I.

PENDAHULUAN Untuk dapat dipahami oleh para mahasiswa bahwa mata kuliah Pendidikan Agama Islam, hanya diberikan atau didapat dalam satu semester dengan bobot 2 sks, dengan menggunakan empat belas kali tatap muka. Setelah itu, hingga selesai kuliah tidak akan ada lagi, kecuali belajar sendiri. Oleh karena itu, suatu yang sangat sulit bagi pengajar untuk menentukan materi apa yang tepat harus diberikan, dengan asumsi bahwa para mahasiswa telah mempunyai pengetahuan tentang ajaran Islam. Buku ini hanya memuat atau membahas materi pokok yang ada dalam ajaran Islam. Pernyataan yang dikemukakan oleh Dr. Kamaruddin Hidayat di bawah ini sangat membantu para mahasiswa untuk memahami bagaimana caranya mempelajari dan memahami ajaran Islam di Perguruan Tinggi. Membicarakan problem studi Islam di perguruan tinggi, setidaknya terdapat sebuah pertanyaan yang perlu direnungkan bersama: adakah Islam dikaji sebagai obyek keilmuan sebagaimana disiplin ilmu yang lain, ataukah Islam dijadikan rujukan pandangan hidup ataupun akidah untuk mempelajari dan menjalani kehidupan? yang ideal mestinya kedua aspek itu terintegrasikan menjadi satu pendekatan yang utuh sekalipun pada prakteknya banyak kendala yang harus diselesaikan karena setiap pilihan yang diambil akan berimplikasi pada metodelogi serta target akhir yang hendak dicapainya. Jika lembaga perguruan tinggi didefenisikan sebagai lembaga riset keilmuan, maka pilihan pertama akan lebih dahulu dikedepankan. Dan ini yang biasa dilakukan diperguruan tinggi Barat. Hampir semua universitas bergensi di wilayah Amerika Utara dan Eropa Barat semuanya mulai memperkenalkan Islamic Studies sekalipun diantara mereka ada yang lebih senang memperggunakan istilah Middle Eastern Studies, yang di dalamnya terdapat studi keislaman. Alasan mereka adalah bahwa Islam dipandang sebagai fenomena budaya dan fenomena sejarah sehingga sebagai obyek kajian ilmiah 1

siapa saja bisa melakukan studi Islam sekalipun bukan orang muslim. Oleh karenanya banyak buku-buku tentang Islam yang ditulis oleh para ilmuwan Barat yang secara akademis memiliki bobot yang tinggi. Lalu, bagaimana sebaiknya kebijakan dan strategi pendidikan Islam di perguruan tinggi? Di sini terdapat dua kata yang memiliki konotasi berbeda. Pertama, kata pendidikan dan kedua, perguruan tinggi. Selama ini wacana keilmuan di perguruan tinggi lebih ditekankan pada pendekatan pengajaran ilmiah, sedangkan istilah pendidikan lebih ditekankan pada jenjang sekolah di tingkat bawah. Tentu saja aspek pendidikan dan pendidikan agama tidak bisa dipisah- pisahkan, sekalipun dari sisi metode penyampaian dan berbagai asumsinya yang berkait memang berbeda. Dengan demikian, pengajar agama Islam di perguruan tinggi dituntut berijtihad menemukan metode yang tepat, bagaimana Islam diajarkan sebagai obyek kajian ilmiah namun sekaligus mata kuliah Islam juga memiliki tugas pendidikan untuk membantu mahasiswa tumbuh menjadi yang berakhlak mulia, relijius dan memahami dasar-dasar ajaran Islam. Mempertemukan dua tuntutan ini sangat penting mengingat hampir di setiap diskusi dan pengajian selalu saja ada pertanyaan tentang kenapa terjadi kesenjangan yang begitu lebar antara idealitas ajaran agama yang diyakini benar, hebat dan tinggi, dan di sisi lain realitas perilaku para pemeluknya yang seringkali bertentangan dengan ajaran agamanya. Bahkan sekarang ini klaim yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang relijius kehilangan validitasnya karena ternyata banyak sekali tragedi sosial-politik yang sama sekali tidak mencerminkan ajaran agama yang menyerukan pada perdamaian, pembelaan terhadap hak-hak asasi manusia, kejujuran, amanah dan lain sebagainya dari nilai luhur keagamaan. Kenyataan ini bagaimanapun juga harus menjadi perhatian dan agenda pemikiran pengajar agama di perguruan tinggi karena mahasiswa adalah calon sarjana yang memiliki peluang untuk mendudduki lapisan menengah ke atas dalam masyarakat.

Kesenjangan antara retorika dan ajaran agama yang begitu ideal dan realitas sosial yang menyimpang akhir-akhir ini menjadi sorotan kritik dan keluhan masyarakat sehingga citra dan wibawa agama – yang tampilkan oleh ulama dan lembaganya menjadi turun. Sekedar contoh, Nabi Muhammad saw pernah bersabda: “Islam itu sangat tinggi, dan karenanya tidak ada yang lebih tinggi darinya.” Pernyataan ini seringkali dikemukankan oleh para penceramah untuk menegaskan bahwa Islam itu hebat dan tinggi sehingga bila terjadi penyelewengan dan kezaliman yang dipersalahkan adalah para penganutnya, karena dianggap tidak memahami sekaligus tidak mempraktekkan ajaran agamanya secara benar. Sekilas argumen tersebut memang mudah diterima. Tetapi bila dikritik dan direnungkan, maka akan timbul pertanyaan: jika ajaran Islam itu memang benar, hebat dan tinggi, tetapi ternyata tidak mampu mempengaruhi para pemeluknya, lalu di mana pembuktian kebenaran, kehebatan dan ketinggian ajarannya itu? Dan lagi di mana relevansi kebenaran dan kehebatan ajaran Islam, jika tidak mampu mempengaruhi perilaku pemeluknya? Inilah kira-kira salah satu problem dan tantangan yang perlu oleh pengajar agama terutama di lingkungan perguruan tinggi. Dan tampaknya problem tersebut diakibatkan antara lain oleh adanya oreientasi pendidikan agama yang kurang tepat untuk tidak menyebut keliru. Tiga hal yang bisa dikemukankan sebagai indikator kekeliruan dimaksud ialah: Pertama, pendidikan agama saat ini lebih berorientasi pada belajar tentang ilmu agama. Karena itu tidak aneh kalau di negeri ini sering kita saksikan seseorang yang banyak mengetahui nilai-nilai ajaran agama, tapi perilakunya tidak mencerminkan nilai-nilai ajaran agama yang diketahuinya. 1

Kedua, tidak memiliki strategi penyusunan dan pemilihan materimateri pendidikan agama sehingga sering tidak ditemukan hal-hal yang prinsipil yang seharusnya dipelajari lebih awal, malah terlewatkan. Kekacauan materi pendidikan agama ini terlebih jelas lagi terlihat pada pemilihan disiplin ilmu fikih yang dianggap sebagai puncak atau inti agama itu sendiri. Disebabkan oleh oreintasi pendidikan agama semacam itu, maka Islam seakan diidentikan dengan paham fikih. Dan beragama yang benar adalah bermazhab fikih yang benar dan yang diakui oleh mayoritas, sehingga siapa saja yang sedikit berbeda dengan mazhab fikih yang dianut mayoritas, maka dituduh menyimpang dari Islam. Alam pikiran semacam ini masih terasa kuat di kalangan para mahasiswa perguruan tinggi Islam, apalagi di perguruan tinggi umum. Ketiga, kurangnya penjelasan yang luas dan mendalam serta kurangnya penguasaan semantic dan generik atas istilah-istilah kunci dan pokok dalam ajaran agama sehingga sering ditemukan penjelasan yang sudah sangat jauh dan berbeda dari makna, spirit dan konteknya. Disiplim keilmuan dalam Islam sesungguhnya sudah sangat kuat dan kaya. Dengan begitu, kalau saja pihak pengajar mampu menemukan metode pengajaran yang tepat dengan ditopang oleh penguasaan materi keislaman, maka sesungguhnya pengajaran dan pendidikan Islam menjadi kuliah yang menarik, aktual dan hidup. Kontektualisasi dan reinterpretasi ajaran Islam adalah agenda pemikiran Islam yang selalu diperlukan pada setiap zaman. Pendekatan terhadap Islam yang selama ini lebih bersifat normative deduktif perlu dilengkapi dengan pendekatan induktif histories sehingga mahasiswa bisa mebedakan mana ajaran Islam yang berupa produk sejarah dan hasil ijtihad dan mana yang bersifat normativedoktrinal.

1

sama halnya kita paham akan ayat itu. dua pendekatan yang menonjol dalam Kedua. ilmu olah raga. bukan belajar tentang agama. sehingga esensi ajaran agama bisa menginternalisasi ke dalam diri pribadi-pribadi dalam aktivitas kesehariannya. maka orang itu akan dikatakan sebagai orang yang belum bisa beragama. berbulan-bulan lamanya hanya mengajarkan Surat al-Ma’un (surat 107) kepada para muridnya. tapi dalam aksinya tidak menunjukkan relevansi dengan pengetahuannya tersebut. dan mempraktekan. Dalam rangka belajar beragama ini. mempelajari Islam untuk kepentingan mengetahui bagaimana cara beragama yang benar. kita belum bisa pindah ke ayat lain karena kita belum bisa mengamalkan isi surat ini. Demikian juga orang yang mempelajari ilmu dan teori-teori keberagamaan secara luas dan mendalam. Ketika muridnya sudah nyaris bosan karena setiap belajar surat itu diulang-ulang. Disini aspek religiusitas dan spiritualitas menjadi sangat penting. Setidaknya terdapat mempelajari Islam. Padahal surat itu hanya terdiri dari tujuh ayat pendekpendek. atau ilmu kesenian. Demikianlah. misalnya. mempelajari Islam sebagai sebuah pengetahuan.Pertama. Kita mengafal keutamaan menolong anak yatim tetapi kita belum pernah melaksanakan. pendiri Muhammadiyah. maka Kiai Ahmad Dahlan mengatakan. menghayati. Untuk apa seseorang diajari teori berenang dengan sangat luas dan mendalam. meskipun semua teori tentang berenang sudah dikuasinya. bahwa belajar berarti memahami. Oreintaì ini mengasumsikan mahasiswa sebagai subyek yang aktif sehinggailmu agama disini mirip dengan ilmu beladiri. Para peneliti dan pemikir 1 . ilmu agama itu bukanlah ilmu yang hanya menitikberatkan pada teori tanpa aksi. di sini terlihat bahwa Kiai Ahmad Dahlan mengajarkan para muridnya untuk belajar beragama. Pendekatan kedua ini berkembang sangat pesat di Barat. Dengan kata lain. konon diceritakan bahwa Kiai Haji Ahmad Dahlan. sementara dia tidak mencintai dan tidak bisa berenang? Orang yang demikian tetap akan dikatakan sebagai orang tidak bisa berenang. tapi justru teori dan aksi itu adalah hal yang tak terpisahkan.

Kembali pada Alquran dan al Sunnah pada giliranya kembali pada etika sebagai rujukan hidup kita bermasyarakat dan bernegara. membebaskan diri kita dari hegomoni makna atas sejarah masa lalu kaum muslim. pelajaran agama dari mulai tingkat dasar. wawasan 1 . Karena itu perlu dipertimbangkan tiga aspek berikut ini. Padahal semestinya di perguruan tinggi itu para mahasiswa mulai berbicara pada tingkat wawasan yang bertujuan pada peningkatan penalaran yang analitis. Sebab itu. menengah hingga atas bahkan perguruan tinggi selalu saja masih banyak didominasi oleh materi pelajaran fikih. kembali pada Alquran tidak berarti meniadakan perbedaan di antara umat karena perbedaan merupakan dinamika sejarah yang tidak mungkin bisa dihapuskan. Misalnya. pada semester ke berapa pendidikan Islam diajarkan di perguruan tinggi? Memperhatikan yang terjadi saat ini. ilmu kalam dan tasawuf kesemuanya itu anak kandung peradaban Islam yang memiliki landasan pemahaman atas Alquran. menganalisa setiap ayat Alquran yang hendak dijadikan pedoman dalam bertindak dengan menangkap dimensi etisnya. Pertama. Sebab. Catatan akhir. politis dan antropologis. Dua pendekatan di atas karenanya mesti menjadi orientasi pendidikan Islam terutama di perguruan tinggi. Kenyataan adanya sekian banyak mazhab dalam pemikiran Islam. membaca dan memahami ayat-ayat Alquran serta menggali konteks social histories yang melatar belakanginya dengan mempertimbangkan berbagai macam gejala cultural. Dalam hal orientasi pendidikan. perlu ditambahkan orientasi lainnya. maka seseorang yang berpegang pada etika akan tetap menjaga persaudaraan. filsafat. jangan hanya aspek legal-formalnya. Dari sudut pandang akademis mungkin saja mereka lebih jauh menguasai Islam dari pada para kaia yang mengajarkan dan mengamalkannya dari lingkungan pasanteren. tetapi bagaimana mensikapi sejarah secara kritis dan apresiatif karena sejarah tetap merupakan salah satu sumber pengetahuan yang harus dikuasai dan terus digali. meskipun di antara kita telah bersama-sama berpegang pada Alquran. Dengan pendekatan ini diharapkan kita lebih bisa menangkap pesan dasar Alquran dan mengartikulasikan kembali dalam konteks ruang dan waktu yang berbeda. remaja masjid. Banyak mahasiswa memperoleh kematangan berpikir. sehingga tidak saja terjadi peningkatan pengamalan religiusitas di kalangan para penganut Islam. tetapi kita masih menemukan perbedaan pendapat soal hukum. Ini tidak berarti aspek sejarah Islam ditolak. yaitu perlunya menyusun dan memilih kembali materimateri pendidikan agama yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa/mahasiswa. Pembinaan intelektualitas dan spiritualitas Islam bagi para mahasiswa yang terjadi di luar kampus tidak bisa dipandang sebelah mata. kehormatan masingmasing dan akan mengutamakan tujuan yang lebih pokok demi kepentingan-kepentingan banyak orang. Kalau tidak. Dalam hal orientasi pendidikan ini. dan organisasi-organisasi kemahasiswaan. Ketiga. komporatif. yaitu upaya gerakan kembali pada Alquran dengan pendekatan yang lebih ilmiah dan multidisipliner. Kedua. Namun begitu sejarah jangan sampai memenjarakan kebebasan dan kedinamisan serta kreatifitas kaum muslim. dan bila perlu melahirkan keputusan-keputusan baru yang bersifat preskriptif bagi tindakan kaum muslim di zaman kini. melainkan juga terjadi peningkatan keilmuan Islam.yang memandang bahwa Islam sebagai pengetahuan memang berbeda samangat dan metodologinya dari mereka yang mendekati Islam sebagai keyakinan yang telah dianutnya secara militan. maka aspek ini akan banyak diambil alih oleh kelompokkelompok studi. kedua pendekatan di atas tampaknya perlu terus mendapat perhatian yang serius. baik dalam bidang fikih.

Tidak aneh karenanya jika terdapat sebagian perguruan tinggi yang memilih calon-calon tenaga pengajar dan pegawai administrasinya yang membawa surat rekomendasi dari lembaga atau organisasi ekstra dan kelompokkelompok belajar mahasiswa. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). dan organisasi lainnya terbukti sangat kontributif dalam menciptakan iklim intelektualitas di kalangan mahasiswa. Melalui kelompok-kelompok studi intensif yang digelar dan dikerjakan oleh para aktivis mahasiswa telah mendorong munculnya iklim intelektualitas Islam di kampus-kampus. semua ini perlu diteliti secara ilmiah tentang kebenarannya. Alasannya karena mereka dinilai lebih matang kepribadiannya. Tapi hipotesa sementara demikianlah adanya. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). lebih terampil kerjanya. 1 . Tentu saja. dan lebih dedikatif menjalankan tugasnya.keislaman dan ketrampilan berorganisasi justru dari kegiatan-kegiatan ekstra di luar kampus. Peran organisasi remaja masjid. Belum lagi lembagalembaga swadaya masyarakat yang kini bermunculan sangat banyak.

karena aspek bepikir dan benalar serta dimensi pengetahuan. kesadaran merupakan alat bagi manusia untuk memahami eksistensi dirinya. Inilah yang memberikan kelebihan. Bukan berati bahwa semua hal yang disebut itu tidak penting. 1 . termasuk hewan-hewan yang bentuk tubuhnya sangat dekat dengan manusia. sedangkan kemampuan berpikir dan benalar itu memungkinkan pada manusia. Perbedaan manusia dengan hewan Dalam sejarah pemikiran manusia berbicara tentang masalah manusia suatu hal sangat menarik dan unik. alam dan Tuhan. Ketika manusia berusaha untuk mencoba menjawab perbedaan dirinya dengan hewan. keunggulan serta membedakannya dirinya dari semua hewan yang lain. karena itu ia memiliki susunan otak yang paling sempurna dibandingkan dengan otak berbagai jenis mahkluk hidup lainnya. kesadaran dan tingkat tujuan mereka. maka jawaban sudah dapat dipastikan berbeda-beda sesuai dari sudut pandang cara memahaminya. namun dalam ajaran Islam berpikir dan benalar serta dimensi pengetahuan. yaitu primata yang primi . bukan sesuatu yang sangat vital bagi manusia apabila ditinjau dari sudut pandang agama. Dalam buku Agama dan Manusia. Andi hakim Nasution menyatakan bahwa perbedaan manusia dengan hewan terletak pada kemampuan manusia untuk berpikir dan bernalar. Perbedaan yang dinyatakan dari kedua pendapat di atas belum menunjukkan kepada perbedaan yang mendasar. menurut Murtadha Muntahhari menyatakan bahwa perbedaan keduannya terletak pada dimensi pengetahuan.KONSEPSI MANUSIA DALAM ISLAM A. kesadaran. Namun suatu pertanyaan yang perlu dikemukakan apakah yang membedakan manusia dengan hewan secara mendasar? Dalam buku Pengantar ke Filsafat Sains.

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. pengelihatan dan al-afhida (fuad) manusia. Pengertian Ruh 1 . yang memungkinkan seseorang menyusun pengetahuan dan berhubungan dengan kebenaran. Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa kunci dasar kehidupan dan keberadaan manusia itu adalah ruh. sementara pengertian al-afhida (fuad) dalam Al-Qur’an tidak berbicara dalam bentuk fisik. 38: 72. pengelihatan dan al-afhida (fuad) manusia ini sebagaimana yang disebut pengetahuan bagi manusia. Karena pengertian qalbu yang digunakan dalam Al-Qur’an banyak hal berbicara tentang persoalan fisik. yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut hati dalam bentuk fisik. karena ruh itu akan kembali kepada Allah untuk mempertanggung jawabkan semua hasil perbuatan yang dilakukan di atas dunia. Sedangkan yang wafat di dalam diri manusia adalah jiwa. 17: 85. tetapi mereka sedikit sekali bersyukur. apa yang membuat manusia itu dapat berpikir. bernalar dan mempunyai aspek pengetahuan serta mempunyai kesadaran. Al-Gazali menjelaskan sebagai yang halus yang ada dalam diri manusia yang memungkinkannya untuk mengetahui sesuatu dan dapat menangkap pengertian. Jika dipahami secara filosofis bahwa apa yang dinyatakan oleh Allah ini merupakan sumber memperoleh ilmu. ruh yang ada dalam diri manusia ini yang membedakan manusia dengan hewan. Dalam kaitan ini. berpikir. karena ilmu itu diperoleh melalui pendengaran. Selain dari ayat tersebut di atas dapat dilihat dalam surat 15: 29.Berpikir dan bernalar serta dimensi pengetahuan. serta bersifat ketuhanan. dan tidak tepat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut hati. pengelihatan dan al-afhida (fuad). kesadaran sebagaimana yang dinyatakan kedua pendapat tersebut adalah merupakan produk dari essensi yang membedakan manusia secara mendasar dengan hewan. 58: 22. Dalam Alquran surat 32: 7-9. Al-Qur’an membedakan secara mendasar pengrtian qalbu dengan alafhida (fuad) dalam surat tersebut di atas. Di samping itu. namun dalam hal yang bersifat non fisik.. Karena ruh tidak akan pernah wafat ketika manusia itu meninggalkan dunia. Produk dari hasil pendengaran. ruh adalah kekuatan berpikir. dinyatakan bahwa “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknuya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.kenudaian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (sperma) – kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh (ciptaanNya) dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. Karena semua alat-alat tersebut tidak akan berfungsi bersamaan dengan wafatnya seseorang. Jika demikian. bukanlah sesuatu yang dapat mempertanggung jawabkan semua perbuatan manusia di akhirat nanti. ar-ruh juga diartikan sebagai hakikat berpikir atau kecerdasan yaitu kemampuan manusia untuk siap memperoleh ilmu. “tiap-tiap yang berjiwa akan menemukan mati. Oleh karena itu. penglihatan dan afhida (fuad). 21 : 91. Dan hanya kepada kamilah kamu akan dikembalikan”. Oleh karena itu. kesadaran tersebut dapat mempertanggungjawab kan semua perbuatan yang pernah dilakukan manusia di atas dunia ini? Dalam ajaran Islam. 66:12. nalar dan aspek dimensi pengetahuan serta kesadaran yang dikemukakan oleh kedua pendapat di atas. sebagaimana diungkap dalam surat 21:35. Al-Quran membedakan secara tegas antara ruh dan jiwa. suatu pertanyaan yang perlu dikemukakan apakah berpikir dan bernalar serta dimensi pengetahuan. hal ini dapat dilihat di dalam pengertian-pengertian yang dikemukakan dibawah ini : 1. karena ruh yang membuat manusia mempunyai pendengaran.

Dalam kaitan ini. karena berkaitan dengan medan yang immaterial. Pengetahuan tentang ruh. dan dalam kondisi manusia gagal memahami dirinya. sehingga banyak orang beranggapan bahwa soal ruh itu tidak perlu dibicarakan. menjadi sia-sia dan kehilangan makna. bukankah ia harus mengetahuinya? Jika manusia tidak dapat mengetahui sesuatu yang amat penting baginya. memahami segala akibat-akibat perbuatannya. yang bisa diraba. 1 . ternyata Tuhan seperti yang diajarkan oleh agama meminta pertanggungjawaban manusia atas perbuatannya. timbul persoalan. diukur. bukankah itu berarti bahwa ia gagal memahami dirinya?. Dilihat dari jurusan ini. jika ruh itu amat penting bagi manusia. Kenyataan ini mau tidak mau mengharuskan adanya pengetahuan manusia memahami dirinya. kematian adalah tiadanya ruh. Ruh sering dipahami sebagai pusat kehidupan. karena dapat membinggungkan. maka ketentuan Tuhan untuk minta pertanggungjawaban manusia atas segala perbuatannya. Jika tidak. Pengetahuan tentang ruh bersifat spiritual. ditimbang bahkan difoto.Persoalan ruh adalah persoalan yang amat pelik. tentu saja berbeda dengan pengetahuan manusia tentang jasadnya. pada umumnya diakui bahwa ruh adalah sesuatu yang amat penting bagi kehidupan manusia. maka ketentuan Tuhan meminta pertanggungjawaban kepada manusia. maka kehidupan ada jika ada ruh. tentu disertai dan didasarkan kemampuan yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk memahami dirinya. apakah ia layak diminta pertanggungjawaban atas segala perbuatannya? Di pihak lain. yaitu ruh. Sesungguhpun demikian. memahami sesuatu yang amat penting baginya. Kesulitan memahami ruh ini terlihat dari betapa banyaknya pendapat yang mencoba untuk memberikan penjelasan tentang ruh. memahami sesuatu yang amat penting bagi dirinya. yaitu ruh.

jiwa atau keakuan. ruh sering disamakan dengan jiwa. ar-ruh juga diartikan sebagai hakikat berpikir atau kecerdasan yaitu kemampuan manusia untuk siap memperoleh ilmu. Di samping itu. kata ruh sering juga disebut an-nafs yaitu jiwa. Yang pertama kata ar-ruh dikaitkan dengan kata al-quds seperti yang tersebut dalam surat 2 : 87 dan dilihat juga pada surat 2: 254. Menurut Abu Bakar al-Anbari kata ar-ruh . 16: 102. jika ingin berbicara tentang ruh dalam arti konkrit. Dengan demikian. kegembiraan. ar-ruh menunjukkan arti laki-laki. 5: 110. 2. pengertian ruh menjadi sulit diberikan defenisinya secara tepat. Menurut Ibn Atsir ruh itu dipakai dalam berbagai arti tetapi yang penting umum ialah sesuatu yang dijadikan sandaran bagi jasad dan dengan ruh itu tercipta kehidupan. yang tidak jarang dianggap Ilahi. serta bersifat ketuhanan. Menurut Abu Haitham. dapat juga menunjukkan suatu instansi atau fungsi lebih tinggi dalam fisik manusia. ia juga merupakan orientasi manusia di dalam masyarakat dan kebudayaannya. yang memungkinkan seseorang menyusun pengetahuan dan berhubungan dengan kebenaran. Kata ar-ruh dalam Alquran dipakai dalam berbagai arti dan konteks. Oleh karena itu. Di samping itu. maka istilah ini harus dikaitkan dengan seluruh praksis manusiawi yang berlangsung secara sadar atau tidak sadar dalam kebudayaan. (2) Alquran (3) al-amr. ruh adalah nafas yang berjalan di seluruh jasad. Al-Gazali menjelaskan sebagai yang halus yang ada dalam diri manusia yang memungkinkannya untuk mengetahui sesuatu dan dapat menangkap pengertian.dan an-nafs adalah searti. sedangkan an-nafs menunjukkan arti perempuan. Kata Ruh dalam Alquran Dalam Alquran terdapat 21 kata ar ruh. yang tersebut dalam 20 ayat. Dalam kaitan ini. Bagi Ibnal-Arabi kata ar-ruh mempunyai banyak arti yaitu (1) al-farh. Jika ruh itu keluar maka manusia tidak akan bernafas. perintah atau arahdan (4) an-nafs. Bagi orang Arab. yang pertama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-ruh al-quds 1 Kata ruh adalah ar-rih yaitu angin. Tentang ar-ru al-quds ini ada beberapa pendapat. Oleh karena ituar ruh disebut annafas yaitu nafas atau nyawa. ruh adalah kekuatan berpikir.

Lebih jelas lagi adalah keterangan Alquran dalam surat 42: 52. urusan (3: 159) dan hukum atau ketentuan (7: 54).. pengelihatan dan qalbunya untuk memahami kebenaran. Dalam kaitan ini maka penjelasanpenjelasan Alquran tentang amr menjadi sangat penting untuk menyingkap dan memahami ruh itu. Fungsinya tidak lain adalah merupakan bimbingan dan petunjuk bagi manusia. Alquran menyatakan dalam surat 3: 159. pengelihatan dan al-afhida (fuad) merupakan instrumentasi rohani yang memungkinkan manusia 1 . maka ruh akan sulit dipahami pengertian nya. 58: 22. Di smping itu. baik dalam pengertian wahyu. dapat ditarik kesimpulan. Kata ruh sebagai sesuatu dari perintah Allah yang disampaikan malaikat kepada hamba-hamba Tuhan itu adalah mempunyai pengertian wahyu Allah. Alquran menyatakan dalam surat 65: 5. 66: 12. perintah. Tanpa pemahaman yang lengkap tentang amr ini. maka kata amr artinya adalah pimpinan. ruh dalam Alquran diartikan secara tegas dan jelas sebagai amr dari Allah. Yang dimaksud dengan ar ruh alamin adalah malaikat Jibril yang terpercaya untuk menyampaikan wahyu kepada rasul-rasul Allah. Kata kunci dalam Alquran dipakai dalam arti perintah (65: 5). yang membimbing pendengaran. dan menjadi bagian dari diri manusia dan selanjutnya Allah juga menjadikan untuknya pendengaran. Kata amr dalam Alquran dipakai untuk berbagai arti. Pada ayat lain. Dengan demikian. Kata kunci amr berasal dari kata kerja amara yang artinya perintah untuk mengerjakan.itu adalah malikat Jibril. pengelihatan dan alafhida (fuad). Dalam bentuk imarah artinya adalah kepemimpinan. yang ketiga adalah ruh yang dapat menghidupakan orang mati dan yang empat adalah ruh Tuhan yang dianugrahkan kepada Nabi Isa as. Secara jelas Alquran memberikan jawaban pertanyaan tentang ruh ialah amr Robb. dengan sebutan ar-ruh al-amin. maka dalam Alquran ruh juga dipakai untuk menyebut nama malaikat. perkara dan urusan dari Allah. seperti yang dinyatakan dalam surat 17: 85. maka dapatlah ditarik pengertian bahwa ruh itu adalah pimpinan yang ada dalam diri manusia. seperti yang dinyatakan dalam Alquran surat 54: 12. Dalam pengertian sebagai pembimbing atau pemberi petunjuk itulah. apakah ruh dari Allah yang dihembuskan ke dalam diri manusia itu? Jika direnungkan surat 32: 9 yang mengaitkan ruh ke dalam diri manusia dengan dijadikannya pendengaran. Yang kedua adalah Kitab Injil. kata kunci untuk memahami ruh itu adalah terletak pada kata amr. perintah. Alquran ataupun sesuatu yang dihembuskan Allah ke dalam diri manusia. lihat juga dalam surat 38: 72. Selanjutnya Alquran juga menyebutkan kata ruh sebagai sesuatu yang dibawa malaikat dari Allah untuk disampaikan kepada hamba-hamba-Nya. perkara dan urusan. Alquran menyatakan dalam surat 16: 2 dapat dilihat juga dalam surat 40: 15. yaitu malaikat Jibril yang bertugas membimbing para rasul menurunkan dan mengajarkan wahyu. Dari ayat-ayat tersebut. bahwa ruh adalah amr dari Allah. perkara. atau aturan Allah pada ciptaan-Nya. dapat dilihat juga dalam surat 7: 77 dan 11: 59. Dalam Alquran kata ruh. Ruh juga diartikan sebagai wahyu yang terkumpul dalam kitab suci sebagai pedoman hidup bagi manusia (42: 52) Lalu. Jadi. kata ruh juga dipakai untuk menyatakan sesuatu yang dihembuskan dari Allah ke dalam diri manusia. sebagai penghormatan kepadanya. arah (54: 12). Jadi. Pendengaran. kata ar-ruh dikaitkan dengan kata al-amin seperti yang disebut pada surat 26: 193. Yang kedua amr diartikan sebagai arah. selalu diberikan keterangan sebagai amr dari Allah. Oleh karena itu. Alquran menyatakan dalam surat 7: 54. penglihatan dan hati Alquran menyatakan dalam surat 32: 9. 21: 91. Yang pertama kata amr diartikan sebagai perintah. Yang empat amr diartikan sebagai hukum. 15: 29. Yang ketiga amr diartikan sebagai perkara atau urusan. kata ruh yang dalam Alquran diberi penjelasan sebagai amr min Allah mempunyai pengertian pimpinan.

diamati dan dianalisa. sehingga ia dapat menjauhi perbuatan yang dapat merusak dan merugikan diri sendiri dan menjalani hidupnya sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran. Ruh tidak lain adalah daya yang bekerja secara spiritual untuk memahami kebenaran. Pengetahuan manusia tentang ruh adalah sangat penting karena dengan mengetahuinya. Pengetahuan tentang ruh tentunya berbeda dengan pengetahuan manusia mengenai bendabenda yang dapat disusun secara ilmiah. suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan. Pernyataan Alquran bahwa manusia mempunyai pengetahuan yang sedikit tentang ruh. manusia berhubungan dengan eksistensi ruhnya yang ada dalam dirinya sendiri. ruh dalam diri manusia adalah bimbingan dan pimpinan dari Allah dalam diri manusia. Dengan memahami. melihat dan memahami kebenaran sejati (22: 46). Alquran secara tegas menjawab dan menerangkan pertanyaan tentang ruh manusia sebagai amr min Robb dan manusia diberikan pengetahuan sedikit tentangnya dalam surat 17: 85. 1 . Jadi. hakekat ruh adalah bimbingan dan pimpinan Allah yang hanya diberikan kepada manusia. Pengetahuan manusia tentang ruh sedikit sekali tentunya jika dibandingkan dengan pengetahuan Allah. maka manusia dapat mengenali dirinya dan memahami kebenaran. yang membedakan manusia dari mahkluk Allah lainnya.memahamai pimpinan Allah. menyadari dan memasuki diri sendiri. berdasarkan data-data yang terkumpul yang dapat diukur. bukan berarti tidak bisa mengetahui sama sekali tentang ruh. sehingga ia dapat mendengar. Jadi.

Kata an-nafs yang seringkali dipergunakan Alquran dan diterjemahkan menjadi “jiwa” sesungguhnya berarti “pribadi” atau “kekakuan”. sebaiknya dapat dipahami sebagai keadaan-keadaan. Bentuk jamak dari kata nafs adalah anfus dan nufus. artinya ia telah menghncurkan seluruh dirinya atau hakikatnya. Ucapan-ucapan seperti an-nafs al-mutma’innah dan an-nafs allawawamah dan an-nafs al-ammarah (yang bisa diterjemahkan menjadi jiwa yang merasa puas dan jiwa yang mengutuk). nafas dan ruh. watak1 Hakekat ruh tidak dapat diketahui secara material karena ruh bersifat gaib sehingga tidak dapat ditunjuk subtansinya secara fisik dalam dimensi ruang dan waktu.lainnya menjadi kabur. dan nafs ruh yang menjadi unsur kehidupan. sedangkan pengertian kedua seperti dalam ungkapan yaitu seseorang telah membunuh dirinya. akan bergeser ke arah kehidupan kebudayaan yang berdimensi transenden. Menurut Ibn alBari. peranan ruh sebagai pimpinan dan bimbingan Allah dalam diri manusia itu sangat besar. Kesulitan memahami hakekat ruh oleh karena sifatnya yang gaib membuka perbedaan pemahaman terhadapnya. dan seringkali antara pengertian yang satu dengan yang . yaitu nafs akal yang bisa membedakan sesuatu. Menurut Ibn Abbas. maka arah pembentukan kebudayaan yang rasionalistik materialis seperti yang tampak gejalanya dalam kehidupan modern. aspek-aspek. sehingga menyulitkan usaha memahami hakekat ruh itu sendiri. mengingat nafs dapat juga berarti diri. karena dengan ruh sebagai daya yang bekerja secara spiritual untuk berhubungan dengan prinsip-prinsip kebenaran melalui berpikir terhadap alam sekitar dan selalu ingat kepada kekuasaan Allah. 3. dalam setiap diri manusia terdapat dua unsur nafs. seperti Ibn Sina menegaskan bahwa ruh dijumbuhkan dengan nafs. Kata an-nafs dan ar-ruh yang berasal dari Alquran telah masuk ke dalam bahasa Indonesia dengan pengertian nafsu. an-nafs bisa bermakna ruh. Dalam hubungannya dengan pembentukan kebudayaan. Pengertian pertama seperti dalam ungkapan telah keluar nafas seseorang atau nyawanya. Dalam studi Filsafat Islam. dan bisa bermakna hal yang membedakan sesuatu dari yang lain. Pengertian Nafs Menurut Ibn Ishak kata an-nafs dalam bahasa Arab digunakan dalam dua pengertian. atau keakuan.

Kesadaran muncul sebagai buah dari perenungan terhadap diri sendiri. hayat terlampaui. 4. nafas dan ruh. ar-Razi menjelaskan bahwa pengertian jiwa ini diperoleh karena nafs di sini berkaitan dengan keterangan. Jadi pernyataan “aku” baik dalam kaitan dengan perbuatan atau pemilikan.” maka pernyatan aku menyatakan pada totalitas diri. karena jiwa atau roh tidak mengalami kematian. Kesadaran tentang diri itu dibentuk oleh berbagai factor internal dan eksternal. kemudian diikuti hilangnya unsur panas. Tentang arti nafs dalam ayat di atas ini.watak. meskipun yang memegang dan menggunakan pensil itu tangannya. termasuk di dalamnya adalah pendidikan. nyawa. dan dalam bentuk jamak lainnya an-fus terdapat dalam 154 ayat. karena nyawa merupakan tanda adanya kehidupan. air dan tanah yang berkumpul kembali dengan alam asal kejadian. terdapat perbedaan pendapat. Nafs dalam pengertian nafas atau nyawa terdapat dalam surat 3:185. maka nafs ini berkaitan dengan tubuh. keakuan. 21:25. tidaklah semata-mata menyangkut hal-hal yang fisik saja. meskipun yang melakukan makan adalah mulutnya. al-hayat. Sedangkan nafs yang berkaitan dengan kematian tubuh. dan oleh karena pernyataan nafs berkaitan dengan kematian. keakuan. Munculnya kesadaran tentang diri. Kematian ditandai dengan lenyapnya nafas. Kenyataan menunjukkan bahwa keakuan muncul ketika kesadaran manusia tentang dirinya terbentuk.” maka pernyataan aku menunjukkan pada totalitas diri. Sedangkan ar-Razi menjelaskan bahwa kematian itu berkaitan dengan tubuh. Sedangkan bentuk jamaknya nufus terdapat dalam 2 ayat. yang menjadi tanda adanya kehidupan pada tubuh manusia. Jika seseorang mengatakan “aku makan. Nafs dalam Alquran Dalam Alquran kata nafs terdapat 140 ayat. Jika seseorang mengatakan “aku punya pensil. Demikian juga halnya dalam kaitannya dengan pemilikan. dan seperti disebutkan dalam 1 . Nafs dalam pengertian diri. keakuan. Faktor internal adalah kapasitas berpikir yang terbawa oleh kodranya sebagai ciptaan dan factor eksternal yaitu lingkungan hidup dan kebudayaan. kesatuan dari kualitas-kualitas. nafas. setiap nafs akan mati. An-nafs dalam pengertian keakuan atau pribadi adalah totalitas diri manusia. yang diartikan jiwa. Nafs dalam pengertian nafsu dinyatakan dalam surat 12:53. menempatkan manusia pada posisi obyek dan subyek. dan terbentuknya kesadaran tentang diri ini bermula sejak bentuk manusia yang sempurna lahir. bukan dalam pengertian nafsu. Sayyid Quthb menyatakan bahwa ayat ini berkaitan dengan nafs yang mengalami hidup dan mati. Dalam kaitan ini. seperti tersebut dalam ayat ini dapat diartikan dengan nafas. tetapi lebih dalam lagi berkaitan dengan hal-hal yang non-fisik. 3) jiwa dan 4) diri. Oleh karena itu. 2) nafas. muncul setelah tahapan jasad. nyawa. Manusia sebagai kesadaran adalah subyek menghadapi dirinya sebagai obyek. ia tidak akan mengatakan mulutku makan. menjadi sebuah eksistensi. Semua ini dapat dipandang sebagai sifat “mental” (yang berbeda dari yang fisikal) asalkan akal pikiran tidak dipahami sebagai subtansi yang terpisah. kesatuan dari keadaan-keadaan dan perbuatanperbuatan. 39:42. Nafs dalam pengertian jiwa terdapat daplam surat 89:27-30 Sehubungan dengan nafs dalam ayat di atas ini. Alquran menggunakan kata nafs dalam empat pengertian yaitu 1) dalam pengertian nafsu. Dalam keakuan (ego) terdapat kesatuan transenden. dan ia pun tidak akan mengatakan tanganku punya pensil. Pernyataan “aku” adalah pernyataan total tentang diri seseorang. maka nafs yang menjadi pokok pembahasan di sini adalah nafs dalam pengertian diri. ada yang menyebutnya dalam arti jiwa dan ada pula yang mengartikannya nyawa. atau kecenderungan-kecenderungan dari pribadi manusia.

Alquran menyatakan dalam surat 41:46. pada dasarnya akan merugikan dirinya sendiri.ayat Alquran maka tentu yang dimaksudkan adalah jiwa. pribadi dinyatakan dalam surat 6:164. Selanjutnya Alquran menegaskan bahwa perbaikan nasib seseorang ditentukan oleh kemampuannya merubah apa yang ada dalam diri pribadinya dinyatakan dalam surat 8:53. perbuatan baik pada dasarnya untuk kepentingan dirinya sendiri. setiap pribadi hanya akan memperoleh bagian dari apa yang dilakukannya dinyatakan dalam surat 53:38-41. dan setiap pribadi mempunyai pendapat dan keinginan yang berbeda-beda. ia tidak akan bertanggungjawab atas perbuatan orang lain. ruh. Dalam hubungan ini. Oleh karena itu. keakuan. yang dimasukan ke dalam diri hamba-hamba Allah. yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan. Menurut Alquran. yaitu al-qaib yang memperoleh keterangan dengan memahmi tentang Allah sebagai wajib al-wujud. Allah menjanjikan kepada siapa yang 1 . Realitas manusia adalah realitas pribadi. Sedangkan Zamakhsyari menyatakan nafs dalam ayat ini diartikan jiwa. ruh. 13:11. Setiap pribadi bertanggungjawab sepenuhnya atas segala apa yang dilakukannya. 45:15. Nafs dalam pengertian diri. maka kesungguhan diri manusia mempunyai arti yang sangat penting. demikian pula perbuatan jelek.

al-‘aqil adalah orang yang menawan atau mengikat hawa nafsunya. keakuan. Akal adalah potensi gaib yang tidak dipunyai oleh mahkluk lain yang mampu menuntut kepada pemahaman diri dalam alam. Akal adalah penahan hawa nafsu untuk mengetahui amanat dan beban kewajibannya. Keakuan itu bertanggungjawab atas setiap apa yang diperbuatnya sendiri. tetapi merupakan daya berpikir yang terdapat dalam jiwa manusia. Orang yang menggunakan akalnya pada dasarnya adalah orang yang mampu mengikat hawa nafsunya. Akal. akan menanggung akibat yang timbul dari apa yang diperbuatnya itu (Alquran 41:46) dan perubahan keadaan hidupnya akan terjadi jika keakauan itu merubah dirinya (Alquran 8:53) Oleh karena itu. akal dapat juga diartikan sebagai suatu potensi rohaniah untuk membedakan mana yang hak dan mana yang batal. Ia juga mampu melawan hawa nafsu. hayat dan ruh. sehingga hawa nafsu tidak dapat menguasai dirinya. keakuan akan mendapatkan . akan memperoleh bimbingan Allah. Sebagian besar kata nafs dalam Alquran dipakai untuk menunjukkan arti diri. Alquran menyatakan dalam surat 53:3841. dalam pengertian Islam bukanlah otak. ia mampu mengendalikan diri dan akan dapat memahami kebenaran. akal adalah sifat yang membedakan manusia dari pada 1 bersungguh-sungguh dalam jalan Allah. Akal dan Fungsinya dalam Alquran Akal adalah al-hijr atau an-nuha artinya adalah kecerdasan. ia merupakan petunjuk yang membedakan hidayah dan kesesatan. melalui kerja yang sungguh-sungguh. yang pertama. ia adalah kesadaran batin dan penglihatan batin yang berdaya tembus melebihi penglihatan mata. karena seseorang yang dikuasai hawa nafsu akan mengakibatkan terhalang untuk memahami kebenaran. seorang yang menggunakan akalnya. daya yang dalam Alquran digambarkan memperoleh pengetahuan dengan memperhatikan alam sekitarnya. B. Dinamikanya terletak pada aksi atau kegiatannya. Keakuan atau nafs adalah kesatuan dinamik dari jasad. mana yang benar dan mana yang salah. ia adalah pemahaman dan pemikiran yang selalu berubah sesuai dengan masalah yang dihadapi. Akal sesungguhnya mempunyai bermacam-macam arti. Kesatuannya bersifat spiritual yang tercermin dalam aktivitas hisupnya. Dengan Demikian. karena Allah selalu bersama-sama dengan orang-orang yang berbuat kebaikan. dinyatakan dalam surat 29:6.hasil apa yang dikerjakannya (Alquran 29:6). Sedangkan kata kerja ‘aqala artinya adalah habasa yaitu mengikat atau menawan. Karena itu.

171. seperti kehidupan neraka. Kesatuan antara berpikir tentang alam sekitarnya yang berpusat di kepala dan menghayati serta mengingat Allah yang berpusat di qalbu yang ada di dada.hewan. 28:60. Realitas konkrit dipahami oleh pikiran dan realitas spiritual oleh qalbu. na’qiln 1 ayat. dan ya’qilun 22 ayat. 2: 170. 57: 170. ta’qilun 24 ayat. terdapat 5 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kitab suci. 6. sedangkan mengingat Allah. dapatlah kiranya disebut sebagai suatu aktivitas kesatuan akal. Dalam surat 2: 76. 12: 109. sehingga manusia mapu memasuki dunia kesadaran tertinggi. 10: 100. Dalam surat 67: 10. 36:62. 67: 10. 4. Memikirankan penciptaan alam adalah kegiatan yang berpusat di kepala. dalam sebuah hadist dikatakan :Tidak dijadikan oleh Allah suatu mahkluk yang terlebih mulia padanya dari pada akal. terdapat 1 ayat dipakai dalam kaitannya dengan Sholat. 21: 67. maka dapatlah ditarik pengertian bahwa akal dalam Alquran dipakai untuk memahami realitas yang konkrit seperti proses kelahiran manusia dan alam semesta. 26: 28. Keduanya pikiran dan qalbu merupakan instrumen akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran. 10:16. 30: 28. Dari 49 ayat yang menjelaskan tentang penggunaan akal. Dalam surat 2: 164. 28: 60. 242. terdapat 6 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah. 24: 61. Jadi. Dalam surat 2: 73. terdapat 14 ayat dipakai dalam kaitannya dengan keimanan. 5: 103. dan pencegah hawa nafsu. maupun realitas spiritual. 2: 32. 2: 44. 29: 63. 3: 65. Dalam surat 22: 46. Oleh karena itulah. dan juga realitas gaib. Menggunakan akal artinya adalah menggunakan kemampuan pemahaman baik dalam kaitannya dengan realitas yang konkrit. 10: 10. 2. terdapat 12 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami alam semesta seisinya. Dalam surat 5: 58. Dengan akal manusia bersedia menerima berbagai macam ilmu yang memerlukan pikiran. terdapat 7 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami proses dinamika kehidupan manusia. terdapat 1 ayat dipakai dalam kaitannya dengan hukum moral. dan yang keempat adalah pengetahuan tentang akibat segala sesuatu. 16: 12. 11: 51. 8. Konsep Tauhid dalam kebudayaan pada tahap pengertian sebagai proses seperti yang digambarkan dalam Alquran surat 3: 190191 di atas adalah kesatuan zikir kepada Allah dan pemikiran tentang 1 . Akal dengan demikian merupakan daya kekuatan untuk memperoleh segala ilmu. 67. 30: 24. Yang kedua hakikat akal ialah ilmu pengetahuan yang timbul dari alam wujud. 43: 3 3. 75. Ilmu akal meliputi ilmu yang duniawi dan yang ukhrowi. serta kaitannya dengan al-qalb yang mempunyai kemampuan memahami realitas. Dengan demikian kegiatan akal adalah kesatuan pemikiran dan qalbu dalam usaha memahami kebenaran. yaitu ‘aqalu 1 ayat. Dalam hadist yang lain dikatakan : Apabila manusia itu mendekati Tuhan dengan pintu-pintu kebajikan dan amal sholeh. 8: 22. Dalam surat 12: 2. nilainilai moral dan untuk memahami tanda-tanda Tuhan. Dalam Alquran terdapat 49 ayat yang menjelaskan tentang penggunaan akal. 13: 4. 49: 4. 29: 35. baik yang tersurat dalam Kitab Suci maupun yang tersirat dalam alam dan manusia. 59: 14. 37: 138. maka engkau dekatilah Tuhan dengan akalmu. terdapat 3 ayat berkaitan dengan kehidupan akhirat. adalah kegiatan yang berpusat di qalbu yang ada dalam dada. Keduanya merupakan kesatuan daya rohani untuk dapat memahami kebenaran. 36: 68. 6: 32. Dalam surat 6: 151. 26: 28. dalam Alquran dijelaskan bahwa akal mempunyai fungsi untuk memahami kebenaran yang fisik maupun yang metafisik. Alquran menyatakan dalam surat 3: 190-191. 7. 21: 10. 39: 43. 11: 51. 23: 70. 5. Oleh karena itu. ya’qilu 1 ayat. Penggunaan akal itu antara lain : 1. 25: 44. Yang ketiga ialah ilmu yang diperoleh dari pengalaman. bersatu dengan kebenaran Ilahi.

bersifat material.Ciptaan Allah Akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran bekerja dengan menggunakan pikiran dan qalbu. Kesatuan aktivitas itu dapat digambarkan sebagai berikut : Berzikir ----------------------------. sebagai penjelmaan dari aktivitas orang-orang yang berakal. Pikiran bekerja untuk memahami dimensi fisik.ciptaan Allah yang berada di antara bumi dan langit.Allah Orang Berakal Aktualitas berpikir ----------------------------. Kesatuan zikir dan pikir ini. yang keduanya berhubungan secara organis. sedangkan qalbu bekerja untuk 1 .

dan orang menjadi tertarik karena opini 1 memahami dimensi metafisik. dengan harapan upaya realitasnya dapat dipertanggungjawabkan.Pikiran Qalbu 1. besrsifat spiritual. Sebaliknya jika kemiskinan itu dipandang sebagai akibat dari adanya sitem kehidupan sosial ekonomi yang timpang maka tentunya dengan upaya keras manusia dapat merubahnya. bahkan seringkali terjadi opini tentang fakta yang nyata berbeda dengan faktanya sendiri. Di sini terdapat dua hal penting yang perlu mendapat perhatian yaitu pemahaman terhadap realitas dan penilai kritis terhadap pemahaman itu. Hubungan organis pikiran dan qalbu sebagai instrumen akal dapat digambarkan sebagai berikut : . Opini adalah bukan fakta. tetapi penguasaan teknik dan cara menyelesaikan masalahnya seringkali mengalami kemacetan. secara moral ia mempunyai kesadaran yang baik. Dalam penilaian kritis ini diperlukan kejujuran intelektual. mengakibatkan manusia hanya memperoleh pengetahuan lahiriahnya saja dari realitas yang ditangkap dan manusia dapat dikuasai hawa nafsunya. karena dimensi fisiknya tak kuasa. Meskipun realitasnya sama seringkali terjadi perbedaan pemahaman terhadap realitas itu. Sedangkan penilaian kritis atas pemahaman manusia terhadap realitas adalah upaya menggugat keabsahan pemahaman itu. Sebaliknya qalbu yang berkerja terlepas dari pikiran. Keduanya dalam pandangan tauhid merupakan kesatuan fungsional bagi kebudayaan. Seperti pemahaman terdahap realitas kemiskinan. membuat seseorang hanya menagkap dimensi spiritual dari realitas yang ada. Dalam melihat kemiskinan terjadi benyak perbedaan dalam memahaminya. Pengembangan pikiran yang terlepas dari kaitannya dengan qalbu. Kemiskinan jika dipandang sebagi “takdir” ketentuan Allah yang mutlak – tentunya tidak ada satupun kekuatan dari manusia yang dapat merubahnya kecuali Allah sendiri. karena seringkali terjadi pemahaman manusia terhadap realitas merupakan opini yang dipengharuhi oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang secara moral tidak dapat dipertanggungjawabkan.. Pikiran Berpikir sebagai proses budaya adalah memhami realitas dan melakukan penilaian kritis terhadap pemahaman itu. singga pikirannya bekerja untuk kepentingan pemuasan hawa nafsu.

Jika ada yang mengikat berpikir. sedangkan berpikir merupakan sarana untuk memahami dan mengembangkan prinsip ajaran tauhid dalam kehidupan. Prinsip Tauhid ini bukanlah sekedar suatu keyakinan yang dinyatakan dalam pengakuan saja. yang pertama dalam pengertian kasar. Disebutkan dalam sebagai berikut: 1 . dinyatakan dalam surat 34: 46. Oleh karena itu. 2. atau bagaimana agar siksaan itu tidak terasa sakit. Tidak ada satupun ayat Alquran yang melarang berpikir. karena kotak-kotak budaya. yaitu 1) kata wahidah yang mempunyai pengertian tauhid dan 2) kata tatafakaru yang arti berpikirlah. Menurut Ibn Sayyidah. Oleh karena itu. bukan berarti pembebasan manusia dari segala ikatan atau norma-norma hukum tertentu. Dalam Tafsir al-Takhr ar-Razi diterangkan bahwa ada dua hal yang penting dalam ayat ini. Karena itu tidak ada satu kekuatan pun yang dapat secara effektif melarang atau menghentikan pikiran bekerja. Al Qalb dalam Alquran menurut Amir al-mu’minin Ali juga disebut sadr. atau fisik.bukan faktanya – sehingga tidak terjadi perubahan apa-apa terhadap faktanya itu sendiri. Pikiran hanya dapat berhenti jika hidup manusia berhenti atau kehilangan kesadaran dirinya. berpindah atau berbalik. berpikir menjadi anjuran yang melekat dalam prinsip tauhid. sehingga realitas tidak dapat sepenuhnya dipandang secara utuh. tidak ada yang haram untuk dipikirkan. karena tanpa berpikir ajaran tauhid itu tidak bisa dimengerti. Berpikir adalah kegiatan yang sepenuhnya bebas. meskipun fakta itu memerlukan perubahan. Qalbu memiliki kemampuan untuk mengetahui essensi segala sesuatu. Meskipun fisik manusia disiksa. pikirannya tetap dapat bekerja paling tidak untuk mencari jalan bagaimana cara menghindari siksaan itu. di dalamnya terdapat rongga-rongga yang mengandung darah hitam sebagai sumber kehidupan dan seringkali dinamakan jantung. terletak di dada sebelah kiri. Kotak-kotak pemikiran terjadi. mungkin itu adalah hukum berpikir dalam pengertian metodologi serta obyek yang dipikirkan. orang yang berpikir tentang perampokan tetapi tidak pernah melakukan perbuatan merampok. fu’ad. yaitu segumpal daging yang berbentuk bulat panjang. Barangkali tidak ada kebebasan yang penuh bagi manusia kecuali berpikir. dimana pun dan kapan pun. dan Yang Esa itu merupakan sumber semua kehidupan yang ada. akan tetapi merupakan suatu pandangan hidup yang senantiasa harus diwujudkan dalam realitas kehidupan muslim. Qalaba mengalami beberapa perubahan bentuk seperti inqalaba dan qallaba namun artinya masih sama. Sedangkan arti yang kedua adalah pengertian yang halus yang bersifat ketuhanan dan rohaniah yaitu hakekat manusia yang dapat menangkap segala pengertian. apalagi diterapkan dalam kehidupan. Demikian juga berpikir tentang kebebasan. Prinsip ajaran tauhid ialah bahwa Tuhan adalah Esa. Berpikir dapat dilakukan manusia. Tauhid adalah salah satu prinsip ajaran Alquran. berpengetahuan dan arif. artinya hati. Kegiatan berpikir adalah kegiatan yang otonom. Pendidikan yang terkotak-kotak akan melahirkan pemikiran yang terkotak-kotak pula dan akibatnya pemahaman terhadap realitas menjadi terkotak-kotak. lubb dan syagaf. Qalbu Qalbu berasal dari kata qalaba yang bermakna berubah. terutama yang terjadi dalam proses pendidikan. qalb jamaknya qulub. Di samping itu manusia juga bebas untuk memikirkan apa saja. tidak dapat dituntut secara hukum di muka pengadilan. Al-Qalb mempunyai dua pengertian. bahkan sebaliknya Alquran menganjurkan kepada manusia untuk berpikir. bahkan berada di luar penilaian etik.

dinyatakan dalam surat 39: 22.- disebut sadr karena ia tempat terbitnya nurul Islam. disebut fu’ad karena menjadi tempat terbitnya makrifat Allah. 1 . dinyatakan dalam surat 12: 30. Terbagi dalam beberapa persoalan sebagai berikut: 43 ayat dipakai dalam kaitannya dengan soal-soal keimanan.101. disebut lubb karena menjadi terbitnya tauhid. 7:100.64. 15:12. dinyatakan dalam surat 65: 10. 22:32.110.8. dinyatakan dalam surat 53: 11. antara lain kufur. termasuk di dalam hal ini adalah ketidak berimanan.77. Disebut syagaf karena temapat terbitnya kecintaan makhluk kepada sesamanya.7.45. Dalam Alquran terdapat kurang lebih 101 ayat yang memjelaskan tentang kata benda al-qalb atau jamaknya al-qulub. 9: 117. perbuatan dosa. dalam surat 49: 14.

al-qalb adalah suatu kemampuan untuk memahami kebenaran-kebenaran yang bersifat metafisik. yang bercermin melalui tanda-tanda-Nya. 24 ayat dipakai dalam kaitannya dengan perasaan. dinyatakan dalam surat 22:46. Akan tetapi di dalam pengertian non fisik.93. 59:14. ketenangan.- 7 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kemampuan al-qalb untuk memahami kebenaran dan kekuasaan Allah yang tersembunyi dibalik peristiwa-peristiwakemanusiaan. 3 ayat dipakai dalam kaitannya dengan akhirat. 1 - .7. 24:50. 28:10. 50:37. dinyatakan dalam surat 22:53. makna dibalik kejadian kemanusiaan.127. Kebenaran mutlak adalah kebenaran Tuhan. 39:45. 3:159. dalam kitab suci.89. 45:23. 10:88.5. - - 2:204. Keduanya (pikiran dan qalbu) tumbuh dari akar yang sama dan masing-masing saling melengkapi. karena itu kata al-qalb dalam Alquran tidak pernah dipakai dalam kaitannya dengan pemikiran.53. dinyatakan dalam surat 26:88. 18:14. 64:11.225. kasar dan keras. 48:10. 6:43. 42:24. 23:63. 50:33. 6: 46. 7:179. kesucian. dalam kehidupan di akhirat nanti.93. 39:22. 6:25. 8:2. 21:3. 48:12.23. 47:24. 57:27. 22:54. 61:5. 11. 59:10. 5 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kemampuan al-qalb untuk zikir. 5:113. C. Al-qalb bukan pikiran.97.9.126. 9:15. harapan.103. baik di sorga maupun di neraka. 33:10.167. 79:7.118.60. 3:8. 16:106. 57:16.63. baik kebenaran yang bersifat mutlak maupun kebenaran yang bersifat relatif. 159. kegoncangan.10.51. 9:8. al-qalb dalam pengertian fisik adalah sesuatu yang ada di dalam dada (22: 46) yang sering disebut jantung. 33:5. dinyakatan dalam surat 13:28. 24:37. maupun dalam ayat-ayatNya (tanda-tanda). 4:155. kegelisaan. 83:14. Yang satu memusatkan perhatiannya pada kebenaran sementara. 26:194. 49:3. 8:24. 8:70. 18:28. dan yang lain dalam aspek kebenaran kekal. 37:84.26. 40:18. 5:41. 41:5. karena itu dala Alquran al-qalb dalam aktivitasnya menggunakan kata kerja ya’qiluna biha (22:46). ia dalah bagian dari akal. 3:15. 34:23. - - Jadi. yang tersimpan dalam alam ciptaan-Nya dan tersurat dalam firman-firman-Nya. 33:54. 58:22. seperti keteguhan. 33:5. serta kesombongan. Kebebasan Akal Akal adalah daya rohani untuk memahami kebenaran.26.154.10.51. kehidupan sesudah mati. mengingat kekuasaan Allah. Yang satu menangkap kebenaran sepotong-potong dan yang lain menangkap keseluruhan.26. 23:60. baik ketakutan. tanda-tanda kekuasan Allah.63. 40:35. dinyatakan dalam surat 33:26. 20 ayat dipakai dalam kaitan untuk menjelaskan sifat. 2:74. Al-qalb sebagai kekuatan yang dapat memahami kebenaran metafisik.4. 16:22.

39: 42. Seseorang yang menggunkan akal adalah sesorang yang mampu menawan dan mengikat hawa nafsunya. dan hawa nafsu bisa diikat jika qalbu manusia selalu ingat pada kekuasaan Tuhan dinyatakan dalam surat 13: 28. 10:24. yang mutlak dan yang relatif. pada saat kematian tiba.Kebenaran reasltif adalah kebenaran sebagai hasil pemahaman manusia terhadap realitas sekitarnya yang berupa ilmu pengetahuan. 6: 50. Akal sebagai daya rohani bersifat ketuhanan. Dari enam belas (16) ayat itu terbagai sebagai berikut: . Kebebasan akal merupakan prasyarat bagi kebudayaan. 2: 219. dapat membawa seseorang dikuasai hawa nafsu. 1 .. baik yang fisik maupun yang metafisik. kebebasannya hampir mutlak. 34: 46. dinyatakan dalam surat 13: 3. Obyek Pikiran Dalam Alquran terdapat enam belas (16) ayat tentang berpikir.karena qalbunya melemah. Pikiran untuk memahami yang baik dan yang relatif. Pikiran dan qalbu berhubungan secara organis dan keduanya bekerja pada batas-batas obyeknya dan pada tahapan dari pertumbuhannya. akan melahirkan perbuatan yang dapat merusak kehidupan. dan kebebasan akal ini dijamin penuh oleh Alquran. sehingga manusia kehilangan kemampuan untuk memahami kebenaran sejati. 266. karena tidak ada satu kekuatan apapun yang dapat menghalangi akal bekerja. Akal yang tidak berfungsi mengakibatkan manusia jatuh pada kekuasaan hawa nafsu dan berarti kejatuhan manusia.Satu (1) ayat menjelaskan tentang pemikiran yang salah. dinyatakan dalam surat 30: 8. . 69. yang digambarkan Alqur’an lebih sesat dari pada binatang dinyatakan dalam surat 25: 43-44. Alquran menyatakan dalam surat 45: 23. sebaliknya banyak sekali ayat Alquran yang mengajurkan manusia menggunakan akalnya. 45:13.Sembilan (9) ayat di antaranya dipakai untuk memikirkan manusia. sedangkan batas-batas pertumbuhan dipengaruhi oleh proses belajar dan pengalaman hidup. batas pertumbuhan itupun berhenti. akal harus digunakan agar ia tidak kehilangan kemanusiaannya.Enam (6) ayat di antaranya dipakai untuk memikirkan alam ciptaan Tuhan. sampai akhirnya pada waktu yang pasti. sehingga ia dapat melupakan adanya kekuasaaan dan kebesaran Allah. 16: 11. Akal sebagai daya rohani pada dasarnya bebas. Akal yang tidak berfungsi menjadikan qalbu manusia tertutup. 3: 191. dinyatakan dalam surat 74: 18-26. 2. Akal adalah anugerah Tuhan yang hanya diberikan kepada manusia. dan dalam ayat-ayat tersebut terlihat bahwa yang menjadi obyek pemikiran menurut Alquran adalah alam dan manusia serta hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan keduanya. Sesungguhnya tidak perlu ditakuti adanya kebebasan akal. Batas-batas kodrat bersifat tetap. sebaliknya harus ditakuti adanya ketidakbebasan akal. sedangkan qalbu untuk memahami yang metafisik dan mutlak. 184. Batas-batas obyek dibawa oleh kodratnya. Mekanisme Akal. karena akal yang tidak bebas bekerja. karena pembicaraan tentang akal selalu berhubungan dengan dimensi pikir dan zikir. Oleh karena itu. sedangkan batas-batas pertumbuhan bersifat dinamis dan oleh karena proses belajar terus menerus maka batas-batas pertumbuhan itu bergerak dan berkembang. . 3: 191. bekerja melalui pikiran dan qalbu manusia. Akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran. Hal ini terbukti tidak ada satu pun ayat dalam Alquran yang melarang manusia untuk menggunakan akalnya. 1. Seorang yang dikuasai hawa nafsunya. 7: 176.

Contoh kesalahan itu seperti kesimpulan berpikir bahwa Alquran itu adalah sihir dan perkataan manusia pada umumnya dalam surat 74: 18-26. 54: 49. Di samping itu. Dalam hubungan dengan pemikiran tentang alam. Dalam hubungan ini. Alquran mengajurakan kepada manusia untuk memperhatikan proses penciptaan dalam alam. dinyatakan dalam surat 88:17-20.Secara jelas Alquran menerangkan bahwa abyek pemikiran adalah alam dan manusia serta yang berkaitan dengan kehidupan keduanya. dinyatakan dalam surat 19: 5. 14: 19. maka bisa mengakibatkan celaka. 6:73. Jika seseorang mencoba memikirkan di luar batas obyeknya. Alquran menjelaskan tentang adanya prinsip-prinsip kebenaran di dalamnya. 1 . dinyatakan dalam surat 25: 2. Alquran juga menandaskan adanya ukuran tertentu di dalamnya.

Pemikiran tentang alam artinya adalah memperhatikan proses penciptaan dalam alam semesta. karena memang derajat manusia dengan ciptaan Tuhan jauh lebih rendah dari Penciptanya. dinyataka dalam surat 30: 9.. dinyatakan dalam surat 86: 5-7. Setelah memperhatikan proses penciptaan dirinya. Sudah barang tentu kemampuan manusia menciptakan tidak sama dengan Tuhan. yang memungkinkan proses penciptaan itu berlangsung. sehingga kelangsungan hidup generasi manusia dapat dipertahankan. serta ruang dan waktu.yang ada di dalamnya. dengan programprogram untuk meningkankan kualitas hidup manusia serta merencanakan untuk menciptakan hidup yang lebih baik. ia dapat pula mempraktekkan dalam proses penciptaan alam kebudayaan. karena penciptaan alam kebudayaan pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari alam semesta. Akan tetapi pemahaman terdahap proses penciptaan alam semesta ini. Melalui pemahaman terhadap prinsip-prinsip kebenaran yang ada dalam alam semesta ini. dan makanannya. manusia juga dianjurkan untuk memperhatikan makanannya. Perhatian terhadap proses-proses penciptaan ini sangat penting bagi manusia sebagai khalifah di muka bumi. makanan serta sejarah merupakan anjuran yang sangat besar artinya bagi kelangsungan hidup generasi manusia. baik yang sudah terserap dalam tubuhnya yang seringkali menimbulkan problem bagi kesehatannya.. bahkan tidak selayaknya dibandingkan dengan Tuhan. Dalam kaitan ini. manusia dapat mengembangkan lebih jauh untuk penyusunan teori-teori dan untuk melakukan percobaan-percobaan. proses penciptaan kebudayaan dapat dilaksanakan. dinyatakan dalam surat 80: 24-28. Melalui penyusunan teori dan percobaan-percobaan itu. Memperhatikan proses penciptaan manusia memberikan pengetahuan yang bermanfaat untuk memahami susunan dirinya. Dengan memperhatikan makanannya. Sedang pemikiran tentang manusia. Alquran mengajurkan kepada manusia untuk memperhatiakan proses penciptaan dirinya. dimaksudkan agar manusia memahami prinsip-prinsip kebenaran Ajuran untuk memperhatikan proses kelahiran manusia. Selanjutnya pemikiran tentang sejarah. proses pertumbuhan. paling tidak pada bahan yang dipakainya. Pemikiran terhadapa proses penciptaan dalam alam semesta. mempunyai andil yang besar bagi penciptaan alam kebudayaan. Penciptaan Alam semesta akan selalu melibatkan dan tergantung pada alam semesta. jatuh bangunya suatu bangsa merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan karena melalui pemikiran itu akan diketahui 1 . manusia dapat memahami proses kelangsungan hidupnya serta mengatasi problema yang ditimbulkan oleh makanannya. sehingga manusia dapat memahami kekuatan-kekuatan yang dimilikinya serta kelemahan-kelemahannya sekaligus untuk merancang kehidupan selanjutnya. karena melalui pemikiran terhadap proses-proses penciptaan itu. maupun untuk merencanakan penyediaan makanan yang harus mengikuti jumlah penduduk yang bertambah. perkembangan dan juga kehancuran. maka manusia pun dinjurkan untuk memperhatikan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu beserta akibatakibatnya.

Alquran menjadi obat bagi qalbu yang sakit. sehingga kebudayaan sebagai suatu proses dapat diarahkan lebih manusiawi. Selanjutnya Aqlquran menjelaskan bahwa obyek pemahaman qalbu adalah prinsip-prinsip yang mengatur jatuh bangunnya suatu bangsa atau hukum sejarah dan makna-makana yang tersurat dalam Alquran. karena kebudayaan pada akhirnya akan ditentukan sepenuhnya oleh kualitas manusianya. Kesemuanya itu pada dasarnya mempunyai andil sangat besar bagi pertumbuhan dan kelangsungan kebudayaan suatu bangsa. Prinsip-prinsip kebenaran itu. merupakan suatu hal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan suatu kebudayaan. Dari pemikiran tentang alam dan manusia pada dasarnya diharapkan dapat diperoleh pengetahuan mengenai prinsipprinsip kebenaran. yang merubah wajah kehidupan manusia secara drastis. pada akhirnya berkembang menjadi teori-teori dan perubahan yang terjadi dalam klehidupan alam dan manusia. yang mengharuskan adanya perubahan yang terus menerus. makanannya dan sejarah perjalanan hidupnya. tetapi juga menjadi obat bagi qalbu yang sakit.. baik sejak proses penciptaannya. Dinyatakan dalam surat 10: 57. karena pikiran hanya berkerja dengan memecah realitas dalam fragmenfragmen yang statis. seseorang kan memperoleh wawasan batin yang akan menuntunya ke jalan yang benar dan lurus. Melalui pemahaman histories. Tidak ada yang mutlak dalam teori-teori. untuk menyusun teori-teori dan percobaanpercobaan. Dijelaskan dalam surat 17: 9 Pikiran dan qalbu dalam pandangan tauhid adalah merupakan kesatuan mekanisme akal. pada gilirannya akan mengakibatkan adanya perubahan teori-teori. Obyek pemikiran menurut Alquran adalah alam dan manusia dengan segala aspeknya. 3. dan teori apapun sebagai hasil pemikiran manusia sepenuhnya bersifat relatif. Hukumhukum itu berlaku pasti dan tidak berubah. keduanya merupakan sarana untuk 1 . dijelaskan dalam surat 47: 24. Selanjutnya mengenai Alquran sebagai obyek pemahaman qalbu. dijelaskan dalam surat 35: 43. - Yang menjadi obyek qalbu adalah sejarah dan Alquran. Dalam sejarah terkandung peristiwa jatuh bangunnya bsuatu bangsa dan peristiwa-peristiwa tentang perubahan-perubahan yang mendasar. karena Alquran adalah zikr dan menurut Alquran qalbu akan tenang hanya dengan zikr. Sedangkan dalam memahami Alquran. yang kemudian berkembang dalam dunia ilmu alam dan humaniora. Alquran memberikan pedoman dan tuntunan moral bagi kehidupan manusia.dinyatakan dalam surat 22: 45-46. akan diperoleh kesadaran tentang perlunya strategi kebudayaan. dengan menekankan pada kajian aspek-aspek tertentu yang lebih terbatas. Sesungguhnya dibalik peristiwa-peristiwa sejarah itu. Dari dua kubu ilmu itu berkembang menjadi lebih banyak. 47: 24). Dijelaskan dalam surat 13: 28. Alquran bagi qalbu tidak hanya sebagai obyek yang dipahami. Obyek Qalbu Dalam Alquran dijelaskan bahwa qalbu (al-qalb) mempunyai kemampuan untuk memahami atau menangkap makna-makna (22: 46 7:179. Dijelaskan dalam surat 38: 1 Alqurqn adalah menjadi obat bagi qalbu yang sakit. Padahal realitas kehidupan alam dan manusia selalu berubah terus.hukum-hukum perkembangan suatu masyarakat yang mengatur dan mempengaruhi proses perubahan masyarakat. terkandung suatu hukum yang mengatur proses perubahan masyarakat. karena Alquran adalah zikr. Pemikiran terhadap manusia.

seperti dua sisi mata uang. Strategi pembentukan kebudayaan adalah didasarkan pada kesatuan pikiran dan qalbu dalam perbuatan. Pikiran bekerja untuk menyusun konsep. pemisahan keduanya akan mengakibatkan seseorang tidak dapat memahami realitas secara utuh. sedangkan qalbu bekerja untuk memberikan wawasan batin.memahami kebenaran. Sebagai kesatuan antara keduanya sesungguhnya tidak dapat dipisahkan. sehingga realitas kebudayaan itu tetap 1 . membuat rencana kerja dan merumuskan tujuan-tujuan atau hasil yang hendak dicapainya.

Sandaran yang lebih kuat dan jauh lebih tinggi dari hasil pemikiran manusia itu. dinyatakan dalam 1 . Hakekat manusia tidak tergantung oleh keadaan-keadaan dari luar. yaitu berusaha menemukan akar pengertian tentang manusia. pangkat. ia adalah sebuah ciptaan belaka. bahkan kesehatan atau kepandaian semuanya tidak pokok. Sandaran wahyu ini kiranya sangat diperlukan. Kekayaan. Untuk itu diperlukan suatu sandaran pemikiran yang lebih mendasar. atau pekerjaannya. mengingatkan manusia secara individual tidak pernah terlibat sedikitpun dalam proses penciptaan dirinya. Sebaliknya dalam pandangan serba ruh (spiritualisme) menetapkan rohaniah sebagai unsur pokok yang menentukan kehidupan manusia. tidak lain adalah firmanfirman Tuhan (wahyu Ilahi). Hakekat manusia adalah sesuatu yang amat vital yang menentukan kehidupannya di tengah kancah perubahan masyarakat.berada dalam kerangka moral dan untuk tujuan-tujuan moral. yang mungkin saja melewati batasbatas pengertian yang hanya menekankan pada salah satu aspek kehidupannya. dan psikologi. hal itu semata-mata tergantung pada nilai yang diberikannya pada dirinya sendiri. guna memahami dan menentukan hakekat manusia itu. pencarian tentang hakekat manusia tidak bisa hanya terpaku pada pemikiran tentang sesuatu yang menjadi unsur pokok yang menentukan dirinya. Dengan demikian. Dengan sandaran kepada wahyu Ilahi yang tersurat dalam kitab suci – dalam hal ini adalah Alquran. pencarian tentanh hakekat manusia tidaklah cukup hanya berhenti pada pandangan untuk menjelaskan tentang unsur pokok yang secara internal ada dalam dirinya ataupun pada apa yang dimilikinya yang sesungguhnya bersifat eksternal. Pandangan yang melacak unsur pokok pada asal mula adanya manusia dapat mengakibatkan terbaikan aspek dinamik dalam realitas kehidupan. perbedaan sosial. maka manusia diharapkan dapat memahami hakikat dirinya melalui petunjuk Tuhan yang menciptakannya. sosiologi. karena dialah yang paling tahu tentang makna-makna dan keberadaan sebuah ciptaan. suatu sandaran yang dapat membawa ke arah pemahaman yang lebih mendasar. D. sebagai manifestasi dari perpanjangan kuasa Ilahi. Hakekat Manusia Berbicara tentang hakekat manusia pada dasarnya membicarakan tentang pokok soal yang bersifat radikal. umpamanya antropologi. Di samping itu. Satu-satunya persoalan adalah kecenderungan sikap yang terdalam pada jiwa. ia lahir dari suatu proses yang berada di luar kekuasaan dirinya. Alquran tentang Hakikat Manusia Alquran menegaskan bahwa yang dilihat pada manusia tidak lain hanyalah amal perbuatannya. Pengetahuan yang paling lengkap dan benar tentang sebuah ciptaan adalah yang datang dari Penciptanya. seperti yang terdapat dalam kajian berbagai disiplin ilmu. suatu sandaran yang berada pada tingkat lebih tinggi dari hasil pemikiran manusia. dan prinsip yang terdalam ini tidak dapat dihancurkan. karena keterbatasan pemikiran manusia untuk memahami hakekat dirinya. seperti dalam pandang serba materi (materialisme) yang menetapkan materi sebagai unsur pokok yang menentukan kehuidupan manusia.

Ayat ini secara tegas menyatakan bahwa apa yang dikerjakan manusia adalah yang menentukan eksistensinya. 67: 2. Alquran menyatakan dalam surat 24: 23-25. atau oleh perbedaan tingkat pendidikan dalam lingkungan kebudayaan. 1 . juga menyatakan bahwa setiap kedudukan sosial seseorang dalam masyarakat itu menuntut suatu kualitas perbuatan yang sesuai dengan kedudukannya. seperti seorang arsitek yang dapat merancang suatu konstruksi bangunan yang berbeda dengan seorang ekonom yang hanya mampu merancang suatu bidang kegiatan ekonomi. Ayat ini menegaskan posisi Alquran yang berpihak untuk menegakkan hukum moral. Tanpa adanya kebebasan tentunya ujian terhadap amal perbuatan itu menjadi tidak bermakna. Di atas kebebasan itu. Ayat ini menjelaskan kaitannya perbuatan manusia dengan kemampuan yang dimilikinya. dinyatakan dalam surat 18: 110. dan tidak ada campur tangan Tuhan sedikitpun di dalamnya. Anjuran Alquran untuk berbuat sesuai dengan kemampuan pada dasarnya dapat dianggap sebagai anjuran yang bermakna etik. Lulus tidaknya dalam ujian ini. amal perbuatan manusia pada hakikatnya manusia sendiri yang sepenuhnya menentukan. Dalam kaitan ini. sehingga Tuhan hanya dapat ditemui dengan sarana amal perbuatan yang baik. Ayat ini menjelaskan tentang perbuatan dalam kaitannya dengan realitas sosial. Kebebasan itu tidaklah dapat dipisahkan dengan tanggung jawab. Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan kemampuan antara satu dengan yang lainnya. yang tercermin dalam berbagai kedudukan sosial sesorang yang satu berbeda dengan yang lainnya. Oleh karena itu. mewakili citra dirinya dan menjadi ukuran untuk menilai dirinya. dengan kata lain kebebasan amal perbuatan manusia itu tidak dapat dipisahkan dengan nilai moral yang memberikan penghargaan tinggi terhadap adanya tanggung jawab. diletakkan tanggung jawab agar kebebasan itu tidak berarti kesewenang-wenangan atas amal perbuatan manusia. ini berarti Alquran di samping mengakui adanya perbedaan tingkat kedudukan sosial seseorang. Selanjut nya Alquran mengatakan dalam surat 11:7. Alquran menyatakan dalam surat 39: 39-40. Rasul-Nya maupun bagi orang-orang yang beriman.30. maka tentunya amal perbuatan itu tidak hanya menjadi ujian bagi manusia itu sendiri. Dengan demikian. Ayat ini sekali lagi menegaskan betapa pentingnya arti ‘amal bagi kehidupan manusia di dunia ini. pertemuan dengan Tuhan hanya dapat dilakukan dengan amal perbuatan nyata yang sesuai dengan nilai-nilai moral. Alquran menegaskan adanya kebebasan untuk berbuat. Selanjutnya Alquran menyatakan dalam surat 41: 40. Alquran menganjurkan kepada manusia untuk berbuat sesuai dengan kedudukannya dalam masyarakat. yang akan diberikan Tuhan kepada manusia yang diuji amal perbuatannya. 18:17. karena seseorang yang berbuat tidak sesuai dengan kemampuannya. Pekerjaan atau tindakan manusia merupakan perwujudan sepenuhnya dari dirinya. seringkali berakibat mencelakakan diri sendiri.surat 9: 195. Pada ayat lain Alquran menyatakan dalam surat 17: 84. baik dihadapan Tuhan. Bentuk pertanggung jawaban itu adalah balasan yang setimpal dan adil sesuai dengan kualitas amal perbuatan manusia. dan hal ini sering disebabkan oleh ketidaktahuan atas kemampuannya atau memaksakan diri untuk berbuat di luar kemampuannya. sepenuhnya ditentukan oleh kualitas amal perbuatannya. bahkan nyaris jatuh total. dimana dalam kehidupan suatu masyarakat terdapat perbedaan tingkat kehidupan. Perbedaan kemampuan perempuan untuk melahirkan anak. karena kehidupan ini sesungguhnya menjadi kancah manusia diuji ‘amal perbuatannya. Dalam hubungan dengan ujian terhadap amal perbuatan manusia. Seringkali terjadi dalam kehidupan masyarakat. karena jika ada campur tangan Tuhan dalam amal perbuatan manusia. bahwa seseorang menderita oleh pekerjaannya.

yaitu 1) ‘amal al-qalb yaitu pekerjaan qalbu. Dalam Tafsir al-Fakhr ar-Razi dikatakan bahwa apa yang disebut ‘amal mempunyai dua bagian. seperti berpikir. Menurut Ibn Atsir jika kata ‘amal yang berkedudukan sebagai fi’il dibaca ‘ammala maka bermakna walla artinya menguasai atau menjadikan sesuatu. sedangkan i’timal adalah aktifitas yang terkait dengan kepentingan diri sendiri. ‘amal dikatakan sebagai aktivitas yang tidak terkait dengan kepentingan diri sendiri.‘Amal ialah al-fi-il artinya pekerjaan atau al-mihnah artinya pengabdian. yaitu pekerjaan dari anggota tubuh manusia 1 . berkehendak dan membenci. dan 2) ‘amal aljawarih. Kadang-kadang dibedakan antara ‘amal dan I’timal.

dan ketulusannya beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu. Melalui karyanya. ‘Amal dalam hubungan ini adalah merupakan wujud penjelmaan kesatuan diri (nafs) – kesatuan jasad. yang menjadi sunnah Allah. Hakikat manusia adalah amalnya. Amal dalam kaitannya dengan kebudayaan adalah merupakan lapangan kegiatan yang amat luas. kepada hukum-hukum Allah yang mengatur semua ciptaan-Nya. hayat ruh. Sedangkan manifestasi amal perbuatan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi adalah ketekunannya mengembangkan konsep-konsep dalam realitas kebudayaan dalam kehidupan masyarakat. Dalam karyanya. Pandangan tauhid Alquran dalam konsep antropologi adalah terletak dalam pandangannya atas kesatuan manusia dalam diri yang disebut Alquran dengan kata nafs. Pada amal perbuatan manusia inilah terletak hakikat manusia. Kebudayaan sebagai penjelmaan kesatuan eksistensi diri manusia hamba Allah (abd Allah) adalah karya nyata dari manusia sebagai kalifah Allah di muka bumi. kualitas kemanusiaan akan dilihat oleh Allah dan utusan-Nya serta orang-orang yang beriman dalam surat 9: 105. baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia. bukan pada unsur pokok yang membentuk dirinya yaitu jasadnya hayat. Manusia menampakkan dirinya secara nyata dalam karyanya.bertugas membentuk kebudayaan di muka bumi (khalifah Allah fil alardhi). Kesatuan dari gagasan dan tindakan dalam realitas kehidupan dapat dipandang sebagai proses pembentukan suatu kebudayaan. amal perbuatanlah yang menentukan arti hidup manusia. Dari ayat-ayat tersebut di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa dalam pandangan Alquran. tindakan yang tidak didasarkan pada kesadaran berpikir sesungguhnya tidak dapat dinilai secara etik. amal perbuatan nyata yang merupakan wujud dari kesatuan kedudukan manusia sebagai hamba Allah (‘abd Allah) yang bertugas menciptakan kebudayaan di muka bumi (khalifah Allah fil al-ardhi). diri manusia akan dapat menemui Tuhannya dalam surat 18: 110. yang nampak dalam gerak atau diam. Manifestasi amal perbuatan seorang hamba Allah (‘abd Allah) adalah ketaatan dan kepatuhannya yang ikhlas atas perintah-perintah Allah. hayat. Kesatuan diri itu terjelma dalam amal perbuatan. Hanya melalui karyanya yang baik. yang secara formal diatur dalam kehidupan keagamaan. totalitas diri (jasad. Pada tahap kesatuan gagasan dan aktualitasnya terdapat kaitaan dengan nilai etik. kesatuan diri dari unsur-unsur jasad. yaitu perbuatan nyata dari manusia yang menjadi hamba Allah (‘abd Allah) yang 1 . dan ruh) manusia menyatu secara nyata dan dinamis. dalam wujud kebudayaan. yang menyakut berbagai aspek kehidupan manusia di dunia ini dan bukan semata-mata kegiatan peribadatan formal seperti yang diatur dalam kehidupan keagamaan. amal pada dasarnya dapat dipandang dari dua tahap yaitu tahap gagasan (pemikiran dan kesadaran) dan tahap gerak tubuh yang melahirkan tindakan konkrit dalam realitas kehidupan. yang menjelma menjadi perbuatan nyata. ‘Amal dalam pandangan Alquran mempunyai arti yang amat luas. karyanya. ruh. hayat. ruh. dan dalam karyanya terjelam nilai-nilai kemanusiaannya. Jadi.

Banyak keinginan tidak selamanya terpenuhi. KONSEPSI TUHAN DALAM ISLAM Ketika seseorang mulai menyadari eksistensi dirinya. Pengertian dan pemahaman manusia tentang Tuhan akan memberikan corak kepada perilaku dalam hidup beragama dan berbangsa. pernyataan ini diucapkan ketika seseorang sudah sampai masa baliq (kedewasaan) dengan tanda. Makna Dua Kalimah Syahadat Dua kalimah syahadat merupakan pernyataan dasar seseorang untuk masuk ke dalam Islam. Ketika malam kelam. Boleh jadi fitrah ini sekali-kali tertutup kabut kegelapan sehingga nampak manusia tidak mau tahu siapa penciptanya.. Pertanyaan-pertanyaan itu antara lain. Dalam ajaran Islam. Karena itu. mulai dari bentuk yang dangkal dan bersahaja berupa perasaan sampai ke tingkat yang lebih tinggi berupa penggunaan akal. Tetapi di balik kekaguman akan romantika itu. Demikianlah fitrah manusia bergolak mencari dan merindukan Tuhan. Dalam ajaran Islam. Sebaliknya banyak kejadian yang mendadak tak diduga sebelumnya. Dari arus pertanyaan yang mengalir dalam bisikan lubuk yang terdalam. maka hatipun bergetar. bukan saja naluri yang bergolak tetapi otak dan logika mulai main untuk membentuk pengertian dan mengambil kesimpulan tentang adanya Tuhan. langit dihiasi dengan cahaya bintang. diperlukan suatu pengertian yang lebih mendasar. di dalam lubuk hati yang terdalam. Oleh karena itu. bagi laki-laki apabila telah mengalami mimpi mengeluarkan 1 . setiap umat Islam sangat perlu memahami dua kalimah syahadat secara filosofis. Kedangkalan dan kekeliruan dalam memahami konsep ketuhanan akan membawa akibat pula kepada kehidupan beragama dan bernegara. serasi dan memukau. agar dapat dibedakan secara filosofis.maka siapakah penguasa di balik iradah dan kemampuan insan yang terbatas ini. Dia sewaktu-waktu muncul kepermukaan lautan kesadaran memanifestasikan kecenderungannya merindukan Tuhannya yang begitu lembut. hati mencoba menelusuri siapa Dia yang menempatkan letak-letak bintang yang begitu permai. hendak kemana saya. karena semua persoalan aktivitas kehidupan umat Islam tidak dapat dilepaskan dari dua kalimah Syahadat ini. Nampak kian banyak misteri yang terselubung di balik kehidupan ini. mengalirlah perasaan romantis mengagumkan. maka timbullah tanda tanya dalam hatinya sendiri tentang banyak hal. mengapa saya tiba-tiba ada. A. siapa yang menata langit dan membangunnya sedemikian kekar dan indah. namun kekuatan fitrah ini tidak dapat dihapuskan samasekali. pemahaman tentang Tuhan ini berawal dari pernyataan umat Islam tentang dua kalimah syahadat. Tatkala seseorang beranjak lebih dewasa dan mengenyam lebih banyak pengalaman. Ketika pandangan diarahkan ke lazuardi biru. dari mana saya ini. terdapat suatu cetusan yang mempertanyakan tentang Penguasa tertinggi alam raya ini yang harus dijawab. Pada tahap ini. memancar kecenderungan untuk ingin tahu berbagai rahasia yang masih merupakan misteri yang terselubung. maka kecenderungan untuk ingin tahu itu lebih keras lagi. yang pernah diungkap ketika seseorang menyatakan dirinya Islam.

sperma (mani) dari kemaluannya. Ketika seseorang telah mengalami kedewasaan sebagaimana diungkap di atas. bagi lakilaki pada umur + antara 12 – 15 tahun dan bagi wanita + antara 9 – 13 tahun apabila dalam pertumbuhan biologis yang sehat. Menurut medis kedewasaan seseorang secara biologis diperkirakan. maka peran orang tua untuk mengajarkan dua 1 . sedangkan bagi wanita apabila telah mengalami haid (cairan darah) dari kemaluannya.

merendahkan diri dihadapannya. Ini berarti bahwa sesuatu yang diyakini oleh manusia apapun bentuknya. Asal usul kata Tuhan ini. Namun persepsi setiap manusia memungkin kan terjadinya tanggapan dan pandangan tentang Tuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tahap pemikirannya. mengapa kata illah dinyatakan di dalam kalimah syahadat tersebut? Kedua. jika seseorang berasal dari keluarga Islam. jika diambil suatu kesimpulan. meminta perlindungan dari padanya. hingga saat ini belum dapat diketahui dengan pasti. kata Tuhan dinyatakan dengan kata rabbun yang artinya pembimbing atau ilaahun yang artinya gerakan atau dorongan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia. maka telah menjadikan sesuatu itu Tuhan. mengapa kalimah syahadat itu tidak langsung saja menyatakan kata Allah? Ketiga Mengapa hanaya nama Rasul Muhammmad Saw saja yang dinyatakan dalam kalimah syahadat? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu diuraikan terlebih dahulu tentang pengertian illah dalam dua kalimah syahadat ini. Ini bukan berarti bahwa sebelum seseorang itu dewasa tidak diajarkan dua kalimah syahadat tersebut. ada beberapa pertanyaan yang perlu dikemukakan untuk memperjelas dasar keyakinan seseorang. yang dipentingkan oleh manusia. Dua kalimah syahadat ini perlu dipahami oleh siapapun yang telah masuk dalam Islam. Menurut Ibnu Taimiyah memberikan pengertian Tuhan (Al Ilah) ialah “yang dipuja dengan penuh kecintaan hati. tidak cukup hanya mengetahui arti dari kalimah tersebut tanpa menganalisanya lebih lanjut. dari mana kata tersebut berasal. kalimah syhadat tersebut.dipuja atau di sembah karena melebihi kekuatan alam dan menguasai aktivitas manusia) Dalam bahasa Arab. Oleh karena itu. Dalam memahami dua kalimah syahadat ini. kata Tuhan diartikan sesuatu yang diyakini dipuja disembah oleh manusia sebagai yang Maha Kuasa. Prosees Pemahaman Tentang Tuhan 1 . Namun setiap bangsa Indonesia sudah dapat memahami apa yang dimaksud kata Tuhan tersebut. antara lain diartikan dengan the creator and ruller of the univers (pencipta dan penguasa alam semesta) atau any being regarded as or worshipped as happing power over nature and control over human affairs (sesuatu yang Kata Tuhan merupakan bahasa yang digunakan oleh bangsa Indonesia untuk mengungkapkan sesuatu yang diyakini dipuja dan disembah oleh manusia sebagai Yang Maha Kuasa. 2. Pertama. Maha Perkasa. kepadanya tempat berpasrah kita berada dalam kesulitan. sebagai suatu pernyataan untuk menyatakan bahwa seseorang telah berada (masuk) dalam Islam. karena kalimah syahadat ini merupakan titik tolak awal dalam memahami Allah. berdo’a dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri. 1. Pengertian Tentang Tuhan Dalam bahasa Inggris kata Tuhan disebut God. takun dan mengharapkannya. yang sering kata illah diterjemahakan dalam bahasa Indonesia diartikan dengan kata Tuhan. maka tidak ada manusia di atas dunia ini yang tidak mempunyai Tuhan. jika menjadi suatu yang dipentingkan. menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya” Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa Tuhan itu dapat berbentuk apa saja. tunduk kepadanya. Maha Perkasa.

maka cukuplah dengan air putih saja. meminta advis dan minta bendabenda tertentu sebagai jimat. Orng yang memliki Mana yang lebih dari orang lain. Roh itu akan senang apabila keutuhannya dipenuhi. Menurut kepercayaan nya ini. Benda-benda yang ditakuti rohnya ialah benda yang dianggap mempunyai kekuatan atau Mana yang hebat. roh A pada hari Jumat Kliwon. kekuatan dan keberaniannya luar biasa juga dianggap mempunyai Mana yang luar biasa. mempunyai roh (roh dalam uraian ini tidak sama dengan pengertian roh dalam Islam).Dalam literature sejarah agama. Untuk memperoleh ketenangan hidup dan agar terhindar dari gangguan Mana yang lain yang membahayakan. Oleh masyarakat primitif. roh dipercayai sebagai sesuatu yang akatif sekalipun bendanya hidup. Jika menurut dukun. apakah benda itu mati atau hidup. dianggap mempunyai Mana yang hebat. manusia harus . Syakti (India) dan Kami dalam bahasa Jepang. mempunyai rasa senang dan rasa tidk senang serta mempunyai kebutuhan-kebutuhan. Jika menurut nasehat dukun. maka pohon itu mempunyai Mana yang hebat pula. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. Benda-benda yang mempunyai Mana yang lebih dan yang lainnya disebut fetesy atau jimat (melanesia). pohon-pohon yang besarnya melebihi pohon yang besar lainnya. Orang yang usia. yang berarti bergerak atau bangkit. masyarakat primitif juga mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. dianggap mempunyai Mana yang hebat. ada yang berpengaruh positif dan apa pula berpengaruh negatif. Di samping kepercayaan dinamisme. Setiap benda itu mempunyai pengaruh pada manusia. Dia akan dikunjungi oleh orang-orang untuk berobat.berusaha mengumpulkan Mana sebanyak-banyaknya. tetapi ia dapat dirasakan pengaruhnya. Contohnya.. Contohnya. Menurut teori Evolusionisme dalam proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan ini adalah sebagai berikut: 1. telah mengakui adanya suatu kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan manusia. pohon-pohon yang besarnya melebihi pohon yang besar lainnya. Dinamisme Kata dinamisme berasal dari kata dinamo. suatu roh harus mendapatkan perlakuan tertentu. biasanya dijadikan tokoh. seperti mana dari yang lainnya. Setiap benda yang dianggap benda baik. dikenal teori evolusionisme. 1 . Mana adalah kekuatan yang tidak dapat dilihat atau diindera dengan pancaindera dan oleh karenanya dianggap sebagai sesuatu yang misterius. Benda-benda yang mempunyai Mana yang lebih dan yang lainnya disebut fetesy atau jimat. Menurut paham ini. Tuah (melayu). Sesuatu yang mempunyai kekuatan dari yang lainnya. Dukun-dukun. agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut haruslah diusahakan untuk memenuhi atau menyediakan kebutuhankebutuhannya. Jika dukun menasehati cukup dengan air putih. kekuatan dan keberaniannya luar biasa juga dianggap mempunyai Mana yang luar biasa. Animisme Animisme berasal dari kata yang berarti jiwa dan roh. akan menjadi sanjungan dalam masyarakat rimitif. yang berarti suatu teori yang menyatakan adanya sebuah proses dari suatu keyakinan yang amat sederhana hingga meningkat menjadi lebih sempurna. Saji-sajian yang sesuai dengan advis dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh itu. tukang sihir dan sejenis dengannya. kemudian seseorang tidak melaksanakannya. maka pohon itu mempunyai Mana yang hebat pula. misalnya memerlukan sajian nasi kuning. Meskipun Mana itu tidak dapat diindera. Kekuatan yang ada pada benda-benda itu disebut dengan nama yang berbeda -beda pada setiap tempat. maka ia akan dihantui oleh perasaan was-was dan takut. Orang yang usia. 2. manusia sejak zaman primitif. maka seseorang tidak dapat membantah kecuali menurutinya.

roh nenek moyang.Pada masyarakat primitif. akan disanjung. benda-benda. dihormati dan disembah agar dapat menolong dan membantunya. binatangbinatang dan pohon-pohon yang dipandang mempunyai roh. Ikatan manusia dengan hal-hal tersebut di atas 1 .

namun masih mengakui Tuhan (ilah) dari bangsa lain. ada yang membidangi angin dan lain sebagainya. Mesti ada satu yang melebihi yang lainnya. di Mesir disebut Ra dan di dalam agama Weda disebut dewa Indra. Di dalam agama Yunani kuno misalnya. diadakan seleksi karena tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama. Itulah sebabnya pada masayarakat ini terjadi penyembahan-penyembahan terhadap patung. Oleh karena itu. sementara di Jerman disebut Thor atau Donnar. dewa Zeus sudah tentu lebih dimuliakan dari dewa-dewa dibahwanya. Bangsa Yahudi yang ada di Mesi. Dalam kepercayaan semula antara satu dewa dengan dewa yang lain mempunyai kedudukan yang sama atau sederajat. Kepercayaan semacam ini yaitu satu Tuhan untuk satu Bangsa disebut dengan henoteisme (Tuhan tingkat Nasional). Henoteisme Perkembangan dari politeisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum cendikiawan dari satu masyarakat. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya. Roh yang lebih dari yang lain itu kemudian disebut dewa. Monoteisme Mernurut teori evolusi perkembangan terakhir dari proses pemahaman ketuhanan ini adalah monoteisme. dan Wisnu. Satu bangsa hanya mengakui ada satu dewa yang disebut dengan Tuhan. dewa Indra. Pada agama weda misalnya.Sedangkan dalam agama Hindu trimurti adalah Brhama. Soma ( minuman). Nama atau sebutan dewa-dewa tersebut berbeda-beda pada masing-masing bangsa. namun masih mengakui Ra sebagai Dewa bangsa Mesir. meskipun dewa-dewa yang ada dibawahnya tetap mempunyai pengaruh. lama-lama dinyatakan tidak memberi kepuasan. Ketiga Tuhan itu adalah satu jua adanya. Kepercayaan terhadap tiga dewa senior tersebut dikenal dengan istilah trimurti (tiga sembahan). dan teisme dalam bahasaYunani disebut Theus diartikan Tuhan. Kata mono dalam bahasa Yunani diartikan satu. Lambat laun. Politteisme Kepercayaan yang disebut dinamisme yang sebenarnya bersamaan dengan kepercayaan animisme. binatang tertentu. pohon besar. Pertiwi (bumi) dan lain sebagainya. Bapak. ada tiga. Jadi monoteisme dapat diberi pengertian “keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa”. dianggap hanya ada satu dewa yang mempunyai kelebihan dari dewa yang lain. meskipun telah mengakui Elohim sebagai Tuhannya. di Babilonia disebut Syam. 3. cahaya dan ketertiban alam. 5. Syiwa. ada yang membidangi masalah air. 4. laut apai dan lain-lain. Di samping trimurti. Ada bermacam-macam bentuk keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai berikut : 1 . dikenal pula adanya konsep tritunggal (trinitas) pada agama kristen yang diartikan Tuhan itu ialah Allah baik lahir maupun batinnya amat kuat. dewa Mitra dan dewa Worouna yang masing-masing membidangi alam. Yesus dan Roh Kudus. Ketiga dewa tersebut membawahi dewa lainnya seperti Ani (api). Dewa cahaya. mengingat terlalu banyaknya yang menjadi sanjungan dan pujaan mereka. Dalam proses waktu. dari dewa-dewa yang diakui. Dewa itu mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. kepercayaan manusia meningkat menjadi lebih defenitif (tertentu).

7:158. memberikan pengertian bahwa kata “Tuhan” atau “ilah” mempunyai arti yang beraneka-ragam. 39:6. 20:88. 3:2. ar-Rahman). 28:88. 4:87.18. . hanyalah Islam.73.10 kali diungkap “ilahakum.98. 3. 43:84.65. kata “ilah” diungkap dalam Alquran sebanyak 113 kali dalam bentuk tunggal (ilaahun).39. 15:96. Dalam bahasa Alquran kata Tuhan disebut “ilah”. 2:163.- Monoteisme Praktis adalah suatu keyakinan yang tidak mengingkari dewa-dewa lain. penguasa. 40:3. dalm bentuk ganda (munthanna. 21:29. Tiap bentuk dan rupa yang ditemukandalam alam (termasuk dalam alamimajinasi pikiran manusia). hanya mungkin dihayati dengan hati. 13:30. Monoteisme Teoritis adalah suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.ilahika”dalam surat 2:133. 98. Islam menyakini Monoteisme murni bukan produk pikiran atau hasil perkembangan pikiran.2 kali dinyatakan “ilahahu. 108 22:34. 7:59.72. 18:14.163.61 . 38:5. Satusatunya yang menganut monoteisme murni diantara filsafat dan agama-agama di dunia sekarang.129.62. 17:22. dan yang lain-lain yang 1 - Monoteisme murni jika di-Indonesiakan dapat disebut dengan Keesaan Tuhan. 5:73. 16:22. 59:22. Islam mengistilahakannya dengan Tauhid (mengesakan). ilaahaini) dan dalam bentuk banyak atau jamak (aalihatun). 11:14.88.63.91. 16: 22. 114:3. 23:116. 23:117. dengan rincian: 80 kali disebut“ilaha. Tiap sifat yang ditemukan pada alam. lebih dari 2500 kali disebutkan di dalam Alquran (Tidak terhitung dengan kata ar-Rabb. 26:29. 14. tapi dalam prakteknya lebih dari satu Tuhan Monoteisme Murni adalah suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa baik dalam jumlah.106. 16:51 1 kali disebut “ilahuna” dalam surat 29: 46 Ungkap ayat-ayat Alquran di atas. tapi hanya satu Tuhan saja yang diarah dan dipuja. 21:25. bukan bentuk dan rupa Tuhan - manusia” (huddal lin-nas) dalam surat 2: 185 dan berbagai julukan lain yang senanda di dalam ayat-ayat yang lain. yang akhirnya dianggap sebagai satu-satunya Dewa.62. Bahkan kitab ini sendiri menamakan dirinya “petunjuk bagi .18. 6: 102. ilahukum” dalam surat 37:4. Perkataan “Allah” adalah nama Tuhan yang sesungguhnya. 91. 23:23.32. 73:9. 9:31. ilahun” dalam surat 2:133. 20:88. 4:171.255. 7:138. 52:43. 22:43 29:46. 3:62.51. 45:23 . dalam surat 25:43. 64:13. 21:108. 20:8. 28:71. 28:70.85. 51:51. 40:37. 27:60. 41:6. 38:65. 18:110.46. tidak ada duanya. sifat dan perbuatan. 41: . 6:19. bukan sifat Tuhan.61. 50:26. 28:38. 16:2. Tuhan Yang Maha Esa itu tidak mungkin ditemukan oleh pikiran manusia. 5:73. 25:68.38.16 kali disebut “ilahan” dalam surat 2:133. 2 kali disebut “ilahiyin” dalam surat 5:116.87.213. 18:110. Tuhan memiliki sifat satu-satunya.6. 14:52. Ada yang bersifat fisik (Raja. 35:3 37:35. 9:31. Tuhan dalam Al Quran Menurut Fazlur Rahman dalam bukunya Tema-tema Pokok Alquran menyatakan bahwa Alquran adalah sebuah dokumen untuk ummat manusia. 64.23.84. Monoteisme Spekulatif adalah suastu keyakinan yang terbentuk karena bermacam-macam gambaran Dewa-dewa lebur menjadi satu gambaran. ilahin. tapi adalah wahyu yang diturunkan oleh Tuhan yang Maha Esa sendiri melalui Utusan-Nya. 20:97 . 2:163. Dengan demikian ujud keyakinan seperti ini sangant berlawanan dengan teori ilmu. 10:90. 27:26.2 kali disebut “ilahaka.84. 11:50. 140.

kepentingan pribadi yang dipatuhi dan dipuja).dipatuhi dan dipuja) dan ada yang bersifat abstrak (hawa nafsu. 1 .

sementara kata ilah diartikan juga dengan kata Tuhan dalam bahasa Indonesia atau bahasa lain. 41:6 . 6:19. karena tidak ada kata lain yang tepat untuk meyatakan keyakinan kepada Sang Pencipta. 38:5. 38:4. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” “Katakanlah (ya Muhammad): Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan. namun konotasi yang dimaksudkan sudah dapat dipahami bahwa arti kata Tuhan itu adalah sebagaimana yang diungkap dalam kamus Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang diyakini dipuji disembah oleh manusia sebagai Yang Maha Kuasa. bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mu’min. 18:110. sedangkan keyakianan dengan menggunakan kata Allah. dan ilahukum ilahu wahid. “Maka Ketahuilah. dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. 22: 34. 41:6. diungkap dengan nada yang sama “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. 2:163. 21:108.51. . Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu”. 20:98. 5:73.Kata ilahan wahidan dalam surat 2:133.Suatu yang dilema bagi bahasa Indonesia untuk menyatakan suatu keyakinannya menyebut nama Tuhan. 16:22. diterjemahkan sebagai berikut : “Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar. dalam pengertian Alquran mempunyai arti yang beraneka-ragam. karena konotasi kata ilah membawa suatu keyakinan yang salah. 22:43. Hal ini dinyatakan antara lain dalam surat 3:62.Kata ilahu wahid dalam surat 2:163. Permasalahan muncul dalam kehidupan beragama adalah dalam memberi pengertian nama Allah diartikan sama dengan kata Tuhan dalam bahasa Indonesia. Maha Perkasa. Karena itu kata ilah ini diungkap dalam Alquran untuk menunjuk kan sesuatu keyakinan yang salah. Sebagaimana diungkap perbedaan tersebut dalam surat 45:23. adalah suatu keyakinan yang benar karena Allah memberikan namaNya sendiri adalah Allah. Disinilah letak kekuatiran umat Islam selama ini dalam menggunakan kata Tuhan untuk nama Allah. 47:19. 18:110.Kata ilahukum ilahu wahid dalam surat 37:4. 14:52. dikemukan dalam surat 29:46. 9:31. Tuhan Yang Satu) . dinyatakan dalam surat 11:84. 5:72 dan Allah menyatakan diriNya sendiri itu adalah Esa. Alquran memberitahukan pula bahwa ajaran tentang Allah diberikan juga kepada para Rasul sebelum Muhammad. 38:65. yang berlawan dengan suatu keyakinan yang benar. Dengan mengemukan alasan-alasan tersebut diatas. dan Allah menyatakan diriNya tidak dapat dilihat dengan mata diungkap dalam surat 6:103. 16:22. laki-laki dan perempuan. Karena konotasi kata Tuhan sebagaimana telah diungkap di atas. dan sekali-kalitidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa dan Maha mengalakan”. ilahan wahidan (Tuhan Yang Satu. 4:171. 21:108. Tuhan kamu Tuhan Yang Satu. Alquran menyatakan nama Allah dengan kata ilahu wahid. Yang diterjemahkan sebagai berikut : “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya (keinginan-keinginan) sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan Ilmu-Nya”………… dan dalam surat 25:43. Sementara Bahasa Alquran sangat membedakan kata ilah dengan kata Allah. 29:46. maka menurut informasi Alquran bahwa sebutan yang benar bagi Tuhan yang 1 . dan sesungguhnya Allah. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Alquran membedakan keyakinan manusia menggunakan kata ilah.

jika dianalisa dalam bahasa Arab disebut LA NAHIYAH DAN LA NAFIYAH. artinya “jangan sekalikali” dan “tidak ada sama sekali” kedua pengertian ini dapat digunakan dalam memahami ungkapan dua kalimah syahadat tersebut. Dari analisa pengertian diatas dari sudut pandang lkeyakinan Islam. untuk mendapatkan asuatu makna diperlukan suatu analisa. didalam bahasa Al Qur’an maupun bahasa Arab pengertian (ILAH) diartikan “sesuatu yang diyakini selain Allah”. maka perlu dipertegas dengan suatu pemahaman terhadap dua kalimah syahadat itu sendiri. Ia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan yang lain. Makna Kalimah Syahadat dalam Realitas Kehidupan Dalam kamus besar Bahasa Indonesia kata ‘makna’ dinyatakan dengan kata maksud atau arti. Jika kalimat syahadat diterjemahkan maka artinya sebagai berikut “aku bersaksi/menyatakan tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammmad adalah utusan Allah”. Esa menurut Alquran adalah esa yang benar benar esa. Namun dalam realitas kehidupan sebagai seorang muslim. pengakuan seperti diungkap tersebut belum menjadi sebuah komitmen. namun jika dipahami secara mendasar maka kalimat tersebut merupakan kalimat penolakan dan sekaligus kalimat penerimaan. tidak semua manusia mempunyai persepsi yang sama. Kalimat Syahadat di atas. dengan pengertian bahwa kita menolak sesuatu yang tidak kita inginkan dan kita menerima sesuatu yang kita inginkan. Sebagai umat Islam. Penomena ini dapat dilihat dalam keseharian kita.sesungguhnya adalah sebutan ALLAH. Ini berarti jika wahyu Allah itu diturunkan sejak Rasul Adam. jika dianalisa secara semantic mempunyai arti yang berabeka ragam. Dalam pembahasan ini yang dimaksud dengan kata makna adalah arti dari suatu pemahaman dengan sudut pandang Islam dan pendekatan filosofis dari kalimat syahadat yang dikaitkan dengan realitas kehidupan manusia. baru hanya dibibir. mka kalimat (LA ILAHA ILA ALLAH) dapat diarti sebagai berikut”jangan sekalikali mengakui ada Tuhan kecuali Allah” dan atau “tidak ada sama sekali mengakui Tuhan kecuali Allah”. Konsep kalimat La ilaaha illah Allah yang bersumber dari Alquran memang pentunjuk bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk mencari Tuhan yang lain selain Allah dan hal ini dapat kelihatan dalam sikap dan praktek menjalani kehidupan. Jika pengertian yang dimaksud demikian. yang mengikrarkan kalimat syahadat La ilaaha illa Allah harus menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam setiap gerak dan tindakan dan ucapannya. dan kemahaesaan Allah tidak melalui suatu teori evolusi melainkan wahyu yang dating dari Allah sendiri. Namun dalam bahasa Indonesia kata Tuhan. maka konsep tauhid itu telah ada sejak datangnya Rasul Adam di muka bumi ini. 4 . agar dapat dipahami dengan jelas makna yang tepat. yang tidak berasal dari bagian-bagian dan tidak pula dapat dibagi menjadi bagian-bagian. Keesaan Allah adalah mutlak. Kata (ILAH) dalam kalimat syahadat diartikan sebagai Tuhan. berarti tidak ada lagi di dalam dirinya untuk mengakui sesuatu kekuatan kecuali Allah. Kata (LA) dalam kalimat syahadat. Terjemahan tersebut sangat popular didengar. 1 . Disinilah letak persoalannya mengapa setiap manusia mempunyai pandangan yang berbeda-beda. maka sebagai seorang muslim yang telah menyatakan ungkapan tersebut. mengapa kata (ILLAH) termasuk dalam kalimah syahadat dan mengapa hanya nama nabi Muhammad SAW saja yang termasuk dalam kalimat tesebut. Persoalannya sedikit rumit karena kita berbicara masuk dalam wilayah keyakinan. Dari kalimat syahadat tersebut ada dua hal yang sangat perlu dipertanyakan.

ketika seseorang telah menyatakan kalimat (LA ILLA ILA ALLAH) ini berarti pengakuan seseorang muslim terhadap dirinya bahwa tidak ada lagi Tuhan di 1 .Jika dipahami dari pendekatan filosofis.

namun bukan berarti bahwa di luar dirinya. Dengan pengertian lain.dalam dirinya. Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih yang terbaik buat manusia Dalam realitas kehidupan bahwa keanekaragaman yang ada bukan diciptakan oleh manusia justru Allah yang menghendaki. seperti perbedaaan pandangan. aku bukan penyembah apa yang kalian sembah. Dari landasan di atas. kebebasan atau kemerdekaan dalam segala hal kehidupan yang diberikan Allah kepada manusia. hanya yang beriman kepada Allah. Perbedaan. yang ada hanya ALLAH. Perbedaan tersebut bukan perbedaan dalam arti fisik. dalam pemahaman sesorang muslim. oleh karena itu perbedaan. Inilah yang dimaksudkan kalimat (LA ILAHA ILA ALLAH). pendapat dan berpikir serta perbedaan dalam memilih agama. Allah memberitahukan kepada manusia bahwa ada Tuhan lain selain Allah yang akan dipahami oleh manusia 2. ada dua hal yang paling dasar yang perlu dipahami : 1. Tuhan tidak ada atau hilang. kebebasan atau kemerdekaaan yang mengindahkan aturan tata karma yang telah disepakati dalam kehidupan manusia walaupun tidak tertulis. untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku pula” “Tidak ada paksaan dalam menganut agama. aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. sebab jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. Perbedaan dalam bentuk ini semua manusia telah sepakat mengakui. kalian bukan pula penyembah apa yang aku sembah. kebebasan atau kemerdekaan adalah hak yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia. merupakan sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Apakah kamu hendak memaksa orang supaya mereka beriman semuanya” Landasan kedua Hadist Rasullah SAW yang diterjemahkan sebagai berikut : “ Setiap anak yang dilahirkan membawa fitrahnya. namun perbedaaan dalam psikologis belum tentu dapat diakui oleh semua manusia. bukan berarti sesuatu itu tidak ada di luar diri kita. Barang siapa yang ingkar kepada thaqut. Landasan pertama adalah Al Qur’an dalam surat 109: 1-6 dan 2: 256. dan kalian tidak pula akan menyembah apa yang aku sembah. Suatu pertanyaan untuk memperjelas analisa dalam memahami Kalimat Syahadat tersebut adalah mengapa kata ILLA ini termasuk dalam kalimat Syahadat? Pertanyaan mengapa dalam pendekatan keilmuan memerlukan jawaban yang menggunakan landasan dan argumentasi yang jelas. jika kita mengatakan bahwa tidak ada sesuatu di dalam diri kita. serta 10: 99 yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai berikut: “Katakanlah!: Hai orang-orang kafir. Allah maha mendengar dan Mengetahui” “ Dan kalaulah Tuhanmu menghendaki. Dalam arti bahwa perbedaaan. kebebasan atau kemerdekaaan yang memiliki nilai-nilai kemanusia. namun Allah menghendaki perbedaan. apakah bapaknya Yahudi ataukah nasrani ataukah majuzi” (hadist diriwayatkan oleh Buchari dan Muslim). Kenyataan ini tidak dapat diingkari oleh manusia apapun bentuknya. berate ia berpegang kepada tali yang berbuhul kuat yang tidak mungkin putus. karena perbedaaan dalam bentuk ini merupakan kodrat yang memang sudah berbeda. tentulah akan beriman semua orang yang ada dimuka bumi ini seluruhnya. Al Qur’an mengajarkan kepada manusia untuk memberikan penyadaran bahwa 1 .

telah mendorong manusia untuk memasuki medan penciptaan yang tak pernah mandek. menciptakan konsep-konsep pembangunan yang baru sesuai dengan perubahan yang senantiasa terjadi dalam kehidupan manusia.perbedaan itu harus diakui adanya. Analisis literer menunjukkan bahwa kata penciptaan mengandung beberapa bagian atau komponen yaitu adanya pencipta atau pelaku penciptaan. dan seterusnya. dan bukan diartikan suatu permusuhan. konstruksi. Konsepsi Penciptaan Alam Semesta 1 . Proses penciptaan bermula dari adanya pencipta yang memikirkan sesuatu hal. 1. kemudian proses penciptaan itu dimulai dalam ruang dan waktu tertentu. menggantikan yang lama. antara lain menciptakan gedung-gedung yang berlomba makin tinggi seakan-akan ingin mecakar langit. Keinginan memasuki pengalaman yang baru atau kebaruan. Sesuatu hal itu difikirkan menjadi suatu konsep berupa gugusan ide yang meliputi bentuk atau model. yang dirasa sudah usang. maka jadilah suatu wujud baru. dan dengan kemampuan kreatifnya ia menjelajahi bahkan menghadirkan bayangan hari depan ke kekinian. Dalam kehidupan sehari-hari. membangun jalan layang untuk mengatasi kemacetan karena semakin banyaknya kenderaan-kenderaan yang harus diproduksi. dengan menggunakan bahan tertentu pula sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. manusia senantiasa terlibat dalam proses penciptaan . Pengertian Penciptaan Penciptaan adalah suatu proses mewujudkan gagasan dalam kenyataan. bentuk baru dari sesuatu yang sebelum tidak ada. transformasi dan model khusus dari hasil akhir atau penggunaannya. Setelah konsep itu jelas. cara atau metodae penciptaan. adanya bahan atau material yang dipakai. Manusia selalu ingin yang baru. ukuran kekuatan atau kapasitas serta tujuan atau hasil yang ingin dicapainya. dengan kekuatan tenaga yang dimiliki.

tidak ada sesuatu yang terjadi dengan sendirinya atau kebetulan. Oleh karena itu.Nyatalah bahwa dalam kehidupan ini. kualitas ciptaan manusia jauh lebih rendah daripada 1 . Kualitas suatu kejadian atau produk sepenuhnya ditentukan oleh kualitas penciptanya.

Kesempurnaan dan keteraturan srta keseimbangan yang terkandung dalam ciptaaan Tuhan adalah merupakan wujud kesempurnaan Tuhan. dan dapat dilihat juga dalam surat 10 :3. penciptaan bagi manusia merupakan tanggung jawab moral. Eksistensi manusia makin teguh oleh aktivitas penciptaannya. dab akibatnya akan sangat luas dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian. karena kelalian akan fatal akibatnya. Kemampuan penciptaan yang dimilikinya merupakan anugrah Tuhan yang paling berharga bagi kehidupannya. Tantang dan perubahan yang terus-menerus terjadi dalam kehidupannya mengharuskan manusia memberikan jawaban dan jawaban itu sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari kemampuannya menciptakan. maka ilmu dan teknologi srta wujud kebudayaan lainnya sebagainya produk manusia. maka ilmu dan teknologi akan meyemaikan harapan dan kesejahteraaan bagi kehidupan bersama. Penciptaan bagi manusia adalah aktivitas yang menentukan eksistensinya di dunia ini.Sebaliknya. karena digunakan bukan untuk tujuan-tujuan yang baik. atau samakah gelap-gulita dan terang-benderang. Sesungguhnya penciptaan adalah suatu aktivitas yang sangat menentukan bagi adanya eksistensi. 2. penciptaan yang didasarkan moralitas dan untuk tujuan-tujuan kemanusiaan pada hakikatnya adalah upaya peneguhan. apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaanNya sehingga kedua ciptaaan itu serupa menurut pandangan mereka?’ Katakanlah: ‘Allah adalah pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. Al-Qur’an mengatakan dalam surat al-‘Araf ayat 54.ciptaan Tuhan. menciptakan sesuatu dri sesuatu yang ada mendahuluinya.Allah adalah al-Khaliq. Dalam setiap upaya penciptaan selalu terkandung di dalamnya tujuan. penghancuran terhadap eksistensi manusia sendiri. Demikian juga sebaliknya.Penciptaan semua yang ada ini langit dan bumi seisinya menurut al-Quran berlangsung dalam waktu tertentu. Penciptaan yang mempunyai tujuan-tujuan yang bertentangan dengan moralitas atau kemanusian pada hakekatnya merupakan upaya penghancuran. 50: 38. 25: 59. peneguhan eksistensi manusia. jika moralitas manusia kuat. Akibatnya manusia harus selalu awas terhadap hasil ciptaannya. 1 . 11: 7. karenanya dalam ciptaan Tuhan termuat eksistensi dari Tuhan. Kenyataan tidak adanya mekanisme control bagi ciptaan manusia menyebabkan adanya ketergantungan yang penuh kepadanya. . Katakanlah: ‘Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindung dari selain Allah. 32: 4. mengontrolnya terus-menerus agar tidk mencelakakan dirinya. Jika moralitas manusia rendah. Sebaliknya dalam ciptaan manusia tidak terdapat di dalamnya mekanisme control yang bekerja secara otomatis. tidak mustahil akan mengakibatkan bencana. Eksistensi Tuhan sepenuhnya melekat pada penciptaaan. padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?’ Katakanlah: ‘Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat. Dalam setiap ciptaan Tuhan terdapat di dalamnya mekanisme control yang bekerja secara otomatis untuk memperbaiki atau menggantikan kerusakan yang terjadi. Penciptaan Dalam Al-Qur’an Dalam al-Qur’an dinyatakan bahwa Allahlah yang Pencipta semua yang ada ini. . untuk melakukan perbaikan atau penggantian sesuatu yang rusak. Al-Qur’an mengatakan dalam surat arRa’d (13:16) : “Katakanlah:’Siapakah Tuhan langit dan bumi?’ Jawabnya Allah. 57:4.

50: 38. 36:22 .Penciptaan itu bermula dari air.12. 2 : 117. 6:14. Al-Qur’an mengatakan dalam surat 21: 16. 41: 9. 32: 4.Selanjutnya al-Qur’an menegaskan bahwa dalam penciptaan semua yang ada itu.Ayat ini yang senada dengan ayat tersebut diatas 7 : 54. 43:27 3 Proses Penciptaan Alam Semesta Membicarakan proses penciptaan alam semesta. agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. yang hendaknya menjadi bahan renungan dan pemikiran manusia. dan dapat dilihat juga dalam surat 44: 38-39. bukan berarti Allah menciptakan sesuatu berhadapan hadapan satu dengan yang lainnya .10. tanpa manfaat ataupun makna. 1 .79. 65:12. 57:4. 21:56. 12:101. 65:12. 35:1. 25: 59. 51:47. 10 : 3. 32: 4. sulit bagi manusia untuk memahami manakala kita masih meletakan posisi serperti apa yang dilakukan oleh manusia. KHALIQ . Al-Qur’an mengatakan dalam surat 21: 30. . 50: 38. pernyataan senada tentang proses penciptaan alam semesta.Penciptaan itu tidaklah sia-sia.39:46.10. dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekkah) sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati. 10 : 3. Jangan dibayangkan seperti itu. 6:101. terdapat ayat-ayat yaitu tanda-tanda kebesaran Allah. 51:47. 11: 7. 57: 27. 30:30.Kata khaliq ini sebanyak 13 kali yang tersebar dalam 9 surat. Al-Qur’an menyatakan dalam surat 2: 164. 11: 7. Al Qur’an memberikan informasi tentang bagaimana alam ini diciptakan dalam surat 11 : 7 dengan arti : “ Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan adalah ‘Arsy-Nya di atas (al-ma) air. Terjemahan yang diungkap tentang kalimat “Wahuwal lazi khalaqas sama’wati wal ardhi fi sittati ayyam wa kana arsy alal ma’” diartikan dalam terjemahan al Qur’an yang diterbitkan oleh Departemen Agama “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enan masa dan arsy Nya di atas air”. BAD’ Kata Bad’ ini sebanyak 4 kali dalam 4 surat. 46:9. . Pengungkapan Al qur’an tentang Penciptaan Alam Semesta dalam bentuk kata : 1. 25: 59. 41: 9. niscaya orang-orangyang kafir itu akan berkata ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata” . 57:4. 21:30. 3. 20:72. 2. 14:10.. FATHIR Kata Fathir ini 20 kali dalam 17 sura.11. . 17:51.Bagi manusia. 21:30. Penciptaan itu sama sekali bukan main-main. 11:51.12. Al-Qur’an menyatakan dalam surat 10: 3.11. dan dapat dilihat juga dalam surat 41: 11-12.. penciptaan semua itu hendaknya menjadikan ia ingat terhadap kekuasaan Allah dan tunduk pada hukum-hukumNya. Dari ayat-ayat di atas ini. 42:11. seperti manusia melakukan suatu perbuatan.

Semetara itu dalam pengertian lain kalimat “Wahuwal lazi khalaqas sama’wati wal ardhi fi sittati ayyam wa kana arsy alal ma’” diartikan atau diterjemahakan “Dan Dialah yang menciptakan ruang alam (al sama’) dan materi (al ardhi) dalam enan masa dan arsy Nya di atas al ma’”. 1 .

Dari informasi tentang ayat-ayat proses penciptaan alam semesta tersebut ada tiga bentuk kata yang erat kaitannya dengan proses penciptaan alam tersebut adalah kahlq. seperti yang digambarkan dalam surat al-biya’/20:30. Kata ratq menunjukkan alam semesta pada awal penciptaannya. dan tanah di bumi kita ini baru terjadi sekitar 3 miliyar tahun yang lalu sebagai kerak di atas magma. Kata al-sama’. Akan tetapi kata dukhan yang terdapat dalam surat dukhan. Ibn Kasir menafsirkan dengan sejenis uap air. karena itu beberapa referensi berusaha menafsirkan kata ini. ruang alam (al-sama’) dan materi (al-ardh) sebelum dipisahkan Allah adalah sesuatu yang padu. Apakah alam semesta ini diciptakan dari materi yang sudah ada atau dari ketidakadaan. bagaimana bentuk kesatuan sesuatu yang padu (ratq) itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas. bintang-bintang dan lainnya. bad. setelah terjadi pemisahan oleh Allah alam semesta mengalami proses transisi fase membentuk dukhan. Jadi ketiga bentuk kata itu hanya menjelaskan bahwa Allah Pencipta alam semesta tanpa menyebutkan dari ada atau tiada. Dalam terjemahan yang dipahami selama ini al ma’ ini diartikan dengan kata air. Hal ini untuk menghidari konsep yang keliru tentang pengertian langit yang dipahami sebagai bola super raksasa yang mewadahi seluruh ruang alam. ialah kata ratq dan fatq.5 miliyar tahun yang lalu di sekitar matahari. Bucaille memahami kata ini sebagai asap yang terdiri dari stratum ( lapisan) gas dengan berbagai-bagai yang kecil yang mungkin memasuki tahap keadaan keras atau cair dan dalam suhu rendah atau tinggi. yaitu bakal bumi. Rangkaian proses berikutnya. Jadi alam semesta ketika itu merupakan satu kumpulan . Sehubungan dengan tidak adanya al Qur’an menjelaskan apa sesungguhnya yang dimaksud dengan kata Dukhan. Sedangkan kata al-ardh yang biasa diartikan dengan kata bumi – di sini lebih tepat dipahami dengan materi. Memuatnya satu kali dalam surat Fushshilat 41:11 dan satu lagi dalam surat aldukhan/ 44 :10. yang ketika itu penuh “embunan” Kata Dukhan dalam al Qur’an hanya ditemukan dua kali. yang sudah ada sesaat setelah Allah menciptakan jagat raya. Sedangkan kata fatq menunjukkan pula tentang proses penciptaannya lebih lanjut. alam semesta merupakan satu kesatuan yang bersifat padu. tidak ditemukan redaksi ayat dengan penjelasan yang tegas. tidak berbicara tentang proses penciptaan alam semesta seperti dalam surat Fushshilat. Demikian pula dengan al ma’ lebih tepat diartikan dengan zat alir atau sop kosmos ketimbang dengan kata air. berada di atas al ma’. Ada juga yang melukiskan kehalusan dan keringan sifat dukhan. bumi baru terbentuk sekitar 4. Karena menurut penelitian ilmuwan. karena al Qur’an tidak memberikan petunjuk-petunjuk ke arah itu. Kesimpulan sementara hanya dapat dikatakan bahwa sebelum terjadi ruang alam (al-sama’) dan materi (al-ardh) seperti sekarang. yang lazim diartikan dengan kata langit – harus dipahami sebagai ruang alam yang di dalamnya terdapat galaksigalaksi. 1 . Hal ini diperoleh dari pernyataan surat Fushshilat 41:11 yang berbunyi artinya : Kemudian Allah menuju penciptaan ruang alam (al-sama). dan fathr.Yang dimaksud dengan pengertian arsy adalah singgasana atau kekuasaan yang dimiliki Allah. Perlu dipertanyakan. memang dirasakan amat sulit.. Kemudian proses berikutnya. kimia kata al ma’ diartikan sop kosmos atau zat alir. Sementara air terdiri dari atom oksigen dan atom-atom hydrogen dalam fase penciptaan alam belum dapat berbentuk dan isi alam ketika itu merupakan radiasi dan materi yang ada pada suhu yang sangat tinggi itu wujudnya lain daripada air yang ada sekarang ini. kata kunci yang mengarahkan untuk disimpulkan demikian. sementara dalam bahasa ilmu pengetahuan alam atau fisika.

32.Supaya tidak terjadi kekeliruan dalam menangkap maksud kata dukhan yang dihunbungakan dengan proses penciptaan alam semesta. Bukan pulah menunjukkan materi asal dari ruang alam (al-sama’) akan tetapi ia menjelaskan tentang bentuk alam semesta ketika berlangsung fase awal penciptaannya. padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Jadi. Sesungguhnya sehari di sisi Allah adalah seribu tahun dari tahuntahun yang kamu hitung”(22:47) “Dia mengatur urusan dari langit (ruang alam’) ke bumi (materi) kemudian urusan itu naik kepada-NYa dalam saatu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitungan mu”(32:5) 1 . 32:4.Nur/ 24:45 bahwa Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air. Kemudian daoam al qur’an berturut-turut disebut bahwa alam semesta diciptakan selama enam masa (tahap) atau priode. Secara global dalam surat hud/ 11:7. maka seharusnya kata ini dipahami dengan hasil temuan sains yang telah terandalkan kebenarannya secara emperis. seperti yang telah disinggu sebelumnya. Jika diterjemahkan satu hari sama dengan hari dunia sekarang ini tentu tidak logis dan ia juga bertentasngan dengan ayat-ayat al qur’an yang lain. 57:4. 25:59. Menurut kalam arab dan kebanyakan ayat-ayat al qur’an. Yang dimaksudkan tidak logis adalah satu hari yang dimasudkan dalam al qur’an tidak sama dengan satu hari yang dirasakan oleh manusia saat sekarang sebagaimana yang diungkap oleh al qur’an dalam surat 22 : 47. tetapi ia harus dipandang sebagai tahapan atau priode penciptaan alam semesta secara keseluruhan dalam waktu yang sama. Enam tahap tau priode tersebut bukanlah menunjukkan uruturutandalam penciptaan al-sama’ (ruang alam) dan al-ardh (materi) serta lainnya. 7:54. pembicaraan al-ma’ (zat alir) dalam surat Hud/ 11:7 erat kaitanya dengan proses penciptaan alam semesta. sedang surat albaiya’/21:30 menjelaskan al-ma’ (air) sangat dibutuhkan dalam kehidupan atau dari air diciptakan sekalian makhluk hidup. dan ia juga merupakan syarat mutlak untuk terjadinya kehidupan. Dengan kata lain. Sebagaimana dukhan al quran juga menunjukkan bahwa zat alir atau sop kosmos (al-ma’) telah ada sebagai salah satu konisi terwujudnya alam semesta. Kata yaum dengan jamaknya ayyam (tahapan atau priode) dalam al qur’an bukanlah dimaksud batasan waktu antara terbenamnya matahari hingga terbitnya matahari seperti hari di bumi.. 5. 70 :4 “Dan mereka meminta kepada mu agar azab itu disegerakan.. zat ini mempunyai wujud yang berbeda ketika alam semesta dalam proses penciptaan. 41:9-12. Hal ini perkuat dengan hasil temuan ilmuwan bahwa pada suatu ketika dalam penciptaan terjadnya ekspansi yang sdangat cepat sehingga timbul “kondensasi” di mana energi berubah menjadi materi. Surat al biya’ ini diperkuat dalam surat al. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kata al-ma dalam al qur’an dapat diartikan sebagai zat alir secara umum . kata ini dipakaikan kepada suatu masa atau periode (juz’min al-zaman) yang kadarnya tidak dapat ditentukan dan tidak ada seorang pun yang mengetahui hakikatnya secara pasti kecuali Allah. 10:3. 50:38. sebelum alam semesta terbentuk sekarang ia mengalami bentuk atau sifat semacam zat alir atau sop kosmos. Agar tidak menjadi suatu kesalahan bagi yang mengatakan bahwa ruang alam (al-sama’) berasal dari materi sejenis dukhan.

Jadi kata seribu dan lima puluh ribu tahun menunjukkan betapa panjangnya waktu itu dan ini merupakan pernyataan simbolik.“Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (70:4) Dalam ayat-ayat di atas dikatakan satu hari sama kadarnya dengan seribu tahun dan lima puluh ribu tahun menurut perhitungan hari di bumi. yang 1 .

menjadi bentuk baru berupa alam kebudayaaan. terdapat di dalamnya tanda-tanda kebesaran Allah. mereka mengatakan hanya sebentar saja. bahkan merupakan dasar bagi upaya pembentukan kebudayaan. 36: 38-40. 6:96. yang menjadi obyek pemikiran manusia. 33:62. sehingga manusia bisa mendapatkan manfaat bagi kesejahteraan hidup manusia bersama. SUNNAH RASUL DAN IJTIHAD SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM A. realitas kebudayaan sepenuhnya dipengaruhi oleh tahap-tahap perkembangan intelektual.diungkap oleh Allah. manusia mengolah dan membentuk apa yang ada dalam alam semesta ini. Dalam kejadian penciptaan itu. Sebagaimana disinggung sebelumnya bahwa proses penciptaan alam semesta sebagai hasil “bacaan” terhadap “kitab alam” dapat dilihat dari hasil observasi sains kealaman. Dalam proses pembentukan itu manusia harus selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebenaran yang terkandung dalam penciptaan alam dan ingat atas batas-batas wewenang yang diterimanya dari Allah sebagai khalifatullah. Hal ini dapat dibukti ketika seorang yang telah pulang pergi ke orbit bulan tinggal berapa lama di orbit bulan . Demikianlah proses penciptaan alam semesta yang dirangkai dari isyarat-isyarat yang disinyalkan al qur’an. Hasil penelitian ayat-ayat ini seutuhnya menunjukkan bahwa hokum-hukum alamyang telah ditetapkan Allah tersebut tidak akan pernah berubah dan menyimpang. Dalam hubungan ini. gerakan dan edaran ruang alam(al-sama’) dan materi (al-ardh) serasi dan sejalan. 48:23. AL-QUR’AN. 35:43. Melalui pemikiran terhadap alam sekitar itu. Penafsiran ini ditopang sejumlah ayat seperti 17:77. Alam semesta tunduk kepada hokum-hukum rangan Allah tersebut. yaitu Allah melengkapinya dengan menciptakan hokum-hukum tertentu. manusia memperoleh kesadaran pengetahuan untuk menyusun konsep-konsep dan berusaha mewujudkan konsep-konsep itu dalam realitas kehidupan masyarakat untuk mencapai kemakmuran bersama. alam semesta seisinya. penciptaan alam semesta seisinya tidaklah siasia. dan pengetahuan yang diperoleh melalui proses belajar memahami alam sekitar selanjutnya tumbuh berkembang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan tingkat intelektual. Olaeh karena itu. manusia menempuh proses belajar. ibarat tubuh yang satu. Sebagai khalifatullah di muka bumi. Hal ini dipahami dari percakapan simbolik antara Allah di satu pihak dan ruang alam ( al-sama’) dan materi (al-ardh) di pihak lain. SISTEMATIKA SUMBER AJARAN ISLAM Berpedoman dari surat an-Nisa’ ayat 59. Dari hubungan dengan alam yang ada di sekitar hidup manusia itu. Tidak cukup dengan ungkapan ayat-ayat yang ada di dalam al qur’an tanpa ada tinjauan dari ilmu pengetahuan yang bersifat kealaman. Adapun proses penciptaan alam semesta selanjutnya. yang disebut dengan sunnahtullah. Dengan istilah lain. Dan realitas semua usaha manusia untuk mengatasi persoalan yang dihadapi sebagai upaya untuk meningkatkan kehidupannya adalah kebudayaan. para ahli sepakat bahwa sumber ajaran Islam yang utama ialah : 1 . tidak saling bertentangan.

ketika Muaz bin Jabal akan berangkat ke Yaman sebagai Duta. baik dari segi populasinya maupun dari aspek perkembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan /teknolgi. Tetapi karena dipersulitnya persyaratan ijitihad. Dalam kesempatan lain. al-Qur’an 2. yang berakhir jatuhnya kekahalifahan Abbasiyah di Timur Tengah. Dengan tiga ajaran Islam ini. ada sumber lain yang tidak menjadi kesepakatan par ulama. memberi dampak lahirnya 1 . Pengetahuan ulama yang sangat terbatas. terutama ijtihad memberi kesempatan bagi ulama-ulama zaman klasik untuk membuat Islam berkembang secara pesat. sedang bersamaan dengan itu pula bangsa Eropa menyerbu Cordoba yang menjadi pusat kerajaan Islam di Barat. Hal ini disebabkan sumber utama al-Qur’an dan sunnah mulai kurang mendapat analisis. Dikukuhkanlah sebagai sumber ajaran Islam berikutnya. as-Sunnah Kesepakatan ini diperkokoh dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang menyatakan: “Aku tinggalkan pada kalian dua pedoman hidup. Ijma’. Di samping itu ada maslahat mursalah yaitu mengambil dalil dengan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. dalil apa yang engkau gunakan? Maka Muaz menjawab: “dengan al-Qur’an” Nabi bertanya:”Jika tidak terdapat dalam al-Qur’an. gejala kemunduran mulai tampak. yang berhasil merontokkan sisa kekhalifahan Bani Umaiyah di belahan Barat. Ketika bangsa Tartar dari Cina menyerbu Bagdad. maka para ahli hukum Islam (Ahli fiqih) menambah sumber ajaran Islam yang ketiga yaitu Ijtihad. Qiyas. Suasana itu membuat para ahli fiqih periode berikutnya berfikir ulang tentang penggunaan ijtihad. jika umat bertanya padamu tentang sesuatu masalah. orang tak berani lagi berijtihad dan semua persoalan yang tak ditemukan pemecahannya dari ayatal-Qur’an atau Sunnah Rasul. Persyaratan ijithad dipersulit. sementara ijtihadnya lebih menonjol. Ijma’ ulama. sampai memasuki priode abad XIII Masehi. Namun memasuki abad XIV Masehi. orang lalu bertanya kepada ulama. seperti istihsan yaitu mengambil dalil dari berbagai macam ide pemecahan yang ada lalu dipilih yang terbaik. Dampaknya mentalitas umat melemah dan ketahanan umat turut ambruk. bagaimana? Maka Muaz menjawab:”dengan sunnahmu” Nabi bertanya:”Jika tak ada dalam sunnahku dan al-Qur’an? Maka Muaz menjawab: dengan ijithadku” Berpedoman pada Sunnah Rasul ini.1. Selain al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Pedoman itu ialah Kitabullah dan Sunnahku”. yaitu dlil yang diambil berdsarkan kasus yang hampir sama/mirip dengan asbabul nuzul (kasus yang menyebabkan turunnya ayat al-Qur’an) atau asbabul wurud (kasus yang meyebabkan keluarnya Sunnah Rasul) Selain sumber yang empat itu. sebenarnya merupakan penjabaran dari ijtihad. yaitu kesepakatan para ulama tentang suatu masalah 4. aparat kerajaan dan umat tak siap menghadapinya. qiyas. yaitu : 3. Nabi bertanya kepada Muaz: “Hai Muaz. sehingga orang tak berani lagi untuk berijtihad. istihsan dan maslahat mursalah dan lainnya. yang siapa berpegang kepadanya selamatlah dia.

sementara bidang ilmu pengetahuan dn teknologi dianggap bukan kajian Islam. sedang masalah ilmu pengetahuan. Urusan agama ditanyakan pada ulama. 1 . yaitu pemilahan urusan dunia dan urusan agama.faham dikotomi. Akibatnya ulama dengan ajaran Islamnya terpojok pada satu sudut yang sempit. teknologi politik dan kemasyarakatan menjadi bahasan para pakar.

ummil mu’minin. menjadi tempat kembali umat Islam dalam menerima al-Qur’an dan meriwayatkannya. Persia. atau Romawi. 1 . naskah ditulis menjadi beberapa naskah dan dikirm ke berbagai kota umat Islam. seperti Mesir. termasuk apa yang dihafal oleh para Huffaz. dibacakan kepada mereka. yang dapat disimpulkan secara sangat singkat adalah sebagai berikut : a. Artinya dapat dipastikan bahwa setiap ayat yang dibaca adalah hakekat nash al-Qur’an yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya dan disampaikan oleh Rasul SAW kepada umatnya tanpa perubahan atau penggantian. Himpunan ini. atau suatu ayat kemudian disampaikan kepada para sahabatnya. Ditemukan adanya keseimbanagan yang sangat serasi antara kata kata yang digunakannya dengan maknanya. yaitu Hafshah. untuk menjawab pertanyaan atau mengontari peristiwa. Ia juga tidak hidup dan bermukim di tengah-tengah masyarakat yang relatif mengenal peradaban. himpunan ini ditulis ulang 4 kitab dan aslinya ditinggalkan kepada anak perempuannya. himpunan al-Qur’an diambil dari Hafshah dan dinaskahkan dengan perantaraan Zaid bin Tsabit. Beliau dibesarkan dan hidup ditengah-tengah kaum yang oleh beliau sendiri dilukiskan sebagai “Kami adalah masyarakat yang ummi”. sering kali al-Qur’an “turun” secara spontan. Bahkan di antara sahabatnya ada yang menulisnya untuk dirinya sendiri. ayat al-Qur’an telah ditadwinkan (dibukukan) menurut kebiasaan pentadwinan orang Arab. Ketika Utsman menjadi khalifah. karena keindahan diperoleh melalui “perasaan” dan bukan melalui nalar. bila diketahui bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang ummi. AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG QATH’I DAN ZHANNI DALLALAH DN KEDUDUKANNYA SEBAGAI SUMBER HUKUM 1. Dengan dibantu beberapa tokoh besar Muhajirin dan Anshor. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan anatominya. ditemukan hal-hal yang sangat menakjubkan. Pemeliharaan himpunan ini telah dilakukan oleh Abu Bakar pada masa hidupnya dan pada masa Umar. Ketika turun kepadanya sebauh surat. Tidak mudah menguraikan hal ini. Dengan demikian Abu Bakar telah memelihara hasil pentadwinan ayat al-Qur’an. Namun demikian setelah al-Qur’an diturunkan dan dilakukan analisis tentangredaksi-redaksinya.B. Ayat-ayat al-Qur’an dari Segi Sumbernya Ayat-ayat al-Qur’an bila ditinjau dari segi datangnya dn dinukilnya dari Rasul SAW kepada kita semuanya adlah pasti (qath’i). Di antara mereka banyak yang menghafal dan membacanya pada setiap waktu. dan ditulis oleh juru tulis wahyunya. Penulisannya menurut pentadwinan tersebut dan dihimpun satu sama lain menurut urutan yang pernah dibacakan oleh Rasul SAW kepadanya dan kepada para sahabat pada masa hidupnya. Pada waktu Rasul SAW wafat. aspek keindahan dan ketelitian redaksinya. Abu Bakar al-Shidiq telah mengumpulkan al-Qur’an dengan perantaraan Zaid bin Tsabit dan sebagian sahabat yang dikenal hafalannya. Sedang Utsman menyatukan umat Islam pada suatu himpunan dari hasil pentadwinan tersebut dan menyebar luaskan pada umat Islam. Seperti diketahui. Aspek yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut: Pertama. misalnya pertanyaan orang Yahudi tentang hakekat Ruh. Ayat-ayat tersebut juga telah dihafal oleh sebagian besar umat Islam. khususnya bagi yang tidak memahami dan memiliki “rasa bahasa” Araby. Namun demikian ada satu dua hal yang berkaitan dengan al-Qur’an yang dapat membantu pemahaman aspek pertama ini. Aspek-aspek tersebut akan lebih meyakinkan lagi. sehingga tidak sedikitpun ada yang hilang. sehingga terdapat dalam al-Qur’an adalah benar bersumber dari Allah. Pertanyaan ini dijawab secara langsung dan tentunya spontanitas tersebut tidak memberi peluang untuk berfikir dan menyusun jawaban dengan redaksi yang indah apalagi teliti. Diantara keseimbanagan tersebut.

sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. Dan dalam surat al-Baqarah ayat 23: “Dan jika kamu tetap dlam keraguan tentang al-Qur’an yang kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad) buatlah satu surat saja yang semisal al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolong selain Allah. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya. A’aqal dan an-nur (akal dan cahaya). seorang yang terkenal karena kepekaan kata-katanya. masing-masing 70 kali. al-Wahyu. J. ayat 38. ini bukan kata-kata manusia dan saya termasuk orang yang menyerahkan diri. Sarwar dalam bukunya “Muhammad the Holy Prophet” menceritakan kehidupan “Lubaid ibnu Rabi’ah”.- Al-hayah (hidup) dan al-Mawt (mati). masingmasing sebanyak 17 kali. b. Apabila ad suatu kalam yang tidak mungkin manusia mendatangkan tandingannya. unus 1 . Tantang yang dikemukakan al-Qur’an terhadap manusia yang ragu akan kebenarnnya terdapat juga dalam surat Hud ayat 13-14. Dengan kalimat yang tegas. dan kekuatan syairnya. Segala sesuatu yang bersumber dari Allah tidak mungkin ada yang mampu menghadapi tantangannya. kemudian digantungkan di samping syairnya Lubaid. Al-Qur’an. adanya tantangan yang tegas yang diajukan al-Qur’an kepada seluruh umat manusia sejak abad ke 7. Al-naf’u (menfaat) dan al-madhararah (mudarat). Pada waktu salah seorang kaum muslimin melihat hal yang diperbuat Lubaid dan bangkitlah semangat kehormatannya. maka hal tersebut membuktikan bahwa kalam tersebut berasal dari Allah. serta manusia gagal dalam menghadapi tantangan tersebut sepanjang sejarah. sehingga ia berteriak dengan kerasnya: demi Allah. dan ats Tsur ayat 34.Wahyu dan Islam). Lubaid masuk Islam. Pada waktu Lubaid mendengar Nabi Muhammad SAW melancarkan tantang tersebut terhadap masyarakatnya. Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati jiwanya). khususnya terhadap setiap manusia yang mengingkari kerisalahan al-Qur’an. jika kamu memang benar”. masing-masing sebanyak 46 kali. kefasihan lidahnya. masingmasing sebanyak 167 kali. Dia begitu terpesona oleh ayat-ayat tersebut. dan al-Islam (al-Qur’an. Lubaid membuat beberapa buah syair untuk menjawab tantangan yang didengarnya. Pada hari berikutnya Lubaid lewat pintu Ka’bah dan pada waktu itu dia belum masuk Islam. masingmasing seanyak 50 kali. suatu keistimewaan yang tidak di dapat kecuali oleh sekelompok kecil penyair terkenal bangsa Arab. Kemudian syair itu digantungkan di pintu Ka’bah. Dia menulis beberapa ayat al-Qur’an. masing-masing sebanyak 145 kali. Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi’at (keburukan). al-Qur’an menyatakan dalam surat al-Isra’ ayat 88 : “Katalah: “sesungguhnya jika manusia dn jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan dia. Kedua. Akhirnya pada tahun 9 H.

dan Abu’l Ala al Ma’ari. ternyata terpaksa tunduk terhadap al-Qur’an dan mengakui secara jujur ketidak mampuan mereka untuk membuat suatu karya yang 1 . An Nadhr bin ar Rawandi.Dalam sejarah banyak contoh-contoh lain tentang orang-orang yang berusaha untuk menjawab tantangan ini. tetapi mereka gagal dalam usahanya. bahwa bangsa Arab yang dalam sejarah dikenal tidak ada bandingannya dalam kebalighan dan ilmu bayannya. Abu’l Thayyib al Mutanabbi. Merupakan hal yang tidak diragukan lagi. Thulailah bin Khuwalid al Asdi. Diantaranya ialah: Musallamah al Kadzab.

Oleh karena itu dia menyiapkan kapal-kapal untuk menyerang Persia dari belakang. Di kota tersebut terdapat orang-orang majusi Persia. serta nabi-nabi dan wahyu Allah. Menghadapi serangan yang mendadak. menjadi lambang pertarungan yang terjadi antara orng Islam dengan orang musyrikin Mekkah. Dengan demikian benarlah apa yang diramalkan al-Qur’an tentang kemenangan Romawi. pada suku bangsa di pusat ibu kota jazirah Arab. Heraklius dari Romawi membuat suatu rencana untuk mengalahkan Persia. Orang-orang Islam dan orang-orang Romawi mengharapkan kekalahan orang kapir Mekkah dan orang Persia. Ketiga. kaum Muslimin di Mekkah sedang dalam kondisi yang paling lemah dan paling buruk dalam segi materi. orang-orang musyrikin mendapat kesempatan untuk menghina kaum Muslimin dengan mengatakan:”Saudara kami berhasil mengalahkan saudaramu. Heraklius kembali ke Konstatinopel dengan pesta-pesta besar-besaran. Banyak sekali isyarat ilmiah yang ditemukan dalam al-Qur’an misalnya tentang penciptaan alam raya. Keempat. psukan Persia tidak mampu bertahan dan lari bercerai-berai.menyamai al-Qur’an walau satu ayatpun. Pada waktu Persia berhasil mengalahakan Romawi pada tahun 616 dan berhasil menguasai seluruh wilayah sebelah timur negara Romawi. Dalam keadaan yang menyakitkan itu. Pada saat itu ditemukan satu jasad utuh. Berdasarkan data-data sejarah terbukti bahwa mumi tersebut adalah Fir’aun yang bernama Maniptah dan pernah mengajar Nabi Musa A. Heraklius melakukan peperangan yang lain melawan Persia pada tahun 623. Heraklius tahu bahwa kekuatan angkatan laut Persia lemah. akan dapat melihat mumi Fir’aun tersebut. Hal ini merupakan kebenaran al-Qur’an sebagai wahyu Allah. seperti yang diberitakan al-Qur’an melalui Nabi yang Ummiy. sebab mereka penyembah benda-benda materi. Dinyatakan dalam surat al-Anbiyaa ayat 30: 1 . Tidak seorangpun mengetahui haltersebut. Akibat peperangan tersebut. dn orang Romawi yang beriman kepada al-Masih. Akhirnya perng yang terakhir terjadi pada bulan Desember 627 di sepanjang sungai Dajah. Ramalan selanjutnya yang termuat dalam al-Qur’an adalah pernyatan tentang kekalahan pasukan Romawi oleh pasukan Persia yang terdapat dalam surat Rum ayat 1-6. diceritakan dalam surat Yunus ayat 92 yang menyatakan : “Badan Fir’aun akan diselamatkan Tuhan untuk menjadi pelajaran generasi berikut”. Pada tahun 1896 ahli purbakala yang bernama Loret menemukan mumi di lembah Raja-raja Luxor Mesir.M. Pada waktu terjadi peperangan antara Persia dan Romawi. misalnya kisah Fir’aun yang mengejar-ngejar Nabi Musa. Setiap orang yang berkunjung ke Meseum Kairo.S Pada tanggal 8 juli 1908 Elliot Smith mendapat izin dari pemerintahan Mesir untuk membuka pembalut mumi tersebut. Demikian pula yang akan kami lakukan kepadamu. Dalam situasiyang demikian buruk. Setelah menang dalam dua peperangan yaitu Armenia dan Asia Kecil. Dengan demikian pertarungan yang terjadi antara orang Persia dan Romawi. Pada bulan maret tahun 628 M. 624 dan 625. Al-Qur’an menyajikan suatu inti landsan tentang kejadian dan terciptanya alam raya. Oleh karena itu akhirnya Kavadh II putera Kisra Chorous meminta damai dan mengusulkan pengnduran diri pasukan Persia dari tanah Romawi. Beberapa tahun kemudian. jika kamu tidak mau mengikuti kami dan meninggalkan agama yang baru”. penyembah matahari dan apai. adalah pemberitaan gaibnya. terjadi pula peristiwa serupa. kemudian turun firman Allah surat Rum ayat 1-6 ini. karena hal itu terjadi sekitar 1200 tahun S. yaitu Mekkah. Persia tidak mungkin dapat melanjutkan peperangan melawan Romawi. isyarat-isyarat ilmiahnya. pasukan Persia menarik diri dari seluruh tanah Romawi dan Heraklius berada pada pusat yang memungkinkan untuk menembus ke jantung kekaisaran Persia.

dan sesngguhnya Kami telah meluaskannya”. lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “datang lah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan sesuka hati atau terpaksa”. Karena adanya kepadatan massa yang tinggi. kondisi ini tercapai karena adanya keharmonisan antara gerak revolusi dengan gaya tarik menarik di antara benda-benda atau planet-planet di alam raya. Dan dalam surat Fussilat ayat 11: “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih berupa gas. sebagaimana penggunaannya dalam bahasa Arab. sebagaimana yang dinyatakan dalam surat adz Dzariyat ayat 47: “Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan Kami. Sedangkan kata “tsumma” menunjukkan keberuntutan peristiwa. Al-Qur’an dalam hal ini menyebutkan dengan kalimat “kata “fa” di awal kata tersebut. Hubble. Bagian-bagian inilah yang selanjutnya sangat berperan dalam pembentukan zat-zat kimia yang lain. yakni proton dan elektron. sebab hasil penemuan itu membuktikan kebesaran alQur’an sebagai wahy Allah. Sebenarnya letak persesuaian antara teori Gamow dengan al-Qur’an bukan hanya di situ saja. Dengan kata lain. Kata “fa” menunjukkan keberuntutan peristiwa secara langsung. Akan tetapi berbeda dengan kata “tsumma” yang juga berarti “kemudian”. ledakan yang terjadi menutut al-Qur’an adalah langsung setelah terjadinya penempatan massa yang sangat tinggi. berarti “kemudian”. maka terjadi ledakan yang maha dahsyat. Tujuh tahun kemudian (1929). tetapi ada selang waktu untuk menuju ke peristiwa selanjutnya. Hal ini menyebabkan massa yang ada terurai menjadi bagian-bagian yang paling elementer. sehingga kestabilan orbit akan tetap terpelihara dan sekaligus meniadakan tumbukan di antara benda-benda di alam raya. Teori Gamow menyatakan bahwa alam raya ini merupakan satu kesatuan yang volumenya sangat kecil sekali. Hasil penemuan para ilmiawan di atas membawa keharuan pada diri umat Islam. kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. 1 . sehingga dengan berkembangnya alam raya berakibat tercapainya keseimbangan di antara seluruh benda-benda di alam raya. Kecenderungan ini didorong oleh adanya temperatur yang sangat tinggi yang timbul sebagai akibat adanya kepadatan yang luar biasa sebelumnya. Dengan demikian Hublle telah membuktikan bahwa alam raya benar-benar berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Menurut Newton. Dengan demikian.“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya adalahsuatu yang padu. seorang ilmiawan astrofisika Amerika Serikat bernama Edwin B. nampaknya ada persamaan dengan kedua ayat tersebut di atas. Al-Qur’an memang telah menyatakan bahwa alam raya ini terus menerus berkembang. berdasarkan pengmatannya terhadap galaksi-galaksi di alam raya ini berekspansi (berkembang) menurut model matematika seperti apa yang ditemukan Einstein dan Friedman. Gamow menyatakan bahwa ledakan tersebut terjadi segera setelah massa tersebut tersumbat. Kalau dipelajari teori Gamow tentang terciptanya alam raya. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. menciptakan hukum keseimbangan di antara benda-benda tersebut. Ilmu pengetahuan mengungkapkan bahwa di antara semua bendabenda di alam raya terjadi gaya tarik menarik.

Dalam hal ini al-Qur’an telah jauh mendahului penemuan Newton. Al-Qur’an yang diturunkan pada abad ke 7 telah mengungkapkan dalam surat ar-Rahman ayat 7 bahwa Allah meluaskan alam raya bukan sia-sia. Semua aspek tersebut menjadi bukti bahwa petunjuk-petunjuk yang disampaikan al-Qur’an adalah benarbenar bersumber dari Allah. Dengan demikian manusia yakin serta secara tulus mau mengamalkan petunjuk-petunjukNya. sehingga tidak terjadi saling tumbuk antara yang satu dengan yang lainnya. tetapi untuk menciptakan keseimbangan di antara benda-benda angkasa. Hanya 1 .

Dalam bidang inilah berlaku kaidah: “Perubahan hukum berdasarkan perubahan waktu dan tempat” dan berlaku pula padanya reformulasi bila keadaan menghendaki. lafaz itu dapat digunakan untuk dua maksud dengan pemahaman yang sama. yaitu suci dan haid. Ayat-ayat Al-Qur’an dari segi Penunjukkan (Dalalah) Ayat-ayat al-Qur’an bila ditinjau dari aspek dalalahnya atas hukumhukum yang dikandungnya. Tidak mungkin dipahami dari maksud yang lain dan tidak mungkin pula ditanggapi dengan tanggapan yang berbeda-beda. Serta seperti firman Allah dalam soal menindak laki-laki dan perempuan yang berzina dalam surat an-Nur ayat 2: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina. seperti firman Allah dalam surat anNisa’ ayat 12 :” Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu. Sedang nash menunjukkan bahwa wanita-wanita yang ditalak menahan diri atau menunggu tiga kali quru’. Oleh karena itu ada kemungkinan bahwa yang dimaksudkan adalah tiga kali suci atau tiga kali haid. Ayat-ayat Qath’I dalalahnya ialah ayat yang menunjukkan pada makna yang bisa dipahami secara tertentu. Lafaz quru’ dalam bahasa Arab mempunyai dua arti. Oleh karena itu para mujtahidin berselisih pendapat apakah ‘iddah wanita yang ditalak tiga kali haid atau tiga kali suci. misalnya lafaz quru dalam firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 228: “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’”. artinya had zina adalah seratus kali dera. Ayat-ayat al-Qur’an yang disampaikan dalam bentuk yang muhkam. Penunjukkan yang pasti berlaku dalam bidang akidah seperti keesaaan Allah dan ibadah pokok seperti keharusan shalat. Hal ini berarti tidak pasti dalalahnya pada satu makna dari dua makna tersebut. Hukum yang ditunjuk secara pasti berlaku universal dan tidak mengalami perubahan walaupun waktu dan tempat sudah berubah. maka penerapan hukum akan mengalami perubahan. tidak lebih dan tidak kurang. Ayat-ayat yang Zhonni dalalahnya ialah ayat yang menunjukkan pada makna yang memungkinkan ditakwilkan atau dipalingkan dari makna asal (lugowi) kepada makna yang lain. 2. Penjelasan yang bersifat Zhonni umumnya berlaku dalam bidang muamalat dalam arti luas. sementara umat Islam sampai saat ini masih sangat kurang minatnya untuk meneliti.sayang. Ayat-ayat Zhonni dalalahnya atau yang mutasyabih Ada dua macam dalalah tersebut dijelaskan Allah dalam surat Ali Imran ayat 7. Ayat-ayat qoth’I dalalahnya atau yang muhkam b. Ayat ini penunjuknya pasti juga. Adanya kemungkinan berbagai pemahaman dapat disebabkan oleh dua hal: pertama. Ayat ini penunjuknya pasti. jika mereka tidak mempunyai anak”. dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa masalah qath’I dn zhonni bermuara pada sejumlah argumentasi yang maknanya 1 . serta pada waktu dan tempat lain dapat dinyatakan dilarang. para peneliti alam jaga raya ini pada umumnya adalah orangorang non Islam. artinya bagian suami dalam keadaan tidak punya anak adalah seperdua. penunjukkannya terhadap hukum adalah pasti (qath’i dalalah). serta dalam hal baik dan buruk yang tidak akan mengalami perubahan seperti keharusan berbuat baik kepada orang tua. misalnya poligami pada suatu waktu dan tempat dinyatakan boleh bahkan harus. yang mengatur hubungan manusia dengan sesamanya dalam kehidupan masyarakat. tidak ada kemungkinan menerima ta’wil dan tidak ada tempat bagi pemahaman arti yang lain itu. Karena kehidupan masyarakat selalu berkembang. maka deralah tiap-tiap orang dari keduanya seratus kali dera”. tidak lebih dan tidak kurang.

Oleh karena itu sunnah Rasul lebih banyak dapat diikuti dari bukubuku tentang kisah kehidupan Rasul. bersepakat untuk mengabarkan berita itu dengan dusta. kata Sunnah Rasul kurang populer dibanding dengan hadist. yaitu Hadist mutawatir dan hadist ahad. Sunnah ini dapat kita kenal melalaui ucapan para sahabat yang dicatat oleh generasi tabi’it-tabi’in yang dipelopori oleh Buchari dan Muslim.disepakati oleh ulama (mujma’alyah). Yang dimaksud dengan hadist mardud menurut bahasa adalah “yang ditolak atau yang tidak diterima”. Dengan demikian hadist maqbul adalah hadist yang dapat diterima atau pada dasarnya dapat dijadikan hujjah (sumber hukum) atau dalil. Hadist mutawatir. dapat dijadikan alat istinbath (penetapan) dan bayan (penjelasan) terhadap al-Qur’an. Sedangkan hadist dapat dipelajari dari kitab-kitab hadist yang telah disusun oleh para ulama hadist yang dipelopori oleh Buchari dan Muslim. dikatakan atau sikap Rasul itu bernilai sunnah atau hadist. a. sedang hadist ahad ada yang maqbul dan ada yang mardud. Hadist mutawatir tergolong sebagai hadist yang maqbul. Syarat hadist mutawatir adalah sebagai berikut : 1 . C. Dikalangan umat Islam. Yang dimaksud dengan hadist maqbul menurut bahasa adalah “yang diterima”. Tetapi jika ungkapan itu merupakan kalimat lepas. yakni dapat dijadikan pedoman dan panduan pengamalan syari’at. padahal nabi menyebutkan kata “Sunnahku”. maka ia disebut hadist. Berpedoman pada jumlah perawi. Perbedaannya terletak pada rangkaian peristiwa untuk menilai apakah ungkapan tentang apa yang diperbuat. Jika ada rangkaian peristiwanya (yang dlam istilah ilmu hadist asbabul wurud). Namun harus dicermati bahwa dalam kitab-kitab hadist itu juga terdapat ungkapan tentang Rsul yang bersifat ungkapan lepas atau yang ada untaian peristiwanya. maka ungkapan itu dapat disebut sebagai sunnah Rasul. Sedang hadist ialah ucapan para sahabat tentang apa yang diperbuat atau dikatakan atau sikap yang ditunjukkan oleh Rasul tentang sesuatu hal atau masalah. hadist terbagi pada 2 macam. pembahasan tentang kualitas hadist. digolongkan sebagai hadist maqbul dan mardud. menurut adat. Kualitas Sunnah Rasul / Hadist. atau dikatakan atau sikap yang ditunjukkan oleh Rasul tentang sesuatu hal atau masalah. Sedangkan hadist mardud adalah hadist yang ditolak atau tidak dapat dijadikan hujjah. keduanya mempunyai arti yang sama. Dilihat dari sudut bahasa. dapat dianalisa dari apakah ungkapan itu ada rantaian peristiwa atau ungkapan lepas. sehingga tidak mungkin lagi timbul makna yang lain kecuali makna yang telah disepakati. Bagi para ahli hadist. yaitu hadist yang didasarkan pada pancaindra yang dikabarkan oleh sejumlah orang yang mustahil. Disinilah diperlukan ketelitian dn kejelian. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sunnah Rasul lebih tinggi kualitasnya dibanding dengan hadist. Hadist ini juga dikenal melalui catatan yang diangkat oleh para tabi’it-tabi’in. Sunnah Rasul ialah apa yang diperbuat.

baik indra penglihatan maupun pendengaran. Yang dipersyaratkan 1 . mustahil mereka bermufakat dusta. atau hasil istinbath dari satu dalil lain. maka berita tersebut bukanlah hadist mutawatir. yang menurut adat. Apabila pemberitaan itu hasil pemikiran semta-mata atau hasil rangkuman analisis dari suatu peristiwa ke peristiwa yang lain.1) Pemberitaan hadist yang disampaikan oleh para perawi harus berdasarkan tanggapan pancaindra. 2) Banyaknya perawi sampai pada jumlah beberapa orang. Jumlah perawi adalah relatif dan tidak ada batas tertentu.

bersambung sanadnya. bahwa hadist mutawatir lafzhi hampir tidak ada. Hadist Ahad. Imam Buchari dan Imam Muslim sependapat untuk tidak menggunakan hadist dha’if dlam bidang apapun. Pembicaraan kualitas hadist berlaku di lingkungan hadist ahad. hampir seimbang dengan al-Qur’an dalam hal qath’I wurudnya. adalah hadist yang para perawinya tidak sampai pada jumlah perawi hadist mutawatir.Sanadnya bersambung . Hadist ahad terbagi menjadi : (a) Hadist Shahih. 1. Namun demikian mereka berbeda pendpat tentang penggunaannya dalam fadhailul’amal (keutamaan-keutamaan amal) baik yang berhubungan dengan targhib (memberi dorongan untuk melakukan yang baik) maupun tarhib (menimbulkan rasa benci terhadap perbuatan jelek). yakni suatu keharusan untuk diterima bulat-bulat.Perawinya bersifat adil . Bila ada ulama berpendapat. di pertengahan dan selanjutnyanya dalam bilangan mutawatir. dan tidak sampai derajat mutawatir. adalah hadist yang diriwayatkan oleh seorang yang adil. tidak ber’ilat. namun menggunkan informasi dan qarinah lain. Menurut pengertian di atas. maka hal itu karena menggunkan syarat yang tidak maksimal seperti di atas dan tidak berdasarkan jumlah perari pada sanad yang eksplisit pada kitab-kitab hadist. Hadist Hasan hampir sama dengan Hadist Shahih. tidak mungkin bersepakat dusta. tidak terdapat ‘illat serta kejanggalan. Hadist Hasan. Hadist mutawatir tidak diteliti lagi keadilan dankualitas perawi. sempurna ingatan. Hadist Shahih dan Hadist Hasan nilainya maqbul sedangkan Hadist Dha’if nilainya mardud. Ash-hab al Syafi’I 5 orang dan ulama lain 20 orang atau 40 orang. tidak memenuhi persyaratan mutawatir. hingga membawa pada keyakinan yang qath’i. sanad maupun matannya.Matannya marfu’(bahasanya halus) . Hadist Shahih. sanadnya bersambung. Perbedaanya hanya dalam soal kedhabithan perawi.Perawinya sempurna ingatan atau kedhabithan . dari segi jumlah pemberitaannya. 3. karena jumlah perawi sudah menjadi jaminan tidak adanya persepakatan dusta. Hadist Shahih perawinya sempurna ingatannya. Hadist Dha’if bermacam-macam dan kedha’ifannya bertingkat-tingkat. Hadist mutawatir tidak menjadi obyek pembicaraan ilmu hadist dari segi maqbul dan mardud. bahwa hadist mutawatir memberi faedah ilmu dharuri. bahwa hadist dha’if tidak boleh digunakan sebagai dalil dalam menentukan hokum. Menurut Abu Thayib 4 orang. (b) Hadist Hasan dan (c) Hadist Dha’if. suatu hadist dinilai shahih apabila memenuhi syarat : . Para ulama sepakat.Tidak janggal 2.Tidak ada ‘illat atau cacat . b. 4) Adanya keseimbangan jumlah perawi di awal sanad. bahwa jumlah sumber beritanya mutawatir. Hadist mutawatir dengan syarat di atas sulit ditemukan. baik mengenai perawi. tidak begitu kokoh ingatannya. dan tidak janggal. adalah hadist yang diriwatkan oleh perawi yang adil. sedang Hadist Hasan perawinya tidak sempurna ingatannya. adalah hadist yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat Hadist Shahih dan Hadist Hasan. Para ulama dan seluruh umat Islam sepakat pendapatnya. tergantung dari jumlah keguguran syarat Hadist Shahih dan Hadist Hasan. termasuk dalam masalah fardhailul’amal. Hadist Dha’if. 1 . bahwa terdapat hadist mutawatir. Bahkan ada ulama yang mengatakan.3) adalah adanya kesan bahwa pada pemberitaan tersebut. Hadist mutawatir derajatnyasangat tinggi.

Akhir-akhir ini dikenal istilah hadist Israiliyat yaitu hadist yang diriwayatkan oleh orang-orang Israel yang mengaku mendengar nya dari Nabi. Ada catatan khusus dari Imam nawawi. hanya beliau menetapkan beberapa persyaratan. maka hendaklah menyediakan tempat duduknya dari apai neraka”. Hal itu mengakibatkan terkena ancaman masuk neraka. baru hadist ditulis dalam Kitab Hadist. yang bersifat umum. sehingga perbuatan itu tidak termasuk perbuatn yang sama sekali tidak memiliki dasar. supaya terhindar dari menghubungkan sesuatu perbuatan atau perkataan Rasulullah yang tidak dilakukannya. maka orang itu termasuk golongan pendusta (riwayat Buchari dan Muslim)”. Di antara petunjuk yang dapat menunjukkan pemahaman tentang kualitas hadist adalah jenis Kitab hadist. karena berdusta kepada Nabi SAW. dituduh dusta. padahal ia tahu bahwa itu bukan ucapanku. yakni penggunaan hadist dha’if hanya boleh untuk menerangkan keutamaan amal yang hukumnya telah ditetapkan oleh hadist lain yang shahih atau setidak-tidaknya Hadist Hasan. atau penggunaan hadist oleh para ahli dalam cabang ilmu agama 1 . 3) Tatkala menggunakan hadist dha’if tidak boleh meyakinkan bahwa perbuatan itu pernah dilaksanakan atau dikatakan oleh Rasulullah SAW. penjelasan Kitab Syarah. selama hadist itu bukan hadist maudhu’(palsu). padahal Nabi tidak mengatakan atau melaksanakannya. karena ia membolehkan menggunakan hadist dha’if dalam fardhu’ilul amal. atau sering keliru dalam meriwayatkan hadist.Mereka berpendapat demikian karena lebih aman dari kemungkinan seseorang menghubungkan sesuatu perkataan atau perbuatan kepada Nabi SAW. Cara kedua mengetahui kualitas hadist adalah dengan menggunakan petunjuk dari hal-hal yang dapat menunjukkan kualitas hadist. seperti perawinya bukan orang yang suka dusta. Metode dan cara ini digunakan para perawi waktu menyeleksi dan menyaring hadist untuk keperluan penulisan hadist. Dalam sebuah hadist yang mutawatir Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berdusta atas namuku dengan sengaja. antara lain : 1) Kedha’ifan hadist itu tidak terlalu jelek. sebagaimana sabdanya: “Barangsiapa menceritakan sesuatu hal dariku. Hadist-hadist ini termasuk hadist mardud. Imam Ibnu Hajar berpendapat sama dengan Imam Nawawi dan beberapa orang ahli hadist dan fiqih. Imam Nawawi sebagai ahli hadist dan ahli fiqih berbeda pendapat dengan Imam Buchari dan Muslim. Cara pertama menetukan keshahihan hadist dengan menggunakan kaidah keshahihan hadist. kemudian diteliti keadaan matan. 2) Keutamaan perbuatan yang dijeskan hadist dha’if sudah tercakup dalam keterangan atau adil lain baik al-Qur’an maupun hadist. disebut metode Tash-hih. Mereka menerima ribuan bahkan ratusan ribu hadist dan dihafal lengkap dengan sanadnya. Setelah yakin akan kemurnian hadist. perawi dan sanadnya. Maksud utamanya adalah untuk lebih mengagung kan bani Israil.

Keharusan menggunakan Sunnah banyak diungkapkan al-Qur’an dalam surat Muhammad ayat 33 : “Hai orang-orang yang beriman. 1 . Metode atau cara tersebut dinamakan metode I’tibar. D.Islam. karena ia juga harus percaya kepada sunnah sebagai sumber ajaran. yaitu mencari dan mendapatkan petunjuk untuk mengetahui kualitas hadist. Seorang muslim tidak bisa hanya menggunkan al-Qur’an saja. taatlah kepada Allah dan Rasul dan janganlah kamu merusakkan amal-amalanmu”. Hal itu karena kandungan alQur’an masih bersifat global dan perlu perincian yang oprasional. FUNGSI SUNNAH RASUL/HADIST DALAM SYARIAT ISLAM Al-Qur’an adalah sumber ajaran yang pertama dan As-Sunnah adalah sumber yang kedua setelah al-Qur’an.

mentakhshiskan umum al-Qur’an. misalnya hadist Nabi SAW: “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat” (H. berwasiat untuk ibu.Taat kepada Allah mengikuti perintah yang tercantum dalam alQur’an dan taat kepada Rasul adalah mengikuti sunnahnya. Bukhari dan Muslim) c.R. Ahlu-Hadist berpendapat. Oleh karena itu orang yang beriman hanya merujukkan pandangan hidupnya kepadaq al-Qur’an dan Sunnah Rasul. misalnya hadist Nabi SAW tentang melihat bulan untuk berpuasa ramadhan: “berpuasalah kamu sesudah melihat bulan dan berbukalah kamu sesudah melihatnya”(H. sehingga perselisihan tidak melahirkan pertentangan dan permusuhan sebagaimana firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 59 : “Hai orang-orang yang beriman. sehingga apa yang diinginkan al-Qur’an dapat dilihat dari apa yang dilakukan Rasul. Nabi menyatakan “tidak ada wasiat bagi ahli waris”. dan Rasulullah mengizinkan dengan kata-katanya sebagai berikut : “Ya sepertiga. jika ia meninggalkan harta yang banyak. Mengganti suatu hukum atau memperjelas. Al Baqarah ayat 180menyatakan: “Tetaplah atas kamu. bapa dan karib kerabatnya secara ma’ruf (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertqwa”. yaitu ketika Sa’ad bin Abi Waqas ingin berwasiat dengan 2/3 dari kekayaannya. Memperkuat apa yang diterngkan al-Qur’an. Menerangkan apa yang tidak mudah diketahui (tersembunyi pengertianya). taailah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri di antara kamu. Di samping itu Sunnah merupakan rujukan perilaku yang dikehendaki al-Qur’an. Kemudian ia mengajukan lagi dengan 1/2 nya. bahwa segala Hadist Shahih harus dipandang menjelaskan al-Qur’an. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. sepertiga itu banyak atau besar. Al-Qur’an dan Sunnah merupakan rujukan yang pasti dan tetap bagi segala macam perselisihan yang timbul di kalangan umat Islam. menerangkan segala yang dikehendaki al-Qur’an. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. Sebab seandainya kamu meningglkan ahli warismu dlam keadaan berkecukupan adalah lebih baik dari pada kamu meningglkan mereka 1 . yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Di sisi lain. Bukhari dan Muslim) b. dapat dirumuskan beberapa fungsi hadist sebagai berikut : a. atau membatasi kemutlakan al-Qur’an. maka hadist yang menyatakan “tak ada wasiat bagi ahli waris”. padahal orang tua itu termasuk ahli waris. suatu ayat-ayat al-Qur’an yang khas penunjukkannya tidak memerlukan lagi penjelasan hadist. Batasan wasiat ditentukan dalam Sunnah.R. Oleh karena itu. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Dari pendapat para ulama tentang fungsi hadist sebagai dasar hukum Islam dan fungsi hadist sebagai penjelasan dan interpretasi terhadap alQur’an. Pada ayat di atas tampak dengan jelas bahwa rujukan untuk menyelesaikan perselisihan pendapat adalah kembali kepada sumber. memberimakna bahwa dalam wasiat yang ditinggalkan pada orang tua atau kerabat itu. sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ahzab ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatngan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah”. tetapi beliau menolaknya juga. ayat ini memerintahkan memberi wasiat tanpa batas. oleh Rasululllah dilarang. Sunnah sebagai sumber kedua bagi ajaran Islam. apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut. Menurut Ahlu al-Ra’yi (ahli fikir). Akhirnya ia mengajukan lagi dengan 1/3 dari kekayaannya. tidak mengatur bagian tambahan atau pengurangan hak orng tua tersebut. belaiu menjadi teladan yang nyata bagi seluruh kaum muslimin. maka kembalikanlah ia kepada Allah (alQur’an) dan Rasul (Sunnahnya). Jika ayat tersebut menyuruh berwasiat kepada orang tua.

serta memecahkan permasalahan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam al- 1 . d. E. yakni dengan melaksanakan perintahnya dan meninggalkan larangannya. Allah mewajibkan umat Islam mengikuti dan mentaati Rasul SAW. yang tinggal di tempat tidak turut pergi ke medan perang”. dan apa yang dicegah Rasul hentikan olehmu”. mengingatkan hadist: Haram lantaran radha’ f. darah. perbuatan. An-Nasa’I dan Inbu Majah sebab Nabi SAW mencegah orang lain berbicara dengan ketiga orang tersebut. Mewujudkan sesuatu hukum yang tidak tersebut dalam alQur’an. Muslim. Abu Daud. Dua macam bangkai itu adalah bangkai ikan dan belalang. RUANG LINGKUP IJTIHAD Ijtihad adalah usaha yang bersungguh-sungguh dalam mempergunakan daya fikir untuk memahami ayat-al-Qur’an dan Sunnah yang penunjukanmaupun kebenaran materinya zhanni. taqrir dan lain sebagainya. Memberi keterangan secara luas pada sesuatu yang diterangkan secara ringkas oleh al-Qur’an.R. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat al-Hasyr ayat 7: “Dan apa yang didatangkan Rasul ambil olehmu. Mengkhususkan sesuatu dari umum ayat. (sesusuan) apa yang harm lataran nasab (keturunan) (H. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa sunnah/ hadist merupakan sumber ajaran Islam setelah al-Qur’an dan umat Islam harus mengikuti sebagaimana harus mengikuti al-Qur’an. Allah mengharamkan memakan bangkai. Dalam hal ini ada hadist yang mengecualikannya. Ahmad dan Abu Daud) g.dalam keadaan miskin yang meminta-minta kepada orang lain” (Bukhari dan Muslim). seperti : mengaharamkan pernikahan mereka yang sepersusuan. dan daging babi (alMaidah ayat 3). misalnya. Kisah yang dimaksud oleh ayat ini dijelaskan panjang lebar oleh hadist yang diriwayatkan Bukhari. Wajibnya mengikuti Rasul SAW berlaku bagi semua umat. Yang dimaksud dengan mengikuti Rasul SAW. Sedang dua macam darah adalah hati dan limpa (Riwayat Ibnu Majah dan Hakim). e. dalam surat atTaubah ayat 118: “Dan atas tiga orang yang tidak mau pergi. yang berupa perkataan. atau melaksana kan perintahnya dan meninggalkan larangannya adalah dengan mengikuti Sunnahnya atau hadistnya. yaitu : “Dihalalkan bagi kamu dua macam bangkai dan dua macam darah. serta untuk seluruh masa dan tempat.

Ijtihad yang dilakukan Nabi Muhammad dan kaumnya berdasarkan pada wahyu Allah. kedudukannya hanya sebagai pembantu. harus ditinggalkan dan kelapang dadaan pelaku ijtihad sangat diperlukan. Dalam melakukan ijtihad. Penggunaan fikiran untuk menemukan suatu hukum yang tidak ditentukan secra eksplisit dalam al-Qur’an dan Sunnah. Ijitihad yang tidak bersadasrkan pada pirinsip al-Qur’an jelas tidak akan membawa ke arah perbaikan nasib umat Islam. yakni al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. Penggunan fikiran dalam mengartikan. harus berpedoman pada prinsip-prinsip wahyu Allah. menafsirkan dan mengambil kesimpulan dari suatu ayat atau Sunnah. sehingga petunjuk Allah dapat diketahui secara tepat guna. b. Jika tepat tentunya dapat dipakai dan kalau ternyata tidak sesuai dengan prinsip al-Qur’an menurut Sunnah Rasul harus 1 .Qur’an dan Sunnah. Kegiatan yang mereka lakukan adalah memahami dan meneliti makna al-Qur’an. bahwa ijtihad mencakup dua pengertian yaitu : a. Mahmud Syaltut menyatakan. Ikatan-ikatan yang membelenggu alam fikiran selama ini. Buku-buku lain yang ada.

Bentuk ajaran yang tersirat adalah ajaran yang tidak jelas secara harfiah. cukup dengan memperhatikan apa yang tersurat dalam al-Qur’an dan penjelasan-penjelasan dalam Sunnah. perlu diteliti kebenaranya dan sikap subyektif atau pengaruh budaya tertentu harus dijauhkan. Resiko sebagai seorang mujtahid akan mendapat tantangan dari berbagai pihak. Dalam hal ini peranan ijtihad tidak berarti. yang telah mantap dengan ajaranajaran yang ada. Dalam lafad al-Qur’an sesuai dengan yang disebutkan secara harfiah. Aturan Allah telah ditemukan secara qauliyah dalam al-Qur’an dan secara kauniyah pada alam semesta. Ukuran salah benar tentang keislaman bukan berdasarkan keyakinan mayoritas pendapat yang dijadikan standar. Hakekat dari 1 . dapat berakibat mencelakakan nasib umat Islam dan bangsa.. Dengan demikian apabila ada pemahaman mengenai al-Qur’anyang tidak sama dengan yang ada. serta memperoleh posisi dan kedudukan. Tantangan yang paling berat adalah dari para cendikiawan atau ulama yang telah berkarat dengan fanatisme madzab. Daya nalar yang kuat sangat diperlukan. sehingga memungkinkan menerapkan ketentuan yang berlaku dalam lafad tersebut pada kejadian lain yang timbul dari ungkapan itu. Tujuan yang ingin dicapai dalam berijtihad adalah mengerti dan memahami nilai-nilai yang obyektif dari Allah. Seorang mujahid harus jujur dalam melakukan ijtihadnya. Ketentuan Allah ini dapat ditemukan pada tiga kemungkinan yaitu : a. Tidak perlu seorang mujahid merasa sangsi untuk mencabut. atau meralat kesalahannya. maka namanya bukan ijtihad melainkan ittiba’. Pengertian tentang keIslamannya yang ada selama ini harus dikaji. Apabila tidak demikian. Walaupun ajaran atau ketentuan tersebut kelihatannya ditemukan oleh para ulama yang melakukan ijtihad.dibuang. Untuk mengetahui ketentuan Allah dalam bentuk pertama. inilah yang menjadi tujuan ijtihad. baik dalam bentuk manfaat maupun menghindari kerusakan. Apabila ajaran-ajaran yang ditetapkan Allah dalam al-Qur’an dianalisa. Justru merombak alam fikiran yang mayoritas tetapi tidak benar. guna mengetahui hakekat dan makna yang terkandung pada suatu lafad al-Qur’an. Usaha yang sungguh-sungguh sangat diperlukan untuk menggalinya. tetapi dapat ditemukan melalui makna yang tersirat dari lafad yang disebut dalam al-Qur’an. tetapi pada hakekatnya hal itu merupakan penggalian ajaran Allah yang tersirat dibalik lafad yang nyata. Buku-buku standar yang dipergunakan khususnya terjemahan alQur’an bukan mutlak sifatnya. kemudian memformulasikannya dalam suatu ajaran. Bentuk ini disebut ketentuan yang tersurat dalam alQur’an. Semua peristiwa yang terjadi di dunia pasti ada aturannya dari Allah. tetapi dapat ditemukan dalam realitas pada ciptaan-Nya. Tetapi dalam memahami ketentuan dalam bentuk kedua dan ketiga sangat diperlukan ijtihad. Tidak ditemukan secara harfiah dalam lafad al-Qur’an. c. Seorang mujtahid yang berijtihad dalam rangka popularisasi atau mendapatkan imbalan jasa. Pengertian-pengertian al-Qur’an yang didasarkan atas buku-buku yang ditulis oleh manusia. maka dapat difahami bahwa pada prinsipnya Allah menetapkan suatu ajaran adalah untuk kemaslahantan manusia. harus diperhatikan dan dipelajari dengan baik. b. Ada pun dasar keharusan berijtihad antara lain terdapat pada surat an-Nisa’ ayat 59. dibutuhkan suatu pengkajian dengan menggunakan ijtihad. Kalau ada tanggapan yang dinilai lebih obyektif harus diakui secara jujur. Tidak dapat ditemukan baik dari lafad maupun dari makna tersirat yang ada dalam al-Qur’an. Untuk mengetahui ketentuan Allah yang tersirat di balik suatu lafad.

maka para mujtahid dapat menetapkan hukumnya. yaitu mengandung unsure keraguan dan kesamaran. Keraguan itu bisa dating dari arah sanad dan rawi sebuah hadist. Dalam hal ini peranan ijtihad adalah untuk menemukan alternatif-alternatif. tetapi dapat dikaitkan dengan lafad yang ada pada ayat dalam bentuk ketentuan yang tersirat. Kemungkinan lain lahir ketentuan ulama kemudian yang berbeda dengan ketentuan ulama sebelumnya. Dalam masalah yang tidak ada ketentuannya sama sekali. Hal ini tidak perlu dipersoalkan. tetapi dalilnya atau penunjukkan dalilnya bersifat zhanni. Pengembangan dan perbedaan pendapatan dalam Islam merupakan suatu yang dibenarkan. Adakalanya pula.tujuan ajaran tersebut dapat dijadikan dasar para mujtahid dalam menetapkan suatu ketentuan. Di samping itu ijtihad dapat pula digunakan untuk hal-hal yang sudah diatur oleh ayat dlam pengaturannya tidak secara pasti. Usaha penemuan hokum dengan cara semacam itu disebut dengan maslahat mussalah. Untuk hal ini para ulama menetapkan suatu ketentuan baru yang tidak bertentangan dengan ketentuan ayat yang sudah ada. Dengan demikian ijtihad dapat digunakan dalam dua hal : a. apabila dalam masalah tersebut tidak terdapat aturan-aturan secara tegas. Bentuk memberi kemungkinan untuk melakukan ijtihad. baik berkaitan dengan arah sumbernya ataupun makna dan tujuannya. 1. Dalam hal yang tidak ada dalilnya. b. Pendapat yang timbul tidak akan bertentangan dengan dalil. namun susunan kata-katanya ataupun materinya masih menimbulkan keraguan dan ketidakpastian dlam memahami makna dan tujuannya. sehingga harus diteliti terlebih dahulu mengenai kelayakan mereka satu persatu dalam periwayatannya. maka dalam hal ini terdapat ruang untuk berijtihad. maka ijtihad dapat digunakan sebagaimana yang berlaku pada bentuk di atas. Mungkin pula bersama ayat itu terdapat syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi sebelum dapat dijadikan dalil. Oleh karena itu. Dalam masalah yang sudah diatur oleh nash. karena masing-masing mempunyai kekuatan yang sama. suatu hadist telah diyakini ke-shahih-an sumbernya. karena memang ayatnya belum ada. apabila ada suatu kejadian terdapat maslahat yang bersifat umum dan tidak ada dalail ayat al-Qur’an dan sunnah yang bertentangan dengan kejadian itu. Ruang Lingkup Ijtihad Pada prinsipnya ijtihad dipergunakan dalam menetapkan suatu ajaran. selama hasil ijtihad tidak bertentangan dengan 1 . sebelum dapat ditetapkan apakah hadist yang mereka riwayatkan bisa dijadikan dalil atau tidak. karena dalil tidak memberikan petunjuk yang pasti.

apabila suatu keterangan telah diyakini sumbernya dari firman Allah atau Sunnah Rasulullah SAW dan telah diyakini makna dan sasaran yang ditujunya. sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman serata kemajuan ilmu pengetahuan. ketetapan-ketetapan 1 . Dalam hal ini Nabi SAW pernah bersabda: “Kalian lebih mengetahui daripada aku mengenai urusan-urusan duniamu”. Mengenai masalah yang sepenuhnya bersifat duniawi atau teknis. Demikian pula jika tidak dijumpai ayat apapun mengenai suatu masalah. kedoktoran. hal-hal yang menyakut sistem dan peralatan pertanian. pengangkutan. Berdasarkan hal itu. semua ulama sepakat tentang digunakanya ru’ya atau penalaran untuk mengatur dan menanganinya. Sebaliknya tidak ada ijtihad dalam masalah yang sudah ditunjukkan secara jelas oleh dalil qath’i.ketentuan harfiah dalam ayat.Termasuk dalam hal ini. peperangan. komunikasi. Perbedaan pemahaman dengan ulama sebelumnya tidak menjadi masalah dan hal ini menunjukkan adanya pengembangan pemikiran ajaran Islam. dan sebagainya. maka dalam hal ini terbuka pula kesempatan seluasnya untuk berijtihad dalam mencari hukumnya. maka tidak ada lagi ijtihad padanya. Misalnya.

menarik manfaat dan menghindarkan mudarat. contoh: segala macam makanan yang tidak ada dalil yang mengharamkannya. apakah berkumur membatalkan puasa atau tidak. Kalau umat Nabi Muhammad SAW tidak berpegang teguh pada al-Qur’an san Sunnah Rasulullah niscaya akan sesat. Selama kalian berpegang pada keduanya niscaya tidak akan sesat. c. sampai terdapat dalil yang mengubahnya. atau peraturan lalu lintas dan lain-lain. Beliau balik bertanya. yaitu menarik manfaat dan menolak mudarat dalam kehidupan manusia. Langkah-langkah dalam Berijtihad Sebagaimana yang dikemukakan Mahmud Syaltut. Menetapkan hokum yang sama sekali tidak disebut dalam ayat dengan pertimbangan demikepentingan hidup manusia. boleh (mubah) dimakan. namun cara Nabi memberikan jawaban tersebut dapat menunjukkan salah satu cara berijtihad yaitu dengan jalan qiyas. keharusan mencatat pernikahan. umpama: memindahkan tanah waqaf yang terkena rencana jalan. lan tandhilu maa in tamassaktum bihimaa Kitabllahi wa sunnata Rasulih”(Saya meninggalkan dua warisan untuk kalian. Metode Ijtihad Berijtihad dalam bidang-bidang yang tidak disebutkan dalam alQur’an dan Sunnah ditempuh dengan berbagai cara di antaranya qiyas atau analogi dan “memelihara kepentingan hidup manusia”. diharamkannya memakan daging babi. Metode ini disebut metoe istihsan. wanita-wanita yang haram dinikahi disebabkan adanya hubungan kekeluargaan terentu. d.syari’at yang telahmenjadi kesepakatan umum para ulama besar terdahulu maupun yang kemudian. al-Qur’an yang menjadi standar utama kurang dikuasai. Metode ini disebut metode istishhab. Qiyas salah satu metode ijtihad telah dilakukan sendiri oleh Rasulullah SAW yaitu ketika beliau ditanya tentang hokum seorang suami yang dalam keadaan berpuasa mencium isterinya. dan diharamkannya minuman khamar. Keduanya itu adalah Kitabullah dan Sunnah Rasulnya). sehingga kesimpulannya menjadi jelas. Menggunkan dalil yang ada. 3. antara lain : a. Metode ini disebut maslahat mursalat (mempertimbangkan kepentingan hidup manusia dan lepas dari ketentuan yang ada). Kalau terjemahan al-Qur’an yang ada dijadikan standar. Jika berkumur tidak membatalkan puasa. kadar bagian hartawarisan bagi masing-masing ahli waris. Metode ini disebut ‘urf. Meskipun sabda Nabi adalah Sunnah yang dapat menunjukkan adanya ketentuan hokum yang berdiri sendiri. Oleh karena itu langkah pertama dalam 1 . sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam. seperti kewajiban lima shalat fardhu dalam sehari-semalam. Dalam memahami al-Qur’an umumnya mereka terikat dengan terjemahan yang ada dari terjemahan itulah umat Islam Indonesia memahami al-Qur’an. b. batal puasanya atau tidak. Adapun macam-macam metode ijtihad. Misalnya. Demikian mafhum dari sabda Rasulullah:”Taraktu fikum amraini. 2. bahwa wawasan yang menjadi sasaran dalam berijtihad adalah memecahkan permasalahan yang tidak termaktub dalam al-Qur’an dan memberikan penafsiran al-Qur’an dan Sunnah. Demikian pula pendapat Muhammad Abduh. Menetapkan sesuatu demi kebaikan yang lebih. maka mencium isteri di siang bulan Ramadhan juga tidak membatalkan puasa. Yang menjadi permasalahan bagi umat Islam ialah. Menggunkan kebiasan yang berlaku (adat istiadat) dalam suatu masyarakat. maka pembaharuan tidak akan terwujud dan ijtihad yang dihasilkan akan sama dengan masa-masa yang lalu.

b. harus benar- 1 . Pengetahuan mengenai bahsa yang mutasyaabih (berbentuk tasbih). mengandung beberapa pengertian yaitu: a. misalnya: 1). Kalimat dalam berbagai jenisnya harus difahami dan diperhatikan. Adalah kalimat pernyataan (introjunction). silahkan Anda mengadakan penelitian dan berijtihad secara tepat. “Nabi yang Ummi”. misalnya Bismillaahir Rahmaanir rahiim. Berikut ini dikemukakan beberapa syarat antara lain : a. Berbagai kemungkinan arti perlu diperhatikan. dengan melibatkan segenap oaring yang ahli dalam bidang-bidang tertentu. Dengan demikian Nabiyil Ummiy adalah Nabi yang buta huruf atau tidak bisa menulis dan membaca. Untuk itu langkah awal yang perlu dilakukan ialah restudy al-Qur’an atau mempelajari ulang pemahaman al-Qur’an.melakukan ijtihad adalah mengadakan reinterpretasi makna alQur’an. agar memperoleh kesimpulan yang tepat. maka pemahamannya akan menjadi verbalistis. Teori bahasa al-Qur’an harus dipergunakan dengan sungguh-sungguh. kalimat. Untuk mendapatkan pengertian Bismillah yang lebih mantap. Apabila yang ahli bahasa saja yang dilibatkan. Dengan demikian Nabiyil Ummiy berarti Nabi pemersatu umat dan atau padat pula berarti Nabi yang ditulis pada suatu umat yang tidak mengetahui tentang al-Kitab (wahyu Allah) 2). Terjemahan al-Qur’an yang ada sekarang merupakan terjemahan yang didasarakan atas terjemahan harfiah bahasa Arab dan sudah terpengaruh oleh mazhab tertentu. Dilihat dari jenisnya Bismillaahir Rahmaanir rahiim. Ummi dapat pula arti sejenis umat atau bangsa. Ummi artinya buta huruf. bahkan mungkin kena pengaruh pola piker non Islam. Oleh karena itu pengertian Bismillaahir Rahmaanir rahiim. Diartikan “dengan nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang”. Dalam rangka restudi al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. harus dipersiapkan pedoman-pedoman. Memahami bahsa al-Qur’an dalam berbagai seginya. 3). agaknya terlalu dangkal. Dalam hal ini ilmu apa yang harus dimiliki dan sarana apa yang harus dikuasai. antara lain bentuk kata. Bahasa pengandaian yang dinyatakan dalam bahsa biasa seperti “sapi” dapat berarti sapi dalam arti yang sesungguhnya dan dapat pula berarti berwatak sapi. dan kesusastraan.

Memperhatikan teori makna atau ilmu tafsir. dalam arti bertuhan Allah dan beriman pada al-Qur’an dengan mencontoh Sunnah Rasul. Pengkajian ilmu tafsir harus ditunjang denagn teori ilmu yang mencakup metodologi. Dengan sendirinya pengertian yang hanya berdasarkan bahasa tidak akan menjernihkan makna.benar diperhitungkan dan diperhatikan. bahwa al-Qur’an tersusun secara sistematik. ijtihad yang dihasilkan akan keliru. telah dikemukakan bahwa al=Qur’an adalah satu ilmu.a memahami makna. menurut ulama “x” dan lain-lain harus dijauhkan. untuk memahaminya diperlukan ilmu penunjang. bahwa berbagai pengertian al-Qur’an harus dikemukakan. Oleh karena itu teori makna atau ilmu tafsir (hermeneutika) harus dikuasai. Apabila salah dalam memahami bahasa. antara lain ilmu tafsir. 2) Dalam berijtihad harus memperhatikan. Sebagai suatu ilmu. maka salah pul. Untuk itu perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Orang yang berijtihad harus bertaqwa. analitika dan obyektivitas. simantik. Pada awal pembahasan. Dengan demikian istilah penafsiran menurut saya. Tanpa memperhatikan ilmu tafsir dan teori ilmu . b. Dengan demikian 1 . Sebagaimana dikemukakan pada pembahasaan bahasa al-Qur’an.

karena bahasa al-Qur’an bukan bahasa Arab. AlQur’an bukan kalamul Arab. tetapi kalamulah (bahasa Allah). sehingga memungkinkan adanya perbedaan hasil ijtihad seseorang dengan ijtihad orang lain. 4. Mujtahid harus menyatakan ayat ini menurut surat ini artinya adalah begini. Oleh karena itu hasil ijtihad merupakan penalaran seseorang atau beberapa orang. maka kesimpulannya adalah benar dan jika tidak sesuai. sebagaimana sabda Rasul SAW. maka sikap atau tingkah laku akan tepat yang otomatis tujuan yang diharapkan Allah yaitu hasanah fid dunyaa wal akhirat akan tercapai. atau menurut hadist pengertiannya demikian. Dalam hubungannya dengan mensukseskan pembangunan di bidang keislaman. kalau memang sesuai dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. Sasaran yang utama dan pertama dalam berijtihad adalah memahami nilai-nilai yang obyektif ilmiah berdasarkan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. sistematika serta analitika harus dicocokan dengan pola atau contoh yang pernah dipraktekkan Nabi Muhammad SAW. hendaknya perhatian dipusatkan pada perombakan alam fikiran. Perbedaan Pendapat Hasil Ijtihad Ijtihad merupakan penggunaan daya fikir dan aqal dalam memahami ayat al-Qur’an dan Sunnah yang penunjukkan maupun kebenaran materinya zhanni. Dengan demikian asbaabun Nuzul alQur’an harus dipelajari. sedangkan buku-buku yang ditulis para saintis banyak berpengaruh pada kalangan yang berpendidikan umum. Karena kemampuan menalar seseorang terbatas. maka kebenaran hasil ijtihad sifatnya relatif. Pertentangan atau perbedaan pendapat dalam masalahmasalah yang bersifat praktis hendaknya dihindari. Apabila mengungkap 4) gagasan nur harus ditunjukkan Sunnah Rasulnya dan kalau dzulumat tunjukkan pula pembuktian yang bertolak belakang dengan Sunnah Rasul. sebaliknya dinyatakan salah apabila bertentangan. Kitab-kitab wahyu Allah sifatnya menjawab tantangan zaman dan tantangan zaman harus dijawab dengan analisis wahyu. maka memahami bahasa orang Arab tidak mutlak. Kalau tanggapan sudah benar dan tepat. Nilai-nilai ilmiah yang dikembangkan oleh para ulama atau para sarjana perlu dikaji ulang. Hal itu jelas akan berpengaruh pada fikiran manusia yang mempelajarinya. Langkah-langkah yang disebut di atas. Buku-buku yang berbahasa Arab banyak berpengaruh pada kalangan yang berpendidikan pesantren. Gelar utama. maka memahami bahasa Arab yang diajarkan di sekolahsekolah atau madrasah merupakan salah satu bahan pembantu. metodologi. serta dalam memecahkan permasalahan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam al-Qur’an dan Sunnah. 5) Pengertian yang didasarkan atas bahasa. Islam bukan saja mentolerir perbedaan hasil ijtihad.menghubungkan ayat yang satu dengan ayat atau surat lainnya merupakan suatu keharusan. Demikian pula halnya dengan buku-buku lain yang ditulis saintis yang berkembang dewasa ini.: “Perbedaan pendapat di kalangan umat akan membawa rahmat”. tetapi juga menegaskan bahwa perbedaan hasil ijtihad akan membawa kelapangan satu rahmat bagi umat. Dengan demikian siapapun orangnya dan berpendidikan apapun patut didengar dan ditanggapi. Semuanya dinyatakan benar. Kalau ternyata cocok dengan Sunnah Rasul. baik dalam bidang pasti alam maupun social budaya. Namun demikian karena bahasa al-Qur’an adalah serumpum dengan bahasa Arab. maka kesimpulannya perlu ditinjau ulang. apabila model berpikirnya benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan Allah menurut Sunnah RasulNya. 3) Dalam menganalisis kebenaran suatu gagasan harus didasarkan pada data yang konkrit. professor atau sarjana bukanlah merupakan jaminan untuk mengukur nilai keilmiahan seseorang menurut konsep al-Qur’an. Beberap[a sebab yang menimbulkan perbedaan hasil ijtihad ialah : 1 .

a. adalah dibunuh. dan membuat kerusakan di muka bumi. sedang Imam Syafe’I memilih arti hakiki yaitu “diusir” atau dibuang ke negeri lain. Kata “atau dibuang” (awyufaw) pada ayat ini mengandung dua arti. atau dibuang dari negeri (tempat kediaman)” (Al-Maidah ayat 33). “Sesungguhnya balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya. sehingga ia berpendapat persetubuhan lewat zina tidak menyebabkan wanita yang dizina ayahnya haram dinikahi. Imam Syafii memandang nahi pada hadist ini menunjuk pada 1 . menurut Imam Hanafi menunjuk pada wajib. b. Imam Abu Hanifah memilih arti kata majazi yaitu “penjara”. oleh karena itu ia berpendapat haram ayahnya menikahi isteri anaknya . Imam Hanafi memilih arti “bersetubuh”. Berdasarkan hal ini. sebagian orang memandang shighat amar atau arah perintah menunjuk pada wajib..: hakiki dan majazi. Arti hakikinya ialah “mereka dikeluarkan dari negeri mereka ke negeri lain”. Kedua. Shighat amar pada hadist ini. disalib. Kaidah Ushul Fiqh Pertama. dan ada pula yang pengertiannya dipengaruhi adat setempat. ada lafazh yang berbentuk majaz. Kedua. para mujtahid berbeda pendapat dalam memahami hadist nabi :”Jadikanlah akhir shalatmu shalat witir”. hokum shalat witir adalah sunnah. Oleh karan itu menurut Iman Syafii. Imam Syafii memandang pada sunnah. Kata “nikah” dapat berarti “akad” dan dapat pula berarti “bersetubuh”. sebagaian menunjuk pada Sunnah. dan sebagian lagi menunjuk pada mubah. Misalnya pertama: “Janganlah kamu menikahi wanita-wanita yang telah dinikahi oleh ayahmu”(An-Nisa’ ayat 22). Pengertian Kata (Lafazh Ayat/ Hadist) Dalam bahasa Arab. Imam Syafe’I memilih arti “akad”. sebagian orang memandang nahi atau larangan menunjuk pada haram dan sebagian lain menunjuk pada makruh. Berdasarkan hal ini. sedangkan arti majazinya ialah : “mereka dimasukkan ke dalam penjara”. mereka berbeda pendapat dalam memahami sebuah hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW melarang memakan binatang buas yang bertaring dan setiap burung yang bercakar. dipotong tangan dan kaki mereka dengan bersilang .

mencuci bejana yang dijilat anjing harus dengan tanah atau dapat diganti dengan yang lain misalnya karbol atau deterjen.haram. Sebagian kecil ulama berpendapat. sebuah hadist mengatakan:”tidak ada wudhu bagi orang yang tidak membaca bismillah”. memakan binatang buas yang bertaring dan burung yang bercakar adalah haram. Dapatkah kedua hal ini dianggap sebagi pengganti tanah? Dalam hal ini ulama berbeda pendapat. Imam mujtahid yang lain memandanag hadist ini lemah. atau suatu hadist sampai kepada satu mujtahid. Misal. 1 . memakan binatang buas yang bertaring dan burung bercakar adalah makruh. Sementara itu. tetapi tidak sampai kepada mujtahid yang lain. Sedang Imam Malik memandang nahi pada hadist ini menunjuk pada makruh. c. d. Oleh karena itu. Oleh karena itu menurut Imam Syafii. dan sebagiannya. Status Hadist Hadsit yang dianggap kuat oleh sebagian orang dianggap lemah oleh sebagian orang lain. Sebagian besar ulama berpendapat. Ketentuan Hukum Ayat Bersifat Ta’abbudi (ubudiyah) atau Ta’aqquli (masuk akal) Misal. Imam ahmad menjadikan hadist ini sebagai hujah tentang wajibnya membaca bismillah bagi siapa pun yang akan berwudhu. mencuci bejana bekas jilatan anjing dengan selain tanah tidak sah. sebab perintah tentang hal tersebut bersifat ta’abbudi. Dengan demikian harus dengan tanah. menurut Imam malik.

Dengan demikian. Di antara para ahli hokum Islam atau fuqaha. wajibnya zakat atas tumbuh-tumbuhan dan tanaman-tanaman adalah karena hal tiu pontensial untuk menunjang kehidupan dan perekonomian umat manusia. Hal ini sejalan dengan kaidah:”Ijtihad tidak dapat digugut atau digugurkan oleh ijtihad yang lain”. satu ijtihad tidak dapat membatalkan ijtihad yang lain. sebab perintah itu adalah mencuci dengan tanah bersifat ta’aqquli mengingat tujuan perintah itu adalah terwujudnya kebersihan. Buku-buku yang ditulis para cendekiawan Yahudi dengan bungkus al-Qur’an menjadi makanan yang lezat bagi umat Islam yang bodoh dengan al-Qur’an. Hanya beliau memperingatkan.mencuci bejana bekas jilatan anjing dengan karbol dan semisalnya adalah sah. Oleh karena itu muncul ucapan popular mereka: “Bila pendapatkami salah. Mereka saling toleran atau tasamuh. penile. sebab akan berakibat retaknya ukhuwah Islamiyah. tetap tidak dapat menggugurkan hasil ijtihad yang lain. dan sejarah umat manusia. anggrek dan lain-lainnya dikenai zakat. agar kita langsung membaca al-Qur’an. sesuai dengan penegasan hadist Nabi tentang keberadaan perbedaan. menurut Syafii. dengan tidak memperhatikan kondisi. Pada akhir abad ke sembilan belas Syeik Muhammad Abduh menyatakan. kopi. Mereka menyadari betapapun kuatnya hasil ijtihad mereka. betapapun lemah hasil yang lain. Qiyas Misal. tidak mustahil berpengaruh terhadap cara berfikir umat Islam. terdapat consensus untuk membagi hukum Islam menjadi dua katagori yaitu hokum yang berhubungan dengan ibadah murni dan hokum yang berhubungan 1 . Oleh karena itu. menghormati. serta jangan dibesar-besarkan. asbab alnuzul atausebab-sebab diturunkannya ayat-ayat. perbedaan ijtihad merupakan sesuatu yang wajar. Ajaran Yahudi Zionisme dan Diasporanya yang telah mewarnai alam fikiran Barat sejak masa sebelum Masehi. kemungkianan mengandung kebenaran”. alam fikiran umat Islam banyak yang telah terpengaruh oleh penjajah. termasuk situasi kultural pada zaman itu. berpengaruh pula pada umat Islam. sedangkan dalam hal membasmi kuman-kuman akibat jilatan anjing. kopra. hendaknya kita berhati-hati membaca buku-buku tafsir yang ditulis pada alam dan tingkah intelektual umat di zaman kita sekarang. fungsi karbol dan semacamnya melebihi tanah. sebab wajibnya zakat atas tumbu-tumbuhan dan tanam-tanaman adalah mengenyangkan atau makanan pokok sedang menurut Imam Hanafi. Dalam memahami al-Qur’an perlu diketahui bahayanya orang melakukan perujukan kepada al-Qur’an semata-mata secara tekstual. 5. Prinsip-prinsip perbedaan ini dipengaang teguh oleh Imam-mujtahid terdahulu. Kebodohan orang Islam tentanmg al-Qur. beliau mengimbau para ulama untuk membikin tafsir sendiri. pengetahuan yang utuh mengenai sejarah Nabi. dan latar belakanga turunnya suatu ayat. untuk dapat berbuat demikian seseorang harus menguasai ilmu bahasa yang memadai. kemungkinan mengandung kesalahan dan bila pendapat selain kami salah. Pengaruh penjajah Barat (Eropa) terhadap negara-negara yang mengaku beragama Islam. Kelihaian dan kelicikan para penjajah mampu membelokkan dan menggeser alam fikiran bangsa yang dijajahnya. pala. e. cengkeh. Re-Orientasi Ijtihad Sejak di bawah cengkraman penjajah. Atau dengan kata lain. hendaknya hal itu dijadikan sebagai rahmat yang akan membawa kelapangan dan kemudahan bagi umat. Oleh karena itu menurut Imam Hanafi. the. tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang tidak mengeyangkan atau bukan makanan pokok tidak dikenai zakat.an banyak diwarnai oleh alam fikiran Yahudi atau fikiran lainnya. dan menghargai pendapat orang lain. Beliau dengan berani menganjurkan. Dari kaidah ini dapat dipahami. situasi.

Mohammad Abdul Wahhab dari Saudi Arabia. bahkan sampai ke Indonesia. Ajaran Islam harus dikembalikan dan bersandarkan al-Qur’an dan Sunnah. Bagi Allah tidak masalah apakah hamba-Nya beribadah atau tidak. dan lainlainnya. Ia tidak beruntung dari ketaatan mereka yang taat dan tidak dirugikan oleh perbuatan mereka yang bermaksiat. baik kepentingan duniawi maupun ukhrawi. demikian Ahmad Khan dari Pakistan. membuat keduanya 1 . terbuka kesempatan bagi pemikiran atau penalaran intelektual dalam mencari cara pelaksanan. Murid-murid mereka bertebaran di seluruh pelosok dunia. seorang murid kesayangan Imam Abu Hanifah dan yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Yusuf. perlu ditinjau kembali. Ibn Qayyim Al-Jauziyah Ibn Habib Al-Anshari. hampir tidak terdapat campur tangan bagi penalaran. Memahami al-Qur’an dan Sunnah yang hanya didasarkan atas pengertian yang sempit. seorang ahli hokum terkemuka dari golongan mazhab Imam syafii menyatakan bahwa semua usaha hendaknya difokuskan pada kepentingan masyaraka. Ijtihad mereka pada masanya dianggap cocok. Reinterpretasi atau penafsiran kembali dan pengkajian tentang Islam harus diperbaharui. berpendirian bahwa arak sekalipun. Sedang dalam hal hokum yang termasuk katagori kedua. Beberapa ulama menghimbau agar umat Islam melakukan neo-ijtihad atau pembaharuan dalam berijtihad.dengan kemasyarakatan. kalau dahulu dasarnya adat dan adat tersebut kemudian telah berubah. lingkungan. Mengenai hukun yang bertalian dengan kemasyarakatan. Al-Izz Abdussalam. Penafsiran alQur’an yang ada. Untuk itu setiap generasi memerlukan mujtahid. Penpadat para Imam mazhab yang selama ini telah baku di kalangan umat Islam. namun beliau tentu cocok untuk masa kini. maka gugur pula hokum yang terkandung di dalam ayat itu. dengan kepentingan masyarakat dan prinsip keadilan sebagai dasar pertimbangan dan tolak ukur utama. nampaknya masih banyak kekurangannya. situasi dan budaya. Namun kemauan yang demikian luhurnya. Dalam hal katagori pertama. Sementara itu kepentingan masyarakat dan pelaksanaan prinsip-prinsip keadilan dapat berubah dan berbeda karena perbedaan zaman. karena masih adanya kefanatikan mazhab menyebabkan usaha tersebut nampaknya belum berhasil dan tantangan demi tantangan banyak dihadapi. Ijtihad yang dilakukan para Imam-imam mazhab pada masa lalu perlu ditinjau kembali.

2) Pendapat tersebut lebih memberikan kemudaaan. memberikan kemaslahatan. Cara melakukan ijtihad ini adalah dengan mengadakan studi komparatif di antara pendapat-pendapat yang ada. 3) Pendapat tersebut lebih banyak memberikan rahmat kepada manusia. Dalam hal ini ada beberapa factor yang mendorong perlu dilakukannya ijtihad selektif yaitu : 1). berdasarkan alat ukur yang dipergunakan dalam mentarjih atau menguatkan yaitu : 1) Pendapat tersebut lebih banyak merealisir maksud syariat Islam. Ijtihad selektif yaitu memilih salah satu pendapat yang diyakini paling kuat di antara pendapat-pendapat yang ada.sebagai benda-benda mati. social dan budaya pada abad ini merupakan perubahan yang laur biasa. dan menghindarkan kerusakan manusia. Perubahan politik. dengan memilih dalil-dalil ijtihad yang dijadikan dasar pendapat tersebut. Adapun bentuk ijtihad yang diperlukan sekarang adalah : a. 4) Pendapat tersebut lebih sesuai dengan kehidupan manusia pada masa sekarang. sesuai dengan kemudahaan yang diberikan syariat Islam. Perubahan tersebut menuntut para ulama untuk meninjau pendapat lama yang 1 . Selanjutnya memilih pendapat yang paling kuat dalilnya. ekonomi.

bahwa mungkin kita menjumpai kotakota tanpa benteng. Tetapi suatu kenyataan bahwa temp[at-tempat ibadah yang terdapat di manamana menunjukkan adanya keanekaragaman tentang siapa yang dituju dengan ibadah tersebut dan bagaimana cara melaksanakannya. Banyak ayat al-Our’an yang memberi penegasan demikian. 3) Ijtihad kreatif. raja-raja. Dari segi ini dapat diketahui betapa pentingnya Allah mengutus rasulrasulNya. sastra maupun teater-teater. Pada masa kini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat. seorang ahli sejarah berbangsa Yunani mengatakan. kemudian memilih pendapat yang paling kuat. Tuhan yang telah menciptakan manusia dan alam seluruhnya. Disamping itu. serta tumbuh dari dalam jiwa manusia sendiri. bahwa hanya Allah saja Tuhan yang berhak disembah. memberikan penegasan-penegasan yang amat jelas. Perkembangan tersebut memberi pembentukan terhadap pengetahuan lama dan menjadi alat untuk menemukan pengetahuan yang benar. Hal ini membuktikan. yang sebelumnya tidak diketahui. kekayaan. yaitu manusia yang beraneka macam kecenderungan jiwa dan cakrawala pemikirannya. Dalam hal ini adanya perbedaan pendapat di antara para ulama dalam suatu masalah menunjukkan bahwa masalah tersebut memberikan bermacam-macam interpretasi sehingga tidak menutup kemungkinan adanya pendapat baru yang sebelumnya belum pernah dikemukakan ulama. baik masalah tersebut baru atau lama. yaitu untuk mengarahkan pembawaan kodrat jiwa manusia. sebab dengan pernyataan tersebut dapat diambil kesimpulan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ruh ajaran Islam adalah Tauhid.dirsakan tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi baru. 2). yaitu menetapkan ketentuan baru terhadap suatu masalah. Muhammad SAW sebagai Rasul Allah yang terahkirdan al-Qur’an sebagai kitab Allah yang terahkir. bahwa keanekaragaman itu tidak berasal dari satu sumber. Pernyataan Pluctarchus itu amat penting artinya. agar dapat menunjukkan ibadahnya kepada Allah. Islam 1 . HIKMAH IBADAH DALAM ISLAM Hampir 2000 tahun yang lalu Plutarchus. meng-esakan Tuhan secara mutlak. perkembangan tersebut juga membekali para ulama masa kini dengan suatu kemampuan untuk menetapkan apakah pendapat ulama masa lalu yang diwarisinya masih relevan atau tidak. bahwa kerinduan untuk berhubungan dengan Tuhan merupakan pembawaan kodrat jiwa manusia. tetapi tidak ada satu kotapun tanpa tempat ibadah atau penduduknya tidak melakukan ibadah. di mana ketentuan tersebut belum pernah dikemukakan para ulama terhadulu. melainkan dari banyak sumber.

minsalnya malaikat. bahwa orang yang berbuat syirik adalah orang sesat jauh dari Allah tidak akan memberi ampun atas dosa syirik itu. manusia. surat An-Nisa’ ayat 36 memerintahkan . dan roh-roh berarti menurunkan derajat kemanusiannya yang diberi tempat demikian tinggi oleh Allah. bahwa ajakan beribadah hanya ditujukan kepada Allah merupakan inti ajaran para Rasul. atau menyembah kepada sesama makhluk Allah. termasuk sembelihan yang haram dan perbuatan itu Mempersekutukan seseuatu kepada Allah dinamakan syirik. AlQur’an menyatakan dalam berbagai surat dan ayat antara lain : Surat An-Nisa’ ayat 48 menegaskan. ketika akan mulai membangun gedung. binatang. Surat Al-Araf ayat 194 dijelaskan. bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. Dalam Al Qur’an antara lain : surat Al Fatihah ayat 5 mengajarkan. Surat An-Nahl ayat 36 menegaskan. 1 . batu. Surat An-Nisa ayat 116 ditegaskan. Oleh karena itu apabila ia menyembah kepada selain Allah. Islam mengharamkan binatang yang disembelih dengan maksud dan tujuan untuk saji-sajian berhala dan sebagainya. jin. semua yang ada di alam ini adalah makhluk-makhluk seperti manusia juga. bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan diminta pertolongan. bahwa syirik adalah perbuatan dosa terbesar yang tidak akan memperoleh ampunan Allah. Kerbau yang disembelih dengan tujuan untuk ditanam kepalanya. sebagai salah satu sendi ajaran Islam. Manusia adalah makhluk Allah yang terhormat dan mempunyai kedudukan yang utama disbanding dengan makhluk-makhluk Allah lainnya. benda-benda langit.menjadi persaksian. untuk menjadi saji-sajian bagi makhkluk halus. kayu. yang tidak berhak disembah. agar orang menyembah hanya kepada Allah dan jangan ada sesuatupun yang disekutukan kepada Allah. bahwa selain Allah.

para ahli agama menentukan berbagai macam syarat dan ikatan-ikatan ibadah. agar jangan sampai dimurkai Allah karena menyekutukan Allah dan menyinggung keesaannya. serta menentukan perantara dan upacara yang tidak boleh dilanggar. yaitu para pejabat keagamaan. Pelanggaran terhadap cara-cara yang telah ditentukan mengakibatkan ibadah tidak sah dan tidak dapat diterima Tuhan. Hanya kaum ahli agama dapat langsung mendekatkan diri kepada Tuhan. agar jangan sampai orang terjerumus dalam kemusyrikan. Hal itu untuk menjaga keselamatan manusia. Merekalah yang mempunyai konsepsi. Untuk memanjatkan do’a kepada Tuhan. Yang menyebabkan rusaknya agama adalah orang-orang agama sendiri. Kalau dipelajari sejarah agama-agama di dunia. Untuk melakukan ibadah diperlukan berbagai macam syarat sajian dan sekedar uang untuk para perantara yang memonopoli urusan keagamaan. bahwa jarak antara manusia dengan Tuhan adalah jauh. Berdasarkan konsepsi serupa itu. Mereka menentukan temapt khusus untuk beribadah. motif yang amat menonjol adalah protes terhadap monopoli para ahli agama dalam dunia khatolik. Membaca kitab suci menjadi wewenang mereka saja dan demikian pula membaca do’a. akan dijumpai adanya lembaga karyawan agama yang antara lain berfungsi sebagai perantara manusia awam untuk beribadah kepada Tuhan. Sedemikian keras Islam mengajarkan. Hubungan manusia dengan Tuhan 1 .termasuk syirik. Sejarah reformasi dunia Kristen yang dipelopori oleh Martin Luther. manusia awam tidak dapat secara langsung. Islam mengembalikan ajaran agama yang murni berasal dari wahyu. tetapi harus dengan perantara mereka. Manusia dalam sejarahnya telah merusak ajaran agama.

KemudianRasul sebagai figure yang menerima berbagai perintah ibadah. jika hal yang dilakukan akan mendatangkan kebaikan dalam kehidupan dunia dan kebaikan di akhirat. mengajarkan pula bahwa manusia adalah makhluk Allah yang terhormat dan mempunyai kedudukan yang utama di antara makhluk-makhluk Allah yang lain. karena terdapat ketentuan manusia. Nabi mengajarkan juga. hendaklah ia mengerjakan di mana ia berada” Satu-satunya tempat yang dikhususkan untuk melakukan ibadah dengan nilai tinggi adalah baitullah di Mekkah dan daerah sekitarnya untuk melakukan ibadah haji. akan dikabulkan-Nya permohonan orang yang berdo’a kepada-Nya. sesuai dengan kaedah fiqhiyyah yang menyatakan “hukum yang terkuat dari segala sesuatu adalah boleh. manusia tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan. kecuali terdapat dalil yang mengharamkan”. bahkan sebaliknya manusia sangat terikat pada ketenuan-ketentuan yang diberikan Allah dan Rasulnya. Khusus mengenai tempat melakukan ibadah. Di samping itu Islam membebaskan manusia dari ikatan sistem perantara. bahwa Allah dekat kepada hamba-hambaNya. dapat dimudahkan jalannya. Dalam bidang mu’amalah atau keduniaan terdapat kelonggaran yang demikian luas bagi manusia. Oleh karena itu untuk berhubungan dengan Allah. kemudian memanjatkan do’a yang pokoknya memohon kepada Allah. kecuali ada dalil yang memerintahkan”.tidak perlu dengan perantara apa dan siapapun. Ada Perintah dan Ketentuan Dalam melakukan ibadah kepada Allah. serta orang supaya memenuhi ajakan-Nya dan beriman kepada-Nya. Surat Al Qaf ayat 16 menegaskan. yang tentu saja sebagai pihak yang paling tahu mengenai isi dan maksud perintah. agar senantiasa berada di atas kebenaran. dan haji dengan jelas terdapat perintah dan ketentuan dalam al-Qur’an. hendaklah ia melakukan shalat dua raka’at. 1 - Islam mengajarkan bahwa hubungan dengan Allah dengan manusia amat dekat. Dalam hubungan ini hadist Nabi riwayat Bukhaari-Muslim mengatakan: “Bumi ini dijadikan Allah untukku sebagai masjid dan alat bersuci siapapun yang menjumpai waktu shalat. bahwa Allah benar-benardekat dan selalu beserta dengan manusia di manapun ia berada. Islam mengajarkan bahwa bumi Allah adalah masjid bagi kaum muslimin. tidak menentukan perantara apa dan siapapun juga. apanila seseorang menghadapi masalah penting dalam hidupnya di dunia dan memerlukan keputusan yang . Tetapi hal ini tidak berarti manusia dan Tuhan dapat bersatu. Islam tidak mengajarkan manuggaling kawula gusti. Al-Qur’an dalam berbagai ayat : Surat Al Baqarah ayat 186 mengajarkan. tepat. puasa. bahwa Allah amat dekat kepada manusia. sesuai dengan bunyi kaedah fiqhiyyah “ Hukum pokok terhadap ibadah adalah bathal (tidak boleh dikerjakan). Ibadah dapat dilaksanakan di tempat manapun dan tanpa upacara-upacara di depan para ahli agama. zakat. lebih dekat dari urat lehernya. A. Tuhan tidak pernah menjelma pada manusia dan manusia dituntut untuk mempunyai sebagian sifat-sifat Ketuhanan. Tetapi jika sebaliknya. mohon dijauhkan dari yang diinginkan dan mohon diberikan ganti yang lebih baik. Untuk ibadah shalat. seperti keyakinan para penganut aliran pantheisme. Berlainan halnya dengan bidang ibadah. Demikian Allah mendidik hati nurani manusia untuk merasakan. PRINSIP-PRINSIP IBADAH 1.

diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. Petunjuk Rasul ada yang diberikan dalam bentuk fi’il atau perbuatan dan ada yang berbentuk qauli atau ucapan.selanjutnya memberikan petunjuk kepada umat tentang bagaimana cara melaksanakannya. Ibadah zakat. Karena itu barang siapa di antara kamuhadir di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. Ibadah puasa diwajibkan melalui firman Allah dalam surat alBaqarah ayat 183 : “Hai orang-orang yang beriman. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. ketentuan kewajiban zakat dijelaskan Allah dalam alQur’an dalam surat Taubah ayat 103: “Ambilah zakat dari sebagian harta mereka. dengan zakat itu. antara lain mengenai perincian waktu pelaksanaan. orang-orang miskin. Beliau bersabda : “ Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku melaksanakan shalat”. para muallaf yang dibujuk hatinya. hanyalah untuk orang-orang fakir. Adapun ketentuan tentang syarat puasa. Waktu untuk melaksanakan ibadah puasa juga ditetapkan Allah. pengurus-pengurus zakat. syarat-syarat. Ada delapan golongan (ashnaf delapan) penerima zakat. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. kamu membersihkan dan mensucikan mereka”. dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Setelah itu Rasulullah membuat ketentuan-ketentuan. agar kamu bertaqwa”. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar”. yang menentukan puasa sunnah dan lain sebagainya ditentukan oleh Rasul. 1 . orang-orang yang berhutang. dan rukunnya. bahwa yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjukbagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu. untuk memerdekan budak. macam-macam. yang ditentukan dalam surat Taubah ayat 60: “Sesungguhnya zakatzakat itu. Ibadah shalat ditegaskan kewajibannya antara lain melalui firma Allah daqlam surat al-Ankabut ayat 45 :“Dan dirikanlah shalat. sebagaimana tersebut dalam surat al-Baqarah ayat 185 : “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan ramadhan. yaitu pada setiap bulan Ramadhan.

seperti thawaf. Semua ibadah berada dalam batas-batas kewajiban dan sejalan dengan kadar 1 . kreteria orang yang diwajibkan membayar zakat. dalam bidang ibadah terdapat satu prinsip. bahwa seluruh ibadah yang diwajibkan memiliki dasar-dasar yang kuat. kadar yang harus dikeluarkan. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui. Dengan demikian jelaslah.Ketentua waktu membayar zakat. pakaian yang dipakai ketika berhaji dan lainlainnya. Ketentuan ibadah haji hanya diwajibkan atas orangorang yang kuat fisiknya. Sedangkan ketentuan mengenai bagaimana cara mengerjakan haji. dan cukup keuangannya untuk pergi dan pulang. jenis-jenis barang yang dikenai zakat dan lain-lainnya. sa’I. apabila yang tidak mungkin dilaksanakan. Meniadakan Kesukaran Keseluruhan ibadah dalam syari’at Islam tidak ada yang menyukarkan dan memberatkan mukallaf atau orang yang dikenai kewajiban. dijelaskan oleh Rasul. sehat mentalnya. seperti shalat sunnat dan puasa sunnat juga demikian halnya. Ibadah-ibadah sunnat. 2. Ibadah haji diwajibkan berdasarkan firman Allah dalam surat alBaqarah ayat 194: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”. dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya: “Ambilah olehmu dari aku cara cara melaksnakan ibadah haji”. diketentuan dari firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 97: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. wuquf. melontarkan jumrah. bahwa ibadah yang sah dan boleh dilakukan adalah ibadah yang memang terdapat perintah dan ketentuan dalam al-Qur’an dan Sunnah Rasul. yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. dan hal-hal yang menjelaskan pantangan dalam menunaikan ibadah haji.

kesanggupan manusia. Prinsip kedua ini diterangkan Allah dalam alQur’an surat al-Baqarah ayat 185: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. Perintah mengerjakan shalat fardhu, walaupun diwajibkan dalam jumlah lima kali dalam satu hari satu malam, tidak sampai mengakibatkan timbulnya kesukaran bagi orang yang mengerjakan. Seorang karyawan tidak mungkin terganggu pekerjaannya dengan meluangkan waktu sekitar sepuluh menit untuk mengerjakan shalat. Seorang pedagang tidak akan merugi dan kehilangan pendapatan, karena mengerjakan shalat. Bahkan seorang pengemudi jarak jauh tidak akan terganggu perkerjaannya membawa penumpang, apabila ia mengerjakan shalat. Apalagi ajaran Islam memberikan ruskshah atau keringanan kepada mereka untuk mengerjakan shalat secara jama’ atau menggabungkan dua shalat pada satu waktu. Demikian juga halnya dengan ibadah-ibadah yang lain. Ibadah puasa yang mewajibkan manusia menahan makan, minum, dan seks sejak terbit matahari sampai terbenamnya matahari. Pada umumnya tidak menimbulkan kesukaran bagi orang yang melakukan puasa, apalagi dengan disunanatkan makan sahur. Dalam hal ini Rasulullah bahkan mengatakan, bahwa “berpuasa itu mendatangkan kesehatan” dan sabda tersebut telah dibuktikan kebenarannya oleh ilmu kedokteran. Dalam hal zakat, kadar harta yang wajib dikeluarkan zakatnya oleh muzakki atau orang yang berzakat rata-rata hanya 2,5 % dari harta yang diperoleh. Ibadah zakat tidak menyebabkan timbulnya kesukaran bagi muzakki dan tidak akan mengakibatkan menjadi miskin atau jatuh pailit. Allah menjanjikan untuk mereka yang berzakat ibarat menanam satu biji yang akan memunculkan 7 cabang dantiap cabang akan membuahkan 100 biji dalam surat al-Baqarah ayat 261. Dalam kenyataan, mereka yang rajin dan tertib menunaikan ibadah zakat, justru mendapat rezki yang lebih melimpah dan memperoleh banyak kemudahaan.

Dalam bidang haji, tidak adanya kesukaran lebih jelas lagi, karena yang terkena kewajiban untuk mengerjakan haji hanya orang-orang yang memiliki tingkat kemampuan sedemikian rupa, sehingga tidak ada kesukaran berati bagi mereka dalam pelaksanaannya. 3. Tidak Banyak yang dibebankan Prinsip yang ketiga ini mempunyai hubungan dengan prinsip yang kedua di atas, karena apabila banyak yang dibebankan, tentu akan berakibat timbulnya kesukaran. Yang dimaksud dengan prinsip tidak banyak yang dibebankan adalah bahwa pembebanan dalam syari’at Islam jika dibandingkan dengan waktu dan keadaan, sesungguhnya tidak dapat dikatakan banyak. Yang mendasari prinsip ini adalah firman Allah surat al-Maidah ayat 101: “hai orang-orang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu al-Qur’an itu sedang diturunkan, nicaya akan diterangkan kepadamu. Allah mema’afkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang”. Berdasarkan ayat ini dapat disimpulkan, bahwa Allah memandang telah memadai hukum-hukum yang diterangkan, dalam pengertian Allah tidak berkehendak untuk memperbanyak hukum, karena hal ini akan menyusahkan hamba-hamba-Nya. Apabila waktu yang diperlukan untuk mengerjakan satu kali shalat diperkirakan 12 menit, maka untuk mengerjakan limaka kali shalat membutuhkan selama satu jam. Oleh karena itu waktu yang diperlukan untuk mengerjakan shalat hanya satu jam dari 24 jam sehari yang dianugrahkan Allah kepada umat manusia. Demikian juga dengan ibadah puasa hanya satu bulan dari 12 bulan, sedangkan ibadah zakat hanya 2,5 % atau 1/40 dari perolehan, dan haji ibadah haji hanya satu kali dalam seumur hidup bagi orang yang mampu. 1

Secara umum dapat dimukakan, bahwa ajaran Islam yang berkaitan dengan ibadah disyaratkan setelah peristiwa hijrah. Hal ini erat sekali kaitannya dengan ayat-ayat al-Qur’an yang turun setelah hijrah, yaitu mayoritas berisi ayat-ayat hukum. Di antara ayat-ayat hukum tersebut berkaitan dengan ibadah. Namun demikian sebagian ibadah telah disyaratkan sebelum peristiwa hijrah, misalnya shalat. Para ulama berpendapat, bahwa shalat pada mulanya disyaratkan hanya dua rakaat waktu pagi dan waktu sore, seperti yang dijelaskan dalam firman Allah surat al-Makminuun ayat 55: “Dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi”. Shalat lima waktu diwajibkan sesudah peristiwa mi’raj. Ibadah thaharah disyaratkan sejalan dengan pensyaratan shalat, karena thaharah merupakan syarat sahnya pelaksanaan shalat. Allah telah mewajibkan kepada muslimin berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan setiap tahunnya. Puasa diwajibkan kepada kaum muslimin pada tahun 2 hijrah. Setiap umat beragama mempunyai tempat-tempat tertentu yang dipergunakan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Orang-orang Arab sebelum Islam mempunyai tempat ibadah, yaitu Baitul Haram yang didirikan oleh nenek moyang mereka, nabi Ibrahim a.s dan nabi Ismail a.s. Oleh karena itu telah ada tradisi bangsa Arab untuk melaksanakan haji sejak zaman nabi Ibrahim dan nabi Ismail sampai datangmnya Muhammad yang diutus Allah menjadi Rasul. Ibadah haji yang dilakukan orang-orang Arab kemudian berubah dan tidak lagi sesuai dengan apa yang diajarakan nabi Ibrahim. Mereka telah mempersekutukan Allah dengan berhala yang mereka letakan di samping Baitullah, di Safa, dan Marwa, yang mereka anggap sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka tidak lagi mengagungkan nama Allah, tetapi telah mengagungkan nama selain Allah. Pada waktu Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasuldan bertugas meluruskan kembali agama yang dibawa nabi Ibrahim dan mengajar manusia untuk tunduk dan patuh menjalankan perintah Allah serta menghacurkan syirik, Allah tetap menetapkan Baitullah sebagai 1

tempat untuk menjalankan haji dan umrah. Ibadah haji difardukan pada tahun 6 hijarah. Pada waktu itu nabi Muhammada pergi ke Baitullah untuk menjalankan umrah, tetapi terhalang oleh musuh. Pada tahun 7 hijarah nabi pergi lagi melaksanakan umrah. Pada tahun 9 hijarah Abu Bakar pergi melaksanakan haji bersama kaum muslimin. Nabi Muhammad pergi haji bersama seluruh kaum muslimin pada tahun 10 hijrah yang dikenal dengan haji Wada’. Islam memandang zakat adlah ibadah yang sangat penting dan wajib dilaksanakan sama halnya dengan shalat. Al-Qur’an menyebut shalat dalam 82 ayat, sedang zakat 31 ayat, dan 22 ayat diantaranya menyebutkan shalat dan zakat sedcara beriringan. Hal ini menunjukkan, bahwa mengeluarakan zakat sama pentingnya dengan ibadah shalat. Perintah ibadah dalam ajaran Islam telah ditetapkan dalam nash dan bersifat tetap. Ibadah tidak terpengaruh oleh perkembangan masa dan perbedaan tempat, serta wajib diikuti tanpa harus terlebih dahulu menyelidiki makna dan maksudnya. Masalah ibadah merupakan sesuatu yang tidak ada imbangannya dalam hukum positif. Hukum positif tidak membahas hubungan makhluk dengan Tuhannya atau hubungan micro cosmos dengan macro cosmos. Dalam Islam masalah ibadah mendapat perhatian yang sangat khusus dan penting. Ibadah merupakan hakikat dan tujuan hidup manusia, seperti yang dijelaskan Allah dalam al-Qur’an surat az-Zariyat ayat 56: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembahku”. Menyembah Allah SWT bearti memusatkan penyembahan kepada Allah semata-mata, tidak ada yang disembah dan tempat mengabdikan diri kecuali kepada Allah saja.Pengabdian berarti penyerahan diri secara mutlak dan kepatuhan sepenuhnya secara lahiriah dan batiniah kepada kehendak ilahi. Hal itu dilakukan dengan kesadaran, baik sebagai perseorangan maupun secara berkelompok. 1

maka shalatr itu tidak mendapat nilai ibadah. seperti dinyatakan dalam al-Qur’an surat al-Qashash ayat 77 : “Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagian) negeri akhirat. maka segala pekerjaanya selalu dalam batas-batas keredlaan Allah. kalau dikerjakan hanya karena mengharap pujian dari manusia. Demikian pula hasil kegiatan di muka bumi bukanlah tujuan yang hakiki. Oleh karena itu orang tidak mengetahui tujuan hidup. dalam pekerjaanya akan mudah terlibat dalam kecurangan dan kejahatan. Oleh sebab itu sudah selayaknya manusia bersyukur dan berbakti kepada Pencipta Yang Maha Agung lagi Maha Kuasa. Apapun corak lapangan hidupnya akan selalu membawa ketenangan jiwa para pelakunya sebagai tanda syukur nikmat. Sebaliknya apabila suatu kehidupan tidak bertujuan ibadah. Oleh karena itu orang yang kerjanya bernialai ibadah akan membawa kebaikan dan keberuntungan tidak hanya bagi kehidupan pribadinya. Tetapi Islam menuntutagar kehidupan manusia dapat harmonis dan seimbang. jenis. Sedangkan dalam surat al-Isra’ ayat 70: “Sesungguhnya telah kami muliakan anak-anbak Adam. Islam melarang manusia untuk melakukan ‘uzlah yaitu menjauhkan diri dari gejolak masyarakat. Suatu kehidupan yang bertujuan ibadah. kami angkut mereka di daratan dan di lautan. tetapi dilakukan dengan ikhlas dan semata-mata mengaharapkan ridla Allah. maka seseorang akan mudah mengalami putus asa. bahwa ibadah dalam Islam merupakan sarana untuk menyatakan syukur kepada Allah. yang puncak kebahagiannya terletak dalam pertemuan dengan Allah merupakan arti ibadah sebagai tujuan hidup. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan”. Manusia diciptakan Allah yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Hidupnya di dunia ibarat sebuah perahu yang tengah berlayar di samudera luas. Suatu pekerjaan bernialai ibadah sangat tergantung dari niatnya.Oleh karena itu. sehingga jauh dari segala kecurangan dan hal-hal yang tidak halal. akan memberikan ketenangan hidaup dan kerja. Syukur nikmat bearti pula tetap bekerja meningkatkan prestasi dengan harpan akan datangnya hari depan yang lebih cerah dan lebih indah. dan janganlah kamu melupakan nasibmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Suatu bantuan yang diberikan kepada seseorang betapapun kecilnya bantuan itu. Betapa besarnya nikmat dan kurnia yang diterima manusia tak seorangpun yang mampu menghitungnya. Islam mengajarakan bahwa kehidupan duniawi bukanlah tujuan. tetapi juga bagi kehidupan bersama di masyarakat. Walaupun pekerjaan yang dilakukan itu adalah shalat. Selain itu seorang yang bekerja atau menjalankan tugas sehari-hari dengan niat ibadah. Manusia sebagai makhluk yang paling mulia dalam penciptaan dijelaskan Allah dalam surat at-Tiin ayat 4: “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. dengan melakukan ibadah dengan tertib sesuai dengan tuntunan yang telah diberikan. yang dipermainkan gelombang laut tanpa kemudi dan jangkar serta tidak punya pedoman. kami beri mereka rezeki dari yang 1 . yang telah memberikan kurnia kepada manusia dengan berbagai nikmat yang berkaitan penciptaan phisik dan psikis atau dalam bentuk penyediaan segala kebutuhan umat manusia yang beraneka ragam jumlah. Oleh karena itu adanya ibadah yang diajarkan dalam Islam tidak berarti harus menjauhi hidup duniawi. semua kegiatan manusia baik yang bercorak ubudiah maupun muamalat harus dikerjakan dalam rangka pengabdian kepada Allah dan mencari keredlaannya. dan rasanya. Dengan demikian dapat disimpulkan. Ia akan mudah hanyut bahkan tenggelam. maka menjadilah bantuan itu sebagai ibadah. Keridlaan Allah yang memungkinkan tercapainya hidup dan kehidupan duniawi yaitu kehidupan ukhrawi.

maka Allah memerintahkan kepada manusia supaya tetap berkomunikasi dengan Allah. Dalam hal ini Allah menegaskan dalam beberapa surat al-Mukminuun ayat 110: ”Maka apakah kamu mengira. bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main(saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami”. Membuat kemakmuran di bumi merupakan tugas utama manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat yang diredhoi Allah. Karena begitu berat dan ulianya tugas yang diberikan kepada manusia. Dengan ibadah komunikasi antara Pencipta dengan makhluknya akan selalu terjaga. Manusia diciptakan Allah di dunia untuk mengabdi (beribadah) kepada Allah. Orang seperti inilah yang dicita-citakan Islam. Hal ini pulalahyang menjadi hakekat ibadah dalam ajaran Islam.baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kurnia yang sempurna atas kebanyak makhluk yang telah kami ciptakan”. Terjaganya komunikasi anatara manusia dengan Tuhan menyebabkan hidup akan terpelihara dari dosa. Dalam surat Bayyinah ayat 5 :”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya”. yang disebut dengan prediket taqwa. kemudian mati tanpa pertanggung jawaban. Wujud pengabdian tersebut adalah dalam bentuk semua amal perbuatan yang berhubungan dengan nilai atau pelaksanaan amanat Allah sebagai khalifatullah fil ardl. yaitu untuk memakmurkan bumi dan segala isinya. sebagaimana dijelaskan al-Qur’an dalam surat 1 . Allah Maha Mengetahui tentang kejadian dan tugas manusia. Oleh sebab itu manusia harus mempertanggung jawabkan semua amanah yang dipegangnya. Manusia diciptakan Allah bukan hanya sekedar untuk hidup di dunia. maka manusia diciptakan Allah dalam bentuk konstruksi yang sangat serasi dan bagus.

juga merupakan cara untuk menyatakan syukur kepada Tuhan atas segala nikmat dan rahmat yang diberikan kepada manusia. Dengan demikian makin jelas. Dalam istilah lain dapat dikatakan seluruh amalan yang dizinkan Allah. misalnya shalat. bahwa tujuan ibadah di samping menjadi sarana untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Ibadah dalam artian khusus ini tidak menerima perubahan baik berupa penambahan ataupun pengurangan. baik dari segi penciptaan fisik manusia yang begitu sempurna maupun dalam penyediaan segala kebuthan hidup manusia. yaitu segala kegiatan yang ketentuannya telah ditetapkan oleh nash alQur’an dan as-Sunnah. Teknis pelaksanaan ibadah ini secara operasional diserahkan kepada orang yang akan melakukannya. sehingga jumlah dan macamnya tak mungkin dapat dihitung oleh manusia.Di samping itu ibadah juga merupakan pernyataan syukur kepada Tuhan yang telah mengaruniai manusia dengan berbagai nikmat yang tiada terhingga. Macam Ibadah Macam ibadah ditentukan berdasarkan sudut pandang yang dipergunakan unutk menilainya 1. Ibadah ‘aammah atau ibadah qhairu mahdllah (non ritual) yaitu semua perbuatan positif yang dilakukan dengan niat baik dan semata-mata keridlaan Allah. Shalat dalam ajaran Islam biasanya digolongkan dalam ibadah khusus. . B. karena itu cara melaksanakannya termasuk jumlah rakaatnya tidak dibenarkan 1 al-Baqarah ayat 21 : “Hai manusia. dengan memperhatiakan situasi dan kondisinya. agar kamu bertaqwa”. sembahalah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu. Secara umum ibadah dikelompokkan menjadi : a. Ibadah Khasshah atau ibadah mahdllah (ritual).. b.

Jika terdapat penambahan atau pengurangan. 4. Apabila dilaksanakan di luar waktunya. ucapan tertentu dan keikhlasan. dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu : ibadah 4. mental. Orang yang melakukan shalat diharapkan dapat menjaga dirinya dari perbuatan keji dan munkar. Kalau diperhatikan penjelasan hadist yang berkaitan dengan waktu shalat. Di samping itu orang yang puasa diharapkan dapat benar-benar menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 103 : “ Sesungguhnya shalat itu adalah fardlu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. ibadah dibedakan menjadi dua kelompok yaitu : a. ibadah dibagi menjadi dua bagian yaitu : a. shalat yang dilakukan dianggap tidak sah. setiap shalat mempunyai waktu tertentu. Tanpa hal itu semua. haji dalam Islam hanya diwajibkan kepada orang yang mempunyai kemampuan (istitha’ah). yaitu ibadah yang waktu pelaksanaannya sangat terikat dengan waktu-waktu yang telah ditentukan Allah atau RasulNya. b. ibadah haji tidak dapat dilakukan. manusia tidak akan sanggup untuk melakukan haji dengan baik. b. Hadist Nabi menyatakan: 1 . artinya sembari beribadah orang lain dapat merasakan manfaatnya.untuk ditambah atau dikurangi. Dilihat dari sudut waktu pelaksanaannya. Ibadah Jasmaniah Ruhiyah Maaliyah. Ditinjau dari sudut pelaksanaannya. terutama bagi mereka yang jauh dari mekkah. dalam ajaran Islam mengajarkan. yaitu mengadaada. 2. dan materi. 3. Contohnya adalah shalat dan shaum merupakan ibadah yang berhubungan langsung antara manusia dengan Allah. Kekuatan phisik diperlukan bagi mereka yang ingin melalkukan ibadah haji. Orang yang akan mendirikan shalat harus mengetahui. yaitu ibadah yang dalam pelaksanaannya memerlukan kegiatan phisik. Kemampuan meliputi kemampuan phisik. Contohnya adalah ibadah haji. Contohnya adalah ibadah zakat. Yaitu antara zakki dengan mustahiq. bahwa pada saat ini telah masuk waktu shalat yang didirikannya. disertai jiwa yang tulus atau ikhlas kepada Allah. mental yang membaja. yaitu ibadah yang manfaatnya di samping dirasakan oleh orang melakukan juga dapat dirasakan oleh orang yang lain. kecuali orang itu yang melakukannya sendiri.1 Ibadah Muwaqat. maka hal itu dinamakan bid’ah. artinya setiap shalat harus dilaksanakan pada waktunya masing-masing. maka nilainya menjadai tidak ada atau menjadi tidak sah. yaitu ibadah yang pelaksanaannya memerlukan kekuatan phisik. yaitu ibadah yang manfaatnya hanya dapat dirasakan oleh orang yang melakukan saja dan tidak ada hubungannya dengan orang lain. bahwa zakat merupakan upaya untuk membersihkan harta seseorang dan sekaligus dapat berfungsi sosial. Phisik yang lemah menyebabkan orang tidak mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik dan sempurna. Kegiatan shalat memerlukan gerak anggota badan. Ibadah Ijtima’I. Ibadah Jasmaniah Ruhiyah. Ditinjau dari sudut kepentingannya. Dengan mengeluarkan zakat berarti ikut meringankan beban orang lain. misalnya dzuhur adalah mulai dari tergelincir matahari sampai dengan bayang-bayang sama panjangnya dengan benda yang didirikan dengan tegak lurus. Contohnya adalah shalat yang terdiri beberapa perbuatan dan perkataan dengan disertai kekhusyu’an. Kedua nilai itu tidak akan diperoleh orang lain. dan harta. Di samping itu tanpa materi. yaitu untuk mengurangi kesenjangan antara si kaya dengan si miskin atau orang yang tidak mampu. Mislnya ibadah shalat. Ibadah Fardy. Tanpa kesiapan mental.

Hanya waktu-waktu yang diutamakan 1 . Demikian juga hal nya dengan ibadah puasa Ramadhan. mengimami aku di Baitullah dua kali. maka waktu shalat bagi orang di Eropa juga harus mengikuti shalat di Mekkah atau di daerah tropis di bawahnya. lalu Jibril berkata kepadanya: Berdirilah. Kemudian Nabi shalat dzuhur ketika matahari sudah tergelincir”.“ Dari jabir bin Abdullah. tetapi ia berkata di dalam hadist itu: dan Nabi shalat yang kedua kalinya ketika bayangan tiap-tiap sesuatu menjadi sama. Bagaimana shalat dipesawat ruang angkasa yang mataharinya terlihat setiap 5 menit. Untuk pertanyaan B. lalu shalatlah. B.2. A. bahwa Nabi SAW didatangi oleh Jibril a. “ Dari Ibnu Abbas. Ibadah Ghairu Muwaqat. Imam Tarmidzi berkata: Hadist ini hasan. 4. Bagaimana orang shalat di kutub yang matahari terbitnya 6 bulan sekali?. Apakah jawaban itu juga dapat digunakan untuk mereka yang tinggal di kutub? Jika ini dignakan. hal itu dapat dilakukan kapan saja. Masalah timbul ketiaka perkembangan teknologi dan transportasi meningkat. Lalu ibnu Abbas menyebutkan seperti hadist Jibril.s. sudah ada jawabannya dari ulama Mekkah ketika putra mahkota Saudi ikut terbang ke angkasa. Misalnya untuk bertasbih dan zikir kepada Allah. Timbul pertanyaan. maka hal itu dapat dilakukan. maka ia yang menyuruh shalat mengikuti shalat di Mekkah. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Jibril a. artinya selama diizinkan Allah.s. Begitu juga untuk bersedekah tidak ditentukan waktunya. yaitu ibadah yang waktu pelaksanaanya tidak tergantung dengan waktu-waktu tertentu.

Sedangkan manusia yang hanya mementingkan immateri. misalnya sadaqah sangat afdhal apabila dilakukan pada bulan Ramadhan seperti yang dijelaskan hadist Nabi: “diriwayatkan dari Anas katanya. . 5. kebutuhannya adalah segala sesuatu yang bersifat maretial. maka ia kan menjadi immaterialistik atau spiritualistic. maka ia akan menjadi materialistic atau serba materi. Manusia yang dalam kehidupannya terlalu mementingkan materi. at-Tarmizi).5. C. (H. mengelola. kesenian dan agama. dan memelihara keselamatan alam semesta. Kedua unsure tersebut harus berkembang dengan baik dan seimbang. puasa dan zakat. yaitu unsure jasmani dan unsure rohani. Dengan tugas dan fungsi serta tanggung jawab manusia seperti tersebut di atas. Ibadah wajib. misalnya shalat. ketika Rasulullah ditanya kapankah waktu yang paling baik/ paling afdhal melakukan sedeqah. sepertti ajaran akhlak. yaitu ibadah yang sebiknya dilaksanakan. yaitu ibadah yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim dam muslimah. Sedang unsure rohani bersifat immateri. agar dengan berpegang pada ajaran Islam. Ibadah Sunnah. pangan dan papan. Oleh karena itu harus mendapat perhatian dan pembinaan yang seimbnag. seeperti sandang.1. Dilihat dari sudut status hukumnya. Allah menjadi manusia dalam bentuk yang paling sempurna lagi dimuliakan. TUJUAN DAN HIKMAH IBADAH Allah telah menjadikan manusia sebagai khalifahtullsh fil Ardhi dengan missi memimpin. memakmurkan. Apabila dilaksanakan yang bersangkutan mendapat ganjaran dan apabila tidak dilaksanakan yang bersangkutan tidak mendapatkan dosa. ibadah dibagi menjadi dua bagian yaitu : 5. misalnya shalat rawatib dan dhuha. Apabila tidak dikerjakan. oleh karena itu kebutuhannya adalah segala sesuatu yang bersifat immaterial. maka yang bersangkutan akan mendapat dosa. 1 tentu saja ada. Unsur jasmani bersifat materi. Manusia terdiri dari dua unsure. manusia mampu melaksanakan tugas kekhalifahannya sesuai dengan maksud Allah. Untuk kepentingan tersebut Allah menurunkan Agama Islam.2.R. Jawab Rasulullah: sedeqah di bulan Ramadhan.

melainkan diciptakan untuk senantiasa tunduk dan patuh kepada kehendak Allah dan Ia akan meminta pertanggung jawaan manusia. diperlukan manusia yang bertaqwa atau patuh pada segenapperintah dan larangan Allah. puasa. Di samping itu ia juga harus menahan rasa amarah. sedang kehidupan di akhirat adalah abadi atau kekal. minum. memohon supaya diberi petunjuk ke jalan yang benar serta dijauhkan dari kesesatan dan berbagai perbuatan yang tidak senonoh dan lain-lain sebagainya. manusia memuja kemahabesaran dan kemahasucian Allah. Hal ii dapat difahami dalam firman Allah dalam surat al-Mukminuun ayat 110: “Maka apakah kamu mengira. Kehidupan di akhirat merupakan lanjutan dari kehidupan di dunia dan bagaimana nasib seseorang di akhirat akan ditentukan oleh bagaimana kualitas hidupnya di dunia. Perasaan dekat dengan Allah akan mempertajam kebersihan jiwa. yaitu shalat. bahkan supaya senantiasa dekat dengan Allah. Kehidaupan di dunia adalah sementara yang sering disebut dengan istilah fana. sehingga Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dapat dilihat dan dirasakan. dan perbuatanperbuatan kurang baik lainnya. Dalam keadaan berhadapan dengan Allah. Pembinaan yang seperti ini disempurnakan dengan pernyataan kasih saying kepada para dhu’afa atau anggota masyarakat yang lemah kedudukan ekonominya dengan mengeluarkan zakat fitrah.Manusia mengalami dua bentuk kehidupan. maka rohaninya menjadi bersih dan ia akan terjauh dari perbuatanperbuatan buruk dan jahat. bertengkar. juga bertujuan untuk menjadaikan rohani manusia senantiasa tidak lupa pada Allah. keinginan memaki orang. Mereka itu tidak lain adalah manusia bersih hatinya dan baik akhlaknya. memohon ampunan dari dosa yang telah dilakukan. dan seks.Oleh karena itu. menyerahkan diri kepada Allah. Adapun tujuan ibadah secara rinci adalah : 1. Pembinaan jasmani dan rohani bersatu dalam usaha membersihkan jiwa manusia. kemudian mati tanpa pertanggung jawab. Untuk membina rohani Ibadah yang terdapat dalam syari’at Islam. sehingga dapat mencegah hawa nafsu untuk melanggar nilai-nilai Ketuhanan dan hokum yang berlaku dalam memenuhi kebutuhan kehidupan manusia. bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja). Jika seseorang melakukan shalat lima kali dalam sehari semalam denagan penuh keikhlasan menyampaikan permohonan tersebut. Ringkasnya dalam dialog dengan Allah. Dalam melaksanakan puasa seseorang diwajibkan menahan hawa nafsu makan. seseorang memohon kiranya Allah membersihkan rohaninya. diiringi dengan upaya yang sungguh-sungguh ke arah itu. Manusia seperti inilah yang dapat memberikan kebaikan-kebaikan. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami”. 1 . Ibadah dalam Islam merupakan wasilah atau perantara dan sama sekali bukan qhayah atau tujuan. Pada hakekatnya hal itu merupakan tujuan agama Islam. selain untuk menyatakan ketaqwaan kepada Allah. Dalam bulan Ramadhan orang diajurkan pula untuk banyak mendirikan shalat dan membaca al-Qur’an. yaitu kehidupan pertama di dunia dan kehidupan kedua di akhirat. Dalam shalat terdapat dialog antara manusia dengan Allah. Allah menjadikan manusia bukan sekedar untuk hidup di dunia. zakat dan haji. Semuanya itu membawa orang pada keadaan dekat dengan Allah. memohon supaya dilindungi dari godaan syaitan. Oleh karena itu Islam rahbanah dan bukan pula agama yang mengajarkan untuk berlebih-lebihan mengajarkan ibadah. Oleh karena itu Islam mengandung ajaran yang berwawasan dunia akhirat dan tidak memisahkan antara dunia dengan akhirat. Islam adalah agama Rahmatan Lil alamin atau rahman bagi seluruh alam.

orang yang mengerjakan haji juga merasa dekat sekali dengan Allah. serta diarahkan untuk mempunyai perasaan kasih. Selama mengerjakan ibadah haji perbuatan-perbuatan tidak baik harus dijauhi dan ditinggalkan. karena dalam ibadah haji tiada perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin dan antara orang yang berkedudukan tinggi dengan orangberkedudukan rendah. walaupun ia mengambil bentuk penyerahan sebagian harta yang diperoleh untuk menolong fakir miskin dan orang-orang yang sedang berada dalam kesusahan hidup. Dengan demikian akan terbina pula rasa persaudaraan. 2. makanan dan tempat tinggal yang sangat sederhana. Bacaanbacaan yang diucapkan pada waktu mengerjakan haji juga merupakan dialog antara manusia dengan Allah. tetapi juga merupakan upaya pembinaan rohani.Dalam mengerjakan kewajiaban menunaikan ibadah haji adalah orang yang berkunjung ke Baitullah (rumah Allah) dalam arti rumah peribadatan yang pertama didirikan atas perintah Allah di dunia. dan suka menolong anggota masyarakat yang berada damlam kekurangan. Sebagaimana halnya dalam mendirikan shalat. Dalam hal kewajiban membayar zakat. Dalam ibadah haji terdapat pula latihan mempertajam rasa persaudaraan antara sesama manusia. Untuk Membina Akhlak Akhlak atau budi perkerti luhur merupakan suatu hal yang sangat 1 .Ibadah haji merupakan usaha pembersihan rohani disertai dengan pembinaan jasmani dalam bentuk pakaian. Dalam hal ini rohani manusia dididik untuk menjauhkan kerakusan dan ketamakan pada harta benda. murah hati.

tidak sombong. Rasulullah sendiri menyatakan bahwa diutusnya beliau ke dunia adalah untuk menyempurnakan pedoman dan ajaran akhlak. dan orang yang ditimpa kesusahan”. tidak heran jika hal itu banyak disinggung Allah dalam al-Qur’an. khusyu dan dilandsasi dengan nilai yang tulus karena Allah. hanya saja belum berhasil mendekatkan pelakunya dengan Allah. Oleh karena itu. melaksanakan shalat dengan tertib. maka hiasilah agama itu dengan akhlak yang mulia dan hati yang pemurah. Oleh karena itu. penting dalam kehidupan masyarakat. tidak berkeras menentang perintah-Ku. mengasihi orang miskin dan lain-lainnya melalui sebuah hadist qudsy sebagai berikut : “ Shalat yang kuterima adalah shalat yang menjadikan pelakuknya berendah diri di hadapan kebesaran-Ku. bahwa Rasulullah adalah orang yang memiliki akhlak yang luhur dan mulia. teratur. Di samping itu Allah mengakui. wanita yang ditinggal mati suaminya. melainkan senantiasa ingat kepada-Ku dan menaruh kasih saying kepada kaum fakir miskin. sehingga belum dapat menghilangkan perbuatanperbuatan yang tidak dibenarkan Allah. juga bertujuan untuk membina akhlak manusia. Berbagai ibadah dalam Islam yang telah diwajibkan Allah kepada umat manusia. Shalat yang seperti itu selama telah dipenuhi syarat dan rukunnya tetap sah hukumnya. sehinggga Rasulullah secara agak terperinci mengaitkan dengan sifat-sifat rendah dari pada Allah. Selain itu. Shalat yang tidak mampu menghindarikan dari perbuatan-perbuatan tercela dan sia-sia adalah shalat yang memiliki nilai rendah. Ibadah shalat sangat erat kaitanya dengan upaya pembinaan akhlak. orang terlantar dalam perjalanan. Rasulullah pernah mengatakan. bahkan ia merupakan factor penentu kebaikan dan ketentraman suatu masyarakat. Demikian pentingnya kedudukan shalat dalam kaitanya dengan soal akhlak.sebagai agamamu. bahwa Allah telah menetapkan Islam 1 . akan dapat membentengi orang dari perbuatan-perbuatan tercela dan sia-sia. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat al-Ankabut ayat 45: “Sesungguhnya shalat itu mencegah orang dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar”.

Shalat yang dapat membuat pelakunya terjauh dari macam-macam sifat negatif adalah shalat yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. ke arah peningkatan akhlak yang lebih baik. Ketika melaksanakan ibadah haji orang berdo’a supaya ibadah hajinya mabruur atau diterima Allah. denagan zakat itu. Ibadah disyari’atkan semata-mata untuk kepentingan manusia itu sendiri. manusia yang senantiasa melalkukan perbuatan baik dan menjauhiperbuatan buruk dan jahat. sebagaimana halnya dengan ibadah-ibadah lainnya juga berkaitan dengan upaya pembinaan akhlak. Umat Islam melaksanakan berbagai ibadah adalah karena diperintahkan oleh Allah. Maha Perkasa dan Maha segala-galanya. maka Allah mengiringi perintah-perintahnya dengan sangsi atau ancaman yang berlaku di akhirat. Jika ada seseorang mencaci maki atau mengajak berkelahi. berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”. maka Allah tidak memperdulikan puasanya itu dimana ia telah susah payah meningglkan makan dan minum”. barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. sehingga benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan seharihari. Menurut firman Allah dalam surat at-Taubah ayat 103: “Ambilah zakat dari sebagaian harta mereka. yakni manusia yang senantiasa mentaati perintah dan larangan Allah. serta disembah atau tidak disembah Allah tetap dalam keMahaannya. seluruh akhlak buruk dan jahat harus ditinggalkan. sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 183 menjelaskan eratnya kaitan puasa dengan pembinaan akhlak karena yang hendak dituju dengan ibadah puasa adalah terciptanya manusia yang bertaqwa. Dalam ibadah haji juga terkandung tujuan pembinaan akhlak. Adapun jalan yang efektif ke arah itu adalah dengan tertib dan khusyu melakukan ibadah. Oleh karena itu. Apabila terdapat banyak orang yang bertaqwa di lingkungan masyarakat. maka hendaklah ia berkata: sesungguhnya saya sedang berpuasa:. manusia harus berusaha supaya dapat dekat ke haribaan Allah atau taqarryb ilallah. Zakat yang merupakan suatu tindakan memberikan sebagian harta yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat atau orang lain. sebagaimana diungkap dalam hadist Rasulullah: “Dari Abu Huraurah r. Rasulullah SAW bersbda: Apabila salah seorang di antara kamu sekalian itu berpuasa. Larangan ini bermaksud agar orang meningglkan akhlak yang seperti itu dan suka melakukan akhlak yang baik. karena Allah adalah Maha Besar. berkat. manusia yang senantuasa mematuhi Allah dalam bidang apapun. Kerana manusia mempunyai kecenderungan untuk taat dan tidak taat.Jiwa pelaku zakat yang telah terbina akan melahirkan akhlak yang baik. Di antara indikasi ke mabruuran haji adalah terjadi perubahan sikap dan tingkah laku seseorang setelah kembali dari melaksanakan ibadah haji. minum dan seks. maka masyarakat itu akan menjadi masyarakatyang baik. Dari masyarakat yang baik insyah 1 . Maha Kaya. Ibadah puasa. yaitu agar manusia menjadi muttaqin.a.a. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 197: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Namun demikian ibadah dalam Islam bukan dimaksudkan untuk menyembah Allah. serta menghentikan kerja inderawi dari hal-hal yang bersifat negatif. berkata. Orang yang khusyu dalam mendirikan shalat dijamin Allah akan memperoleh keberuntungan. Ketika orang melaksanakan ibadah haji. kamu membersihkan dan mensucikannya”. Rasululllah SAW bersabda: Barangsiapa tidak mau meningglkan kata-kata bohong dan selalu memperbuatnya. maka tidak boleh rafats. Puasa yang dapat menghindarkan pelakunya dari bermacam-macam akhlak yang buruk adalah puasa yang dilakukan dengan menahan sedemikian rupa nafsumakan. “Dari Abu Hurairah r. maka janganlah berkata kotor dan janganlah ribut-ribut.

Seharusnya setiap orang berusaha sekuat-kuatnya untuk mencapai kualitas ibadah seperti ini. kecuali motivasi karena Allah semata-mata.Allah akan lahir generasi baru yang baik. Allah berfirman dalam surat al-Bayyinah ayat 5: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya mengabdi kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan)agama dengan lurus”. Faktor-factor keikhlasan sangat besar pengaruhnya bagi tercapainya tujuan ibadah.kan yang dalam. agar memperoleh pedoman yang menjamin kebahagian dan kesejahteraan hidup duniawi dan ukhrawi. Melaksanakan ibadah dengan tingkat keikhlasan yang tinggi. Keikhlasan adalah perbuatan jiw. yang akan melanjutkan tugas-tugas kekhalifahan manusia. yaitu sikap jiwa ketika melaksanakan ibadah yang tidak dipengaruhi oleh motivasimotivasi lain. serta perorangan maupun 1 . Ajaran-ajaran Islam ditujukan untuk umat manusia. 3. karena ibadah seperti inilah yang dapat menyampaikan seseorang pada tujuan ibadah yang luhur dan mulia. jasmani dan rohani. memungkinkan dapat beribadah dengan kekhusyu. Memelihara Keseimbangan Unsur Rohani dan Jsmani Pada uraian-uraian di atas telah disebutkan bahwa Islam memandang manusia sesuai dengan hakekatnya.

Manusia hidup memerlukan hubungan dengan Tuhan. maka Nabi bersabda:”Kalau begitu puasalah tiga hari tiap-tiap minggu”. tidur. tamutamumu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. Al Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 201 mengajarkan. 1 kemasyarakatan. agar manusia mohon kepada Tuhan untuk diberi kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat serta dipelihara dari siksa neraka. Hubungan dengan Tuhan dilakukan dengan iman yang bersebdi tauhid mutlak dan ibadah yang ihklas sesuai dengan tuntutan yang diberikan. Abdullah merasa amat ringan berpuasatiga hari tiap-tiap bulan itu. masing-masing unsur .harus memperoleh temapat secara seimbang. Islam mengajarkan bahwa manusia yang berunsur jasmani dan rohani. oleh Nabi dijawab:”Setengah panjang masa” artinya sehari puasa dan sehari berbuka. Abdullah masih merasa ringan. Manusia merupakan kesatuan unsure rohani dan jasmani. maka Rasul bersabda: “janganlah kau lakukan demikian. dengan demikian. Ditanyakannya bagaimana puasa Nabi Daud itu. Hadist Riwayat Bukhari dari Abdullah bin Amr menceritakan bahwa pada suatu hari Rasululllah dating di rumah Abdullah untuk menanjakan berita orang yang mengatakan. dikatakannya kepada Nabi bahwa ia mmasih kuat lebi dari itu. dikatakannya pula kepada Nabi bahwa ia masih kuat lebih dari itu. malam harinya untuk mengerjakan shalat dan siangnya untuk berpuasa. jasadmu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. mungkin umurmu akan panjang. bahwa waktu Abdullah habis untuk beribadah. cukuplah kau berpuasa tiga hari tiap-tiap bulan. maka Nabi bersabda:”Kalau begitu puasalah seperti puasa Nabi Daud”. Setelah Abdullah membenarkan berita itu. shalat. Dan al-Qur’an dalam surat al-qashash ayat 77 mengajarkan. puasa tiga hari tiap-tiap bulan itu seperti puasa sepanjang masa”. yang hidup di dunia menuju akhirat. puasa dan berbukalah kamu. keluarga juga mempunyai hak yang wajib kau penuhi. Berdasar ayat al-Qur’an dan hadist Nabi tersebut dapat diperoleh kepastian bahwa pelaksanaan ibadah dalam Islam tidak boleh sampai mengabaikan kewajiban-kewajiban yang menyangkut kebutuhan jasmaniah dan duniawiah. setiap kebaikan diberi pahala sepuluh kali lipat. matamu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. tetapi jangan melupakan hidup di dunia. Manusia hidup memerlukan hasil potensi alam. agar manusia mencari perkampungan akhirat dalampemberian Tuhan.

dan juga kesempatannya turut dipertimbangkan. Oleh karena itu. sehingga syari’at ibadah dapat diterima akal. karena akan melupakan mereka terhadap diri mereka sendiri. sungguh Allah Maha mengetahui segala sesuatu yang dilakukan. Keinginan memperoleh kesenangan hidup di dunia jangan sampai mendesak kebutuhan membekali diri untuk hidup kekal di akhirat.Islam mengajarkan agar manusia tidak perlu mengurangi sifat-sifat kodrat kemanusiaannya. MahaMengetahui keadaan manusia. serta. karena ia akan lupa hakekat dirinya dan hakekat wujudnya. Tuhan yang memberikan hidup. Jangan sampai usaha memenuhi kebutuhan jasmani melalikan usaha memenuhi kebutuhan ruhaniah. Orang jangan sampai lupa kepada Allah. alQur’an surat Al-Hasyr ayat 18-19 memperingatkan orang-orang beriman. manusia perlu bekerja untuk mencukupkan kebutuhan hidupnya. kelihatan sekali bahwa factorfaktor kesanggupan hamba. Yang harus menjadi pokok perhatian adalah jangan sampai usaha keduniaan melalikan orang dari hubungan dengan Allah. Dalam hubungan ini. Masing-masing supaya memeriksa perbekalan apakah yang telah disiapkan untuk menghadapi kehidupan di masa depan. 1 . mudah dimengerti dan dilaksanakan. Jangan hendaknya seperti orang-orang yangb lupa kepada Allah. Prinsip-prinsip yang diuraikan di atas berkaitan dengan kondisi fisik dan psikis manusia. keadaan kesehatannya. kehendaklah bertaqwa kepada Allah. dalam pembebanan ibadah keapada manusia. Allah sebagai Pencipta manusia. hendaklah bertaqwa kepada Allah. naluriyahnya. serta manusia supaya bekerja untuk memajukan dan meningkatkan kehidupan di dunia. Orang-orang yang lupa kepada Allah adalah orang-orang yang fasik.

.…………….. 9 Perbedaan Manusia dengan Hewan . i DAFTAR ISI …………………………………………………………….……………………………….…....ARDI WINATA Dosen UNIVERSITAS DARMA PERSADA JAKARTA PENGANTAR PEMAHAMAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI DAFTAR ISI PENGANTAR ………………………………....…………………….…………………………..……………………. KONSEPSI MANUSIA DALAM ISLAM ………...… 1 II. PENDAHULUAN .………... 9 1 ..….……... ii I..

…. 91 5.…... 94 VI. 50 4...………………….…………………………..……….………….……………. Kualiatas Sunnah Rasul/Hadist ………………………………. Obyek Pikiran …………………….…….. 3. 71 D.…...……………………….…………………………. nah Rasul dan Ijtihad sebagai Sumber Ajaran Islam ……………………….. Makna Dua Kalimah Syuahadat Dalam Realitas Kehidupan ……………………….……..…...…......……. 69 1... Ruh dalam Alquran ………………. Nafs dalam Alquran …..….….…. 21 1.…………………….…………………………………. 4.………. Pengertian Tentang Tuhan …………. Kebebasan Akal …………………….……. 54 IV. .….. 37 .…………………... Sistematika Sumber Ajaran Islam ………………………….……….. Pengertian Ruh …………….………….……..…….……………. 59 B. Pikiran …………………...…...…..….…. 107 B. 25 2.……. 45 3.. 42 A. Ijtihad …………………………………………………………. Hakikat Manusia …………………………..…….. Ruang Lingkup Ijtihad …………………………………….. 2..….. 43 1. Perbedaan Pendapat Hasil Ijtihad …………………………. Tuhan dalam Al Qur’an . 27 C... 121 Memelihara keseimbangan …………….……. Ayat-ayat al-Qur’an yang Qathi dan Zhanni Dalalah Dan Kedudukannya sebagai Sumber Hukum …………………………………………………………. 3.……….…………... Tujuan dan Hikmah Ibadah ………….……………………….....………. 2.….….……. KONSEPSI TUHAN DALAM ISLAM ……………………………….. 3.. Makna Kalimah Syahadat ………………….…. Qalbu ………………………………………………. Re-orientasi IjtihaHikmah Ibadah …………………………….… Proses Penciptaan Alam semesta …………….………………. 2.. 1.. Pengertian Nafs …….……..……………………………..….…………..... 85 3.… 61 2. Langkah-langkah dalam berijtihad ……………………….…… 36 Alquran tentang Hakikat Manusia ……………………...………….. C..1. 2. Macam Ibadah ……………………………………………. 87 4.……. Prinsip-Prinsip Ibadah ……………………………………...….. 80 1.………………. Akal dan Fungsinya dalam Alquran …….……….……………….…. 125 Pengertian Penciptaan ………………………. Ayat-ayat al-Qur’an dari segi Penunjukkan …………………... 119 Untuk membina Akhlak ………………………….….………… 113 1.…… 103 Meniadakan kesukaran ………………………….... 1.. 83 2..... Hikmah Ibadah Dalam Islam ……………………………………….……….. 1 .……. 61 1..…..………………….. Obyek Qalbu ……………………………………………………... 117 Untuk membina Rohani ……………….……..…… 44 2.………….…… . Mekanisme Akal ………………….….……..……….……………… Penciptaan Dalam Al Qur’an ……………. Fungsi Sunnah Rasul /Hadist dalam Syariat Islam ………………………………………………………….………… 99 Ada perintah dan ketentuan …………………. 3. Metode Ijtihad ………………………………………………....………………….….……………….... Proses Pemahaman Tentang Tuhan ………………………….…..... Ayat-ayat al-Qur’an dari segi Sumbernya ……………………. 77 E.....…….... 2...… 99 A.….……… 105 3. Tidak Banyak yang dibebankan …………………….…… 12 13 17 19 B..…. Konsepsi Penciptaan Aalam semesta …………………………………… 29 30 31 34 C. 59 A..……..

Sebagai buku pegangan.nikmatnya keapada Rasulullah Muhammad SAW. Jika ada saran dan kritik akan kami sambut dengan senang hati demi tercapainya kualitas yang lebih bermutu. yang telah memberikan rahmat dan 1 . apalagi memahami sumber keyakinan manusia itu sendiri yaitu agama. agar proses belajar mengajar berjalan secara efektif. Semoga Allah SWT selalu melindungi hamba-hambanya dan melimpahkan rahmatnya kepada kita semua.Semoga buku ini dapat memberi wawasan kepad para pembaca. Dengan pola seperti ini diharapkan mahasiswa dapat belajar secara aktif dan mandiri. satu sisi tentunya diharapkan mahasiswa dapat lebih aktif mengkaji dan mendiskusikan materi perkuliahan. Sesuai dengan uraian buku ini yang menyatakan bahwa pemahaman terhadap sesuatu apapun bentuknya merupakan sunnatullah. diharapkan lebih berperan selaku manajer kelas. Buku yanag berjudul “Pengantar Pemahaman Islam di Perguruan Tingggi” ini disusun untuk memenuhi tuntutan literature para mahasiswa. H. Sisi lain tenaga pengajar sebagai pembimbing materi perkuliahan ini. segala puja dan puji serta syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Benar. Ardi Winata KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah. Karena tiu suatu pemahaman memerlukan suatu proses yang tidak pernah berhenti. Yang terlah membuka fikiran manusia untuk menuntun kepada jalan yang benar. terutama kepada hambaNya yang menempatkan segala aktivitasnya sebagai karya ibadah.

Syyid Qutub. New York 1956. Ibn. Jilid 7. 9. Bairut: Ahya al-Taras alArab 1967. Manusia dan Agama. 11. Harun Nasution. Sina. 1966 5. Cetakan ke 3. New York. tanpa tahun 6. 1980. 8. terjemahan Forrest William. Tubuh-Jiwa-Roh. Mesir: Dar al-Misriyah li at-Ta’lif wa at-Tarjamah. Haidar Bagir. 15. Al Ghazali.A. Jakarta. Ernst Cassier. Membangun Kembali Pemikiran Agama Dalam Islam.Ihya’ulum ad-Din. Bulan Bintang. Ibn Manzur. 1990 2. 1985. Fakhr ad-Din Muhammad ar Razi. (terj) Bulan Bintang. Major Themes of the Qur’an. 1984 3. Akal dan Wahyu dalam Islam. Jakarta. Kairo: al-Hai’ah al-‘Amah li Syu’un al-Mutabi al-Amiriyah. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. An-Najat. Ahmad Muhammad Al-Hufy. 1982. The Transcendence of the Ego. Jakarta. Murtadha Mutahhari. Singapura: Sulaiman Mar’I. 1938. 7. Fazlur Rahman. Tafsir al-fakhr ar-Razi.Lisan al-Arab. Cbibliotheca Islamic. Jakarta. Tintamas. _____________.DAFTAR PUSTAKA 1. An Essay on Man. Gunawan Muhammad. 16. Mizan. 1983. Taufik Ismail. Van Peursen. Pentej. al-Mu’jam al-falsafi. Jean Paul Sarte. Jakarta. Bairut: Dar al-fikr. Ibrahim Madkur. Perspektif Al-Qur’an Tentang Manusia dan Agama. 1968. Fi az-Zilal al-Qur’an. Cair: Mustafa al-Babi al-Halabi. Departemen Agama . Jilid 3. 1979 4. 10. 14. 1987 1 . 1989 13. Universitas Indonesia. Muhammad Iqbal. Al –Qur’an dan Terjemahnya. Bandung .(terj) Ali Auda. 12. C. 1957. Chicago. BPK Gunung Mulia. Jakarta. Bertens. Terjemahan K. Min Akhlaqin Nabi.

1978. Shahih Bukhary. 1 . Pustaka. Filsafat Fisika dan Al Qur’an. Bulan Bintang. Serie KKA 28/THN III/1989. M. H. 24. Bucaille. 34. 1973. _______________. Kairo. 33. Ramadhani. Bulan Bintang. 1998 25. Muhammadiyah.4 Januari-Maret 1990. 36. No. Dar Ihya al Kutuil Arabiyah. Fazlur Rahman. HA. _______________. 31. Manusia Menurut Al-Ghazali. 1989 27. Dasar-DasarAgama Islam. Bnadung. Zakat Pembersih Harta dan Jiwa. _______________. 1980 Hamka. Abi al Qasim Muhammad Ibn ‘Umar al Zamakhsyari-alKhawarismi. 1996 21. CV. Dar alIrsyad. Bulan Bintang. Rohama. Mizan. 19. 29. Baiquni. ______________.”Umul Qur’an”.(terj. Makalah Pesantren Teknologi. Ali Issa Othman. Asal Usul Manusia menurut Bibel. Jakarta. At-Tibyaan fil ulumil Qur. 1996 22. Janusri 1992. Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern. Qur’an dan sains Moren. Rohama. Moh. Maurice. Pelita. Rasyidi. Terj. Mansur ibn. Terj. 2000.M. 32. Memahami Beberapa Aspek Ajaran Islam. Sumbangan HUT Ke 70 Prof. _______________. 18 Maret 1991. Jilid 7 1968. Achamad. Paramadina. Jakarta.an. VC. Rahmani Astuti. 20.) Pustaka Jaya. Solo. Jakarta. Pelajaran Agama Islam. Mizan. Jakarta. _____________. Hayatu Muhammad. Al Kasysyaf 38. Abu Hasan/Nuruddin Muhammad Ibnul Hady Samady. 30. Shalat menjadikan Hidup Bermakna. 37. Jakarta. Jakarta. Agama dan Masa Depan. Bairut. Dr. Sains dan Teknologi dalam Islam. 1966 28. Studi Krisis Atas Hadist Nabi : Antara Pemahaman Tektual dan Kontektual. Jakarta. al-quran. Konsep-konsep Kosmologi Dalam Al – Quran. 1989. 1981. Alam Ghaib Punya Hukum Sendiri. Mizan Bnadung. 17. Kamaruddin Hidayat. Bandung 1986.23. 1974. Mesir: Dar al-Misriyah Li-at-Ta’lip wa at Tarjamah. Makalah Paramadina. 35. Rasyidi. sains.Teropong Islam terhadap Ilmu Pengetahuan. Mukti Ali. 18. Bandung 1990. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. Ali As-Shabuny. Muhammad Husein Haikal. 1996. Bibel. Jakarta. Zakiah Daradjat. _____________. 26. Mesir. _______________. Bulan Bintang. Syeikh Muhammad Al-Ghazali. Lisan al-Arab.

RIWAYAT HIDUP Drs. Bambang Suryo Sunindar. Menjadi dosen tetap Universitas Darma Persada ini sejak tahun 1988 hingga sekarang mengasuh mata kuliah “Agama Islam”. dua laki-laki satu orang perempuan. untuk mempermudah pemberian materi kuliah. Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. dan Selesai pada tahun 1986. Atas nama Universitas Darma Persada. Allah menitipkan satu orang istri dan tiga orang anak. dan Kuliahtul Ulum El Islamiyah Thawalib Padang Panjang selama 3 tahun. Ketiga anak saya ini masih dalam proses pendidikan. Sejak tahun 1986 menjadi asisten dosen Dr. Ardi Winata dilahirkan di Curup Propinsi Bengkulu pada tanggal 16 Juni 1957. SH di Universitas As-Syafiyah dan Akademi Gizi. Pendidikan SDN 3 Curup.H. kemudian melanjutkan ke Fakultas Ushuluddin tahun 1978 menyelesaikan serjana muda 1981 dan melanjutkan tingkat doktoral Jurusan Aqidah dan Filsafat IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dekan Fakultas Teknologi Kelautan. 1 . kemudian pindah ke Pesantren di Thawalib Padang Panjang selama 2 tahun. tamat tahun 1970 dan pernah menempuh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Curup hingga kelas 2. dari keluarga pedagang berasal dari Danau Maninjau Sumatra Barat. Ir. Zaghlul Jusuf. Buku ini dibuat dengan judul Pengantar Pemahaman Islam di Perguruan Tinggi. Demikian sekilas profil untuk memudahkan berkomunikasi. Pada tahun 1990 menunaikan ibadah haji yang dibiayai oleh Alm.

1 .

PENGANTAR PEMAHAMAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI ARDI WINATA 1 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful