P. 1
Buku Ajar Materi Kuliah2.Doc

Buku Ajar Materi Kuliah2.Doc

|Views: 32|Likes:

More info:

Published by: Hoemam Fairuzy Fahmi on Aug 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/14/2012

pdf

text

original

I.

PENDAHULUAN Untuk dapat dipahami oleh para mahasiswa bahwa mata kuliah Pendidikan Agama Islam, hanya diberikan atau didapat dalam satu semester dengan bobot 2 sks, dengan menggunakan empat belas kali tatap muka. Setelah itu, hingga selesai kuliah tidak akan ada lagi, kecuali belajar sendiri. Oleh karena itu, suatu yang sangat sulit bagi pengajar untuk menentukan materi apa yang tepat harus diberikan, dengan asumsi bahwa para mahasiswa telah mempunyai pengetahuan tentang ajaran Islam. Buku ini hanya memuat atau membahas materi pokok yang ada dalam ajaran Islam. Pernyataan yang dikemukakan oleh Dr. Kamaruddin Hidayat di bawah ini sangat membantu para mahasiswa untuk memahami bagaimana caranya mempelajari dan memahami ajaran Islam di Perguruan Tinggi. Membicarakan problem studi Islam di perguruan tinggi, setidaknya terdapat sebuah pertanyaan yang perlu direnungkan bersama: adakah Islam dikaji sebagai obyek keilmuan sebagaimana disiplin ilmu yang lain, ataukah Islam dijadikan rujukan pandangan hidup ataupun akidah untuk mempelajari dan menjalani kehidupan? yang ideal mestinya kedua aspek itu terintegrasikan menjadi satu pendekatan yang utuh sekalipun pada prakteknya banyak kendala yang harus diselesaikan karena setiap pilihan yang diambil akan berimplikasi pada metodelogi serta target akhir yang hendak dicapainya. Jika lembaga perguruan tinggi didefenisikan sebagai lembaga riset keilmuan, maka pilihan pertama akan lebih dahulu dikedepankan. Dan ini yang biasa dilakukan diperguruan tinggi Barat. Hampir semua universitas bergensi di wilayah Amerika Utara dan Eropa Barat semuanya mulai memperkenalkan Islamic Studies sekalipun diantara mereka ada yang lebih senang memperggunakan istilah Middle Eastern Studies, yang di dalamnya terdapat studi keislaman. Alasan mereka adalah bahwa Islam dipandang sebagai fenomena budaya dan fenomena sejarah sehingga sebagai obyek kajian ilmiah 1

siapa saja bisa melakukan studi Islam sekalipun bukan orang muslim. Oleh karenanya banyak buku-buku tentang Islam yang ditulis oleh para ilmuwan Barat yang secara akademis memiliki bobot yang tinggi. Lalu, bagaimana sebaiknya kebijakan dan strategi pendidikan Islam di perguruan tinggi? Di sini terdapat dua kata yang memiliki konotasi berbeda. Pertama, kata pendidikan dan kedua, perguruan tinggi. Selama ini wacana keilmuan di perguruan tinggi lebih ditekankan pada pendekatan pengajaran ilmiah, sedangkan istilah pendidikan lebih ditekankan pada jenjang sekolah di tingkat bawah. Tentu saja aspek pendidikan dan pendidikan agama tidak bisa dipisah- pisahkan, sekalipun dari sisi metode penyampaian dan berbagai asumsinya yang berkait memang berbeda. Dengan demikian, pengajar agama Islam di perguruan tinggi dituntut berijtihad menemukan metode yang tepat, bagaimana Islam diajarkan sebagai obyek kajian ilmiah namun sekaligus mata kuliah Islam juga memiliki tugas pendidikan untuk membantu mahasiswa tumbuh menjadi yang berakhlak mulia, relijius dan memahami dasar-dasar ajaran Islam. Mempertemukan dua tuntutan ini sangat penting mengingat hampir di setiap diskusi dan pengajian selalu saja ada pertanyaan tentang kenapa terjadi kesenjangan yang begitu lebar antara idealitas ajaran agama yang diyakini benar, hebat dan tinggi, dan di sisi lain realitas perilaku para pemeluknya yang seringkali bertentangan dengan ajaran agamanya. Bahkan sekarang ini klaim yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang relijius kehilangan validitasnya karena ternyata banyak sekali tragedi sosial-politik yang sama sekali tidak mencerminkan ajaran agama yang menyerukan pada perdamaian, pembelaan terhadap hak-hak asasi manusia, kejujuran, amanah dan lain sebagainya dari nilai luhur keagamaan. Kenyataan ini bagaimanapun juga harus menjadi perhatian dan agenda pemikiran pengajar agama di perguruan tinggi karena mahasiswa adalah calon sarjana yang memiliki peluang untuk mendudduki lapisan menengah ke atas dalam masyarakat.

Kesenjangan antara retorika dan ajaran agama yang begitu ideal dan realitas sosial yang menyimpang akhir-akhir ini menjadi sorotan kritik dan keluhan masyarakat sehingga citra dan wibawa agama – yang tampilkan oleh ulama dan lembaganya menjadi turun. Sekedar contoh, Nabi Muhammad saw pernah bersabda: “Islam itu sangat tinggi, dan karenanya tidak ada yang lebih tinggi darinya.” Pernyataan ini seringkali dikemukankan oleh para penceramah untuk menegaskan bahwa Islam itu hebat dan tinggi sehingga bila terjadi penyelewengan dan kezaliman yang dipersalahkan adalah para penganutnya, karena dianggap tidak memahami sekaligus tidak mempraktekkan ajaran agamanya secara benar. Sekilas argumen tersebut memang mudah diterima. Tetapi bila dikritik dan direnungkan, maka akan timbul pertanyaan: jika ajaran Islam itu memang benar, hebat dan tinggi, tetapi ternyata tidak mampu mempengaruhi para pemeluknya, lalu di mana pembuktian kebenaran, kehebatan dan ketinggian ajarannya itu? Dan lagi di mana relevansi kebenaran dan kehebatan ajaran Islam, jika tidak mampu mempengaruhi perilaku pemeluknya? Inilah kira-kira salah satu problem dan tantangan yang perlu oleh pengajar agama terutama di lingkungan perguruan tinggi. Dan tampaknya problem tersebut diakibatkan antara lain oleh adanya oreientasi pendidikan agama yang kurang tepat untuk tidak menyebut keliru. Tiga hal yang bisa dikemukankan sebagai indikator kekeliruan dimaksud ialah: Pertama, pendidikan agama saat ini lebih berorientasi pada belajar tentang ilmu agama. Karena itu tidak aneh kalau di negeri ini sering kita saksikan seseorang yang banyak mengetahui nilai-nilai ajaran agama, tapi perilakunya tidak mencerminkan nilai-nilai ajaran agama yang diketahuinya. 1

Kedua, tidak memiliki strategi penyusunan dan pemilihan materimateri pendidikan agama sehingga sering tidak ditemukan hal-hal yang prinsipil yang seharusnya dipelajari lebih awal, malah terlewatkan. Kekacauan materi pendidikan agama ini terlebih jelas lagi terlihat pada pemilihan disiplin ilmu fikih yang dianggap sebagai puncak atau inti agama itu sendiri. Disebabkan oleh oreintasi pendidikan agama semacam itu, maka Islam seakan diidentikan dengan paham fikih. Dan beragama yang benar adalah bermazhab fikih yang benar dan yang diakui oleh mayoritas, sehingga siapa saja yang sedikit berbeda dengan mazhab fikih yang dianut mayoritas, maka dituduh menyimpang dari Islam. Alam pikiran semacam ini masih terasa kuat di kalangan para mahasiswa perguruan tinggi Islam, apalagi di perguruan tinggi umum. Ketiga, kurangnya penjelasan yang luas dan mendalam serta kurangnya penguasaan semantic dan generik atas istilah-istilah kunci dan pokok dalam ajaran agama sehingga sering ditemukan penjelasan yang sudah sangat jauh dan berbeda dari makna, spirit dan konteknya. Disiplim keilmuan dalam Islam sesungguhnya sudah sangat kuat dan kaya. Dengan begitu, kalau saja pihak pengajar mampu menemukan metode pengajaran yang tepat dengan ditopang oleh penguasaan materi keislaman, maka sesungguhnya pengajaran dan pendidikan Islam menjadi kuliah yang menarik, aktual dan hidup. Kontektualisasi dan reinterpretasi ajaran Islam adalah agenda pemikiran Islam yang selalu diperlukan pada setiap zaman. Pendekatan terhadap Islam yang selama ini lebih bersifat normative deduktif perlu dilengkapi dengan pendekatan induktif histories sehingga mahasiswa bisa mebedakan mana ajaran Islam yang berupa produk sejarah dan hasil ijtihad dan mana yang bersifat normativedoktrinal.

1

sama halnya kita paham akan ayat itu. sehingga esensi ajaran agama bisa menginternalisasi ke dalam diri pribadi-pribadi dalam aktivitas kesehariannya. Demikian juga orang yang mempelajari ilmu dan teori-teori keberagamaan secara luas dan mendalam. bahwa belajar berarti memahami. maka Kiai Ahmad Dahlan mengatakan. Oreintaì ini mengasumsikan mahasiswa sebagai subyek yang aktif sehinggailmu agama disini mirip dengan ilmu beladiri. meskipun semua teori tentang berenang sudah dikuasinya. mempelajari Islam untuk kepentingan mengetahui bagaimana cara beragama yang benar. Disini aspek religiusitas dan spiritualitas menjadi sangat penting.Pertama. kita belum bisa pindah ke ayat lain karena kita belum bisa mengamalkan isi surat ini. bukan belajar tentang agama. misalnya. tapi dalam aksinya tidak menunjukkan relevansi dengan pengetahuannya tersebut. dan mempraktekan. Padahal surat itu hanya terdiri dari tujuh ayat pendekpendek. Kita mengafal keutamaan menolong anak yatim tetapi kita belum pernah melaksanakan. ilmu olah raga. Setidaknya terdapat mempelajari Islam. Para peneliti dan pemikir 1 . pendiri Muhammadiyah. tapi justru teori dan aksi itu adalah hal yang tak terpisahkan. maka orang itu akan dikatakan sebagai orang yang belum bisa beragama. Dengan kata lain. di sini terlihat bahwa Kiai Ahmad Dahlan mengajarkan para muridnya untuk belajar beragama. konon diceritakan bahwa Kiai Haji Ahmad Dahlan. Pendekatan kedua ini berkembang sangat pesat di Barat. sementara dia tidak mencintai dan tidak bisa berenang? Orang yang demikian tetap akan dikatakan sebagai orang tidak bisa berenang. Untuk apa seseorang diajari teori berenang dengan sangat luas dan mendalam. ilmu agama itu bukanlah ilmu yang hanya menitikberatkan pada teori tanpa aksi. atau ilmu kesenian. Dalam rangka belajar beragama ini. Demikianlah. Ketika muridnya sudah nyaris bosan karena setiap belajar surat itu diulang-ulang. menghayati. berbulan-bulan lamanya hanya mengajarkan Surat al-Ma’un (surat 107) kepada para muridnya. dua pendekatan yang menonjol dalam Kedua. mempelajari Islam sebagai sebuah pengetahuan.

komporatif. maka aspek ini akan banyak diambil alih oleh kelompokkelompok studi. kedua pendekatan di atas tampaknya perlu terus mendapat perhatian yang serius. Banyak mahasiswa memperoleh kematangan berpikir. meskipun di antara kita telah bersama-sama berpegang pada Alquran. Misalnya. jangan hanya aspek legal-formalnya. pada semester ke berapa pendidikan Islam diajarkan di perguruan tinggi? Memperhatikan yang terjadi saat ini. Kenyataan adanya sekian banyak mazhab dalam pemikiran Islam. yaitu upaya gerakan kembali pada Alquran dengan pendekatan yang lebih ilmiah dan multidisipliner. Dua pendekatan di atas karenanya mesti menjadi orientasi pendidikan Islam terutama di perguruan tinggi. baik dalam bidang fikih. Catatan akhir. Sebab. Sebab itu. tetapi kita masih menemukan perbedaan pendapat soal hukum. kehormatan masingmasing dan akan mengutamakan tujuan yang lebih pokok demi kepentingan-kepentingan banyak orang. Pembinaan intelektualitas dan spiritualitas Islam bagi para mahasiswa yang terjadi di luar kampus tidak bisa dipandang sebelah mata. maka seseorang yang berpegang pada etika akan tetap menjaga persaudaraan. Dalam hal orientasi pendidikan ini. Ketiga. melainkan juga terjadi peningkatan keilmuan Islam. menengah hingga atas bahkan perguruan tinggi selalu saja masih banyak didominasi oleh materi pelajaran fikih. Ini tidak berarti aspek sejarah Islam ditolak. Karena itu perlu dipertimbangkan tiga aspek berikut ini. Pertama. ilmu kalam dan tasawuf kesemuanya itu anak kandung peradaban Islam yang memiliki landasan pemahaman atas Alquran. politis dan antropologis. Dengan pendekatan ini diharapkan kita lebih bisa menangkap pesan dasar Alquran dan mengartikulasikan kembali dalam konteks ruang dan waktu yang berbeda. sehingga tidak saja terjadi peningkatan pengamalan religiusitas di kalangan para penganut Islam. yaitu perlunya menyusun dan memilih kembali materimateri pendidikan agama yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa/mahasiswa. remaja masjid. dan bila perlu melahirkan keputusan-keputusan baru yang bersifat preskriptif bagi tindakan kaum muslim di zaman kini. wawasan 1 . Kalau tidak. pelajaran agama dari mulai tingkat dasar. Dari sudut pandang akademis mungkin saja mereka lebih jauh menguasai Islam dari pada para kaia yang mengajarkan dan mengamalkannya dari lingkungan pasanteren. Padahal semestinya di perguruan tinggi itu para mahasiswa mulai berbicara pada tingkat wawasan yang bertujuan pada peningkatan penalaran yang analitis. tetapi bagaimana mensikapi sejarah secara kritis dan apresiatif karena sejarah tetap merupakan salah satu sumber pengetahuan yang harus dikuasai dan terus digali. Namun begitu sejarah jangan sampai memenjarakan kebebasan dan kedinamisan serta kreatifitas kaum muslim. kembali pada Alquran tidak berarti meniadakan perbedaan di antara umat karena perbedaan merupakan dinamika sejarah yang tidak mungkin bisa dihapuskan. membebaskan diri kita dari hegomoni makna atas sejarah masa lalu kaum muslim. Dalam hal orientasi pendidikan.yang memandang bahwa Islam sebagai pengetahuan memang berbeda samangat dan metodologinya dari mereka yang mendekati Islam sebagai keyakinan yang telah dianutnya secara militan. perlu ditambahkan orientasi lainnya. menganalisa setiap ayat Alquran yang hendak dijadikan pedoman dalam bertindak dengan menangkap dimensi etisnya. Kedua. filsafat. membaca dan memahami ayat-ayat Alquran serta menggali konteks social histories yang melatar belakanginya dengan mempertimbangkan berbagai macam gejala cultural. Kembali pada Alquran dan al Sunnah pada giliranya kembali pada etika sebagai rujukan hidup kita bermasyarakat dan bernegara. dan organisasi-organisasi kemahasiswaan.

Alasannya karena mereka dinilai lebih matang kepribadiannya. Tapi hipotesa sementara demikianlah adanya. Melalui kelompok-kelompok studi intensif yang digelar dan dikerjakan oleh para aktivis mahasiswa telah mendorong munculnya iklim intelektualitas Islam di kampus-kampus. Tidak aneh karenanya jika terdapat sebagian perguruan tinggi yang memilih calon-calon tenaga pengajar dan pegawai administrasinya yang membawa surat rekomendasi dari lembaga atau organisasi ekstra dan kelompokkelompok belajar mahasiswa.keislaman dan ketrampilan berorganisasi justru dari kegiatan-kegiatan ekstra di luar kampus. Peran organisasi remaja masjid. dan organisasi lainnya terbukti sangat kontributif dalam menciptakan iklim intelektualitas di kalangan mahasiswa. 1 . Belum lagi lembagalembaga swadaya masyarakat yang kini bermunculan sangat banyak. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Tentu saja. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). semua ini perlu diteliti secara ilmiah tentang kebenarannya. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). lebih terampil kerjanya. dan lebih dedikatif menjalankan tugasnya.

menurut Murtadha Muntahhari menyatakan bahwa perbedaan keduannya terletak pada dimensi pengetahuan. termasuk hewan-hewan yang bentuk tubuhnya sangat dekat dengan manusia. Dalam buku Agama dan Manusia. namun dalam ajaran Islam berpikir dan benalar serta dimensi pengetahuan. Namun suatu pertanyaan yang perlu dikemukakan apakah yang membedakan manusia dengan hewan secara mendasar? Dalam buku Pengantar ke Filsafat Sains.KONSEPSI MANUSIA DALAM ISLAM A. Perbedaan yang dinyatakan dari kedua pendapat di atas belum menunjukkan kepada perbedaan yang mendasar. maka jawaban sudah dapat dipastikan berbeda-beda sesuai dari sudut pandang cara memahaminya. Perbedaan manusia dengan hewan Dalam sejarah pemikiran manusia berbicara tentang masalah manusia suatu hal sangat menarik dan unik. bukan sesuatu yang sangat vital bagi manusia apabila ditinjau dari sudut pandang agama. alam dan Tuhan. Andi hakim Nasution menyatakan bahwa perbedaan manusia dengan hewan terletak pada kemampuan manusia untuk berpikir dan bernalar. kesadaran dan tingkat tujuan mereka. Ketika manusia berusaha untuk mencoba menjawab perbedaan dirinya dengan hewan. keunggulan serta membedakannya dirinya dari semua hewan yang lain. kesadaran. kesadaran merupakan alat bagi manusia untuk memahami eksistensi dirinya. sedangkan kemampuan berpikir dan benalar itu memungkinkan pada manusia. karena aspek bepikir dan benalar serta dimensi pengetahuan. karena itu ia memiliki susunan otak yang paling sempurna dibandingkan dengan otak berbagai jenis mahkluk hidup lainnya. yaitu primata yang primi . Inilah yang memberikan kelebihan. Bukan berati bahwa semua hal yang disebut itu tidak penting. 1 .

suatu pertanyaan yang perlu dikemukakan apakah berpikir dan bernalar serta dimensi pengetahuan. tetapi mereka sedikit sekali bersyukur. Karena ruh tidak akan pernah wafat ketika manusia itu meninggalkan dunia. penglihatan dan afhida (fuad). sementara pengertian al-afhida (fuad) dalam Al-Qur’an tidak berbicara dalam bentuk fisik. bukanlah sesuatu yang dapat mempertanggung jawabkan semua perbuatan manusia di akhirat nanti. Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa kunci dasar kehidupan dan keberadaan manusia itu adalah ruh. pengelihatan dan al-afhida (fuad). Karena semua alat-alat tersebut tidak akan berfungsi bersamaan dengan wafatnya seseorang. bernalar dan mempunyai aspek pengetahuan serta mempunyai kesadaran. Dalam Alquran surat 32: 7-9.kenudaian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (sperma) – kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh (ciptaanNya) dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran.. 58: 22. Dan hanya kepada kamilah kamu akan dikembalikan”. Karena pengertian qalbu yang digunakan dalam Al-Qur’an banyak hal berbicara tentang persoalan fisik. Al-Quran membedakan secara tegas antara ruh dan jiwa. Oleh karena itu. ar-ruh juga diartikan sebagai hakikat berpikir atau kecerdasan yaitu kemampuan manusia untuk siap memperoleh ilmu. pengelihatan dan al-afhida (fuad) manusia. dinyatakan bahwa “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknuya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. 17: 85. Dalam kaitan ini. Selain dari ayat tersebut di atas dapat dilihat dalam surat 15: 29. 21 : 91. Oleh karena itu. karena ruh itu akan kembali kepada Allah untuk mempertanggung jawabkan semua hasil perbuatan yang dilakukan di atas dunia. pengelihatan dan al-afhida (fuad) manusia ini sebagaimana yang disebut pengetahuan bagi manusia. nalar dan aspek dimensi pengetahuan serta kesadaran yang dikemukakan oleh kedua pendapat di atas. kesadaran sebagaimana yang dinyatakan kedua pendapat tersebut adalah merupakan produk dari essensi yang membedakan manusia secara mendasar dengan hewan. Jika dipahami secara filosofis bahwa apa yang dinyatakan oleh Allah ini merupakan sumber memperoleh ilmu. 66:12. Di samping itu. ruh yang ada dalam diri manusia ini yang membedakan manusia dengan hewan. berpikir. hal ini dapat dilihat di dalam pengertian-pengertian yang dikemukakan dibawah ini : 1. “tiap-tiap yang berjiwa akan menemukan mati. Sedangkan yang wafat di dalam diri manusia adalah jiwa. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. namun dalam hal yang bersifat non fisik. Al-Gazali menjelaskan sebagai yang halus yang ada dalam diri manusia yang memungkinkannya untuk mengetahui sesuatu dan dapat menangkap pengertian. karena ruh yang membuat manusia mempunyai pendengaran. Pengertian Ruh 1 . sebagaimana diungkap dalam surat 21:35. ruh adalah kekuatan berpikir. yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut hati dalam bentuk fisik. yang memungkinkan seseorang menyusun pengetahuan dan berhubungan dengan kebenaran. kesadaran tersebut dapat mempertanggungjawab kan semua perbuatan yang pernah dilakukan manusia di atas dunia ini? Dalam ajaran Islam. dan tidak tepat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut hati. serta bersifat ketuhanan. Al-Qur’an membedakan secara mendasar pengrtian qalbu dengan alafhida (fuad) dalam surat tersebut di atas. 38: 72. apa yang membuat manusia itu dapat berpikir.Berpikir dan bernalar serta dimensi pengetahuan. karena ilmu itu diperoleh melalui pendengaran. Jika demikian. Produk dari hasil pendengaran.

yang bisa diraba. maka ketentuan Tuhan untuk minta pertanggungjawaban manusia atas segala perbuatannya. dan dalam kondisi manusia gagal memahami dirinya.Persoalan ruh adalah persoalan yang amat pelik. maka kehidupan ada jika ada ruh. karena dapat membinggungkan. tentu disertai dan didasarkan kemampuan yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk memahami dirinya. memahami sesuatu yang amat penting baginya. timbul persoalan. Dilihat dari jurusan ini. bukankah ia harus mengetahuinya? Jika manusia tidak dapat mengetahui sesuatu yang amat penting baginya. ternyata Tuhan seperti yang diajarkan oleh agama meminta pertanggungjawaban manusia atas perbuatannya. Dalam kaitan ini. Pengetahuan tentang ruh. memahami segala akibat-akibat perbuatannya. tentu saja berbeda dengan pengetahuan manusia tentang jasadnya. Ruh sering dipahami sebagai pusat kehidupan. Pengetahuan tentang ruh bersifat spiritual. yaitu ruh. ditimbang bahkan difoto. kematian adalah tiadanya ruh. 1 . maka ketentuan Tuhan meminta pertanggungjawaban kepada manusia. memahami sesuatu yang amat penting bagi dirinya. Kesulitan memahami ruh ini terlihat dari betapa banyaknya pendapat yang mencoba untuk memberikan penjelasan tentang ruh. apakah ia layak diminta pertanggungjawaban atas segala perbuatannya? Di pihak lain. sehingga banyak orang beranggapan bahwa soal ruh itu tidak perlu dibicarakan. pada umumnya diakui bahwa ruh adalah sesuatu yang amat penting bagi kehidupan manusia. karena berkaitan dengan medan yang immaterial. yaitu ruh. jika ruh itu amat penting bagi manusia. diukur. Jika tidak. menjadi sia-sia dan kehilangan makna. Sesungguhpun demikian. Kenyataan ini mau tidak mau mengharuskan adanya pengetahuan manusia memahami dirinya. bukankah itu berarti bahwa ia gagal memahami dirinya?.

Dalam kaitan ini. ruh adalah nafas yang berjalan di seluruh jasad. ar-ruh menunjukkan arti laki-laki. dapat juga menunjukkan suatu instansi atau fungsi lebih tinggi dalam fisik manusia. yang tidak jarang dianggap Ilahi. Oleh karena itu. yang tersebut dalam 20 ayat. ruh sering disamakan dengan jiwa. Di samping itu. kegembiraan. Bagi Ibnal-Arabi kata ar-ruh mempunyai banyak arti yaitu (1) al-farh. Di samping itu. Menurut Abu Bakar al-Anbari kata ar-ruh . Dengan demikian.dan an-nafs adalah searti. Tentang ar-ru al-quds ini ada beberapa pendapat. sedangkan an-nafs menunjukkan arti perempuan. 5: 110. (2) Alquran (3) al-amr. Kata Ruh dalam Alquran Dalam Alquran terdapat 21 kata ar ruh. Jika ruh itu keluar maka manusia tidak akan bernafas. yang pertama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-ruh al-quds 1 Kata ruh adalah ar-rih yaitu angin. 2. ruh adalah kekuatan berpikir. Menurut Ibn Atsir ruh itu dipakai dalam berbagai arti tetapi yang penting umum ialah sesuatu yang dijadikan sandaran bagi jasad dan dengan ruh itu tercipta kehidupan. Oleh karena ituar ruh disebut annafas yaitu nafas atau nyawa. Menurut Abu Haitham. pengertian ruh menjadi sulit diberikan defenisinya secara tepat. Bagi orang Arab. kata ruh sering juga disebut an-nafs yaitu jiwa. perintah atau arahdan (4) an-nafs. ia juga merupakan orientasi manusia di dalam masyarakat dan kebudayaannya. Kata ar-ruh dalam Alquran dipakai dalam berbagai arti dan konteks. ar-ruh juga diartikan sebagai hakikat berpikir atau kecerdasan yaitu kemampuan manusia untuk siap memperoleh ilmu. jiwa atau keakuan. Al-Gazali menjelaskan sebagai yang halus yang ada dalam diri manusia yang memungkinkannya untuk mengetahui sesuatu dan dapat menangkap pengertian. yang memungkinkan seseorang menyusun pengetahuan dan berhubungan dengan kebenaran. serta bersifat ketuhanan. 16: 102. jika ingin berbicara tentang ruh dalam arti konkrit. Yang pertama kata ar-ruh dikaitkan dengan kata al-quds seperti yang tersebut dalam surat 2 : 87 dan dilihat juga pada surat 2: 254. maka istilah ini harus dikaitkan dengan seluruh praksis manusiawi yang berlangsung secara sadar atau tidak sadar dalam kebudayaan.

perintah. selalu diberikan keterangan sebagai amr dari Allah. Jadi.itu adalah malikat Jibril. Kata amr dalam Alquran dipakai untuk berbagai arti. Kata kunci amr berasal dari kata kerja amara yang artinya perintah untuk mengerjakan. yang membimbing pendengaran. Fungsinya tidak lain adalah merupakan bimbingan dan petunjuk bagi manusia. Alquran ataupun sesuatu yang dihembuskan Allah ke dalam diri manusia. Kata ruh sebagai sesuatu dari perintah Allah yang disampaikan malaikat kepada hamba-hamba Tuhan itu adalah mempunyai pengertian wahyu Allah. perkara. pengelihatan dan al-afhida (fuad) merupakan instrumentasi rohani yang memungkinkan manusia 1 . maka ruh akan sulit dipahami pengertian nya. Secara jelas Alquran memberikan jawaban pertanyaan tentang ruh ialah amr Robb. arah (54: 12). Dari ayat-ayat tersebut. yaitu malaikat Jibril yang bertugas membimbing para rasul menurunkan dan mengajarkan wahyu. apakah ruh dari Allah yang dihembuskan ke dalam diri manusia itu? Jika direnungkan surat 32: 9 yang mengaitkan ruh ke dalam diri manusia dengan dijadikannya pendengaran. maka dapatlah ditarik pengertian bahwa ruh itu adalah pimpinan yang ada dalam diri manusia. bahwa ruh adalah amr dari Allah. kata ruh yang dalam Alquran diberi penjelasan sebagai amr min Allah mempunyai pengertian pimpinan. Yang empat amr diartikan sebagai hukum. atau aturan Allah pada ciptaan-Nya. 15: 29. Yang ketiga amr diartikan sebagai perkara atau urusan. Tanpa pemahaman yang lengkap tentang amr ini. kata ruh juga dipakai untuk menyatakan sesuatu yang dihembuskan dari Allah ke dalam diri manusia. Dalam bentuk imarah artinya adalah kepemimpinan. Dalam pengertian sebagai pembimbing atau pemberi petunjuk itulah. perintah. dan menjadi bagian dari diri manusia dan selanjutnya Allah juga menjadikan untuknya pendengaran. Lebih jelas lagi adalah keterangan Alquran dalam surat 42: 52. ruh dalam Alquran diartikan secara tegas dan jelas sebagai amr dari Allah. 58: 22. seperti yang dinyatakan dalam Alquran surat 54: 12. Di smping itu. 21: 91. Yang kedua amr diartikan sebagai arah. Alquran menyatakan dalam surat 3: 159. Pada ayat lain. pengelihatan dan qalbunya untuk memahami kebenaran. kata ar-ruh dikaitkan dengan kata al-amin seperti yang disebut pada surat 26: 193. Yang dimaksud dengan ar ruh alamin adalah malaikat Jibril yang terpercaya untuk menyampaikan wahyu kepada rasul-rasul Allah. maka dalam Alquran ruh juga dipakai untuk menyebut nama malaikat. maka kata amr artinya adalah pimpinan. Pendengaran. Oleh karena itu. Yang pertama kata amr diartikan sebagai perintah. Yang kedua adalah Kitab Injil. Dalam kaitan ini maka penjelasanpenjelasan Alquran tentang amr menjadi sangat penting untuk menyingkap dan memahami ruh itu. dengan sebutan ar-ruh al-amin. Alquran menyatakan dalam surat 16: 2 dapat dilihat juga dalam surat 40: 15. kata kunci untuk memahami ruh itu adalah terletak pada kata amr. Kata kunci dalam Alquran dipakai dalam arti perintah (65: 5). lihat juga dalam surat 38: 72. Dalam Alquran kata ruh. Alquran menyatakan dalam surat 65: 5. 66: 12. yang ketiga adalah ruh yang dapat menghidupakan orang mati dan yang empat adalah ruh Tuhan yang dianugrahkan kepada Nabi Isa as. penglihatan dan hati Alquran menyatakan dalam surat 32: 9.. Alquran menyatakan dalam surat 7: 54. perkara dan urusan. Jadi. Ruh juga diartikan sebagai wahyu yang terkumpul dalam kitab suci sebagai pedoman hidup bagi manusia (42: 52) Lalu. urusan (3: 159) dan hukum atau ketentuan (7: 54). perkara dan urusan dari Allah. dapat dilihat juga dalam surat 7: 77 dan 11: 59. pengelihatan dan alafhida (fuad). Dengan demikian. Selanjutnya Alquran juga menyebutkan kata ruh sebagai sesuatu yang dibawa malaikat dari Allah untuk disampaikan kepada hamba-hamba-Nya. seperti yang dinyatakan dalam surat 17: 85. dapat ditarik kesimpulan. sebagai penghormatan kepadanya. baik dalam pengertian wahyu.

Dengan memahami. manusia berhubungan dengan eksistensi ruhnya yang ada dalam dirinya sendiri. menyadari dan memasuki diri sendiri. 1 . hakekat ruh adalah bimbingan dan pimpinan Allah yang hanya diberikan kepada manusia. sehingga ia dapat menjauhi perbuatan yang dapat merusak dan merugikan diri sendiri dan menjalani hidupnya sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran. sehingga ia dapat mendengar. Pengetahuan manusia tentang ruh sedikit sekali tentunya jika dibandingkan dengan pengetahuan Allah. yang membedakan manusia dari mahkluk Allah lainnya. maka manusia dapat mengenali dirinya dan memahami kebenaran. suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.memahamai pimpinan Allah. melihat dan memahami kebenaran sejati (22: 46). Jadi. berdasarkan data-data yang terkumpul yang dapat diukur. Jadi. Alquran secara tegas menjawab dan menerangkan pertanyaan tentang ruh manusia sebagai amr min Robb dan manusia diberikan pengetahuan sedikit tentangnya dalam surat 17: 85. ruh dalam diri manusia adalah bimbingan dan pimpinan dari Allah dalam diri manusia. Pengetahuan tentang ruh tentunya berbeda dengan pengetahuan manusia mengenai bendabenda yang dapat disusun secara ilmiah. Ruh tidak lain adalah daya yang bekerja secara spiritual untuk memahami kebenaran. Pernyataan Alquran bahwa manusia mempunyai pengetahuan yang sedikit tentang ruh. Pengetahuan manusia tentang ruh adalah sangat penting karena dengan mengetahuinya. bukan berarti tidak bisa mengetahui sama sekali tentang ruh. diamati dan dianalisa.

Pengertian pertama seperti dalam ungkapan telah keluar nafas seseorang atau nyawanya. Pengertian Nafs Menurut Ibn Ishak kata an-nafs dalam bahasa Arab digunakan dalam dua pengertian. dan bisa bermakna hal yang membedakan sesuatu dari yang lain. Menurut Ibn alBari. Bentuk jamak dari kata nafs adalah anfus dan nufus. watak1 Hakekat ruh tidak dapat diketahui secara material karena ruh bersifat gaib sehingga tidak dapat ditunjuk subtansinya secara fisik dalam dimensi ruang dan waktu. Menurut Ibn Abbas. maka arah pembentukan kebudayaan yang rasionalistik materialis seperti yang tampak gejalanya dalam kehidupan modern.lainnya menjadi kabur. Dalam studi Filsafat Islam. akan bergeser ke arah kehidupan kebudayaan yang berdimensi transenden. artinya ia telah menghncurkan seluruh dirinya atau hakikatnya. sehingga menyulitkan usaha memahami hakekat ruh itu sendiri. dan nafs ruh yang menjadi unsur kehidupan. Ucapan-ucapan seperti an-nafs al-mutma’innah dan an-nafs allawawamah dan an-nafs al-ammarah (yang bisa diterjemahkan menjadi jiwa yang merasa puas dan jiwa yang mengutuk). dalam setiap diri manusia terdapat dua unsur nafs. karena dengan ruh sebagai daya yang bekerja secara spiritual untuk berhubungan dengan prinsip-prinsip kebenaran melalui berpikir terhadap alam sekitar dan selalu ingat kepada kekuasaan Allah. aspek-aspek. peranan ruh sebagai pimpinan dan bimbingan Allah dalam diri manusia itu sangat besar. dan seringkali antara pengertian yang satu dengan yang . nafas dan ruh. 3. sebaiknya dapat dipahami sebagai keadaan-keadaan. Kata an-nafs dan ar-ruh yang berasal dari Alquran telah masuk ke dalam bahasa Indonesia dengan pengertian nafsu. atau keakuan. mengingat nafs dapat juga berarti diri. an-nafs bisa bermakna ruh. Kata an-nafs yang seringkali dipergunakan Alquran dan diterjemahkan menjadi “jiwa” sesungguhnya berarti “pribadi” atau “kekakuan”. Dalam hubungannya dengan pembentukan kebudayaan. seperti Ibn Sina menegaskan bahwa ruh dijumbuhkan dengan nafs. yaitu nafs akal yang bisa membedakan sesuatu. sedangkan pengertian kedua seperti dalam ungkapan yaitu seseorang telah membunuh dirinya. Kesulitan memahami hakekat ruh oleh karena sifatnya yang gaib membuka perbedaan pemahaman terhadapnya.

Nafs dalam pengertian jiwa terdapat daplam surat 89:27-30 Sehubungan dengan nafs dalam ayat di atas ini. Kesadaran tentang diri itu dibentuk oleh berbagai factor internal dan eksternal. karena nyawa merupakan tanda adanya kehidupan. maka nafs yang menjadi pokok pembahasan di sini adalah nafs dalam pengertian diri. Sedangkan nafs yang berkaitan dengan kematian tubuh. Jika seseorang mengatakan “aku makan. Jadi pernyataan “aku” baik dalam kaitan dengan perbuatan atau pemilikan. Faktor internal adalah kapasitas berpikir yang terbawa oleh kodranya sebagai ciptaan dan factor eksternal yaitu lingkungan hidup dan kebudayaan. termasuk di dalamnya adalah pendidikan. nafas dan ruh. muncul setelah tahapan jasad. Dalam kaitan ini. Nafs dalam pengertian diri. kemudian diikuti hilangnya unsur panas. meskipun yang melakukan makan adalah mulutnya. Kesadaran muncul sebagai buah dari perenungan terhadap diri sendiri. keakuan. Sedangkan bentuk jamaknya nufus terdapat dalam 2 ayat. dan seperti disebutkan dalam 1 . maka nafs ini berkaitan dengan tubuh. Dalam keakuan (ego) terdapat kesatuan transenden.” maka pernyataan aku menunjukkan pada totalitas diri. meskipun yang memegang dan menggunakan pensil itu tangannya. 3) jiwa dan 4) diri. dan oleh karena pernyataan nafs berkaitan dengan kematian. Pernyataan “aku” adalah pernyataan total tentang diri seseorang. dan terbentuknya kesadaran tentang diri ini bermula sejak bentuk manusia yang sempurna lahir. setiap nafs akan mati. dan ia pun tidak akan mengatakan tanganku punya pensil. Sayyid Quthb menyatakan bahwa ayat ini berkaitan dengan nafs yang mengalami hidup dan mati. dan dalam bentuk jamak lainnya an-fus terdapat dalam 154 ayat. Sedangkan ar-Razi menjelaskan bahwa kematian itu berkaitan dengan tubuh. bukan dalam pengertian nafsu. kesatuan dari kualitas-kualitas. hayat terlampaui. 2) nafas. menjadi sebuah eksistensi. ada yang menyebutnya dalam arti jiwa dan ada pula yang mengartikannya nyawa. seperti tersebut dalam ayat ini dapat diartikan dengan nafas. Nafs dalam pengertian nafas atau nyawa terdapat dalam surat 3:185. 4. yang menjadi tanda adanya kehidupan pada tubuh manusia. ar-Razi menjelaskan bahwa pengertian jiwa ini diperoleh karena nafs di sini berkaitan dengan keterangan. keakuan. Demikian juga halnya dalam kaitannya dengan pemilikan. air dan tanah yang berkumpul kembali dengan alam asal kejadian. Nafs dalam Alquran Dalam Alquran kata nafs terdapat 140 ayat. al-hayat. kesatuan dari keadaan-keadaan dan perbuatanperbuatan.watak. keakuan. Kematian ditandai dengan lenyapnya nafas.” maka pernyatan aku menyatakan pada totalitas diri. 39:42. Alquran menggunakan kata nafs dalam empat pengertian yaitu 1) dalam pengertian nafsu. Oleh karena itu. yang diartikan jiwa. nafas. menempatkan manusia pada posisi obyek dan subyek. tidaklah semata-mata menyangkut hal-hal yang fisik saja. 21:25. tetapi lebih dalam lagi berkaitan dengan hal-hal yang non-fisik. nyawa. terdapat perbedaan pendapat. ia tidak akan mengatakan mulutku makan. atau kecenderungan-kecenderungan dari pribadi manusia. Tentang arti nafs dalam ayat di atas ini. karena jiwa atau roh tidak mengalami kematian. Manusia sebagai kesadaran adalah subyek menghadapi dirinya sebagai obyek. Semua ini dapat dipandang sebagai sifat “mental” (yang berbeda dari yang fisikal) asalkan akal pikiran tidak dipahami sebagai subtansi yang terpisah. nyawa. Jika seseorang mengatakan “aku punya pensil. Kenyataan menunjukkan bahwa keakuan muncul ketika kesadaran manusia tentang dirinya terbentuk. Nafs dalam pengertian nafsu dinyatakan dalam surat 12:53. An-nafs dalam pengertian keakuan atau pribadi adalah totalitas diri manusia. Munculnya kesadaran tentang diri.

Nafs dalam pengertian diri. Realitas manusia adalah realitas pribadi. maka kesungguhan diri manusia mempunyai arti yang sangat penting.ayat Alquran maka tentu yang dimaksudkan adalah jiwa. yang dimasukan ke dalam diri hamba-hamba Allah. yaitu al-qaib yang memperoleh keterangan dengan memahmi tentang Allah sebagai wajib al-wujud. ia tidak akan bertanggungjawab atas perbuatan orang lain. perbuatan baik pada dasarnya untuk kepentingan dirinya sendiri. 45:15. Menurut Alquran. setiap pribadi hanya akan memperoleh bagian dari apa yang dilakukannya dinyatakan dalam surat 53:38-41. ruh. Selanjutnya Alquran menegaskan bahwa perbaikan nasib seseorang ditentukan oleh kemampuannya merubah apa yang ada dalam diri pribadinya dinyatakan dalam surat 8:53. keakuan. Sedangkan Zamakhsyari menyatakan nafs dalam ayat ini diartikan jiwa. Alquran menyatakan dalam surat 41:46. Allah menjanjikan kepada siapa yang 1 . Setiap pribadi bertanggungjawab sepenuhnya atas segala apa yang dilakukannya. Oleh karena itu. Dalam hubungan ini. ruh. yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan. demikian pula perbuatan jelek. pada dasarnya akan merugikan dirinya sendiri. pribadi dinyatakan dalam surat 6:164. 13:11. dan setiap pribadi mempunyai pendapat dan keinginan yang berbeda-beda.

Keakuan atau nafs adalah kesatuan dinamik dari jasad. Kesatuannya bersifat spiritual yang tercermin dalam aktivitas hisupnya. tetapi merupakan daya berpikir yang terdapat dalam jiwa manusia. hayat dan ruh. akal adalah sifat yang membedakan manusia dari pada 1 bersungguh-sungguh dalam jalan Allah. ia adalah kesadaran batin dan penglihatan batin yang berdaya tembus melebihi penglihatan mata. Sebagian besar kata nafs dalam Alquran dipakai untuk menunjukkan arti diri. ia mampu mengendalikan diri dan akan dapat memahami kebenaran. Akal adalah potensi gaib yang tidak dipunyai oleh mahkluk lain yang mampu menuntut kepada pemahaman diri dalam alam. Karena itu. karena seseorang yang dikuasai hawa nafsu akan mengakibatkan terhalang untuk memahami kebenaran. ia merupakan petunjuk yang membedakan hidayah dan kesesatan. al-‘aqil adalah orang yang menawan atau mengikat hawa nafsunya. mana yang benar dan mana yang salah. Akal adalah penahan hawa nafsu untuk mengetahui amanat dan beban kewajibannya. dinyatakan dalam surat 29:6. Dinamikanya terletak pada aksi atau kegiatannya. Ia juga mampu melawan hawa nafsu. melalui kerja yang sungguh-sungguh. akan memperoleh bimbingan Allah. Keakuan itu bertanggungjawab atas setiap apa yang diperbuatnya sendiri. Alquran menyatakan dalam surat 53:3841. karena Allah selalu bersama-sama dengan orang-orang yang berbuat kebaikan. akal dapat juga diartikan sebagai suatu potensi rohaniah untuk membedakan mana yang hak dan mana yang batal. dalam pengertian Islam bukanlah otak. Sedangkan kata kerja ‘aqala artinya adalah habasa yaitu mengikat atau menawan. keakuan akan mendapatkan . Akal. Akal sesungguhnya mempunyai bermacam-macam arti. yang pertama.hasil apa yang dikerjakannya (Alquran 29:6). akan menanggung akibat yang timbul dari apa yang diperbuatnya itu (Alquran 41:46) dan perubahan keadaan hidupnya akan terjadi jika keakauan itu merubah dirinya (Alquran 8:53) Oleh karena itu. sehingga hawa nafsu tidak dapat menguasai dirinya. Orang yang menggunakan akalnya pada dasarnya adalah orang yang mampu mengikat hawa nafsunya. ia adalah pemahaman dan pemikiran yang selalu berubah sesuai dengan masalah yang dihadapi. Dengan Demikian. keakuan. Akal dan Fungsinya dalam Alquran Akal adalah al-hijr atau an-nuha artinya adalah kecerdasan. B. daya yang dalam Alquran digambarkan memperoleh pengetahuan dengan memperhatikan alam sekitarnya. seorang yang menggunakan akalnya.

Dalam surat 2: 76. Alquran menyatakan dalam surat 3: 190-191. Realitas konkrit dipahami oleh pikiran dan realitas spiritual oleh qalbu. terdapat 1 ayat dipakai dalam kaitannya dengan Sholat. 12: 109. Dengan akal manusia bersedia menerima berbagai macam ilmu yang memerlukan pikiran. Yang ketiga ialah ilmu yang diperoleh dari pengalaman. terdapat 6 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah. dan juga realitas gaib. 10: 100. maka dapatlah ditarik pengertian bahwa akal dalam Alquran dipakai untuk memahami realitas yang konkrit seperti proses kelahiran manusia dan alam semesta. 11: 51. terdapat 7 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami proses dinamika kehidupan manusia. terdapat 14 ayat dipakai dalam kaitannya dengan keimanan. Oleh karena itulah. 2: 32. 5. Dalam surat 2: 73. terdapat 3 ayat berkaitan dengan kehidupan akhirat. 39: 43. Jadi. 29: 35. bersatu dengan kebenaran Ilahi. 43: 3 3. 16: 12. 36: 68. Penggunaan akal itu antara lain : 1. Dalam surat 22: 46. terdapat 5 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kitab suci. 5: 103. Dalam surat 12: 2.hewan. nilainilai moral dan untuk memahami tanda-tanda Tuhan. sehingga manusia mapu memasuki dunia kesadaran tertinggi. 30: 24. na’qiln 1 ayat. 242. 11: 51. seperti kehidupan neraka. 24: 61. Dalam surat 2: 164. maupun realitas spiritual. terdapat 12 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami alam semesta seisinya. Oleh karena itu. 23: 70. Kesatuan antara berpikir tentang alam sekitarnya yang berpusat di kepala dan menghayati serta mengingat Allah yang berpusat di qalbu yang ada di dada. Memikirankan penciptaan alam adalah kegiatan yang berpusat di kepala. 29: 63. Yang kedua hakikat akal ialah ilmu pengetahuan yang timbul dari alam wujud. 13: 4. dan yang keempat adalah pengetahuan tentang akibat segala sesuatu. adalah kegiatan yang berpusat di qalbu yang ada dalam dada. dalam Alquran dijelaskan bahwa akal mempunyai fungsi untuk memahami kebenaran yang fisik maupun yang metafisik. 30: 28. 57: 170. baik yang tersurat dalam Kitab Suci maupun yang tersirat dalam alam dan manusia. 8: 22. 3: 65. Dalam surat 67: 10. Dalam hadist yang lain dikatakan : Apabila manusia itu mendekati Tuhan dengan pintu-pintu kebajikan dan amal sholeh. Dalam surat 5: 58. 49: 4. Menggunakan akal artinya adalah menggunakan kemampuan pemahaman baik dalam kaitannya dengan realitas yang konkrit. 8. 171. 2. 10:16. maka engkau dekatilah Tuhan dengan akalmu. ta’qilun 24 ayat. 28: 60. Keduanya merupakan kesatuan daya rohani untuk dapat memahami kebenaran. sedangkan mengingat Allah. Konsep Tauhid dalam kebudayaan pada tahap pengertian sebagai proses seperti yang digambarkan dalam Alquran surat 3: 190191 di atas adalah kesatuan zikir kepada Allah dan pemikiran tentang 1 . dan ya’qilun 22 ayat. 21: 67. 59: 14. 2: 44. yaitu ‘aqalu 1 ayat. Akal dengan demikian merupakan daya kekuatan untuk memperoleh segala ilmu. Dengan demikian kegiatan akal adalah kesatuan pemikiran dan qalbu dalam usaha memahami kebenaran. Dalam surat 6: 151. 6: 32. 26: 28. 26: 28. dapatlah kiranya disebut sebagai suatu aktivitas kesatuan akal. 2: 170. dan pencegah hawa nafsu. terdapat 1 ayat dipakai dalam kaitannya dengan hukum moral. 4. 6. 21: 10. ya’qilu 1 ayat. 37: 138. 75. 67. Dari 49 ayat yang menjelaskan tentang penggunaan akal. 28:60. 7. 10: 10. 67: 10. Ilmu akal meliputi ilmu yang duniawi dan yang ukhrowi. dalam sebuah hadist dikatakan :Tidak dijadikan oleh Allah suatu mahkluk yang terlebih mulia padanya dari pada akal. Dalam Alquran terdapat 49 ayat yang menjelaskan tentang penggunaan akal. 36:62. serta kaitannya dengan al-qalb yang mempunyai kemampuan memahami realitas. 25: 44. Keduanya pikiran dan qalbu merupakan instrumen akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran.

Ciptaan Allah Akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran bekerja dengan menggunakan pikiran dan qalbu.ciptaan Allah yang berada di antara bumi dan langit. sebagai penjelmaan dari aktivitas orang-orang yang berakal. Pikiran bekerja untuk memahami dimensi fisik.Allah Orang Berakal Aktualitas berpikir ----------------------------. bersifat material. Kesatuan aktivitas itu dapat digambarkan sebagai berikut : Berzikir ----------------------------. Kesatuan zikir dan pikir ini. sedangkan qalbu bekerja untuk 1 . yang keduanya berhubungan secara organis.

dengan harapan upaya realitasnya dapat dipertanggungjawabkan. karena dimensi fisiknya tak kuasa.. dan orang menjadi tertarik karena opini 1 memahami dimensi metafisik. Sebaliknya jika kemiskinan itu dipandang sebagai akibat dari adanya sitem kehidupan sosial ekonomi yang timpang maka tentunya dengan upaya keras manusia dapat merubahnya. Seperti pemahaman terdahap realitas kemiskinan. Di sini terdapat dua hal penting yang perlu mendapat perhatian yaitu pemahaman terhadap realitas dan penilai kritis terhadap pemahaman itu. karena seringkali terjadi pemahaman manusia terhadap realitas merupakan opini yang dipengharuhi oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang secara moral tidak dapat dipertanggungjawabkan. mengakibatkan manusia hanya memperoleh pengetahuan lahiriahnya saja dari realitas yang ditangkap dan manusia dapat dikuasai hawa nafsunya. Dalam penilaian kritis ini diperlukan kejujuran intelektual. Keduanya dalam pandangan tauhid merupakan kesatuan fungsional bagi kebudayaan. Sedangkan penilaian kritis atas pemahaman manusia terhadap realitas adalah upaya menggugat keabsahan pemahaman itu. besrsifat spiritual. Hubungan organis pikiran dan qalbu sebagai instrumen akal dapat digambarkan sebagai berikut : . Dalam melihat kemiskinan terjadi benyak perbedaan dalam memahaminya. secara moral ia mempunyai kesadaran yang baik.Pikiran Qalbu 1. Pikiran Berpikir sebagai proses budaya adalah memhami realitas dan melakukan penilaian kritis terhadap pemahaman itu. membuat seseorang hanya menagkap dimensi spiritual dari realitas yang ada. Meskipun realitasnya sama seringkali terjadi perbedaan pemahaman terhadap realitas itu. Sebaliknya qalbu yang berkerja terlepas dari pikiran. tetapi penguasaan teknik dan cara menyelesaikan masalahnya seringkali mengalami kemacetan. singga pikirannya bekerja untuk kepentingan pemuasan hawa nafsu. Kemiskinan jika dipandang sebagi “takdir” ketentuan Allah yang mutlak – tentunya tidak ada satupun kekuatan dari manusia yang dapat merubahnya kecuali Allah sendiri. bahkan seringkali terjadi opini tentang fakta yang nyata berbeda dengan faktanya sendiri. Opini adalah bukan fakta. Pengembangan pikiran yang terlepas dari kaitannya dengan qalbu.

Al-Qalb mempunyai dua pengertian. Pikiran hanya dapat berhenti jika hidup manusia berhenti atau kehilangan kesadaran dirinya. Qalaba mengalami beberapa perubahan bentuk seperti inqalaba dan qallaba namun artinya masih sama. Kotak-kotak pemikiran terjadi. dimana pun dan kapan pun. sehingga realitas tidak dapat sepenuhnya dipandang secara utuh. Menurut Ibn Sayyidah. berpengetahuan dan arif. berpikir menjadi anjuran yang melekat dalam prinsip tauhid. yaitu segumpal daging yang berbentuk bulat panjang. terutama yang terjadi dalam proses pendidikan. Oleh karena itu. meskipun fakta itu memerlukan perubahan. Di samping itu manusia juga bebas untuk memikirkan apa saja. Karena itu tidak ada satu kekuatan pun yang dapat secara effektif melarang atau menghentikan pikiran bekerja. tidak dapat dituntut secara hukum di muka pengadilan. Al Qalb dalam Alquran menurut Amir al-mu’minin Ali juga disebut sadr. Berpikir adalah kegiatan yang sepenuhnya bebas. Barangkali tidak ada kebebasan yang penuh bagi manusia kecuali berpikir. tidak ada yang haram untuk dipikirkan. Qalbu Qalbu berasal dari kata qalaba yang bermakna berubah. yaitu 1) kata wahidah yang mempunyai pengertian tauhid dan 2) kata tatafakaru yang arti berpikirlah. dinyatakan dalam surat 34: 46. fu’ad. Kegiatan berpikir adalah kegiatan yang otonom. Demikian juga berpikir tentang kebebasan. sedangkan berpikir merupakan sarana untuk memahami dan mengembangkan prinsip ajaran tauhid dalam kehidupan. bukan berarti pembebasan manusia dari segala ikatan atau norma-norma hukum tertentu. Tauhid adalah salah satu prinsip ajaran Alquran. lubb dan syagaf. Meskipun fisik manusia disiksa. bahkan berada di luar penilaian etik. Prinsip Tauhid ini bukanlah sekedar suatu keyakinan yang dinyatakan dalam pengakuan saja. karena kotak-kotak budaya. pikirannya tetap dapat bekerja paling tidak untuk mencari jalan bagaimana cara menghindari siksaan itu. Sedangkan arti yang kedua adalah pengertian yang halus yang bersifat ketuhanan dan rohaniah yaitu hakekat manusia yang dapat menangkap segala pengertian. mungkin itu adalah hukum berpikir dalam pengertian metodologi serta obyek yang dipikirkan. qalb jamaknya qulub. Jika ada yang mengikat berpikir.bukan faktanya – sehingga tidak terjadi perubahan apa-apa terhadap faktanya itu sendiri. di dalamnya terdapat rongga-rongga yang mengandung darah hitam sebagai sumber kehidupan dan seringkali dinamakan jantung. Pendidikan yang terkotak-kotak akan melahirkan pemikiran yang terkotak-kotak pula dan akibatnya pemahaman terhadap realitas menjadi terkotak-kotak. akan tetapi merupakan suatu pandangan hidup yang senantiasa harus diwujudkan dalam realitas kehidupan muslim. 2. artinya hati. Berpikir dapat dilakukan manusia. Prinsip ajaran tauhid ialah bahwa Tuhan adalah Esa. dan Yang Esa itu merupakan sumber semua kehidupan yang ada. apalagi diterapkan dalam kehidupan. bahkan sebaliknya Alquran menganjurkan kepada manusia untuk berpikir. atau fisik. Qalbu memiliki kemampuan untuk mengetahui essensi segala sesuatu. Disebutkan dalam sebagai berikut: 1 . berpindah atau berbalik. Tidak ada satupun ayat Alquran yang melarang berpikir. Dalam Tafsir al-Takhr ar-Razi diterangkan bahwa ada dua hal yang penting dalam ayat ini. terletak di dada sebelah kiri. orang yang berpikir tentang perampokan tetapi tidak pernah melakukan perbuatan merampok. yang pertama dalam pengertian kasar. Oleh karena itu. atau bagaimana agar siksaan itu tidak terasa sakit. karena tanpa berpikir ajaran tauhid itu tidak bisa dimengerti.

7:100. disebut fu’ad karena menjadi tempat terbitnya makrifat Allah. Dalam Alquran terdapat kurang lebih 101 ayat yang memjelaskan tentang kata benda al-qalb atau jamaknya al-qulub.7.- disebut sadr karena ia tempat terbitnya nurul Islam.77. antara lain kufur.101. perbuatan dosa. Disebut syagaf karena temapat terbitnya kecintaan makhluk kepada sesamanya. dinyatakan dalam surat 39: 22. dinyatakan dalam surat 12: 30.110. 9: 117. dinyatakan dalam surat 65: 10.8.64. 22:32. Terbagi dalam beberapa persoalan sebagai berikut: 43 ayat dipakai dalam kaitannya dengan soal-soal keimanan. disebut lubb karena menjadi terbitnya tauhid. termasuk di dalam hal ini adalah ketidak berimanan. 15:12. dinyatakan dalam surat 53: 11. 1 .45. dalam surat 49: 14.

kegelisaan. mengingat kekuasaan Allah. 57:27. 3:8. 34:23. 24:37. 48:10.126.23. 47:24. 40:35.127. harapan. - - 2:204. 48:12. 59:14. 33:10.97. dinyatakan dalam surat 22:53.63. Kebebasan Akal Akal adalah daya rohani untuk memahami kebenaran. karena itu dala Alquran al-qalb dalam aktivitasnya menggunakan kata kerja ya’qiluna biha (22:46). dinyakatan dalam surat 13:28. 64:11. 45:23.89.5. 18:14. 50:37.103. 6:43. 33:54. 22:54. kesucian. 6:25. 57:16. maupun dalam ayat-ayatNya (tanda-tanda).10. 59:10. 8:70. 5 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kemampuan al-qalb untuk zikir. 28:10. 21:3. dan yang lain dalam aspek kebenaran kekal. 42:24. ketenangan. 9:8. tanda-tanda kekuasan Allah. kasar dan keras. dalam kehidupan di akhirat nanti. 4:155. 33:5. 24:50. 8:24. dalam kitab suci.4. 16:106.26. 3:159. 49:3. seperti keteguhan. 10:88.51. Kebenaran mutlak adalah kebenaran Tuhan. 7:179.7.93. 40:18. Al-qalb sebagai kekuatan yang dapat memahami kebenaran metafisik. makna dibalik kejadian kemanusiaan. Yang satu menangkap kebenaran sepotong-potong dan yang lain menangkap keseluruhan.53. dinyatakan dalam surat 33:26. baik di sorga maupun di neraka. karena itu kata al-qalb dalam Alquran tidak pernah dipakai dalam kaitannya dengan pemikiran. 41:5. 18:28.225. 50:33. 8:2. Al-qalb bukan pikiran. al-qalb adalah suatu kemampuan untuk memahami kebenaran-kebenaran yang bersifat metafisik.60. al-qalb dalam pengertian fisik adalah sesuatu yang ada di dalam dada (22: 46) yang sering disebut jantung. 33:5. yang bercermin melalui tanda-tanda-Nya. 26:194.167.154. Keduanya (pikiran dan qalbu) tumbuh dari akar yang sama dan masing-masing saling melengkapi. 37:84. 5:41.10. yang tersimpan dalam alam ciptaan-Nya dan tersurat dalam firman-firman-Nya. - - Jadi. 1 - .51.118. 3:15. 58:22.26.9. 2:74. serta kesombongan. 159. 39:45.- 7 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kemampuan al-qalb untuk memahami kebenaran dan kekuasaan Allah yang tersembunyi dibalik peristiwa-peristiwakemanusiaan. 3 ayat dipakai dalam kaitannya dengan akhirat. 6: 46. dinyatakan dalam surat 22:46. 23:63.93. Yang satu memusatkan perhatiannya pada kebenaran sementara. 11. ia dalah bagian dari akal. C.63. kehidupan sesudah mati. 61:5. 83:14. 79:7. Akan tetapi di dalam pengertian non fisik. baik kebenaran yang bersifat mutlak maupun kebenaran yang bersifat relatif. 9:15. 23:60. 16:22. 24 ayat dipakai dalam kaitannya dengan perasaan.26. 5:113. baik ketakutan. dinyatakan dalam surat 26:88. kegoncangan. 20 ayat dipakai dalam kaitan untuk menjelaskan sifat. 39:22.

Akal yang tidak berfungsi mengakibatkan manusia jatuh pada kekuasaan hawa nafsu dan berarti kejatuhan manusia. Seseorang yang menggunkan akal adalah sesorang yang mampu menawan dan mengikat hawa nafsunya. Alquran menyatakan dalam surat 45: 23. . sebaliknya banyak sekali ayat Alquran yang mengajurkan manusia menggunakan akalnya. 2. Pikiran untuk memahami yang baik dan yang relatif. kebebasannya hampir mutlak. karena tidak ada satu kekuatan apapun yang dapat menghalangi akal bekerja. Pikiran dan qalbu berhubungan secara organis dan keduanya bekerja pada batas-batas obyeknya dan pada tahapan dari pertumbuhannya. Obyek Pikiran Dalam Alquran terdapat enam belas (16) ayat tentang berpikir.Kebenaran reasltif adalah kebenaran sebagai hasil pemahaman manusia terhadap realitas sekitarnya yang berupa ilmu pengetahuan. sehingga manusia kehilangan kemampuan untuk memahami kebenaran sejati.Satu (1) ayat menjelaskan tentang pemikiran yang salah. Akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran. Akal sebagai daya rohani pada dasarnya bebas. bekerja melalui pikiran dan qalbu manusia. yang mutlak dan yang relatif.Enam (6) ayat di antaranya dipakai untuk memikirkan alam ciptaan Tuhan. 3: 191. pada saat kematian tiba. dinyatakan dalam surat 74: 18-26. karena pembicaraan tentang akal selalu berhubungan dengan dimensi pikir dan zikir. Mekanisme Akal. Oleh karena itu. 69. .. 1 . akan melahirkan perbuatan yang dapat merusak kehidupan. 266. dan kebebasan akal ini dijamin penuh oleh Alquran. sampai akhirnya pada waktu yang pasti. 7: 176. 45:13. Seorang yang dikuasai hawa nafsunya.karena qalbunya melemah. Dari enam belas (16) ayat itu terbagai sebagai berikut: . Hal ini terbukti tidak ada satu pun ayat dalam Alquran yang melarang manusia untuk menggunakan akalnya. 16: 11. Sesungguhnya tidak perlu ditakuti adanya kebebasan akal. Akal sebagai daya rohani bersifat ketuhanan. 6: 50. 3: 191. 10:24. sedangkan qalbu untuk memahami yang metafisik dan mutlak. Kebebasan akal merupakan prasyarat bagi kebudayaan. 1. karena akal yang tidak bebas bekerja. sehingga ia dapat melupakan adanya kekuasaaan dan kebesaran Allah. 39: 42. Batas-batas obyek dibawa oleh kodratnya. sedangkan batas-batas pertumbuhan dipengaruhi oleh proses belajar dan pengalaman hidup. dapat membawa seseorang dikuasai hawa nafsu. 34: 46. 184. dan hawa nafsu bisa diikat jika qalbu manusia selalu ingat pada kekuasaan Tuhan dinyatakan dalam surat 13: 28. dan dalam ayat-ayat tersebut terlihat bahwa yang menjadi obyek pemikiran menurut Alquran adalah alam dan manusia serta hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan keduanya. yang digambarkan Alqur’an lebih sesat dari pada binatang dinyatakan dalam surat 25: 43-44. dinyatakan dalam surat 30: 8. baik yang fisik maupun yang metafisik. dinyatakan dalam surat 13: 3. batas pertumbuhan itupun berhenti. Akal adalah anugerah Tuhan yang hanya diberikan kepada manusia. sedangkan batas-batas pertumbuhan bersifat dinamis dan oleh karena proses belajar terus menerus maka batas-batas pertumbuhan itu bergerak dan berkembang. Akal yang tidak berfungsi menjadikan qalbu manusia tertutup. sebaliknya harus ditakuti adanya ketidakbebasan akal. 2: 219.Sembilan (9) ayat di antaranya dipakai untuk memikirkan manusia. Batas-batas kodrat bersifat tetap. akal harus digunakan agar ia tidak kehilangan kemanusiaannya.

6:73. Di samping itu. dinyatakan dalam surat 19: 5. Contoh kesalahan itu seperti kesimpulan berpikir bahwa Alquran itu adalah sihir dan perkataan manusia pada umumnya dalam surat 74: 18-26. Jika seseorang mencoba memikirkan di luar batas obyeknya. 54: 49. dinyatakan dalam surat 25: 2. 14: 19. 1 . Dalam hubungan dengan pemikiran tentang alam. maka bisa mengakibatkan celaka. Alquran menjelaskan tentang adanya prinsip-prinsip kebenaran di dalamnya. Alquran juga menandaskan adanya ukuran tertentu di dalamnya. Alquran mengajurakan kepada manusia untuk memperhatikan proses penciptaan dalam alam. dinyatakan dalam surat 88:17-20.Secara jelas Alquran menerangkan bahwa abyek pemikiran adalah alam dan manusia serta yang berkaitan dengan kehidupan keduanya. Dalam hubungan ini.

proses pertumbuhan. dinyatakan dalam surat 80: 24-28. yang memungkinkan proses penciptaan itu berlangsung. Akan tetapi pemahaman terdahap proses penciptaan alam semesta ini. bahkan tidak selayaknya dibandingkan dengan Tuhan. Selanjutnya pemikiran tentang sejarah.. Pemikiran terhadapa proses penciptaan dalam alam semesta.. dinyatakan dalam surat 86: 5-7. paling tidak pada bahan yang dipakainya. Perhatian terhadap proses-proses penciptaan ini sangat penting bagi manusia sebagai khalifah di muka bumi. karena melalui pemikiran terhadap proses-proses penciptaan itu. proses penciptaan kebudayaan dapat dilaksanakan. ia dapat pula mempraktekkan dalam proses penciptaan alam kebudayaan. dimaksudkan agar manusia memahami prinsip-prinsip kebenaran Ajuran untuk memperhatikan proses kelahiran manusia. baik yang sudah terserap dalam tubuhnya yang seringkali menimbulkan problem bagi kesehatannya. Setelah memperhatikan proses penciptaan dirinya. manusia dapat mengembangkan lebih jauh untuk penyusunan teori-teori dan untuk melakukan percobaan-percobaan. mempunyai andil yang besar bagi penciptaan alam kebudayaan. dengan programprogram untuk meningkankan kualitas hidup manusia serta merencanakan untuk menciptakan hidup yang lebih baik.yang ada di dalamnya. karena memang derajat manusia dengan ciptaan Tuhan jauh lebih rendah dari Penciptanya. sehingga manusia dapat memahami kekuatan-kekuatan yang dimilikinya serta kelemahan-kelemahannya sekaligus untuk merancang kehidupan selanjutnya. Memperhatikan proses penciptaan manusia memberikan pengetahuan yang bermanfaat untuk memahami susunan dirinya. perkembangan dan juga kehancuran. karena penciptaan alam kebudayaan pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari alam semesta. manusia dapat memahami proses kelangsungan hidupnya serta mengatasi problema yang ditimbulkan oleh makanannya. dinyataka dalam surat 30: 9. sehingga kelangsungan hidup generasi manusia dapat dipertahankan. Pemikiran tentang alam artinya adalah memperhatikan proses penciptaan dalam alam semesta. Melalui pemahaman terhadap prinsip-prinsip kebenaran yang ada dalam alam semesta ini. Sudah barang tentu kemampuan manusia menciptakan tidak sama dengan Tuhan. Alquran mengajurkan kepada manusia untuk memperhatiakan proses penciptaan dirinya. jatuh bangunya suatu bangsa merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan karena melalui pemikiran itu akan diketahui 1 . Penciptaan Alam semesta akan selalu melibatkan dan tergantung pada alam semesta. dan makanannya. maupun untuk merencanakan penyediaan makanan yang harus mengikuti jumlah penduduk yang bertambah. Melalui penyusunan teori dan percobaan-percobaan itu. manusia juga dianjurkan untuk memperhatikan makanannya. serta ruang dan waktu. makanan serta sejarah merupakan anjuran yang sangat besar artinya bagi kelangsungan hidup generasi manusia. Dalam kaitan ini. maka manusia pun dinjurkan untuk memperhatikan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu beserta akibatakibatnya. Sedang pemikiran tentang manusia. Dengan memperhatikan makanannya.

yang mengharuskan adanya perubahan yang terus menerus.hukum-hukum perkembangan suatu masyarakat yang mengatur dan mempengaruhi proses perubahan masyarakat. Melalui pemahaman histories. Tidak ada yang mutlak dalam teori-teori. Selanjutnya mengenai Alquran sebagai obyek pemahaman qalbu. Dinyatakan dalam surat 10: 57. akan diperoleh kesadaran tentang perlunya strategi kebudayaan. sehingga kebudayaan sebagai suatu proses dapat diarahkan lebih manusiawi. Dijelaskan dalam surat 13: 28. untuk menyusun teori-teori dan percobaanpercobaan. Dijelaskan dalam surat 38: 1 Alqurqn adalah menjadi obat bagi qalbu yang sakit. - Yang menjadi obyek qalbu adalah sejarah dan Alquran. Hukumhukum itu berlaku pasti dan tidak berubah.dinyatakan dalam surat 22: 45-46. 47: 24). keduanya merupakan sarana untuk 1 . dan teori apapun sebagai hasil pemikiran manusia sepenuhnya bersifat relatif. pada akhirnya berkembang menjadi teori-teori dan perubahan yang terjadi dalam klehidupan alam dan manusia. seseorang kan memperoleh wawasan batin yang akan menuntunya ke jalan yang benar dan lurus. Sedangkan dalam memahami Alquran. Alquran bagi qalbu tidak hanya sebagai obyek yang dipahami. Obyek Qalbu Dalam Alquran dijelaskan bahwa qalbu (al-qalb) mempunyai kemampuan untuk memahami atau menangkap makna-makna (22: 46 7:179. Dari dua kubu ilmu itu berkembang menjadi lebih banyak.. 3. Selanjutnya Aqlquran menjelaskan bahwa obyek pemahaman qalbu adalah prinsip-prinsip yang mengatur jatuh bangunnya suatu bangsa atau hukum sejarah dan makna-makana yang tersurat dalam Alquran. makanannya dan sejarah perjalanan hidupnya. karena Alquran adalah zikr dan menurut Alquran qalbu akan tenang hanya dengan zikr. Prinsip-prinsip kebenaran itu. terkandung suatu hukum yang mengatur proses perubahan masyarakat. Dari pemikiran tentang alam dan manusia pada dasarnya diharapkan dapat diperoleh pengetahuan mengenai prinsipprinsip kebenaran. Alquran memberikan pedoman dan tuntunan moral bagi kehidupan manusia. dijelaskan dalam surat 35: 43. yang kemudian berkembang dalam dunia ilmu alam dan humaniora. dijelaskan dalam surat 47: 24. merupakan suatu hal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan suatu kebudayaan. tetapi juga menjadi obat bagi qalbu yang sakit. dengan menekankan pada kajian aspek-aspek tertentu yang lebih terbatas. Obyek pemikiran menurut Alquran adalah alam dan manusia dengan segala aspeknya. Padahal realitas kehidupan alam dan manusia selalu berubah terus. Kesemuanya itu pada dasarnya mempunyai andil sangat besar bagi pertumbuhan dan kelangsungan kebudayaan suatu bangsa. karena kebudayaan pada akhirnya akan ditentukan sepenuhnya oleh kualitas manusianya. Alquran menjadi obat bagi qalbu yang sakit. Dijelaskan dalam surat 17: 9 Pikiran dan qalbu dalam pandangan tauhid adalah merupakan kesatuan mekanisme akal. Pemikiran terhadap manusia. yang merubah wajah kehidupan manusia secara drastis. Dalam sejarah terkandung peristiwa jatuh bangunnya bsuatu bangsa dan peristiwa-peristiwa tentang perubahan-perubahan yang mendasar. karena Alquran adalah zikr. pada gilirannya akan mengakibatkan adanya perubahan teori-teori. Sesungguhnya dibalik peristiwa-peristiwa sejarah itu. baik sejak proses penciptaannya. karena pikiran hanya berkerja dengan memecah realitas dalam fragmenfragmen yang statis.

sehingga realitas kebudayaan itu tetap 1 .memahami kebenaran. pemisahan keduanya akan mengakibatkan seseorang tidak dapat memahami realitas secara utuh. seperti dua sisi mata uang. Strategi pembentukan kebudayaan adalah didasarkan pada kesatuan pikiran dan qalbu dalam perbuatan. Sebagai kesatuan antara keduanya sesungguhnya tidak dapat dipisahkan. membuat rencana kerja dan merumuskan tujuan-tujuan atau hasil yang hendak dicapainya. Pikiran bekerja untuk menyusun konsep. sedangkan qalbu bekerja untuk memberikan wawasan batin.

karena keterbatasan pemikiran manusia untuk memahami hakekat dirinya. tidak lain adalah firmanfirman Tuhan (wahyu Ilahi). sebagai manifestasi dari perpanjangan kuasa Ilahi. Hakekat Manusia Berbicara tentang hakekat manusia pada dasarnya membicarakan tentang pokok soal yang bersifat radikal. pencarian tentanh hakekat manusia tidaklah cukup hanya berhenti pada pandangan untuk menjelaskan tentang unsur pokok yang secara internal ada dalam dirinya ataupun pada apa yang dimilikinya yang sesungguhnya bersifat eksternal. yaitu berusaha menemukan akar pengertian tentang manusia. Hakekat manusia tidak tergantung oleh keadaan-keadaan dari luar. ia lahir dari suatu proses yang berada di luar kekuasaan dirinya. Untuk itu diperlukan suatu sandaran pemikiran yang lebih mendasar. atau pekerjaannya. pencarian tentang hakekat manusia tidak bisa hanya terpaku pada pemikiran tentang sesuatu yang menjadi unsur pokok yang menentukan dirinya. Dengan sandaran kepada wahyu Ilahi yang tersurat dalam kitab suci – dalam hal ini adalah Alquran. perbedaan sosial. Kekayaan. pangkat. ia adalah sebuah ciptaan belaka. seperti yang terdapat dalam kajian berbagai disiplin ilmu. Sebaliknya dalam pandangan serba ruh (spiritualisme) menetapkan rohaniah sebagai unsur pokok yang menentukan kehidupan manusia. dan psikologi. Di samping itu. guna memahami dan menentukan hakekat manusia itu. maka manusia diharapkan dapat memahami hakikat dirinya melalui petunjuk Tuhan yang menciptakannya. Alquran tentang Hakikat Manusia Alquran menegaskan bahwa yang dilihat pada manusia tidak lain hanyalah amal perbuatannya.berada dalam kerangka moral dan untuk tujuan-tujuan moral. hal itu semata-mata tergantung pada nilai yang diberikannya pada dirinya sendiri. Sandaran yang lebih kuat dan jauh lebih tinggi dari hasil pemikiran manusia itu. D. Dengan demikian. Satu-satunya persoalan adalah kecenderungan sikap yang terdalam pada jiwa. bahkan kesehatan atau kepandaian semuanya tidak pokok. Hakekat manusia adalah sesuatu yang amat vital yang menentukan kehidupannya di tengah kancah perubahan masyarakat. dan prinsip yang terdalam ini tidak dapat dihancurkan. yang mungkin saja melewati batasbatas pengertian yang hanya menekankan pada salah satu aspek kehidupannya. sosiologi. mengingatkan manusia secara individual tidak pernah terlibat sedikitpun dalam proses penciptaan dirinya. suatu sandaran yang berada pada tingkat lebih tinggi dari hasil pemikiran manusia. Sandaran wahyu ini kiranya sangat diperlukan. Pengetahuan yang paling lengkap dan benar tentang sebuah ciptaan adalah yang datang dari Penciptanya. suatu sandaran yang dapat membawa ke arah pemahaman yang lebih mendasar. karena dialah yang paling tahu tentang makna-makna dan keberadaan sebuah ciptaan. seperti dalam pandang serba materi (materialisme) yang menetapkan materi sebagai unsur pokok yang menentukan kehuidupan manusia. dinyatakan dalam 1 . Pandangan yang melacak unsur pokok pada asal mula adanya manusia dapat mengakibatkan terbaikan aspek dinamik dalam realitas kehidupan. umpamanya antropologi.

Alquran menyatakan dalam surat 24: 23-25. Ayat ini menjelaskan kaitannya perbuatan manusia dengan kemampuan yang dimilikinya. maka tentunya amal perbuatan itu tidak hanya menjadi ujian bagi manusia itu sendiri. seringkali berakibat mencelakakan diri sendiri. dinyatakan dalam surat 18: 110. Kebebasan itu tidaklah dapat dipisahkan dengan tanggung jawab. dan tidak ada campur tangan Tuhan sedikitpun di dalamnya. Pekerjaan atau tindakan manusia merupakan perwujudan sepenuhnya dari dirinya. Alquran menyatakan dalam surat 39: 39-40. Tanpa adanya kebebasan tentunya ujian terhadap amal perbuatan itu menjadi tidak bermakna. baik dihadapan Tuhan. yang tercermin dalam berbagai kedudukan sosial sesorang yang satu berbeda dengan yang lainnya. Ayat ini secara tegas menyatakan bahwa apa yang dikerjakan manusia adalah yang menentukan eksistensinya. Dengan demikian. Ayat ini sekali lagi menegaskan betapa pentingnya arti ‘amal bagi kehidupan manusia di dunia ini. Oleh karena itu. juga menyatakan bahwa setiap kedudukan sosial seseorang dalam masyarakat itu menuntut suatu kualitas perbuatan yang sesuai dengan kedudukannya. amal perbuatan manusia pada hakikatnya manusia sendiri yang sepenuhnya menentukan. Perbedaan kemampuan perempuan untuk melahirkan anak. 67: 2. dengan kata lain kebebasan amal perbuatan manusia itu tidak dapat dipisahkan dengan nilai moral yang memberikan penghargaan tinggi terhadap adanya tanggung jawab. karena seseorang yang berbuat tidak sesuai dengan kemampuannya. bahkan nyaris jatuh total. dan hal ini sering disebabkan oleh ketidaktahuan atas kemampuannya atau memaksakan diri untuk berbuat di luar kemampuannya. Ayat ini menjelaskan tentang perbuatan dalam kaitannya dengan realitas sosial. Alquran menganjurkan kepada manusia untuk berbuat sesuai dengan kedudukannya dalam masyarakat. Lulus tidaknya dalam ujian ini. pertemuan dengan Tuhan hanya dapat dilakukan dengan amal perbuatan nyata yang sesuai dengan nilai-nilai moral. sehingga Tuhan hanya dapat ditemui dengan sarana amal perbuatan yang baik. Alquran menegaskan adanya kebebasan untuk berbuat. ini berarti Alquran di samping mengakui adanya perbedaan tingkat kedudukan sosial seseorang.30. bahwa seseorang menderita oleh pekerjaannya. Selanjut nya Alquran mengatakan dalam surat 11:7. 18:17. diletakkan tanggung jawab agar kebebasan itu tidak berarti kesewenang-wenangan atas amal perbuatan manusia. Bentuk pertanggung jawaban itu adalah balasan yang setimpal dan adil sesuai dengan kualitas amal perbuatan manusia. yang akan diberikan Tuhan kepada manusia yang diuji amal perbuatannya. 1 . Dalam hubungan dengan ujian terhadap amal perbuatan manusia. sepenuhnya ditentukan oleh kualitas amal perbuatannya. dimana dalam kehidupan suatu masyarakat terdapat perbedaan tingkat kehidupan. Ayat ini menegaskan posisi Alquran yang berpihak untuk menegakkan hukum moral. Selanjutnya Alquran menyatakan dalam surat 41: 40. mewakili citra dirinya dan menjadi ukuran untuk menilai dirinya. Di atas kebebasan itu. Dalam kaitan ini. Pada ayat lain Alquran menyatakan dalam surat 17: 84. atau oleh perbedaan tingkat pendidikan dalam lingkungan kebudayaan. karena jika ada campur tangan Tuhan dalam amal perbuatan manusia. Rasul-Nya maupun bagi orang-orang yang beriman. Anjuran Alquran untuk berbuat sesuai dengan kemampuan pada dasarnya dapat dianggap sebagai anjuran yang bermakna etik. Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan kemampuan antara satu dengan yang lainnya. Seringkali terjadi dalam kehidupan masyarakat. seperti seorang arsitek yang dapat merancang suatu konstruksi bangunan yang berbeda dengan seorang ekonom yang hanya mampu merancang suatu bidang kegiatan ekonomi.surat 9: 195. karena kehidupan ini sesungguhnya menjadi kancah manusia diuji ‘amal perbuatannya.

berkehendak dan membenci. dan 2) ‘amal aljawarih. sedangkan i’timal adalah aktifitas yang terkait dengan kepentingan diri sendiri. seperti berpikir. ‘amal dikatakan sebagai aktivitas yang tidak terkait dengan kepentingan diri sendiri. Kadang-kadang dibedakan antara ‘amal dan I’timal. yaitu pekerjaan dari anggota tubuh manusia 1 . Dalam Tafsir al-Fakhr ar-Razi dikatakan bahwa apa yang disebut ‘amal mempunyai dua bagian. Menurut Ibn Atsir jika kata ‘amal yang berkedudukan sebagai fi’il dibaca ‘ammala maka bermakna walla artinya menguasai atau menjadikan sesuatu.‘Amal ialah al-fi-il artinya pekerjaan atau al-mihnah artinya pengabdian. yaitu 1) ‘amal al-qalb yaitu pekerjaan qalbu.

amal pada dasarnya dapat dipandang dari dua tahap yaitu tahap gagasan (pemikiran dan kesadaran) dan tahap gerak tubuh yang melahirkan tindakan konkrit dalam realitas kehidupan. kepada hukum-hukum Allah yang mengatur semua ciptaan-Nya. amal perbuatanlah yang menentukan arti hidup manusia. dan ketulusannya beribadah kepada-Nya. yaitu perbuatan nyata dari manusia yang menjadi hamba Allah (‘abd Allah) yang 1 . Manifestasi amal perbuatan seorang hamba Allah (‘abd Allah) adalah ketaatan dan kepatuhannya yang ikhlas atas perintah-perintah Allah. Pada amal perbuatan manusia inilah terletak hakikat manusia. ruh. tindakan yang tidak didasarkan pada kesadaran berpikir sesungguhnya tidak dapat dinilai secara etik. totalitas diri (jasad. bukan pada unsur pokok yang membentuk dirinya yaitu jasadnya hayat. ‘Amal dalam pandangan Alquran mempunyai arti yang amat luas. diri manusia akan dapat menemui Tuhannya dalam surat 18: 110. baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia. yang secara formal diatur dalam kehidupan keagamaan. Dari ayat-ayat tersebut di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa dalam pandangan Alquran. Kesatuan diri itu terjelma dalam amal perbuatan. dalam wujud kebudayaan. Manusia menampakkan dirinya secara nyata dalam karyanya. Melalui karyanya. yang nampak dalam gerak atau diam. hayat ruh. amal perbuatan nyata yang merupakan wujud dari kesatuan kedudukan manusia sebagai hamba Allah (‘abd Allah) yang bertugas menciptakan kebudayaan di muka bumi (khalifah Allah fil al-ardhi). Dalam karyanya. Oleh karena itu. yang menjelma menjadi perbuatan nyata. ‘Amal dalam hubungan ini adalah merupakan wujud penjelmaan kesatuan diri (nafs) – kesatuan jasad. kualitas kemanusiaan akan dilihat oleh Allah dan utusan-Nya serta orang-orang yang beriman dalam surat 9: 105. Amal dalam kaitannya dengan kebudayaan adalah merupakan lapangan kegiatan yang amat luas. Pandangan tauhid Alquran dalam konsep antropologi adalah terletak dalam pandangannya atas kesatuan manusia dalam diri yang disebut Alquran dengan kata nafs. karyanya.bertugas membentuk kebudayaan di muka bumi (khalifah Allah fil alardhi). Hakikat manusia adalah amalnya. Kesatuan dari gagasan dan tindakan dalam realitas kehidupan dapat dipandang sebagai proses pembentukan suatu kebudayaan. dan ruh) manusia menyatu secara nyata dan dinamis. hayat. hayat. yang menyakut berbagai aspek kehidupan manusia di dunia ini dan bukan semata-mata kegiatan peribadatan formal seperti yang diatur dalam kehidupan keagamaan. kesatuan diri dari unsur-unsur jasad. Pada tahap kesatuan gagasan dan aktualitasnya terdapat kaitaan dengan nilai etik. yang menjadi sunnah Allah. ruh. Jadi. Sedangkan manifestasi amal perbuatan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi adalah ketekunannya mengembangkan konsep-konsep dalam realitas kebudayaan dalam kehidupan masyarakat. dan dalam karyanya terjelam nilai-nilai kemanusiaannya. Kebudayaan sebagai penjelmaan kesatuan eksistensi diri manusia hamba Allah (abd Allah) adalah karya nyata dari manusia sebagai kalifah Allah di muka bumi. Hanya melalui karyanya yang baik.

hati mencoba menelusuri siapa Dia yang menempatkan letak-letak bintang yang begitu permai. Tatkala seseorang beranjak lebih dewasa dan mengenyam lebih banyak pengalaman. Dari arus pertanyaan yang mengalir dalam bisikan lubuk yang terdalam. namun kekuatan fitrah ini tidak dapat dihapuskan samasekali. mengalirlah perasaan romantis mengagumkan.maka siapakah penguasa di balik iradah dan kemampuan insan yang terbatas ini. karena semua persoalan aktivitas kehidupan umat Islam tidak dapat dilepaskan dari dua kalimah Syahadat ini. di dalam lubuk hati yang terdalam. mulai dari bentuk yang dangkal dan bersahaja berupa perasaan sampai ke tingkat yang lebih tinggi berupa penggunaan akal. terdapat suatu cetusan yang mempertanyakan tentang Penguasa tertinggi alam raya ini yang harus dijawab. hendak kemana saya. dari mana saya ini. Pengertian dan pemahaman manusia tentang Tuhan akan memberikan corak kepada perilaku dalam hidup beragama dan berbangsa. Oleh karena itu. maka kecenderungan untuk ingin tahu itu lebih keras lagi. serasi dan memukau. Makna Dua Kalimah Syahadat Dua kalimah syahadat merupakan pernyataan dasar seseorang untuk masuk ke dalam Islam. Ketika malam kelam. maka timbullah tanda tanya dalam hatinya sendiri tentang banyak hal. Demikianlah fitrah manusia bergolak mencari dan merindukan Tuhan. A. siapa yang menata langit dan membangunnya sedemikian kekar dan indah. Dalam ajaran Islam. KONSEPSI TUHAN DALAM ISLAM Ketika seseorang mulai menyadari eksistensi dirinya. Dalam ajaran Islam. memancar kecenderungan untuk ingin tahu berbagai rahasia yang masih merupakan misteri yang terselubung. agar dapat dibedakan secara filosofis. Sebaliknya banyak kejadian yang mendadak tak diduga sebelumnya. langit dihiasi dengan cahaya bintang.. Ketika pandangan diarahkan ke lazuardi biru. Pada tahap ini. Dia sewaktu-waktu muncul kepermukaan lautan kesadaran memanifestasikan kecenderungannya merindukan Tuhannya yang begitu lembut. Pertanyaan-pertanyaan itu antara lain. pernyataan ini diucapkan ketika seseorang sudah sampai masa baliq (kedewasaan) dengan tanda. Tetapi di balik kekaguman akan romantika itu. Nampak kian banyak misteri yang terselubung di balik kehidupan ini. bukan saja naluri yang bergolak tetapi otak dan logika mulai main untuk membentuk pengertian dan mengambil kesimpulan tentang adanya Tuhan. Banyak keinginan tidak selamanya terpenuhi. yang pernah diungkap ketika seseorang menyatakan dirinya Islam. setiap umat Islam sangat perlu memahami dua kalimah syahadat secara filosofis. maka hatipun bergetar. mengapa saya tiba-tiba ada. Boleh jadi fitrah ini sekali-kali tertutup kabut kegelapan sehingga nampak manusia tidak mau tahu siapa penciptanya. pemahaman tentang Tuhan ini berawal dari pernyataan umat Islam tentang dua kalimah syahadat. Karena itu. diperlukan suatu pengertian yang lebih mendasar. bagi laki-laki apabila telah mengalami mimpi mengeluarkan 1 . Kedangkalan dan kekeliruan dalam memahami konsep ketuhanan akan membawa akibat pula kepada kehidupan beragama dan bernegara.

Menurut medis kedewasaan seseorang secara biologis diperkirakan. Ketika seseorang telah mengalami kedewasaan sebagaimana diungkap di atas. bagi lakilaki pada umur + antara 12 – 15 tahun dan bagi wanita + antara 9 – 13 tahun apabila dalam pertumbuhan biologis yang sehat. maka peran orang tua untuk mengajarkan dua 1 .sperma (mani) dari kemaluannya. sedangkan bagi wanita apabila telah mengalami haid (cairan darah) dari kemaluannya.

maka tidak ada manusia di atas dunia ini yang tidak mempunyai Tuhan. Oleh karena itu. kepadanya tempat berpasrah kita berada dalam kesulitan. Menurut Ibnu Taimiyah memberikan pengertian Tuhan (Al Ilah) ialah “yang dipuja dengan penuh kecintaan hati. Dalam kamus besar bahasa Indonesia. Dua kalimah syahadat ini perlu dipahami oleh siapapun yang telah masuk dalam Islam. yang sering kata illah diterjemahakan dalam bahasa Indonesia diartikan dengan kata Tuhan. Dalam memahami dua kalimah syahadat ini. takun dan mengharapkannya. kata Tuhan diartikan sesuatu yang diyakini dipuja disembah oleh manusia sebagai yang Maha Kuasa. Pertama. kata Tuhan dinyatakan dengan kata rabbun yang artinya pembimbing atau ilaahun yang artinya gerakan atau dorongan. 1. kalimah syhadat tersebut. yang dipentingkan oleh manusia. Prosees Pemahaman Tentang Tuhan 1 . antara lain diartikan dengan the creator and ruller of the univers (pencipta dan penguasa alam semesta) atau any being regarded as or worshipped as happing power over nature and control over human affairs (sesuatu yang Kata Tuhan merupakan bahasa yang digunakan oleh bangsa Indonesia untuk mengungkapkan sesuatu yang diyakini dipuja dan disembah oleh manusia sebagai Yang Maha Kuasa. Namun persepsi setiap manusia memungkin kan terjadinya tanggapan dan pandangan tentang Tuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tahap pemikirannya. menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya” Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa Tuhan itu dapat berbentuk apa saja. Asal usul kata Tuhan ini. ada beberapa pertanyaan yang perlu dikemukakan untuk memperjelas dasar keyakinan seseorang. dari mana kata tersebut berasal. Maha Perkasa. hingga saat ini belum dapat diketahui dengan pasti. tidak cukup hanya mengetahui arti dari kalimah tersebut tanpa menganalisanya lebih lanjut.dipuja atau di sembah karena melebihi kekuatan alam dan menguasai aktivitas manusia) Dalam bahasa Arab. tunduk kepadanya. sebagai suatu pernyataan untuk menyatakan bahwa seseorang telah berada (masuk) dalam Islam. jika menjadi suatu yang dipentingkan. mengapa kalimah syahadat itu tidak langsung saja menyatakan kata Allah? Ketiga Mengapa hanaya nama Rasul Muhammmad Saw saja yang dinyatakan dalam kalimah syahadat? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu diuraikan terlebih dahulu tentang pengertian illah dalam dua kalimah syahadat ini. karena kalimah syahadat ini merupakan titik tolak awal dalam memahami Allah. jika seseorang berasal dari keluarga Islam. merendahkan diri dihadapannya. Maha Perkasa. Namun setiap bangsa Indonesia sudah dapat memahami apa yang dimaksud kata Tuhan tersebut. Ini berarti bahwa sesuatu yang diyakini oleh manusia apapun bentuknya. berdo’a dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri. 2. meminta perlindungan dari padanya. Pengertian Tentang Tuhan Dalam bahasa Inggris kata Tuhan disebut God. Ini bukan berarti bahwa sebelum seseorang itu dewasa tidak diajarkan dua kalimah syahadat tersebut. jika diambil suatu kesimpulan. mengapa kata illah dinyatakan di dalam kalimah syahadat tersebut? Kedua. maka telah menjadikan sesuatu itu Tuhan.

Roh itu akan senang apabila keutuhannya dipenuhi. mempunyai rasa senang dan rasa tidk senang serta mempunyai kebutuhan-kebutuhan. Menurut paham ini. Animisme Animisme berasal dari kata yang berarti jiwa dan roh. mempunyai roh (roh dalam uraian ini tidak sama dengan pengertian roh dalam Islam). dianggap mempunyai Mana yang hebat. Kekuatan yang ada pada benda-benda itu disebut dengan nama yang berbeda -beda pada setiap tempat.berusaha mengumpulkan Mana sebanyak-banyaknya. tetapi ia dapat dirasakan pengaruhnya. Saji-sajian yang sesuai dengan advis dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh itu.Dalam literature sejarah agama. masyarakat primitif juga mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. dikenal teori evolusionisme. dianggap mempunyai Mana yang hebat. Contohnya. Sesuatu yang mempunyai kekuatan dari yang lainnya. maka pohon itu mempunyai Mana yang hebat pula. Setiap benda itu mempunyai pengaruh pada manusia. ada yang berpengaruh positif dan apa pula berpengaruh negatif. yang berarti suatu teori yang menyatakan adanya sebuah proses dari suatu keyakinan yang amat sederhana hingga meningkat menjadi lebih sempurna. kekuatan dan keberaniannya luar biasa juga dianggap mempunyai Mana yang luar biasa. pohon-pohon yang besarnya melebihi pohon yang besar lainnya. roh dipercayai sebagai sesuatu yang akatif sekalipun bendanya hidup. maka cukuplah dengan air putih saja. Setiap benda yang dianggap benda baik. yang berarti bergerak atau bangkit. Untuk memperoleh ketenangan hidup dan agar terhindar dari gangguan Mana yang lain yang membahayakan. Oleh masyarakat primitif. telah mengakui adanya suatu kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan manusia. Di samping kepercayaan dinamisme. kekuatan dan keberaniannya luar biasa juga dianggap mempunyai Mana yang luar biasa. roh A pada hari Jumat Kliwon. 1 . Benda-benda yang ditakuti rohnya ialah benda yang dianggap mempunyai kekuatan atau Mana yang hebat. Benda-benda yang mempunyai Mana yang lebih dan yang lainnya disebut fetesy atau jimat (melanesia). Orang yang usia. Menurut kepercayaan nya ini. Jika menurut nasehat dukun. maka pohon itu mempunyai Mana yang hebat pula. biasanya dijadikan tokoh. Contohnya. Dukun-dukun. Syakti (India) dan Kami dalam bahasa Jepang. pohon-pohon yang besarnya melebihi pohon yang besar lainnya. maka ia akan dihantui oleh perasaan was-was dan takut. agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut haruslah diusahakan untuk memenuhi atau menyediakan kebutuhankebutuhannya. Benda-benda yang mempunyai Mana yang lebih dan yang lainnya disebut fetesy atau jimat. 2. Jika dukun menasehati cukup dengan air putih. manusia sejak zaman primitif. meminta advis dan minta bendabenda tertentu sebagai jimat. Tuah (melayu). maka seseorang tidak dapat membantah kecuali menurutinya. seperti mana dari yang lainnya.. Dinamisme Kata dinamisme berasal dari kata dinamo. Menurut teori Evolusionisme dalam proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan ini adalah sebagai berikut: 1. Dia akan dikunjungi oleh orang-orang untuk berobat. manusia harus . misalnya memerlukan sajian nasi kuning. Meskipun Mana itu tidak dapat diindera. apakah benda itu mati atau hidup. Mana adalah kekuatan yang tidak dapat dilihat atau diindera dengan pancaindera dan oleh karenanya dianggap sebagai sesuatu yang misterius. kemudian seseorang tidak melaksanakannya. Orng yang memliki Mana yang lebih dari orang lain. suatu roh harus mendapatkan perlakuan tertentu. tukang sihir dan sejenis dengannya. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. Jika menurut dukun. Orang yang usia. akan menjadi sanjungan dalam masyarakat rimitif.

Pada masyarakat primitif. dihormati dan disembah agar dapat menolong dan membantunya. roh nenek moyang. binatangbinatang dan pohon-pohon yang dipandang mempunyai roh. akan disanjung. Ikatan manusia dengan hal-hal tersebut di atas 1 . benda-benda.

kepercayaan manusia meningkat menjadi lebih defenitif (tertentu). meskipun dewa-dewa yang ada dibawahnya tetap mempunyai pengaruh. Jadi monoteisme dapat diberi pengertian “keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa”. pohon besar. Di samping trimurti. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya. Yesus dan Roh Kudus. Ketiga dewa tersebut membawahi dewa lainnya seperti Ani (api). Ada bermacam-macam bentuk keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai berikut : 1 . Mesti ada satu yang melebihi yang lainnya. dewa Mitra dan dewa Worouna yang masing-masing membidangi alam. dewa Zeus sudah tentu lebih dimuliakan dari dewa-dewa dibahwanya. dan Wisnu. Syiwa. lama-lama dinyatakan tidak memberi kepuasan. Oleh karena itu. namun masih mengakui Tuhan (ilah) dari bangsa lain. meskipun telah mengakui Elohim sebagai Tuhannya. Dewa cahaya. Henoteisme Perkembangan dari politeisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum cendikiawan dari satu masyarakat. 5. mengingat terlalu banyaknya yang menjadi sanjungan dan pujaan mereka. Nama atau sebutan dewa-dewa tersebut berbeda-beda pada masing-masing bangsa. Pertiwi (bumi) dan lain sebagainya. Dalam proses waktu. Monoteisme Mernurut teori evolusi perkembangan terakhir dari proses pemahaman ketuhanan ini adalah monoteisme. 4. ada yang membidangi masalah air. Bapak. Di dalam agama Yunani kuno misalnya. Dalam kepercayaan semula antara satu dewa dengan dewa yang lain mempunyai kedudukan yang sama atau sederajat. Roh yang lebih dari yang lain itu kemudian disebut dewa. Pada agama weda misalnya. namun masih mengakui Ra sebagai Dewa bangsa Mesir. dikenal pula adanya konsep tritunggal (trinitas) pada agama kristen yang diartikan Tuhan itu ialah Allah baik lahir maupun batinnya amat kuat. laut apai dan lain-lain. 3. binatang tertentu. ada tiga. Politteisme Kepercayaan yang disebut dinamisme yang sebenarnya bersamaan dengan kepercayaan animisme. Kata mono dalam bahasa Yunani diartikan satu. sementara di Jerman disebut Thor atau Donnar. di Mesir disebut Ra dan di dalam agama Weda disebut dewa Indra. Satu bangsa hanya mengakui ada satu dewa yang disebut dengan Tuhan. ada yang membidangi angin dan lain sebagainya. Kepercayaan terhadap tiga dewa senior tersebut dikenal dengan istilah trimurti (tiga sembahan). di Babilonia disebut Syam. dari dewa-dewa yang diakui.Sedangkan dalam agama Hindu trimurti adalah Brhama. Bangsa Yahudi yang ada di Mesi. Itulah sebabnya pada masayarakat ini terjadi penyembahan-penyembahan terhadap patung. dianggap hanya ada satu dewa yang mempunyai kelebihan dari dewa yang lain. diadakan seleksi karena tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama. dewa Indra. Soma ( minuman). cahaya dan ketertiban alam. Lambat laun. Kepercayaan semacam ini yaitu satu Tuhan untuk satu Bangsa disebut dengan henoteisme (Tuhan tingkat Nasional). Dewa itu mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. dan teisme dalam bahasaYunani disebut Theus diartikan Tuhan. Ketiga Tuhan itu adalah satu jua adanya.

dengan rincian: 80 kali disebut“ilaha.65. 2:163.255.18. 91. lebih dari 2500 kali disebutkan di dalam Alquran (Tidak terhitung dengan kata ar-Rabb.51. 22:43 29:46. 35:3 37:35.61.73. 21:108. Dalam bahasa Alquran kata Tuhan disebut “ilah”.62. 28:88. 51:51.6.91. 18:110. Islam menyakini Monoteisme murni bukan produk pikiran atau hasil perkembangan pikiran. 3. Ada yang bersifat fisik (Raja.ilahika”dalam surat 2:133.38. 38:5. 45:23 . yang akhirnya dianggap sebagai satu-satunya Dewa.2 kali disebut “ilahaka.84. 16:51 1 kali disebut “ilahuna” dalam surat 29: 46 Ungkap ayat-ayat Alquran di atas.84.72. Tuhan dalam Al Quran Menurut Fazlur Rahman dalam bukunya Tema-tema Pokok Alquran menyatakan bahwa Alquran adalah sebuah dokumen untuk ummat manusia. 64:13.39.163. ar-Rahman).10 kali diungkap “ilahakum. 40:3. Tiap bentuk dan rupa yang ditemukandalam alam (termasuk dalam alamimajinasi pikiran manusia). 41: .2 kali dinyatakan “ilahahu.46. 39:6. 43:84. kata “ilah” diungkap dalam Alquran sebanyak 113 kali dalam bentuk tunggal (ilaahun). 14:52.85.32. Tuhan Yang Maha Esa itu tidak mungkin ditemukan oleh pikiran manusia. Perkataan “Allah” adalah nama Tuhan yang sesungguhnya. dan yang lain-lain yang 1 - Monoteisme murni jika di-Indonesiakan dapat disebut dengan Keesaan Tuhan. 16:2.98.88. 73:9. 3:2. sifat dan perbuatan. 20:88. 11:14. 9:31.18. memberikan pengertian bahwa kata “Tuhan” atau “ilah” mempunyai arti yang beraneka-ragam. 7:138.87. 23:23. 11:50. dalm bentuk ganda (munthanna. Tiap sifat yang ditemukan pada alam.106. bukan sifat Tuhan. 20:8. 21:29. ilaahaini) dan dalam bentuk banyak atau jamak (aalihatun). 27:60. Monoteisme Teoritis adalah suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 20:97 . 6: 102. 20:88. 14. dalam surat 25:43. 3:62.23. tapi hanya satu Tuhan saja yang diarah dan dipuja.63. hanya mungkin dihayati dengan hati. 64. ilahun” dalam surat 2:133. 59:22. 28:70. 25:68. 108 22:34. 23:117. 98. 15:96. 5:73. 4:171. ilahukum” dalam surat 37:4. 6:19. Islam mengistilahakannya dengan Tauhid (mengesakan). 40:37. 140. 10:90. 41:6. . hanyalah Islam.16 kali disebut “ilahan” dalam surat 2:133. 18:14. Satusatunya yang menganut monoteisme murni diantara filsafat dan agama-agama di dunia sekarang. 38:65. 7:59. 23:116. 7:158. penguasa. 5:73. tidak ada duanya. Bahkan kitab ini sendiri menamakan dirinya “petunjuk bagi . tapi dalam prakteknya lebih dari satu Tuhan Monoteisme Murni adalah suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa baik dalam jumlah. Dengan demikian ujud keyakinan seperti ini sangant berlawanan dengan teori ilmu.213. 28:71. 52:43. 2 kali disebut “ilahiyin” dalam surat 5:116.62. 26:29. 2:163. 114:3. ilahin. 50:26. 9:31.61 . 16: 22. Tuhan memiliki sifat satu-satunya. 4:87. bukan bentuk dan rupa Tuhan - manusia” (huddal lin-nas) dalam surat 2: 185 dan berbagai julukan lain yang senanda di dalam ayat-ayat yang lain. 18:110. 13:30. 28:38.- Monoteisme Praktis adalah suatu keyakinan yang tidak mengingkari dewa-dewa lain. 17:22. 21:25. tapi adalah wahyu yang diturunkan oleh Tuhan yang Maha Esa sendiri melalui Utusan-Nya. 27:26.129. Monoteisme Spekulatif adalah suastu keyakinan yang terbentuk karena bermacam-macam gambaran Dewa-dewa lebur menjadi satu gambaran. 16:22.

dipatuhi dan dipuja) dan ada yang bersifat abstrak (hawa nafsu. 1 . kepentingan pribadi yang dipatuhi dan dipuja).

22:43. dikemukan dalam surat 29:46. 16:22. 41:6. 21:108. Maha Perkasa. Tuhan kamu Tuhan Yang Satu. Dengan mengemukan alasan-alasan tersebut diatas. 18:110. 38:4. dalam pengertian Alquran mempunyai arti yang beraneka-ragam. Yang diterjemahkan sebagai berikut : “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya (keinginan-keinginan) sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan Ilmu-Nya”………… dan dalam surat 25:43. 14:52. dinyatakan dalam surat 11:84. Karena itu kata ilah ini diungkap dalam Alquran untuk menunjuk kan sesuatu keyakinan yang salah. Alquran memberitahukan pula bahwa ajaran tentang Allah diberikan juga kepada para Rasul sebelum Muhammad. dan sesungguhnya Allah. adalah suatu keyakinan yang benar karena Allah memberikan namaNya sendiri adalah Allah. karena tidak ada kata lain yang tepat untuk meyatakan keyakinan kepada Sang Pencipta. sedangkan keyakianan dengan menggunakan kata Allah. yang berlawan dengan suatu keyakinan yang benar. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” “Katakanlah (ya Muhammad): Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan. 16:22. ilahan wahidan (Tuhan Yang Satu. 38:5. Disinilah letak kekuatiran umat Islam selama ini dalam menggunakan kata Tuhan untuk nama Allah. “Maka Ketahuilah. 5:72 dan Allah menyatakan diriNya sendiri itu adalah Esa. diterjemahkan sebagai berikut : “Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar. 5:73. 22: 34. diungkap dengan nada yang sama “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Sebagaimana diungkap perbedaan tersebut dalam surat 45:23. 38:65. 29:46. 41:6 . Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu”. Permasalahan muncul dalam kehidupan beragama adalah dalam memberi pengertian nama Allah diartikan sama dengan kata Tuhan dalam bahasa Indonesia. 6:19. . 9:31.Suatu yang dilema bagi bahasa Indonesia untuk menyatakan suatu keyakinannya menyebut nama Tuhan. 4:171. 21:108. Sementara Bahasa Alquran sangat membedakan kata ilah dengan kata Allah. dan sekali-kalitidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa dan Maha mengalakan”. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Alquran membedakan keyakinan manusia menggunakan kata ilah. dan ilahukum ilahu wahid.Kata ilahan wahidan dalam surat 2:133.Kata ilahukum ilahu wahid dalam surat 37:4. dan Allah menyatakan diriNya tidak dapat dilihat dengan mata diungkap dalam surat 6:103. Tuhan Yang Satu) . Karena konotasi kata Tuhan sebagaimana telah diungkap di atas. sementara kata ilah diartikan juga dengan kata Tuhan dalam bahasa Indonesia atau bahasa lain. 18:110. 2:163. Alquran menyatakan nama Allah dengan kata ilahu wahid. maka menurut informasi Alquran bahwa sebutan yang benar bagi Tuhan yang 1 . bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mu’min.Kata ilahu wahid dalam surat 2:163. Hal ini dinyatakan antara lain dalam surat 3:62. 47:19. laki-laki dan perempuan. karena konotasi kata ilah membawa suatu keyakinan yang salah. namun konotasi yang dimaksudkan sudah dapat dipahami bahwa arti kata Tuhan itu adalah sebagaimana yang diungkap dalam kamus Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang diyakini dipuji disembah oleh manusia sebagai Yang Maha Kuasa.51. dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. 20:98.

yang mengikrarkan kalimat syahadat La ilaaha illa Allah harus menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam setiap gerak dan tindakan dan ucapannya. didalam bahasa Al Qur’an maupun bahasa Arab pengertian (ILAH) diartikan “sesuatu yang diyakini selain Allah”. Kalimat Syahadat di atas. yang tidak berasal dari bagian-bagian dan tidak pula dapat dibagi menjadi bagian-bagian. Keesaan Allah adalah mutlak. dan kemahaesaan Allah tidak melalui suatu teori evolusi melainkan wahyu yang dating dari Allah sendiri. artinya “jangan sekalikali” dan “tidak ada sama sekali” kedua pengertian ini dapat digunakan dalam memahami ungkapan dua kalimah syahadat tersebut. Persoalannya sedikit rumit karena kita berbicara masuk dalam wilayah keyakinan. Kata (LA) dalam kalimat syahadat. Penomena ini dapat dilihat dalam keseharian kita. Dalam pembahasan ini yang dimaksud dengan kata makna adalah arti dari suatu pemahaman dengan sudut pandang Islam dan pendekatan filosofis dari kalimat syahadat yang dikaitkan dengan realitas kehidupan manusia. Jika pengertian yang dimaksud demikian. Jika kalimat syahadat diterjemahkan maka artinya sebagai berikut “aku bersaksi/menyatakan tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammmad adalah utusan Allah”. maka konsep tauhid itu telah ada sejak datangnya Rasul Adam di muka bumi ini. Dari kalimat syahadat tersebut ada dua hal yang sangat perlu dipertanyakan. mka kalimat (LA ILAHA ILA ALLAH) dapat diarti sebagai berikut”jangan sekalikali mengakui ada Tuhan kecuali Allah” dan atau “tidak ada sama sekali mengakui Tuhan kecuali Allah”. Ia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan yang lain. Dari analisa pengertian diatas dari sudut pandang lkeyakinan Islam. 4 . mengapa kata (ILLAH) termasuk dalam kalimah syahadat dan mengapa hanya nama nabi Muhammad SAW saja yang termasuk dalam kalimat tesebut. dengan pengertian bahwa kita menolak sesuatu yang tidak kita inginkan dan kita menerima sesuatu yang kita inginkan. baru hanya dibibir. tidak semua manusia mempunyai persepsi yang sama. Esa menurut Alquran adalah esa yang benar benar esa. Kata (ILAH) dalam kalimat syahadat diartikan sebagai Tuhan. Namun dalam realitas kehidupan sebagai seorang muslim. maka sebagai seorang muslim yang telah menyatakan ungkapan tersebut. berarti tidak ada lagi di dalam dirinya untuk mengakui sesuatu kekuatan kecuali Allah. Terjemahan tersebut sangat popular didengar. untuk mendapatkan asuatu makna diperlukan suatu analisa. Ini berarti jika wahyu Allah itu diturunkan sejak Rasul Adam. maka perlu dipertegas dengan suatu pemahaman terhadap dua kalimah syahadat itu sendiri. Disinilah letak persoalannya mengapa setiap manusia mempunyai pandangan yang berbeda-beda. namun jika dipahami secara mendasar maka kalimat tersebut merupakan kalimat penolakan dan sekaligus kalimat penerimaan. jika dianalisa dalam bahasa Arab disebut LA NAHIYAH DAN LA NAFIYAH. pengakuan seperti diungkap tersebut belum menjadi sebuah komitmen. Makna Kalimah Syahadat dalam Realitas Kehidupan Dalam kamus besar Bahasa Indonesia kata ‘makna’ dinyatakan dengan kata maksud atau arti. Konsep kalimat La ilaaha illah Allah yang bersumber dari Alquran memang pentunjuk bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk mencari Tuhan yang lain selain Allah dan hal ini dapat kelihatan dalam sikap dan praktek menjalani kehidupan.sesungguhnya adalah sebutan ALLAH. Namun dalam bahasa Indonesia kata Tuhan. agar dapat dipahami dengan jelas makna yang tepat. 1 . Sebagai umat Islam. jika dianalisa secara semantic mempunyai arti yang berabeka ragam.

Jika dipahami dari pendekatan filosofis. ketika seseorang telah menyatakan kalimat (LA ILLA ILA ALLAH) ini berarti pengakuan seseorang muslim terhadap dirinya bahwa tidak ada lagi Tuhan di 1 .

Perbedaan. Apakah kamu hendak memaksa orang supaya mereka beriman semuanya” Landasan kedua Hadist Rasullah SAW yang diterjemahkan sebagai berikut : “ Setiap anak yang dilahirkan membawa fitrahnya. kebebasan atau kemerdekaaan yang mengindahkan aturan tata karma yang telah disepakati dalam kehidupan manusia walaupun tidak tertulis. pendapat dan berpikir serta perbedaan dalam memilih agama. Perbedaan dalam bentuk ini semua manusia telah sepakat mengakui. Al Qur’an mengajarkan kepada manusia untuk memberikan penyadaran bahwa 1 . tentulah akan beriman semua orang yang ada dimuka bumi ini seluruhnya. Allah memberitahukan kepada manusia bahwa ada Tuhan lain selain Allah yang akan dipahami oleh manusia 2. Dalam arti bahwa perbedaaan. Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih yang terbaik buat manusia Dalam realitas kehidupan bahwa keanekaragaman yang ada bukan diciptakan oleh manusia justru Allah yang menghendaki. berate ia berpegang kepada tali yang berbuhul kuat yang tidak mungkin putus. Dengan pengertian lain. sebab jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. Perbedaan tersebut bukan perbedaan dalam arti fisik. Tuhan tidak ada atau hilang. karena perbedaaan dalam bentuk ini merupakan kodrat yang memang sudah berbeda. seperti perbedaaan pandangan. namun bukan berarti bahwa di luar dirinya. aku bukan penyembah apa yang kalian sembah. namun Allah menghendaki perbedaan. apakah bapaknya Yahudi ataukah nasrani ataukah majuzi” (hadist diriwayatkan oleh Buchari dan Muslim). Allah maha mendengar dan Mengetahui” “ Dan kalaulah Tuhanmu menghendaki. Inilah yang dimaksudkan kalimat (LA ILAHA ILA ALLAH). Dari landasan di atas. Kenyataan ini tidak dapat diingkari oleh manusia apapun bentuknya. dalam pemahaman sesorang muslim. kebebasan atau kemerdekaan dalam segala hal kehidupan yang diberikan Allah kepada manusia. dan kalian tidak pula akan menyembah apa yang aku sembah. kalian bukan pula penyembah apa yang aku sembah. namun perbedaaan dalam psikologis belum tentu dapat diakui oleh semua manusia. kebebasan atau kemerdekaan adalah hak yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia. merupakan sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. oleh karena itu perbedaan. untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku pula” “Tidak ada paksaan dalam menganut agama. Landasan pertama adalah Al Qur’an dalam surat 109: 1-6 dan 2: 256.dalam dirinya. ada dua hal yang paling dasar yang perlu dipahami : 1. jika kita mengatakan bahwa tidak ada sesuatu di dalam diri kita. hanya yang beriman kepada Allah. bukan berarti sesuatu itu tidak ada di luar diri kita. yang ada hanya ALLAH. serta 10: 99 yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai berikut: “Katakanlah!: Hai orang-orang kafir. Suatu pertanyaan untuk memperjelas analisa dalam memahami Kalimat Syahadat tersebut adalah mengapa kata ILLA ini termasuk dalam kalimat Syahadat? Pertanyaan mengapa dalam pendekatan keilmuan memerlukan jawaban yang menggunakan landasan dan argumentasi yang jelas. Barang siapa yang ingkar kepada thaqut. kebebasan atau kemerdekaaan yang memiliki nilai-nilai kemanusia. aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah.

bentuk baru dari sesuatu yang sebelum tidak ada. adanya bahan atau material yang dipakai.perbedaan itu harus diakui adanya. Manusia selalu ingin yang baru. menciptakan konsep-konsep pembangunan yang baru sesuai dengan perubahan yang senantiasa terjadi dalam kehidupan manusia. dan seterusnya. menggantikan yang lama. Konsepsi Penciptaan Alam Semesta 1 . Pengertian Penciptaan Penciptaan adalah suatu proses mewujudkan gagasan dalam kenyataan. dengan menggunakan bahan tertentu pula sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. dan dengan kemampuan kreatifnya ia menjelajahi bahkan menghadirkan bayangan hari depan ke kekinian. manusia senantiasa terlibat dalam proses penciptaan . membangun jalan layang untuk mengatasi kemacetan karena semakin banyaknya kenderaan-kenderaan yang harus diproduksi. konstruksi. transformasi dan model khusus dari hasil akhir atau penggunaannya. Proses penciptaan bermula dari adanya pencipta yang memikirkan sesuatu hal. 1. telah mendorong manusia untuk memasuki medan penciptaan yang tak pernah mandek. Setelah konsep itu jelas. ukuran kekuatan atau kapasitas serta tujuan atau hasil yang ingin dicapainya. kemudian proses penciptaan itu dimulai dalam ruang dan waktu tertentu. dengan kekuatan tenaga yang dimiliki. Keinginan memasuki pengalaman yang baru atau kebaruan. yang dirasa sudah usang. Analisis literer menunjukkan bahwa kata penciptaan mengandung beberapa bagian atau komponen yaitu adanya pencipta atau pelaku penciptaan. cara atau metodae penciptaan. Sesuatu hal itu difikirkan menjadi suatu konsep berupa gugusan ide yang meliputi bentuk atau model. antara lain menciptakan gedung-gedung yang berlomba makin tinggi seakan-akan ingin mecakar langit. Dalam kehidupan sehari-hari. maka jadilah suatu wujud baru. dan bukan diartikan suatu permusuhan.

Kualitas suatu kejadian atau produk sepenuhnya ditentukan oleh kualitas penciptanya. Oleh karena itu. kualitas ciptaan manusia jauh lebih rendah daripada 1 .Nyatalah bahwa dalam kehidupan ini. tidak ada sesuatu yang terjadi dengan sendirinya atau kebetulan.

Jika moralitas manusia rendah. peneguhan eksistensi manusia. penciptaan bagi manusia merupakan tanggung jawab moral. 50: 38. Kemampuan penciptaan yang dimilikinya merupakan anugrah Tuhan yang paling berharga bagi kehidupannya. 32: 4. Eksistensi Tuhan sepenuhnya melekat pada penciptaaan. 2. maka ilmu dan teknologi akan meyemaikan harapan dan kesejahteraaan bagi kehidupan bersama.Sebaliknya. dab akibatnya akan sangat luas dalam kehidupan masyarakat. karenanya dalam ciptaan Tuhan termuat eksistensi dari Tuhan. maka ilmu dan teknologi srta wujud kebudayaan lainnya sebagainya produk manusia.Allah adalah al-Khaliq. mengontrolnya terus-menerus agar tidk mencelakakan dirinya. Al-Qur’an mengatakan dalam surat arRa’d (13:16) : “Katakanlah:’Siapakah Tuhan langit dan bumi?’ Jawabnya Allah. Al-Qur’an mengatakan dalam surat al-‘Araf ayat 54. Sebaliknya dalam ciptaan manusia tidak terdapat di dalamnya mekanisme control yang bekerja secara otomatis. Katakanlah: ‘Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindung dari selain Allah.Penciptaan semua yang ada ini langit dan bumi seisinya menurut al-Quran berlangsung dalam waktu tertentu. tidak mustahil akan mengakibatkan bencana.ciptaan Tuhan. padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?’ Katakanlah: ‘Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat. karena kelalian akan fatal akibatnya. 11: 7. 1 . Kenyataan tidak adanya mekanisme control bagi ciptaan manusia menyebabkan adanya ketergantungan yang penuh kepadanya. penciptaan yang didasarkan moralitas dan untuk tujuan-tujuan kemanusiaan pada hakikatnya adalah upaya peneguhan. untuk melakukan perbaikan atau penggantian sesuatu yang rusak. Demikian juga sebaliknya. atau samakah gelap-gulita dan terang-benderang. Akibatnya manusia harus selalu awas terhadap hasil ciptaannya. Sesungguhnya penciptaan adalah suatu aktivitas yang sangat menentukan bagi adanya eksistensi. 57:4. Penciptaan Dalam Al-Qur’an Dalam al-Qur’an dinyatakan bahwa Allahlah yang Pencipta semua yang ada ini. Penciptaan yang mempunyai tujuan-tujuan yang bertentangan dengan moralitas atau kemanusian pada hakekatnya merupakan upaya penghancuran. dan dapat dilihat juga dalam surat 10 :3. Penciptaan bagi manusia adalah aktivitas yang menentukan eksistensinya di dunia ini. Kesempurnaan dan keteraturan srta keseimbangan yang terkandung dalam ciptaaan Tuhan adalah merupakan wujud kesempurnaan Tuhan. Dengan demikian. Eksistensi manusia makin teguh oleh aktivitas penciptaannya. apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaanNya sehingga kedua ciptaaan itu serupa menurut pandangan mereka?’ Katakanlah: ‘Allah adalah pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. karena digunakan bukan untuk tujuan-tujuan yang baik. . penghancuran terhadap eksistensi manusia sendiri. Tantang dan perubahan yang terus-menerus terjadi dalam kehidupannya mengharuskan manusia memberikan jawaban dan jawaban itu sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari kemampuannya menciptakan. . Dalam setiap upaya penciptaan selalu terkandung di dalamnya tujuan. Dalam setiap ciptaan Tuhan terdapat di dalamnya mekanisme control yang bekerja secara otomatis untuk memperbaiki atau menggantikan kerusakan yang terjadi. jika moralitas manusia kuat. menciptakan sesuatu dri sesuatu yang ada mendahuluinya. 25: 59.

Ayat ini yang senada dengan ayat tersebut diatas 7 : 54.Bagi manusia. penciptaan semua itu hendaknya menjadikan ia ingat terhadap kekuasaan Allah dan tunduk pada hukum-hukumNya. 14:10. . terdapat ayat-ayat yaitu tanda-tanda kebesaran Allah. yang hendaknya menjadi bahan renungan dan pemikiran manusia. 21:30. 51:47. 10 : 3.39:46. Al-Qur’an menyatakan dalam surat 10: 3. Al-Qur’an menyatakan dalam surat 2: 164. bukan berarti Allah menciptakan sesuatu berhadapan hadapan satu dengan yang lainnya .Penciptaan itu tidaklah sia-sia. 25: 59. pernyataan senada tentang proses penciptaan alam semesta. 1 .12. Al-Qur’an mengatakan dalam surat 21: 16.11. 10 : 3. 36:22 . KHALIQ . BAD’ Kata Bad’ ini sebanyak 4 kali dalam 4 surat. 65:12. 32: 4. 43:27 3 Proses Penciptaan Alam Semesta Membicarakan proses penciptaan alam semesta. FATHIR Kata Fathir ini 20 kali dalam 17 sura. 20:72.. 57:4. 42:11. 25: 59.79. 57:4. tanpa manfaat ataupun makna. Al-Qur’an mengatakan dalam surat 21: 30. seperti manusia melakukan suatu perbuatan. . niscaya orang-orangyang kafir itu akan berkata ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata” . 12:101. 11: 7. 3. 57: 27. 30:30. Penciptaan itu sama sekali bukan main-main. dan dapat dilihat juga dalam surat 44: 38-39. Dari ayat-ayat di atas ini. agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya.Selanjutnya al-Qur’an menegaskan bahwa dalam penciptaan semua yang ada itu. dan dapat dilihat juga dalam surat 41: 11-12. 11: 7. Pengungkapan Al qur’an tentang Penciptaan Alam Semesta dalam bentuk kata : 1. 41: 9. 11:51. 17:51. Al Qur’an memberikan informasi tentang bagaimana alam ini diciptakan dalam surat 11 : 7 dengan arti : “ Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan adalah ‘Arsy-Nya di atas (al-ma) air. Jangan dibayangkan seperti itu. 50: 38. 51:47. 21:30.11.12. 65:12. 50: 38. 6:14.Kata khaliq ini sebanyak 13 kali yang tersebar dalam 9 surat. 6:101. 2 : 117.10. 21:56.Penciptaan itu bermula dari air. 46:9. . 2. 32: 4. Terjemahan yang diungkap tentang kalimat “Wahuwal lazi khalaqas sama’wati wal ardhi fi sittati ayyam wa kana arsy alal ma’” diartikan dalam terjemahan al Qur’an yang diterbitkan oleh Departemen Agama “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enan masa dan arsy Nya di atas air”. dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekkah) sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati. 35:1. sulit bagi manusia untuk memahami manakala kita masih meletakan posisi serperti apa yang dilakukan oleh manusia..10. 41: 9.

1 .Semetara itu dalam pengertian lain kalimat “Wahuwal lazi khalaqas sama’wati wal ardhi fi sittati ayyam wa kana arsy alal ma’” diartikan atau diterjemahakan “Dan Dialah yang menciptakan ruang alam (al sama’) dan materi (al ardhi) dalam enan masa dan arsy Nya di atas al ma’”.

yaitu bakal bumi. kimia kata al ma’ diartikan sop kosmos atau zat alir. karena al Qur’an tidak memberikan petunjuk-petunjuk ke arah itu. yang sudah ada sesaat setelah Allah menciptakan jagat raya. ialah kata ratq dan fatq. yang ketika itu penuh “embunan” Kata Dukhan dalam al Qur’an hanya ditemukan dua kali. Bucaille memahami kata ini sebagai asap yang terdiri dari stratum ( lapisan) gas dengan berbagai-bagai yang kecil yang mungkin memasuki tahap keadaan keras atau cair dan dalam suhu rendah atau tinggi. 1 . Kemudian proses berikutnya. ruang alam (al-sama’) dan materi (al-ardh) sebelum dipisahkan Allah adalah sesuatu yang padu. bagaimana bentuk kesatuan sesuatu yang padu (ratq) itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas. Sedangkan kata al-ardh yang biasa diartikan dengan kata bumi – di sini lebih tepat dipahami dengan materi.5 miliyar tahun yang lalu di sekitar matahari. Apakah alam semesta ini diciptakan dari materi yang sudah ada atau dari ketidakadaan.. bintang-bintang dan lainnya. Sementara air terdiri dari atom oksigen dan atom-atom hydrogen dalam fase penciptaan alam belum dapat berbentuk dan isi alam ketika itu merupakan radiasi dan materi yang ada pada suhu yang sangat tinggi itu wujudnya lain daripada air yang ada sekarang ini. Memuatnya satu kali dalam surat Fushshilat 41:11 dan satu lagi dalam surat aldukhan/ 44 :10. berada di atas al ma’. yang lazim diartikan dengan kata langit – harus dipahami sebagai ruang alam yang di dalamnya terdapat galaksigalaksi. Rangkaian proses berikutnya. dan fathr. tidak berbicara tentang proses penciptaan alam semesta seperti dalam surat Fushshilat. Jadi alam semesta ketika itu merupakan satu kumpulan . kata kunci yang mengarahkan untuk disimpulkan demikian. Kesimpulan sementara hanya dapat dikatakan bahwa sebelum terjadi ruang alam (al-sama’) dan materi (al-ardh) seperti sekarang. Jadi ketiga bentuk kata itu hanya menjelaskan bahwa Allah Pencipta alam semesta tanpa menyebutkan dari ada atau tiada. alam semesta merupakan satu kesatuan yang bersifat padu. Dalam terjemahan yang dipahami selama ini al ma’ ini diartikan dengan kata air. karena itu beberapa referensi berusaha menafsirkan kata ini. dan tanah di bumi kita ini baru terjadi sekitar 3 miliyar tahun yang lalu sebagai kerak di atas magma. Ibn Kasir menafsirkan dengan sejenis uap air. Ada juga yang melukiskan kehalusan dan keringan sifat dukhan. memang dirasakan amat sulit. Hal ini diperoleh dari pernyataan surat Fushshilat 41:11 yang berbunyi artinya : Kemudian Allah menuju penciptaan ruang alam (al-sama). Akan tetapi kata dukhan yang terdapat dalam surat dukhan. tidak ditemukan redaksi ayat dengan penjelasan yang tegas. setelah terjadi pemisahan oleh Allah alam semesta mengalami proses transisi fase membentuk dukhan. bumi baru terbentuk sekitar 4. Kata al-sama’. Sedangkan kata fatq menunjukkan pula tentang proses penciptaannya lebih lanjut. Sehubungan dengan tidak adanya al Qur’an menjelaskan apa sesungguhnya yang dimaksud dengan kata Dukhan. Dari informasi tentang ayat-ayat proses penciptaan alam semesta tersebut ada tiga bentuk kata yang erat kaitannya dengan proses penciptaan alam tersebut adalah kahlq. seperti yang digambarkan dalam surat al-biya’/20:30.Yang dimaksud dengan pengertian arsy adalah singgasana atau kekuasaan yang dimiliki Allah. Perlu dipertanyakan. Hal ini untuk menghidari konsep yang keliru tentang pengertian langit yang dipahami sebagai bola super raksasa yang mewadahi seluruh ruang alam. sementara dalam bahasa ilmu pengetahuan alam atau fisika. Kata ratq menunjukkan alam semesta pada awal penciptaannya. Karena menurut penelitian ilmuwan. Demikian pula dengan al ma’ lebih tepat diartikan dengan zat alir atau sop kosmos ketimbang dengan kata air. bad.

sebelum alam semesta terbentuk sekarang ia mengalami bentuk atau sifat semacam zat alir atau sop kosmos. dan ia juga merupakan syarat mutlak untuk terjadinya kehidupan. zat ini mempunyai wujud yang berbeda ketika alam semesta dalam proses penciptaan. seperti yang telah disinggu sebelumnya. Secara global dalam surat hud/ 11:7. 7:54. Sesungguhnya sehari di sisi Allah adalah seribu tahun dari tahuntahun yang kamu hitung”(22:47) “Dia mengatur urusan dari langit (ruang alam’) ke bumi (materi) kemudian urusan itu naik kepada-NYa dalam saatu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitungan mu”(32:5) 1 . Surat al biya’ ini diperkuat dalam surat al. padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. tetapi ia harus dipandang sebagai tahapan atau priode penciptaan alam semesta secara keseluruhan dalam waktu yang sama.. 10:3. Bukan pulah menunjukkan materi asal dari ruang alam (al-sama’) akan tetapi ia menjelaskan tentang bentuk alam semesta ketika berlangsung fase awal penciptaannya. 5. maka seharusnya kata ini dipahami dengan hasil temuan sains yang telah terandalkan kebenarannya secara emperis. Jadi.. Menurut kalam arab dan kebanyakan ayat-ayat al qur’an.Nur/ 24:45 bahwa Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air. Sebagaimana dukhan al quran juga menunjukkan bahwa zat alir atau sop kosmos (al-ma’) telah ada sebagai salah satu konisi terwujudnya alam semesta. 32. 50:38. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kata al-ma dalam al qur’an dapat diartikan sebagai zat alir secara umum . 57:4. kata ini dipakaikan kepada suatu masa atau periode (juz’min al-zaman) yang kadarnya tidak dapat ditentukan dan tidak ada seorang pun yang mengetahui hakikatnya secara pasti kecuali Allah. Jika diterjemahkan satu hari sama dengan hari dunia sekarang ini tentu tidak logis dan ia juga bertentasngan dengan ayat-ayat al qur’an yang lain.Supaya tidak terjadi kekeliruan dalam menangkap maksud kata dukhan yang dihunbungakan dengan proses penciptaan alam semesta. Agar tidak menjadi suatu kesalahan bagi yang mengatakan bahwa ruang alam (al-sama’) berasal dari materi sejenis dukhan. sedang surat albaiya’/21:30 menjelaskan al-ma’ (air) sangat dibutuhkan dalam kehidupan atau dari air diciptakan sekalian makhluk hidup. pembicaraan al-ma’ (zat alir) dalam surat Hud/ 11:7 erat kaitanya dengan proses penciptaan alam semesta. 70 :4 “Dan mereka meminta kepada mu agar azab itu disegerakan. Kata yaum dengan jamaknya ayyam (tahapan atau priode) dalam al qur’an bukanlah dimaksud batasan waktu antara terbenamnya matahari hingga terbitnya matahari seperti hari di bumi. Enam tahap tau priode tersebut bukanlah menunjukkan uruturutandalam penciptaan al-sama’ (ruang alam) dan al-ardh (materi) serta lainnya. Kemudian daoam al qur’an berturut-turut disebut bahwa alam semesta diciptakan selama enam masa (tahap) atau priode. 32:4. 25:59. 41:9-12. Hal ini perkuat dengan hasil temuan ilmuwan bahwa pada suatu ketika dalam penciptaan terjadnya ekspansi yang sdangat cepat sehingga timbul “kondensasi” di mana energi berubah menjadi materi. Yang dimaksudkan tidak logis adalah satu hari yang dimasudkan dalam al qur’an tidak sama dengan satu hari yang dirasakan oleh manusia saat sekarang sebagaimana yang diungkap oleh al qur’an dalam surat 22 : 47. Dengan kata lain.

“Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (70:4) Dalam ayat-ayat di atas dikatakan satu hari sama kadarnya dengan seribu tahun dan lima puluh ribu tahun menurut perhitungan hari di bumi. Jadi kata seribu dan lima puluh ribu tahun menunjukkan betapa panjangnya waktu itu dan ini merupakan pernyataan simbolik. yang 1 .

Sebagai khalifatullah di muka bumi. sehingga manusia bisa mendapatkan manfaat bagi kesejahteraan hidup manusia bersama. manusia memperoleh kesadaran pengetahuan untuk menyusun konsep-konsep dan berusaha mewujudkan konsep-konsep itu dalam realitas kehidupan masyarakat untuk mencapai kemakmuran bersama. SISTEMATIKA SUMBER AJARAN ISLAM Berpedoman dari surat an-Nisa’ ayat 59. alam semesta seisinya. Dalam kejadian penciptaan itu. AL-QUR’AN. Demikianlah proses penciptaan alam semesta yang dirangkai dari isyarat-isyarat yang disinyalkan al qur’an. 36: 38-40. Penafsiran ini ditopang sejumlah ayat seperti 17:77. 6:96. tidak saling bertentangan. manusia mengolah dan membentuk apa yang ada dalam alam semesta ini. Hasil penelitian ayat-ayat ini seutuhnya menunjukkan bahwa hokum-hukum alamyang telah ditetapkan Allah tersebut tidak akan pernah berubah dan menyimpang. 35:43. Dari hubungan dengan alam yang ada di sekitar hidup manusia itu. manusia menempuh proses belajar. Olaeh karena itu. realitas kebudayaan sepenuhnya dipengaruhi oleh tahap-tahap perkembangan intelektual.diungkap oleh Allah. Dan realitas semua usaha manusia untuk mengatasi persoalan yang dihadapi sebagai upaya untuk meningkatkan kehidupannya adalah kebudayaan. 48:23. para ahli sepakat bahwa sumber ajaran Islam yang utama ialah : 1 . Melalui pemikiran terhadap alam sekitar itu. menjadi bentuk baru berupa alam kebudayaaan. Hal ini dapat dibukti ketika seorang yang telah pulang pergi ke orbit bulan tinggal berapa lama di orbit bulan . SUNNAH RASUL DAN IJTIHAD SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM A. yang menjadi obyek pemikiran manusia. ibarat tubuh yang satu. penciptaan alam semesta seisinya tidaklah siasia. Adapun proses penciptaan alam semesta selanjutnya. 33:62. mereka mengatakan hanya sebentar saja. gerakan dan edaran ruang alam(al-sama’) dan materi (al-ardh) serasi dan sejalan. bahkan merupakan dasar bagi upaya pembentukan kebudayaan. Dalam hubungan ini. Hal ini dipahami dari percakapan simbolik antara Allah di satu pihak dan ruang alam ( al-sama’) dan materi (al-ardh) di pihak lain. Dengan istilah lain. terdapat di dalamnya tanda-tanda kebesaran Allah. yang disebut dengan sunnahtullah. Alam semesta tunduk kepada hokum-hukum rangan Allah tersebut. Dalam proses pembentukan itu manusia harus selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebenaran yang terkandung dalam penciptaan alam dan ingat atas batas-batas wewenang yang diterimanya dari Allah sebagai khalifatullah. Tidak cukup dengan ungkapan ayat-ayat yang ada di dalam al qur’an tanpa ada tinjauan dari ilmu pengetahuan yang bersifat kealaman. dan pengetahuan yang diperoleh melalui proses belajar memahami alam sekitar selanjutnya tumbuh berkembang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan tingkat intelektual. Sebagaimana disinggung sebelumnya bahwa proses penciptaan alam semesta sebagai hasil “bacaan” terhadap “kitab alam” dapat dilihat dari hasil observasi sains kealaman. yaitu Allah melengkapinya dengan menciptakan hokum-hukum tertentu.

yang berhasil merontokkan sisa kekhalifahan Bani Umaiyah di belahan Barat. Pengetahuan ulama yang sangat terbatas. baik dari segi populasinya maupun dari aspek perkembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan /teknolgi. Namun memasuki abad XIV Masehi. Suasana itu membuat para ahli fiqih periode berikutnya berfikir ulang tentang penggunaan ijtihad. qiyas. gejala kemunduran mulai tampak. sampai memasuki priode abad XIII Masehi. Ketika bangsa Tartar dari Cina menyerbu Bagdad. memberi dampak lahirnya 1 . maka para ahli hukum Islam (Ahli fiqih) menambah sumber ajaran Islam yang ketiga yaitu Ijtihad. aparat kerajaan dan umat tak siap menghadapinya. Di samping itu ada maslahat mursalah yaitu mengambil dalil dengan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. yaitu dlil yang diambil berdsarkan kasus yang hampir sama/mirip dengan asbabul nuzul (kasus yang menyebabkan turunnya ayat al-Qur’an) atau asbabul wurud (kasus yang meyebabkan keluarnya Sunnah Rasul) Selain sumber yang empat itu. Pedoman itu ialah Kitabullah dan Sunnahku”. Dampaknya mentalitas umat melemah dan ketahanan umat turut ambruk. Qiyas. Selain al-Qur’an dan Sunnah Rasul. istihsan dan maslahat mursalah dan lainnya. yang berakhir jatuhnya kekahalifahan Abbasiyah di Timur Tengah. yaitu : 3. Ijma’ ulama. jika umat bertanya padamu tentang sesuatu masalah. al-Qur’an 2. Hal ini disebabkan sumber utama al-Qur’an dan sunnah mulai kurang mendapat analisis. Dalam kesempatan lain. dalil apa yang engkau gunakan? Maka Muaz menjawab: “dengan al-Qur’an” Nabi bertanya:”Jika tidak terdapat dalam al-Qur’an. Tetapi karena dipersulitnya persyaratan ijitihad. sebenarnya merupakan penjabaran dari ijtihad. yang siapa berpegang kepadanya selamatlah dia. Dikukuhkanlah sebagai sumber ajaran Islam berikutnya. seperti istihsan yaitu mengambil dalil dari berbagai macam ide pemecahan yang ada lalu dipilih yang terbaik. sedang bersamaan dengan itu pula bangsa Eropa menyerbu Cordoba yang menjadi pusat kerajaan Islam di Barat. ada sumber lain yang tidak menjadi kesepakatan par ulama. yaitu kesepakatan para ulama tentang suatu masalah 4. Persyaratan ijithad dipersulit. sehingga orang tak berani lagi untuk berijtihad. terutama ijtihad memberi kesempatan bagi ulama-ulama zaman klasik untuk membuat Islam berkembang secara pesat. sementara ijtihadnya lebih menonjol. ketika Muaz bin Jabal akan berangkat ke Yaman sebagai Duta.1. Nabi bertanya kepada Muaz: “Hai Muaz. orang tak berani lagi berijtihad dan semua persoalan yang tak ditemukan pemecahannya dari ayatal-Qur’an atau Sunnah Rasul. Ijma’. orang lalu bertanya kepada ulama. as-Sunnah Kesepakatan ini diperkokoh dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang menyatakan: “Aku tinggalkan pada kalian dua pedoman hidup. bagaimana? Maka Muaz menjawab:”dengan sunnahmu” Nabi bertanya:”Jika tak ada dalam sunnahku dan al-Qur’an? Maka Muaz menjawab: dengan ijithadku” Berpedoman pada Sunnah Rasul ini. Dengan tiga ajaran Islam ini.

teknologi politik dan kemasyarakatan menjadi bahasan para pakar. Urusan agama ditanyakan pada ulama.faham dikotomi. sedang masalah ilmu pengetahuan. sementara bidang ilmu pengetahuan dn teknologi dianggap bukan kajian Islam. 1 . yaitu pemilahan urusan dunia dan urusan agama. Akibatnya ulama dengan ajaran Islamnya terpojok pada satu sudut yang sempit.

Penulisannya menurut pentadwinan tersebut dan dihimpun satu sama lain menurut urutan yang pernah dibacakan oleh Rasul SAW kepadanya dan kepada para sahabat pada masa hidupnya. ummil mu’minin. Ditemukan adanya keseimbanagan yang sangat serasi antara kata kata yang digunakannya dengan maknanya. misalnya pertanyaan orang Yahudi tentang hakekat Ruh. sering kali al-Qur’an “turun” secara spontan. Artinya dapat dipastikan bahwa setiap ayat yang dibaca adalah hakekat nash al-Qur’an yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya dan disampaikan oleh Rasul SAW kepada umatnya tanpa perubahan atau penggantian. Ketika Utsman menjadi khalifah. atau suatu ayat kemudian disampaikan kepada para sahabatnya. yang dapat disimpulkan secara sangat singkat adalah sebagai berikut : a. 1 . Himpunan ini. Dengan dibantu beberapa tokoh besar Muhajirin dan Anshor. dibacakan kepada mereka. sehingga tidak sedikitpun ada yang hilang. Pemeliharaan himpunan ini telah dilakukan oleh Abu Bakar pada masa hidupnya dan pada masa Umar. Beliau dibesarkan dan hidup ditengah-tengah kaum yang oleh beliau sendiri dilukiskan sebagai “Kami adalah masyarakat yang ummi”. menjadi tempat kembali umat Islam dalam menerima al-Qur’an dan meriwayatkannya. Diantara keseimbanagan tersebut. Seperti diketahui. dan ditulis oleh juru tulis wahyunya. atau Romawi. bila diketahui bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang ummi. Persia. karena keindahan diperoleh melalui “perasaan” dan bukan melalui nalar. Tidak mudah menguraikan hal ini. Ayat-ayat al-Qur’an dari Segi Sumbernya Ayat-ayat al-Qur’an bila ditinjau dari segi datangnya dn dinukilnya dari Rasul SAW kepada kita semuanya adlah pasti (qath’i). himpunan al-Qur’an diambil dari Hafshah dan dinaskahkan dengan perantaraan Zaid bin Tsabit. seperti Mesir. untuk menjawab pertanyaan atau mengontari peristiwa. naskah ditulis menjadi beberapa naskah dan dikirm ke berbagai kota umat Islam. Di antara mereka banyak yang menghafal dan membacanya pada setiap waktu. Namun demikian setelah al-Qur’an diturunkan dan dilakukan analisis tentangredaksi-redaksinya. termasuk apa yang dihafal oleh para Huffaz. sehingga terdapat dalam al-Qur’an adalah benar bersumber dari Allah. Namun demikian ada satu dua hal yang berkaitan dengan al-Qur’an yang dapat membantu pemahaman aspek pertama ini. Aspek yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut: Pertama. Pertanyaan ini dijawab secara langsung dan tentunya spontanitas tersebut tidak memberi peluang untuk berfikir dan menyusun jawaban dengan redaksi yang indah apalagi teliti. aspek keindahan dan ketelitian redaksinya. himpunan ini ditulis ulang 4 kitab dan aslinya ditinggalkan kepada anak perempuannya. AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG QATH’I DAN ZHANNI DALLALAH DN KEDUDUKANNYA SEBAGAI SUMBER HUKUM 1. Pada waktu Rasul SAW wafat. Abu Bakar al-Shidiq telah mengumpulkan al-Qur’an dengan perantaraan Zaid bin Tsabit dan sebagian sahabat yang dikenal hafalannya. yaitu Hafshah. ayat al-Qur’an telah ditadwinkan (dibukukan) menurut kebiasaan pentadwinan orang Arab.B. Aspek-aspek tersebut akan lebih meyakinkan lagi. Ia juga tidak hidup dan bermukim di tengah-tengah masyarakat yang relatif mengenal peradaban. Sedang Utsman menyatukan umat Islam pada suatu himpunan dari hasil pentadwinan tersebut dan menyebar luaskan pada umat Islam. khususnya bagi yang tidak memahami dan memiliki “rasa bahasa” Araby. Ketika turun kepadanya sebauh surat. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan anatominya. ditemukan hal-hal yang sangat menakjubkan. Ayat-ayat tersebut juga telah dihafal oleh sebagian besar umat Islam. Bahkan di antara sahabatnya ada yang menulisnya untuk dirinya sendiri. Dengan demikian Abu Bakar telah memelihara hasil pentadwinan ayat al-Qur’an.

A’aqal dan an-nur (akal dan cahaya). Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi’at (keburukan). masing-masing 70 kali. Dengan kalimat yang tegas. b. seorang yang terkenal karena kepekaan kata-katanya. dan ats Tsur ayat 34. maka hal tersebut membuktikan bahwa kalam tersebut berasal dari Allah. masingmasing seanyak 50 kali.Wahyu dan Islam). khususnya terhadap setiap manusia yang mengingkari kerisalahan al-Qur’an. suatu keistimewaan yang tidak di dapat kecuali oleh sekelompok kecil penyair terkenal bangsa Arab. Tantang yang dikemukakan al-Qur’an terhadap manusia yang ragu akan kebenarnnya terdapat juga dalam surat Hud ayat 13-14. masingmasing sebanyak 17 kali. Dan dalam surat al-Baqarah ayat 23: “Dan jika kamu tetap dlam keraguan tentang al-Qur’an yang kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad) buatlah satu surat saja yang semisal al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolong selain Allah. Pada waktu Lubaid mendengar Nabi Muhammad SAW melancarkan tantang tersebut terhadap masyarakatnya. Segala sesuatu yang bersumber dari Allah tidak mungkin ada yang mampu menghadapi tantangannya. sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. Dia begitu terpesona oleh ayat-ayat tersebut. al-Wahyu. Lubaid membuat beberapa buah syair untuk menjawab tantangan yang didengarnya. Kemudian syair itu digantungkan di pintu Ka’bah. Pada waktu salah seorang kaum muslimin melihat hal yang diperbuat Lubaid dan bangkitlah semangat kehormatannya. Kedua. jika kamu memang benar”. Pada hari berikutnya Lubaid lewat pintu Ka’bah dan pada waktu itu dia belum masuk Islam. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya. dan kekuatan syairnya. Al-naf’u (menfaat) dan al-madhararah (mudarat). masing-masing sebanyak 46 kali. Lubaid masuk Islam. dan al-Islam (al-Qur’an.- Al-hayah (hidup) dan al-Mawt (mati). adanya tantangan yang tegas yang diajukan al-Qur’an kepada seluruh umat manusia sejak abad ke 7. sehingga ia berteriak dengan kerasnya: demi Allah. Dia menulis beberapa ayat al-Qur’an. kemudian digantungkan di samping syairnya Lubaid. unus 1 . Akhirnya pada tahun 9 H. ayat 38. J. Apabila ad suatu kalam yang tidak mungkin manusia mendatangkan tandingannya. ini bukan kata-kata manusia dan saya termasuk orang yang menyerahkan diri. masing-masing sebanyak 145 kali. Al-Qur’an. serta manusia gagal dalam menghadapi tantangan tersebut sepanjang sejarah. Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati jiwanya). masingmasing sebanyak 167 kali. al-Qur’an menyatakan dalam surat al-Isra’ ayat 88 : “Katalah: “sesungguhnya jika manusia dn jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan dia. Sarwar dalam bukunya “Muhammad the Holy Prophet” menceritakan kehidupan “Lubaid ibnu Rabi’ah”. kefasihan lidahnya.

ternyata terpaksa tunduk terhadap al-Qur’an dan mengakui secara jujur ketidak mampuan mereka untuk membuat suatu karya yang 1 . An Nadhr bin ar Rawandi.Dalam sejarah banyak contoh-contoh lain tentang orang-orang yang berusaha untuk menjawab tantangan ini. bahwa bangsa Arab yang dalam sejarah dikenal tidak ada bandingannya dalam kebalighan dan ilmu bayannya. tetapi mereka gagal dalam usahanya. dan Abu’l Ala al Ma’ari. Diantaranya ialah: Musallamah al Kadzab. Thulailah bin Khuwalid al Asdi. Merupakan hal yang tidak diragukan lagi. Abu’l Thayyib al Mutanabbi.

adalah pemberitaan gaibnya. sebab mereka penyembah benda-benda materi. 624 dan 625. menjadi lambang pertarungan yang terjadi antara orng Islam dengan orang musyrikin Mekkah. Pada tahun 1896 ahli purbakala yang bernama Loret menemukan mumi di lembah Raja-raja Luxor Mesir. penyembah matahari dan apai. Berdasarkan data-data sejarah terbukti bahwa mumi tersebut adalah Fir’aun yang bernama Maniptah dan pernah mengajar Nabi Musa A. Heraklius tahu bahwa kekuatan angkatan laut Persia lemah. kemudian turun firman Allah surat Rum ayat 1-6 ini. dn orang Romawi yang beriman kepada al-Masih. Al-Qur’an menyajikan suatu inti landsan tentang kejadian dan terciptanya alam raya. Tidak seorangpun mengetahui haltersebut. Dinyatakan dalam surat al-Anbiyaa ayat 30: 1 . Pada saat itu ditemukan satu jasad utuh. akan dapat melihat mumi Fir’aun tersebut.menyamai al-Qur’an walau satu ayatpun. misalnya kisah Fir’aun yang mengejar-ngejar Nabi Musa. orang-orang musyrikin mendapat kesempatan untuk menghina kaum Muslimin dengan mengatakan:”Saudara kami berhasil mengalahkan saudaramu. Pada bulan maret tahun 628 M.M. pasukan Persia menarik diri dari seluruh tanah Romawi dan Heraklius berada pada pusat yang memungkinkan untuk menembus ke jantung kekaisaran Persia. Oleh karena itu dia menyiapkan kapal-kapal untuk menyerang Persia dari belakang. Di kota tersebut terdapat orang-orang majusi Persia. psukan Persia tidak mampu bertahan dan lari bercerai-berai. Oleh karena itu akhirnya Kavadh II putera Kisra Chorous meminta damai dan mengusulkan pengnduran diri pasukan Persia dari tanah Romawi. seperti yang diberitakan al-Qur’an melalui Nabi yang Ummiy. Pada waktu terjadi peperangan antara Persia dan Romawi. yaitu Mekkah. Menghadapi serangan yang mendadak. Ramalan selanjutnya yang termuat dalam al-Qur’an adalah pernyatan tentang kekalahan pasukan Romawi oleh pasukan Persia yang terdapat dalam surat Rum ayat 1-6. Setelah menang dalam dua peperangan yaitu Armenia dan Asia Kecil. serta nabi-nabi dan wahyu Allah. Heraklius dari Romawi membuat suatu rencana untuk mengalahkan Persia.S Pada tanggal 8 juli 1908 Elliot Smith mendapat izin dari pemerintahan Mesir untuk membuka pembalut mumi tersebut. diceritakan dalam surat Yunus ayat 92 yang menyatakan : “Badan Fir’aun akan diselamatkan Tuhan untuk menjadi pelajaran generasi berikut”. Beberapa tahun kemudian. Dengan demikian pertarungan yang terjadi antara orang Persia dan Romawi. jika kamu tidak mau mengikuti kami dan meninggalkan agama yang baru”. karena hal itu terjadi sekitar 1200 tahun S. pada suku bangsa di pusat ibu kota jazirah Arab. Heraklius melakukan peperangan yang lain melawan Persia pada tahun 623. Setiap orang yang berkunjung ke Meseum Kairo. Akibat peperangan tersebut. Persia tidak mungkin dapat melanjutkan peperangan melawan Romawi. Demikian pula yang akan kami lakukan kepadamu. Akhirnya perng yang terakhir terjadi pada bulan Desember 627 di sepanjang sungai Dajah. Pada waktu Persia berhasil mengalahakan Romawi pada tahun 616 dan berhasil menguasai seluruh wilayah sebelah timur negara Romawi. Dengan demikian benarlah apa yang diramalkan al-Qur’an tentang kemenangan Romawi. Banyak sekali isyarat ilmiah yang ditemukan dalam al-Qur’an misalnya tentang penciptaan alam raya. Dalam keadaan yang menyakitkan itu. Orang-orang Islam dan orang-orang Romawi mengharapkan kekalahan orang kapir Mekkah dan orang Persia. Ketiga. Heraklius kembali ke Konstatinopel dengan pesta-pesta besar-besaran. Hal ini merupakan kebenaran al-Qur’an sebagai wahyu Allah. terjadi pula peristiwa serupa. kaum Muslimin di Mekkah sedang dalam kondisi yang paling lemah dan paling buruk dalam segi materi. Keempat. isyarat-isyarat ilmiahnya. Dalam situasiyang demikian buruk.

Gamow menyatakan bahwa ledakan tersebut terjadi segera setelah massa tersebut tersumbat. lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “datang lah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan sesuka hati atau terpaksa”. sehingga kestabilan orbit akan tetap terpelihara dan sekaligus meniadakan tumbukan di antara benda-benda di alam raya. Hubble. maka terjadi ledakan yang maha dahsyat. Tujuh tahun kemudian (1929). yakni proton dan elektron. Menurut Newton. Akan tetapi berbeda dengan kata “tsumma” yang juga berarti “kemudian”. ledakan yang terjadi menutut al-Qur’an adalah langsung setelah terjadinya penempatan massa yang sangat tinggi. berdasarkan pengmatannya terhadap galaksi-galaksi di alam raya ini berekspansi (berkembang) menurut model matematika seperti apa yang ditemukan Einstein dan Friedman. Dan dalam surat Fussilat ayat 11: “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih berupa gas. sebagaimana yang dinyatakan dalam surat adz Dzariyat ayat 47: “Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan Kami. sehingga dengan berkembangnya alam raya berakibat tercapainya keseimbangan di antara seluruh benda-benda di alam raya. kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. seorang ilmiawan astrofisika Amerika Serikat bernama Edwin B. sebagaimana penggunaannya dalam bahasa Arab. sebab hasil penemuan itu membuktikan kebesaran alQur’an sebagai wahy Allah. Karena adanya kepadatan massa yang tinggi. Bagian-bagian inilah yang selanjutnya sangat berperan dalam pembentukan zat-zat kimia yang lain. Kecenderungan ini didorong oleh adanya temperatur yang sangat tinggi yang timbul sebagai akibat adanya kepadatan yang luar biasa sebelumnya. menciptakan hukum keseimbangan di antara benda-benda tersebut. Sebenarnya letak persesuaian antara teori Gamow dengan al-Qur’an bukan hanya di situ saja. Dengan kata lain. Kalau dipelajari teori Gamow tentang terciptanya alam raya. Dengan demikian Hublle telah membuktikan bahwa alam raya benar-benar berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi. nampaknya ada persamaan dengan kedua ayat tersebut di atas. Kata “fa” menunjukkan keberuntutan peristiwa secara langsung. Dengan demikian. Hasil penemuan para ilmiawan di atas membawa keharuan pada diri umat Islam.“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya adalahsuatu yang padu. Sedangkan kata “tsumma” menunjukkan keberuntutan peristiwa. Hal ini menyebabkan massa yang ada terurai menjadi bagian-bagian yang paling elementer. Al-Qur’an dalam hal ini menyebutkan dengan kalimat “kata “fa” di awal kata tersebut. Al-Qur’an memang telah menyatakan bahwa alam raya ini terus menerus berkembang. 1 . dan sesngguhnya Kami telah meluaskannya”. tetapi ada selang waktu untuk menuju ke peristiwa selanjutnya. berarti “kemudian”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. Teori Gamow menyatakan bahwa alam raya ini merupakan satu kesatuan yang volumenya sangat kecil sekali. kondisi ini tercapai karena adanya keharmonisan antara gerak revolusi dengan gaya tarik menarik di antara benda-benda atau planet-planet di alam raya. Ilmu pengetahuan mengungkapkan bahwa di antara semua bendabenda di alam raya terjadi gaya tarik menarik.

Dengan demikian manusia yakin serta secara tulus mau mengamalkan petunjuk-petunjukNya. sehingga tidak terjadi saling tumbuk antara yang satu dengan yang lainnya. tetapi untuk menciptakan keseimbangan di antara benda-benda angkasa. Al-Qur’an yang diturunkan pada abad ke 7 telah mengungkapkan dalam surat ar-Rahman ayat 7 bahwa Allah meluaskan alam raya bukan sia-sia. Semua aspek tersebut menjadi bukti bahwa petunjuk-petunjuk yang disampaikan al-Qur’an adalah benarbenar bersumber dari Allah. Hanya 1 .Dalam hal ini al-Qur’an telah jauh mendahului penemuan Newton.

sementara umat Islam sampai saat ini masih sangat kurang minatnya untuk meneliti. seperti firman Allah dalam surat anNisa’ ayat 12 :” Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu. maka deralah tiap-tiap orang dari keduanya seratus kali dera”. misalnya poligami pada suatu waktu dan tempat dinyatakan boleh bahkan harus. maka penerapan hukum akan mengalami perubahan. Oleh karena itu ada kemungkinan bahwa yang dimaksudkan adalah tiga kali suci atau tiga kali haid. tidak lebih dan tidak kurang. artinya bagian suami dalam keadaan tidak punya anak adalah seperdua. Ayat-ayat Al-Qur’an dari segi Penunjukkan (Dalalah) Ayat-ayat al-Qur’an bila ditinjau dari aspek dalalahnya atas hukumhukum yang dikandungnya. Adanya kemungkinan berbagai pemahaman dapat disebabkan oleh dua hal: pertama. Tidak mungkin dipahami dari maksud yang lain dan tidak mungkin pula ditanggapi dengan tanggapan yang berbeda-beda. Karena kehidupan masyarakat selalu berkembang. 2. para peneliti alam jaga raya ini pada umumnya adalah orangorang non Islam. yang mengatur hubungan manusia dengan sesamanya dalam kehidupan masyarakat. Lafaz quru’ dalam bahasa Arab mempunyai dua arti. Serta seperti firman Allah dalam soal menindak laki-laki dan perempuan yang berzina dalam surat an-Nur ayat 2: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina. Ayat-ayat Zhonni dalalahnya atau yang mutasyabih Ada dua macam dalalah tersebut dijelaskan Allah dalam surat Ali Imran ayat 7.sayang. Hal ini berarti tidak pasti dalalahnya pada satu makna dari dua makna tersebut. serta dalam hal baik dan buruk yang tidak akan mengalami perubahan seperti keharusan berbuat baik kepada orang tua. Ayat-ayat yang Zhonni dalalahnya ialah ayat yang menunjukkan pada makna yang memungkinkan ditakwilkan atau dipalingkan dari makna asal (lugowi) kepada makna yang lain. Ayat-ayat qoth’I dalalahnya atau yang muhkam b. yaitu suci dan haid. lafaz itu dapat digunakan untuk dua maksud dengan pemahaman yang sama. dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. Ayat ini penunjuknya pasti. tidak lebih dan tidak kurang. Ayat-ayat al-Qur’an yang disampaikan dalam bentuk yang muhkam. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa masalah qath’I dn zhonni bermuara pada sejumlah argumentasi yang maknanya 1 . artinya had zina adalah seratus kali dera. Ayat ini penunjuknya pasti juga. misalnya lafaz quru dalam firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 228: “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’”. Penjelasan yang bersifat Zhonni umumnya berlaku dalam bidang muamalat dalam arti luas. tidak ada kemungkinan menerima ta’wil dan tidak ada tempat bagi pemahaman arti yang lain itu. Sedang nash menunjukkan bahwa wanita-wanita yang ditalak menahan diri atau menunggu tiga kali quru’. Penunjukkan yang pasti berlaku dalam bidang akidah seperti keesaaan Allah dan ibadah pokok seperti keharusan shalat. penunjukkannya terhadap hukum adalah pasti (qath’i dalalah). Ayat-ayat Qath’I dalalahnya ialah ayat yang menunjukkan pada makna yang bisa dipahami secara tertentu. jika mereka tidak mempunyai anak”. Oleh karena itu para mujtahidin berselisih pendapat apakah ‘iddah wanita yang ditalak tiga kali haid atau tiga kali suci. Dalam bidang inilah berlaku kaidah: “Perubahan hukum berdasarkan perubahan waktu dan tempat” dan berlaku pula padanya reformulasi bila keadaan menghendaki. serta pada waktu dan tempat lain dapat dinyatakan dilarang. Hukum yang ditunjuk secara pasti berlaku universal dan tidak mengalami perubahan walaupun waktu dan tempat sudah berubah.

keduanya mempunyai arti yang sama. hadist terbagi pada 2 macam. dapat dianalisa dari apakah ungkapan itu ada rantaian peristiwa atau ungkapan lepas. atau dikatakan atau sikap yang ditunjukkan oleh Rasul tentang sesuatu hal atau masalah. Dengan demikian hadist maqbul adalah hadist yang dapat diterima atau pada dasarnya dapat dijadikan hujjah (sumber hukum) atau dalil. Disinilah diperlukan ketelitian dn kejelian. Hadist ini juga dikenal melalui catatan yang diangkat oleh para tabi’it-tabi’in.disepakati oleh ulama (mujma’alyah). Syarat hadist mutawatir adalah sebagai berikut : 1 . maka ungkapan itu dapat disebut sebagai sunnah Rasul. Sedang hadist ialah ucapan para sahabat tentang apa yang diperbuat atau dikatakan atau sikap yang ditunjukkan oleh Rasul tentang sesuatu hal atau masalah. Hadist mutawatir tergolong sebagai hadist yang maqbul. Bagi para ahli hadist. sehingga tidak mungkin lagi timbul makna yang lain kecuali makna yang telah disepakati. Perbedaannya terletak pada rangkaian peristiwa untuk menilai apakah ungkapan tentang apa yang diperbuat. C. sedang hadist ahad ada yang maqbul dan ada yang mardud. Oleh karena itu sunnah Rasul lebih banyak dapat diikuti dari bukubuku tentang kisah kehidupan Rasul. pembahasan tentang kualitas hadist. Yang dimaksud dengan hadist mardud menurut bahasa adalah “yang ditolak atau yang tidak diterima”. a. Namun harus dicermati bahwa dalam kitab-kitab hadist itu juga terdapat ungkapan tentang Rsul yang bersifat ungkapan lepas atau yang ada untaian peristiwanya. Sunnah Rasul ialah apa yang diperbuat. Yang dimaksud dengan hadist maqbul menurut bahasa adalah “yang diterima”. yaitu Hadist mutawatir dan hadist ahad. padahal nabi menyebutkan kata “Sunnahku”. Sedangkan hadist mardud adalah hadist yang ditolak atau tidak dapat dijadikan hujjah. Dikalangan umat Islam. Jika ada rangkaian peristiwanya (yang dlam istilah ilmu hadist asbabul wurud). Sunnah ini dapat kita kenal melalaui ucapan para sahabat yang dicatat oleh generasi tabi’it-tabi’in yang dipelopori oleh Buchari dan Muslim. Berpedoman pada jumlah perawi. Dilihat dari sudut bahasa. Kualitas Sunnah Rasul / Hadist. Sedangkan hadist dapat dipelajari dari kitab-kitab hadist yang telah disusun oleh para ulama hadist yang dipelopori oleh Buchari dan Muslim. bersepakat untuk mengabarkan berita itu dengan dusta. yakni dapat dijadikan pedoman dan panduan pengamalan syari’at. digolongkan sebagai hadist maqbul dan mardud. dikatakan atau sikap Rasul itu bernilai sunnah atau hadist. yaitu hadist yang didasarkan pada pancaindra yang dikabarkan oleh sejumlah orang yang mustahil. maka ia disebut hadist. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sunnah Rasul lebih tinggi kualitasnya dibanding dengan hadist. Hadist mutawatir. Tetapi jika ungkapan itu merupakan kalimat lepas. kata Sunnah Rasul kurang populer dibanding dengan hadist. dapat dijadikan alat istinbath (penetapan) dan bayan (penjelasan) terhadap al-Qur’an. menurut adat.

yang menurut adat. 2) Banyaknya perawi sampai pada jumlah beberapa orang. Apabila pemberitaan itu hasil pemikiran semta-mata atau hasil rangkuman analisis dari suatu peristiwa ke peristiwa yang lain. maka berita tersebut bukanlah hadist mutawatir.1) Pemberitaan hadist yang disampaikan oleh para perawi harus berdasarkan tanggapan pancaindra. Yang dipersyaratkan 1 . baik indra penglihatan maupun pendengaran. Jumlah perawi adalah relatif dan tidak ada batas tertentu. atau hasil istinbath dari satu dalil lain. mustahil mereka bermufakat dusta.

Perawinya bersifat adil . hampir seimbang dengan al-Qur’an dalam hal qath’I wurudnya. bahwa terdapat hadist mutawatir.Perawinya sempurna ingatan atau kedhabithan . bahwa jumlah sumber beritanya mutawatir. Hadist Hasan hampir sama dengan Hadist Shahih. Hadist ahad terbagi menjadi : (a) Hadist Shahih. sanadnya bersambung.3) adalah adanya kesan bahwa pada pemberitaan tersebut. karena jumlah perawi sudah menjadi jaminan tidak adanya persepakatan dusta. bahwa hadist mutawatir lafzhi hampir tidak ada. tidak begitu kokoh ingatannya. 3.Tidak janggal 2. termasuk dalam masalah fardhailul’amal. Hadist mutawatir derajatnyasangat tinggi.Tidak ada ‘illat atau cacat . tidak memenuhi persyaratan mutawatir. Hadist Dha’if. adalah hadist yang diriwatkan oleh perawi yang adil. sedang Hadist Hasan perawinya tidak sempurna ingatannya. b. Perbedaanya hanya dalam soal kedhabithan perawi. hingga membawa pada keyakinan yang qath’i. 4) Adanya keseimbangan jumlah perawi di awal sanad. adalah hadist yang para perawinya tidak sampai pada jumlah perawi hadist mutawatir. namun menggunkan informasi dan qarinah lain. dan tidak sampai derajat mutawatir. Hadist Shahih perawinya sempurna ingatannya. bahwa hadist dha’if tidak boleh digunakan sebagai dalil dalam menentukan hokum. dari segi jumlah pemberitaannya. Hadist mutawatir tidak menjadi obyek pembicaraan ilmu hadist dari segi maqbul dan mardud. Hadist Hasan.Sanadnya bersambung . Menurut pengertian di atas. Hadist Dha’if bermacam-macam dan kedha’ifannya bertingkat-tingkat. tidak ber’ilat. tidak mungkin bersepakat dusta. Bila ada ulama berpendapat. adalah hadist yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat Hadist Shahih dan Hadist Hasan. Hadist Shahih dan Hadist Hasan nilainya maqbul sedangkan Hadist Dha’if nilainya mardud. sempurna ingatan. Para ulama sepakat. Bahkan ada ulama yang mengatakan. baik mengenai perawi. adalah hadist yang diriwayatkan oleh seorang yang adil. Para ulama dan seluruh umat Islam sepakat pendapatnya. 1 .Matannya marfu’(bahasanya halus) . tidak terdapat ‘illat serta kejanggalan. Namun demikian mereka berbeda pendpat tentang penggunaannya dalam fadhailul’amal (keutamaan-keutamaan amal) baik yang berhubungan dengan targhib (memberi dorongan untuk melakukan yang baik) maupun tarhib (menimbulkan rasa benci terhadap perbuatan jelek). dan tidak janggal. Hadist mutawatir dengan syarat di atas sulit ditemukan. (b) Hadist Hasan dan (c) Hadist Dha’if. Menurut Abu Thayib 4 orang. maka hal itu karena menggunkan syarat yang tidak maksimal seperti di atas dan tidak berdasarkan jumlah perari pada sanad yang eksplisit pada kitab-kitab hadist. bahwa hadist mutawatir memberi faedah ilmu dharuri. sanad maupun matannya. Imam Buchari dan Imam Muslim sependapat untuk tidak menggunakan hadist dha’if dlam bidang apapun. Ash-hab al Syafi’I 5 orang dan ulama lain 20 orang atau 40 orang. suatu hadist dinilai shahih apabila memenuhi syarat : . 1. bersambung sanadnya. yakni suatu keharusan untuk diterima bulat-bulat. Pembicaraan kualitas hadist berlaku di lingkungan hadist ahad. di pertengahan dan selanjutnyanya dalam bilangan mutawatir. tergantung dari jumlah keguguran syarat Hadist Shahih dan Hadist Hasan. Hadist Ahad. Hadist mutawatir tidak diteliti lagi keadilan dankualitas perawi. Hadist Shahih.

Metode dan cara ini digunakan para perawi waktu menyeleksi dan menyaring hadist untuk keperluan penulisan hadist. padahal ia tahu bahwa itu bukan ucapanku. atau sering keliru dalam meriwayatkan hadist. 3) Tatkala menggunakan hadist dha’if tidak boleh meyakinkan bahwa perbuatan itu pernah dilaksanakan atau dikatakan oleh Rasulullah SAW. Mereka menerima ribuan bahkan ratusan ribu hadist dan dihafal lengkap dengan sanadnya. Maksud utamanya adalah untuk lebih mengagung kan bani Israil. baru hadist ditulis dalam Kitab Hadist. padahal Nabi tidak mengatakan atau melaksanakannya. yakni penggunaan hadist dha’if hanya boleh untuk menerangkan keutamaan amal yang hukumnya telah ditetapkan oleh hadist lain yang shahih atau setidak-tidaknya Hadist Hasan. Ada catatan khusus dari Imam nawawi. hanya beliau menetapkan beberapa persyaratan. seperti perawinya bukan orang yang suka dusta. sebagaimana sabdanya: “Barangsiapa menceritakan sesuatu hal dariku. antara lain : 1) Kedha’ifan hadist itu tidak terlalu jelek. Imam Ibnu Hajar berpendapat sama dengan Imam Nawawi dan beberapa orang ahli hadist dan fiqih. Cara pertama menetukan keshahihan hadist dengan menggunakan kaidah keshahihan hadist. sehingga perbuatan itu tidak termasuk perbuatn yang sama sekali tidak memiliki dasar. atau penggunaan hadist oleh para ahli dalam cabang ilmu agama 1 . dituduh dusta. Akhir-akhir ini dikenal istilah hadist Israiliyat yaitu hadist yang diriwayatkan oleh orang-orang Israel yang mengaku mendengar nya dari Nabi. Imam Nawawi sebagai ahli hadist dan ahli fiqih berbeda pendapat dengan Imam Buchari dan Muslim. maka hendaklah menyediakan tempat duduknya dari apai neraka”. karena ia membolehkan menggunakan hadist dha’if dalam fardhu’ilul amal. selama hadist itu bukan hadist maudhu’(palsu). Di antara petunjuk yang dapat menunjukkan pemahaman tentang kualitas hadist adalah jenis Kitab hadist. penjelasan Kitab Syarah. Hal itu mengakibatkan terkena ancaman masuk neraka.Mereka berpendapat demikian karena lebih aman dari kemungkinan seseorang menghubungkan sesuatu perkataan atau perbuatan kepada Nabi SAW. supaya terhindar dari menghubungkan sesuatu perbuatan atau perkataan Rasulullah yang tidak dilakukannya. maka orang itu termasuk golongan pendusta (riwayat Buchari dan Muslim)”. Setelah yakin akan kemurnian hadist. yang bersifat umum. kemudian diteliti keadaan matan. Dalam sebuah hadist yang mutawatir Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berdusta atas namuku dengan sengaja. perawi dan sanadnya. 2) Keutamaan perbuatan yang dijeskan hadist dha’if sudah tercakup dalam keterangan atau adil lain baik al-Qur’an maupun hadist. Cara kedua mengetahui kualitas hadist adalah dengan menggunakan petunjuk dari hal-hal yang dapat menunjukkan kualitas hadist. disebut metode Tash-hih. karena berdusta kepada Nabi SAW. Hadist-hadist ini termasuk hadist mardud.

Islam. D. 1 . karena ia juga harus percaya kepada sunnah sebagai sumber ajaran. Metode atau cara tersebut dinamakan metode I’tibar. FUNGSI SUNNAH RASUL/HADIST DALAM SYARIAT ISLAM Al-Qur’an adalah sumber ajaran yang pertama dan As-Sunnah adalah sumber yang kedua setelah al-Qur’an. taatlah kepada Allah dan Rasul dan janganlah kamu merusakkan amal-amalanmu”. Keharusan menggunakan Sunnah banyak diungkapkan al-Qur’an dalam surat Muhammad ayat 33 : “Hai orang-orang yang beriman. yaitu mencari dan mendapatkan petunjuk untuk mengetahui kualitas hadist. Hal itu karena kandungan alQur’an masih bersifat global dan perlu perincian yang oprasional. Seorang muslim tidak bisa hanya menggunkan al-Qur’an saja.

taailah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri di antara kamu.R. Kemudian ia mengajukan lagi dengan 1/2 nya. Menurut Ahlu al-Ra’yi (ahli fikir). Nabi menyatakan “tidak ada wasiat bagi ahli waris”. jika ia meninggalkan harta yang banyak. apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut.R. Dari pendapat para ulama tentang fungsi hadist sebagai dasar hukum Islam dan fungsi hadist sebagai penjelasan dan interpretasi terhadap alQur’an. Di sisi lain. yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. Memperkuat apa yang diterngkan al-Qur’an. sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ahzab ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatngan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah”. Menerangkan apa yang tidak mudah diketahui (tersembunyi pengertianya). bahwa segala Hadist Shahih harus dipandang menjelaskan al-Qur’an. tidak mengatur bagian tambahan atau pengurangan hak orng tua tersebut. oleh Rasululllah dilarang. maka hadist yang menyatakan “tak ada wasiat bagi ahli waris”. Akhirnya ia mengajukan lagi dengan 1/3 dari kekayaannya. misalnya hadist Nabi SAW tentang melihat bulan untuk berpuasa ramadhan: “berpuasalah kamu sesudah melihat bulan dan berbukalah kamu sesudah melihatnya”(H. bapa dan karib kerabatnya secara ma’ruf (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertqwa”. Oleh karena itu. Jika ayat tersebut menyuruh berwasiat kepada orang tua. dan Rasulullah mengizinkan dengan kata-katanya sebagai berikut : “Ya sepertiga. Bukhari dan Muslim) b. sehingga apa yang diinginkan al-Qur’an dapat dilihat dari apa yang dilakukan Rasul. suatu ayat-ayat al-Qur’an yang khas penunjukkannya tidak memerlukan lagi penjelasan hadist. tetapi beliau menolaknya juga. yaitu ketika Sa’ad bin Abi Waqas ingin berwasiat dengan 2/3 dari kekayaannya. Di samping itu Sunnah merupakan rujukan perilaku yang dikehendaki al-Qur’an. ayat ini memerintahkan memberi wasiat tanpa batas. Bukhari dan Muslim) c. berwasiat untuk ibu. sepertiga itu banyak atau besar. padahal orang tua itu termasuk ahli waris. dapat dirumuskan beberapa fungsi hadist sebagai berikut : a. memberimakna bahwa dalam wasiat yang ditinggalkan pada orang tua atau kerabat itu. Oleh karena itu orang yang beriman hanya merujukkan pandangan hidupnya kepadaq al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Mengganti suatu hukum atau memperjelas. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. misalnya hadist Nabi SAW: “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat” (H. Batasan wasiat ditentukan dalam Sunnah. maka kembalikanlah ia kepada Allah (alQur’an) dan Rasul (Sunnahnya). atau membatasi kemutlakan al-Qur’an. Sebab seandainya kamu meningglkan ahli warismu dlam keadaan berkecukupan adalah lebih baik dari pada kamu meningglkan mereka 1 . jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.Taat kepada Allah mengikuti perintah yang tercantum dalam alQur’an dan taat kepada Rasul adalah mengikuti sunnahnya. Sunnah sebagai sumber kedua bagi ajaran Islam. Al Baqarah ayat 180menyatakan: “Tetaplah atas kamu. mentakhshiskan umum al-Qur’an. Al-Qur’an dan Sunnah merupakan rujukan yang pasti dan tetap bagi segala macam perselisihan yang timbul di kalangan umat Islam. Ahlu-Hadist berpendapat. sehingga perselisihan tidak melahirkan pertentangan dan permusuhan sebagaimana firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 59 : “Hai orang-orang yang beriman. menerangkan segala yang dikehendaki al-Qur’an. belaiu menjadi teladan yang nyata bagi seluruh kaum muslimin. Pada ayat di atas tampak dengan jelas bahwa rujukan untuk menyelesaikan perselisihan pendapat adalah kembali kepada sumber.

Muslim. seperti : mengaharamkan pernikahan mereka yang sepersusuan. Yang dimaksud dengan mengikuti Rasul SAW. Sedang dua macam darah adalah hati dan limpa (Riwayat Ibnu Majah dan Hakim). yakni dengan melaksanakan perintahnya dan meninggalkan larangannya. Dua macam bangkai itu adalah bangkai ikan dan belalang. Abu Daud. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa sunnah/ hadist merupakan sumber ajaran Islam setelah al-Qur’an dan umat Islam harus mengikuti sebagaimana harus mengikuti al-Qur’an. Memberi keterangan secara luas pada sesuatu yang diterangkan secara ringkas oleh al-Qur’an. darah. E. RUANG LINGKUP IJTIHAD Ijtihad adalah usaha yang bersungguh-sungguh dalam mempergunakan daya fikir untuk memahami ayat-al-Qur’an dan Sunnah yang penunjukanmaupun kebenaran materinya zhanni.R. Wajibnya mengikuti Rasul SAW berlaku bagi semua umat. yang tinggal di tempat tidak turut pergi ke medan perang”. d. perbuatan. Allah mengharamkan memakan bangkai. atau melaksana kan perintahnya dan meninggalkan larangannya adalah dengan mengikuti Sunnahnya atau hadistnya. taqrir dan lain sebagainya. Kisah yang dimaksud oleh ayat ini dijelaskan panjang lebar oleh hadist yang diriwayatkan Bukhari. (sesusuan) apa yang harm lataran nasab (keturunan) (H. dan daging babi (alMaidah ayat 3). Mewujudkan sesuatu hukum yang tidak tersebut dalam alQur’an. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat al-Hasyr ayat 7: “Dan apa yang didatangkan Rasul ambil olehmu. yaitu : “Dihalalkan bagi kamu dua macam bangkai dan dua macam darah. mengingatkan hadist: Haram lantaran radha’ f. Mengkhususkan sesuatu dari umum ayat. serta untuk seluruh masa dan tempat. serta memecahkan permasalahan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam al- 1 . An-Nasa’I dan Inbu Majah sebab Nabi SAW mencegah orang lain berbicara dengan ketiga orang tersebut. misalnya. Dalam hal ini ada hadist yang mengecualikannya. dalam surat atTaubah ayat 118: “Dan atas tiga orang yang tidak mau pergi.dalam keadaan miskin yang meminta-minta kepada orang lain” (Bukhari dan Muslim). Ahmad dan Abu Daud) g. Allah mewajibkan umat Islam mengikuti dan mentaati Rasul SAW. yang berupa perkataan. dan apa yang dicegah Rasul hentikan olehmu”. e.

yakni al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. bahwa ijtihad mencakup dua pengertian yaitu : a. Penggunaan fikiran untuk menemukan suatu hukum yang tidak ditentukan secra eksplisit dalam al-Qur’an dan Sunnah. Ikatan-ikatan yang membelenggu alam fikiran selama ini. harus berpedoman pada prinsip-prinsip wahyu Allah. b.Qur’an dan Sunnah. Kegiatan yang mereka lakukan adalah memahami dan meneliti makna al-Qur’an. harus ditinggalkan dan kelapang dadaan pelaku ijtihad sangat diperlukan. Jika tepat tentunya dapat dipakai dan kalau ternyata tidak sesuai dengan prinsip al-Qur’an menurut Sunnah Rasul harus 1 . Penggunan fikiran dalam mengartikan. Dalam melakukan ijtihad. sehingga petunjuk Allah dapat diketahui secara tepat guna. kedudukannya hanya sebagai pembantu. Mahmud Syaltut menyatakan. Buku-buku lain yang ada. menafsirkan dan mengambil kesimpulan dari suatu ayat atau Sunnah. Ijtihad yang dilakukan Nabi Muhammad dan kaumnya berdasarkan pada wahyu Allah. Ijitihad yang tidak bersadasrkan pada pirinsip al-Qur’an jelas tidak akan membawa ke arah perbaikan nasib umat Islam.

Dalam lafad al-Qur’an sesuai dengan yang disebutkan secara harfiah. perlu diteliti kebenaranya dan sikap subyektif atau pengaruh budaya tertentu harus dijauhkan. Walaupun ajaran atau ketentuan tersebut kelihatannya ditemukan oleh para ulama yang melakukan ijtihad. Tujuan yang ingin dicapai dalam berijtihad adalah mengerti dan memahami nilai-nilai yang obyektif dari Allah. Dengan demikian apabila ada pemahaman mengenai al-Qur’anyang tidak sama dengan yang ada.. Bentuk ajaran yang tersirat adalah ajaran yang tidak jelas secara harfiah. cukup dengan memperhatikan apa yang tersurat dalam al-Qur’an dan penjelasan-penjelasan dalam Sunnah. tetapi pada hakekatnya hal itu merupakan penggalian ajaran Allah yang tersirat dibalik lafad yang nyata. sehingga memungkinkan menerapkan ketentuan yang berlaku dalam lafad tersebut pada kejadian lain yang timbul dari ungkapan itu. Hakekat dari 1 . Pengertian-pengertian al-Qur’an yang didasarkan atas buku-buku yang ditulis oleh manusia. Kalau ada tanggapan yang dinilai lebih obyektif harus diakui secara jujur. Usaha yang sungguh-sungguh sangat diperlukan untuk menggalinya. kemudian memformulasikannya dalam suatu ajaran. serta memperoleh posisi dan kedudukan. harus diperhatikan dan dipelajari dengan baik. Daya nalar yang kuat sangat diperlukan. Tantangan yang paling berat adalah dari para cendikiawan atau ulama yang telah berkarat dengan fanatisme madzab. Justru merombak alam fikiran yang mayoritas tetapi tidak benar. yang telah mantap dengan ajaranajaran yang ada. Tidak ditemukan secara harfiah dalam lafad al-Qur’an. Ada pun dasar keharusan berijtihad antara lain terdapat pada surat an-Nisa’ ayat 59. Bentuk ini disebut ketentuan yang tersurat dalam alQur’an. maka dapat difahami bahwa pada prinsipnya Allah menetapkan suatu ajaran adalah untuk kemaslahantan manusia. Semua peristiwa yang terjadi di dunia pasti ada aturannya dari Allah. c. b. inilah yang menjadi tujuan ijtihad. Tidak dapat ditemukan baik dari lafad maupun dari makna tersirat yang ada dalam al-Qur’an. dibutuhkan suatu pengkajian dengan menggunakan ijtihad. guna mengetahui hakekat dan makna yang terkandung pada suatu lafad al-Qur’an. Ketentuan Allah ini dapat ditemukan pada tiga kemungkinan yaitu : a. Untuk mengetahui ketentuan Allah yang tersirat di balik suatu lafad.dibuang. Tetapi dalam memahami ketentuan dalam bentuk kedua dan ketiga sangat diperlukan ijtihad. Resiko sebagai seorang mujtahid akan mendapat tantangan dari berbagai pihak. Pengertian tentang keIslamannya yang ada selama ini harus dikaji. Buku-buku standar yang dipergunakan khususnya terjemahan alQur’an bukan mutlak sifatnya. tetapi dapat ditemukan dalam realitas pada ciptaan-Nya. Apabila tidak demikian. Apabila ajaran-ajaran yang ditetapkan Allah dalam al-Qur’an dianalisa. Tidak perlu seorang mujahid merasa sangsi untuk mencabut. maka namanya bukan ijtihad melainkan ittiba’. tetapi dapat ditemukan melalui makna yang tersirat dari lafad yang disebut dalam al-Qur’an. baik dalam bentuk manfaat maupun menghindari kerusakan. Dalam hal ini peranan ijtihad tidak berarti. dapat berakibat mencelakakan nasib umat Islam dan bangsa. Seorang mujtahid yang berijtihad dalam rangka popularisasi atau mendapatkan imbalan jasa. atau meralat kesalahannya. Untuk mengetahui ketentuan Allah dalam bentuk pertama. Seorang mujahid harus jujur dalam melakukan ijtihadnya. Aturan Allah telah ditemukan secara qauliyah dalam al-Qur’an dan secara kauniyah pada alam semesta. Ukuran salah benar tentang keislaman bukan berdasarkan keyakinan mayoritas pendapat yang dijadikan standar.

Pendapat yang timbul tidak akan bertentangan dengan dalil. maka ijtihad dapat digunakan sebagaimana yang berlaku pada bentuk di atas. sehingga harus diteliti terlebih dahulu mengenai kelayakan mereka satu persatu dalam periwayatannya. Dengan demikian ijtihad dapat digunakan dalam dua hal : a. karena memang ayatnya belum ada. Dalam hal yang tidak ada dalilnya. apabila ada suatu kejadian terdapat maslahat yang bersifat umum dan tidak ada dalail ayat al-Qur’an dan sunnah yang bertentangan dengan kejadian itu. Ruang Lingkup Ijtihad Pada prinsipnya ijtihad dipergunakan dalam menetapkan suatu ajaran. Dalam hal ini peranan ijtihad adalah untuk menemukan alternatif-alternatif. Hal ini tidak perlu dipersoalkan. karena masing-masing mempunyai kekuatan yang sama. karena dalil tidak memberikan petunjuk yang pasti. Di samping itu ijtihad dapat pula digunakan untuk hal-hal yang sudah diatur oleh ayat dlam pengaturannya tidak secara pasti. namun susunan kata-katanya ataupun materinya masih menimbulkan keraguan dan ketidakpastian dlam memahami makna dan tujuannya. tetapi dapat dikaitkan dengan lafad yang ada pada ayat dalam bentuk ketentuan yang tersirat. b. Usaha penemuan hokum dengan cara semacam itu disebut dengan maslahat mussalah. Bentuk memberi kemungkinan untuk melakukan ijtihad. sebelum dapat ditetapkan apakah hadist yang mereka riwayatkan bisa dijadikan dalil atau tidak. apabila dalam masalah tersebut tidak terdapat aturan-aturan secara tegas. Dalam masalah yang tidak ada ketentuannya sama sekali. selama hasil ijtihad tidak bertentangan dengan 1 . Pengembangan dan perbedaan pendapatan dalam Islam merupakan suatu yang dibenarkan. Keraguan itu bisa dating dari arah sanad dan rawi sebuah hadist. yaitu mengandung unsure keraguan dan kesamaran. Untuk hal ini para ulama menetapkan suatu ketentuan baru yang tidak bertentangan dengan ketentuan ayat yang sudah ada. Mungkin pula bersama ayat itu terdapat syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi sebelum dapat dijadikan dalil. 1. Adakalanya pula. maka dalam hal ini terdapat ruang untuk berijtihad. Dalam masalah yang sudah diatur oleh nash.tujuan ajaran tersebut dapat dijadikan dasar para mujtahid dalam menetapkan suatu ketentuan. maka para mujtahid dapat menetapkan hukumnya. baik berkaitan dengan arah sumbernya ataupun makna dan tujuannya. Kemungkinan lain lahir ketentuan ulama kemudian yang berbeda dengan ketentuan ulama sebelumnya. Oleh karena itu. tetapi dalilnya atau penunjukkan dalilnya bersifat zhanni. suatu hadist telah diyakini ke-shahih-an sumbernya.

Perbedaan pemahaman dengan ulama sebelumnya tidak menjadi masalah dan hal ini menunjukkan adanya pengembangan pemikiran ajaran Islam. hal-hal yang menyakut sistem dan peralatan pertanian. Sebaliknya tidak ada ijtihad dalam masalah yang sudah ditunjukkan secara jelas oleh dalil qath’i. pengangkutan. semua ulama sepakat tentang digunakanya ru’ya atau penalaran untuk mengatur dan menanganinya. ketetapan-ketetapan 1 . maka tidak ada lagi ijtihad padanya. maka dalam hal ini terbuka pula kesempatan seluasnya untuk berijtihad dalam mencari hukumnya.Termasuk dalam hal ini. Demikian pula jika tidak dijumpai ayat apapun mengenai suatu masalah. sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman serata kemajuan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini Nabi SAW pernah bersabda: “Kalian lebih mengetahui daripada aku mengenai urusan-urusan duniamu”. Berdasarkan hal itu. dan sebagainya. komunikasi. apabila suatu keterangan telah diyakini sumbernya dari firman Allah atau Sunnah Rasulullah SAW dan telah diyakini makna dan sasaran yang ditujunya. Misalnya.ketentuan harfiah dalam ayat. kedoktoran. peperangan. Mengenai masalah yang sepenuhnya bersifat duniawi atau teknis.

kadar bagian hartawarisan bagi masing-masing ahli waris. Menetapkan sesuatu demi kebaikan yang lebih. Kalau umat Nabi Muhammad SAW tidak berpegang teguh pada al-Qur’an san Sunnah Rasulullah niscaya akan sesat. batal puasanya atau tidak. Adapun macam-macam metode ijtihad. apakah berkumur membatalkan puasa atau tidak. Metode ini disebut metoe istihsan. al-Qur’an yang menjadi standar utama kurang dikuasai. d. wanita-wanita yang haram dinikahi disebabkan adanya hubungan kekeluargaan terentu. sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam. Menggunkan dalil yang ada. Metode Ijtihad Berijtihad dalam bidang-bidang yang tidak disebutkan dalam alQur’an dan Sunnah ditempuh dengan berbagai cara di antaranya qiyas atau analogi dan “memelihara kepentingan hidup manusia”. Dalam memahami al-Qur’an umumnya mereka terikat dengan terjemahan yang ada dari terjemahan itulah umat Islam Indonesia memahami al-Qur’an. 3. atau peraturan lalu lintas dan lain-lain. Meskipun sabda Nabi adalah Sunnah yang dapat menunjukkan adanya ketentuan hokum yang berdiri sendiri. 2. b. dan diharamkannya minuman khamar. Menetapkan hokum yang sama sekali tidak disebut dalam ayat dengan pertimbangan demikepentingan hidup manusia. sehingga kesimpulannya menjadi jelas. Beliau balik bertanya. keharusan mencatat pernikahan. boleh (mubah) dimakan. lan tandhilu maa in tamassaktum bihimaa Kitabllahi wa sunnata Rasulih”(Saya meninggalkan dua warisan untuk kalian. maka pembaharuan tidak akan terwujud dan ijtihad yang dihasilkan akan sama dengan masa-masa yang lalu. Metode ini disebut metode istishhab. sampai terdapat dalil yang mengubahnya. Misalnya. Keduanya itu adalah Kitabullah dan Sunnah Rasulnya). bahwa wawasan yang menjadi sasaran dalam berijtihad adalah memecahkan permasalahan yang tidak termaktub dalam al-Qur’an dan memberikan penafsiran al-Qur’an dan Sunnah. Qiyas salah satu metode ijtihad telah dilakukan sendiri oleh Rasulullah SAW yaitu ketika beliau ditanya tentang hokum seorang suami yang dalam keadaan berpuasa mencium isterinya. Metode ini disebut ‘urf. diharamkannya memakan daging babi. Jika berkumur tidak membatalkan puasa.syari’at yang telahmenjadi kesepakatan umum para ulama besar terdahulu maupun yang kemudian. maka mencium isteri di siang bulan Ramadhan juga tidak membatalkan puasa. Metode ini disebut maslahat mursalat (mempertimbangkan kepentingan hidup manusia dan lepas dari ketentuan yang ada). contoh: segala macam makanan yang tidak ada dalil yang mengharamkannya. Demikian mafhum dari sabda Rasulullah:”Taraktu fikum amraini. namun cara Nabi memberikan jawaban tersebut dapat menunjukkan salah satu cara berijtihad yaitu dengan jalan qiyas. seperti kewajiban lima shalat fardhu dalam sehari-semalam. Oleh karena itu langkah pertama dalam 1 . Selama kalian berpegang pada keduanya niscaya tidak akan sesat. c. menarik manfaat dan menghindarkan mudarat. Kalau terjemahan al-Qur’an yang ada dijadikan standar. umpama: memindahkan tanah waqaf yang terkena rencana jalan. Yang menjadi permasalahan bagi umat Islam ialah. yaitu menarik manfaat dan menolak mudarat dalam kehidupan manusia. antara lain : a. Menggunkan kebiasan yang berlaku (adat istiadat) dalam suatu masyarakat. Langkah-langkah dalam Berijtihad Sebagaimana yang dikemukakan Mahmud Syaltut. Demikian pula pendapat Muhammad Abduh.

harus dipersiapkan pedoman-pedoman. silahkan Anda mengadakan penelitian dan berijtihad secara tepat. Adalah kalimat pernyataan (introjunction). mengandung beberapa pengertian yaitu: a. harus benar- 1 . Dilihat dari jenisnya Bismillaahir Rahmaanir rahiim. Terjemahan al-Qur’an yang ada sekarang merupakan terjemahan yang didasarakan atas terjemahan harfiah bahasa Arab dan sudah terpengaruh oleh mazhab tertentu. Dengan demikian Nabiyil Ummiy adalah Nabi yang buta huruf atau tidak bisa menulis dan membaca. 3). Ummi artinya buta huruf. maka pemahamannya akan menjadi verbalistis. antara lain bentuk kata. kalimat. Pengetahuan mengenai bahsa yang mutasyaabih (berbentuk tasbih). agar memperoleh kesimpulan yang tepat. Berbagai kemungkinan arti perlu diperhatikan. Memahami bahsa al-Qur’an dalam berbagai seginya. Ummi dapat pula arti sejenis umat atau bangsa. Untuk mendapatkan pengertian Bismillah yang lebih mantap. “Nabi yang Ummi”. Kalimat dalam berbagai jenisnya harus difahami dan diperhatikan. Berikut ini dikemukakan beberapa syarat antara lain : a. dengan melibatkan segenap oaring yang ahli dalam bidang-bidang tertentu. Diartikan “dengan nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang”. agaknya terlalu dangkal. Bahasa pengandaian yang dinyatakan dalam bahsa biasa seperti “sapi” dapat berarti sapi dalam arti yang sesungguhnya dan dapat pula berarti berwatak sapi. Dalam hal ini ilmu apa yang harus dimiliki dan sarana apa yang harus dikuasai. b. Dengan demikian Nabiyil Ummiy berarti Nabi pemersatu umat dan atau padat pula berarti Nabi yang ditulis pada suatu umat yang tidak mengetahui tentang al-Kitab (wahyu Allah) 2). Teori bahasa al-Qur’an harus dipergunakan dengan sungguh-sungguh. misalnya: 1). Oleh karena itu pengertian Bismillaahir Rahmaanir rahiim. dan kesusastraan. Apabila yang ahli bahasa saja yang dilibatkan. bahkan mungkin kena pengaruh pola piker non Islam. Untuk itu langkah awal yang perlu dilakukan ialah restudy al-Qur’an atau mempelajari ulang pemahaman al-Qur’an. Dalam rangka restudi al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. misalnya Bismillaahir Rahmaanir rahiim.melakukan ijtihad adalah mengadakan reinterpretasi makna alQur’an.

simantik. dalam arti bertuhan Allah dan beriman pada al-Qur’an dengan mencontoh Sunnah Rasul. Memperhatikan teori makna atau ilmu tafsir. telah dikemukakan bahwa al=Qur’an adalah satu ilmu. Sebagai suatu ilmu. bahwa berbagai pengertian al-Qur’an harus dikemukakan.a memahami makna. Oleh karena itu teori makna atau ilmu tafsir (hermeneutika) harus dikuasai. 2) Dalam berijtihad harus memperhatikan. b. Pada awal pembahasan. Dengan demikian 1 . analitika dan obyektivitas. bahwa al-Qur’an tersusun secara sistematik. Pengkajian ilmu tafsir harus ditunjang denagn teori ilmu yang mencakup metodologi. Dengan sendirinya pengertian yang hanya berdasarkan bahasa tidak akan menjernihkan makna. Apabila salah dalam memahami bahasa. ijtihad yang dihasilkan akan keliru. Untuk itu perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Orang yang berijtihad harus bertaqwa. menurut ulama “x” dan lain-lain harus dijauhkan. Tanpa memperhatikan ilmu tafsir dan teori ilmu .benar diperhitungkan dan diperhatikan. untuk memahaminya diperlukan ilmu penunjang. Dengan demikian istilah penafsiran menurut saya. antara lain ilmu tafsir. Sebagaimana dikemukakan pada pembahasaan bahasa al-Qur’an. maka salah pul.

sebaliknya dinyatakan salah apabila bertentangan. maka sikap atau tingkah laku akan tepat yang otomatis tujuan yang diharapkan Allah yaitu hasanah fid dunyaa wal akhirat akan tercapai. Karena kemampuan menalar seseorang terbatas. metodologi. maka kebenaran hasil ijtihad sifatnya relatif. baik dalam bidang pasti alam maupun social budaya. sehingga memungkinkan adanya perbedaan hasil ijtihad seseorang dengan ijtihad orang lain. Apabila mengungkap 4) gagasan nur harus ditunjukkan Sunnah Rasulnya dan kalau dzulumat tunjukkan pula pembuktian yang bertolak belakang dengan Sunnah Rasul. Hal itu jelas akan berpengaruh pada fikiran manusia yang mempelajarinya. sebagaimana sabda Rasul SAW. karena bahasa al-Qur’an bukan bahasa Arab. tetapi kalamulah (bahasa Allah). 5) Pengertian yang didasarkan atas bahasa. Pertentangan atau perbedaan pendapat dalam masalahmasalah yang bersifat praktis hendaknya dihindari. sistematika serta analitika harus dicocokan dengan pola atau contoh yang pernah dipraktekkan Nabi Muhammad SAW. maka memahami bahasa Arab yang diajarkan di sekolahsekolah atau madrasah merupakan salah satu bahan pembantu. serta dalam memecahkan permasalahan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam al-Qur’an dan Sunnah. Kalau tanggapan sudah benar dan tepat. maka kesimpulannya perlu ditinjau ulang. Sasaran yang utama dan pertama dalam berijtihad adalah memahami nilai-nilai yang obyektif ilmiah berdasarkan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. Langkah-langkah yang disebut di atas. Demikian pula halnya dengan buku-buku lain yang ditulis saintis yang berkembang dewasa ini. Oleh karena itu hasil ijtihad merupakan penalaran seseorang atau beberapa orang. tetapi juga menegaskan bahwa perbedaan hasil ijtihad akan membawa kelapangan satu rahmat bagi umat. Namun demikian karena bahasa al-Qur’an adalah serumpum dengan bahasa Arab. Mujtahid harus menyatakan ayat ini menurut surat ini artinya adalah begini. Kitab-kitab wahyu Allah sifatnya menjawab tantangan zaman dan tantangan zaman harus dijawab dengan analisis wahyu. 4. Gelar utama.menghubungkan ayat yang satu dengan ayat atau surat lainnya merupakan suatu keharusan. professor atau sarjana bukanlah merupakan jaminan untuk mengukur nilai keilmiahan seseorang menurut konsep al-Qur’an. maka memahami bahasa orang Arab tidak mutlak. maka kesimpulannya adalah benar dan jika tidak sesuai. Nilai-nilai ilmiah yang dikembangkan oleh para ulama atau para sarjana perlu dikaji ulang. Dengan demikian siapapun orangnya dan berpendidikan apapun patut didengar dan ditanggapi. Islam bukan saja mentolerir perbedaan hasil ijtihad. 3) Dalam menganalisis kebenaran suatu gagasan harus didasarkan pada data yang konkrit. Beberap[a sebab yang menimbulkan perbedaan hasil ijtihad ialah : 1 . Dengan demikian asbaabun Nuzul alQur’an harus dipelajari. AlQur’an bukan kalamul Arab. Semuanya dinyatakan benar. hendaknya perhatian dipusatkan pada perombakan alam fikiran. Buku-buku yang berbahasa Arab banyak berpengaruh pada kalangan yang berpendidikan pesantren. Dalam hubungannya dengan mensukseskan pembangunan di bidang keislaman.: “Perbedaan pendapat di kalangan umat akan membawa rahmat”. sedangkan buku-buku yang ditulis para saintis banyak berpengaruh pada kalangan yang berpendidikan umum. Perbedaan Pendapat Hasil Ijtihad Ijtihad merupakan penggunaan daya fikir dan aqal dalam memahami ayat al-Qur’an dan Sunnah yang penunjukkan maupun kebenaran materinya zhanni. kalau memang sesuai dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. atau menurut hadist pengertiannya demikian. apabila model berpikirnya benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan Allah menurut Sunnah RasulNya. Kalau ternyata cocok dengan Sunnah Rasul.

hokum shalat witir adalah sunnah. Misalnya pertama: “Janganlah kamu menikahi wanita-wanita yang telah dinikahi oleh ayahmu”(An-Nisa’ ayat 22). Imam Hanafi memilih arti “bersetubuh”. ada lafazh yang berbentuk majaz. Imam Syafe’I memilih arti “akad”. Kaidah Ushul Fiqh Pertama. Berdasarkan hal ini. atau dibuang dari negeri (tempat kediaman)” (Al-Maidah ayat 33). Kedua. “Sesungguhnya balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya. Berdasarkan hal ini. Kata “atau dibuang” (awyufaw) pada ayat ini mengandung dua arti. Arti hakikinya ialah “mereka dikeluarkan dari negeri mereka ke negeri lain”. Kedua. Imam Abu Hanifah memilih arti kata majazi yaitu “penjara”. disalib. sehingga ia berpendapat persetubuhan lewat zina tidak menyebabkan wanita yang dizina ayahnya haram dinikahi. Imam Syafii memandang nahi pada hadist ini menunjuk pada 1 . dipotong tangan dan kaki mereka dengan bersilang . dan sebagian lagi menunjuk pada mubah. dan membuat kerusakan di muka bumi. sedangkan arti majazinya ialah : “mereka dimasukkan ke dalam penjara”. Kata “nikah” dapat berarti “akad” dan dapat pula berarti “bersetubuh”. mereka berbeda pendapat dalam memahami sebuah hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW melarang memakan binatang buas yang bertaring dan setiap burung yang bercakar.. Pengertian Kata (Lafazh Ayat/ Hadist) Dalam bahasa Arab. sedang Imam Syafe’I memilih arti hakiki yaitu “diusir” atau dibuang ke negeri lain.: hakiki dan majazi. menurut Imam Hanafi menunjuk pada wajib. para mujtahid berbeda pendapat dalam memahami hadist nabi :”Jadikanlah akhir shalatmu shalat witir”. sebagian orang memandang shighat amar atau arah perintah menunjuk pada wajib. oleh karena itu ia berpendapat haram ayahnya menikahi isteri anaknya . sebagaian menunjuk pada Sunnah. Imam Syafii memandang pada sunnah.a. Oleh karan itu menurut Iman Syafii. b. Shighat amar pada hadist ini. adalah dibunuh. dan ada pula yang pengertiannya dipengaruhi adat setempat. sebagian orang memandang nahi atau larangan menunjuk pada haram dan sebagian lain menunjuk pada makruh.

Sementara itu. Ketentuan Hukum Ayat Bersifat Ta’abbudi (ubudiyah) atau Ta’aqquli (masuk akal) Misal. tetapi tidak sampai kepada mujtahid yang lain. sebuah hadist mengatakan:”tidak ada wudhu bagi orang yang tidak membaca bismillah”. dan sebagiannya. Status Hadist Hadsit yang dianggap kuat oleh sebagian orang dianggap lemah oleh sebagian orang lain. d. Misal. Sedang Imam Malik memandang nahi pada hadist ini menunjuk pada makruh. sebab perintah tentang hal tersebut bersifat ta’abbudi. atau suatu hadist sampai kepada satu mujtahid. Oleh karena itu menurut Imam Syafii. 1 . Sebagian kecil ulama berpendapat. Dengan demikian harus dengan tanah. c. Oleh karena itu. Sebagian besar ulama berpendapat.haram. memakan binatang buas yang bertaring dan burung yang bercakar adalah haram. mencuci bejana bekas jilatan anjing dengan selain tanah tidak sah. menurut Imam malik. Dapatkah kedua hal ini dianggap sebagi pengganti tanah? Dalam hal ini ulama berbeda pendapat. memakan binatang buas yang bertaring dan burung bercakar adalah makruh. Imam ahmad menjadikan hadist ini sebagai hujah tentang wajibnya membaca bismillah bagi siapa pun yang akan berwudhu. mencuci bejana yang dijilat anjing harus dengan tanah atau dapat diganti dengan yang lain misalnya karbol atau deterjen. Imam mujtahid yang lain memandanag hadist ini lemah.

Dengan demikian. Ajaran Yahudi Zionisme dan Diasporanya yang telah mewarnai alam fikiran Barat sejak masa sebelum Masehi. sedangkan dalam hal membasmi kuman-kuman akibat jilatan anjing. Kelihaian dan kelicikan para penjajah mampu membelokkan dan menggeser alam fikiran bangsa yang dijajahnya. Oleh karena itu. sebab perintah itu adalah mencuci dengan tanah bersifat ta’aqquli mengingat tujuan perintah itu adalah terwujudnya kebersihan. beliau mengimbau para ulama untuk membikin tafsir sendiri. fungsi karbol dan semacamnya melebihi tanah. sebab akan berakibat retaknya ukhuwah Islamiyah. Atau dengan kata lain. cengkeh. tidak mustahil berpengaruh terhadap cara berfikir umat Islam. Hanya beliau memperingatkan. menghormati. sesuai dengan penegasan hadist Nabi tentang keberadaan perbedaan. Pada akhir abad ke sembilan belas Syeik Muhammad Abduh menyatakan. e. menurut Syafii. termasuk situasi kultural pada zaman itu.mencuci bejana bekas jilatan anjing dengan karbol dan semisalnya adalah sah. hendaknya hal itu dijadikan sebagai rahmat yang akan membawa kelapangan dan kemudahan bagi umat. hendaknya kita berhati-hati membaca buku-buku tafsir yang ditulis pada alam dan tingkah intelektual umat di zaman kita sekarang. 5. Dari kaidah ini dapat dipahami. agar kita langsung membaca al-Qur’an. perbedaan ijtihad merupakan sesuatu yang wajar. Dalam memahami al-Qur’an perlu diketahui bahayanya orang melakukan perujukan kepada al-Qur’an semata-mata secara tekstual. tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang tidak mengeyangkan atau bukan makanan pokok tidak dikenai zakat. dan sejarah umat manusia. Beliau dengan berani menganjurkan. sebab wajibnya zakat atas tumbu-tumbuhan dan tanam-tanaman adalah mengenyangkan atau makanan pokok sedang menurut Imam Hanafi. dan menghargai pendapat orang lain.an banyak diwarnai oleh alam fikiran Yahudi atau fikiran lainnya. kemungkinan mengandung kesalahan dan bila pendapat selain kami salah. pala. dan latar belakanga turunnya suatu ayat. Oleh karena itu menurut Imam Hanafi. Mereka saling toleran atau tasamuh. Buku-buku yang ditulis para cendekiawan Yahudi dengan bungkus al-Qur’an menjadi makanan yang lezat bagi umat Islam yang bodoh dengan al-Qur’an. dengan tidak memperhatikan kondisi. the. Re-Orientasi Ijtihad Sejak di bawah cengkraman penjajah. tetap tidak dapat menggugurkan hasil ijtihad yang lain. kemungkianan mengandung kebenaran”. alam fikiran umat Islam banyak yang telah terpengaruh oleh penjajah. Kebodohan orang Islam tentanmg al-Qur. betapapun lemah hasil yang lain. Prinsip-prinsip perbedaan ini dipengaang teguh oleh Imam-mujtahid terdahulu. Di antara para ahli hokum Islam atau fuqaha. untuk dapat berbuat demikian seseorang harus menguasai ilmu bahasa yang memadai. Pengaruh penjajah Barat (Eropa) terhadap negara-negara yang mengaku beragama Islam. satu ijtihad tidak dapat membatalkan ijtihad yang lain. Oleh karena itu muncul ucapan popular mereka: “Bila pendapatkami salah. terdapat consensus untuk membagi hukum Islam menjadi dua katagori yaitu hokum yang berhubungan dengan ibadah murni dan hokum yang berhubungan 1 . pengetahuan yang utuh mengenai sejarah Nabi. Hal ini sejalan dengan kaidah:”Ijtihad tidak dapat digugut atau digugurkan oleh ijtihad yang lain”. kopra. Qiyas Misal. serta jangan dibesar-besarkan. Mereka menyadari betapapun kuatnya hasil ijtihad mereka. kopi. wajibnya zakat atas tumbuh-tumbuhan dan tanaman-tanaman adalah karena hal tiu pontensial untuk menunjang kehidupan dan perekonomian umat manusia. penile. asbab alnuzul atausebab-sebab diturunkannya ayat-ayat. berpengaruh pula pada umat Islam. anggrek dan lain-lainnya dikenai zakat. situasi.

dengan kemasyarakatan. Sedang dalam hal hokum yang termasuk katagori kedua. dengan kepentingan masyarakat dan prinsip keadilan sebagai dasar pertimbangan dan tolak ukur utama. seorang ahli hokum terkemuka dari golongan mazhab Imam syafii menyatakan bahwa semua usaha hendaknya difokuskan pada kepentingan masyaraka. lingkungan. namun beliau tentu cocok untuk masa kini. Ibn Qayyim Al-Jauziyah Ibn Habib Al-Anshari. bahkan sampai ke Indonesia. Bagi Allah tidak masalah apakah hamba-Nya beribadah atau tidak. Mengenai hukun yang bertalian dengan kemasyarakatan. terbuka kesempatan bagi pemikiran atau penalaran intelektual dalam mencari cara pelaksanan. hampir tidak terdapat campur tangan bagi penalaran. karena masih adanya kefanatikan mazhab menyebabkan usaha tersebut nampaknya belum berhasil dan tantangan demi tantangan banyak dihadapi. berpendirian bahwa arak sekalipun. situasi dan budaya. membuat keduanya 1 . Ajaran Islam harus dikembalikan dan bersandarkan al-Qur’an dan Sunnah. Namun kemauan yang demikian luhurnya. Mohammad Abdul Wahhab dari Saudi Arabia. Murid-murid mereka bertebaran di seluruh pelosok dunia. Ijtihad yang dilakukan para Imam-imam mazhab pada masa lalu perlu ditinjau kembali. Ijtihad mereka pada masanya dianggap cocok. dan lainlainnya. kalau dahulu dasarnya adat dan adat tersebut kemudian telah berubah. Penpadat para Imam mazhab yang selama ini telah baku di kalangan umat Islam. Ia tidak beruntung dari ketaatan mereka yang taat dan tidak dirugikan oleh perbuatan mereka yang bermaksiat. perlu ditinjau kembali. maka gugur pula hokum yang terkandung di dalam ayat itu. Beberapa ulama menghimbau agar umat Islam melakukan neo-ijtihad atau pembaharuan dalam berijtihad. demikian Ahmad Khan dari Pakistan. Memahami al-Qur’an dan Sunnah yang hanya didasarkan atas pengertian yang sempit. seorang murid kesayangan Imam Abu Hanifah dan yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Yusuf. Dalam hal katagori pertama. Reinterpretasi atau penafsiran kembali dan pengkajian tentang Islam harus diperbaharui. baik kepentingan duniawi maupun ukhrawi. nampaknya masih banyak kekurangannya. Al-Izz Abdussalam. Penafsiran alQur’an yang ada. Sementara itu kepentingan masyarakat dan pelaksanaan prinsip-prinsip keadilan dapat berubah dan berbeda karena perbedaan zaman. Untuk itu setiap generasi memerlukan mujtahid.

Dalam hal ini ada beberapa factor yang mendorong perlu dilakukannya ijtihad selektif yaitu : 1). Selanjutnya memilih pendapat yang paling kuat dalilnya. memberikan kemaslahatan. social dan budaya pada abad ini merupakan perubahan yang laur biasa. 4) Pendapat tersebut lebih sesuai dengan kehidupan manusia pada masa sekarang. dengan memilih dalil-dalil ijtihad yang dijadikan dasar pendapat tersebut. berdasarkan alat ukur yang dipergunakan dalam mentarjih atau menguatkan yaitu : 1) Pendapat tersebut lebih banyak merealisir maksud syariat Islam.sebagai benda-benda mati. 3) Pendapat tersebut lebih banyak memberikan rahmat kepada manusia. Ijtihad selektif yaitu memilih salah satu pendapat yang diyakini paling kuat di antara pendapat-pendapat yang ada. ekonomi. Perubahan tersebut menuntut para ulama untuk meninjau pendapat lama yang 1 . dan menghindarkan kerusakan manusia. Adapun bentuk ijtihad yang diperlukan sekarang adalah : a. Perubahan politik. Cara melakukan ijtihad ini adalah dengan mengadakan studi komparatif di antara pendapat-pendapat yang ada. sesuai dengan kemudahaan yang diberikan syariat Islam. 2) Pendapat tersebut lebih memberikan kemudaaan.

melainkan dari banyak sumber. bahwa keanekaragaman itu tidak berasal dari satu sumber.dirsakan tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi baru. Hal ini membuktikan. meng-esakan Tuhan secara mutlak. Tetapi suatu kenyataan bahwa temp[at-tempat ibadah yang terdapat di manamana menunjukkan adanya keanekaragaman tentang siapa yang dituju dengan ibadah tersebut dan bagaimana cara melaksanakannya. 2). di mana ketentuan tersebut belum pernah dikemukakan para ulama terhadulu. 3) Ijtihad kreatif. Dalam hal ini adanya perbedaan pendapat di antara para ulama dalam suatu masalah menunjukkan bahwa masalah tersebut memberikan bermacam-macam interpretasi sehingga tidak menutup kemungkinan adanya pendapat baru yang sebelumnya belum pernah dikemukakan ulama. Perkembangan tersebut memberi pembentukan terhadap pengetahuan lama dan menjadi alat untuk menemukan pengetahuan yang benar. HIKMAH IBADAH DALAM ISLAM Hampir 2000 tahun yang lalu Plutarchus. Islam 1 . agar dapat menunjukkan ibadahnya kepada Allah. bahwa kerinduan untuk berhubungan dengan Tuhan merupakan pembawaan kodrat jiwa manusia. Disamping itu. perkembangan tersebut juga membekali para ulama masa kini dengan suatu kemampuan untuk menetapkan apakah pendapat ulama masa lalu yang diwarisinya masih relevan atau tidak. bahwa mungkin kita menjumpai kotakota tanpa benteng. sastra maupun teater-teater. sebab dengan pernyataan tersebut dapat diambil kesimpulan. baik masalah tersebut baru atau lama. tetapi tidak ada satu kotapun tanpa tempat ibadah atau penduduknya tidak melakukan ibadah. Banyak ayat al-Our’an yang memberi penegasan demikian. serta tumbuh dari dalam jiwa manusia sendiri. Muhammad SAW sebagai Rasul Allah yang terahkirdan al-Qur’an sebagai kitab Allah yang terahkir. raja-raja. Pernyataan Pluctarchus itu amat penting artinya. yaitu untuk mengarahkan pembawaan kodrat jiwa manusia. yaitu menetapkan ketentuan baru terhadap suatu masalah. yaitu manusia yang beraneka macam kecenderungan jiwa dan cakrawala pemikirannya. kekayaan. seorang ahli sejarah berbangsa Yunani mengatakan. bahwa hanya Allah saja Tuhan yang berhak disembah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada masa kini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat. yang sebelumnya tidak diketahui. Dari segi ini dapat diketahui betapa pentingnya Allah mengutus rasulrasulNya. memberikan penegasan-penegasan yang amat jelas. Tuhan yang telah menciptakan manusia dan alam seluruhnya. Ruh ajaran Islam adalah Tauhid. kemudian memilih pendapat yang paling kuat.

binatang. Surat An-Nisa ayat 116 ditegaskan. Kerbau yang disembelih dengan tujuan untuk ditanam kepalanya. bahwa orang yang berbuat syirik adalah orang sesat jauh dari Allah tidak akan memberi ampun atas dosa syirik itu. dan roh-roh berarti menurunkan derajat kemanusiannya yang diberi tempat demikian tinggi oleh Allah. bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan diminta pertolongan. atau menyembah kepada sesama makhluk Allah. minsalnya malaikat. manusia. AlQur’an menyatakan dalam berbagai surat dan ayat antara lain : Surat An-Nisa’ ayat 48 menegaskan. surat An-Nisa’ ayat 36 memerintahkan . bahwa syirik adalah perbuatan dosa terbesar yang tidak akan memperoleh ampunan Allah. Surat Al-Araf ayat 194 dijelaskan. kayu. 1 . Dalam Al Qur’an antara lain : surat Al Fatihah ayat 5 mengajarkan. untuk menjadi saji-sajian bagi makhkluk halus.menjadi persaksian. yang tidak berhak disembah. Islam mengharamkan binatang yang disembelih dengan maksud dan tujuan untuk saji-sajian berhala dan sebagainya. termasuk sembelihan yang haram dan perbuatan itu Mempersekutukan seseuatu kepada Allah dinamakan syirik. bahwa ajakan beribadah hanya ditujukan kepada Allah merupakan inti ajaran para Rasul. sebagai salah satu sendi ajaran Islam. benda-benda langit. jin. bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. ketika akan mulai membangun gedung. Oleh karena itu apabila ia menyembah kepada selain Allah. bahwa selain Allah. Manusia adalah makhluk Allah yang terhormat dan mempunyai kedudukan yang utama disbanding dengan makhluk-makhluk Allah lainnya. semua yang ada di alam ini adalah makhluk-makhluk seperti manusia juga. batu. Surat An-Nahl ayat 36 menegaskan. agar orang menyembah hanya kepada Allah dan jangan ada sesuatupun yang disekutukan kepada Allah.

yaitu para pejabat keagamaan. Sedemikian keras Islam mengajarkan. Hanya kaum ahli agama dapat langsung mendekatkan diri kepada Tuhan. Manusia dalam sejarahnya telah merusak ajaran agama. Merekalah yang mempunyai konsepsi. agar jangan sampai orang terjerumus dalam kemusyrikan. Hal itu untuk menjaga keselamatan manusia. Untuk memanjatkan do’a kepada Tuhan. bahwa jarak antara manusia dengan Tuhan adalah jauh. Membaca kitab suci menjadi wewenang mereka saja dan demikian pula membaca do’a. tetapi harus dengan perantara mereka. Mereka menentukan temapt khusus untuk beribadah. akan dijumpai adanya lembaga karyawan agama yang antara lain berfungsi sebagai perantara manusia awam untuk beribadah kepada Tuhan. Pelanggaran terhadap cara-cara yang telah ditentukan mengakibatkan ibadah tidak sah dan tidak dapat diterima Tuhan. Hubungan manusia dengan Tuhan 1 . Islam mengembalikan ajaran agama yang murni berasal dari wahyu. Kalau dipelajari sejarah agama-agama di dunia.termasuk syirik. Yang menyebabkan rusaknya agama adalah orang-orang agama sendiri. agar jangan sampai dimurkai Allah karena menyekutukan Allah dan menyinggung keesaannya. Sejarah reformasi dunia Kristen yang dipelopori oleh Martin Luther. motif yang amat menonjol adalah protes terhadap monopoli para ahli agama dalam dunia khatolik. serta menentukan perantara dan upacara yang tidak boleh dilanggar. Berdasarkan konsepsi serupa itu. para ahli agama menentukan berbagai macam syarat dan ikatan-ikatan ibadah. manusia awam tidak dapat secara langsung. Untuk melakukan ibadah diperlukan berbagai macam syarat sajian dan sekedar uang untuk para perantara yang memonopoli urusan keagamaan.

bahwa Allah amat dekat kepada manusia. kemudian memanjatkan do’a yang pokoknya memohon kepada Allah. KemudianRasul sebagai figure yang menerima berbagai perintah ibadah. hendaklah ia melakukan shalat dua raka’at. yang tentu saja sebagai pihak yang paling tahu mengenai isi dan maksud perintah. Ada Perintah dan Ketentuan Dalam melakukan ibadah kepada Allah. 1 - Islam mengajarkan bahwa hubungan dengan Allah dengan manusia amat dekat. hendaklah ia mengerjakan di mana ia berada” Satu-satunya tempat yang dikhususkan untuk melakukan ibadah dengan nilai tinggi adalah baitullah di Mekkah dan daerah sekitarnya untuk melakukan ibadah haji. A. kecuali ada dalil yang memerintahkan”. dapat dimudahkan jalannya. sesuai dengan bunyi kaedah fiqhiyyah “ Hukum pokok terhadap ibadah adalah bathal (tidak boleh dikerjakan). seperti keyakinan para penganut aliran pantheisme. Ibadah dapat dilaksanakan di tempat manapun dan tanpa upacara-upacara di depan para ahli agama. jika hal yang dilakukan akan mendatangkan kebaikan dalam kehidupan dunia dan kebaikan di akhirat. bahkan sebaliknya manusia sangat terikat pada ketenuan-ketentuan yang diberikan Allah dan Rasulnya. apanila seseorang menghadapi masalah penting dalam hidupnya di dunia dan memerlukan keputusan yang . tidak menentukan perantara apa dan siapapun juga. bahwa Allah dekat kepada hamba-hambaNya. Tetapi hal ini tidak berarti manusia dan Tuhan dapat bersatu. Dalam bidang mu’amalah atau keduniaan terdapat kelonggaran yang demikian luas bagi manusia. Islam mengajarkan bahwa bumi Allah adalah masjid bagi kaum muslimin. Demikian Allah mendidik hati nurani manusia untuk merasakan. bahwa Allah benar-benardekat dan selalu beserta dengan manusia di manapun ia berada. zakat. mengajarkan pula bahwa manusia adalah makhluk Allah yang terhormat dan mempunyai kedudukan yang utama di antara makhluk-makhluk Allah yang lain. Al-Qur’an dalam berbagai ayat : Surat Al Baqarah ayat 186 mengajarkan. puasa. mohon dijauhkan dari yang diinginkan dan mohon diberikan ganti yang lebih baik. Berlainan halnya dengan bidang ibadah. agar senantiasa berada di atas kebenaran. Khusus mengenai tempat melakukan ibadah. Islam tidak mengajarkan manuggaling kawula gusti. dan haji dengan jelas terdapat perintah dan ketentuan dalam al-Qur’an. Tetapi jika sebaliknya. kecuali terdapat dalil yang mengharamkan”. Nabi mengajarkan juga. akan dikabulkan-Nya permohonan orang yang berdo’a kepada-Nya. sesuai dengan kaedah fiqhiyyah yang menyatakan “hukum yang terkuat dari segala sesuatu adalah boleh. tepat. karena terdapat ketentuan manusia. Surat Al Qaf ayat 16 menegaskan. manusia tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan. Untuk ibadah shalat. PRINSIP-PRINSIP IBADAH 1.tidak perlu dengan perantara apa dan siapapun. Tuhan tidak pernah menjelma pada manusia dan manusia dituntut untuk mempunyai sebagian sifat-sifat Ketuhanan. Di samping itu Islam membebaskan manusia dari ikatan sistem perantara. Dalam hubungan ini hadist Nabi riwayat Bukhaari-Muslim mengatakan: “Bumi ini dijadikan Allah untukku sebagai masjid dan alat bersuci siapapun yang menjumpai waktu shalat. Oleh karena itu untuk berhubungan dengan Allah. lebih dekat dari urat lehernya. serta orang supaya memenuhi ajakan-Nya dan beriman kepada-Nya.

agar kamu bertaqwa”. Setelah itu Rasulullah membuat ketentuan-ketentuan. diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. kamu membersihkan dan mensucikan mereka”. syarat-syarat. Ada delapan golongan (ashnaf delapan) penerima zakat. yaitu pada setiap bulan Ramadhan. bahwa yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjukbagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu. yang menentukan puasa sunnah dan lain sebagainya ditentukan oleh Rasul. sebagaimana tersebut dalam surat al-Baqarah ayat 185 : “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan ramadhan. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar”. untuk memerdekan budak. yang ditentukan dalam surat Taubah ayat 60: “Sesungguhnya zakatzakat itu. orang-orang yang berhutang. Adapun ketentuan tentang syarat puasa. 1 . para muallaf yang dibujuk hatinya. Karena itu barang siapa di antara kamuhadir di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Petunjuk Rasul ada yang diberikan dalam bentuk fi’il atau perbuatan dan ada yang berbentuk qauli atau ucapan. pengurus-pengurus zakat. dan rukunnya. ketentuan kewajiban zakat dijelaskan Allah dalam alQur’an dalam surat Taubah ayat 103: “Ambilah zakat dari sebagian harta mereka. Ibadah puasa diwajibkan melalui firman Allah dalam surat alBaqarah ayat 183 : “Hai orang-orang yang beriman. dengan zakat itu. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. antara lain mengenai perincian waktu pelaksanaan. Ibadah shalat ditegaskan kewajibannya antara lain melalui firma Allah daqlam surat al-Ankabut ayat 45 :“Dan dirikanlah shalat. Beliau bersabda : “ Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku melaksanakan shalat”. Waktu untuk melaksanakan ibadah puasa juga ditetapkan Allah. macam-macam. Ibadah zakat. dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). hanyalah untuk orang-orang fakir. orang-orang miskin.selanjutnya memberikan petunjuk kepada umat tentang bagaimana cara melaksanakannya.

kreteria orang yang diwajibkan membayar zakat. sehat mentalnya. apabila yang tidak mungkin dilaksanakan. jenis-jenis barang yang dikenai zakat dan lain-lainnya. Meniadakan Kesukaran Keseluruhan ibadah dalam syari’at Islam tidak ada yang menyukarkan dan memberatkan mukallaf atau orang yang dikenai kewajiban. Ibadah-ibadah sunnat. dijelaskan oleh Rasul. dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya: “Ambilah olehmu dari aku cara cara melaksnakan ibadah haji”. Ibadah haji diwajibkan berdasarkan firman Allah dalam surat alBaqarah ayat 194: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”. Dengan demikian jelaslah. seperti thawaf. bahwa ibadah yang sah dan boleh dilakukan adalah ibadah yang memang terdapat perintah dan ketentuan dalam al-Qur’an dan Sunnah Rasul.Ketentua waktu membayar zakat. pakaian yang dipakai ketika berhaji dan lainlainnya. wuquf. yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui. bahwa seluruh ibadah yang diwajibkan memiliki dasar-dasar yang kuat. dan cukup keuangannya untuk pergi dan pulang. dalam bidang ibadah terdapat satu prinsip. dan hal-hal yang menjelaskan pantangan dalam menunaikan ibadah haji. melontarkan jumrah. sa’I. 2. Sedangkan ketentuan mengenai bagaimana cara mengerjakan haji. seperti shalat sunnat dan puasa sunnat juga demikian halnya. kadar yang harus dikeluarkan. diketentuan dari firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 97: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. Semua ibadah berada dalam batas-batas kewajiban dan sejalan dengan kadar 1 . Ketentuan ibadah haji hanya diwajibkan atas orangorang yang kuat fisiknya.

kesanggupan manusia. Prinsip kedua ini diterangkan Allah dalam alQur’an surat al-Baqarah ayat 185: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. Perintah mengerjakan shalat fardhu, walaupun diwajibkan dalam jumlah lima kali dalam satu hari satu malam, tidak sampai mengakibatkan timbulnya kesukaran bagi orang yang mengerjakan. Seorang karyawan tidak mungkin terganggu pekerjaannya dengan meluangkan waktu sekitar sepuluh menit untuk mengerjakan shalat. Seorang pedagang tidak akan merugi dan kehilangan pendapatan, karena mengerjakan shalat. Bahkan seorang pengemudi jarak jauh tidak akan terganggu perkerjaannya membawa penumpang, apabila ia mengerjakan shalat. Apalagi ajaran Islam memberikan ruskshah atau keringanan kepada mereka untuk mengerjakan shalat secara jama’ atau menggabungkan dua shalat pada satu waktu. Demikian juga halnya dengan ibadah-ibadah yang lain. Ibadah puasa yang mewajibkan manusia menahan makan, minum, dan seks sejak terbit matahari sampai terbenamnya matahari. Pada umumnya tidak menimbulkan kesukaran bagi orang yang melakukan puasa, apalagi dengan disunanatkan makan sahur. Dalam hal ini Rasulullah bahkan mengatakan, bahwa “berpuasa itu mendatangkan kesehatan” dan sabda tersebut telah dibuktikan kebenarannya oleh ilmu kedokteran. Dalam hal zakat, kadar harta yang wajib dikeluarkan zakatnya oleh muzakki atau orang yang berzakat rata-rata hanya 2,5 % dari harta yang diperoleh. Ibadah zakat tidak menyebabkan timbulnya kesukaran bagi muzakki dan tidak akan mengakibatkan menjadi miskin atau jatuh pailit. Allah menjanjikan untuk mereka yang berzakat ibarat menanam satu biji yang akan memunculkan 7 cabang dantiap cabang akan membuahkan 100 biji dalam surat al-Baqarah ayat 261. Dalam kenyataan, mereka yang rajin dan tertib menunaikan ibadah zakat, justru mendapat rezki yang lebih melimpah dan memperoleh banyak kemudahaan.

Dalam bidang haji, tidak adanya kesukaran lebih jelas lagi, karena yang terkena kewajiban untuk mengerjakan haji hanya orang-orang yang memiliki tingkat kemampuan sedemikian rupa, sehingga tidak ada kesukaran berati bagi mereka dalam pelaksanaannya. 3. Tidak Banyak yang dibebankan Prinsip yang ketiga ini mempunyai hubungan dengan prinsip yang kedua di atas, karena apabila banyak yang dibebankan, tentu akan berakibat timbulnya kesukaran. Yang dimaksud dengan prinsip tidak banyak yang dibebankan adalah bahwa pembebanan dalam syari’at Islam jika dibandingkan dengan waktu dan keadaan, sesungguhnya tidak dapat dikatakan banyak. Yang mendasari prinsip ini adalah firman Allah surat al-Maidah ayat 101: “hai orang-orang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu al-Qur’an itu sedang diturunkan, nicaya akan diterangkan kepadamu. Allah mema’afkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang”. Berdasarkan ayat ini dapat disimpulkan, bahwa Allah memandang telah memadai hukum-hukum yang diterangkan, dalam pengertian Allah tidak berkehendak untuk memperbanyak hukum, karena hal ini akan menyusahkan hamba-hamba-Nya. Apabila waktu yang diperlukan untuk mengerjakan satu kali shalat diperkirakan 12 menit, maka untuk mengerjakan limaka kali shalat membutuhkan selama satu jam. Oleh karena itu waktu yang diperlukan untuk mengerjakan shalat hanya satu jam dari 24 jam sehari yang dianugrahkan Allah kepada umat manusia. Demikian juga dengan ibadah puasa hanya satu bulan dari 12 bulan, sedangkan ibadah zakat hanya 2,5 % atau 1/40 dari perolehan, dan haji ibadah haji hanya satu kali dalam seumur hidup bagi orang yang mampu. 1

Secara umum dapat dimukakan, bahwa ajaran Islam yang berkaitan dengan ibadah disyaratkan setelah peristiwa hijrah. Hal ini erat sekali kaitannya dengan ayat-ayat al-Qur’an yang turun setelah hijrah, yaitu mayoritas berisi ayat-ayat hukum. Di antara ayat-ayat hukum tersebut berkaitan dengan ibadah. Namun demikian sebagian ibadah telah disyaratkan sebelum peristiwa hijrah, misalnya shalat. Para ulama berpendapat, bahwa shalat pada mulanya disyaratkan hanya dua rakaat waktu pagi dan waktu sore, seperti yang dijelaskan dalam firman Allah surat al-Makminuun ayat 55: “Dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi”. Shalat lima waktu diwajibkan sesudah peristiwa mi’raj. Ibadah thaharah disyaratkan sejalan dengan pensyaratan shalat, karena thaharah merupakan syarat sahnya pelaksanaan shalat. Allah telah mewajibkan kepada muslimin berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan setiap tahunnya. Puasa diwajibkan kepada kaum muslimin pada tahun 2 hijrah. Setiap umat beragama mempunyai tempat-tempat tertentu yang dipergunakan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Orang-orang Arab sebelum Islam mempunyai tempat ibadah, yaitu Baitul Haram yang didirikan oleh nenek moyang mereka, nabi Ibrahim a.s dan nabi Ismail a.s. Oleh karena itu telah ada tradisi bangsa Arab untuk melaksanakan haji sejak zaman nabi Ibrahim dan nabi Ismail sampai datangmnya Muhammad yang diutus Allah menjadi Rasul. Ibadah haji yang dilakukan orang-orang Arab kemudian berubah dan tidak lagi sesuai dengan apa yang diajarakan nabi Ibrahim. Mereka telah mempersekutukan Allah dengan berhala yang mereka letakan di samping Baitullah, di Safa, dan Marwa, yang mereka anggap sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka tidak lagi mengagungkan nama Allah, tetapi telah mengagungkan nama selain Allah. Pada waktu Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasuldan bertugas meluruskan kembali agama yang dibawa nabi Ibrahim dan mengajar manusia untuk tunduk dan patuh menjalankan perintah Allah serta menghacurkan syirik, Allah tetap menetapkan Baitullah sebagai 1

tempat untuk menjalankan haji dan umrah. Ibadah haji difardukan pada tahun 6 hijarah. Pada waktu itu nabi Muhammada pergi ke Baitullah untuk menjalankan umrah, tetapi terhalang oleh musuh. Pada tahun 7 hijarah nabi pergi lagi melaksanakan umrah. Pada tahun 9 hijarah Abu Bakar pergi melaksanakan haji bersama kaum muslimin. Nabi Muhammad pergi haji bersama seluruh kaum muslimin pada tahun 10 hijrah yang dikenal dengan haji Wada’. Islam memandang zakat adlah ibadah yang sangat penting dan wajib dilaksanakan sama halnya dengan shalat. Al-Qur’an menyebut shalat dalam 82 ayat, sedang zakat 31 ayat, dan 22 ayat diantaranya menyebutkan shalat dan zakat sedcara beriringan. Hal ini menunjukkan, bahwa mengeluarakan zakat sama pentingnya dengan ibadah shalat. Perintah ibadah dalam ajaran Islam telah ditetapkan dalam nash dan bersifat tetap. Ibadah tidak terpengaruh oleh perkembangan masa dan perbedaan tempat, serta wajib diikuti tanpa harus terlebih dahulu menyelidiki makna dan maksudnya. Masalah ibadah merupakan sesuatu yang tidak ada imbangannya dalam hukum positif. Hukum positif tidak membahas hubungan makhluk dengan Tuhannya atau hubungan micro cosmos dengan macro cosmos. Dalam Islam masalah ibadah mendapat perhatian yang sangat khusus dan penting. Ibadah merupakan hakikat dan tujuan hidup manusia, seperti yang dijelaskan Allah dalam al-Qur’an surat az-Zariyat ayat 56: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembahku”. Menyembah Allah SWT bearti memusatkan penyembahan kepada Allah semata-mata, tidak ada yang disembah dan tempat mengabdikan diri kecuali kepada Allah saja.Pengabdian berarti penyerahan diri secara mutlak dan kepatuhan sepenuhnya secara lahiriah dan batiniah kepada kehendak ilahi. Hal itu dilakukan dengan kesadaran, baik sebagai perseorangan maupun secara berkelompok. 1

yang puncak kebahagiannya terletak dalam pertemuan dengan Allah merupakan arti ibadah sebagai tujuan hidup. tetapi juga bagi kehidupan bersama di masyarakat. kami angkut mereka di daratan dan di lautan. yang dipermainkan gelombang laut tanpa kemudi dan jangkar serta tidak punya pedoman. bahwa ibadah dalam Islam merupakan sarana untuk menyatakan syukur kepada Allah. Dengan demikian dapat disimpulkan. Betapa besarnya nikmat dan kurnia yang diterima manusia tak seorangpun yang mampu menghitungnya. Islam melarang manusia untuk melakukan ‘uzlah yaitu menjauhkan diri dari gejolak masyarakat. maka shalatr itu tidak mendapat nilai ibadah. jenis. Oleh karena itu orang tidak mengetahui tujuan hidup. Walaupun pekerjaan yang dilakukan itu adalah shalat. sehingga jauh dari segala kecurangan dan hal-hal yang tidak halal. maka seseorang akan mudah mengalami putus asa. Islam mengajarakan bahwa kehidupan duniawi bukanlah tujuan. Syukur nikmat bearti pula tetap bekerja meningkatkan prestasi dengan harpan akan datangnya hari depan yang lebih cerah dan lebih indah. yang telah memberikan kurnia kepada manusia dengan berbagai nikmat yang berkaitan penciptaan phisik dan psikis atau dalam bentuk penyediaan segala kebutuhan umat manusia yang beraneka ragam jumlah. kalau dikerjakan hanya karena mengharap pujian dari manusia. dalam pekerjaanya akan mudah terlibat dalam kecurangan dan kejahatan. Suatu kehidupan yang bertujuan ibadah.Oleh karena itu. Oleh karena itu orang yang kerjanya bernialai ibadah akan membawa kebaikan dan keberuntungan tidak hanya bagi kehidupan pribadinya. Manusia sebagai makhluk yang paling mulia dalam penciptaan dijelaskan Allah dalam surat at-Tiin ayat 4: “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Oleh sebab itu sudah selayaknya manusia bersyukur dan berbakti kepada Pencipta Yang Maha Agung lagi Maha Kuasa. Suatu pekerjaan bernialai ibadah sangat tergantung dari niatnya. Suatu bantuan yang diberikan kepada seseorang betapapun kecilnya bantuan itu. dengan melakukan ibadah dengan tertib sesuai dengan tuntunan yang telah diberikan. maka segala pekerjaanya selalu dalam batas-batas keredlaan Allah. Hidupnya di dunia ibarat sebuah perahu yang tengah berlayar di samudera luas. Sebaliknya apabila suatu kehidupan tidak bertujuan ibadah. dan janganlah kamu melupakan nasibmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. kami beri mereka rezeki dari yang 1 . Selain itu seorang yang bekerja atau menjalankan tugas sehari-hari dengan niat ibadah. Oleh karena itu adanya ibadah yang diajarkan dalam Islam tidak berarti harus menjauhi hidup duniawi. dan rasanya. semua kegiatan manusia baik yang bercorak ubudiah maupun muamalat harus dikerjakan dalam rangka pengabdian kepada Allah dan mencari keredlaannya. Manusia diciptakan Allah yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Keridlaan Allah yang memungkinkan tercapainya hidup dan kehidupan duniawi yaitu kehidupan ukhrawi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan”. seperti dinyatakan dalam al-Qur’an surat al-Qashash ayat 77 : “Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagian) negeri akhirat. Demikian pula hasil kegiatan di muka bumi bukanlah tujuan yang hakiki. Apapun corak lapangan hidupnya akan selalu membawa ketenangan jiwa para pelakunya sebagai tanda syukur nikmat. Tetapi Islam menuntutagar kehidupan manusia dapat harmonis dan seimbang. akan memberikan ketenangan hidaup dan kerja. Sedangkan dalam surat al-Isra’ ayat 70: “Sesungguhnya telah kami muliakan anak-anbak Adam. Ia akan mudah hanyut bahkan tenggelam. maka menjadilah bantuan itu sebagai ibadah. tetapi dilakukan dengan ikhlas dan semata-mata mengaharapkan ridla Allah.

yang disebut dengan prediket taqwa. kemudian mati tanpa pertanggung jawaban.baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kurnia yang sempurna atas kebanyak makhluk yang telah kami ciptakan”. Manusia diciptakan Allah di dunia untuk mengabdi (beribadah) kepada Allah. Dengan ibadah komunikasi antara Pencipta dengan makhluknya akan selalu terjaga. yaitu untuk memakmurkan bumi dan segala isinya. Terjaganya komunikasi anatara manusia dengan Tuhan menyebabkan hidup akan terpelihara dari dosa. Karena begitu berat dan ulianya tugas yang diberikan kepada manusia. bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main(saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami”. Dalam surat Bayyinah ayat 5 :”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya”. Dalam hal ini Allah menegaskan dalam beberapa surat al-Mukminuun ayat 110: ”Maka apakah kamu mengira. Allah Maha Mengetahui tentang kejadian dan tugas manusia. Manusia diciptakan Allah bukan hanya sekedar untuk hidup di dunia. Hal ini pulalahyang menjadi hakekat ibadah dalam ajaran Islam. Orang seperti inilah yang dicita-citakan Islam. maka manusia diciptakan Allah dalam bentuk konstruksi yang sangat serasi dan bagus. Membuat kemakmuran di bumi merupakan tugas utama manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat yang diredhoi Allah. maka Allah memerintahkan kepada manusia supaya tetap berkomunikasi dengan Allah. Oleh sebab itu manusia harus mempertanggung jawabkan semua amanah yang dipegangnya. Wujud pengabdian tersebut adalah dalam bentuk semua amal perbuatan yang berhubungan dengan nilai atau pelaksanaan amanat Allah sebagai khalifatullah fil ardl. sebagaimana dijelaskan al-Qur’an dalam surat 1 .

Dengan demikian makin jelas. dengan memperhatiakan situasi dan kondisinya.. Ibadah Khasshah atau ibadah mahdllah (ritual). baik dari segi penciptaan fisik manusia yang begitu sempurna maupun dalam penyediaan segala kebuthan hidup manusia. Ibadah ‘aammah atau ibadah qhairu mahdllah (non ritual) yaitu semua perbuatan positif yang dilakukan dengan niat baik dan semata-mata keridlaan Allah. Ibadah dalam artian khusus ini tidak menerima perubahan baik berupa penambahan ataupun pengurangan. karena itu cara melaksanakannya termasuk jumlah rakaatnya tidak dibenarkan 1 al-Baqarah ayat 21 : “Hai manusia. Shalat dalam ajaran Islam biasanya digolongkan dalam ibadah khusus. B. Teknis pelaksanaan ibadah ini secara operasional diserahkan kepada orang yang akan melakukannya. juga merupakan cara untuk menyatakan syukur kepada Tuhan atas segala nikmat dan rahmat yang diberikan kepada manusia. Macam Ibadah Macam ibadah ditentukan berdasarkan sudut pandang yang dipergunakan unutk menilainya 1. Secara umum ibadah dikelompokkan menjadi : a. b. sembahalah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu. sehingga jumlah dan macamnya tak mungkin dapat dihitung oleh manusia.Di samping itu ibadah juga merupakan pernyataan syukur kepada Tuhan yang telah mengaruniai manusia dengan berbagai nikmat yang tiada terhingga. bahwa tujuan ibadah di samping menjadi sarana untuk berkomunikasi dengan Tuhan. yaitu segala kegiatan yang ketentuannya telah ditetapkan oleh nash alQur’an dan as-Sunnah. misalnya shalat. . Dalam istilah lain dapat dikatakan seluruh amalan yang dizinkan Allah. agar kamu bertaqwa”.

misalnya dzuhur adalah mulai dari tergelincir matahari sampai dengan bayang-bayang sama panjangnya dengan benda yang didirikan dengan tegak lurus. 3. Ibadah Jasmaniah Ruhiyah Maaliyah. dalam ajaran Islam mengajarkan. Orang yang melakukan shalat diharapkan dapat menjaga dirinya dari perbuatan keji dan munkar. manusia tidak akan sanggup untuk melakukan haji dengan baik. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 103 : “ Sesungguhnya shalat itu adalah fardlu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. Yaitu antara zakki dengan mustahiq. disertai jiwa yang tulus atau ikhlas kepada Allah. kecuali orang itu yang melakukannya sendiri. Kegiatan shalat memerlukan gerak anggota badan. Tanpa hal itu semua. yaitu untuk mengurangi kesenjangan antara si kaya dengan si miskin atau orang yang tidak mampu. Hadist Nabi menyatakan: 1 . Di samping itu tanpa materi. artinya setiap shalat harus dilaksanakan pada waktunya masing-masing. bahwa zakat merupakan upaya untuk membersihkan harta seseorang dan sekaligus dapat berfungsi sosial. Ibadah Jasmaniah Ruhiyah.untuk ditambah atau dikurangi. Di samping itu orang yang puasa diharapkan dapat benar-benar menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah. dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu : ibadah 4. yaitu mengadaada. Apabila dilaksanakan di luar waktunya. maka nilainya menjadai tidak ada atau menjadi tidak sah. ibadah haji tidak dapat dilakukan. ucapan tertentu dan keikhlasan. Mislnya ibadah shalat. yaitu ibadah yang pelaksanaannya memerlukan kekuatan phisik. Jika terdapat penambahan atau pengurangan. b. mental. shalat yang dilakukan dianggap tidak sah. ibadah dibagi menjadi dua bagian yaitu : a. Ditinjau dari sudut kepentingannya. dan materi. Contohnya adalah shalat dan shaum merupakan ibadah yang berhubungan langsung antara manusia dengan Allah. Kekuatan phisik diperlukan bagi mereka yang ingin melalkukan ibadah haji. Phisik yang lemah menyebabkan orang tidak mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik dan sempurna. artinya sembari beribadah orang lain dapat merasakan manfaatnya. ibadah dibedakan menjadi dua kelompok yaitu : a. dan harta. yaitu ibadah yang waktu pelaksanaannya sangat terikat dengan waktu-waktu yang telah ditentukan Allah atau RasulNya. Contohnya adalah ibadah haji. Dilihat dari sudut waktu pelaksanaannya. setiap shalat mempunyai waktu tertentu. Ditinjau dari sudut pelaksanaannya. mental yang membaja. b. bahwa pada saat ini telah masuk waktu shalat yang didirikannya. maka hal itu dinamakan bid’ah. 2. yaitu ibadah yang manfaatnya hanya dapat dirasakan oleh orang yang melakukan saja dan tidak ada hubungannya dengan orang lain. Dengan mengeluarkan zakat berarti ikut meringankan beban orang lain. Ibadah Ijtima’I. Contohnya adalah ibadah zakat. Contohnya adalah shalat yang terdiri beberapa perbuatan dan perkataan dengan disertai kekhusyu’an. Kemampuan meliputi kemampuan phisik. Tanpa kesiapan mental. terutama bagi mereka yang jauh dari mekkah. yaitu ibadah yang dalam pelaksanaannya memerlukan kegiatan phisik. Orang yang akan mendirikan shalat harus mengetahui.1 Ibadah Muwaqat. Kalau diperhatikan penjelasan hadist yang berkaitan dengan waktu shalat. 4. Kedua nilai itu tidak akan diperoleh orang lain. Ibadah Fardy. haji dalam Islam hanya diwajibkan kepada orang yang mempunyai kemampuan (istitha’ah). yaitu ibadah yang manfaatnya di samping dirasakan oleh orang melakukan juga dapat dirasakan oleh orang yang lain.

lalu shalatlah. bahwa Nabi SAW didatangi oleh Jibril a.s. hal itu dapat dilakukan kapan saja. A. maka ia yang menyuruh shalat mengikuti shalat di Mekkah. Ibadah Ghairu Muwaqat. Demikian juga hal nya dengan ibadah puasa Ramadhan. mengimami aku di Baitullah dua kali. yaitu ibadah yang waktu pelaksanaanya tidak tergantung dengan waktu-waktu tertentu.2.“ Dari jabir bin Abdullah. Bagaimana shalat dipesawat ruang angkasa yang mataharinya terlihat setiap 5 menit. Lalu ibnu Abbas menyebutkan seperti hadist Jibril. Bagaimana orang shalat di kutub yang matahari terbitnya 6 bulan sekali?. lalu Jibril berkata kepadanya: Berdirilah. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Jibril a. Begitu juga untuk bersedekah tidak ditentukan waktunya. artinya selama diizinkan Allah. Untuk pertanyaan B. Apakah jawaban itu juga dapat digunakan untuk mereka yang tinggal di kutub? Jika ini dignakan. sudah ada jawabannya dari ulama Mekkah ketika putra mahkota Saudi ikut terbang ke angkasa. Timbul pertanyaan. Kemudian Nabi shalat dzuhur ketika matahari sudah tergelincir”. Masalah timbul ketiaka perkembangan teknologi dan transportasi meningkat. B. Misalnya untuk bertasbih dan zikir kepada Allah. maka waktu shalat bagi orang di Eropa juga harus mengikuti shalat di Mekkah atau di daerah tropis di bawahnya. maka hal itu dapat dilakukan. Hanya waktu-waktu yang diutamakan 1 . “ Dari Ibnu Abbas.s. tetapi ia berkata di dalam hadist itu: dan Nabi shalat yang kedua kalinya ketika bayangan tiap-tiap sesuatu menjadi sama. 4. Imam Tarmidzi berkata: Hadist ini hasan.

agar dengan berpegang pada ajaran Islam. misalnya shalat. maka ia kan menjadi immaterialistik atau spiritualistic. yaitu unsure jasmani dan unsure rohani. Untuk kepentingan tersebut Allah menurunkan Agama Islam. yaitu ibadah yang sebiknya dilaksanakan. kebutuhannya adalah segala sesuatu yang bersifat maretial. Kedua unsure tersebut harus berkembang dengan baik dan seimbang. Apabila dilaksanakan yang bersangkutan mendapat ganjaran dan apabila tidak dilaksanakan yang bersangkutan tidak mendapatkan dosa. Apabila tidak dikerjakan. Dengan tugas dan fungsi serta tanggung jawab manusia seperti tersebut di atas. puasa dan zakat. manusia mampu melaksanakan tugas kekhalifahannya sesuai dengan maksud Allah. Ibadah wajib. Sedang unsure rohani bersifat immateri. ibadah dibagi menjadi dua bagian yaitu : 5. (H. Oleh karena itu harus mendapat perhatian dan pembinaan yang seimbnag. seeperti sandang.2. Ibadah Sunnah. oleh karena itu kebutuhannya adalah segala sesuatu yang bersifat immaterial. C. sepertti ajaran akhlak. at-Tarmizi). Manusia yang dalam kehidupannya terlalu mementingkan materi. misalnya sadaqah sangat afdhal apabila dilakukan pada bulan Ramadhan seperti yang dijelaskan hadist Nabi: “diriwayatkan dari Anas katanya. ketika Rasulullah ditanya kapankah waktu yang paling baik/ paling afdhal melakukan sedeqah. maka yang bersangkutan akan mendapat dosa.5. yaitu ibadah yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim dam muslimah. kesenian dan agama. Manusia terdiri dari dua unsure. TUJUAN DAN HIKMAH IBADAH Allah telah menjadikan manusia sebagai khalifahtullsh fil Ardhi dengan missi memimpin. memakmurkan. 1 tentu saja ada. misalnya shalat rawatib dan dhuha. maka ia akan menjadi materialistic atau serba materi. Sedangkan manusia yang hanya mementingkan immateri.R. dan memelihara keselamatan alam semesta. 5. Dilihat dari sudut status hukumnya. Allah menjadi manusia dalam bentuk yang paling sempurna lagi dimuliakan.1. mengelola. . Unsur jasmani bersifat materi. pangan dan papan. Jawab Rasulullah: sedeqah di bulan Ramadhan.

Dalam shalat terdapat dialog antara manusia dengan Allah. Oleh karena itu Islam rahbanah dan bukan pula agama yang mengajarkan untuk berlebih-lebihan mengajarkan ibadah.Oleh karena itu. manusia memuja kemahabesaran dan kemahasucian Allah. Dalam keadaan berhadapan dengan Allah. kemudian mati tanpa pertanggung jawab. bahkan supaya senantiasa dekat dengan Allah. Islam adalah agama Rahmatan Lil alamin atau rahman bagi seluruh alam. juga bertujuan untuk menjadaikan rohani manusia senantiasa tidak lupa pada Allah. memohon supaya diberi petunjuk ke jalan yang benar serta dijauhkan dari kesesatan dan berbagai perbuatan yang tidak senonoh dan lain-lain sebagainya. menyerahkan diri kepada Allah. Pembinaan jasmani dan rohani bersatu dalam usaha membersihkan jiwa manusia. Dalam melaksanakan puasa seseorang diwajibkan menahan hawa nafsu makan. Perasaan dekat dengan Allah akan mempertajam kebersihan jiwa. Jika seseorang melakukan shalat lima kali dalam sehari semalam denagan penuh keikhlasan menyampaikan permohonan tersebut. dan perbuatanperbuatan kurang baik lainnya. diperlukan manusia yang bertaqwa atau patuh pada segenapperintah dan larangan Allah. Ibadah dalam Islam merupakan wasilah atau perantara dan sama sekali bukan qhayah atau tujuan.Manusia mengalami dua bentuk kehidupan. bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja). maka rohaninya menjadi bersih dan ia akan terjauh dari perbuatanperbuatan buruk dan jahat. bertengkar. keinginan memaki orang. memohon supaya dilindungi dari godaan syaitan. zakat dan haji. Pada hakekatnya hal itu merupakan tujuan agama Islam. sehingga dapat mencegah hawa nafsu untuk melanggar nilai-nilai Ketuhanan dan hokum yang berlaku dalam memenuhi kebutuhan kehidupan manusia. sehingga Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dapat dilihat dan dirasakan. Pembinaan yang seperti ini disempurnakan dengan pernyataan kasih saying kepada para dhu’afa atau anggota masyarakat yang lemah kedudukan ekonominya dengan mengeluarkan zakat fitrah. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami”. seseorang memohon kiranya Allah membersihkan rohaninya. yaitu kehidupan pertama di dunia dan kehidupan kedua di akhirat. Dalam bulan Ramadhan orang diajurkan pula untuk banyak mendirikan shalat dan membaca al-Qur’an. Manusia seperti inilah yang dapat memberikan kebaikan-kebaikan. Mereka itu tidak lain adalah manusia bersih hatinya dan baik akhlaknya. minum. Ringkasnya dalam dialog dengan Allah. Oleh karena itu Islam mengandung ajaran yang berwawasan dunia akhirat dan tidak memisahkan antara dunia dengan akhirat. memohon ampunan dari dosa yang telah dilakukan. Untuk membina rohani Ibadah yang terdapat dalam syari’at Islam. Semuanya itu membawa orang pada keadaan dekat dengan Allah. 1 . Allah menjadikan manusia bukan sekedar untuk hidup di dunia. sedang kehidupan di akhirat adalah abadi atau kekal. diiringi dengan upaya yang sungguh-sungguh ke arah itu. yaitu shalat. Di samping itu ia juga harus menahan rasa amarah. Kehidupan di akhirat merupakan lanjutan dari kehidupan di dunia dan bagaimana nasib seseorang di akhirat akan ditentukan oleh bagaimana kualitas hidupnya di dunia. Hal ii dapat difahami dalam firman Allah dalam surat al-Mukminuun ayat 110: “Maka apakah kamu mengira. melainkan diciptakan untuk senantiasa tunduk dan patuh kepada kehendak Allah dan Ia akan meminta pertanggung jawaan manusia. puasa. selain untuk menyatakan ketaqwaan kepada Allah. Kehidaupan di dunia adalah sementara yang sering disebut dengan istilah fana. dan seks. Adapun tujuan ibadah secara rinci adalah : 1.

karena dalam ibadah haji tiada perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin dan antara orang yang berkedudukan tinggi dengan orangberkedudukan rendah. Selama mengerjakan ibadah haji perbuatan-perbuatan tidak baik harus dijauhi dan ditinggalkan.Ibadah haji merupakan usaha pembersihan rohani disertai dengan pembinaan jasmani dalam bentuk pakaian. Sebagaimana halnya dalam mendirikan shalat. serta diarahkan untuk mempunyai perasaan kasih. Dalam hal ini rohani manusia dididik untuk menjauhkan kerakusan dan ketamakan pada harta benda. 2. dan suka menolong anggota masyarakat yang berada damlam kekurangan. murah hati. walaupun ia mengambil bentuk penyerahan sebagian harta yang diperoleh untuk menolong fakir miskin dan orang-orang yang sedang berada dalam kesusahan hidup. Dalam hal kewajiban membayar zakat. makanan dan tempat tinggal yang sangat sederhana.Dalam mengerjakan kewajiaban menunaikan ibadah haji adalah orang yang berkunjung ke Baitullah (rumah Allah) dalam arti rumah peribadatan yang pertama didirikan atas perintah Allah di dunia. Dengan demikian akan terbina pula rasa persaudaraan. Bacaanbacaan yang diucapkan pada waktu mengerjakan haji juga merupakan dialog antara manusia dengan Allah. tetapi juga merupakan upaya pembinaan rohani. orang yang mengerjakan haji juga merasa dekat sekali dengan Allah. Untuk Membina Akhlak Akhlak atau budi perkerti luhur merupakan suatu hal yang sangat 1 . Dalam ibadah haji terdapat pula latihan mempertajam rasa persaudaraan antara sesama manusia.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat al-Ankabut ayat 45: “Sesungguhnya shalat itu mencegah orang dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar”. melaksanakan shalat dengan tertib. melainkan senantiasa ingat kepada-Ku dan menaruh kasih saying kepada kaum fakir miskin. orang terlantar dalam perjalanan. sehingga belum dapat menghilangkan perbuatanperbuatan yang tidak dibenarkan Allah. akan dapat membentengi orang dari perbuatan-perbuatan tercela dan sia-sia. bahkan ia merupakan factor penentu kebaikan dan ketentraman suatu masyarakat. Di samping itu Allah mengakui. tidak heran jika hal itu banyak disinggung Allah dalam al-Qur’an. teratur. Shalat yang tidak mampu menghindarikan dari perbuatan-perbuatan tercela dan sia-sia adalah shalat yang memiliki nilai rendah. Selain itu. Rasulullah pernah mengatakan. Ibadah shalat sangat erat kaitanya dengan upaya pembinaan akhlak. wanita yang ditinggal mati suaminya. bahwa Rasulullah adalah orang yang memiliki akhlak yang luhur dan mulia. Oleh karena itu. khusyu dan dilandsasi dengan nilai yang tulus karena Allah. hanya saja belum berhasil mendekatkan pelakunya dengan Allah. juga bertujuan untuk membina akhlak manusia. penting dalam kehidupan masyarakat. Berbagai ibadah dalam Islam yang telah diwajibkan Allah kepada umat manusia. Rasulullah sendiri menyatakan bahwa diutusnya beliau ke dunia adalah untuk menyempurnakan pedoman dan ajaran akhlak. Shalat yang seperti itu selama telah dipenuhi syarat dan rukunnya tetap sah hukumnya. Demikian pentingnya kedudukan shalat dalam kaitanya dengan soal akhlak. maka hiasilah agama itu dengan akhlak yang mulia dan hati yang pemurah. tidak sombong.sebagai agamamu. bahwa Allah telah menetapkan Islam 1 . dan orang yang ditimpa kesusahan”. sehinggga Rasulullah secara agak terperinci mengaitkan dengan sifat-sifat rendah dari pada Allah. tidak berkeras menentang perintah-Ku. Oleh karena itu. mengasihi orang miskin dan lain-lainnya melalui sebuah hadist qudsy sebagai berikut : “ Shalat yang kuterima adalah shalat yang menjadikan pelakuknya berendah diri di hadapan kebesaran-Ku.

Oleh karena itu. Orang yang khusyu dalam mendirikan shalat dijamin Allah akan memperoleh keberuntungan. Ibadah disyari’atkan semata-mata untuk kepentingan manusia itu sendiri. Rasululllah SAW bersabda: Barangsiapa tidak mau meningglkan kata-kata bohong dan selalu memperbuatnya. sebagaimana halnya dengan ibadah-ibadah lainnya juga berkaitan dengan upaya pembinaan akhlak.a. maka tidak boleh rafats. Di antara indikasi ke mabruuran haji adalah terjadi perubahan sikap dan tingkah laku seseorang setelah kembali dari melaksanakan ibadah haji.Jiwa pelaku zakat yang telah terbina akan melahirkan akhlak yang baik.Shalat yang dapat membuat pelakunya terjauh dari macam-macam sifat negatif adalah shalat yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Ketika orang melaksanakan ibadah haji. maka janganlah berkata kotor dan janganlah ribut-ribut. maka hendaklah ia berkata: sesungguhnya saya sedang berpuasa:. Kerana manusia mempunyai kecenderungan untuk taat dan tidak taat. manusia yang senantiasa melalkukan perbuatan baik dan menjauhiperbuatan buruk dan jahat. Adapun jalan yang efektif ke arah itu adalah dengan tertib dan khusyu melakukan ibadah. Dari masyarakat yang baik insyah 1 . Larangan ini bermaksud agar orang meningglkan akhlak yang seperti itu dan suka melakukan akhlak yang baik. Maha Kaya. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 197: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. maka masyarakat itu akan menjadi masyarakatyang baik. Namun demikian ibadah dalam Islam bukan dimaksudkan untuk menyembah Allah. sehingga benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan seharihari. Maha Perkasa dan Maha segala-galanya. Jika ada seseorang mencaci maki atau mengajak berkelahi.a. serta disembah atau tidak disembah Allah tetap dalam keMahaannya. Zakat yang merupakan suatu tindakan memberikan sebagian harta yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat atau orang lain. yakni manusia yang senantiasa mentaati perintah dan larangan Allah. Umat Islam melaksanakan berbagai ibadah adalah karena diperintahkan oleh Allah. seluruh akhlak buruk dan jahat harus ditinggalkan. “Dari Abu Hurairah r. Dalam ibadah haji juga terkandung tujuan pembinaan akhlak. sebagaimana diungkap dalam hadist Rasulullah: “Dari Abu Huraurah r. maka Allah mengiringi perintah-perintahnya dengan sangsi atau ancaman yang berlaku di akhirat. maka Allah tidak memperdulikan puasanya itu dimana ia telah susah payah meningglkan makan dan minum”. karena Allah adalah Maha Besar. berkata. Puasa yang dapat menghindarkan pelakunya dari bermacam-macam akhlak yang buruk adalah puasa yang dilakukan dengan menahan sedemikian rupa nafsumakan. serta menghentikan kerja inderawi dari hal-hal yang bersifat negatif. Apabila terdapat banyak orang yang bertaqwa di lingkungan masyarakat. yaitu agar manusia menjadi muttaqin. Ketika melaksanakan ibadah haji orang berdo’a supaya ibadah hajinya mabruur atau diterima Allah. manusia harus berusaha supaya dapat dekat ke haribaan Allah atau taqarryb ilallah. barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. Menurut firman Allah dalam surat at-Taubah ayat 103: “Ambilah zakat dari sebagaian harta mereka. berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”. minum dan seks. Rasulullah SAW bersbda: Apabila salah seorang di antara kamu sekalian itu berpuasa. sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 183 menjelaskan eratnya kaitan puasa dengan pembinaan akhlak karena yang hendak dituju dengan ibadah puasa adalah terciptanya manusia yang bertaqwa. berkat. denagan zakat itu. ke arah peningkatan akhlak yang lebih baik. manusia yang senantuasa mematuhi Allah dalam bidang apapun. Ibadah puasa. kamu membersihkan dan mensucikannya”.

Melaksanakan ibadah dengan tingkat keikhlasan yang tinggi. karena ibadah seperti inilah yang dapat menyampaikan seseorang pada tujuan ibadah yang luhur dan mulia. agar memperoleh pedoman yang menjamin kebahagian dan kesejahteraan hidup duniawi dan ukhrawi.Allah akan lahir generasi baru yang baik. Faktor-factor keikhlasan sangat besar pengaruhnya bagi tercapainya tujuan ibadah. Allah berfirman dalam surat al-Bayyinah ayat 5: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya mengabdi kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan)agama dengan lurus”. kecuali motivasi karena Allah semata-mata. jasmani dan rohani. yang akan melanjutkan tugas-tugas kekhalifahan manusia. Memelihara Keseimbangan Unsur Rohani dan Jsmani Pada uraian-uraian di atas telah disebutkan bahwa Islam memandang manusia sesuai dengan hakekatnya. serta perorangan maupun 1 . Keikhlasan adalah perbuatan jiw. 3. Ajaran-ajaran Islam ditujukan untuk umat manusia. yaitu sikap jiwa ketika melaksanakan ibadah yang tidak dipengaruhi oleh motivasimotivasi lain. memungkinkan dapat beribadah dengan kekhusyu.kan yang dalam. Seharusnya setiap orang berusaha sekuat-kuatnya untuk mencapai kualitas ibadah seperti ini.

oleh Nabi dijawab:”Setengah panjang masa” artinya sehari puasa dan sehari berbuka. maka Nabi bersabda:”Kalau begitu puasalah tiga hari tiap-tiap minggu”. setiap kebaikan diberi pahala sepuluh kali lipat. dikatakannya pula kepada Nabi bahwa ia masih kuat lebih dari itu. tamutamumu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. puasa dan berbukalah kamu. matamu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. Al Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 201 mengajarkan. maka Nabi bersabda:”Kalau begitu puasalah seperti puasa Nabi Daud”. maka Rasul bersabda: “janganlah kau lakukan demikian. Manusia hidup memerlukan hubungan dengan Tuhan. dikatakannya kepada Nabi bahwa ia mmasih kuat lebi dari itu. masing-masing unsur . agar manusia mencari perkampungan akhirat dalampemberian Tuhan. bahwa waktu Abdullah habis untuk beribadah. jasadmu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. mungkin umurmu akan panjang. tidur. malam harinya untuk mengerjakan shalat dan siangnya untuk berpuasa. puasa tiga hari tiap-tiap bulan itu seperti puasa sepanjang masa”. yang hidup di dunia menuju akhirat. shalat. Manusia merupakan kesatuan unsure rohani dan jasmani. 1 kemasyarakatan.harus memperoleh temapat secara seimbang. Setelah Abdullah membenarkan berita itu. keluarga juga mempunyai hak yang wajib kau penuhi. Berdasar ayat al-Qur’an dan hadist Nabi tersebut dapat diperoleh kepastian bahwa pelaksanaan ibadah dalam Islam tidak boleh sampai mengabaikan kewajiban-kewajiban yang menyangkut kebutuhan jasmaniah dan duniawiah. Islam mengajarkan bahwa manusia yang berunsur jasmani dan rohani. Ditanyakannya bagaimana puasa Nabi Daud itu. Abdullah merasa amat ringan berpuasatiga hari tiap-tiap bulan itu. Hubungan dengan Tuhan dilakukan dengan iman yang bersebdi tauhid mutlak dan ibadah yang ihklas sesuai dengan tuntutan yang diberikan. Dan al-Qur’an dalam surat al-qashash ayat 77 mengajarkan. Abdullah masih merasa ringan. dengan demikian. Manusia hidup memerlukan hasil potensi alam. Hadist Riwayat Bukhari dari Abdullah bin Amr menceritakan bahwa pada suatu hari Rasululllah dating di rumah Abdullah untuk menanjakan berita orang yang mengatakan. agar manusia mohon kepada Tuhan untuk diberi kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat serta dipelihara dari siksa neraka. cukuplah kau berpuasa tiga hari tiap-tiap bulan. tetapi jangan melupakan hidup di dunia.

dalam pembebanan ibadah keapada manusia. Prinsip-prinsip yang diuraikan di atas berkaitan dengan kondisi fisik dan psikis manusia. Yang harus menjadi pokok perhatian adalah jangan sampai usaha keduniaan melalikan orang dari hubungan dengan Allah. MahaMengetahui keadaan manusia. kelihatan sekali bahwa factorfaktor kesanggupan hamba. alQur’an surat Al-Hasyr ayat 18-19 memperingatkan orang-orang beriman. naluriyahnya. Jangan hendaknya seperti orang-orang yangb lupa kepada Allah. Keinginan memperoleh kesenangan hidup di dunia jangan sampai mendesak kebutuhan membekali diri untuk hidup kekal di akhirat. karena akan melupakan mereka terhadap diri mereka sendiri. dan juga kesempatannya turut dipertimbangkan.Islam mengajarkan agar manusia tidak perlu mengurangi sifat-sifat kodrat kemanusiaannya. Orang jangan sampai lupa kepada Allah. sehingga syari’at ibadah dapat diterima akal. serta manusia supaya bekerja untuk memajukan dan meningkatkan kehidupan di dunia. 1 . Tuhan yang memberikan hidup. mudah dimengerti dan dilaksanakan. Masing-masing supaya memeriksa perbekalan apakah yang telah disiapkan untuk menghadapi kehidupan di masa depan. Dalam hubungan ini. hendaklah bertaqwa kepada Allah. Allah sebagai Pencipta manusia. kehendaklah bertaqwa kepada Allah. Jangan sampai usaha memenuhi kebutuhan jasmani melalikan usaha memenuhi kebutuhan ruhaniah. karena ia akan lupa hakekat dirinya dan hakekat wujudnya. manusia perlu bekerja untuk mencukupkan kebutuhan hidupnya. serta. keadaan kesehatannya. sungguh Allah Maha mengetahui segala sesuatu yang dilakukan. Oleh karena itu. Orang-orang yang lupa kepada Allah adalah orang-orang yang fasik.

...ARDI WINATA Dosen UNIVERSITAS DARMA PERSADA JAKARTA PENGANTAR PEMAHAMAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI DAFTAR ISI PENGANTAR ………………………………. 9 1 ...…………………….…....…………………………..……. ii I.… 1 II.…………………….…..………………………………. PENDAHULUAN . KONSEPSI MANUSIA DALAM ISLAM ……….. i DAFTAR ISI ……………………………………………………………..…………….……….. 9 Perbedaan Manusia dengan Hewan .....

. 50 4..…. 27 C.. 2.…… 44 2. .….………………………….……. 71 D. 1 . Akal dan Fungsinya dalam Alquran …….... 121 Memelihara keseimbangan …………….... 4.………………. Prinsip-Prinsip Ibadah ……………………………………. 25 2.…… 36 Alquran tentang Hakikat Manusia ……………………..………..…………. Pikiran ………………….…. 2. 2. 94 VI..….…………... Langkah-langkah dalam berijtihad ……………………….……………....……………….……..……. 83 2.………….…………... Konsepsi Penciptaan Aalam semesta …………………………………… 29 30 31 34 C. Re-orientasi IjtihaHikmah Ibadah ……………………………..……………….. 1.…. 54 IV. 43 1.…….. C. Macam Ibadah ……………………………………………...... 125 Pengertian Penciptaan ………………………...…………….. Metode Ijtihad ……………………………………………….………. nah Rasul dan Ijtihad sebagai Sumber Ajaran Islam ……………………….……..…..……... 80 1. 21 1.……. 69 1. 42 A.. Ayat-ayat al-Qur’an dari segi Sumbernya ……………………. Qalbu ……………………………………………….. Tujuan dan Hikmah Ibadah ………….. Tuhan dalam Al Qur’an . Obyek Pikiran …………………….. 107 B.……………….…... 87 4.………… 99 Ada perintah dan ketentuan …………………....……….………………….…. Makna Dua Kalimah Syuahadat Dalam Realitas Kehidupan ………………………. 61 1.…….…..…………………………………. Kualiatas Sunnah Rasul/Hadist ………………………………. Fungsi Sunnah Rasul /Hadist dalam Syariat Islam ………………………………………………………….………… 113 1.….….….…..……. Obyek Qalbu ……………………………………………………... Pengertian Nafs ……. Ruh dalam Alquran ……………….. 2....…...…… 103 Meniadakan kesukaran ………………………….……………… Penciptaan Dalam Al Qur’an ……………..… Proses Penciptaan Alam semesta …………….. Proses Pemahaman Tentang Tuhan …………………………. 91 5.. Sistematika Sumber Ajaran Islam …………………………. Kebebasan Akal ……………………..….…… 12 13 17 19 B.. Pengertian Ruh ……………. Nafs dalam Alquran ….………..………..…….………………………. 37 . Hakikat Manusia …………………………. 45 3... Makna Kalimah Syahadat ………………….….…… .... Hikmah Ibadah Dalam Islam ……………………………………….1.. KONSEPSI TUHAN DALAM ISLAM ……………………………….……. Perbedaan Pendapat Hasil Ijtihad ………………………….….….….…………………..…. 117 Untuk membina Rohani ………………. Pengertian Tentang Tuhan …………....…. 59 B..…. Ruang Lingkup Ijtihad ……………………………………..…………………….….. 59 A..…………………. 77 E..……. Tidak Banyak yang dibebankan …………………….………………………...… 61 2. Ijtihad …………………………………………………………..…………..….…. 3...…………………...………... Ayat-ayat al-Qur’an dari segi Penunjukkan …………………. 3..…….….………....……… 105 3. Ayat-ayat al-Qur’an yang Qathi dan Zhanni Dalalah Dan Kedudukannya sebagai Sumber Hukum ………………………………………………………….. 3..…..………………………….……...……. Mekanisme Akal …………………. 85 3.……….....……. 2. 3.………….… 99 A...……. 1. 119 Untuk membina Akhlak ………………………….…………………………….

H. Sesuai dengan uraian buku ini yang menyatakan bahwa pemahaman terhadap sesuatu apapun bentuknya merupakan sunnatullah.Semoga buku ini dapat memberi wawasan kepad para pembaca. Semoga Allah SWT selalu melindungi hamba-hambanya dan melimpahkan rahmatnya kepada kita semua. satu sisi tentunya diharapkan mahasiswa dapat lebih aktif mengkaji dan mendiskusikan materi perkuliahan. Sisi lain tenaga pengajar sebagai pembimbing materi perkuliahan ini. segala puja dan puji serta syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Benar.nikmatnya keapada Rasulullah Muhammad SAW. Ardi Winata KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah. terutama kepada hambaNya yang menempatkan segala aktivitasnya sebagai karya ibadah. apalagi memahami sumber keyakinan manusia itu sendiri yaitu agama. diharapkan lebih berperan selaku manajer kelas. yang telah memberikan rahmat dan 1 . Jika ada saran dan kritik akan kami sambut dengan senang hati demi tercapainya kualitas yang lebih bermutu. Buku yanag berjudul “Pengantar Pemahaman Islam di Perguruan Tingggi” ini disusun untuk memenuhi tuntutan literature para mahasiswa. Dengan pola seperti ini diharapkan mahasiswa dapat belajar secara aktif dan mandiri. Karena tiu suatu pemahaman memerlukan suatu proses yang tidak pernah berhenti. Yang terlah membuka fikiran manusia untuk menuntun kepada jalan yang benar. agar proses belajar mengajar berjalan secara efektif. Sebagai buku pegangan.

_____________. Mizan. Fakhr ad-Din Muhammad ar Razi. Akal dan Wahyu dalam Islam. Chicago. Jakarta. Gunawan Muhammad. Departemen Agama . 9. Singapura: Sulaiman Mar’I. Muhammad Iqbal. Bairut: Ahya al-Taras alArab 1967. BPK Gunung Mulia.Lisan al-Arab. An Essay on Man. Major Themes of the Qur’an. 1982. 1984 3. Membangun Kembali Pemikiran Agama Dalam Islam. Kairo: al-Hai’ah al-‘Amah li Syu’un al-Mutabi al-Amiriyah. Harun Nasution. Tintamas. (terj) Bulan Bintang. 1985. Tubuh-Jiwa-Roh. terjemahan Forrest William.Ihya’ulum ad-Din. 1990 2. 14. The Transcendence of the Ego. al-Mu’jam al-falsafi. Cair: Mustafa al-Babi al-Halabi. Bertens. Ernst Cassier. Haidar Bagir. Mesir: Dar al-Misriyah li at-Ta’lif wa at-Tarjamah. Ibn Manzur. Jakarta. Bulan Bintang. Jean Paul Sarte. Terjemahan K. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. Al Ghazali. Fazlur Rahman. Ibrahim Madkur. 12.(terj) Ali Auda. Bandung . Murtadha Mutahhari. Min Akhlaqin Nabi. Jakarta. tanpa tahun 6. 1989 13. 15. Cetakan ke 3. 11. 8. Al –Qur’an dan Terjemahnya. Taufik Ismail. Sina.DAFTAR PUSTAKA 1. Manusia dan Agama. Bairut: Dar al-fikr. Tafsir al-fakhr ar-Razi. New York. An-Najat. Syyid Qutub.A. Perspektif Al-Qur’an Tentang Manusia dan Agama. Jakarta. Jilid 3. 1983. Ahmad Muhammad Al-Hufy. Universitas Indonesia. Cbibliotheca Islamic. Jakarta. 1968. 1938. Pentej. 1987 1 . Van Peursen. 1966 5. 16. New York 1956. 7. Ibn. Jilid 7. Jakarta. 1957. 1979 4. Fi az-Zilal al-Qur’an. 10. 1980. C.

an. Baiquni. Achamad. Filsafat Fisika dan Al Qur’an. Mukti Ali. Abu Hasan/Nuruddin Muhammad Ibnul Hady Samady. Agama dan Masa Depan. 17.(terj. Kairo. At-Tibyaan fil ulumil Qur. Muhammad Husein Haikal. 1981.Teropong Islam terhadap Ilmu Pengetahuan. Jakarta. Pelita. Janusri 1992. Mizan. Rohama. Ramadhani. Bulan Bintang. Maurice. Manusia Menurut Al-Ghazali. Bandung 1990. Shahih Bukhary. 35. Makalah Pesantren Teknologi. 2000. 34. Terj. CV. Studi Krisis Atas Hadist Nabi : Antara Pemahaman Tektual dan Kontektual. 18 Maret 1991. Jakarta. 1989. Makalah Paramadina. Dar Ihya al Kutuil Arabiyah. Fazlur Rahman. Zakat Pembersih Harta dan Jiwa. Mesir. Abi al Qasim Muhammad Ibn ‘Umar al Zamakhsyari-alKhawarismi. Bulan Bintang. ______________. Ali Issa Othman. M. Konsep-konsep Kosmologi Dalam Al – Quran. 24. Dasar-DasarAgama Islam. 1998 25. Bairut. Jakarta. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. 1989 27. Memahami Beberapa Aspek Ajaran Islam. 26. 31. 37. _____________. Al Kasysyaf 38.23. Rohama. Dr. sains. Bnadung. Ali As-Shabuny. Bucaille.”Umul Qur’an”. Jakarta. Bulan Bintang. Moh. Sains dan Teknologi dalam Islam. No. H. Jakarta. _______________. Sumbangan HUT Ke 70 Prof.M. Pustaka. Mizan. Bibel. Solo. 1996 21.) Pustaka Jaya. Alam Ghaib Punya Hukum Sendiri. Jilid 7 1968. 1996. 20. 1 . VC. Hayatu Muhammad.4 Januari-Maret 1990. 36. Mizan Bnadung. Lisan al-Arab. 1974. 30. Serie KKA 28/THN III/1989. Qur’an dan sains Moren. 29. 1980 Hamka. _______________. Rasyidi. Rasyidi. _____________. 1978. _______________. Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern. _______________. _______________. Mansur ibn. Zakiah Daradjat. Rahmani Astuti. Pelajaran Agama Islam. Asal Usul Manusia menurut Bibel. Terj. 18. Kamaruddin Hidayat. Dar alIrsyad. HA. Bandung 1986. 33. Jakarta. Paramadina. Jakarta. Muhammadiyah. Jakarta. 1996 22. 1973. Mesir: Dar al-Misriyah Li-at-Ta’lip wa at Tarjamah. al-quran. Shalat menjadikan Hidup Bermakna. Syeikh Muhammad Al-Ghazali. Bulan Bintang. 32. 1966 28. 19.

Pendidikan SDN 3 Curup. untuk mempermudah pemberian materi kuliah. Atas nama Universitas Darma Persada. Menjadi dosen tetap Universitas Darma Persada ini sejak tahun 1988 hingga sekarang mengasuh mata kuliah “Agama Islam”. Ir. Allah menitipkan satu orang istri dan tiga orang anak. Ardi Winata dilahirkan di Curup Propinsi Bengkulu pada tanggal 16 Juni 1957. kemudian pindah ke Pesantren di Thawalib Padang Panjang selama 2 tahun.RIWAYAT HIDUP Drs. dari keluarga pedagang berasal dari Danau Maninjau Sumatra Barat. tamat tahun 1970 dan pernah menempuh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Curup hingga kelas 2. Zaghlul Jusuf. Buku ini dibuat dengan judul Pengantar Pemahaman Islam di Perguruan Tinggi. Bambang Suryo Sunindar. 1 . dua laki-laki satu orang perempuan. dan Selesai pada tahun 1986. dan Kuliahtul Ulum El Islamiyah Thawalib Padang Panjang selama 3 tahun. Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. Demikian sekilas profil untuk memudahkan berkomunikasi. SH di Universitas As-Syafiyah dan Akademi Gizi. Pada tahun 1990 menunaikan ibadah haji yang dibiayai oleh Alm. kemudian melanjutkan ke Fakultas Ushuluddin tahun 1978 menyelesaikan serjana muda 1981 dan melanjutkan tingkat doktoral Jurusan Aqidah dan Filsafat IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ketiga anak saya ini masih dalam proses pendidikan.H. Dekan Fakultas Teknologi Kelautan. Sejak tahun 1986 menjadi asisten dosen Dr.

1 .

PENGANTAR PEMAHAMAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI ARDI WINATA 1 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->