P. 1
Kuliah 4-Vortisitas Potensial - Meteorologi Dinamis

Kuliah 4-Vortisitas Potensial - Meteorologi Dinamis

|Views: 297|Likes:
Published by Thomas Juga Blegur
oleh Drs. Hery Hariyanto, M.Sc
oleh Drs. Hery Hariyanto, M.Sc

More info:

Published by: Thomas Juga Blegur on Aug 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/07/2015

pdf

text

original

Meteorologi Dinamis II

Kuliah 4
Vortisitas Potensial
Persamaan Vortisitas Q-G Barotropik
• Dg mengunakan persamaan kontinuitas
incompressible kita dpt menuliskan persamaan
vortisitas quasi-geostropik sbb
• Jika kita integrasikan persamaan ini dari permukaan
hingga puncak atmosfer, kita peroleh
• Dalam kasus fluida barotropik, kecepatan (dan
karenanya vortisitas) tdk tergantung ketinggian, shg
kita peroleh
Jika kita asumsikan ketinggian atmosfer tetap, maka
konstan, dan juga dg mengetahui bhw
ZT
dan persamaan (1) menjadi
• Sebuah variant dari persamaan (2) digunakan oleh
operasional yg pertama model prediksi cuaca numerik
(yg dikenal sbg model barotropik).
o Jika terrain adalah datar maka persamaan (2)
menjadi
o Model barotropik berguna utk memprediksi
vortisitas pd level nondivergen (
~
500mb).
o Model barotropik tdk dapat memprediksi
perkembangan sirkulasi selain dari yg dipengaruhi
oleh terrain, krn divergen satu-satunya yg
diperbolehkan ini disebabkan oleh efek terrain.
Vortisitas Potensial dalam Fluida
Barotropik
• Persamaan (1) dapat ditulis sbg
• Jika kita melibatkan vortisitas relatif dlm suku
divergensi (ingat kita semula mengabaikannya krn dia
jauh lebih kecil dari f ), maka persamaan ini dpt ditulis
sbg
• Yang adalah sama spt
atau
• Kuantitas kekal mengikuti parsel fluida dlm
fluida barotropik.
o Kuantitas ini dinamakan vortisitas potensial
barotropik.
h f
g
/ ) ( +
ç
Vortisitas Potensial dalam Fluida
Baroklinik
• Teorema sirkulasi utk fluida baroklinik adalah
• Persamaan keadaan utk atmosfer dpt ditulis
• Pd permukaan suhu potensial konstan, densitas
adalah hanya fungsi tekanan saja, yg membuat ruas
kanan persamaan (3) menjadi nol. Dengan demikian
oPd permukaan isentropik, sirkulasi adalah
konstan.
• Bayangkan tabung arus dg luas penampang
terletak di antara dua permukaan isentropik.
A o
• Sirkulasi pd permukaan isentropik ditentukan oleh

Massa yg terdapat dlm tabung arus adalah

sehingga sirkulasi per massa satuan adalah


Panjang tabung arus adalah

A C eo =
s A m o µo =
s m
C
µo
e
=
ou
u
o
c
c
=
s
s
sehingga sirkulasi per massa satuan adalah


o Jika aliran adalah adiabatik, maka ujung-ujung tabung arus
akan selalu terletak pd permukaan isentropik. Dengan
demikian, m adalah konstan (seperti ). Karena sirkulasi
(C) adalah juga konstan, ini berarti bahwa



.
s m
C
c
c
=
u
ouµ
e
ou
. konst
s
=
c
cu
µ
e
• Pd skala sinoptik kita dpt mengasumsikan bhw
permukaan isentropik adalah hampir horizontal, shg
tabung arus berarah sepanjang sumbu z. Maka kita
dpt menulis

dan dlm pengertian tekanan menjadi
. konst
z
=
c
cu
µ
q
u
. konst
z
p
p
=
c
c
c
cu
µ
q
u
• Jika atmosfer adalah hidrostatik maka ini menjadi


atau

• Kuantitas

dinamakan vortisitas potensial Ertel, dan adalah
bentuk votisitas potensial yg cocok utk atmosfer.
. konst
p
g =
c
c
÷
u
q
u
. ) ( konst
p
f g
g
=
c
c
+ ÷
u
ç
konst
p
f g P
g
=
c
c
+ ÷ =
u
ç ) (
o P kekal mengikuti parsel udara dalam aliran
adiabatik, dan maka menjadi pelacak yg baik dari
parsel udara dalam kondisi dimana pemanasan
diabatik (panas latent kondensasi, radiasi, dsb) dpt
diabaikan.
Vortisitas Potensial Barotropik dan
Lee-side Troughs
• Kekekalan dari vortisitas potensial dapat
digunakan utk menjelaskan pembentukan lee-
side trough di aliran baratan di atas
penghalang gunung. Diagram di bawah
menunjukkan hal ini utk fluida barotropik,
dimana kuantitas harus tetap konstan
mengikuti kolom fluida.
h f / ) ( + ç
o Wilayah A - di sini vortisitas relatif parsel nol.
o Wilayah B - ketika parsel bergerak ke atas gunung,
ketebalannya h, menjadi lebih kecil. Agar vortisitas
potensial kekal, vortisitas absolut , harus
berkurang, sehingga vortisitas relatif harus
menjadi negatif (antisiklonik). Ketika demikian
maka parsel membelok ke arah selatan, yg
memperkecil vortisitas planetari, f, lebih jauh
membantu dlm memperkecil vortisitas absolut.
q
) (ç
o Wilayah C dan D – ketika parsel mencapai puncak bukit
dan mulai bergerak menuruni lereng, ketebalan mulai
bertambah. Vortisitas absolut sekarang harus naik, tetapi
krn parsel menuju ke selatan , satu-satunya cara utk
melakukan itu adalah dg vortisitas relatif siklonik. Shg
parsel akan membelok ke kiri.
o Wilayah E – disini ketebalan parsel kembali ke nilai awal,
dan vortisitas planetari maupun relatif juga kembali
mendekati ke harga awal. Tetapi krn parsel menghadap ke
utara, maka vortisitas planetari meningkat. Dg demikian
parsel hrs membelok antisiklonik. Dlm hal tdk ada gesekan,
parsel dlm perjalanannya akan berosilasi di sekitar lintang
awalnya, meninggalkan jejak pola trough dan ridge.
• Utk aliran timuran, akan terjadi keadaan yg
sangat berbeda.
o Dlm aliran timuran, bukannya lee-side trough,
tetapi ridge yg terbentuk langsung di atas
penghalang. Hasil ini dpt dianalisis dg cara yg
sama spt utk lee-side trough.
• Pembentukan lee-side trough dpt
disimulasikan dlm simulasi model barotropik.
Gambar di bawah ini menunjukkan aliran awal
dan hasil utk aliran baratan dan timuran
barotropik di atas pegunungan yg terisolasi.
o Panel di bawah adalah utk aliran baratan di atas bukit
berbentuk Guassian yg terisolasi (diwakili oleh kontur
putus-putus). Garis-garis utuh adalah kontur
stremfunction. Panel sebelah kiri adalah kondisi awal yg
terdiri dari aliran baratan yg steady. Perhatikan
pembentukan trough downstream di bukit setelah 24 jam
(panel kanan).
o Panel di bawah adalah sama dg di atas kecuali utk
aliran timuran. Dlm kasus ini ridge terbentuk di
atas bukit.
• Hasil dari simulasi ini tdk tepat cocok dg diagram
konseptual yg mendahuluinya. Ini krn dlm
diagram konseptual, bukit diasumsikan
memanjang tak terhingga dlm arah utara-selatan,
sementara dlm simulasi, bukit tsb mempunyai
panjang yg berhingga. Juga, ada pertimbangan
kondisi batas yg masuk dlm simulasi, yg
merupakan di luar lingkup pembahasan sekarang.
Namun demikian, simulasi menggambarkan
konsep kekekalan vortisitas potensial yg penting
dlm aliran di atas terrain.

Vortisitas Potensial Baroklinik dan Lee-
side Trough
• Pd pembahasan di atas, pembentukan lee-side
trough dijelaskan dg menggunakan kekekalan
vortisitas potensial barotropik. Atmosfer yg
sebenarnya pd umumnya baroklinik, shg lebih
cocok menggunakan kekekalan vortisitas
potensial Ertel.
• Dlm kasus ini, puncak amosfer tdk dibatasi utk
menjadi puncak yg kaku tetapi sebaliknya kita
melihat kolom atmosfer dibatasi diantara dua
isentropik (permukaan suhu potensial konstan).

• Ketika aliran mendekati bukit, ke dua isentropik
dasar dan isentropik puncak membelok ke atas,
tetapi puncak membelok jauh lebih sedikit
(walaupun dia mulai membelok mendahului sebelum
bagian dasar membelok). Diagram akan nampak
semacam di bawah ini.
• Dalam kasus ini kuantitas harus
tetap konstan mengikuti kolom fluida.
• Dg memperhatikan bhw ketika kolom
meregang, menjadi lebih besar, dan
ketika kolom memendek kuantitas ini menjadi
lebih kecil, analisis akan menunjukkan bhw ini
juga mengarah ke lee-side trough utk aliran
baratan, dan ridge di atas penghalang utk
aliran timuran.
p f c c + ÷ / ) ( u ç
p c c ÷ / u

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->