diharapkan dapat diperoleh pengetahuan mengenai prinsipprinsip kebenaran.. Alquran menjadi obat bagi qalbu yang sakit. karena pikiran hanya berkerja dengan memecah realitas dalam fragmenfragmen yang statis. Dijelaskan dalam surat 13: 28. Hukumhukum itu berlaku pasti dan tidak berubah. tetapi juga menjadi obat bagi qalbu yang sakit.dinyatakan dalam surat 22: 45-46. keduanya merupakan sarana untuk 1 . seseorang kan memperoleh wawasan batin yang akan menuntunya ke jalan yang benar dan lurus.

sehingga realitas kebudayaan itu tetap 1 . membuat rencana kerja dan merumuskan tujuan-tujuan atau hasil yang hendak dicapainya.memahami kebenaran. seperti dua sisi mata uang. Strategi pembentukan kebudayaan adalah didasarkan pada kesatuan pikiran dan qalbu dalam perbuatan. Pikiran bekerja untuk menyusun konsep. Sebagai kesatuan antara keduanya sesungguhnya tidak dapat dipisahkan. pemisahan keduanya akan mengakibatkan seseorang tidak dapat memahami realitas secara utuh. sedangkan qalbu bekerja untuk memberikan wawasan batin.

seperti dalam pandang serba materi (materialisme) yang menetapkan materi sebagai unsur pokok yang menentukan kehuidupan manusia. karena keterbatasan pemikiran manusia untuk memahami hakekat dirinya. tidak lain adalah firmanfirman Tuhan (wahyu Ilahi). atau pekerjaannya. perbedaan sosial. yaitu berusaha menemukan akar pengertian tentang manusia. maka manusia diharapkan dapat memahami hakikat dirinya melalui petunjuk Tuhan yang menciptakannya. pencarian tentanh hakekat manusia tidaklah cukup hanya berhenti pada pandangan untuk menjelaskan tentang unsur pokok yang secara internal ada dalam dirinya ataupun pada apa yang dimilikinya yang sesungguhnya bersifat eksternal. Alquran tentang Hakikat Manusia Alquran menegaskan bahwa yang dilihat pada manusia tidak lain hanyalah amal perbuatannya. mengingatkan manusia secara individual tidak pernah terlibat sedikitpun dalam proses penciptaan dirinya. ia lahir dari suatu proses yang berada di luar kekuasaan dirinya. bahkan kesehatan atau kepandaian semuanya tidak pokok. suatu sandaran yang berada pada tingkat lebih tinggi dari hasil pemikiran manusia. Untuk itu diperlukan suatu sandaran pemikiran yang lebih mendasar. Satu-satunya persoalan adalah kecenderungan sikap yang terdalam pada jiwa. Sebaliknya dalam pandangan serba ruh (spiritualisme) menetapkan rohaniah sebagai unsur pokok yang menentukan kehidupan manusia. sosiologi. Sandaran yang lebih kuat dan jauh lebih tinggi dari hasil pemikiran manusia itu. umpamanya antropologi. karena dialah yang paling tahu tentang makna-makna dan keberadaan sebuah ciptaan. ia adalah sebuah ciptaan belaka. sebagai manifestasi dari perpanjangan kuasa Ilahi. Hakekat manusia adalah sesuatu yang amat vital yang menentukan kehidupannya di tengah kancah perubahan masyarakat. Sandaran wahyu ini kiranya sangat diperlukan. dinyatakan dalam 1 . Dengan demikian. Dengan sandaran kepada wahyu Ilahi yang tersurat dalam kitab suci – dalam hal ini adalah Alquran. Di samping itu. Hakekat Manusia Berbicara tentang hakekat manusia pada dasarnya membicarakan tentang pokok soal yang bersifat radikal. dan psikologi. Hakekat manusia tidak tergantung oleh keadaan-keadaan dari luar. Kekayaan. yang mungkin saja melewati batasbatas pengertian yang hanya menekankan pada salah satu aspek kehidupannya.berada dalam kerangka moral dan untuk tujuan-tujuan moral. dan prinsip yang terdalam ini tidak dapat dihancurkan. Pandangan yang melacak unsur pokok pada asal mula adanya manusia dapat mengakibatkan terbaikan aspek dinamik dalam realitas kehidupan. guna memahami dan menentukan hakekat manusia itu. Pengetahuan yang paling lengkap dan benar tentang sebuah ciptaan adalah yang datang dari Penciptanya. hal itu semata-mata tergantung pada nilai yang diberikannya pada dirinya sendiri. pangkat. suatu sandaran yang dapat membawa ke arah pemahaman yang lebih mendasar. pencarian tentang hakekat manusia tidak bisa hanya terpaku pada pemikiran tentang sesuatu yang menjadi unsur pokok yang menentukan dirinya. D. seperti yang terdapat dalam kajian berbagai disiplin ilmu.

baik dihadapan Tuhan. karena seseorang yang berbuat tidak sesuai dengan kemampuannya. Kebebasan itu tidaklah dapat dipisahkan dengan tanggung jawab. Alquran menganjurkan kepada manusia untuk berbuat sesuai dengan kedudukannya dalam masyarakat. yang akan diberikan Tuhan kepada manusia yang diuji amal perbuatannya. Ayat ini menjelaskan kaitannya perbuatan manusia dengan kemampuan yang dimilikinya. seringkali berakibat mencelakakan diri sendiri. karena kehidupan ini sesungguhnya menjadi kancah manusia diuji ‘amal perbuatannya. dan tidak ada campur tangan Tuhan sedikitpun di dalamnya. bahkan nyaris jatuh total.surat 9: 195. yang tercermin dalam berbagai kedudukan sosial sesorang yang satu berbeda dengan yang lainnya. seperti seorang arsitek yang dapat merancang suatu konstruksi bangunan yang berbeda dengan seorang ekonom yang hanya mampu merancang suatu bidang kegiatan ekonomi. dan hal ini sering disebabkan oleh ketidaktahuan atas kemampuannya atau memaksakan diri untuk berbuat di luar kemampuannya. Anjuran Alquran untuk berbuat sesuai dengan kemampuan pada dasarnya dapat dianggap sebagai anjuran yang bermakna etik. maka tentunya amal perbuatan itu tidak hanya menjadi ujian bagi manusia itu sendiri. Alquran menyatakan dalam surat 39: 39-40. Ayat ini secara tegas menyatakan bahwa apa yang dikerjakan manusia adalah yang menentukan eksistensinya. Pekerjaan atau tindakan manusia merupakan perwujudan sepenuhnya dari dirinya. pertemuan dengan Tuhan hanya dapat dilakukan dengan amal perbuatan nyata yang sesuai dengan nilai-nilai moral. 18:17. Alquran menegaskan adanya kebebasan untuk berbuat. atau oleh perbedaan tingkat pendidikan dalam lingkungan kebudayaan. Oleh karena itu. Selanjut nya Alquran mengatakan dalam surat 11:7. Rasul-Nya maupun bagi orang-orang yang beriman. Ayat ini menegaskan posisi Alquran yang berpihak untuk menegakkan hukum moral. dimana dalam kehidupan suatu masyarakat terdapat perbedaan tingkat kehidupan.30. Lulus tidaknya dalam ujian ini. sepenuhnya ditentukan oleh kualitas amal perbuatannya. juga menyatakan bahwa setiap kedudukan sosial seseorang dalam masyarakat itu menuntut suatu kualitas perbuatan yang sesuai dengan kedudukannya. Dalam hubungan dengan ujian terhadap amal perbuatan manusia. sehingga Tuhan hanya dapat ditemui dengan sarana amal perbuatan yang baik. 67: 2. Perbedaan kemampuan perempuan untuk melahirkan anak. Ayat ini menjelaskan tentang perbuatan dalam kaitannya dengan realitas sosial. Dalam kaitan ini. Ayat ini sekali lagi menegaskan betapa pentingnya arti ‘amal bagi kehidupan manusia di dunia ini. Di atas kebebasan itu. 1 . mewakili citra dirinya dan menjadi ukuran untuk menilai dirinya. Alquran menyatakan dalam surat 24: 23-25. diletakkan tanggung jawab agar kebebasan itu tidak berarti kesewenang-wenangan atas amal perbuatan manusia. bahwa seseorang menderita oleh pekerjaannya. ini berarti Alquran di samping mengakui adanya perbedaan tingkat kedudukan sosial seseorang. Pada ayat lain Alquran menyatakan dalam surat 17: 84. Dengan demikian. karena jika ada campur tangan Tuhan dalam amal perbuatan manusia. Selanjutnya Alquran menyatakan dalam surat 41: 40. dengan kata lain kebebasan amal perbuatan manusia itu tidak dapat dipisahkan dengan nilai moral yang memberikan penghargaan tinggi terhadap adanya tanggung jawab. amal perbuatan manusia pada hakikatnya manusia sendiri yang sepenuhnya menentukan. Seringkali terjadi dalam kehidupan masyarakat. Bentuk pertanggung jawaban itu adalah balasan yang setimpal dan adil sesuai dengan kualitas amal perbuatan manusia. dinyatakan dalam surat 18: 110. Tanpa adanya kebebasan tentunya ujian terhadap amal perbuatan itu menjadi tidak bermakna. Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan kemampuan antara satu dengan yang lainnya.

yaitu pekerjaan dari anggota tubuh manusia 1 . yaitu 1) ‘amal al-qalb yaitu pekerjaan qalbu. seperti berpikir. dan 2) ‘amal aljawarih.‘Amal ialah al-fi-il artinya pekerjaan atau al-mihnah artinya pengabdian. berkehendak dan membenci. Kadang-kadang dibedakan antara ‘amal dan I’timal. ‘amal dikatakan sebagai aktivitas yang tidak terkait dengan kepentingan diri sendiri. Dalam Tafsir al-Fakhr ar-Razi dikatakan bahwa apa yang disebut ‘amal mempunyai dua bagian. Menurut Ibn Atsir jika kata ‘amal yang berkedudukan sebagai fi’il dibaca ‘ammala maka bermakna walla artinya menguasai atau menjadikan sesuatu. sedangkan i’timal adalah aktifitas yang terkait dengan kepentingan diri sendiri.

totalitas diri (jasad. dan ketulusannya beribadah kepada-Nya. Kesatuan diri itu terjelma dalam amal perbuatan. Pandangan tauhid Alquran dalam konsep antropologi adalah terletak dalam pandangannya atas kesatuan manusia dalam diri yang disebut Alquran dengan kata nafs.bertugas membentuk kebudayaan di muka bumi (khalifah Allah fil alardhi). Kesatuan dari gagasan dan tindakan dalam realitas kehidupan dapat dipandang sebagai proses pembentukan suatu kebudayaan. ‘Amal dalam pandangan Alquran mempunyai arti yang amat luas. hayat. yang nampak dalam gerak atau diam. amal perbuatan nyata yang merupakan wujud dari kesatuan kedudukan manusia sebagai hamba Allah (‘abd Allah) yang bertugas menciptakan kebudayaan di muka bumi (khalifah Allah fil al-ardhi). Manusia menampakkan dirinya secara nyata dalam karyanya. Dalam karyanya. ruh. karyanya. yaitu perbuatan nyata dari manusia yang menjadi hamba Allah (‘abd Allah) yang 1 . hayat ruh. Kebudayaan sebagai penjelmaan kesatuan eksistensi diri manusia hamba Allah (abd Allah) adalah karya nyata dari manusia sebagai kalifah Allah di muka bumi. kepada hukum-hukum Allah yang mengatur semua ciptaan-Nya. Jadi. bukan pada unsur pokok yang membentuk dirinya yaitu jasadnya hayat. Amal dalam kaitannya dengan kebudayaan adalah merupakan lapangan kegiatan yang amat luas. Sedangkan manifestasi amal perbuatan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi adalah ketekunannya mengembangkan konsep-konsep dalam realitas kebudayaan dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu. Manifestasi amal perbuatan seorang hamba Allah (‘abd Allah) adalah ketaatan dan kepatuhannya yang ikhlas atas perintah-perintah Allah. yang secara formal diatur dalam kehidupan keagamaan. baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia. Dari ayat-ayat tersebut di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa dalam pandangan Alquran. Hakikat manusia adalah amalnya. tindakan yang tidak didasarkan pada kesadaran berpikir sesungguhnya tidak dapat dinilai secara etik. diri manusia akan dapat menemui Tuhannya dalam surat 18: 110. kualitas kemanusiaan akan dilihat oleh Allah dan utusan-Nya serta orang-orang yang beriman dalam surat 9: 105. kesatuan diri dari unsur-unsur jasad. ruh. yang menyakut berbagai aspek kehidupan manusia di dunia ini dan bukan semata-mata kegiatan peribadatan formal seperti yang diatur dalam kehidupan keagamaan. yang menjelma menjadi perbuatan nyata. Hanya melalui karyanya yang baik. amal pada dasarnya dapat dipandang dari dua tahap yaitu tahap gagasan (pemikiran dan kesadaran) dan tahap gerak tubuh yang melahirkan tindakan konkrit dalam realitas kehidupan. dan dalam karyanya terjelam nilai-nilai kemanusiaannya. dan ruh) manusia menyatu secara nyata dan dinamis. Pada amal perbuatan manusia inilah terletak hakikat manusia. Pada tahap kesatuan gagasan dan aktualitasnya terdapat kaitaan dengan nilai etik. hayat. ‘Amal dalam hubungan ini adalah merupakan wujud penjelmaan kesatuan diri (nafs) – kesatuan jasad. dalam wujud kebudayaan. yang menjadi sunnah Allah. Melalui karyanya. amal perbuatanlah yang menentukan arti hidup manusia.

Dalam ajaran Islam. hati mencoba menelusuri siapa Dia yang menempatkan letak-letak bintang yang begitu permai. mengalirlah perasaan romantis mengagumkan. pemahaman tentang Tuhan ini berawal dari pernyataan umat Islam tentang dua kalimah syahadat. Boleh jadi fitrah ini sekali-kali tertutup kabut kegelapan sehingga nampak manusia tidak mau tahu siapa penciptanya. pernyataan ini diucapkan ketika seseorang sudah sampai masa baliq (kedewasaan) dengan tanda. mengapa saya tiba-tiba ada. langit dihiasi dengan cahaya bintang. Tetapi di balik kekaguman akan romantika itu. Ketika malam kelam. Dalam ajaran Islam.maka siapakah penguasa di balik iradah dan kemampuan insan yang terbatas ini.. memancar kecenderungan untuk ingin tahu berbagai rahasia yang masih merupakan misteri yang terselubung. Dia sewaktu-waktu muncul kepermukaan lautan kesadaran memanifestasikan kecenderungannya merindukan Tuhannya yang begitu lembut. Makna Dua Kalimah Syahadat Dua kalimah syahadat merupakan pernyataan dasar seseorang untuk masuk ke dalam Islam. terdapat suatu cetusan yang mempertanyakan tentang Penguasa tertinggi alam raya ini yang harus dijawab. A. serasi dan memukau. bagi laki-laki apabila telah mengalami mimpi mengeluarkan 1 . Kedangkalan dan kekeliruan dalam memahami konsep ketuhanan akan membawa akibat pula kepada kehidupan beragama dan bernegara. Pertanyaan-pertanyaan itu antara lain. setiap umat Islam sangat perlu memahami dua kalimah syahadat secara filosofis. maka timbullah tanda tanya dalam hatinya sendiri tentang banyak hal. Nampak kian banyak misteri yang terselubung di balik kehidupan ini. Demikianlah fitrah manusia bergolak mencari dan merindukan Tuhan. Banyak keinginan tidak selamanya terpenuhi. Pengertian dan pemahaman manusia tentang Tuhan akan memberikan corak kepada perilaku dalam hidup beragama dan berbangsa. Dari arus pertanyaan yang mengalir dalam bisikan lubuk yang terdalam. Oleh karena itu. mulai dari bentuk yang dangkal dan bersahaja berupa perasaan sampai ke tingkat yang lebih tinggi berupa penggunaan akal. karena semua persoalan aktivitas kehidupan umat Islam tidak dapat dilepaskan dari dua kalimah Syahadat ini. maka hatipun bergetar. namun kekuatan fitrah ini tidak dapat dihapuskan samasekali. Ketika pandangan diarahkan ke lazuardi biru. bukan saja naluri yang bergolak tetapi otak dan logika mulai main untuk membentuk pengertian dan mengambil kesimpulan tentang adanya Tuhan. maka kecenderungan untuk ingin tahu itu lebih keras lagi. agar dapat dibedakan secara filosofis. siapa yang menata langit dan membangunnya sedemikian kekar dan indah. diperlukan suatu pengertian yang lebih mendasar. Pada tahap ini. dari mana saya ini. Sebaliknya banyak kejadian yang mendadak tak diduga sebelumnya. Karena itu. KONSEPSI TUHAN DALAM ISLAM Ketika seseorang mulai menyadari eksistensi dirinya. di dalam lubuk hati yang terdalam. hendak kemana saya. yang pernah diungkap ketika seseorang menyatakan dirinya Islam. Tatkala seseorang beranjak lebih dewasa dan mengenyam lebih banyak pengalaman.

maka peran orang tua untuk mengajarkan dua 1 . Ketika seseorang telah mengalami kedewasaan sebagaimana diungkap di atas.sperma (mani) dari kemaluannya. Menurut medis kedewasaan seseorang secara biologis diperkirakan. bagi lakilaki pada umur + antara 12 – 15 tahun dan bagi wanita + antara 9 – 13 tahun apabila dalam pertumbuhan biologis yang sehat. sedangkan bagi wanita apabila telah mengalami haid (cairan darah) dari kemaluannya.

antara lain diartikan dengan the creator and ruller of the univers (pencipta dan penguasa alam semesta) atau any being regarded as or worshipped as happing power over nature and control over human affairs (sesuatu yang Kata Tuhan merupakan bahasa yang digunakan oleh bangsa Indonesia untuk mengungkapkan sesuatu yang diyakini dipuja dan disembah oleh manusia sebagai Yang Maha Kuasa. yang sering kata illah diterjemahakan dalam bahasa Indonesia diartikan dengan kata Tuhan. mengapa kalimah syahadat itu tidak langsung saja menyatakan kata Allah? Ketiga Mengapa hanaya nama Rasul Muhammmad Saw saja yang dinyatakan dalam kalimah syahadat? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu diuraikan terlebih dahulu tentang pengertian illah dalam dua kalimah syahadat ini. jika menjadi suatu yang dipentingkan. 2. kata Tuhan dinyatakan dengan kata rabbun yang artinya pembimbing atau ilaahun yang artinya gerakan atau dorongan. kalimah syhadat tersebut. karena kalimah syahadat ini merupakan titik tolak awal dalam memahami Allah. Asal usul kata Tuhan ini. kepadanya tempat berpasrah kita berada dalam kesulitan. Dua kalimah syahadat ini perlu dipahami oleh siapapun yang telah masuk dalam Islam. Maha Perkasa. Pertama.dipuja atau di sembah karena melebihi kekuatan alam dan menguasai aktivitas manusia) Dalam bahasa Arab. tidak cukup hanya mengetahui arti dari kalimah tersebut tanpa menganalisanya lebih lanjut. tunduk kepadanya. jika seseorang berasal dari keluarga Islam. ada beberapa pertanyaan yang perlu dikemukakan untuk memperjelas dasar keyakinan seseorang. yang dipentingkan oleh manusia. meminta perlindungan dari padanya. Pengertian Tentang Tuhan Dalam bahasa Inggris kata Tuhan disebut God. Ini bukan berarti bahwa sebelum seseorang itu dewasa tidak diajarkan dua kalimah syahadat tersebut. jika diambil suatu kesimpulan. Ini berarti bahwa sesuatu yang diyakini oleh manusia apapun bentuknya. Dalam memahami dua kalimah syahadat ini. Oleh karena itu. berdo’a dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri. 1. dari mana kata tersebut berasal. merendahkan diri dihadapannya. Menurut Ibnu Taimiyah memberikan pengertian Tuhan (Al Ilah) ialah “yang dipuja dengan penuh kecintaan hati. Namun setiap bangsa Indonesia sudah dapat memahami apa yang dimaksud kata Tuhan tersebut. maka telah menjadikan sesuatu itu Tuhan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia. sebagai suatu pernyataan untuk menyatakan bahwa seseorang telah berada (masuk) dalam Islam. Namun persepsi setiap manusia memungkin kan terjadinya tanggapan dan pandangan tentang Tuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tahap pemikirannya. maka tidak ada manusia di atas dunia ini yang tidak mempunyai Tuhan. kata Tuhan diartikan sesuatu yang diyakini dipuja disembah oleh manusia sebagai yang Maha Kuasa. Maha Perkasa. menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya” Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa Tuhan itu dapat berbentuk apa saja. takun dan mengharapkannya. Prosees Pemahaman Tentang Tuhan 1 . mengapa kata illah dinyatakan di dalam kalimah syahadat tersebut? Kedua. hingga saat ini belum dapat diketahui dengan pasti.

Dukun-dukun. dianggap mempunyai Mana yang hebat. Contohnya. Roh itu akan senang apabila keutuhannya dipenuhi. kemudian seseorang tidak melaksanakannya. Tuah (melayu). Meskipun Mana itu tidak dapat diindera. pohon-pohon yang besarnya melebihi pohon yang besar lainnya. manusia sejak zaman primitif. Syakti (India) dan Kami dalam bahasa Jepang. Jika menurut nasehat dukun. maka cukuplah dengan air putih saja. seperti mana dari yang lainnya. mempunyai rasa senang dan rasa tidk senang serta mempunyai kebutuhan-kebutuhan. biasanya dijadikan tokoh. Kekuatan yang ada pada benda-benda itu disebut dengan nama yang berbeda -beda pada setiap tempat. 2. tetapi ia dapat dirasakan pengaruhnya. roh A pada hari Jumat Kliwon. Benda-benda yang mempunyai Mana yang lebih dan yang lainnya disebut fetesy atau jimat (melanesia). Animisme Animisme berasal dari kata yang berarti jiwa dan roh. Setiap benda itu mempunyai pengaruh pada manusia. Orng yang memliki Mana yang lebih dari orang lain. Untuk memperoleh ketenangan hidup dan agar terhindar dari gangguan Mana yang lain yang membahayakan. suatu roh harus mendapatkan perlakuan tertentu. Benda-benda yang mempunyai Mana yang lebih dan yang lainnya disebut fetesy atau jimat.Dalam literature sejarah agama. akan menjadi sanjungan dalam masyarakat rimitif. meminta advis dan minta bendabenda tertentu sebagai jimat. Di samping kepercayaan dinamisme. tukang sihir dan sejenis dengannya. yang berarti bergerak atau bangkit. manusia harus . Saji-sajian yang sesuai dengan advis dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh itu. Benda-benda yang ditakuti rohnya ialah benda yang dianggap mempunyai kekuatan atau Mana yang hebat.berusaha mengumpulkan Mana sebanyak-banyaknya. dianggap mempunyai Mana yang hebat. Orang yang usia. Orang yang usia. Dia akan dikunjungi oleh orang-orang untuk berobat. ada yang berpengaruh positif dan apa pula berpengaruh negatif. yang berarti suatu teori yang menyatakan adanya sebuah proses dari suatu keyakinan yang amat sederhana hingga meningkat menjadi lebih sempurna. Mana adalah kekuatan yang tidak dapat dilihat atau diindera dengan pancaindera dan oleh karenanya dianggap sebagai sesuatu yang misterius. kekuatan dan keberaniannya luar biasa juga dianggap mempunyai Mana yang luar biasa. apakah benda itu mati atau hidup. Oleh masyarakat primitif. pohon-pohon yang besarnya melebihi pohon yang besar lainnya. kekuatan dan keberaniannya luar biasa juga dianggap mempunyai Mana yang luar biasa. mempunyai roh (roh dalam uraian ini tidak sama dengan pengertian roh dalam Islam). misalnya memerlukan sajian nasi kuning. dikenal teori evolusionisme. Jika menurut dukun. maka ia akan dihantui oleh perasaan was-was dan takut. Setiap benda yang dianggap benda baik. masyarakat primitif juga mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. Jika dukun menasehati cukup dengan air putih. Menurut paham ini. Dinamisme Kata dinamisme berasal dari kata dinamo. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. maka pohon itu mempunyai Mana yang hebat pula. Menurut kepercayaan nya ini.. maka pohon itu mempunyai Mana yang hebat pula. Contohnya. Sesuatu yang mempunyai kekuatan dari yang lainnya. 1 . telah mengakui adanya suatu kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan manusia. roh dipercayai sebagai sesuatu yang akatif sekalipun bendanya hidup. maka seseorang tidak dapat membantah kecuali menurutinya. agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut haruslah diusahakan untuk memenuhi atau menyediakan kebutuhankebutuhannya. Menurut teori Evolusionisme dalam proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan ini adalah sebagai berikut: 1.

benda-benda. akan disanjung. roh nenek moyang. dihormati dan disembah agar dapat menolong dan membantunya. Ikatan manusia dengan hal-hal tersebut di atas 1 .Pada masyarakat primitif. binatangbinatang dan pohon-pohon yang dipandang mempunyai roh.

dewa Zeus sudah tentu lebih dimuliakan dari dewa-dewa dibahwanya. dewa Mitra dan dewa Worouna yang masing-masing membidangi alam. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya. ada yang membidangi angin dan lain sebagainya. Itulah sebabnya pada masayarakat ini terjadi penyembahan-penyembahan terhadap patung. dikenal pula adanya konsep tritunggal (trinitas) pada agama kristen yang diartikan Tuhan itu ialah Allah baik lahir maupun batinnya amat kuat. 3. Dalam proses waktu. Dewa cahaya. cahaya dan ketertiban alam. pohon besar. Kepercayaan terhadap tiga dewa senior tersebut dikenal dengan istilah trimurti (tiga sembahan). Roh yang lebih dari yang lain itu kemudian disebut dewa. meskipun dewa-dewa yang ada dibawahnya tetap mempunyai pengaruh. ada tiga. Politteisme Kepercayaan yang disebut dinamisme yang sebenarnya bersamaan dengan kepercayaan animisme. namun masih mengakui Ra sebagai Dewa bangsa Mesir. kepercayaan manusia meningkat menjadi lebih defenitif (tertentu). dan teisme dalam bahasaYunani disebut Theus diartikan Tuhan. Henoteisme Perkembangan dari politeisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum cendikiawan dari satu masyarakat. Dewa itu mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. 4. Syiwa. Di samping trimurti. 5. meskipun telah mengakui Elohim sebagai Tuhannya. sementara di Jerman disebut Thor atau Donnar. Kepercayaan semacam ini yaitu satu Tuhan untuk satu Bangsa disebut dengan henoteisme (Tuhan tingkat Nasional). dan Wisnu. Ketiga dewa tersebut membawahi dewa lainnya seperti Ani (api). dewa Indra. dari dewa-dewa yang diakui. Yesus dan Roh Kudus. Jadi monoteisme dapat diberi pengertian “keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa”. Satu bangsa hanya mengakui ada satu dewa yang disebut dengan Tuhan. binatang tertentu. dianggap hanya ada satu dewa yang mempunyai kelebihan dari dewa yang lain.Sedangkan dalam agama Hindu trimurti adalah Brhama. Bangsa Yahudi yang ada di Mesi. Ketiga Tuhan itu adalah satu jua adanya. Pertiwi (bumi) dan lain sebagainya. Kata mono dalam bahasa Yunani diartikan satu. Monoteisme Mernurut teori evolusi perkembangan terakhir dari proses pemahaman ketuhanan ini adalah monoteisme. Mesti ada satu yang melebihi yang lainnya. Ada bermacam-macam bentuk keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai berikut : 1 . Di dalam agama Yunani kuno misalnya. Nama atau sebutan dewa-dewa tersebut berbeda-beda pada masing-masing bangsa. mengingat terlalu banyaknya yang menjadi sanjungan dan pujaan mereka. ada yang membidangi masalah air. Lambat laun. laut apai dan lain-lain. Soma ( minuman). Bapak. di Babilonia disebut Syam. namun masih mengakui Tuhan (ilah) dari bangsa lain. lama-lama dinyatakan tidak memberi kepuasan. di Mesir disebut Ra dan di dalam agama Weda disebut dewa Indra. Dalam kepercayaan semula antara satu dewa dengan dewa yang lain mempunyai kedudukan yang sama atau sederajat. Pada agama weda misalnya. Oleh karena itu. diadakan seleksi karena tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama.

memberikan pengertian bahwa kata “Tuhan” atau “ilah” mempunyai arti yang beraneka-ragam.85. Monoteisme Spekulatif adalah suastu keyakinan yang terbentuk karena bermacam-macam gambaran Dewa-dewa lebur menjadi satu gambaran. 26:29. 16: 22. hanyalah Islam. 7:158. 45:23 .63. 17:22. 27:26. Tuhan dalam Al Quran Menurut Fazlur Rahman dalam bukunya Tema-tema Pokok Alquran menyatakan bahwa Alquran adalah sebuah dokumen untuk ummat manusia. 20:8. 7:138. 14:52. 20:97 . Perkataan “Allah” adalah nama Tuhan yang sesungguhnya. 2:163. 50:26. 23:117.65. 21:29.46. yang akhirnya dianggap sebagai satu-satunya Dewa. bukan sifat Tuhan. 6: 102. 73:9. 15:96. 4:171. 13:30. Islam mengistilahakannya dengan Tauhid (mengesakan). 3:2. 16:22. 14. 11:50. 21:108. 18:14. 23:23. Satusatunya yang menganut monoteisme murni diantara filsafat dan agama-agama di dunia sekarang. ilaahaini) dan dalam bentuk banyak atau jamak (aalihatun). 22:43 29:46. Tiap sifat yang ditemukan pada alam. 16:2. Tuhan Yang Maha Esa itu tidak mungkin ditemukan oleh pikiran manusia. 39:6. Dalam bahasa Alquran kata Tuhan disebut “ilah”. 40:37. Monoteisme Teoritis adalah suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. lebih dari 2500 kali disebutkan di dalam Alquran (Tidak terhitung dengan kata ar-Rabb.72. dan yang lain-lain yang 1 - Monoteisme murni jika di-Indonesiakan dapat disebut dengan Keesaan Tuhan. dalam surat 25:43. 59:22. 9:31. 20:88.32. 41: . 3.91. 18:110. 23:116. Ada yang bersifat fisik (Raja. ilahun” dalam surat 2:133. dalm bentuk ganda (munthanna. Islam menyakini Monoteisme murni bukan produk pikiran atau hasil perkembangan pikiran. 98.10 kali diungkap “ilahakum. 64:13.61.38.106.129.163. 28:70. Tuhan memiliki sifat satu-satunya.62. Tiap bentuk dan rupa yang ditemukandalam alam (termasuk dalam alamimajinasi pikiran manusia). 5:73.2 kali disebut “ilahaka.98. 21:25. 38:5. kata “ilah” diungkap dalam Alquran sebanyak 113 kali dalam bentuk tunggal (ilaahun). 41:6.62. 2 kali disebut “ilahiyin” dalam surat 5:116. 91. Bahkan kitab ini sendiri menamakan dirinya “petunjuk bagi .18.73. 28:38.23.2 kali dinyatakan “ilahahu. 28:88. sifat dan perbuatan. 20:88. 27:60. 64. 140. 114:3.16 kali disebut “ilahan” dalam surat 2:133. 4:87.84. . 25:68. hanya mungkin dihayati dengan hati. ilahin.255.ilahika”dalam surat 2:133.61 . tidak ada duanya. ar-Rahman).- Monoteisme Praktis adalah suatu keyakinan yang tidak mengingkari dewa-dewa lain. ilahukum” dalam surat 37:4. 5:73.39. 40:3. penguasa. 18:110. 108 22:34. 9:31. dengan rincian: 80 kali disebut“ilaha.213. 52:43.51.87. 43:84.88. 35:3 37:35. 38:65.84. 10:90. tapi hanya satu Tuhan saja yang diarah dan dipuja.6. 11:14. 51:51. 16:51 1 kali disebut “ilahuna” dalam surat 29: 46 Ungkap ayat-ayat Alquran di atas. 6:19. 3:62. bukan bentuk dan rupa Tuhan - manusia” (huddal lin-nas) dalam surat 2: 185 dan berbagai julukan lain yang senanda di dalam ayat-ayat yang lain. tapi adalah wahyu yang diturunkan oleh Tuhan yang Maha Esa sendiri melalui Utusan-Nya. 28:71. tapi dalam prakteknya lebih dari satu Tuhan Monoteisme Murni adalah suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa baik dalam jumlah. 2:163. Dengan demikian ujud keyakinan seperti ini sangant berlawanan dengan teori ilmu. 7:59.18.

kepentingan pribadi yang dipatuhi dan dipuja).dipatuhi dan dipuja) dan ada yang bersifat abstrak (hawa nafsu. 1 .

dan sesungguhnya Allah.Kata ilahukum ilahu wahid dalam surat 37:4. sedangkan keyakianan dengan menggunakan kata Allah. 20:98. namun konotasi yang dimaksudkan sudah dapat dipahami bahwa arti kata Tuhan itu adalah sebagaimana yang diungkap dalam kamus Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang diyakini dipuji disembah oleh manusia sebagai Yang Maha Kuasa. 41:6.Kata ilahan wahidan dalam surat 2:133. “Maka Ketahuilah. 38:65. diungkap dengan nada yang sama “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu”. karena konotasi kata ilah membawa suatu keyakinan yang salah. Alquran menyatakan nama Allah dengan kata ilahu wahid. 4:171. 22:43. Karena konotasi kata Tuhan sebagaimana telah diungkap di atas. 47:19. 6:19. 16:22. Tuhan kamu Tuhan Yang Satu. Maha Perkasa. 5:73. 18:110. bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mu’min. dan ilahukum ilahu wahid. 16:22. dikemukan dalam surat 29:46. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” “Katakanlah (ya Muhammad): Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan. sementara kata ilah diartikan juga dengan kata Tuhan dalam bahasa Indonesia atau bahasa lain. maka menurut informasi Alquran bahwa sebutan yang benar bagi Tuhan yang 1 . 18:110. 21:108.Suatu yang dilema bagi bahasa Indonesia untuk menyatakan suatu keyakinannya menyebut nama Tuhan. laki-laki dan perempuan. 41:6 . ilahan wahidan (Tuhan Yang Satu. dan sekali-kalitidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa dan Maha mengalakan”. 29:46. Karena itu kata ilah ini diungkap dalam Alquran untuk menunjuk kan sesuatu keyakinan yang salah. diterjemahkan sebagai berikut : “Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar. 38:4. Hal ini dinyatakan antara lain dalam surat 3:62. Tuhan Yang Satu) . Dengan mengemukan alasan-alasan tersebut diatas. 38:5. 21:108. yang berlawan dengan suatu keyakinan yang benar. 5:72 dan Allah menyatakan diriNya sendiri itu adalah Esa. 14:52. adalah suatu keyakinan yang benar karena Allah memberikan namaNya sendiri adalah Allah. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Alquran membedakan keyakinan manusia menggunakan kata ilah. dan Allah menyatakan diriNya tidak dapat dilihat dengan mata diungkap dalam surat 6:103. 22: 34. Sementara Bahasa Alquran sangat membedakan kata ilah dengan kata Allah. . 9:31.Kata ilahu wahid dalam surat 2:163. dalam pengertian Alquran mempunyai arti yang beraneka-ragam.51. Yang diterjemahkan sebagai berikut : “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya (keinginan-keinginan) sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan Ilmu-Nya”………… dan dalam surat 25:43. Alquran memberitahukan pula bahwa ajaran tentang Allah diberikan juga kepada para Rasul sebelum Muhammad. Permasalahan muncul dalam kehidupan beragama adalah dalam memberi pengertian nama Allah diartikan sama dengan kata Tuhan dalam bahasa Indonesia. Disinilah letak kekuatiran umat Islam selama ini dalam menggunakan kata Tuhan untuk nama Allah. dinyatakan dalam surat 11:84. 2:163. karena tidak ada kata lain yang tepat untuk meyatakan keyakinan kepada Sang Pencipta. Sebagaimana diungkap perbedaan tersebut dalam surat 45:23. dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah.

maka sebagai seorang muslim yang telah menyatakan ungkapan tersebut. Keesaan Allah adalah mutlak. mka kalimat (LA ILAHA ILA ALLAH) dapat diarti sebagai berikut”jangan sekalikali mengakui ada Tuhan kecuali Allah” dan atau “tidak ada sama sekali mengakui Tuhan kecuali Allah”. Persoalannya sedikit rumit karena kita berbicara masuk dalam wilayah keyakinan. untuk mendapatkan asuatu makna diperlukan suatu analisa. Ini berarti jika wahyu Allah itu diturunkan sejak Rasul Adam. dan kemahaesaan Allah tidak melalui suatu teori evolusi melainkan wahyu yang dating dari Allah sendiri. Namun dalam realitas kehidupan sebagai seorang muslim. Konsep kalimat La ilaaha illah Allah yang bersumber dari Alquran memang pentunjuk bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk mencari Tuhan yang lain selain Allah dan hal ini dapat kelihatan dalam sikap dan praktek menjalani kehidupan. 1 . mengapa kata (ILLAH) termasuk dalam kalimah syahadat dan mengapa hanya nama nabi Muhammad SAW saja yang termasuk dalam kalimat tesebut. Kalimat Syahadat di atas. Dari analisa pengertian diatas dari sudut pandang lkeyakinan Islam. 4 . Penomena ini dapat dilihat dalam keseharian kita. berarti tidak ada lagi di dalam dirinya untuk mengakui sesuatu kekuatan kecuali Allah. Esa menurut Alquran adalah esa yang benar benar esa.sesungguhnya adalah sebutan ALLAH. Dari kalimat syahadat tersebut ada dua hal yang sangat perlu dipertanyakan. Makna Kalimah Syahadat dalam Realitas Kehidupan Dalam kamus besar Bahasa Indonesia kata ‘makna’ dinyatakan dengan kata maksud atau arti. didalam bahasa Al Qur’an maupun bahasa Arab pengertian (ILAH) diartikan “sesuatu yang diyakini selain Allah”. Terjemahan tersebut sangat popular didengar. Namun dalam bahasa Indonesia kata Tuhan. Kata (ILAH) dalam kalimat syahadat diartikan sebagai Tuhan. Jika pengertian yang dimaksud demikian. pengakuan seperti diungkap tersebut belum menjadi sebuah komitmen. namun jika dipahami secara mendasar maka kalimat tersebut merupakan kalimat penolakan dan sekaligus kalimat penerimaan. maka perlu dipertegas dengan suatu pemahaman terhadap dua kalimah syahadat itu sendiri. Kata (LA) dalam kalimat syahadat. dengan pengertian bahwa kita menolak sesuatu yang tidak kita inginkan dan kita menerima sesuatu yang kita inginkan. yang tidak berasal dari bagian-bagian dan tidak pula dapat dibagi menjadi bagian-bagian. maka konsep tauhid itu telah ada sejak datangnya Rasul Adam di muka bumi ini. Jika kalimat syahadat diterjemahkan maka artinya sebagai berikut “aku bersaksi/menyatakan tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammmad adalah utusan Allah”. Dalam pembahasan ini yang dimaksud dengan kata makna adalah arti dari suatu pemahaman dengan sudut pandang Islam dan pendekatan filosofis dari kalimat syahadat yang dikaitkan dengan realitas kehidupan manusia. artinya “jangan sekalikali” dan “tidak ada sama sekali” kedua pengertian ini dapat digunakan dalam memahami ungkapan dua kalimah syahadat tersebut. jika dianalisa secara semantic mempunyai arti yang berabeka ragam. Sebagai umat Islam. Disinilah letak persoalannya mengapa setiap manusia mempunyai pandangan yang berbeda-beda. jika dianalisa dalam bahasa Arab disebut LA NAHIYAH DAN LA NAFIYAH. baru hanya dibibir. Ia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan yang lain. tidak semua manusia mempunyai persepsi yang sama. yang mengikrarkan kalimat syahadat La ilaaha illa Allah harus menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam setiap gerak dan tindakan dan ucapannya. agar dapat dipahami dengan jelas makna yang tepat.

Jika dipahami dari pendekatan filosofis. ketika seseorang telah menyatakan kalimat (LA ILLA ILA ALLAH) ini berarti pengakuan seseorang muslim terhadap dirinya bahwa tidak ada lagi Tuhan di 1 .

Perbedaan tersebut bukan perbedaan dalam arti fisik. dalam pemahaman sesorang muslim. Dengan pengertian lain. Perbedaan. seperti perbedaaan pandangan. merupakan sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. hanya yang beriman kepada Allah. Dari landasan di atas. Apakah kamu hendak memaksa orang supaya mereka beriman semuanya” Landasan kedua Hadist Rasullah SAW yang diterjemahkan sebagai berikut : “ Setiap anak yang dilahirkan membawa fitrahnya. berate ia berpegang kepada tali yang berbuhul kuat yang tidak mungkin putus. Inilah yang dimaksudkan kalimat (LA ILAHA ILA ALLAH). sebab jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. bukan berarti sesuatu itu tidak ada di luar diri kita. dan kalian tidak pula akan menyembah apa yang aku sembah. Suatu pertanyaan untuk memperjelas analisa dalam memahami Kalimat Syahadat tersebut adalah mengapa kata ILLA ini termasuk dalam kalimat Syahadat? Pertanyaan mengapa dalam pendekatan keilmuan memerlukan jawaban yang menggunakan landasan dan argumentasi yang jelas. serta 10: 99 yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai berikut: “Katakanlah!: Hai orang-orang kafir. kebebasan atau kemerdekaaan yang mengindahkan aturan tata karma yang telah disepakati dalam kehidupan manusia walaupun tidak tertulis. Kenyataan ini tidak dapat diingkari oleh manusia apapun bentuknya. Tuhan tidak ada atau hilang. apakah bapaknya Yahudi ataukah nasrani ataukah majuzi” (hadist diriwayatkan oleh Buchari dan Muslim). karena perbedaaan dalam bentuk ini merupakan kodrat yang memang sudah berbeda. tentulah akan beriman semua orang yang ada dimuka bumi ini seluruhnya. kalian bukan pula penyembah apa yang aku sembah. Perbedaan dalam bentuk ini semua manusia telah sepakat mengakui. Dalam arti bahwa perbedaaan. namun bukan berarti bahwa di luar dirinya. kebebasan atau kemerdekaan adalah hak yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia. Landasan pertama adalah Al Qur’an dalam surat 109: 1-6 dan 2: 256. untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku pula” “Tidak ada paksaan dalam menganut agama. Allah maha mendengar dan Mengetahui” “ Dan kalaulah Tuhanmu menghendaki. aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. namun perbedaaan dalam psikologis belum tentu dapat diakui oleh semua manusia. jika kita mengatakan bahwa tidak ada sesuatu di dalam diri kita. Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih yang terbaik buat manusia Dalam realitas kehidupan bahwa keanekaragaman yang ada bukan diciptakan oleh manusia justru Allah yang menghendaki. namun Allah menghendaki perbedaan. aku bukan penyembah apa yang kalian sembah. ada dua hal yang paling dasar yang perlu dipahami : 1. Allah memberitahukan kepada manusia bahwa ada Tuhan lain selain Allah yang akan dipahami oleh manusia 2. Barang siapa yang ingkar kepada thaqut. pendapat dan berpikir serta perbedaan dalam memilih agama.dalam dirinya. kebebasan atau kemerdekaaan yang memiliki nilai-nilai kemanusia. kebebasan atau kemerdekaan dalam segala hal kehidupan yang diberikan Allah kepada manusia. yang ada hanya ALLAH. Al Qur’an mengajarkan kepada manusia untuk memberikan penyadaran bahwa 1 . oleh karena itu perbedaan.

Pengertian Penciptaan Penciptaan adalah suatu proses mewujudkan gagasan dalam kenyataan. Setelah konsep itu jelas. membangun jalan layang untuk mengatasi kemacetan karena semakin banyaknya kenderaan-kenderaan yang harus diproduksi. menggantikan yang lama. transformasi dan model khusus dari hasil akhir atau penggunaannya. yang dirasa sudah usang. maka jadilah suatu wujud baru. konstruksi. Sesuatu hal itu difikirkan menjadi suatu konsep berupa gugusan ide yang meliputi bentuk atau model. ukuran kekuatan atau kapasitas serta tujuan atau hasil yang ingin dicapainya. Keinginan memasuki pengalaman yang baru atau kebaruan. Manusia selalu ingin yang baru. Dalam kehidupan sehari-hari. telah mendorong manusia untuk memasuki medan penciptaan yang tak pernah mandek. Analisis literer menunjukkan bahwa kata penciptaan mengandung beberapa bagian atau komponen yaitu adanya pencipta atau pelaku penciptaan. bentuk baru dari sesuatu yang sebelum tidak ada. dan bukan diartikan suatu permusuhan. manusia senantiasa terlibat dalam proses penciptaan . 1. menciptakan konsep-konsep pembangunan yang baru sesuai dengan perubahan yang senantiasa terjadi dalam kehidupan manusia. kemudian proses penciptaan itu dimulai dalam ruang dan waktu tertentu. dan dengan kemampuan kreatifnya ia menjelajahi bahkan menghadirkan bayangan hari depan ke kekinian. cara atau metodae penciptaan. Konsepsi Penciptaan Alam Semesta 1 . adanya bahan atau material yang dipakai. Proses penciptaan bermula dari adanya pencipta yang memikirkan sesuatu hal. antara lain menciptakan gedung-gedung yang berlomba makin tinggi seakan-akan ingin mecakar langit. dengan menggunakan bahan tertentu pula sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan.perbedaan itu harus diakui adanya. dan seterusnya. dengan kekuatan tenaga yang dimiliki.

tidak ada sesuatu yang terjadi dengan sendirinya atau kebetulan. kualitas ciptaan manusia jauh lebih rendah daripada 1 . Oleh karena itu. Kualitas suatu kejadian atau produk sepenuhnya ditentukan oleh kualitas penciptanya.Nyatalah bahwa dalam kehidupan ini.

Kenyataan tidak adanya mekanisme control bagi ciptaan manusia menyebabkan adanya ketergantungan yang penuh kepadanya. . Penciptaan yang mempunyai tujuan-tujuan yang bertentangan dengan moralitas atau kemanusian pada hakekatnya merupakan upaya penghancuran. apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaanNya sehingga kedua ciptaaan itu serupa menurut pandangan mereka?’ Katakanlah: ‘Allah adalah pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. Al-Qur’an mengatakan dalam surat arRa’d (13:16) : “Katakanlah:’Siapakah Tuhan langit dan bumi?’ Jawabnya Allah.Penciptaan semua yang ada ini langit dan bumi seisinya menurut al-Quran berlangsung dalam waktu tertentu. Demikian juga sebaliknya. maka ilmu dan teknologi srta wujud kebudayaan lainnya sebagainya produk manusia. tidak mustahil akan mengakibatkan bencana. Al-Qur’an mengatakan dalam surat al-‘Araf ayat 54. Jika moralitas manusia rendah. Tantang dan perubahan yang terus-menerus terjadi dalam kehidupannya mengharuskan manusia memberikan jawaban dan jawaban itu sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari kemampuannya menciptakan. Eksistensi Tuhan sepenuhnya melekat pada penciptaaan. Penciptaan bagi manusia adalah aktivitas yang menentukan eksistensinya di dunia ini. Sebaliknya dalam ciptaan manusia tidak terdapat di dalamnya mekanisme control yang bekerja secara otomatis. karena kelalian akan fatal akibatnya. Penciptaan Dalam Al-Qur’an Dalam al-Qur’an dinyatakan bahwa Allahlah yang Pencipta semua yang ada ini.ciptaan Tuhan. 50: 38. penciptaan yang didasarkan moralitas dan untuk tujuan-tujuan kemanusiaan pada hakikatnya adalah upaya peneguhan. padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?’ Katakanlah: ‘Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat. Kemampuan penciptaan yang dimilikinya merupakan anugrah Tuhan yang paling berharga bagi kehidupannya. maka ilmu dan teknologi akan meyemaikan harapan dan kesejahteraaan bagi kehidupan bersama.Sebaliknya. menciptakan sesuatu dri sesuatu yang ada mendahuluinya. penghancuran terhadap eksistensi manusia sendiri. Kesempurnaan dan keteraturan srta keseimbangan yang terkandung dalam ciptaaan Tuhan adalah merupakan wujud kesempurnaan Tuhan. Sesungguhnya penciptaan adalah suatu aktivitas yang sangat menentukan bagi adanya eksistensi. karena digunakan bukan untuk tujuan-tujuan yang baik. Katakanlah: ‘Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindung dari selain Allah. dan dapat dilihat juga dalam surat 10 :3. Eksistensi manusia makin teguh oleh aktivitas penciptaannya. 11: 7. untuk melakukan perbaikan atau penggantian sesuatu yang rusak. . jika moralitas manusia kuat. atau samakah gelap-gulita dan terang-benderang.Allah adalah al-Khaliq. dab akibatnya akan sangat luas dalam kehidupan masyarakat. peneguhan eksistensi manusia. 2. mengontrolnya terus-menerus agar tidk mencelakakan dirinya. 57:4. 1 . 25: 59. Dalam setiap upaya penciptaan selalu terkandung di dalamnya tujuan. karenanya dalam ciptaan Tuhan termuat eksistensi dari Tuhan. Dengan demikian. Dalam setiap ciptaan Tuhan terdapat di dalamnya mekanisme control yang bekerja secara otomatis untuk memperbaiki atau menggantikan kerusakan yang terjadi. penciptaan bagi manusia merupakan tanggung jawab moral. Akibatnya manusia harus selalu awas terhadap hasil ciptaannya. 32: 4.

BAD’ Kata Bad’ ini sebanyak 4 kali dalam 4 surat. KHALIQ . 42:11. Terjemahan yang diungkap tentang kalimat “Wahuwal lazi khalaqas sama’wati wal ardhi fi sittati ayyam wa kana arsy alal ma’” diartikan dalam terjemahan al Qur’an yang diterbitkan oleh Departemen Agama “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enan masa dan arsy Nya di atas air”.Ayat ini yang senada dengan ayat tersebut diatas 7 : 54. 32: 4. 12:101. tanpa manfaat ataupun makna. 11: 7.79. 20:72. Al-Qur’an mengatakan dalam surat 21: 16. Al-Qur’an menyatakan dalam surat 2: 164. Jangan dibayangkan seperti itu. yang hendaknya menjadi bahan renungan dan pemikiran manusia. 35:1.. 30:30. 50: 38. 11: 7.Bagi manusia. seperti manusia melakukan suatu perbuatan. 25: 59. . Dari ayat-ayat di atas ini. 11:51.. 43:27 3 Proses Penciptaan Alam Semesta Membicarakan proses penciptaan alam semesta.39:46. Al Qur’an memberikan informasi tentang bagaimana alam ini diciptakan dalam surat 11 : 7 dengan arti : “ Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan adalah ‘Arsy-Nya di atas (al-ma) air. 21:30. 41: 9. niscaya orang-orangyang kafir itu akan berkata ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata” . penciptaan semua itu hendaknya menjadikan ia ingat terhadap kekuasaan Allah dan tunduk pada hukum-hukumNya. Penciptaan itu sama sekali bukan main-main. Al-Qur’an menyatakan dalam surat 10: 3. 17:51. 2. dan dapat dilihat juga dalam surat 44: 38-39.10. 2 : 117. agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. 51:47.12.Kata khaliq ini sebanyak 13 kali yang tersebar dalam 9 surat.11. 50: 38. pernyataan senada tentang proses penciptaan alam semesta. .Penciptaan itu bermula dari air. 36:22 . 21:56. 65:12. 3. bukan berarti Allah menciptakan sesuatu berhadapan hadapan satu dengan yang lainnya . 57:4. dan dapat dilihat juga dalam surat 41: 11-12.12. FATHIR Kata Fathir ini 20 kali dalam 17 sura.11. 14:10. 65:12. 46:9. 10 : 3. 6:101. sulit bagi manusia untuk memahami manakala kita masih meletakan posisi serperti apa yang dilakukan oleh manusia. 25: 59. . 51:47. 1 . 6:14.10. 41: 9. Al-Qur’an mengatakan dalam surat 21: 30. dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekkah) sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati. 10 : 3. Pengungkapan Al qur’an tentang Penciptaan Alam Semesta dalam bentuk kata : 1. 32: 4. terdapat ayat-ayat yaitu tanda-tanda kebesaran Allah. 57: 27. 57:4. 21:30.Selanjutnya al-Qur’an menegaskan bahwa dalam penciptaan semua yang ada itu.Penciptaan itu tidaklah sia-sia.

1 .Semetara itu dalam pengertian lain kalimat “Wahuwal lazi khalaqas sama’wati wal ardhi fi sittati ayyam wa kana arsy alal ma’” diartikan atau diterjemahakan “Dan Dialah yang menciptakan ruang alam (al sama’) dan materi (al ardhi) dalam enan masa dan arsy Nya di atas al ma’”.

tidak ditemukan redaksi ayat dengan penjelasan yang tegas. Perlu dipertanyakan. Apakah alam semesta ini diciptakan dari materi yang sudah ada atau dari ketidakadaan. tidak berbicara tentang proses penciptaan alam semesta seperti dalam surat Fushshilat. Jadi alam semesta ketika itu merupakan satu kumpulan . dan fathr. Ibn Kasir menafsirkan dengan sejenis uap air. Bucaille memahami kata ini sebagai asap yang terdiri dari stratum ( lapisan) gas dengan berbagai-bagai yang kecil yang mungkin memasuki tahap keadaan keras atau cair dan dalam suhu rendah atau tinggi. 1 . Sedangkan kata fatq menunjukkan pula tentang proses penciptaannya lebih lanjut. yaitu bakal bumi. yang ketika itu penuh “embunan” Kata Dukhan dalam al Qur’an hanya ditemukan dua kali. Akan tetapi kata dukhan yang terdapat dalam surat dukhan. Demikian pula dengan al ma’ lebih tepat diartikan dengan zat alir atau sop kosmos ketimbang dengan kata air. yang sudah ada sesaat setelah Allah menciptakan jagat raya. Dari informasi tentang ayat-ayat proses penciptaan alam semesta tersebut ada tiga bentuk kata yang erat kaitannya dengan proses penciptaan alam tersebut adalah kahlq. Hal ini untuk menghidari konsep yang keliru tentang pengertian langit yang dipahami sebagai bola super raksasa yang mewadahi seluruh ruang alam. bagaimana bentuk kesatuan sesuatu yang padu (ratq) itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas. bumi baru terbentuk sekitar 4. alam semesta merupakan satu kesatuan yang bersifat padu. karena itu beberapa referensi berusaha menafsirkan kata ini. ialah kata ratq dan fatq. setelah terjadi pemisahan oleh Allah alam semesta mengalami proses transisi fase membentuk dukhan. kimia kata al ma’ diartikan sop kosmos atau zat alir. Sementara air terdiri dari atom oksigen dan atom-atom hydrogen dalam fase penciptaan alam belum dapat berbentuk dan isi alam ketika itu merupakan radiasi dan materi yang ada pada suhu yang sangat tinggi itu wujudnya lain daripada air yang ada sekarang ini. Jadi ketiga bentuk kata itu hanya menjelaskan bahwa Allah Pencipta alam semesta tanpa menyebutkan dari ada atau tiada. Kemudian proses berikutnya. Kata al-sama’. bad. sementara dalam bahasa ilmu pengetahuan alam atau fisika. kata kunci yang mengarahkan untuk disimpulkan demikian. ruang alam (al-sama’) dan materi (al-ardh) sebelum dipisahkan Allah adalah sesuatu yang padu. Sedangkan kata al-ardh yang biasa diartikan dengan kata bumi – di sini lebih tepat dipahami dengan materi. dan tanah di bumi kita ini baru terjadi sekitar 3 miliyar tahun yang lalu sebagai kerak di atas magma. berada di atas al ma’. karena al Qur’an tidak memberikan petunjuk-petunjuk ke arah itu.Yang dimaksud dengan pengertian arsy adalah singgasana atau kekuasaan yang dimiliki Allah. Hal ini diperoleh dari pernyataan surat Fushshilat 41:11 yang berbunyi artinya : Kemudian Allah menuju penciptaan ruang alam (al-sama).. Karena menurut penelitian ilmuwan. bintang-bintang dan lainnya. memang dirasakan amat sulit. Sehubungan dengan tidak adanya al Qur’an menjelaskan apa sesungguhnya yang dimaksud dengan kata Dukhan. seperti yang digambarkan dalam surat al-biya’/20:30. Rangkaian proses berikutnya. Kesimpulan sementara hanya dapat dikatakan bahwa sebelum terjadi ruang alam (al-sama’) dan materi (al-ardh) seperti sekarang. yang lazim diartikan dengan kata langit – harus dipahami sebagai ruang alam yang di dalamnya terdapat galaksigalaksi. Dalam terjemahan yang dipahami selama ini al ma’ ini diartikan dengan kata air.5 miliyar tahun yang lalu di sekitar matahari. Memuatnya satu kali dalam surat Fushshilat 41:11 dan satu lagi dalam surat aldukhan/ 44 :10. Ada juga yang melukiskan kehalusan dan keringan sifat dukhan. Kata ratq menunjukkan alam semesta pada awal penciptaannya.

5. Agar tidak menjadi suatu kesalahan bagi yang mengatakan bahwa ruang alam (al-sama’) berasal dari materi sejenis dukhan.. zat ini mempunyai wujud yang berbeda ketika alam semesta dalam proses penciptaan. Jika diterjemahkan satu hari sama dengan hari dunia sekarang ini tentu tidak logis dan ia juga bertentasngan dengan ayat-ayat al qur’an yang lain. 50:38. padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya.Supaya tidak terjadi kekeliruan dalam menangkap maksud kata dukhan yang dihunbungakan dengan proses penciptaan alam semesta. pembicaraan al-ma’ (zat alir) dalam surat Hud/ 11:7 erat kaitanya dengan proses penciptaan alam semesta. kata ini dipakaikan kepada suatu masa atau periode (juz’min al-zaman) yang kadarnya tidak dapat ditentukan dan tidak ada seorang pun yang mengetahui hakikatnya secara pasti kecuali Allah. sebelum alam semesta terbentuk sekarang ia mengalami bentuk atau sifat semacam zat alir atau sop kosmos. 57:4.. Jadi. Secara global dalam surat hud/ 11:7.Nur/ 24:45 bahwa Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air. 32:4. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kata al-ma dalam al qur’an dapat diartikan sebagai zat alir secara umum . 10:3. Dengan kata lain. Bukan pulah menunjukkan materi asal dari ruang alam (al-sama’) akan tetapi ia menjelaskan tentang bentuk alam semesta ketika berlangsung fase awal penciptaannya. 32. maka seharusnya kata ini dipahami dengan hasil temuan sains yang telah terandalkan kebenarannya secara emperis. Surat al biya’ ini diperkuat dalam surat al. 7:54. Hal ini perkuat dengan hasil temuan ilmuwan bahwa pada suatu ketika dalam penciptaan terjadnya ekspansi yang sdangat cepat sehingga timbul “kondensasi” di mana energi berubah menjadi materi. Sesungguhnya sehari di sisi Allah adalah seribu tahun dari tahuntahun yang kamu hitung”(22:47) “Dia mengatur urusan dari langit (ruang alam’) ke bumi (materi) kemudian urusan itu naik kepada-NYa dalam saatu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitungan mu”(32:5) 1 . 70 :4 “Dan mereka meminta kepada mu agar azab itu disegerakan. 41:9-12. seperti yang telah disinggu sebelumnya. Kata yaum dengan jamaknya ayyam (tahapan atau priode) dalam al qur’an bukanlah dimaksud batasan waktu antara terbenamnya matahari hingga terbitnya matahari seperti hari di bumi. Kemudian daoam al qur’an berturut-turut disebut bahwa alam semesta diciptakan selama enam masa (tahap) atau priode. Sebagaimana dukhan al quran juga menunjukkan bahwa zat alir atau sop kosmos (al-ma’) telah ada sebagai salah satu konisi terwujudnya alam semesta. sedang surat albaiya’/21:30 menjelaskan al-ma’ (air) sangat dibutuhkan dalam kehidupan atau dari air diciptakan sekalian makhluk hidup. tetapi ia harus dipandang sebagai tahapan atau priode penciptaan alam semesta secara keseluruhan dalam waktu yang sama. Yang dimaksudkan tidak logis adalah satu hari yang dimasudkan dalam al qur’an tidak sama dengan satu hari yang dirasakan oleh manusia saat sekarang sebagaimana yang diungkap oleh al qur’an dalam surat 22 : 47. Enam tahap tau priode tersebut bukanlah menunjukkan uruturutandalam penciptaan al-sama’ (ruang alam) dan al-ardh (materi) serta lainnya. dan ia juga merupakan syarat mutlak untuk terjadinya kehidupan. Menurut kalam arab dan kebanyakan ayat-ayat al qur’an. 25:59.

Jadi kata seribu dan lima puluh ribu tahun menunjukkan betapa panjangnya waktu itu dan ini merupakan pernyataan simbolik. yang 1 .“Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (70:4) Dalam ayat-ayat di atas dikatakan satu hari sama kadarnya dengan seribu tahun dan lima puluh ribu tahun menurut perhitungan hari di bumi.

36: 38-40. Olaeh karena itu. Dalam proses pembentukan itu manusia harus selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebenaran yang terkandung dalam penciptaan alam dan ingat atas batas-batas wewenang yang diterimanya dari Allah sebagai khalifatullah. 35:43. 6:96. dan pengetahuan yang diperoleh melalui proses belajar memahami alam sekitar selanjutnya tumbuh berkembang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan tingkat intelektual. yang disebut dengan sunnahtullah. Hal ini dipahami dari percakapan simbolik antara Allah di satu pihak dan ruang alam ( al-sama’) dan materi (al-ardh) di pihak lain. SUNNAH RASUL DAN IJTIHAD SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM A. terdapat di dalamnya tanda-tanda kebesaran Allah. menjadi bentuk baru berupa alam kebudayaaan. yaitu Allah melengkapinya dengan menciptakan hokum-hukum tertentu. manusia memperoleh kesadaran pengetahuan untuk menyusun konsep-konsep dan berusaha mewujudkan konsep-konsep itu dalam realitas kehidupan masyarakat untuk mencapai kemakmuran bersama. Penafsiran ini ditopang sejumlah ayat seperti 17:77. AL-QUR’AN. 48:23. manusia mengolah dan membentuk apa yang ada dalam alam semesta ini. Sebagaimana disinggung sebelumnya bahwa proses penciptaan alam semesta sebagai hasil “bacaan” terhadap “kitab alam” dapat dilihat dari hasil observasi sains kealaman. Dalam kejadian penciptaan itu. Dalam hubungan ini. Dan realitas semua usaha manusia untuk mengatasi persoalan yang dihadapi sebagai upaya untuk meningkatkan kehidupannya adalah kebudayaan. realitas kebudayaan sepenuhnya dipengaruhi oleh tahap-tahap perkembangan intelektual. Melalui pemikiran terhadap alam sekitar itu. alam semesta seisinya. tidak saling bertentangan. manusia menempuh proses belajar.diungkap oleh Allah. Adapun proses penciptaan alam semesta selanjutnya. penciptaan alam semesta seisinya tidaklah siasia. Dengan istilah lain. 33:62. gerakan dan edaran ruang alam(al-sama’) dan materi (al-ardh) serasi dan sejalan. ibarat tubuh yang satu. Demikianlah proses penciptaan alam semesta yang dirangkai dari isyarat-isyarat yang disinyalkan al qur’an. para ahli sepakat bahwa sumber ajaran Islam yang utama ialah : 1 . Alam semesta tunduk kepada hokum-hukum rangan Allah tersebut. Sebagai khalifatullah di muka bumi. bahkan merupakan dasar bagi upaya pembentukan kebudayaan. Tidak cukup dengan ungkapan ayat-ayat yang ada di dalam al qur’an tanpa ada tinjauan dari ilmu pengetahuan yang bersifat kealaman. yang menjadi obyek pemikiran manusia. mereka mengatakan hanya sebentar saja. SISTEMATIKA SUMBER AJARAN ISLAM Berpedoman dari surat an-Nisa’ ayat 59. Dari hubungan dengan alam yang ada di sekitar hidup manusia itu. Hal ini dapat dibukti ketika seorang yang telah pulang pergi ke orbit bulan tinggal berapa lama di orbit bulan . Hasil penelitian ayat-ayat ini seutuhnya menunjukkan bahwa hokum-hukum alamyang telah ditetapkan Allah tersebut tidak akan pernah berubah dan menyimpang. sehingga manusia bisa mendapatkan manfaat bagi kesejahteraan hidup manusia bersama.

Hal ini disebabkan sumber utama al-Qur’an dan sunnah mulai kurang mendapat analisis. Tetapi karena dipersulitnya persyaratan ijitihad. Pengetahuan ulama yang sangat terbatas. yang berakhir jatuhnya kekahalifahan Abbasiyah di Timur Tengah. istihsan dan maslahat mursalah dan lainnya. qiyas. al-Qur’an 2. Namun memasuki abad XIV Masehi. Persyaratan ijithad dipersulit. dalil apa yang engkau gunakan? Maka Muaz menjawab: “dengan al-Qur’an” Nabi bertanya:”Jika tidak terdapat dalam al-Qur’an. Suasana itu membuat para ahli fiqih periode berikutnya berfikir ulang tentang penggunaan ijtihad. yang berhasil merontokkan sisa kekhalifahan Bani Umaiyah di belahan Barat. Nabi bertanya kepada Muaz: “Hai Muaz. yaitu kesepakatan para ulama tentang suatu masalah 4. yaitu : 3. orang tak berani lagi berijtihad dan semua persoalan yang tak ditemukan pemecahannya dari ayatal-Qur’an atau Sunnah Rasul. ada sumber lain yang tidak menjadi kesepakatan par ulama. Ijma’ ulama. Selain al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Dikukuhkanlah sebagai sumber ajaran Islam berikutnya.1. sampai memasuki priode abad XIII Masehi. maka para ahli hukum Islam (Ahli fiqih) menambah sumber ajaran Islam yang ketiga yaitu Ijtihad. seperti istihsan yaitu mengambil dalil dari berbagai macam ide pemecahan yang ada lalu dipilih yang terbaik. yaitu dlil yang diambil berdsarkan kasus yang hampir sama/mirip dengan asbabul nuzul (kasus yang menyebabkan turunnya ayat al-Qur’an) atau asbabul wurud (kasus yang meyebabkan keluarnya Sunnah Rasul) Selain sumber yang empat itu. Pedoman itu ialah Kitabullah dan Sunnahku”. gejala kemunduran mulai tampak. Di samping itu ada maslahat mursalah yaitu mengambil dalil dengan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dampaknya mentalitas umat melemah dan ketahanan umat turut ambruk. Qiyas. baik dari segi populasinya maupun dari aspek perkembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan /teknolgi. Ijma’. terutama ijtihad memberi kesempatan bagi ulama-ulama zaman klasik untuk membuat Islam berkembang secara pesat. as-Sunnah Kesepakatan ini diperkokoh dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang menyatakan: “Aku tinggalkan pada kalian dua pedoman hidup. sementara ijtihadnya lebih menonjol. bagaimana? Maka Muaz menjawab:”dengan sunnahmu” Nabi bertanya:”Jika tak ada dalam sunnahku dan al-Qur’an? Maka Muaz menjawab: dengan ijithadku” Berpedoman pada Sunnah Rasul ini. ketika Muaz bin Jabal akan berangkat ke Yaman sebagai Duta. aparat kerajaan dan umat tak siap menghadapinya. Ketika bangsa Tartar dari Cina menyerbu Bagdad. sehingga orang tak berani lagi untuk berijtihad. jika umat bertanya padamu tentang sesuatu masalah. sebenarnya merupakan penjabaran dari ijtihad. memberi dampak lahirnya 1 . yang siapa berpegang kepadanya selamatlah dia. Dengan tiga ajaran Islam ini. orang lalu bertanya kepada ulama. sedang bersamaan dengan itu pula bangsa Eropa menyerbu Cordoba yang menjadi pusat kerajaan Islam di Barat. Dalam kesempatan lain.

Akibatnya ulama dengan ajaran Islamnya terpojok pada satu sudut yang sempit. sementara bidang ilmu pengetahuan dn teknologi dianggap bukan kajian Islam. teknologi politik dan kemasyarakatan menjadi bahasan para pakar. sedang masalah ilmu pengetahuan.faham dikotomi. yaitu pemilahan urusan dunia dan urusan agama. Urusan agama ditanyakan pada ulama. 1 .

Ia juga tidak hidup dan bermukim di tengah-tengah masyarakat yang relatif mengenal peradaban. untuk menjawab pertanyaan atau mengontari peristiwa. dan ditulis oleh juru tulis wahyunya. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan anatominya. Pertanyaan ini dijawab secara langsung dan tentunya spontanitas tersebut tidak memberi peluang untuk berfikir dan menyusun jawaban dengan redaksi yang indah apalagi teliti. khususnya bagi yang tidak memahami dan memiliki “rasa bahasa” Araby. Pemeliharaan himpunan ini telah dilakukan oleh Abu Bakar pada masa hidupnya dan pada masa Umar. atau suatu ayat kemudian disampaikan kepada para sahabatnya. sehingga tidak sedikitpun ada yang hilang. sehingga terdapat dalam al-Qur’an adalah benar bersumber dari Allah. Bahkan di antara sahabatnya ada yang menulisnya untuk dirinya sendiri. seperti Mesir. Aspek yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut: Pertama. Abu Bakar al-Shidiq telah mengumpulkan al-Qur’an dengan perantaraan Zaid bin Tsabit dan sebagian sahabat yang dikenal hafalannya. Di antara mereka banyak yang menghafal dan membacanya pada setiap waktu. Ayat-ayat al-Qur’an dari Segi Sumbernya Ayat-ayat al-Qur’an bila ditinjau dari segi datangnya dn dinukilnya dari Rasul SAW kepada kita semuanya adlah pasti (qath’i). sering kali al-Qur’an “turun” secara spontan. Dengan dibantu beberapa tokoh besar Muhajirin dan Anshor. dibacakan kepada mereka. Ketika Utsman menjadi khalifah. ayat al-Qur’an telah ditadwinkan (dibukukan) menurut kebiasaan pentadwinan orang Arab. naskah ditulis menjadi beberapa naskah dan dikirm ke berbagai kota umat Islam. bila diketahui bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang ummi. Pada waktu Rasul SAW wafat. karena keindahan diperoleh melalui “perasaan” dan bukan melalui nalar. Beliau dibesarkan dan hidup ditengah-tengah kaum yang oleh beliau sendiri dilukiskan sebagai “Kami adalah masyarakat yang ummi”. atau Romawi. Sedang Utsman menyatukan umat Islam pada suatu himpunan dari hasil pentadwinan tersebut dan menyebar luaskan pada umat Islam. Penulisannya menurut pentadwinan tersebut dan dihimpun satu sama lain menurut urutan yang pernah dibacakan oleh Rasul SAW kepadanya dan kepada para sahabat pada masa hidupnya. Aspek-aspek tersebut akan lebih meyakinkan lagi. Diantara keseimbanagan tersebut. misalnya pertanyaan orang Yahudi tentang hakekat Ruh. Ketika turun kepadanya sebauh surat. ummil mu’minin. termasuk apa yang dihafal oleh para Huffaz. ditemukan hal-hal yang sangat menakjubkan. yang dapat disimpulkan secara sangat singkat adalah sebagai berikut : a. yaitu Hafshah. Himpunan ini. menjadi tempat kembali umat Islam dalam menerima al-Qur’an dan meriwayatkannya. AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG QATH’I DAN ZHANNI DALLALAH DN KEDUDUKANNYA SEBAGAI SUMBER HUKUM 1. Seperti diketahui. Dengan demikian Abu Bakar telah memelihara hasil pentadwinan ayat al-Qur’an. Tidak mudah menguraikan hal ini. Artinya dapat dipastikan bahwa setiap ayat yang dibaca adalah hakekat nash al-Qur’an yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya dan disampaikan oleh Rasul SAW kepada umatnya tanpa perubahan atau penggantian. 1 . himpunan al-Qur’an diambil dari Hafshah dan dinaskahkan dengan perantaraan Zaid bin Tsabit. himpunan ini ditulis ulang 4 kitab dan aslinya ditinggalkan kepada anak perempuannya. Ditemukan adanya keseimbanagan yang sangat serasi antara kata kata yang digunakannya dengan maknanya. Ayat-ayat tersebut juga telah dihafal oleh sebagian besar umat Islam. Namun demikian ada satu dua hal yang berkaitan dengan al-Qur’an yang dapat membantu pemahaman aspek pertama ini. Namun demikian setelah al-Qur’an diturunkan dan dilakukan analisis tentangredaksi-redaksinya. aspek keindahan dan ketelitian redaksinya. Persia.B.

adanya tantangan yang tegas yang diajukan al-Qur’an kepada seluruh umat manusia sejak abad ke 7. Tantang yang dikemukakan al-Qur’an terhadap manusia yang ragu akan kebenarnnya terdapat juga dalam surat Hud ayat 13-14. suatu keistimewaan yang tidak di dapat kecuali oleh sekelompok kecil penyair terkenal bangsa Arab. sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. dan ats Tsur ayat 34. Dia begitu terpesona oleh ayat-ayat tersebut. Pada waktu Lubaid mendengar Nabi Muhammad SAW melancarkan tantang tersebut terhadap masyarakatnya. dan al-Islam (al-Qur’an. maka hal tersebut membuktikan bahwa kalam tersebut berasal dari Allah. A’aqal dan an-nur (akal dan cahaya). masing-masing 70 kali. Akhirnya pada tahun 9 H. Pada hari berikutnya Lubaid lewat pintu Ka’bah dan pada waktu itu dia belum masuk Islam. Al-Qur’an. masingmasing seanyak 50 kali. ayat 38. unus 1 . sehingga ia berteriak dengan kerasnya: demi Allah. Lubaid masuk Islam. masing-masing sebanyak 46 kali. J. al-Wahyu. Lubaid membuat beberapa buah syair untuk menjawab tantangan yang didengarnya. Apabila ad suatu kalam yang tidak mungkin manusia mendatangkan tandingannya. kefasihan lidahnya. Kedua. Kemudian syair itu digantungkan di pintu Ka’bah. Segala sesuatu yang bersumber dari Allah tidak mungkin ada yang mampu menghadapi tantangannya. Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati jiwanya). seorang yang terkenal karena kepekaan kata-katanya.Wahyu dan Islam). Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi’at (keburukan). masingmasing sebanyak 17 kali. Dengan kalimat yang tegas. Dan dalam surat al-Baqarah ayat 23: “Dan jika kamu tetap dlam keraguan tentang al-Qur’an yang kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad) buatlah satu surat saja yang semisal al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolong selain Allah.- Al-hayah (hidup) dan al-Mawt (mati). masingmasing sebanyak 167 kali. b. ini bukan kata-kata manusia dan saya termasuk orang yang menyerahkan diri. al-Qur’an menyatakan dalam surat al-Isra’ ayat 88 : “Katalah: “sesungguhnya jika manusia dn jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan dia. serta manusia gagal dalam menghadapi tantangan tersebut sepanjang sejarah. dan kekuatan syairnya. jika kamu memang benar”. Al-naf’u (menfaat) dan al-madhararah (mudarat). Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya. Sarwar dalam bukunya “Muhammad the Holy Prophet” menceritakan kehidupan “Lubaid ibnu Rabi’ah”. Pada waktu salah seorang kaum muslimin melihat hal yang diperbuat Lubaid dan bangkitlah semangat kehormatannya. khususnya terhadap setiap manusia yang mengingkari kerisalahan al-Qur’an. masing-masing sebanyak 145 kali. kemudian digantungkan di samping syairnya Lubaid. Dia menulis beberapa ayat al-Qur’an.

An Nadhr bin ar Rawandi. Thulailah bin Khuwalid al Asdi. bahwa bangsa Arab yang dalam sejarah dikenal tidak ada bandingannya dalam kebalighan dan ilmu bayannya. Abu’l Thayyib al Mutanabbi. Merupakan hal yang tidak diragukan lagi. ternyata terpaksa tunduk terhadap al-Qur’an dan mengakui secara jujur ketidak mampuan mereka untuk membuat suatu karya yang 1 .Dalam sejarah banyak contoh-contoh lain tentang orang-orang yang berusaha untuk menjawab tantangan ini. Diantaranya ialah: Musallamah al Kadzab. tetapi mereka gagal dalam usahanya. dan Abu’l Ala al Ma’ari.

Ketiga. Pada waktu Persia berhasil mengalahakan Romawi pada tahun 616 dan berhasil menguasai seluruh wilayah sebelah timur negara Romawi. Oleh karena itu dia menyiapkan kapal-kapal untuk menyerang Persia dari belakang. Heraklius dari Romawi membuat suatu rencana untuk mengalahkan Persia. menjadi lambang pertarungan yang terjadi antara orng Islam dengan orang musyrikin Mekkah. Dinyatakan dalam surat al-Anbiyaa ayat 30: 1 . penyembah matahari dan apai. isyarat-isyarat ilmiahnya. Orang-orang Islam dan orang-orang Romawi mengharapkan kekalahan orang kapir Mekkah dan orang Persia. Di kota tersebut terdapat orang-orang majusi Persia. Persia tidak mungkin dapat melanjutkan peperangan melawan Romawi. Tidak seorangpun mengetahui haltersebut. kemudian turun firman Allah surat Rum ayat 1-6 ini. Berdasarkan data-data sejarah terbukti bahwa mumi tersebut adalah Fir’aun yang bernama Maniptah dan pernah mengajar Nabi Musa A. akan dapat melihat mumi Fir’aun tersebut. diceritakan dalam surat Yunus ayat 92 yang menyatakan : “Badan Fir’aun akan diselamatkan Tuhan untuk menjadi pelajaran generasi berikut”. Keempat. adalah pemberitaan gaibnya. seperti yang diberitakan al-Qur’an melalui Nabi yang Ummiy. serta nabi-nabi dan wahyu Allah. Akhirnya perng yang terakhir terjadi pada bulan Desember 627 di sepanjang sungai Dajah. Menghadapi serangan yang mendadak. Heraklius tahu bahwa kekuatan angkatan laut Persia lemah. Dengan demikian pertarungan yang terjadi antara orang Persia dan Romawi. sebab mereka penyembah benda-benda materi. Heraklius melakukan peperangan yang lain melawan Persia pada tahun 623. Hal ini merupakan kebenaran al-Qur’an sebagai wahyu Allah. Ramalan selanjutnya yang termuat dalam al-Qur’an adalah pernyatan tentang kekalahan pasukan Romawi oleh pasukan Persia yang terdapat dalam surat Rum ayat 1-6. Oleh karena itu akhirnya Kavadh II putera Kisra Chorous meminta damai dan mengusulkan pengnduran diri pasukan Persia dari tanah Romawi.M. Setiap orang yang berkunjung ke Meseum Kairo. Pada saat itu ditemukan satu jasad utuh. pada suku bangsa di pusat ibu kota jazirah Arab. pasukan Persia menarik diri dari seluruh tanah Romawi dan Heraklius berada pada pusat yang memungkinkan untuk menembus ke jantung kekaisaran Persia. Banyak sekali isyarat ilmiah yang ditemukan dalam al-Qur’an misalnya tentang penciptaan alam raya. 624 dan 625. Dalam keadaan yang menyakitkan itu.S Pada tanggal 8 juli 1908 Elliot Smith mendapat izin dari pemerintahan Mesir untuk membuka pembalut mumi tersebut.menyamai al-Qur’an walau satu ayatpun. misalnya kisah Fir’aun yang mengejar-ngejar Nabi Musa. Pada waktu terjadi peperangan antara Persia dan Romawi. Setelah menang dalam dua peperangan yaitu Armenia dan Asia Kecil. psukan Persia tidak mampu bertahan dan lari bercerai-berai. dn orang Romawi yang beriman kepada al-Masih. Dengan demikian benarlah apa yang diramalkan al-Qur’an tentang kemenangan Romawi. Pada tahun 1896 ahli purbakala yang bernama Loret menemukan mumi di lembah Raja-raja Luxor Mesir. karena hal itu terjadi sekitar 1200 tahun S. terjadi pula peristiwa serupa. Al-Qur’an menyajikan suatu inti landsan tentang kejadian dan terciptanya alam raya. Akibat peperangan tersebut. orang-orang musyrikin mendapat kesempatan untuk menghina kaum Muslimin dengan mengatakan:”Saudara kami berhasil mengalahkan saudaramu. Beberapa tahun kemudian. Demikian pula yang akan kami lakukan kepadamu. kaum Muslimin di Mekkah sedang dalam kondisi yang paling lemah dan paling buruk dalam segi materi. Pada bulan maret tahun 628 M. Dalam situasiyang demikian buruk. yaitu Mekkah. Heraklius kembali ke Konstatinopel dengan pesta-pesta besar-besaran. jika kamu tidak mau mengikuti kami dan meninggalkan agama yang baru”.

Menurut Newton. Ilmu pengetahuan mengungkapkan bahwa di antara semua bendabenda di alam raya terjadi gaya tarik menarik. sehingga dengan berkembangnya alam raya berakibat tercapainya keseimbangan di antara seluruh benda-benda di alam raya. tetapi ada selang waktu untuk menuju ke peristiwa selanjutnya. sehingga kestabilan orbit akan tetap terpelihara dan sekaligus meniadakan tumbukan di antara benda-benda di alam raya.“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya adalahsuatu yang padu. Akan tetapi berbeda dengan kata “tsumma” yang juga berarti “kemudian”. Bagian-bagian inilah yang selanjutnya sangat berperan dalam pembentukan zat-zat kimia yang lain. Al-Qur’an memang telah menyatakan bahwa alam raya ini terus menerus berkembang. nampaknya ada persamaan dengan kedua ayat tersebut di atas. Kecenderungan ini didorong oleh adanya temperatur yang sangat tinggi yang timbul sebagai akibat adanya kepadatan yang luar biasa sebelumnya. Dengan demikian. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. Teori Gamow menyatakan bahwa alam raya ini merupakan satu kesatuan yang volumenya sangat kecil sekali. Sebenarnya letak persesuaian antara teori Gamow dengan al-Qur’an bukan hanya di situ saja. yakni proton dan elektron. Dengan kata lain. sebab hasil penemuan itu membuktikan kebesaran alQur’an sebagai wahy Allah. Hasil penemuan para ilmiawan di atas membawa keharuan pada diri umat Islam. sebagaimana penggunaannya dalam bahasa Arab. menciptakan hukum keseimbangan di antara benda-benda tersebut. maka terjadi ledakan yang maha dahsyat. Hubble. dan sesngguhnya Kami telah meluaskannya”. ledakan yang terjadi menutut al-Qur’an adalah langsung setelah terjadinya penempatan massa yang sangat tinggi. kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. Tujuh tahun kemudian (1929). Karena adanya kepadatan massa yang tinggi. berarti “kemudian”. Kalau dipelajari teori Gamow tentang terciptanya alam raya. kondisi ini tercapai karena adanya keharmonisan antara gerak revolusi dengan gaya tarik menarik di antara benda-benda atau planet-planet di alam raya. Dan dalam surat Fussilat ayat 11: “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih berupa gas. seorang ilmiawan astrofisika Amerika Serikat bernama Edwin B. Gamow menyatakan bahwa ledakan tersebut terjadi segera setelah massa tersebut tersumbat. Al-Qur’an dalam hal ini menyebutkan dengan kalimat “kata “fa” di awal kata tersebut. Hal ini menyebabkan massa yang ada terurai menjadi bagian-bagian yang paling elementer. Kata “fa” menunjukkan keberuntutan peristiwa secara langsung. lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “datang lah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan sesuka hati atau terpaksa”. 1 . sebagaimana yang dinyatakan dalam surat adz Dzariyat ayat 47: “Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan Kami. Dengan demikian Hublle telah membuktikan bahwa alam raya benar-benar berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sedangkan kata “tsumma” menunjukkan keberuntutan peristiwa. berdasarkan pengmatannya terhadap galaksi-galaksi di alam raya ini berekspansi (berkembang) menurut model matematika seperti apa yang ditemukan Einstein dan Friedman.

Dengan demikian manusia yakin serta secara tulus mau mengamalkan petunjuk-petunjukNya. Hanya 1 .Dalam hal ini al-Qur’an telah jauh mendahului penemuan Newton. tetapi untuk menciptakan keseimbangan di antara benda-benda angkasa. sehingga tidak terjadi saling tumbuk antara yang satu dengan yang lainnya. Al-Qur’an yang diturunkan pada abad ke 7 telah mengungkapkan dalam surat ar-Rahman ayat 7 bahwa Allah meluaskan alam raya bukan sia-sia. Semua aspek tersebut menjadi bukti bahwa petunjuk-petunjuk yang disampaikan al-Qur’an adalah benarbenar bersumber dari Allah.

artinya bagian suami dalam keadaan tidak punya anak adalah seperdua. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa masalah qath’I dn zhonni bermuara pada sejumlah argumentasi yang maknanya 1 . seperti firman Allah dalam surat anNisa’ ayat 12 :” Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu. para peneliti alam jaga raya ini pada umumnya adalah orangorang non Islam. Adanya kemungkinan berbagai pemahaman dapat disebabkan oleh dua hal: pertama. maka deralah tiap-tiap orang dari keduanya seratus kali dera”. Oleh karena itu ada kemungkinan bahwa yang dimaksudkan adalah tiga kali suci atau tiga kali haid. 2. misalnya poligami pada suatu waktu dan tempat dinyatakan boleh bahkan harus. Ayat ini penunjuknya pasti. Serta seperti firman Allah dalam soal menindak laki-laki dan perempuan yang berzina dalam surat an-Nur ayat 2: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina. Oleh karena itu para mujtahidin berselisih pendapat apakah ‘iddah wanita yang ditalak tiga kali haid atau tiga kali suci. Ayat-ayat Qath’I dalalahnya ialah ayat yang menunjukkan pada makna yang bisa dipahami secara tertentu. yang mengatur hubungan manusia dengan sesamanya dalam kehidupan masyarakat. lafaz itu dapat digunakan untuk dua maksud dengan pemahaman yang sama. penunjukkannya terhadap hukum adalah pasti (qath’i dalalah). Hukum yang ditunjuk secara pasti berlaku universal dan tidak mengalami perubahan walaupun waktu dan tempat sudah berubah. Ayat-ayat Al-Qur’an dari segi Penunjukkan (Dalalah) Ayat-ayat al-Qur’an bila ditinjau dari aspek dalalahnya atas hukumhukum yang dikandungnya. Ayat ini penunjuknya pasti juga. Ayat-ayat al-Qur’an yang disampaikan dalam bentuk yang muhkam. Ayat-ayat yang Zhonni dalalahnya ialah ayat yang menunjukkan pada makna yang memungkinkan ditakwilkan atau dipalingkan dari makna asal (lugowi) kepada makna yang lain. Penjelasan yang bersifat Zhonni umumnya berlaku dalam bidang muamalat dalam arti luas. Hal ini berarti tidak pasti dalalahnya pada satu makna dari dua makna tersebut. Lafaz quru’ dalam bahasa Arab mempunyai dua arti. Ayat-ayat Zhonni dalalahnya atau yang mutasyabih Ada dua macam dalalah tersebut dijelaskan Allah dalam surat Ali Imran ayat 7. misalnya lafaz quru dalam firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 228: “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’”. Karena kehidupan masyarakat selalu berkembang. tidak lebih dan tidak kurang. jika mereka tidak mempunyai anak”. Sedang nash menunjukkan bahwa wanita-wanita yang ditalak menahan diri atau menunggu tiga kali quru’. serta dalam hal baik dan buruk yang tidak akan mengalami perubahan seperti keharusan berbuat baik kepada orang tua. tidak lebih dan tidak kurang. maka penerapan hukum akan mengalami perubahan. Ayat-ayat qoth’I dalalahnya atau yang muhkam b. Dalam bidang inilah berlaku kaidah: “Perubahan hukum berdasarkan perubahan waktu dan tempat” dan berlaku pula padanya reformulasi bila keadaan menghendaki. dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. tidak ada kemungkinan menerima ta’wil dan tidak ada tempat bagi pemahaman arti yang lain itu. sementara umat Islam sampai saat ini masih sangat kurang minatnya untuk meneliti. yaitu suci dan haid. Tidak mungkin dipahami dari maksud yang lain dan tidak mungkin pula ditanggapi dengan tanggapan yang berbeda-beda.sayang. artinya had zina adalah seratus kali dera. Penunjukkan yang pasti berlaku dalam bidang akidah seperti keesaaan Allah dan ibadah pokok seperti keharusan shalat. serta pada waktu dan tempat lain dapat dinyatakan dilarang.

dapat dijadikan alat istinbath (penetapan) dan bayan (penjelasan) terhadap al-Qur’an. Berpedoman pada jumlah perawi. Yang dimaksud dengan hadist maqbul menurut bahasa adalah “yang diterima”. yaitu hadist yang didasarkan pada pancaindra yang dikabarkan oleh sejumlah orang yang mustahil.disepakati oleh ulama (mujma’alyah). atau dikatakan atau sikap yang ditunjukkan oleh Rasul tentang sesuatu hal atau masalah. padahal nabi menyebutkan kata “Sunnahku”. Tetapi jika ungkapan itu merupakan kalimat lepas. Perbedaannya terletak pada rangkaian peristiwa untuk menilai apakah ungkapan tentang apa yang diperbuat. Hadist mutawatir tergolong sebagai hadist yang maqbul. pembahasan tentang kualitas hadist. kata Sunnah Rasul kurang populer dibanding dengan hadist. Sedangkan hadist dapat dipelajari dari kitab-kitab hadist yang telah disusun oleh para ulama hadist yang dipelopori oleh Buchari dan Muslim. Dikalangan umat Islam. Disinilah diperlukan ketelitian dn kejelian. keduanya mempunyai arti yang sama. Bagi para ahli hadist. dikatakan atau sikap Rasul itu bernilai sunnah atau hadist. Sedangkan hadist mardud adalah hadist yang ditolak atau tidak dapat dijadikan hujjah. digolongkan sebagai hadist maqbul dan mardud. yakni dapat dijadikan pedoman dan panduan pengamalan syari’at. hadist terbagi pada 2 macam. sedang hadist ahad ada yang maqbul dan ada yang mardud. sehingga tidak mungkin lagi timbul makna yang lain kecuali makna yang telah disepakati. Syarat hadist mutawatir adalah sebagai berikut : 1 . Hadist mutawatir. maka ungkapan itu dapat disebut sebagai sunnah Rasul. Sedang hadist ialah ucapan para sahabat tentang apa yang diperbuat atau dikatakan atau sikap yang ditunjukkan oleh Rasul tentang sesuatu hal atau masalah. Dilihat dari sudut bahasa. Dengan demikian hadist maqbul adalah hadist yang dapat diterima atau pada dasarnya dapat dijadikan hujjah (sumber hukum) atau dalil. C. Sunnah Rasul ialah apa yang diperbuat. dapat dianalisa dari apakah ungkapan itu ada rantaian peristiwa atau ungkapan lepas. yaitu Hadist mutawatir dan hadist ahad. Kualitas Sunnah Rasul / Hadist. Hadist ini juga dikenal melalui catatan yang diangkat oleh para tabi’it-tabi’in. Sunnah ini dapat kita kenal melalaui ucapan para sahabat yang dicatat oleh generasi tabi’it-tabi’in yang dipelopori oleh Buchari dan Muslim. menurut adat. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sunnah Rasul lebih tinggi kualitasnya dibanding dengan hadist. Yang dimaksud dengan hadist mardud menurut bahasa adalah “yang ditolak atau yang tidak diterima”. Namun harus dicermati bahwa dalam kitab-kitab hadist itu juga terdapat ungkapan tentang Rsul yang bersifat ungkapan lepas atau yang ada untaian peristiwanya. Jika ada rangkaian peristiwanya (yang dlam istilah ilmu hadist asbabul wurud). maka ia disebut hadist. a. bersepakat untuk mengabarkan berita itu dengan dusta. Oleh karena itu sunnah Rasul lebih banyak dapat diikuti dari bukubuku tentang kisah kehidupan Rasul.

atau hasil istinbath dari satu dalil lain. Apabila pemberitaan itu hasil pemikiran semta-mata atau hasil rangkuman analisis dari suatu peristiwa ke peristiwa yang lain. 2) Banyaknya perawi sampai pada jumlah beberapa orang. Yang dipersyaratkan 1 . mustahil mereka bermufakat dusta. yang menurut adat. maka berita tersebut bukanlah hadist mutawatir. Jumlah perawi adalah relatif dan tidak ada batas tertentu. baik indra penglihatan maupun pendengaran.1) Pemberitaan hadist yang disampaikan oleh para perawi harus berdasarkan tanggapan pancaindra.

bahwa hadist mutawatir memberi faedah ilmu dharuri. bahwa jumlah sumber beritanya mutawatir. Pembicaraan kualitas hadist berlaku di lingkungan hadist ahad. Hadist mutawatir dengan syarat di atas sulit ditemukan. adalah hadist yang diriwayatkan oleh seorang yang adil. dan tidak sampai derajat mutawatir. tidak terdapat ‘illat serta kejanggalan. 4) Adanya keseimbangan jumlah perawi di awal sanad. tidak ber’ilat. Para ulama dan seluruh umat Islam sepakat pendapatnya. Namun demikian mereka berbeda pendpat tentang penggunaannya dalam fadhailul’amal (keutamaan-keutamaan amal) baik yang berhubungan dengan targhib (memberi dorongan untuk melakukan yang baik) maupun tarhib (menimbulkan rasa benci terhadap perbuatan jelek). Hadist mutawatir derajatnyasangat tinggi. tidak memenuhi persyaratan mutawatir. Hadist mutawatir tidak menjadi obyek pembicaraan ilmu hadist dari segi maqbul dan mardud. Hadist Hasan hampir sama dengan Hadist Shahih. bersambung sanadnya. tidak mungkin bersepakat dusta. baik mengenai perawi. di pertengahan dan selanjutnyanya dalam bilangan mutawatir. Para ulama sepakat. Menurut Abu Thayib 4 orang. yakni suatu keharusan untuk diterima bulat-bulat. adalah hadist yang diriwatkan oleh perawi yang adil. bahwa terdapat hadist mutawatir.3) adalah adanya kesan bahwa pada pemberitaan tersebut. sanadnya bersambung.Tidak ada ‘illat atau cacat . Hadist mutawatir tidak diteliti lagi keadilan dankualitas perawi. tidak begitu kokoh ingatannya.Perawinya sempurna ingatan atau kedhabithan . Hadist Shahih dan Hadist Hasan nilainya maqbul sedangkan Hadist Dha’if nilainya mardud. dan tidak janggal. b. Hadist ahad terbagi menjadi : (a) Hadist Shahih. karena jumlah perawi sudah menjadi jaminan tidak adanya persepakatan dusta. Perbedaanya hanya dalam soal kedhabithan perawi. dari segi jumlah pemberitaannya. bahwa hadist mutawatir lafzhi hampir tidak ada.Matannya marfu’(bahasanya halus) .Tidak janggal 2. namun menggunkan informasi dan qarinah lain. Hadist Dha’if bermacam-macam dan kedha’ifannya bertingkat-tingkat.Sanadnya bersambung . hingga membawa pada keyakinan yang qath’i. suatu hadist dinilai shahih apabila memenuhi syarat : . Hadist Ahad. Hadist Shahih. 1. Imam Buchari dan Imam Muslim sependapat untuk tidak menggunakan hadist dha’if dlam bidang apapun. bahwa hadist dha’if tidak boleh digunakan sebagai dalil dalam menentukan hokum. Hadist Shahih perawinya sempurna ingatannya. adalah hadist yang para perawinya tidak sampai pada jumlah perawi hadist mutawatir. adalah hadist yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat Hadist Shahih dan Hadist Hasan. hampir seimbang dengan al-Qur’an dalam hal qath’I wurudnya. Bahkan ada ulama yang mengatakan. maka hal itu karena menggunkan syarat yang tidak maksimal seperti di atas dan tidak berdasarkan jumlah perari pada sanad yang eksplisit pada kitab-kitab hadist. 3. termasuk dalam masalah fardhailul’amal. Ash-hab al Syafi’I 5 orang dan ulama lain 20 orang atau 40 orang. Bila ada ulama berpendapat. Hadist Dha’if. 1 .Perawinya bersifat adil . sedang Hadist Hasan perawinya tidak sempurna ingatannya. sanad maupun matannya. (b) Hadist Hasan dan (c) Hadist Dha’if. tergantung dari jumlah keguguran syarat Hadist Shahih dan Hadist Hasan. sempurna ingatan. Menurut pengertian di atas. Hadist Hasan.

2) Keutamaan perbuatan yang dijeskan hadist dha’if sudah tercakup dalam keterangan atau adil lain baik al-Qur’an maupun hadist. seperti perawinya bukan orang yang suka dusta. penjelasan Kitab Syarah. Hadist-hadist ini termasuk hadist mardud. atau sering keliru dalam meriwayatkan hadist. Maksud utamanya adalah untuk lebih mengagung kan bani Israil. kemudian diteliti keadaan matan. maka orang itu termasuk golongan pendusta (riwayat Buchari dan Muslim)”. Setelah yakin akan kemurnian hadist. Mereka menerima ribuan bahkan ratusan ribu hadist dan dihafal lengkap dengan sanadnya. Ada catatan khusus dari Imam nawawi. baru hadist ditulis dalam Kitab Hadist. Imam Nawawi sebagai ahli hadist dan ahli fiqih berbeda pendapat dengan Imam Buchari dan Muslim. Cara kedua mengetahui kualitas hadist adalah dengan menggunakan petunjuk dari hal-hal yang dapat menunjukkan kualitas hadist. perawi dan sanadnya. padahal ia tahu bahwa itu bukan ucapanku. supaya terhindar dari menghubungkan sesuatu perbuatan atau perkataan Rasulullah yang tidak dilakukannya. yang bersifat umum. dituduh dusta. 3) Tatkala menggunakan hadist dha’if tidak boleh meyakinkan bahwa perbuatan itu pernah dilaksanakan atau dikatakan oleh Rasulullah SAW. selama hadist itu bukan hadist maudhu’(palsu). antara lain : 1) Kedha’ifan hadist itu tidak terlalu jelek. sehingga perbuatan itu tidak termasuk perbuatn yang sama sekali tidak memiliki dasar. Dalam sebuah hadist yang mutawatir Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berdusta atas namuku dengan sengaja. Metode dan cara ini digunakan para perawi waktu menyeleksi dan menyaring hadist untuk keperluan penulisan hadist. maka hendaklah menyediakan tempat duduknya dari apai neraka”. disebut metode Tash-hih. karena berdusta kepada Nabi SAW. sebagaimana sabdanya: “Barangsiapa menceritakan sesuatu hal dariku. padahal Nabi tidak mengatakan atau melaksanakannya. Di antara petunjuk yang dapat menunjukkan pemahaman tentang kualitas hadist adalah jenis Kitab hadist. Akhir-akhir ini dikenal istilah hadist Israiliyat yaitu hadist yang diriwayatkan oleh orang-orang Israel yang mengaku mendengar nya dari Nabi.Mereka berpendapat demikian karena lebih aman dari kemungkinan seseorang menghubungkan sesuatu perkataan atau perbuatan kepada Nabi SAW. karena ia membolehkan menggunakan hadist dha’if dalam fardhu’ilul amal. hanya beliau menetapkan beberapa persyaratan. Imam Ibnu Hajar berpendapat sama dengan Imam Nawawi dan beberapa orang ahli hadist dan fiqih. Hal itu mengakibatkan terkena ancaman masuk neraka. Cara pertama menetukan keshahihan hadist dengan menggunakan kaidah keshahihan hadist. atau penggunaan hadist oleh para ahli dalam cabang ilmu agama 1 . yakni penggunaan hadist dha’if hanya boleh untuk menerangkan keutamaan amal yang hukumnya telah ditetapkan oleh hadist lain yang shahih atau setidak-tidaknya Hadist Hasan.

1 . karena ia juga harus percaya kepada sunnah sebagai sumber ajaran. Seorang muslim tidak bisa hanya menggunkan al-Qur’an saja. D. Hal itu karena kandungan alQur’an masih bersifat global dan perlu perincian yang oprasional. taatlah kepada Allah dan Rasul dan janganlah kamu merusakkan amal-amalanmu”. FUNGSI SUNNAH RASUL/HADIST DALAM SYARIAT ISLAM Al-Qur’an adalah sumber ajaran yang pertama dan As-Sunnah adalah sumber yang kedua setelah al-Qur’an. Metode atau cara tersebut dinamakan metode I’tibar. yaitu mencari dan mendapatkan petunjuk untuk mengetahui kualitas hadist. Keharusan menggunakan Sunnah banyak diungkapkan al-Qur’an dalam surat Muhammad ayat 33 : “Hai orang-orang yang beriman.Islam.

apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Batasan wasiat ditentukan dalam Sunnah. dapat dirumuskan beberapa fungsi hadist sebagai berikut : a. Di samping itu Sunnah merupakan rujukan perilaku yang dikehendaki al-Qur’an. sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ahzab ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatngan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah”. sepertiga itu banyak atau besar. tidak mengatur bagian tambahan atau pengurangan hak orng tua tersebut. Bukhari dan Muslim) b. belaiu menjadi teladan yang nyata bagi seluruh kaum muslimin. Di sisi lain.R. Mengganti suatu hukum atau memperjelas. mentakhshiskan umum al-Qur’an. Akhirnya ia mengajukan lagi dengan 1/3 dari kekayaannya. berwasiat untuk ibu. Oleh karena itu orang yang beriman hanya merujukkan pandangan hidupnya kepadaq al-Qur’an dan Sunnah Rasul. bapa dan karib kerabatnya secara ma’ruf (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertqwa”. Memperkuat apa yang diterngkan al-Qur’an. yaitu al-Qur’an dan Sunnah. misalnya hadist Nabi SAW: “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat” (H. Sebab seandainya kamu meningglkan ahli warismu dlam keadaan berkecukupan adalah lebih baik dari pada kamu meningglkan mereka 1 . Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”.R. Dari pendapat para ulama tentang fungsi hadist sebagai dasar hukum Islam dan fungsi hadist sebagai penjelasan dan interpretasi terhadap alQur’an. Menerangkan apa yang tidak mudah diketahui (tersembunyi pengertianya). maka kembalikanlah ia kepada Allah (alQur’an) dan Rasul (Sunnahnya). padahal orang tua itu termasuk ahli waris. sehingga apa yang diinginkan al-Qur’an dapat dilihat dari apa yang dilakukan Rasul. Ahlu-Hadist berpendapat. bahwa segala Hadist Shahih harus dipandang menjelaskan al-Qur’an. Oleh karena itu. yaitu ketika Sa’ad bin Abi Waqas ingin berwasiat dengan 2/3 dari kekayaannya. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. maka hadist yang menyatakan “tak ada wasiat bagi ahli waris”. Kemudian ia mengajukan lagi dengan 1/2 nya. menerangkan segala yang dikehendaki al-Qur’an. Bukhari dan Muslim) c. Sunnah sebagai sumber kedua bagi ajaran Islam. tetapi beliau menolaknya juga. Menurut Ahlu al-Ra’yi (ahli fikir). Jika ayat tersebut menyuruh berwasiat kepada orang tua. Pada ayat di atas tampak dengan jelas bahwa rujukan untuk menyelesaikan perselisihan pendapat adalah kembali kepada sumber. dan Rasulullah mengizinkan dengan kata-katanya sebagai berikut : “Ya sepertiga. suatu ayat-ayat al-Qur’an yang khas penunjukkannya tidak memerlukan lagi penjelasan hadist. sehingga perselisihan tidak melahirkan pertentangan dan permusuhan sebagaimana firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 59 : “Hai orang-orang yang beriman. misalnya hadist Nabi SAW tentang melihat bulan untuk berpuasa ramadhan: “berpuasalah kamu sesudah melihat bulan dan berbukalah kamu sesudah melihatnya”(H. Nabi menyatakan “tidak ada wasiat bagi ahli waris”. memberimakna bahwa dalam wasiat yang ditinggalkan pada orang tua atau kerabat itu. Al-Qur’an dan Sunnah merupakan rujukan yang pasti dan tetap bagi segala macam perselisihan yang timbul di kalangan umat Islam. taailah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri di antara kamu. Al Baqarah ayat 180menyatakan: “Tetaplah atas kamu. ayat ini memerintahkan memberi wasiat tanpa batas. oleh Rasululllah dilarang.Taat kepada Allah mengikuti perintah yang tercantum dalam alQur’an dan taat kepada Rasul adalah mengikuti sunnahnya. jika ia meninggalkan harta yang banyak. atau membatasi kemutlakan al-Qur’an.

d. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat al-Hasyr ayat 7: “Dan apa yang didatangkan Rasul ambil olehmu. seperti : mengaharamkan pernikahan mereka yang sepersusuan. mengingatkan hadist: Haram lantaran radha’ f. Ahmad dan Abu Daud) g. yang berupa perkataan. Dua macam bangkai itu adalah bangkai ikan dan belalang. Kisah yang dimaksud oleh ayat ini dijelaskan panjang lebar oleh hadist yang diriwayatkan Bukhari.dalam keadaan miskin yang meminta-minta kepada orang lain” (Bukhari dan Muslim). An-Nasa’I dan Inbu Majah sebab Nabi SAW mencegah orang lain berbicara dengan ketiga orang tersebut. dan daging babi (alMaidah ayat 3). taqrir dan lain sebagainya. Allah mengharamkan memakan bangkai. Yang dimaksud dengan mengikuti Rasul SAW. (sesusuan) apa yang harm lataran nasab (keturunan) (H. dalam surat atTaubah ayat 118: “Dan atas tiga orang yang tidak mau pergi. Sedang dua macam darah adalah hati dan limpa (Riwayat Ibnu Majah dan Hakim). Abu Daud. Mengkhususkan sesuatu dari umum ayat. perbuatan. atau melaksana kan perintahnya dan meninggalkan larangannya adalah dengan mengikuti Sunnahnya atau hadistnya. dan apa yang dicegah Rasul hentikan olehmu”. Memberi keterangan secara luas pada sesuatu yang diterangkan secara ringkas oleh al-Qur’an. yang tinggal di tempat tidak turut pergi ke medan perang”. serta memecahkan permasalahan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam al- 1 . Dalam hal ini ada hadist yang mengecualikannya. misalnya. Wajibnya mengikuti Rasul SAW berlaku bagi semua umat. E. RUANG LINGKUP IJTIHAD Ijtihad adalah usaha yang bersungguh-sungguh dalam mempergunakan daya fikir untuk memahami ayat-al-Qur’an dan Sunnah yang penunjukanmaupun kebenaran materinya zhanni. darah. yaitu : “Dihalalkan bagi kamu dua macam bangkai dan dua macam darah. Muslim. yakni dengan melaksanakan perintahnya dan meninggalkan larangannya. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa sunnah/ hadist merupakan sumber ajaran Islam setelah al-Qur’an dan umat Islam harus mengikuti sebagaimana harus mengikuti al-Qur’an. Mewujudkan sesuatu hukum yang tidak tersebut dalam alQur’an. serta untuk seluruh masa dan tempat. e.R. Allah mewajibkan umat Islam mengikuti dan mentaati Rasul SAW.

Ijtihad yang dilakukan Nabi Muhammad dan kaumnya berdasarkan pada wahyu Allah. sehingga petunjuk Allah dapat diketahui secara tepat guna. kedudukannya hanya sebagai pembantu. yakni al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. harus berpedoman pada prinsip-prinsip wahyu Allah. Penggunan fikiran dalam mengartikan. Penggunaan fikiran untuk menemukan suatu hukum yang tidak ditentukan secra eksplisit dalam al-Qur’an dan Sunnah. Buku-buku lain yang ada. Ikatan-ikatan yang membelenggu alam fikiran selama ini. Mahmud Syaltut menyatakan. Kegiatan yang mereka lakukan adalah memahami dan meneliti makna al-Qur’an. Jika tepat tentunya dapat dipakai dan kalau ternyata tidak sesuai dengan prinsip al-Qur’an menurut Sunnah Rasul harus 1 . b. bahwa ijtihad mencakup dua pengertian yaitu : a. Dalam melakukan ijtihad. Ijitihad yang tidak bersadasrkan pada pirinsip al-Qur’an jelas tidak akan membawa ke arah perbaikan nasib umat Islam. menafsirkan dan mengambil kesimpulan dari suatu ayat atau Sunnah. harus ditinggalkan dan kelapang dadaan pelaku ijtihad sangat diperlukan.Qur’an dan Sunnah.

Bentuk ajaran yang tersirat adalah ajaran yang tidak jelas secara harfiah. Ketentuan Allah ini dapat ditemukan pada tiga kemungkinan yaitu : a. kemudian memformulasikannya dalam suatu ajaran. Untuk mengetahui ketentuan Allah dalam bentuk pertama.. Pengertian tentang keIslamannya yang ada selama ini harus dikaji. harus diperhatikan dan dipelajari dengan baik. Tidak ditemukan secara harfiah dalam lafad al-Qur’an. Pengertian-pengertian al-Qur’an yang didasarkan atas buku-buku yang ditulis oleh manusia. Buku-buku standar yang dipergunakan khususnya terjemahan alQur’an bukan mutlak sifatnya. maka dapat difahami bahwa pada prinsipnya Allah menetapkan suatu ajaran adalah untuk kemaslahantan manusia. Justru merombak alam fikiran yang mayoritas tetapi tidak benar. Tantangan yang paling berat adalah dari para cendikiawan atau ulama yang telah berkarat dengan fanatisme madzab.dibuang. Ukuran salah benar tentang keislaman bukan berdasarkan keyakinan mayoritas pendapat yang dijadikan standar. Dalam lafad al-Qur’an sesuai dengan yang disebutkan secara harfiah. Ada pun dasar keharusan berijtihad antara lain terdapat pada surat an-Nisa’ ayat 59. atau meralat kesalahannya. Dengan demikian apabila ada pemahaman mengenai al-Qur’anyang tidak sama dengan yang ada. serta memperoleh posisi dan kedudukan. perlu diteliti kebenaranya dan sikap subyektif atau pengaruh budaya tertentu harus dijauhkan. Kalau ada tanggapan yang dinilai lebih obyektif harus diakui secara jujur. Tujuan yang ingin dicapai dalam berijtihad adalah mengerti dan memahami nilai-nilai yang obyektif dari Allah. Tidak perlu seorang mujahid merasa sangsi untuk mencabut. Resiko sebagai seorang mujtahid akan mendapat tantangan dari berbagai pihak. tetapi dapat ditemukan dalam realitas pada ciptaan-Nya. sehingga memungkinkan menerapkan ketentuan yang berlaku dalam lafad tersebut pada kejadian lain yang timbul dari ungkapan itu. Dalam hal ini peranan ijtihad tidak berarti. Apabila tidak demikian. Hakekat dari 1 . Daya nalar yang kuat sangat diperlukan. inilah yang menjadi tujuan ijtihad. tetapi dapat ditemukan melalui makna yang tersirat dari lafad yang disebut dalam al-Qur’an. Apabila ajaran-ajaran yang ditetapkan Allah dalam al-Qur’an dianalisa. Aturan Allah telah ditemukan secara qauliyah dalam al-Qur’an dan secara kauniyah pada alam semesta. Semua peristiwa yang terjadi di dunia pasti ada aturannya dari Allah. cukup dengan memperhatikan apa yang tersurat dalam al-Qur’an dan penjelasan-penjelasan dalam Sunnah. dibutuhkan suatu pengkajian dengan menggunakan ijtihad. Usaha yang sungguh-sungguh sangat diperlukan untuk menggalinya. tetapi pada hakekatnya hal itu merupakan penggalian ajaran Allah yang tersirat dibalik lafad yang nyata. baik dalam bentuk manfaat maupun menghindari kerusakan. guna mengetahui hakekat dan makna yang terkandung pada suatu lafad al-Qur’an. Seorang mujtahid yang berijtihad dalam rangka popularisasi atau mendapatkan imbalan jasa. b. maka namanya bukan ijtihad melainkan ittiba’. Tetapi dalam memahami ketentuan dalam bentuk kedua dan ketiga sangat diperlukan ijtihad. yang telah mantap dengan ajaranajaran yang ada. Seorang mujahid harus jujur dalam melakukan ijtihadnya. Walaupun ajaran atau ketentuan tersebut kelihatannya ditemukan oleh para ulama yang melakukan ijtihad. Tidak dapat ditemukan baik dari lafad maupun dari makna tersirat yang ada dalam al-Qur’an. Untuk mengetahui ketentuan Allah yang tersirat di balik suatu lafad. c. dapat berakibat mencelakakan nasib umat Islam dan bangsa. Bentuk ini disebut ketentuan yang tersurat dalam alQur’an.

maka ijtihad dapat digunakan sebagaimana yang berlaku pada bentuk di atas.tujuan ajaran tersebut dapat dijadikan dasar para mujtahid dalam menetapkan suatu ketentuan. baik berkaitan dengan arah sumbernya ataupun makna dan tujuannya. Ruang Lingkup Ijtihad Pada prinsipnya ijtihad dipergunakan dalam menetapkan suatu ajaran. Untuk hal ini para ulama menetapkan suatu ketentuan baru yang tidak bertentangan dengan ketentuan ayat yang sudah ada. Dalam hal yang tidak ada dalilnya. tetapi dapat dikaitkan dengan lafad yang ada pada ayat dalam bentuk ketentuan yang tersirat. maka dalam hal ini terdapat ruang untuk berijtihad. apabila dalam masalah tersebut tidak terdapat aturan-aturan secara tegas. Keraguan itu bisa dating dari arah sanad dan rawi sebuah hadist. suatu hadist telah diyakini ke-shahih-an sumbernya. 1. Mungkin pula bersama ayat itu terdapat syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi sebelum dapat dijadikan dalil. Oleh karena itu. Dalam masalah yang sudah diatur oleh nash. Pendapat yang timbul tidak akan bertentangan dengan dalil. namun susunan kata-katanya ataupun materinya masih menimbulkan keraguan dan ketidakpastian dlam memahami makna dan tujuannya. apabila ada suatu kejadian terdapat maslahat yang bersifat umum dan tidak ada dalail ayat al-Qur’an dan sunnah yang bertentangan dengan kejadian itu. karena memang ayatnya belum ada. Pengembangan dan perbedaan pendapatan dalam Islam merupakan suatu yang dibenarkan. Hal ini tidak perlu dipersoalkan. sehingga harus diteliti terlebih dahulu mengenai kelayakan mereka satu persatu dalam periwayatannya. yaitu mengandung unsure keraguan dan kesamaran. b. sebelum dapat ditetapkan apakah hadist yang mereka riwayatkan bisa dijadikan dalil atau tidak. Usaha penemuan hokum dengan cara semacam itu disebut dengan maslahat mussalah. selama hasil ijtihad tidak bertentangan dengan 1 . Di samping itu ijtihad dapat pula digunakan untuk hal-hal yang sudah diatur oleh ayat dlam pengaturannya tidak secara pasti. Adakalanya pula. karena dalil tidak memberikan petunjuk yang pasti. tetapi dalilnya atau penunjukkan dalilnya bersifat zhanni. karena masing-masing mempunyai kekuatan yang sama. Dalam masalah yang tidak ada ketentuannya sama sekali. Dalam hal ini peranan ijtihad adalah untuk menemukan alternatif-alternatif. Kemungkinan lain lahir ketentuan ulama kemudian yang berbeda dengan ketentuan ulama sebelumnya. Bentuk memberi kemungkinan untuk melakukan ijtihad. Dengan demikian ijtihad dapat digunakan dalam dua hal : a. maka para mujtahid dapat menetapkan hukumnya.

hal-hal yang menyakut sistem dan peralatan pertanian. pengangkutan. semua ulama sepakat tentang digunakanya ru’ya atau penalaran untuk mengatur dan menanganinya. Misalnya. ketetapan-ketetapan 1 . Demikian pula jika tidak dijumpai ayat apapun mengenai suatu masalah. Dalam hal ini Nabi SAW pernah bersabda: “Kalian lebih mengetahui daripada aku mengenai urusan-urusan duniamu”. dan sebagainya.Termasuk dalam hal ini. maka tidak ada lagi ijtihad padanya. komunikasi. apabila suatu keterangan telah diyakini sumbernya dari firman Allah atau Sunnah Rasulullah SAW dan telah diyakini makna dan sasaran yang ditujunya. Perbedaan pemahaman dengan ulama sebelumnya tidak menjadi masalah dan hal ini menunjukkan adanya pengembangan pemikiran ajaran Islam. maka dalam hal ini terbuka pula kesempatan seluasnya untuk berijtihad dalam mencari hukumnya.ketentuan harfiah dalam ayat. sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman serata kemajuan ilmu pengetahuan. kedoktoran. peperangan. Sebaliknya tidak ada ijtihad dalam masalah yang sudah ditunjukkan secara jelas oleh dalil qath’i. Mengenai masalah yang sepenuhnya bersifat duniawi atau teknis. Berdasarkan hal itu.

Metode ini disebut maslahat mursalat (mempertimbangkan kepentingan hidup manusia dan lepas dari ketentuan yang ada). Langkah-langkah dalam Berijtihad Sebagaimana yang dikemukakan Mahmud Syaltut. 3. Demikian mafhum dari sabda Rasulullah:”Taraktu fikum amraini. sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam. namun cara Nabi memberikan jawaban tersebut dapat menunjukkan salah satu cara berijtihad yaitu dengan jalan qiyas. maka mencium isteri di siang bulan Ramadhan juga tidak membatalkan puasa. seperti kewajiban lima shalat fardhu dalam sehari-semalam. boleh (mubah) dimakan. sampai terdapat dalil yang mengubahnya. lan tandhilu maa in tamassaktum bihimaa Kitabllahi wa sunnata Rasulih”(Saya meninggalkan dua warisan untuk kalian. Selama kalian berpegang pada keduanya niscaya tidak akan sesat.syari’at yang telahmenjadi kesepakatan umum para ulama besar terdahulu maupun yang kemudian. maka pembaharuan tidak akan terwujud dan ijtihad yang dihasilkan akan sama dengan masa-masa yang lalu. contoh: segala macam makanan yang tidak ada dalil yang mengharamkannya. Dalam memahami al-Qur’an umumnya mereka terikat dengan terjemahan yang ada dari terjemahan itulah umat Islam Indonesia memahami al-Qur’an. keharusan mencatat pernikahan. c. Meskipun sabda Nabi adalah Sunnah yang dapat menunjukkan adanya ketentuan hokum yang berdiri sendiri. Menetapkan hokum yang sama sekali tidak disebut dalam ayat dengan pertimbangan demikepentingan hidup manusia. Menggunkan dalil yang ada. diharamkannya memakan daging babi. Keduanya itu adalah Kitabullah dan Sunnah Rasulnya). atau peraturan lalu lintas dan lain-lain. 2. Kalau umat Nabi Muhammad SAW tidak berpegang teguh pada al-Qur’an san Sunnah Rasulullah niscaya akan sesat. sehingga kesimpulannya menjadi jelas. menarik manfaat dan menghindarkan mudarat. Jika berkumur tidak membatalkan puasa. Demikian pula pendapat Muhammad Abduh. d. Qiyas salah satu metode ijtihad telah dilakukan sendiri oleh Rasulullah SAW yaitu ketika beliau ditanya tentang hokum seorang suami yang dalam keadaan berpuasa mencium isterinya. al-Qur’an yang menjadi standar utama kurang dikuasai. Menetapkan sesuatu demi kebaikan yang lebih. Metode Ijtihad Berijtihad dalam bidang-bidang yang tidak disebutkan dalam alQur’an dan Sunnah ditempuh dengan berbagai cara di antaranya qiyas atau analogi dan “memelihara kepentingan hidup manusia”. apakah berkumur membatalkan puasa atau tidak. Metode ini disebut ‘urf. dan diharamkannya minuman khamar. b. Misalnya. yaitu menarik manfaat dan menolak mudarat dalam kehidupan manusia. Menggunkan kebiasan yang berlaku (adat istiadat) dalam suatu masyarakat. Beliau balik bertanya. umpama: memindahkan tanah waqaf yang terkena rencana jalan. Yang menjadi permasalahan bagi umat Islam ialah. Metode ini disebut metode istishhab. batal puasanya atau tidak. antara lain : a. Oleh karena itu langkah pertama dalam 1 . Adapun macam-macam metode ijtihad. bahwa wawasan yang menjadi sasaran dalam berijtihad adalah memecahkan permasalahan yang tidak termaktub dalam al-Qur’an dan memberikan penafsiran al-Qur’an dan Sunnah. kadar bagian hartawarisan bagi masing-masing ahli waris. wanita-wanita yang haram dinikahi disebabkan adanya hubungan kekeluargaan terentu. Kalau terjemahan al-Qur’an yang ada dijadikan standar. Metode ini disebut metoe istihsan.

Oleh karena itu pengertian Bismillaahir Rahmaanir rahiim. dengan melibatkan segenap oaring yang ahli dalam bidang-bidang tertentu. Pengetahuan mengenai bahsa yang mutasyaabih (berbentuk tasbih). silahkan Anda mengadakan penelitian dan berijtihad secara tepat. Memahami bahsa al-Qur’an dalam berbagai seginya. Bahasa pengandaian yang dinyatakan dalam bahsa biasa seperti “sapi” dapat berarti sapi dalam arti yang sesungguhnya dan dapat pula berarti berwatak sapi. Dengan demikian Nabiyil Ummiy berarti Nabi pemersatu umat dan atau padat pula berarti Nabi yang ditulis pada suatu umat yang tidak mengetahui tentang al-Kitab (wahyu Allah) 2). Adalah kalimat pernyataan (introjunction). Dilihat dari jenisnya Bismillaahir Rahmaanir rahiim. “Nabi yang Ummi”. 3). Terjemahan al-Qur’an yang ada sekarang merupakan terjemahan yang didasarakan atas terjemahan harfiah bahasa Arab dan sudah terpengaruh oleh mazhab tertentu. agaknya terlalu dangkal. Ummi dapat pula arti sejenis umat atau bangsa. Diartikan “dengan nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang”. misalnya: 1). misalnya Bismillaahir Rahmaanir rahiim. b. agar memperoleh kesimpulan yang tepat. Teori bahasa al-Qur’an harus dipergunakan dengan sungguh-sungguh. Apabila yang ahli bahasa saja yang dilibatkan.melakukan ijtihad adalah mengadakan reinterpretasi makna alQur’an. mengandung beberapa pengertian yaitu: a. Berikut ini dikemukakan beberapa syarat antara lain : a. Ummi artinya buta huruf. dan kesusastraan. maka pemahamannya akan menjadi verbalistis. Dalam rangka restudi al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. kalimat. Kalimat dalam berbagai jenisnya harus difahami dan diperhatikan. harus dipersiapkan pedoman-pedoman. harus benar- 1 . Berbagai kemungkinan arti perlu diperhatikan. bahkan mungkin kena pengaruh pola piker non Islam. Dalam hal ini ilmu apa yang harus dimiliki dan sarana apa yang harus dikuasai. Untuk itu langkah awal yang perlu dilakukan ialah restudy al-Qur’an atau mempelajari ulang pemahaman al-Qur’an. antara lain bentuk kata. Untuk mendapatkan pengertian Bismillah yang lebih mantap. Dengan demikian Nabiyil Ummiy adalah Nabi yang buta huruf atau tidak bisa menulis dan membaca.

Sebagai suatu ilmu. 2) Dalam berijtihad harus memperhatikan. Tanpa memperhatikan ilmu tafsir dan teori ilmu .benar diperhitungkan dan diperhatikan. antara lain ilmu tafsir. ijtihad yang dihasilkan akan keliru. Untuk itu perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Orang yang berijtihad harus bertaqwa. Apabila salah dalam memahami bahasa. maka salah pul. simantik. Sebagaimana dikemukakan pada pembahasaan bahasa al-Qur’an. Dengan sendirinya pengertian yang hanya berdasarkan bahasa tidak akan menjernihkan makna. Oleh karena itu teori makna atau ilmu tafsir (hermeneutika) harus dikuasai. bahwa berbagai pengertian al-Qur’an harus dikemukakan. untuk memahaminya diperlukan ilmu penunjang. Pengkajian ilmu tafsir harus ditunjang denagn teori ilmu yang mencakup metodologi. b. dalam arti bertuhan Allah dan beriman pada al-Qur’an dengan mencontoh Sunnah Rasul. Dengan demikian 1 . bahwa al-Qur’an tersusun secara sistematik. Pada awal pembahasan. Memperhatikan teori makna atau ilmu tafsir.a memahami makna. menurut ulama “x” dan lain-lain harus dijauhkan. Dengan demikian istilah penafsiran menurut saya. analitika dan obyektivitas. telah dikemukakan bahwa al=Qur’an adalah satu ilmu.

maka sikap atau tingkah laku akan tepat yang otomatis tujuan yang diharapkan Allah yaitu hasanah fid dunyaa wal akhirat akan tercapai. Kitab-kitab wahyu Allah sifatnya menjawab tantangan zaman dan tantangan zaman harus dijawab dengan analisis wahyu. kalau memang sesuai dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. serta dalam memecahkan permasalahan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam al-Qur’an dan Sunnah. professor atau sarjana bukanlah merupakan jaminan untuk mengukur nilai keilmiahan seseorang menurut konsep al-Qur’an. Gelar utama. Dalam hubungannya dengan mensukseskan pembangunan di bidang keislaman. Kalau ternyata cocok dengan Sunnah Rasul.: “Perbedaan pendapat di kalangan umat akan membawa rahmat”. Nilai-nilai ilmiah yang dikembangkan oleh para ulama atau para sarjana perlu dikaji ulang. sistematika serta analitika harus dicocokan dengan pola atau contoh yang pernah dipraktekkan Nabi Muhammad SAW. atau menurut hadist pengertiannya demikian. 3) Dalam menganalisis kebenaran suatu gagasan harus didasarkan pada data yang konkrit. sedangkan buku-buku yang ditulis para saintis banyak berpengaruh pada kalangan yang berpendidikan umum. Sasaran yang utama dan pertama dalam berijtihad adalah memahami nilai-nilai yang obyektif ilmiah berdasarkan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. Mujtahid harus menyatakan ayat ini menurut surat ini artinya adalah begini. Pertentangan atau perbedaan pendapat dalam masalahmasalah yang bersifat praktis hendaknya dihindari. Namun demikian karena bahasa al-Qur’an adalah serumpum dengan bahasa Arab. 4. Dengan demikian siapapun orangnya dan berpendidikan apapun patut didengar dan ditanggapi. Beberap[a sebab yang menimbulkan perbedaan hasil ijtihad ialah : 1 . maka memahami bahasa orang Arab tidak mutlak. tetapi juga menegaskan bahwa perbedaan hasil ijtihad akan membawa kelapangan satu rahmat bagi umat. hendaknya perhatian dipusatkan pada perombakan alam fikiran. Buku-buku yang berbahasa Arab banyak berpengaruh pada kalangan yang berpendidikan pesantren. Langkah-langkah yang disebut di atas. 5) Pengertian yang didasarkan atas bahasa. sebagaimana sabda Rasul SAW. maka kebenaran hasil ijtihad sifatnya relatif. Perbedaan Pendapat Hasil Ijtihad Ijtihad merupakan penggunaan daya fikir dan aqal dalam memahami ayat al-Qur’an dan Sunnah yang penunjukkan maupun kebenaran materinya zhanni.menghubungkan ayat yang satu dengan ayat atau surat lainnya merupakan suatu keharusan. Hal itu jelas akan berpengaruh pada fikiran manusia yang mempelajarinya. sehingga memungkinkan adanya perbedaan hasil ijtihad seseorang dengan ijtihad orang lain. apabila model berpikirnya benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan Allah menurut Sunnah RasulNya. Demikian pula halnya dengan buku-buku lain yang ditulis saintis yang berkembang dewasa ini. sebaliknya dinyatakan salah apabila bertentangan. AlQur’an bukan kalamul Arab. Apabila mengungkap 4) gagasan nur harus ditunjukkan Sunnah Rasulnya dan kalau dzulumat tunjukkan pula pembuktian yang bertolak belakang dengan Sunnah Rasul. tetapi kalamulah (bahasa Allah). Karena kemampuan menalar seseorang terbatas. Kalau tanggapan sudah benar dan tepat. Oleh karena itu hasil ijtihad merupakan penalaran seseorang atau beberapa orang. maka kesimpulannya adalah benar dan jika tidak sesuai. metodologi. Islam bukan saja mentolerir perbedaan hasil ijtihad. baik dalam bidang pasti alam maupun social budaya. Semuanya dinyatakan benar. karena bahasa al-Qur’an bukan bahasa Arab. maka memahami bahasa Arab yang diajarkan di sekolahsekolah atau madrasah merupakan salah satu bahan pembantu. maka kesimpulannya perlu ditinjau ulang. Dengan demikian asbaabun Nuzul alQur’an harus dipelajari.

Arti hakikinya ialah “mereka dikeluarkan dari negeri mereka ke negeri lain”. sebagian orang memandang nahi atau larangan menunjuk pada haram dan sebagian lain menunjuk pada makruh. para mujtahid berbeda pendapat dalam memahami hadist nabi :”Jadikanlah akhir shalatmu shalat witir”. “Sesungguhnya balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya. Kedua. atau dibuang dari negeri (tempat kediaman)” (Al-Maidah ayat 33). sedang Imam Syafe’I memilih arti hakiki yaitu “diusir” atau dibuang ke negeri lain. dan sebagian lagi menunjuk pada mubah. dan membuat kerusakan di muka bumi. sebagaian menunjuk pada Sunnah. Berdasarkan hal ini. Imam Syafii memandang pada sunnah. dan ada pula yang pengertiannya dipengaruhi adat setempat. Imam Syafii memandang nahi pada hadist ini menunjuk pada 1 . b. oleh karena itu ia berpendapat haram ayahnya menikahi isteri anaknya . sebagian orang memandang shighat amar atau arah perintah menunjuk pada wajib. ada lafazh yang berbentuk majaz. sedangkan arti majazinya ialah : “mereka dimasukkan ke dalam penjara”. Oleh karan itu menurut Iman Syafii. Imam Hanafi memilih arti “bersetubuh”. Kata “atau dibuang” (awyufaw) pada ayat ini mengandung dua arti. disalib. Shighat amar pada hadist ini. Imam Abu Hanifah memilih arti kata majazi yaitu “penjara”. hokum shalat witir adalah sunnah. menurut Imam Hanafi menunjuk pada wajib.. sehingga ia berpendapat persetubuhan lewat zina tidak menyebabkan wanita yang dizina ayahnya haram dinikahi. Imam Syafe’I memilih arti “akad”. mereka berbeda pendapat dalam memahami sebuah hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW melarang memakan binatang buas yang bertaring dan setiap burung yang bercakar. Berdasarkan hal ini.a. Kata “nikah” dapat berarti “akad” dan dapat pula berarti “bersetubuh”. adalah dibunuh. Kedua. Misalnya pertama: “Janganlah kamu menikahi wanita-wanita yang telah dinikahi oleh ayahmu”(An-Nisa’ ayat 22).: hakiki dan majazi. Pengertian Kata (Lafazh Ayat/ Hadist) Dalam bahasa Arab. Kaidah Ushul Fiqh Pertama. dipotong tangan dan kaki mereka dengan bersilang .

dan sebagiannya. atau suatu hadist sampai kepada satu mujtahid. Ketentuan Hukum Ayat Bersifat Ta’abbudi (ubudiyah) atau Ta’aqquli (masuk akal) Misal. tetapi tidak sampai kepada mujtahid yang lain. c. mencuci bejana yang dijilat anjing harus dengan tanah atau dapat diganti dengan yang lain misalnya karbol atau deterjen. Imam mujtahid yang lain memandanag hadist ini lemah. sebab perintah tentang hal tersebut bersifat ta’abbudi. Misal. sebuah hadist mengatakan:”tidak ada wudhu bagi orang yang tidak membaca bismillah”. mencuci bejana bekas jilatan anjing dengan selain tanah tidak sah. Dengan demikian harus dengan tanah. menurut Imam malik. d. Sedang Imam Malik memandang nahi pada hadist ini menunjuk pada makruh. Sebagian kecil ulama berpendapat. Dapatkah kedua hal ini dianggap sebagi pengganti tanah? Dalam hal ini ulama berbeda pendapat. Oleh karena itu menurut Imam Syafii. Imam ahmad menjadikan hadist ini sebagai hujah tentang wajibnya membaca bismillah bagi siapa pun yang akan berwudhu. Oleh karena itu. Sebagian besar ulama berpendapat. memakan binatang buas yang bertaring dan burung bercakar adalah makruh. memakan binatang buas yang bertaring dan burung yang bercakar adalah haram. Sementara itu. Status Hadist Hadsit yang dianggap kuat oleh sebagian orang dianggap lemah oleh sebagian orang lain.haram. 1 .

Dengan demikian. sebab wajibnya zakat atas tumbu-tumbuhan dan tanam-tanaman adalah mengenyangkan atau makanan pokok sedang menurut Imam Hanafi. kemungkinan mengandung kesalahan dan bila pendapat selain kami salah. Ajaran Yahudi Zionisme dan Diasporanya yang telah mewarnai alam fikiran Barat sejak masa sebelum Masehi. pengetahuan yang utuh mengenai sejarah Nabi. Oleh karena itu menurut Imam Hanafi. Re-Orientasi Ijtihad Sejak di bawah cengkraman penjajah. anggrek dan lain-lainnya dikenai zakat. Prinsip-prinsip perbedaan ini dipengaang teguh oleh Imam-mujtahid terdahulu. e. Mereka menyadari betapapun kuatnya hasil ijtihad mereka. Di antara para ahli hokum Islam atau fuqaha. kopra. Pengaruh penjajah Barat (Eropa) terhadap negara-negara yang mengaku beragama Islam. tetap tidak dapat menggugurkan hasil ijtihad yang lain. Beliau dengan berani menganjurkan. the. Oleh karena itu muncul ucapan popular mereka: “Bila pendapatkami salah. Qiyas Misal. sebab perintah itu adalah mencuci dengan tanah bersifat ta’aqquli mengingat tujuan perintah itu adalah terwujudnya kebersihan. beliau mengimbau para ulama untuk membikin tafsir sendiri. terdapat consensus untuk membagi hukum Islam menjadi dua katagori yaitu hokum yang berhubungan dengan ibadah murni dan hokum yang berhubungan 1 . fungsi karbol dan semacamnya melebihi tanah. serta jangan dibesar-besarkan. 5. pala. berpengaruh pula pada umat Islam. untuk dapat berbuat demikian seseorang harus menguasai ilmu bahasa yang memadai. tidak mustahil berpengaruh terhadap cara berfikir umat Islam. betapapun lemah hasil yang lain. penile. kopi. hendaknya hal itu dijadikan sebagai rahmat yang akan membawa kelapangan dan kemudahan bagi umat. cengkeh. tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang tidak mengeyangkan atau bukan makanan pokok tidak dikenai zakat. menurut Syafii.an banyak diwarnai oleh alam fikiran Yahudi atau fikiran lainnya. sebab akan berakibat retaknya ukhuwah Islamiyah. wajibnya zakat atas tumbuh-tumbuhan dan tanaman-tanaman adalah karena hal tiu pontensial untuk menunjang kehidupan dan perekonomian umat manusia. Mereka saling toleran atau tasamuh. situasi. satu ijtihad tidak dapat membatalkan ijtihad yang lain. menghormati. Kebodohan orang Islam tentanmg al-Qur. sesuai dengan penegasan hadist Nabi tentang keberadaan perbedaan. Oleh karena itu. sedangkan dalam hal membasmi kuman-kuman akibat jilatan anjing. dengan tidak memperhatikan kondisi. kemungkianan mengandung kebenaran”. Hal ini sejalan dengan kaidah:”Ijtihad tidak dapat digugut atau digugurkan oleh ijtihad yang lain”. Buku-buku yang ditulis para cendekiawan Yahudi dengan bungkus al-Qur’an menjadi makanan yang lezat bagi umat Islam yang bodoh dengan al-Qur’an. Dalam memahami al-Qur’an perlu diketahui bahayanya orang melakukan perujukan kepada al-Qur’an semata-mata secara tekstual.mencuci bejana bekas jilatan anjing dengan karbol dan semisalnya adalah sah. Pada akhir abad ke sembilan belas Syeik Muhammad Abduh menyatakan. termasuk situasi kultural pada zaman itu. agar kita langsung membaca al-Qur’an. dan latar belakanga turunnya suatu ayat. Hanya beliau memperingatkan. perbedaan ijtihad merupakan sesuatu yang wajar. dan sejarah umat manusia. asbab alnuzul atausebab-sebab diturunkannya ayat-ayat. alam fikiran umat Islam banyak yang telah terpengaruh oleh penjajah. Atau dengan kata lain. dan menghargai pendapat orang lain. Kelihaian dan kelicikan para penjajah mampu membelokkan dan menggeser alam fikiran bangsa yang dijajahnya. Dari kaidah ini dapat dipahami. hendaknya kita berhati-hati membaca buku-buku tafsir yang ditulis pada alam dan tingkah intelektual umat di zaman kita sekarang.

Ibn Qayyim Al-Jauziyah Ibn Habib Al-Anshari. karena masih adanya kefanatikan mazhab menyebabkan usaha tersebut nampaknya belum berhasil dan tantangan demi tantangan banyak dihadapi. perlu ditinjau kembali. berpendirian bahwa arak sekalipun. dengan kepentingan masyarakat dan prinsip keadilan sebagai dasar pertimbangan dan tolak ukur utama. Ajaran Islam harus dikembalikan dan bersandarkan al-Qur’an dan Sunnah.dengan kemasyarakatan. seorang murid kesayangan Imam Abu Hanifah dan yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Yusuf. Untuk itu setiap generasi memerlukan mujtahid. Murid-murid mereka bertebaran di seluruh pelosok dunia. Bagi Allah tidak masalah apakah hamba-Nya beribadah atau tidak. Beberapa ulama menghimbau agar umat Islam melakukan neo-ijtihad atau pembaharuan dalam berijtihad. hampir tidak terdapat campur tangan bagi penalaran. Mohammad Abdul Wahhab dari Saudi Arabia. situasi dan budaya. seorang ahli hokum terkemuka dari golongan mazhab Imam syafii menyatakan bahwa semua usaha hendaknya difokuskan pada kepentingan masyaraka. maka gugur pula hokum yang terkandung di dalam ayat itu. Ijtihad mereka pada masanya dianggap cocok. Ijtihad yang dilakukan para Imam-imam mazhab pada masa lalu perlu ditinjau kembali. Memahami al-Qur’an dan Sunnah yang hanya didasarkan atas pengertian yang sempit. Ia tidak beruntung dari ketaatan mereka yang taat dan tidak dirugikan oleh perbuatan mereka yang bermaksiat. Sedang dalam hal hokum yang termasuk katagori kedua. Sementara itu kepentingan masyarakat dan pelaksanaan prinsip-prinsip keadilan dapat berubah dan berbeda karena perbedaan zaman. Reinterpretasi atau penafsiran kembali dan pengkajian tentang Islam harus diperbaharui. kalau dahulu dasarnya adat dan adat tersebut kemudian telah berubah. namun beliau tentu cocok untuk masa kini. Namun kemauan yang demikian luhurnya. membuat keduanya 1 . lingkungan. Penafsiran alQur’an yang ada. nampaknya masih banyak kekurangannya. bahkan sampai ke Indonesia. baik kepentingan duniawi maupun ukhrawi. Penpadat para Imam mazhab yang selama ini telah baku di kalangan umat Islam. dan lainlainnya. Mengenai hukun yang bertalian dengan kemasyarakatan. Al-Izz Abdussalam. demikian Ahmad Khan dari Pakistan. Dalam hal katagori pertama. terbuka kesempatan bagi pemikiran atau penalaran intelektual dalam mencari cara pelaksanan.

dan menghindarkan kerusakan manusia. social dan budaya pada abad ini merupakan perubahan yang laur biasa. dengan memilih dalil-dalil ijtihad yang dijadikan dasar pendapat tersebut. 4) Pendapat tersebut lebih sesuai dengan kehidupan manusia pada masa sekarang. sesuai dengan kemudahaan yang diberikan syariat Islam. ekonomi. Ijtihad selektif yaitu memilih salah satu pendapat yang diyakini paling kuat di antara pendapat-pendapat yang ada. 2) Pendapat tersebut lebih memberikan kemudaaan.sebagai benda-benda mati. berdasarkan alat ukur yang dipergunakan dalam mentarjih atau menguatkan yaitu : 1) Pendapat tersebut lebih banyak merealisir maksud syariat Islam. Selanjutnya memilih pendapat yang paling kuat dalilnya. Adapun bentuk ijtihad yang diperlukan sekarang adalah : a. Cara melakukan ijtihad ini adalah dengan mengadakan studi komparatif di antara pendapat-pendapat yang ada. 3) Pendapat tersebut lebih banyak memberikan rahmat kepada manusia. Dalam hal ini ada beberapa factor yang mendorong perlu dilakukannya ijtihad selektif yaitu : 1). Perubahan politik. memberikan kemaslahatan. Perubahan tersebut menuntut para ulama untuk meninjau pendapat lama yang 1 .

Ruh ajaran Islam adalah Tauhid. di mana ketentuan tersebut belum pernah dikemukakan para ulama terhadulu. 3) Ijtihad kreatif. Dari segi ini dapat diketahui betapa pentingnya Allah mengutus rasulrasulNya. bahwa mungkin kita menjumpai kotakota tanpa benteng. kemudian memilih pendapat yang paling kuat. Pernyataan Pluctarchus itu amat penting artinya. bahwa keanekaragaman itu tidak berasal dari satu sumber. memberikan penegasan-penegasan yang amat jelas. tetapi tidak ada satu kotapun tanpa tempat ibadah atau penduduknya tidak melakukan ibadah. melainkan dari banyak sumber. Tuhan yang telah menciptakan manusia dan alam seluruhnya. yaitu manusia yang beraneka macam kecenderungan jiwa dan cakrawala pemikirannya. Islam 1 . serta tumbuh dari dalam jiwa manusia sendiri. Disamping itu. agar dapat menunjukkan ibadahnya kepada Allah. yaitu menetapkan ketentuan baru terhadap suatu masalah. Pada masa kini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat. kekayaan. Tetapi suatu kenyataan bahwa temp[at-tempat ibadah yang terdapat di manamana menunjukkan adanya keanekaragaman tentang siapa yang dituju dengan ibadah tersebut dan bagaimana cara melaksanakannya. seorang ahli sejarah berbangsa Yunani mengatakan. raja-raja. Banyak ayat al-Our’an yang memberi penegasan demikian. meng-esakan Tuhan secara mutlak. yaitu untuk mengarahkan pembawaan kodrat jiwa manusia. bahwa hanya Allah saja Tuhan yang berhak disembah. Muhammad SAW sebagai Rasul Allah yang terahkirdan al-Qur’an sebagai kitab Allah yang terahkir. Dalam hal ini adanya perbedaan pendapat di antara para ulama dalam suatu masalah menunjukkan bahwa masalah tersebut memberikan bermacam-macam interpretasi sehingga tidak menutup kemungkinan adanya pendapat baru yang sebelumnya belum pernah dikemukakan ulama. Hal ini membuktikan. bahwa kerinduan untuk berhubungan dengan Tuhan merupakan pembawaan kodrat jiwa manusia. Perkembangan tersebut memberi pembentukan terhadap pengetahuan lama dan menjadi alat untuk menemukan pengetahuan yang benar. perkembangan tersebut juga membekali para ulama masa kini dengan suatu kemampuan untuk menetapkan apakah pendapat ulama masa lalu yang diwarisinya masih relevan atau tidak. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. sastra maupun teater-teater. yang sebelumnya tidak diketahui. baik masalah tersebut baru atau lama. 2). HIKMAH IBADAH DALAM ISLAM Hampir 2000 tahun yang lalu Plutarchus.dirsakan tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi baru. sebab dengan pernyataan tersebut dapat diambil kesimpulan.

bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. bahwa ajakan beribadah hanya ditujukan kepada Allah merupakan inti ajaran para Rasul. Manusia adalah makhluk Allah yang terhormat dan mempunyai kedudukan yang utama disbanding dengan makhluk-makhluk Allah lainnya. Surat An-Nahl ayat 36 menegaskan. kayu. Islam mengharamkan binatang yang disembelih dengan maksud dan tujuan untuk saji-sajian berhala dan sebagainya. dan roh-roh berarti menurunkan derajat kemanusiannya yang diberi tempat demikian tinggi oleh Allah. yang tidak berhak disembah. 1 . ketika akan mulai membangun gedung. Surat An-Nisa ayat 116 ditegaskan. Kerbau yang disembelih dengan tujuan untuk ditanam kepalanya. Dalam Al Qur’an antara lain : surat Al Fatihah ayat 5 mengajarkan. minsalnya malaikat. manusia. bahwa selain Allah. bahwa syirik adalah perbuatan dosa terbesar yang tidak akan memperoleh ampunan Allah. benda-benda langit. termasuk sembelihan yang haram dan perbuatan itu Mempersekutukan seseuatu kepada Allah dinamakan syirik. untuk menjadi saji-sajian bagi makhkluk halus. binatang. surat An-Nisa’ ayat 36 memerintahkan .menjadi persaksian. Surat Al-Araf ayat 194 dijelaskan. AlQur’an menyatakan dalam berbagai surat dan ayat antara lain : Surat An-Nisa’ ayat 48 menegaskan. batu. sebagai salah satu sendi ajaran Islam. atau menyembah kepada sesama makhluk Allah. bahwa orang yang berbuat syirik adalah orang sesat jauh dari Allah tidak akan memberi ampun atas dosa syirik itu. bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan diminta pertolongan. jin. Oleh karena itu apabila ia menyembah kepada selain Allah. agar orang menyembah hanya kepada Allah dan jangan ada sesuatupun yang disekutukan kepada Allah. semua yang ada di alam ini adalah makhluk-makhluk seperti manusia juga.

tetapi harus dengan perantara mereka. Mereka menentukan temapt khusus untuk beribadah. agar jangan sampai orang terjerumus dalam kemusyrikan. Untuk memanjatkan do’a kepada Tuhan. para ahli agama menentukan berbagai macam syarat dan ikatan-ikatan ibadah. akan dijumpai adanya lembaga karyawan agama yang antara lain berfungsi sebagai perantara manusia awam untuk beribadah kepada Tuhan. Islam mengembalikan ajaran agama yang murni berasal dari wahyu. Sejarah reformasi dunia Kristen yang dipelopori oleh Martin Luther. Manusia dalam sejarahnya telah merusak ajaran agama. motif yang amat menonjol adalah protes terhadap monopoli para ahli agama dalam dunia khatolik.termasuk syirik. Yang menyebabkan rusaknya agama adalah orang-orang agama sendiri. Hal itu untuk menjaga keselamatan manusia. yaitu para pejabat keagamaan. serta menentukan perantara dan upacara yang tidak boleh dilanggar. manusia awam tidak dapat secara langsung. Hanya kaum ahli agama dapat langsung mendekatkan diri kepada Tuhan. agar jangan sampai dimurkai Allah karena menyekutukan Allah dan menyinggung keesaannya. Untuk melakukan ibadah diperlukan berbagai macam syarat sajian dan sekedar uang untuk para perantara yang memonopoli urusan keagamaan. Hubungan manusia dengan Tuhan 1 . bahwa jarak antara manusia dengan Tuhan adalah jauh. Kalau dipelajari sejarah agama-agama di dunia. Sedemikian keras Islam mengajarkan. Membaca kitab suci menjadi wewenang mereka saja dan demikian pula membaca do’a. Berdasarkan konsepsi serupa itu. Merekalah yang mempunyai konsepsi. Pelanggaran terhadap cara-cara yang telah ditentukan mengakibatkan ibadah tidak sah dan tidak dapat diterima Tuhan.

Al-Qur’an dalam berbagai ayat : Surat Al Baqarah ayat 186 mengajarkan. Dalam hubungan ini hadist Nabi riwayat Bukhaari-Muslim mengatakan: “Bumi ini dijadikan Allah untukku sebagai masjid dan alat bersuci siapapun yang menjumpai waktu shalat. Oleh karena itu untuk berhubungan dengan Allah. Islam mengajarkan bahwa bumi Allah adalah masjid bagi kaum muslimin. sesuai dengan bunyi kaedah fiqhiyyah “ Hukum pokok terhadap ibadah adalah bathal (tidak boleh dikerjakan). hendaklah ia mengerjakan di mana ia berada” Satu-satunya tempat yang dikhususkan untuk melakukan ibadah dengan nilai tinggi adalah baitullah di Mekkah dan daerah sekitarnya untuk melakukan ibadah haji. 1 - Islam mengajarkan bahwa hubungan dengan Allah dengan manusia amat dekat. bahwa Allah amat dekat kepada manusia. sesuai dengan kaedah fiqhiyyah yang menyatakan “hukum yang terkuat dari segala sesuatu adalah boleh. manusia tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan. dapat dimudahkan jalannya. yang tentu saja sebagai pihak yang paling tahu mengenai isi dan maksud perintah. apanila seseorang menghadapi masalah penting dalam hidupnya di dunia dan memerlukan keputusan yang . A. kemudian memanjatkan do’a yang pokoknya memohon kepada Allah. PRINSIP-PRINSIP IBADAH 1. mengajarkan pula bahwa manusia adalah makhluk Allah yang terhormat dan mempunyai kedudukan yang utama di antara makhluk-makhluk Allah yang lain. serta orang supaya memenuhi ajakan-Nya dan beriman kepada-Nya. Untuk ibadah shalat. tidak menentukan perantara apa dan siapapun juga. Dalam bidang mu’amalah atau keduniaan terdapat kelonggaran yang demikian luas bagi manusia. bahwa Allah benar-benardekat dan selalu beserta dengan manusia di manapun ia berada. puasa. Khusus mengenai tempat melakukan ibadah. Islam tidak mengajarkan manuggaling kawula gusti. hendaklah ia melakukan shalat dua raka’at. agar senantiasa berada di atas kebenaran.tidak perlu dengan perantara apa dan siapapun. jika hal yang dilakukan akan mendatangkan kebaikan dalam kehidupan dunia dan kebaikan di akhirat. Tuhan tidak pernah menjelma pada manusia dan manusia dituntut untuk mempunyai sebagian sifat-sifat Ketuhanan. zakat. Nabi mengajarkan juga. Demikian Allah mendidik hati nurani manusia untuk merasakan. Di samping itu Islam membebaskan manusia dari ikatan sistem perantara. Surat Al Qaf ayat 16 menegaskan. KemudianRasul sebagai figure yang menerima berbagai perintah ibadah. Tetapi hal ini tidak berarti manusia dan Tuhan dapat bersatu. bahkan sebaliknya manusia sangat terikat pada ketenuan-ketentuan yang diberikan Allah dan Rasulnya. Tetapi jika sebaliknya. kecuali ada dalil yang memerintahkan”. Ibadah dapat dilaksanakan di tempat manapun dan tanpa upacara-upacara di depan para ahli agama. seperti keyakinan para penganut aliran pantheisme. akan dikabulkan-Nya permohonan orang yang berdo’a kepada-Nya. tepat. lebih dekat dari urat lehernya. kecuali terdapat dalil yang mengharamkan”. karena terdapat ketentuan manusia. dan haji dengan jelas terdapat perintah dan ketentuan dalam al-Qur’an. mohon dijauhkan dari yang diinginkan dan mohon diberikan ganti yang lebih baik. Ada Perintah dan Ketentuan Dalam melakukan ibadah kepada Allah. Berlainan halnya dengan bidang ibadah. bahwa Allah dekat kepada hamba-hambaNya.

antara lain mengenai perincian waktu pelaksanaan.selanjutnya memberikan petunjuk kepada umat tentang bagaimana cara melaksanakannya. Ibadah shalat ditegaskan kewajibannya antara lain melalui firma Allah daqlam surat al-Ankabut ayat 45 :“Dan dirikanlah shalat. Ibadah puasa diwajibkan melalui firman Allah dalam surat alBaqarah ayat 183 : “Hai orang-orang yang beriman. agar kamu bertaqwa”. bahwa yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjukbagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu. kamu membersihkan dan mensucikan mereka”. pengurus-pengurus zakat. Petunjuk Rasul ada yang diberikan dalam bentuk fi’il atau perbuatan dan ada yang berbentuk qauli atau ucapan. Ada delapan golongan (ashnaf delapan) penerima zakat. macam-macam. sebagaimana tersebut dalam surat al-Baqarah ayat 185 : “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan ramadhan. dengan zakat itu. dan rukunnya. Setelah itu Rasulullah membuat ketentuan-ketentuan. ketentuan kewajiban zakat dijelaskan Allah dalam alQur’an dalam surat Taubah ayat 103: “Ambilah zakat dari sebagian harta mereka. yang menentukan puasa sunnah dan lain sebagainya ditentukan oleh Rasul. untuk memerdekan budak. yang ditentukan dalam surat Taubah ayat 60: “Sesungguhnya zakatzakat itu. Adapun ketentuan tentang syarat puasa. dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). orang-orang miskin. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. Beliau bersabda : “ Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku melaksanakan shalat”. 1 . Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar”. Waktu untuk melaksanakan ibadah puasa juga ditetapkan Allah. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Karena itu barang siapa di antara kamuhadir di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. para muallaf yang dibujuk hatinya. orang-orang yang berhutang. syarat-syarat. hanyalah untuk orang-orang fakir. diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. yaitu pada setiap bulan Ramadhan. Ibadah zakat.

melontarkan jumrah. Ibadah-ibadah sunnat. Ibadah haji diwajibkan berdasarkan firman Allah dalam surat alBaqarah ayat 194: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”. kadar yang harus dikeluarkan. diketentuan dari firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 97: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah.Ketentua waktu membayar zakat. wuquf. Ketentuan ibadah haji hanya diwajibkan atas orangorang yang kuat fisiknya. Meniadakan Kesukaran Keseluruhan ibadah dalam syari’at Islam tidak ada yang menyukarkan dan memberatkan mukallaf atau orang yang dikenai kewajiban. seperti shalat sunnat dan puasa sunnat juga demikian halnya. yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. sa’I. pakaian yang dipakai ketika berhaji dan lainlainnya. dan hal-hal yang menjelaskan pantangan dalam menunaikan ibadah haji. dalam bidang ibadah terdapat satu prinsip. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui. 2. Sedangkan ketentuan mengenai bagaimana cara mengerjakan haji. kreteria orang yang diwajibkan membayar zakat. bahwa seluruh ibadah yang diwajibkan memiliki dasar-dasar yang kuat. seperti thawaf. apabila yang tidak mungkin dilaksanakan. Dengan demikian jelaslah. dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya: “Ambilah olehmu dari aku cara cara melaksnakan ibadah haji”. Semua ibadah berada dalam batas-batas kewajiban dan sejalan dengan kadar 1 . jenis-jenis barang yang dikenai zakat dan lain-lainnya. bahwa ibadah yang sah dan boleh dilakukan adalah ibadah yang memang terdapat perintah dan ketentuan dalam al-Qur’an dan Sunnah Rasul. dijelaskan oleh Rasul. dan cukup keuangannya untuk pergi dan pulang. sehat mentalnya.

kesanggupan manusia. Prinsip kedua ini diterangkan Allah dalam alQur’an surat al-Baqarah ayat 185: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. Perintah mengerjakan shalat fardhu, walaupun diwajibkan dalam jumlah lima kali dalam satu hari satu malam, tidak sampai mengakibatkan timbulnya kesukaran bagi orang yang mengerjakan. Seorang karyawan tidak mungkin terganggu pekerjaannya dengan meluangkan waktu sekitar sepuluh menit untuk mengerjakan shalat. Seorang pedagang tidak akan merugi dan kehilangan pendapatan, karena mengerjakan shalat. Bahkan seorang pengemudi jarak jauh tidak akan terganggu perkerjaannya membawa penumpang, apabila ia mengerjakan shalat. Apalagi ajaran Islam memberikan ruskshah atau keringanan kepada mereka untuk mengerjakan shalat secara jama’ atau menggabungkan dua shalat pada satu waktu. Demikian juga halnya dengan ibadah-ibadah yang lain. Ibadah puasa yang mewajibkan manusia menahan makan, minum, dan seks sejak terbit matahari sampai terbenamnya matahari. Pada umumnya tidak menimbulkan kesukaran bagi orang yang melakukan puasa, apalagi dengan disunanatkan makan sahur. Dalam hal ini Rasulullah bahkan mengatakan, bahwa “berpuasa itu mendatangkan kesehatan” dan sabda tersebut telah dibuktikan kebenarannya oleh ilmu kedokteran. Dalam hal zakat, kadar harta yang wajib dikeluarkan zakatnya oleh muzakki atau orang yang berzakat rata-rata hanya 2,5 % dari harta yang diperoleh. Ibadah zakat tidak menyebabkan timbulnya kesukaran bagi muzakki dan tidak akan mengakibatkan menjadi miskin atau jatuh pailit. Allah menjanjikan untuk mereka yang berzakat ibarat menanam satu biji yang akan memunculkan 7 cabang dantiap cabang akan membuahkan 100 biji dalam surat al-Baqarah ayat 261. Dalam kenyataan, mereka yang rajin dan tertib menunaikan ibadah zakat, justru mendapat rezki yang lebih melimpah dan memperoleh banyak kemudahaan.

Dalam bidang haji, tidak adanya kesukaran lebih jelas lagi, karena yang terkena kewajiban untuk mengerjakan haji hanya orang-orang yang memiliki tingkat kemampuan sedemikian rupa, sehingga tidak ada kesukaran berati bagi mereka dalam pelaksanaannya. 3. Tidak Banyak yang dibebankan Prinsip yang ketiga ini mempunyai hubungan dengan prinsip yang kedua di atas, karena apabila banyak yang dibebankan, tentu akan berakibat timbulnya kesukaran. Yang dimaksud dengan prinsip tidak banyak yang dibebankan adalah bahwa pembebanan dalam syari’at Islam jika dibandingkan dengan waktu dan keadaan, sesungguhnya tidak dapat dikatakan banyak. Yang mendasari prinsip ini adalah firman Allah surat al-Maidah ayat 101: “hai orang-orang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu al-Qur’an itu sedang diturunkan, nicaya akan diterangkan kepadamu. Allah mema’afkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang”. Berdasarkan ayat ini dapat disimpulkan, bahwa Allah memandang telah memadai hukum-hukum yang diterangkan, dalam pengertian Allah tidak berkehendak untuk memperbanyak hukum, karena hal ini akan menyusahkan hamba-hamba-Nya. Apabila waktu yang diperlukan untuk mengerjakan satu kali shalat diperkirakan 12 menit, maka untuk mengerjakan limaka kali shalat membutuhkan selama satu jam. Oleh karena itu waktu yang diperlukan untuk mengerjakan shalat hanya satu jam dari 24 jam sehari yang dianugrahkan Allah kepada umat manusia. Demikian juga dengan ibadah puasa hanya satu bulan dari 12 bulan, sedangkan ibadah zakat hanya 2,5 % atau 1/40 dari perolehan, dan haji ibadah haji hanya satu kali dalam seumur hidup bagi orang yang mampu. 1

Secara umum dapat dimukakan, bahwa ajaran Islam yang berkaitan dengan ibadah disyaratkan setelah peristiwa hijrah. Hal ini erat sekali kaitannya dengan ayat-ayat al-Qur’an yang turun setelah hijrah, yaitu mayoritas berisi ayat-ayat hukum. Di antara ayat-ayat hukum tersebut berkaitan dengan ibadah. Namun demikian sebagian ibadah telah disyaratkan sebelum peristiwa hijrah, misalnya shalat. Para ulama berpendapat, bahwa shalat pada mulanya disyaratkan hanya dua rakaat waktu pagi dan waktu sore, seperti yang dijelaskan dalam firman Allah surat al-Makminuun ayat 55: “Dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi”. Shalat lima waktu diwajibkan sesudah peristiwa mi’raj. Ibadah thaharah disyaratkan sejalan dengan pensyaratan shalat, karena thaharah merupakan syarat sahnya pelaksanaan shalat. Allah telah mewajibkan kepada muslimin berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan setiap tahunnya. Puasa diwajibkan kepada kaum muslimin pada tahun 2 hijrah. Setiap umat beragama mempunyai tempat-tempat tertentu yang dipergunakan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Orang-orang Arab sebelum Islam mempunyai tempat ibadah, yaitu Baitul Haram yang didirikan oleh nenek moyang mereka, nabi Ibrahim a.s dan nabi Ismail a.s. Oleh karena itu telah ada tradisi bangsa Arab untuk melaksanakan haji sejak zaman nabi Ibrahim dan nabi Ismail sampai datangmnya Muhammad yang diutus Allah menjadi Rasul. Ibadah haji yang dilakukan orang-orang Arab kemudian berubah dan tidak lagi sesuai dengan apa yang diajarakan nabi Ibrahim. Mereka telah mempersekutukan Allah dengan berhala yang mereka letakan di samping Baitullah, di Safa, dan Marwa, yang mereka anggap sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka tidak lagi mengagungkan nama Allah, tetapi telah mengagungkan nama selain Allah. Pada waktu Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasuldan bertugas meluruskan kembali agama yang dibawa nabi Ibrahim dan mengajar manusia untuk tunduk dan patuh menjalankan perintah Allah serta menghacurkan syirik, Allah tetap menetapkan Baitullah sebagai 1

tempat untuk menjalankan haji dan umrah. Ibadah haji difardukan pada tahun 6 hijarah. Pada waktu itu nabi Muhammada pergi ke Baitullah untuk menjalankan umrah, tetapi terhalang oleh musuh. Pada tahun 7 hijarah nabi pergi lagi melaksanakan umrah. Pada tahun 9 hijarah Abu Bakar pergi melaksanakan haji bersama kaum muslimin. Nabi Muhammad pergi haji bersama seluruh kaum muslimin pada tahun 10 hijrah yang dikenal dengan haji Wada’. Islam memandang zakat adlah ibadah yang sangat penting dan wajib dilaksanakan sama halnya dengan shalat. Al-Qur’an menyebut shalat dalam 82 ayat, sedang zakat 31 ayat, dan 22 ayat diantaranya menyebutkan shalat dan zakat sedcara beriringan. Hal ini menunjukkan, bahwa mengeluarakan zakat sama pentingnya dengan ibadah shalat. Perintah ibadah dalam ajaran Islam telah ditetapkan dalam nash dan bersifat tetap. Ibadah tidak terpengaruh oleh perkembangan masa dan perbedaan tempat, serta wajib diikuti tanpa harus terlebih dahulu menyelidiki makna dan maksudnya. Masalah ibadah merupakan sesuatu yang tidak ada imbangannya dalam hukum positif. Hukum positif tidak membahas hubungan makhluk dengan Tuhannya atau hubungan micro cosmos dengan macro cosmos. Dalam Islam masalah ibadah mendapat perhatian yang sangat khusus dan penting. Ibadah merupakan hakikat dan tujuan hidup manusia, seperti yang dijelaskan Allah dalam al-Qur’an surat az-Zariyat ayat 56: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembahku”. Menyembah Allah SWT bearti memusatkan penyembahan kepada Allah semata-mata, tidak ada yang disembah dan tempat mengabdikan diri kecuali kepada Allah saja.Pengabdian berarti penyerahan diri secara mutlak dan kepatuhan sepenuhnya secara lahiriah dan batiniah kepada kehendak ilahi. Hal itu dilakukan dengan kesadaran, baik sebagai perseorangan maupun secara berkelompok. 1

dan rasanya. Islam mengajarakan bahwa kehidupan duniawi bukanlah tujuan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan”. Oleh karena itu adanya ibadah yang diajarkan dalam Islam tidak berarti harus menjauhi hidup duniawi. tetapi juga bagi kehidupan bersama di masyarakat. Apapun corak lapangan hidupnya akan selalu membawa ketenangan jiwa para pelakunya sebagai tanda syukur nikmat. Oleh sebab itu sudah selayaknya manusia bersyukur dan berbakti kepada Pencipta Yang Maha Agung lagi Maha Kuasa. Sedangkan dalam surat al-Isra’ ayat 70: “Sesungguhnya telah kami muliakan anak-anbak Adam. dengan melakukan ibadah dengan tertib sesuai dengan tuntunan yang telah diberikan. Selain itu seorang yang bekerja atau menjalankan tugas sehari-hari dengan niat ibadah. yang telah memberikan kurnia kepada manusia dengan berbagai nikmat yang berkaitan penciptaan phisik dan psikis atau dalam bentuk penyediaan segala kebutuhan umat manusia yang beraneka ragam jumlah. Syukur nikmat bearti pula tetap bekerja meningkatkan prestasi dengan harpan akan datangnya hari depan yang lebih cerah dan lebih indah. Sebaliknya apabila suatu kehidupan tidak bertujuan ibadah. semua kegiatan manusia baik yang bercorak ubudiah maupun muamalat harus dikerjakan dalam rangka pengabdian kepada Allah dan mencari keredlaannya. Ia akan mudah hanyut bahkan tenggelam. Manusia sebagai makhluk yang paling mulia dalam penciptaan dijelaskan Allah dalam surat at-Tiin ayat 4: “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Dengan demikian dapat disimpulkan. maka menjadilah bantuan itu sebagai ibadah. dan janganlah kamu melupakan nasibmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. seperti dinyatakan dalam al-Qur’an surat al-Qashash ayat 77 : “Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagian) negeri akhirat. Walaupun pekerjaan yang dilakukan itu adalah shalat. Suatu bantuan yang diberikan kepada seseorang betapapun kecilnya bantuan itu.Oleh karena itu. maka seseorang akan mudah mengalami putus asa. Islam melarang manusia untuk melakukan ‘uzlah yaitu menjauhkan diri dari gejolak masyarakat. maka shalatr itu tidak mendapat nilai ibadah. Suatu pekerjaan bernialai ibadah sangat tergantung dari niatnya. Suatu kehidupan yang bertujuan ibadah. Keridlaan Allah yang memungkinkan tercapainya hidup dan kehidupan duniawi yaitu kehidupan ukhrawi. jenis. Betapa besarnya nikmat dan kurnia yang diterima manusia tak seorangpun yang mampu menghitungnya. dalam pekerjaanya akan mudah terlibat dalam kecurangan dan kejahatan. Demikian pula hasil kegiatan di muka bumi bukanlah tujuan yang hakiki. yang dipermainkan gelombang laut tanpa kemudi dan jangkar serta tidak punya pedoman. Oleh karena itu orang yang kerjanya bernialai ibadah akan membawa kebaikan dan keberuntungan tidak hanya bagi kehidupan pribadinya. kami beri mereka rezeki dari yang 1 . bahwa ibadah dalam Islam merupakan sarana untuk menyatakan syukur kepada Allah. Hidupnya di dunia ibarat sebuah perahu yang tengah berlayar di samudera luas. Oleh karena itu orang tidak mengetahui tujuan hidup. maka segala pekerjaanya selalu dalam batas-batas keredlaan Allah. sehingga jauh dari segala kecurangan dan hal-hal yang tidak halal. tetapi dilakukan dengan ikhlas dan semata-mata mengaharapkan ridla Allah. kami angkut mereka di daratan dan di lautan. akan memberikan ketenangan hidaup dan kerja. Manusia diciptakan Allah yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. kalau dikerjakan hanya karena mengharap pujian dari manusia. Tetapi Islam menuntutagar kehidupan manusia dapat harmonis dan seimbang. yang puncak kebahagiannya terletak dalam pertemuan dengan Allah merupakan arti ibadah sebagai tujuan hidup.

Orang seperti inilah yang dicita-citakan Islam. yang disebut dengan prediket taqwa. maka manusia diciptakan Allah dalam bentuk konstruksi yang sangat serasi dan bagus. Allah Maha Mengetahui tentang kejadian dan tugas manusia. Dengan ibadah komunikasi antara Pencipta dengan makhluknya akan selalu terjaga. Dalam hal ini Allah menegaskan dalam beberapa surat al-Mukminuun ayat 110: ”Maka apakah kamu mengira. Oleh sebab itu manusia harus mempertanggung jawabkan semua amanah yang dipegangnya. Terjaganya komunikasi anatara manusia dengan Tuhan menyebabkan hidup akan terpelihara dari dosa.baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kurnia yang sempurna atas kebanyak makhluk yang telah kami ciptakan”. sebagaimana dijelaskan al-Qur’an dalam surat 1 . Karena begitu berat dan ulianya tugas yang diberikan kepada manusia. maka Allah memerintahkan kepada manusia supaya tetap berkomunikasi dengan Allah. yaitu untuk memakmurkan bumi dan segala isinya. kemudian mati tanpa pertanggung jawaban. bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main(saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami”. Membuat kemakmuran di bumi merupakan tugas utama manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat yang diredhoi Allah. Manusia diciptakan Allah di dunia untuk mengabdi (beribadah) kepada Allah. Wujud pengabdian tersebut adalah dalam bentuk semua amal perbuatan yang berhubungan dengan nilai atau pelaksanaan amanat Allah sebagai khalifatullah fil ardl. Dalam surat Bayyinah ayat 5 :”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya”. Hal ini pulalahyang menjadi hakekat ibadah dalam ajaran Islam. Manusia diciptakan Allah bukan hanya sekedar untuk hidup di dunia.

bahwa tujuan ibadah di samping menjadi sarana untuk berkomunikasi dengan Tuhan. b. . agar kamu bertaqwa”. Secara umum ibadah dikelompokkan menjadi : a.Di samping itu ibadah juga merupakan pernyataan syukur kepada Tuhan yang telah mengaruniai manusia dengan berbagai nikmat yang tiada terhingga. Dengan demikian makin jelas. sehingga jumlah dan macamnya tak mungkin dapat dihitung oleh manusia. Teknis pelaksanaan ibadah ini secara operasional diserahkan kepada orang yang akan melakukannya. Ibadah dalam artian khusus ini tidak menerima perubahan baik berupa penambahan ataupun pengurangan. Ibadah ‘aammah atau ibadah qhairu mahdllah (non ritual) yaitu semua perbuatan positif yang dilakukan dengan niat baik dan semata-mata keridlaan Allah. Dalam istilah lain dapat dikatakan seluruh amalan yang dizinkan Allah. yaitu segala kegiatan yang ketentuannya telah ditetapkan oleh nash alQur’an dan as-Sunnah. sembahalah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu. B. juga merupakan cara untuk menyatakan syukur kepada Tuhan atas segala nikmat dan rahmat yang diberikan kepada manusia. dengan memperhatiakan situasi dan kondisinya. Shalat dalam ajaran Islam biasanya digolongkan dalam ibadah khusus. baik dari segi penciptaan fisik manusia yang begitu sempurna maupun dalam penyediaan segala kebuthan hidup manusia. karena itu cara melaksanakannya termasuk jumlah rakaatnya tidak dibenarkan 1 al-Baqarah ayat 21 : “Hai manusia. misalnya shalat. Macam Ibadah Macam ibadah ditentukan berdasarkan sudut pandang yang dipergunakan unutk menilainya 1.. Ibadah Khasshah atau ibadah mahdllah (ritual).

Jika terdapat penambahan atau pengurangan.1 Ibadah Muwaqat. Tanpa hal itu semua. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 103 : “ Sesungguhnya shalat itu adalah fardlu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. bahwa pada saat ini telah masuk waktu shalat yang didirikannya. disertai jiwa yang tulus atau ikhlas kepada Allah. ibadah dibagi menjadi dua bagian yaitu : a. Kemampuan meliputi kemampuan phisik. Ibadah Ijtima’I. artinya sembari beribadah orang lain dapat merasakan manfaatnya. Ditinjau dari sudut kepentingannya. Ibadah Jasmaniah Ruhiyah Maaliyah. Ibadah Jasmaniah Ruhiyah. Orang yang melakukan shalat diharapkan dapat menjaga dirinya dari perbuatan keji dan munkar. shalat yang dilakukan dianggap tidak sah. b. setiap shalat mempunyai waktu tertentu. Phisik yang lemah menyebabkan orang tidak mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik dan sempurna. haji dalam Islam hanya diwajibkan kepada orang yang mempunyai kemampuan (istitha’ah). Mislnya ibadah shalat. Yaitu antara zakki dengan mustahiq. maka nilainya menjadai tidak ada atau menjadi tidak sah. Ditinjau dari sudut pelaksanaannya. Kekuatan phisik diperlukan bagi mereka yang ingin melalkukan ibadah haji. Hadist Nabi menyatakan: 1 . Dilihat dari sudut waktu pelaksanaannya. ibadah haji tidak dapat dilakukan. b. yaitu mengadaada. dalam ajaran Islam mengajarkan. mental. Contohnya adalah ibadah zakat. terutama bagi mereka yang jauh dari mekkah. dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu : ibadah 4. maka hal itu dinamakan bid’ah. Kegiatan shalat memerlukan gerak anggota badan. 3. ibadah dibedakan menjadi dua kelompok yaitu : a. Di samping itu orang yang puasa diharapkan dapat benar-benar menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah. yaitu untuk mengurangi kesenjangan antara si kaya dengan si miskin atau orang yang tidak mampu. Contohnya adalah shalat yang terdiri beberapa perbuatan dan perkataan dengan disertai kekhusyu’an. yaitu ibadah yang manfaatnya hanya dapat dirasakan oleh orang yang melakukan saja dan tidak ada hubungannya dengan orang lain. yaitu ibadah yang manfaatnya di samping dirasakan oleh orang melakukan juga dapat dirasakan oleh orang yang lain. Orang yang akan mendirikan shalat harus mengetahui. 2. Contohnya adalah ibadah haji. Kalau diperhatikan penjelasan hadist yang berkaitan dengan waktu shalat. Contohnya adalah shalat dan shaum merupakan ibadah yang berhubungan langsung antara manusia dengan Allah. yaitu ibadah yang pelaksanaannya memerlukan kekuatan phisik. 4. ucapan tertentu dan keikhlasan. kecuali orang itu yang melakukannya sendiri. dan harta. Di samping itu tanpa materi. yaitu ibadah yang waktu pelaksanaannya sangat terikat dengan waktu-waktu yang telah ditentukan Allah atau RasulNya. Ibadah Fardy. Dengan mengeluarkan zakat berarti ikut meringankan beban orang lain. yaitu ibadah yang dalam pelaksanaannya memerlukan kegiatan phisik. misalnya dzuhur adalah mulai dari tergelincir matahari sampai dengan bayang-bayang sama panjangnya dengan benda yang didirikan dengan tegak lurus. bahwa zakat merupakan upaya untuk membersihkan harta seseorang dan sekaligus dapat berfungsi sosial. manusia tidak akan sanggup untuk melakukan haji dengan baik. mental yang membaja. Kedua nilai itu tidak akan diperoleh orang lain.untuk ditambah atau dikurangi. Apabila dilaksanakan di luar waktunya. artinya setiap shalat harus dilaksanakan pada waktunya masing-masing. dan materi. Tanpa kesiapan mental.

B. hal itu dapat dilakukan kapan saja. maka hal itu dapat dilakukan. tetapi ia berkata di dalam hadist itu: dan Nabi shalat yang kedua kalinya ketika bayangan tiap-tiap sesuatu menjadi sama. Apakah jawaban itu juga dapat digunakan untuk mereka yang tinggal di kutub? Jika ini dignakan. lalu Jibril berkata kepadanya: Berdirilah. Hanya waktu-waktu yang diutamakan 1 . Bagaimana shalat dipesawat ruang angkasa yang mataharinya terlihat setiap 5 menit.s. Lalu ibnu Abbas menyebutkan seperti hadist Jibril. Demikian juga hal nya dengan ibadah puasa Ramadhan. sudah ada jawabannya dari ulama Mekkah ketika putra mahkota Saudi ikut terbang ke angkasa. maka ia yang menyuruh shalat mengikuti shalat di Mekkah. bahwa Nabi SAW didatangi oleh Jibril a. Ibadah Ghairu Muwaqat. maka waktu shalat bagi orang di Eropa juga harus mengikuti shalat di Mekkah atau di daerah tropis di bawahnya. A. lalu shalatlah. “ Dari Ibnu Abbas. Imam Tarmidzi berkata: Hadist ini hasan. Kemudian Nabi shalat dzuhur ketika matahari sudah tergelincir”. Bagaimana orang shalat di kutub yang matahari terbitnya 6 bulan sekali?. Masalah timbul ketiaka perkembangan teknologi dan transportasi meningkat. yaitu ibadah yang waktu pelaksanaanya tidak tergantung dengan waktu-waktu tertentu.“ Dari jabir bin Abdullah. mengimami aku di Baitullah dua kali. 4. Begitu juga untuk bersedekah tidak ditentukan waktunya.s. Misalnya untuk bertasbih dan zikir kepada Allah. Timbul pertanyaan. Untuk pertanyaan B. artinya selama diizinkan Allah. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Jibril a.2.

1 tentu saja ada. maka ia kan menjadi immaterialistik atau spiritualistic.R. Manusia yang dalam kehidupannya terlalu mementingkan materi. Sedangkan manusia yang hanya mementingkan immateri. dan memelihara keselamatan alam semesta. seeperti sandang. maka ia akan menjadi materialistic atau serba materi. pangan dan papan. ibadah dibagi menjadi dua bagian yaitu : 5. Ibadah wajib. Apabila dilaksanakan yang bersangkutan mendapat ganjaran dan apabila tidak dilaksanakan yang bersangkutan tidak mendapatkan dosa. memakmurkan.1. Untuk kepentingan tersebut Allah menurunkan Agama Islam. misalnya shalat. yaitu unsure jasmani dan unsure rohani. maka yang bersangkutan akan mendapat dosa. misalnya sadaqah sangat afdhal apabila dilakukan pada bulan Ramadhan seperti yang dijelaskan hadist Nabi: “diriwayatkan dari Anas katanya. Manusia terdiri dari dua unsure. misalnya shalat rawatib dan dhuha. Oleh karena itu harus mendapat perhatian dan pembinaan yang seimbnag. ketika Rasulullah ditanya kapankah waktu yang paling baik/ paling afdhal melakukan sedeqah.2. Allah menjadi manusia dalam bentuk yang paling sempurna lagi dimuliakan. (H. . Unsur jasmani bersifat materi. Sedang unsure rohani bersifat immateri. yaitu ibadah yang sebiknya dilaksanakan. sepertti ajaran akhlak. TUJUAN DAN HIKMAH IBADAH Allah telah menjadikan manusia sebagai khalifahtullsh fil Ardhi dengan missi memimpin. Jawab Rasulullah: sedeqah di bulan Ramadhan. C. at-Tarmizi). Dengan tugas dan fungsi serta tanggung jawab manusia seperti tersebut di atas. Dilihat dari sudut status hukumnya. Apabila tidak dikerjakan.5. 5. Ibadah Sunnah. yaitu ibadah yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim dam muslimah. agar dengan berpegang pada ajaran Islam. oleh karena itu kebutuhannya adalah segala sesuatu yang bersifat immaterial. manusia mampu melaksanakan tugas kekhalifahannya sesuai dengan maksud Allah. mengelola. kebutuhannya adalah segala sesuatu yang bersifat maretial. kesenian dan agama. puasa dan zakat. Kedua unsure tersebut harus berkembang dengan baik dan seimbang.

selain untuk menyatakan ketaqwaan kepada Allah. bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja). Ibadah dalam Islam merupakan wasilah atau perantara dan sama sekali bukan qhayah atau tujuan. dan perbuatanperbuatan kurang baik lainnya. memohon supaya dilindungi dari godaan syaitan. Islam adalah agama Rahmatan Lil alamin atau rahman bagi seluruh alam. sehingga Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dapat dilihat dan dirasakan. sehingga dapat mencegah hawa nafsu untuk melanggar nilai-nilai Ketuhanan dan hokum yang berlaku dalam memenuhi kebutuhan kehidupan manusia. Ringkasnya dalam dialog dengan Allah.Oleh karena itu. dan seks. diiringi dengan upaya yang sungguh-sungguh ke arah itu. Kehidupan di akhirat merupakan lanjutan dari kehidupan di dunia dan bagaimana nasib seseorang di akhirat akan ditentukan oleh bagaimana kualitas hidupnya di dunia. Hal ii dapat difahami dalam firman Allah dalam surat al-Mukminuun ayat 110: “Maka apakah kamu mengira. Dalam bulan Ramadhan orang diajurkan pula untuk banyak mendirikan shalat dan membaca al-Qur’an. Jika seseorang melakukan shalat lima kali dalam sehari semalam denagan penuh keikhlasan menyampaikan permohonan tersebut. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami”. Pembinaan jasmani dan rohani bersatu dalam usaha membersihkan jiwa manusia. Dalam shalat terdapat dialog antara manusia dengan Allah. yaitu kehidupan pertama di dunia dan kehidupan kedua di akhirat. Oleh karena itu Islam rahbanah dan bukan pula agama yang mengajarkan untuk berlebih-lebihan mengajarkan ibadah. Allah menjadikan manusia bukan sekedar untuk hidup di dunia. Semuanya itu membawa orang pada keadaan dekat dengan Allah. 1 . minum. bahkan supaya senantiasa dekat dengan Allah. Kehidaupan di dunia adalah sementara yang sering disebut dengan istilah fana. Pada hakekatnya hal itu merupakan tujuan agama Islam. yaitu shalat. keinginan memaki orang. Untuk membina rohani Ibadah yang terdapat dalam syari’at Islam. melainkan diciptakan untuk senantiasa tunduk dan patuh kepada kehendak Allah dan Ia akan meminta pertanggung jawaan manusia. memohon ampunan dari dosa yang telah dilakukan. Adapun tujuan ibadah secara rinci adalah : 1. zakat dan haji. kemudian mati tanpa pertanggung jawab. diperlukan manusia yang bertaqwa atau patuh pada segenapperintah dan larangan Allah. juga bertujuan untuk menjadaikan rohani manusia senantiasa tidak lupa pada Allah. Mereka itu tidak lain adalah manusia bersih hatinya dan baik akhlaknya. memohon supaya diberi petunjuk ke jalan yang benar serta dijauhkan dari kesesatan dan berbagai perbuatan yang tidak senonoh dan lain-lain sebagainya. Perasaan dekat dengan Allah akan mempertajam kebersihan jiwa. menyerahkan diri kepada Allah. puasa. Manusia seperti inilah yang dapat memberikan kebaikan-kebaikan. Pembinaan yang seperti ini disempurnakan dengan pernyataan kasih saying kepada para dhu’afa atau anggota masyarakat yang lemah kedudukan ekonominya dengan mengeluarkan zakat fitrah. Oleh karena itu Islam mengandung ajaran yang berwawasan dunia akhirat dan tidak memisahkan antara dunia dengan akhirat. manusia memuja kemahabesaran dan kemahasucian Allah. seseorang memohon kiranya Allah membersihkan rohaninya. Di samping itu ia juga harus menahan rasa amarah.Manusia mengalami dua bentuk kehidupan. Dalam melaksanakan puasa seseorang diwajibkan menahan hawa nafsu makan. bertengkar. maka rohaninya menjadi bersih dan ia akan terjauh dari perbuatanperbuatan buruk dan jahat. sedang kehidupan di akhirat adalah abadi atau kekal. Dalam keadaan berhadapan dengan Allah.

karena dalam ibadah haji tiada perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin dan antara orang yang berkedudukan tinggi dengan orangberkedudukan rendah. orang yang mengerjakan haji juga merasa dekat sekali dengan Allah. walaupun ia mengambil bentuk penyerahan sebagian harta yang diperoleh untuk menolong fakir miskin dan orang-orang yang sedang berada dalam kesusahan hidup. serta diarahkan untuk mempunyai perasaan kasih.Ibadah haji merupakan usaha pembersihan rohani disertai dengan pembinaan jasmani dalam bentuk pakaian. murah hati. Untuk Membina Akhlak Akhlak atau budi perkerti luhur merupakan suatu hal yang sangat 1 . tetapi juga merupakan upaya pembinaan rohani. Sebagaimana halnya dalam mendirikan shalat. dan suka menolong anggota masyarakat yang berada damlam kekurangan. Selama mengerjakan ibadah haji perbuatan-perbuatan tidak baik harus dijauhi dan ditinggalkan.Dalam mengerjakan kewajiaban menunaikan ibadah haji adalah orang yang berkunjung ke Baitullah (rumah Allah) dalam arti rumah peribadatan yang pertama didirikan atas perintah Allah di dunia. Dalam ibadah haji terdapat pula latihan mempertajam rasa persaudaraan antara sesama manusia. Dalam hal ini rohani manusia dididik untuk menjauhkan kerakusan dan ketamakan pada harta benda. 2. makanan dan tempat tinggal yang sangat sederhana. Dengan demikian akan terbina pula rasa persaudaraan. Dalam hal kewajiban membayar zakat. Bacaanbacaan yang diucapkan pada waktu mengerjakan haji juga merupakan dialog antara manusia dengan Allah.

hanya saja belum berhasil mendekatkan pelakunya dengan Allah. Di samping itu Allah mengakui. wanita yang ditinggal mati suaminya. tidak berkeras menentang perintah-Ku. maka hiasilah agama itu dengan akhlak yang mulia dan hati yang pemurah. sehingga belum dapat menghilangkan perbuatanperbuatan yang tidak dibenarkan Allah. teratur. Rasulullah sendiri menyatakan bahwa diutusnya beliau ke dunia adalah untuk menyempurnakan pedoman dan ajaran akhlak. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat al-Ankabut ayat 45: “Sesungguhnya shalat itu mencegah orang dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar”. melaksanakan shalat dengan tertib. Oleh karena itu. bahkan ia merupakan factor penentu kebaikan dan ketentraman suatu masyarakat. sehinggga Rasulullah secara agak terperinci mengaitkan dengan sifat-sifat rendah dari pada Allah. dan orang yang ditimpa kesusahan”. orang terlantar dalam perjalanan. bahwa Rasulullah adalah orang yang memiliki akhlak yang luhur dan mulia. mengasihi orang miskin dan lain-lainnya melalui sebuah hadist qudsy sebagai berikut : “ Shalat yang kuterima adalah shalat yang menjadikan pelakuknya berendah diri di hadapan kebesaran-Ku. tidak heran jika hal itu banyak disinggung Allah dalam al-Qur’an. Oleh karena itu. Shalat yang tidak mampu menghindarikan dari perbuatan-perbuatan tercela dan sia-sia adalah shalat yang memiliki nilai rendah. Rasulullah pernah mengatakan. juga bertujuan untuk membina akhlak manusia. penting dalam kehidupan masyarakat. Demikian pentingnya kedudukan shalat dalam kaitanya dengan soal akhlak.sebagai agamamu. Shalat yang seperti itu selama telah dipenuhi syarat dan rukunnya tetap sah hukumnya. Selain itu. melainkan senantiasa ingat kepada-Ku dan menaruh kasih saying kepada kaum fakir miskin. tidak sombong. bahwa Allah telah menetapkan Islam 1 . Ibadah shalat sangat erat kaitanya dengan upaya pembinaan akhlak. Berbagai ibadah dalam Islam yang telah diwajibkan Allah kepada umat manusia. khusyu dan dilandsasi dengan nilai yang tulus karena Allah. akan dapat membentengi orang dari perbuatan-perbuatan tercela dan sia-sia.

Maha Perkasa dan Maha segala-galanya. Puasa yang dapat menghindarkan pelakunya dari bermacam-macam akhlak yang buruk adalah puasa yang dilakukan dengan menahan sedemikian rupa nafsumakan. sebagaimana diungkap dalam hadist Rasulullah: “Dari Abu Huraurah r. Larangan ini bermaksud agar orang meningglkan akhlak yang seperti itu dan suka melakukan akhlak yang baik. yakni manusia yang senantiasa mentaati perintah dan larangan Allah. berkat. sebagaimana halnya dengan ibadah-ibadah lainnya juga berkaitan dengan upaya pembinaan akhlak. barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. Jika ada seseorang mencaci maki atau mengajak berkelahi. yaitu agar manusia menjadi muttaqin. Ketika orang melaksanakan ibadah haji. Apabila terdapat banyak orang yang bertaqwa di lingkungan masyarakat. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 197: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Adapun jalan yang efektif ke arah itu adalah dengan tertib dan khusyu melakukan ibadah. berkata. Oleh karena itu.a. maka janganlah berkata kotor dan janganlah ribut-ribut. maka tidak boleh rafats. manusia yang senantiasa melalkukan perbuatan baik dan menjauhiperbuatan buruk dan jahat. Namun demikian ibadah dalam Islam bukan dimaksudkan untuk menyembah Allah. “Dari Abu Hurairah r. Ketika melaksanakan ibadah haji orang berdo’a supaya ibadah hajinya mabruur atau diterima Allah. Kerana manusia mempunyai kecenderungan untuk taat dan tidak taat.Jiwa pelaku zakat yang telah terbina akan melahirkan akhlak yang baik.a. serta menghentikan kerja inderawi dari hal-hal yang bersifat negatif. berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”. Zakat yang merupakan suatu tindakan memberikan sebagian harta yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat atau orang lain. serta disembah atau tidak disembah Allah tetap dalam keMahaannya. denagan zakat itu. sehingga benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan seharihari. kamu membersihkan dan mensucikannya”. maka hendaklah ia berkata: sesungguhnya saya sedang berpuasa:. manusia yang senantuasa mematuhi Allah dalam bidang apapun. Ibadah disyari’atkan semata-mata untuk kepentingan manusia itu sendiri. seluruh akhlak buruk dan jahat harus ditinggalkan. Ibadah puasa. maka masyarakat itu akan menjadi masyarakatyang baik. manusia harus berusaha supaya dapat dekat ke haribaan Allah atau taqarryb ilallah. Maha Kaya. Di antara indikasi ke mabruuran haji adalah terjadi perubahan sikap dan tingkah laku seseorang setelah kembali dari melaksanakan ibadah haji.Shalat yang dapat membuat pelakunya terjauh dari macam-macam sifat negatif adalah shalat yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Dalam ibadah haji juga terkandung tujuan pembinaan akhlak. karena Allah adalah Maha Besar. maka Allah tidak memperdulikan puasanya itu dimana ia telah susah payah meningglkan makan dan minum”. minum dan seks. sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 183 menjelaskan eratnya kaitan puasa dengan pembinaan akhlak karena yang hendak dituju dengan ibadah puasa adalah terciptanya manusia yang bertaqwa. maka Allah mengiringi perintah-perintahnya dengan sangsi atau ancaman yang berlaku di akhirat. Umat Islam melaksanakan berbagai ibadah adalah karena diperintahkan oleh Allah. Dari masyarakat yang baik insyah 1 . Menurut firman Allah dalam surat at-Taubah ayat 103: “Ambilah zakat dari sebagaian harta mereka. Rasululllah SAW bersabda: Barangsiapa tidak mau meningglkan kata-kata bohong dan selalu memperbuatnya. Rasulullah SAW bersbda: Apabila salah seorang di antara kamu sekalian itu berpuasa. ke arah peningkatan akhlak yang lebih baik. Orang yang khusyu dalam mendirikan shalat dijamin Allah akan memperoleh keberuntungan.

Faktor-factor keikhlasan sangat besar pengaruhnya bagi tercapainya tujuan ibadah.kan yang dalam. Melaksanakan ibadah dengan tingkat keikhlasan yang tinggi.Allah akan lahir generasi baru yang baik. Allah berfirman dalam surat al-Bayyinah ayat 5: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya mengabdi kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan)agama dengan lurus”. Ajaran-ajaran Islam ditujukan untuk umat manusia. Seharusnya setiap orang berusaha sekuat-kuatnya untuk mencapai kualitas ibadah seperti ini. Keikhlasan adalah perbuatan jiw. kecuali motivasi karena Allah semata-mata. yaitu sikap jiwa ketika melaksanakan ibadah yang tidak dipengaruhi oleh motivasimotivasi lain. yang akan melanjutkan tugas-tugas kekhalifahan manusia. agar memperoleh pedoman yang menjamin kebahagian dan kesejahteraan hidup duniawi dan ukhrawi. Memelihara Keseimbangan Unsur Rohani dan Jsmani Pada uraian-uraian di atas telah disebutkan bahwa Islam memandang manusia sesuai dengan hakekatnya. serta perorangan maupun 1 . 3. jasmani dan rohani. memungkinkan dapat beribadah dengan kekhusyu. karena ibadah seperti inilah yang dapat menyampaikan seseorang pada tujuan ibadah yang luhur dan mulia.

Al Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 201 mengajarkan. jasadmu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. tidur. Setelah Abdullah membenarkan berita itu. maka Nabi bersabda:”Kalau begitu puasalah seperti puasa Nabi Daud”. dengan demikian. Hadist Riwayat Bukhari dari Abdullah bin Amr menceritakan bahwa pada suatu hari Rasululllah dating di rumah Abdullah untuk menanjakan berita orang yang mengatakan. yang hidup di dunia menuju akhirat. puasa dan berbukalah kamu. Ditanyakannya bagaimana puasa Nabi Daud itu. cukuplah kau berpuasa tiga hari tiap-tiap bulan. masing-masing unsur . Manusia hidup memerlukan hubungan dengan Tuhan. setiap kebaikan diberi pahala sepuluh kali lipat. agar manusia mencari perkampungan akhirat dalampemberian Tuhan. bahwa waktu Abdullah habis untuk beribadah. Dan al-Qur’an dalam surat al-qashash ayat 77 mengajarkan. mungkin umurmu akan panjang. keluarga juga mempunyai hak yang wajib kau penuhi.harus memperoleh temapat secara seimbang. matamu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. Manusia hidup memerlukan hasil potensi alam. malam harinya untuk mengerjakan shalat dan siangnya untuk berpuasa. tetapi jangan melupakan hidup di dunia. shalat. Manusia merupakan kesatuan unsure rohani dan jasmani. dikatakannya pula kepada Nabi bahwa ia masih kuat lebih dari itu. Berdasar ayat al-Qur’an dan hadist Nabi tersebut dapat diperoleh kepastian bahwa pelaksanaan ibadah dalam Islam tidak boleh sampai mengabaikan kewajiban-kewajiban yang menyangkut kebutuhan jasmaniah dan duniawiah. tamutamumu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. agar manusia mohon kepada Tuhan untuk diberi kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat serta dipelihara dari siksa neraka. dikatakannya kepada Nabi bahwa ia mmasih kuat lebi dari itu. Abdullah masih merasa ringan. puasa tiga hari tiap-tiap bulan itu seperti puasa sepanjang masa”. maka Nabi bersabda:”Kalau begitu puasalah tiga hari tiap-tiap minggu”. Islam mengajarkan bahwa manusia yang berunsur jasmani dan rohani. oleh Nabi dijawab:”Setengah panjang masa” artinya sehari puasa dan sehari berbuka. maka Rasul bersabda: “janganlah kau lakukan demikian. 1 kemasyarakatan. Abdullah merasa amat ringan berpuasatiga hari tiap-tiap bulan itu. Hubungan dengan Tuhan dilakukan dengan iman yang bersebdi tauhid mutlak dan ibadah yang ihklas sesuai dengan tuntutan yang diberikan.

1 . kelihatan sekali bahwa factorfaktor kesanggupan hamba. Keinginan memperoleh kesenangan hidup di dunia jangan sampai mendesak kebutuhan membekali diri untuk hidup kekal di akhirat. Jangan sampai usaha memenuhi kebutuhan jasmani melalikan usaha memenuhi kebutuhan ruhaniah. Prinsip-prinsip yang diuraikan di atas berkaitan dengan kondisi fisik dan psikis manusia. sungguh Allah Maha mengetahui segala sesuatu yang dilakukan. Dalam hubungan ini. serta. Tuhan yang memberikan hidup. Masing-masing supaya memeriksa perbekalan apakah yang telah disiapkan untuk menghadapi kehidupan di masa depan. hendaklah bertaqwa kepada Allah. Orang jangan sampai lupa kepada Allah. keadaan kesehatannya. kehendaklah bertaqwa kepada Allah. naluriyahnya. dan juga kesempatannya turut dipertimbangkan. Jangan hendaknya seperti orang-orang yangb lupa kepada Allah. manusia perlu bekerja untuk mencukupkan kebutuhan hidupnya. alQur’an surat Al-Hasyr ayat 18-19 memperingatkan orang-orang beriman. mudah dimengerti dan dilaksanakan. karena akan melupakan mereka terhadap diri mereka sendiri.Islam mengajarkan agar manusia tidak perlu mengurangi sifat-sifat kodrat kemanusiaannya. karena ia akan lupa hakekat dirinya dan hakekat wujudnya. Oleh karena itu. sehingga syari’at ibadah dapat diterima akal. Allah sebagai Pencipta manusia. Orang-orang yang lupa kepada Allah adalah orang-orang yang fasik. dalam pembebanan ibadah keapada manusia. serta manusia supaya bekerja untuk memajukan dan meningkatkan kehidupan di dunia. Yang harus menjadi pokok perhatian adalah jangan sampai usaha keduniaan melalikan orang dari hubungan dengan Allah. MahaMengetahui keadaan manusia.

.………………………………..ARDI WINATA Dosen UNIVERSITAS DARMA PERSADA JAKARTA PENGANTAR PEMAHAMAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI DAFTAR ISI PENGANTAR ……………………………….………..… 1 II. i DAFTAR ISI ……………………………………………………………....….……..…………….…………………….... 9 1 . 9 Perbedaan Manusia dengan Hewan ..…. KONSEPSI MANUSIA DALAM ISLAM ………..…………………………. PENDAHULUAN .....…………………….. ii I.

59 A. Langkah-langkah dalam berijtihad ……………………….. Pikiran ………………….….….…….…………...……………………….………. 77 E.. 3.. Pengertian Ruh ……………... Sistematika Sumber Ajaran Islam ………………………….…… 103 Meniadakan kesukaran ………………………….. Ayat-ayat al-Qur’an dari segi Penunjukkan ………………….……... 2.………………. Perbedaan Pendapat Hasil Ijtihad ………………………….…. 107 B...….. Ayat-ayat al-Qur’an dari segi Sumbernya …………………….. 80 1. Re-orientasi IjtihaHikmah Ibadah …………………………….……...….………………………….….….......….………….…..1.………. Nafs dalam Alquran …. 91 5.………………….…… ..…….……. 71 D.……………… Penciptaan Dalam Al Qur’an …………….………………………………….….. 25 2.. 42 A.………. 85 3.. Tujuan dan Hikmah Ibadah ………….………...…. 2.. 59 B.…. Metode Ijtihad ……………………………………………….…… 36 Alquran tentang Hakikat Manusia ……………………. 54 IV. C. 1.……..…………. 3.…... 121 Memelihara keseimbangan ……………....……..……………………….…. Pengertian Nafs ……..….… 61 2. Obyek Pikiran ……………………...…………...…. Macam Ibadah …………………………………………….……… 105 3.………..………………….………. 69 1. 1 .. 27 C. 21 1.. 61 1.. 4..………….…..…………………. Ijtihad …………………………………………………………. 2.…..... 2. Ruh dalam Alquran ……………….….….……. Tidak Banyak yang dibebankan ……………………...... Fungsi Sunnah Rasul /Hadist dalam Syariat Islam ………………………………………………………….… 99 A. Makna Dua Kalimah Syuahadat Dalam Realitas Kehidupan ………………………. Obyek Qalbu …………………………………………………….…... 2...…………... 117 Untuk membina Rohani ……………….…………………….………. Ruang Lingkup Ijtihad ……………………………………. Ayat-ayat al-Qur’an yang Qathi dan Zhanni Dalalah Dan Kedudukannya sebagai Sumber Hukum …………………………………………………………. Akal dan Fungsinya dalam Alquran ……. Proses Pemahaman Tentang Tuhan ………………………….……...………… 99 Ada perintah dan ketentuan ………………….……………..…………………………….……. 43 1. Makna Kalimah Syahadat …………………...….……..…….…….. 45 3. Qalbu ………………………………………………..…. Konsepsi Penciptaan Aalam semesta …………………………………… 29 30 31 34 C...……..….……..……………... 3.……….... Pengertian Tentang Tuhan ………….… Proses Penciptaan Alam semesta …………….………………….. 50 4..…….…..……. KONSEPSI TUHAN DALAM ISLAM ……………………………….. nah Rasul dan Ijtihad sebagai Sumber Ajaran Islam ……………………….. 125 Pengertian Penciptaan ………………………. Prinsip-Prinsip Ibadah …………………………………….. Kebebasan Akal …………………….……………….………………... .………… 113 1...…. 3... Hikmah Ibadah Dalam Islam ………………………………………. Mekanisme Akal ………………….…………………………. Kualiatas Sunnah Rasul/Hadist ……………………………….. Tuhan dalam Al Qur’an . 83 2. 37 ..…... Hakikat Manusia …………………………. 87 4.…… 44 2.. 1... 119 Untuk membina Akhlak ………………………….………………..…… 12 13 17 19 B.. 94 VI.

Dengan pola seperti ini diharapkan mahasiswa dapat belajar secara aktif dan mandiri.nikmatnya keapada Rasulullah Muhammad SAW. Sesuai dengan uraian buku ini yang menyatakan bahwa pemahaman terhadap sesuatu apapun bentuknya merupakan sunnatullah. Sisi lain tenaga pengajar sebagai pembimbing materi perkuliahan ini. satu sisi tentunya diharapkan mahasiswa dapat lebih aktif mengkaji dan mendiskusikan materi perkuliahan. Semoga Allah SWT selalu melindungi hamba-hambanya dan melimpahkan rahmatnya kepada kita semua. Buku yanag berjudul “Pengantar Pemahaman Islam di Perguruan Tingggi” ini disusun untuk memenuhi tuntutan literature para mahasiswa.Semoga buku ini dapat memberi wawasan kepad para pembaca. Ardi Winata KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah. yang telah memberikan rahmat dan 1 . Jika ada saran dan kritik akan kami sambut dengan senang hati demi tercapainya kualitas yang lebih bermutu. H. apalagi memahami sumber keyakinan manusia itu sendiri yaitu agama. Karena tiu suatu pemahaman memerlukan suatu proses yang tidak pernah berhenti. segala puja dan puji serta syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Benar. agar proses belajar mengajar berjalan secara efektif. Yang terlah membuka fikiran manusia untuk menuntun kepada jalan yang benar. terutama kepada hambaNya yang menempatkan segala aktivitasnya sebagai karya ibadah. Sebagai buku pegangan. diharapkan lebih berperan selaku manajer kelas.

Al Ghazali. al-Mu’jam al-falsafi. Murtadha Mutahhari. Jakarta. 1979 4. 1957. Ahmad Muhammad Al-Hufy. Universitas Indonesia. Chicago. Min Akhlaqin Nabi. Jilid 7. C. Fakhr ad-Din Muhammad ar Razi.Lisan al-Arab. Tafsir al-fakhr ar-Razi. Singapura: Sulaiman Mar’I.Ihya’ulum ad-Din. Jean Paul Sarte. 12. 1983. 1966 5. Harun Nasution. Akal dan Wahyu dalam Islam. Van Peursen. 1980. Fi az-Zilal al-Qur’an. Cetakan ke 3. Ibn Manzur. Jakarta. 9. 1987 1 . Ernst Cassier. 1989 13. Bairut: Dar al-fikr. 7. 11. Ibrahim Madkur. An Essay on Man. Terjemahan K. terjemahan Forrest William. tanpa tahun 6. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. 14. Syyid Qutub. Departemen Agama . Tintamas. Mesir: Dar al-Misriyah li at-Ta’lif wa at-Tarjamah. New York. BPK Gunung Mulia. 8. Bertens. Bairut: Ahya al-Taras alArab 1967. Jakarta. Perspektif Al-Qur’an Tentang Manusia dan Agama. Muhammad Iqbal. Jakarta. Jilid 3. _____________. Major Themes of the Qur’an. Gunawan Muhammad. Sina. 16.DAFTAR PUSTAKA 1. 1968. Al –Qur’an dan Terjemahnya. 10. Cair: Mustafa al-Babi al-Halabi. Tubuh-Jiwa-Roh. Jakarta. (terj) Bulan Bintang. 1985. Bulan Bintang. Taufik Ismail. 1984 3. Cbibliotheca Islamic. Ibn. Kairo: al-Hai’ah al-‘Amah li Syu’un al-Mutabi al-Amiriyah. Fazlur Rahman. 1938. 15. The Transcendence of the Ego. Mizan. 1982. An-Najat. 1990 2. Jakarta. Manusia dan Agama.(terj) Ali Auda. Haidar Bagir. New York 1956. Bandung .A. Membangun Kembali Pemikiran Agama Dalam Islam. Pentej.

Shalat menjadikan Hidup Bermakna. VC. At-Tibyaan fil ulumil Qur. 18. Asal Usul Manusia menurut Bibel. Muhammadiyah. 20. 1966 28. Dr. 30. Fazlur Rahman. 1996. _____________. Rohama. Dar alIrsyad. Bulan Bintang. Zakat Pembersih Harta dan Jiwa. Pelita. Pelajaran Agama Islam. Ali Issa Othman. Memahami Beberapa Aspek Ajaran Islam. 1974. HA. Bulan Bintang. 1996 21. Jakarta.an. Terj. Abi al Qasim Muhammad Ibn ‘Umar al Zamakhsyari-alKhawarismi. Jakarta. 1981. Mesir: Dar al-Misriyah Li-at-Ta’lip wa at Tarjamah. Terj. Ali As-Shabuny. 29. Shahih Bukhary.”Umul Qur’an”. Lisan al-Arab. 34. Ramadhani. Syeikh Muhammad Al-Ghazali. Bandung 1990. Rahmani Astuti. 19. Mansur ibn. 37. Rasyidi. Jakarta. _______________. Bnadung. Mesir. sains. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. Makalah Paramadina.) Pustaka Jaya. Moh. Bulan Bintang. al-quran. Solo. CV. 1989 27. 2000. Baiquni. Dasar-DasarAgama Islam. Paramadina. 31. Mizan Bnadung. 35. Sumbangan HUT Ke 70 Prof. M. H. 1998 25. Kairo. Qur’an dan sains Moren. Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern.(terj. Mukti Ali. Hayatu Muhammad. Alam Ghaib Punya Hukum Sendiri. 1980 Hamka. Filsafat Fisika dan Al Qur’an. _______________. Jakarta. 33. Bibel. Jakarta. Al Kasysyaf 38. Muhammad Husein Haikal. No. 26. 1989.Teropong Islam terhadap Ilmu Pengetahuan. Janusri 1992. _______________. 1973. _______________. _____________. Jakarta. 36. 24. Makalah Pesantren Teknologi. Konsep-konsep Kosmologi Dalam Al – Quran. Rasyidi. ______________. 18 Maret 1991. Mizan. 32.M. 1 . Jakarta. Bairut. _______________. Jakarta. Manusia Menurut Al-Ghazali. Kamaruddin Hidayat.4 Januari-Maret 1990. Dar Ihya al Kutuil Arabiyah. Bandung 1986. Rohama. Sains dan Teknologi dalam Islam. Mizan. Zakiah Daradjat. 1978. Bucaille. 17. Serie KKA 28/THN III/1989. Agama dan Masa Depan. Abu Hasan/Nuruddin Muhammad Ibnul Hady Samady. Studi Krisis Atas Hadist Nabi : Antara Pemahaman Tektual dan Kontektual. Bulan Bintang. Pustaka. Maurice. Achamad. Jilid 7 1968.23. 1996 22.

H. dan Kuliahtul Ulum El Islamiyah Thawalib Padang Panjang selama 3 tahun.RIWAYAT HIDUP Drs. dua laki-laki satu orang perempuan. Ketiga anak saya ini masih dalam proses pendidikan. Zaghlul Jusuf. Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. Menjadi dosen tetap Universitas Darma Persada ini sejak tahun 1988 hingga sekarang mengasuh mata kuliah “Agama Islam”. Sejak tahun 1986 menjadi asisten dosen Dr. kemudian melanjutkan ke Fakultas Ushuluddin tahun 1978 menyelesaikan serjana muda 1981 dan melanjutkan tingkat doktoral Jurusan Aqidah dan Filsafat IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Atas nama Universitas Darma Persada. Ir. Pada tahun 1990 menunaikan ibadah haji yang dibiayai oleh Alm. Dekan Fakultas Teknologi Kelautan. Demikian sekilas profil untuk memudahkan berkomunikasi. Bambang Suryo Sunindar. Allah menitipkan satu orang istri dan tiga orang anak. 1 . Buku ini dibuat dengan judul Pengantar Pemahaman Islam di Perguruan Tinggi. dan Selesai pada tahun 1986. kemudian pindah ke Pesantren di Thawalib Padang Panjang selama 2 tahun. dari keluarga pedagang berasal dari Danau Maninjau Sumatra Barat. untuk mempermudah pemberian materi kuliah. Pendidikan SDN 3 Curup. tamat tahun 1970 dan pernah menempuh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Curup hingga kelas 2. SH di Universitas As-Syafiyah dan Akademi Gizi. Ardi Winata dilahirkan di Curup Propinsi Bengkulu pada tanggal 16 Juni 1957.

1 .

PENGANTAR PEMAHAMAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI ARDI WINATA 1 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful