BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Korupsi dalam sejarah manusia bukanlah hal baru. Ia lahir berbarengan dengan umur manusia itu sendiri. Ketika manusia mulai hidup bermasyarakat, di sanalah awal mula terjadinya korupsi. Penguasaan atas suatu wilayah dan sumber daya alam oleh segelintir kalangan mendorong manusia untuk saling berebut dan menguasai. Berbagai taktik dan strategi pun dilaksanakan. Perebutan manusia atas sumber daya alam dan politik inilah awal mula terjadinya ketidakadilan. Padahal kebutuhan untuk bertahan hidup kian menanjak, tapi kesempatan untuk memenuhinya semakin terbatas. Sejak saat itu moralitas dikesampingkan. Orientasi hidup yang mengarah pada keadilan berubah menjadi kehidupan saling menguasai dan mengekploitasi. Di dalam sejarah, kita dapat menemukan banyak catatan yang terkait dengan kondisi tersebut. Di India korupsi sudah menjadi permasalahan serius sejak 2300 tahun yang lalu, hal ini terbukti dengan adanya tulisan seorang perdana menteri Chandragupta tentang 40 cara untuk mencuri kekayaan negara1. Kerajaan China, pada ribuan tahun yang lalu telah menerapkan kebijakan yang disebut Yang-lien yaitu hadiah untuk pejabat negara yang bersih, sebagai insentif untuk menekan korupsi. Tujuh abad silam, Dante menyebutkan bahwa para koruptor akan tinggal di kerak neraka dan Shakespeare mengangkat tematema korupsi dalam berbagai karyanya. Pada abad ke-14 Abdul Rahman berpendapat bahwa akar korupsi adalah keinginan hidup bermewah-mewah dikalangan elit pemegang kekuasaan, sehingga mereka menghalalkan berbagai cara untuk membiayai gaya hidup mereka. Plato dalam bukunya The Laws menyatakan bahwa“The servants of the nations are to render their services without any taking of presents…..To form your judgment and then abide by it is no easy task, and “tis a man”s surest course to give loyal obedience to the law which commands, “Do no service for a present”.2

1

Robert Klitgaard, “Controlling Corruption”, University of California Press, 1988, halaman 75.

Jeremy Pope et al, “The Role of National Integrity System in Fighting Corruption”, The Economic Development Institute, World Bank, 1997 Page 1 of 30
2

Di Indonesia, korupsi mulai terjadi sejak jaman kerajaan. Bahkan VOC bangkrut pada awal abad 20 akibat korupsi yang merajalela di tubuhnya. Setelah proklamasi kemerdekaan, banyak petinggi Belanda yang kembali ke tanah airnya, posisi kosong mereka kemudian diisi oleh kaum pribumi pegawai pemerintah Hindia Belanda (ambtenaar) yang tumbuh dan berkembang di lingkungan korup. Kultur korupsi tersebut berlanjut hingga masa pemerintah Orde Lama. Di awal pemerintahan Orde Baru, Presiden Soeharto melakukan berbagai upaya untuk memberantas korupsi. Terlepas dari upaya tersebut, Presiden Soeharto tumbang karena isu korupsi. Perjalanan panjang korupsi telah membuat berbagai kalangan pesimis akan prospek pemberantasan korupsi, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia. Dalam dua dekade terakhir, dunia mulai memandang korupsi sebagai isu penting. Berbagai inisiatif untuk memerangi korupsi dilakukan mulai dari tingkat nasional, regional hingga level internasional. Pandangan bahwa korupsi mendorong pertumbuhan ekonomi mulai ditinggalkan banyak kalangan. Korupsi dipandang bukan hanya sebagai permasalahan moral semata, tetapi sebagai permasalahan multidimensional (politik, ekonomi, social dan budaya). Perubahan cara pandang dan pendekatan terhadap korupsi, yang diikuti dengan menjamurnya kerjasama antar bangsa dalam isu ini menyemai optimisme bahwa perang melawan korupsi adalah perang yang bisa kita menangkan. Perkembangan peradaban dunia semakin sehari seakan-akan berlari menuju modernisasi. Perkembangan yang selalu membawa perubahan dalam setiap sendi kehidupan tampak lebih nyata. Seiring dengan itu pula bentuk-bentuk kejahatan juga senantiasa mengikuti perkembangan jaman dan bertransformasi dalam bentuk-bentuk yang semakin canggih dan beranekaragam. Kejahatan dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan senantiasa turut mengikutinya. Kejahatan masa kini memang tidak lagi selalu menggunakan cara-cara lama yang telah terjadi selama bertahun-tahun seiring dengan perjalanan usia bumi ini. Bisa kita lihat contohnya seperti, kejahatan dunia maya (cybercrime), tindak pidana pencucian uang (money laundering), tindak pidana korupsi dan tindak pidana lainnya. Salah satu tindak pidana yang menjadi musuh seluruh bangsa di dunia ini. Sesungguhnya fenomena korupsi sudah ada di masyarakat sejak lama, tetapi baru menarik perhatian dunia sejak perang dunia kedua berakhir. Di Indonesia sendiri fenomena Page 2 of 30

korupsi ini sudah ada sejak Indonesia belum merdeka. Salah satu bukti yang menunjukkan bahwa korupsi sudah ada dalam masyarakat Indonesia jaman penjajahan yaitu dengan adanya tradisi memberikan upeti oleh beberapa golongan masyarakat kepada penguasa setempat. Kemudian setelah perang dunia kedua, muncul era baru, gejolak korupsi ini meningkat di Negara yang sedang berkembang, Negara yang baru memperoleh kemerdekaan. Masalah korupsi ini sangat berbahaya karena dapat menghancurkan jaringan sosial, yang secara tidak langsung memperlemah ketahanan nasional serta eksistensi suatu bangsa. Reimon Aron seorang sosiolog berpendapat bahwa korupsi dapat mengundang gejolak revolusi, alat yang ampuh untuk mengkreditkan suatu bangsa. Bukanlah tidak mungkin penyaluran akan timbul apabila penguasa tidak secepatnya menyelesaikan masalah korupsi. (B. Simanjuntak, S.H., 1981:310) Di Indonesia sendiri praktik korupsi sudah sedemikian parah dan akut. Telah banyak gambaran tentang praktik korupsi yang terekspos ke permukaan. Di negeri ini sendiri, korupsi sudah seperti sebuah penyakit kanker ganas yang menjalar ke sel-sel organ publik, menjangkit ke lembaga-lembaga tinggi Negara seperti legislatif, eksekutif dan yudikatif hingga ke BUMN. Apalagi mengingat di akhir masa orde baru, korupsi hampir kita temui dimana-mana. Mulai dari pejabat kecil hingga pejabat tinggi. Walaupun demikian, peraturan perundang-undangan yang khusus mengatur tentang tindak pidana korupsi sudah ada. Di Indonesia sendiri, undang-undang tentang tindak pidana korupsi sudah 4 (empat) kali mengalami perubahan. Adapun peraturan perundangundangan yang mengatur tentang korupsi, yakni : 1. Undang-undang nomor 24 Tahun 1960 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Page 3 of 30

Undang-undang nomor 3 Tahun 1971 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.2. Secara parsial. Komisi Anti Korupsi (KPK). Kasus Korupsi mantan Presiden Soeharto. Tebang pilih. dana BLBI dan kasus-kasus korupsi besar lainnya akan mampu menstimulus program pembangunan ekonomi di Indonesia. Begitu kirakira pendapat beberapa praktisi dan pengamat hukum terhadap gerak pemerintah dalam menangani kasus korupsi akhir-akhir ini. bicara seolah ia bersih. Perspektif politik selalu mendominasi kasus-kasus hukum di negeri sahabat Republik BBM ini. dapat disimpulkan pemerintah dan bangsa Indonesia serius melawan dan memberantas tindak pidana korupsi di negeri ini.\ Celah kelemahan hukum selalu menjadi senjata ampuh para pelaku korupsi untuk menghindar dari tuntutan hukum. Padahal penyelesaiaan kasus-kasus korupsi besar seperti kasus korupsi Soeharto dan kroninya. 3. Pembahasan mengenai strategi pemberantasan korupsi dilakakukan dibanyak ruang seminar. Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Masyarakat melalui LSM dan Ormas pun tidak mau kalah. Page 4 of 30 . booming anti korupsi. mengambil manfaat dari kampanye anti korupsi di Indonesia. Undang-undang nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi. begitulah tepatnya. Peraturan perundang-undangan (legislation) merupakan wujud dari politik hukum institusi Negara dirancang dan disahkan sebagai undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi. anti korupsi. contoh kasus yang paling anyar yang tak kunjung memperoleh titik penyelesaian. Meanstream perlawanan terhadap korupsi juga dijewantahkan melalui pembentukan lembaga Adhoc. 4. Gaung pemberantasan korupsi seakan menjadi senjata ampuh untuk dibubuhkan dalam teks pidato para pejabat Negara.

3 Tujuan Penulisan 1. kaitannya dengan rakyat atau dengan kata lain menyebabkan “ neraka “ bagi rakyat indonesia.3. 1.1 Putusan bebas oleh pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) apakah dianggap sebagai pintu masuknya para koruptor ke “surga” ? 1.2. Untuk menganalisa dampak atau pengaruh dari suatu putusan bebas. maka penulis tertarik untuk mengkaji atau menganalisa seberapa efektif Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi dalam penerapannya.2 Untuk menganalisa pengaruh dari putusan bebas bagi para koruptor. BAB II PEMBAHASAN 2.2.2 Bagaimanakah dampak yang ditimbulkan akibat koruptor yang mendapat putusan “ bebas ” ? 1.2 Analisis Permasalahan 1. Dalam makalah ini penulis akan mengaitkan antara keefektifan Undang-undang dengan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor ) yang sering mengeluarkan putusan “ Bebas ”. serta dampak yang ditimbulkan akibat putusan bebas tersebut.1 1.3.Oleh karena perubahan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang katanya semakin disempurnakan.1 Undang Undang Tipikor Yang Kurang Efektif Seringkali Melahirkan Putusan Bebas Oleh Pengadilan Tipikor Yang Merupakan Secercah Harapan Menuju “ Surga ” Bagi Para Koruptor Page 5 of 30 .

Korupsi juga tindakan pelanggaran hak asasi manusia. diktator –yang meletakkan kekuasaan di tangan segelintir orang. 3 Mubaryanto. apabila kehidupan sosial-politiknya tolerasi bahkan memberikan ruang terhadap praktek korupsi tumbuh subur. Page 6 of 30 . Akhiar Salmi dalam makalahnya menjelaskan bahwa korupsi merupakan perbuatan buruk. artikel. Dalam makalahnya. Jurnal Ekonomi Rakyat. penerimaan uang sogok dan sebagainya. 2004 Jeremy Pope. menjelaskan bahwa korupsi merupakan permasalahan global yang harus menjadi keprihatinan semua orang. Praktik korupsi biasanya sejajar dengan konsep pemerintahan totaliter.Jeremy Pope dalam bukunya Confronting Coruption: The Element of National Integrity System. Ketidakpastian ini tidak menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi dan peluang bisnis yang sehat.” Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Namun. Korupsi merupakan tindakan memperbesar biaya untuk barang dan jasa. memperbesar utang suatu Negara. UGM. "Menghadapi Korupsi: Elemen Sistem Integritas Nasional". contrary to duty and the right of others. 2000. bukan pada urgensi kepentingan publik. "Pro dan Keadilan". sulit diprediksi berapa Return of Investment (ROI) yang dapat diperoleh karena biaya yang harus dikeluarkan akibat praktek korupsi juga sulit diprediksi. Jadi perundang-undangan Republik Indonesia mendefenisikan korupsi sebagai salah satu tindak pidana. seperti penggelapan uang. Sektor swasta sering melihat ini sebagai resiko terbesar yang harus ditanggung dalam menjalankan bisnis. Kolusi dan Nepotisme.3 Menurut Dieter Frish. mantan Direktur Jenderal Pembangunan Eropa. tidak berarti dalam sistem sosial-politik yang demokratis tidak ada korupsi bahkan bisa lebih parah praktek korupsinya.Transparency International. Biasanya proyek pembangunan dipilih karena alasan keterlibatan modal besar. Salmi juga menjelaskan makna korupsi menurut Hendry Campbell Black yang menjelaskan bahwa korupsi “ An act done with an intent to give some advantage inconsistent with official duty and the right of others. Korupsi selalu menyebabkan situasi sosial-ekonomi tak pasti (uncertenly). Selalu terjadi asimetris informasi dalam kegiatan ekonomi dan bisnis. pasal 1 menjelaskan bahwa tindak pidana korupsi sebagaimana maksud dalam ketentuan peraturan perundangundangan yang mengatur tentang tindak pidana korupsi. The act of an official or fiduciary person who unlawfully and wrongfully uses his station or character to procure some benefit for himself or for another person. dan menurunkan standar kualitas suatu barang.

ide moratorium kepada napi (apapun kasusnya) adalah ide Page 7 of 30 . Perubahan nama dari korupsi menjadi KKN ini barangkali beralasan karena praktek korupsi memang terkait koneksi dan nepotisme. Vonis pembebasan oleh hakim terhadap terdakwa kasus korupsi mungkin saja menjadi luar biasa mengingat masyarakat sedang mempunyai spirit yang tinggi untuk memberantas korupsi sehingga vonis bebas terhadap terdakwa koruptor dianggap bahwa hakim unresponsive terhadap keinginan masyarakat dalam membantu memberantas kejahatan korupsi. pertama kalau tidak dihukum tentu saja dibebaskan sehingga sebetulnya vonis hakim terhadap terdakwa sekalipun berupa pembebasan bukanlah hal yang luar biasa. Sebagian masyarakat kecewa tehadap vonis pengadilan tipikor di berbagai daerah yang banyak membebaskan terdakwa kasus korupsi. Setelah berbagai kasus hukum baik kriminal umum maupun korupsi tidak jelas penyelesaiannya. Misalnya kebijakan moratorium remisi bagi napi korupsi dan terorisme yang digulirkan oleh kementrian hukum dan hak asasi manusia (walaupun akhirnya diralat bukan moratorium tetapi pengetatan). Pemerintah hanya terkesan ingin memuaskan nafsu balas dendam terhadap pelaku dan memberi citra baik kepada masyarakat bahwa pemerintah sungguh –sungguh menjadikan koruptor sebagai musuh. tanpa tambahan kolusi dan nepotisme. Kini muncul berbagai pendapat dan komentar tentang jalannya pengadilan terhadap terduga pelaku korupsi yang peradilannya dilaksanakan oleh pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor). Kekecewaan masyarakat terhadap penegakan hukum pidana dalam memberantas korupsi diperkeruh oleh berbagai statement dari aparatur pemerintah yang bukannya memberi solusi terhadap carut marutnya penegakan hukum akan tetapi mengacaukan jalannya proses peradilan pidana yang sudah diatur dalam berbagai perundang-undangan. Sesungguhnya vonis hakim di pengadilan itu hanya ada dua. dalam artikelnya menjelaskan tentang korupsi bahwa.Mubaryanto. walaupun sesungguhnya secara praktis ide ini menunjukan kepanikan pemerintah dalam memberantas korupsi. Sedangkan dari optic legal. Ide moratorium remisi bagi khususnya napi korupsi dari optic kepraktisan memang terkesan tidak ada masalah. Penggiat ekonomi Pancasila. Sungguh aneh dan tidak mengerti jalannya praktek penegakan hukum di negeri ini. Tetapi tidak dapat disangkal bahwa dampak “penggantian” ini tidak baik karena KKN ternyata dengan kata tersebut praktek korupsi lebih mudah diteleransi dibandingkan dengan penggunaan kata korupsi secara gamblang dan jelas. salah satu masalah besar berkaitan dengan keadilan adalah korupsi. yang kini kita lunakkan menjadi “KKN”.

demikian seharusnya kalau menyebut napi. siapa pun orang yang sedang diadili oleh hakim ada kemungkinan terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman (vide Pasal 193 ayat 1 KUHAP). apakah penghukuman atau pemidananan kepada koruptor tujuannnya adalah untuk penjeraan atau untuk balas dendam atau sama dengan narapidana lain bahwa pemidanaan itu untuk re sosialisasi? Pertanyaan mendasar ini memerlukan jawaban yang tegas dan jelas sebab sampai sekarang tujuan pemidanaan dalam stelsel pidana kita adalah untuk re sosialisasi/menjadikan terpidana kembali menjadi orang baik. karena memang fungsi Pengadilan untuk mencari dan menemukan kebenaran hukum dan keadilan. Ada pula kemungkinan mereka tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan Jaksa. bagi hakim sesuai independensinya menurut Konstitusi. Alasannya. karena keadilan itu bukan hanya hak masyarakat atau hak pengamat.yang melanggar berbagai perundang-undangan khususnya undang-undang tentang pemasyarakatan. maka putusan bebas dan lepas tersebut akan tetap terjadi di Indonesia. Apakah itu napi pemerkosa. Selama ketentuan Pasal 191 ayat (1) dan (2) Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) mengenai putusan ‘ bebas ’ (vrijspraak) dan ‘ lepas dari segala tuntutan hukum’ (onstlag van allerechtsvervolging) masih diatur didalam KUHAP. teroris. terkecuali kedua ketentuan itu ‘dihapus’. lain soal.adalah dengan cara memberikan remisi. sehingga harus ‘dibebaskan’ Page 8 of 30 . apakah terpidana koruptor ini tidak memerlukan pembinaan. tidak ada larangan memutus perkara dengan menghukum bersalah. Salah satu pembinaan untuk warga binaan . atau pencuri. Remisi dimaksudkan untuk latihan warga binaan beradaptasi dengan masyarakat sebelum warga binaan benar-benar bebas dari lembaga pemasyarakatan. pembunuh. Ide penghapusan remisi untuk terpidana koruptor menimbulkan pertanyaan. Dan selama ini para napi tersebut mempunyai hak untuk memperoleh pembinaan dengan segala ragam dan bentuknya sesuai dengan undangundang pemasyarakatan. membebaskan atau melepaskan terdakwa. Ini berarti. Karena itu. Tetapi keadilan juga hak bagi mereka yang diadili dan keluarga mereka. Undang-undang Pemasyarakatan menjelaskan bahwa pemidanaan seseorang bukanlah untuk balas dendam atau penjeraan akan tetapi tujuan pemidanaan yang dijalani oleh terpidana di lembaga pemasyarakatan adalah untuk re sosialisasi atau untuk menjadikan terpidana menjadi “orang baik” manakala bebas dari lembaga pemasyarakatan.

bukan dilakukan oleh hakim yang baru kemarin sore secara adhoc. hakim harus berani menerobos ancaman minimum tersebut dengan pertimbangan hukum yang rasional. Karena hakim bukan hanya corong atau mulut undang-undang. kenapa harus menghukum terdakwa yang tidak terbukti bersalah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). misal kerugian negara sudah dikembalikan kepada negara. Jika hakim menghukum terdakwa yang tidak terbukti bersalah. tersangka atau terdakwa belum dapat dikatakan telah bersalah. Yang menjadi persoalan adalah sejauhmana kualitas dari pada putusan itu? Mestinya rumusan pertimbangan hakim. tetapi terungkap hal-hal yang meringankan perbuatan terdakwa. Jaksa bisa saja menangkap bahkan menahan seorang tersangka yang diduga melakukan tindak pidana. tetapi bukan merupakan tindak pidana. sehingga terhindar celah kekurangan suatu putusan. sehingga dia harus ‘dilepas’ dari segala tuntutan hukum (vide Pasal 191 ayat 2 KUHAP). Polisi. Page 9 of 30 . terdakwa dan alat-alat bukti yang terungkap dipersidangan adalah merupakan pengalaman dari sosok hakim yang sudah digeluti bertahun-tahun lamanya. Namun tempat untuk mencari benar-tidaknya tindakan/perbuatan tersangka sesungguhnya hanya di Pengadilan. Asas ini merupakan salah satu hak asasi dari pada tersangka/terdakwa yang mutlak diperhatikan semua pihak. Bahkan selama kasus tersebut belum diputus oleh Pengadilan dan belum mempunyai kekuatan hukum tetap. justeru hakim sudah melakukan kesalahan besar selaku penegak hukum dan keadilan. harus ‘murni’ berdasarkan fakta hukum yang terungkap di persidangan dan didukung keyakinan hakim bahwa terdakwalah pelakunya atau tidak (vide Pasal 183 KUHAP). Tetapi harus tetap berpedoman kepada adagium "praduga tak bersalah" (presumtion of innocent). terkecuali hakim adhoc tersebut sungguh-sungguh memiliki spesialisasi keilmuan dan pengalaman mumpuni dibidang teori akademis akan menjadi kombinasi yang sempurna dengan pengalaman hakim karier dalam merumuskan suatu putusan. Hakim yang mampu menyusun dan membuat pertimbangan hukum dari rangkaian keterangan saksi. Jika terdakwa terbukti bersalah. sekalipun UU menentukan batas ancaman minimum. putusan hakim berkesimpulan menyatakan seorang terdakwa harus dibebaskan atau dilepas dari segala tuntutan hukum. tanpa ada unsur/pengaruh dari pihak lain termasuk perbuatan tercela. Ketiga alternatif putusan tersebut sama-sama urgensinya didalam penegakan hukum dan keadilan. Jika dari hasil proses persidangan.(vide Pasal 191 ayat 1 KUHAP) atau terdakwa terbukti melakukan perbuatan.

30/2002. Baru beberapa bulan sebelum masa tenggang tiga tahun itu berakhir UU Pengadilan Tipikor disahkan menjadi UU No 46 Tahun 2009 yang juga mengamanatkan pembentukan pengadilan tipikor di daerah. Dalam konteks “sengaja membuat putusan bebas” ini ada metafora menarik yang pernah dikemukakan seorang petugas sebuah LP di Kalimantan tentang analogi penegakan hukum pidana dengan proses pembuatan dan penghidangan makanan.Pengadilan tipikor dilahirkan sebagai bayi kembar bersama-sama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui satu rahim yaitu undang-undang No. Berkali-kali terjadi perlawanan para koruptor (corruptor fideback) terhadap kedua institusi ini melalui upaya judicial review UU No. Ada banyak pejabat negara menjadi pesakitan dan dihukum penjara. yang terakhir melalui putusan Mahkamah Konstitusi No. bahkan besan Presiden SBY sekalipun menjadi korbannya. tidak terbatas pada para pejabat biasa. 30 Tahun 2002 tentang KPK. Dalam konteks putusan ini sebenarnya MK sama sekali tidak memerintahkan pembentukan pengadilan tipikor di daerah. penuntutan dan pemeriksaan pengadilan perkara-perkara korupsi yang dicanangkan sebagai kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime) karna akibatnya yang massif dan menimbulkan kerusakan di berbagai sendi kehidupan masyarakat. Pihak yang dipercaya berbelanja membeli bahan mentah punya kesempatan untuk memark up Page 10 of 30 .012-016-019/PUU-IV/2006 tanggal 19 Desember 2006 memerintahkan pemisahan antara KPK dengan saudara kembarnya Pengadilan Tipikor agar tidak berada pada satu undang-undang yang sama. sehingga diharapkan kedua lembaga ini mampu menjadi solusi. Berdasarkan putusan MK tersebut pengadilan tipikor harus dibentuk berdasarkan undang-undang tersendiri sebagai payung hukum agar keberadaan pengadilan tipikor Jakarta menjadi konstitusional dalam jangka waktu tiga tahun. Namun dalam tenggang waktu tiga tahun itu penyusunan UU Pengadilan Tipikor untuk memperkuat pengadilan tipikor Jakarta berjalan lamban. Kelahiran keduanya dimaksudkan sebagai upaya luar biasa dibidang penyidikan. Padahal putusan MK tidak memerintahkan pembentukan pengadilan tipikor daerah. Dan memang terbukti dalam beberapa tahun kiprahnya sinergi Pengadilan Tipikor Jakarta bersama KPK telah mampu memenuhi harapan keadilan masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Institusi penegakan hukum bidang pencegahan dan pemberantasan korupsi dianggap mandul dalam menjalankan fungsinya.

Demikian juga pihak yang dipercaya memasak mempunyai kesempatan untuk mengurangi jumlah makanan yang dimasak dan akan di hidangkan. Kemudian hanya jika pihak yang menyantap tidak merasa sangat lapar dan masih meninggalkan sisa-sisa makanan dipiring saja. Kecenderungan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) membebaskan para koruptor ini justru menjadi lebih buruk dari kinerja pengadilan umum. Pengadilan Semarang satu terdakwa. Barangkali faktor ini pula yang memicu Kementrian Hukum & HAM mencanangkan moratorium (belakangan diganti terminologinya menjadi pengetatatan persyaratan) remisi. sedangkan yang dimaksud pembelanja adalah penyidik. Pengadilan Tipikor Surabaya membebaskan sembilan terdakwa. Meski secara normatif pengadilan termasuk pengadilan tipikor mempunyai kompetensi menghukum atau membebaskan terdakwa.1% responden percaya bahwa putusan hukum (pengadilan) di Indonesia dapat dibeli dengan uang telah menguatkan metafora itu sebagai sebuah realitas.6 miliar. Hasil Jajak Pendapat Litbang Kompas (14 Nopember 2011) tentang Evaluasi Kinerja Penegak Hukum yang menyatakan 92. Dari rangkaian metafora ini sang petugas LP menempatkan dirinya sebagai pencuci piring. sehingga mempunyai keuntungan bagi pribadinya. yang memperketat pembebasan narapidana korupsi. koki yang memasak & menghidangkan adalah penuntut umum dan penyantapnya adalah Hakim yang memutus perkara di pengadilan. Berdasarkan catatan. Kemudian. Pengadilan Tipikor Tanjung Karang membebaskan dua terdakwa. namun berdasarkan asbabun nujulnya pengadilan khusus tipikor ini dilahirkan sebagai bagian dari solusi meminimalkan Page 11 of 30 . dan terakhir. Rinciannya. pengadilan tipikor daerah setidaknya telah membebaskan 29 terdakwa korupsi. Pengadilan Tipikor Bandung membebaskan tiga terdakwa korupsi yang membuat heboh antara lain Walikota Bekasi Mochtar Mohammad.harga belanjaan. Tidak hanya itu bahkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) secara ekstreem mengusulkan agar seluruh pengadilan tipikor di daerah yang baru dibentuk itu dibubarkan. Bupati Subang Eep Hidayat. Pengadilan Tipikor Samarinda telah membebaskan 14 dari 15 terdakwa korupsi dana operasional DPRD Kutai Kartanegara pada 2005 senilai Rp2.” Fenomena meningkatnya jumlah vonis bebas terdakwa korupsi di sejumlah daerah mendapat respon negatif dari banyak pihak. Wakil Walikota Bogor. petugas pencuci piring masih bisa menikmati sisa-sisa makanan.

Karenanya meski usulan pembubaran pengadilan tipikor di daerah mempunyai dasar pikiran yang kuat. Secara sistemik sistem pencegahan dan pemberantasan korupsi di republik kita ini sudah cukup sempurna. Coba saksikan ada Mahkamah Agung (MA) dan KomisiYudisial (KY) yang mengawasi prilaku para Hakim dan melakukan perekrutan. kebutuhan bahkan visi missinya pun menjadi sama. dan salah satu sebabnya adalah kenakalan hakim. Solusi secara sistemik tanggung jawabnya berada ditangan Mahkamah Agung sebagai pengawas internal dan Komisi Yudisial sebagai pengawas eksternal para hakim. karena sudah juga menjadi mesin cuci bagi para koruptor. tak dapat dibedakan karakter. Pembebasan para terdakwa korupsi adalah akibat. Konsekwensinya pola perekrutan sekedar menjadi formalitas memenuhi kewajiban undang-undang belaka. Antara hakim karier dan hakim ad hoc. Itulah sebabnya dalam susunan majelis perkara di pengadilan tipikor terdiri dari 3 orang hakim ad hoc dan 2 orang hakim karier meski ketua majelis hakim tetap dipegang oleh hakim karier. ada KPK yang menjadi mandor Page 12 of 30 . Dengan kondisi yang demikian. Pada perkembangannya akibat “pergaulan bebas” tak ada lagi differensiasi antara keduanya.merebaknya tindak pidana korupsi di republik ini. karenanya fenomena ini mengagetkan banyak pihak dan menimbulkan pertanyaan dimana letak kesalahan atau kekeliruannya. ada Pusat Pelaporan Transaksi & Analisa Keuangan (PPATK) yang mengawasi mobilitas rekening gendut / keuangan para pejabat publik termasuk hakim. pembawaan. pengadilan khusus tindak pidana korupsi yang dibuat dan ditempatkan sebagai bagian dari solusi pemberantasan korupsi bersama KPK menjadi kian jauh dari yang diharapkan. Apakah salah bunda mengandung ataukah akibat pergaulan bebas ? Salah satu kekhasan pengadilan-pengadilan khusus termasuk tipikor adalah adanya hakim ad hoc. tetapi bukanlah satusatunya solusi. Hakim ad hoc sudah menjadi “lowongan pekerjaan”. Dapat dibayangkan berapa banyak sarjana hukum dibutuhkan dalam rangka mengisi pengadilan tipikor di 33 provinsi di republik ini. Lalu kemudian haruskah dibubarkan. Khusus pengadilan tipikor berdasarkan khittahnya kehadiran hakim ad hoc berfungsi sebagai penyeimbang hakim karier dibawah asumsi bahwa pengadilan umum sebagai bagian dari penegak hukum pemberantasan korupsi tidak dapat menjalankan fungsinya secara optimal.

maka sedikitnya ada tiga zona yang memungkinkan lahirnya putusan bebas terdakwa korupsi termasuk di pengadilan tindak pidana korupsi di daerah.laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN). Pada banyak perkara korupsi umumnya berita acara dibuat oleh penyidik kejaksaan. Zona kedua ada pada ranah pembuktian yang tentu saja sejalan dengan pembuatan surat dakwaan. Kesengajaan tidak bekerja maksimal bagi pengawas pada hakekatnya korupsi juga. Itulah sebabnya undang-undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi tidak memberikan kewenangan menghentikan penyidikan atau penuntutan kepada KPK. sudah tak terhingga jumlah angaran negara dihabiskan hanya untuk rapat kerja. namun dalam hal berita acara pemeriksaan perkara dibuat oleh penyidik kepolisian. karenanya pihak-pihak yang bertangung jawabpun sama yaitu penyidik (bisa polisi) dan jaksa penuntut umum. Tidak hanya penuntut umum dapat dibebankan kesalahan. yang dapat disebabkan oleh kelalaian atau kesengajaan pembuatnya dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum. maka sangat mungkin terjadi permainan penyidik ( bisa polisi) dan penuntut dalam penyusunan dakwaan yang menyebabkan putusan bebas. Dengan mekanisme yang demikian. monitoring dan semacamnya tanpa akuntabilitas yang jelas. itulah sebabnya surat dakwaan jaksa penuntut umum menjadi dasar penyelenggaraan peradilan pidana. tetapi perbuatan tesebut bukan merupakan tindak pidana. akhirnya kembali kepada moral manusianya. karena surat dakwaan itu disusun atas dasar berita acara pemeriksaan perkara. Tapi ternyata sistem itu bukan TUHAN. Bahkan Jaksa penuntut umum dengan kewenangnnya dapat mempidanakan kasus perdata. Dua ketentuan yang diatur dalam hukum acara pidana ini (pasal 191) menempatkan begitu signifikannya peranan dakwaan dan pembuktiannya. seminar. Sudah waktunya masyarakat menuntut lembaga-lembaga pengawas pencegah dan pemberantas korupsi untuk bekerja maksimal. karena sama-sama menghabiskan uang negara tanpa guna. Yang kedua ini disebut “lepas dari segala tuntutan hukum”. dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sebagai muara penghukumannya. diskusi. sehingga tidak semua perkara dapat diajukan ke Page 13 of 30 . Putusan bebas yang dijatuhkan dalam suatu peradilan pidana selalu didasarkan pada tidak terbuktinya unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan atau jika perbuatan yang didakwakan terbukti. zona tidak profesionalnya penyusunan dakwaan. Pertama.

Artinya perkara yang tidak kuat pembuktiannya tidak akan pernah dibawa ke pengadilan oleh KPK. Page 14 of 30 . Jadi. Dari rangkaian metafora ini sang petugas LP menempatkan dirinya sebagai pencuci piring. di Jakarta ada KPK yang menyusun dakwaan dengan lengkap dan bagus. sehingga mempunyai keuntungan bagi pribadinya. karena pengadilan tipikor tidak bisa berdiri sendiri. petugas pencuci piring masih bisa menikmati sisa-sisa makanan. Zona ketiga yang memungkinkan lahirnya putusan bebas di pengadilan adalah ranah kekuasaan memutus. penyebab utama konteks putusan bebas di pengadilan tipikor dareah sepenuhnya terletak pada sumber daya manusia (SDM) di pengadilan yaitu hakim.pengadilan tipikor. Yang menarik pernyataan Humas Pengadilan Negeri Surabaya memperkuat asumsi ini. Kemudian hanya jika pihak yang menyantap tidak merasa sangat lapar dan masih meninggalkan sisa-sisa makanan dipiring saja. Pihak yang dipercaya berbelanja membeli bahan mentah punya kesempatan untuk memark up harga belanjaan. Jadi. Hasil Jajak Pendapat Litbang Kompas (14 Nopember 2011) tentang Evaluasi Kinerja Penegak Hukum yang menyatakan 92. tidak pada yang lainnya. koki yang memasak & menghidangkan adalah penuntut umum dan penyantapnya adalah Hakim yang memutus perkara di pengadilan. Dalam konteks “sengaja membuat putusan bebas” ini ada metafora menarik yang pernah dikemukakan seorang petugas sebuah LP di Kalimantan kepada penulis tentang analogi penegakan hukum pidana dengan proses pembuatan dan penghidangan makanan. jika hakim yang mengadili berpendapat lain maka sepenuhnya otoritas menjatuhkan putusan bebas ada pada hakim yang tidak dapat di ganggu gugat. Ini artinya para hakim hanya takut kepada KPK saja. Demikian juga pihak yang dipercaya memasak mempunyai kesempatan untuk mengurangi jumlah makanan yang dimasak dan akan di hidangkan. pernyataannya itu antar lain “sulit mengharapkan pengadilan tipikor di daerah bisa berjalan efektif. Sebaik apapun surat dakwaan dan sekuat apapun bukti yang diajukan. sedangkan yang dimaksud pembelanja adalah penyidik. jika berharap pengadilan tipikor di daerah seperti di Jakarta adalah sulit.1% responden percaya bahwa putusan hukum (pengadilan) di Indonesia dapat dibeli dengan uang telah menguatkan metafora itu sebagai sebuah realitas.

Jadi sungguh aneh apabila tiba-tiba ada ide pembubaran pengadilan tipikor dengan alasan menghambur-hamburkan anggaran Negara dan terutama karena merupakan surga bagi pelaku korupsi karena putusan-putusannya tidak mencerminkan keinginana rakyat. Kejahatan korupsi tidak saja terjadi di pusat kekuasaan yaitu Jakarta. Di samping ide penghapusan remisi untuk terpidana korupsi dengan maksud untuk penjeraan (walaupun ini bertentangan dengan ide pemasyarakatan terpidana). memerlukan proses yang panjang untuk menguranginya. Seleksi hakim ad hoc tipikor harus dilakukan secara selektif. Kita tidak terbiasa menjalani proses secara bertahap dan sistemik. jadi sungguh berat beban pengadilan tipikor di Jakarta apabila semua kasus korupsi di adili di Jakarta. Mahkamah agung jangan bekerja hanya sekedar mengejar target tanpa memperhatikan kualitas dan integritas hakim ad hoc nya akan tetapi harus benar-benar menjaring calon hakim ad hoc yang benar-benar teruji kualitas moralnya. Kita selalu menginginkan sesuatu itu dengan cara instan dan itu sudah menggejala dari mulai rakyat sampai pemerintah. Kini muncul lagi ide instan berupa pembubaran pengadilan TIPIKOR di daerah karena kecewa terhadap beberapa putusan pengadilan tipikor yang kebetuklan secara berturut-turut membebaskan terdakwa korupsi sekaligus mengevaluasi ulang keberadaan hakim-hakim tipikor. Page 15 of 30 . salah satu caranya Mahkamah Agung meminta perguruan tinggi untuk mengirimkan ahli-ahli hokum yang dibutuhkan supaya mengikuti seleksi walaupun juga para dosen dan guru besar ini akan berfikir ulang untuk menjadi hakim ad hoc tipikor mengingat penghargaan yang diberikan/diterima dan tanggungjawab profesi yang diembannya sangat tidak seimbang. Itu pun harus dilakukan dengan sungguhsungguh dan memerlukan dukungan politik yang kuat dari pemerintah dan masyarakat. Dan hasilnya dapat diprediksi tidak akan menghasilkan apapun dari proses instan ini kecuali hiruk pikuk yang tiada berujung. Keberadaan pengadilan tipikor di daerah adalah amanat undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.Pemberantasan korupsi memang tidak bisa langsung cespleng berhasil. Hongkong atau Singapura saja memerlukan waktu paling sedikit 20 tahun untuk berada pada tahap yang sekarang ini. kualitas bisa dipelajari melalui pelatihan tetapi integritas hanya dapat dilihat dari rekam jejak calon. yang benar adalah mengevaluasi seleksi dan keberadaan hakim adhoc tipikor yang telah ada. Dengan demikian dari aspek legal keberadaan pengadilan tipikor sangat kuat. akan tetapi wabah ini telah melanda seluruh Indonesia.

Membubarkan peradilan tipikor. Pemberantasan korupsi memerlukan komitmen penuh dari semua elemen. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi adalah pengadilan yang khusus menangani perkara korupsi. Pengadilan yang biasa disebut dengan Pengadilan Tipikor ini berlokasi di Lantai 1 dan 2 Gedung UPPINDO Jalan Rasuna Said Kav C-19. pemberantasan dan peradilan tindak pidana korupsi. Pengadilan ini dibentuk berdasarkan pasal 53 Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Undangundang baru itu harus mengatur Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sebagai satu-satunya Page 16 of 30 . Mahkamah Konstitusi menyatakan keberadaan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi bertentangan dengan UUD 1945 karena menimbulkan dualisme peradilan. tidak terkesan panik seperti yang terjadi sekarang ini. kedua pengawasan oleh lembaga penegakan hukum terhadap penyelenggara Negara belum efektif sehingga alih-alih korupsi berkurang yang terjadi adalah korupsi semakin merajalela di segala sector. yaitu menjatuhkan pidana maksimal terhadap pelaku korupsi padahal hakim mempunyai apa yang disebut “judicial discreation” yang tidak bias diganggu gugat dan sifat hakim yang otonom. menghapus remisi untuk napi korupsi tidak akan menyelesaikan masalah penegakan hukum terhadap kejahatan korupsi. Kuningan. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi berada di lingkungan Peradilan Umum. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus tindak pidana korupsi yang penuntutannya diajukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Secara kebijakan sudah sepantasnya pemerintah melakukan re-evaluasi dan reorientasi dari berbagai perundang-undangan tentang pencegahan. Kebijakan harus dilakukan secara komprehensif bukan secara parsial seperti sekarang ini. Ada satu cara yang belum pernah dilakukan oleh para hakim dan pengadilan tipikor dalam mengadili kasus korupsi. Untuk pertama kali Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dibentuk pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang wilayah hukumnya meliputi seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Pada 19 Agustus 2006. Mahkamah Konstitusi memberikan waktu tiga tahun kepada pembuat UU (DPR dan pemerintah) untuk membentuk UU Pengadilan Tipikor yang baru. Jakarta Selatan. Kemudian juga pemerintah harus sabar dan bersungguh-sungguh dalam memberantas korupsi.kecuali memang ada yang bersedia mengabdikan dirinya untuk membantu penegakan hokum dalam memberantas kejahatan korupsi.

Karena itu. Tindak Pidana Korupsi : Masalah dan Pemecahannya Bagian kedua. Langkah yang paling memungkinkan adalah meningkatkan proses pengawasan peradilan. Sebaiknya evaluasi dilakukan secara bersama antara Mahkamah Agung. Komisi Yudisial. Menurut ICW setelah ditetapkannya UU Pengadilan Tipikor. apalagi MA menargetkan pembentukan Pengadilan Tipikor di seluruh 33 provinsi. Tetapi bukan berarti semua hakim Pengadilan Tipikor bersih dalam penanganan suatu perkara pidana korupsi. Melihat kondisi yang menyedihkan seperti itu. dan 4 orang di Pengadilan Tipikor Bandung. Mafia hukum semacam ini sudah marak dan bukan rahasia umum lagi. Vonis mereka dinilai kontroversial dan menjadi wabah penyakit yang akan menyebar ke seluruh Pengadilan Tipikor di daerah. Pembubaran Pengadilan Tipikor di daerah minimal perlu dievaluasi dulu. seluruh penanganan perkara tindak pidana korupsi menjadi wewenang pengadilan dalam lingkungan peradilan umum 4. perguruan tinggi. terdiri atas 14 orang di Pengadilan Tipikor Samarinda. Wacana pembubaran Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di daerah yang dilontarkan oleh beberapa kalangan perlu ditinjau ulang. Peninjauan itu dimaksudkan untuk mengetahui urgensi keberadaan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan dampaknya bagi pemberantasan korupsi di Indonesia.sistem peradilan tindak pidana korupsi. dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang terkait. 21 orang di Pengadilan Tipikor Surabaya. 1 orang di Pengadilan Tipikor Semarang. S. setiap hakim yang nakal. Akibatnya. maka Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dinilai tidak lagi memiliki kewenangan.H. 1992. hanya dalam dua tahun sudah 40 terdakwa korupsi dibebaskan.. Sinar Grafika : Jakarta Page 17 of 30 . Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apabila pada 19 Desember 2009 DPR belum juga mengesahkan undang-undang baru. banyak pihak mendesak agar pengadilan tipikor daerah dibubarkan dan semua kasus korupsi seluruh Indonesia dibawa ke Jakarta menilai hal itu sulit untuk dilakukan karena banyaknya kasus korupsi di Indonesia. apakah itu di pengadilan umum maupun 4 Marpaung. Leden.

Penyelidikan ini untuk mengetahui apakah benar para hakim Pengadilan Tipikor terlibat kasus suap dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi di daerah.Pengadilan Tindak Pidana Korupsi harus ditindak tegas. maka langkah tegas yang diterapkan adalah dengan memecatnya. Langkah manajemennya perlu dievaluasi dulu. apakah melanggar fakta hukum atau ada unsur mafia peradilan. Langkah terdekat yang dapat dilakukan selain evaluasi adalah memperbaiki langkah manajemen yang ada di pengadilan Tipikor. Jika dari evaluasi perlu dikurangi atau dilikuidasi itu sudah ada pendekatan yang evaluatif. Sebelum membekukan dan atau menata ulang pengadilan tipikor ini. Ini yang membuat kredibilitas hakim di bawah standar. MA yang memegang peranan kunci dalam proses perekrutan itu harus bertanggung jawab. Mahkamah Agung sebaiknya melakukan penyelidikan terlebih dahulu terhadap para hakim Pengadilan Tipikor daerah. Rekam jejak para hakim Tipikor harus ditelusuri kembali dan hakim yang dinilai memiliki persoalan integritas dan kualitas sebaiknya diganti dengan orang-orang yang kredibel. Kontroversi vonis bebas dan ringan di pengadilan tipikor daerah bermula dari mekanisme rekrutmen hakim-hakim yang tidak kredibel dan mekanismenya yang tidak akuntabel. Komisi Yudisial (KY) dituntut untuk membentuk tim kajian khusus untuk mengevaluasi praktik peradilan tipikor di daerah dan memeriksa para hakim yang dianggap melakukan pelanggaran etik. Harus dipelajari mengapa hakim memutuskan bebas. Mahkamah Agung (MA) harus bertanggung jawab atas perilaku hakim pengadilan tipikor di daerah yang telah memvonis bebas dan ringan terhadap koruptor. Hal Page 18 of 30 . MA pertama-tama harus bersikap dan melakukan evaluasi internal terhadap jajarannya. Jika terbukti ada pelanggaran yang dilakukan oleh hakim. DPR pun harus memanggil MA dan KY untuk melakukan evaluasi dan identifikasi intervensi legislatif yang dibenarkan UU. Tempatkan hakim-hakim yang memang memiliki integritas dalam penanganan suatu kasus.

Page 19 of 30 . sudah 26 terdakwa kasus korupsi divonis bebas pengadilan tipikor. kurang dari dua tahun. 1 orang di Semarang. Sehari kemudian. dan 3 lainnya di Pengadilan Tipikor Bandung. Terkait dengan putusan di Bekasi. dikhawatirkan pengadilan tipikor malah menjadi surga bagi koruptor pada tingkat lokal. Pengadilan Tipikor Bandung mengeluarkan putusan yang lebih menyakitkan. Pada hari senin tanggal 10 Oktober 2011. penegak hukum. baik pemerintah. maka harus dipecat dengan tidak hormat dan dipenjarakan dengan hukuman yang lebih berat. Jika nanti memang terbukti hakim melakukan pelanggaran. Dirut PT Karunia Prima Sedjati. Padahal jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 300 juta. terdakwa kasus korupsi sistem informasi administrasi kependudukan on line tahun anggaran 2006-2007 Pemkab Cilacap. sejak lahirnya UU PengadilanTipikor tahun 2008. Pengadilan Tipikor Kota Semarang menjatuhkan vonis bebas kepada Oei Sindhu Stefanus. VONIS bebas bagi terdakwa koruptor di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) di beberapa daerah sangat mengecewakan publik. Dalam catatan Indonesia Corruption Watch (ICW). Kasus korupsi memang menjadi persoalan yang telah menggurita. KPK mengajukan permohonan kasasi. Jaksa KPK Ketut Sumedana berharap hakim yang memeriksa memori kasasi mereka merupakan sosok kredibel. pers maupun masyarakat. Untuk memberantasnya dibutuhkan kepedulian semua pihak. Ke-26 terdakwa korupsi yang menikmati vonis bebas itu terdiri atas 1 orang yang kasusnya diputuskan di Pengadilan Tipikor Jakarta.itu harus diproses. 21 orang di Surabaya. membebaskan terdakwa kasus korupsi Wali Kota Bekasi nonaktif Mochtar Muhammad. Jika hal ini dibiarkan.

Penyidik menggunakan pasarpasal hukum yang lemah. Kasus vonis bebas untuk Mochtar Muhammad merupakan sejarah karena untuk kali pertama KPK dikalahkan oleh putusan janggal. semua kasus korupsi yang ditangani jaksa KPK ke pengadilan tipikor. Jangan sampai pilot project pembentukan pengadilan tipikor di 5 daerah gagal sehingga menambah pesismisme. para koruptor sudah sangat cerdas. dicaci-maki seolah putusan bebas atau lepas itu diharamkan oleh Undang-undang.Kecenderungan ‘’banyaknya’’ vonis bebas untuk terdakwa korupsi oleh pengadilan tipikor di daerah lebih dipicu oleh hakim yang integritasnya lemah. Vonis bebas di pengadilan tipikor harus segera diakhiri. Page 20 of 30 . divonis bersalah. Justru lewat penemuan fakta itulah hakim telah bersifat progressif menciptakan suatu hukum lewat putusannya yang wajib dihormati dan dilaksanakan oleh semua pihak. tetapi karena dasar hukum yang diajukan penyidik kepolisian maupun kejaksaan kabur dan tidak bisa dijadikan sebagai dasar hukum yang kuat untuk menjatuhkan hukuman kepada seorang terpidana tindak pidana korupsi. Meski belum tentu semua hakim Pengadilan Tipikor di daerah menerima suap untuk membebaskan para tersangka dari jeratan hukum. bukan untuk dicibiri. yang tidak bisa dijadikan dasar hukum oleh para hakim untuk memvonis pelaku. Beberapa lembaga perlu diikutsertakan memperbaiki kinerja pengadilan tipikor. Sekarang ini. Sebelumnya. Membuktikan bahwa fungsi pengadilan adalah untuk mencari kebenaran dan keadilan hukum lewat putusannya. Ada prinsip hukum yang mengatakan: "lebih baik membebaskan seribu orang yang bersalah dari pada menghukum satu orang yang tidak terbukti bersalah". dengan menjadikan pengadilan antikorupsi itu menjadi tanggung jawab bersama untuk selalu diawasi. Mereka cenderung bermain mata dengan penyidik dalam suatu proses perkara. termasuk dari sisi ideologi.

sejak saat itupula banyak sekali bermunculan organisasi –organisasi yang mengangkat tema tentang korupsi. Police Watch. MPKP FE. Page 21 of 30 . seperti. Karena telah mengganti Pengadilan itu menjadi "Algojo Koruptor". berani bertanggung jawab". Jangan biarkan lembaga khusus Pengadilan Tipikor dijadikan sebagai lembaga penghukum (algojo). Jika hal itu dibiarkan akan merusak sendi-sendi sistim hukum Nasional di Indonesia. Parliament Watch. Kita berharap kehadiran organ – organ tersebut tidak hanya sebatas mengikuti trend dan musiman atau ingin dianggap oleh publik sebagai komunitas yang bersih akan tetapi mereka dapat melakukan sesuatu yang memang dapat memberikan manfaat untuk bangsa 5 Membaca Akhiar Salmi. Military Watch dan lain sebagainya5. Government Watch. "Memahami UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi". Paper 2006.2 Dampak Yang Ditimbulkan Akibat Putusan Bebas Bagi Para Koruptor Oleh Pengadilan Tipikor Semenjak bangsa ini mengalami suatu peristiwa dramatis yaitu reformasi dengan ditandai gulingnya orde baru yang sudah dianggap usang dan telah menjadikan bangsa ini tidak berjalan sebagaimana mestinya.Kita harus bangga atas penemuan fakta hukum yang membebaskan atau melepaskan terdakwa demi tegaknya hukum dan keadilan. hakim tak perlu ragu dan harus berani menyatakan terdakwa bersalah atau bebas/lepas dari segala tuntutan hukum. Masyarakat Transparansi Indonesia. Indonesian Corruption Watch. sekalipun hakim yang bersangkutan harus diperiksa oleh Badan Pengawas Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial untuk membuktikan ada tidaknya pelanggaran hukum atau kode etik selama proses sidang berlangsung. ini yang dinamakan "Peradilan Sesat". Jika hakim telah sungguh-sungguh memberikan putusan itu berdasarkan kejujuran hati tanpa pengaruh dari pihak manapun. Jika fungsi Pengadilan Tipikor terpaksa bergeser kepada lembaga penghukum. 2. Judiciary Watch. UI. Masalah hakim diperiksa atau dipanggil atasan (Mahkamah Aagung atau Komisi Yudisial) terkait putusan tersebut. dalam jurnal wacana disana disebutkan ada beberapa organ lahir yang menganggkat tema korupsi. itu sudah merupakan resiko jabatan. Karena ada prinsip: "berani berbuat.

diantaranya. Investasi dalam prasarana cenderung mengabaikan proyek – proyek yang menolong kaum miskin. Kedua. bukankah orang misikin tidak bisa melakukan korupsi karena memang tidak memiliki jabatan yang dia pakai untuk tameng korupsi? Persoalannya bukan pada keterlibatan kaum misikin dengan para koruptor akan tetapi lebih kepada dampak yang akan diterima oleh kaum miskin akibat tingkah para koruptor tersebut. Menurut Mukhammad Ikhsan data yang ia dapatkan dari Rose – Ackerman tahun 1998 secara khusus menyebutkan ada beberapa dampak buruk yang akan diterima oleh kaum miskin akibat korupsi. karena memang lembaga anti korupsi dengan faoundingnya akan dapat kucuran dana yang cukup. satu sisi kita bahagia karena masih ada sekelompok yang beritikad baik untuk coba mengembalikan bangsa ini kepada zaman dimana masyarakat masih bias percaya bahwa bangsa ini kelak akan menemui setitik air penyejuk dengan hadirnya para anak bangsa yang peduli akan masa depan bangsa ini dan hidup sejahtera. asumsi tersebut tidak mutlak benar walaupun mungkin ada benarnya juga. Lalu apa hubungannya antara korupsi dengan kemisikinan. Instansi akan lebih sumringah dan cekatan ketika melayani para pejabat dan konglemerat dengan harapan akan memiliki gengsi sendiri dan imbalam materi tentunya. akan tetapi coba kita tengok fakta dilapangan ternyata penyebab yang paling utama adalah pengelola negeri ini lebih banyak orang yang korup ketimbang orang yang secara betul – betul bekerja untuk kemaslahatan bangsa Indonesia. mudah – mudahan ini tidak terjadi. lalu muncul pertanyaan. Membuat mereka (baca:kaum miskin) cenderung menerima pelayanan sosial lebih sedikit. apakah rakyat Indonesia tidak cukup pintar untuk mengelola sumber daya yang ada?. alangkah baiknya terlebih dahulu mengamati potensi yang dimiliki bangsa Indonesia yakni setidaknya dapat kita jumpai sebuah keadaan yang tidak logic. yang Page 22 of 30 . Kekayaan yang meliputi tanah dan air begitu melimpah akan tetapi tingkat kesejahteraan masyarakatnya masih di bawah standar. Pertama. Namun satu sisi juga muncul kehawatiran eksistensi lembaga anti korupsi hanya dagangan para intelektual yang melihat peluang secara finansial disegmen ini cukup menjajikan. Dalam membahas dampak putusan bebas kepada tersangka koruptor.Indonesia . peristiwa seperti ini masih sering kita temui ditengah – tengah masyarakat. ekspansifnya gerakan anti korupsi kian hari kian melebar. potensi bangsa yang begitu melimpah dan ruah ini bagai sebuah daerah yang kering dan lading yang tandus.

Tapi yang Page 23 of 30 . kita tidak akan membicarakan jumlah dan teknisnya akan tetapi coba kita lihat berapa jumlah rakyat miskin ketika itu.? Tidak saudara. suatu persoalan dikatakan masalah individu manakala ini hanya menimpa perindividu.. pedagang biasa akan tetapi kesejahteraan mereka stagnan. Dampak korupsi terhadap kemiskinan sangatlah kentara sekali. Keempat. ini artinya budaya demikian sudah kian mengakar. orang yang miskin dapat terkena pajak yang regresif.? jelas.hal ini dilakukan agar proses dokumentasi tidak menjadi berbelit – belit bahkan ada sebuah pepatah “kalau bias dipersulit kenapa dipermudah”. kaum miskin akan menghadapi kesulitan dalam menjual hasil pertanian karena terhambat dengan tingginya biaya baik yang legal maupun yang tidak legal. beberapa waktu lalu pemerintah menurunkan program kompensasi BBM dengan pemberian tunjangan tunai langsung. apakah ini kesalahan mereka. cukupkah dana pemerintah untuk memberikan uang tunai tersebut dengan jumlah kaum miskin. tapi yang harus kita lihat disini adalah berpuluh – puluh tahun mereka bekerja sebagai petani. hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki wawasan dan pengetahuan tentang soal pajak sehingga gampang dikelabuhi oleh oknum. sebagai contoh dalam studi LPEM tahun 1994 disana ditemukan bahwa walaupun pemerintah sudah menghapus semua biaya untuk memperoleh izin penanaman modal. inilah yang kemudian sebagian orang saking putus asanya mengatakan bahwa korupsi di negeri ini sudah jadi budaya jadi sulit untuk diberantas. kondisi ini mungkin akan mereka terima dengan ridho manakala semua berjalan dengan alamiah. Ketiga.sering terjadi biasanya para penguasa akan membangun prasarana yang mercusuar namun minim manfaatnya untuk masyarakat. atau kalau toh ada biasanya momen menjelang kampanye dengan niat mendapatkan simpatik dan dukungan dari masyarakat. ini bukan semata – mata kesalahan mereka. tapi kondisi ini menimpa berjuta – juta rakyat.? sangat banyak sekali bahkan cenderung malah bertambah. terlepas dari banyak yang mengaku bahwa dirinya orang miskin atau bukan. sudah menjadi rahasia umum ketika seseorang harus berurusan dengan instansi pemerintah maka dia menyediakan “fulus” .. lau muncul pertanyaan bukankah itu masalah individu bukan masalah social. para investor masih tetap harus membayar “upeti kepada orang tertentu. akan tetapi yang membuat mereka tidak ridho adalah ketika mereka dengan keringat dan peluh bekerja siang dan malam demi menuai kesejahteraan supaya hidupnya lebih layak.

Ironisnya. jaksa atau hakim) yang seharusnya menegakkan Page 24 of 30 . jiwa mereka berontak. akan tetapi masalahnya adalah kembali lagi kapada kesungguhan para pelaku kebijakan publik terutama para pejabat dan wakil rakyat untuk senantiasa setia dengan amanat dan sumpah yang tekah mereka ucapkan. mereka akhirnya pasrah dan tetap bekerja. pasti banyak orang berfikir ulang ketika akan melakukan korupsi. akademisi termasuk para birokrat sendiri. salahkah mereka ketika mereka berdiam diri melihat ketidakadilan tersebut? dalam batin mereka sesungguhnya ingin sekali melakukan protes keras terhadap orang – orang yang memakan harta titipan mereka. tapi akan lain ceritanya manakala korupsi itu dibuat tidak enak dan pahit rasanya. Inilah seharusnya yang kita lakukan bagaimana membuat korupsi itu tidak enak dan getir rasanya. Namun karena ketidakmampuan kaum miskin untuk menjangkau keganjilan tersebut. Kalau fenomena pemutihan ini benar. Rasanya yang enak. seolah tindakan korup bakal mendapat ampunan Tuhan. dengan mendirikan tempat ibadah atau menyantuni anak yatim lewat uang korupsi. Yang paling disesalkan adalah adanya upaya pemutihan atau penyucian dosa dengan perilaku keagamaan. Ini juga akibat belum tegaknya hukum dan keadilan sesuai harapan. aparat penegak hukum (mulai dari polisi. renyah dan nyaman itulah mungkin gambaran korupsi sehingga orang akan senang korupsi. nafas mereka terengap –engap lalu mereka marah ketika melihat para pejabat dan para birokrat mendadak menjadi kaya raya tanpa perlu melakukan seperti yang mereka lakukan. bahwa mereka akan senantiasa untuk tetap berdiri paling depan dengan barisan anti korupsi untuk melakukan perlawanan terhadap korupsi di negeri sampai hayat masih dikandung badan. berarti semakin menunjukkan betapa kebobrokan moral di negeri ini sungguh kian akut. Memang ini bukan hanya kesalahan organisasi keagamaan atau umat beragama saja. Dengan pergi haji atau ziarah di makam Yesus di Yerusalem. Prof Dr Komaruddin Hidayat menyesalkan berbagai modus operandi untuk melegitimasi tindakan korup dengan membungkusnya lewat kemasan agama. seandainya bulan bisa ngomongpun mungkin dia akan meredupkan sinarnya sebagai tanda bukti keikutsertaan kesedihan yang dialami kaum miskin.terjadi adalah hati mereka perih. bagaimana caranya? secara teoritis sebetulnya sudah sering menjadi bahan kajian dan diskusi para aktivis.

Page 25 of 30 . betapa munafiknya bangsa ini dan Kemunafikan mengisi rongga kepala. hati. kita bisa diliputi apatisme. kalau harta yang mereka korup hanya dihabiskan demi memuaskan ego mereka sendiri. Kendati demikian. Mungkin benar tudingan budayawan dan wartawan senior Mochtar Lubis (almarhum). tetapi kita berbuat korupsi. Ini amat jahat.32 triliun saja dana yang harus dikembalikan ke negara. banyak anak miskin tidak bisa masuk ke perguruan tinggi yang biayanya kian mahal. Simak saja dalam upaya pemberantasan korupsi. Bayangkan. Maka seorang ustad di acara kuliah subuh di sebuah stasiun televisi menyebut para koruptor sebagai binatang buas.Budaya Kita. Umumnya terpidana melakukan banding ke Mahkamah Agung (MA). Kemudian oleh MA. Apalagi ini terjadi di negeri yang bersila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. MSc.07 triliun dana telah dikorup oleh 540 koruptor pada 2008. kontribusi dari institusi hukum kita bisa dikatakan minim. tetapi kita menyalahgunakan kekuasaan (Pembebasan Budaya. kebenaran dan keadilan justru ikut berperan dalam membusukkan bangsa lewat korupsi (korupsi memang berasal dari bahasa Latin corrumpere yang arti awalnya adalah membusukkan).Dalam hati kita mengutuk penyalahgunaan kekuasaan. Tidak berlebihan bila para koruptor kita persalahkan karena hanya pandai menciptakan surga lewat uang korupsinya seraya menciptakan neraka bagi banyak orang lain.29% dana yang kembalikan ke negara Kalau melihat besarnya uang yang dikorup dan tidak kembali. Dalam hati kita tidak setuju. Akibat dirampok koruptor. tetapi kita mengatakan setuju. Berdasarkan ekonom UGM Dr Rimawan Pradiptyo. jiwa dan seluruh tubuh kita. tuntutan jaksa tentang uang yang harus dikembalikan koruptor hanya Rp 32. Dalam hati kita mengutuk korupsi. kesempatan menjadi hilang bagi anak-anak miskin yang menderita gizi buruk untuk mendapatkan asupan gizi cukup.41 triliun. hanya Rp5. sebanyak Rp 73.hukum. Betapa tidak buas. Bayangkan hanya 7. dengan uang negara yang terus dirampok dan masuk kantong pribadi. Dampak korupsi memang menciptakan neraka bagi sesama.1999).

jika menjadi drakula atau binatang buas yang rakus mengembat uang rakyat. Kalau sekadar jadi bunglon. Adapun hukum seharusnya ditegakkan untuk menghukum para koruptor. Seorang pejuang HAM muda atau aktivis proburuh yang begitu idealis. mafia pajak. korupsi adalah suatu penyakit ganas yang menggerogoti kesehatan masyarakat seperti penyakit kanker yang setapak demi setapak menghabisi daya hidup manusia. tulisan ini tidak berpretensi untuk menggeser peran hukum positif. menurut almarhum Selo Sumardjan dalam pengantarnya untuk buku Membasmi Korupsi karya Robert Klitgaard (1998). Hal ini sangat diperlukan mengingat moral dan nalar bangsa ini sudah berada dalam kondisi krisis yang amat gawat akibat kian suburnya praktik korupsi. ketika masuk struktur kekuasaan yang basah. Page 26 of 30 . menurut Dunia dalam Berita. langsung bermetamorfosis.Jalan-jalan tambah rusak karena anggaran pembangunannya sudah disunat dan dibelikan material yang murah sehingga jalan menjadi cepat rusak. Bagi saya. sedangkan hukum di hilir. Namun.Sudah banyak contoh dalam hal ini. Bangsa Indonesia harus bisa segera melakukan rekonstruksi peradaban untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman dan bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju. dan sebagainya. dan rawan kecelakaan.mungkin tak masalah.Yang menyedihkan jika sosok yang sebelumnya kita kenal suci dan memiliki integritas ternyata jatuh dalam korupsi. Jelasnya agama lebih berperan sebagai early warning sistem agar orang jangan korupsi. Yang patut diwaspadai. Bukan malah hukum dimanipulasi untuk menyelamatkan para koruptor. sekaligus agar praksis beragama bisa beranjak menuju ke perubahan mentalitas. berlubang. Hukum hanya mau berani menghukum wong cilik yang mencuri semangka atau buah kakao. Harus ada tekanan publik atau suara rakyat agar reformasi hukum segera beranjak dari wacana menuju ke kenyataan. ini yang nama-nya tragedi. mafia hutan. Meski menggugat peran agama dalam pemberantasan korupsi. sedangkan hukum tak mampu menghukum para mafia hukum. Kemarin umat kristiani merayakan Kenaikan Yesus ke surga. Yang namanya penyakit tentu saja menular.Ada rangkaian dampak buruk dari tindakan para koruptor yang menciptakan neraka bagi orang lain. Agama berperan di hulu.

mengingat paradigma yang benar adalah satu bagian kecil saja dari rantai panjang pemberantasan korupsi yang terdiri dari penentuan strategi yang tepat. Bahkan dalam sepuluh tahun terakhir bangsa-bangsa didunia mulai mengeluarkan sejumlah aksi bersama dan terintegrasi dalam melawan korupsi. Hal ini merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan mengingat korupsi merupakan permasalahan antar negara dan hanya dengan kerjasama antar negara pula korupsi bisa diberantas. Bersih dan jujur adalah ciri utama kehidupan surgawi. Bagi Indonesia. yakni tepatnya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. BAB III PENUTUP 3. tetapi juga merupakan problem budaya. serta eksekusi yang benar oleh pihak-pihak yang tepat. sementara iman sejati pada Ke-Tuhanan Yang Maha Esa terpinggirkan atau sekadar dijadikan topeng penutup kemunafikan. Namun belum terlambat untuk memulai sebuah kehidupan yang bersih dan jujur tanpa korupsi. Hal ini seharusnya menggugah semangat kita untuk memerangi korupsi secara lebih serius. sebenarnya sudah cukup baik jika ditinjau dari substansinya. Undang – Undang tindak pidana korupsi. Walaupun demikian. Selama puluhan tahun.Sayang surga itu tidak akan terjadi di negeri kita jika struktur tak adil yang menindas atau mentalitas cari untung sendiri lewat korupsi terus dijadikan gaya hidup atau mentalitas.1 Kesimpulan Dalam dua puluh tahun terakhir terjadi pergeseran paradigma tentang korupsi di banyak bangsa di dunia. berbagai lembaga internasional telah menempatkan Indonesia sebagai negara paling korup. Mentalitas culas seperti ini hanya akan mengagungkan keyakinan Keuangan Yang Mahakuasa (meminjam istilah Kardinal Mgr Julius Darmaaatmadja). DPR dan Page 27 of 30 . korupsi tidak saja merupakan problem ekonomi dan politik. Dalam Pembuatan undang – undang Tindak pidana Korupsi. Adapun korupsi sekali lagi hanya menciptakan neraka bagi sesama. hal ini tentunya telah mengusik kebanggaan kita sebagai bangsa. Terlepas dari fakta yang memberikan justifikasi atas fenomena itu. Mari kita lawan korupsi sehingga surga bisa kita upayakan di dunia ini mulai saat ini meskipun surga final masih harus kita nantikan. tidak secara otomatis korupsi mampu ditekan.

undang korupsi yang tidak secara efektif dapat menjerat dan menghukum tersangka koruptor. Undang-undang tipikor dibuat bertujuan untuk mengatur ketertiban dalam hal proses penyelenggaraan negara secara efektif dengan cara lebih menyempurnakan kekurangankekurangan yang ada dalam undang-undang tersebut sehingga setidaknya sudah tiga kali mengalami perubahan. Dari pembahasan dan analisa penulis. tidak terkecuali merugikan sang koruptor itu sendiri. dapat di ibaratkan seperti “seinga ompong” yang maksudnya bahwa undang-undang tersebut masih memiliki celah . meski jaksa kurang tepat dalam menerapkan hukum.undang tindak pidana korupsi.Presiden sebelumnya sudah mengolah atau sudah memasak terlebih dahulu undang – undang tersebut melalui Rancangan Undang – Undang yang pada akhirnya untuk disahkan. jelaslah atau sangat besar kemungkinannya bahwa uang yang dipergunakan untuk membayar jasa penasehat hukum tiu diambilkan dari dana atau uang hasil dari korupsi yang dilakukannya. Janganlah kiranya memutus bebas hanya dikarenakan ada unsur – unsur pasal yang tidak terpenuhi. Bukan hanya itu.calah hukum pada undang . jika seorang koruptor itu mengkorupsi uang negara sebanyak 100 Milyar rupiah. dan menyewa jasa penasehat hukum dengan bayaran 2 Milyar rupiah. Jika ditinjau dari logika. dengan tujuan sosial yakni untuk mensejahterahkan seluruh warga Indonesia dengan tidak terkecuali dengan cara mengantisipasi tindakan tindakan korupsi atau tindakan yang merugikan keuangan negara maupun merugikan atau mengurangi hak – hak warga negara indonesia khususnya terkait dengan perihal perekonomian. seringkali ditemukan putusan Bebas yang dikeluarkan oleh pengadilan Tipikor yang secara tidak langsung hal tersebut dapat menimbulkan motivasi bagi para koruptor untuk mau melakukan tindakan korupsi. Bahwa kiranya penulis berharap kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di seluruh Indonesia khususnya yakni dengan tidak dengan mudahnya memberikan putusan bebas kepada tersangka koruptor. Undang . maka darimanakah seorang koruptor tersebut mendapatkan sumber dana untuk membayar penasehat hukum tersebut ?. sudah jelaslah kiranya bahwa korupsi itu sangat merugikan semua orang. hal itu diperparah lagi dengan masih adanya mafia peradilan yang secara sembunyi .sembunyi masih memiliki kekuasaan atau kekuatan untuk mengatur peradilan yang ditanganinya.celah hukum yang dapat dimanfaatkan oleh para koruptor untuk lepas dari tuntutan atau jeratan hukum. menurut penulis. selain terdapatnya celah . Namun dalam penerapannnya. Penulis mengajak kepada diri pribadi maupun kepada pembaca untuk bersama – sama Page 28 of 30 .

baik dalam hal dasar penulisan maupun dalam hal penyusunannya. 3. penulis mohon ma’af yang sebesarbesarnya. DAFTAR PUSTAKA Page 29 of 30 . Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun pembaca.2 Saran Dalam penulisan makalah ini penulis sudah berusaha semaksimal mungkin. Jika terdapat kesalahan data ataupun penulisan.meningkatkan kesadaran diri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara demi tujuan kemajuan dan kesejahteraan seluruh warga negara Indonesia.

Evi.H. Tindak Pidana Korupsi.. "Pro dan Keadilan". UGM. 2005.Hartanti. S. Sinar Grafika : Jakarta Marpaung.H. "Memahami UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi". Tindak Pidana Korupsi : Masalah dan Pemecahannya Bagian kedua. 2004 Jeremy Pope. hari Rabu. Jurnal Ekonomi Rakyat. Artikel Harian Pikiran Rakyat. MPKP FE. Paper 2006. Leden. 1992. Rubrik Opini. "Menghadapi Korupsi: Elemen Sistem Integritas Nasional". Sinar Grafika : Jakarta Membaca Akhiar Salmi. halaman 26 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Page 30 of 30 . 2000. S. UI. artikel. Mubaryanto. 23 November 2011..Transparency International.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful