I.

PENDAHULUAN Untuk dapat dipahami oleh para mahasiswa bahwa mata kuliah Pendidikan Agama Islam, hanya diberikan atau didapat dalam satu semester dengan bobot 2 sks, dengan menggunakan empat belas kali tatap muka. Setelah itu, hingga selesai kuliah tidak akan ada lagi, kecuali belajar sendiri. Oleh karena itu, suatu yang sangat sulit bagi pengajar untuk menentukan materi apa yang tepat harus diberikan, dengan asumsi bahwa para mahasiswa telah mempunyai pengetahuan tentang ajaran Islam. Buku ini hanya memuat atau membahas materi pokok yang ada dalam ajaran Islam. Pernyataan yang dikemukakan oleh Dr. Kamaruddin Hidayat di bawah ini sangat membantu para mahasiswa untuk memahami bagaimana caranya mempelajari dan memahami ajaran Islam di Perguruan Tinggi. Membicarakan problem studi Islam di perguruan tinggi, setidaknya terdapat sebuah pertanyaan yang perlu direnungkan bersama: adakah Islam dikaji sebagai obyek keilmuan sebagaimana disiplin ilmu yang lain, ataukah Islam dijadikan rujukan pandangan hidup ataupun akidah untuk mempelajari dan menjalani kehidupan? yang ideal mestinya kedua aspek itu terintegrasikan menjadi satu pendekatan yang utuh sekalipun pada prakteknya banyak kendala yang harus diselesaikan karena setiap pilihan yang diambil akan berimplikasi pada metodelogi serta target akhir yang hendak dicapainya. Jika lembaga perguruan tinggi didefenisikan sebagai lembaga riset keilmuan, maka pilihan pertama akan lebih dahulu dikedepankan. Dan ini yang biasa dilakukan diperguruan tinggi Barat. Hampir semua universitas bergensi di wilayah Amerika Utara dan Eropa Barat semuanya mulai memperkenalkan Islamic Studies sekalipun diantara mereka ada yang lebih senang memperggunakan istilah Middle Eastern Studies, yang di dalamnya terdapat studi keislaman. Alasan mereka adalah bahwa Islam dipandang sebagai fenomena budaya dan fenomena sejarah sehingga sebagai obyek kajian ilmiah 1

siapa saja bisa melakukan studi Islam sekalipun bukan orang muslim. Oleh karenanya banyak buku-buku tentang Islam yang ditulis oleh para ilmuwan Barat yang secara akademis memiliki bobot yang tinggi. Lalu, bagaimana sebaiknya kebijakan dan strategi pendidikan Islam di perguruan tinggi? Di sini terdapat dua kata yang memiliki konotasi berbeda. Pertama, kata pendidikan dan kedua, perguruan tinggi. Selama ini wacana keilmuan di perguruan tinggi lebih ditekankan pada pendekatan pengajaran ilmiah, sedangkan istilah pendidikan lebih ditekankan pada jenjang sekolah di tingkat bawah. Tentu saja aspek pendidikan dan pendidikan agama tidak bisa dipisah- pisahkan, sekalipun dari sisi metode penyampaian dan berbagai asumsinya yang berkait memang berbeda. Dengan demikian, pengajar agama Islam di perguruan tinggi dituntut berijtihad menemukan metode yang tepat, bagaimana Islam diajarkan sebagai obyek kajian ilmiah namun sekaligus mata kuliah Islam juga memiliki tugas pendidikan untuk membantu mahasiswa tumbuh menjadi yang berakhlak mulia, relijius dan memahami dasar-dasar ajaran Islam. Mempertemukan dua tuntutan ini sangat penting mengingat hampir di setiap diskusi dan pengajian selalu saja ada pertanyaan tentang kenapa terjadi kesenjangan yang begitu lebar antara idealitas ajaran agama yang diyakini benar, hebat dan tinggi, dan di sisi lain realitas perilaku para pemeluknya yang seringkali bertentangan dengan ajaran agamanya. Bahkan sekarang ini klaim yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang relijius kehilangan validitasnya karena ternyata banyak sekali tragedi sosial-politik yang sama sekali tidak mencerminkan ajaran agama yang menyerukan pada perdamaian, pembelaan terhadap hak-hak asasi manusia, kejujuran, amanah dan lain sebagainya dari nilai luhur keagamaan. Kenyataan ini bagaimanapun juga harus menjadi perhatian dan agenda pemikiran pengajar agama di perguruan tinggi karena mahasiswa adalah calon sarjana yang memiliki peluang untuk mendudduki lapisan menengah ke atas dalam masyarakat.

Kesenjangan antara retorika dan ajaran agama yang begitu ideal dan realitas sosial yang menyimpang akhir-akhir ini menjadi sorotan kritik dan keluhan masyarakat sehingga citra dan wibawa agama – yang tampilkan oleh ulama dan lembaganya menjadi turun. Sekedar contoh, Nabi Muhammad saw pernah bersabda: “Islam itu sangat tinggi, dan karenanya tidak ada yang lebih tinggi darinya.” Pernyataan ini seringkali dikemukankan oleh para penceramah untuk menegaskan bahwa Islam itu hebat dan tinggi sehingga bila terjadi penyelewengan dan kezaliman yang dipersalahkan adalah para penganutnya, karena dianggap tidak memahami sekaligus tidak mempraktekkan ajaran agamanya secara benar. Sekilas argumen tersebut memang mudah diterima. Tetapi bila dikritik dan direnungkan, maka akan timbul pertanyaan: jika ajaran Islam itu memang benar, hebat dan tinggi, tetapi ternyata tidak mampu mempengaruhi para pemeluknya, lalu di mana pembuktian kebenaran, kehebatan dan ketinggian ajarannya itu? Dan lagi di mana relevansi kebenaran dan kehebatan ajaran Islam, jika tidak mampu mempengaruhi perilaku pemeluknya? Inilah kira-kira salah satu problem dan tantangan yang perlu oleh pengajar agama terutama di lingkungan perguruan tinggi. Dan tampaknya problem tersebut diakibatkan antara lain oleh adanya oreientasi pendidikan agama yang kurang tepat untuk tidak menyebut keliru. Tiga hal yang bisa dikemukankan sebagai indikator kekeliruan dimaksud ialah: Pertama, pendidikan agama saat ini lebih berorientasi pada belajar tentang ilmu agama. Karena itu tidak aneh kalau di negeri ini sering kita saksikan seseorang yang banyak mengetahui nilai-nilai ajaran agama, tapi perilakunya tidak mencerminkan nilai-nilai ajaran agama yang diketahuinya. 1

Kedua, tidak memiliki strategi penyusunan dan pemilihan materimateri pendidikan agama sehingga sering tidak ditemukan hal-hal yang prinsipil yang seharusnya dipelajari lebih awal, malah terlewatkan. Kekacauan materi pendidikan agama ini terlebih jelas lagi terlihat pada pemilihan disiplin ilmu fikih yang dianggap sebagai puncak atau inti agama itu sendiri. Disebabkan oleh oreintasi pendidikan agama semacam itu, maka Islam seakan diidentikan dengan paham fikih. Dan beragama yang benar adalah bermazhab fikih yang benar dan yang diakui oleh mayoritas, sehingga siapa saja yang sedikit berbeda dengan mazhab fikih yang dianut mayoritas, maka dituduh menyimpang dari Islam. Alam pikiran semacam ini masih terasa kuat di kalangan para mahasiswa perguruan tinggi Islam, apalagi di perguruan tinggi umum. Ketiga, kurangnya penjelasan yang luas dan mendalam serta kurangnya penguasaan semantic dan generik atas istilah-istilah kunci dan pokok dalam ajaran agama sehingga sering ditemukan penjelasan yang sudah sangat jauh dan berbeda dari makna, spirit dan konteknya. Disiplim keilmuan dalam Islam sesungguhnya sudah sangat kuat dan kaya. Dengan begitu, kalau saja pihak pengajar mampu menemukan metode pengajaran yang tepat dengan ditopang oleh penguasaan materi keislaman, maka sesungguhnya pengajaran dan pendidikan Islam menjadi kuliah yang menarik, aktual dan hidup. Kontektualisasi dan reinterpretasi ajaran Islam adalah agenda pemikiran Islam yang selalu diperlukan pada setiap zaman. Pendekatan terhadap Islam yang selama ini lebih bersifat normative deduktif perlu dilengkapi dengan pendekatan induktif histories sehingga mahasiswa bisa mebedakan mana ajaran Islam yang berupa produk sejarah dan hasil ijtihad dan mana yang bersifat normativedoktrinal.

1

Para peneliti dan pemikir 1 . mempelajari Islam sebagai sebuah pengetahuan. bukan belajar tentang agama. dan mempraktekan. Untuk apa seseorang diajari teori berenang dengan sangat luas dan mendalam. Disini aspek religiusitas dan spiritualitas menjadi sangat penting. ilmu agama itu bukanlah ilmu yang hanya menitikberatkan pada teori tanpa aksi. sama halnya kita paham akan ayat itu. mempelajari Islam untuk kepentingan mengetahui bagaimana cara beragama yang benar. maka Kiai Ahmad Dahlan mengatakan. Dengan kata lain. Demikian juga orang yang mempelajari ilmu dan teori-teori keberagamaan secara luas dan mendalam. Pendekatan kedua ini berkembang sangat pesat di Barat. pendiri Muhammadiyah. ilmu olah raga. Dalam rangka belajar beragama ini. Setidaknya terdapat mempelajari Islam. Ketika muridnya sudah nyaris bosan karena setiap belajar surat itu diulang-ulang.Pertama. meskipun semua teori tentang berenang sudah dikuasinya. berbulan-bulan lamanya hanya mengajarkan Surat al-Ma’un (surat 107) kepada para muridnya. misalnya. tapi dalam aksinya tidak menunjukkan relevansi dengan pengetahuannya tersebut. bahwa belajar berarti memahami. kita belum bisa pindah ke ayat lain karena kita belum bisa mengamalkan isi surat ini. sehingga esensi ajaran agama bisa menginternalisasi ke dalam diri pribadi-pribadi dalam aktivitas kesehariannya. konon diceritakan bahwa Kiai Haji Ahmad Dahlan. maka orang itu akan dikatakan sebagai orang yang belum bisa beragama. atau ilmu kesenian. di sini terlihat bahwa Kiai Ahmad Dahlan mengajarkan para muridnya untuk belajar beragama. dua pendekatan yang menonjol dalam Kedua. sementara dia tidak mencintai dan tidak bisa berenang? Orang yang demikian tetap akan dikatakan sebagai orang tidak bisa berenang. menghayati. Demikianlah. Kita mengafal keutamaan menolong anak yatim tetapi kita belum pernah melaksanakan. tapi justru teori dan aksi itu adalah hal yang tak terpisahkan. Oreintaì ini mengasumsikan mahasiswa sebagai subyek yang aktif sehinggailmu agama disini mirip dengan ilmu beladiri. Padahal surat itu hanya terdiri dari tujuh ayat pendekpendek.

perlu ditambahkan orientasi lainnya. Misalnya. Dalam hal orientasi pendidikan. Sebab itu. meskipun di antara kita telah bersama-sama berpegang pada Alquran. wawasan 1 . membaca dan memahami ayat-ayat Alquran serta menggali konteks social histories yang melatar belakanginya dengan mempertimbangkan berbagai macam gejala cultural. melainkan juga terjadi peningkatan keilmuan Islam. yaitu upaya gerakan kembali pada Alquran dengan pendekatan yang lebih ilmiah dan multidisipliner. tetapi bagaimana mensikapi sejarah secara kritis dan apresiatif karena sejarah tetap merupakan salah satu sumber pengetahuan yang harus dikuasai dan terus digali. Dalam hal orientasi pendidikan ini. dan bila perlu melahirkan keputusan-keputusan baru yang bersifat preskriptif bagi tindakan kaum muslim di zaman kini. Banyak mahasiswa memperoleh kematangan berpikir. membebaskan diri kita dari hegomoni makna atas sejarah masa lalu kaum muslim.yang memandang bahwa Islam sebagai pengetahuan memang berbeda samangat dan metodologinya dari mereka yang mendekati Islam sebagai keyakinan yang telah dianutnya secara militan. politis dan antropologis. yaitu perlunya menyusun dan memilih kembali materimateri pendidikan agama yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa/mahasiswa. Karena itu perlu dipertimbangkan tiga aspek berikut ini. remaja masjid. kedua pendekatan di atas tampaknya perlu terus mendapat perhatian yang serius. dan organisasi-organisasi kemahasiswaan. Pertama. baik dalam bidang fikih. ilmu kalam dan tasawuf kesemuanya itu anak kandung peradaban Islam yang memiliki landasan pemahaman atas Alquran. Kedua. Ketiga. menengah hingga atas bahkan perguruan tinggi selalu saja masih banyak didominasi oleh materi pelajaran fikih. kembali pada Alquran tidak berarti meniadakan perbedaan di antara umat karena perbedaan merupakan dinamika sejarah yang tidak mungkin bisa dihapuskan. Kalau tidak. pada semester ke berapa pendidikan Islam diajarkan di perguruan tinggi? Memperhatikan yang terjadi saat ini. Pembinaan intelektualitas dan spiritualitas Islam bagi para mahasiswa yang terjadi di luar kampus tidak bisa dipandang sebelah mata. maka aspek ini akan banyak diambil alih oleh kelompokkelompok studi. jangan hanya aspek legal-formalnya. Ini tidak berarti aspek sejarah Islam ditolak. Dari sudut pandang akademis mungkin saja mereka lebih jauh menguasai Islam dari pada para kaia yang mengajarkan dan mengamalkannya dari lingkungan pasanteren. Kenyataan adanya sekian banyak mazhab dalam pemikiran Islam. tetapi kita masih menemukan perbedaan pendapat soal hukum. komporatif. filsafat. Catatan akhir. kehormatan masingmasing dan akan mengutamakan tujuan yang lebih pokok demi kepentingan-kepentingan banyak orang. menganalisa setiap ayat Alquran yang hendak dijadikan pedoman dalam bertindak dengan menangkap dimensi etisnya. Dengan pendekatan ini diharapkan kita lebih bisa menangkap pesan dasar Alquran dan mengartikulasikan kembali dalam konteks ruang dan waktu yang berbeda. pelajaran agama dari mulai tingkat dasar. Namun begitu sejarah jangan sampai memenjarakan kebebasan dan kedinamisan serta kreatifitas kaum muslim. Kembali pada Alquran dan al Sunnah pada giliranya kembali pada etika sebagai rujukan hidup kita bermasyarakat dan bernegara. Sebab. Padahal semestinya di perguruan tinggi itu para mahasiswa mulai berbicara pada tingkat wawasan yang bertujuan pada peningkatan penalaran yang analitis. sehingga tidak saja terjadi peningkatan pengamalan religiusitas di kalangan para penganut Islam. maka seseorang yang berpegang pada etika akan tetap menjaga persaudaraan. Dua pendekatan di atas karenanya mesti menjadi orientasi pendidikan Islam terutama di perguruan tinggi.

Tidak aneh karenanya jika terdapat sebagian perguruan tinggi yang memilih calon-calon tenaga pengajar dan pegawai administrasinya yang membawa surat rekomendasi dari lembaga atau organisasi ekstra dan kelompokkelompok belajar mahasiswa. lebih terampil kerjanya. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Melalui kelompok-kelompok studi intensif yang digelar dan dikerjakan oleh para aktivis mahasiswa telah mendorong munculnya iklim intelektualitas Islam di kampus-kampus. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Tentu saja.keislaman dan ketrampilan berorganisasi justru dari kegiatan-kegiatan ekstra di luar kampus. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). semua ini perlu diteliti secara ilmiah tentang kebenarannya. dan organisasi lainnya terbukti sangat kontributif dalam menciptakan iklim intelektualitas di kalangan mahasiswa. 1 . dan lebih dedikatif menjalankan tugasnya. Alasannya karena mereka dinilai lebih matang kepribadiannya. Belum lagi lembagalembaga swadaya masyarakat yang kini bermunculan sangat banyak. Tapi hipotesa sementara demikianlah adanya. Peran organisasi remaja masjid.

1 . Namun suatu pertanyaan yang perlu dikemukakan apakah yang membedakan manusia dengan hewan secara mendasar? Dalam buku Pengantar ke Filsafat Sains. Inilah yang memberikan kelebihan. Perbedaan yang dinyatakan dari kedua pendapat di atas belum menunjukkan kepada perbedaan yang mendasar. Dalam buku Agama dan Manusia. alam dan Tuhan. Ketika manusia berusaha untuk mencoba menjawab perbedaan dirinya dengan hewan. Bukan berati bahwa semua hal yang disebut itu tidak penting. kesadaran merupakan alat bagi manusia untuk memahami eksistensi dirinya. termasuk hewan-hewan yang bentuk tubuhnya sangat dekat dengan manusia. kesadaran dan tingkat tujuan mereka. Perbedaan manusia dengan hewan Dalam sejarah pemikiran manusia berbicara tentang masalah manusia suatu hal sangat menarik dan unik. keunggulan serta membedakannya dirinya dari semua hewan yang lain. bukan sesuatu yang sangat vital bagi manusia apabila ditinjau dari sudut pandang agama. Andi hakim Nasution menyatakan bahwa perbedaan manusia dengan hewan terletak pada kemampuan manusia untuk berpikir dan bernalar.KONSEPSI MANUSIA DALAM ISLAM A. yaitu primata yang primi . sedangkan kemampuan berpikir dan benalar itu memungkinkan pada manusia. namun dalam ajaran Islam berpikir dan benalar serta dimensi pengetahuan. kesadaran. karena aspek bepikir dan benalar serta dimensi pengetahuan. maka jawaban sudah dapat dipastikan berbeda-beda sesuai dari sudut pandang cara memahaminya. menurut Murtadha Muntahhari menyatakan bahwa perbedaan keduannya terletak pada dimensi pengetahuan. karena itu ia memiliki susunan otak yang paling sempurna dibandingkan dengan otak berbagai jenis mahkluk hidup lainnya.

bernalar dan mempunyai aspek pengetahuan serta mempunyai kesadaran. bukanlah sesuatu yang dapat mempertanggung jawabkan semua perbuatan manusia di akhirat nanti. karena ilmu itu diperoleh melalui pendengaran. karena ruh yang membuat manusia mempunyai pendengaran. 38: 72. Jika demikian. yang memungkinkan seseorang menyusun pengetahuan dan berhubungan dengan kebenaran. tetapi mereka sedikit sekali bersyukur. hal ini dapat dilihat di dalam pengertian-pengertian yang dikemukakan dibawah ini : 1. Sedangkan yang wafat di dalam diri manusia adalah jiwa. Al-Gazali menjelaskan sebagai yang halus yang ada dalam diri manusia yang memungkinkannya untuk mengetahui sesuatu dan dapat menangkap pengertian. pengelihatan dan al-afhida (fuad) manusia ini sebagaimana yang disebut pengetahuan bagi manusia. suatu pertanyaan yang perlu dikemukakan apakah berpikir dan bernalar serta dimensi pengetahuan. berpikir.kenudaian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (sperma) – kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh (ciptaanNya) dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. apa yang membuat manusia itu dapat berpikir. sebagaimana diungkap dalam surat 21:35. kesadaran tersebut dapat mempertanggungjawab kan semua perbuatan yang pernah dilakukan manusia di atas dunia ini? Dalam ajaran Islam. dan tidak tepat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut hati. Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa kunci dasar kehidupan dan keberadaan manusia itu adalah ruh. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.Berpikir dan bernalar serta dimensi pengetahuan. Al-Qur’an membedakan secara mendasar pengrtian qalbu dengan alafhida (fuad) dalam surat tersebut di atas. yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut hati dalam bentuk fisik. 17: 85. penglihatan dan afhida (fuad). Dalam Alquran surat 32: 7-9. 66:12. pengelihatan dan al-afhida (fuad). Karena ruh tidak akan pernah wafat ketika manusia itu meninggalkan dunia. dinyatakan bahwa “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknuya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Karena pengertian qalbu yang digunakan dalam Al-Qur’an banyak hal berbicara tentang persoalan fisik. nalar dan aspek dimensi pengetahuan serta kesadaran yang dikemukakan oleh kedua pendapat di atas. “tiap-tiap yang berjiwa akan menemukan mati. Dan hanya kepada kamilah kamu akan dikembalikan”. Oleh karena itu. ruh adalah kekuatan berpikir. Karena semua alat-alat tersebut tidak akan berfungsi bersamaan dengan wafatnya seseorang. serta bersifat ketuhanan. Jika dipahami secara filosofis bahwa apa yang dinyatakan oleh Allah ini merupakan sumber memperoleh ilmu. pengelihatan dan al-afhida (fuad) manusia. kesadaran sebagaimana yang dinyatakan kedua pendapat tersebut adalah merupakan produk dari essensi yang membedakan manusia secara mendasar dengan hewan. Pengertian Ruh 1 . karena ruh itu akan kembali kepada Allah untuk mempertanggung jawabkan semua hasil perbuatan yang dilakukan di atas dunia. sementara pengertian al-afhida (fuad) dalam Al-Qur’an tidak berbicara dalam bentuk fisik. Oleh karena itu. 21 : 91. Dalam kaitan ini. 58: 22. Di samping itu. Produk dari hasil pendengaran. namun dalam hal yang bersifat non fisik. ar-ruh juga diartikan sebagai hakikat berpikir atau kecerdasan yaitu kemampuan manusia untuk siap memperoleh ilmu. Al-Quran membedakan secara tegas antara ruh dan jiwa.. Selain dari ayat tersebut di atas dapat dilihat dalam surat 15: 29. ruh yang ada dalam diri manusia ini yang membedakan manusia dengan hewan.

Pengetahuan tentang ruh bersifat spiritual.Persoalan ruh adalah persoalan yang amat pelik. memahami segala akibat-akibat perbuatannya. Pengetahuan tentang ruh. diukur. apakah ia layak diminta pertanggungjawaban atas segala perbuatannya? Di pihak lain. tentu saja berbeda dengan pengetahuan manusia tentang jasadnya. 1 . memahami sesuatu yang amat penting bagi dirinya. kematian adalah tiadanya ruh. Dalam kaitan ini. sehingga banyak orang beranggapan bahwa soal ruh itu tidak perlu dibicarakan. bukankah itu berarti bahwa ia gagal memahami dirinya?. Jika tidak. yang bisa diraba. maka ketentuan Tuhan meminta pertanggungjawaban kepada manusia. timbul persoalan. Ruh sering dipahami sebagai pusat kehidupan. karena dapat membinggungkan. menjadi sia-sia dan kehilangan makna. jika ruh itu amat penting bagi manusia. Sesungguhpun demikian. ternyata Tuhan seperti yang diajarkan oleh agama meminta pertanggungjawaban manusia atas perbuatannya. yaitu ruh. maka kehidupan ada jika ada ruh. tentu disertai dan didasarkan kemampuan yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk memahami dirinya. Kenyataan ini mau tidak mau mengharuskan adanya pengetahuan manusia memahami dirinya. yaitu ruh. memahami sesuatu yang amat penting baginya. Kesulitan memahami ruh ini terlihat dari betapa banyaknya pendapat yang mencoba untuk memberikan penjelasan tentang ruh. pada umumnya diakui bahwa ruh adalah sesuatu yang amat penting bagi kehidupan manusia. karena berkaitan dengan medan yang immaterial. maka ketentuan Tuhan untuk minta pertanggungjawaban manusia atas segala perbuatannya. Dilihat dari jurusan ini. ditimbang bahkan difoto. bukankah ia harus mengetahuinya? Jika manusia tidak dapat mengetahui sesuatu yang amat penting baginya. dan dalam kondisi manusia gagal memahami dirinya.

Al-Gazali menjelaskan sebagai yang halus yang ada dalam diri manusia yang memungkinkannya untuk mengetahui sesuatu dan dapat menangkap pengertian. Bagi orang Arab. yang memungkinkan seseorang menyusun pengetahuan dan berhubungan dengan kebenaran. ar-ruh menunjukkan arti laki-laki. 5: 110. jika ingin berbicara tentang ruh dalam arti konkrit. maka istilah ini harus dikaitkan dengan seluruh praksis manusiawi yang berlangsung secara sadar atau tidak sadar dalam kebudayaan. sedangkan an-nafs menunjukkan arti perempuan. yang tidak jarang dianggap Ilahi. kegembiraan. jiwa atau keakuan. yang pertama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-ruh al-quds 1 Kata ruh adalah ar-rih yaitu angin. yang tersebut dalam 20 ayat. kata ruh sering juga disebut an-nafs yaitu jiwa. Dengan demikian. Tentang ar-ru al-quds ini ada beberapa pendapat. Oleh karena ituar ruh disebut annafas yaitu nafas atau nyawa. Di samping itu. Yang pertama kata ar-ruh dikaitkan dengan kata al-quds seperti yang tersebut dalam surat 2 : 87 dan dilihat juga pada surat 2: 254. ruh adalah kekuatan berpikir. Jika ruh itu keluar maka manusia tidak akan bernafas. perintah atau arahdan (4) an-nafs. 2. ia juga merupakan orientasi manusia di dalam masyarakat dan kebudayaannya. serta bersifat ketuhanan. Menurut Abu Bakar al-Anbari kata ar-ruh . Menurut Abu Haitham.dan an-nafs adalah searti. Kata Ruh dalam Alquran Dalam Alquran terdapat 21 kata ar ruh. pengertian ruh menjadi sulit diberikan defenisinya secara tepat. ruh adalah nafas yang berjalan di seluruh jasad. Di samping itu. 16: 102. Kata ar-ruh dalam Alquran dipakai dalam berbagai arti dan konteks. (2) Alquran (3) al-amr. Bagi Ibnal-Arabi kata ar-ruh mempunyai banyak arti yaitu (1) al-farh. ruh sering disamakan dengan jiwa. Oleh karena itu. ar-ruh juga diartikan sebagai hakikat berpikir atau kecerdasan yaitu kemampuan manusia untuk siap memperoleh ilmu. dapat juga menunjukkan suatu instansi atau fungsi lebih tinggi dalam fisik manusia. Menurut Ibn Atsir ruh itu dipakai dalam berbagai arti tetapi yang penting umum ialah sesuatu yang dijadikan sandaran bagi jasad dan dengan ruh itu tercipta kehidupan. Dalam kaitan ini.

Alquran menyatakan dalam surat 65: 5. yaitu malaikat Jibril yang bertugas membimbing para rasul menurunkan dan mengajarkan wahyu. Ruh juga diartikan sebagai wahyu yang terkumpul dalam kitab suci sebagai pedoman hidup bagi manusia (42: 52) Lalu. bahwa ruh adalah amr dari Allah. dapat ditarik kesimpulan. 15: 29. Kata amr dalam Alquran dipakai untuk berbagai arti. seperti yang dinyatakan dalam Alquran surat 54: 12. kata ruh yang dalam Alquran diberi penjelasan sebagai amr min Allah mempunyai pengertian pimpinan. Kata kunci dalam Alquran dipakai dalam arti perintah (65: 5). urusan (3: 159) dan hukum atau ketentuan (7: 54). Jadi. pengelihatan dan qalbunya untuk memahami kebenaran. 58: 22. Yang ketiga amr diartikan sebagai perkara atau urusan. kata ruh juga dipakai untuk menyatakan sesuatu yang dihembuskan dari Allah ke dalam diri manusia. atau aturan Allah pada ciptaan-Nya. Alquran menyatakan dalam surat 3: 159. lihat juga dalam surat 38: 72. Yang kedua amr diartikan sebagai arah. yang membimbing pendengaran. Kata kunci amr berasal dari kata kerja amara yang artinya perintah untuk mengerjakan. maka dalam Alquran ruh juga dipakai untuk menyebut nama malaikat. Fungsinya tidak lain adalah merupakan bimbingan dan petunjuk bagi manusia. perkara dan urusan. penglihatan dan hati Alquran menyatakan dalam surat 32: 9. 21: 91. Dengan demikian. Alquran menyatakan dalam surat 7: 54. Tanpa pemahaman yang lengkap tentang amr ini. Yang empat amr diartikan sebagai hukum. Secara jelas Alquran memberikan jawaban pertanyaan tentang ruh ialah amr Robb. Di smping itu. ruh dalam Alquran diartikan secara tegas dan jelas sebagai amr dari Allah.. baik dalam pengertian wahyu. perintah. 66: 12. pengelihatan dan alafhida (fuad). Dalam bentuk imarah artinya adalah kepemimpinan. kata ar-ruh dikaitkan dengan kata al-amin seperti yang disebut pada surat 26: 193. Pendengaran. seperti yang dinyatakan dalam surat 17: 85. Oleh karena itu. kata kunci untuk memahami ruh itu adalah terletak pada kata amr. Dari ayat-ayat tersebut. Pada ayat lain. dan menjadi bagian dari diri manusia dan selanjutnya Allah juga menjadikan untuknya pendengaran. maka ruh akan sulit dipahami pengertian nya. perkara dan urusan dari Allah. arah (54: 12). Jadi. Yang kedua adalah Kitab Injil. maka kata amr artinya adalah pimpinan. pengelihatan dan al-afhida (fuad) merupakan instrumentasi rohani yang memungkinkan manusia 1 . Yang pertama kata amr diartikan sebagai perintah. Yang dimaksud dengan ar ruh alamin adalah malaikat Jibril yang terpercaya untuk menyampaikan wahyu kepada rasul-rasul Allah. Kata ruh sebagai sesuatu dari perintah Allah yang disampaikan malaikat kepada hamba-hamba Tuhan itu adalah mempunyai pengertian wahyu Allah. selalu diberikan keterangan sebagai amr dari Allah. Alquran menyatakan dalam surat 16: 2 dapat dilihat juga dalam surat 40: 15. Alquran ataupun sesuatu yang dihembuskan Allah ke dalam diri manusia. perkara. yang ketiga adalah ruh yang dapat menghidupakan orang mati dan yang empat adalah ruh Tuhan yang dianugrahkan kepada Nabi Isa as. Dalam kaitan ini maka penjelasanpenjelasan Alquran tentang amr menjadi sangat penting untuk menyingkap dan memahami ruh itu.itu adalah malikat Jibril. Dalam Alquran kata ruh. perintah. dapat dilihat juga dalam surat 7: 77 dan 11: 59. apakah ruh dari Allah yang dihembuskan ke dalam diri manusia itu? Jika direnungkan surat 32: 9 yang mengaitkan ruh ke dalam diri manusia dengan dijadikannya pendengaran. Dalam pengertian sebagai pembimbing atau pemberi petunjuk itulah. dengan sebutan ar-ruh al-amin. Selanjutnya Alquran juga menyebutkan kata ruh sebagai sesuatu yang dibawa malaikat dari Allah untuk disampaikan kepada hamba-hamba-Nya. maka dapatlah ditarik pengertian bahwa ruh itu adalah pimpinan yang ada dalam diri manusia. Lebih jelas lagi adalah keterangan Alquran dalam surat 42: 52. sebagai penghormatan kepadanya.

berdasarkan data-data yang terkumpul yang dapat diukur. yang membedakan manusia dari mahkluk Allah lainnya. melihat dan memahami kebenaran sejati (22: 46). 1 . hakekat ruh adalah bimbingan dan pimpinan Allah yang hanya diberikan kepada manusia. bukan berarti tidak bisa mengetahui sama sekali tentang ruh. sehingga ia dapat menjauhi perbuatan yang dapat merusak dan merugikan diri sendiri dan menjalani hidupnya sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran. Pengetahuan manusia tentang ruh adalah sangat penting karena dengan mengetahuinya. ruh dalam diri manusia adalah bimbingan dan pimpinan dari Allah dalam diri manusia.memahamai pimpinan Allah. Ruh tidak lain adalah daya yang bekerja secara spiritual untuk memahami kebenaran. sehingga ia dapat mendengar. menyadari dan memasuki diri sendiri. Jadi. suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan. diamati dan dianalisa. Dengan memahami. Pengetahuan manusia tentang ruh sedikit sekali tentunya jika dibandingkan dengan pengetahuan Allah. Jadi. Pengetahuan tentang ruh tentunya berbeda dengan pengetahuan manusia mengenai bendabenda yang dapat disusun secara ilmiah. Alquran secara tegas menjawab dan menerangkan pertanyaan tentang ruh manusia sebagai amr min Robb dan manusia diberikan pengetahuan sedikit tentangnya dalam surat 17: 85. Pernyataan Alquran bahwa manusia mempunyai pengetahuan yang sedikit tentang ruh. manusia berhubungan dengan eksistensi ruhnya yang ada dalam dirinya sendiri. maka manusia dapat mengenali dirinya dan memahami kebenaran.

dalam setiap diri manusia terdapat dua unsur nafs. nafas dan ruh. watak1 Hakekat ruh tidak dapat diketahui secara material karena ruh bersifat gaib sehingga tidak dapat ditunjuk subtansinya secara fisik dalam dimensi ruang dan waktu. seperti Ibn Sina menegaskan bahwa ruh dijumbuhkan dengan nafs. an-nafs bisa bermakna ruh. Dalam studi Filsafat Islam. peranan ruh sebagai pimpinan dan bimbingan Allah dalam diri manusia itu sangat besar. maka arah pembentukan kebudayaan yang rasionalistik materialis seperti yang tampak gejalanya dalam kehidupan modern. Kata an-nafs yang seringkali dipergunakan Alquran dan diterjemahkan menjadi “jiwa” sesungguhnya berarti “pribadi” atau “kekakuan”. Menurut Ibn alBari. atau keakuan. Pengertian pertama seperti dalam ungkapan telah keluar nafas seseorang atau nyawanya. sedangkan pengertian kedua seperti dalam ungkapan yaitu seseorang telah membunuh dirinya. 3. Pengertian Nafs Menurut Ibn Ishak kata an-nafs dalam bahasa Arab digunakan dalam dua pengertian. karena dengan ruh sebagai daya yang bekerja secara spiritual untuk berhubungan dengan prinsip-prinsip kebenaran melalui berpikir terhadap alam sekitar dan selalu ingat kepada kekuasaan Allah. Ucapan-ucapan seperti an-nafs al-mutma’innah dan an-nafs allawawamah dan an-nafs al-ammarah (yang bisa diterjemahkan menjadi jiwa yang merasa puas dan jiwa yang mengutuk). Bentuk jamak dari kata nafs adalah anfus dan nufus. yaitu nafs akal yang bisa membedakan sesuatu. sebaiknya dapat dipahami sebagai keadaan-keadaan. artinya ia telah menghncurkan seluruh dirinya atau hakikatnya.lainnya menjadi kabur. Dalam hubungannya dengan pembentukan kebudayaan. dan nafs ruh yang menjadi unsur kehidupan. akan bergeser ke arah kehidupan kebudayaan yang berdimensi transenden. mengingat nafs dapat juga berarti diri. sehingga menyulitkan usaha memahami hakekat ruh itu sendiri. aspek-aspek. dan bisa bermakna hal yang membedakan sesuatu dari yang lain. Kesulitan memahami hakekat ruh oleh karena sifatnya yang gaib membuka perbedaan pemahaman terhadapnya. Menurut Ibn Abbas. dan seringkali antara pengertian yang satu dengan yang . Kata an-nafs dan ar-ruh yang berasal dari Alquran telah masuk ke dalam bahasa Indonesia dengan pengertian nafsu.

setiap nafs akan mati. Jika seseorang mengatakan “aku punya pensil.” maka pernyatan aku menyatakan pada totalitas diri. 2) nafas.watak. termasuk di dalamnya adalah pendidikan. Sedangkan ar-Razi menjelaskan bahwa kematian itu berkaitan dengan tubuh. ia tidak akan mengatakan mulutku makan. nyawa. nafas. Jika seseorang mengatakan “aku makan. yang diartikan jiwa. seperti tersebut dalam ayat ini dapat diartikan dengan nafas. Kenyataan menunjukkan bahwa keakuan muncul ketika kesadaran manusia tentang dirinya terbentuk. Nafs dalam pengertian diri. Manusia sebagai kesadaran adalah subyek menghadapi dirinya sebagai obyek. Oleh karena itu. dan oleh karena pernyataan nafs berkaitan dengan kematian. yang menjadi tanda adanya kehidupan pada tubuh manusia. maka nafs ini berkaitan dengan tubuh. Munculnya kesadaran tentang diri. Dalam keakuan (ego) terdapat kesatuan transenden. Sedangkan nafs yang berkaitan dengan kematian tubuh. karena nyawa merupakan tanda adanya kehidupan. nafas dan ruh. ar-Razi menjelaskan bahwa pengertian jiwa ini diperoleh karena nafs di sini berkaitan dengan keterangan. keakuan. karena jiwa atau roh tidak mengalami kematian. al-hayat. kesatuan dari kualitas-kualitas. Nafs dalam pengertian nafas atau nyawa terdapat dalam surat 3:185. kemudian diikuti hilangnya unsur panas. keakuan. Tentang arti nafs dalam ayat di atas ini. 21:25. menjadi sebuah eksistensi. maka nafs yang menjadi pokok pembahasan di sini adalah nafs dalam pengertian diri. keakuan. Kesadaran muncul sebagai buah dari perenungan terhadap diri sendiri. Jadi pernyataan “aku” baik dalam kaitan dengan perbuatan atau pemilikan. menempatkan manusia pada posisi obyek dan subyek. ada yang menyebutnya dalam arti jiwa dan ada pula yang mengartikannya nyawa. kesatuan dari keadaan-keadaan dan perbuatanperbuatan. Sedangkan bentuk jamaknya nufus terdapat dalam 2 ayat. Faktor internal adalah kapasitas berpikir yang terbawa oleh kodranya sebagai ciptaan dan factor eksternal yaitu lingkungan hidup dan kebudayaan. Semua ini dapat dipandang sebagai sifat “mental” (yang berbeda dari yang fisikal) asalkan akal pikiran tidak dipahami sebagai subtansi yang terpisah. Kematian ditandai dengan lenyapnya nafas. Nafs dalam pengertian jiwa terdapat daplam surat 89:27-30 Sehubungan dengan nafs dalam ayat di atas ini. tidaklah semata-mata menyangkut hal-hal yang fisik saja. Sayyid Quthb menyatakan bahwa ayat ini berkaitan dengan nafs yang mengalami hidup dan mati. An-nafs dalam pengertian keakuan atau pribadi adalah totalitas diri manusia. tetapi lebih dalam lagi berkaitan dengan hal-hal yang non-fisik. nyawa. meskipun yang melakukan makan adalah mulutnya. air dan tanah yang berkumpul kembali dengan alam asal kejadian.” maka pernyataan aku menunjukkan pada totalitas diri. dan seperti disebutkan dalam 1 . Nafs dalam pengertian nafsu dinyatakan dalam surat 12:53. atau kecenderungan-kecenderungan dari pribadi manusia. dan ia pun tidak akan mengatakan tanganku punya pensil. Demikian juga halnya dalam kaitannya dengan pemilikan. 39:42. Kesadaran tentang diri itu dibentuk oleh berbagai factor internal dan eksternal. terdapat perbedaan pendapat. muncul setelah tahapan jasad. Nafs dalam Alquran Dalam Alquran kata nafs terdapat 140 ayat. dan terbentuknya kesadaran tentang diri ini bermula sejak bentuk manusia yang sempurna lahir. hayat terlampaui. bukan dalam pengertian nafsu. 3) jiwa dan 4) diri. 4. Alquran menggunakan kata nafs dalam empat pengertian yaitu 1) dalam pengertian nafsu. Pernyataan “aku” adalah pernyataan total tentang diri seseorang. meskipun yang memegang dan menggunakan pensil itu tangannya. Dalam kaitan ini. dan dalam bentuk jamak lainnya an-fus terdapat dalam 154 ayat.

perbuatan baik pada dasarnya untuk kepentingan dirinya sendiri. Nafs dalam pengertian diri. ruh. Selanjutnya Alquran menegaskan bahwa perbaikan nasib seseorang ditentukan oleh kemampuannya merubah apa yang ada dalam diri pribadinya dinyatakan dalam surat 8:53. 45:15. 13:11. pribadi dinyatakan dalam surat 6:164. Oleh karena itu. Alquran menyatakan dalam surat 41:46. yang dimasukan ke dalam diri hamba-hamba Allah. maka kesungguhan diri manusia mempunyai arti yang sangat penting. Menurut Alquran. ruh. ia tidak akan bertanggungjawab atas perbuatan orang lain. yaitu al-qaib yang memperoleh keterangan dengan memahmi tentang Allah sebagai wajib al-wujud. Realitas manusia adalah realitas pribadi.ayat Alquran maka tentu yang dimaksudkan adalah jiwa. keakuan. Sedangkan Zamakhsyari menyatakan nafs dalam ayat ini diartikan jiwa. dan setiap pribadi mempunyai pendapat dan keinginan yang berbeda-beda. setiap pribadi hanya akan memperoleh bagian dari apa yang dilakukannya dinyatakan dalam surat 53:38-41. Dalam hubungan ini. Allah menjanjikan kepada siapa yang 1 . yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan. pada dasarnya akan merugikan dirinya sendiri. Setiap pribadi bertanggungjawab sepenuhnya atas segala apa yang dilakukannya. demikian pula perbuatan jelek.

Akal adalah penahan hawa nafsu untuk mengetahui amanat dan beban kewajibannya. akal dapat juga diartikan sebagai suatu potensi rohaniah untuk membedakan mana yang hak dan mana yang batal.hasil apa yang dikerjakannya (Alquran 29:6). ia merupakan petunjuk yang membedakan hidayah dan kesesatan. B. tetapi merupakan daya berpikir yang terdapat dalam jiwa manusia. Keakuan itu bertanggungjawab atas setiap apa yang diperbuatnya sendiri. Akal adalah potensi gaib yang tidak dipunyai oleh mahkluk lain yang mampu menuntut kepada pemahaman diri dalam alam. yang pertama. dinyatakan dalam surat 29:6. Sebagian besar kata nafs dalam Alquran dipakai untuk menunjukkan arti diri. Akal. akan memperoleh bimbingan Allah. karena Allah selalu bersama-sama dengan orang-orang yang berbuat kebaikan. karena seseorang yang dikuasai hawa nafsu akan mengakibatkan terhalang untuk memahami kebenaran. Alquran menyatakan dalam surat 53:3841. Orang yang menggunakan akalnya pada dasarnya adalah orang yang mampu mengikat hawa nafsunya. Dengan Demikian. Ia juga mampu melawan hawa nafsu. akan menanggung akibat yang timbul dari apa yang diperbuatnya itu (Alquran 41:46) dan perubahan keadaan hidupnya akan terjadi jika keakauan itu merubah dirinya (Alquran 8:53) Oleh karena itu. Akal dan Fungsinya dalam Alquran Akal adalah al-hijr atau an-nuha artinya adalah kecerdasan. Sedangkan kata kerja ‘aqala artinya adalah habasa yaitu mengikat atau menawan. hayat dan ruh. dalam pengertian Islam bukanlah otak. melalui kerja yang sungguh-sungguh. Karena itu. Kesatuannya bersifat spiritual yang tercermin dalam aktivitas hisupnya. Dinamikanya terletak pada aksi atau kegiatannya. seorang yang menggunakan akalnya. mana yang benar dan mana yang salah. ia mampu mengendalikan diri dan akan dapat memahami kebenaran. keakuan. ia adalah pemahaman dan pemikiran yang selalu berubah sesuai dengan masalah yang dihadapi. ia adalah kesadaran batin dan penglihatan batin yang berdaya tembus melebihi penglihatan mata. Keakuan atau nafs adalah kesatuan dinamik dari jasad. Akal sesungguhnya mempunyai bermacam-macam arti. al-‘aqil adalah orang yang menawan atau mengikat hawa nafsunya. keakuan akan mendapatkan . daya yang dalam Alquran digambarkan memperoleh pengetahuan dengan memperhatikan alam sekitarnya. sehingga hawa nafsu tidak dapat menguasai dirinya. akal adalah sifat yang membedakan manusia dari pada 1 bersungguh-sungguh dalam jalan Allah.

16: 12. 13: 4. Jadi. 2: 44. dan pencegah hawa nafsu. 11: 51. Dalam surat 2: 164. sedangkan mengingat Allah. Dalam surat 22: 46. 8. Memikirankan penciptaan alam adalah kegiatan yang berpusat di kepala. 37: 138. 28:60. 2. 30: 24. 24: 61. Dalam surat 5: 58. 67. maka dapatlah ditarik pengertian bahwa akal dalam Alquran dipakai untuk memahami realitas yang konkrit seperti proses kelahiran manusia dan alam semesta. Yang kedua hakikat akal ialah ilmu pengetahuan yang timbul dari alam wujud. Keduanya pikiran dan qalbu merupakan instrumen akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran. serta kaitannya dengan al-qalb yang mempunyai kemampuan memahami realitas. Dalam surat 12: 2. 75. 21: 67. bersatu dengan kebenaran Ilahi. Dalam surat 2: 76. 49: 4. terdapat 7 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami proses dinamika kehidupan manusia. 43: 3 3. Penggunaan akal itu antara lain : 1. 4. nilainilai moral dan untuk memahami tanda-tanda Tuhan. Dalam surat 2: 73. 36:62. Alquran menyatakan dalam surat 3: 190-191. Yang ketiga ialah ilmu yang diperoleh dari pengalaman. 25: 44. 36: 68. na’qiln 1 ayat. 67: 10. 2: 170. Dalam hadist yang lain dikatakan : Apabila manusia itu mendekati Tuhan dengan pintu-pintu kebajikan dan amal sholeh. 10: 10. terdapat 14 ayat dipakai dalam kaitannya dengan keimanan. 21: 10. 23: 70. 39: 43. terdapat 5 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kitab suci. terdapat 12 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami alam semesta seisinya. maka engkau dekatilah Tuhan dengan akalmu. Dalam surat 6: 151. yaitu ‘aqalu 1 ayat. sehingga manusia mapu memasuki dunia kesadaran tertinggi. 7. 5. 171. 2: 32. 11: 51. Akal dengan demikian merupakan daya kekuatan untuk memperoleh segala ilmu. Oleh karena itu. Konsep Tauhid dalam kebudayaan pada tahap pengertian sebagai proses seperti yang digambarkan dalam Alquran surat 3: 190191 di atas adalah kesatuan zikir kepada Allah dan pemikiran tentang 1 . Dari 49 ayat yang menjelaskan tentang penggunaan akal. 6: 32. Dalam Alquran terdapat 49 ayat yang menjelaskan tentang penggunaan akal.hewan. Kesatuan antara berpikir tentang alam sekitarnya yang berpusat di kepala dan menghayati serta mengingat Allah yang berpusat di qalbu yang ada di dada. 3: 65. Oleh karena itulah. 26: 28. 59: 14. 6. terdapat 1 ayat dipakai dalam kaitannya dengan Sholat. 5: 103. 29: 63. dalam sebuah hadist dikatakan :Tidak dijadikan oleh Allah suatu mahkluk yang terlebih mulia padanya dari pada akal. Realitas konkrit dipahami oleh pikiran dan realitas spiritual oleh qalbu. 30: 28. 26: 28. dan ya’qilun 22 ayat. 29: 35. 10: 100. 242. Menggunakan akal artinya adalah menggunakan kemampuan pemahaman baik dalam kaitannya dengan realitas yang konkrit. 8: 22. terdapat 3 ayat berkaitan dengan kehidupan akhirat. 10:16. terdapat 1 ayat dipakai dalam kaitannya dengan hukum moral. seperti kehidupan neraka. Dengan akal manusia bersedia menerima berbagai macam ilmu yang memerlukan pikiran. 12: 109. ta’qilun 24 ayat. dalam Alquran dijelaskan bahwa akal mempunyai fungsi untuk memahami kebenaran yang fisik maupun yang metafisik. baik yang tersurat dalam Kitab Suci maupun yang tersirat dalam alam dan manusia. dapatlah kiranya disebut sebagai suatu aktivitas kesatuan akal. dan yang keempat adalah pengetahuan tentang akibat segala sesuatu. Dalam surat 67: 10. ya’qilu 1 ayat. dan juga realitas gaib. 28: 60. Ilmu akal meliputi ilmu yang duniawi dan yang ukhrowi. 57: 170. Dengan demikian kegiatan akal adalah kesatuan pemikiran dan qalbu dalam usaha memahami kebenaran. terdapat 6 ayat dipakai dalam kaitannya untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya merupakan kesatuan daya rohani untuk dapat memahami kebenaran. maupun realitas spiritual. adalah kegiatan yang berpusat di qalbu yang ada dalam dada.

Ciptaan Allah Akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran bekerja dengan menggunakan pikiran dan qalbu. bersifat material. Kesatuan aktivitas itu dapat digambarkan sebagai berikut : Berzikir ----------------------------.Allah Orang Berakal Aktualitas berpikir ----------------------------. Pikiran bekerja untuk memahami dimensi fisik. yang keduanya berhubungan secara organis.ciptaan Allah yang berada di antara bumi dan langit. Kesatuan zikir dan pikir ini. sebagai penjelmaan dari aktivitas orang-orang yang berakal. sedangkan qalbu bekerja untuk 1 .

bahkan seringkali terjadi opini tentang fakta yang nyata berbeda dengan faktanya sendiri. tetapi penguasaan teknik dan cara menyelesaikan masalahnya seringkali mengalami kemacetan. Sedangkan penilaian kritis atas pemahaman manusia terhadap realitas adalah upaya menggugat keabsahan pemahaman itu. Di sini terdapat dua hal penting yang perlu mendapat perhatian yaitu pemahaman terhadap realitas dan penilai kritis terhadap pemahaman itu. Pikiran Berpikir sebagai proses budaya adalah memhami realitas dan melakukan penilaian kritis terhadap pemahaman itu.. dan orang menjadi tertarik karena opini 1 memahami dimensi metafisik.Pikiran Qalbu 1. Kemiskinan jika dipandang sebagi “takdir” ketentuan Allah yang mutlak – tentunya tidak ada satupun kekuatan dari manusia yang dapat merubahnya kecuali Allah sendiri. Dalam melihat kemiskinan terjadi benyak perbedaan dalam memahaminya. Seperti pemahaman terdahap realitas kemiskinan. Dalam penilaian kritis ini diperlukan kejujuran intelektual. karena dimensi fisiknya tak kuasa. karena seringkali terjadi pemahaman manusia terhadap realitas merupakan opini yang dipengharuhi oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang secara moral tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sebaliknya jika kemiskinan itu dipandang sebagai akibat dari adanya sitem kehidupan sosial ekonomi yang timpang maka tentunya dengan upaya keras manusia dapat merubahnya. mengakibatkan manusia hanya memperoleh pengetahuan lahiriahnya saja dari realitas yang ditangkap dan manusia dapat dikuasai hawa nafsunya. membuat seseorang hanya menagkap dimensi spiritual dari realitas yang ada. Meskipun realitasnya sama seringkali terjadi perbedaan pemahaman terhadap realitas itu. Pengembangan pikiran yang terlepas dari kaitannya dengan qalbu. singga pikirannya bekerja untuk kepentingan pemuasan hawa nafsu. Opini adalah bukan fakta. besrsifat spiritual. secara moral ia mempunyai kesadaran yang baik. Keduanya dalam pandangan tauhid merupakan kesatuan fungsional bagi kebudayaan. dengan harapan upaya realitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Hubungan organis pikiran dan qalbu sebagai instrumen akal dapat digambarkan sebagai berikut : . Sebaliknya qalbu yang berkerja terlepas dari pikiran.

di dalamnya terdapat rongga-rongga yang mengandung darah hitam sebagai sumber kehidupan dan seringkali dinamakan jantung. artinya hati. dan Yang Esa itu merupakan sumber semua kehidupan yang ada. meskipun fakta itu memerlukan perubahan. dimana pun dan kapan pun. Dalam Tafsir al-Takhr ar-Razi diterangkan bahwa ada dua hal yang penting dalam ayat ini. berpengetahuan dan arif. atau fisik. Menurut Ibn Sayyidah. sehingga realitas tidak dapat sepenuhnya dipandang secara utuh. berpindah atau berbalik. Oleh karena itu. Pendidikan yang terkotak-kotak akan melahirkan pemikiran yang terkotak-kotak pula dan akibatnya pemahaman terhadap realitas menjadi terkotak-kotak. Qalbu Qalbu berasal dari kata qalaba yang bermakna berubah. Qalaba mengalami beberapa perubahan bentuk seperti inqalaba dan qallaba namun artinya masih sama. bahkan berada di luar penilaian etik. Al Qalb dalam Alquran menurut Amir al-mu’minin Ali juga disebut sadr. Al-Qalb mempunyai dua pengertian. orang yang berpikir tentang perampokan tetapi tidak pernah melakukan perbuatan merampok. karena kotak-kotak budaya. qalb jamaknya qulub. yang pertama dalam pengertian kasar. Prinsip Tauhid ini bukanlah sekedar suatu keyakinan yang dinyatakan dalam pengakuan saja. Meskipun fisik manusia disiksa. tidak dapat dituntut secara hukum di muka pengadilan. Sedangkan arti yang kedua adalah pengertian yang halus yang bersifat ketuhanan dan rohaniah yaitu hakekat manusia yang dapat menangkap segala pengertian. Berpikir adalah kegiatan yang sepenuhnya bebas. terutama yang terjadi dalam proses pendidikan. Tidak ada satupun ayat Alquran yang melarang berpikir. lubb dan syagaf. terletak di dada sebelah kiri. Pikiran hanya dapat berhenti jika hidup manusia berhenti atau kehilangan kesadaran dirinya. Tauhid adalah salah satu prinsip ajaran Alquran. Di samping itu manusia juga bebas untuk memikirkan apa saja. Jika ada yang mengikat berpikir. sedangkan berpikir merupakan sarana untuk memahami dan mengembangkan prinsip ajaran tauhid dalam kehidupan. Disebutkan dalam sebagai berikut: 1 . Barangkali tidak ada kebebasan yang penuh bagi manusia kecuali berpikir. pikirannya tetap dapat bekerja paling tidak untuk mencari jalan bagaimana cara menghindari siksaan itu. karena tanpa berpikir ajaran tauhid itu tidak bisa dimengerti. Karena itu tidak ada satu kekuatan pun yang dapat secara effektif melarang atau menghentikan pikiran bekerja. Demikian juga berpikir tentang kebebasan. Kotak-kotak pemikiran terjadi.bukan faktanya – sehingga tidak terjadi perubahan apa-apa terhadap faktanya itu sendiri. Oleh karena itu. fu’ad. 2. mungkin itu adalah hukum berpikir dalam pengertian metodologi serta obyek yang dipikirkan. akan tetapi merupakan suatu pandangan hidup yang senantiasa harus diwujudkan dalam realitas kehidupan muslim. bahkan sebaliknya Alquran menganjurkan kepada manusia untuk berpikir. apalagi diterapkan dalam kehidupan. tidak ada yang haram untuk dipikirkan. Prinsip ajaran tauhid ialah bahwa Tuhan adalah Esa. Kegiatan berpikir adalah kegiatan yang otonom. dinyatakan dalam surat 34: 46. bukan berarti pembebasan manusia dari segala ikatan atau norma-norma hukum tertentu. yaitu segumpal daging yang berbentuk bulat panjang. Qalbu memiliki kemampuan untuk mengetahui essensi segala sesuatu. yaitu 1) kata wahidah yang mempunyai pengertian tauhid dan 2) kata tatafakaru yang arti berpikirlah. atau bagaimana agar siksaan itu tidak terasa sakit. Berpikir dapat dilakukan manusia. berpikir menjadi anjuran yang melekat dalam prinsip tauhid.

disebut fu’ad karena menjadi tempat terbitnya makrifat Allah. 9: 117. dinyatakan dalam surat 53: 11. dinyatakan dalam surat 12: 30.64. dalam surat 49: 14. antara lain kufur. dinyatakan dalam surat 65: 10.110. 7:100. 15:12. Dalam Alquran terdapat kurang lebih 101 ayat yang memjelaskan tentang kata benda al-qalb atau jamaknya al-qulub.77. dinyatakan dalam surat 39: 22. Disebut syagaf karena temapat terbitnya kecintaan makhluk kepada sesamanya.- disebut sadr karena ia tempat terbitnya nurul Islam. Terbagi dalam beberapa persoalan sebagai berikut: 43 ayat dipakai dalam kaitannya dengan soal-soal keimanan. perbuatan dosa. 1 . disebut lubb karena menjadi terbitnya tauhid.8. termasuk di dalam hal ini adalah ketidak berimanan.45. 22:32.101.7.

59:10.103. al-qalb adalah suatu kemampuan untuk memahami kebenaran-kebenaran yang bersifat metafisik. Keduanya (pikiran dan qalbu) tumbuh dari akar yang sama dan masing-masing saling melengkapi. kehidupan sesudah mati. Yang satu menangkap kebenaran sepotong-potong dan yang lain menangkap keseluruhan. 33:10. 24:50. 49:3. 39:22. kesucian. ketenangan. tanda-tanda kekuasan Allah.9. kegoncangan. karena itu kata al-qalb dalam Alquran tidak pernah dipakai dalam kaitannya dengan pemikiran. 9:15. kegelisaan. 8:70.63. 6:43.7. makna dibalik kejadian kemanusiaan. harapan.93. Yang satu memusatkan perhatiannya pada kebenaran sementara. Al-qalb sebagai kekuatan yang dapat memahami kebenaran metafisik. 48:10.167.63. 57:16. 48:12.5. Kebenaran mutlak adalah kebenaran Tuhan. dinyatakan dalam surat 26:88. dalam kitab suci.26.51.26. serta kesombongan. 5:41. 37:84. 21:3. dinyatakan dalam surat 33:26. 61:5. kasar dan keras. 83:14. 59:14. 39:45. 40:35. 57:27. 40:18. 28:10. 5:113. 1 - . 33:54. 16:22. dinyatakan dalam surat 22:53.51. maupun dalam ayat-ayatNya (tanda-tanda). 33:5. yang tersimpan dalam alam ciptaan-Nya dan tersurat dalam firman-firman-Nya.60.89. 42:24. - - 2:204.53. 23:63. baik ketakutan. 58:22.118. 47:24. baik kebenaran yang bersifat mutlak maupun kebenaran yang bersifat relatif. Kebebasan Akal Akal adalah daya rohani untuk memahami kebenaran. 34:23. 16:106. 20 ayat dipakai dalam kaitan untuk menjelaskan sifat.- 7 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kemampuan al-qalb untuk memahami kebenaran dan kekuasaan Allah yang tersembunyi dibalik peristiwa-peristiwakemanusiaan.127. C. 8:2. 3:8.97. 26:194. Akan tetapi di dalam pengertian non fisik. baik di sorga maupun di neraka. 50:37. dalam kehidupan di akhirat nanti. 23:60. 2:74. al-qalb dalam pengertian fisik adalah sesuatu yang ada di dalam dada (22: 46) yang sering disebut jantung. 4:155. 22:54. 8:24. dan yang lain dalam aspek kebenaran kekal. 64:11.23. 10:88. 6: 46. karena itu dala Alquran al-qalb dalam aktivitasnya menggunakan kata kerja ya’qiluna biha (22:46).4. Al-qalb bukan pikiran.126. 50:33. 7:179. 6:25. - - Jadi. dinyatakan dalam surat 22:46. 159.154. 24 ayat dipakai dalam kaitannya dengan perasaan. 18:28. dinyakatan dalam surat 13:28. 5 ayat dipakai dalam kaitannya dengan kemampuan al-qalb untuk zikir. seperti keteguhan. 3 ayat dipakai dalam kaitannya dengan akhirat.26.225. 11. 3:15. 79:7. 3:159. 18:14. ia dalah bagian dari akal. 24:37. 33:5. 41:5.10.93. yang bercermin melalui tanda-tanda-Nya. 45:23. mengingat kekuasaan Allah. 9:8.10.

3: 191. baik yang fisik maupun yang metafisik. Pikiran untuk memahami yang baik dan yang relatif. sehingga ia dapat melupakan adanya kekuasaaan dan kebesaran Allah. Akal yang tidak berfungsi menjadikan qalbu manusia tertutup. sebaliknya harus ditakuti adanya ketidakbebasan akal. 34: 46. dinyatakan dalam surat 74: 18-26. 1. Batas-batas kodrat bersifat tetap. Akal sebagai daya rohani pada dasarnya bebas. Akal adalah anugerah Tuhan yang hanya diberikan kepada manusia. sampai akhirnya pada waktu yang pasti. dinyatakan dalam surat 13: 3. sedangkan qalbu untuk memahami yang metafisik dan mutlak. sedangkan batas-batas pertumbuhan dipengaruhi oleh proses belajar dan pengalaman hidup. 69. batas pertumbuhan itupun berhenti.Satu (1) ayat menjelaskan tentang pemikiran yang salah. Pikiran dan qalbu berhubungan secara organis dan keduanya bekerja pada batas-batas obyeknya dan pada tahapan dari pertumbuhannya. dapat membawa seseorang dikuasai hawa nafsu. 184. 266. Seorang yang dikuasai hawa nafsunya. sedangkan batas-batas pertumbuhan bersifat dinamis dan oleh karena proses belajar terus menerus maka batas-batas pertumbuhan itu bergerak dan berkembang.Enam (6) ayat di antaranya dipakai untuk memikirkan alam ciptaan Tuhan. Sesungguhnya tidak perlu ditakuti adanya kebebasan akal.karena qalbunya melemah.Kebenaran reasltif adalah kebenaran sebagai hasil pemahaman manusia terhadap realitas sekitarnya yang berupa ilmu pengetahuan. dan kebebasan akal ini dijamin penuh oleh Alquran. Seseorang yang menggunkan akal adalah sesorang yang mampu menawan dan mengikat hawa nafsunya. 39: 42. 6: 50. karena pembicaraan tentang akal selalu berhubungan dengan dimensi pikir dan zikir. akan melahirkan perbuatan yang dapat merusak kehidupan. Batas-batas obyek dibawa oleh kodratnya. 2.Sembilan (9) ayat di antaranya dipakai untuk memikirkan manusia. pada saat kematian tiba. dan dalam ayat-ayat tersebut terlihat bahwa yang menjadi obyek pemikiran menurut Alquran adalah alam dan manusia serta hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan keduanya. 7: 176. . karena akal yang tidak bebas bekerja. Dari enam belas (16) ayat itu terbagai sebagai berikut: . Akal sebagai daya rohani bersifat ketuhanan. kebebasannya hampir mutlak. akal harus digunakan agar ia tidak kehilangan kemanusiaannya. karena tidak ada satu kekuatan apapun yang dapat menghalangi akal bekerja. sebaliknya banyak sekali ayat Alquran yang mengajurkan manusia menggunakan akalnya. Akal sebagai daya rohani untuk memahami kebenaran. yang mutlak dan yang relatif. 45:13. Kebebasan akal merupakan prasyarat bagi kebudayaan. Hal ini terbukti tidak ada satu pun ayat dalam Alquran yang melarang manusia untuk menggunakan akalnya. 10:24. . dan hawa nafsu bisa diikat jika qalbu manusia selalu ingat pada kekuasaan Tuhan dinyatakan dalam surat 13: 28. Obyek Pikiran Dalam Alquran terdapat enam belas (16) ayat tentang berpikir. 16: 11.. dinyatakan dalam surat 30: 8. Akal yang tidak berfungsi mengakibatkan manusia jatuh pada kekuasaan hawa nafsu dan berarti kejatuhan manusia. 3: 191. 1 . bekerja melalui pikiran dan qalbu manusia. Mekanisme Akal. 2: 219. yang digambarkan Alqur’an lebih sesat dari pada binatang dinyatakan dalam surat 25: 43-44. Oleh karena itu. Alquran menyatakan dalam surat 45: 23. sehingga manusia kehilangan kemampuan untuk memahami kebenaran sejati.

Dalam hubungan ini. dinyatakan dalam surat 19: 5. Dalam hubungan dengan pemikiran tentang alam. 54: 49. dinyatakan dalam surat 25: 2. Alquran juga menandaskan adanya ukuran tertentu di dalamnya. 1 .Secara jelas Alquran menerangkan bahwa abyek pemikiran adalah alam dan manusia serta yang berkaitan dengan kehidupan keduanya. Alquran menjelaskan tentang adanya prinsip-prinsip kebenaran di dalamnya. Alquran mengajurakan kepada manusia untuk memperhatikan proses penciptaan dalam alam. dinyatakan dalam surat 88:17-20. maka bisa mengakibatkan celaka. 14: 19. Contoh kesalahan itu seperti kesimpulan berpikir bahwa Alquran itu adalah sihir dan perkataan manusia pada umumnya dalam surat 74: 18-26. 6:73. Jika seseorang mencoba memikirkan di luar batas obyeknya. Di samping itu.

Selanjutnya pemikiran tentang sejarah. Dalam kaitan ini. ia dapat pula mempraktekkan dalam proses penciptaan alam kebudayaan. mempunyai andil yang besar bagi penciptaan alam kebudayaan. sehingga manusia dapat memahami kekuatan-kekuatan yang dimilikinya serta kelemahan-kelemahannya sekaligus untuk merancang kehidupan selanjutnya. Perhatian terhadap proses-proses penciptaan ini sangat penting bagi manusia sebagai khalifah di muka bumi.. Setelah memperhatikan proses penciptaan dirinya. manusia juga dianjurkan untuk memperhatikan makanannya. dan makanannya. Pemikiran terhadapa proses penciptaan dalam alam semesta. dengan programprogram untuk meningkankan kualitas hidup manusia serta merencanakan untuk menciptakan hidup yang lebih baik.. proses penciptaan kebudayaan dapat dilaksanakan. Melalui pemahaman terhadap prinsip-prinsip kebenaran yang ada dalam alam semesta ini. Memperhatikan proses penciptaan manusia memberikan pengetahuan yang bermanfaat untuk memahami susunan dirinya.yang ada di dalamnya. karena memang derajat manusia dengan ciptaan Tuhan jauh lebih rendah dari Penciptanya. Melalui penyusunan teori dan percobaan-percobaan itu. Alquran mengajurkan kepada manusia untuk memperhatiakan proses penciptaan dirinya. manusia dapat mengembangkan lebih jauh untuk penyusunan teori-teori dan untuk melakukan percobaan-percobaan. perkembangan dan juga kehancuran. Sedang pemikiran tentang manusia. Akan tetapi pemahaman terdahap proses penciptaan alam semesta ini. dinyatakan dalam surat 86: 5-7. Sudah barang tentu kemampuan manusia menciptakan tidak sama dengan Tuhan. dinyataka dalam surat 30: 9. proses pertumbuhan. Pemikiran tentang alam artinya adalah memperhatikan proses penciptaan dalam alam semesta. sehingga kelangsungan hidup generasi manusia dapat dipertahankan. paling tidak pada bahan yang dipakainya. Dengan memperhatikan makanannya. makanan serta sejarah merupakan anjuran yang sangat besar artinya bagi kelangsungan hidup generasi manusia. serta ruang dan waktu. baik yang sudah terserap dalam tubuhnya yang seringkali menimbulkan problem bagi kesehatannya. maka manusia pun dinjurkan untuk memperhatikan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu beserta akibatakibatnya. manusia dapat memahami proses kelangsungan hidupnya serta mengatasi problema yang ditimbulkan oleh makanannya. dinyatakan dalam surat 80: 24-28. karena melalui pemikiran terhadap proses-proses penciptaan itu. bahkan tidak selayaknya dibandingkan dengan Tuhan. yang memungkinkan proses penciptaan itu berlangsung. jatuh bangunya suatu bangsa merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan karena melalui pemikiran itu akan diketahui 1 . Penciptaan Alam semesta akan selalu melibatkan dan tergantung pada alam semesta. karena penciptaan alam kebudayaan pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari alam semesta. maupun untuk merencanakan penyediaan makanan yang harus mengikuti jumlah penduduk yang bertambah. dimaksudkan agar manusia memahami prinsip-prinsip kebenaran Ajuran untuk memperhatikan proses kelahiran manusia.

makanannya dan sejarah perjalanan hidupnya. karena Alquran adalah zikr. tetapi juga menjadi obat bagi qalbu yang sakit.. Prinsip-prinsip kebenaran itu. Dinyatakan dalam surat 10: 57.dinyatakan dalam surat 22: 45-46. Selanjutnya mengenai Alquran sebagai obyek pemahaman qalbu. Obyek pemikiran menurut Alquran adalah alam dan manusia dengan segala aspeknya. Alquran memberikan pedoman dan tuntunan moral bagi kehidupan manusia. karena Alquran adalah zikr dan menurut Alquran qalbu akan tenang hanya dengan zikr. dengan menekankan pada kajian aspek-aspek tertentu yang lebih terbatas. Hukumhukum itu berlaku pasti dan tidak berubah. terkandung suatu hukum yang mengatur proses perubahan masyarakat. keduanya merupakan sarana untuk 1 .hukum-hukum perkembangan suatu masyarakat yang mengatur dan mempengaruhi proses perubahan masyarakat. Alquran menjadi obat bagi qalbu yang sakit. Dari pemikiran tentang alam dan manusia pada dasarnya diharapkan dapat diperoleh pengetahuan mengenai prinsipprinsip kebenaran. Sesungguhnya dibalik peristiwa-peristiwa sejarah itu. Dalam sejarah terkandung peristiwa jatuh bangunnya bsuatu bangsa dan peristiwa-peristiwa tentang perubahan-perubahan yang mendasar. karena pikiran hanya berkerja dengan memecah realitas dalam fragmenfragmen yang statis. Alquran bagi qalbu tidak hanya sebagai obyek yang dipahami. Dijelaskan dalam surat 38: 1 Alqurqn adalah menjadi obat bagi qalbu yang sakit. yang merubah wajah kehidupan manusia secara drastis. yang mengharuskan adanya perubahan yang terus menerus. - Yang menjadi obyek qalbu adalah sejarah dan Alquran. Sedangkan dalam memahami Alquran. seseorang kan memperoleh wawasan batin yang akan menuntunya ke jalan yang benar dan lurus. 47: 24). Tidak ada yang mutlak dalam teori-teori. Melalui pemahaman histories. Dijelaskan dalam surat 17: 9 Pikiran dan qalbu dalam pandangan tauhid adalah merupakan kesatuan mekanisme akal. sehingga kebudayaan sebagai suatu proses dapat diarahkan lebih manusiawi. Selanjutnya Aqlquran menjelaskan bahwa obyek pemahaman qalbu adalah prinsip-prinsip yang mengatur jatuh bangunnya suatu bangsa atau hukum sejarah dan makna-makana yang tersurat dalam Alquran. akan diperoleh kesadaran tentang perlunya strategi kebudayaan. Dari dua kubu ilmu itu berkembang menjadi lebih banyak. dijelaskan dalam surat 35: 43. karena kebudayaan pada akhirnya akan ditentukan sepenuhnya oleh kualitas manusianya. Kesemuanya itu pada dasarnya mempunyai andil sangat besar bagi pertumbuhan dan kelangsungan kebudayaan suatu bangsa. pada akhirnya berkembang menjadi teori-teori dan perubahan yang terjadi dalam klehidupan alam dan manusia. Obyek Qalbu Dalam Alquran dijelaskan bahwa qalbu (al-qalb) mempunyai kemampuan untuk memahami atau menangkap makna-makna (22: 46 7:179. Pemikiran terhadap manusia. Dijelaskan dalam surat 13: 28. Padahal realitas kehidupan alam dan manusia selalu berubah terus. baik sejak proses penciptaannya. merupakan suatu hal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan suatu kebudayaan. pada gilirannya akan mengakibatkan adanya perubahan teori-teori. 3. dan teori apapun sebagai hasil pemikiran manusia sepenuhnya bersifat relatif. yang kemudian berkembang dalam dunia ilmu alam dan humaniora. dijelaskan dalam surat 47: 24. untuk menyusun teori-teori dan percobaanpercobaan.

Strategi pembentukan kebudayaan adalah didasarkan pada kesatuan pikiran dan qalbu dalam perbuatan. seperti dua sisi mata uang. membuat rencana kerja dan merumuskan tujuan-tujuan atau hasil yang hendak dicapainya. Sebagai kesatuan antara keduanya sesungguhnya tidak dapat dipisahkan. Pikiran bekerja untuk menyusun konsep.memahami kebenaran. pemisahan keduanya akan mengakibatkan seseorang tidak dapat memahami realitas secara utuh. sehingga realitas kebudayaan itu tetap 1 . sedangkan qalbu bekerja untuk memberikan wawasan batin.

suatu sandaran yang dapat membawa ke arah pemahaman yang lebih mendasar. sebagai manifestasi dari perpanjangan kuasa Ilahi. Hakekat Manusia Berbicara tentang hakekat manusia pada dasarnya membicarakan tentang pokok soal yang bersifat radikal. pencarian tentanh hakekat manusia tidaklah cukup hanya berhenti pada pandangan untuk menjelaskan tentang unsur pokok yang secara internal ada dalam dirinya ataupun pada apa yang dimilikinya yang sesungguhnya bersifat eksternal. Sandaran wahyu ini kiranya sangat diperlukan. Kekayaan. Alquran tentang Hakikat Manusia Alquran menegaskan bahwa yang dilihat pada manusia tidak lain hanyalah amal perbuatannya. seperti dalam pandang serba materi (materialisme) yang menetapkan materi sebagai unsur pokok yang menentukan kehuidupan manusia. karena dialah yang paling tahu tentang makna-makna dan keberadaan sebuah ciptaan. mengingatkan manusia secara individual tidak pernah terlibat sedikitpun dalam proses penciptaan dirinya. ia lahir dari suatu proses yang berada di luar kekuasaan dirinya. pencarian tentang hakekat manusia tidak bisa hanya terpaku pada pemikiran tentang sesuatu yang menjadi unsur pokok yang menentukan dirinya. pangkat. hal itu semata-mata tergantung pada nilai yang diberikannya pada dirinya sendiri. sosiologi. Sebaliknya dalam pandangan serba ruh (spiritualisme) menetapkan rohaniah sebagai unsur pokok yang menentukan kehidupan manusia. Di samping itu. seperti yang terdapat dalam kajian berbagai disiplin ilmu. atau pekerjaannya. yaitu berusaha menemukan akar pengertian tentang manusia. tidak lain adalah firmanfirman Tuhan (wahyu Ilahi). Hakekat manusia adalah sesuatu yang amat vital yang menentukan kehidupannya di tengah kancah perubahan masyarakat. umpamanya antropologi. ia adalah sebuah ciptaan belaka. Pengetahuan yang paling lengkap dan benar tentang sebuah ciptaan adalah yang datang dari Penciptanya. karena keterbatasan pemikiran manusia untuk memahami hakekat dirinya. D. maka manusia diharapkan dapat memahami hakikat dirinya melalui petunjuk Tuhan yang menciptakannya. Untuk itu diperlukan suatu sandaran pemikiran yang lebih mendasar. Hakekat manusia tidak tergantung oleh keadaan-keadaan dari luar. perbedaan sosial. dan prinsip yang terdalam ini tidak dapat dihancurkan. suatu sandaran yang berada pada tingkat lebih tinggi dari hasil pemikiran manusia.berada dalam kerangka moral dan untuk tujuan-tujuan moral. Sandaran yang lebih kuat dan jauh lebih tinggi dari hasil pemikiran manusia itu. Pandangan yang melacak unsur pokok pada asal mula adanya manusia dapat mengakibatkan terbaikan aspek dinamik dalam realitas kehidupan. dan psikologi. dinyatakan dalam 1 . yang mungkin saja melewati batasbatas pengertian yang hanya menekankan pada salah satu aspek kehidupannya. Satu-satunya persoalan adalah kecenderungan sikap yang terdalam pada jiwa. guna memahami dan menentukan hakekat manusia itu. bahkan kesehatan atau kepandaian semuanya tidak pokok. Dengan demikian. Dengan sandaran kepada wahyu Ilahi yang tersurat dalam kitab suci – dalam hal ini adalah Alquran.

karena seseorang yang berbuat tidak sesuai dengan kemampuannya. Bentuk pertanggung jawaban itu adalah balasan yang setimpal dan adil sesuai dengan kualitas amal perbuatan manusia. Alquran menyatakan dalam surat 39: 39-40. yang tercermin dalam berbagai kedudukan sosial sesorang yang satu berbeda dengan yang lainnya. Oleh karena itu. dinyatakan dalam surat 18: 110.surat 9: 195. Pekerjaan atau tindakan manusia merupakan perwujudan sepenuhnya dari dirinya. 67: 2. yang akan diberikan Tuhan kepada manusia yang diuji amal perbuatannya. Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan kemampuan antara satu dengan yang lainnya. Kebebasan itu tidaklah dapat dipisahkan dengan tanggung jawab. Ayat ini menjelaskan tentang perbuatan dalam kaitannya dengan realitas sosial. Ayat ini menjelaskan kaitannya perbuatan manusia dengan kemampuan yang dimilikinya. Seringkali terjadi dalam kehidupan masyarakat. juga menyatakan bahwa setiap kedudukan sosial seseorang dalam masyarakat itu menuntut suatu kualitas perbuatan yang sesuai dengan kedudukannya. Tanpa adanya kebebasan tentunya ujian terhadap amal perbuatan itu menjadi tidak bermakna. Dalam kaitan ini. Alquran menganjurkan kepada manusia untuk berbuat sesuai dengan kedudukannya dalam masyarakat. Selanjutnya Alquran menyatakan dalam surat 41: 40. atau oleh perbedaan tingkat pendidikan dalam lingkungan kebudayaan. Rasul-Nya maupun bagi orang-orang yang beriman. ini berarti Alquran di samping mengakui adanya perbedaan tingkat kedudukan sosial seseorang. seringkali berakibat mencelakakan diri sendiri. dengan kata lain kebebasan amal perbuatan manusia itu tidak dapat dipisahkan dengan nilai moral yang memberikan penghargaan tinggi terhadap adanya tanggung jawab. Pada ayat lain Alquran menyatakan dalam surat 17: 84. karena jika ada campur tangan Tuhan dalam amal perbuatan manusia. karena kehidupan ini sesungguhnya menjadi kancah manusia diuji ‘amal perbuatannya. diletakkan tanggung jawab agar kebebasan itu tidak berarti kesewenang-wenangan atas amal perbuatan manusia. Dengan demikian. Ayat ini menegaskan posisi Alquran yang berpihak untuk menegakkan hukum moral. sepenuhnya ditentukan oleh kualitas amal perbuatannya.30. Selanjut nya Alquran mengatakan dalam surat 11:7. baik dihadapan Tuhan. dimana dalam kehidupan suatu masyarakat terdapat perbedaan tingkat kehidupan. sehingga Tuhan hanya dapat ditemui dengan sarana amal perbuatan yang baik. bahwa seseorang menderita oleh pekerjaannya. maka tentunya amal perbuatan itu tidak hanya menjadi ujian bagi manusia itu sendiri. 1 . mewakili citra dirinya dan menjadi ukuran untuk menilai dirinya. bahkan nyaris jatuh total. dan tidak ada campur tangan Tuhan sedikitpun di dalamnya. Di atas kebebasan itu. Lulus tidaknya dalam ujian ini. Dalam hubungan dengan ujian terhadap amal perbuatan manusia. Perbedaan kemampuan perempuan untuk melahirkan anak. Alquran menegaskan adanya kebebasan untuk berbuat. 18:17. Ayat ini secara tegas menyatakan bahwa apa yang dikerjakan manusia adalah yang menentukan eksistensinya. Ayat ini sekali lagi menegaskan betapa pentingnya arti ‘amal bagi kehidupan manusia di dunia ini. amal perbuatan manusia pada hakikatnya manusia sendiri yang sepenuhnya menentukan. Alquran menyatakan dalam surat 24: 23-25. Anjuran Alquran untuk berbuat sesuai dengan kemampuan pada dasarnya dapat dianggap sebagai anjuran yang bermakna etik. dan hal ini sering disebabkan oleh ketidaktahuan atas kemampuannya atau memaksakan diri untuk berbuat di luar kemampuannya. seperti seorang arsitek yang dapat merancang suatu konstruksi bangunan yang berbeda dengan seorang ekonom yang hanya mampu merancang suatu bidang kegiatan ekonomi. pertemuan dengan Tuhan hanya dapat dilakukan dengan amal perbuatan nyata yang sesuai dengan nilai-nilai moral.

berkehendak dan membenci. yaitu 1) ‘amal al-qalb yaitu pekerjaan qalbu. dan 2) ‘amal aljawarih. seperti berpikir. Menurut Ibn Atsir jika kata ‘amal yang berkedudukan sebagai fi’il dibaca ‘ammala maka bermakna walla artinya menguasai atau menjadikan sesuatu. yaitu pekerjaan dari anggota tubuh manusia 1 . Dalam Tafsir al-Fakhr ar-Razi dikatakan bahwa apa yang disebut ‘amal mempunyai dua bagian. sedangkan i’timal adalah aktifitas yang terkait dengan kepentingan diri sendiri. Kadang-kadang dibedakan antara ‘amal dan I’timal.‘Amal ialah al-fi-il artinya pekerjaan atau al-mihnah artinya pengabdian. ‘amal dikatakan sebagai aktivitas yang tidak terkait dengan kepentingan diri sendiri.

ruh. hayat. karyanya. yang menjadi sunnah Allah. bukan pada unsur pokok yang membentuk dirinya yaitu jasadnya hayat. Kesatuan dari gagasan dan tindakan dalam realitas kehidupan dapat dipandang sebagai proses pembentukan suatu kebudayaan. tindakan yang tidak didasarkan pada kesadaran berpikir sesungguhnya tidak dapat dinilai secara etik. dalam wujud kebudayaan. dan dalam karyanya terjelam nilai-nilai kemanusiaannya. Pandangan tauhid Alquran dalam konsep antropologi adalah terletak dalam pandangannya atas kesatuan manusia dalam diri yang disebut Alquran dengan kata nafs. Kebudayaan sebagai penjelmaan kesatuan eksistensi diri manusia hamba Allah (abd Allah) adalah karya nyata dari manusia sebagai kalifah Allah di muka bumi. Amal dalam kaitannya dengan kebudayaan adalah merupakan lapangan kegiatan yang amat luas. Pada amal perbuatan manusia inilah terletak hakikat manusia. Jadi. hayat ruh. yang secara formal diatur dalam kehidupan keagamaan. yang nampak dalam gerak atau diam. Sedangkan manifestasi amal perbuatan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi adalah ketekunannya mengembangkan konsep-konsep dalam realitas kebudayaan dalam kehidupan masyarakat. dan ruh) manusia menyatu secara nyata dan dinamis. amal pada dasarnya dapat dipandang dari dua tahap yaitu tahap gagasan (pemikiran dan kesadaran) dan tahap gerak tubuh yang melahirkan tindakan konkrit dalam realitas kehidupan. Manusia menampakkan dirinya secara nyata dalam karyanya. Dari ayat-ayat tersebut di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa dalam pandangan Alquran. Pada tahap kesatuan gagasan dan aktualitasnya terdapat kaitaan dengan nilai etik. Dalam karyanya. Manifestasi amal perbuatan seorang hamba Allah (‘abd Allah) adalah ketaatan dan kepatuhannya yang ikhlas atas perintah-perintah Allah. baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia. dan ketulusannya beribadah kepada-Nya. totalitas diri (jasad. Kesatuan diri itu terjelma dalam amal perbuatan. yang menjelma menjadi perbuatan nyata.bertugas membentuk kebudayaan di muka bumi (khalifah Allah fil alardhi). Melalui karyanya. diri manusia akan dapat menemui Tuhannya dalam surat 18: 110. kepada hukum-hukum Allah yang mengatur semua ciptaan-Nya. Hakikat manusia adalah amalnya. ruh. yang menyakut berbagai aspek kehidupan manusia di dunia ini dan bukan semata-mata kegiatan peribadatan formal seperti yang diatur dalam kehidupan keagamaan. kesatuan diri dari unsur-unsur jasad. hayat. Oleh karena itu. ‘Amal dalam pandangan Alquran mempunyai arti yang amat luas. Hanya melalui karyanya yang baik. kualitas kemanusiaan akan dilihat oleh Allah dan utusan-Nya serta orang-orang yang beriman dalam surat 9: 105. yaitu perbuatan nyata dari manusia yang menjadi hamba Allah (‘abd Allah) yang 1 . ‘Amal dalam hubungan ini adalah merupakan wujud penjelmaan kesatuan diri (nafs) – kesatuan jasad. amal perbuatan nyata yang merupakan wujud dari kesatuan kedudukan manusia sebagai hamba Allah (‘abd Allah) yang bertugas menciptakan kebudayaan di muka bumi (khalifah Allah fil al-ardhi). amal perbuatanlah yang menentukan arti hidup manusia.

mengalirlah perasaan romantis mengagumkan.. di dalam lubuk hati yang terdalam. Tatkala seseorang beranjak lebih dewasa dan mengenyam lebih banyak pengalaman. bagi laki-laki apabila telah mengalami mimpi mengeluarkan 1 . KONSEPSI TUHAN DALAM ISLAM Ketika seseorang mulai menyadari eksistensi dirinya. maka timbullah tanda tanya dalam hatinya sendiri tentang banyak hal. Dia sewaktu-waktu muncul kepermukaan lautan kesadaran memanifestasikan kecenderungannya merindukan Tuhannya yang begitu lembut. siapa yang menata langit dan membangunnya sedemikian kekar dan indah. Demikianlah fitrah manusia bergolak mencari dan merindukan Tuhan. pernyataan ini diucapkan ketika seseorang sudah sampai masa baliq (kedewasaan) dengan tanda. Karena itu. Makna Dua Kalimah Syahadat Dua kalimah syahadat merupakan pernyataan dasar seseorang untuk masuk ke dalam Islam. Dalam ajaran Islam. agar dapat dibedakan secara filosofis. Nampak kian banyak misteri yang terselubung di balik kehidupan ini. yang pernah diungkap ketika seseorang menyatakan dirinya Islam. namun kekuatan fitrah ini tidak dapat dihapuskan samasekali. serasi dan memukau. Sebaliknya banyak kejadian yang mendadak tak diduga sebelumnya.maka siapakah penguasa di balik iradah dan kemampuan insan yang terbatas ini. maka hatipun bergetar. Pengertian dan pemahaman manusia tentang Tuhan akan memberikan corak kepada perilaku dalam hidup beragama dan berbangsa. Boleh jadi fitrah ini sekali-kali tertutup kabut kegelapan sehingga nampak manusia tidak mau tahu siapa penciptanya. Dari arus pertanyaan yang mengalir dalam bisikan lubuk yang terdalam. karena semua persoalan aktivitas kehidupan umat Islam tidak dapat dilepaskan dari dua kalimah Syahadat ini. Banyak keinginan tidak selamanya terpenuhi. A. mengapa saya tiba-tiba ada. Dalam ajaran Islam. mulai dari bentuk yang dangkal dan bersahaja berupa perasaan sampai ke tingkat yang lebih tinggi berupa penggunaan akal. dari mana saya ini. hati mencoba menelusuri siapa Dia yang menempatkan letak-letak bintang yang begitu permai. bukan saja naluri yang bergolak tetapi otak dan logika mulai main untuk membentuk pengertian dan mengambil kesimpulan tentang adanya Tuhan. Oleh karena itu. Ketika pandangan diarahkan ke lazuardi biru. setiap umat Islam sangat perlu memahami dua kalimah syahadat secara filosofis. langit dihiasi dengan cahaya bintang. Pertanyaan-pertanyaan itu antara lain. Tetapi di balik kekaguman akan romantika itu. terdapat suatu cetusan yang mempertanyakan tentang Penguasa tertinggi alam raya ini yang harus dijawab. diperlukan suatu pengertian yang lebih mendasar. Kedangkalan dan kekeliruan dalam memahami konsep ketuhanan akan membawa akibat pula kepada kehidupan beragama dan bernegara. Pada tahap ini. maka kecenderungan untuk ingin tahu itu lebih keras lagi. hendak kemana saya. pemahaman tentang Tuhan ini berawal dari pernyataan umat Islam tentang dua kalimah syahadat. memancar kecenderungan untuk ingin tahu berbagai rahasia yang masih merupakan misteri yang terselubung. Ketika malam kelam.

maka peran orang tua untuk mengajarkan dua 1 . bagi lakilaki pada umur + antara 12 – 15 tahun dan bagi wanita + antara 9 – 13 tahun apabila dalam pertumbuhan biologis yang sehat. Menurut medis kedewasaan seseorang secara biologis diperkirakan. sedangkan bagi wanita apabila telah mengalami haid (cairan darah) dari kemaluannya. Ketika seseorang telah mengalami kedewasaan sebagaimana diungkap di atas.sperma (mani) dari kemaluannya.

Oleh karena itu. Namun persepsi setiap manusia memungkin kan terjadinya tanggapan dan pandangan tentang Tuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tahap pemikirannya. maka tidak ada manusia di atas dunia ini yang tidak mempunyai Tuhan. Maha Perkasa. Pengertian Tentang Tuhan Dalam bahasa Inggris kata Tuhan disebut God. Dalam memahami dua kalimah syahadat ini. jika seseorang berasal dari keluarga Islam. Ini bukan berarti bahwa sebelum seseorang itu dewasa tidak diajarkan dua kalimah syahadat tersebut. dari mana kata tersebut berasal. mengapa kata illah dinyatakan di dalam kalimah syahadat tersebut? Kedua. jika menjadi suatu yang dipentingkan. 1. Namun setiap bangsa Indonesia sudah dapat memahami apa yang dimaksud kata Tuhan tersebut. ada beberapa pertanyaan yang perlu dikemukakan untuk memperjelas dasar keyakinan seseorang. sebagai suatu pernyataan untuk menyatakan bahwa seseorang telah berada (masuk) dalam Islam. Menurut Ibnu Taimiyah memberikan pengertian Tuhan (Al Ilah) ialah “yang dipuja dengan penuh kecintaan hati. tunduk kepadanya. kalimah syhadat tersebut. Asal usul kata Tuhan ini. kepadanya tempat berpasrah kita berada dalam kesulitan. Pertama. jika diambil suatu kesimpulan. Dua kalimah syahadat ini perlu dipahami oleh siapapun yang telah masuk dalam Islam. Prosees Pemahaman Tentang Tuhan 1 . berdo’a dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri. Maha Perkasa. kata Tuhan diartikan sesuatu yang diyakini dipuja disembah oleh manusia sebagai yang Maha Kuasa. karena kalimah syahadat ini merupakan titik tolak awal dalam memahami Allah. yang dipentingkan oleh manusia. antara lain diartikan dengan the creator and ruller of the univers (pencipta dan penguasa alam semesta) atau any being regarded as or worshipped as happing power over nature and control over human affairs (sesuatu yang Kata Tuhan merupakan bahasa yang digunakan oleh bangsa Indonesia untuk mengungkapkan sesuatu yang diyakini dipuja dan disembah oleh manusia sebagai Yang Maha Kuasa. Ini berarti bahwa sesuatu yang diyakini oleh manusia apapun bentuknya. kata Tuhan dinyatakan dengan kata rabbun yang artinya pembimbing atau ilaahun yang artinya gerakan atau dorongan. menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya” Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa Tuhan itu dapat berbentuk apa saja. tidak cukup hanya mengetahui arti dari kalimah tersebut tanpa menganalisanya lebih lanjut. merendahkan diri dihadapannya. takun dan mengharapkannya. mengapa kalimah syahadat itu tidak langsung saja menyatakan kata Allah? Ketiga Mengapa hanaya nama Rasul Muhammmad Saw saja yang dinyatakan dalam kalimah syahadat? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu diuraikan terlebih dahulu tentang pengertian illah dalam dua kalimah syahadat ini. 2. yang sering kata illah diterjemahakan dalam bahasa Indonesia diartikan dengan kata Tuhan.dipuja atau di sembah karena melebihi kekuatan alam dan menguasai aktivitas manusia) Dalam bahasa Arab. Dalam kamus besar bahasa Indonesia. meminta perlindungan dari padanya. maka telah menjadikan sesuatu itu Tuhan. hingga saat ini belum dapat diketahui dengan pasti.

roh A pada hari Jumat Kliwon. Jika menurut nasehat dukun. Dia akan dikunjungi oleh orang-orang untuk berobat. Orang yang usia. yang berarti bergerak atau bangkit. Sesuatu yang mempunyai kekuatan dari yang lainnya. Orng yang memliki Mana yang lebih dari orang lain. maka ia akan dihantui oleh perasaan was-was dan takut. Roh itu akan senang apabila keutuhannya dipenuhi.. dianggap mempunyai Mana yang hebat. misalnya memerlukan sajian nasi kuning. Untuk memperoleh ketenangan hidup dan agar terhindar dari gangguan Mana yang lain yang membahayakan. suatu roh harus mendapatkan perlakuan tertentu. mempunyai rasa senang dan rasa tidk senang serta mempunyai kebutuhan-kebutuhan. tetapi ia dapat dirasakan pengaruhnya. maka cukuplah dengan air putih saja. maka pohon itu mempunyai Mana yang hebat pula. Meskipun Mana itu tidak dapat diindera. Menurut paham ini. Setiap benda yang dianggap benda baik. agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut haruslah diusahakan untuk memenuhi atau menyediakan kebutuhankebutuhannya.Dalam literature sejarah agama.berusaha mengumpulkan Mana sebanyak-banyaknya. akan menjadi sanjungan dalam masyarakat rimitif. mempunyai roh (roh dalam uraian ini tidak sama dengan pengertian roh dalam Islam). dianggap mempunyai Mana yang hebat. meminta advis dan minta bendabenda tertentu sebagai jimat. telah mengakui adanya suatu kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan manusia. Saji-sajian yang sesuai dengan advis dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh itu. apakah benda itu mati atau hidup. ada yang berpengaruh positif dan apa pula berpengaruh negatif. Mana adalah kekuatan yang tidak dapat dilihat atau diindera dengan pancaindera dan oleh karenanya dianggap sebagai sesuatu yang misterius. Jika dukun menasehati cukup dengan air putih. Contohnya. roh dipercayai sebagai sesuatu yang akatif sekalipun bendanya hidup. 1 . seperti mana dari yang lainnya. yang berarti suatu teori yang menyatakan adanya sebuah proses dari suatu keyakinan yang amat sederhana hingga meningkat menjadi lebih sempurna. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. Orang yang usia. Syakti (India) dan Kami dalam bahasa Jepang. Kekuatan yang ada pada benda-benda itu disebut dengan nama yang berbeda -beda pada setiap tempat. maka seseorang tidak dapat membantah kecuali menurutinya. Di samping kepercayaan dinamisme. Benda-benda yang mempunyai Mana yang lebih dan yang lainnya disebut fetesy atau jimat. kekuatan dan keberaniannya luar biasa juga dianggap mempunyai Mana yang luar biasa. manusia sejak zaman primitif. biasanya dijadikan tokoh. kekuatan dan keberaniannya luar biasa juga dianggap mempunyai Mana yang luar biasa. manusia harus . 2. Dinamisme Kata dinamisme berasal dari kata dinamo. Oleh masyarakat primitif. Contohnya. Dukun-dukun. pohon-pohon yang besarnya melebihi pohon yang besar lainnya. masyarakat primitif juga mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. Animisme Animisme berasal dari kata yang berarti jiwa dan roh. Menurut kepercayaan nya ini. Tuah (melayu). kemudian seseorang tidak melaksanakannya. Setiap benda itu mempunyai pengaruh pada manusia. dikenal teori evolusionisme. Benda-benda yang mempunyai Mana yang lebih dan yang lainnya disebut fetesy atau jimat (melanesia). maka pohon itu mempunyai Mana yang hebat pula. Benda-benda yang ditakuti rohnya ialah benda yang dianggap mempunyai kekuatan atau Mana yang hebat. pohon-pohon yang besarnya melebihi pohon yang besar lainnya. Menurut teori Evolusionisme dalam proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan ini adalah sebagai berikut: 1. Jika menurut dukun. tukang sihir dan sejenis dengannya.

akan disanjung. Ikatan manusia dengan hal-hal tersebut di atas 1 . benda-benda. dihormati dan disembah agar dapat menolong dan membantunya. binatangbinatang dan pohon-pohon yang dipandang mempunyai roh. roh nenek moyang.Pada masyarakat primitif.

Henoteisme Perkembangan dari politeisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum cendikiawan dari satu masyarakat. Ketiga Tuhan itu adalah satu jua adanya. di Mesir disebut Ra dan di dalam agama Weda disebut dewa Indra. mengingat terlalu banyaknya yang menjadi sanjungan dan pujaan mereka. 5. sementara di Jerman disebut Thor atau Donnar. Bapak. ada yang membidangi angin dan lain sebagainya. dikenal pula adanya konsep tritunggal (trinitas) pada agama kristen yang diartikan Tuhan itu ialah Allah baik lahir maupun batinnya amat kuat. Soma ( minuman). Syiwa. Kepercayaan terhadap tiga dewa senior tersebut dikenal dengan istilah trimurti (tiga sembahan). dianggap hanya ada satu dewa yang mempunyai kelebihan dari dewa yang lain. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya. Pertiwi (bumi) dan lain sebagainya. Dalam kepercayaan semula antara satu dewa dengan dewa yang lain mempunyai kedudukan yang sama atau sederajat. Lambat laun. laut apai dan lain-lain. dan teisme dalam bahasaYunani disebut Theus diartikan Tuhan. Jadi monoteisme dapat diberi pengertian “keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa”. dari dewa-dewa yang diakui. Di samping trimurti. Bangsa Yahudi yang ada di Mesi. Kepercayaan semacam ini yaitu satu Tuhan untuk satu Bangsa disebut dengan henoteisme (Tuhan tingkat Nasional). Dewa itu mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. meskipun dewa-dewa yang ada dibawahnya tetap mempunyai pengaruh. Dalam proses waktu. Yesus dan Roh Kudus. Dewa cahaya. dewa Indra. namun masih mengakui Tuhan (ilah) dari bangsa lain. Politteisme Kepercayaan yang disebut dinamisme yang sebenarnya bersamaan dengan kepercayaan animisme. di Babilonia disebut Syam. Ketiga dewa tersebut membawahi dewa lainnya seperti Ani (api). 3. Satu bangsa hanya mengakui ada satu dewa yang disebut dengan Tuhan. lama-lama dinyatakan tidak memberi kepuasan. diadakan seleksi karena tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama. Kata mono dalam bahasa Yunani diartikan satu. dan Wisnu. 4. kepercayaan manusia meningkat menjadi lebih defenitif (tertentu).Sedangkan dalam agama Hindu trimurti adalah Brhama. ada yang membidangi masalah air. Ada bermacam-macam bentuk keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai berikut : 1 . cahaya dan ketertiban alam. dewa Mitra dan dewa Worouna yang masing-masing membidangi alam. pohon besar. Roh yang lebih dari yang lain itu kemudian disebut dewa. binatang tertentu. dewa Zeus sudah tentu lebih dimuliakan dari dewa-dewa dibahwanya. Nama atau sebutan dewa-dewa tersebut berbeda-beda pada masing-masing bangsa. Oleh karena itu. Di dalam agama Yunani kuno misalnya. Pada agama weda misalnya. namun masih mengakui Ra sebagai Dewa bangsa Mesir. Mesti ada satu yang melebihi yang lainnya. ada tiga. Itulah sebabnya pada masayarakat ini terjadi penyembahan-penyembahan terhadap patung. Monoteisme Mernurut teori evolusi perkembangan terakhir dari proses pemahaman ketuhanan ini adalah monoteisme. meskipun telah mengakui Elohim sebagai Tuhannya.

39:6. bukan sifat Tuhan. 17:22. 16:2. dan yang lain-lain yang 1 - Monoteisme murni jika di-Indonesiakan dapat disebut dengan Keesaan Tuhan. kata “ilah” diungkap dalam Alquran sebanyak 113 kali dalam bentuk tunggal (ilaahun). 3. 20:88. 18:110. 40:37. 108 22:34.2 kali disebut “ilahaka. 18:110.16 kali disebut “ilahan” dalam surat 2:133. 51:51. 15:96. Bahkan kitab ini sendiri menamakan dirinya “petunjuk bagi . Tiap bentuk dan rupa yang ditemukandalam alam (termasuk dalam alamimajinasi pikiran manusia). 9:31. 23:23. 28:70. 22:43 29:46. 43:84.32. tapi hanya satu Tuhan saja yang diarah dan dipuja. bukan bentuk dan rupa Tuhan - manusia” (huddal lin-nas) dalam surat 2: 185 dan berbagai julukan lain yang senanda di dalam ayat-ayat yang lain. 28:71.- Monoteisme Praktis adalah suatu keyakinan yang tidak mengingkari dewa-dewa lain.18. 7:59.39.51.6. sifat dan perbuatan. 52:43. ilahukum” dalam surat 37:4. 27:26.61 . Dalam bahasa Alquran kata Tuhan disebut “ilah”. 2:163. dalm bentuk ganda (munthanna. 9:31.61. 20:8.23. hanya mungkin dihayati dengan hati.63.2 kali dinyatakan “ilahahu. Tiap sifat yang ditemukan pada alam. 4:171.65. 2 kali disebut “ilahiyin” dalam surat 5:116. 2:163.73. 23:117. dengan rincian: 80 kali disebut“ilaha. 7:138. Tuhan Yang Maha Esa itu tidak mungkin ditemukan oleh pikiran manusia. 3:62.106. 5:73. Islam menyakini Monoteisme murni bukan produk pikiran atau hasil perkembangan pikiran. ilaahaini) dan dalam bentuk banyak atau jamak (aalihatun). 3:2. 73:9. 7:158. Islam mengistilahakannya dengan Tauhid (mengesakan). 20:88.85. 4:87.84. Ada yang bersifat fisik (Raja. 140. 27:60. 18:14. 91.88.62. 64:13. 45:23 .10 kali diungkap “ilahakum. 10:90. 25:68. 59:22. Tuhan dalam Al Quran Menurut Fazlur Rahman dalam bukunya Tema-tema Pokok Alquran menyatakan bahwa Alquran adalah sebuah dokumen untuk ummat manusia.98. hanyalah Islam. 50:26. 98.62.72. ilahun” dalam surat 2:133.84. Satusatunya yang menganut monoteisme murni diantara filsafat dan agama-agama di dunia sekarang. 21:108. 23:116. 6:19. Tuhan memiliki sifat satu-satunya. tapi adalah wahyu yang diturunkan oleh Tuhan yang Maha Esa sendiri melalui Utusan-Nya. 41: . 20:97 . 64. Monoteisme Teoritis adalah suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 38:65. dalam surat 25:43. 21:29. 40:3. 13:30. Dengan demikian ujud keyakinan seperti ini sangant berlawanan dengan teori ilmu. 16:51 1 kali disebut “ilahuna” dalam surat 29: 46 Ungkap ayat-ayat Alquran di atas. yang akhirnya dianggap sebagai satu-satunya Dewa. 11:14. penguasa. 41:6.91. lebih dari 2500 kali disebutkan di dalam Alquran (Tidak terhitung dengan kata ar-Rabb. 16:22. tapi dalam prakteknya lebih dari satu Tuhan Monoteisme Murni adalah suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa baik dalam jumlah.ilahika”dalam surat 2:133. 21:25.87. ar-Rahman). 38:5.46. 11:50. 26:29.213.18. 16: 22.163. 114:3. 5:73. memberikan pengertian bahwa kata “Tuhan” atau “ilah” mempunyai arti yang beraneka-ragam. 14. ilahin. 14:52. Monoteisme Spekulatif adalah suastu keyakinan yang terbentuk karena bermacam-macam gambaran Dewa-dewa lebur menjadi satu gambaran.38.129. . 35:3 37:35. tidak ada duanya. 28:38. Perkataan “Allah” adalah nama Tuhan yang sesungguhnya. 6: 102. 28:88.255.

dipatuhi dan dipuja) dan ada yang bersifat abstrak (hawa nafsu. kepentingan pribadi yang dipatuhi dan dipuja). 1 .

Karena itu kata ilah ini diungkap dalam Alquran untuk menunjuk kan sesuatu keyakinan yang salah. sedangkan keyakianan dengan menggunakan kata Allah. Alquran memberitahukan pula bahwa ajaran tentang Allah diberikan juga kepada para Rasul sebelum Muhammad.Kata ilahan wahidan dalam surat 2:133. 29:46. laki-laki dan perempuan. 5:72 dan Allah menyatakan diriNya sendiri itu adalah Esa. 38:5. karena tidak ada kata lain yang tepat untuk meyatakan keyakinan kepada Sang Pencipta. dikemukan dalam surat 29:46. Karena konotasi kata Tuhan sebagaimana telah diungkap di atas. 18:110. 22:43. dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. Disinilah letak kekuatiran umat Islam selama ini dalam menggunakan kata Tuhan untuk nama Allah. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” “Katakanlah (ya Muhammad): Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan. 4:171. karena konotasi kata ilah membawa suatu keyakinan yang salah. Sebagaimana diungkap perbedaan tersebut dalam surat 45:23. Alquran menyatakan nama Allah dengan kata ilahu wahid. ilahan wahidan (Tuhan Yang Satu. Permasalahan muncul dalam kehidupan beragama adalah dalam memberi pengertian nama Allah diartikan sama dengan kata Tuhan dalam bahasa Indonesia. dinyatakan dalam surat 11:84. 38:4. 21:108. 14:52.Suatu yang dilema bagi bahasa Indonesia untuk menyatakan suatu keyakinannya menyebut nama Tuhan. 22: 34. dan ilahukum ilahu wahid. Dengan mengemukan alasan-alasan tersebut diatas. yang berlawan dengan suatu keyakinan yang benar. diungkap dengan nada yang sama “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. maka menurut informasi Alquran bahwa sebutan yang benar bagi Tuhan yang 1 . dalam pengertian Alquran mempunyai arti yang beraneka-ragam. 2:163. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Alquran membedakan keyakinan manusia menggunakan kata ilah. 41:6 . 38:65. 5:73. Yang diterjemahkan sebagai berikut : “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya (keinginan-keinginan) sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan Ilmu-Nya”………… dan dalam surat 25:43. 9:31. namun konotasi yang dimaksudkan sudah dapat dipahami bahwa arti kata Tuhan itu adalah sebagaimana yang diungkap dalam kamus Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang diyakini dipuji disembah oleh manusia sebagai Yang Maha Kuasa. Hal ini dinyatakan antara lain dalam surat 3:62. “Maka Ketahuilah. Sementara Bahasa Alquran sangat membedakan kata ilah dengan kata Allah. dan sesungguhnya Allah. 41:6. Tuhan kamu Tuhan Yang Satu. 16:22. 47:19.Kata ilahukum ilahu wahid dalam surat 37:4. 20:98. diterjemahkan sebagai berikut : “Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar. 16:22.51. adalah suatu keyakinan yang benar karena Allah memberikan namaNya sendiri adalah Allah. . 6:19. dan sekali-kalitidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa dan Maha mengalakan”.Kata ilahu wahid dalam surat 2:163. 18:110. dan Allah menyatakan diriNya tidak dapat dilihat dengan mata diungkap dalam surat 6:103. Tuhan Yang Satu) . Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu”. Maha Perkasa. sementara kata ilah diartikan juga dengan kata Tuhan dalam bahasa Indonesia atau bahasa lain. 21:108. bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mu’min.

Ia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan yang lain. Esa menurut Alquran adalah esa yang benar benar esa. jika dianalisa secara semantic mempunyai arti yang berabeka ragam. Terjemahan tersebut sangat popular didengar. dengan pengertian bahwa kita menolak sesuatu yang tidak kita inginkan dan kita menerima sesuatu yang kita inginkan.sesungguhnya adalah sebutan ALLAH. pengakuan seperti diungkap tersebut belum menjadi sebuah komitmen. baru hanya dibibir. Keesaan Allah adalah mutlak. mengapa kata (ILLAH) termasuk dalam kalimah syahadat dan mengapa hanya nama nabi Muhammad SAW saja yang termasuk dalam kalimat tesebut. Ini berarti jika wahyu Allah itu diturunkan sejak Rasul Adam. tidak semua manusia mempunyai persepsi yang sama. Kata (LA) dalam kalimat syahadat. agar dapat dipahami dengan jelas makna yang tepat. berarti tidak ada lagi di dalam dirinya untuk mengakui sesuatu kekuatan kecuali Allah. maka perlu dipertegas dengan suatu pemahaman terhadap dua kalimah syahadat itu sendiri. untuk mendapatkan asuatu makna diperlukan suatu analisa. Namun dalam realitas kehidupan sebagai seorang muslim. Dari kalimat syahadat tersebut ada dua hal yang sangat perlu dipertanyakan. Dalam pembahasan ini yang dimaksud dengan kata makna adalah arti dari suatu pemahaman dengan sudut pandang Islam dan pendekatan filosofis dari kalimat syahadat yang dikaitkan dengan realitas kehidupan manusia. Jika pengertian yang dimaksud demikian. namun jika dipahami secara mendasar maka kalimat tersebut merupakan kalimat penolakan dan sekaligus kalimat penerimaan. maka sebagai seorang muslim yang telah menyatakan ungkapan tersebut. Kata (ILAH) dalam kalimat syahadat diartikan sebagai Tuhan. Persoalannya sedikit rumit karena kita berbicara masuk dalam wilayah keyakinan. 4 . yang mengikrarkan kalimat syahadat La ilaaha illa Allah harus menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam setiap gerak dan tindakan dan ucapannya. Penomena ini dapat dilihat dalam keseharian kita. Namun dalam bahasa Indonesia kata Tuhan. 1 . jika dianalisa dalam bahasa Arab disebut LA NAHIYAH DAN LA NAFIYAH. artinya “jangan sekalikali” dan “tidak ada sama sekali” kedua pengertian ini dapat digunakan dalam memahami ungkapan dua kalimah syahadat tersebut. Konsep kalimat La ilaaha illah Allah yang bersumber dari Alquran memang pentunjuk bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk mencari Tuhan yang lain selain Allah dan hal ini dapat kelihatan dalam sikap dan praktek menjalani kehidupan. Disinilah letak persoalannya mengapa setiap manusia mempunyai pandangan yang berbeda-beda. dan kemahaesaan Allah tidak melalui suatu teori evolusi melainkan wahyu yang dating dari Allah sendiri. Kalimat Syahadat di atas. Dari analisa pengertian diatas dari sudut pandang lkeyakinan Islam. Jika kalimat syahadat diterjemahkan maka artinya sebagai berikut “aku bersaksi/menyatakan tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammmad adalah utusan Allah”. Makna Kalimah Syahadat dalam Realitas Kehidupan Dalam kamus besar Bahasa Indonesia kata ‘makna’ dinyatakan dengan kata maksud atau arti. yang tidak berasal dari bagian-bagian dan tidak pula dapat dibagi menjadi bagian-bagian. didalam bahasa Al Qur’an maupun bahasa Arab pengertian (ILAH) diartikan “sesuatu yang diyakini selain Allah”. mka kalimat (LA ILAHA ILA ALLAH) dapat diarti sebagai berikut”jangan sekalikali mengakui ada Tuhan kecuali Allah” dan atau “tidak ada sama sekali mengakui Tuhan kecuali Allah”. maka konsep tauhid itu telah ada sejak datangnya Rasul Adam di muka bumi ini. Sebagai umat Islam.

ketika seseorang telah menyatakan kalimat (LA ILLA ILA ALLAH) ini berarti pengakuan seseorang muslim terhadap dirinya bahwa tidak ada lagi Tuhan di 1 .Jika dipahami dari pendekatan filosofis.

kebebasan atau kemerdekaan adalah hak yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia. Perbedaan. untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku pula” “Tidak ada paksaan dalam menganut agama. kebebasan atau kemerdekaaan yang memiliki nilai-nilai kemanusia. sebab jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. berate ia berpegang kepada tali yang berbuhul kuat yang tidak mungkin putus. kebebasan atau kemerdekaan dalam segala hal kehidupan yang diberikan Allah kepada manusia. Tuhan tidak ada atau hilang. apakah bapaknya Yahudi ataukah nasrani ataukah majuzi” (hadist diriwayatkan oleh Buchari dan Muslim). Landasan pertama adalah Al Qur’an dalam surat 109: 1-6 dan 2: 256. Allah memberitahukan kepada manusia bahwa ada Tuhan lain selain Allah yang akan dipahami oleh manusia 2. Dalam arti bahwa perbedaaan. namun perbedaaan dalam psikologis belum tentu dapat diakui oleh semua manusia. serta 10: 99 yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai berikut: “Katakanlah!: Hai orang-orang kafir.dalam dirinya. namun Allah menghendaki perbedaan. tentulah akan beriman semua orang yang ada dimuka bumi ini seluruhnya. Kenyataan ini tidak dapat diingkari oleh manusia apapun bentuknya. yang ada hanya ALLAH. jika kita mengatakan bahwa tidak ada sesuatu di dalam diri kita. aku bukan penyembah apa yang kalian sembah. Inilah yang dimaksudkan kalimat (LA ILAHA ILA ALLAH). Perbedaan dalam bentuk ini semua manusia telah sepakat mengakui. bukan berarti sesuatu itu tidak ada di luar diri kita. dalam pemahaman sesorang muslim. merupakan sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. namun bukan berarti bahwa di luar dirinya. kebebasan atau kemerdekaaan yang mengindahkan aturan tata karma yang telah disepakati dalam kehidupan manusia walaupun tidak tertulis. Suatu pertanyaan untuk memperjelas analisa dalam memahami Kalimat Syahadat tersebut adalah mengapa kata ILLA ini termasuk dalam kalimat Syahadat? Pertanyaan mengapa dalam pendekatan keilmuan memerlukan jawaban yang menggunakan landasan dan argumentasi yang jelas. Dengan pengertian lain. pendapat dan berpikir serta perbedaan dalam memilih agama. karena perbedaaan dalam bentuk ini merupakan kodrat yang memang sudah berbeda. Barang siapa yang ingkar kepada thaqut. Dari landasan di atas. dan kalian tidak pula akan menyembah apa yang aku sembah. Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih yang terbaik buat manusia Dalam realitas kehidupan bahwa keanekaragaman yang ada bukan diciptakan oleh manusia justru Allah yang menghendaki. oleh karena itu perbedaan. Allah maha mendengar dan Mengetahui” “ Dan kalaulah Tuhanmu menghendaki. aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. Perbedaan tersebut bukan perbedaan dalam arti fisik. kalian bukan pula penyembah apa yang aku sembah. hanya yang beriman kepada Allah. Al Qur’an mengajarkan kepada manusia untuk memberikan penyadaran bahwa 1 . seperti perbedaaan pandangan. ada dua hal yang paling dasar yang perlu dipahami : 1. Apakah kamu hendak memaksa orang supaya mereka beriman semuanya” Landasan kedua Hadist Rasullah SAW yang diterjemahkan sebagai berikut : “ Setiap anak yang dilahirkan membawa fitrahnya.

yang dirasa sudah usang. manusia senantiasa terlibat dalam proses penciptaan . transformasi dan model khusus dari hasil akhir atau penggunaannya. dan seterusnya. dengan kekuatan tenaga yang dimiliki. Sesuatu hal itu difikirkan menjadi suatu konsep berupa gugusan ide yang meliputi bentuk atau model. bentuk baru dari sesuatu yang sebelum tidak ada. cara atau metodae penciptaan. Pengertian Penciptaan Penciptaan adalah suatu proses mewujudkan gagasan dalam kenyataan. dengan menggunakan bahan tertentu pula sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. dan dengan kemampuan kreatifnya ia menjelajahi bahkan menghadirkan bayangan hari depan ke kekinian. adanya bahan atau material yang dipakai. maka jadilah suatu wujud baru. menggantikan yang lama. Analisis literer menunjukkan bahwa kata penciptaan mengandung beberapa bagian atau komponen yaitu adanya pencipta atau pelaku penciptaan. Keinginan memasuki pengalaman yang baru atau kebaruan. 1. telah mendorong manusia untuk memasuki medan penciptaan yang tak pernah mandek.perbedaan itu harus diakui adanya. kemudian proses penciptaan itu dimulai dalam ruang dan waktu tertentu. Proses penciptaan bermula dari adanya pencipta yang memikirkan sesuatu hal. Manusia selalu ingin yang baru. ukuran kekuatan atau kapasitas serta tujuan atau hasil yang ingin dicapainya. Konsepsi Penciptaan Alam Semesta 1 . Setelah konsep itu jelas. Dalam kehidupan sehari-hari. antara lain menciptakan gedung-gedung yang berlomba makin tinggi seakan-akan ingin mecakar langit. konstruksi. membangun jalan layang untuk mengatasi kemacetan karena semakin banyaknya kenderaan-kenderaan yang harus diproduksi. dan bukan diartikan suatu permusuhan. menciptakan konsep-konsep pembangunan yang baru sesuai dengan perubahan yang senantiasa terjadi dalam kehidupan manusia.

Oleh karena itu. tidak ada sesuatu yang terjadi dengan sendirinya atau kebetulan.Nyatalah bahwa dalam kehidupan ini. Kualitas suatu kejadian atau produk sepenuhnya ditentukan oleh kualitas penciptanya. kualitas ciptaan manusia jauh lebih rendah daripada 1 .

57:4. untuk melakukan perbaikan atau penggantian sesuatu yang rusak.Sebaliknya. Sesungguhnya penciptaan adalah suatu aktivitas yang sangat menentukan bagi adanya eksistensi. menciptakan sesuatu dri sesuatu yang ada mendahuluinya. maka ilmu dan teknologi akan meyemaikan harapan dan kesejahteraaan bagi kehidupan bersama. apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaanNya sehingga kedua ciptaaan itu serupa menurut pandangan mereka?’ Katakanlah: ‘Allah adalah pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. maka ilmu dan teknologi srta wujud kebudayaan lainnya sebagainya produk manusia. dab akibatnya akan sangat luas dalam kehidupan masyarakat. Tantang dan perubahan yang terus-menerus terjadi dalam kehidupannya mengharuskan manusia memberikan jawaban dan jawaban itu sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari kemampuannya menciptakan. Eksistensi manusia makin teguh oleh aktivitas penciptaannya. Kenyataan tidak adanya mekanisme control bagi ciptaan manusia menyebabkan adanya ketergantungan yang penuh kepadanya. Penciptaan bagi manusia adalah aktivitas yang menentukan eksistensinya di dunia ini. atau samakah gelap-gulita dan terang-benderang. Sebaliknya dalam ciptaan manusia tidak terdapat di dalamnya mekanisme control yang bekerja secara otomatis. Jika moralitas manusia rendah. mengontrolnya terus-menerus agar tidk mencelakakan dirinya. Eksistensi Tuhan sepenuhnya melekat pada penciptaaan.Penciptaan semua yang ada ini langit dan bumi seisinya menurut al-Quran berlangsung dalam waktu tertentu. padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?’ Katakanlah: ‘Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat. 32: 4. 50: 38. dan dapat dilihat juga dalam surat 10 :3. Dengan demikian. . penghancuran terhadap eksistensi manusia sendiri. tidak mustahil akan mengakibatkan bencana. Katakanlah: ‘Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindung dari selain Allah. . Dalam setiap upaya penciptaan selalu terkandung di dalamnya tujuan. karenanya dalam ciptaan Tuhan termuat eksistensi dari Tuhan. Al-Qur’an mengatakan dalam surat arRa’d (13:16) : “Katakanlah:’Siapakah Tuhan langit dan bumi?’ Jawabnya Allah. Demikian juga sebaliknya. 11: 7. karena kelalian akan fatal akibatnya. penciptaan yang didasarkan moralitas dan untuk tujuan-tujuan kemanusiaan pada hakikatnya adalah upaya peneguhan. Kesempurnaan dan keteraturan srta keseimbangan yang terkandung dalam ciptaaan Tuhan adalah merupakan wujud kesempurnaan Tuhan. karena digunakan bukan untuk tujuan-tujuan yang baik. Kemampuan penciptaan yang dimilikinya merupakan anugrah Tuhan yang paling berharga bagi kehidupannya.ciptaan Tuhan. 1 . 25: 59. Al-Qur’an mengatakan dalam surat al-‘Araf ayat 54. Akibatnya manusia harus selalu awas terhadap hasil ciptaannya. jika moralitas manusia kuat. 2. peneguhan eksistensi manusia. Penciptaan yang mempunyai tujuan-tujuan yang bertentangan dengan moralitas atau kemanusian pada hakekatnya merupakan upaya penghancuran. Dalam setiap ciptaan Tuhan terdapat di dalamnya mekanisme control yang bekerja secara otomatis untuk memperbaiki atau menggantikan kerusakan yang terjadi. penciptaan bagi manusia merupakan tanggung jawab moral. Penciptaan Dalam Al-Qur’an Dalam al-Qur’an dinyatakan bahwa Allahlah yang Pencipta semua yang ada ini.Allah adalah al-Khaliq.

.10. yang hendaknya menjadi bahan renungan dan pemikiran manusia. 21:30.Penciptaan itu tidaklah sia-sia. 46:9.11. bukan berarti Allah menciptakan sesuatu berhadapan hadapan satu dengan yang lainnya . 1 . niscaya orang-orangyang kafir itu akan berkata ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata” . dan dapat dilihat juga dalam surat 44: 38-39. 10 : 3. 12:101. 36:22 . KHALIQ . 41: 9. dan dapat dilihat juga dalam surat 41: 11-12. 50: 38. 11: 7. Al Qur’an memberikan informasi tentang bagaimana alam ini diciptakan dalam surat 11 : 7 dengan arti : “ Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan adalah ‘Arsy-Nya di atas (al-ma) air. 25: 59. 3. tanpa manfaat ataupun makna. 50: 38. 30:30. 35:1. 65:12. Terjemahan yang diungkap tentang kalimat “Wahuwal lazi khalaqas sama’wati wal ardhi fi sittati ayyam wa kana arsy alal ma’” diartikan dalam terjemahan al Qur’an yang diterbitkan oleh Departemen Agama “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enan masa dan arsy Nya di atas air”. Penciptaan itu sama sekali bukan main-main. 21:56..10.11. penciptaan semua itu hendaknya menjadikan ia ingat terhadap kekuasaan Allah dan tunduk pada hukum-hukumNya. 11: 7. agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. 20:72.Bagi manusia. 57:4. 2 : 117. Al-Qur’an menyatakan dalam surat 2: 164.Kata khaliq ini sebanyak 13 kali yang tersebar dalam 9 surat.39:46. Jangan dibayangkan seperti itu.. 32: 4. . terdapat ayat-ayat yaitu tanda-tanda kebesaran Allah. 42:11. . 32: 4.12. 43:27 3 Proses Penciptaan Alam Semesta Membicarakan proses penciptaan alam semesta. 6:14. dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekkah) sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati. 65:12. Al-Qur’an mengatakan dalam surat 21: 16. Pengungkapan Al qur’an tentang Penciptaan Alam Semesta dalam bentuk kata : 1.12. pernyataan senada tentang proses penciptaan alam semesta. 25: 59. Dari ayat-ayat di atas ini. 51:47. 57: 27. Al-Qur’an mengatakan dalam surat 21: 30. sulit bagi manusia untuk memahami manakala kita masih meletakan posisi serperti apa yang dilakukan oleh manusia.Ayat ini yang senada dengan ayat tersebut diatas 7 : 54. 21:30. 51:47. seperti manusia melakukan suatu perbuatan.Penciptaan itu bermula dari air. 6:101. 14:10. 17:51.Selanjutnya al-Qur’an menegaskan bahwa dalam penciptaan semua yang ada itu. 10 : 3. BAD’ Kata Bad’ ini sebanyak 4 kali dalam 4 surat. 57:4.79. Al-Qur’an menyatakan dalam surat 10: 3. 11:51. FATHIR Kata Fathir ini 20 kali dalam 17 sura. 41: 9. 2.

Semetara itu dalam pengertian lain kalimat “Wahuwal lazi khalaqas sama’wati wal ardhi fi sittati ayyam wa kana arsy alal ma’” diartikan atau diterjemahakan “Dan Dialah yang menciptakan ruang alam (al sama’) dan materi (al ardhi) dalam enan masa dan arsy Nya di atas al ma’”. 1 .

berada di atas al ma’.5 miliyar tahun yang lalu di sekitar matahari. Kata ratq menunjukkan alam semesta pada awal penciptaannya. Memuatnya satu kali dalam surat Fushshilat 41:11 dan satu lagi dalam surat aldukhan/ 44 :10. Dari informasi tentang ayat-ayat proses penciptaan alam semesta tersebut ada tiga bentuk kata yang erat kaitannya dengan proses penciptaan alam tersebut adalah kahlq. alam semesta merupakan satu kesatuan yang bersifat padu. Demikian pula dengan al ma’ lebih tepat diartikan dengan zat alir atau sop kosmos ketimbang dengan kata air. Kata al-sama’. tidak ditemukan redaksi ayat dengan penjelasan yang tegas. yang lazim diartikan dengan kata langit – harus dipahami sebagai ruang alam yang di dalamnya terdapat galaksigalaksi. yaitu bakal bumi. karena al Qur’an tidak memberikan petunjuk-petunjuk ke arah itu. bad. Apakah alam semesta ini diciptakan dari materi yang sudah ada atau dari ketidakadaan. seperti yang digambarkan dalam surat al-biya’/20:30. setelah terjadi pemisahan oleh Allah alam semesta mengalami proses transisi fase membentuk dukhan. kata kunci yang mengarahkan untuk disimpulkan demikian. sementara dalam bahasa ilmu pengetahuan alam atau fisika.. Karena menurut penelitian ilmuwan. bumi baru terbentuk sekitar 4. dan fathr. dan tanah di bumi kita ini baru terjadi sekitar 3 miliyar tahun yang lalu sebagai kerak di atas magma. Bucaille memahami kata ini sebagai asap yang terdiri dari stratum ( lapisan) gas dengan berbagai-bagai yang kecil yang mungkin memasuki tahap keadaan keras atau cair dan dalam suhu rendah atau tinggi. Akan tetapi kata dukhan yang terdapat dalam surat dukhan. Rangkaian proses berikutnya. kimia kata al ma’ diartikan sop kosmos atau zat alir. karena itu beberapa referensi berusaha menafsirkan kata ini. bagaimana bentuk kesatuan sesuatu yang padu (ratq) itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas. bintang-bintang dan lainnya. Sedangkan kata fatq menunjukkan pula tentang proses penciptaannya lebih lanjut. ruang alam (al-sama’) dan materi (al-ardh) sebelum dipisahkan Allah adalah sesuatu yang padu. Perlu dipertanyakan. yang sudah ada sesaat setelah Allah menciptakan jagat raya. 1 . Dalam terjemahan yang dipahami selama ini al ma’ ini diartikan dengan kata air. Kesimpulan sementara hanya dapat dikatakan bahwa sebelum terjadi ruang alam (al-sama’) dan materi (al-ardh) seperti sekarang. Kemudian proses berikutnya. yang ketika itu penuh “embunan” Kata Dukhan dalam al Qur’an hanya ditemukan dua kali. Ibn Kasir menafsirkan dengan sejenis uap air. ialah kata ratq dan fatq. Hal ini diperoleh dari pernyataan surat Fushshilat 41:11 yang berbunyi artinya : Kemudian Allah menuju penciptaan ruang alam (al-sama). Jadi ketiga bentuk kata itu hanya menjelaskan bahwa Allah Pencipta alam semesta tanpa menyebutkan dari ada atau tiada. memang dirasakan amat sulit. Jadi alam semesta ketika itu merupakan satu kumpulan . Sedangkan kata al-ardh yang biasa diartikan dengan kata bumi – di sini lebih tepat dipahami dengan materi. Hal ini untuk menghidari konsep yang keliru tentang pengertian langit yang dipahami sebagai bola super raksasa yang mewadahi seluruh ruang alam. Ada juga yang melukiskan kehalusan dan keringan sifat dukhan. tidak berbicara tentang proses penciptaan alam semesta seperti dalam surat Fushshilat.Yang dimaksud dengan pengertian arsy adalah singgasana atau kekuasaan yang dimiliki Allah. Sementara air terdiri dari atom oksigen dan atom-atom hydrogen dalam fase penciptaan alam belum dapat berbentuk dan isi alam ketika itu merupakan radiasi dan materi yang ada pada suhu yang sangat tinggi itu wujudnya lain daripada air yang ada sekarang ini. Sehubungan dengan tidak adanya al Qur’an menjelaskan apa sesungguhnya yang dimaksud dengan kata Dukhan.

zat ini mempunyai wujud yang berbeda ketika alam semesta dalam proses penciptaan. maka seharusnya kata ini dipahami dengan hasil temuan sains yang telah terandalkan kebenarannya secara emperis. dan ia juga merupakan syarat mutlak untuk terjadinya kehidupan. 57:4. Kemudian daoam al qur’an berturut-turut disebut bahwa alam semesta diciptakan selama enam masa (tahap) atau priode. Secara global dalam surat hud/ 11:7. Jika diterjemahkan satu hari sama dengan hari dunia sekarang ini tentu tidak logis dan ia juga bertentasngan dengan ayat-ayat al qur’an yang lain. Hal ini perkuat dengan hasil temuan ilmuwan bahwa pada suatu ketika dalam penciptaan terjadnya ekspansi yang sdangat cepat sehingga timbul “kondensasi” di mana energi berubah menjadi materi. Menurut kalam arab dan kebanyakan ayat-ayat al qur’an.Nur/ 24:45 bahwa Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air. kata ini dipakaikan kepada suatu masa atau periode (juz’min al-zaman) yang kadarnya tidak dapat ditentukan dan tidak ada seorang pun yang mengetahui hakikatnya secara pasti kecuali Allah. Bukan pulah menunjukkan materi asal dari ruang alam (al-sama’) akan tetapi ia menjelaskan tentang bentuk alam semesta ketika berlangsung fase awal penciptaannya. 10:3. tetapi ia harus dipandang sebagai tahapan atau priode penciptaan alam semesta secara keseluruhan dalam waktu yang sama. Sesungguhnya sehari di sisi Allah adalah seribu tahun dari tahuntahun yang kamu hitung”(22:47) “Dia mengatur urusan dari langit (ruang alam’) ke bumi (materi) kemudian urusan itu naik kepada-NYa dalam saatu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitungan mu”(32:5) 1 . Surat al biya’ ini diperkuat dalam surat al. 7:54. Dengan kata lain. sebelum alam semesta terbentuk sekarang ia mengalami bentuk atau sifat semacam zat alir atau sop kosmos. 25:59. Jadi. pembicaraan al-ma’ (zat alir) dalam surat Hud/ 11:7 erat kaitanya dengan proses penciptaan alam semesta. 50:38. 32:4. 41:9-12..Supaya tidak terjadi kekeliruan dalam menangkap maksud kata dukhan yang dihunbungakan dengan proses penciptaan alam semesta. Enam tahap tau priode tersebut bukanlah menunjukkan uruturutandalam penciptaan al-sama’ (ruang alam) dan al-ardh (materi) serta lainnya. 32. 5. Agar tidak menjadi suatu kesalahan bagi yang mengatakan bahwa ruang alam (al-sama’) berasal dari materi sejenis dukhan. 70 :4 “Dan mereka meminta kepada mu agar azab itu disegerakan. sedang surat albaiya’/21:30 menjelaskan al-ma’ (air) sangat dibutuhkan dalam kehidupan atau dari air diciptakan sekalian makhluk hidup.. padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Yang dimaksudkan tidak logis adalah satu hari yang dimasudkan dalam al qur’an tidak sama dengan satu hari yang dirasakan oleh manusia saat sekarang sebagaimana yang diungkap oleh al qur’an dalam surat 22 : 47. seperti yang telah disinggu sebelumnya. Kata yaum dengan jamaknya ayyam (tahapan atau priode) dalam al qur’an bukanlah dimaksud batasan waktu antara terbenamnya matahari hingga terbitnya matahari seperti hari di bumi. Sebagaimana dukhan al quran juga menunjukkan bahwa zat alir atau sop kosmos (al-ma’) telah ada sebagai salah satu konisi terwujudnya alam semesta. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kata al-ma dalam al qur’an dapat diartikan sebagai zat alir secara umum .

Jadi kata seribu dan lima puluh ribu tahun menunjukkan betapa panjangnya waktu itu dan ini merupakan pernyataan simbolik. yang 1 .“Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (70:4) Dalam ayat-ayat di atas dikatakan satu hari sama kadarnya dengan seribu tahun dan lima puluh ribu tahun menurut perhitungan hari di bumi.

gerakan dan edaran ruang alam(al-sama’) dan materi (al-ardh) serasi dan sejalan. Adapun proses penciptaan alam semesta selanjutnya. Demikianlah proses penciptaan alam semesta yang dirangkai dari isyarat-isyarat yang disinyalkan al qur’an. manusia memperoleh kesadaran pengetahuan untuk menyusun konsep-konsep dan berusaha mewujudkan konsep-konsep itu dalam realitas kehidupan masyarakat untuk mencapai kemakmuran bersama. terdapat di dalamnya tanda-tanda kebesaran Allah. Penafsiran ini ditopang sejumlah ayat seperti 17:77. Dalam proses pembentukan itu manusia harus selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebenaran yang terkandung dalam penciptaan alam dan ingat atas batas-batas wewenang yang diterimanya dari Allah sebagai khalifatullah. ibarat tubuh yang satu. mereka mengatakan hanya sebentar saja. 6:96. yang menjadi obyek pemikiran manusia. bahkan merupakan dasar bagi upaya pembentukan kebudayaan. menjadi bentuk baru berupa alam kebudayaaan. Hal ini dipahami dari percakapan simbolik antara Allah di satu pihak dan ruang alam ( al-sama’) dan materi (al-ardh) di pihak lain. Tidak cukup dengan ungkapan ayat-ayat yang ada di dalam al qur’an tanpa ada tinjauan dari ilmu pengetahuan yang bersifat kealaman. yang disebut dengan sunnahtullah. Dalam hubungan ini. Dalam kejadian penciptaan itu. 35:43. 33:62. Dengan istilah lain. yaitu Allah melengkapinya dengan menciptakan hokum-hukum tertentu. Melalui pemikiran terhadap alam sekitar itu. manusia menempuh proses belajar. 48:23. Alam semesta tunduk kepada hokum-hukum rangan Allah tersebut. Hasil penelitian ayat-ayat ini seutuhnya menunjukkan bahwa hokum-hukum alamyang telah ditetapkan Allah tersebut tidak akan pernah berubah dan menyimpang. dan pengetahuan yang diperoleh melalui proses belajar memahami alam sekitar selanjutnya tumbuh berkembang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan tingkat intelektual. Dan realitas semua usaha manusia untuk mengatasi persoalan yang dihadapi sebagai upaya untuk meningkatkan kehidupannya adalah kebudayaan. penciptaan alam semesta seisinya tidaklah siasia. Olaeh karena itu. Sebagaimana disinggung sebelumnya bahwa proses penciptaan alam semesta sebagai hasil “bacaan” terhadap “kitab alam” dapat dilihat dari hasil observasi sains kealaman. realitas kebudayaan sepenuhnya dipengaruhi oleh tahap-tahap perkembangan intelektual. para ahli sepakat bahwa sumber ajaran Islam yang utama ialah : 1 . manusia mengolah dan membentuk apa yang ada dalam alam semesta ini. SISTEMATIKA SUMBER AJARAN ISLAM Berpedoman dari surat an-Nisa’ ayat 59. tidak saling bertentangan. Sebagai khalifatullah di muka bumi. Hal ini dapat dibukti ketika seorang yang telah pulang pergi ke orbit bulan tinggal berapa lama di orbit bulan . sehingga manusia bisa mendapatkan manfaat bagi kesejahteraan hidup manusia bersama. SUNNAH RASUL DAN IJTIHAD SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM A. Dari hubungan dengan alam yang ada di sekitar hidup manusia itu. alam semesta seisinya.diungkap oleh Allah. 36: 38-40. AL-QUR’AN.

sementara ijtihadnya lebih menonjol. memberi dampak lahirnya 1 . terutama ijtihad memberi kesempatan bagi ulama-ulama zaman klasik untuk membuat Islam berkembang secara pesat. orang lalu bertanya kepada ulama. yang berhasil merontokkan sisa kekhalifahan Bani Umaiyah di belahan Barat. Namun memasuki abad XIV Masehi. Tetapi karena dipersulitnya persyaratan ijitihad.1. Persyaratan ijithad dipersulit. jika umat bertanya padamu tentang sesuatu masalah. sehingga orang tak berani lagi untuk berijtihad. yaitu kesepakatan para ulama tentang suatu masalah 4. sebenarnya merupakan penjabaran dari ijtihad. Hal ini disebabkan sumber utama al-Qur’an dan sunnah mulai kurang mendapat analisis. dalil apa yang engkau gunakan? Maka Muaz menjawab: “dengan al-Qur’an” Nabi bertanya:”Jika tidak terdapat dalam al-Qur’an. yaitu : 3. yaitu dlil yang diambil berdsarkan kasus yang hampir sama/mirip dengan asbabul nuzul (kasus yang menyebabkan turunnya ayat al-Qur’an) atau asbabul wurud (kasus yang meyebabkan keluarnya Sunnah Rasul) Selain sumber yang empat itu. Dikukuhkanlah sebagai sumber ajaran Islam berikutnya. gejala kemunduran mulai tampak. Ijma’. Dalam kesempatan lain. Suasana itu membuat para ahli fiqih periode berikutnya berfikir ulang tentang penggunaan ijtihad. Dengan tiga ajaran Islam ini. Dampaknya mentalitas umat melemah dan ketahanan umat turut ambruk. Qiyas. Pengetahuan ulama yang sangat terbatas. yang berakhir jatuhnya kekahalifahan Abbasiyah di Timur Tengah. qiyas. sedang bersamaan dengan itu pula bangsa Eropa menyerbu Cordoba yang menjadi pusat kerajaan Islam di Barat. baik dari segi populasinya maupun dari aspek perkembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan /teknolgi. ketika Muaz bin Jabal akan berangkat ke Yaman sebagai Duta. Pedoman itu ialah Kitabullah dan Sunnahku”. bagaimana? Maka Muaz menjawab:”dengan sunnahmu” Nabi bertanya:”Jika tak ada dalam sunnahku dan al-Qur’an? Maka Muaz menjawab: dengan ijithadku” Berpedoman pada Sunnah Rasul ini. Selain al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Di samping itu ada maslahat mursalah yaitu mengambil dalil dengan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. al-Qur’an 2. istihsan dan maslahat mursalah dan lainnya. yang siapa berpegang kepadanya selamatlah dia. Ketika bangsa Tartar dari Cina menyerbu Bagdad. sampai memasuki priode abad XIII Masehi. orang tak berani lagi berijtihad dan semua persoalan yang tak ditemukan pemecahannya dari ayatal-Qur’an atau Sunnah Rasul. Nabi bertanya kepada Muaz: “Hai Muaz. as-Sunnah Kesepakatan ini diperkokoh dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang menyatakan: “Aku tinggalkan pada kalian dua pedoman hidup. seperti istihsan yaitu mengambil dalil dari berbagai macam ide pemecahan yang ada lalu dipilih yang terbaik. aparat kerajaan dan umat tak siap menghadapinya. maka para ahli hukum Islam (Ahli fiqih) menambah sumber ajaran Islam yang ketiga yaitu Ijtihad. ada sumber lain yang tidak menjadi kesepakatan par ulama. Ijma’ ulama.

sedang masalah ilmu pengetahuan. yaitu pemilahan urusan dunia dan urusan agama. Urusan agama ditanyakan pada ulama. teknologi politik dan kemasyarakatan menjadi bahasan para pakar.faham dikotomi. 1 . sementara bidang ilmu pengetahuan dn teknologi dianggap bukan kajian Islam. Akibatnya ulama dengan ajaran Islamnya terpojok pada satu sudut yang sempit.

ayat al-Qur’an telah ditadwinkan (dibukukan) menurut kebiasaan pentadwinan orang Arab. Penulisannya menurut pentadwinan tersebut dan dihimpun satu sama lain menurut urutan yang pernah dibacakan oleh Rasul SAW kepadanya dan kepada para sahabat pada masa hidupnya. yang dapat disimpulkan secara sangat singkat adalah sebagai berikut : a. ditemukan hal-hal yang sangat menakjubkan. Abu Bakar al-Shidiq telah mengumpulkan al-Qur’an dengan perantaraan Zaid bin Tsabit dan sebagian sahabat yang dikenal hafalannya. atau Romawi. Persia. dan ditulis oleh juru tulis wahyunya. seperti Mesir. aspek keindahan dan ketelitian redaksinya. Seperti diketahui. 1 . Ditemukan adanya keseimbanagan yang sangat serasi antara kata kata yang digunakannya dengan maknanya. AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG QATH’I DAN ZHANNI DALLALAH DN KEDUDUKANNYA SEBAGAI SUMBER HUKUM 1. Ayat-ayat al-Qur’an dari Segi Sumbernya Ayat-ayat al-Qur’an bila ditinjau dari segi datangnya dn dinukilnya dari Rasul SAW kepada kita semuanya adlah pasti (qath’i). Dengan demikian Abu Bakar telah memelihara hasil pentadwinan ayat al-Qur’an. Diantara keseimbanagan tersebut. Pemeliharaan himpunan ini telah dilakukan oleh Abu Bakar pada masa hidupnya dan pada masa Umar. yaitu Hafshah. naskah ditulis menjadi beberapa naskah dan dikirm ke berbagai kota umat Islam. khususnya bagi yang tidak memahami dan memiliki “rasa bahasa” Araby. Dengan dibantu beberapa tokoh besar Muhajirin dan Anshor. sering kali al-Qur’an “turun” secara spontan. menjadi tempat kembali umat Islam dalam menerima al-Qur’an dan meriwayatkannya. sehingga tidak sedikitpun ada yang hilang. Ayat-ayat tersebut juga telah dihafal oleh sebagian besar umat Islam. ummil mu’minin. Sedang Utsman menyatukan umat Islam pada suatu himpunan dari hasil pentadwinan tersebut dan menyebar luaskan pada umat Islam. Di antara mereka banyak yang menghafal dan membacanya pada setiap waktu. untuk menjawab pertanyaan atau mengontari peristiwa.B. dibacakan kepada mereka. Ia juga tidak hidup dan bermukim di tengah-tengah masyarakat yang relatif mengenal peradaban. Pada waktu Rasul SAW wafat. sehingga terdapat dalam al-Qur’an adalah benar bersumber dari Allah. Pertanyaan ini dijawab secara langsung dan tentunya spontanitas tersebut tidak memberi peluang untuk berfikir dan menyusun jawaban dengan redaksi yang indah apalagi teliti. himpunan ini ditulis ulang 4 kitab dan aslinya ditinggalkan kepada anak perempuannya. Bahkan di antara sahabatnya ada yang menulisnya untuk dirinya sendiri. Tidak mudah menguraikan hal ini. bila diketahui bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang ummi. Namun demikian setelah al-Qur’an diturunkan dan dilakukan analisis tentangredaksi-redaksinya. Ketika turun kepadanya sebauh surat. Namun demikian ada satu dua hal yang berkaitan dengan al-Qur’an yang dapat membantu pemahaman aspek pertama ini. Ketika Utsman menjadi khalifah. termasuk apa yang dihafal oleh para Huffaz. Aspek yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut: Pertama. Artinya dapat dipastikan bahwa setiap ayat yang dibaca adalah hakekat nash al-Qur’an yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya dan disampaikan oleh Rasul SAW kepada umatnya tanpa perubahan atau penggantian. atau suatu ayat kemudian disampaikan kepada para sahabatnya. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan anatominya. Himpunan ini. Beliau dibesarkan dan hidup ditengah-tengah kaum yang oleh beliau sendiri dilukiskan sebagai “Kami adalah masyarakat yang ummi”. himpunan al-Qur’an diambil dari Hafshah dan dinaskahkan dengan perantaraan Zaid bin Tsabit. Aspek-aspek tersebut akan lebih meyakinkan lagi. karena keindahan diperoleh melalui “perasaan” dan bukan melalui nalar. misalnya pertanyaan orang Yahudi tentang hakekat Ruh.

ayat 38. Dengan kalimat yang tegas. Pada waktu salah seorang kaum muslimin melihat hal yang diperbuat Lubaid dan bangkitlah semangat kehormatannya. seorang yang terkenal karena kepekaan kata-katanya. masingmasing sebanyak 167 kali. Lubaid membuat beberapa buah syair untuk menjawab tantangan yang didengarnya. J. Pada waktu Lubaid mendengar Nabi Muhammad SAW melancarkan tantang tersebut terhadap masyarakatnya. Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi’at (keburukan). masing-masing sebanyak 145 kali. masing-masing 70 kali. Al-naf’u (menfaat) dan al-madhararah (mudarat). Tantang yang dikemukakan al-Qur’an terhadap manusia yang ragu akan kebenarnnya terdapat juga dalam surat Hud ayat 13-14. maka hal tersebut membuktikan bahwa kalam tersebut berasal dari Allah. dan ats Tsur ayat 34.- Al-hayah (hidup) dan al-Mawt (mati). Sarwar dalam bukunya “Muhammad the Holy Prophet” menceritakan kehidupan “Lubaid ibnu Rabi’ah”. khususnya terhadap setiap manusia yang mengingkari kerisalahan al-Qur’an. Lubaid masuk Islam. b. Kemudian syair itu digantungkan di pintu Ka’bah. al-Qur’an menyatakan dalam surat al-Isra’ ayat 88 : “Katalah: “sesungguhnya jika manusia dn jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan dia. A’aqal dan an-nur (akal dan cahaya). Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati jiwanya).Wahyu dan Islam). suatu keistimewaan yang tidak di dapat kecuali oleh sekelompok kecil penyair terkenal bangsa Arab. sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. Dan dalam surat al-Baqarah ayat 23: “Dan jika kamu tetap dlam keraguan tentang al-Qur’an yang kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad) buatlah satu surat saja yang semisal al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolong selain Allah. kemudian digantungkan di samping syairnya Lubaid. sehingga ia berteriak dengan kerasnya: demi Allah. Al-Qur’an. kefasihan lidahnya. adanya tantangan yang tegas yang diajukan al-Qur’an kepada seluruh umat manusia sejak abad ke 7. masing-masing sebanyak 46 kali. dan al-Islam (al-Qur’an. Kedua. jika kamu memang benar”. ini bukan kata-kata manusia dan saya termasuk orang yang menyerahkan diri. Segala sesuatu yang bersumber dari Allah tidak mungkin ada yang mampu menghadapi tantangannya. masingmasing sebanyak 17 kali. serta manusia gagal dalam menghadapi tantangan tersebut sepanjang sejarah. Dia begitu terpesona oleh ayat-ayat tersebut. masingmasing seanyak 50 kali. al-Wahyu. Pada hari berikutnya Lubaid lewat pintu Ka’bah dan pada waktu itu dia belum masuk Islam. Dia menulis beberapa ayat al-Qur’an. dan kekuatan syairnya. Apabila ad suatu kalam yang tidak mungkin manusia mendatangkan tandingannya. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya. Akhirnya pada tahun 9 H. unus 1 .

Merupakan hal yang tidak diragukan lagi. An Nadhr bin ar Rawandi. dan Abu’l Ala al Ma’ari. Diantaranya ialah: Musallamah al Kadzab. Thulailah bin Khuwalid al Asdi.Dalam sejarah banyak contoh-contoh lain tentang orang-orang yang berusaha untuk menjawab tantangan ini. Abu’l Thayyib al Mutanabbi. ternyata terpaksa tunduk terhadap al-Qur’an dan mengakui secara jujur ketidak mampuan mereka untuk membuat suatu karya yang 1 . tetapi mereka gagal dalam usahanya. bahwa bangsa Arab yang dalam sejarah dikenal tidak ada bandingannya dalam kebalighan dan ilmu bayannya.

yaitu Mekkah. Tidak seorangpun mengetahui haltersebut. Al-Qur’an menyajikan suatu inti landsan tentang kejadian dan terciptanya alam raya. Pada waktu terjadi peperangan antara Persia dan Romawi. jika kamu tidak mau mengikuti kami dan meninggalkan agama yang baru”. 624 dan 625. Menghadapi serangan yang mendadak. Persia tidak mungkin dapat melanjutkan peperangan melawan Romawi. Pada tahun 1896 ahli purbakala yang bernama Loret menemukan mumi di lembah Raja-raja Luxor Mesir. dn orang Romawi yang beriman kepada al-Masih. Dalam keadaan yang menyakitkan itu. isyarat-isyarat ilmiahnya. Dengan demikian benarlah apa yang diramalkan al-Qur’an tentang kemenangan Romawi. Heraklius melakukan peperangan yang lain melawan Persia pada tahun 623. terjadi pula peristiwa serupa. penyembah matahari dan apai. kaum Muslimin di Mekkah sedang dalam kondisi yang paling lemah dan paling buruk dalam segi materi. Hal ini merupakan kebenaran al-Qur’an sebagai wahyu Allah. Setelah menang dalam dua peperangan yaitu Armenia dan Asia Kecil. Pada waktu Persia berhasil mengalahakan Romawi pada tahun 616 dan berhasil menguasai seluruh wilayah sebelah timur negara Romawi. Oleh karena itu dia menyiapkan kapal-kapal untuk menyerang Persia dari belakang. karena hal itu terjadi sekitar 1200 tahun S. sebab mereka penyembah benda-benda materi. pasukan Persia menarik diri dari seluruh tanah Romawi dan Heraklius berada pada pusat yang memungkinkan untuk menembus ke jantung kekaisaran Persia.menyamai al-Qur’an walau satu ayatpun. seperti yang diberitakan al-Qur’an melalui Nabi yang Ummiy. kemudian turun firman Allah surat Rum ayat 1-6 ini. akan dapat melihat mumi Fir’aun tersebut. serta nabi-nabi dan wahyu Allah. Heraklius tahu bahwa kekuatan angkatan laut Persia lemah. Berdasarkan data-data sejarah terbukti bahwa mumi tersebut adalah Fir’aun yang bernama Maniptah dan pernah mengajar Nabi Musa A. Banyak sekali isyarat ilmiah yang ditemukan dalam al-Qur’an misalnya tentang penciptaan alam raya. Ketiga. pada suku bangsa di pusat ibu kota jazirah Arab. menjadi lambang pertarungan yang terjadi antara orng Islam dengan orang musyrikin Mekkah. Ramalan selanjutnya yang termuat dalam al-Qur’an adalah pernyatan tentang kekalahan pasukan Romawi oleh pasukan Persia yang terdapat dalam surat Rum ayat 1-6. Setiap orang yang berkunjung ke Meseum Kairo. Demikian pula yang akan kami lakukan kepadamu. Di kota tersebut terdapat orang-orang majusi Persia. Heraklius kembali ke Konstatinopel dengan pesta-pesta besar-besaran. Dengan demikian pertarungan yang terjadi antara orang Persia dan Romawi. Akhirnya perng yang terakhir terjadi pada bulan Desember 627 di sepanjang sungai Dajah. Oleh karena itu akhirnya Kavadh II putera Kisra Chorous meminta damai dan mengusulkan pengnduran diri pasukan Persia dari tanah Romawi. Beberapa tahun kemudian. Pada saat itu ditemukan satu jasad utuh. psukan Persia tidak mampu bertahan dan lari bercerai-berai. Akibat peperangan tersebut. Keempat. Dalam situasiyang demikian buruk.M. diceritakan dalam surat Yunus ayat 92 yang menyatakan : “Badan Fir’aun akan diselamatkan Tuhan untuk menjadi pelajaran generasi berikut”. orang-orang musyrikin mendapat kesempatan untuk menghina kaum Muslimin dengan mengatakan:”Saudara kami berhasil mengalahkan saudaramu. Pada bulan maret tahun 628 M. adalah pemberitaan gaibnya. Heraklius dari Romawi membuat suatu rencana untuk mengalahkan Persia. Dinyatakan dalam surat al-Anbiyaa ayat 30: 1 . Orang-orang Islam dan orang-orang Romawi mengharapkan kekalahan orang kapir Mekkah dan orang Persia.S Pada tanggal 8 juli 1908 Elliot Smith mendapat izin dari pemerintahan Mesir untuk membuka pembalut mumi tersebut. misalnya kisah Fir’aun yang mengejar-ngejar Nabi Musa.

Hal ini menyebabkan massa yang ada terurai menjadi bagian-bagian yang paling elementer. 1 . maka terjadi ledakan yang maha dahsyat. Bagian-bagian inilah yang selanjutnya sangat berperan dalam pembentukan zat-zat kimia yang lain. Dengan demikian Hublle telah membuktikan bahwa alam raya benar-benar berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi. tetapi ada selang waktu untuk menuju ke peristiwa selanjutnya. Kata “fa” menunjukkan keberuntutan peristiwa secara langsung. sebagaimana penggunaannya dalam bahasa Arab. Karena adanya kepadatan massa yang tinggi. Sedangkan kata “tsumma” menunjukkan keberuntutan peristiwa. sehingga dengan berkembangnya alam raya berakibat tercapainya keseimbangan di antara seluruh benda-benda di alam raya. Hasil penemuan para ilmiawan di atas membawa keharuan pada diri umat Islam. kondisi ini tercapai karena adanya keharmonisan antara gerak revolusi dengan gaya tarik menarik di antara benda-benda atau planet-planet di alam raya. Tujuh tahun kemudian (1929). nampaknya ada persamaan dengan kedua ayat tersebut di atas. Dengan kata lain. berarti “kemudian”. lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “datang lah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan sesuka hati atau terpaksa”. seorang ilmiawan astrofisika Amerika Serikat bernama Edwin B. sebagaimana yang dinyatakan dalam surat adz Dzariyat ayat 47: “Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan Kami. kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. Hubble. Teori Gamow menyatakan bahwa alam raya ini merupakan satu kesatuan yang volumenya sangat kecil sekali. Al-Qur’an memang telah menyatakan bahwa alam raya ini terus menerus berkembang. Dengan demikian. Ilmu pengetahuan mengungkapkan bahwa di antara semua bendabenda di alam raya terjadi gaya tarik menarik. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. sebab hasil penemuan itu membuktikan kebesaran alQur’an sebagai wahy Allah. Sebenarnya letak persesuaian antara teori Gamow dengan al-Qur’an bukan hanya di situ saja.“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya adalahsuatu yang padu. dan sesngguhnya Kami telah meluaskannya”. yakni proton dan elektron. Menurut Newton. berdasarkan pengmatannya terhadap galaksi-galaksi di alam raya ini berekspansi (berkembang) menurut model matematika seperti apa yang ditemukan Einstein dan Friedman. sehingga kestabilan orbit akan tetap terpelihara dan sekaligus meniadakan tumbukan di antara benda-benda di alam raya. Al-Qur’an dalam hal ini menyebutkan dengan kalimat “kata “fa” di awal kata tersebut. Kecenderungan ini didorong oleh adanya temperatur yang sangat tinggi yang timbul sebagai akibat adanya kepadatan yang luar biasa sebelumnya. Gamow menyatakan bahwa ledakan tersebut terjadi segera setelah massa tersebut tersumbat. ledakan yang terjadi menutut al-Qur’an adalah langsung setelah terjadinya penempatan massa yang sangat tinggi. Dan dalam surat Fussilat ayat 11: “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih berupa gas. Akan tetapi berbeda dengan kata “tsumma” yang juga berarti “kemudian”. Kalau dipelajari teori Gamow tentang terciptanya alam raya. menciptakan hukum keseimbangan di antara benda-benda tersebut.

Hanya 1 . sehingga tidak terjadi saling tumbuk antara yang satu dengan yang lainnya. Dengan demikian manusia yakin serta secara tulus mau mengamalkan petunjuk-petunjukNya. Semua aspek tersebut menjadi bukti bahwa petunjuk-petunjuk yang disampaikan al-Qur’an adalah benarbenar bersumber dari Allah. tetapi untuk menciptakan keseimbangan di antara benda-benda angkasa. Al-Qur’an yang diturunkan pada abad ke 7 telah mengungkapkan dalam surat ar-Rahman ayat 7 bahwa Allah meluaskan alam raya bukan sia-sia.Dalam hal ini al-Qur’an telah jauh mendahului penemuan Newton.

Karena kehidupan masyarakat selalu berkembang. Penjelasan yang bersifat Zhonni umumnya berlaku dalam bidang muamalat dalam arti luas. para peneliti alam jaga raya ini pada umumnya adalah orangorang non Islam. 2. Ayat-ayat yang Zhonni dalalahnya ialah ayat yang menunjukkan pada makna yang memungkinkan ditakwilkan atau dipalingkan dari makna asal (lugowi) kepada makna yang lain. artinya bagian suami dalam keadaan tidak punya anak adalah seperdua. Dalam bidang inilah berlaku kaidah: “Perubahan hukum berdasarkan perubahan waktu dan tempat” dan berlaku pula padanya reformulasi bila keadaan menghendaki. Hukum yang ditunjuk secara pasti berlaku universal dan tidak mengalami perubahan walaupun waktu dan tempat sudah berubah. misalnya poligami pada suatu waktu dan tempat dinyatakan boleh bahkan harus. yang mengatur hubungan manusia dengan sesamanya dalam kehidupan masyarakat. Ayat-ayat Al-Qur’an dari segi Penunjukkan (Dalalah) Ayat-ayat al-Qur’an bila ditinjau dari aspek dalalahnya atas hukumhukum yang dikandungnya. Adanya kemungkinan berbagai pemahaman dapat disebabkan oleh dua hal: pertama. seperti firman Allah dalam surat anNisa’ ayat 12 :” Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu. tidak ada kemungkinan menerima ta’wil dan tidak ada tempat bagi pemahaman arti yang lain itu. Sedang nash menunjukkan bahwa wanita-wanita yang ditalak menahan diri atau menunggu tiga kali quru’. penunjukkannya terhadap hukum adalah pasti (qath’i dalalah).sayang. yaitu suci dan haid. Hal ini berarti tidak pasti dalalahnya pada satu makna dari dua makna tersebut. Ayat ini penunjuknya pasti. Oleh karena itu para mujtahidin berselisih pendapat apakah ‘iddah wanita yang ditalak tiga kali haid atau tiga kali suci. maka deralah tiap-tiap orang dari keduanya seratus kali dera”. serta pada waktu dan tempat lain dapat dinyatakan dilarang. Ayat-ayat qoth’I dalalahnya atau yang muhkam b. Tidak mungkin dipahami dari maksud yang lain dan tidak mungkin pula ditanggapi dengan tanggapan yang berbeda-beda. misalnya lafaz quru dalam firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 228: “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’”. Penunjukkan yang pasti berlaku dalam bidang akidah seperti keesaaan Allah dan ibadah pokok seperti keharusan shalat. maka penerapan hukum akan mengalami perubahan. Serta seperti firman Allah dalam soal menindak laki-laki dan perempuan yang berzina dalam surat an-Nur ayat 2: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina. jika mereka tidak mempunyai anak”. artinya had zina adalah seratus kali dera. tidak lebih dan tidak kurang. Oleh karena itu ada kemungkinan bahwa yang dimaksudkan adalah tiga kali suci atau tiga kali haid. Lafaz quru’ dalam bahasa Arab mempunyai dua arti. Ayat-ayat al-Qur’an yang disampaikan dalam bentuk yang muhkam. tidak lebih dan tidak kurang. lafaz itu dapat digunakan untuk dua maksud dengan pemahaman yang sama. sementara umat Islam sampai saat ini masih sangat kurang minatnya untuk meneliti. Ayat ini penunjuknya pasti juga. dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. serta dalam hal baik dan buruk yang tidak akan mengalami perubahan seperti keharusan berbuat baik kepada orang tua. Ayat-ayat Qath’I dalalahnya ialah ayat yang menunjukkan pada makna yang bisa dipahami secara tertentu. Ayat-ayat Zhonni dalalahnya atau yang mutasyabih Ada dua macam dalalah tersebut dijelaskan Allah dalam surat Ali Imran ayat 7. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa masalah qath’I dn zhonni bermuara pada sejumlah argumentasi yang maknanya 1 .

yakni dapat dijadikan pedoman dan panduan pengamalan syari’at. Dilihat dari sudut bahasa. Sunnah Rasul ialah apa yang diperbuat. Sedangkan hadist mardud adalah hadist yang ditolak atau tidak dapat dijadikan hujjah. atau dikatakan atau sikap yang ditunjukkan oleh Rasul tentang sesuatu hal atau masalah. yaitu Hadist mutawatir dan hadist ahad. dapat dianalisa dari apakah ungkapan itu ada rantaian peristiwa atau ungkapan lepas. dapat dijadikan alat istinbath (penetapan) dan bayan (penjelasan) terhadap al-Qur’an. Sunnah ini dapat kita kenal melalaui ucapan para sahabat yang dicatat oleh generasi tabi’it-tabi’in yang dipelopori oleh Buchari dan Muslim. dikatakan atau sikap Rasul itu bernilai sunnah atau hadist. Jika ada rangkaian peristiwanya (yang dlam istilah ilmu hadist asbabul wurud). Namun harus dicermati bahwa dalam kitab-kitab hadist itu juga terdapat ungkapan tentang Rsul yang bersifat ungkapan lepas atau yang ada untaian peristiwanya. Perbedaannya terletak pada rangkaian peristiwa untuk menilai apakah ungkapan tentang apa yang diperbuat. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sunnah Rasul lebih tinggi kualitasnya dibanding dengan hadist. Sedang hadist ialah ucapan para sahabat tentang apa yang diperbuat atau dikatakan atau sikap yang ditunjukkan oleh Rasul tentang sesuatu hal atau masalah. pembahasan tentang kualitas hadist. Yang dimaksud dengan hadist maqbul menurut bahasa adalah “yang diterima”. Syarat hadist mutawatir adalah sebagai berikut : 1 . Kualitas Sunnah Rasul / Hadist. padahal nabi menyebutkan kata “Sunnahku”. digolongkan sebagai hadist maqbul dan mardud. Hadist mutawatir tergolong sebagai hadist yang maqbul. a. Oleh karena itu sunnah Rasul lebih banyak dapat diikuti dari bukubuku tentang kisah kehidupan Rasul. C. kata Sunnah Rasul kurang populer dibanding dengan hadist. hadist terbagi pada 2 macam. Disinilah diperlukan ketelitian dn kejelian. sehingga tidak mungkin lagi timbul makna yang lain kecuali makna yang telah disepakati. maka ungkapan itu dapat disebut sebagai sunnah Rasul. bersepakat untuk mengabarkan berita itu dengan dusta. Dengan demikian hadist maqbul adalah hadist yang dapat diterima atau pada dasarnya dapat dijadikan hujjah (sumber hukum) atau dalil. maka ia disebut hadist. Hadist ini juga dikenal melalui catatan yang diangkat oleh para tabi’it-tabi’in. Tetapi jika ungkapan itu merupakan kalimat lepas.disepakati oleh ulama (mujma’alyah). menurut adat. sedang hadist ahad ada yang maqbul dan ada yang mardud. keduanya mempunyai arti yang sama. yaitu hadist yang didasarkan pada pancaindra yang dikabarkan oleh sejumlah orang yang mustahil. Yang dimaksud dengan hadist mardud menurut bahasa adalah “yang ditolak atau yang tidak diterima”. Berpedoman pada jumlah perawi. Hadist mutawatir. Sedangkan hadist dapat dipelajari dari kitab-kitab hadist yang telah disusun oleh para ulama hadist yang dipelopori oleh Buchari dan Muslim. Bagi para ahli hadist. Dikalangan umat Islam.

yang menurut adat. Yang dipersyaratkan 1 .1) Pemberitaan hadist yang disampaikan oleh para perawi harus berdasarkan tanggapan pancaindra. 2) Banyaknya perawi sampai pada jumlah beberapa orang. maka berita tersebut bukanlah hadist mutawatir. atau hasil istinbath dari satu dalil lain. Jumlah perawi adalah relatif dan tidak ada batas tertentu. mustahil mereka bermufakat dusta. Apabila pemberitaan itu hasil pemikiran semta-mata atau hasil rangkuman analisis dari suatu peristiwa ke peristiwa yang lain. baik indra penglihatan maupun pendengaran.

Sanadnya bersambung . maka hal itu karena menggunkan syarat yang tidak maksimal seperti di atas dan tidak berdasarkan jumlah perari pada sanad yang eksplisit pada kitab-kitab hadist. Hadist Ahad. Pembicaraan kualitas hadist berlaku di lingkungan hadist ahad. dari segi jumlah pemberitaannya. Bila ada ulama berpendapat. Menurut pengertian di atas.Matannya marfu’(bahasanya halus) . bahwa hadist dha’if tidak boleh digunakan sebagai dalil dalam menentukan hokum. Bahkan ada ulama yang mengatakan. (b) Hadist Hasan dan (c) Hadist Dha’if. namun menggunkan informasi dan qarinah lain. 1 . Hadist Dha’if.Tidak ada ‘illat atau cacat . tidak memenuhi persyaratan mutawatir. Hadist mutawatir tidak menjadi obyek pembicaraan ilmu hadist dari segi maqbul dan mardud. bahwa hadist mutawatir lafzhi hampir tidak ada. sanad maupun matannya. Hadist mutawatir dengan syarat di atas sulit ditemukan. bahwa jumlah sumber beritanya mutawatir. Hadist Dha’if bermacam-macam dan kedha’ifannya bertingkat-tingkat. tergantung dari jumlah keguguran syarat Hadist Shahih dan Hadist Hasan. Para ulama sepakat.Perawinya bersifat adil . yakni suatu keharusan untuk diterima bulat-bulat. termasuk dalam masalah fardhailul’amal. Perbedaanya hanya dalam soal kedhabithan perawi. tidak terdapat ‘illat serta kejanggalan. hingga membawa pada keyakinan yang qath’i. bahwa terdapat hadist mutawatir. sempurna ingatan. suatu hadist dinilai shahih apabila memenuhi syarat : . 4) Adanya keseimbangan jumlah perawi di awal sanad. Para ulama dan seluruh umat Islam sepakat pendapatnya. hampir seimbang dengan al-Qur’an dalam hal qath’I wurudnya. Hadist Hasan. Ash-hab al Syafi’I 5 orang dan ulama lain 20 orang atau 40 orang. Hadist Shahih. Menurut Abu Thayib 4 orang. adalah hadist yang para perawinya tidak sampai pada jumlah perawi hadist mutawatir. Imam Buchari dan Imam Muslim sependapat untuk tidak menggunakan hadist dha’if dlam bidang apapun. karena jumlah perawi sudah menjadi jaminan tidak adanya persepakatan dusta. bahwa hadist mutawatir memberi faedah ilmu dharuri.Tidak janggal 2. 1. tidak begitu kokoh ingatannya. bersambung sanadnya.3) adalah adanya kesan bahwa pada pemberitaan tersebut. Hadist Hasan hampir sama dengan Hadist Shahih. Namun demikian mereka berbeda pendpat tentang penggunaannya dalam fadhailul’amal (keutamaan-keutamaan amal) baik yang berhubungan dengan targhib (memberi dorongan untuk melakukan yang baik) maupun tarhib (menimbulkan rasa benci terhadap perbuatan jelek). Hadist mutawatir tidak diteliti lagi keadilan dankualitas perawi. di pertengahan dan selanjutnyanya dalam bilangan mutawatir. adalah hadist yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat Hadist Shahih dan Hadist Hasan. adalah hadist yang diriwayatkan oleh seorang yang adil. Hadist Shahih perawinya sempurna ingatannya.Perawinya sempurna ingatan atau kedhabithan . Hadist mutawatir derajatnyasangat tinggi. b. dan tidak janggal. Hadist Shahih dan Hadist Hasan nilainya maqbul sedangkan Hadist Dha’if nilainya mardud. tidak mungkin bersepakat dusta. adalah hadist yang diriwatkan oleh perawi yang adil. baik mengenai perawi. dan tidak sampai derajat mutawatir. sanadnya bersambung. Hadist ahad terbagi menjadi : (a) Hadist Shahih. 3. sedang Hadist Hasan perawinya tidak sempurna ingatannya. tidak ber’ilat.

antara lain : 1) Kedha’ifan hadist itu tidak terlalu jelek. baru hadist ditulis dalam Kitab Hadist. karena ia membolehkan menggunakan hadist dha’if dalam fardhu’ilul amal. hanya beliau menetapkan beberapa persyaratan. padahal Nabi tidak mengatakan atau melaksanakannya. Metode dan cara ini digunakan para perawi waktu menyeleksi dan menyaring hadist untuk keperluan penulisan hadist. Mereka menerima ribuan bahkan ratusan ribu hadist dan dihafal lengkap dengan sanadnya. Cara pertama menetukan keshahihan hadist dengan menggunakan kaidah keshahihan hadist. penjelasan Kitab Syarah. disebut metode Tash-hih. Ada catatan khusus dari Imam nawawi. atau sering keliru dalam meriwayatkan hadist. selama hadist itu bukan hadist maudhu’(palsu). Di antara petunjuk yang dapat menunjukkan pemahaman tentang kualitas hadist adalah jenis Kitab hadist. perawi dan sanadnya. atau penggunaan hadist oleh para ahli dalam cabang ilmu agama 1 . Setelah yakin akan kemurnian hadist. karena berdusta kepada Nabi SAW. 2) Keutamaan perbuatan yang dijeskan hadist dha’if sudah tercakup dalam keterangan atau adil lain baik al-Qur’an maupun hadist. Hal itu mengakibatkan terkena ancaman masuk neraka. Akhir-akhir ini dikenal istilah hadist Israiliyat yaitu hadist yang diriwayatkan oleh orang-orang Israel yang mengaku mendengar nya dari Nabi. Dalam sebuah hadist yang mutawatir Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berdusta atas namuku dengan sengaja. supaya terhindar dari menghubungkan sesuatu perbuatan atau perkataan Rasulullah yang tidak dilakukannya. Imam Ibnu Hajar berpendapat sama dengan Imam Nawawi dan beberapa orang ahli hadist dan fiqih. 3) Tatkala menggunakan hadist dha’if tidak boleh meyakinkan bahwa perbuatan itu pernah dilaksanakan atau dikatakan oleh Rasulullah SAW. sehingga perbuatan itu tidak termasuk perbuatn yang sama sekali tidak memiliki dasar. yang bersifat umum. kemudian diteliti keadaan matan. dituduh dusta. maka orang itu termasuk golongan pendusta (riwayat Buchari dan Muslim)”. Maksud utamanya adalah untuk lebih mengagung kan bani Israil. sebagaimana sabdanya: “Barangsiapa menceritakan sesuatu hal dariku. seperti perawinya bukan orang yang suka dusta. maka hendaklah menyediakan tempat duduknya dari apai neraka”. padahal ia tahu bahwa itu bukan ucapanku. Hadist-hadist ini termasuk hadist mardud.Mereka berpendapat demikian karena lebih aman dari kemungkinan seseorang menghubungkan sesuatu perkataan atau perbuatan kepada Nabi SAW. Imam Nawawi sebagai ahli hadist dan ahli fiqih berbeda pendapat dengan Imam Buchari dan Muslim. Cara kedua mengetahui kualitas hadist adalah dengan menggunakan petunjuk dari hal-hal yang dapat menunjukkan kualitas hadist. yakni penggunaan hadist dha’if hanya boleh untuk menerangkan keutamaan amal yang hukumnya telah ditetapkan oleh hadist lain yang shahih atau setidak-tidaknya Hadist Hasan.

D. Hal itu karena kandungan alQur’an masih bersifat global dan perlu perincian yang oprasional. taatlah kepada Allah dan Rasul dan janganlah kamu merusakkan amal-amalanmu”.Islam. Metode atau cara tersebut dinamakan metode I’tibar. yaitu mencari dan mendapatkan petunjuk untuk mengetahui kualitas hadist. Seorang muslim tidak bisa hanya menggunkan al-Qur’an saja. Keharusan menggunakan Sunnah banyak diungkapkan al-Qur’an dalam surat Muhammad ayat 33 : “Hai orang-orang yang beriman. karena ia juga harus percaya kepada sunnah sebagai sumber ajaran. 1 . FUNGSI SUNNAH RASUL/HADIST DALAM SYARIAT ISLAM Al-Qur’an adalah sumber ajaran yang pertama dan As-Sunnah adalah sumber yang kedua setelah al-Qur’an.

Memperkuat apa yang diterngkan al-Qur’an. belaiu menjadi teladan yang nyata bagi seluruh kaum muslimin.R. menerangkan segala yang dikehendaki al-Qur’an. bahwa segala Hadist Shahih harus dipandang menjelaskan al-Qur’an. dapat dirumuskan beberapa fungsi hadist sebagai berikut : a. maka kembalikanlah ia kepada Allah (alQur’an) dan Rasul (Sunnahnya). tetapi beliau menolaknya juga. Al Baqarah ayat 180menyatakan: “Tetaplah atas kamu. sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ahzab ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatngan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah”. Di samping itu Sunnah merupakan rujukan perilaku yang dikehendaki al-Qur’an. Ahlu-Hadist berpendapat. ayat ini memerintahkan memberi wasiat tanpa batas. Pada ayat di atas tampak dengan jelas bahwa rujukan untuk menyelesaikan perselisihan pendapat adalah kembali kepada sumber. Oleh karena itu. Dari pendapat para ulama tentang fungsi hadist sebagai dasar hukum Islam dan fungsi hadist sebagai penjelasan dan interpretasi terhadap alQur’an. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. Jika ayat tersebut menyuruh berwasiat kepada orang tua. Mengganti suatu hukum atau memperjelas. berwasiat untuk ibu. Kemudian ia mengajukan lagi dengan 1/2 nya. bapa dan karib kerabatnya secara ma’ruf (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertqwa”. Bukhari dan Muslim) b. taailah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri di antara kamu. Menerangkan apa yang tidak mudah diketahui (tersembunyi pengertianya). maka hadist yang menyatakan “tak ada wasiat bagi ahli waris”. Menurut Ahlu al-Ra’yi (ahli fikir). suatu ayat-ayat al-Qur’an yang khas penunjukkannya tidak memerlukan lagi penjelasan hadist. misalnya hadist Nabi SAW tentang melihat bulan untuk berpuasa ramadhan: “berpuasalah kamu sesudah melihat bulan dan berbukalah kamu sesudah melihatnya”(H. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yaitu ketika Sa’ad bin Abi Waqas ingin berwasiat dengan 2/3 dari kekayaannya. Batasan wasiat ditentukan dalam Sunnah. Al-Qur’an dan Sunnah merupakan rujukan yang pasti dan tetap bagi segala macam perselisihan yang timbul di kalangan umat Islam. oleh Rasululllah dilarang. padahal orang tua itu termasuk ahli waris. yaitu al-Qur’an dan Sunnah. mentakhshiskan umum al-Qur’an. Nabi menyatakan “tidak ada wasiat bagi ahli waris”. atau membatasi kemutlakan al-Qur’an. Di sisi lain.R. Bukhari dan Muslim) c. Akhirnya ia mengajukan lagi dengan 1/3 dari kekayaannya. sehingga perselisihan tidak melahirkan pertentangan dan permusuhan sebagaimana firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 59 : “Hai orang-orang yang beriman. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. memberimakna bahwa dalam wasiat yang ditinggalkan pada orang tua atau kerabat itu. sepertiga itu banyak atau besar. tidak mengatur bagian tambahan atau pengurangan hak orng tua tersebut. sehingga apa yang diinginkan al-Qur’an dapat dilihat dari apa yang dilakukan Rasul. Sunnah sebagai sumber kedua bagi ajaran Islam. dan Rasulullah mengizinkan dengan kata-katanya sebagai berikut : “Ya sepertiga. Oleh karena itu orang yang beriman hanya merujukkan pandangan hidupnya kepadaq al-Qur’an dan Sunnah Rasul. apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut. Sebab seandainya kamu meningglkan ahli warismu dlam keadaan berkecukupan adalah lebih baik dari pada kamu meningglkan mereka 1 . misalnya hadist Nabi SAW: “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat” (H. jika ia meninggalkan harta yang banyak.Taat kepada Allah mengikuti perintah yang tercantum dalam alQur’an dan taat kepada Rasul adalah mengikuti sunnahnya.

serta untuk seluruh masa dan tempat. yaitu : “Dihalalkan bagi kamu dua macam bangkai dan dua macam darah. atau melaksana kan perintahnya dan meninggalkan larangannya adalah dengan mengikuti Sunnahnya atau hadistnya. Memberi keterangan secara luas pada sesuatu yang diterangkan secara ringkas oleh al-Qur’an. Dalam hal ini ada hadist yang mengecualikannya. Abu Daud.R. darah. yang tinggal di tempat tidak turut pergi ke medan perang”. serta memecahkan permasalahan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam al- 1 . Mengkhususkan sesuatu dari umum ayat. Dua macam bangkai itu adalah bangkai ikan dan belalang. dan apa yang dicegah Rasul hentikan olehmu”. (sesusuan) apa yang harm lataran nasab (keturunan) (H. perbuatan. misalnya. RUANG LINGKUP IJTIHAD Ijtihad adalah usaha yang bersungguh-sungguh dalam mempergunakan daya fikir untuk memahami ayat-al-Qur’an dan Sunnah yang penunjukanmaupun kebenaran materinya zhanni. dan daging babi (alMaidah ayat 3). yakni dengan melaksanakan perintahnya dan meninggalkan larangannya. e. Sedang dua macam darah adalah hati dan limpa (Riwayat Ibnu Majah dan Hakim). Allah mengharamkan memakan bangkai. Wajibnya mengikuti Rasul SAW berlaku bagi semua umat. E.dalam keadaan miskin yang meminta-minta kepada orang lain” (Bukhari dan Muslim). seperti : mengaharamkan pernikahan mereka yang sepersusuan. d. An-Nasa’I dan Inbu Majah sebab Nabi SAW mencegah orang lain berbicara dengan ketiga orang tersebut. Kisah yang dimaksud oleh ayat ini dijelaskan panjang lebar oleh hadist yang diriwayatkan Bukhari. Mewujudkan sesuatu hukum yang tidak tersebut dalam alQur’an. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa sunnah/ hadist merupakan sumber ajaran Islam setelah al-Qur’an dan umat Islam harus mengikuti sebagaimana harus mengikuti al-Qur’an. dalam surat atTaubah ayat 118: “Dan atas tiga orang yang tidak mau pergi. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat al-Hasyr ayat 7: “Dan apa yang didatangkan Rasul ambil olehmu. Yang dimaksud dengan mengikuti Rasul SAW. Allah mewajibkan umat Islam mengikuti dan mentaati Rasul SAW. yang berupa perkataan. Ahmad dan Abu Daud) g. taqrir dan lain sebagainya. Muslim. mengingatkan hadist: Haram lantaran radha’ f.

Ikatan-ikatan yang membelenggu alam fikiran selama ini. b. yakni al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. Jika tepat tentunya dapat dipakai dan kalau ternyata tidak sesuai dengan prinsip al-Qur’an menurut Sunnah Rasul harus 1 .Qur’an dan Sunnah. Mahmud Syaltut menyatakan. menafsirkan dan mengambil kesimpulan dari suatu ayat atau Sunnah. Ijitihad yang tidak bersadasrkan pada pirinsip al-Qur’an jelas tidak akan membawa ke arah perbaikan nasib umat Islam. kedudukannya hanya sebagai pembantu. bahwa ijtihad mencakup dua pengertian yaitu : a. Buku-buku lain yang ada. Penggunaan fikiran untuk menemukan suatu hukum yang tidak ditentukan secra eksplisit dalam al-Qur’an dan Sunnah. Dalam melakukan ijtihad. Kegiatan yang mereka lakukan adalah memahami dan meneliti makna al-Qur’an. sehingga petunjuk Allah dapat diketahui secara tepat guna. Penggunan fikiran dalam mengartikan. harus ditinggalkan dan kelapang dadaan pelaku ijtihad sangat diperlukan. Ijtihad yang dilakukan Nabi Muhammad dan kaumnya berdasarkan pada wahyu Allah. harus berpedoman pada prinsip-prinsip wahyu Allah.

Tidak dapat ditemukan baik dari lafad maupun dari makna tersirat yang ada dalam al-Qur’an. Semua peristiwa yang terjadi di dunia pasti ada aturannya dari Allah. Resiko sebagai seorang mujtahid akan mendapat tantangan dari berbagai pihak. Dalam lafad al-Qur’an sesuai dengan yang disebutkan secara harfiah. b. Untuk mengetahui ketentuan Allah yang tersirat di balik suatu lafad.. Bentuk ajaran yang tersirat adalah ajaran yang tidak jelas secara harfiah. Tantangan yang paling berat adalah dari para cendikiawan atau ulama yang telah berkarat dengan fanatisme madzab. sehingga memungkinkan menerapkan ketentuan yang berlaku dalam lafad tersebut pada kejadian lain yang timbul dari ungkapan itu. Pengertian-pengertian al-Qur’an yang didasarkan atas buku-buku yang ditulis oleh manusia. Bentuk ini disebut ketentuan yang tersurat dalam alQur’an. baik dalam bentuk manfaat maupun menghindari kerusakan. Seorang mujahid harus jujur dalam melakukan ijtihadnya. Ada pun dasar keharusan berijtihad antara lain terdapat pada surat an-Nisa’ ayat 59. perlu diteliti kebenaranya dan sikap subyektif atau pengaruh budaya tertentu harus dijauhkan. Buku-buku standar yang dipergunakan khususnya terjemahan alQur’an bukan mutlak sifatnya. Apabila tidak demikian. dapat berakibat mencelakakan nasib umat Islam dan bangsa. dibutuhkan suatu pengkajian dengan menggunakan ijtihad. c. Walaupun ajaran atau ketentuan tersebut kelihatannya ditemukan oleh para ulama yang melakukan ijtihad. Tujuan yang ingin dicapai dalam berijtihad adalah mengerti dan memahami nilai-nilai yang obyektif dari Allah. Dalam hal ini peranan ijtihad tidak berarti. inilah yang menjadi tujuan ijtihad.dibuang. Untuk mengetahui ketentuan Allah dalam bentuk pertama. yang telah mantap dengan ajaranajaran yang ada. Seorang mujtahid yang berijtihad dalam rangka popularisasi atau mendapatkan imbalan jasa. Justru merombak alam fikiran yang mayoritas tetapi tidak benar. serta memperoleh posisi dan kedudukan. tetapi pada hakekatnya hal itu merupakan penggalian ajaran Allah yang tersirat dibalik lafad yang nyata. Pengertian tentang keIslamannya yang ada selama ini harus dikaji. Hakekat dari 1 . Ukuran salah benar tentang keislaman bukan berdasarkan keyakinan mayoritas pendapat yang dijadikan standar. harus diperhatikan dan dipelajari dengan baik. guna mengetahui hakekat dan makna yang terkandung pada suatu lafad al-Qur’an. Tidak perlu seorang mujahid merasa sangsi untuk mencabut. Aturan Allah telah ditemukan secara qauliyah dalam al-Qur’an dan secara kauniyah pada alam semesta. cukup dengan memperhatikan apa yang tersurat dalam al-Qur’an dan penjelasan-penjelasan dalam Sunnah. tetapi dapat ditemukan melalui makna yang tersirat dari lafad yang disebut dalam al-Qur’an. maka namanya bukan ijtihad melainkan ittiba’. kemudian memformulasikannya dalam suatu ajaran. maka dapat difahami bahwa pada prinsipnya Allah menetapkan suatu ajaran adalah untuk kemaslahantan manusia. Tidak ditemukan secara harfiah dalam lafad al-Qur’an. Daya nalar yang kuat sangat diperlukan. tetapi dapat ditemukan dalam realitas pada ciptaan-Nya. Ketentuan Allah ini dapat ditemukan pada tiga kemungkinan yaitu : a. Apabila ajaran-ajaran yang ditetapkan Allah dalam al-Qur’an dianalisa. Usaha yang sungguh-sungguh sangat diperlukan untuk menggalinya. atau meralat kesalahannya. Dengan demikian apabila ada pemahaman mengenai al-Qur’anyang tidak sama dengan yang ada. Kalau ada tanggapan yang dinilai lebih obyektif harus diakui secara jujur. Tetapi dalam memahami ketentuan dalam bentuk kedua dan ketiga sangat diperlukan ijtihad.

suatu hadist telah diyakini ke-shahih-an sumbernya. sehingga harus diteliti terlebih dahulu mengenai kelayakan mereka satu persatu dalam periwayatannya. Bentuk memberi kemungkinan untuk melakukan ijtihad. Pendapat yang timbul tidak akan bertentangan dengan dalil. Dalam hal ini peranan ijtihad adalah untuk menemukan alternatif-alternatif. Dalam masalah yang tidak ada ketentuannya sama sekali. baik berkaitan dengan arah sumbernya ataupun makna dan tujuannya. apabila dalam masalah tersebut tidak terdapat aturan-aturan secara tegas. Dalam hal yang tidak ada dalilnya. karena masing-masing mempunyai kekuatan yang sama. Adakalanya pula. maka ijtihad dapat digunakan sebagaimana yang berlaku pada bentuk di atas. karena dalil tidak memberikan petunjuk yang pasti. Pengembangan dan perbedaan pendapatan dalam Islam merupakan suatu yang dibenarkan. maka para mujtahid dapat menetapkan hukumnya. selama hasil ijtihad tidak bertentangan dengan 1 . tetapi dalilnya atau penunjukkan dalilnya bersifat zhanni. Dalam masalah yang sudah diatur oleh nash. Oleh karena itu. Mungkin pula bersama ayat itu terdapat syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi sebelum dapat dijadikan dalil. karena memang ayatnya belum ada. Usaha penemuan hokum dengan cara semacam itu disebut dengan maslahat mussalah. maka dalam hal ini terdapat ruang untuk berijtihad. Ruang Lingkup Ijtihad Pada prinsipnya ijtihad dipergunakan dalam menetapkan suatu ajaran. Hal ini tidak perlu dipersoalkan. namun susunan kata-katanya ataupun materinya masih menimbulkan keraguan dan ketidakpastian dlam memahami makna dan tujuannya. apabila ada suatu kejadian terdapat maslahat yang bersifat umum dan tidak ada dalail ayat al-Qur’an dan sunnah yang bertentangan dengan kejadian itu. b. Untuk hal ini para ulama menetapkan suatu ketentuan baru yang tidak bertentangan dengan ketentuan ayat yang sudah ada. yaitu mengandung unsure keraguan dan kesamaran. 1. sebelum dapat ditetapkan apakah hadist yang mereka riwayatkan bisa dijadikan dalil atau tidak. Dengan demikian ijtihad dapat digunakan dalam dua hal : a. Kemungkinan lain lahir ketentuan ulama kemudian yang berbeda dengan ketentuan ulama sebelumnya.tujuan ajaran tersebut dapat dijadikan dasar para mujtahid dalam menetapkan suatu ketentuan. Di samping itu ijtihad dapat pula digunakan untuk hal-hal yang sudah diatur oleh ayat dlam pengaturannya tidak secara pasti. Keraguan itu bisa dating dari arah sanad dan rawi sebuah hadist. tetapi dapat dikaitkan dengan lafad yang ada pada ayat dalam bentuk ketentuan yang tersirat.

Sebaliknya tidak ada ijtihad dalam masalah yang sudah ditunjukkan secara jelas oleh dalil qath’i. sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman serata kemajuan ilmu pengetahuan. hal-hal yang menyakut sistem dan peralatan pertanian. Demikian pula jika tidak dijumpai ayat apapun mengenai suatu masalah. Mengenai masalah yang sepenuhnya bersifat duniawi atau teknis. Misalnya. apabila suatu keterangan telah diyakini sumbernya dari firman Allah atau Sunnah Rasulullah SAW dan telah diyakini makna dan sasaran yang ditujunya. kedoktoran. peperangan. dan sebagainya. Dalam hal ini Nabi SAW pernah bersabda: “Kalian lebih mengetahui daripada aku mengenai urusan-urusan duniamu”. Perbedaan pemahaman dengan ulama sebelumnya tidak menjadi masalah dan hal ini menunjukkan adanya pengembangan pemikiran ajaran Islam.Termasuk dalam hal ini. maka tidak ada lagi ijtihad padanya. pengangkutan. ketetapan-ketetapan 1 . maka dalam hal ini terbuka pula kesempatan seluasnya untuk berijtihad dalam mencari hukumnya.ketentuan harfiah dalam ayat. komunikasi. Berdasarkan hal itu. semua ulama sepakat tentang digunakanya ru’ya atau penalaran untuk mengatur dan menanganinya.

3. Jika berkumur tidak membatalkan puasa. Meskipun sabda Nabi adalah Sunnah yang dapat menunjukkan adanya ketentuan hokum yang berdiri sendiri. atau peraturan lalu lintas dan lain-lain. Beliau balik bertanya. antara lain : a. b. Misalnya. sehingga kesimpulannya menjadi jelas. Adapun macam-macam metode ijtihad. kadar bagian hartawarisan bagi masing-masing ahli waris. Menetapkan sesuatu demi kebaikan yang lebih. Metode ini disebut ‘urf. umpama: memindahkan tanah waqaf yang terkena rencana jalan. lan tandhilu maa in tamassaktum bihimaa Kitabllahi wa sunnata Rasulih”(Saya meninggalkan dua warisan untuk kalian. yaitu menarik manfaat dan menolak mudarat dalam kehidupan manusia. batal puasanya atau tidak. namun cara Nabi memberikan jawaban tersebut dapat menunjukkan salah satu cara berijtihad yaitu dengan jalan qiyas. sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam. diharamkannya memakan daging babi. Yang menjadi permasalahan bagi umat Islam ialah. wanita-wanita yang haram dinikahi disebabkan adanya hubungan kekeluargaan terentu. Qiyas salah satu metode ijtihad telah dilakukan sendiri oleh Rasulullah SAW yaitu ketika beliau ditanya tentang hokum seorang suami yang dalam keadaan berpuasa mencium isterinya. Kalau umat Nabi Muhammad SAW tidak berpegang teguh pada al-Qur’an san Sunnah Rasulullah niscaya akan sesat. 2. Metode Ijtihad Berijtihad dalam bidang-bidang yang tidak disebutkan dalam alQur’an dan Sunnah ditempuh dengan berbagai cara di antaranya qiyas atau analogi dan “memelihara kepentingan hidup manusia”. Demikian pula pendapat Muhammad Abduh. dan diharamkannya minuman khamar. maka pembaharuan tidak akan terwujud dan ijtihad yang dihasilkan akan sama dengan masa-masa yang lalu. al-Qur’an yang menjadi standar utama kurang dikuasai. menarik manfaat dan menghindarkan mudarat. maka mencium isteri di siang bulan Ramadhan juga tidak membatalkan puasa. Langkah-langkah dalam Berijtihad Sebagaimana yang dikemukakan Mahmud Syaltut. Oleh karena itu langkah pertama dalam 1 .syari’at yang telahmenjadi kesepakatan umum para ulama besar terdahulu maupun yang kemudian. keharusan mencatat pernikahan. apakah berkumur membatalkan puasa atau tidak. Selama kalian berpegang pada keduanya niscaya tidak akan sesat. sampai terdapat dalil yang mengubahnya. boleh (mubah) dimakan. contoh: segala macam makanan yang tidak ada dalil yang mengharamkannya. Menetapkan hokum yang sama sekali tidak disebut dalam ayat dengan pertimbangan demikepentingan hidup manusia. Metode ini disebut metode istishhab. Kalau terjemahan al-Qur’an yang ada dijadikan standar. Keduanya itu adalah Kitabullah dan Sunnah Rasulnya). c. Menggunkan kebiasan yang berlaku (adat istiadat) dalam suatu masyarakat. Metode ini disebut maslahat mursalat (mempertimbangkan kepentingan hidup manusia dan lepas dari ketentuan yang ada). Metode ini disebut metoe istihsan. d. bahwa wawasan yang menjadi sasaran dalam berijtihad adalah memecahkan permasalahan yang tidak termaktub dalam al-Qur’an dan memberikan penafsiran al-Qur’an dan Sunnah. seperti kewajiban lima shalat fardhu dalam sehari-semalam. Menggunkan dalil yang ada. Dalam memahami al-Qur’an umumnya mereka terikat dengan terjemahan yang ada dari terjemahan itulah umat Islam Indonesia memahami al-Qur’an. Demikian mafhum dari sabda Rasulullah:”Taraktu fikum amraini.

Berbagai kemungkinan arti perlu diperhatikan. “Nabi yang Ummi”. Terjemahan al-Qur’an yang ada sekarang merupakan terjemahan yang didasarakan atas terjemahan harfiah bahasa Arab dan sudah terpengaruh oleh mazhab tertentu. misalnya: 1). Oleh karena itu pengertian Bismillaahir Rahmaanir rahiim. Kalimat dalam berbagai jenisnya harus difahami dan diperhatikan. dengan melibatkan segenap oaring yang ahli dalam bidang-bidang tertentu. mengandung beberapa pengertian yaitu: a. kalimat. Teori bahasa al-Qur’an harus dipergunakan dengan sungguh-sungguh. Adalah kalimat pernyataan (introjunction).melakukan ijtihad adalah mengadakan reinterpretasi makna alQur’an. Bahasa pengandaian yang dinyatakan dalam bahsa biasa seperti “sapi” dapat berarti sapi dalam arti yang sesungguhnya dan dapat pula berarti berwatak sapi. antara lain bentuk kata. harus benar- 1 . Ummi dapat pula arti sejenis umat atau bangsa. agaknya terlalu dangkal. harus dipersiapkan pedoman-pedoman. maka pemahamannya akan menjadi verbalistis. Untuk itu langkah awal yang perlu dilakukan ialah restudy al-Qur’an atau mempelajari ulang pemahaman al-Qur’an. b. silahkan Anda mengadakan penelitian dan berijtihad secara tepat. Ummi artinya buta huruf. Dalam rangka restudi al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. Apabila yang ahli bahasa saja yang dilibatkan. Untuk mendapatkan pengertian Bismillah yang lebih mantap. Dengan demikian Nabiyil Ummiy adalah Nabi yang buta huruf atau tidak bisa menulis dan membaca. Memahami bahsa al-Qur’an dalam berbagai seginya. misalnya Bismillaahir Rahmaanir rahiim. bahkan mungkin kena pengaruh pola piker non Islam. Dengan demikian Nabiyil Ummiy berarti Nabi pemersatu umat dan atau padat pula berarti Nabi yang ditulis pada suatu umat yang tidak mengetahui tentang al-Kitab (wahyu Allah) 2). Berikut ini dikemukakan beberapa syarat antara lain : a. Pengetahuan mengenai bahsa yang mutasyaabih (berbentuk tasbih). Diartikan “dengan nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang”. Dilihat dari jenisnya Bismillaahir Rahmaanir rahiim. agar memperoleh kesimpulan yang tepat. dan kesusastraan. Dalam hal ini ilmu apa yang harus dimiliki dan sarana apa yang harus dikuasai. 3).

Sebagaimana dikemukakan pada pembahasaan bahasa al-Qur’an. menurut ulama “x” dan lain-lain harus dijauhkan. Sebagai suatu ilmu. dalam arti bertuhan Allah dan beriman pada al-Qur’an dengan mencontoh Sunnah Rasul. telah dikemukakan bahwa al=Qur’an adalah satu ilmu. Memperhatikan teori makna atau ilmu tafsir. Oleh karena itu teori makna atau ilmu tafsir (hermeneutika) harus dikuasai. Dengan sendirinya pengertian yang hanya berdasarkan bahasa tidak akan menjernihkan makna. simantik. b. Pada awal pembahasan. bahwa berbagai pengertian al-Qur’an harus dikemukakan. antara lain ilmu tafsir.a memahami makna. Untuk itu perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Orang yang berijtihad harus bertaqwa. untuk memahaminya diperlukan ilmu penunjang. Pengkajian ilmu tafsir harus ditunjang denagn teori ilmu yang mencakup metodologi. analitika dan obyektivitas. 2) Dalam berijtihad harus memperhatikan. ijtihad yang dihasilkan akan keliru. Tanpa memperhatikan ilmu tafsir dan teori ilmu . Dengan demikian istilah penafsiran menurut saya. maka salah pul. Dengan demikian 1 .benar diperhitungkan dan diperhatikan. bahwa al-Qur’an tersusun secara sistematik. Apabila salah dalam memahami bahasa.

maka kebenaran hasil ijtihad sifatnya relatif. Dalam hubungannya dengan mensukseskan pembangunan di bidang keislaman. karena bahasa al-Qur’an bukan bahasa Arab. Buku-buku yang berbahasa Arab banyak berpengaruh pada kalangan yang berpendidikan pesantren. serta dalam memecahkan permasalahan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam al-Qur’an dan Sunnah. Semuanya dinyatakan benar. maka kesimpulannya perlu ditinjau ulang. kalau memang sesuai dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul. Hal itu jelas akan berpengaruh pada fikiran manusia yang mempelajarinya. Gelar utama. Demikian pula halnya dengan buku-buku lain yang ditulis saintis yang berkembang dewasa ini. Sasaran yang utama dan pertama dalam berijtihad adalah memahami nilai-nilai yang obyektif ilmiah berdasarkan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul.: “Perbedaan pendapat di kalangan umat akan membawa rahmat”. sebagaimana sabda Rasul SAW. Kalau ternyata cocok dengan Sunnah Rasul. Beberap[a sebab yang menimbulkan perbedaan hasil ijtihad ialah : 1 . 4. hendaknya perhatian dipusatkan pada perombakan alam fikiran. atau menurut hadist pengertiannya demikian. maka memahami bahasa Arab yang diajarkan di sekolahsekolah atau madrasah merupakan salah satu bahan pembantu. Dengan demikian siapapun orangnya dan berpendidikan apapun patut didengar dan ditanggapi. Kitab-kitab wahyu Allah sifatnya menjawab tantangan zaman dan tantangan zaman harus dijawab dengan analisis wahyu. Karena kemampuan menalar seseorang terbatas. baik dalam bidang pasti alam maupun social budaya. Perbedaan Pendapat Hasil Ijtihad Ijtihad merupakan penggunaan daya fikir dan aqal dalam memahami ayat al-Qur’an dan Sunnah yang penunjukkan maupun kebenaran materinya zhanni. maka sikap atau tingkah laku akan tepat yang otomatis tujuan yang diharapkan Allah yaitu hasanah fid dunyaa wal akhirat akan tercapai. apabila model berpikirnya benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan Allah menurut Sunnah RasulNya. AlQur’an bukan kalamul Arab. metodologi. Apabila mengungkap 4) gagasan nur harus ditunjukkan Sunnah Rasulnya dan kalau dzulumat tunjukkan pula pembuktian yang bertolak belakang dengan Sunnah Rasul. Pertentangan atau perbedaan pendapat dalam masalahmasalah yang bersifat praktis hendaknya dihindari. professor atau sarjana bukanlah merupakan jaminan untuk mengukur nilai keilmiahan seseorang menurut konsep al-Qur’an. Mujtahid harus menyatakan ayat ini menurut surat ini artinya adalah begini. sedangkan buku-buku yang ditulis para saintis banyak berpengaruh pada kalangan yang berpendidikan umum. Kalau tanggapan sudah benar dan tepat. sebaliknya dinyatakan salah apabila bertentangan. 3) Dalam menganalisis kebenaran suatu gagasan harus didasarkan pada data yang konkrit. Oleh karena itu hasil ijtihad merupakan penalaran seseorang atau beberapa orang. Namun demikian karena bahasa al-Qur’an adalah serumpum dengan bahasa Arab. Dengan demikian asbaabun Nuzul alQur’an harus dipelajari. Nilai-nilai ilmiah yang dikembangkan oleh para ulama atau para sarjana perlu dikaji ulang. maka kesimpulannya adalah benar dan jika tidak sesuai. sehingga memungkinkan adanya perbedaan hasil ijtihad seseorang dengan ijtihad orang lain.menghubungkan ayat yang satu dengan ayat atau surat lainnya merupakan suatu keharusan. Islam bukan saja mentolerir perbedaan hasil ijtihad. 5) Pengertian yang didasarkan atas bahasa. Langkah-langkah yang disebut di atas. tetapi kalamulah (bahasa Allah). tetapi juga menegaskan bahwa perbedaan hasil ijtihad akan membawa kelapangan satu rahmat bagi umat. maka memahami bahasa orang Arab tidak mutlak. sistematika serta analitika harus dicocokan dengan pola atau contoh yang pernah dipraktekkan Nabi Muhammad SAW.

Imam Abu Hanifah memilih arti kata majazi yaitu “penjara”. dan sebagian lagi menunjuk pada mubah. sebagian orang memandang nahi atau larangan menunjuk pada haram dan sebagian lain menunjuk pada makruh. sehingga ia berpendapat persetubuhan lewat zina tidak menyebabkan wanita yang dizina ayahnya haram dinikahi. mereka berbeda pendapat dalam memahami sebuah hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW melarang memakan binatang buas yang bertaring dan setiap burung yang bercakar. Oleh karan itu menurut Iman Syafii. oleh karena itu ia berpendapat haram ayahnya menikahi isteri anaknya . Shighat amar pada hadist ini. Berdasarkan hal ini. dan ada pula yang pengertiannya dipengaruhi adat setempat. Imam Syafe’I memilih arti “akad”. Kata “nikah” dapat berarti “akad” dan dapat pula berarti “bersetubuh”. Pengertian Kata (Lafazh Ayat/ Hadist) Dalam bahasa Arab. dipotong tangan dan kaki mereka dengan bersilang . Kedua. Arti hakikinya ialah “mereka dikeluarkan dari negeri mereka ke negeri lain”. Misalnya pertama: “Janganlah kamu menikahi wanita-wanita yang telah dinikahi oleh ayahmu”(An-Nisa’ ayat 22). Imam Syafii memandang nahi pada hadist ini menunjuk pada 1 . Imam Syafii memandang pada sunnah.a. ada lafazh yang berbentuk majaz. para mujtahid berbeda pendapat dalam memahami hadist nabi :”Jadikanlah akhir shalatmu shalat witir”. atau dibuang dari negeri (tempat kediaman)” (Al-Maidah ayat 33). sebagaian menunjuk pada Sunnah. sebagian orang memandang shighat amar atau arah perintah menunjuk pada wajib. Imam Hanafi memilih arti “bersetubuh”. sedang Imam Syafe’I memilih arti hakiki yaitu “diusir” atau dibuang ke negeri lain. Kaidah Ushul Fiqh Pertama. Kata “atau dibuang” (awyufaw) pada ayat ini mengandung dua arti. b. Berdasarkan hal ini. disalib. adalah dibunuh. hokum shalat witir adalah sunnah. sedangkan arti majazinya ialah : “mereka dimasukkan ke dalam penjara”. menurut Imam Hanafi menunjuk pada wajib. “Sesungguhnya balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya.. Kedua.: hakiki dan majazi. dan membuat kerusakan di muka bumi.

d. memakan binatang buas yang bertaring dan burung yang bercakar adalah haram. Imam ahmad menjadikan hadist ini sebagai hujah tentang wajibnya membaca bismillah bagi siapa pun yang akan berwudhu. mencuci bejana yang dijilat anjing harus dengan tanah atau dapat diganti dengan yang lain misalnya karbol atau deterjen. menurut Imam malik. Dapatkah kedua hal ini dianggap sebagi pengganti tanah? Dalam hal ini ulama berbeda pendapat.haram. memakan binatang buas yang bertaring dan burung bercakar adalah makruh. Sebagian besar ulama berpendapat. Sedang Imam Malik memandang nahi pada hadist ini menunjuk pada makruh. tetapi tidak sampai kepada mujtahid yang lain. atau suatu hadist sampai kepada satu mujtahid. dan sebagiannya. Dengan demikian harus dengan tanah. Status Hadist Hadsit yang dianggap kuat oleh sebagian orang dianggap lemah oleh sebagian orang lain. 1 . Imam mujtahid yang lain memandanag hadist ini lemah. c. sebuah hadist mengatakan:”tidak ada wudhu bagi orang yang tidak membaca bismillah”. Sebagian kecil ulama berpendapat. Oleh karena itu. Misal. Ketentuan Hukum Ayat Bersifat Ta’abbudi (ubudiyah) atau Ta’aqquli (masuk akal) Misal. mencuci bejana bekas jilatan anjing dengan selain tanah tidak sah. Oleh karena itu menurut Imam Syafii. Sementara itu. sebab perintah tentang hal tersebut bersifat ta’abbudi.

berpengaruh pula pada umat Islam. betapapun lemah hasil yang lain. wajibnya zakat atas tumbuh-tumbuhan dan tanaman-tanaman adalah karena hal tiu pontensial untuk menunjang kehidupan dan perekonomian umat manusia. Beliau dengan berani menganjurkan. dan latar belakanga turunnya suatu ayat. satu ijtihad tidak dapat membatalkan ijtihad yang lain. anggrek dan lain-lainnya dikenai zakat. Dalam memahami al-Qur’an perlu diketahui bahayanya orang melakukan perujukan kepada al-Qur’an semata-mata secara tekstual. Atau dengan kata lain. the. sedangkan dalam hal membasmi kuman-kuman akibat jilatan anjing. Qiyas Misal. Mereka saling toleran atau tasamuh. sebab perintah itu adalah mencuci dengan tanah bersifat ta’aqquli mengingat tujuan perintah itu adalah terwujudnya kebersihan. menurut Syafii. serta jangan dibesar-besarkan.mencuci bejana bekas jilatan anjing dengan karbol dan semisalnya adalah sah. dan menghargai pendapat orang lain. termasuk situasi kultural pada zaman itu. fungsi karbol dan semacamnya melebihi tanah. Pengaruh penjajah Barat (Eropa) terhadap negara-negara yang mengaku beragama Islam. Oleh karena itu muncul ucapan popular mereka: “Bila pendapatkami salah. Hal ini sejalan dengan kaidah:”Ijtihad tidak dapat digugut atau digugurkan oleh ijtihad yang lain”. kopi. pengetahuan yang utuh mengenai sejarah Nabi. tidak mustahil berpengaruh terhadap cara berfikir umat Islam. terdapat consensus untuk membagi hukum Islam menjadi dua katagori yaitu hokum yang berhubungan dengan ibadah murni dan hokum yang berhubungan 1 . agar kita langsung membaca al-Qur’an. Buku-buku yang ditulis para cendekiawan Yahudi dengan bungkus al-Qur’an menjadi makanan yang lezat bagi umat Islam yang bodoh dengan al-Qur’an. Dari kaidah ini dapat dipahami. Re-Orientasi Ijtihad Sejak di bawah cengkraman penjajah.an banyak diwarnai oleh alam fikiran Yahudi atau fikiran lainnya. pala. hendaknya hal itu dijadikan sebagai rahmat yang akan membawa kelapangan dan kemudahan bagi umat. alam fikiran umat Islam banyak yang telah terpengaruh oleh penjajah. e. kemungkinan mengandung kesalahan dan bila pendapat selain kami salah. asbab alnuzul atausebab-sebab diturunkannya ayat-ayat. Kelihaian dan kelicikan para penjajah mampu membelokkan dan menggeser alam fikiran bangsa yang dijajahnya. dengan tidak memperhatikan kondisi. kopra. 5. Ajaran Yahudi Zionisme dan Diasporanya yang telah mewarnai alam fikiran Barat sejak masa sebelum Masehi. untuk dapat berbuat demikian seseorang harus menguasai ilmu bahasa yang memadai. Hanya beliau memperingatkan. sesuai dengan penegasan hadist Nabi tentang keberadaan perbedaan. Prinsip-prinsip perbedaan ini dipengaang teguh oleh Imam-mujtahid terdahulu. menghormati. Di antara para ahli hokum Islam atau fuqaha. hendaknya kita berhati-hati membaca buku-buku tafsir yang ditulis pada alam dan tingkah intelektual umat di zaman kita sekarang. Dengan demikian. tetap tidak dapat menggugurkan hasil ijtihad yang lain. dan sejarah umat manusia. penile. perbedaan ijtihad merupakan sesuatu yang wajar. situasi. Oleh karena itu. tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang tidak mengeyangkan atau bukan makanan pokok tidak dikenai zakat. sebab akan berakibat retaknya ukhuwah Islamiyah. Oleh karena itu menurut Imam Hanafi. sebab wajibnya zakat atas tumbu-tumbuhan dan tanam-tanaman adalah mengenyangkan atau makanan pokok sedang menurut Imam Hanafi. Pada akhir abad ke sembilan belas Syeik Muhammad Abduh menyatakan. beliau mengimbau para ulama untuk membikin tafsir sendiri. Mereka menyadari betapapun kuatnya hasil ijtihad mereka. cengkeh. kemungkianan mengandung kebenaran”. Kebodohan orang Islam tentanmg al-Qur.

Namun kemauan yang demikian luhurnya. seorang murid kesayangan Imam Abu Hanifah dan yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Yusuf. baik kepentingan duniawi maupun ukhrawi. Ia tidak beruntung dari ketaatan mereka yang taat dan tidak dirugikan oleh perbuatan mereka yang bermaksiat. Untuk itu setiap generasi memerlukan mujtahid. Ajaran Islam harus dikembalikan dan bersandarkan al-Qur’an dan Sunnah. Dalam hal katagori pertama. lingkungan. karena masih adanya kefanatikan mazhab menyebabkan usaha tersebut nampaknya belum berhasil dan tantangan demi tantangan banyak dihadapi. situasi dan budaya. dan lainlainnya. Sementara itu kepentingan masyarakat dan pelaksanaan prinsip-prinsip keadilan dapat berubah dan berbeda karena perbedaan zaman. nampaknya masih banyak kekurangannya. Memahami al-Qur’an dan Sunnah yang hanya didasarkan atas pengertian yang sempit. Penpadat para Imam mazhab yang selama ini telah baku di kalangan umat Islam. seorang ahli hokum terkemuka dari golongan mazhab Imam syafii menyatakan bahwa semua usaha hendaknya difokuskan pada kepentingan masyaraka. Ijtihad yang dilakukan para Imam-imam mazhab pada masa lalu perlu ditinjau kembali. Penafsiran alQur’an yang ada. Beberapa ulama menghimbau agar umat Islam melakukan neo-ijtihad atau pembaharuan dalam berijtihad. Ibn Qayyim Al-Jauziyah Ibn Habib Al-Anshari. Mengenai hukun yang bertalian dengan kemasyarakatan. terbuka kesempatan bagi pemikiran atau penalaran intelektual dalam mencari cara pelaksanan. hampir tidak terdapat campur tangan bagi penalaran. Murid-murid mereka bertebaran di seluruh pelosok dunia. demikian Ahmad Khan dari Pakistan. maka gugur pula hokum yang terkandung di dalam ayat itu.dengan kemasyarakatan. bahkan sampai ke Indonesia. namun beliau tentu cocok untuk masa kini. Ijtihad mereka pada masanya dianggap cocok. Al-Izz Abdussalam. dengan kepentingan masyarakat dan prinsip keadilan sebagai dasar pertimbangan dan tolak ukur utama. Sedang dalam hal hokum yang termasuk katagori kedua. kalau dahulu dasarnya adat dan adat tersebut kemudian telah berubah. membuat keduanya 1 . Mohammad Abdul Wahhab dari Saudi Arabia. Bagi Allah tidak masalah apakah hamba-Nya beribadah atau tidak. Reinterpretasi atau penafsiran kembali dan pengkajian tentang Islam harus diperbaharui. berpendirian bahwa arak sekalipun. perlu ditinjau kembali.

dengan memilih dalil-dalil ijtihad yang dijadikan dasar pendapat tersebut.sebagai benda-benda mati. dan menghindarkan kerusakan manusia. Perubahan tersebut menuntut para ulama untuk meninjau pendapat lama yang 1 . 2) Pendapat tersebut lebih memberikan kemudaaan. Dalam hal ini ada beberapa factor yang mendorong perlu dilakukannya ijtihad selektif yaitu : 1). Ijtihad selektif yaitu memilih salah satu pendapat yang diyakini paling kuat di antara pendapat-pendapat yang ada. Cara melakukan ijtihad ini adalah dengan mengadakan studi komparatif di antara pendapat-pendapat yang ada. sesuai dengan kemudahaan yang diberikan syariat Islam. Selanjutnya memilih pendapat yang paling kuat dalilnya. Adapun bentuk ijtihad yang diperlukan sekarang adalah : a. ekonomi. memberikan kemaslahatan. 3) Pendapat tersebut lebih banyak memberikan rahmat kepada manusia. berdasarkan alat ukur yang dipergunakan dalam mentarjih atau menguatkan yaitu : 1) Pendapat tersebut lebih banyak merealisir maksud syariat Islam. 4) Pendapat tersebut lebih sesuai dengan kehidupan manusia pada masa sekarang. social dan budaya pada abad ini merupakan perubahan yang laur biasa. Perubahan politik.

Pada masa kini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat. agar dapat menunjukkan ibadahnya kepada Allah. Hal ini membuktikan. Perkembangan tersebut memberi pembentukan terhadap pengetahuan lama dan menjadi alat untuk menemukan pengetahuan yang benar. 2). yaitu manusia yang beraneka macam kecenderungan jiwa dan cakrawala pemikirannya.dirsakan tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi baru. serta tumbuh dari dalam jiwa manusia sendiri. yaitu untuk mengarahkan pembawaan kodrat jiwa manusia. 3) Ijtihad kreatif. Pernyataan Pluctarchus itu amat penting artinya. perkembangan tersebut juga membekali para ulama masa kini dengan suatu kemampuan untuk menetapkan apakah pendapat ulama masa lalu yang diwarisinya masih relevan atau tidak. Ruh ajaran Islam adalah Tauhid. baik masalah tersebut baru atau lama. sebab dengan pernyataan tersebut dapat diambil kesimpulan. raja-raja. tetapi tidak ada satu kotapun tanpa tempat ibadah atau penduduknya tidak melakukan ibadah. kekayaan. Dalam hal ini adanya perbedaan pendapat di antara para ulama dalam suatu masalah menunjukkan bahwa masalah tersebut memberikan bermacam-macam interpretasi sehingga tidak menutup kemungkinan adanya pendapat baru yang sebelumnya belum pernah dikemukakan ulama. bahwa kerinduan untuk berhubungan dengan Tuhan merupakan pembawaan kodrat jiwa manusia. bahwa hanya Allah saja Tuhan yang berhak disembah. Muhammad SAW sebagai Rasul Allah yang terahkirdan al-Qur’an sebagai kitab Allah yang terahkir. yang sebelumnya tidak diketahui. Banyak ayat al-Our’an yang memberi penegasan demikian. bahwa keanekaragaman itu tidak berasal dari satu sumber. Tetapi suatu kenyataan bahwa temp[at-tempat ibadah yang terdapat di manamana menunjukkan adanya keanekaragaman tentang siapa yang dituju dengan ibadah tersebut dan bagaimana cara melaksanakannya. Dari segi ini dapat diketahui betapa pentingnya Allah mengutus rasulrasulNya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Islam 1 . meng-esakan Tuhan secara mutlak. HIKMAH IBADAH DALAM ISLAM Hampir 2000 tahun yang lalu Plutarchus. bahwa mungkin kita menjumpai kotakota tanpa benteng. Tuhan yang telah menciptakan manusia dan alam seluruhnya. seorang ahli sejarah berbangsa Yunani mengatakan. di mana ketentuan tersebut belum pernah dikemukakan para ulama terhadulu. kemudian memilih pendapat yang paling kuat. Disamping itu. melainkan dari banyak sumber. yaitu menetapkan ketentuan baru terhadap suatu masalah. memberikan penegasan-penegasan yang amat jelas. sastra maupun teater-teater.

Surat Al-Araf ayat 194 dijelaskan. Oleh karena itu apabila ia menyembah kepada selain Allah. kayu. surat An-Nisa’ ayat 36 memerintahkan . bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. jin. bahwa orang yang berbuat syirik adalah orang sesat jauh dari Allah tidak akan memberi ampun atas dosa syirik itu. sebagai salah satu sendi ajaran Islam. termasuk sembelihan yang haram dan perbuatan itu Mempersekutukan seseuatu kepada Allah dinamakan syirik. bahwa ajakan beribadah hanya ditujukan kepada Allah merupakan inti ajaran para Rasul.menjadi persaksian. Manusia adalah makhluk Allah yang terhormat dan mempunyai kedudukan yang utama disbanding dengan makhluk-makhluk Allah lainnya. Dalam Al Qur’an antara lain : surat Al Fatihah ayat 5 mengajarkan. batu. Surat An-Nahl ayat 36 menegaskan. binatang. bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan diminta pertolongan. semua yang ada di alam ini adalah makhluk-makhluk seperti manusia juga. benda-benda langit. bahwa selain Allah. AlQur’an menyatakan dalam berbagai surat dan ayat antara lain : Surat An-Nisa’ ayat 48 menegaskan. Islam mengharamkan binatang yang disembelih dengan maksud dan tujuan untuk saji-sajian berhala dan sebagainya. ketika akan mulai membangun gedung. yang tidak berhak disembah. Surat An-Nisa ayat 116 ditegaskan. 1 . manusia. Kerbau yang disembelih dengan tujuan untuk ditanam kepalanya. untuk menjadi saji-sajian bagi makhkluk halus. atau menyembah kepada sesama makhluk Allah. bahwa syirik adalah perbuatan dosa terbesar yang tidak akan memperoleh ampunan Allah. minsalnya malaikat. dan roh-roh berarti menurunkan derajat kemanusiannya yang diberi tempat demikian tinggi oleh Allah. agar orang menyembah hanya kepada Allah dan jangan ada sesuatupun yang disekutukan kepada Allah.

agar jangan sampai orang terjerumus dalam kemusyrikan. manusia awam tidak dapat secara langsung. Untuk memanjatkan do’a kepada Tuhan. Sejarah reformasi dunia Kristen yang dipelopori oleh Martin Luther. tetapi harus dengan perantara mereka. bahwa jarak antara manusia dengan Tuhan adalah jauh. Manusia dalam sejarahnya telah merusak ajaran agama. agar jangan sampai dimurkai Allah karena menyekutukan Allah dan menyinggung keesaannya. Kalau dipelajari sejarah agama-agama di dunia. Islam mengembalikan ajaran agama yang murni berasal dari wahyu.termasuk syirik. Hanya kaum ahli agama dapat langsung mendekatkan diri kepada Tuhan. para ahli agama menentukan berbagai macam syarat dan ikatan-ikatan ibadah. Yang menyebabkan rusaknya agama adalah orang-orang agama sendiri. Hubungan manusia dengan Tuhan 1 . Merekalah yang mempunyai konsepsi. Mereka menentukan temapt khusus untuk beribadah. akan dijumpai adanya lembaga karyawan agama yang antara lain berfungsi sebagai perantara manusia awam untuk beribadah kepada Tuhan. Sedemikian keras Islam mengajarkan. motif yang amat menonjol adalah protes terhadap monopoli para ahli agama dalam dunia khatolik. Berdasarkan konsepsi serupa itu. serta menentukan perantara dan upacara yang tidak boleh dilanggar. yaitu para pejabat keagamaan. Hal itu untuk menjaga keselamatan manusia. Pelanggaran terhadap cara-cara yang telah ditentukan mengakibatkan ibadah tidak sah dan tidak dapat diterima Tuhan. Untuk melakukan ibadah diperlukan berbagai macam syarat sajian dan sekedar uang untuk para perantara yang memonopoli urusan keagamaan. Membaca kitab suci menjadi wewenang mereka saja dan demikian pula membaca do’a.

Islam tidak mengajarkan manuggaling kawula gusti. Al-Qur’an dalam berbagai ayat : Surat Al Baqarah ayat 186 mengajarkan. Nabi mengajarkan juga. jika hal yang dilakukan akan mendatangkan kebaikan dalam kehidupan dunia dan kebaikan di akhirat. 1 - Islam mengajarkan bahwa hubungan dengan Allah dengan manusia amat dekat. Dalam hubungan ini hadist Nabi riwayat Bukhaari-Muslim mengatakan: “Bumi ini dijadikan Allah untukku sebagai masjid dan alat bersuci siapapun yang menjumpai waktu shalat. Islam mengajarkan bahwa bumi Allah adalah masjid bagi kaum muslimin. A. Oleh karena itu untuk berhubungan dengan Allah. PRINSIP-PRINSIP IBADAH 1. bahwa Allah benar-benardekat dan selalu beserta dengan manusia di manapun ia berada. Tuhan tidak pernah menjelma pada manusia dan manusia dituntut untuk mempunyai sebagian sifat-sifat Ketuhanan. Tetapi jika sebaliknya. kecuali ada dalil yang memerintahkan”. Untuk ibadah shalat. bahwa Allah amat dekat kepada manusia. Ada Perintah dan Ketentuan Dalam melakukan ibadah kepada Allah. bahwa Allah dekat kepada hamba-hambaNya. mohon dijauhkan dari yang diinginkan dan mohon diberikan ganti yang lebih baik. sesuai dengan kaedah fiqhiyyah yang menyatakan “hukum yang terkuat dari segala sesuatu adalah boleh. Berlainan halnya dengan bidang ibadah. Demikian Allah mendidik hati nurani manusia untuk merasakan. hendaklah ia melakukan shalat dua raka’at. mengajarkan pula bahwa manusia adalah makhluk Allah yang terhormat dan mempunyai kedudukan yang utama di antara makhluk-makhluk Allah yang lain. yang tentu saja sebagai pihak yang paling tahu mengenai isi dan maksud perintah. kecuali terdapat dalil yang mengharamkan”.tidak perlu dengan perantara apa dan siapapun. apanila seseorang menghadapi masalah penting dalam hidupnya di dunia dan memerlukan keputusan yang . hendaklah ia mengerjakan di mana ia berada” Satu-satunya tempat yang dikhususkan untuk melakukan ibadah dengan nilai tinggi adalah baitullah di Mekkah dan daerah sekitarnya untuk melakukan ibadah haji. bahkan sebaliknya manusia sangat terikat pada ketenuan-ketentuan yang diberikan Allah dan Rasulnya. tepat. lebih dekat dari urat lehernya. dapat dimudahkan jalannya. agar senantiasa berada di atas kebenaran. Ibadah dapat dilaksanakan di tempat manapun dan tanpa upacara-upacara di depan para ahli agama. akan dikabulkan-Nya permohonan orang yang berdo’a kepada-Nya. tidak menentukan perantara apa dan siapapun juga. KemudianRasul sebagai figure yang menerima berbagai perintah ibadah. Khusus mengenai tempat melakukan ibadah. serta orang supaya memenuhi ajakan-Nya dan beriman kepada-Nya. kemudian memanjatkan do’a yang pokoknya memohon kepada Allah. dan haji dengan jelas terdapat perintah dan ketentuan dalam al-Qur’an. seperti keyakinan para penganut aliran pantheisme. Dalam bidang mu’amalah atau keduniaan terdapat kelonggaran yang demikian luas bagi manusia. puasa. Tetapi hal ini tidak berarti manusia dan Tuhan dapat bersatu. Di samping itu Islam membebaskan manusia dari ikatan sistem perantara. Surat Al Qaf ayat 16 menegaskan. zakat. sesuai dengan bunyi kaedah fiqhiyyah “ Hukum pokok terhadap ibadah adalah bathal (tidak boleh dikerjakan). karena terdapat ketentuan manusia. manusia tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan.

Ibadah zakat. para muallaf yang dibujuk hatinya. dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). orang-orang miskin. pengurus-pengurus zakat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar”. 1 . dan rukunnya. diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. bahwa yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjukbagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu. macam-macam. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. hanyalah untuk orang-orang fakir. agar kamu bertaqwa”. Ibadah shalat ditegaskan kewajibannya antara lain melalui firma Allah daqlam surat al-Ankabut ayat 45 :“Dan dirikanlah shalat. Setelah itu Rasulullah membuat ketentuan-ketentuan. dengan zakat itu. sebagaimana tersebut dalam surat al-Baqarah ayat 185 : “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan ramadhan. kamu membersihkan dan mensucikan mereka”. Adapun ketentuan tentang syarat puasa. Karena itu barang siapa di antara kamuhadir di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. syarat-syarat. Beliau bersabda : “ Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku melaksanakan shalat”. yang ditentukan dalam surat Taubah ayat 60: “Sesungguhnya zakatzakat itu. Ibadah puasa diwajibkan melalui firman Allah dalam surat alBaqarah ayat 183 : “Hai orang-orang yang beriman. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. Ada delapan golongan (ashnaf delapan) penerima zakat. ketentuan kewajiban zakat dijelaskan Allah dalam alQur’an dalam surat Taubah ayat 103: “Ambilah zakat dari sebagian harta mereka. orang-orang yang berhutang. Petunjuk Rasul ada yang diberikan dalam bentuk fi’il atau perbuatan dan ada yang berbentuk qauli atau ucapan. untuk memerdekan budak. yang menentukan puasa sunnah dan lain sebagainya ditentukan oleh Rasul. antara lain mengenai perincian waktu pelaksanaan.selanjutnya memberikan petunjuk kepada umat tentang bagaimana cara melaksanakannya. yaitu pada setiap bulan Ramadhan. Waktu untuk melaksanakan ibadah puasa juga ditetapkan Allah.

Dengan demikian jelaslah. Sedangkan ketentuan mengenai bagaimana cara mengerjakan haji. kadar yang harus dikeluarkan. Ibadah-ibadah sunnat. pakaian yang dipakai ketika berhaji dan lainlainnya. dan hal-hal yang menjelaskan pantangan dalam menunaikan ibadah haji. 2. sa’I. Semua ibadah berada dalam batas-batas kewajiban dan sejalan dengan kadar 1 . Meniadakan Kesukaran Keseluruhan ibadah dalam syari’at Islam tidak ada yang menyukarkan dan memberatkan mukallaf atau orang yang dikenai kewajiban. seperti shalat sunnat dan puasa sunnat juga demikian halnya. melontarkan jumrah.Ketentua waktu membayar zakat. dan cukup keuangannya untuk pergi dan pulang. yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. Ketentuan ibadah haji hanya diwajibkan atas orangorang yang kuat fisiknya. jenis-jenis barang yang dikenai zakat dan lain-lainnya. dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya: “Ambilah olehmu dari aku cara cara melaksnakan ibadah haji”. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui. Ibadah haji diwajibkan berdasarkan firman Allah dalam surat alBaqarah ayat 194: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”. dijelaskan oleh Rasul. wuquf. diketentuan dari firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 97: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. kreteria orang yang diwajibkan membayar zakat. sehat mentalnya. bahwa ibadah yang sah dan boleh dilakukan adalah ibadah yang memang terdapat perintah dan ketentuan dalam al-Qur’an dan Sunnah Rasul. dalam bidang ibadah terdapat satu prinsip. bahwa seluruh ibadah yang diwajibkan memiliki dasar-dasar yang kuat. seperti thawaf. apabila yang tidak mungkin dilaksanakan.

kesanggupan manusia. Prinsip kedua ini diterangkan Allah dalam alQur’an surat al-Baqarah ayat 185: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. Perintah mengerjakan shalat fardhu, walaupun diwajibkan dalam jumlah lima kali dalam satu hari satu malam, tidak sampai mengakibatkan timbulnya kesukaran bagi orang yang mengerjakan. Seorang karyawan tidak mungkin terganggu pekerjaannya dengan meluangkan waktu sekitar sepuluh menit untuk mengerjakan shalat. Seorang pedagang tidak akan merugi dan kehilangan pendapatan, karena mengerjakan shalat. Bahkan seorang pengemudi jarak jauh tidak akan terganggu perkerjaannya membawa penumpang, apabila ia mengerjakan shalat. Apalagi ajaran Islam memberikan ruskshah atau keringanan kepada mereka untuk mengerjakan shalat secara jama’ atau menggabungkan dua shalat pada satu waktu. Demikian juga halnya dengan ibadah-ibadah yang lain. Ibadah puasa yang mewajibkan manusia menahan makan, minum, dan seks sejak terbit matahari sampai terbenamnya matahari. Pada umumnya tidak menimbulkan kesukaran bagi orang yang melakukan puasa, apalagi dengan disunanatkan makan sahur. Dalam hal ini Rasulullah bahkan mengatakan, bahwa “berpuasa itu mendatangkan kesehatan” dan sabda tersebut telah dibuktikan kebenarannya oleh ilmu kedokteran. Dalam hal zakat, kadar harta yang wajib dikeluarkan zakatnya oleh muzakki atau orang yang berzakat rata-rata hanya 2,5 % dari harta yang diperoleh. Ibadah zakat tidak menyebabkan timbulnya kesukaran bagi muzakki dan tidak akan mengakibatkan menjadi miskin atau jatuh pailit. Allah menjanjikan untuk mereka yang berzakat ibarat menanam satu biji yang akan memunculkan 7 cabang dantiap cabang akan membuahkan 100 biji dalam surat al-Baqarah ayat 261. Dalam kenyataan, mereka yang rajin dan tertib menunaikan ibadah zakat, justru mendapat rezki yang lebih melimpah dan memperoleh banyak kemudahaan.

Dalam bidang haji, tidak adanya kesukaran lebih jelas lagi, karena yang terkena kewajiban untuk mengerjakan haji hanya orang-orang yang memiliki tingkat kemampuan sedemikian rupa, sehingga tidak ada kesukaran berati bagi mereka dalam pelaksanaannya. 3. Tidak Banyak yang dibebankan Prinsip yang ketiga ini mempunyai hubungan dengan prinsip yang kedua di atas, karena apabila banyak yang dibebankan, tentu akan berakibat timbulnya kesukaran. Yang dimaksud dengan prinsip tidak banyak yang dibebankan adalah bahwa pembebanan dalam syari’at Islam jika dibandingkan dengan waktu dan keadaan, sesungguhnya tidak dapat dikatakan banyak. Yang mendasari prinsip ini adalah firman Allah surat al-Maidah ayat 101: “hai orang-orang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu al-Qur’an itu sedang diturunkan, nicaya akan diterangkan kepadamu. Allah mema’afkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang”. Berdasarkan ayat ini dapat disimpulkan, bahwa Allah memandang telah memadai hukum-hukum yang diterangkan, dalam pengertian Allah tidak berkehendak untuk memperbanyak hukum, karena hal ini akan menyusahkan hamba-hamba-Nya. Apabila waktu yang diperlukan untuk mengerjakan satu kali shalat diperkirakan 12 menit, maka untuk mengerjakan limaka kali shalat membutuhkan selama satu jam. Oleh karena itu waktu yang diperlukan untuk mengerjakan shalat hanya satu jam dari 24 jam sehari yang dianugrahkan Allah kepada umat manusia. Demikian juga dengan ibadah puasa hanya satu bulan dari 12 bulan, sedangkan ibadah zakat hanya 2,5 % atau 1/40 dari perolehan, dan haji ibadah haji hanya satu kali dalam seumur hidup bagi orang yang mampu. 1

Secara umum dapat dimukakan, bahwa ajaran Islam yang berkaitan dengan ibadah disyaratkan setelah peristiwa hijrah. Hal ini erat sekali kaitannya dengan ayat-ayat al-Qur’an yang turun setelah hijrah, yaitu mayoritas berisi ayat-ayat hukum. Di antara ayat-ayat hukum tersebut berkaitan dengan ibadah. Namun demikian sebagian ibadah telah disyaratkan sebelum peristiwa hijrah, misalnya shalat. Para ulama berpendapat, bahwa shalat pada mulanya disyaratkan hanya dua rakaat waktu pagi dan waktu sore, seperti yang dijelaskan dalam firman Allah surat al-Makminuun ayat 55: “Dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi”. Shalat lima waktu diwajibkan sesudah peristiwa mi’raj. Ibadah thaharah disyaratkan sejalan dengan pensyaratan shalat, karena thaharah merupakan syarat sahnya pelaksanaan shalat. Allah telah mewajibkan kepada muslimin berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan setiap tahunnya. Puasa diwajibkan kepada kaum muslimin pada tahun 2 hijrah. Setiap umat beragama mempunyai tempat-tempat tertentu yang dipergunakan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Orang-orang Arab sebelum Islam mempunyai tempat ibadah, yaitu Baitul Haram yang didirikan oleh nenek moyang mereka, nabi Ibrahim a.s dan nabi Ismail a.s. Oleh karena itu telah ada tradisi bangsa Arab untuk melaksanakan haji sejak zaman nabi Ibrahim dan nabi Ismail sampai datangmnya Muhammad yang diutus Allah menjadi Rasul. Ibadah haji yang dilakukan orang-orang Arab kemudian berubah dan tidak lagi sesuai dengan apa yang diajarakan nabi Ibrahim. Mereka telah mempersekutukan Allah dengan berhala yang mereka letakan di samping Baitullah, di Safa, dan Marwa, yang mereka anggap sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka tidak lagi mengagungkan nama Allah, tetapi telah mengagungkan nama selain Allah. Pada waktu Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasuldan bertugas meluruskan kembali agama yang dibawa nabi Ibrahim dan mengajar manusia untuk tunduk dan patuh menjalankan perintah Allah serta menghacurkan syirik, Allah tetap menetapkan Baitullah sebagai 1

tempat untuk menjalankan haji dan umrah. Ibadah haji difardukan pada tahun 6 hijarah. Pada waktu itu nabi Muhammada pergi ke Baitullah untuk menjalankan umrah, tetapi terhalang oleh musuh. Pada tahun 7 hijarah nabi pergi lagi melaksanakan umrah. Pada tahun 9 hijarah Abu Bakar pergi melaksanakan haji bersama kaum muslimin. Nabi Muhammad pergi haji bersama seluruh kaum muslimin pada tahun 10 hijrah yang dikenal dengan haji Wada’. Islam memandang zakat adlah ibadah yang sangat penting dan wajib dilaksanakan sama halnya dengan shalat. Al-Qur’an menyebut shalat dalam 82 ayat, sedang zakat 31 ayat, dan 22 ayat diantaranya menyebutkan shalat dan zakat sedcara beriringan. Hal ini menunjukkan, bahwa mengeluarakan zakat sama pentingnya dengan ibadah shalat. Perintah ibadah dalam ajaran Islam telah ditetapkan dalam nash dan bersifat tetap. Ibadah tidak terpengaruh oleh perkembangan masa dan perbedaan tempat, serta wajib diikuti tanpa harus terlebih dahulu menyelidiki makna dan maksudnya. Masalah ibadah merupakan sesuatu yang tidak ada imbangannya dalam hukum positif. Hukum positif tidak membahas hubungan makhluk dengan Tuhannya atau hubungan micro cosmos dengan macro cosmos. Dalam Islam masalah ibadah mendapat perhatian yang sangat khusus dan penting. Ibadah merupakan hakikat dan tujuan hidup manusia, seperti yang dijelaskan Allah dalam al-Qur’an surat az-Zariyat ayat 56: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembahku”. Menyembah Allah SWT bearti memusatkan penyembahan kepada Allah semata-mata, tidak ada yang disembah dan tempat mengabdikan diri kecuali kepada Allah saja.Pengabdian berarti penyerahan diri secara mutlak dan kepatuhan sepenuhnya secara lahiriah dan batiniah kepada kehendak ilahi. Hal itu dilakukan dengan kesadaran, baik sebagai perseorangan maupun secara berkelompok. 1

Suatu kehidupan yang bertujuan ibadah. Suatu pekerjaan bernialai ibadah sangat tergantung dari niatnya. bahwa ibadah dalam Islam merupakan sarana untuk menyatakan syukur kepada Allah. maka segala pekerjaanya selalu dalam batas-batas keredlaan Allah. Manusia sebagai makhluk yang paling mulia dalam penciptaan dijelaskan Allah dalam surat at-Tiin ayat 4: “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. kalau dikerjakan hanya karena mengharap pujian dari manusia. Suatu bantuan yang diberikan kepada seseorang betapapun kecilnya bantuan itu. Oleh sebab itu sudah selayaknya manusia bersyukur dan berbakti kepada Pencipta Yang Maha Agung lagi Maha Kuasa. semua kegiatan manusia baik yang bercorak ubudiah maupun muamalat harus dikerjakan dalam rangka pengabdian kepada Allah dan mencari keredlaannya. Sedangkan dalam surat al-Isra’ ayat 70: “Sesungguhnya telah kami muliakan anak-anbak Adam. Manusia diciptakan Allah yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Keridlaan Allah yang memungkinkan tercapainya hidup dan kehidupan duniawi yaitu kehidupan ukhrawi. kami beri mereka rezeki dari yang 1 . dalam pekerjaanya akan mudah terlibat dalam kecurangan dan kejahatan. dan janganlah kamu melupakan nasibmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Hidupnya di dunia ibarat sebuah perahu yang tengah berlayar di samudera luas. dan rasanya. yang puncak kebahagiannya terletak dalam pertemuan dengan Allah merupakan arti ibadah sebagai tujuan hidup. Tetapi Islam menuntutagar kehidupan manusia dapat harmonis dan seimbang. Walaupun pekerjaan yang dilakukan itu adalah shalat. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan”. seperti dinyatakan dalam al-Qur’an surat al-Qashash ayat 77 : “Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagian) negeri akhirat. Betapa besarnya nikmat dan kurnia yang diterima manusia tak seorangpun yang mampu menghitungnya. maka shalatr itu tidak mendapat nilai ibadah. dengan melakukan ibadah dengan tertib sesuai dengan tuntunan yang telah diberikan. Islam melarang manusia untuk melakukan ‘uzlah yaitu menjauhkan diri dari gejolak masyarakat. maka seseorang akan mudah mengalami putus asa.Oleh karena itu. Apapun corak lapangan hidupnya akan selalu membawa ketenangan jiwa para pelakunya sebagai tanda syukur nikmat. kami angkut mereka di daratan dan di lautan. tetapi juga bagi kehidupan bersama di masyarakat. yang telah memberikan kurnia kepada manusia dengan berbagai nikmat yang berkaitan penciptaan phisik dan psikis atau dalam bentuk penyediaan segala kebutuhan umat manusia yang beraneka ragam jumlah. tetapi dilakukan dengan ikhlas dan semata-mata mengaharapkan ridla Allah. sehingga jauh dari segala kecurangan dan hal-hal yang tidak halal. jenis. Dengan demikian dapat disimpulkan. Oleh karena itu orang yang kerjanya bernialai ibadah akan membawa kebaikan dan keberuntungan tidak hanya bagi kehidupan pribadinya. Ia akan mudah hanyut bahkan tenggelam. Oleh karena itu orang tidak mengetahui tujuan hidup. yang dipermainkan gelombang laut tanpa kemudi dan jangkar serta tidak punya pedoman. Demikian pula hasil kegiatan di muka bumi bukanlah tujuan yang hakiki. Sebaliknya apabila suatu kehidupan tidak bertujuan ibadah. Syukur nikmat bearti pula tetap bekerja meningkatkan prestasi dengan harpan akan datangnya hari depan yang lebih cerah dan lebih indah. Islam mengajarakan bahwa kehidupan duniawi bukanlah tujuan. maka menjadilah bantuan itu sebagai ibadah. Oleh karena itu adanya ibadah yang diajarkan dalam Islam tidak berarti harus menjauhi hidup duniawi. Selain itu seorang yang bekerja atau menjalankan tugas sehari-hari dengan niat ibadah. akan memberikan ketenangan hidaup dan kerja.

maka Allah memerintahkan kepada manusia supaya tetap berkomunikasi dengan Allah. yang disebut dengan prediket taqwa. Dengan ibadah komunikasi antara Pencipta dengan makhluknya akan selalu terjaga. Dalam surat Bayyinah ayat 5 :”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya”. bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main(saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami”. Allah Maha Mengetahui tentang kejadian dan tugas manusia. Membuat kemakmuran di bumi merupakan tugas utama manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat yang diredhoi Allah. Manusia diciptakan Allah bukan hanya sekedar untuk hidup di dunia. yaitu untuk memakmurkan bumi dan segala isinya. Hal ini pulalahyang menjadi hakekat ibadah dalam ajaran Islam. Dalam hal ini Allah menegaskan dalam beberapa surat al-Mukminuun ayat 110: ”Maka apakah kamu mengira.baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kurnia yang sempurna atas kebanyak makhluk yang telah kami ciptakan”. kemudian mati tanpa pertanggung jawaban. Orang seperti inilah yang dicita-citakan Islam. Terjaganya komunikasi anatara manusia dengan Tuhan menyebabkan hidup akan terpelihara dari dosa. Karena begitu berat dan ulianya tugas yang diberikan kepada manusia. Manusia diciptakan Allah di dunia untuk mengabdi (beribadah) kepada Allah. sebagaimana dijelaskan al-Qur’an dalam surat 1 . maka manusia diciptakan Allah dalam bentuk konstruksi yang sangat serasi dan bagus. Wujud pengabdian tersebut adalah dalam bentuk semua amal perbuatan yang berhubungan dengan nilai atau pelaksanaan amanat Allah sebagai khalifatullah fil ardl. Oleh sebab itu manusia harus mempertanggung jawabkan semua amanah yang dipegangnya.

b. Shalat dalam ajaran Islam biasanya digolongkan dalam ibadah khusus.Di samping itu ibadah juga merupakan pernyataan syukur kepada Tuhan yang telah mengaruniai manusia dengan berbagai nikmat yang tiada terhingga. Macam Ibadah Macam ibadah ditentukan berdasarkan sudut pandang yang dipergunakan unutk menilainya 1. sehingga jumlah dan macamnya tak mungkin dapat dihitung oleh manusia. baik dari segi penciptaan fisik manusia yang begitu sempurna maupun dalam penyediaan segala kebuthan hidup manusia. . karena itu cara melaksanakannya termasuk jumlah rakaatnya tidak dibenarkan 1 al-Baqarah ayat 21 : “Hai manusia. Ibadah Khasshah atau ibadah mahdllah (ritual). Ibadah ‘aammah atau ibadah qhairu mahdllah (non ritual) yaitu semua perbuatan positif yang dilakukan dengan niat baik dan semata-mata keridlaan Allah. Dengan demikian makin jelas. juga merupakan cara untuk menyatakan syukur kepada Tuhan atas segala nikmat dan rahmat yang diberikan kepada manusia. bahwa tujuan ibadah di samping menjadi sarana untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Ibadah dalam artian khusus ini tidak menerima perubahan baik berupa penambahan ataupun pengurangan. Dalam istilah lain dapat dikatakan seluruh amalan yang dizinkan Allah. misalnya shalat. Teknis pelaksanaan ibadah ini secara operasional diserahkan kepada orang yang akan melakukannya.. agar kamu bertaqwa”. B. dengan memperhatiakan situasi dan kondisinya. yaitu segala kegiatan yang ketentuannya telah ditetapkan oleh nash alQur’an dan as-Sunnah. sembahalah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu. Secara umum ibadah dikelompokkan menjadi : a.

yaitu ibadah yang dalam pelaksanaannya memerlukan kegiatan phisik. mental. yaitu ibadah yang manfaatnya di samping dirasakan oleh orang melakukan juga dapat dirasakan oleh orang yang lain. yaitu untuk mengurangi kesenjangan antara si kaya dengan si miskin atau orang yang tidak mampu. Orang yang melakukan shalat diharapkan dapat menjaga dirinya dari perbuatan keji dan munkar. bahwa zakat merupakan upaya untuk membersihkan harta seseorang dan sekaligus dapat berfungsi sosial. Ibadah Jasmaniah Ruhiyah Maaliyah. maka nilainya menjadai tidak ada atau menjadi tidak sah. ibadah dibagi menjadi dua bagian yaitu : a. dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu : ibadah 4. 2. manusia tidak akan sanggup untuk melakukan haji dengan baik. yaitu ibadah yang waktu pelaksanaannya sangat terikat dengan waktu-waktu yang telah ditentukan Allah atau RasulNya. Di samping itu tanpa materi. Dengan mengeluarkan zakat berarti ikut meringankan beban orang lain. terutama bagi mereka yang jauh dari mekkah. ibadah haji tidak dapat dilakukan. disertai jiwa yang tulus atau ikhlas kepada Allah. 3. dan harta. Phisik yang lemah menyebabkan orang tidak mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik dan sempurna. artinya sembari beribadah orang lain dapat merasakan manfaatnya. kecuali orang itu yang melakukannya sendiri. yaitu ibadah yang manfaatnya hanya dapat dirasakan oleh orang yang melakukan saja dan tidak ada hubungannya dengan orang lain. Kegiatan shalat memerlukan gerak anggota badan.untuk ditambah atau dikurangi. Ibadah Fardy. Dilihat dari sudut waktu pelaksanaannya. Kemampuan meliputi kemampuan phisik. mental yang membaja. dan materi. Jika terdapat penambahan atau pengurangan. Hadist Nabi menyatakan: 1 . bahwa pada saat ini telah masuk waktu shalat yang didirikannya. b. Di samping itu orang yang puasa diharapkan dapat benar-benar menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah. yaitu mengadaada. haji dalam Islam hanya diwajibkan kepada orang yang mempunyai kemampuan (istitha’ah). ibadah dibedakan menjadi dua kelompok yaitu : a. 4. artinya setiap shalat harus dilaksanakan pada waktunya masing-masing. Contohnya adalah shalat yang terdiri beberapa perbuatan dan perkataan dengan disertai kekhusyu’an. Contohnya adalah ibadah haji. Ditinjau dari sudut kepentingannya. Ibadah Jasmaniah Ruhiyah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 103 : “ Sesungguhnya shalat itu adalah fardlu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. shalat yang dilakukan dianggap tidak sah. Kedua nilai itu tidak akan diperoleh orang lain. Kalau diperhatikan penjelasan hadist yang berkaitan dengan waktu shalat. Yaitu antara zakki dengan mustahiq. misalnya dzuhur adalah mulai dari tergelincir matahari sampai dengan bayang-bayang sama panjangnya dengan benda yang didirikan dengan tegak lurus. ucapan tertentu dan keikhlasan. Tanpa hal itu semua. Contohnya adalah ibadah zakat. Tanpa kesiapan mental. maka hal itu dinamakan bid’ah.1 Ibadah Muwaqat. Ibadah Ijtima’I. yaitu ibadah yang pelaksanaannya memerlukan kekuatan phisik. Orang yang akan mendirikan shalat harus mengetahui. Apabila dilaksanakan di luar waktunya. Mislnya ibadah shalat. Kekuatan phisik diperlukan bagi mereka yang ingin melalkukan ibadah haji. setiap shalat mempunyai waktu tertentu. Contohnya adalah shalat dan shaum merupakan ibadah yang berhubungan langsung antara manusia dengan Allah. Ditinjau dari sudut pelaksanaannya. b. dalam ajaran Islam mengajarkan.

Hanya waktu-waktu yang diutamakan 1 . B. 4. tetapi ia berkata di dalam hadist itu: dan Nabi shalat yang kedua kalinya ketika bayangan tiap-tiap sesuatu menjadi sama. Masalah timbul ketiaka perkembangan teknologi dan transportasi meningkat. Ibadah Ghairu Muwaqat.s. sudah ada jawabannya dari ulama Mekkah ketika putra mahkota Saudi ikut terbang ke angkasa. Begitu juga untuk bersedekah tidak ditentukan waktunya.s. A. lalu Jibril berkata kepadanya: Berdirilah. mengimami aku di Baitullah dua kali. Kemudian Nabi shalat dzuhur ketika matahari sudah tergelincir”. yaitu ibadah yang waktu pelaksanaanya tidak tergantung dengan waktu-waktu tertentu.“ Dari jabir bin Abdullah. Apakah jawaban itu juga dapat digunakan untuk mereka yang tinggal di kutub? Jika ini dignakan. Misalnya untuk bertasbih dan zikir kepada Allah. “ Dari Ibnu Abbas. Bagaimana orang shalat di kutub yang matahari terbitnya 6 bulan sekali?.2. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Jibril a. artinya selama diizinkan Allah. Lalu ibnu Abbas menyebutkan seperti hadist Jibril. maka ia yang menyuruh shalat mengikuti shalat di Mekkah. Imam Tarmidzi berkata: Hadist ini hasan. Demikian juga hal nya dengan ibadah puasa Ramadhan. Untuk pertanyaan B. hal itu dapat dilakukan kapan saja. maka waktu shalat bagi orang di Eropa juga harus mengikuti shalat di Mekkah atau di daerah tropis di bawahnya. lalu shalatlah. Bagaimana shalat dipesawat ruang angkasa yang mataharinya terlihat setiap 5 menit. bahwa Nabi SAW didatangi oleh Jibril a. Timbul pertanyaan. maka hal itu dapat dilakukan.

Unsur jasmani bersifat materi. kebutuhannya adalah segala sesuatu yang bersifat maretial. . C. Sedangkan manusia yang hanya mementingkan immateri. dan memelihara keselamatan alam semesta. Apabila dilaksanakan yang bersangkutan mendapat ganjaran dan apabila tidak dilaksanakan yang bersangkutan tidak mendapatkan dosa. agar dengan berpegang pada ajaran Islam. Manusia terdiri dari dua unsure. Jawab Rasulullah: sedeqah di bulan Ramadhan. Dilihat dari sudut status hukumnya. seeperti sandang.1. kesenian dan agama. pangan dan papan. yaitu unsure jasmani dan unsure rohani. Ibadah wajib. Allah menjadi manusia dalam bentuk yang paling sempurna lagi dimuliakan. ketika Rasulullah ditanya kapankah waktu yang paling baik/ paling afdhal melakukan sedeqah. Apabila tidak dikerjakan. Oleh karena itu harus mendapat perhatian dan pembinaan yang seimbnag. yaitu ibadah yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim dam muslimah. at-Tarmizi). ibadah dibagi menjadi dua bagian yaitu : 5. maka yang bersangkutan akan mendapat dosa. misalnya shalat. Manusia yang dalam kehidupannya terlalu mementingkan materi. Ibadah Sunnah. memakmurkan. sepertti ajaran akhlak. yaitu ibadah yang sebiknya dilaksanakan. maka ia kan menjadi immaterialistik atau spiritualistic. maka ia akan menjadi materialistic atau serba materi. (H. Untuk kepentingan tersebut Allah menurunkan Agama Islam.5. misalnya shalat rawatib dan dhuha. Dengan tugas dan fungsi serta tanggung jawab manusia seperti tersebut di atas. TUJUAN DAN HIKMAH IBADAH Allah telah menjadikan manusia sebagai khalifahtullsh fil Ardhi dengan missi memimpin. Sedang unsure rohani bersifat immateri.2.R. 5. oleh karena itu kebutuhannya adalah segala sesuatu yang bersifat immaterial. misalnya sadaqah sangat afdhal apabila dilakukan pada bulan Ramadhan seperti yang dijelaskan hadist Nabi: “diriwayatkan dari Anas katanya. Kedua unsure tersebut harus berkembang dengan baik dan seimbang. manusia mampu melaksanakan tugas kekhalifahannya sesuai dengan maksud Allah. puasa dan zakat. mengelola. 1 tentu saja ada.

dan perbuatanperbuatan kurang baik lainnya. diperlukan manusia yang bertaqwa atau patuh pada segenapperintah dan larangan Allah.Oleh karena itu. Pada hakekatnya hal itu merupakan tujuan agama Islam. Pembinaan jasmani dan rohani bersatu dalam usaha membersihkan jiwa manusia. bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja). puasa. Ringkasnya dalam dialog dengan Allah. yaitu shalat. 1 . keinginan memaki orang. bahkan supaya senantiasa dekat dengan Allah. Oleh karena itu Islam rahbanah dan bukan pula agama yang mengajarkan untuk berlebih-lebihan mengajarkan ibadah. sehingga dapat mencegah hawa nafsu untuk melanggar nilai-nilai Ketuhanan dan hokum yang berlaku dalam memenuhi kebutuhan kehidupan manusia. yaitu kehidupan pertama di dunia dan kehidupan kedua di akhirat. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami”. melainkan diciptakan untuk senantiasa tunduk dan patuh kepada kehendak Allah dan Ia akan meminta pertanggung jawaan manusia. Dalam melaksanakan puasa seseorang diwajibkan menahan hawa nafsu makan. Untuk membina rohani Ibadah yang terdapat dalam syari’at Islam. Dalam keadaan berhadapan dengan Allah. sehingga Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dapat dilihat dan dirasakan. Jika seseorang melakukan shalat lima kali dalam sehari semalam denagan penuh keikhlasan menyampaikan permohonan tersebut. Kehidupan di akhirat merupakan lanjutan dari kehidupan di dunia dan bagaimana nasib seseorang di akhirat akan ditentukan oleh bagaimana kualitas hidupnya di dunia. Di samping itu ia juga harus menahan rasa amarah. minum. sedang kehidupan di akhirat adalah abadi atau kekal. Adapun tujuan ibadah secara rinci adalah : 1. juga bertujuan untuk menjadaikan rohani manusia senantiasa tidak lupa pada Allah. Dalam bulan Ramadhan orang diajurkan pula untuk banyak mendirikan shalat dan membaca al-Qur’an. Mereka itu tidak lain adalah manusia bersih hatinya dan baik akhlaknya. dan seks. diiringi dengan upaya yang sungguh-sungguh ke arah itu. memohon supaya dilindungi dari godaan syaitan. Perasaan dekat dengan Allah akan mempertajam kebersihan jiwa. zakat dan haji. Ibadah dalam Islam merupakan wasilah atau perantara dan sama sekali bukan qhayah atau tujuan. Pembinaan yang seperti ini disempurnakan dengan pernyataan kasih saying kepada para dhu’afa atau anggota masyarakat yang lemah kedudukan ekonominya dengan mengeluarkan zakat fitrah. kemudian mati tanpa pertanggung jawab. memohon supaya diberi petunjuk ke jalan yang benar serta dijauhkan dari kesesatan dan berbagai perbuatan yang tidak senonoh dan lain-lain sebagainya. seseorang memohon kiranya Allah membersihkan rohaninya. Oleh karena itu Islam mengandung ajaran yang berwawasan dunia akhirat dan tidak memisahkan antara dunia dengan akhirat. Hal ii dapat difahami dalam firman Allah dalam surat al-Mukminuun ayat 110: “Maka apakah kamu mengira. Islam adalah agama Rahmatan Lil alamin atau rahman bagi seluruh alam.Manusia mengalami dua bentuk kehidupan. Dalam shalat terdapat dialog antara manusia dengan Allah. manusia memuja kemahabesaran dan kemahasucian Allah. selain untuk menyatakan ketaqwaan kepada Allah. menyerahkan diri kepada Allah. Semuanya itu membawa orang pada keadaan dekat dengan Allah. bertengkar. Kehidaupan di dunia adalah sementara yang sering disebut dengan istilah fana. Allah menjadikan manusia bukan sekedar untuk hidup di dunia. maka rohaninya menjadi bersih dan ia akan terjauh dari perbuatanperbuatan buruk dan jahat. Manusia seperti inilah yang dapat memberikan kebaikan-kebaikan. memohon ampunan dari dosa yang telah dilakukan.

walaupun ia mengambil bentuk penyerahan sebagian harta yang diperoleh untuk menolong fakir miskin dan orang-orang yang sedang berada dalam kesusahan hidup. Bacaanbacaan yang diucapkan pada waktu mengerjakan haji juga merupakan dialog antara manusia dengan Allah. karena dalam ibadah haji tiada perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin dan antara orang yang berkedudukan tinggi dengan orangberkedudukan rendah. Sebagaimana halnya dalam mendirikan shalat. makanan dan tempat tinggal yang sangat sederhana. 2. serta diarahkan untuk mempunyai perasaan kasih. tetapi juga merupakan upaya pembinaan rohani. Selama mengerjakan ibadah haji perbuatan-perbuatan tidak baik harus dijauhi dan ditinggalkan. Dalam hal ini rohani manusia dididik untuk menjauhkan kerakusan dan ketamakan pada harta benda. orang yang mengerjakan haji juga merasa dekat sekali dengan Allah. dan suka menolong anggota masyarakat yang berada damlam kekurangan. murah hati.Dalam mengerjakan kewajiaban menunaikan ibadah haji adalah orang yang berkunjung ke Baitullah (rumah Allah) dalam arti rumah peribadatan yang pertama didirikan atas perintah Allah di dunia. Dalam hal kewajiban membayar zakat. Dengan demikian akan terbina pula rasa persaudaraan. Dalam ibadah haji terdapat pula latihan mempertajam rasa persaudaraan antara sesama manusia. Untuk Membina Akhlak Akhlak atau budi perkerti luhur merupakan suatu hal yang sangat 1 .Ibadah haji merupakan usaha pembersihan rohani disertai dengan pembinaan jasmani dalam bentuk pakaian.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat al-Ankabut ayat 45: “Sesungguhnya shalat itu mencegah orang dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar”. juga bertujuan untuk membina akhlak manusia. khusyu dan dilandsasi dengan nilai yang tulus karena Allah. akan dapat membentengi orang dari perbuatan-perbuatan tercela dan sia-sia. sehinggga Rasulullah secara agak terperinci mengaitkan dengan sifat-sifat rendah dari pada Allah. maka hiasilah agama itu dengan akhlak yang mulia dan hati yang pemurah.sebagai agamamu. bahwa Allah telah menetapkan Islam 1 . Shalat yang tidak mampu menghindarikan dari perbuatan-perbuatan tercela dan sia-sia adalah shalat yang memiliki nilai rendah. teratur. Oleh karena itu. Di samping itu Allah mengakui. mengasihi orang miskin dan lain-lainnya melalui sebuah hadist qudsy sebagai berikut : “ Shalat yang kuterima adalah shalat yang menjadikan pelakuknya berendah diri di hadapan kebesaran-Ku. bahwa Rasulullah adalah orang yang memiliki akhlak yang luhur dan mulia. wanita yang ditinggal mati suaminya. bahkan ia merupakan factor penentu kebaikan dan ketentraman suatu masyarakat. Selain itu. Rasulullah sendiri menyatakan bahwa diutusnya beliau ke dunia adalah untuk menyempurnakan pedoman dan ajaran akhlak. orang terlantar dalam perjalanan. tidak sombong. tidak berkeras menentang perintah-Ku. melaksanakan shalat dengan tertib. Oleh karena itu. Berbagai ibadah dalam Islam yang telah diwajibkan Allah kepada umat manusia. Shalat yang seperti itu selama telah dipenuhi syarat dan rukunnya tetap sah hukumnya. melainkan senantiasa ingat kepada-Ku dan menaruh kasih saying kepada kaum fakir miskin. Demikian pentingnya kedudukan shalat dalam kaitanya dengan soal akhlak. sehingga belum dapat menghilangkan perbuatanperbuatan yang tidak dibenarkan Allah. dan orang yang ditimpa kesusahan”. Rasulullah pernah mengatakan. tidak heran jika hal itu banyak disinggung Allah dalam al-Qur’an. penting dalam kehidupan masyarakat. hanya saja belum berhasil mendekatkan pelakunya dengan Allah. Ibadah shalat sangat erat kaitanya dengan upaya pembinaan akhlak.

Ketika melaksanakan ibadah haji orang berdo’a supaya ibadah hajinya mabruur atau diterima Allah. maka Allah tidak memperdulikan puasanya itu dimana ia telah susah payah meningglkan makan dan minum”. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 197: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi.a. Rasulullah SAW bersbda: Apabila salah seorang di antara kamu sekalian itu berpuasa. Larangan ini bermaksud agar orang meningglkan akhlak yang seperti itu dan suka melakukan akhlak yang baik. berkata. Rasululllah SAW bersabda: Barangsiapa tidak mau meningglkan kata-kata bohong dan selalu memperbuatnya. sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 183 menjelaskan eratnya kaitan puasa dengan pembinaan akhlak karena yang hendak dituju dengan ibadah puasa adalah terciptanya manusia yang bertaqwa. manusia yang senantuasa mematuhi Allah dalam bidang apapun. Ibadah puasa. Zakat yang merupakan suatu tindakan memberikan sebagian harta yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat atau orang lain. kamu membersihkan dan mensucikannya”. sebagaimana halnya dengan ibadah-ibadah lainnya juga berkaitan dengan upaya pembinaan akhlak. Apabila terdapat banyak orang yang bertaqwa di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu. yakni manusia yang senantiasa mentaati perintah dan larangan Allah. sehingga benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan seharihari. sebagaimana diungkap dalam hadist Rasulullah: “Dari Abu Huraurah r. serta disembah atau tidak disembah Allah tetap dalam keMahaannya. maka Allah mengiringi perintah-perintahnya dengan sangsi atau ancaman yang berlaku di akhirat. maka janganlah berkata kotor dan janganlah ribut-ribut.a. Dari masyarakat yang baik insyah 1 . berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”. maka tidak boleh rafats. “Dari Abu Hurairah r. serta menghentikan kerja inderawi dari hal-hal yang bersifat negatif. Puasa yang dapat menghindarkan pelakunya dari bermacam-macam akhlak yang buruk adalah puasa yang dilakukan dengan menahan sedemikian rupa nafsumakan. minum dan seks. Kerana manusia mempunyai kecenderungan untuk taat dan tidak taat. seluruh akhlak buruk dan jahat harus ditinggalkan.Jiwa pelaku zakat yang telah terbina akan melahirkan akhlak yang baik. yaitu agar manusia menjadi muttaqin. ke arah peningkatan akhlak yang lebih baik. Ibadah disyari’atkan semata-mata untuk kepentingan manusia itu sendiri. Dalam ibadah haji juga terkandung tujuan pembinaan akhlak. Di antara indikasi ke mabruuran haji adalah terjadi perubahan sikap dan tingkah laku seseorang setelah kembali dari melaksanakan ibadah haji. Adapun jalan yang efektif ke arah itu adalah dengan tertib dan khusyu melakukan ibadah. Jika ada seseorang mencaci maki atau mengajak berkelahi. berkat. Umat Islam melaksanakan berbagai ibadah adalah karena diperintahkan oleh Allah. karena Allah adalah Maha Besar. manusia harus berusaha supaya dapat dekat ke haribaan Allah atau taqarryb ilallah. denagan zakat itu. Menurut firman Allah dalam surat at-Taubah ayat 103: “Ambilah zakat dari sebagaian harta mereka. manusia yang senantiasa melalkukan perbuatan baik dan menjauhiperbuatan buruk dan jahat. Maha Kaya. Ketika orang melaksanakan ibadah haji. Namun demikian ibadah dalam Islam bukan dimaksudkan untuk menyembah Allah. maka hendaklah ia berkata: sesungguhnya saya sedang berpuasa:. maka masyarakat itu akan menjadi masyarakatyang baik. Maha Perkasa dan Maha segala-galanya. Orang yang khusyu dalam mendirikan shalat dijamin Allah akan memperoleh keberuntungan.Shalat yang dapat membuat pelakunya terjauh dari macam-macam sifat negatif adalah shalat yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji.

jasmani dan rohani. 3.Allah akan lahir generasi baru yang baik. Allah berfirman dalam surat al-Bayyinah ayat 5: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya mengabdi kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan)agama dengan lurus”. Seharusnya setiap orang berusaha sekuat-kuatnya untuk mencapai kualitas ibadah seperti ini. serta perorangan maupun 1 . Faktor-factor keikhlasan sangat besar pengaruhnya bagi tercapainya tujuan ibadah. Memelihara Keseimbangan Unsur Rohani dan Jsmani Pada uraian-uraian di atas telah disebutkan bahwa Islam memandang manusia sesuai dengan hakekatnya. agar memperoleh pedoman yang menjamin kebahagian dan kesejahteraan hidup duniawi dan ukhrawi.kan yang dalam. karena ibadah seperti inilah yang dapat menyampaikan seseorang pada tujuan ibadah yang luhur dan mulia. yaitu sikap jiwa ketika melaksanakan ibadah yang tidak dipengaruhi oleh motivasimotivasi lain. Ajaran-ajaran Islam ditujukan untuk umat manusia. kecuali motivasi karena Allah semata-mata. memungkinkan dapat beribadah dengan kekhusyu. Melaksanakan ibadah dengan tingkat keikhlasan yang tinggi. Keikhlasan adalah perbuatan jiw. yang akan melanjutkan tugas-tugas kekhalifahan manusia.

Abdullah merasa amat ringan berpuasatiga hari tiap-tiap bulan itu. puasa dan berbukalah kamu. matamu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. Abdullah masih merasa ringan. dikatakannya kepada Nabi bahwa ia mmasih kuat lebi dari itu. shalat. oleh Nabi dijawab:”Setengah panjang masa” artinya sehari puasa dan sehari berbuka. tamutamumu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. dengan demikian. maka Rasul bersabda: “janganlah kau lakukan demikian. yang hidup di dunia menuju akhirat. Manusia merupakan kesatuan unsure rohani dan jasmani. agar manusia mohon kepada Tuhan untuk diberi kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat serta dipelihara dari siksa neraka. malam harinya untuk mengerjakan shalat dan siangnya untuk berpuasa. jasadmu mempunyai hak yang wajib kau penuhi. keluarga juga mempunyai hak yang wajib kau penuhi. masing-masing unsur . tetapi jangan melupakan hidup di dunia. maka Nabi bersabda:”Kalau begitu puasalah seperti puasa Nabi Daud”. Manusia hidup memerlukan hasil potensi alam. Hubungan dengan Tuhan dilakukan dengan iman yang bersebdi tauhid mutlak dan ibadah yang ihklas sesuai dengan tuntutan yang diberikan. setiap kebaikan diberi pahala sepuluh kali lipat. Dan al-Qur’an dalam surat al-qashash ayat 77 mengajarkan. Hadist Riwayat Bukhari dari Abdullah bin Amr menceritakan bahwa pada suatu hari Rasululllah dating di rumah Abdullah untuk menanjakan berita orang yang mengatakan. Manusia hidup memerlukan hubungan dengan Tuhan. mungkin umurmu akan panjang. Ditanyakannya bagaimana puasa Nabi Daud itu. bahwa waktu Abdullah habis untuk beribadah. Setelah Abdullah membenarkan berita itu. Berdasar ayat al-Qur’an dan hadist Nabi tersebut dapat diperoleh kepastian bahwa pelaksanaan ibadah dalam Islam tidak boleh sampai mengabaikan kewajiban-kewajiban yang menyangkut kebutuhan jasmaniah dan duniawiah. Islam mengajarkan bahwa manusia yang berunsur jasmani dan rohani. tidur. Al Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 201 mengajarkan. maka Nabi bersabda:”Kalau begitu puasalah tiga hari tiap-tiap minggu”. puasa tiga hari tiap-tiap bulan itu seperti puasa sepanjang masa”. cukuplah kau berpuasa tiga hari tiap-tiap bulan. agar manusia mencari perkampungan akhirat dalampemberian Tuhan. dikatakannya pula kepada Nabi bahwa ia masih kuat lebih dari itu.harus memperoleh temapat secara seimbang. 1 kemasyarakatan.

hendaklah bertaqwa kepada Allah. Prinsip-prinsip yang diuraikan di atas berkaitan dengan kondisi fisik dan psikis manusia. karena ia akan lupa hakekat dirinya dan hakekat wujudnya.Islam mengajarkan agar manusia tidak perlu mengurangi sifat-sifat kodrat kemanusiaannya. kelihatan sekali bahwa factorfaktor kesanggupan hamba. naluriyahnya. Masing-masing supaya memeriksa perbekalan apakah yang telah disiapkan untuk menghadapi kehidupan di masa depan. Tuhan yang memberikan hidup. Orang jangan sampai lupa kepada Allah. Yang harus menjadi pokok perhatian adalah jangan sampai usaha keduniaan melalikan orang dari hubungan dengan Allah. Allah sebagai Pencipta manusia. keadaan kesehatannya. mudah dimengerti dan dilaksanakan. serta manusia supaya bekerja untuk memajukan dan meningkatkan kehidupan di dunia. Orang-orang yang lupa kepada Allah adalah orang-orang yang fasik. Oleh karena itu. dalam pembebanan ibadah keapada manusia. serta. Keinginan memperoleh kesenangan hidup di dunia jangan sampai mendesak kebutuhan membekali diri untuk hidup kekal di akhirat. kehendaklah bertaqwa kepada Allah. Dalam hubungan ini. dan juga kesempatannya turut dipertimbangkan. karena akan melupakan mereka terhadap diri mereka sendiri. MahaMengetahui keadaan manusia. Jangan hendaknya seperti orang-orang yangb lupa kepada Allah. manusia perlu bekerja untuk mencukupkan kebutuhan hidupnya. sungguh Allah Maha mengetahui segala sesuatu yang dilakukan. alQur’an surat Al-Hasyr ayat 18-19 memperingatkan orang-orang beriman. sehingga syari’at ibadah dapat diterima akal. 1 . Jangan sampai usaha memenuhi kebutuhan jasmani melalikan usaha memenuhi kebutuhan ruhaniah.

i DAFTAR ISI …………………………………………………………….. 9 Perbedaan Manusia dengan Hewan ...…………………………... 9 1 .. KONSEPSI MANUSIA DALAM ISLAM ………. ii I. PENDAHULUAN ...….ARDI WINATA Dosen UNIVERSITAS DARMA PERSADA JAKARTA PENGANTAR PEMAHAMAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI DAFTAR ISI PENGANTAR ………………………………..……………………..…….…………….………..… 1 II.………………………………..…..…………………….....

...… Proses Penciptaan Alam semesta …………….…………….……. 37 .. 3. 80 1.….. Kualiatas Sunnah Rasul/Hadist ………………………………..……………… Penciptaan Dalam Al Qur’an …………….………….. Ijtihad …………………………………………………………. 25 2... nah Rasul dan Ijtihad sebagai Sumber Ajaran Islam ……………………….. 107 B.. 94 VI......…….…. 42 A.......…..……….….. 2. 1 . Prinsip-Prinsip Ibadah …………………………………….. 43 1.………..……… 105 3.….…………... Ruang Lingkup Ijtihad …………………………………….…. Sistematika Sumber Ajaran Islam …………………………. Akal dan Fungsinya dalam Alquran …….…...………. 3. 2..… 99 A.…………….…………. 117 Untuk membina Rohani ………………. 121 Memelihara keseimbangan …………….…… 12 13 17 19 B.….…..…. 45 3. Hikmah Ibadah Dalam Islam ……………………………………….. 87 4.……………………….…………………………. Pengertian Nafs ……. Nafs dalam Alquran ….. Mekanisme Akal …………………. Pengertian Tentang Tuhan ………….…. Tuhan dalam Al Qur’an . 71 D.. 119 Untuk membina Akhlak ………………………….…….. Pengertian Ruh ……………. Makna Kalimah Syahadat …………………. Hakikat Manusia ………………………….…… 103 Meniadakan kesukaran ………………………….……. KONSEPSI TUHAN DALAM ISLAM ………………………………. Macam Ibadah ……………………………………………..……….….……………….…………. Qalbu ………………………………………………..………….……………………..…. Ayat-ayat al-Qur’an dari segi Penunjukkan …………………..... Metode Ijtihad ………………………………………………... Konsepsi Penciptaan Aalam semesta …………………………………… 29 30 31 34 C. 54 IV.…. 3. 59 B.….………… 113 1. Ruh dalam Alquran ……………….…………………. 2....…… 44 2.…….. 83 2..…….………. Ayat-ayat al-Qur’an yang Qathi dan Zhanni Dalalah Dan Kedudukannya sebagai Sumber Hukum ………………………………………………………….……..……. Obyek Qalbu ……………………………………………………. Fungsi Sunnah Rasul /Hadist dalam Syariat Islam …………………………………………………………. 2. 85 3.... Re-orientasi IjtihaHikmah Ibadah …………………………….. Obyek Pikiran …………………….….….. C.…… 36 Alquran tentang Hakikat Manusia ……………………... Makna Dua Kalimah Syuahadat Dalam Realitas Kehidupan ………………………..... Pikiran ………………….………………………………….……...…….………………. 61 1...…. 59 A.…. 91 5.….…… ..…….……………………………..…….. . 21 1. Ayat-ayat al-Qur’an dari segi Sumbernya …………………….. Tidak Banyak yang dibebankan …………………….……...…………………..…………………..……………….………….……..… 61 2.……….………… 99 Ada perintah dan ketentuan ………………….……….……..….. 27 C.……...……. 2.………...….. Tujuan dan Hikmah Ibadah …………. 69 1. 1..…..….. Langkah-langkah dalam berijtihad ………………………... 125 Pengertian Penciptaan ………………………...…………………………. 50 4.. 4..………………………. Perbedaan Pendapat Hasil Ijtihad …………………………..1..…. Kebebasan Akal ……………………. Proses Pemahaman Tentang Tuhan ………………………….…..………………. 3..…. 77 E..………………….. 1.....

Jika ada saran dan kritik akan kami sambut dengan senang hati demi tercapainya kualitas yang lebih bermutu. Sebagai buku pegangan. Dengan pola seperti ini diharapkan mahasiswa dapat belajar secara aktif dan mandiri.nikmatnya keapada Rasulullah Muhammad SAW. Yang terlah membuka fikiran manusia untuk menuntun kepada jalan yang benar. Karena tiu suatu pemahaman memerlukan suatu proses yang tidak pernah berhenti. terutama kepada hambaNya yang menempatkan segala aktivitasnya sebagai karya ibadah. Sesuai dengan uraian buku ini yang menyatakan bahwa pemahaman terhadap sesuatu apapun bentuknya merupakan sunnatullah. Buku yanag berjudul “Pengantar Pemahaman Islam di Perguruan Tingggi” ini disusun untuk memenuhi tuntutan literature para mahasiswa. diharapkan lebih berperan selaku manajer kelas. segala puja dan puji serta syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Benar. apalagi memahami sumber keyakinan manusia itu sendiri yaitu agama. agar proses belajar mengajar berjalan secara efektif. Ardi Winata KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah. H. satu sisi tentunya diharapkan mahasiswa dapat lebih aktif mengkaji dan mendiskusikan materi perkuliahan. yang telah memberikan rahmat dan 1 . Sisi lain tenaga pengajar sebagai pembimbing materi perkuliahan ini.Semoga buku ini dapat memberi wawasan kepad para pembaca. Semoga Allah SWT selalu melindungi hamba-hambanya dan melimpahkan rahmatnya kepada kita semua.

Departemen Agama .DAFTAR PUSTAKA 1. An-Najat. 1980. _____________. 9. Mizan.A. terjemahan Forrest William. 10. Jilid 7.(terj) Ali Auda. Al –Qur’an dan Terjemahnya. New York. 1968. Jakarta. Major Themes of the Qur’an. 1938. Syyid Qutub. Bairut: Ahya al-Taras alArab 1967. 12. Manusia dan Agama. Cetakan ke 3. Harun Nasution. Universitas Indonesia. Jakarta. Taufik Ismail. 1989 13. Cair: Mustafa al-Babi al-Halabi. Pentej. Mesir: Dar al-Misriyah li at-Ta’lif wa at-Tarjamah. Terjemahan K. Haidar Bagir.Ihya’ulum ad-Din. Ernst Cassier. Fi az-Zilal al-Qur’an. Ibn. 1983. Jakarta. 15. Cbibliotheca Islamic. 1990 2. Al Ghazali. 16. Ahmad Muhammad Al-Hufy. 14. 1984 3. Fazlur Rahman. Muhammad Iqbal. Jakarta. Murtadha Mutahhari. 11. Van Peursen. Tintamas. 1966 5. Membangun Kembali Pemikiran Agama Dalam Islam. Gunawan Muhammad. Jakarta. Bandung . 8. Jakarta. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. Tubuh-Jiwa-Roh. BPK Gunung Mulia. al-Mu’jam al-falsafi. tanpa tahun 6. 1982. Kairo: al-Hai’ah al-‘Amah li Syu’un al-Mutabi al-Amiriyah. 7. Jean Paul Sarte. 1979 4. Bairut: Dar al-fikr. New York 1956. Jilid 3. (terj) Bulan Bintang. 1985. Min Akhlaqin Nabi. Ibrahim Madkur. Perspektif Al-Qur’an Tentang Manusia dan Agama. 1957. Akal dan Wahyu dalam Islam. C. An Essay on Man.Lisan al-Arab. Ibn Manzur. Chicago. Singapura: Sulaiman Mar’I. Fakhr ad-Din Muhammad ar Razi. Sina. Tafsir al-fakhr ar-Razi. The Transcendence of the Ego. Bulan Bintang. Bertens. 1987 1 .

18. 1 . 33.M. Makalah Pesantren Teknologi. Bnadung. Pelita. Jakarta. Bulan Bintang. 32. 1981. Dasar-DasarAgama Islam. Qur’an dan sains Moren. Sumbangan HUT Ke 70 Prof. H. Jakarta. Ali As-Shabuny. Dar Ihya al Kutuil Arabiyah. Moh. Mizan Bnadung. 1996 22. Serie KKA 28/THN III/1989. 2000. Jakarta. Mesir.an. Janusri 1992. 31. Filsafat Fisika dan Al Qur’an. 30. Rahmani Astuti. Terj. 1980 Hamka. Pelajaran Agama Islam. Muhammad Husein Haikal. 37. Asal Usul Manusia menurut Bibel. _______________. Jilid 7 1968. M. Hayatu Muhammad. 35. Syeikh Muhammad Al-Ghazali. 1974. Shahih Bukhary. Bucaille. Muhammadiyah. 1966 28. 1996. 1996 21.”Umul Qur’an”. 24. VC. Jakarta. Bandung 1986. Rasyidi. Kairo. 26. _____________. Kamaruddin Hidayat. Al Kasysyaf 38. Agama dan Masa Depan. Bulan Bintang. Abi al Qasim Muhammad Ibn ‘Umar al Zamakhsyari-alKhawarismi. 36. At-Tibyaan fil ulumil Qur. Terj. Pustaka. Paramadina. Jakarta. No. Ali Issa Othman. 17.(terj. Bulan Bintang. Zakat Pembersih Harta dan Jiwa. Solo. Abu Hasan/Nuruddin Muhammad Ibnul Hady Samady. Mukti Ali. Fazlur Rahman. Jakarta. Jakarta. 1989.) Pustaka Jaya. Bandung 1990. _______________. Sains dan Teknologi dalam Islam. Mansur ibn. Makalah Paramadina. Mizan. _______________. CV. 20. Rohama. Konsep-konsep Kosmologi Dalam Al – Quran. Mizan. 1998 25. Mesir: Dar al-Misriyah Li-at-Ta’lip wa at Tarjamah. HA. Memahami Beberapa Aspek Ajaran Islam. Maurice.23. Bibel. 1973. Jakarta. 29. Zakiah Daradjat. Ramadhani. Lisan al-Arab. Rasyidi. Achamad. ______________. 19. 18 Maret 1991. Studi Krisis Atas Hadist Nabi : Antara Pemahaman Tektual dan Kontektual.4 Januari-Maret 1990. Dr. 1978. Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern. 34. _______________. Bulan Bintang. Rohama. al-quran. Dar alIrsyad. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. sains. Baiquni. Shalat menjadikan Hidup Bermakna. 1989 27. Bairut.Teropong Islam terhadap Ilmu Pengetahuan. Manusia Menurut Al-Ghazali. _______________. _____________. Alam Ghaib Punya Hukum Sendiri.

kemudian pindah ke Pesantren di Thawalib Padang Panjang selama 2 tahun. dua laki-laki satu orang perempuan. Sejak tahun 1986 menjadi asisten dosen Dr. Pendidikan SDN 3 Curup. Ir. tamat tahun 1970 dan pernah menempuh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Curup hingga kelas 2. Ardi Winata dilahirkan di Curup Propinsi Bengkulu pada tanggal 16 Juni 1957. dan Kuliahtul Ulum El Islamiyah Thawalib Padang Panjang selama 3 tahun. dari keluarga pedagang berasal dari Danau Maninjau Sumatra Barat. untuk mempermudah pemberian materi kuliah. Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. SH di Universitas As-Syafiyah dan Akademi Gizi. dan Selesai pada tahun 1986. Atas nama Universitas Darma Persada.RIWAYAT HIDUP Drs. Dekan Fakultas Teknologi Kelautan. Ketiga anak saya ini masih dalam proses pendidikan. 1 . Menjadi dosen tetap Universitas Darma Persada ini sejak tahun 1988 hingga sekarang mengasuh mata kuliah “Agama Islam”. kemudian melanjutkan ke Fakultas Ushuluddin tahun 1978 menyelesaikan serjana muda 1981 dan melanjutkan tingkat doktoral Jurusan Aqidah dan Filsafat IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada tahun 1990 menunaikan ibadah haji yang dibiayai oleh Alm. Zaghlul Jusuf.H. Demikian sekilas profil untuk memudahkan berkomunikasi. Allah menitipkan satu orang istri dan tiga orang anak. Bambang Suryo Sunindar. Buku ini dibuat dengan judul Pengantar Pemahaman Islam di Perguruan Tinggi.

1 .

PENGANTAR PEMAHAMAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI ARDI WINATA 1 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.