I.

PENDAHULUAN Untuk dapat dipahami oleh para mahasiswa bahwa mata kuliah Pendidikan Agama Islam, hanya diberikan atau didapat dalam satu semester dengan bobot 2 sks, dengan menggunakan empat belas kali tatap muka. Setelah itu, hingga selesai kuliah tidak akan ada lagi, kecuali belajar sendiri. Oleh karena itu, suatu yang sangat sulit bagi pengajar untuk menentukan materi apa yang tepat harus diberikan, dengan asumsi bahwa para mahasiswa telah mempunyai pengetahuan tentang ajaran Islam. Buku ini hanya memuat atau membahas materi pokok yang ada dalam ajaran Islam. Pernyataan yang dikemukakan oleh Dr. Kamaruddin Hidayat di bawah ini sangat membantu para mahasiswa untuk memahami bagaimana caranya mempelajari dan memahami ajaran Islam di Perguruan Tinggi. Membicarakan problem studi Islam di perguruan tinggi, setidaknya terdapat sebuah pertanyaan yang perlu direnungkan bersama: adakah Islam dikaji sebagai obyek keilmuan sebagaimana disiplin ilmu yang lain, ataukah Islam dijadikan rujukan pandangan hidup ataupun akidah untuk mempelajari dan menjalani kehidupan? yang ideal mestinya kedua aspek itu terintegrasikan menjadi satu pendekatan yang utuh sekalipun pada prakteknya banyak kendala yang harus diselesaikan karena setiap pilihan yang diambil akan berimplikasi pada metodelogi serta target akhir yang hendak dicapainya. Jika lembaga perguruan tinggi didefenisikan sebagai lembaga riset keilmuan, maka pilihan pertama akan lebih dahulu dikedepankan. Dan ini yang biasa dilakukan diperguruan tinggi Barat. Hampir semua universitas bergensi di wilayah Amerika Utara dan Eropa Barat semuanya mulai memperkenalkan Islamic Studies sekalipun diantara mereka ada yang lebih senang memperggunakan istilah Middle Eastern Studies, yang di dalamnya terdapat studi keislaman. Alasan mereka adalah bahwa Islam dipandang sebagai fenomena budaya dan fenomena sejarah sehingga sebagai obyek kajian ilmiah 1

siapa saja bisa melakukan studi Islam sekalipun bukan orang muslim. Oleh karenanya banyak buku-buku tentang Islam yang ditulis oleh para ilmuwan Barat yang secara akademis memiliki bobot yang tinggi. Lalu, bagaimana sebaiknya kebijakan dan strategi pendidikan Islam di perguruan tinggi? Di sini terdapat dua kata yang memiliki konotasi berbeda. Pertama, kata pendidikan dan kedua, perguruan tinggi. Selama ini wacana keilmuan di perguruan tinggi lebih ditekankan pada pendekatan pengajaran ilmiah, sedangkan istilah pendidikan lebih ditekankan pada jenjang sekolah di tingkat bawah. Tentu saja aspek pendidikan dan pendidikan agama tidak bisa dipisah- pisahkan, sekalipun dari sisi metode penyampaian dan berbagai asumsinya yang berkait memang berbeda. Dengan demikian, pengajar agama Islam di perguruan tinggi dituntut berijtihad menemukan metode yang tepat, bagaimana Islam diajarkan sebagai obyek kajian ilmiah namun sekaligus mata kuliah Islam juga memiliki tugas pendidikan untuk membantu mahasiswa tumbuh menjadi yang berakhlak mulia, relijius dan memahami dasar-dasar ajaran Islam. Mempertemukan dua tuntutan ini sangat penting mengingat hampir di setiap diskusi dan pengajian selalu saja ada pertanyaan tentang kenapa terjadi kesenjangan yang begitu lebar antara idealitas ajaran agama yang diyakini benar, hebat dan tinggi, dan di sisi lain realitas perilaku para pemeluknya yang seringkali bertentangan dengan ajaran agamanya. Bahkan sekarang ini klaim yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang relijius kehilangan validitasnya karena ternyata banyak sekali tragedi sosial-politik yang sama sekali tidak mencerminkan ajaran agama yang menyerukan pada perdamaian, pembelaan terhadap hak-hak asasi manusia, kejujuran, amanah dan lain sebagainya dari nilai luhur keagamaan. Kenyataan ini bagaimanapun juga harus menjadi perhatian dan agenda pemikiran pengajar agama di perguruan tinggi karena mahasiswa adalah calon sarjana yang memiliki peluang untuk mendudduki lapisan menengah ke atas dalam masyarakat.

Kesenjangan antara retorika dan ajaran agama yang begitu ideal dan realitas sosial yang menyimpang akhir-akhir ini menjadi sorotan kritik dan keluhan masyarakat sehingga citra dan wibawa agama – yang tampilkan oleh ulama dan lembaganya menjadi turun. Sekedar contoh, Nabi Muhammad saw pernah bersabda: “Islam itu sangat tinggi, dan karenanya tidak ada yang lebih tinggi darinya.” Pernyataan ini seringkali dikemukankan oleh para penceramah untuk menegaskan bahwa Islam itu hebat dan tinggi sehingga bila terjadi penyelewengan dan kezaliman yang dipersalahkan adalah para penganutnya, karena dianggap tidak memahami sekaligus tidak mempraktekkan ajaran agamanya secara benar. Sekilas argumen tersebut memang mudah diterima. Tetapi bila dikritik dan direnungkan, maka akan timbul pertanyaan: jika ajaran Islam itu memang benar, hebat dan tinggi, tetapi ternyata tidak mampu mempengaruhi para pemeluknya, lalu di mana pembuktian kebenaran, kehebatan dan ketinggian ajarannya itu? Dan lagi di mana relevansi kebenaran dan kehebatan ajaran Islam, jika tidak mampu mempengaruhi perilaku pemeluknya? Inilah kira-kira salah satu problem dan tantangan yang perlu oleh pengajar agama terutama di lingkungan perguruan tinggi. Dan tampaknya problem tersebut diakibatkan antara lain oleh adanya oreientasi pendidikan agama yang kurang tepat untuk tidak menyebut keliru. Tiga hal yang bisa dikemukankan sebagai indikator kekeliruan dimaksud ialah: Pertama, pendidikan agama saat ini lebih berorientasi pada belajar tentang ilmu agama. Karena itu tidak aneh kalau di negeri ini sering kita saksikan seseorang yang banyak mengetahui nilai-nilai ajaran agama, tapi perilakunya tidak mencerminkan nilai-nilai ajaran agama yang diketahuinya. 1

Kedua, tidak memiliki strategi penyusunan dan pemilihan materimateri pendidikan agama sehingga sering tidak ditemukan hal-hal yang prinsipil yang seharusnya dipelajari lebih awal, malah terlewatkan. Kekacauan materi pendidikan agama ini terlebih jelas lagi terlihat pada pemilihan disiplin ilmu fikih yang dianggap sebagai puncak atau inti agama itu sendiri. Disebabkan oleh oreintasi pendidikan agama semacam itu, maka Islam seakan diidentikan dengan paham fikih. Dan beragama yang benar adalah bermazhab fikih yang benar dan yang diakui oleh mayoritas, sehingga siapa saja yang sedikit berbeda dengan mazhab fikih yang dianut mayoritas, maka dituduh menyimpang dari Islam. Alam pikiran semacam ini masih terasa kuat di kalangan para mahasiswa perguruan tinggi Islam, apalagi di perguruan tinggi umum. Ketiga, kurangnya penjelasan yang luas dan mendalam serta kurangnya penguasaan semantic dan generik atas istilah-istilah kunci dan pokok dalam ajaran agama sehingga sering ditemukan penjelasan yang sudah sangat jauh dan berbeda dari makna, spirit dan konteknya. Disiplim keilmuan dalam Islam sesungguhnya sudah sangat kuat dan kaya. Dengan begitu, kalau saja pihak pengajar mampu menemukan metode pengajaran yang tepat dengan ditopang oleh penguasaan materi keislaman, maka sesungguhnya pengajaran dan pendidikan Islam menjadi kuliah yang menarik, aktual dan hidup. Kontektualisasi dan reinterpretasi ajaran Islam adalah agenda pemikiran Islam yang selalu diperlukan pada setiap zaman. Pendekatan terhadap Islam yang selama ini lebih bersifat normative deduktif perlu dilengkapi dengan pendekatan induktif histories sehingga mahasiswa bisa mebedakan mana ajaran Islam yang berupa produk sejarah dan hasil ijtihad dan mana yang bersifat normativedoktrinal.

1

menghayati. misalnya. bahwa belajar berarti memahami. Dalam rangka belajar beragama ini. kita belum bisa pindah ke ayat lain karena kita belum bisa mengamalkan isi surat ini. maka orang itu akan dikatakan sebagai orang yang belum bisa beragama. Pendekatan kedua ini berkembang sangat pesat di Barat. Ketika muridnya sudah nyaris bosan karena setiap belajar surat itu diulang-ulang. bukan belajar tentang agama. dan mempraktekan. ilmu olah raga.Pertama. mempelajari Islam sebagai sebuah pengetahuan. Para peneliti dan pemikir 1 . Demikianlah. konon diceritakan bahwa Kiai Haji Ahmad Dahlan. sama halnya kita paham akan ayat itu. Padahal surat itu hanya terdiri dari tujuh ayat pendekpendek. sehingga esensi ajaran agama bisa menginternalisasi ke dalam diri pribadi-pribadi dalam aktivitas kesehariannya. tapi dalam aksinya tidak menunjukkan relevansi dengan pengetahuannya tersebut. di sini terlihat bahwa Kiai Ahmad Dahlan mengajarkan para muridnya untuk belajar beragama. atau ilmu kesenian. ilmu agama itu bukanlah ilmu yang hanya menitikberatkan pada teori tanpa aksi. pendiri Muhammadiyah. Dengan kata lain. tapi justru teori dan aksi itu adalah hal yang tak terpisahkan. sementara dia tidak mencintai dan tidak bisa berenang? Orang yang demikian tetap akan dikatakan sebagai orang tidak bisa berenang. meskipun semua teori tentang berenang sudah dikuasinya. Disini aspek religiusitas dan spiritualitas menjadi sangat penting. berbulan-bulan lamanya hanya mengajarkan Surat al-Ma’un (surat 107) kepada para muridnya. Kita mengafal keutamaan menolong anak yatim tetapi kita belum pernah melaksanakan. maka Kiai Ahmad Dahlan mengatakan. Oreintaì ini mengasumsikan mahasiswa sebagai subyek yang aktif sehinggailmu agama disini mirip dengan ilmu beladiri. dua pendekatan yang menonjol dalam Kedua. Setidaknya terdapat mempelajari Islam. Demikian juga orang yang mempelajari ilmu dan teori-teori keberagamaan secara luas dan mendalam. mempelajari Islam untuk kepentingan mengetahui bagaimana cara beragama yang benar. Untuk apa seseorang diajari teori berenang dengan sangat luas dan mendalam.

yaitu perlunya menyusun dan memilih kembali materimateri pendidikan agama yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa/mahasiswa. Sebab. perlu ditambahkan orientasi lainnya. filsafat. Namun begitu sejarah jangan sampai memenjarakan kebebasan dan kedinamisan serta kreatifitas kaum muslim. membebaskan diri kita dari hegomoni makna atas sejarah masa lalu kaum muslim. politis dan antropologis. Padahal semestinya di perguruan tinggi itu para mahasiswa mulai berbicara pada tingkat wawasan yang bertujuan pada peningkatan penalaran yang analitis. Kalau tidak. Dalam hal orientasi pendidikan ini. dan organisasi-organisasi kemahasiswaan. maka seseorang yang berpegang pada etika akan tetap menjaga persaudaraan. wawasan 1 . kembali pada Alquran tidak berarti meniadakan perbedaan di antara umat karena perbedaan merupakan dinamika sejarah yang tidak mungkin bisa dihapuskan. kedua pendekatan di atas tampaknya perlu terus mendapat perhatian yang serius. Catatan akhir. Kenyataan adanya sekian banyak mazhab dalam pemikiran Islam. komporatif. tetapi bagaimana mensikapi sejarah secara kritis dan apresiatif karena sejarah tetap merupakan salah satu sumber pengetahuan yang harus dikuasai dan terus digali. Banyak mahasiswa memperoleh kematangan berpikir. Misalnya. Dengan pendekatan ini diharapkan kita lebih bisa menangkap pesan dasar Alquran dan mengartikulasikan kembali dalam konteks ruang dan waktu yang berbeda.yang memandang bahwa Islam sebagai pengetahuan memang berbeda samangat dan metodologinya dari mereka yang mendekati Islam sebagai keyakinan yang telah dianutnya secara militan. pada semester ke berapa pendidikan Islam diajarkan di perguruan tinggi? Memperhatikan yang terjadi saat ini. pelajaran agama dari mulai tingkat dasar. Dalam hal orientasi pendidikan. Kedua. Pertama. yaitu upaya gerakan kembali pada Alquran dengan pendekatan yang lebih ilmiah dan multidisipliner. tetapi kita masih menemukan perbedaan pendapat soal hukum. melainkan juga terjadi peningkatan keilmuan Islam. maka aspek ini akan banyak diambil alih oleh kelompokkelompok studi. Ini tidak berarti aspek sejarah Islam ditolak. Dua pendekatan di atas karenanya mesti menjadi orientasi pendidikan Islam terutama di perguruan tinggi. menganalisa setiap ayat Alquran yang hendak dijadikan pedoman dalam bertindak dengan menangkap dimensi etisnya. baik dalam bidang fikih. remaja masjid. Karena itu perlu dipertimbangkan tiga aspek berikut ini. dan bila perlu melahirkan keputusan-keputusan baru yang bersifat preskriptif bagi tindakan kaum muslim di zaman kini. Dari sudut pandang akademis mungkin saja mereka lebih jauh menguasai Islam dari pada para kaia yang mengajarkan dan mengamalkannya dari lingkungan pasanteren. Kembali pada Alquran dan al Sunnah pada giliranya kembali pada etika sebagai rujukan hidup kita bermasyarakat dan bernegara. sehingga tidak saja terjadi peningkatan pengamalan religiusitas di kalangan para penganut Islam. meskipun di antara kita telah bersama-sama berpegang pada Alquran. kehormatan masingmasing dan akan mengutamakan tujuan yang lebih pokok demi kepentingan-kepentingan banyak orang. Pembinaan intelektualitas dan spiritualitas Islam bagi para mahasiswa yang terjadi di luar kampus tidak bisa dipandang sebelah mata. ilmu kalam dan tasawuf kesemuanya itu anak kandung peradaban Islam yang memiliki landasan pemahaman atas Alquran. membaca dan memahami ayat-ayat Alquran serta menggali konteks social histories yang melatar belakanginya dengan mempertimbangkan berbagai macam gejala cultural. Sebab itu. jangan hanya aspek legal-formalnya. Ketiga. menengah hingga atas bahkan perguruan tinggi selalu saja masih banyak didominasi oleh materi pelajaran fikih.

1 . Alasannya karena mereka dinilai lebih matang kepribadiannya. dan lebih dedikatif menjalankan tugasnya. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Tentu saja. Peran organisasi remaja masjid. Tidak aneh karenanya jika terdapat sebagian perguruan tinggi yang memilih calon-calon tenaga pengajar dan pegawai administrasinya yang membawa surat rekomendasi dari lembaga atau organisasi ekstra dan kelompokkelompok belajar mahasiswa. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Melalui kelompok-kelompok studi intensif yang digelar dan dikerjakan oleh para aktivis mahasiswa telah mendorong munculnya iklim intelektualitas Islam di kampus-kampus.keislaman dan ketrampilan berorganisasi justru dari kegiatan-kegiatan ekstra di luar kampus. dan organisasi lainnya terbukti sangat kontributif dalam menciptakan iklim intelektualitas di kalangan mahasiswa. lebih terampil kerjanya. semua ini perlu diteliti secara ilmiah tentang kebenarannya. Tapi hipotesa sementara demikianlah adanya. Belum lagi lembagalembaga swadaya masyarakat yang kini bermunculan sangat banyak. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

karena itu ia memiliki susunan otak yang paling sempurna dibandingkan dengan otak berbagai jenis mahkluk hidup lainnya. menurut Murtadha Muntahhari menyatakan bahwa perbedaan keduannya terletak pada dimensi pengetahuan. Ketika manusia berusaha untuk mencoba menjawab perbedaan dirinya dengan hewan. kesadaran. maka jawaban sudah dapat dipastikan berbeda-beda sesuai dari sudut pandang cara memahaminya. namun dalam ajaran Islam berpikir dan benalar serta dimensi pengetahuan. karena aspek bepikir dan benalar serta dimensi pengetahuan. sedangkan kemampuan berpikir dan benalar itu memungkinkan pada manusia. alam dan Tuhan. termasuk hewan-hewan yang bentuk tubuhnya sangat dekat dengan manusia. keunggulan serta membedakannya dirinya dari semua hewan yang lain. Dalam buku Agama dan Manusia. yaitu primata yang primi . kesadaran dan tingkat tujuan mereka. kesadaran merupakan alat bagi manusia untuk memahami eksistensi dirinya. Perbedaan manusia dengan hewan Dalam sejarah pemikiran manusia berbicara tentang masalah manusia suatu hal sangat menarik dan unik. Perbedaan yang dinyatakan dari kedua pendapat di atas belum menunjukkan kepada perbedaan yang mendasar. Namun suatu pertanyaan yang perlu dikemukakan apakah yang membedakan manusia dengan hewan secara mendasar? Dalam buku Pengantar ke Filsafat Sains.KONSEPSI MANUSIA DALAM ISLAM A. Andi hakim Nasution menyatakan bahwa perbedaan manusia dengan hewan terletak pada kemampuan manusia untuk berpikir dan bernalar. Inilah yang memberikan kelebihan. bukan sesuatu yang sangat vital bagi manusia apabila ditinjau dari sudut pandang agama. Bukan berati bahwa semua hal yang disebut itu tidak penting. 1 .

pengelihatan dan al-afhida (fuad). Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. berpikir. Al-Qur’an membedakan secara mendasar pengrtian qalbu dengan alafhida (fuad) dalam surat tersebut di atas. Al-Quran membedakan secara tegas antara ruh dan jiwa. penglihatan dan afhida (fuad). pengelihatan dan al-afhida (fuad) manusia ini sebagaimana yang disebut pengetahuan bagi manusia. ruh adalah kekuatan berpikir. sementara pengertian al-afhida (fuad) dalam Al-Qur’an tidak berbicara dalam bentuk fisik. Di samping itu. namun dalam hal yang bersifat non fisik. dinyatakan bahwa “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknuya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. 66:12. Karena pengertian qalbu yang digunakan dalam Al-Qur’an banyak hal berbicara tentang persoalan fisik. pengelihatan dan al-afhida (fuad) manusia. 58: 22.. serta bersifat ketuhanan. Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa kunci dasar kehidupan dan keberadaan manusia itu adalah ruh. bernalar dan mempunyai aspek pengetahuan serta mempunyai kesadaran. tetapi mereka sedikit sekali bersyukur. Al-Gazali menjelaskan sebagai yang halus yang ada dalam diri manusia yang memungkinkannya untuk mengetahui sesuatu dan dapat menangkap pengertian. Pengertian Ruh 1 . Oleh karena itu. karena ilmu itu diperoleh melalui pendengaran. Jika demikian. yang memungkinkan seseorang menyusun pengetahuan dan berhubungan dengan kebenaran. hal ini dapat dilihat di dalam pengertian-pengertian yang dikemukakan dibawah ini : 1. nalar dan aspek dimensi pengetahuan serta kesadaran yang dikemukakan oleh kedua pendapat di atas.Berpikir dan bernalar serta dimensi pengetahuan. kesadaran sebagaimana yang dinyatakan kedua pendapat tersebut adalah merupakan produk dari essensi yang membedakan manusia secara mendasar dengan hewan. karena ruh yang membuat manusia mempunyai pendengaran. kesadaran tersebut dapat mempertanggungjawab kan semua perbuatan yang pernah dilakukan manusia di atas dunia ini? Dalam ajaran Islam. dan tidak tepat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut hati. Dan hanya kepada kamilah kamu akan dikembalikan”. Produk dari hasil pendengaran. bukanlah sesuatu yang dapat mempertanggung jawabkan semua perbuatan manusia di akhirat nanti. Karena ruh tidak akan pernah wafat ketika manusia itu meninggalkan dunia. karena ruh itu akan kembali kepada Allah untuk mempertanggung jawabkan semua hasil perbuatan yang dilakukan di atas dunia. 17: 85.kenudaian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (sperma) – kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh (ciptaanNya) dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. ar-ruh juga diartikan sebagai hakikat berpikir atau kecerdasan yaitu kemampuan manusia untuk siap memperoleh ilmu. Selain dari ayat tersebut di atas dapat dilihat dalam surat 15: 29. apa yang membuat manusia itu dapat berpikir. “tiap-tiap yang berjiwa akan menemukan mati. Sedangkan yang wafat di dalam diri manusia adalah jiwa. Karena semua alat-alat tersebut tidak akan berfungsi bersamaan dengan wafatnya seseorang. 21 : 91. Jika dipahami secara filosofis bahwa apa yang dinyatakan oleh Allah ini merupakan sumber memperoleh ilmu. ruh yang ada dalam diri manusia ini yang membedakan manusia dengan hewan. Dalam Alquran surat 32: 7-9. yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut hati dalam bentuk fisik. Oleh karena itu. 38: 72. sebagaimana diungkap dalam surat 21:35. suatu pertanyaan yang perlu dikemukakan apakah berpikir dan bernalar serta dimensi pengetahuan. Dalam kaitan ini.

ditimbang bahkan difoto. memahami sesuatu yang amat penting baginya. jika ruh itu amat penting bagi manusia. sehingga banyak orang beranggapan bahwa soal ruh itu tidak perlu dibicarakan. memahami segala akibat-akibat perbuatannya. diukur. maka kehidupan ada jika ada ruh. apakah ia layak diminta pertanggungjawaban atas segala perbuatannya? Di pihak lain. Sesungguhpun demikian. yaitu ruh. timbul persoalan. Jika tidak. menjadi sia-sia dan kehilangan makna. yaitu ruh. Kesulitan memahami ruh ini terlihat dari betapa banyaknya pendapat yang mencoba untuk memberikan penjelasan tentang ruh. yang bisa diraba. dan dalam kondisi manusia gagal memahami dirinya. bukankah ia harus mengetahuinya? Jika manusia tidak dapat mengetahui sesuatu yang amat penting baginya. kematian adalah tiadanya ruh. karena berkaitan dengan medan yang immaterial. maka ketentuan Tuhan untuk minta pertanggungjawaban manusia atas segala perbuatannya.Persoalan ruh adalah persoalan yang amat pelik. maka ketentuan Tuhan meminta pertanggungjawaban kepada manusia. 1 . ternyata Tuhan seperti yang diajarkan oleh agama meminta pertanggungjawaban manusia atas perbuatannya. memahami sesuatu yang amat penting bagi dirinya. Kenyataan ini mau tidak mau mengharuskan adanya pengetahuan manusia memahami dirinya. Ruh sering dipahami sebagai pusat kehidupan. Pengetahuan tentang ruh. bukankah itu berarti bahwa ia gagal memahami dirinya?. karena dapat membinggungkan. Dilihat dari jurusan ini. tentu disertai dan didasarkan kemampuan yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk memahami dirinya. Pengetahuan tentang ruh bersifat spiritual. pada umumnya diakui bahwa ruh adalah sesuatu yang amat penting bagi kehidupan manusia. Dalam kaitan ini. tentu saja berbeda dengan pengetahuan manusia tentang jasadnya.

perintah atau arahdan (4) an-nafs. Yang pertama kata ar-ruh dikaitkan dengan kata al-quds seperti yang tersebut dalam surat 2 : 87 dan dilihat juga pada surat 2: 254. Bagi orang Arab. Menurut Abu Bakar al-Anbari kata ar-ruh . Bagi Ibnal-Arabi kata ar-ruh mempunyai banyak arti yaitu (1) al-farh. jika ingin berbicara tentang ruh dalam arti konkrit. Tentang ar-ru al-quds ini ada beberapa pendapat. kegembiraan. Dalam kaitan ini. Dengan demikian. yang tidak jarang dianggap Ilahi. Oleh karena ituar ruh disebut annafas yaitu nafas atau nyawa. yang memungkinkan seseorang menyusun pengetahuan dan berhubungan dengan kebenaran. (2) Alquran (3) al-amr. Di samping itu. ruh sering disamakan dengan jiwa. Kata Ruh dalam Alquran Dalam Alquran terdapat 21 kata ar ruh. ruh adalah nafas yang berjalan di seluruh jasad. Menurut Ibn Atsir ruh itu dipakai dalam berbagai arti tetapi yang penting umum ialah sesuatu yang dijadikan sandaran bagi jasad dan dengan ruh itu tercipta kehidupan. ar-ruh menunjukkan arti laki-laki. ruh adalah kekuatan berpikir. 2. ar-ruh juga diartikan sebagai hakikat berpikir atau kecerdasan yaitu kemampuan manusia untuk siap memperoleh ilmu. 16: 102. maka istilah ini harus dikaitkan dengan seluruh praksis manusiawi yang berlangsung secara sadar atau tidak sadar dalam kebudayaan. dapat juga menunjukkan suatu instansi atau fungsi lebih tinggi dalam fisik manusia. Jika ruh itu keluar maka manusia tidak akan bernafas. Al-Gazali menjelaskan sebagai yang halus yang ada dalam diri manusia yang memungkinkannya untuk mengetahui sesuatu dan dapat menangkap pengertian. pengertian ruh menjadi sulit diberikan defenisinya secara tepat. jiwa atau keakuan. sedangkan an-nafs menunjukkan arti perempuan. Kata ar-ruh dalam Alquran dipakai dalam berbagai arti dan konteks. yang tersebut dalam 20 ayat. kata ruh sering juga disebut an-nafs yaitu jiwa. ia juga merupakan orientasi manusia di dalam masyarakat dan kebudayaannya. 5: 110. Oleh karena itu. Di samping itu. Menurut Abu Haitham. yang pertama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-ruh al-quds 1 Kata ruh adalah ar-rih yaitu angin. serta bersifat ketuhanan.dan an-nafs adalah searti.

Alquran menyatakan dalam surat 3: 159. Dalam Alquran kata ruh. atau aturan Allah pada ciptaan-Nya. pengelihatan dan al-afhida (fuad) merupakan instrumentasi rohani yang memungkinkan manusia 1 . Yang ketiga amr diartikan sebagai perkara atau urusan. Oleh karena itu.itu adalah malikat Jibril. 66: 12. Alquran ataupun sesuatu yang dihembuskan Allah ke dalam diri manusia. 58: 22. selalu diberikan keterangan sebagai amr dari Allah. sebagai penghormatan kepadanya. Dalam bentuk imarah artinya adalah kepemimpinan. 21: 91. Secara jelas Alquran memberikan jawaban pertanyaan tentang ruh ialah amr Robb. Kata ruh sebagai sesuatu dari perintah Allah yang disampaikan malaikat kepada hamba-hamba Tuhan itu adalah mempunyai pengertian wahyu Allah. Alquran menyatakan dalam surat 16: 2 dapat dilihat juga dalam surat 40: 15. perkara. bahwa ruh adalah amr dari Allah. Yang empat amr diartikan sebagai hukum. perkara dan urusan dari Allah. Kata kunci dalam Alquran dipakai dalam arti perintah (65: 5). Dengan demikian. Lebih jelas lagi adalah keterangan Alquran dalam surat 42: 52. perkara dan urusan. dapat ditarik kesimpulan. maka ruh akan sulit dipahami pengertian nya. Fungsinya tidak lain adalah merupakan bimbingan dan petunjuk bagi manusia. baik dalam pengertian wahyu.. Ruh juga diartikan sebagai wahyu yang terkumpul dalam kitab suci sebagai pedoman hidup bagi manusia (42: 52) Lalu. dapat dilihat juga dalam surat 7: 77 dan 11: 59. maka dapatlah ditarik pengertian bahwa ruh itu adalah pimpinan yang ada dalam diri manusia. Alquran menyatakan dalam surat 65: 5. dengan sebutan ar-ruh al-amin. Dalam pengertian sebagai pembimbing atau pemberi petunjuk itulah. Kata amr dalam Alquran dipakai untuk berbagai arti. Pendengaran. kata ruh yang dalam Alquran diberi penjelasan sebagai amr min Allah mempunyai pengertian pimpinan. seperti yang dinyatakan dalam surat 17: 85. penglihatan dan hati Alquran menyatakan dalam surat 32: 9. perintah. ruh dalam Alquran diartikan secara tegas dan jelas sebagai amr dari Allah. Alquran menyatakan dalam surat 7: 54. pengelihatan dan alafhida (fuad). kata ar-ruh dikaitkan dengan kata al-amin seperti yang disebut pada surat 26: 193. kata ruh juga dipakai untuk menyatakan sesuatu yang dihembuskan dari Allah ke dalam diri manusia. Dari ayat-ayat tersebut. apakah ruh dari Allah yang dihembuskan ke dalam diri manusia itu? Jika direnungkan surat 32: 9 yang mengaitkan ruh ke dalam diri manusia dengan dijadikannya pendengaran. Selanjutnya Alquran juga menyebutkan kata ruh sebagai sesuatu yang dibawa malaikat dari Allah untuk disampaikan kepada hamba-hamba-Nya. Kata kunci amr berasal dari kata kerja amara yang artinya perintah untuk mengerjakan. yang membimbing pendengaran. pengelihatan dan qalbunya untuk memahami kebenaran. perintah. Yang kedua adalah Kitab Injil. kata kunci untuk memahami ruh itu adalah terletak pada kata amr. Yang kedua amr diartikan sebagai arah. Yang dimaksud dengan ar ruh alamin adalah malaikat Jibril yang terpercaya untuk menyampaikan wahyu kepada rasul-rasul Allah. maka dalam Alquran ruh juga dipakai untuk menyebut nama malaikat. Tanpa pemahaman yang lengkap tentang amr ini. lihat juga dalam surat 38: 72. Yang pertama kata amr diartikan sebagai perintah. seperti yang dinyatakan dalam Alquran surat 54: 12. Jadi. yaitu malaikat Jibril yang bertugas membimbing para rasul menurunkan dan mengajarkan wahyu. dan menjadi bagian dari diri manusia dan selanjutnya Allah juga menjadikan untuknya pendengaran. 15: 29. Dalam kaitan ini maka penjelasanpenjelasan Alquran tentang amr menjadi sangat penting untuk menyingkap dan memahami ruh itu. maka kata amr artinya adalah pimpinan. yang ketiga adalah ruh yang dapat menghidupakan orang mati dan yang empat adalah ruh Tuhan yang dianugrahkan kepada Nabi Isa as. Jadi. Di smping itu. Pada ayat lain. urusan (3: 159) dan hukum atau ketentuan (7: 54). arah (54: 12).

Jadi. Pengetahuan manusia tentang ruh sedikit sekali tentunya jika dibandingkan dengan pengetahuan Allah. 1 . Ruh tidak lain adalah daya yang bekerja secara spiritual untuk memahami kebenaran. bukan berarti tidak bisa mengetahui sama sekali tentang ruh. Alquran secara tegas menjawab dan menerangkan pertanyaan tentang ruh manusia sebagai amr min Robb dan manusia diberikan pengetahuan sedikit tentangnya dalam surat 17: 85. sehingga ia dapat mendengar. menyadari dan memasuki diri sendiri. Jadi. Pengetahuan manusia tentang ruh adalah sangat penting karena dengan mengetahuinya. hakekat ruh adalah bimbingan dan pimpinan Allah yang hanya diberikan kepada manusia. Pernyataan Alquran bahwa manusia mempunyai pengetahuan yang sedikit tentang ruh. melihat dan memahami kebenaran sejati (22: 46). Pengetahuan tentang ruh tentunya berbeda dengan pengetahuan manusia mengenai bendabenda yang dapat disusun secara ilmiah. berdasarkan data-data yang terkumpul yang dapat diukur. sehingga ia dapat menjauhi perbuatan yang dapat merusak dan merugikan diri sendiri dan menjalani hidupnya sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran. suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan. Dengan memahami. ruh dalam diri manusia adalah bimbingan dan pimpinan dari Allah dalam diri manusia. manusia berhubungan dengan eksistensi ruhnya yang ada dalam dirinya sendiri. maka manusia dapat mengenali dirinya dan memahami kebenaran. diamati dan dianalisa.memahamai pimpinan Allah. yang membedakan manusia dari mahkluk Allah lainnya.

nafas dan ruh. peranan ruh sebagai pimpinan dan bimbingan Allah dalam diri manusia itu sangat besar. Bentuk jamak dari kata nafs adalah anfus dan nufus. Pengertian Nafs Menurut Ibn Ishak kata an-nafs dalam bahasa Arab digunakan dalam dua pengertian. seperti Ibn Sina menegaskan bahwa ruh dijumbuhkan dengan nafs. Pengertian pertama seperti dalam ungkapan telah keluar nafas seseorang atau nyawanya. yaitu nafs akal yang bisa membedakan sesuatu. sebaiknya dapat dipahami sebagai keadaan-keadaan. artinya ia telah menghncurkan seluruh dirinya atau hakikatnya. dan bisa bermakna hal yang membedakan sesuatu dari yang lain. dan nafs ruh yang menjadi unsur kehidupan. dalam setiap diri manusia terdapat dua unsur nafs. sedangkan pengertian kedua seperti dalam ungkapan yaitu seseorang telah membunuh dirinya. Kata an-nafs yang seringkali dipergunakan Alquran dan diterjemahkan menjadi “jiwa” sesungguhnya berarti “pribadi” atau “kekakuan”. Dalam hubungannya dengan pembentukan kebudayaan. an-nafs bisa bermakna ruh. mengingat nafs dapat juga berarti diri. watak1 Hakekat ruh tidak dapat diketahui secara material karena ruh bersifat gaib sehingga tidak dapat ditunjuk subtansinya secara fisik dalam dimensi ruang dan waktu. Dalam studi Filsafat Islam. Kata an-nafs dan ar-ruh yang berasal dari Alquran telah masuk ke dalam bahasa Indonesia dengan pengertian nafsu. dan seringkali antara pengertian yang satu dengan yang . karena dengan ruh sebagai daya yang bekerja secara spiritual untuk berhubungan dengan prinsip-prinsip kebenaran melalui berpikir terhadap alam sekitar dan selalu ingat kepada kekuasaan Allah.lainnya menjadi kabur. akan bergeser ke arah kehidupan kebudayaan yang berdimensi transenden. 3. maka arah pembentukan kebudayaan yang rasionalistik materialis seperti yang tampak gejalanya dalam kehidupan modern. atau keakuan. sehingga menyulitkan usaha memahami hakekat ruh itu sendiri. Menurut Ibn Abbas. Ucapan-ucapan seperti an-nafs al-mutma’innah dan an-nafs allawawamah dan an-nafs al-ammarah (yang bisa diterjemahkan menjadi jiwa yang merasa puas dan jiwa yang mengutuk). aspek-aspek. Kesulitan memahami hakekat ruh oleh karena sifatnya yang gaib membuka perbedaan pemahaman terhadapnya. Menurut Ibn alBari.

Faktor internal adalah kapasitas berpikir yang terbawa oleh kodranya sebagai ciptaan dan factor eksternal yaitu lingkungan hidup dan kebudayaan. nafas dan ruh. 21:25. kesatuan dari keadaan-keadaan dan perbuatanperbuatan. meskipun yang melakukan makan adalah mulutnya. Nafs dalam pengertian nafas atau nyawa terdapat dalam surat 3:185. Munculnya kesadaran tentang diri. Jika seseorang mengatakan “aku makan. Jika seseorang mengatakan “aku punya pensil. ia tidak akan mengatakan mulutku makan. Nafs dalam pengertian diri. karena jiwa atau roh tidak mengalami kematian. hayat terlampaui. nyawa. setiap nafs akan mati. Kenyataan menunjukkan bahwa keakuan muncul ketika kesadaran manusia tentang dirinya terbentuk. Jadi pernyataan “aku” baik dalam kaitan dengan perbuatan atau pemilikan. Sedangkan bentuk jamaknya nufus terdapat dalam 2 ayat. bukan dalam pengertian nafsu. tidaklah semata-mata menyangkut hal-hal yang fisik saja. Oleh karena itu. keakuan. Kematian ditandai dengan lenyapnya nafas. dan terbentuknya kesadaran tentang diri ini bermula sejak bentuk manusia yang sempurna lahir. maka nafs ini berkaitan dengan tubuh.watak. Demikian juga halnya dalam kaitannya dengan pemilikan. menjadi sebuah eksistensi. meskipun yang memegang dan menggunakan pensil itu tangannya. nyawa. Kesadaran muncul sebagai buah dari perenungan terhadap diri sendiri. Dalam keakuan (ego) terdapat kesatuan transenden. atau kecenderungan-kecenderungan dari pribadi manusia. Nafs dalam Alquran Dalam Alquran kata nafs terdapat 140 ayat. keakuan. karena nyawa merupakan tanda adanya kehidupan. Pernyataan “aku” adalah pernyataan total tentang diri seseorang. Sayyid Quthb menyatakan bahwa ayat ini berkaitan dengan nafs yang mengalami hidup dan mati. kemudian diikuti hilangnya unsur panas. 3) jiwa dan 4) diri. muncul setelah tahapan jasad. An-nafs dalam pengertian keakuan atau pribadi adalah totalitas diri manusia. Tentang arti nafs dalam ayat di atas ini. Alquran menggunakan kata nafs dalam empat pengertian yaitu 1) dalam pengertian nafsu. 4. 39:42. Sedangkan nafs yang berkaitan dengan kematian tubuh. dan dalam bentuk jamak lainnya an-fus terdapat dalam 154 ayat. Kesadaran tentang diri itu dibentuk oleh berbagai factor internal dan eksternal. ada yang menyebutnya dalam arti jiwa dan ada pula yang mengartikannya nyawa. yang diartikan jiwa.” maka pernyatan aku menyatakan pada totalitas diri. Sedangkan ar-Razi menjelaskan bahwa kematian itu berkaitan dengan tubuh. Nafs dalam pengertian jiwa terdapat daplam surat 89:27-30 Sehubungan dengan nafs dalam ayat di atas ini. seperti tersebut dalam ayat ini dapat diartikan dengan nafas. al-hayat. dan seperti disebutkan dalam 1 . dan oleh karena pernyataan nafs berkaitan dengan kematian. dan ia pun tidak akan mengatakan tanganku punya pensil. Manusia sebagai kesadaran adalah subyek menghadapi dirinya sebagai obyek. yang menjadi tanda adanya kehidupan pada tubuh manusia. nafas. ar-Razi menjelaskan bahwa pengertian jiwa ini diperoleh karena nafs di sini berkaitan dengan keterangan. tetapi lebih dalam lagi berkaitan dengan hal-hal yang non-fisik. keakuan. air dan tanah yang berkumpul kembali dengan alam asal kejadian. Semua ini dapat dipandang sebagai sifat “mental” (yang berbeda dari yang fisikal) asalkan akal pikiran tidak dipahami sebagai subtansi yang terpisah. termasuk di dalamnya adalah pendidikan. Dalam kaitan ini. 2) nafas. kesatuan dari kualitas-kualitas. maka nafs yang menjadi pokok pembahasan di sini adalah nafs dalam pengertian diri. menempatkan manusia pada posisi obyek dan subyek. terdapat perbedaan pendapat.” maka pernyataan aku menunjukkan pada totalitas diri. Nafs dalam pengertian nafsu dinyatakan dalam surat 12:53.

Sedangkan Zamakhsyari menyatakan nafs dalam ayat ini diartikan jiwa. Selanjutnya Alquran menegaskan bahwa perbaikan nasib seseorang ditentukan oleh kemampuannya merubah apa yang ada dalam diri pribadinya dinyatakan dalam surat 8:53.ayat Alquran maka tentu yang dimaksudkan adalah jiwa. demikian pula perbuatan jelek. Realitas manusia adalah realitas pribadi. pribadi dinyatakan dalam surat 6:164. Dalam hubungan ini. Setiap pribadi bertanggungjawab sepenuhnya atas segala apa yang dilakukannya. keakuan. ruh. Allah menjanjikan kepada siapa yang 1 . yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan. dan setiap pribadi mempunyai pendapat dan keinginan yang berbeda-beda. Alquran menyatakan dalam surat 41:46. Menurut Alquran. 13:11. 45:15. ruh. perbuatan baik pada dasarnya untuk kepentingan dirinya sendiri. yang dimasukan ke dalam diri hamba-hamba Allah. setiap pribadi hanya akan memperoleh bagian dari apa yang dilakukannya dinyatakan dalam surat 53:38-41. yaitu al-qaib yang memperoleh keterangan dengan memahmi tentang Allah sebagai wajib al-wujud. Oleh karena itu. pada dasarnya akan merugikan dirinya sendiri. ia tidak akan bertanggungjawab atas perbuatan orang lain. maka kesungguhan diri manusia mempunyai arti yang sangat penting. Nafs dalam pengertian diri.

Keakuan atau nafs adalah kesatuan dinamik dari jasad. hayat dan ruh. Orang yang menggunakan akalnya pada dasarnya adalah orang yang mampu mengikat hawa nafsunya. seorang yang menggunakan akalnya. dalam pengertian Islam bukanlah otak. dinyatakan dalam surat 29:6. mana yang benar dan mana yang salah. akal adalah sifat yang membedakan manusia dari pada 1 bersungguh-sungguh dalam jalan Allah. ia mampu mengendalikan diri dan akan dapat memahami kebenaran. karena seseorang yang dikuasai hawa nafsu akan mengakibatkan terhalang untuk memahami kebenaran. Akal adalah penahan hawa nafsu untuk mengetahui amanat dan beban kewajibannya. Dinamikanya terletak pada aksi atau kegiatannya. tetapi merupakan daya berpikir yang terdapat dalam jiwa manusia. keakuan akan mendapatkan . ia merupakan petunjuk yang membedakan hidayah dan kesesatan. Kesatuannya bersifat spiritual yang tercermin dalam aktivitas hisupnya. ia adalah pemahaman dan pemikiran yang selalu berubah sesuai dengan masalah yang dihadapi. yang pertama. keakuan. Keakuan itu bertanggungjawab atas setiap apa yang diperbuatnya sendiri. Akal. melalui kerja yang sungguh-sungguh. akan menanggung akibat yang timbul dari apa yang diperbuatnya itu (Alquran 41:46) dan perubahan keadaan hidupnya akan terjadi jika keakauan itu merubah dirinya (Alquran 8:53) Oleh karena itu. ia adalah kesadaran batin dan penglihatan batin yang berdaya tembus melebihi penglihatan mata. Akal adalah potensi gaib yang tidak dipunyai oleh mahkluk lain yang mampu menuntut kepada pemahaman diri dalam alam. Karena itu. Sebagian besar kata nafs dalam Alquran dipakai untuk menunjukkan arti diri. akal dapat juga diartikan sebagai suatu potensi rohaniah untuk membedakan mana yang hak dan mana yang batal. Akal dan Fungsinya dalam Alquran Akal adalah al-hijr atau an-nuha artinya adalah kecerdasan. Alquran menyatakan dalam surat 53:3841. karena Allah selalu bersama-sama dengan orang-orang yang berbuat kebaikan.hasil apa yang dikerjakannya (Alquran 29:6). sehingga hawa nafsu tidak dapat menguasai dirinya. al-‘aqil adalah orang yang menawan atau mengikat hawa nafsunya. daya yang dalam Alquran digambarkan memperoleh pengetahuan dengan memperhatikan alam sekitarnya. Dengan Demikian. B. Ia juga mampu melawan hawa nafsu. Akal sesungguhnya mempunyai bermacam-macam arti. Sedangkan kata kerja ‘aqala artinya adalah habasa yaitu mengikat atau menawan. akan memperoleh bimbingan Allah.

Dalam Alquran terdapat 49 ayat yang menjelaskan tentang penggunaan akal. Memikirankan penciptaan alam adalah kegiatan yang berpusat di kepala. 39: 43. Yang ketiga ialah ilmu yang diperoleh dari pengalaman. terdapat 3 ayat berkaitan dengan kehidupan akhirat. dan pencegah hawa nafsu. 7.hewan. adalah kegiatan yang berpusat di qalbu yang ada dalam dada. Oleh karena itulah. Akal dengan demikian merupakan daya kekuatan untuk memperoleh segala ilmu. Realitas konkrit dipahami oleh pikiran dan realitas spiritual oleh qalbu. Keduanya pikiran dan qalbu merupakan instrumen akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran. 59: 14. bersatu dengan kebenaran Ilahi. 3: 65. Kesatuan antara berpikir tentang alam sekitarnya yang berpusat di kepala dan menghayati serta mengingat Allah yang berpusat di qalbu yang ada di dada. maka engkau dekatilah Tuhan dengan akalmu. dan juga realitas gaib. 13: 4. 49: 4. dalam sebuah hadist dikatakan :Tidak dijadikan oleh Allah suatu mahkluk yang terlebih mulia padanya dari pada akal. 2: 32. Jadi. 6: 32. 171. Dalam hadist yang lain dikatakan : Apabila manusia itu mendekati Tuhan dengan pintu-pintu kebajikan dan amal sholeh. Dalam surat 2: 164. sehingga manusia mapu memasuki dunia kesadaran tertinggi. 8. 6. Ilmu akal meliputi ilmu yang duniawi dan yang ukhrowi. 26: 28. 242. Dengan akal manusia bersedia menerima berbagai macam ilmu yang memerlukan pikiran. terdapat 5 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kitab suci. 36: 68. ya’qilu 1 ayat. Keduanya merupakan kesatuan daya rohani untuk dapat memahami kebenaran. 26: 28. 2: 44. dapatlah kiranya disebut sebagai suatu aktivitas kesatuan akal. dan yang keempat adalah pengetahuan tentang akibat segala sesuatu. 57: 170. 30: 24. 25: 44. yaitu ‘aqalu 1 ayat. 29: 35. 28: 60. Oleh karena itu. 11: 51. 2: 170. Dalam surat 2: 73. 12: 109. terdapat 6 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah. sedangkan mengingat Allah. 75. 24: 61. terdapat 12 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami alam semesta seisinya. 37: 138. na’qiln 1 ayat. 67. serta kaitannya dengan al-qalb yang mempunyai kemampuan memahami realitas. 21: 67. 8: 22. Menggunakan akal artinya adalah menggunakan kemampuan pemahaman baik dalam kaitannya dengan realitas yang konkrit. dalam Alquran dijelaskan bahwa akal mempunyai fungsi untuk memahami kebenaran yang fisik maupun yang metafisik. baik yang tersurat dalam Kitab Suci maupun yang tersirat dalam alam dan manusia. 16: 12. Dalam surat 22: 46. 5. Konsep Tauhid dalam kebudayaan pada tahap pengertian sebagai proses seperti yang digambarkan dalam Alquran surat 3: 190191 di atas adalah kesatuan zikir kepada Allah dan pemikiran tentang 1 . nilainilai moral dan untuk memahami tanda-tanda Tuhan. seperti kehidupan neraka. 36:62. Yang kedua hakikat akal ialah ilmu pengetahuan yang timbul dari alam wujud. ta’qilun 24 ayat. 21: 10. 29: 63. 30: 28. 67: 10. 10: 10. 10: 100. terdapat 14 ayat dipakai dalam kaitannya dengan keimanan. 23: 70. Dalam surat 12: 2. dan ya’qilun 22 ayat. maka dapatlah ditarik pengertian bahwa akal dalam Alquran dipakai untuk memahami realitas yang konkrit seperti proses kelahiran manusia dan alam semesta. 11: 51. 5: 103. 10:16. Dalam surat 67: 10. Dalam surat 2: 76. terdapat 1 ayat dipakai dalam kaitannya dengan Sholat. Dari 49 ayat yang menjelaskan tentang penggunaan akal. 4. Dalam surat 5: 58. Penggunaan akal itu antara lain : 1. Alquran menyatakan dalam surat 3: 190-191. terdapat 1 ayat dipakai dalam kaitannya dengan hukum moral. terdapat 7 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami proses dinamika kehidupan manusia. 43: 3 3. Dengan demikian kegiatan akal adalah kesatuan pemikiran dan qalbu dalam usaha memahami kebenaran. 2. maupun realitas spiritual. 28:60. Dalam surat 6: 151.

sebagai penjelmaan dari aktivitas orang-orang yang berakal. Kesatuan zikir dan pikir ini.ciptaan Allah yang berada di antara bumi dan langit. Pikiran bekerja untuk memahami dimensi fisik. Kesatuan aktivitas itu dapat digambarkan sebagai berikut : Berzikir ----------------------------. sedangkan qalbu bekerja untuk 1 . bersifat material. yang keduanya berhubungan secara organis.Allah Orang Berakal Aktualitas berpikir ----------------------------.Ciptaan Allah Akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran bekerja dengan menggunakan pikiran dan qalbu.

Sedangkan penilaian kritis atas pemahaman manusia terhadap realitas adalah upaya menggugat keabsahan pemahaman itu. Hubungan organis pikiran dan qalbu sebagai instrumen akal dapat digambarkan sebagai berikut : . dengan harapan upaya realitasnya dapat dipertanggungjawabkan.. Meskipun realitasnya sama seringkali terjadi perbedaan pemahaman terhadap realitas itu. Pikiran Berpikir sebagai proses budaya adalah memhami realitas dan melakukan penilaian kritis terhadap pemahaman itu. Opini adalah bukan fakta. secara moral ia mempunyai kesadaran yang baik. karena seringkali terjadi pemahaman manusia terhadap realitas merupakan opini yang dipengharuhi oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang secara moral tidak dapat dipertanggungjawabkan. mengakibatkan manusia hanya memperoleh pengetahuan lahiriahnya saja dari realitas yang ditangkap dan manusia dapat dikuasai hawa nafsunya. tetapi penguasaan teknik dan cara menyelesaikan masalahnya seringkali mengalami kemacetan. Seperti pemahaman terdahap realitas kemiskinan. Di sini terdapat dua hal penting yang perlu mendapat perhatian yaitu pemahaman terhadap realitas dan penilai kritis terhadap pemahaman itu. Dalam melihat kemiskinan terjadi benyak perbedaan dalam memahaminya. Pengembangan pikiran yang terlepas dari kaitannya dengan qalbu. Kemiskinan jika dipandang sebagi “takdir” ketentuan Allah yang mutlak – tentunya tidak ada satupun kekuatan dari manusia yang dapat merubahnya kecuali Allah sendiri. bahkan seringkali terjadi opini tentang fakta yang nyata berbeda dengan faktanya sendiri. dan orang menjadi tertarik karena opini 1 memahami dimensi metafisik. singga pikirannya bekerja untuk kepentingan pemuasan hawa nafsu.Pikiran Qalbu 1. membuat seseorang hanya menagkap dimensi spiritual dari realitas yang ada. Dalam penilaian kritis ini diperlukan kejujuran intelektual. karena dimensi fisiknya tak kuasa. Sebaliknya jika kemiskinan itu dipandang sebagai akibat dari adanya sitem kehidupan sosial ekonomi yang timpang maka tentunya dengan upaya keras manusia dapat merubahnya. besrsifat spiritual. Sebaliknya qalbu yang berkerja terlepas dari pikiran. Keduanya dalam pandangan tauhid merupakan kesatuan fungsional bagi kebudayaan.

bahkan sebaliknya Alquran menganjurkan kepada manusia untuk berpikir. 2. orang yang berpikir tentang perampokan tetapi tidak pernah melakukan perbuatan merampok. lubb dan syagaf. Al-Qalb mempunyai dua pengertian. dinyatakan dalam surat 34: 46. Oleh karena itu. Di samping itu manusia juga bebas untuk memikirkan apa saja. di dalamnya terdapat rongga-rongga yang mengandung darah hitam sebagai sumber kehidupan dan seringkali dinamakan jantung. Pikiran hanya dapat berhenti jika hidup manusia berhenti atau kehilangan kesadaran dirinya. artinya hati. dan Yang Esa itu merupakan sumber semua kehidupan yang ada. yaitu 1) kata wahidah yang mempunyai pengertian tauhid dan 2) kata tatafakaru yang arti berpikirlah. Dalam Tafsir al-Takhr ar-Razi diterangkan bahwa ada dua hal yang penting dalam ayat ini. Menurut Ibn Sayyidah. Tidak ada satupun ayat Alquran yang melarang berpikir. karena tanpa berpikir ajaran tauhid itu tidak bisa dimengerti. Oleh karena itu. Barangkali tidak ada kebebasan yang penuh bagi manusia kecuali berpikir. Berpikir dapat dilakukan manusia. mungkin itu adalah hukum berpikir dalam pengertian metodologi serta obyek yang dipikirkan.bukan faktanya – sehingga tidak terjadi perubahan apa-apa terhadap faktanya itu sendiri. yaitu segumpal daging yang berbentuk bulat panjang. fu’ad. sedangkan berpikir merupakan sarana untuk memahami dan mengembangkan prinsip ajaran tauhid dalam kehidupan. Prinsip ajaran tauhid ialah bahwa Tuhan adalah Esa. Prinsip Tauhid ini bukanlah sekedar suatu keyakinan yang dinyatakan dalam pengakuan saja. Tauhid adalah salah satu prinsip ajaran Alquran. dimana pun dan kapan pun. pikirannya tetap dapat bekerja paling tidak untuk mencari jalan bagaimana cara menghindari siksaan itu. akan tetapi merupakan suatu pandangan hidup yang senantiasa harus diwujudkan dalam realitas kehidupan muslim. Qalaba mengalami beberapa perubahan bentuk seperti inqalaba dan qallaba namun artinya masih sama. Jika ada yang mengikat berpikir. bahkan berada di luar penilaian etik. qalb jamaknya qulub. Disebutkan dalam sebagai berikut: 1 . Qalbu memiliki kemampuan untuk mengetahui essensi segala sesuatu. atau fisik. Qalbu Qalbu berasal dari kata qalaba yang bermakna berubah. Al Qalb dalam Alquran menurut Amir al-mu’minin Ali juga disebut sadr. berpindah atau berbalik. yang pertama dalam pengertian kasar. Karena itu tidak ada satu kekuatan pun yang dapat secara effektif melarang atau menghentikan pikiran bekerja. atau bagaimana agar siksaan itu tidak terasa sakit. berpengetahuan dan arif. terletak di dada sebelah kiri. Berpikir adalah kegiatan yang sepenuhnya bebas. berpikir menjadi anjuran yang melekat dalam prinsip tauhid. tidak dapat dituntut secara hukum di muka pengadilan. Kegiatan berpikir adalah kegiatan yang otonom. karena kotak-kotak budaya. Pendidikan yang terkotak-kotak akan melahirkan pemikiran yang terkotak-kotak pula dan akibatnya pemahaman terhadap realitas menjadi terkotak-kotak. terutama yang terjadi dalam proses pendidikan. sehingga realitas tidak dapat sepenuhnya dipandang secara utuh. meskipun fakta itu memerlukan perubahan. Demikian juga berpikir tentang kebebasan. bukan berarti pembebasan manusia dari segala ikatan atau norma-norma hukum tertentu. Meskipun fisik manusia disiksa. Kotak-kotak pemikiran terjadi. tidak ada yang haram untuk dipikirkan. Sedangkan arti yang kedua adalah pengertian yang halus yang bersifat ketuhanan dan rohaniah yaitu hakekat manusia yang dapat menangkap segala pengertian. apalagi diterapkan dalam kehidupan.

Terbagi dalam beberapa persoalan sebagai berikut: 43 ayat dipakai dalam kaitannya dengan soal-soal keimanan. 1 . antara lain kufur. disebut fu’ad karena menjadi tempat terbitnya makrifat Allah. 9: 117. 7:100.64. dinyatakan dalam surat 39: 22. Dalam Alquran terdapat kurang lebih 101 ayat yang memjelaskan tentang kata benda al-qalb atau jamaknya al-qulub.77. termasuk di dalam hal ini adalah ketidak berimanan. dinyatakan dalam surat 65: 10. 22:32. perbuatan dosa.45.- disebut sadr karena ia tempat terbitnya nurul Islam. Disebut syagaf karena temapat terbitnya kecintaan makhluk kepada sesamanya.7. 15:12.101.8. dinyatakan dalam surat 53: 11. disebut lubb karena menjadi terbitnya tauhid. dinyatakan dalam surat 12: 30. dalam surat 49: 14.110.

- - Jadi. 34:23. yang bercermin melalui tanda-tanda-Nya. ketenangan. baik kebenaran yang bersifat mutlak maupun kebenaran yang bersifat relatif. 3:15. baik ketakutan. al-qalb adalah suatu kemampuan untuk memahami kebenaran-kebenaran yang bersifat metafisik. 8:24. 57:16. 159. 3:8.127. Yang satu memusatkan perhatiannya pada kebenaran sementara. 6:43.7. dinyatakan dalam surat 22:46.225. 2:74. 16:22.51. 28:10. harapan. ia dalah bagian dari akal.10. kasar dan keras.51. 5:41. seperti keteguhan. 48:12. mengingat kekuasaan Allah. 11. Al-qalb bukan pikiran. 45:23. 4:155. 49:3. 24:37. dinyatakan dalam surat 33:26.126. 6: 46. 8:2. 40:35. 10:88. kegoncangan. 42:24. 23:63.93. 20 ayat dipakai dalam kaitan untuk menjelaskan sifat. 33:5. dinyakatan dalam surat 13:28. kehidupan sesudah mati.23.97. 16:106. kesucian. makna dibalik kejadian kemanusiaan. baik di sorga maupun di neraka. 39:45. 79:7. 3:159.118. serta kesombongan. 57:27. 3 ayat dipakai dalam kaitannya dengan akhirat. dinyatakan dalam surat 22:53. karena itu dala Alquran al-qalb dalam aktivitasnya menggunakan kata kerja ya’qiluna biha (22:46). kegelisaan. 37:84. dinyatakan dalam surat 26:88. 5 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kemampuan al-qalb untuk zikir. 33:10.5. Kebenaran mutlak adalah kebenaran Tuhan. 23:60. karena itu kata al-qalb dalam Alquran tidak pernah dipakai dalam kaitannya dengan pemikiran.9. 5:113. 64:11. 22:54.4. 59:14. Kebebasan Akal Akal adalah daya rohani untuk memahami kebenaran.63. 18:28. 47:24. 33:5. 24 ayat dipakai dalam kaitannya dengan perasaan. C. Keduanya (pikiran dan qalbu) tumbuh dari akar yang sama dan masing-masing saling melengkapi. 9:8. 7:179. Al-qalb sebagai kekuatan yang dapat memahami kebenaran metafisik. al-qalb dalam pengertian fisik adalah sesuatu yang ada di dalam dada (22: 46) yang sering disebut jantung. 21:3. maupun dalam ayat-ayatNya (tanda-tanda). 18:14. 83:14.167. 39:22.93. tanda-tanda kekuasan Allah. 50:37.60.103. yang tersimpan dalam alam ciptaan-Nya dan tersurat dalam firman-firman-Nya. 59:10.26. 40:18. 6:25.26. 58:22. 9:15.63. dan yang lain dalam aspek kebenaran kekal. 61:5. 1 - . 8:70. 33:54.53. Yang satu menangkap kebenaran sepotong-potong dan yang lain menangkap keseluruhan. 41:5. 50:33.154. - - 2:204.26. Akan tetapi di dalam pengertian non fisik. 24:50. dalam kehidupan di akhirat nanti.89.- 7 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kemampuan al-qalb untuk memahami kebenaran dan kekuasaan Allah yang tersembunyi dibalik peristiwa-peristiwakemanusiaan.10. 26:194. dalam kitab suci. 48:10.

yang digambarkan Alqur’an lebih sesat dari pada binatang dinyatakan dalam surat 25: 43-44. Pikiran dan qalbu berhubungan secara organis dan keduanya bekerja pada batas-batas obyeknya dan pada tahapan dari pertumbuhannya.Kebenaran reasltif adalah kebenaran sebagai hasil pemahaman manusia terhadap realitas sekitarnya yang berupa ilmu pengetahuan. 184. karena pembicaraan tentang akal selalu berhubungan dengan dimensi pikir dan zikir. . dinyatakan dalam surat 30: 8. 39: 42. 6: 50. 69. 2: 219.karena qalbunya melemah. Batas-batas obyek dibawa oleh kodratnya. sebaliknya harus ditakuti adanya ketidakbebasan akal. Akal sebagai daya rohani pada dasarnya bebas. Seorang yang dikuasai hawa nafsunya. 2. karena tidak ada satu kekuatan apapun yang dapat menghalangi akal bekerja.. Akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran. Akal adalah anugerah Tuhan yang hanya diberikan kepada manusia. karena akal yang tidak bebas bekerja. kebebasannya hampir mutlak. 1. Akal yang tidak berfungsi mengakibatkan manusia jatuh pada kekuasaan hawa nafsu dan berarti kejatuhan manusia. Akal sebagai daya rohani bersifat ketuhanan. sedangkan batas-batas pertumbuhan dipengaruhi oleh proses belajar dan pengalaman hidup. dan kebebasan akal ini dijamin penuh oleh Alquran. Akal yang tidak berfungsi menjadikan qalbu manusia tertutup. Dari enam belas (16) ayat itu terbagai sebagai berikut: . 34: 46. akal harus digunakan agar ia tidak kehilangan kemanusiaannya.Sembilan (9) ayat di antaranya dipakai untuk memikirkan manusia. bekerja melalui pikiran dan qalbu manusia. dinyatakan dalam surat 13: 3. . Obyek Pikiran Dalam Alquran terdapat enam belas (16) ayat tentang berpikir. Batas-batas kodrat bersifat tetap. Sesungguhnya tidak perlu ditakuti adanya kebebasan akal.Satu (1) ayat menjelaskan tentang pemikiran yang salah. sedangkan batas-batas pertumbuhan bersifat dinamis dan oleh karena proses belajar terus menerus maka batas-batas pertumbuhan itu bergerak dan berkembang. sedangkan qalbu untuk memahami yang metafisik dan mutlak. 1 . yang mutlak dan yang relatif. 10:24. 7: 176. 3: 191. dapat membawa seseorang dikuasai hawa nafsu. Seseorang yang menggunkan akal adalah sesorang yang mampu menawan dan mengikat hawa nafsunya. dinyatakan dalam surat 74: 18-26. 3: 191. sehingga ia dapat melupakan adanya kekuasaaan dan kebesaran Allah. Hal ini terbukti tidak ada satu pun ayat dalam Alquran yang melarang manusia untuk menggunakan akalnya. sehingga manusia kehilangan kemampuan untuk memahami kebenaran sejati.Enam (6) ayat di antaranya dipakai untuk memikirkan alam ciptaan Tuhan. Mekanisme Akal. Kebebasan akal merupakan prasyarat bagi kebudayaan. sebaliknya banyak sekali ayat Alquran yang mengajurkan manusia menggunakan akalnya. dan dalam ayat-ayat tersebut terlihat bahwa yang menjadi obyek pemikiran menurut Alquran adalah alam dan manusia serta hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan keduanya. sampai akhirnya pada waktu yang pasti. pada saat kematian tiba. baik yang fisik maupun yang metafisik. dan hawa nafsu bisa diikat jika qalbu manusia selalu ingat pada kekuasaan Tuhan dinyatakan dalam surat 13: 28. Oleh karena itu. 16: 11. Pikiran untuk memahami yang baik dan yang relatif. 45:13. akan melahirkan perbuatan yang dapat merusak kehidupan. Alquran menyatakan dalam surat 45: 23. batas pertumbuhan itupun berhenti. 266.

dinyatakan dalam surat 25: 2. Di samping itu. Alquran menjelaskan tentang adanya prinsip-prinsip kebenaran di dalamnya. 6:73.Secara jelas Alquran menerangkan bahwa abyek pemikiran adalah alam dan manusia serta yang berkaitan dengan kehidupan keduanya. Alquran juga menandaskan adanya ukuran tertentu di dalamnya. 54: 49. Jika seseorang mencoba memikirkan di luar batas obyeknya. 14: 19. dinyatakan dalam surat 19: 5. maka bisa mengakibatkan celaka. Dalam hubungan dengan pemikiran tentang alam. Dalam hubungan ini. Contoh kesalahan itu seperti kesimpulan berpikir bahwa Alquran itu adalah sihir dan perkataan manusia pada umumnya dalam surat 74: 18-26. 1 . dinyatakan dalam surat 88:17-20. Alquran mengajurakan kepada manusia untuk memperhatikan proses penciptaan dalam alam.

baik yang sudah terserap dalam tubuhnya yang seringkali menimbulkan problem bagi kesehatannya. maka manusia pun dinjurkan untuk memperhatikan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu beserta akibatakibatnya. maupun untuk merencanakan penyediaan makanan yang harus mengikuti jumlah penduduk yang bertambah. Pemikiran terhadapa proses penciptaan dalam alam semesta. dengan programprogram untuk meningkankan kualitas hidup manusia serta merencanakan untuk menciptakan hidup yang lebih baik. Memperhatikan proses penciptaan manusia memberikan pengetahuan yang bermanfaat untuk memahami susunan dirinya. Melalui pemahaman terhadap prinsip-prinsip kebenaran yang ada dalam alam semesta ini. jatuh bangunya suatu bangsa merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan karena melalui pemikiran itu akan diketahui 1 . Penciptaan Alam semesta akan selalu melibatkan dan tergantung pada alam semesta. proses penciptaan kebudayaan dapat dilaksanakan. manusia dapat mengembangkan lebih jauh untuk penyusunan teori-teori dan untuk melakukan percobaan-percobaan. mempunyai andil yang besar bagi penciptaan alam kebudayaan. Alquran mengajurkan kepada manusia untuk memperhatiakan proses penciptaan dirinya. karena penciptaan alam kebudayaan pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari alam semesta. bahkan tidak selayaknya dibandingkan dengan Tuhan. yang memungkinkan proses penciptaan itu berlangsung. Pemikiran tentang alam artinya adalah memperhatikan proses penciptaan dalam alam semesta. Melalui penyusunan teori dan percobaan-percobaan itu. dinyatakan dalam surat 86: 5-7. Perhatian terhadap proses-proses penciptaan ini sangat penting bagi manusia sebagai khalifah di muka bumi... sehingga kelangsungan hidup generasi manusia dapat dipertahankan. karena memang derajat manusia dengan ciptaan Tuhan jauh lebih rendah dari Penciptanya. Akan tetapi pemahaman terdahap proses penciptaan alam semesta ini. Selanjutnya pemikiran tentang sejarah. manusia dapat memahami proses kelangsungan hidupnya serta mengatasi problema yang ditimbulkan oleh makanannya. dimaksudkan agar manusia memahami prinsip-prinsip kebenaran Ajuran untuk memperhatikan proses kelahiran manusia. ia dapat pula mempraktekkan dalam proses penciptaan alam kebudayaan. karena melalui pemikiran terhadap proses-proses penciptaan itu.yang ada di dalamnya. Sedang pemikiran tentang manusia. serta ruang dan waktu. Dengan memperhatikan makanannya. paling tidak pada bahan yang dipakainya. dinyatakan dalam surat 80: 24-28. perkembangan dan juga kehancuran. manusia juga dianjurkan untuk memperhatikan makanannya. dinyataka dalam surat 30: 9. Sudah barang tentu kemampuan manusia menciptakan tidak sama dengan Tuhan. dan makanannya. Dalam kaitan ini. sehingga manusia dapat memahami kekuatan-kekuatan yang dimilikinya serta kelemahan-kelemahannya sekaligus untuk merancang kehidupan selanjutnya. makanan serta sejarah merupakan anjuran yang sangat besar artinya bagi kelangsungan hidup generasi manusia. Setelah memperhatikan proses penciptaan dirinya. proses pertumbuhan.

Dari pemikiran tentang alam dan manusia pada dasarnya diharapkan dapat diperoleh pengetahuan mengenai prinsipprinsip kebenaran. 3.dinyatakan dalam surat 22: 45-46. dijelaskan dalam surat 47: 24. Dari dua kubu ilmu itu berkembang menjadi lebih banyak. karena kebudayaan pada akhirnya akan ditentukan sepenuhnya oleh kualitas manusianya.hukum-hukum perkembangan suatu masyarakat yang mengatur dan mempengaruhi proses perubahan masyarakat. untuk menyusun teori-teori dan percobaanpercobaan. Dalam sejarah terkandung peristiwa jatuh bangunnya bsuatu bangsa dan peristiwa-peristiwa tentang perubahan-perubahan yang mendasar. yang mengharuskan adanya perubahan yang terus menerus. Melalui pemahaman histories. Sedangkan dalam memahami Alquran. yang merubah wajah kehidupan manusia secara drastis. akan diperoleh kesadaran tentang perlunya strategi kebudayaan. Hukumhukum itu berlaku pasti dan tidak berubah. seseorang kan memperoleh wawasan batin yang akan menuntunya ke jalan yang benar dan lurus. Pemikiran terhadap manusia. sehingga kebudayaan sebagai suatu proses dapat diarahkan lebih manusiawi. dan teori apapun sebagai hasil pemikiran manusia sepenuhnya bersifat relatif. Prinsip-prinsip kebenaran itu. Obyek Qalbu Dalam Alquran dijelaskan bahwa qalbu (al-qalb) mempunyai kemampuan untuk memahami atau menangkap makna-makna (22: 46 7:179. karena Alquran adalah zikr dan menurut Alquran qalbu akan tenang hanya dengan zikr. tetapi juga menjadi obat bagi qalbu yang sakit. Kesemuanya itu pada dasarnya mempunyai andil sangat besar bagi pertumbuhan dan kelangsungan kebudayaan suatu bangsa. baik sejak proses penciptaannya. Obyek pemikiran menurut Alquran adalah alam dan manusia dengan segala aspeknya. Tidak ada yang mutlak dalam teori-teori. merupakan suatu hal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan suatu kebudayaan. Sesungguhnya dibalik peristiwa-peristiwa sejarah itu. pada gilirannya akan mengakibatkan adanya perubahan teori-teori. Padahal realitas kehidupan alam dan manusia selalu berubah terus.. Dijelaskan dalam surat 17: 9 Pikiran dan qalbu dalam pandangan tauhid adalah merupakan kesatuan mekanisme akal. yang kemudian berkembang dalam dunia ilmu alam dan humaniora. Alquran memberikan pedoman dan tuntunan moral bagi kehidupan manusia. Dijelaskan dalam surat 13: 28. Selanjutnya Aqlquran menjelaskan bahwa obyek pemahaman qalbu adalah prinsip-prinsip yang mengatur jatuh bangunnya suatu bangsa atau hukum sejarah dan makna-makana yang tersurat dalam Alquran. Dinyatakan dalam surat 10: 57. - Yang menjadi obyek qalbu adalah sejarah dan Alquran. karena Alquran adalah zikr. pada akhirnya berkembang menjadi teori-teori dan perubahan yang terjadi dalam klehidupan alam dan manusia. dijelaskan dalam surat 35: 43. Alquran bagi qalbu tidak hanya sebagai obyek yang dipahami. Alquran menjadi obat bagi qalbu yang sakit. karena pikiran hanya berkerja dengan memecah realitas dalam fragmenfragmen yang statis. Selanjutnya mengenai Alquran sebagai obyek pemahaman qalbu. terkandung suatu hukum yang mengatur proses perubahan masyarakat. Dijelaskan dalam surat 38: 1 Alqurqn adalah menjadi obat bagi qalbu yang sakit. dengan menekankan pada kajian aspek-aspek tertentu yang lebih terbatas. 47: 24). makanannya dan sejarah perjalanan hidupnya. keduanya merupakan sarana untuk 1 .

Strategi pembentukan kebudayaan adalah didasarkan pada kesatuan pikiran dan qalbu dalam perbuatan. Pikiran bekerja untuk menyusun konsep. Sebagai kesatuan antara keduanya sesungguhnya tidak dapat dipisahkan.memahami kebenaran. pemisahan keduanya akan mengakibatkan seseorang tidak dapat memahami realitas secara utuh. seperti dua sisi mata uang. sedangkan qalbu bekerja untuk memberikan wawasan batin. sehingga realitas kebudayaan itu tetap 1 . membuat rencana kerja dan merumuskan tujuan-tujuan atau hasil yang hendak dicapainya.

karena dialah yang paling tahu tentang makna-makna dan keberadaan sebuah ciptaan. mengingatkan manusia secara individual tidak pernah terlibat sedikitpun dalam proses penciptaan dirinya. Hakekat Manusia Berbicara tentang hakekat manusia pada dasarnya membicarakan tentang pokok soal yang bersifat radikal. sosiologi. suatu sandaran yang berada pada tingkat lebih tinggi dari hasil pemikiran manusia. Di samping itu. Pandangan yang melacak unsur pokok pada asal mula adanya manusia dapat mengakibatkan terbaikan aspek dinamik dalam realitas kehidupan. karena keterbatasan pemikiran manusia untuk memahami hakekat dirinya. maka manusia diharapkan dapat memahami hakikat dirinya melalui petunjuk Tuhan yang menciptakannya. D. suatu sandaran yang dapat membawa ke arah pemahaman yang lebih mendasar.berada dalam kerangka moral dan untuk tujuan-tujuan moral. Satu-satunya persoalan adalah kecenderungan sikap yang terdalam pada jiwa. sebagai manifestasi dari perpanjangan kuasa Ilahi. Hakekat manusia tidak tergantung oleh keadaan-keadaan dari luar. atau pekerjaannya. Kekayaan. yang mungkin saja melewati batasbatas pengertian yang hanya menekankan pada salah satu aspek kehidupannya. umpamanya antropologi. pencarian tentanh hakekat manusia tidaklah cukup hanya berhenti pada pandangan untuk menjelaskan tentang unsur pokok yang secara internal ada dalam dirinya ataupun pada apa yang dimilikinya yang sesungguhnya bersifat eksternal. dan prinsip yang terdalam ini tidak dapat dihancurkan. Dengan sandaran kepada wahyu Ilahi yang tersurat dalam kitab suci – dalam hal ini adalah Alquran. seperti yang terdapat dalam kajian berbagai disiplin ilmu. Dengan demikian. Sebaliknya dalam pandangan serba ruh (spiritualisme) menetapkan rohaniah sebagai unsur pokok yang menentukan kehidupan manusia. Alquran tentang Hakikat Manusia Alquran menegaskan bahwa yang dilihat pada manusia tidak lain hanyalah amal perbuatannya. Sandaran yang lebih kuat dan jauh lebih tinggi dari hasil pemikiran manusia itu. dinyatakan dalam 1 . Pengetahuan yang paling lengkap dan benar tentang sebuah ciptaan adalah yang datang dari Penciptanya. pencarian tentang hakekat manusia tidak bisa hanya terpaku pada pemikiran tentang sesuatu yang menjadi unsur pokok yang menentukan dirinya. Hakekat manusia adalah sesuatu yang amat vital yang menentukan kehidupannya di tengah kancah perubahan masyarakat. dan psikologi. hal itu semata-mata tergantung pada nilai yang diberikannya pada dirinya sendiri. guna memahami dan menentukan hakekat manusia itu. perbedaan sosial. yaitu berusaha menemukan akar pengertian tentang manusia. seperti dalam pandang serba materi (materialisme) yang menetapkan materi sebagai unsur pokok yang menentukan kehuidupan manusia. ia adalah sebuah ciptaan belaka. bahkan kesehatan atau kepandaian semuanya tidak pokok. Untuk itu diperlukan suatu sandaran pemikiran yang lebih mendasar. Sandaran wahyu ini kiranya sangat diperlukan. ia lahir dari suatu proses yang berada di luar kekuasaan dirinya. tidak lain adalah firmanfirman Tuhan (wahyu Ilahi). pangkat.

Kebebasan itu tidaklah dapat dipisahkan dengan tanggung jawab. Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan kemampuan antara satu dengan yang lainnya. Dalam hubungan dengan ujian terhadap amal perbuatan manusia. dan hal ini sering disebabkan oleh ketidaktahuan atas kemampuannya atau memaksakan diri untuk berbuat di luar kemampuannya. yang akan diberikan Tuhan kepada manusia yang diuji amal perbuatannya. 1 . sepenuhnya ditentukan oleh kualitas amal perbuatannya.surat 9: 195. Seringkali terjadi dalam kehidupan masyarakat. Perbedaan kemampuan perempuan untuk melahirkan anak. sehingga Tuhan hanya dapat ditemui dengan sarana amal perbuatan yang baik. Ayat ini menjelaskan kaitannya perbuatan manusia dengan kemampuan yang dimilikinya. Ayat ini sekali lagi menegaskan betapa pentingnya arti ‘amal bagi kehidupan manusia di dunia ini. Pada ayat lain Alquran menyatakan dalam surat 17: 84. 67: 2. maka tentunya amal perbuatan itu tidak hanya menjadi ujian bagi manusia itu sendiri. ini berarti Alquran di samping mengakui adanya perbedaan tingkat kedudukan sosial seseorang. dan tidak ada campur tangan Tuhan sedikitpun di dalamnya. Selanjut nya Alquran mengatakan dalam surat 11:7. yang tercermin dalam berbagai kedudukan sosial sesorang yang satu berbeda dengan yang lainnya. Alquran menyatakan dalam surat 24: 23-25. Ayat ini menegaskan posisi Alquran yang berpihak untuk menegakkan hukum moral. seringkali berakibat mencelakakan diri sendiri. Ayat ini menjelaskan tentang perbuatan dalam kaitannya dengan realitas sosial. Di atas kebebasan itu. Alquran menegaskan adanya kebebasan untuk berbuat. Bentuk pertanggung jawaban itu adalah balasan yang setimpal dan adil sesuai dengan kualitas amal perbuatan manusia. Selanjutnya Alquran menyatakan dalam surat 41: 40. Dalam kaitan ini. Rasul-Nya maupun bagi orang-orang yang beriman. Anjuran Alquran untuk berbuat sesuai dengan kemampuan pada dasarnya dapat dianggap sebagai anjuran yang bermakna etik. Ayat ini secara tegas menyatakan bahwa apa yang dikerjakan manusia adalah yang menentukan eksistensinya. dinyatakan dalam surat 18: 110. 18:17. bahkan nyaris jatuh total. amal perbuatan manusia pada hakikatnya manusia sendiri yang sepenuhnya menentukan. Pekerjaan atau tindakan manusia merupakan perwujudan sepenuhnya dari dirinya. dengan kata lain kebebasan amal perbuatan manusia itu tidak dapat dipisahkan dengan nilai moral yang memberikan penghargaan tinggi terhadap adanya tanggung jawab. Lulus tidaknya dalam ujian ini. Alquran menganjurkan kepada manusia untuk berbuat sesuai dengan kedudukannya dalam masyarakat. karena jika ada campur tangan Tuhan dalam amal perbuatan manusia. diletakkan tanggung jawab agar kebebasan itu tidak berarti kesewenang-wenangan atas amal perbuatan manusia. pertemuan dengan Tuhan hanya dapat dilakukan dengan amal perbuatan nyata yang sesuai dengan nilai-nilai moral. karena seseorang yang berbuat tidak sesuai dengan kemampuannya. seperti seorang arsitek yang dapat merancang suatu konstruksi bangunan yang berbeda dengan seorang ekonom yang hanya mampu merancang suatu bidang kegiatan ekonomi. karena kehidupan ini sesungguhnya menjadi kancah manusia diuji ‘amal perbuatannya. juga menyatakan bahwa setiap kedudukan sosial seseorang dalam masyarakat itu menuntut suatu kualitas perbuatan yang sesuai dengan kedudukannya. Tanpa adanya kebebasan tentunya ujian terhadap amal perbuatan itu menjadi tidak bermakna. mewakili citra dirinya dan menjadi ukuran untuk menilai dirinya.30. baik dihadapan Tuhan. Dengan demikian. Oleh karena itu. atau oleh perbedaan tingkat pendidikan dalam lingkungan kebudayaan. bahwa seseorang menderita oleh pekerjaannya. Alquran menyatakan dalam surat 39: 39-40. dimana dalam kehidupan suatu masyarakat terdapat perbedaan tingkat kehidupan.

Kadang-kadang dibedakan antara ‘amal dan I’timal. ‘amal dikatakan sebagai aktivitas yang tidak terkait dengan kepentingan diri sendiri. seperti berpikir. Dalam Tafsir al-Fakhr ar-Razi dikatakan bahwa apa yang disebut ‘amal mempunyai dua bagian. Menurut Ibn Atsir jika kata ‘amal yang berkedudukan sebagai fi’il dibaca ‘ammala maka bermakna walla artinya menguasai atau menjadikan sesuatu. dan 2) ‘amal aljawarih. yaitu 1) ‘amal al-qalb yaitu pekerjaan qalbu. berkehendak dan membenci. yaitu pekerjaan dari anggota tubuh manusia 1 . sedangkan i’timal adalah aktifitas yang terkait dengan kepentingan diri sendiri.‘Amal ialah al-fi-il artinya pekerjaan atau al-mihnah artinya pengabdian.

bukan pada unsur pokok yang membentuk dirinya yaitu jasadnya hayat. totalitas diri (jasad. Manifestasi amal perbuatan seorang hamba Allah (‘abd Allah) adalah ketaatan dan kepatuhannya yang ikhlas atas perintah-perintah Allah. Melalui karyanya. Kebudayaan sebagai penjelmaan kesatuan eksistensi diri manusia hamba Allah (abd Allah) adalah karya nyata dari manusia sebagai kalifah Allah di muka bumi. yang menjadi sunnah Allah. hayat ruh. Pandangan tauhid Alquran dalam konsep antropologi adalah terletak dalam pandangannya atas kesatuan manusia dalam diri yang disebut Alquran dengan kata nafs.bertugas membentuk kebudayaan di muka bumi (khalifah Allah fil alardhi). dan ruh) manusia menyatu secara nyata dan dinamis. Dalam karyanya. Kesatuan diri itu terjelma dalam amal perbuatan. ‘Amal dalam pandangan Alquran mempunyai arti yang amat luas. yang menyakut berbagai aspek kehidupan manusia di dunia ini dan bukan semata-mata kegiatan peribadatan formal seperti yang diatur dalam kehidupan keagamaan. karyanya. Pada tahap kesatuan gagasan dan aktualitasnya terdapat kaitaan dengan nilai etik. Pada amal perbuatan manusia inilah terletak hakikat manusia. Kesatuan dari gagasan dan tindakan dalam realitas kehidupan dapat dipandang sebagai proses pembentukan suatu kebudayaan. Sedangkan manifestasi amal perbuatan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi adalah ketekunannya mengembangkan konsep-konsep dalam realitas kebudayaan dalam kehidupan masyarakat. amal perbuatanlah yang menentukan arti hidup manusia. Jadi. dalam wujud kebudayaan. Amal dalam kaitannya dengan kebudayaan adalah merupakan lapangan kegiatan yang amat luas. yang secara formal diatur dalam kehidupan keagamaan. dan dalam karyanya terjelam nilai-nilai kemanusiaannya. kualitas kemanusiaan akan dilihat oleh Allah dan utusan-Nya serta orang-orang yang beriman dalam surat 9: 105. diri manusia akan dapat menemui Tuhannya dalam surat 18: 110. Hanya melalui karyanya yang baik. yang menjelma menjadi perbuatan nyata. hayat. hayat. yang nampak dalam gerak atau diam. kesatuan diri dari unsur-unsur jasad. ruh. ‘Amal dalam hubungan ini adalah merupakan wujud penjelmaan kesatuan diri (nafs) – kesatuan jasad. baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia. Manusia menampakkan dirinya secara nyata dalam karyanya. Dari ayat-ayat tersebut di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa dalam pandangan Alquran. dan ketulusannya beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu. ruh. tindakan yang tidak didasarkan pada kesadaran berpikir sesungguhnya tidak dapat dinilai secara etik. yaitu perbuatan nyata dari manusia yang menjadi hamba Allah (‘abd Allah) yang 1 . amal perbuatan nyata yang merupakan wujud dari kesatuan kedudukan manusia sebagai hamba Allah (‘abd Allah) yang bertugas menciptakan kebudayaan di muka bumi (khalifah Allah fil al-ardhi). amal pada dasarnya dapat dipandang dari dua tahap yaitu tahap gagasan (pemikiran dan kesadaran) dan tahap gerak tubuh yang melahirkan tindakan konkrit dalam realitas kehidupan. Hakikat manusia adalah amalnya. kepada hukum-hukum Allah yang mengatur semua ciptaan-Nya.

Pengertian dan pemahaman manusia tentang Tuhan akan memberikan corak kepada perilaku dalam hidup beragama dan berbangsa. Dia sewaktu-waktu muncul kepermukaan lautan kesadaran memanifestasikan kecenderungannya merindukan Tuhannya yang begitu lembut. hati mencoba menelusuri siapa Dia yang menempatkan letak-letak bintang yang begitu permai. serasi dan memukau. Kedangkalan dan kekeliruan dalam memahami konsep ketuhanan akan membawa akibat pula kepada kehidupan beragama dan bernegara. Tetapi di balik kekaguman akan romantika itu.. mulai dari bentuk yang dangkal dan bersahaja berupa perasaan sampai ke tingkat yang lebih tinggi berupa penggunaan akal. A. Sebaliknya banyak kejadian yang mendadak tak diduga sebelumnya. pernyataan ini diucapkan ketika seseorang sudah sampai masa baliq (kedewasaan) dengan tanda. maka kecenderungan untuk ingin tahu itu lebih keras lagi. karena semua persoalan aktivitas kehidupan umat Islam tidak dapat dilepaskan dari dua kalimah Syahadat ini. diperlukan suatu pengertian yang lebih mendasar. Banyak keinginan tidak selamanya terpenuhi. siapa yang menata langit dan membangunnya sedemikian kekar dan indah. mengalirlah perasaan romantis mengagumkan. Demikianlah fitrah manusia bergolak mencari dan merindukan Tuhan. Makna Dua Kalimah Syahadat Dua kalimah syahadat merupakan pernyataan dasar seseorang untuk masuk ke dalam Islam. bagi laki-laki apabila telah mengalami mimpi mengeluarkan 1 . memancar kecenderungan untuk ingin tahu berbagai rahasia yang masih merupakan misteri yang terselubung.maka siapakah penguasa di balik iradah dan kemampuan insan yang terbatas ini. namun kekuatan fitrah ini tidak dapat dihapuskan samasekali. maka timbullah tanda tanya dalam hatinya sendiri tentang banyak hal. Nampak kian banyak misteri yang terselubung di balik kehidupan ini. Karena itu. dari mana saya ini. Dalam ajaran Islam. setiap umat Islam sangat perlu memahami dua kalimah syahadat secara filosofis. Boleh jadi fitrah ini sekali-kali tertutup kabut kegelapan sehingga nampak manusia tidak mau tahu siapa penciptanya. Ketika pandangan diarahkan ke lazuardi biru. agar dapat dibedakan secara filosofis. hendak kemana saya. Oleh karena itu. Pada tahap ini. bukan saja naluri yang bergolak tetapi otak dan logika mulai main untuk membentuk pengertian dan mengambil kesimpulan tentang adanya Tuhan. KONSEPSI TUHAN DALAM ISLAM Ketika seseorang mulai menyadari eksistensi dirinya. mengapa saya tiba-tiba ada. di dalam lubuk hati yang terdalam. maka hatipun bergetar. yang pernah diungkap ketika seseorang menyatakan dirinya Islam. terdapat suatu cetusan yang mempertanyakan tentang Penguasa tertinggi alam raya ini yang harus dijawab. Pertanyaan-pertanyaan itu antara lain. pemahaman tentang Tuhan ini berawal dari pernyataan umat Islam tentang dua kalimah syahadat. Dalam ajaran Islam. Ketika malam kelam. langit dihiasi dengan cahaya bintang. Dari arus pertanyaan yang mengalir dalam bisikan lubuk yang terdalam. Tatkala seseorang beranjak lebih dewasa dan mengenyam lebih banyak pengalaman.

Menurut medis kedewasaan seseorang secara biologis diperkirakan. maka peran orang tua untuk mengajarkan dua 1 . bagi lakilaki pada umur + antara 12 – 15 tahun dan bagi wanita + antara 9 – 13 tahun apabila dalam pertumbuhan biologis yang sehat. Ketika seseorang telah mengalami kedewasaan sebagaimana diungkap di atas.sperma (mani) dari kemaluannya. sedangkan bagi wanita apabila telah mengalami haid (cairan darah) dari kemaluannya.

Ini bukan berarti bahwa sebelum seseorang itu dewasa tidak diajarkan dua kalimah syahadat tersebut. kata Tuhan diartikan sesuatu yang diyakini dipuja disembah oleh manusia sebagai yang Maha Kuasa. Asal usul kata Tuhan ini. Pertama. karena kalimah syahadat ini merupakan titik tolak awal dalam memahami Allah. Pengertian Tentang Tuhan Dalam bahasa Inggris kata Tuhan disebut God. Prosees Pemahaman Tentang Tuhan 1 . Maha Perkasa. berdo’a dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri. meminta perlindungan dari padanya. Oleh karena itu. maka tidak ada manusia di atas dunia ini yang tidak mempunyai Tuhan. tunduk kepadanya. tidak cukup hanya mengetahui arti dari kalimah tersebut tanpa menganalisanya lebih lanjut. antara lain diartikan dengan the creator and ruller of the univers (pencipta dan penguasa alam semesta) atau any being regarded as or worshipped as happing power over nature and control over human affairs (sesuatu yang Kata Tuhan merupakan bahasa yang digunakan oleh bangsa Indonesia untuk mengungkapkan sesuatu yang diyakini dipuja dan disembah oleh manusia sebagai Yang Maha Kuasa. maka telah menjadikan sesuatu itu Tuhan. jika diambil suatu kesimpulan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia. ada beberapa pertanyaan yang perlu dikemukakan untuk memperjelas dasar keyakinan seseorang. Ini berarti bahwa sesuatu yang diyakini oleh manusia apapun bentuknya. dari mana kata tersebut berasal.dipuja atau di sembah karena melebihi kekuatan alam dan menguasai aktivitas manusia) Dalam bahasa Arab. Dalam memahami dua kalimah syahadat ini. yang dipentingkan oleh manusia. Namun setiap bangsa Indonesia sudah dapat memahami apa yang dimaksud kata Tuhan tersebut. Menurut Ibnu Taimiyah memberikan pengertian Tuhan (Al Ilah) ialah “yang dipuja dengan penuh kecintaan hati. jika seseorang berasal dari keluarga Islam. menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya” Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa Tuhan itu dapat berbentuk apa saja. Namun persepsi setiap manusia memungkin kan terjadinya tanggapan dan pandangan tentang Tuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tahap pemikirannya. yang sering kata illah diterjemahakan dalam bahasa Indonesia diartikan dengan kata Tuhan. mengapa kata illah dinyatakan di dalam kalimah syahadat tersebut? Kedua. 2. takun dan mengharapkannya. hingga saat ini belum dapat diketahui dengan pasti. Maha Perkasa. Dua kalimah syahadat ini perlu dipahami oleh siapapun yang telah masuk dalam Islam. merendahkan diri dihadapannya. sebagai suatu pernyataan untuk menyatakan bahwa seseorang telah berada (masuk) dalam Islam. kata Tuhan dinyatakan dengan kata rabbun yang artinya pembimbing atau ilaahun yang artinya gerakan atau dorongan. kepadanya tempat berpasrah kita berada dalam kesulitan. mengapa kalimah syahadat itu tidak langsung saja menyatakan kata Allah? Ketiga Mengapa hanaya nama Rasul Muhammmad Saw saja yang dinyatakan dalam kalimah syahadat? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu diuraikan terlebih dahulu tentang pengertian illah dalam dua kalimah syahadat ini. 1. kalimah syhadat tersebut. jika menjadi suatu yang dipentingkan.

mempunyai rasa senang dan rasa tidk senang serta mempunyai kebutuhan-kebutuhan. Oleh masyarakat primitif. ada yang berpengaruh positif dan apa pula berpengaruh negatif. Dukun-dukun. Meskipun Mana itu tidak dapat diindera. biasanya dijadikan tokoh. roh A pada hari Jumat Kliwon. maka seseorang tidak dapat membantah kecuali menurutinya. Menurut kepercayaan nya ini. tukang sihir dan sejenis dengannya. manusia sejak zaman primitif. 2. suatu roh harus mendapatkan perlakuan tertentu. Syakti (India) dan Kami dalam bahasa Jepang. masyarakat primitif juga mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. roh dipercayai sebagai sesuatu yang akatif sekalipun bendanya hidup. yang berarti bergerak atau bangkit. Kekuatan yang ada pada benda-benda itu disebut dengan nama yang berbeda -beda pada setiap tempat. Roh itu akan senang apabila keutuhannya dipenuhi. maka pohon itu mempunyai Mana yang hebat pula. dianggap mempunyai Mana yang hebat. yang berarti suatu teori yang menyatakan adanya sebuah proses dari suatu keyakinan yang amat sederhana hingga meningkat menjadi lebih sempurna. Mana adalah kekuatan yang tidak dapat dilihat atau diindera dengan pancaindera dan oleh karenanya dianggap sebagai sesuatu yang misterius. Jika menurut dukun. dianggap mempunyai Mana yang hebat. agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut haruslah diusahakan untuk memenuhi atau menyediakan kebutuhankebutuhannya. dikenal teori evolusionisme. telah mengakui adanya suatu kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan manusia. Saji-sajian yang sesuai dengan advis dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh itu. akan menjadi sanjungan dalam masyarakat rimitif. maka pohon itu mempunyai Mana yang hebat pula. Benda-benda yang mempunyai Mana yang lebih dan yang lainnya disebut fetesy atau jimat (melanesia). meminta advis dan minta bendabenda tertentu sebagai jimat. Orng yang memliki Mana yang lebih dari orang lain. Setiap benda yang dianggap benda baik. apakah benda itu mati atau hidup. seperti mana dari yang lainnya. Orang yang usia. Benda-benda yang mempunyai Mana yang lebih dan yang lainnya disebut fetesy atau jimat. Jika dukun menasehati cukup dengan air putih.Dalam literature sejarah agama. kemudian seseorang tidak melaksanakannya. Jika menurut nasehat dukun. Animisme Animisme berasal dari kata yang berarti jiwa dan roh. pohon-pohon yang besarnya melebihi pohon yang besar lainnya. pohon-pohon yang besarnya melebihi pohon yang besar lainnya. Contohnya.. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. Dia akan dikunjungi oleh orang-orang untuk berobat. Sesuatu yang mempunyai kekuatan dari yang lainnya. Tuah (melayu). Setiap benda itu mempunyai pengaruh pada manusia. misalnya memerlukan sajian nasi kuning. Contohnya. Menurut teori Evolusionisme dalam proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan ini adalah sebagai berikut: 1. kekuatan dan keberaniannya luar biasa juga dianggap mempunyai Mana yang luar biasa. 1 . manusia harus . mempunyai roh (roh dalam uraian ini tidak sama dengan pengertian roh dalam Islam). maka ia akan dihantui oleh perasaan was-was dan takut. Benda-benda yang ditakuti rohnya ialah benda yang dianggap mempunyai kekuatan atau Mana yang hebat. Menurut paham ini. Dinamisme Kata dinamisme berasal dari kata dinamo.berusaha mengumpulkan Mana sebanyak-banyaknya. kekuatan dan keberaniannya luar biasa juga dianggap mempunyai Mana yang luar biasa. Untuk memperoleh ketenangan hidup dan agar terhindar dari gangguan Mana yang lain yang membahayakan. Di samping kepercayaan dinamisme. tetapi ia dapat dirasakan pengaruhnya. maka cukuplah dengan air putih saja. Orang yang usia.

Pada masyarakat primitif. Ikatan manusia dengan hal-hal tersebut di atas 1 . binatangbinatang dan pohon-pohon yang dipandang mempunyai roh. benda-benda. dihormati dan disembah agar dapat menolong dan membantunya. roh nenek moyang. akan disanjung.

dan Wisnu. diadakan seleksi karena tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama. dewa Indra. lama-lama dinyatakan tidak memberi kepuasan. Itulah sebabnya pada masayarakat ini terjadi penyembahan-penyembahan terhadap patung. dikenal pula adanya konsep tritunggal (trinitas) pada agama kristen yang diartikan Tuhan itu ialah Allah baik lahir maupun batinnya amat kuat. Monoteisme Mernurut teori evolusi perkembangan terakhir dari proses pemahaman ketuhanan ini adalah monoteisme. Pada agama weda misalnya. Syiwa. binatang tertentu. meskipun telah mengakui Elohim sebagai Tuhannya. Kepercayaan terhadap tiga dewa senior tersebut dikenal dengan istilah trimurti (tiga sembahan). Bapak. Dalam kepercayaan semula antara satu dewa dengan dewa yang lain mempunyai kedudukan yang sama atau sederajat. Roh yang lebih dari yang lain itu kemudian disebut dewa. Pertiwi (bumi) dan lain sebagainya. 5. Satu bangsa hanya mengakui ada satu dewa yang disebut dengan Tuhan. Soma ( minuman).Sedangkan dalam agama Hindu trimurti adalah Brhama. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya. di Mesir disebut Ra dan di dalam agama Weda disebut dewa Indra. Henoteisme Perkembangan dari politeisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum cendikiawan dari satu masyarakat. Kepercayaan semacam ini yaitu satu Tuhan untuk satu Bangsa disebut dengan henoteisme (Tuhan tingkat Nasional). Mesti ada satu yang melebihi yang lainnya. Di samping trimurti. cahaya dan ketertiban alam. Jadi monoteisme dapat diberi pengertian “keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa”. kepercayaan manusia meningkat menjadi lebih defenitif (tertentu). mengingat terlalu banyaknya yang menjadi sanjungan dan pujaan mereka. dan teisme dalam bahasaYunani disebut Theus diartikan Tuhan. di Babilonia disebut Syam. Dewa cahaya. sementara di Jerman disebut Thor atau Donnar. 4. Yesus dan Roh Kudus. namun masih mengakui Ra sebagai Dewa bangsa Mesir. dewa Zeus sudah tentu lebih dimuliakan dari dewa-dewa dibahwanya. dewa Mitra dan dewa Worouna yang masing-masing membidangi alam. Politteisme Kepercayaan yang disebut dinamisme yang sebenarnya bersamaan dengan kepercayaan animisme. ada yang membidangi masalah air. namun masih mengakui Tuhan (ilah) dari bangsa lain. Ketiga Tuhan itu adalah satu jua adanya. 3. meskipun dewa-dewa yang ada dibawahnya tetap mempunyai pengaruh. Dalam proses waktu. pohon besar. Oleh karena itu. Nama atau sebutan dewa-dewa tersebut berbeda-beda pada masing-masing bangsa. Ketiga dewa tersebut membawahi dewa lainnya seperti Ani (api). Bangsa Yahudi yang ada di Mesi. Ada bermacam-macam bentuk keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai berikut : 1 . ada yang membidangi angin dan lain sebagainya. Dewa itu mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. dianggap hanya ada satu dewa yang mempunyai kelebihan dari dewa yang lain. Kata mono dalam bahasa Yunani diartikan satu. dari dewa-dewa yang diakui. ada tiga. Di dalam agama Yunani kuno misalnya. Lambat laun. laut apai dan lain-lain.

106.72.61. 16: 22. lebih dari 2500 kali disebutkan di dalam Alquran (Tidak terhitung dengan kata ar-Rabb.6. 21:25. 51:51.163. 91. 4:87. 7:138. ilahukum” dalam surat 37:4. kata “ilah” diungkap dalam Alquran sebanyak 113 kali dalam bentuk tunggal (ilaahun).65. 39:6. 73:9.91. 114:3. 20:8. 59:22. 28:88. 108 22:34. Islam mengistilahakannya dengan Tauhid (mengesakan). Tiap bentuk dan rupa yang ditemukandalam alam (termasuk dalam alamimajinasi pikiran manusia). 22:43 29:46. Satusatunya yang menganut monoteisme murni diantara filsafat dan agama-agama di dunia sekarang. 7:158. 21:29. yang akhirnya dianggap sebagai satu-satunya Dewa.46. 64.61 . 6: 102. 23:117. 18:14. 28:38. tapi adalah wahyu yang diturunkan oleh Tuhan yang Maha Esa sendiri melalui Utusan-Nya.32.84. 27:60.ilahika”dalam surat 2:133. 9:31. tapi dalam prakteknya lebih dari satu Tuhan Monoteisme Murni adalah suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa baik dalam jumlah. bukan sifat Tuhan. 10:90. Monoteisme Teoritis adalah suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.39. 5:73. Ada yang bersifat fisik (Raja. 23:116. Islam menyakini Monoteisme murni bukan produk pikiran atau hasil perkembangan pikiran. ilahun” dalam surat 2:133.62. 26:29.18. 15:96. 27:26. Monoteisme Spekulatif adalah suastu keyakinan yang terbentuk karena bermacam-macam gambaran Dewa-dewa lebur menjadi satu gambaran.213. 3:2. 2 kali disebut “ilahiyin” dalam surat 5:116. 2:163. 11:14. hanya mungkin dihayati dengan hati. Dalam bahasa Alquran kata Tuhan disebut “ilah”.85. sifat dan perbuatan.38. Perkataan “Allah” adalah nama Tuhan yang sesungguhnya. .2 kali dinyatakan “ilahahu. 28:70. 40:37. 4:171. Dengan demikian ujud keyakinan seperti ini sangant berlawanan dengan teori ilmu.255. ar-Rahman).10 kali diungkap “ilahakum. 16:51 1 kali disebut “ilahuna” dalam surat 29: 46 Ungkap ayat-ayat Alquran di atas. 23:23. 20:97 . 38:65.51. 35:3 37:35. 21:108. 14. Tuhan dalam Al Quran Menurut Fazlur Rahman dalam bukunya Tema-tema Pokok Alquran menyatakan bahwa Alquran adalah sebuah dokumen untuk ummat manusia. 41:6.63. 7:59. 38:5. 9:31. 140. Bahkan kitab ini sendiri menamakan dirinya “petunjuk bagi . 6:19. penguasa. 2:163.98.87. Tiap sifat yang ditemukan pada alam.84. 3. dalam surat 25:43.16 kali disebut “ilahan” dalam surat 2:133.88. bukan bentuk dan rupa Tuhan - manusia” (huddal lin-nas) dalam surat 2: 185 dan berbagai julukan lain yang senanda di dalam ayat-ayat yang lain. 16:22.18.2 kali disebut “ilahaka.62. 11:50. 64:13. tapi hanya satu Tuhan saja yang diarah dan dipuja. 13:30.23. ilahin.129.- Monoteisme Praktis adalah suatu keyakinan yang tidak mengingkari dewa-dewa lain. dengan rincian: 80 kali disebut“ilaha. 41: . 50:26. Tuhan Yang Maha Esa itu tidak mungkin ditemukan oleh pikiran manusia. Tuhan memiliki sifat satu-satunya. 16:2. tidak ada duanya. 5:73. 3:62. 18:110. 17:22. 18:110. 20:88. dalm bentuk ganda (munthanna. hanyalah Islam. 25:68. 43:84. 52:43. 98. 20:88. 45:23 .73. 28:71. ilaahaini) dan dalam bentuk banyak atau jamak (aalihatun). 14:52. dan yang lain-lain yang 1 - Monoteisme murni jika di-Indonesiakan dapat disebut dengan Keesaan Tuhan. memberikan pengertian bahwa kata “Tuhan” atau “ilah” mempunyai arti yang beraneka-ragam. 40:3.

kepentingan pribadi yang dipatuhi dan dipuja).dipatuhi dan dipuja) dan ada yang bersifat abstrak (hawa nafsu. 1 .

karena konotasi kata ilah membawa suatu keyakinan yang salah.Kata ilahu wahid dalam surat 2:163. dan sekali-kalitidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa dan Maha mengalakan”. maka menurut informasi Alquran bahwa sebutan yang benar bagi Tuhan yang 1 . 38:4.Kata ilahan wahidan dalam surat 2:133. 21:108. Sebagaimana diungkap perbedaan tersebut dalam surat 45:23. 6:19. . dan ilahukum ilahu wahid. 38:65.Kata ilahukum ilahu wahid dalam surat 37:4. 18:110.51. 9:31. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu”. dan sesungguhnya Allah. 22: 34. Yang diterjemahkan sebagai berikut : “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya (keinginan-keinginan) sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan Ilmu-Nya”………… dan dalam surat 25:43. sedangkan keyakianan dengan menggunakan kata Allah. dalam pengertian Alquran mempunyai arti yang beraneka-ragam. 5:72 dan Allah menyatakan diriNya sendiri itu adalah Esa. 38:5. diungkap dengan nada yang sama “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. 20:98. Hal ini dinyatakan antara lain dalam surat 3:62. sementara kata ilah diartikan juga dengan kata Tuhan dalam bahasa Indonesia atau bahasa lain. Alquran menyatakan nama Allah dengan kata ilahu wahid. 5:73. 29:46. 14:52. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Alquran membedakan keyakinan manusia menggunakan kata ilah. Tuhan Yang Satu) . “Maka Ketahuilah. 41:6 . laki-laki dan perempuan. Disinilah letak kekuatiran umat Islam selama ini dalam menggunakan kata Tuhan untuk nama Allah. 16:22. 47:19. 21:108. 41:6. Sementara Bahasa Alquran sangat membedakan kata ilah dengan kata Allah. 16:22. 2:163. bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mu’min. Dengan mengemukan alasan-alasan tersebut diatas. ilahan wahidan (Tuhan Yang Satu. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” “Katakanlah (ya Muhammad): Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan. diterjemahkan sebagai berikut : “Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar. dinyatakan dalam surat 11:84. dan Allah menyatakan diriNya tidak dapat dilihat dengan mata diungkap dalam surat 6:103. Karena itu kata ilah ini diungkap dalam Alquran untuk menunjuk kan sesuatu keyakinan yang salah.Suatu yang dilema bagi bahasa Indonesia untuk menyatakan suatu keyakinannya menyebut nama Tuhan. Permasalahan muncul dalam kehidupan beragama adalah dalam memberi pengertian nama Allah diartikan sama dengan kata Tuhan dalam bahasa Indonesia. 18:110. dikemukan dalam surat 29:46. Karena konotasi kata Tuhan sebagaimana telah diungkap di atas. Maha Perkasa. 4:171. adalah suatu keyakinan yang benar karena Allah memberikan namaNya sendiri adalah Allah. namun konotasi yang dimaksudkan sudah dapat dipahami bahwa arti kata Tuhan itu adalah sebagaimana yang diungkap dalam kamus Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang diyakini dipuji disembah oleh manusia sebagai Yang Maha Kuasa. yang berlawan dengan suatu keyakinan yang benar. Alquran memberitahukan pula bahwa ajaran tentang Allah diberikan juga kepada para Rasul sebelum Muhammad. 22:43. dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. Tuhan kamu Tuhan Yang Satu. karena tidak ada kata lain yang tepat untuk meyatakan keyakinan kepada Sang Pencipta.

pengakuan seperti diungkap tersebut belum menjadi sebuah komitmen. Penomena ini dapat dilihat dalam keseharian kita. Persoalannya sedikit rumit karena kita berbicara masuk dalam wilayah keyakinan. dengan pengertian bahwa kita menolak sesuatu yang tidak kita inginkan dan kita menerima sesuatu yang kita inginkan. Dari kalimat syahadat tersebut ada dua hal yang sangat perlu dipertanyakan. 4 . agar dapat dipahami dengan jelas makna yang tepat. Esa menurut Alquran adalah esa yang benar benar esa. Terjemahan tersebut sangat popular didengar. dan kemahaesaan Allah tidak melalui suatu teori evolusi melainkan wahyu yang dating dari Allah sendiri. Ia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan yang lain. mengapa kata (ILLAH) termasuk dalam kalimah syahadat dan mengapa hanya nama nabi Muhammad SAW saja yang termasuk dalam kalimat tesebut. didalam bahasa Al Qur’an maupun bahasa Arab pengertian (ILAH) diartikan “sesuatu yang diyakini selain Allah”. Makna Kalimah Syahadat dalam Realitas Kehidupan Dalam kamus besar Bahasa Indonesia kata ‘makna’ dinyatakan dengan kata maksud atau arti. Konsep kalimat La ilaaha illah Allah yang bersumber dari Alquran memang pentunjuk bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk mencari Tuhan yang lain selain Allah dan hal ini dapat kelihatan dalam sikap dan praktek menjalani kehidupan. yang tidak berasal dari bagian-bagian dan tidak pula dapat dibagi menjadi bagian-bagian. jika dianalisa dalam bahasa Arab disebut LA NAHIYAH DAN LA NAFIYAH. maka konsep tauhid itu telah ada sejak datangnya Rasul Adam di muka bumi ini. mka kalimat (LA ILAHA ILA ALLAH) dapat diarti sebagai berikut”jangan sekalikali mengakui ada Tuhan kecuali Allah” dan atau “tidak ada sama sekali mengakui Tuhan kecuali Allah”. Keesaan Allah adalah mutlak. namun jika dipahami secara mendasar maka kalimat tersebut merupakan kalimat penolakan dan sekaligus kalimat penerimaan. maka perlu dipertegas dengan suatu pemahaman terhadap dua kalimah syahadat itu sendiri. Kalimat Syahadat di atas. Kata (LA) dalam kalimat syahadat. berarti tidak ada lagi di dalam dirinya untuk mengakui sesuatu kekuatan kecuali Allah. 1 .sesungguhnya adalah sebutan ALLAH. Dari analisa pengertian diatas dari sudut pandang lkeyakinan Islam. Dalam pembahasan ini yang dimaksud dengan kata makna adalah arti dari suatu pemahaman dengan sudut pandang Islam dan pendekatan filosofis dari kalimat syahadat yang dikaitkan dengan realitas kehidupan manusia. untuk mendapatkan asuatu makna diperlukan suatu analisa. Sebagai umat Islam. Disinilah letak persoalannya mengapa setiap manusia mempunyai pandangan yang berbeda-beda. Ini berarti jika wahyu Allah itu diturunkan sejak Rasul Adam. maka sebagai seorang muslim yang telah menyatakan ungkapan tersebut. Kata (ILAH) dalam kalimat syahadat diartikan sebagai Tuhan. Namun dalam realitas kehidupan sebagai seorang muslim. yang mengikrarkan kalimat syahadat La ilaaha illa Allah harus menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam setiap gerak dan tindakan dan ucapannya. Namun dalam bahasa Indonesia kata Tuhan. baru hanya dibibir. Jika kalimat syahadat diterjemahkan maka artinya sebagai berikut “aku bersaksi/menyatakan tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammmad adalah utusan Allah”. artinya “jangan sekalikali” dan “tidak ada sama sekali” kedua pengertian ini dapat digunakan dalam memahami ungkapan dua kalimah syahadat tersebut. jika dianalisa secara semantic mempunyai arti yang berabeka ragam. tidak semua manusia mempunyai persepsi yang sama. Jika pengertian yang dimaksud demikian.

ketika seseorang telah menyatakan kalimat (LA ILLA ILA ALLAH) ini berarti pengakuan seseorang muslim terhadap dirinya bahwa tidak ada lagi Tuhan di 1 .Jika dipahami dari pendekatan filosofis.

namun bukan berarti bahwa di luar dirinya. dalam pemahaman sesorang muslim. sebab jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. oleh karena itu perbedaan. Perbedaan dalam bentuk ini semua manusia telah sepakat mengakui. Allah memberitahukan kepada manusia bahwa ada Tuhan lain selain Allah yang akan dipahami oleh manusia 2. dan kalian tidak pula akan menyembah apa yang aku sembah. Inilah yang dimaksudkan kalimat (LA ILAHA ILA ALLAH). namun perbedaaan dalam psikologis belum tentu dapat diakui oleh semua manusia. karena perbedaaan dalam bentuk ini merupakan kodrat yang memang sudah berbeda. Perbedaan tersebut bukan perbedaan dalam arti fisik. Tuhan tidak ada atau hilang. seperti perbedaaan pandangan. serta 10: 99 yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai berikut: “Katakanlah!: Hai orang-orang kafir. berate ia berpegang kepada tali yang berbuhul kuat yang tidak mungkin putus. Landasan pertama adalah Al Qur’an dalam surat 109: 1-6 dan 2: 256. jika kita mengatakan bahwa tidak ada sesuatu di dalam diri kita. hanya yang beriman kepada Allah. merupakan sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dalam arti bahwa perbedaaan. namun Allah menghendaki perbedaan. untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku pula” “Tidak ada paksaan dalam menganut agama. Al Qur’an mengajarkan kepada manusia untuk memberikan penyadaran bahwa 1 . tentulah akan beriman semua orang yang ada dimuka bumi ini seluruhnya. ada dua hal yang paling dasar yang perlu dipahami : 1. Dari landasan di atas. Suatu pertanyaan untuk memperjelas analisa dalam memahami Kalimat Syahadat tersebut adalah mengapa kata ILLA ini termasuk dalam kalimat Syahadat? Pertanyaan mengapa dalam pendekatan keilmuan memerlukan jawaban yang menggunakan landasan dan argumentasi yang jelas. apakah bapaknya Yahudi ataukah nasrani ataukah majuzi” (hadist diriwayatkan oleh Buchari dan Muslim). Perbedaan. Dengan pengertian lain. bukan berarti sesuatu itu tidak ada di luar diri kita. Apakah kamu hendak memaksa orang supaya mereka beriman semuanya” Landasan kedua Hadist Rasullah SAW yang diterjemahkan sebagai berikut : “ Setiap anak yang dilahirkan membawa fitrahnya. Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih yang terbaik buat manusia Dalam realitas kehidupan bahwa keanekaragaman yang ada bukan diciptakan oleh manusia justru Allah yang menghendaki. kebebasan atau kemerdekaan adalah hak yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia. Allah maha mendengar dan Mengetahui” “ Dan kalaulah Tuhanmu menghendaki. kebebasan atau kemerdekaan dalam segala hal kehidupan yang diberikan Allah kepada manusia. Kenyataan ini tidak dapat diingkari oleh manusia apapun bentuknya. aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. Barang siapa yang ingkar kepada thaqut. kebebasan atau kemerdekaaan yang memiliki nilai-nilai kemanusia.dalam dirinya. aku bukan penyembah apa yang kalian sembah. pendapat dan berpikir serta perbedaan dalam memilih agama. kebebasan atau kemerdekaaan yang mengindahkan aturan tata karma yang telah disepakati dalam kehidupan manusia walaupun tidak tertulis. kalian bukan pula penyembah apa yang aku sembah. yang ada hanya ALLAH.

dan seterusnya. Manusia selalu ingin yang baru. Konsepsi Penciptaan Alam Semesta 1 . konstruksi. Keinginan memasuki pengalaman yang baru atau kebaruan. menciptakan konsep-konsep pembangunan yang baru sesuai dengan perubahan yang senantiasa terjadi dalam kehidupan manusia. bentuk baru dari sesuatu yang sebelum tidak ada. Analisis literer menunjukkan bahwa kata penciptaan mengandung beberapa bagian atau komponen yaitu adanya pencipta atau pelaku penciptaan.perbedaan itu harus diakui adanya. menggantikan yang lama. Dalam kehidupan sehari-hari. Sesuatu hal itu difikirkan menjadi suatu konsep berupa gugusan ide yang meliputi bentuk atau model. dengan kekuatan tenaga yang dimiliki. yang dirasa sudah usang. manusia senantiasa terlibat dalam proses penciptaan . membangun jalan layang untuk mengatasi kemacetan karena semakin banyaknya kenderaan-kenderaan yang harus diproduksi. Pengertian Penciptaan Penciptaan adalah suatu proses mewujudkan gagasan dalam kenyataan. maka jadilah suatu wujud baru. antara lain menciptakan gedung-gedung yang berlomba makin tinggi seakan-akan ingin mecakar langit. telah mendorong manusia untuk memasuki medan penciptaan yang tak pernah mandek. kemudian proses penciptaan itu dimulai dalam ruang dan waktu tertentu. transformasi dan model khusus dari hasil akhir atau penggunaannya. adanya bahan atau material yang dipakai. dengan menggunakan bahan tertentu pula sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Setelah konsep itu jelas. dan dengan kemampuan kreatifnya ia menjelajahi bahkan menghadirkan bayangan hari depan ke kekinian. cara atau metodae penciptaan. 1. Proses penciptaan bermula dari adanya pencipta yang memikirkan sesuatu hal. dan bukan diartikan suatu permusuhan. ukuran kekuatan atau kapasitas serta tujuan atau hasil yang ingin dicapainya.

Kualitas suatu kejadian atau produk sepenuhnya ditentukan oleh kualitas penciptanya.Nyatalah bahwa dalam kehidupan ini. kualitas ciptaan manusia jauh lebih rendah daripada 1 . tidak ada sesuatu yang terjadi dengan sendirinya atau kebetulan. Oleh karena itu.

karenanya dalam ciptaan Tuhan termuat eksistensi dari Tuhan. maka ilmu dan teknologi akan meyemaikan harapan dan kesejahteraaan bagi kehidupan bersama. menciptakan sesuatu dri sesuatu yang ada mendahuluinya. . Sebaliknya dalam ciptaan manusia tidak terdapat di dalamnya mekanisme control yang bekerja secara otomatis. Kenyataan tidak adanya mekanisme control bagi ciptaan manusia menyebabkan adanya ketergantungan yang penuh kepadanya. 1 . Al-Qur’an mengatakan dalam surat al-‘Araf ayat 54. Al-Qur’an mengatakan dalam surat arRa’d (13:16) : “Katakanlah:’Siapakah Tuhan langit dan bumi?’ Jawabnya Allah.Penciptaan semua yang ada ini langit dan bumi seisinya menurut al-Quran berlangsung dalam waktu tertentu. Sesungguhnya penciptaan adalah suatu aktivitas yang sangat menentukan bagi adanya eksistensi. maka ilmu dan teknologi srta wujud kebudayaan lainnya sebagainya produk manusia. Eksistensi manusia makin teguh oleh aktivitas penciptaannya. 25: 59. penghancuran terhadap eksistensi manusia sendiri. 32: 4.Allah adalah al-Khaliq. Kesempurnaan dan keteraturan srta keseimbangan yang terkandung dalam ciptaaan Tuhan adalah merupakan wujud kesempurnaan Tuhan. Penciptaan bagi manusia adalah aktivitas yang menentukan eksistensinya di dunia ini. 11: 7. karena digunakan bukan untuk tujuan-tujuan yang baik. karena kelalian akan fatal akibatnya. apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaanNya sehingga kedua ciptaaan itu serupa menurut pandangan mereka?’ Katakanlah: ‘Allah adalah pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. Tantang dan perubahan yang terus-menerus terjadi dalam kehidupannya mengharuskan manusia memberikan jawaban dan jawaban itu sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari kemampuannya menciptakan. penciptaan yang didasarkan moralitas dan untuk tujuan-tujuan kemanusiaan pada hakikatnya adalah upaya peneguhan. Penciptaan Dalam Al-Qur’an Dalam al-Qur’an dinyatakan bahwa Allahlah yang Pencipta semua yang ada ini. penciptaan bagi manusia merupakan tanggung jawab moral. Dalam setiap ciptaan Tuhan terdapat di dalamnya mekanisme control yang bekerja secara otomatis untuk memperbaiki atau menggantikan kerusakan yang terjadi. mengontrolnya terus-menerus agar tidk mencelakakan dirinya. . untuk melakukan perbaikan atau penggantian sesuatu yang rusak. atau samakah gelap-gulita dan terang-benderang. Akibatnya manusia harus selalu awas terhadap hasil ciptaannya. dab akibatnya akan sangat luas dalam kehidupan masyarakat. Katakanlah: ‘Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindung dari selain Allah. Dalam setiap upaya penciptaan selalu terkandung di dalamnya tujuan. Penciptaan yang mempunyai tujuan-tujuan yang bertentangan dengan moralitas atau kemanusian pada hakekatnya merupakan upaya penghancuran. 57:4. Dengan demikian. Demikian juga sebaliknya. 2. Jika moralitas manusia rendah. 50: 38. peneguhan eksistensi manusia. padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?’ Katakanlah: ‘Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat. jika moralitas manusia kuat.ciptaan Tuhan. Eksistensi Tuhan sepenuhnya melekat pada penciptaaan. Kemampuan penciptaan yang dimilikinya merupakan anugrah Tuhan yang paling berharga bagi kehidupannya. dan dapat dilihat juga dalam surat 10 :3.Sebaliknya. tidak mustahil akan mengakibatkan bencana.

dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekkah) sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati. KHALIQ . dan dapat dilihat juga dalam surat 44: 38-39. Al-Qur’an menyatakan dalam surat 10: 3. Penciptaan itu sama sekali bukan main-main. 50: 38. Terjemahan yang diungkap tentang kalimat “Wahuwal lazi khalaqas sama’wati wal ardhi fi sittati ayyam wa kana arsy alal ma’” diartikan dalam terjemahan al Qur’an yang diterbitkan oleh Departemen Agama “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enan masa dan arsy Nya di atas air”.Kata khaliq ini sebanyak 13 kali yang tersebar dalam 9 surat. 51:47. BAD’ Kata Bad’ ini sebanyak 4 kali dalam 4 surat. 11:51. Dari ayat-ayat di atas ini. pernyataan senada tentang proses penciptaan alam semesta. 21:30. 46:9. 6:101. 41: 9. 35:1. penciptaan semua itu hendaknya menjadikan ia ingat terhadap kekuasaan Allah dan tunduk pada hukum-hukumNya.. bukan berarti Allah menciptakan sesuatu berhadapan hadapan satu dengan yang lainnya . FATHIR Kata Fathir ini 20 kali dalam 17 sura..11. 10 : 3. 57: 27. niscaya orang-orangyang kafir itu akan berkata ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata” . 17:51. 42:11. 51:47. 11: 7. tanpa manfaat ataupun makna.Bagi manusia. 32: 4.11.12. 11: 7.79. 57:4. 57:4. 41: 9.12. 21:30. Al-Qur’an mengatakan dalam surat 21: 16. 21:56. dan dapat dilihat juga dalam surat 41: 11-12. 10 : 3.39:46. 65:12. 2 : 117. 30:30. Al-Qur’an menyatakan dalam surat 2: 164. 1 . 6:14. 65:12. Pengungkapan Al qur’an tentang Penciptaan Alam Semesta dalam bentuk kata : 1. 36:22 . 25: 59. 12:101. terdapat ayat-ayat yaitu tanda-tanda kebesaran Allah. 25: 59.Penciptaan itu bermula dari air.Penciptaan itu tidaklah sia-sia. 14:10. . Al-Qur’an mengatakan dalam surat 21: 30. . .Selanjutnya al-Qur’an menegaskan bahwa dalam penciptaan semua yang ada itu. 20:72. Al Qur’an memberikan informasi tentang bagaimana alam ini diciptakan dalam surat 11 : 7 dengan arti : “ Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan adalah ‘Arsy-Nya di atas (al-ma) air.10.Ayat ini yang senada dengan ayat tersebut diatas 7 : 54. yang hendaknya menjadi bahan renungan dan pemikiran manusia. agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya.10. 43:27 3 Proses Penciptaan Alam Semesta Membicarakan proses penciptaan alam semesta. Jangan dibayangkan seperti itu. seperti manusia melakukan suatu perbuatan. sulit bagi manusia untuk memahami manakala kita masih meletakan posisi serperti apa yang dilakukan oleh manusia. 2. 3. 32: 4. 50: 38.

1 .Semetara itu dalam pengertian lain kalimat “Wahuwal lazi khalaqas sama’wati wal ardhi fi sittati ayyam wa kana arsy alal ma’” diartikan atau diterjemahakan “Dan Dialah yang menciptakan ruang alam (al sama’) dan materi (al ardhi) dalam enan masa dan arsy Nya di atas al ma’”.

Kemudian proses berikutnya. Ada juga yang melukiskan kehalusan dan keringan sifat dukhan. ruang alam (al-sama’) dan materi (al-ardh) sebelum dipisahkan Allah adalah sesuatu yang padu. setelah terjadi pemisahan oleh Allah alam semesta mengalami proses transisi fase membentuk dukhan. 1 . bumi baru terbentuk sekitar 4. Bucaille memahami kata ini sebagai asap yang terdiri dari stratum ( lapisan) gas dengan berbagai-bagai yang kecil yang mungkin memasuki tahap keadaan keras atau cair dan dalam suhu rendah atau tinggi. Karena menurut penelitian ilmuwan. yang lazim diartikan dengan kata langit – harus dipahami sebagai ruang alam yang di dalamnya terdapat galaksigalaksi. berada di atas al ma’. Rangkaian proses berikutnya. Sedangkan kata fatq menunjukkan pula tentang proses penciptaannya lebih lanjut. bagaimana bentuk kesatuan sesuatu yang padu (ratq) itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas. sementara dalam bahasa ilmu pengetahuan alam atau fisika. dan tanah di bumi kita ini baru terjadi sekitar 3 miliyar tahun yang lalu sebagai kerak di atas magma. ialah kata ratq dan fatq. Hal ini untuk menghidari konsep yang keliru tentang pengertian langit yang dipahami sebagai bola super raksasa yang mewadahi seluruh ruang alam. karena al Qur’an tidak memberikan petunjuk-petunjuk ke arah itu. bintang-bintang dan lainnya. Dalam terjemahan yang dipahami selama ini al ma’ ini diartikan dengan kata air.5 miliyar tahun yang lalu di sekitar matahari. Apakah alam semesta ini diciptakan dari materi yang sudah ada atau dari ketidakadaan. yaitu bakal bumi. Sehubungan dengan tidak adanya al Qur’an menjelaskan apa sesungguhnya yang dimaksud dengan kata Dukhan. karena itu beberapa referensi berusaha menafsirkan kata ini. Dari informasi tentang ayat-ayat proses penciptaan alam semesta tersebut ada tiga bentuk kata yang erat kaitannya dengan proses penciptaan alam tersebut adalah kahlq. seperti yang digambarkan dalam surat al-biya’/20:30. Jadi alam semesta ketika itu merupakan satu kumpulan . Hal ini diperoleh dari pernyataan surat Fushshilat 41:11 yang berbunyi artinya : Kemudian Allah menuju penciptaan ruang alam (al-sama). Kata al-sama’. yang ketika itu penuh “embunan” Kata Dukhan dalam al Qur’an hanya ditemukan dua kali. dan fathr. Akan tetapi kata dukhan yang terdapat dalam surat dukhan. tidak ditemukan redaksi ayat dengan penjelasan yang tegas.Yang dimaksud dengan pengertian arsy adalah singgasana atau kekuasaan yang dimiliki Allah. Kesimpulan sementara hanya dapat dikatakan bahwa sebelum terjadi ruang alam (al-sama’) dan materi (al-ardh) seperti sekarang. kimia kata al ma’ diartikan sop kosmos atau zat alir. tidak berbicara tentang proses penciptaan alam semesta seperti dalam surat Fushshilat. Demikian pula dengan al ma’ lebih tepat diartikan dengan zat alir atau sop kosmos ketimbang dengan kata air. Perlu dipertanyakan. Sementara air terdiri dari atom oksigen dan atom-atom hydrogen dalam fase penciptaan alam belum dapat berbentuk dan isi alam ketika itu merupakan radiasi dan materi yang ada pada suhu yang sangat tinggi itu wujudnya lain daripada air yang ada sekarang ini. yang sudah ada sesaat setelah Allah menciptakan jagat raya. memang dirasakan amat sulit. Sedangkan kata al-ardh yang biasa diartikan dengan kata bumi – di sini lebih tepat dipahami dengan materi. Ibn Kasir menafsirkan dengan sejenis uap air. kata kunci yang mengarahkan untuk disimpulkan demikian. Memuatnya satu kali dalam surat Fushshilat 41:11 dan satu lagi dalam surat aldukhan/ 44 :10. alam semesta merupakan satu kesatuan yang bersifat padu.. Kata ratq menunjukkan alam semesta pada awal penciptaannya. bad. Jadi ketiga bentuk kata itu hanya menjelaskan bahwa Allah Pencipta alam semesta tanpa menyebutkan dari ada atau tiada.

7:54. seperti yang telah disinggu sebelumnya. kata ini dipakaikan kepada suatu masa atau periode (juz’min al-zaman) yang kadarnya tidak dapat ditentukan dan tidak ada seorang pun yang mengetahui hakikatnya secara pasti kecuali Allah. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kata al-ma dalam al qur’an dapat diartikan sebagai zat alir secara umum . Agar tidak menjadi suatu kesalahan bagi yang mengatakan bahwa ruang alam (al-sama’) berasal dari materi sejenis dukhan. Menurut kalam arab dan kebanyakan ayat-ayat al qur’an. zat ini mempunyai wujud yang berbeda ketika alam semesta dalam proses penciptaan. sedang surat albaiya’/21:30 menjelaskan al-ma’ (air) sangat dibutuhkan dalam kehidupan atau dari air diciptakan sekalian makhluk hidup. 41:9-12. 25:59. maka seharusnya kata ini dipahami dengan hasil temuan sains yang telah terandalkan kebenarannya secara emperis. Enam tahap tau priode tersebut bukanlah menunjukkan uruturutandalam penciptaan al-sama’ (ruang alam) dan al-ardh (materi) serta lainnya. Jika diterjemahkan satu hari sama dengan hari dunia sekarang ini tentu tidak logis dan ia juga bertentasngan dengan ayat-ayat al qur’an yang lain. 32.Supaya tidak terjadi kekeliruan dalam menangkap maksud kata dukhan yang dihunbungakan dengan proses penciptaan alam semesta. Secara global dalam surat hud/ 11:7. Jadi. Surat al biya’ ini diperkuat dalam surat al. 32:4. tetapi ia harus dipandang sebagai tahapan atau priode penciptaan alam semesta secara keseluruhan dalam waktu yang sama. Sebagaimana dukhan al quran juga menunjukkan bahwa zat alir atau sop kosmos (al-ma’) telah ada sebagai salah satu konisi terwujudnya alam semesta. Yang dimaksudkan tidak logis adalah satu hari yang dimasudkan dalam al qur’an tidak sama dengan satu hari yang dirasakan oleh manusia saat sekarang sebagaimana yang diungkap oleh al qur’an dalam surat 22 : 47. Bukan pulah menunjukkan materi asal dari ruang alam (al-sama’) akan tetapi ia menjelaskan tentang bentuk alam semesta ketika berlangsung fase awal penciptaannya. 50:38. Kemudian daoam al qur’an berturut-turut disebut bahwa alam semesta diciptakan selama enam masa (tahap) atau priode.. Kata yaum dengan jamaknya ayyam (tahapan atau priode) dalam al qur’an bukanlah dimaksud batasan waktu antara terbenamnya matahari hingga terbitnya matahari seperti hari di bumi. 70 :4 “Dan mereka meminta kepada mu agar azab itu disegerakan. padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya.Nur/ 24:45 bahwa Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air. sebelum alam semesta terbentuk sekarang ia mengalami bentuk atau sifat semacam zat alir atau sop kosmos. dan ia juga merupakan syarat mutlak untuk terjadinya kehidupan. Sesungguhnya sehari di sisi Allah adalah seribu tahun dari tahuntahun yang kamu hitung”(22:47) “Dia mengatur urusan dari langit (ruang alam’) ke bumi (materi) kemudian urusan itu naik kepada-NYa dalam saatu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitungan mu”(32:5) 1 . 10:3. pembicaraan al-ma’ (zat alir) dalam surat Hud/ 11:7 erat kaitanya dengan proses penciptaan alam semesta.. 5. Dengan kata lain. Hal ini perkuat dengan hasil temuan ilmuwan bahwa pada suatu ketika dalam penciptaan terjadnya ekspansi yang sdangat cepat sehingga timbul “kondensasi” di mana energi berubah menjadi materi. 57:4.

“Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (70:4) Dalam ayat-ayat di atas dikatakan satu hari sama kadarnya dengan seribu tahun dan lima puluh ribu tahun menurut perhitungan hari di bumi. Jadi kata seribu dan lima puluh ribu tahun menunjukkan betapa panjangnya waktu itu dan ini merupakan pernyataan simbolik. yang 1 .

SUNNAH RASUL DAN IJTIHAD SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM A. penciptaan alam semesta seisinya tidaklah siasia. manusia memperoleh kesadaran pengetahuan untuk menyusun konsep-konsep dan berusaha mewujudkan konsep-konsep itu dalam realitas kehidupan masyarakat untuk mencapai kemakmuran bersama. ibarat tubuh yang satu. AL-QUR’AN. Dari hubungan dengan alam yang ada di sekitar hidup manusia itu. Demikianlah proses penciptaan alam semesta yang dirangkai dari isyarat-isyarat yang disinyalkan al qur’an. yang disebut dengan sunnahtullah. Hal ini dipahami dari percakapan simbolik antara Allah di satu pihak dan ruang alam ( al-sama’) dan materi (al-ardh) di pihak lain. Hasil penelitian ayat-ayat ini seutuhnya menunjukkan bahwa hokum-hukum alamyang telah ditetapkan Allah tersebut tidak akan pernah berubah dan menyimpang. Alam semesta tunduk kepada hokum-hukum rangan Allah tersebut. 33:62. Dan realitas semua usaha manusia untuk mengatasi persoalan yang dihadapi sebagai upaya untuk meningkatkan kehidupannya adalah kebudayaan. Penafsiran ini ditopang sejumlah ayat seperti 17:77. yaitu Allah melengkapinya dengan menciptakan hokum-hukum tertentu. Dalam kejadian penciptaan itu. 6:96. manusia mengolah dan membentuk apa yang ada dalam alam semesta ini. gerakan dan edaran ruang alam(al-sama’) dan materi (al-ardh) serasi dan sejalan. realitas kebudayaan sepenuhnya dipengaruhi oleh tahap-tahap perkembangan intelektual. Melalui pemikiran terhadap alam sekitar itu. tidak saling bertentangan. Adapun proses penciptaan alam semesta selanjutnya. dan pengetahuan yang diperoleh melalui proses belajar memahami alam sekitar selanjutnya tumbuh berkembang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan tingkat intelektual. Sebagaimana disinggung sebelumnya bahwa proses penciptaan alam semesta sebagai hasil “bacaan” terhadap “kitab alam” dapat dilihat dari hasil observasi sains kealaman. Dalam proses pembentukan itu manusia harus selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebenaran yang terkandung dalam penciptaan alam dan ingat atas batas-batas wewenang yang diterimanya dari Allah sebagai khalifatullah. Hal ini dapat dibukti ketika seorang yang telah pulang pergi ke orbit bulan tinggal berapa lama di orbit bulan . yang menjadi obyek pemikiran manusia. manusia menempuh proses belajar. Dalam hubungan ini. Sebagai khalifatullah di muka bumi. Tidak cukup dengan ungkapan ayat-ayat yang ada di dalam al qur’an tanpa ada tinjauan dari ilmu pengetahuan yang bersifat kealaman. terdapat di dalamnya tanda-tanda kebesaran Allah. menjadi bentuk baru berupa alam kebudayaaan. para ahli sepakat bahwa sumber ajaran Islam yang utama ialah : 1 . mereka mengatakan hanya sebentar saja. Dengan istilah lain. SISTEMATIKA SUMBER AJARAN ISLAM Berpedoman dari surat an-Nisa’ ayat 59.diungkap oleh Allah. 35:43. sehingga manusia bisa mendapatkan manfaat bagi kesejahteraan hidup manusia bersama. 36: 38-40. alam semesta seisinya. bahkan merupakan dasar bagi upaya pembentukan kebudayaan. 48:23. Olaeh karena itu.

istihsan dan maslahat mursalah dan lainnya. Ijma’. orang lalu bertanya kepada ulama. ketika Muaz bin Jabal akan berangkat ke Yaman sebagai Duta. Hal ini disebabkan sumber utama al-Qur’an dan sunnah mulai kurang mendapat analisis. Ijma’ ulama. Di samping itu ada maslahat mursalah yaitu mengambil dalil dengan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Suasana itu membuat para ahli fiqih periode berikutnya berfikir ulang tentang penggunaan ijtihad. qiyas. sedang bersamaan dengan itu pula bangsa Eropa menyerbu Cordoba yang menjadi pusat kerajaan Islam di Barat. aparat kerajaan dan umat tak siap menghadapinya. dalil apa yang engkau gunakan? Maka Muaz menjawab: “dengan al-Qur’an” Nabi bertanya:”Jika tidak terdapat dalam al-Qur’an. bagaimana? Maka Muaz menjawab:”dengan sunnahmu” Nabi bertanya:”Jika tak ada dalam sunnahku dan al-Qur’an? Maka Muaz menjawab: dengan ijithadku” Berpedoman pada Sunnah Rasul ini. yaitu : 3. terutama ijtihad memberi kesempatan bagi ulama-ulama zaman klasik untuk membuat Islam berkembang secara pesat. Ketika bangsa Tartar dari Cina menyerbu Bagdad. Qiyas. al-Qur’an 2. sampai memasuki priode abad XIII Masehi. seperti istihsan yaitu mengambil dalil dari berbagai macam ide pemecahan yang ada lalu dipilih yang terbaik. jika umat bertanya padamu tentang sesuatu masalah. sementara ijtihadnya lebih menonjol. ada sumber lain yang tidak menjadi kesepakatan par ulama. baik dari segi populasinya maupun dari aspek perkembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan /teknolgi.1. yang berhasil merontokkan sisa kekhalifahan Bani Umaiyah di belahan Barat. Persyaratan ijithad dipersulit. yang siapa berpegang kepadanya selamatlah dia. Nabi bertanya kepada Muaz: “Hai Muaz. maka para ahli hukum Islam (Ahli fiqih) menambah sumber ajaran Islam yang ketiga yaitu Ijtihad. orang tak berani lagi berijtihad dan semua persoalan yang tak ditemukan pemecahannya dari ayatal-Qur’an atau Sunnah Rasul. Dampaknya mentalitas umat melemah dan ketahanan umat turut ambruk. Namun memasuki abad XIV Masehi. Dikukuhkanlah sebagai sumber ajaran Islam berikutnya. Pedoman itu ialah Kitabullah dan Sunnahku”. as-Sunnah Kesepakatan ini diperkokoh dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang menyatakan: “Aku tinggalkan pada kalian dua pedoman hidup. yang berakhir jatuhnya kekahalifahan Abbasiyah di Timur Tengah. Selain al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Dalam kesempatan lain. sebenarnya merupakan penjabaran dari ijtihad. memberi dampak lahirnya 1 . yaitu kesepakatan para ulama tentang suatu masalah 4. sehingga orang tak berani lagi untuk berijtihad. Dengan tiga ajaran Islam ini. Tetapi karena dipersulitnya persyaratan ijitihad. Pengetahuan ulama yang sangat terbatas. gejala kemunduran mulai tampak. yaitu dlil yang diambil berdsarkan kasus yang hampir sama/mirip dengan asbabul nuzul (kasus yang menyebabkan turunnya ayat al-Qur’an) atau asbabul wurud (kasus yang meyebabkan keluarnya Sunnah Rasul) Selain sumber yang empat itu.

sedang masalah ilmu pengetahuan. teknologi politik dan kemasyarakatan menjadi bahasan para pakar. Urusan agama ditanyakan pada ulama. yaitu pemilahan urusan dunia dan urusan agama. Akibatnya ulama dengan ajaran Islamnya terpojok pada satu sudut yang sempit. sementara bidang ilmu pengetahuan dn teknologi dianggap bukan kajian Islam. 1 .faham dikotomi.

ummil mu’minin. seperti Mesir. Beliau dibesarkan dan hidup ditengah-tengah kaum yang oleh beliau sendiri dilukiskan sebagai “Kami adalah masyarakat yang ummi”. 1 . Pada waktu Rasul SAW wafat. Persia. Penulisannya menurut pentadwinan tersebut dan dihimpun satu sama lain menurut urutan yang pernah dibacakan oleh Rasul SAW kepadanya dan kepada para sahabat pada masa hidupnya. Aspek-aspek tersebut akan lebih meyakinkan lagi. Dengan dibantu beberapa tokoh besar Muhajirin dan Anshor. Himpunan ini. Ia juga tidak hidup dan bermukim di tengah-tengah masyarakat yang relatif mengenal peradaban. Pemeliharaan himpunan ini telah dilakukan oleh Abu Bakar pada masa hidupnya dan pada masa Umar. Namun demikian setelah al-Qur’an diturunkan dan dilakukan analisis tentangredaksi-redaksinya. Aspek yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut: Pertama. Dengan demikian Abu Bakar telah memelihara hasil pentadwinan ayat al-Qur’an. Sedang Utsman menyatukan umat Islam pada suatu himpunan dari hasil pentadwinan tersebut dan menyebar luaskan pada umat Islam. naskah ditulis menjadi beberapa naskah dan dikirm ke berbagai kota umat Islam. karena keindahan diperoleh melalui “perasaan” dan bukan melalui nalar. yaitu Hafshah. Ayat-ayat tersebut juga telah dihafal oleh sebagian besar umat Islam. Diantara keseimbanagan tersebut. sehingga tidak sedikitpun ada yang hilang. dan ditulis oleh juru tulis wahyunya. Seperti diketahui. ayat al-Qur’an telah ditadwinkan (dibukukan) menurut kebiasaan pentadwinan orang Arab. Tidak mudah menguraikan hal ini. Ditemukan adanya keseimbanagan yang sangat serasi antara kata kata yang digunakannya dengan maknanya. bila diketahui bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang ummi.B. atau suatu ayat kemudian disampaikan kepada para sahabatnya. Ketika Utsman menjadi khalifah. Ketika turun kepadanya sebauh surat. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan anatominya. Bahkan di antara sahabatnya ada yang menulisnya untuk dirinya sendiri. Abu Bakar al-Shidiq telah mengumpulkan al-Qur’an dengan perantaraan Zaid bin Tsabit dan sebagian sahabat yang dikenal hafalannya. menjadi tempat kembali umat Islam dalam menerima al-Qur’an dan meriwayatkannya. Ayat-ayat al-Qur’an dari Segi Sumbernya Ayat-ayat al-Qur’an bila ditinjau dari segi datangnya dn dinukilnya dari Rasul SAW kepada kita semuanya adlah pasti (qath’i). yang dapat disimpulkan secara sangat singkat adalah sebagai berikut : a. sehingga terdapat dalam al-Qur’an adalah benar bersumber dari Allah. untuk menjawab pertanyaan atau mengontari peristiwa. aspek keindahan dan ketelitian redaksinya. AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG QATH’I DAN ZHANNI DALLALAH DN KEDUDUKANNYA SEBAGAI SUMBER HUKUM 1. Di antara mereka banyak yang menghafal dan membacanya pada setiap waktu. Namun demikian ada satu dua hal yang berkaitan dengan al-Qur’an yang dapat membantu pemahaman aspek pertama ini. himpunan al-Qur’an diambil dari Hafshah dan dinaskahkan dengan perantaraan Zaid bin Tsabit. khususnya bagi yang tidak memahami dan memiliki “rasa bahasa” Araby. Pertanyaan ini dijawab secara langsung dan tentunya spontanitas tersebut tidak memberi peluang untuk berfikir dan menyusun jawaban dengan redaksi yang indah apalagi teliti. dibacakan kepada mereka. atau Romawi. termasuk apa yang dihafal oleh para Huffaz. ditemukan hal-hal yang sangat menakjubkan. Artinya dapat dipastikan bahwa setiap ayat yang dibaca adalah hakekat nash al-Qur’an yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya dan disampaikan oleh Rasul SAW kepada umatnya tanpa perubahan atau penggantian. misalnya pertanyaan orang Yahudi tentang hakekat Ruh. himpunan ini ditulis ulang 4 kitab dan aslinya ditinggalkan kepada anak perempuannya. sering kali al-Qur’an “turun” secara spontan.

dan kekuatan syairnya. Al-Qur’an. suatu keistimewaan yang tidak di dapat kecuali oleh sekelompok kecil penyair terkenal bangsa Arab. kefasihan lidahnya. adanya tantangan yang tegas yang diajukan al-Qur’an kepada seluruh umat manusia sejak abad ke 7. seorang yang terkenal karena kepekaan kata-katanya. serta manusia gagal dalam menghadapi tantangan tersebut sepanjang sejarah. sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. Akhirnya pada tahun 9 H. Kedua. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya. Dia begitu terpesona oleh ayat-ayat tersebut.Wahyu dan Islam). masing-masing sebanyak 145 kali. khususnya terhadap setiap manusia yang mengingkari kerisalahan al-Qur’an. ini bukan kata-kata manusia dan saya termasuk orang yang menyerahkan diri. Kemudian syair itu digantungkan di pintu Ka’bah. Al-naf’u (menfaat) dan al-madhararah (mudarat). Apabila ad suatu kalam yang tidak mungkin manusia mendatangkan tandingannya. Lubaid membuat beberapa buah syair untuk menjawab tantangan yang didengarnya. Dan dalam surat al-Baqarah ayat 23: “Dan jika kamu tetap dlam keraguan tentang al-Qur’an yang kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad) buatlah satu surat saja yang semisal al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolong selain Allah. Pada waktu Lubaid mendengar Nabi Muhammad SAW melancarkan tantang tersebut terhadap masyarakatnya. masing-masing 70 kali. maka hal tersebut membuktikan bahwa kalam tersebut berasal dari Allah. Pada hari berikutnya Lubaid lewat pintu Ka’bah dan pada waktu itu dia belum masuk Islam. masing-masing sebanyak 46 kali. Dengan kalimat yang tegas. unus 1 . al-Qur’an menyatakan dalam surat al-Isra’ ayat 88 : “Katalah: “sesungguhnya jika manusia dn jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan dia. jika kamu memang benar”. Sarwar dalam bukunya “Muhammad the Holy Prophet” menceritakan kehidupan “Lubaid ibnu Rabi’ah”.- Al-hayah (hidup) dan al-Mawt (mati). Dia menulis beberapa ayat al-Qur’an. Tantang yang dikemukakan al-Qur’an terhadap manusia yang ragu akan kebenarnnya terdapat juga dalam surat Hud ayat 13-14. Lubaid masuk Islam. sehingga ia berteriak dengan kerasnya: demi Allah. kemudian digantungkan di samping syairnya Lubaid. ayat 38. masingmasing sebanyak 17 kali. A’aqal dan an-nur (akal dan cahaya). Segala sesuatu yang bersumber dari Allah tidak mungkin ada yang mampu menghadapi tantangannya. dan al-Islam (al-Qur’an. masingmasing seanyak 50 kali. Pada waktu salah seorang kaum muslimin melihat hal yang diperbuat Lubaid dan bangkitlah semangat kehormatannya. b. Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi’at (keburukan). al-Wahyu. J. dan ats Tsur ayat 34. masingmasing sebanyak 167 kali. Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati jiwanya).

dan Abu’l Ala al Ma’ari. Thulailah bin Khuwalid al Asdi. Merupakan hal yang tidak diragukan lagi.Dalam sejarah banyak contoh-contoh lain tentang orang-orang yang berusaha untuk menjawab tantangan ini. bahwa bangsa Arab yang dalam sejarah dikenal tidak ada bandingannya dalam kebalighan dan ilmu bayannya. ternyata terpaksa tunduk terhadap al-Qur’an dan mengakui secara jujur ketidak mampuan mereka untuk membuat suatu karya yang 1 . Abu’l Thayyib al Mutanabbi. Diantaranya ialah: Musallamah al Kadzab. An Nadhr bin ar Rawandi. tetapi mereka gagal dalam usahanya.

misalnya kisah Fir’aun yang mengejar-ngejar Nabi Musa. pada suku bangsa di pusat ibu kota jazirah Arab. dn orang Romawi yang beriman kepada al-Masih. Akhirnya perng yang terakhir terjadi pada bulan Desember 627 di sepanjang sungai Dajah. karena hal itu terjadi sekitar 1200 tahun S. Orang-orang Islam dan orang-orang Romawi mengharapkan kekalahan orang kapir Mekkah dan orang Persia. Dengan demikian benarlah apa yang diramalkan al-Qur’an tentang kemenangan Romawi. Al-Qur’an menyajikan suatu inti landsan tentang kejadian dan terciptanya alam raya. Keempat. pasukan Persia menarik diri dari seluruh tanah Romawi dan Heraklius berada pada pusat yang memungkinkan untuk menembus ke jantung kekaisaran Persia. 624 dan 625. Demikian pula yang akan kami lakukan kepadamu. Setelah menang dalam dua peperangan yaitu Armenia dan Asia Kecil. Berdasarkan data-data sejarah terbukti bahwa mumi tersebut adalah Fir’aun yang bernama Maniptah dan pernah mengajar Nabi Musa A. Setiap orang yang berkunjung ke Meseum Kairo. Tidak seorangpun mengetahui haltersebut.M. Dengan demikian pertarungan yang terjadi antara orang Persia dan Romawi. Heraklius dari Romawi membuat suatu rencana untuk mengalahkan Persia. Menghadapi serangan yang mendadak. Banyak sekali isyarat ilmiah yang ditemukan dalam al-Qur’an misalnya tentang penciptaan alam raya. psukan Persia tidak mampu bertahan dan lari bercerai-berai. Persia tidak mungkin dapat melanjutkan peperangan melawan Romawi. Dalam situasiyang demikian buruk. Oleh karena itu dia menyiapkan kapal-kapal untuk menyerang Persia dari belakang. Dinyatakan dalam surat al-Anbiyaa ayat 30: 1 . adalah pemberitaan gaibnya. serta nabi-nabi dan wahyu Allah. terjadi pula peristiwa serupa. penyembah matahari dan apai. seperti yang diberitakan al-Qur’an melalui Nabi yang Ummiy. kemudian turun firman Allah surat Rum ayat 1-6 ini. sebab mereka penyembah benda-benda materi. Heraklius melakukan peperangan yang lain melawan Persia pada tahun 623. Akibat peperangan tersebut. Di kota tersebut terdapat orang-orang majusi Persia. isyarat-isyarat ilmiahnya. yaitu Mekkah. Pada bulan maret tahun 628 M. Heraklius tahu bahwa kekuatan angkatan laut Persia lemah. Heraklius kembali ke Konstatinopel dengan pesta-pesta besar-besaran.S Pada tanggal 8 juli 1908 Elliot Smith mendapat izin dari pemerintahan Mesir untuk membuka pembalut mumi tersebut. Dalam keadaan yang menyakitkan itu. Pada waktu Persia berhasil mengalahakan Romawi pada tahun 616 dan berhasil menguasai seluruh wilayah sebelah timur negara Romawi. akan dapat melihat mumi Fir’aun tersebut. kaum Muslimin di Mekkah sedang dalam kondisi yang paling lemah dan paling buruk dalam segi materi. diceritakan dalam surat Yunus ayat 92 yang menyatakan : “Badan Fir’aun akan diselamatkan Tuhan untuk menjadi pelajaran generasi berikut”. menjadi lambang pertarungan yang terjadi antara orng Islam dengan orang musyrikin Mekkah. Ramalan selanjutnya yang termuat dalam al-Qur’an adalah pernyatan tentang kekalahan pasukan Romawi oleh pasukan Persia yang terdapat dalam surat Rum ayat 1-6. Beberapa tahun kemudian. Oleh karena itu akhirnya Kavadh II putera Kisra Chorous meminta damai dan mengusulkan pengnduran diri pasukan Persia dari tanah Romawi. Pada tahun 1896 ahli purbakala yang bernama Loret menemukan mumi di lembah Raja-raja Luxor Mesir.menyamai al-Qur’an walau satu ayatpun. jika kamu tidak mau mengikuti kami dan meninggalkan agama yang baru”. Pada saat itu ditemukan satu jasad utuh. Ketiga. orang-orang musyrikin mendapat kesempatan untuk menghina kaum Muslimin dengan mengatakan:”Saudara kami berhasil mengalahkan saudaramu. Hal ini merupakan kebenaran al-Qur’an sebagai wahyu Allah. Pada waktu terjadi peperangan antara Persia dan Romawi.

Kalau dipelajari teori Gamow tentang terciptanya alam raya. Dengan kata lain. nampaknya ada persamaan dengan kedua ayat tersebut di atas. Sedangkan kata “tsumma” menunjukkan keberuntutan peristiwa. Tujuh tahun kemudian (1929). sehingga kestabilan orbit akan tetap terpelihara dan sekaligus meniadakan tumbukan di antara benda-benda di alam raya. Al-Qur’an dalam hal ini menyebutkan dengan kalimat “kata “fa” di awal kata tersebut. ledakan yang terjadi menutut al-Qur’an adalah langsung setelah terjadinya penempatan massa yang sangat tinggi. Kecenderungan ini didorong oleh adanya temperatur yang sangat tinggi yang timbul sebagai akibat adanya kepadatan yang luar biasa sebelumnya. Hal ini menyebabkan massa yang ada terurai menjadi bagian-bagian yang paling elementer. 1 . menciptakan hukum keseimbangan di antara benda-benda tersebut. Menurut Newton. kondisi ini tercapai karena adanya keharmonisan antara gerak revolusi dengan gaya tarik menarik di antara benda-benda atau planet-planet di alam raya. berarti “kemudian”. Hasil penemuan para ilmiawan di atas membawa keharuan pada diri umat Islam. kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. Dengan demikian. Al-Qur’an memang telah menyatakan bahwa alam raya ini terus menerus berkembang. Kata “fa” menunjukkan keberuntutan peristiwa secara langsung. Akan tetapi berbeda dengan kata “tsumma” yang juga berarti “kemudian”. Gamow menyatakan bahwa ledakan tersebut terjadi segera setelah massa tersebut tersumbat. seorang ilmiawan astrofisika Amerika Serikat bernama Edwin B. Hubble. maka terjadi ledakan yang maha dahsyat. Dengan demikian Hublle telah membuktikan bahwa alam raya benar-benar berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi.“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya adalahsuatu yang padu. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. berdasarkan pengmatannya terhadap galaksi-galaksi di alam raya ini berekspansi (berkembang) menurut model matematika seperti apa yang ditemukan Einstein dan Friedman. tetapi ada selang waktu untuk menuju ke peristiwa selanjutnya. Karena adanya kepadatan massa yang tinggi. Ilmu pengetahuan mengungkapkan bahwa di antara semua bendabenda di alam raya terjadi gaya tarik menarik. sebab hasil penemuan itu membuktikan kebesaran alQur’an sebagai wahy Allah. yakni proton dan elektron. Sebenarnya letak persesuaian antara teori Gamow dengan al-Qur’an bukan hanya di situ saja. sebagaimana penggunaannya dalam bahasa Arab. Teori Gamow menyatakan bahwa alam raya ini merupakan satu kesatuan yang volumenya sangat kecil sekali. lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “datang lah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan sesuka hati atau terpaksa”. Dan dalam surat Fussilat ayat 11: “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih berupa gas. Bagian-bagian inilah yang selanjutnya sangat berperan dalam pembentukan zat-zat kimia yang lain. sehingga dengan berkembangnya alam raya berakibat tercapainya keseimbangan di antara seluruh benda-benda di alam raya. dan sesngguhnya Kami telah meluaskannya”. sebagaimana yang dinyatakan dalam surat adz Dzariyat ayat 47: “Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan Kami.

Dalam hal ini al-Qur’an telah jauh mendahului penemuan Newton. Al-Qur’an yang diturunkan pada abad ke 7 telah mengungkapkan dalam surat ar-Rahman ayat 7 bahwa Allah meluaskan alam raya bukan sia-sia. tetapi untuk menciptakan keseimbangan di antara benda-benda angkasa. Semua aspek tersebut menjadi bukti bahwa petunjuk-petunjuk yang disampaikan al-Qur’an adalah benarbenar bersumber dari Allah. Hanya 1 . Dengan demikian manusia yakin serta secara tulus mau mengamalkan petunjuk-petunjukNya. sehingga tidak terjadi saling tumbuk antara yang satu dengan yang lainnya.

maka deralah tiap-tiap orang dari keduanya seratus kali dera”. Ayat-ayat yang Zhonni dalalahnya ialah ayat yang menunjukkan pada makna yang memungkinkan ditakwilkan atau dipalingkan dari makna asal (lugowi) kepada makna yang lain. serta pada waktu dan tempat lain dapat dinyatakan dilarang. artinya had zina adalah seratus kali dera. Tidak mungkin dipahami dari maksud yang lain dan tidak mungkin pula ditanggapi dengan tanggapan yang berbeda-beda.sayang. Oleh karena itu para mujtahidin berselisih pendapat apakah ‘iddah wanita yang ditalak tiga kali haid atau tiga kali suci. Ayat ini penunjuknya pasti juga. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa masalah qath’I dn zhonni bermuara pada sejumlah argumentasi yang maknanya 1 . Penunjukkan yang pasti berlaku dalam bidang akidah seperti keesaaan Allah dan ibadah pokok seperti keharusan shalat. lafaz itu dapat digunakan untuk dua maksud dengan pemahaman yang sama. tidak ada kemungkinan menerima ta’wil dan tidak ada tempat bagi pemahaman arti yang lain itu. Hal ini berarti tidak pasti dalalahnya pada satu makna dari dua makna tersebut. Adanya kemungkinan berbagai pemahaman dapat disebabkan oleh dua hal: pertama. tidak lebih dan tidak kurang. para peneliti alam jaga raya ini pada umumnya adalah orangorang non Islam. serta dalam hal baik dan buruk yang tidak akan mengalami perubahan seperti keharusan berbuat baik kepada orang tua. Dalam bidang inilah berlaku kaidah: “Perubahan hukum berdasarkan perubahan waktu dan tempat” dan berlaku pula padanya reformulasi bila keadaan menghendaki. jika mereka tidak mempunyai anak”. yang mengatur hubungan manusia dengan sesamanya dalam kehidupan masyarakat. misalnya lafaz quru dalam firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 228: “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’”. maka penerapan hukum akan mengalami perubahan. Karena kehidupan masyarakat selalu berkembang. Sedang nash menunjukkan bahwa wanita-wanita yang ditalak menahan diri atau menunggu tiga kali quru’. Oleh karena itu ada kemungkinan bahwa yang dimaksudkan adalah tiga kali suci atau tiga kali haid. seperti firman Allah dalam surat anNisa’ ayat 12 :” Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu. dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. Ayat-ayat al-Qur’an yang disampaikan dalam bentuk yang muhkam. Penjelasan yang bersifat Zhonni umumnya berlaku dalam bidang muamalat dalam arti luas. Ayat-ayat qoth’I dalalahnya atau yang muhkam b. Hukum yang ditunjuk secara pasti berlaku universal dan tidak mengalami perubahan walaupun waktu dan tempat sudah berubah. Serta seperti firman Allah dalam soal menindak laki-laki dan perempuan yang berzina dalam surat an-Nur ayat 2: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina. 2. Ayat-ayat Al-Qur’an dari segi Penunjukkan (Dalalah) Ayat-ayat al-Qur’an bila ditinjau dari aspek dalalahnya atas hukumhukum yang dikandungnya. Ayat ini penunjuknya pasti. tidak lebih dan tidak kurang. Ayat-ayat Qath’I dalalahnya ialah ayat yang menunjukkan pada makna yang bisa dipahami secara tertentu. Ayat-ayat Zhonni dalalahnya atau yang mutasyabih Ada dua macam dalalah tersebut dijelaskan Allah dalam surat Ali Imran ayat 7. Lafaz quru’ dalam bahasa Arab mempunyai dua arti. yaitu suci dan haid. misalnya poligami pada suatu waktu dan tempat dinyatakan boleh bahkan harus. sementara umat Islam sampai saat ini masih sangat kurang minatnya untuk meneliti. penunjukkannya terhadap hukum adalah pasti (qath’i dalalah). artinya bagian suami dalam keadaan tidak punya anak adalah seperdua.

dapat dijadikan alat istinbath (penetapan) dan bayan (penjelasan) terhadap al-Qur’an. Sedangkan hadist dapat dipelajari dari kitab-kitab hadist yang telah disusun oleh para ulama hadist yang dipelopori oleh Buchari dan Muslim. hadist terbagi pada 2 macam. Dengan demikian hadist maqbul adalah hadist yang dapat diterima atau pada dasarnya dapat dijadikan hujjah (sumber hukum) atau dalil. Yang dimaksud dengan hadist mardud menurut bahasa adalah “yang ditolak atau yang tidak diterima”. Namun harus dicermati bahwa dalam kitab-kitab hadist itu juga terdapat ungkapan tentang Rsul yang bersifat ungkapan lepas atau yang ada untaian peristiwanya. padahal nabi menyebutkan kata “Sunnahku”. maka ia disebut hadist. sehingga tidak mungkin lagi timbul makna yang lain kecuali makna yang telah disepakati. Dikalangan umat Islam. yakni dapat dijadikan pedoman dan panduan pengamalan syari’at. bersepakat untuk mengabarkan berita itu dengan dusta. Oleh karena itu sunnah Rasul lebih banyak dapat diikuti dari bukubuku tentang kisah kehidupan Rasul. Hadist mutawatir. Yang dimaksud dengan hadist maqbul menurut bahasa adalah “yang diterima”. Sedangkan hadist mardud adalah hadist yang ditolak atau tidak dapat dijadikan hujjah. Dilihat dari sudut bahasa. a. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sunnah Rasul lebih tinggi kualitasnya dibanding dengan hadist. dikatakan atau sikap Rasul itu bernilai sunnah atau hadist. atau dikatakan atau sikap yang ditunjukkan oleh Rasul tentang sesuatu hal atau masalah. keduanya mempunyai arti yang sama.disepakati oleh ulama (mujma’alyah). Hadist mutawatir tergolong sebagai hadist yang maqbul. Bagi para ahli hadist. digolongkan sebagai hadist maqbul dan mardud. sedang hadist ahad ada yang maqbul dan ada yang mardud. menurut adat. Jika ada rangkaian peristiwanya (yang dlam istilah ilmu hadist asbabul wurud). yaitu hadist yang didasarkan pada pancaindra yang dikabarkan oleh sejumlah orang yang mustahil. yaitu Hadist mutawatir dan hadist ahad. Kualitas Sunnah Rasul / Hadist. Tetapi jika ungkapan itu merupakan kalimat lepas. pembahasan tentang kualitas hadist. Syarat hadist mutawatir adalah sebagai berikut : 1 . Disinilah diperlukan ketelitian dn kejelian. Sunnah Rasul ialah apa yang diperbuat. C. dapat dianalisa dari apakah ungkapan itu ada rantaian peristiwa atau ungkapan lepas. Hadist ini juga dikenal melalui catatan yang diangkat oleh para tabi’it-tabi’in. kata Sunnah Rasul kurang populer dibanding dengan hadist. Berpedoman pada jumlah perawi. Perbedaannya terletak pada rangkaian peristiwa untuk menilai apakah ungkapan tentang apa yang diperbuat. maka ungkapan itu dapat disebut sebagai sunnah Rasul. Sunnah ini dapat kita kenal melalaui ucapan para sahabat yang dicatat oleh generasi tabi’it-tabi’in yang dipelopori oleh Buchari dan Muslim. Sedang hadist ialah ucapan para sahabat tentang apa yang diperbuat atau dikatakan atau sikap yang ditunjukkan oleh Rasul tentang sesuatu hal atau masalah.

baik indra penglihatan maupun pendengaran. Jumlah perawi adalah relatif dan tidak ada batas tertentu. atau hasil istinbath dari satu dalil lain. mustahil mereka bermufakat dusta. Apabila pemberitaan itu hasil pemikiran semta-mata atau hasil rangkuman analisis dari suatu peristiwa ke peristiwa yang lain. 2) Banyaknya perawi sampai pada jumlah beberapa orang. Yang dipersyaratkan 1 .1) Pemberitaan hadist yang disampaikan oleh para perawi harus berdasarkan tanggapan pancaindra. yang menurut adat. maka berita tersebut bukanlah hadist mutawatir.

tidak memenuhi persyaratan mutawatir. Menurut pengertian di atas. namun menggunkan informasi dan qarinah lain.Sanadnya bersambung . Hadist Shahih. tidak begitu kokoh ingatannya. Hadist Hasan. baik mengenai perawi. Perbedaanya hanya dalam soal kedhabithan perawi. 4) Adanya keseimbangan jumlah perawi di awal sanad. bahwa hadist mutawatir memberi faedah ilmu dharuri. sanad maupun matannya. tidak mungkin bersepakat dusta. hampir seimbang dengan al-Qur’an dalam hal qath’I wurudnya. bahwa hadist mutawatir lafzhi hampir tidak ada. bahwa jumlah sumber beritanya mutawatir. bersambung sanadnya. adalah hadist yang diriwayatkan oleh seorang yang adil. Bahkan ada ulama yang mengatakan.Tidak ada ‘illat atau cacat . hingga membawa pada keyakinan yang qath’i. b. Hadist Hasan hampir sama dengan Hadist Shahih. Hadist ahad terbagi menjadi : (a) Hadist Shahih. 1 . Ash-hab al Syafi’I 5 orang dan ulama lain 20 orang atau 40 orang. dan tidak janggal. bahwa terdapat hadist mutawatir. (b) Hadist Hasan dan (c) Hadist Dha’if.Perawinya bersifat adil . termasuk dalam masalah fardhailul’amal. karena jumlah perawi sudah menjadi jaminan tidak adanya persepakatan dusta. adalah hadist yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat Hadist Shahih dan Hadist Hasan. Hadist Dha’if. 3. adalah hadist yang diriwatkan oleh perawi yang adil. Hadist mutawatir tidak menjadi obyek pembicaraan ilmu hadist dari segi maqbul dan mardud. 1. Hadist Shahih dan Hadist Hasan nilainya maqbul sedangkan Hadist Dha’if nilainya mardud. sanadnya bersambung. sempurna ingatan. Pembicaraan kualitas hadist berlaku di lingkungan hadist ahad. tergantung dari jumlah keguguran syarat Hadist Shahih dan Hadist Hasan. bahwa hadist dha’if tidak boleh digunakan sebagai dalil dalam menentukan hokum. Hadist Dha’if bermacam-macam dan kedha’ifannya bertingkat-tingkat. tidak ber’ilat.3) adalah adanya kesan bahwa pada pemberitaan tersebut. dari segi jumlah pemberitaannya. Hadist Shahih perawinya sempurna ingatannya. Menurut Abu Thayib 4 orang. Hadist mutawatir tidak diteliti lagi keadilan dankualitas perawi. Imam Buchari dan Imam Muslim sependapat untuk tidak menggunakan hadist dha’if dlam bidang apapun. Hadist Ahad. tidak terdapat ‘illat serta kejanggalan. adalah hadist yang para perawinya tidak sampai pada jumlah perawi hadist mutawatir.Tidak janggal 2.Perawinya sempurna ingatan atau kedhabithan . sedang Hadist Hasan perawinya tidak sempurna ingatannya. dan tidak sampai derajat mutawatir. Para ulama sepakat. suatu hadist dinilai shahih apabila memenuhi syarat : . Hadist mutawatir dengan syarat di atas sulit ditemukan. Namun demikian mereka berbeda pendpat tentang penggunaannya dalam fadhailul’amal (keutamaan-keutamaan amal) baik yang berhubungan dengan targhib (memberi dorongan untuk melakukan yang baik) maupun tarhib (menimbulkan rasa benci terhadap perbuatan jelek).Matannya marfu’(bahasanya halus) . Para ulama dan seluruh umat Islam sepakat pendapatnya. maka hal itu karena menggunkan syarat yang tidak maksimal seperti di atas dan tidak berdasarkan jumlah perari pada sanad yang eksplisit pada kitab-kitab hadist. Hadist mutawatir derajatnyasangat tinggi. yakni suatu keharusan untuk diterima bulat-bulat. Bila ada ulama berpendapat. di pertengahan dan selanjutnyanya dalam bilangan mutawatir.

Mereka berpendapat demikian karena lebih aman dari kemungkinan seseorang menghubungkan sesuatu perkataan atau perbuatan kepada Nabi SAW. Imam Nawawi sebagai ahli hadist dan ahli fiqih berbeda pendapat dengan Imam Buchari dan Muslim. Cara pertama menetukan keshahihan hadist dengan menggunakan kaidah keshahihan hadist. padahal ia tahu bahwa itu bukan ucapanku. supaya terhindar dari menghubungkan sesuatu perbuatan atau perkataan Rasulullah yang tidak dilakukannya. Akhir-akhir ini dikenal istilah hadist Israiliyat yaitu hadist yang diriwayatkan oleh orang-orang Israel yang mengaku mendengar nya dari Nabi. Imam Ibnu Hajar berpendapat sama dengan Imam Nawawi dan beberapa orang ahli hadist dan fiqih. yang bersifat umum. baru hadist ditulis dalam Kitab Hadist. dituduh dusta. hanya beliau menetapkan beberapa persyaratan. yakni penggunaan hadist dha’if hanya boleh untuk menerangkan keutamaan amal yang hukumnya telah ditetapkan oleh hadist lain yang shahih atau setidak-tidaknya Hadist Hasan. maka hendaklah menyediakan tempat duduknya dari apai neraka”. karena ia membolehkan menggunakan hadist dha’if dalam fardhu’ilul amal. Maksud utamanya adalah untuk lebih mengagung kan bani Israil. Cara kedua mengetahui kualitas hadist adalah dengan menggunakan petunjuk dari hal-hal yang dapat menunjukkan kualitas hadist. seperti perawinya bukan orang yang suka dusta. 2) Keutamaan perbuatan yang dijeskan hadist dha’if sudah tercakup dalam keterangan atau adil lain baik al-Qur’an maupun hadist. Ada catatan khusus dari Imam nawawi. sehingga perbuatan itu tidak termasuk perbuatn yang sama sekali tidak memiliki dasar. Di antara petunjuk yang dapat menunjukkan pemahaman tentang kualitas hadist adalah jenis Kitab hadist. Dalam sebuah hadist yang mutawatir Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berdusta atas namuku dengan sengaja. Hal itu mengakibatkan terkena ancaman masuk neraka. perawi dan sanadnya. disebut metode Tash-hih. Mereka menerima ribuan bahkan ratusan ribu hadist dan dihafal lengkap dengan sanadnya. maka orang itu termasuk golongan pendusta (riwayat Buchari dan Muslim)”. karena berdusta kepada Nabi SAW. Metode dan cara ini digunakan para perawi waktu menyeleksi dan menyaring hadist untuk keperluan penulisan hadist. atau penggunaan hadist oleh para ahli dalam cabang ilmu agama 1 . sebagaimana sabdanya: “Barangsiapa menceritakan sesuatu hal dariku. padahal Nabi tidak mengatakan atau melaksanakannya. penjelasan Kitab Syarah. Hadist-hadist ini termasuk hadist mardud. Setelah yakin akan kemurnian hadist. selama hadist itu bukan hadist maudhu’(palsu). 3) Tatkala menggunakan hadist dha’if tidak boleh meyakinkan bahwa perbuatan itu pernah dilaksanakan atau dikatakan oleh Rasulullah SAW. kemudian diteliti keadaan matan. atau sering keliru dalam meriwayatkan hadist. antara lain : 1) Kedha’ifan hadist itu tidak terlalu jelek.

Seorang muslim tidak bisa hanya menggunkan al-Qur’an saja. taatlah kepada Allah dan Rasul dan janganlah kamu merusakkan amal-amalanmu”. D. FUNGSI SUNNAH RASUL/HADIST DALAM SYARIAT ISLAM Al-Qur’an adalah sumber ajaran yang pertama dan As-Sunnah adalah sumber yang kedua setelah al-Qur’an. Hal itu karena kandungan alQur’an masih bersifat global dan perlu perincian yang oprasional.Islam. karena ia juga harus percaya kepada sunnah sebagai sumber ajaran. Keharusan menggunakan Sunnah banyak diungkapkan al-Qur’an dalam surat Muhammad ayat 33 : “Hai orang-orang yang beriman. 1 . Metode atau cara tersebut dinamakan metode I’tibar. yaitu mencari dan mendapatkan petunjuk untuk mengetahui kualitas hadist.

tidak mengatur bagian tambahan atau pengurangan hak orng tua tersebut. bahwa segala Hadist Shahih harus dipandang menjelaskan al-Qur’an. Sunnah sebagai sumber kedua bagi ajaran Islam. Bukhari dan Muslim) b. Menerangkan apa yang tidak mudah diketahui (tersembunyi pengertianya). memberimakna bahwa dalam wasiat yang ditinggalkan pada orang tua atau kerabat itu. sehingga perselisihan tidak melahirkan pertentangan dan permusuhan sebagaimana firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 59 : “Hai orang-orang yang beriman. Ahlu-Hadist berpendapat. taailah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri di antara kamu. Nabi menyatakan “tidak ada wasiat bagi ahli waris”. sepertiga itu banyak atau besar. padahal orang tua itu termasuk ahli waris. atau membatasi kemutlakan al-Qur’an. Kemudian ia mengajukan lagi dengan 1/2 nya. sehingga apa yang diinginkan al-Qur’an dapat dilihat dari apa yang dilakukan Rasul. Mengganti suatu hukum atau memperjelas. suatu ayat-ayat al-Qur’an yang khas penunjukkannya tidak memerlukan lagi penjelasan hadist. Akhirnya ia mengajukan lagi dengan 1/3 dari kekayaannya.R. tetapi beliau menolaknya juga. Menurut Ahlu al-Ra’yi (ahli fikir). menerangkan segala yang dikehendaki al-Qur’an. Batasan wasiat ditentukan dalam Sunnah. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. misalnya hadist Nabi SAW tentang melihat bulan untuk berpuasa ramadhan: “berpuasalah kamu sesudah melihat bulan dan berbukalah kamu sesudah melihatnya”(H. bapa dan karib kerabatnya secara ma’ruf (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertqwa”. Al-Qur’an dan Sunnah merupakan rujukan yang pasti dan tetap bagi segala macam perselisihan yang timbul di kalangan umat Islam. mentakhshiskan umum al-Qur’an. Dari pendapat para ulama tentang fungsi hadist sebagai dasar hukum Islam dan fungsi hadist sebagai penjelasan dan interpretasi terhadap alQur’an. Memperkuat apa yang diterngkan al-Qur’an. Sebab seandainya kamu meningglkan ahli warismu dlam keadaan berkecukupan adalah lebih baik dari pada kamu meningglkan mereka 1 . Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. Oleh karena itu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. yaitu al-Qur’an dan Sunnah. sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ahzab ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatngan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah”. ayat ini memerintahkan memberi wasiat tanpa batas. berwasiat untuk ibu.R. oleh Rasululllah dilarang. maka hadist yang menyatakan “tak ada wasiat bagi ahli waris”. maka kembalikanlah ia kepada Allah (alQur’an) dan Rasul (Sunnahnya). yaitu ketika Sa’ad bin Abi Waqas ingin berwasiat dengan 2/3 dari kekayaannya. belaiu menjadi teladan yang nyata bagi seluruh kaum muslimin. Pada ayat di atas tampak dengan jelas bahwa rujukan untuk menyelesaikan perselisihan pendapat adalah kembali kepada sumber. Di samping itu Sunnah merupakan rujukan perilaku yang dikehendaki al-Qur’an. Di sisi lain. dan Rasulullah mengizinkan dengan kata-katanya sebagai berikut : “Ya sepertiga. Jika ayat tersebut menyuruh berwasiat kepada orang tua. Al Baqarah ayat 180menyatakan: “Tetaplah atas kamu. dapat dirumuskan beberapa fungsi hadist sebagai berikut : a. misalnya hadist Nabi SAW: “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat” (H. apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut. jika ia meninggalkan harta yang banyak.Taat kepada Allah mengikuti perintah yang tercantum dalam alQur’an dan taat kepada Rasul adalah mengikuti sunnahnya. Bukhari dan Muslim) c. Oleh karena itu orang yang beriman hanya merujukkan pandangan hidupnya kepadaq al-Qur’an dan Sunnah Rasul.

(sesusuan) apa yang harm lataran nasab (keturunan) (H. Allah mengharamkan memakan bangkai. Dalam hal ini ada hadist yang mengecualikannya. perbuatan. Wajibnya mengikuti Rasul SAW berlaku bagi semua umat. yakni dengan melaksanakan perintahnya dan meninggalkan larangannya. Memberi keterangan secara luas pada sesuatu yang diterangkan secara ringkas oleh al-Qur’an. Mewujudkan sesuatu hukum yang tidak tersebut dalam alQur’an. serta memecahkan permasalahan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam al- 1 . Muslim. darah. Abu Daud. An-Nasa’I dan Inbu Majah sebab Nabi SAW mencegah orang lain berbicara dengan ketiga orang tersebut. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa sunnah/ hadist merupakan sumber ajaran Islam setelah al-Qur’an dan umat Islam harus mengikuti sebagaimana harus mengikuti al-Qur’an. yaitu : “Dihalalkan bagi kamu dua macam bangkai dan dua macam darah. dan apa yang dicegah Rasul hentikan olehmu”. Yang dimaksud dengan mengikuti Rasul SAW. taqrir dan lain sebagainya. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat al-Hasyr ayat 7: “Dan apa yang didatangkan Rasul ambil olehmu.dalam keadaan miskin yang meminta-minta kepada orang lain” (Bukhari dan Muslim). atau melaksana kan perintahnya dan meninggalkan larangannya adalah dengan mengikuti Sunnahnya atau hadistnya. dan daging babi (alMaidah ayat 3). yang tinggal di tempat tidak turut pergi ke medan perang”. Sedang dua macam darah adalah hati dan limpa (Riwayat Ibnu Majah dan Hakim). seperti : mengaharamkan pernikahan mereka yang sepersusuan. E.R. e. mengingatkan hadist: Haram lantaran radha’ f. Mengkhususkan sesuatu dari umum ayat. RUANG LINGKUP IJTIHAD Ijtihad adalah usaha yang bersungguh-sungguh dalam mempergunakan daya fikir untuk memahami ayat-al-Qur’an dan Sunnah yang penunjukanmaupun kebenaran materinya zhanni. misalnya. Ahmad dan Abu Daud) g. Allah mewajibkan umat Islam mengikuti dan mentaati Rasul SAW. Kisah yang dimaksud oleh ayat ini dijelaskan panjang lebar oleh hadist yang diriwayatkan Bukhari. Dua macam bangkai itu adalah bangkai ikan dan belalang. yang berupa perkataan. dalam surat atTaubah ayat 118: “Dan atas tiga orang yang tidak mau pergi. d. serta untuk seluruh masa dan tempat.

Buku-buku lain yang ada. Dalam melakukan ijtihad. Penggunaan fikiran untuk menemukan suatu hukum yang tidak ditentukan secra eksplisit dalam al-Qur’an dan Sunnah. menafsirkan dan mengambil kesimpulan dari suatu ayat atau Sunnah. kedudukannya hanya sebagai pembantu. bahwa ijtihad mencakup dua pengertian yaitu : a. b. Ikatan-ikatan yang membelenggu alam fikiran selama ini. harus ditinggalkan dan kelapang dadaan pelaku ijtihad sangat diperlukan. Kegiatan yang mereka lakukan adalah memahami dan meneliti makna al-Qur’an.Qur’an dan Sunnah. Mahmud Syaltut menyatakan. sehingga petunjuk Allah dapat diketahui secara tepat guna. harus berpedoman pada prinsip-prinsip wahyu Allah. Penggunan fikiran dalam mengartikan. Ijtihad yang dilakukan Nabi Muhammad dan kaumnya berdasarkan pada wahyu Allah. yakni al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. Jika tepat tentunya dapat dipakai dan kalau ternyata tidak sesuai dengan prinsip al-Qur’an menurut Sunnah Rasul harus 1 . Ijitihad yang tidak bersadasrkan pada pirinsip al-Qur’an jelas tidak akan membawa ke arah perbaikan nasib umat Islam.

Dalam hal ini peranan ijtihad tidak berarti. Seorang mujtahid yang berijtihad dalam rangka popularisasi atau mendapatkan imbalan jasa. Bentuk ini disebut ketentuan yang tersurat dalam alQur’an. maka namanya bukan ijtihad melainkan ittiba’. Ketentuan Allah ini dapat ditemukan pada tiga kemungkinan yaitu : a. inilah yang menjadi tujuan ijtihad. guna mengetahui hakekat dan makna yang terkandung pada suatu lafad al-Qur’an. Apabila tidak demikian. Hakekat dari 1 . Untuk mengetahui ketentuan Allah yang tersirat di balik suatu lafad. Resiko sebagai seorang mujtahid akan mendapat tantangan dari berbagai pihak. serta memperoleh posisi dan kedudukan. c. Daya nalar yang kuat sangat diperlukan. Tidak dapat ditemukan baik dari lafad maupun dari makna tersirat yang ada dalam al-Qur’an. Tujuan yang ingin dicapai dalam berijtihad adalah mengerti dan memahami nilai-nilai yang obyektif dari Allah. tetapi dapat ditemukan dalam realitas pada ciptaan-Nya. Kalau ada tanggapan yang dinilai lebih obyektif harus diakui secara jujur. Justru merombak alam fikiran yang mayoritas tetapi tidak benar. maka dapat difahami bahwa pada prinsipnya Allah menetapkan suatu ajaran adalah untuk kemaslahantan manusia. Pengertian-pengertian al-Qur’an yang didasarkan atas buku-buku yang ditulis oleh manusia. perlu diteliti kebenaranya dan sikap subyektif atau pengaruh budaya tertentu harus dijauhkan.dibuang. b. Bentuk ajaran yang tersirat adalah ajaran yang tidak jelas secara harfiah. Dalam lafad al-Qur’an sesuai dengan yang disebutkan secara harfiah. Tidak ditemukan secara harfiah dalam lafad al-Qur’an. Pengertian tentang keIslamannya yang ada selama ini harus dikaji. baik dalam bentuk manfaat maupun menghindari kerusakan. yang telah mantap dengan ajaranajaran yang ada. tetapi pada hakekatnya hal itu merupakan penggalian ajaran Allah yang tersirat dibalik lafad yang nyata. Untuk mengetahui ketentuan Allah dalam bentuk pertama. atau meralat kesalahannya. cukup dengan memperhatikan apa yang tersurat dalam al-Qur’an dan penjelasan-penjelasan dalam Sunnah. kemudian memformulasikannya dalam suatu ajaran. Buku-buku standar yang dipergunakan khususnya terjemahan alQur’an bukan mutlak sifatnya. sehingga memungkinkan menerapkan ketentuan yang berlaku dalam lafad tersebut pada kejadian lain yang timbul dari ungkapan itu. Usaha yang sungguh-sungguh sangat diperlukan untuk menggalinya. Dengan demikian apabila ada pemahaman mengenai al-Qur’anyang tidak sama dengan yang ada. Apabila ajaran-ajaran yang ditetapkan Allah dalam al-Qur’an dianalisa. Ada pun dasar keharusan berijtihad antara lain terdapat pada surat an-Nisa’ ayat 59. Ukuran salah benar tentang keislaman bukan berdasarkan keyakinan mayoritas pendapat yang dijadikan standar. harus diperhatikan dan dipelajari dengan baik. Seorang mujahid harus jujur dalam melakukan ijtihadnya. Tantangan yang paling berat adalah dari para cendikiawan atau ulama yang telah berkarat dengan fanatisme madzab. Tidak perlu seorang mujahid merasa sangsi untuk mencabut. dibutuhkan suatu pengkajian dengan menggunakan ijtihad. Aturan Allah telah ditemukan secara qauliyah dalam al-Qur’an dan secara kauniyah pada alam semesta. Tetapi dalam memahami ketentuan dalam bentuk kedua dan ketiga sangat diperlukan ijtihad. dapat berakibat mencelakakan nasib umat Islam dan bangsa.. tetapi dapat ditemukan melalui makna yang tersirat dari lafad yang disebut dalam al-Qur’an. Semua peristiwa yang terjadi di dunia pasti ada aturannya dari Allah. Walaupun ajaran atau ketentuan tersebut kelihatannya ditemukan oleh para ulama yang melakukan ijtihad.

1. b. Keraguan itu bisa dating dari arah sanad dan rawi sebuah hadist. baik berkaitan dengan arah sumbernya ataupun makna dan tujuannya. Pengembangan dan perbedaan pendapatan dalam Islam merupakan suatu yang dibenarkan. sebelum dapat ditetapkan apakah hadist yang mereka riwayatkan bisa dijadikan dalil atau tidak. selama hasil ijtihad tidak bertentangan dengan 1 . Oleh karena itu. Usaha penemuan hokum dengan cara semacam itu disebut dengan maslahat mussalah. tetapi dapat dikaitkan dengan lafad yang ada pada ayat dalam bentuk ketentuan yang tersirat. karena dalil tidak memberikan petunjuk yang pasti. suatu hadist telah diyakini ke-shahih-an sumbernya. Di samping itu ijtihad dapat pula digunakan untuk hal-hal yang sudah diatur oleh ayat dlam pengaturannya tidak secara pasti. yaitu mengandung unsure keraguan dan kesamaran. Dalam hal yang tidak ada dalilnya. sehingga harus diteliti terlebih dahulu mengenai kelayakan mereka satu persatu dalam periwayatannya. Hal ini tidak perlu dipersoalkan. maka ijtihad dapat digunakan sebagaimana yang berlaku pada bentuk di atas. Pendapat yang timbul tidak akan bertentangan dengan dalil. namun susunan kata-katanya ataupun materinya masih menimbulkan keraguan dan ketidakpastian dlam memahami makna dan tujuannya.tujuan ajaran tersebut dapat dijadikan dasar para mujtahid dalam menetapkan suatu ketentuan. karena masing-masing mempunyai kekuatan yang sama. apabila dalam masalah tersebut tidak terdapat aturan-aturan secara tegas. maka para mujtahid dapat menetapkan hukumnya. Dalam masalah yang tidak ada ketentuannya sama sekali. Adakalanya pula. tetapi dalilnya atau penunjukkan dalilnya bersifat zhanni. Kemungkinan lain lahir ketentuan ulama kemudian yang berbeda dengan ketentuan ulama sebelumnya. Dengan demikian ijtihad dapat digunakan dalam dua hal : a. maka dalam hal ini terdapat ruang untuk berijtihad. Untuk hal ini para ulama menetapkan suatu ketentuan baru yang tidak bertentangan dengan ketentuan ayat yang sudah ada. Dalam masalah yang sudah diatur oleh nash. apabila ada suatu kejadian terdapat maslahat yang bersifat umum dan tidak ada dalail ayat al-Qur’an dan sunnah yang bertentangan dengan kejadian itu. karena memang ayatnya belum ada. Bentuk memberi kemungkinan untuk melakukan ijtihad. Dalam hal ini peranan ijtihad adalah untuk menemukan alternatif-alternatif. Ruang Lingkup Ijtihad Pada prinsipnya ijtihad dipergunakan dalam menetapkan suatu ajaran. Mungkin pula bersama ayat itu terdapat syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi sebelum dapat dijadikan dalil.

Misalnya. semua ulama sepakat tentang digunakanya ru’ya atau penalaran untuk mengatur dan menanganinya. peperangan. hal-hal yang menyakut sistem dan peralatan pertanian. maka dalam hal ini terbuka pula kesempatan seluasnya untuk berijtihad dalam mencari hukumnya. dan sebagainya.ketentuan harfiah dalam ayat. kedoktoran. Perbedaan pemahaman dengan ulama sebelumnya tidak menjadi masalah dan hal ini menunjukkan adanya pengembangan pemikiran ajaran Islam. Sebaliknya tidak ada ijtihad dalam masalah yang sudah ditunjukkan secara jelas oleh dalil qath’i. ketetapan-ketetapan 1 . sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman serata kemajuan ilmu pengetahuan. Mengenai masalah yang sepenuhnya bersifat duniawi atau teknis. apabila suatu keterangan telah diyakini sumbernya dari firman Allah atau Sunnah Rasulullah SAW dan telah diyakini makna dan sasaran yang ditujunya. Demikian pula jika tidak dijumpai ayat apapun mengenai suatu masalah.Termasuk dalam hal ini. Dalam hal ini Nabi SAW pernah bersabda: “Kalian lebih mengetahui daripada aku mengenai urusan-urusan duniamu”. maka tidak ada lagi ijtihad padanya. komunikasi. Berdasarkan hal itu. pengangkutan.

wanita-wanita yang haram dinikahi disebabkan adanya hubungan kekeluargaan terentu. Misalnya. diharamkannya memakan daging babi. Metode Ijtihad Berijtihad dalam bidang-bidang yang tidak disebutkan dalam alQur’an dan Sunnah ditempuh dengan berbagai cara di antaranya qiyas atau analogi dan “memelihara kepentingan hidup manusia”. Kalau terjemahan al-Qur’an yang ada dijadikan standar. apakah berkumur membatalkan puasa atau tidak. atau peraturan lalu lintas dan lain-lain. c. Menggunkan kebiasan yang berlaku (adat istiadat) dalam suatu masyarakat. Adapun macam-macam metode ijtihad. Menggunkan dalil yang ada. seperti kewajiban lima shalat fardhu dalam sehari-semalam. dan diharamkannya minuman khamar. Dalam memahami al-Qur’an umumnya mereka terikat dengan terjemahan yang ada dari terjemahan itulah umat Islam Indonesia memahami al-Qur’an. antara lain : a. Selama kalian berpegang pada keduanya niscaya tidak akan sesat. yaitu menarik manfaat dan menolak mudarat dalam kehidupan manusia.syari’at yang telahmenjadi kesepakatan umum para ulama besar terdahulu maupun yang kemudian. kadar bagian hartawarisan bagi masing-masing ahli waris. b. sampai terdapat dalil yang mengubahnya. sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam. batal puasanya atau tidak. namun cara Nabi memberikan jawaban tersebut dapat menunjukkan salah satu cara berijtihad yaitu dengan jalan qiyas. Menetapkan sesuatu demi kebaikan yang lebih. Meskipun sabda Nabi adalah Sunnah yang dapat menunjukkan adanya ketentuan hokum yang berdiri sendiri. al-Qur’an yang menjadi standar utama kurang dikuasai. Metode ini disebut ‘urf. maka mencium isteri di siang bulan Ramadhan juga tidak membatalkan puasa. Langkah-langkah dalam Berijtihad Sebagaimana yang dikemukakan Mahmud Syaltut. Beliau balik bertanya. Menetapkan hokum yang sama sekali tidak disebut dalam ayat dengan pertimbangan demikepentingan hidup manusia. Jika berkumur tidak membatalkan puasa. keharusan mencatat pernikahan. boleh (mubah) dimakan. umpama: memindahkan tanah waqaf yang terkena rencana jalan. sehingga kesimpulannya menjadi jelas. Metode ini disebut metoe istihsan. Oleh karena itu langkah pertama dalam 1 . d. Demikian mafhum dari sabda Rasulullah:”Taraktu fikum amraini. Qiyas salah satu metode ijtihad telah dilakukan sendiri oleh Rasulullah SAW yaitu ketika beliau ditanya tentang hokum seorang suami yang dalam keadaan berpuasa mencium isterinya. 3. contoh: segala macam makanan yang tidak ada dalil yang mengharamkannya. Keduanya itu adalah Kitabullah dan Sunnah Rasulnya). Metode ini disebut maslahat mursalat (mempertimbangkan kepentingan hidup manusia dan lepas dari ketentuan yang ada). Yang menjadi permasalahan bagi umat Islam ialah. 2. lan tandhilu maa in tamassaktum bihimaa Kitabllahi wa sunnata Rasulih”(Saya meninggalkan dua warisan untuk kalian. bahwa wawasan yang menjadi sasaran dalam berijtihad adalah memecahkan permasalahan yang tidak termaktub dalam al-Qur’an dan memberikan penafsiran al-Qur’an dan Sunnah. Kalau umat Nabi Muhammad SAW tidak berpegang teguh pada al-Qur’an san Sunnah Rasulullah niscaya akan sesat. Demikian pula pendapat Muhammad Abduh. Metode ini disebut metode istishhab. menarik manfaat dan menghindarkan mudarat. maka pembaharuan tidak akan terwujud dan ijtihad yang dihasilkan akan sama dengan masa-masa yang lalu.

Teori bahasa al-Qur’an harus dipergunakan dengan sungguh-sungguh. kalimat. maka pemahamannya akan menjadi verbalistis. agar memperoleh kesimpulan yang tepat. Bahasa pengandaian yang dinyatakan dalam bahsa biasa seperti “sapi” dapat berarti sapi dalam arti yang sesungguhnya dan dapat pula berarti berwatak sapi. Berikut ini dikemukakan beberapa syarat antara lain : a. dan kesusastraan. Adalah kalimat pernyataan (introjunction). b. mengandung beberapa pengertian yaitu: a. Dalam hal ini ilmu apa yang harus dimiliki dan sarana apa yang harus dikuasai. Berbagai kemungkinan arti perlu diperhatikan. Oleh karena itu pengertian Bismillaahir Rahmaanir rahiim. Memahami bahsa al-Qur’an dalam berbagai seginya. Apabila yang ahli bahasa saja yang dilibatkan. dengan melibatkan segenap oaring yang ahli dalam bidang-bidang tertentu. agaknya terlalu dangkal. Terjemahan al-Qur’an yang ada sekarang merupakan terjemahan yang didasarakan atas terjemahan harfiah bahasa Arab dan sudah terpengaruh oleh mazhab tertentu. bahkan mungkin kena pengaruh pola piker non Islam. Dilihat dari jenisnya Bismillaahir Rahmaanir rahiim. Pengetahuan mengenai bahsa yang mutasyaabih (berbentuk tasbih). Dengan demikian Nabiyil Ummiy berarti Nabi pemersatu umat dan atau padat pula berarti Nabi yang ditulis pada suatu umat yang tidak mengetahui tentang al-Kitab (wahyu Allah) 2). misalnya Bismillaahir Rahmaanir rahiim. 3). Dengan demikian Nabiyil Ummiy adalah Nabi yang buta huruf atau tidak bisa menulis dan membaca.melakukan ijtihad adalah mengadakan reinterpretasi makna alQur’an. silahkan Anda mengadakan penelitian dan berijtihad secara tepat. antara lain bentuk kata. “Nabi yang Ummi”. Dalam rangka restudi al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. Untuk itu langkah awal yang perlu dilakukan ialah restudy al-Qur’an atau mempelajari ulang pemahaman al-Qur’an. Untuk mendapatkan pengertian Bismillah yang lebih mantap. harus dipersiapkan pedoman-pedoman. Ummi dapat pula arti sejenis umat atau bangsa. Diartikan “dengan nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang”. harus benar- 1 . misalnya: 1). Kalimat dalam berbagai jenisnya harus difahami dan diperhatikan. Ummi artinya buta huruf.

bahwa al-Qur’an tersusun secara sistematik. antara lain ilmu tafsir. Oleh karena itu teori makna atau ilmu tafsir (hermeneutika) harus dikuasai. Untuk itu perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Orang yang berijtihad harus bertaqwa. ijtihad yang dihasilkan akan keliru. Sebagai suatu ilmu. Dengan demikian 1 . b. untuk memahaminya diperlukan ilmu penunjang.benar diperhitungkan dan diperhatikan. menurut ulama “x” dan lain-lain harus dijauhkan. Memperhatikan teori makna atau ilmu tafsir. Dengan demikian istilah penafsiran menurut saya. 2) Dalam berijtihad harus memperhatikan. Tanpa memperhatikan ilmu tafsir dan teori ilmu .a memahami makna. analitika dan obyektivitas. dalam arti bertuhan Allah dan beriman pada al-Qur’an dengan mencontoh Sunnah Rasul. Apabila salah dalam memahami bahasa. Sebagaimana dikemukakan pada pembahasaan bahasa al-Qur’an. Pengkajian ilmu tafsir harus ditunjang denagn teori ilmu yang mencakup metodologi. bahwa berbagai pengertian al-Qur’an harus dikemukakan. simantik. Dengan sendirinya pengertian yang hanya berdasarkan bahasa tidak akan menjernihkan makna. telah dikemukakan bahwa al=Qur’an adalah satu ilmu. Pada awal pembahasan. maka salah pul.

apabila model berpikirnya benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan Allah menurut Sunnah RasulNya. maka kebenaran hasil ijtihad sifatnya relatif. sistematika serta analitika harus dicocokan dengan pola atau contoh yang pernah dipraktekkan Nabi Muhammad SAW. Demikian pula halnya dengan buku-buku lain yang ditulis saintis yang berkembang dewasa ini. Hal itu jelas akan berpengaruh pada fikiran manusia yang mempelajarinya. 4. serta dalam memecahkan permasalahan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam al-Qur’an dan Sunnah. Perbedaan Pendapat Hasil Ijtihad Ijtihad merupakan penggunaan daya fikir dan aqal dalam memahami ayat al-Qur’an dan Sunnah yang penunjukkan maupun kebenaran materinya zhanni. karena bahasa al-Qur’an bukan bahasa Arab. Langkah-langkah yang disebut di atas. 3) Dalam menganalisis kebenaran suatu gagasan harus didasarkan pada data yang konkrit. 5) Pengertian yang didasarkan atas bahasa. Semuanya dinyatakan benar. Dalam hubungannya dengan mensukseskan pembangunan di bidang keislaman. metodologi. Oleh karena itu hasil ijtihad merupakan penalaran seseorang atau beberapa orang. AlQur’an bukan kalamul Arab. kalau memang sesuai dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. maka kesimpulannya perlu ditinjau ulang. sehingga memungkinkan adanya perbedaan hasil ijtihad seseorang dengan ijtihad orang lain. Pertentangan atau perbedaan pendapat dalam masalahmasalah yang bersifat praktis hendaknya dihindari. maka memahami bahasa orang Arab tidak mutlak. sebaliknya dinyatakan salah apabila bertentangan.menghubungkan ayat yang satu dengan ayat atau surat lainnya merupakan suatu keharusan. baik dalam bidang pasti alam maupun social budaya. Dengan demikian asbaabun Nuzul alQur’an harus dipelajari. Kitab-kitab wahyu Allah sifatnya menjawab tantangan zaman dan tantangan zaman harus dijawab dengan analisis wahyu. Nilai-nilai ilmiah yang dikembangkan oleh para ulama atau para sarjana perlu dikaji ulang. Apabila mengungkap 4) gagasan nur harus ditunjukkan Sunnah Rasulnya dan kalau dzulumat tunjukkan pula pembuktian yang bertolak belakang dengan Sunnah Rasul. tetapi kalamulah (bahasa Allah). professor atau sarjana bukanlah merupakan jaminan untuk mengukur nilai keilmiahan seseorang menurut konsep al-Qur’an. Kalau tanggapan sudah benar dan tepat. Namun demikian karena bahasa al-Qur’an adalah serumpum dengan bahasa Arab. atau menurut hadist pengertiannya demikian. Gelar utama. Kalau ternyata cocok dengan Sunnah Rasul. Karena kemampuan menalar seseorang terbatas. Mujtahid harus menyatakan ayat ini menurut surat ini artinya adalah begini. sedangkan buku-buku yang ditulis para saintis banyak berpengaruh pada kalangan yang berpendidikan umum. maka sikap atau tingkah laku akan tepat yang otomatis tujuan yang diharapkan Allah yaitu hasanah fid dunyaa wal akhirat akan tercapai. Sasaran yang utama dan pertama dalam berijtihad adalah memahami nilai-nilai yang obyektif ilmiah berdasarkan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. tetapi juga menegaskan bahwa perbedaan hasil ijtihad akan membawa kelapangan satu rahmat bagi umat. Dengan demikian siapapun orangnya dan berpendidikan apapun patut didengar dan ditanggapi. Buku-buku yang berbahasa Arab banyak berpengaruh pada kalangan yang berpendidikan pesantren. hendaknya perhatian dipusatkan pada perombakan alam fikiran. Beberap[a sebab yang menimbulkan perbedaan hasil ijtihad ialah : 1 . maka memahami bahasa Arab yang diajarkan di sekolahsekolah atau madrasah merupakan salah satu bahan pembantu. sebagaimana sabda Rasul SAW. maka kesimpulannya adalah benar dan jika tidak sesuai.: “Perbedaan pendapat di kalangan umat akan membawa rahmat”. Islam bukan saja mentolerir perbedaan hasil ijtihad.

hokum shalat witir adalah sunnah. Kata “atau dibuang” (awyufaw) pada ayat ini mengandung dua arti. Misalnya pertama: “Janganlah kamu menikahi wanita-wanita yang telah dinikahi oleh ayahmu”(An-Nisa’ ayat 22). oleh karena itu ia berpendapat haram ayahnya menikahi isteri anaknya . Imam Syafii memandang pada sunnah. Kata “nikah” dapat berarti “akad” dan dapat pula berarti “bersetubuh”. b.a. sebagian orang memandang nahi atau larangan menunjuk pada haram dan sebagian lain menunjuk pada makruh. Imam Hanafi memilih arti “bersetubuh”. Kedua. para mujtahid berbeda pendapat dalam memahami hadist nabi :”Jadikanlah akhir shalatmu shalat witir”. dan sebagian lagi menunjuk pada mubah. sehingga ia berpendapat persetubuhan lewat zina tidak menyebabkan wanita yang dizina ayahnya haram dinikahi. Oleh karan itu menurut Iman Syafii. menurut Imam Hanafi menunjuk pada wajib. sebagian orang memandang shighat amar atau arah perintah menunjuk pada wajib. atau dibuang dari negeri (tempat kediaman)” (Al-Maidah ayat 33).: hakiki dan majazi. sedang Imam Syafe’I memilih arti hakiki yaitu “diusir” atau dibuang ke negeri lain. dan membuat kerusakan di muka bumi. ada lafazh yang berbentuk majaz. Imam Syafii memandang nahi pada hadist ini menunjuk pada 1 . Imam Abu Hanifah memilih arti kata majazi yaitu “penjara”. Berdasarkan hal ini. Kedua. Imam Syafe’I memilih arti “akad”. Pengertian Kata (Lafazh Ayat/ Hadist) Dalam bahasa Arab. Arti hakikinya ialah “mereka dikeluarkan dari negeri mereka ke negeri lain”. Berdasarkan hal ini. adalah dibunuh. Kaidah Ushul Fiqh Pertama. sedangkan arti majazinya ialah : “mereka dimasukkan ke dalam penjara”. mereka berbeda pendapat dalam memahami sebuah hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW melarang memakan binatang buas yang bertaring dan setiap burung yang bercakar. dan ada pula yang pengertiannya dipengaruhi adat setempat. dipotong tangan dan kaki mereka dengan bersilang .. Shighat amar pada hadist ini. sebagaian menunjuk pada Sunnah. disalib. “Sesungguhnya balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya.

Sedang Imam Malik memandang nahi pada hadist ini menunjuk pada makruh. mencuci bejana yang dijilat anjing harus dengan tanah atau dapat diganti dengan yang lain misalnya karbol atau deterjen. atau suatu hadist sampai kepada satu mujtahid. dan sebagiannya. Ketentuan Hukum Ayat Bersifat Ta’abbudi (ubudiyah) atau Ta’aqquli (masuk akal) Misal. sebuah hadist mengatakan:”tidak ada wudhu bagi orang yang tidak membaca bismillah”. Oleh karena itu menurut Imam Syafii. Sebagian kecil ulama berpendapat. sebab perintah tentang hal tersebut bersifat ta’abbudi. memakan binatang buas yang bertaring dan burung yang bercakar adalah haram. menurut Imam malik. Imam ahmad menjadikan hadist ini sebagai hujah tentang wajibnya membaca bismillah bagi siapa pun yang akan berwudhu. mencuci bejana bekas jilatan anjing dengan selain tanah tidak sah. Status Hadist Hadsit yang dianggap kuat oleh sebagian orang dianggap lemah oleh sebagian orang lain. Misal. 1 . Sementara itu. Dapatkah kedua hal ini dianggap sebagi pengganti tanah? Dalam hal ini ulama berbeda pendapat. Dengan demikian harus dengan tanah.haram. c. tetapi tidak sampai kepada mujtahid yang lain. d. Sebagian besar ulama berpendapat. memakan binatang buas yang bertaring dan burung bercakar adalah makruh. Oleh karena itu. Imam mujtahid yang lain memandanag hadist ini lemah.

tidak mustahil berpengaruh terhadap cara berfikir umat Islam. dengan tidak memperhatikan kondisi. Ajaran Yahudi Zionisme dan Diasporanya yang telah mewarnai alam fikiran Barat sejak masa sebelum Masehi. Dengan demikian. beliau mengimbau para ulama untuk membikin tafsir sendiri. kemungkinan mengandung kesalahan dan bila pendapat selain kami salah. Pengaruh penjajah Barat (Eropa) terhadap negara-negara yang mengaku beragama Islam. fungsi karbol dan semacamnya melebihi tanah. alam fikiran umat Islam banyak yang telah terpengaruh oleh penjajah. Mereka saling toleran atau tasamuh. Buku-buku yang ditulis para cendekiawan Yahudi dengan bungkus al-Qur’an menjadi makanan yang lezat bagi umat Islam yang bodoh dengan al-Qur’an. untuk dapat berbuat demikian seseorang harus menguasai ilmu bahasa yang memadai. Kebodohan orang Islam tentanmg al-Qur. tetap tidak dapat menggugurkan hasil ijtihad yang lain. Dalam memahami al-Qur’an perlu diketahui bahayanya orang melakukan perujukan kepada al-Qur’an semata-mata secara tekstual. sebab akan berakibat retaknya ukhuwah Islamiyah. sebab perintah itu adalah mencuci dengan tanah bersifat ta’aqquli mengingat tujuan perintah itu adalah terwujudnya kebersihan. Mereka menyadari betapapun kuatnya hasil ijtihad mereka. satu ijtihad tidak dapat membatalkan ijtihad yang lain. penile. dan menghargai pendapat orang lain. Dari kaidah ini dapat dipahami. perbedaan ijtihad merupakan sesuatu yang wajar. asbab alnuzul atausebab-sebab diturunkannya ayat-ayat. situasi. pengetahuan yang utuh mengenai sejarah Nabi. anggrek dan lain-lainnya dikenai zakat. sedangkan dalam hal membasmi kuman-kuman akibat jilatan anjing.mencuci bejana bekas jilatan anjing dengan karbol dan semisalnya adalah sah. tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang tidak mengeyangkan atau bukan makanan pokok tidak dikenai zakat. sesuai dengan penegasan hadist Nabi tentang keberadaan perbedaan. the. Di antara para ahli hokum Islam atau fuqaha. kopra. hendaknya hal itu dijadikan sebagai rahmat yang akan membawa kelapangan dan kemudahan bagi umat. Atau dengan kata lain. termasuk situasi kultural pada zaman itu. serta jangan dibesar-besarkan. Beliau dengan berani menganjurkan. terdapat consensus untuk membagi hukum Islam menjadi dua katagori yaitu hokum yang berhubungan dengan ibadah murni dan hokum yang berhubungan 1 . cengkeh. Qiyas Misal. berpengaruh pula pada umat Islam. e. Prinsip-prinsip perbedaan ini dipengaang teguh oleh Imam-mujtahid terdahulu. agar kita langsung membaca al-Qur’an. 5. kemungkianan mengandung kebenaran”. betapapun lemah hasil yang lain. Kelihaian dan kelicikan para penjajah mampu membelokkan dan menggeser alam fikiran bangsa yang dijajahnya. dan sejarah umat manusia. Hanya beliau memperingatkan. hendaknya kita berhati-hati membaca buku-buku tafsir yang ditulis pada alam dan tingkah intelektual umat di zaman kita sekarang. dan latar belakanga turunnya suatu ayat. menurut Syafii. wajibnya zakat atas tumbuh-tumbuhan dan tanaman-tanaman adalah karena hal tiu pontensial untuk menunjang kehidupan dan perekonomian umat manusia. kopi. Oleh karena itu menurut Imam Hanafi. menghormati.an banyak diwarnai oleh alam fikiran Yahudi atau fikiran lainnya. Hal ini sejalan dengan kaidah:”Ijtihad tidak dapat digugut atau digugurkan oleh ijtihad yang lain”. Re-Orientasi Ijtihad Sejak di bawah cengkraman penjajah. Oleh karena itu muncul ucapan popular mereka: “Bila pendapatkami salah. sebab wajibnya zakat atas tumbu-tumbuhan dan tanam-tanaman adalah mengenyangkan atau makanan pokok sedang menurut Imam Hanafi. Pada akhir abad ke sembilan belas Syeik Muhammad Abduh menyatakan. pala. Oleh karena itu.

Penafsiran alQur’an yang ada. Mohammad Abdul Wahhab dari Saudi Arabia. Mengenai hukun yang bertalian dengan kemasyarakatan. membuat keduanya 1 . namun beliau tentu cocok untuk masa kini. Murid-murid mereka bertebaran di seluruh pelosok dunia. Sementara itu kepentingan masyarakat dan pelaksanaan prinsip-prinsip keadilan dapat berubah dan berbeda karena perbedaan zaman. demikian Ahmad Khan dari Pakistan. berpendirian bahwa arak sekalipun. Ia tidak beruntung dari ketaatan mereka yang taat dan tidak dirugikan oleh perbuatan mereka yang bermaksiat. terbuka kesempatan bagi pemikiran atau penalaran intelektual dalam mencari cara pelaksanan. Beberapa ulama menghimbau agar umat Islam melakukan neo-ijtihad atau pembaharuan dalam berijtihad. Bagi Allah tidak masalah apakah hamba-Nya beribadah atau tidak. Ibn Qayyim Al-Jauziyah Ibn Habib Al-Anshari. situasi dan budaya. perlu ditinjau kembali.dengan kemasyarakatan. kalau dahulu dasarnya adat dan adat tersebut kemudian telah berubah. Reinterpretasi atau penafsiran kembali dan pengkajian tentang Islam harus diperbaharui. Ijtihad yang dilakukan para Imam-imam mazhab pada masa lalu perlu ditinjau kembali. dan lainlainnya. Untuk itu setiap generasi memerlukan mujtahid. baik kepentingan duniawi maupun ukhrawi. karena masih adanya kefanatikan mazhab menyebabkan usaha tersebut nampaknya belum berhasil dan tantangan demi tantangan banyak dihadapi. Memahami al-Qur’an dan Sunnah yang hanya didasarkan atas pengertian yang sempit. Dalam hal katagori pertama. Ijtihad mereka pada masanya dianggap cocok. hampir tidak terdapat campur tangan bagi penalaran. nampaknya masih banyak kekurangannya. Sedang dalam hal hokum yang termasuk katagori kedua. seorang murid kesayangan Imam Abu Hanifah dan yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Yusuf. Al-Izz Abdussalam. Penpadat para Imam mazhab yang selama ini telah baku di kalangan umat Islam. lingkungan. bahkan sampai ke Indonesia. Ajaran Islam harus dikembalikan dan bersandarkan al-Qur’an dan Sunnah. dengan kepentingan masyarakat dan prinsip keadilan sebagai dasar pertimbangan dan tolak ukur utama. maka gugur pula hokum yang terkandung di dalam ayat itu. Namun kemauan yang demikian luhurnya. seorang ahli hokum terkemuka dari golongan mazhab Imam syafii menyatakan bahwa semua usaha hendaknya difokuskan pada kepentingan masyaraka.

dengan memilih dalil-dalil ijtihad yang dijadikan dasar pendapat tersebut. memberikan kemaslahatan. 4) Pendapat tersebut lebih sesuai dengan kehidupan manusia pada masa sekarang. social dan budaya pada abad ini merupakan perubahan yang laur biasa. Dalam hal ini ada beberapa factor yang mendorong perlu dilakukannya ijtihad selektif yaitu : 1). Ijtihad selektif yaitu memilih salah satu pendapat yang diyakini paling kuat di antara pendapat-pendapat yang ada. dan menghindarkan kerusakan manusia. Perubahan politik. 3) Pendapat tersebut lebih banyak memberikan rahmat kepada manusia. Cara melakukan ijtihad ini adalah dengan mengadakan studi komparatif di antara pendapat-pendapat yang ada. Selanjutnya memilih pendapat yang paling kuat dalilnya. Perubahan tersebut menuntut para ulama untuk meninjau pendapat lama yang 1 . 2) Pendapat tersebut lebih memberikan kemudaaan. berdasarkan alat ukur yang dipergunakan dalam mentarjih atau menguatkan yaitu : 1) Pendapat tersebut lebih banyak merealisir maksud syariat Islam. ekonomi. Adapun bentuk ijtihad yang diperlukan sekarang adalah : a.sebagai benda-benda mati. sesuai dengan kemudahaan yang diberikan syariat Islam.

Banyak ayat al-Our’an yang memberi penegasan demikian. Dalam hal ini adanya perbedaan pendapat di antara para ulama dalam suatu masalah menunjukkan bahwa masalah tersebut memberikan bermacam-macam interpretasi sehingga tidak menutup kemungkinan adanya pendapat baru yang sebelumnya belum pernah dikemukakan ulama. sastra maupun teater-teater. raja-raja. 3) Ijtihad kreatif. HIKMAH IBADAH DALAM ISLAM Hampir 2000 tahun yang lalu Plutarchus. tetapi tidak ada satu kotapun tanpa tempat ibadah atau penduduknya tidak melakukan ibadah. bahwa keanekaragaman itu tidak berasal dari satu sumber. perkembangan tersebut juga membekali para ulama masa kini dengan suatu kemampuan untuk menetapkan apakah pendapat ulama masa lalu yang diwarisinya masih relevan atau tidak. yaitu untuk mengarahkan pembawaan kodrat jiwa manusia. Ruh ajaran Islam adalah Tauhid. bahwa mungkin kita menjumpai kotakota tanpa benteng. bahwa hanya Allah saja Tuhan yang berhak disembah. yaitu menetapkan ketentuan baru terhadap suatu masalah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi suatu kenyataan bahwa temp[at-tempat ibadah yang terdapat di manamana menunjukkan adanya keanekaragaman tentang siapa yang dituju dengan ibadah tersebut dan bagaimana cara melaksanakannya. Pernyataan Pluctarchus itu amat penting artinya. Perkembangan tersebut memberi pembentukan terhadap pengetahuan lama dan menjadi alat untuk menemukan pengetahuan yang benar. Tuhan yang telah menciptakan manusia dan alam seluruhnya. 2). Disamping itu. baik masalah tersebut baru atau lama. di mana ketentuan tersebut belum pernah dikemukakan para ulama terhadulu. Pada masa kini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat. sebab dengan pernyataan tersebut dapat diambil kesimpulan. memberikan penegasan-penegasan yang amat jelas. Muhammad SAW sebagai Rasul Allah yang terahkirdan al-Qur’an sebagai kitab Allah yang terahkir. Islam 1 . kekayaan. agar dapat menunjukkan ibadahnya kepada Allah. yaitu manusia yang beraneka macam kecenderungan jiwa dan cakrawala pemikirannya. kemudian memilih pendapat yang paling kuat.dirsakan tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi baru. yang sebelumnya tidak diketahui. bahwa kerinduan untuk berhubungan dengan Tuhan merupakan pembawaan kodrat jiwa manusia. Hal ini membuktikan. serta tumbuh dari dalam jiwa manusia sendiri. seorang ahli sejarah berbangsa Yunani mengatakan. meng-esakan Tuhan secara mutlak. melainkan dari banyak sumber. Dari segi ini dapat diketahui betapa pentingnya Allah mengutus rasulrasulNya.

manusia. yang tidak berhak disembah. bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. Manusia adalah makhluk Allah yang terhormat dan mempunyai kedudukan yang utama disbanding dengan makhluk-makhluk Allah lainnya. Dalam Al Qur’an antara lain : surat Al Fatihah ayat 5 mengajarkan. minsalnya malaikat. AlQur’an menyatakan dalam berbagai surat dan ayat antara lain : Surat An-Nisa’ ayat 48 menegaskan. bahwa syirik adalah perbuatan dosa terbesar yang tidak akan memperoleh ampunan Allah. bahwa selain Allah. Surat An-Nisa ayat 116 ditegaskan. bahwa ajakan beribadah hanya ditujukan kepada Allah merupakan inti ajaran para Rasul. ketika akan mulai membangun gedung. bahwa orang yang berbuat syirik adalah orang sesat jauh dari Allah tidak akan memberi ampun atas dosa syirik itu. dan roh-roh berarti menurunkan derajat kemanusiannya yang diberi tempat demikian tinggi oleh Allah. Islam mengharamkan binatang yang disembelih dengan maksud dan tujuan untuk saji-sajian berhala dan sebagainya.menjadi persaksian. 1 . sebagai salah satu sendi ajaran Islam. untuk menjadi saji-sajian bagi makhkluk halus. jin. agar orang menyembah hanya kepada Allah dan jangan ada sesuatupun yang disekutukan kepada Allah. bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan diminta pertolongan. Kerbau yang disembelih dengan tujuan untuk ditanam kepalanya. Surat Al-Araf ayat 194 dijelaskan. Surat An-Nahl ayat 36 menegaskan. semua yang ada di alam ini adalah makhluk-makhluk seperti manusia juga. benda-benda langit. kayu. binatang. atau menyembah kepada sesama makhluk Allah. surat An-Nisa’ ayat 36 memerintahkan . Oleh karena itu apabila ia menyembah kepada selain Allah. termasuk sembelihan yang haram dan perbuatan itu Mempersekutukan seseuatu kepada Allah dinamakan syirik. batu.

manusia awam tidak dapat secara langsung. Hal itu untuk menjaga keselamatan manusia. Manusia dalam sejarahnya telah merusak ajaran agama.termasuk syirik. Membaca kitab suci menjadi wewenang mereka saja dan demikian pula membaca do’a. Hubungan manusia dengan Tuhan 1 . Merekalah yang mempunyai konsepsi. motif yang amat menonjol adalah protes terhadap monopoli para ahli agama dalam dunia khatolik. Mereka menentukan temapt khusus untuk beribadah. agar jangan sampai dimurkai Allah karena menyekutukan Allah dan menyinggung keesaannya. Pelanggaran terhadap cara-cara yang telah ditentukan mengakibatkan ibadah tidak sah dan tidak dapat diterima Tuhan. akan dijumpai adanya lembaga karyawan agama yang antara lain berfungsi sebagai perantara manusia awam untuk beribadah kepada Tuhan. Islam mengembalikan ajaran agama yang murni berasal dari wahyu. Untuk melakukan ibadah diperlukan berbagai macam syarat sajian dan sekedar uang untuk para perantara yang memonopoli urusan keagamaan. Kalau dipelajari sejarah agama-agama di dunia. serta menentukan perantara dan upacara yang tidak boleh dilanggar. Sedemikian keras Islam mengajarkan. para ahli agama menentukan berbagai macam syarat dan ikatan-ikatan ibadah. Berdasarkan konsepsi serupa itu. agar jangan sampai orang terjerumus dalam kemusyrikan. bahwa jarak antara manusia dengan Tuhan adalah jauh. yaitu para pejabat keagamaan. Hanya kaum ahli agama dapat langsung mendekatkan diri kepada Tuhan. tetapi harus dengan perantara mereka. Yang menyebabkan rusaknya agama adalah orang-orang agama sendiri. Sejarah reformasi dunia Kristen yang dipelopori oleh Martin Luther. Untuk memanjatkan do’a kepada Tuhan.

Khusus mengenai tempat melakukan ibadah. Demikian Allah mendidik hati nurani manusia untuk merasakan. tepat. A. KemudianRasul sebagai figure yang menerima berbagai perintah ibadah. apanila seseorang menghadapi masalah penting dalam hidupnya di dunia dan memerlukan keputusan yang . Surat Al Qaf ayat 16 menegaskan. Dalam hubungan ini hadist Nabi riwayat Bukhaari-Muslim mengatakan: “Bumi ini dijadikan Allah untukku sebagai masjid dan alat bersuci siapapun yang menjumpai waktu shalat. kemudian memanjatkan do’a yang pokoknya memohon kepada Allah. sesuai dengan kaedah fiqhiyyah yang menyatakan “hukum yang terkuat dari segala sesuatu adalah boleh. yang tentu saja sebagai pihak yang paling tahu mengenai isi dan maksud perintah. serta orang supaya memenuhi ajakan-Nya dan beriman kepada-Nya. Tetapi jika sebaliknya. Dalam bidang mu’amalah atau keduniaan terdapat kelonggaran yang demikian luas bagi manusia. Tuhan tidak pernah menjelma pada manusia dan manusia dituntut untuk mempunyai sebagian sifat-sifat Ketuhanan. hendaklah ia mengerjakan di mana ia berada” Satu-satunya tempat yang dikhususkan untuk melakukan ibadah dengan nilai tinggi adalah baitullah di Mekkah dan daerah sekitarnya untuk melakukan ibadah haji.tidak perlu dengan perantara apa dan siapapun. Di samping itu Islam membebaskan manusia dari ikatan sistem perantara. bahwa Allah benar-benardekat dan selalu beserta dengan manusia di manapun ia berada. bahwa Allah dekat kepada hamba-hambaNya. Tetapi hal ini tidak berarti manusia dan Tuhan dapat bersatu. seperti keyakinan para penganut aliran pantheisme. Ibadah dapat dilaksanakan di tempat manapun dan tanpa upacara-upacara di depan para ahli agama. Untuk ibadah shalat. bahkan sebaliknya manusia sangat terikat pada ketenuan-ketentuan yang diberikan Allah dan Rasulnya. sesuai dengan bunyi kaedah fiqhiyyah “ Hukum pokok terhadap ibadah adalah bathal (tidak boleh dikerjakan). dapat dimudahkan jalannya. tidak menentukan perantara apa dan siapapun juga. Al-Qur’an dalam berbagai ayat : Surat Al Baqarah ayat 186 mengajarkan. hendaklah ia melakukan shalat dua raka’at. PRINSIP-PRINSIP IBADAH 1. lebih dekat dari urat lehernya. bahwa Allah amat dekat kepada manusia. Ada Perintah dan Ketentuan Dalam melakukan ibadah kepada Allah. Islam mengajarkan bahwa bumi Allah adalah masjid bagi kaum muslimin. manusia tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan. mohon dijauhkan dari yang diinginkan dan mohon diberikan ganti yang lebih baik. 1 - Islam mengajarkan bahwa hubungan dengan Allah dengan manusia amat dekat. Islam tidak mengajarkan manuggaling kawula gusti. dan haji dengan jelas terdapat perintah dan ketentuan dalam al-Qur’an. karena terdapat ketentuan manusia. mengajarkan pula bahwa manusia adalah makhluk Allah yang terhormat dan mempunyai kedudukan yang utama di antara makhluk-makhluk Allah yang lain. Nabi mengajarkan juga. Berlainan halnya dengan bidang ibadah. agar senantiasa berada di atas kebenaran. Oleh karena itu untuk berhubungan dengan Allah. puasa. jika hal yang dilakukan akan mendatangkan kebaikan dalam kehidupan dunia dan kebaikan di akhirat. kecuali terdapat dalil yang mengharamkan”. zakat. akan dikabulkan-Nya permohonan orang yang berdo’a kepada-Nya. kecuali ada dalil yang memerintahkan”.

Waktu untuk melaksanakan ibadah puasa juga ditetapkan Allah. Karena itu barang siapa di antara kamuhadir di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. kamu membersihkan dan mensucikan mereka”. diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. dan rukunnya. agar kamu bertaqwa”. dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).selanjutnya memberikan petunjuk kepada umat tentang bagaimana cara melaksanakannya. Adapun ketentuan tentang syarat puasa. pengurus-pengurus zakat. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. para muallaf yang dibujuk hatinya. Ibadah puasa diwajibkan melalui firman Allah dalam surat alBaqarah ayat 183 : “Hai orang-orang yang beriman. Ibadah zakat. ketentuan kewajiban zakat dijelaskan Allah dalam alQur’an dalam surat Taubah ayat 103: “Ambilah zakat dari sebagian harta mereka. antara lain mengenai perincian waktu pelaksanaan. yang ditentukan dalam surat Taubah ayat 60: “Sesungguhnya zakatzakat itu. yaitu pada setiap bulan Ramadhan. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Ada delapan golongan (ashnaf delapan) penerima zakat. Petunjuk Rasul ada yang diberikan dalam bentuk fi’il atau perbuatan dan ada yang berbentuk qauli atau ucapan. sebagaimana tersebut dalam surat al-Baqarah ayat 185 : “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan ramadhan. macam-macam. bahwa yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjukbagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu. yang menentukan puasa sunnah dan lain sebagainya ditentukan oleh Rasul. syarat-syarat. 1 . orang-orang yang berhutang. Ibadah shalat ditegaskan kewajibannya antara lain melalui firma Allah daqlam surat al-Ankabut ayat 45 :“Dan dirikanlah shalat. Setelah itu Rasulullah membuat ketentuan-ketentuan. untuk memerdekan budak. orang-orang miskin. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar”. Beliau bersabda : “ Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku melaksanakan shalat”. dengan zakat itu. hanyalah untuk orang-orang fakir.

wuquf. melontarkan jumrah. jenis-jenis barang yang dikenai zakat dan lain-lainnya. Ibadah-ibadah sunnat. yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. apabila yang tidak mungkin dilaksanakan. seperti thawaf. Ibadah haji diwajibkan berdasarkan firman Allah dalam surat alBaqarah ayat 194: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”. seperti shalat sunnat dan puasa sunnat juga demikian halnya. kreteria orang yang diwajibkan membayar zakat. dijelaskan oleh Rasul. Sedangkan ketentuan mengenai bagaimana cara mengerjakan haji. dan hal-hal yang menjelaskan pantangan dalam menunaikan ibadah haji. dan cukup keuangannya untuk pergi dan pulang. Ketentuan ibadah haji hanya diwajibkan atas orangorang yang kuat fisiknya. pakaian yang dipakai ketika berhaji dan lainlainnya. sehat mentalnya. kadar yang harus dikeluarkan. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui. bahwa ibadah yang sah dan boleh dilakukan adalah ibadah yang memang terdapat perintah dan ketentuan dalam al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Semua ibadah berada dalam batas-batas kewajiban dan sejalan dengan kadar 1 . dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya: “Ambilah olehmu dari aku cara cara melaksnakan ibadah haji”. bahwa seluruh ibadah yang diwajibkan memiliki dasar-dasar yang kuat. Meniadakan Kesukaran Keseluruhan ibadah dalam syari’at Islam tidak ada yang menyukarkan dan memberatkan mukallaf atau orang yang dikenai kewajiban. dalam bidang ibadah terdapat satu prinsip. sa’I. diketentuan dari firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 97: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah.Ketentua waktu membayar zakat. 2. Dengan demikian jelaslah.

kesanggupan manusia. Prinsip kedua ini diterangkan Allah dalam alQur’an surat al-Baqarah ayat 185: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. Perintah mengerjakan shalat fardhu, walaupun diwajibkan dalam jumlah lima kali dalam satu hari satu malam, tidak sampai mengakibatkan timbulnya kesukaran bagi orang yang mengerjakan. Seorang karyawan tidak mungkin terganggu pekerjaannya dengan meluangkan waktu sekitar sepuluh menit untuk mengerjakan shalat. Seorang pedagang tidak akan merugi dan kehilangan pendapatan, karena mengerjakan shalat. Bahkan seorang pengemudi jarak jauh tidak akan terganggu perkerjaannya membawa penumpang, apabila ia mengerjakan shalat. Apalagi ajaran Islam memberikan ruskshah atau keringanan kepada mereka untuk mengerjakan shalat secara jama’ atau menggabungkan dua shalat pada satu waktu. Demikian juga halnya dengan ibadah-ibadah yang lain. Ibadah puasa yang mewajibkan manusia menahan makan, minum, dan seks sejak terbit matahari sampai terbenamnya matahari. Pada umumnya tidak menimbulkan kesukaran bagi orang yang melakukan puasa, apalagi dengan disunanatkan makan sahur. Dalam hal ini Rasulullah bahkan mengatakan, bahwa “berpuasa itu mendatangkan kesehatan” dan sabda tersebut telah dibuktikan kebenarannya oleh ilmu kedokteran. Dalam hal zakat, kadar harta yang wajib dikeluarkan zakatnya oleh muzakki atau orang yang berzakat rata-rata hanya 2,5 % dari harta yang diperoleh. Ibadah zakat tidak menyebabkan timbulnya kesukaran bagi muzakki dan tidak akan mengakibatkan menjadi miskin atau jatuh pailit. Allah menjanjikan untuk mereka yang berzakat ibarat menanam satu biji yang akan memunculkan 7 cabang dantiap cabang akan membuahkan 100 biji dalam surat al-Baqarah ayat 261. Dalam kenyataan, mereka yang rajin dan tertib menunaikan ibadah zakat, justru mendapat rezki yang lebih melimpah dan memperoleh banyak kemudahaan.

Dalam bidang haji, tidak adanya kesukaran lebih jelas lagi, karena yang terkena kewajiban untuk mengerjakan haji hanya orang-orang yang memiliki tingkat kemampuan sedemikian rupa, sehingga tidak ada kesukaran berati bagi mereka dalam pelaksanaannya. 3. Tidak Banyak yang dibebankan Prinsip yang ketiga ini mempunyai hubungan dengan prinsip yang kedua di atas, karena apabila banyak yang dibebankan, tentu akan berakibat timbulnya kesukaran. Yang dimaksud dengan prinsip tidak banyak yang dibebankan adalah bahwa pembebanan dalam syari’at Islam jika dibandingkan dengan waktu dan keadaan, sesungguhnya tidak dapat dikatakan banyak. Yang mendasari prinsip ini adalah firman Allah surat al-Maidah ayat 101: “hai orang-orang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu al-Qur’an itu sedang diturunkan, nicaya akan diterangkan kepadamu. Allah mema’afkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang”. Berdasarkan ayat ini dapat disimpulkan, bahwa Allah memandang telah memadai hukum-hukum yang diterangkan, dalam pengertian Allah tidak berkehendak untuk memperbanyak hukum, karena hal ini akan menyusahkan hamba-hamba-Nya. Apabila waktu yang diperlukan untuk mengerjakan satu kali shalat diperkirakan 12 menit, maka untuk mengerjakan limaka kali shalat membutuhkan selama satu jam. Oleh karena itu waktu yang diperlukan untuk mengerjakan shalat hanya satu jam dari 24 jam sehari yang dianugrahkan Allah kepada umat manusia. Demikian juga dengan ibadah puasa hanya satu bulan dari 12 bulan, sedangkan ibadah zakat hanya 2,5 % atau 1/40 dari perolehan, dan haji ibadah haji hanya satu kali dalam seumur hidup bagi orang yang mampu. 1

Secara umum dapat dimukakan, bahwa ajaran Islam yang berkaitan dengan ibadah disyaratkan setelah peristiwa hijrah. Hal ini erat sekali kaitannya dengan ayat-ayat al-Qur’an yang turun setelah hijrah, yaitu mayoritas berisi ayat-ayat hukum. Di antara ayat-ayat hukum tersebut berkaitan dengan ibadah. Namun demikian sebagian ibadah telah disyaratkan sebelum peristiwa hijrah, misalnya shalat. Para ulama berpendapat, bahwa shalat pada mulanya disyaratkan hanya dua rakaat waktu pagi dan waktu sore, seperti yang dijelaskan dalam firman Allah surat al-Makminuun ayat 55: “Dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi”. Shalat lima waktu diwajibkan sesudah peristiwa mi’raj. Ibadah thaharah disyaratkan sejalan dengan pensyaratan shalat, karena thaharah merupakan syarat sahnya pelaksanaan shalat. Allah telah mewajibkan kepada muslimin berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan setiap tahunnya. Puasa diwajibkan kepada kaum muslimin pada tahun 2 hijrah. Setiap umat beragama mempunyai tempat-tempat tertentu yang dipergunakan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Orang-orang Arab sebelum Islam mempunyai tempat ibadah, yaitu Baitul Haram yang didirikan oleh nenek moyang mereka, nabi Ibrahim a.s dan nabi Ismail a.s. Oleh karena itu telah ada tradisi bangsa Arab untuk melaksanakan haji sejak zaman nabi Ibrahim dan nabi Ismail sampai datangmnya Muhammad yang diutus Allah menjadi Rasul. Ibadah haji yang dilakukan orang-orang Arab kemudian berubah dan tidak lagi sesuai dengan apa yang diajarakan nabi Ibrahim. Mereka telah mempersekutukan Allah dengan berhala yang mereka letakan di samping Baitullah, di Safa, dan Marwa, yang mereka anggap sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka tidak lagi mengagungkan nama Allah, tetapi telah mengagungkan nama selain Allah. Pada waktu Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasuldan bertugas meluruskan kembali agama yang dibawa nabi Ibrahim dan mengajar manusia untuk tunduk dan patuh menjalankan perintah Allah serta menghacurkan syirik, Allah tetap menetapkan Baitullah sebagai 1

tempat untuk menjalankan haji dan umrah. Ibadah haji difardukan pada tahun 6 hijarah. Pada waktu itu nabi Muhammada pergi ke Baitullah untuk menjalankan umrah, tetapi terhalang oleh musuh. Pada tahun 7 hijarah nabi pergi lagi melaksanakan umrah. Pada tahun 9 hijarah Abu Bakar pergi melaksanakan haji bersama kaum muslimin. Nabi Muhammad pergi haji bersama seluruh kaum muslimin pada tahun 10 hijrah yang dikenal dengan haji Wada’. Islam memandang zakat adlah ibadah yang sangat penting dan wajib dilaksanakan sama halnya dengan shalat. Al-Qur’an menyebut shalat dalam 82 ayat, sedang zakat 31 ayat, dan 22 ayat diantaranya menyebutkan shalat dan zakat sedcara beriringan. Hal ini menunjukkan, bahwa mengeluarakan zakat sama pentingnya dengan ibadah shalat. Perintah ibadah dalam ajaran Islam telah ditetapkan dalam nash dan bersifat tetap. Ibadah tidak terpengaruh oleh perkembangan masa dan perbedaan tempat, serta wajib diikuti tanpa harus terlebih dahulu menyelidiki makna dan maksudnya. Masalah ibadah merupakan sesuatu yang tidak ada imbangannya dalam hukum positif. Hukum positif tidak membahas hubungan makhluk dengan Tuhannya atau hubungan micro cosmos dengan macro cosmos. Dalam Islam masalah ibadah mendapat perhatian yang sangat khusus dan penting. Ibadah merupakan hakikat dan tujuan hidup manusia, seperti yang dijelaskan Allah dalam al-Qur’an surat az-Zariyat ayat 56: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembahku”. Menyembah Allah SWT bearti memusatkan penyembahan kepada Allah semata-mata, tidak ada yang disembah dan tempat mengabdikan diri kecuali kepada Allah saja.Pengabdian berarti penyerahan diri secara mutlak dan kepatuhan sepenuhnya secara lahiriah dan batiniah kepada kehendak ilahi. Hal itu dilakukan dengan kesadaran, baik sebagai perseorangan maupun secara berkelompok. 1

kami angkut mereka di daratan dan di lautan. yang dipermainkan gelombang laut tanpa kemudi dan jangkar serta tidak punya pedoman. bahwa ibadah dalam Islam merupakan sarana untuk menyatakan syukur kepada Allah. Sebaliknya apabila suatu kehidupan tidak bertujuan ibadah. dan janganlah kamu melupakan nasibmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. yang puncak kebahagiannya terletak dalam pertemuan dengan Allah merupakan arti ibadah sebagai tujuan hidup. Selain itu seorang yang bekerja atau menjalankan tugas sehari-hari dengan niat ibadah. Oleh karena itu orang tidak mengetahui tujuan hidup. Islam melarang manusia untuk melakukan ‘uzlah yaitu menjauhkan diri dari gejolak masyarakat. jenis. Suatu pekerjaan bernialai ibadah sangat tergantung dari niatnya. Oleh karena itu adanya ibadah yang diajarkan dalam Islam tidak berarti harus menjauhi hidup duniawi. dengan melakukan ibadah dengan tertib sesuai dengan tuntunan yang telah diberikan. Walaupun pekerjaan yang dilakukan itu adalah shalat. maka shalatr itu tidak mendapat nilai ibadah. Demikian pula hasil kegiatan di muka bumi bukanlah tujuan yang hakiki. dalam pekerjaanya akan mudah terlibat dalam kecurangan dan kejahatan. maka segala pekerjaanya selalu dalam batas-batas keredlaan Allah. Ia akan mudah hanyut bahkan tenggelam. akan memberikan ketenangan hidaup dan kerja. Sedangkan dalam surat al-Isra’ ayat 70: “Sesungguhnya telah kami muliakan anak-anbak Adam. tetapi juga bagi kehidupan bersama di masyarakat. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan”. Hidupnya di dunia ibarat sebuah perahu yang tengah berlayar di samudera luas. Betapa besarnya nikmat dan kurnia yang diterima manusia tak seorangpun yang mampu menghitungnya. dan rasanya. maka seseorang akan mudah mengalami putus asa. Syukur nikmat bearti pula tetap bekerja meningkatkan prestasi dengan harpan akan datangnya hari depan yang lebih cerah dan lebih indah. Apapun corak lapangan hidupnya akan selalu membawa ketenangan jiwa para pelakunya sebagai tanda syukur nikmat. Oleh karena itu orang yang kerjanya bernialai ibadah akan membawa kebaikan dan keberuntungan tidak hanya bagi kehidupan pribadinya. Manusia diciptakan Allah yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya.Oleh karena itu. sehingga jauh dari segala kecurangan dan hal-hal yang tidak halal. Suatu kehidupan yang bertujuan ibadah. Manusia sebagai makhluk yang paling mulia dalam penciptaan dijelaskan Allah dalam surat at-Tiin ayat 4: “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Oleh sebab itu sudah selayaknya manusia bersyukur dan berbakti kepada Pencipta Yang Maha Agung lagi Maha Kuasa. seperti dinyatakan dalam al-Qur’an surat al-Qashash ayat 77 : “Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagian) negeri akhirat. Tetapi Islam menuntutagar kehidupan manusia dapat harmonis dan seimbang. yang telah memberikan kurnia kepada manusia dengan berbagai nikmat yang berkaitan penciptaan phisik dan psikis atau dalam bentuk penyediaan segala kebutuhan umat manusia yang beraneka ragam jumlah. Suatu bantuan yang diberikan kepada seseorang betapapun kecilnya bantuan itu. kami beri mereka rezeki dari yang 1 . semua kegiatan manusia baik yang bercorak ubudiah maupun muamalat harus dikerjakan dalam rangka pengabdian kepada Allah dan mencari keredlaannya. kalau dikerjakan hanya karena mengharap pujian dari manusia. maka menjadilah bantuan itu sebagai ibadah. Keridlaan Allah yang memungkinkan tercapainya hidup dan kehidupan duniawi yaitu kehidupan ukhrawi. Islam mengajarakan bahwa kehidupan duniawi bukanlah tujuan. Dengan demikian dapat disimpulkan. tetapi dilakukan dengan ikhlas dan semata-mata mengaharapkan ridla Allah.

Membuat kemakmuran di bumi merupakan tugas utama manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat yang diredhoi Allah. Manusia diciptakan Allah di dunia untuk mengabdi (beribadah) kepada Allah. sebagaimana dijelaskan al-Qur’an dalam surat 1 . maka Allah memerintahkan kepada manusia supaya tetap berkomunikasi dengan Allah.baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kurnia yang sempurna atas kebanyak makhluk yang telah kami ciptakan”. Wujud pengabdian tersebut adalah dalam bentuk semua amal perbuatan yang berhubungan dengan nilai atau pelaksanaan amanat Allah sebagai khalifatullah fil ardl. maka manusia diciptakan Allah dalam bentuk konstruksi yang sangat serasi dan bagus. Dengan ibadah komunikasi antara Pencipta dengan makhluknya akan selalu terjaga. yaitu untuk memakmurkan bumi dan segala isinya. Oleh sebab itu manusia harus mempertanggung jawabkan semua amanah yang dipegangnya. yang disebut dengan prediket taqwa. Dalam surat Bayyinah ayat 5 :”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya”. Orang seperti inilah yang dicita-citakan Islam. kemudian mati tanpa pertanggung jawaban. Manusia diciptakan Allah bukan hanya sekedar untuk hidup di dunia. Allah Maha Mengetahui tentang kejadian dan tugas manusia. Dalam hal ini Allah menegaskan dalam beberapa surat al-Mukminuun ayat 110: ”Maka apakah kamu mengira. Karena begitu berat dan ulianya tugas yang diberikan kepada manusia. Terjaganya komunikasi anatara manusia dengan Tuhan menyebabkan hidup akan terpelihara dari dosa. bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main(saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami”. Hal ini pulalahyang menjadi hakekat ibadah dalam ajaran Islam.

misalnya shalat. Secara umum ibadah dikelompokkan menjadi : a. bahwa tujuan ibadah di samping menjadi sarana untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Dalam istilah lain dapat dikatakan seluruh amalan yang dizinkan Allah. sehingga jumlah dan macamnya tak mungkin dapat dihitung oleh manusia. Shalat dalam ajaran Islam biasanya digolongkan dalam ibadah khusus.. karena itu cara melaksanakannya termasuk jumlah rakaatnya tidak dibenarkan 1 al-Baqarah ayat 21 : “Hai manusia. yaitu segala kegiatan yang ketentuannya telah ditetapkan oleh nash alQur’an dan as-Sunnah. Teknis pelaksanaan ibadah ini secara operasional diserahkan kepada orang yang akan melakukannya. . Ibadah ‘aammah atau ibadah qhairu mahdllah (non ritual) yaitu semua perbuatan positif yang dilakukan dengan niat baik dan semata-mata keridlaan Allah. b. sembahalah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu. Macam Ibadah Macam ibadah ditentukan berdasarkan sudut pandang yang dipergunakan unutk menilainya 1. dengan memperhatiakan situasi dan kondisinya.Di samping itu ibadah juga merupakan pernyataan syukur kepada Tuhan yang telah mengaruniai manusia dengan berbagai nikmat yang tiada terhingga. agar kamu bertaqwa”. juga merupakan cara untuk menyatakan syukur kepada Tuhan atas segala nikmat dan rahmat yang diberikan kepada manusia. Dengan demikian makin jelas. Ibadah dalam artian khusus ini tidak menerima perubahan baik berupa penambahan ataupun pengurangan. B. Ibadah Khasshah atau ibadah mahdllah (ritual). baik dari segi penciptaan fisik manusia yang begitu sempurna maupun dalam penyediaan segala kebuthan hidup manusia.

yaitu ibadah yang pelaksanaannya memerlukan kekuatan phisik. 3. Kegiatan shalat memerlukan gerak anggota badan. ibadah dibagi menjadi dua bagian yaitu : a. yaitu untuk mengurangi kesenjangan antara si kaya dengan si miskin atau orang yang tidak mampu. dan harta. misalnya dzuhur adalah mulai dari tergelincir matahari sampai dengan bayang-bayang sama panjangnya dengan benda yang didirikan dengan tegak lurus. Mislnya ibadah shalat. Di samping itu tanpa materi. Contohnya adalah ibadah zakat. Kedua nilai itu tidak akan diperoleh orang lain. Phisik yang lemah menyebabkan orang tidak mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik dan sempurna. Contohnya adalah shalat yang terdiri beberapa perbuatan dan perkataan dengan disertai kekhusyu’an. Ditinjau dari sudut kepentingannya. ibadah haji tidak dapat dilakukan. Orang yang akan mendirikan shalat harus mengetahui. bahwa pada saat ini telah masuk waktu shalat yang didirikannya. Ibadah Jasmaniah Ruhiyah. Ibadah Ijtima’I. b. Jika terdapat penambahan atau pengurangan. b. dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu : ibadah 4. Kemampuan meliputi kemampuan phisik. Ditinjau dari sudut pelaksanaannya. bahwa zakat merupakan upaya untuk membersihkan harta seseorang dan sekaligus dapat berfungsi sosial. dan materi. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 103 : “ Sesungguhnya shalat itu adalah fardlu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. Apabila dilaksanakan di luar waktunya. yaitu ibadah yang manfaatnya di samping dirasakan oleh orang melakukan juga dapat dirasakan oleh orang yang lain. haji dalam Islam hanya diwajibkan kepada orang yang mempunyai kemampuan (istitha’ah). ucapan tertentu dan keikhlasan. disertai jiwa yang tulus atau ikhlas kepada Allah. Ibadah Jasmaniah Ruhiyah Maaliyah. dalam ajaran Islam mengajarkan. Tanpa kesiapan mental. yaitu ibadah yang dalam pelaksanaannya memerlukan kegiatan phisik. maka nilainya menjadai tidak ada atau menjadi tidak sah. artinya setiap shalat harus dilaksanakan pada waktunya masing-masing. Dilihat dari sudut waktu pelaksanaannya. artinya sembari beribadah orang lain dapat merasakan manfaatnya. Contohnya adalah ibadah haji. Kekuatan phisik diperlukan bagi mereka yang ingin melalkukan ibadah haji. Dengan mengeluarkan zakat berarti ikut meringankan beban orang lain. Di samping itu orang yang puasa diharapkan dapat benar-benar menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah. yaitu ibadah yang manfaatnya hanya dapat dirasakan oleh orang yang melakukan saja dan tidak ada hubungannya dengan orang lain. Tanpa hal itu semua. terutama bagi mereka yang jauh dari mekkah. 4. manusia tidak akan sanggup untuk melakukan haji dengan baik. 2. Contohnya adalah shalat dan shaum merupakan ibadah yang berhubungan langsung antara manusia dengan Allah. shalat yang dilakukan dianggap tidak sah. mental yang membaja.1 Ibadah Muwaqat. Kalau diperhatikan penjelasan hadist yang berkaitan dengan waktu shalat. mental. Ibadah Fardy. ibadah dibedakan menjadi dua kelompok yaitu : a. Hadist Nabi menyatakan: 1 . yaitu mengadaada. maka hal itu dinamakan bid’ah. kecuali orang itu yang melakukannya sendiri. Orang yang melakukan shalat diharapkan dapat menjaga dirinya dari perbuatan keji dan munkar. setiap shalat mempunyai waktu tertentu. yaitu ibadah yang waktu pelaksanaannya sangat terikat dengan waktu-waktu yang telah ditentukan Allah atau RasulNya. Yaitu antara zakki dengan mustahiq.untuk ditambah atau dikurangi.

Ibadah Ghairu Muwaqat. Demikian juga hal nya dengan ibadah puasa Ramadhan.s.2. bahwa Nabi SAW didatangi oleh Jibril a. Imam Tarmidzi berkata: Hadist ini hasan. Misalnya untuk bertasbih dan zikir kepada Allah. Timbul pertanyaan. lalu shalatlah.s. B. yaitu ibadah yang waktu pelaksanaanya tidak tergantung dengan waktu-waktu tertentu. 4. Hanya waktu-waktu yang diutamakan 1 . maka ia yang menyuruh shalat mengikuti shalat di Mekkah. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Jibril a. sudah ada jawabannya dari ulama Mekkah ketika putra mahkota Saudi ikut terbang ke angkasa. maka waktu shalat bagi orang di Eropa juga harus mengikuti shalat di Mekkah atau di daerah tropis di bawahnya. tetapi ia berkata di dalam hadist itu: dan Nabi shalat yang kedua kalinya ketika bayangan tiap-tiap sesuatu menjadi sama.“ Dari jabir bin Abdullah. “ Dari Ibnu Abbas. hal itu dapat dilakukan kapan saja. Kemudian Nabi shalat dzuhur ketika matahari sudah tergelincir”. A. Masalah timbul ketiaka perkembangan teknologi dan transportasi meningkat. Lalu ibnu Abbas menyebutkan seperti hadist Jibril. artinya selama diizinkan Allah. Bagaimana shalat dipesawat ruang angkasa yang mataharinya terlihat setiap 5 menit. Begitu juga untuk bersedekah tidak ditentukan waktunya. mengimami aku di Baitullah dua kali. Apakah jawaban itu juga dapat digunakan untuk mereka yang tinggal di kutub? Jika ini dignakan. maka hal itu dapat dilakukan. Bagaimana orang shalat di kutub yang matahari terbitnya 6 bulan sekali?. Untuk pertanyaan B. lalu Jibril berkata kepadanya: Berdirilah.

Allah menjadi manusia dalam bentuk yang paling sempurna lagi dimuliakan. kesenian dan agama.1. maka yang bersangkutan akan mendapat dosa. Apabila tidak dikerjakan. at-Tarmizi). Untuk kepentingan tersebut Allah menurunkan Agama Islam. misalnya sadaqah sangat afdhal apabila dilakukan pada bulan Ramadhan seperti yang dijelaskan hadist Nabi: “diriwayatkan dari Anas katanya.R. memakmurkan. 1 tentu saja ada. kebutuhannya adalah segala sesuatu yang bersifat maretial. agar dengan berpegang pada ajaran Islam. 5. Ibadah wajib. puasa dan zakat. dan memelihara keselamatan alam semesta. maka ia akan menjadi materialistic atau serba materi. . Unsur jasmani bersifat materi. Jawab Rasulullah: sedeqah di bulan Ramadhan. (H. oleh karena itu kebutuhannya adalah segala sesuatu yang bersifat immaterial. yaitu ibadah yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim dam muslimah. mengelola. yaitu unsure jasmani dan unsure rohani. misalnya shalat.2. sepertti ajaran akhlak. yaitu ibadah yang sebiknya dilaksanakan. ketika Rasulullah ditanya kapankah waktu yang paling baik/ paling afdhal melakukan sedeqah. ibadah dibagi menjadi dua bagian yaitu : 5. Manusia yang dalam kehidupannya terlalu mementingkan materi. Sedang unsure rohani bersifat immateri. misalnya shalat rawatib dan dhuha.5. TUJUAN DAN HIKMAH IBADAH Allah telah menjadikan manusia sebagai khalifahtullsh fil Ardhi dengan missi memimpin. C. Dilihat dari sudut status hukumnya. seeperti sandang. manusia mampu melaksanakan tugas kekhalifahannya sesuai dengan maksud Allah. pangan dan papan. Manusia terdiri dari dua unsure. Apabila dilaksanakan yang bersangkutan mendapat ganjaran dan apabila tidak dilaksanakan yang bersangkutan tidak mendapatkan dosa. maka ia kan menjadi immaterialistik atau spiritualistic. Oleh karena itu harus mendapat perhatian dan pembinaan yang seimbnag. Dengan tugas dan fungsi serta tanggung jawab manusia seperti tersebut di atas. Kedua unsure tersebut harus berkembang dengan baik dan seimbang. Ibadah Sunnah. Sedangkan manusia yang hanya mementingkan immateri.

menyerahkan diri kepada Allah. kemudian mati tanpa pertanggung jawab. Pada hakekatnya hal itu merupakan tujuan agama Islam. Untuk membina rohani Ibadah yang terdapat dalam syari’at Islam. puasa. dan seks. diperlukan manusia yang bertaqwa atau patuh pada segenapperintah dan larangan Allah. bahkan supaya senantiasa dekat dengan Allah. manusia memuja kemahabesaran dan kemahasucian Allah. Di samping itu ia juga harus menahan rasa amarah. Hal ii dapat difahami dalam firman Allah dalam surat al-Mukminuun ayat 110: “Maka apakah kamu mengira.Oleh karena itu. bertengkar. Ringkasnya dalam dialog dengan Allah. Perasaan dekat dengan Allah akan mempertajam kebersihan jiwa. Dalam melaksanakan puasa seseorang diwajibkan menahan hawa nafsu makan. melainkan diciptakan untuk senantiasa tunduk dan patuh kepada kehendak Allah dan Ia akan meminta pertanggung jawaan manusia. Kehidupan di akhirat merupakan lanjutan dari kehidupan di dunia dan bagaimana nasib seseorang di akhirat akan ditentukan oleh bagaimana kualitas hidupnya di dunia. zakat dan haji. yaitu kehidupan pertama di dunia dan kehidupan kedua di akhirat. sehingga Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dapat dilihat dan dirasakan.Manusia mengalami dua bentuk kehidupan. Allah menjadikan manusia bukan sekedar untuk hidup di dunia. maka rohaninya menjadi bersih dan ia akan terjauh dari perbuatanperbuatan buruk dan jahat. Manusia seperti inilah yang dapat memberikan kebaikan-kebaikan. keinginan memaki orang. memohon supaya dilindungi dari godaan syaitan. Dalam bulan Ramadhan orang diajurkan pula untuk banyak mendirikan shalat dan membaca al-Qur’an. Dalam shalat terdapat dialog antara manusia dengan Allah. Mereka itu tidak lain adalah manusia bersih hatinya dan baik akhlaknya. 1 . minum. Jika seseorang melakukan shalat lima kali dalam sehari semalam denagan penuh keikhlasan menyampaikan permohonan tersebut. Dalam keadaan berhadapan dengan Allah. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami”. Semuanya itu membawa orang pada keadaan dekat dengan Allah. memohon supaya diberi petunjuk ke jalan yang benar serta dijauhkan dari kesesatan dan berbagai perbuatan yang tidak senonoh dan lain-lain sebagainya. seseorang memohon kiranya Allah membersihkan rohaninya. Ibadah dalam Islam merupakan wasilah atau perantara dan sama sekali bukan qhayah atau tujuan. juga bertujuan untuk menjadaikan rohani manusia senantiasa tidak lupa pada Allah. Pembinaan jasmani dan rohani bersatu dalam usaha membersihkan jiwa manusia. sehingga dapat mencegah hawa nafsu untuk melanggar nilai-nilai Ketuhanan dan hokum yang berlaku dalam memenuhi kebutuhan kehidupan manusia. Islam adalah agama Rahmatan Lil alamin atau rahman bagi seluruh alam. Kehidaupan di dunia adalah sementara yang sering disebut dengan istilah fana. bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja). memohon ampunan dari dosa yang telah dilakukan. selain untuk menyatakan ketaqwaan kepada Allah. dan perbuatanperbuatan kurang baik lainnya. Oleh karena itu Islam mengandung ajaran yang berwawasan dunia akhirat dan tidak memisahkan antara dunia dengan akhirat. Oleh karena itu Islam rahbanah dan bukan pula agama yang mengajarkan untuk berlebih-lebihan mengajarkan ibadah. diiringi dengan upaya yang sungguh-sungguh ke arah itu. Adapun tujuan ibadah secara rinci adalah : 1. yaitu shalat. sedang kehidupan di akhirat adalah abadi atau kekal. Pembinaan yang seperti ini disempurnakan dengan pernyataan kasih saying kepada para dhu’afa atau anggota masyarakat yang lemah kedudukan ekonominya dengan mengeluarkan zakat fitrah.

Dengan demikian akan terbina pula rasa persaudaraan. karena dalam ibadah haji tiada perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin dan antara orang yang berkedudukan tinggi dengan orangberkedudukan rendah. orang yang mengerjakan haji juga merasa dekat sekali dengan Allah. tetapi juga merupakan upaya pembinaan rohani. Sebagaimana halnya dalam mendirikan shalat. Selama mengerjakan ibadah haji perbuatan-perbuatan tidak baik harus dijauhi dan ditinggalkan. makanan dan tempat tinggal yang sangat sederhana.Ibadah haji merupakan usaha pembersihan rohani disertai dengan pembinaan jasmani dalam bentuk pakaian. walaupun ia mengambil bentuk penyerahan sebagian harta yang diperoleh untuk menolong fakir miskin dan orang-orang yang sedang berada dalam kesusahan hidup.Dalam mengerjakan kewajiaban menunaikan ibadah haji adalah orang yang berkunjung ke Baitullah (rumah Allah) dalam arti rumah peribadatan yang pertama didirikan atas perintah Allah di dunia. Untuk Membina Akhlak Akhlak atau budi perkerti luhur merupakan suatu hal yang sangat 1 . Bacaanbacaan yang diucapkan pada waktu mengerjakan haji juga merupakan dialog antara manusia dengan Allah. dan suka menolong anggota masyarakat yang berada damlam kekurangan. murah hati. Dalam hal ini rohani manusia dididik untuk menjauhkan kerakusan dan ketamakan pada harta benda. 2. Dalam ibadah haji terdapat pula latihan mempertajam rasa persaudaraan antara sesama manusia. Dalam hal kewajiban membayar zakat. serta diarahkan untuk mempunyai perasaan kasih.

Selain itu. melaksanakan shalat dengan tertib. Oleh karena itu. mengasihi orang miskin dan lain-lainnya melalui sebuah hadist qudsy sebagai berikut : “ Shalat yang kuterima adalah shalat yang menjadikan pelakuknya berendah diri di hadapan kebesaran-Ku. sehingga belum dapat menghilangkan perbuatanperbuatan yang tidak dibenarkan Allah. akan dapat membentengi orang dari perbuatan-perbuatan tercela dan sia-sia. Berbagai ibadah dalam Islam yang telah diwajibkan Allah kepada umat manusia. maka hiasilah agama itu dengan akhlak yang mulia dan hati yang pemurah. juga bertujuan untuk membina akhlak manusia. Shalat yang tidak mampu menghindarikan dari perbuatan-perbuatan tercela dan sia-sia adalah shalat yang memiliki nilai rendah. bahwa Allah telah menetapkan Islam 1 . Demikian pentingnya kedudukan shalat dalam kaitanya dengan soal akhlak. Di samping itu Allah mengakui. tidak berkeras menentang perintah-Ku. melainkan senantiasa ingat kepada-Ku dan menaruh kasih saying kepada kaum fakir miskin. tidak sombong. Rasulullah sendiri menyatakan bahwa diutusnya beliau ke dunia adalah untuk menyempurnakan pedoman dan ajaran akhlak. bahwa Rasulullah adalah orang yang memiliki akhlak yang luhur dan mulia. wanita yang ditinggal mati suaminya. tidak heran jika hal itu banyak disinggung Allah dalam al-Qur’an. penting dalam kehidupan masyarakat. Shalat yang seperti itu selama telah dipenuhi syarat dan rukunnya tetap sah hukumnya. teratur. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat al-Ankabut ayat 45: “Sesungguhnya shalat itu mencegah orang dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar”. Rasulullah pernah mengatakan. orang terlantar dalam perjalanan. Oleh karena itu. khusyu dan dilandsasi dengan nilai yang tulus karena Allah. dan orang yang ditimpa kesusahan”. bahkan ia merupakan factor penentu kebaikan dan ketentraman suatu masyarakat. hanya saja belum berhasil mendekatkan pelakunya dengan Allah. Ibadah shalat sangat erat kaitanya dengan upaya pembinaan akhlak. sehinggga Rasulullah secara agak terperinci mengaitkan dengan sifat-sifat rendah dari pada Allah.sebagai agamamu.

maka Allah mengiringi perintah-perintahnya dengan sangsi atau ancaman yang berlaku di akhirat. Ketika melaksanakan ibadah haji orang berdo’a supaya ibadah hajinya mabruur atau diterima Allah. Maha Kaya. Rasululllah SAW bersabda: Barangsiapa tidak mau meningglkan kata-kata bohong dan selalu memperbuatnya. Rasulullah SAW bersbda: Apabila salah seorang di antara kamu sekalian itu berpuasa. Umat Islam melaksanakan berbagai ibadah adalah karena diperintahkan oleh Allah. maka janganlah berkata kotor dan janganlah ribut-ribut. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 197: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. sehingga benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan seharihari. maka tidak boleh rafats. Namun demikian ibadah dalam Islam bukan dimaksudkan untuk menyembah Allah. minum dan seks. sebagaimana diungkap dalam hadist Rasulullah: “Dari Abu Huraurah r. berkat. Ibadah puasa. berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”. sebagaimana halnya dengan ibadah-ibadah lainnya juga berkaitan dengan upaya pembinaan akhlak. Orang yang khusyu dalam mendirikan shalat dijamin Allah akan memperoleh keberuntungan. Apabila terdapat banyak orang yang bertaqwa di lingkungan masyarakat. Larangan ini bermaksud agar orang meningglkan akhlak yang seperti itu dan suka melakukan akhlak yang baik.a. manusia yang senantuasa mematuhi Allah dalam bidang apapun. manusia yang senantiasa melalkukan perbuatan baik dan menjauhiperbuatan buruk dan jahat. ke arah peningkatan akhlak yang lebih baik. maka Allah tidak memperdulikan puasanya itu dimana ia telah susah payah meningglkan makan dan minum”. Jika ada seseorang mencaci maki atau mengajak berkelahi. sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 183 menjelaskan eratnya kaitan puasa dengan pembinaan akhlak karena yang hendak dituju dengan ibadah puasa adalah terciptanya manusia yang bertaqwa. seluruh akhlak buruk dan jahat harus ditinggalkan. Zakat yang merupakan suatu tindakan memberikan sebagian harta yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat atau orang lain. Ketika orang melaksanakan ibadah haji. Dari masyarakat yang baik insyah 1 . yaitu agar manusia menjadi muttaqin.Jiwa pelaku zakat yang telah terbina akan melahirkan akhlak yang baik. maka hendaklah ia berkata: sesungguhnya saya sedang berpuasa:. Maha Perkasa dan Maha segala-galanya. manusia harus berusaha supaya dapat dekat ke haribaan Allah atau taqarryb ilallah. yakni manusia yang senantiasa mentaati perintah dan larangan Allah. karena Allah adalah Maha Besar. Di antara indikasi ke mabruuran haji adalah terjadi perubahan sikap dan tingkah laku seseorang setelah kembali dari melaksanakan ibadah haji. maka masyarakat itu akan menjadi masyarakatyang baik. serta disembah atau tidak disembah Allah tetap dalam keMahaannya.a. denagan zakat itu. Kerana manusia mempunyai kecenderungan untuk taat dan tidak taat. kamu membersihkan dan mensucikannya”. “Dari Abu Hurairah r. Menurut firman Allah dalam surat at-Taubah ayat 103: “Ambilah zakat dari sebagaian harta mereka.Shalat yang dapat membuat pelakunya terjauh dari macam-macam sifat negatif adalah shalat yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Ibadah disyari’atkan semata-mata untuk kepentingan manusia itu sendiri. serta menghentikan kerja inderawi dari hal-hal yang bersifat negatif. Puasa yang dapat menghindarkan pelakunya dari bermacam-macam akhlak yang buruk adalah puasa yang dilakukan dengan menahan sedemikian rupa nafsumakan. Dalam ibadah haji juga terkandung tujuan pembinaan akhlak. barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. Oleh karena itu. berkata. Adapun jalan yang efektif ke arah itu adalah dengan tertib dan khusyu melakukan ibadah.

Keikhlasan adalah perbuatan jiw. Memelihara Keseimbangan Unsur Rohani dan Jsmani Pada uraian-uraian di atas telah disebutkan bahwa Islam memandang manusia sesuai dengan hakekatnya. memungkinkan dapat beribadah dengan kekhusyu. serta perorangan maupun 1 . agar memperoleh pedoman yang menjamin kebahagian dan kesejahteraan hidup duniawi dan ukhrawi. Seharusnya setiap orang berusaha sekuat-kuatnya untuk mencapai kualitas ibadah seperti ini. Allah berfirman dalam surat al-Bayyinah ayat 5: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya mengabdi kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan)agama dengan lurus”.Allah akan lahir generasi baru yang baik. jasmani dan rohani. kecuali motivasi karena Allah semata-mata. karena ibadah seperti inilah yang dapat menyampaikan seseorang pada tujuan ibadah yang luhur dan mulia.kan yang dalam. yang akan melanjutkan tugas-tugas kekhalifahan manusia. Melaksanakan ibadah dengan tingkat keikhlasan yang tinggi. yaitu sikap jiwa ketika melaksanakan ibadah yang tidak dipengaruhi oleh motivasimotivasi lain. 3. Faktor-factor keikhlasan sangat besar pengaruhnya bagi tercapainya tujuan ibadah. Ajaran-ajaran Islam ditujukan untuk umat manusia.

mungkin umurmu akan panjang. dikatakannya kepada Nabi bahwa ia mmasih kuat lebi dari itu. agar manusia mencari perkampungan akhirat dalampemberian Tuhan. keluarga juga mempunyai hak yang wajib kau penuhi. oleh Nabi dijawab:”Setengah panjang masa” artinya sehari puasa dan sehari berbuka. shalat. Hadist Riwayat Bukhari dari Abdullah bin Amr menceritakan bahwa pada suatu hari Rasululllah dating di rumah Abdullah untuk menanjakan berita orang yang mengatakan. Dan al-Qur’an dalam surat al-qashash ayat 77 mengajarkan. cukuplah kau berpuasa tiga hari tiap-tiap bulan. 1 kemasyarakatan. jasadmu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. dengan demikian. Hubungan dengan Tuhan dilakukan dengan iman yang bersebdi tauhid mutlak dan ibadah yang ihklas sesuai dengan tuntutan yang diberikan. Manusia hidup memerlukan hasil potensi alam. puasa dan berbukalah kamu. tamutamumu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. Al Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 201 mengajarkan. Manusia merupakan kesatuan unsure rohani dan jasmani. Manusia hidup memerlukan hubungan dengan Tuhan. maka Nabi bersabda:”Kalau begitu puasalah tiga hari tiap-tiap minggu”.harus memperoleh temapat secara seimbang. maka Rasul bersabda: “janganlah kau lakukan demikian. yang hidup di dunia menuju akhirat. masing-masing unsur . bahwa waktu Abdullah habis untuk beribadah. tetapi jangan melupakan hidup di dunia. maka Nabi bersabda:”Kalau begitu puasalah seperti puasa Nabi Daud”. setiap kebaikan diberi pahala sepuluh kali lipat. Abdullah merasa amat ringan berpuasatiga hari tiap-tiap bulan itu. Setelah Abdullah membenarkan berita itu. malam harinya untuk mengerjakan shalat dan siangnya untuk berpuasa. dikatakannya pula kepada Nabi bahwa ia masih kuat lebih dari itu. Ditanyakannya bagaimana puasa Nabi Daud itu. matamu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. Islam mengajarkan bahwa manusia yang berunsur jasmani dan rohani. Berdasar ayat al-Qur’an dan hadist Nabi tersebut dapat diperoleh kepastian bahwa pelaksanaan ibadah dalam Islam tidak boleh sampai mengabaikan kewajiban-kewajiban yang menyangkut kebutuhan jasmaniah dan duniawiah. tidur. puasa tiga hari tiap-tiap bulan itu seperti puasa sepanjang masa”. agar manusia mohon kepada Tuhan untuk diberi kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat serta dipelihara dari siksa neraka. Abdullah masih merasa ringan.

serta. mudah dimengerti dan dilaksanakan. Yang harus menjadi pokok perhatian adalah jangan sampai usaha keduniaan melalikan orang dari hubungan dengan Allah. kehendaklah bertaqwa kepada Allah. Allah sebagai Pencipta manusia. alQur’an surat Al-Hasyr ayat 18-19 memperingatkan orang-orang beriman. karena ia akan lupa hakekat dirinya dan hakekat wujudnya. sehingga syari’at ibadah dapat diterima akal. hendaklah bertaqwa kepada Allah. Orang-orang yang lupa kepada Allah adalah orang-orang yang fasik. serta manusia supaya bekerja untuk memajukan dan meningkatkan kehidupan di dunia. Keinginan memperoleh kesenangan hidup di dunia jangan sampai mendesak kebutuhan membekali diri untuk hidup kekal di akhirat.Islam mengajarkan agar manusia tidak perlu mengurangi sifat-sifat kodrat kemanusiaannya. Oleh karena itu. MahaMengetahui keadaan manusia. 1 . dalam pembebanan ibadah keapada manusia. sungguh Allah Maha mengetahui segala sesuatu yang dilakukan. dan juga kesempatannya turut dipertimbangkan. Jangan hendaknya seperti orang-orang yangb lupa kepada Allah. naluriyahnya. karena akan melupakan mereka terhadap diri mereka sendiri. kelihatan sekali bahwa factorfaktor kesanggupan hamba. manusia perlu bekerja untuk mencukupkan kebutuhan hidupnya. Tuhan yang memberikan hidup. Masing-masing supaya memeriksa perbekalan apakah yang telah disiapkan untuk menghadapi kehidupan di masa depan. Dalam hubungan ini. Orang jangan sampai lupa kepada Allah. keadaan kesehatannya. Jangan sampai usaha memenuhi kebutuhan jasmani melalikan usaha memenuhi kebutuhan ruhaniah. Prinsip-prinsip yang diuraikan di atas berkaitan dengan kondisi fisik dan psikis manusia.

.…………………………..ARDI WINATA Dosen UNIVERSITAS DARMA PERSADA JAKARTA PENGANTAR PEMAHAMAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI DAFTAR ISI PENGANTAR ……………………………….….……………………………….……………. i DAFTAR ISI …………………………………………………………….. 9 Perbedaan Manusia dengan Hewan . KONSEPSI MANUSIA DALAM ISLAM ……….……............ ii I..… 1 II.….. 9 1 .……………………. PENDAHULUAN ..……….…………………….

….………………………. Pengertian Nafs …….………. 2. 42 A. Makna Dua Kalimah Syuahadat Dalam Realitas Kehidupan ……………………….……………….…….… 99 A.…………….. Pikiran ………………….……...….…… 44 2.…… 12 13 17 19 B. 61 1. 87 4. Ayat-ayat al-Qur’an dari segi Penunjukkan …………………...….... Ijtihad …………………………………………………………. 1.…..…. 69 1.……….. 3.... 4.………….…………. Hikmah Ibadah Dalam Islam ………………………………………..….……. Nafs dalam Alquran ….…….....…..….…… 103 Meniadakan kesukaran ………………………….. 25 2.... 21 1.. 2..…………………...….…… ...…………………….………. KONSEPSI TUHAN DALAM ISLAM ……………………………….…………………………..………….………. nah Rasul dan Ijtihad sebagai Sumber Ajaran Islam ………………………. 2.. Macam Ibadah ……………………………………………...……. 43 1..……………………………...……. 3. Fungsi Sunnah Rasul /Hadist dalam Syariat Islam …………………………………………………………. 94 VI. 91 5.……… 105 3.………....….…. 3..……….………… 113 1... 37 .. Kualiatas Sunnah Rasul/Hadist ……………………………….. Obyek Qalbu …………………………………………………….. Langkah-langkah dalam berijtihad ………………………...…….…………………. 71 D.………….…...…….………………. Ayat-ayat al-Qur’an dari segi Sumbernya ……………………. . Akal dan Fungsinya dalam Alquran ……...…... Tidak Banyak yang dibebankan ……………………...…….….. Makna Kalimah Syahadat …………………. Ruh dalam Alquran ………………. 50 4.… Proses Penciptaan Alam semesta ……………...…. Pengertian Tentang Tuhan ………….. 85 3.…………………. Qalbu ………………………………………………. Sistematika Sumber Ajaran Islam ………………………….….. Mekanisme Akal …………………. Tuhan dalam Al Qur’an ...…… 36 Alquran tentang Hakikat Manusia …………………….. 59 A......………..………..… 61 2.…..…….….……………………….…. 1. 45 3.……. 2.……... 121 Memelihara keseimbangan …………….. Prinsip-Prinsip Ibadah ……………………………………. Hakikat Manusia …………………………. C.…..…. Obyek Pikiran ……………………. 59 B. 3. 2....…….………… 99 Ada perintah dan ketentuan ………………….…………………………………..……..……………….. 1 ..………………………….... Tujuan dan Hikmah Ibadah …………. Perbedaan Pendapat Hasil Ijtihad ………………………….……………. Re-orientasi IjtihaHikmah Ibadah ……………………………. 125 Pengertian Penciptaan ……………………….…………... Pengertian Ruh ……………..…. 54 IV..………………….……………… Penciptaan Dalam Al Qur’an …………….……. 119 Untuk membina Akhlak ………………………….….. Ruang Lingkup Ijtihad …………………………………….….…. Proses Pemahaman Tentang Tuhan …………………………. Metode Ijtihad ………………………………………………. 107 B.. Konsepsi Penciptaan Aalam semesta …………………………………… 29 30 31 34 C.…. 27 C. 80 1... Kebebasan Akal ……………………..……………….. 77 E.….……. 117 Untuk membina Rohani ……………….…………... 83 2...1.……... Ayat-ayat al-Qur’an yang Qathi dan Zhanni Dalalah Dan Kedudukannya sebagai Sumber Hukum ………………………………………………………….

Sisi lain tenaga pengajar sebagai pembimbing materi perkuliahan ini. satu sisi tentunya diharapkan mahasiswa dapat lebih aktif mengkaji dan mendiskusikan materi perkuliahan. diharapkan lebih berperan selaku manajer kelas. yang telah memberikan rahmat dan 1 .Semoga buku ini dapat memberi wawasan kepad para pembaca. H. Sesuai dengan uraian buku ini yang menyatakan bahwa pemahaman terhadap sesuatu apapun bentuknya merupakan sunnatullah. terutama kepada hambaNya yang menempatkan segala aktivitasnya sebagai karya ibadah.nikmatnya keapada Rasulullah Muhammad SAW. segala puja dan puji serta syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Benar. Dengan pola seperti ini diharapkan mahasiswa dapat belajar secara aktif dan mandiri. apalagi memahami sumber keyakinan manusia itu sendiri yaitu agama. Ardi Winata KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah. agar proses belajar mengajar berjalan secara efektif. Sebagai buku pegangan. Semoga Allah SWT selalu melindungi hamba-hambanya dan melimpahkan rahmatnya kepada kita semua. Buku yanag berjudul “Pengantar Pemahaman Islam di Perguruan Tingggi” ini disusun untuk memenuhi tuntutan literature para mahasiswa. Yang terlah membuka fikiran manusia untuk menuntun kepada jalan yang benar. Karena tiu suatu pemahaman memerlukan suatu proses yang tidak pernah berhenti. Jika ada saran dan kritik akan kami sambut dengan senang hati demi tercapainya kualitas yang lebih bermutu.

1968. 1979 4. Jakarta. Jakarta. Gunawan Muhammad. Cair: Mustafa al-Babi al-Halabi. Akal dan Wahyu dalam Islam. Tafsir al-fakhr ar-Razi. 10. Ibn. 11. Fakhr ad-Din Muhammad ar Razi. Taufik Ismail. Membangun Kembali Pemikiran Agama Dalam Islam. (terj) Bulan Bintang. Al –Qur’an dan Terjemahnya. 16. 8. Haidar Bagir. 12.Ihya’ulum ad-Din. Al Ghazali. 1938. terjemahan Forrest William. Min Akhlaqin Nabi. Cetakan ke 3. _____________. Chicago. 1982. 1984 3. Universitas Indonesia. C. Bertens. Tintamas. 1983.Lisan al-Arab. Jilid 3. Major Themes of the Qur’an. Bulan Bintang. BPK Gunung Mulia. Jakarta. An Essay on Man. 1987 1 . Kairo: al-Hai’ah al-‘Amah li Syu’un al-Mutabi al-Amiriyah. Mizan. Jean Paul Sarte. Perspektif Al-Qur’an Tentang Manusia dan Agama. 1989 13. Manusia dan Agama. Sina. Cbibliotheca Islamic. Fi az-Zilal al-Qur’an.DAFTAR PUSTAKA 1. 1980. Fazlur Rahman. Muhammad Iqbal. An-Najat. al-Mu’jam al-falsafi. Tubuh-Jiwa-Roh. Ibn Manzur. 14. Bandung . 1957.(terj) Ali Auda. Jilid 7. Jakarta. Bairut: Ahya al-Taras alArab 1967. Bairut: Dar al-fikr. Van Peursen. Ernst Cassier. Pentej. Singapura: Sulaiman Mar’I. Syyid Qutub. New York 1956. 7. The Transcendence of the Ego. Murtadha Mutahhari. Harun Nasution. Jakarta. 9. Jakarta. 1966 5. Ahmad Muhammad Al-Hufy. 15.A. Mesir: Dar al-Misriyah li at-Ta’lif wa at-Tarjamah. 1990 2. Ibrahim Madkur. Terjemahan K. Departemen Agama . Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. tanpa tahun 6. 1985. New York.

2000. 18. 17. M. 1974. Dar Ihya al Kutuil Arabiyah. Bulan Bintang. Filsafat Fisika dan Al Qur’an. _______________. Mesir: Dar al-Misriyah Li-at-Ta’lip wa at Tarjamah.an. 1989. Bibel. Alam Ghaib Punya Hukum Sendiri. Dasar-DasarAgama Islam. Abu Hasan/Nuruddin Muhammad Ibnul Hady Samady. 1998 25. 31.Teropong Islam terhadap Ilmu Pengetahuan. 26. 29. Bulan Bintang.23. _______________. ______________. No. Bairut. Jilid 7 1968. _____________. Jakarta. Makalah Pesantren Teknologi. Syeikh Muhammad Al-Ghazali. Mansur ibn. Rohama. Pelita. 1996. Jakarta. 1981. 1980 Hamka. Asal Usul Manusia menurut Bibel. Kairo. Maurice. Rasyidi. 20. HA. H. Kamaruddin Hidayat. Serie KKA 28/THN III/1989. Ali As-Shabuny. 1996 22. Rasyidi. Ramadhani. 36. 37. Bucaille. 18 Maret 1991. Mesir. Baiquni. _____________. Jakarta. Bulan Bintang. Terj. 33. Dr. Dar alIrsyad. 35. Achamad. Bandung 1986. Manusia Menurut Al-Ghazali. _______________. Mukti Ali. Rohama. Mizan. 32. Zakiah Daradjat. At-Tibyaan fil ulumil Qur. Shahih Bukhary. Al Kasysyaf 38. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. Hayatu Muhammad. Qur’an dan sains Moren. Fazlur Rahman. Solo. Konsep-konsep Kosmologi Dalam Al – Quran. Pelajaran Agama Islam. Sumbangan HUT Ke 70 Prof. Muhammadiyah. Bandung 1990. Terj. 34. Lisan al-Arab. Bnadung. Bulan Bintang. Mizan. Muhammad Husein Haikal. Mizan Bnadung. Pustaka. 1989 27. CV. 1978. Makalah Paramadina. Jakarta. Ali Issa Othman. Agama dan Masa Depan. Studi Krisis Atas Hadist Nabi : Antara Pemahaman Tektual dan Kontektual. al-quran. VC.”Umul Qur’an”. Sains dan Teknologi dalam Islam. Moh. Jakarta. Zakat Pembersih Harta dan Jiwa. 19. sains. Shalat menjadikan Hidup Bermakna. _______________. Memahami Beberapa Aspek Ajaran Islam. Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern. 1966 28.(terj.) Pustaka Jaya.4 Januari-Maret 1990. 30. _______________. 1 . Rahmani Astuti.M. Paramadina. 24. Jakarta. 1973. Jakarta. Janusri 1992. 1996 21. Jakarta. Abi al Qasim Muhammad Ibn ‘Umar al Zamakhsyari-alKhawarismi.

dua laki-laki satu orang perempuan. Ir. Bambang Suryo Sunindar. Sejak tahun 1986 menjadi asisten dosen Dr. Allah menitipkan satu orang istri dan tiga orang anak. Pada tahun 1990 menunaikan ibadah haji yang dibiayai oleh Alm.H. SH di Universitas As-Syafiyah dan Akademi Gizi. Atas nama Universitas Darma Persada. dan Kuliahtul Ulum El Islamiyah Thawalib Padang Panjang selama 3 tahun. tamat tahun 1970 dan pernah menempuh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Curup hingga kelas 2. Buku ini dibuat dengan judul Pengantar Pemahaman Islam di Perguruan Tinggi. Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. Ketiga anak saya ini masih dalam proses pendidikan. Zaghlul Jusuf. dari keluarga pedagang berasal dari Danau Maninjau Sumatra Barat. kemudian pindah ke Pesantren di Thawalib Padang Panjang selama 2 tahun.RIWAYAT HIDUP Drs. Pendidikan SDN 3 Curup. kemudian melanjutkan ke Fakultas Ushuluddin tahun 1978 menyelesaikan serjana muda 1981 dan melanjutkan tingkat doktoral Jurusan Aqidah dan Filsafat IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 1 . Ardi Winata dilahirkan di Curup Propinsi Bengkulu pada tanggal 16 Juni 1957. Demikian sekilas profil untuk memudahkan berkomunikasi. Menjadi dosen tetap Universitas Darma Persada ini sejak tahun 1988 hingga sekarang mengasuh mata kuliah “Agama Islam”. Dekan Fakultas Teknologi Kelautan. untuk mempermudah pemberian materi kuliah. dan Selesai pada tahun 1986.

1 .

PENGANTAR PEMAHAMAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI ARDI WINATA 1 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful