I.

PENDAHULUAN Untuk dapat dipahami oleh para mahasiswa bahwa mata kuliah Pendidikan Agama Islam, hanya diberikan atau didapat dalam satu semester dengan bobot 2 sks, dengan menggunakan empat belas kali tatap muka. Setelah itu, hingga selesai kuliah tidak akan ada lagi, kecuali belajar sendiri. Oleh karena itu, suatu yang sangat sulit bagi pengajar untuk menentukan materi apa yang tepat harus diberikan, dengan asumsi bahwa para mahasiswa telah mempunyai pengetahuan tentang ajaran Islam. Buku ini hanya memuat atau membahas materi pokok yang ada dalam ajaran Islam. Pernyataan yang dikemukakan oleh Dr. Kamaruddin Hidayat di bawah ini sangat membantu para mahasiswa untuk memahami bagaimana caranya mempelajari dan memahami ajaran Islam di Perguruan Tinggi. Membicarakan problem studi Islam di perguruan tinggi, setidaknya terdapat sebuah pertanyaan yang perlu direnungkan bersama: adakah Islam dikaji sebagai obyek keilmuan sebagaimana disiplin ilmu yang lain, ataukah Islam dijadikan rujukan pandangan hidup ataupun akidah untuk mempelajari dan menjalani kehidupan? yang ideal mestinya kedua aspek itu terintegrasikan menjadi satu pendekatan yang utuh sekalipun pada prakteknya banyak kendala yang harus diselesaikan karena setiap pilihan yang diambil akan berimplikasi pada metodelogi serta target akhir yang hendak dicapainya. Jika lembaga perguruan tinggi didefenisikan sebagai lembaga riset keilmuan, maka pilihan pertama akan lebih dahulu dikedepankan. Dan ini yang biasa dilakukan diperguruan tinggi Barat. Hampir semua universitas bergensi di wilayah Amerika Utara dan Eropa Barat semuanya mulai memperkenalkan Islamic Studies sekalipun diantara mereka ada yang lebih senang memperggunakan istilah Middle Eastern Studies, yang di dalamnya terdapat studi keislaman. Alasan mereka adalah bahwa Islam dipandang sebagai fenomena budaya dan fenomena sejarah sehingga sebagai obyek kajian ilmiah 1

siapa saja bisa melakukan studi Islam sekalipun bukan orang muslim. Oleh karenanya banyak buku-buku tentang Islam yang ditulis oleh para ilmuwan Barat yang secara akademis memiliki bobot yang tinggi. Lalu, bagaimana sebaiknya kebijakan dan strategi pendidikan Islam di perguruan tinggi? Di sini terdapat dua kata yang memiliki konotasi berbeda. Pertama, kata pendidikan dan kedua, perguruan tinggi. Selama ini wacana keilmuan di perguruan tinggi lebih ditekankan pada pendekatan pengajaran ilmiah, sedangkan istilah pendidikan lebih ditekankan pada jenjang sekolah di tingkat bawah. Tentu saja aspek pendidikan dan pendidikan agama tidak bisa dipisah- pisahkan, sekalipun dari sisi metode penyampaian dan berbagai asumsinya yang berkait memang berbeda. Dengan demikian, pengajar agama Islam di perguruan tinggi dituntut berijtihad menemukan metode yang tepat, bagaimana Islam diajarkan sebagai obyek kajian ilmiah namun sekaligus mata kuliah Islam juga memiliki tugas pendidikan untuk membantu mahasiswa tumbuh menjadi yang berakhlak mulia, relijius dan memahami dasar-dasar ajaran Islam. Mempertemukan dua tuntutan ini sangat penting mengingat hampir di setiap diskusi dan pengajian selalu saja ada pertanyaan tentang kenapa terjadi kesenjangan yang begitu lebar antara idealitas ajaran agama yang diyakini benar, hebat dan tinggi, dan di sisi lain realitas perilaku para pemeluknya yang seringkali bertentangan dengan ajaran agamanya. Bahkan sekarang ini klaim yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang relijius kehilangan validitasnya karena ternyata banyak sekali tragedi sosial-politik yang sama sekali tidak mencerminkan ajaran agama yang menyerukan pada perdamaian, pembelaan terhadap hak-hak asasi manusia, kejujuran, amanah dan lain sebagainya dari nilai luhur keagamaan. Kenyataan ini bagaimanapun juga harus menjadi perhatian dan agenda pemikiran pengajar agama di perguruan tinggi karena mahasiswa adalah calon sarjana yang memiliki peluang untuk mendudduki lapisan menengah ke atas dalam masyarakat.

Kesenjangan antara retorika dan ajaran agama yang begitu ideal dan realitas sosial yang menyimpang akhir-akhir ini menjadi sorotan kritik dan keluhan masyarakat sehingga citra dan wibawa agama – yang tampilkan oleh ulama dan lembaganya menjadi turun. Sekedar contoh, Nabi Muhammad saw pernah bersabda: “Islam itu sangat tinggi, dan karenanya tidak ada yang lebih tinggi darinya.” Pernyataan ini seringkali dikemukankan oleh para penceramah untuk menegaskan bahwa Islam itu hebat dan tinggi sehingga bila terjadi penyelewengan dan kezaliman yang dipersalahkan adalah para penganutnya, karena dianggap tidak memahami sekaligus tidak mempraktekkan ajaran agamanya secara benar. Sekilas argumen tersebut memang mudah diterima. Tetapi bila dikritik dan direnungkan, maka akan timbul pertanyaan: jika ajaran Islam itu memang benar, hebat dan tinggi, tetapi ternyata tidak mampu mempengaruhi para pemeluknya, lalu di mana pembuktian kebenaran, kehebatan dan ketinggian ajarannya itu? Dan lagi di mana relevansi kebenaran dan kehebatan ajaran Islam, jika tidak mampu mempengaruhi perilaku pemeluknya? Inilah kira-kira salah satu problem dan tantangan yang perlu oleh pengajar agama terutama di lingkungan perguruan tinggi. Dan tampaknya problem tersebut diakibatkan antara lain oleh adanya oreientasi pendidikan agama yang kurang tepat untuk tidak menyebut keliru. Tiga hal yang bisa dikemukankan sebagai indikator kekeliruan dimaksud ialah: Pertama, pendidikan agama saat ini lebih berorientasi pada belajar tentang ilmu agama. Karena itu tidak aneh kalau di negeri ini sering kita saksikan seseorang yang banyak mengetahui nilai-nilai ajaran agama, tapi perilakunya tidak mencerminkan nilai-nilai ajaran agama yang diketahuinya. 1

Kedua, tidak memiliki strategi penyusunan dan pemilihan materimateri pendidikan agama sehingga sering tidak ditemukan hal-hal yang prinsipil yang seharusnya dipelajari lebih awal, malah terlewatkan. Kekacauan materi pendidikan agama ini terlebih jelas lagi terlihat pada pemilihan disiplin ilmu fikih yang dianggap sebagai puncak atau inti agama itu sendiri. Disebabkan oleh oreintasi pendidikan agama semacam itu, maka Islam seakan diidentikan dengan paham fikih. Dan beragama yang benar adalah bermazhab fikih yang benar dan yang diakui oleh mayoritas, sehingga siapa saja yang sedikit berbeda dengan mazhab fikih yang dianut mayoritas, maka dituduh menyimpang dari Islam. Alam pikiran semacam ini masih terasa kuat di kalangan para mahasiswa perguruan tinggi Islam, apalagi di perguruan tinggi umum. Ketiga, kurangnya penjelasan yang luas dan mendalam serta kurangnya penguasaan semantic dan generik atas istilah-istilah kunci dan pokok dalam ajaran agama sehingga sering ditemukan penjelasan yang sudah sangat jauh dan berbeda dari makna, spirit dan konteknya. Disiplim keilmuan dalam Islam sesungguhnya sudah sangat kuat dan kaya. Dengan begitu, kalau saja pihak pengajar mampu menemukan metode pengajaran yang tepat dengan ditopang oleh penguasaan materi keislaman, maka sesungguhnya pengajaran dan pendidikan Islam menjadi kuliah yang menarik, aktual dan hidup. Kontektualisasi dan reinterpretasi ajaran Islam adalah agenda pemikiran Islam yang selalu diperlukan pada setiap zaman. Pendekatan terhadap Islam yang selama ini lebih bersifat normative deduktif perlu dilengkapi dengan pendekatan induktif histories sehingga mahasiswa bisa mebedakan mana ajaran Islam yang berupa produk sejarah dan hasil ijtihad dan mana yang bersifat normativedoktrinal.

1

mempelajari Islam sebagai sebuah pengetahuan. tapi dalam aksinya tidak menunjukkan relevansi dengan pengetahuannya tersebut. Ketika muridnya sudah nyaris bosan karena setiap belajar surat itu diulang-ulang. Setidaknya terdapat mempelajari Islam. Demikianlah. misalnya. sehingga esensi ajaran agama bisa menginternalisasi ke dalam diri pribadi-pribadi dalam aktivitas kesehariannya. dan mempraktekan. di sini terlihat bahwa Kiai Ahmad Dahlan mengajarkan para muridnya untuk belajar beragama. kita belum bisa pindah ke ayat lain karena kita belum bisa mengamalkan isi surat ini. maka orang itu akan dikatakan sebagai orang yang belum bisa beragama. berbulan-bulan lamanya hanya mengajarkan Surat al-Ma’un (surat 107) kepada para muridnya. atau ilmu kesenian. sementara dia tidak mencintai dan tidak bisa berenang? Orang yang demikian tetap akan dikatakan sebagai orang tidak bisa berenang. sama halnya kita paham akan ayat itu. Para peneliti dan pemikir 1 . Oreintaì ini mengasumsikan mahasiswa sebagai subyek yang aktif sehinggailmu agama disini mirip dengan ilmu beladiri. Dalam rangka belajar beragama ini. konon diceritakan bahwa Kiai Haji Ahmad Dahlan.Pertama. Pendekatan kedua ini berkembang sangat pesat di Barat. tapi justru teori dan aksi itu adalah hal yang tak terpisahkan. Kita mengafal keutamaan menolong anak yatim tetapi kita belum pernah melaksanakan. Dengan kata lain. bahwa belajar berarti memahami. bukan belajar tentang agama. Demikian juga orang yang mempelajari ilmu dan teori-teori keberagamaan secara luas dan mendalam. Disini aspek religiusitas dan spiritualitas menjadi sangat penting. pendiri Muhammadiyah. ilmu olah raga. Untuk apa seseorang diajari teori berenang dengan sangat luas dan mendalam. maka Kiai Ahmad Dahlan mengatakan. menghayati. dua pendekatan yang menonjol dalam Kedua. Padahal surat itu hanya terdiri dari tujuh ayat pendekpendek. meskipun semua teori tentang berenang sudah dikuasinya. mempelajari Islam untuk kepentingan mengetahui bagaimana cara beragama yang benar. ilmu agama itu bukanlah ilmu yang hanya menitikberatkan pada teori tanpa aksi.

melainkan juga terjadi peningkatan keilmuan Islam. remaja masjid. menganalisa setiap ayat Alquran yang hendak dijadikan pedoman dalam bertindak dengan menangkap dimensi etisnya. Misalnya. ilmu kalam dan tasawuf kesemuanya itu anak kandung peradaban Islam yang memiliki landasan pemahaman atas Alquran. meskipun di antara kita telah bersama-sama berpegang pada Alquran. kembali pada Alquran tidak berarti meniadakan perbedaan di antara umat karena perbedaan merupakan dinamika sejarah yang tidak mungkin bisa dihapuskan. Dalam hal orientasi pendidikan. perlu ditambahkan orientasi lainnya. sehingga tidak saja terjadi peningkatan pengamalan religiusitas di kalangan para penganut Islam. Banyak mahasiswa memperoleh kematangan berpikir. Padahal semestinya di perguruan tinggi itu para mahasiswa mulai berbicara pada tingkat wawasan yang bertujuan pada peningkatan penalaran yang analitis. Namun begitu sejarah jangan sampai memenjarakan kebebasan dan kedinamisan serta kreatifitas kaum muslim. membaca dan memahami ayat-ayat Alquran serta menggali konteks social histories yang melatar belakanginya dengan mempertimbangkan berbagai macam gejala cultural. Ketiga. Sebab. filsafat. Pertama. Dalam hal orientasi pendidikan ini. Sebab itu. tetapi bagaimana mensikapi sejarah secara kritis dan apresiatif karena sejarah tetap merupakan salah satu sumber pengetahuan yang harus dikuasai dan terus digali. membebaskan diri kita dari hegomoni makna atas sejarah masa lalu kaum muslim. yaitu perlunya menyusun dan memilih kembali materimateri pendidikan agama yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa/mahasiswa. pelajaran agama dari mulai tingkat dasar. Kembali pada Alquran dan al Sunnah pada giliranya kembali pada etika sebagai rujukan hidup kita bermasyarakat dan bernegara. menengah hingga atas bahkan perguruan tinggi selalu saja masih banyak didominasi oleh materi pelajaran fikih. Karena itu perlu dipertimbangkan tiga aspek berikut ini. maka seseorang yang berpegang pada etika akan tetap menjaga persaudaraan. Dari sudut pandang akademis mungkin saja mereka lebih jauh menguasai Islam dari pada para kaia yang mengajarkan dan mengamalkannya dari lingkungan pasanteren. maka aspek ini akan banyak diambil alih oleh kelompokkelompok studi. baik dalam bidang fikih.yang memandang bahwa Islam sebagai pengetahuan memang berbeda samangat dan metodologinya dari mereka yang mendekati Islam sebagai keyakinan yang telah dianutnya secara militan. Dengan pendekatan ini diharapkan kita lebih bisa menangkap pesan dasar Alquran dan mengartikulasikan kembali dalam konteks ruang dan waktu yang berbeda. Dua pendekatan di atas karenanya mesti menjadi orientasi pendidikan Islam terutama di perguruan tinggi. dan organisasi-organisasi kemahasiswaan. Ini tidak berarti aspek sejarah Islam ditolak. yaitu upaya gerakan kembali pada Alquran dengan pendekatan yang lebih ilmiah dan multidisipliner. kedua pendekatan di atas tampaknya perlu terus mendapat perhatian yang serius. Kenyataan adanya sekian banyak mazhab dalam pemikiran Islam. pada semester ke berapa pendidikan Islam diajarkan di perguruan tinggi? Memperhatikan yang terjadi saat ini. Kedua. dan bila perlu melahirkan keputusan-keputusan baru yang bersifat preskriptif bagi tindakan kaum muslim di zaman kini. wawasan 1 . Catatan akhir. Kalau tidak. Pembinaan intelektualitas dan spiritualitas Islam bagi para mahasiswa yang terjadi di luar kampus tidak bisa dipandang sebelah mata. tetapi kita masih menemukan perbedaan pendapat soal hukum. jangan hanya aspek legal-formalnya. kehormatan masingmasing dan akan mengutamakan tujuan yang lebih pokok demi kepentingan-kepentingan banyak orang. komporatif. politis dan antropologis.

dan lebih dedikatif menjalankan tugasnya. semua ini perlu diteliti secara ilmiah tentang kebenarannya.keislaman dan ketrampilan berorganisasi justru dari kegiatan-kegiatan ekstra di luar kampus. 1 . Tapi hipotesa sementara demikianlah adanya. dan organisasi lainnya terbukti sangat kontributif dalam menciptakan iklim intelektualitas di kalangan mahasiswa. Tidak aneh karenanya jika terdapat sebagian perguruan tinggi yang memilih calon-calon tenaga pengajar dan pegawai administrasinya yang membawa surat rekomendasi dari lembaga atau organisasi ekstra dan kelompokkelompok belajar mahasiswa. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Melalui kelompok-kelompok studi intensif yang digelar dan dikerjakan oleh para aktivis mahasiswa telah mendorong munculnya iklim intelektualitas Islam di kampus-kampus. Alasannya karena mereka dinilai lebih matang kepribadiannya. lebih terampil kerjanya. Belum lagi lembagalembaga swadaya masyarakat yang kini bermunculan sangat banyak. Peran organisasi remaja masjid. Tentu saja. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

yaitu primata yang primi . namun dalam ajaran Islam berpikir dan benalar serta dimensi pengetahuan. sedangkan kemampuan berpikir dan benalar itu memungkinkan pada manusia. Dalam buku Agama dan Manusia. Andi hakim Nasution menyatakan bahwa perbedaan manusia dengan hewan terletak pada kemampuan manusia untuk berpikir dan bernalar. kesadaran. bukan sesuatu yang sangat vital bagi manusia apabila ditinjau dari sudut pandang agama. keunggulan serta membedakannya dirinya dari semua hewan yang lain. menurut Murtadha Muntahhari menyatakan bahwa perbedaan keduannya terletak pada dimensi pengetahuan. Namun suatu pertanyaan yang perlu dikemukakan apakah yang membedakan manusia dengan hewan secara mendasar? Dalam buku Pengantar ke Filsafat Sains. Bukan berati bahwa semua hal yang disebut itu tidak penting. 1 . Perbedaan manusia dengan hewan Dalam sejarah pemikiran manusia berbicara tentang masalah manusia suatu hal sangat menarik dan unik. Perbedaan yang dinyatakan dari kedua pendapat di atas belum menunjukkan kepada perbedaan yang mendasar. Ketika manusia berusaha untuk mencoba menjawab perbedaan dirinya dengan hewan. karena aspek bepikir dan benalar serta dimensi pengetahuan. termasuk hewan-hewan yang bentuk tubuhnya sangat dekat dengan manusia. kesadaran merupakan alat bagi manusia untuk memahami eksistensi dirinya. alam dan Tuhan.KONSEPSI MANUSIA DALAM ISLAM A. Inilah yang memberikan kelebihan. kesadaran dan tingkat tujuan mereka. maka jawaban sudah dapat dipastikan berbeda-beda sesuai dari sudut pandang cara memahaminya. karena itu ia memiliki susunan otak yang paling sempurna dibandingkan dengan otak berbagai jenis mahkluk hidup lainnya.

dan tidak tepat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut hati. karena ruh yang membuat manusia mempunyai pendengaran. dinyatakan bahwa “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknuya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. yang memungkinkan seseorang menyusun pengetahuan dan berhubungan dengan kebenaran. bukanlah sesuatu yang dapat mempertanggung jawabkan semua perbuatan manusia di akhirat nanti. “tiap-tiap yang berjiwa akan menemukan mati. namun dalam hal yang bersifat non fisik. sementara pengertian al-afhida (fuad) dalam Al-Qur’an tidak berbicara dalam bentuk fisik. apa yang membuat manusia itu dapat berpikir.Berpikir dan bernalar serta dimensi pengetahuan. Sedangkan yang wafat di dalam diri manusia adalah jiwa. berpikir. ruh yang ada dalam diri manusia ini yang membedakan manusia dengan hewan.kenudaian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (sperma) – kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh (ciptaanNya) dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. hal ini dapat dilihat di dalam pengertian-pengertian yang dikemukakan dibawah ini : 1. bernalar dan mempunyai aspek pengetahuan serta mempunyai kesadaran.. pengelihatan dan al-afhida (fuad) manusia. Oleh karena itu. Jika demikian. karena ilmu itu diperoleh melalui pendengaran. Dalam Alquran surat 32: 7-9. 58: 22. Dan hanya kepada kamilah kamu akan dikembalikan”. pengelihatan dan al-afhida (fuad) manusia ini sebagaimana yang disebut pengetahuan bagi manusia. 38: 72. ruh adalah kekuatan berpikir. Al-Qur’an membedakan secara mendasar pengrtian qalbu dengan alafhida (fuad) dalam surat tersebut di atas. Karena semua alat-alat tersebut tidak akan berfungsi bersamaan dengan wafatnya seseorang. Selain dari ayat tersebut di atas dapat dilihat dalam surat 15: 29. kesadaran tersebut dapat mempertanggungjawab kan semua perbuatan yang pernah dilakukan manusia di atas dunia ini? Dalam ajaran Islam. Produk dari hasil pendengaran. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. nalar dan aspek dimensi pengetahuan serta kesadaran yang dikemukakan oleh kedua pendapat di atas. kesadaran sebagaimana yang dinyatakan kedua pendapat tersebut adalah merupakan produk dari essensi yang membedakan manusia secara mendasar dengan hewan. Pengertian Ruh 1 . serta bersifat ketuhanan. Karena ruh tidak akan pernah wafat ketika manusia itu meninggalkan dunia. Di samping itu. Jika dipahami secara filosofis bahwa apa yang dinyatakan oleh Allah ini merupakan sumber memperoleh ilmu. pengelihatan dan al-afhida (fuad). sebagaimana diungkap dalam surat 21:35. Al-Quran membedakan secara tegas antara ruh dan jiwa. 17: 85. karena ruh itu akan kembali kepada Allah untuk mempertanggung jawabkan semua hasil perbuatan yang dilakukan di atas dunia. tetapi mereka sedikit sekali bersyukur. Oleh karena itu. Al-Gazali menjelaskan sebagai yang halus yang ada dalam diri manusia yang memungkinkannya untuk mengetahui sesuatu dan dapat menangkap pengertian. Karena pengertian qalbu yang digunakan dalam Al-Qur’an banyak hal berbicara tentang persoalan fisik. ar-ruh juga diartikan sebagai hakikat berpikir atau kecerdasan yaitu kemampuan manusia untuk siap memperoleh ilmu. suatu pertanyaan yang perlu dikemukakan apakah berpikir dan bernalar serta dimensi pengetahuan. yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut hati dalam bentuk fisik. Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa kunci dasar kehidupan dan keberadaan manusia itu adalah ruh. 66:12. Dalam kaitan ini. penglihatan dan afhida (fuad). 21 : 91.

timbul persoalan. memahami sesuatu yang amat penting baginya. Dalam kaitan ini. memahami sesuatu yang amat penting bagi dirinya. apakah ia layak diminta pertanggungjawaban atas segala perbuatannya? Di pihak lain. bukankah itu berarti bahwa ia gagal memahami dirinya?. pada umumnya diakui bahwa ruh adalah sesuatu yang amat penting bagi kehidupan manusia. karena dapat membinggungkan. ditimbang bahkan difoto. Kesulitan memahami ruh ini terlihat dari betapa banyaknya pendapat yang mencoba untuk memberikan penjelasan tentang ruh. tentu disertai dan didasarkan kemampuan yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk memahami dirinya. tentu saja berbeda dengan pengetahuan manusia tentang jasadnya. karena berkaitan dengan medan yang immaterial. Ruh sering dipahami sebagai pusat kehidupan. Pengetahuan tentang ruh. maka ketentuan Tuhan untuk minta pertanggungjawaban manusia atas segala perbuatannya. Sesungguhpun demikian. Kenyataan ini mau tidak mau mengharuskan adanya pengetahuan manusia memahami dirinya. menjadi sia-sia dan kehilangan makna.Persoalan ruh adalah persoalan yang amat pelik. ternyata Tuhan seperti yang diajarkan oleh agama meminta pertanggungjawaban manusia atas perbuatannya. memahami segala akibat-akibat perbuatannya. Dilihat dari jurusan ini. maka ketentuan Tuhan meminta pertanggungjawaban kepada manusia. diukur. maka kehidupan ada jika ada ruh. 1 . bukankah ia harus mengetahuinya? Jika manusia tidak dapat mengetahui sesuatu yang amat penting baginya. Pengetahuan tentang ruh bersifat spiritual. yaitu ruh. yaitu ruh. dan dalam kondisi manusia gagal memahami dirinya. kematian adalah tiadanya ruh. jika ruh itu amat penting bagi manusia. sehingga banyak orang beranggapan bahwa soal ruh itu tidak perlu dibicarakan. Jika tidak. yang bisa diraba.

Oleh karena ituar ruh disebut annafas yaitu nafas atau nyawa. Di samping itu. maka istilah ini harus dikaitkan dengan seluruh praksis manusiawi yang berlangsung secara sadar atau tidak sadar dalam kebudayaan. Dalam kaitan ini. Kata Ruh dalam Alquran Dalam Alquran terdapat 21 kata ar ruh. kegembiraan. Bagi orang Arab. 2. yang tidak jarang dianggap Ilahi. Di samping itu. 5: 110. jiwa atau keakuan. ar-ruh juga diartikan sebagai hakikat berpikir atau kecerdasan yaitu kemampuan manusia untuk siap memperoleh ilmu. Dengan demikian. yang memungkinkan seseorang menyusun pengetahuan dan berhubungan dengan kebenaran. ruh adalah kekuatan berpikir. Menurut Abu Bakar al-Anbari kata ar-ruh . Menurut Abu Haitham. Menurut Ibn Atsir ruh itu dipakai dalam berbagai arti tetapi yang penting umum ialah sesuatu yang dijadikan sandaran bagi jasad dan dengan ruh itu tercipta kehidupan. kata ruh sering juga disebut an-nafs yaitu jiwa. sedangkan an-nafs menunjukkan arti perempuan. Jika ruh itu keluar maka manusia tidak akan bernafas. ruh adalah nafas yang berjalan di seluruh jasad. Al-Gazali menjelaskan sebagai yang halus yang ada dalam diri manusia yang memungkinkannya untuk mengetahui sesuatu dan dapat menangkap pengertian. dapat juga menunjukkan suatu instansi atau fungsi lebih tinggi dalam fisik manusia. ruh sering disamakan dengan jiwa. Kata ar-ruh dalam Alquran dipakai dalam berbagai arti dan konteks. pengertian ruh menjadi sulit diberikan defenisinya secara tepat. (2) Alquran (3) al-amr. serta bersifat ketuhanan. Bagi Ibnal-Arabi kata ar-ruh mempunyai banyak arti yaitu (1) al-farh. perintah atau arahdan (4) an-nafs. ar-ruh menunjukkan arti laki-laki. Tentang ar-ru al-quds ini ada beberapa pendapat.dan an-nafs adalah searti. Yang pertama kata ar-ruh dikaitkan dengan kata al-quds seperti yang tersebut dalam surat 2 : 87 dan dilihat juga pada surat 2: 254. Oleh karena itu. yang pertama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-ruh al-quds 1 Kata ruh adalah ar-rih yaitu angin. jika ingin berbicara tentang ruh dalam arti konkrit. 16: 102. yang tersebut dalam 20 ayat. ia juga merupakan orientasi manusia di dalam masyarakat dan kebudayaannya.

Kata amr dalam Alquran dipakai untuk berbagai arti. 15: 29. Yang kedua amr diartikan sebagai arah. Dengan demikian. perintah. yaitu malaikat Jibril yang bertugas membimbing para rasul menurunkan dan mengajarkan wahyu. pengelihatan dan qalbunya untuk memahami kebenaran. kata ruh yang dalam Alquran diberi penjelasan sebagai amr min Allah mempunyai pengertian pimpinan. dan menjadi bagian dari diri manusia dan selanjutnya Allah juga menjadikan untuknya pendengaran. apakah ruh dari Allah yang dihembuskan ke dalam diri manusia itu? Jika direnungkan surat 32: 9 yang mengaitkan ruh ke dalam diri manusia dengan dijadikannya pendengaran. Di smping itu. Alquran menyatakan dalam surat 16: 2 dapat dilihat juga dalam surat 40: 15. Tanpa pemahaman yang lengkap tentang amr ini. Oleh karena itu. pengelihatan dan al-afhida (fuad) merupakan instrumentasi rohani yang memungkinkan manusia 1 . seperti yang dinyatakan dalam Alquran surat 54: 12. maka ruh akan sulit dipahami pengertian nya. perintah. Yang kedua adalah Kitab Injil. Dari ayat-ayat tersebut. Pendengaran. sebagai penghormatan kepadanya. 21: 91. urusan (3: 159) dan hukum atau ketentuan (7: 54). Dalam kaitan ini maka penjelasanpenjelasan Alquran tentang amr menjadi sangat penting untuk menyingkap dan memahami ruh itu. dapat dilihat juga dalam surat 7: 77 dan 11: 59. Selanjutnya Alquran juga menyebutkan kata ruh sebagai sesuatu yang dibawa malaikat dari Allah untuk disampaikan kepada hamba-hamba-Nya. kata ar-ruh dikaitkan dengan kata al-amin seperti yang disebut pada surat 26: 193. maka dapatlah ditarik pengertian bahwa ruh itu adalah pimpinan yang ada dalam diri manusia. Fungsinya tidak lain adalah merupakan bimbingan dan petunjuk bagi manusia. perkara. Dalam pengertian sebagai pembimbing atau pemberi petunjuk itulah. Alquran menyatakan dalam surat 65: 5. Alquran menyatakan dalam surat 3: 159. kata kunci untuk memahami ruh itu adalah terletak pada kata amr. dapat ditarik kesimpulan. 66: 12. penglihatan dan hati Alquran menyatakan dalam surat 32: 9. selalu diberikan keterangan sebagai amr dari Allah. Dalam Alquran kata ruh. Alquran menyatakan dalam surat 7: 54. perkara dan urusan. Lebih jelas lagi adalah keterangan Alquran dalam surat 42: 52.itu adalah malikat Jibril. maka kata amr artinya adalah pimpinan. dengan sebutan ar-ruh al-amin. ruh dalam Alquran diartikan secara tegas dan jelas sebagai amr dari Allah. Secara jelas Alquran memberikan jawaban pertanyaan tentang ruh ialah amr Robb. Pada ayat lain. bahwa ruh adalah amr dari Allah.. yang membimbing pendengaran. Jadi. 58: 22. yang ketiga adalah ruh yang dapat menghidupakan orang mati dan yang empat adalah ruh Tuhan yang dianugrahkan kepada Nabi Isa as. Dalam bentuk imarah artinya adalah kepemimpinan. perkara dan urusan dari Allah. Yang empat amr diartikan sebagai hukum. Kata ruh sebagai sesuatu dari perintah Allah yang disampaikan malaikat kepada hamba-hamba Tuhan itu adalah mempunyai pengertian wahyu Allah. Yang ketiga amr diartikan sebagai perkara atau urusan. atau aturan Allah pada ciptaan-Nya. pengelihatan dan alafhida (fuad). Alquran ataupun sesuatu yang dihembuskan Allah ke dalam diri manusia. arah (54: 12). Kata kunci amr berasal dari kata kerja amara yang artinya perintah untuk mengerjakan. kata ruh juga dipakai untuk menyatakan sesuatu yang dihembuskan dari Allah ke dalam diri manusia. Yang pertama kata amr diartikan sebagai perintah. lihat juga dalam surat 38: 72. Yang dimaksud dengan ar ruh alamin adalah malaikat Jibril yang terpercaya untuk menyampaikan wahyu kepada rasul-rasul Allah. seperti yang dinyatakan dalam surat 17: 85. Kata kunci dalam Alquran dipakai dalam arti perintah (65: 5). maka dalam Alquran ruh juga dipakai untuk menyebut nama malaikat. baik dalam pengertian wahyu. Ruh juga diartikan sebagai wahyu yang terkumpul dalam kitab suci sebagai pedoman hidup bagi manusia (42: 52) Lalu. Jadi.

Pengetahuan manusia tentang ruh adalah sangat penting karena dengan mengetahuinya. maka manusia dapat mengenali dirinya dan memahami kebenaran. 1 . Dengan memahami. Pengetahuan manusia tentang ruh sedikit sekali tentunya jika dibandingkan dengan pengetahuan Allah. Pernyataan Alquran bahwa manusia mempunyai pengetahuan yang sedikit tentang ruh. Alquran secara tegas menjawab dan menerangkan pertanyaan tentang ruh manusia sebagai amr min Robb dan manusia diberikan pengetahuan sedikit tentangnya dalam surat 17: 85.memahamai pimpinan Allah. Jadi. Pengetahuan tentang ruh tentunya berbeda dengan pengetahuan manusia mengenai bendabenda yang dapat disusun secara ilmiah. manusia berhubungan dengan eksistensi ruhnya yang ada dalam dirinya sendiri. ruh dalam diri manusia adalah bimbingan dan pimpinan dari Allah dalam diri manusia. melihat dan memahami kebenaran sejati (22: 46). menyadari dan memasuki diri sendiri. suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan. Jadi. hakekat ruh adalah bimbingan dan pimpinan Allah yang hanya diberikan kepada manusia. berdasarkan data-data yang terkumpul yang dapat diukur. diamati dan dianalisa. sehingga ia dapat menjauhi perbuatan yang dapat merusak dan merugikan diri sendiri dan menjalani hidupnya sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran. yang membedakan manusia dari mahkluk Allah lainnya. bukan berarti tidak bisa mengetahui sama sekali tentang ruh. sehingga ia dapat mendengar. Ruh tidak lain adalah daya yang bekerja secara spiritual untuk memahami kebenaran.

atau keakuan. Bentuk jamak dari kata nafs adalah anfus dan nufus. Kata an-nafs yang seringkali dipergunakan Alquran dan diterjemahkan menjadi “jiwa” sesungguhnya berarti “pribadi” atau “kekakuan”. Kata an-nafs dan ar-ruh yang berasal dari Alquran telah masuk ke dalam bahasa Indonesia dengan pengertian nafsu. Kesulitan memahami hakekat ruh oleh karena sifatnya yang gaib membuka perbedaan pemahaman terhadapnya. Menurut Ibn Abbas. sedangkan pengertian kedua seperti dalam ungkapan yaitu seseorang telah membunuh dirinya. mengingat nafs dapat juga berarti diri. maka arah pembentukan kebudayaan yang rasionalistik materialis seperti yang tampak gejalanya dalam kehidupan modern. sebaiknya dapat dipahami sebagai keadaan-keadaan. dan seringkali antara pengertian yang satu dengan yang . nafas dan ruh. sehingga menyulitkan usaha memahami hakekat ruh itu sendiri. dan nafs ruh yang menjadi unsur kehidupan. artinya ia telah menghncurkan seluruh dirinya atau hakikatnya. dalam setiap diri manusia terdapat dua unsur nafs. seperti Ibn Sina menegaskan bahwa ruh dijumbuhkan dengan nafs.lainnya menjadi kabur. an-nafs bisa bermakna ruh. Dalam hubungannya dengan pembentukan kebudayaan. watak1 Hakekat ruh tidak dapat diketahui secara material karena ruh bersifat gaib sehingga tidak dapat ditunjuk subtansinya secara fisik dalam dimensi ruang dan waktu. peranan ruh sebagai pimpinan dan bimbingan Allah dalam diri manusia itu sangat besar. akan bergeser ke arah kehidupan kebudayaan yang berdimensi transenden. 3. Ucapan-ucapan seperti an-nafs al-mutma’innah dan an-nafs allawawamah dan an-nafs al-ammarah (yang bisa diterjemahkan menjadi jiwa yang merasa puas dan jiwa yang mengutuk). Pengertian pertama seperti dalam ungkapan telah keluar nafas seseorang atau nyawanya. yaitu nafs akal yang bisa membedakan sesuatu. Menurut Ibn alBari. Dalam studi Filsafat Islam. dan bisa bermakna hal yang membedakan sesuatu dari yang lain. Pengertian Nafs Menurut Ibn Ishak kata an-nafs dalam bahasa Arab digunakan dalam dua pengertian. karena dengan ruh sebagai daya yang bekerja secara spiritual untuk berhubungan dengan prinsip-prinsip kebenaran melalui berpikir terhadap alam sekitar dan selalu ingat kepada kekuasaan Allah. aspek-aspek.

dan dalam bentuk jamak lainnya an-fus terdapat dalam 154 ayat.watak. maka nafs yang menjadi pokok pembahasan di sini adalah nafs dalam pengertian diri. Tentang arti nafs dalam ayat di atas ini. Kematian ditandai dengan lenyapnya nafas. Jadi pernyataan “aku” baik dalam kaitan dengan perbuatan atau pemilikan. 3) jiwa dan 4) diri. maka nafs ini berkaitan dengan tubuh. menempatkan manusia pada posisi obyek dan subyek. meskipun yang memegang dan menggunakan pensil itu tangannya. keakuan. Alquran menggunakan kata nafs dalam empat pengertian yaitu 1) dalam pengertian nafsu. ia tidak akan mengatakan mulutku makan. Sayyid Quthb menyatakan bahwa ayat ini berkaitan dengan nafs yang mengalami hidup dan mati. Kesadaran muncul sebagai buah dari perenungan terhadap diri sendiri. Sedangkan bentuk jamaknya nufus terdapat dalam 2 ayat. Dalam kaitan ini. kesatuan dari kualitas-kualitas. nafas dan ruh. seperti tersebut dalam ayat ini dapat diartikan dengan nafas. setiap nafs akan mati. 4. bukan dalam pengertian nafsu. tidaklah semata-mata menyangkut hal-hal yang fisik saja. Dalam keakuan (ego) terdapat kesatuan transenden. Kenyataan menunjukkan bahwa keakuan muncul ketika kesadaran manusia tentang dirinya terbentuk. Demikian juga halnya dalam kaitannya dengan pemilikan. Manusia sebagai kesadaran adalah subyek menghadapi dirinya sebagai obyek. Nafs dalam pengertian diri. Jika seseorang mengatakan “aku makan. ada yang menyebutnya dalam arti jiwa dan ada pula yang mengartikannya nyawa. atau kecenderungan-kecenderungan dari pribadi manusia. Jika seseorang mengatakan “aku punya pensil. 21:25. An-nafs dalam pengertian keakuan atau pribadi adalah totalitas diri manusia.” maka pernyataan aku menunjukkan pada totalitas diri. termasuk di dalamnya adalah pendidikan.” maka pernyatan aku menyatakan pada totalitas diri. nyawa. Nafs dalam pengertian nafas atau nyawa terdapat dalam surat 3:185. dan terbentuknya kesadaran tentang diri ini bermula sejak bentuk manusia yang sempurna lahir. dan seperti disebutkan dalam 1 . muncul setelah tahapan jasad. keakuan. karena jiwa atau roh tidak mengalami kematian. nyawa. hayat terlampaui. Pernyataan “aku” adalah pernyataan total tentang diri seseorang. dan oleh karena pernyataan nafs berkaitan dengan kematian. dan ia pun tidak akan mengatakan tanganku punya pensil. tetapi lebih dalam lagi berkaitan dengan hal-hal yang non-fisik. keakuan. yang menjadi tanda adanya kehidupan pada tubuh manusia. 39:42. menjadi sebuah eksistensi. terdapat perbedaan pendapat. 2) nafas. Nafs dalam pengertian jiwa terdapat daplam surat 89:27-30 Sehubungan dengan nafs dalam ayat di atas ini. Nafs dalam Alquran Dalam Alquran kata nafs terdapat 140 ayat. Semua ini dapat dipandang sebagai sifat “mental” (yang berbeda dari yang fisikal) asalkan akal pikiran tidak dipahami sebagai subtansi yang terpisah. Sedangkan nafs yang berkaitan dengan kematian tubuh. Nafs dalam pengertian nafsu dinyatakan dalam surat 12:53. Sedangkan ar-Razi menjelaskan bahwa kematian itu berkaitan dengan tubuh. kesatuan dari keadaan-keadaan dan perbuatanperbuatan. Oleh karena itu. ar-Razi menjelaskan bahwa pengertian jiwa ini diperoleh karena nafs di sini berkaitan dengan keterangan. Kesadaran tentang diri itu dibentuk oleh berbagai factor internal dan eksternal. yang diartikan jiwa. kemudian diikuti hilangnya unsur panas. nafas. meskipun yang melakukan makan adalah mulutnya. Faktor internal adalah kapasitas berpikir yang terbawa oleh kodranya sebagai ciptaan dan factor eksternal yaitu lingkungan hidup dan kebudayaan. air dan tanah yang berkumpul kembali dengan alam asal kejadian. karena nyawa merupakan tanda adanya kehidupan. al-hayat. Munculnya kesadaran tentang diri.

ruh. Nafs dalam pengertian diri. maka kesungguhan diri manusia mempunyai arti yang sangat penting. Alquran menyatakan dalam surat 41:46. Selanjutnya Alquran menegaskan bahwa perbaikan nasib seseorang ditentukan oleh kemampuannya merubah apa yang ada dalam diri pribadinya dinyatakan dalam surat 8:53. yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan. Menurut Alquran. Allah menjanjikan kepada siapa yang 1 . Dalam hubungan ini. Realitas manusia adalah realitas pribadi. perbuatan baik pada dasarnya untuk kepentingan dirinya sendiri.ayat Alquran maka tentu yang dimaksudkan adalah jiwa. yang dimasukan ke dalam diri hamba-hamba Allah. dan setiap pribadi mempunyai pendapat dan keinginan yang berbeda-beda. demikian pula perbuatan jelek. Setiap pribadi bertanggungjawab sepenuhnya atas segala apa yang dilakukannya. yaitu al-qaib yang memperoleh keterangan dengan memahmi tentang Allah sebagai wajib al-wujud. ruh. ia tidak akan bertanggungjawab atas perbuatan orang lain. Sedangkan Zamakhsyari menyatakan nafs dalam ayat ini diartikan jiwa. keakuan. pada dasarnya akan merugikan dirinya sendiri. 45:15. Oleh karena itu. setiap pribadi hanya akan memperoleh bagian dari apa yang dilakukannya dinyatakan dalam surat 53:38-41. 13:11. pribadi dinyatakan dalam surat 6:164.

Akal. Kesatuannya bersifat spiritual yang tercermin dalam aktivitas hisupnya. Dinamikanya terletak pada aksi atau kegiatannya. akan memperoleh bimbingan Allah. Orang yang menggunakan akalnya pada dasarnya adalah orang yang mampu mengikat hawa nafsunya. seorang yang menggunakan akalnya. Karena itu. ia mampu mengendalikan diri dan akan dapat memahami kebenaran. B. karena Allah selalu bersama-sama dengan orang-orang yang berbuat kebaikan. hayat dan ruh. akan menanggung akibat yang timbul dari apa yang diperbuatnya itu (Alquran 41:46) dan perubahan keadaan hidupnya akan terjadi jika keakauan itu merubah dirinya (Alquran 8:53) Oleh karena itu. Akal adalah penahan hawa nafsu untuk mengetahui amanat dan beban kewajibannya. al-‘aqil adalah orang yang menawan atau mengikat hawa nafsunya. Akal adalah potensi gaib yang tidak dipunyai oleh mahkluk lain yang mampu menuntut kepada pemahaman diri dalam alam. mana yang benar dan mana yang salah. yang pertama. Sebagian besar kata nafs dalam Alquran dipakai untuk menunjukkan arti diri. Keakuan atau nafs adalah kesatuan dinamik dari jasad. tetapi merupakan daya berpikir yang terdapat dalam jiwa manusia. Sedangkan kata kerja ‘aqala artinya adalah habasa yaitu mengikat atau menawan.hasil apa yang dikerjakannya (Alquran 29:6). sehingga hawa nafsu tidak dapat menguasai dirinya. Akal sesungguhnya mempunyai bermacam-macam arti. daya yang dalam Alquran digambarkan memperoleh pengetahuan dengan memperhatikan alam sekitarnya. Ia juga mampu melawan hawa nafsu. keakuan. Akal dan Fungsinya dalam Alquran Akal adalah al-hijr atau an-nuha artinya adalah kecerdasan. dinyatakan dalam surat 29:6. akal adalah sifat yang membedakan manusia dari pada 1 bersungguh-sungguh dalam jalan Allah. akal dapat juga diartikan sebagai suatu potensi rohaniah untuk membedakan mana yang hak dan mana yang batal. dalam pengertian Islam bukanlah otak. Keakuan itu bertanggungjawab atas setiap apa yang diperbuatnya sendiri. ia adalah pemahaman dan pemikiran yang selalu berubah sesuai dengan masalah yang dihadapi. ia adalah kesadaran batin dan penglihatan batin yang berdaya tembus melebihi penglihatan mata. melalui kerja yang sungguh-sungguh. keakuan akan mendapatkan . Dengan Demikian. Alquran menyatakan dalam surat 53:3841. karena seseorang yang dikuasai hawa nafsu akan mengakibatkan terhalang untuk memahami kebenaran. ia merupakan petunjuk yang membedakan hidayah dan kesesatan.

terdapat 5 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kitab suci. terdapat 6 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah. 29: 63. terdapat 12 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami alam semesta seisinya. seperti kehidupan neraka. 21: 67. 36:62. 4. Yang kedua hakikat akal ialah ilmu pengetahuan yang timbul dari alam wujud. 39: 43. Dengan akal manusia bersedia menerima berbagai macam ilmu yang memerlukan pikiran. 49: 4. 29: 35. dan ya’qilun 22 ayat. 25: 44. 8. 2: 170. Jadi. yaitu ‘aqalu 1 ayat. 6: 32. 10: 10. Keduanya pikiran dan qalbu merupakan instrumen akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran. 7. dapatlah kiranya disebut sebagai suatu aktivitas kesatuan akal. baik yang tersurat dalam Kitab Suci maupun yang tersirat dalam alam dan manusia. Penggunaan akal itu antara lain : 1. Oleh karena itulah. 24: 61. Dalam surat 67: 10. 67: 10. 28:60. 26: 28. 13: 4. serta kaitannya dengan al-qalb yang mempunyai kemampuan memahami realitas. 37: 138. dan yang keempat adalah pengetahuan tentang akibat segala sesuatu. 26: 28. Menggunakan akal artinya adalah menggunakan kemampuan pemahaman baik dalam kaitannya dengan realitas yang konkrit. Dari 49 ayat yang menjelaskan tentang penggunaan akal. 10:16. Dalam surat 5: 58. Memikirankan penciptaan alam adalah kegiatan yang berpusat di kepala. terdapat 14 ayat dipakai dalam kaitannya dengan keimanan. ta’qilun 24 ayat. 11: 51. Dalam surat 12: 2. Yang ketiga ialah ilmu yang diperoleh dari pengalaman. bersatu dengan kebenaran Ilahi. Dalam surat 2: 164. terdapat 1 ayat dipakai dalam kaitannya dengan Sholat. 242. 28: 60. 10: 100.hewan. 30: 28. Dalam surat 2: 73. sehingga manusia mapu memasuki dunia kesadaran tertinggi. Dengan demikian kegiatan akal adalah kesatuan pemikiran dan qalbu dalam usaha memahami kebenaran. dan pencegah hawa nafsu. Akal dengan demikian merupakan daya kekuatan untuk memperoleh segala ilmu. Realitas konkrit dipahami oleh pikiran dan realitas spiritual oleh qalbu. adalah kegiatan yang berpusat di qalbu yang ada dalam dada. 2: 44. 67. Oleh karena itu. 5. dalam sebuah hadist dikatakan :Tidak dijadikan oleh Allah suatu mahkluk yang terlebih mulia padanya dari pada akal. Alquran menyatakan dalam surat 3: 190-191. 43: 3 3. 3: 65. terdapat 1 ayat dipakai dalam kaitannya dengan hukum moral. 59: 14. Keduanya merupakan kesatuan daya rohani untuk dapat memahami kebenaran. 16: 12. 6. 171. Dalam surat 2: 76. 2: 32. terdapat 7 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami proses dinamika kehidupan manusia. 2. sedangkan mengingat Allah. Dalam Alquran terdapat 49 ayat yang menjelaskan tentang penggunaan akal. 75. maka dapatlah ditarik pengertian bahwa akal dalam Alquran dipakai untuk memahami realitas yang konkrit seperti proses kelahiran manusia dan alam semesta. 57: 170. 12: 109. Dalam surat 22: 46. Dalam hadist yang lain dikatakan : Apabila manusia itu mendekati Tuhan dengan pintu-pintu kebajikan dan amal sholeh. 23: 70. 36: 68. maka engkau dekatilah Tuhan dengan akalmu. nilainilai moral dan untuk memahami tanda-tanda Tuhan. ya’qilu 1 ayat. Dalam surat 6: 151. Kesatuan antara berpikir tentang alam sekitarnya yang berpusat di kepala dan menghayati serta mengingat Allah yang berpusat di qalbu yang ada di dada. 21: 10. dalam Alquran dijelaskan bahwa akal mempunyai fungsi untuk memahami kebenaran yang fisik maupun yang metafisik. 5: 103. 8: 22. maupun realitas spiritual. terdapat 3 ayat berkaitan dengan kehidupan akhirat. na’qiln 1 ayat. dan juga realitas gaib. Ilmu akal meliputi ilmu yang duniawi dan yang ukhrowi. Konsep Tauhid dalam kebudayaan pada tahap pengertian sebagai proses seperti yang digambarkan dalam Alquran surat 3: 190191 di atas adalah kesatuan zikir kepada Allah dan pemikiran tentang 1 . 30: 24. 11: 51.

Kesatuan zikir dan pikir ini. Kesatuan aktivitas itu dapat digambarkan sebagai berikut : Berzikir ----------------------------.ciptaan Allah yang berada di antara bumi dan langit. Pikiran bekerja untuk memahami dimensi fisik.Allah Orang Berakal Aktualitas berpikir ----------------------------. sebagai penjelmaan dari aktivitas orang-orang yang berakal. bersifat material. sedangkan qalbu bekerja untuk 1 . yang keduanya berhubungan secara organis.Ciptaan Allah Akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran bekerja dengan menggunakan pikiran dan qalbu.

Seperti pemahaman terdahap realitas kemiskinan. dengan harapan upaya realitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Di sini terdapat dua hal penting yang perlu mendapat perhatian yaitu pemahaman terhadap realitas dan penilai kritis terhadap pemahaman itu. Sedangkan penilaian kritis atas pemahaman manusia terhadap realitas adalah upaya menggugat keabsahan pemahaman itu. Opini adalah bukan fakta. Pikiran Berpikir sebagai proses budaya adalah memhami realitas dan melakukan penilaian kritis terhadap pemahaman itu. mengakibatkan manusia hanya memperoleh pengetahuan lahiriahnya saja dari realitas yang ditangkap dan manusia dapat dikuasai hawa nafsunya. karena seringkali terjadi pemahaman manusia terhadap realitas merupakan opini yang dipengharuhi oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang secara moral tidak dapat dipertanggungjawabkan. singga pikirannya bekerja untuk kepentingan pemuasan hawa nafsu. membuat seseorang hanya menagkap dimensi spiritual dari realitas yang ada. Dalam melihat kemiskinan terjadi benyak perbedaan dalam memahaminya. dan orang menjadi tertarik karena opini 1 memahami dimensi metafisik. Hubungan organis pikiran dan qalbu sebagai instrumen akal dapat digambarkan sebagai berikut : . Sebaliknya qalbu yang berkerja terlepas dari pikiran. bahkan seringkali terjadi opini tentang fakta yang nyata berbeda dengan faktanya sendiri. tetapi penguasaan teknik dan cara menyelesaikan masalahnya seringkali mengalami kemacetan. Meskipun realitasnya sama seringkali terjadi perbedaan pemahaman terhadap realitas itu.Pikiran Qalbu 1. Dalam penilaian kritis ini diperlukan kejujuran intelektual.. Sebaliknya jika kemiskinan itu dipandang sebagai akibat dari adanya sitem kehidupan sosial ekonomi yang timpang maka tentunya dengan upaya keras manusia dapat merubahnya. besrsifat spiritual. karena dimensi fisiknya tak kuasa. secara moral ia mempunyai kesadaran yang baik. Keduanya dalam pandangan tauhid merupakan kesatuan fungsional bagi kebudayaan. Pengembangan pikiran yang terlepas dari kaitannya dengan qalbu. Kemiskinan jika dipandang sebagi “takdir” ketentuan Allah yang mutlak – tentunya tidak ada satupun kekuatan dari manusia yang dapat merubahnya kecuali Allah sendiri.

terletak di dada sebelah kiri. berpengetahuan dan arif. terutama yang terjadi dalam proses pendidikan. tidak ada yang haram untuk dipikirkan. bahkan berada di luar penilaian etik. Menurut Ibn Sayyidah. dan Yang Esa itu merupakan sumber semua kehidupan yang ada. Al Qalb dalam Alquran menurut Amir al-mu’minin Ali juga disebut sadr. Karena itu tidak ada satu kekuatan pun yang dapat secara effektif melarang atau menghentikan pikiran bekerja. Qalaba mengalami beberapa perubahan bentuk seperti inqalaba dan qallaba namun artinya masih sama. karena tanpa berpikir ajaran tauhid itu tidak bisa dimengerti. orang yang berpikir tentang perampokan tetapi tidak pernah melakukan perbuatan merampok. bukan berarti pembebasan manusia dari segala ikatan atau norma-norma hukum tertentu. Barangkali tidak ada kebebasan yang penuh bagi manusia kecuali berpikir. yaitu 1) kata wahidah yang mempunyai pengertian tauhid dan 2) kata tatafakaru yang arti berpikirlah. Berpikir dapat dilakukan manusia. Pendidikan yang terkotak-kotak akan melahirkan pemikiran yang terkotak-kotak pula dan akibatnya pemahaman terhadap realitas menjadi terkotak-kotak. Dalam Tafsir al-Takhr ar-Razi diterangkan bahwa ada dua hal yang penting dalam ayat ini. sedangkan berpikir merupakan sarana untuk memahami dan mengembangkan prinsip ajaran tauhid dalam kehidupan. lubb dan syagaf. dimana pun dan kapan pun. Jika ada yang mengikat berpikir. Qalbu Qalbu berasal dari kata qalaba yang bermakna berubah. mungkin itu adalah hukum berpikir dalam pengertian metodologi serta obyek yang dipikirkan. berpindah atau berbalik. Pikiran hanya dapat berhenti jika hidup manusia berhenti atau kehilangan kesadaran dirinya. Kegiatan berpikir adalah kegiatan yang otonom. atau fisik. Tidak ada satupun ayat Alquran yang melarang berpikir. di dalamnya terdapat rongga-rongga yang mengandung darah hitam sebagai sumber kehidupan dan seringkali dinamakan jantung. akan tetapi merupakan suatu pandangan hidup yang senantiasa harus diwujudkan dalam realitas kehidupan muslim. artinya hati. pikirannya tetap dapat bekerja paling tidak untuk mencari jalan bagaimana cara menghindari siksaan itu. qalb jamaknya qulub. yang pertama dalam pengertian kasar. Oleh karena itu.bukan faktanya – sehingga tidak terjadi perubahan apa-apa terhadap faktanya itu sendiri. Kotak-kotak pemikiran terjadi. berpikir menjadi anjuran yang melekat dalam prinsip tauhid. sehingga realitas tidak dapat sepenuhnya dipandang secara utuh. Sedangkan arti yang kedua adalah pengertian yang halus yang bersifat ketuhanan dan rohaniah yaitu hakekat manusia yang dapat menangkap segala pengertian. meskipun fakta itu memerlukan perubahan. Oleh karena itu. 2. Di samping itu manusia juga bebas untuk memikirkan apa saja. Prinsip ajaran tauhid ialah bahwa Tuhan adalah Esa. Prinsip Tauhid ini bukanlah sekedar suatu keyakinan yang dinyatakan dalam pengakuan saja. karena kotak-kotak budaya. atau bagaimana agar siksaan itu tidak terasa sakit. tidak dapat dituntut secara hukum di muka pengadilan. Disebutkan dalam sebagai berikut: 1 . Berpikir adalah kegiatan yang sepenuhnya bebas. apalagi diterapkan dalam kehidupan. Qalbu memiliki kemampuan untuk mengetahui essensi segala sesuatu. Demikian juga berpikir tentang kebebasan. bahkan sebaliknya Alquran menganjurkan kepada manusia untuk berpikir. dinyatakan dalam surat 34: 46. Al-Qalb mempunyai dua pengertian. Tauhid adalah salah satu prinsip ajaran Alquran. Meskipun fisik manusia disiksa. yaitu segumpal daging yang berbentuk bulat panjang. fu’ad.

15:12.64. Disebut syagaf karena temapat terbitnya kecintaan makhluk kepada sesamanya. 7:100. dinyatakan dalam surat 39: 22. disebut fu’ad karena menjadi tempat terbitnya makrifat Allah. dinyatakan dalam surat 12: 30.101.110. 9: 117. dalam surat 49: 14.45. dinyatakan dalam surat 65: 10.7. antara lain kufur.- disebut sadr karena ia tempat terbitnya nurul Islam. perbuatan dosa. disebut lubb karena menjadi terbitnya tauhid. Terbagi dalam beberapa persoalan sebagai berikut: 43 ayat dipakai dalam kaitannya dengan soal-soal keimanan.8. 1 . dinyatakan dalam surat 53: 11.77. termasuk di dalam hal ini adalah ketidak berimanan. 22:32. Dalam Alquran terdapat kurang lebih 101 ayat yang memjelaskan tentang kata benda al-qalb atau jamaknya al-qulub.

59:14. 57:16. mengingat kekuasaan Allah. 6:25. 83:14.167. 57:27. Akan tetapi di dalam pengertian non fisik. dalam kitab suci.126. 21:3. 5:113. 34:23. 49:3.127. 79:7. harapan.- 7 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kemampuan al-qalb untuk memahami kebenaran dan kekuasaan Allah yang tersembunyi dibalik peristiwa-peristiwakemanusiaan. dinyatakan dalam surat 22:53.118. yang tersimpan dalam alam ciptaan-Nya dan tersurat dalam firman-firman-Nya. 58:22.154. 3:15. 24:50. 4:155. 5:41. dalam kehidupan di akhirat nanti. 3:159. kegoncangan. 33:54. 5 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kemampuan al-qalb untuk zikir. - - Jadi. Yang satu menangkap kebenaran sepotong-potong dan yang lain menangkap keseluruhan. 50:33.23. 26:194. 50:37. 20 ayat dipakai dalam kaitan untuk menjelaskan sifat. 2:74. baik di sorga maupun di neraka. 8:24. baik ketakutan. 16:22. 23:63. 33:5. serta kesombongan. 6: 46.26. Kebenaran mutlak adalah kebenaran Tuhan. 40:35.4. 24 ayat dipakai dalam kaitannya dengan perasaan. 1 - .10. dinyatakan dalam surat 26:88. dinyatakan dalam surat 22:46. maupun dalam ayat-ayatNya (tanda-tanda).5.103. Keduanya (pikiran dan qalbu) tumbuh dari akar yang sama dan masing-masing saling melengkapi. 61:5.7. 11. 64:11. Kebebasan Akal Akal adalah daya rohani untuk memahami kebenaran.26.26. ia dalah bagian dari akal. dinyakatan dalam surat 13:28. 45:23. Al-qalb sebagai kekuatan yang dapat memahami kebenaran metafisik.51. 10:88. 59:10.9. kegelisaan. 28:10. 48:10. 16:106. 24:37. karena itu dala Alquran al-qalb dalam aktivitasnya menggunakan kata kerja ya’qiluna biha (22:46). 22:54.89. dan yang lain dalam aspek kebenaran kekal. 18:14. 9:15. 8:70.63. ketenangan. 8:2. Yang satu memusatkan perhatiannya pada kebenaran sementara. kasar dan keras. 18:28. 9:8. 47:24.10. - - 2:204. makna dibalik kejadian kemanusiaan. al-qalb adalah suatu kemampuan untuk memahami kebenaran-kebenaran yang bersifat metafisik.51.93. kehidupan sesudah mati.97. 39:22. Al-qalb bukan pikiran. 41:5. 48:12. 23:60. seperti keteguhan. dinyatakan dalam surat 33:26. yang bercermin melalui tanda-tanda-Nya. 40:18. 6:43. 7:179. 159. tanda-tanda kekuasan Allah. al-qalb dalam pengertian fisik adalah sesuatu yang ada di dalam dada (22: 46) yang sering disebut jantung. C.63. 33:5.93. 33:10. 3 ayat dipakai dalam kaitannya dengan akhirat. 39:45. karena itu kata al-qalb dalam Alquran tidak pernah dipakai dalam kaitannya dengan pemikiran. kesucian.53. 42:24.60.225. 3:8. baik kebenaran yang bersifat mutlak maupun kebenaran yang bersifat relatif. 37:84.

7: 176. Akal sebagai daya rohani bersifat ketuhanan.Kebenaran reasltif adalah kebenaran sebagai hasil pemahaman manusia terhadap realitas sekitarnya yang berupa ilmu pengetahuan. 1. . Sesungguhnya tidak perlu ditakuti adanya kebebasan akal. Mekanisme Akal. dapat membawa seseorang dikuasai hawa nafsu. dinyatakan dalam surat 74: 18-26. pada saat kematian tiba. 69. Akal yang tidak berfungsi mengakibatkan manusia jatuh pada kekuasaan hawa nafsu dan berarti kejatuhan manusia. Akal sebagai daya rohani pada dasarnya bebas.Satu (1) ayat menjelaskan tentang pemikiran yang salah. baik yang fisik maupun yang metafisik. Akal adalah anugerah Tuhan yang hanya diberikan kepada manusia. Hal ini terbukti tidak ada satu pun ayat dalam Alquran yang melarang manusia untuk menggunakan akalnya. akan melahirkan perbuatan yang dapat merusak kehidupan. Seseorang yang menggunkan akal adalah sesorang yang mampu menawan dan mengikat hawa nafsunya. dinyatakan dalam surat 13: 3. karena pembicaraan tentang akal selalu berhubungan dengan dimensi pikir dan zikir. 3: 191. Kebebasan akal merupakan prasyarat bagi kebudayaan. Alquran menyatakan dalam surat 45: 23. sebaliknya banyak sekali ayat Alquran yang mengajurkan manusia menggunakan akalnya. . kebebasannya hampir mutlak. sedangkan batas-batas pertumbuhan bersifat dinamis dan oleh karena proses belajar terus menerus maka batas-batas pertumbuhan itu bergerak dan berkembang. Seorang yang dikuasai hawa nafsunya. 6: 50. Oleh karena itu. 3: 191. sampai akhirnya pada waktu yang pasti.. bekerja melalui pikiran dan qalbu manusia. akal harus digunakan agar ia tidak kehilangan kemanusiaannya. dan dalam ayat-ayat tersebut terlihat bahwa yang menjadi obyek pemikiran menurut Alquran adalah alam dan manusia serta hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan keduanya. 266. Batas-batas obyek dibawa oleh kodratnya. sehingga manusia kehilangan kemampuan untuk memahami kebenaran sejati. yang digambarkan Alqur’an lebih sesat dari pada binatang dinyatakan dalam surat 25: 43-44. 39: 42. 184. Obyek Pikiran Dalam Alquran terdapat enam belas (16) ayat tentang berpikir. Pikiran dan qalbu berhubungan secara organis dan keduanya bekerja pada batas-batas obyeknya dan pada tahapan dari pertumbuhannya. 34: 46. 16: 11. karena tidak ada satu kekuatan apapun yang dapat menghalangi akal bekerja. karena akal yang tidak bebas bekerja.Enam (6) ayat di antaranya dipakai untuk memikirkan alam ciptaan Tuhan. 45:13. batas pertumbuhan itupun berhenti. 10:24. Pikiran untuk memahami yang baik dan yang relatif. sedangkan qalbu untuk memahami yang metafisik dan mutlak. dan hawa nafsu bisa diikat jika qalbu manusia selalu ingat pada kekuasaan Tuhan dinyatakan dalam surat 13: 28. Akal yang tidak berfungsi menjadikan qalbu manusia tertutup. Dari enam belas (16) ayat itu terbagai sebagai berikut: . dinyatakan dalam surat 30: 8. Akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran.Sembilan (9) ayat di antaranya dipakai untuk memikirkan manusia. sedangkan batas-batas pertumbuhan dipengaruhi oleh proses belajar dan pengalaman hidup. 2: 219. 1 . Batas-batas kodrat bersifat tetap. yang mutlak dan yang relatif. sebaliknya harus ditakuti adanya ketidakbebasan akal. dan kebebasan akal ini dijamin penuh oleh Alquran. sehingga ia dapat melupakan adanya kekuasaaan dan kebesaran Allah. 2.karena qalbunya melemah.

Alquran juga menandaskan adanya ukuran tertentu di dalamnya. Jika seseorang mencoba memikirkan di luar batas obyeknya. 1 .Secara jelas Alquran menerangkan bahwa abyek pemikiran adalah alam dan manusia serta yang berkaitan dengan kehidupan keduanya. Alquran mengajurakan kepada manusia untuk memperhatikan proses penciptaan dalam alam. Di samping itu. dinyatakan dalam surat 25: 2. Contoh kesalahan itu seperti kesimpulan berpikir bahwa Alquran itu adalah sihir dan perkataan manusia pada umumnya dalam surat 74: 18-26. Dalam hubungan ini. Alquran menjelaskan tentang adanya prinsip-prinsip kebenaran di dalamnya. Dalam hubungan dengan pemikiran tentang alam. 6:73. 54: 49. maka bisa mengakibatkan celaka. 14: 19. dinyatakan dalam surat 88:17-20. dinyatakan dalam surat 19: 5.

manusia dapat mengembangkan lebih jauh untuk penyusunan teori-teori dan untuk melakukan percobaan-percobaan. Memperhatikan proses penciptaan manusia memberikan pengetahuan yang bermanfaat untuk memahami susunan dirinya. Setelah memperhatikan proses penciptaan dirinya. Pemikiran terhadapa proses penciptaan dalam alam semesta. ia dapat pula mempraktekkan dalam proses penciptaan alam kebudayaan. maka manusia pun dinjurkan untuk memperhatikan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu beserta akibatakibatnya. yang memungkinkan proses penciptaan itu berlangsung. serta ruang dan waktu. Dalam kaitan ini. Sedang pemikiran tentang manusia. karena memang derajat manusia dengan ciptaan Tuhan jauh lebih rendah dari Penciptanya. manusia dapat memahami proses kelangsungan hidupnya serta mengatasi problema yang ditimbulkan oleh makanannya. Pemikiran tentang alam artinya adalah memperhatikan proses penciptaan dalam alam semesta. dimaksudkan agar manusia memahami prinsip-prinsip kebenaran Ajuran untuk memperhatikan proses kelahiran manusia. dengan programprogram untuk meningkankan kualitas hidup manusia serta merencanakan untuk menciptakan hidup yang lebih baik. Melalui penyusunan teori dan percobaan-percobaan itu. Penciptaan Alam semesta akan selalu melibatkan dan tergantung pada alam semesta. Perhatian terhadap proses-proses penciptaan ini sangat penting bagi manusia sebagai khalifah di muka bumi. dan makanannya. baik yang sudah terserap dalam tubuhnya yang seringkali menimbulkan problem bagi kesehatannya. Akan tetapi pemahaman terdahap proses penciptaan alam semesta ini. manusia juga dianjurkan untuk memperhatikan makanannya. maupun untuk merencanakan penyediaan makanan yang harus mengikuti jumlah penduduk yang bertambah.. proses pertumbuhan. makanan serta sejarah merupakan anjuran yang sangat besar artinya bagi kelangsungan hidup generasi manusia.. Selanjutnya pemikiran tentang sejarah. sehingga kelangsungan hidup generasi manusia dapat dipertahankan. jatuh bangunya suatu bangsa merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan karena melalui pemikiran itu akan diketahui 1 . dinyatakan dalam surat 86: 5-7. bahkan tidak selayaknya dibandingkan dengan Tuhan. proses penciptaan kebudayaan dapat dilaksanakan. Dengan memperhatikan makanannya. dinyataka dalam surat 30: 9. Alquran mengajurkan kepada manusia untuk memperhatiakan proses penciptaan dirinya. Sudah barang tentu kemampuan manusia menciptakan tidak sama dengan Tuhan. perkembangan dan juga kehancuran. mempunyai andil yang besar bagi penciptaan alam kebudayaan. dinyatakan dalam surat 80: 24-28. sehingga manusia dapat memahami kekuatan-kekuatan yang dimilikinya serta kelemahan-kelemahannya sekaligus untuk merancang kehidupan selanjutnya.yang ada di dalamnya. karena melalui pemikiran terhadap proses-proses penciptaan itu. Melalui pemahaman terhadap prinsip-prinsip kebenaran yang ada dalam alam semesta ini. karena penciptaan alam kebudayaan pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari alam semesta. paling tidak pada bahan yang dipakainya.

dijelaskan dalam surat 47: 24.. Dari pemikiran tentang alam dan manusia pada dasarnya diharapkan dapat diperoleh pengetahuan mengenai prinsipprinsip kebenaran. Dijelaskan dalam surat 38: 1 Alqurqn adalah menjadi obat bagi qalbu yang sakit. - Yang menjadi obyek qalbu adalah sejarah dan Alquran. Hukumhukum itu berlaku pasti dan tidak berubah. karena Alquran adalah zikr dan menurut Alquran qalbu akan tenang hanya dengan zikr. seseorang kan memperoleh wawasan batin yang akan menuntunya ke jalan yang benar dan lurus. dijelaskan dalam surat 35: 43. dan teori apapun sebagai hasil pemikiran manusia sepenuhnya bersifat relatif. Selanjutnya Aqlquran menjelaskan bahwa obyek pemahaman qalbu adalah prinsip-prinsip yang mengatur jatuh bangunnya suatu bangsa atau hukum sejarah dan makna-makana yang tersurat dalam Alquran. pada akhirnya berkembang menjadi teori-teori dan perubahan yang terjadi dalam klehidupan alam dan manusia. untuk menyusun teori-teori dan percobaanpercobaan. karena Alquran adalah zikr. Sedangkan dalam memahami Alquran. Dijelaskan dalam surat 13: 28.dinyatakan dalam surat 22: 45-46.hukum-hukum perkembangan suatu masyarakat yang mengatur dan mempengaruhi proses perubahan masyarakat. Alquran memberikan pedoman dan tuntunan moral bagi kehidupan manusia. pada gilirannya akan mengakibatkan adanya perubahan teori-teori. Prinsip-prinsip kebenaran itu. Alquran bagi qalbu tidak hanya sebagai obyek yang dipahami. karena pikiran hanya berkerja dengan memecah realitas dalam fragmenfragmen yang statis. 47: 24). Selanjutnya mengenai Alquran sebagai obyek pemahaman qalbu. Tidak ada yang mutlak dalam teori-teori. 3. baik sejak proses penciptaannya. Obyek Qalbu Dalam Alquran dijelaskan bahwa qalbu (al-qalb) mempunyai kemampuan untuk memahami atau menangkap makna-makna (22: 46 7:179. Dijelaskan dalam surat 17: 9 Pikiran dan qalbu dalam pandangan tauhid adalah merupakan kesatuan mekanisme akal. Dalam sejarah terkandung peristiwa jatuh bangunnya bsuatu bangsa dan peristiwa-peristiwa tentang perubahan-perubahan yang mendasar. Dinyatakan dalam surat 10: 57. Sesungguhnya dibalik peristiwa-peristiwa sejarah itu. Obyek pemikiran menurut Alquran adalah alam dan manusia dengan segala aspeknya. makanannya dan sejarah perjalanan hidupnya. sehingga kebudayaan sebagai suatu proses dapat diarahkan lebih manusiawi. Melalui pemahaman histories. Kesemuanya itu pada dasarnya mempunyai andil sangat besar bagi pertumbuhan dan kelangsungan kebudayaan suatu bangsa. keduanya merupakan sarana untuk 1 . yang mengharuskan adanya perubahan yang terus menerus. merupakan suatu hal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan suatu kebudayaan. terkandung suatu hukum yang mengatur proses perubahan masyarakat. dengan menekankan pada kajian aspek-aspek tertentu yang lebih terbatas. yang kemudian berkembang dalam dunia ilmu alam dan humaniora. Padahal realitas kehidupan alam dan manusia selalu berubah terus. yang merubah wajah kehidupan manusia secara drastis. tetapi juga menjadi obat bagi qalbu yang sakit. Pemikiran terhadap manusia. Alquran menjadi obat bagi qalbu yang sakit. karena kebudayaan pada akhirnya akan ditentukan sepenuhnya oleh kualitas manusianya. Dari dua kubu ilmu itu berkembang menjadi lebih banyak. akan diperoleh kesadaran tentang perlunya strategi kebudayaan.

Sebagai kesatuan antara keduanya sesungguhnya tidak dapat dipisahkan. sehingga realitas kebudayaan itu tetap 1 . Pikiran bekerja untuk menyusun konsep. membuat rencana kerja dan merumuskan tujuan-tujuan atau hasil yang hendak dicapainya. Strategi pembentukan kebudayaan adalah didasarkan pada kesatuan pikiran dan qalbu dalam perbuatan.memahami kebenaran. sedangkan qalbu bekerja untuk memberikan wawasan batin. seperti dua sisi mata uang. pemisahan keduanya akan mengakibatkan seseorang tidak dapat memahami realitas secara utuh.

Alquran tentang Hakikat Manusia Alquran menegaskan bahwa yang dilihat pada manusia tidak lain hanyalah amal perbuatannya. hal itu semata-mata tergantung pada nilai yang diberikannya pada dirinya sendiri. bahkan kesehatan atau kepandaian semuanya tidak pokok. Hakekat manusia tidak tergantung oleh keadaan-keadaan dari luar. Hakekat Manusia Berbicara tentang hakekat manusia pada dasarnya membicarakan tentang pokok soal yang bersifat radikal. suatu sandaran yang berada pada tingkat lebih tinggi dari hasil pemikiran manusia. Dengan demikian. perbedaan sosial. Hakekat manusia adalah sesuatu yang amat vital yang menentukan kehidupannya di tengah kancah perubahan masyarakat. maka manusia diharapkan dapat memahami hakikat dirinya melalui petunjuk Tuhan yang menciptakannya. Satu-satunya persoalan adalah kecenderungan sikap yang terdalam pada jiwa. suatu sandaran yang dapat membawa ke arah pemahaman yang lebih mendasar. seperti dalam pandang serba materi (materialisme) yang menetapkan materi sebagai unsur pokok yang menentukan kehuidupan manusia. ia lahir dari suatu proses yang berada di luar kekuasaan dirinya. Di samping itu. yaitu berusaha menemukan akar pengertian tentang manusia. sebagai manifestasi dari perpanjangan kuasa Ilahi. tidak lain adalah firmanfirman Tuhan (wahyu Ilahi).berada dalam kerangka moral dan untuk tujuan-tujuan moral. Pandangan yang melacak unsur pokok pada asal mula adanya manusia dapat mengakibatkan terbaikan aspek dinamik dalam realitas kehidupan. pangkat. karena dialah yang paling tahu tentang makna-makna dan keberadaan sebuah ciptaan. pencarian tentang hakekat manusia tidak bisa hanya terpaku pada pemikiran tentang sesuatu yang menjadi unsur pokok yang menentukan dirinya. umpamanya antropologi. Sandaran wahyu ini kiranya sangat diperlukan. dinyatakan dalam 1 . yang mungkin saja melewati batasbatas pengertian yang hanya menekankan pada salah satu aspek kehidupannya. Kekayaan. dan psikologi. Sandaran yang lebih kuat dan jauh lebih tinggi dari hasil pemikiran manusia itu. karena keterbatasan pemikiran manusia untuk memahami hakekat dirinya. guna memahami dan menentukan hakekat manusia itu. seperti yang terdapat dalam kajian berbagai disiplin ilmu. dan prinsip yang terdalam ini tidak dapat dihancurkan. sosiologi. Dengan sandaran kepada wahyu Ilahi yang tersurat dalam kitab suci – dalam hal ini adalah Alquran. atau pekerjaannya. Sebaliknya dalam pandangan serba ruh (spiritualisme) menetapkan rohaniah sebagai unsur pokok yang menentukan kehidupan manusia. ia adalah sebuah ciptaan belaka. Pengetahuan yang paling lengkap dan benar tentang sebuah ciptaan adalah yang datang dari Penciptanya. mengingatkan manusia secara individual tidak pernah terlibat sedikitpun dalam proses penciptaan dirinya. D. pencarian tentanh hakekat manusia tidaklah cukup hanya berhenti pada pandangan untuk menjelaskan tentang unsur pokok yang secara internal ada dalam dirinya ataupun pada apa yang dimilikinya yang sesungguhnya bersifat eksternal. Untuk itu diperlukan suatu sandaran pemikiran yang lebih mendasar.

Seringkali terjadi dalam kehidupan masyarakat. Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan kemampuan antara satu dengan yang lainnya. Alquran menyatakan dalam surat 24: 23-25. karena jika ada campur tangan Tuhan dalam amal perbuatan manusia. mewakili citra dirinya dan menjadi ukuran untuk menilai dirinya. atau oleh perbedaan tingkat pendidikan dalam lingkungan kebudayaan. Oleh karena itu. Anjuran Alquran untuk berbuat sesuai dengan kemampuan pada dasarnya dapat dianggap sebagai anjuran yang bermakna etik. amal perbuatan manusia pada hakikatnya manusia sendiri yang sepenuhnya menentukan. karena kehidupan ini sesungguhnya menjadi kancah manusia diuji ‘amal perbuatannya. Dalam kaitan ini. Di atas kebebasan itu. 1 . dinyatakan dalam surat 18: 110. Ayat ini menegaskan posisi Alquran yang berpihak untuk menegakkan hukum moral. Kebebasan itu tidaklah dapat dipisahkan dengan tanggung jawab. sepenuhnya ditentukan oleh kualitas amal perbuatannya. bahwa seseorang menderita oleh pekerjaannya. 18:17. Dengan demikian. dengan kata lain kebebasan amal perbuatan manusia itu tidak dapat dipisahkan dengan nilai moral yang memberikan penghargaan tinggi terhadap adanya tanggung jawab. seperti seorang arsitek yang dapat merancang suatu konstruksi bangunan yang berbeda dengan seorang ekonom yang hanya mampu merancang suatu bidang kegiatan ekonomi. Bentuk pertanggung jawaban itu adalah balasan yang setimpal dan adil sesuai dengan kualitas amal perbuatan manusia. pertemuan dengan Tuhan hanya dapat dilakukan dengan amal perbuatan nyata yang sesuai dengan nilai-nilai moral. karena seseorang yang berbuat tidak sesuai dengan kemampuannya. Pekerjaan atau tindakan manusia merupakan perwujudan sepenuhnya dari dirinya. Pada ayat lain Alquran menyatakan dalam surat 17: 84. diletakkan tanggung jawab agar kebebasan itu tidak berarti kesewenang-wenangan atas amal perbuatan manusia. Selanjut nya Alquran mengatakan dalam surat 11:7. Alquran menganjurkan kepada manusia untuk berbuat sesuai dengan kedudukannya dalam masyarakat. bahkan nyaris jatuh total. Lulus tidaknya dalam ujian ini. juga menyatakan bahwa setiap kedudukan sosial seseorang dalam masyarakat itu menuntut suatu kualitas perbuatan yang sesuai dengan kedudukannya. sehingga Tuhan hanya dapat ditemui dengan sarana amal perbuatan yang baik. Ayat ini sekali lagi menegaskan betapa pentingnya arti ‘amal bagi kehidupan manusia di dunia ini.surat 9: 195. baik dihadapan Tuhan. Dalam hubungan dengan ujian terhadap amal perbuatan manusia. 67: 2. Rasul-Nya maupun bagi orang-orang yang beriman. ini berarti Alquran di samping mengakui adanya perbedaan tingkat kedudukan sosial seseorang. maka tentunya amal perbuatan itu tidak hanya menjadi ujian bagi manusia itu sendiri. Ayat ini secara tegas menyatakan bahwa apa yang dikerjakan manusia adalah yang menentukan eksistensinya. Ayat ini menjelaskan kaitannya perbuatan manusia dengan kemampuan yang dimilikinya. yang tercermin dalam berbagai kedudukan sosial sesorang yang satu berbeda dengan yang lainnya. yang akan diberikan Tuhan kepada manusia yang diuji amal perbuatannya. Tanpa adanya kebebasan tentunya ujian terhadap amal perbuatan itu menjadi tidak bermakna. seringkali berakibat mencelakakan diri sendiri. dan tidak ada campur tangan Tuhan sedikitpun di dalamnya. dimana dalam kehidupan suatu masyarakat terdapat perbedaan tingkat kehidupan.30. Alquran menyatakan dalam surat 39: 39-40. Alquran menegaskan adanya kebebasan untuk berbuat. dan hal ini sering disebabkan oleh ketidaktahuan atas kemampuannya atau memaksakan diri untuk berbuat di luar kemampuannya. Ayat ini menjelaskan tentang perbuatan dalam kaitannya dengan realitas sosial. Perbedaan kemampuan perempuan untuk melahirkan anak. Selanjutnya Alquran menyatakan dalam surat 41: 40.

seperti berpikir. Kadang-kadang dibedakan antara ‘amal dan I’timal. ‘amal dikatakan sebagai aktivitas yang tidak terkait dengan kepentingan diri sendiri. yaitu 1) ‘amal al-qalb yaitu pekerjaan qalbu. Dalam Tafsir al-Fakhr ar-Razi dikatakan bahwa apa yang disebut ‘amal mempunyai dua bagian. yaitu pekerjaan dari anggota tubuh manusia 1 . Menurut Ibn Atsir jika kata ‘amal yang berkedudukan sebagai fi’il dibaca ‘ammala maka bermakna walla artinya menguasai atau menjadikan sesuatu.‘Amal ialah al-fi-il artinya pekerjaan atau al-mihnah artinya pengabdian. berkehendak dan membenci. sedangkan i’timal adalah aktifitas yang terkait dengan kepentingan diri sendiri. dan 2) ‘amal aljawarih.

yang menjadi sunnah Allah. totalitas diri (jasad. kepada hukum-hukum Allah yang mengatur semua ciptaan-Nya.bertugas membentuk kebudayaan di muka bumi (khalifah Allah fil alardhi). amal pada dasarnya dapat dipandang dari dua tahap yaitu tahap gagasan (pemikiran dan kesadaran) dan tahap gerak tubuh yang melahirkan tindakan konkrit dalam realitas kehidupan. ruh. bukan pada unsur pokok yang membentuk dirinya yaitu jasadnya hayat. Dari ayat-ayat tersebut di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa dalam pandangan Alquran. yang secara formal diatur dalam kehidupan keagamaan. dan dalam karyanya terjelam nilai-nilai kemanusiaannya. Melalui karyanya. kesatuan diri dari unsur-unsur jasad. Oleh karena itu. ‘Amal dalam pandangan Alquran mempunyai arti yang amat luas. baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia. yang menyakut berbagai aspek kehidupan manusia di dunia ini dan bukan semata-mata kegiatan peribadatan formal seperti yang diatur dalam kehidupan keagamaan. hayat. dan ketulusannya beribadah kepada-Nya. Dalam karyanya. kualitas kemanusiaan akan dilihat oleh Allah dan utusan-Nya serta orang-orang yang beriman dalam surat 9: 105. Hanya melalui karyanya yang baik. dan ruh) manusia menyatu secara nyata dan dinamis. yaitu perbuatan nyata dari manusia yang menjadi hamba Allah (‘abd Allah) yang 1 . amal perbuatan nyata yang merupakan wujud dari kesatuan kedudukan manusia sebagai hamba Allah (‘abd Allah) yang bertugas menciptakan kebudayaan di muka bumi (khalifah Allah fil al-ardhi). Kesatuan diri itu terjelma dalam amal perbuatan. Sedangkan manifestasi amal perbuatan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi adalah ketekunannya mengembangkan konsep-konsep dalam realitas kebudayaan dalam kehidupan masyarakat. Manifestasi amal perbuatan seorang hamba Allah (‘abd Allah) adalah ketaatan dan kepatuhannya yang ikhlas atas perintah-perintah Allah. Manusia menampakkan dirinya secara nyata dalam karyanya. karyanya. yang nampak dalam gerak atau diam. Kesatuan dari gagasan dan tindakan dalam realitas kehidupan dapat dipandang sebagai proses pembentukan suatu kebudayaan. Pada tahap kesatuan gagasan dan aktualitasnya terdapat kaitaan dengan nilai etik. Jadi. dalam wujud kebudayaan. Hakikat manusia adalah amalnya. Pada amal perbuatan manusia inilah terletak hakikat manusia. amal perbuatanlah yang menentukan arti hidup manusia. diri manusia akan dapat menemui Tuhannya dalam surat 18: 110. tindakan yang tidak didasarkan pada kesadaran berpikir sesungguhnya tidak dapat dinilai secara etik. ‘Amal dalam hubungan ini adalah merupakan wujud penjelmaan kesatuan diri (nafs) – kesatuan jasad. hayat ruh. Amal dalam kaitannya dengan kebudayaan adalah merupakan lapangan kegiatan yang amat luas. Kebudayaan sebagai penjelmaan kesatuan eksistensi diri manusia hamba Allah (abd Allah) adalah karya nyata dari manusia sebagai kalifah Allah di muka bumi. Pandangan tauhid Alquran dalam konsep antropologi adalah terletak dalam pandangannya atas kesatuan manusia dalam diri yang disebut Alquran dengan kata nafs. hayat. yang menjelma menjadi perbuatan nyata. ruh.

maka kecenderungan untuk ingin tahu itu lebih keras lagi. KONSEPSI TUHAN DALAM ISLAM Ketika seseorang mulai menyadari eksistensi dirinya. Oleh karena itu. maka timbullah tanda tanya dalam hatinya sendiri tentang banyak hal. Tatkala seseorang beranjak lebih dewasa dan mengenyam lebih banyak pengalaman. hendak kemana saya. hati mencoba menelusuri siapa Dia yang menempatkan letak-letak bintang yang begitu permai. mengapa saya tiba-tiba ada. Tetapi di balik kekaguman akan romantika itu. Makna Dua Kalimah Syahadat Dua kalimah syahadat merupakan pernyataan dasar seseorang untuk masuk ke dalam Islam. Sebaliknya banyak kejadian yang mendadak tak diduga sebelumnya. diperlukan suatu pengertian yang lebih mendasar. Kedangkalan dan kekeliruan dalam memahami konsep ketuhanan akan membawa akibat pula kepada kehidupan beragama dan bernegara. Ketika pandangan diarahkan ke lazuardi biru. maka hatipun bergetar. di dalam lubuk hati yang terdalam.maka siapakah penguasa di balik iradah dan kemampuan insan yang terbatas ini. agar dapat dibedakan secara filosofis. pernyataan ini diucapkan ketika seseorang sudah sampai masa baliq (kedewasaan) dengan tanda. A. Boleh jadi fitrah ini sekali-kali tertutup kabut kegelapan sehingga nampak manusia tidak mau tahu siapa penciptanya. Pertanyaan-pertanyaan itu antara lain. serasi dan memukau. Pada tahap ini. terdapat suatu cetusan yang mempertanyakan tentang Penguasa tertinggi alam raya ini yang harus dijawab. mulai dari bentuk yang dangkal dan bersahaja berupa perasaan sampai ke tingkat yang lebih tinggi berupa penggunaan akal. pemahaman tentang Tuhan ini berawal dari pernyataan umat Islam tentang dua kalimah syahadat.. Ketika malam kelam. dari mana saya ini. namun kekuatan fitrah ini tidak dapat dihapuskan samasekali. mengalirlah perasaan romantis mengagumkan. memancar kecenderungan untuk ingin tahu berbagai rahasia yang masih merupakan misteri yang terselubung. Dalam ajaran Islam. Pengertian dan pemahaman manusia tentang Tuhan akan memberikan corak kepada perilaku dalam hidup beragama dan berbangsa. Demikianlah fitrah manusia bergolak mencari dan merindukan Tuhan. Nampak kian banyak misteri yang terselubung di balik kehidupan ini. karena semua persoalan aktivitas kehidupan umat Islam tidak dapat dilepaskan dari dua kalimah Syahadat ini. Dia sewaktu-waktu muncul kepermukaan lautan kesadaran memanifestasikan kecenderungannya merindukan Tuhannya yang begitu lembut. setiap umat Islam sangat perlu memahami dua kalimah syahadat secara filosofis. Banyak keinginan tidak selamanya terpenuhi. yang pernah diungkap ketika seseorang menyatakan dirinya Islam. Dari arus pertanyaan yang mengalir dalam bisikan lubuk yang terdalam. langit dihiasi dengan cahaya bintang. bukan saja naluri yang bergolak tetapi otak dan logika mulai main untuk membentuk pengertian dan mengambil kesimpulan tentang adanya Tuhan. siapa yang menata langit dan membangunnya sedemikian kekar dan indah. Dalam ajaran Islam. Karena itu. bagi laki-laki apabila telah mengalami mimpi mengeluarkan 1 .

maka peran orang tua untuk mengajarkan dua 1 . sedangkan bagi wanita apabila telah mengalami haid (cairan darah) dari kemaluannya. bagi lakilaki pada umur + antara 12 – 15 tahun dan bagi wanita + antara 9 – 13 tahun apabila dalam pertumbuhan biologis yang sehat. Ketika seseorang telah mengalami kedewasaan sebagaimana diungkap di atas. Menurut medis kedewasaan seseorang secara biologis diperkirakan.sperma (mani) dari kemaluannya.

dari mana kata tersebut berasal. sebagai suatu pernyataan untuk menyatakan bahwa seseorang telah berada (masuk) dalam Islam. antara lain diartikan dengan the creator and ruller of the univers (pencipta dan penguasa alam semesta) atau any being regarded as or worshipped as happing power over nature and control over human affairs (sesuatu yang Kata Tuhan merupakan bahasa yang digunakan oleh bangsa Indonesia untuk mengungkapkan sesuatu yang diyakini dipuja dan disembah oleh manusia sebagai Yang Maha Kuasa. karena kalimah syahadat ini merupakan titik tolak awal dalam memahami Allah. Menurut Ibnu Taimiyah memberikan pengertian Tuhan (Al Ilah) ialah “yang dipuja dengan penuh kecintaan hati. meminta perlindungan dari padanya. kata Tuhan dinyatakan dengan kata rabbun yang artinya pembimbing atau ilaahun yang artinya gerakan atau dorongan. yang sering kata illah diterjemahakan dalam bahasa Indonesia diartikan dengan kata Tuhan. merendahkan diri dihadapannya. Prosees Pemahaman Tentang Tuhan 1 . hingga saat ini belum dapat diketahui dengan pasti. Dalam kamus besar bahasa Indonesia. Maha Perkasa. takun dan mengharapkannya. mengapa kata illah dinyatakan di dalam kalimah syahadat tersebut? Kedua. berdo’a dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri. jika diambil suatu kesimpulan. 1. mengapa kalimah syahadat itu tidak langsung saja menyatakan kata Allah? Ketiga Mengapa hanaya nama Rasul Muhammmad Saw saja yang dinyatakan dalam kalimah syahadat? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu diuraikan terlebih dahulu tentang pengertian illah dalam dua kalimah syahadat ini. Maha Perkasa. tunduk kepadanya. Pengertian Tentang Tuhan Dalam bahasa Inggris kata Tuhan disebut God. Dua kalimah syahadat ini perlu dipahami oleh siapapun yang telah masuk dalam Islam. Oleh karena itu. 2. Namun persepsi setiap manusia memungkin kan terjadinya tanggapan dan pandangan tentang Tuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tahap pemikirannya.dipuja atau di sembah karena melebihi kekuatan alam dan menguasai aktivitas manusia) Dalam bahasa Arab. menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya” Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa Tuhan itu dapat berbentuk apa saja. Namun setiap bangsa Indonesia sudah dapat memahami apa yang dimaksud kata Tuhan tersebut. Asal usul kata Tuhan ini. yang dipentingkan oleh manusia. Pertama. jika seseorang berasal dari keluarga Islam. jika menjadi suatu yang dipentingkan. kata Tuhan diartikan sesuatu yang diyakini dipuja disembah oleh manusia sebagai yang Maha Kuasa. kalimah syhadat tersebut. tidak cukup hanya mengetahui arti dari kalimah tersebut tanpa menganalisanya lebih lanjut. Ini berarti bahwa sesuatu yang diyakini oleh manusia apapun bentuknya. Ini bukan berarti bahwa sebelum seseorang itu dewasa tidak diajarkan dua kalimah syahadat tersebut. maka tidak ada manusia di atas dunia ini yang tidak mempunyai Tuhan. ada beberapa pertanyaan yang perlu dikemukakan untuk memperjelas dasar keyakinan seseorang. Dalam memahami dua kalimah syahadat ini. kepadanya tempat berpasrah kita berada dalam kesulitan. maka telah menjadikan sesuatu itu Tuhan.

Benda-benda yang mempunyai Mana yang lebih dan yang lainnya disebut fetesy atau jimat (melanesia). yang berarti suatu teori yang menyatakan adanya sebuah proses dari suatu keyakinan yang amat sederhana hingga meningkat menjadi lebih sempurna. akan menjadi sanjungan dalam masyarakat rimitif.berusaha mengumpulkan Mana sebanyak-banyaknya. roh dipercayai sebagai sesuatu yang akatif sekalipun bendanya hidup. Tuah (melayu). maka cukuplah dengan air putih saja. Jika dukun menasehati cukup dengan air putih. Di samping kepercayaan dinamisme. Menurut kepercayaan nya ini. 2. 1 . Jika menurut dukun. Animisme Animisme berasal dari kata yang berarti jiwa dan roh. Oleh masyarakat primitif. pohon-pohon yang besarnya melebihi pohon yang besar lainnya. seperti mana dari yang lainnya. mempunyai rasa senang dan rasa tidk senang serta mempunyai kebutuhan-kebutuhan. Syakti (India) dan Kami dalam bahasa Jepang. Untuk memperoleh ketenangan hidup dan agar terhindar dari gangguan Mana yang lain yang membahayakan. Dia akan dikunjungi oleh orang-orang untuk berobat. yang berarti bergerak atau bangkit. dianggap mempunyai Mana yang hebat. maka pohon itu mempunyai Mana yang hebat pula. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. pohon-pohon yang besarnya melebihi pohon yang besar lainnya. Contohnya. maka seseorang tidak dapat membantah kecuali menurutinya. Orang yang usia. dianggap mempunyai Mana yang hebat. Mana adalah kekuatan yang tidak dapat dilihat atau diindera dengan pancaindera dan oleh karenanya dianggap sebagai sesuatu yang misterius.. Setiap benda itu mempunyai pengaruh pada manusia. manusia sejak zaman primitif. maka pohon itu mempunyai Mana yang hebat pula. biasanya dijadikan tokoh. meminta advis dan minta bendabenda tertentu sebagai jimat. Dukun-dukun. misalnya memerlukan sajian nasi kuning. manusia harus . mempunyai roh (roh dalam uraian ini tidak sama dengan pengertian roh dalam Islam). ada yang berpengaruh positif dan apa pula berpengaruh negatif. roh A pada hari Jumat Kliwon. agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut haruslah diusahakan untuk memenuhi atau menyediakan kebutuhankebutuhannya. kemudian seseorang tidak melaksanakannya. Benda-benda yang mempunyai Mana yang lebih dan yang lainnya disebut fetesy atau jimat. Sesuatu yang mempunyai kekuatan dari yang lainnya. maka ia akan dihantui oleh perasaan was-was dan takut. Contohnya. Setiap benda yang dianggap benda baik. Kekuatan yang ada pada benda-benda itu disebut dengan nama yang berbeda -beda pada setiap tempat. Orang yang usia. Orng yang memliki Mana yang lebih dari orang lain. Jika menurut nasehat dukun. Menurut teori Evolusionisme dalam proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan ini adalah sebagai berikut: 1. tukang sihir dan sejenis dengannya. kekuatan dan keberaniannya luar biasa juga dianggap mempunyai Mana yang luar biasa. masyarakat primitif juga mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. Dinamisme Kata dinamisme berasal dari kata dinamo. Saji-sajian yang sesuai dengan advis dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh itu. telah mengakui adanya suatu kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan manusia.Dalam literature sejarah agama. Roh itu akan senang apabila keutuhannya dipenuhi. kekuatan dan keberaniannya luar biasa juga dianggap mempunyai Mana yang luar biasa. suatu roh harus mendapatkan perlakuan tertentu. Menurut paham ini. dikenal teori evolusionisme. tetapi ia dapat dirasakan pengaruhnya. Benda-benda yang ditakuti rohnya ialah benda yang dianggap mempunyai kekuatan atau Mana yang hebat. Meskipun Mana itu tidak dapat diindera. apakah benda itu mati atau hidup.

dihormati dan disembah agar dapat menolong dan membantunya. akan disanjung.Pada masyarakat primitif. Ikatan manusia dengan hal-hal tersebut di atas 1 . roh nenek moyang. benda-benda. binatangbinatang dan pohon-pohon yang dipandang mempunyai roh.

Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya. Politteisme Kepercayaan yang disebut dinamisme yang sebenarnya bersamaan dengan kepercayaan animisme. sementara di Jerman disebut Thor atau Donnar. Lambat laun. Henoteisme Perkembangan dari politeisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum cendikiawan dari satu masyarakat. Dewa itu mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. dan teisme dalam bahasaYunani disebut Theus diartikan Tuhan. dan Wisnu. meskipun telah mengakui Elohim sebagai Tuhannya.Sedangkan dalam agama Hindu trimurti adalah Brhama. Ada bermacam-macam bentuk keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai berikut : 1 . dianggap hanya ada satu dewa yang mempunyai kelebihan dari dewa yang lain. lama-lama dinyatakan tidak memberi kepuasan. Kepercayaan semacam ini yaitu satu Tuhan untuk satu Bangsa disebut dengan henoteisme (Tuhan tingkat Nasional). laut apai dan lain-lain. Bangsa Yahudi yang ada di Mesi. mengingat terlalu banyaknya yang menjadi sanjungan dan pujaan mereka. Satu bangsa hanya mengakui ada satu dewa yang disebut dengan Tuhan. Pada agama weda misalnya. ada yang membidangi angin dan lain sebagainya. Kepercayaan terhadap tiga dewa senior tersebut dikenal dengan istilah trimurti (tiga sembahan). meskipun dewa-dewa yang ada dibawahnya tetap mempunyai pengaruh. Dalam kepercayaan semula antara satu dewa dengan dewa yang lain mempunyai kedudukan yang sama atau sederajat. Nama atau sebutan dewa-dewa tersebut berbeda-beda pada masing-masing bangsa. dewa Zeus sudah tentu lebih dimuliakan dari dewa-dewa dibahwanya. namun masih mengakui Ra sebagai Dewa bangsa Mesir. Ketiga Tuhan itu adalah satu jua adanya. 3. Di samping trimurti. kepercayaan manusia meningkat menjadi lebih defenitif (tertentu). diadakan seleksi karena tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama. binatang tertentu. Pertiwi (bumi) dan lain sebagainya. cahaya dan ketertiban alam. dewa Indra. Monoteisme Mernurut teori evolusi perkembangan terakhir dari proses pemahaman ketuhanan ini adalah monoteisme. Bapak. namun masih mengakui Tuhan (ilah) dari bangsa lain. ada tiga. Jadi monoteisme dapat diberi pengertian “keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa”. Soma ( minuman). Dewa cahaya. dari dewa-dewa yang diakui. di Babilonia disebut Syam. Yesus dan Roh Kudus. Kata mono dalam bahasa Yunani diartikan satu. Ketiga dewa tersebut membawahi dewa lainnya seperti Ani (api). dikenal pula adanya konsep tritunggal (trinitas) pada agama kristen yang diartikan Tuhan itu ialah Allah baik lahir maupun batinnya amat kuat. pohon besar. Roh yang lebih dari yang lain itu kemudian disebut dewa. Di dalam agama Yunani kuno misalnya. Syiwa. Oleh karena itu. 4. Dalam proses waktu. Itulah sebabnya pada masayarakat ini terjadi penyembahan-penyembahan terhadap patung. 5. Mesti ada satu yang melebihi yang lainnya. di Mesir disebut Ra dan di dalam agama Weda disebut dewa Indra. ada yang membidangi masalah air. dewa Mitra dan dewa Worouna yang masing-masing membidangi alam.

23:116. 140. 64. Islam menyakini Monoteisme murni bukan produk pikiran atau hasil perkembangan pikiran.63.ilahika”dalam surat 2:133. 4:87. Bahkan kitab ini sendiri menamakan dirinya “petunjuk bagi . 6:19. Tuhan Yang Maha Esa itu tidak mungkin ditemukan oleh pikiran manusia. 16:22. 21:25. 64:13. dengan rincian: 80 kali disebut“ilaha. 45:23 . 28:71. .85. 10:90. hanyalah Islam.61 . 5:73.10 kali diungkap “ilahakum.39. Satusatunya yang menganut monoteisme murni diantara filsafat dan agama-agama di dunia sekarang. 4:171.91. 23:117.213.72.18. 39:6. 108 22:34. 98. 16:2. 13:30. 3:2.87.84. 16:51 1 kali disebut “ilahuna” dalam surat 29: 46 Ungkap ayat-ayat Alquran di atas. 25:68. dalam surat 25:43. 18:14. Islam mengistilahakannya dengan Tauhid (mengesakan). 23:23. Tiap bentuk dan rupa yang ditemukandalam alam (termasuk dalam alamimajinasi pikiran manusia). 59:22. 40:37.129.32. 20:88. penguasa. 20:97 . Monoteisme Teoritis adalah suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. bukan bentuk dan rupa Tuhan - manusia” (huddal lin-nas) dalam surat 2: 185 dan berbagai julukan lain yang senanda di dalam ayat-ayat yang lain.2 kali dinyatakan “ilahahu. sifat dan perbuatan. 2 kali disebut “ilahiyin” dalam surat 5:116. 51:51. 28:70.65. Tiap sifat yang ditemukan pada alam.23. 16: 22.2 kali disebut “ilahaka. kata “ilah” diungkap dalam Alquran sebanyak 113 kali dalam bentuk tunggal (ilaahun). 73:9. Perkataan “Allah” adalah nama Tuhan yang sesungguhnya. 27:60. 7:158. 114:3. dan yang lain-lain yang 1 - Monoteisme murni jika di-Indonesiakan dapat disebut dengan Keesaan Tuhan. 14.38. 18:110.88. 3:62. 28:88. tapi hanya satu Tuhan saja yang diarah dan dipuja. ilaahaini) dan dalam bentuk banyak atau jamak (aalihatun). 3. 38:65. Dengan demikian ujud keyakinan seperti ini sangant berlawanan dengan teori ilmu. 15:96. 9:31. Tuhan memiliki sifat satu-satunya. 9:31. 91. bukan sifat Tuhan. 40:3. 5:73. 20:88. Tuhan dalam Al Quran Menurut Fazlur Rahman dalam bukunya Tema-tema Pokok Alquran menyatakan bahwa Alquran adalah sebuah dokumen untuk ummat manusia. 11:14. Monoteisme Spekulatif adalah suastu keyakinan yang terbentuk karena bermacam-macam gambaran Dewa-dewa lebur menjadi satu gambaran. 2:163. 52:43. 14:52.46. 27:26.62.51.106. 21:29. 6: 102. 17:22. Dalam bahasa Alquran kata Tuhan disebut “ilah”.84. Ada yang bersifat fisik (Raja.62. ar-Rahman).98. 41: . 28:38.61. dalm bentuk ganda (munthanna. tapi adalah wahyu yang diturunkan oleh Tuhan yang Maha Esa sendiri melalui Utusan-Nya. memberikan pengertian bahwa kata “Tuhan” atau “ilah” mempunyai arti yang beraneka-ragam. ilahukum” dalam surat 37:4. tidak ada duanya. 21:108. 2:163. ilahin.255. 7:59.- Monoteisme Praktis adalah suatu keyakinan yang tidak mengingkari dewa-dewa lain. 43:84. yang akhirnya dianggap sebagai satu-satunya Dewa. 50:26. hanya mungkin dihayati dengan hati. ilahun” dalam surat 2:133. 41:6.73. 22:43 29:46.18. 38:5.163. 18:110. 11:50. 26:29. tapi dalam prakteknya lebih dari satu Tuhan Monoteisme Murni adalah suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa baik dalam jumlah. 35:3 37:35.16 kali disebut “ilahan” dalam surat 2:133. lebih dari 2500 kali disebutkan di dalam Alquran (Tidak terhitung dengan kata ar-Rabb.6. 7:138. 20:8.

kepentingan pribadi yang dipatuhi dan dipuja).dipatuhi dan dipuja) dan ada yang bersifat abstrak (hawa nafsu. 1 .

Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu”. Karena konotasi kata Tuhan sebagaimana telah diungkap di atas. adalah suatu keyakinan yang benar karena Allah memberikan namaNya sendiri adalah Allah. 4:171. diungkap dengan nada yang sama “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. 41:6 .Suatu yang dilema bagi bahasa Indonesia untuk menyatakan suatu keyakinannya menyebut nama Tuhan. 18:110. Disinilah letak kekuatiran umat Islam selama ini dalam menggunakan kata Tuhan untuk nama Allah. Yang diterjemahkan sebagai berikut : “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya (keinginan-keinginan) sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan Ilmu-Nya”………… dan dalam surat 25:43. 16:22. 5:73. dan sesungguhnya Allah. 21:108. dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. Hal ini dinyatakan antara lain dalam surat 3:62. diterjemahkan sebagai berikut : “Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar. 20:98. 16:22.Kata ilahan wahidan dalam surat 2:133. dan Allah menyatakan diriNya tidak dapat dilihat dengan mata diungkap dalam surat 6:103. 2:163. Karena itu kata ilah ini diungkap dalam Alquran untuk menunjuk kan sesuatu keyakinan yang salah. 9:31. laki-laki dan perempuan. Tuhan kamu Tuhan Yang Satu.51. dikemukan dalam surat 29:46. dalam pengertian Alquran mempunyai arti yang beraneka-ragam. Maha Perkasa. sementara kata ilah diartikan juga dengan kata Tuhan dalam bahasa Indonesia atau bahasa lain. 5:72 dan Allah menyatakan diriNya sendiri itu adalah Esa. bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mu’min. 18:110. maka menurut informasi Alquran bahwa sebutan yang benar bagi Tuhan yang 1 .Kata ilahukum ilahu wahid dalam surat 37:4. karena tidak ada kata lain yang tepat untuk meyatakan keyakinan kepada Sang Pencipta. sedangkan keyakianan dengan menggunakan kata Allah. 47:19. Tuhan Yang Satu) . Dengan mengemukan alasan-alasan tersebut diatas. yang berlawan dengan suatu keyakinan yang benar. 21:108. 22:43. 38:5. 14:52. ilahan wahidan (Tuhan Yang Satu. namun konotasi yang dimaksudkan sudah dapat dipahami bahwa arti kata Tuhan itu adalah sebagaimana yang diungkap dalam kamus Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang diyakini dipuji disembah oleh manusia sebagai Yang Maha Kuasa. dinyatakan dalam surat 11:84. 6:19.Kata ilahu wahid dalam surat 2:163. 38:4. “Maka Ketahuilah. Sebagaimana diungkap perbedaan tersebut dalam surat 45:23. dan sekali-kalitidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa dan Maha mengalakan”. 38:65. 41:6. Alquran memberitahukan pula bahwa ajaran tentang Allah diberikan juga kepada para Rasul sebelum Muhammad. karena konotasi kata ilah membawa suatu keyakinan yang salah. dan ilahukum ilahu wahid. 29:46. Alquran menyatakan nama Allah dengan kata ilahu wahid. 22: 34. . Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” “Katakanlah (ya Muhammad): Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Alquran membedakan keyakinan manusia menggunakan kata ilah. Permasalahan muncul dalam kehidupan beragama adalah dalam memberi pengertian nama Allah diartikan sama dengan kata Tuhan dalam bahasa Indonesia. Sementara Bahasa Alquran sangat membedakan kata ilah dengan kata Allah.

tidak semua manusia mempunyai persepsi yang sama. Keesaan Allah adalah mutlak. Kata (ILAH) dalam kalimat syahadat diartikan sebagai Tuhan. Konsep kalimat La ilaaha illah Allah yang bersumber dari Alquran memang pentunjuk bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk mencari Tuhan yang lain selain Allah dan hal ini dapat kelihatan dalam sikap dan praktek menjalani kehidupan. Sebagai umat Islam. dan kemahaesaan Allah tidak melalui suatu teori evolusi melainkan wahyu yang dating dari Allah sendiri. Namun dalam realitas kehidupan sebagai seorang muslim. yang tidak berasal dari bagian-bagian dan tidak pula dapat dibagi menjadi bagian-bagian. artinya “jangan sekalikali” dan “tidak ada sama sekali” kedua pengertian ini dapat digunakan dalam memahami ungkapan dua kalimah syahadat tersebut. Kalimat Syahadat di atas. 4 . Terjemahan tersebut sangat popular didengar. Dari kalimat syahadat tersebut ada dua hal yang sangat perlu dipertanyakan. Kata (LA) dalam kalimat syahadat.sesungguhnya adalah sebutan ALLAH. Dalam pembahasan ini yang dimaksud dengan kata makna adalah arti dari suatu pemahaman dengan sudut pandang Islam dan pendekatan filosofis dari kalimat syahadat yang dikaitkan dengan realitas kehidupan manusia. agar dapat dipahami dengan jelas makna yang tepat. maka sebagai seorang muslim yang telah menyatakan ungkapan tersebut. baru hanya dibibir. Esa menurut Alquran adalah esa yang benar benar esa. Namun dalam bahasa Indonesia kata Tuhan. untuk mendapatkan asuatu makna diperlukan suatu analisa. jika dianalisa secara semantic mempunyai arti yang berabeka ragam. namun jika dipahami secara mendasar maka kalimat tersebut merupakan kalimat penolakan dan sekaligus kalimat penerimaan. Ia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan yang lain. Jika kalimat syahadat diterjemahkan maka artinya sebagai berikut “aku bersaksi/menyatakan tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammmad adalah utusan Allah”. 1 . Jika pengertian yang dimaksud demikian. dengan pengertian bahwa kita menolak sesuatu yang tidak kita inginkan dan kita menerima sesuatu yang kita inginkan. Dari analisa pengertian diatas dari sudut pandang lkeyakinan Islam. maka konsep tauhid itu telah ada sejak datangnya Rasul Adam di muka bumi ini. Disinilah letak persoalannya mengapa setiap manusia mempunyai pandangan yang berbeda-beda. berarti tidak ada lagi di dalam dirinya untuk mengakui sesuatu kekuatan kecuali Allah. Persoalannya sedikit rumit karena kita berbicara masuk dalam wilayah keyakinan. mengapa kata (ILLAH) termasuk dalam kalimah syahadat dan mengapa hanya nama nabi Muhammad SAW saja yang termasuk dalam kalimat tesebut. maka perlu dipertegas dengan suatu pemahaman terhadap dua kalimah syahadat itu sendiri. Ini berarti jika wahyu Allah itu diturunkan sejak Rasul Adam. Makna Kalimah Syahadat dalam Realitas Kehidupan Dalam kamus besar Bahasa Indonesia kata ‘makna’ dinyatakan dengan kata maksud atau arti. mka kalimat (LA ILAHA ILA ALLAH) dapat diarti sebagai berikut”jangan sekalikali mengakui ada Tuhan kecuali Allah” dan atau “tidak ada sama sekali mengakui Tuhan kecuali Allah”. Penomena ini dapat dilihat dalam keseharian kita. pengakuan seperti diungkap tersebut belum menjadi sebuah komitmen. jika dianalisa dalam bahasa Arab disebut LA NAHIYAH DAN LA NAFIYAH. didalam bahasa Al Qur’an maupun bahasa Arab pengertian (ILAH) diartikan “sesuatu yang diyakini selain Allah”. yang mengikrarkan kalimat syahadat La ilaaha illa Allah harus menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam setiap gerak dan tindakan dan ucapannya.

Jika dipahami dari pendekatan filosofis. ketika seseorang telah menyatakan kalimat (LA ILLA ILA ALLAH) ini berarti pengakuan seseorang muslim terhadap dirinya bahwa tidak ada lagi Tuhan di 1 .

aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. serta 10: 99 yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai berikut: “Katakanlah!: Hai orang-orang kafir.dalam dirinya. dan kalian tidak pula akan menyembah apa yang aku sembah. Perbedaan tersebut bukan perbedaan dalam arti fisik. seperti perbedaaan pandangan. Allah memberitahukan kepada manusia bahwa ada Tuhan lain selain Allah yang akan dipahami oleh manusia 2. Al Qur’an mengajarkan kepada manusia untuk memberikan penyadaran bahwa 1 . Kenyataan ini tidak dapat diingkari oleh manusia apapun bentuknya. Barang siapa yang ingkar kepada thaqut. karena perbedaaan dalam bentuk ini merupakan kodrat yang memang sudah berbeda. sebab jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. kebebasan atau kemerdekaaan yang mengindahkan aturan tata karma yang telah disepakati dalam kehidupan manusia walaupun tidak tertulis. Tuhan tidak ada atau hilang. Apakah kamu hendak memaksa orang supaya mereka beriman semuanya” Landasan kedua Hadist Rasullah SAW yang diterjemahkan sebagai berikut : “ Setiap anak yang dilahirkan membawa fitrahnya. namun Allah menghendaki perbedaan. Dari landasan di atas. oleh karena itu perbedaan. Allah maha mendengar dan Mengetahui” “ Dan kalaulah Tuhanmu menghendaki. kalian bukan pula penyembah apa yang aku sembah. dalam pemahaman sesorang muslim. namun bukan berarti bahwa di luar dirinya. Inilah yang dimaksudkan kalimat (LA ILAHA ILA ALLAH). Landasan pertama adalah Al Qur’an dalam surat 109: 1-6 dan 2: 256. namun perbedaaan dalam psikologis belum tentu dapat diakui oleh semua manusia. kebebasan atau kemerdekaan dalam segala hal kehidupan yang diberikan Allah kepada manusia. Suatu pertanyaan untuk memperjelas analisa dalam memahami Kalimat Syahadat tersebut adalah mengapa kata ILLA ini termasuk dalam kalimat Syahadat? Pertanyaan mengapa dalam pendekatan keilmuan memerlukan jawaban yang menggunakan landasan dan argumentasi yang jelas. bukan berarti sesuatu itu tidak ada di luar diri kita. kebebasan atau kemerdekaan adalah hak yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia. pendapat dan berpikir serta perbedaan dalam memilih agama. Perbedaan. jika kita mengatakan bahwa tidak ada sesuatu di dalam diri kita. Dalam arti bahwa perbedaaan. untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku pula” “Tidak ada paksaan dalam menganut agama. yang ada hanya ALLAH. Perbedaan dalam bentuk ini semua manusia telah sepakat mengakui. apakah bapaknya Yahudi ataukah nasrani ataukah majuzi” (hadist diriwayatkan oleh Buchari dan Muslim). aku bukan penyembah apa yang kalian sembah. tentulah akan beriman semua orang yang ada dimuka bumi ini seluruhnya. berate ia berpegang kepada tali yang berbuhul kuat yang tidak mungkin putus. Dengan pengertian lain. merupakan sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. hanya yang beriman kepada Allah. kebebasan atau kemerdekaaan yang memiliki nilai-nilai kemanusia. Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih yang terbaik buat manusia Dalam realitas kehidupan bahwa keanekaragaman yang ada bukan diciptakan oleh manusia justru Allah yang menghendaki. ada dua hal yang paling dasar yang perlu dipahami : 1.

membangun jalan layang untuk mengatasi kemacetan karena semakin banyaknya kenderaan-kenderaan yang harus diproduksi. dan seterusnya. transformasi dan model khusus dari hasil akhir atau penggunaannya. 1. yang dirasa sudah usang. Pengertian Penciptaan Penciptaan adalah suatu proses mewujudkan gagasan dalam kenyataan. menggantikan yang lama. kemudian proses penciptaan itu dimulai dalam ruang dan waktu tertentu. maka jadilah suatu wujud baru. dengan menggunakan bahan tertentu pula sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. dengan kekuatan tenaga yang dimiliki. bentuk baru dari sesuatu yang sebelum tidak ada. Keinginan memasuki pengalaman yang baru atau kebaruan. dan bukan diartikan suatu permusuhan. Sesuatu hal itu difikirkan menjadi suatu konsep berupa gugusan ide yang meliputi bentuk atau model. Manusia selalu ingin yang baru. cara atau metodae penciptaan. menciptakan konsep-konsep pembangunan yang baru sesuai dengan perubahan yang senantiasa terjadi dalam kehidupan manusia. manusia senantiasa terlibat dalam proses penciptaan .perbedaan itu harus diakui adanya. Proses penciptaan bermula dari adanya pencipta yang memikirkan sesuatu hal. telah mendorong manusia untuk memasuki medan penciptaan yang tak pernah mandek. konstruksi. adanya bahan atau material yang dipakai. Konsepsi Penciptaan Alam Semesta 1 . antara lain menciptakan gedung-gedung yang berlomba makin tinggi seakan-akan ingin mecakar langit. Dalam kehidupan sehari-hari. dan dengan kemampuan kreatifnya ia menjelajahi bahkan menghadirkan bayangan hari depan ke kekinian. ukuran kekuatan atau kapasitas serta tujuan atau hasil yang ingin dicapainya. Setelah konsep itu jelas. Analisis literer menunjukkan bahwa kata penciptaan mengandung beberapa bagian atau komponen yaitu adanya pencipta atau pelaku penciptaan.

Kualitas suatu kejadian atau produk sepenuhnya ditentukan oleh kualitas penciptanya. tidak ada sesuatu yang terjadi dengan sendirinya atau kebetulan. kualitas ciptaan manusia jauh lebih rendah daripada 1 .Nyatalah bahwa dalam kehidupan ini. Oleh karena itu.

Kemampuan penciptaan yang dimilikinya merupakan anugrah Tuhan yang paling berharga bagi kehidupannya. dab akibatnya akan sangat luas dalam kehidupan masyarakat.Penciptaan semua yang ada ini langit dan bumi seisinya menurut al-Quran berlangsung dalam waktu tertentu. Akibatnya manusia harus selalu awas terhadap hasil ciptaannya. tidak mustahil akan mengakibatkan bencana. Katakanlah: ‘Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindung dari selain Allah. Sebaliknya dalam ciptaan manusia tidak terdapat di dalamnya mekanisme control yang bekerja secara otomatis.ciptaan Tuhan. penghancuran terhadap eksistensi manusia sendiri.Allah adalah al-Khaliq. Tantang dan perubahan yang terus-menerus terjadi dalam kehidupannya mengharuskan manusia memberikan jawaban dan jawaban itu sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari kemampuannya menciptakan. Al-Qur’an mengatakan dalam surat arRa’d (13:16) : “Katakanlah:’Siapakah Tuhan langit dan bumi?’ Jawabnya Allah. 2. Kesempurnaan dan keteraturan srta keseimbangan yang terkandung dalam ciptaaan Tuhan adalah merupakan wujud kesempurnaan Tuhan. Eksistensi Tuhan sepenuhnya melekat pada penciptaaan. Jika moralitas manusia rendah. karenanya dalam ciptaan Tuhan termuat eksistensi dari Tuhan. maka ilmu dan teknologi srta wujud kebudayaan lainnya sebagainya produk manusia. apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaanNya sehingga kedua ciptaaan itu serupa menurut pandangan mereka?’ Katakanlah: ‘Allah adalah pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.Sebaliknya. peneguhan eksistensi manusia. padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?’ Katakanlah: ‘Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat. Penciptaan yang mempunyai tujuan-tujuan yang bertentangan dengan moralitas atau kemanusian pada hakekatnya merupakan upaya penghancuran. karena digunakan bukan untuk tujuan-tujuan yang baik. 11: 7. Dengan demikian. maka ilmu dan teknologi akan meyemaikan harapan dan kesejahteraaan bagi kehidupan bersama. penciptaan bagi manusia merupakan tanggung jawab moral. . 32: 4. Sesungguhnya penciptaan adalah suatu aktivitas yang sangat menentukan bagi adanya eksistensi. Al-Qur’an mengatakan dalam surat al-‘Araf ayat 54. Penciptaan Dalam Al-Qur’an Dalam al-Qur’an dinyatakan bahwa Allahlah yang Pencipta semua yang ada ini. Eksistensi manusia makin teguh oleh aktivitas penciptaannya. mengontrolnya terus-menerus agar tidk mencelakakan dirinya. karena kelalian akan fatal akibatnya. atau samakah gelap-gulita dan terang-benderang. 50: 38. Demikian juga sebaliknya. 1 . dan dapat dilihat juga dalam surat 10 :3. jika moralitas manusia kuat. Kenyataan tidak adanya mekanisme control bagi ciptaan manusia menyebabkan adanya ketergantungan yang penuh kepadanya. . Penciptaan bagi manusia adalah aktivitas yang menentukan eksistensinya di dunia ini. penciptaan yang didasarkan moralitas dan untuk tujuan-tujuan kemanusiaan pada hakikatnya adalah upaya peneguhan. Dalam setiap upaya penciptaan selalu terkandung di dalamnya tujuan. 25: 59. menciptakan sesuatu dri sesuatu yang ada mendahuluinya. Dalam setiap ciptaan Tuhan terdapat di dalamnya mekanisme control yang bekerja secara otomatis untuk memperbaiki atau menggantikan kerusakan yang terjadi. untuk melakukan perbaikan atau penggantian sesuatu yang rusak. 57:4.

Al-Qur’an menyatakan dalam surat 10: 3. 50: 38. 51:47.Penciptaan itu tidaklah sia-sia. Pengungkapan Al qur’an tentang Penciptaan Alam Semesta dalam bentuk kata : 1. 6:14. dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekkah) sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati.12. FATHIR Kata Fathir ini 20 kali dalam 17 sura. .Penciptaan itu bermula dari air. agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. 1 . 17:51. yang hendaknya menjadi bahan renungan dan pemikiran manusia. 2. 46:9. 25: 59.79. 6:101. sulit bagi manusia untuk memahami manakala kita masih meletakan posisi serperti apa yang dilakukan oleh manusia.11. Al-Qur’an mengatakan dalam surat 21: 16. Dari ayat-ayat di atas ini.12. 57:4. 21:30. pernyataan senada tentang proses penciptaan alam semesta.10. 57: 27. 11: 7.10. 14:10. Terjemahan yang diungkap tentang kalimat “Wahuwal lazi khalaqas sama’wati wal ardhi fi sittati ayyam wa kana arsy alal ma’” diartikan dalam terjemahan al Qur’an yang diterbitkan oleh Departemen Agama “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enan masa dan arsy Nya di atas air”. Penciptaan itu sama sekali bukan main-main. bukan berarti Allah menciptakan sesuatu berhadapan hadapan satu dengan yang lainnya . 65:12. 3.11. 35:1. . 20:72. 25: 59. 21:30. 10 : 3. 11:51. 43:27 3 Proses Penciptaan Alam Semesta Membicarakan proses penciptaan alam semesta. Al Qur’an memberikan informasi tentang bagaimana alam ini diciptakan dalam surat 11 : 7 dengan arti : “ Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan adalah ‘Arsy-Nya di atas (al-ma) air. dan dapat dilihat juga dalam surat 44: 38-39. Jangan dibayangkan seperti itu. penciptaan semua itu hendaknya menjadikan ia ingat terhadap kekuasaan Allah dan tunduk pada hukum-hukumNya. 36:22 . 10 : 3. niscaya orang-orangyang kafir itu akan berkata ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata” . KHALIQ . 32: 4. tanpa manfaat ataupun makna. Al-Qur’an menyatakan dalam surat 2: 164. 21:56.39:46.Kata khaliq ini sebanyak 13 kali yang tersebar dalam 9 surat. 11: 7..Selanjutnya al-Qur’an menegaskan bahwa dalam penciptaan semua yang ada itu. Al-Qur’an mengatakan dalam surat 21: 30.Ayat ini yang senada dengan ayat tersebut diatas 7 : 54. 41: 9. seperti manusia melakukan suatu perbuatan. 57:4. terdapat ayat-ayat yaitu tanda-tanda kebesaran Allah.. 50: 38. 32: 4. 2 : 117. 51:47.Bagi manusia. . 30:30. BAD’ Kata Bad’ ini sebanyak 4 kali dalam 4 surat. 65:12. 41: 9. dan dapat dilihat juga dalam surat 41: 11-12. 12:101. 42:11.

Semetara itu dalam pengertian lain kalimat “Wahuwal lazi khalaqas sama’wati wal ardhi fi sittati ayyam wa kana arsy alal ma’” diartikan atau diterjemahakan “Dan Dialah yang menciptakan ruang alam (al sama’) dan materi (al ardhi) dalam enan masa dan arsy Nya di atas al ma’”. 1 .

Apakah alam semesta ini diciptakan dari materi yang sudah ada atau dari ketidakadaan.Yang dimaksud dengan pengertian arsy adalah singgasana atau kekuasaan yang dimiliki Allah.. Ibn Kasir menafsirkan dengan sejenis uap air. Dalam terjemahan yang dipahami selama ini al ma’ ini diartikan dengan kata air. Sedangkan kata fatq menunjukkan pula tentang proses penciptaannya lebih lanjut. Bucaille memahami kata ini sebagai asap yang terdiri dari stratum ( lapisan) gas dengan berbagai-bagai yang kecil yang mungkin memasuki tahap keadaan keras atau cair dan dalam suhu rendah atau tinggi. tidak berbicara tentang proses penciptaan alam semesta seperti dalam surat Fushshilat. yang lazim diartikan dengan kata langit – harus dipahami sebagai ruang alam yang di dalamnya terdapat galaksigalaksi. ruang alam (al-sama’) dan materi (al-ardh) sebelum dipisahkan Allah adalah sesuatu yang padu. Akan tetapi kata dukhan yang terdapat dalam surat dukhan. bumi baru terbentuk sekitar 4. Jadi ketiga bentuk kata itu hanya menjelaskan bahwa Allah Pencipta alam semesta tanpa menyebutkan dari ada atau tiada. karena itu beberapa referensi berusaha menafsirkan kata ini. karena al Qur’an tidak memberikan petunjuk-petunjuk ke arah itu. dan tanah di bumi kita ini baru terjadi sekitar 3 miliyar tahun yang lalu sebagai kerak di atas magma.5 miliyar tahun yang lalu di sekitar matahari. kata kunci yang mengarahkan untuk disimpulkan demikian. yang sudah ada sesaat setelah Allah menciptakan jagat raya. Dari informasi tentang ayat-ayat proses penciptaan alam semesta tersebut ada tiga bentuk kata yang erat kaitannya dengan proses penciptaan alam tersebut adalah kahlq. Kemudian proses berikutnya. Sementara air terdiri dari atom oksigen dan atom-atom hydrogen dalam fase penciptaan alam belum dapat berbentuk dan isi alam ketika itu merupakan radiasi dan materi yang ada pada suhu yang sangat tinggi itu wujudnya lain daripada air yang ada sekarang ini. Ada juga yang melukiskan kehalusan dan keringan sifat dukhan. 1 . yaitu bakal bumi. ialah kata ratq dan fatq. kimia kata al ma’ diartikan sop kosmos atau zat alir. berada di atas al ma’. tidak ditemukan redaksi ayat dengan penjelasan yang tegas. dan fathr. bagaimana bentuk kesatuan sesuatu yang padu (ratq) itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas. Kata ratq menunjukkan alam semesta pada awal penciptaannya. memang dirasakan amat sulit. Karena menurut penelitian ilmuwan. yang ketika itu penuh “embunan” Kata Dukhan dalam al Qur’an hanya ditemukan dua kali. Hal ini untuk menghidari konsep yang keliru tentang pengertian langit yang dipahami sebagai bola super raksasa yang mewadahi seluruh ruang alam. setelah terjadi pemisahan oleh Allah alam semesta mengalami proses transisi fase membentuk dukhan. Rangkaian proses berikutnya. Jadi alam semesta ketika itu merupakan satu kumpulan . bintang-bintang dan lainnya. Memuatnya satu kali dalam surat Fushshilat 41:11 dan satu lagi dalam surat aldukhan/ 44 :10. Demikian pula dengan al ma’ lebih tepat diartikan dengan zat alir atau sop kosmos ketimbang dengan kata air. seperti yang digambarkan dalam surat al-biya’/20:30. bad. Kata al-sama’. Sedangkan kata al-ardh yang biasa diartikan dengan kata bumi – di sini lebih tepat dipahami dengan materi. sementara dalam bahasa ilmu pengetahuan alam atau fisika. Sehubungan dengan tidak adanya al Qur’an menjelaskan apa sesungguhnya yang dimaksud dengan kata Dukhan. Hal ini diperoleh dari pernyataan surat Fushshilat 41:11 yang berbunyi artinya : Kemudian Allah menuju penciptaan ruang alam (al-sama). alam semesta merupakan satu kesatuan yang bersifat padu. Kesimpulan sementara hanya dapat dikatakan bahwa sebelum terjadi ruang alam (al-sama’) dan materi (al-ardh) seperti sekarang. Perlu dipertanyakan.

32. kata ini dipakaikan kepada suatu masa atau periode (juz’min al-zaman) yang kadarnya tidak dapat ditentukan dan tidak ada seorang pun yang mengetahui hakikatnya secara pasti kecuali Allah. 57:4. Surat al biya’ ini diperkuat dalam surat al. 7:54. Dengan kata lain. sebelum alam semesta terbentuk sekarang ia mengalami bentuk atau sifat semacam zat alir atau sop kosmos. Sesungguhnya sehari di sisi Allah adalah seribu tahun dari tahuntahun yang kamu hitung”(22:47) “Dia mengatur urusan dari langit (ruang alam’) ke bumi (materi) kemudian urusan itu naik kepada-NYa dalam saatu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitungan mu”(32:5) 1 . Sebagaimana dukhan al quran juga menunjukkan bahwa zat alir atau sop kosmos (al-ma’) telah ada sebagai salah satu konisi terwujudnya alam semesta. 10:3. Menurut kalam arab dan kebanyakan ayat-ayat al qur’an.Supaya tidak terjadi kekeliruan dalam menangkap maksud kata dukhan yang dihunbungakan dengan proses penciptaan alam semesta. Hal ini perkuat dengan hasil temuan ilmuwan bahwa pada suatu ketika dalam penciptaan terjadnya ekspansi yang sdangat cepat sehingga timbul “kondensasi” di mana energi berubah menjadi materi. padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. maka seharusnya kata ini dipahami dengan hasil temuan sains yang telah terandalkan kebenarannya secara emperis. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kata al-ma dalam al qur’an dapat diartikan sebagai zat alir secara umum . Secara global dalam surat hud/ 11:7. sedang surat albaiya’/21:30 menjelaskan al-ma’ (air) sangat dibutuhkan dalam kehidupan atau dari air diciptakan sekalian makhluk hidup. Jika diterjemahkan satu hari sama dengan hari dunia sekarang ini tentu tidak logis dan ia juga bertentasngan dengan ayat-ayat al qur’an yang lain. zat ini mempunyai wujud yang berbeda ketika alam semesta dalam proses penciptaan. Kata yaum dengan jamaknya ayyam (tahapan atau priode) dalam al qur’an bukanlah dimaksud batasan waktu antara terbenamnya matahari hingga terbitnya matahari seperti hari di bumi. Agar tidak menjadi suatu kesalahan bagi yang mengatakan bahwa ruang alam (al-sama’) berasal dari materi sejenis dukhan. Kemudian daoam al qur’an berturut-turut disebut bahwa alam semesta diciptakan selama enam masa (tahap) atau priode.. Enam tahap tau priode tersebut bukanlah menunjukkan uruturutandalam penciptaan al-sama’ (ruang alam) dan al-ardh (materi) serta lainnya. Bukan pulah menunjukkan materi asal dari ruang alam (al-sama’) akan tetapi ia menjelaskan tentang bentuk alam semesta ketika berlangsung fase awal penciptaannya. 50:38. seperti yang telah disinggu sebelumnya. 5. 32:4. Jadi. Yang dimaksudkan tidak logis adalah satu hari yang dimasudkan dalam al qur’an tidak sama dengan satu hari yang dirasakan oleh manusia saat sekarang sebagaimana yang diungkap oleh al qur’an dalam surat 22 : 47. 41:9-12. dan ia juga merupakan syarat mutlak untuk terjadinya kehidupan.Nur/ 24:45 bahwa Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air. tetapi ia harus dipandang sebagai tahapan atau priode penciptaan alam semesta secara keseluruhan dalam waktu yang sama.. 25:59. pembicaraan al-ma’ (zat alir) dalam surat Hud/ 11:7 erat kaitanya dengan proses penciptaan alam semesta. 70 :4 “Dan mereka meminta kepada mu agar azab itu disegerakan.

yang 1 .“Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (70:4) Dalam ayat-ayat di atas dikatakan satu hari sama kadarnya dengan seribu tahun dan lima puluh ribu tahun menurut perhitungan hari di bumi. Jadi kata seribu dan lima puluh ribu tahun menunjukkan betapa panjangnya waktu itu dan ini merupakan pernyataan simbolik.

33:62. manusia mengolah dan membentuk apa yang ada dalam alam semesta ini. ibarat tubuh yang satu. menjadi bentuk baru berupa alam kebudayaaan. tidak saling bertentangan. Alam semesta tunduk kepada hokum-hukum rangan Allah tersebut. Melalui pemikiran terhadap alam sekitar itu. manusia memperoleh kesadaran pengetahuan untuk menyusun konsep-konsep dan berusaha mewujudkan konsep-konsep itu dalam realitas kehidupan masyarakat untuk mencapai kemakmuran bersama. yang disebut dengan sunnahtullah. para ahli sepakat bahwa sumber ajaran Islam yang utama ialah : 1 . 48:23. Tidak cukup dengan ungkapan ayat-ayat yang ada di dalam al qur’an tanpa ada tinjauan dari ilmu pengetahuan yang bersifat kealaman. Dalam hubungan ini. SISTEMATIKA SUMBER AJARAN ISLAM Berpedoman dari surat an-Nisa’ ayat 59. yaitu Allah melengkapinya dengan menciptakan hokum-hukum tertentu. realitas kebudayaan sepenuhnya dipengaruhi oleh tahap-tahap perkembangan intelektual. 35:43. Adapun proses penciptaan alam semesta selanjutnya. yang menjadi obyek pemikiran manusia. Demikianlah proses penciptaan alam semesta yang dirangkai dari isyarat-isyarat yang disinyalkan al qur’an. Dari hubungan dengan alam yang ada di sekitar hidup manusia itu. SUNNAH RASUL DAN IJTIHAD SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM A. Hal ini dipahami dari percakapan simbolik antara Allah di satu pihak dan ruang alam ( al-sama’) dan materi (al-ardh) di pihak lain. Dan realitas semua usaha manusia untuk mengatasi persoalan yang dihadapi sebagai upaya untuk meningkatkan kehidupannya adalah kebudayaan. 36: 38-40. 6:96. bahkan merupakan dasar bagi upaya pembentukan kebudayaan. Dalam proses pembentukan itu manusia harus selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebenaran yang terkandung dalam penciptaan alam dan ingat atas batas-batas wewenang yang diterimanya dari Allah sebagai khalifatullah. sehingga manusia bisa mendapatkan manfaat bagi kesejahteraan hidup manusia bersama. manusia menempuh proses belajar. Hasil penelitian ayat-ayat ini seutuhnya menunjukkan bahwa hokum-hukum alamyang telah ditetapkan Allah tersebut tidak akan pernah berubah dan menyimpang. Olaeh karena itu. alam semesta seisinya.diungkap oleh Allah. Penafsiran ini ditopang sejumlah ayat seperti 17:77. Hal ini dapat dibukti ketika seorang yang telah pulang pergi ke orbit bulan tinggal berapa lama di orbit bulan . mereka mengatakan hanya sebentar saja. Dengan istilah lain. dan pengetahuan yang diperoleh melalui proses belajar memahami alam sekitar selanjutnya tumbuh berkembang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan tingkat intelektual. Dalam kejadian penciptaan itu. gerakan dan edaran ruang alam(al-sama’) dan materi (al-ardh) serasi dan sejalan. Sebagai khalifatullah di muka bumi. terdapat di dalamnya tanda-tanda kebesaran Allah. Sebagaimana disinggung sebelumnya bahwa proses penciptaan alam semesta sebagai hasil “bacaan” terhadap “kitab alam” dapat dilihat dari hasil observasi sains kealaman. AL-QUR’AN. penciptaan alam semesta seisinya tidaklah siasia.

Di samping itu ada maslahat mursalah yaitu mengambil dalil dengan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Ijma’. gejala kemunduran mulai tampak. sebenarnya merupakan penjabaran dari ijtihad. Dengan tiga ajaran Islam ini. Ketika bangsa Tartar dari Cina menyerbu Bagdad. Pedoman itu ialah Kitabullah dan Sunnahku”. Dalam kesempatan lain. yang siapa berpegang kepadanya selamatlah dia. Namun memasuki abad XIV Masehi. istihsan dan maslahat mursalah dan lainnya. sementara ijtihadnya lebih menonjol. seperti istihsan yaitu mengambil dalil dari berbagai macam ide pemecahan yang ada lalu dipilih yang terbaik. maka para ahli hukum Islam (Ahli fiqih) menambah sumber ajaran Islam yang ketiga yaitu Ijtihad. Pengetahuan ulama yang sangat terbatas. yang berhasil merontokkan sisa kekhalifahan Bani Umaiyah di belahan Barat. jika umat bertanya padamu tentang sesuatu masalah. yang berakhir jatuhnya kekahalifahan Abbasiyah di Timur Tengah. yaitu : 3. al-Qur’an 2. dalil apa yang engkau gunakan? Maka Muaz menjawab: “dengan al-Qur’an” Nabi bertanya:”Jika tidak terdapat dalam al-Qur’an. as-Sunnah Kesepakatan ini diperkokoh dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang menyatakan: “Aku tinggalkan pada kalian dua pedoman hidup. Dikukuhkanlah sebagai sumber ajaran Islam berikutnya. Persyaratan ijithad dipersulit. Ijma’ ulama. qiyas. sehingga orang tak berani lagi untuk berijtihad. sedang bersamaan dengan itu pula bangsa Eropa menyerbu Cordoba yang menjadi pusat kerajaan Islam di Barat. bagaimana? Maka Muaz menjawab:”dengan sunnahmu” Nabi bertanya:”Jika tak ada dalam sunnahku dan al-Qur’an? Maka Muaz menjawab: dengan ijithadku” Berpedoman pada Sunnah Rasul ini. yaitu dlil yang diambil berdsarkan kasus yang hampir sama/mirip dengan asbabul nuzul (kasus yang menyebabkan turunnya ayat al-Qur’an) atau asbabul wurud (kasus yang meyebabkan keluarnya Sunnah Rasul) Selain sumber yang empat itu. aparat kerajaan dan umat tak siap menghadapinya. orang tak berani lagi berijtihad dan semua persoalan yang tak ditemukan pemecahannya dari ayatal-Qur’an atau Sunnah Rasul. sampai memasuki priode abad XIII Masehi. orang lalu bertanya kepada ulama.1. yaitu kesepakatan para ulama tentang suatu masalah 4. Qiyas. Selain al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Nabi bertanya kepada Muaz: “Hai Muaz. Tetapi karena dipersulitnya persyaratan ijitihad. Hal ini disebabkan sumber utama al-Qur’an dan sunnah mulai kurang mendapat analisis. terutama ijtihad memberi kesempatan bagi ulama-ulama zaman klasik untuk membuat Islam berkembang secara pesat. ketika Muaz bin Jabal akan berangkat ke Yaman sebagai Duta. ada sumber lain yang tidak menjadi kesepakatan par ulama. memberi dampak lahirnya 1 . Dampaknya mentalitas umat melemah dan ketahanan umat turut ambruk. baik dari segi populasinya maupun dari aspek perkembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan /teknolgi. Suasana itu membuat para ahli fiqih periode berikutnya berfikir ulang tentang penggunaan ijtihad.

Akibatnya ulama dengan ajaran Islamnya terpojok pada satu sudut yang sempit. sementara bidang ilmu pengetahuan dn teknologi dianggap bukan kajian Islam. sedang masalah ilmu pengetahuan. yaitu pemilahan urusan dunia dan urusan agama.faham dikotomi. 1 . Urusan agama ditanyakan pada ulama. teknologi politik dan kemasyarakatan menjadi bahasan para pakar.

Penulisannya menurut pentadwinan tersebut dan dihimpun satu sama lain menurut urutan yang pernah dibacakan oleh Rasul SAW kepadanya dan kepada para sahabat pada masa hidupnya. Dengan demikian Abu Bakar telah memelihara hasil pentadwinan ayat al-Qur’an. yaitu Hafshah. Bahkan di antara sahabatnya ada yang menulisnya untuk dirinya sendiri. atau Romawi. Artinya dapat dipastikan bahwa setiap ayat yang dibaca adalah hakekat nash al-Qur’an yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya dan disampaikan oleh Rasul SAW kepada umatnya tanpa perubahan atau penggantian. AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG QATH’I DAN ZHANNI DALLALAH DN KEDUDUKANNYA SEBAGAI SUMBER HUKUM 1. Seperti diketahui. yang dapat disimpulkan secara sangat singkat adalah sebagai berikut : a. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan anatominya. Ketika Utsman menjadi khalifah. Aspek yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut: Pertama. atau suatu ayat kemudian disampaikan kepada para sahabatnya. seperti Mesir. bila diketahui bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang ummi. Tidak mudah menguraikan hal ini. Sedang Utsman menyatukan umat Islam pada suatu himpunan dari hasil pentadwinan tersebut dan menyebar luaskan pada umat Islam. Ditemukan adanya keseimbanagan yang sangat serasi antara kata kata yang digunakannya dengan maknanya. Aspek-aspek tersebut akan lebih meyakinkan lagi. menjadi tempat kembali umat Islam dalam menerima al-Qur’an dan meriwayatkannya. khususnya bagi yang tidak memahami dan memiliki “rasa bahasa” Araby. ditemukan hal-hal yang sangat menakjubkan. dibacakan kepada mereka. sehingga terdapat dalam al-Qur’an adalah benar bersumber dari Allah. ayat al-Qur’an telah ditadwinkan (dibukukan) menurut kebiasaan pentadwinan orang Arab. Abu Bakar al-Shidiq telah mengumpulkan al-Qur’an dengan perantaraan Zaid bin Tsabit dan sebagian sahabat yang dikenal hafalannya. termasuk apa yang dihafal oleh para Huffaz. Namun demikian setelah al-Qur’an diturunkan dan dilakukan analisis tentangredaksi-redaksinya. Himpunan ini. naskah ditulis menjadi beberapa naskah dan dikirm ke berbagai kota umat Islam. Ayat-ayat tersebut juga telah dihafal oleh sebagian besar umat Islam. Dengan dibantu beberapa tokoh besar Muhajirin dan Anshor.B. Pada waktu Rasul SAW wafat. Ia juga tidak hidup dan bermukim di tengah-tengah masyarakat yang relatif mengenal peradaban. himpunan ini ditulis ulang 4 kitab dan aslinya ditinggalkan kepada anak perempuannya. Diantara keseimbanagan tersebut. Di antara mereka banyak yang menghafal dan membacanya pada setiap waktu. misalnya pertanyaan orang Yahudi tentang hakekat Ruh. dan ditulis oleh juru tulis wahyunya. himpunan al-Qur’an diambil dari Hafshah dan dinaskahkan dengan perantaraan Zaid bin Tsabit. Pertanyaan ini dijawab secara langsung dan tentunya spontanitas tersebut tidak memberi peluang untuk berfikir dan menyusun jawaban dengan redaksi yang indah apalagi teliti. ummil mu’minin. Ayat-ayat al-Qur’an dari Segi Sumbernya Ayat-ayat al-Qur’an bila ditinjau dari segi datangnya dn dinukilnya dari Rasul SAW kepada kita semuanya adlah pasti (qath’i). Ketika turun kepadanya sebauh surat. Namun demikian ada satu dua hal yang berkaitan dengan al-Qur’an yang dapat membantu pemahaman aspek pertama ini. karena keindahan diperoleh melalui “perasaan” dan bukan melalui nalar. 1 . Beliau dibesarkan dan hidup ditengah-tengah kaum yang oleh beliau sendiri dilukiskan sebagai “Kami adalah masyarakat yang ummi”. sering kali al-Qur’an “turun” secara spontan. untuk menjawab pertanyaan atau mengontari peristiwa. Pemeliharaan himpunan ini telah dilakukan oleh Abu Bakar pada masa hidupnya dan pada masa Umar. aspek keindahan dan ketelitian redaksinya. sehingga tidak sedikitpun ada yang hilang. Persia.

Dengan kalimat yang tegas. masingmasing sebanyak 17 kali. Lubaid masuk Islam. kefasihan lidahnya. unus 1 . masingmasing seanyak 50 kali. Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati jiwanya). Dia menulis beberapa ayat al-Qur’an. masingmasing sebanyak 167 kali. Sarwar dalam bukunya “Muhammad the Holy Prophet” menceritakan kehidupan “Lubaid ibnu Rabi’ah”. Kemudian syair itu digantungkan di pintu Ka’bah. Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi’at (keburukan). Al-naf’u (menfaat) dan al-madhararah (mudarat). serta manusia gagal dalam menghadapi tantangan tersebut sepanjang sejarah. masing-masing 70 kali. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya. masing-masing sebanyak 46 kali.- Al-hayah (hidup) dan al-Mawt (mati). Akhirnya pada tahun 9 H. Al-Qur’an. Pada waktu salah seorang kaum muslimin melihat hal yang diperbuat Lubaid dan bangkitlah semangat kehormatannya. Apabila ad suatu kalam yang tidak mungkin manusia mendatangkan tandingannya. adanya tantangan yang tegas yang diajukan al-Qur’an kepada seluruh umat manusia sejak abad ke 7. ayat 38. Dia begitu terpesona oleh ayat-ayat tersebut. dan kekuatan syairnya. A’aqal dan an-nur (akal dan cahaya). b. sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. sehingga ia berteriak dengan kerasnya: demi Allah. al-Qur’an menyatakan dalam surat al-Isra’ ayat 88 : “Katalah: “sesungguhnya jika manusia dn jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan dia. khususnya terhadap setiap manusia yang mengingkari kerisalahan al-Qur’an. Dan dalam surat al-Baqarah ayat 23: “Dan jika kamu tetap dlam keraguan tentang al-Qur’an yang kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad) buatlah satu surat saja yang semisal al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolong selain Allah. jika kamu memang benar”. dan al-Islam (al-Qur’an.Wahyu dan Islam). Pada waktu Lubaid mendengar Nabi Muhammad SAW melancarkan tantang tersebut terhadap masyarakatnya. suatu keistimewaan yang tidak di dapat kecuali oleh sekelompok kecil penyair terkenal bangsa Arab. kemudian digantungkan di samping syairnya Lubaid. Tantang yang dikemukakan al-Qur’an terhadap manusia yang ragu akan kebenarnnya terdapat juga dalam surat Hud ayat 13-14. Lubaid membuat beberapa buah syair untuk menjawab tantangan yang didengarnya. masing-masing sebanyak 145 kali. J. dan ats Tsur ayat 34. Pada hari berikutnya Lubaid lewat pintu Ka’bah dan pada waktu itu dia belum masuk Islam. seorang yang terkenal karena kepekaan kata-katanya. maka hal tersebut membuktikan bahwa kalam tersebut berasal dari Allah. Kedua. ini bukan kata-kata manusia dan saya termasuk orang yang menyerahkan diri. al-Wahyu. Segala sesuatu yang bersumber dari Allah tidak mungkin ada yang mampu menghadapi tantangannya.

tetapi mereka gagal dalam usahanya. dan Abu’l Ala al Ma’ari. Merupakan hal yang tidak diragukan lagi. bahwa bangsa Arab yang dalam sejarah dikenal tidak ada bandingannya dalam kebalighan dan ilmu bayannya. Abu’l Thayyib al Mutanabbi. Thulailah bin Khuwalid al Asdi.Dalam sejarah banyak contoh-contoh lain tentang orang-orang yang berusaha untuk menjawab tantangan ini. Diantaranya ialah: Musallamah al Kadzab. An Nadhr bin ar Rawandi. ternyata terpaksa tunduk terhadap al-Qur’an dan mengakui secara jujur ketidak mampuan mereka untuk membuat suatu karya yang 1 .

Dalam situasiyang demikian buruk. Banyak sekali isyarat ilmiah yang ditemukan dalam al-Qur’an misalnya tentang penciptaan alam raya. Hal ini merupakan kebenaran al-Qur’an sebagai wahyu Allah. Demikian pula yang akan kami lakukan kepadamu. kemudian turun firman Allah surat Rum ayat 1-6 ini. Menghadapi serangan yang mendadak. Ramalan selanjutnya yang termuat dalam al-Qur’an adalah pernyatan tentang kekalahan pasukan Romawi oleh pasukan Persia yang terdapat dalam surat Rum ayat 1-6. akan dapat melihat mumi Fir’aun tersebut. penyembah matahari dan apai. Akibat peperangan tersebut. Pada waktu Persia berhasil mengalahakan Romawi pada tahun 616 dan berhasil menguasai seluruh wilayah sebelah timur negara Romawi. Heraklius kembali ke Konstatinopel dengan pesta-pesta besar-besaran. Heraklius tahu bahwa kekuatan angkatan laut Persia lemah. Pada tahun 1896 ahli purbakala yang bernama Loret menemukan mumi di lembah Raja-raja Luxor Mesir. dn orang Romawi yang beriman kepada al-Masih. Akhirnya perng yang terakhir terjadi pada bulan Desember 627 di sepanjang sungai Dajah. Pada waktu terjadi peperangan antara Persia dan Romawi. Setelah menang dalam dua peperangan yaitu Armenia dan Asia Kecil. Dengan demikian benarlah apa yang diramalkan al-Qur’an tentang kemenangan Romawi. Keempat. yaitu Mekkah. Pada saat itu ditemukan satu jasad utuh. Oleh karena itu dia menyiapkan kapal-kapal untuk menyerang Persia dari belakang. Dengan demikian pertarungan yang terjadi antara orang Persia dan Romawi. 624 dan 625. jika kamu tidak mau mengikuti kami dan meninggalkan agama yang baru”. Tidak seorangpun mengetahui haltersebut. Dalam keadaan yang menyakitkan itu. menjadi lambang pertarungan yang terjadi antara orng Islam dengan orang musyrikin Mekkah. Ketiga. pada suku bangsa di pusat ibu kota jazirah Arab. Heraklius dari Romawi membuat suatu rencana untuk mengalahkan Persia. diceritakan dalam surat Yunus ayat 92 yang menyatakan : “Badan Fir’aun akan diselamatkan Tuhan untuk menjadi pelajaran generasi berikut”. Pada bulan maret tahun 628 M. Oleh karena itu akhirnya Kavadh II putera Kisra Chorous meminta damai dan mengusulkan pengnduran diri pasukan Persia dari tanah Romawi. sebab mereka penyembah benda-benda materi. Beberapa tahun kemudian. misalnya kisah Fir’aun yang mengejar-ngejar Nabi Musa. Persia tidak mungkin dapat melanjutkan peperangan melawan Romawi. Berdasarkan data-data sejarah terbukti bahwa mumi tersebut adalah Fir’aun yang bernama Maniptah dan pernah mengajar Nabi Musa A. Setiap orang yang berkunjung ke Meseum Kairo.menyamai al-Qur’an walau satu ayatpun. Heraklius melakukan peperangan yang lain melawan Persia pada tahun 623. Di kota tersebut terdapat orang-orang majusi Persia. Al-Qur’an menyajikan suatu inti landsan tentang kejadian dan terciptanya alam raya. pasukan Persia menarik diri dari seluruh tanah Romawi dan Heraklius berada pada pusat yang memungkinkan untuk menembus ke jantung kekaisaran Persia. serta nabi-nabi dan wahyu Allah. seperti yang diberitakan al-Qur’an melalui Nabi yang Ummiy. terjadi pula peristiwa serupa.S Pada tanggal 8 juli 1908 Elliot Smith mendapat izin dari pemerintahan Mesir untuk membuka pembalut mumi tersebut. isyarat-isyarat ilmiahnya. Orang-orang Islam dan orang-orang Romawi mengharapkan kekalahan orang kapir Mekkah dan orang Persia. psukan Persia tidak mampu bertahan dan lari bercerai-berai. kaum Muslimin di Mekkah sedang dalam kondisi yang paling lemah dan paling buruk dalam segi materi. orang-orang musyrikin mendapat kesempatan untuk menghina kaum Muslimin dengan mengatakan:”Saudara kami berhasil mengalahkan saudaramu. karena hal itu terjadi sekitar 1200 tahun S.M. Dinyatakan dalam surat al-Anbiyaa ayat 30: 1 . adalah pemberitaan gaibnya.

Kalau dipelajari teori Gamow tentang terciptanya alam raya. Al-Qur’an dalam hal ini menyebutkan dengan kalimat “kata “fa” di awal kata tersebut. Bagian-bagian inilah yang selanjutnya sangat berperan dalam pembentukan zat-zat kimia yang lain. Menurut Newton. Hubble. kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. Teori Gamow menyatakan bahwa alam raya ini merupakan satu kesatuan yang volumenya sangat kecil sekali. Hasil penemuan para ilmiawan di atas membawa keharuan pada diri umat Islam. Hal ini menyebabkan massa yang ada terurai menjadi bagian-bagian yang paling elementer. berarti “kemudian”. menciptakan hukum keseimbangan di antara benda-benda tersebut. Kata “fa” menunjukkan keberuntutan peristiwa secara langsung. Dengan demikian. Kecenderungan ini didorong oleh adanya temperatur yang sangat tinggi yang timbul sebagai akibat adanya kepadatan yang luar biasa sebelumnya. Dengan kata lain. 1 . sebagaimana yang dinyatakan dalam surat adz Dzariyat ayat 47: “Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan Kami. tetapi ada selang waktu untuk menuju ke peristiwa selanjutnya. Sebenarnya letak persesuaian antara teori Gamow dengan al-Qur’an bukan hanya di situ saja. Dengan demikian Hublle telah membuktikan bahwa alam raya benar-benar berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi. maka terjadi ledakan yang maha dahsyat. Al-Qur’an memang telah menyatakan bahwa alam raya ini terus menerus berkembang. Tujuh tahun kemudian (1929). Gamow menyatakan bahwa ledakan tersebut terjadi segera setelah massa tersebut tersumbat. nampaknya ada persamaan dengan kedua ayat tersebut di atas. lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “datang lah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan sesuka hati atau terpaksa”.“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya adalahsuatu yang padu. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. Sedangkan kata “tsumma” menunjukkan keberuntutan peristiwa. Akan tetapi berbeda dengan kata “tsumma” yang juga berarti “kemudian”. Ilmu pengetahuan mengungkapkan bahwa di antara semua bendabenda di alam raya terjadi gaya tarik menarik. ledakan yang terjadi menutut al-Qur’an adalah langsung setelah terjadinya penempatan massa yang sangat tinggi. Dan dalam surat Fussilat ayat 11: “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih berupa gas. dan sesngguhnya Kami telah meluaskannya”. sehingga dengan berkembangnya alam raya berakibat tercapainya keseimbangan di antara seluruh benda-benda di alam raya. sebab hasil penemuan itu membuktikan kebesaran alQur’an sebagai wahy Allah. Karena adanya kepadatan massa yang tinggi. berdasarkan pengmatannya terhadap galaksi-galaksi di alam raya ini berekspansi (berkembang) menurut model matematika seperti apa yang ditemukan Einstein dan Friedman. kondisi ini tercapai karena adanya keharmonisan antara gerak revolusi dengan gaya tarik menarik di antara benda-benda atau planet-planet di alam raya. seorang ilmiawan astrofisika Amerika Serikat bernama Edwin B. sebagaimana penggunaannya dalam bahasa Arab. yakni proton dan elektron. sehingga kestabilan orbit akan tetap terpelihara dan sekaligus meniadakan tumbukan di antara benda-benda di alam raya.

tetapi untuk menciptakan keseimbangan di antara benda-benda angkasa. Hanya 1 . Dengan demikian manusia yakin serta secara tulus mau mengamalkan petunjuk-petunjukNya. Al-Qur’an yang diturunkan pada abad ke 7 telah mengungkapkan dalam surat ar-Rahman ayat 7 bahwa Allah meluaskan alam raya bukan sia-sia. Semua aspek tersebut menjadi bukti bahwa petunjuk-petunjuk yang disampaikan al-Qur’an adalah benarbenar bersumber dari Allah. sehingga tidak terjadi saling tumbuk antara yang satu dengan yang lainnya.Dalam hal ini al-Qur’an telah jauh mendahului penemuan Newton.

tidak lebih dan tidak kurang. Ayat-ayat Al-Qur’an dari segi Penunjukkan (Dalalah) Ayat-ayat al-Qur’an bila ditinjau dari aspek dalalahnya atas hukumhukum yang dikandungnya. para peneliti alam jaga raya ini pada umumnya adalah orangorang non Islam. serta pada waktu dan tempat lain dapat dinyatakan dilarang. seperti firman Allah dalam surat anNisa’ ayat 12 :” Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu. Lafaz quru’ dalam bahasa Arab mempunyai dua arti. Oleh karena itu ada kemungkinan bahwa yang dimaksudkan adalah tiga kali suci atau tiga kali haid. Oleh karena itu para mujtahidin berselisih pendapat apakah ‘iddah wanita yang ditalak tiga kali haid atau tiga kali suci. maka deralah tiap-tiap orang dari keduanya seratus kali dera”. yaitu suci dan haid. Serta seperti firman Allah dalam soal menindak laki-laki dan perempuan yang berzina dalam surat an-Nur ayat 2: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina.sayang. lafaz itu dapat digunakan untuk dua maksud dengan pemahaman yang sama. penunjukkannya terhadap hukum adalah pasti (qath’i dalalah). Ayat ini penunjuknya pasti juga. 2. Ayat-ayat qoth’I dalalahnya atau yang muhkam b. Dalam bidang inilah berlaku kaidah: “Perubahan hukum berdasarkan perubahan waktu dan tempat” dan berlaku pula padanya reformulasi bila keadaan menghendaki. dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa masalah qath’I dn zhonni bermuara pada sejumlah argumentasi yang maknanya 1 . tidak lebih dan tidak kurang. Hukum yang ditunjuk secara pasti berlaku universal dan tidak mengalami perubahan walaupun waktu dan tempat sudah berubah. Hal ini berarti tidak pasti dalalahnya pada satu makna dari dua makna tersebut. Penunjukkan yang pasti berlaku dalam bidang akidah seperti keesaaan Allah dan ibadah pokok seperti keharusan shalat. tidak ada kemungkinan menerima ta’wil dan tidak ada tempat bagi pemahaman arti yang lain itu. Adanya kemungkinan berbagai pemahaman dapat disebabkan oleh dua hal: pertama. artinya bagian suami dalam keadaan tidak punya anak adalah seperdua. Ayat-ayat al-Qur’an yang disampaikan dalam bentuk yang muhkam. Ayat-ayat Qath’I dalalahnya ialah ayat yang menunjukkan pada makna yang bisa dipahami secara tertentu. yang mengatur hubungan manusia dengan sesamanya dalam kehidupan masyarakat. Ayat-ayat Zhonni dalalahnya atau yang mutasyabih Ada dua macam dalalah tersebut dijelaskan Allah dalam surat Ali Imran ayat 7. artinya had zina adalah seratus kali dera. jika mereka tidak mempunyai anak”. Ayat ini penunjuknya pasti. serta dalam hal baik dan buruk yang tidak akan mengalami perubahan seperti keharusan berbuat baik kepada orang tua. Tidak mungkin dipahami dari maksud yang lain dan tidak mungkin pula ditanggapi dengan tanggapan yang berbeda-beda. misalnya poligami pada suatu waktu dan tempat dinyatakan boleh bahkan harus. misalnya lafaz quru dalam firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 228: “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’”. Penjelasan yang bersifat Zhonni umumnya berlaku dalam bidang muamalat dalam arti luas. Sedang nash menunjukkan bahwa wanita-wanita yang ditalak menahan diri atau menunggu tiga kali quru’. Ayat-ayat yang Zhonni dalalahnya ialah ayat yang menunjukkan pada makna yang memungkinkan ditakwilkan atau dipalingkan dari makna asal (lugowi) kepada makna yang lain. maka penerapan hukum akan mengalami perubahan. Karena kehidupan masyarakat selalu berkembang. sementara umat Islam sampai saat ini masih sangat kurang minatnya untuk meneliti.

hadist terbagi pada 2 macam. maka ia disebut hadist. dapat dijadikan alat istinbath (penetapan) dan bayan (penjelasan) terhadap al-Qur’an.disepakati oleh ulama (mujma’alyah). Sedangkan hadist dapat dipelajari dari kitab-kitab hadist yang telah disusun oleh para ulama hadist yang dipelopori oleh Buchari dan Muslim. yaitu hadist yang didasarkan pada pancaindra yang dikabarkan oleh sejumlah orang yang mustahil. Oleh karena itu sunnah Rasul lebih banyak dapat diikuti dari bukubuku tentang kisah kehidupan Rasul. keduanya mempunyai arti yang sama. dapat dianalisa dari apakah ungkapan itu ada rantaian peristiwa atau ungkapan lepas. Bagi para ahli hadist. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sunnah Rasul lebih tinggi kualitasnya dibanding dengan hadist. Tetapi jika ungkapan itu merupakan kalimat lepas. digolongkan sebagai hadist maqbul dan mardud. Yang dimaksud dengan hadist maqbul menurut bahasa adalah “yang diterima”. dikatakan atau sikap Rasul itu bernilai sunnah atau hadist. a. kata Sunnah Rasul kurang populer dibanding dengan hadist. yakni dapat dijadikan pedoman dan panduan pengamalan syari’at. pembahasan tentang kualitas hadist. Berpedoman pada jumlah perawi. padahal nabi menyebutkan kata “Sunnahku”. Hadist ini juga dikenal melalui catatan yang diangkat oleh para tabi’it-tabi’in. Hadist mutawatir tergolong sebagai hadist yang maqbul. Sunnah ini dapat kita kenal melalaui ucapan para sahabat yang dicatat oleh generasi tabi’it-tabi’in yang dipelopori oleh Buchari dan Muslim. Kualitas Sunnah Rasul / Hadist. sedang hadist ahad ada yang maqbul dan ada yang mardud. Sedang hadist ialah ucapan para sahabat tentang apa yang diperbuat atau dikatakan atau sikap yang ditunjukkan oleh Rasul tentang sesuatu hal atau masalah. Syarat hadist mutawatir adalah sebagai berikut : 1 . Dengan demikian hadist maqbul adalah hadist yang dapat diterima atau pada dasarnya dapat dijadikan hujjah (sumber hukum) atau dalil. Namun harus dicermati bahwa dalam kitab-kitab hadist itu juga terdapat ungkapan tentang Rsul yang bersifat ungkapan lepas atau yang ada untaian peristiwanya. Jika ada rangkaian peristiwanya (yang dlam istilah ilmu hadist asbabul wurud). Dilihat dari sudut bahasa. Hadist mutawatir. menurut adat. C. Sedangkan hadist mardud adalah hadist yang ditolak atau tidak dapat dijadikan hujjah. yaitu Hadist mutawatir dan hadist ahad. atau dikatakan atau sikap yang ditunjukkan oleh Rasul tentang sesuatu hal atau masalah. bersepakat untuk mengabarkan berita itu dengan dusta. Dikalangan umat Islam. maka ungkapan itu dapat disebut sebagai sunnah Rasul. Yang dimaksud dengan hadist mardud menurut bahasa adalah “yang ditolak atau yang tidak diterima”. Perbedaannya terletak pada rangkaian peristiwa untuk menilai apakah ungkapan tentang apa yang diperbuat. Disinilah diperlukan ketelitian dn kejelian. sehingga tidak mungkin lagi timbul makna yang lain kecuali makna yang telah disepakati. Sunnah Rasul ialah apa yang diperbuat.

maka berita tersebut bukanlah hadist mutawatir. mustahil mereka bermufakat dusta. yang menurut adat. Yang dipersyaratkan 1 . baik indra penglihatan maupun pendengaran.1) Pemberitaan hadist yang disampaikan oleh para perawi harus berdasarkan tanggapan pancaindra. Apabila pemberitaan itu hasil pemikiran semta-mata atau hasil rangkuman analisis dari suatu peristiwa ke peristiwa yang lain. Jumlah perawi adalah relatif dan tidak ada batas tertentu. 2) Banyaknya perawi sampai pada jumlah beberapa orang. atau hasil istinbath dari satu dalil lain.

bahwa jumlah sumber beritanya mutawatir.Sanadnya bersambung . tidak terdapat ‘illat serta kejanggalan.Tidak janggal 2. b. tergantung dari jumlah keguguran syarat Hadist Shahih dan Hadist Hasan. karena jumlah perawi sudah menjadi jaminan tidak adanya persepakatan dusta. Para ulama sepakat. (b) Hadist Hasan dan (c) Hadist Dha’if. bahwa hadist mutawatir lafzhi hampir tidak ada. sanad maupun matannya. Hadist mutawatir dengan syarat di atas sulit ditemukan. Hadist ahad terbagi menjadi : (a) Hadist Shahih. Hadist Dha’if bermacam-macam dan kedha’ifannya bertingkat-tingkat. maka hal itu karena menggunkan syarat yang tidak maksimal seperti di atas dan tidak berdasarkan jumlah perari pada sanad yang eksplisit pada kitab-kitab hadist. Hadist Ahad. yakni suatu keharusan untuk diterima bulat-bulat. Para ulama dan seluruh umat Islam sepakat pendapatnya. 3. dari segi jumlah pemberitaannya. dan tidak sampai derajat mutawatir. 4) Adanya keseimbangan jumlah perawi di awal sanad. Menurut pengertian di atas. Hadist Hasan hampir sama dengan Hadist Shahih. di pertengahan dan selanjutnyanya dalam bilangan mutawatir. baik mengenai perawi. Perbedaanya hanya dalam soal kedhabithan perawi. sedang Hadist Hasan perawinya tidak sempurna ingatannya. suatu hadist dinilai shahih apabila memenuhi syarat : . adalah hadist yang diriwatkan oleh perawi yang adil. adalah hadist yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat Hadist Shahih dan Hadist Hasan. tidak memenuhi persyaratan mutawatir. Menurut Abu Thayib 4 orang. dan tidak janggal. bahwa hadist dha’if tidak boleh digunakan sebagai dalil dalam menentukan hokum. Bahkan ada ulama yang mengatakan.Tidak ada ‘illat atau cacat .3) adalah adanya kesan bahwa pada pemberitaan tersebut. bahwa hadist mutawatir memberi faedah ilmu dharuri. sanadnya bersambung. Hadist Hasan.Perawinya sempurna ingatan atau kedhabithan . adalah hadist yang diriwayatkan oleh seorang yang adil. tidak begitu kokoh ingatannya. Hadist Shahih dan Hadist Hasan nilainya maqbul sedangkan Hadist Dha’if nilainya mardud. 1. Hadist mutawatir tidak diteliti lagi keadilan dankualitas perawi. Pembicaraan kualitas hadist berlaku di lingkungan hadist ahad. termasuk dalam masalah fardhailul’amal. Namun demikian mereka berbeda pendpat tentang penggunaannya dalam fadhailul’amal (keutamaan-keutamaan amal) baik yang berhubungan dengan targhib (memberi dorongan untuk melakukan yang baik) maupun tarhib (menimbulkan rasa benci terhadap perbuatan jelek). Hadist mutawatir derajatnyasangat tinggi. Imam Buchari dan Imam Muslim sependapat untuk tidak menggunakan hadist dha’if dlam bidang apapun. Ash-hab al Syafi’I 5 orang dan ulama lain 20 orang atau 40 orang. 1 . Hadist Dha’if. adalah hadist yang para perawinya tidak sampai pada jumlah perawi hadist mutawatir. tidak ber’ilat. hampir seimbang dengan al-Qur’an dalam hal qath’I wurudnya. bahwa terdapat hadist mutawatir. namun menggunkan informasi dan qarinah lain. hingga membawa pada keyakinan yang qath’i. sempurna ingatan.Perawinya bersifat adil . Hadist Shahih. tidak mungkin bersepakat dusta. Bila ada ulama berpendapat. bersambung sanadnya.Matannya marfu’(bahasanya halus) . Hadist mutawatir tidak menjadi obyek pembicaraan ilmu hadist dari segi maqbul dan mardud. Hadist Shahih perawinya sempurna ingatannya.

padahal ia tahu bahwa itu bukan ucapanku. maka orang itu termasuk golongan pendusta (riwayat Buchari dan Muslim)”. Ada catatan khusus dari Imam nawawi. baru hadist ditulis dalam Kitab Hadist. Imam Nawawi sebagai ahli hadist dan ahli fiqih berbeda pendapat dengan Imam Buchari dan Muslim. yakni penggunaan hadist dha’if hanya boleh untuk menerangkan keutamaan amal yang hukumnya telah ditetapkan oleh hadist lain yang shahih atau setidak-tidaknya Hadist Hasan. Cara kedua mengetahui kualitas hadist adalah dengan menggunakan petunjuk dari hal-hal yang dapat menunjukkan kualitas hadist.Mereka berpendapat demikian karena lebih aman dari kemungkinan seseorang menghubungkan sesuatu perkataan atau perbuatan kepada Nabi SAW. Metode dan cara ini digunakan para perawi waktu menyeleksi dan menyaring hadist untuk keperluan penulisan hadist. Maksud utamanya adalah untuk lebih mengagung kan bani Israil. Hal itu mengakibatkan terkena ancaman masuk neraka. Hadist-hadist ini termasuk hadist mardud. padahal Nabi tidak mengatakan atau melaksanakannya. yang bersifat umum. supaya terhindar dari menghubungkan sesuatu perbuatan atau perkataan Rasulullah yang tidak dilakukannya. selama hadist itu bukan hadist maudhu’(palsu). kemudian diteliti keadaan matan. disebut metode Tash-hih. Setelah yakin akan kemurnian hadist. 2) Keutamaan perbuatan yang dijeskan hadist dha’if sudah tercakup dalam keterangan atau adil lain baik al-Qur’an maupun hadist. Mereka menerima ribuan bahkan ratusan ribu hadist dan dihafal lengkap dengan sanadnya. perawi dan sanadnya. karena berdusta kepada Nabi SAW. Cara pertama menetukan keshahihan hadist dengan menggunakan kaidah keshahihan hadist. sebagaimana sabdanya: “Barangsiapa menceritakan sesuatu hal dariku. maka hendaklah menyediakan tempat duduknya dari apai neraka”. karena ia membolehkan menggunakan hadist dha’if dalam fardhu’ilul amal. Imam Ibnu Hajar berpendapat sama dengan Imam Nawawi dan beberapa orang ahli hadist dan fiqih. sehingga perbuatan itu tidak termasuk perbuatn yang sama sekali tidak memiliki dasar. antara lain : 1) Kedha’ifan hadist itu tidak terlalu jelek. atau sering keliru dalam meriwayatkan hadist. Di antara petunjuk yang dapat menunjukkan pemahaman tentang kualitas hadist adalah jenis Kitab hadist. atau penggunaan hadist oleh para ahli dalam cabang ilmu agama 1 . dituduh dusta. Akhir-akhir ini dikenal istilah hadist Israiliyat yaitu hadist yang diriwayatkan oleh orang-orang Israel yang mengaku mendengar nya dari Nabi. hanya beliau menetapkan beberapa persyaratan. penjelasan Kitab Syarah. seperti perawinya bukan orang yang suka dusta. 3) Tatkala menggunakan hadist dha’if tidak boleh meyakinkan bahwa perbuatan itu pernah dilaksanakan atau dikatakan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadist yang mutawatir Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berdusta atas namuku dengan sengaja.

Hal itu karena kandungan alQur’an masih bersifat global dan perlu perincian yang oprasional. karena ia juga harus percaya kepada sunnah sebagai sumber ajaran. yaitu mencari dan mendapatkan petunjuk untuk mengetahui kualitas hadist. Keharusan menggunakan Sunnah banyak diungkapkan al-Qur’an dalam surat Muhammad ayat 33 : “Hai orang-orang yang beriman. taatlah kepada Allah dan Rasul dan janganlah kamu merusakkan amal-amalanmu”. D.Islam. Seorang muslim tidak bisa hanya menggunkan al-Qur’an saja. FUNGSI SUNNAH RASUL/HADIST DALAM SYARIAT ISLAM Al-Qur’an adalah sumber ajaran yang pertama dan As-Sunnah adalah sumber yang kedua setelah al-Qur’an. Metode atau cara tersebut dinamakan metode I’tibar. 1 .

sehingga apa yang diinginkan al-Qur’an dapat dilihat dari apa yang dilakukan Rasul. belaiu menjadi teladan yang nyata bagi seluruh kaum muslimin. mentakhshiskan umum al-Qur’an. sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ahzab ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatngan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah”. Sebab seandainya kamu meningglkan ahli warismu dlam keadaan berkecukupan adalah lebih baik dari pada kamu meningglkan mereka 1 . Nabi menyatakan “tidak ada wasiat bagi ahli waris”. yaitu ketika Sa’ad bin Abi Waqas ingin berwasiat dengan 2/3 dari kekayaannya. Menurut Ahlu al-Ra’yi (ahli fikir). jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Memperkuat apa yang diterngkan al-Qur’an. tetapi beliau menolaknya juga. Akhirnya ia mengajukan lagi dengan 1/3 dari kekayaannya. Mengganti suatu hukum atau memperjelas. Al-Qur’an dan Sunnah merupakan rujukan yang pasti dan tetap bagi segala macam perselisihan yang timbul di kalangan umat Islam. Batasan wasiat ditentukan dalam Sunnah.Taat kepada Allah mengikuti perintah yang tercantum dalam alQur’an dan taat kepada Rasul adalah mengikuti sunnahnya.R. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. dan Rasulullah mengizinkan dengan kata-katanya sebagai berikut : “Ya sepertiga. Jika ayat tersebut menyuruh berwasiat kepada orang tua. Di samping itu Sunnah merupakan rujukan perilaku yang dikehendaki al-Qur’an. Bukhari dan Muslim) b. atau membatasi kemutlakan al-Qur’an. maka kembalikanlah ia kepada Allah (alQur’an) dan Rasul (Sunnahnya). tidak mengatur bagian tambahan atau pengurangan hak orng tua tersebut. Oleh karena itu orang yang beriman hanya merujukkan pandangan hidupnya kepadaq al-Qur’an dan Sunnah Rasul. maka hadist yang menyatakan “tak ada wasiat bagi ahli waris”. Ahlu-Hadist berpendapat. bapa dan karib kerabatnya secara ma’ruf (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertqwa”. ayat ini memerintahkan memberi wasiat tanpa batas. misalnya hadist Nabi SAW: “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat” (H. dapat dirumuskan beberapa fungsi hadist sebagai berikut : a. misalnya hadist Nabi SAW tentang melihat bulan untuk berpuasa ramadhan: “berpuasalah kamu sesudah melihat bulan dan berbukalah kamu sesudah melihatnya”(H. Dari pendapat para ulama tentang fungsi hadist sebagai dasar hukum Islam dan fungsi hadist sebagai penjelasan dan interpretasi terhadap alQur’an. Al Baqarah ayat 180menyatakan: “Tetaplah atas kamu. Kemudian ia mengajukan lagi dengan 1/2 nya. Sunnah sebagai sumber kedua bagi ajaran Islam. sehingga perselisihan tidak melahirkan pertentangan dan permusuhan sebagaimana firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 59 : “Hai orang-orang yang beriman. jika ia meninggalkan harta yang banyak. yaitu al-Qur’an dan Sunnah. bahwa segala Hadist Shahih harus dipandang menjelaskan al-Qur’an. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. Pada ayat di atas tampak dengan jelas bahwa rujukan untuk menyelesaikan perselisihan pendapat adalah kembali kepada sumber. taailah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri di antara kamu. Oleh karena itu. Bukhari dan Muslim) c. apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut.R. menerangkan segala yang dikehendaki al-Qur’an. suatu ayat-ayat al-Qur’an yang khas penunjukkannya tidak memerlukan lagi penjelasan hadist. oleh Rasululllah dilarang. berwasiat untuk ibu. Menerangkan apa yang tidak mudah diketahui (tersembunyi pengertianya). padahal orang tua itu termasuk ahli waris. memberimakna bahwa dalam wasiat yang ditinggalkan pada orang tua atau kerabat itu. sepertiga itu banyak atau besar. Di sisi lain.

Memberi keterangan secara luas pada sesuatu yang diterangkan secara ringkas oleh al-Qur’an. seperti : mengaharamkan pernikahan mereka yang sepersusuan. serta memecahkan permasalahan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam al- 1 . mengingatkan hadist: Haram lantaran radha’ f. dalam surat atTaubah ayat 118: “Dan atas tiga orang yang tidak mau pergi. (sesusuan) apa yang harm lataran nasab (keturunan) (H. Wajibnya mengikuti Rasul SAW berlaku bagi semua umat. An-Nasa’I dan Inbu Majah sebab Nabi SAW mencegah orang lain berbicara dengan ketiga orang tersebut. atau melaksana kan perintahnya dan meninggalkan larangannya adalah dengan mengikuti Sunnahnya atau hadistnya. Ahmad dan Abu Daud) g. yaitu : “Dihalalkan bagi kamu dua macam bangkai dan dua macam darah. Allah mewajibkan umat Islam mengikuti dan mentaati Rasul SAW.R. misalnya. Dalam hal ini ada hadist yang mengecualikannya. yang tinggal di tempat tidak turut pergi ke medan perang”. dan daging babi (alMaidah ayat 3). Mewujudkan sesuatu hukum yang tidak tersebut dalam alQur’an. d. Kisah yang dimaksud oleh ayat ini dijelaskan panjang lebar oleh hadist yang diriwayatkan Bukhari. dan apa yang dicegah Rasul hentikan olehmu”. E. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat al-Hasyr ayat 7: “Dan apa yang didatangkan Rasul ambil olehmu. serta untuk seluruh masa dan tempat. Muslim. Sedang dua macam darah adalah hati dan limpa (Riwayat Ibnu Majah dan Hakim). Dua macam bangkai itu adalah bangkai ikan dan belalang. darah. Allah mengharamkan memakan bangkai. taqrir dan lain sebagainya. e. Abu Daud. yakni dengan melaksanakan perintahnya dan meninggalkan larangannya. RUANG LINGKUP IJTIHAD Ijtihad adalah usaha yang bersungguh-sungguh dalam mempergunakan daya fikir untuk memahami ayat-al-Qur’an dan Sunnah yang penunjukanmaupun kebenaran materinya zhanni. yang berupa perkataan. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa sunnah/ hadist merupakan sumber ajaran Islam setelah al-Qur’an dan umat Islam harus mengikuti sebagaimana harus mengikuti al-Qur’an. perbuatan.dalam keadaan miskin yang meminta-minta kepada orang lain” (Bukhari dan Muslim). Yang dimaksud dengan mengikuti Rasul SAW. Mengkhususkan sesuatu dari umum ayat.

Ijtihad yang dilakukan Nabi Muhammad dan kaumnya berdasarkan pada wahyu Allah.Qur’an dan Sunnah. Jika tepat tentunya dapat dipakai dan kalau ternyata tidak sesuai dengan prinsip al-Qur’an menurut Sunnah Rasul harus 1 . b. menafsirkan dan mengambil kesimpulan dari suatu ayat atau Sunnah. Penggunaan fikiran untuk menemukan suatu hukum yang tidak ditentukan secra eksplisit dalam al-Qur’an dan Sunnah. bahwa ijtihad mencakup dua pengertian yaitu : a. Kegiatan yang mereka lakukan adalah memahami dan meneliti makna al-Qur’an. sehingga petunjuk Allah dapat diketahui secara tepat guna. Buku-buku lain yang ada. Dalam melakukan ijtihad. kedudukannya hanya sebagai pembantu. Ikatan-ikatan yang membelenggu alam fikiran selama ini. yakni al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. Ijitihad yang tidak bersadasrkan pada pirinsip al-Qur’an jelas tidak akan membawa ke arah perbaikan nasib umat Islam. Mahmud Syaltut menyatakan. harus ditinggalkan dan kelapang dadaan pelaku ijtihad sangat diperlukan. harus berpedoman pada prinsip-prinsip wahyu Allah. Penggunan fikiran dalam mengartikan.

b. serta memperoleh posisi dan kedudukan. Hakekat dari 1 . Apabila ajaran-ajaran yang ditetapkan Allah dalam al-Qur’an dianalisa. yang telah mantap dengan ajaranajaran yang ada. cukup dengan memperhatikan apa yang tersurat dalam al-Qur’an dan penjelasan-penjelasan dalam Sunnah. Dengan demikian apabila ada pemahaman mengenai al-Qur’anyang tidak sama dengan yang ada. Dalam lafad al-Qur’an sesuai dengan yang disebutkan secara harfiah. inilah yang menjadi tujuan ijtihad. Justru merombak alam fikiran yang mayoritas tetapi tidak benar. Tidak perlu seorang mujahid merasa sangsi untuk mencabut. harus diperhatikan dan dipelajari dengan baik. Walaupun ajaran atau ketentuan tersebut kelihatannya ditemukan oleh para ulama yang melakukan ijtihad. maka dapat difahami bahwa pada prinsipnya Allah menetapkan suatu ajaran adalah untuk kemaslahantan manusia. kemudian memformulasikannya dalam suatu ajaran. Tidak dapat ditemukan baik dari lafad maupun dari makna tersirat yang ada dalam al-Qur’an. Ukuran salah benar tentang keislaman bukan berdasarkan keyakinan mayoritas pendapat yang dijadikan standar. Bentuk ini disebut ketentuan yang tersurat dalam alQur’an. Kalau ada tanggapan yang dinilai lebih obyektif harus diakui secara jujur. Tujuan yang ingin dicapai dalam berijtihad adalah mengerti dan memahami nilai-nilai yang obyektif dari Allah. Ada pun dasar keharusan berijtihad antara lain terdapat pada surat an-Nisa’ ayat 59. tetapi dapat ditemukan melalui makna yang tersirat dari lafad yang disebut dalam al-Qur’an. Pengertian-pengertian al-Qur’an yang didasarkan atas buku-buku yang ditulis oleh manusia. Buku-buku standar yang dipergunakan khususnya terjemahan alQur’an bukan mutlak sifatnya. Seorang mujahid harus jujur dalam melakukan ijtihadnya. Resiko sebagai seorang mujtahid akan mendapat tantangan dari berbagai pihak. Seorang mujtahid yang berijtihad dalam rangka popularisasi atau mendapatkan imbalan jasa. perlu diteliti kebenaranya dan sikap subyektif atau pengaruh budaya tertentu harus dijauhkan. Aturan Allah telah ditemukan secara qauliyah dalam al-Qur’an dan secara kauniyah pada alam semesta. tetapi pada hakekatnya hal itu merupakan penggalian ajaran Allah yang tersirat dibalik lafad yang nyata.dibuang. atau meralat kesalahannya. Untuk mengetahui ketentuan Allah yang tersirat di balik suatu lafad. Usaha yang sungguh-sungguh sangat diperlukan untuk menggalinya. dapat berakibat mencelakakan nasib umat Islam dan bangsa.. Tantangan yang paling berat adalah dari para cendikiawan atau ulama yang telah berkarat dengan fanatisme madzab. Bentuk ajaran yang tersirat adalah ajaran yang tidak jelas secara harfiah. Daya nalar yang kuat sangat diperlukan. Semua peristiwa yang terjadi di dunia pasti ada aturannya dari Allah. Ketentuan Allah ini dapat ditemukan pada tiga kemungkinan yaitu : a. dibutuhkan suatu pengkajian dengan menggunakan ijtihad. sehingga memungkinkan menerapkan ketentuan yang berlaku dalam lafad tersebut pada kejadian lain yang timbul dari ungkapan itu. maka namanya bukan ijtihad melainkan ittiba’. Pengertian tentang keIslamannya yang ada selama ini harus dikaji. Apabila tidak demikian. Untuk mengetahui ketentuan Allah dalam bentuk pertama. guna mengetahui hakekat dan makna yang terkandung pada suatu lafad al-Qur’an. tetapi dapat ditemukan dalam realitas pada ciptaan-Nya. c. Dalam hal ini peranan ijtihad tidak berarti. baik dalam bentuk manfaat maupun menghindari kerusakan. Tetapi dalam memahami ketentuan dalam bentuk kedua dan ketiga sangat diperlukan ijtihad. Tidak ditemukan secara harfiah dalam lafad al-Qur’an.

maka dalam hal ini terdapat ruang untuk berijtihad. Dalam masalah yang tidak ada ketentuannya sama sekali. Pengembangan dan perbedaan pendapatan dalam Islam merupakan suatu yang dibenarkan. maka ijtihad dapat digunakan sebagaimana yang berlaku pada bentuk di atas. apabila ada suatu kejadian terdapat maslahat yang bersifat umum dan tidak ada dalail ayat al-Qur’an dan sunnah yang bertentangan dengan kejadian itu. apabila dalam masalah tersebut tidak terdapat aturan-aturan secara tegas. Keraguan itu bisa dating dari arah sanad dan rawi sebuah hadist. sebelum dapat ditetapkan apakah hadist yang mereka riwayatkan bisa dijadikan dalil atau tidak. Mungkin pula bersama ayat itu terdapat syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi sebelum dapat dijadikan dalil. selama hasil ijtihad tidak bertentangan dengan 1 . Kemungkinan lain lahir ketentuan ulama kemudian yang berbeda dengan ketentuan ulama sebelumnya. yaitu mengandung unsure keraguan dan kesamaran. Untuk hal ini para ulama menetapkan suatu ketentuan baru yang tidak bertentangan dengan ketentuan ayat yang sudah ada. Oleh karena itu. Bentuk memberi kemungkinan untuk melakukan ijtihad. Ruang Lingkup Ijtihad Pada prinsipnya ijtihad dipergunakan dalam menetapkan suatu ajaran. namun susunan kata-katanya ataupun materinya masih menimbulkan keraguan dan ketidakpastian dlam memahami makna dan tujuannya. karena dalil tidak memberikan petunjuk yang pasti. Dalam hal yang tidak ada dalilnya. Usaha penemuan hokum dengan cara semacam itu disebut dengan maslahat mussalah. Adakalanya pula. tetapi dalilnya atau penunjukkan dalilnya bersifat zhanni. Dalam hal ini peranan ijtihad adalah untuk menemukan alternatif-alternatif. Dalam masalah yang sudah diatur oleh nash. tetapi dapat dikaitkan dengan lafad yang ada pada ayat dalam bentuk ketentuan yang tersirat. Di samping itu ijtihad dapat pula digunakan untuk hal-hal yang sudah diatur oleh ayat dlam pengaturannya tidak secara pasti. sehingga harus diteliti terlebih dahulu mengenai kelayakan mereka satu persatu dalam periwayatannya.tujuan ajaran tersebut dapat dijadikan dasar para mujtahid dalam menetapkan suatu ketentuan. maka para mujtahid dapat menetapkan hukumnya. karena masing-masing mempunyai kekuatan yang sama. baik berkaitan dengan arah sumbernya ataupun makna dan tujuannya. karena memang ayatnya belum ada. suatu hadist telah diyakini ke-shahih-an sumbernya. Pendapat yang timbul tidak akan bertentangan dengan dalil. 1. Dengan demikian ijtihad dapat digunakan dalam dua hal : a. Hal ini tidak perlu dipersoalkan. b.

apabila suatu keterangan telah diyakini sumbernya dari firman Allah atau Sunnah Rasulullah SAW dan telah diyakini makna dan sasaran yang ditujunya. Sebaliknya tidak ada ijtihad dalam masalah yang sudah ditunjukkan secara jelas oleh dalil qath’i. maka dalam hal ini terbuka pula kesempatan seluasnya untuk berijtihad dalam mencari hukumnya. Misalnya. kedoktoran.Termasuk dalam hal ini. maka tidak ada lagi ijtihad padanya. komunikasi. Perbedaan pemahaman dengan ulama sebelumnya tidak menjadi masalah dan hal ini menunjukkan adanya pengembangan pemikiran ajaran Islam. Dalam hal ini Nabi SAW pernah bersabda: “Kalian lebih mengetahui daripada aku mengenai urusan-urusan duniamu”. Demikian pula jika tidak dijumpai ayat apapun mengenai suatu masalah. Mengenai masalah yang sepenuhnya bersifat duniawi atau teknis. semua ulama sepakat tentang digunakanya ru’ya atau penalaran untuk mengatur dan menanganinya.ketentuan harfiah dalam ayat. pengangkutan. dan sebagainya. peperangan. hal-hal yang menyakut sistem dan peralatan pertanian. sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman serata kemajuan ilmu pengetahuan. ketetapan-ketetapan 1 . Berdasarkan hal itu.

Kalau umat Nabi Muhammad SAW tidak berpegang teguh pada al-Qur’an san Sunnah Rasulullah niscaya akan sesat. bahwa wawasan yang menjadi sasaran dalam berijtihad adalah memecahkan permasalahan yang tidak termaktub dalam al-Qur’an dan memberikan penafsiran al-Qur’an dan Sunnah. Menggunkan kebiasan yang berlaku (adat istiadat) dalam suatu masyarakat. boleh (mubah) dimakan. Oleh karena itu langkah pertama dalam 1 . Metode ini disebut ‘urf. al-Qur’an yang menjadi standar utama kurang dikuasai. antara lain : a. Metode ini disebut metode istishhab. diharamkannya memakan daging babi. menarik manfaat dan menghindarkan mudarat. sampai terdapat dalil yang mengubahnya. Beliau balik bertanya. Menetapkan hokum yang sama sekali tidak disebut dalam ayat dengan pertimbangan demikepentingan hidup manusia. umpama: memindahkan tanah waqaf yang terkena rencana jalan. wanita-wanita yang haram dinikahi disebabkan adanya hubungan kekeluargaan terentu. Keduanya itu adalah Kitabullah dan Sunnah Rasulnya). kadar bagian hartawarisan bagi masing-masing ahli waris. Menetapkan sesuatu demi kebaikan yang lebih. Jika berkumur tidak membatalkan puasa. Adapun macam-macam metode ijtihad. Metode ini disebut metoe istihsan.syari’at yang telahmenjadi kesepakatan umum para ulama besar terdahulu maupun yang kemudian. Qiyas salah satu metode ijtihad telah dilakukan sendiri oleh Rasulullah SAW yaitu ketika beliau ditanya tentang hokum seorang suami yang dalam keadaan berpuasa mencium isterinya. Demikian pula pendapat Muhammad Abduh. c. batal puasanya atau tidak. Metode ini disebut maslahat mursalat (mempertimbangkan kepentingan hidup manusia dan lepas dari ketentuan yang ada). namun cara Nabi memberikan jawaban tersebut dapat menunjukkan salah satu cara berijtihad yaitu dengan jalan qiyas. Meskipun sabda Nabi adalah Sunnah yang dapat menunjukkan adanya ketentuan hokum yang berdiri sendiri. sehingga kesimpulannya menjadi jelas. Menggunkan dalil yang ada. Metode Ijtihad Berijtihad dalam bidang-bidang yang tidak disebutkan dalam alQur’an dan Sunnah ditempuh dengan berbagai cara di antaranya qiyas atau analogi dan “memelihara kepentingan hidup manusia”. 2. lan tandhilu maa in tamassaktum bihimaa Kitabllahi wa sunnata Rasulih”(Saya meninggalkan dua warisan untuk kalian. Dalam memahami al-Qur’an umumnya mereka terikat dengan terjemahan yang ada dari terjemahan itulah umat Islam Indonesia memahami al-Qur’an. dan diharamkannya minuman khamar. sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam. Yang menjadi permasalahan bagi umat Islam ialah. yaitu menarik manfaat dan menolak mudarat dalam kehidupan manusia. Kalau terjemahan al-Qur’an yang ada dijadikan standar. maka pembaharuan tidak akan terwujud dan ijtihad yang dihasilkan akan sama dengan masa-masa yang lalu. maka mencium isteri di siang bulan Ramadhan juga tidak membatalkan puasa. Misalnya. contoh: segala macam makanan yang tidak ada dalil yang mengharamkannya. apakah berkumur membatalkan puasa atau tidak. d. Selama kalian berpegang pada keduanya niscaya tidak akan sesat. Langkah-langkah dalam Berijtihad Sebagaimana yang dikemukakan Mahmud Syaltut. Demikian mafhum dari sabda Rasulullah:”Taraktu fikum amraini. atau peraturan lalu lintas dan lain-lain. 3. seperti kewajiban lima shalat fardhu dalam sehari-semalam. keharusan mencatat pernikahan. b.

Adalah kalimat pernyataan (introjunction). b. agaknya terlalu dangkal. Apabila yang ahli bahasa saja yang dilibatkan. Dengan demikian Nabiyil Ummiy berarti Nabi pemersatu umat dan atau padat pula berarti Nabi yang ditulis pada suatu umat yang tidak mengetahui tentang al-Kitab (wahyu Allah) 2). Ummi dapat pula arti sejenis umat atau bangsa. Kalimat dalam berbagai jenisnya harus difahami dan diperhatikan. Berikut ini dikemukakan beberapa syarat antara lain : a. maka pemahamannya akan menjadi verbalistis. misalnya Bismillaahir Rahmaanir rahiim.melakukan ijtihad adalah mengadakan reinterpretasi makna alQur’an. Terjemahan al-Qur’an yang ada sekarang merupakan terjemahan yang didasarakan atas terjemahan harfiah bahasa Arab dan sudah terpengaruh oleh mazhab tertentu. dan kesusastraan. 3). agar memperoleh kesimpulan yang tepat. Bahasa pengandaian yang dinyatakan dalam bahsa biasa seperti “sapi” dapat berarti sapi dalam arti yang sesungguhnya dan dapat pula berarti berwatak sapi. Untuk itu langkah awal yang perlu dilakukan ialah restudy al-Qur’an atau mempelajari ulang pemahaman al-Qur’an. Oleh karena itu pengertian Bismillaahir Rahmaanir rahiim. Pengetahuan mengenai bahsa yang mutasyaabih (berbentuk tasbih). mengandung beberapa pengertian yaitu: a. Ummi artinya buta huruf. Dalam rangka restudi al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. silahkan Anda mengadakan penelitian dan berijtihad secara tepat. Teori bahasa al-Qur’an harus dipergunakan dengan sungguh-sungguh. Diartikan “dengan nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang”. Dalam hal ini ilmu apa yang harus dimiliki dan sarana apa yang harus dikuasai. Dengan demikian Nabiyil Ummiy adalah Nabi yang buta huruf atau tidak bisa menulis dan membaca. kalimat. antara lain bentuk kata. harus dipersiapkan pedoman-pedoman. Dilihat dari jenisnya Bismillaahir Rahmaanir rahiim. misalnya: 1). Untuk mendapatkan pengertian Bismillah yang lebih mantap. “Nabi yang Ummi”. harus benar- 1 . Memahami bahsa al-Qur’an dalam berbagai seginya. Berbagai kemungkinan arti perlu diperhatikan. dengan melibatkan segenap oaring yang ahli dalam bidang-bidang tertentu. bahkan mungkin kena pengaruh pola piker non Islam.

untuk memahaminya diperlukan ilmu penunjang. telah dikemukakan bahwa al=Qur’an adalah satu ilmu. Untuk itu perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Orang yang berijtihad harus bertaqwa. Apabila salah dalam memahami bahasa. Tanpa memperhatikan ilmu tafsir dan teori ilmu .a memahami makna. Memperhatikan teori makna atau ilmu tafsir. simantik. bahwa berbagai pengertian al-Qur’an harus dikemukakan. ijtihad yang dihasilkan akan keliru. Dengan sendirinya pengertian yang hanya berdasarkan bahasa tidak akan menjernihkan makna. Dengan demikian istilah penafsiran menurut saya. Dengan demikian 1 . bahwa al-Qur’an tersusun secara sistematik. Sebagai suatu ilmu. maka salah pul. menurut ulama “x” dan lain-lain harus dijauhkan. antara lain ilmu tafsir. Pada awal pembahasan. dalam arti bertuhan Allah dan beriman pada al-Qur’an dengan mencontoh Sunnah Rasul. b. Oleh karena itu teori makna atau ilmu tafsir (hermeneutika) harus dikuasai. Sebagaimana dikemukakan pada pembahasaan bahasa al-Qur’an. Pengkajian ilmu tafsir harus ditunjang denagn teori ilmu yang mencakup metodologi. analitika dan obyektivitas. 2) Dalam berijtihad harus memperhatikan.benar diperhitungkan dan diperhatikan.

maka sikap atau tingkah laku akan tepat yang otomatis tujuan yang diharapkan Allah yaitu hasanah fid dunyaa wal akhirat akan tercapai. tetapi juga menegaskan bahwa perbedaan hasil ijtihad akan membawa kelapangan satu rahmat bagi umat. 4. atau menurut hadist pengertiannya demikian. tetapi kalamulah (bahasa Allah). sistematika serta analitika harus dicocokan dengan pola atau contoh yang pernah dipraktekkan Nabi Muhammad SAW.menghubungkan ayat yang satu dengan ayat atau surat lainnya merupakan suatu keharusan. AlQur’an bukan kalamul Arab. sehingga memungkinkan adanya perbedaan hasil ijtihad seseorang dengan ijtihad orang lain. maka kesimpulannya adalah benar dan jika tidak sesuai. maka memahami bahasa Arab yang diajarkan di sekolahsekolah atau madrasah merupakan salah satu bahan pembantu. apabila model berpikirnya benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan Allah menurut Sunnah RasulNya. sebagaimana sabda Rasul SAW. Oleh karena itu hasil ijtihad merupakan penalaran seseorang atau beberapa orang. 3) Dalam menganalisis kebenaran suatu gagasan harus didasarkan pada data yang konkrit. maka kebenaran hasil ijtihad sifatnya relatif. serta dalam memecahkan permasalahan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam al-Qur’an dan Sunnah. Buku-buku yang berbahasa Arab banyak berpengaruh pada kalangan yang berpendidikan pesantren. Islam bukan saja mentolerir perbedaan hasil ijtihad. baik dalam bidang pasti alam maupun social budaya. Sasaran yang utama dan pertama dalam berijtihad adalah memahami nilai-nilai yang obyektif ilmiah berdasarkan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. Dengan demikian siapapun orangnya dan berpendidikan apapun patut didengar dan ditanggapi. Beberap[a sebab yang menimbulkan perbedaan hasil ijtihad ialah : 1 . Hal itu jelas akan berpengaruh pada fikiran manusia yang mempelajarinya. Dalam hubungannya dengan mensukseskan pembangunan di bidang keislaman. kalau memang sesuai dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. 5) Pengertian yang didasarkan atas bahasa. sebaliknya dinyatakan salah apabila bertentangan. Mujtahid harus menyatakan ayat ini menurut surat ini artinya adalah begini. hendaknya perhatian dipusatkan pada perombakan alam fikiran. Nilai-nilai ilmiah yang dikembangkan oleh para ulama atau para sarjana perlu dikaji ulang. Karena kemampuan menalar seseorang terbatas. Kalau ternyata cocok dengan Sunnah Rasul. sedangkan buku-buku yang ditulis para saintis banyak berpengaruh pada kalangan yang berpendidikan umum. Namun demikian karena bahasa al-Qur’an adalah serumpum dengan bahasa Arab. Langkah-langkah yang disebut di atas. Semuanya dinyatakan benar. Demikian pula halnya dengan buku-buku lain yang ditulis saintis yang berkembang dewasa ini. Dengan demikian asbaabun Nuzul alQur’an harus dipelajari. Gelar utama. Kalau tanggapan sudah benar dan tepat. karena bahasa al-Qur’an bukan bahasa Arab. professor atau sarjana bukanlah merupakan jaminan untuk mengukur nilai keilmiahan seseorang menurut konsep al-Qur’an. Pertentangan atau perbedaan pendapat dalam masalahmasalah yang bersifat praktis hendaknya dihindari. Kitab-kitab wahyu Allah sifatnya menjawab tantangan zaman dan tantangan zaman harus dijawab dengan analisis wahyu. Perbedaan Pendapat Hasil Ijtihad Ijtihad merupakan penggunaan daya fikir dan aqal dalam memahami ayat al-Qur’an dan Sunnah yang penunjukkan maupun kebenaran materinya zhanni. Apabila mengungkap 4) gagasan nur harus ditunjukkan Sunnah Rasulnya dan kalau dzulumat tunjukkan pula pembuktian yang bertolak belakang dengan Sunnah Rasul. metodologi.: “Perbedaan pendapat di kalangan umat akan membawa rahmat”. maka kesimpulannya perlu ditinjau ulang. maka memahami bahasa orang Arab tidak mutlak.

Kaidah Ushul Fiqh Pertama. mereka berbeda pendapat dalam memahami sebuah hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW melarang memakan binatang buas yang bertaring dan setiap burung yang bercakar. Kedua. Kata “atau dibuang” (awyufaw) pada ayat ini mengandung dua arti.. ada lafazh yang berbentuk majaz. adalah dibunuh. sedangkan arti majazinya ialah : “mereka dimasukkan ke dalam penjara”. menurut Imam Hanafi menunjuk pada wajib. Kata “nikah” dapat berarti “akad” dan dapat pula berarti “bersetubuh”.: hakiki dan majazi. Berdasarkan hal ini. para mujtahid berbeda pendapat dalam memahami hadist nabi :”Jadikanlah akhir shalatmu shalat witir”. Imam Syafe’I memilih arti “akad”. “Sesungguhnya balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya. Kedua. dan ada pula yang pengertiannya dipengaruhi adat setempat.a. b. dan membuat kerusakan di muka bumi. Misalnya pertama: “Janganlah kamu menikahi wanita-wanita yang telah dinikahi oleh ayahmu”(An-Nisa’ ayat 22). Shighat amar pada hadist ini. oleh karena itu ia berpendapat haram ayahnya menikahi isteri anaknya . Imam Abu Hanifah memilih arti kata majazi yaitu “penjara”. atau dibuang dari negeri (tempat kediaman)” (Al-Maidah ayat 33). Pengertian Kata (Lafazh Ayat/ Hadist) Dalam bahasa Arab. hokum shalat witir adalah sunnah. sehingga ia berpendapat persetubuhan lewat zina tidak menyebabkan wanita yang dizina ayahnya haram dinikahi. sebagian orang memandang shighat amar atau arah perintah menunjuk pada wajib. sedang Imam Syafe’I memilih arti hakiki yaitu “diusir” atau dibuang ke negeri lain. Oleh karan itu menurut Iman Syafii. dipotong tangan dan kaki mereka dengan bersilang . Imam Syafii memandang nahi pada hadist ini menunjuk pada 1 . sebagian orang memandang nahi atau larangan menunjuk pada haram dan sebagian lain menunjuk pada makruh. Imam Hanafi memilih arti “bersetubuh”. Arti hakikinya ialah “mereka dikeluarkan dari negeri mereka ke negeri lain”. Imam Syafii memandang pada sunnah. disalib. Berdasarkan hal ini. sebagaian menunjuk pada Sunnah. dan sebagian lagi menunjuk pada mubah.

Status Hadist Hadsit yang dianggap kuat oleh sebagian orang dianggap lemah oleh sebagian orang lain. Oleh karena itu. dan sebagiannya. Sebagian besar ulama berpendapat. Oleh karena itu menurut Imam Syafii. 1 . Sementara itu.haram. Ketentuan Hukum Ayat Bersifat Ta’abbudi (ubudiyah) atau Ta’aqquli (masuk akal) Misal. sebuah hadist mengatakan:”tidak ada wudhu bagi orang yang tidak membaca bismillah”. atau suatu hadist sampai kepada satu mujtahid. memakan binatang buas yang bertaring dan burung bercakar adalah makruh. memakan binatang buas yang bertaring dan burung yang bercakar adalah haram. d. sebab perintah tentang hal tersebut bersifat ta’abbudi. menurut Imam malik. Dapatkah kedua hal ini dianggap sebagi pengganti tanah? Dalam hal ini ulama berbeda pendapat. Imam mujtahid yang lain memandanag hadist ini lemah. mencuci bejana yang dijilat anjing harus dengan tanah atau dapat diganti dengan yang lain misalnya karbol atau deterjen. c. Sedang Imam Malik memandang nahi pada hadist ini menunjuk pada makruh. tetapi tidak sampai kepada mujtahid yang lain. Misal. mencuci bejana bekas jilatan anjing dengan selain tanah tidak sah. Sebagian kecil ulama berpendapat. Dengan demikian harus dengan tanah. Imam ahmad menjadikan hadist ini sebagai hujah tentang wajibnya membaca bismillah bagi siapa pun yang akan berwudhu.

Atau dengan kata lain. alam fikiran umat Islam banyak yang telah terpengaruh oleh penjajah. tidak mustahil berpengaruh terhadap cara berfikir umat Islam. Re-Orientasi Ijtihad Sejak di bawah cengkraman penjajah. Mereka saling toleran atau tasamuh. satu ijtihad tidak dapat membatalkan ijtihad yang lain. Mereka menyadari betapapun kuatnya hasil ijtihad mereka. Hal ini sejalan dengan kaidah:”Ijtihad tidak dapat digugut atau digugurkan oleh ijtihad yang lain”.mencuci bejana bekas jilatan anjing dengan karbol dan semisalnya adalah sah. serta jangan dibesar-besarkan. kopra. e. kemungkinan mengandung kesalahan dan bila pendapat selain kami salah. Dari kaidah ini dapat dipahami. Dalam memahami al-Qur’an perlu diketahui bahayanya orang melakukan perujukan kepada al-Qur’an semata-mata secara tekstual. berpengaruh pula pada umat Islam. penile. Oleh karena itu. 5. fungsi karbol dan semacamnya melebihi tanah. sebab akan berakibat retaknya ukhuwah Islamiyah. Kebodohan orang Islam tentanmg al-Qur. agar kita langsung membaca al-Qur’an. dan sejarah umat manusia. Pada akhir abad ke sembilan belas Syeik Muhammad Abduh menyatakan. cengkeh. wajibnya zakat atas tumbuh-tumbuhan dan tanaman-tanaman adalah karena hal tiu pontensial untuk menunjang kehidupan dan perekonomian umat manusia. Dengan demikian. Buku-buku yang ditulis para cendekiawan Yahudi dengan bungkus al-Qur’an menjadi makanan yang lezat bagi umat Islam yang bodoh dengan al-Qur’an. Qiyas Misal. perbedaan ijtihad merupakan sesuatu yang wajar. menurut Syafii. asbab alnuzul atausebab-sebab diturunkannya ayat-ayat. sesuai dengan penegasan hadist Nabi tentang keberadaan perbedaan. tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang tidak mengeyangkan atau bukan makanan pokok tidak dikenai zakat. pengetahuan yang utuh mengenai sejarah Nabi. menghormati. anggrek dan lain-lainnya dikenai zakat. tetap tidak dapat menggugurkan hasil ijtihad yang lain. Pengaruh penjajah Barat (Eropa) terhadap negara-negara yang mengaku beragama Islam. dan menghargai pendapat orang lain. sebab wajibnya zakat atas tumbu-tumbuhan dan tanam-tanaman adalah mengenyangkan atau makanan pokok sedang menurut Imam Hanafi. beliau mengimbau para ulama untuk membikin tafsir sendiri. dengan tidak memperhatikan kondisi. betapapun lemah hasil yang lain. Oleh karena itu menurut Imam Hanafi. sedangkan dalam hal membasmi kuman-kuman akibat jilatan anjing. sebab perintah itu adalah mencuci dengan tanah bersifat ta’aqquli mengingat tujuan perintah itu adalah terwujudnya kebersihan. hendaknya kita berhati-hati membaca buku-buku tafsir yang ditulis pada alam dan tingkah intelektual umat di zaman kita sekarang. Prinsip-prinsip perbedaan ini dipengaang teguh oleh Imam-mujtahid terdahulu. Oleh karena itu muncul ucapan popular mereka: “Bila pendapatkami salah. termasuk situasi kultural pada zaman itu. Di antara para ahli hokum Islam atau fuqaha.an banyak diwarnai oleh alam fikiran Yahudi atau fikiran lainnya. kopi. pala. dan latar belakanga turunnya suatu ayat. terdapat consensus untuk membagi hukum Islam menjadi dua katagori yaitu hokum yang berhubungan dengan ibadah murni dan hokum yang berhubungan 1 . Beliau dengan berani menganjurkan. hendaknya hal itu dijadikan sebagai rahmat yang akan membawa kelapangan dan kemudahan bagi umat. untuk dapat berbuat demikian seseorang harus menguasai ilmu bahasa yang memadai. kemungkianan mengandung kebenaran”. the. situasi. Ajaran Yahudi Zionisme dan Diasporanya yang telah mewarnai alam fikiran Barat sejak masa sebelum Masehi. Hanya beliau memperingatkan. Kelihaian dan kelicikan para penjajah mampu membelokkan dan menggeser alam fikiran bangsa yang dijajahnya.

demikian Ahmad Khan dari Pakistan. karena masih adanya kefanatikan mazhab menyebabkan usaha tersebut nampaknya belum berhasil dan tantangan demi tantangan banyak dihadapi. Penafsiran alQur’an yang ada. hampir tidak terdapat campur tangan bagi penalaran. terbuka kesempatan bagi pemikiran atau penalaran intelektual dalam mencari cara pelaksanan. Al-Izz Abdussalam. kalau dahulu dasarnya adat dan adat tersebut kemudian telah berubah. Memahami al-Qur’an dan Sunnah yang hanya didasarkan atas pengertian yang sempit. Untuk itu setiap generasi memerlukan mujtahid. membuat keduanya 1 .dengan kemasyarakatan. berpendirian bahwa arak sekalipun. lingkungan. Sedang dalam hal hokum yang termasuk katagori kedua. Mohammad Abdul Wahhab dari Saudi Arabia. Ibn Qayyim Al-Jauziyah Ibn Habib Al-Anshari. perlu ditinjau kembali. seorang ahli hokum terkemuka dari golongan mazhab Imam syafii menyatakan bahwa semua usaha hendaknya difokuskan pada kepentingan masyaraka. dengan kepentingan masyarakat dan prinsip keadilan sebagai dasar pertimbangan dan tolak ukur utama. bahkan sampai ke Indonesia. namun beliau tentu cocok untuk masa kini. Reinterpretasi atau penafsiran kembali dan pengkajian tentang Islam harus diperbaharui. Ajaran Islam harus dikembalikan dan bersandarkan al-Qur’an dan Sunnah. Ijtihad mereka pada masanya dianggap cocok. Ijtihad yang dilakukan para Imam-imam mazhab pada masa lalu perlu ditinjau kembali. seorang murid kesayangan Imam Abu Hanifah dan yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Yusuf. dan lainlainnya. baik kepentingan duniawi maupun ukhrawi. Mengenai hukun yang bertalian dengan kemasyarakatan. Beberapa ulama menghimbau agar umat Islam melakukan neo-ijtihad atau pembaharuan dalam berijtihad. Penpadat para Imam mazhab yang selama ini telah baku di kalangan umat Islam. Dalam hal katagori pertama. Ia tidak beruntung dari ketaatan mereka yang taat dan tidak dirugikan oleh perbuatan mereka yang bermaksiat. Murid-murid mereka bertebaran di seluruh pelosok dunia. situasi dan budaya. Bagi Allah tidak masalah apakah hamba-Nya beribadah atau tidak. maka gugur pula hokum yang terkandung di dalam ayat itu. nampaknya masih banyak kekurangannya. Namun kemauan yang demikian luhurnya. Sementara itu kepentingan masyarakat dan pelaksanaan prinsip-prinsip keadilan dapat berubah dan berbeda karena perbedaan zaman.

sebagai benda-benda mati. Adapun bentuk ijtihad yang diperlukan sekarang adalah : a. ekonomi. social dan budaya pada abad ini merupakan perubahan yang laur biasa. Ijtihad selektif yaitu memilih salah satu pendapat yang diyakini paling kuat di antara pendapat-pendapat yang ada. Cara melakukan ijtihad ini adalah dengan mengadakan studi komparatif di antara pendapat-pendapat yang ada. 3) Pendapat tersebut lebih banyak memberikan rahmat kepada manusia. sesuai dengan kemudahaan yang diberikan syariat Islam. Perubahan tersebut menuntut para ulama untuk meninjau pendapat lama yang 1 . dengan memilih dalil-dalil ijtihad yang dijadikan dasar pendapat tersebut. Selanjutnya memilih pendapat yang paling kuat dalilnya. Perubahan politik. memberikan kemaslahatan. berdasarkan alat ukur yang dipergunakan dalam mentarjih atau menguatkan yaitu : 1) Pendapat tersebut lebih banyak merealisir maksud syariat Islam. 4) Pendapat tersebut lebih sesuai dengan kehidupan manusia pada masa sekarang. dan menghindarkan kerusakan manusia. Dalam hal ini ada beberapa factor yang mendorong perlu dilakukannya ijtihad selektif yaitu : 1). 2) Pendapat tersebut lebih memberikan kemudaaan.

yaitu manusia yang beraneka macam kecenderungan jiwa dan cakrawala pemikirannya. seorang ahli sejarah berbangsa Yunani mengatakan. Pada masa kini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat. Tetapi suatu kenyataan bahwa temp[at-tempat ibadah yang terdapat di manamana menunjukkan adanya keanekaragaman tentang siapa yang dituju dengan ibadah tersebut dan bagaimana cara melaksanakannya. Islam 1 . Ruh ajaran Islam adalah Tauhid. yaitu untuk mengarahkan pembawaan kodrat jiwa manusia. perkembangan tersebut juga membekali para ulama masa kini dengan suatu kemampuan untuk menetapkan apakah pendapat ulama masa lalu yang diwarisinya masih relevan atau tidak. sebab dengan pernyataan tersebut dapat diambil kesimpulan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak ayat al-Our’an yang memberi penegasan demikian. Muhammad SAW sebagai Rasul Allah yang terahkirdan al-Qur’an sebagai kitab Allah yang terahkir. tetapi tidak ada satu kotapun tanpa tempat ibadah atau penduduknya tidak melakukan ibadah. Perkembangan tersebut memberi pembentukan terhadap pengetahuan lama dan menjadi alat untuk menemukan pengetahuan yang benar. Pernyataan Pluctarchus itu amat penting artinya. baik masalah tersebut baru atau lama. Tuhan yang telah menciptakan manusia dan alam seluruhnya. 2). raja-raja. di mana ketentuan tersebut belum pernah dikemukakan para ulama terhadulu. kemudian memilih pendapat yang paling kuat. bahwa hanya Allah saja Tuhan yang berhak disembah. Dari segi ini dapat diketahui betapa pentingnya Allah mengutus rasulrasulNya. sastra maupun teater-teater. HIKMAH IBADAH DALAM ISLAM Hampir 2000 tahun yang lalu Plutarchus. bahwa mungkin kita menjumpai kotakota tanpa benteng. meng-esakan Tuhan secara mutlak. melainkan dari banyak sumber. Disamping itu. kekayaan. memberikan penegasan-penegasan yang amat jelas. yang sebelumnya tidak diketahui. bahwa keanekaragaman itu tidak berasal dari satu sumber.dirsakan tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi baru. 3) Ijtihad kreatif. bahwa kerinduan untuk berhubungan dengan Tuhan merupakan pembawaan kodrat jiwa manusia. Dalam hal ini adanya perbedaan pendapat di antara para ulama dalam suatu masalah menunjukkan bahwa masalah tersebut memberikan bermacam-macam interpretasi sehingga tidak menutup kemungkinan adanya pendapat baru yang sebelumnya belum pernah dikemukakan ulama. yaitu menetapkan ketentuan baru terhadap suatu masalah. agar dapat menunjukkan ibadahnya kepada Allah. serta tumbuh dari dalam jiwa manusia sendiri. Hal ini membuktikan.

manusia. Oleh karena itu apabila ia menyembah kepada selain Allah. bahwa ajakan beribadah hanya ditujukan kepada Allah merupakan inti ajaran para Rasul. agar orang menyembah hanya kepada Allah dan jangan ada sesuatupun yang disekutukan kepada Allah. surat An-Nisa’ ayat 36 memerintahkan . atau menyembah kepada sesama makhluk Allah. binatang. ketika akan mulai membangun gedung. Dalam Al Qur’an antara lain : surat Al Fatihah ayat 5 mengajarkan. bahwa selain Allah. bahwa syirik adalah perbuatan dosa terbesar yang tidak akan memperoleh ampunan Allah. semua yang ada di alam ini adalah makhluk-makhluk seperti manusia juga. AlQur’an menyatakan dalam berbagai surat dan ayat antara lain : Surat An-Nisa’ ayat 48 menegaskan. minsalnya malaikat. yang tidak berhak disembah. jin. Surat An-Nahl ayat 36 menegaskan. dan roh-roh berarti menurunkan derajat kemanusiannya yang diberi tempat demikian tinggi oleh Allah.menjadi persaksian. Surat Al-Araf ayat 194 dijelaskan. bahwa orang yang berbuat syirik adalah orang sesat jauh dari Allah tidak akan memberi ampun atas dosa syirik itu. 1 . Surat An-Nisa ayat 116 ditegaskan. batu. Manusia adalah makhluk Allah yang terhormat dan mempunyai kedudukan yang utama disbanding dengan makhluk-makhluk Allah lainnya. untuk menjadi saji-sajian bagi makhkluk halus. bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan diminta pertolongan. Islam mengharamkan binatang yang disembelih dengan maksud dan tujuan untuk saji-sajian berhala dan sebagainya. bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. benda-benda langit. Kerbau yang disembelih dengan tujuan untuk ditanam kepalanya. termasuk sembelihan yang haram dan perbuatan itu Mempersekutukan seseuatu kepada Allah dinamakan syirik. kayu. sebagai salah satu sendi ajaran Islam.

bahwa jarak antara manusia dengan Tuhan adalah jauh. Untuk melakukan ibadah diperlukan berbagai macam syarat sajian dan sekedar uang untuk para perantara yang memonopoli urusan keagamaan. agar jangan sampai orang terjerumus dalam kemusyrikan. Sejarah reformasi dunia Kristen yang dipelopori oleh Martin Luther. Membaca kitab suci menjadi wewenang mereka saja dan demikian pula membaca do’a. Yang menyebabkan rusaknya agama adalah orang-orang agama sendiri. Mereka menentukan temapt khusus untuk beribadah. tetapi harus dengan perantara mereka. Manusia dalam sejarahnya telah merusak ajaran agama. para ahli agama menentukan berbagai macam syarat dan ikatan-ikatan ibadah. Hanya kaum ahli agama dapat langsung mendekatkan diri kepada Tuhan. motif yang amat menonjol adalah protes terhadap monopoli para ahli agama dalam dunia khatolik. Merekalah yang mempunyai konsepsi.termasuk syirik. agar jangan sampai dimurkai Allah karena menyekutukan Allah dan menyinggung keesaannya. Sedemikian keras Islam mengajarkan. Islam mengembalikan ajaran agama yang murni berasal dari wahyu. Berdasarkan konsepsi serupa itu. Untuk memanjatkan do’a kepada Tuhan. Kalau dipelajari sejarah agama-agama di dunia. serta menentukan perantara dan upacara yang tidak boleh dilanggar. Hubungan manusia dengan Tuhan 1 . yaitu para pejabat keagamaan. Hal itu untuk menjaga keselamatan manusia. Pelanggaran terhadap cara-cara yang telah ditentukan mengakibatkan ibadah tidak sah dan tidak dapat diterima Tuhan. akan dijumpai adanya lembaga karyawan agama yang antara lain berfungsi sebagai perantara manusia awam untuk beribadah kepada Tuhan. manusia awam tidak dapat secara langsung.

Nabi mengajarkan juga. Tetapi hal ini tidak berarti manusia dan Tuhan dapat bersatu. kemudian memanjatkan do’a yang pokoknya memohon kepada Allah. apanila seseorang menghadapi masalah penting dalam hidupnya di dunia dan memerlukan keputusan yang . seperti keyakinan para penganut aliran pantheisme. lebih dekat dari urat lehernya. kecuali ada dalil yang memerintahkan”. kecuali terdapat dalil yang mengharamkan”. tepat. Islam mengajarkan bahwa bumi Allah adalah masjid bagi kaum muslimin.tidak perlu dengan perantara apa dan siapapun. Ibadah dapat dilaksanakan di tempat manapun dan tanpa upacara-upacara di depan para ahli agama. jika hal yang dilakukan akan mendatangkan kebaikan dalam kehidupan dunia dan kebaikan di akhirat. bahkan sebaliknya manusia sangat terikat pada ketenuan-ketentuan yang diberikan Allah dan Rasulnya. Surat Al Qaf ayat 16 menegaskan. sesuai dengan bunyi kaedah fiqhiyyah “ Hukum pokok terhadap ibadah adalah bathal (tidak boleh dikerjakan). Untuk ibadah shalat. sesuai dengan kaedah fiqhiyyah yang menyatakan “hukum yang terkuat dari segala sesuatu adalah boleh. bahwa Allah dekat kepada hamba-hambaNya. mohon dijauhkan dari yang diinginkan dan mohon diberikan ganti yang lebih baik. PRINSIP-PRINSIP IBADAH 1. KemudianRasul sebagai figure yang menerima berbagai perintah ibadah. A. mengajarkan pula bahwa manusia adalah makhluk Allah yang terhormat dan mempunyai kedudukan yang utama di antara makhluk-makhluk Allah yang lain. Berlainan halnya dengan bidang ibadah. agar senantiasa berada di atas kebenaran. dan haji dengan jelas terdapat perintah dan ketentuan dalam al-Qur’an. puasa. hendaklah ia melakukan shalat dua raka’at. Islam tidak mengajarkan manuggaling kawula gusti. bahwa Allah benar-benardekat dan selalu beserta dengan manusia di manapun ia berada. serta orang supaya memenuhi ajakan-Nya dan beriman kepada-Nya. Tuhan tidak pernah menjelma pada manusia dan manusia dituntut untuk mempunyai sebagian sifat-sifat Ketuhanan. Khusus mengenai tempat melakukan ibadah. karena terdapat ketentuan manusia. yang tentu saja sebagai pihak yang paling tahu mengenai isi dan maksud perintah. bahwa Allah amat dekat kepada manusia. Dalam bidang mu’amalah atau keduniaan terdapat kelonggaran yang demikian luas bagi manusia. akan dikabulkan-Nya permohonan orang yang berdo’a kepada-Nya. Oleh karena itu untuk berhubungan dengan Allah. Demikian Allah mendidik hati nurani manusia untuk merasakan. hendaklah ia mengerjakan di mana ia berada” Satu-satunya tempat yang dikhususkan untuk melakukan ibadah dengan nilai tinggi adalah baitullah di Mekkah dan daerah sekitarnya untuk melakukan ibadah haji. zakat. manusia tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan. dapat dimudahkan jalannya. Al-Qur’an dalam berbagai ayat : Surat Al Baqarah ayat 186 mengajarkan. 1 - Islam mengajarkan bahwa hubungan dengan Allah dengan manusia amat dekat. Dalam hubungan ini hadist Nabi riwayat Bukhaari-Muslim mengatakan: “Bumi ini dijadikan Allah untukku sebagai masjid dan alat bersuci siapapun yang menjumpai waktu shalat. Ada Perintah dan Ketentuan Dalam melakukan ibadah kepada Allah. Tetapi jika sebaliknya. Di samping itu Islam membebaskan manusia dari ikatan sistem perantara. tidak menentukan perantara apa dan siapapun juga.

untuk memerdekan budak. Ibadah puasa diwajibkan melalui firman Allah dalam surat alBaqarah ayat 183 : “Hai orang-orang yang beriman. Ibadah zakat. para muallaf yang dibujuk hatinya. Setelah itu Rasulullah membuat ketentuan-ketentuan. dan rukunnya. hanyalah untuk orang-orang fakir. antara lain mengenai perincian waktu pelaksanaan. macam-macam. yaitu pada setiap bulan Ramadhan. orang-orang yang berhutang. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. kamu membersihkan dan mensucikan mereka”. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. dengan zakat itu. diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. Waktu untuk melaksanakan ibadah puasa juga ditetapkan Allah. Beliau bersabda : “ Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku melaksanakan shalat”. 1 . Karena itu barang siapa di antara kamuhadir di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. Petunjuk Rasul ada yang diberikan dalam bentuk fi’il atau perbuatan dan ada yang berbentuk qauli atau ucapan. sebagaimana tersebut dalam surat al-Baqarah ayat 185 : “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan ramadhan. yang ditentukan dalam surat Taubah ayat 60: “Sesungguhnya zakatzakat itu. orang-orang miskin. Ibadah shalat ditegaskan kewajibannya antara lain melalui firma Allah daqlam surat al-Ankabut ayat 45 :“Dan dirikanlah shalat. yang menentukan puasa sunnah dan lain sebagainya ditentukan oleh Rasul. dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Ada delapan golongan (ashnaf delapan) penerima zakat. ketentuan kewajiban zakat dijelaskan Allah dalam alQur’an dalam surat Taubah ayat 103: “Ambilah zakat dari sebagian harta mereka. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar”.selanjutnya memberikan petunjuk kepada umat tentang bagaimana cara melaksanakannya. syarat-syarat. Adapun ketentuan tentang syarat puasa. bahwa yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjukbagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu. pengurus-pengurus zakat. agar kamu bertaqwa”.

dijelaskan oleh Rasul. dan hal-hal yang menjelaskan pantangan dalam menunaikan ibadah haji. sa’I. kadar yang harus dikeluarkan. bahwa seluruh ibadah yang diwajibkan memiliki dasar-dasar yang kuat. bahwa ibadah yang sah dan boleh dilakukan adalah ibadah yang memang terdapat perintah dan ketentuan dalam al-Qur’an dan Sunnah Rasul. kreteria orang yang diwajibkan membayar zakat. jenis-jenis barang yang dikenai zakat dan lain-lainnya. seperti shalat sunnat dan puasa sunnat juga demikian halnya. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui. dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya: “Ambilah olehmu dari aku cara cara melaksnakan ibadah haji”. sehat mentalnya. dalam bidang ibadah terdapat satu prinsip. seperti thawaf. 2. Ibadah-ibadah sunnat. Ibadah haji diwajibkan berdasarkan firman Allah dalam surat alBaqarah ayat 194: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”. yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. pakaian yang dipakai ketika berhaji dan lainlainnya. wuquf. Semua ibadah berada dalam batas-batas kewajiban dan sejalan dengan kadar 1 . Meniadakan Kesukaran Keseluruhan ibadah dalam syari’at Islam tidak ada yang menyukarkan dan memberatkan mukallaf atau orang yang dikenai kewajiban. Sedangkan ketentuan mengenai bagaimana cara mengerjakan haji. Dengan demikian jelaslah. melontarkan jumrah. apabila yang tidak mungkin dilaksanakan. Ketentuan ibadah haji hanya diwajibkan atas orangorang yang kuat fisiknya. diketentuan dari firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 97: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. dan cukup keuangannya untuk pergi dan pulang.Ketentua waktu membayar zakat.

kesanggupan manusia. Prinsip kedua ini diterangkan Allah dalam alQur’an surat al-Baqarah ayat 185: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. Perintah mengerjakan shalat fardhu, walaupun diwajibkan dalam jumlah lima kali dalam satu hari satu malam, tidak sampai mengakibatkan timbulnya kesukaran bagi orang yang mengerjakan. Seorang karyawan tidak mungkin terganggu pekerjaannya dengan meluangkan waktu sekitar sepuluh menit untuk mengerjakan shalat. Seorang pedagang tidak akan merugi dan kehilangan pendapatan, karena mengerjakan shalat. Bahkan seorang pengemudi jarak jauh tidak akan terganggu perkerjaannya membawa penumpang, apabila ia mengerjakan shalat. Apalagi ajaran Islam memberikan ruskshah atau keringanan kepada mereka untuk mengerjakan shalat secara jama’ atau menggabungkan dua shalat pada satu waktu. Demikian juga halnya dengan ibadah-ibadah yang lain. Ibadah puasa yang mewajibkan manusia menahan makan, minum, dan seks sejak terbit matahari sampai terbenamnya matahari. Pada umumnya tidak menimbulkan kesukaran bagi orang yang melakukan puasa, apalagi dengan disunanatkan makan sahur. Dalam hal ini Rasulullah bahkan mengatakan, bahwa “berpuasa itu mendatangkan kesehatan” dan sabda tersebut telah dibuktikan kebenarannya oleh ilmu kedokteran. Dalam hal zakat, kadar harta yang wajib dikeluarkan zakatnya oleh muzakki atau orang yang berzakat rata-rata hanya 2,5 % dari harta yang diperoleh. Ibadah zakat tidak menyebabkan timbulnya kesukaran bagi muzakki dan tidak akan mengakibatkan menjadi miskin atau jatuh pailit. Allah menjanjikan untuk mereka yang berzakat ibarat menanam satu biji yang akan memunculkan 7 cabang dantiap cabang akan membuahkan 100 biji dalam surat al-Baqarah ayat 261. Dalam kenyataan, mereka yang rajin dan tertib menunaikan ibadah zakat, justru mendapat rezki yang lebih melimpah dan memperoleh banyak kemudahaan.

Dalam bidang haji, tidak adanya kesukaran lebih jelas lagi, karena yang terkena kewajiban untuk mengerjakan haji hanya orang-orang yang memiliki tingkat kemampuan sedemikian rupa, sehingga tidak ada kesukaran berati bagi mereka dalam pelaksanaannya. 3. Tidak Banyak yang dibebankan Prinsip yang ketiga ini mempunyai hubungan dengan prinsip yang kedua di atas, karena apabila banyak yang dibebankan, tentu akan berakibat timbulnya kesukaran. Yang dimaksud dengan prinsip tidak banyak yang dibebankan adalah bahwa pembebanan dalam syari’at Islam jika dibandingkan dengan waktu dan keadaan, sesungguhnya tidak dapat dikatakan banyak. Yang mendasari prinsip ini adalah firman Allah surat al-Maidah ayat 101: “hai orang-orang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu al-Qur’an itu sedang diturunkan, nicaya akan diterangkan kepadamu. Allah mema’afkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang”. Berdasarkan ayat ini dapat disimpulkan, bahwa Allah memandang telah memadai hukum-hukum yang diterangkan, dalam pengertian Allah tidak berkehendak untuk memperbanyak hukum, karena hal ini akan menyusahkan hamba-hamba-Nya. Apabila waktu yang diperlukan untuk mengerjakan satu kali shalat diperkirakan 12 menit, maka untuk mengerjakan limaka kali shalat membutuhkan selama satu jam. Oleh karena itu waktu yang diperlukan untuk mengerjakan shalat hanya satu jam dari 24 jam sehari yang dianugrahkan Allah kepada umat manusia. Demikian juga dengan ibadah puasa hanya satu bulan dari 12 bulan, sedangkan ibadah zakat hanya 2,5 % atau 1/40 dari perolehan, dan haji ibadah haji hanya satu kali dalam seumur hidup bagi orang yang mampu. 1

Secara umum dapat dimukakan, bahwa ajaran Islam yang berkaitan dengan ibadah disyaratkan setelah peristiwa hijrah. Hal ini erat sekali kaitannya dengan ayat-ayat al-Qur’an yang turun setelah hijrah, yaitu mayoritas berisi ayat-ayat hukum. Di antara ayat-ayat hukum tersebut berkaitan dengan ibadah. Namun demikian sebagian ibadah telah disyaratkan sebelum peristiwa hijrah, misalnya shalat. Para ulama berpendapat, bahwa shalat pada mulanya disyaratkan hanya dua rakaat waktu pagi dan waktu sore, seperti yang dijelaskan dalam firman Allah surat al-Makminuun ayat 55: “Dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi”. Shalat lima waktu diwajibkan sesudah peristiwa mi’raj. Ibadah thaharah disyaratkan sejalan dengan pensyaratan shalat, karena thaharah merupakan syarat sahnya pelaksanaan shalat. Allah telah mewajibkan kepada muslimin berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan setiap tahunnya. Puasa diwajibkan kepada kaum muslimin pada tahun 2 hijrah. Setiap umat beragama mempunyai tempat-tempat tertentu yang dipergunakan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Orang-orang Arab sebelum Islam mempunyai tempat ibadah, yaitu Baitul Haram yang didirikan oleh nenek moyang mereka, nabi Ibrahim a.s dan nabi Ismail a.s. Oleh karena itu telah ada tradisi bangsa Arab untuk melaksanakan haji sejak zaman nabi Ibrahim dan nabi Ismail sampai datangmnya Muhammad yang diutus Allah menjadi Rasul. Ibadah haji yang dilakukan orang-orang Arab kemudian berubah dan tidak lagi sesuai dengan apa yang diajarakan nabi Ibrahim. Mereka telah mempersekutukan Allah dengan berhala yang mereka letakan di samping Baitullah, di Safa, dan Marwa, yang mereka anggap sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka tidak lagi mengagungkan nama Allah, tetapi telah mengagungkan nama selain Allah. Pada waktu Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasuldan bertugas meluruskan kembali agama yang dibawa nabi Ibrahim dan mengajar manusia untuk tunduk dan patuh menjalankan perintah Allah serta menghacurkan syirik, Allah tetap menetapkan Baitullah sebagai 1

tempat untuk menjalankan haji dan umrah. Ibadah haji difardukan pada tahun 6 hijarah. Pada waktu itu nabi Muhammada pergi ke Baitullah untuk menjalankan umrah, tetapi terhalang oleh musuh. Pada tahun 7 hijarah nabi pergi lagi melaksanakan umrah. Pada tahun 9 hijarah Abu Bakar pergi melaksanakan haji bersama kaum muslimin. Nabi Muhammad pergi haji bersama seluruh kaum muslimin pada tahun 10 hijrah yang dikenal dengan haji Wada’. Islam memandang zakat adlah ibadah yang sangat penting dan wajib dilaksanakan sama halnya dengan shalat. Al-Qur’an menyebut shalat dalam 82 ayat, sedang zakat 31 ayat, dan 22 ayat diantaranya menyebutkan shalat dan zakat sedcara beriringan. Hal ini menunjukkan, bahwa mengeluarakan zakat sama pentingnya dengan ibadah shalat. Perintah ibadah dalam ajaran Islam telah ditetapkan dalam nash dan bersifat tetap. Ibadah tidak terpengaruh oleh perkembangan masa dan perbedaan tempat, serta wajib diikuti tanpa harus terlebih dahulu menyelidiki makna dan maksudnya. Masalah ibadah merupakan sesuatu yang tidak ada imbangannya dalam hukum positif. Hukum positif tidak membahas hubungan makhluk dengan Tuhannya atau hubungan micro cosmos dengan macro cosmos. Dalam Islam masalah ibadah mendapat perhatian yang sangat khusus dan penting. Ibadah merupakan hakikat dan tujuan hidup manusia, seperti yang dijelaskan Allah dalam al-Qur’an surat az-Zariyat ayat 56: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembahku”. Menyembah Allah SWT bearti memusatkan penyembahan kepada Allah semata-mata, tidak ada yang disembah dan tempat mengabdikan diri kecuali kepada Allah saja.Pengabdian berarti penyerahan diri secara mutlak dan kepatuhan sepenuhnya secara lahiriah dan batiniah kepada kehendak ilahi. Hal itu dilakukan dengan kesadaran, baik sebagai perseorangan maupun secara berkelompok. 1

Islam mengajarakan bahwa kehidupan duniawi bukanlah tujuan. Apapun corak lapangan hidupnya akan selalu membawa ketenangan jiwa para pelakunya sebagai tanda syukur nikmat. Betapa besarnya nikmat dan kurnia yang diterima manusia tak seorangpun yang mampu menghitungnya. akan memberikan ketenangan hidaup dan kerja. dengan melakukan ibadah dengan tertib sesuai dengan tuntunan yang telah diberikan. kami angkut mereka di daratan dan di lautan. tetapi juga bagi kehidupan bersama di masyarakat. Sedangkan dalam surat al-Isra’ ayat 70: “Sesungguhnya telah kami muliakan anak-anbak Adam. kalau dikerjakan hanya karena mengharap pujian dari manusia. Oleh karena itu orang yang kerjanya bernialai ibadah akan membawa kebaikan dan keberuntungan tidak hanya bagi kehidupan pribadinya. semua kegiatan manusia baik yang bercorak ubudiah maupun muamalat harus dikerjakan dalam rangka pengabdian kepada Allah dan mencari keredlaannya. Hidupnya di dunia ibarat sebuah perahu yang tengah berlayar di samudera luas. kami beri mereka rezeki dari yang 1 . dan janganlah kamu melupakan nasibmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Oleh sebab itu sudah selayaknya manusia bersyukur dan berbakti kepada Pencipta Yang Maha Agung lagi Maha Kuasa. Suatu kehidupan yang bertujuan ibadah. Tetapi Islam menuntutagar kehidupan manusia dapat harmonis dan seimbang. bahwa ibadah dalam Islam merupakan sarana untuk menyatakan syukur kepada Allah. maka seseorang akan mudah mengalami putus asa. Manusia sebagai makhluk yang paling mulia dalam penciptaan dijelaskan Allah dalam surat at-Tiin ayat 4: “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. yang dipermainkan gelombang laut tanpa kemudi dan jangkar serta tidak punya pedoman.Oleh karena itu. jenis. dalam pekerjaanya akan mudah terlibat dalam kecurangan dan kejahatan. Islam melarang manusia untuk melakukan ‘uzlah yaitu menjauhkan diri dari gejolak masyarakat. sehingga jauh dari segala kecurangan dan hal-hal yang tidak halal. Sebaliknya apabila suatu kehidupan tidak bertujuan ibadah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan”. yang puncak kebahagiannya terletak dalam pertemuan dengan Allah merupakan arti ibadah sebagai tujuan hidup. dan rasanya. yang telah memberikan kurnia kepada manusia dengan berbagai nikmat yang berkaitan penciptaan phisik dan psikis atau dalam bentuk penyediaan segala kebutuhan umat manusia yang beraneka ragam jumlah. maka shalatr itu tidak mendapat nilai ibadah. Ia akan mudah hanyut bahkan tenggelam. Demikian pula hasil kegiatan di muka bumi bukanlah tujuan yang hakiki. Walaupun pekerjaan yang dilakukan itu adalah shalat. maka segala pekerjaanya selalu dalam batas-batas keredlaan Allah. Oleh karena itu adanya ibadah yang diajarkan dalam Islam tidak berarti harus menjauhi hidup duniawi. Keridlaan Allah yang memungkinkan tercapainya hidup dan kehidupan duniawi yaitu kehidupan ukhrawi. Oleh karena itu orang tidak mengetahui tujuan hidup. Dengan demikian dapat disimpulkan. seperti dinyatakan dalam al-Qur’an surat al-Qashash ayat 77 : “Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagian) negeri akhirat. Suatu bantuan yang diberikan kepada seseorang betapapun kecilnya bantuan itu. Selain itu seorang yang bekerja atau menjalankan tugas sehari-hari dengan niat ibadah. Suatu pekerjaan bernialai ibadah sangat tergantung dari niatnya. tetapi dilakukan dengan ikhlas dan semata-mata mengaharapkan ridla Allah. Manusia diciptakan Allah yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Syukur nikmat bearti pula tetap bekerja meningkatkan prestasi dengan harpan akan datangnya hari depan yang lebih cerah dan lebih indah. maka menjadilah bantuan itu sebagai ibadah.

baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kurnia yang sempurna atas kebanyak makhluk yang telah kami ciptakan”. Manusia diciptakan Allah bukan hanya sekedar untuk hidup di dunia. Hal ini pulalahyang menjadi hakekat ibadah dalam ajaran Islam. Membuat kemakmuran di bumi merupakan tugas utama manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat yang diredhoi Allah. Allah Maha Mengetahui tentang kejadian dan tugas manusia. Dalam surat Bayyinah ayat 5 :”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya”. Dengan ibadah komunikasi antara Pencipta dengan makhluknya akan selalu terjaga. kemudian mati tanpa pertanggung jawaban. yaitu untuk memakmurkan bumi dan segala isinya. Karena begitu berat dan ulianya tugas yang diberikan kepada manusia. yang disebut dengan prediket taqwa. Terjaganya komunikasi anatara manusia dengan Tuhan menyebabkan hidup akan terpelihara dari dosa. Manusia diciptakan Allah di dunia untuk mengabdi (beribadah) kepada Allah. sebagaimana dijelaskan al-Qur’an dalam surat 1 . Dalam hal ini Allah menegaskan dalam beberapa surat al-Mukminuun ayat 110: ”Maka apakah kamu mengira. maka Allah memerintahkan kepada manusia supaya tetap berkomunikasi dengan Allah. maka manusia diciptakan Allah dalam bentuk konstruksi yang sangat serasi dan bagus. bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main(saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami”. Orang seperti inilah yang dicita-citakan Islam. Oleh sebab itu manusia harus mempertanggung jawabkan semua amanah yang dipegangnya. Wujud pengabdian tersebut adalah dalam bentuk semua amal perbuatan yang berhubungan dengan nilai atau pelaksanaan amanat Allah sebagai khalifatullah fil ardl.

Shalat dalam ajaran Islam biasanya digolongkan dalam ibadah khusus. baik dari segi penciptaan fisik manusia yang begitu sempurna maupun dalam penyediaan segala kebuthan hidup manusia. Dalam istilah lain dapat dikatakan seluruh amalan yang dizinkan Allah. juga merupakan cara untuk menyatakan syukur kepada Tuhan atas segala nikmat dan rahmat yang diberikan kepada manusia. misalnya shalat. sembahalah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu. Ibadah dalam artian khusus ini tidak menerima perubahan baik berupa penambahan ataupun pengurangan. agar kamu bertaqwa”. sehingga jumlah dan macamnya tak mungkin dapat dihitung oleh manusia. yaitu segala kegiatan yang ketentuannya telah ditetapkan oleh nash alQur’an dan as-Sunnah. b. Macam Ibadah Macam ibadah ditentukan berdasarkan sudut pandang yang dipergunakan unutk menilainya 1. dengan memperhatiakan situasi dan kondisinya. . Secara umum ibadah dikelompokkan menjadi : a.. Teknis pelaksanaan ibadah ini secara operasional diserahkan kepada orang yang akan melakukannya. bahwa tujuan ibadah di samping menjadi sarana untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Ibadah ‘aammah atau ibadah qhairu mahdllah (non ritual) yaitu semua perbuatan positif yang dilakukan dengan niat baik dan semata-mata keridlaan Allah. B.Di samping itu ibadah juga merupakan pernyataan syukur kepada Tuhan yang telah mengaruniai manusia dengan berbagai nikmat yang tiada terhingga. Dengan demikian makin jelas. Ibadah Khasshah atau ibadah mahdllah (ritual). karena itu cara melaksanakannya termasuk jumlah rakaatnya tidak dibenarkan 1 al-Baqarah ayat 21 : “Hai manusia.

haji dalam Islam hanya diwajibkan kepada orang yang mempunyai kemampuan (istitha’ah). Hadist Nabi menyatakan: 1 . Tanpa hal itu semua. maka hal itu dinamakan bid’ah. ucapan tertentu dan keikhlasan. b. Orang yang melakukan shalat diharapkan dapat menjaga dirinya dari perbuatan keji dan munkar. artinya sembari beribadah orang lain dapat merasakan manfaatnya.untuk ditambah atau dikurangi. Phisik yang lemah menyebabkan orang tidak mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik dan sempurna. Tanpa kesiapan mental. Kalau diperhatikan penjelasan hadist yang berkaitan dengan waktu shalat. yaitu ibadah yang waktu pelaksanaannya sangat terikat dengan waktu-waktu yang telah ditentukan Allah atau RasulNya. Contohnya adalah shalat dan shaum merupakan ibadah yang berhubungan langsung antara manusia dengan Allah. misalnya dzuhur adalah mulai dari tergelincir matahari sampai dengan bayang-bayang sama panjangnya dengan benda yang didirikan dengan tegak lurus. Contohnya adalah ibadah zakat. Ibadah Jasmaniah Ruhiyah Maaliyah. manusia tidak akan sanggup untuk melakukan haji dengan baik. kecuali orang itu yang melakukannya sendiri. terutama bagi mereka yang jauh dari mekkah. Ibadah Jasmaniah Ruhiyah. dan materi. ibadah dibedakan menjadi dua kelompok yaitu : a. dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu : ibadah 4. dalam ajaran Islam mengajarkan. Dengan mengeluarkan zakat berarti ikut meringankan beban orang lain. Mislnya ibadah shalat. Ibadah Fardy. bahwa pada saat ini telah masuk waktu shalat yang didirikannya. Kemampuan meliputi kemampuan phisik. Di samping itu orang yang puasa diharapkan dapat benar-benar menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah. yaitu ibadah yang pelaksanaannya memerlukan kekuatan phisik. artinya setiap shalat harus dilaksanakan pada waktunya masing-masing. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 103 : “ Sesungguhnya shalat itu adalah fardlu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. Contohnya adalah shalat yang terdiri beberapa perbuatan dan perkataan dengan disertai kekhusyu’an. yaitu untuk mengurangi kesenjangan antara si kaya dengan si miskin atau orang yang tidak mampu. 3. Ditinjau dari sudut kepentingannya. Ditinjau dari sudut pelaksanaannya. Jika terdapat penambahan atau pengurangan. Contohnya adalah ibadah haji. Kekuatan phisik diperlukan bagi mereka yang ingin melalkukan ibadah haji. yaitu ibadah yang manfaatnya di samping dirasakan oleh orang melakukan juga dapat dirasakan oleh orang yang lain. setiap shalat mempunyai waktu tertentu.1 Ibadah Muwaqat. yaitu ibadah yang dalam pelaksanaannya memerlukan kegiatan phisik. bahwa zakat merupakan upaya untuk membersihkan harta seseorang dan sekaligus dapat berfungsi sosial. 4. shalat yang dilakukan dianggap tidak sah. yaitu mengadaada. Ibadah Ijtima’I. maka nilainya menjadai tidak ada atau menjadi tidak sah. Kedua nilai itu tidak akan diperoleh orang lain. Kegiatan shalat memerlukan gerak anggota badan. Apabila dilaksanakan di luar waktunya. ibadah dibagi menjadi dua bagian yaitu : a. 2. ibadah haji tidak dapat dilakukan. dan harta. mental yang membaja. mental. b. yaitu ibadah yang manfaatnya hanya dapat dirasakan oleh orang yang melakukan saja dan tidak ada hubungannya dengan orang lain. Di samping itu tanpa materi. Yaitu antara zakki dengan mustahiq. Orang yang akan mendirikan shalat harus mengetahui. Dilihat dari sudut waktu pelaksanaannya. disertai jiwa yang tulus atau ikhlas kepada Allah.

A. Bagaimana shalat dipesawat ruang angkasa yang mataharinya terlihat setiap 5 menit. Imam Tarmidzi berkata: Hadist ini hasan. Timbul pertanyaan. Kemudian Nabi shalat dzuhur ketika matahari sudah tergelincir”. Untuk pertanyaan B. Bagaimana orang shalat di kutub yang matahari terbitnya 6 bulan sekali?. tetapi ia berkata di dalam hadist itu: dan Nabi shalat yang kedua kalinya ketika bayangan tiap-tiap sesuatu menjadi sama. lalu shalatlah. Demikian juga hal nya dengan ibadah puasa Ramadhan. Misalnya untuk bertasbih dan zikir kepada Allah. Masalah timbul ketiaka perkembangan teknologi dan transportasi meningkat. Apakah jawaban itu juga dapat digunakan untuk mereka yang tinggal di kutub? Jika ini dignakan. B. sudah ada jawabannya dari ulama Mekkah ketika putra mahkota Saudi ikut terbang ke angkasa. yaitu ibadah yang waktu pelaksanaanya tidak tergantung dengan waktu-waktu tertentu. maka hal itu dapat dilakukan. artinya selama diizinkan Allah.s. mengimami aku di Baitullah dua kali. “ Dari Ibnu Abbas. hal itu dapat dilakukan kapan saja. 4. maka waktu shalat bagi orang di Eropa juga harus mengikuti shalat di Mekkah atau di daerah tropis di bawahnya. bahwa Nabi SAW didatangi oleh Jibril a. Begitu juga untuk bersedekah tidak ditentukan waktunya. Hanya waktu-waktu yang diutamakan 1 . bahwa Rasulullah SAW bersabda: Jibril a.s. maka ia yang menyuruh shalat mengikuti shalat di Mekkah.2. Ibadah Ghairu Muwaqat. Lalu ibnu Abbas menyebutkan seperti hadist Jibril. lalu Jibril berkata kepadanya: Berdirilah.“ Dari jabir bin Abdullah.

Manusia terdiri dari dua unsure. ketika Rasulullah ditanya kapankah waktu yang paling baik/ paling afdhal melakukan sedeqah. yaitu ibadah yang sebiknya dilaksanakan. Sedangkan manusia yang hanya mementingkan immateri. Dilihat dari sudut status hukumnya. Ibadah Sunnah. dan memelihara keselamatan alam semesta. misalnya sadaqah sangat afdhal apabila dilakukan pada bulan Ramadhan seperti yang dijelaskan hadist Nabi: “diriwayatkan dari Anas katanya. Jawab Rasulullah: sedeqah di bulan Ramadhan. sepertti ajaran akhlak. mengelola. 5.1. puasa dan zakat. maka ia akan menjadi materialistic atau serba materi. yaitu ibadah yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim dam muslimah. oleh karena itu kebutuhannya adalah segala sesuatu yang bersifat immaterial.R. Untuk kepentingan tersebut Allah menurunkan Agama Islam. . kesenian dan agama. ibadah dibagi menjadi dua bagian yaitu : 5. C. Sedang unsure rohani bersifat immateri. agar dengan berpegang pada ajaran Islam. misalnya shalat. manusia mampu melaksanakan tugas kekhalifahannya sesuai dengan maksud Allah. Ibadah wajib. misalnya shalat rawatib dan dhuha. pangan dan papan. TUJUAN DAN HIKMAH IBADAH Allah telah menjadikan manusia sebagai khalifahtullsh fil Ardhi dengan missi memimpin. 1 tentu saja ada. Dengan tugas dan fungsi serta tanggung jawab manusia seperti tersebut di atas. maka yang bersangkutan akan mendapat dosa. Apabila dilaksanakan yang bersangkutan mendapat ganjaran dan apabila tidak dilaksanakan yang bersangkutan tidak mendapatkan dosa.2. kebutuhannya adalah segala sesuatu yang bersifat maretial. Unsur jasmani bersifat materi. yaitu unsure jasmani dan unsure rohani. Kedua unsure tersebut harus berkembang dengan baik dan seimbang. (H. Oleh karena itu harus mendapat perhatian dan pembinaan yang seimbnag. Apabila tidak dikerjakan. memakmurkan. at-Tarmizi). Manusia yang dalam kehidupannya terlalu mementingkan materi. seeperti sandang.5. maka ia kan menjadi immaterialistik atau spiritualistic. Allah menjadi manusia dalam bentuk yang paling sempurna lagi dimuliakan.

selain untuk menyatakan ketaqwaan kepada Allah. dan perbuatanperbuatan kurang baik lainnya. Adapun tujuan ibadah secara rinci adalah : 1. keinginan memaki orang. Dalam keadaan berhadapan dengan Allah. Kehidaupan di dunia adalah sementara yang sering disebut dengan istilah fana. diperlukan manusia yang bertaqwa atau patuh pada segenapperintah dan larangan Allah. juga bertujuan untuk menjadaikan rohani manusia senantiasa tidak lupa pada Allah. memohon supaya dilindungi dari godaan syaitan. manusia memuja kemahabesaran dan kemahasucian Allah. Dalam shalat terdapat dialog antara manusia dengan Allah. Hal ii dapat difahami dalam firman Allah dalam surat al-Mukminuun ayat 110: “Maka apakah kamu mengira. melainkan diciptakan untuk senantiasa tunduk dan patuh kepada kehendak Allah dan Ia akan meminta pertanggung jawaan manusia. seseorang memohon kiranya Allah membersihkan rohaninya. Ringkasnya dalam dialog dengan Allah. memohon ampunan dari dosa yang telah dilakukan. dan seks. maka rohaninya menjadi bersih dan ia akan terjauh dari perbuatanperbuatan buruk dan jahat. Di samping itu ia juga harus menahan rasa amarah. Manusia seperti inilah yang dapat memberikan kebaikan-kebaikan. Oleh karena itu Islam rahbanah dan bukan pula agama yang mengajarkan untuk berlebih-lebihan mengajarkan ibadah. Pembinaan jasmani dan rohani bersatu dalam usaha membersihkan jiwa manusia. yaitu kehidupan pertama di dunia dan kehidupan kedua di akhirat. Kehidupan di akhirat merupakan lanjutan dari kehidupan di dunia dan bagaimana nasib seseorang di akhirat akan ditentukan oleh bagaimana kualitas hidupnya di dunia. Pembinaan yang seperti ini disempurnakan dengan pernyataan kasih saying kepada para dhu’afa atau anggota masyarakat yang lemah kedudukan ekonominya dengan mengeluarkan zakat fitrah. bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja). yaitu shalat. bahkan supaya senantiasa dekat dengan Allah. zakat dan haji. menyerahkan diri kepada Allah. Ibadah dalam Islam merupakan wasilah atau perantara dan sama sekali bukan qhayah atau tujuan. puasa. bertengkar. Islam adalah agama Rahmatan Lil alamin atau rahman bagi seluruh alam. 1 . minum. Mereka itu tidak lain adalah manusia bersih hatinya dan baik akhlaknya. diiringi dengan upaya yang sungguh-sungguh ke arah itu. Semuanya itu membawa orang pada keadaan dekat dengan Allah.Manusia mengalami dua bentuk kehidupan. Dalam bulan Ramadhan orang diajurkan pula untuk banyak mendirikan shalat dan membaca al-Qur’an. kemudian mati tanpa pertanggung jawab. Perasaan dekat dengan Allah akan mempertajam kebersihan jiwa. Untuk membina rohani Ibadah yang terdapat dalam syari’at Islam. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami”. sehingga Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dapat dilihat dan dirasakan. sedang kehidupan di akhirat adalah abadi atau kekal. Pada hakekatnya hal itu merupakan tujuan agama Islam. Jika seseorang melakukan shalat lima kali dalam sehari semalam denagan penuh keikhlasan menyampaikan permohonan tersebut. Dalam melaksanakan puasa seseorang diwajibkan menahan hawa nafsu makan.Oleh karena itu. sehingga dapat mencegah hawa nafsu untuk melanggar nilai-nilai Ketuhanan dan hokum yang berlaku dalam memenuhi kebutuhan kehidupan manusia. memohon supaya diberi petunjuk ke jalan yang benar serta dijauhkan dari kesesatan dan berbagai perbuatan yang tidak senonoh dan lain-lain sebagainya. Oleh karena itu Islam mengandung ajaran yang berwawasan dunia akhirat dan tidak memisahkan antara dunia dengan akhirat. Allah menjadikan manusia bukan sekedar untuk hidup di dunia.

Dalam hal kewajiban membayar zakat.Ibadah haji merupakan usaha pembersihan rohani disertai dengan pembinaan jasmani dalam bentuk pakaian. Bacaanbacaan yang diucapkan pada waktu mengerjakan haji juga merupakan dialog antara manusia dengan Allah. 2. Selama mengerjakan ibadah haji perbuatan-perbuatan tidak baik harus dijauhi dan ditinggalkan. dan suka menolong anggota masyarakat yang berada damlam kekurangan. tetapi juga merupakan upaya pembinaan rohani. makanan dan tempat tinggal yang sangat sederhana. Untuk Membina Akhlak Akhlak atau budi perkerti luhur merupakan suatu hal yang sangat 1 . Dalam ibadah haji terdapat pula latihan mempertajam rasa persaudaraan antara sesama manusia. walaupun ia mengambil bentuk penyerahan sebagian harta yang diperoleh untuk menolong fakir miskin dan orang-orang yang sedang berada dalam kesusahan hidup. murah hati. serta diarahkan untuk mempunyai perasaan kasih. Sebagaimana halnya dalam mendirikan shalat. karena dalam ibadah haji tiada perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin dan antara orang yang berkedudukan tinggi dengan orangberkedudukan rendah. Dengan demikian akan terbina pula rasa persaudaraan. Dalam hal ini rohani manusia dididik untuk menjauhkan kerakusan dan ketamakan pada harta benda.Dalam mengerjakan kewajiaban menunaikan ibadah haji adalah orang yang berkunjung ke Baitullah (rumah Allah) dalam arti rumah peribadatan yang pertama didirikan atas perintah Allah di dunia. orang yang mengerjakan haji juga merasa dekat sekali dengan Allah.

Rasulullah pernah mengatakan. Di samping itu Allah mengakui. bahwa Rasulullah adalah orang yang memiliki akhlak yang luhur dan mulia. sehinggga Rasulullah secara agak terperinci mengaitkan dengan sifat-sifat rendah dari pada Allah. melaksanakan shalat dengan tertib. teratur. hanya saja belum berhasil mendekatkan pelakunya dengan Allah.sebagai agamamu. tidak heran jika hal itu banyak disinggung Allah dalam al-Qur’an. Demikian pentingnya kedudukan shalat dalam kaitanya dengan soal akhlak. tidak berkeras menentang perintah-Ku. Shalat yang seperti itu selama telah dipenuhi syarat dan rukunnya tetap sah hukumnya. maka hiasilah agama itu dengan akhlak yang mulia dan hati yang pemurah. Ibadah shalat sangat erat kaitanya dengan upaya pembinaan akhlak. bahwa Allah telah menetapkan Islam 1 . wanita yang ditinggal mati suaminya. tidak sombong. Selain itu. Oleh karena itu. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat al-Ankabut ayat 45: “Sesungguhnya shalat itu mencegah orang dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar”. melainkan senantiasa ingat kepada-Ku dan menaruh kasih saying kepada kaum fakir miskin. Berbagai ibadah dalam Islam yang telah diwajibkan Allah kepada umat manusia. Oleh karena itu. sehingga belum dapat menghilangkan perbuatanperbuatan yang tidak dibenarkan Allah. khusyu dan dilandsasi dengan nilai yang tulus karena Allah. orang terlantar dalam perjalanan. akan dapat membentengi orang dari perbuatan-perbuatan tercela dan sia-sia. penting dalam kehidupan masyarakat. Rasulullah sendiri menyatakan bahwa diutusnya beliau ke dunia adalah untuk menyempurnakan pedoman dan ajaran akhlak. juga bertujuan untuk membina akhlak manusia. mengasihi orang miskin dan lain-lainnya melalui sebuah hadist qudsy sebagai berikut : “ Shalat yang kuterima adalah shalat yang menjadikan pelakuknya berendah diri di hadapan kebesaran-Ku. bahkan ia merupakan factor penentu kebaikan dan ketentraman suatu masyarakat. Shalat yang tidak mampu menghindarikan dari perbuatan-perbuatan tercela dan sia-sia adalah shalat yang memiliki nilai rendah. dan orang yang ditimpa kesusahan”.

kamu membersihkan dan mensucikannya”. Adapun jalan yang efektif ke arah itu adalah dengan tertib dan khusyu melakukan ibadah.Jiwa pelaku zakat yang telah terbina akan melahirkan akhlak yang baik. sebagaimana halnya dengan ibadah-ibadah lainnya juga berkaitan dengan upaya pembinaan akhlak. serta menghentikan kerja inderawi dari hal-hal yang bersifat negatif. maka Allah mengiringi perintah-perintahnya dengan sangsi atau ancaman yang berlaku di akhirat. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 197: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”. minum dan seks. serta disembah atau tidak disembah Allah tetap dalam keMahaannya. manusia yang senantiasa melalkukan perbuatan baik dan menjauhiperbuatan buruk dan jahat. maka hendaklah ia berkata: sesungguhnya saya sedang berpuasa:. “Dari Abu Hurairah r. manusia harus berusaha supaya dapat dekat ke haribaan Allah atau taqarryb ilallah. barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. seluruh akhlak buruk dan jahat harus ditinggalkan. Apabila terdapat banyak orang yang bertaqwa di lingkungan masyarakat. Rasulullah SAW bersbda: Apabila salah seorang di antara kamu sekalian itu berpuasa. maka tidak boleh rafats. Ketika orang melaksanakan ibadah haji. yakni manusia yang senantiasa mentaati perintah dan larangan Allah.Shalat yang dapat membuat pelakunya terjauh dari macam-macam sifat negatif adalah shalat yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Namun demikian ibadah dalam Islam bukan dimaksudkan untuk menyembah Allah. berkat. Maha Perkasa dan Maha segala-galanya. Maha Kaya. Orang yang khusyu dalam mendirikan shalat dijamin Allah akan memperoleh keberuntungan. maka masyarakat itu akan menjadi masyarakatyang baik. berkata. Menurut firman Allah dalam surat at-Taubah ayat 103: “Ambilah zakat dari sebagaian harta mereka. Jika ada seseorang mencaci maki atau mengajak berkelahi. denagan zakat itu.a. Kerana manusia mempunyai kecenderungan untuk taat dan tidak taat. Dalam ibadah haji juga terkandung tujuan pembinaan akhlak. Larangan ini bermaksud agar orang meningglkan akhlak yang seperti itu dan suka melakukan akhlak yang baik. maka janganlah berkata kotor dan janganlah ribut-ribut. sehingga benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan seharihari. Umat Islam melaksanakan berbagai ibadah adalah karena diperintahkan oleh Allah. Oleh karena itu. Rasululllah SAW bersabda: Barangsiapa tidak mau meningglkan kata-kata bohong dan selalu memperbuatnya. yaitu agar manusia menjadi muttaqin. karena Allah adalah Maha Besar. Ibadah disyari’atkan semata-mata untuk kepentingan manusia itu sendiri. Ibadah puasa. ke arah peningkatan akhlak yang lebih baik. sebagaimana diungkap dalam hadist Rasulullah: “Dari Abu Huraurah r. Ketika melaksanakan ibadah haji orang berdo’a supaya ibadah hajinya mabruur atau diterima Allah.a. Puasa yang dapat menghindarkan pelakunya dari bermacam-macam akhlak yang buruk adalah puasa yang dilakukan dengan menahan sedemikian rupa nafsumakan. sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 183 menjelaskan eratnya kaitan puasa dengan pembinaan akhlak karena yang hendak dituju dengan ibadah puasa adalah terciptanya manusia yang bertaqwa. manusia yang senantuasa mematuhi Allah dalam bidang apapun. Di antara indikasi ke mabruuran haji adalah terjadi perubahan sikap dan tingkah laku seseorang setelah kembali dari melaksanakan ibadah haji. Zakat yang merupakan suatu tindakan memberikan sebagian harta yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat atau orang lain. Dari masyarakat yang baik insyah 1 . maka Allah tidak memperdulikan puasanya itu dimana ia telah susah payah meningglkan makan dan minum”.

agar memperoleh pedoman yang menjamin kebahagian dan kesejahteraan hidup duniawi dan ukhrawi. jasmani dan rohani. kecuali motivasi karena Allah semata-mata. karena ibadah seperti inilah yang dapat menyampaikan seseorang pada tujuan ibadah yang luhur dan mulia. serta perorangan maupun 1 . 3. Faktor-factor keikhlasan sangat besar pengaruhnya bagi tercapainya tujuan ibadah.Allah akan lahir generasi baru yang baik. Keikhlasan adalah perbuatan jiw. Ajaran-ajaran Islam ditujukan untuk umat manusia.kan yang dalam. Seharusnya setiap orang berusaha sekuat-kuatnya untuk mencapai kualitas ibadah seperti ini. yang akan melanjutkan tugas-tugas kekhalifahan manusia. Memelihara Keseimbangan Unsur Rohani dan Jsmani Pada uraian-uraian di atas telah disebutkan bahwa Islam memandang manusia sesuai dengan hakekatnya. Allah berfirman dalam surat al-Bayyinah ayat 5: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya mengabdi kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan)agama dengan lurus”. yaitu sikap jiwa ketika melaksanakan ibadah yang tidak dipengaruhi oleh motivasimotivasi lain. memungkinkan dapat beribadah dengan kekhusyu. Melaksanakan ibadah dengan tingkat keikhlasan yang tinggi.

dikatakannya kepada Nabi bahwa ia mmasih kuat lebi dari itu. Abdullah merasa amat ringan berpuasatiga hari tiap-tiap bulan itu. 1 kemasyarakatan. Dan al-Qur’an dalam surat al-qashash ayat 77 mengajarkan. oleh Nabi dijawab:”Setengah panjang masa” artinya sehari puasa dan sehari berbuka. Manusia hidup memerlukan hasil potensi alam. puasa dan berbukalah kamu. mungkin umurmu akan panjang. Islam mengajarkan bahwa manusia yang berunsur jasmani dan rohani. Berdasar ayat al-Qur’an dan hadist Nabi tersebut dapat diperoleh kepastian bahwa pelaksanaan ibadah dalam Islam tidak boleh sampai mengabaikan kewajiban-kewajiban yang menyangkut kebutuhan jasmaniah dan duniawiah. jasadmu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. Al Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 201 mengajarkan. maka Nabi bersabda:”Kalau begitu puasalah tiga hari tiap-tiap minggu”. yang hidup di dunia menuju akhirat. agar manusia mencari perkampungan akhirat dalampemberian Tuhan. maka Nabi bersabda:”Kalau begitu puasalah seperti puasa Nabi Daud”. dengan demikian. puasa tiga hari tiap-tiap bulan itu seperti puasa sepanjang masa”.harus memperoleh temapat secara seimbang. Abdullah masih merasa ringan. dikatakannya pula kepada Nabi bahwa ia masih kuat lebih dari itu. matamu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. cukuplah kau berpuasa tiga hari tiap-tiap bulan. Setelah Abdullah membenarkan berita itu. Manusia hidup memerlukan hubungan dengan Tuhan. masing-masing unsur . shalat. tidur. setiap kebaikan diberi pahala sepuluh kali lipat. keluarga juga mempunyai hak yang wajib kau penuhi. Ditanyakannya bagaimana puasa Nabi Daud itu. maka Rasul bersabda: “janganlah kau lakukan demikian. tamutamumu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. Hubungan dengan Tuhan dilakukan dengan iman yang bersebdi tauhid mutlak dan ibadah yang ihklas sesuai dengan tuntutan yang diberikan. Manusia merupakan kesatuan unsure rohani dan jasmani. agar manusia mohon kepada Tuhan untuk diberi kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat serta dipelihara dari siksa neraka. tetapi jangan melupakan hidup di dunia. malam harinya untuk mengerjakan shalat dan siangnya untuk berpuasa. Hadist Riwayat Bukhari dari Abdullah bin Amr menceritakan bahwa pada suatu hari Rasululllah dating di rumah Abdullah untuk menanjakan berita orang yang mengatakan. bahwa waktu Abdullah habis untuk beribadah.

sungguh Allah Maha mengetahui segala sesuatu yang dilakukan. Yang harus menjadi pokok perhatian adalah jangan sampai usaha keduniaan melalikan orang dari hubungan dengan Allah. Keinginan memperoleh kesenangan hidup di dunia jangan sampai mendesak kebutuhan membekali diri untuk hidup kekal di akhirat. alQur’an surat Al-Hasyr ayat 18-19 memperingatkan orang-orang beriman. Prinsip-prinsip yang diuraikan di atas berkaitan dengan kondisi fisik dan psikis manusia. 1 . Tuhan yang memberikan hidup. mudah dimengerti dan dilaksanakan. dalam pembebanan ibadah keapada manusia. karena akan melupakan mereka terhadap diri mereka sendiri. sehingga syari’at ibadah dapat diterima akal. Orang-orang yang lupa kepada Allah adalah orang-orang yang fasik. Oleh karena itu. Allah sebagai Pencipta manusia. Dalam hubungan ini. Jangan sampai usaha memenuhi kebutuhan jasmani melalikan usaha memenuhi kebutuhan ruhaniah.Islam mengajarkan agar manusia tidak perlu mengurangi sifat-sifat kodrat kemanusiaannya. dan juga kesempatannya turut dipertimbangkan. serta. MahaMengetahui keadaan manusia. kehendaklah bertaqwa kepada Allah. hendaklah bertaqwa kepada Allah. kelihatan sekali bahwa factorfaktor kesanggupan hamba. Orang jangan sampai lupa kepada Allah. serta manusia supaya bekerja untuk memajukan dan meningkatkan kehidupan di dunia. naluriyahnya. Masing-masing supaya memeriksa perbekalan apakah yang telah disiapkan untuk menghadapi kehidupan di masa depan. karena ia akan lupa hakekat dirinya dan hakekat wujudnya. Jangan hendaknya seperti orang-orang yangb lupa kepada Allah. manusia perlu bekerja untuk mencukupkan kebutuhan hidupnya. keadaan kesehatannya.

ARDI WINATA Dosen UNIVERSITAS DARMA PERSADA JAKARTA PENGANTAR PEMAHAMAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI DAFTAR ISI PENGANTAR ………………………………..……….. ii I..…....……………………. PENDAHULUAN . 9 1 .… 1 II..…….….………………………….... KONSEPSI MANUSIA DALAM ISLAM ……….……………. 9 Perbedaan Manusia dengan Hewan .. i DAFTAR ISI …………………………………………………………….……………………......………………………………..

1.. Ijtihad …………………………………………………………. 125 Pengertian Penciptaan ……………………….………………….…..…… 36 Alquran tentang Hakikat Manusia …………………….…… 103 Meniadakan kesukaran …………………………. 1. 2.……... 2... 3.…………………………. Obyek Qalbu ……………………………………………………... 94 VI.…… 44 2. Qalbu ………………………………………………....…....………………….………………….. Makna Dua Kalimah Syuahadat Dalam Realitas Kehidupan ………………………. 119 Untuk membina Akhlak …………………………... Perbedaan Pendapat Hasil Ijtihad ………………………….. 69 1.….……………………….………. Mekanisme Akal …………………..... .…………. 77 E.………………...…………..….…. Hakikat Manusia ………………………….…. 1.…… 12 13 17 19 B. 107 B.……....…….……………….……………… Penciptaan Dalam Al Qur’an ……………. Pengertian Tentang Tuhan …………... Ayat-ayat al-Qur’an dari segi Penunjukkan …………………....….. 27 C..……..………… 113 1. Metode Ijtihad ………………………………………………. 3..….…... Makna Kalimah Syahadat …………………..………………….……….……………………. Fungsi Sunnah Rasul /Hadist dalam Syariat Islam …………………………………………………………. Macam Ibadah …………………………………………….…………... 50 4..………. Nafs dalam Alquran …. 117 Untuk membina Rohani ………………. Konsepsi Penciptaan Aalam semesta …………………………………… 29 30 31 34 C.. 25 2..…. 59 A.. Kebebasan Akal …………………….…….. Pengertian Ruh …………….………………………………….……. 3. C. 2.……..... 61 1. 54 IV.…………………………. 1 .…….………… 99 Ada perintah dan ketentuan ………………….… Proses Penciptaan Alam semesta ……………..….….….…... Ruang Lingkup Ijtihad ……………………………………. Kualiatas Sunnah Rasul/Hadist ………………………………. 21 1. 85 3.....……………….. Ayat-ayat al-Qur’an dari segi Sumbernya ……………………. 121 Memelihara keseimbangan ……………....……………….….…….………. 4.… 99 A. Ruh dalam Alquran ………………..….…………. 3... Prinsip-Prinsip Ibadah …………………………………….………..…… .……. Obyek Pikiran …………………….…. Proses Pemahaman Tentang Tuhan …………………………. 91 5. Re-orientasi IjtihaHikmah Ibadah ……………………………..…..…. nah Rasul dan Ijtihad sebagai Sumber Ajaran Islam ………………………. Tidak Banyak yang dibebankan ……………………. 2. 59 B.….……… 105 3..…. KONSEPSI TUHAN DALAM ISLAM ………………………………. Langkah-langkah dalam berijtihad ………………………....……………………….….…. Pengertian Nafs …….……...…. Sistematika Sumber Ajaran Islam ………………………….….……. 42 A.……..…………….. Tuhan dalam Al Qur’an .……….. Pikiran ………………….…. 37 . 87 4.. Akal dan Fungsinya dalam Alquran ……....……. 71 D..…………….…………... Tujuan dan Hikmah Ibadah ………….………..…….……. 83 2...…………. 43 1.. 2. Ayat-ayat al-Qur’an yang Qathi dan Zhanni Dalalah Dan Kedudukannya sebagai Sumber Hukum …………………………………………………………... Hikmah Ibadah Dalam Islam ………………………………………..… 61 2.....……………………………..………. 80 1. 45 3..…….....….

Sebagai buku pegangan. Sisi lain tenaga pengajar sebagai pembimbing materi perkuliahan ini. Sesuai dengan uraian buku ini yang menyatakan bahwa pemahaman terhadap sesuatu apapun bentuknya merupakan sunnatullah. yang telah memberikan rahmat dan 1 . agar proses belajar mengajar berjalan secara efektif.nikmatnya keapada Rasulullah Muhammad SAW. apalagi memahami sumber keyakinan manusia itu sendiri yaitu agama. satu sisi tentunya diharapkan mahasiswa dapat lebih aktif mengkaji dan mendiskusikan materi perkuliahan. Karena tiu suatu pemahaman memerlukan suatu proses yang tidak pernah berhenti.Semoga buku ini dapat memberi wawasan kepad para pembaca. Jika ada saran dan kritik akan kami sambut dengan senang hati demi tercapainya kualitas yang lebih bermutu. H. terutama kepada hambaNya yang menempatkan segala aktivitasnya sebagai karya ibadah. segala puja dan puji serta syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Benar. Buku yanag berjudul “Pengantar Pemahaman Islam di Perguruan Tingggi” ini disusun untuk memenuhi tuntutan literature para mahasiswa. Semoga Allah SWT selalu melindungi hamba-hambanya dan melimpahkan rahmatnya kepada kita semua. diharapkan lebih berperan selaku manajer kelas. Ardi Winata KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah. Dengan pola seperti ini diharapkan mahasiswa dapat belajar secara aktif dan mandiri. Yang terlah membuka fikiran manusia untuk menuntun kepada jalan yang benar.

Cair: Mustafa al-Babi al-Halabi. C. Ibn. 1980. Bertens. 1985. 15. 1989 13. Major Themes of the Qur’an. Fi az-Zilal al-Qur’an. Jakarta.A.(terj) Ali Auda. Pentej. 1966 5. 1983. Sina. 7. Universitas Indonesia. Syyid Qutub. Jilid 7. 14.Ihya’ulum ad-Din. 10.Lisan al-Arab. Fazlur Rahman. Jakarta. _____________. Jakarta. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. Chicago. 8. Harun Nasution. Cetakan ke 3. New York. 16. The Transcendence of the Ego.DAFTAR PUSTAKA 1. Fakhr ad-Din Muhammad ar Razi. Mesir: Dar al-Misriyah li at-Ta’lif wa at-Tarjamah. Jakarta. 11. Jean Paul Sarte. New York 1956. Al –Qur’an dan Terjemahnya. 1990 2. An-Najat. Taufik Ismail. Haidar Bagir. tanpa tahun 6. Ahmad Muhammad Al-Hufy. Bairut: Dar al-fikr. Departemen Agama . 9. Cbibliotheca Islamic. Muhammad Iqbal. Terjemahan K. Van Peursen. Perspektif Al-Qur’an Tentang Manusia dan Agama. 12. Jakarta. Ibrahim Madkur. Bandung . 1982. 1938. al-Mu’jam al-falsafi. Bulan Bintang. An Essay on Man. Ibn Manzur. Tintamas. BPK Gunung Mulia. Min Akhlaqin Nabi. Gunawan Muhammad. (terj) Bulan Bintang. Ernst Cassier. terjemahan Forrest William. 1979 4. Bairut: Ahya al-Taras alArab 1967. Jakarta. Kairo: al-Hai’ah al-‘Amah li Syu’un al-Mutabi al-Amiriyah. Manusia dan Agama. 1984 3. Jilid 3. Murtadha Mutahhari. 1987 1 . Singapura: Sulaiman Mar’I. Membangun Kembali Pemikiran Agama Dalam Islam. Akal dan Wahyu dalam Islam. Al Ghazali. 1968. 1957. Tafsir al-fakhr ar-Razi. Tubuh-Jiwa-Roh. Mizan.

Bulan Bintang. Studi Krisis Atas Hadist Nabi : Antara Pemahaman Tektual dan Kontektual. Achamad. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. 1998 25. Janusri 1992. Jakarta. Jakarta. 18. 18 Maret 1991. Makalah Pesantren Teknologi. Jakarta. 35. Bnadung. H. ______________.M. 19. Alam Ghaib Punya Hukum Sendiri. Zakat Pembersih Harta dan Jiwa. CV. 1974. Manusia Menurut Al-Ghazali. 1989. Pelita. sains. Shalat menjadikan Hidup Bermakna. Dasar-DasarAgama Islam. Jakarta.”Umul Qur’an”. Pustaka. Mansur ibn. _______________. Mukti Ali. Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern. 24. Zakiah Daradjat. Bulan Bintang. Kamaruddin Hidayat. 1996 22. Asal Usul Manusia menurut Bibel. Bandung 1986. No. Mizan. Muhammad Husein Haikal. Bucaille. Muhammadiyah. 1981. Abu Hasan/Nuruddin Muhammad Ibnul Hady Samady. _____________. 30. _____________. Dar alIrsyad. Ali Issa Othman. 36. _______________. Mizan Bnadung. 1973. Filsafat Fisika dan Al Qur’an. al-quran. M. At-Tibyaan fil ulumil Qur. Jakarta. Moh. Baiquni. 1980 Hamka. Jakarta. 33. Agama dan Masa Depan. 2000. Rasyidi. Pelajaran Agama Islam. Bulan Bintang. Hayatu Muhammad. Qur’an dan sains Moren. Jilid 7 1968. Rohama. 1978. Shahih Bukhary. Fazlur Rahman. 26. Terj. Rahmani Astuti. 1966 28. Mesir: Dar al-Misriyah Li-at-Ta’lip wa at Tarjamah. Rasyidi. Bulan Bintang. Konsep-konsep Kosmologi Dalam Al – Quran. 1 . _______________. Solo.23. Bandung 1990.) Pustaka Jaya. Ramadhani. 29.4 Januari-Maret 1990. Sains dan Teknologi dalam Islam. Mesir. Bibel. Maurice. 1996. Abi al Qasim Muhammad Ibn ‘Umar al Zamakhsyari-alKhawarismi. Syeikh Muhammad Al-Ghazali. 32. Terj. Makalah Paramadina. Jakarta. HA. 1996 21. Sumbangan HUT Ke 70 Prof. Dr. 37. _______________. Paramadina.Teropong Islam terhadap Ilmu Pengetahuan. 20. Serie KKA 28/THN III/1989. 34. VC. Bairut. 17.an. Ali As-Shabuny.(terj. _______________. Lisan al-Arab. Mizan. 31. 1989 27. Jakarta. Kairo. Al Kasysyaf 38. Dar Ihya al Kutuil Arabiyah. Rohama. Memahami Beberapa Aspek Ajaran Islam.

Atas nama Universitas Darma Persada. kemudian pindah ke Pesantren di Thawalib Padang Panjang selama 2 tahun. 1 . Menjadi dosen tetap Universitas Darma Persada ini sejak tahun 1988 hingga sekarang mengasuh mata kuliah “Agama Islam”. Pada tahun 1990 menunaikan ibadah haji yang dibiayai oleh Alm. Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. Allah menitipkan satu orang istri dan tiga orang anak. dari keluarga pedagang berasal dari Danau Maninjau Sumatra Barat. Ketiga anak saya ini masih dalam proses pendidikan.H.RIWAYAT HIDUP Drs. SH di Universitas As-Syafiyah dan Akademi Gizi. Bambang Suryo Sunindar. Sejak tahun 1986 menjadi asisten dosen Dr. kemudian melanjutkan ke Fakultas Ushuluddin tahun 1978 menyelesaikan serjana muda 1981 dan melanjutkan tingkat doktoral Jurusan Aqidah dan Filsafat IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Zaghlul Jusuf. Buku ini dibuat dengan judul Pengantar Pemahaman Islam di Perguruan Tinggi. tamat tahun 1970 dan pernah menempuh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Curup hingga kelas 2. untuk mempermudah pemberian materi kuliah. dan Selesai pada tahun 1986. Ardi Winata dilahirkan di Curup Propinsi Bengkulu pada tanggal 16 Juni 1957. dan Kuliahtul Ulum El Islamiyah Thawalib Padang Panjang selama 3 tahun. dua laki-laki satu orang perempuan. Pendidikan SDN 3 Curup. Ir. Demikian sekilas profil untuk memudahkan berkomunikasi. Dekan Fakultas Teknologi Kelautan.

1 .

PENGANTAR PEMAHAMAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI ARDI WINATA 1 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful