DEPARTEMEN DAIAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERT

NOMOR 13 TAHUN2006 TENTANG PEDOMANPENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DENGANRAHMATTU}IAN YANG MAHA ESA, MENTERIDALAMNEGERT, Menimbang: bahwa untuk melakanakan Pasal155 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan KeuanganDaerah, perlu ditetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor Tahun1999tentangpenyelenggaraan 28 Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran NegaraRepublikIndonesiaTahun 1999 Nomor 75, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 3851); 2. undang-undangNomor L7 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, TambahanLembaranNegara RepublikIndonesia Nomor4286); 3. Undang-Undang Nomor1 Tahun 2004tentang Perbendaharaan Negara (LembaranNegara RepublikIndonesiaTahun zoo4 Nomor5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 5. undang-undang Nomor 1s rahun zao4 tentang pemeriksaan Pengelolaan Tanggungjawab dan Keuangan Negara(Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun za04 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomoraa}e; 6. Undang-undangNomor zs rahun 2004 tentang sistem Perencanaan Pembangunan (Lembaran Nasional Negara Republik Indonesia Tahun2004Nomor104,Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia NomoraaZl;

-27. Undang-Undang Nomor32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (LembaranNegara RepublikIndonesia Tahun 2004 Nomor tZs, TambahanLembaranNegara RepublikIndonesia telahdiubahdenganUndang-Undang Nomor4437)sebagaimana Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang PerubahanUndang-Undang Nomor 32 Tahun 2A04 tentang (Lembaran PemerintahanDaerah menjadi Undang-Undang Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan NegaraRepublik Indonesia Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4548); Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Pusat dan Pemerintahan Daerah KeuanganAntara Pemerintah (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Lembaran Negara Republik Indonesia 4438); Tambahan Nomor Peraturan Pemerintah Nomor24 Tahun 2004 tentangKedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan (Lembaran Perwakilan RakyatDaerah NegaraRepublik Indonesia Tahun 2004 Nomor90, TambahanLembaranNegaraRepublik Indonesia Nomor 44L6) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor37 Tahun 2005 tentangPerubahan Atas Peraturan PemerintahNomor 24 Tahun 2004 tentang KedudukanProtokolerdan KeuanganPimpinandan Anggota Dewan Penruakilan RakyatDaerah(LembaranNegaraRepublik Indonesia Tahun 2005 Nomor94, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomora5aQ; Keuangan Badan Layanan Umum (LembaranNegaraRepublik IndonesiaTahun 2005 Nomor48, TambahanLembaran Negara Indonesia Republik Nomor4502); 1 1 . PeraturanPemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar (LembaranNegara RepublikIndonesia AkuntansiPemerintahan Lembaran Tahun 2005 Nomor49, Tambahan NegaraRepublik Indonesia Nomor 4503);

8.

9.

Nomor Tahun2005tentangPengelolaan 23 10. Peraturan Pemerintah

12. PeraturanPemerintah Nomor54 Tahun 2005 tentang Pinjaman
Daerah (LembaranNegara RepublikIndonesiaTahun 2005 Nomor 136, TambahanLembaranNegara RepublikIndonesia Nomor 4574);

1 3 . Peraturan PemerintahNomor 55 Tahun 2005 tentang Dana
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2005 Perimbangan Nomor L37, TambahanLembaranNegara RepublikIndonesia Nomor4575); Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem L4, PeraturanPemerintah Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2005Nomor138,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomora576); 1 5 . PeraturanPemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah KepadaDaerah(Lembaran NegaraRepublikIndonesia Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Nomor a577); Indonesia

-31 6 . Peraturan Pemerintah Nomor Tahun2005tentangpengelolaan 58 (Lembaran KeuanganDaerah Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor L40, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); T 7 , Peraturan Pemerintah Nomor65 Tahun 2005 tentang pedoman Penyusunan dan Penerapan standar pelayanan Minimal (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2005 Nomor150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585); 1 8 . PeraturanPemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan KinerjaInstansi Pemerintah (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun2006Nomor25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomora6tfi; 1 9 . KeputusanPresidenNomor 109 Tahun 2001 tentang unit organisasi dan TugasEselon Departemen I sebagaimana telah presiden beberapa diubah kali terakhir denganKeputusan Nomor BBTahun2003;

20. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor130Tahun2003tentang
Organisasi Tata KerjaDepartemen dan DalamNegeri; MEMUTUSI(AN: MCNCTAPKAN : PEMTURAN MENTERI DA1AM NEGERI TENTANGPEDOMAN PENGELOI.AAN KEUANGAN DAERAH. BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Peftama Pengeftian Pasal1 Dalam Peraturan Menteri yangdimaksud ini dengan : 1. PemerintahPusat, selanjutnyadisebut pemerintah,adalah presidenRepublik yang memegang Indonesia pemerintahan kekuasaan NegaraKesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalamUndang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun1945. PemerintahanDaerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahanoleh pemerintah daerahdan dewan perwakilan rakyat daerah(DPRD)menurutasas otonomi dan tugas pembantuan denganprinsipotonomi seluas-luasnya dalam sistemdan prinsipNegaraKesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalamUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945. Pemerintah Daerahadalahgubernur, bupati,dan/atauwalikota,dan perangkat daerah sebagai pemerintahan unsurpenyefenggara daerah. Daerah otonom,selanjutnya disebut daerah, adalahkesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas yang bennrenang wilayah mengatur dan mengurus urusanpemerintahan dan kepentingan masyarakat setempatmenurutprakarsa sendiriberdasarkan aspirasi masyarakat dalamsistemNegara Kesatuan Republik Indonesia.

2,

3. 4.

dan ditetapkan denganperaturan daerah. tata usaha keuangan 5. 1 1 . selanjutnya disingkat APBDadalah rencanakeuangan tahunan pemerintahan daerahyang dibahasdan disetujui bersama oleh pemerintah daerahdan DPRD. pelaporan. Pengelolaan KeuanganDaerah adalah keseluruhan kegiatan yang . pertanggungjawaban.kepala daerah/wakil kepala daerahdan satuankerjaperangkat daerah. t2.-4Desa atau yang disebut dengan nama fain. KuasaBendahara Umum Daerahyang selanjutnya disingkat KuasaBUDadalah pejabat yangdiberikuasa untukmelaksanakan sebagian tugasBUD. termasuk Qanunyang berlaku di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Peraturan dan DaerahProvinsi (Perdasi) yangberlaku Provinsi di Papua. Kuasa Pengguna pejabat yangdiberikuasauntuk melaksanakan Anggaran adalah pengguna sebagian kewenangan anggaran dalammelaksanakan sebagian tugas danfungsiSKPD. .berdasarkan asal-usul yang diakuidan dihormatidalam sistem dan adat istiadatsetempat pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. penatausahaan. 19. 1 5 . selanjutnyadisebut desa adalah kesatuan masyarakat hukumyang memilikibatas-batas wilayahyang berwenang untuk mengaturdan menguruskepentingan masyarakat setempat. 13. Satuan Kerja Pengelola KeuanganDaerahyang selanjutnyadisingkatSKPKD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah setaku pengguna anggaran/pengguna barang. pelaksanaan. Organisasi adalahunsur pemerintahan daerahyang terdiri dari DPRD. 6. PenggunaAnggaran adalah pejabat pemegang kewenanganpenggunaan anggaran untukmelaksanakan tugaspokokdanfungsi yangdipimpinnya. 20. yang juga melaksanakan pengelolaan keuangan daerah. 1 6 . 14. SKPD 18. 1 7 . KepalaDaerahadalahgubernurbagi daerahprovinsiatau bupati bagi daerah kabupaten atauwalikota bagidaerahkota. dan pengawasan keuangan daerah. 8 . PejabatPenatausahaan Keuangan SKPDyang selanjutnya disingkatPPK-SKPD pejabat yangmelaksanakan adalah fungsi padaSKPD. 10. 9. Bendahara Umum Daerahyang selanjutrrya disingkatBUD adalah PPKD yang bertindak dalamkapasitas sebagai bendahara umumdaerah. Anggaran Pendapatan dan BelanjaDaerah. 2T. Satuan yangselanjutnya KerjaPerangkat Daerah disingkat SKPD adalahperangkat padapemerintah daerah pengguna daerah selaku anggaran/pengguna barang. Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah adalahkepaladaerah yang karena jabatannya mempunyaikewenangan menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan keuangan daerah. PejabatPengelola Keuangan Daerahyang selanjutnya disingkatPPKDadalah kepala satuankerjapengelola yangselanjutnya keuangan daerah disebut dengan kepalaSKPKDyang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBDdan beftindak sebagai bendahara umumdaerah. Peraturan Daerahadalah peraturanperundang-undangan dibentukoleh yang DPRD denganpersetujuan bersama kepala daerah. Pengguna pejabatpemegang Barangadalah penggunaan kewenangan barang milikdaerah. Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajibandaerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yangdapatdinilaidenganuangtermasuk daerah didalamnyasegala bentuk kekayaanyang berhubungandengan hak dan kewajiban daerah tersebut. 7. meliputi perencanaan.

25. TAPDadalahtim yang dibentukdengankeputusan kepila daerahdan diiimpin oleh sekretaris daerahyang mempunyai tugasmenyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerahdalam rangka penyusunan APBDyang anggotanya terdiri dari pejabat perencana daerah. Rencana Tahunan Daerah.setanjutnyadisebut RencanaKerja Pemerintah Daerah (RKPD). menyimpan. T'im AnggaranPemerintah Daerahyang selanjutnya disingkat 32. Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsionalyang ditunjuk menerima. 1 28.dan pembiayaan sefta asumsi yangmendasarinya untukperiode (safu)tahun. menyimpan.n aalam-ienyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan Op{0.-5- 22. Rencana Pembangunan JangkaMenengah Daerahyang selanjutnya 30. adalah dokumen perencanaan Daerah untukperiode 1 (satu) tahun. meripertanggungjawabkan dan uang untuk keperluan belanjadaerahdalam rangka pelaksanaln nFeo pada SKPD. 34.membayarkan. .menatausaha-kan. belanja. 3 1 . Prioritas dan PlafonAnggaranygng selanjutnya disingkatppA adalah program prioritasdan patokan batas maksimalanggaranyang diberikankepadaSKpD untuk setiap prog]r9l sebagai acuan da-l5mpenyusunan . 3 3 .ng melafsanakan satu atau beberapa kegiatan darisuatuprogram sesuai dengan biOang tugasnya untukmenerima. menatausahakan. Entitas akuntansi adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh karenanya wajib menyetenggarakan ikuntansf oun menyusun laporan keuangan untukdigabungkan padaentiias pelaporan. unt-uk s 'Pembangunan 29. Entitaspelaporan adalahunit pemerintahan yang terdiri atas satu atau lebih entitasakuntansi yang menurutketentuan peraturbn perundang-unoangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan. RKA-5KpD setefah disepakati dengan DPRD. dan'mempeftanggungjawabkan uangpendapatan daerah dalamrangka pelaksanaan ApBDpadasKpD. 24. PPKD pejabat dan lainnya sesuai-aingan kebutuhan..u. 26. Rencana Kerjadan Anggaran yang selanjutnya SKPD disingkatRIG-SKPD adalah -rencana dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi pendapatan. Prioritas PlafonAnggaran dan Sementara yang selanjutnya ppAS disingkat adatah rancanganprogram prioritas dan patokan batas maksimal anggaranyang !i!9rt]<ankepadaSKPDuntuk setiap programsebagai. PejabatPelaksana Teknis Kegiatanyang selanjutnya disingkatppTK adalah 23. rencanabelanjaprogramdan kegiatan-SrpD sertl rencanapembiayaan sebagai penyusunan dasar ApBD. unit kerja adalah bagian dari SKPDyang melaksanakan safu atau program. disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan periode (limi) ianun.menyetorkan. beberapa 27. Kebijakan Umum AIBD yang selanjutnya disingkat KUA adalahdokumenyang memuat kebijakanbidang pendapatan. Bendahara Penerimaan pejabat adafah fungsional yangditunjuk pejabatpada unit kerja SKPDy.

dalamperspektif tersebut dilakukan yang bersangkutan pada biayaakibatkeputusan implikasi mempeftimbangkan prakiraan yangdituangkan maju. Keluaran dan pencapaian dan tujuanprogram sasaran untuk mendukung dilaksanakan kebijakan. berdasarkan dengan lebihdari satu tahun anggaran. bentuk yangdiharapkan suatuprogram ataukeluaran dari (targeQ adalah hasil 43. adalah 40. mensejahterakan melayani. berupa jenissumber daya atau beberapa kesemua dari dana. seluruh untukmembayar uang daerah tempatpenyimpanan adalahrekening Kas 47.-6penganggaran adalahpendekatan JangkaMenengah Pengeluaran 3 5 . dalam berikutnya tahun perhitungan dana untuk kebutuhan adalah Maju (forwardestimate) 36. Penerimaan darikasdaerah' uangyangkeluar adalah Daerah 49. dalamsatu darikegiatan-kegiatan yangditentukan oleh uangdaerah tempatpenyimpanan adalah 46. nilaikekayaan . Penganggaran jenis belanjaguna yang dilakukan untuk seluruh terintegrasi secara tahunan pencapaian padaprinsip yang pemerintahan didasarkan kegiatan melaksanakan dana. dan memberdayakan. ke uangyangmasuk kasdaerah. dari diharapkan suatu yang oleh (outputladalah barang ataujasayangdihasilkan kegiatan 44. anggaran yang dari keluaran/hasil kegiatan/program akanatautelahdicapai adalah 3 7 . adalah Daerah 48. Pendapatan bersih. keluaran yang mencerminkan berfungsinya sesuatu adalahsegala 45. Prakiraan guna memastikan dari tahun yang direncanakan berikutnya tahun anggaran yangtelah disetujui program dasar dan menjadi dan kegiatan kesinambungan penyusunan tahunberikutnya. yangberisi satu penjabaran bentuk upaya SKPD dalam kebijakan adalah 4L. Pengeluaran penambah yangdiakuisebagai daerah hak pemerintah adalah Daerah 50.ataukombinasi teknologi. Fungsiadalah perwujudan pembangunan nasional. Hasil(outcome) program. penyusunan (unifred rencana keuangan adalah budgeting) Terpadu 38. Sasaran yang kegiatan. Kegiatan terukurpadasuatu sasaran dari pencapaian bagian sebagai kerjapadaSKPD pengerahan dayabaikyang sumber program terdiridarisekumpulan tindakan dan peralatan dan (sumber modaltermasuk personil barang dayamanusia). melindungi. KasUmumDaerah penerimaan daerahdan digunakan seluruh kepaladaerah untuk menampung pengeluaran daerah.dengan untuk sumber dayayangdisediakan menggunakan ataulebihkegiatan dengan SKPD. Program . Kinerja yang penggunaan kuantitas kualitas dan anggaran dengan dengan sehubungan terukur. (ouQuAdalam (inpuQ keluaran untukmenghasilkan masukan tersebut sebagai barang/jasa. Urusan pemerintahan untukmengatur dan dan/atau tingkatan susunan kewajiban setiap yang menjadi dalamrangka kewenangannya tersebut fungsi-fungsi mengurus masyarakat. Kerangka keputusan terhadapkebijakan denganpengambilan kebijakan. misi sesuai hasil mencapai yangterukur yangdilaksanakan satuataulebih unit oleh dari bagian program adalah 42. Rekening Umum Daerah seluruh penerimaan yang ditentukanoleh kepala daerah untuk menampung daerahpada bank seluruhpengeluaran untuk membayar daerahdan digunakan yangditetapkan. mencapai tujuan dalam dilaksanakan rangka pemerintahan menjadi dan yang hak pemerintahan fungsi-fungsi. alokasi efisiensi dibidangtertentu yang tugas kepemerintahan 39.

6 5 . yang bersifat pengisiankembali (revolving)yang tidak dapat dilakukan dengan pembayaran langsung. Surplus Anggaran Daerahadalahselisihlebih antara pendapatan daerahdan belanja daerah. Piutang jumlahuangyangwajibdibayar Daerah adalah pemerintah kepada daerah dan/atau hak pemerintah yang Oapjt dinilaldenganuang sebagai daerah akibat perjanjian atau akibatlainnya berdasarkan peraturan perundanglunaarigan atau akibat yangsah. 6 1 . 62. 63. surat Penyediaan Dana yang selanjutnya disingkat spD adalahdokumenyang menyatakan tersedianya dana untuk melaksJnakan kegiatan sebagaidasar penerbitan SPP. ra 6 6 . daerahdan belanja daerah. dokumen yang memuatperubahah pEnaapatan.tiup periode. Pembiayaan Daerah adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. nJit'pada tahun anggaran yangbersangkutan padatahun-tahun maupun anggaran berikutnya. lainnya 5 8 . Dana Cadangan adalahdana yang disisihkan guna mendanai kegiatan yang memerlukan dana relatif besar yang tidak oaplt dipenuhidalam satu tahun anggaran.. 5 2 .75 1 . 5 7 . 55. royalti.deviden. 5 5 . surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disingkat spp adalahdokumen yang diterbitkanoleh pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiata n/benda ra pengeluarauntukha n mengai kan f. 64. .nst AnggaranDaerahadalahselisihkurangantara pendapatan . SisaLebihPerhitungan yang selanjutnya Anggaran disingkat SiLpAadalah setisih lebih realisasipenerimaan dan pengeluarinanggaranselama i. lainnya 59. Investasi adalahpenggunaan aset untuk memperoleh manfaatekonomis seperti bunga. belanja dan pembiayaan yang digunakan sebagai pelakanaan dasar anggaran pengguna oleh anggaran. Belanja Daerah adalah kewajibanpemerintahdaerah yang diakui sebagai pengurang kekayaan nilai bersih. DokumenPelaksanaan Anggaran SKPDyang selanjutnya disingkatDpA-sKpD adalah dokumen yang memuat pendapatari.berdasarkan atau sebab yangsah. SPPUang Persediaan yang selanjutnya disingkat Spp-Upadalahdokumen yang diajukan oleh bendahara pengeluaran untuk permintaan uang mut<a k. Utang Daerah adalah jumlah uang yang wajib dibayar pemerintah daerah dan/atau kewajibanpemerintah daerah yang dapal dinilai dengan uang berdasarkan peraturan perundang-undangan.manfaat sosial dan/atau manfaatlainnya sehingga dapat meningkatkankemampuan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.periode anggaran. belanja dan pembiayaan yangdigunakan sebagai dasarpelaksanaan perubahan anggaran oleh pengguna anggaran.rj.De. 54.-peiianjian. 6 0 . Anggaran Kas adalahdokumen perkiraan arus kas masukyang bersumber dari penerimaan dan perkiraan arus kas keluaruntuk mengaturketersediaan dana yangcukupgunamendanai pelaksanaan kegiatan dalamr. Pinjaman Daerah adalahsemua transaksi yang mengakibatkan daerahmenerima sejumlah uangataumenerima yangbernilai manfaat i. 5 3 .erm u intaa pem n baya n. DokumenPelaksanaan Perubahan Anggaran SKPDyang selanjutnya disingkat DPPA-SKPD adalah.ng dari pihaklainsehingga daerah dibebani kewajiban untukmembayai kembali.tu.

Surat Perintah pengguna yang diterbitkanoleh penggunaanggaran/kuasa adalah dokumen yang DPA-SKPD atasbebanbebanpengeluaran SP2D anggaran untukpenerbitan kegiatan. . dalammelakukan mencari padaprinsip dan efisiensi produktivitas.suratberharga. SuratPerintah SPM-TUadalah dokumen yang diterbitkanoleh pengguna anggaran/kuasa pengguna DPA-SKPD. atasbebanpengeluaran SP2D yang selanjutnya SPM-UP disingkat Membayar Uang Persediaan 7 1 . barang kekurangan adalah Daerah 77. Kerugian melawanhukum baik sengaja dan pasti jumlahnyasebagaiakibat perbuatan lalai. Surat Perintah pengguna anggaran anggaran/kuasa oleh pengguna dokumenyang diterbitkan pihakketiga. sesuai telahditetapkan yang selanjutnya adalah disingkat SPM-LS Langsung Membayar 74. Barang yangsah. Badan yang dibentuk untuk kerja pada SKPD di lingkunganpemerintahdaerah barangdan/atau pelayanan berupapenyediaan kepadamasyarakat memberikan dan jasayangdijualtanpamengutamakan keuntungan. untukmengganti uang dipergunakan dananya yang selanjutnya disingkat UangPersediaan Tambahan Membayar 73. untukmendanai uangpersediaan sebagai dipergunakan yang selanjutnya disingkat SPMGantiUangPersediaan Mernbayar 72. SPPLangsung langsungkepada untuk permintaanpembayaran oleh bendaharapengeluaran pihakketigaatas dasarperjanjian kontrakkerjaatau surat perintahkerja lainnya dan pembayarangaji dengan jumlah.dan waKu pembayaran disiapkan oleh PPTK. teftentuyangdokumennya yang yang selanjutnya SPMadalahdokumen disingkat Membayar 70.-8yang selanjutnya SPP-GU adalahdokumen disingkat 67. maupun yangselanjutnya adalah SKPD/unit BLUD disingkat UmumDaerah Layanan 78. untukpembayaran tidakdapatdigunakan yang selanjutnya adalahdokumenyang diajukan SPP-15 disingkat 69. atas bebanpengeluaran untuk penerbitan SPZD anggaran jumlahbataspaguuangpersediaan yang dari melebihi dananya karena kebutuhan denganketentuan. pengeluaran kepada DPA-SKPD atasbeban SP2D untukpenerbitan dokumen SP2Dadalah disingkat Danayangselanjutnya Pencairan 75. peruntukan. Surat Perintah pengguna untuk anggaran anggaran/kuasa oleh digunakan/diterbitkan pengguna penerbitan DPA-SKPD. SPP TambahanUang Persediaan pengeluaran yangdiajukan untukpermintaan tambahan olehbendahara dokumen yang bersifat guna melaksanakan kegiatan mendesak dan SKPD uangpersediaan dan langsung uangpersediaan. SuratPerintah pengguna yang diterbitkan anggaran/kuasa oleh pengguna GU adalahdokumen yang penerbitanSP2D atas beban pengeluaran DPA-SKPD anggaranuntuk persediaan yangtelahdibelanjakan. SPPGantiUangPersediaan pengganti pengeluaran yang diajukanoleh bendaharan uang untuk permintaan pembayaran persediaan yangtidakdapatdilakukan langsung. penerima. yang dibeliatau diperoleh atas beban barang semua adalah MilikDaerah 76. dengan yang selanjutnya disingkatSPP-TU adalah 68. didasarkan kegiatannya . perolehan lainnya dari atauberasal APBD yangnyata dan uang. SuratPerintah yang digunakansebagai dasar pencairandana yang diterbitkanoleh BUD berdasarkan SPM.

--"termasuk kekayaan yangdipisahkan padaperusahaan daeraf'. penerimaan daerah.Oun kekayaan pihak lain yang dikuasaioleh pemerintah daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan tugas daerah dan/atau kepentingan umum.nt-r-fmasyarakat. perubahanApBD. pengelolaan 'keuangan kas. penatausahaan keuangan daerah. yaitud.tt.p. penetapan APBD. ekonomis.barang. pembinaan pengelolaan keuangan daerah. pasal 3 Pengelolaan keuangandaerah yang diatur dalam peraturanmenteri ini meliputi kekuasaan pengelolaan keuangan daerah.-9BagianKedua RuangLingkup Pasal2 Ruang lingkup keuangan daerah meliputi: a' hak daerahuntuk memungut pajakdaerah dan retribusi daerahsertamelakukan pinjaman.taat padaperaturan perundang-undangan. f' . efisien. piutang. dan pengerolaan keuangan-gLuo.. .dan pengawasan kerugian daerah. dan bertanggungjawab dengan memperhatikan keadilan.transparan.n APBD. bahwapengelolaan keuangan dlerah ha-rus uerpeJoman pada peraturan perundang-undangan. pada ayat (1) merupakan pencapaian keluaran yang maksimum denganmasukan tertentultau penggunaan masukan terendah untukmencapai keluaran tertentu.surat berharga. (4) Efektif sebagaimana dimaksud padaayat(1) merupakan pencapaian program hasil dengan targetyangtelahditetapkan. (6) Ekonornis sebagaimana dimaksud padaayat(1) merupakan pemerolehan masukan dengan kualitas dan kuantitas tertentu padaiingkathargayangterendah. kekayaan daerahyang dikelola sendiriatau oleh pihak lain berupauang. b' c.akuntansi daerah. pelaksanaa. azasumumdan strukur ApBo. pengeluaran daerah. azas kepatutan. penyusunan penetapan dan ApBDbagidaerah yang belum memiliki DPRD. (3) Taat padaperaturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud padaayat (1) adalah. manfaat dan .nguncaramembandingkan keluaran dengan hasil. (2) secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat wgktudan tepatgunayang didukung oengan buktibuktiadministrasi yangdapatdipertanggungjawabkan. d.fenyusunan rancangan APBD. BagianKetiga pengeroraan Azas umum KeuanganDaerah Pasal4 ( 1 ) Keuangan daerah dikelola secara tertib.serta hak-hak lain yang Oapatdinilaidenganuang. efektif.njgungjawaban pelaksanaan APBD. (s) Efisiensebagaimana dimaksud. e' kewajiban daerah untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan daerahdan membayar tagihan pihakketiga.

(1) (2) (3) (4) . menetapkan pembaya n. penerimaan da. seluas-luasnya jawabsebagaimana (B) Bertanggung perwujudan dimalsudpadaayat (1) merupakan pengelolaandan kewajiban seseorang untuk mempertanggungjawabkan pengendalian sumber daya dan pelaksanaan kebijakanyang dipercayakan pencapaian kepadanya dalamrangka tujuanyangtelahditetapkan. kuasa c. keuangan daerahdiutamakan kebutuhan BAB II PENGELOI. menguji.-10padaayat (1) merupakan prinsip (7) Transparan dimaksud sebagaimana keterbukaan yang memungkinkan masyarakat untuk mengetahui dan mendapatkan akses informasi tentang keuangan daerah. menetapkan daerah. kepala SKPD pada ayat (3) ditetapkan dengankeputusan dimaksud Pelimpahan sebagaimana kepala daerah berdasarkanprinsip pemisahan kewenanganantara yang memerintahkan. kekayaan daerah pada pengelolaan dimaksud Pemegang keuangan daerah sebagaimana kekuasaan kewenangan: ayat(1) mempunyai pelaksanaan APBD. keb'rjakan tentang b. pengelolaan pejabatyang bertugasmelakukan g. dan b.n/atau bendahara d. dan pengujian pejabatyang bertugas atas tagihandan melakukan h. selaku c. kepala SKPKD selaku pejabat pengguna anggaran/pengguna barang.AAN KEUANGAN DAERAH KEKUASAAN Bagian Peftama PemegangKekuasaanPengelolaanKeuanganDaerah Pasal5 daerahadalahpemegang kekuasaan Kepaladaerahselakukepalapemerintah pengelolaan pemerintah keuangan daerah dan mewakili dalamkepemilikan daerah yangdipisahkan. kewajiban berdasarkan padaayat (1) adalah (10) Kepatutan sebagaimana dimaksud tindakan atausuatusikap yangdilakukan wajardan proporsional. koordinator daerah selaku a. melakukanpengelolaan utang dan f. menetapkan barang milik daerah. menetapkan pengeluaran. menetapkanpejabat yang bertugas' piutang daerah.melakukan pemungutan penerimaan pejabat yang bertugas e. kebijakan tentang a. pada ayat (1) adalahkeseimbangan (9) Keadilan dimaksud sebagaimana distribusi dan/atau keseimbangan kewenangan dan pendanaannya distribusihak dan pertimbangan yangobyeKif. sekretaris PPKD. yangmenerima dan ataumengeluarkan uang. dengan pada ayat (1) adalahbahwa (11) Manfaat sebagaimana dimaksud untuk masyarakat untukpemenuhan masyarakat. menetapkan pengelolaan barang daerah. ra memerintahkan keuangandaerah Kepala daerah selaku pemegangkekuasaanpengelolaan kepada: kekuasaannya melimpahkan sebagian atauseluruh pengelola keuangan daerah. menetapkan bendahara . menetapkan pengguna anggaran/pengguna barang.

dan pejabat pengawas keuangan daerah. penyusunan pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan ApBD. d. memberikan persetujuan pengesahan DpA-sKpD/DppA-SKpD. Bagian Ketiga Pejabat PengelolaKeuanganDaerah Pasaf7 (1) Kepala SKPKD selaku PPKD sebagaimana dimaksud dalampasat ayat(3) hurufb 5 mempunyai tugas: a' menyusun melaksanakan dan kebijakan pengelolaan keuangan daerah. meniimpin TApD. (4) Koordinator pengelolaan keuangan daerahbertanggung jawab atas pelaksanaan tugassebagaimana dimaksud padaayat(2) oanay5[(:iklpada kepala daerah. . menyusun laporankeuangan daerahdalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan ApBD. dan f . d.. (2) sekretaris daerahselakukoordinator pengelolaan keuangan daerahsebagaimana dimaksud padaayat(1) mempunyai tugaskoordinari Jiui?ing. e. b. tugas-tugaspejabat perencanadaerah. e. b' penyusunan pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan barang daerah.perubahan APBD.dan pertanggungjawaban pelaksanaan ApBD. penyusunan rancangan APBD rancangan dan perubahan ApBD. menyiapkan pedoman pelaksanaan ApBD. c. c. d. (3) Selain mempunyaitugas koordinasisebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekretaris daerah mempunyai tugas: a. menyiapkan pedoman pengelolaan barang daerah. melaksanakan lainnya tugas berdasarkan yangdilimpahkan kepala kuasa oleh daerah. c. ppKD. b. dan f' penyusunan laporankeuangan daerahdalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan ApBD. melaksanakan pemungutan pendapatan yangtelahditetapkan daerah dengan Peraturan Daerah. a.1 1BagianKedua pengeroraan Koordinator KeuanganDaerah Pasal6 ( 1 ) sekretaris daerahselakukoordinator pengelolaan keuangan daerahsebagaimana dimaksud dalamPasal ayat (3) hurufiberkaitan aenirn p"r. penyusunan RaperdaAPBD. dan e' melaksanakan tugas-tugas koordinasi pengelolaan keuangan daerahlainnya berdasarkan yangdirimpahkan riepara kuasa oreh daerah. menyusun rancangan perubahan ApBD dan rancangan ApBD.n dan 5 fungsinya -d. melaksanakan fungsi BUD.n' dalam membantukepaladaerah menyusun keb'rjakan mengkoordinasikan penyelenggaraan urusanpemerintahan daerahteimasukfengelotaan keuangan daerah.

mengusahakan APBD. menyiapkan SPD. kas atasbebanrekening umum daerah. kebijakandan pedoman pengelolaan melaksanakan milikdaerah. melaksanakan dan daerah. anggaran a. menyusun DPA-SKPD/DPPA-SKPD. pengelolaan utangdan piutang k. kePala keputusan dengan tugas: padaayat(1). melakukan BUD. mengesahkan pelaksanaan pengendalian APBD. f. c. pengendalian b. daerah. barang (3) ppKD selaku BUD menunjuk pejabat di lingkungansatuan kerja pengelola BUD. penagihan l. menyiapkan pemerintah daerah. c. melaksanakan daerah. menyimPan uangdaerah. b. melalui sekretaris Pasal8 7 dalamPasal ayat (3) ditetapkan dimalaud (1) penunjukan kuasaBUDsebagaimana daerah. investasi pengguna anggaran pejabat permintaan pembayaran berdasarkan i. kas pajakdaerah. melakukan piutang daerah. keuangan informasi i. b. menyimpan APBD oleh bank penerimaan dan pengeluaran e. Perubahan dan rancangan APBD rancangan a. dan kebijakan pedoman a. memantau pelaksanaan yangditunjuk. kekayaan buKi aslikepemilikan seluruh d. penempatan uang daerah dan mengelola/menatausahakan h. lainnya keuangan lembaga dan/atau dalam pelaksanaan dan mengaturdana yang diperlukan f. melaksanakan SPD. g. menyusun pelaKanaan APBD. keuangan dan akuntansi pelaporan sistem h. kuasa selaku daerah keuangan ppKD bertanggung jawab atas pelaKanaantugasnya kepada kepala daerah (4) daerah. pinjaman atasnamapemerintah pemberian j. menetapkan pinjamandan pemberianpinjamanatas nama pelaksanaan g. melakukan pajakdaerah. melaksanakan dan daerah. kepada jawabataspelaksanaan tugasnya (3) Kuasa BUDbertanggung Pasal9 ppKD dapat melimpahkankepada pejabat lainnya dilingkunganSKPKD untuk berikut: sebagai tugas-tugas melaksanakan APBD. memberikan petunjuk teknis pelaksanaansistem penerimaan dan pengeluaran daerah. mempunyai dimaksud (2) Kuasa BUDsebagaimana kas. menyiapkan SP2D. pemungutan e. menerbitkan daerah.-t2BUDberwenang: selaku fungsinya (2) PPKD dalammelaksanakan pelaksanaan APBD. menyajikan sefta penghapusan j. pemungutan c. melaksanakan . melakukan daerah. melakukan d.

melaksanakan anggaran yangdipimpinnya. melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja. BagianKelima PejabatKuasapenggunaAnggaranlKuasa penggunaBarang Pasal11 (1) Pejabat pengguna anggaran/pengguna barangdalammelaksanakan tugas-tugas sebagaimana dirnaksud dalam Pasal 10 dapat melimpahkan lebagian kewenangannya kepadakepalaunit kerja pada SKPDselakukuasa pengguna anggaran/kuasa pengguna barang. b. j. c. SKPD l. melaksanakan tugas-tugaspengguna anggaran/pengguna barang lainnya berdasarkan yangdirimpahkan kepiladaerah. f. . SKPD e. mengadakan ikatan/perjanjian kerjasama pihaklaindalambatasanggaran dengan yangtelahditetapkan. e. SKPD k. lokasi. melakukan pengujian atastagihan dan memerintahkan pembayaran. sKpD m.kompetensi dan/ataurentang kendalidan pertimbangan objektif lainnya. menandatangani SPM. h. kuasa oleh dln jawab atas pelaksanaan n. i. bertanggung tugasnyakepadakepaladaerahmelalui sekretaris daerah. f. menyusun DPA-SKPD. d. mengelola utang dan piutang yang menjadi tanggungjawab SKpD yang dipimpinnya. melakanikanpemungutan penerimaan bukanpajak. 9. dan melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan barang milik daerah.-13d. (2) Pelimpahan sebagian kewenangan sebagaimana tersebut pada ayat (1) berdasarkan pertimbangan tingkatan daerah. menyusun menyampaikan dan laporan keuangan yangdipimpinnya. menyusun RIG-SKPD. mengelola barangmilik daerah/kekayaan daerahyang menjaditanggung jawab yangdipimpinnya. (3) Pelimpahan sebagian kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan kepala oleh daerah atasusulkepala sKpD. mengawasi pelaksanaan anggaran yangdipimpinnya. ' melaksanakan sistem akuntansi pelaporan dan keuangan daerah. besaran yang dikelola. menyajikan informasi keuangan daerah.beban kerja. pelaksanaan menyiapkan pinjamart pemberian jaminan dan atasnamapemerintah daerah. BagianKeempat Pejabat Pengguna Anggaran/pengguna Barang Pasal10 KepalaSKPDselaku pejabat penggunaanggaran/pengguna barang sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(3) hurufc mempunyai 5 tugas:a. jumlahua'n6 besaran SKPD. g.

anggaran/kuasa kepada kuasa tugasnya mencakup: tugas PPTK mempunyai pelaksanaan kegiatan. padaayat(1) mempunyai tugas: (2) PPK-SKPD dimaksud sebagaimana jasa yang disampaikan pengadaan barangdan SPP-15 kelengkapan a. beban kerja. mengendalikan pelaksanaan perkembangan kegiatan. melaksanakan g. meneliti kelengkapan penghasilan sesuaidengan lainnyayang ditetapkan tunjanganPNS serta pengeluaran. melakukan SPM. BagianKetujuh KeuanganSKPD Pejabat Penatausahaan Pasal13 kepalaSKPD (1) Untuk melaksanakan anggaranyang dimuat dalam DPA-SKPD. melakukan SKPD. kendali dan peftimbangan rentang dan/atau yang ditunjuk oleh pejabat pengguna anggaran/pengguna barang PPTK jawab atas pelalsanaan pada ayat (1) beftanggung dimaksud sebagaimana pengguna barang. meneliti olehPPTK. melaporkan c. yang perundang-undangan diajukan olehbendahara ketentuan SPP. e. anggaran/pengguna kepada tugasnya penggunabarang anggaran/kuasa PPTKyang ditunjuk oleh kuasa pengguna jawab atas pelaksanaan pada ayat (1) bertanggung dimaKud sebagaimana pengguna pengguna barang. menyiapkandokumen anggaranatas beban pengeluaranpelaksanaan kegiatan. dan b. verifikasi c.-t4pada pengguna pengguna (4) Kuasa dimaksud barang sebagaimana anggaran/kuasa jawab atas pelaksanaan pengguna tugasnya kepada ayat (1) bertanggung barang. lokasi. padaSKPD pejabatyang melaksanakan fungsitata usahakeuangan menetapkan sebagai PPK-SKPD. b. anggarankegiatan. menyiapkan keuangan SKPD. SPP-UP. pertimbangankompetensi objeKiflainnya. pada ayat (5) huruf c mencakup dimaksud Dokumenanggaransebagaimana dokumen administrasikegiatan maupun dokumen administrasiyang terkait dengan persyaratanpembayaranyang ditetapkansesuai dengan ketentuan perundang-undangan. menyiapkan verifikasi harian ataspenerimaan. a. dan akuntansi f. selaku menunjuk pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan Penunjukan jabatan. d. pengeluaran diketahui/ disetujui dan olehbendahara SPP-TUdan SPP-LSgaji dan SPP-GU. anggaran/pengguna BagianKeenam Teknis KegiatanSKPD Pejabat Pelaksana Pasal12 barang dan kuasa pengguna Pejabat pengguna anggaran/pengguna programdan kegiatan penggunabarangdalam melaksanakan anggaran/kuasa padaunit kerjaSKPD pejabat PPTK. laporan (1) (2) (3) (4) (5) (6) .

BAB III AZAS UMUM DAN STRUKTUR APBD Bagian Pertama AzAsUmum APBD Pasal15 ( 1 ) APBDdisusunsesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan kemampuan pendapatan daerah. (3) Bendahara penerimaan bendahara dan pengeluaran secara baik langsung maupun tidak langsung dilarang melakukan kegiatan perdaganga. (4) Bendahara penerimaan dan/ataubendahara pengeluaran dalam melaksanakan tugasnya dapat dibantu oleh bendaharapenerimaanpembantu dan/atau bendahara pengeluaran pembantu. distribusi. Pasal16 ( 1 ) Fungsi otorisasi sebagaimana dimakud dalamPasal ayat (3) mengandung 15 arti bahwa anggarandaerah menjadidasar untuk melaksanatinpenj'apatan dan padatahunyangbersangkutan. (5) Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran secara fungsional jawabataspelaksanaan bertanggung ppKD tugasnya kepada selaku BUD. perubahan APBD. pertanggungjawaban dan pelaksanaan ApBD setiap tahun ditetapkan peraturan dengan daerah. belanja (2) Fungsi perencanaan sebagaimana dimakuddalamPasal ayat(3) mengandung 15 arti bahwa anggaran daerah menjadi pedoman bagi manajemendalam merencanakan padatahunyangbersangkutan. dan/atau BagianKedelapan BendaharaPenerimaan dan Bendaharapengeluaran Pasal14 (1) Kepala daerah atasusulPPKD menetapkan bendahara penerimaan bendahara dan pengeluaran untuk melaksanakanfugas kebendaharaandalam rangka pelaksanaan padaSKPD. bendahara. danstabilisasi. pengawasan. membukarekening/giro serta por atau menyimpan uang padasuatubankataulembaga keuangan lainnya atasnamapribadi..-15(3) PPK-SKPD tidak boleh merangkap sebagaipejabat yang bertugasmelakukan pemungutan penerimaan negara/daerah. iekerjaan pemborongan penjualan jasa atau bertindak dan penjamin sebagai ataskegijtan/ pekerjaan/penjualan. (4) APBD. anggaran (2) Bendahara penerimaan bendahara dan pengeluaran sebagaimana pada dimaksud ayat(1) adalah pejabat fungsional. alokasi. perencanaan. (3) APBD mempunyai fungsiotorisasi. ppTk. (2) Penyusunan APBDsebagaimana dimaksud pada ayat (1) berpedoman kepada RKPD dalamrangka mewujudkan pelayanan kepada masyarakat untuktercapainya tujuanbernegara. kegiatan .

31 1 sampai dengan mulaitanggal Januari terhitung anggaran . daerah daerah.-16pengawasan (3) Fungsi sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat (3) mengandung 15 afti bahwaanggaran daerahmenjadipedoman untuk menilaiapakahkegiatan penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan ketentuanyang telah ditetapkan. pembiayaansebagaimana (3) Pengeluaran .penganggaran penerimaan tersedianya Pasal18 ayat (1) harusdidukungdenganadanyakepastian jumlah yangcukup. anggaran Pasal18 pembiayaan (1) Pengeluaran daerah terdiri dari belanjadaerahdan pengeluaran daerah.dimaksudpada ayat (1) adalah yang akan diterima kembali baik pada tahun anggaranyang pengeluaran padatahun-tahun berikutnya. bersangkutan maupun anggaran Pasal19' pengeluaran dalam dimaksud sebagaimana Dalam menyusun APBD. (4) Fungsi alokasi sebagaimana dimaksud dalamPasal15 ayat (3) mengandung arti bahwa anggarandaerah harus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja/ pengangguran pemborosan mengurangi dan sumberdaya. dalam Pasal20 yangdianggarkan dalam APBD harus (1) Pendapatan. secara Pasal2t keuangan daerahdalam masa 1 (satu) tahun dasar pengelolaan APBDmerupakan tanggal Desember. padaketentuan berdasarkan pendapatan (2) Seluruh dan pembiayaan dianggarkan belanja daerah. Pasal17 pendapatan (1) Penerimaan pembiayaan daerahterdiridari daerahdan penerimaan daerah. (2) Pendapatan pada ayat (1) merupakan perkiraan dimaksud daerahsebagaimana yangterukursecara yangdapatdicapai pendapatan. khususnya dalam dinikmati olehseluruh kelompok pemberian pelayanan umum. brutodalamAPBD. rasional untuksetiap sumber pembiayaan pada ayat (1) adalahsemua (3) Penerimaan sebagaimana dimaksud penerimaan yang perlu dibayar kembali baik pada tahun anggaranyang padatahun-tahun bersangkutan maupun berikutnya. (2) Belanja perkiraan daerah dimaKudpadaayat(1) merupakan beban sebagaimana pengeluaran daerahyang dialokasikan secara adil dan merataagar relatifdapat masyarakat tanpadiskriminasi. daerah dan pembiayaan belanja peraturan perundang-undangan. dan efeKivitas efisiensi (5) Fungsi dimaksud dalamPasal ayat(3) mengandung 15 distribusi sebagaimana arti bahwa kebijakananggarandaerah harus memperhatikan rasa keadilandan kepatutan. (6) Fungsi stabilisasi sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(3) mengandung 15 arti bahwa anggaran pemerintahdaerah mpnjadi alat untuk memeliharadan perekonomian mengupayakan keseimbangan fundamental daerah. serta meningkatkan perekonomian.

belanja daerah. kelompok. asli b. . dan c. (3) Pembiayaan daerahsebagaimana dimaksud Pasal22 ayat (1) huruf c meliputi semua transaGi keuanganuntuk menutupdefisit atau untuk memanfaatkan surplus.organisasi. dan c. ienis. kegiatan. kelompok. lain-lain pendapatan daerah yangsah.merupakan kewajiban daerahdalamsatu tahun anggaran'dan tiaaf akan diperoleh pembayarannya kembali olehdaerah. kelompok. Pasal24 (1) Pendapatan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal ayat(1)hurufa dirinci 22 menuruturusanpemerintahan jenis. obyek dan daerah. Pasal23 (1) Pendapatan daerahsebagaimana dimaksud dalam pasal22 ayat (1) huruf a meliputisemua penerimaan uang melaluirekeningkas umum daerah. pembiayaan daerah. danaperimbangan. rincian obyekpendapatan. obyek dan rincian obyekpembiayaan.obyek dan rincian obyek belanja. Bagian Ketiga PendapatanDaerah Pasal25 Pendapatan daerah sebagaimana dimaksuddalam pasal 22 ayat (1) huruf a dikelompokan atas: a. (3) Pembiayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal ayat(1)hurufc dirinci 22 menuruturusanpemerintahan daerah.merupakan daerah hak dalim satutahun anggaran dan tidakperludibayar kembali olehdaerah. pendapatan daerah. (2) Belanja daerahsebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(1) huruf b meliputi ZZ semuapengeluaran dari rekening kas umum daerahyang mengurangi ekuitas dana. (2) Belanja daerahsebagaimana dimakud dalamPasal ayat (1) huruf b dirinci 22 menuruturusanpemerintahan daerah.-17_ Bagian Kedua Struktur APBD Pasal22 (1) strukturAPBD merupakan kesatuan satu terdiridari: pendapatan a. (3) Klasifikasi APBD menurut urusan pemerintahan dan organisasi sebagaimana dimaksudpada ayat (2) dapat disesuaikan dengan kebutuhanberdasarkan yangditetapkan ketentuan peraturan dengan perunding-undangan. daerah.yang menambah ekuitas dana. (2) StrukturAPBDsebagaimana dimakud pada ayat (1) diklasifikasikan menurut urusan pemerintahandaerah dan organisasi yang bertanggung jawab melaksanakan pemerintahan urusan tersebut sesuai peraturan dengan perunAangundangan.organisasi. jenis. b. organisasi. program.

bagian labaataspenyeftaan milik padaperusahaan pemerintah/BUMN. n. danabagihasil. disediakan untuk menganggarkan daerahyang tidak termasukdalam jenis pajak daerah. pengadaan penjualan dan/atau barang dan/atau penerimaan keuntungan dari selisihnilai tukar rupiahterhadapmata uang asing. dari sosial dan fasilitas umum. g. b. b. k.dan hasil pengelolaan yang kekayaandaerah yang dipisahkan dirinci menurut obyek pendapatan mencakup: yangtidakdipisahkan.dan khusus. undang yang dipisahkan (3) Jenishasilpengelolaan kekayaan daerah sebagaimana dimaksud yang mencakup: padaayat(1) hurufc dirinci menurut obyekpendapatan padaperusahaan daerah/BUMD. penerimaan komisi.-18Pasal26 pendapatan daerahdibagimenurutjenis pendapatan yang terdiri (1) Kelompok asli atas: a. pendapatan daerah yangsah sebagaimana (4) Jenislain-lain padaayat asli dimaksud penerimaan (1) huruf d. i. kekayaan daerah a. pekerjaan. hasilpengelolaan daerah dan pendapatan daerah yangsah. e. asli d. bagian laba atas penyeftaan modal pada perusahaan milik swastaatau kelompok usahamasyarakat.retribusidaerah. danaalokasi umum. l. m. gantikerugian atas d. pajakdaerah. danaalokasi . f. labaataspenyertaan modal milik b. c. j. pelaksanaan pendapatan dendaatasketerlambatan pendapatan dendapajak. kekayaan c. pendapatan hasileksekusi jaminan. retribusi yangdipisahkan. bagian dan c. modal a. dari dan dan penjualan. atas pendapatan pengembalian. potonganataupun bentuk lain sebagaiakibat dari jasaolehdaerah. c. pendapatan angsuran/cicilan dari Pasal27 jenis pendapatan yang pendapatan (1) Kelompok dibagimenurut dana perimbangan terdiriatas: a. pendapatan dendaretribusi. fasilitas pendapatan penyelenggaraan pendidikan pelatihan. hasilpenjualan b. daerah. lain-lain (2) Jenispajak daerahdan retribusi pada ayat (1) daerahsebagaimana dimaksud pendapatan huruf a dan huruf b dirincimenurutobyek sesuaidenganundangtentangpajakdaerah danretribusi daerah. h. pendapatan bunga. penerimaan tuntutan daerah. jasagiro.

Pasal30 ( 1 ) Pajak daerah. bagihasilbukan pajak. bagihasilpajak. pendapatan dari. hibah berasal dari pemerintah. dan e. pemerintahdaerah lainnya. dana perimbangan lain-lain dan pendapatan daerah yangsatiOiaiggarkan Skpro. f. lembjga dan luarnegeri yangtidakmengikat. lain-lain pendapatan daerahyang sah yang ditransfer asli langsun6 kas daerah. pada BagianKeempat Belanja Daerah Pasal31 (1) Belanjadaerah sebagaimana dimaksuddalam pasal 22 ayat (1) huruf b dipergunakan dalam rangka.-19(2) Jenis dana bagi hasil dirinci menurut pendapatan mencakup: objek yang a.keuntunganselisih nilai tukar rupiah. mendanai pelaksanaan urusanpemerintahan yang menjadi kewenangtn ptouinsi atau kabupaten/kota terdiridari urusan yang wajib. baik dalam bentuk devisa. urusan pilihan dan urusanyang penanganannya dalam bagianatau bidjng tertentuyang dapat dilaksanakan bersama antara pemerintali dan pemerintah 'ketentuan daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkandengan perundang-undangan.kelompok masyarakat/perorangan. rupiah maupun barang dan/ataujuru. bantuan keuangan provinsi dari ataudaripemerintah daerah tainnya. potongan. Pasal28 Kelompok lain-lain pendapatan yangsahdibagi daerah jenispendapatan menurut yang mencakup: a. badan/lembaga/ organisasi swastadalamnegeri. penyelanggaraan pendidikan dan pelatihan.. d' dana penyesuaian dana otonomikhususyang ditetapkan dan oleh pemerintah. c. b' dana daruratdari pemerintah dalamrangkapenanggufangan korban/kerusakan akibat bencana alam. danabagihasilpajakdariprovinsi kepada kabupaten/kota. (3) Jenis danaafokasi umumhanya terdiriatasobjekpendapatan danaalokasi umum.hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan dan hasil pemanfaatan atau pendayagunaan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan yang dibawah penguasaan pengguna anggaran/pengguna barang dianggarkan skpo. badan/lembaga asing. pada (2) Retribusidaerah. dan b. badan/lembaga internasional. (4) Jenisdana afokasikhususdirincimenurutobjek pendapatan menurutkegiatan yangditetapkan olehpemerintah. pemerintah. teimasuk t6naga ahli dan pelatihan yangtidakpertudibayar kembJli. . badan/lembagJ dalamnegeriaiau perorangan. komisi. Pasal29 Hibah sebagaimana dimaksud dalamPasal hurufa adalah 28 penerimaan yang daerah berasal dari pemerintah negara asing. hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.

n. perencanaan Pembangunan. hiduP. kelar. pendidikan. b. pelayanan dasar. energi d. padaayat (1) dimaksud belanjamenuruturusanpilihansebagaimana (3) Klasifikasi mencakuP: a.-20dimaksudpada ayat (1) urusanwajib sebagaimana (Z) Belanjapenyelenggaraan masyarakat kehidupan kualitas dan untukmelindungi meningkatkan diprioritaskan dalam upaya memenuhikewajibandaerah yang diwujudkandalam bentuk sosialdan fasilitas fasilitas kesehatan. . dan masyarakat desa. p. daYa dan sumber c. e. peningkatan jaminan sosial. pemberdayaan w. pemerintahan t. kesatuan umum. umum. perdagangan. dan kependudukan catatan k. Penataan f . tenaga kecildan menengah. dan x. sistem yanglayak mengembangkan sefta umum padaayat(2) dimaksud sebagaimana masyarakat kehidupan kualitas (3) peningkatan minimal standarpelayanan kerja dalampencapaian melaluiprestasi diwuludkan perundang-undangan. koperasi usaha modal. g. dan o. dan politikdalam bangsa s. u.pendidikan. pekerjaan perumahan rakYat. statistik. j. h. f. arsiP. m. lingkungan 'i. sosial. v. kerja. d. c. peftanian. dan e. pasal ayat(1) terdiridaribelanja urusan wajibdan belanja urusan 31 pada ayat (1) dimaKud (Z) Klasifikasi belanjamenuruturusanwajib sebagaimana mencakup: a. penanaman q. dan olahraga. pariwisata. peraturan dengan sesuai Pasal32 dalam dimaksud sebagaimana (1) Klasifikasi belanjamenuruturusanpemerintahan pilihan. kepegawaian. kehutanan. b. pertanahan. perhubungan. ruang. kesehatan. siPil. mineral. r. komunikasi informatika. kebudaYaan. sejahtera.rtan Perikanan. pemuda negeri. pemberdayaan PeremPuan. dan y. dan berencana keluarga keluarga l.

pariwisata budaya. (4) Belanja menuruturusanpemerintahan yang penanganannya dalambagianatau bidang tertentu yang dapat difaksanakan bersama antara pemerintahdan pemerintah . i. dan belanja langsung. Pasal33 Klasifikasi belanja menurut fungsi yang digunakan untuktujuankeselarasan dan keterpaduan pengelolaan keuangan negara terdiri dari: a. d. dan ekonomi. (3) Kelompok belanja langsungsebagaimana dimaksudpada ayat (1) huruf b merupakan belanja yangdianggarkan terkaitsecara langsung dengan'p"fukrun. lingkungan hidup. c. dan .. ketertiban ketentraman. b. femerintah pasal35 Klasifikasi belanja menurutprogram dan kegiatan sebagaimana dimaksud dalampasal 24 ayat (2) disesuaikan dengan urusan pemerintahin yang menjadikewenangan daerah. h.sung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan befanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsungdengan pelaksanaan program dan kegiatin. e. h. (2) Kelompok belanjatidak lang.2 1_ g. belanja tidaklangsung. kesehatan. dan pendidikan. pasal 36 (1) Belanja menurutkelompok belanjasebagaimana dimaksud dalampasal24 ayat (2) terdiridari: a.daerah yang ditetapkandengan ketentuanperundang-undangan dijabarkan dalam bentuk programdan kegiatanyang diklasifikasikan menurut urusan wajibdanurusan pilihan. f. b. 9. perumahan fasilitas dan umum. dan perlindungan sosial. dan transmigrasi. Pasal34 Kfasifikasi belanja menurutorganisasi sebagaimana dimaksud dalampasal24 ayat(Z) disesuaikan dengan susunan organisasi padi masing-masinj daerah..n program kegiatan. perindustrian. pelayanan umum.

bantuan keuangan. belanja b. a. dalambelanja undangan dianggarkan Pasal39 Pemerintah tambahanpenghasilan kepadapegawai daerahdapat memberikan pertimbangan yang obyektif dengan memperhatikan negeri sipil berdasarkan persetujuan DPRD sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan memperoleh peraturan perundang-undangan. f.-22Paragraf 1 BelanjaTidak Langsung Pasal37 Kelompok belanja tidaklangsung sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(1) huruf 36 jenisbelanja yangterdiridari: menurut a dibagi pegawai. e. ketentuan (2) Uang representasi tunjanganpimpinan dan dan anggotaDPRDsefta gaji dan tunjangan kepala daerah dan wakil kepala daerah sefta penghasilan dan penerimaanlainnya yang ditetapkansesuai dengan peraturan perundangpegawai. atau prestasi beftugas atau kondisi kerjaatau kelangkaan pada penghasilan berdasarkan kerja sebagaimana dimaksud Tambahan beban pegawainegerisipil yang dibebanipekerjaan untuk kepada ayat (2) diberikan yangdinilai kerjanormal. berada daerah memiliki di pada dimaksud berdasarkan kondisikerja sebagaimana Tambahanpenghasilan pegawai tugasnya kepada negeri sipilyangdalammelaksanakan ayat(2) diberikan padalingkungan tinggi. beban melampaui menyelesaikan tugas-tugas pada penghasilan sebagaimana dimaksud tempatbertugas berdasarkan Tambahan pegawai tugasnya negeri sipilyangdalammelaksanakan kepada ayat(2) diberikan tinggidandaerah tingkatkesulitan terpencil. dinilai mempunyai (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) . lainnya sertapenghasilan yang diberikankepada pegawainegeri sipil yang ditetapkansesuaidengan perundang-undangan. d. hibah. dan h. g. subsidi. ketrampilan tugasmemiliki pada prestasi penghasilan kerja sebagaimana dimaksud berdasarkan Tambahan pegawai tugasnya negeri kepada sipilyangdalammelaksanakan ayat(2) diberikan prestasi kerja. Pasal38 (1) Belanjapegawaisebagaimana dimaksuddalam Pasal37 huruf a merupakan belanja kompensasi. bunga. ketentuan pada ayat (1) diberikan dalam Tambahanpenghasilan dimaksud sebagaimana pegawai bebankerja atau tempat rangkapeningkatan kesejahteraan berdasarkan profesi kerja. dalambentukgaji dan tunjangan. kerjayangmemiliki resiko berada profesisebagaimana dimaksud berdasarkan kelangkaan Tambahanpenghasilan pada ayat (2) diberikankepadapegawainegerisipil yang dalam mengemban khusus dan langka. bantuan sosial. belanja bagihasil. c. belanja tidakterduga.

-23(B) Kriteriapemberian tambahanpenghasilan ditetapkan dengan peraturan kepala daerah. (5) Pemberian hibahdalambentukuangatau dalambentukbarangataujasa dapat diberikan kepada pemerintahdaerah tertentu sepanjang Jit"t pL. (5) Belanja subsidi sebagaimana dimaksud padqayat (1) dianggarkan sesuai dengan keperluan perusahaan/lembaga penerima subsjbi oirir peraturan daerah tentang APBDyang peraturan pelaksanaannya lanjut ditulngkandalam peraturan lebih kepala daerah. (3) Perusahaan/lembaga penerima belanja subsidi sebagaimana dimaksud padaayat (1) harusterlebih dahuludilakukan auditsesuai denganketentuan pemeriksaan pengelolaan tanggung jawabkeuangan dan negara. (3) Pemberian hibah dalambentukbarangdapatdilakukan apabilabarangtersebut tidakmempunyai ekonomis nilai bagipemerintah daerah yang bersangkutan tetapi bermanfaat bagi pemerintah atau pemerintah daerahlainnyadan/ataukelompok masya kat/peroranga ra n. dan Pasal41 (1) Belanja subsidi sebagaimana dimaksud dalampasal37 hurufc digunakan untuk menganggarkan bantuan biaya produksikepadaperusahaan/lenibaga tertentu "masyarakat agar hargajual produksi/jasa yang dihasilkan dapai terjangkau oleh banyak. penerima subsidi sebagaimanadimaksud pada ayat (1) wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan danasubsidi fepjda kepata daerah. fungsi di menunjang peningkatan . (2) Perusahaan/lembaga tertentu sebagaimana dimaksudpada ayat (1) adalah perusahaan/lembaga yang menghasilkan produk atau jasa pelayanan umum masyarakat. oin kelompok masyarakat/ perorangan yangsecara spesifik telahditetapkan peruntukannya.n dalam peratura perundang-undangan. barang-dan/ataujasa kepadapemerintah atau pemerintah daerahlainnya. (4) Pemberian hibahdalambentuk jasadapatdianggarkan apabila pemerintah daerah telahmemenuhi seluruh kebutuhan belanja urusan wajibgunamemenuhistandar pelayanan minimum yangditetapkan peraturan dalam perundang-undangan. (2) Pemberian hibah datam bentuk uang dapat dianggarkan apabilapemerintah daerah telahmemenuhi seluruh kebutuhan belania u-irsan waiib guna memenuhi standar pelayananminimum yang ditetapkandalam peraturan perundangundangan. (4) Dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. jangkapanjang. Pasal40 Belanja bunga sebagaimana dimaksud dalam Pasal37 huruf b digunakan untuk menganggarkan pembayaran bungautangyalg dihitung atas kewajibJn pokokutang (principa/ outstanding)berdasarkanpe-{anjianpinjarian jangka pendek. jangka menengah. n Pasal43 (1) Hibah kepada pemerintah bertujuan untuk penyelenggaraan pemerintahandaerah. Pasal42 (1) Belanja hibahsebagaimana dimaksud dalamPasal huruf d digunakan 37 untuk menganggarkan pemberianhibah dalam bentuk uang.

(4) Hibah kepada badan/lembaga/organisasi swasta dan/atau kelompok masyarakat/perorangan bertujuan untuk meningkatkan partisipasidalam penyelenggaraan pembangunan daerah.-24(2) Hibah kepadaperusahan daerahbeftujuanuntuk menunjang peningkatan pelayanan kepada masyarakat. bantuandalam bentuk uang dapat dianggarkan apabilapemerintah daerah telah memenuhi seluruhkebutuhan belanjaurusanwajib guna terpenuhinyastandarpelayanan yangditetapkan minimum perundang-undangan. dengan ketentuan Pasal47 (1) Bantuan keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal37 huruf g digunakan untuk menganggarkan yang bersifat bantuankeuangan umum atau khususdari provinsi pemerintah kepada kabupaten/kota. dengan Pasal45 (1) Bantuan sosialsebagaimana dimaksud dalamPasal37 huruf e digunakan untuk pemberian menganggarkan bantuan dalambentukuangdan/atau barangkepada yang bertujuan masyarakat untukpeningkatan kesejahteraan masyarakat. (3) Hibah pemerintah kepada daerah lainnya beftujuan peningkatan untuk menunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah layanan dan dasar umum. (2) Belanja pemerintah hibahkepada dikelola sesuai denganmekanisme ApBN. . selektifdan memilikikejelasan peruntukan gunaannya.dan kepada daerah lainnya atau dari pemerintahkabupaten/kota kepada pemerintahdesa dan pemerintahdaerah lainnya dalam rangka pemerataan dan/atau peningkatan kemampuan keuangan. Belanja bagi hasil sebagaimana dimaksud dalam Pasal37 huruf f digunakan untuk menganggarkan dana bagi hasil yang bersumber provinsikepada dari pendapatan kabupaten/kota atau pendapatankabupaten/kota kepada pemerintah desa atau pendapatan pemerintah daerahtertentu kepadapemerintah daerah lainnyasesuai perundang-undangan. serta hibah kepada pemerintahdaerah lainnya dan kepada perusahaan daerah. dalamperaturan (4) Bantuankepada partai politik diberikansesuai dengan ketentuanperaturan perundang-undangan dianggarkan dalambantuan sosial. badan/lembaga/organisasi swasta dan/atau kelompokmasyarakat/perorangan dikelola dengan mekanisme peraturan APBD sesuai perundang-undangan. (2) Bantuan padaayat (1) diberikan sosialsebagaimana dimaksud tidaksecara terus menerus/tidak beruhng setiaptahun anggaran. pemerintah desa. Pasal44 (1) Belanja hibahsebagaimana dimaksud dalamPasal bersifat 42 yangtidak bantuan mengikat/tidak secara terus menerusdan harus digunakansesuai dengan persyaratan yangditetapkan perjanjian dalam naskah hibahdaerah. peng (3) Untukmemenuhi fungsiAPBD sebagai instrumen keadilan pemerataan dan dalam pelayanan upaya peningkatan dan kesejahteraan masyarakat. Pasal46 . (2) Bantuankeuangan yang bersifatumum sebagaimana pada ayat (1) dimaksud peruntukandan penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah/pemerintah penerima desa bantuan.

n. di (3) Pengembalian kelebihan atas penerimaan daerahtahun-tahun yang sebelumnya telahditutupsebagaimana dimakud padaayat (1) harusdidukung dengan Uufct'rbuKiyangsah. huru? dan 37 g. b. be. hurufc. belanja pegawai. Fasal52 (1) Belanja barang jasasebagaimana dan pasal hurufb digunakan dimaksud dalam 50 untuk pengeluaran pembelian/pengadaan barangyang nilai manfaatnyJ kurang dari 12 (duabelas) bulandan/atau pemakaian jaia'dal|m melaksanakan program dankegiatan pemerintahan daerah. Pasal48 ( 1 ) Belanja tidakterduga sebagaimana dimaksud dalamPasal hurufh merupakan 37 belanja untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasaatau tidak diharapkan beiulang penanggulangan seperti bencana alamdan bencana yangtidakdiperkirakan sosial sebelumnya.lanja hibah. Pasal51 Belanja pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal50 huruf a untuk pengeluaran honorarium/upah dalammelaKanakan program kegiatan dan pemerintahan daerah.nggurun pendapatan belanja dan desapenerima bantuan. hurufh hanya dapatdianggarkan padabelanja srpko. belanja bagi hasil. belanja modal. Pasal49 (1) Belanja pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal hurufa dianggarkan 37 pada belanja organisasi berkenaan sesuai peraturan dengan perundang-un|5ng.dan belanja tidak terduga sebagaimana dimaksud dalamPasal hurufb. Paragraf2 BelanjaLangsung Pasal50 Kelompok belanja langsung suatukegiatan dari pasal sebagaimana dimaksud dalam 36 ayat(1) hurufb dibagi jenisbelanja menurut yangteidiridari: a. ketentiaman dan ketertiban masyarakat daerah. ( 2 ) Kegiatan yang bersifattidak biasasebagairnana pada ayat (1) yaitu dimaksud untuk tanggapdaruratdalam rangkapencegahan gangguan terhadapstiUilitas penyelenggaraan pemerintahan demi terciptanya lieaminan. hurufe. hu1lf f.belanja bantuan sosial.belanja subsidi.-25dimaksudpada ayat (1) \husus sebagaimana peruntukan dan pengelolaannya diarahkan/ditetapkan pemerintah oleh daerah pemberi bantuan. termasukpengembatian kelebihan atas penerimaan daerahtahuntahunsebelumnya yangtelahditutup. belanja bantuan keuangan. huruid. dan c. (4) Pemberi bantuanbersifatkhusussebagaimana dimaksudpada ayat (3) dapat mensyaratkan penyediaandana pendampingdalam ApBD atau . belanja barang danjasa. (2) Belanja bunga. ( 3 ) Bantuan yang bersifat keuangan .

-26jasa sebagaimana (2) Pembelian/pengadaan barangdan/ataupemakaian dimaksud padaayat (1) mencakup jasa pakaihabis,bahan/material, kantor, belanja barang premi asuransi, perawatan kendaraanbermotor, cetaVpenggandaan, sewa rumah/gedung/gudang/parkir, sewa sarana mobilitas,sewa alat berat, sewa perlengkapan peralatan dan kantor,makanan dan minuman,pakaian dinasdan pakaian atributnya, kerja,pakaian khusus hari-hari dan tertentu,perjalanan dinas, perjalanan pegawai. dinaspindah fugasdan pemulangan Pasal53 (1) Belanja modalsebagaimana dimaksud dalamPasal50 huruf c digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujudyang mempunyai nilai manfaatlebih dari t2 (duabelas) pemerintahan, bulan untuk digunakan dalamkegiatan sepertidalam jalan, irigasidan bentuktanah, peralatan dan mesin,gedungdan bangunan, jaringan, asettetaplainnya. dan (2) Nilaipembelian/pengadaan pembangunan tetap berwujud atau aset sebagaimana pada ayat (1) yang dianggarkan dimaksud dalambelanjamodalhanyasebesar hargabeli/bangun aset. (3) Belanja panitiapengadaan administrasi pembelian/pembangunan honorarium dan padabelanja untukmemperoleh setiap asetyangdianggarkan modalsebagaimana pada ayat (2) dianggarkan pada belanjapegawaidan/ataubelanja dimaksud barang jasa. dan
l.

Pasal54 , yang terdiri dari belanjapegawai, Belanja langsung belanjabarangdan jasa, sefta programdan kegiatan pemerintahan melaksanakan daerah belanja modal untuk padabelanja dianggarkan SKPD berkenaan. BagianKelima Surplus/(Defisit) APBD Pasal55 daerah dengan anggaranbelanja daerah Selisihantara anggaran pendapatan APBD. ataudefisit surplus mengakibatkan terjadinya Pasal56 anggaran (1) Surplus dimaksud dalamPasal55 terjadiapabila APBDsebagaimana pendapatan daerah. darianggaran belanja lebihbesar daerah diperkirakan pokok (2) Dalam hal APBD diperkirakan untuk pembayaran surplus,diutamakan utang, penyeftaan modal (investasi)daerah, pemberian pinjaman kepada pemerintah pusat/pemerintahdaerah lain dan/atau pendanaan belanja jaminan peningkatan sosial. jaminansosial padaayat (3) Pendanaan dimaksud sebagaimana belanjapeningkatan pelayanan (2) diwujudkan dasarmasyarakat dan kegiatan dalambentukprogram pada SKPDyang secarafungsional yang dianggarkan terkait dengantugasnya program tersebut. dan kegiatan melaksanakan

-27

Pasal57 ( 1 ) Defisit anggaran sebagaimana dimaksud dalamPasal terjadiapabila 55 anggaran pendapatan daerah diperkirakan kecildarianggaran lebih belanja daerah. ( 2 ) Batasmaksimal defisit APBDuntuk setiaptahun anggaranberpedoman pada penetapan batasmaksimal defisit APBD olehMenteri Keuingan. (3) Dalam APBD hal diperkirakan defisit, ditetapkan pembiayaan untukmenutup defisit tersebut yangdiantaranya dapatbersumber sisalebihperhitungan dari anggaran tahunanggaran sebelumnya, pencairan danacadangan, hasilpeniualan re[jyaan daerah yang dipisahkan,penerimaanpinjaman, aan penerimaankembali pemberian pinjaman ataupenerimaan piutang. Pasal58 (1) Pemerintah daerahwajib melaporkan posisisurplus/defisit ApBDkepadaMenteri Dalam Negeridan MenteriKeuangan setiap semesterdalam tahun anggaran berkenaan. (2) Pelanggaran terhadapketentuan sebagaimana dimaksudpada ayat (1), dapat dilakukan penundaan penyaluran perimbangan. atas dina BagianKeenam PembiayaanDaerah Pasal59 Pembiayaan daerah sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(l) hurufc terdiridari 22 penerimaan pembiayaan pengeluaran dan pembiayaan. Fasal60 ( 1 ) Penerimaan pembiayaan pasal mencakup: sebagaimana dimaksud dalam 59 a. sisalebihperhitungan anggaran tahunanggaran sebelumnya (SiLpA); b. pencairan danacadangan; c. hasilpenjualan kekayaan yangdipisahkan; daerah d. penerimaan pinjaman daerah; e. penerimaan pemberian kembali pinjaman; dan f. penerirnaan piutang daerah. (2) Pengeluaran pembiayaan sebagaimana dimaksud datampasal5g mencakup: pembentukan cadangan; a. dana b. penyertaan modal(investasi) pemerintah daerah; c. pembayaran pokokutang;dan d. pemberian pinjaman daerah. Pasal61 (1) Pembiayaan neto merupakan selisihantara penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaa n. (2) Jumlah pembiayaan harus neto dapatmenutup defisit anggaran.

-28Paragraf1 Sisa Lebih PerhitunganAnggaranTahun Anggaran Sebelumnya(S|LPA) Pasal62' , (SiLPA) tahun anggaran sebelumnya sebagaimana anggaran Sisa lebih perhitungan pelampauan penerimaan PAD, dimakud dalam Pasal50 ayat (1) huruf a mencakup pelampauanpenerimaanlain-lain penerimaandana perimbangan, pelampauan pembiayaan, penghematan penerimaan pendapatan daerahyang sah, pelampauan akhirtahunbelumterselesaikan, dengan fihakketiga sampai kepada belanja, kewajiban lanjutan. dansisadanakegiatan Paragraf 2 Dana Cadangan Pasal63 guna mendanai kegiatan (1) Pemerintah dana cadangan dapat membentuk daerah yang penyediaan dibebankan dalam dananya tidak dapat sekaligus/sepenuhnya satutahunanggaran. pada ayat (1) ditetapkan (2) Pembentukan dimaksud sebagaimana dana cadangan peraturan daerah. dengan penetapan pada ayat (2) mencakup (3) Peraturan dimaksud daerahsebagaimana yang akan dibiayai program dan kegiatan dana cadangan, tujuan pembentukan yang harus besaran dan rincian ,tahunandana cadangan dari dana cadangan, danacadangan, sumberdanacadangan, ke dan dianggarkan ditransfer rekening pelaksanaan cadangan. dana dantahunanggaran peraturan sebagaimana tentangpembentukan danacadangan (4) Rancangan daerah rancangan dengan pembahasan dimakud pada ayat (2) dibahasbersamaan peraturan daerah tentangAPBD. peraturan dana cadangan (5) Penetapan daerahtentang pembentukan rancangan padaayat (4) ditetapkan oleh kepaladaerahbersamaan sebagaimana dimaksud peraturan penetapan daerah tentangAPBD. rancangan dengan pada ayat (1) dapat bersumber dari (6) Dana cadangan dimaksud sebagaimana pinjaman penyisihan dari dana alokasikhusus, daerah,kecuali atas penerimaan dibatasiuntuk pengeluaran lain yang penggunaannya daerahdan penerimaan perundang-undangan. peraturan berdasarkan tertentu padarekening padaayat (1) ditempatkan dimaksud (7) Danacadangan sebagaimana tersendiri. dalam dan rekening danacadangan penempatan (B) Penerimaan bunga/deviden hasil daftar penambah dalam berkenaan danacadangan portofolio sebagai dicantumkan peraturan APBD. tentang padalampiran daerah rancangan danacadangan pembiayaan padapengeluaran dalam dianggarkan (9) Pembentukan danacadangan yangberkenaan. tahunanggaran Pasal 64 60 dalamPasal ayat(1) hurufb ( 1 ) Pencairan dimaksud sebagaimana danacadangan dana pencairan dari rekening dana cadangan untuk menganggarkan digunakan berkenaan. daerah dalamtahunanggaran kas ke cadangan rekening umum jumlahyang padaayat(1) yaitusesuai dengan yangdianggarkan tersebut (2) Jumlah dana cadangan daerahtentangpembentukan dalam peraturan telah ditetapkan berkenaan.

dengan atau hasildivestasi penyertaan modalpemerintah daerah. kecuali diaturtersendiri dalamperatur-n perrndrnglino.n. pemerintah daerah lain. Paragraf3 Hasil PenjualanKekayaanDaerahyang dipisahkan Pasal66 Hasilpenjualan kekayaan yangdipisahkan daerah sebagaimana dimaksud dalampasal 60 ayat (1) huruf c digunakan antara lain.lembaga keuanglnbank.ng. . seperti penerimaan berupa piutang daerah daripendapatan pemerintah. Paragraf4 penerimaanpinjaman Daerah Pasal67 Penerimaan pinjaman daerahsebagaimana dimaksud dalampasal60 ayat (1) hurufd digunakan 'untukmenganggarkan pinjaman fienerimaan daerahtennailr r].rimaan atas penerbitanobligasidaerah yang akan direalisasikan pada tahun anggaran berkenaan. Paragraf 6 penerimaanpiutang Daerah Pasal69 Penerimaan piutang sebagaimana dimaksud dalampasal ayat(1) huruff digunakan 60 untuk menganggarkan penerimaan yang bersumber dari petunasan piutang fihak ketiga.n.-29- pasal 65 Penggunaan atas dana cadangan yang dicairkan dari rekekning dana cadangan ke rekening kas umum daerah sebagaimana dimalaud dalam pasal 64 ayat (1) dianggarkan dalam betanjalangsungSKPDpenggunadana cadangan berkenaan. (2) Penerimaan kembali pemberian pinjaman sebagaimana dimaksud dalampasal60 ayat (1) huruf e digunakan untuk menganggarkan posisipenerimaan kembali pinjaman yang diberikan kepadapemerinlah-fiusat dan/ataupernerinlah daerah lainnya. daerah.untuk r-enganggarkan hasil penjuatan perusahaan milik daerah/BUMD dan penjualan aset milii pemerintah daerahyang dikerjasamakan pihakketiga.lembaga keuangan bukanbankdan penerimaan piutang fainnya. Paragraf 5 pemberian pinjaman daerah dan PenerimaanKembali pemberian pinjaman Daerah pasal 68 (1) Pemberian pinjamansebagaimana dimaksud dalam pasal 60 ayat (z) huruf d digunakan untuk menganggarkan pinjaman yang diberikanpeploa'pemerintah pusatdan/atau pemerintah daerah lainnya.

pembelian diperpanjang (SPN). penyertaan yangdimiliki permanen lainnya dan badanusahalainnya investasi dan/atau BUMD pendapatan atau meningkatkan pemerintah daerah untuk menghasilkan pelayanan masYarakat.pembentukan bantuan seperti mikrodan menengah.pemerintah sebagaimana pembiayaan. yang dibeli pemerintah modalsahampada suatu badanusaha. kepada dimalsud pada ayat (3) beftujuanuntuk (6) Investasinon permanensebagaimana atau atauada niat untukdiperjualbelikan ditarik tidak berkelanjutan secara dimiliki jangka panjangyang kembali.30- Paragraf 7 Investasi PemerintahDaerah Pasal70 60 dalamPasal ayat (2) huruf b dimaksud pemerintah daerahsebagaimana Investasi yangdiinvestasikan pemerintah baik daerah kekayaan untukmenganggarkan digunakan jangkapanjang' jangkapendek maupun dalam Pasal71 (1) Investasi jangka pendek merupakan investasi yang dapat segera kas ditujukan dalamrangkamanajemen dan beresiko diperjualbelikan/dicairkan.seperti pembelianobligasiatau surat utang untuk dimilikisampaidengantanggal jatuh tempo.surat berharga tujuan menjagahubunganbaik dalam dan luar negeri. apabila jumlah yang akan (7) Investasipemerintahdaerah dapat dianggarkan dalam peraturan telah ditetapkan berkenaan dalam tahun anggaran disertakan pada Peraturan Menteri modaldenganberpedoman daerahtentangpenyertaan Negeri. pendanaan usaha kepada pemberian fasilitas masyarakat. sertifikat secara otomatis. dana yang dimaksudkan masyarakat pelayanan/pemberdayaan dalamrangka pemerintah daerah disisihkan kelompok kepada bergulir danasecara modalkerja. dari12 kurang selama seftadimiliki rendah padaayat(1) mencakup deposito jangkapendek dimaksud sebagaimana (2) Investasi bulanyang dapat dengan12 (duabelas) waKu 3 (tiga) bulansampai berjangka surat utang negara (SUN). negara (SBI)dan suratperbendaharaan bankindonesia yang dimaksudkan untuk dimiliki jangka panjangmerupakan investasi (3) Investasi permanen dan non yang terdiri dari investasi bulan lebih dari LZ (duabelas) permanen. Dalam Pasal72 60 dalamPasal ayat(2) huruf dimaksud daerah (1) Investasi. (duabelas) bulan. pengeluaran dalam b. pada ayat (3) antaralain surat jangka panjangsebagaimana dimaksud (4) Investasi suatu daerahdalam rangka mengendalikan berhargayang dibeli pemerintah kepemilikan untuk menambah suratberharga hisalnya pembelian badanusa'ha. dianggarkan . surat daerah untuk kas kebutuhan dalammemenuhi untukdicairkan yangtidakdimaksudkan berharga jangkapendek. sepefti kerjasama daerah dengan pihak ketiga dalam bentuk modal daerah pada aset penggunausahaan/pemanfaatan daerah. untukdimiliki padaayat(3) bertujuan dimaksud permanen sebagaimana (5) Investasi atau tidak ditarik tanpa ada niat untuk diperjualbelikan secaraberkelanjutan kembali.

Bagian Ketujuh Kode Rekeningpenganggaran Pasal75 ( 1 ) Setiap pemerintahan urusan daerah dan organisasi yangdicantumkan dalamApBD menggunakan kodeurusan pemerintahan daerah dan toOeorganisasi.kodeobyekdan koderincian obyek. Paragraf8 pembayaranpokok Utang Pasal74 Pembayaran pokok utang sebagaimana dimaksud dalam Pasal60 ayat (2) huruf c digunakan untuk.jangka menengah. dan jangka panjang. kodeprogram. Pasal73 (1) Investasidaerah jangka pendek dalam bentuk deposito pada bank umum dianggarkan dalam pengeluaran pembiayaan pada jenis penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah. kodekegiatan. (2) Pendapatan bunga atas deposito sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dianggarkan dalam kelompokpendapatan asli daerah pada jenis lain-lain pendapatan daerah asli yangsah. (2) Divestasi pemerintah daerahdianggarkan dalam penerimaan pembiayaan pada (3) Setiap program.jenis.icoOe ' kefompok.kode kegiaian. daerah (3) Divestasipemerintahdaerah yang dialihkan untuk diinvestasikan kembali dianggarkan dalam pengeluaran pembiayaan pada jenis penyertaanmodal (investasi) pemerintah daerah.3 1- jenishasil penjualan kekayaan yangdipisahkan. menganggarkan pembayaran kewajibanatas pokok utang yang dihitungberdasarkan perjanjianpinjamanjangka pendek. l<ode kodeobyek. kode kodeakuhbeianja. dicantumkan dalam APBDmenggunakinkode program. kodejenis. kode dan akunpembiayaan. (4) Untuktertib penganggaran kodesebagaimana pada ayat (1). (4) Penerimaan hasilatas investasi pemerintah daerahdianggarkan dalamketompok pendapatan asli daerahpada jenis hasil pengelolaan-iekayaan daerahyang dipisahkan. dan koderincian obyek.. kegiatan. kelompok. Pasal76 Urutansusunan APBD dimulaidari kode urusanpemerintahan daerah. kodeakun. obyek serta rincian obyek yang .kodekelompok. (2) Kode pendapatan. fode rekening organisasi. ayat (2) dimaksud dan ayat (3) dihimpun menjadi satu kesatuan kodeanggaran yang diiebut kode rekening. kodejenis. kode belanjadan kode pembiayaan yang digunakan dalam penganggaran menggunakan akunpendapatan.

menteri (3) tercantum A.IXperaturan dalamLampiran daerahserta keselarasan (11) Untuk memenuhi objeKif dan karaKeristik kebutuhan perubahandan penambahan kode penyusunan statistik keuangan negara.VI peraturan dalamLampiran tercantum daerah (7) Kode dan daftar programdan kegiatan menuruturusanpemerintahan peraturan menteriini.I peraturan dalam Pasal dimaksud ini.-32- Pasal 77 sebagaimana daerahdan organisasi (1) Kode dan klasifikasi urusanpemerintahan 75 ayat (2) tercantumdalam LampiranA. kebutuhan sesuai dengan akandisempurnakan berkala pembiayaan dimaksud dalamPasal24 ayat (10) Koderekening daerahsebagaimana ini. beban daridan atas didanai daerah yang penugasannya provinsi dilimpahkan (3) Penyelenggaraan urusanpemerintahan provinsi. daridanatasbeban desa.III peraturan dalamLampiran tercantum pendapatan dalamPasal ayat(1) untuk 24 dimaksud (4) Koderekening sebagaimana menteriini. Dalam dengan Menteri daerah dikonsultasikan setelah BAB IV MNCANGANAPBD PENYUSUNAN Bagian Peftama Azas Umum Pasal78 yangmenjadi didanai daerah kewenangan (1) Penyelenggaraan urusanpemerintahan APBD daridan atasbeban pemerintah di yang menjadikewenangan (2) Penyelenggaraan urusanpemerintahan APBN. A. peraturan kepala rincianobjek belanjadapatdiaturlebihlanjutdengan rekening Negeri.didanai kepada dilimpahkan . A.V (5) Kodedan klasifikasi dalamLampiran peraturan fungsitercantum dan (6) Kode dan klasifikasi belanja daerah menurut fungsi untuk keselarasan 33 pengelolaan dalamPasal sebagaimana dimaksud keuangan negara keterpaduan ini. A.II dalamLampiran peraturan daerah akunkeuangan pendapatan 24 (3) Koderekening dimaKuddalamPasal ayat(1) untuk sebagaimana ini. menteri A. menteri (2) Kode akun pendapatan. APBD dari didanai dan atasbeban desa.IV peraturan dalamLampiran tercantum kabupaten/kota ini. dan/atau kepada kabupaten/kota yang penugasannya kabupaten/kota (4) Penyelenggaraan urusan pemerintahan APBD kabupaten/kota. menteri A. dan kode akun pembiayaan bagian susunan kode 75 dalamPasal ayat(3) merupakan dimaksud sebagaimana ini.kode akun belanja. daftar perkembangan daerah.VII dalamLampiran tercantum dalam Pasal24 ayat (2) dimaksud (B) Koderekening belanjadaerahsebagaimana menteriini.VIUperaturan dalamLampiran tercantum pemerintah program denganpemerintah (9) Dalamrangkasinkronisasi dan kegiatan padaayat (7) secara programdan kegiatan dimaksud sebagaimana daerah. yangtercantum menteri A. menteri provinsi A.

(2) Penganggaran penerimaan pengeluaran dan APBDharusmemiliki dasarhukum penganggaran. jangka waktu1 (satu)tahunyangmengacu kepada Rencana Kerja (2) RKPD sebagaimana padaayat(1) memuatrancangan dimaksud kerangka ekonomi prioritas daerah. pembangunan kewajiban dan daerah. rencJna kerjai. barang dan/atau jasa pada tahun anggaranyang berkenaanharus dianggarkan dalam APBD.ng terukur danpendanaannya. pelaksanaan. (3) RKPD sebagaimana padaayat (i) ditetapkan dimaksud denganperaturan kepala daerah. dan (2) Penyusunan RKPD diselesaikan palinglambatakhir bulan Mei sebelum tahun . yangdilaKanakan baik langsung olehpemerinfahj pemerintah daerah maupunditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. BagianKetiga Kebijakan Umum ApBD sefta Prioritas dan PlafonAnggaran Sementara Paragraf1 KebijakanUmum ApBD Pasal83 (1) Kepaladaerah menyusunrancangan KUA berdasarkan RKpD dan pedoman penyusunan yangditetapkan APBD Menteri Dalam Negeri setiap tahun. pengawasan. anggaran berkenaan. penganggaran. BagianKedua RencanaKerja pemerintahanDaerah Pasal81 (1) Untuk menyusun APBD. (3) Kewajiban daerah sebagaimana dimaksudpada ayat (Z) mempeftimbangkan prestasicapaianstandar pelayanan minimalyang ditetapkansesuaidengan peratura perunda n ng-undangan. Pasal80 Anggaran belanja daerahdiprioritaskan untuk melaksanakan pemerintahan kewajiban daerah sebagaimana ditetapkan peraturan dalam perundang-undangan.-33 Pasal79 (1) Seluruh penerimaan pengeluaran dan pemerintahan daerahbaik dalambentuk uang. (4) Tata cara penyusunan RKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (Z) berpedoman padaperaturan perundang-undangan.pemerintah daerahmenyusun RKpDyang merupakan penjabaran dari RPJMD denganmenggunakan bahan dari Renja SKpDuntuk -pemerintah. Pasal 82 (1) RKPD disusun untukmenjamin keterkaitan konsistensi dan antaraperencanaan.

anggaran dimaksudpada ayat (2) KUA yang telah dibahassebagaimana Rancangan menjadiKUA paling lambatminggu pertamabulan Juli disepakati selanjutnya berjalan. menyusun daerah ayat(3). dengan penyusunan APBD dan kebijakan tahunanggaran b. dan c. tahunanggaran ini. padaayat (1) dilakukan olehTAPDbersama dimaksud Pembahasan sebagaimana panitia DPRD. kepada Pasal86 dimaksud dalam Pasal85 ayat (2) disampaikan Rancangan KUA sebagaimana bulan Juni tahun kepala daerah kepada DPRD paling lambat peftengahan pendahuluan dalampembicaraan MPBD tahun untukdibahas anggaran berjalan anggaran berikutnya. wajibdan urusan untukurusan skalaprioritas a. asumsi (2) Program-program dimaksudpada ayat (1) diselaraskan sebagaimana dengan yang prioritas pembangunan ditetapkan pemerintah. pemerintah padaayat (1) disusun dengan tahapan dimaksud (2) Rancangan sebagaimana PPAS sebagai berikut: pilihan. daerahyang diseftaidenganproyeksi alokasi pembiayaan yang diseftai dengan belanja daerah. yangditetapkan oleh kebijakan fiskal Pasal85 (1) Dalam dimakud Pasal ayat(1). kepala daerah.X dalamLampiran peraturan Format KUAtercantum Paragraf 2 Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Pasal87 (1) Berdasarkan yang telah disepakati dalam Pasal86 dimaksud sebagaimana KUA rancangan PPAS. d. teknispenyusunan lainnya. KUA yang telah disusunsebagaimana pengelola selaku koordinator daerah keuangan daerah disampaikan sekretaris oleh padaawalbulan paling lambat Juni.-34penyusunan padaayat (1) memuat (2) Pedoman APBD sebagaimana dimaksud antara lain: kebijakanyang memuat sinkronisasi a. menentukan (1) (2) (3) (4) . menteri A. pokok-pokok kebijakanpemerintah pemerintah daerah. APBD. prinsip berkenaan. kepala 83 rancangan sebagaimana KUA menyusun yangdipimpin olehsekretaris daerah.sumber dan penggunaan yangmendasarinya. hal-hal khusus Pasal84 (1) Rancangan kinerjayang terukurdari programKUAmemuattarget pencapaian programyang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerahuntuk setiapurusan pemerintahan pendapatan daerah. daerah dibantuolehTAPD (2) Rancangan dimaksudpada ayat (1). oleh (3) Asumsi yang mendasari sebagaimanadimaksud pada ayat (1) yakni perkembangan pokok-pokok makrodan perubahan mempertimbangkan ekonomi pemerintah.

dan e. (4) Pembahasan sebagaimana dimakud padaayat (3) dilakukan olehTApDbersama panitia anggaran DPRD. (5) Rancangan PPASyang telah dibahassebagaimana dimaksudpada ayat (4) selanjutnya disepakati menjadi paling PPA lam-bat akhirbulanJulitahunanggaran berjalan. (4) Formatnota kesepakatan sebagaimana dimaksud padaayat (1. dokumensebagai lampiran meliputiKUA.-35menentukan program urutan untukmasing-masing urusan. Bagian Keempat PenyusunanRenqrna Kerja dan Anggaran sKpD Pasal89 ( 1 ) Berdasarkan nota kesepakatan sebagaimana dimaksud dalam pasalgg ayat (1).)tercantum dalam Lampiran A. bataswaktupenyampaian ppKD. (3) Kepala daerahmenyampaikan rancangan PPAS yang telahdisusun sebagaimana dimaksud padaayat(1) kepada DPRD-untuk dibahas-paling lambat minggu kedua bulan tahunanggaran Juli berjalan.kode rekening ApBD. c. masing-masing 87 dituangkan dalamnota kesepakatan ke yangditandatangani bersama antara kepala daerah pimpinan dengan DpRD. ( 3 ) Suratedarankepala perihal daerah pedoman penyusunan R1(A-SKpD sebagaimana 'lambat dimaksud pada ayat (1) diterbitkan paling awal bulan Agustui tahun anggaran berjalan.PPA. format RKA-SKPD. (6) Format PPAS tercantum dalamLampiran peraturan A. efektifitas. tranparansi akuntabilitas dan penyusunan anggaran dalamrangka pencapaian prestasi kerja. . (2) Rancangan surat edarankepafa daerah pedoman tentang penyusunan RKA-SKpD sebagaimana padaayat(1) mencakup dimaksud : a' PPA yang dialokasikan untuk setiap program SKpD berikut rencana pendapatan pembiayaan. Rl(A-sKpD kepada d. dan c. Pasal88 (1) KUAsertaPPA yang telahdisepakati g6 sebagaimana dimaksud dalampasat ayat (3) dan Pasal ayat (5).XII peraturan menteri ini. yang bersangkutan dapat menunjuk pejabatyang diberiwewenang untuk menanditangani nota kepakatan KUAdan PPA. menyusun plafonanggaran sementara untukmasing-masing program. analisis standar belanja standar dan satuanharga. dan b. b. sinkronisasi program dan kegiatan antar SKPD dengan kinerja SKPD berkenaan sesuai dengan pelayanan standar minimal yangditetapkan. (3) Dalamhal kepaladaerahberhalangan tetap. TAPD menyiapkan rancangan surat edaran kepala daerah tentang pedoman penyusunan RKA-SKPD sebagai acuan kepala SKPD dalammenyusun nfR-SfpO. (2) Dalam hal kepala daerah berhalangdh. hal-hal lainnya yang perlumendapatkan perhatian SKpD dari terkaitdengan prinsip-prinsip peningkatan efisiensi.XI menteri ini. penandatanganan kepakatan nota KUA dan PPA dilakukan olehpenjabat yangditunjuk olehpelabat yangberwenang.

di SKPD untuk menghasilkan belanja. program kegiatan yangakandicapai dan dari padaayat (1) merupakan ukuranprestasi (3) Capaian dimaksud kinerjasebagaimana dan efektifitas yang berwujudkualitas. dan dari . capaian Pasal ayat 90 pelayanan minimal. dan terpadu penganggaran berdasarkan prestasi kerja. dokumen rencana prestasikerja sebagaimana penganggaran dimaksud berdasarkan Pendekatan (2) dilakukan antara denganmemperhatikan keterkaitan dalam Pasal90 ayat pendanaan dari kegiatandan hasil sefta dengan keluaranyang diharapkan yangdiharapkan hasil termasuk efisiensi dalampencapaian dan keluaran manfaat .kepala (2) RKA-SKPD pendekatan pengeluaran denganmenggunakan disusun kerangka jangka penganggaran menengah daerah. analisis standar padaayat(1) adalah ukurankeberhasilan (2) Indikator dimaksud kinerja s€bagaimana yangdirencanakan. pada ayat (1) bertujuanmenilaiprogramdan (2) Evaluasi dimaksud sebagaimana tahun-tahun yangbelumdapatdilaksanakan belumdiselesaikan dan/atau kegiatan pada tahun yang dan/atau diselesaikan sebelumnyauntuk dilaksanakan dari atau 1 (satu)tahunberikutnya tahunyangdirencanakan.-36Bagian Kelima Rencana Kerjadan Anggaran SKPD Pasal 90 penyusunan pedoman (1) Berdasarkan RI(A-SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal SKPD menyusun RM-SKPD.dan pembiayaan lingkungan kerjadananggaran. standar satuan belanja. kepala pertama tahun (dua) tahun anggaransebelumnya sampai dengan semester anggaran berjalan. Pasal9t' jangka menengahdaerah sebagaimana Pendekatan kerangka pengeluaran prakiraan dimaksud dalam Pasal90 ayat (2) dilaksanakan denganmenyusun maju. padatahunyangdirencanakan. efisiensi yang akandicapai kerja pelaksanaan setiapprogram kegiatan. danstandar harga. berikutnya tahunanggaran dari penganggaran Pendekatan terpadusebagaimana dimaksud dalamPasal90 ayat perencanaan penganggaran proses (2) dilakukan memadukan dengan seluruh dan pendapatan. 89ayat(3). kinerja. kuantitas. tersebut. padaayat (1) berisiperkiraan dimaksud kebutuhan Prakiraan maju sebagaimana yangdirencanakan dan kegiatan anggaran dalamtahunanggaran untuk program yangdirencanakan.. Pasal93 prestasi dalam dimaksud kerjasebagaimana (1) Penyusunan berdasarkan RKA-SKPD padaindikator (2) berdasarkan atautargetkinerja. (1) (2) (3) (4) Pasal92 ( 1 ) Untuk terlaksananya penyusunan RKA-SKPD berdasarkan pendekatan kesinambungan dalamPasal ayqt (2) dan terciptanya 90 dimaksud sebagaimana program 2 dan kegiatan hasilpelaksanaan SKPD mengevaluasi RKA-SKPD. direncanakan (3) Dalam hal suatu program dan kegiatan merupakantahun terakhir untuk dananya harusdianggarkan prestasi kebutuhan pencapaian kerjayangditetapkan.

(2) Peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksudpada ayat (1) adalah ' \ peraturan daerah. keluaran hasil. (7) Prestasi kerjayanghendak dicapai sebagaimana dimaksud datampasal ayat(2) 9a terdiri dariindikator. atau (3) Rencanabelanja sebagaimana dimaksuddalam pasal 94 ayat (1) memuat kelompokbelanja tidak langsungdan belanjalangsungyang masing-masing diuraikan jenis.dan pembiayaan serta prakiraan maju uritut tahun berikutnya. tolokukurkinerja dln targetkinerja. (5) Standar satuanharga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan harga satuansetiap unit barang/jasa yang berlakudisuatu' Oaerin yang ditetapkin dengan keputusan kepala daerah. obyek dan rincian obyek pendapatan aaeran. Pasal94 (1) RKA-SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasalg0 ayat (1) memuat rencana pendapatan. (8) Program sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat (2) memuatnamaprogram 94 yangakandilaksanakan dalam sKpD tahunanggaran berftenaan. dan . jenis. Pasal96 (1) Indikator sebagaimana dimaksud dalam Pasal95 ayat (7) meliputimasukan. organisasi.prestasi kerjayangakan dicapai program kegiatan. belanja. obyek dan rincianobyek pembiayaan. dari dan Pasal95 (1) Rencana pendapatan sebagaimana dimaksud dalampasal94 ayat (1) memuat kelompok. (5) Urusanpemerintahan daerahsebagaimana dimaksud dalam pasal 94 ayat (2) memuatbidangurusanpemerintahan yang dikelola daerah sesuaidengan 'l tugas pokok danfungsiorganisasi. (4) Rencana pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal94 ayat (1) memuat kelompok penerimaan pembiayaan yang dapatdigunakan untuk menulupdefisit APBD dan pengeluaran pembiayaan yangdigunakJn untuk memanfaatkan surplus APBDyang masing-masing diuraikan menurutjenis. (6) Organisasi sebagaimana dimakud dalam Pasal94 ayat (Z) memuat nama organisasi namasKpDselaku atau pengguna anggaran/pengguhi barang. serta pembiayaan rencana untuktahunyangdirencanakan dirinci sampai de-ngan rincian objek pendapatan.3 7(4) Analisisstandar belanja sebagaimana dimaksudpada ayat (1) merupakan penilaiankewajaran atas beban kerja dan biaya yang digunakan untuk melakanakan suatukegiatan.obyekdan rincian menurut ouyekbelaiia. (2) RKA-SKPD sebagaimana dimaksud padaayat (1) juga memuatinformasi tentang pemerintahan urusan dae. (6) Standar pelayanan minimal sebagaimana dimakudpadaayat(1) merupakan tolok ukur kinerjadalammenentukan jenis dan mutu pelayanan capaian dasaryang merupakan urusan wajibdaerah.. peraturan pemerintah undang-undang. yang dipungut/dikelola/ diterima olehSKPD sesuai dengan . standar biaya.rah. (9) Kegiatan sebagaimana dimakud dalamPasal ayat(2) memuat 92 namakegiatan yangakandilaksanakan dalam sKpD tahunanggaran berkenaan.pokokdan fungrinyu] tugas ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undingan. rencana belanjauntuk masing-masing programban kegiatan.

kuantitas. kelompoksasaran kegiatan. dalamRIG-SKPD Pasal98 pembiayaan pembiayaan pengeluaran daerah dianggarkan dalamRKAPenerimaan dan padaSKPKD.belanja sosial. serta program antarSKPD. pada ayat (1) dilakukan untuk (2) Pembahasan TAPDsebagaimana dimaksud oleh maju yang RIG-SKPD denganKUA. urusan APBD menurut b.PPA.belanjabantuankeuangan. indikator kinerja. padaSKPKD. padaayat(2) kepala melakukan SKPD dimaksud Pasal101 PPKD kepada yang SKPD disampaikan (1) RKA-SKPD telahdisempurnakan kepala oleh peraturandaerah tentang APBD dan rancangan sebagaibahan penyusunan penjabaran peraturan APBD. Pasal97 yangterdiridari belanja pegawai.-38(2) Tolok ukur kinerjasebagaimana dimaksud dalam Pasal95 ayat (7) merupakan prestasi kerja yang akan dicapai dari keadaan semula dengan ukuran pelaksanaan faKor kualitas.standar analisis belanja.XIVperaturan dalamLampiran BagianKeenam PenyiapanRaperdaAPBD Pasal100 yangtelahdisusun PPKD untukdibahas (1) RIG-SKPD kepada disampaikan olehSKPD lebihlanjutolehTAPD. menteri A. ringkasan . dan sebelumnya.' standar pelayananminimal. belanja bantuan bunga. standar satuan harga. (3) Target kinerjasebagaimana dimaksud dalamPasal ayat (7) merupakan hasil 95 yang diharapkan yang diharapkan dari suatu dari suatu program atau keluaran kegiatan. tercantum dalamLampiran (2) FormatRKA-SKPD dimaksud dalam Pasal90 ayat (1) tercantum sebagaimana ini. pemgrintahan daerah danorganisasi.sefta belanja pada dalamRKA-SKPD masing-masing SKPD. (1) Belanja langsung barang danjasa. dan kegiatan sinkronisasi sebagaimana RKA-SKPD terdapatketidaksesuaian (3) Dalamhal hasil pembahasan penyempurnaan. belanja subsidi.belanja dan belanjatidak terdugahanyadianggarkan hasil. belanja modaldianggarkan (2) Belanja bagi hibah. mempertimbangkan efisiensi dan efektifitas program darisetiap dan kegiatan. dokumenperencanaan tahun anggaran telah disetujui serta capaian kinerja. SKPD Pasal99 (1) Bagan pengerjaan dimaksud dalamPasal ayat(1) RKA-SKPD 90 sebagaimana alir A. kepala daerah tentang rancangan padaayat(1) peraturan (2) Rancangan dimaksud sebagaimana daerah tentang APBD yangterdiri dari: dengan lampiran dilengkapi a. ringkasan APBD.)CIIperaturan menteriini.prakiraan kesesuaian antara menelaah lainnya.

daftar per dan g.xr/peraturan menteri ini. daftarpenyertaan modal(investasi) daerah. rekapitulasi belanja menurut urusan pemerintahan daerah. daftar danacadangan daerah. h. e. kegiatan. jenis. harga satuan. dan d. dan aset j. c. daftarperkiraan penambahan pengurangan tetapdaerah. penjabaran APBD menurut urusan pemerintahandaerah. Pasal102 (1) Rancangan. organisasi. rekapitulasi belanja daerah untuk kesefarasan dan keterpaduan urusan pemerintahan daerah dan fungsi dalam kerangkapengelolaan keuangan negara. (3) Format rancanganperaturan kepala daerah beserta lampiran sebagaimana padaayat(1) tercantum dimaksud dalamLampiran A. daftar pinjaman daerah. belanja pembiayaan. organisasi. dan aset k. dan (2) Rancangan peraturan kepaladaerahtentang penjabaran APBDwajib memuat penjelasan sebagai berikut: a' untuk pendapatan mencakup dasar hukum. tarif b. obyek. kelompok. pungutan/harga. Pasal103 (1) Rancangan peraturandaerah tentang APBD yang telah disusunoleh ppKD disampaikan kepada kepala daerah (2) Rancangan peraturan daerah tentang APBD sebagaimana padaayat (1) dimaksud sebelum disampaikan kepada DPRD disosialisasikan kepada masyarakat. peraturankepala daerahtentang penjabaran ApBD sebagaimana dimaksud dalamPasal 101ayat(1) dilengkapi dengan yangterdiridari: lampiran c.-39_ rincian APBD menuruturusan pemerintahan daerah. b. target/volume yang direncanakan. (3) Sosialisasi rancangan peraturandaerahtentang ApBD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bersifat memberikan informasi hengenai hak dan kewajiban pemerintah daerahserta masyarakat dalampelaksanaan ApBDtahun anggaran yangdirencanakan. daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dianggarkan dan kembali dalam tahunanggaran inij l. (4) Penyebarluasan rancangan peraturan daerahtentang APBDdilaksanakan oleh sekretaris daerah selaku koordinator pengelolaan keuarigan daerah. dan m. daftarperkiraan penambahan pengurangan lain-lain. untuk belanja mencakup dasar hukum. daftar piutang daerah. . untuk pembiayaan mencakup dasar hukum. sumberpenerimaan pembiayaan tujuanpengeluaran dan pembiayaan.XVIperaturan menteri ini. safuanvotume/tolok ukur. lokasi kegiatan sumber dan pendanaan kegiatan. i. rincian obyek pendapatan. pendapatan. f . belanja pembiayaan. a. sasaran. (3) Format rancangan peraturan daerah tentang APBD beserta tampiran sebagaimana dimaksud padaayat(1) tercantum datam Lampiran A. organisasi. program dan kegiatan. jumlahpegawai golongan perjabatan. program. ringkasan penjabaran ApBD.

sing-masing tata tertibDPRD dengan yang padaKUA. DPRD padaayat (5) tercantum dimaksud sebagaimana Format nota keuangan susunan menteriini. (1) disesuaikan ma. kepala pada ayat (2) tercantum dimaksud bersamasebagaimana Formatpersetujuan menteriini. maka Dalam hal kepaladaerah dan/ataupimpinanDPRDberhalangan pejabat yang ditunjuk dan ditetapkan selaku oleh pejabat yang berwenang penjabat/pelaksana tugas kepaladaerahdan/atauselaku pimpinansementara persetujuan yangmenandatangani bersama.pada (1) diprioritaskan yangbersifat wajib.-40BABV PENETAPAN APBD BagianPeftama Penyampaian dan Pembahasan RancanganPeraturanDaerahtentang APBD Pasal104 peraturan besefta rancangan daerah tentangAPBD Kepala daerahmenyampaikan palinglambatpada minggupeftamabulan OKober kepadaDPRD lampirannya dari untuk mendapatkan sebelumnya tahun yang direncanakan tahun anggaran persetujuan bersama.sertaPPA peraturan daerah berpedoman rancangan Pembahasan pemerintah daerah dan DPRD. dapat meminta RKA-SKPD daerah.)0/II peraturan dalamLampiran Pasal105 peraturan untuk pembahasan tentangAPBD daerah rancangan Penetapan agenda 104 ayat persetujuan dalamPasal dimaksud bersama sebagaimana mendapatkan daerah. kepala daerah melaksanakan sebelumnya tahun anggaran angkaAPBD pengeluaran sebesar setinggi-tingginya bulan. bersama antara telahdisepakati penjelasan terkaitdenganpembahasan tambahan Dalamhal DPRDmemerlukan berkenaankepada program dan kegiatanteftentu. tahunanggaran pada ayat (2). kepala sebagaimana dimaksud bersama Atas dasar persetujuan peraturankepala daerah tentang penjabaran rancangan daerah menyiapkan APBD. tetap. .i DPRD dan kepaladaerahterhadaprancangan bersama Pengambilan keputusan palinglama 1 (satu) bulan sebelum peraturan daerahtentangAPBDdilakukan yangbersangkutan dilaksanakan. setiap keperluan untukmembiayai untuk keperluansetiap bulan sebagaimana (2) Pengeluaran setinggi-tingginya yang bersifatmengikat dan untuk belanja ayat dimaksud. belanja . padaayat (1) peraturan dimaksud daerah sebagaimana rancangan Penyampaian diseftai dengan notakeuangan. A. A.)0/I[ peraturan dalamLampiran (1) (2) (3) (4) (5) (6) (1) (2) (3) (4) Pasal106 dalamPasal104 ayat dimaksud (1) Apabila sampaibataswaKu sebagaimana DPRD persetujuan (2) tidak menetapkan bersamadengan kepala daerah terhadap rancanganperaturan daerah tentang APBD.

g.i. d. (2) Rancangan peraturan kepaladaerahtentangAPBD sebagaimana dimakud pada ayat (1) dapatdilaksanakan setelah mempeioleh pengesJhan Menteri dari Dalam Negeri bagiprovinsi gubernur dan bagikabupaten/kotJ. organisasi. l. i.neGnjj Oan kelompok. dan m. per dan daftarpiutang daerah. (3) Pengesahan rancangan peraturankepaladaerah tentang ApBD sebagaimana dimaksud padaayat (2) ditetapk?n dengan keputusan MenteriDalamNegeri bagi provinsi keputusan dan gubemur bagikabupaten/kota.-4r(3) Belanja yang bersifat mengikat sebagaimana dimaksud padaayat (2) merupakan belanjayang dibutuhkansecara. .XIXperaturan menteri ini. ringkasan ApBD. Pasal107 (1) Rencana pengeluaran sebagaimana dimaksud dalamPasal106 ayat (1) disusun dalamrancangan peraturan kepala daerah tentang APBD. rekapitulasi belanja daerah untuk kesetarasan dan keterpaduan urusan pemerintahan daerah dan fungsi dalam kerangkapengelolaan keuangan negara. belanja barang jasa. g. Pasal108 (1) Penyampaian rancangan peraturan kepala daerah untukmemperoleh pengesahan sebagaimana dimaksud dalamPasal 107ayat(3) palinglama15 (limabeias) hari kerjaterhitung sejakDPRD tidak menetapkan't<eputusJn bersama dengankepala daerah terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD.organisasi. pembiayaan.terus menerusdan harus dialokasikan oleh pemerintah daerahdenganjumlah yang cukup untuk keperluan setiap bulan dalam tahun anggaranyang bersangkutan. daftar danacadangan daerah. (4) Rancangan peraturan kepaladaerahtentangAPBD sebagaimana dimaksud pada ayat(3) dilengkapi dengan lampiran yangterdiri dari: a. kegiatan.*. h. k' daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dianggarkan dan kembali dJlim tahunanggaran ini. b. c. rincianAPBDmenurut urusanpemerintahan daerah. dan (4) Belanjayang bersifatwajib adalah belanjauntuk terjaminnya kelangsungan pemenuhan pendanaan pelayanan dasarmasyarakat antaralain pendidikan dan kesehatan dan/atau melaksanakan kewajiban kepada fihakketiga. j. ringkasan APBD menurut pemerintahan urusan daerah dan organisasi. daftarperkiraan penambahan pengurangan tetapdaerah. seperti belanja p. obyek. daftarpenyertaan modal(investasi) daerah. dan aset f. program dan kegiatan. program. jenis. daftarjumlahpegawai gorongan perjabatan. dan aset daftarperkiraan penambahan pengurangan lain-lain. (5) Format rancanganperaturan kepala daerah beserta lampiran sebagaimana dimaksud padaayat(4) tercantum dalamLampiran A. e' rekapitulasi belanja menurut urusan pemerintahan daerah. daftarpinjaman daerah.rincianobyek pendapitan.

pengantar nota keuangan dan pidato kepaladaerahperihalpenyampaian padasidang DPRD. notakeuangan (3) Evaluasi dimaksudpada ayat (1) bertujuan untuk tercapainya sebagaimana antara nasional. c. kepala dan pimpinan antara daerah KUA dan PPA peraturan daerah terhadaprancangan risalahsidangjalannyapembahasan dan tentangAPBD. Menteri Dalam dahulu kepada padaayat(1) disertai (2) Penyampaian dengan: dimaksud rancangan sebagaimana a.-42(2) Apabila dalam batas waktu 30 (tiga puluh) hari kerja Menteri Dalam peraturan rancangan kepala daerah Negeri/gubernur mengesahkan tidak tentang APBD sebagaimana dimakud pada ayat (1). padaayat (1) dituangkan (5) Hasilevaluasi dalamkeputusan dimaksud sebagaimana gubernurpalinglama 15 (lima kepada MenteriDalamNegeridan disampaikan dimaksud. b. persetujuanbersama antara pemerintahdaerah dan DPRD terhadap peraturan APBD. peraturan dengankepentingan APBDprovinsitidak bertentangan oleh provinsi lebih tinggi dan/atau peraturandaerahlainnyayang ditetapkan bersangkutan. rancangan sejakditerimanya harikerjaterhitung belas) peraturan (6) Apabila atasrancangan hasil menyatakan evaluasi DalamNegeri Menteri gubernurtentang penjabaran peraturan daerahtentang APBDdan rancangan umum dan peraturanperundangAPBD sudah sesuai dengan kepentingan .gubernur menjadi dimaksud rancangan menetapkan undangan gubernur. d. hanya diperkenankan pegawai gaji negerisipilsefta penyediaan dana pendamping kenaikan dan tunjangan oleh pemerintah atas programdan kegiatanyang ditetapkan serta bagi hasil pajak yangditetapkan undang-undang. evaluasi sebagaimana (4) Untuk efeKivitaspelaksanaan pemerintah pejabat daerahprovinsi MenteriDalam Negeridapat mengundang yangterkait. Pasal109 sebagaimana ditetapkan dalam Pelampuan batas teftinggi dari jumlah pengeluaran pemerintah apabilaada kebijakan untuk Pasal106 ayat (1). peraturan peraturan daerah dan . dimalsud pada ayat (1). kepala daerah menetapkan peraturan peraturan dimaksud menjadi kepala rancangan kepala daerah daerah. dan daerah dalam daerah retribusi Bagian Kedua EvaluasiRancanganPeraturanDaerahtentang APBDdan RancanganPeraturan KepalaDaerahtentang PenjabaranAPBD Pasal110 yangtelahdisetujui peraturan provinsi (1) Rancangan APBD bersama tentang daerah peraturangubernurtentang penjabaran APBDsebelum DPRDdan rancangan terlebih oleh gubernurpaling lama 3 (tiga) hari kerja disampaikan ditetapkan Negeri untukdievaluasi.keserasian keserasian antara kebijakandaerahdan keb'rjakan publikdan kepentingan aparatur serta untuk menelitisejauhmana kepentingan yang umum. daerah tentang rancangan yangdisepakati DPRD.yanglebihtinggi.

dan gubernur tetap menetapkan rancangan peraturan daerih tentang ApBD dan rancangan peraturan gubernurtentang penjabaran APBDmenjadiperaturandaerahdan peraturan gubernur. keserasian antara kepentingan publikdan kepentingan aparatur serta untuk menelitisejauhmana APBD kabupaten/kota tidak bertentangan dengankepentingan umum. (9) Pembatalanperaturan daerah dan peraturan gubernur sefta pernyataan berlakunya pagu APBD tahunsebelumnya sebagaim-ana dimaksud p.i" ayat (g) ditetapkan peraturan dengan Menteri Dalam Negeri.-43(7) Dalamhal MenteriDalamNegerimenyatakan bahwa hasil evaluasi rancangan peraturandaerah tentang APBDdan rancangan peraturangubernurtentang penjabaran APBD bertentangan dengan kepentinganumum' dan peraturan perundang-undangan yang teUintingii. . ( 2 ) Penyampaian rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai dengan dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal ayat(2) peraturan 110 menteri ini.ncangan peraturan bupati/walikota teitang penjabaran ApBD tidaksesuai dengan.ud pada ayat (1) bertujuanuntuk tercapainya keserasian an[ar.rpurnaan paling lama7 (tujuh)hari kerjaterhitung sejakditerimanya evaluasi. MenteriDalamNegerimembatalkan peraturan daerahdan peraturan gubernur dimaksud sekaligus menyatakan berlakunya paguApBD tahun sebelumnya. kebijakan daerahdan kebijakannasional. bupati/walikota bersamaDPRDmelakukan p. gubernur dapat mengundang pejabatpemeiintah daerahkabupaten/kota yang terkait. gublrnur membatalkan peraturan daerah dan peraturan bupati/walikota dimaksud sekaligus menyata[an berlakunya pagu APBD tahunsebelumnya. (s) Hasilevaluasi sebagaimana dimaksud padaayat (1) dituangkan dalamkeputusan gubernur disampaikan dan kepada bupati/walikota paling larira (limabefas) 15 hari kerjaterhitung sejakditerimanya rancangan dimaksud. ( 3 ) Evaluasi sebagaimana dimaks. gubernur bersamaDPRD melakukan penyempurnaan palinglama7 (tujuh)hari kerjaterhitung sejakditerimanya hasil evaluasi. hasit (8) Apabilahasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh bupati/walikota DpRD. (6) Apabila gubernur menetapkan pernyataan hasitevaluasi atasrancangan peraturan daerah tentang APBD dan rancanganperaturan bupati/walilota tentang penjabaran APBD sudah sesuai dengan kepentingan umum dan peraturan perundang-undangan lebih tinggt bupati/walik-ota yang menetapkan rancangan dimaksud menjadi peraturan daerah dan peraturan bupati/walikota.ny.dan dan bupati/walikota tetap menetapkan rancangan peraturan daerah tentangApBD dan rancangan peraturan bupati/walikota tentangpenjabaran APBD meniaJiperaturan daerahdan peraturan bupati/walikota. (8) Apabila hasilevaluasi tidakditindaktanjuti gubernur oleh dan DpRD. (4) Untuk efektivitas pelaksanaan evaluasi sebagaimana dimaksudpada ayat (1).kepentingan umumdan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Pasal111 ( 1 ) Rancangan peraturan daerahkabupaten/kota tentangAPBDyang telah disetujui bersamaDPRD rancanganperaturanbupati/wltikotatentang penjabaran 9tn APBDsebelumditetapkan oleh bupati/walikota paling lama 3 (tiga) hari kerja disampaikan gubernur kepada untukdievaluasi. (7) Dalam hal gubernur menyatakan hasil evaluasirancangan peraturandaerah tentangAPBD dan ra. peraturan yang lebih tinggi dan/atau peraturandaerJh lainnya y-ang ditetapkanoleh kabupaten/kota bersangkutan.

Pasal114 (D Penyempurnaan evaluasi hasil sebagaimana dimaksud dalam Pasal110 ayat (7) dan Pasal ayat(7) dilakukan 111 kepala daerah bersama denganpanitia anggaran DPRD. . (6) Keputusan pimpinanDPRDsebagaimana pada ayat (4) disampaikan dimaksud kepada Menteri DalamNegeri provinsi kepada gubernur bagiAPBD dan bagiAPBD paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah keputusantersebut kabupaten/kota ditetapkan. Pasal115 Gubernurmenyampaikan hasil evaluasiyang dilakukanatas rancangan peraturan daerah kabupaten/kota tentangAPBD peraturan dan rancangan bupati/walikota tentang penjabaran APBD kepada Menteri Dalam Negeri. (3) Keputusan pimpinan DPRD padaayat (2) dijadikan sebagaimana dimaksud dasar penetapan peraturan daerah tentang APBD. (3) Pelaksanaan pengeluaran atas pagu APBDtahun sebelumnya sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(8) dan Pasal ayat(B) ditetapkan. (4) Keputusan pimpinan padaayat (3) bersifat DPRD sebagaimana dimaksud finaldan padasidang paripurna dilaporkan berikutnya. berpedoman 111 padaPeraturan Menteri Dalam Negeri.dengan 110 111 peraturan kepala daerah. (7) Dalamhal pimpinan DPRDberhalangan tetap. dengan Pasal112 ( 1 ) Paling lama7 (tujuh)hari kerjasetelah pembatalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110ayat (8) dan Pasal 111 ayat (8). kepala daerahharusmemberhentikan pelaksanaan peraturandaerahdan selanjutnya DPRDbersamakepaladaerah peraturan mencabut daerah dimaksud. (5) Sidang paripurna berikutnya pada ayat (a) yaknisetelah sebagaimana dimaksud pengambilan sidangparipurna keputusan bersama peraturan terhadap rancangan daerah tentangAPBD. (2) Hasil penyempumaan sebagaimana dimaksudpada ayat (1) ditetapkan oleh pimpinan DPRD. maka pejabatyang ditunjukdan ditetapkan oleh pejabatyang benruenang pimpinan selaku yang sementara DPRD menandatangani pimpinan keputusan DPRD.-44(9) Pembatalan peraturandaerah dan peraturanbupati/walikota dan pernyataan paguAPBDtahun sebelumnya berlakunya sebagaimana padaayat (B) dimaksud peraturan ditetapkan gubernur. Pasal113 peraturan Evaluasi rancangan daerahtentangAPBD peraturan dan rancangan kepala penjabaran daerah tentang APBD sebagaimana dimaksud dalamPasal 110ayat(3) dan Pasal ayat(3). (2) Pencabutan peraturan daerahsebagaimana pada ayat (1) dilakukan dimaksud peraturan dengan daerah peraturan tentangpencabutan daerahtentangAPBD.

rcff peraturan menteri ini.-45BagianKetiga Penetapanperaturan Daerahtentang ApBD dan Peraturan Kepala Daerahtentang penjabaran APBD Pasal116 ( 1 ) Rancangan peraturandaerah tentangAPBDdan rancangan peraturankepala daerahtentangpenjabaran APBDyang telah dievaluasi d'itetapkan oleh kepala daerahmenjadiperaturan daerahtentangAPBDdan peraturan kepaladaerah tentang penjabaran ApBD. kepala daerah menyusun ppAS. 96. maka pejabatyang ditunjukdan ditetapkan oleh pejabatyang berwenang penia'UatTpelaksan-a kepala selaicu tugai daerah yang menetapkan peraturan daerahtentangAPBDdan peraturan kepala daerah penjabaran tentang ApBD. (s) Format penetapanrancanganperaturandaerah tentang APBD sebagaimana dimaksud padaayat(2) tercantum dalamLampiran A. ( 1 ) Untuk sinkronisasi dan keterpaduan sasaranprogram dan kegiatandengan . rancangan dan rancangan KUA (2) Rancangan KU4 dan rancangan PPASsebagaimana dimaksudpada ayat (1) dikonsultasikan kepadaMenteri DalamNegeri-bagi provinsi dan kepada gubernur bagikabupaten/kota. 97. 93.)X peiaturan menteri ini. 91.)ml perafuran menteri ini. (2) Penetapan rancangan peraturandaerahtentang APBD dan peraturankepala daerah tentangpenjabaran APBD sebagaimana dimaksud padaayat (1) dilakukan paling lambat tanggal Desember 31 tahunanggaran sebetr-rmnya.pasal pasal pasal Pasal Pasal 90. (6) Formatpenetapan rancangan peraturan kepala daerahtentangpenjabaran ApBD sebagaimana dimaksud padaayat(2) tercantum dalamLampiran n. (4) Kepaladaerah menyampaikan peraturan daerahtentang ApBD dan peraturan kepaladaerah tentang penjabaran APBDkepada MenteriDalam Negeri bagi provinsi gubernur dan bagikabupaten/kota palingtama7 (tujuh)harikerjasetelah ditetapkan. Pasal118 Penyusunan RKA-SKPD sebagaimana dimaksuddalam pasal LI7 ayat (3) berlaku ketentuan Pasal Pasal pasal92. Pasal dan Pasal 98 99. (3) Dalamhal kepaladaerahberhalangan tetap. pembangunandaerah. 95. 94. BAB VI PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBD BAGI DAERAH YANGBELUM MEMILIKI DPRD Pasal117 kebijakanpemerintahdibidangkeuangannegara dan menjagakelangsungan penyelenggaraan pemerintahan. (3) KUA dan rancangan PPA yang telah dikonsultasikan dijadikan pedoman penyusunan RKA-SKPD sebagaimana dimaksud dalamPasal peraturan 89 menteri ini. sefta pelayanan masyarakat. (7) Jadwal penyusunan APBD tercantum dalamLampiran A.

107 Pasal121 Peraturan kepaladaerahtentangAPBD sebagaimana dimaksud dalamPasal119 ayat (2) dijadikan DPA-SKPD dasarpenyusunan untukpelaksanaan APBD. peraturan (3) Format rancangan kepala daerah tentang APBD sebagaimana dimaksud padaayat(2) berlaku ketentuan dalamPasal ayat(a) dan ayat(5). yangditetapkan ketentuan dalamperaturan pengeluaran.yang selanjutnya realisasi dalamlaporan anggaran.APBD. (2) Rancangan peraturan kepaladaerahtentangAPBD pada sebagaimana dimaksud pengesahan Menteri ayat (1) dapatdilaksanakan setelah memperoleh dari Dalam Negeri bagiprovinsi gubernur dan bagikabupaten/kota. tidaktersedia tersebut jika dalam pada ayat (5) dapat dilakukan (7) Pengeluaran dimaksud sebagaimana perubahan APBD diusulkan dalamrancangan keadaan darurat. (3) Penerimaan langsung untuk membiayai SKPDdilarangdigunakan perundang-undangan. peraturan dengan . (2) Pengesahan rancangan peraturan atas kepala daerah tentangAPBD sebagaimana padaayat(1) berlaku dimaksud ketentuan dalamPasal ayat(3).-46_ Pasal119 (1) RIG-SKPD yang telah disempurnakan oleh SKPDdisampaikan kepada PPKD penyusunan peraturan sebagai bahan rancangan kepala daerah tentang APBD. BABVII PELAKSANAAN APBD Bagian Peftama Azas Umum Pelaksanaan APBD Pasal122 (1) Semuapenerimaan daerahdan pengeluaran daerahdalam rangkapelaksanaan pemerintahan daerah dikelola dalam. urusan yang mempunyai pendapatan (2) Setiap tugasmemungut dan/ataumenerima SKPD pemungutan penerimaanberdasarkan dan/atau daerah wajib melaksanakan perundang-undangan. lain kecuali ditentukan olehperaturan (4) Penerimaan SKPDberupauang atau cek harusdisetorke rekeningkas umum paling lama1 (satu)harikerja. daerah yang dianggarkan (5) Jumlahbelanja dalamAPBD merupakan batasteftinggiuntuk pengeluaran belanja. 107 Pasal120 (1) Penyampaian peraturan rancangan pengesahan kepala daerah untukmemperoleh sebagaimana dimaKuddalamPasal 119ayat(2) palinglama30 (tiga puluh)hari kerjaterhitungsejak KUAdan PPAdikonsultasikan denganMenteriDalamNegeri bagiprovinsi gubernur dan bagikabupaten/kota. dan/atau disampaikan (8) Kriteria dimakud padaayat (6) ditetapkan sesuai daruratsebagaimana keadaan perundang-undangan. setiap (6) Pengeluaran tidak dapat dibebankanpada anggaran belanja jika untuk pengeluaran atautidakcukup tersedia dalamAPBD.

tidak mewah. efisien sesuai dan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Kepala SKPDmenyerahkan rancangan DPA-SKPD kepadappKD palinglama 6 (enam) harikerjasetelah pemberitahuan sebagaimana padaayat(t).nggun.efektif. Paragraf 2 Anggaran Kas Pasal12S (1) Kepala SKPD berdasarkan rancangan DPA-SKPD menyusun rancangan anggaran kasSKPD. BagianKedua pelaksanaan Dokumen AnggaranSKpD Paragraf1 PenyiapanDokumenpelaksanaan AnggaransKpD Pasal123 (1) PPKD palinglama 3 (tiga) hari kerja setelahperaturandaerahtentang APBD ditetapkan.memberitahukan kepada semua kepala SKPD agar menyusun rancangan DpA-SKpD. program.kegiatan. anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran tersebut. (2) Rancangan DPA-SKPD sebagaimana dimaksud padaayat(1). Pasal124 (1) TAPDmelakukan verifikasi rancangan DPA-SKPD bersama-sama dengankepala palinglama 15 (lima SKPD hari kerjasejakditetapkannya peratJran kepala ?:F:) daerah tentangpenjabaran ApBD. (2) Rancangan anggaran SKPD kas sebagaimana dimaksud padaayat(1) disampaikan kepada PPKD selaku BUDbersamaan dengan rancangan DpA-sKpD. (3) DPA-SKPD telahdisahkan yang sebagaimana dimaksud padaayat (2) disampaikan kepadakepalaSKPD. anggaran/pengguna barang. dimaksud (4) Format DPA-SKPD sebagaimana dimaksudpada ayat (1) tercantumdalam Lampiran peraturan B.-47(9) Setiap SKPD dilarang melakukan pengeluaran bebananggaran atas daerah untuk tujuanlaindariyangtelahditetapkan datam APBD. (10) Pengeluaran befanja daerahmenggunakan prinsiphemat. .I mlnteri ini.satuankerja pengawasan daerah. dan rencana penarikan dana tiap-tiapSKpDserta pendapatan yangdiperkirakan. ppKD mengesahkan rancangan DPA-SKPD persetujuasekretaris dengan n daerah. merinci yang sasaran hendakdicapai.dan gjaan pemerika Keuangan paling lama7 (tujuh)harikerjJsejak tanggal disahkan. (3) Pembahasan rancangan anggaran kas SKPDdilaksanakan bersamaan dengan pembahasan DpA-SKPD. (4) DPA-SKPD sebagaimana dimaksudpada ayat (Z) digunakansebagaidasar pelaksanaan anggaran oleh kepalaSKPD sefakup. (2) Berdasarkan hasil verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

asuransi dan/atau pengadaan barang dan jasa termasuk pendapatan dana lain akibatpenyimpanan bunga. kegiatan lainnya merupakan Pasal130 pada pendapatan (1) Pengembalian kelebihan denganmembebankan atas dilakukan pendapatan yang terjadi pendapatan yang bersangkutan untuk pengembalian dalam tahunyangsama. Pasal128 (1) Setiap SKPD yang memungut pendapatandaerah wajib mengintensifkan jawabnya. baik secara langsung sebagai akibatdari penjualan. rabat. sebelumnya dibebankan padaayat (1) dan ayat (2) harusdidukung (3) Pengembalian sebagaimana dimaksud dan dengan buktiyang lengkap sah. B. pengelolaan Mekanisme anggarankas pemerintahdaerah ditetapkandalam peraturan kepaladaerah. pemungutan pendapatan yangmenjadi wewenang tanggung dan pungutan (2) SKPD dalamperaturan dilarang selaindari yang ditetapkan melakukan daerah.II peraturan menteri Bagian Ketiga PelaksanaanAnggaran PendapatanDaerah Pasal127 pendapatan (1) Semua daerah dilaksanakan melalui rekening umumdaerah.potongan atau pendapatan dengan yang dapatdinilaidenganuang. padaayat (1) memuatperkiraan Anggaran sebagaimana kas dimaksud arus kas masukyang bersumber dari penerimaan dan perkiraanarus kas keluaryang pelaksanaan gunamendanai digunakan kegiatan dalamsetiapperiode. Pasal129 lain namadan dalambentukapa pun Komisi. Pasal131 pendapatan perimbangan daerah yang sah dan lain-lainpendapatan Semua dana melalui rekeningkas umum daerah dan dicatat sebagaipendapatan dilaksanakan daerah. kas pendapatan (2) Setiap dan harusdidukung olehbuktiyanglengkap sah. (2) Untuk pengembalian kelebihanpendapatanyang terjadi pada tahun-tahun padabelanja tidakterduga. Format anggaran pemerintah kas daerah sebagaimana tercantum dalamLampiran ini.48Pasal126 anggaran kas pemerintah daerahguna mengatur PPKD selakuBUD menyusun pengeluaran-pengeluaran ketersediaan dana yang cukupuntuk mendanai sesuai yang telah denganrencanapenarikan dana yang tercantumdalam DPA-SKPD disahkan.hibah. (1) (2) (3) (4) . tukar-menukar.jasa giro atau pendapatan sebagai pada bank sefta pendapatan dari hasil pemanfaatanbarang daerah atas anggaran pendapatan daerah.

dan pasal 41 42 45 47 ayat(1) dilaksanakan persetujuan atas kepaladaerah. (3) Pengeluaran yang mengakibatkan kas bebanAPBD tidak dapatdilakukan sebelum rancangan peraturandaerahtentangAPBDditetapkan dan ditempatkan dalam lembaran daerah. dan bantuan keuangansebagaimana dimaksudpada ayat (1) ditetapkandalam peraturan kepala daerah. pengembalian kelebihan termasuk penerimaan atas daerah tahuntahun sebelumnya yang telah ditutupditetapkan dengankeputusan kepaladaerah dan diberitahukan kepada DPRDpaling lama 1 (satu) bulan terhitung sejak keputusan dimaksud ditetapkan. pasal ayat(1).dan bantuankeuanganbertanggung jawab atas pehggunaan jasa yang diterimanya uang/barang dan/atau dan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaannya kepada kepala daerah. (4) Tata cara pemberian dan pertanggungjawaban belanja tidak terduga untuk tanggap darurat sebagaimana dimakud pada ayat (z) ditetapkan dalam peraturan kepala daerah. penanggulangan bencana alam dan/atau bencana sosial.bantuansosial. bantuansosial. pasal ayat(1). (5) Belanjayang bersifatmengikatdan belanjayang bersifatwajib sebagaimana padaayat(4) berlaku dimaksud ketentuan dalampasal106ayat(3) dan ayat(4).49Bagian Keempat Pelaksanaan Anggaran Belanja Daerah Pasal132 (1) Setiappengeluaran belanja atas bebanAPBDharusdidukung denganbu6i yang lengkap sah.bantuan sosial.hibah. (2) Pengeluaran belanjauntuktanggap darurat padaayat (1) sebagaimana dimaksud berdasarkan yang diusulkan kebutuhan dari instansi/lembaga berkenaan setelah mempertimbangkan efisiensidan efeKifitasserta menghindari adanyatumpang tindih pendanaan terhadapkegiatan-kegiatan telah didanaidari anggaran yang pendapatan belanja dan negara. (2) Penerima subsidi. hibah. dan (2) Bukti sebagaimana pada ayat (1) harus mendapatpengesahan dimaksud oleh pejabat yang benruenang bertanggung jawab atas kebenaran dan materialyang timbuldari penggunaan buktidimaksud. (4) Pengeluaran sebagaimana kas dimaksudpada ayat (3) tidak termasukuntuk yang bersifatmengikat belanja yang bersifat dan belanja wajib yang ditetapkan dalamperaturan kepala daerah. Pasal134 (1) Dasar pengeluaran anggaran belanja yang dianggarkan tidakterduga dalamAPBD untuk mendanaitanggap darurat. Pasal133 ( 1 ) Pemberian subsidi. . (3) Tatacarapemberian pertanggungjawaban dan subsidi. (3) Pimpinaninstansi/lembaga penerimadana tanggap darurat bertanggungjawab atas penggunaandana tersebut dan wajib menyampaikan laporan realisasi penggunaan kepada atasan langsung kepala dan daerah.hibah.dan bantuankeuangan sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(1).

kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna uang perediaanyang dikelolaoleh bendahara anggaran dapat diberikan pengeluaran. . (5) Format DPAL-SKPD sebagaimana tercantumdalam LampiranB. ataskegiatan yangbelumditerbitkan SP2D. lambatpertengahan (3) lumlah anggaranyang disahkandalam DPAL-SKPD setelah terlebih dahulu pengujian dilakukan sebagai berikut: yang SP2D SPDdan/ataubelumditerbitkan a. menutupi defisit anggaran apabila realisasipendapatan lebih kecil daripada realisasi belanja. Pasal138 pelaksanaan (1) Bebanbelanjalangsung kegiatanlanjutansebagaimana dimaksud pada DPA-SKPD yang telah disahkan kembali dalamPasal137 huruf b didasarkan (DPAL-SKPD) menjadiDPALanjutan SKPD tahun anggaran berikutnya. KepalaSKPDmenyampaikan paling pelaksanaan fisik dan non-fisik maupunkeuangan kepadaPPKD kegiatan bulanDesember tahunanggaran berjalan. Pasal136 Untuk kelancaranpelaksanaan tugas SKPD. c. SP2D :.III peraturan menteri ini. dan b. mendanai atasbebanbelanja langsung.50Pasal135 pengeluaran (PPh) dan pajak Bendahara sebagaiwajib pungut pajak penghasilan penerimaan potongan seluruh lainnya. sisaDPA-SKPD belumditerbitkan yang bersangkutan. sisaSPD yang belumdiuangkan. yang telah disahkansebagaimana (4) DPAL-SKPD dimaksudpada ayat (1) dapat dijadikan dasar pelaKanaan penyelesaian pekerjaan dan penyelesaian pembayaran. Bagian Kelima Pelaksanaan Anggaran PembiayaanDaerah Paragraf 1 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (S|LPA)Tahun Sebelumnya Pasal137 penerimaan Sisa lebih perhitungan anggaran(S|LPA) tahun sebelumnya merupakan pembiayaan yangdigunakan untuk: a. mendanai kewajiban belum diselesaikan. wajibmenyetorkan dan pajakyangdipungutnya ke rekening kas negarapada bank yang ditetapkan oleh MenteriKeuangan sebagai peraturan bank persepsi atau pos giro dalamjangkawaKu sesuaidenganketentuan perundang-undangan. lainnyayang sampaidenganakhir tahun anggaran c. pelaksanaan kegiatan lanjutan b. oleh PPKD (2) Untuk mengesahkankembali DPA-SKPD menjadi DPAL-SKPD sebagaimana laporan akhir realisasi dimaksud pada ayat (1).

maka dana cadangan . suratberharga yangdijamin lainnya pemerintah. suratutangnegara (SUN). pasal 140 (1) Dalam danacadangan hal yangditempatkan padarekening danacadangan belum digunakan sesuai denganperuntukannya. oleh BUD ataspersetujuan (7) Dalam hal programdan kegiatan sebagaimana dimaksudpada ayat (3) telah selesai dilaksanakan target kinerjanya dan telah tercapai. b. (4) Penatausahaan pelaksanaan programdan kegiatan yang dibiayai dari dana cadangandiperlakukansama dengan penatausahaan pelaksanaan program/ kegiatan lainnya. (s) Pemindahbukuan sebagaimana pada ayat (4) paling tinggi sejumlah dimaksud pagudanacadangan yangakandigunakan unfukmendanai pelaksanaan kegiatan dalamtahun anggaran berkenaan sesuai denganyang ditetapkan peraturan dalam daerah tentangpembentukan danacadangan. (6) Pemindahbukuan sebagaimana pada ayat (4) dilakukan dimaksud dengansurat perintah pemindahbukuan kuasa ppKD. tersebut dana dapatditempatkan dalam portofolio yanEmemberikan hasil tetapdengan risikorendah. (2) Penerimaan hasilbunga/deviden rekening danacadangan dan penempatan dalam portofolio sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menambahjumlah dana cadangan. negara d. . c.5 1Paragraf2 Dana Cadangan Pasal139 (1) Danacadangan dibukukan dalamrekening tersendiri atas nama dana cadangan pemerintah yangdikelola daerah olehBUD. yang masihtersisapada rekening danacadangan. (2) Danacadangan tidak dapat digunakan untuk membiayai programdan kegiatan lain diluaryang telah ditetapkan dalamperaturan daerahtentangpembentukan danacadangan. dan (4) Untukpelaksanaan programdan kegiatan sebagaimana dimakud padaayat (3) danacadangan dimaksud terlebih dahulu dipindahbukukan rekening umum ke kas daerah. suratperbendaharaan (SpN). dan e. deposito. Paragraf 3 Investasi Pasal141 (1) Investasi awaldan penambahan padarekening investasi dicatat penyeftaan modal (investasi) daerah. (3) Portofolio sebagaimana padaayat(1) meliputi: dimaksud a. sertifikat bankindonesia (SBI). ( 3 ) Program dan kegiatan yang ditetapkan berdasarkan peraturan daerah sebagaimana padaayat (2) dilaksanakan dimaksud apabiladana cadangan telah mencukupi untukmelaksanakan program kegiatan. dipindahbukukan rekening ke kasumumdaerah.

penjualan. Pasal 144 posisikumulatif pinjaman dan kewajiban (1) Pemerintah daerah wajib melaporkan pinjaman kepada Menteri Keuangandan Menteri Dalam Negeri setiap akhir semester tahunanggaran berjalan. yang dibiayaidari obligasi Kegiatan daerahbesertabarang milik daerahyang jaminanobligasi melekat dalamkegiatan tersebut dapatdijadikan daerah. dan/ataupengalihan investasi dicatat pada rekening yangdipisahkan penjualan (divestasi kekayaan daerah modal). obligasi daerah (2) Pembayaran bunga pinjamandan/atauobligasidaerah dicatat pada rekening belanja bunga. dan pinjaman. jaminan pihaklain. pembayaran (Z) Pelampauan obligasi bungadan pokokutangdan/atau daerah setelah perubahan realisasi anggaran. pembayaran dan bunga).52(2) Pengurangan. APBD dilaporkan kepada DPRD dalamlaporan Pasal 147 (1) Kepala pembayaran pokokutangdan/atau SKPKD bungadan cicilan melaksanakan yangjatuh tempo. a. sisa Pasal 145 (1) Pemerintah bungadan pokok utang dan/atauobligasi daerahwajib membayar yang telahjatuh tempo. Pemerintah daerah tidakdapatmemberikan ataspinjaman Pendapatan daerah dan/atau aset daerah (barang milik daerah) tidak boleh jaminanpinjaman dijadikan daerah. c. (1) (2) (3) (4) Pasal143 penatausahaan pinjaman Kepala SKPKD melakukan atas daerah dan obligasi daerah. daerah yang tersediadalamAPBD/perubahan (Z) Apabilaanggaran APBDtidak mencukupi obligasi daerah sebagaimana untukpembayaran bungadan pokokutangdan/atau pembayaran padaayat(1). Paragraf 4 Pinjaman Daerahdan Obligasi Daerah Pasal142 pinjaman daerahdilakukan Penerimaan daerahdan obligasi melaluirekening kas umumdaerah. kepala pelampauan dimaksud daerah dapatmelakukan perubahan perubahan APBD. pinjaman pada (2) Posisi kumulatifpinjamandan kewajiban sebagaimana dimaksud ayat (1) terdiri atas: pinjaman. mendahului atausetelah Pasal 146 pembayaran (1) Pelampauan bunga dan pokok utang dan/atau obligasidaerah awal sebelumperubahan APBDdilaporkan kepadaDPRDdalam pembahasan perubahan APBD. . jumlahpenerimaan pinjaman (pokok b.

(3) Penyusunan peraturankeparadaerah sebagaimana dimaksudpada ayat (1) berpedoman padaperaturan Menteri Dalam NJgeri.000. d. dan g' aKivitaslain dalamrangka pengembangan pasarperdana pasarsekunder ke obligasi daerah. .eruii dengan peratura perundang-undangan. e.000. (2) Piutang daerahjenis tertentusepertipiutangpajak daerahdan piutangretribusi daerahmerupakan prioritasuntuk didahulukan penyelesaiannyu .00 miliar (lima rupiah). penjualan obligasi daerah melalui lelang dan/atau tanpalelang.kecuali cara penyelesaiannya diatur tersendiridalam peraturan perundang-undangan.diselesaikan sesuai peraturan dengan perundang-undangan. cicilan Pasal 148 (1) Pengelolaan obligasi daerah ditetapkan peraturan dengan kepala daerah. (2) PPK-SKPD melakukanpenatausahaan atas penerimaanpiutang atau tagihan daerah yangmenjadi jawabSKPD. (4) Pembayaran pokok pinjamandan/atauobligasidaerah dicatat pada rekening pokokutangyangjatuhtempo. kecuali piutang daerah yang cara penyelesa iannya diaturtersendiri dalamperaturan perundlng-undangan. penerbitan obligasi daerah. n Pasal 151 ( 1 ) Piutang daerah yang terjadi sebagai akibat hubungan keperdataandapat diselesaikandengan cara damai. tanggung Pasal 150 ( 1 ) Piutang atau tagihan daerahyang tidak dapatdiselesaikan padasaat seluruhnya jatuh tempo. pelunasan. (3) Penghapusan piutangdaerahsebagaimana dimaksudpada ayat (2) ditetapkan oleh: a.000. perencanaan penetapan dan portofolio pinjaman daerah. Paragraf 5 Piutang Daerah Pasal 149 (1) setiappiutang daerah diselesaikan seluruhnya dengan tepatwaktu. daerah sebelum f. b. (2) Piutangdaerahdapat dihapuskan dari pembukuan denganpenyelesaian secara mutlak atau bersyarat. pembelian kembali obligasi jatuh tempo. kepala daerah untukjumlahsampai dengan Rp5. (2) Peraturankepala daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurangkurangnya mengatur mengenai: a' penetapan strategi dan kebijakanpengelolaan obligasidaerah termasuk kebijakan pengendalian resiko. c.53( 3 ) Pembayaran denda pinjamandanlatauobligasidaerah dicatat pada rekening belanja bunga.

Pasal153 (1) KepalaSKPKDsetiap bulan melaporkan piutang kepada realisasipenerimaan kepala daerah. kepala daerah dengan persetujuanDPRD untuk jumlah lebih dari (lima Rp5.IVperaturan menteri ini.000. BAB VIII PERUBAHAN APBD Bagian Peftama Dasar PerubahanAPBD Pasal 154 (1) Perubahan dapatdilakukan APBD apabila terjadi: yang tidaksesuai a. keadaan darurat.000. (1) (2) (3) (4) Pasal152 penagihan menatausahakan SKPKD piutang Kepala melaksanakan dan daerah. kepala penagihan. antarjenis belanja. SKPKD menyiapkan buKi dan administrasi piutang Format suratpenagihan piutang suratpenagihan daerah.dan e. dan yang menyebabkan c.i Pasal155 perkembangan tidaksesuai yang (1) Perubahan disebabkan APBD denganasumsi KUA (1) huruf a dapatberupaterjadinya dimaksud dalamPasal 154 ayat sebagaimana pelampauan proyeksipendapatan daerah. (Z) Perubahan APBD hanya dapat dilakukan1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun anggaran. antar kegiatan. yang menyebabkan pergeseran b. penagihan piutang padaayat Untukmelaksanakan daerah sebagaimana dimaksud (1). daerah. keadaan luar biasa. (2) BuKi pembayaran piutang SKPKD pihakketigaharusdipisahkan dari dengan buKi penerimaan ataspendapatan padatahunanggaran kas berjalan. piutangdaerah. keadaan saldoanggaran lebihtahun sebelumnya harus digunakan dalamtahunberjalan. sumberdan penggunaan .00 miliar rupiah). pelaksanaan Jadwal APBD tercantum dalamLampiran peraturan B. d. kecuali dalamkeadaan biasa.alokasibelanja atau tidak tercapainya yang semula pembiayaan ditetapkan dalamKUA.V menteri ini. keadaan harusdilakukan anggaran antarunit organisasi. register surat penagihan dan registersurat penagihan berulang piutang daerah tercantum dalamLampiran B. berulang daerah.54b. luar BagianKedua KebijakanUmumsefta Prioritasdan Ptafon Anggaran Sementara Perubahan APBD . perkembangan denganasumsiKUA.000.

-55( 2 ) Kepala daerah memformulasikan hal-hal yang mengakibatkanterjadinya perubahan APBDsebagaimana dimaksud dalam pasal 15i ayat (1) nurur a t<e dalam rancangan kebijakan umumperubahan ApBD seftappAsperubahan ApBD. perbedaan asumsi dengan yangditetapkan KUA sebelumnya.i menteri ini.agar dihindariadanyapenganggaran kegiatanpembangurran friit oi dalamrancangan peraturan daerah perubahJn tentang ApBri. Pasal156 ( 1 ) Kebijakan umum perubahan APBD serta ppA perubahan APBD yang telah disepakati sebagaimana dimaksuddaram pasal is5 ayat (5). c. b' program dan kegiatan yang dapat diusulkanuntuk ditampung dalam perubahan APBDdenganmempertimbangkan waKu pelaksanaln sisa ApBD tahunanggaran berjalan. setelah dibahas selanjutnyadisepakati menjadi kebijakanumum perubahanApBD serta ppA peruba-han ApBD paling lambat minggukeduabulanAgustus tahunanggaran berjalan. ( 3 ) Dalamrancangan kebijakan ppASperubahan perubahan umum ApBDdan ApBD sebagaimana dimaksudpada ayat (z) disajikansecara lengkap penjelasan mengenai: a. capaiantarget kinerjaprogramdan kegiatan yang harus dikurangidalam perubahan APBD apabila asumsi KUA tidaktercapai. (B) Formatrancangan perubahan PPAS ApBDsebagaimana dimaksud pada ayat (5) tercantum dalamLampiran peraturan C. masinglmasing dituangkanke dalam nota kesepakatan yang ditandalangani bersamaantara kepala daerah pimpinan dengan DPRD. (s) Ra.lan d.ncangan kebijakan umum perubahanAPBD dan ppAS perubahanApBD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepadaDPRDpalinglambat peftama minggu bulanAgustus dalam tahunanggaran berjalan. TAPD menyiapkanrancangansurat edaran kepala daerah perihal pedoman penyusunan RKA-SKPD yang mem'ratprogram dan kegiatan baru dan/ataukriteria DPA-SKPD yang dapatdiubahuntukdianggarkan dalamperubahan ApBDsebagai acuanbagikepala SKPD. capaian target kinerjaprogram dan kegiatan yang harusditingkatkan dalam perubahan APBD apabila melampaui asumsi KUA. . Pasal 157 Berdasarkan nota kesepakatan TIJ sebagaimana dimaksud dalampasal156 ayat (1).hal persetujuan. (7) Format rancangan kebijakan umumperubahan ApBDsebagaimana pada dimaksud ayat(5) tercantum dalamLampiran peraturan C. (4\ Ra.II menteri ini.i berjalan. (2) Rancangan surat edaran keparadaerahsebagaimana dimaksudpada ayat (1) mencakup: a' PPA perubahan yangdialokasikan APBD untukprogram barudan/atau kriteria DPA-SKPD yang dapatdiubahpadasetiapSKPD blrikut rencana pendapatan dan pembiayaan. DIRD terhadaprancangan peraturandaerah tentang perubahan APBD diperkirakan pada akhir bulan septembertahun angga.ncangan kebijakan umum perubahanAPBD dan ppAs perubahanAPBD sebagaimana dimaksudpada ayat (4). (2) Formatnota kesepakatan sebagaimana padaayat (1) tercantum dimaksud dalam Lampiran C.III peraturan menteri ini. (6) Dalam.

perubahan setelah maupun dilakukan dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam Format DPPA-SKPD sebagaimana Lampiran C. Pasal94.56program dan denganprogramnasional antar dan kegiatan SKPD sinkronisasi programSKPD dengan kinerja SKPDberkenaansesuai dengan standar yangditetapkan.IVperaturanmenteriini. dan rincian obyek pendapatan. 96. daerahtentangperubahan (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) . Bagian Ketiga PergeseranAnggaran Pasal160 dan antarjenis belanja antarkegiatan. pelaksanaan perubahan anggaran SKPD dijelaskancapaiantarget kinerja. anggaran Pergeseran antar dimaksuddalam Pasal154 ayat (1) huruf b sefta pergeseran sebagaimana obyekbelanjadiformulasikan dan antarrincian dalamjenis belanja obyekbelanja dalamDPPA-SKPD. standar analisa belanja standar yang dapatdiubah penyusunan (3) Pedoman dan/atau kriteriaDPA-SKPD RKA-SKPD oleh kepala daerah paling dimaksudpada ayat (1). 91. perubahan. bataswaktu penyampaian PPKD. Pasal berlaku 98. kelompok. antarunit organisasi. pelayanan minimal yangtelahdiubah RKA-SKPD dan/atauDPA-SKPD c. hal-hal prinsip-prinsip peningkatan dan efisiensi.format RM-SKPDdan/atau DPPAdan harga. SKPD. Pasal158 dimaksuddalam Pasal157 ayat ( 1 ) RKA-SKPD sebagaimana Tata cara penyusunan Pasal 92. efeKifitas. lampiran meliputi sebagai e. antar rincian obyek belanjadalam obyek belanja berkenaandapat Pergeseran PPKD. Pasal95. ketentuan dalam Pasal90. dariyangtelahditetapkan kegiatan atau pengurangancapaiantarget kinerja program dan kegiatan Peningkatan dalam format dokumen dimaksudpada ayat (1) diformulasikan sebagaimana (DPPA-SKPD). dilakukan ataspersetujuan atas dilakukan Pergeseran antar obyek belanjadalamjenis belanjaberkenaan persetujuan daerah. diterbitkan sebagaimana tahunanggaran berjalan.kode rekeningAPBD. Pasal93. kepada perhatian yang perlumendapatkan dari SKPD terkaitdengan lainnya d. 97. 99. peraturan APBD. transparansi akuntabilitas prestasi pencapaian penyusunan kerja.jenis. Pasal Pasal Pasal dan Pasal Pasal159 dalam Pasal157 ayat (1) dapat dimaksud DPA-SKPD sebagaimana Perubahan capaian target kinerja program dan berupa peningkatanatau pengurangan semula. Dalam format DPPA-SKPD baik sebelum belanjaserta pembiayaan obyek.dan anggaran dalamrangka PPA keb'tjakan umum perubahan APBD. sekretaris padaayat (2) dan ayat(3) dilakukan dimaksud sebagaimana Pergeseran anggaran APBD dengan cara mengubah peraturankepala daerah tentang penjabaran dalam rancangan dianggarkan untuk selanjutnya sebagaidasar pelaksanaan. ketigabulanAgustus lambat minggu b. dokumen perubahan APBD.

e' t' (3) Penggunaan saldo anggarantahun sebelumnya untuk pendanaan pengeluaran sebagaimana dimaksudpada ayat (2) huruf a. mendanai kegiatan pasal13g.. (s) Penggunaan anggaran tahunsebelumnya mendanai saldo lebih untuk pengeluaran sebagaimana dimaksudpada ayat (2) huruf e diformulasikan terlebihdafrulu dalamRKA-SKPD. c' d. (s) Pergeseran anggaran antarunit organisasi. antarkegiatan. antarjenis belanja dan Bagian Keempat Penggunaan SaldoAnggaran LebihTahunSebelumnya Dalamperubahan APBD Pasal161 ( 1 ) Saldoanggaran lebihtahun sebelumnya merupakan sisa lebihperhitungan tahun anggaran sebelumnya. (7) Tata carapergeseran sebagaimana dimaksud ayat (2) dan ayat (3) diaturdalam peraturan kepala daerah. mendanai kenaikan gaji dan tunjangan pNS akibat adanya kebijakan pemerintah. huruf b. digunakan dalam tahun anggaran berjalansebagaimana dimaksud dalam pasal 154ayat(1) hurufc dapatberupa: membayar bungadan pokokutangdan/atau obligasi yang melampaui daerah anggaran yangtersedia mendahului perubahan APBD sebagaimana dimaksud dalamPasat 145ayat(2). (2) Keadaan yang menyebabkan saido anggaranlebih tahun sebelumnya harus a. harus dijelaskan dalamkolomketerangan peraturan kepaladaerahtentangpenjabaran perubahan APBD. dan huruf f diformulasikan terlebih dahuludalamDppA-SKpD. huruf c. lanjutan sesuai dengan ketentuan mendanaiprogramdan kegiatanbaru dengan kriteria harus diselesaikan sampai denganbatasakhirpenyelesaian pembayaran dalamtahunanggaran berjalan. melunasi seluruh kewajiban bunga dan pokokutang. b. dan mendanai kegiatan-kegiatan yang capaian target kinerjanya ditingkatkan dari yangtelahditetapkan semula dalamDpA-sKpD tahunSnggarun yang be6alan dapat diselesaikan sampaidengan batas akhir penye'iesaian pembayarai dalamtahunanggaran berjalan. (6) Anggaranyang mengalamiperubahanbaik berupa penambahan dan/atau pengurangan akibat pergeseran sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Penggunaan saldoanggaran lebihtahunsebelumnya untukmendanai pengeluaran sebagaimana dimaksudpada ayat (2) huruf d diformulasikan terlebih dahulu dalamDPAL-SKPD.5 7- dapatdilakukan dengan caramerubah peraturan daerah tentang APBD. .

yang pengeluaran (Z) Dalamkeadaan daerahdapatmelakukan darurat. tersedia dalamtahunanggaran b. pemerintah daerah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia dalam laporan realisasi tersebut disampaikan dan pengeluaran anggarannya. c. diformulasikan terlebih (9) Dalam hal keadaan darurat terjadi setelah ditetapkannyaperubahanAPBD. d. padaayat(9) dimaksud (10) Dasarpengeluaran sebagaimana untuk kegiatan-kegiatan dasarpengesahan untukdijadikan terlebih dahuludalamRKA-SKPD diformulasikan persetujuan daerah.pemerintah yang selanjutnya diusulkan dalam rancangan belum tersedia anggarannya. dapatdiprediksikan b.58BagianKelima PendanaanKeadaanDarurat Pasal162 (1) Keadaan dimaksuddalam Pasal 154 ayat (1) huruf d darurat sebagaimana sebagai berikut: kriteria memenuhi sekurang-kurangnya pemerintah dariaKivitas daerah dantidak kegiatan normal a. dimaksud dapatdilakukan dengan cara: (4) Dalam belanja tidakterduga tidakmencukupi hal ulang capaiantarget kinerja dana dari hasil penjadwalan a. (7) Penjadwalan ulang capaiantarget kinerjaprogramdan kegiatanlainnyadalam dimaksud pada ayat (4) huruf a tahun anggaran berjalan sebagaimana dahuludalamDPPA-SKPD. program dan berjalan. (3) Pendanaan sebagaimana keadaandarurat yang belum tersediaanggarannya padaayat(2) dapatmenggunakan belanja tidakterduga. menggunakan program berjalan. tidakdiharapkan pemerintah daerah. perubahan APBD. keperluan mendesaklainnya yang apabila ditunda akan menimbulkan yang lebihbesarbagipemerintah daerahdan masyarakat. sekretaris setelahmemperoleh DPA-SKPD PPKD oleh (11) PelaKanaanpengeluaranuntuk mendanaikegiatan dalam keadaan darurat sebagaimana dimaKud pada ayat (2) dan ayat (5) terlebih dahulu ditetapkan peraturan daerah. kerugian b. terlebih diformulasikan padaayat(6) dimaksud sebagaimana (S) Pendanaan daruratuntukkegiatan keadaan dahuludalamRKA-SKPD. bukanmerupakan sebelumnya. terjadi secara berulang. derrgan kepala . anggaran. dimaksudpada ayat (5) (6) Kriteriabelanjauntuk keperluan sebagaimana mendesak mencakup: yang anggarannya pelayanan belum dasarmasyarakat dan kegiatan a. dan/atau tahunanggaran lainnya dalam dan kegiatan memanfaatkan uang kasyangtersedia. (5) Pengeluaran dimaksudpada ayat (2) termasuk belanja untuk sebagaimana yang kriterianya dalamperaturandaerahtentang ditetapkan keperluan mendesak APBD. dan dan pengaruh berada diluarkendali pemulihan yangsignifikan anggaran dalamrangka terhadap memiliki dampak yangdisebabkan keadaan oleh darurat.

(3) Penjadwalan ulang/peningkatan capaiantarget kinerja program dan kegiatan sebagaimana dimaksud padaayat(1) diformulasikan terlebih Jahuludalam6ppnSKPD. maka dapat dilakukan penjldwalan ulang/pengurangan .yung direncanakan atau yang telah disetujui dan dokumenperencanaan lainnya. (2) Penambahan kegiatan baru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diformulasikan terlebih dahulu dalamRKA-SKPD.prakiraan rnul-. Pasal165 hal kejadianluar biasayang menyebabkan estimasipenerimaan dalam ?g$. (2) Persentase 50Yo (lima puruh persen)sebagaimana dimaksudpada ayat (1) merupakan selisih(gap) kenaikan atau penurunan antarapendapatan dan'belan3a dalam APBD. (4) RKA-SKPD DPpA-sKpD dan sebagaimana pada ayat (2) dan ayat (3) dimaksud digunakansebagai dasar penyusunan rancanganperaturan daerah tentang perubahan kedua APBD. (2) Pembahasan TAPDdilakukanuntuk menelaah oleh kesesuaian antara RKA-SKPD dan DPPA-sKPD sebagaimana dimaksud padaayat (1) dengankebijakan umum perubahan APBDserta PpAperubahan ApBD.serta capaian kinerja.5 9Bagian Keenam PendanaanKeadaanLuar Biasa pasal 163 (1) Keadaan luar biasasebagaimana dimakud dalampasal154 ayat (1) huruf e merupakan keadaan yang menyebabkanestimasi penerimaan dan/atau pengeluaran dalamAPBDmengalami kenaikan atau penurunan lebih besardari 50% (limapuluhpersen). target kinerja programdan kegiatantainnya capaian dalam tahunanggaran berjalan.t APBDmengalami penurunan rebihdar:i50% (lima puluh persen)sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163 ayat (t). dan standar pelayanan minimal.standarsatuan harga. dapatdilakukan'penambahan 163 kegiat-an baru dan/ataupenjadwalan ulang/peningkatan capaiantarget kinerja pr6gramdan kegiatan dalamtahunanggaran berjalan. (1) Bagian Ketujuh penyiapan RaperdaperubahanAPBD pasal 166 dianggarkan dalamperubahan yang telah disusun APBD oleh SKpDdisampaikan kepada PPKD untukdibahas lebihlanjutolehTApD. indikatorkinerja. ( 1 ) RKA-SKPD memuatprogram yang dan kegiatan baru dan DppA-sKpD yang akan . ke (3) DPPA-SKPD sebagaimana dimaksudpada ayat (2) digunakansebagai dasar penyusunan rancangan peraturan daerah perubahan tentang kedua APBD..Pasal ayat (1). pasal 164 (1) Dalamhal kejadianluar biasayang menyebabkan estimasipenerimaan dalam APBDmengalami peningkatan lebihdari 50o/o (lima puluh persen)sebagaimana dimaksud dalam. (2) Penjadwalan ulang/pengurangan capaian targetsebagaimana padaayat dimaksud (1) diformulasikan dalamDppA-SKpD.standaranalisis belanja.

dan pembiayaan. melakukan Pasal167 yang yang memuatprogram baru dan DPPA-SKPD akan (1) RKA-SKPD dan kegiatan yang telah disempurnakan perubahan oleh SKPD. tentangpenjabaran perubahandan yang tidak mengalami yang mengalami belanjadan pembiayaan perubahan. rekapitulasi programdan kegiatan. belanja perubahanbelanja menurut urusan pemerintahandaerah. PPKD untukdibahas kepada disampaikan yang akan yang memuatprogramdan kegiatanbaru dan DPPA-SKPD (2) RKA-SKPD yang telah dibahas bahan TAPD. SKPD sebagaimana denganketentuan ketidaksesuaian penyempurnaan. a. APBD dalam dianggarkan lebihlanjutolehTAPD.dijadikan APBD dianggarkan dalamperubahan peraturan APBDdan rancangan penyusunan tentangperubahan daerah rancangan perubahan penjabaran peraturan olehPPKD. . d. Laporan keuangan pemerintah daerah yang telah ditetapkan dengan peraturan daerahterdiridari: 1) laporan realisasianggaranyang telah ditetapkandengan peraturan yang anggaran tahunperubahan sebelum daerah1 (satu)tahunterakhir direncanakan.60yang memuatprogram (3) Dalamhal hasilpembahasan RKA-SKPD DPPA-SKPD dan dan kegiatan yang akan dianggarkandalam perubahan APBD terdapat dimaksudpada ayat (2). daerah. Pasal169 peraturandaerah tentang perubahanAPBDsebagaimana dimaksud (1) Rancangan peraturan APBD daerahtentangperubahan dalamPasal168 terdiri dari rancangan beseftalampirannya. rincianperubahan pendapatan. dimaksud pada ayat (1) (2) Lampiranrancanganperaturan daerah sebagaimana terdiridari: perubahan APBD. ringkasanperubahanAPBD menurut urusan pemerintahan organisasi. organisasi. rekapitulasi daerah dan fungsi dalam kerangka pengelolaan urusan pemerintahan negara. daftarperubahan g. APBDmenuruturusanpemerintahan c. perubahan dan keterpaduan belanjadaerahuntuk keselarasan e. ringkasan daerah dan b. APBD tentang kepala daerah Bagian Kedelapan Penetapan Perubahan APBD Paragraf 1 Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD dan RancanganPeraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Perubahan APBD Pasal168 peraturandaerahtentang perubahan APBDdan peraturankepaladaerah Rancangan perubahan APBDyang disusunoleh PPKDmemuat pendapatan. f. keuangan jumlah pegawai golongan per dan per jabatan.organisasi.

daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang berum diselesaikan dianggarkan dan kembali dalamtahunanggaran dan ini. dan b. (3) Sosialisasi peraturan rancangan daerahtentang perubahan APBDsebagaimana dimaksud pada ayat (2) bersifat memberikaninformasimengenai hak dan kewajibanpemerintahdaerah serta masyarakat perubahan dalam pelaksanaan APBD tahunanggaran yangdirencanakan. (2) Rancangan peraturandaerahtentangperubahan APBDsebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebelum disampaikan oleh kepala daerah kepada DPRD disosialisasikan kepada masyarakat. Formatrancangan peraturankepaladaerahtentangpenjabaran perubahan APBD besefta lampiran sebagaimana padaayat(1) tercantum dimaksud dalamLampiran C. 2) (3) (1) (2) (3) Pasal171 (1) Rancangan peraturan daerahtentangperubahan APBDyang telah disusun oleh PPKD disampaikan kepada kepala daerah. 4) catatanatas laporankeuangan yang telah ditetapkan denganperaturan daerah1 (satu)tahunterakhir sebelum yang tahunperubahan anggaran direncanakan. kelompok. ringkasanpenjabaranperubahananggaranpendapatan daerah. jenis. Formatrancangan peraturan daerahtentangperubahan APBDbesertalampiran sebagaimana pada ayat (1) tercantum dimaksud dalam Lampiran c. obyek.VIperaturan menteriini.. i. (4) Penyebarluasan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD dilaksanakan sekretariat oleh daerah.6 1neracayang telah ditetapkan denganperaturan daerah1 (satu)tahun terakhir sebelum tahunperubahan yangdirencanakan.program. penjabaran perubahan APBD menurut organisasi. Pasal170 Rancanganperaturan kepala dderah tentang penjabaran perubahan APBD sebagaimana dimakud dalamPasal 169ayat (2) terdiridari rancangan peraturan kepala daerah perubahan tentangpenjabaran ApBDbeserta lampirannya. kegiatan. daftarpinjaman daerah.rincianobyekpendapatan.pembahasandan penetapan RaperdaPerubahanAPBD Pasal172 (1) Kepaladaerah menyampaikan peraturandaerahtentang perubahan rancangan APBD. belanjadan pembiayaan. h. .beserta lampirannya kepadaDPRDpaling lambat minggu kedua bulan September tahunanggaran berjalan persetujuan untukmendapatkan bersama. Paragraf 2 Penyampaian. Lampiran peraturan rancangan kepaladaerahsebagaimana padaayat dimaksud (1) terdiridari: a.V peraturan menteri ini. anggaran 3) laporanarus kas yang telah ditetapkan dengan peraturandaerah 1 (satu) tahun terakhir sebelum tahun perubahananggaran yang direncanakan. belanja daerah dan pembiayaan daerah.

(6) Formatsusunannota keuangan perubahan pada APBDsebagaimana dimaksud ayat (2) tercantum dalamLampiran C. . (3) DPRD menetapkan agenda pembahasan rancangan peraturan daerah padaayat(1). ayat (2). gubernurbersamaDPRD dan peraturanperundang-undangan paling lama 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak melakukanpenyempurnaan diterimanya hasilevaluasi. (8) Jadwalperubahan APBD tercantum dalamLampiran C. dan gubernur tetap menetapkanrancanganperaturandaerah tentang perubahanAPBDdan rancanganperaturan gubernur tentang penjabaranperubahanAPBD menjadi peraturandaerah dan peraturangubemur. (1) (2) (3) (4) Pasal 174 (1) Tata caraevaluasi peraturan dan penetapan rancangan daerahtentangperubahan APBD kabupaten/kota dan rancangan peraturan bupati/walikota tentang penjabaranperubahan APBD kabupaten/kota menjadi peraturan daerah dan peraturan bupati/walikota berlakuketentuan Pasal111 ayat (1). Dalamhal MenteriDalam Negerimenyatakan bahwa hasil evaluasirancangan peraturandaerah tentang perubahan peraturangubernur APBDdan rancangan tentang penjabaranperubahanAPBDbertentangan dengan kepentingan urnum yang lebih tinggi. Pembatalan peraturan daerah dan peraturan gubernur serta pernyataan berlakunya padaayat (3) ditetapkan APBD tahun berjalan sebagaimana dimaksud dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri. dan ayat (4). ayat (3). ayat(3).VII peraturan menteriini. Paragraf 3 Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Perubahan APBD Pasal173 peraturan Tata caraevaluasi dan penetapan rancangan daerahtentangperubahan peraturan gubernurtentang penjabaran APBDprovinsidan rancangan perubahan APBD provinsi menjadi peraturan daerah dan peraturan gubernur berlaku ketentuan Pasal110 ayat (1). sebagaimana dimaksud peraturan (4) Pembahasan pada kebijakanumum rancangan daerahberpedoman perubahan yang telah disepakati APBD sertaPPAperubahan APBD antarakepala daerah dan pimpinan DPRD. Apabila hasilevaluasi tidak ditindaklanjuti gubernur oleh dan DPRD. dan ayat(4). (7) Format persetujuanbersama rancanganperaturan daerah tentang perubahan pada ayat (1) tercantumdalam Lampiran APBDsebagaimana dimaksud C. MenteriDalam Negeri membatalkan peraturandaerahdan peraturangubernurdimaksudsekaligus menyatakan tidak diperkenankan melakukan perubahanAPBD dan tetap berlaku APBD tahun anggaran berjalan.VIIperaturan menteriini.62(2) Penyampaian peraturan rancangan padaayat (1) daerahsebagaimana dimaksud perubahan disertai dengan notakeuangan APBD.XIXperaturan menteriini. (5) Pengambilan peraturandaerah keputusan DPRDuntuk menyetujuirancangan pada ayat (1) palinglambat3 tentangperubahan APBDsebagaimana dimaksud (tiga)bulansebelum yangbersangkutan tahunanggaran berakhir. ayat (2).

dilakukan . Daerah (3) DalamDPPA-SKPD sebagaimana padaayat (2) terhadaprincianobyek dimaksud pendapatan. Paragraf 4 PelaksanaanperubahanAnggaran SKpD Pasal 178 ( 1 ) PPKD palinglama 3 (tiga) hari kerjasetelah peraturan daerahtentangperubahan APBDditetapkan.belanja atau pembiayaan yang mengalami penambahanatau pengurangan atau pergeseran harus disertaidengan penjelasanlatar belakang perbedaan jumlah anggaran baik sebelum perubahan dilakukan maupunsetelah perubahan. memberitahukan kepada semuakepalasKpD agar menyusun rancangan DPA-SKPD terhadapprogramdan kegiatanyang dianggarkan dalam perubahan APBD. (4\ Pembatalan peraturan daerah dan peraturanbupati/walikota serta pernyataan berlakunya APBD tahun berjalan sebagaimana padaayat (3) ditetapkan dimaksud dengan gubernur. gubernur membatalkan peraturan daerah dan peraturan bupati/walikota dimaksud. (2) Pencabutan peraturandaerahsebagaimana dimaksudpada ayat (1) dilakukan dengan peraturan daerah tentang pencabutan peraturan Oaerafr tentang perubahan APBD. ( 3 ) Apabilahasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh bupati/walikota dan DpRD. (2) DPA-SKPD yang mengalami perubahan dalamtahun berjalanseluruhnya harus disalin kembali dalamDokumen ke Pelaksanaan Perubahan Anggaran Satuan Kerja Perangkat (DppA-SKpD). bupati/walikota bersama DpRDmelakukan penyempurnaan paling lama7 (tujuh)hari kerjaterhitung sejakditerimanya hasilevaluasi. sekaligus menyatakan tidakdiperkenankan perubahan melakukan APBD dan tetap berlaku APBD tahunanggaran berjalan. keputusan Pasal175 (1) Paling lama7 (tujuh) hari kerjasetelah pembatalan sebagaimana dimakud dalam Pasal 173 ayat (4) dan Pasal 174 ayat(4). Pasal176 Gubernurmenyampaikan hasil evaluasiyang dilakukan atas rancanganperaturan daerah kabupaten/kota tentang perubahan APBD dan rancangan peraturan bupati/walikota tentangpenjabaran perubahan APBD kepada Menteri Dalam Negeri.-63- ( 2 ) Dalam hal Gubernurmenyatakan hasil evaluasirancangan peraturandaerah tentang APBD dan rancangan peraturan bupati/walikota tentangpenjabaran ApBD tidaksesuai dengankepentingan umumdan peraturan perundJng-undangan yang lebih tinggi. Pasal 177 Tata carapenyempurnaan evaluasi hasil sebagaimana dimakud dalampasal173 ayat (2) dan Pasal ayat (2) berlaku 174 ketentuan dalampasal113.dan bupati/walikotatetap menetapkan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBDdan rancangan peraturan bupati/walikota tentang penjabaran perubahanAPBD menjadi peraturandaerah dan peraturan bupati/walikota. kepala daerahharusmemberhentikan pelaksanaan peraturan daerah dan selanjutnyaDPRD bersama kepala daerah peraturan mencabut daerah dimaksud.

BAB IX PENGELOLAAN KAS Bagian Peftama PengelolaanPenerimaandan PengeluaranKas Pasal179 jawab terhadap (1) BUDbertanggung pengelolaan penerimaan pengeluaran dan kas daerah. BUDmembuka kas sebagaimana dimaksud kas rekening umumdaerahpadabankyangsehat. anggaran belanja. Pasal 181 penerimaan (1) Rekening sebagaimana dimaksud dalamPasal180 digunakan untuk penerimaan menampung daerahsetiaphari. potongan PPN. d. dan pembiayaan pemerintah daerah.64(4) DPPA-SKPD dapat dilaksanakan setelah dibahas TAPD. potongan PPh. c. . (2) Untukmengelola daerah padaayat (1). b. Pasal180 pelayanan pelaksanaan penerimaan pengeluaran kepada Untukmendekatkan dan kas SKPDatau masyarakat BUD dapat membuka rekening penerimaandan rekening padabankyangditetapkan pengeluaran olehkepala daerah. potongan Taspen. (2) Penerimaan sebagaimana padaayat(1) seperti: kas dimaksud a. (3) Penunjukan bank yang sehat sebagaimana dimaksudpada ayat (2) ditetapkan dengankeputusan kepaladaerahdan diberitahukan kepadaDPRD. (2) Saldo penerimaan padaayat (1) setiapakhirhari rekening sebagaimana dimaksud kerjawajib disetorkan seluruhnya rekening umum daerah. Bagian Ke{ua PengelolaanKas Non Anggaran Pasal 183 penerimaan (1) Pengelolaan non anggaran kas mencerminkan dan pengeluaran kas yang tidak mempengaruhi pendapatan. kas padarekening (2) Jumlahdanayang disediakan pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disesuaikan yang telah ditetapkan dengan rencanapengeluaran dalamAPBD. ke kas Pasal182 pengeluaran (1) Rekening sebagaimana dimakud dalamPasal180 diisidengandana yang bersumber dari rekening umumdaerah. potongan Askes.dan disahkan oleh PPKD persetujuan berdasarkan sekretaris daerah.

e. Pengeluaran kas sebagaimana dimakud pada ayat (3) dilakukansebagai pengeluaran perhitungan fihakketiga. c. kepala daerah menetapkanl a. penyetoran PPN. penyetoran Taspen. penerimaan titipanuangmuka. uang dan g. Tata cara pengelolaan non anggaran kas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diaturdalamperaturan kepala daerah. pengembalian titipanuangmuka. penyetoran PPh. BABX PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAERAH Bagian pertama penatausahaanKeuangan Daerah Azas Umum Pasal184 (1) Pengguna anggaran/kuasapengguna anggaran.65e. uang dan g. lainnya Penerimaan kas sebagaimana dimaksudpada ayat (2) diperlakukan sebagai penerimaan perhitungan fihakketiga. c. d. pejabat yangdiberiwewenang menandatangani SpM. f . (z) Pejabat yang menandatangani dan/ataumengesahkan dokumenyang berkaitan dengansurat bukti yang menjadidasarpenerimaan dan/ataupengeluaran atas pelaksanaan APBDbertanggung jawab terhadapkebenaran materialdan akibat yangtimbuldari penggunaan suratbuktidimaksud. d. penerimaan yangsejenis. pengeluaran yangsejenis. b. Penyajian informasi sebagaimana dimaksud padaayat (6) sesuai denganStandar Akuntansi Pemerintahan. b. bendahara penerimaan/ pengeluaran dan orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah wajib menyelenggarakan penatausahaan lesuai peraturan dengan perundang-undangan. pejabat yang diberiwewenang menandatangani SpD. penyetoran Askes. pejabat yang diberiwewenang menandatangani Sp2D. lainnya Pengeluaran sebagaimana kas padaayat(1) seperti: dimaksud a. pengembalian jaminan. pejabat yang diberiwewenang mengesahkan SpJ. penerimaan jaminan. Informasi penerimaan dan pengeluaran sebagaimana kas kas padaayat dimaksud (2) dan ayat(3) disajikan dalamlaporan aruskasaKivitasnon anggaran. f . Bagian Kedua penatausahaanKeuangan Daerah Pelaksanaan Pasal185 (1) Untukpelaksanaan APBD. (3) (4) (5) (6) (7) (B) .

keuangan. kantorposoleh keuangan dan/atau lembaga banklain. t. dan pelaksanaan APBD. dilakukan dengan cara: dimaksud ke a. bendaharapengeluaran belanjahibah. didelegasikan kepala oleh daerah padaayat(3) mencakup: lainnya sebagaimana dimaksud Pejabat yang melaksanakan fungsitata usahakeuangan a. h.66e. tahunanggaran dilaksanakan sebelum dimulainya (2) (3) (4) (5) Pasal186 penerimaan (1) Untukmendukung dan bendahara kelancaran tugasperbendaharaan. disetorlangsung bankolehpihakketiga.belanjabagi hasil. tidakterduga. PPTK suatuprogramsesuai dengan bidangtugasnya. Penetapan kepada kepala SKPD. bendaharapenerimaan SKPD. pengeluaran dan belanja pembantudan bendahara pengeluaran pembantu g. yang diberiwewenang kegiatan dari melaksanakan atau beberapa satu b. belanja subsidi. pejabat yang diberi wewenangmenandatangani pendapatan daerah. bendahara dapatdibantu (2) Pembantu bendahara penerimaansebagaimanadimaksud pada ayat (1) kasiratau pembuatdokumenpenerimaan melaksanakan fungsisebagai (3) Pembantu bendahara pengeluaransebagaimana dimaksud pada ayat (1) pembuat dokumen pengeluaran uang atau melaksanakan fungsi sebagaikasir. disetormelalui .belanjabantuan pembiayaan padaSKPKD.dan penerimaan pihakketiga. dimaksud pada ayat (2) dan ayat (4) Penetapanpejabat sebagaimana berkenaan. pejabat yang diberi wewenangmenandatangani yangsah. PPK-SKPD diberiwewenang padaSKPD. b. disetormelalui pihakketiga. penerimaan bendahara pengeluaran. dan bendahara yang mengelolabelanja bunga. kuasaBUDmenerima sah (2) Penerimaan daerahyang disetorke rekeningkas umum daerah sebagaimana padaayat(1). oleh bendahara c.dan buKi penerimaan lainnya e. kas dan buKi penerimaan d. Bagian Ketiga Penerimaan Penatausahaan Pasal 187 (1) Penerimaan kas daerahdisetorke rekening umurndaerahpadabank pemerintah yangditunjukdan dianggap setelah notakredit. pengeluaran olehpembantu bendahara. pejabat lainnya dalamrangka pejabat yang ditunjuk sebagai kuasa penggunaanggaran/kuasa Penetapan pengguna dimaksudpada ayat (1) huruf b dilaksanakan barang sebagaimana dengan sesuai kebutuhan. pejabat lainnya sebagaimana dimaksudpada ayat (1) huruf h. belanjabantuansosial. surat bukti pemungutan c. pembantu bendahara penerimaan dan/atau pembantu bendahara pengeluaran. pengurusan gaji.badan.

evaluasi dan analisis sebagaimana dimakud pada ayat (7) dilakukan dalamrangkarekonsiliasi penerimaan. b. bukukasumum. bukupembantu rincian per objekpenerimaan. Pasal189 (1) Bendahara penerimaan wajib menyelenggarakan penatausahaan terhadap seluruh penerimaan penyetoran penerimaan dan atas yangmenjadi jawabnya. . d. bukukasumum. suratketetapan pajakdaerah (SKp-Daerah). dan e. lainnya {7) PPKDselaku BUD melakukanverifikasi. buktipenerimaan yangsah. b. bukurekapitulasi penerimaan harian. (10) Formatbuku kas umum. lainnya (4) Bendaharapenerimaanpada sKpD wajib mempertanggungjawabkan secara administratif atas pengelolaan uang yang menjaditanggungjawabnyadengan menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaan-liepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui palinglambattangial 10 PPK-SKPD bulanberikutnya.. bukurekapitulasi penerimaan harian. (9) Mekanisme dan tatacaraverifikasi. (B) Verifikasi. surat ketetapan (SKR).evaluasidan analisis atas laporan peftanggungjawaban bendahara penerimaan padaSKPDsebagaimana dimaksud padaayat (5). tanggung (2) Penatausahaan atas penerimaansebagaimana dimaksud pada ayat (1) menggunakan: a. (5) Bendaharapenerimaan pada sKpD wajib mempeftanggungjawabkan secara fungsionalatas pengelolaan uang yang menjadi. surattandasetoran(STS). c. 6 7(3) Benda berharga seperti karcis retribusi sebagai tandabuktipembayaran pihak oleh ketigakepada bendahara penerimaan sebaglimana dimaksud padaayat (2) i-ruruf c diterbitkan disahkan dan olehppKD. bukupembantu rincian per objekpenerimaan.I menteri ini. (3) Bendahara penerimaan dalammelakukan penatausahaan sebagaimana dimaksud padaayat(2) menggunakan: a. dan c. buku pembantu rincian per objek penerimaan buku dan -pada rekapitulasi penerimaan hariansebagairnana dimaksud ayat (2) tercantum dalamLampiran peraturan D.tanggung l-awabnyadengan . buktipenerimaan yangsah. retribusi c. surattanda bukti pembayaran. menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaanliepada ppKD selaku BUDpalinglambattanggal10 bulanberikutnya. (6) Laporan pertanggungjawaban penerimaan sebagaimana pada ayat (4) dimaksud dan ayat(5) dilampiri dengan: a. evaluasi dan analisis sebagaimana dimaksud padaayat(8) diaturdalamperaturan kepala daerah. b. dan d. pasal 188 Dalam daerah hal yang karenakondisi geografisnya dijangkau sulit dengankomunikasi dan transportasi sehinggamelebihibataswaktu'penyetoran sebagairiana dimaksud dalamPasal ayat(2) ditetapkan 187 peraturan daram kepala daerah.

68(11) Formatsurat ketetapanpajak daerah,surat ketetapanretribusi,surat tanda padaayat (3) dimaksud sebagaimana dan setoran, surattandabuktipembayaran ini, menteri D.II dalamLampiran peraturan tercantum (12) Format laporan peftanggungjawaban bendahara penerimaan sebagaimana padaayat (a) dan ayat(5) tercantum D.III peraturan dalamLampiran dimaksud ini. menteri Pasal190 geografis ataspertimbangan kondisi (1) Dalam obyekpendapatan daerah tersebar hal kewajibannya wajib pajak dan/atau wajib retribusitidak mungkin membayar langsungpada badan, lembagakeuanganatau kantor pos yang beftugas penerimaan, dapatditunjuk tugasdan fungsibendahara melaksanakan sebagian pembantu. penerimaan bendahara penatausahaan (Z) Bendaharapenerimaan pembantu wajib menyelenggarakan dan penyetoranatas penerimaanyang menjadi terhadapseluruh penerimaan jawabnya. tanggung (3) Penatausahaan atas penerimaansebagaimanadimaksud pada ayat (2) menggunakan: a. bukukasumum;dan pembantu. harian b. bukukaspenerimaan penatausahaan pembantu sebagaimana penerimaan dalammelakukan (4) Bendahara padaayat(3) menggunakan: dimaksud pajakdaerah(SKP-Daerah); a. suratketetapan (SKR); retribusi b. suratketetapan (STS); c. surattandasetoran dan d. surattanda buKi pembayaran; yangsah. lainnya e. buKi penerimaan menyampaikan laporan (5) Bendahara penerimaan pembantu wajib paling lambat penerimaan penerimaan pertanggungjawaban kepadabendahara tanggal5 bulanberikutnya. verifikasi, penerimaan dimaKudpadaayat (5) melakukan (6) Bendahara sebagaimana penerimaan. pertanggungjawaban ataslaporan dan evaluasi analisis padaayat pembantu dimaksud sebagaimana (7) Formatbuku kas penerimaan harian menteriini' D.IV peraturan (3) huruf b tercantumdalamLampiran Pasat191 atau kantorpos keuangan bank,badan,lembaga daerahdapatmenunjuk Kepala penerimaan. yangbertugas tugasdanfungsibendahara sebagian melaksanakan pada dimaksud atau kantor pos sebagaimana Ban( badan,lembagakeuangan kas umumdaerah ke uangyang diterimanya rekening seluruh ayat (1) menyetor palinglama 1 (satu) hari kerjaterhitungsejakuangkas tersebutditerima. dan yangsulit dijangkau geografis dengankomunikasi kondisi Ataspertimbangan ketentuanbatas waKu penyetoransebagaimana transportasi,dapat melebihi kepaladaerah. padaayat (2) ditetapkan dalamperaturan dimaksud dimaksudpada Bank, badan, lembagakeuanganatau kantor pos sebagaimana kas yang diterimanyakepada seluruhuang ayat (1) mempertanggungjawabkan BUD. daerah melalui kepala padaayat dimaksud sebagaimana dan Tatacarapenyetoran pertanggungjawaban peraturan daerah' (4) ditetapkan kepala (2), ayat(3), dan ayat dengan

(t) (2)

(3)

(4)

(5)

-69Pasal192 ( 1 ) Bendahara penerimaan pembantu wajibmenyetor seluruh uangyang diterimanya ke rekening umumdaerah kas paling lama1 (satu)hari kerjaterhitung sejakuang kastersebut diterima. ( 2 ) Bendahara penerimaan pembantumempertanggungjawabkan penerimaan bukti dan bukti penyetoran seluruh dari uangkas yang diterimanya kepadabendahara Denerimaan,

Pasal 193 Pengisian penatausahaan dokumen penerimaan menggunakan dapat aplikasi komputer dan/atau elektronik alat lainnya.
Pasal194 Dalam bendahara hal penerimaan berhalangan, maka: a. apabila melebihi (tiga) hari sampai 3 selama-lamanya(satu) bulan,bendahara 1 penerimaan tersebutwajib memberikan suratkuasakepadapejabatyang ditunjuk untuk melakukan penyetoran dan tugas-tugas bendaharapenerimlan atas tanggungjawab bendahara penerimaan yang bersangkutan dengan diketahui kepala SKPD; b. apabilamelebihi1 (satu) bulan sampaiselama-lamanya (tiga) bulan, harus 3 ditunjukpejabatbendahara penerimaan diadakan dan beritaacari serahterima; c. apabila bendaharapenerimaan sesudah3 (tiga ) bulan belum juga dapat melaksanakan tugas,makadianggap yangbersangkutan telah mengundurkan diri atau berhentidari jabatan sebagai penerimaan bendahara dan oleh karenaitu segera penggantinya. diusulkan pasal 195 prosedur Ringkasan penatausahaan penerimaan bendahara tercantum dalamLampiran D.Vperaturan menteri ini. Bagian Keempat pengeluaran Penatausahaan Paragraf I PenyediaanDana Pasal196 (1) Setelah penetapan anggaran kas, ppKD dalam rangka manajemen kas menerbitkan SpD. (2) SPD sebagaimana dimaksudpada ayat (1) disiapkan oleh kuasa BUD untuk ditandatangani ppKD. oleh Pasal 197 ( 1 ) Pengeluaran atas bebanAPBD kas dilakukan berdasarkan atau dokumen SPD lain yangdipersamakan dengan SpD. (2) Format sPDsebagaimana padaayat(1) tercantum dimaksud dalamLampiran D.VI peraturan menteriini.

-70Paragraf 2 Permintaan Pembayaran Pasal198 (1) Berdasarkan SPD atau dokumen lain yang dipersamakandengan SPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197 ayat (1), bendaharapengeluaran mengajukan pengguna SPPkepadapengguna anggaran/kuasa anggaran melalui PPK-SKPD. (2) SPP sebagaimana dimaKudpadaayat(1) terdiridari: (SPP-UP); a. SPP UangPersediaan b. SPP GantiUang(SPP-GU); SPP c, Tambahan Uang(SPP-TU); dan (SPP-LS). d. SPP Langsung (3) Pengajuan sebagaimana padaayat (2) huruf a, huruf b, dan huruf c SPP dimaksud dilampiri penggunaan dengandaftar rincianrencana dana sampaidenganjenis belanja. Pasal199 ( 1 ) Penerbitandan pengajuan dokumen SPP-UP dilakukan oleh bendahara pengeluaranuntuk memperolehpersetujuandari pengguna anggaran/kuasa pengguna pengisian anggaran melalui PPK-SKPD dalamrangka uangpersediaan. (2) Dokumen padaayat(1) terdiridari: SPP-UP sebagaimana dimaksud a. 'surat pengantar SPP-UP; b. ringkasan SPP-UP; c, rincian SPP-UP; d. salinan SPD; e. draft surat pernyataan untuk ditandatangani oleh penggunaanggaran/kuasa penggunaanggaranyang menyatakan bahwa uang yang diminta tidak dipergunakan untuk keperluan selainuang persediaan saat pengajuan SP2D kepadakuasaBUD;dan f. lampiran yangdiperlukan. lain Pasal 200 ( 1 ) Penerbitandan pengajuan dokumen SPP-GU dilakukan oleh bendahara pengeluaran untuk memperolehpersetujuan dari pengguna anggaran/kuasa pengguna ganti uangpersediaan. anggaran melalui PPK-SKPD dalamrangka padaayat(1) terdiridari: (2) Dokumen SPP-GU sebagaimana dimaksud pengantar a . surat SPP-GU; b. ringkasan SPP-GU; c. rincian SPP-GU; peftanggungjawaban pengeluaran d . suratpengesahan laporan bendahara atas penggunaan danaSPP-UP/GU||U sebelumnya; e. salinan SPD; f. draft surat pernyataan untuk ditandatangani oleh penggunaanggaran/kuasa pengguna anggaran yang menyatakanbahwa uang yang diminta tidak dipergunakan untuk keperluan selainganti uang persediaan saat pengajuan SPZD kepada kuasaBUD;dan g. lampiran yangdiperlukan. lain

ringkasan SPP-TU. rincian SPP-TU. dan Pasal202 ayat (2) huruf e tercantumdalam LampiranD. ( 1 ) Penerbitan dan pengajuan dokumenspp-Tu dilakukanoleh bendahara Pasal203 ( 1 ) Pengajuan dokumen sPP-up.VIII peraturan menteriini. uang (2) Dokumen SPP-TU sebagaimana pada dimaksud ayat(1)terdiri dari: suratpengantar SPP-TU. (2) Formatdraft surat pernyataan pengguna anggaran/kuasa penggunaanggaran sebagaimana dimaksud dalampasal199ayat(2) hurufe. suratpengantar Spp-LS. salinan SPD. . (4) Dalam danatambahan hal uangtidakhabis digunakan dalam1 (satu)bulan.x peiaturan menteri ini. surat keterangan yang memuat penjelasan keperluanpengisian tambahan uangpersediaan. dan g. A draft suratpernyataan untukditandatangani pengguna oleh anggaran/kuasa penggunaanggaranyang menyatakan bahwa uang yang diminta tidak dipergunakan untuk keperluanselain tambahan uang persediaan saat pengajuan SP2D kepada kuasa BUD. ke kas (s) Formatsuratketerangan sebagaimana padaayat (2) huruff tercantum dimaksud dalamLampiran D. lampiran lainnya. spp-Gudan spp-TU sebagaimana dimaksud dalam Pasal199 ayat (1). pengguna anggaran melalui (2) Dokumen SPP-LS untuk pernbayaran dan tunjangan gaji sebagaimana dimaksud padaayat(1) terdiridari: a. Pasal200 ayat (1) dan pasalz0z iyat (1) digunakan dalam gka pelaksanaan ran pengeluaran sKpDyangharusdipertanggungjawabkan. pasal200 ayat(2iluruf f. d . Pasal 202 pengeluaran untuk memperoleh persetujuan dari pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui PPK-SKPD rangka dalam tambahan persediaan. pasal201 jumlah Ketentuan batas SPP-UP SPP-GU pasal dan sebagaimana dimaksud dalam 199 danPasal ditetapkan 200 peraturan dalam kepala dierah. t. b .maka sisatambahan uangdisetor rekening umumdaerah. (3) Batas jumlah pengajuan spp-TUharusmendapat persetujuan dari ppKDdengan memperhatikan rincian kebutuhandan waKu penggunaan ditetapkandalam peraturan kepala daerah.VII peraturan menteri ini. Pasal204 (1) Penerbitan pengajuan dan dokumen SPP-LS untukpembayaran dan tunjangan gaji serta penghasilanlainnya sesuai dengan peraturan peiunOang-undangan dilakukan oleh bendahara pengeluaran guna memperoleh persetujuari pengguna anggaran/kuasa ppK-SKpD.-71(3) Formatsurat pengesahan laporanpetanggungjawaban pengeluaran bendahara sebagaimana dimaksud padaayat (2) huruf d tercantum dalam Lampiran D. a.

gajisusulan. daftarkeluarga o. uang duka wafat/tewasyang dilengkapi dengan daftar gaji indu(gaji ga susulan/ kekuran n gaji/ua dukawafat/tewas. pangkat. s. suratkematian. kepaladaerah/wakil kepaladaerah. gaji a. ringkasan c. SSP PPhPasal dan 21. padaayat(3) digunakan sesuai dengan sebagaimana dimaksud Pasal205 (1) PPTKmenyiapkandokumen SPP-LS untuk pengadaanbarang dan jasa untuk permintaan pengeluaran dalamrangkapengajuan disampaikan kepada bendahara pembayaran pada (2) Dokumen dan jasa sebagaimana dimaksud barang SPP-LS untuk pengadaan ayat(1) terdiridari: a. SKCPNS. j. suratketerangan masihsekolah/kuliah. u. lampiran SPP-LS. daftarpotongan sewarumahdinas. p. b. gaji. gaji kenaikan berkala. c. anggotaDPRD sertagaji dan tunjangan (4) Kelengkapan lampiran dokumen SPP-IS pembayarangaji dan tunjangan peruntukannya. . peraturan perundang-undangan mengenai penghasilan pimpinan dan w. dan d. g. rincian SPP-LS. pemberhentian pembayaran q. m. SKPNS. b. kekurangan d. ng f. e.72b. k. suratpindah. suratpernyataan melaksanakan tugas.' (KP4). t. n. salinan SPD. h. fotokopisurat nikah. (3) Lampirandokumen SPP-LSuntuk pembayarangaji dan tunjangan seta penghasilan padaayat(2) hurufd mencakup: lainnya dimaksud sebagaimana pembayaran induk. fotokopiaKe kelahiran. v. rincian SPP-LS. ringkasan SPP-LS. SKjabatan. (SKPP) gaji. lampiran SPP-LS. suratketerangan r. pernyataan pelantikan. SKkenaikan i. SPP-LS. suratpengantar SPP-LS. (3) Lampirandokumen SPP-LS barang dan jasa sebagaimana untuk pengadaan padaayat(2) hurufd mencakup: dimaksud a. gaji terusan. surat L suratpemyataan masihmendudukijabatan. c. dan d.

c. l. yang ditandatangani nota/faktur pihakketigadan pprK seftaidisetujui olehpengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran._73_ salinan suratrekomendasi SKpD dari teknis terkait. n' foto/buku/dokumentasi tingkatkemajuan/ penyelesaian pekerjadn. barang danjasa kepada (6) Bendahara pengeluaran mengajukan spp-6 sebagaimana padaayat(1) dimaksud pengguna kepada anggaran setelah ditandatangani pprK guna. bendaharapengeluaran mengembalikan dokumen spp-Ls pengadaan ppTKuntukdilengkapi. (3) SPP-LS belanjabarangdan jasa untuk kebutuhan sKpDyang bukanpembayamn langsung pihakketiga kepada dikelola pengeluaran. ssP disertaifaKur pajak (ppN dan pph) yang telah ditandatangani wajib pajakdan wajibpungut. anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui Pasal206 (1) Permintaan pembayaran untuk suatukegiatan dapatterdiridari SPp-LS dan/atau b. olehbendahara /f\ . beritaacaraserahterimabarangdanjasa. (4) Kelengkapan lampiran dokumen spp-Lspengadaan barangdan jasa sebagaimana dimaksud padaayat(3) digunakan sesuai peruntu[annya. f. potonganjamsostek(potongan sesuaidenganketentuanyang berlaku/surat pemberitahuan jamsostek). surat pemberitahuan potongandenda keterlambatan pekerjaandari ppTK pekerjaan apabila mengalami keterlambatan. kwitansi bermeterai. berita acara prestasi kemajuan p-re6aan dilampiridengan bukti kehadiran dari tenaga konsultansesuai pentahipan waKu pekerjaan dan buKi penyewaanlpembelian penunjang alat serta bukti pengeluaran lainnya berdasarkan rincian dalamsuratpenawaran. e. SPP-LS sebagaimana padaayat(1) untukpembayaran dimaksud langsung kepada pihak ketiga berdasarkan kontrak dan/atau surat perintah lierja. i. d. dan p. m. o.selelah diperhitungkankewajiban pihak ketiga sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. beritaacarapenyelesaian pekerjaan. suratjaminanbankatauyangdipersamakan dikeluarkan bankatau yang oleh lembaga keuangan bank. surat perjanjian kerjasama/kontrak antara pengguna anggaran/kuasa penggunaanggarandengan pihak ketiga serta mencantumkan nomor rekening bankpihakketiga. k. surat angkutan atau konosemen pengadaan apabila barangdilaksanakan di luarwilayah kerja. khususuntuk pekerjaan yang perhitungan konsultan harganyamenggunakan biaya personil (billing rate).memperoleh oleh persetujuan pengguna ppK-sKpD. berita acara pemeriksaan yang ditandatangani oleh pihak ketiga/rekanan sertaunsurpanitiapemeriksaan barangberikutlampiran yang daftarbarang diperiksa. beritaacarapembayaranl. h.. dokumen lain yang dipersyaratkan untuk kontrak-kontrak yang dananya sebagianatau seluruhnya bersumber dari penerusan pinjaman/hibah luar negen. non j. dengan (s) fllam hal kelengkapan yangdiajukan dokumen sebagaimana padaayat dimaksud (4) tidak lengkap. g. sPP-UP/GUrrU.

e. mengembalikan PPK-SKPD pengeluaran untukdilengkapi. kegiatan padaayat(1) huruf b.X ayat Pasal208 pembayaran hibah. f. pengeluaran lainnya Pasal207 SPP-GU. (5) Kartu kendali kegiatan sebagaimana dimaksudpada ayat (2) tercantumdalam D. huruf e. Pasal Pasal ayat(1). huruf d. huruf d. bukukasumum. oleh padaayat yangdiajukan dimaksud (3) Dalam kelengkapan sebagaimana hal dokumen SPP-TU. d.XII peraturan dalamLampiran dan huruff. Pasal 205 199 200 ayat(1). yangdiajukan olehbendahara dan SPP-UP. Pasal peraturan (1) tercantum menteri ini.)(Iperaturanmenteriini. bukupanjar. Pasal ayat(1). dokumen SPP-UP. SPP-GU. SPP-TU.belanjabagi belanjabunga. menteri D. (7) Dokumen sebagaimana dimaksud menteriini.74(4) SPP-UP/GUffU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk pembayaran yangbukanuntukpihakketiga. SPP-TU. bukusimpanan/bank. c.dan pembiayaan hasil. Permintaan SKPKD oleh bendaharapengeluaran bantuan keuangan.dan buku rekapitulasi register SPP-UP/GUIU/LS. 202 204 ayat(1). D. sefta ayat(4) tercantum Pasal210 pengguna (1) Pengguna menelitikelengkapan dokumen anggaran anggaran/kuasa pengeluaran. b. buku pajak. olehpembantu bendahara e. SPP-6 sebagaimana dan dimaksud dalam Format dokumen SPP-UP. yangdiajukan kepada PPKD melalui PPK-SKPKD. pengeluaran rincian per obyek.subsidi. kepada bendahara danSPP-LS . bantuansosial. Lampiran dimaksudpada ayat (1) huruf a sesuai (6) Format buku kas umum sebagaimana ini. huruf c. SPP-GU. huruf (3) Buku-buku dimaksud sebagaimana pengeluaran. (2) Dalam rangka pengendalianpenerbitanpermintaanpembayaranuntuk setiap dibuatkan kaftu kendalikegiatan. huruf c. dan huruff dapatdikerjakan penerbitan yang digunakan SPP (4) Dokumen dalammenatausahakan oleh PPK-SKPD mencakup registerSPP-UP/GUfruILS. dengan menerbitkan SPP-LS dilakukan Pasal209 yang digunakan pengeluaran (1) Dokumen dalam menatausahakan oleh bendahara pengeluaran permintaan pembayaran mencdkup: a. SPP-LS (Z) Penelitian dimaksudpada ayat (1) dokumen SPP sebagaimana kelengkapan dilaksanakan PPK-SKPD. dalamLampiran D.I dengan Lampiran peraturan padaayat (1) huruf b. (2) tidak lengkap.

penggunaanggaran/kuasa penggunaanggaran menerbitkan SPM. (3) Dalam hal penggunaanggaran/kuasa penggunaanggaranberhalangan. (3) FormatsPM sebagaimana pada ayat (1) tercantumdalam Lampiran dimaksud D. dan register penerbitan suratpenolakan SpM. . registerSPM-UP/SPM-GU/SPM-TU/SpM-LS.XV peraturan menteriini.XIil peraturan menteriini.XIVperaturan menteriini. oleh (3) Dokumen sebagaimana padaayat (1) tercantum dimaksud dalamLampiran D._75_ Paragraf3 Perintah Membayar Pasal211 r 1 ) Dalam hal dokumen spp sebagaimana dimakud dalam pasal 210 ayat (2) dinyatakan lengkap dan sah. yang bersangkutan dapat menunjuk pejabat yang diberi wewenang untuk menandatangani SPM.penggunaanggaran/kuasa penggunaanggaran dilarang menerbitkan yang membebanitahun sPM anggaran berkenaan. Pasal213 SPMyangtelah diterbitkan sebagaimana dimaksud dalamPasal 212 ayat (1) diajukan kepada kuasa BUDuntukpenerbitan SPZD. ( 2 ) Dalam hal dokumen sPp sebagaimana dimaksuddalam pasal 210 ayat (2) dinyatakan tidaklengkap dan/atau tidaksah. (2) Penolakan penerbitan sPMsebagaimana dimakud dalampasal 211 ayat(2) paling lama1 (satu) hari kerjaterhitungsBjakditerimanya pengajuan spp. b. Pasal212 ( 1 ) Penerbitan sPM sebagaimana dimaksud dalampasal211 ayat (1) palinglama 2 (dua)hari kerja terhitungsejakditerimanya dokumen Spp.pengguna anggaran/kuasa pengguni anggaran menolak menerbitkan SpM. (4\ Formatsurat penolakan penerbitan spM sebagaimana pada ayat (2) dimaksud tercantum dalamLampiran D. Pasal215 setelah tahun anggaranberakhir. (2) Penatausahaan pengeluaran perintah membayar sebagaimana padaayat dimaksud (1) dilaksanakan PPK-SKpD. Pasal214 ( 1 ) Dokumen-dokumen yang digunakan oleh penggunaanggaran/kuasa pengguna anggaran dalammenatausa pengeluaran hakan perintah membayamenca : r kup a.

anggaran. d.dimaKud dalam Pasal217 ayat (7) pengajuan palinglama1 (satu) hari kerjaterhitungsejakditerimanya SPM. kuasaBUDmenolak yang bersangkutan dapat menunjukpejabat Dalamhal kuasaBUD berhalangan. surat pemyataan tanggungjawabpengguna anggaran/kuasapengguna . anggaran. persyaratan yang ditetapkan dalamperaturan dimaksudpada ayat (1) dinyatakan Dalam hal dokumen SPM sebagaimana lengkap. kepada langsung . dan penyetoran PPN/PPh. buKi-buKi pengeluaran perundang-undangan. ringkasanpengeluaran pengeluaran yang sah dan lengkap.XVI dimaksud Format SP2D sebagaimana peraturan menteriini. pertanggungjawaban bendaharapengeluaranperiode b. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Pasal217 217 ayat (6) palinglama2 (1) Penerbitan dimaksud dalamPasal SP2D sebagaimana pengajuan (dua) hari kerjaterhitungsejakditerimanya SPM. kuasaBUDmenerbitkan SP2D. anggaranlkuasa (2) KuasaBUD menyerahkan SP2Dyang diterbitkanuntuk keperluan pembayaran pihakketiga. penerbitan (3) Formatsurat penolakan dimaksudpada ayat (2) SP2Dsebagaimana menteriini. pada ayat (1) dinyatakan tidak dimaksud SPMsebagaimana Dalamhal dokumen pengeluaran tersebut melampaui pagu lengkap dan/atau tidak sah dan/atau menerbitkan SPZD.76Paragraf 4 PencairanDana Pasal216 dokumen SPMyang diajukanoleh pengguna KuasaBUD menelitikelengkapan yang diajukan tidak penggunaanggaranagar pengeluaran anggaran/kuasa yang ditetapkan pagu dan memenuhi persyaratan dalam peraturan melampaui perundang-undangan. dalamLampiran D.XVIIperaturan tercantum Pasal218 (1) Kuasa BUD menyerahkan SP2D yang diterbitkan untuk keperluan uang persediaan/ganti kepada pengguna uang persediaanltambahan uang persediaan penggguna anggaran. dan yang sah dan lengkapsesuaidengankelengkapan b. anggaran/kuasa tanggung dokumen SPM-GU untukpenerbitan 5P2Dmencakup: Kelengkapan pengguna tanggungjawab penggunaanggaran/kuasa a. tanggung anggaran/kuasa dokumen SPM-LS untuk penerbitan SP2D mencakup: Kelengkapan a. SP2Dadalahsurat pernyataan dokumenSPM-UP untuk penerbitan Kelengkapan jawabpengguna pengguna anggaran. buktiatas dokumenSPM-TU untuk penerbitan SP2Dadalah surat pernyataan Kelengkapan jawabpengguna pengguna anggaran. untuk menandatangani pada ayat (4) tercantum dalam D. yang diberiwewenang SP2D. per rincian objek yang disertai dengan buKi-buKi c. penerbitan (2) Penolakan 5P2D sebagaimana . surat pengesahan sebelumnya. surat pernyataan anggaran.

pertanggungjawaban pengeluaran dana bulan Desemberdisampaikan paling lambat tanggal31 Desember.XIXperaturan menteriini. b. register penolakan pertanggungjawaban laporan pengeluaran (spJ). a. (B) Untuk tertib laporan pertanggungjawaban pada akhir tahun anggaran.pertanggungjawaban pengeluaran (SpJ). pengguna anggaran menerbitkansurat pengesahanraporan pertanggungjawaban. b. (4) Dalam mempeftanggungjawabkan pengelolaan uangpersediaan. suratpenolakan laporan. bukukas umum. ringkasan per pengeluaran yang sah atas pengeluaran dari setiap rincian obyek yang tercantum pengeluaran rincian dalamringkasan per obyekdimaksud. pengeluaran rincianobyek yang disertaidenganbuKi-bukti b. d. registerpengesahan laporanpertanggungjawaban pengeluaran (SpJ). c. dan (2) Format dokumen padaayat(1) tercantum sebagaimana dimaksud dalamLampiran peraturan D. (3) Format dokumen sebagaimana dimakud padaayat(2) tercantum dalamLampiran D. (6) Dalamhal laporanpertanggungjawaban sebagaimana dimaksudpada ayat (4) telah sesuai. bukti atas penyetoran PPN/PPh kas negara..dan ke d. (2) Dokumen yang digunakan dalam menatausahakanpertanggungjawaban pengeluaran mencakup: a. (7) Ketentuan bataswaktu penerbitan suratpengesahan laporanpertanggungjawaban pengeluaran sanksiketerlambatan dan penyampaian pertanggungjawaban laporan ditetapkan dalamperaturan kepala daerah. bukukaspenerimaan pengeluaran. Paragraf 5 PertanggungjawabanPenggunaanDana Pasal220 (1) Bendaharapengeluaransecara administratifwajib mempertanggungjawabkan penggunaanuang persediaan/ganti uang persediaan/tambah uang persediaan kepada kepala palinglambat SKPD melalui PPK-SKPD tanggal10 bulanberikutnya.dan e. . registerpenufupan kas.7 7- Pasal219 ( 1 ) Dokumen yangdigunakan kuasa BUDdalam menatausahakan mencakup: sp2D register SP2D. register penerbitan suratpenolakan SP2D. c. dokumen laporan peftanggungjawaban yang disampaikan sebagaimana dimakud pada ayat (1) mencakup: a. register penutupan kas. (5) Bukukasumum sebagaimana padaayat(4) hurufa ditutupsetiap dimaksud bulan dengansepengetahuan persetujuan penggunaanggaran/kuasa dan pengguna anggaran. registerpenerimaan laporanpertanggungjawaban pengeluaran (SpJ). dan c.XVIII menteri ini.

buKi Yangsah. per obyek. meneliti kelengkapan yangdilampirkan. pada ayat (5) pengeluarap dimaksud sebagaimana pertanggungjawaban Laporan mencakup: a. tingkatandaerah. pengeluaran melakukan Bendahara padaayat(6). pengeluaran buKi-bukti b. D. bukupajakPPN/PPh. bukupajakPPN/PPh. penatausahaan sebagaimana pembantu pengeluaran dalammelakukan Bendahara yangsah' buKi pengeluaran padaayat(3) menggunakan dimaksud menyampaikan laporan Bendahara pengeluaran pembantu' wajib palinglambat pengeluaran pengeluaran kepadabendahara pertanggungjawaban tanggal5 bulanberikutnYa. bukukasumum. verifikasi Dalammelakukan berkewajiban: SKPD dan dokumen laporan peftanggungjawaban keabsahan a. pada SKPDwajib mempertanggungjawabkan secara (10) Bendaharapengeluaran uang yang menjadi tanggungjawabnya dengan fungsionalatas pengelolaan pengeluaran kepadaPPKDselaku laporanpertanggungjawaban menyampaikan palinglambattanggal bulanberikutnya. 10 BUD secara fungsional pertanggungjawaban bendaharapengeluaran (11) Penyampaian surat setelahditerbitkan dimaksudpada ayat (10) dilaksanakan sebagaimana pengeluaran pertanggungjawaban pengesahan oleh penggunaanggaran/kuasa pengguna an99aran. dan dan/ataurentangkendali lokasi.78(9) Dokumen pendukung SPP-LS dapat dipersamakan dengan buKi pihak pembayaran kepada pertanggungjawaban pengeluaran bebanlangsung atas ketiga. yang menjaditanggung terhadapseluruhpengeluaran pembantu dalam pengeluaran yang digunakan oleh bendahara Dokumen-dokumen pengeluaran mencakup: menatausahakan a. pengeluaran c. menguji kebenaran sesuai dengan SPM dan SP2D yang diterbitkan periode sebelumnya Pasal222 pertimbangan pembantudapat ditunjuk berdasarkan pengeluaran Bendahara jumlah uangyang dikelola. pengeluaran dimaksudpada sebagaimana (12) Formatlaporanpertanggungjawaban peraturan menteri ini. bukukas umum. menghitung d.dan pengenaan atas PPN/PPh bebanpengeluaran rincian c. buku panjar. c. dan b. atas laporan dan analisis evaluasi verifikasi. bebankerja. pengeluaran dimaksud pertanggungjawaban sebagaimana (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) . dan b. menguji kebenaran perhitungan atas pengeluaranper rincian obyek yang per tercantumdalamringkasan rincianobyek.besaran pertimbangan objektiflainnya.K( dalamLampiran ayat(10) tercantum Pasal221 yang PPKatas laporanpertanggungjawaban disampaikan.kompetensi penatausahaan Bendahara pengeluaran pembantu wajib menyelenggarakan jawabnya. besaran SKPD.

apabila melebihi (tiga) hari sampai 3 selama-lamanya(satu) bulan.subsidi. Bagian Kelima PenatausahaanPendanaanTugas pembantuan Pasal 228 (1) Gubernurmelimpahkankewenangan kepadabupati/walikota untuk menetapkan pejabat kuasa pengguna anggaran pada SKPD kabupaten/kota yang menandatangani sPM/mengujisPP. 1 1 \ Pasal 224 pengeluaran Bendahara yang mengelola belanja bunga. apabila bendaharapengeluaran sesudah3 (tiga ) bulan belum juga dapat melaksanakan tugas. bantuan keuangan. 1 (2) Bendahara penerimaan pengeluaran dan bendahara pemerikaankas melakukan yang dikelola penerimaan oleh bendahara pembantu pengeluaran dan bendahara pembantu sekurang-kurangnya 1 (satu)kalidalam3 (tiga)bulan. Pasal226 Dalam bendahara pengeluaran hal berhalangan.bendahara 1 pengeluaran tersebutwajib memberikan suratkuasakepadapejabatyang ditunjuk untuk melakukan pembayarandan tugas-tugasbendahara pengeluaranatas tanggung jawab bendaharapengeluaran yang bersangkutan dengan diketahui kepala SKPD.-79Pasal223 Pengguna anggaran/kuasa penggrJna anggaran pemeriksaan yang melakukan kas dikelolaoleh bendaharapenerimaan dan bendaharapengeluaran sekurang: kurangnya (satu)kalidalam3 (tiga)bulan. b. diusulkan Pasal 227 prosedur Ringkasan penatausahaan pengeluaran bendahara tercantum dalamLampiran D. (4) Berita acara pemerikaan kas sebagaimana dimaksudpada ayat (3) disertai penutupan sesuai dengan register kas peraturan dengan Lampiran D. c. apabilamelebihiI (satu) bulan sampaiselama-lamanya (tiga) bulan.bantuan sosial. PPTKdan bendaharapengeluaran yang melaksanakan tugaspembantuan kabupaten/kota. di . dan pembiayaan penatausahaan melakukan sesuai peraturan denganketentuan perundang-undangan. maka: a.rcff peraturan menteriini. Pasal225 Pengisian dokumen penatausahaan bendaharapengeluaran dapat menggunakan aplikasi komputer dan/atau alatelektronik lainnya.)OO menteri.makadianggap yangbersangkutan telah mengundurkan diri atau berhenti dari jabatan sebagaibendahara pengeluaran dan oleh karenaitu segera penggantinya. hibah. (3) Pemeriksaan sebagaimana kas padaayat (1) dan ayat (2) dituangkan dimaksud dalamberitaacarapemeriksaan kas. ini. belanja bagi hasil.belanja tidak terduga. harus 3 pejabat ditunjuk pengeluaran diadakan bendahara dan beritaacaraserahterima.

Pasal 23O desa yang ditetapkansebagaipenanggungjawab PPTKpada kantor pemerintah menyiapkandokumen SPP-LS tugas pembantuanprovinsi dan kabupaten/kota pengeluaran/bendahara pada kantor desa kepadabendahara untuk disampaikan pembayaran' permintaan pengajuan pemerintah dalamrangka desaberkenaan dimaksudpada ayat (1) desa pengeluaran/bendahara sebagaimana Bendahara kepadakepala disertaidenganlampiranyang dipersyaratkan SPP-LS mengajukan tugaspembantuan. APB Pasal 229 yang ditetapkansebagai penanggungjawab PPTKpada SKPD kabupaten/kota tugas pembantuanprovinsi menyiapkandokumen SPP-LSuntuk disampaikan pada SKPD kabupaten/kota berkenaandalam kepada bendaharapengeluaran pembayaran. di tugaspembantuan pemerintah melaksanakan penatausahaan laporanpertanggungjawaban pelaksanaan atas dan (3) Administrasi provinsi kabupaten/kota terpisahdari dilakukan secara di danatugas pembantuan pelaKanaan pertanggungjawaban APBD penatausahaan laporan dan administrasi kabupaten/kota. ketentuan dalamPasal disertai pada ayat (2) menerbitkan SPM-LS dimaksud KepalaSKPDsebagairnana provinsi.80desauntukmenetapkan kepada kepala kewenangan (2) Bupati/walikota melimpahkan pada lingkunganpemerintahdesa yang pejabat kuasa penggunaanggaran yang SPP. kuasaBUD kepada untukdisampaikan dokumen kelengkapan dengan pada ayat (4) mengacu dimaksud sebagaimana dokumenSPM-LS Kelengkapan padaketentuan 214. dalamPasal tugas pembantuan dokumenSPM-LS KuasaBUD provinsi menelitikelengkapan padaayat dimaksud sebagaimana yangdiajukanoleh kepalaSKPD kabupaten/kota (5) untukmenerbitkan SP2D. ayat (5) untuk menerbitkan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (1) (2) (3) (4) (5) (6) . atas penatausahaan laporanpertanggungjawaban pelaksanaan dan (4) Administrasi di dana tugas pembantuankabupaten/kota pemerintahdesa dilakukansecara dan laporan pertanggungjawaban terpisah dari administrasipenatausahaan pelaksanaan Desa. dalamPasal dokumenSPM-LS menelitikelengkapan KuasaBUD provinsiatau kabupaten/kota pada dimaksud yang diajukan oleh kepaladesasebagaimana pembantuan tugas SP2D. permintaan rangkapengajuan padaayat (1) mengajukan SPP-LS pengeluaran dimaksud sebagaimana Bendahara kepada kepala SKPDberkenaan disertaidengan lampiranyang dipersyaratkan tugaspembantuan. PPTKdan bendaharapengeluaran SPM/menguji menandatangani desa. oleh ditandatangani PPTK setelah desaberkenaan pada pada ayat (1) mengacu dimaksud sebagaimana SPP-LS Lampiran dokumen 204. oleh ditandatangani PPTK setelah dimaksudpada ayat (1) mengacupada sebagairnana Lampiran dokumenSPP-LS 205. dimaksudpada ayat (4) mengacu sebagaimana dokumenSPM-LS Kelengkapan padaketentuan 214. Pasal dalam ketentuan diseftai SPM-LS pada ayat (2) menerbitkan dimaksud desa sebagaimana Kepala atau BUDprovinsi kuasa kepada untukdisampaikan dokumen kelengkapan dengan kabupaten/kota.

. sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan yangdapatdilakukan APBD secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. (3) sistem akuntansipemerintahan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputiserangkaian prosedurmulaidari prosespengumpulan data. c. dan c. laporan aruskas. 14) Proses sebagaimana dimaksudpada ayat (3) didokumentasikan dalam bentuk bukujurnaldan buku besar. catatan ataslaporan keuangan.dan d. pencatatan. Dalam rangka peftanggungjawaban pelaksanaan toJ ApBD sebagaimana dimaksud padaayat(3). entitasakuntansi menyusun yangmeliputi: laporan keuangan a.8 1Pasal231 (1) Pedoman penatausahaan pelaksanaan pendanaan provinsi tugas pembantuan di kabupaten/kota desaditetapkan dan peraturan gubernur. (2) sistem akuntansipemerintahan daerahsebagaimana dimaksudpada ayat (1) ditetapkandengan peraturan kepaladaerah mengacu pada peraturandaerah tentangpokok-pokok pengelolaan keuangan daerah. entitaspelaporan menyusun laporan yangmeliputi: keuangan a. Pasal 233 sistemakuntansi pemerintahan daerah sekura ng-kurangnya meriputi : a. prosedur akuntansi selain kas. prosedur akuntansi asettetap/barang milikdaerah. neraca. b. b. laporan realisasi anggaran.dan apabila diperlukan ditambah denganbuku besar pembantu. c. prosedur pengeluaran akuntansi kas.dan d. pengikhtisaran. prosedur penerimaan akuntansi kas. BABXI AKUNTANSIKEUANGAN DAERAH Bagian Peftama SistemAkuntansi Pasal 232 (1) Entitas pelaporan dan entitasakuntansi menyelenggarakan sistemakuntansi pemerintahan daerah. (2) sistem akuntansipemerintahan daerahsebagaimana dimaksudpada ayat (1) disusundengan berpedoman pada prinsippengendalian intern sesuaidengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang pengendalianinternal dan peraturan pemerintah tentangstandar pemerintahan. akuntansi \ r. catatan ataslaporan keuangan. neraca. laporan realisasi anggaran. dalam (2) Pedoman penatausahaan pelaksanaan pendanaan tugas pembantuan kabupaten/kota desaditetapkan di peraturan dalam bupati/walikota. (s) Dalamrangka pertanggungjawaban pelaksanaan ApBD sebagaimana dimaksud padaayat(3). b. .

dengan akhirperiode sesuai setiap berikutnya. padaayat(1) dan ayat (2) disusun dengan (3) Koderekening dimaksud sebagaimana kepentingan penyusunan laporan statistik keuangan memperhatikan daerah/negara. Lampiran dimaksudpada ayat (2) sesuaidengan Lampiran sebagaimana dan LampiranA.III.. Pasal236 (1) Semua transaksi dan/atau kejadian keuangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan bukti daerahdicatatpadabukujurnal berdasarkan yang sah.IX A. anggaran terdiridari kode akun (2) Koderekening laporan realisasi untuk menyusun pendapatan.II.VIII.I menteri dalamLampiran peraturan (5) Kode rekening yang digunakan untuk menyusun laporan realisasianggaran A. padaayat (2) mengkoordinasikan pelaksanaan (3) PPK-SKPD dimaksud sebagaimana penerimaandan bendahara bendahara sistem dan prosedur penatausahaan pengeluaran Pasal235 (1) Kode rekeninguntuk menyusun neracaterdiri dari kode akun aset. kodeakunpembiayaan.VII. dimaksud (4) Kode rekeningyang digunakanuntuk menyusunneracasebagaimana ini. rekening dengan sesuai ke diposting dalambuku besar pada pada ayat (1) ditutup dan diringkas (2) Buku besar sebagaimana dimaksud kebutuhan. dan kodeakunbelanja. dan kodeakunekuitas kewajiban. peraturan menteriini. akuntansi (2) Sistem oleh akuntansi SKPD dilaksanakan PPK-SKPD.IV. LampiranA. kode akun dana. saldoawalperiode (3) Saldo menjadi dipindahkan akhirsetiapperiode Pasal 238 (1) Bukubesardapatdilengkapi sebagai alat uji silang buku besarpembantu dengan teftentu. ian kejad keuan transaksi danlatau. . LampiranA. transaksi (2) Pencatatan dimaksudpada ayat (1) dilakukansecarakronologis sebagaimana gan.-82- Pasal234 pemerintahan (1) Sistem oleh daerah dilaksanakan PPKD. LampiranA. rekening dan kelengkapan informasi pada ayat (1) berisirincianakun (2) Buku besarpembantusebagaimana dimaksud yangtelah dicatatdalambuku besar. padaayat(1) tercantum E. denga terjadinya n sesuai Pasal237 (1) Transaksiatau kejadian keuanganyang telah dicatat dalam buku jurnal secaraperiodik dimaksuddalam Pasal235 ayat (1) selanjutnya sebagaimana berkenaan.

ekuitas. ( 3 ) KepalaBLUD sebagaientitasakuntansi menyusun laporankeuangan yang BLUD (4) Kepala BLUDsebagai entitaspelaporan menyusun yang laporankeuangan BLUD disampaikan kepada kepala daerah dan diaudit oleh pemeriksaekstern sesuji peraturan perundang-undangan. pajak. pembiayaan dan seftalaporan keuangan. disampaikan kepada PPKD untukdigabung dalamlaporan ke pemerintah keuangan daerah sebagaimana dimaKudpadaayat(1). definisi. prinsip-prinsip penyusunan penyajian pelaporan dan keuangan. pengukuran pelaporan aset. pengukuran dan pelaporan setiapakun dalamlaporan keuangan. akuntansi (2) Kebijakan akuntansisebagaimana dimaksudpada ayat (1) merupakan dasar pengakuan. pengakuan. dengan . (B) Ikhtisar kebijakanakuntansiyang diberlakukan pada setiap tahun anggaran dimuatdalamcatatanatas laporankeuangan tahunanggaran berkenaan. b.83Bagian Kedua Kebijakan Akuntansi pasal 239 (1) Kepala daerahmenetapkan peraturan kepala daerahtentangkebijakan akuntansi pemerintah daerah dengan padastandar berpedoman pemerintahan. belanjapengiriman. belanja.II menteri ini. (4) Dalampengakuan pengukuran dan sebagaimana padaayat (3) huruf a dimaksud juga mencakup keb'tjakan mengenai perolehan kapitalisasi harga dan aset. dan nilai wajar imbalan lainnya yang dibayarkan sebagai komponenharga perolehan asettetap. (3) Peraturankepala daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurangkurangnya memuat: a. (5) Kebijakan harga perolehan sebagaimana dimaksudpada ayat (4) merupakan pengakuan terhadapjumlah kas/setara kas yang dibayarkan terdiri dari belanja modal. dan atas pendapatan.belanjaadministrasi pembelian/pembangunan. Pasal 240 (1) Pemerintah daerah sebagai entitas pelaporanmenyusunlaporan keuangan pemerintah daerah. (2) Kepala sKPDsebagai entitasakuntansi menyusun laporankeuangan sKpDyang disampaikan kepadaPPKD untukdigabung menjadi pemerintah laporan keuangan daerah.kewajiban. sebagai nilai (7) Contoh format kebijakan akuntansisebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalamLampiran peraturan E. (6) Keb'rjakan kapitalisasiaset sebagaimana dimaksud pada ayat (4) merupakan pengakuan jumlah kas/setara dan nilaiwajar imbalan terhadap kas yang lainnya dibayarkan penambah asettetap.

dan c. buku besarpembantu. padaayat(1) hurufa dilengkapi dengan: (2) BuKitransaksi dimaksud sebagaimana pajakdaerah(SKP-Daerah). E. E. surattandabukti pembayaran. a. bukujumal penerimaan b. c. aplikasi ataumenggunakan secara manual dapatdilakukan Pasal 242 (1) BuKi transaksi yang digunakan dalam prosedur akuntansi penerimaankas 241 dalamPasal mencakup: sebagaimana dimaksud a. Pasal 245 dimaksud buKi transaksipenerimaankas sebagaimana (1) PPK-SKPD berdasarkan jurnalpenerimaan pencatatan dalambuku ke 242 ayat (1) melakukan dalamPasal asal penerimaankas kas dengan mencantumkanuraian rekening-lawan berkenaan. buKi transfer. nota kreditbank. padaayat (1) hurufa dimaksud kas bukujurnal penerimaan sebagaimana Format menteriini' E. kas c. . dan/atau a. suratketetapan b. SKR.84Bagian Ketiga Akuntansi KeuanganDaerahpada SKPD Paragraf 1 Prosedur Akuntansi Penerimaan Kas pada SKPD Pasal241 proses mulaidari penerimaan padaSKPD serangkaian meliputi kas akuntansi Prosedur yang berkaitan pencatatan.IVperaturan Lampiran dimaksud pada ayat (1) huruf c Format buku besar pembantu sebagaimana menteriini.dan d. buku besar.pengikhtisaran. sampai dengan pelaporan keuangan pelaksanaan APBDyang kas denganpenerimaan dalamrangkapertanggungjawaban komputer.dan/atau penerimaan lainnya.III peraturan dalamLampiran tercantum dalam padaayat(1) hurufb tercantum dimaksud Format bukubesarsebagaimana menteriini.V dalamLampiran peraturan tercantum (1) (2) (3) (4) Pasal 244 dimaksud dalam Pasal 24I Prosedurakuntansi penerimaankas sebagaimana oleh dilaksanakan PPK-SKPD. b. STS. buktitransaksi Pasal 243 Buku yang digunakan untuk mencatat transaksi dalam prosedur akuntansi 241 penerimaan sebagaimana dalamPasal terdiridari: dimaksud kas kas.

dan Pasal 249 (1) Buku yang digunakan untuk rnencatattransaksidalam prosedur akuntansi pengeluaran sebagaimana kas dimaksud dalampasal247 ayat (1) mencakup: a. notadebetbank. uang Pasal 248 ( 1 ) Bukti transaksi yang digunakan dalam prosedur akuntansi pengeluarankas sebagaimana dimakud dalampasal247 ayat(1) mencakup: a.atau c. dan/atau b. SP2D. atau b. bukubesar. (3) Formatbuku besardan buku besarpembantu padaayat sebagaimana dimaksud (1) hurufb dan huruf c sesuai denganLampiran E. dan b. SPD. .V menteri ini. sampai dengan pelaporan keuangan yang 9ut! berkaitan dengan pengeluaran kas dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukansecara manual atau menggunakan aplikasi komputer.VIIperaturan menteri ini. Paragraf 2 ProsedurAkuntansi PengeluaranKas pada SKpD Pasal 247 ( 1 ) Prosedur pengeluaran padaSKPD akuntansi kas proses meliputi serangkaian mulai pencatatan. SPM. sub prosedur akuntansi pengeluarankas-uang persediaan/ganti uang persediaan/tambahan persediaan. (3) setiap akhir periodesemuabuku besarsebagaimana dimaksudpada ayat (2) ditutup sebagai dasarpenyusunan laporan keuangan SKPD. dan c. kuitansi pembayaran buKitandaterimabarang/jasa. Pasal 246 prosedur Ringkasan penerimaan padaSKPD akuntansi kas tercantum dalamLampiran E. (2) Prosedur pengeluaran padasKpDsebagaimana akuntansi kas padaayat dimaksud (1) meliputi: a. (2) Format bukujurnal pengeluaran sebagaimana kas padaayat (1) hurufa dimaksud tercantum dalamLampiran E.VIperaturan menteri ini. sub prosedur pengeluaran akuntansi kas-langsung.IVdan Lampiran peraturan E. bukubesarpembantu. b. dan/atau c. buKi transaksi pengeluaran lainnya. bukujurnalpengeluaran kas. kas ( 2 ) BuKitransaksi sebagaimana padaayat(1) direngkapi dimaksud dengan: a.-85(2) Secara periodik jurnal atas transaksi penerimaan dipostingke dalam buku kas besar rekening berkenaan. pengikhtisaran.

atas perolehan. dimaksudpada ayat (2) huruf a merupakan (3) Metode garis lurus sebagaimana penurunankapasitas dan penyesuaian nilai aset tetap denganmembebankan asettetap umur ekonomis sepanjang manfaatasettetap yang samasetiapperiode berkenaan. c. menambahkapasitas.VIil Paragraf 3 Prosedur Akuntansi Aset Pada SKPD Pasal 253 akuntansi dan pelaporan meliputipencatatan (1) Prosedur aset pada SKPD akuntansi perubahan dan penyusutan klasifikasi. (2) Pemeliharaan tetap yang bersifat aset salah apabila memenuhi yang bersifatsedang dan berat'dikapitalisasi (3) Rehabilitasi fungsi. metodegarislurus. pemeliharaan. Pasal251 pengeluaran sebagaimana dimaksud kas (1) PPK-SKPD buKi transaksi berdasarkan pencatatan dalambukujurnalpengeluaran ke 248 ayat(1) melakukan dalamPasal asal pengeluarankas kas dengan mencantumkanuraian rekening-lawan berkenaan. . b. jumal atas transaksi pengeluaran dipostingke dalam buku kas periodik (7) Secara berkenaan. besarrekening dimaksudpada ayat (2) (3) Setiapakhir periodesemua buku besarsebagaimana keuangan SKPD. perubahan asettetap ke klasifikasi penyesuaian nilai padaayat (1) merupakan dimaksud (5) Penyusutan sebagaimana dan kapasitas manfaatdari suatuasettetap. SKPD' asettetap yang dikuasai/digunakan terhadap rutin dan berkalatidak dikapitalisasi. denganpenurunan sehubungan Pasal 254 (1) Setiap aset tetap kecuali tanah dan konstruKi dalam pengerjaandilakukan yang sistematis denganmasamanfaatnya' penyusutan sesuai yang dapatdigunakan antaralain: penyusutan (2) Metode a. laporan dasarpenyusunan ditutup sebagai Pasal252 tercantumdalamLampiran prosedurakuntansipengeluaran padaSKPD kas Ringkasan peraturan menteriini. E.86Pasal250 pengeluaran sebagaimana dimaksud dalamPasal247ayat (1) kas akuntansi Prosedur oleh dilaksanakan PPK-SKPD. dan/ataumenambah' efisiensi meningkatkan dimaksud pada ayat (1) berupa (4) Perubahan klasifikasiaset tetap sebagairirana selainasettetap atau sebaliknya.meningkatkan masamanfaat.dan metodeunit produksi. metodesaldomenurunganda. satu kriteria menambah volume. rehabilitasi.

dan c. beritaacarapenerimaan barang.8 7(4) Metodesaldo menurungandasebagaimana dimaksudpada ayat (2) huruf b merupakanpenyesuaian nilai aset tetap dengan membebankan penurunan kapasitasdan manfaat aset tetap yang lebih besar pada periode awal pemanfaatan dibandingkan aset denganperiode akhirsepanjang umur ekonomis asettetapberkenaan. bukujurnalumum.IVdan Lampiran peraturan E. Pasal257 Prosedur akuntansi asetsebagaimana dimaksud dalamPasal 253 ayat (1) dilaksanakan olehPPK-SKPD serta pejabatpengurus dan penyimpan barangSKPD. beritaacaraserahterima barang. b. bukubesarpembantu. (3) Formatbuku besardan buku besarpembantu sebagaimana padaayat dimaksud (1) sesuai dengan Lampiran E. . (5) Metodeunit produksi sebagaimana dimakud pada ayat (2) huruf c merupakan penyesuaian nilai aset tetap denganmembebankan penurunan kapasitas dan manfaat aset tetap berdasarkan unit produksiyang dihasilkan dari aset tetap berkenaan. Pasal258 (1) PPK-SKPD berdasarkan bukti transaksi dan/ataukejadian sebagaimana dimaksud dalamPasal 255 membuat buktimemorial. b. beritaacarapenyelesaian pekerjaan. tanggaltransaksi dan/ataukejadian. klasiflkasi aset tetap..V menteri ini. (5) Setiapakhir periodesemua buku besarsebagaimana pada ayat (4) dimaksud ditutupsebagai dasarpenyusunan laporan keuangan SKPD. kode rekening. Pasal255 Buktitransaksi yang digunakan dalamprosedur akuntansi asetsebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(1) berupa 253 buKi memorial dilampiri dengan: a. (6) Penetapanumur ekonomis aset tetap dimuat dalam kebijakan akuntansi berpedoman padaperaturan perundang-undangan.iXperaturan menteri ini. (4) Secaraperiodikjurnal atas transaksidan/atau kejadianaset tetap dipostingke dalambukubesarrekening berkenaan. (2) Bukti memorial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya memuatinformasimengenai jenis/nama asettetap. (2) Format buku jurnal umum sebigaimanadimakud pada ayat (1) huruf a tercantum dalamLampiran E.nilai asettetap. bukubesar.dan c. Pasal256 ( 1 ) Bukuyangdigunakan untukmencatat transaksi dan/atau kejadian dalamprosedur akuntansi asetsebagaimana dimaksud dalampasal 253 ayat(1) mencakup: a. (3) BuKi memorial sebagaimana dimakud padaayat(1) dicatatke dalambukujurnal umum.

88Paragraf 4 ProsedurAkuntansi SelainKas pada SKPD Pasal259 prosesmulaidari meliputi serangkaian (l) Prosedur selainkas padaSKPD akuntansi yang berkaitan keuangan pengikhtisaran. hibah c. pengesahan barang. retur pembelian milik daerah tanpa konsekuensi pemindahtanganan aset tetap/barang atas f. pada ayat (1) dimaksud hibah (5) Penerimaan/pengeluaran selainkas sebagaimana ekonomi non kas yang sumber huruf c adalah penerimaan/pengeluaran ekonomi bagi konsekuensi APBD yang mengandung merupakanpelaksanaan pemerintah daerah. surat keputusan barang. pembelian kredit. koreksi kas. padaayat (1) huruf d merupakan dimaksud (6) Pembelian kredit sebagaimana secara di dilakukan masayang akan pembelian asettetap yang pembayarannya transaksi datang. sampaidenganpelaporan secara selainkas yang dapat dilakukan atau kejadian transaksi dengansemua komputer' aplikasi ataumenggunakan manual padaayat(1) mencakup: dimaksud kas (2) Prosedur selain sebagaimana akuntansi (pengesahan pengeluaran SPJ). suratpengiriman mutasibarang(antarSKPD). pengesahan pencatatan. pencatatan. karenasuatuhal tanpaada penggantian dimaksudpada ayat kas (9) Penerimaan aset tetap tanpa konsekuensi sebagaimana (1) huruf g merupakanperolehanaset tetap akibat adanya tukar menukar (ruitslaag)denganPihakketiga Pasal250 selain kas sebagaimana akuntansi yang digunakan dalam prosedur BuKi transaksi dengan: dilampiri (1) berupa buKi memorialyang 259 ayat dalamPasal dimaksud (pengesahan SPJ). surat keputusan . e. penerimaan/pengeluaran selain kredit. d. dimaksud pada ayat (1) huruf b (4) Koreki kesalahanpencatatansebagaimana jurnal dan telah diposting dalammembuat koreksiterhadapkesalahan merupakan ke buku besar. pengembalian tetap yang telahdibelisecara aset dimaksud kas (8) Pemindahtanganan aset tetap tanpakonsekuensi sebagaimana atas pada pihakketiga pemindahtanganan tetap aset padaayat (1) huruf f merupakan berupakas. pertanggungjawaban a. penerimaan tetap/barang aset (pengesahan pengeluaran SPJ) sebagaimana pertanggungjawaban (3) Pengesahan pengesahan atas pengeluaran/belania padaayat (1) huruf a merupakan dimaksud persediaan/tambahan uang uang melalui mekanisme uang persediaan/ganti persediaan. beritaacarapenerimaan penghapusan barang. secara d. pengeluaran peftanggungjawaban a. b. c. kesalahan b. e. dan kas' tanpakonsekuensi milikdaerah g. pada ayat (1) huruf e merupakan dimaksud (7) Retur pembelian kredit sebagaimana kredit. kas.

h. buku b. (4) Secaraperiodik jurnal atas transaksi dan/ataukejadianselainkas diposting ke dalambukubesarrekening berkenaan. (2) Bukti memorial sebagaimanadimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya memuatinformasimengenai tanggaltransaksi dan/ataukejadian. akuntansi (3) Formatlaporanrealisasi anggaran SKPDsebagaimana dimaksudpada ayat (1) hurufa tercantum dalamLampiran E. neraca SKPD. jumlahrupiah. bukubesar Pasal262 Prosedur akuntansiselain kas sebagaimana dimaksuddalam Pasal 259 ayat (1) dilaksanakan PPK-SKPD.XIperaturan menteriini. oleh Pasal253 (1) PPK-SKPD berdasarkan buKi transaksi danlatau kejadiansebagaimana dimaksud dalamPasal 260 membuat buKi memorial. dan berita acarapenilaian. (2) Laporanpertanggungjawaban pelaksanaan APBDsebagaimana dimaksudpada ayat (1) disusun dan disajikansesuai dengan peraturan pemerintahyang mengatur tentangstandar pemerintahan. a. Pasal 264 Ringkasan prosedur akuntansi selainkas pada SKPDtercanfumdalam Lampiran E. (5) Setiapakhir periodesemua buku besarsebagaimana dimaksudpada ayat (4) ditutupsebagai dasarpenyusunan laporan keuangan SKPD. dan c.kode rekening. Paragraf 5 Laporan Keuanganpada SKpD pasal 265 (1) SKPD menyusun dan melaporkan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD secara periodik yangmeliputi: a. .X peraturan menteri ini. g. dan pembantu. bukubesar. catatan ataslaporan keuangan SKPD. c. berita pemusnahan acara barang.89f. Pasal261 Buku yang digunakan untuk mencatattransaksi dan/ataukejadiandalam prosedur akuntansi selain sebagaimana kas dimaksud dalampasal259 ayat(1) mencakup: jurnalumum. uraian transaksi dan/atau kejadian. berita acara serahterimabarang. laporan realisasi anggaran SKpD. b. dan (3) Buktimemorial sebagaimana padaayat(1) dicatatke dalambukujurnal dimaksud umum.

menteri E. pengikhtisaran. bukujurnalpenerimaan b. buKi transfer. laporan kas e. bukubesarpembantu. bukti transaKi penerimaan lainnya. c. aplikasi ataumenggunakan secara manual dapatdilakukan Pasal 267 (1) BuKi transaksi yang digunakan dalam prosedur akuntansi penerimaankas 266 mencakup: dimaksud dalamPasal sebagaimana a. surat ketetapan penerimaan.XIIIperaturan Lampiran dalam hurufc tercantum Bagian Keempat Akuntansi KeuanganDaerah pada SKPKD Paragraf t Prosedur Akuntansi Penerimaan Kas pada SKPKD Pasal266 proses mulaidari penerimaan padaSKPKD meliputi serangkaian kas akuntansi Prosedur pelaporan keuangan yang berkaitan pencatatan. bukubesar.90pada ayat (1) huruf b tercantum dimaksud (4) FormatneracaSKPDsebagaimana peraturan ini. pajakdaerah(5KP-Daerah). dimaksudpada ayat (2) huruf d (3) Format laporan penerimaan kas sebagaimana ini.XIVperaturan'menteri tercantum dalamLampiran Pasal268 penerimaan sebagaimana prosedur kas akuntansi untukmencatat Bukuyangdigunakan 256 mencakup: dalamPasal dimaksud kas.dan c. surattandasetoran(SfS). a. nota kreditbank. Pasal269 dimaksud dalam Pasal 266 Prosedurakuntansi penerimaankas sebagaimana padaSKPKD. sampai dengan pelaksanaan APBDyang kas denganpenerimaan dalamrangkapertanggungjawaban komputer.XII dalamLampiran padaayat(1) dimaksud sebagaimana (5) Format keuangan SKPD ataslaporan catatan ini. b. b. E.dan c. oleh dilaksanakan fungsiakuntansi Pasal 270 (1) Fungsi akuntansi berdasarkanbuKi transaksi penerimaan kas sebagaimana pencatatan dalambukujurnal ke dimaksud dalam Pasal267 ayat (1) melakukan asal penerimaan denganmencantumkan uraianrekening-lawan penerimaan kas kasberkenaan. menteri E. . dan penerimaan dari bendahara kas d. surat ketetapan retribusi(SKR). padaayat(1) dilengkapi dengan: (2) Buktitransaksi dimaksud sebagaimana a. surat perintahpemindahbukuan.

nota. kuitansipembayaran buktitandaterimabarangljasa. suratpenyediaan dana(SpD). bukubesarpembantu. (3) setiap akhir periodesemua buku besarsebagaimana pada ayat (2) dimaksud ditutup sebagai dasarpenyusunan laporan keuangan SKPKD. Pasal271 Ringkasan prosedur penerimaan padaSKPKD akuntansi kas tercantum dalamLampiran peraturan E.debet bank. c. Pasal276 (1) Fungsi akuntansi SKPKD berdasarkanbuKi transaksi pengeluaran kas sebagaimana dimaksud dalamPasal 273 ayat (1) melakukan pencatitan dalam ke buku jurnal pengeluaran denganmencantumkan kas uraianrekening-lawan asal pengeluaran berkenaan. laporan pengeluaran daribendahara kas pengeluaran. dan c. dan (3) Formatlaporanpengeluaran sebagaimana kas pada ayat (2) huruf c dimaksud tercantum dalamLampiran E. b. dana atau b.9 1(2) Secara periodikjurnal atas transaksi penerimaan diposting dalam buku kas ke besar rekening berkenaan. dan d.XVIperaturan menteriini. Pasal 275 Prosedurakuntansi pengeluarankas sebagaimana dimaksud dalam pasal Z7Z merupakan fungsiakuntansi SKPKD. sampaidenganpelaporan yang berkaitan keuangan -RReo denganpengeluaran dalam rangkapertanggungjawaban kas pelaGanaan yung dapatdilakukan secara manual ataumenggunakan aplikasi komputer. pengikhtisaran. bukujurnalpengeluaran kas. kas . b. (2) Buktitransaki sebagaimana dimakud padaayat(1) dilengkapi dengan: a. suratperintah pencairan (Sp2D). suratperintah membayar (SpM). pasal 274 Bukuyangdigunakan untukmencatat transaksi dalamprosedur pengeluaran akuntansi kassebagaimana dimaksud dalampasalZTZ mencakup: a. Pasal273 (1) BuKi transaksi yang digunakan dalam prosedur akuntansi pengeluarankas sebagaimana dimaksud dalampasal 272 mencakup: a. bukubesar.XV menteriini. Paragraf2 Prosedur Akuntansi pengeluaranKas pada SKpKD Pasal 272 Prosedur pengeluaran pada SKPKD akuntansi kas meliputiserangkaian prosesmulai dari pencatatan.

E. bukujumal umum.XVII Paragraf 3 Prosedur Akuntansi Aset pada SKPKD Pasal278 prosespencatatan dan melipuliserangkaian (1) Prosedur aset padaSKPKD akuntansi rehabilitasi.92jurnal atas transaksi pengeluaran diposting dalam buku kas ke periodik (?) Secara rekening berkenaan. beritaacarapenyelesaian Pasal280 Buku yang digunakanuntuk mencatattransaksidan/atau kejadian dalam prosedur 278 dalamPasal mencakup: dimaksud aset akuntansi sebagaimana a. g. aplikasi menggunakan dalam digunakansebagaialat pengendali (2) Prosedur akuntansiaset pada SKPKD SKPD pengelolaan yang dikuasai/digunakan dan/atauSKPKD. aset Pasal279 dimaksud akuntansi asetsebagaimana yang digunakan dalamprosedur BuKi transarci dengan: buKi memorialdilampiri 278 berupa dalamPasal barang.dan buku besarpembantu. pelaporanakuntansi atas perolehan. terhadap aset tetap dan penyusutan pemindahtanganan. laporan keuangan dasar ditutupsebagai Pasal 277 pengeluaran padaSKPKD tercantum dalamLampiran prosedur kas akuntansi Ringkasan peraturan menteriini.pemeliharaan. fungsiakuntansi Pasal282 (1) Fungsi akuntansi SKPKD berdasarkan bukti transaksi dan/atau kejadian buktimemorial. pekerjaan. f. beritaacaraserahterimabarang. bukubesar. b. c. c. Pasal281 oleh dimaksuddalam Pasal278 dilaksanakan akuntansiaset sebagaimana Prosedur padaSKPKD. suratkeputusan barang. yang dapat dilakukansecara manual atau yang dikuasai/digunakan SKPKD komputer. d. perubahanklasifikasi. beritaacarapemusnahan e. suratkeputusan mutasibarang(antarSKPKD). 279 dimakud dalamPasal membuat sebagaimana . besar pada ayat (2) dimaksud (3) Setiapakhir periodesemuabuku besarsebagaimana penyusunan SKPKD. a.penghapusan. dan beritaacarapenilaian. b. beritaacarapenerimaan penghapusan barang.

beritaacara serahterimabarang. keuangan c.tanggal transaksi dan/atau kejadian. dan c. suratkeputusan penghapusan barang. bukujurnalumum.nilaiasettetap. dan d. sampaidenganpelaporankeuanganyang berkaitan dengansemuatransaksi atau kejadian selainkas yang dapat dilakukan secara manual ataumenggunakan aplikasi komputer. reklasifikasi akibatkoreksi yangditemukan dikemudian hari. Pasal 286 Prosedur akuntansiselain kas sebagaimana dimaksuddalam Pasal 283 ayat (1) dilaksanakan fungsiakuntansi padaSKpKD. c. reklasifikasi belanjamodalmenjadiasettetap. Pasal 284 Bukti transaksi yang digunakandalam prosedurakuntansi selain kas sebagaimana dimaksud dalamPasal 283 ayat(1) berupa buKi memorial dilampiri dengan: a. klasifikasi aset tetap. penyesuaian terhadap akun tertentu dalam rangka menyusun laporan padaakhirtahun. pengikhtisaran. Pasal28S Buku yang digunakanuntuk mencatat transaksi dan/ataukejadiandalam prosedur akuntansi selain sebagaimana kas dimaksud dalampasal283 ayat(l) mencakup: a. b. suratkeputusan mutasibarang(antarSKpKD). bukubesarpembantu. kesalahan b. b. beritaacarapemusnahan barang. f . (3) Buktimemorial sebagaimana padaayat (1) dicatatke dalambukujurnal dimaksud umum. koreksi pembukuan.koderekening. Paragraf 4 ProsedurAkuntansi Selain Kas pada SKPKD Pasal283 (1) Prosedur akuntansi selainkas padaSKPKD meliputi proses serangkaian mulaidari pencatatan.93(2) Bukti memorial sebagaimana dimaksudpada ayat (1) sekurang-kurangnya memuat jenis/nama informasi mengenai asettetap. oleh . bukubesar. e. (4) Secaraperiodikjurnal atas transaksi dan/atau kejadianaset tetap dipostingke dalambukubesarrekening berkenaan. beritaacarapenilaian. beritaacarapenyelesaian pekerjaan. dan g. berita penerimaan acara barang. d. (2) Prosedur akuntansi selainkas sebagaimana dimaksudpada ayat (1) mencakup mencakup: a. (5) setiap akhir periodesemua buku besarsebagaimana dimaksudpada ayat (4) ditutup sebagai dasarpenyusunan laporan keuangan SKPKD.

94Pasal287 (1) Fungsiakuntansiberdasarkan dan/atau kejadiansebagaimana buKi transaksi buktimemorial. (4) Secaraperiodikjurnal atas transaksidanlataukejadianselain kas dipostingke berkenaan. E. dimaksudpada ayat (2) tercantumdalam (3) Formatlaporanarus kas sebagaimana peraturan menteriini. untuk6 padaayat (1) disertai denganprognosis (2) Laporan dimaksud sebagaimana (enam)bulanberikutnya. pada ayat (1) disusundan disajikan dimaksud (2) Laporanarus kas sebagaimana yang mengaturtentang standarakuntansi dengan peraturanpemerintah sesuai pemerintahan.XIX Lampiran BAB )(II APBD PELAKSANAAN PERTANGGUNG'AWABAN Bagian Pe*ama Laporan Realisasi Semester Pertama Anggaran Pendapatan dan Belanja Pasal290 pertamaanggaranpendapatan semester (1) KeoalaSKPDmenyusunlaporanrealisasi yang menjaditanggung pelaksanaan anggaran dan belanjaSKPDsebagaihasil jawabnya. jumlahrupiah. disiapkan pejabat penggunaanggaran untuk ditetapkansebagai disampaikan kepada serta pendapatan dan belanjaSKPD semesterpertamaanggaran laporanrealisasi palinglama 7 (tujuh) hari kerjasetelah prognosis untuk 6 (enam)bulanberikutnya pertamatahun anggaran berakhir' berkenaan semester . dalambukubesarrekening dimaksudpada ayat (4) (5) Setiapakhir periodesemuabuku besarsebagaimana laporan keuangan SKPKD.XVIU Paragraf 5 Laporan Keuangan pada SKPKD Pasal 289 periodik kepada laporan arus kas Secara (1) Kepala dan melaporkan SKPKD menyusun kepala daerah. tanggal memuatinformasi mengenai dan kejadian. 284 membuat dimaksud dalamPasal (2) BuKi memorial sebagaimana dimakud pada ayat (1) sekurang-kurangnya kode rekening. E. transaksi dan/ataukejadian. dan oleh PPK-SKPD (3) Laporansebagaimana dimaksudpada ayat (2). transaksi dan/atau uraian (3) Buktimemorial dimakud padaayat(1) dicatatke dalambukujurnal sebagaimana umum. ditutupsebagai dasarpenyusunan Pasal288 dalamLampiran prosedur tercantum selainkas padaSKPKD akuntansi Ringkasan peraturan menteri ini.

pasal 291 PPKD menyusun laporan realisasi semester pertama APBD dengan cara menggabungkan seluruh laporan realisasi peftamaanggaran semester pendapatan dan belanja SKPD sebagaimana dimaksud dalamPasal 290 ayat (a) palinglambatminggu keduabulanJulitahunanggaran berkenaan disampaikan dan kepada sekretaris daerah selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah. ( 2 ) Laporankeuangan sebagaimana pada ayat (1) disusunoleh pejabat dimaksud pengguna anggaransebagaihasil pelaksanaan yang beradadi SKpD anggaran yangmenjadi jawabnya. (z) Laporankeuangansebagaimana dimaksudpada ayat (1) disampaikan kepada PPKD sebagai dasarpenyusunan laporan pemeriniah keuangan daerah. (2) Formatlaporanrealisasi semesterpertamaApBDdan prognosis untuk 6 (enam) bulanberikutnya sebagaimana padaayat (1) terclntumdalamLampiran dimaksud E.-95(4) Pejabat pengguna anggaranmenyampaikan laporanrealisasi pertama semester anggaran pendapatan dan belanjasKpDserta prognosis untuk 6 (enam)bulan berikutnya sebagaimana dimaksudpada ayat (3) kepadappKD sebagu'i dasur. tanggung .)x peraturan menteri ini. pasal 295 ( 1 ) Laporankeuangansl(PD sebagaimana dimakud dalam pasal 294 ayat (1) disampaikan kepadakepaladaerahmelaluippKD paling lambat z louai uulan setelah tahunanggaran berakhir. Pasal293 ( 1 ) Laporan realisasi pertamaApBDdan prognosis semester untuk 6 (enam)bulan berikutnya sebagaimana dimaksud dalam pasal292 disampaikan kepaoi DPRD paling lambat akhirbulanJulitahunanggaran berkenaan.Xfi peraturan menteriini. Bagian Kedua LaporanTahunan Pasal294 ( 1 ) PPK-SKPD menyiapkan laporankeuangan sKpD tahun anggaran berkenaan dan disampaikan kepada kepala sKpD untuk ditetapkan sebagai laporan peftanggun gjawaban pelaksanaan anggaran SKPD. penyusunan laporanrealisasi pertama semester ApBDpalinglama 10 (sepuluh) harikerjasetelah pertama semester tahunanggaran berkenajn berakhir. Pasal292 Laporanrealisasi semesterpertama ApBD dan prognosisuntuk 6 (enam) bulan berikutnya sebagaimana dimaksud dalamPasal 291 disampaikan kepada kepala daerah palinglambatmingguketigabulanJuli tahun anggaran berkenaan untuk ditetapkan sebagai laporanrealisasi semesterpertamaAPBD dan prognosis untuk 6 (enam)bulan berikutnva. (s) Format laporan realisasisemesterpertamaanggaranpendapatandan belanja sKPDdan prognosis untuk 6 (enam) bulan berikutnya sebagaimana dimaksud padaayat(4) tercantum dalamLampiran E.

atas c. E.rcfiIperaturan Lampiran Pasal296 (1) PPKD menyusun laporan keuangan pemerintah daerah dengan cara dimaksud dalam keuangan SKPDsebagaimana laporan-laporan menggabungkan tahun Pasal295 ayat (3) paling lambat 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya berkenaan. c. sesuai dengan peraturan perundangundangan. E. BUMD/perusahaan padaayat (5) disusun dari dimaksud (6) Laporan kinerjasebagaimana ikhtisarrealisasi kepala daerah dan laporan ringkasanlaporan keteranganpertanggungjawaban pemerintah daerah. laporan b. kinerjainterimdi lingkungan (7) Penyusunanlaporan kinerja interim sebagaimanadimaksud pada ayat (6) berpedomanpada PeraturanMenteri Dalam Negeri yang mengatur mengenai pemerintah daerah. laporan kinerjainterimdi lingkungan dimaksudpada ayat (1) daerah sebagaimana (8) Laporankeuanganpemerintah pengelolaan kepaladaerahyang menyatakan dilampiridengan surat pernyataan jawabnya sistem berdasarkan yang menjaditanggung telah diselenggarakan APBD pengendalian intern yang memadai. menteri E. pada ayat (3) huruf a dimaksud (9) Formatlaporanrealisasi anggaran sebagaimana menteriini. padaayat(4) tercantum dalam dimaksud (s) Format sebagaimana suratpemyataan ini. E. a. catatan laporan padaayat(1) dilampiri dimaksud dengan (4) Laporan sebagaimana keuangan SKPD pengelolaan yangmenjadi APBD tanggung SKPD bahwa kepala suratpernyataan jawabnya sistempengendalian internyang berdasarkan telah diselenggarakan pemerintahan sesuai dengan peraturan memadaidan standarakuntansi perundang-undangan.)CfiIIperaturan dalamLampiran tercantum (10) Formatneracasebagaimana dimaKud pada ayat (3) huruf b tercantumdalarn menteriini. keuangan. laporanarus kas.)CX denganLampiran . dan d. a. pada ayat (2) disusundan disajikan dimaksud (4) Laporankeuangan sebagaimana yang mengaturtentang standarakuntansi sesuaidengan peraturanpemerintah pemerintahan. laporan realisasi dan b. neraca.XfiV peraturan Lampiran dimaksudpada ayat (3) huruf c sesuai (11) Formatlaporanarus kas sebagaimana peraturan menteriini. padaayat(1) terdiridari: dimaksud (3) Laporan keuangan sebagaimana realisasi anggaran. catatanatas laporankeuangan. anggaran dimaksud pada ayat (1) (2) Laporan keuangan pemerintahdaerah sebagaimana disampaikan kepadakepaladaerahmelaluiseketaris daerah selakukoordinator pengelolaankeuangan daerah dalam rangka memenuhi peftanggungjawaban pelaksanaan APBD. neraca. pemerintahan dimaksudpada ayat (2) daerahsebagaimana (5) Laporankeuangan dilampiri dengan laporan ikhtisar realisasikinerja dan laporan keuangan daerah.-96pada dimaksud ayat(2) terdiri dari: ( 3 ) Laporan sebagaimana keuangan SKPD anggaran.

Formatdan isi laporankinerjaberpedoman padaPeraturan MenteriDalamNegeri tentang laporan keuangan kinerja dan interim lingkungan pemerintah di daerah. ( 2 ) Kepaladaerah memberikan tanggapan dan melakukanpenyesuaian terhadap laporan pemerintah keuangan daerah berdasarkan pemeriksaan hasil BpK.97(12) Format catatan ataslaporan keuangan sebagaimana padaayat(3) huruf dimaksud d tercantum dalamLampiran E.rcryIIperaturan menteriini. Formatneracasebagaimana pada ayat (2) sesuaidengan Lampiran dimaksud E. Pasal299 (1) Apabila sampai bataswaktu2 (dua)bulansetelah penyampaian laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalamPasal 297 ayat(1).rcryperaturan menteri ini.rc{II peraturan menteri ini. catalan atas laporan keuangan. Bagian Ketiga Penetapan Raperda Pertanggungjawaban petaksanaan ApBD Pasal298 Kepala daerah menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang peftanggungjawaban pelaksanaan ApBDkepadaDpRDpaling lambat 6 (enam) bulansetelah tahunanggaran berakhir. serta dilampiri denganlaporan kinerjayang telah dipe6ksa apX dan ikhtisar laporan keuangan badanusaha milikdaerah/perusahaan daerah. Format laporanarus kas sebagaimana dimaksudpada ayat (2) sesuaidengan Lampiran E. Formatdan ikhtisarlaporankeuangan BUMD/perusahaan daerahsesuaidengan peraturan perundang-undangan. (13) Formatsurat pernyataan kepaladaerahbahwapengelolaan ApBDyang menjadi jawabnya tanggung telahdiselenggarakan berdasarkan sistempengendalian intern yang memadai sebagaimana padaayat (6) tercantum dimaksud dalamLampiran E.)C0/ menteriini.XfiV peraturan menteriini.rcffI peraturan menteriini. Formatcatatanatas laporankeuangan sebagaimana dimaksudpada ayat (2) sesuai denganLampiran peraturan E.laporanarus kas.KX peraturan menteriini. kepaladaerahmenyampaikan peraturan rancangan daerahtentang peftanggungjawaban pelaksanaan ApBD kepada DpRD. Rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan ApBD sebagaimana pada ayat (1) rnemuat dimaksud laporankeuangan yang meliputi laporan realisasianggaran. (1) (Z) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Formatrancangan peraturandaerahtentangpeftanggungjawaban pelaksanaan APBDbesertalampiransebagaimana pada ayat (1) tercantumdalam dimaksud Lampiran E. Pasal 297 ( 1 ) Laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalampasal296 ayat (2) disampaikan oleh kepaladaerahkepadaBadanPemeriksa Keuangan (BPK)unluk dilakukan pemeriksaan palinglambat (tiga)bulansetelah 3 tahunanggaran berakhir. Formatlaporanrealisasi anggaran sebagaimana dimakud pada ayat (2) sesuai dengan Lampiran E. . BPKbelummenyampaikan hasil pemeriksaan.neraca.

(1) (2) (3) (4) Pasal301 peraturandaerahtentang pertanggungjawaban (1) Agendapembahasan rancangan pelaksanaan dalam Pasal299 ayat (1) ditentukan dimaksud APBD6ebagaimana olehDPRD. a.)XIX peftanggungjawaban dalamLampiran APBD tercantum Jadwal peraturan menteriini. (1) Laporan daerah keuangan padaayat (1) adalah keuangan laporan (2) Laporan dimaksud sebagaimana keuangan daerah. laporan b. rancangan sejakditerimanya . penjabaran Format rancangan peraturan kepala daerah tentang penjabaran pelaksanaan dimaksud pertanggungjawaban APBDbesertalampiransebagaimana padaayat (2) tercantumdalamLampiran menteriini. daerah terhitungsejakrancangan Pasal302 pemerintah wajibdipublikasikan. ringkasan laporan realisasi anggaran. dalamlembaran yangtelahdiauditolehBPKdantelahdiundangkan Bagian Keempat EvaIuasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertan ggu ngiawa ban Pelaksanaan APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Peftanggungjawaban Pelaksanaan APBD Pasal303 pelaksanaan peraturandaerah provinsitentang pertanggungjawaban (1) Rancangan APBDyang telah disetujui bersamaDPRDdan rancanganperaturangubernur pelaksanaan APBDsebelumditetapkan tentang penjabaranpertanggungjawaban terlebihdahulukepada gubemurpalinglama 3 (tiga)hari kerjadisampaikan oleh DalamNegeriuntuk dievaluasi.rcryiil peraturan pelaksanaan E. BPK.98peraturandaerahsebagaimana (2) Rancangan dimaksudpada ayat (1) dilampiri laporan aruskas.catatan ataslaporan neraca. E. Menteri oleh Menteri (2) Hasilevaluasisebagaimana dimaKud pada ayat (1) disampaikan (lima belas)hari kerja terhitung palinglama t5 DalamNegerikepadaGubernur dimaksud. kepada Pasal300 pelaksanaan APBD peraturandaerahtentang pertanggungjawaban Rancangan ayat (1) dirinci dalam rancangan dimaksud dalam Pasal 299 sebagaimana pelaksanaan pertanggungjawaban peraturankepala daerah tentang penjabaran APBD. peraturan kepala daerah sebagaimana dimaksudpada ayat (1) Rancangan terdiridari: denganlampiran dilengkapi dan realisasi anggaran. laporan realisasi anggaran. (2) Persetujuan bersama terhadap rancangan peraturan daerah tentang pelaksanaan pertanggungjawaban APBDoleh DPRDpaling lama 1 (satu) bulan peraturan diterima. dengan dan laporan kinerjayang isinya sama dengan yang disampaikan keuangan.

dengan Pasal305 ( 1 ) Rancangan peraturan daerah kabupaten/kotatentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBDyang telah disetujuibersamaDPRDdan rancangan peraturan bupati/walikotatentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaanAPBD sebelum ditetapkan oleh bupati/walikota paling lama 3 (tiga) hari kerja disampaikan gubernur kepada untukdievaluasi. gubernur menetapkanrancanganperaturan daerah dan rancangan peraturan gubernur peraturan menjadi daerah gubernur. MenteriDalamNegerimembatalkan peraturan daerahdan peraturan gubernur dimaksud peraturan sesuai perundang-undangan. peraturan Gubernur membatalkan daerah dan peraturanbupati/walikota dimaksudsesuaidengan peraturanperundangundangan.-99( 3 ) ApabilaMenteriDalam Negerimenyatakan hasil evaluasirancangan peraturan daerah tentangpeftanggungjawaban pelaksanaan APBD peraturan dan rancangan gubernurtentang penjabaran pertanggungjawaban pelakanaan ApBD sudah sesuai dengankepentingan umumdan peraturan perundang-undangan lebih yang tinggi. bupati/walikota menetapkan rancangan dimaksudmenjadiperaturandaerahdan peraturan bupati/wa likota. Pasal306 ( 1 ) Dalam hal gubernur menyatakan hasil evaluasirancanganperaturandaerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dan rancanganperaturan bupati/walikota tentangpenjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tidak sesuai dengankepentingan peraturan umumdan perundang-undangan lebih yang tinggi. ( 2 ) Apabila hasilevaluasi tidakditindaklanjuti gubernur oleh dan DPRD. dan peraturan Pasal304 Dalamhal MenteriDalamNegeri menyatakan hasilevaluasi peraturan rancangan daerah tentangpeftanggungjawaban pelaksanaan APBD peraturan dan rancangan gubernur tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD bedentangan dengan kepentingan umum dan peraturanperundang-undangan yang lebih tinggi. gubernurbersamaDPRDwajib melakukan penyempurnaan paling lama7 (tujuh)harikerjaterhitung sejakditerimanya hasilevaluasi.dan bupati/walikota tetap menetapkan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan peraturan APBD dan rancangan bupati/walikota tentang penjabaranpertanggungjawaban pelaksanaan ApBD menjadi peraturan daerahdan peraturan bupati/walikota.bupati/walikota bersama penyempumaan DPRD melakukan palinglama 7 (tujuh)hari kerjaterhitung sejakditerimanya hasilevaluasi. f 1'l . (2) Hasilevaluasi disampaikan oleh gubernur kepada palinglama 15 bupati/walikota (lima belas) hari kerja terhitung sejak diterimanya peraturandaerah rancangan kabupaten/kota dan rancanganperaturan bupati/walikota tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan ApBDsebagaimana padaayat(1). ( 2 ) Apabilahasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh bupati/walikota dan DPRD. dimaksud (3) Apabilagubemur menyatakan hasilevaluasi peraturan rancangan daerahtentang peftanggungjawaban pelaksanaan APBDdan rancangan peraturan bupati/walikota tentangpenjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD sudahsesuaidengan kepentinganumum dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. dan gubernur tetap menetapkanrancanganperaturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dan rancanganperaturangubernur tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan peraturan APBD menjadi daerahdan peraturan gubernur.

pedoman sebagaimanadimaksud pada ayat (1) mencakup Pemberian pelaksanaan. padaayat dimaksud dan sebagaimana bimbingan. dan keuangan daerah. sefta pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara berkala dan/atau sewaKu-waktu. dimaksud dalamPasal meliputi sebagaimana 308 Pembinaan pendidikan pelatihan. supervisi. dan keuangandaerah dan akuntansikeuangandaerah. padaayat (1) bukanpemeriksaan tetapi (2) Pengawasan dimaksud sebagaimana yangtelah pencapaian sasaran yanglebihmengarah pengawasan untukmenjamin peraturan APBD. tentang daerah ditetapkan dalam Pasal312 pada ketentuan peraturan pengelolaankeuangandaerah berpedoman Pengawasan perundang-undangan. bimbingan. . pertanggungjawaban pengelolaan daerah. dan superuisi. penatausahaan perencanaan penyusunan (1) mencakup APBD. penatausahaan akuntansi dan perencanaan penyusunan APBD. daerah kepada Pasal309 pemberian pedoman. dimaksudpada ayat (1) dilaksanakan dan pelatihansebagaimana Pendidikan secara berkala bagi kepala daerah atau wakil kepala daerah. pemantauandan keuangan daerah. konsultasi Pemberian pelaksanaan. keuangan sertakelembagaan evaluasi. Menteri Dalam BABXIII DAERAH PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENGAWASAN PEMBINAAN BagianPeftama Pembinaan Pengawasan dan Pasal 308 pembinaan pengawasan pengelolaan keuangan dan daerah melakukan Pemerintah yangdikoordinasikan Menteri pemerintah oleh Dalam Negeri. penerimaan bendahara dan bendahara (1) (2) (3) (4) Pasal310 sebagaimana dimaksuddalam Pasal309 ayat (1) untuk kabupaten/kota Pembinaan oleh dikoordinasikan gubemurselakuwakilpemerintah.perangkatdaerah.100Pasal307 peraturan rancangan hasil evaluasi daerahkabupaten/kota menyampaikan Gubernur pelakanaan APBD dan rancangan peraturan tentang peftanggungjawaban peftanggungjawaban pelaksanaan APBDkepada tentang penjabaran bupati/walikota Negeri. Pasal 311 peraturan pelaksanaan daerah tentang pengawasan terhadap (1) DPRD melakukan APBD.dan pegawainegerisipil daerahserta kepada pengeluaran. baik secara menyeluruh kepada seluruh daerah maupun kepada daerah teftentu sesuai dengankebutuhan. pimpinan dan anggotaDPRD. konsultasi.

BAB XIV KERUGIANDAERAH pasal 315 (1) Setiapkerugiandaerahyang disebabkan oleh tindakanmelanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai Oengan ketentuan perundang-undangan. . (2) Bendahara. efisiensidan efektivitaspelaksanaan program dan kegiatan serta dipatuhinya peraturan perundang-undangan. (3) Pengendalian intern sebagaimana pada ayat (2) sekurang-kurangnya dimaksud memenuhi kriteria sebagai berikut: a. terselenggaranyaaktivitaspengendalian. setelahmengetahui bahwa dalam SKPDyang bersangkutan terjadi lierugian-akibat perbuatJndari pihak manapun. Pasal316 (1) Kerugian daerahwajib dilaporkan olehatasan langsung atau kepalaSKpDkepada kepaladaerahdan diberitahukan kepadaBPKpaling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah kerugian daerahitu diketahui. atau pejabatlain yang karena perbuatannya melanggarhukum atau melalaikan kewaji6anyang dibebankan kepadanyasecara langsung merugikankeuangandaerah. dan dan e. . ( 3 ) KepalaSKPDdapat segeramelakukirn tuntutanganti rugi.-101Bagian Kedua Pengendalian Intern Pasal313 ( 1 ) Dalamrangkameningkatkan kinerjatransparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangandaerah. terciptanya pengendalian sehat. terselenggaranya sistem informasi komunikasi. walib mengganti kerugian tersebut. kepala daerah mengatur dan menyelenggarakansistem pengendalian interndi lingkungan pemerintahan yangdipimpinnya. (4) Penyelenggaraan pengendalian intern sebagaimana dimaksudpada ayat (1) berpedoman padaketentuan peraturan perundang-undangan. terselenggaranya penilaian risiko. daerah (2) Pengendalian internsebagaimana padaayat (1) merupakan dimaksud proses yang dirancang untuk memberikan yang memadaimengenaipencapaian keyakinan tujuan pemerintah daerahyang tercermindari keandalan laporankeuangan. pegawai negerisipilbukanbendahara. Bagian Ketiga Pemeriksaan Ekstern Pasal314 Pemeriksaan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerahdilakukan oleh BPK sesuai peraturan dengan perundang-undangan. c. terselenggaranya kegiatanpemantauan pengendalian. d. lingkungan yang b.

atau pejabat lain yang bersangkutan waris tidak diberitahu pengampu/yang halVahti memperoleh meninggaldunia. kerugian yangberwenang adanya mengenai olehpejabat Pasal318 diatur dalam peraturan kerugiandaerah sebagaimana (1) Ketentuanpenyelesaian menteriini berlakupula untuk uang dan/ataubarangbukan milik daerah. ( 1 ) Dalamhal bendahara. pidana atas kerugian daerahterhadap (2) Putusan dari yang bersangkutan dan pejabatlain tidak membebaskan bukanbendahara tuntutangantirugi. 320 Pasal atau bendahara. yang dikelolaatau diperolehnya. ( 1 ) Bendahara. pejabat lain yang bersangkutan. Kewajiban jika dalamwaktu 5 (lima) tahun sejak ganti rugi. dimaksuddalam Pasal315 sebagaimana kewajibannya melalaikan hukum atau dan/atau pengakuanbahwa kesanggupan segera dimintakansurat pernyataan jawabnya kerugian mengganti dan bersedia tanggung tersebutmenjadi kerugian dimaksud.pegawai negeri bukan diketahui melarikandiri atau bendahara. lain menteriini berlakupula penyelesaian kerugiandaerahdalamperaturan (2) Ketentuan untuk pengelola perusahaan daerah dan badan-badan lain yang tidak diatur dalam daerah. menjadikedaluwarsa membayar tahunsejakterjadinya atau dalamwaKu 8 (delapan) tersebut kerugian diketahuinya yangbersangkutan.-102pegawai kepadabendahara. pejabatlainuntuk pegawai negerisipilbukan bendahara. kepada Pasal317 atau pejabatlain pegawai negerisipil bukanbendahara. dalampenguasaan berada tugas pejabat yangdigunakan dalampenyelenggaraan pemerintahan. ditetapkanuntuk menggantikerugiandaerahdapat dikenai sanksi administratif perundang-undangan. jawab pengampu/yang halVahliwaris untuk membayar memperoleh (2) Tanggung dimaksud pada ayat (1) menjadi hapus ganti kerugian daerah sebagaimana yang menetapkan pengadilan apabiladalamwaKu 3 (tiga) tahun sejakkeputusan atau pegawainegeri sipil bukan bendahara. terhadapnya dan penagihan dunia.yang atau pegawai sipilbukanbendahara.sepanjang pengelolaan keuangan menyelenggarakan perundang-undangan peraturan tersendiri. gantirugiterhadap penuntutan tidakdilakukan kerugian . peraturan pidana dengan Sesuai sanksi dan/atau pegawainegerisipil bendahara. atau meninggal melarikan waris. penuntutan diri. negeri bendahara. daerahtersebutdiketahui. kekayaan atau pejabatlainyang bersangkutan. kepala daerah segera penggantian pembebanan kerugiansementara surat keputusan mengeluarkan yang bersangkutan. terbatas pada beralih kepada pengampu/yangmemperolehhak/ahli pegawai yang berasal dari bendahara. yang dikenai tuntutan ganti kerugian daerah berada dalam pengampuan. atau sejak bendahara. daerah jawab mutlaktidak mungkin atau tidak diperoleh tanggung (3) Jikasuratketerangan dapat menjamin pengembaliankerugian daerah. (2) Segerasetelahkerugian melanggar atau pejabatlain yang nyata-nyata negeri sipil bukan bendahara. Pasal319 dan pejabat lain yang telah pegawainegerisipil bukan bendahara. negerisipilbukanbendahara. daerah. pengampuan kepadabendahara.

(2) Kekayaan BLUDmerupakan yang tidakdipisahkan kekayaan daerah sertadikelola dan dimanfaatkansepenuhnyauntuk menyelenggarakan kegiatan BLUDyang bersangkutan. ( 2 ) PembinaankeuanganBLUD sebagaimana dimaksudpada ayat (1) meliputi pemberianpedoman.103Pasal 321 (1) Pengenaan kerugian ganti daerah terhadap bendahara ditetapkan BPK.dan b. mengeloladana khusus dalam rangka meningkatkan ekonomidan/atau pelayanan kepada masyarakat. perumahan.BPK menindaklanjutinya dengan peraturan sesuai perundang-undangan. penyelenggara penyiaran jasa jasa publik. dan pelatihan dibidang pengelolaan keuangan BLUD. (2) Instansiyang menyediakan barangdan/ataujasa sebagaimana pada dimaksud ayat (1) huruf a. bimbingan. pendidikan dan pelatihan dibidang penyelenggaraan program dan kegiatan BLUD. antaralain instansi dimaksud yangmelaksanakan pengelolaan danaseperti danabergulir usaha kecilmenengah. pendidikan supervisi.bimbingan. Pasal323 Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara tuntutan ganti kerugiandaerahdiatur peraturan dengan padaperaturan daerah dengan perundang-undangan. Pasal326 ( 1 ) Pembinaan keuangan BLUD dilakukan oleh PPKD dan pembinaan teknisdilakukan oleh kepala sKPD yang bertanggungjawab atas urusan pemerintahan yang bersangkutan. instansi tabungan pengelola dan danalainnya. antara lain rumah sakit daerah. menyediakan barang dan/atau umum. dan sertainstansi layanan umumlainnya. (3) Pembinaan teknis sebagaimana dimaksudpada ayat (1) meliputi pemberian pedoman. .penyelenggara pendidikan. supervisi. berpedoman BAB XV PENGELOIAAN KEUANGAN BADANLAYANANUMUM DAERAH Pasal324 (1) Pemerintah daerah dapatmembentuk BLUD untuk: jasa untuklayanan a. Pasal322 ganti kerugiandaerahterhadappegawainegeri sipil bukan bendahara Pengenaan ditetapkan kepala oleh daerah. oleh (2) Apabila dalam pemeriksaan kerugian daerahditemukan unsur pidana. Pasal325 ( 1 ) BLUD dibentukuntuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalamrangka memajukan kesejahteraan umumdan mencerdaskan kehidupan bangsa.penyedia penelitian pengujian. penerbitlisensidan dokumen. (3) Dana khususdalam rangkameningkatkan ekonomidan/ataupelayanan kepada masyarakat sebagaimana pada ayat (1) huruf b.

dan ayat pengawasan pertanggungjawaban pelaporan. dan Pasal296 ayat (4). kepala peraturan kepala daerah tentang sistem dan prosedur daerah menetapkan pengelolaan daerah. keuangan daerah' (4) Peraturankepala daerah tentang sistem dan prosedurpengelolaan keuangan daerahsebagaimana dimaKud padaayat (2). Pasal dimakud dalamPasal 211 ayat (3). Ketentuan sebagaimana penetapan penyusunan APBDsetelahdievaluasi rancangan PPASdan tentang APBDtahun anggaran untuk penyusunan dan pelaksanaan mulai dilaksanakan 2007. 87 116 ayat(1) dimaksud dalamPasal ayat (1) dan Pasal b. dan akuntansi. juga memuat tata cara penunjukan pejabat yang diberi wewenang BUD. dan sebagaimana a. bendaharapenerimaan.dan Pasal BAB XVII KETENTUAN PERALIHAN Pasal331 peraturan menteri ini ditetapkan.104Pasal 327 BLUD dapat memperoleh atau hibah sumbangan masyarakat badan dari atau lain. Pasal329 pengelolaan BLUD Pedoman teknismengenai keuangan diaturlebihlanjutoleh Menteri peftimbangan Menteri Dalam setelah memperoleh Keuangan. daerahsesuai denganketentuan (2) Berdasarkan peraturan daerah sebagaimana dimaksudpada ayat (1). Pasal 194. dan penyusunan akuntansi pemerintahandilaKanakan secara bertahap mulai tahun anggaran 2006. Ketentuan penerimaan bendahara pengeluaran.dan bendahara pengeluaran 216 ayat(8). Pasal 328 pendapatan BLUD dapat digunakan Seluruh langsung untukmembiayai belanja BLUD yangbersangkutan.AAN PENGATURAN KEUANGAN DAERAH Pasal330 ( 1 ) Ketentuantentang pokok-pokokpengelolaan keuangandaerah diatur dengan peraturan peraturan perundang-undangan. berhalangan sebagaimana 226. denganperaturan tidak bertentangan Pasal332 peraturan menteriini: Dengan ditetapkannya 14 90 dimakud dalamPasal ayat (1). Pasal ayat (2). tentangbendahara prestasi pendekatan penyusunanRKA-SKPD berdasarkan dengan menggunakan pemerintah daerahberdasarkan standar laporankeuangan kerja. penatausahaan (2) mencakup tata cara penyusunan. Negeri BAB XVI PENGELOI. keuangan (3) Sistemdan prosedurpengelolaan keuangan daerahsebagaimana dimaksudpada pelaksanaan. kuasa BUD. .semua peraturanperundang-undangan Pada saat yang berkaitan denganpengelolaan keuangan daerahsepanjang belum digantidan menteriini dinyatakan tetap berlaku. penggunaanggaran/kuasa pengguna anggaran.

pasal 335 Denganditetapkannya peraturanmenteri ini. pasal 336 Peraturan menteri mulaiberlaku ini padatanggal ditetapkan. MA'. MOH. d.pelaksanaan tata usahakeuangan daerahdan belanjadaerah. SE.pertanggungjawaban dan pengawasan keuangandaerah serta tata cara penyusunan anggaran pendapatandan belanja daerah. pemerintah ini yang belum bagi daerah menetapkan RPJMD sebagaimana dimaksud dalam pasal81 ayat (1).RUF.-105c. Ditetapkan Jakarta di padatanggal15 Mei2006 MENTERIDALAM NEGERT. RWIR. Keputusan Menteri Dalam Negeriyang mengatur tentang pedoman pengurusan. Ketentuan sebagaimana dimaksuddalam pasal 233 ayat (2) tentang sistem akuntansi pemerintahandaerah yang mengacu pada standar akuntansi pemerintahan dilaksanakan secara beftahap mulaitahunanggaran 2007. ttd H. e. supervisidan bimbinganteknis.A .serta petunjuk pelaksanaannya. BAB XVIII KETENTUAN PENUTUP Pasal334 (1) DirekturJenderalBinaAdministrasi Keuangan DaerahDepartemen DalamNegeri melakukan pelaksanaan fasilitasi peraturan menteriini. dokumen perencanaan daerah lainnya dapat diguirakan pedoman penyusunan sebagai RKPD.melaksanakan sosialisasi. Ketentuan sebagaimana dimaksud dalampasal90 ayat (2) tentangpenyusunan RKA-SKPD dengan menggunakan pendekatankerangka pengeluaran jangka menengah daerah dilaksanakan mulaitahun anggaran 2009. (2) Fasilitasi sebagaimana dimaksudpada ayat (1) mencakupmengkoordinasikan. Peraturan daerahtentangpokok-pokok pengelolaan keuangan daerahditetapkan paling lambat2 tahunsejakditetapkan peraturan menteri ini. dicabut dandinyatakan tidakberlaku. menyempurnakanlampiran-lampiran sesuai dengan ketentuan perundangundangan. serta memberikan asistensi untuk kelancaran penerapan peraturanmenteriini. ai dengan aslinya RO HUKUM. Pasal 333 Padasaat peraturan menteri ditetapkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful