Struktur Baja II

12.00 m

Diketahui struktur Baja sebagai berikut ;

4.5 m

4.0 m

7.00 m

Data struktur ;
> Pelat Lantai
2400 kg/m3

pelat lantai yang digunakan struktur beton bertulang gc =
dan f'c =
24 Mpa
> Balok dan Kolom
Digunakan profil baja dengan ;
Tegangan leleh baja :
fy
=
240 Mpa
Modulus elastisitas :
Es
=
200000 Mpa
Ditanyakan :
>
>
>
>

Rencanakan ukuran balok dan kolom baja yang dibutuhkan
Hitung sambungan balok dan kolom dengan menggunakan baut dan las
Hitung sambungan kolom dan pondasi
Gambarkan detail dari profil baja dan sambungan

Penyelesaian :
(I) Merencanakan Dimensi Balok dan Kolom

X

0.88

10.25

Y

12.00 m

0.88

balok anak

1.75 m

1.75 m 1.75 m
7.00 m

1.75 m

1

IMRON
D 111 01 079

Struktur Baja II

1. Perhitungan tebal pelat lantai
Pelat lantai berupa beton bertulang dengan mutu baja fy =
240 Mpa
gc =
24
kN/m3
menurut SK SNI T-15-1991-03 pasal 3.2.5(3) untuk pelat 2 arah (non pratekan), dan tebal pelat
lantai dihitung dengan menganggap ada balok anak pada lantai dan atap ,
yaitu sebagai berikut ;
- Tebal pelat tidak boleh kurang dari :
Ln
h

=
=

Ln (0,8 + fy/1500)
36 + 9b
12000 0.8 +
240
/
36 + 9 6.857

=
-

= bentang bersih arah memanjang
= 12.0 m = 12000 mm
12.0
Ls1
=
=
= 6.857
1.8
Ls2

b

1500

117.89 mm

Tebal pelat tidak perlu lebih dari :
Ln (0,8 + fy/1500)
h =
36
12000 0.8 +
240
/
=
36
=

1500

320.00 mm
- tebal pelat atap
- tebal pelat lantai

=
=

120 mm
140 mm

2. Perhitungan beban akibat Gaya Gravitasi
( A ) Analisa pembebanan portal arah y
q

0.88

10.25

qeg

0.88

12.00 m

untuk merubah kondisi pembebanan dari bentuk trapesium menjadi beban merata, maka
qeg diisyaratkan harus memenuhi hal berikut:
- mempunyai momen jepit > momen trapesium
- Lendutan Max yang terjadi > Lendutan Max trapesium
- Gaya lintang Max yang terjadi > gaya lintang max trapesium
Kontrol terhadap momen jepit :
q

Mn

M

M
0.88

10.25

0.88

q L2
(1+b/L) (5-b2/L2)
96
q
#
=
7.918
96
=
11.877 q
=

qeg
Mn

=
=

12.00 m
=

1
qeg L2
12
1
qeg 144.00
12
12
qeg

syarat :
12

qeg
qeg

>
>

11.88
0.99

q
q

Kontrol terhadap Lendutan :
q
M

M

dx

=

g

=

q L4
(5 - 20g3 + 16g4)
1920 EI
a
10.3
=
= 0.854

2

IMRON
D 111 01 079

Struktur Baja II

=

g
0.88

dmax =
=

10.25
12.00 m
q L4
1920 EI
11.37 q/EI

=

L

=

12.0

0.854

0.88

(5 - 20g3 + 16g4)

=

qeg

q

dx

####
1920 EI

qeg L4
qeg ####
384
EI =
384 EI
54
qeg / EI

=
=

E

1.053

F
12.00 m
syarat :
54

qeg / EI
qeg

>
>

11.37
0.211

q/EI
q

Kontrol terhadap Lintang :
Lintang terjadi pada kondisi trapesium dan beban merata :
- Dmax
= VE = 5.563 q
- Dmax
= VE =
6
qeg
syarat :
6
qeg >
5.563 q
qeg >
0.927 q
Dari ketiga kondisi syarat diatas diambil yang maksimum :
qeg >
0.99 q
(untuk 1x pembebanan)
1 Beban Gravitasi pada Atap
Beban Mati (DL)
- Beban pelat
- Beban Atap
- Berat plafond + ducling
Beban Hidup (LL)
- Beban hidup plat atap
- Beban air

0.12

0.88
2400
0.88
50
0.99
0.88

21

0.01

100
0.99

0.99
1000

0.88
0.88

Kombinasi pembebanan qu = 1,2 qd + 1,6 qL

=
=
=

252
43.8
18.19

kg/m
kg/m
kg/m

=

313.9 kg/m

=
=

86.60 kg/m
8.66 kg/m

=
=

95.26 kg/m
529.1 kg/m

=
=
=
=

294
1220
18.19
38.97

=

1570.7 kg/m

=

216.5 kg/m

=

2231

2 Beban Gravitasi pada Lantai
Beban Mati (DL)
- Beban pelat
- Beban dinding
- Berat plafond + ducling
- Beban Ubin
Beban Hidup (LL)
- Beban hidup

0.14
21
45

250

0.88
271
0.99
0.99

0.99

Kombinasi pembebanan qu = 1,2 qd + 1,6 qL

2400
4.50
0.88
0.88

0.88

kg/m
kg/m
kg/m
kg/m

kg/m

3 Perhitungan Beban Akibat Beban Gempa
Berat Bangunan Total (Akibat Gempa)
- Berat profil baja untuk balok dan kolom rata-rata
- Berat dinding 1/2 bata
 Beban Gravitasi pada atap

Beban Mati (DL)
Berat pelat + muatan
Berat balok
2
Berat kolom
Berat dinding
2 7.0

7.0
2
+ 2

+
2
#

313.9
12.0
2
12.0
150
8.5
150
8.5
250

3

=
=

150
250

=
=
=
=

3767
5700
5100
80750

kg/m
kg/m

kg
kg
kg
kg

IMRON
D 111 01 079

0 3.15 1991 pasal 3.5 .0 W1 = 342. K .0 W2 Berat rencana total struktur : Wt = W1 + = kg kg kg kg = 779. 2080. 3/4 8.05 0 0.5 f2 = faktor kelebihan kekuatan statis tak tentu dalam plastis = 2 C20 thn = Respon spektra 20 thn untuk tiap zona yang didapat dari grafik antara waktu getar Grafik untuk Zona III Dari grafik disamping.017 0.26 12.208689 1 .7 12.2142857 < 3 Fix 4 = wi .3 95.06 . 124812.10 0.9 kg = 95660 kg = = = = 18848 5700 2700 1125  Beban Gravitasi pada lantai Beban Mati (DL) Berat pelat + muatan Berat balok 2 7. Gaya geser horizontal total akibat gempa Rumus : Vx = Vy = C .0 150 4. diperoleh : C20 thn = 0.0 Berat kolom 2 Berat dinding Beban Hidup (LL) Beban hidup yang direduksi 1570. Arah x H B a.0 2 12.2986864 detik Koefisien gempa dasar Cperaturan = C20 thn / (f1 . hi Vx IMRON D 111 01 079 .14) diperoleh faktor keutamaan I = 1.5 250 + 2 0.07 Struktur diatas tanah lunak Struktur diatas tanah keras 0. Arah y = 8.05 Sehingga : Cperaturan = 0. 1 .5 12.0 (dt) Waktu getar alami (dt) Faktor keutamaan I dan faktor jenis struktur K Berdasarkan desain struktur rangka beton di daerah rawan gempa ( SK. I .0 untuk gedung perpustakaan yang mengguanakan struktur rangka beton.06 H3/4 Jadi : Tx = Ty = (H adalah tinggi bangunan total) 0.05 /(1.5 kg Distribusi gaya geser horizontal total a.Struktur Baja II Beban Hidup (LL) Beban hidup yang direduksi 0.50 7.4 kg = 29152 kg W2 95660 + 29152 = 124812.017 .5 150 4. hi S wi . f2) Dimana : f1 = faktor kelebihan kekuatan struktur = 1.00 = 1.0 dan faktor jenis struktur K = 1. SNI T . 2) = 0.299 1.3 216.5 kg Waktu getar bangunan (T) Dengan rumus empiris : Tx = Ty = 0. Wt = = 0.0 2.50 = 0.

6602 29.29711 1.Struktur Baja II H B Dimana : 8.8956 0.1523 S 813.11162 131.0802 8.7083333 < 3 Fiy = 12.50 = 0.0802 0. hi Vy Tingkat V (t) hi (m) Wi (t) Wi . hi S wi .Fiy 1/2 Fi atap 02 2.0802 2.5 4. hi (t m) Fix.0401 5 IMRON D 111 01 079 .2890 2.00 Fix = Gaya horizontal akibat gempa pada lantai ke-i arah x Fiy = Gaya horizontal akibat gempa pada lantai ke-i arah y hi = Tinggi lantai ke-i terhadap lantai dasar Wi = Berat lantai ke-i Vx = Gaya geser horizontal total akibat gempa arah x Vy = Gaya geser horizontal total akibat gempa arah y B = Panjang sisi bangunan dalam arah yang ditinjau = wi .5 95.7912 0.1445 1.18549 944.

06 12 0.mempunyai momen jepit > momen trapesium .75 m 6 IMRON D 111 01 079 .88 m = qeg Mn = = 1.88 m = 0.75 m = syarat : 0.88 m 7 q L4 3840 EI 0.1595 q 1 qeg L2 12 1 qeg 3.255 qeg qeg > > 5q L2 96 5 q 3.16 q 0.38 384 EI = 384 EI 0.625 q Kontrol terhadap Lendutan : q dx M M 0.44 3840 EI qeg dx = = E F qeg L4 qeg 9.88 m qeg 0.Gaya lintang Max yang terjadi > gaya lintang max trapesium Kontrol terhadap momen jepit : q Mn M = M 0.88 m dmax = = = 7 q L4 3840 EI 0. maka qeg diisyaratkan harus memenuhi hal berikut: .Struktur Baja II ( B ) Analisa pembebanan portal arah x Perhitungan beban akibat Gaya Gravitasi q 0.2552 qeg 0.063 96 0.75 m untuk merubah kondisi pembebanan dari bentuk trapesium menjadi beban merata.Lendutan Max yang terjadi > Lendutan Max trapesium .88 m 1.0056 q/EI = q 21.0244 qeg / EI 1.

88 1000 Kombinasi pembebanan qu = 1.Beban hidup Kombinasi pembebanan 0.229 q Kontrol terhadap Lintang : Lintang terjadi pada kondisi trapesium dan beban merata : .Beban pelat .8 kg/m 25.875 qeg > 0.Dmax = VE = 0.Beban air 100 0.0 4.88 271 2.5 kg/m = 546.8 kg/m = 800 kg/m = = = = 294 237 45.9 2.Dmax = VE = 0.9 qu = 1.6 qL 3 Perhitungan Beban Akibat Beban Gempa Berat Bangunan Total (Akibat Gempa) .5 q Dari ketiga kondisi syarat diatas diambil yang maksimum : qeg > 2.01 2.0 + Beban Hidup (LL) Beban hidup yang direduksi + 2 2 675.Beban Ubin 0.5 7.5 12.0 150 150 250 = = = = 0.50 0.0 Berat kolom Berat dinding 2 7.Beban Atap .50 q (untuk 4x pembebanan) 1 Beban Gravitasi pada Atap Beban Mati (DL) .00 kg/m = 243.Berat plafond + ducling 0.Berat dinding 1/2 bata  Beban Gravitasi pada atap Beban Mati (DL) Berat pelat + muatan Berat balok 2 7.50 0.4 kg/m kg/m kg/m kg/m = 675.024 qeg / EI qeg > > 0.12 0.9 7.88 2400 0.438 q .Beban pelat .88 21 Beban Hidup (LL) .0 = 2 2 # W1 = 95090 kg 4729 5700 2700 42750 kg kg kg kg 1148 kg  Beban Gravitasi pada lantai Beban Mati (DL) Berat pelat + muatan Berat balok 2 7.88 0.438 q qeg > 0.9 kg/m = 1686 kg/m = 150 kg/m = 250 kg/m2 2392 5700 5100 80750 kg kg kg kg 1148 kg 2 Beban Gravitasi pada Lantai Beban Mati (DL) .9 7.Beban hidup plat atap .5 250 2400 0.94 98.7 kg/m = = 218.3 546.50 2.Beban dinding .0 150 150 250 = = = = 0.2 qd + 1.0 8.14 21 45 Beban Hidup (LL) .6 qL = = = 252 kg/m 43.7 12.5 0.5 4.94 kg/m = 341.Struktur Baja II syarat : 0.2 qd + 1.5 7.Berat plafond + ducling .0056 q/EI 0.5 8.9 2.Berat profil baja untuk balok dan kolom rata-rata .3 546.8 kg/m 45.0 + Beban Hidup (LL) Beban hidup yang direduksi + 2 2 341.50 0.875 qeg syarat : 0.88 50 2.0 Berat kolom Berat dinding 2 7.0 = 2 2 # W2 = 57027 kg Berat rencana total struktur : 7 IMRON D 111 01 079 .

9243 0.06 H3/4 Jadi : Tx = Ty = (H adalah tinggi bangunan total) 0. Arah x H B a. K .50 = 0.05 0 0.50 = 0. diperoleh : C20 thn = 0.62122 1064.017 0.5353 8.5 95.299 1.07 Struktur diatas tanah lunak Struktur diatas tanah keras 0.286458 1 .Struktur Baja II Wt = W1 + = W2 95090 + 57027 = 152117.5353 2.2142857 < 3 Fix = 8. I . 2535.2 kg Distribusi gaya geser horizontal total a.15 1991 pasal 3.5 f2 = faktor kelebihan kekuatan statis tak tentu dalam plastis = 2 C20 thn = Respon spektra 20 thn untuk tiap zona yang didapat dari grafik antara waktu getar Grafik untuk Zona III Dari grafik disamping. hi S wi .00 = = 1.3055 1. f2) Dimana : f1 = faktor kelebihan kekuatan struktur = 1.5 4.0 dan faktor jenis struktur K = 1. 152117. SNI T .9622 0.50 7.0 (dt) Waktu getar alami (dt) Faktor keutamaan I dan faktor jenis struktur K Berdasarkan desain struktur rangka beton di daerah rawan gempa ( SK.2676 8 IMRON D 111 01 079 . hi Vx wi .2 kg Waktu getar bangunan (T) Dengan rumus empiris : Tx = Ty = 0.10 0. Arah y H B Dimana : 8. hi Vy Tingkat V (t) hi (m) Wi (t) Wi .0 2.Fiy 1/2 Fi atap 02 2. hi (t m) Fix.14) diperoleh faktor keutamaan I = 1.5353 0.7083333 < 3 Fiy = 12.5 .2987 detik Koefisien gempa dasar Cperaturan = C20 thn / (f1 .0903 57. 1 .05 Sehingga : Cperaturan = 0. 3/4 8.06 . 2) = 0. Gaya geser horizontal total akibat gempa Rumus : Vx = Vy = C .0269 S 808.26713 256.05 /(1. hi S wi .0 3.6110 2.0 untuk gedung perpustakaan yang mengguanakan struktur rangka beton.017 .00 Fix = Gaya horizontal akibat gempa pada lantai ke-i arah x Fiy = Gaya horizontal akibat gempa pada lantai ke-i arah y hi = Tinggi lantai ke-i terhadap lantai dasar Wi = Berat lantai ke-i Vx = Gaya geser horizontal total akibat gempa arah x Vy = Gaya geser horizontal total akibat gempa arah y B = Panjang sisi bangunan dalam arah yang ditinjau = wi .8883 1. Wt = = 0.

8 t/m 3 qu2 = 2.1445 t 12.231 t/m 1.8956 t 4.5 m 0.5 m 1 qu2 = A B 12.9622 t 4.0 m 7.529 t/m qu1 = 0.0 m Portal arah X 4.5 m 0. Portal arah Y b.0 m 0.686 t/m 4 4.Struktur Baja II Sketsa pembebanan portal a.0 m 0.3055 t 9 IMRON D 111 01 079 .0 m Portal arah X 0. qu1 = 2 4.0 m Sketsa pembebanan portal Beban Gempa Portal arah Y 4.

41 DF 2-3 = = 0. = KB-4 = = K4-B = K4-3 K3-4 = K1-4 Ikolom K4-1 = 1.53 EI 1.0 12 = 6.5 = 1.5 m a.53 EI 1.20 EI 2.0 m 2 qu2 = 2.33 EI 2.350 tm MF 3-2 = -6.686 t/m 4 4.350 tm Portal arah X qu1 = 0.462 Fixed End Moment (FEM) = MF 4-1 = MF 2-3 = q 12 l2 2.20 EI 1.33 EI Faktor distribusi momen (DF) Titik 1 DF 1-A = DF 1-4 = DF 1-2 = Titik 3 DF 3-2 = DF 3-4 = Titik 2 1.2 I = 4 EI L = 4 EI L = 4 EI L = 4 EI 4.0 m Kekakuan relatif batang ditaksir KA-1 K1-2 K2-3 Ibalok = = K1-A = K2-1 = K3-2 1I = .529 t/m 3 4.07 EI 2.60 EI 0.783 = 0.0 = 0.33 EI 2.0 m 3.53 EI 1.128 = 0.53 EI = 0.231 = 144.33 EI 1.4.783 DF 4-1 = DF 4-3 = 0.41 = 0.0 = 1.217 DF 4-B = = 0. Perhitungan Momen pada Portal akibat beban Gravitasi a.33 EI 1.231 t/m 4 A B 4.774 tm -26.529 144.20 EI 2.462 Titik 4 0.07 EI 2.8 t/m 4. MF 1-4 10 IMRON D 111 01 079 .0 m 2 3 qu2 = 1 1.20 EI 1.60 EI 1.07 EI = 4 EI 4.5 m Struktur Baja II 7.60 EI 0. Portal arah Y qu1 = 0.60 EI 1.5 m 1 12.20 EI = 4 EI 12.774 tm q 12 l2 = 0.60 EI = 0.217 = 0.128 DF 2-1 = = 0.60 EI = 0.0 12 = 26.

376 DF 2-3 = = 0.339200777 M1-A -11.07 EI 2.84 EI = 0.8 49.052114508 M2-1 -6.84 EI 1.785962308 M4-1 -24.323 = 0.883 tm = 3.677 DF 4-1 = DF 4-3 = 0.84 EI = 0.79115374 -2.267 tm -6.323 DF 4-B = = 0.201 DF 2-1 = = 0.77 EI 1.57 EI 1.20 EI 2.0 12 = 6.678403506 MB-4 5.376 = 0.464365814 -3.84 EI 0.0 = 0.5qL2 11 = 0 IMRON D 111 01 079 .0 = 1.2 I KA-1 = K1-A = KB-4 = K4-B = 4 EI L = 4 EI 4.89556928 -1.20 EI K2-3 = K3-2 = K1-4 = K4-1 = 4 EI L = 4 EI 7.0 12 MF 3-2 = -3.77 EI 1.57 EI 2.5 = 1.384240302 3.57 EI 1.20 EI 1.678403506 M1-2 -13.20 EI 1.384240302 -3. Ikolom = 1.07 EI K1-2 = K2-1 = K4-3 = K3-4 = 4 EI L = 4 EI 4.14092238 -3.384240302 3.052114508 M3-2 -6.677 = 0.77 EI 1.57 EI 2.77 EI = 0.384240302 M2-3 6.423 Fixed End Moment (FEM) MF 1-4 = MF 4-1 = MF 2-3 = q 12 l2 1.4.57 EI Faktor distribusi momen (DF) Titik 1 DF 1-A = DF 1-4 = DF 1-2 = Titik 3 DF 3-2 = DF 3-4 = Titik 2 1.89556928 1.201 = 0.267 tm Nilai momen pada tiap-tiap joint (perhitungan momen terlampir) Momen pada joint Portal Y Portal X MA-1 -5.5 m Struktur Baja II A B 7.686 = 49.07 EI 2.052114508 M3-4 6.93207611 6.84 EI 0.464365814 M4-B 11.883 tm q 12 l2 = 0.0 m Kekakuan relatif batang ditaksir Ibalok = 1I .93207611 -6.79115374 2.785962308 M1-4 24.423 Titik 4 0.339200777 catatan: satuan dalam tm momen maksimum pada balok x Ma q Mb Ma = 0 -Vb L .Mb + Ma + 0.84 EI 1.20 EI 2.052114508 M4-3 13.14092238 3.

191 0.3 A .900 -2.896 F1 = 0.5qL2) Mmax Dx = 0 = Xmax Va q Momen maksimum pada masing-masing bentang Parameter Portal Y Portal X 1 .384 -11.0.Mb + Ma + 0.184 6.3 m gaya lateral tingkat V1 2 12 = 0.0401 t V2/2 V1 2.563 5.0 m = V2 = 0.0 m F2 12.5201 t = 0.5qL2 = L Va Va 0 Dx Mb .Mb + Ma .0.052 -1.5qL2) L Vb 0 = Va L .052 -2.4 2 .464 3.4478 t IMRON D 111 01 079 .0.0 m V2/2 = gaya geser tingkat 2 V2 2.Ma + 0.105 Vb -13.144 t 1.1445 t 4.786 Mb #### -6.896 13.5 m F2 F1 = 0.00 65.896 -13.786 6.0 m 0.339 3.144 t t 4.491 -0.2 Ma 24.5qL2 L = = Ma + Vax .748 1.491 0.191 -0.387 3.1 1 .Mb + Ma .1 1 .563 -5.8956 t F1 = 0.932 6.175 0.339 -3.141 14.00 Xmax 6.909 Mmax Perhitungan Momen pada Portal akibat beban Gempa > Portal arah Y = 0.qx Mx = -(.052 Va 13.141 6.00 0.50 0.00 3.175 -0.5 m 4.00 0.50 3.900 2.791 -6.105 0.678 -3.Struktur Baja II a b Va Vb Mb .3 A .8956 t 4.387 -3.384 -5.384 -6.094 15.800 0.5qL2) L = Vb L Mb = -(.2 1 .Ma .5qx2 = Va .0.464 -3.4 2 .800 -0.00 5.

170 tm 0.3 m Struktur Baja II V1/2 V1/2 level / tingkat ke I (pertama) Free body level 1 V2/2 A = 0 -V 6.344 t = 0.00 Mbalok = * 6.45 * 2.066 tm 0.52 = 1.00 = 2.896 tm 0.170 tm Gambar bidang Momen > Portal arah X = 0.17 Ok Mkolom 0.00 2.896 tm 1.00 = 0.00 m 2.07 tm 1.896 tm 0.144 kN 0.448 t + 0.2.9622 t 4.90 = 2.0 m V 0.07 kNm Mkolom bawah V = 0.25 + 0.896 tm 2.170 tm 1.0 m F2 13 IMRON D 111 01 079 .170 tm 1.00 = 0.34 6.00 -6.45 2.3 m 0.896 tm 0.520 t V1/2 MA 6.25 Mbalok = Mkolom = 0 V = -2.52 2.90 kNm = 0.066 V = 0.07 kNm + 1.896 tm 2.17 kNm Bidang momen Mkolom atas * 2.

4.0 m V2/2 F1 = gaya geser tingkat V1/2 2 = 0.0 m Struktur Baja II 0.0 m = 0.305 kN 0.962 F1 = 0.50 m 2.0 m 0.9622 t 4.481 t 3.5 m V1 gaya lateral tingkat V1 0.6338 t = 0.3055 t 4.3 m = 1.3 m F1 V 0.305 t t 4.0 m F2 V2 = 0.5 m = 7.4811 t V1/2 level / tingkat ke I (pertama) Free body level 1 V2/2 A V1/2 MA = 2.2676 t V2/2 2.634 t 0 14 IMRON D 111 01 079 .305 t 2 V2 2.

96 kNm = 0.48 2.50 Mbalok = * 3.85 240 70 + 120 . cm2 mm As d = = 60.43 kNm Bidang momen Mkolom atas * 2.962 tm 1.40 77103530.372 = As yang diperlukan 0.63 = 1.426 tm Gambar bidang Momen 4.39 kNm Mkolom bawah V = 0.50 = 0.962 tm 2.682 t = 0.48 * 2.5 15 mm IMRON D 111 01 079 .4 2 = = 2519.Struktur Baja II -V 3.68 3.25 + 0.39 kNm + 1.962 tm 2.962 tm 0.25 Mbalok Mkolom = = 0 V = -2.85 77103530.426 tm 1.388 V = 0.00 = 0.63 2. Mu = As yang diperlukan fbFy (d/2 + ts .00 -3.388 tm 0.96 = 2.a/2) ( I )untuk atap diambil a = 80 mm = 140 mm fb = 0.50 = 2.426 tm 0.2 cm2 0.426 tm 1.39 tm 1.43 Ok Mkolom 0.50 + 0.962 tm 0.475 kN/m 14 mm 5. Menentukan Dimensi Balok Prosedur desain adalah menggunakan load dan resistance factor design (LRFD) dengan menganggap sumbu netral (NPA) penampang komposit berada pada slab maka luas As adalah .962 tm 0.72 = mm 30600 diambil baja profil I DIL 18 dengan .5 180 Ix bf = = 3730 mm4 180 mm d berat tf = = tw = 25.

00 mm (menentukan) bE = 0.0 23 = = 8 6 = 0. maka Qn = 14.43cm 0.97 m gaya tekan dalam beton.00 m 16 IMRON D 111 01 079 .67 = = 245863866 Nmm periksa kekuatan penampang fbMn = 0. misalkan a < ts.88 m 120 mm 5/8 x 2-1/2 inci IDIL 18 ( II ) untuk lantai diambil a = = #### 156103328.27 cm2 0.Struktur Baja II lebar pelat efektif adalah bE = L/8 = 0.00 a = 17850 a T = As Fy = 6050 240 = 1452000 N agar stabil maka dibutuhkan C = T a = 81.349 = 23 buah 64970 Qn N kN/stud dan jarak antara stud adalah p pmaksimum pminimum bE = L N = = = 8 6 ts D 7.40.85 f'c bE a = 0.11 m = = Ok 96 cm 11 cm = 0. maka Vnh = 1452000 N dan digunakan stud berkepala dengan diameter 5/8 x 2-1/2 inci .00 mm (menentukan) bE = 0.96 m 0.6 kips/stud = 64970 jadi jumlah konektor yang diperlukan adalah Vnh 1452000 N = = = 22.12 = 1.5*Bo + jarak dari pusat balok ke pinggir slab = 0.88 m = 875.43 mm 38760 diambil baja profil I DIL 24 dengan .00 81.34 mm < 120 mm ok Kekuatan momen nominal Mn.12 0.85 24 875.85 f'c bE a = 0. d a Mn = T + ts 2 2 1452000 90 + 120 .37 ok ! Desain konektor geser Gaya tekan dalam pelat yang harus dipikul oleh konektor geser adalah C = 0.019 = = = 30.85 24 875.85 245863866 = 208984285.71 > 77103530.34 = 1452000 karena a < ts . As yang diperlukan As d = = 100 mm d = 98.875 + 0.85 240 100 + 140 156103328 2 = = 4027.773 kN/m 17 mm Ix = 10920 mm4 bf = 240 mm tw = 7 mm lebar pelat efektif adalah bE = L/8 = 0.5*Bo + jarak dari pusat balok ke pinggir slab = 0.09 = 0.189 0.30 m 0.875 + 0. dan gaya tarik pada penampang baja adalah C = 0.88 m = 875.5 240 cm2 mm berat tf = = 50 = 40.

19 ok ! Desain konektor geser Gaya tekan dalam pelat yang harus dipikul oleh konektor geser adalah C = 0.46 = 2078894.43cm 30.46 mm < 140 mm ok ! Kekuatan momen nominal Mn.85 24 995.14 0.43 cm IMRON D 111 01 079 .30 m 0.85 f'c bE a = 0.022 = = = 30.246 = 23 buah Qn 93450 dan jarak antara stud adalah p pmaksimum pminimum bE = L N = 7.23 = = 476978753 Nmm periksa kekuatan penampang fbMn = 0.0 23 = = 8 6 ts D = = 8 6 = 0.85 476978753 = 405431939.12 m 0.0 kips/stud = 93450 kN/stud jadi jumlah konektor yang diperlukan adalah Vnh 2078894. d a Mn = T + ts 2 2 2364000 120 + 140 .5 N karena a < ts .13 m = = Ok 112 cm 13 cm = 0. 3/4 x 3inci maka Qn = 21.88 m 140 mm 3/4 x 3inci IDIL 24 Tingkat atap lantai Profil balok Konektor Geser I DIL I DIL 5/8 x 2-1/2 inci 3/4 x 3inci 18 24 Jumlah Konektor Jarak antar stud 23 23 17 30. misalkan a < ts.85 f'c bE a = 0.85 24 875.00 116. maka Vnh = 2078894.70 > 156103328.43 cm 1.Struktur Baja II gaya tekan dalam beton.5 N = = = 22. dan gaya tarik pada penampang baja adalah C = 0.5 N dan digunakan stud berkepala dengan diameter .00 a = 20298 a T = As Fy = 9850 240 = 2364000 N agar stabil maka dibutuhkan C = T a = 116.58.

18 Mud = 1. Desain Kolom desain kolom berdasarkan LRFD dengan menganggap lenturan hanya pada satu sumbu Pud Mud + < 1.6 220 Ix = 7860 mm4 Sx = 396 cm3 > 42.00 kN 1.64 kNm > 268.Struktur Baja II 5.85 f Mp Z Fy Z 64.5 mm r = 15 mm A dengan menggunakan nilai diatas dicoba penampang cm2 mm A d = = 84.00 0.6 kNm A Fy > Mud > 64.65 cm2 I DIL 22 18 IMRON D 111 01 079 .0 1.18 0.85 240 bf tf = = 220 16 mm mm tw = 6.18 f Pu f Mp Pud = 87.54295 mm3 > Pud > 87.

4 dengan mensubtiusikan nilai .85 95.4 1.97 < 1 cek ulang penampang baja yang digunakan untuk kolom adalah I DIL 22 Karena ukuran balok pada lantai lebih besar dari ukuran kolom hasil perhitungan maka dalam pelaksanaan ukuran kolom baja yang digunakan adalah I DIL 26 A d = = Ix = Sx = 113 260 cm2 mm 14720 mm4 626 cm3 bf tf = = 260 18 mm mm tw = 7. sambungan balok atap dengan kolom digunakan sambungan siku persegi Data Kolom I DIL 22 d = 220 mm bf = 220 mm tf = 16 mm tw = 6.5 mm Sx = 396 cm3 = 15. fc Pu > Pud 0.08 = Sx 396000 = b f tf = 220 16 = = 5/3 fb Af = 5/3 77.035 = 3.5 kNm I DIL 18 1 D 2 C I DIL 22 30.4 = 25.292 + 0. yang bertentangan dengan flens tarik dari kolom fb Afc Pbf Ast > Ast = M 30521145.004 m2 3520 = 452.18 0.073 8460 240 350421.nilai kedalam persamaan yaitu .5 mm r = 17 mm (II) Menghitung Sambungan Balok dan Kolom dengan Baut dan Las 1.0 N 95.1 = Pbf -Fyctcw (tbf = 5k) Fyst 452165 240 240 6.14 15 = dari mana diperoleh fc = 0. 87.25 350.3097 0.00 64.9 Pu = A Fy (1 0.44 < 87 kN Cek lagi = 3.64 + = 0.Struktur Baja II h = KL ( Fy / E)1/2 pr 1 4500 3.5 kNm Merancang pengaku vertikal 1 dan 2 untuk pengaku 1 .04 periksa .073 350.2 kN 1793 mm2 = 19 2E-03 m2 IMRON D 111 01 079 .25 3.25 h) Mp 0.31 0.46 mm A 3 q B 30.07 Mpa 3520 mm2 = 0.5 mm Sx = 396 cm3 Data Balok I DIL 18 d = 180 mm k bf = 180 mm tf = 14 mm tw = 5.396 = S Fy = 240 = = = = 0.5 14 = = 77.04 kNm (1 = 0.85 350.31 ) 0.6781 0.

7 = digunakan las lis kukuh dibagian dalam. 16 tcf > = = 8 mm t kaku 2 2 0.3 400 = 1. karena gaya lintang logam dasar akan mengontrol.7320508 - mm2 = > diperlukan pengaku diagonal 0.818 Mp 0.5 2 De 0.707 204 = 0.7 = 8 mm 204 Mpa 240 √3 2.89 kNm 6 tw > 1.3 Fu x 1. yang bertentangan dengan flens desak dari kolom : db (badan) = d - 2k = 180 - 30.707 = 304 mm = 349 mm 204 = 452.2 336.642 mm dan didalam badan D = 20 6.83 mm m2 100 mm Ok! Merancang Las Las untuk pelat 1 : Pbf = 452.642 mm De = jadi hanya 2. D 0.8 1000000 240 220 180 220 1 Fyscos q 1 185.95 db 51885947 171 9.642 0.74975 = 51.16 < 149.4 15.34 digunakan flens D = 7 mm 2.73 tbw3 √Fy dbw > Pbf 10.05 mm b kaku 2 diambil bst = 65 mm periksa terhadap pengaku diagonal Mp = 1.0007 digunakan dua pelat Ap = 16 mm x 3200 mm2 730. Digunakan D sepanjang flens bagian dalam seperlunya dan digunakan sebuah las berukuran 8 mm pada badan balok.49 = 61.349 L badan = L las = 204 + 180 180 0.304 Las untuk pelat 2 : dengan las efektif maksimum D = 2 2 14 5.2 kN Fw = 0.50 mm = 0.64mm dari las tersebut yang efektif pada badan balok.774 Fy tw dc √3 290400 1.52 = 51.67 180 5.793 Ok ! untuk pengaku 2 .92 = 149.89 180 = cos q - = 0. maka Dmin adalah diperiksa D efektif dari badan balok untuk gaya lintang : 5.7 30. karena beban tersebut hanya berada pada satu sisi.08 tidak diperlukan pengaku dbw > 452.8 10 Mp Fydcdb tan q Ast = = = = 1.9 5.2 pengaku tersebut (sepasang dengan satu pada setiap sisi badan yang bertentangan dengan flens desak kolom) hanya harus setengah kedalaman balok.08 mm sebuah pengaku diperlukan jika db > dbw 10.500 mm2 = > 1.68 mm 8 mm IMRON D 111 01 079 .Struktur Baja II digunakan plat ujung : bp = 220 tp = 25 Ast = 220 mm mm 25 5.3 D = = 50.73 166.5 2 2.5 + = = 63.707 0.

5 kN/baut 314.tf = 30521.114.7 kN 452 . maka digunakan las berukuran 13 mm 0.521 28. Sambungan Balok Atap pada Kolom Data Kolom I DIL 26 d = 260 mm bf = 260 mm tf = 14 mm tw = 7.003 0.38 mm = 152 mm 28 Las untuk pengaku diagonal : Pkaku = Ast Fy digunakan las berukuran Plas Plas = 16 100 240 = 384 kN/pengaku 8 mm 220 32 d .001 Menentukan gaya flens Ff  618.14 Mpa 21 IMRON D 111 01 079 .2 kN Memperkirakan luas baut/baris diambil baut w / diperoleh sbb.00 8 0.2 mm2 11.91 mm Lkaku cos q 0.707 204 = 560.5 mm cm3 Sx = 30.6 > 384 Ok ! Pkaku .774 0.521  = = M d .707 204 = 911 > 384 Ok ! = 2 242.2tf = = = 242.008 0.145 180 17 - = 187.91 (II) Menghitung Sambungan Balok dan Kolom dengan Baut dan Las 1.Struktur Baja II maka Pbf yang diangkut oleh badan balok adalah : Pbadan = Fytw (tcf + 2tp(dasar kolom) = 240 5.5 mm Sx = 626 Data Balok I DIL 18 d = 180 mm k bf = 180 mm tf = 17 mm tw = 5.001 28.91 karena Plas > = 2 242. 8 A-325 x diameter fs = V N = a = 28.707 d - 2 tf = 180 - + 2kb) + 2 20 + 15 = 114.73 = 337 kN 204 = 337 L = 221.4 mm cm3 231 30.5 16 Plas = Pbf Pbadan = 4L 0.013 0.5 Ff Ftb = 20 mm dengan luas = 3.

Struktur Baja II Ftb = = a = 380 1 364.00026 m2 Dengan menggunakan diameter nominal dan dua baut berdiameter 20 mm didalam salah satu ke dua baris yang diatas.031 = 4 1.7071 (0.331 = 3.29 Fub = 825 Ca = 1. baut (F ab) dan tegangan baut yang dibolehkan oleh Ftb dihitung dengan :  Ca = 1.5 bp = 180 200 0.40233 11.2tf ) tw = (180 = 30.4 Fub Mpa 0.75 0.0 kN.0031 m2 = 2 17 ) 5.041 Cb Af 0.76 20 = 17 - 0.246 D = 5.5 ) 10 240 ) = = 90.538 = 2.44 kNm Menentukan koefisen bahan sebuah koefisien bahan didasarkan pada tegangan luluh dari pelat tersebut.61 1. 28.29 Fy 0.3564 kN 22 IMRON D 111 01 079 .76 mm  Momen efektif pelat M  = F f x Pe 4 = 187 0.0004 1000 = 0.00026 Cek ulang dimbil jarak tepi de> 1.707 0.2tf) (0.2 = 364.949 Pe 0.25 db 0.13 286.75*20 = 35mm digunakan= 80 mm  Merancang las lis kukuh untuk mengangkut gaya flens F f 0.7071 6 145.5 Ftb Fy ( untuk diameter baut < 25 mm) 0.32 Aw 0.32 1.2tf) .00063 > 0.00 Ok ! Jarak baut efektif Jarak baut efektif yang didasarkan pada jarak Pf yang sebenarnya dari flens balok dan diameter baut db = 20 mm dan las efektif D : Pe = Pf .323 = 1.707 D = 40 5 .003 8E-04 0.9487 Perbandingan A f /A w Perbandingan Af/Aw dari balok adalah :  = = Ca = 1.3 (180 (180 .44 2.5 = 8E-04 m2 1.331 Momen desain Momen desain Md = M x am = Tebal pelat ujung tp adalah : 1.785 0. maka luas yang dilengkapi adalah : Af = 4 0.055 digunakan 6 mm las lis kukuh tersebut ditempatkan diatas dan dilas kedua-dua flens.4 mpa 1 187.0.18 485 = 187.5 Af = bf tf = 180 Aw = (d .8 > 28.0414 Menentukan faktor koreksi sebuah faktor koreksi lebar untuk pelat didasarkan pada lebar flens balok bf dan lebar pelat bp : Cb  = bf 0.1/4 db . Digunakan sebuah lis kukuh badan berukuran 6 mm untuk mengangkut sebuah gaya lintang sebesar Kapasitas las efektif adalah : Plas Pbadan  2 D = = 0.0.14 sambungan dukung 0.538 Faktor modifikasi momen am am  x Perbandingan P e /d b Pe db  0.707 6 = 30.

25 10 = 18.0237 m = 23.5 6 Md b 0. 140 40 mm Sambungan Balok Lantai pada Kolom Data Kolom I DIL 26 d = 260 mm bf = 260 mm tf = 14 mm Data Balok I DIL 24 d = 240 mm k bf = 240 mm tf = 17 mm 23 = 618.5 0.Struktur Baja II tb = 0.72 < 96 Ok ! 220 180 140 40 40 baut berukuran 6 mm 180 340 las berukuran 20 mm 40 40 40 mm 2.75 Fy 0.0201 = 36 digunakan tebal pelat ujung tp =  periksa lebar efektif maksimum be  = = bf + 2D 180 + + 12 tp + 25 = 217 = 0.65 mm 25 mm > 200 Ok ! periksa tegangan geser pelat fv = = Ff 2 b tp 187.4 mm IMRON D 111 01 079 .

87 kN/baut 28.5 ) 10 240 ) = = 24 127.707 0.61 Mpa = 28.9 mpa 1 289.00 8 0.882 D = 5.2tf) (0.00 Ok ! IMRON D 111 01 079 .2tf) .00043 Cek ulang dimbil jarak tepi de> 1.3 (240 (240 .870 digunakan 6 mm las lis kukuh tersebut ditempatkan diatas dan dilas kedua-dua flens.tf = 64643.0005 1000 = 0.5 mm = 626 cm3 tw Sx = 7 mm = 396 cm3 64. 87.61 sambungan dukung 0.7071 6 145.00076 > 0.997  Menentukan gaya flens Ff  86.00043 m2 Dengan menggunakan diameter nominal dan dua baut berdiameter 22 mm didalam salah satu ke dua baris yang diatas.75*20 = 35mm digunakan= 80 mm  Merancang las lis kukuh untuk mengangkut gaya flens F f 0.644 86.9 = 339.0 kN.94964 V N = 22 mm dengan luas = 380.658 240 = 17 - 289.644 64. Digunakan sebuah lis kukuh badan berukuran 6 mm untuk mengangkut sebuah gaya lintang sebesar Kapasitas las efektif adalah : Plas Pbadan 2 = = D 0.785 0. maka luas yang dilengkapi adalah : Af = 4 0.5 Ff a = Ftb 380 1 339.7071 (0.1 10. 8 fs = Ftb = = a = A-325 x diameter 87.Struktur Baja II tw Sx = 7.9 kN Memperkirakan luas baut/baris diambil baut w / diperoleh sbb.5 > 87.2 383.24 485 = 289.997 = M d .

26 = 22 = 17 - 0. baut (F ab) dan tegangan baut yang dibolehkan oleh Ftb dihitung dengan :  Ca = 1.19 kNm Menentukan koefisen bahan sebuah koefisien bahan didasarkan pada tegangan luluh dari pelat tersebut.0414 Menentukan faktor koreksi sebuah faktor koreksi lebar untuk pelat didasarkan pada lebar flens balok bf dan lebar pelat bp : Cb  bf = 0.5 0.16 < 96 Ok ! 260 240 180 25 IMRON D 111 01 079 .001 m2 1.189 = = 2.5 Ftb Fy ( untuk diameter baut < 25 mm) 0.1/4 db .5 .28 mm 30 mm periksa lebar efektif maksimum be  = Momen desain Momen desain Md = M x am = Tebal pelat ujung tp adalah :  7 Faktor modifikasi momen am am  x Perbandingan P e /d b db  1.29 Fub = 825 Ca = 1.0283 m = 28.25 db 0.001 0.26 mm  Momen efektif pelat M  = F f x Pe 4 = 290 0.095 Pe 0.375 Af 0.88 12 = 24.03 = 4 2.5 240 = bp 200 Af = tf = 240 Aw = (d .5 0.2tf ) tw bf = (240 Pe 30.32 Aw 1.707 6 = 30.0288 = 4.4 Fub Mpa 0.0.32 1.Struktur Baja II  Jarak baut efektif Jarak baut efektif yang didasarkan pada jarak Pf yang sebenarnya dari flens balok dan diameter baut db = 22 mm dan las efektif D : Pe = Pf .61 1.19 0.041 Cb tb 0.75 0.29 Fy 0.0041 m2 = 2 17 ) = Ca = 1.707 D = 40 5.75 Fy 2.7989 kN 36 digunakan tebal pelat ujung tp = = 0.323 = 1.0954 Perbandingan A f /A w Perbandingan Af/Aw dari balok adalah :  = = = bf + 2D 240 + + 12 tp + 30 = 282 > 200 Ok ! periksa tegangan geser pelat fv = = Ff 2 b tp 289.375 = 2.004 0.5 6 Md b 0.189 0.0.

Struktur Baja II 40 40 baut berukuran 6 mm 240 400 las berukuran 22 mm 40 40 40 mm (III) 180 40 mm Menghitung Sambungan Kolom dan Pondasi Data Kolom I DIL 22 d = 260 mm bf = 260 mm tf = 14 mm tw = 7.70711) 0.6 cm2 87.11 Mpa << 145.11 Af = 11.875 = = 11. 13.33 kN > 40.39 kNm Digunakan las lis kukuh untuk pelat dasar ke kolom sehingga ujung bawah kolom 485 Mpa tidak harus dipotong untuk las penetrasi penuh.5 mm Sx = 626 cm3 A = 84.26 = = 285.44 Ok ! merancang kembali baut-baut angker dengan menggunakan Fy = 345 Mpa dan dicoba dua angker sekrup n = 8 / 25 yang berdiameter 32 mm 26 IMRON D 111 01 079 . untuk diambil sebuah ukuran las minimum sebesar 8 mm gaya flens tarik adalah 11.181 N 485 0.44 kN 40.4 3640 = 40439. yaitu elektroda E70 dan F w = Dengan tegangan kolom : M P fb = Sx(col) A 13392008 86996.0 kN.5 OK ! 626000 8460 (dari las yang mengalami gaya lintang) Hanya sebuah las lis kukuh yang minimal yang diperlukan utuk tegangan ini.11 Tahanan las lis kukuh adalah Tw = 8 (0.

00 -1.8253 37.m dengan tebal t = 6 Fb M 0.24005 26.88 80352046.73858 89.233130 0.00 BC 0.0004 3.ke plat dasar Fp = q = q = 8400 8400.75 8 dan diambil momen-momen terhadap baut = Ae 32 - 0.3320 45.253404 0.89368 89.001 MN.35 P A 87.001 = 0.943 - 19.88 80352046.4 -8393.35 ± = 80.5 0.4 -8393.01 x x x 300 260 x 19.04 10 mm 46 mm 27 IMRON D 111 01 079 .261698 0.00 -1.8937 18.00001 0.4 -8393.92 x2 M = 1.35 - B2 3 = ± 87.00 -1.08006 21.236838 0.0527 70.840 x V = 3.241307 0.005 180 = 0.943 x - 9.Struktur Baja II maka luas tarikan bersih adalah 24.0801 21.005 = tebalnya adalah 0.943 300 y untuk x = 0.35 M S 80.285798 0.33201 45.3068 mm diambil B C = mm dari nilai B dan C yang diperoleh dihitung qmaks dan qmin 86996.4 -8393.840 1 300  0.05274 70.19739 56.230032 0.0 0.227431 -8393.94 Mpa qmaks 90000 27000000 86996.261698 0.020 m M = 1.4 Mpa < q B3 87.971 = - 0.63 = + = 3.4 -8393.236838 0.307 0.4 115.00 -1.00 -1.785 260 3.63 = = -2.5 dari arah lain (garis y-y) dititik A : 300 n = = 0.00 = B f'c B - 0 No xi xi+1 x* f(xi) f(xi+t) f(x*) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 -1.307 x3 y -2.6768 31.35 = 8.971 x2 - 3.4636 = 300 Diperoleh B = 241.272196 0.4 -8393.00 -1.4 -8393.00 -1.4 -8393.82534 37.00 -1.0227 Dirancang las kolom .01 Mpa qmin 90000 27000000 sepajang garis x-x q = 3.246737 0.272196 0.233130 0.00 - 24 Mpa BC2 80.253404 0.246737 0.1974 56.67677 31.00 0.8 2 260 = 5.230032 0.241307 0.2400 26.

5 = = 0.0002 = 3 0.26 digunakan Fy = 345 Mpa untuk baut-baut angker.5 0.785 digunakan tiga tongkat angker yang berdiameter = 0.0 dengan menggunakan tiga tongkat angker untuk setiap sisi.002 = 0.943 3.m 0.39 T = = 51.0112 = tebalnya adalah 11.dimensi pelat dasar kolom akan mempunyai tebal 300 x 300 x 15 mm mm untuk baut-baut angker dianggap bahwa baut-baut tersebut akan mengangkut momen penuh walaupun gaya aksial akan mereduksi cukup banyak efek momen.51 kN 0.84 0.18 15 mm digunakan tebal sebesar 11.6 Fy = 207 kN 51.02 = 3.0103 m 10 mm 13.18 mm Dimensi . maka diameter tersebut adalah : D 0.5458 Mpa 0. suatu kapasitas cadangan sistem pengangker untuk menahan sebuah gaya lateral yang cukup besar (kolom yang menggeser secara lateral).546 2 6 M 19. 13.004 MN.5 Fb = 0.39 10 10 T 87.0002 Ayang diperlukan m2 207. Ft = 0.023 180 = 0.00 260 10 10 C 300 300 300 28 IMRON D 111 01 079 .Struktur Baja II q = M = t = 3.

Struktur Baja II 29 IMRON D 111 01 079 .

000 0.861 0.207 0.000 -4.005 0.026 0.000 0.000 0.128 2 2-1 1.484 -0. COF Bal.410 B B-4 1.350 1.000 0.001 0.015 -0.000 0.000 0.000 0.002 0. COF Bal.896 Portal arah X 30 IMRON D 111 01 079 .000 0.000 0.000 10.007 -0.000 -26. COF Bal.000 0.007 -0.200 0.067 0.000 0.002 0.000 0. COF Bal.333 0.015 -0.000 0.164 -0.000 0.135 -0.014 0.000 0.000 0.000 0.716 -0.069 -0.357 -2.000 0.000 0.000 -0.001 0.000 0. COF Bal.052 -0.000 0.000 0.001 -0.004 0.014 -0. COF Bal.000 0.000 0. COF Bal.000 -0.000 0.384 3 3-2 0.052 -0.193 -0.002 0.177 0.009 -0.005 -0.091 -0.001 0.148 -0.000 0.049 0.091 0.597 -0.030 -0. COF Bal.000 0.492 0.315 0.000 0.008 -0.000 0.038 0.000 0.026 0.000 0.105 -0.000 0.006 0.013 0.115 -0.000 0.049 -0.030 0.000 0.217 -6.000 0.000 0.000 1-A 1.783 0.000 -0. COF Bal.333 0.012 0.006 0.000 4.046 -0.014 0.000 0.328 -0.000 0.138 -0.000 -0.193 0.000 0.046 0.355 2.969 6.004 0.000 0.001 0.013 0.002 -0.002 0.099 0.007 0.000 0.015 0.000 0.000 0.001 0. COF Bal.896 -11.000 0.000 0.019 -0.138 0.017 -0.141 -24.026 0.003 -0.000 12.002 0.000 0.000 0.774 -3.716 0.004 -0.001 0.027 0.014 0.000 0.058 -0.001 -0.000 0.000 0.355 -2.000 0.969 -0.000 0.009 0.000 0.STRUKTUR BAJA II Perhitungan momen dengan metode momen distribusi (cross) Portal arah Y Joint Batang Kekakuan Siklus DF 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 FEM Bal.001 0.007 0.004 0.000 0.002 -0.069 0.115 0.000 0.004 -0.000 0.791 5.433 -1.093 0.001 0.105 0.000 0.000 0.333 0.049 -0.179 4.485 0.200 0.000 -0.333 0.000 0.200 0. COF Bal.058 0.000 0.430 0.049 0.177 -0.000 0.052 0.000 0.000 0.485 -0.000 0.000 0.002 0.430 0.002 0.099 0.001 0.014 -0.000 0.000 0.002 -0.000 -0.000 -0.067 0.861 0.000 -0.000 0.001 0.269 -0.000 0.000 0.462 4 4-1 0.000 -5.000 -0.000 0.384 13.000 -0.002 0.000 0.415 -0.000 -6.000 6.001 -0.099 -0.783 4-3 1.000 0.052 0.462 1-4 0.001 0.014 -0.000 0.000 0.380 -0.000 0.004 0.001 -0.004 0.000 0.000 0.350 -1.122 0.000 0.000 0.295 -0.000 0.690 -1.000 0.002 0.000 0.000 0.029 -0.158 0.001 -0.932 11.217 6.000 0.148 0.000 0.007 0.012 0.000 0.046 0.000 -0.141 24.001 0.061 0.000 -0.000 0.061 0. COF Bal.000 0.000 0.002 -0.969 -6.000 0.000 0.200 0.932 -6.000 0.207 -0.000 0.984 0.099 -0.002 -0.000 -0.000 0.000 0.415 0.000 0.000 0.007 -0.000 0.000 -10.000 -0.000 0.000 0.984 0.357 2.001 0.690 1.000 0.004 -0.008 0.380 0.433 1.046 0.001 0.597 0.000 0.027 -0.295 0.384 2-3 0.000 -5.067 0.026 -0.001 0. COF Bal.000 0.179 -4.000 0.969 0.000 -0.000 26.003 0.001 0.135 0.000 -0.015 0.001 0.000 0.128 4-B 1.005 -0.038 -0.000 0.001 0.000 0.000 0.122 0. Total A A-1 1.492 0.791 -13.001 -0.067 0.328 0.000 0.000 0.315 0.000 -12.384 3-4 1.269 0.000 0.000 0.000 0.093 0.000 5.000 0.000 0.000 0.774 3.029 0.410 1 1-2 1.000 6.164 0.158 0.484 0.000 -0.017 0.000 0.019 0.005 0.

343 0.278 0.000 0.000 0.000 0.000 0.002 0. COF Bal.088 0.000 0.000 1.072 -0.001 0.000 0.002 -0.000 0.004 0.000 0.002 0.965 -0.134 -0.000 0.000 0.000 0.023 0.786 6.000 0.000 0.883 -0.001 0.710 0.000 0.006 0.002 0.008 0.000 -2.023 -0.177 -1.000 0.000 0.000 -0.000 0.000 0.462 0.000 0.000 0.000 0.000 -0.000 0.000 6.000 -1.412 0.000 0.000 0.000 0.177 1.000 -3.000 0.000 0.001 0.007 0.001 0.000 0.882 -0.001 0.198 0.333 0.000 -0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.067 0.217 0.483 -0.052 3.000 0.000 0.000 -1.001 0.008 -0.267 -0.055 0.000 0.000 0.036 0.000 0. COF Bal.007 0.001 0.000 0.000 0.483 0. COF Bal.052 3.000 0.000 3. COF Bal.000 0.000 0.339 -2.000 0.000 0.052 31 -3.824 0.000 0.588 -0.386 -0. COF Bal.000 0.000 0.067 1.000 0.000 0.193 -0.588 0.006 -0.217 0.678 1.002 -0.001 0.000 0.000 0.000 0.557 1.001 0.008 -0.002 -0.000 0.882 0.000 0.000 0.000 0.000 0.441 0.001 0.386 0.000 0.001 -0.000 0.001 0.002 0.000 0.002 0. COF Bal.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.678 -3.000 0.000 0.786 -6.000 0.343 0.824 0.000 0.015 0.000 0.000 0. COF Bal.003 0. COF Bal.355 -0.000 0.000 0.000 -3.055 -0.200 0.000 0. COF Bal.000 0. COF Bal.004 -0.000 0.000 -0.001 -0.333 1.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.710 -0.000 0.107 0.333 1.107 -0.001 0.000 0.000 0.176 0.000 0.013 -0.200 1.002 -0.010 0.001 0.000 0.000 0.000 0.000 0.002 -0.000 2.000 0.000 -0.000 -0.002 0.015 0.000 0.000 3.000 0.000 0.000 0.000 0.000 -2.557 -1.000 0.017 0.000 0.464 -3.000 0. COF Bal.001 0.883 0.001 0.000 0.002 0.072 0.013 0.000 0. COF Bal.410 0.134 0.003 0.000 0.004 -0.000 0.000 0.099 -0.052 3.000 0.002 0.000 0.088 0.000 0. COF Bal.000 0.000 0.004 0.000 0.965 0.009 -0.000 -0.268 0.000 0.000 0.000 0.001 0.046 -0.000 0.000 0.003 -0.000 0.001 -0.176 0.000 -0.000 0.000 0.000 2.000 0.001 0.020 -0.017 -0.000 0.003 0.000 0.000 0.000 0.001 -0.002 0.464 2.000 0.005 0.000 0.267 0.200 0.000 0.000 0.002 -0.001 0.020 0.200 0.193 0. Total 1-A 2 1-2 1-4 2-1 3 2-3 3-2 4 3-4 4-3 B 4-1 4-B B-4 1.000 0.339 IMRON D 111 01 079 .001 0.000 0.268 -0.000 0.067 1.462 0.000 0.000 -0.278 -0.000 0.000 0.000 0.005 -0.001 -0.783 0.000 0.000 0.412 0.009 0.000 0.000 0.000 -0.000 0.001 0.000 0.000 0.128 0.000 0.000 0.000 0.198 -0.783 0.001 0.099 0.128 0.067 1.000 0.000 0.000 0.002 0.054 0.000 0.001 0.410 0.STRUKTUR BAJA II Joint A Batang Kekakuan Siklus 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 A-1 DF FEM Bal.000 0.000 0.000 0.000 0.054 -0.000 0.000 0.002 0.000 0.000 0.001 0.000 0.000 0.333 1.172 0.172 0.355 0.000 -0.001 0.000 0.002 -0.000 -0.001 0.027 -0.000 0.027 0.036 -0.008 0.000 -0.000 0.010 -0.000 -0.000 -0.000 0.046 0.000 -6.441 -0.000 0.000 0.000 0.

791 65.93 15.141 13.384 -6.portal X qu1 = 0.5291 t/m qu1 = 2. N 12.384 -24.141 11. D.00 m -6.094 -5.896 -5.384 6.896 Gambar bidang Momen .791 11.384 6.2312 t/m 4.93 -24.50 mm 4.00 mm Gambar bidang M.909 13.

17 Gambar bidang Geser Gambar bidang Normal Gambar bidang M.000 16.000 0.56 3.000 0.17 -3. D.0.56 -16.000 0. N portal X qu1 = 0.8 t/m .

50 mm qu1 = 7.786 3.4.80 .184 -1.339 Gambar bidang Momen 2.6856 t/m 4.339 -1.00 mm 1.46 -6.052 -3.00 m 3.46 6.052 3.052 -6.052 -3.786 2.678 14.748 3.678 2.

70 2.80 -2.19 -0.90 0.70 -8.19 8.80 Gambar bidang Geser Gambar bidang Normal .10 -2.80 -5.0.90 -0.10 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful