P. 1
IPA KELAS 7

IPA KELAS 7

4.9

|Views: 80,144|Likes:
Published by kangiyan

More info:

Published by: kangiyan on Jan 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2015

Indikator

•Peserta didik mampu mengukur dengan satuan baku secara teliti dan benar.
•Peserta didik mampu melakukan pengukuran secara perkiraan (estimasi )
dengan menggunakan satuan tak baku.
•Peserta didik mampu Mendeskripsikan pentingnya ketelitian pengukuran
dalam kaitannya dengan keselamatan kerja.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai alat ukur panjang,
massa dan waktu yang digunakan untuk melakukan pengukuran. Dalam
bab ini akan dibahas tiga besaran pokok yaitu, panjang, massa dan waktu.
Berikut dijelaskan alat ukur panjang, massa dan waktu.

18

Ilmu Pengetahuan Alam - Kelas VII SMP/MTs

1.Alat Ukur Panjang

Alat ukur panjang yang biasa dipakai antara lain mistar, jangka sorong dan mikrometer

sekrup.

a.Mistar

Gambar 1.9
Gambar 1.9

Gambar 1.9
Gambar 1.9
Gambar 1.9 Kedudukan benar membaca skala mistar

Terdapat berbagai jenis mistar
sesuai dengan skalanya di sekitar
kita. Mistar dengan skala terkecil 1 mm
disebut mistar berskala mm. Mistar dengan
skala terkecil cm disebut mistar berskala
cm. Mistar mempunyai tingkat ke-
telitian 1 mm atau 0,1 cm.
Pembacaan skala pada mistar
dilakukan dengan kedudukan
mata pengamat tegak lurus
dengan skala mistar yang dibaca.
Per-hatikan gambar!

b.Jangka Sorong

Jangka sorong mempunyai nonius atau vernier, yaitu skala yang
mempunyai panjang 9 mm dan dibagi atas 10 bagian yang sama.
Perbedaan satu bagian skala nonius dengan satu skala utama adalah
0,1 mm, sehingga tingkat ketelitian jangka sorong adalah sebesar
0,1 mm.
Bagian penting yang terdapat pada jangka sorong adalah:
1)Rahang tetap yang memiliki skala utama.
2)Rahang sorong (dapat digeser-geser) yang memiliki skala nonius.

Gambar 1.10
Gambar 1.10

Gambar 1.10
Gambar 1.10
Gambar 1.10 Jangka Sorong

Jangka sorong biasa digunakan untuk mengukur panjang suatu
benda, garis tengah bagian luar tabung, diameter bola, garis tengah
bagian dalam tabung, dan dalamnya tabung.

rahang tetap
atas

rahang tetap
bawah

rahang sorong
bawah

rahang sorong atas

skala utama

gurat ukur kedalaman

skala nonius

posisi benar

posisi salah

posisi salah

19

Ilmu Pengetahuan Alam Kelas - VII SMP/MTs

Pembacaan skala pada jangka sorong dilakukan seperti ditunjuk-
kan pada pengukuran di bawah ini.

Gambar 1.11
Gambar 1.11

Gambar 1.11
Gambar 1.11
Gambar 1.11 Pengukuran panjang menggunakan jangka sorong

Hasil pengukuran ini sebesar 5,74 cm. Bagaimana cara men-
dapatkan hasil pengukuran ini? Langkah sebagai berikut.
a)Amati dan baca skala utamanya adalah 5,7 cm.
b)Skala nonius yang berimpit tegak lurus dengan satu tanda skala
utama adalah garis keempat (4).
c)Mengingat tingkat ketelitian jangka sorong adalah 0,1 mm maka
nilai lebih adalah 4 x 0,1 mm = 0,4 mm = 0,04 cm.
d)Jadi bacaan jangka sorong adalah 5,7 cm + 0,04 cm = 5,74 cm.

c.Mikrometer Sekrup

Gambar 1.12
Gambar 1.12

Gambar 1.12
Gambar 1.12
Gambar 1.12 Mikrometer Sekrup

Alat ukur panjang ini me-
miliki tingkat ketelitian yang
paling tinggi yaitu sebesar
0,01 mm. Mikrometer sekrup biasa
digunakan untuk me-ngukur
benda yang sangat tipis, misalnya
tebal kertas.

Cara kerja mikrometer
sekrup adalah jika selubung
luar dengan skala 50 di-
putar satu kali maka rahang
geser dan selubung akan bergerak maju atau mundur. Jarak maju
mundurnya rahang geser sejauh 0,5 mm/50 menghasilkan tingkat
ketelitian 0,01 mm.
Pembacaan skala pada mikrometer sekrup dilakukan seperti
ditunjukkan pada pengukuran di bawah ini.

Landasan

Sekrup

Lengan
mikrometerTimbal

Roda
bergerigi

Dokumen Penerbit

20

Ilmu Pengetahuan Alam - Kelas VII SMP/MTs

Gambar 1.13
Gambar 1.13

Gambar 1.13
Gambar 1.13
Gambar 1.13 Pengukuran panjang menggunakan mikrometer sekrup

Hasil pengukuran ini sebesar 7,91 mm. Bagaimana cara men-
dapatkan hasil pengukuran ini? Langkahnya sebagai berikut.
a)Amati dan baca skala utama yang berimpit dengan tepi selubung
luar adalah 7,5 mm
b)Garis selubung luar yang berimpit tegak lurus dengan skala utama
adalah garis ke-41.
c)Mengingat tingkat ketelitian jangka sorong adalah 0,01 mm maka
nilai lebih adalah 41 x 0,01 mm = 0,41 mm.
d)Jadi bacaan mikrometer sekrup adalah
7,5 mm + 0,41 mm = 7,91 mm.

2.Alat Ukur Massa

Alat yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda adalah neraca. Berbagai
jenis neraca yang biasa digunakan adalah neraca batang antara lain:
neraca sama lengan, neraca tiga lengan (O’hauss – 2610 dapat mengukur
massa sampai 2.610 kg dengan ketelitian 0,1 gram ), neraca empat lengan
(O’hauss – 311 dapat mengukur massa sampai 310 gram dengan
ketelitian 0,01 gram).

Dokumen Penerbit

Neraca sama lengan

Gambar 1.14
Gambar 1.14

Gambar 1.14
Gambar 1.14
Gambar 1.14 Jenis neraca batang

21

Ilmu Pengetahuan Alam Kelas - VII SMP/MTs

Pembacaan skala pada neraca dilakukan seperti ditunjukkan pada
pengukuran di bawah ini.

Gambar 1.15
Gambar 1.15

Gambar 1.15
Gambar 1.15
Gambar 1.15 Pengukuran massa menggunakan neraca

Hasil pengukuran ini sebesar 47,52 gram. Bagaimana cara men-
dapatkan hasil pengukuran ini? Langkahnya sebagai berikut.
a)Letakkan benda yang hendak kita ukur pada piringan neraca
b)Geser penunjuk skala kekanan sehingga diperoleh keseimbangan.
c)Lengan pertama sebesar 0 gram, lengan kedua sebesar 40 gram,
lengan ketiga sebesar 7 gram dan lengan keempat sebesar 0,52 gram.
d)Jadi massa benda itu adalah 0 g + 40 g + 7 g + 0,52 g = 47,52 gram

3.Alat Ukur Waktu

Gambar 1.16
Gambar 1.16

Gambar 1.16
Gambar 1.16
Gambar 1.16 Stopwatch dan arloji

Alat ukur waktu yang biasa
dipakai adalah jam atau stopwacth.
Misalkan kita mengukur selang
waktu pelari 100 m menggunakan
stopwatch dengan cara menekan
tombol start dan menekan tombol
stop pada saat finish. Kemudian
kita baca waktu yang diperlukan
pada stopwatch, misalnya 75,5
sekon. Stopwatch mekanis memi-
liki ketelitian 0,1 sekon, stopwatch
elektronik memiliki ketelitian 0,001
sekon, sedangkan arloji atau jam
tangan mempunyai tingkat keteli-
tian 1 sekon.

Dokumen Penerbit

22

Ilmu Pengetahuan Alam - Kelas VII SMP/MTs

Terdapat beberapa besaran turunan yang dapat kamu jumpai dalam
kehidupan sehari-hari antara lain : luas, volume, kecepatan dll. Bagaimana
kamu dapat menentukan dan mengukur besaran turunan? Kamu dapat
melakukan pengukuran dengan dua cara yaitu secara langsung dan tidak
langsung. Misalnya, menentukan kecepatan sepeda motor yang
mempunyai satuan m/s. Kamu dapat melakukan pengukuran langsung
yaitu dengan menggunakan spidometer, sedangkan pengukuran tidak
langsung menggunakan rol meter untuk mengukur jarak tempuh dan
stopwatch untuk mengukur waktu tempuh. Hasil bagi antara jarak tempuh
dengan waktu tempuh menghasilkan kecepatan. Kecepatan termasuk
besaran turunan karena satuannya diperoleh dari besaran pokok panjang
dan waktu.

Coba kamu sebutkan contoh besaran turunan yang lain dan jelaskan
diperoleh dari besaran pokok apa saja!

1.Besaran Luas

Bagaimana kamu dapat menentukan luas sebidang tanah yang
bentuknya bujursangkar? Tentu kamu dapat menentukannya dengan
cara mengukur panjang sisi-sisinya kemudian kamu hitung dengan
rumus :

Luas = sisi x sisi

Tugas Individu

1.Sebutkan alat ukur panjang!
2.Sebutkan bagian-bagian penting jangka sorong!
3.Sebutkan alat ukur massa!
4.Sebutkan alat ukur waktu!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->