Buku Ajar Materi Kuliah2.Doc

I.

PENDAHULUAN Untuk dapat dipahami oleh para mahasiswa bahwa mata kuliah Pendidikan Agama Islam, hanya diberikan atau didapat dalam satu semester dengan bobot 2 sks, dengan menggunakan empat belas kali tatap muka. Setelah itu, hingga selesai kuliah tidak akan ada lagi, kecuali belajar sendiri. Oleh karena itu, suatu yang sangat sulit bagi pengajar untuk menentukan materi apa yang tepat harus diberikan, dengan asumsi bahwa para mahasiswa telah mempunyai pengetahuan tentang ajaran Islam. Buku ini hanya memuat atau membahas materi pokok yang ada dalam ajaran Islam. Pernyataan yang dikemukakan oleh Dr. Kamaruddin Hidayat di bawah ini sangat membantu para mahasiswa untuk memahami bagaimana caranya mempelajari dan memahami ajaran Islam di Perguruan Tinggi. Membicarakan problem studi Islam di perguruan tinggi, setidaknya terdapat sebuah pertanyaan yang perlu direnungkan bersama: adakah Islam dikaji sebagai obyek keilmuan sebagaimana disiplin ilmu yang lain, ataukah Islam dijadikan rujukan pandangan hidup ataupun akidah untuk mempelajari dan menjalani kehidupan? yang ideal mestinya kedua aspek itu terintegrasikan menjadi satu pendekatan yang utuh sekalipun pada prakteknya banyak kendala yang harus diselesaikan karena setiap pilihan yang diambil akan berimplikasi pada metodelogi serta target akhir yang hendak dicapainya. Jika lembaga perguruan tinggi didefenisikan sebagai lembaga riset keilmuan, maka pilihan pertama akan lebih dahulu dikedepankan. Dan ini yang biasa dilakukan diperguruan tinggi Barat. Hampir semua universitas bergensi di wilayah Amerika Utara dan Eropa Barat semuanya mulai memperkenalkan Islamic Studies sekalipun diantara mereka ada yang lebih senang memperggunakan istilah Middle Eastern Studies, yang di dalamnya terdapat studi keislaman. Alasan mereka adalah bahwa Islam dipandang sebagai fenomena budaya dan fenomena sejarah sehingga sebagai obyek kajian ilmiah 1

siapa saja bisa melakukan studi Islam sekalipun bukan orang muslim. Oleh karenanya banyak buku-buku tentang Islam yang ditulis oleh para ilmuwan Barat yang secara akademis memiliki bobot yang tinggi. Lalu, bagaimana sebaiknya kebijakan dan strategi pendidikan Islam di perguruan tinggi? Di sini terdapat dua kata yang memiliki konotasi berbeda. Pertama, kata pendidikan dan kedua, perguruan tinggi. Selama ini wacana keilmuan di perguruan tinggi lebih ditekankan pada pendekatan pengajaran ilmiah, sedangkan istilah pendidikan lebih ditekankan pada jenjang sekolah di tingkat bawah. Tentu saja aspek pendidikan dan pendidikan agama tidak bisa dipisah- pisahkan, sekalipun dari sisi metode penyampaian dan berbagai asumsinya yang berkait memang berbeda. Dengan demikian, pengajar agama Islam di perguruan tinggi dituntut berijtihad menemukan metode yang tepat, bagaimana Islam diajarkan sebagai obyek kajian ilmiah namun sekaligus mata kuliah Islam juga memiliki tugas pendidikan untuk membantu mahasiswa tumbuh menjadi yang berakhlak mulia, relijius dan memahami dasar-dasar ajaran Islam. Mempertemukan dua tuntutan ini sangat penting mengingat hampir di setiap diskusi dan pengajian selalu saja ada pertanyaan tentang kenapa terjadi kesenjangan yang begitu lebar antara idealitas ajaran agama yang diyakini benar, hebat dan tinggi, dan di sisi lain realitas perilaku para pemeluknya yang seringkali bertentangan dengan ajaran agamanya. Bahkan sekarang ini klaim yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang relijius kehilangan validitasnya karena ternyata banyak sekali tragedi sosial-politik yang sama sekali tidak mencerminkan ajaran agama yang menyerukan pada perdamaian, pembelaan terhadap hak-hak asasi manusia, kejujuran, amanah dan lain sebagainya dari nilai luhur keagamaan. Kenyataan ini bagaimanapun juga harus menjadi perhatian dan agenda pemikiran pengajar agama di perguruan tinggi karena mahasiswa adalah calon sarjana yang memiliki peluang untuk mendudduki lapisan menengah ke atas dalam masyarakat.

Kesenjangan antara retorika dan ajaran agama yang begitu ideal dan realitas sosial yang menyimpang akhir-akhir ini menjadi sorotan kritik dan keluhan masyarakat sehingga citra dan wibawa agama – yang tampilkan oleh ulama dan lembaganya menjadi turun. Sekedar contoh, Nabi Muhammad saw pernah bersabda: “Islam itu sangat tinggi, dan karenanya tidak ada yang lebih tinggi darinya.” Pernyataan ini seringkali dikemukankan oleh para penceramah untuk menegaskan bahwa Islam itu hebat dan tinggi sehingga bila terjadi penyelewengan dan kezaliman yang dipersalahkan adalah para penganutnya, karena dianggap tidak memahami sekaligus tidak mempraktekkan ajaran agamanya secara benar. Sekilas argumen tersebut memang mudah diterima. Tetapi bila dikritik dan direnungkan, maka akan timbul pertanyaan: jika ajaran Islam itu memang benar, hebat dan tinggi, tetapi ternyata tidak mampu mempengaruhi para pemeluknya, lalu di mana pembuktian kebenaran, kehebatan dan ketinggian ajarannya itu? Dan lagi di mana relevansi kebenaran dan kehebatan ajaran Islam, jika tidak mampu mempengaruhi perilaku pemeluknya? Inilah kira-kira salah satu problem dan tantangan yang perlu oleh pengajar agama terutama di lingkungan perguruan tinggi. Dan tampaknya problem tersebut diakibatkan antara lain oleh adanya oreientasi pendidikan agama yang kurang tepat untuk tidak menyebut keliru. Tiga hal yang bisa dikemukankan sebagai indikator kekeliruan dimaksud ialah: Pertama, pendidikan agama saat ini lebih berorientasi pada belajar tentang ilmu agama. Karena itu tidak aneh kalau di negeri ini sering kita saksikan seseorang yang banyak mengetahui nilai-nilai ajaran agama, tapi perilakunya tidak mencerminkan nilai-nilai ajaran agama yang diketahuinya. 1

Kedua, tidak memiliki strategi penyusunan dan pemilihan materimateri pendidikan agama sehingga sering tidak ditemukan hal-hal yang prinsipil yang seharusnya dipelajari lebih awal, malah terlewatkan. Kekacauan materi pendidikan agama ini terlebih jelas lagi terlihat pada pemilihan disiplin ilmu fikih yang dianggap sebagai puncak atau inti agama itu sendiri. Disebabkan oleh oreintasi pendidikan agama semacam itu, maka Islam seakan diidentikan dengan paham fikih. Dan beragama yang benar adalah bermazhab fikih yang benar dan yang diakui oleh mayoritas, sehingga siapa saja yang sedikit berbeda dengan mazhab fikih yang dianut mayoritas, maka dituduh menyimpang dari Islam. Alam pikiran semacam ini masih terasa kuat di kalangan para mahasiswa perguruan tinggi Islam, apalagi di perguruan tinggi umum. Ketiga, kurangnya penjelasan yang luas dan mendalam serta kurangnya penguasaan semantic dan generik atas istilah-istilah kunci dan pokok dalam ajaran agama sehingga sering ditemukan penjelasan yang sudah sangat jauh dan berbeda dari makna, spirit dan konteknya. Disiplim keilmuan dalam Islam sesungguhnya sudah sangat kuat dan kaya. Dengan begitu, kalau saja pihak pengajar mampu menemukan metode pengajaran yang tepat dengan ditopang oleh penguasaan materi keislaman, maka sesungguhnya pengajaran dan pendidikan Islam menjadi kuliah yang menarik, aktual dan hidup. Kontektualisasi dan reinterpretasi ajaran Islam adalah agenda pemikiran Islam yang selalu diperlukan pada setiap zaman. Pendekatan terhadap Islam yang selama ini lebih bersifat normative deduktif perlu dilengkapi dengan pendekatan induktif histories sehingga mahasiswa bisa mebedakan mana ajaran Islam yang berupa produk sejarah dan hasil ijtihad dan mana yang bersifat normativedoktrinal.

1

di sini terlihat bahwa Kiai Ahmad Dahlan mengajarkan para muridnya untuk belajar beragama. berbulan-bulan lamanya hanya mengajarkan Surat al-Ma’un (surat 107) kepada para muridnya. Ketika muridnya sudah nyaris bosan karena setiap belajar surat itu diulang-ulang. Dengan kata lain.Pertama. Demikianlah. sama halnya kita paham akan ayat itu. Demikian juga orang yang mempelajari ilmu dan teori-teori keberagamaan secara luas dan mendalam. tapi dalam aksinya tidak menunjukkan relevansi dengan pengetahuannya tersebut. meskipun semua teori tentang berenang sudah dikuasinya. menghayati. Kita mengafal keutamaan menolong anak yatim tetapi kita belum pernah melaksanakan. Para peneliti dan pemikir 1 . Pendekatan kedua ini berkembang sangat pesat di Barat. kita belum bisa pindah ke ayat lain karena kita belum bisa mengamalkan isi surat ini. Setidaknya terdapat mempelajari Islam. Oreintaì ini mengasumsikan mahasiswa sebagai subyek yang aktif sehinggailmu agama disini mirip dengan ilmu beladiri. ilmu agama itu bukanlah ilmu yang hanya menitikberatkan pada teori tanpa aksi. dan mempraktekan. konon diceritakan bahwa Kiai Haji Ahmad Dahlan. misalnya. sementara dia tidak mencintai dan tidak bisa berenang? Orang yang demikian tetap akan dikatakan sebagai orang tidak bisa berenang. mempelajari Islam sebagai sebuah pengetahuan. sehingga esensi ajaran agama bisa menginternalisasi ke dalam diri pribadi-pribadi dalam aktivitas kesehariannya. bahwa belajar berarti memahami. bukan belajar tentang agama. maka orang itu akan dikatakan sebagai orang yang belum bisa beragama. ilmu olah raga. Dalam rangka belajar beragama ini. Untuk apa seseorang diajari teori berenang dengan sangat luas dan mendalam. Disini aspek religiusitas dan spiritualitas menjadi sangat penting. mempelajari Islam untuk kepentingan mengetahui bagaimana cara beragama yang benar. dua pendekatan yang menonjol dalam Kedua. atau ilmu kesenian. pendiri Muhammadiyah. maka Kiai Ahmad Dahlan mengatakan. tapi justru teori dan aksi itu adalah hal yang tak terpisahkan. Padahal surat itu hanya terdiri dari tujuh ayat pendekpendek.

Karena itu perlu dipertimbangkan tiga aspek berikut ini. Pertama. dan organisasi-organisasi kemahasiswaan. Ini tidak berarti aspek sejarah Islam ditolak. kembali pada Alquran tidak berarti meniadakan perbedaan di antara umat karena perbedaan merupakan dinamika sejarah yang tidak mungkin bisa dihapuskan. Dengan pendekatan ini diharapkan kita lebih bisa menangkap pesan dasar Alquran dan mengartikulasikan kembali dalam konteks ruang dan waktu yang berbeda. membebaskan diri kita dari hegomoni makna atas sejarah masa lalu kaum muslim. Namun begitu sejarah jangan sampai memenjarakan kebebasan dan kedinamisan serta kreatifitas kaum muslim. Dua pendekatan di atas karenanya mesti menjadi orientasi pendidikan Islam terutama di perguruan tinggi. dan bila perlu melahirkan keputusan-keputusan baru yang bersifat preskriptif bagi tindakan kaum muslim di zaman kini. membaca dan memahami ayat-ayat Alquran serta menggali konteks social histories yang melatar belakanginya dengan mempertimbangkan berbagai macam gejala cultural. menengah hingga atas bahkan perguruan tinggi selalu saja masih banyak didominasi oleh materi pelajaran fikih. Sebab itu. tetapi bagaimana mensikapi sejarah secara kritis dan apresiatif karena sejarah tetap merupakan salah satu sumber pengetahuan yang harus dikuasai dan terus digali. Dalam hal orientasi pendidikan ini. Catatan akhir. filsafat. maka seseorang yang berpegang pada etika akan tetap menjaga persaudaraan. wawasan 1 . tetapi kita masih menemukan perbedaan pendapat soal hukum. pelajaran agama dari mulai tingkat dasar. jangan hanya aspek legal-formalnya. Pembinaan intelektualitas dan spiritualitas Islam bagi para mahasiswa yang terjadi di luar kampus tidak bisa dipandang sebelah mata. maka aspek ini akan banyak diambil alih oleh kelompokkelompok studi. kehormatan masingmasing dan akan mengutamakan tujuan yang lebih pokok demi kepentingan-kepentingan banyak orang. yaitu perlunya menyusun dan memilih kembali materimateri pendidikan agama yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa/mahasiswa. Kedua. perlu ditambahkan orientasi lainnya. Ketiga. Dari sudut pandang akademis mungkin saja mereka lebih jauh menguasai Islam dari pada para kaia yang mengajarkan dan mengamalkannya dari lingkungan pasanteren. Kalau tidak. politis dan antropologis. sehingga tidak saja terjadi peningkatan pengamalan religiusitas di kalangan para penganut Islam. komporatif. Kembali pada Alquran dan al Sunnah pada giliranya kembali pada etika sebagai rujukan hidup kita bermasyarakat dan bernegara. Misalnya. meskipun di antara kita telah bersama-sama berpegang pada Alquran. baik dalam bidang fikih. melainkan juga terjadi peningkatan keilmuan Islam.yang memandang bahwa Islam sebagai pengetahuan memang berbeda samangat dan metodologinya dari mereka yang mendekati Islam sebagai keyakinan yang telah dianutnya secara militan. Padahal semestinya di perguruan tinggi itu para mahasiswa mulai berbicara pada tingkat wawasan yang bertujuan pada peningkatan penalaran yang analitis. Sebab. remaja masjid. kedua pendekatan di atas tampaknya perlu terus mendapat perhatian yang serius. pada semester ke berapa pendidikan Islam diajarkan di perguruan tinggi? Memperhatikan yang terjadi saat ini. Kenyataan adanya sekian banyak mazhab dalam pemikiran Islam. menganalisa setiap ayat Alquran yang hendak dijadikan pedoman dalam bertindak dengan menangkap dimensi etisnya. yaitu upaya gerakan kembali pada Alquran dengan pendekatan yang lebih ilmiah dan multidisipliner. Dalam hal orientasi pendidikan. ilmu kalam dan tasawuf kesemuanya itu anak kandung peradaban Islam yang memiliki landasan pemahaman atas Alquran. Banyak mahasiswa memperoleh kematangan berpikir.

Tapi hipotesa sementara demikianlah adanya. Tidak aneh karenanya jika terdapat sebagian perguruan tinggi yang memilih calon-calon tenaga pengajar dan pegawai administrasinya yang membawa surat rekomendasi dari lembaga atau organisasi ekstra dan kelompokkelompok belajar mahasiswa. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).keislaman dan ketrampilan berorganisasi justru dari kegiatan-kegiatan ekstra di luar kampus. Melalui kelompok-kelompok studi intensif yang digelar dan dikerjakan oleh para aktivis mahasiswa telah mendorong munculnya iklim intelektualitas Islam di kampus-kampus. Tentu saja. lebih terampil kerjanya. Alasannya karena mereka dinilai lebih matang kepribadiannya. semua ini perlu diteliti secara ilmiah tentang kebenarannya. Peran organisasi remaja masjid. Belum lagi lembagalembaga swadaya masyarakat yang kini bermunculan sangat banyak. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). 1 . dan organisasi lainnya terbukti sangat kontributif dalam menciptakan iklim intelektualitas di kalangan mahasiswa. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). dan lebih dedikatif menjalankan tugasnya.

Bukan berati bahwa semua hal yang disebut itu tidak penting. termasuk hewan-hewan yang bentuk tubuhnya sangat dekat dengan manusia. sedangkan kemampuan berpikir dan benalar itu memungkinkan pada manusia.KONSEPSI MANUSIA DALAM ISLAM A. karena itu ia memiliki susunan otak yang paling sempurna dibandingkan dengan otak berbagai jenis mahkluk hidup lainnya. Inilah yang memberikan kelebihan. alam dan Tuhan. Dalam buku Agama dan Manusia. menurut Murtadha Muntahhari menyatakan bahwa perbedaan keduannya terletak pada dimensi pengetahuan. namun dalam ajaran Islam berpikir dan benalar serta dimensi pengetahuan. Namun suatu pertanyaan yang perlu dikemukakan apakah yang membedakan manusia dengan hewan secara mendasar? Dalam buku Pengantar ke Filsafat Sains. bukan sesuatu yang sangat vital bagi manusia apabila ditinjau dari sudut pandang agama. kesadaran. Ketika manusia berusaha untuk mencoba menjawab perbedaan dirinya dengan hewan. maka jawaban sudah dapat dipastikan berbeda-beda sesuai dari sudut pandang cara memahaminya. Perbedaan manusia dengan hewan Dalam sejarah pemikiran manusia berbicara tentang masalah manusia suatu hal sangat menarik dan unik. kesadaran merupakan alat bagi manusia untuk memahami eksistensi dirinya. karena aspek bepikir dan benalar serta dimensi pengetahuan. yaitu primata yang primi . Andi hakim Nasution menyatakan bahwa perbedaan manusia dengan hewan terletak pada kemampuan manusia untuk berpikir dan bernalar. 1 . kesadaran dan tingkat tujuan mereka. Perbedaan yang dinyatakan dari kedua pendapat di atas belum menunjukkan kepada perbedaan yang mendasar. keunggulan serta membedakannya dirinya dari semua hewan yang lain.

dinyatakan bahwa “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknuya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. berpikir. Karena semua alat-alat tersebut tidak akan berfungsi bersamaan dengan wafatnya seseorang. Al-Qur’an membedakan secara mendasar pengrtian qalbu dengan alafhida (fuad) dalam surat tersebut di atas. 17: 85. 58: 22. Karena pengertian qalbu yang digunakan dalam Al-Qur’an banyak hal berbicara tentang persoalan fisik. 38: 72. Di samping itu. Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa kunci dasar kehidupan dan keberadaan manusia itu adalah ruh. pengelihatan dan al-afhida (fuad) manusia ini sebagaimana yang disebut pengetahuan bagi manusia. ar-ruh juga diartikan sebagai hakikat berpikir atau kecerdasan yaitu kemampuan manusia untuk siap memperoleh ilmu.Berpikir dan bernalar serta dimensi pengetahuan.. bukanlah sesuatu yang dapat mempertanggung jawabkan semua perbuatan manusia di akhirat nanti. Dan hanya kepada kamilah kamu akan dikembalikan”. Produk dari hasil pendengaran. Jika demikian. bernalar dan mempunyai aspek pengetahuan serta mempunyai kesadaran. karena ruh yang membuat manusia mempunyai pendengaran. 66:12. 21 : 91. dan tidak tepat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut hati. karena ruh itu akan kembali kepada Allah untuk mempertanggung jawabkan semua hasil perbuatan yang dilakukan di atas dunia. suatu pertanyaan yang perlu dikemukakan apakah berpikir dan bernalar serta dimensi pengetahuan. Karena ruh tidak akan pernah wafat ketika manusia itu meninggalkan dunia. serta bersifat ketuhanan. yang memungkinkan seseorang menyusun pengetahuan dan berhubungan dengan kebenaran. hal ini dapat dilihat di dalam pengertian-pengertian yang dikemukakan dibawah ini : 1. Al-Quran membedakan secara tegas antara ruh dan jiwa. yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut hati dalam bentuk fisik. Dalam kaitan ini. Al-Gazali menjelaskan sebagai yang halus yang ada dalam diri manusia yang memungkinkannya untuk mengetahui sesuatu dan dapat menangkap pengertian. kesadaran tersebut dapat mempertanggungjawab kan semua perbuatan yang pernah dilakukan manusia di atas dunia ini? Dalam ajaran Islam. Dalam Alquran surat 32: 7-9. ruh yang ada dalam diri manusia ini yang membedakan manusia dengan hewan. ruh adalah kekuatan berpikir. karena ilmu itu diperoleh melalui pendengaran. penglihatan dan afhida (fuad). pengelihatan dan al-afhida (fuad) manusia. tetapi mereka sedikit sekali bersyukur.kenudaian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (sperma) – kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh (ciptaanNya) dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. Oleh karena itu. Sedangkan yang wafat di dalam diri manusia adalah jiwa. Pengertian Ruh 1 . kesadaran sebagaimana yang dinyatakan kedua pendapat tersebut adalah merupakan produk dari essensi yang membedakan manusia secara mendasar dengan hewan. apa yang membuat manusia itu dapat berpikir. nalar dan aspek dimensi pengetahuan serta kesadaran yang dikemukakan oleh kedua pendapat di atas. namun dalam hal yang bersifat non fisik. sementara pengertian al-afhida (fuad) dalam Al-Qur’an tidak berbicara dalam bentuk fisik. Jika dipahami secara filosofis bahwa apa yang dinyatakan oleh Allah ini merupakan sumber memperoleh ilmu. pengelihatan dan al-afhida (fuad). “tiap-tiap yang berjiwa akan menemukan mati. sebagaimana diungkap dalam surat 21:35. Selain dari ayat tersebut di atas dapat dilihat dalam surat 15: 29. Oleh karena itu.

karena dapat membinggungkan. dan dalam kondisi manusia gagal memahami dirinya. bukankah ia harus mengetahuinya? Jika manusia tidak dapat mengetahui sesuatu yang amat penting baginya. pada umumnya diakui bahwa ruh adalah sesuatu yang amat penting bagi kehidupan manusia. memahami sesuatu yang amat penting baginya. Ruh sering dipahami sebagai pusat kehidupan. sehingga banyak orang beranggapan bahwa soal ruh itu tidak perlu dibicarakan. tentu saja berbeda dengan pengetahuan manusia tentang jasadnya. ditimbang bahkan difoto. Pengetahuan tentang ruh. Jika tidak. apakah ia layak diminta pertanggungjawaban atas segala perbuatannya? Di pihak lain. kematian adalah tiadanya ruh. karena berkaitan dengan medan yang immaterial. maka ketentuan Tuhan untuk minta pertanggungjawaban manusia atas segala perbuatannya. Dalam kaitan ini. tentu disertai dan didasarkan kemampuan yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk memahami dirinya. Kenyataan ini mau tidak mau mengharuskan adanya pengetahuan manusia memahami dirinya. menjadi sia-sia dan kehilangan makna.Persoalan ruh adalah persoalan yang amat pelik. yaitu ruh. yang bisa diraba. timbul persoalan. yaitu ruh. Pengetahuan tentang ruh bersifat spiritual. 1 . diukur. Sesungguhpun demikian. Dilihat dari jurusan ini. Kesulitan memahami ruh ini terlihat dari betapa banyaknya pendapat yang mencoba untuk memberikan penjelasan tentang ruh. bukankah itu berarti bahwa ia gagal memahami dirinya?. ternyata Tuhan seperti yang diajarkan oleh agama meminta pertanggungjawaban manusia atas perbuatannya. jika ruh itu amat penting bagi manusia. memahami sesuatu yang amat penting bagi dirinya. maka kehidupan ada jika ada ruh. memahami segala akibat-akibat perbuatannya. maka ketentuan Tuhan meminta pertanggungjawaban kepada manusia.

dapat juga menunjukkan suatu instansi atau fungsi lebih tinggi dalam fisik manusia. sedangkan an-nafs menunjukkan arti perempuan. perintah atau arahdan (4) an-nafs. Dengan demikian. serta bersifat ketuhanan. yang pertama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-ruh al-quds 1 Kata ruh adalah ar-rih yaitu angin. Oleh karena ituar ruh disebut annafas yaitu nafas atau nyawa. ia juga merupakan orientasi manusia di dalam masyarakat dan kebudayaannya. yang tersebut dalam 20 ayat. Al-Gazali menjelaskan sebagai yang halus yang ada dalam diri manusia yang memungkinkannya untuk mengetahui sesuatu dan dapat menangkap pengertian. Oleh karena itu. ruh adalah kekuatan berpikir. Kata Ruh dalam Alquran Dalam Alquran terdapat 21 kata ar ruh. yang memungkinkan seseorang menyusun pengetahuan dan berhubungan dengan kebenaran. Kata ar-ruh dalam Alquran dipakai dalam berbagai arti dan konteks. yang tidak jarang dianggap Ilahi. 16: 102. Di samping itu. ar-ruh menunjukkan arti laki-laki. Yang pertama kata ar-ruh dikaitkan dengan kata al-quds seperti yang tersebut dalam surat 2 : 87 dan dilihat juga pada surat 2: 254.dan an-nafs adalah searti. 2. Menurut Abu Bakar al-Anbari kata ar-ruh . Bagi orang Arab. Menurut Abu Haitham. pengertian ruh menjadi sulit diberikan defenisinya secara tepat. ruh adalah nafas yang berjalan di seluruh jasad. Tentang ar-ru al-quds ini ada beberapa pendapat. Di samping itu. Menurut Ibn Atsir ruh itu dipakai dalam berbagai arti tetapi yang penting umum ialah sesuatu yang dijadikan sandaran bagi jasad dan dengan ruh itu tercipta kehidupan. kegembiraan. Dalam kaitan ini. kata ruh sering juga disebut an-nafs yaitu jiwa. Bagi Ibnal-Arabi kata ar-ruh mempunyai banyak arti yaitu (1) al-farh. jiwa atau keakuan. Jika ruh itu keluar maka manusia tidak akan bernafas. jika ingin berbicara tentang ruh dalam arti konkrit. 5: 110. maka istilah ini harus dikaitkan dengan seluruh praksis manusiawi yang berlangsung secara sadar atau tidak sadar dalam kebudayaan. ar-ruh juga diartikan sebagai hakikat berpikir atau kecerdasan yaitu kemampuan manusia untuk siap memperoleh ilmu. (2) Alquran (3) al-amr. ruh sering disamakan dengan jiwa.

perkara dan urusan dari Allah. Dalam Alquran kata ruh. Kata amr dalam Alquran dipakai untuk berbagai arti.. Dengan demikian. Alquran menyatakan dalam surat 65: 5. Yang kedua adalah Kitab Injil. seperti yang dinyatakan dalam Alquran surat 54: 12. kata ruh juga dipakai untuk menyatakan sesuatu yang dihembuskan dari Allah ke dalam diri manusia. Jadi. maka ruh akan sulit dipahami pengertian nya. Kata ruh sebagai sesuatu dari perintah Allah yang disampaikan malaikat kepada hamba-hamba Tuhan itu adalah mempunyai pengertian wahyu Allah. Alquran menyatakan dalam surat 3: 159. pengelihatan dan alafhida (fuad). Alquran ataupun sesuatu yang dihembuskan Allah ke dalam diri manusia. maka kata amr artinya adalah pimpinan. Yang kedua amr diartikan sebagai arah. 58: 22. Fungsinya tidak lain adalah merupakan bimbingan dan petunjuk bagi manusia. Dalam pengertian sebagai pembimbing atau pemberi petunjuk itulah. Alquran menyatakan dalam surat 7: 54. kata ruh yang dalam Alquran diberi penjelasan sebagai amr min Allah mempunyai pengertian pimpinan. Dalam bentuk imarah artinya adalah kepemimpinan. baik dalam pengertian wahyu. pengelihatan dan qalbunya untuk memahami kebenaran. yang membimbing pendengaran. Ruh juga diartikan sebagai wahyu yang terkumpul dalam kitab suci sebagai pedoman hidup bagi manusia (42: 52) Lalu. perkara. 15: 29. bahwa ruh adalah amr dari Allah. arah (54: 12). Alquran menyatakan dalam surat 16: 2 dapat dilihat juga dalam surat 40: 15. Kata kunci dalam Alquran dipakai dalam arti perintah (65: 5). Pendengaran. yaitu malaikat Jibril yang bertugas membimbing para rasul menurunkan dan mengajarkan wahyu. Yang ketiga amr diartikan sebagai perkara atau urusan. seperti yang dinyatakan dalam surat 17: 85. penglihatan dan hati Alquran menyatakan dalam surat 32: 9. dan menjadi bagian dari diri manusia dan selanjutnya Allah juga menjadikan untuknya pendengaran. urusan (3: 159) dan hukum atau ketentuan (7: 54). atau aturan Allah pada ciptaan-Nya. ruh dalam Alquran diartikan secara tegas dan jelas sebagai amr dari Allah. apakah ruh dari Allah yang dihembuskan ke dalam diri manusia itu? Jika direnungkan surat 32: 9 yang mengaitkan ruh ke dalam diri manusia dengan dijadikannya pendengaran. perintah. Yang empat amr diartikan sebagai hukum. kata kunci untuk memahami ruh itu adalah terletak pada kata amr.itu adalah malikat Jibril. Pada ayat lain. Di smping itu. Dari ayat-ayat tersebut. perintah. Kata kunci amr berasal dari kata kerja amara yang artinya perintah untuk mengerjakan. Lebih jelas lagi adalah keterangan Alquran dalam surat 42: 52. dapat dilihat juga dalam surat 7: 77 dan 11: 59. maka dalam Alquran ruh juga dipakai untuk menyebut nama malaikat. Jadi. 66: 12. dengan sebutan ar-ruh al-amin. Dalam kaitan ini maka penjelasanpenjelasan Alquran tentang amr menjadi sangat penting untuk menyingkap dan memahami ruh itu. perkara dan urusan. Selanjutnya Alquran juga menyebutkan kata ruh sebagai sesuatu yang dibawa malaikat dari Allah untuk disampaikan kepada hamba-hamba-Nya. pengelihatan dan al-afhida (fuad) merupakan instrumentasi rohani yang memungkinkan manusia 1 . sebagai penghormatan kepadanya. kata ar-ruh dikaitkan dengan kata al-amin seperti yang disebut pada surat 26: 193. lihat juga dalam surat 38: 72. Yang pertama kata amr diartikan sebagai perintah. selalu diberikan keterangan sebagai amr dari Allah. Oleh karena itu. dapat ditarik kesimpulan. Secara jelas Alquran memberikan jawaban pertanyaan tentang ruh ialah amr Robb. Tanpa pemahaman yang lengkap tentang amr ini. 21: 91. yang ketiga adalah ruh yang dapat menghidupakan orang mati dan yang empat adalah ruh Tuhan yang dianugrahkan kepada Nabi Isa as. Yang dimaksud dengan ar ruh alamin adalah malaikat Jibril yang terpercaya untuk menyampaikan wahyu kepada rasul-rasul Allah. maka dapatlah ditarik pengertian bahwa ruh itu adalah pimpinan yang ada dalam diri manusia.

hakekat ruh adalah bimbingan dan pimpinan Allah yang hanya diberikan kepada manusia. Dengan memahami. suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan. Ruh tidak lain adalah daya yang bekerja secara spiritual untuk memahami kebenaran. Jadi. yang membedakan manusia dari mahkluk Allah lainnya.memahamai pimpinan Allah. Pernyataan Alquran bahwa manusia mempunyai pengetahuan yang sedikit tentang ruh. bukan berarti tidak bisa mengetahui sama sekali tentang ruh. sehingga ia dapat mendengar. Alquran secara tegas menjawab dan menerangkan pertanyaan tentang ruh manusia sebagai amr min Robb dan manusia diberikan pengetahuan sedikit tentangnya dalam surat 17: 85. diamati dan dianalisa. Pengetahuan manusia tentang ruh sedikit sekali tentunya jika dibandingkan dengan pengetahuan Allah. melihat dan memahami kebenaran sejati (22: 46). Jadi. Pengetahuan tentang ruh tentunya berbeda dengan pengetahuan manusia mengenai bendabenda yang dapat disusun secara ilmiah. maka manusia dapat mengenali dirinya dan memahami kebenaran. berdasarkan data-data yang terkumpul yang dapat diukur. manusia berhubungan dengan eksistensi ruhnya yang ada dalam dirinya sendiri. Pengetahuan manusia tentang ruh adalah sangat penting karena dengan mengetahuinya. menyadari dan memasuki diri sendiri. ruh dalam diri manusia adalah bimbingan dan pimpinan dari Allah dalam diri manusia. sehingga ia dapat menjauhi perbuatan yang dapat merusak dan merugikan diri sendiri dan menjalani hidupnya sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran. 1 .

dan seringkali antara pengertian yang satu dengan yang . sedangkan pengertian kedua seperti dalam ungkapan yaitu seseorang telah membunuh dirinya. watak1 Hakekat ruh tidak dapat diketahui secara material karena ruh bersifat gaib sehingga tidak dapat ditunjuk subtansinya secara fisik dalam dimensi ruang dan waktu. sehingga menyulitkan usaha memahami hakekat ruh itu sendiri. Dalam studi Filsafat Islam. akan bergeser ke arah kehidupan kebudayaan yang berdimensi transenden. karena dengan ruh sebagai daya yang bekerja secara spiritual untuk berhubungan dengan prinsip-prinsip kebenaran melalui berpikir terhadap alam sekitar dan selalu ingat kepada kekuasaan Allah.lainnya menjadi kabur. Ucapan-ucapan seperti an-nafs al-mutma’innah dan an-nafs allawawamah dan an-nafs al-ammarah (yang bisa diterjemahkan menjadi jiwa yang merasa puas dan jiwa yang mengutuk). an-nafs bisa bermakna ruh. aspek-aspek. Bentuk jamak dari kata nafs adalah anfus dan nufus. Menurut Ibn Abbas. yaitu nafs akal yang bisa membedakan sesuatu. atau keakuan. Dalam hubungannya dengan pembentukan kebudayaan. Kata an-nafs dan ar-ruh yang berasal dari Alquran telah masuk ke dalam bahasa Indonesia dengan pengertian nafsu. maka arah pembentukan kebudayaan yang rasionalistik materialis seperti yang tampak gejalanya dalam kehidupan modern. mengingat nafs dapat juga berarti diri. dalam setiap diri manusia terdapat dua unsur nafs. sebaiknya dapat dipahami sebagai keadaan-keadaan. 3. Pengertian Nafs Menurut Ibn Ishak kata an-nafs dalam bahasa Arab digunakan dalam dua pengertian. peranan ruh sebagai pimpinan dan bimbingan Allah dalam diri manusia itu sangat besar. artinya ia telah menghncurkan seluruh dirinya atau hakikatnya. dan nafs ruh yang menjadi unsur kehidupan. dan bisa bermakna hal yang membedakan sesuatu dari yang lain. nafas dan ruh. Kata an-nafs yang seringkali dipergunakan Alquran dan diterjemahkan menjadi “jiwa” sesungguhnya berarti “pribadi” atau “kekakuan”. Kesulitan memahami hakekat ruh oleh karena sifatnya yang gaib membuka perbedaan pemahaman terhadapnya. Menurut Ibn alBari. seperti Ibn Sina menegaskan bahwa ruh dijumbuhkan dengan nafs. Pengertian pertama seperti dalam ungkapan telah keluar nafas seseorang atau nyawanya.

Semua ini dapat dipandang sebagai sifat “mental” (yang berbeda dari yang fisikal) asalkan akal pikiran tidak dipahami sebagai subtansi yang terpisah. meskipun yang melakukan makan adalah mulutnya. dan oleh karena pernyataan nafs berkaitan dengan kematian. menempatkan manusia pada posisi obyek dan subyek. Alquran menggunakan kata nafs dalam empat pengertian yaitu 1) dalam pengertian nafsu. Nafs dalam pengertian diri. 39:42. nyawa. ada yang menyebutnya dalam arti jiwa dan ada pula yang mengartikannya nyawa. ar-Razi menjelaskan bahwa pengertian jiwa ini diperoleh karena nafs di sini berkaitan dengan keterangan. Sedangkan bentuk jamaknya nufus terdapat dalam 2 ayat. setiap nafs akan mati. keakuan. al-hayat. terdapat perbedaan pendapat. Kenyataan menunjukkan bahwa keakuan muncul ketika kesadaran manusia tentang dirinya terbentuk. ia tidak akan mengatakan mulutku makan. air dan tanah yang berkumpul kembali dengan alam asal kejadian. nafas dan ruh. Kematian ditandai dengan lenyapnya nafas. karena jiwa atau roh tidak mengalami kematian. Sedangkan nafs yang berkaitan dengan kematian tubuh. Jadi pernyataan “aku” baik dalam kaitan dengan perbuatan atau pemilikan.” maka pernyataan aku menunjukkan pada totalitas diri. kesatuan dari kualitas-kualitas. Nafs dalam pengertian jiwa terdapat daplam surat 89:27-30 Sehubungan dengan nafs dalam ayat di atas ini. Nafs dalam Alquran Dalam Alquran kata nafs terdapat 140 ayat. Dalam keakuan (ego) terdapat kesatuan transenden. 4. dan dalam bentuk jamak lainnya an-fus terdapat dalam 154 ayat. nyawa. maka nafs yang menjadi pokok pembahasan di sini adalah nafs dalam pengertian diri. Munculnya kesadaran tentang diri. tidaklah semata-mata menyangkut hal-hal yang fisik saja. Nafs dalam pengertian nafsu dinyatakan dalam surat 12:53. keakuan. Oleh karena itu. Tentang arti nafs dalam ayat di atas ini. Manusia sebagai kesadaran adalah subyek menghadapi dirinya sebagai obyek. karena nyawa merupakan tanda adanya kehidupan. bukan dalam pengertian nafsu. termasuk di dalamnya adalah pendidikan. seperti tersebut dalam ayat ini dapat diartikan dengan nafas. tetapi lebih dalam lagi berkaitan dengan hal-hal yang non-fisik.” maka pernyatan aku menyatakan pada totalitas diri. Kesadaran muncul sebagai buah dari perenungan terhadap diri sendiri. 2) nafas. Pernyataan “aku” adalah pernyataan total tentang diri seseorang. dan seperti disebutkan dalam 1 . Faktor internal adalah kapasitas berpikir yang terbawa oleh kodranya sebagai ciptaan dan factor eksternal yaitu lingkungan hidup dan kebudayaan. maka nafs ini berkaitan dengan tubuh. Nafs dalam pengertian nafas atau nyawa terdapat dalam surat 3:185. 21:25. kemudian diikuti hilangnya unsur panas. keakuan. dan terbentuknya kesadaran tentang diri ini bermula sejak bentuk manusia yang sempurna lahir. muncul setelah tahapan jasad. Dalam kaitan ini. Demikian juga halnya dalam kaitannya dengan pemilikan. Jika seseorang mengatakan “aku makan. Kesadaran tentang diri itu dibentuk oleh berbagai factor internal dan eksternal.watak. menjadi sebuah eksistensi. Jika seseorang mengatakan “aku punya pensil. Sedangkan ar-Razi menjelaskan bahwa kematian itu berkaitan dengan tubuh. meskipun yang memegang dan menggunakan pensil itu tangannya. dan ia pun tidak akan mengatakan tanganku punya pensil. hayat terlampaui. kesatuan dari keadaan-keadaan dan perbuatanperbuatan. 3) jiwa dan 4) diri. An-nafs dalam pengertian keakuan atau pribadi adalah totalitas diri manusia. atau kecenderungan-kecenderungan dari pribadi manusia. yang menjadi tanda adanya kehidupan pada tubuh manusia. nafas. yang diartikan jiwa. Sayyid Quthb menyatakan bahwa ayat ini berkaitan dengan nafs yang mengalami hidup dan mati.

Setiap pribadi bertanggungjawab sepenuhnya atas segala apa yang dilakukannya. Sedangkan Zamakhsyari menyatakan nafs dalam ayat ini diartikan jiwa. yaitu al-qaib yang memperoleh keterangan dengan memahmi tentang Allah sebagai wajib al-wujud. Selanjutnya Alquran menegaskan bahwa perbaikan nasib seseorang ditentukan oleh kemampuannya merubah apa yang ada dalam diri pribadinya dinyatakan dalam surat 8:53. Oleh karena itu. Alquran menyatakan dalam surat 41:46. 45:15.ayat Alquran maka tentu yang dimaksudkan adalah jiwa. maka kesungguhan diri manusia mempunyai arti yang sangat penting. Realitas manusia adalah realitas pribadi. yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan. setiap pribadi hanya akan memperoleh bagian dari apa yang dilakukannya dinyatakan dalam surat 53:38-41. Dalam hubungan ini. Menurut Alquran. demikian pula perbuatan jelek. pribadi dinyatakan dalam surat 6:164. Nafs dalam pengertian diri. ruh. perbuatan baik pada dasarnya untuk kepentingan dirinya sendiri. ruh. 13:11. pada dasarnya akan merugikan dirinya sendiri. ia tidak akan bertanggungjawab atas perbuatan orang lain. yang dimasukan ke dalam diri hamba-hamba Allah. keakuan. Allah menjanjikan kepada siapa yang 1 . dan setiap pribadi mempunyai pendapat dan keinginan yang berbeda-beda.

Ia juga mampu melawan hawa nafsu. Sebagian besar kata nafs dalam Alquran dipakai untuk menunjukkan arti diri. Akal. Keakuan itu bertanggungjawab atas setiap apa yang diperbuatnya sendiri. akan menanggung akibat yang timbul dari apa yang diperbuatnya itu (Alquran 41:46) dan perubahan keadaan hidupnya akan terjadi jika keakauan itu merubah dirinya (Alquran 8:53) Oleh karena itu. daya yang dalam Alquran digambarkan memperoleh pengetahuan dengan memperhatikan alam sekitarnya. sehingga hawa nafsu tidak dapat menguasai dirinya. Akal adalah penahan hawa nafsu untuk mengetahui amanat dan beban kewajibannya. dinyatakan dalam surat 29:6. Dengan Demikian. Sedangkan kata kerja ‘aqala artinya adalah habasa yaitu mengikat atau menawan. mana yang benar dan mana yang salah. Akal sesungguhnya mempunyai bermacam-macam arti. melalui kerja yang sungguh-sungguh. dalam pengertian Islam bukanlah otak. karena Allah selalu bersama-sama dengan orang-orang yang berbuat kebaikan. Keakuan atau nafs adalah kesatuan dinamik dari jasad. yang pertama. keakuan akan mendapatkan . seorang yang menggunakan akalnya. ia adalah kesadaran batin dan penglihatan batin yang berdaya tembus melebihi penglihatan mata. ia mampu mengendalikan diri dan akan dapat memahami kebenaran. hayat dan ruh.hasil apa yang dikerjakannya (Alquran 29:6). akal adalah sifat yang membedakan manusia dari pada 1 bersungguh-sungguh dalam jalan Allah. ia merupakan petunjuk yang membedakan hidayah dan kesesatan. Karena itu. ia adalah pemahaman dan pemikiran yang selalu berubah sesuai dengan masalah yang dihadapi. akan memperoleh bimbingan Allah. B. Akal dan Fungsinya dalam Alquran Akal adalah al-hijr atau an-nuha artinya adalah kecerdasan. Alquran menyatakan dalam surat 53:3841. Dinamikanya terletak pada aksi atau kegiatannya. tetapi merupakan daya berpikir yang terdapat dalam jiwa manusia. keakuan. Kesatuannya bersifat spiritual yang tercermin dalam aktivitas hisupnya. al-‘aqil adalah orang yang menawan atau mengikat hawa nafsunya. Akal adalah potensi gaib yang tidak dipunyai oleh mahkluk lain yang mampu menuntut kepada pemahaman diri dalam alam. Orang yang menggunakan akalnya pada dasarnya adalah orang yang mampu mengikat hawa nafsunya. karena seseorang yang dikuasai hawa nafsu akan mengakibatkan terhalang untuk memahami kebenaran. akal dapat juga diartikan sebagai suatu potensi rohaniah untuk membedakan mana yang hak dan mana yang batal.

Dengan demikian kegiatan akal adalah kesatuan pemikiran dan qalbu dalam usaha memahami kebenaran. adalah kegiatan yang berpusat di qalbu yang ada dalam dada. Dengan akal manusia bersedia menerima berbagai macam ilmu yang memerlukan pikiran. Menggunakan akal artinya adalah menggunakan kemampuan pemahaman baik dalam kaitannya dengan realitas yang konkrit. dan yang keempat adalah pengetahuan tentang akibat segala sesuatu. terdapat 6 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah. 59: 14. 10: 100. 21: 67. 30: 24. dan ya’qilun 22 ayat. maka engkau dekatilah Tuhan dengan akalmu. terdapat 14 ayat dipakai dalam kaitannya dengan keimanan. Memikirankan penciptaan alam adalah kegiatan yang berpusat di kepala. serta kaitannya dengan al-qalb yang mempunyai kemampuan memahami realitas. Jadi. Alquran menyatakan dalam surat 3: 190-191. 49: 4. terdapat 3 ayat berkaitan dengan kehidupan akhirat. baik yang tersurat dalam Kitab Suci maupun yang tersirat dalam alam dan manusia. Ilmu akal meliputi ilmu yang duniawi dan yang ukhrowi. Dalam surat 22: 46. Penggunaan akal itu antara lain : 1. 37: 138. 25: 44. Dalam surat 5: 58. Dalam surat 2: 76. yaitu ‘aqalu 1 ayat. sedangkan mengingat Allah. Dalam surat 2: 164. 67. 11: 51. 16: 12. 2. maka dapatlah ditarik pengertian bahwa akal dalam Alquran dipakai untuk memahami realitas yang konkrit seperti proses kelahiran manusia dan alam semesta. dalam sebuah hadist dikatakan :Tidak dijadikan oleh Allah suatu mahkluk yang terlebih mulia padanya dari pada akal. Dalam surat 2: 73. 30: 28. Akal dengan demikian merupakan daya kekuatan untuk memperoleh segala ilmu. 29: 63. 28: 60.hewan. terdapat 1 ayat dipakai dalam kaitannya dengan Sholat. 171. 10:16. na’qiln 1 ayat. 12: 109. Dari 49 ayat yang menjelaskan tentang penggunaan akal. terdapat 1 ayat dipakai dalam kaitannya dengan hukum moral. ta’qilun 24 ayat. 10: 10. Kesatuan antara berpikir tentang alam sekitarnya yang berpusat di kepala dan menghayati serta mengingat Allah yang berpusat di qalbu yang ada di dada. Dalam hadist yang lain dikatakan : Apabila manusia itu mendekati Tuhan dengan pintu-pintu kebajikan dan amal sholeh. Oleh karena itu. 57: 170. 26: 28. 8. ya’qilu 1 ayat. Keduanya merupakan kesatuan daya rohani untuk dapat memahami kebenaran. 8: 22. dapatlah kiranya disebut sebagai suatu aktivitas kesatuan akal. 2: 44. 11: 51. 36:62. 28:60. terdapat 7 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami proses dinamika kehidupan manusia. 2: 32. 23: 70. Yang ketiga ialah ilmu yang diperoleh dari pengalaman. dan pencegah hawa nafsu. 26: 28. Yang kedua hakikat akal ialah ilmu pengetahuan yang timbul dari alam wujud. sehingga manusia mapu memasuki dunia kesadaran tertinggi. bersatu dengan kebenaran Ilahi. 13: 4. Dalam Alquran terdapat 49 ayat yang menjelaskan tentang penggunaan akal. 2: 170. dalam Alquran dijelaskan bahwa akal mempunyai fungsi untuk memahami kebenaran yang fisik maupun yang metafisik. Keduanya pikiran dan qalbu merupakan instrumen akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran. terdapat 5 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kitab suci. 24: 61. 75. terdapat 12 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami alam semesta seisinya. 67: 10. 6: 32. Oleh karena itulah. 7. Konsep Tauhid dalam kebudayaan pada tahap pengertian sebagai proses seperti yang digambarkan dalam Alquran surat 3: 190191 di atas adalah kesatuan zikir kepada Allah dan pemikiran tentang 1 . Realitas konkrit dipahami oleh pikiran dan realitas spiritual oleh qalbu. Dalam surat 6: 151. 5: 103. Dalam surat 12: 2. 3: 65. 4. Dalam surat 67: 10. 29: 35. 6. dan juga realitas gaib. 242. seperti kehidupan neraka. 21: 10. 43: 3 3. 5. nilainilai moral dan untuk memahami tanda-tanda Tuhan. 36: 68. maupun realitas spiritual. 39: 43.

Kesatuan aktivitas itu dapat digambarkan sebagai berikut : Berzikir ----------------------------. bersifat material. Kesatuan zikir dan pikir ini. Pikiran bekerja untuk memahami dimensi fisik. sebagai penjelmaan dari aktivitas orang-orang yang berakal.Ciptaan Allah Akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran bekerja dengan menggunakan pikiran dan qalbu. sedangkan qalbu bekerja untuk 1 .Allah Orang Berakal Aktualitas berpikir ----------------------------.ciptaan Allah yang berada di antara bumi dan langit. yang keduanya berhubungan secara organis.

Dalam penilaian kritis ini diperlukan kejujuran intelektual. Opini adalah bukan fakta.Pikiran Qalbu 1. Sedangkan penilaian kritis atas pemahaman manusia terhadap realitas adalah upaya menggugat keabsahan pemahaman itu. karena dimensi fisiknya tak kuasa. Pengembangan pikiran yang terlepas dari kaitannya dengan qalbu. besrsifat spiritual. Sebaliknya qalbu yang berkerja terlepas dari pikiran. Meskipun realitasnya sama seringkali terjadi perbedaan pemahaman terhadap realitas itu. Di sini terdapat dua hal penting yang perlu mendapat perhatian yaitu pemahaman terhadap realitas dan penilai kritis terhadap pemahaman itu. Seperti pemahaman terdahap realitas kemiskinan. Kemiskinan jika dipandang sebagi “takdir” ketentuan Allah yang mutlak – tentunya tidak ada satupun kekuatan dari manusia yang dapat merubahnya kecuali Allah sendiri. dan orang menjadi tertarik karena opini 1 memahami dimensi metafisik. Sebaliknya jika kemiskinan itu dipandang sebagai akibat dari adanya sitem kehidupan sosial ekonomi yang timpang maka tentunya dengan upaya keras manusia dapat merubahnya.. Keduanya dalam pandangan tauhid merupakan kesatuan fungsional bagi kebudayaan. Hubungan organis pikiran dan qalbu sebagai instrumen akal dapat digambarkan sebagai berikut : . karena seringkali terjadi pemahaman manusia terhadap realitas merupakan opini yang dipengharuhi oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang secara moral tidak dapat dipertanggungjawabkan. singga pikirannya bekerja untuk kepentingan pemuasan hawa nafsu. membuat seseorang hanya menagkap dimensi spiritual dari realitas yang ada. tetapi penguasaan teknik dan cara menyelesaikan masalahnya seringkali mengalami kemacetan. mengakibatkan manusia hanya memperoleh pengetahuan lahiriahnya saja dari realitas yang ditangkap dan manusia dapat dikuasai hawa nafsunya. Pikiran Berpikir sebagai proses budaya adalah memhami realitas dan melakukan penilaian kritis terhadap pemahaman itu. secara moral ia mempunyai kesadaran yang baik. bahkan seringkali terjadi opini tentang fakta yang nyata berbeda dengan faktanya sendiri. Dalam melihat kemiskinan terjadi benyak perbedaan dalam memahaminya. dengan harapan upaya realitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

yaitu segumpal daging yang berbentuk bulat panjang. berpindah atau berbalik. karena kotak-kotak budaya. qalb jamaknya qulub. Sedangkan arti yang kedua adalah pengertian yang halus yang bersifat ketuhanan dan rohaniah yaitu hakekat manusia yang dapat menangkap segala pengertian. berpikir menjadi anjuran yang melekat dalam prinsip tauhid. tidak dapat dituntut secara hukum di muka pengadilan. Qalbu memiliki kemampuan untuk mengetahui essensi segala sesuatu. Al Qalb dalam Alquran menurut Amir al-mu’minin Ali juga disebut sadr. Berpikir adalah kegiatan yang sepenuhnya bebas. yang pertama dalam pengertian kasar. meskipun fakta itu memerlukan perubahan. dimana pun dan kapan pun. sedangkan berpikir merupakan sarana untuk memahami dan mengembangkan prinsip ajaran tauhid dalam kehidupan. terletak di dada sebelah kiri. Dalam Tafsir al-Takhr ar-Razi diterangkan bahwa ada dua hal yang penting dalam ayat ini. terutama yang terjadi dalam proses pendidikan. bahkan sebaliknya Alquran menganjurkan kepada manusia untuk berpikir. fu’ad. Disebutkan dalam sebagai berikut: 1 . lubb dan syagaf. yaitu 1) kata wahidah yang mempunyai pengertian tauhid dan 2) kata tatafakaru yang arti berpikirlah. Al-Qalb mempunyai dua pengertian. orang yang berpikir tentang perampokan tetapi tidak pernah melakukan perbuatan merampok. berpengetahuan dan arif. mungkin itu adalah hukum berpikir dalam pengertian metodologi serta obyek yang dipikirkan. Oleh karena itu. Meskipun fisik manusia disiksa. Kegiatan berpikir adalah kegiatan yang otonom. Menurut Ibn Sayyidah. Berpikir dapat dilakukan manusia. Oleh karena itu. Qalaba mengalami beberapa perubahan bentuk seperti inqalaba dan qallaba namun artinya masih sama. Qalbu Qalbu berasal dari kata qalaba yang bermakna berubah. Prinsip ajaran tauhid ialah bahwa Tuhan adalah Esa. Di samping itu manusia juga bebas untuk memikirkan apa saja. dinyatakan dalam surat 34: 46. sehingga realitas tidak dapat sepenuhnya dipandang secara utuh. Pendidikan yang terkotak-kotak akan melahirkan pemikiran yang terkotak-kotak pula dan akibatnya pemahaman terhadap realitas menjadi terkotak-kotak. Kotak-kotak pemikiran terjadi. karena tanpa berpikir ajaran tauhid itu tidak bisa dimengerti. atau bagaimana agar siksaan itu tidak terasa sakit. apalagi diterapkan dalam kehidupan. Tauhid adalah salah satu prinsip ajaran Alquran. Tidak ada satupun ayat Alquran yang melarang berpikir. Prinsip Tauhid ini bukanlah sekedar suatu keyakinan yang dinyatakan dalam pengakuan saja. di dalamnya terdapat rongga-rongga yang mengandung darah hitam sebagai sumber kehidupan dan seringkali dinamakan jantung. Pikiran hanya dapat berhenti jika hidup manusia berhenti atau kehilangan kesadaran dirinya. artinya hati. atau fisik. tidak ada yang haram untuk dipikirkan. 2. dan Yang Esa itu merupakan sumber semua kehidupan yang ada. akan tetapi merupakan suatu pandangan hidup yang senantiasa harus diwujudkan dalam realitas kehidupan muslim. Barangkali tidak ada kebebasan yang penuh bagi manusia kecuali berpikir. bukan berarti pembebasan manusia dari segala ikatan atau norma-norma hukum tertentu. bahkan berada di luar penilaian etik. Karena itu tidak ada satu kekuatan pun yang dapat secara effektif melarang atau menghentikan pikiran bekerja. Demikian juga berpikir tentang kebebasan.bukan faktanya – sehingga tidak terjadi perubahan apa-apa terhadap faktanya itu sendiri. Jika ada yang mengikat berpikir. pikirannya tetap dapat bekerja paling tidak untuk mencari jalan bagaimana cara menghindari siksaan itu.

- disebut sadr karena ia tempat terbitnya nurul Islam.64. disebut fu’ad karena menjadi tempat terbitnya makrifat Allah. 1 .101. dinyatakan dalam surat 39: 22.7. disebut lubb karena menjadi terbitnya tauhid. termasuk di dalam hal ini adalah ketidak berimanan. 22:32. dalam surat 49: 14.110. Dalam Alquran terdapat kurang lebih 101 ayat yang memjelaskan tentang kata benda al-qalb atau jamaknya al-qulub. dinyatakan dalam surat 12: 30.77. dinyatakan dalam surat 53: 11. 7:100. Terbagi dalam beberapa persoalan sebagai berikut: 43 ayat dipakai dalam kaitannya dengan soal-soal keimanan.45. Disebut syagaf karena temapat terbitnya kecintaan makhluk kepada sesamanya.8. 9: 117. dinyatakan dalam surat 65: 10. antara lain kufur. 15:12. perbuatan dosa.

33:5. 159. dalam kehidupan di akhirat nanti. 59:10. al-qalb adalah suatu kemampuan untuk memahami kebenaran-kebenaran yang bersifat metafisik. ketenangan. 57:27. baik di sorga maupun di neraka. 9:15. 3:159. dinyatakan dalam surat 26:88.154. 61:5. 39:22.127.103.118. Keduanya (pikiran dan qalbu) tumbuh dari akar yang sama dan masing-masing saling melengkapi.93. 10:88.93. 9:8. 18:28. 18:14. maupun dalam ayat-ayatNya (tanda-tanda). baik ketakutan.- 7 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kemampuan al-qalb untuk memahami kebenaran dan kekuasaan Allah yang tersembunyi dibalik peristiwa-peristiwakemanusiaan.63. 79:7.63.167. 20 ayat dipakai dalam kaitan untuk menjelaskan sifat. kehidupan sesudah mati. harapan. Kebebasan Akal Akal adalah daya rohani untuk memahami kebenaran.51. Yang satu memusatkan perhatiannya pada kebenaran sementara. 8:24. 41:5. 34:23. 3 ayat dipakai dalam kaitannya dengan akhirat. 21:3.51. dinyatakan dalam surat 22:53. Akan tetapi di dalam pengertian non fisik. 58:22. 1 - .26. 33:10. 47:24.26. 48:12. serta kesombongan. kegelisaan. 83:14. karena itu kata al-qalb dalam Alquran tidak pernah dipakai dalam kaitannya dengan pemikiran. 5 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kemampuan al-qalb untuk zikir. 40:18.97. C. yang tersimpan dalam alam ciptaan-Nya dan tersurat dalam firman-firman-Nya. 5:113. kesucian. 40:35. al-qalb dalam pengertian fisik adalah sesuatu yang ada di dalam dada (22: 46) yang sering disebut jantung.4. 45:23. 6: 46. ia dalah bagian dari akal. 11. 37:84. tanda-tanda kekuasan Allah. baik kebenaran yang bersifat mutlak maupun kebenaran yang bersifat relatif. 24:37. 50:37.5.26. 64:11. dan yang lain dalam aspek kebenaran kekal. dinyakatan dalam surat 13:28. 8:2. 16:22. - - Jadi. 3:8. mengingat kekuasaan Allah.60. dalam kitab suci.7. 16:106. Kebenaran mutlak adalah kebenaran Tuhan. 8:70. 48:10. dinyatakan dalam surat 33:26. seperti keteguhan. 22:54. karena itu dala Alquran al-qalb dalam aktivitasnya menggunakan kata kerja ya’qiluna biha (22:46). 23:63. 39:45.225.10.10.89. 6:25. Yang satu menangkap kebenaran sepotong-potong dan yang lain menangkap keseluruhan. 59:14.53. 57:16. yang bercermin melalui tanda-tanda-Nya. kasar dan keras.23. 24 ayat dipakai dalam kaitannya dengan perasaan. 23:60. 33:5. Al-qalb bukan pikiran. 50:33. 6:43. kegoncangan. 28:10. 2:74. 24:50. 26:194. 5:41. - - 2:204. Al-qalb sebagai kekuatan yang dapat memahami kebenaran metafisik. 42:24. 49:3. 33:54. 4:155. dinyatakan dalam surat 22:46.9. makna dibalik kejadian kemanusiaan. 3:15. 7:179.126.

3: 191. Mekanisme Akal. Akal adalah anugerah Tuhan yang hanya diberikan kepada manusia. 45:13. 10:24.Satu (1) ayat menjelaskan tentang pemikiran yang salah. Seorang yang dikuasai hawa nafsunya. Alquran menyatakan dalam surat 45: 23. karena tidak ada satu kekuatan apapun yang dapat menghalangi akal bekerja. Dari enam belas (16) ayat itu terbagai sebagai berikut: . dapat membawa seseorang dikuasai hawa nafsu. 39: 42. Batas-batas obyek dibawa oleh kodratnya. pada saat kematian tiba. 6: 50. yang mutlak dan yang relatif. . Akal yang tidak berfungsi mengakibatkan manusia jatuh pada kekuasaan hawa nafsu dan berarti kejatuhan manusia. 34: 46. sehingga ia dapat melupakan adanya kekuasaaan dan kebesaran Allah. Batas-batas kodrat bersifat tetap. bekerja melalui pikiran dan qalbu manusia. 16: 11. Oleh karena itu. Akal yang tidak berfungsi menjadikan qalbu manusia tertutup. sedangkan qalbu untuk memahami yang metafisik dan mutlak. 2. dinyatakan dalam surat 74: 18-26.Sembilan (9) ayat di antaranya dipakai untuk memikirkan manusia. sebaliknya harus ditakuti adanya ketidakbebasan akal. sampai akhirnya pada waktu yang pasti. dinyatakan dalam surat 30: 8. karena pembicaraan tentang akal selalu berhubungan dengan dimensi pikir dan zikir. yang digambarkan Alqur’an lebih sesat dari pada binatang dinyatakan dalam surat 25: 43-44. sedangkan batas-batas pertumbuhan dipengaruhi oleh proses belajar dan pengalaman hidup. sedangkan batas-batas pertumbuhan bersifat dinamis dan oleh karena proses belajar terus menerus maka batas-batas pertumbuhan itu bergerak dan berkembang. Sesungguhnya tidak perlu ditakuti adanya kebebasan akal.karena qalbunya melemah. sehingga manusia kehilangan kemampuan untuk memahami kebenaran sejati. karena akal yang tidak bebas bekerja. Akal sebagai daya rohani pada dasarnya bebas. . 2: 219. Akal sebagai daya rohani bersifat ketuhanan. Pikiran dan qalbu berhubungan secara organis dan keduanya bekerja pada batas-batas obyeknya dan pada tahapan dari pertumbuhannya. Kebebasan akal merupakan prasyarat bagi kebudayaan. batas pertumbuhan itupun berhenti. 69. baik yang fisik maupun yang metafisik. 1. kebebasannya hampir mutlak. dan kebebasan akal ini dijamin penuh oleh Alquran. sebaliknya banyak sekali ayat Alquran yang mengajurkan manusia menggunakan akalnya. dan hawa nafsu bisa diikat jika qalbu manusia selalu ingat pada kekuasaan Tuhan dinyatakan dalam surat 13: 28. Hal ini terbukti tidak ada satu pun ayat dalam Alquran yang melarang manusia untuk menggunakan akalnya.Enam (6) ayat di antaranya dipakai untuk memikirkan alam ciptaan Tuhan. akan melahirkan perbuatan yang dapat merusak kehidupan. 7: 176. Obyek Pikiran Dalam Alquran terdapat enam belas (16) ayat tentang berpikir. Pikiran untuk memahami yang baik dan yang relatif. Akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran. 3: 191.. 184. dan dalam ayat-ayat tersebut terlihat bahwa yang menjadi obyek pemikiran menurut Alquran adalah alam dan manusia serta hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan keduanya. 1 .Kebenaran reasltif adalah kebenaran sebagai hasil pemahaman manusia terhadap realitas sekitarnya yang berupa ilmu pengetahuan. akal harus digunakan agar ia tidak kehilangan kemanusiaannya. 266. Seseorang yang menggunkan akal adalah sesorang yang mampu menawan dan mengikat hawa nafsunya. dinyatakan dalam surat 13: 3.

6:73. Contoh kesalahan itu seperti kesimpulan berpikir bahwa Alquran itu adalah sihir dan perkataan manusia pada umumnya dalam surat 74: 18-26. Dalam hubungan ini. 14: 19. Alquran mengajurakan kepada manusia untuk memperhatikan proses penciptaan dalam alam. 54: 49. Alquran menjelaskan tentang adanya prinsip-prinsip kebenaran di dalamnya. Di samping itu. Jika seseorang mencoba memikirkan di luar batas obyeknya. dinyatakan dalam surat 88:17-20. Dalam hubungan dengan pemikiran tentang alam. dinyatakan dalam surat 19: 5.Secara jelas Alquran menerangkan bahwa abyek pemikiran adalah alam dan manusia serta yang berkaitan dengan kehidupan keduanya. 1 . Alquran juga menandaskan adanya ukuran tertentu di dalamnya. maka bisa mengakibatkan celaka. dinyatakan dalam surat 25: 2.

karena penciptaan alam kebudayaan pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari alam semesta. baik yang sudah terserap dalam tubuhnya yang seringkali menimbulkan problem bagi kesehatannya. mempunyai andil yang besar bagi penciptaan alam kebudayaan. manusia dapat memahami proses kelangsungan hidupnya serta mengatasi problema yang ditimbulkan oleh makanannya.. Dalam kaitan ini. serta ruang dan waktu. dinyataka dalam surat 30: 9. maka manusia pun dinjurkan untuk memperhatikan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu beserta akibatakibatnya. Dengan memperhatikan makanannya. manusia juga dianjurkan untuk memperhatikan makanannya. Pemikiran terhadapa proses penciptaan dalam alam semesta. Alquran mengajurkan kepada manusia untuk memperhatiakan proses penciptaan dirinya. Pemikiran tentang alam artinya adalah memperhatikan proses penciptaan dalam alam semesta. dinyatakan dalam surat 86: 5-7. maupun untuk merencanakan penyediaan makanan yang harus mengikuti jumlah penduduk yang bertambah. ia dapat pula mempraktekkan dalam proses penciptaan alam kebudayaan. proses penciptaan kebudayaan dapat dilaksanakan. makanan serta sejarah merupakan anjuran yang sangat besar artinya bagi kelangsungan hidup generasi manusia. perkembangan dan juga kehancuran. sehingga manusia dapat memahami kekuatan-kekuatan yang dimilikinya serta kelemahan-kelemahannya sekaligus untuk merancang kehidupan selanjutnya. Selanjutnya pemikiran tentang sejarah.. yang memungkinkan proses penciptaan itu berlangsung.yang ada di dalamnya. paling tidak pada bahan yang dipakainya. bahkan tidak selayaknya dibandingkan dengan Tuhan. Setelah memperhatikan proses penciptaan dirinya. Sedang pemikiran tentang manusia. Akan tetapi pemahaman terdahap proses penciptaan alam semesta ini. Perhatian terhadap proses-proses penciptaan ini sangat penting bagi manusia sebagai khalifah di muka bumi. dan makanannya. Melalui pemahaman terhadap prinsip-prinsip kebenaran yang ada dalam alam semesta ini. proses pertumbuhan. dinyatakan dalam surat 80: 24-28. karena memang derajat manusia dengan ciptaan Tuhan jauh lebih rendah dari Penciptanya. Melalui penyusunan teori dan percobaan-percobaan itu. sehingga kelangsungan hidup generasi manusia dapat dipertahankan. Memperhatikan proses penciptaan manusia memberikan pengetahuan yang bermanfaat untuk memahami susunan dirinya. Sudah barang tentu kemampuan manusia menciptakan tidak sama dengan Tuhan. jatuh bangunya suatu bangsa merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan karena melalui pemikiran itu akan diketahui 1 . karena melalui pemikiran terhadap proses-proses penciptaan itu. dengan programprogram untuk meningkankan kualitas hidup manusia serta merencanakan untuk menciptakan hidup yang lebih baik. Penciptaan Alam semesta akan selalu melibatkan dan tergantung pada alam semesta. manusia dapat mengembangkan lebih jauh untuk penyusunan teori-teori dan untuk melakukan percobaan-percobaan. dimaksudkan agar manusia memahami prinsip-prinsip kebenaran Ajuran untuk memperhatikan proses kelahiran manusia.

Dari dua kubu ilmu itu berkembang menjadi lebih banyak. Kesemuanya itu pada dasarnya mempunyai andil sangat besar bagi pertumbuhan dan kelangsungan kebudayaan suatu bangsa. Sesungguhnya dibalik peristiwa-peristiwa sejarah itu. untuk menyusun teori-teori dan percobaanpercobaan. Prinsip-prinsip kebenaran itu. 3. Selanjutnya mengenai Alquran sebagai obyek pemahaman qalbu. dijelaskan dalam surat 47: 24. Dijelaskan dalam surat 13: 28. seseorang kan memperoleh wawasan batin yang akan menuntunya ke jalan yang benar dan lurus. Melalui pemahaman histories. merupakan suatu hal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan suatu kebudayaan. yang kemudian berkembang dalam dunia ilmu alam dan humaniora. Alquran bagi qalbu tidak hanya sebagai obyek yang dipahami. sehingga kebudayaan sebagai suatu proses dapat diarahkan lebih manusiawi. Dinyatakan dalam surat 10: 57. dan teori apapun sebagai hasil pemikiran manusia sepenuhnya bersifat relatif. Alquran menjadi obat bagi qalbu yang sakit. Selanjutnya Aqlquran menjelaskan bahwa obyek pemahaman qalbu adalah prinsip-prinsip yang mengatur jatuh bangunnya suatu bangsa atau hukum sejarah dan makna-makana yang tersurat dalam Alquran. karena Alquran adalah zikr dan menurut Alquran qalbu akan tenang hanya dengan zikr. Tidak ada yang mutlak dalam teori-teori.. Padahal realitas kehidupan alam dan manusia selalu berubah terus. Obyek Qalbu Dalam Alquran dijelaskan bahwa qalbu (al-qalb) mempunyai kemampuan untuk memahami atau menangkap makna-makna (22: 46 7:179.hukum-hukum perkembangan suatu masyarakat yang mengatur dan mempengaruhi proses perubahan masyarakat. 47: 24).dinyatakan dalam surat 22: 45-46. pada akhirnya berkembang menjadi teori-teori dan perubahan yang terjadi dalam klehidupan alam dan manusia. karena Alquran adalah zikr. Dari pemikiran tentang alam dan manusia pada dasarnya diharapkan dapat diperoleh pengetahuan mengenai prinsipprinsip kebenaran. dengan menekankan pada kajian aspek-aspek tertentu yang lebih terbatas. Dijelaskan dalam surat 17: 9 Pikiran dan qalbu dalam pandangan tauhid adalah merupakan kesatuan mekanisme akal. Sedangkan dalam memahami Alquran. dijelaskan dalam surat 35: 43. Obyek pemikiran menurut Alquran adalah alam dan manusia dengan segala aspeknya. karena kebudayaan pada akhirnya akan ditentukan sepenuhnya oleh kualitas manusianya. Dalam sejarah terkandung peristiwa jatuh bangunnya bsuatu bangsa dan peristiwa-peristiwa tentang perubahan-perubahan yang mendasar. Hukumhukum itu berlaku pasti dan tidak berubah. terkandung suatu hukum yang mengatur proses perubahan masyarakat. Dijelaskan dalam surat 38: 1 Alqurqn adalah menjadi obat bagi qalbu yang sakit. yang mengharuskan adanya perubahan yang terus menerus. akan diperoleh kesadaran tentang perlunya strategi kebudayaan. keduanya merupakan sarana untuk 1 . - Yang menjadi obyek qalbu adalah sejarah dan Alquran. Alquran memberikan pedoman dan tuntunan moral bagi kehidupan manusia. Pemikiran terhadap manusia. baik sejak proses penciptaannya. makanannya dan sejarah perjalanan hidupnya. pada gilirannya akan mengakibatkan adanya perubahan teori-teori. yang merubah wajah kehidupan manusia secara drastis. karena pikiran hanya berkerja dengan memecah realitas dalam fragmenfragmen yang statis. tetapi juga menjadi obat bagi qalbu yang sakit.

sehingga realitas kebudayaan itu tetap 1 . seperti dua sisi mata uang. membuat rencana kerja dan merumuskan tujuan-tujuan atau hasil yang hendak dicapainya. Strategi pembentukan kebudayaan adalah didasarkan pada kesatuan pikiran dan qalbu dalam perbuatan.memahami kebenaran. Pikiran bekerja untuk menyusun konsep. sedangkan qalbu bekerja untuk memberikan wawasan batin. pemisahan keduanya akan mengakibatkan seseorang tidak dapat memahami realitas secara utuh. Sebagai kesatuan antara keduanya sesungguhnya tidak dapat dipisahkan.

pencarian tentang hakekat manusia tidak bisa hanya terpaku pada pemikiran tentang sesuatu yang menjadi unsur pokok yang menentukan dirinya. suatu sandaran yang berada pada tingkat lebih tinggi dari hasil pemikiran manusia. dan prinsip yang terdalam ini tidak dapat dihancurkan. atau pekerjaannya. suatu sandaran yang dapat membawa ke arah pemahaman yang lebih mendasar. Pengetahuan yang paling lengkap dan benar tentang sebuah ciptaan adalah yang datang dari Penciptanya. Kekayaan. dinyatakan dalam 1 . Satu-satunya persoalan adalah kecenderungan sikap yang terdalam pada jiwa. mengingatkan manusia secara individual tidak pernah terlibat sedikitpun dalam proses penciptaan dirinya. Pandangan yang melacak unsur pokok pada asal mula adanya manusia dapat mengakibatkan terbaikan aspek dinamik dalam realitas kehidupan. seperti yang terdapat dalam kajian berbagai disiplin ilmu. bahkan kesehatan atau kepandaian semuanya tidak pokok. Dengan sandaran kepada wahyu Ilahi yang tersurat dalam kitab suci – dalam hal ini adalah Alquran. tidak lain adalah firmanfirman Tuhan (wahyu Ilahi). D. sosiologi. dan psikologi. maka manusia diharapkan dapat memahami hakikat dirinya melalui petunjuk Tuhan yang menciptakannya. pangkat. umpamanya antropologi. sebagai manifestasi dari perpanjangan kuasa Ilahi. guna memahami dan menentukan hakekat manusia itu. Hakekat manusia adalah sesuatu yang amat vital yang menentukan kehidupannya di tengah kancah perubahan masyarakat. hal itu semata-mata tergantung pada nilai yang diberikannya pada dirinya sendiri. yaitu berusaha menemukan akar pengertian tentang manusia. Sandaran wahyu ini kiranya sangat diperlukan. perbedaan sosial. karena keterbatasan pemikiran manusia untuk memahami hakekat dirinya.berada dalam kerangka moral dan untuk tujuan-tujuan moral. Sandaran yang lebih kuat dan jauh lebih tinggi dari hasil pemikiran manusia itu. Hakekat manusia tidak tergantung oleh keadaan-keadaan dari luar. seperti dalam pandang serba materi (materialisme) yang menetapkan materi sebagai unsur pokok yang menentukan kehuidupan manusia. pencarian tentanh hakekat manusia tidaklah cukup hanya berhenti pada pandangan untuk menjelaskan tentang unsur pokok yang secara internal ada dalam dirinya ataupun pada apa yang dimilikinya yang sesungguhnya bersifat eksternal. karena dialah yang paling tahu tentang makna-makna dan keberadaan sebuah ciptaan. Untuk itu diperlukan suatu sandaran pemikiran yang lebih mendasar. Di samping itu. Dengan demikian. ia lahir dari suatu proses yang berada di luar kekuasaan dirinya. Hakekat Manusia Berbicara tentang hakekat manusia pada dasarnya membicarakan tentang pokok soal yang bersifat radikal. yang mungkin saja melewati batasbatas pengertian yang hanya menekankan pada salah satu aspek kehidupannya. Sebaliknya dalam pandangan serba ruh (spiritualisme) menetapkan rohaniah sebagai unsur pokok yang menentukan kehidupan manusia. ia adalah sebuah ciptaan belaka. Alquran tentang Hakikat Manusia Alquran menegaskan bahwa yang dilihat pada manusia tidak lain hanyalah amal perbuatannya.

Bentuk pertanggung jawaban itu adalah balasan yang setimpal dan adil sesuai dengan kualitas amal perbuatan manusia. baik dihadapan Tuhan. dan tidak ada campur tangan Tuhan sedikitpun di dalamnya. karena jika ada campur tangan Tuhan dalam amal perbuatan manusia. bahwa seseorang menderita oleh pekerjaannya. Selanjutnya Alquran menyatakan dalam surat 41: 40. Selanjut nya Alquran mengatakan dalam surat 11:7. Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan kemampuan antara satu dengan yang lainnya. sepenuhnya ditentukan oleh kualitas amal perbuatannya. dimana dalam kehidupan suatu masyarakat terdapat perbedaan tingkat kehidupan. dan hal ini sering disebabkan oleh ketidaktahuan atas kemampuannya atau memaksakan diri untuk berbuat di luar kemampuannya. Alquran menegaskan adanya kebebasan untuk berbuat. Ayat ini menjelaskan kaitannya perbuatan manusia dengan kemampuan yang dimilikinya. amal perbuatan manusia pada hakikatnya manusia sendiri yang sepenuhnya menentukan. 18:17. seringkali berakibat mencelakakan diri sendiri. sehingga Tuhan hanya dapat ditemui dengan sarana amal perbuatan yang baik. karena seseorang yang berbuat tidak sesuai dengan kemampuannya. yang akan diberikan Tuhan kepada manusia yang diuji amal perbuatannya. Tanpa adanya kebebasan tentunya ujian terhadap amal perbuatan itu menjadi tidak bermakna. Di atas kebebasan itu. karena kehidupan ini sesungguhnya menjadi kancah manusia diuji ‘amal perbuatannya. pertemuan dengan Tuhan hanya dapat dilakukan dengan amal perbuatan nyata yang sesuai dengan nilai-nilai moral. maka tentunya amal perbuatan itu tidak hanya menjadi ujian bagi manusia itu sendiri. atau oleh perbedaan tingkat pendidikan dalam lingkungan kebudayaan. Alquran menyatakan dalam surat 24: 23-25. Alquran menyatakan dalam surat 39: 39-40. Rasul-Nya maupun bagi orang-orang yang beriman. 1 . Oleh karena itu. Lulus tidaknya dalam ujian ini. Pada ayat lain Alquran menyatakan dalam surat 17: 84. Alquran menganjurkan kepada manusia untuk berbuat sesuai dengan kedudukannya dalam masyarakat. Dalam hubungan dengan ujian terhadap amal perbuatan manusia. ini berarti Alquran di samping mengakui adanya perbedaan tingkat kedudukan sosial seseorang. Ayat ini menegaskan posisi Alquran yang berpihak untuk menegakkan hukum moral.30. seperti seorang arsitek yang dapat merancang suatu konstruksi bangunan yang berbeda dengan seorang ekonom yang hanya mampu merancang suatu bidang kegiatan ekonomi. Ayat ini sekali lagi menegaskan betapa pentingnya arti ‘amal bagi kehidupan manusia di dunia ini. 67: 2.surat 9: 195. bahkan nyaris jatuh total. Kebebasan itu tidaklah dapat dipisahkan dengan tanggung jawab. Dengan demikian. mewakili citra dirinya dan menjadi ukuran untuk menilai dirinya. Dalam kaitan ini. dengan kata lain kebebasan amal perbuatan manusia itu tidak dapat dipisahkan dengan nilai moral yang memberikan penghargaan tinggi terhadap adanya tanggung jawab. Pekerjaan atau tindakan manusia merupakan perwujudan sepenuhnya dari dirinya. diletakkan tanggung jawab agar kebebasan itu tidak berarti kesewenang-wenangan atas amal perbuatan manusia. dinyatakan dalam surat 18: 110. yang tercermin dalam berbagai kedudukan sosial sesorang yang satu berbeda dengan yang lainnya. juga menyatakan bahwa setiap kedudukan sosial seseorang dalam masyarakat itu menuntut suatu kualitas perbuatan yang sesuai dengan kedudukannya. Seringkali terjadi dalam kehidupan masyarakat. Ayat ini menjelaskan tentang perbuatan dalam kaitannya dengan realitas sosial. Perbedaan kemampuan perempuan untuk melahirkan anak. Ayat ini secara tegas menyatakan bahwa apa yang dikerjakan manusia adalah yang menentukan eksistensinya. Anjuran Alquran untuk berbuat sesuai dengan kemampuan pada dasarnya dapat dianggap sebagai anjuran yang bermakna etik.

Kadang-kadang dibedakan antara ‘amal dan I’timal. Dalam Tafsir al-Fakhr ar-Razi dikatakan bahwa apa yang disebut ‘amal mempunyai dua bagian. berkehendak dan membenci.‘Amal ialah al-fi-il artinya pekerjaan atau al-mihnah artinya pengabdian. ‘amal dikatakan sebagai aktivitas yang tidak terkait dengan kepentingan diri sendiri. dan 2) ‘amal aljawarih. Menurut Ibn Atsir jika kata ‘amal yang berkedudukan sebagai fi’il dibaca ‘ammala maka bermakna walla artinya menguasai atau menjadikan sesuatu. yaitu 1) ‘amal al-qalb yaitu pekerjaan qalbu. seperti berpikir. yaitu pekerjaan dari anggota tubuh manusia 1 . sedangkan i’timal adalah aktifitas yang terkait dengan kepentingan diri sendiri.

Kebudayaan sebagai penjelmaan kesatuan eksistensi diri manusia hamba Allah (abd Allah) adalah karya nyata dari manusia sebagai kalifah Allah di muka bumi. amal perbuatanlah yang menentukan arti hidup manusia. Sedangkan manifestasi amal perbuatan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi adalah ketekunannya mengembangkan konsep-konsep dalam realitas kebudayaan dalam kehidupan masyarakat. yang secara formal diatur dalam kehidupan keagamaan. Jadi. amal perbuatan nyata yang merupakan wujud dari kesatuan kedudukan manusia sebagai hamba Allah (‘abd Allah) yang bertugas menciptakan kebudayaan di muka bumi (khalifah Allah fil al-ardhi). Hanya melalui karyanya yang baik.bertugas membentuk kebudayaan di muka bumi (khalifah Allah fil alardhi). yang menjadi sunnah Allah. karyanya. Manifestasi amal perbuatan seorang hamba Allah (‘abd Allah) adalah ketaatan dan kepatuhannya yang ikhlas atas perintah-perintah Allah. Kesatuan dari gagasan dan tindakan dalam realitas kehidupan dapat dipandang sebagai proses pembentukan suatu kebudayaan. ‘Amal dalam hubungan ini adalah merupakan wujud penjelmaan kesatuan diri (nafs) – kesatuan jasad. Pada tahap kesatuan gagasan dan aktualitasnya terdapat kaitaan dengan nilai etik. hayat. yang nampak dalam gerak atau diam. Kesatuan diri itu terjelma dalam amal perbuatan. yang menjelma menjadi perbuatan nyata. kualitas kemanusiaan akan dilihat oleh Allah dan utusan-Nya serta orang-orang yang beriman dalam surat 9: 105. yaitu perbuatan nyata dari manusia yang menjadi hamba Allah (‘abd Allah) yang 1 . dan dalam karyanya terjelam nilai-nilai kemanusiaannya. dan ketulusannya beribadah kepada-Nya. kepada hukum-hukum Allah yang mengatur semua ciptaan-Nya. yang menyakut berbagai aspek kehidupan manusia di dunia ini dan bukan semata-mata kegiatan peribadatan formal seperti yang diatur dalam kehidupan keagamaan. ruh. kesatuan diri dari unsur-unsur jasad. bukan pada unsur pokok yang membentuk dirinya yaitu jasadnya hayat. dalam wujud kebudayaan. Pandangan tauhid Alquran dalam konsep antropologi adalah terletak dalam pandangannya atas kesatuan manusia dalam diri yang disebut Alquran dengan kata nafs. Amal dalam kaitannya dengan kebudayaan adalah merupakan lapangan kegiatan yang amat luas. amal pada dasarnya dapat dipandang dari dua tahap yaitu tahap gagasan (pemikiran dan kesadaran) dan tahap gerak tubuh yang melahirkan tindakan konkrit dalam realitas kehidupan. Pada amal perbuatan manusia inilah terletak hakikat manusia. dan ruh) manusia menyatu secara nyata dan dinamis. Dalam karyanya. ‘Amal dalam pandangan Alquran mempunyai arti yang amat luas. Dari ayat-ayat tersebut di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa dalam pandangan Alquran. totalitas diri (jasad. tindakan yang tidak didasarkan pada kesadaran berpikir sesungguhnya tidak dapat dinilai secara etik. baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia. hayat ruh. ruh. Manusia menampakkan dirinya secara nyata dalam karyanya. diri manusia akan dapat menemui Tuhannya dalam surat 18: 110. hayat. Melalui karyanya. Oleh karena itu. Hakikat manusia adalah amalnya.

Kedangkalan dan kekeliruan dalam memahami konsep ketuhanan akan membawa akibat pula kepada kehidupan beragama dan bernegara.. Tetapi di balik kekaguman akan romantika itu. maka kecenderungan untuk ingin tahu itu lebih keras lagi. serasi dan memukau. hati mencoba menelusuri siapa Dia yang menempatkan letak-letak bintang yang begitu permai. pemahaman tentang Tuhan ini berawal dari pernyataan umat Islam tentang dua kalimah syahadat. Pada tahap ini. Ketika malam kelam. mulai dari bentuk yang dangkal dan bersahaja berupa perasaan sampai ke tingkat yang lebih tinggi berupa penggunaan akal. langit dihiasi dengan cahaya bintang. setiap umat Islam sangat perlu memahami dua kalimah syahadat secara filosofis. Dalam ajaran Islam. Karena itu. Tatkala seseorang beranjak lebih dewasa dan mengenyam lebih banyak pengalaman. hendak kemana saya. Dalam ajaran Islam. terdapat suatu cetusan yang mempertanyakan tentang Penguasa tertinggi alam raya ini yang harus dijawab. siapa yang menata langit dan membangunnya sedemikian kekar dan indah. bagi laki-laki apabila telah mengalami mimpi mengeluarkan 1 . Demikianlah fitrah manusia bergolak mencari dan merindukan Tuhan. diperlukan suatu pengertian yang lebih mendasar. karena semua persoalan aktivitas kehidupan umat Islam tidak dapat dilepaskan dari dua kalimah Syahadat ini. A. di dalam lubuk hati yang terdalam. memancar kecenderungan untuk ingin tahu berbagai rahasia yang masih merupakan misteri yang terselubung. bukan saja naluri yang bergolak tetapi otak dan logika mulai main untuk membentuk pengertian dan mengambil kesimpulan tentang adanya Tuhan. maka hatipun bergetar. maka timbullah tanda tanya dalam hatinya sendiri tentang banyak hal. Ketika pandangan diarahkan ke lazuardi biru.maka siapakah penguasa di balik iradah dan kemampuan insan yang terbatas ini. dari mana saya ini. KONSEPSI TUHAN DALAM ISLAM Ketika seseorang mulai menyadari eksistensi dirinya. Pengertian dan pemahaman manusia tentang Tuhan akan memberikan corak kepada perilaku dalam hidup beragama dan berbangsa. Boleh jadi fitrah ini sekali-kali tertutup kabut kegelapan sehingga nampak manusia tidak mau tahu siapa penciptanya. pernyataan ini diucapkan ketika seseorang sudah sampai masa baliq (kedewasaan) dengan tanda. agar dapat dibedakan secara filosofis. mengapa saya tiba-tiba ada. yang pernah diungkap ketika seseorang menyatakan dirinya Islam. Dia sewaktu-waktu muncul kepermukaan lautan kesadaran memanifestasikan kecenderungannya merindukan Tuhannya yang begitu lembut. mengalirlah perasaan romantis mengagumkan. Makna Dua Kalimah Syahadat Dua kalimah syahadat merupakan pernyataan dasar seseorang untuk masuk ke dalam Islam. Dari arus pertanyaan yang mengalir dalam bisikan lubuk yang terdalam. Sebaliknya banyak kejadian yang mendadak tak diduga sebelumnya. namun kekuatan fitrah ini tidak dapat dihapuskan samasekali. Nampak kian banyak misteri yang terselubung di balik kehidupan ini. Banyak keinginan tidak selamanya terpenuhi. Oleh karena itu. Pertanyaan-pertanyaan itu antara lain.

maka peran orang tua untuk mengajarkan dua 1 . Ketika seseorang telah mengalami kedewasaan sebagaimana diungkap di atas.sperma (mani) dari kemaluannya. Menurut medis kedewasaan seseorang secara biologis diperkirakan. sedangkan bagi wanita apabila telah mengalami haid (cairan darah) dari kemaluannya. bagi lakilaki pada umur + antara 12 – 15 tahun dan bagi wanita + antara 9 – 13 tahun apabila dalam pertumbuhan biologis yang sehat.

kata Tuhan dinyatakan dengan kata rabbun yang artinya pembimbing atau ilaahun yang artinya gerakan atau dorongan. Asal usul kata Tuhan ini. Ini berarti bahwa sesuatu yang diyakini oleh manusia apapun bentuknya. maka telah menjadikan sesuatu itu Tuhan. maka tidak ada manusia di atas dunia ini yang tidak mempunyai Tuhan. jika diambil suatu kesimpulan. Prosees Pemahaman Tentang Tuhan 1 . yang sering kata illah diterjemahakan dalam bahasa Indonesia diartikan dengan kata Tuhan. Maha Perkasa. Pengertian Tentang Tuhan Dalam bahasa Inggris kata Tuhan disebut God. Maha Perkasa. sebagai suatu pernyataan untuk menyatakan bahwa seseorang telah berada (masuk) dalam Islam. Dalam kamus besar bahasa Indonesia. 1. mengapa kalimah syahadat itu tidak langsung saja menyatakan kata Allah? Ketiga Mengapa hanaya nama Rasul Muhammmad Saw saja yang dinyatakan dalam kalimah syahadat? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu diuraikan terlebih dahulu tentang pengertian illah dalam dua kalimah syahadat ini. hingga saat ini belum dapat diketahui dengan pasti. kepadanya tempat berpasrah kita berada dalam kesulitan. tidak cukup hanya mengetahui arti dari kalimah tersebut tanpa menganalisanya lebih lanjut. takun dan mengharapkannya. meminta perlindungan dari padanya. Dua kalimah syahadat ini perlu dipahami oleh siapapun yang telah masuk dalam Islam. kata Tuhan diartikan sesuatu yang diyakini dipuja disembah oleh manusia sebagai yang Maha Kuasa. merendahkan diri dihadapannya. Namun setiap bangsa Indonesia sudah dapat memahami apa yang dimaksud kata Tuhan tersebut. ada beberapa pertanyaan yang perlu dikemukakan untuk memperjelas dasar keyakinan seseorang. karena kalimah syahadat ini merupakan titik tolak awal dalam memahami Allah. menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya” Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa Tuhan itu dapat berbentuk apa saja. antara lain diartikan dengan the creator and ruller of the univers (pencipta dan penguasa alam semesta) atau any being regarded as or worshipped as happing power over nature and control over human affairs (sesuatu yang Kata Tuhan merupakan bahasa yang digunakan oleh bangsa Indonesia untuk mengungkapkan sesuatu yang diyakini dipuja dan disembah oleh manusia sebagai Yang Maha Kuasa. jika menjadi suatu yang dipentingkan. Oleh karena itu. tunduk kepadanya. Pertama. Menurut Ibnu Taimiyah memberikan pengertian Tuhan (Al Ilah) ialah “yang dipuja dengan penuh kecintaan hati. berdo’a dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri. jika seseorang berasal dari keluarga Islam. Namun persepsi setiap manusia memungkin kan terjadinya tanggapan dan pandangan tentang Tuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tahap pemikirannya. mengapa kata illah dinyatakan di dalam kalimah syahadat tersebut? Kedua.dipuja atau di sembah karena melebihi kekuatan alam dan menguasai aktivitas manusia) Dalam bahasa Arab. dari mana kata tersebut berasal. 2. Dalam memahami dua kalimah syahadat ini. yang dipentingkan oleh manusia. kalimah syhadat tersebut. Ini bukan berarti bahwa sebelum seseorang itu dewasa tidak diajarkan dua kalimah syahadat tersebut.

Setiap benda itu mempunyai pengaruh pada manusia. 2. meminta advis dan minta bendabenda tertentu sebagai jimat. misalnya memerlukan sajian nasi kuning. Benda-benda yang mempunyai Mana yang lebih dan yang lainnya disebut fetesy atau jimat (melanesia). Dukun-dukun. Oleh masyarakat primitif. kekuatan dan keberaniannya luar biasa juga dianggap mempunyai Mana yang luar biasa. Syakti (India) dan Kami dalam bahasa Jepang. maka ia akan dihantui oleh perasaan was-was dan takut. maka pohon itu mempunyai Mana yang hebat pula. seperti mana dari yang lainnya. maka seseorang tidak dapat membantah kecuali menurutinya. telah mengakui adanya suatu kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan manusia. apakah benda itu mati atau hidup. Jika menurut dukun. Jika dukun menasehati cukup dengan air putih. Kekuatan yang ada pada benda-benda itu disebut dengan nama yang berbeda -beda pada setiap tempat. Jika menurut nasehat dukun. dianggap mempunyai Mana yang hebat. yang berarti suatu teori yang menyatakan adanya sebuah proses dari suatu keyakinan yang amat sederhana hingga meningkat menjadi lebih sempurna. roh dipercayai sebagai sesuatu yang akatif sekalipun bendanya hidup. Roh itu akan senang apabila keutuhannya dipenuhi. Sesuatu yang mempunyai kekuatan dari yang lainnya. Contohnya. yang berarti bergerak atau bangkit. manusia sejak zaman primitif. Dinamisme Kata dinamisme berasal dari kata dinamo. manusia harus . Saji-sajian yang sesuai dengan advis dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh itu. Orang yang usia. masyarakat primitif juga mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. biasanya dijadikan tokoh. tukang sihir dan sejenis dengannya. Di samping kepercayaan dinamisme. dianggap mempunyai Mana yang hebat. Dia akan dikunjungi oleh orang-orang untuk berobat. pohon-pohon yang besarnya melebihi pohon yang besar lainnya. Orang yang usia. pohon-pohon yang besarnya melebihi pohon yang besar lainnya. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. Benda-benda yang mempunyai Mana yang lebih dan yang lainnya disebut fetesy atau jimat. suatu roh harus mendapatkan perlakuan tertentu. Mana adalah kekuatan yang tidak dapat dilihat atau diindera dengan pancaindera dan oleh karenanya dianggap sebagai sesuatu yang misterius. Menurut teori Evolusionisme dalam proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan ini adalah sebagai berikut: 1. dikenal teori evolusionisme. Animisme Animisme berasal dari kata yang berarti jiwa dan roh. mempunyai roh (roh dalam uraian ini tidak sama dengan pengertian roh dalam Islam). maka cukuplah dengan air putih saja. Benda-benda yang ditakuti rohnya ialah benda yang dianggap mempunyai kekuatan atau Mana yang hebat. 1 . Orng yang memliki Mana yang lebih dari orang lain. Menurut kepercayaan nya ini. Untuk memperoleh ketenangan hidup dan agar terhindar dari gangguan Mana yang lain yang membahayakan. roh A pada hari Jumat Kliwon. ada yang berpengaruh positif dan apa pula berpengaruh negatif.berusaha mengumpulkan Mana sebanyak-banyaknya.. maka pohon itu mempunyai Mana yang hebat pula. Setiap benda yang dianggap benda baik.Dalam literature sejarah agama. Tuah (melayu). mempunyai rasa senang dan rasa tidk senang serta mempunyai kebutuhan-kebutuhan. Contohnya. akan menjadi sanjungan dalam masyarakat rimitif. Meskipun Mana itu tidak dapat diindera. kekuatan dan keberaniannya luar biasa juga dianggap mempunyai Mana yang luar biasa. kemudian seseorang tidak melaksanakannya. Menurut paham ini. agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut haruslah diusahakan untuk memenuhi atau menyediakan kebutuhankebutuhannya. tetapi ia dapat dirasakan pengaruhnya.

binatangbinatang dan pohon-pohon yang dipandang mempunyai roh. benda-benda. Ikatan manusia dengan hal-hal tersebut di atas 1 . akan disanjung. dihormati dan disembah agar dapat menolong dan membantunya.Pada masyarakat primitif. roh nenek moyang.

cahaya dan ketertiban alam. meskipun telah mengakui Elohim sebagai Tuhannya. Ketiga dewa tersebut membawahi dewa lainnya seperti Ani (api). Itulah sebabnya pada masayarakat ini terjadi penyembahan-penyembahan terhadap patung. dewa Zeus sudah tentu lebih dimuliakan dari dewa-dewa dibahwanya. laut apai dan lain-lain. diadakan seleksi karena tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama. Di samping trimurti. Monoteisme Mernurut teori evolusi perkembangan terakhir dari proses pemahaman ketuhanan ini adalah monoteisme. Henoteisme Perkembangan dari politeisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum cendikiawan dari satu masyarakat. di Babilonia disebut Syam. Satu bangsa hanya mengakui ada satu dewa yang disebut dengan Tuhan. Mesti ada satu yang melebihi yang lainnya. dewa Mitra dan dewa Worouna yang masing-masing membidangi alam. Di dalam agama Yunani kuno misalnya. di Mesir disebut Ra dan di dalam agama Weda disebut dewa Indra. 4. Pada agama weda misalnya. Kepercayaan terhadap tiga dewa senior tersebut dikenal dengan istilah trimurti (tiga sembahan). dewa Indra. dan Wisnu. kepercayaan manusia meningkat menjadi lebih defenitif (tertentu). Dewa itu mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. lama-lama dinyatakan tidak memberi kepuasan. Dewa cahaya. dianggap hanya ada satu dewa yang mempunyai kelebihan dari dewa yang lain. Nama atau sebutan dewa-dewa tersebut berbeda-beda pada masing-masing bangsa. Ketiga Tuhan itu adalah satu jua adanya. binatang tertentu. Pertiwi (bumi) dan lain sebagainya. namun masih mengakui Tuhan (ilah) dari bangsa lain. sementara di Jerman disebut Thor atau Donnar. ada yang membidangi masalah air. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya. Bapak. Oleh karena itu. Syiwa. mengingat terlalu banyaknya yang menjadi sanjungan dan pujaan mereka. Bangsa Yahudi yang ada di Mesi. Politteisme Kepercayaan yang disebut dinamisme yang sebenarnya bersamaan dengan kepercayaan animisme. dan teisme dalam bahasaYunani disebut Theus diartikan Tuhan. Dalam proses waktu.Sedangkan dalam agama Hindu trimurti adalah Brhama. Ada bermacam-macam bentuk keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai berikut : 1 . Dalam kepercayaan semula antara satu dewa dengan dewa yang lain mempunyai kedudukan yang sama atau sederajat. dikenal pula adanya konsep tritunggal (trinitas) pada agama kristen yang diartikan Tuhan itu ialah Allah baik lahir maupun batinnya amat kuat. namun masih mengakui Ra sebagai Dewa bangsa Mesir. Yesus dan Roh Kudus. Soma ( minuman). Jadi monoteisme dapat diberi pengertian “keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa”. Kata mono dalam bahasa Yunani diartikan satu. ada yang membidangi angin dan lain sebagainya. Lambat laun. Roh yang lebih dari yang lain itu kemudian disebut dewa. 3. pohon besar. dari dewa-dewa yang diakui. ada tiga. meskipun dewa-dewa yang ada dibawahnya tetap mempunyai pengaruh. Kepercayaan semacam ini yaitu satu Tuhan untuk satu Bangsa disebut dengan henoteisme (Tuhan tingkat Nasional). 5.

21:29. dan yang lain-lain yang 1 - Monoteisme murni jika di-Indonesiakan dapat disebut dengan Keesaan Tuhan. Monoteisme Spekulatif adalah suastu keyakinan yang terbentuk karena bermacam-macam gambaran Dewa-dewa lebur menjadi satu gambaran.213. 26:29. 5:73.38. tapi hanya satu Tuhan saja yang diarah dan dipuja. 20:88. ilahin. 13:30. Islam mengistilahakannya dengan Tauhid (mengesakan). 2 kali disebut “ilahiyin” dalam surat 5:116. 16:51 1 kali disebut “ilahuna” dalam surat 29: 46 Ungkap ayat-ayat Alquran di atas. Bahkan kitab ini sendiri menamakan dirinya “petunjuk bagi . 41: . 20:88.91. Tuhan Yang Maha Esa itu tidak mungkin ditemukan oleh pikiran manusia.- Monoteisme Praktis adalah suatu keyakinan yang tidak mengingkari dewa-dewa lain. dalam surat 25:43. ilahun” dalam surat 2:133.65. 23:23. memberikan pengertian bahwa kata “Tuhan” atau “ilah” mempunyai arti yang beraneka-ragam. 20:97 . 28:70. 73:9.10 kali diungkap “ilahakum. Islam menyakini Monoteisme murni bukan produk pikiran atau hasil perkembangan pikiran. 3:2. 16:22. 108 22:34. 11:50. 43:84. 15:96. 28:38. Tiap sifat yang ditemukan pada alam.18. 140. 10:90. 27:60.72. Ada yang bersifat fisik (Raja. 18:110. hanya mungkin dihayati dengan hati.87. hanyalah Islam. 38:5. 40:37. 16: 22. 28:88.129. 11:14. ilaahaini) dan dalam bentuk banyak atau jamak (aalihatun). . 25:68. 23:116. 7:59. 21:25.61 .2 kali disebut “ilahaka. Tuhan dalam Al Quran Menurut Fazlur Rahman dalam bukunya Tema-tema Pokok Alquran menyatakan bahwa Alquran adalah sebuah dokumen untuk ummat manusia. dalm bentuk ganda (munthanna.88. 14. dengan rincian: 80 kali disebut“ilaha. 14:52. 3. ar-Rahman). 98. bukan bentuk dan rupa Tuhan - manusia” (huddal lin-nas) dalam surat 2: 185 dan berbagai julukan lain yang senanda di dalam ayat-ayat yang lain. 91. 64:13.98. 16:2. Satusatunya yang menganut monoteisme murni diantara filsafat dan agama-agama di dunia sekarang. Perkataan “Allah” adalah nama Tuhan yang sesungguhnya. 64. Monoteisme Teoritis adalah suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 5:73.84.16 kali disebut “ilahan” dalam surat 2:133.62.39.62. 18:110. 18:14. 7:158. Dengan demikian ujud keyakinan seperti ini sangant berlawanan dengan teori ilmu.18. 40:3.255. 6:19.23. 2:163. 9:31. 4:171.106. penguasa.73. 17:22. sifat dan perbuatan. Tuhan memiliki sifat satu-satunya. 7:138.61. Dalam bahasa Alquran kata Tuhan disebut “ilah”. 9:31. 52:43.84. kata “ilah” diungkap dalam Alquran sebanyak 113 kali dalam bentuk tunggal (ilaahun). yang akhirnya dianggap sebagai satu-satunya Dewa. 114:3. 23:117. Tiap bentuk dan rupa yang ditemukandalam alam (termasuk dalam alamimajinasi pikiran manusia). 50:26. tidak ada duanya. 35:3 37:35. tapi dalam prakteknya lebih dari satu Tuhan Monoteisme Murni adalah suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa baik dalam jumlah. bukan sifat Tuhan. 27:26. 41:6. 45:23 .163.2 kali dinyatakan “ilahahu.85.ilahika”dalam surat 2:133. 21:108. 4:87. 3:62. 59:22. lebih dari 2500 kali disebutkan di dalam Alquran (Tidak terhitung dengan kata ar-Rabb. 6: 102. 39:6.46. 2:163.6. ilahukum” dalam surat 37:4.63. 20:8.51. 51:51. tapi adalah wahyu yang diturunkan oleh Tuhan yang Maha Esa sendiri melalui Utusan-Nya. 22:43 29:46. 38:65. 28:71.32.

dipatuhi dan dipuja) dan ada yang bersifat abstrak (hawa nafsu. 1 . kepentingan pribadi yang dipatuhi dan dipuja).

Permasalahan muncul dalam kehidupan beragama adalah dalam memberi pengertian nama Allah diartikan sama dengan kata Tuhan dalam bahasa Indonesia. maka menurut informasi Alquran bahwa sebutan yang benar bagi Tuhan yang 1 . 22:43.Kata ilahukum ilahu wahid dalam surat 37:4. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” “Katakanlah (ya Muhammad): Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan. namun konotasi yang dimaksudkan sudah dapat dipahami bahwa arti kata Tuhan itu adalah sebagaimana yang diungkap dalam kamus Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang diyakini dipuji disembah oleh manusia sebagai Yang Maha Kuasa. dan sekali-kalitidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa dan Maha mengalakan”. Karena konotasi kata Tuhan sebagaimana telah diungkap di atas. 2:163. 18:110.Kata ilahan wahidan dalam surat 2:133. “Maka Ketahuilah. karena tidak ada kata lain yang tepat untuk meyatakan keyakinan kepada Sang Pencipta. 22: 34. ilahan wahidan (Tuhan Yang Satu. Alquran memberitahukan pula bahwa ajaran tentang Allah diberikan juga kepada para Rasul sebelum Muhammad. 21:108. 16:22. dan sesungguhnya Allah. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Alquran membedakan keyakinan manusia menggunakan kata ilah. sementara kata ilah diartikan juga dengan kata Tuhan dalam bahasa Indonesia atau bahasa lain. sedangkan keyakianan dengan menggunakan kata Allah. dinyatakan dalam surat 11:84. Alquran menyatakan nama Allah dengan kata ilahu wahid. 14:52. 41:6 . Disinilah letak kekuatiran umat Islam selama ini dalam menggunakan kata Tuhan untuk nama Allah. 16:22. Tuhan Yang Satu) . 5:73. diterjemahkan sebagai berikut : “Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar. 47:19. 38:4. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu”. adalah suatu keyakinan yang benar karena Allah memberikan namaNya sendiri adalah Allah. dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. Dengan mengemukan alasan-alasan tersebut diatas. yang berlawan dengan suatu keyakinan yang benar. dikemukan dalam surat 29:46.Kata ilahu wahid dalam surat 2:163. dan ilahukum ilahu wahid. 9:31. 6:19. Tuhan kamu Tuhan Yang Satu. Sebagaimana diungkap perbedaan tersebut dalam surat 45:23. bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mu’min. dan Allah menyatakan diriNya tidak dapat dilihat dengan mata diungkap dalam surat 6:103. Maha Perkasa. 38:65. 41:6. . Hal ini dinyatakan antara lain dalam surat 3:62. 29:46. 20:98. 5:72 dan Allah menyatakan diriNya sendiri itu adalah Esa. 18:110. Sementara Bahasa Alquran sangat membedakan kata ilah dengan kata Allah. 38:5. karena konotasi kata ilah membawa suatu keyakinan yang salah. diungkap dengan nada yang sama “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. dalam pengertian Alquran mempunyai arti yang beraneka-ragam.Suatu yang dilema bagi bahasa Indonesia untuk menyatakan suatu keyakinannya menyebut nama Tuhan. 4:171. 21:108.51. Yang diterjemahkan sebagai berikut : “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya (keinginan-keinginan) sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan Ilmu-Nya”………… dan dalam surat 25:43. Karena itu kata ilah ini diungkap dalam Alquran untuk menunjuk kan sesuatu keyakinan yang salah. laki-laki dan perempuan.

Jika kalimat syahadat diterjemahkan maka artinya sebagai berikut “aku bersaksi/menyatakan tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammmad adalah utusan Allah”. yang mengikrarkan kalimat syahadat La ilaaha illa Allah harus menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam setiap gerak dan tindakan dan ucapannya. dengan pengertian bahwa kita menolak sesuatu yang tidak kita inginkan dan kita menerima sesuatu yang kita inginkan. agar dapat dipahami dengan jelas makna yang tepat. Konsep kalimat La ilaaha illah Allah yang bersumber dari Alquran memang pentunjuk bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk mencari Tuhan yang lain selain Allah dan hal ini dapat kelihatan dalam sikap dan praktek menjalani kehidupan. Ini berarti jika wahyu Allah itu diturunkan sejak Rasul Adam. Jika pengertian yang dimaksud demikian. dan kemahaesaan Allah tidak melalui suatu teori evolusi melainkan wahyu yang dating dari Allah sendiri. Sebagai umat Islam. Ia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan yang lain. berarti tidak ada lagi di dalam dirinya untuk mengakui sesuatu kekuatan kecuali Allah. didalam bahasa Al Qur’an maupun bahasa Arab pengertian (ILAH) diartikan “sesuatu yang diyakini selain Allah”. Dalam pembahasan ini yang dimaksud dengan kata makna adalah arti dari suatu pemahaman dengan sudut pandang Islam dan pendekatan filosofis dari kalimat syahadat yang dikaitkan dengan realitas kehidupan manusia. untuk mendapatkan asuatu makna diperlukan suatu analisa. Terjemahan tersebut sangat popular didengar. tidak semua manusia mempunyai persepsi yang sama. maka perlu dipertegas dengan suatu pemahaman terhadap dua kalimah syahadat itu sendiri. maka konsep tauhid itu telah ada sejak datangnya Rasul Adam di muka bumi ini. Penomena ini dapat dilihat dalam keseharian kita. artinya “jangan sekalikali” dan “tidak ada sama sekali” kedua pengertian ini dapat digunakan dalam memahami ungkapan dua kalimah syahadat tersebut. 4 . namun jika dipahami secara mendasar maka kalimat tersebut merupakan kalimat penolakan dan sekaligus kalimat penerimaan. Esa menurut Alquran adalah esa yang benar benar esa. baru hanya dibibir. Disinilah letak persoalannya mengapa setiap manusia mempunyai pandangan yang berbeda-beda. Dari analisa pengertian diatas dari sudut pandang lkeyakinan Islam. yang tidak berasal dari bagian-bagian dan tidak pula dapat dibagi menjadi bagian-bagian. Kata (LA) dalam kalimat syahadat. jika dianalisa dalam bahasa Arab disebut LA NAHIYAH DAN LA NAFIYAH. jika dianalisa secara semantic mempunyai arti yang berabeka ragam. maka sebagai seorang muslim yang telah menyatakan ungkapan tersebut. mengapa kata (ILLAH) termasuk dalam kalimah syahadat dan mengapa hanya nama nabi Muhammad SAW saja yang termasuk dalam kalimat tesebut.sesungguhnya adalah sebutan ALLAH. pengakuan seperti diungkap tersebut belum menjadi sebuah komitmen. Dari kalimat syahadat tersebut ada dua hal yang sangat perlu dipertanyakan. Persoalannya sedikit rumit karena kita berbicara masuk dalam wilayah keyakinan. mka kalimat (LA ILAHA ILA ALLAH) dapat diarti sebagai berikut”jangan sekalikali mengakui ada Tuhan kecuali Allah” dan atau “tidak ada sama sekali mengakui Tuhan kecuali Allah”. Makna Kalimah Syahadat dalam Realitas Kehidupan Dalam kamus besar Bahasa Indonesia kata ‘makna’ dinyatakan dengan kata maksud atau arti. Namun dalam realitas kehidupan sebagai seorang muslim. Keesaan Allah adalah mutlak. Kalimat Syahadat di atas. Namun dalam bahasa Indonesia kata Tuhan. 1 . Kata (ILAH) dalam kalimat syahadat diartikan sebagai Tuhan.

Jika dipahami dari pendekatan filosofis. ketika seseorang telah menyatakan kalimat (LA ILLA ILA ALLAH) ini berarti pengakuan seseorang muslim terhadap dirinya bahwa tidak ada lagi Tuhan di 1 .

Kenyataan ini tidak dapat diingkari oleh manusia apapun bentuknya. tentulah akan beriman semua orang yang ada dimuka bumi ini seluruhnya. Apakah kamu hendak memaksa orang supaya mereka beriman semuanya” Landasan kedua Hadist Rasullah SAW yang diterjemahkan sebagai berikut : “ Setiap anak yang dilahirkan membawa fitrahnya. pendapat dan berpikir serta perbedaan dalam memilih agama. kebebasan atau kemerdekaan dalam segala hal kehidupan yang diberikan Allah kepada manusia. namun Allah menghendaki perbedaan. Perbedaan dalam bentuk ini semua manusia telah sepakat mengakui. Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih yang terbaik buat manusia Dalam realitas kehidupan bahwa keanekaragaman yang ada bukan diciptakan oleh manusia justru Allah yang menghendaki. hanya yang beriman kepada Allah. Dalam arti bahwa perbedaaan. Inilah yang dimaksudkan kalimat (LA ILAHA ILA ALLAH).dalam dirinya. Perbedaan. kebebasan atau kemerdekaaan yang mengindahkan aturan tata karma yang telah disepakati dalam kehidupan manusia walaupun tidak tertulis. aku bukan penyembah apa yang kalian sembah. yang ada hanya ALLAH. Dengan pengertian lain. dan kalian tidak pula akan menyembah apa yang aku sembah. Dari landasan di atas. seperti perbedaaan pandangan. Barang siapa yang ingkar kepada thaqut. Perbedaan tersebut bukan perbedaan dalam arti fisik. Allah maha mendengar dan Mengetahui” “ Dan kalaulah Tuhanmu menghendaki. oleh karena itu perbedaan. ada dua hal yang paling dasar yang perlu dipahami : 1. berate ia berpegang kepada tali yang berbuhul kuat yang tidak mungkin putus. Allah memberitahukan kepada manusia bahwa ada Tuhan lain selain Allah yang akan dipahami oleh manusia 2. bukan berarti sesuatu itu tidak ada di luar diri kita. jika kita mengatakan bahwa tidak ada sesuatu di dalam diri kita. Tuhan tidak ada atau hilang. namun perbedaaan dalam psikologis belum tentu dapat diakui oleh semua manusia. sebab jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. kebebasan atau kemerdekaaan yang memiliki nilai-nilai kemanusia. merupakan sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. apakah bapaknya Yahudi ataukah nasrani ataukah majuzi” (hadist diriwayatkan oleh Buchari dan Muslim). dalam pemahaman sesorang muslim. namun bukan berarti bahwa di luar dirinya. untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku pula” “Tidak ada paksaan dalam menganut agama. Suatu pertanyaan untuk memperjelas analisa dalam memahami Kalimat Syahadat tersebut adalah mengapa kata ILLA ini termasuk dalam kalimat Syahadat? Pertanyaan mengapa dalam pendekatan keilmuan memerlukan jawaban yang menggunakan landasan dan argumentasi yang jelas. Landasan pertama adalah Al Qur’an dalam surat 109: 1-6 dan 2: 256. kalian bukan pula penyembah apa yang aku sembah. serta 10: 99 yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai berikut: “Katakanlah!: Hai orang-orang kafir. Al Qur’an mengajarkan kepada manusia untuk memberikan penyadaran bahwa 1 . karena perbedaaan dalam bentuk ini merupakan kodrat yang memang sudah berbeda. aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. kebebasan atau kemerdekaan adalah hak yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia.

cara atau metodae penciptaan. Setelah konsep itu jelas. bentuk baru dari sesuatu yang sebelum tidak ada. telah mendorong manusia untuk memasuki medan penciptaan yang tak pernah mandek. Pengertian Penciptaan Penciptaan adalah suatu proses mewujudkan gagasan dalam kenyataan. dan seterusnya. membangun jalan layang untuk mengatasi kemacetan karena semakin banyaknya kenderaan-kenderaan yang harus diproduksi. konstruksi. Konsepsi Penciptaan Alam Semesta 1 . ukuran kekuatan atau kapasitas serta tujuan atau hasil yang ingin dicapainya. adanya bahan atau material yang dipakai. menggantikan yang lama. 1. Proses penciptaan bermula dari adanya pencipta yang memikirkan sesuatu hal. dengan kekuatan tenaga yang dimiliki.perbedaan itu harus diakui adanya. Sesuatu hal itu difikirkan menjadi suatu konsep berupa gugusan ide yang meliputi bentuk atau model. dengan menggunakan bahan tertentu pula sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. antara lain menciptakan gedung-gedung yang berlomba makin tinggi seakan-akan ingin mecakar langit. Manusia selalu ingin yang baru. kemudian proses penciptaan itu dimulai dalam ruang dan waktu tertentu. yang dirasa sudah usang. Analisis literer menunjukkan bahwa kata penciptaan mengandung beberapa bagian atau komponen yaitu adanya pencipta atau pelaku penciptaan. transformasi dan model khusus dari hasil akhir atau penggunaannya. menciptakan konsep-konsep pembangunan yang baru sesuai dengan perubahan yang senantiasa terjadi dalam kehidupan manusia. maka jadilah suatu wujud baru. dan dengan kemampuan kreatifnya ia menjelajahi bahkan menghadirkan bayangan hari depan ke kekinian. Dalam kehidupan sehari-hari. Keinginan memasuki pengalaman yang baru atau kebaruan. manusia senantiasa terlibat dalam proses penciptaan . dan bukan diartikan suatu permusuhan.

kualitas ciptaan manusia jauh lebih rendah daripada 1 . Kualitas suatu kejadian atau produk sepenuhnya ditentukan oleh kualitas penciptanya.Nyatalah bahwa dalam kehidupan ini. tidak ada sesuatu yang terjadi dengan sendirinya atau kebetulan. Oleh karena itu.

dan dapat dilihat juga dalam surat 10 :3. Dalam setiap ciptaan Tuhan terdapat di dalamnya mekanisme control yang bekerja secara otomatis untuk memperbaiki atau menggantikan kerusakan yang terjadi. Penciptaan Dalam Al-Qur’an Dalam al-Qur’an dinyatakan bahwa Allahlah yang Pencipta semua yang ada ini. 50: 38. maka ilmu dan teknologi srta wujud kebudayaan lainnya sebagainya produk manusia.Penciptaan semua yang ada ini langit dan bumi seisinya menurut al-Quran berlangsung dalam waktu tertentu. Tantang dan perubahan yang terus-menerus terjadi dalam kehidupannya mengharuskan manusia memberikan jawaban dan jawaban itu sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari kemampuannya menciptakan. karena kelalian akan fatal akibatnya. menciptakan sesuatu dri sesuatu yang ada mendahuluinya. penciptaan bagi manusia merupakan tanggung jawab moral. Demikian juga sebaliknya. penciptaan yang didasarkan moralitas dan untuk tujuan-tujuan kemanusiaan pada hakikatnya adalah upaya peneguhan. 1 . 2. . jika moralitas manusia kuat. untuk melakukan perbaikan atau penggantian sesuatu yang rusak. Al-Qur’an mengatakan dalam surat al-‘Araf ayat 54. apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaanNya sehingga kedua ciptaaan itu serupa menurut pandangan mereka?’ Katakanlah: ‘Allah adalah pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.ciptaan Tuhan. penghancuran terhadap eksistensi manusia sendiri. mengontrolnya terus-menerus agar tidk mencelakakan dirinya. 57:4. . 32: 4. Katakanlah: ‘Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindung dari selain Allah. Kemampuan penciptaan yang dimilikinya merupakan anugrah Tuhan yang paling berharga bagi kehidupannya. Kenyataan tidak adanya mekanisme control bagi ciptaan manusia menyebabkan adanya ketergantungan yang penuh kepadanya. Dalam setiap upaya penciptaan selalu terkandung di dalamnya tujuan.Sebaliknya. maka ilmu dan teknologi akan meyemaikan harapan dan kesejahteraaan bagi kehidupan bersama. Sebaliknya dalam ciptaan manusia tidak terdapat di dalamnya mekanisme control yang bekerja secara otomatis. Eksistensi manusia makin teguh oleh aktivitas penciptaannya. Akibatnya manusia harus selalu awas terhadap hasil ciptaannya. padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?’ Katakanlah: ‘Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat. 11: 7. Dengan demikian. Kesempurnaan dan keteraturan srta keseimbangan yang terkandung dalam ciptaaan Tuhan adalah merupakan wujud kesempurnaan Tuhan. Al-Qur’an mengatakan dalam surat arRa’d (13:16) : “Katakanlah:’Siapakah Tuhan langit dan bumi?’ Jawabnya Allah. atau samakah gelap-gulita dan terang-benderang. karenanya dalam ciptaan Tuhan termuat eksistensi dari Tuhan.Allah adalah al-Khaliq. 25: 59. Penciptaan yang mempunyai tujuan-tujuan yang bertentangan dengan moralitas atau kemanusian pada hakekatnya merupakan upaya penghancuran. Penciptaan bagi manusia adalah aktivitas yang menentukan eksistensinya di dunia ini. Eksistensi Tuhan sepenuhnya melekat pada penciptaaan. peneguhan eksistensi manusia. karena digunakan bukan untuk tujuan-tujuan yang baik. tidak mustahil akan mengakibatkan bencana. Sesungguhnya penciptaan adalah suatu aktivitas yang sangat menentukan bagi adanya eksistensi. Jika moralitas manusia rendah. dab akibatnya akan sangat luas dalam kehidupan masyarakat.

57: 27. 2. 65:12. 2 : 117.Penciptaan itu bermula dari air.11. 65:12.79.12. .Kata khaliq ini sebanyak 13 kali yang tersebar dalam 9 surat. Al-Qur’an menyatakan dalam surat 2: 164.10. 41: 9. 20:72.10. yang hendaknya menjadi bahan renungan dan pemikiran manusia. 32: 4. .39:46. 57:4. 43:27 3 Proses Penciptaan Alam Semesta Membicarakan proses penciptaan alam semesta. 10 : 3. 46:9. 35:1. . terdapat ayat-ayat yaitu tanda-tanda kebesaran Allah. Penciptaan itu sama sekali bukan main-main. 12:101. 17:51. tanpa manfaat ataupun makna. 25: 59. 36:22 . agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. Pengungkapan Al qur’an tentang Penciptaan Alam Semesta dalam bentuk kata : 1.Penciptaan itu tidaklah sia-sia. FATHIR Kata Fathir ini 20 kali dalam 17 sura. 57:4. 11: 7. 6:101. 3. 25: 59. Al-Qur’an mengatakan dalam surat 21: 30. 11: 7. 50: 38. 11:51. bukan berarti Allah menciptakan sesuatu berhadapan hadapan satu dengan yang lainnya . 42:11. 21:30. BAD’ Kata Bad’ ini sebanyak 4 kali dalam 4 surat. 30:30. 21:30. sulit bagi manusia untuk memahami manakala kita masih meletakan posisi serperti apa yang dilakukan oleh manusia. 32: 4. KHALIQ . 51:47.11. 51:47.. Al Qur’an memberikan informasi tentang bagaimana alam ini diciptakan dalam surat 11 : 7 dengan arti : “ Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan adalah ‘Arsy-Nya di atas (al-ma) air. niscaya orang-orangyang kafir itu akan berkata ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata” ..Bagi manusia. Al-Qur’an mengatakan dalam surat 21: 16. Dari ayat-ayat di atas ini. penciptaan semua itu hendaknya menjadikan ia ingat terhadap kekuasaan Allah dan tunduk pada hukum-hukumNya. 1 . 14:10. 50: 38. seperti manusia melakukan suatu perbuatan.Selanjutnya al-Qur’an menegaskan bahwa dalam penciptaan semua yang ada itu. Terjemahan yang diungkap tentang kalimat “Wahuwal lazi khalaqas sama’wati wal ardhi fi sittati ayyam wa kana arsy alal ma’” diartikan dalam terjemahan al Qur’an yang diterbitkan oleh Departemen Agama “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enan masa dan arsy Nya di atas air”. 6:14. Al-Qur’an menyatakan dalam surat 10: 3. dan dapat dilihat juga dalam surat 41: 11-12. pernyataan senada tentang proses penciptaan alam semesta. Jangan dibayangkan seperti itu. dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekkah) sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati. 10 : 3. 41: 9. dan dapat dilihat juga dalam surat 44: 38-39.12.Ayat ini yang senada dengan ayat tersebut diatas 7 : 54. 21:56.

1 .Semetara itu dalam pengertian lain kalimat “Wahuwal lazi khalaqas sama’wati wal ardhi fi sittati ayyam wa kana arsy alal ma’” diartikan atau diterjemahakan “Dan Dialah yang menciptakan ruang alam (al sama’) dan materi (al ardhi) dalam enan masa dan arsy Nya di atas al ma’”.

Kata al-sama’. Memuatnya satu kali dalam surat Fushshilat 41:11 dan satu lagi dalam surat aldukhan/ 44 :10. alam semesta merupakan satu kesatuan yang bersifat padu. memang dirasakan amat sulit. bad. Sehubungan dengan tidak adanya al Qur’an menjelaskan apa sesungguhnya yang dimaksud dengan kata Dukhan. Dari informasi tentang ayat-ayat proses penciptaan alam semesta tersebut ada tiga bentuk kata yang erat kaitannya dengan proses penciptaan alam tersebut adalah kahlq.5 miliyar tahun yang lalu di sekitar matahari. Bucaille memahami kata ini sebagai asap yang terdiri dari stratum ( lapisan) gas dengan berbagai-bagai yang kecil yang mungkin memasuki tahap keadaan keras atau cair dan dalam suhu rendah atau tinggi. tidak berbicara tentang proses penciptaan alam semesta seperti dalam surat Fushshilat. Kemudian proses berikutnya. ialah kata ratq dan fatq. bintang-bintang dan lainnya. setelah terjadi pemisahan oleh Allah alam semesta mengalami proses transisi fase membentuk dukhan. yang ketika itu penuh “embunan” Kata Dukhan dalam al Qur’an hanya ditemukan dua kali. seperti yang digambarkan dalam surat al-biya’/20:30. bagaimana bentuk kesatuan sesuatu yang padu (ratq) itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas. kimia kata al ma’ diartikan sop kosmos atau zat alir. Ibn Kasir menafsirkan dengan sejenis uap air. Kesimpulan sementara hanya dapat dikatakan bahwa sebelum terjadi ruang alam (al-sama’) dan materi (al-ardh) seperti sekarang. Dalam terjemahan yang dipahami selama ini al ma’ ini diartikan dengan kata air. tidak ditemukan redaksi ayat dengan penjelasan yang tegas. Ada juga yang melukiskan kehalusan dan keringan sifat dukhan. ruang alam (al-sama’) dan materi (al-ardh) sebelum dipisahkan Allah adalah sesuatu yang padu. Sementara air terdiri dari atom oksigen dan atom-atom hydrogen dalam fase penciptaan alam belum dapat berbentuk dan isi alam ketika itu merupakan radiasi dan materi yang ada pada suhu yang sangat tinggi itu wujudnya lain daripada air yang ada sekarang ini. Sedangkan kata fatq menunjukkan pula tentang proses penciptaannya lebih lanjut. Akan tetapi kata dukhan yang terdapat dalam surat dukhan. dan fathr. yaitu bakal bumi. Perlu dipertanyakan. karena al Qur’an tidak memberikan petunjuk-petunjuk ke arah itu. Rangkaian proses berikutnya. yang sudah ada sesaat setelah Allah menciptakan jagat raya. Hal ini diperoleh dari pernyataan surat Fushshilat 41:11 yang berbunyi artinya : Kemudian Allah menuju penciptaan ruang alam (al-sama). Kata ratq menunjukkan alam semesta pada awal penciptaannya. bumi baru terbentuk sekitar 4. karena itu beberapa referensi berusaha menafsirkan kata ini. Karena menurut penelitian ilmuwan. Jadi alam semesta ketika itu merupakan satu kumpulan . Apakah alam semesta ini diciptakan dari materi yang sudah ada atau dari ketidakadaan. berada di atas al ma’.Yang dimaksud dengan pengertian arsy adalah singgasana atau kekuasaan yang dimiliki Allah. Sedangkan kata al-ardh yang biasa diartikan dengan kata bumi – di sini lebih tepat dipahami dengan materi. sementara dalam bahasa ilmu pengetahuan alam atau fisika. Jadi ketiga bentuk kata itu hanya menjelaskan bahwa Allah Pencipta alam semesta tanpa menyebutkan dari ada atau tiada. Demikian pula dengan al ma’ lebih tepat diartikan dengan zat alir atau sop kosmos ketimbang dengan kata air. kata kunci yang mengarahkan untuk disimpulkan demikian.. 1 . Hal ini untuk menghidari konsep yang keliru tentang pengertian langit yang dipahami sebagai bola super raksasa yang mewadahi seluruh ruang alam. dan tanah di bumi kita ini baru terjadi sekitar 3 miliyar tahun yang lalu sebagai kerak di atas magma. yang lazim diartikan dengan kata langit – harus dipahami sebagai ruang alam yang di dalamnya terdapat galaksigalaksi.

Sesungguhnya sehari di sisi Allah adalah seribu tahun dari tahuntahun yang kamu hitung”(22:47) “Dia mengatur urusan dari langit (ruang alam’) ke bumi (materi) kemudian urusan itu naik kepada-NYa dalam saatu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitungan mu”(32:5) 1 . 32. 41:9-12. Kemudian daoam al qur’an berturut-turut disebut bahwa alam semesta diciptakan selama enam masa (tahap) atau priode. sedang surat albaiya’/21:30 menjelaskan al-ma’ (air) sangat dibutuhkan dalam kehidupan atau dari air diciptakan sekalian makhluk hidup. 70 :4 “Dan mereka meminta kepada mu agar azab itu disegerakan. 25:59. 10:3. maka seharusnya kata ini dipahami dengan hasil temuan sains yang telah terandalkan kebenarannya secara emperis. Hal ini perkuat dengan hasil temuan ilmuwan bahwa pada suatu ketika dalam penciptaan terjadnya ekspansi yang sdangat cepat sehingga timbul “kondensasi” di mana energi berubah menjadi materi. 50:38. sebelum alam semesta terbentuk sekarang ia mengalami bentuk atau sifat semacam zat alir atau sop kosmos. pembicaraan al-ma’ (zat alir) dalam surat Hud/ 11:7 erat kaitanya dengan proses penciptaan alam semesta. Surat al biya’ ini diperkuat dalam surat al.Supaya tidak terjadi kekeliruan dalam menangkap maksud kata dukhan yang dihunbungakan dengan proses penciptaan alam semesta. Jika diterjemahkan satu hari sama dengan hari dunia sekarang ini tentu tidak logis dan ia juga bertentasngan dengan ayat-ayat al qur’an yang lain. 5. Menurut kalam arab dan kebanyakan ayat-ayat al qur’an. 32:4. Sebagaimana dukhan al quran juga menunjukkan bahwa zat alir atau sop kosmos (al-ma’) telah ada sebagai salah satu konisi terwujudnya alam semesta.. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kata al-ma dalam al qur’an dapat diartikan sebagai zat alir secara umum .Nur/ 24:45 bahwa Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air. kata ini dipakaikan kepada suatu masa atau periode (juz’min al-zaman) yang kadarnya tidak dapat ditentukan dan tidak ada seorang pun yang mengetahui hakikatnya secara pasti kecuali Allah. Bukan pulah menunjukkan materi asal dari ruang alam (al-sama’) akan tetapi ia menjelaskan tentang bentuk alam semesta ketika berlangsung fase awal penciptaannya. Kata yaum dengan jamaknya ayyam (tahapan atau priode) dalam al qur’an bukanlah dimaksud batasan waktu antara terbenamnya matahari hingga terbitnya matahari seperti hari di bumi. 57:4. dan ia juga merupakan syarat mutlak untuk terjadinya kehidupan. Yang dimaksudkan tidak logis adalah satu hari yang dimasudkan dalam al qur’an tidak sama dengan satu hari yang dirasakan oleh manusia saat sekarang sebagaimana yang diungkap oleh al qur’an dalam surat 22 : 47. zat ini mempunyai wujud yang berbeda ketika alam semesta dalam proses penciptaan. Jadi. padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. seperti yang telah disinggu sebelumnya. 7:54. Dengan kata lain. Secara global dalam surat hud/ 11:7. tetapi ia harus dipandang sebagai tahapan atau priode penciptaan alam semesta secara keseluruhan dalam waktu yang sama.. Agar tidak menjadi suatu kesalahan bagi yang mengatakan bahwa ruang alam (al-sama’) berasal dari materi sejenis dukhan. Enam tahap tau priode tersebut bukanlah menunjukkan uruturutandalam penciptaan al-sama’ (ruang alam) dan al-ardh (materi) serta lainnya.

yang 1 . Jadi kata seribu dan lima puluh ribu tahun menunjukkan betapa panjangnya waktu itu dan ini merupakan pernyataan simbolik.“Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (70:4) Dalam ayat-ayat di atas dikatakan satu hari sama kadarnya dengan seribu tahun dan lima puluh ribu tahun menurut perhitungan hari di bumi.

terdapat di dalamnya tanda-tanda kebesaran Allah. SUNNAH RASUL DAN IJTIHAD SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM A. 48:23. Penafsiran ini ditopang sejumlah ayat seperti 17:77. alam semesta seisinya. manusia menempuh proses belajar. Adapun proses penciptaan alam semesta selanjutnya. sehingga manusia bisa mendapatkan manfaat bagi kesejahteraan hidup manusia bersama. Dari hubungan dengan alam yang ada di sekitar hidup manusia itu. mereka mengatakan hanya sebentar saja.diungkap oleh Allah. 33:62. menjadi bentuk baru berupa alam kebudayaaan. ibarat tubuh yang satu. Dengan istilah lain. manusia mengolah dan membentuk apa yang ada dalam alam semesta ini. manusia memperoleh kesadaran pengetahuan untuk menyusun konsep-konsep dan berusaha mewujudkan konsep-konsep itu dalam realitas kehidupan masyarakat untuk mencapai kemakmuran bersama. Tidak cukup dengan ungkapan ayat-ayat yang ada di dalam al qur’an tanpa ada tinjauan dari ilmu pengetahuan yang bersifat kealaman. 35:43. Sebagaimana disinggung sebelumnya bahwa proses penciptaan alam semesta sebagai hasil “bacaan” terhadap “kitab alam” dapat dilihat dari hasil observasi sains kealaman. gerakan dan edaran ruang alam(al-sama’) dan materi (al-ardh) serasi dan sejalan. bahkan merupakan dasar bagi upaya pembentukan kebudayaan. tidak saling bertentangan. realitas kebudayaan sepenuhnya dipengaruhi oleh tahap-tahap perkembangan intelektual. Sebagai khalifatullah di muka bumi. Demikianlah proses penciptaan alam semesta yang dirangkai dari isyarat-isyarat yang disinyalkan al qur’an. SISTEMATIKA SUMBER AJARAN ISLAM Berpedoman dari surat an-Nisa’ ayat 59. Dalam proses pembentukan itu manusia harus selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebenaran yang terkandung dalam penciptaan alam dan ingat atas batas-batas wewenang yang diterimanya dari Allah sebagai khalifatullah. AL-QUR’AN. yang disebut dengan sunnahtullah. Hal ini dapat dibukti ketika seorang yang telah pulang pergi ke orbit bulan tinggal berapa lama di orbit bulan . yaitu Allah melengkapinya dengan menciptakan hokum-hukum tertentu. Olaeh karena itu. Dalam hubungan ini. Dan realitas semua usaha manusia untuk mengatasi persoalan yang dihadapi sebagai upaya untuk meningkatkan kehidupannya adalah kebudayaan. Hasil penelitian ayat-ayat ini seutuhnya menunjukkan bahwa hokum-hukum alamyang telah ditetapkan Allah tersebut tidak akan pernah berubah dan menyimpang. Melalui pemikiran terhadap alam sekitar itu. 36: 38-40. Alam semesta tunduk kepada hokum-hukum rangan Allah tersebut. yang menjadi obyek pemikiran manusia. Dalam kejadian penciptaan itu. penciptaan alam semesta seisinya tidaklah siasia. Hal ini dipahami dari percakapan simbolik antara Allah di satu pihak dan ruang alam ( al-sama’) dan materi (al-ardh) di pihak lain. dan pengetahuan yang diperoleh melalui proses belajar memahami alam sekitar selanjutnya tumbuh berkembang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan tingkat intelektual. para ahli sepakat bahwa sumber ajaran Islam yang utama ialah : 1 . 6:96.

aparat kerajaan dan umat tak siap menghadapinya. Dampaknya mentalitas umat melemah dan ketahanan umat turut ambruk.1. Namun memasuki abad XIV Masehi. memberi dampak lahirnya 1 . istihsan dan maslahat mursalah dan lainnya. maka para ahli hukum Islam (Ahli fiqih) menambah sumber ajaran Islam yang ketiga yaitu Ijtihad. Persyaratan ijithad dipersulit. Suasana itu membuat para ahli fiqih periode berikutnya berfikir ulang tentang penggunaan ijtihad. gejala kemunduran mulai tampak. Dengan tiga ajaran Islam ini. Dikukuhkanlah sebagai sumber ajaran Islam berikutnya. Pengetahuan ulama yang sangat terbatas. Hal ini disebabkan sumber utama al-Qur’an dan sunnah mulai kurang mendapat analisis. Selain al-Qur’an dan Sunnah Rasul. sebenarnya merupakan penjabaran dari ijtihad. yang berakhir jatuhnya kekahalifahan Abbasiyah di Timur Tengah. baik dari segi populasinya maupun dari aspek perkembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan /teknolgi. Pedoman itu ialah Kitabullah dan Sunnahku”. bagaimana? Maka Muaz menjawab:”dengan sunnahmu” Nabi bertanya:”Jika tak ada dalam sunnahku dan al-Qur’an? Maka Muaz menjawab: dengan ijithadku” Berpedoman pada Sunnah Rasul ini. qiyas. orang tak berani lagi berijtihad dan semua persoalan yang tak ditemukan pemecahannya dari ayatal-Qur’an atau Sunnah Rasul. sedang bersamaan dengan itu pula bangsa Eropa menyerbu Cordoba yang menjadi pusat kerajaan Islam di Barat. yang siapa berpegang kepadanya selamatlah dia. orang lalu bertanya kepada ulama. yaitu : 3. Di samping itu ada maslahat mursalah yaitu mengambil dalil dengan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. sementara ijtihadnya lebih menonjol. jika umat bertanya padamu tentang sesuatu masalah. Ijma’. Dalam kesempatan lain. yaitu dlil yang diambil berdsarkan kasus yang hampir sama/mirip dengan asbabul nuzul (kasus yang menyebabkan turunnya ayat al-Qur’an) atau asbabul wurud (kasus yang meyebabkan keluarnya Sunnah Rasul) Selain sumber yang empat itu. ketika Muaz bin Jabal akan berangkat ke Yaman sebagai Duta. as-Sunnah Kesepakatan ini diperkokoh dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang menyatakan: “Aku tinggalkan pada kalian dua pedoman hidup. Tetapi karena dipersulitnya persyaratan ijitihad. seperti istihsan yaitu mengambil dalil dari berbagai macam ide pemecahan yang ada lalu dipilih yang terbaik. Ijma’ ulama. dalil apa yang engkau gunakan? Maka Muaz menjawab: “dengan al-Qur’an” Nabi bertanya:”Jika tidak terdapat dalam al-Qur’an. yaitu kesepakatan para ulama tentang suatu masalah 4. ada sumber lain yang tidak menjadi kesepakatan par ulama. yang berhasil merontokkan sisa kekhalifahan Bani Umaiyah di belahan Barat. Qiyas. Nabi bertanya kepada Muaz: “Hai Muaz. sampai memasuki priode abad XIII Masehi. sehingga orang tak berani lagi untuk berijtihad. al-Qur’an 2. Ketika bangsa Tartar dari Cina menyerbu Bagdad. terutama ijtihad memberi kesempatan bagi ulama-ulama zaman klasik untuk membuat Islam berkembang secara pesat.

sementara bidang ilmu pengetahuan dn teknologi dianggap bukan kajian Islam. teknologi politik dan kemasyarakatan menjadi bahasan para pakar. Urusan agama ditanyakan pada ulama. sedang masalah ilmu pengetahuan. Akibatnya ulama dengan ajaran Islamnya terpojok pada satu sudut yang sempit. yaitu pemilahan urusan dunia dan urusan agama.faham dikotomi. 1 .

Aspek-aspek tersebut akan lebih meyakinkan lagi. Aspek yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut: Pertama. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan anatominya. dibacakan kepada mereka. Ketika Utsman menjadi khalifah. Pertanyaan ini dijawab secara langsung dan tentunya spontanitas tersebut tidak memberi peluang untuk berfikir dan menyusun jawaban dengan redaksi yang indah apalagi teliti. Sedang Utsman menyatukan umat Islam pada suatu himpunan dari hasil pentadwinan tersebut dan menyebar luaskan pada umat Islam. sehingga terdapat dalam al-Qur’an adalah benar bersumber dari Allah. Seperti diketahui. atau suatu ayat kemudian disampaikan kepada para sahabatnya. Ditemukan adanya keseimbanagan yang sangat serasi antara kata kata yang digunakannya dengan maknanya. ummil mu’minin. yaitu Hafshah. Bahkan di antara sahabatnya ada yang menulisnya untuk dirinya sendiri. Ayat-ayat tersebut juga telah dihafal oleh sebagian besar umat Islam. karena keindahan diperoleh melalui “perasaan” dan bukan melalui nalar.B. bila diketahui bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang ummi. misalnya pertanyaan orang Yahudi tentang hakekat Ruh. ditemukan hal-hal yang sangat menakjubkan. termasuk apa yang dihafal oleh para Huffaz. menjadi tempat kembali umat Islam dalam menerima al-Qur’an dan meriwayatkannya. Pada waktu Rasul SAW wafat. Ketika turun kepadanya sebauh surat. Himpunan ini. Abu Bakar al-Shidiq telah mengumpulkan al-Qur’an dengan perantaraan Zaid bin Tsabit dan sebagian sahabat yang dikenal hafalannya. Diantara keseimbanagan tersebut. Artinya dapat dipastikan bahwa setiap ayat yang dibaca adalah hakekat nash al-Qur’an yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya dan disampaikan oleh Rasul SAW kepada umatnya tanpa perubahan atau penggantian. seperti Mesir. himpunan al-Qur’an diambil dari Hafshah dan dinaskahkan dengan perantaraan Zaid bin Tsabit. khususnya bagi yang tidak memahami dan memiliki “rasa bahasa” Araby. Pemeliharaan himpunan ini telah dilakukan oleh Abu Bakar pada masa hidupnya dan pada masa Umar. Namun demikian setelah al-Qur’an diturunkan dan dilakukan analisis tentangredaksi-redaksinya. Dengan dibantu beberapa tokoh besar Muhajirin dan Anshor. naskah ditulis menjadi beberapa naskah dan dikirm ke berbagai kota umat Islam. sehingga tidak sedikitpun ada yang hilang. Penulisannya menurut pentadwinan tersebut dan dihimpun satu sama lain menurut urutan yang pernah dibacakan oleh Rasul SAW kepadanya dan kepada para sahabat pada masa hidupnya. Ia juga tidak hidup dan bermukim di tengah-tengah masyarakat yang relatif mengenal peradaban. 1 . dan ditulis oleh juru tulis wahyunya. Tidak mudah menguraikan hal ini. Namun demikian ada satu dua hal yang berkaitan dengan al-Qur’an yang dapat membantu pemahaman aspek pertama ini. Dengan demikian Abu Bakar telah memelihara hasil pentadwinan ayat al-Qur’an. Beliau dibesarkan dan hidup ditengah-tengah kaum yang oleh beliau sendiri dilukiskan sebagai “Kami adalah masyarakat yang ummi”. yang dapat disimpulkan secara sangat singkat adalah sebagai berikut : a. atau Romawi. Persia. aspek keindahan dan ketelitian redaksinya. AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG QATH’I DAN ZHANNI DALLALAH DN KEDUDUKANNYA SEBAGAI SUMBER HUKUM 1. untuk menjawab pertanyaan atau mengontari peristiwa. himpunan ini ditulis ulang 4 kitab dan aslinya ditinggalkan kepada anak perempuannya. Ayat-ayat al-Qur’an dari Segi Sumbernya Ayat-ayat al-Qur’an bila ditinjau dari segi datangnya dn dinukilnya dari Rasul SAW kepada kita semuanya adlah pasti (qath’i). sering kali al-Qur’an “turun” secara spontan. Di antara mereka banyak yang menghafal dan membacanya pada setiap waktu. ayat al-Qur’an telah ditadwinkan (dibukukan) menurut kebiasaan pentadwinan orang Arab.

Pada waktu Lubaid mendengar Nabi Muhammad SAW melancarkan tantang tersebut terhadap masyarakatnya. unus 1 . al-Wahyu. Al-naf’u (menfaat) dan al-madhararah (mudarat). maka hal tersebut membuktikan bahwa kalam tersebut berasal dari Allah. kefasihan lidahnya. J. Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi’at (keburukan). seorang yang terkenal karena kepekaan kata-katanya. ayat 38. Dengan kalimat yang tegas. jika kamu memang benar”.Wahyu dan Islam). Kemudian syair itu digantungkan di pintu Ka’bah. Pada hari berikutnya Lubaid lewat pintu Ka’bah dan pada waktu itu dia belum masuk Islam. sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. Segala sesuatu yang bersumber dari Allah tidak mungkin ada yang mampu menghadapi tantangannya. Lubaid masuk Islam. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya. ini bukan kata-kata manusia dan saya termasuk orang yang menyerahkan diri. Tantang yang dikemukakan al-Qur’an terhadap manusia yang ragu akan kebenarnnya terdapat juga dalam surat Hud ayat 13-14. Sarwar dalam bukunya “Muhammad the Holy Prophet” menceritakan kehidupan “Lubaid ibnu Rabi’ah”. kemudian digantungkan di samping syairnya Lubaid. Al-Qur’an. serta manusia gagal dalam menghadapi tantangan tersebut sepanjang sejarah. dan kekuatan syairnya. sehingga ia berteriak dengan kerasnya: demi Allah.- Al-hayah (hidup) dan al-Mawt (mati). Akhirnya pada tahun 9 H. adanya tantangan yang tegas yang diajukan al-Qur’an kepada seluruh umat manusia sejak abad ke 7. dan ats Tsur ayat 34. b. masing-masing sebanyak 46 kali. masing-masing sebanyak 145 kali. suatu keistimewaan yang tidak di dapat kecuali oleh sekelompok kecil penyair terkenal bangsa Arab. al-Qur’an menyatakan dalam surat al-Isra’ ayat 88 : “Katalah: “sesungguhnya jika manusia dn jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan dia. Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati jiwanya). Pada waktu salah seorang kaum muslimin melihat hal yang diperbuat Lubaid dan bangkitlah semangat kehormatannya. khususnya terhadap setiap manusia yang mengingkari kerisalahan al-Qur’an. masingmasing sebanyak 167 kali. A’aqal dan an-nur (akal dan cahaya). Dia begitu terpesona oleh ayat-ayat tersebut. Lubaid membuat beberapa buah syair untuk menjawab tantangan yang didengarnya. masing-masing 70 kali. Apabila ad suatu kalam yang tidak mungkin manusia mendatangkan tandingannya. dan al-Islam (al-Qur’an. Dan dalam surat al-Baqarah ayat 23: “Dan jika kamu tetap dlam keraguan tentang al-Qur’an yang kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad) buatlah satu surat saja yang semisal al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolong selain Allah. Dia menulis beberapa ayat al-Qur’an. Kedua. masingmasing sebanyak 17 kali. masingmasing seanyak 50 kali.

Abu’l Thayyib al Mutanabbi. Merupakan hal yang tidak diragukan lagi. Thulailah bin Khuwalid al Asdi. ternyata terpaksa tunduk terhadap al-Qur’an dan mengakui secara jujur ketidak mampuan mereka untuk membuat suatu karya yang 1 . dan Abu’l Ala al Ma’ari. bahwa bangsa Arab yang dalam sejarah dikenal tidak ada bandingannya dalam kebalighan dan ilmu bayannya. tetapi mereka gagal dalam usahanya. Diantaranya ialah: Musallamah al Kadzab.Dalam sejarah banyak contoh-contoh lain tentang orang-orang yang berusaha untuk menjawab tantangan ini. An Nadhr bin ar Rawandi.

kaum Muslimin di Mekkah sedang dalam kondisi yang paling lemah dan paling buruk dalam segi materi. akan dapat melihat mumi Fir’aun tersebut. karena hal itu terjadi sekitar 1200 tahun S. Dinyatakan dalam surat al-Anbiyaa ayat 30: 1 . menjadi lambang pertarungan yang terjadi antara orng Islam dengan orang musyrikin Mekkah. Keempat. diceritakan dalam surat Yunus ayat 92 yang menyatakan : “Badan Fir’aun akan diselamatkan Tuhan untuk menjadi pelajaran generasi berikut”. adalah pemberitaan gaibnya. dn orang Romawi yang beriman kepada al-Masih. Akhirnya perng yang terakhir terjadi pada bulan Desember 627 di sepanjang sungai Dajah. Pada saat itu ditemukan satu jasad utuh. Persia tidak mungkin dapat melanjutkan peperangan melawan Romawi. yaitu Mekkah. psukan Persia tidak mampu bertahan dan lari bercerai-berai. Orang-orang Islam dan orang-orang Romawi mengharapkan kekalahan orang kapir Mekkah dan orang Persia. Setiap orang yang berkunjung ke Meseum Kairo. misalnya kisah Fir’aun yang mengejar-ngejar Nabi Musa. Oleh karena itu dia menyiapkan kapal-kapal untuk menyerang Persia dari belakang. serta nabi-nabi dan wahyu Allah. Ketiga. kemudian turun firman Allah surat Rum ayat 1-6 ini. Setelah menang dalam dua peperangan yaitu Armenia dan Asia Kecil. Dengan demikian pertarungan yang terjadi antara orang Persia dan Romawi. Akibat peperangan tersebut. Hal ini merupakan kebenaran al-Qur’an sebagai wahyu Allah. Pada tahun 1896 ahli purbakala yang bernama Loret menemukan mumi di lembah Raja-raja Luxor Mesir. pada suku bangsa di pusat ibu kota jazirah Arab. Pada waktu terjadi peperangan antara Persia dan Romawi. Beberapa tahun kemudian. Demikian pula yang akan kami lakukan kepadamu. Heraklius tahu bahwa kekuatan angkatan laut Persia lemah. sebab mereka penyembah benda-benda materi. 624 dan 625.S Pada tanggal 8 juli 1908 Elliot Smith mendapat izin dari pemerintahan Mesir untuk membuka pembalut mumi tersebut. isyarat-isyarat ilmiahnya. Pada waktu Persia berhasil mengalahakan Romawi pada tahun 616 dan berhasil menguasai seluruh wilayah sebelah timur negara Romawi. Berdasarkan data-data sejarah terbukti bahwa mumi tersebut adalah Fir’aun yang bernama Maniptah dan pernah mengajar Nabi Musa A. Dalam situasiyang demikian buruk. Heraklius melakukan peperangan yang lain melawan Persia pada tahun 623. Dengan demikian benarlah apa yang diramalkan al-Qur’an tentang kemenangan Romawi. penyembah matahari dan apai. Banyak sekali isyarat ilmiah yang ditemukan dalam al-Qur’an misalnya tentang penciptaan alam raya. Al-Qur’an menyajikan suatu inti landsan tentang kejadian dan terciptanya alam raya. Ramalan selanjutnya yang termuat dalam al-Qur’an adalah pernyatan tentang kekalahan pasukan Romawi oleh pasukan Persia yang terdapat dalam surat Rum ayat 1-6. orang-orang musyrikin mendapat kesempatan untuk menghina kaum Muslimin dengan mengatakan:”Saudara kami berhasil mengalahkan saudaramu. Di kota tersebut terdapat orang-orang majusi Persia. jika kamu tidak mau mengikuti kami dan meninggalkan agama yang baru”. Pada bulan maret tahun 628 M.M. Dalam keadaan yang menyakitkan itu. Tidak seorangpun mengetahui haltersebut. Heraklius kembali ke Konstatinopel dengan pesta-pesta besar-besaran. terjadi pula peristiwa serupa. Menghadapi serangan yang mendadak. seperti yang diberitakan al-Qur’an melalui Nabi yang Ummiy. pasukan Persia menarik diri dari seluruh tanah Romawi dan Heraklius berada pada pusat yang memungkinkan untuk menembus ke jantung kekaisaran Persia. Heraklius dari Romawi membuat suatu rencana untuk mengalahkan Persia.menyamai al-Qur’an walau satu ayatpun. Oleh karena itu akhirnya Kavadh II putera Kisra Chorous meminta damai dan mengusulkan pengnduran diri pasukan Persia dari tanah Romawi.

Al-Qur’an memang telah menyatakan bahwa alam raya ini terus menerus berkembang. Kata “fa” menunjukkan keberuntutan peristiwa secara langsung. Al-Qur’an dalam hal ini menyebutkan dengan kalimat “kata “fa” di awal kata tersebut. sebagaimana yang dinyatakan dalam surat adz Dzariyat ayat 47: “Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan Kami. Gamow menyatakan bahwa ledakan tersebut terjadi segera setelah massa tersebut tersumbat. Akan tetapi berbeda dengan kata “tsumma” yang juga berarti “kemudian”. berarti “kemudian”. Hasil penemuan para ilmiawan di atas membawa keharuan pada diri umat Islam. Sedangkan kata “tsumma” menunjukkan keberuntutan peristiwa. Kecenderungan ini didorong oleh adanya temperatur yang sangat tinggi yang timbul sebagai akibat adanya kepadatan yang luar biasa sebelumnya. 1 . ledakan yang terjadi menutut al-Qur’an adalah langsung setelah terjadinya penempatan massa yang sangat tinggi. Menurut Newton. sebagaimana penggunaannya dalam bahasa Arab. kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. Dan dalam surat Fussilat ayat 11: “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih berupa gas. seorang ilmiawan astrofisika Amerika Serikat bernama Edwin B. Dengan kata lain. sehingga kestabilan orbit akan tetap terpelihara dan sekaligus meniadakan tumbukan di antara benda-benda di alam raya. lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “datang lah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan sesuka hati atau terpaksa”. sehingga dengan berkembangnya alam raya berakibat tercapainya keseimbangan di antara seluruh benda-benda di alam raya. nampaknya ada persamaan dengan kedua ayat tersebut di atas. yakni proton dan elektron. Tujuh tahun kemudian (1929). Karena adanya kepadatan massa yang tinggi. sebab hasil penemuan itu membuktikan kebesaran alQur’an sebagai wahy Allah. menciptakan hukum keseimbangan di antara benda-benda tersebut. Bagian-bagian inilah yang selanjutnya sangat berperan dalam pembentukan zat-zat kimia yang lain. Ilmu pengetahuan mengungkapkan bahwa di antara semua bendabenda di alam raya terjadi gaya tarik menarik. Teori Gamow menyatakan bahwa alam raya ini merupakan satu kesatuan yang volumenya sangat kecil sekali. Hubble. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. Dengan demikian Hublle telah membuktikan bahwa alam raya benar-benar berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kalau dipelajari teori Gamow tentang terciptanya alam raya. Hal ini menyebabkan massa yang ada terurai menjadi bagian-bagian yang paling elementer. Dengan demikian. Sebenarnya letak persesuaian antara teori Gamow dengan al-Qur’an bukan hanya di situ saja.“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya adalahsuatu yang padu. berdasarkan pengmatannya terhadap galaksi-galaksi di alam raya ini berekspansi (berkembang) menurut model matematika seperti apa yang ditemukan Einstein dan Friedman. kondisi ini tercapai karena adanya keharmonisan antara gerak revolusi dengan gaya tarik menarik di antara benda-benda atau planet-planet di alam raya. tetapi ada selang waktu untuk menuju ke peristiwa selanjutnya. dan sesngguhnya Kami telah meluaskannya”. maka terjadi ledakan yang maha dahsyat.

Al-Qur’an yang diturunkan pada abad ke 7 telah mengungkapkan dalam surat ar-Rahman ayat 7 bahwa Allah meluaskan alam raya bukan sia-sia.Dalam hal ini al-Qur’an telah jauh mendahului penemuan Newton. Dengan demikian manusia yakin serta secara tulus mau mengamalkan petunjuk-petunjukNya. Semua aspek tersebut menjadi bukti bahwa petunjuk-petunjuk yang disampaikan al-Qur’an adalah benarbenar bersumber dari Allah. Hanya 1 . tetapi untuk menciptakan keseimbangan di antara benda-benda angkasa. sehingga tidak terjadi saling tumbuk antara yang satu dengan yang lainnya.

sementara umat Islam sampai saat ini masih sangat kurang minatnya untuk meneliti. seperti firman Allah dalam surat anNisa’ ayat 12 :” Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu. Serta seperti firman Allah dalam soal menindak laki-laki dan perempuan yang berzina dalam surat an-Nur ayat 2: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina. maka deralah tiap-tiap orang dari keduanya seratus kali dera”. Oleh karena itu ada kemungkinan bahwa yang dimaksudkan adalah tiga kali suci atau tiga kali haid. Karena kehidupan masyarakat selalu berkembang. maka penerapan hukum akan mengalami perubahan. Ayat-ayat yang Zhonni dalalahnya ialah ayat yang menunjukkan pada makna yang memungkinkan ditakwilkan atau dipalingkan dari makna asal (lugowi) kepada makna yang lain. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa masalah qath’I dn zhonni bermuara pada sejumlah argumentasi yang maknanya 1 . 2. artinya had zina adalah seratus kali dera. Ayat-ayat Zhonni dalalahnya atau yang mutasyabih Ada dua macam dalalah tersebut dijelaskan Allah dalam surat Ali Imran ayat 7. Sedang nash menunjukkan bahwa wanita-wanita yang ditalak menahan diri atau menunggu tiga kali quru’. dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. Penjelasan yang bersifat Zhonni umumnya berlaku dalam bidang muamalat dalam arti luas. Hal ini berarti tidak pasti dalalahnya pada satu makna dari dua makna tersebut. para peneliti alam jaga raya ini pada umumnya adalah orangorang non Islam.sayang. serta dalam hal baik dan buruk yang tidak akan mengalami perubahan seperti keharusan berbuat baik kepada orang tua. Dalam bidang inilah berlaku kaidah: “Perubahan hukum berdasarkan perubahan waktu dan tempat” dan berlaku pula padanya reformulasi bila keadaan menghendaki. Hukum yang ditunjuk secara pasti berlaku universal dan tidak mengalami perubahan walaupun waktu dan tempat sudah berubah. Ayat ini penunjuknya pasti juga. Lafaz quru’ dalam bahasa Arab mempunyai dua arti. misalnya lafaz quru dalam firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 228: “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’”. Ayat-ayat Al-Qur’an dari segi Penunjukkan (Dalalah) Ayat-ayat al-Qur’an bila ditinjau dari aspek dalalahnya atas hukumhukum yang dikandungnya. jika mereka tidak mempunyai anak”. misalnya poligami pada suatu waktu dan tempat dinyatakan boleh bahkan harus. penunjukkannya terhadap hukum adalah pasti (qath’i dalalah). Tidak mungkin dipahami dari maksud yang lain dan tidak mungkin pula ditanggapi dengan tanggapan yang berbeda-beda. Oleh karena itu para mujtahidin berselisih pendapat apakah ‘iddah wanita yang ditalak tiga kali haid atau tiga kali suci. tidak lebih dan tidak kurang. tidak lebih dan tidak kurang. artinya bagian suami dalam keadaan tidak punya anak adalah seperdua. Penunjukkan yang pasti berlaku dalam bidang akidah seperti keesaaan Allah dan ibadah pokok seperti keharusan shalat. serta pada waktu dan tempat lain dapat dinyatakan dilarang. yang mengatur hubungan manusia dengan sesamanya dalam kehidupan masyarakat. Adanya kemungkinan berbagai pemahaman dapat disebabkan oleh dua hal: pertama. tidak ada kemungkinan menerima ta’wil dan tidak ada tempat bagi pemahaman arti yang lain itu. lafaz itu dapat digunakan untuk dua maksud dengan pemahaman yang sama. yaitu suci dan haid. Ayat-ayat qoth’I dalalahnya atau yang muhkam b. Ayat-ayat Qath’I dalalahnya ialah ayat yang menunjukkan pada makna yang bisa dipahami secara tertentu. Ayat-ayat al-Qur’an yang disampaikan dalam bentuk yang muhkam. Ayat ini penunjuknya pasti.

maka ia disebut hadist. Disinilah diperlukan ketelitian dn kejelian. menurut adat. sehingga tidak mungkin lagi timbul makna yang lain kecuali makna yang telah disepakati. Yang dimaksud dengan hadist mardud menurut bahasa adalah “yang ditolak atau yang tidak diterima”. keduanya mempunyai arti yang sama. Sunnah ini dapat kita kenal melalaui ucapan para sahabat yang dicatat oleh generasi tabi’it-tabi’in yang dipelopori oleh Buchari dan Muslim. Tetapi jika ungkapan itu merupakan kalimat lepas. C. Berpedoman pada jumlah perawi. padahal nabi menyebutkan kata “Sunnahku”. dapat dianalisa dari apakah ungkapan itu ada rantaian peristiwa atau ungkapan lepas. yaitu hadist yang didasarkan pada pancaindra yang dikabarkan oleh sejumlah orang yang mustahil. Sedang hadist ialah ucapan para sahabat tentang apa yang diperbuat atau dikatakan atau sikap yang ditunjukkan oleh Rasul tentang sesuatu hal atau masalah. Sedangkan hadist mardud adalah hadist yang ditolak atau tidak dapat dijadikan hujjah. dapat dijadikan alat istinbath (penetapan) dan bayan (penjelasan) terhadap al-Qur’an. Dikalangan umat Islam. Perbedaannya terletak pada rangkaian peristiwa untuk menilai apakah ungkapan tentang apa yang diperbuat. kata Sunnah Rasul kurang populer dibanding dengan hadist. hadist terbagi pada 2 macam. a. Kualitas Sunnah Rasul / Hadist. Jika ada rangkaian peristiwanya (yang dlam istilah ilmu hadist asbabul wurud). Yang dimaksud dengan hadist maqbul menurut bahasa adalah “yang diterima”. Dengan demikian hadist maqbul adalah hadist yang dapat diterima atau pada dasarnya dapat dijadikan hujjah (sumber hukum) atau dalil. dikatakan atau sikap Rasul itu bernilai sunnah atau hadist. Syarat hadist mutawatir adalah sebagai berikut : 1 . Sedangkan hadist dapat dipelajari dari kitab-kitab hadist yang telah disusun oleh para ulama hadist yang dipelopori oleh Buchari dan Muslim. Hadist ini juga dikenal melalui catatan yang diangkat oleh para tabi’it-tabi’in. Hadist mutawatir. maka ungkapan itu dapat disebut sebagai sunnah Rasul. digolongkan sebagai hadist maqbul dan mardud. Sunnah Rasul ialah apa yang diperbuat.disepakati oleh ulama (mujma’alyah). Bagi para ahli hadist. yaitu Hadist mutawatir dan hadist ahad. atau dikatakan atau sikap yang ditunjukkan oleh Rasul tentang sesuatu hal atau masalah. bersepakat untuk mengabarkan berita itu dengan dusta. Namun harus dicermati bahwa dalam kitab-kitab hadist itu juga terdapat ungkapan tentang Rsul yang bersifat ungkapan lepas atau yang ada untaian peristiwanya. Dilihat dari sudut bahasa. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sunnah Rasul lebih tinggi kualitasnya dibanding dengan hadist. Hadist mutawatir tergolong sebagai hadist yang maqbul. Oleh karena itu sunnah Rasul lebih banyak dapat diikuti dari bukubuku tentang kisah kehidupan Rasul. sedang hadist ahad ada yang maqbul dan ada yang mardud. yakni dapat dijadikan pedoman dan panduan pengamalan syari’at. pembahasan tentang kualitas hadist.

atau hasil istinbath dari satu dalil lain. Yang dipersyaratkan 1 . 2) Banyaknya perawi sampai pada jumlah beberapa orang. maka berita tersebut bukanlah hadist mutawatir.1) Pemberitaan hadist yang disampaikan oleh para perawi harus berdasarkan tanggapan pancaindra. mustahil mereka bermufakat dusta. Jumlah perawi adalah relatif dan tidak ada batas tertentu. Apabila pemberitaan itu hasil pemikiran semta-mata atau hasil rangkuman analisis dari suatu peristiwa ke peristiwa yang lain. baik indra penglihatan maupun pendengaran. yang menurut adat.

tergantung dari jumlah keguguran syarat Hadist Shahih dan Hadist Hasan. Hadist Shahih dan Hadist Hasan nilainya maqbul sedangkan Hadist Dha’if nilainya mardud. Pembicaraan kualitas hadist berlaku di lingkungan hadist ahad. hampir seimbang dengan al-Qur’an dalam hal qath’I wurudnya.Tidak janggal 2. bersambung sanadnya. dan tidak sampai derajat mutawatir. tidak mungkin bersepakat dusta. sedang Hadist Hasan perawinya tidak sempurna ingatannya. bahwa terdapat hadist mutawatir. tidak ber’ilat.Matannya marfu’(bahasanya halus) . Para ulama dan seluruh umat Islam sepakat pendapatnya. yakni suatu keharusan untuk diterima bulat-bulat. Imam Buchari dan Imam Muslim sependapat untuk tidak menggunakan hadist dha’if dlam bidang apapun. tidak memenuhi persyaratan mutawatir. karena jumlah perawi sudah menjadi jaminan tidak adanya persepakatan dusta. tidak terdapat ‘illat serta kejanggalan. Hadist Hasan. b. 1. Bila ada ulama berpendapat. termasuk dalam masalah fardhailul’amal. Ash-hab al Syafi’I 5 orang dan ulama lain 20 orang atau 40 orang. Hadist Shahih. Hadist Ahad. Hadist mutawatir derajatnyasangat tinggi. adalah hadist yang para perawinya tidak sampai pada jumlah perawi hadist mutawatir.Tidak ada ‘illat atau cacat .Perawinya bersifat adil . baik mengenai perawi. Menurut Abu Thayib 4 orang. maka hal itu karena menggunkan syarat yang tidak maksimal seperti di atas dan tidak berdasarkan jumlah perari pada sanad yang eksplisit pada kitab-kitab hadist.Sanadnya bersambung . Hadist Shahih perawinya sempurna ingatannya. Hadist Dha’if. Menurut pengertian di atas. Para ulama sepakat. dan tidak janggal. 4) Adanya keseimbangan jumlah perawi di awal sanad. (b) Hadist Hasan dan (c) Hadist Dha’if. 3. tidak begitu kokoh ingatannya. Hadist Dha’if bermacam-macam dan kedha’ifannya bertingkat-tingkat. Perbedaanya hanya dalam soal kedhabithan perawi. sanad maupun matannya. adalah hadist yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat Hadist Shahih dan Hadist Hasan. Bahkan ada ulama yang mengatakan. Hadist mutawatir tidak menjadi obyek pembicaraan ilmu hadist dari segi maqbul dan mardud. hingga membawa pada keyakinan yang qath’i. adalah hadist yang diriwatkan oleh perawi yang adil. di pertengahan dan selanjutnyanya dalam bilangan mutawatir.Perawinya sempurna ingatan atau kedhabithan . bahwa hadist mutawatir memberi faedah ilmu dharuri. Hadist mutawatir tidak diteliti lagi keadilan dankualitas perawi. 1 . suatu hadist dinilai shahih apabila memenuhi syarat : . bahwa hadist dha’if tidak boleh digunakan sebagai dalil dalam menentukan hokum. sempurna ingatan. Hadist ahad terbagi menjadi : (a) Hadist Shahih. Hadist mutawatir dengan syarat di atas sulit ditemukan. Namun demikian mereka berbeda pendpat tentang penggunaannya dalam fadhailul’amal (keutamaan-keutamaan amal) baik yang berhubungan dengan targhib (memberi dorongan untuk melakukan yang baik) maupun tarhib (menimbulkan rasa benci terhadap perbuatan jelek). adalah hadist yang diriwayatkan oleh seorang yang adil.3) adalah adanya kesan bahwa pada pemberitaan tersebut. bahwa hadist mutawatir lafzhi hampir tidak ada. bahwa jumlah sumber beritanya mutawatir. Hadist Hasan hampir sama dengan Hadist Shahih. dari segi jumlah pemberitaannya. sanadnya bersambung. namun menggunkan informasi dan qarinah lain.

baru hadist ditulis dalam Kitab Hadist. Imam Nawawi sebagai ahli hadist dan ahli fiqih berbeda pendapat dengan Imam Buchari dan Muslim. Cara kedua mengetahui kualitas hadist adalah dengan menggunakan petunjuk dari hal-hal yang dapat menunjukkan kualitas hadist. disebut metode Tash-hih. yakni penggunaan hadist dha’if hanya boleh untuk menerangkan keutamaan amal yang hukumnya telah ditetapkan oleh hadist lain yang shahih atau setidak-tidaknya Hadist Hasan. maka hendaklah menyediakan tempat duduknya dari apai neraka”. atau sering keliru dalam meriwayatkan hadist. Hal itu mengakibatkan terkena ancaman masuk neraka. Ada catatan khusus dari Imam nawawi. perawi dan sanadnya. Akhir-akhir ini dikenal istilah hadist Israiliyat yaitu hadist yang diriwayatkan oleh orang-orang Israel yang mengaku mendengar nya dari Nabi. antara lain : 1) Kedha’ifan hadist itu tidak terlalu jelek. karena ia membolehkan menggunakan hadist dha’if dalam fardhu’ilul amal. seperti perawinya bukan orang yang suka dusta. supaya terhindar dari menghubungkan sesuatu perbuatan atau perkataan Rasulullah yang tidak dilakukannya. Cara pertama menetukan keshahihan hadist dengan menggunakan kaidah keshahihan hadist. padahal Nabi tidak mengatakan atau melaksanakannya. hanya beliau menetapkan beberapa persyaratan. selama hadist itu bukan hadist maudhu’(palsu). Maksud utamanya adalah untuk lebih mengagung kan bani Israil. 3) Tatkala menggunakan hadist dha’if tidak boleh meyakinkan bahwa perbuatan itu pernah dilaksanakan atau dikatakan oleh Rasulullah SAW. Metode dan cara ini digunakan para perawi waktu menyeleksi dan menyaring hadist untuk keperluan penulisan hadist. Mereka menerima ribuan bahkan ratusan ribu hadist dan dihafal lengkap dengan sanadnya. dituduh dusta. padahal ia tahu bahwa itu bukan ucapanku. Dalam sebuah hadist yang mutawatir Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berdusta atas namuku dengan sengaja. yang bersifat umum. sebagaimana sabdanya: “Barangsiapa menceritakan sesuatu hal dariku. Imam Ibnu Hajar berpendapat sama dengan Imam Nawawi dan beberapa orang ahli hadist dan fiqih. Di antara petunjuk yang dapat menunjukkan pemahaman tentang kualitas hadist adalah jenis Kitab hadist. kemudian diteliti keadaan matan. Hadist-hadist ini termasuk hadist mardud. penjelasan Kitab Syarah. maka orang itu termasuk golongan pendusta (riwayat Buchari dan Muslim)”. atau penggunaan hadist oleh para ahli dalam cabang ilmu agama 1 . 2) Keutamaan perbuatan yang dijeskan hadist dha’if sudah tercakup dalam keterangan atau adil lain baik al-Qur’an maupun hadist. sehingga perbuatan itu tidak termasuk perbuatn yang sama sekali tidak memiliki dasar. Setelah yakin akan kemurnian hadist. karena berdusta kepada Nabi SAW.Mereka berpendapat demikian karena lebih aman dari kemungkinan seseorang menghubungkan sesuatu perkataan atau perbuatan kepada Nabi SAW.

Hal itu karena kandungan alQur’an masih bersifat global dan perlu perincian yang oprasional. Seorang muslim tidak bisa hanya menggunkan al-Qur’an saja. yaitu mencari dan mendapatkan petunjuk untuk mengetahui kualitas hadist. Keharusan menggunakan Sunnah banyak diungkapkan al-Qur’an dalam surat Muhammad ayat 33 : “Hai orang-orang yang beriman. taatlah kepada Allah dan Rasul dan janganlah kamu merusakkan amal-amalanmu”. FUNGSI SUNNAH RASUL/HADIST DALAM SYARIAT ISLAM Al-Qur’an adalah sumber ajaran yang pertama dan As-Sunnah adalah sumber yang kedua setelah al-Qur’an. karena ia juga harus percaya kepada sunnah sebagai sumber ajaran. D.Islam. 1 . Metode atau cara tersebut dinamakan metode I’tibar.

tidak mengatur bagian tambahan atau pengurangan hak orng tua tersebut. Batasan wasiat ditentukan dalam Sunnah. Mengganti suatu hukum atau memperjelas. dapat dirumuskan beberapa fungsi hadist sebagai berikut : a. taailah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri di antara kamu. bahwa segala Hadist Shahih harus dipandang menjelaskan al-Qur’an. Al-Qur’an dan Sunnah merupakan rujukan yang pasti dan tetap bagi segala macam perselisihan yang timbul di kalangan umat Islam.R. Menerangkan apa yang tidak mudah diketahui (tersembunyi pengertianya). belaiu menjadi teladan yang nyata bagi seluruh kaum muslimin. Ahlu-Hadist berpendapat. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. sehingga perselisihan tidak melahirkan pertentangan dan permusuhan sebagaimana firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 59 : “Hai orang-orang yang beriman. Nabi menyatakan “tidak ada wasiat bagi ahli waris”. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. Bukhari dan Muslim) b. jika ia meninggalkan harta yang banyak. Menurut Ahlu al-Ra’yi (ahli fikir). Di samping itu Sunnah merupakan rujukan perilaku yang dikehendaki al-Qur’an. yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Di sisi lain. Akhirnya ia mengajukan lagi dengan 1/3 dari kekayaannya. maka hadist yang menyatakan “tak ada wasiat bagi ahli waris”. Dari pendapat para ulama tentang fungsi hadist sebagai dasar hukum Islam dan fungsi hadist sebagai penjelasan dan interpretasi terhadap alQur’an. tetapi beliau menolaknya juga. dan Rasulullah mengizinkan dengan kata-katanya sebagai berikut : “Ya sepertiga. Sebab seandainya kamu meningglkan ahli warismu dlam keadaan berkecukupan adalah lebih baik dari pada kamu meningglkan mereka 1 . misalnya hadist Nabi SAW: “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat” (H. bapa dan karib kerabatnya secara ma’ruf (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertqwa”. menerangkan segala yang dikehendaki al-Qur’an. Pada ayat di atas tampak dengan jelas bahwa rujukan untuk menyelesaikan perselisihan pendapat adalah kembali kepada sumber. Kemudian ia mengajukan lagi dengan 1/2 nya. misalnya hadist Nabi SAW tentang melihat bulan untuk berpuasa ramadhan: “berpuasalah kamu sesudah melihat bulan dan berbukalah kamu sesudah melihatnya”(H. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. Al Baqarah ayat 180menyatakan: “Tetaplah atas kamu. maka kembalikanlah ia kepada Allah (alQur’an) dan Rasul (Sunnahnya). Oleh karena itu orang yang beriman hanya merujukkan pandangan hidupnya kepadaq al-Qur’an dan Sunnah Rasul.Taat kepada Allah mengikuti perintah yang tercantum dalam alQur’an dan taat kepada Rasul adalah mengikuti sunnahnya. Oleh karena itu. sepertiga itu banyak atau besar. Jika ayat tersebut menyuruh berwasiat kepada orang tua. mentakhshiskan umum al-Qur’an. oleh Rasululllah dilarang.R. Memperkuat apa yang diterngkan al-Qur’an. padahal orang tua itu termasuk ahli waris. berwasiat untuk ibu. atau membatasi kemutlakan al-Qur’an. apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut. memberimakna bahwa dalam wasiat yang ditinggalkan pada orang tua atau kerabat itu. Bukhari dan Muslim) c. Sunnah sebagai sumber kedua bagi ajaran Islam. suatu ayat-ayat al-Qur’an yang khas penunjukkannya tidak memerlukan lagi penjelasan hadist. sehingga apa yang diinginkan al-Qur’an dapat dilihat dari apa yang dilakukan Rasul. sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ahzab ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatngan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah”. yaitu ketika Sa’ad bin Abi Waqas ingin berwasiat dengan 2/3 dari kekayaannya. ayat ini memerintahkan memberi wasiat tanpa batas.

dalam keadaan miskin yang meminta-minta kepada orang lain” (Bukhari dan Muslim). mengingatkan hadist: Haram lantaran radha’ f. Yang dimaksud dengan mengikuti Rasul SAW. serta memecahkan permasalahan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam al- 1 . atau melaksana kan perintahnya dan meninggalkan larangannya adalah dengan mengikuti Sunnahnya atau hadistnya. darah. An-Nasa’I dan Inbu Majah sebab Nabi SAW mencegah orang lain berbicara dengan ketiga orang tersebut. E. yaitu : “Dihalalkan bagi kamu dua macam bangkai dan dua macam darah. misalnya. perbuatan. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat al-Hasyr ayat 7: “Dan apa yang didatangkan Rasul ambil olehmu. Allah mewajibkan umat Islam mengikuti dan mentaati Rasul SAW.R. dan apa yang dicegah Rasul hentikan olehmu”. RUANG LINGKUP IJTIHAD Ijtihad adalah usaha yang bersungguh-sungguh dalam mempergunakan daya fikir untuk memahami ayat-al-Qur’an dan Sunnah yang penunjukanmaupun kebenaran materinya zhanni. yang tinggal di tempat tidak turut pergi ke medan perang”. Mewujudkan sesuatu hukum yang tidak tersebut dalam alQur’an. d. Memberi keterangan secara luas pada sesuatu yang diterangkan secara ringkas oleh al-Qur’an. Sedang dua macam darah adalah hati dan limpa (Riwayat Ibnu Majah dan Hakim). Mengkhususkan sesuatu dari umum ayat. dalam surat atTaubah ayat 118: “Dan atas tiga orang yang tidak mau pergi. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa sunnah/ hadist merupakan sumber ajaran Islam setelah al-Qur’an dan umat Islam harus mengikuti sebagaimana harus mengikuti al-Qur’an. yakni dengan melaksanakan perintahnya dan meninggalkan larangannya. seperti : mengaharamkan pernikahan mereka yang sepersusuan. yang berupa perkataan. Abu Daud. Dalam hal ini ada hadist yang mengecualikannya. Allah mengharamkan memakan bangkai. serta untuk seluruh masa dan tempat. dan daging babi (alMaidah ayat 3). e. Dua macam bangkai itu adalah bangkai ikan dan belalang. taqrir dan lain sebagainya. Kisah yang dimaksud oleh ayat ini dijelaskan panjang lebar oleh hadist yang diriwayatkan Bukhari. Muslim. (sesusuan) apa yang harm lataran nasab (keturunan) (H. Wajibnya mengikuti Rasul SAW berlaku bagi semua umat. Ahmad dan Abu Daud) g.

b.Qur’an dan Sunnah. Penggunan fikiran dalam mengartikan. menafsirkan dan mengambil kesimpulan dari suatu ayat atau Sunnah. Ijtihad yang dilakukan Nabi Muhammad dan kaumnya berdasarkan pada wahyu Allah. Ikatan-ikatan yang membelenggu alam fikiran selama ini. Kegiatan yang mereka lakukan adalah memahami dan meneliti makna al-Qur’an. kedudukannya hanya sebagai pembantu. harus ditinggalkan dan kelapang dadaan pelaku ijtihad sangat diperlukan. bahwa ijtihad mencakup dua pengertian yaitu : a. yakni al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. Jika tepat tentunya dapat dipakai dan kalau ternyata tidak sesuai dengan prinsip al-Qur’an menurut Sunnah Rasul harus 1 . Dalam melakukan ijtihad. Ijitihad yang tidak bersadasrkan pada pirinsip al-Qur’an jelas tidak akan membawa ke arah perbaikan nasib umat Islam. harus berpedoman pada prinsip-prinsip wahyu Allah. Penggunaan fikiran untuk menemukan suatu hukum yang tidak ditentukan secra eksplisit dalam al-Qur’an dan Sunnah. Buku-buku lain yang ada. Mahmud Syaltut menyatakan. sehingga petunjuk Allah dapat diketahui secara tepat guna.

Justru merombak alam fikiran yang mayoritas tetapi tidak benar.dibuang. Tantangan yang paling berat adalah dari para cendikiawan atau ulama yang telah berkarat dengan fanatisme madzab. serta memperoleh posisi dan kedudukan. Untuk mengetahui ketentuan Allah dalam bentuk pertama. b. Ketentuan Allah ini dapat ditemukan pada tiga kemungkinan yaitu : a. Usaha yang sungguh-sungguh sangat diperlukan untuk menggalinya. Bentuk ini disebut ketentuan yang tersurat dalam alQur’an. Walaupun ajaran atau ketentuan tersebut kelihatannya ditemukan oleh para ulama yang melakukan ijtihad. yang telah mantap dengan ajaranajaran yang ada. Dengan demikian apabila ada pemahaman mengenai al-Qur’anyang tidak sama dengan yang ada. Buku-buku standar yang dipergunakan khususnya terjemahan alQur’an bukan mutlak sifatnya. Tidak dapat ditemukan baik dari lafad maupun dari makna tersirat yang ada dalam al-Qur’an. Apabila ajaran-ajaran yang ditetapkan Allah dalam al-Qur’an dianalisa. Aturan Allah telah ditemukan secara qauliyah dalam al-Qur’an dan secara kauniyah pada alam semesta. Apabila tidak demikian. kemudian memformulasikannya dalam suatu ajaran. Seorang mujahid harus jujur dalam melakukan ijtihadnya. Hakekat dari 1 . Ukuran salah benar tentang keislaman bukan berdasarkan keyakinan mayoritas pendapat yang dijadikan standar. Ada pun dasar keharusan berijtihad antara lain terdapat pada surat an-Nisa’ ayat 59. baik dalam bentuk manfaat maupun menghindari kerusakan. Pengertian tentang keIslamannya yang ada selama ini harus dikaji. guna mengetahui hakekat dan makna yang terkandung pada suatu lafad al-Qur’an. dibutuhkan suatu pengkajian dengan menggunakan ijtihad. tetapi pada hakekatnya hal itu merupakan penggalian ajaran Allah yang tersirat dibalik lafad yang nyata. Daya nalar yang kuat sangat diperlukan. Tetapi dalam memahami ketentuan dalam bentuk kedua dan ketiga sangat diperlukan ijtihad. c. inilah yang menjadi tujuan ijtihad. cukup dengan memperhatikan apa yang tersurat dalam al-Qur’an dan penjelasan-penjelasan dalam Sunnah. Tujuan yang ingin dicapai dalam berijtihad adalah mengerti dan memahami nilai-nilai yang obyektif dari Allah.. maka dapat difahami bahwa pada prinsipnya Allah menetapkan suatu ajaran adalah untuk kemaslahantan manusia. Tidak ditemukan secara harfiah dalam lafad al-Qur’an. tetapi dapat ditemukan dalam realitas pada ciptaan-Nya. Bentuk ajaran yang tersirat adalah ajaran yang tidak jelas secara harfiah. maka namanya bukan ijtihad melainkan ittiba’. Tidak perlu seorang mujahid merasa sangsi untuk mencabut. Pengertian-pengertian al-Qur’an yang didasarkan atas buku-buku yang ditulis oleh manusia. Dalam hal ini peranan ijtihad tidak berarti. tetapi dapat ditemukan melalui makna yang tersirat dari lafad yang disebut dalam al-Qur’an. perlu diteliti kebenaranya dan sikap subyektif atau pengaruh budaya tertentu harus dijauhkan. Seorang mujtahid yang berijtihad dalam rangka popularisasi atau mendapatkan imbalan jasa. dapat berakibat mencelakakan nasib umat Islam dan bangsa. Semua peristiwa yang terjadi di dunia pasti ada aturannya dari Allah. harus diperhatikan dan dipelajari dengan baik. Dalam lafad al-Qur’an sesuai dengan yang disebutkan secara harfiah. atau meralat kesalahannya. Kalau ada tanggapan yang dinilai lebih obyektif harus diakui secara jujur. Untuk mengetahui ketentuan Allah yang tersirat di balik suatu lafad. Resiko sebagai seorang mujtahid akan mendapat tantangan dari berbagai pihak. sehingga memungkinkan menerapkan ketentuan yang berlaku dalam lafad tersebut pada kejadian lain yang timbul dari ungkapan itu.

Dalam hal yang tidak ada dalilnya. Keraguan itu bisa dating dari arah sanad dan rawi sebuah hadist. Usaha penemuan hokum dengan cara semacam itu disebut dengan maslahat mussalah. karena memang ayatnya belum ada. Bentuk memberi kemungkinan untuk melakukan ijtihad. Dalam masalah yang sudah diatur oleh nash. apabila dalam masalah tersebut tidak terdapat aturan-aturan secara tegas. sebelum dapat ditetapkan apakah hadist yang mereka riwayatkan bisa dijadikan dalil atau tidak. Ruang Lingkup Ijtihad Pada prinsipnya ijtihad dipergunakan dalam menetapkan suatu ajaran. yaitu mengandung unsure keraguan dan kesamaran. tetapi dalilnya atau penunjukkan dalilnya bersifat zhanni. Dengan demikian ijtihad dapat digunakan dalam dua hal : a. Untuk hal ini para ulama menetapkan suatu ketentuan baru yang tidak bertentangan dengan ketentuan ayat yang sudah ada. suatu hadist telah diyakini ke-shahih-an sumbernya.tujuan ajaran tersebut dapat dijadikan dasar para mujtahid dalam menetapkan suatu ketentuan. Mungkin pula bersama ayat itu terdapat syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi sebelum dapat dijadikan dalil. namun susunan kata-katanya ataupun materinya masih menimbulkan keraguan dan ketidakpastian dlam memahami makna dan tujuannya. apabila ada suatu kejadian terdapat maslahat yang bersifat umum dan tidak ada dalail ayat al-Qur’an dan sunnah yang bertentangan dengan kejadian itu. karena dalil tidak memberikan petunjuk yang pasti. Dalam hal ini peranan ijtihad adalah untuk menemukan alternatif-alternatif. maka ijtihad dapat digunakan sebagaimana yang berlaku pada bentuk di atas. karena masing-masing mempunyai kekuatan yang sama. Pengembangan dan perbedaan pendapatan dalam Islam merupakan suatu yang dibenarkan. 1. Adakalanya pula. Di samping itu ijtihad dapat pula digunakan untuk hal-hal yang sudah diatur oleh ayat dlam pengaturannya tidak secara pasti. sehingga harus diteliti terlebih dahulu mengenai kelayakan mereka satu persatu dalam periwayatannya. Kemungkinan lain lahir ketentuan ulama kemudian yang berbeda dengan ketentuan ulama sebelumnya. Dalam masalah yang tidak ada ketentuannya sama sekali. baik berkaitan dengan arah sumbernya ataupun makna dan tujuannya. maka dalam hal ini terdapat ruang untuk berijtihad. maka para mujtahid dapat menetapkan hukumnya. selama hasil ijtihad tidak bertentangan dengan 1 . Hal ini tidak perlu dipersoalkan. Oleh karena itu. b. tetapi dapat dikaitkan dengan lafad yang ada pada ayat dalam bentuk ketentuan yang tersirat. Pendapat yang timbul tidak akan bertentangan dengan dalil.

Perbedaan pemahaman dengan ulama sebelumnya tidak menjadi masalah dan hal ini menunjukkan adanya pengembangan pemikiran ajaran Islam. Dalam hal ini Nabi SAW pernah bersabda: “Kalian lebih mengetahui daripada aku mengenai urusan-urusan duniamu”. sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman serata kemajuan ilmu pengetahuan. Mengenai masalah yang sepenuhnya bersifat duniawi atau teknis. apabila suatu keterangan telah diyakini sumbernya dari firman Allah atau Sunnah Rasulullah SAW dan telah diyakini makna dan sasaran yang ditujunya. pengangkutan. maka dalam hal ini terbuka pula kesempatan seluasnya untuk berijtihad dalam mencari hukumnya. Misalnya. Demikian pula jika tidak dijumpai ayat apapun mengenai suatu masalah.Termasuk dalam hal ini. ketetapan-ketetapan 1 . hal-hal yang menyakut sistem dan peralatan pertanian. dan sebagainya. kedoktoran. maka tidak ada lagi ijtihad padanya. komunikasi.ketentuan harfiah dalam ayat. Berdasarkan hal itu. semua ulama sepakat tentang digunakanya ru’ya atau penalaran untuk mengatur dan menanganinya. Sebaliknya tidak ada ijtihad dalam masalah yang sudah ditunjukkan secara jelas oleh dalil qath’i. peperangan.

c. umpama: memindahkan tanah waqaf yang terkena rencana jalan. diharamkannya memakan daging babi. maka mencium isteri di siang bulan Ramadhan juga tidak membatalkan puasa. atau peraturan lalu lintas dan lain-lain. seperti kewajiban lima shalat fardhu dalam sehari-semalam. menarik manfaat dan menghindarkan mudarat. Demikian mafhum dari sabda Rasulullah:”Taraktu fikum amraini. Metode ini disebut maslahat mursalat (mempertimbangkan kepentingan hidup manusia dan lepas dari ketentuan yang ada). keharusan mencatat pernikahan. Metode ini disebut ‘urf. Menggunkan kebiasan yang berlaku (adat istiadat) dalam suatu masyarakat. Oleh karena itu langkah pertama dalam 1 . namun cara Nabi memberikan jawaban tersebut dapat menunjukkan salah satu cara berijtihad yaitu dengan jalan qiyas. Menetapkan sesuatu demi kebaikan yang lebih. Menggunkan dalil yang ada. dan diharamkannya minuman khamar. Kalau terjemahan al-Qur’an yang ada dijadikan standar. antara lain : a. Langkah-langkah dalam Berijtihad Sebagaimana yang dikemukakan Mahmud Syaltut. boleh (mubah) dimakan. sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam. sehingga kesimpulannya menjadi jelas. 2. contoh: segala macam makanan yang tidak ada dalil yang mengharamkannya. Menetapkan hokum yang sama sekali tidak disebut dalam ayat dengan pertimbangan demikepentingan hidup manusia. Qiyas salah satu metode ijtihad telah dilakukan sendiri oleh Rasulullah SAW yaitu ketika beliau ditanya tentang hokum seorang suami yang dalam keadaan berpuasa mencium isterinya. Metode Ijtihad Berijtihad dalam bidang-bidang yang tidak disebutkan dalam alQur’an dan Sunnah ditempuh dengan berbagai cara di antaranya qiyas atau analogi dan “memelihara kepentingan hidup manusia”. Dalam memahami al-Qur’an umumnya mereka terikat dengan terjemahan yang ada dari terjemahan itulah umat Islam Indonesia memahami al-Qur’an. Jika berkumur tidak membatalkan puasa. 3. Beliau balik bertanya. bahwa wawasan yang menjadi sasaran dalam berijtihad adalah memecahkan permasalahan yang tidak termaktub dalam al-Qur’an dan memberikan penafsiran al-Qur’an dan Sunnah. Demikian pula pendapat Muhammad Abduh. Kalau umat Nabi Muhammad SAW tidak berpegang teguh pada al-Qur’an san Sunnah Rasulullah niscaya akan sesat. Keduanya itu adalah Kitabullah dan Sunnah Rasulnya). Metode ini disebut metoe istihsan. kadar bagian hartawarisan bagi masing-masing ahli waris. wanita-wanita yang haram dinikahi disebabkan adanya hubungan kekeluargaan terentu. batal puasanya atau tidak. yaitu menarik manfaat dan menolak mudarat dalam kehidupan manusia. Misalnya. Adapun macam-macam metode ijtihad. apakah berkumur membatalkan puasa atau tidak. b. Yang menjadi permasalahan bagi umat Islam ialah. Meskipun sabda Nabi adalah Sunnah yang dapat menunjukkan adanya ketentuan hokum yang berdiri sendiri. Selama kalian berpegang pada keduanya niscaya tidak akan sesat. lan tandhilu maa in tamassaktum bihimaa Kitabllahi wa sunnata Rasulih”(Saya meninggalkan dua warisan untuk kalian. maka pembaharuan tidak akan terwujud dan ijtihad yang dihasilkan akan sama dengan masa-masa yang lalu. Metode ini disebut metode istishhab. d. al-Qur’an yang menjadi standar utama kurang dikuasai. sampai terdapat dalil yang mengubahnya.syari’at yang telahmenjadi kesepakatan umum para ulama besar terdahulu maupun yang kemudian.

dan kesusastraan. Dengan demikian Nabiyil Ummiy berarti Nabi pemersatu umat dan atau padat pula berarti Nabi yang ditulis pada suatu umat yang tidak mengetahui tentang al-Kitab (wahyu Allah) 2). b. “Nabi yang Ummi”. harus dipersiapkan pedoman-pedoman. Berikut ini dikemukakan beberapa syarat antara lain : a. Oleh karena itu pengertian Bismillaahir Rahmaanir rahiim. Memahami bahsa al-Qur’an dalam berbagai seginya. Apabila yang ahli bahasa saja yang dilibatkan. maka pemahamannya akan menjadi verbalistis. misalnya Bismillaahir Rahmaanir rahiim. Bahasa pengandaian yang dinyatakan dalam bahsa biasa seperti “sapi” dapat berarti sapi dalam arti yang sesungguhnya dan dapat pula berarti berwatak sapi. misalnya: 1). Dalam rangka restudi al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. dengan melibatkan segenap oaring yang ahli dalam bidang-bidang tertentu. Berbagai kemungkinan arti perlu diperhatikan.melakukan ijtihad adalah mengadakan reinterpretasi makna alQur’an. Kalimat dalam berbagai jenisnya harus difahami dan diperhatikan. Diartikan “dengan nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang”. Adalah kalimat pernyataan (introjunction). harus benar- 1 . kalimat. agaknya terlalu dangkal. Pengetahuan mengenai bahsa yang mutasyaabih (berbentuk tasbih). Terjemahan al-Qur’an yang ada sekarang merupakan terjemahan yang didasarakan atas terjemahan harfiah bahasa Arab dan sudah terpengaruh oleh mazhab tertentu. Dalam hal ini ilmu apa yang harus dimiliki dan sarana apa yang harus dikuasai. antara lain bentuk kata. 3). silahkan Anda mengadakan penelitian dan berijtihad secara tepat. agar memperoleh kesimpulan yang tepat. Untuk mendapatkan pengertian Bismillah yang lebih mantap. Teori bahasa al-Qur’an harus dipergunakan dengan sungguh-sungguh. Dengan demikian Nabiyil Ummiy adalah Nabi yang buta huruf atau tidak bisa menulis dan membaca. mengandung beberapa pengertian yaitu: a. Dilihat dari jenisnya Bismillaahir Rahmaanir rahiim. bahkan mungkin kena pengaruh pola piker non Islam. Untuk itu langkah awal yang perlu dilakukan ialah restudy al-Qur’an atau mempelajari ulang pemahaman al-Qur’an. Ummi dapat pula arti sejenis umat atau bangsa. Ummi artinya buta huruf.

untuk memahaminya diperlukan ilmu penunjang. ijtihad yang dihasilkan akan keliru. Pada awal pembahasan. Sebagaimana dikemukakan pada pembahasaan bahasa al-Qur’an. analitika dan obyektivitas. maka salah pul. simantik. b.benar diperhitungkan dan diperhatikan. Dengan demikian 1 . bahwa berbagai pengertian al-Qur’an harus dikemukakan. Untuk itu perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Orang yang berijtihad harus bertaqwa. Dengan sendirinya pengertian yang hanya berdasarkan bahasa tidak akan menjernihkan makna. bahwa al-Qur’an tersusun secara sistematik. telah dikemukakan bahwa al=Qur’an adalah satu ilmu. menurut ulama “x” dan lain-lain harus dijauhkan. dalam arti bertuhan Allah dan beriman pada al-Qur’an dengan mencontoh Sunnah Rasul. Apabila salah dalam memahami bahasa. Sebagai suatu ilmu. 2) Dalam berijtihad harus memperhatikan. Tanpa memperhatikan ilmu tafsir dan teori ilmu . Dengan demikian istilah penafsiran menurut saya.a memahami makna. Pengkajian ilmu tafsir harus ditunjang denagn teori ilmu yang mencakup metodologi. Memperhatikan teori makna atau ilmu tafsir. antara lain ilmu tafsir. Oleh karena itu teori makna atau ilmu tafsir (hermeneutika) harus dikuasai.

3) Dalam menganalisis kebenaran suatu gagasan harus didasarkan pada data yang konkrit. Kalau ternyata cocok dengan Sunnah Rasul. Nilai-nilai ilmiah yang dikembangkan oleh para ulama atau para sarjana perlu dikaji ulang. karena bahasa al-Qur’an bukan bahasa Arab. apabila model berpikirnya benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan Allah menurut Sunnah RasulNya. sistematika serta analitika harus dicocokan dengan pola atau contoh yang pernah dipraktekkan Nabi Muhammad SAW. Hal itu jelas akan berpengaruh pada fikiran manusia yang mempelajarinya. metodologi. 4. Karena kemampuan menalar seseorang terbatas. Kalau tanggapan sudah benar dan tepat. maka memahami bahasa Arab yang diajarkan di sekolahsekolah atau madrasah merupakan salah satu bahan pembantu. baik dalam bidang pasti alam maupun social budaya. Sasaran yang utama dan pertama dalam berijtihad adalah memahami nilai-nilai yang obyektif ilmiah berdasarkan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. Dalam hubungannya dengan mensukseskan pembangunan di bidang keislaman. Dengan demikian siapapun orangnya dan berpendidikan apapun patut didengar dan ditanggapi. Kitab-kitab wahyu Allah sifatnya menjawab tantangan zaman dan tantangan zaman harus dijawab dengan analisis wahyu. Dengan demikian asbaabun Nuzul alQur’an harus dipelajari. Pertentangan atau perbedaan pendapat dalam masalahmasalah yang bersifat praktis hendaknya dihindari. maka kebenaran hasil ijtihad sifatnya relatif. sehingga memungkinkan adanya perbedaan hasil ijtihad seseorang dengan ijtihad orang lain. AlQur’an bukan kalamul Arab. Beberap[a sebab yang menimbulkan perbedaan hasil ijtihad ialah : 1 . maka sikap atau tingkah laku akan tepat yang otomatis tujuan yang diharapkan Allah yaitu hasanah fid dunyaa wal akhirat akan tercapai. maka kesimpulannya adalah benar dan jika tidak sesuai. Mujtahid harus menyatakan ayat ini menurut surat ini artinya adalah begini.menghubungkan ayat yang satu dengan ayat atau surat lainnya merupakan suatu keharusan. sebagaimana sabda Rasul SAW. Namun demikian karena bahasa al-Qur’an adalah serumpum dengan bahasa Arab. sedangkan buku-buku yang ditulis para saintis banyak berpengaruh pada kalangan yang berpendidikan umum. tetapi juga menegaskan bahwa perbedaan hasil ijtihad akan membawa kelapangan satu rahmat bagi umat. professor atau sarjana bukanlah merupakan jaminan untuk mengukur nilai keilmiahan seseorang menurut konsep al-Qur’an. tetapi kalamulah (bahasa Allah). sebaliknya dinyatakan salah apabila bertentangan. Islam bukan saja mentolerir perbedaan hasil ijtihad. Perbedaan Pendapat Hasil Ijtihad Ijtihad merupakan penggunaan daya fikir dan aqal dalam memahami ayat al-Qur’an dan Sunnah yang penunjukkan maupun kebenaran materinya zhanni. Apabila mengungkap 4) gagasan nur harus ditunjukkan Sunnah Rasulnya dan kalau dzulumat tunjukkan pula pembuktian yang bertolak belakang dengan Sunnah Rasul. kalau memang sesuai dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. Gelar utama. Semuanya dinyatakan benar. 5) Pengertian yang didasarkan atas bahasa. Oleh karena itu hasil ijtihad merupakan penalaran seseorang atau beberapa orang. hendaknya perhatian dipusatkan pada perombakan alam fikiran. atau menurut hadist pengertiannya demikian. maka kesimpulannya perlu ditinjau ulang.: “Perbedaan pendapat di kalangan umat akan membawa rahmat”. serta dalam memecahkan permasalahan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam al-Qur’an dan Sunnah. Buku-buku yang berbahasa Arab banyak berpengaruh pada kalangan yang berpendidikan pesantren. maka memahami bahasa orang Arab tidak mutlak. Demikian pula halnya dengan buku-buku lain yang ditulis saintis yang berkembang dewasa ini. Langkah-langkah yang disebut di atas.

Kata “nikah” dapat berarti “akad” dan dapat pula berarti “bersetubuh”. b. atau dibuang dari negeri (tempat kediaman)” (Al-Maidah ayat 33). Imam Syafii memandang pada sunnah.: hakiki dan majazi. Kedua. sebagaian menunjuk pada Sunnah. dan sebagian lagi menunjuk pada mubah. Kata “atau dibuang” (awyufaw) pada ayat ini mengandung dua arti. Kaidah Ushul Fiqh Pertama. Berdasarkan hal ini. Oleh karan itu menurut Iman Syafii. hokum shalat witir adalah sunnah. adalah dibunuh. para mujtahid berbeda pendapat dalam memahami hadist nabi :”Jadikanlah akhir shalatmu shalat witir”. Kedua. mereka berbeda pendapat dalam memahami sebuah hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW melarang memakan binatang buas yang bertaring dan setiap burung yang bercakar. sedangkan arti majazinya ialah : “mereka dimasukkan ke dalam penjara”. Shighat amar pada hadist ini. Imam Hanafi memilih arti “bersetubuh”.a. Pengertian Kata (Lafazh Ayat/ Hadist) Dalam bahasa Arab. menurut Imam Hanafi menunjuk pada wajib. dipotong tangan dan kaki mereka dengan bersilang .. Berdasarkan hal ini. dan membuat kerusakan di muka bumi. Imam Syafii memandang nahi pada hadist ini menunjuk pada 1 . Misalnya pertama: “Janganlah kamu menikahi wanita-wanita yang telah dinikahi oleh ayahmu”(An-Nisa’ ayat 22). Imam Abu Hanifah memilih arti kata majazi yaitu “penjara”. ada lafazh yang berbentuk majaz. “Sesungguhnya balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya. sebagian orang memandang shighat amar atau arah perintah menunjuk pada wajib. sehingga ia berpendapat persetubuhan lewat zina tidak menyebabkan wanita yang dizina ayahnya haram dinikahi. Arti hakikinya ialah “mereka dikeluarkan dari negeri mereka ke negeri lain”. dan ada pula yang pengertiannya dipengaruhi adat setempat. oleh karena itu ia berpendapat haram ayahnya menikahi isteri anaknya . sedang Imam Syafe’I memilih arti hakiki yaitu “diusir” atau dibuang ke negeri lain. Imam Syafe’I memilih arti “akad”. sebagian orang memandang nahi atau larangan menunjuk pada haram dan sebagian lain menunjuk pada makruh. disalib.

Sedang Imam Malik memandang nahi pada hadist ini menunjuk pada makruh. Ketentuan Hukum Ayat Bersifat Ta’abbudi (ubudiyah) atau Ta’aqquli (masuk akal) Misal. Oleh karena itu. mencuci bejana bekas jilatan anjing dengan selain tanah tidak sah. Misal. Sebagian kecil ulama berpendapat. Dapatkah kedua hal ini dianggap sebagi pengganti tanah? Dalam hal ini ulama berbeda pendapat. 1 . d. Imam ahmad menjadikan hadist ini sebagai hujah tentang wajibnya membaca bismillah bagi siapa pun yang akan berwudhu. Sebagian besar ulama berpendapat.haram. sebab perintah tentang hal tersebut bersifat ta’abbudi. Oleh karena itu menurut Imam Syafii. menurut Imam malik. Status Hadist Hadsit yang dianggap kuat oleh sebagian orang dianggap lemah oleh sebagian orang lain. mencuci bejana yang dijilat anjing harus dengan tanah atau dapat diganti dengan yang lain misalnya karbol atau deterjen. Dengan demikian harus dengan tanah. memakan binatang buas yang bertaring dan burung yang bercakar adalah haram. Sementara itu. Imam mujtahid yang lain memandanag hadist ini lemah. c. atau suatu hadist sampai kepada satu mujtahid. dan sebagiannya. memakan binatang buas yang bertaring dan burung bercakar adalah makruh. tetapi tidak sampai kepada mujtahid yang lain. sebuah hadist mengatakan:”tidak ada wudhu bagi orang yang tidak membaca bismillah”.

sebab wajibnya zakat atas tumbu-tumbuhan dan tanam-tanaman adalah mengenyangkan atau makanan pokok sedang menurut Imam Hanafi. Pengaruh penjajah Barat (Eropa) terhadap negara-negara yang mengaku beragama Islam. Re-Orientasi Ijtihad Sejak di bawah cengkraman penjajah. hendaknya kita berhati-hati membaca buku-buku tafsir yang ditulis pada alam dan tingkah intelektual umat di zaman kita sekarang. agar kita langsung membaca al-Qur’an. hendaknya hal itu dijadikan sebagai rahmat yang akan membawa kelapangan dan kemudahan bagi umat. Prinsip-prinsip perbedaan ini dipengaang teguh oleh Imam-mujtahid terdahulu. cengkeh. penile. Beliau dengan berani menganjurkan.mencuci bejana bekas jilatan anjing dengan karbol dan semisalnya adalah sah. Mereka saling toleran atau tasamuh. Buku-buku yang ditulis para cendekiawan Yahudi dengan bungkus al-Qur’an menjadi makanan yang lezat bagi umat Islam yang bodoh dengan al-Qur’an. Oleh karena itu. e. tetap tidak dapat menggugurkan hasil ijtihad yang lain. menghormati. asbab alnuzul atausebab-sebab diturunkannya ayat-ayat. Atau dengan kata lain. Qiyas Misal. berpengaruh pula pada umat Islam. Pada akhir abad ke sembilan belas Syeik Muhammad Abduh menyatakan. Dari kaidah ini dapat dipahami. Oleh karena itu muncul ucapan popular mereka: “Bila pendapatkami salah. dan menghargai pendapat orang lain. kopi. situasi. dan latar belakanga turunnya suatu ayat. sebab akan berakibat retaknya ukhuwah Islamiyah. Hal ini sejalan dengan kaidah:”Ijtihad tidak dapat digugut atau digugurkan oleh ijtihad yang lain”. Oleh karena itu menurut Imam Hanafi. sebab perintah itu adalah mencuci dengan tanah bersifat ta’aqquli mengingat tujuan perintah itu adalah terwujudnya kebersihan. fungsi karbol dan semacamnya melebihi tanah. Ajaran Yahudi Zionisme dan Diasporanya yang telah mewarnai alam fikiran Barat sejak masa sebelum Masehi. Dengan demikian. perbedaan ijtihad merupakan sesuatu yang wajar. untuk dapat berbuat demikian seseorang harus menguasai ilmu bahasa yang memadai. dan sejarah umat manusia. pala. anggrek dan lain-lainnya dikenai zakat.an banyak diwarnai oleh alam fikiran Yahudi atau fikiran lainnya. alam fikiran umat Islam banyak yang telah terpengaruh oleh penjajah. 5. kopra. Dalam memahami al-Qur’an perlu diketahui bahayanya orang melakukan perujukan kepada al-Qur’an semata-mata secara tekstual. Di antara para ahli hokum Islam atau fuqaha. kemungkinan mengandung kesalahan dan bila pendapat selain kami salah. dengan tidak memperhatikan kondisi. sesuai dengan penegasan hadist Nabi tentang keberadaan perbedaan. tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang tidak mengeyangkan atau bukan makanan pokok tidak dikenai zakat. pengetahuan yang utuh mengenai sejarah Nabi. termasuk situasi kultural pada zaman itu. beliau mengimbau para ulama untuk membikin tafsir sendiri. menurut Syafii. the. serta jangan dibesar-besarkan. Mereka menyadari betapapun kuatnya hasil ijtihad mereka. betapapun lemah hasil yang lain. tidak mustahil berpengaruh terhadap cara berfikir umat Islam. Hanya beliau memperingatkan. wajibnya zakat atas tumbuh-tumbuhan dan tanaman-tanaman adalah karena hal tiu pontensial untuk menunjang kehidupan dan perekonomian umat manusia. Kebodohan orang Islam tentanmg al-Qur. sedangkan dalam hal membasmi kuman-kuman akibat jilatan anjing. terdapat consensus untuk membagi hukum Islam menjadi dua katagori yaitu hokum yang berhubungan dengan ibadah murni dan hokum yang berhubungan 1 . kemungkianan mengandung kebenaran”. satu ijtihad tidak dapat membatalkan ijtihad yang lain. Kelihaian dan kelicikan para penjajah mampu membelokkan dan menggeser alam fikiran bangsa yang dijajahnya.

Al-Izz Abdussalam. lingkungan. kalau dahulu dasarnya adat dan adat tersebut kemudian telah berubah. seorang murid kesayangan Imam Abu Hanifah dan yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Yusuf. Reinterpretasi atau penafsiran kembali dan pengkajian tentang Islam harus diperbaharui. situasi dan budaya. Bagi Allah tidak masalah apakah hamba-Nya beribadah atau tidak. karena masih adanya kefanatikan mazhab menyebabkan usaha tersebut nampaknya belum berhasil dan tantangan demi tantangan banyak dihadapi. Penafsiran alQur’an yang ada. namun beliau tentu cocok untuk masa kini. membuat keduanya 1 . Untuk itu setiap generasi memerlukan mujtahid. Murid-murid mereka bertebaran di seluruh pelosok dunia. nampaknya masih banyak kekurangannya. berpendirian bahwa arak sekalipun. Ajaran Islam harus dikembalikan dan bersandarkan al-Qur’an dan Sunnah. Ia tidak beruntung dari ketaatan mereka yang taat dan tidak dirugikan oleh perbuatan mereka yang bermaksiat. Namun kemauan yang demikian luhurnya. hampir tidak terdapat campur tangan bagi penalaran. baik kepentingan duniawi maupun ukhrawi. Ibn Qayyim Al-Jauziyah Ibn Habib Al-Anshari. bahkan sampai ke Indonesia. seorang ahli hokum terkemuka dari golongan mazhab Imam syafii menyatakan bahwa semua usaha hendaknya difokuskan pada kepentingan masyaraka. Mohammad Abdul Wahhab dari Saudi Arabia.dengan kemasyarakatan. terbuka kesempatan bagi pemikiran atau penalaran intelektual dalam mencari cara pelaksanan. Beberapa ulama menghimbau agar umat Islam melakukan neo-ijtihad atau pembaharuan dalam berijtihad. Ijtihad mereka pada masanya dianggap cocok. dengan kepentingan masyarakat dan prinsip keadilan sebagai dasar pertimbangan dan tolak ukur utama. Mengenai hukun yang bertalian dengan kemasyarakatan. dan lainlainnya. Sedang dalam hal hokum yang termasuk katagori kedua. Dalam hal katagori pertama. perlu ditinjau kembali. Ijtihad yang dilakukan para Imam-imam mazhab pada masa lalu perlu ditinjau kembali. Memahami al-Qur’an dan Sunnah yang hanya didasarkan atas pengertian yang sempit. maka gugur pula hokum yang terkandung di dalam ayat itu. Sementara itu kepentingan masyarakat dan pelaksanaan prinsip-prinsip keadilan dapat berubah dan berbeda karena perbedaan zaman. demikian Ahmad Khan dari Pakistan. Penpadat para Imam mazhab yang selama ini telah baku di kalangan umat Islam.

Cara melakukan ijtihad ini adalah dengan mengadakan studi komparatif di antara pendapat-pendapat yang ada. 3) Pendapat tersebut lebih banyak memberikan rahmat kepada manusia. Perubahan politik. Ijtihad selektif yaitu memilih salah satu pendapat yang diyakini paling kuat di antara pendapat-pendapat yang ada. dan menghindarkan kerusakan manusia. 2) Pendapat tersebut lebih memberikan kemudaaan. memberikan kemaslahatan. Perubahan tersebut menuntut para ulama untuk meninjau pendapat lama yang 1 . Dalam hal ini ada beberapa factor yang mendorong perlu dilakukannya ijtihad selektif yaitu : 1). ekonomi. Selanjutnya memilih pendapat yang paling kuat dalilnya.sebagai benda-benda mati. berdasarkan alat ukur yang dipergunakan dalam mentarjih atau menguatkan yaitu : 1) Pendapat tersebut lebih banyak merealisir maksud syariat Islam. social dan budaya pada abad ini merupakan perubahan yang laur biasa. sesuai dengan kemudahaan yang diberikan syariat Islam. Adapun bentuk ijtihad yang diperlukan sekarang adalah : a. 4) Pendapat tersebut lebih sesuai dengan kehidupan manusia pada masa sekarang. dengan memilih dalil-dalil ijtihad yang dijadikan dasar pendapat tersebut.

perkembangan tersebut juga membekali para ulama masa kini dengan suatu kemampuan untuk menetapkan apakah pendapat ulama masa lalu yang diwarisinya masih relevan atau tidak. Dari segi ini dapat diketahui betapa pentingnya Allah mengutus rasulrasulNya. Tetapi suatu kenyataan bahwa temp[at-tempat ibadah yang terdapat di manamana menunjukkan adanya keanekaragaman tentang siapa yang dituju dengan ibadah tersebut dan bagaimana cara melaksanakannya. Tuhan yang telah menciptakan manusia dan alam seluruhnya. Dalam hal ini adanya perbedaan pendapat di antara para ulama dalam suatu masalah menunjukkan bahwa masalah tersebut memberikan bermacam-macam interpretasi sehingga tidak menutup kemungkinan adanya pendapat baru yang sebelumnya belum pernah dikemukakan ulama. seorang ahli sejarah berbangsa Yunani mengatakan. kemudian memilih pendapat yang paling kuat. Hal ini membuktikan. sastra maupun teater-teater. bahwa keanekaragaman itu tidak berasal dari satu sumber. Islam 1 . bahwa mungkin kita menjumpai kotakota tanpa benteng. 2). bahwa hanya Allah saja Tuhan yang berhak disembah. Disamping itu. Ruh ajaran Islam adalah Tauhid.dirsakan tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi baru. baik masalah tersebut baru atau lama. meng-esakan Tuhan secara mutlak. sebab dengan pernyataan tersebut dapat diambil kesimpulan. Muhammad SAW sebagai Rasul Allah yang terahkirdan al-Qur’an sebagai kitab Allah yang terahkir. yaitu untuk mengarahkan pembawaan kodrat jiwa manusia. memberikan penegasan-penegasan yang amat jelas. HIKMAH IBADAH DALAM ISLAM Hampir 2000 tahun yang lalu Plutarchus. yaitu menetapkan ketentuan baru terhadap suatu masalah. serta tumbuh dari dalam jiwa manusia sendiri. raja-raja. di mana ketentuan tersebut belum pernah dikemukakan para ulama terhadulu. 3) Ijtihad kreatif. tetapi tidak ada satu kotapun tanpa tempat ibadah atau penduduknya tidak melakukan ibadah. Perkembangan tersebut memberi pembentukan terhadap pengetahuan lama dan menjadi alat untuk menemukan pengetahuan yang benar. bahwa kerinduan untuk berhubungan dengan Tuhan merupakan pembawaan kodrat jiwa manusia. yang sebelumnya tidak diketahui. Pada masa kini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat. Pernyataan Pluctarchus itu amat penting artinya. Banyak ayat al-Our’an yang memberi penegasan demikian. agar dapat menunjukkan ibadahnya kepada Allah. melainkan dari banyak sumber. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. yaitu manusia yang beraneka macam kecenderungan jiwa dan cakrawala pemikirannya. kekayaan.

dan roh-roh berarti menurunkan derajat kemanusiannya yang diberi tempat demikian tinggi oleh Allah.menjadi persaksian. Kerbau yang disembelih dengan tujuan untuk ditanam kepalanya. surat An-Nisa’ ayat 36 memerintahkan . atau menyembah kepada sesama makhluk Allah. semua yang ada di alam ini adalah makhluk-makhluk seperti manusia juga. yang tidak berhak disembah. Dalam Al Qur’an antara lain : surat Al Fatihah ayat 5 mengajarkan. Islam mengharamkan binatang yang disembelih dengan maksud dan tujuan untuk saji-sajian berhala dan sebagainya. Manusia adalah makhluk Allah yang terhormat dan mempunyai kedudukan yang utama disbanding dengan makhluk-makhluk Allah lainnya. AlQur’an menyatakan dalam berbagai surat dan ayat antara lain : Surat An-Nisa’ ayat 48 menegaskan. binatang. kayu. 1 . bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan diminta pertolongan. Surat Al-Araf ayat 194 dijelaskan. agar orang menyembah hanya kepada Allah dan jangan ada sesuatupun yang disekutukan kepada Allah. benda-benda langit. bahwa selain Allah. untuk menjadi saji-sajian bagi makhkluk halus. Surat An-Nisa ayat 116 ditegaskan. minsalnya malaikat. Surat An-Nahl ayat 36 menegaskan. Oleh karena itu apabila ia menyembah kepada selain Allah. batu. termasuk sembelihan yang haram dan perbuatan itu Mempersekutukan seseuatu kepada Allah dinamakan syirik. bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. ketika akan mulai membangun gedung. manusia. sebagai salah satu sendi ajaran Islam. bahwa orang yang berbuat syirik adalah orang sesat jauh dari Allah tidak akan memberi ampun atas dosa syirik itu. bahwa syirik adalah perbuatan dosa terbesar yang tidak akan memperoleh ampunan Allah. jin. bahwa ajakan beribadah hanya ditujukan kepada Allah merupakan inti ajaran para Rasul.

Islam mengembalikan ajaran agama yang murni berasal dari wahyu. tetapi harus dengan perantara mereka. Pelanggaran terhadap cara-cara yang telah ditentukan mengakibatkan ibadah tidak sah dan tidak dapat diterima Tuhan. Mereka menentukan temapt khusus untuk beribadah. motif yang amat menonjol adalah protes terhadap monopoli para ahli agama dalam dunia khatolik. manusia awam tidak dapat secara langsung. Manusia dalam sejarahnya telah merusak ajaran agama. Kalau dipelajari sejarah agama-agama di dunia. serta menentukan perantara dan upacara yang tidak boleh dilanggar. Membaca kitab suci menjadi wewenang mereka saja dan demikian pula membaca do’a. Sejarah reformasi dunia Kristen yang dipelopori oleh Martin Luther. para ahli agama menentukan berbagai macam syarat dan ikatan-ikatan ibadah.termasuk syirik. Berdasarkan konsepsi serupa itu. Hubungan manusia dengan Tuhan 1 . Untuk memanjatkan do’a kepada Tuhan. Yang menyebabkan rusaknya agama adalah orang-orang agama sendiri. yaitu para pejabat keagamaan. Hanya kaum ahli agama dapat langsung mendekatkan diri kepada Tuhan. Sedemikian keras Islam mengajarkan. akan dijumpai adanya lembaga karyawan agama yang antara lain berfungsi sebagai perantara manusia awam untuk beribadah kepada Tuhan. Hal itu untuk menjaga keselamatan manusia. agar jangan sampai orang terjerumus dalam kemusyrikan. bahwa jarak antara manusia dengan Tuhan adalah jauh. agar jangan sampai dimurkai Allah karena menyekutukan Allah dan menyinggung keesaannya. Untuk melakukan ibadah diperlukan berbagai macam syarat sajian dan sekedar uang untuk para perantara yang memonopoli urusan keagamaan. Merekalah yang mempunyai konsepsi.

Surat Al Qaf ayat 16 menegaskan. KemudianRasul sebagai figure yang menerima berbagai perintah ibadah. dan haji dengan jelas terdapat perintah dan ketentuan dalam al-Qur’an.tidak perlu dengan perantara apa dan siapapun. bahkan sebaliknya manusia sangat terikat pada ketenuan-ketentuan yang diberikan Allah dan Rasulnya. kemudian memanjatkan do’a yang pokoknya memohon kepada Allah. Dalam hubungan ini hadist Nabi riwayat Bukhaari-Muslim mengatakan: “Bumi ini dijadikan Allah untukku sebagai masjid dan alat bersuci siapapun yang menjumpai waktu shalat. 1 - Islam mengajarkan bahwa hubungan dengan Allah dengan manusia amat dekat. Oleh karena itu untuk berhubungan dengan Allah. Untuk ibadah shalat. Ada Perintah dan Ketentuan Dalam melakukan ibadah kepada Allah. bahwa Allah dekat kepada hamba-hambaNya. Berlainan halnya dengan bidang ibadah. Di samping itu Islam membebaskan manusia dari ikatan sistem perantara. apanila seseorang menghadapi masalah penting dalam hidupnya di dunia dan memerlukan keputusan yang . Islam mengajarkan bahwa bumi Allah adalah masjid bagi kaum muslimin. Ibadah dapat dilaksanakan di tempat manapun dan tanpa upacara-upacara di depan para ahli agama. serta orang supaya memenuhi ajakan-Nya dan beriman kepada-Nya. yang tentu saja sebagai pihak yang paling tahu mengenai isi dan maksud perintah. dapat dimudahkan jalannya. kecuali terdapat dalil yang mengharamkan”. karena terdapat ketentuan manusia. kecuali ada dalil yang memerintahkan”. hendaklah ia mengerjakan di mana ia berada” Satu-satunya tempat yang dikhususkan untuk melakukan ibadah dengan nilai tinggi adalah baitullah di Mekkah dan daerah sekitarnya untuk melakukan ibadah haji. akan dikabulkan-Nya permohonan orang yang berdo’a kepada-Nya. Khusus mengenai tempat melakukan ibadah. hendaklah ia melakukan shalat dua raka’at. Dalam bidang mu’amalah atau keduniaan terdapat kelonggaran yang demikian luas bagi manusia. manusia tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan. sesuai dengan bunyi kaedah fiqhiyyah “ Hukum pokok terhadap ibadah adalah bathal (tidak boleh dikerjakan). puasa. bahwa Allah amat dekat kepada manusia. Islam tidak mengajarkan manuggaling kawula gusti. tepat. Tuhan tidak pernah menjelma pada manusia dan manusia dituntut untuk mempunyai sebagian sifat-sifat Ketuhanan. Al-Qur’an dalam berbagai ayat : Surat Al Baqarah ayat 186 mengajarkan. tidak menentukan perantara apa dan siapapun juga. Tetapi jika sebaliknya. lebih dekat dari urat lehernya. A. sesuai dengan kaedah fiqhiyyah yang menyatakan “hukum yang terkuat dari segala sesuatu adalah boleh. Demikian Allah mendidik hati nurani manusia untuk merasakan. bahwa Allah benar-benardekat dan selalu beserta dengan manusia di manapun ia berada. PRINSIP-PRINSIP IBADAH 1. mengajarkan pula bahwa manusia adalah makhluk Allah yang terhormat dan mempunyai kedudukan yang utama di antara makhluk-makhluk Allah yang lain. Nabi mengajarkan juga. zakat. jika hal yang dilakukan akan mendatangkan kebaikan dalam kehidupan dunia dan kebaikan di akhirat. Tetapi hal ini tidak berarti manusia dan Tuhan dapat bersatu. mohon dijauhkan dari yang diinginkan dan mohon diberikan ganti yang lebih baik. agar senantiasa berada di atas kebenaran. seperti keyakinan para penganut aliran pantheisme.

yang ditentukan dalam surat Taubah ayat 60: “Sesungguhnya zakatzakat itu.selanjutnya memberikan petunjuk kepada umat tentang bagaimana cara melaksanakannya. sebagaimana tersebut dalam surat al-Baqarah ayat 185 : “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan ramadhan. syarat-syarat. orang-orang miskin. Ibadah puasa diwajibkan melalui firman Allah dalam surat alBaqarah ayat 183 : “Hai orang-orang yang beriman. diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. Karena itu barang siapa di antara kamuhadir di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. para muallaf yang dibujuk hatinya. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Setelah itu Rasulullah membuat ketentuan-ketentuan. yang menentukan puasa sunnah dan lain sebagainya ditentukan oleh Rasul. hanyalah untuk orang-orang fakir. Beliau bersabda : “ Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku melaksanakan shalat”. untuk memerdekan budak. Ibadah zakat. Petunjuk Rasul ada yang diberikan dalam bentuk fi’il atau perbuatan dan ada yang berbentuk qauli atau ucapan. Ada delapan golongan (ashnaf delapan) penerima zakat. ketentuan kewajiban zakat dijelaskan Allah dalam alQur’an dalam surat Taubah ayat 103: “Ambilah zakat dari sebagian harta mereka. Adapun ketentuan tentang syarat puasa. Waktu untuk melaksanakan ibadah puasa juga ditetapkan Allah. bahwa yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjukbagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu. agar kamu bertaqwa”. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. antara lain mengenai perincian waktu pelaksanaan. Ibadah shalat ditegaskan kewajibannya antara lain melalui firma Allah daqlam surat al-Ankabut ayat 45 :“Dan dirikanlah shalat. macam-macam. dengan zakat itu. pengurus-pengurus zakat. yaitu pada setiap bulan Ramadhan. orang-orang yang berhutang. kamu membersihkan dan mensucikan mereka”. 1 . dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar”. dan rukunnya.

apabila yang tidak mungkin dilaksanakan. Semua ibadah berada dalam batas-batas kewajiban dan sejalan dengan kadar 1 . Meniadakan Kesukaran Keseluruhan ibadah dalam syari’at Islam tidak ada yang menyukarkan dan memberatkan mukallaf atau orang yang dikenai kewajiban. kreteria orang yang diwajibkan membayar zakat. bahwa seluruh ibadah yang diwajibkan memiliki dasar-dasar yang kuat. Dengan demikian jelaslah. wuquf. kadar yang harus dikeluarkan. seperti thawaf. pakaian yang dipakai ketika berhaji dan lainlainnya. sehat mentalnya.Ketentua waktu membayar zakat. bahwa ibadah yang sah dan boleh dilakukan adalah ibadah yang memang terdapat perintah dan ketentuan dalam al-Qur’an dan Sunnah Rasul. seperti shalat sunnat dan puasa sunnat juga demikian halnya. 2. dan hal-hal yang menjelaskan pantangan dalam menunaikan ibadah haji. Ibadah-ibadah sunnat. Sedangkan ketentuan mengenai bagaimana cara mengerjakan haji. dijelaskan oleh Rasul. dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya: “Ambilah olehmu dari aku cara cara melaksnakan ibadah haji”. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui. dan cukup keuangannya untuk pergi dan pulang. jenis-jenis barang yang dikenai zakat dan lain-lainnya. yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. diketentuan dari firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 97: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. Ketentuan ibadah haji hanya diwajibkan atas orangorang yang kuat fisiknya. melontarkan jumrah. sa’I. dalam bidang ibadah terdapat satu prinsip. Ibadah haji diwajibkan berdasarkan firman Allah dalam surat alBaqarah ayat 194: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”.

kesanggupan manusia. Prinsip kedua ini diterangkan Allah dalam alQur’an surat al-Baqarah ayat 185: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. Perintah mengerjakan shalat fardhu, walaupun diwajibkan dalam jumlah lima kali dalam satu hari satu malam, tidak sampai mengakibatkan timbulnya kesukaran bagi orang yang mengerjakan. Seorang karyawan tidak mungkin terganggu pekerjaannya dengan meluangkan waktu sekitar sepuluh menit untuk mengerjakan shalat. Seorang pedagang tidak akan merugi dan kehilangan pendapatan, karena mengerjakan shalat. Bahkan seorang pengemudi jarak jauh tidak akan terganggu perkerjaannya membawa penumpang, apabila ia mengerjakan shalat. Apalagi ajaran Islam memberikan ruskshah atau keringanan kepada mereka untuk mengerjakan shalat secara jama’ atau menggabungkan dua shalat pada satu waktu. Demikian juga halnya dengan ibadah-ibadah yang lain. Ibadah puasa yang mewajibkan manusia menahan makan, minum, dan seks sejak terbit matahari sampai terbenamnya matahari. Pada umumnya tidak menimbulkan kesukaran bagi orang yang melakukan puasa, apalagi dengan disunanatkan makan sahur. Dalam hal ini Rasulullah bahkan mengatakan, bahwa “berpuasa itu mendatangkan kesehatan” dan sabda tersebut telah dibuktikan kebenarannya oleh ilmu kedokteran. Dalam hal zakat, kadar harta yang wajib dikeluarkan zakatnya oleh muzakki atau orang yang berzakat rata-rata hanya 2,5 % dari harta yang diperoleh. Ibadah zakat tidak menyebabkan timbulnya kesukaran bagi muzakki dan tidak akan mengakibatkan menjadi miskin atau jatuh pailit. Allah menjanjikan untuk mereka yang berzakat ibarat menanam satu biji yang akan memunculkan 7 cabang dantiap cabang akan membuahkan 100 biji dalam surat al-Baqarah ayat 261. Dalam kenyataan, mereka yang rajin dan tertib menunaikan ibadah zakat, justru mendapat rezki yang lebih melimpah dan memperoleh banyak kemudahaan.

Dalam bidang haji, tidak adanya kesukaran lebih jelas lagi, karena yang terkena kewajiban untuk mengerjakan haji hanya orang-orang yang memiliki tingkat kemampuan sedemikian rupa, sehingga tidak ada kesukaran berati bagi mereka dalam pelaksanaannya. 3. Tidak Banyak yang dibebankan Prinsip yang ketiga ini mempunyai hubungan dengan prinsip yang kedua di atas, karena apabila banyak yang dibebankan, tentu akan berakibat timbulnya kesukaran. Yang dimaksud dengan prinsip tidak banyak yang dibebankan adalah bahwa pembebanan dalam syari’at Islam jika dibandingkan dengan waktu dan keadaan, sesungguhnya tidak dapat dikatakan banyak. Yang mendasari prinsip ini adalah firman Allah surat al-Maidah ayat 101: “hai orang-orang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu al-Qur’an itu sedang diturunkan, nicaya akan diterangkan kepadamu. Allah mema’afkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang”. Berdasarkan ayat ini dapat disimpulkan, bahwa Allah memandang telah memadai hukum-hukum yang diterangkan, dalam pengertian Allah tidak berkehendak untuk memperbanyak hukum, karena hal ini akan menyusahkan hamba-hamba-Nya. Apabila waktu yang diperlukan untuk mengerjakan satu kali shalat diperkirakan 12 menit, maka untuk mengerjakan limaka kali shalat membutuhkan selama satu jam. Oleh karena itu waktu yang diperlukan untuk mengerjakan shalat hanya satu jam dari 24 jam sehari yang dianugrahkan Allah kepada umat manusia. Demikian juga dengan ibadah puasa hanya satu bulan dari 12 bulan, sedangkan ibadah zakat hanya 2,5 % atau 1/40 dari perolehan, dan haji ibadah haji hanya satu kali dalam seumur hidup bagi orang yang mampu. 1

Secara umum dapat dimukakan, bahwa ajaran Islam yang berkaitan dengan ibadah disyaratkan setelah peristiwa hijrah. Hal ini erat sekali kaitannya dengan ayat-ayat al-Qur’an yang turun setelah hijrah, yaitu mayoritas berisi ayat-ayat hukum. Di antara ayat-ayat hukum tersebut berkaitan dengan ibadah. Namun demikian sebagian ibadah telah disyaratkan sebelum peristiwa hijrah, misalnya shalat. Para ulama berpendapat, bahwa shalat pada mulanya disyaratkan hanya dua rakaat waktu pagi dan waktu sore, seperti yang dijelaskan dalam firman Allah surat al-Makminuun ayat 55: “Dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi”. Shalat lima waktu diwajibkan sesudah peristiwa mi’raj. Ibadah thaharah disyaratkan sejalan dengan pensyaratan shalat, karena thaharah merupakan syarat sahnya pelaksanaan shalat. Allah telah mewajibkan kepada muslimin berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan setiap tahunnya. Puasa diwajibkan kepada kaum muslimin pada tahun 2 hijrah. Setiap umat beragama mempunyai tempat-tempat tertentu yang dipergunakan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Orang-orang Arab sebelum Islam mempunyai tempat ibadah, yaitu Baitul Haram yang didirikan oleh nenek moyang mereka, nabi Ibrahim a.s dan nabi Ismail a.s. Oleh karena itu telah ada tradisi bangsa Arab untuk melaksanakan haji sejak zaman nabi Ibrahim dan nabi Ismail sampai datangmnya Muhammad yang diutus Allah menjadi Rasul. Ibadah haji yang dilakukan orang-orang Arab kemudian berubah dan tidak lagi sesuai dengan apa yang diajarakan nabi Ibrahim. Mereka telah mempersekutukan Allah dengan berhala yang mereka letakan di samping Baitullah, di Safa, dan Marwa, yang mereka anggap sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka tidak lagi mengagungkan nama Allah, tetapi telah mengagungkan nama selain Allah. Pada waktu Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasuldan bertugas meluruskan kembali agama yang dibawa nabi Ibrahim dan mengajar manusia untuk tunduk dan patuh menjalankan perintah Allah serta menghacurkan syirik, Allah tetap menetapkan Baitullah sebagai 1

tempat untuk menjalankan haji dan umrah. Ibadah haji difardukan pada tahun 6 hijarah. Pada waktu itu nabi Muhammada pergi ke Baitullah untuk menjalankan umrah, tetapi terhalang oleh musuh. Pada tahun 7 hijarah nabi pergi lagi melaksanakan umrah. Pada tahun 9 hijarah Abu Bakar pergi melaksanakan haji bersama kaum muslimin. Nabi Muhammad pergi haji bersama seluruh kaum muslimin pada tahun 10 hijrah yang dikenal dengan haji Wada’. Islam memandang zakat adlah ibadah yang sangat penting dan wajib dilaksanakan sama halnya dengan shalat. Al-Qur’an menyebut shalat dalam 82 ayat, sedang zakat 31 ayat, dan 22 ayat diantaranya menyebutkan shalat dan zakat sedcara beriringan. Hal ini menunjukkan, bahwa mengeluarakan zakat sama pentingnya dengan ibadah shalat. Perintah ibadah dalam ajaran Islam telah ditetapkan dalam nash dan bersifat tetap. Ibadah tidak terpengaruh oleh perkembangan masa dan perbedaan tempat, serta wajib diikuti tanpa harus terlebih dahulu menyelidiki makna dan maksudnya. Masalah ibadah merupakan sesuatu yang tidak ada imbangannya dalam hukum positif. Hukum positif tidak membahas hubungan makhluk dengan Tuhannya atau hubungan micro cosmos dengan macro cosmos. Dalam Islam masalah ibadah mendapat perhatian yang sangat khusus dan penting. Ibadah merupakan hakikat dan tujuan hidup manusia, seperti yang dijelaskan Allah dalam al-Qur’an surat az-Zariyat ayat 56: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembahku”. Menyembah Allah SWT bearti memusatkan penyembahan kepada Allah semata-mata, tidak ada yang disembah dan tempat mengabdikan diri kecuali kepada Allah saja.Pengabdian berarti penyerahan diri secara mutlak dan kepatuhan sepenuhnya secara lahiriah dan batiniah kepada kehendak ilahi. Hal itu dilakukan dengan kesadaran, baik sebagai perseorangan maupun secara berkelompok. 1

dengan melakukan ibadah dengan tertib sesuai dengan tuntunan yang telah diberikan. maka menjadilah bantuan itu sebagai ibadah. yang dipermainkan gelombang laut tanpa kemudi dan jangkar serta tidak punya pedoman. Manusia diciptakan Allah yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. yang telah memberikan kurnia kepada manusia dengan berbagai nikmat yang berkaitan penciptaan phisik dan psikis atau dalam bentuk penyediaan segala kebutuhan umat manusia yang beraneka ragam jumlah. Islam melarang manusia untuk melakukan ‘uzlah yaitu menjauhkan diri dari gejolak masyarakat. seperti dinyatakan dalam al-Qur’an surat al-Qashash ayat 77 : “Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagian) negeri akhirat. Keridlaan Allah yang memungkinkan tercapainya hidup dan kehidupan duniawi yaitu kehidupan ukhrawi. dan rasanya. Betapa besarnya nikmat dan kurnia yang diterima manusia tak seorangpun yang mampu menghitungnya. Apapun corak lapangan hidupnya akan selalu membawa ketenangan jiwa para pelakunya sebagai tanda syukur nikmat. tetapi dilakukan dengan ikhlas dan semata-mata mengaharapkan ridla Allah. Suatu pekerjaan bernialai ibadah sangat tergantung dari niatnya. sehingga jauh dari segala kecurangan dan hal-hal yang tidak halal. Ia akan mudah hanyut bahkan tenggelam. Oleh karena itu orang tidak mengetahui tujuan hidup. maka segala pekerjaanya selalu dalam batas-batas keredlaan Allah. bahwa ibadah dalam Islam merupakan sarana untuk menyatakan syukur kepada Allah. dalam pekerjaanya akan mudah terlibat dalam kecurangan dan kejahatan. kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Suatu bantuan yang diberikan kepada seseorang betapapun kecilnya bantuan itu. Suatu kehidupan yang bertujuan ibadah. Hidupnya di dunia ibarat sebuah perahu yang tengah berlayar di samudera luas. Oleh karena itu orang yang kerjanya bernialai ibadah akan membawa kebaikan dan keberuntungan tidak hanya bagi kehidupan pribadinya. tetapi juga bagi kehidupan bersama di masyarakat. Walaupun pekerjaan yang dilakukan itu adalah shalat.Oleh karena itu. Demikian pula hasil kegiatan di muka bumi bukanlah tujuan yang hakiki. maka shalatr itu tidak mendapat nilai ibadah. Sedangkan dalam surat al-Isra’ ayat 70: “Sesungguhnya telah kami muliakan anak-anbak Adam. Dengan demikian dapat disimpulkan. Oleh karena itu adanya ibadah yang diajarkan dalam Islam tidak berarti harus menjauhi hidup duniawi. yang puncak kebahagiannya terletak dalam pertemuan dengan Allah merupakan arti ibadah sebagai tujuan hidup. Tetapi Islam menuntutagar kehidupan manusia dapat harmonis dan seimbang. maka seseorang akan mudah mengalami putus asa. semua kegiatan manusia baik yang bercorak ubudiah maupun muamalat harus dikerjakan dalam rangka pengabdian kepada Allah dan mencari keredlaannya. Syukur nikmat bearti pula tetap bekerja meningkatkan prestasi dengan harpan akan datangnya hari depan yang lebih cerah dan lebih indah. Manusia sebagai makhluk yang paling mulia dalam penciptaan dijelaskan Allah dalam surat at-Tiin ayat 4: “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. kalau dikerjakan hanya karena mengharap pujian dari manusia. akan memberikan ketenangan hidaup dan kerja. kami beri mereka rezeki dari yang 1 . Selain itu seorang yang bekerja atau menjalankan tugas sehari-hari dengan niat ibadah. Oleh sebab itu sudah selayaknya manusia bersyukur dan berbakti kepada Pencipta Yang Maha Agung lagi Maha Kuasa. dan janganlah kamu melupakan nasibmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan”. Islam mengajarakan bahwa kehidupan duniawi bukanlah tujuan. jenis. Sebaliknya apabila suatu kehidupan tidak bertujuan ibadah.

Karena begitu berat dan ulianya tugas yang diberikan kepada manusia. Dalam hal ini Allah menegaskan dalam beberapa surat al-Mukminuun ayat 110: ”Maka apakah kamu mengira. bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main(saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami”. kemudian mati tanpa pertanggung jawaban. maka Allah memerintahkan kepada manusia supaya tetap berkomunikasi dengan Allah. Terjaganya komunikasi anatara manusia dengan Tuhan menyebabkan hidup akan terpelihara dari dosa. yang disebut dengan prediket taqwa. yaitu untuk memakmurkan bumi dan segala isinya.baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kurnia yang sempurna atas kebanyak makhluk yang telah kami ciptakan”. Membuat kemakmuran di bumi merupakan tugas utama manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat yang diredhoi Allah. Oleh sebab itu manusia harus mempertanggung jawabkan semua amanah yang dipegangnya. Orang seperti inilah yang dicita-citakan Islam. Manusia diciptakan Allah di dunia untuk mengabdi (beribadah) kepada Allah. Dalam surat Bayyinah ayat 5 :”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya”. maka manusia diciptakan Allah dalam bentuk konstruksi yang sangat serasi dan bagus. Manusia diciptakan Allah bukan hanya sekedar untuk hidup di dunia. Hal ini pulalahyang menjadi hakekat ibadah dalam ajaran Islam. Dengan ibadah komunikasi antara Pencipta dengan makhluknya akan selalu terjaga. sebagaimana dijelaskan al-Qur’an dalam surat 1 . Wujud pengabdian tersebut adalah dalam bentuk semua amal perbuatan yang berhubungan dengan nilai atau pelaksanaan amanat Allah sebagai khalifatullah fil ardl. Allah Maha Mengetahui tentang kejadian dan tugas manusia.

. Ibadah Khasshah atau ibadah mahdllah (ritual). sembahalah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu. Secara umum ibadah dikelompokkan menjadi : a. B. Dengan demikian makin jelas. Ibadah dalam artian khusus ini tidak menerima perubahan baik berupa penambahan ataupun pengurangan. sehingga jumlah dan macamnya tak mungkin dapat dihitung oleh manusia. bahwa tujuan ibadah di samping menjadi sarana untuk berkomunikasi dengan Tuhan. agar kamu bertaqwa”. yaitu segala kegiatan yang ketentuannya telah ditetapkan oleh nash alQur’an dan as-Sunnah. Ibadah ‘aammah atau ibadah qhairu mahdllah (non ritual) yaitu semua perbuatan positif yang dilakukan dengan niat baik dan semata-mata keridlaan Allah. Shalat dalam ajaran Islam biasanya digolongkan dalam ibadah khusus.Di samping itu ibadah juga merupakan pernyataan syukur kepada Tuhan yang telah mengaruniai manusia dengan berbagai nikmat yang tiada terhingga. Dalam istilah lain dapat dikatakan seluruh amalan yang dizinkan Allah. . juga merupakan cara untuk menyatakan syukur kepada Tuhan atas segala nikmat dan rahmat yang diberikan kepada manusia. Teknis pelaksanaan ibadah ini secara operasional diserahkan kepada orang yang akan melakukannya. dengan memperhatiakan situasi dan kondisinya. Macam Ibadah Macam ibadah ditentukan berdasarkan sudut pandang yang dipergunakan unutk menilainya 1. karena itu cara melaksanakannya termasuk jumlah rakaatnya tidak dibenarkan 1 al-Baqarah ayat 21 : “Hai manusia. b. misalnya shalat. baik dari segi penciptaan fisik manusia yang begitu sempurna maupun dalam penyediaan segala kebuthan hidup manusia.

bahwa zakat merupakan upaya untuk membersihkan harta seseorang dan sekaligus dapat berfungsi sosial. haji dalam Islam hanya diwajibkan kepada orang yang mempunyai kemampuan (istitha’ah). kecuali orang itu yang melakukannya sendiri. yaitu ibadah yang waktu pelaksanaannya sangat terikat dengan waktu-waktu yang telah ditentukan Allah atau RasulNya. shalat yang dilakukan dianggap tidak sah. Ibadah Ijtima’I. Orang yang akan mendirikan shalat harus mengetahui. yaitu ibadah yang pelaksanaannya memerlukan kekuatan phisik. Dengan mengeluarkan zakat berarti ikut meringankan beban orang lain. disertai jiwa yang tulus atau ikhlas kepada Allah. bahwa pada saat ini telah masuk waktu shalat yang didirikannya. maka hal itu dinamakan bid’ah.1 Ibadah Muwaqat. yaitu ibadah yang manfaatnya di samping dirasakan oleh orang melakukan juga dapat dirasakan oleh orang yang lain. b. 3. Phisik yang lemah menyebabkan orang tidak mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik dan sempurna. yaitu untuk mengurangi kesenjangan antara si kaya dengan si miskin atau orang yang tidak mampu. dan materi. artinya sembari beribadah orang lain dapat merasakan manfaatnya. Yaitu antara zakki dengan mustahiq. ibadah dibagi menjadi dua bagian yaitu : a.untuk ditambah atau dikurangi. Contohnya adalah ibadah haji. ibadah dibedakan menjadi dua kelompok yaitu : a. yaitu mengadaada. terutama bagi mereka yang jauh dari mekkah. dalam ajaran Islam mengajarkan. Contohnya adalah shalat yang terdiri beberapa perbuatan dan perkataan dengan disertai kekhusyu’an. Di samping itu orang yang puasa diharapkan dapat benar-benar menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah. Kedua nilai itu tidak akan diperoleh orang lain. yaitu ibadah yang manfaatnya hanya dapat dirasakan oleh orang yang melakukan saja dan tidak ada hubungannya dengan orang lain. Kemampuan meliputi kemampuan phisik. b. mental yang membaja. artinya setiap shalat harus dilaksanakan pada waktunya masing-masing. mental. dan harta. Dilihat dari sudut waktu pelaksanaannya. Kalau diperhatikan penjelasan hadist yang berkaitan dengan waktu shalat. Ibadah Fardy. Kegiatan shalat memerlukan gerak anggota badan. misalnya dzuhur adalah mulai dari tergelincir matahari sampai dengan bayang-bayang sama panjangnya dengan benda yang didirikan dengan tegak lurus. ucapan tertentu dan keikhlasan. Di samping itu tanpa materi. Contohnya adalah ibadah zakat. dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu : ibadah 4. Ditinjau dari sudut pelaksanaannya. Jika terdapat penambahan atau pengurangan. Contohnya adalah shalat dan shaum merupakan ibadah yang berhubungan langsung antara manusia dengan Allah. Tanpa kesiapan mental. setiap shalat mempunyai waktu tertentu. Apabila dilaksanakan di luar waktunya. Hadist Nabi menyatakan: 1 . yaitu ibadah yang dalam pelaksanaannya memerlukan kegiatan phisik. Orang yang melakukan shalat diharapkan dapat menjaga dirinya dari perbuatan keji dan munkar. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 103 : “ Sesungguhnya shalat itu adalah fardlu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. Tanpa hal itu semua. ibadah haji tidak dapat dilakukan. Mislnya ibadah shalat. maka nilainya menjadai tidak ada atau menjadi tidak sah. Ibadah Jasmaniah Ruhiyah Maaliyah. Ditinjau dari sudut kepentingannya. Kekuatan phisik diperlukan bagi mereka yang ingin melalkukan ibadah haji. 4. Ibadah Jasmaniah Ruhiyah. 2. manusia tidak akan sanggup untuk melakukan haji dengan baik.

B. maka ia yang menyuruh shalat mengikuti shalat di Mekkah.s.“ Dari jabir bin Abdullah. hal itu dapat dilakukan kapan saja. Misalnya untuk bertasbih dan zikir kepada Allah. lalu shalatlah. Begitu juga untuk bersedekah tidak ditentukan waktunya. A. mengimami aku di Baitullah dua kali. Lalu ibnu Abbas menyebutkan seperti hadist Jibril. maka waktu shalat bagi orang di Eropa juga harus mengikuti shalat di Mekkah atau di daerah tropis di bawahnya.2. Ibadah Ghairu Muwaqat. maka hal itu dapat dilakukan. sudah ada jawabannya dari ulama Mekkah ketika putra mahkota Saudi ikut terbang ke angkasa. yaitu ibadah yang waktu pelaksanaanya tidak tergantung dengan waktu-waktu tertentu. lalu Jibril berkata kepadanya: Berdirilah. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Jibril a. Masalah timbul ketiaka perkembangan teknologi dan transportasi meningkat. bahwa Nabi SAW didatangi oleh Jibril a. Untuk pertanyaan B. tetapi ia berkata di dalam hadist itu: dan Nabi shalat yang kedua kalinya ketika bayangan tiap-tiap sesuatu menjadi sama.s. Imam Tarmidzi berkata: Hadist ini hasan. Bagaimana shalat dipesawat ruang angkasa yang mataharinya terlihat setiap 5 menit. Kemudian Nabi shalat dzuhur ketika matahari sudah tergelincir”. Bagaimana orang shalat di kutub yang matahari terbitnya 6 bulan sekali?. Hanya waktu-waktu yang diutamakan 1 . Timbul pertanyaan. Demikian juga hal nya dengan ibadah puasa Ramadhan. artinya selama diizinkan Allah. Apakah jawaban itu juga dapat digunakan untuk mereka yang tinggal di kutub? Jika ini dignakan. “ Dari Ibnu Abbas. 4.

mengelola. Sedangkan manusia yang hanya mementingkan immateri. maka yang bersangkutan akan mendapat dosa. . maka ia kan menjadi immaterialistik atau spiritualistic. misalnya sadaqah sangat afdhal apabila dilakukan pada bulan Ramadhan seperti yang dijelaskan hadist Nabi: “diriwayatkan dari Anas katanya. kebutuhannya adalah segala sesuatu yang bersifat maretial. Ibadah wajib. maka ia akan menjadi materialistic atau serba materi. ketika Rasulullah ditanya kapankah waktu yang paling baik/ paling afdhal melakukan sedeqah. misalnya shalat rawatib dan dhuha.2. memakmurkan.5. Kedua unsure tersebut harus berkembang dengan baik dan seimbang. yaitu ibadah yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim dam muslimah. Dengan tugas dan fungsi serta tanggung jawab manusia seperti tersebut di atas. kesenian dan agama. dan memelihara keselamatan alam semesta. Manusia terdiri dari dua unsure. sepertti ajaran akhlak. Sedang unsure rohani bersifat immateri. TUJUAN DAN HIKMAH IBADAH Allah telah menjadikan manusia sebagai khalifahtullsh fil Ardhi dengan missi memimpin. C. Jawab Rasulullah: sedeqah di bulan Ramadhan. manusia mampu melaksanakan tugas kekhalifahannya sesuai dengan maksud Allah. puasa dan zakat. 5. oleh karena itu kebutuhannya adalah segala sesuatu yang bersifat immaterial. Unsur jasmani bersifat materi. Oleh karena itu harus mendapat perhatian dan pembinaan yang seimbnag. Untuk kepentingan tersebut Allah menurunkan Agama Islam. (H. pangan dan papan. Apabila tidak dikerjakan. seeperti sandang. agar dengan berpegang pada ajaran Islam. Apabila dilaksanakan yang bersangkutan mendapat ganjaran dan apabila tidak dilaksanakan yang bersangkutan tidak mendapatkan dosa.1. Ibadah Sunnah. yaitu ibadah yang sebiknya dilaksanakan. misalnya shalat. ibadah dibagi menjadi dua bagian yaitu : 5. Dilihat dari sudut status hukumnya. at-Tarmizi). Allah menjadi manusia dalam bentuk yang paling sempurna lagi dimuliakan. Manusia yang dalam kehidupannya terlalu mementingkan materi. yaitu unsure jasmani dan unsure rohani.R. 1 tentu saja ada.

bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja). yaitu kehidupan pertama di dunia dan kehidupan kedua di akhirat. Oleh karena itu Islam rahbanah dan bukan pula agama yang mengajarkan untuk berlebih-lebihan mengajarkan ibadah. Ringkasnya dalam dialog dengan Allah. seseorang memohon kiranya Allah membersihkan rohaninya. selain untuk menyatakan ketaqwaan kepada Allah. Perasaan dekat dengan Allah akan mempertajam kebersihan jiwa.Manusia mengalami dua bentuk kehidupan. manusia memuja kemahabesaran dan kemahasucian Allah. diiringi dengan upaya yang sungguh-sungguh ke arah itu. kemudian mati tanpa pertanggung jawab. memohon supaya dilindungi dari godaan syaitan. Hal ii dapat difahami dalam firman Allah dalam surat al-Mukminuun ayat 110: “Maka apakah kamu mengira. sedang kehidupan di akhirat adalah abadi atau kekal.Oleh karena itu. melainkan diciptakan untuk senantiasa tunduk dan patuh kepada kehendak Allah dan Ia akan meminta pertanggung jawaan manusia. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami”. keinginan memaki orang. Di samping itu ia juga harus menahan rasa amarah. Ibadah dalam Islam merupakan wasilah atau perantara dan sama sekali bukan qhayah atau tujuan. sehingga dapat mencegah hawa nafsu untuk melanggar nilai-nilai Ketuhanan dan hokum yang berlaku dalam memenuhi kebutuhan kehidupan manusia. maka rohaninya menjadi bersih dan ia akan terjauh dari perbuatanperbuatan buruk dan jahat. Untuk membina rohani Ibadah yang terdapat dalam syari’at Islam. yaitu shalat. dan seks. Kehidupan di akhirat merupakan lanjutan dari kehidupan di dunia dan bagaimana nasib seseorang di akhirat akan ditentukan oleh bagaimana kualitas hidupnya di dunia. Dalam melaksanakan puasa seseorang diwajibkan menahan hawa nafsu makan. Semuanya itu membawa orang pada keadaan dekat dengan Allah. minum. puasa. diperlukan manusia yang bertaqwa atau patuh pada segenapperintah dan larangan Allah. sehingga Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dapat dilihat dan dirasakan. Manusia seperti inilah yang dapat memberikan kebaikan-kebaikan. bertengkar. dan perbuatanperbuatan kurang baik lainnya. Dalam bulan Ramadhan orang diajurkan pula untuk banyak mendirikan shalat dan membaca al-Qur’an. memohon supaya diberi petunjuk ke jalan yang benar serta dijauhkan dari kesesatan dan berbagai perbuatan yang tidak senonoh dan lain-lain sebagainya. Adapun tujuan ibadah secara rinci adalah : 1. Allah menjadikan manusia bukan sekedar untuk hidup di dunia. Islam adalah agama Rahmatan Lil alamin atau rahman bagi seluruh alam. juga bertujuan untuk menjadaikan rohani manusia senantiasa tidak lupa pada Allah. memohon ampunan dari dosa yang telah dilakukan. Pembinaan jasmani dan rohani bersatu dalam usaha membersihkan jiwa manusia. bahkan supaya senantiasa dekat dengan Allah. Dalam keadaan berhadapan dengan Allah. Mereka itu tidak lain adalah manusia bersih hatinya dan baik akhlaknya. Jika seseorang melakukan shalat lima kali dalam sehari semalam denagan penuh keikhlasan menyampaikan permohonan tersebut. menyerahkan diri kepada Allah. zakat dan haji. 1 . Pembinaan yang seperti ini disempurnakan dengan pernyataan kasih saying kepada para dhu’afa atau anggota masyarakat yang lemah kedudukan ekonominya dengan mengeluarkan zakat fitrah. Kehidaupan di dunia adalah sementara yang sering disebut dengan istilah fana. Oleh karena itu Islam mengandung ajaran yang berwawasan dunia akhirat dan tidak memisahkan antara dunia dengan akhirat. Dalam shalat terdapat dialog antara manusia dengan Allah. Pada hakekatnya hal itu merupakan tujuan agama Islam.

Dalam hal kewajiban membayar zakat. makanan dan tempat tinggal yang sangat sederhana.Ibadah haji merupakan usaha pembersihan rohani disertai dengan pembinaan jasmani dalam bentuk pakaian. Untuk Membina Akhlak Akhlak atau budi perkerti luhur merupakan suatu hal yang sangat 1 . murah hati. orang yang mengerjakan haji juga merasa dekat sekali dengan Allah. tetapi juga merupakan upaya pembinaan rohani. 2. Dalam hal ini rohani manusia dididik untuk menjauhkan kerakusan dan ketamakan pada harta benda. serta diarahkan untuk mempunyai perasaan kasih. karena dalam ibadah haji tiada perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin dan antara orang yang berkedudukan tinggi dengan orangberkedudukan rendah. Dalam ibadah haji terdapat pula latihan mempertajam rasa persaudaraan antara sesama manusia. Dengan demikian akan terbina pula rasa persaudaraan.Dalam mengerjakan kewajiaban menunaikan ibadah haji adalah orang yang berkunjung ke Baitullah (rumah Allah) dalam arti rumah peribadatan yang pertama didirikan atas perintah Allah di dunia. Sebagaimana halnya dalam mendirikan shalat. walaupun ia mengambil bentuk penyerahan sebagian harta yang diperoleh untuk menolong fakir miskin dan orang-orang yang sedang berada dalam kesusahan hidup. dan suka menolong anggota masyarakat yang berada damlam kekurangan. Bacaanbacaan yang diucapkan pada waktu mengerjakan haji juga merupakan dialog antara manusia dengan Allah. Selama mengerjakan ibadah haji perbuatan-perbuatan tidak baik harus dijauhi dan ditinggalkan.

Oleh karena itu. Shalat yang seperti itu selama telah dipenuhi syarat dan rukunnya tetap sah hukumnya. Shalat yang tidak mampu menghindarikan dari perbuatan-perbuatan tercela dan sia-sia adalah shalat yang memiliki nilai rendah. sehingga belum dapat menghilangkan perbuatanperbuatan yang tidak dibenarkan Allah. Di samping itu Allah mengakui.sebagai agamamu. dan orang yang ditimpa kesusahan”. hanya saja belum berhasil mendekatkan pelakunya dengan Allah. tidak sombong. tidak heran jika hal itu banyak disinggung Allah dalam al-Qur’an. bahwa Allah telah menetapkan Islam 1 . melainkan senantiasa ingat kepada-Ku dan menaruh kasih saying kepada kaum fakir miskin. bahkan ia merupakan factor penentu kebaikan dan ketentraman suatu masyarakat. bahwa Rasulullah adalah orang yang memiliki akhlak yang luhur dan mulia. mengasihi orang miskin dan lain-lainnya melalui sebuah hadist qudsy sebagai berikut : “ Shalat yang kuterima adalah shalat yang menjadikan pelakuknya berendah diri di hadapan kebesaran-Ku. Rasulullah pernah mengatakan. Berbagai ibadah dalam Islam yang telah diwajibkan Allah kepada umat manusia. Ibadah shalat sangat erat kaitanya dengan upaya pembinaan akhlak. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat al-Ankabut ayat 45: “Sesungguhnya shalat itu mencegah orang dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar”. sehinggga Rasulullah secara agak terperinci mengaitkan dengan sifat-sifat rendah dari pada Allah. orang terlantar dalam perjalanan. Selain itu. teratur. khusyu dan dilandsasi dengan nilai yang tulus karena Allah. akan dapat membentengi orang dari perbuatan-perbuatan tercela dan sia-sia. maka hiasilah agama itu dengan akhlak yang mulia dan hati yang pemurah. juga bertujuan untuk membina akhlak manusia. penting dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu. wanita yang ditinggal mati suaminya. melaksanakan shalat dengan tertib. Rasulullah sendiri menyatakan bahwa diutusnya beliau ke dunia adalah untuk menyempurnakan pedoman dan ajaran akhlak. Demikian pentingnya kedudukan shalat dalam kaitanya dengan soal akhlak. tidak berkeras menentang perintah-Ku.

karena Allah adalah Maha Besar.a. Ketika orang melaksanakan ibadah haji. Menurut firman Allah dalam surat at-Taubah ayat 103: “Ambilah zakat dari sebagaian harta mereka. maka Allah mengiringi perintah-perintahnya dengan sangsi atau ancaman yang berlaku di akhirat. Puasa yang dapat menghindarkan pelakunya dari bermacam-macam akhlak yang buruk adalah puasa yang dilakukan dengan menahan sedemikian rupa nafsumakan. seluruh akhlak buruk dan jahat harus ditinggalkan. Zakat yang merupakan suatu tindakan memberikan sebagian harta yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat atau orang lain. Ketika melaksanakan ibadah haji orang berdo’a supaya ibadah hajinya mabruur atau diterima Allah. Rasulullah SAW bersbda: Apabila salah seorang di antara kamu sekalian itu berpuasa. maka tidak boleh rafats. yaitu agar manusia menjadi muttaqin. sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 183 menjelaskan eratnya kaitan puasa dengan pembinaan akhlak karena yang hendak dituju dengan ibadah puasa adalah terciptanya manusia yang bertaqwa. maka hendaklah ia berkata: sesungguhnya saya sedang berpuasa:. berkata. Ibadah disyari’atkan semata-mata untuk kepentingan manusia itu sendiri. maka Allah tidak memperdulikan puasanya itu dimana ia telah susah payah meningglkan makan dan minum”. berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”. denagan zakat itu. Di antara indikasi ke mabruuran haji adalah terjadi perubahan sikap dan tingkah laku seseorang setelah kembali dari melaksanakan ibadah haji. yakni manusia yang senantiasa mentaati perintah dan larangan Allah. Oleh karena itu. barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. serta disembah atau tidak disembah Allah tetap dalam keMahaannya. Dalam ibadah haji juga terkandung tujuan pembinaan akhlak. Kerana manusia mempunyai kecenderungan untuk taat dan tidak taat. Ibadah puasa. maka masyarakat itu akan menjadi masyarakatyang baik. sebagaimana diungkap dalam hadist Rasulullah: “Dari Abu Huraurah r. minum dan seks. Maha Perkasa dan Maha segala-galanya. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 197: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Adapun jalan yang efektif ke arah itu adalah dengan tertib dan khusyu melakukan ibadah. manusia yang senantiasa melalkukan perbuatan baik dan menjauhiperbuatan buruk dan jahat. maka janganlah berkata kotor dan janganlah ribut-ribut.a.Shalat yang dapat membuat pelakunya terjauh dari macam-macam sifat negatif adalah shalat yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Maha Kaya. serta menghentikan kerja inderawi dari hal-hal yang bersifat negatif. Jika ada seseorang mencaci maki atau mengajak berkelahi. manusia harus berusaha supaya dapat dekat ke haribaan Allah atau taqarryb ilallah. Orang yang khusyu dalam mendirikan shalat dijamin Allah akan memperoleh keberuntungan. Dari masyarakat yang baik insyah 1 . Umat Islam melaksanakan berbagai ibadah adalah karena diperintahkan oleh Allah. manusia yang senantuasa mematuhi Allah dalam bidang apapun. sehingga benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan seharihari. Namun demikian ibadah dalam Islam bukan dimaksudkan untuk menyembah Allah. berkat. “Dari Abu Hurairah r.Jiwa pelaku zakat yang telah terbina akan melahirkan akhlak yang baik. kamu membersihkan dan mensucikannya”. Apabila terdapat banyak orang yang bertaqwa di lingkungan masyarakat. Larangan ini bermaksud agar orang meningglkan akhlak yang seperti itu dan suka melakukan akhlak yang baik. Rasululllah SAW bersabda: Barangsiapa tidak mau meningglkan kata-kata bohong dan selalu memperbuatnya. sebagaimana halnya dengan ibadah-ibadah lainnya juga berkaitan dengan upaya pembinaan akhlak. ke arah peningkatan akhlak yang lebih baik.

Ajaran-ajaran Islam ditujukan untuk umat manusia.kan yang dalam. 3. Keikhlasan adalah perbuatan jiw. yaitu sikap jiwa ketika melaksanakan ibadah yang tidak dipengaruhi oleh motivasimotivasi lain. Seharusnya setiap orang berusaha sekuat-kuatnya untuk mencapai kualitas ibadah seperti ini. Faktor-factor keikhlasan sangat besar pengaruhnya bagi tercapainya tujuan ibadah. Memelihara Keseimbangan Unsur Rohani dan Jsmani Pada uraian-uraian di atas telah disebutkan bahwa Islam memandang manusia sesuai dengan hakekatnya. memungkinkan dapat beribadah dengan kekhusyu. Melaksanakan ibadah dengan tingkat keikhlasan yang tinggi. kecuali motivasi karena Allah semata-mata. karena ibadah seperti inilah yang dapat menyampaikan seseorang pada tujuan ibadah yang luhur dan mulia. yang akan melanjutkan tugas-tugas kekhalifahan manusia. jasmani dan rohani.Allah akan lahir generasi baru yang baik. agar memperoleh pedoman yang menjamin kebahagian dan kesejahteraan hidup duniawi dan ukhrawi. Allah berfirman dalam surat al-Bayyinah ayat 5: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya mengabdi kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan)agama dengan lurus”. serta perorangan maupun 1 .

malam harinya untuk mengerjakan shalat dan siangnya untuk berpuasa. dengan demikian. Manusia hidup memerlukan hasil potensi alam. yang hidup di dunia menuju akhirat. bahwa waktu Abdullah habis untuk beribadah. puasa dan berbukalah kamu. agar manusia mencari perkampungan akhirat dalampemberian Tuhan. tidur. dikatakannya pula kepada Nabi bahwa ia masih kuat lebih dari itu. Hubungan dengan Tuhan dilakukan dengan iman yang bersebdi tauhid mutlak dan ibadah yang ihklas sesuai dengan tuntutan yang diberikan. tamutamumu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. Abdullah masih merasa ringan. Abdullah merasa amat ringan berpuasatiga hari tiap-tiap bulan itu. maka Nabi bersabda:”Kalau begitu puasalah seperti puasa Nabi Daud”. mungkin umurmu akan panjang. Manusia hidup memerlukan hubungan dengan Tuhan. puasa tiga hari tiap-tiap bulan itu seperti puasa sepanjang masa”. Al Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 201 mengajarkan. Berdasar ayat al-Qur’an dan hadist Nabi tersebut dapat diperoleh kepastian bahwa pelaksanaan ibadah dalam Islam tidak boleh sampai mengabaikan kewajiban-kewajiban yang menyangkut kebutuhan jasmaniah dan duniawiah.harus memperoleh temapat secara seimbang. jasadmu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. setiap kebaikan diberi pahala sepuluh kali lipat. maka Nabi bersabda:”Kalau begitu puasalah tiga hari tiap-tiap minggu”. shalat. Islam mengajarkan bahwa manusia yang berunsur jasmani dan rohani. Setelah Abdullah membenarkan berita itu. Ditanyakannya bagaimana puasa Nabi Daud itu. Dan al-Qur’an dalam surat al-qashash ayat 77 mengajarkan. cukuplah kau berpuasa tiga hari tiap-tiap bulan. maka Rasul bersabda: “janganlah kau lakukan demikian. dikatakannya kepada Nabi bahwa ia mmasih kuat lebi dari itu. matamu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. oleh Nabi dijawab:”Setengah panjang masa” artinya sehari puasa dan sehari berbuka. keluarga juga mempunyai hak yang wajib kau penuhi. tetapi jangan melupakan hidup di dunia. agar manusia mohon kepada Tuhan untuk diberi kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat serta dipelihara dari siksa neraka. masing-masing unsur . 1 kemasyarakatan. Hadist Riwayat Bukhari dari Abdullah bin Amr menceritakan bahwa pada suatu hari Rasululllah dating di rumah Abdullah untuk menanjakan berita orang yang mengatakan. Manusia merupakan kesatuan unsure rohani dan jasmani.

Islam mengajarkan agar manusia tidak perlu mengurangi sifat-sifat kodrat kemanusiaannya. Yang harus menjadi pokok perhatian adalah jangan sampai usaha keduniaan melalikan orang dari hubungan dengan Allah. manusia perlu bekerja untuk mencukupkan kebutuhan hidupnya. karena ia akan lupa hakekat dirinya dan hakekat wujudnya. kelihatan sekali bahwa factorfaktor kesanggupan hamba. Allah sebagai Pencipta manusia. Keinginan memperoleh kesenangan hidup di dunia jangan sampai mendesak kebutuhan membekali diri untuk hidup kekal di akhirat. serta manusia supaya bekerja untuk memajukan dan meningkatkan kehidupan di dunia. sehingga syari’at ibadah dapat diterima akal. naluriyahnya. dalam pembebanan ibadah keapada manusia. alQur’an surat Al-Hasyr ayat 18-19 memperingatkan orang-orang beriman. Jangan sampai usaha memenuhi kebutuhan jasmani melalikan usaha memenuhi kebutuhan ruhaniah. 1 . Dalam hubungan ini. Oleh karena itu. sungguh Allah Maha mengetahui segala sesuatu yang dilakukan. keadaan kesehatannya. Tuhan yang memberikan hidup. karena akan melupakan mereka terhadap diri mereka sendiri. MahaMengetahui keadaan manusia. Prinsip-prinsip yang diuraikan di atas berkaitan dengan kondisi fisik dan psikis manusia. dan juga kesempatannya turut dipertimbangkan. mudah dimengerti dan dilaksanakan. serta. kehendaklah bertaqwa kepada Allah. hendaklah bertaqwa kepada Allah. Jangan hendaknya seperti orang-orang yangb lupa kepada Allah. Orang jangan sampai lupa kepada Allah. Masing-masing supaya memeriksa perbekalan apakah yang telah disiapkan untuk menghadapi kehidupan di masa depan. Orang-orang yang lupa kepada Allah adalah orang-orang yang fasik.

... KONSEPSI MANUSIA DALAM ISLAM ……….………………………………. i DAFTAR ISI ……………………………………………………………. ii I..…………….… 1 II.…..….. 9 Perbedaan Manusia dengan Hewan .…………………………... PENDAHULUAN ....……………………...ARDI WINATA Dosen UNIVERSITAS DARMA PERSADA JAKARTA PENGANTAR PEMAHAMAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI DAFTAR ISI PENGANTAR ……………………………….……………………... 9 1 .……...……….

87 4. Ayat-ayat al-Qur’an yang Qathi dan Zhanni Dalalah Dan Kedudukannya sebagai Sumber Hukum ………………………………………………………….…………………………. 1.…….. 42 A. Prinsip-Prinsip Ibadah ……………………………………...…….. 69 1.. 1 . 25 2..…...….. 83 2.… Proses Penciptaan Alam semesta …………….………….…………………………. Pengertian Ruh ……………. Obyek Qalbu …………………………………………………….……….……. .……. 2.…. 77 E.…... Makna Dua Kalimah Syuahadat Dalam Realitas Kehidupan ………………………..……....…………….….. 37 .. Langkah-langkah dalam berijtihad ………………………....….. Makna Kalimah Syahadat ………………….……. 1......………… 113 1... Kebebasan Akal ……………………..……………… Penciptaan Dalam Al Qur’an …………….… 61 2.…. 61 1.. 119 Untuk membina Akhlak ………………………….………….. Obyek Pikiran …………………….……………….…. Perbedaan Pendapat Hasil Ijtihad …………………………. 80 1..…….. 3. Fungsi Sunnah Rasul /Hadist dalam Syariat Islam ………………………………………………………….…… 12 13 17 19 B...….……………………………. 59 B..….… 99 A... 71 D.…………………………………..…………... Ruh dalam Alquran ………………..…………………….. Pengertian Tentang Tuhan ………….………..……………….………….…. Qalbu ……………………………………………….....…….. Mekanisme Akal …………………. 4.……..……… 105 3.……... 107 B. Tujuan dan Hikmah Ibadah ………….. 3. Konsepsi Penciptaan Aalam semesta …………………………………… 29 30 31 34 C.……………….…..…..…… 36 Alquran tentang Hakikat Manusia …………………….….……….….…. 125 Pengertian Penciptaan ……………………….………. Re-orientasi IjtihaHikmah Ibadah …………………………….…………………. Ruang Lingkup Ijtihad …………………………………….………………………. Kualiatas Sunnah Rasul/Hadist ………………………………. 94 VI. Hakikat Manusia ………………………….………… 99 Ada perintah dan ketentuan …………………. C.…. 27 C.………….. Macam Ibadah …………………………………………….…….... 43 1.. 2.. Hikmah Ibadah Dalam Islam ……………………………………….. Nafs dalam Alquran …. 121 Memelihara keseimbangan ……………..……………………….…… 44 2.. 21 1. Proses Pemahaman Tentang Tuhan ………………………….……….…...….………………. KONSEPSI TUHAN DALAM ISLAM ……………………………….. Pengertian Nafs …….…….………..... Ijtihad ………………………………………………………….………………….. Ayat-ayat al-Qur’an dari segi Penunjukkan ………………….…. Tuhan dalam Al Qur’an .…… ... 3.….………….….…... Pikiran …………………. Akal dan Fungsinya dalam Alquran …….……...……. 2. Metode Ijtihad ………………………………………………....………. 59 A....…..…… 103 Meniadakan kesukaran ………………………….…….. Tidak Banyak yang dibebankan ……………………....….…. Ayat-ayat al-Qur’an dari segi Sumbernya …………………….…………………. 91 5.. 3.………………….. 45 3. Sistematika Sumber Ajaran Islam ………………………….……………..……….……..1.…. 50 4. 54 IV..... 2. nah Rasul dan Ijtihad sebagai Sumber Ajaran Islam ………………………. 85 3... 2...……. 117 Untuk membina Rohani ……………….

Sebagai buku pegangan. diharapkan lebih berperan selaku manajer kelas. yang telah memberikan rahmat dan 1 . Semoga Allah SWT selalu melindungi hamba-hambanya dan melimpahkan rahmatnya kepada kita semua.Semoga buku ini dapat memberi wawasan kepad para pembaca. Jika ada saran dan kritik akan kami sambut dengan senang hati demi tercapainya kualitas yang lebih bermutu. Sesuai dengan uraian buku ini yang menyatakan bahwa pemahaman terhadap sesuatu apapun bentuknya merupakan sunnatullah. H. Karena tiu suatu pemahaman memerlukan suatu proses yang tidak pernah berhenti. agar proses belajar mengajar berjalan secara efektif.nikmatnya keapada Rasulullah Muhammad SAW. Sisi lain tenaga pengajar sebagai pembimbing materi perkuliahan ini. Dengan pola seperti ini diharapkan mahasiswa dapat belajar secara aktif dan mandiri. terutama kepada hambaNya yang menempatkan segala aktivitasnya sebagai karya ibadah. satu sisi tentunya diharapkan mahasiswa dapat lebih aktif mengkaji dan mendiskusikan materi perkuliahan. Buku yanag berjudul “Pengantar Pemahaman Islam di Perguruan Tingggi” ini disusun untuk memenuhi tuntutan literature para mahasiswa. Ardi Winata KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah. segala puja dan puji serta syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Benar. apalagi memahami sumber keyakinan manusia itu sendiri yaitu agama. Yang terlah membuka fikiran manusia untuk menuntun kepada jalan yang benar.

Manusia dan Agama. Van Peursen. 1968. 1984 3. Min Akhlaqin Nabi. Bairut: Dar al-fikr. An Essay on Man. Bulan Bintang. Jakarta. The Transcendence of the Ego. Mesir: Dar al-Misriyah li at-Ta’lif wa at-Tarjamah. 15. Perspektif Al-Qur’an Tentang Manusia dan Agama. tanpa tahun 6. Tafsir al-fakhr ar-Razi. Cbibliotheca Islamic. Al Ghazali. Ibrahim Madkur. Ahmad Muhammad Al-Hufy.Lisan al-Arab. 12. BPK Gunung Mulia. Sina. 1979 4. Jilid 3.(terj) Ali Auda. Bairut: Ahya al-Taras alArab 1967. _____________. 1990 2. Syyid Qutub. Tintamas. Singapura: Sulaiman Mar’I.DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta.Ihya’ulum ad-Din. Bandung . 8. An-Najat. Fazlur Rahman. 1980. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. 1982. Al –Qur’an dan Terjemahnya. terjemahan Forrest William. 1987 1 . Gunawan Muhammad. 1989 13. al-Mu’jam al-falsafi. 7. Cetakan ke 3. Ibn Manzur. Ernst Cassier. Ibn. 10. Muhammad Iqbal. Harun Nasution. Akal dan Wahyu dalam Islam. Fi az-Zilal al-Qur’an. Terjemahan K. Departemen Agama . Jakarta. 1983. Chicago. Jakarta. Pentej. Membangun Kembali Pemikiran Agama Dalam Islam. 11. Bertens. New York. Universitas Indonesia. Jilid 7. Murtadha Mutahhari. New York 1956. Major Themes of the Qur’an. Kairo: al-Hai’ah al-‘Amah li Syu’un al-Mutabi al-Amiriyah. C. 1966 5. (terj) Bulan Bintang. 1957. 1938. Tubuh-Jiwa-Roh. Jean Paul Sarte. 1985. 14. Mizan.A. Taufik Ismail. Jakarta. 9. Haidar Bagir. Jakarta. Cair: Mustafa al-Babi al-Halabi. Fakhr ad-Din Muhammad ar Razi. 16.

Achamad. No. HA. Pelita. H. 37. Makalah Pesantren Teknologi. 17. 31.Teropong Islam terhadap Ilmu Pengetahuan. Dr. Mizan Bnadung. 1974. Rasyidi. Lisan al-Arab. Mesir. Bibel. Bulan Bintang. al-quran. _______________. Terj. Alam Ghaib Punya Hukum Sendiri. Sains dan Teknologi dalam Islam. 1 . Asal Usul Manusia menurut Bibel. 1980 Hamka. _______________. _______________. 2000.23. At-Tibyaan fil ulumil Qur. Hayatu Muhammad. Muhammadiyah. Jakarta. 20. 24. Dar Ihya al Kutuil Arabiyah. Studi Krisis Atas Hadist Nabi : Antara Pemahaman Tektual dan Kontektual. Jilid 7 1968. 19.”Umul Qur’an”. Dar alIrsyad. Konsep-konsep Kosmologi Dalam Al – Quran. Jakarta. Rohama. Agama dan Masa Depan. Filsafat Fisika dan Al Qur’an. Bulan Bintang. Moh. Jakarta. Jakarta. Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern. 1989 27. 36. _____________. Jakarta. Serie KKA 28/THN III/1989. 1996. Baiquni. Bandung 1990. Shalat menjadikan Hidup Bermakna. Shahih Bukhary. 1973.4 Januari-Maret 1990. 34. Paramadina. Pustaka. 1996 22. _______________. 1998 25. Manusia Menurut Al-Ghazali. Solo. 18. Janusri 1992. Al Kasysyaf 38. Fazlur Rahman. Kamaruddin Hidayat. Maurice. Abi al Qasim Muhammad Ibn ‘Umar al Zamakhsyari-alKhawarismi. 1978. 30.(terj. 33.M. Dasar-DasarAgama Islam. Bulan Bintang. Syeikh Muhammad Al-Ghazali. Ali Issa Othman. Ramadhani. 1981. Rahmani Astuti. 32. Kairo. Makalah Paramadina. Bucaille. Rasyidi. Muhammad Husein Haikal. Jakarta. Rohama. _______________. Mizan.) Pustaka Jaya. Bandung 1986. Sumbangan HUT Ke 70 Prof. Zakat Pembersih Harta dan Jiwa. CV. 1996 21. Zakiah Daradjat. Terj. M. Bnadung. 1966 28. 29. 18 Maret 1991. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. _____________. Qur’an dan sains Moren. Bairut. 35. 26. Mukti Ali. sains. Memahami Beberapa Aspek Ajaran Islam. 1989. Jakarta. Mansur ibn.an. Mesir: Dar al-Misriyah Li-at-Ta’lip wa at Tarjamah. Bulan Bintang. VC. Abu Hasan/Nuruddin Muhammad Ibnul Hady Samady. Pelajaran Agama Islam. Ali As-Shabuny. Jakarta. Mizan. ______________.

1 . kemudian pindah ke Pesantren di Thawalib Padang Panjang selama 2 tahun. Buku ini dibuat dengan judul Pengantar Pemahaman Islam di Perguruan Tinggi. SH di Universitas As-Syafiyah dan Akademi Gizi. Demikian sekilas profil untuk memudahkan berkomunikasi. Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. Sejak tahun 1986 menjadi asisten dosen Dr. Pada tahun 1990 menunaikan ibadah haji yang dibiayai oleh Alm.RIWAYAT HIDUP Drs. dua laki-laki satu orang perempuan. dan Selesai pada tahun 1986. Ketiga anak saya ini masih dalam proses pendidikan. kemudian melanjutkan ke Fakultas Ushuluddin tahun 1978 menyelesaikan serjana muda 1981 dan melanjutkan tingkat doktoral Jurusan Aqidah dan Filsafat IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. untuk mempermudah pemberian materi kuliah. Pendidikan SDN 3 Curup. Ir. Ardi Winata dilahirkan di Curup Propinsi Bengkulu pada tanggal 16 Juni 1957. Dekan Fakultas Teknologi Kelautan. Bambang Suryo Sunindar. dari keluarga pedagang berasal dari Danau Maninjau Sumatra Barat. Zaghlul Jusuf. Atas nama Universitas Darma Persada.H. tamat tahun 1970 dan pernah menempuh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Curup hingga kelas 2. dan Kuliahtul Ulum El Islamiyah Thawalib Padang Panjang selama 3 tahun. Allah menitipkan satu orang istri dan tiga orang anak. Menjadi dosen tetap Universitas Darma Persada ini sejak tahun 1988 hingga sekarang mengasuh mata kuliah “Agama Islam”.

1 .

PENGANTAR PEMAHAMAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI ARDI WINATA 1 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful