DEPARTEMEN DAIAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERT

NOMOR 13 TAHUN2006 TENTANG PEDOMANPENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DENGANRAHMATTU}IAN YANG MAHA ESA, MENTERIDALAMNEGERT, Menimbang: bahwa untuk melakanakan Pasal155 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan KeuanganDaerah, perlu ditetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor Tahun1999tentangpenyelenggaraan 28 Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran NegaraRepublikIndonesiaTahun 1999 Nomor 75, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 3851); 2. undang-undangNomor L7 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, TambahanLembaranNegara RepublikIndonesia Nomor4286); 3. Undang-Undang Nomor1 Tahun 2004tentang Perbendaharaan Negara (LembaranNegara RepublikIndonesiaTahun zoo4 Nomor5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 5. undang-undang Nomor 1s rahun zao4 tentang pemeriksaan Pengelolaan Tanggungjawab dan Keuangan Negara(Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun za04 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomoraa}e; 6. Undang-undangNomor zs rahun 2004 tentang sistem Perencanaan Pembangunan (Lembaran Nasional Negara Republik Indonesia Tahun2004Nomor104,Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia NomoraaZl;

-27. Undang-Undang Nomor32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (LembaranNegara RepublikIndonesia Tahun 2004 Nomor tZs, TambahanLembaranNegara RepublikIndonesia telahdiubahdenganUndang-Undang Nomor4437)sebagaimana Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang PerubahanUndang-Undang Nomor 32 Tahun 2A04 tentang (Lembaran PemerintahanDaerah menjadi Undang-Undang Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan NegaraRepublik Indonesia Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4548); Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Pusat dan Pemerintahan Daerah KeuanganAntara Pemerintah (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Lembaran Negara Republik Indonesia 4438); Tambahan Nomor Peraturan Pemerintah Nomor24 Tahun 2004 tentangKedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan (Lembaran Perwakilan RakyatDaerah NegaraRepublik Indonesia Tahun 2004 Nomor90, TambahanLembaranNegaraRepublik Indonesia Nomor 44L6) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor37 Tahun 2005 tentangPerubahan Atas Peraturan PemerintahNomor 24 Tahun 2004 tentang KedudukanProtokolerdan KeuanganPimpinandan Anggota Dewan Penruakilan RakyatDaerah(LembaranNegaraRepublik Indonesia Tahun 2005 Nomor94, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomora5aQ; Keuangan Badan Layanan Umum (LembaranNegaraRepublik IndonesiaTahun 2005 Nomor48, TambahanLembaran Negara Indonesia Republik Nomor4502); 1 1 . PeraturanPemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar (LembaranNegara RepublikIndonesia AkuntansiPemerintahan Lembaran Tahun 2005 Nomor49, Tambahan NegaraRepublik Indonesia Nomor 4503);

8.

9.

Nomor Tahun2005tentangPengelolaan 23 10. Peraturan Pemerintah

12. PeraturanPemerintah Nomor54 Tahun 2005 tentang Pinjaman
Daerah (LembaranNegara RepublikIndonesiaTahun 2005 Nomor 136, TambahanLembaranNegara RepublikIndonesia Nomor 4574);

1 3 . Peraturan PemerintahNomor 55 Tahun 2005 tentang Dana
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2005 Perimbangan Nomor L37, TambahanLembaranNegara RepublikIndonesia Nomor4575); Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem L4, PeraturanPemerintah Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2005Nomor138,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomora576); 1 5 . PeraturanPemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah KepadaDaerah(Lembaran NegaraRepublikIndonesia Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Nomor a577); Indonesia

-31 6 . Peraturan Pemerintah Nomor Tahun2005tentangpengelolaan 58 (Lembaran KeuanganDaerah Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor L40, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); T 7 , Peraturan Pemerintah Nomor65 Tahun 2005 tentang pedoman Penyusunan dan Penerapan standar pelayanan Minimal (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2005 Nomor150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585); 1 8 . PeraturanPemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan KinerjaInstansi Pemerintah (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun2006Nomor25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomora6tfi; 1 9 . KeputusanPresidenNomor 109 Tahun 2001 tentang unit organisasi dan TugasEselon Departemen I sebagaimana telah presiden beberapa diubah kali terakhir denganKeputusan Nomor BBTahun2003;

20. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor130Tahun2003tentang
Organisasi Tata KerjaDepartemen dan DalamNegeri; MEMUTUSI(AN: MCNCTAPKAN : PEMTURAN MENTERI DA1AM NEGERI TENTANGPEDOMAN PENGELOI.AAN KEUANGAN DAERAH. BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Peftama Pengeftian Pasal1 Dalam Peraturan Menteri yangdimaksud ini dengan : 1. PemerintahPusat, selanjutnyadisebut pemerintah,adalah presidenRepublik yang memegang Indonesia pemerintahan kekuasaan NegaraKesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalamUndang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun1945. PemerintahanDaerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahanoleh pemerintah daerahdan dewan perwakilan rakyat daerah(DPRD)menurutasas otonomi dan tugas pembantuan denganprinsipotonomi seluas-luasnya dalam sistemdan prinsipNegaraKesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalamUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945. Pemerintah Daerahadalahgubernur, bupati,dan/atauwalikota,dan perangkat daerah sebagai pemerintahan unsurpenyefenggara daerah. Daerah otonom,selanjutnya disebut daerah, adalahkesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas yang bennrenang wilayah mengatur dan mengurus urusanpemerintahan dan kepentingan masyarakat setempatmenurutprakarsa sendiriberdasarkan aspirasi masyarakat dalamsistemNegara Kesatuan Republik Indonesia.

2,

3. 4.

dan ditetapkan denganperaturan daerah.-4Desa atau yang disebut dengan nama fain. Satuan Kerja Pengelola KeuanganDaerahyang selanjutnyadisingkatSKPKD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah setaku pengguna anggaran/pengguna barang. Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah adalahkepaladaerah yang karena jabatannya mempunyaikewenangan menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan keuangan daerah. Satuan yangselanjutnya KerjaPerangkat Daerah disingkat SKPD adalahperangkat padapemerintah daerah pengguna daerah selaku anggaran/pengguna barang. PejabatPenatausahaan Keuangan SKPDyang selanjutnya disingkatPPK-SKPD pejabat yangmelaksanakan adalah fungsi padaSKPD. yang juga melaksanakan pengelolaan keuangan daerah. pertanggungjawaban. t2. KepalaDaerahadalahgubernurbagi daerahprovinsiatau bupati bagi daerah kabupaten atauwalikota bagidaerahkota. 2T. pelaksanaan. Kuasa Pengguna pejabat yangdiberikuasauntuk melaksanakan Anggaran adalah pengguna sebagian kewenangan anggaran dalammelaksanakan sebagian tugas danfungsiSKPD. Bendahara Umum Daerahyang selanjutrrya disingkatBUD adalah PPKD yang bertindak dalamkapasitas sebagai bendahara umumdaerah. 19. 20.kepala daerah/wakil kepala daerahdan satuankerjaperangkat daerah. 7. 9. KuasaBendahara Umum Daerahyang selanjutnya disingkat KuasaBUDadalah pejabat yangdiberikuasa untukmelaksanakan sebagian tugasBUD. 13. 6. penatausahaan. Anggaran Pendapatan dan BelanjaDaerah. dan pengawasan keuangan daerah. tata usaha keuangan 5. SKPD 18. Peraturan Daerahadalah peraturanperundang-undangan dibentukoleh yang DPRD denganpersetujuan bersama kepala daerah. termasuk Qanunyang berlaku di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Peraturan dan DaerahProvinsi (Perdasi) yangberlaku Provinsi di Papua. . 10. selanjutnya disingkat APBDadalah rencanakeuangan tahunan pemerintahan daerahyang dibahasdan disetujui bersama oleh pemerintah daerahdan DPRD. 1 6 . meliputi perencanaan. PejabatPengelola Keuangan Daerahyang selanjutnya disingkatPPKDadalah kepala satuankerjapengelola yangselanjutnya keuangan daerah disebut dengan kepalaSKPKDyang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBDdan beftindak sebagai bendahara umumdaerah.berdasarkan asal-usul yang diakuidan dihormatidalam sistem dan adat istiadatsetempat pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengelolaan KeuanganDaerah adalah keseluruhan kegiatan yang . Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajibandaerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yangdapatdinilaidenganuangtermasuk daerah didalamnyasegala bentuk kekayaanyang berhubungandengan hak dan kewajiban daerah tersebut. selanjutnyadisebut desa adalah kesatuan masyarakat hukumyang memilikibatas-batas wilayahyang berwenang untuk mengaturdan menguruskepentingan masyarakat setempat. pelaporan. 1 5 . PenggunaAnggaran adalah pejabat pemegang kewenanganpenggunaan anggaran untukmelaksanakan tugaspokokdanfungsi yangdipimpinnya. 14. 1 7 . 1 1 . Organisasi adalahunsur pemerintahan daerahyang terdiri dari DPRD. 8 . Pengguna pejabatpemegang Barangadalah penggunaan kewenangan barang milikdaerah.

Rencana Tahunan Daerah..setanjutnyadisebut RencanaKerja Pemerintah Daerah (RKPD). 34. disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan periode (limi) ianun.ng melafsanakan satu atau beberapa kegiatan darisuatuprogram sesuai dengan biOang tugasnya untukmenerima. unit kerja adalah bagian dari SKPDyang melaksanakan safu atau program. 25. 1 28. unt-uk s 'Pembangunan 29. adalah dokumen perencanaan Daerah untukperiode 1 (satu) tahun. 24. Kebijakan Umum AIBD yang selanjutnya disingkat KUA adalahdokumenyang memuat kebijakanbidang pendapatan.membayarkan. T'im AnggaranPemerintah Daerahyang selanjutnya disingkat 32. Entitaspelaporan adalahunit pemerintahan yang terdiri atas satu atau lebih entitasakuntansi yang menurutketentuan peraturbn perundang-unoangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.menatausaha-kan. RKA-5KpD setefah disepakati dengan DPRD. beberapa 27.menyetorkan. Prioritas PlafonAnggaran dan Sementara yang selanjutnya ppAS disingkat adatah rancanganprogram prioritas dan patokan batas maksimal anggaranyang !i!9rt]<ankepadaSKPDuntuk setiap programsebagai. 26. TAPDadalahtim yang dibentukdengankeputusan kepila daerahdan diiimpin oleh sekretaris daerahyang mempunyai tugasmenyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerahdalam rangka penyusunan APBDyang anggotanya terdiri dari pejabat perencana daerah. Rencana Pembangunan JangkaMenengah Daerahyang selanjutnya 30. menatausahakan. 3 1 . Bendahara Penerimaan pejabat adafah fungsional yangditunjuk pejabatpada unit kerja SKPDy. Prioritas dan PlafonAnggaranygng selanjutnya disingkatppA adalah program prioritasdan patokan batas maksimalanggaranyang diberikankepadaSKpD untuk setiap prog]r9l sebagai acuan da-l5mpenyusunan . rencanabelanjaprogramdan kegiatan-SrpD sertl rencanapembiayaan sebagai penyusunan dasar ApBD.dan pembiayaan sefta asumsi yangmendasarinya untukperiode (safu)tahun.-5- 22.n aalam-ienyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan Op{0. . dan'mempeftanggungjawabkan uangpendapatan daerah dalamrangka pelaksanaan ApBDpadasKpD.u. PejabatPelaksana Teknis Kegiatanyang selanjutnya disingkatppTK adalah 23. meripertanggungjawabkan dan uang untuk keperluan belanjadaerahdalam rangka pelaksanaln nFeo pada SKPD. menyimpan. menyimpan. Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsionalyang ditunjuk menerima. Entitas akuntansi adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh karenanya wajib menyetenggarakan ikuntansf oun menyusun laporan keuangan untukdigabungkan padaentiias pelaporan. 3 3 . belanja. PPKD pejabat dan lainnya sesuai-aingan kebutuhan. Rencana Kerjadan Anggaran yang selanjutnya SKPD disingkatRIG-SKPD adalah -rencana dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi pendapatan.

keluaran yang mencerminkan berfungsinya sesuatu adalahsegala 45. Pendapatan bersih. Rekening Umum Daerah seluruh penerimaan yang ditentukanoleh kepala daerah untuk menampung daerahpada bank seluruhpengeluaran untuk membayar daerahdan digunakan yangditetapkan. mencapai tujuan dalam dilaksanakan rangka pemerintahan menjadi dan yang hak pemerintahan fungsi-fungsi. berdasarkan dengan lebihdari satu tahun anggaran.dengan untuk sumber dayayangdisediakan menggunakan ataulebihkegiatan dengan SKPD. Hasil(outcome) program. nilaikekayaan . Keluaran dan pencapaian dan tujuanprogram sasaran untuk mendukung dilaksanakan kebijakan.-6penganggaran adalahpendekatan JangkaMenengah Pengeluaran 3 5 . adalah Daerah 48. Pengeluaran penambah yangdiakuisebagai daerah hak pemerintah adalah Daerah 50. Program . berupa jenissumber daya atau beberapa kesemua dari dana. Kinerja yang penggunaan kuantitas kualitas dan anggaran dengan dengan sehubungan terukur. dari diharapkan suatu yang oleh (outputladalah barang ataujasayangdihasilkan kegiatan 44. melindungi. dan memberdayakan. mensejahterakan melayani. dalam berikutnya tahun perhitungan dana untuk kebutuhan adalah Maju (forwardestimate) 36. dalamperspektif tersebut dilakukan yang bersangkutan pada biayaakibatkeputusan implikasi mempeftimbangkan prakiraan yangdituangkan maju. bentuk yangdiharapkan suatuprogram ataukeluaran dari (targeQ adalah hasil 43. Kerangka keputusan terhadapkebijakan denganpengambilan kebijakan. ke uangyangmasuk kasdaerah. Prakiraan guna memastikan dari tahun yang direncanakan berikutnya tahun anggaran yangtelah disetujui program dasar dan menjadi dan kegiatan kesinambungan penyusunan tahunberikutnya. penyusunan (unifred rencana keuangan adalah budgeting) Terpadu 38. Kegiatan terukurpadasuatu sasaran dari pencapaian bagian sebagai kerjapadaSKPD pengerahan dayabaikyang sumber program terdiridarisekumpulan tindakan dan peralatan dan (sumber modaltermasuk personil barang dayamanusia). adalah 40. (ouQuAdalam (inpuQ keluaran untukmenghasilkan masukan tersebut sebagai barang/jasa. yangberisi satu penjabaran bentuk upaya SKPD dalam kebijakan adalah 4L. Penganggaran jenis belanjaguna yang dilakukan untuk seluruh terintegrasi secara tahunan pencapaian padaprinsip yang pemerintahan didasarkan kegiatan melaksanakan dana. anggaran yang dari keluaran/hasil kegiatan/program akanatautelahdicapai adalah 3 7 . alokasi efisiensi dibidangtertentu yang tugas kepemerintahan 39. dalamsatu darikegiatan-kegiatan yangditentukan oleh uangdaerah tempatpenyimpanan adalah 46. misi sesuai hasil mencapai yangterukur yangdilaksanakan satuataulebih unit oleh dari bagian program adalah 42. Penerimaan darikasdaerah' uangyangkeluar adalah Daerah 49. Urusan pemerintahan untukmengatur dan dan/atau tingkatan susunan kewajiban setiap yang menjadi dalamrangka kewenangannya tersebut fungsi-fungsi mengurus masyarakat.ataukombinasi teknologi. KasUmumDaerah penerimaan daerahdan digunakan seluruh kepaladaerah untuk menampung pengeluaran daerah. seluruh untukmembayar uang daerah tempatpenyimpanan adalahrekening Kas 47. Sasaran yang kegiatan. Fungsiadalah perwujudan pembangunan nasional.

erm u intaa pem n baya n. yang bersifat pengisiankembali (revolving)yang tidak dapat dilakukan dengan pembayaran langsung. SPPUang Persediaan yang selanjutnya disingkat Spp-Upadalahdokumen yang diajukan oleh bendahara pengeluaran untuk permintaan uang mut<a k. 5 2 .75 1 .nst AnggaranDaerahadalahselisihkurangantara pendapatan . lainnya 59. Belanja Daerah adalah kewajibanpemerintahdaerah yang diakui sebagai pengurang kekayaan nilai bersih. Piutang jumlahuangyangwajibdibayar Daerah adalah pemerintah kepada daerah dan/atau hak pemerintah yang Oapjt dinilaldenganuang sebagai daerah akibat perjanjian atau akibatlainnya berdasarkan peraturan perundanglunaarigan atau akibat yangsah.De. royalti. 64. nJit'pada tahun anggaran yangbersangkutan padatahun-tahun maupun anggaran berikutnya. 6 5 .deviden. 55. 5 7 . 54. 6 1 .periode anggaran. surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disingkat spp adalahdokumen yang diterbitkanoleh pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiata n/benda ra pengeluarauntukha n mengai kan f. Utang Daerah adalah jumlah uang yang wajib dibayar pemerintah daerah dan/atau kewajibanpemerintah daerah yang dapal dinilai dengan uang berdasarkan peraturan perundang-undangan.ng dari pihaklainsehingga daerah dibebani kewajiban untukmembayai kembali. 6 0 . lainnya 5 8 . 5 3 . belanja dan pembiayaan yang digunakan sebagai pelakanaan dasar anggaran pengguna oleh anggaran. Surplus Anggaran Daerahadalahselisihlebih antara pendapatan daerahdan belanja daerah. Dana Cadangan adalahdana yang disisihkan guna mendanai kegiatan yang memerlukan dana relatif besar yang tidak oaplt dipenuhidalam satu tahun anggaran. Pembiayaan Daerah adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. Anggaran Kas adalahdokumen perkiraan arus kas masukyang bersumber dari penerimaan dan perkiraan arus kas keluaruntuk mengaturketersediaan dana yangcukupgunamendanai pelaksanaan kegiatan dalamr. 5 5 . DokumenPelaksanaan Anggaran SKPDyang selanjutnya disingkatDpA-sKpD adalah dokumen yang memuat pendapatari. 62. Pinjaman Daerah adalahsemua transaksi yang mengakibatkan daerahmenerima sejumlah uangataumenerima yangbernilai manfaat i. .. Investasi adalahpenggunaan aset untuk memperoleh manfaatekonomis seperti bunga.berdasarkan atau sebab yangsah. ra 6 6 .manfaat sosial dan/atau manfaatlainnya sehingga dapat meningkatkankemampuan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. dokumen yang memuatperubahah pEnaapatan.rj. surat Penyediaan Dana yang selanjutnya disingkat spD adalahdokumenyang menyatakan tersedianya dana untuk melaksJnakan kegiatan sebagaidasar penerbitan SPP. SisaLebihPerhitungan yang selanjutnya Anggaran disingkat SiLpAadalah setisih lebih realisasipenerimaan dan pengeluarinanggaranselama i. belanja dan pembiayaan yangdigunakan sebagai dasarpelaksanaan perubahan anggaran oleh pengguna anggaran.-peiianjian. 63. daerahdan belanja daerah.tu. DokumenPelaksanaan Perubahan Anggaran SKPDyang selanjutnya disingkat DPPA-SKPD adalah.tiup periode.

untukmengganti uang dipergunakan dananya yang selanjutnya disingkat UangPersediaan Tambahan Membayar 73. atas bebanpengeluaran untuk penerbitan SPZD anggaran jumlahbataspaguuangpersediaan yang dari melebihi dananya karena kebutuhan denganketentuan. pengeluaran kepada DPA-SKPD atasbeban SP2D untukpenerbitan dokumen SP2Dadalah disingkat Danayangselanjutnya Pencairan 75. Surat Perintah pengguna anggaran anggaran/kuasa oleh pengguna dokumenyang diterbitkan pihakketiga. dengan yang selanjutnya disingkatSPP-TU adalah 68.dan waKu pembayaran disiapkan oleh PPTK. Surat Perintah pengguna untuk anggaran anggaran/kuasa oleh digunakan/diterbitkan pengguna penerbitan DPA-SKPD. SuratPerintah yang digunakansebagai dasar pencairandana yang diterbitkanoleh BUD berdasarkan SPM. Surat Perintah pengguna yang diterbitkanoleh penggunaanggaran/kuasa adalah dokumen yang DPA-SKPD atasbebanbebanpengeluaran SP2D anggaran untukpenerbitan kegiatan. SuratPerintah SPM-TUadalah dokumen yang diterbitkanoleh pengguna anggaran/kuasa pengguna DPA-SKPD. atasbebanpengeluaran SP2D yang selanjutnya SPM-UP disingkat Membayar Uang Persediaan 7 1 .-8yang selanjutnya SPP-GU adalahdokumen disingkat 67. Badan yang dibentuk untuk kerja pada SKPD di lingkunganpemerintahdaerah barangdan/atau pelayanan berupapenyediaan kepadamasyarakat memberikan dan jasayangdijualtanpamengutamakan keuntungan. barang kekurangan adalah Daerah 77. penerima. untukmendanai uangpersediaan sebagai dipergunakan yang selanjutnya disingkat SPMGantiUangPersediaan Mernbayar 72. sesuai telahditetapkan yang selanjutnya adalah disingkat SPM-LS Langsung Membayar 74. untukpembayaran tidakdapatdigunakan yang selanjutnya adalahdokumenyang diajukan SPP-15 disingkat 69. teftentuyangdokumennya yang yang selanjutnya SPMadalahdokumen disingkat Membayar 70. SPP TambahanUang Persediaan pengeluaran yangdiajukan untukpermintaan tambahan olehbendahara dokumen yang bersifat guna melaksanakan kegiatan mendesak dan SKPD uangpersediaan dan langsung uangpersediaan. perolehan lainnya dari atauberasal APBD yangnyata dan uang.suratberharga. maupun yangselanjutnya adalah SKPD/unit BLUD disingkat UmumDaerah Layanan 78. peruntukan. didasarkan kegiatannya . yang dibeliatau diperoleh atas beban barang semua adalah MilikDaerah 76. dalammelakukan mencari padaprinsip dan efisiensi produktivitas. SPPLangsung langsungkepada untuk permintaanpembayaran oleh bendaharapengeluaran pihakketigaatas dasarperjanjian kontrakkerjaatau surat perintahkerja lainnya dan pembayarangaji dengan jumlah. . Kerugian melawanhukum baik sengaja dan pasti jumlahnyasebagaiakibat perbuatan lalai. SuratPerintah pengguna yang diterbitkan anggaran/kuasa oleh pengguna GU adalahdokumen yang penerbitanSP2D atas beban pengeluaran DPA-SKPD anggaranuntuk persediaan yangtelahdibelanjakan. SPPGantiUangPersediaan pengganti pengeluaran yang diajukanoleh bendaharan uang untuk permintaan pembayaran persediaan yangtidakdapatdilakukan langsung. Barang yangsah.

. (6) Ekonornis sebagaimana dimaksud padaayat(1) merupakan pemerolehan masukan dengan kualitas dan kuantitas tertentu padaiingkathargayangterendah.nguncaramembandingkan keluaran dengan hasil. ekonomis. efektif. (2) secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat wgktudan tepatgunayang didukung oengan buktibuktiadministrasi yangdapatdipertanggungjawabkan.nt-r-fmasyarakat.barang. e' kewajiban daerah untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan daerahdan membayar tagihan pihakketiga. dan pengerolaan keuangan-gLuo. pengelolaan 'keuangan kas. efisien..njgungjawaban pelaksanaan APBD. d.serta hak-hak lain yang Oapatdinilaidenganuang. pengeluaran daerah. azasumumdan strukur ApBo. --"termasuk kekayaan yangdipisahkan padaperusahaan daeraf'.transparan. f' . penyusunan penetapan dan ApBDbagidaerah yang belum memiliki DPRD. dan bertanggungjawab dengan memperhatikan keadilan. (3) Taat padaperaturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud padaayat (1) adalah. manfaat dan . (4) Efektif sebagaimana dimaksud padaayat(1) merupakan pencapaian program hasil dengan targetyangtelahditetapkan.taat padaperaturan perundang-undangan. azas kepatutan. penerimaan daerah. b' c. pelaksanaa.dan pengawasan kerugian daerah. penetapan APBD. pada ayat (1) merupakan pencapaian keluaran yang maksimum denganmasukan tertentultau penggunaan masukan terendah untukmencapai keluaran tertentu.fenyusunan rancangan APBD.n APBD.akuntansi daerah. perubahanApBD. penatausahaan keuangan daerah.-9BagianKedua RuangLingkup Pasal2 Ruang lingkup keuangan daerah meliputi: a' hak daerahuntuk memungut pajakdaerah dan retribusi daerahsertamelakukan pinjaman. (s) Efisiensebagaimana dimaksud. yaitud. kekayaan daerahyang dikelola sendiriatau oleh pihak lain berupauang.tt. pembinaan pengelolaan keuangan daerah.surat berharga. piutang.p.Oun kekayaan pihak lain yang dikuasaioleh pemerintah daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan tugas daerah dan/atau kepentingan umum. bahwapengelolaan keuangan dlerah ha-rus uerpeJoman pada peraturan perundang-undangan. BagianKetiga pengeroraan Azas umum KeuanganDaerah Pasal4 ( 1 ) Keuangan daerah dikelola secara tertib. pasal 3 Pengelolaan keuangandaerah yang diatur dalam peraturanmenteri ini meliputi kekuasaan pengelolaan keuangan daerah.

kepala SKPD pada ayat (3) ditetapkan dengankeputusan dimaksud Pelimpahan sebagaimana kepala daerah berdasarkanprinsip pemisahan kewenanganantara yang memerintahkan. ra memerintahkan keuangandaerah Kepala daerah selaku pemegangkekuasaanpengelolaan kepada: kekuasaannya melimpahkan sebagian atauseluruh pengelola keuangan daerah. dan pengujian pejabatyang bertugas atas tagihandan melakukan h. pengelolaan pejabatyang bertugasmelakukan g. (1) (2) (3) (4) .n/atau bendahara d. kebijakan tentang a. menetapkan pengguna anggaran/pengguna barang.-10padaayat (1) merupakan prinsip (7) Transparan dimaksud sebagaimana keterbukaan yang memungkinkan masyarakat untuk mengetahui dan mendapatkan akses informasi tentang keuangan daerah. menetapkan bendahara .melakukan pemungutan penerimaan pejabat yang bertugas e. pada ayat (1) adalahkeseimbangan (9) Keadilan dimaksud sebagaimana distribusi dan/atau keseimbangan kewenangan dan pendanaannya distribusihak dan pertimbangan yangobyeKif. menetapkan pengelolaan barang daerah.AAN KEUANGAN DAERAH KEKUASAAN Bagian Peftama PemegangKekuasaanPengelolaanKeuanganDaerah Pasal5 daerahadalahpemegang kekuasaan Kepaladaerahselakukepalapemerintah pengelolaan pemerintah keuangan daerah dan mewakili dalamkepemilikan daerah yangdipisahkan. penerimaan da. seluas-luasnya jawabsebagaimana (B) Bertanggung perwujudan dimalsudpadaayat (1) merupakan pengelolaandan kewajiban seseorang untuk mempertanggungjawabkan pengendalian sumber daya dan pelaksanaan kebijakanyang dipercayakan pencapaian kepadanya dalamrangka tujuanyangtelahditetapkan. menetapkan pembaya n. yangmenerima dan ataumengeluarkan uang. menetapkanpejabat yang bertugas' piutang daerah. kekayaan daerah pada pengelolaan dimaksud Pemegang keuangan daerah sebagaimana kekuasaan kewenangan: ayat(1) mempunyai pelaksanaan APBD. menetapkan pengeluaran. selaku c. menguji. kepala SKPKD selaku pejabat pengguna anggaran/pengguna barang. keuangan daerahdiutamakan kebutuhan BAB II PENGELOI. menetapkan daerah. keb'rjakan tentang b. melakukanpengelolaan utang dan f. dengan pada ayat (1) adalahbahwa (11) Manfaat sebagaimana dimaksud untuk masyarakat untukpemenuhan masyarakat. kuasa c. menetapkan barang milik daerah. dan b. koordinator daerah selaku a. kewajiban berdasarkan padaayat (1) adalah (10) Kepatutan sebagaimana dimaksud tindakan atausuatusikap yangdilakukan wajardan proporsional. sekretaris PPKD.

melaksanakan fungsi BUD.dan pertanggungjawaban pelaksanaan ApBD. . b. penyusunan rancangan APBD rancangan dan perubahan ApBD. b' penyusunan pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan barang daerah. c. tugas-tugaspejabat perencanadaerah. dan f' penyusunan laporankeuangan daerahdalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan ApBD. Bagian Ketiga Pejabat PengelolaKeuanganDaerah Pasaf7 (1) Kepala SKPKD selaku PPKD sebagaimana dimaksud dalampasat ayat(3) hurufb 5 mempunyai tugas: a' menyusun melaksanakan dan kebijakan pengelolaan keuangan daerah.n dan 5 fungsinya -d. (4) Koordinator pengelolaan keuangan daerahbertanggung jawab atas pelaksanaan tugassebagaimana dimaksud padaayat(2) oanay5[(:iklpada kepala daerah. d.n' dalam membantukepaladaerah menyusun keb'rjakan mengkoordinasikan penyelenggaraan urusanpemerintahan daerahteimasukfengelotaan keuangan daerah. menyiapkan pedoman pengelolaan barang daerah. memberikan persetujuan pengesahan DpA-sKpD/DppA-SKpD. penyusunan RaperdaAPBD. menyusun rancangan perubahan ApBD dan rancangan ApBD. penyusunan pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan ApBD.. melaksanakan lainnya tugas berdasarkan yangdilimpahkan kepala kuasa oleh daerah. menyiapkan pedoman pelaksanaan ApBD. d. melaksanakan pemungutan pendapatan yangtelahditetapkan daerah dengan Peraturan Daerah. d. dan e' melaksanakan tugas-tugas koordinasi pengelolaan keuangan daerahlainnya berdasarkan yangdirimpahkan riepara kuasa oreh daerah. ppKD. e.perubahan APBD. a. meniimpin TApD. b. (3) Selain mempunyaitugas koordinasisebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekretaris daerah mempunyai tugas: a. c. dan f . e.1 1BagianKedua pengeroraan Koordinator KeuanganDaerah Pasal6 ( 1 ) sekretaris daerahselakukoordinator pengelolaan keuangan daerahsebagaimana dimaksud dalamPasal ayat (3) hurufiberkaitan aenirn p"r. menyusun laporankeuangan daerahdalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan ApBD. (2) sekretaris daerahselakukoordinator pengelolaan keuangan daerahsebagaimana dimaksud padaayat(1) mempunyai tugaskoordinari Jiui?ing. c. dan pejabat pengawas keuangan daerah.

menyimPan uangdaerah. melakukan pajakdaerah. menyusun DPA-SKPD/DPPA-SKPD. kePala keputusan dengan tugas: padaayat(1). memantau pelaksanaan yangditunjuk. mengusahakan APBD. menyajikan sefta penghapusan j. Perubahan dan rancangan APBD rancangan a. melaksanakan dan daerah. menerbitkan daerah. pemungutan c. kuasa selaku daerah keuangan ppKD bertanggung jawab atas pelaKanaantugasnya kepada kepala daerah (4) daerah. penagihan l. keuangan informasi i. kepada jawabataspelaksanaan tugasnya (3) Kuasa BUDbertanggung Pasal9 ppKD dapat melimpahkankepada pejabat lainnya dilingkunganSKPKD untuk berikut: sebagai tugas-tugas melaksanakan APBD. investasi pengguna anggaran pejabat permintaan pembayaran berdasarkan i. pemungutan e. c. menyusun pelaKanaan APBD. c. melaksanakan dan daerah. dan kebijakan pedoman a. mempunyai dimaksud (2) Kuasa BUDsebagaimana kas. kekayaan buKi aslikepemilikan seluruh d. pengelolaan utangdan piutang k. menyiapkan pemerintah daerah. menyimpan APBD oleh bank penerimaan dan pengeluaran e. menyiapkan SPD. keuangan dan akuntansi pelaporan sistem h. melaksanakan SPD. melalui sekretaris Pasal8 7 dalamPasal ayat (3) ditetapkan dimalaud (1) penunjukan kuasaBUDsebagaimana daerah. melakukan piutang daerah. melaksanakan . melakukan d. g. melakukan BUD. b. b. anggaran a. lainnya keuangan lembaga dan/atau dalam pelaksanaan dan mengaturdana yang diperlukan f.-t2BUDberwenang: selaku fungsinya (2) PPKD dalammelaksanakan pelaksanaan APBD. pengendalian b. memberikan petunjuk teknis pelaksanaansistem penerimaan dan pengeluaran daerah. kas pajakdaerah. daerah. melakukan daerah. penempatan uang daerah dan mengelola/menatausahakan h. mengesahkan pelaksanaan pengendalian APBD. barang (3) ppKD selaku BUD menunjuk pejabat di lingkungansatuan kerja pengelola BUD. kebijakandan pedoman pengelolaan melaksanakan milikdaerah. kas atasbebanrekening umum daerah. melaksanakan daerah. pinjaman atasnamapemerintah pemberian j. menyiapkan SP2D. f. menetapkan pinjamandan pemberianpinjamanatas nama pelaksanaan g.

. bertanggung tugasnyakepadakepaladaerahmelalui sekretaris daerah. j. dan melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan barang milik daerah. lokasi. 9. jumlahua'n6 besaran SKPD.-13d. mengelola barangmilik daerah/kekayaan daerahyang menjaditanggung jawab yangdipimpinnya. ' melaksanakan sistem akuntansi pelaporan dan keuangan daerah. (3) Pelimpahan sebagian kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan kepala oleh daerah atasusulkepala sKpD. sKpD m. melakanikanpemungutan penerimaan bukanpajak.kompetensi dan/ataurentang kendalidan pertimbangan objektif lainnya. melakukan pengujian atastagihan dan memerintahkan pembayaran. BagianKelima PejabatKuasapenggunaAnggaranlKuasa penggunaBarang Pasal11 (1) Pejabat pengguna anggaran/pengguna barangdalammelaksanakan tugas-tugas sebagaimana dirnaksud dalam Pasal 10 dapat melimpahkan lebagian kewenangannya kepadakepalaunit kerja pada SKPDselakukuasa pengguna anggaran/kuasa pengguna barang. mengelola utang dan piutang yang menjadi tanggungjawab SKpD yang dipimpinnya.beban kerja. mengadakan ikatan/perjanjian kerjasama pihaklaindalambatasanggaran dengan yangtelahditetapkan. pelaksanaan menyiapkan pinjamart pemberian jaminan dan atasnamapemerintah daerah. menyusun RIG-SKPD. g. c. d. e. f. mengawasi pelaksanaan anggaran yangdipimpinnya. kuasa oleh dln jawab atas pelaksanaan n. SKPD e. h. besaran yang dikelola. menandatangani SPM. melaksanakan anggaran yangdipimpinnya. SKPD l. BagianKeempat Pejabat Pengguna Anggaran/pengguna Barang Pasal10 KepalaSKPDselaku pejabat penggunaanggaran/pengguna barang sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(3) hurufc mempunyai 5 tugas:a. menyajikan informasi keuangan daerah. melaksanakan tugas-tugaspengguna anggaran/pengguna barang lainnya berdasarkan yangdirimpahkan kepiladaerah. menyusun DPA-SKPD. SKPD k. i. f. (2) Pelimpahan sebagian kewenangan sebagaimana tersebut pada ayat (1) berdasarkan pertimbangan tingkatan daerah. b. menyusun menyampaikan dan laporan keuangan yangdipimpinnya. melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja.

padaayat(1) mempunyai tugas: (2) PPK-SKPD dimaksud sebagaimana jasa yang disampaikan pengadaan barangdan SPP-15 kelengkapan a. d. verifikasi c. anggaran/pengguna kepada tugasnya penggunabarang anggaran/kuasa PPTKyang ditunjuk oleh kuasa pengguna jawab atas pelaksanaan pada ayat (1) bertanggung dimaKud sebagaimana pengguna pengguna barang. melaporkan c. menyiapkandokumen anggaranatas beban pengeluaranpelaksanaan kegiatan. melakukan SKPD. yang perundang-undangan diajukan olehbendahara ketentuan SPP. mengendalikan pelaksanaan perkembangan kegiatan. pada ayat (5) huruf c mencakup dimaksud Dokumenanggaransebagaimana dokumen administrasikegiatan maupun dokumen administrasiyang terkait dengan persyaratanpembayaranyang ditetapkansesuai dengan ketentuan perundang-undangan.-t4pada pengguna pengguna (4) Kuasa dimaksud barang sebagaimana anggaran/kuasa jawab atas pelaksanaan pengguna tugasnya kepada ayat (1) bertanggung barang. kendali dan peftimbangan rentang dan/atau yang ditunjuk oleh pejabat pengguna anggaran/pengguna barang PPTK jawab atas pelalsanaan pada ayat (1) beftanggung dimaksud sebagaimana pengguna barang. anggarankegiatan. selaku menunjuk pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan Penunjukan jabatan. laporan (1) (2) (3) (4) (5) (6) . menyiapkan verifikasi harian ataspenerimaan. pengeluaran diketahui/ disetujui dan olehbendahara SPP-TUdan SPP-LSgaji dan SPP-GU. melaksanakan g. BagianKetujuh KeuanganSKPD Pejabat Penatausahaan Pasal13 kepalaSKPD (1) Untuk melaksanakan anggaranyang dimuat dalam DPA-SKPD. padaSKPD pejabatyang melaksanakan fungsitata usahakeuangan menetapkan sebagai PPK-SKPD. anggaran/pengguna BagianKeenam Teknis KegiatanSKPD Pejabat Pelaksana Pasal12 barang dan kuasa pengguna Pejabat pengguna anggaran/pengguna programdan kegiatan penggunabarangdalam melaksanakan anggaran/kuasa padaunit kerjaSKPD pejabat PPTK. beban kerja. meneliti olehPPTK. b. pertimbangankompetensi objeKiflainnya. SPP-UP. melakukan SPM. lokasi. meneliti kelengkapan penghasilan sesuaidengan lainnyayang ditetapkan tunjanganPNS serta pengeluaran. dan akuntansi f. dan b. a. menyiapkan keuangan SKPD. e. anggaran/kuasa kepada kuasa tugasnya mencakup: tugas PPTK mempunyai pelaksanaan kegiatan.

(2) Penyusunan APBDsebagaimana dimaksud pada ayat (1) berpedoman kepada RKPD dalamrangka mewujudkan pelayanan kepada masyarakat untuktercapainya tujuanbernegara. pengawasan. kegiatan . (5) Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran secara fungsional jawabataspelaksanaan bertanggung ppKD tugasnya kepada selaku BUD. anggaran (2) Bendahara penerimaan bendahara dan pengeluaran sebagaimana pada dimaksud ayat(1) adalah pejabat fungsional. perubahan APBD. belanja (2) Fungsi perencanaan sebagaimana dimakuddalamPasal ayat(3) mengandung 15 arti bahwa anggaran daerah menjadi pedoman bagi manajemendalam merencanakan padatahunyangbersangkutan. dan/atau BagianKedelapan BendaharaPenerimaan dan Bendaharapengeluaran Pasal14 (1) Kepala daerah atasusulPPKD menetapkan bendahara penerimaan bendahara dan pengeluaran untuk melaksanakanfugas kebendaharaandalam rangka pelaksanaan padaSKPD.. perencanaan. membukarekening/giro serta por atau menyimpan uang padasuatubankataulembaga keuangan lainnya atasnamapribadi. bendahara. pertanggungjawaban dan pelaksanaan ApBD setiap tahun ditetapkan peraturan dengan daerah. (3) APBD mempunyai fungsiotorisasi. (4) APBD.-15(3) PPK-SKPD tidak boleh merangkap sebagaipejabat yang bertugasmelakukan pemungutan penerimaan negara/daerah. danstabilisasi. (3) Bendahara penerimaan bendahara dan pengeluaran secara baik langsung maupun tidak langsung dilarang melakukan kegiatan perdaganga. BAB III AZAS UMUM DAN STRUKTUR APBD Bagian Pertama AzAsUmum APBD Pasal15 ( 1 ) APBDdisusunsesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan kemampuan pendapatan daerah. (4) Bendahara penerimaan dan/ataubendahara pengeluaran dalam melaksanakan tugasnya dapat dibantu oleh bendaharapenerimaanpembantu dan/atau bendahara pengeluaran pembantu. Pasal16 ( 1 ) Fungsi otorisasi sebagaimana dimakud dalamPasal ayat (3) mengandung 15 arti bahwa anggarandaerah menjadidasar untuk melaksanatinpenj'apatan dan padatahunyangbersangkutan. iekerjaan pemborongan penjualan jasa atau bertindak dan penjamin sebagai ataskegijtan/ pekerjaan/penjualan. distribusi. ppTk. alokasi.

secara Pasal2t keuangan daerahdalam masa 1 (satu) tahun dasar pengelolaan APBDmerupakan tanggal Desember. (2) Pendapatan pada ayat (1) merupakan perkiraan dimaksud daerahsebagaimana yangterukursecara yangdapatdicapai pendapatan. (2) Belanja perkiraan daerah dimaKudpadaayat(1) merupakan beban sebagaimana pengeluaran daerahyang dialokasikan secara adil dan merataagar relatifdapat masyarakat tanpadiskriminasi.penganggaran penerimaan tersedianya Pasal18 ayat (1) harusdidukungdenganadanyakepastian jumlah yangcukup.-16pengawasan (3) Fungsi sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat (3) mengandung 15 afti bahwaanggaran daerahmenjadipedoman untuk menilaiapakahkegiatan penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan ketentuanyang telah ditetapkan. dalam Pasal20 yangdianggarkan dalam APBD harus (1) Pendapatan. anggaran Pasal18 pembiayaan (1) Pengeluaran daerah terdiri dari belanjadaerahdan pengeluaran daerah. brutodalamAPBD. Pasal17 pendapatan (1) Penerimaan pembiayaan daerahterdiridari daerahdan penerimaan daerah. khususnya dalam dinikmati olehseluruh kelompok pemberian pelayanan umum. padaketentuan berdasarkan pendapatan (2) Seluruh dan pembiayaan dianggarkan belanja daerah. dan efeKivitas efisiensi (5) Fungsi dimaksud dalamPasal ayat(3) mengandung 15 distribusi sebagaimana arti bahwa kebijakananggarandaerah harus memperhatikan rasa keadilandan kepatutan.dimaksudpada ayat (1) adalah yang akan diterima kembali baik pada tahun anggaranyang pengeluaran padatahun-tahun berikutnya. bersangkutan maupun anggaran Pasal19' pengeluaran dalam dimaksud sebagaimana Dalam menyusun APBD. rasional untuksetiap sumber pembiayaan pada ayat (1) adalahsemua (3) Penerimaan sebagaimana dimaksud penerimaan yang perlu dibayar kembali baik pada tahun anggaranyang padatahun-tahun bersangkutan maupun berikutnya. serta meningkatkan perekonomian. 31 1 sampai dengan mulaitanggal Januari terhitung anggaran . (6) Fungsi stabilisasi sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(3) mengandung 15 arti bahwa anggaran pemerintahdaerah mpnjadi alat untuk memeliharadan perekonomian mengupayakan keseimbangan fundamental daerah. daerah dan pembiayaan belanja peraturan perundang-undangan. daerah daerah. pembiayaansebagaimana (3) Pengeluaran . (4) Fungsi alokasi sebagaimana dimaksud dalamPasal15 ayat (3) mengandung arti bahwa anggarandaerah harus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja/ pengangguran pemborosan mengurangi dan sumberdaya.

merupakan kewajiban daerahdalamsatu tahun anggaran'dan tiaaf akan diperoleh pembayarannya kembali olehdaerah. (2) Belanja daerahsebagaimana dimakud dalamPasal ayat (1) huruf b dirinci 22 menuruturusanpemerintahan daerah. (3) Pembiayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal ayat(1)hurufc dirinci 22 menuruturusanpemerintahan daerah. ienis. belanja daerah. b. (3) Pembiayaan daerahsebagaimana dimaksud Pasal22 ayat (1) huruf c meliputi semua transaGi keuanganuntuk menutupdefisit atau untuk memanfaatkan surplus. danaperimbangan. obyek dan rincian obyekpembiayaan. (3) Klasifikasi APBD menurut urusan pemerintahan dan organisasi sebagaimana dimaksudpada ayat (2) dapat disesuaikan dengan kebutuhanberdasarkan yangditetapkan ketentuan peraturan dengan perunding-undangan. organisasi. jenis. pembiayaan daerah. pendapatan daerah. (2) StrukturAPBDsebagaimana dimakud pada ayat (1) diklasifikasikan menurut urusan pemerintahandaerah dan organisasi yang bertanggung jawab melaksanakan pemerintahan urusan tersebut sesuai peraturan dengan perunAangundangan. Bagian Ketiga PendapatanDaerah Pasal25 Pendapatan daerah sebagaimana dimaksuddalam pasal 22 ayat (1) huruf a dikelompokan atas: a. program. asli b. dan c.-17_ Bagian Kedua Struktur APBD Pasal22 (1) strukturAPBD merupakan kesatuan satu terdiridari: pendapatan a. kelompok. kelompok. (2) Belanja daerahsebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(1) huruf b meliputi ZZ semuapengeluaran dari rekening kas umum daerahyang mengurangi ekuitas dana. Pasal24 (1) Pendapatan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal ayat(1)hurufa dirinci 22 menuruturusanpemerintahan jenis. kegiatan.obyek dan rincian obyek belanja.organisasi. daerah. .yang menambah ekuitas dana. kelompok. rincian obyekpendapatan. Pasal23 (1) Pendapatan daerahsebagaimana dimaksud dalam pasal22 ayat (1) huruf a meliputisemua penerimaan uang melaluirekeningkas umum daerah. obyek dan daerah. dan c. lain-lain pendapatan daerah yangsah.merupakan daerah hak dalim satutahun anggaran dan tidakperludibayar kembali olehdaerah.organisasi.

gantikerugian atas d. lain-lain (2) Jenispajak daerahdan retribusi pada ayat (1) daerahsebagaimana dimaksud pendapatan huruf a dan huruf b dirincimenurutobyek sesuaidenganundangtentangpajakdaerah danretribusi daerah. penerimaan komisi. i. potonganataupun bentuk lain sebagaiakibat dari jasaolehdaerah. bagian labaataspenyeftaan milik padaperusahaan pemerintah/BUMN. disediakan untuk menganggarkan daerahyang tidak termasukdalam jenis pajak daerah.dan khusus. pendapatan dendaretribusi. modal a. kekayaan daerah a. l. hasilpengelolaan daerah dan pendapatan daerah yangsah. danabagihasil. bagian laba atas penyeftaan modal pada perusahaan milik swastaatau kelompok usahamasyarakat. g. pendapatan angsuran/cicilan dari Pasal27 jenis pendapatan yang pendapatan (1) Kelompok dibagimenurut dana perimbangan terdiriatas: a. pajakdaerah. j. danaalokasi umum. labaataspenyertaan modal milik b. e. c. pendapatan bunga. bagian dan c. pelaksanaan pendapatan dendaatasketerlambatan pendapatan dendapajak. m.dan hasil pengelolaan yang kekayaandaerah yang dipisahkan dirinci menurut obyek pendapatan mencakup: yangtidakdipisahkan. b. retribusi yangdipisahkan. c. dari sosial dan fasilitas umum. kekayaan c. jasagiro. h. pekerjaan. atas pendapatan pengembalian. k. b. pendapatan hasileksekusi jaminan. n. danaalokasi . pendapatan daerah yangsah sebagaimana (4) Jenislain-lain padaayat asli dimaksud penerimaan (1) huruf d. asli d.retribusidaerah. dari dan dan penjualan. pengadaan penjualan dan/atau barang dan/atau penerimaan keuntungan dari selisihnilai tukar rupiahterhadapmata uang asing. undang yang dipisahkan (3) Jenishasilpengelolaan kekayaan daerah sebagaimana dimaksud yang mencakup: padaayat(1) hurufc dirinci menurut obyekpendapatan padaperusahaan daerah/BUMD. hasilpenjualan b. penerimaan tuntutan daerah. f. daerah. fasilitas pendapatan penyelenggaraan pendidikan pelatihan.-18Pasal26 pendapatan daerahdibagimenurutjenis pendapatan yang terdiri (1) Kelompok asli atas: a.

dana perimbangan lain-lain dan pendapatan daerah yangsatiOiaiggarkan Skpro. badan/lembaga asing.. Pasal29 Hibah sebagaimana dimaksud dalamPasal hurufa adalah 28 penerimaan yang daerah berasal dari pemerintah negara asing. lain-lain pendapatan daerahyang sah yang ditransfer asli langsun6 kas daerah. pemerintah. badan/lembagJ dalamnegeriaiau perorangan. hibah berasal dari pemerintah. (3) Jenis danaafokasi umumhanya terdiriatasobjekpendapatan danaalokasi umum. baik dalam bentuk devisa. d' dana penyesuaian dana otonomikhususyang ditetapkan dan oleh pemerintah. pendapatan dari. urusan pilihan dan urusanyang penanganannya dalam bagianatau bidjng tertentuyang dapat dilaksanakan bersama antara pemerintali dan pemerintah 'ketentuan daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkandengan perundang-undangan. danabagihasilpajakdariprovinsi kepada kabupaten/kota. mendanai pelaksanaan urusanpemerintahan yang menjadi kewenangtn ptouinsi atau kabupaten/kota terdiridari urusan yang wajib. . b' dana daruratdari pemerintah dalamrangkapenanggufangan korban/kerusakan akibat bencana alam. (4) Jenisdana afokasikhususdirincimenurutobjek pendapatan menurutkegiatan yangditetapkan olehpemerintah. bagihasilpajak. pemerintahdaerah lainnya. Pasal28 Kelompok lain-lain pendapatan yangsahdibagi daerah jenispendapatan menurut yang mencakup: a.hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan dan hasil pemanfaatan atau pendayagunaan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan yang dibawah penguasaan pengguna anggaran/pengguna barang dianggarkan skpo. teimasuk t6naga ahli dan pelatihan yangtidakpertudibayar kembJli. dan b. dan e. komisi. f. badan/lembaga/ organisasi swastadalamnegeri.kelompok masyarakat/perorangan. rupiah maupun barang dan/ataujuru. pada BagianKeempat Belanja Daerah Pasal31 (1) Belanjadaerah sebagaimana dimaksuddalam pasal 22 ayat (1) huruf b dipergunakan dalam rangka. c. pada (2) Retribusidaerah.-19(2) Jenis dana bagi hasil dirinci menurut pendapatan mencakup: objek yang a. potongan. lembjga dan luarnegeri yangtidakmengikat. Pasal30 ( 1 ) Pajak daerah. penyelanggaraan pendidikan dan pelatihan.keuntunganselisih nilai tukar rupiah. bagihasilbukan pajak. bantuan keuangan provinsi dari ataudaripemerintah daerah tainnya. badan/lembaga internasional. hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.

perhubungan. sistem yanglayak mengembangkan sefta umum padaayat(2) dimaksud sebagaimana masyarakat kehidupan kualitas (3) peningkatan minimal standarpelayanan kerja dalampencapaian melaluiprestasi diwuludkan perundang-undangan. peningkatan jaminan sosial. komunikasi informatika. . pariwisata. kehutanan.-20dimaksudpada ayat (1) urusanwajib sebagaimana (Z) Belanjapenyelenggaraan masyarakat kehidupan kualitas dan untukmelindungi meningkatkan diprioritaskan dalam upaya memenuhikewajibandaerah yang diwujudkandalam bentuk sosialdan fasilitas fasilitas kesehatan. p. dan masyarakat desa. u. daYa dan sumber c. kesehatan. kerja. statistik. m. pelayanan dasar. energi d. mineral. r. peraturan dengan sesuai Pasal32 dalam dimaksud sebagaimana (1) Klasifikasi belanjamenuruturusanpemerintahan pilihan. b. peftanian. pekerjaan perumahan rakYat. pertanahan. kepegawaian.pendidikan. dan politikdalam bangsa s. c. perencanaan Pembangunan. sosial. f. pemberdayaan w. dan y. padaayat (1) dimaksud belanjamenuruturusanpilihansebagaimana (3) Klasifikasi mencakuP: a. tenaga kecildan menengah. penanaman q. d. n. pemberdayaan PeremPuan. e. dan x. h. b. kebudaYaan. dan e. pemuda negeri. dan berencana keluarga keluarga l. dan olahraga. umum. pasal ayat(1) terdiridaribelanja urusan wajibdan belanja urusan 31 pada ayat (1) dimaKud (Z) Klasifikasi belanjamenuruturusanwajib sebagaimana mencakup: a. sejahtera. g. pemerintahan t. Penataan f . ruang. kesatuan umum. koperasi usaha modal. hiduP. dan o. kelar. v. j. siPil. lingkungan 'i. pendidikan. dan kependudukan catatan k.rtan Perikanan. arsiP. perdagangan.

dan transmigrasi. dan belanja langsung. (3) Kelompok belanja langsungsebagaimana dimaksudpada ayat (1) huruf b merupakan belanja yangdianggarkan terkaitsecara langsung dengan'p"fukrun. h. dan perlindungan sosial. belanja tidaklangsung. dan ekonomi.n program kegiatan. ketertiban ketentraman. b.. lingkungan hidup. (2) Kelompok belanjatidak lang. pelayanan umum.sung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan befanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsungdengan pelaksanaan program dan kegiatin. dan pendidikan. i. f. h. Pasal33 Klasifikasi belanja menurut fungsi yang digunakan untuktujuankeselarasan dan keterpaduan pengelolaan keuangan negara terdiri dari: a. femerintah pasal35 Klasifikasi belanja menurutprogram dan kegiatan sebagaimana dimaksud dalampasal 24 ayat (2) disesuaikan dengan urusan pemerintahin yang menjadikewenangan daerah.daerah yang ditetapkandengan ketentuanperundang-undangan dijabarkan dalam bentuk programdan kegiatanyang diklasifikasikan menurut urusan wajibdanurusan pilihan. perindustrian. 9. Pasal34 Kfasifikasi belanja menurutorganisasi sebagaimana dimaksud dalampasal24 ayat(Z) disesuaikan dengan susunan organisasi padi masing-masinj daerah. pasal 36 (1) Belanja menurutkelompok belanjasebagaimana dimaksud dalampasal24 ayat (2) terdiridari: a. b. (4) Belanja menuruturusanpemerintahan yang penanganannya dalambagianatau bidang tertentu yang dapat difaksanakan bersama antara pemerintahdan pemerintah . kesehatan.2 1_ g. dan . c. d.. e. perumahan fasilitas dan umum. pariwisata budaya.

dinilai mempunyai (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) . bantuan keuangan. ketrampilan tugasmemiliki pada prestasi penghasilan kerja sebagaimana dimaksud berdasarkan Tambahan pegawai tugasnya negeri kepada sipilyangdalammelaksanakan ayat(2) diberikan prestasi kerja. bantuan sosial. berada daerah memiliki di pada dimaksud berdasarkan kondisikerja sebagaimana Tambahanpenghasilan pegawai tugasnya kepada negeri sipilyangdalammelaksanakan ayat(2) diberikan padalingkungan tinggi. e. belanja tidakterduga. ketentuan pada ayat (1) diberikan dalam Tambahanpenghasilan dimaksud sebagaimana pegawai bebankerja atau tempat rangkapeningkatan kesejahteraan berdasarkan profesi kerja. hibah. Pasal38 (1) Belanjapegawaisebagaimana dimaksuddalam Pasal37 huruf a merupakan belanja kompensasi. dalambentukgaji dan tunjangan. lainnya sertapenghasilan yang diberikankepada pegawainegeri sipil yang ditetapkansesuaidengan perundang-undangan. bunga. subsidi. g. beban melampaui menyelesaikan tugas-tugas pada penghasilan sebagaimana dimaksud tempatbertugas berdasarkan Tambahan pegawai tugasnya negeri sipilyangdalammelaksanakan kepada ayat(2) diberikan tinggidandaerah tingkatkesulitan terpencil.-22Paragraf 1 BelanjaTidak Langsung Pasal37 Kelompok belanja tidaklangsung sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(1) huruf 36 jenisbelanja yangterdiridari: menurut a dibagi pegawai. f. c. d. atau prestasi beftugas atau kondisi kerjaatau kelangkaan pada penghasilan berdasarkan kerja sebagaimana dimaksud Tambahan beban pegawainegerisipil yang dibebanipekerjaan untuk kepada ayat (2) diberikan yangdinilai kerjanormal. dalambelanja undangan dianggarkan Pasal39 Pemerintah tambahanpenghasilan kepadapegawai daerahdapat memberikan pertimbangan yang obyektif dengan memperhatikan negeri sipil berdasarkan persetujuan DPRD sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan memperoleh peraturan perundang-undangan. dan h. belanja bagihasil. belanja b. a. kerjayangmemiliki resiko berada profesisebagaimana dimaksud berdasarkan kelangkaan Tambahanpenghasilan pada ayat (2) diberikankepadapegawainegerisipil yang dalam mengemban khusus dan langka. ketentuan (2) Uang representasi tunjanganpimpinan dan dan anggotaDPRDsefta gaji dan tunjangan kepala daerah dan wakil kepala daerah sefta penghasilan dan penerimaanlainnya yang ditetapkansesuai dengan peraturan perundangpegawai.

(4) Dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. (2) Perusahaan/lembaga tertentu sebagaimana dimaksudpada ayat (1) adalah perusahaan/lembaga yang menghasilkan produk atau jasa pelayanan umum masyarakat. penerima subsidi sebagaimanadimaksud pada ayat (1) wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan danasubsidi fepjda kepata daerah. dan Pasal41 (1) Belanja subsidi sebagaimana dimaksud dalampasal37 hurufc digunakan untuk menganggarkan bantuan biaya produksikepadaperusahaan/lenibaga tertentu "masyarakat agar hargajual produksi/jasa yang dihasilkan dapai terjangkau oleh banyak. Pasal40 Belanja bunga sebagaimana dimaksud dalam Pasal37 huruf b digunakan untuk menganggarkan pembayaran bungautangyalg dihitung atas kewajibJn pokokutang (principa/ outstanding)berdasarkanpe-{anjianpinjarian jangka pendek. fungsi di menunjang peningkatan . Pasal42 (1) Belanja hibahsebagaimana dimaksud dalamPasal huruf d digunakan 37 untuk menganggarkan pemberianhibah dalam bentuk uang.n dalam peratura perundang-undangan.-23(B) Kriteriapemberian tambahanpenghasilan ditetapkan dengan peraturan kepala daerah. (4) Pemberian hibahdalambentuk jasadapatdianggarkan apabila pemerintah daerah telahmemenuhi seluruh kebutuhan belanja urusan wajibgunamemenuhistandar pelayanan minimum yangditetapkan peraturan dalam perundang-undangan. jangkapanjang. (2) Pemberian hibah datam bentuk uang dapat dianggarkan apabilapemerintah daerah telahmemenuhi seluruh kebutuhan belania u-irsan waiib guna memenuhi standar pelayananminimum yang ditetapkandalam peraturan perundangundangan. barang-dan/ataujasa kepadapemerintah atau pemerintah daerahlainnya. (5) Belanja subsidi sebagaimana dimaksud padqayat (1) dianggarkan sesuai dengan keperluan perusahaan/lembaga penerima subsjbi oirir peraturan daerah tentang APBDyang peraturan pelaksanaannya lanjut ditulngkandalam peraturan lebih kepala daerah. n Pasal43 (1) Hibah kepada pemerintah bertujuan untuk penyelenggaraan pemerintahandaerah. jangka menengah. (3) Pemberian hibah dalambentukbarangdapatdilakukan apabilabarangtersebut tidakmempunyai ekonomis nilai bagipemerintah daerah yang bersangkutan tetapi bermanfaat bagi pemerintah atau pemerintah daerahlainnyadan/ataukelompok masya kat/peroranga ra n. oin kelompok masyarakat/ perorangan yangsecara spesifik telahditetapkan peruntukannya. (3) Perusahaan/lembaga penerima belanja subsidi sebagaimana dimaksud padaayat (1) harusterlebih dahuludilakukan auditsesuai denganketentuan pemeriksaan pengelolaan tanggung jawabkeuangan dan negara. (5) Pemberian hibahdalambentukuangatau dalambentukbarangataujasa dapat diberikan kepada pemerintahdaerah tertentu sepanjang Jit"t pL.

serta hibah kepada pemerintahdaerah lainnya dan kepada perusahaan daerah. dengan ketentuan Pasal47 (1) Bantuan keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal37 huruf g digunakan untuk menganggarkan yang bersifat bantuankeuangan umum atau khususdari provinsi pemerintah kepada kabupaten/kota. (4) Hibah kepada badan/lembaga/organisasi swasta dan/atau kelompok masyarakat/perorangan bertujuan untuk meningkatkan partisipasidalam penyelenggaraan pembangunan daerah.-24(2) Hibah kepadaperusahan daerahbeftujuanuntuk menunjang peningkatan pelayanan kepada masyarakat. (2) Bantuan padaayat (1) diberikan sosialsebagaimana dimaksud tidaksecara terus menerus/tidak beruhng setiaptahun anggaran. Pasal46 . (2) Belanja pemerintah hibahkepada dikelola sesuai denganmekanisme ApBN. pemerintah desa. . (3) Hibah pemerintah kepada daerah lainnya beftujuan peningkatan untuk menunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah layanan dan dasar umum. badan/lembaga/organisasi swasta dan/atau kelompokmasyarakat/perorangan dikelola dengan mekanisme peraturan APBD sesuai perundang-undangan. Belanja bagi hasil sebagaimana dimaksud dalam Pasal37 huruf f digunakan untuk menganggarkan dana bagi hasil yang bersumber provinsikepada dari pendapatan kabupaten/kota atau pendapatankabupaten/kota kepada pemerintah desa atau pendapatan pemerintah daerahtertentu kepadapemerintah daerah lainnyasesuai perundang-undangan. dalamperaturan (4) Bantuankepada partai politik diberikansesuai dengan ketentuanperaturan perundang-undangan dianggarkan dalambantuan sosial. (2) Bantuankeuangan yang bersifatumum sebagaimana pada ayat (1) dimaksud peruntukandan penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah/pemerintah penerima desa bantuan. Pasal44 (1) Belanja hibahsebagaimana dimaksud dalamPasal bersifat 42 yangtidak bantuan mengikat/tidak secara terus menerusdan harus digunakansesuai dengan persyaratan yangditetapkan perjanjian dalam naskah hibahdaerah. dengan Pasal45 (1) Bantuan sosialsebagaimana dimaksud dalamPasal37 huruf e digunakan untuk pemberian menganggarkan bantuan dalambentukuangdan/atau barangkepada yang bertujuan masyarakat untukpeningkatan kesejahteraan masyarakat. selektifdan memilikikejelasan peruntukan gunaannya. peng (3) Untukmemenuhi fungsiAPBD sebagai instrumen keadilan pemerataan dan dalam pelayanan upaya peningkatan dan kesejahteraan masyarakat. bantuandalam bentuk uang dapat dianggarkan apabilapemerintah daerah telah memenuhi seluruhkebutuhan belanjaurusanwajib guna terpenuhinyastandarpelayanan yangditetapkan minimum perundang-undangan.dan kepada daerah lainnya atau dari pemerintahkabupaten/kota kepada pemerintahdesa dan pemerintahdaerah lainnya dalam rangka pemerataan dan/atau peningkatan kemampuan keuangan.

belanja subsidi. ( 3 ) Bantuan yang bersifat keuangan . huruid. (2) Belanja bunga.dan belanja tidak terduga sebagaimana dimaksud dalamPasal hurufb. termasukpengembatian kelebihan atas penerimaan daerahtahuntahunsebelumnya yangtelahditutup. belanja pegawai. hurufh hanya dapatdianggarkan padabelanja srpko.n. Fasal52 (1) Belanja barang jasasebagaimana dan pasal hurufb digunakan dimaksud dalam 50 untuk pengeluaran pembelian/pengadaan barangyang nilai manfaatnyJ kurang dari 12 (duabelas) bulandan/atau pemakaian jaia'dal|m melaksanakan program dankegiatan pemerintahan daerah. ( 2 ) Kegiatan yang bersifattidak biasasebagairnana pada ayat (1) yaitu dimaksud untuk tanggapdaruratdalam rangkapencegahan gangguan terhadapstiUilitas penyelenggaraan pemerintahan demi terciptanya lieaminan. hurufe. belanja bagi hasil. Pasal48 ( 1 ) Belanja tidakterduga sebagaimana dimaksud dalamPasal hurufh merupakan 37 belanja untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasaatau tidak diharapkan beiulang penanggulangan seperti bencana alamdan bencana yangtidakdiperkirakan sosial sebelumnya. (4) Pemberi bantuanbersifatkhusussebagaimana dimaksudpada ayat (3) dapat mensyaratkan penyediaandana pendampingdalam ApBD atau . hu1lf f. dan c. Pasal49 (1) Belanja pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal hurufa dianggarkan 37 pada belanja organisasi berkenaan sesuai peraturan dengan perundang-un|5ng. Paragraf2 BelanjaLangsung Pasal50 Kelompok belanja langsung suatukegiatan dari pasal sebagaimana dimaksud dalam 36 ayat(1) hurufb dibagi jenisbelanja menurut yangteidiridari: a. di (3) Pengembalian kelebihan atas penerimaan daerahtahun-tahun yang sebelumnya telahditutupsebagaimana dimakud padaayat (1) harusdidukung dengan Uufct'rbuKiyangsah. ketentiaman dan ketertiban masyarakat daerah. belanja modal. belanja barang danjasa. belanja bantuan keuangan. huru? dan 37 g.-25dimaksudpada ayat (1) \husus sebagaimana peruntukan dan pengelolaannya diarahkan/ditetapkan pemerintah oleh daerah pemberi bantuan.lanja hibah.belanja bantuan sosial. Pasal51 Belanja pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal50 huruf a untuk pengeluaran honorarium/upah dalammelaKanakan program kegiatan dan pemerintahan daerah. b.nggurun pendapatan belanja dan desapenerima bantuan. hurufc. be.

-26jasa sebagaimana (2) Pembelian/pengadaan barangdan/ataupemakaian dimaksud padaayat (1) mencakup jasa pakaihabis,bahan/material, kantor, belanja barang premi asuransi, perawatan kendaraanbermotor, cetaVpenggandaan, sewa rumah/gedung/gudang/parkir, sewa sarana mobilitas,sewa alat berat, sewa perlengkapan peralatan dan kantor,makanan dan minuman,pakaian dinasdan pakaian atributnya, kerja,pakaian khusus hari-hari dan tertentu,perjalanan dinas, perjalanan pegawai. dinaspindah fugasdan pemulangan Pasal53 (1) Belanja modalsebagaimana dimaksud dalamPasal50 huruf c digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujudyang mempunyai nilai manfaatlebih dari t2 (duabelas) pemerintahan, bulan untuk digunakan dalamkegiatan sepertidalam jalan, irigasidan bentuktanah, peralatan dan mesin,gedungdan bangunan, jaringan, asettetaplainnya. dan (2) Nilaipembelian/pengadaan pembangunan tetap berwujud atau aset sebagaimana pada ayat (1) yang dianggarkan dimaksud dalambelanjamodalhanyasebesar hargabeli/bangun aset. (3) Belanja panitiapengadaan administrasi pembelian/pembangunan honorarium dan padabelanja untukmemperoleh setiap asetyangdianggarkan modalsebagaimana pada ayat (2) dianggarkan pada belanjapegawaidan/ataubelanja dimaksud barang jasa. dan
l.

Pasal54 , yang terdiri dari belanjapegawai, Belanja langsung belanjabarangdan jasa, sefta programdan kegiatan pemerintahan melaksanakan daerah belanja modal untuk padabelanja dianggarkan SKPD berkenaan. BagianKelima Surplus/(Defisit) APBD Pasal55 daerah dengan anggaranbelanja daerah Selisihantara anggaran pendapatan APBD. ataudefisit surplus mengakibatkan terjadinya Pasal56 anggaran (1) Surplus dimaksud dalamPasal55 terjadiapabila APBDsebagaimana pendapatan daerah. darianggaran belanja lebihbesar daerah diperkirakan pokok (2) Dalam hal APBD diperkirakan untuk pembayaran surplus,diutamakan utang, penyeftaan modal (investasi)daerah, pemberian pinjaman kepada pemerintah pusat/pemerintahdaerah lain dan/atau pendanaan belanja jaminan peningkatan sosial. jaminansosial padaayat (3) Pendanaan dimaksud sebagaimana belanjapeningkatan pelayanan (2) diwujudkan dasarmasyarakat dan kegiatan dalambentukprogram pada SKPDyang secarafungsional yang dianggarkan terkait dengantugasnya program tersebut. dan kegiatan melaksanakan

-27

Pasal57 ( 1 ) Defisit anggaran sebagaimana dimaksud dalamPasal terjadiapabila 55 anggaran pendapatan daerah diperkirakan kecildarianggaran lebih belanja daerah. ( 2 ) Batasmaksimal defisit APBDuntuk setiaptahun anggaranberpedoman pada penetapan batasmaksimal defisit APBD olehMenteri Keuingan. (3) Dalam APBD hal diperkirakan defisit, ditetapkan pembiayaan untukmenutup defisit tersebut yangdiantaranya dapatbersumber sisalebihperhitungan dari anggaran tahunanggaran sebelumnya, pencairan danacadangan, hasilpeniualan re[jyaan daerah yang dipisahkan,penerimaanpinjaman, aan penerimaankembali pemberian pinjaman ataupenerimaan piutang. Pasal58 (1) Pemerintah daerahwajib melaporkan posisisurplus/defisit ApBDkepadaMenteri Dalam Negeridan MenteriKeuangan setiap semesterdalam tahun anggaran berkenaan. (2) Pelanggaran terhadapketentuan sebagaimana dimaksudpada ayat (1), dapat dilakukan penundaan penyaluran perimbangan. atas dina BagianKeenam PembiayaanDaerah Pasal59 Pembiayaan daerah sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(l) hurufc terdiridari 22 penerimaan pembiayaan pengeluaran dan pembiayaan. Fasal60 ( 1 ) Penerimaan pembiayaan pasal mencakup: sebagaimana dimaksud dalam 59 a. sisalebihperhitungan anggaran tahunanggaran sebelumnya (SiLpA); b. pencairan danacadangan; c. hasilpenjualan kekayaan yangdipisahkan; daerah d. penerimaan pinjaman daerah; e. penerimaan pemberian kembali pinjaman; dan f. penerirnaan piutang daerah. (2) Pengeluaran pembiayaan sebagaimana dimaksud datampasal5g mencakup: pembentukan cadangan; a. dana b. penyertaan modal(investasi) pemerintah daerah; c. pembayaran pokokutang;dan d. pemberian pinjaman daerah. Pasal61 (1) Pembiayaan neto merupakan selisihantara penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaa n. (2) Jumlah pembiayaan harus neto dapatmenutup defisit anggaran.

-28Paragraf1 Sisa Lebih PerhitunganAnggaranTahun Anggaran Sebelumnya(S|LPA) Pasal62' , (SiLPA) tahun anggaran sebelumnya sebagaimana anggaran Sisa lebih perhitungan pelampauan penerimaan PAD, dimakud dalam Pasal50 ayat (1) huruf a mencakup pelampauanpenerimaanlain-lain penerimaandana perimbangan, pelampauan pembiayaan, penghematan penerimaan pendapatan daerahyang sah, pelampauan akhirtahunbelumterselesaikan, dengan fihakketiga sampai kepada belanja, kewajiban lanjutan. dansisadanakegiatan Paragraf 2 Dana Cadangan Pasal63 guna mendanai kegiatan (1) Pemerintah dana cadangan dapat membentuk daerah yang penyediaan dibebankan dalam dananya tidak dapat sekaligus/sepenuhnya satutahunanggaran. pada ayat (1) ditetapkan (2) Pembentukan dimaksud sebagaimana dana cadangan peraturan daerah. dengan penetapan pada ayat (2) mencakup (3) Peraturan dimaksud daerahsebagaimana yang akan dibiayai program dan kegiatan dana cadangan, tujuan pembentukan yang harus besaran dan rincian ,tahunandana cadangan dari dana cadangan, danacadangan, sumberdanacadangan, ke dan dianggarkan ditransfer rekening pelaksanaan cadangan. dana dantahunanggaran peraturan sebagaimana tentangpembentukan danacadangan (4) Rancangan daerah rancangan dengan pembahasan dimakud pada ayat (2) dibahasbersamaan peraturan daerah tentangAPBD. peraturan dana cadangan (5) Penetapan daerahtentang pembentukan rancangan padaayat (4) ditetapkan oleh kepaladaerahbersamaan sebagaimana dimaksud peraturan penetapan daerah tentangAPBD. rancangan dengan pada ayat (1) dapat bersumber dari (6) Dana cadangan dimaksud sebagaimana pinjaman penyisihan dari dana alokasikhusus, daerah,kecuali atas penerimaan dibatasiuntuk pengeluaran lain yang penggunaannya daerahdan penerimaan perundang-undangan. peraturan berdasarkan tertentu padarekening padaayat (1) ditempatkan dimaksud (7) Danacadangan sebagaimana tersendiri. dalam dan rekening danacadangan penempatan (B) Penerimaan bunga/deviden hasil daftar penambah dalam berkenaan danacadangan portofolio sebagai dicantumkan peraturan APBD. tentang padalampiran daerah rancangan danacadangan pembiayaan padapengeluaran dalam dianggarkan (9) Pembentukan danacadangan yangberkenaan. tahunanggaran Pasal 64 60 dalamPasal ayat(1) hurufb ( 1 ) Pencairan dimaksud sebagaimana danacadangan dana pencairan dari rekening dana cadangan untuk menganggarkan digunakan berkenaan. daerah dalamtahunanggaran kas ke cadangan rekening umum jumlahyang padaayat(1) yaitusesuai dengan yangdianggarkan tersebut (2) Jumlah dana cadangan daerahtentangpembentukan dalam peraturan telah ditetapkan berkenaan.

Paragraf 5 pemberian pinjaman daerah dan PenerimaanKembali pemberian pinjaman Daerah pasal 68 (1) Pemberian pinjamansebagaimana dimaksud dalam pasal 60 ayat (z) huruf d digunakan untuk menganggarkan pinjaman yang diberikanpeploa'pemerintah pusatdan/atau pemerintah daerah lainnya.-29- pasal 65 Penggunaan atas dana cadangan yang dicairkan dari rekekning dana cadangan ke rekening kas umum daerah sebagaimana dimalaud dalam pasal 64 ayat (1) dianggarkan dalam betanjalangsungSKPDpenggunadana cadangan berkenaan.n. kecuali diaturtersendiri dalamperatur-n perrndrnglino. (2) Penerimaan kembali pemberian pinjaman sebagaimana dimaksud dalampasal60 ayat (1) huruf e digunakan untuk menganggarkan posisipenerimaan kembali pinjaman yang diberikan kepadapemerinlah-fiusat dan/ataupernerinlah daerah lainnya. . Paragraf3 Hasil PenjualanKekayaanDaerahyang dipisahkan Pasal66 Hasilpenjualan kekayaan yangdipisahkan daerah sebagaimana dimaksud dalampasal 60 ayat (1) huruf c digunakan antara lain. Paragraf4 penerimaanpinjaman Daerah Pasal67 Penerimaan pinjaman daerahsebagaimana dimaksud dalampasal60 ayat (1) hurufd digunakan 'untukmenganggarkan pinjaman fienerimaan daerahtennailr r]. pemerintah daerah lain.rimaan atas penerbitanobligasidaerah yang akan direalisasikan pada tahun anggaran berkenaan.n. Paragraf 6 penerimaanpiutang Daerah Pasal69 Penerimaan piutang sebagaimana dimaksud dalampasal ayat(1) huruff digunakan 60 untuk menganggarkan penerimaan yang bersumber dari petunasan piutang fihak ketiga. dengan atau hasildivestasi penyertaan modalpemerintah daerah.ng.lembaga keuanglnbank.lembaga keuangan bukanbankdan penerimaan piutang fainnya. seperti penerimaan berupa piutang daerah daripendapatan pemerintah. daerah.untuk r-enganggarkan hasil penjuatan perusahaan milik daerah/BUMD dan penjualan aset milii pemerintah daerahyang dikerjasamakan pihakketiga.

surat daerah untuk kas kebutuhan dalammemenuhi untukdicairkan yangtidakdimaksudkan berharga jangkapendek. untukdimiliki padaayat(3) bertujuan dimaksud permanen sebagaimana (5) Investasi atau tidak ditarik tanpa ada niat untuk diperjualbelikan secaraberkelanjutan kembali. negara (SBI)dan suratperbendaharaan bankindonesia yang dimaksudkan untuk dimiliki jangka panjangmerupakan investasi (3) Investasi permanen dan non yang terdiri dari investasi bulan lebih dari LZ (duabelas) permanen. apabila jumlah yang akan (7) Investasipemerintahdaerah dapat dianggarkan dalam peraturan telah ditetapkan berkenaan dalam tahun anggaran disertakan pada Peraturan Menteri modaldenganberpedoman daerahtentangpenyertaan Negeri. kepada dimalsud pada ayat (3) beftujuanuntuk (6) Investasinon permanensebagaimana atau atauada niat untukdiperjualbelikan ditarik tidak berkelanjutan secara dimiliki jangka panjangyang kembali. sepefti kerjasama daerah dengan pihak ketiga dalam bentuk modal daerah pada aset penggunausahaan/pemanfaatan daerah. (duabelas) bulan. pendanaan usaha kepada pemberian fasilitas masyarakat. dari12 kurang selama seftadimiliki rendah padaayat(1) mencakup deposito jangkapendek dimaksud sebagaimana (2) Investasi bulanyang dapat dengan12 (duabelas) waKu 3 (tiga) bulansampai berjangka surat utang negara (SUN).pembelian diperpanjang (SPN). penyertaan yangdimiliki permanen lainnya dan badanusahalainnya investasi dan/atau BUMD pendapatan atau meningkatkan pemerintah daerah untuk menghasilkan pelayanan masYarakat. Dalam Pasal72 60 dalamPasal ayat(2) huruf dimaksud daerah (1) Investasi. pada ayat (3) antaralain surat jangka panjangsebagaimana dimaksud (4) Investasi suatu daerahdalam rangka mengendalikan berhargayang dibeli pemerintah kepemilikan untuk menambah suratberharga hisalnya pembelian badanusa'ha.30- Paragraf 7 Investasi PemerintahDaerah Pasal70 60 dalamPasal ayat (2) huruf b dimaksud pemerintah daerahsebagaimana Investasi yangdiinvestasikan pemerintah baik daerah kekayaan untukmenganggarkan digunakan jangkapanjang' jangkapendek maupun dalam Pasal71 (1) Investasi jangka pendek merupakan investasi yang dapat segera kas ditujukan dalamrangkamanajemen dan beresiko diperjualbelikan/dicairkan.pemerintah sebagaimana pembiayaan. yang dibeli pemerintah modalsahampada suatu badanusaha. dianggarkan . sertifikat secara otomatis.pembentukan bantuan seperti mikrodan menengah.surat berharga tujuan menjagahubunganbaik dalam dan luar negeri. dana yang dimaksudkan masyarakat pelayanan/pemberdayaan dalamrangka pemerintah daerah disisihkan kelompok kepada bergulir danasecara modalkerja.seperti pembelianobligasiatau surat utang untuk dimilikisampaidengantanggal jatuh tempo. pengeluaran dalam b.

kode dan akunpembiayaan. kegiatan. dan koderincian obyek.. kodekegiatan. Bagian Ketujuh Kode Rekeningpenganggaran Pasal75 ( 1 ) Setiap pemerintahan urusan daerah dan organisasi yangdicantumkan dalamApBD menggunakan kodeurusan pemerintahan daerah dan toOeorganisasi.kodeobyekdan koderincian obyek. dan jangka panjang. kodejenis. kodeprogram. menganggarkan pembayaran kewajibanatas pokok utang yang dihitungberdasarkan perjanjianpinjamanjangka pendek. kode belanjadan kode pembiayaan yang digunakan dalam penganggaran menggunakan akunpendapatan. kelompok. (4) Penerimaan hasilatas investasi pemerintah daerahdianggarkan dalamketompok pendapatan asli daerahpada jenis hasil pengelolaan-iekayaan daerahyang dipisahkan. (4) Untuktertib penganggaran kodesebagaimana pada ayat (1). kodejenis.icoOe ' kefompok. Pasal76 Urutansusunan APBD dimulaidari kode urusanpemerintahan daerah. (2) Pendapatan bunga atas deposito sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dianggarkan dalam kelompokpendapatan asli daerah pada jenis lain-lain pendapatan daerah asli yangsah. fode rekening organisasi.jangka menengah.kodekelompok. Paragraf8 pembayaranpokok Utang Pasal74 Pembayaran pokok utang sebagaimana dimaksud dalam Pasal60 ayat (2) huruf c digunakan untuk. obyek serta rincian obyek yang . (2) Divestasi pemerintah daerahdianggarkan dalam penerimaan pembiayaan pada (3) Setiap program. dicantumkan dalam APBDmenggunakinkode program. l<ode kodeobyek.3 1- jenishasil penjualan kekayaan yangdipisahkan. kode kodeakuhbeianja. daerah (3) Divestasipemerintahdaerah yang dialihkan untuk diinvestasikan kembali dianggarkan dalam pengeluaran pembiayaan pada jenis penyertaanmodal (investasi) pemerintah daerah.kode kegiaian. (2) Kode pendapatan. kodeakun. Pasal73 (1) Investasidaerah jangka pendek dalam bentuk deposito pada bank umum dianggarkan dalam pengeluaran pembiayaan pada jenis penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah. ayat (2) dimaksud dan ayat (3) dihimpun menjadi satu kesatuan kodeanggaran yang diiebut kode rekening.jenis.

II dalamLampiran peraturan daerah akunkeuangan pendapatan 24 (3) Koderekening dimaKuddalamPasal ayat(1) untuk sebagaimana ini. beban daridan atas didanai daerah yang penugasannya provinsi dilimpahkan (3) Penyelenggaraan urusanpemerintahan provinsi.III peraturan dalamLampiran tercantum pendapatan dalamPasal ayat(1) untuk 24 dimaksud (4) Koderekening sebagaimana menteriini. APBD dari didanai dan atasbeban desa.didanai kepada dilimpahkan .V (5) Kodedan klasifikasi dalamLampiran peraturan fungsitercantum dan (6) Kode dan klasifikasi belanja daerah menurut fungsi untuk keselarasan 33 pengelolaan dalamPasal sebagaimana dimaksud keuangan negara keterpaduan ini. dan kode akun pembiayaan bagian susunan kode 75 dalamPasal ayat(3) merupakan dimaksud sebagaimana ini.I peraturan dalam Pasal dimaksud ini. yangtercantum menteri A. A. dan/atau kepada kabupaten/kota yang penugasannya kabupaten/kota (4) Penyelenggaraan urusan pemerintahan APBD kabupaten/kota.VIUperaturan dalamLampiran tercantum pemerintah program denganpemerintah (9) Dalamrangkasinkronisasi dan kegiatan padaayat (7) secara programdan kegiatan dimaksud sebagaimana daerah.IV peraturan dalamLampiran tercantum kabupaten/kota ini. menteri (2) Kode akun pendapatan. Dalam dengan Menteri daerah dikonsultasikan setelah BAB IV MNCANGANAPBD PENYUSUNAN Bagian Peftama Azas Umum Pasal78 yangmenjadi didanai daerah kewenangan (1) Penyelenggaraan urusanpemerintahan APBD daridan atasbeban pemerintah di yang menjadikewenangan (2) Penyelenggaraan urusanpemerintahan APBN. menteri A.VI peraturan dalamLampiran tercantum daerah (7) Kode dan daftar programdan kegiatan menuruturusanpemerintahan peraturan menteriini. peraturan kepala rincianobjek belanjadapatdiaturlebihlanjutdengan rekening Negeri.IXperaturan dalamLampiran daerahserta keselarasan (11) Untuk memenuhi objeKif dan karaKeristik kebutuhan perubahandan penambahan kode penyusunan statistik keuangan negara.VII dalamLampiran tercantum dalam Pasal24 ayat (2) dimaksud (B) Koderekening belanjadaerahsebagaimana menteriini. daridanatasbeban desa.kode akun belanja. A. A. menteri provinsi A. kebutuhan sesuai dengan akandisempurnakan berkala pembiayaan dimaksud dalamPasal24 ayat (10) Koderekening daerahsebagaimana ini.-32- Pasal 77 sebagaimana daerahdan organisasi (1) Kode dan klasifikasi urusanpemerintahan 75 ayat (2) tercantumdalam LampiranA. daftar perkembangan daerah. menteri (3) tercantum A. menteri A.

(2) Penganggaran penerimaan pengeluaran dan APBDharusmemiliki dasarhukum penganggaran. BagianKedua RencanaKerja pemerintahanDaerah Pasal81 (1) Untuk menyusun APBD.ng terukur danpendanaannya. penganggaran.-33 Pasal79 (1) Seluruh penerimaan pengeluaran dan pemerintahan daerahbaik dalambentuk uang. pembangunan kewajiban dan daerah. Pasal 82 (1) RKPD disusun untukmenjamin keterkaitan konsistensi dan antaraperencanaan. pelaksanaan. dan (2) Penyusunan RKPD diselesaikan palinglambatakhir bulan Mei sebelum tahun . yangdilaKanakan baik langsung olehpemerinfahj pemerintah daerah maupunditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. anggaran berkenaan. BagianKetiga Kebijakan Umum ApBD sefta Prioritas dan PlafonAnggaran Sementara Paragraf1 KebijakanUmum ApBD Pasal83 (1) Kepaladaerah menyusunrancangan KUA berdasarkan RKpD dan pedoman penyusunan yangditetapkan APBD Menteri Dalam Negeri setiap tahun. barang dan/atau jasa pada tahun anggaranyang berkenaanharus dianggarkan dalam APBD. (4) Tata cara penyusunan RKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (Z) berpedoman padaperaturan perundang-undangan. (3) Kewajiban daerah sebagaimana dimaksudpada ayat (Z) mempeftimbangkan prestasicapaianstandar pelayanan minimalyang ditetapkansesuaidengan peratura perunda n ng-undangan. pengawasan. jangka waktu1 (satu)tahunyangmengacu kepada Rencana Kerja (2) RKPD sebagaimana padaayat(1) memuatrancangan dimaksud kerangka ekonomi prioritas daerah. (3) RKPD sebagaimana padaayat (i) ditetapkan dimaksud denganperaturan kepala daerah. rencJna kerjai. Pasal80 Anggaran belanja daerahdiprioritaskan untuk melaksanakan pemerintahan kewajiban daerah sebagaimana ditetapkan peraturan dalam perundang-undangan.pemerintah daerahmenyusun RKpDyang merupakan penjabaran dari RPJMD denganmenggunakan bahan dari Renja SKpDuntuk -pemerintah.

teknispenyusunan lainnya. menyusun daerah ayat(3). dengan penyusunan APBD dan kebijakan tahunanggaran b. menentukan (1) (2) (3) (4) . pemerintah padaayat (1) disusun dengan tahapan dimaksud (2) Rancangan sebagaimana PPAS sebagai berikut: pilihan. yangditetapkan oleh kebijakan fiskal Pasal85 (1) Dalam dimakud Pasal ayat(1). menteri A. APBD. kepala 83 rancangan sebagaimana KUA menyusun yangdipimpin olehsekretaris daerah.-34penyusunan padaayat (1) memuat (2) Pedoman APBD sebagaimana dimaksud antara lain: kebijakanyang memuat sinkronisasi a.sumber dan penggunaan yangmendasarinya. kepala daerah. asumsi (2) Program-program dimaksudpada ayat (1) diselaraskan sebagaimana dengan yang prioritas pembangunan ditetapkan pemerintah. dan c. KUA yang telah disusunsebagaimana pengelola selaku koordinator daerah keuangan daerah disampaikan sekretaris oleh padaawalbulan paling lambat Juni. hal-hal khusus Pasal84 (1) Rancangan kinerjayang terukurdari programKUAmemuattarget pencapaian programyang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerahuntuk setiapurusan pemerintahan pendapatan daerah. prinsip berkenaan. daerahyang diseftaidenganproyeksi alokasi pembiayaan yang diseftai dengan belanja daerah. padaayat (1) dilakukan olehTAPDbersama dimaksud Pembahasan sebagaimana panitia DPRD. daerah dibantuolehTAPD (2) Rancangan dimaksudpada ayat (1). pokok-pokok kebijakanpemerintah pemerintah daerah.X dalamLampiran peraturan Format KUAtercantum Paragraf 2 Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Pasal87 (1) Berdasarkan yang telah disepakati dalam Pasal86 dimaksud sebagaimana KUA rancangan PPAS. d. anggaran dimaksudpada ayat (2) KUA yang telah dibahassebagaimana Rancangan menjadiKUA paling lambatminggu pertamabulan Juli disepakati selanjutnya berjalan. wajibdan urusan untukurusan skalaprioritas a. tahunanggaran ini. oleh (3) Asumsi yang mendasari sebagaimanadimaksud pada ayat (1) yakni perkembangan pokok-pokok makrodan perubahan mempertimbangkan ekonomi pemerintah. kepada Pasal86 dimaksud dalam Pasal85 ayat (2) disampaikan Rancangan KUA sebagaimana bulan Juni tahun kepala daerah kepada DPRD paling lambat peftengahan pendahuluan dalampembicaraan MPBD tahun untukdibahas anggaran berjalan anggaran berikutnya.

XI menteri ini. penandatanganan kepakatan nota KUA dan PPA dilakukan olehpenjabat yangditunjuk olehpelabat yangberwenang.)tercantum dalam Lampiran A. (3) Dalamhal kepaladaerahberhalangan tetap. Pasal88 (1) KUAsertaPPA yang telahdisepakati g6 sebagaimana dimaksud dalampasat ayat (3) dan Pasal ayat (5). (4) Formatnota kesepakatan sebagaimana dimaksud padaayat (1. tranparansi akuntabilitas dan penyusunan anggaran dalamrangka pencapaian prestasi kerja. Rl(A-sKpD kepada d. hal-hal lainnya yang perlumendapatkan perhatian SKpD dari terkaitdengan prinsip-prinsip peningkatan efisiensi. efektifitas. masing-masing 87 dituangkan dalamnota kesepakatan ke yangditandatangani bersama antara kepala daerah pimpinan dengan DpRD. dokumensebagai lampiran meliputiKUA. TAPD menyiapkan rancangan surat edaran kepala daerah tentang pedoman penyusunan RKA-SKPD sebagai acuan kepala SKPD dalammenyusun nfR-SfpO. (2) Rancangan surat edarankepafa daerah pedoman tentang penyusunan RKA-SKpD sebagaimana padaayat(1) mencakup dimaksud : a' PPA yang dialokasikan untuk setiap program SKpD berikut rencana pendapatan pembiayaan. yang bersangkutan dapat menunjuk pejabatyang diberiwewenang untuk menanditangani nota kepakatan KUAdan PPA. format RKA-SKPD. menyusun plafonanggaran sementara untukmasing-masing program. analisis standar belanja standar dan satuanharga.-35menentukan program urutan untukmasing-masing urusan.kode rekening ApBD. (6) Format PPAS tercantum dalamLampiran peraturan A. dan b. (3) Kepala daerahmenyampaikan rancangan PPAS yang telahdisusun sebagaimana dimaksud padaayat(1) kepada DPRD-untuk dibahas-paling lambat minggu kedua bulan tahunanggaran Juli berjalan.dan e. bataswaktupenyampaian ppKD. dan c. (4) Pembahasan sebagaimana dimakud padaayat (3) dilakukan olehTApDbersama panitia anggaran DPRD.PPA. c. b. . Bagian Keempat PenyusunanRenqrna Kerja dan Anggaran sKpD Pasal89 ( 1 ) Berdasarkan nota kesepakatan sebagaimana dimaksud dalam pasalgg ayat (1). sinkronisasi program dan kegiatan antar SKPD dengan kinerja SKPD berkenaan sesuai dengan pelayanan standar minimal yangditetapkan. (2) Dalam hal kepala daerah berhalangdh.XII peraturan menteri ini. (5) Rancangan PPASyang telah dibahassebagaimana dimaksudpada ayat (4) selanjutnya disepakati menjadi paling PPA lam-bat akhirbulanJulitahunanggaran berjalan. ( 3 ) Suratedarankepala perihal daerah pedoman penyusunan R1(A-SKpD sebagaimana 'lambat dimaksud pada ayat (1) diterbitkan paling awal bulan Agustui tahun anggaran berjalan.

capaian Pasal ayat 90 pelayanan minimal. dokumen rencana prestasikerja sebagaimana penganggaran dimaksud berdasarkan Pendekatan (2) dilakukan antara denganmemperhatikan keterkaitan dalam Pasal90 ayat pendanaan dari kegiatandan hasil sefta dengan keluaranyang diharapkan yangdiharapkan hasil termasuk efisiensi dalampencapaian dan keluaran manfaat . efisiensi yang akandicapai kerja pelaksanaan setiapprogram kegiatan.dan pembiayaan lingkungan kerjadananggaran. tersebut. pada ayat (1) bertujuanmenilaiprogramdan (2) Evaluasi dimaksud sebagaimana tahun-tahun yangbelumdapatdilaksanakan belumdiselesaikan dan/atau kegiatan pada tahun yang dan/atau diselesaikan sebelumnyauntuk dilaksanakan dari atau 1 (satu)tahunberikutnya tahunyangdirencanakan. berikutnya tahunanggaran dari penganggaran Pendekatan terpadusebagaimana dimaksud dalamPasal90 ayat perencanaan penganggaran proses (2) dilakukan memadukan dengan seluruh dan pendapatan. danstandar harga.-36Bagian Kelima Rencana Kerjadan Anggaran SKPD Pasal 90 penyusunan pedoman (1) Berdasarkan RI(A-SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal SKPD menyusun RM-SKPD. dan terpadu penganggaran berdasarkan prestasi kerja. dan dari . analisis standar padaayat(1) adalah ukurankeberhasilan (2) Indikator dimaksud kinerja s€bagaimana yangdirencanakan.kepala (2) RKA-SKPD pendekatan pengeluaran denganmenggunakan disusun kerangka jangka penganggaran menengah daerah. kuantitas. padatahunyangdirencanakan. kinerja. standar satuan belanja. padaayat (1) berisiperkiraan dimaksud kebutuhan Prakiraan maju sebagaimana yangdirencanakan dan kegiatan anggaran dalamtahunanggaran untuk program yangdirencanakan. (1) (2) (3) (4) Pasal92 ( 1 ) Untuk terlaksananya penyusunan RKA-SKPD berdasarkan pendekatan kesinambungan dalamPasal ayqt (2) dan terciptanya 90 dimaksud sebagaimana program 2 dan kegiatan hasilpelaksanaan SKPD mengevaluasi RKA-SKPD. Pasal9t' jangka menengahdaerah sebagaimana Pendekatan kerangka pengeluaran prakiraan dimaksud dalam Pasal90 ayat (2) dilaksanakan denganmenyusun maju. kepala pertama tahun (dua) tahun anggaransebelumnya sampai dengan semester anggaran berjalan. 89ayat(3). di SKPD untuk menghasilkan belanja. Pasal93 prestasi dalam dimaksud kerjasebagaimana (1) Penyusunan berdasarkan RKA-SKPD padaindikator (2) berdasarkan atautargetkinerja. direncanakan (3) Dalam hal suatu program dan kegiatan merupakantahun terakhir untuk dananya harusdianggarkan prestasi kebutuhan pencapaian kerjayangditetapkan.. program kegiatan yangakandicapai dan dari padaayat (1) merupakan ukuranprestasi (3) Capaian dimaksud kinerjasebagaimana dan efektifitas yang berwujudkualitas.

Pasal96 (1) Indikator sebagaimana dimaksud dalam Pasal95 ayat (7) meliputimasukan.3 7(4) Analisisstandar belanja sebagaimana dimaksudpada ayat (1) merupakan penilaiankewajaran atas beban kerja dan biaya yang digunakan untuk melakanakan suatukegiatan.rah. obyek dan rincianobyek pembiayaan. belanja. (9) Kegiatan sebagaimana dimakud dalamPasal ayat(2) memuat 92 namakegiatan yangakandilaksanakan dalam sKpD tahunanggaran berkenaan.. rencana belanjauntuk masing-masing programban kegiatan.pokokdan fungrinyu] tugas ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undingan. keluaran hasil. (2) RKA-SKPD sebagaimana dimaksud padaayat (1) juga memuatinformasi tentang pemerintahan urusan dae.dan pembiayaan serta prakiraan maju uritut tahun berikutnya. serta pembiayaan rencana untuktahunyangdirencanakan dirinci sampai de-ngan rincian objek pendapatan. Pasal94 (1) RKA-SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasalg0 ayat (1) memuat rencana pendapatan. obyek dan rincian obyek pendapatan aaeran. tolokukurkinerja dln targetkinerja.prestasi kerjayangakan dicapai program kegiatan. yang dipungut/dikelola/ diterima olehSKPD sesuai dengan .obyekdan rincian menurut ouyekbelaiia. (4) Rencana pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal94 ayat (1) memuat kelompok penerimaan pembiayaan yang dapatdigunakan untuk menulupdefisit APBD dan pengeluaran pembiayaan yangdigunakJn untuk memanfaatkan surplus APBDyang masing-masing diuraikan menurutjenis. (6) Organisasi sebagaimana dimakud dalam Pasal94 ayat (Z) memuat nama organisasi namasKpDselaku atau pengguna anggaran/pengguhi barang. dan . (2) Peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksudpada ayat (1) adalah ' \ peraturan daerah. (5) Urusanpemerintahan daerahsebagaimana dimaksud dalam pasal 94 ayat (2) memuatbidangurusanpemerintahan yang dikelola daerah sesuaidengan 'l tugas pokok danfungsiorganisasi. (6) Standar pelayanan minimal sebagaimana dimakudpadaayat(1) merupakan tolok ukur kinerjadalammenentukan jenis dan mutu pelayanan capaian dasaryang merupakan urusan wajibdaerah. organisasi. (7) Prestasi kerjayanghendak dicapai sebagaimana dimaksud datampasal ayat(2) 9a terdiri dariindikator. dari dan Pasal95 (1) Rencana pendapatan sebagaimana dimaksud dalampasal94 ayat (1) memuat kelompok. (8) Program sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat (2) memuatnamaprogram 94 yangakandilaksanakan dalam sKpD tahunanggaran berftenaan. standar biaya. peraturan pemerintah undang-undang. (5) Standar satuanharga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan harga satuansetiap unit barang/jasa yang berlakudisuatu' Oaerin yang ditetapkin dengan keputusan kepala daerah. atau (3) Rencanabelanja sebagaimana dimaksuddalam pasal 94 ayat (1) memuat kelompokbelanja tidak langsungdan belanjalangsungyang masing-masing diuraikan jenis. jenis.

-38(2) Tolok ukur kinerjasebagaimana dimaksud dalam Pasal95 ayat (7) merupakan prestasi kerja yang akan dicapai dari keadaan semula dengan ukuran pelaksanaan faKor kualitas.belanja sosial. ringkasan APBD.prakiraan kesesuaian antara menelaah lainnya. pada ayat (1) dilakukan untuk (2) Pembahasan TAPDsebagaimana dimaksud oleh maju yang RIG-SKPD denganKUA. belanja bantuan bunga. kuantitas. indikator kinerja. dan sebelumnya. tercantum dalamLampiran (2) FormatRKA-SKPD dimaksud dalam Pasal90 ayat (1) tercantum sebagaimana ini.XIVperaturan dalamLampiran BagianKeenam PenyiapanRaperdaAPBD Pasal100 yangtelahdisusun PPKD untukdibahas (1) RIG-SKPD kepada disampaikan olehSKPD lebihlanjutolehTAPD. pemgrintahan daerah danorganisasi. dokumenperencanaan tahun anggaran telah disetujui serta capaian kinerja.sefta belanja pada dalamRKA-SKPD masing-masing SKPD. padaSKPKD. dan kegiatan sinkronisasi sebagaimana RKA-SKPD terdapatketidaksesuaian (3) Dalamhal hasil pembahasan penyempurnaan. belanja modaldianggarkan (2) Belanja bagi hibah. mempertimbangkan efisiensi dan efektifitas program darisetiap dan kegiatan. belanja subsidi.standar analisis belanja.belanjabantuankeuangan. standar satuan harga. (1) Belanja langsung barang danjasa.' standar pelayananminimal. SKPD Pasal99 (1) Bagan pengerjaan dimaksud dalamPasal ayat(1) RKA-SKPD 90 sebagaimana alir A. urusan APBD menurut b.)CIIperaturan menteriini.PPA. serta program antarSKPD.belanja dan belanjatidak terdugahanyadianggarkan hasil. kepala daerah tentang rancangan padaayat(1) peraturan (2) Rancangan dimaksud sebagaimana daerah tentang APBD yangterdiri dari: dengan lampiran dilengkapi a. padaayat(2) kepala melakukan SKPD dimaksud Pasal101 PPKD kepada yang SKPD disampaikan (1) RKA-SKPD telahdisempurnakan kepala oleh peraturandaerah tentang APBD dan rancangan sebagaibahan penyusunan penjabaran peraturan APBD. menteri A. dalamRIG-SKPD Pasal98 pembiayaan pembiayaan pengeluaran daerah dianggarkan dalamRKAPenerimaan dan padaSKPKD. kelompoksasaran kegiatan. ringkasan . (3) Target kinerjasebagaimana dimaksud dalamPasal ayat (7) merupakan hasil 95 yang diharapkan yang diharapkan dari suatu dari suatu program atau keluaran kegiatan. Pasal97 yangterdiridari belanja pegawai.

dan m. kegiatan. daftarperkiraan penambahan pengurangan tetapdaerah.-39_ rincian APBD menuruturusan pemerintahan daerah. (3) Format rancangan peraturan daerah tentang APBD beserta tampiran sebagaimana dimaksud padaayat(1) tercantum datam Lampiran A. organisasi. organisasi. jumlahpegawai golongan perjabatan. program dan kegiatan. lokasi kegiatan sumber dan pendanaan kegiatan. dan aset k. safuanvotume/tolok ukur. dan aset j. belanja pembiayaan. dan d. Pasal103 (1) Rancangan peraturandaerah tentang APBD yang telah disusunoleh ppKD disampaikan kepada kepala daerah (2) Rancangan peraturan daerah tentang APBD sebagaimana padaayat (1) dimaksud sebelum disampaikan kepada DPRD disosialisasikan kepada masyarakat. (4) Penyebarluasan rancangan peraturan daerahtentang APBDdilaksanakan oleh sekretaris daerah selaku koordinator pengelolaan keuarigan daerah. a. peraturankepala daerahtentang penjabaran ApBD sebagaimana dimaksud dalamPasal 101ayat(1) dilengkapi dengan yangterdiridari: lampiran c. daftarperkiraan penambahan pengurangan lain-lain.XVIperaturan menteri ini. ringkasan penjabaran ApBD. obyek. jenis. belanja pembiayaan. daftar piutang daerah. untuk pembiayaan mencakup dasar hukum. pungutan/harga. h. f . dan (2) Rancangan peraturan kepaladaerahtentang penjabaran APBDwajib memuat penjelasan sebagai berikut: a' untuk pendapatan mencakup dasar hukum. sasaran. daftar danacadangan daerah. (3) Format rancanganperaturan kepala daerah beserta lampiran sebagaimana padaayat(1) tercantum dimaksud dalamLampiran A. organisasi. harga satuan. i. daftarpenyertaan modal(investasi) daerah. rekapitulasi belanja daerah untuk kesefarasan dan keterpaduan urusan pemerintahan daerah dan fungsi dalam kerangkapengelolaan keuangan negara. c. untuk belanja mencakup dasar hukum. . target/volume yang direncanakan. penjabaran APBD menurut urusan pemerintahandaerah. (3) Sosialisasi rancangan peraturandaerahtentang ApBD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bersifat memberikan informasi hengenai hak dan kewajiban pemerintah daerahserta masyarakat dalampelaksanaan ApBDtahun anggaran yangdirencanakan. kelompok. daftar per dan g. daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dianggarkan dan kembali dalam tahunanggaran inij l. sumberpenerimaan pembiayaan tujuanpengeluaran dan pembiayaan. daftar pinjaman daerah.xr/peraturan menteri ini. tarif b. pendapatan. e. rincian obyek pendapatan. Pasal102 (1) Rancangan. rekapitulasi belanja menurut urusan pemerintahan daerah. b. program.

A. kepala pada ayat (2) tercantum dimaksud bersamasebagaimana Formatpersetujuan menteriini. . (1) disesuaikan ma. tetap. dapat meminta RKA-SKPD daerah.pada (1) diprioritaskan yangbersifat wajib. A. belanja .)0/I[ peraturan dalamLampiran (1) (2) (3) (4) (5) (6) (1) (2) (3) (4) Pasal106 dalamPasal104 ayat dimaksud (1) Apabila sampaibataswaKu sebagaimana DPRD persetujuan (2) tidak menetapkan bersamadengan kepala daerah terhadap rancanganperaturan daerah tentang APBD. kepala daerah melaksanakan sebelumnya tahun anggaran angkaAPBD pengeluaran sebesar setinggi-tingginya bulan. maka Dalam hal kepaladaerah dan/ataupimpinanDPRDberhalangan pejabat yang ditunjuk dan ditetapkan selaku oleh pejabat yang berwenang penjabat/pelaksana tugas kepaladaerahdan/atauselaku pimpinansementara persetujuan yangmenandatangani bersama.-40BABV PENETAPAN APBD BagianPeftama Penyampaian dan Pembahasan RancanganPeraturanDaerahtentang APBD Pasal104 peraturan besefta rancangan daerah tentangAPBD Kepala daerahmenyampaikan palinglambatpada minggupeftamabulan OKober kepadaDPRD lampirannya dari untuk mendapatkan sebelumnya tahun yang direncanakan tahun anggaran persetujuan bersama.)0/II peraturan dalamLampiran Pasal105 peraturan untuk pembahasan tentangAPBD daerah rancangan Penetapan agenda 104 ayat persetujuan dalamPasal dimaksud bersama sebagaimana mendapatkan daerah. setiap keperluan untukmembiayai untuk keperluansetiap bulan sebagaimana (2) Pengeluaran setinggi-tingginya yang bersifatmengikat dan untuk belanja ayat dimaksud. kepala sebagaimana dimaksud bersama Atas dasar persetujuan peraturankepala daerah tentang penjabaran rancangan daerah menyiapkan APBD.sing-masing tata tertibDPRD dengan yang padaKUA.sertaPPA peraturan daerah berpedoman rancangan Pembahasan pemerintah daerah dan DPRD. padaayat (1) peraturan dimaksud daerah sebagaimana rancangan Penyampaian diseftai dengan notakeuangan. tahunanggaran pada ayat (2).i DPRD dan kepaladaerahterhadaprancangan bersama Pengambilan keputusan palinglama 1 (satu) bulan sebelum peraturan daerahtentangAPBDdilakukan yangbersangkutan dilaksanakan. bersama antara telahdisepakati penjelasan terkaitdenganpembahasan tambahan Dalamhal DPRDmemerlukan berkenaankepada program dan kegiatanteftentu. DPRD padaayat (5) tercantum dimaksud sebagaimana Format nota keuangan susunan menteriini.

j. obyek. g.organisasi. (4) Rancangan peraturan kepaladaerahtentangAPBD sebagaimana dimaksud pada ayat(3) dilengkapi dengan lampiran yangterdiri dari: a. ringkasan APBD menurut pemerintahan urusan daerah dan organisasi. pembiayaan. (5) Format rancanganperaturan kepala daerah beserta lampiran sebagaimana dimaksud padaayat(4) tercantum dalamLampiran A. e' rekapitulasi belanja menurut urusan pemerintahan daerah. c. seperti belanja p. program. (2) Rancangan peraturan kepaladaerahtentangAPBD sebagaimana dimakud pada ayat (1) dapatdilaksanakan setelah mempeioleh pengesJhan Menteri dari Dalam Negeri bagiprovinsi gubernur dan bagikabupaten/kotJ. belanja barang jasa. kegiatan. program dan kegiatan. d.XIXperaturan menteri ini. dan aset f.rincianobyek pendapitan. . b. (3) Pengesahan rancangan peraturankepaladaerah tentang ApBD sebagaimana dimaksud padaayat (2) ditetapk?n dengan keputusan MenteriDalamNegeri bagi provinsi keputusan dan gubemur bagikabupaten/kota. rekapitulasi belanja daerah untuk kesetarasan dan keterpaduan urusan pemerintahan daerah dan fungsi dalam kerangkapengelolaan keuangan negara.i. organisasi.*. ringkasan ApBD. l. k' daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dianggarkan dan kembali dJlim tahunanggaran ini.terus menerusdan harus dialokasikan oleh pemerintah daerahdenganjumlah yang cukup untuk keperluan setiap bulan dalam tahun anggaranyang bersangkutan. per dan daftarpiutang daerah. dan aset daftarperkiraan penambahan pengurangan lain-lain. dan (4) Belanjayang bersifatwajib adalah belanjauntuk terjaminnya kelangsungan pemenuhan pendanaan pelayanan dasarmasyarakat antaralain pendidikan dan kesehatan dan/atau melaksanakan kewajiban kepada fihakketiga. jenis. Pasal107 (1) Rencana pengeluaran sebagaimana dimaksud dalamPasal106 ayat (1) disusun dalamrancangan peraturan kepala daerah tentang APBD. daftarpenyertaan modal(investasi) daerah. daftarperkiraan penambahan pengurangan tetapdaerah. rincianAPBDmenurut urusanpemerintahan daerah.g.neGnjj Oan kelompok. daftarjumlahpegawai gorongan perjabatan. i. dan m.-4r(3) Belanja yang bersifat mengikat sebagaimana dimaksud padaayat (2) merupakan belanjayang dibutuhkansecara. daftarpinjaman daerah. Pasal108 (1) Penyampaian rancangan peraturan kepala daerah untukmemperoleh pengesahan sebagaimana dimaksud dalamPasal 107ayat(3) palinglama15 (limabeias) hari kerjaterhitung sejakDPRD tidak menetapkan't<eputusJn bersama dengankepala daerah terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD. daftar danacadangan daerah. h.

d.-42(2) Apabila dalam batas waktu 30 (tiga puluh) hari kerja Menteri Dalam peraturan rancangan kepala daerah Negeri/gubernur mengesahkan tidak tentang APBD sebagaimana dimakud pada ayat (1).gubernur menjadi dimaksud rancangan menetapkan undangan gubernur. notakeuangan (3) Evaluasi dimaksudpada ayat (1) bertujuan untuk tercapainya sebagaimana antara nasional.yanglebihtinggi. pengantar nota keuangan dan pidato kepaladaerahperihalpenyampaian padasidang DPRD. dan daerah dalam daerah retribusi Bagian Kedua EvaluasiRancanganPeraturanDaerahtentang APBDdan RancanganPeraturan KepalaDaerahtentang PenjabaranAPBD Pasal110 yangtelahdisetujui peraturan provinsi (1) Rancangan APBD bersama tentang daerah peraturangubernurtentang penjabaran APBDsebelum DPRDdan rancangan terlebih oleh gubernurpaling lama 3 (tiga) hari kerja disampaikan ditetapkan Negeri untukdievaluasi. evaluasi sebagaimana (4) Untuk efeKivitaspelaksanaan pemerintah pejabat daerahprovinsi MenteriDalam Negeridapat mengundang yangterkait. daerah tentang rancangan yangdisepakati DPRD. kepala daerah menetapkan peraturan peraturan dimaksud menjadi kepala rancangan kepala daerah daerah. kepala dan pimpinan antara daerah KUA dan PPA peraturan daerah terhadaprancangan risalahsidangjalannyapembahasan dan tentangAPBD. b. padaayat (1) dituangkan (5) Hasilevaluasi dalamkeputusan dimaksud sebagaimana gubernurpalinglama 15 (lima kepada MenteriDalamNegeridan disampaikan dimaksud. c. peraturan peraturan daerah dan . hanya diperkenankan pegawai gaji negerisipilsefta penyediaan dana pendamping kenaikan dan tunjangan oleh pemerintah atas programdan kegiatanyang ditetapkan serta bagi hasil pajak yangditetapkan undang-undang. rancangan sejakditerimanya harikerjaterhitung belas) peraturan (6) Apabila atasrancangan hasil menyatakan evaluasi DalamNegeri Menteri gubernurtentang penjabaran peraturan daerahtentang APBDdan rancangan umum dan peraturanperundangAPBD sudah sesuai dengan kepentingan .keserasian keserasian antara kebijakandaerahdan keb'rjakan publikdan kepentingan aparatur serta untuk menelitisejauhmana kepentingan yang umum. peraturan dengankepentingan APBDprovinsitidak bertentangan oleh provinsi lebih tinggi dan/atau peraturandaerahlainnyayang ditetapkan bersangkutan. Pasal109 sebagaimana ditetapkan dalam Pelampuan batas teftinggi dari jumlah pengeluaran pemerintah apabilaada kebijakan untuk Pasal106 ayat (1). Menteri Dalam dahulu kepada padaayat(1) disertai (2) Penyampaian dengan: dimaksud rancangan sebagaimana a. dimalsud pada ayat (1). persetujuanbersama antara pemerintahdaerah dan DPRD terhadap peraturan APBD.

kepentingan umumdan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. gubernur dapat mengundang pejabatpemeiintah daerahkabupaten/kota yang terkait. (4) Untuk efektivitas pelaksanaan evaluasi sebagaimana dimaksudpada ayat (1). bupati/walikota bersamaDPRDmelakukan p.rpurnaan paling lama7 (tujuh)hari kerjaterhitung sejakditerimanya evaluasi. gubernur bersamaDPRD melakukan penyempurnaan palinglama7 (tujuh)hari kerjaterhitung sejakditerimanya hasil evaluasi. hasit (8) Apabilahasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh bupati/walikota DpRD. (s) Hasilevaluasi sebagaimana dimaksud padaayat (1) dituangkan dalamkeputusan gubernur disampaikan dan kepada bupati/walikota paling larira (limabefas) 15 hari kerjaterhitung sejakditerimanya rancangan dimaksud.ny. (7) Dalam hal gubernur menyatakan hasil evaluasirancangan peraturandaerah tentangAPBD dan ra.ud pada ayat (1) bertujuanuntuk tercapainya keserasian an[ar. MenteriDalamNegerimembatalkan peraturan daerahdan peraturan gubernur dimaksud sekaligus menyatakan berlakunya paguApBD tahun sebelumnya.dan dan bupati/walikota tetap menetapkan rancangan peraturan daerah tentangApBD dan rancangan peraturan bupati/walikota tentangpenjabaran APBD meniaJiperaturan daerahdan peraturan bupati/walikota. dan gubernur tetap menetapkan rancangan peraturan daerih tentang ApBD dan rancangan peraturan gubernurtentang penjabaran APBDmenjadiperaturandaerahdan peraturan gubernur.i" ayat (g) ditetapkan peraturan dengan Menteri Dalam Negeri. (9) Pembatalanperaturan daerah dan peraturan gubernur sefta pernyataan berlakunya pagu APBD tahunsebelumnya sebagaim-ana dimaksud p. keserasian antara kepentingan publikdan kepentingan aparatur serta untuk menelitisejauhmana APBD kabupaten/kota tidak bertentangan dengankepentingan umum. (6) Apabila gubernur menetapkan pernyataan hasitevaluasi atasrancangan peraturan daerah tentang APBD dan rancanganperaturan bupati/walilota tentang penjabaran APBD sudah sesuai dengan kepentingan umum dan peraturan perundang-undangan lebih tinggt bupati/walik-ota yang menetapkan rancangan dimaksud menjadi peraturan daerah dan peraturan bupati/walikota. ( 2 ) Penyampaian rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai dengan dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal ayat(2) peraturan 110 menteri ini.ncangan peraturan bupati/walikota teitang penjabaran ApBD tidaksesuai dengan. ( 3 ) Evaluasi sebagaimana dimaks. peraturan yang lebih tinggi dan/atau peraturandaerJh lainnya y-ang ditetapkanoleh kabupaten/kota bersangkutan. Pasal111 ( 1 ) Rancangan peraturan daerahkabupaten/kota tentangAPBDyang telah disetujui bersamaDPRD rancanganperaturanbupati/wltikotatentang penjabaran 9tn APBDsebelumditetapkan oleh bupati/walikota paling lama 3 (tiga) hari kerja disampaikan gubernur kepada untukdievaluasi. (8) Apabila hasilevaluasi tidakditindaktanjuti gubernur oleh dan DpRD. kebijakan daerahdan kebijakannasional. gublrnur membatalkan peraturan daerah dan peraturan bupati/walikota dimaksud sekaligus menyata[an berlakunya pagu APBD tahunsebelumnya.-43(7) Dalamhal MenteriDalamNegerimenyatakan bahwa hasil evaluasi rancangan peraturandaerah tentang APBDdan rancangan peraturangubernurtentang penjabaran APBD bertentangan dengan kepentinganumum' dan peraturan perundang-undangan yang teUintingii. .

(4) Keputusan pimpinan padaayat (3) bersifat DPRD sebagaimana dimaksud finaldan padasidang paripurna dilaporkan berikutnya. Pasal115 Gubernurmenyampaikan hasil evaluasiyang dilakukanatas rancangan peraturan daerah kabupaten/kota tentangAPBD peraturan dan rancangan bupati/walikota tentang penjabaran APBD kepada Menteri Dalam Negeri.-44(9) Pembatalan peraturandaerah dan peraturanbupati/walikota dan pernyataan paguAPBDtahun sebelumnya berlakunya sebagaimana padaayat (B) dimaksud peraturan ditetapkan gubernur. maka pejabatyang ditunjukdan ditetapkan oleh pejabatyang benruenang pimpinan selaku yang sementara DPRD menandatangani pimpinan keputusan DPRD. (3) Pelaksanaan pengeluaran atas pagu APBDtahun sebelumnya sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(8) dan Pasal ayat(B) ditetapkan. berpedoman 111 padaPeraturan Menteri Dalam Negeri. (5) Sidang paripurna berikutnya pada ayat (a) yaknisetelah sebagaimana dimaksud pengambilan sidangparipurna keputusan bersama peraturan terhadap rancangan daerah tentangAPBD. (3) Keputusan pimpinan DPRD padaayat (2) dijadikan sebagaimana dimaksud dasar penetapan peraturan daerah tentang APBD. . dengan Pasal112 ( 1 ) Paling lama7 (tujuh)hari kerjasetelah pembatalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110ayat (8) dan Pasal 111 ayat (8). (7) Dalamhal pimpinan DPRDberhalangan tetap. (2) Pencabutan peraturan daerahsebagaimana pada ayat (1) dilakukan dimaksud peraturan dengan daerah peraturan tentangpencabutan daerahtentangAPBD.dengan 110 111 peraturan kepala daerah. kepala daerahharusmemberhentikan pelaksanaan peraturandaerahdan selanjutnya DPRDbersamakepaladaerah peraturan mencabut daerah dimaksud. Pasal113 peraturan Evaluasi rancangan daerahtentangAPBD peraturan dan rancangan kepala penjabaran daerah tentang APBD sebagaimana dimaksud dalamPasal 110ayat(3) dan Pasal ayat(3). (2) Hasil penyempumaan sebagaimana dimaksudpada ayat (1) ditetapkan oleh pimpinan DPRD. Pasal114 (D Penyempurnaan evaluasi hasil sebagaimana dimaksud dalam Pasal110 ayat (7) dan Pasal ayat(7) dilakukan 111 kepala daerah bersama denganpanitia anggaran DPRD. (6) Keputusan pimpinanDPRDsebagaimana pada ayat (4) disampaikan dimaksud kepada Menteri DalamNegeri provinsi kepada gubernur bagiAPBD dan bagiAPBD paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah keputusantersebut kabupaten/kota ditetapkan.

maka pejabatyang ditunjukdan ditetapkan oleh pejabatyang berwenang penia'UatTpelaksan-a kepala selaicu tugai daerah yang menetapkan peraturan daerahtentangAPBDdan peraturan kepala daerah penjabaran tentang ApBD. ( 1 ) Untuk sinkronisasi dan keterpaduan sasaranprogram dan kegiatandengan . Pasal118 Penyusunan RKA-SKPD sebagaimana dimaksuddalam pasal LI7 ayat (3) berlaku ketentuan Pasal Pasal pasal92.)ml perafuran menteri ini.)X peiaturan menteri ini.rcff peraturan menteri ini.pasal pasal pasal Pasal Pasal 90.-45BagianKetiga Penetapanperaturan Daerahtentang ApBD dan Peraturan Kepala Daerahtentang penjabaran APBD Pasal116 ( 1 ) Rancangan peraturandaerah tentangAPBDdan rancangan peraturankepala daerahtentangpenjabaran APBDyang telah dievaluasi d'itetapkan oleh kepala daerahmenjadiperaturan daerahtentangAPBDdan peraturan kepaladaerah tentang penjabaran ApBD. Pasal dan Pasal 98 99. (s) Format penetapanrancanganperaturandaerah tentang APBD sebagaimana dimaksud padaayat(2) tercantum dalamLampiran A. BAB VI PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBD BAGI DAERAH YANGBELUM MEMILIKI DPRD Pasal117 kebijakanpemerintahdibidangkeuangannegara dan menjagakelangsungan penyelenggaraan pemerintahan. 91. 95. (7) Jadwal penyusunan APBD tercantum dalamLampiran A. (3) Dalamhal kepaladaerahberhalangan tetap. rancangan dan rancangan KUA (2) Rancangan KU4 dan rancangan PPASsebagaimana dimaksudpada ayat (1) dikonsultasikan kepadaMenteri DalamNegeri-bagi provinsi dan kepada gubernur bagikabupaten/kota. 96. pembangunandaerah. (6) Formatpenetapan rancangan peraturan kepala daerahtentangpenjabaran ApBD sebagaimana dimaksud padaayat(2) tercantum dalamLampiran n. (3) KUA dan rancangan PPA yang telah dikonsultasikan dijadikan pedoman penyusunan RKA-SKPD sebagaimana dimaksud dalamPasal peraturan 89 menteri ini. 94. 93. kepala daerah menyusun ppAS. sefta pelayanan masyarakat. 97. (2) Penetapan rancangan peraturandaerahtentang APBD dan peraturankepala daerah tentangpenjabaran APBD sebagaimana dimaksud padaayat (1) dilakukan paling lambat tanggal Desember 31 tahunanggaran sebetr-rmnya. (4) Kepaladaerah menyampaikan peraturan daerahtentang ApBD dan peraturan kepaladaerah tentang penjabaran APBDkepada MenteriDalam Negeri bagi provinsi gubernur dan bagikabupaten/kota palingtama7 (tujuh)harikerjasetelah ditetapkan.

setiap (6) Pengeluaran tidak dapat dibebankanpada anggaran belanja jika untuk pengeluaran atautidakcukup tersedia dalamAPBD. 107 Pasal120 (1) Penyampaian peraturan rancangan pengesahan kepala daerah untukmemperoleh sebagaimana dimaKuddalamPasal 119ayat(2) palinglama30 (tiga puluh)hari kerjaterhitungsejak KUAdan PPAdikonsultasikan denganMenteriDalamNegeri bagiprovinsi gubernur dan bagikabupaten/kota. dan/atau disampaikan (8) Kriteria dimakud padaayat (6) ditetapkan sesuai daruratsebagaimana keadaan perundang-undangan.-46_ Pasal119 (1) RIG-SKPD yang telah disempurnakan oleh SKPDdisampaikan kepada PPKD penyusunan peraturan sebagai bahan rancangan kepala daerah tentang APBD.APBD. urusan yang mempunyai pendapatan (2) Setiap tugasmemungut dan/ataumenerima SKPD pemungutan penerimaanberdasarkan dan/atau daerah wajib melaksanakan perundang-undangan. (2) Pengesahan rancangan peraturan atas kepala daerah tentangAPBD sebagaimana padaayat(1) berlaku dimaksud ketentuan dalamPasal ayat(3). lain kecuali ditentukan olehperaturan (4) Penerimaan SKPDberupauang atau cek harusdisetorke rekeningkas umum paling lama1 (satu)harikerja. (2) Rancangan peraturan kepaladaerahtentangAPBD pada sebagaimana dimaksud pengesahan Menteri ayat (1) dapatdilaksanakan setelah memperoleh dari Dalam Negeri bagiprovinsi gubernur dan bagikabupaten/kota. yangditetapkan ketentuan dalamperaturan pengeluaran. peraturan dengan . 107 Pasal121 Peraturan kepaladaerahtentangAPBD sebagaimana dimaksud dalamPasal119 ayat (2) dijadikan DPA-SKPD dasarpenyusunan untukpelaksanaan APBD. peraturan (3) Format rancangan kepala daerah tentang APBD sebagaimana dimaksud padaayat(2) berlaku ketentuan dalamPasal ayat(a) dan ayat(5).yang selanjutnya realisasi dalamlaporan anggaran. (3) Penerimaan langsung untuk membiayai SKPDdilarangdigunakan perundang-undangan. tidaktersedia tersebut jika dalam pada ayat (5) dapat dilakukan (7) Pengeluaran dimaksud sebagaimana perubahan APBD diusulkan dalamrancangan keadaan darurat. BABVII PELAKSANAAN APBD Bagian Peftama Azas Umum Pelaksanaan APBD Pasal122 (1) Semuapenerimaan daerahdan pengeluaran daerahdalam rangkapelaksanaan pemerintahan daerah dikelola dalam. daerah yang dianggarkan (5) Jumlahbelanja dalamAPBD merupakan batasteftinggiuntuk pengeluaran belanja.

(3) Kepala SKPDmenyerahkan rancangan DPA-SKPD kepadappKD palinglama 6 (enam) harikerjasetelah pemberitahuan sebagaimana padaayat(t). anggaran/pengguna barang. efisien sesuai dan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.nggun. BagianKedua pelaksanaan Dokumen AnggaranSKpD Paragraf1 PenyiapanDokumenpelaksanaan AnggaransKpD Pasal123 (1) PPKD palinglama 3 (tiga) hari kerja setelahperaturandaerahtentang APBD ditetapkan. (2) Berdasarkan hasil verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan rencana penarikan dana tiap-tiapSKpDserta pendapatan yangdiperkirakan. dimaksud (4) Format DPA-SKPD sebagaimana dimaksudpada ayat (1) tercantumdalam Lampiran peraturan B. (10) Pengeluaran befanja daerahmenggunakan prinsiphemat.satuankerja pengawasan daerah. (3) Pembahasan rancangan anggaran kas SKPDdilaksanakan bersamaan dengan pembahasan DpA-SKPD.dan gjaan pemerika Keuangan paling lama7 (tujuh)harikerjJsejak tanggal disahkan. (2) Rancangan anggaran SKPD kas sebagaimana dimaksud padaayat(1) disampaikan kepada PPKD selaku BUDbersamaan dengan rancangan DpA-sKpD. Paragraf 2 Anggaran Kas Pasal12S (1) Kepala SKPD berdasarkan rancangan DPA-SKPD menyusun rancangan anggaran kasSKPD. program.tidak mewah. merinci yang sasaran hendakdicapai. (2) Rancangan DPA-SKPD sebagaimana dimaksud padaayat(1). (4) DPA-SKPD sebagaimana dimaksudpada ayat (Z) digunakansebagaidasar pelaksanaan anggaran oleh kepalaSKPD sefakup.kegiatan. .I mlnteri ini. ppKD mengesahkan rancangan DPA-SKPD persetujuasekretaris dengan n daerah. anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran tersebut.efektif.memberitahukan kepada semua kepala SKPD agar menyusun rancangan DpA-SKpD. Pasal124 (1) TAPDmelakukan verifikasi rancangan DPA-SKPD bersama-sama dengankepala palinglama 15 (lima SKPD hari kerjasejakditetapkannya peratJran kepala ?:F:) daerah tentangpenjabaran ApBD.-47(9) Setiap SKPD dilarang melakukan pengeluaran bebananggaran atas daerah untuk tujuanlaindariyangtelahditetapkan datam APBD. (3) DPA-SKPD telahdisahkan yang sebagaimana dimaksud padaayat (2) disampaikan kepadakepalaSKPD.

(1) (2) (3) (4) . pengelolaan Mekanisme anggarankas pemerintahdaerah ditetapkandalam peraturan kepaladaerah. Pasal131 pendapatan perimbangan daerah yang sah dan lain-lainpendapatan Semua dana melalui rekeningkas umum daerah dan dicatat sebagaipendapatan dilaksanakan daerah.hibah. Format anggaran pemerintah kas daerah sebagaimana tercantum dalamLampiran ini. (2) Untuk pengembalian kelebihanpendapatanyang terjadi pada tahun-tahun padabelanja tidakterduga. kas pendapatan (2) Setiap dan harusdidukung olehbuktiyanglengkap sah. rabat.jasa giro atau pendapatan sebagai pada bank sefta pendapatan dari hasil pemanfaatanbarang daerah atas anggaran pendapatan daerah. padaayat (1) memuatperkiraan Anggaran sebagaimana kas dimaksud arus kas masukyang bersumber dari penerimaan dan perkiraanarus kas keluaryang pelaksanaan gunamendanai digunakan kegiatan dalamsetiapperiode. B.48Pasal126 anggaran kas pemerintah daerahguna mengatur PPKD selakuBUD menyusun pengeluaran-pengeluaran ketersediaan dana yang cukupuntuk mendanai sesuai yang telah denganrencanapenarikan dana yang tercantumdalam DPA-SKPD disahkan.potongan atau pendapatan dengan yang dapatdinilaidenganuang. Pasal129 lain namadan dalambentukapa pun Komisi. Pasal128 (1) Setiap SKPD yang memungut pendapatandaerah wajib mengintensifkan jawabnya. asuransi dan/atau pengadaan barang dan jasa termasuk pendapatan dana lain akibatpenyimpanan bunga. kegiatan lainnya merupakan Pasal130 pada pendapatan (1) Pengembalian kelebihan denganmembebankan atas dilakukan pendapatan yang terjadi pendapatan yang bersangkutan untuk pengembalian dalam tahunyangsama.II peraturan menteri Bagian Ketiga PelaksanaanAnggaran PendapatanDaerah Pasal127 pendapatan (1) Semua daerah dilaksanakan melalui rekening umumdaerah. tukar-menukar. baik secara langsung sebagai akibatdari penjualan. pemungutan pendapatan yangmenjadi wewenang tanggung dan pungutan (2) SKPD dalamperaturan dilarang selaindari yang ditetapkan melakukan daerah. sebelumnya dibebankan padaayat (1) dan ayat (2) harusdidukung (3) Pengembalian sebagaimana dimaksud dan dengan buktiyang lengkap sah.

pasal ayat(1). (4) Tata cara pemberian dan pertanggungjawaban belanja tidak terduga untuk tanggap darurat sebagaimana dimakud pada ayat (z) ditetapkan dalam peraturan kepala daerah.bantuan sosial. Pasal134 (1) Dasar pengeluaran anggaran belanja yang dianggarkan tidakterduga dalamAPBD untuk mendanaitanggap darurat.dan bantuankeuangan sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(1).49Bagian Keempat Pelaksanaan Anggaran Belanja Daerah Pasal132 (1) Setiappengeluaran belanja atas bebanAPBDharusdidukung denganbu6i yang lengkap sah. dan bantuan keuangansebagaimana dimaksudpada ayat (1) ditetapkandalam peraturan kepala daerah. (3) Pengeluaran yang mengakibatkan kas bebanAPBD tidak dapatdilakukan sebelum rancangan peraturandaerahtentangAPBDditetapkan dan ditempatkan dalam lembaran daerah. (2) Pengeluaran belanjauntuktanggap darurat padaayat (1) sebagaimana dimaksud berdasarkan yang diusulkan kebutuhan dari instansi/lembaga berkenaan setelah mempertimbangkan efisiensidan efeKifitasserta menghindari adanyatumpang tindih pendanaan terhadapkegiatan-kegiatan telah didanaidari anggaran yang pendapatan belanja dan negara. dan pasal 41 42 45 47 ayat(1) dilaksanakan persetujuan atas kepaladaerah. (3) Pimpinaninstansi/lembaga penerimadana tanggap darurat bertanggungjawab atas penggunaandana tersebut dan wajib menyampaikan laporan realisasi penggunaan kepada atasan langsung kepala dan daerah. (2) Penerima subsidi. bantuansosial. Pasal133 ( 1 ) Pemberian subsidi.dan bantuankeuanganbertanggung jawab atas pehggunaan jasa yang diterimanya uang/barang dan/atau dan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaannya kepada kepala daerah. pasal ayat(1). dan (2) Bukti sebagaimana pada ayat (1) harus mendapatpengesahan dimaksud oleh pejabat yang benruenang bertanggung jawab atas kebenaran dan materialyang timbuldari penggunaan buktidimaksud. (3) Tatacarapemberian pertanggungjawaban dan subsidi. (5) Belanjayang bersifatmengikatdan belanjayang bersifatwajib sebagaimana padaayat(4) berlaku dimaksud ketentuan dalampasal106ayat(3) dan ayat(4). (4) Pengeluaran sebagaimana kas dimaksudpada ayat (3) tidak termasukuntuk yang bersifatmengikat belanja yang bersifat dan belanja wajib yang ditetapkan dalamperaturan kepala daerah. hibah. penanggulangan bencana alam dan/atau bencana sosial. .bantuansosial.hibah.hibah. pengembalian kelebihan termasuk penerimaan atas daerah tahuntahun sebelumnya yang telah ditutupditetapkan dengankeputusan kepaladaerah dan diberitahukan kepada DPRDpaling lama 1 (satu) bulan terhitung sejak keputusan dimaksud ditetapkan.

yang telah disahkansebagaimana (4) DPAL-SKPD dimaksudpada ayat (1) dapat dijadikan dasar pelaKanaan penyelesaian pekerjaan dan penyelesaian pembayaran. sisaDPA-SKPD belumditerbitkan yang bersangkutan. . wajibmenyetorkan dan pajakyangdipungutnya ke rekening kas negarapada bank yang ditetapkan oleh MenteriKeuangan sebagai peraturan bank persepsi atau pos giro dalamjangkawaKu sesuaidenganketentuan perundang-undangan. oleh PPKD (2) Untuk mengesahkankembali DPA-SKPD menjadi DPAL-SKPD sebagaimana laporan akhir realisasi dimaksud pada ayat (1). SP2D :. Pasal136 Untuk kelancaranpelaksanaan tugas SKPD. (5) Format DPAL-SKPD sebagaimana tercantumdalam LampiranB. Pasal138 pelaksanaan (1) Bebanbelanjalangsung kegiatanlanjutansebagaimana dimaksud pada DPA-SKPD yang telah disahkan kembali dalamPasal137 huruf b didasarkan (DPAL-SKPD) menjadiDPALanjutan SKPD tahun anggaran berikutnya. lainnyayang sampaidenganakhir tahun anggaran c.kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna uang perediaanyang dikelolaoleh bendahara anggaran dapat diberikan pengeluaran. menutupi defisit anggaran apabila realisasipendapatan lebih kecil daripada realisasi belanja. ataskegiatan yangbelumditerbitkan SP2D. lambatpertengahan (3) lumlah anggaranyang disahkandalam DPAL-SKPD setelah terlebih dahulu pengujian dilakukan sebagai berikut: yang SP2D SPDdan/ataubelumditerbitkan a.50Pasal135 pengeluaran (PPh) dan pajak Bendahara sebagaiwajib pungut pajak penghasilan penerimaan potongan seluruh lainnya. mendanai kewajiban belum diselesaikan. Bagian Kelima Pelaksanaan Anggaran PembiayaanDaerah Paragraf 1 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (S|LPA)Tahun Sebelumnya Pasal137 penerimaan Sisa lebih perhitungan anggaran(S|LPA) tahun sebelumnya merupakan pembiayaan yangdigunakan untuk: a. c. mendanai atasbebanbelanja langsung. pelaksanaan kegiatan lanjutan b.III peraturan menteri ini. KepalaSKPDmenyampaikan paling pelaksanaan fisik dan non-fisik maupunkeuangan kepadaPPKD kegiatan bulanDesember tahunanggaran berjalan. sisaSPD yang belumdiuangkan. dan b.

pasal 140 (1) Dalam danacadangan hal yangditempatkan padarekening danacadangan belum digunakan sesuai denganperuntukannya. c. (2) Penerimaan hasilbunga/deviden rekening danacadangan dan penempatan dalam portofolio sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menambahjumlah dana cadangan. suratberharga yangdijamin lainnya pemerintah. . oleh BUD ataspersetujuan (7) Dalam hal programdan kegiatan sebagaimana dimaksudpada ayat (3) telah selesai dilaksanakan target kinerjanya dan telah tercapai. negara d. (s) Pemindahbukuan sebagaimana pada ayat (4) paling tinggi sejumlah dimaksud pagudanacadangan yangakandigunakan unfukmendanai pelaksanaan kegiatan dalamtahun anggaran berkenaan sesuai denganyang ditetapkan peraturan dalam daerah tentangpembentukan danacadangan. suratutangnegara (SUN). (2) Danacadangan tidak dapat digunakan untuk membiayai programdan kegiatan lain diluaryang telah ditetapkan dalamperaturan daerahtentangpembentukan danacadangan. yang masihtersisapada rekening danacadangan.5 1Paragraf2 Dana Cadangan Pasal139 (1) Danacadangan dibukukan dalamrekening tersendiri atas nama dana cadangan pemerintah yangdikelola daerah olehBUD. (4) Penatausahaan pelaksanaan programdan kegiatan yang dibiayai dari dana cadangandiperlakukansama dengan penatausahaan pelaksanaan program/ kegiatan lainnya. (3) Portofolio sebagaimana padaayat(1) meliputi: dimaksud a. (6) Pemindahbukuan sebagaimana pada ayat (4) dilakukan dimaksud dengansurat perintah pemindahbukuan kuasa ppKD. Paragraf 3 Investasi Pasal141 (1) Investasi awaldan penambahan padarekening investasi dicatat penyeftaan modal (investasi) daerah. ( 3 ) Program dan kegiatan yang ditetapkan berdasarkan peraturan daerah sebagaimana padaayat (2) dilaksanakan dimaksud apabiladana cadangan telah mencukupi untukmelaksanakan program kegiatan. dipindahbukukan rekening ke kasumumdaerah. b. deposito. dan (4) Untukpelaksanaan programdan kegiatan sebagaimana dimakud padaayat (3) danacadangan dimaksud terlebih dahulu dipindahbukukan rekening umum ke kas daerah. dan e. tersebut dana dapatditempatkan dalam portofolio yanEmemberikan hasil tetapdengan risikorendah.maka dana cadangan . suratperbendaharaan (SpN). sertifikat bankindonesia (SBI).

a. pembayaran (Z) Pelampauan obligasi bungadan pokokutangdan/atau daerah setelah perubahan realisasi anggaran. c. penjualan. Paragraf 4 Pinjaman Daerahdan Obligasi Daerah Pasal142 pinjaman daerahdilakukan Penerimaan daerahdan obligasi melaluirekening kas umumdaerah. dan/ataupengalihan investasi dicatat pada rekening yangdipisahkan penjualan (divestasi kekayaan daerah modal). APBD dilaporkan kepada DPRD dalamlaporan Pasal 147 (1) Kepala pembayaran pokokutangdan/atau SKPKD bungadan cicilan melaksanakan yangjatuh tempo. yang dibiayaidari obligasi Kegiatan daerahbesertabarang milik daerahyang jaminanobligasi melekat dalamkegiatan tersebut dapatdijadikan daerah. jumlahpenerimaan pinjaman (pokok b. (1) (2) (3) (4) Pasal143 penatausahaan pinjaman Kepala SKPKD melakukan atas daerah dan obligasi daerah. Pemerintah daerah tidakdapatmemberikan ataspinjaman Pendapatan daerah dan/atau aset daerah (barang milik daerah) tidak boleh jaminanpinjaman dijadikan daerah. . pembayaran dan bunga). obligasi daerah (2) Pembayaran bunga pinjamandan/atauobligasidaerah dicatat pada rekening belanja bunga. kepala pelampauan dimaksud daerah dapatmelakukan perubahan perubahan APBD. Pasal 144 posisikumulatif pinjaman dan kewajiban (1) Pemerintah daerah wajib melaporkan pinjaman kepada Menteri Keuangandan Menteri Dalam Negeri setiap akhir semester tahunanggaran berjalan. daerah yang tersediadalamAPBD/perubahan (Z) Apabilaanggaran APBDtidak mencukupi obligasi daerah sebagaimana untukpembayaran bungadan pokokutangdan/atau pembayaran padaayat(1). mendahului atausetelah Pasal 146 pembayaran (1) Pelampauan bunga dan pokok utang dan/atau obligasidaerah awal sebelumperubahan APBDdilaporkan kepadaDPRDdalam pembahasan perubahan APBD.52(2) Pengurangan. dan pinjaman. sisa Pasal 145 (1) Pemerintah bungadan pokok utang dan/atauobligasi daerahwajib membayar yang telahjatuh tempo. pinjaman pada (2) Posisi kumulatifpinjamandan kewajiban sebagaimana dimaksud ayat (1) terdiri atas: pinjaman. jaminan pihaklain.

eruii dengan peratura perundang-undangan. Paragraf 5 Piutang Daerah Pasal 149 (1) setiappiutang daerah diselesaikan seluruhnya dengan tepatwaktu. (3) Penghapusan piutangdaerahsebagaimana dimaksudpada ayat (2) ditetapkan oleh: a. perencanaan penetapan dan portofolio pinjaman daerah.kecuali cara penyelesaiannya diatur tersendiridalam peraturan perundang-undangan. kecuali piutang daerah yang cara penyelesa iannya diaturtersendiri dalamperaturan perundlng-undangan.000. cicilan Pasal 148 (1) Pengelolaan obligasi daerah ditetapkan peraturan dengan kepala daerah. n Pasal 151 ( 1 ) Piutang daerah yang terjadi sebagai akibat hubungan keperdataandapat diselesaikandengan cara damai. (4) Pembayaran pokok pinjamandan/atauobligasidaerah dicatat pada rekening pokokutangyangjatuhtempo. (3) Penyusunan peraturankeparadaerah sebagaimana dimaksudpada ayat (1) berpedoman padaperaturan Menteri Dalam NJgeri. tanggung Pasal 150 ( 1 ) Piutang atau tagihan daerahyang tidak dapatdiselesaikan padasaat seluruhnya jatuh tempo. c.00 miliar (lima rupiah). daerah sebelum f.000. e.000. (2) Piutangdaerahdapat dihapuskan dari pembukuan denganpenyelesaian secara mutlak atau bersyarat. (2) Piutang daerahjenis tertentusepertipiutangpajak daerahdan piutangretribusi daerahmerupakan prioritasuntuk didahulukan penyelesaiannyu . . dan g' aKivitaslain dalamrangka pengembangan pasarperdana pasarsekunder ke obligasi daerah. (2) PPK-SKPD melakukanpenatausahaan atas penerimaanpiutang atau tagihan daerah yangmenjadi jawabSKPD.diselesaikan sesuai peraturan dengan perundang-undangan. (2) Peraturankepala daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurangkurangnya mengatur mengenai: a' penetapan strategi dan kebijakanpengelolaan obligasidaerah termasuk kebijakan pengendalian resiko. penjualan obligasi daerah melalui lelang dan/atau tanpalelang. penerbitan obligasi daerah. pembelian kembali obligasi jatuh tempo. kepala daerah untukjumlahsampai dengan Rp5. pelunasan. d. b.53( 3 ) Pembayaran denda pinjamandanlatauobligasidaerah dicatat pada rekening belanja bunga.

luar BagianKedua KebijakanUmumsefta Prioritasdan Ptafon Anggaran Sementara Perubahan APBD .000. register surat penagihan dan registersurat penagihan berulang piutang daerah tercantum dalamLampiran B. BAB VIII PERUBAHAN APBD Bagian Peftama Dasar PerubahanAPBD Pasal 154 (1) Perubahan dapatdilakukan APBD apabila terjadi: yang tidaksesuai a. berulang daerah.00 miliar rupiah).000. (2) BuKi pembayaran piutang SKPKD pihakketigaharusdipisahkan dari dengan buKi penerimaan ataspendapatan padatahunanggaran kas berjalan. kepala daerah dengan persetujuanDPRD untuk jumlah lebih dari (lima Rp5.54b. SKPKD menyiapkan buKi dan administrasi piutang Format suratpenagihan piutang suratpenagihan daerah.000. perkembangan denganasumsiKUA. kepala penagihan. antarjenis belanja. piutangdaerah. (Z) Perubahan APBD hanya dapat dilakukan1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun anggaran. kecuali dalamkeadaan biasa. penagihan piutang padaayat Untukmelaksanakan daerah sebagaimana dimaksud (1). (1) (2) (3) (4) Pasal152 penagihan menatausahakan SKPKD piutang Kepala melaksanakan dan daerah. d. yang menyebabkan pergeseran b. antar kegiatan. dan yang menyebabkan c. keadaan harusdilakukan anggaran antarunit organisasi. pelaksanaan Jadwal APBD tercantum dalamLampiran peraturan B.IVperaturan menteri ini.dan e. Pasal153 (1) KepalaSKPKDsetiap bulan melaporkan piutang kepada realisasipenerimaan kepala daerah. keadaan darurat.V menteri ini.i Pasal155 perkembangan tidaksesuai yang (1) Perubahan disebabkan APBD denganasumsi KUA (1) huruf a dapatberupaterjadinya dimaksud dalamPasal 154 ayat sebagaimana pelampauan proyeksipendapatan daerah. daerah.alokasibelanja atau tidak tercapainya yang semula pembiayaan ditetapkan dalamKUA. sumberdan penggunaan . keadaan luar biasa. keadaan saldoanggaran lebihtahun sebelumnya harus digunakan dalamtahunberjalan.

(2) Rancangan surat edaran keparadaerahsebagaimana dimaksudpada ayat (1) mencakup: a' PPA perubahan yangdialokasikan APBD untukprogram barudan/atau kriteria DPA-SKPD yang dapatdiubahpadasetiapSKPD blrikut rencana pendapatan dan pembiayaan. b' program dan kegiatan yang dapat diusulkanuntuk ditampung dalam perubahan APBDdenganmempertimbangkan waKu pelaksanaln sisa ApBD tahunanggaran berjalan. capaiantarget kinerjaprogramdan kegiatan yang harus dikurangidalam perubahan APBD apabila asumsi KUA tidaktercapai. setelah dibahas selanjutnyadisepakati menjadi kebijakanumum perubahanApBD serta ppA peruba-han ApBD paling lambat minggukeduabulanAgustus tahunanggaran berjalan. (s) Ra.-55( 2 ) Kepala daerah memformulasikan hal-hal yang mengakibatkanterjadinya perubahan APBDsebagaimana dimaksud dalam pasal 15i ayat (1) nurur a t<e dalam rancangan kebijakan umumperubahan ApBD seftappAsperubahan ApBD.ncangan kebijakan umum perubahanAPBD dan ppAS perubahanApBD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepadaDPRDpalinglambat peftama minggu bulanAgustus dalam tahunanggaran berjalan. Pasal 157 Berdasarkan nota kesepakatan TIJ sebagaimana dimaksud dalampasal156 ayat (1). (7) Format rancangan kebijakan umumperubahan ApBDsebagaimana pada dimaksud ayat(5) tercantum dalamLampiran peraturan C. ( 3 ) Dalamrancangan kebijakan ppASperubahan perubahan umum ApBDdan ApBD sebagaimana dimaksudpada ayat (z) disajikansecara lengkap penjelasan mengenai: a.III peraturan menteri ini.i berjalan.agar dihindariadanyapenganggaran kegiatanpembangurran friit oi dalamrancangan peraturan daerah perubahJn tentang ApBri. capaian target kinerjaprogram dan kegiatan yang harusditingkatkan dalam perubahan APBD apabila melampaui asumsi KUA. DIRD terhadaprancangan peraturandaerah tentang perubahan APBD diperkirakan pada akhir bulan septembertahun angga.hal persetujuan. (B) Formatrancangan perubahan PPAS ApBDsebagaimana dimaksud pada ayat (5) tercantum dalamLampiran peraturan C. . TAPD menyiapkanrancangansurat edaran kepala daerah perihal pedoman penyusunan RKA-SKPD yang mem'ratprogram dan kegiatan baru dan/ataukriteria DPA-SKPD yang dapatdiubahuntukdianggarkan dalamperubahan ApBDsebagai acuanbagikepala SKPD. c. (2) Formatnota kesepakatan sebagaimana padaayat (1) tercantum dimaksud dalam Lampiran C. masinglmasing dituangkanke dalam nota kesepakatan yang ditandalangani bersamaantara kepala daerah pimpinan dengan DPRD. (6) Dalam. (4\ Ra. perbedaan asumsi dengan yangditetapkan KUA sebelumnya.lan d.II menteri ini. Pasal156 ( 1 ) Kebijakan umum perubahan APBD serta ppA perubahan APBD yang telah disepakati sebagaimana dimaksuddaram pasal is5 ayat (5).ncangan kebijakan umum perubahanAPBD dan ppAs perubahanAPBD sebagaimana dimaksudpada ayat (4).i menteri ini.

56program dan denganprogramnasional antar dan kegiatan SKPD sinkronisasi programSKPD dengan kinerja SKPDberkenaansesuai dengan standar yangditetapkan. 99. dariyangtelahditetapkan kegiatan atau pengurangancapaiantarget kinerja program dan kegiatan Peningkatan dalam format dokumen dimaksudpada ayat (1) diformulasikan sebagaimana (DPPA-SKPD). 91. dan rincian obyek pendapatan. Pasal95. Bagian Ketiga PergeseranAnggaran Pasal160 dan antarjenis belanja antarkegiatan. kelompok. sekretaris padaayat (2) dan ayat(3) dilakukan dimaksud sebagaimana Pergeseran anggaran APBD dengan cara mengubah peraturankepala daerah tentang penjabaran dalam rancangan dianggarkan untuk selanjutnya sebagaidasar pelaksanaan. transparansi akuntabilitas prestasi pencapaian penyusunan kerja. ketentuan dalam Pasal90.IVperaturanmenteriini. dilakukan ataspersetujuan atas dilakukan Pergeseran antar obyek belanjadalamjenis belanjaberkenaan persetujuan daerah. Dalam format DPPA-SKPD baik sebelum belanjaserta pembiayaan obyek.format RM-SKPDdan/atau DPPAdan harga. kepada perhatian yang perlumendapatkan dari SKPD terkaitdengan lainnya d.kode rekeningAPBD. hal-hal prinsip-prinsip peningkatan dan efisiensi. efeKifitas. daerahtentangperubahan (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) . bataswaktu penyampaian PPKD.dan anggaran dalamrangka PPA keb'tjakan umum perubahan APBD. standar analisa belanja standar yang dapatdiubah penyusunan (3) Pedoman dan/atau kriteriaDPA-SKPD RKA-SKPD oleh kepala daerah paling dimaksudpada ayat (1).jenis. 97. Pasal Pasal Pasal dan Pasal Pasal159 dalam Pasal157 ayat (1) dapat dimaksud DPA-SKPD sebagaimana Perubahan capaian target kinerja program dan berupa peningkatanatau pengurangan semula. SKPD. lampiran meliputi sebagai e. Pasal94. pelaksanaan perubahan anggaran SKPD dijelaskancapaiantarget kinerja. perubahan setelah maupun dilakukan dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam Format DPPA-SKPD sebagaimana Lampiran C. Pasal93. ketigabulanAgustus lambat minggu b. pelayanan minimal yangtelahdiubah RKA-SKPD dan/atauDPA-SKPD c. antar rincian obyek belanjadalam obyek belanja berkenaandapat Pergeseran PPKD. anggaran Pergeseran antar dimaksuddalam Pasal154 ayat (1) huruf b sefta pergeseran sebagaimana obyekbelanjadiformulasikan dan antarrincian dalamjenis belanja obyekbelanja dalamDPPA-SKPD. antarunit organisasi. Pasal berlaku 98. Pasal158 dimaksuddalam Pasal157 ayat ( 1 ) RKA-SKPD sebagaimana Tata cara penyusunan Pasal 92. peraturan APBD. perubahan. 96. diterbitkan sebagaimana tahunanggaran berjalan. dokumen perubahan APBD.

huruf c.5 7- dapatdilakukan dengan caramerubah peraturan daerah tentang APBD. mendanai kenaikan gaji dan tunjangan pNS akibat adanya kebijakan pemerintah. (4) Penggunaan saldoanggaran lebihtahunsebelumnya untukmendanai pengeluaran sebagaimana dimaksudpada ayat (2) huruf d diformulasikan terlebih dahulu dalamDPAL-SKPD. (s) Pergeseran anggaran antarunit organisasi. antarkegiatan. dan mendanai kegiatan-kegiatan yang capaian target kinerjanya ditingkatkan dari yangtelahditetapkan semula dalamDpA-sKpD tahunSnggarun yang be6alan dapat diselesaikan sampaidengan batas akhir penye'iesaian pembayarai dalamtahunanggaran berjalan. (6) Anggaranyang mengalamiperubahanbaik berupa penambahan dan/atau pengurangan akibat pergeseran sebagaimana dimaksud pada ayat (1). harus dijelaskan dalamkolomketerangan peraturan kepaladaerahtentangpenjabaran perubahan APBD. (7) Tata carapergeseran sebagaimana dimaksud ayat (2) dan ayat (3) diaturdalam peraturan kepala daerah.. melunasi seluruh kewajiban bunga dan pokokutang. (s) Penggunaan anggaran tahunsebelumnya mendanai saldo lebih untuk pengeluaran sebagaimana dimaksudpada ayat (2) huruf e diformulasikan terlebihdafrulu dalamRKA-SKPD. b. (2) Keadaan yang menyebabkan saido anggaranlebih tahun sebelumnya harus a. e' t' (3) Penggunaan saldo anggarantahun sebelumnya untuk pendanaan pengeluaran sebagaimana dimaksudpada ayat (2) huruf a. dan huruf f diformulasikan terlebih dahuludalamDppA-SKpD. mendanai kegiatan pasal13g. huruf b. . lanjutan sesuai dengan ketentuan mendanaiprogramdan kegiatanbaru dengan kriteria harus diselesaikan sampai denganbatasakhirpenyelesaian pembayaran dalamtahunanggaran berjalan. c' d. digunakan dalam tahun anggaran berjalansebagaimana dimaksud dalam pasal 154ayat(1) hurufc dapatberupa: membayar bungadan pokokutangdan/atau obligasi yang melampaui daerah anggaran yangtersedia mendahului perubahan APBD sebagaimana dimaksud dalamPasat 145ayat(2). antarjenis belanja dan Bagian Keempat Penggunaan SaldoAnggaran LebihTahunSebelumnya Dalamperubahan APBD Pasal161 ( 1 ) Saldoanggaran lebihtahun sebelumnya merupakan sisa lebihperhitungan tahun anggaran sebelumnya.

sekretaris setelahmemperoleh DPA-SKPD PPKD oleh (11) PelaKanaanpengeluaranuntuk mendanaikegiatan dalam keadaan darurat sebagaimana dimaKud pada ayat (2) dan ayat (5) terlebih dahulu ditetapkan peraturan daerah. bukanmerupakan sebelumnya. derrgan kepala . kerugian b. dapatdiprediksikan b. pemerintah daerah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia dalam laporan realisasi tersebut disampaikan dan pengeluaran anggarannya.58BagianKelima PendanaanKeadaanDarurat Pasal162 (1) Keadaan dimaksuddalam Pasal 154 ayat (1) huruf d darurat sebagaimana sebagai berikut: kriteria memenuhi sekurang-kurangnya pemerintah dariaKivitas daerah dantidak kegiatan normal a. tersedia dalamtahunanggaran b. diformulasikan terlebih (9) Dalam hal keadaan darurat terjadi setelah ditetapkannyaperubahanAPBD. c. dimaksudpada ayat (5) (6) Kriteriabelanjauntuk keperluan sebagaimana mendesak mencakup: yang anggarannya pelayanan belum dasarmasyarakat dan kegiatan a. menggunakan program berjalan. program dan berjalan. perubahan APBD. (3) Pendanaan sebagaimana keadaandarurat yang belum tersediaanggarannya padaayat(2) dapatmenggunakan belanja tidakterduga. keperluan mendesaklainnya yang apabila ditunda akan menimbulkan yang lebihbesarbagipemerintah daerahdan masyarakat. (7) Penjadwalan ulang capaiantarget kinerjaprogramdan kegiatanlainnyadalam dimaksud pada ayat (4) huruf a tahun anggaran berjalan sebagaimana dahuludalamDPPA-SKPD. terjadi secara berulang. yang pengeluaran (Z) Dalamkeadaan daerahdapatmelakukan darurat. anggaran.pemerintah yang selanjutnya diusulkan dalam rancangan belum tersedia anggarannya. d. padaayat(9) dimaksud (10) Dasarpengeluaran sebagaimana untuk kegiatan-kegiatan dasarpengesahan untukdijadikan terlebih dahuludalamRKA-SKPD diformulasikan persetujuan daerah. (5) Pengeluaran dimaksudpada ayat (2) termasuk belanja untuk sebagaimana yang kriterianya dalamperaturandaerahtentang ditetapkan keperluan mendesak APBD. dan dan pengaruh berada diluarkendali pemulihan yangsignifikan anggaran dalamrangka terhadap memiliki dampak yangdisebabkan keadaan oleh darurat. terlebih diformulasikan padaayat(6) dimaksud sebagaimana (S) Pendanaan daruratuntukkegiatan keadaan dahuludalamRKA-SKPD. tidakdiharapkan pemerintah daerah. dimaksud dapatdilakukan dengan cara: (4) Dalam belanja tidakterduga tidakmencukupi hal ulang capaiantarget kinerja dana dari hasil penjadwalan a. dan/atau tahunanggaran lainnya dalam dan kegiatan memanfaatkan uang kasyangtersedia.

indikatorkinerja. dan standar pelayanan minimal. (2) Pembahasan TAPDdilakukanuntuk menelaah oleh kesesuaian antara RKA-SKPD dan DPPA-sKPD sebagaimana dimaksud padaayat (1) dengankebijakan umum perubahan APBDserta PpAperubahan ApBD. ( 1 ) RKA-SKPD memuatprogram yang dan kegiatan baru dan DppA-sKpD yang akan . (2) Penjadwalan ulang/pengurangan capaian targetsebagaimana padaayat dimaksud (1) diformulasikan dalamDppA-SKpD.prakiraan rnul-. (1) Bagian Ketujuh penyiapan RaperdaperubahanAPBD pasal 166 dianggarkan dalamperubahan yang telah disusun APBD oleh SKpDdisampaikan kepada PPKD untukdibahas lebihlanjutolehTApD. (2) Persentase 50Yo (lima puruh persen)sebagaimana dimaksudpada ayat (1) merupakan selisih(gap) kenaikan atau penurunan antarapendapatan dan'belan3a dalam APBD. ke (3) DPPA-SKPD sebagaimana dimaksudpada ayat (2) digunakansebagai dasar penyusunan rancangan peraturan daerah perubahan tentang kedua APBD. dapatdilakukan'penambahan 163 kegiat-an baru dan/ataupenjadwalan ulang/peningkatan capaiantarget kinerja pr6gramdan kegiatan dalamtahunanggaran berjalan.standarsatuan harga. (3) Penjadwalan ulang/peningkatan capaiantarget kinerja program dan kegiatan sebagaimana dimaksud padaayat(1) diformulasikan terlebih Jahuludalam6ppnSKPD. maka dapat dilakukan penjldwalan ulang/pengurangan . target kinerja programdan kegiatantainnya capaian dalam tahunanggaran berjalan.serta capaian kinerja. (2) Penambahan kegiatan baru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diformulasikan terlebih dahulu dalamRKA-SKPD..5 9Bagian Keenam PendanaanKeadaanLuar Biasa pasal 163 (1) Keadaan luar biasasebagaimana dimakud dalampasal154 ayat (1) huruf e merupakan keadaan yang menyebabkanestimasi penerimaan dan/atau pengeluaran dalamAPBDmengalami kenaikan atau penurunan lebih besardari 50% (limapuluhpersen).Pasal ayat (1).standaranalisis belanja.yung direncanakan atau yang telah disetujui dan dokumenperencanaan lainnya.t APBDmengalami penurunan rebihdar:i50% (lima puluh persen)sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163 ayat (t). Pasal165 hal kejadianluar biasayang menyebabkan estimasipenerimaan dalam ?g$. (4) RKA-SKPD DPpA-sKpD dan sebagaimana pada ayat (2) dan ayat (3) dimaksud digunakansebagai dasar penyusunan rancanganperaturan daerah tentang perubahan kedua APBD. pasal 164 (1) Dalamhal kejadianluar biasayang menyebabkan estimasipenerimaan dalam APBDmengalami peningkatan lebihdari 50o/o (lima puluh persen)sebagaimana dimaksud dalam.

APBD tentang kepala daerah Bagian Kedelapan Penetapan Perubahan APBD Paragraf 1 Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD dan RancanganPeraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Perubahan APBD Pasal168 peraturandaerahtentang perubahan APBDdan peraturankepaladaerah Rancangan perubahan APBDyang disusunoleh PPKDmemuat pendapatan.organisasi. daerah. Pasal169 peraturandaerah tentang perubahanAPBDsebagaimana dimaksud (1) Rancangan peraturan APBD daerahtentangperubahan dalamPasal168 terdiri dari rancangan beseftalampirannya. belanja perubahanbelanja menurut urusan pemerintahandaerah. a.60yang memuatprogram (3) Dalamhal hasilpembahasan RKA-SKPD DPPA-SKPD dan dan kegiatan yang akan dianggarkandalam perubahan APBD terdapat dimaksudpada ayat (2). SKPD sebagaimana denganketentuan ketidaksesuaian penyempurnaan. . rekapitulasi daerah dan fungsi dalam kerangka pengelolaan urusan pemerintahan negara. ringkasan daerah dan b. d. dimaksud pada ayat (1) (2) Lampiranrancanganperaturan daerah sebagaimana terdiridari: perubahan APBD. dan pembiayaan. rincianperubahan pendapatan.dijadikan APBD dianggarkan dalamperubahan peraturan APBDdan rancangan penyusunan tentangperubahan daerah rancangan perubahan penjabaran peraturan olehPPKD. melakukan Pasal167 yang yang memuatprogram baru dan DPPA-SKPD akan (1) RKA-SKPD dan kegiatan yang telah disempurnakan perubahan oleh SKPD. PPKD untukdibahas kepada disampaikan yang akan yang memuatprogramdan kegiatanbaru dan DPPA-SKPD (2) RKA-SKPD yang telah dibahas bahan TAPD. perubahan dan keterpaduan belanjadaerahuntuk keselarasan e. tentangpenjabaran perubahandan yang tidak mengalami yang mengalami belanjadan pembiayaan perubahan. daftarperubahan g. APBD dalam dianggarkan lebihlanjutolehTAPD. f. Laporan keuangan pemerintah daerah yang telah ditetapkan dengan peraturan daerahterdiridari: 1) laporan realisasianggaranyang telah ditetapkandengan peraturan yang anggaran tahunperubahan sebelum daerah1 (satu)tahunterakhir direncanakan. ringkasanperubahanAPBD menurut urusan pemerintahan organisasi. rekapitulasi programdan kegiatan. keuangan jumlah pegawai golongan per dan per jabatan. APBDmenuruturusanpemerintahan c. organisasi.

daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang berum diselesaikan dianggarkan dan kembali dalamtahunanggaran dan ini.VIperaturan menteriini.beserta lampirannya kepadaDPRDpaling lambat minggu kedua bulan September tahunanggaran berjalan persetujuan untukmendapatkan bersama. kelompok. Pasal170 Rancanganperaturan kepala dderah tentang penjabaran perubahan APBD sebagaimana dimakud dalamPasal 169ayat (2) terdiridari rancangan peraturan kepala daerah perubahan tentangpenjabaran ApBDbeserta lampirannya. obyek. (4) Penyebarluasan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD dilaksanakan sekretariat oleh daerah. penjabaran perubahan APBD menurut organisasi.6 1neracayang telah ditetapkan denganperaturan daerah1 (satu)tahun terakhir sebelum tahunperubahan yangdirencanakan. Lampiran peraturan rancangan kepaladaerahsebagaimana padaayat dimaksud (1) terdiridari: a. Formatrancangan peraturan daerahtentangperubahan APBDbesertalampiran sebagaimana pada ayat (1) tercantum dimaksud dalam Lampiran c. i.program. dan b. (2) Rancangan peraturandaerahtentangperubahan APBDsebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebelum disampaikan oleh kepala daerah kepada DPRD disosialisasikan kepada masyarakat. kegiatan. h.. daftarpinjaman daerah. . (3) Sosialisasi peraturan rancangan daerahtentang perubahan APBDsebagaimana dimaksud pada ayat (2) bersifat memberikaninformasimengenai hak dan kewajibanpemerintahdaerah serta masyarakat perubahan dalam pelaksanaan APBD tahunanggaran yangdirencanakan.rincianobyekpendapatan.V peraturan menteri ini. 2) (3) (1) (2) (3) Pasal171 (1) Rancangan peraturan daerahtentangperubahan APBDyang telah disusun oleh PPKD disampaikan kepada kepala daerah. anggaran 3) laporanarus kas yang telah ditetapkan dengan peraturandaerah 1 (satu) tahun terakhir sebelum tahun perubahananggaran yang direncanakan. belanja daerah dan pembiayaan daerah. Paragraf 2 Penyampaian. 4) catatanatas laporankeuangan yang telah ditetapkan denganperaturan daerah1 (satu)tahunterakhir sebelum yang tahunperubahan anggaran direncanakan. Formatrancangan peraturankepaladaerahtentangpenjabaran perubahan APBD besefta lampiran sebagaimana padaayat(1) tercantum dimaksud dalamLampiran C. belanjadan pembiayaan. jenis. ringkasanpenjabaranperubahananggaranpendapatan daerah.pembahasandan penetapan RaperdaPerubahanAPBD Pasal172 (1) Kepaladaerah menyampaikan peraturandaerahtentang perubahan rancangan APBD.

Apabila hasilevaluasi tidak ditindaklanjuti gubernur oleh dan DPRD.XIXperaturan menteriini. gubernurbersamaDPRD dan peraturanperundang-undangan paling lama 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak melakukanpenyempurnaan diterimanya hasilevaluasi. Dalamhal MenteriDalam Negerimenyatakan bahwa hasil evaluasirancangan peraturandaerah tentang perubahan peraturangubernur APBDdan rancangan tentang penjabaranperubahanAPBDbertentangan dengan kepentingan urnum yang lebih tinggi. (6) Formatsusunannota keuangan perubahan pada APBDsebagaimana dimaksud ayat (2) tercantum dalamLampiran C. Pembatalan peraturan daerah dan peraturan gubernur serta pernyataan berlakunya padaayat (3) ditetapkan APBD tahun berjalan sebagaimana dimaksud dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri. MenteriDalam Negeri membatalkan peraturandaerahdan peraturangubernurdimaksudsekaligus menyatakan tidak diperkenankan melakukan perubahanAPBD dan tetap berlaku APBD tahun anggaran berjalan. (3) DPRD menetapkan agenda pembahasan rancangan peraturan daerah padaayat(1). . ayat (2).VIIperaturan menteriini. (5) Pengambilan peraturandaerah keputusan DPRDuntuk menyetujuirancangan pada ayat (1) palinglambat3 tentangperubahan APBDsebagaimana dimaksud (tiga)bulansebelum yangbersangkutan tahunanggaran berakhir. dan gubernur tetap menetapkanrancanganperaturandaerah tentang perubahanAPBDdan rancanganperaturan gubernur tentang penjabaranperubahanAPBD menjadi peraturandaerah dan peraturangubemur. Paragraf 3 Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Perubahan APBD Pasal173 peraturan Tata caraevaluasi dan penetapan rancangan daerahtentangperubahan peraturan gubernurtentang penjabaran APBDprovinsidan rancangan perubahan APBD provinsi menjadi peraturan daerah dan peraturan gubernur berlaku ketentuan Pasal110 ayat (1). (7) Format persetujuanbersama rancanganperaturan daerah tentang perubahan pada ayat (1) tercantumdalam Lampiran APBDsebagaimana dimaksud C. ayat (2). (1) (2) (3) (4) Pasal 174 (1) Tata caraevaluasi peraturan dan penetapan rancangan daerahtentangperubahan APBD kabupaten/kota dan rancangan peraturan bupati/walikota tentang penjabaranperubahan APBD kabupaten/kota menjadi peraturan daerah dan peraturan bupati/walikota berlakuketentuan Pasal111 ayat (1).VII peraturan menteriini. dan ayat (4).62(2) Penyampaian peraturan rancangan padaayat (1) daerahsebagaimana dimaksud perubahan disertai dengan notakeuangan APBD. ayat (3). sebagaimana dimaksud peraturan (4) Pembahasan pada kebijakanumum rancangan daerahberpedoman perubahan yang telah disepakati APBD sertaPPAperubahan APBD antarakepala daerah dan pimpinan DPRD. (8) Jadwalperubahan APBD tercantum dalamLampiran C. dan ayat(4). ayat(3).

(2) DPA-SKPD yang mengalami perubahan dalamtahun berjalanseluruhnya harus disalin kembali dalamDokumen ke Pelaksanaan Perubahan Anggaran Satuan Kerja Perangkat (DppA-SKpD). Daerah (3) DalamDPPA-SKPD sebagaimana padaayat (2) terhadaprincianobyek dimaksud pendapatan. kepala daerahharusmemberhentikan pelaksanaan peraturan daerah dan selanjutnyaDPRD bersama kepala daerah peraturan mencabut daerah dimaksud. keputusan Pasal175 (1) Paling lama7 (tujuh) hari kerjasetelah pembatalan sebagaimana dimakud dalam Pasal 173 ayat (4) dan Pasal 174 ayat(4). sekaligus menyatakan tidakdiperkenankan perubahan melakukan APBD dan tetap berlaku APBD tahunanggaran berjalan. gubernur membatalkan peraturan daerah dan peraturan bupati/walikota dimaksud.dan bupati/walikotatetap menetapkan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBDdan rancangan peraturan bupati/walikota tentang penjabaran perubahanAPBD menjadi peraturandaerah dan peraturan bupati/walikota. ( 3 ) Apabilahasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh bupati/walikota dan DpRD. Pasal176 Gubernurmenyampaikan hasil evaluasiyang dilakukan atas rancanganperaturan daerah kabupaten/kota tentang perubahan APBD dan rancangan peraturan bupati/walikota tentangpenjabaran perubahan APBD kepada Menteri Dalam Negeri. bupati/walikota bersama DpRDmelakukan penyempurnaan paling lama7 (tujuh)hari kerjaterhitung sejakditerimanya hasilevaluasi.belanja atau pembiayaan yang mengalami penambahanatau pengurangan atau pergeseran harus disertaidengan penjelasanlatar belakang perbedaan jumlah anggaran baik sebelum perubahan dilakukan maupunsetelah perubahan. (2) Pencabutan peraturandaerahsebagaimana dimaksudpada ayat (1) dilakukan dengan peraturan daerah tentang pencabutan peraturan Oaerafr tentang perubahan APBD. dilakukan . Pasal 177 Tata carapenyempurnaan evaluasi hasil sebagaimana dimakud dalampasal173 ayat (2) dan Pasal ayat (2) berlaku 174 ketentuan dalampasal113. (4\ Pembatalan peraturan daerah dan peraturanbupati/walikota serta pernyataan berlakunya APBD tahun berjalan sebagaimana padaayat (3) ditetapkan dimaksud dengan gubernur.-63- ( 2 ) Dalam hal Gubernurmenyatakan hasil evaluasirancangan peraturandaerah tentang APBD dan rancangan peraturan bupati/walikota tentangpenjabaran ApBD tidaksesuai dengankepentingan umumdan peraturan perundJng-undangan yang lebih tinggi. Paragraf 4 PelaksanaanperubahanAnggaran SKpD Pasal 178 ( 1 ) PPKD palinglama 3 (tiga) hari kerjasetelah peraturan daerahtentangperubahan APBDditetapkan. memberitahukan kepada semuakepalasKpD agar menyusun rancangan DPA-SKPD terhadapprogramdan kegiatanyang dianggarkan dalam perubahan APBD.

anggaran belanja. (2) Untukmengelola daerah padaayat (1). Pasal180 pelayanan pelaksanaan penerimaan pengeluaran kepada Untukmendekatkan dan kas SKPDatau masyarakat BUD dapat membuka rekening penerimaandan rekening padabankyangditetapkan pengeluaran olehkepala daerah. . potongan Askes.dan disahkan oleh PPKD persetujuan berdasarkan sekretaris daerah. Bagian Ke{ua PengelolaanKas Non Anggaran Pasal 183 penerimaan (1) Pengelolaan non anggaran kas mencerminkan dan pengeluaran kas yang tidak mempengaruhi pendapatan. ke kas Pasal182 pengeluaran (1) Rekening sebagaimana dimakud dalamPasal180 diisidengandana yang bersumber dari rekening umumdaerah. potongan PPh. (3) Penunjukan bank yang sehat sebagaimana dimaksudpada ayat (2) ditetapkan dengankeputusan kepaladaerahdan diberitahukan kepadaDPRD. BUDmembuka kas sebagaimana dimaksud kas rekening umumdaerahpadabankyangsehat. Pasal 181 penerimaan (1) Rekening sebagaimana dimaksud dalamPasal180 digunakan untuk penerimaan menampung daerahsetiaphari. BAB IX PENGELOLAAN KAS Bagian Peftama PengelolaanPenerimaandan PengeluaranKas Pasal179 jawab terhadap (1) BUDbertanggung pengelolaan penerimaan pengeluaran dan kas daerah. dan pembiayaan pemerintah daerah. (2) Penerimaan sebagaimana padaayat(1) seperti: kas dimaksud a. potongan PPN. d.64(4) DPPA-SKPD dapat dilaksanakan setelah dibahas TAPD. (2) Saldo penerimaan padaayat (1) setiapakhirhari rekening sebagaimana dimaksud kerjawajib disetorkan seluruhnya rekening umum daerah. kas padarekening (2) Jumlahdanayang disediakan pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disesuaikan yang telah ditetapkan dengan rencanapengeluaran dalamAPBD. b. c. potongan Taspen.

65e. c. penerimaan titipanuangmuka. penyetoran PPN. e. pejabat yang diberiwewenang mengesahkan SpJ. kepala daerah menetapkanl a. Bagian Kedua penatausahaanKeuangan Daerah Pelaksanaan Pasal185 (1) Untukpelaksanaan APBD. lainnya Penerimaan kas sebagaimana dimaksudpada ayat (2) diperlakukan sebagai penerimaan perhitungan fihakketiga. b. penyetoran Askes. d. pejabat yang diberiwewenang menandatangani Sp2D. Informasi penerimaan dan pengeluaran sebagaimana kas kas padaayat dimaksud (2) dan ayat(3) disajikan dalamlaporan aruskasaKivitasnon anggaran. pejabat yangdiberiwewenang menandatangani SpM. penerimaan jaminan. pengembalian titipanuangmuka. penyetoran Taspen. (3) (4) (5) (6) (7) (B) . uang dan g. b. lainnya Pengeluaran sebagaimana kas padaayat(1) seperti: dimaksud a. f . Tata cara pengelolaan non anggaran kas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diaturdalamperaturan kepala daerah. d. penyetoran PPh. Penyajian informasi sebagaimana dimaksud padaayat (6) sesuai denganStandar Akuntansi Pemerintahan. penerimaan yangsejenis. BABX PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAERAH Bagian pertama penatausahaanKeuangan Daerah Azas Umum Pasal184 (1) Pengguna anggaran/kuasapengguna anggaran. Pengeluaran kas sebagaimana dimakud pada ayat (3) dilakukansebagai pengeluaran perhitungan fihakketiga. f . pejabat yang diberiwewenang menandatangani SpD. c. uang dan g. pengembalian jaminan. bendahara penerimaan/ pengeluaran dan orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah wajib menyelenggarakan penatausahaan lesuai peraturan dengan perundang-undangan. (z) Pejabat yang menandatangani dan/ataumengesahkan dokumenyang berkaitan dengansurat bukti yang menjadidasarpenerimaan dan/ataupengeluaran atas pelaksanaan APBDbertanggung jawab terhadapkebenaran materialdan akibat yangtimbuldari penggunaan suratbuktidimaksud. pengeluaran yangsejenis.

dan buKi penerimaan lainnya e. Penetapan kepada kepala SKPD. kantorposoleh keuangan dan/atau lembaga banklain. disetormelalui pihakketiga. dimaksud pada ayat (2) dan ayat (4) Penetapanpejabat sebagaimana berkenaan. disetorlangsung bankolehpihakketiga. pengeluaran olehpembantu bendahara. pengurusan gaji. pejabat lainnya sebagaimana dimaksudpada ayat (1) huruf h. dan pelaksanaan APBD.dan penerimaan pihakketiga.belanjabantuan pembiayaan padaSKPKD. pembantu bendahara penerimaan dan/atau pembantu bendahara pengeluaran. PPK-SKPD diberiwewenang padaSKPD. Bagian Ketiga Penerimaan Penatausahaan Pasal 187 (1) Penerimaan kas daerahdisetorke rekening umurndaerahpadabank pemerintah yangditunjukdan dianggap setelah notakredit. pengeluaran dan belanja pembantudan bendahara pengeluaran pembantu g. yang diberiwewenang kegiatan dari melaksanakan atau beberapa satu b.badan. h. PPTK suatuprogramsesuai dengan bidangtugasnya. didelegasikan kepala oleh daerah padaayat(3) mencakup: lainnya sebagaimana dimaksud Pejabat yang melaksanakan fungsitata usahakeuangan a. bendaharapenerimaan SKPD. kuasaBUDmenerima sah (2) Penerimaan daerahyang disetorke rekeningkas umum daerah sebagaimana padaayat(1). pejabat yang diberi wewenangmenandatangani yangsah. kas dan buKi penerimaan d. dilakukan dengan cara: dimaksud ke a. tidakterduga. dan bendahara yang mengelolabelanja bunga.66e. belanjabantuansosial. pejabat lainnya dalamrangka pejabat yang ditunjuk sebagai kuasa penggunaanggaran/kuasa Penetapan pengguna dimaksudpada ayat (1) huruf b dilaksanakan barang sebagaimana dengan sesuai kebutuhan. surat bukti pemungutan c. keuangan. b. oleh bendahara c. pejabat yang diberi wewenangmenandatangani pendapatan daerah. bendahara dapatdibantu (2) Pembantu bendahara penerimaansebagaimanadimaksud pada ayat (1) kasiratau pembuatdokumenpenerimaan melaksanakan fungsisebagai (3) Pembantu bendahara pengeluaransebagaimana dimaksud pada ayat (1) pembuat dokumen pengeluaran uang atau melaksanakan fungsi sebagaikasir. t. disetormelalui . tahunanggaran dilaksanakan sebelum dimulainya (2) (3) (4) (5) Pasal186 penerimaan (1) Untukmendukung dan bendahara kelancaran tugasperbendaharaan.belanjabagi hasil. penerimaan bendahara pengeluaran. belanja subsidi. bendaharapengeluaran belanjahibah.

surattandasetoran(STS). evaluasi dan analisis sebagaimana dimaksud padaayat(8) diaturdalamperaturan kepala daerah. pasal 188 Dalam daerah hal yang karenakondisi geografisnya dijangkau sulit dengankomunikasi dan transportasi sehinggamelebihibataswaktu'penyetoran sebagairiana dimaksud dalamPasal ayat(2) ditetapkan 187 peraturan daram kepala daerah. bukukasumum. bukupembantu rincian per objekpenerimaan. 6 7(3) Benda berharga seperti karcis retribusi sebagai tandabuktipembayaran pihak oleh ketigakepada bendahara penerimaan sebaglimana dimaksud padaayat (2) i-ruruf c diterbitkan disahkan dan olehppKD. buku pembantu rincian per objek penerimaan buku dan -pada rekapitulasi penerimaan hariansebagairnana dimaksud ayat (2) tercantum dalamLampiran peraturan D. . dan c. lainnya {7) PPKDselaku BUD melakukanverifikasi. (9) Mekanisme dan tatacaraverifikasi. bukurekapitulasi penerimaan harian. bukupembantu rincian per objekpenerimaan. bukukasumum. (3) Bendahara penerimaan dalammelakukan penatausahaan sebagaimana dimaksud padaayat(2) menggunakan: a. bukurekapitulasi penerimaan harian. c. buktipenerimaan yangsah.evaluasidan analisis atas laporan peftanggungjawaban bendahara penerimaan padaSKPDsebagaimana dimaksud padaayat (5). retribusi c. b. buktipenerimaan yangsah. menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaanliepada ppKD selaku BUDpalinglambattanggal10 bulanberikutnya. surat ketetapan (SKR). evaluasi dan analisis sebagaimana dimakud pada ayat (7) dilakukan dalamrangkarekonsiliasi penerimaan. b. suratketetapan pajakdaerah (SKp-Daerah). d. Pasal189 (1) Bendahara penerimaan wajib menyelenggarakan penatausahaan terhadap seluruh penerimaan penyetoran penerimaan dan atas yangmenjadi jawabnya. tanggung (2) Penatausahaan atas penerimaansebagaimana dimaksud pada ayat (1) menggunakan: a.. dan e. dan d.tanggung l-awabnyadengan .I menteri ini. (B) Verifikasi. (6) Laporan pertanggungjawaban penerimaan sebagaimana pada ayat (4) dimaksud dan ayat(5) dilampiri dengan: a. (10) Formatbuku kas umum. (5) Bendaharapenerimaan pada sKpD wajib mempeftanggungjawabkan secara fungsionalatas pengelolaan uang yang menjadi. lainnya (4) Bendaharapenerimaanpada sKpD wajib mempertanggungjawabkan secara administratif atas pengelolaan uang yang menjaditanggungjawabnyadengan menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaan-liepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui palinglambattangial 10 PPK-SKPD bulanberikutnya. surattanda bukti pembayaran. b.

68(11) Formatsurat ketetapanpajak daerah,surat ketetapanretribusi,surat tanda padaayat (3) dimaksud sebagaimana dan setoran, surattandabuktipembayaran ini, menteri D.II dalamLampiran peraturan tercantum (12) Format laporan peftanggungjawaban bendahara penerimaan sebagaimana padaayat (a) dan ayat(5) tercantum D.III peraturan dalamLampiran dimaksud ini. menteri Pasal190 geografis ataspertimbangan kondisi (1) Dalam obyekpendapatan daerah tersebar hal kewajibannya wajib pajak dan/atau wajib retribusitidak mungkin membayar langsungpada badan, lembagakeuanganatau kantor pos yang beftugas penerimaan, dapatditunjuk tugasdan fungsibendahara melaksanakan sebagian pembantu. penerimaan bendahara penatausahaan (Z) Bendaharapenerimaan pembantu wajib menyelenggarakan dan penyetoranatas penerimaanyang menjadi terhadapseluruh penerimaan jawabnya. tanggung (3) Penatausahaan atas penerimaansebagaimanadimaksud pada ayat (2) menggunakan: a. bukukasumum;dan pembantu. harian b. bukukaspenerimaan penatausahaan pembantu sebagaimana penerimaan dalammelakukan (4) Bendahara padaayat(3) menggunakan: dimaksud pajakdaerah(SKP-Daerah); a. suratketetapan (SKR); retribusi b. suratketetapan (STS); c. surattandasetoran dan d. surattanda buKi pembayaran; yangsah. lainnya e. buKi penerimaan menyampaikan laporan (5) Bendahara penerimaan pembantu wajib paling lambat penerimaan penerimaan pertanggungjawaban kepadabendahara tanggal5 bulanberikutnya. verifikasi, penerimaan dimaKudpadaayat (5) melakukan (6) Bendahara sebagaimana penerimaan. pertanggungjawaban ataslaporan dan evaluasi analisis padaayat pembantu dimaksud sebagaimana (7) Formatbuku kas penerimaan harian menteriini' D.IV peraturan (3) huruf b tercantumdalamLampiran Pasat191 atau kantorpos keuangan bank,badan,lembaga daerahdapatmenunjuk Kepala penerimaan. yangbertugas tugasdanfungsibendahara sebagian melaksanakan pada dimaksud atau kantor pos sebagaimana Ban( badan,lembagakeuangan kas umumdaerah ke uangyang diterimanya rekening seluruh ayat (1) menyetor palinglama 1 (satu) hari kerjaterhitungsejakuangkas tersebutditerima. dan yangsulit dijangkau geografis dengankomunikasi kondisi Ataspertimbangan ketentuanbatas waKu penyetoransebagaimana transportasi,dapat melebihi kepaladaerah. padaayat (2) ditetapkan dalamperaturan dimaksud dimaksudpada Bank, badan, lembagakeuanganatau kantor pos sebagaimana kas yang diterimanyakepada seluruhuang ayat (1) mempertanggungjawabkan BUD. daerah melalui kepala padaayat dimaksud sebagaimana dan Tatacarapenyetoran pertanggungjawaban peraturan daerah' (4) ditetapkan kepala (2), ayat(3), dan ayat dengan

(t) (2)

(3)

(4)

(5)

-69Pasal192 ( 1 ) Bendahara penerimaan pembantu wajibmenyetor seluruh uangyang diterimanya ke rekening umumdaerah kas paling lama1 (satu)hari kerjaterhitung sejakuang kastersebut diterima. ( 2 ) Bendahara penerimaan pembantumempertanggungjawabkan penerimaan bukti dan bukti penyetoran seluruh dari uangkas yang diterimanya kepadabendahara Denerimaan,

Pasal 193 Pengisian penatausahaan dokumen penerimaan menggunakan dapat aplikasi komputer dan/atau elektronik alat lainnya.
Pasal194 Dalam bendahara hal penerimaan berhalangan, maka: a. apabila melebihi (tiga) hari sampai 3 selama-lamanya(satu) bulan,bendahara 1 penerimaan tersebutwajib memberikan suratkuasakepadapejabatyang ditunjuk untuk melakukan penyetoran dan tugas-tugas bendaharapenerimlan atas tanggungjawab bendahara penerimaan yang bersangkutan dengan diketahui kepala SKPD; b. apabilamelebihi1 (satu) bulan sampaiselama-lamanya (tiga) bulan, harus 3 ditunjukpejabatbendahara penerimaan diadakan dan beritaacari serahterima; c. apabila bendaharapenerimaan sesudah3 (tiga ) bulan belum juga dapat melaksanakan tugas,makadianggap yangbersangkutan telah mengundurkan diri atau berhentidari jabatan sebagai penerimaan bendahara dan oleh karenaitu segera penggantinya. diusulkan pasal 195 prosedur Ringkasan penatausahaan penerimaan bendahara tercantum dalamLampiran D.Vperaturan menteri ini. Bagian Keempat pengeluaran Penatausahaan Paragraf I PenyediaanDana Pasal196 (1) Setelah penetapan anggaran kas, ppKD dalam rangka manajemen kas menerbitkan SpD. (2) SPD sebagaimana dimaksudpada ayat (1) disiapkan oleh kuasa BUD untuk ditandatangani ppKD. oleh Pasal 197 ( 1 ) Pengeluaran atas bebanAPBD kas dilakukan berdasarkan atau dokumen SPD lain yangdipersamakan dengan SpD. (2) Format sPDsebagaimana padaayat(1) tercantum dimaksud dalamLampiran D.VI peraturan menteriini.

-70Paragraf 2 Permintaan Pembayaran Pasal198 (1) Berdasarkan SPD atau dokumen lain yang dipersamakandengan SPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197 ayat (1), bendaharapengeluaran mengajukan pengguna SPPkepadapengguna anggaran/kuasa anggaran melalui PPK-SKPD. (2) SPP sebagaimana dimaKudpadaayat(1) terdiridari: (SPP-UP); a. SPP UangPersediaan b. SPP GantiUang(SPP-GU); SPP c, Tambahan Uang(SPP-TU); dan (SPP-LS). d. SPP Langsung (3) Pengajuan sebagaimana padaayat (2) huruf a, huruf b, dan huruf c SPP dimaksud dilampiri penggunaan dengandaftar rincianrencana dana sampaidenganjenis belanja. Pasal199 ( 1 ) Penerbitandan pengajuan dokumen SPP-UP dilakukan oleh bendahara pengeluaranuntuk memperolehpersetujuandari pengguna anggaran/kuasa pengguna pengisian anggaran melalui PPK-SKPD dalamrangka uangpersediaan. (2) Dokumen padaayat(1) terdiridari: SPP-UP sebagaimana dimaksud a. 'surat pengantar SPP-UP; b. ringkasan SPP-UP; c, rincian SPP-UP; d. salinan SPD; e. draft surat pernyataan untuk ditandatangani oleh penggunaanggaran/kuasa penggunaanggaranyang menyatakan bahwa uang yang diminta tidak dipergunakan untuk keperluan selainuang persediaan saat pengajuan SP2D kepadakuasaBUD;dan f. lampiran yangdiperlukan. lain Pasal 200 ( 1 ) Penerbitandan pengajuan dokumen SPP-GU dilakukan oleh bendahara pengeluaran untuk memperolehpersetujuan dari pengguna anggaran/kuasa pengguna ganti uangpersediaan. anggaran melalui PPK-SKPD dalamrangka padaayat(1) terdiridari: (2) Dokumen SPP-GU sebagaimana dimaksud pengantar a . surat SPP-GU; b. ringkasan SPP-GU; c. rincian SPP-GU; peftanggungjawaban pengeluaran d . suratpengesahan laporan bendahara atas penggunaan danaSPP-UP/GU||U sebelumnya; e. salinan SPD; f. draft surat pernyataan untuk ditandatangani oleh penggunaanggaran/kuasa pengguna anggaran yang menyatakanbahwa uang yang diminta tidak dipergunakan untuk keperluan selainganti uang persediaan saat pengajuan SPZD kepada kuasaBUD;dan g. lampiran yangdiperlukan. lain

a. b . pengguna anggaran melalui (2) Dokumen SPP-LS untuk pernbayaran dan tunjangan gaji sebagaimana dimaksud padaayat(1) terdiridari: a. ( 1 ) Penerbitan dan pengajuan dokumenspp-Tu dilakukanoleh bendahara Pasal203 ( 1 ) Pengajuan dokumen sPP-up.-71(3) Formatsurat pengesahan laporanpetanggungjawaban pengeluaran bendahara sebagaimana dimaksud padaayat (2) huruf d tercantum dalam Lampiran D. surat keterangan yang memuat penjelasan keperluanpengisian tambahan uangpersediaan. dan g. pasal200 ayat(2iluruf f. uang (2) Dokumen SPP-TU sebagaimana pada dimaksud ayat(1)terdiri dari: suratpengantar SPP-TU. Pasal204 (1) Penerbitan pengajuan dan dokumen SPP-LS untukpembayaran dan tunjangan gaji serta penghasilanlainnya sesuai dengan peraturan peiunOang-undangan dilakukan oleh bendahara pengeluaran guna memperoleh persetujuari pengguna anggaran/kuasa ppK-SKpD. (4) Dalam danatambahan hal uangtidakhabis digunakan dalam1 (satu)bulan. Pasal 202 pengeluaran untuk memperoleh persetujuan dari pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui PPK-SKPD rangka dalam tambahan persediaan. Pasal200 ayat (1) dan pasalz0z iyat (1) digunakan dalam gka pelaksanaan ran pengeluaran sKpDyangharusdipertanggungjawabkan. d .VII peraturan menteri ini. rincian SPP-TU. pasal201 jumlah Ketentuan batas SPP-UP SPP-GU pasal dan sebagaimana dimaksud dalam 199 danPasal ditetapkan 200 peraturan dalam kepala dierah. t. A draft suratpernyataan untukditandatangani pengguna oleh anggaran/kuasa penggunaanggaranyang menyatakan bahwa uang yang diminta tidak dipergunakan untuk keperluanselain tambahan uang persediaan saat pengajuan SP2D kepada kuasa BUD.VIII peraturan menteriini. dan Pasal202 ayat (2) huruf e tercantumdalam LampiranD. suratpengantar Spp-LS.x peiaturan menteri ini. spp-Gudan spp-TU sebagaimana dimaksud dalam Pasal199 ayat (1). ringkasan SPP-TU. salinan SPD. (2) Formatdraft surat pernyataan pengguna anggaran/kuasa penggunaanggaran sebagaimana dimaksud dalampasal199ayat(2) hurufe.maka sisatambahan uangdisetor rekening umumdaerah. (3) Batas jumlah pengajuan spp-TUharusmendapat persetujuan dari ppKDdengan memperhatikan rincian kebutuhandan waKu penggunaan ditetapkandalam peraturan kepala daerah. ke kas (s) Formatsuratketerangan sebagaimana padaayat (2) huruff tercantum dimaksud dalamLampiran D. . lampiran lainnya.

daftarpotongan sewarumahdinas. (3) Lampirandokumen SPP-LSuntuk pembayarangaji dan tunjangan seta penghasilan padaayat(2) hurufd mencakup: lainnya dimaksud sebagaimana pembayaran induk. rincian SPP-LS. b. uang duka wafat/tewasyang dilengkapi dengan daftar gaji indu(gaji ga susulan/ kekuran n gaji/ua dukawafat/tewas. anggotaDPRD sertagaji dan tunjangan (4) Kelengkapan lampiran dokumen SPP-IS pembayarangaji dan tunjangan peruntukannya. u. rincian SPP-LS. fotokopisurat nikah. e. h. peraturan perundang-undangan mengenai penghasilan pimpinan dan w. SPP-LS. fotokopiaKe kelahiran. lampiran SPP-LS. kekurangan d. ringkasan c. gaji terusan. padaayat(3) digunakan sesuai dengan sebagaimana dimaksud Pasal205 (1) PPTKmenyiapkandokumen SPP-LS untuk pengadaanbarang dan jasa untuk permintaan pengeluaran dalamrangkapengajuan disampaikan kepada bendahara pembayaran pada (2) Dokumen dan jasa sebagaimana dimaksud barang SPP-LS untuk pengadaan ayat(1) terdiridari: a. SKkenaikan i. daftarkeluarga o.72b. dan d. suratpindah. surat L suratpemyataan masihmendudukijabatan. c. suratpengantar SPP-LS. pemberhentian pembayaran q. v. gaji kenaikan berkala. b. gaji. .' (KP4). gaji a. suratketerangan masihsekolah/kuliah. suratpernyataan melaksanakan tugas. t. suratketerangan r. kepaladaerah/wakil kepaladaerah. pangkat. p. ng f. SKjabatan. SSP PPhPasal dan 21. s. pernyataan pelantikan. g. SKPNS. m. dan d. j. k. gajisusulan. n. c. (3) Lampirandokumen SPP-LS barang dan jasa sebagaimana untuk pengadaan padaayat(2) hurufd mencakup: dimaksud a. ringkasan SPP-LS. SKCPNS. (SKPP) gaji. lampiran SPP-LS. suratkematian. salinan SPD.

berita acara pemeriksaan yang ditandatangani oleh pihak ketiga/rekanan sertaunsurpanitiapemeriksaan barangberikutlampiran yang daftarbarang diperiksa. khususuntuk pekerjaan yang perhitungan konsultan harganyamenggunakan biaya personil (billing rate). d. dokumen lain yang dipersyaratkan untuk kontrak-kontrak yang dananya sebagianatau seluruhnya bersumber dari penerusan pinjaman/hibah luar negen. olehbendahara /f\ . berita acara prestasi kemajuan p-re6aan dilampiridengan bukti kehadiran dari tenaga konsultansesuai pentahipan waKu pekerjaan dan buKi penyewaanlpembelian penunjang alat serta bukti pengeluaran lainnya berdasarkan rincian dalamsuratpenawaran. non j. sPP-UP/GUrrU. k. (4) Kelengkapan lampiran dokumen spp-Lspengadaan barangdan jasa sebagaimana dimaksud padaayat(3) digunakan sesuai peruntu[annya. bendaharapengeluaran mengembalikan dokumen spp-Ls pengadaan ppTKuntukdilengkapi.memperoleh oleh persetujuan pengguna ppK-sKpD. o.. dan p. suratjaminanbankatauyangdipersamakan dikeluarkan bankatau yang oleh lembaga keuangan bank. (3) SPP-LS belanjabarangdan jasa untuk kebutuhan sKpDyang bukanpembayamn langsung pihakketiga kepada dikelola pengeluaran. i. g. surat pemberitahuan potongandenda keterlambatan pekerjaandari ppTK pekerjaan apabila mengalami keterlambatan. kwitansi bermeterai. h.selelah diperhitungkankewajiban pihak ketiga sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. m. f. beritaacarapembayaranl. beritaacarapenyelesaian pekerjaan. beritaacaraserahterimabarangdanjasa. e. yang ditandatangani nota/faktur pihakketigadan pprK seftaidisetujui olehpengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran. surat perjanjian kerjasama/kontrak antara pengguna anggaran/kuasa penggunaanggarandengan pihak ketiga serta mencantumkan nomor rekening bankpihakketiga. ssP disertaifaKur pajak (ppN dan pph) yang telah ditandatangani wajib pajakdan wajibpungut. l. n' foto/buku/dokumentasi tingkatkemajuan/ penyelesaian pekerjadn. potonganjamsostek(potongan sesuaidenganketentuanyang berlaku/surat pemberitahuan jamsostek). surat angkutan atau konosemen pengadaan apabila barangdilaksanakan di luarwilayah kerja. anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui Pasal206 (1) Permintaan pembayaran untuk suatukegiatan dapatterdiridari SPp-LS dan/atau b. barang danjasa kepada (6) Bendahara pengeluaran mengajukan spp-6 sebagaimana padaayat(1) dimaksud pengguna kepada anggaran setelah ditandatangani pprK guna._73_ salinan suratrekomendasi SKpD dari teknis terkait. SPP-LS sebagaimana padaayat(1) untukpembayaran dimaksud langsung kepada pihak ketiga berdasarkan kontrak dan/atau surat perintah lierja. dengan (s) fllam hal kelengkapan yangdiajukan dokumen sebagaimana padaayat dimaksud (4) tidak lengkap. c.

I dengan Lampiran peraturan padaayat (1) huruf b. yangdiajukan olehbendahara dan SPP-UP. SPP-GU. Pasal peraturan (1) tercantum menteri ini. dengan menerbitkan SPP-LS dilakukan Pasal209 yang digunakan pengeluaran (1) Dokumen dalam menatausahakan oleh bendahara pengeluaran permintaan pembayaran mencdkup: a. sefta ayat(4) tercantum Pasal210 pengguna (1) Pengguna menelitikelengkapan dokumen anggaran anggaran/kuasa pengeluaran. pengeluaran rincian per obyek. kegiatan padaayat(1) huruf b. mengembalikan PPK-SKPD pengeluaran untukdilengkapi. dan huruff dapatdikerjakan penerbitan yang digunakan SPP (4) Dokumen dalammenatausahakan oleh PPK-SKPD mencakup registerSPP-UP/GUfruILS. (5) Kartu kendali kegiatan sebagaimana dimaksudpada ayat (2) tercantumdalam D. bukusimpanan/bank. huruf c. pengeluaran lainnya Pasal207 SPP-GU. (7) Dokumen sebagaimana dimaksud menteriini. Pasal 205 199 200 ayat(1). (2) Dalam rangka pengendalianpenerbitanpermintaanpembayaranuntuk setiap dibuatkan kaftu kendalikegiatan. SPP-LS (Z) Penelitian dimaksudpada ayat (1) dokumen SPP sebagaimana kelengkapan dilaksanakan PPK-SKPD.belanjabagi belanjabunga. bukukasumum.dan pembiayaan hasil. menteri D. yangdiajukan kepada PPKD melalui PPK-SKPKD. olehpembantu bendahara e.)(Iperaturanmenteriini. f. Pasal ayat(1). buku pajak. (2) tidak lengkap.subsidi. bantuansosial. D. dalamLampiran D. bukupanjar. b.XII peraturan dalamLampiran dan huruff. huruf (3) Buku-buku dimaksud sebagaimana pengeluaran. d. 202 204 ayat(1).dan buku rekapitulasi register SPP-UP/GUIU/LS. SPP-GU. e.74(4) SPP-UP/GUffU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk pembayaran yangbukanuntukpihakketiga. huruf d. huruf e. oleh padaayat yangdiajukan dimaksud (3) Dalam kelengkapan sebagaimana hal dokumen SPP-TU.X ayat Pasal208 pembayaran hibah. c. dokumen SPP-UP. SPP-TU. huruf d. Pasal Pasal ayat(1). SPP-TU. Lampiran dimaksudpada ayat (1) huruf a sesuai (6) Format buku kas umum sebagaimana ini. SPP-6 sebagaimana dan dimaksud dalam Format dokumen SPP-UP. huruf c. kepada bendahara danSPP-LS . Permintaan SKPKD oleh bendaharapengeluaran bantuan keuangan.

_75_ Paragraf3 Perintah Membayar Pasal211 r 1 ) Dalam hal dokumen spp sebagaimana dimakud dalam pasal 210 ayat (2) dinyatakan lengkap dan sah. . (4\ Formatsurat penolakan penerbitan spM sebagaimana pada ayat (2) dimaksud tercantum dalamLampiran D. (3) Dalam hal penggunaanggaran/kuasa penggunaanggaranberhalangan.penggunaanggaran/kuasa penggunaanggaran dilarang menerbitkan yang membebanitahun sPM anggaran berkenaan.pengguna anggaran/kuasa pengguni anggaran menolak menerbitkan SpM. dan register penerbitan suratpenolakan SpM. ( 2 ) Dalam hal dokumen sPp sebagaimana dimaksuddalam pasal 210 ayat (2) dinyatakan tidaklengkap dan/atau tidaksah. Pasal212 ( 1 ) Penerbitan sPM sebagaimana dimaksud dalampasal211 ayat (1) palinglama 2 (dua)hari kerja terhitungsejakditerimanya dokumen Spp. yang bersangkutan dapat menunjuk pejabat yang diberi wewenang untuk menandatangani SPM.XIVperaturan menteriini.XV peraturan menteriini. Pasal214 ( 1 ) Dokumen-dokumen yang digunakan oleh penggunaanggaran/kuasa pengguna anggaran dalammenatausa pengeluaran hakan perintah membayamenca : r kup a. (2) Penatausahaan pengeluaran perintah membayar sebagaimana padaayat dimaksud (1) dilaksanakan PPK-SKpD. (2) Penolakan penerbitan sPMsebagaimana dimakud dalampasal 211 ayat(2) paling lama1 (satu) hari kerjaterhitungsBjakditerimanya pengajuan spp. b. Pasal215 setelah tahun anggaranberakhir. penggunaanggaran/kuasa penggunaanggaran menerbitkan SPM. (3) FormatsPM sebagaimana pada ayat (1) tercantumdalam Lampiran dimaksud D.XIil peraturan menteriini. registerSPM-UP/SPM-GU/SPM-TU/SpM-LS. Pasal213 SPMyangtelah diterbitkan sebagaimana dimaksud dalamPasal 212 ayat (1) diajukan kepada kuasa BUDuntukpenerbitan SPZD. oleh (3) Dokumen sebagaimana padaayat (1) tercantum dimaksud dalamLampiran D.

anggaran/kuasa tanggung dokumen SPM-GU untukpenerbitan 5P2Dmencakup: Kelengkapan pengguna tanggungjawab penggunaanggaran/kuasa a. surat pengesahan sebelumnya. buKi-buKi pengeluaran perundang-undangan. kuasaBUDmenolak yang bersangkutan dapat menunjukpejabat Dalamhal kuasaBUD berhalangan. per rincian objek yang disertai dengan buKi-buKi c. dan yang sah dan lengkapsesuaidengankelengkapan b. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Pasal217 217 ayat (6) palinglama2 (1) Penerbitan dimaksud dalamPasal SP2D sebagaimana pengajuan (dua) hari kerjaterhitungsejakditerimanya SPM.XVI dimaksud Format SP2D sebagaimana peraturan menteriini. penerbitan (3) Formatsurat penolakan dimaksudpada ayat (2) SP2Dsebagaimana menteriini. SP2Dadalahsurat pernyataan dokumenSPM-UP untuk penerbitan Kelengkapan jawabpengguna pengguna anggaran. anggaran. tanggung anggaran/kuasa dokumen SPM-LS untuk penerbitan SP2D mencakup: Kelengkapan a. yang diberiwewenang SP2D. surat pernyataan anggaran. surat pemyataan tanggungjawabpengguna anggaran/kuasapengguna . pada ayat (1) dinyatakan tidak dimaksud SPMsebagaimana Dalamhal dokumen pengeluaran tersebut melampaui pagu lengkap dan/atau tidak sah dan/atau menerbitkan SPZD.XVIIperaturan tercantum Pasal218 (1) Kuasa BUD menyerahkan SP2D yang diterbitkan untuk keperluan uang persediaan/ganti kepada pengguna uang persediaanltambahan uang persediaan penggguna anggaran. kuasaBUDmenerbitkan SP2D. buktiatas dokumenSPM-TU untuk penerbitan SP2Dadalah surat pernyataan Kelengkapan jawabpengguna pengguna anggaran. untuk menandatangani pada ayat (4) tercantum dalam D.76Paragraf 4 PencairanDana Pasal216 dokumen SPMyang diajukanoleh pengguna KuasaBUD menelitikelengkapan yang diajukan tidak penggunaanggaranagar pengeluaran anggaran/kuasa yang ditetapkan pagu dan memenuhi persyaratan dalam peraturan melampaui perundang-undangan. anggaranlkuasa (2) KuasaBUD menyerahkan SP2Dyang diterbitkanuntuk keperluan pembayaran pihakketiga. dalamLampiran D. pertanggungjawaban bendaharapengeluaranperiode b. anggaran. d.dimaKud dalam Pasal217 ayat (7) pengajuan palinglama1 (satu) hari kerjaterhitungsejakditerimanya SPM. ringkasanpengeluaran pengeluaran yang sah dan lengkap. persyaratan yang ditetapkan dalamperaturan dimaksudpada ayat (1) dinyatakan Dalam hal dokumen SPM sebagaimana lengkap. dan penyetoran PPN/PPh. penerbitan (2) Penolakan 5P2D sebagaimana . kepada langsung .

7 7- Pasal219 ( 1 ) Dokumen yangdigunakan kuasa BUDdalam menatausahakan mencakup: sp2D register SP2D. dokumen laporan peftanggungjawaban yang disampaikan sebagaimana dimakud pada ayat (1) mencakup: a. (B) Untuk tertib laporan pertanggungjawaban pada akhir tahun anggaran. dan (2) Format dokumen padaayat(1) tercantum sebagaimana dimaksud dalamLampiran peraturan D. dan c. suratpenolakan laporan. register penerbitan suratpenolakan SP2D. registerpenerimaan laporanpertanggungjawaban pengeluaran (SpJ). a. (2) Dokumen yang digunakan dalam menatausahakanpertanggungjawaban pengeluaran mencakup: a. (5) Bukukasumum sebagaimana padaayat(4) hurufa ditutupsetiap dimaksud bulan dengansepengetahuan persetujuan penggunaanggaran/kuasa dan pengguna anggaran. . Paragraf 5 PertanggungjawabanPenggunaanDana Pasal220 (1) Bendaharapengeluaransecara administratifwajib mempertanggungjawabkan penggunaanuang persediaan/ganti uang persediaan/tambah uang persediaan kepada kepala palinglambat SKPD melalui PPK-SKPD tanggal10 bulanberikutnya. (3) Format dokumen sebagaimana dimakud padaayat(2) tercantum dalamLampiran D. pengeluaran rincianobyek yang disertaidenganbuKi-bukti b. c. bukukas umum.pertanggungjawaban pengeluaran (SpJ). registerpengesahan laporanpertanggungjawaban pengeluaran (SpJ). c. bukukaspenerimaan pengeluaran.XIXperaturan menteriini. b. pertanggungjawaban pengeluaran dana bulan Desemberdisampaikan paling lambat tanggal31 Desember. register penutupan kas. ringkasan per pengeluaran yang sah atas pengeluaran dari setiap rincian obyek yang tercantum pengeluaran rincian dalamringkasan per obyekdimaksud. bukti atas penyetoran PPN/PPh kas negara.XVIII menteri ini. (4) Dalam mempeftanggungjawabkan pengelolaan uangpersediaan. b. d.dan e. pengguna anggaran menerbitkansurat pengesahanraporan pertanggungjawaban. (6) Dalamhal laporanpertanggungjawaban sebagaimana dimaksudpada ayat (4) telah sesuai. registerpenufupan kas.. (7) Ketentuan bataswaktu penerbitan suratpengesahan laporanpertanggungjawaban pengeluaran sanksiketerlambatan dan penyampaian pertanggungjawaban laporan ditetapkan dalamperaturan kepala daerah.dan ke d. register penolakan pertanggungjawaban laporan pengeluaran (spJ).

tingkatandaerah. verifikasi Dalammelakukan berkewajiban: SKPD dan dokumen laporan peftanggungjawaban keabsahan a. D. dan b.kompetensi penatausahaan Bendahara pengeluaran pembantu wajib menyelenggarakan jawabnya. meneliti kelengkapan yangdilampirkan. bukukas umum. buku panjar. dan dan/ataurentangkendali lokasi.78(9) Dokumen pendukung SPP-LS dapat dipersamakan dengan buKi pihak pembayaran kepada pertanggungjawaban pengeluaran bebanlangsung atas ketiga. 10 BUD secara fungsional pertanggungjawaban bendaharapengeluaran (11) Penyampaian surat setelahditerbitkan dimaksudpada ayat (10) dilaksanakan sebagaimana pengeluaran pertanggungjawaban pengesahan oleh penggunaanggaran/kuasa pengguna an99aran. per obyek. pengeluaran c. pada ayat (5) pengeluarap dimaksud sebagaimana pertanggungjawaban Laporan mencakup: a. yang menjaditanggung terhadapseluruhpengeluaran pembantu dalam pengeluaran yang digunakan oleh bendahara Dokumen-dokumen pengeluaran mencakup: menatausahakan a.dan pengenaan atas PPN/PPh bebanpengeluaran rincian c. menguji kebenaran sesuai dengan SPM dan SP2D yang diterbitkan periode sebelumnya Pasal222 pertimbangan pembantudapat ditunjuk berdasarkan pengeluaran Bendahara jumlah uangyang dikelola. bukukasumum. penatausahaan sebagaimana pembantu pengeluaran dalammelakukan Bendahara yangsah' buKi pengeluaran padaayat(3) menggunakan dimaksud menyampaikan laporan Bendahara pengeluaran pembantu' wajib palinglambat pengeluaran pengeluaran kepadabendahara pertanggungjawaban tanggal5 bulanberikutnYa. bebankerja. menghitung d.besaran pertimbangan objektiflainnya. pada SKPDwajib mempertanggungjawabkan secara (10) Bendaharapengeluaran uang yang menjadi tanggungjawabnya dengan fungsionalatas pengelolaan pengeluaran kepadaPPKDselaku laporanpertanggungjawaban menyampaikan palinglambattanggal bulanberikutnya. buKi Yangsah. dan b. bukupajakPPN/PPh. besaran SKPD. c. pengeluaran dimaksud pertanggungjawaban sebagaimana (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) . atas laporan dan analisis evaluasi verifikasi. menguji kebenaran perhitungan atas pengeluaranper rincian obyek yang per tercantumdalamringkasan rincianobyek.K( dalamLampiran ayat(10) tercantum Pasal221 yang PPKatas laporanpertanggungjawaban disampaikan. bukupajakPPN/PPh. pengeluaran melakukan Bendahara padaayat(6). pengeluaran dimaksudpada sebagaimana (12) Formatlaporanpertanggungjawaban peraturan menteri ini. pengeluaran buKi-bukti b.

apabila melebihi (tiga) hari sampai 3 selama-lamanya(satu) bulan.belanja tidak terduga. bantuan keuangan. 1 1 \ Pasal 224 pengeluaran Bendahara yang mengelola belanja bunga. c. diusulkan Pasal 227 prosedur Ringkasan penatausahaan pengeluaran bendahara tercantum dalamLampiran D. apabila bendaharapengeluaran sesudah3 (tiga ) bulan belum juga dapat melaksanakan tugas. hibah. 1 (2) Bendahara penerimaan pengeluaran dan bendahara pemerikaankas melakukan yang dikelola penerimaan oleh bendahara pembantu pengeluaran dan bendahara pembantu sekurang-kurangnya 1 (satu)kalidalam3 (tiga)bulan. PPTKdan bendaharapengeluaran yang melaksanakan tugaspembantuan kabupaten/kota. (4) Berita acara pemerikaan kas sebagaimana dimaksudpada ayat (3) disertai penutupan sesuai dengan register kas peraturan dengan Lampiran D. maka: a. apabilamelebihiI (satu) bulan sampaiselama-lamanya (tiga) bulan.-79Pasal223 Pengguna anggaran/kuasa penggrJna anggaran pemeriksaan yang melakukan kas dikelolaoleh bendaharapenerimaan dan bendaharapengeluaran sekurang: kurangnya (satu)kalidalam3 (tiga)bulan. ini. harus 3 pejabat ditunjuk pengeluaran diadakan bendahara dan beritaacaraserahterima.subsidi. Pasal226 Dalam bendahara pengeluaran hal berhalangan.bendahara 1 pengeluaran tersebutwajib memberikan suratkuasakepadapejabatyang ditunjuk untuk melakukan pembayarandan tugas-tugasbendahara pengeluaranatas tanggung jawab bendaharapengeluaran yang bersangkutan dengan diketahui kepala SKPD.bantuan sosial. (3) Pemeriksaan sebagaimana kas padaayat (1) dan ayat (2) dituangkan dimaksud dalamberitaacarapemeriksaan kas.)OO menteri.rcff peraturan menteriini. Pasal225 Pengisian dokumen penatausahaan bendaharapengeluaran dapat menggunakan aplikasi komputer dan/atau alatelektronik lainnya. dan pembiayaan penatausahaan melakukan sesuai peraturan denganketentuan perundang-undangan. b. di . Bagian Kelima PenatausahaanPendanaanTugas pembantuan Pasal 228 (1) Gubernurmelimpahkankewenangan kepadabupati/walikota untuk menetapkan pejabat kuasa pengguna anggaran pada SKPD kabupaten/kota yang menandatangani sPM/mengujisPP.makadianggap yangbersangkutan telah mengundurkan diri atau berhenti dari jabatan sebagaibendahara pengeluaran dan oleh karenaitu segera penggantinya. belanja bagi hasil.

oleh ditandatangani PPTK setelah desaberkenaan pada pada ayat (1) mengacu dimaksud sebagaimana SPP-LS Lampiran dokumen 204. dimaksudpada ayat (4) mengacu sebagaimana dokumenSPM-LS Kelengkapan padaketentuan 214. APB Pasal 229 yang ditetapkansebagai penanggungjawab PPTKpada SKPD kabupaten/kota tugas pembantuanprovinsi menyiapkandokumen SPP-LSuntuk disampaikan pada SKPD kabupaten/kota berkenaandalam kepada bendaharapengeluaran pembayaran. PPTKdan bendaharapengeluaran SPM/menguji menandatangani desa. oleh ditandatangani PPTK setelah dimaksudpada ayat (1) mengacupada sebagairnana Lampiran dokumenSPP-LS 205.80desauntukmenetapkan kepada kepala kewenangan (2) Bupati/walikota melimpahkan pada lingkunganpemerintahdesa yang pejabat kuasa penggunaanggaran yang SPP. dalamPasal dokumenSPM-LS menelitikelengkapan KuasaBUD provinsiatau kabupaten/kota pada dimaksud yang diajukan oleh kepaladesasebagaimana pembantuan tugas SP2D. dalamPasal tugas pembantuan dokumenSPM-LS KuasaBUD provinsi menelitikelengkapan padaayat dimaksud sebagaimana yangdiajukanoleh kepalaSKPD kabupaten/kota (5) untukmenerbitkan SP2D. kuasaBUD kepada untukdisampaikan dokumen kelengkapan dengan pada ayat (4) mengacu dimaksud sebagaimana dokumenSPM-LS Kelengkapan padaketentuan 214. ayat (5) untuk menerbitkan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (1) (2) (3) (4) (5) (6) . Pasal dalam ketentuan diseftai SPM-LS pada ayat (2) menerbitkan dimaksud desa sebagaimana Kepala atau BUDprovinsi kuasa kepada untukdisampaikan dokumen kelengkapan dengan kabupaten/kota. di tugaspembantuan pemerintah melaksanakan penatausahaan laporanpertanggungjawaban pelaksanaan atas dan (3) Administrasi provinsi kabupaten/kota terpisahdari dilakukan secara di danatugas pembantuan pelaKanaan pertanggungjawaban APBD penatausahaan laporan dan administrasi kabupaten/kota. atas penatausahaan laporanpertanggungjawaban pelaksanaan dan (4) Administrasi di dana tugas pembantuankabupaten/kota pemerintahdesa dilakukansecara dan laporan pertanggungjawaban terpisah dari administrasipenatausahaan pelaksanaan Desa. ketentuan dalamPasal disertai pada ayat (2) menerbitkan SPM-LS dimaksud KepalaSKPDsebagairnana provinsi. permintaan rangkapengajuan padaayat (1) mengajukan SPP-LS pengeluaran dimaksud sebagaimana Bendahara kepada kepala SKPDberkenaan disertaidengan lampiranyang dipersyaratkan tugaspembantuan. Pasal 23O desa yang ditetapkansebagaipenanggungjawab PPTKpada kantor pemerintah menyiapkandokumen SPP-LS tugas pembantuanprovinsi dan kabupaten/kota pengeluaran/bendahara pada kantor desa kepadabendahara untuk disampaikan pembayaran' permintaan pengajuan pemerintah dalamrangka desaberkenaan dimaksudpada ayat (1) desa pengeluaran/bendahara sebagaimana Bendahara kepadakepala disertaidenganlampiranyang dipersyaratkan SPP-LS mengajukan tugaspembantuan.

14) Proses sebagaimana dimaksudpada ayat (3) didokumentasikan dalam bentuk bukujurnaldan buku besar. laporan realisasi anggaran.dan d. b. catatan ataslaporan keuangan. b. dan c.8 1Pasal231 (1) Pedoman penatausahaan pelaksanaan pendanaan provinsi tugas pembantuan di kabupaten/kota desaditetapkan dan peraturan gubernur. BABXI AKUNTANSIKEUANGAN DAERAH Bagian Peftama SistemAkuntansi Pasal 232 (1) Entitas pelaporan dan entitasakuntansi menyelenggarakan sistemakuntansi pemerintahan daerah. Dalam rangka peftanggungjawaban pelaksanaan toJ ApBD sebagaimana dimaksud padaayat(3). entitasakuntansi menyusun yangmeliputi: laporan keuangan a. prosedur penerimaan akuntansi kas. (3) sistem akuntansipemerintahan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputiserangkaian prosedurmulaidari prosespengumpulan data.. neraca. pencatatan. c. (2) sistem akuntansipemerintahan daerahsebagaimana dimaksudpada ayat (1) ditetapkandengan peraturan kepaladaerah mengacu pada peraturandaerah tentangpokok-pokok pengelolaan keuangan daerah. Pasal 233 sistemakuntansi pemerintahan daerah sekura ng-kurangnya meriputi : a. prosedur akuntansi asettetap/barang milikdaerah. prosedur pengeluaran akuntansi kas. dalam (2) Pedoman penatausahaan pelaksanaan pendanaan tugas pembantuan kabupaten/kota desaditetapkan di peraturan dalam bupati/walikota. laporan realisasi anggaran. catatan ataslaporan keuangan. (2) sistem akuntansipemerintahan daerahsebagaimana dimaksudpada ayat (1) disusundengan berpedoman pada prinsippengendalian intern sesuaidengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang pengendalianinternal dan peraturan pemerintah tentangstandar pemerintahan.dan apabila diperlukan ditambah denganbuku besar pembantu. entitaspelaporan menyusun laporan yangmeliputi: keuangan a. neraca. . pengikhtisaran. c. akuntansi \ r.dan d. b. laporan aruskas. (s) Dalamrangka pertanggungjawaban pelaksanaan ApBD sebagaimana dimaksud padaayat(3). sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan yangdapatdilakukan APBD secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. prosedur akuntansi selain kas.

VII. Lampiran dimaksudpada ayat (2) sesuaidengan Lampiran sebagaimana dan LampiranA. kodeakunpembiayaan.IV. saldoawalperiode (3) Saldo menjadi dipindahkan akhirsetiapperiode Pasal 238 (1) Bukubesardapatdilengkapi sebagai alat uji silang buku besarpembantu dengan teftentu.-82- Pasal234 pemerintahan (1) Sistem oleh daerah dilaksanakan PPKD.II. padaayat(1) dan ayat (2) disusun dengan (3) Koderekening dimaksud sebagaimana kepentingan penyusunan laporan statistik keuangan memperhatikan daerah/negara. dan kodeakunbelanja.. rekening dan kelengkapan informasi pada ayat (1) berisirincianakun (2) Buku besarpembantusebagaimana dimaksud yangtelah dicatatdalambuku besar. rekening dengan sesuai ke diposting dalambuku besar pada pada ayat (1) ditutup dan diringkas (2) Buku besar sebagaimana dimaksud kebutuhan. anggaran terdiridari kode akun (2) Koderekening laporan realisasi untuk menyusun pendapatan. padaayat(1) tercantum E.IX A. denga terjadinya n sesuai Pasal237 (1) Transaksiatau kejadian keuanganyang telah dicatat dalam buku jurnal secaraperiodik dimaksuddalam Pasal235 ayat (1) selanjutnya sebagaimana berkenaan. LampiranA. ian kejad keuan transaksi danlatau.VIII.I menteri dalamLampiran peraturan (5) Kode rekening yang digunakan untuk menyusun laporan realisasianggaran A. padaayat (2) mengkoordinasikan pelaksanaan (3) PPK-SKPD dimaksud sebagaimana penerimaandan bendahara bendahara sistem dan prosedur penatausahaan pengeluaran Pasal235 (1) Kode rekeninguntuk menyusun neracaterdiri dari kode akun aset. akuntansi (2) Sistem oleh akuntansi SKPD dilaksanakan PPK-SKPD. transaksi (2) Pencatatan dimaksudpada ayat (1) dilakukansecarakronologis sebagaimana gan. LampiranA. LampiranA. Pasal236 (1) Semua transaksi dan/atau kejadian keuangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan bukti daerahdicatatpadabukujurnal berdasarkan yang sah. kode akun dana. dimaksud (4) Kode rekeningyang digunakanuntuk menyusunneracasebagaimana ini. peraturan menteriini. dengan akhirperiode sesuai setiap berikutnya. dan kodeakunekuitas kewajiban.III. .

dan nilai wajar imbalan lainnya yang dibayarkan sebagai komponenharga perolehan asettetap. pengukuran pelaporan aset. (6) Keb'rjakan kapitalisasiaset sebagaimana dimaksud pada ayat (4) merupakan pengakuan jumlah kas/setara dan nilaiwajar imbalan terhadap kas yang lainnya dibayarkan penambah asettetap. sebagai nilai (7) Contoh format kebijakan akuntansisebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalamLampiran peraturan E. (3) Peraturankepala daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurangkurangnya memuat: a. dan atas pendapatan.belanjaadministrasi pembelian/pembangunan.II menteri ini. ekuitas. pengukuran dan pelaporan setiapakun dalamlaporan keuangan. (2) Kepala sKPDsebagai entitasakuntansi menyusun laporankeuangan sKpDyang disampaikan kepadaPPKD untukdigabung menjadi pemerintah laporan keuangan daerah.kewajiban. (5) Kebijakan harga perolehan sebagaimana dimaksudpada ayat (4) merupakan pengakuan terhadapjumlah kas/setara kas yang dibayarkan terdiri dari belanja modal. (4) Dalampengakuan pengukuran dan sebagaimana padaayat (3) huruf a dimaksud juga mencakup keb'tjakan mengenai perolehan kapitalisasi harga dan aset. akuntansi (2) Kebijakan akuntansisebagaimana dimaksudpada ayat (1) merupakan dasar pengakuan.83Bagian Kedua Kebijakan Akuntansi pasal 239 (1) Kepala daerahmenetapkan peraturan kepala daerahtentangkebijakan akuntansi pemerintah daerah dengan padastandar berpedoman pemerintahan. prinsip-prinsip penyusunan penyajian pelaporan dan keuangan. belanjapengiriman. disampaikan kepada PPKD untukdigabung dalamlaporan ke pemerintah keuangan daerah sebagaimana dimaKudpadaayat(1). ( 3 ) KepalaBLUD sebagaientitasakuntansi menyusun laporankeuangan yang BLUD (4) Kepala BLUDsebagai entitaspelaporan menyusun yang laporankeuangan BLUD disampaikan kepada kepala daerah dan diaudit oleh pemeriksaekstern sesuji peraturan perundang-undangan. Pasal 240 (1) Pemerintah daerah sebagai entitas pelaporanmenyusunlaporan keuangan pemerintah daerah. dengan . pajak. definisi. pengakuan. b. belanja. pembiayaan dan seftalaporan keuangan. (B) Ikhtisar kebijakanakuntansiyang diberlakukan pada setiap tahun anggaran dimuatdalamcatatanatas laporankeuangan tahunanggaran berkenaan.

padaayat(1) hurufa dilengkapi dengan: (2) BuKitransaksi dimaksud sebagaimana pajakdaerah(SKP-Daerah). buktitransaksi Pasal 243 Buku yang digunakan untuk mencatat transaksi dalam prosedur akuntansi 241 penerimaan sebagaimana dalamPasal terdiridari: dimaksud kas kas. buKi transfer. b.IVperaturan Lampiran dimaksud pada ayat (1) huruf c Format buku besar pembantu sebagaimana menteriini. kas c. a. surattandabukti pembayaran. nota kreditbank. sampai dengan pelaporan keuangan pelaksanaan APBDyang kas denganpenerimaan dalamrangkapertanggungjawaban komputer.84Bagian Ketiga Akuntansi KeuanganDaerahpada SKPD Paragraf 1 Prosedur Akuntansi Penerimaan Kas pada SKPD Pasal241 proses mulaidari penerimaan padaSKPD serangkaian meliputi kas akuntansi Prosedur yang berkaitan pencatatan. buku besar. buku besarpembantu.dan d. dan/atau a. E. bukujumal penerimaan b.V dalamLampiran peraturan tercantum (1) (2) (3) (4) Pasal 244 dimaksud dalam Pasal 24I Prosedurakuntansi penerimaankas sebagaimana oleh dilaksanakan PPK-SKPD.III peraturan dalamLampiran tercantum dalam padaayat(1) hurufb tercantum dimaksud Format bukubesarsebagaimana menteriini. . STS. SKR.pengikhtisaran.dan c. suratketetapan b. Pasal 245 dimaksud buKi transaksipenerimaankas sebagaimana (1) PPK-SKPD berdasarkan jurnalpenerimaan pencatatan dalambuku ke 242 ayat (1) melakukan dalamPasal asal penerimaankas kas dengan mencantumkanuraian rekening-lawan berkenaan. E. aplikasi ataumenggunakan secara manual dapatdilakukan Pasal 242 (1) BuKi transaksi yang digunakan dalam prosedur akuntansi penerimaankas 241 dalamPasal mencakup: sebagaimana dimaksud a.dan/atau penerimaan lainnya. c. padaayat (1) hurufa dimaksud kas bukujurnal penerimaan sebagaimana Format menteriini' E.

sampai dengan pelaporan keuangan yang 9ut! berkaitan dengan pengeluaran kas dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukansecara manual atau menggunakan aplikasi komputer. kuitansi pembayaran buKitandaterimabarang/jasa. dan b. bukubesarpembantu. SPM. Paragraf 2 ProsedurAkuntansi PengeluaranKas pada SKpD Pasal 247 ( 1 ) Prosedur pengeluaran padaSKPD akuntansi kas proses meliputi serangkaian mulai pencatatan. dan c. pengikhtisaran. . sub prosedur akuntansi pengeluarankas-uang persediaan/ganti uang persediaan/tambahan persediaan. SPD. notadebetbank. dan/atau b. bukubesar.VIIperaturan menteri ini.IVdan Lampiran peraturan E. buKi transaksi pengeluaran lainnya. SP2D. kas ( 2 ) BuKitransaksi sebagaimana padaayat(1) direngkapi dimaksud dengan: a.V menteri ini. sub prosedur pengeluaran akuntansi kas-langsung. (2) Format bukujurnal pengeluaran sebagaimana kas padaayat (1) hurufa dimaksud tercantum dalamLampiran E. bukujurnalpengeluaran kas. (3) Formatbuku besardan buku besarpembantu padaayat sebagaimana dimaksud (1) hurufb dan huruf c sesuai denganLampiran E. atau b. (3) setiap akhir periodesemuabuku besarsebagaimana dimaksudpada ayat (2) ditutup sebagai dasarpenyusunan laporan keuangan SKPD.-85(2) Secara periodik jurnal atas transaksi penerimaan dipostingke dalam buku kas besar rekening berkenaan. uang Pasal 248 ( 1 ) Bukti transaksi yang digunakan dalam prosedur akuntansi pengeluarankas sebagaimana dimakud dalampasal247 ayat(1) mencakup: a.atau c. dan Pasal 249 (1) Buku yang digunakan untuk rnencatattransaksidalam prosedur akuntansi pengeluaran sebagaimana kas dimaksud dalampasal247 ayat (1) mencakup: a. (2) Prosedur pengeluaran padasKpDsebagaimana akuntansi kas padaayat dimaksud (1) meliputi: a. dan/atau c. b.VIperaturan menteri ini. Pasal 246 prosedur Ringkasan penerimaan padaSKPD akuntansi kas tercantum dalamLampiran E.

dan metodeunit produksi. (2) Pemeliharaan tetap yang bersifat aset salah apabila memenuhi yang bersifatsedang dan berat'dikapitalisasi (3) Rehabilitasi fungsi. besarrekening dimaksudpada ayat (2) (3) Setiapakhir periodesemua buku besarsebagaimana keuangan SKPD. dimaksudpada ayat (2) huruf a merupakan (3) Metode garis lurus sebagaimana penurunankapasitas dan penyesuaian nilai aset tetap denganmembebankan asettetap umur ekonomis sepanjang manfaatasettetap yang samasetiapperiode berkenaan. rehabilitasi. . menambahkapasitas. laporan dasarpenyusunan ditutup sebagai Pasal252 tercantumdalamLampiran prosedurakuntansipengeluaran padaSKPD kas Ringkasan peraturan menteriini. atas perolehan. SKPD' asettetap yang dikuasai/digunakan terhadap rutin dan berkalatidak dikapitalisasi. metodegarislurus. dan/ataumenambah' efisiensi meningkatkan dimaksud pada ayat (1) berupa (4) Perubahan klasifikasiaset tetap sebagairirana selainasettetap atau sebaliknya. c. b.meningkatkan masamanfaat. E. perubahan asettetap ke klasifikasi penyesuaian nilai padaayat (1) merupakan dimaksud (5) Penyusutan sebagaimana dan kapasitas manfaatdari suatuasettetap.VIil Paragraf 3 Prosedur Akuntansi Aset Pada SKPD Pasal 253 akuntansi dan pelaporan meliputipencatatan (1) Prosedur aset pada SKPD akuntansi perubahan dan penyusutan klasifikasi. Pasal251 pengeluaran sebagaimana dimaksud kas (1) PPK-SKPD buKi transaksi berdasarkan pencatatan dalambukujurnalpengeluaran ke 248 ayat(1) melakukan dalamPasal asal pengeluarankas kas dengan mencantumkanuraian rekening-lawan berkenaan. satu kriteria menambah volume. pemeliharaan.86Pasal250 pengeluaran sebagaimana dimaksud dalamPasal247ayat (1) kas akuntansi Prosedur oleh dilaksanakan PPK-SKPD. metodesaldomenurunganda. jumal atas transaksi pengeluaran dipostingke dalam buku kas periodik (7) Secara berkenaan. denganpenurunan sehubungan Pasal 254 (1) Setiap aset tetap kecuali tanah dan konstruKi dalam pengerjaandilakukan yang sistematis denganmasamanfaatnya' penyusutan sesuai yang dapatdigunakan antaralain: penyusutan (2) Metode a.

(2) Format buku jurnal umum sebigaimanadimakud pada ayat (1) huruf a tercantum dalamLampiran E. klasiflkasi aset tetap.8 7(4) Metodesaldo menurungandasebagaimana dimaksudpada ayat (2) huruf b merupakanpenyesuaian nilai aset tetap dengan membebankan penurunan kapasitasdan manfaat aset tetap yang lebih besar pada periode awal pemanfaatan dibandingkan aset denganperiode akhirsepanjang umur ekonomis asettetapberkenaan. b.V menteri ini. kode rekening. Pasal257 Prosedur akuntansi asetsebagaimana dimaksud dalamPasal 253 ayat (1) dilaksanakan olehPPK-SKPD serta pejabatpengurus dan penyimpan barangSKPD.dan c. (5) Metodeunit produksi sebagaimana dimakud pada ayat (2) huruf c merupakan penyesuaian nilai aset tetap denganmembebankan penurunan kapasitas dan manfaat aset tetap berdasarkan unit produksiyang dihasilkan dari aset tetap berkenaan.nilai asettetap. (3) Formatbuku besardan buku besarpembantu sebagaimana padaayat dimaksud (1) sesuai dengan Lampiran E. Pasal255 Buktitransaksi yang digunakan dalamprosedur akuntansi asetsebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(1) berupa 253 buKi memorial dilampiri dengan: a. (5) Setiapakhir periodesemua buku besarsebagaimana pada ayat (4) dimaksud ditutupsebagai dasarpenyusunan laporan keuangan SKPD..iXperaturan menteri ini. bukubesarpembantu. bukubesar. Pasal258 (1) PPK-SKPD berdasarkan bukti transaksi dan/ataukejadian sebagaimana dimaksud dalamPasal 255 membuat buktimemorial. b. (6) Penetapanumur ekonomis aset tetap dimuat dalam kebijakan akuntansi berpedoman padaperaturan perundang-undangan. Pasal256 ( 1 ) Bukuyangdigunakan untukmencatat transaksi dan/atau kejadian dalamprosedur akuntansi asetsebagaimana dimaksud dalampasal 253 ayat(1) mencakup: a. beritaacarapenerimaan barang. (4) Secaraperiodikjurnal atas transaksidan/atau kejadianaset tetap dipostingke dalambukubesarrekening berkenaan. (3) BuKi memorial sebagaimana dimakud padaayat(1) dicatatke dalambukujurnal umum. (2) Bukti memorial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya memuatinformasimengenai jenis/nama asettetap. beritaacarapenyelesaian pekerjaan. .IVdan Lampiran peraturan E. beritaacaraserahterima barang.dan c. bukujurnalumum. tanggaltransaksi dan/ataukejadian.

kesalahan b. pertanggungjawaban a. surat keputusan . suratpengiriman mutasibarang(antarSKPD). d.88Paragraf 4 ProsedurAkuntansi SelainKas pada SKPD Pasal259 prosesmulaidari meliputi serangkaian (l) Prosedur selainkas padaSKPD akuntansi yang berkaitan keuangan pengikhtisaran. pembelian kredit. b. pengesahan barang. sampaidenganpelaporan secara selainkas yang dapat dilakukan atau kejadian transaksi dengansemua komputer' aplikasi ataumenggunakan manual padaayat(1) mencakup: dimaksud kas (2) Prosedur selain sebagaimana akuntansi (pengesahan pengeluaran SPJ). penerimaan tetap/barang aset (pengesahan pengeluaran SPJ) sebagaimana pertanggungjawaban (3) Pengesahan pengesahan atas pengeluaran/belania padaayat (1) huruf a merupakan dimaksud persediaan/tambahan uang uang melalui mekanisme uang persediaan/ganti persediaan. koreksi kas. pengembalian tetap yang telahdibelisecara aset dimaksud kas (8) Pemindahtanganan aset tetap tanpakonsekuensi sebagaimana atas pada pihakketiga pemindahtanganan tetap aset padaayat (1) huruf f merupakan berupakas. pada ayat (1) huruf e merupakan dimaksud (7) Retur pembelian kredit sebagaimana kredit. kas. beritaacarapenerimaan penghapusan barang. padaayat (1) huruf d merupakan dimaksud (6) Pembelian kredit sebagaimana secara di dilakukan masayang akan pembelian asettetap yang pembayarannya transaksi datang. surat keputusan barang. dimaksud pada ayat (1) huruf b (4) Koreki kesalahanpencatatansebagaimana jurnal dan telah diposting dalammembuat koreksiterhadapkesalahan merupakan ke buku besar. pengeluaran peftanggungjawaban a. karenasuatuhal tanpaada penggantian dimaksudpada ayat kas (9) Penerimaan aset tetap tanpa konsekuensi sebagaimana (1) huruf g merupakanperolehanaset tetap akibat adanya tukar menukar (ruitslaag)denganPihakketiga Pasal250 selain kas sebagaimana akuntansi yang digunakan dalam prosedur BuKi transaksi dengan: dilampiri (1) berupa buKi memorialyang 259 ayat dalamPasal dimaksud (pengesahan SPJ). pada ayat (1) dimaksud hibah (5) Penerimaan/pengeluaran selainkas sebagaimana ekonomi non kas yang sumber huruf c adalah penerimaan/pengeluaran ekonomi bagi konsekuensi APBD yang mengandung merupakanpelaksanaan pemerintah daerah. secara d. pencatatan. e. c. hibah c. pengesahan pencatatan. dan kas' tanpakonsekuensi milikdaerah g. retur pembelian milik daerah tanpa konsekuensi pemindahtanganan aset tetap/barang atas f. e. penerimaan/pengeluaran selain kredit.

89f. bukubesar.kode rekening. h. akuntansi (3) Formatlaporanrealisasi anggaran SKPDsebagaimana dimaksudpada ayat (1) hurufa tercantum dalamLampiran E. (4) Secaraperiodik jurnal atas transaksi dan/ataukejadianselainkas diposting ke dalambukubesarrekening berkenaan. . laporan realisasi anggaran SKpD. neraca SKPD. (2) Bukti memorial sebagaimanadimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya memuatinformasimengenai tanggaltransaksi dan/ataukejadian. dan berita acarapenilaian. oleh Pasal253 (1) PPK-SKPD berdasarkan buKi transaksi danlatau kejadiansebagaimana dimaksud dalamPasal 260 membuat buKi memorial. bukubesar Pasal262 Prosedur akuntansiselain kas sebagaimana dimaksuddalam Pasal 259 ayat (1) dilaksanakan PPK-SKPD. berita pemusnahan acara barang. dan pembantu.X peraturan menteri ini. (2) Laporanpertanggungjawaban pelaksanaan APBDsebagaimana dimaksudpada ayat (1) disusun dan disajikansesuai dengan peraturan pemerintahyang mengatur tentangstandar pemerintahan. dan c. (5) Setiapakhir periodesemua buku besarsebagaimana dimaksudpada ayat (4) ditutupsebagai dasarpenyusunan laporan keuangan SKPD.XIperaturan menteriini. berita acara serahterimabarang. dan (3) Buktimemorial sebagaimana padaayat(1) dicatatke dalambukujurnal dimaksud umum. c. g. b. Pasal261 Buku yang digunakan untuk mencatattransaksi dan/ataukejadiandalam prosedur akuntansi selain sebagaimana kas dimaksud dalampasal259 ayat(1) mencakup: jurnalumum. Paragraf 5 Laporan Keuanganpada SKpD pasal 265 (1) SKPD menyusun dan melaporkan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD secara periodik yangmeliputi: a. uraian transaksi dan/atau kejadian. a. Pasal 264 Ringkasan prosedur akuntansi selainkas pada SKPDtercanfumdalam Lampiran E. catatan ataslaporan keuangan SKPD. buku b. jumlahrupiah.

laporan kas e. b. buKi transfer.dan c. surat ketetapan retribusi(SKR). dimaksudpada ayat (2) huruf d (3) Format laporan penerimaan kas sebagaimana ini. oleh dilaksanakan fungsiakuntansi Pasal 270 (1) Fungsi akuntansi berdasarkanbuKi transaksi penerimaan kas sebagaimana pencatatan dalambukujurnal ke dimaksud dalam Pasal267 ayat (1) melakukan asal penerimaan denganmencantumkan uraianrekening-lawan penerimaan kas kasberkenaan. pajakdaerah(5KP-Daerah). surattandasetoran(SfS). surat perintahpemindahbukuan. Pasal269 dimaksud dalam Pasal 266 Prosedurakuntansi penerimaankas sebagaimana padaSKPKD. bukti transaKi penerimaan lainnya. surat ketetapan penerimaan.XII dalamLampiran padaayat(1) dimaksud sebagaimana (5) Format keuangan SKPD ataslaporan catatan ini. . c. padaayat(1) dilengkapi dengan: (2) Buktitransaksi dimaksud sebagaimana a.XIVperaturan'menteri tercantum dalamLampiran Pasal268 penerimaan sebagaimana prosedur kas akuntansi untukmencatat Bukuyangdigunakan 256 mencakup: dalamPasal dimaksud kas. menteri E. bukubesar. dan penerimaan dari bendahara kas d. menteri E.dan c. aplikasi ataumenggunakan secara manual dapatdilakukan Pasal 267 (1) BuKi transaksi yang digunakan dalam prosedur akuntansi penerimaankas 266 mencakup: dimaksud dalamPasal sebagaimana a. b. a. sampai dengan pelaksanaan APBDyang kas denganpenerimaan dalamrangkapertanggungjawaban komputer. pengikhtisaran. E. bukujurnalpenerimaan b.90pada ayat (1) huruf b tercantum dimaksud (4) FormatneracaSKPDsebagaimana peraturan ini. bukubesarpembantu. nota kreditbank.XIIIperaturan Lampiran dalam hurufc tercantum Bagian Keempat Akuntansi KeuanganDaerah pada SKPKD Paragraf t Prosedur Akuntansi Penerimaan Kas pada SKPKD Pasal266 proses mulaidari penerimaan padaSKPKD meliputi serangkaian kas akuntansi Prosedur pelaporan keuangan yang berkaitan pencatatan.

Pasal276 (1) Fungsi akuntansi SKPKD berdasarkanbuKi transaksi pengeluaran kas sebagaimana dimaksud dalamPasal 273 ayat (1) melakukan pencatitan dalam ke buku jurnal pengeluaran denganmencantumkan kas uraianrekening-lawan asal pengeluaran berkenaan. laporan pengeluaran daribendahara kas pengeluaran. (3) setiap akhir periodesemua buku besarsebagaimana pada ayat (2) dimaksud ditutup sebagai dasarpenyusunan laporan keuangan SKPKD.debet bank. dan (3) Formatlaporanpengeluaran sebagaimana kas pada ayat (2) huruf c dimaksud tercantum dalamLampiran E. Paragraf2 Prosedur Akuntansi pengeluaranKas pada SKpKD Pasal 272 Prosedur pengeluaran pada SKPKD akuntansi kas meliputiserangkaian prosesmulai dari pencatatan. b. suratperintah membayar (SpM).9 1(2) Secara periodikjurnal atas transaksi penerimaan diposting dalam buku kas ke besar rekening berkenaan. pengikhtisaran. nota. sampaidenganpelaporan yang berkaitan keuangan -RReo denganpengeluaran dalam rangkapertanggungjawaban kas pelaGanaan yung dapatdilakukan secara manual ataumenggunakan aplikasi komputer. Pasal273 (1) BuKi transaksi yang digunakan dalam prosedur akuntansi pengeluarankas sebagaimana dimaksud dalampasal 272 mencakup: a.XV menteriini. bukubesar. suratpenyediaan dana(SpD). suratperintah pencairan (Sp2D). bukubesarpembantu. kuitansipembayaran buktitandaterimabarangljasa. Pasal271 Ringkasan prosedur penerimaan padaSKPKD akuntansi kas tercantum dalamLampiran peraturan E. kas .XVIperaturan menteriini. bukujurnalpengeluaran kas. Pasal 275 Prosedurakuntansi pengeluarankas sebagaimana dimaksud dalam pasal Z7Z merupakan fungsiakuntansi SKPKD. dan d. dan c. dana atau b. b. (2) Buktitransaki sebagaimana dimakud padaayat(1) dilengkapi dengan: a. c. pasal 274 Bukuyangdigunakan untukmencatat transaksi dalamprosedur pengeluaran akuntansi kassebagaimana dimaksud dalampasalZTZ mencakup: a.

beritaacaraserahterimabarang. c. yang dapat dilakukansecara manual atau yang dikuasai/digunakan SKPKD komputer. beritaacarapenerimaan penghapusan barang. d. b.92jurnal atas transaksi pengeluaran diposting dalam buku kas ke periodik (?) Secara rekening berkenaan. bukubesar. beritaacarapenyelesaian Pasal280 Buku yang digunakanuntuk mencatattransaksidan/atau kejadian dalam prosedur 278 dalamPasal mencakup: dimaksud aset akuntansi sebagaimana a. aplikasi menggunakan dalam digunakansebagaialat pengendali (2) Prosedur akuntansiaset pada SKPKD SKPD pengelolaan yang dikuasai/digunakan dan/atauSKPKD. bukujumal umum. laporan keuangan dasar ditutupsebagai Pasal 277 pengeluaran padaSKPKD tercantum dalamLampiran prosedur kas akuntansi Ringkasan peraturan menteriini.dan buku besarpembantu. suratkeputusan barang.XVII Paragraf 3 Prosedur Akuntansi Aset pada SKPKD Pasal278 prosespencatatan dan melipuliserangkaian (1) Prosedur aset padaSKPKD akuntansi rehabilitasi. perubahanklasifikasi. E. g. f. fungsiakuntansi Pasal282 (1) Fungsi akuntansi SKPKD berdasarkan bukti transaksi dan/atau kejadian buktimemorial. b. besar pada ayat (2) dimaksud (3) Setiapakhir periodesemuabuku besarsebagaimana penyusunan SKPKD. aset Pasal279 dimaksud akuntansi asetsebagaimana yang digunakan dalamprosedur BuKi transarci dengan: buKi memorialdilampiri 278 berupa dalamPasal barang. beritaacarapemusnahan e. suratkeputusan mutasibarang(antarSKPKD). terhadap aset tetap dan penyusutan pemindahtanganan.penghapusan. 279 dimakud dalamPasal membuat sebagaimana . pelaporanakuntansi atas perolehan. c. dan beritaacarapenilaian. a. pekerjaan.pemeliharaan. Pasal281 oleh dimaksuddalam Pasal278 dilaksanakan akuntansiaset sebagaimana Prosedur padaSKPKD.

Pasal28S Buku yang digunakanuntuk mencatat transaksi dan/ataukejadiandalam prosedur akuntansi selain sebagaimana kas dimaksud dalampasal283 ayat(l) mencakup: a.nilaiasettetap. dan g. sampaidenganpelaporankeuanganyang berkaitan dengansemuatransaksi atau kejadian selainkas yang dapat dilakukan secara manual ataumenggunakan aplikasi komputer. e. Pasal 284 Bukti transaksi yang digunakandalam prosedurakuntansi selain kas sebagaimana dimaksud dalamPasal 283 ayat(1) berupa buKi memorial dilampiri dengan: a. kesalahan b. bukubesar. suratkeputusan penghapusan barang. f . (5) setiap akhir periodesemua buku besarsebagaimana dimaksudpada ayat (4) ditutup sebagai dasarpenyusunan laporan keuangan SKPKD. c. d. beritaacarapemusnahan barang. bukubesarpembantu. koreksi pembukuan.93(2) Bukti memorial sebagaimana dimaksudpada ayat (1) sekurang-kurangnya memuat jenis/nama informasi mengenai asettetap. klasifikasi aset tetap. keuangan c. Paragraf 4 ProsedurAkuntansi Selain Kas pada SKPKD Pasal283 (1) Prosedur akuntansi selainkas padaSKPKD meliputi proses serangkaian mulaidari pencatatan. oleh . dan c.koderekening. dan d. beritaacara serahterimabarang. bukujurnalumum. b. reklasifikasi belanjamodalmenjadiasettetap. suratkeputusan mutasibarang(antarSKpKD).tanggal transaksi dan/atau kejadian. penyesuaian terhadap akun tertentu dalam rangka menyusun laporan padaakhirtahun. (2) Prosedur akuntansi selainkas sebagaimana dimaksudpada ayat (1) mencakup mencakup: a. beritaacarapenilaian. pengikhtisaran. beritaacarapenyelesaian pekerjaan. (4) Secaraperiodikjurnal atas transaksi dan/atau kejadianaset tetap dipostingke dalambukubesarrekening berkenaan. berita penerimaan acara barang. Pasal 286 Prosedur akuntansiselain kas sebagaimana dimaksuddalam Pasal 283 ayat (1) dilaksanakan fungsiakuntansi padaSKpKD. b. (3) Buktimemorial sebagaimana padaayat (1) dicatatke dalambukujurnal dimaksud umum. reklasifikasi akibatkoreksi yangditemukan dikemudian hari.

pada ayat (1) disusundan disajikan dimaksud (2) Laporanarus kas sebagaimana yang mengaturtentang standarakuntansi dengan peraturanpemerintah sesuai pemerintahan. dimaksudpada ayat (2) tercantumdalam (3) Formatlaporanarus kas sebagaimana peraturan menteriini. ditutupsebagai dasarpenyusunan Pasal288 dalamLampiran prosedur tercantum selainkas padaSKPKD akuntansi Ringkasan peraturan menteri ini. E. (4) Secaraperiodikjurnal atas transaksidanlataukejadianselain kas dipostingke berkenaan.XIX Lampiran BAB )(II APBD PELAKSANAAN PERTANGGUNG'AWABAN Bagian Pe*ama Laporan Realisasi Semester Pertama Anggaran Pendapatan dan Belanja Pasal290 pertamaanggaranpendapatan semester (1) KeoalaSKPDmenyusunlaporanrealisasi yang menjaditanggung pelaksanaan anggaran dan belanjaSKPDsebagaihasil jawabnya. transaksi dan/atau uraian (3) Buktimemorial dimakud padaayat(1) dicatatke dalambukujurnal sebagaimana umum. tanggal memuatinformasi mengenai dan kejadian. dalambukubesarrekening dimaksudpada ayat (4) (5) Setiapakhir periodesemuabuku besarsebagaimana laporan keuangan SKPKD. E. transaksi dan/ataukejadian. untuk6 padaayat (1) disertai denganprognosis (2) Laporan dimaksud sebagaimana (enam)bulanberikutnya. disiapkan pejabat penggunaanggaran untuk ditetapkansebagai disampaikan kepada serta pendapatan dan belanjaSKPD semesterpertamaanggaran laporanrealisasi palinglama 7 (tujuh) hari kerjasetelah prognosis untuk 6 (enam)bulanberikutnya pertamatahun anggaran berakhir' berkenaan semester .94Pasal287 (1) Fungsiakuntansiberdasarkan dan/atau kejadiansebagaimana buKi transaksi buktimemorial. jumlahrupiah. dan oleh PPK-SKPD (3) Laporansebagaimana dimaksudpada ayat (2).XVIU Paragraf 5 Laporan Keuangan pada SKPKD Pasal 289 periodik kepada laporan arus kas Secara (1) Kepala dan melaporkan SKPKD menyusun kepala daerah. 284 membuat dimaksud dalamPasal (2) BuKi memorial sebagaimana dimakud pada ayat (1) sekurang-kurangnya kode rekening.

penyusunan laporanrealisasi pertama semester ApBDpalinglama 10 (sepuluh) harikerjasetelah pertama semester tahunanggaran berkenajn berakhir. pasal 295 ( 1 ) Laporankeuangansl(PD sebagaimana dimakud dalam pasal 294 ayat (1) disampaikan kepadakepaladaerahmelaluippKD paling lambat z louai uulan setelah tahunanggaran berakhir. (2) Formatlaporanrealisasi semesterpertamaApBDdan prognosis untuk 6 (enam) bulanberikutnya sebagaimana padaayat (1) terclntumdalamLampiran dimaksud E.)x peraturan menteri ini. Pasal293 ( 1 ) Laporan realisasi pertamaApBDdan prognosis semester untuk 6 (enam)bulan berikutnya sebagaimana dimaksud dalam pasal292 disampaikan kepaoi DPRD paling lambat akhirbulanJulitahunanggaran berkenaan. tanggung . ( 2 ) Laporankeuangan sebagaimana pada ayat (1) disusunoleh pejabat dimaksud pengguna anggaransebagaihasil pelaksanaan yang beradadi SKpD anggaran yangmenjadi jawabnya. pasal 291 PPKD menyusun laporan realisasi semester pertama APBD dengan cara menggabungkan seluruh laporan realisasi peftamaanggaran semester pendapatan dan belanja SKPD sebagaimana dimaksud dalamPasal 290 ayat (a) palinglambatminggu keduabulanJulitahunanggaran berkenaan disampaikan dan kepada sekretaris daerah selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah.-95(4) Pejabat pengguna anggaranmenyampaikan laporanrealisasi pertama semester anggaran pendapatan dan belanjasKpDserta prognosis untuk 6 (enam)bulan berikutnya sebagaimana dimaksudpada ayat (3) kepadappKD sebagu'i dasur. (s) Format laporan realisasisemesterpertamaanggaranpendapatandan belanja sKPDdan prognosis untuk 6 (enam) bulan berikutnya sebagaimana dimaksud padaayat(4) tercantum dalamLampiran E. (z) Laporankeuangansebagaimana dimaksudpada ayat (1) disampaikan kepada PPKD sebagai dasarpenyusunan laporan pemeriniah keuangan daerah. Bagian Kedua LaporanTahunan Pasal294 ( 1 ) PPK-SKPD menyiapkan laporankeuangan sKpD tahun anggaran berkenaan dan disampaikan kepada kepala sKpD untuk ditetapkan sebagai laporan peftanggun gjawaban pelaksanaan anggaran SKPD. Pasal292 Laporanrealisasi semesterpertama ApBD dan prognosisuntuk 6 (enam) bulan berikutnya sebagaimana dimaksud dalamPasal 291 disampaikan kepada kepala daerah palinglambatmingguketigabulanJuli tahun anggaran berkenaan untuk ditetapkan sebagai laporanrealisasi semesterpertamaAPBD dan prognosis untuk 6 (enam)bulan berikutnva.Xfi peraturan menteriini.

keuangan. pada ayat (2) disusundan disajikan dimaksud (4) Laporankeuangan sebagaimana yang mengaturtentang standarakuntansi sesuaidengan peraturanpemerintah pemerintahan. BUMD/perusahaan padaayat (5) disusun dari dimaksud (6) Laporan kinerjasebagaimana ikhtisarrealisasi kepala daerah dan laporan ringkasanlaporan keteranganpertanggungjawaban pemerintah daerah.rcfiIperaturan Lampiran Pasal296 (1) PPKD menyusun laporan keuangan pemerintah daerah dengan cara dimaksud dalam keuangan SKPDsebagaimana laporan-laporan menggabungkan tahun Pasal295 ayat (3) paling lambat 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya berkenaan. dan d. neraca. pemerintahan dimaksudpada ayat (2) daerahsebagaimana (5) Laporankeuangan dilampiri dengan laporan ikhtisar realisasikinerja dan laporan keuangan daerah. laporan realisasi dan b. menteri E. kinerjainterimdi lingkungan (7) Penyusunanlaporan kinerja interim sebagaimanadimaksud pada ayat (6) berpedomanpada PeraturanMenteri Dalam Negeri yang mengatur mengenai pemerintah daerah. E. a. sesuai dengan peraturan perundangundangan.)CfiIIperaturan dalamLampiran tercantum (10) Formatneracasebagaimana dimaKud pada ayat (3) huruf b tercantumdalarn menteriini. E. atas c. catatanatas laporankeuangan. anggaran dimaksud pada ayat (1) (2) Laporan keuangan pemerintahdaerah sebagaimana disampaikan kepadakepaladaerahmelaluiseketaris daerah selakukoordinator pengelolaankeuangan daerah dalam rangka memenuhi peftanggungjawaban pelaksanaan APBD. padaayat(4) tercantum dalam dimaksud (s) Format sebagaimana suratpemyataan ini. a. laporan b. laporanarus kas. E. laporan kinerjainterimdi lingkungan dimaksudpada ayat (1) daerah sebagaimana (8) Laporankeuanganpemerintah pengelolaan kepaladaerahyang menyatakan dilampiridengan surat pernyataan jawabnya sistem berdasarkan yang menjaditanggung telah diselenggarakan APBD pengendalian intern yang memadai.XfiV peraturan Lampiran dimaksudpada ayat (3) huruf c sesuai (11) Formatlaporanarus kas sebagaimana peraturan menteriini.)CX denganLampiran . c. neraca.-96pada dimaksud ayat(2) terdiri dari: ( 3 ) Laporan sebagaimana keuangan SKPD anggaran. padaayat(1) terdiridari: dimaksud (3) Laporan keuangan sebagaimana realisasi anggaran. catatan laporan padaayat(1) dilampiri dimaksud dengan (4) Laporan sebagaimana keuangan SKPD pengelolaan yangmenjadi APBD tanggung SKPD bahwa kepala suratpernyataan jawabnya sistempengendalian internyang berdasarkan telah diselenggarakan pemerintahan sesuai dengan peraturan memadaidan standarakuntansi perundang-undangan. pada ayat (3) huruf a dimaksud (9) Formatlaporanrealisasi anggaran sebagaimana menteriini.

.KX peraturan menteriini. Rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan ApBD sebagaimana pada ayat (1) rnemuat dimaksud laporankeuangan yang meliputi laporan realisasianggaran.rcryIIperaturan menteriini. Bagian Ketiga Penetapan Raperda Pertanggungjawaban petaksanaan ApBD Pasal298 Kepala daerah menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang peftanggungjawaban pelaksanaan ApBDkepadaDpRDpaling lambat 6 (enam) bulansetelah tahunanggaran berakhir. Formatneracasebagaimana pada ayat (2) sesuaidengan Lampiran dimaksud E.rcffI peraturan menteriini. Formatlaporanrealisasi anggaran sebagaimana dimakud pada ayat (2) sesuai dengan Lampiran E.laporanarus kas. Formatdan ikhtisarlaporankeuangan BUMD/perusahaan daerahsesuaidengan peraturan perundang-undangan. catalan atas laporan keuangan. Formatdan isi laporankinerjaberpedoman padaPeraturan MenteriDalamNegeri tentang laporan keuangan kinerja dan interim lingkungan pemerintah di daerah.rc{II peraturan menteri ini. Pasal 297 ( 1 ) Laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalampasal296 ayat (2) disampaikan oleh kepaladaerahkepadaBadanPemeriksa Keuangan (BPK)unluk dilakukan pemeriksaan palinglambat (tiga)bulansetelah 3 tahunanggaran berakhir.rcryperaturan menteri ini.neraca.97(12) Format catatan ataslaporan keuangan sebagaimana padaayat(3) huruf dimaksud d tercantum dalamLampiran E. Format laporanarus kas sebagaimana dimaksudpada ayat (2) sesuaidengan Lampiran E. serta dilampiri denganlaporan kinerjayang telah dipe6ksa apX dan ikhtisar laporan keuangan badanusaha milikdaerah/perusahaan daerah.)C0/ menteriini. (13) Formatsurat pernyataan kepaladaerahbahwapengelolaan ApBDyang menjadi jawabnya tanggung telahdiselenggarakan berdasarkan sistempengendalian intern yang memadai sebagaimana padaayat (6) tercantum dimaksud dalamLampiran E.XfiV peraturan menteriini. Formatcatatanatas laporankeuangan sebagaimana dimaksudpada ayat (2) sesuai denganLampiran peraturan E. BPKbelummenyampaikan hasil pemeriksaan. Pasal299 (1) Apabila sampai bataswaktu2 (dua)bulansetelah penyampaian laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalamPasal 297 ayat(1). ( 2 ) Kepaladaerah memberikan tanggapan dan melakukanpenyesuaian terhadap laporan pemerintah keuangan daerah berdasarkan pemeriksaan hasil BpK. (1) (Z) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Formatrancangan peraturandaerahtentangpeftanggungjawaban pelaksanaan APBDbesertalampiransebagaimana pada ayat (1) tercantumdalam dimaksud Lampiran E. kepaladaerahmenyampaikan peraturan rancangan daerahtentang peftanggungjawaban pelaksanaan ApBD kepada DpRD.

rcryiil peraturan pelaksanaan E. ringkasan laporan realisasi anggaran. (2) Persetujuan bersama terhadap rancangan peraturan daerah tentang pelaksanaan pertanggungjawaban APBDoleh DPRDpaling lama 1 (satu) bulan peraturan diterima. dalamlembaran yangtelahdiauditolehBPKdantelahdiundangkan Bagian Keempat EvaIuasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertan ggu ngiawa ban Pelaksanaan APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Peftanggungjawaban Pelaksanaan APBD Pasal303 pelaksanaan peraturandaerah provinsitentang pertanggungjawaban (1) Rancangan APBDyang telah disetujui bersamaDPRDdan rancanganperaturangubernur pelaksanaan APBDsebelumditetapkan tentang penjabaranpertanggungjawaban terlebihdahulukepada gubemurpalinglama 3 (tiga)hari kerjadisampaikan oleh DalamNegeriuntuk dievaluasi. penjabaran Format rancangan peraturan kepala daerah tentang penjabaran pelaksanaan dimaksud pertanggungjawaban APBDbesertalampiransebagaimana padaayat (2) tercantumdalamLampiran menteriini. kepada Pasal300 pelaksanaan APBD peraturandaerahtentang pertanggungjawaban Rancangan ayat (1) dirinci dalam rancangan dimaksud dalam Pasal 299 sebagaimana pelaksanaan pertanggungjawaban peraturankepala daerah tentang penjabaran APBD. daerah terhitungsejakrancangan Pasal302 pemerintah wajibdipublikasikan.98peraturandaerahsebagaimana (2) Rancangan dimaksudpada ayat (1) dilampiri laporan aruskas. BPK. peraturan kepala daerah sebagaimana dimaksudpada ayat (1) Rancangan terdiridari: denganlampiran dilengkapi dan realisasi anggaran. E. dengan dan laporan kinerjayang isinya sama dengan yang disampaikan keuangan.)XIX peftanggungjawaban dalamLampiran APBD tercantum Jadwal peraturan menteriini. (1) (2) (3) (4) Pasal301 peraturandaerahtentang pertanggungjawaban (1) Agendapembahasan rancangan pelaksanaan dalam Pasal299 ayat (1) ditentukan dimaksud APBD6ebagaimana olehDPRD. Menteri oleh Menteri (2) Hasilevaluasisebagaimana dimaKud pada ayat (1) disampaikan (lima belas)hari kerja terhitung palinglama t5 DalamNegerikepadaGubernur dimaksud. laporan realisasi anggaran.catatan ataslaporan neraca. (1) Laporan daerah keuangan padaayat (1) adalah keuangan laporan (2) Laporan dimaksud sebagaimana keuangan daerah. rancangan sejakditerimanya . laporan b. a.

MenteriDalamNegerimembatalkan peraturan daerahdan peraturan gubernur dimaksud peraturan sesuai perundang-undangan. dan peraturan Pasal304 Dalamhal MenteriDalamNegeri menyatakan hasilevaluasi peraturan rancangan daerah tentangpeftanggungjawaban pelaksanaan APBD peraturan dan rancangan gubernur tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD bedentangan dengan kepentingan umum dan peraturanperundang-undangan yang lebih tinggi. gubernur menetapkanrancanganperaturan daerah dan rancangan peraturan gubernur peraturan menjadi daerah gubernur. f 1'l . ( 2 ) Apabilahasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh bupati/walikota dan DPRD.-99( 3 ) ApabilaMenteriDalam Negerimenyatakan hasil evaluasirancangan peraturan daerah tentangpeftanggungjawaban pelaksanaan APBD peraturan dan rancangan gubernurtentang penjabaran pertanggungjawaban pelakanaan ApBD sudah sesuai dengankepentingan umumdan peraturan perundang-undangan lebih yang tinggi. Pasal306 ( 1 ) Dalam hal gubernur menyatakan hasil evaluasirancanganperaturandaerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dan rancanganperaturan bupati/walikota tentangpenjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tidak sesuai dengankepentingan peraturan umumdan perundang-undangan lebih yang tinggi. gubernurbersamaDPRDwajib melakukan penyempurnaan paling lama7 (tujuh)harikerjaterhitung sejakditerimanya hasilevaluasi.bupati/walikota bersama penyempumaan DPRD melakukan palinglama 7 (tujuh)hari kerjaterhitung sejakditerimanya hasilevaluasi. dimaksud (3) Apabilagubemur menyatakan hasilevaluasi peraturan rancangan daerahtentang peftanggungjawaban pelaksanaan APBDdan rancangan peraturan bupati/walikota tentangpenjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD sudahsesuaidengan kepentinganumum dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. dan gubernur tetap menetapkanrancanganperaturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dan rancanganperaturangubernur tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan peraturan APBD menjadi daerahdan peraturan gubernur. bupati/walikota menetapkan rancangan dimaksudmenjadiperaturandaerahdan peraturan bupati/wa likota. dengan Pasal305 ( 1 ) Rancangan peraturan daerah kabupaten/kotatentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBDyang telah disetujuibersamaDPRDdan rancangan peraturan bupati/walikotatentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaanAPBD sebelum ditetapkan oleh bupati/walikota paling lama 3 (tiga) hari kerja disampaikan gubernur kepada untukdievaluasi. (2) Hasilevaluasi disampaikan oleh gubernur kepada palinglama 15 bupati/walikota (lima belas) hari kerja terhitung sejak diterimanya peraturandaerah rancangan kabupaten/kota dan rancanganperaturan bupati/walikota tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan ApBDsebagaimana padaayat(1). peraturan Gubernur membatalkan daerah dan peraturanbupati/walikota dimaksudsesuaidengan peraturanperundangundangan.dan bupati/walikota tetap menetapkan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan peraturan APBD dan rancangan bupati/walikota tentang penjabaranpertanggungjawaban pelaksanaan ApBD menjadi peraturan daerahdan peraturan bupati/walikota. ( 2 ) Apabila hasilevaluasi tidakditindaklanjuti gubernur oleh dan DPRD.

Menteri Dalam BABXIII DAERAH PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENGAWASAN PEMBINAAN BagianPeftama Pembinaan Pengawasan dan Pasal 308 pembinaan pengawasan pengelolaan keuangan dan daerah melakukan Pemerintah yangdikoordinasikan Menteri pemerintah oleh Dalam Negeri. konsultasi. padaayat dimaksud dan sebagaimana bimbingan. penatausahaan perencanaan penyusunan (1) mencakup APBD. dan keuangandaerah dan akuntansikeuangandaerah. pimpinan dan anggotaDPRD. pedoman sebagaimanadimaksud pada ayat (1) mencakup Pemberian pelaksanaan. konsultasi Pemberian pelaksanaan. pertanggungjawaban pengelolaan daerah. dan superuisi. Pasal 311 peraturan pelaksanaan daerah tentang pengawasan terhadap (1) DPRD melakukan APBD. penerimaan bendahara dan bendahara (1) (2) (3) (4) Pasal310 sebagaimana dimaksuddalam Pasal309 ayat (1) untuk kabupaten/kota Pembinaan oleh dikoordinasikan gubemurselakuwakilpemerintah. . pemantauandan keuangan daerah. padaayat (1) bukanpemeriksaan tetapi (2) Pengawasan dimaksud sebagaimana yangtelah pencapaian sasaran yanglebihmengarah pengawasan untukmenjamin peraturan APBD. daerah kepada Pasal309 pemberian pedoman.perangkatdaerah. sefta pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara berkala dan/atau sewaKu-waktu. dan keuangan daerah. dimaksudpada ayat (1) dilaksanakan dan pelatihansebagaimana Pendidikan secara berkala bagi kepala daerah atau wakil kepala daerah. supervisi. penatausahaan akuntansi dan perencanaan penyusunan APBD. tentang daerah ditetapkan dalam Pasal312 pada ketentuan peraturan pengelolaankeuangandaerah berpedoman Pengawasan perundang-undangan.dan pegawainegerisipil daerahserta kepada pengeluaran. baik secara menyeluruh kepada seluruh daerah maupun kepada daerah teftentu sesuai dengankebutuhan. bimbingan.100Pasal307 peraturan rancangan hasil evaluasi daerahkabupaten/kota menyampaikan Gubernur pelakanaan APBD dan rancangan peraturan tentang peftanggungjawaban peftanggungjawaban pelaksanaan APBDkepada tentang penjabaran bupati/walikota Negeri. dimaksud dalamPasal meliputi sebagaimana 308 Pembinaan pendidikan pelatihan. keuangan sertakelembagaan evaluasi.

( 3 ) KepalaSKPDdapat segeramelakukirn tuntutanganti rugi. terselenggaranya kegiatanpemantauan pengendalian. (4) Penyelenggaraan pengendalian intern sebagaimana dimaksudpada ayat (1) berpedoman padaketentuan peraturan perundang-undangan. atau pejabatlain yang karena perbuatannya melanggarhukum atau melalaikan kewaji6anyang dibebankan kepadanyasecara langsung merugikankeuangandaerah. (3) Pengendalian intern sebagaimana pada ayat (2) sekurang-kurangnya dimaksud memenuhi kriteria sebagai berikut: a. lingkungan yang b. terselenggaranya sistem informasi komunikasi. c. dan dan e. terselenggaranyaaktivitaspengendalian. walib mengganti kerugian tersebut. (2) Bendahara. setelahmengetahui bahwa dalam SKPDyang bersangkutan terjadi lierugian-akibat perbuatJndari pihak manapun. terselenggaranya penilaian risiko. d. efisiensidan efektivitaspelaksanaan program dan kegiatan serta dipatuhinya peraturan perundang-undangan. Bagian Ketiga Pemeriksaan Ekstern Pasal314 Pemeriksaan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerahdilakukan oleh BPK sesuai peraturan dengan perundang-undangan. pegawai negerisipilbukanbendahara. . daerah (2) Pengendalian internsebagaimana padaayat (1) merupakan dimaksud proses yang dirancang untuk memberikan yang memadaimengenaipencapaian keyakinan tujuan pemerintah daerahyang tercermindari keandalan laporankeuangan. BAB XIV KERUGIANDAERAH pasal 315 (1) Setiapkerugiandaerahyang disebabkan oleh tindakanmelanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai Oengan ketentuan perundang-undangan. kepala daerah mengatur dan menyelenggarakansistem pengendalian interndi lingkungan pemerintahan yangdipimpinnya. . terciptanya pengendalian sehat. Pasal316 (1) Kerugian daerahwajib dilaporkan olehatasan langsung atau kepalaSKpDkepada kepaladaerahdan diberitahukan kepadaBPKpaling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah kerugian daerahitu diketahui.-101Bagian Kedua Pengendalian Intern Pasal313 ( 1 ) Dalamrangkameningkatkan kinerjatransparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangandaerah.

daerah jawab mutlaktidak mungkin atau tidak diperoleh tanggung (3) Jikasuratketerangan dapat menjamin pengembaliankerugian daerah. pejabat lain yang bersangkutan. peraturan pidana dengan Sesuai sanksi dan/atau pegawainegerisipil bendahara. 320 Pasal atau bendahara. ( 1 ) Bendahara. negerisipilbukanbendahara. ( 1 ) Dalamhal bendahara. daerahtersebutdiketahui.atau pejabat lain yang bersangkutan waris tidak diberitahu pengampu/yang halVahti memperoleh meninggaldunia. atau sejak bendahara.sepanjang pengelolaan keuangan menyelenggarakan perundang-undangan peraturan tersendiri. daerah. dimaksuddalam Pasal315 sebagaimana kewajibannya melalaikan hukum atau dan/atau pengakuanbahwa kesanggupan segera dimintakansurat pernyataan jawabnya kerugian mengganti dan bersedia tanggung tersebutmenjadi kerugian dimaksud. kepada Pasal317 atau pejabatlain pegawai negerisipil bukanbendahara. pejabatlainuntuk pegawai negerisipilbukan bendahara. Pasal319 dan pejabat lain yang telah pegawainegerisipil bukan bendahara. yang dikelolaatau diperolehnya.yang atau pegawai sipilbukanbendahara. gantirugiterhadap penuntutan tidakdilakukan kerugian . terhadapnya dan penagihan dunia. jawab pengampu/yang halVahliwaris untuk membayar memperoleh (2) Tanggung dimaksud pada ayat (1) menjadi hapus ganti kerugian daerah sebagaimana yang menetapkan pengadilan apabiladalamwaKu 3 (tiga) tahun sejakkeputusan atau pegawainegeri sipil bukan bendahara. kekayaan atau pejabatlainyang bersangkutan. pidana atas kerugian daerahterhadap (2) Putusan dari yang bersangkutan dan pejabatlain tidak membebaskan bukanbendahara tuntutangantirugi. menjadikedaluwarsa membayar tahunsejakterjadinya atau dalamwaKu 8 (delapan) tersebut kerugian diketahuinya yangbersangkutan.-102pegawai kepadabendahara. lain menteriini berlakupula penyelesaian kerugiandaerahdalamperaturan (2) Ketentuan untuk pengelola perusahaan daerah dan badan-badan lain yang tidak diatur dalam daerah. Kewajiban jika dalamwaktu 5 (lima) tahun sejak ganti rugi. atau meninggal melarikan waris. dalampenguasaan berada tugas pejabat yangdigunakan dalampenyelenggaraan pemerintahan. negeri bendahara. penuntutan diri. (2) Segerasetelahkerugian melanggar atau pejabatlain yang nyata-nyata negeri sipil bukan bendahara. terbatas pada beralih kepada pengampu/yangmemperolehhak/ahli pegawai yang berasal dari bendahara.pegawai negeri bukan diketahui melarikandiri atau bendahara. ditetapkanuntuk menggantikerugiandaerahdapat dikenai sanksi administratif perundang-undangan. kerugian yangberwenang adanya mengenai olehpejabat Pasal318 diatur dalam peraturan kerugiandaerah sebagaimana (1) Ketentuanpenyelesaian menteriini berlakupula untuk uang dan/ataubarangbukan milik daerah. pengampuan kepadabendahara. yang dikenai tuntutan ganti kerugian daerah berada dalam pengampuan. kepala daerah segera penggantian pembebanan kerugiansementara surat keputusan mengeluarkan yang bersangkutan.

103Pasal 321 (1) Pengenaan kerugian ganti daerah terhadap bendahara ditetapkan BPK. Pasal323 Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara tuntutan ganti kerugiandaerahdiatur peraturan dengan padaperaturan daerah dengan perundang-undangan. (2) Kekayaan BLUDmerupakan yang tidakdipisahkan kekayaan daerah sertadikelola dan dimanfaatkansepenuhnyauntuk menyelenggarakan kegiatan BLUDyang bersangkutan. berpedoman BAB XV PENGELOIAAN KEUANGAN BADANLAYANANUMUM DAERAH Pasal324 (1) Pemerintah daerah dapatmembentuk BLUD untuk: jasa untuklayanan a.dan b. instansi tabungan pengelola dan danalainnya. pendidikan supervisi. supervisi. penyelenggara penyiaran jasa jasa publik. pendidikan dan pelatihan dibidang penyelenggaraan program dan kegiatan BLUD. oleh (2) Apabila dalam pemeriksaan kerugian daerahditemukan unsur pidana. (2) Instansiyang menyediakan barangdan/ataujasa sebagaimana pada dimaksud ayat (1) huruf a. antaralain instansi dimaksud yangmelaksanakan pengelolaan danaseperti danabergulir usaha kecilmenengah. dan sertainstansi layanan umumlainnya. ( 2 ) PembinaankeuanganBLUD sebagaimana dimaksudpada ayat (1) meliputi pemberianpedoman. Pasal322 ganti kerugiandaerahterhadappegawainegeri sipil bukan bendahara Pengenaan ditetapkan kepala oleh daerah.bimbingan. antara lain rumah sakit daerah. mengeloladana khusus dalam rangka meningkatkan ekonomidan/atau pelayanan kepada masyarakat. penerbitlisensidan dokumen.penyelenggara pendidikan. (3) Dana khususdalam rangkameningkatkan ekonomidan/ataupelayanan kepada masyarakat sebagaimana pada ayat (1) huruf b. bimbingan.BPK menindaklanjutinya dengan peraturan sesuai perundang-undangan. Pasal326 ( 1 ) Pembinaan keuangan BLUD dilakukan oleh PPKD dan pembinaan teknisdilakukan oleh kepala sKPD yang bertanggungjawab atas urusan pemerintahan yang bersangkutan.penyedia penelitian pengujian. perumahan. menyediakan barang dan/atau umum. dan pelatihan dibidang pengelolaan keuangan BLUD. (3) Pembinaan teknis sebagaimana dimaksudpada ayat (1) meliputi pemberian pedoman. . Pasal325 ( 1 ) BLUD dibentukuntuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalamrangka memajukan kesejahteraan umumdan mencerdaskan kehidupan bangsa.

berhalangan sebagaimana 226. Pasal 328 pendapatan BLUD dapat digunakan Seluruh langsung untukmembiayai belanja BLUD yangbersangkutan. Ketentuan penerimaan bendahara pengeluaran. kepala peraturan kepala daerah tentang sistem dan prosedur daerah menetapkan pengelolaan daerah. Pasal329 pengelolaan BLUD Pedoman teknismengenai keuangan diaturlebihlanjutoleh Menteri peftimbangan Menteri Dalam setelah memperoleh Keuangan. penatausahaan (2) mencakup tata cara penyusunan. penggunaanggaran/kuasa pengguna anggaran. bendaharapenerimaan. keuangan daerah' (4) Peraturankepala daerah tentang sistem dan prosedurpengelolaan keuangan daerahsebagaimana dimaKud padaayat (2). dan akuntansi.dan Pasal BAB XVII KETENTUAN PERALIHAN Pasal331 peraturan menteri ini ditetapkan. dan penyusunan akuntansi pemerintahandilaKanakan secara bertahap mulai tahun anggaran 2006. Negeri BAB XVI PENGELOI. denganperaturan tidak bertentangan Pasal332 peraturan menteriini: Dengan ditetapkannya 14 90 dimakud dalamPasal ayat (1). keuangan (3) Sistemdan prosedurpengelolaan keuangan daerahsebagaimana dimaksudpada pelaksanaan.AAN PENGATURAN KEUANGAN DAERAH Pasal330 ( 1 ) Ketentuantentang pokok-pokokpengelolaan keuangandaerah diatur dengan peraturan peraturan perundang-undangan. Ketentuan sebagaimana penetapan penyusunan APBDsetelahdievaluasi rancangan PPASdan tentang APBDtahun anggaran untuk penyusunan dan pelaksanaan mulai dilaksanakan 2007. daerahsesuai denganketentuan (2) Berdasarkan peraturan daerah sebagaimana dimaksudpada ayat (1). dan ayat pengawasan pertanggungjawaban pelaporan. tentangbendahara prestasi pendekatan penyusunanRKA-SKPD berdasarkan dengan menggunakan pemerintah daerahberdasarkan standar laporankeuangan kerja. . Pasal 194. kuasa BUD. juga memuat tata cara penunjukan pejabat yang diberi wewenang BUD. dan sebagaimana a.semua peraturanperundang-undangan Pada saat yang berkaitan denganpengelolaan keuangan daerahsepanjang belum digantidan menteriini dinyatakan tetap berlaku. dan Pasal296 ayat (4). Pasal ayat (2). Pasal dimakud dalamPasal 211 ayat (3).dan bendahara pengeluaran 216 ayat(8). 87 116 ayat(1) dimaksud dalamPasal ayat (1) dan Pasal b.104Pasal 327 BLUD dapat memperoleh atau hibah sumbangan masyarakat badan dari atau lain.

Ditetapkan Jakarta di padatanggal15 Mei2006 MENTERIDALAM NEGERT. d. serta memberikan asistensi untuk kelancaran penerapan peraturanmenteriini. e.serta petunjuk pelaksanaannya. pasal 336 Peraturan menteri mulaiberlaku ini padatanggal ditetapkan. BAB XVIII KETENTUAN PENUTUP Pasal334 (1) DirekturJenderalBinaAdministrasi Keuangan DaerahDepartemen DalamNegeri melakukan pelaksanaan fasilitasi peraturan menteriini. Ketentuan sebagaimana dimaksuddalam pasal 233 ayat (2) tentang sistem akuntansi pemerintahandaerah yang mengacu pada standar akuntansi pemerintahan dilaksanakan secara beftahap mulaitahunanggaran 2007. pemerintah ini yang belum bagi daerah menetapkan RPJMD sebagaimana dimaksud dalam pasal81 ayat (1).pelaksanaan tata usahakeuangan daerahdan belanjadaerah.A . (2) Fasilitasi sebagaimana dimaksudpada ayat (1) mencakupmengkoordinasikan.RUF.pertanggungjawaban dan pengawasan keuangandaerah serta tata cara penyusunan anggaran pendapatandan belanja daerah.-105c. MA'. SE.melaksanakan sosialisasi. dicabut dandinyatakan tidakberlaku. Ketentuan sebagaimana dimaksud dalampasal90 ayat (2) tentangpenyusunan RKA-SKPD dengan menggunakan pendekatankerangka pengeluaran jangka menengah daerah dilaksanakan mulaitahun anggaran 2009. Pasal 333 Padasaat peraturan menteri ditetapkan. RWIR. dokumen perencanaan daerah lainnya dapat diguirakan pedoman penyusunan sebagai RKPD. MOH. menyempurnakanlampiran-lampiran sesuai dengan ketentuan perundangundangan. Peraturan daerahtentangpokok-pokok pengelolaan keuangan daerahditetapkan paling lambat2 tahunsejakditetapkan peraturan menteri ini. pasal 335 Denganditetapkannya peraturanmenteri ini. supervisidan bimbinganteknis. ai dengan aslinya RO HUKUM. Keputusan Menteri Dalam Negeriyang mengatur tentang pedoman pengurusan. ttd H.