A.

Proses Morfologi Proses morfologis ialah cara pembentukan kata-kata dengan menghubungkan morfem yang satu dengan yang lain (Samsuri, 1982:190). Atau, proses yang dialami bentuk-bentuk lingual dalam menyusun kata-kata (Ahmadslamet, 1982:58). Lebih jelas, proses morfologis ialah proses pembentukan kata-kata dari satuan lain yang merupakan bentuk dasarnya (Ramlan, 1983:44). Perhatikanlah satuan-satuan berikut! perumahan rumah rumah-rumah rumah makan Dari skema di atas terlihatlah dengan jelas bahwa bentuk dasar rumah bisa menghasilkan kata-kata baru perumahan, rumah-rumah, dan rumah makan. Kata perumahan dihasilkan dengan cara melekatkan afiks per-an pada bentuk dasar rumah, kata rumah-rumah dihasilkan dengan cara mengulang bentuk dasar rumah, dan kata rumah makan dengan cara menggabungkan bentuk dasar rumah dengan makan. Proses pelekatan afiks, pengulangan bentuk dasar, dan penggabungan bentuk dasar dengan bentuk lain sepetti itulah merupakan contoh proses morfologis. Jadi proses morfologis dapat dilakuakn dengan berbagai cara. B. Macam-macam Proses Morfologi Samsuri (1982:190) menuliskan bahwa proses morfologis itu ada lima macam, yakni: (1) afiksasi, (2) reduplikasi, (3) perubahan intern, (4) suplisi, dan (5) modifikasi kosong. Sedangkan Verhaar (1984:64) dan Ramlan (1983:46) menambahkan satu lagi yaitu komposisi atau pemajemukan. Keenam proses morfologis tersebut terjadi pada bahasa-bahasa yang ada di dunia. Pada bagian ini, penulis hanya akan memaparkan kilas. Sedangkan pada bagian lain, akan dipaparkan secara rinci yakni proses morfologis yang ada pada bahasa Indonesia. Agar lebih jelas, secara sekilas akan dipaparkan satu persatu. 1) Afiksasi Afiksasi atau proses pembubuhan imbuhan ialah pembentukan kata dengan cara melekatkan afiks pada bentuk dasar. Hasil afiksasi disebut kata berafiks atau kata berimbuhan. Contohnya: ber- pada berkembang, -el- pada telunjuk, -an pada lemparan, dan per-an pada perjanjian. Paparan lebih rinci akan dibahas pada afiksasi bahasa Indonesia. 2) Reduplikasi Reduplikasi ialah proses pembentukan kata dengan cara suatu bentuk dasar. Proses morfologis semacam ini merupakan salah satu cara pembentukan kata yang paling banyak pada bahasa-bahasa di dunia. Sebagai contoh: buku menjadi buku-buku, bali menjadi bola-bali (bahasa Jawa), adanuk menjadi adadanuk ‘panjang’ (bahasa Agta). Paparan reduplikasi ini juga lebih jauh dan rinci akan dibahas pada reduplikasi bahasa Indonesia. 3) Perubahan Intern Perubahan intern ialah pembentukan kata dengan cara mengubah struktur fonem dasar sehingga menghasilkan bentuk baru, sebagai contoh perhatikanlah satuan-satuan berikut! Tunggal /fut/ /mæn/ Waktu Sekarang /ran/ /teyk/ Jamak /fiyt/ /mεn/ Waktu Lampau /ræn/ /tuk/ Arti ‘kaki’ ‘laki-laki’ Arti ‘lari’ ‘mengambil’

Bentuk jamak (kata benda) maupun waktu lampau (kata kerja) tidak dapat kita ambil bagian mana yang menyatakan makna tersebut. Namun dari contoh di atas, kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa yang menyatakan makna jumlah ialah perubahan /u/

bahwa bahasa Indonesia termasuk rumpun bahasa aglutinatif. Bentuk dasar dan bentuk turunannya tidak terdapat persamaan sedikitpun. Waktu Kini /gow/ /æ/ Waktu Lampau /wεnt/ /w∂z/ Arti ‘pergi’ ‘adalah’ Dari dua contoh di atas kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa bentuk go dan am untuk waktu kini (sekarang) berubah menjadi went dan was untuk menyatakan waktu lampau. Samsuri menyebutkan bahwa bentuk dasar yang dilekati afiks berupa akar (bentuk tunggal bebas atau morfem bebas) dan pokok kata. Dari dua pernyataan di atas. Perbedaan bukan terletak pada peristiwa afiksasinya. kita ambil dari bahasa Inggris. Proses morfologis yang dimaksudkan ialah afiksasi (proses pembubuhan afiks). Bentuk lampau tersebut seoolah-olah bukan perubahn dari bentuk kini. Afiksasi dalam Bahasa Indonesia Afiksasi sering pula disinonimkan dengan proses pembubuhan afiks. 1982:190). berikut ini akan dipaparkan secara sekilas. Afiksasi dalam bahasa Indonesia sangat memegang peranan penting. Hal itu didasarkan pada suatu kenyataan.tidk ahanya dibentuk dari bentuk dasar yang bermorfem tunggal. Afiks Bentuk Dasar Tunggal peNpeN-an per-an temu tampil Kompleks tanggung jawab penemu penampilan pertanggungjawaban Hasil . seolah-olah begitulah adanya. bahwa pada dasarnya afiksasi dalam bahasa Indonesia. Dalam hal ini. flower + sun sunflower mata + sapi mata sapi (telur) Masalah komposisi ini akan lebih terinci dipaparkan pada komposisi dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu. Hasil afiksasi disebut kata berafiks atau kata berimbuhan. penulis sependapat dengan Ramlan. tetapi terletak pada bentuk dasarnya. menyebutnya bentuk tunggal maupun kompleks. Sebagai contoh perhatikanlah bentuk-bentuk berikut. Setelah macam-macam proses morfologis dipaparkan secara sekilas. reduplikasi (proses pengulangan). 4) Suplisi Suplisi merupakan salah satu proses morfologis yang menyebabkan adanya bentuk yang sama sekali baru. afiksasi merupakan salah satu proses morfologis. Agar lebih jelas perhatikanlah korpus berikut. proses morfolois seperti itu disebut perubahan intern (intern modification). dan komposisi (proses pemajemukan). C. baik tunggal maupun kompleks untuk membentuk kata. Lubis (1954:39) dan Anshar (1969:9) menyebutkan dengan istilah kata bersambungan. Namun Ramlan (1983:47) lebih lanjut menyebut afiksasi itu sebagai pembubuhan afiks pada suatu satuan (bentuk). Afiksasi yaitu penggabungan akar (istilah lain untuk morfem bebas) atau pokok kata dengan afiks (Samsuri. sedangkan Ramlan. Seperti telah dijelaskan. 5) Modifikasi Kosong Komposisi atau pemajemukan adalah proses pembentukan kata dengan cara menggabungkan dua buah bentuk atau satuan dasar(bentuk asal) atau lebih.menjadi /iy/ dan /æ/ menjadi /δ/ pada kata foot menjadi feet dan man menjadi men atau /a/ menjadi /æ/ dan /ey/ menjadi /u/ pada kata run menjadi ran atau teek menjadi took. tetapi bisa pula bentuk kompleks. Proses morfologis seperti itu dinamakan suplisi. Untuk contoh ini. kita dapat mengambil satu perbedaan pengertian yang dilontarkan oleh Samsuri dan Ramlan. berikut ini akan dipaparkan proses morfologis yang ada dalam bahasa Indonesia secara terinci.

perhatikanlah contoh berikut! Afiks berdi-an -i -kan -elpeN-an Bentuk Dasar jalan tendang kunjung duduk masuk tapak nanti Kata Berafiks berjalan ditendang kunjungan duduki masukkan telapak penantian Berdasarkan tebel di atas jelas terlihat bahwa afiks (ber-. -i. Kedua. atau mungkin frase seperti ke samping. Keraf (1982:93) menyebutnya. Afiks ialah satuan (ter-)ikat yang dalam suatu kata merupakan unsur yang bukan kata dan bukan pokok kata yang memiliki kesanggupan melekat pada satuan lain untuk membentuk kata. dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa afiksasi atau pembubuhan afiks ialah pembentukan kata baru dengan carameletakkan afiks atau imbuhan pada suatu bentuk dasar. dan banyak lagi) kalau berdiri sendiri tidak mempunyai arti apa-apa. Artinya. contoh: ke. Afiks baru mempunyai arti atau makna jika mereka digabungkan pada bentuk lain seperti terlihat pada korpus di atas. mungkin gabungan kata seperti tanggung jawab.untuk menjelaskan pengertian di atas. mungkin berupa pokok kata seperti juang. berhenti. contoh: -an + genang menjadi genangan. proses peletakkan aiks pada akhir bentuk dasar yang biasa disebut sufiksasi (suffxation. ambifixation. . proses pelatakkan afiks di tengah-tengah bentuk dasar yang biasa biasa disebut infiksasi (infixation. berhenti.ber-an di-kan (?) meN-kan (?) makan - pakaian berhenti satu padu ke samping berpakaian makanan diberhentikan menyatupadukan mengesampingkan Dengan memeprhatikan contoh yang berada dalam korpus. 1) Afiks atau Imbuhan Jika kita membicarakan afiksasi. Bentuk dasar kata berafiks mungkin berupa: morfem bebas atau istilah Samsuri akar. pembicaraan afiksasi atau proses pengimbuhan harus selalu diikuti oleh pembicaraan afiks atau imbuhan itu sendiri. satu padu. -kan. proses pembubuhan awalan). proses pembubuhan sisipan). ke samping). hubungan keduanya seperti ikan dengan air. -an. mungkin kompleks (tanggung jawab. seperti: ke-an + mati menjadi kematian (Verhaar. dibedakan menjadi empat macam. nyatalah bahwa bentuk dasarkata berafiks bahasa Indonesia mungkin berupa bentuk tunggal (temu. makan). proses pembubuhan afiks dengan cara membubuhkan afiks di awal dan di akhir (mengapit) bentuk dasar sekaligus disebut konfiksasi ambifikasi (konfixation. telah dijelaskan bahwa afiks disebut bentuk ikat secara morfologis (baca kembali bentuk bebas dan bentuk ikat). di-. proses pembubuhan imbuhan gabungan). proses pelatakkan afiks di muka bentuk dasar yang bisa disebut prefiksasi (prefixation. Bentuk tersebut (afiks) tidak dapat beriri sendiri dalam tuturan biasa. tampil. Pertama. Proses afiksasi dalam bahasa Indonesia. baik bentuk tunggal maupun kompleks. seperti makan. Keempat. pakaian. Berdasarkan kenyataan di atas. contoh –el+ tunjuk menjadi telunjuk. mungkin berupa kata berafiks seperti pakaian. Ketiga. 1984:60).+ kasih menjadi kekasih. peN-an. Ahmadslamet (1981:59) mendefinisikan afiks sebagai satuan atau bentukan yang merupakan morfem ikat yang selalu hadir dengan keadaan bergabung dengan bentukan lainnya dalam membentuk bentukan lainnya yang lebih besar. Pada bagian terdahulu. maka kita tidak bisa memisahkannya dengan afiks atau imbuhan itu sendiri. -el-. proses pembubuhan akhiran).

Ahmadslamet (1982:90) tidak sependapat dengan istilah pokok kata untuk contoh seperti itu sebab pokok kata diartikan sebagai morfem ikat. infiks atau sisipan. afiks berfungsi membentuk kata-kata baru. Sufiks atau akhiran yaitu afiks atau imbuhan yang dilekatkan sesudah bentuk dasar. imbuhan ganda). -ku. -isme pada kutarik. Untuk menyatakan suatu afiks bahasa asing telah diterima menjadi afiks bahasa Indonesia. Prefiks atau awalan ialah afiks atau imbuhan yang dilekatkan pada awal bentuk dasar. patriotisme. -mu. Ada bentuk lain yang mirip afiks seperti di-. bajuku. juga membentuk pokok kata seperti pada duduki dan masukkan. asalnya. dan konfiks atau imbuhan gabungan (ada pula yang menyebutnya ambifiks. makanlah.Dapat dilihat pada korpus di atas. dagumu. Konfiks atau imbuhan gabungan yaitu afik atau imbuhan yang mengapit bentuk dasar dengan cara melekat secara bersama-sama yang membentuk satu fungsi dari satu arti. Untuk dapat mengetahui afiks-afiks bahasa Indonesia secara jelas. -lah pada di pinggir (jalan). -nya. Hal itu akan sangat bergantung pada segi tinjauannya. apabila afiks tersebut sudah mampu keluar dari lingkungan bahasa asing dan sanggup melekat pada bentuk dasar bahasa Indonesia. Ramlan (1983:52) memberikan gambaran afiks –in dan –at pada kata . ke sudut. bentuk seperti itu beliau namakan kata kerja yang memiliki cirri khusus. dari kota.” Atau “Jangan anda duduki kursi itu. Afiks asli ialah afiks-afiks yang emmang merupakan bentukan atau afik dari bahasa Indonesia itu sendiri.”. Prefiks meNBer-b dipeNpeperseketeramahapara prab) Infiks -el-er-emSufiks -kan -an -i -nya -wan -man -wati -is Konfiks meN-kan ber-an ber-kan se-nya per-an peN-an di-kan ke-an meN-i Macam Afiks Ditinjau dari Asalnya Ditinjau dari asalnya. juga bentuk-bentuk seperti: ku-. Bentuk-bentuk seperti itu bisa hadir dalam tuturan biasa atau dalam kalimat secara bebas. afiks pun selain membentuk kata. lihatlah korpus berikut. ke-. dari. afiks dapat dibagi menjadi empat macam yaitu prefiks atau awalan. Infiks atau sisipan yaitu afiks atau imbuhan yang dilekatkan di tengah-tengah bentuk dasar. a) Macam Afiks Ditinjau dari Letaknya Dari letak atau posisi melekatnya. Berdasarkan paparan di atas. hidungnya. Bahkan menurut Ramlan. Coba kaji ulang bahasan bentuk bebas dan bentuk ikat 2. 2) Macam-macam Afiks Afiks dapat diklasifikasikan menjadi bermacam-macam. sedangkan afiks asing ialah afiks yang berasal atau hasil pungutan dari bahasa asing yang kini telah menjadi bagian sistem bahasa Indonesia. Golongan pertama disebut morfem ikat secara sintaksis dan yang kedua disebut klitik. dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa afiks atau imbuhan merupakan bentuk satuan terikat yang jika dilekatkan pada bentuk dasar akan mengubah makna bentuk tersebut. sufiks atau akhiran. Oleh karena itu ada pula yang menyebut bentuk-bentuk seperti itu dengan istilah pokok kata kompleks. serta produktif tidaknya. afiks bahasa Indonesia dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu afiks asli dan afiks dari bahasa asing. seperti: “Buku itu sudah saya masukkan ke dalam tas.4. Macam afiks dapat ditinjau dari posisi atau letaknya.

Sebagai gambaran untuk mempertegas definisi di atas. mungkin diikuti oleh variasi fonem atau pun tidak. -is. Bentuk Dasar duduk berjalan anak lauk 1) Kata Ulang duduk-duduk berjalan-jalan anak-anakan lauk pauk Masalah Bentuk Dasar Kata Ulang Kalau kita tinjau berbagai buku tata bahasa. sedangkan Slametmulyana (1957:38). tidak mampu menghasilkan bentuk atau kata-kata baru. ibunda. seperti: ayahanda. 1980:40). kedua afiks tersebut belum mampu melekat pada bentuk dasar bahasa Indonesia lainnya. per-. -wati. mengetik. peN-an.1983:55) sedangkan bentuk (satuan) yang diulang disebut bentuk dasar (Ramlan. per-an. per-.hanya melekat pada bentuk-bentuk yang sudah ada. mencabik-cabik. melayar. se-nya. sedangkan afiks produktif merupakan kebalikan afiks improduktif ialah afiks yang distributive yang besar kesanggupannya melekatkan diri pada morfemmorfem lain lebih banyak. membengkak. ber-an. bijaksana. -an. Afiks-afiks yang berasal dari bahasa asing dapat kita kelompokan: pra-. Sebagai contoh. misalnya. -is. dan banyak lagi. se-nya. dan -wi merupakan afiks-afiks yang improduktif. ter-. -er-. -i. dan Ahmadslamet. -nya. -man. -em-. 1954:6). dapatlah disimpulkan bahwa afiks improduktif ialah afiks yang tidak distributive.muslimin dan muslimat merupakan afiks bahasa Arab. Keraf dan Aliisjahbana berdsarkan pada konsepsi kata dasar. a-. melangkah. pe-. perhatikan korpus di bawah ini. pamanda. -wan. -el-. ber-. hanya melekat secara terbatas pada bentuk-bentuk yang menyatakanmakna kekeluargaan. di-. menyisir. Ramlan. dan Ahmadslamet (1982:61) menggolongkannya ke dalam kata ulang sebagian. kata berjalan-jalan oleh Gorys Keraf (1982:120) dan Alisahbana (l954:68) dimasukan ke dalam macam kata ulang berimbuhan. c) Macam Afiks Ditinjau dari Produktifitasnya Jika kita perhatikan afiks-afiks yang telah yang telah diuraikan pada bagian terdahulu. ia mampu melekatkan diri pada bentuk-bentuk dasar bahasa Indonesia seperti: murah. (Alisahbana. maha-. Bentukan yang terjadi dari hasil reduplikasi disebut kata ulang (Ahmadslamet.yang berasal dari bahasa Sangsekerta misalnya. ke-. menjawab. belum dapat digolongkan ke dalam afiks bahasa Indonesia. menyanyi. per-an. se-. ke-an merupakan afiks-afiks asli bahasa Indonesia. Ramlan (1983:55) menyatakan afiks-afiks pra-. sedangkan Slametulyana. 1980:61. Perbedaan pengklasifikasian atau penggolongan sperti di atas disebabkan oleh bedanya sistem konsepsi (Parera. Afiks-afiks sepeti: meN-. -el-. -em-. seperti terlihat pada kata-kata. -er-. di-. para-. melebar. Kata dasar merupakan istilah dalam tata bahasa tradisional yang maknanya hampir sama dengan bentuk bebas yakni kata yang belum mengalami perubahan atau penambahan. -man. menjadi. -wan. siswa. ada afiks terbatas sekali penggunaannya dan ada yang memiliki kemampuan melekat pada satuan lain yang lebih besar. -er-. mengintai. kean. Berdasarkan contoh di atas. menghunus. peN-an. -an. membisu. ber-kan. yang tidak memiliki kemampuan untuk melekatkan diri pada bentuk lain yang lebih banyak. pengampun. mengebom. D. Reduplikasi atau Proses Pengulangan dalan Bahasa Indonesia Proses pengulangan atau reduplikasi merupakan proses morfo1ogis yang banyak terjadi pada bahasabahasa di dunia. Berbeda dengan afiks maha. Contoh lain afiks-afiks –el-. a-. ke-. meN-kan. pengasih. -nda/-da. meskipun di samping muslimin dan muslimat ada bentuk muslim. guru. Namun demikian. Di lain pihak seperti afiks meN-. 1983:55). sedangkan golongan yang kedua afiks yang produktif. besar. berlandaskan pada bentuk dasar. di-kan. Golongan afiks yang pertama disebut afiks yang improduktif. kakanda. di antara mereka terdapat perbedaan dalam mengklasifikasikan atau membagi-bagi kata. adil. Umumnya kata dasar . mengangkat. di-kan. dan –em. Reduplikasi ialah proses pengulangan bentuk yang terjadi pada keseluruhan bentuk dasar atau sebagian saja. Pamlan. Kedua afiks tersebut hanya mampu melekat pada bentuk dasar bahasa Arab. meN-. -i. ber-an. mengecat. terbatas pada satuan-satuan tertentu. meN-i. secara distributive mampu menghasilkan kata-kata baru begitu produktif. ter-. Ramlan (1983:57). ber-kan. para-. Afiks-afiks yang tergolong produktif yaitu peN-. menyapu. meN-kan. Afiks –da. adinda. ber-. -kan. se-. -kan. mengangkut. peN-.

Berikut ini paparan keempat macam pengulangan tersebut. ahan fonem dan juga tidak berkombinasi dengan proses afiksasi. Contohnya: mempertahan-tahankan : bentuk dasarnya mempertahankan bukan memertahan karena tidak terdapat di dalam pemakaian bahasa rnengata-ngatakan : bentuk dasarnya mengatakan berdesak-desakkan : bentuk dasarnya berdesakkan Pada kata ulang menulis-nuliskan. Dengan perkataan lain. 3) Macam-macam Pengulangan Pengulangan dalam bahasa Indonesia dapat dibedakan menjadi empat macam. Pembedaan ini ditinjau dari cara mengulang suatu bentuk dasarnya. Perhatikanlah contoh berikut! tamu → tetamu laki → lelaki ditarik → ditarik-tarik dilemparkan → dilempar-lemparkan tumbuhan → tumbuh-tumbuhan . maka bentuk dasarnya pun kata kerja. sifat ) melemparkan (k. Dengan berbedanya konsepsi dalam membahas pengulangan. Pertama bentuk dasarnya mungkin menulis diulang menjadi menulis-nulis. bentuk dasar pengulangan mungkin merupakan bentuk (satuan) yang bermorfem tunggal mungkin pula jamak. setelah itu mendapat afiks -kan menjadi menulis-nuliskan. maka bentuk dasarnya pun kata benda. benda): bentuk dasarnya gunung (kata benda) kemerah-merahan (k. Contohnya: tong → tong-tong buku → buku-buku kebaikan → kebaikan-kebajkan pembangunan → pembangunan-pembangunan 2) Pengu1angan Sebagian Pengulangan sebagian ialah proses pembentukan kata dengan cara mengulang sebagian bentuk dasarnya. ada dua kemungkinan sebagai bentuk dasarnya. 2) Menentukan Bentuk Dasar Kata Ulang Untuk mementukan bentuk dasar suatu kata ulang. sifat): bentuk dasarnya merah (k. Kedua prinsip tersebut ialah: 1) Reduplikasi (pengulangan) pada dasarnya tidak mengubah golongan atau jenis kata. Kedua. maka jelaslah hasilnya pun akan berbeda. Jika kata ulang tersebut termasuk kata benda. sedangkan Parera (1982:52) menyebutnya bentuk ulang simetris. kerja): bentuk dasarnya berkata (kata kerja) bukan kata (kata benda) gunung-gunung (k. (1983:57) rnenggunakan dua prinsip. istilah Keraf (1982:119) dwilingga. kerja) pemikiran-pemikiran (k. bentuk dasarnya mungkin menuliskan diulang menjadi menulis-nuliskan. saya cenderung terhadap pendapat yang menggunakan bentuk dasar sebagai konsepsi penggolongan pengulangan. Perhatikan contoh-contah berikut! berkata-kata (k. Dengan berpegang pada prinsip tersebut dapatlah ditentukan jika kata ulang itu termasuk jenis kata kerja. benda) : bentuk dasarnya pemikiran (k.bahasa Indonesia dan juga semua bahasa yang sekeluarga dengan bahasa Indonesia terjadi dari dua suku kata (Keraf. Berdasarkan hasil teori. kerja): bentuk dasarnya melempar (k. Hasilnya disebut kata ulang seluruhnya atau kata ulang utuh. benda) 2) Bentuk dasar kata ulang selalu berupa bentuk (satuan) yang terdapat dalam penggunaan bahasa. Ramlan.1982:51) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful