P. 1
uraian

uraian

|Views: 78|Likes:
Published by lombokitaepe

More info:

Published by: lombokitaepe on Aug 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2013

pdf

text

original

1 Upaya meningkatkan Prestasi Belajar Siswa melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Everyone is a Teacher Here pada Mata

Pelajaran Fikih Materi Sujud Syukur Kelas VIII di MTs NW Aikmel Tahun Pelajaran 2012/2013

A.

Latar Belakang Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar membudayakan manusia

atau memanusiakan manusia. Manusia itu sendiri adalah pribadi yang utuh dan pribadi yang kompleks sehingga sulit dipelajari secara tuntas. Oleh karena itu, masalah pendidikan tidak akan pernah selesai sebab hakikat dari manusia itu sendiri selalu berkembang dan mengikuti dinamika kehidupan. Paradigma pendidikan di Indonesia dewasa ini adalah pendidikan karakter. Karakter adalah sifat dasar manusia yang diperoleh semenjak lahir sampai akhir hayatnya, sehingga dapat berkembang sesuai dengan pengalaman hidup yang dialaminya, baik positif maupun negatif. Proses pendidikan dan pengajaran mengupayakan berkembangnya karakter siswa yang positif menjadi kepribadian yang baik di kemudian hari. Dalam rangka pengembangan karakter siswa ini, maka mutlak diterapkan suatu model pembelajaran yang tepat di kelas. Kenyataannya menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran di kelas, guru seringkali lebih memilih untuk menggunakan metode-metode konvensional seperti ceramah, mencatat, dan menghapal materi pelajaran kepada siswa. Metode-metode tersebut bukanlah metode yang buruk, tetapi kalau diterapkan terus-menerus akan membuat suasana pembelajaran kurang menggairahkan, kurang aktif, dan kurang kreatif. Akibatnya, siswa merasa cepat bosan, konsentrasi terhadap pelajaran berkurang, akhirnya dapat menurunkan prestasi belajar siswa.

2 Penurunan prestasi belajar siswa dapat juga dikatakan sebagai tidak berhasilnya pembelajaran. Tingkat keberhasilan pembelajaran diketahui dari indikator yang telah ditetapkan yakni pembelajaran dikatakan berhasil jika terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran tertentu dengan 60% siswa mampu menjawab benar paling sedikit 70% dari keseluruhan soal yang ada. Dengan kata lain, jika terdapat kurang dari 18 orang siswa (60% dari seluruh siswa) mendapatkan hasil kurang dari 70 (70% merupakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran), maka pembelajaran tersebut dikatakan belum tuntas. Jika masalah tersebut benar-benar terjadi, maka harus diadakan suatu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dengan banyaknya referensi dan panduan mengajar pada saat ini, diharapkan para guru dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus mampu mengevaluasi diri sendiri demi keberhasilan pembelajaran di kelas. Salah satu model pembelajaran yang dianggap unggul adalah pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning), yakni suatu model pembelajaran berbasis interaksi sosial yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran melalui kerja sama dalam kelompok. Dengan kerja sama yang baik terbina hubungan sosial antara murid dengan guru serta murid dengan sesamanya. Kerja sama antarkomponen ini merupakan salah satu bentuk karakter siswa yang harus dikembangkan di kelas. Dalam model pembelajaran kooperatif ini diterapkan suatu langkah alternatif guna menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan rekreatif sehingga mampu mendorong semangat siswa untuk mengembangkan potensi dan kreativitasnya. Salah satu alternatif yang bisa dikembangkan adalah dengan penerapan metode Everyone is a Teacher Here.

3 Berdasarkan uraian di atas, dapat diambil suatu simpulan bahwa penerapan metode Everyone is a Teacher Here dalam pembelajaran mampu meningkatkan prestasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran yang akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Dengan kata lain terdapat korelasi positif antara penerapan suatu metode yang tepat terhadap hasil belajar siswa. Maka dari itu, penulis merasa tergugah dan mencoba mengadakan penelitian pendidikan khususnya berkenaan dengan penerapan metode Everyone is a Teacher Here dalam pembelajaran Fikih dengan mengangkat judul: “Upaya meningkatkan Prestasi Belajar Siswa melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Everyone is a Teacher Here pada Mata Pelajaran Fikih Materi Sujud Syukur Kelas VIII di MTs NW Aikmel Tahun Pelajaran 2012/2013.” B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa pada Mata Pelajaran Fikih Materi Sujud Syukur Kelas VIII di MTs NW Aikmel Tahun Pelajaran 2012/2013 melalui penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Everyone is a Teacher Here?” C. Hipotesis Tindakan Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat peningkatan prestasi belajar siswa melalui penerapan penerapan Pembelajaran Kooperatif metode Everyone is a Teacher Here pada Mata Pelajaran Fikih Materi Sujud Syukur Kelas VIII di MTs NW Aikmel Tahun Pelajaran 2012/2013. D. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai

4 penerapan Pembelajaran Kooperatif metode Everyone is a Teacher Here pada Mata Pelajaran Fikih Materi Sujud Syukur Kelas VIII di MTs NW Aikmel Tahun Pelajaran 2012/2013. E. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoritis dan praktis. 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini dihajatkan dapat menambah pengetahuan dan

kemampuan membuat karya tulis ilmiah bagi penulis sendiri serta dapat memberikan manfaat bagi kalangan peneliti secara umum guna menambah kejelasan terhadap pokok permasalahan tentang penerapan Pembelajaran Kooperatif metode Everyone is a Teacher Here dalam proses pembelajaran di kelas, untuk kemudian dapat dijadikan sebagai rujukan pada penelitianpenelitian selanjutnya. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Siswa Hasil penelitian ini memuat kajian tentang metode pembelajaran yang mampu memacu semangat belajar siswa sehingga dapat belajar lebih giat, lebih aktif, dan lebih fokus dalam setiap mempelajari materi yang disampaikan oleh guru. b. Bagi Guru Penelitian ini diharapkan membuahkan hasil positif yakni memperkaya khazanah keilmuan dan referensi bagi para guru tentang penerapan metode pembelajaran yang efektif dan produktif khususnya penerapan Pembelajaran Kooperatif metode Everyone is a Teacher

5 Here dalam proses pembelajaran di kelas. c. Bagi Sekolah Selain beberapa manfaat di atas, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan positif kepada institusi pendidikan berkaitan dengan penerapan Pembelajaran Kooperatif metode Everyone is a Teacher Here dalam proses pembelajaran di kelas. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam penyusunan program pembelajaran yang tertuang secara rinci dalam KTSP dengan lebih baik dan bermutu. F. Kajian Teori 1. Penegasan Istilah a. Prestasi Belajar Secara harfiah, prestasi belajar berasal dari dua kata yakni prestasi dan belajar. Menurut Poerwadarminta (1995:768), prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan, dsb), sedangkan belajar adalah berusaha (berlatih dsb) supaya mendapat sesuatu kepandaian. (1995:108) b. Pembelajaran Kooperatif Kooperatif adalah menekankan pada kehadiran teman sebaya yang berinteraksi antara sesamanya sebagai sebuah tim dalam menyelesaikan atau membahas suatu masalah atau tugas. (Suherman dalam Bahrissalam, 2011:179) c. Metode Metode berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti

6 jalan atau cara. Dalam bahasa Inggris disebut method dan dalam bahasa Arab disebutkan dalam berbagai kata seperti al-thariqah, almanhaj, dan al-wasilah (Ismail, 2008:7). Menurut Poerwadarminta (1995:649), “metode adalah 1) cara yang telah teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai sesuatu maksud (dl ilmu pengetahuan dsb); cara menyelidiki (mengajar dsb); 2) buku pelajaran (cara belajar).” d. Everyone is a Teacher Here “Metode pembelajaran Everyone is a Teacher Here adalah metode pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dengan maksud meminta peserta didik untuk semuanya berperan menjadi narasumber terhadap semua temannya di kelas belajar.” (Sudjana, 1989) e. Mata Pelajaran Fikih Mata pelajaran Fikih adalah salah satu mata pelajaran yang mempelajari ketentuan pengaturan hukum Islam dalam menjaga keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT. dan manusia dengan sesamanya. 2. Penelitian yang Relevan Hasil penelitian terdahulu yang terkait penerapan pembelajaran kooperatif terdapat dalam beberapa temuan penelitian, di antaranya adalah hasil penelitian Nur Hadi (Antonilamini, 2008). Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI MA Al-Falah baosan Lor Ngrayun Ponorogo dalam pembelajaran mata pelajaran Fikih. Simpulan penelitian menyatakan bahwa penerapan metode Everyone is a Teacher Here dapat meningkatkan prestasi

7 belajar. Temuan penelitian yang dilakukan oleh Nur Hadi merupakan Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. Hasil penelitian menunjukkankan bahwa penerapan Strategi Everyone is a Teacher Here pada mata pelajaran Fikih kelas XI di MA Al-Falah Baosan Lor, Ngrayun, Ponorogo adalah termasuk dalam kategori baik, dengan perolehan rata-rata pada dua kali pertemuan siklus I dan Siklus II adalah dari 2,31 dengan prosentase 60,5 naik menjadi 3,69 dan juga terbukti dari hasil prosentase responden sebesar 81,66. 3. Landasan Teori a. Prestasi Belajar Ralph Tyler dalam Arikunto (2002:3) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah selalu dikaitkan dengan evaluasi yang merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. Guru sebagai pendidik sekaligus pengajar di sekolah memiliki tugas pokok membuat perencanaan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengadakan kegiatan tindak lanjut terhadap pembelajaran di kelas. Tugas ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab agar tercapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam KTSP. Untuk mengetahui tujuan pembelajaran yang telah ditentukan apakah sudah tercapai atau belum, maka dapat dilihat melalui prestasi belajar yang telah dicapai para siswa. Untuk mendapatkan prestasi belajar masing-masing siswa, terlebih dahulu dilakukan evaluasi atau

8 penilaian. Hasil evaluasi tersebut dapat dilambangkan dengan angkaangka tertentu sesuai dengan acuan atau pedoman yang digunakan dalam evaluasi. Angka-angka inilah yang merupakan hasil belajar siswa, kemudian ditulis dalam laporan pendidikan (raport). Nilai dalam raport inilah yang disebut dengan prestasi belajar. Dari beberapa pendapat di atas di atas, dapat ditarik simpulan bahwa pengertian prestasi belajar siswa adalah kepandaian yang telah dicapai seorang pelajar dengan berusaha dan berlatih yang diperoleh dari hasil evaluasi pada suatu institusi pendidikan yang dibuktikan dengan perolehan nilai dalam raport. Selanjutnya, hasil belajar dari masing-masing siswa dalam tiap mata pelajaran kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah mata pelajaran yang dipelajari dalam waktu tertentu, ini disebut dengan prestasi belajar atau indeks prestasi belajar (IP). Indeks prestasi belajar ini dapat dikatakan sebagai prestasi pelajaran yang merupakan kecakapan nyata yang telah dicapai oleh individu setelah mengalami proses belajar tertentu. b. Pembelajaran Kooperatif Jhonson & Jhonson dalam Isjoni (2009:63) mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah mengerjakan sesuatu bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya sebagai suatu tim untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan menurut Anita Lie (2008:28) menyatakan bahwa model Cooperative Learning tidak sama dengan sekadar belajar

9 kelompok, tetapi ada unsur-unsur dasar yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. c. Metode Definisi metode dari para ahli dalam Ramayulis (2010:3) sebagai berikut: 1) Metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan. (Hasan Langgulung dalam Ramayulis, 2010:3) Metode adalah cara-cara yang praktis dalam mencapai tujuan pembelajaran (Abd. Ar Al-Rahman Ghunaimah dalam Ramayulis, 2010:3) Metode adalah cara-cara yang praktis dalam mencapai tujuan pembelajaran (Abd. Ar Al-Rahman Ghunaimah dalam Ramayulis, 2010:3)

2)

3)

Senada dengan itu, Ramayulis (2010:2) menjelaskan bahwa metode dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah thariqah yang berarti langkah-langkah strategis dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan, bila dihubungkan dengan pendidikan, maka strategi tersebut haruslah diwujudkan dalam proses pendidikan, dalam rangka pengembangan sikap mental dan kepribadian agar peserta didik menerima materi ajar dengan mudah, efektif, dan dapat dicerna dengan baik. Ahli lain menjelaskan bahwa cara yang digunakan untuk memperoleh data disebut “teknik”, sedangkan sarana yang merupakan pedoman dan arah terhadap cara atau teknik memperoleh data disebut dengan metode. (Sulistiono, 2006:9) Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa metode adalah seperangkat cara, jalan, dan teknik yang digunakan oleh

10 pendidik dalam proses pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi tertentu yang telah dirumuskan dalam silabus. d. Everyone is a Teacher Here S. Nasution. MA. (1996) mengungkapkan: “Pembelajaran Everyone is a Teacher Here (semua orang adalah guru) adalah pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan pembelajaran sesuai dengan tuntutan kompetensi, untuk mengembangkan Interaksi pembelajaran siswa dilakukan dengan siswa menulis pertanyaan dikartu index dan mempersiapkan jawabannya, dan berkomunikasi karena dengan berkomunikasi pembelajaran dititik beratkan pada hubungan antar individu dan sumber belajar yang lain dan berorientasi pada kemampuan individu untuk berhubungan dengan sumber belajar tersebut. Tehnik pembelajaran ini memotivasi semua siswa untuk aktif dan memberi kesempatan pada siswa untuk mengajar temannya dan mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang sama, serta dapat membuat pertanyaan dan mengemukakan pendapat.” Sementara itu, menurut Agus Suprijono (2009:110-111), langkah-langkah pembelajaran metode Everyone is a Teacher Here adalah sebagai berikut: 1) Bagikan secarik kertas/kartu indeks kepada seluruh peserta didik. 2) Setiap peserta didik diminta menuliskan satu pertanyaan mengenai materi pembelajaran yang sedang dipelajari di kelas (misalnya tugas membaca) atau sebuah topik khusus yang akan didiskusikan di dalam kelas.

11 3) Kumpulkan kertas, acak kertas tersebut kemudian bagikan kepada setiap peserta didik. Pastikan bahwa tidak ada peserta didik yang menerima soal yang ditulis sendiri. 4) Mintalah kepada peserta didik untuk membaca dalam hati pertanyaan pada kertas tersebut kemudian mintalah kepada mereka memikirkan jawabannya. 5) Mintalah kepada peserta didik secara sukarela membacakan pertanyaan tersebut dan menjawabnya. 6) Setelah jawaban diberikan, mintalah kepada peserta didik lainnya untuk menambahkan. 7) Lanjutkan dengan sukarelawan berikutnya. Menurut ahli lain, dinyatakan bahwa metode ini merupakan sebuah metode yang mudah, guna memperoleh partisipasi kelas secara keseluruhan dan tanggung jawab secara individu. Strategi ini memberikan kesempatan pada setiap peserta didik untuk bertindak sebagai seorang “pengajar” terhadap peserta didik lain. Dengan metode ini, peserta didik yang selama ini tidak mau terlibat akan ikut serta dalam pembelajaran secara aktif. (Subi, 2009) Dari pendapat para ahli di atas dapat ditarik simpulan bahwa metode pembelajaran Everyone is a Teacher Here merupakan strategi guru dengan meminta peserta didik untuk semuanya berperan menjadi narasumber terhadap semua temannya di kelas belajar guna memperoleh partisipasi kelas secara total dan tanggung jawab secara individu.

12 e. Mata Pelajaran Fikih Dalam KTSP MTs diterangkan bahwa pembelajaran Fikih diarahkan untuk mengantarkan peserta didik dapat memahami pokokpokok hukum Islam dan tata cara pelaksanaannya untuk

diaplikasikankan dalam kehidupan sehingga menjadi muslim yang selalu taat menjalankan syariat Islam secara kaffah (sempurna). Pembelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah bertujuan untuk membekali peserta didik agar dapat: (1) mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum Islam dalam mengatur ketentuan dan tata cara menjalankan hubungan manusia dengan Allah yang diatur dalam fikih ibadah dan hubungan manusia dengan sesama yang diatur dalam fikih muammalah. (2) Melaksanakan dan mengamalkan ketentuan hukum Islam dengan benar dalam melaksanakan ibadah kepada kepada Allah dan ibadah sosial. Pengalaman tersebut diharapkan menumbuhkan ketaatan menjalankan hukum Islam, disiplin dan tanggung jawab sosial yang tinggi dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Selanjutnya, basis kompetensi yang dikembangkan di Madrasah harus menjamin pertumbuhan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT., penguasaan keterampilan hidup, penguasaan kemampuan akademik, seni dan pengembangan kepribadian yang paripurna. Dengan pertimbangan ini, maka disusun kurikulum nasional Pendidikan Agama di Madrasah yang berbasis kompetensi yang mencerminkan kebutuhan keberagamaan peserta didik di Madrasah secara nasional. Standar ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai

13 acuan dalam mengembangkan kurikulum Fikih di Madrasah sesuai dengan kebutuhan daerah/Madrasah. Ruang lingkup Fikih di Madrasah Tsanawiyah meliputi ketentuan pengaturan hukum Islam dalam menjaga keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT. dan hubungan manusia dengan sesama manusia, selengkapnya sebagai berikut: 1) Aspek Fikih Ibadah meliputi: ketentuan dan tata cara thaharah, shalat fardlu, shalat sunnah, dan shalat dalam keadaan dlorurat, sujud, adzan dan iqomah, berdzikir dan berdo’a setelah shalat, puasa, zakat, haji dan umrah, qurban dan aqiqah, makanan, perawatan jenazah dan ziarah kubur). 2) Aspek Fikih Muamalah meliputi: ketentuan dan hukum jual beli, qiradh, riba, pinjam meminjam, utang piutang, gadai dan borg serta upah. Tipe materi Fikih di MTs adalah membahas tentang pokokpokok hukum Islam yang meliputi ruang lingkup ibadah dan muamalah yang tata cara pelaksanaannya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjadi muslim yang selalu taat menjalankan syariat Islam secara sempurna (kaffah) di mana untuk mencapai hal itu, materi Fikih tidak hanya memerlukan pemahaman saja tetapi lebih-lebih memerlukan praktek secara langsung dan perumusan indikator harus memperhatikan praktek yang dilakukan secara nyata (real).

14 4. Metode-metode dalam Model Pembelajaran Kooperatif

(Cooperative Learning) Istilah metode berasal dari dua kata yaitu Meta dan Hodos. Meta berarti melalui dan Hodos yang berarti cara. Dengan demikian, metode berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai sebuah tujuan. Selain itu ada juga yang mengatakan bahwa metode adalah suatu sarana untuk menemukan, menguji dan menyusun data bagi data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin ilmu tersebut. Pada intinya metode berfungsi sebagai pengantar sebuah tujuan kepada obyek sasaran dengan cara yang sesuai dengan perkembangan obyek sasaran tersebut. Dengan demikian yang perlu diperhatikan adalah ketepatan sebuah metode mengajar yang dipilih dengan tujuan, jenis, dan juga sifat materi pengajaran, serta kemampuan guru dalam memahami dan melaksanakan metode tersebut. Guru hendaknya cermat dalam memilih dan menggunakan metode mengajar terutama yang banyak melibatkan siswa secara aktif. Menurut Bahrissalam (2011:179) pembelajaran kooperatif adalah mencakup suatu kelompok kecil siswa yang bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan sebuah masalah, menyelesaikan suatu tugas, atau untuk mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama lainnya. Sedangkan menurut Nurhadi & Senduk (2004:61) mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan ketersinggungan permusuhan. interaksi dan yang silih asuh yang untuk dapat menghindari menimbulkan

kesalahpahaman

15 Abdurrahman & Bintoro (2000:78-79) menyatakan bahwa

pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat elemen-elemen yang saling terkait. Adapun elemen-elemen dalam pembelajaran kooperatif adalah adanya: 1) saling ketergantungan positif, 2) interaksi tatap muka, 3) akuntabilitas individual, dan 4) keterampilan untuk menjalin hubungan antarpribadi atau keterampilan sosial yang secara sengaja diajarkan. Dari pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu bentuk aktivitas belajar mengajar di mana siswa dikumpulkan dalam beberapa kelompok untuk bekerja sama memecahkan masalah, berdiskusi, saling berbagi materi atau saling membimbing satu sama lain untuk mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan, karena pada hakikatnya manusia bukan saja sebagai seorang individu melainkan merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan orang lain. G. Metode Penelitian 1. Deskripsi Sasaran a. Subjek Penelitian Yang menjadi objek penelitian adalah 30 orang siswa kelas VIII MTs NW Aikmel Tahun Pelajaran 2012/2013. b. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah penerapan metode Everyone is a Teacher Here pada Mata Pelajaran Fikih Materi Sujud Syukur.

16 c. Lokasi Penelitian Penelitian diadakan pada MTs NW Aikmel Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. d. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan selama kurang lebih 3 (tiga) bulan, yakni minggu ke-2 bulan Juli 2012 sampai dengan minggu pertama bulan September 2012 (bertepatan dengan semester I tahun pelajaran 2012/2013). 2. Jenis Penelitian Menurut McNiff dalam Asrori (2009:4), penelitian tindakan kelas merupakan bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru sendiri yang hasilnya dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan dan perbaikan pembelajaran. Ahli lainnya menyatakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah ”Suatu penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakantindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan meningkatkan praktekpraktek pembelajaran di kelas secara lebih profesional. Oleh karena itu, PTK terkait erat dengan persoalan praktek pembelajaran sehari-hari yang dihadapi oleh guru.” (Suyanto,1997:4) Menurut Riyanto (2007:135), ciri-ciri penelitian tindakan adalah: 1. Bersifat situasional kontekstual yang terkait dengan mendiagnosis dan memecahkan masalah dalam konteks tertentu. Bersifat self evaluative, yaitu peneliti melakukan evaluasi sendiri secara kontinyu untuk memperbaiki praktek kerja. Prosedur penelitian tindakan bersifat on the spot yang didesain untuk menangani masalah konkrit yang ada di tempat tersebut.

2. 3.

17 4. 5. Temuannya diterapkan segera dan perspektif jangka panjang. Memiliki sifat keluesan dan adaptif.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) karena memiliki ciri-ciri: bersifat situasional, kontekstual, Kolaboratif, self evaluative, dan fleksibel. Pelaksanaan, pelaku tindakan, serta obyek yang dikenai tindakan melakukan refleksi dan evaluasi diri terhadap hasil atau kemajuan yang dicapai. 3. Prosedur Penelitian Asrori (2009:103) mengatakan: “Penelitian tindakan kelas dimulai dengan siklus pertama yang terdiri dari empat kegiatan, yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan siklus pertama tadi, guru akan mengetahui letak keberhasilan dan kegagalan atau hambatan yang dijumpai pada siklus pertama tersebut. ... Dengan merancang tindakan untuk siklus kedua, guru dapat melanjutkan tahap-tahap kegiatan sebagaimana yang telah dilakukan pada siklus pertama, tetapi sudah dilakukan perbaikan-perbaikan. Jika dalam dua siklus, guru merasa sudah tercapai indikator kinerja yang telah dirumuskan sebelumnya, maka dilakukan penyimpulan dan pemaknaan hasil. Namun, jika permasalahan yang diteili masih ada yang belum terselesaikan, maka dilanjutkan ke siklus berikutnya dengan tahapan sebagaimana yang telah dilakukan pada siklus kedua, tentunya dengan perbaikan-perbaikan. Mengenai berapa siklus seharusnya dilakukan, sebenarnya tidak ada batasan tergantung pada ketercapaian indikator kinerja yang telah dirumuskan sebelumnya.” Adapun siklus pelaksanaan tindakan kelas dapat dilihat pada diagram berikut:

18

Gambar 1: Diagram Siklus Pelaksanaan Tindakan Kelas (Asrori, 2009:103) Ada beberapa macam model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan satu model yang kiranya tidak sulit untuk dilakukan adalah model siklus yang ditawarkan oleh Kemmis dan Mc Taggart dalam Suyanto (1997:16). Model ini meliputi 4 komponen: 1. Rencana tindakan apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki, meningkatkan atau perubahan perilaku dan sikap sebagai solusi. Tindakan apa yang dilakukan oleh guru atau peneliti sebagai upaya perbaikan, meningkatkan atau perubahan yang diinginkan. Observasi yaitu mengamati atas hasil atau dampak dari tindakan yang dilaksanakan atau dikenakan terhadap siswa. Refleksi yaitu peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan atas hasil atau dampak dari tindakan dalam berbagai kriteria. Hasil refleksi ini menjadi bahan kajian bersama-sama peneliti dan guru atau pembimbing dalam melakukan perbaikan terhadap rencana awal dalam siklus berikutnya.

2.

3.

4.

19 Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan alasan agar tidak mengorbankan pelaksanaan pembelajaran rutin sehari-hari yang telah dijadwalkan sekolah dengan baik dalam KTSP, di mana setiap siklus melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: a. Perencanaan (planning) Pada tahap ini peneliti merumuskan rencana tindakan yang akan dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran, perilaku, sikap, dan prestasi siswa. Perencanaan tersebut tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada siklus I dan II. Dalam tahap perencanaan ini, peneliti melakukan: 1. 2. 3. 4. b. Menyusun instrumen penelitian Membuat soal tes awal (pre test) Membuat RPP Membuat lembar observasi bagi guru dan siswa

Tindakan (action) Pada tahap ini, guru sekaligus sebagai peneliti mengadakan tindakan

berdasarkan rencana tindakan yang telah disusun sebagai upaya perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran, perilaku, sikap, dan prestasi siswa yang diinginkan dengan jalan melaksanakan langkah-langkah pembelajaran seperti yang tercantum dalam RPP. Dalam tahap tindakan ini, peneliti melakukan: 1. 2. 3. Melaksanakan tes awal (pre test) Melaksanakan proses pembelajaran berdasarkan RPP Melaksanakan tes akhir (post test)

20 c. Pengamatan (observation) Pada tahap ini, guru sebagai peneliti mengamati dampak atau hasil dari tindakan yang dilakukan atau dikenakan kepada siswa, apakah berdasarkan tindakan yang dilakukan telah memberi pengaruh yang meyakinkan terhadap perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa atau tidak. Di samping mengamati aktivitas siswa, guru juga diamati oleh guru lain (disebut dengan pengamat/teman sejawat) tentang pelaksanaan tindakan yang dilakukan. d. Refleksi (reflection) Tahap terakhir dalam sebuah siklus penelitian adalah guru sebagai peneliti mengkaji dan mempertimbangkan secara mendalam tentang hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan kriteria yang telah dibuat. Selanjutnya, berdasarkan hasil refleksi ini peneliti melakukan perbaikan terhadap rencana awal yang telah disusunnya jika masih terdapat kekurangan sehingga belum memberikan dampak perbaikan dan

peningkatan hasil belajar siswa yang meyakinkan. Pada tahap ini, peneliti menetapkan indikator ketercapaian hasil belajar. Pembelajaran dikatakan berhasil jika terjadi peningkatan hasil belajar pada Mata Pelajaran Fikih Materi Sujud Syukur dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 60% siswa mampu menjawab dengan benar paling sedikit 70% dari keseluruhan soal yang ada. Hasil kajian tiap tahapan ini akan menjadi dasar melaksanakan tindak lanjut pada siklus-siklus berikutnya sampai pembelajaran dinyatakan berhasil.

21 4. Teknik Pengumpulan Data Penelitian yang dilaksanakan pada siswa kelas VIII di MTs NW Aikmel Tahun Pelajaran 2012/2013 ini menggunakan beberapa cara untuk mengumpulkan data selama proses pembelajaran berlangsung, di antaranya adalah: a. Tes Tes dapat dilakukan pada awal dan akhir tiap tahapan penelitian. 1) Tes Awal Tes awal adalah tes yang diberikan untuk mendapatkan informasi pendahuluan tentang pengetahuan, sikap, atau keterampilan yang dimiliki siswa sebelum proses pembelajaran dimulai. 2) Tes Akhir Tes akhir adalah tes yang diberikan kepada siswa setelah proses pembelajaran dilakukan untuk mengetahui tingkat perubahan belajar yang terjadi pada siswa yang meliputi aspek pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotor). Dalam penelitian ini, jenis tes akhir yang digunakan adalah tes kemampuan akademik. b. Observasi Observasi merupakan tahapan penelitian yang dilakukan guru/peneliti dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap obyek yang diteliti yaitu siswa. Ungkapan ini sesuai dengan pendapat ahli yang mengatakan bahwa observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti (Usman & Akbar, 2006:54).

22 5. a. Instrumen Pengumpulan Data Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Di

dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran,Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan

pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Adapun format RPP yang digunakan dalam penelitian ini terlampir. Setelah melaksanakan tes awal serta tes perbaikan siklus I dan II, maka dibuatlah format rekapitulasi hasil belajar siswa sebagai berikut: Tabel 1: Data Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa No. 1 2 3 Dst Jumlah Rata-rata Nama Siswa Nilai Siklus I

Tes Awal

Siklus II

23 Dalam kegiatan observasi terhadap kegiatan guru dan siswa, disusunlah format penentuan taraf keberhasilan hasil belajar siswa sebagai berikut: Tabel 2: Penentuan Taraf Keberhasilan Hasil Belajar Siswa No. 1 2 3 4 5 Skor 0-40 41-59 60-70 71-85 86-100 Kategori Taraf Keberhasilan SK K C B SB Keterangan Sangat Kurang Kurang Cukup Baik Sangat Baik

b.

Pedoman Observasi “Pedoman observasi adalah alat bantu yang digunakan pada saat

observasi dilakukan.” (Usman dan Akbar, 2006:56) Dalam penelitian ini, jenis pedoman observasi yang digunakan adalah rating scale yaitu mencatat kejadian secara detail sampai pengamat memperoleh gambaran tentang tingkatan persetujuan/ penolakannya terhadap subjek. (Anggoro, dkk, 2007:520) 1) Pedoman Observasi Kegiatan Guru Hasil pengamatan terhadap guru dibuat dalam tabel berikut:

24 Tabel 3: Hasil Observasi Kegiatan Guru dalam Proses Pembelajaran Skor No. 1 2 3 4 5 Kegiatan 1 Membuat RPP Mengkondisikan kelas Apersepsi Menyampaikan tujuan pembelajaran Membagikan secarik kertas kepada peserta didik 6 Meminta siswa menuliskan satu pertanyaan dan mengumpulkan kertas 7 Mengacak kertas dan membagikan kepada peserta didik 8 Peserta didik diminta satu per satu untuk membaca dan menjawab pertanyaan dan peserta lain menambahkan 9 Memberikan penguatan 10 Menyimpulkan materi pembelajaran 11 Refleksi pembelajaran 12 Evaluasi 13 Program tindak lanjut Jumlah Rata-rata Keterangan: 1 = sangat kurang 4 = baik 2 = kurang 5 = sangat baik 3 = cukup 2) Pedoman Observasi Kegiatan Siswa Hasil observasi terhadap perilaku siswa pada saat penerapan metode Everyone is a Teacher Here seperti dalam tabel berikut: Siklus I 2 3 4 5 1 Siklus II 2 3 4 5

25 Tabel 4: Hasil Observasi Kegiatan Siswa dalam Proses Pembelajaran Skor No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Perilaku Siswa 1 Kesiapan belajar Konsentrasi Kesungguhan Keaktifan Kecakapan berkomunikasi Keuletan Kedisiplinan Kesopanan Jumlah Rata-rata Keterangan: 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = cukup 6. a. Teknis Analisis Data Peningkatan Prestasi Peserta Didik 1) Peningkatan setelah siklus I (X1) X1 = Rata-rata hasil tes siklus I – rata-rata hasil tes awal X1 = ........................ = 2) Peningkatan setelah siklus II (X2) X2 = Rata-rata hasil tes siklus II – Rata-rata hasil tes siklus I X2 = ........................ = 3) Total Peningkatan Prestasi Belajar = peningkatan siklus I + peningkatan siklus II Siklus I 2 3 4 5 1 Siklus II 2 3 4 5

4 = baik 5 = sangat baik

26 b. Peningkatan Prestasi Pendidik (X3) X3 = Jumlah skor siklus II – Jumlah skor siklus I X3 = ........................ = c. Peningkatan Aktivitas Siswa X4 = Jumlah skor siklus II – Jumlah skor siklus I X4 = ........................ = Data yang diperoleh dari tindakan yang dilakukan, dianalisis untuk memastikan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan

menggunakan metode Everyone is a Teacher Here dapat meningkatkan prestasi siswa pada Mata Pelajaran Fikih Materi Sujud Syukur. Menurut Soedarso (2001:26): “Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data yang bersifat kualitatif yang terdiri dari hasil observasi dan dokumentasi berupa format RPP. Jika data yang dikumpulkan berupa data kualitatif, maka analisisnya dilakukan secara kualitatif pula. Proses tersebut dilakukan melalui tahap penyederhanaan, mengklasifikasikan, memfokuskan, mengorganisasikan (mengkaitkan gejala) secara sistematis dan logia, serta membuat abstraksi atas kesimpulan makna hasil penelitian. Sedangkan data yang dikumpulkan yang berupa angka atau data kuantitatif cukup dengan menggunakan analisis deskriptif dan sajian visual serta mengukur tingkat motivasinny atersebut dari hasil pre-test dan hasil post-tes dari pertemuannya. Sajian tersebut untuk menggambarkan bahwa dengan tindakan yang dilakukan dapat menimbulkan adanya perbaikan, peningkatan, atau perubahan ke arah yang lebih baik, jika dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.” 7. Jadwal penelitian Secara keseluruhan, kegiatan penelitian dilaksanakan sejak bulan Mei

27 sampai dengan September 2012, seperti tersusun pada tabel berikut: Tabel 5: Jadwal Penelitian Bulan/Minggu keMei 2012 Juni 2012 Juli 2012 Ag. 2012 Sep. 2012 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

No. 1 2 3 4 5 6 7

Kegiatan Pengajuan Judul Penyusunan Proposal Konsultasi Proposal Pelaksanaan Penelitian Penyusunan Laporan Konsultasi Laporan Seminar/Ujian

8.

Rencana Anggaran Demi kelancaran proses penelitian, maka perlu disusun sebuah

Rencana Anggaran dan Belanja (RAB) penelitian sebagaimana tercantum dalam tabel berikut: Tabel 6: Rencana Anggaran dan Belanja (RAB) Kegiatan Penelitian No. 1 2 3 4 5 6 7 Uraian/Kegiatan Pengajuan Judul Penyusunan Proposal Konsultasi Proposal Penyusunan Laporan Konsultasi Laporan Seminar/Ujian Lain-lain Jumlah Biaya Volume 2 4 4 5 5 2 Harga Satuan (Rp) 100.000 200.000 100.000 300.000 100.000 200.000 Total Harga (Rp) 200.000 800.000 400.000 1.500.000 500.000 400.000 500.000 4.300.000

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->