P. 1
(2) Metode Penelitian Pendidikan

(2) Metode Penelitian Pendidikan

|Views: 178|Likes:
Published by Nasution Fithri

More info:

Published by: Nasution Fithri on Aug 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2015

pdf

text

original

Sections

NAMA

: SUSANTO

SMSTR/KELAS

: V/B

NIM

: 1071108713

MK

: METODOLOGI PENELITIAN

Metode Penelitian Pendidikan

1.Pengertian Metode Penelitian Pendidikan

Metodologi berarti ilmu tentang jalan yang ditempuh untuk memperoleh
pemahaman tentang sasaran yang telah disebutkan sebelumnya.
Sedangkan Penelitian digunakan sebagai padanan research dalam bahasa
Inggris(re berarti kembali,dan search berarti mencari) dengan demikian research
berarti mencari kembali. Kata research berasal dari bahasa latin reserare yang
berarti mengungkapkan atau membuka. Kata ini juga diindonesiakan menjadi riset.
Jadi research diartikan sebagai kegiatan mengungkapkan atau membuka
pengetahuan karena pengetahuan, baik yang telah ada maupun yang masih belum
ditemukan, dianggap sudah ada atau tersembunyi dialam yang hanya memerlukan
pengungkapannya.(Irawan Suhartono, 2000:1)
Penelitian dapat diartikan sebagai semua kegiatan pencarian, penyelidikan
dan percobaan secara ilmiah dalam suatu bidang tertentu untuk mendapatkan fakta-
fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru
dan menaikkan tingkat ilmu dan teknologi.(Amirul Hadi dan Haryono,1998: 39).
Penelitan pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang dilakukan
secara sistematis, logis, dan berencana untuk mengumpulkan, mengolah,
menganalisis dan menyimpulkan data dengan menggunakan metode tertentu untuk
mencari jawaban atas permasalahan yang timbul dalam bidang pendidikan.(Amirul
Hadi, 1998:12)

Berdasarkan uraian diatas maka dapat dikemukakan bahwa metode
penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data
yang valid dengan tujuan dapat di temukan, dikembangkan, dan dapat dibuktikan,

suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk
memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan.
(Sugiono, 2009: 6)

2.Tujuan Penelitian

Secara umum penelitian bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan
membuktikan kebenaran suatu pengetahuan.

•Penemuan

Penemuan disini berarti mendapatkan sesuatu yang baru untuk mengusi
kekurangan atau kekosongan atu menciptakan sesuatu yang sebelumnya
belum ada.

•Pembuktian

Pembuktian berarti data yang yang diperoleh itu digunakan untuk
membuktikan adanya keraguan terhadap informasi atau pengetahuan
tertentu.

•Pengembangan

Pengembangan berarti memperluas dan menggali lebih dalam realitas
atu problem yang sudah ada.(Kartini Kartono,1996:29)
Sedangkan pendapat lain menyatakan dari segi tujuannya aktifitas penelitian secara
umum dikelompokkan pada penelitian :eksplorasi,deskripsi,dan eksplanasi
a.Penelitian yang masuk dalam eksplorasi adalah yang bertujuan untuk :

•Semata-mata ingin memuaskan rasa atau hasrat ingin tahu agar memperoleh

pemahaman lebih jelas tentang peristiwa social yang terjadi.

Memperoleh tingkat kelayakan melakukan penelitian yang lebih

teliti,careful study

•Mengembangkan metode –metode yang hendak digunakan dalam penelitian

yang lebih teliti
b.Penelitian deskripsi

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan secara teliti (accurately and
precisely)tentang karakteristik yang sangat luas dari populasi.

c.Penelitian eksplanasi

Penelitian eksplanasi dikenal sebagai penelitian yang bertujuan untuk
memberikan eksplanasi yakni mengungkapkan hubungan antara dua orang atau
lebih konsep variabel dari suatu fenomena social.(Hamidi,2007:12)

3. jenis-jenis penelitian

Penggolongan jenis-jenis penelitian itu sangat bergantungpada peristiwa
dari mana seseorang hendak meninjau persoalannya, namun secara umum
penelitian dapat digolongksn dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:
a.Ditinjau dari segi tujuan esensialnya, penelitian dibedakan dalam dua
macam, yaitu:

Penelitian dasar atau basic research, penelitian ini bertujuan
menemukan suatu generalisasi atau keumuman, dan berusaha
menemukan teori-teori yang berlaku secara umum.
Penelitian penerapan atau applied research, penelitian ini diarahkan
pada penggunaan secara praktis dibidang kehidupan sehari-hari.
b. Penggolongan menurut bidangnya, antara lain ialah: penelitian-penelitian
pendidikan, sejarah, ekonomi, bahasa tehnik dan lain-lain.
c. Penggolongan menurut tempat dilaksanakan penelitian, yaitu:
Penelitian laboratorium, dilakuakn dalam suatu tempat khusus untuk
mengadakan studi ilmiah dan kerja ilmiah.
Penelitian lapangan, dilakukan dalam kancah kehidupan sebenarnya.
Penelitian kepustakaan, bertujuan untuk mengumpulkan data dan
informasi dengan bantuan macam-macam material yang terdapat di
ruang perpustakaan.
d.Penggolonan menurut tujuan umum dibagi dalam:
Penelitian eksploratif.
Penelitian pengembangan.
Penelitian verivikatif.
e.Penggolongan menurut tarafnya, dibagi menjadi:
Penelitian deskriptif.
Penelitian inferensial, untuk busa menarik kesimpulan umum.

f. Penggolongan menurut proses berlangsungnya prosedur penelitian, yaitu:
Penelitian histories documenter.
Penelitian eksperimental.
g.Penggolongan menurut jenis aktivitas yang dilakukan yaitu:
Penelitian penemuan fakta.
Interpetasi kritis.
Penelitian lengkap.(Kartini Kartono,1996:30-35)

C. Ciri-Ciri Kegiatan Penelitian

a..Kegiatan penelitian dirancang dan diarahkan untuk memecahkan suatu
masalahtertentu, yang dapat berupa jawaban maslah atau dapat menentukan
hubungan antara, variabel-variabel penelitian
b. Kegiatan penelitian menekankan pada pengembangan generalisasi prinsip-
prinsip dan teori-teori
c. Kegiatan penelitian berpangkal pada masalah yang dapat diobservasi
d. Kegiatan penelitian memerlukan observasi dan deskripsi yang mapan
e. Kegiatan penelitian berkepentingan dengan penemu baru
f. Prosedur kegiatan penelitian diracang secara teliti dan rasional
g. Kegiatan ppenelitian menuntut keahlian
h. Kegiatan openelitian ditandai dengan usaha objekktif dan logis
i. Kegiatan penelitian harus dilakukan secara cermat. Teliti dan sabar
Berdasarkan atas cirri-ciri penelitian seperti yang telah disebutkan diatas
maka penellitian memiliki nilai-nilai sebagai berikut
1.Netralis emosional
2.Keterbukaan
3.Ketegakan diri (Amirul Hadi,1998: 41-42)

D. Langkah-langkah Penelitian

Adapun langkah-langkah penelitian ini pada umumnya sebagai berikut
1.Identifikasi, pemilihan dan perumusan masalah
2.Penelaah kepustakaan
3.Penyusunan hipotesis

4.Identivikasi, klasifikasi, dan pemberian definisi oprasioanl variabel
5.Pemilihan atau pengembangan alat pengambil data
6.Penyusun rancangan penelitian
7.Penentuan sampel
8.Pengumpulan data
9.Pengolahan dan analisis data
10.Interpretasi hasil anslisis
11.Penyusun laporan

Kesebelas langkah tersebut berturut akan disajikan secara ringkas, dengan
menunjukan hal-hal yang pokok serta praktis.(Amirul Hadi,1998: 43-44).

DAFTAR PUSTAKA

Hadi, Amirul. 1998. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: CV Pustaka

Setia.

Hadi, Amirul dan Haryono. 1998. Metodologi Penelitian Pendidikan II.

Bandung: Pustaka Setia.

Hamidi. 2007.Metode Penelitian dan Teori Komunikasi. Malang: Press

Malang.

Irawan Soehartono. 2000. Metode Penelitian Social. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya.

Kartono, kartini. 1996. Pengantar Metodologi Riset Social. Bandung: Mandar

Maju.

Sugiono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Bandung: Alfabeta.

Di sisi lain Dirjen pendidikan Tinggi menyebutkan salah satu cara
penggolongan mengenai macam rancangan penelitian berdasarkan atas sifat-sifat
masalahnya. Berdasarkan sifat-sifat masalah tersebut, rancangan penelitian dapat
digolongkan sebagai berikut :
1.Penelitian historis
2.Penelitian deskriptif
3.Penelitian perkembangan
4.Penelitian kasus dan penelitian lapangan
5.Penelitian korelasional
6.Penelitian kausal komparatif
7.Penelitian experimental sungguhan

8.Penelitian experimental semu
9.Penelitian tindakan
Penjelasan singkat untuk tiap-tiap macam penelitian dari sembilan macam

tersebut yaitu:

1. Penelitian historis
a. Definisi

Sejarah adalah pengetahuan yang tepat terhadap apa yang telah terjadi.
Sejarah adalah deskripsi yang terpadu dari keadaan-keadaan atau fakta-fakta masa
lampau yang ditulis berdasarkan penelitian serta studi yang kritis untuk mencari
kebenaran. Penelitian dengan menggunakan metode sejarah penyelidikan yang
kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan serta pengalaman di masa lampau
dan menimbang secara cukup teliti dan hati-hati tentang bukti validitas dari sumber
sejarah serta interpretasi dari sumber-sumber keterangan tersebut.

b. Tujuan

Penelitian historis bertujuan untuk merekonstruksi masa lampau secara
sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan mengevaluasi dan
memverifikasikan, serta mensistematiskan bukti-bukti untuk memegakkan fakta dan
memperoleh kesimpulan yang kuat, dihubungkan dengan fakta yang ada pada masa
sekarang dan proyeksi masa depan.

c. Contoh

Studi mengenai praktek dukun bayi di daerah pedesaan di Aceh yang
bermaksud memahami dasarnya dimasa lampau serta relevansinya untuk masa kini.

d. Ciri-ciri

•Penelitian historis lebih tergantung kepada data yang diobservasi oleh

penelitian sendiri. Data yang baik akan dihasilkan oleh kerja ynag cermat yang
menganalisis keautentikan, ketetapan dan pentingnya sumber-sumbernya.

•Penelitian historis haruslah tertib ketat, sistematis dan teratur.

•Penelitian historis tergantung dua data yaitu data primer, ialah data yang

secara langsung diperoleh oleh peneliti dan sumber primer (data asli) dan data
sekunder yaitu data yang diperoleh penelitian dari orang lain atau sumber
sekunder jadi bukan asli.

•Penelitian historis menghendaki kritik untuk memperoleh kualitas data. Ada

dua macam kritik
1.Kritik eksternal menanyakan apakah data itu autentik artinya data aslinya
atau tiruan dan apabila autentik apakah relevan serta akurat
2.Kritik internal yaitu kritik yang menguji motif, objektifitas dan kecermatan
peneliti terhadap data yang diperoleh. Dengan kritik ini penelitian historis
akan lebih ketat, sistematis dan obyektif.

•Penelitian historis menggunakan pendekatan yang lebih utama dan dapat

menggali informasi yang lebih tua dibanding penelaahan pustaka.

•Sumber data harus dinyatakan secara definitif, baik nama pengarang, tempat

dan waktu. Sumber tersebut harus diuji kebenaran dan keuletannya. Fakta harus
dibenarkan oleh sekurang-kurangnya saksi yang tidak pernah berhubungan.
1.e. Sumber data pada metode history
Sumber data merupakan data yang digunakan dalam penelitian dengan metode
sejarah dapat diklasifikasikan secara bermacam-macam. Antara lain : remain,
dokumen, sumber primer, sumber sekunder, materi fisik, materi tulisan dan
sebagainya.

1.Remain dan Dokumen
Jika sumber sejarah ditinjau dari sengaja atau tidak sengajanya bahan atau sumber
data tersebut ditinggalkan, maka sumber sejarah dapat dibagi dua yaitu remain dan
dokumen. Remain adalah peninggalan-peninggalan yang tidak disengaja baik
berupa barang fisik maupun peninggalan rohani. Di lain pihak terdapat juga catatan-
catatan yang sengaja ditinggalkan dan disebut dokumen. Pengertian remain dan
dokumen adalah :
1) Remain atau Relics, yaitu bahan-bahan fisis atau tulisan yang mempunyai
nilai-nilai sejarah yang terdapat tanpa suatu kesadaran menghasilkannya untuk
suatu keperluan pembuktian sejarah. Peninggalan materi termasuk : alat perkakas,
perhiasan-perhiasan kuno, bangunan seperti piramida, candi, senjata-senjata,
sendok, benda budaya, dsb.
2) Dokumen yaitu laporan dari kejadian-kejadian yang berisi pandangan serta
pemikiran-pemikiran manusia di masa yang lalu. Dokumen tersebut secara sadar

ditulis untuk tujuan komunikasi dan transmisi keterangan. Contoh dari dokumen
anatara lain buku harian, batu tertulis, daun-daun lontar, relief-relief pada candi,
surat kabar, dsb.
Jika sumber sejarah diatas diperluas lagi, maka sumber tersebut dapat kita bagi
sebagai berikut :
1) Keterangan ditinggalkan secara sadar

•Sumber tertulis : catatan harian, memoir, bopgrafi, dsb.

•Karangan tradisional : balada, cerita-cerita tradisional, anekdot, dsb.

•Hasil-hasil artistik : potret, gambar, lukisan, patung, dsb.

2) Relic atau testimoni tanpa sadar : pakaian, bahan makanan, alat rumah tangga,
mesin-mesin, buku, makam, dsb.
3) Inskripsi, dokumen, momumen : memorial, kuburan, candi, dsb. Sebuah
makam dapat dimasukkan dalam dua kategori diatas. Jika sebuah makam ditemukan
dan pada makam tersebut hanay ada nama saja yang tertulis maka makam tersebut
adalah relic. Tetapi, jika dibawah nama tersebut terdapat lagi berbagai keterangan
seperti jabatan, kelahiran, serta tugas-tugas lain maka makam tersebut merupakan
dokumen yang sengaja ditinggalkan.
1.Sumber primer dan sekunder

•Sumber primer adalah tempat atau gudang penyimpanan yang orisinal dari

data sejarah. Data primer merupakan sumber-sumber dasar yang merupakan
bukti atau saksi utamadari kejadian yang lain.
Contoh : catatan resmi yang dibuat pada suatu acara atau upacara, suatu keterangan
oleh saksi mata, keputusan rapat, foto, dsb.

•Sumber sekunder adalah catatan tentang adanya suatu peristiwa ataupun

catatan yang jaraknya telah jauh dari sumber orisinal.
Contoh : keputusan rapat suatu perkumpulan bukan didasarkan dari keputusan dari
rapat itu sendiri tetapi dari sumber berita di surat kabar. Berita surat kabar tentang
rapat itu adalah sumber sekunder.
1.f. Jenis-jenis penelitian sejarah
Penelitian historis banyak sekali macamnya. Tetapi secara umum dapat dibagi atas
empat jenis yaitu :

1.Penelitian sejarah komparatif
Jika penelitian dengan metode sejarah dikerjakan untuk membandingkan faktor-
faktor dari fenomena sejenis pada suatu periode masa lampau maka penelitian
tersebut dinamakan penelitian sejarah komparatif.
1.Penelitian yuridis atau legal
Jika dalam metode sejarah diinginkan untuk menyelidiki hal-hal yang menyangkut
dengan hukum baik hukum formal maupun nonformal dalam masa lalu, maka
penelitian sejarah tersebut digolongkan dalam penelitian yuridis.
1.Penelitian biografis
Metode sejarah yang digunakan untuk meneliti kehidupan seseorang dan
hubungannya dengan masyarakat dinamakan penelitian biografis. Dalam penelitian
ini, diteliti sifat, watak, pengaruh, baik pengaruh lingkungan maupun pengaruh
pemikiran dan dari subyek penelitian dalam masa hidupnya serta pembentukan
watak, figur yang diterima selama hayatnya. Sumber-sumber data sejarah untuk
penelitian biografis antara lain : surat pribadi, buku harian, hasil karya seseorang,
karangan seseorang tentang figur yang diselidiki ataupun catatan teman dari orang
yang diteliti tersebut.
1.Penelitian bibliografis
Penelitian dengan metode sejarah untuk mencari, menganalisis, membuat
interpretasi serta generalisasi dari fakta-fakta yang merupakan pendapat para ahli
dalam suatu masalah atau suatu organisasi dikelompokkan dalam penelitian
bibliografis. Penelitian ini mencangkup hasil pemikiran dan ide yang telah ditulis
oleh pemikir dan ahli.
1.g. Langkah-langkah pokok
1) Mengidentifikasi masalah yang meliputi antara lain :

•Apakah pendekata historis merupakan yang terbaik bagi masalah yang

digarap?

•Apakah data penting yang diperlukan mungkin didapat?

•Apakah hasilnya dapat digunakan?

2) Merumuskan tujuan penelitian (kalau perlu sampai hipotesis)

Dari masalah telah diformulasikan, maka rumuskan tujuan-tujuan dari penelitian.
Dalam merumuskan tujuan ini maka hubungkan dia dengan teori, jika ada dan
kaitkan dengan hipotesa yang ingin dibentuk.
3) Merumuskan hipotesa
Rumuskan hipotesa sebagai keterangan sementara yang akan diuji kebenarannya.
Hipotesa tersebut amat berguna untuk memberi arah dan fokus bagi kegiatan
penelitian.
4) Mengumpulkan data.
Untuk itu diperlukan pencatatan data misalnya dengan sistem kartu atau sistem
lembaran. Mengumpulkan data dengan mengingat sumber-sumber. Tujukan
pengumpulan data terhadap data primer lebih dahulu, baru ditunjang dengan data
sekunder.
5) Evaluasi data
Data yang dikumpulkan perlu dievaluasi dengan melakukan kritis eksternal maupun
internal.
6) Interpretasi dan generalisasi
Analisis data serta buat interpretasi dan generalisasi dari fenomena-fenomena yang
diselidiki kemudian membuat kesimpulan-kesimpulan.
7) Menyusun laporan
Menuliskan laporan penelitian.
1.2. Penelitian deskriptif
1.a. Definisi
Menurut Whitney metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang
tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-maslah dalam masyarakat, serta
tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi tertentu termasuk tentang
hubungan kegiatan, sikap, pandangan serta proses yang sedang berlangsung dan
pengaruh dari suatu fenomena.
1.b. Tujuan
Penelitian deskriptif bertujuan untuk pemecahan masalah secara sistematis dan
faktual mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi.
1.c. Contoh

Survei mengenai sikap masyarakat petani terhadap program KB. Penelitian tentang
pendapat masayarakat untuk mengembangkan pendidikan luar biasa.
1.d. Ciri-ciri
a) Padap umumnya bersifat menyajikan potret keadaan yang bisa mengajukan
hipotesis atau tidak.
b) Merancang cara pendekatannya hal ini meliputi macam datanya, penentuan
sampelnya, penentuan metode pengumpulan datanya, melatih pada tenaga lapangan
dsb.
c) Mengumpulkan data
d) Menyususn laporan
1.3. Penelitian perkembangan
1.a. Tujuan
Penelitian perkembangan bertujuan untuk menyelidiki pula dan perurutan
pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi waktu
1.b. Contoh
Studi longtudinal mengenai pertumbuhan anak ia secara langsung mengukur sifat-
sifat pertumbuhan dan perkembangan anak (individu) yang diteliti.
1.c. Ciri-Ciri
1) Memusatkan perhatian pada studi tentang variabel –variabel dan
perkembangannya selama beberapa waktu (bulan atau tahun). Tugasnya adalah
menjawab pertanyaan-pertanyaan bagaimanakah pola-pola pertumbuhan, lajunya,
arahnya, dan berbagai faktor yang mempengaruhi sifat-sifat perkembangan itu
2) Dalam studi cross sectional
Biasanya dapat mencakup subyek yang lebih banyak tetapi hanya memotret faktor
yang lebih sedikit dibanding studi longitudinal. Dalam metode cross section ini
biasanya slit dalam mengambil sampel antara lain karena umumnya yang beragam.
3) Dalam studi longitudinal biasanya sulit dalam masalah sampling sebab
subyeknya terbatas studi longitudinal ini menuntut kontinuitas, waktu yang panjang,
biaya yang banyak dan penelitian yang ulet.
4) Studi-studi kecenderungan mengandung kekemahan bahwa faktor-faktor yang
tak dapat diramalkan mungkin masak dan memodifikasi atau membuat

kecenderungan yang didasarkan masa lampau menjad tidak usah. Pada umumya
ramalan untuk masa panjang adalah educated guess sedang ramalan untuk waktu
yang pendek lebih reliabel dan lebih valid.
1.d. Langkah- Langkah Pokok
1) Definisikan masalah atau rumuskan tujuan-tujuannya
2) Lakukan penelaahan kepustakaan untuk menentukan garis dasar informasi
yang ada dan memperbandingkan metodologi-metodologi penelitian, termasuk alat-
alat yang telah ada dan teknik-teknik pengumpulan data yang telah dikembangkan.
3) Rancangan cara pendekatan
4) Kumpulan data
5) Evaluasi data yang terkumpul
6) Susun laporan mengenai hasil evaluasi tersebut
1.4. Penelitian kasus dan penelitian lapangan
1.a. Tujuan
Tujan penelitian kasus dan penelitian lapangan adalah untuk mempelajari secara
intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit
sosial, individu, kelompok, lembaga atau masyarakat.
1.b. Contoh
Studi lapangan yang tuntas mengenai kebudayaan kelompok-kelompok masyarakat
terpencil.
Studi secara mendalam mengenai seorang anak yang mengalami ketidakmampuan
belajar yang dilakukan oleh seorang ahli psikologi.
1.c. Ciri-ciri
1) Penelitian kasus adalah penelitian yang mendalam menegenai kasus tertentu
yang hasilnya merupakan gambaran lengkap dan terorganim mengenai kasus itu
penelitian ini antar alain mencakup keseluruhan sklus kehidupan, kaang-kadang
hanya meliputi segmen-segmen tertentu pada faktor-faktor kasus.
2) Studi kasus cenderung untuk meneliti jumlah unit yang kecil tetapi mengenai
variabel dan kondisi yang besar jumlahnya
a) Penelitian kasus sangat berguna untuk informasi latar belakang guna
merencanakan yang lebih besar dalam ilmu sosial. Ia lebihnintensif menerangi

variabel yang penting, proses dan interaksi yang memerlukan perhatian yang lebih
luas. Penelitian ini merupakan perintis bagi penelitian lanjutan juga merupakan
sumber hipotesis.
b) Penelitian kasus memberikan contoh yang berguna berdasarkan data yang
diperoleh untuk memberikan gambaran mengenai penemuan-penemuan yang
disimpulkan dengan statistik
Kelemahan :

•Tidak memungkinkan generalisasi yang obyektif pada populasi sebab

perincian kasus memang sangat terbatas representatnya.

•Penelitian kasus sangat peka terhadap keberatan sebelahan yang subyektif

maka hasilnya kurang obyektif
1.d. Langkah-langkah pokok
1) Merumuskan tujuan-tujuan yang akan dicapai. Apakah yang dijadikan unit
studi itu sifat-sifat, saling berhubungan serta proses-proses yang mana yang akan
menuntun penelitian
2) Merencanakan cara pendekatannya. Bagaimana unit-unit itu akan dipilih?
Sumber-sumber data mana yng tersedia, metode pengumpulan data mana yang
digunakan?
3) Mengumpulkan data
4) Mengorganisasikan data dan informasi yang diperoleh itu menjadi
rekonstruksi unit studi yang koheren dan terpadu secara baik.
5) Menyusun laporannya dengan sekaligus mendiskusikan makna hasil tersebut.
1.5. Penelitian korelasional
1.a. Tujuan
Tujuan penelitian korelasional adalah untuk meyelidiki sejauh mana variasi pada
suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain
berdasarkan padaa koefisien korelasi
1.b. Contoh
1) Studi untuk meramalkan keberhasilan belajar berdasarkan atas skor pada tes
bakat.

2) Studi yang mempelajari saling hubungan antara skor pada tes masuk
perguruan tinggi dengan indeks prestasi.
1.c. Ciri-Ciri
1) Penelitian ini memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling
hubungannya secara serentak dalam keadaan realistiknya.
2) Penelitian ini menunjukkan taraf tinggi hendaknya salinh hubungan bukan ada
atau tidaknya saling hubungan tersebut.
3) Penelitian cocok bila variabel-variabel bebas akibatnya kurang tertib dan
kurang ketat.
4) Sering menggunakan data yang tanpa pilih-pilih
1.d. Langkah-langkah pokok
1) Mendefinisikan masalah
2) Melakukan telaah pustaka
3) Merancang cara pendekatannya
a) Mengidentifikasikan variabel yang relevan
b) Menentukan subyeknya yang sebaik-baiknya
c) Memilih atau menyusun alat pengukur yang cocok
d) Memilih metode korelasional yang cocok untuk masalah yang sedang digarap
4) Mengumpulkan data
5) Menganalisis data yang telah dikumpulkan dan dinuat interpretasinya
6) Menuliskan laporan
1.6. Penelitian kausal komparatif
1.a. Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat
berdasarkan pengamatan terhadap akibat yang ada, mencari kembali fakta yang
mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.
1.b. Contoh
1) Penelitian untuk menentukan ciri-ciri guru yang efektif dengan menggunakan
data yang berupa catatan mengenai sejarah pekerjaan selengkap mungkin
2) Mencari pola tingkah laku prestasi belajar yang berkaitan dengan perbedaan
umur pada waktu masuk sekolah dengan cara menggunakan data deskriptif

mengenai tingkah laku dan skor tes prestasi belajar yang terkumpul sampai anak-
anak tersebut kelas VI SD.
1.c. Ciri pokok
Penelitian kausal komparatif bersifat ex post facta artinya dikumpulkan setelah
semua kejadian yang diperoleh berlangsung atau lewat. Penelitian mengambil satu
atau lebih akibat dan menguju data itu dengan menelusur kembali ke masa lampau
untuk mencari sebab-sebab, saling hubungan dan maknanya.
Kelebihannya :

•Metode kausal komparatif baik untuk berbagai keadaan apabila bersama

dengan metode eksperimen.

•Metode kausal komparatif menghasilkan informasi yang sangat berguna

mengenai sifat gejala yang dipersoalkan.

•Perbaikan dalam hal teknik metode statistik dan rancangan dengan kontrol

persial, dewasa ini telah membuat studi kausal komparatif lebih dapat
dipertanggungjawabkan.

Kelemahannya :

•Tidak ada kotrol terhadap variabel bebas merupakan kelemahan utama

dalam setiap rancangan ex post facta

•Sukar memperoleh kepastian bahwa faktor-faktor penyebab yang relevan

telah benar-benar tervcakup dalam kelompok faktor-faktor yang diselidiki.

•Faktor penyebab ternyata bukan faktor tunggal melainkan faktor dalam

kondisi tertentu untuk menghasilkan data yang disaksikan menyebabkan
soalnya sangat kompleks.

•Suatu gejala mungkin tidak hanya merupakan akibat dari sebab-sebab ganda

tetapi dapat pula disebabkan oleh sesuatu pada kejadian tertentu dan oleh
sebab lain pada kejadian lain.

•Apabila saling hubungan antara dua variabel telah ditemukan mungkin

sukar untuk menentukan mana yang sebab mana yang akibat

•Kenyataan bahwa dua atau lebih faktor saling berhubungan tidak mesti

memberi implikasi adanya hubungan sebab akibat

•Studi komparasi dalam situasi alami tidak memungkinkan pemilihan subyek

secara terkontrol. Sebab sangat sukar menempatkan kelompok yang telah
ada yang mempunyai kesamaan dalam berbagai hal kecuali dalam hal
menghadapkannya kepada variabel bebas

•Menggolongkan subyek dalm kategori dikotoki (misalnya : golongan pandai

dan golongan bodoh). Untuk tujuan perbandingan, menimbulkan persoalan
karena kategori macam itu sifatnya kabur, bervariasi, mantap. Penelitian
semacam itu sering menimbulkan penemuan yang tidak berguna.
1.d. Langkah-langkah pokok
1) Mendefinisikan masalah
2) Melakukan telaah pustak
3) Merumuskan hipotesis
4) Merumuskan asumsi-asumsi yang mendasari hipotesis serta produser yang
akan digunakan
5) Menyusun rancangan cara pendekatannya
a) Memilih subyek yang akan digunakan serta produser yang akan digunakan
b) Memilih teknik yang akan digunakan untuk mengumpulkan data
c) Menetukan kategori untuk mengklasifikasikan data yang jelas sesuai dengan
tujuan studi
6) Mencari validitas teknik untuk pengumpulan data dan menginterpretasikan
hasilnya dalam cara yang jelas dan cermat
7) Mengumpulkan, menganalisis dan mengolah data
8) Menyusun laporan
1.7. Penelitian experimental sungguhan
1.a. Tujuan
Penelitian experimental sungguhan bertujuan untuk menyelidiki kemungkina saling
hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok
eksperimental satu atau lebih kondisi perlakuan dari membandingkan hasilnya
dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenal kondisi perlakuan
1.b. Contoh

1) Penelitian untuk meyelidiki pengaruh metode ceramah dengan metode
demonstrasi dalam bidang studi IPA pda murid kelas II SMA sebagai fungsi ukuran
kelas (besar dan kecil) dan taraf intelegensi murid (tinggi, sedang, rendah) dengan
cara menempatkan guru secara random berdasarkan intelegensi, ukuran kelas dan
metode mengajar.
2) Penelitian untuk menyelidiki efek pemberian tambahan makanan di sekolah
kepada murid-murid SD di suatu daerah dengan memperhatikan keadaan sosial
ekonomi orang tua dan taraf intelegensinya.
1.c. Ciri-Ciri
1) Menurut pengaturan variabel dan kondisi eksperimen secara tertib dan ketat
baik dengan kontrol atau manipulasi langsung maupun randomisasi.
2) Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagi garis dasar untuk
dibandingkan dengan kelompok yang dikeni perlakuan eksperimental
3) Memusatkan usaha pada pengontrolan variasi
a) Untuk memaksimalkan varian variabel yang berkaitan dengan hipotesis
b) Untuk meminimalkan varian variabel pengganggu atau yang tidak diinginkan
dan yang mungkin mempengaruhi hasil eksperimen tetapi yang tidak menjadi
tujuan penelitian.
c) Untuk meminimalkan varian kekeliruan atau varian rambang, termasuk apa
yang disebut kekeliruan pegukuran maka penyelesaian terbaik adalah memilih
secara rambang mengenai subyek dalm kelompok-kelompok dan perlakuan
eksperimental pada kelompok
4) Rancangan ini menuntut interval validity yang merupakan tujuan pertama
metode eksperimen. Apakah manipulasi eksperimen pada penelitian ini memang
benar-benar penimbulkan perbedaan.
5) Rancangan ini juga menuntut interval validity yaitu seberapa representatifkah
penemuan-penemuan penelitian ini dan seberapa jauh hasilnya dapat disimpulkan
6) Kemajuan dalam metodologi penelitian, misalnya rancangan faktorial dan
analisis varian telah memungkinkan peneliti untuk memanipulasi atau membiarkan
bervariasi lebih dari satu variabel dan sekaligus menggunakan lebih dari satu
kelompok eksperimen. Hal ini memungkinkan untuk secar serempak menentukan :

a) Efek variabel bebas utama (perlakuan)
b) Variasi yang berkaitan dengan variabel yang digunakan membuat klasifikasi
dan
c) Interaksi antara kombinasi variabel bebas dan variabel yang digunakan untuk
membuat klasifikasi tertentu.
Kelemahan :
Kalau metode ini dikenakan kepada dunianya, karena manusia sering berbuat lain
apabila tingkah lakunya dibatasi secara artifisial dimanipulasi atau diobservasi
secara sistematis.
1.d. Langkah-langkah pokok
1) Melakukan survei kepustakaan yang relevan bagi masalah yang akan digarap
2) Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah
3) Merumuskan hipotesis, berdasarkan atas penelaahan kepustakaan
4) Mengidentifikasikan pengertian dasar dan variabel utama
5) Menyusun rancangan eksperimen
a)

Mengidentifikasikan bermacam-macam

variabel yang
relevanmengidentifikasikan variabel dan noneksperimental yang mungkin
mencemarkan eksperimen dan menentukan bagaimana caranya mengontrol variabel
tersebut
b) Menentikan rancangan eksperimennya
c) Memilih subyek yang representatif bagi populasi tertentu, menentukan siapa-
siapa yang masuk kelompok kontrol dan siapa yang masuk kelompok eksperimen
d) Menerapkan perlakuan
e) Memilih atau menyusun alat untuk mengukur hasil eksperimen dan
validasikan alat tersebut.
f) Merancangkan prosedur pengumpulan data, dan jika mungkin lakukan pilat
atau trial runtest untuk menyempurnakan alat pengukur atau rancangan
eksperimennya.
g) Rumuskan hipotesis nol nya
6) Melaksanakan eksperimen

7) Mengatur data kasar itu dalamcara yang mempermudah analisis selanjutnya
dengan menempatkan dalam rancangan yang memungkinkan memperhatikan efek
yang diperkirakan akan ada.
1.8. Penelitian experimental semu
1.a. Tujuan
Penelitian eksperimental semu bertujuan untuk memperoleh informasi yang
merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang
sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol atau
memanipulasikan semua variabel yang relevan
1.b. Contoh
1) Berbagai penelitian mengenai berbagai problem sosial seperti kenakalan,
keresahan, merokok jumlah penderita jantung yang di dalamnya kontrol dan
manipulasi tidak selalu dapat dilakukan.
2) Penelitian pendidikan yang menggunakan pre-test post-test di dalamnya
variabel-variabel seperti kematangan, efek testing, regresi statistik dan adaptasi
terlewatkan dari penelitian
1.c. Ciri-Ciri
1) Penelitian eksperimental semu secara khas mengenai keadaan praktis yang di
dalamnya tidak mungkin mengontrol semua variabel yang relevan kecuali beberapa
variabel saja
2) Perbedaan antara penelitian eksperimental sungguh dan semua sangat kecil
terutama kalau yang dipergunakan subyek adalah manusia
1.d. Langkah-langkah pokok
Langkah pokok dalam penelitian eksperimental semua adalah sama dengan
langkah-langkah dalam melakukan penelitian eksperimental sungguhan dengan
pengalaman secara teliti terhadap masing-masing keterbatasan dalam hal validitas
internal dan validitas eksternalnya.
1.Penelitian tindakan
1.a. Tujuan

Penelitian ini bertujuan mengembangkan keterampilan atau cara pendekatan baru
untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia kerja atau dunia
aktual lain.
1.b. Contoh
Program inservice training untuk melatih para orthopaedagog bekerja untuk
menangani anak-anak yang mengalami kesulitan belajar di sekolah
1.c. Ciri-Ciri
1) Praktis dan langsung relevan untuk situasi aktual
2) Fleksibeldan adaptif
3) Cara penelitian impiris
4) Penelitian tindakan kekurangan ketertiban ilmiah
1.d. Langkah-langkah pokok
1) Menetapkan tujuan
2) Melakukan telaah pustaka
3) Merumuskan hipotesis
4) Mengatur research setting
5) Menentukan kriteria evaluasi
6) Mengumpulkan,menganalisis,mengolah data, dan mengevaluasi
7) Menulis laporan
Sumber :
Cholid Narbuko dan Abu Achmadi. 2007. Metodologi Penelitian. Jakarta : Bumi
Aksara
Moh. Nazir. 1999. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia

JENIS-JENIS PENELITIAN ILMIAH

Penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan
kriteriakriteria tertentu, antara lain berdasarkan: (1) Tujuan; (2) Pendekatan; (3)
Tempat; (4) Pemakaian atau hasil / alasan yang diperoleh; (5) Bidang ilmu yang
diteliti; (6) Taraf Penelitian; (7) Teknik yang digunakan; (8) Keilmiahan; (9)
Spesialisasi bidang (ilmu) garapan. Berikut ini masing-masing pembagiannya.

Berdasarkan hasil/alasan yang diperoleh:

1.Basic Research (Penelitian Dasar),

Mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan;
1.Applied Reseach (Penelitian Terapan), Mempunyai alasan praktis, keinginan
untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik,
efektif, efisien.

Berdasarkan Bidang yang diteliti:

1.Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi,
pendidikan, hukum, dsb.
2.Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika,
Teknik, dsb.

Berdasarkan Tempat Penelitian :

1.Field Research (Penelitian Lapangan), langsung di lapangan;
2.Library Research (Penelitian Kepustakaan), dilaksanakan dengan
menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya;
3.Laboratory Research (Penelitian Laboratorium), dilaksanakan pada tempat
tertentu / lab, biasanya bersifat eksperimen atau percobaan;

Berdasarkan Teknik yang digunakan :

1.Survey Research (Penelitian Survei), tidak melakukan perubahan (tidak ada
perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.
2.Experimen Research (Penelitian Percobaan), dilakukan perubahan (ada
perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.

Berdasarkan Keilmiahan :
1.1. Penelitian Ilmiah
Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran,
menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan
pembuktian ilmiah/meyakinkan. Ada dua kriteria dalam menentukan
kadar/tinggirendahnya
mutu ilmiah suatu penelitian yaitu:
1.Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang

diteliti:

2.Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama
dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain;

Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah:
1.1. Purposiveness, fokus tujuan yang jelas;
2.2. Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik;
3.3. Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas
4.4. Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang

sejenis;

5.5. Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan
emosional;
6.6. Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya
semakin berguna;
7.Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi
dapat dilihat;
8.8. Parsimony, Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode
penelitiannya.
1.2. Penelitian non ilmiah (Tidak menggunakan metode atau kaidah-
kaidah ilmiah)

2.Berdasarkan Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Bisnis (Akunting,
Keuangan, Manajemen, Pemasaran), Komunikasi (Massa, Bisnis,
Kehumasan/PR, Periklanan), Hukum (Perdata, Pidana, Tatanegara
Internasional), Pertanian (agribisnis, Agronomi, Budi Daya Tanaman, Hama
Tanaman), Teknik, Ekonomi (Mikro, Makro, Pembangunan), dll.
1.Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan) : variabel adalah hal yang
menjadi objek penelitian, yang ditatap, yang menunjukkan variasi baik
kuantitatif maupun kualitatif. Variabel : masa lalu, sekarang, akan datang.
Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan menggambarkan variabel
masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to
describe
= membeberkan/menggambarkan). Penelitian dilakukan terhadap
variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen.

PENELITIAN SECARA UMUM :
o Penelitian Survei:
Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;

Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb.
Melakukan evaluasi serta perbandingan terhadap hal yang telah dilakukan orang
lain dalam menangani hal yang serupa;
Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara
sampel;
Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;
Penelitian ini dapat berupa :
1.Penelitian Exploratif (Penjajagan). Terbuka, mencari-cari, pengetahuan
peneliti tentang masalah yang diteliti masih terbatas. Pertanyaan dalam studi
penjajagan ini misalnya : Apakah yang paling mencemaskan anda dalam hal
infrastruktur di daerah Kalbar dalam lima tahun terakhir ini? Menurut anda,
bagaimana cara perawatan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik.
2.Penelitian Deskriptif. Mempelajari masalah dalam masyarakat, tata cara
yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap, pandangan,
proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suatu fenomena;
pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat. Peneliti
mengembangkan konsep, menghimpun fakta, tapi tidak menguji hipotesis.
3.Penelitian Evaluasi. Mencari jawaban tentang pencapaian tujuan yang
digariskan sebelumnya. Evaluasi di sini mencakup formatif (melihat dan
meneliti pelaksanaan program), Sumatif (dilaksanakan pada akhir program
untuk mengukur pencapaian tujuan).
4.Penelitian Eksplanasi (Penjelasan). Menggunakan data yang sama,
menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis.
5.Penelitian Prediksi. Meramalkan fenomena atau keadaan tertentu;
6.Penelitian Pengembangan Sosial. Dikembangkan berdasarkan survei yang
dilakukan secara berkala: Misal: Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di
Kalbar, 1998-2003;
o Grounded Research
Mendasarkan diri pada fakta dan menggunakan analisis perbandingan; bertujuan
mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep, membuktikan teori,

mengembangkan teori; pengumpulan dan analisis data dalam waktu yang
bersamaan. Dalam riset ini data merupakan sumber teori, teori berdasarkan data.
Ciri-cirinya : Data merupakan sumber teori dan sumber hipotesis, Teori
menerangkan data setelah data diurai.

TUJUAN PENELITIAN :

Secara umum ada empat tujuan utama :
1.Tujuan Exploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru dalam
bidang tertentu
2.Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang
yang telah ada
3.Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam
bidang yang telah ada
4.Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi)
Sumber : http://skripsistikes.wordpress.com

Jenis penelitian berdasarkan pendekatan

Berdasarkan pendekatan, secara garis besar dibedakan dua macam penelitian,
yaitu :

1.Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kuantitatif adalah suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan
pendekatan deduktif – induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori ,
gagasan para ahli ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya,
kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-
pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam
bentuk dukungan data empiris di lapangan.
1.Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan
gejala secara holistic- kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami
dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrument kunci. Penelitian kualitatif
bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif

Jenis penelitian berdasarkan fungsinya

Secara umum penelitian mempunyai dua fungsi utama, yaitu mengembangkan ilmu
pengetahuan dan memperbaiki praktek.
Secara umum dan mendasar dapat dibedakan menjadi 3 macam penelitian :
1.Penelitian Dasar
Penelitian dasar (basic research) disebut juga penelitian murni (pure research) atau
penelitian pokok (fundamental research), yaitu penelitian yang diarahkan pada
pengujian teori, dengan hanya sedikit atau bahkan tanpa menghubungkan hasilnya
untuk kepentingan praktik
1.Penelitian Terapan
Penelitian terapan (applied research) berkenaan dengan kenyataan-kenyataan
praktis, penerapan, dan pengembangan pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian
dasar dalam kehidupan nyata.
1.Penelitian Evaluatif
Penelitian evaluatif (Evaluation research) difokuskan pada suatu kegiatan dalam
suatu unit tertentu. Kegiatan tersebut dapat berbentuk program, proses ataupun hasil
kerja, sedangkan unit dapat berupa tempat, organisasi, tau lembaga.

JENIS – JENIS PENELITIAN BERDASARKAN TUJUANNYA

Jenis – jenis penelitian berdasarkan penelitiannya di bedakan antara lain penelitian
deskriptif , prediktif , improftif , dan eksplanatif.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->