P. 1
IPS KELAS 7

IPS KELAS 7

4.69

|Views: 190,346|Likes:
Published by kangiyan

More info:

Published by: kangiyan on Jan 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2015

Sections

Semakin pesatnya perkembangan teknologi pelayaran menjadikan
penjelajahan samudra oleh bangsa-bangsa Barat semakin ramai. Terdorong
oleh keinginan untuk mencari wilayah penghasil rempah-rempah,
menyebabkan berbagai bangsa Eropa datang silih berganti ke Nusantara.
Bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda berlomba-lomba untuk
menanamkan pengaruhnya di Nusantara.

1.Proses Masuknya Bangsa-Bangsa Eropa ke Indonesia

Orang-orang Eropa biasa membeli rempah-rempah dari pedagang Asia
Barat. Oleh karena membeli dari pedagang perantara, harga rempah di
Eropa menjadi sangat mahal. Tingginya harga rempah-rempah tersebut
mendorong orang-orang Eropa untuk mencari langsung daerah penghasilnya.
Dengan tujuan tersebut, bangsa Portugis menguasai Malaka pada tahun
1511, sebagai batu loncatan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah
di Maluku. Untuk mengetahui proses kedatangan bangsa-bangsa Barat ke
daerah sumber rempah-rempah, amatilah peta di bawah ini!

Bagaimana proses kolonisasi bangsa Eropa di Nusantara? Perhatikan

penjelasan berikut ini:

a.Bangsa Portugis

Zaman kolonial di Indonesia sesungguhnya dimulai tahun 1511,
beberapa saat setelah Portugis menduduki Malaka. Mengapa? Tidak
lama setelah menguasai Malaka, armada Portugis telah sampai di
Maluku. Dengan didukung oleh penguasaan teknologi pembuatan kapal
dan senjata yang tinggi, serta dipermudah adanya pertikaian
antarkerajaan, Portugis berhasil mendirikan kantor dagang dan benteng.
Bahkan mereka memperoleh hak monopoli dari Sultan Ternate untuk
berdagang rempah. Kehadiran Portugis di Maluku itu memperkuat
kedudukan Sultan Ternate dalam menghadapi Kerajaan Tidore. Akan
tetapi, keinginan Portugis untuk menguasai Ternate mengakibatkan
mereka diusir oleh Sultan Baabullah tahun 1575.

b.Bangsa Spanyol

Selain Portugis, bangsa Barat yang mencoba mendirikan koloni di
Indonesia adalah bangsa Spanyol. Dari peta di atas terlihat, setelah
mendirikan Manila (Filipina) tahun 1571, armada Spanyol berlayar ke

Sumber: www.knmi.nl

Gambar 5.30Rute bangsa Eropa ke Batavia.

170

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

arah selatan di sekitar Kepulauan Maluku. Pada tahun 1606 mereka
berhasil menduduki Ternate dan membangun kembali Benteng Kastela
(berasal dari Castile) peninggalan Portugis. Spanyol berhasil mendirikan
permukiman di Ternate dan Siau. Akhirnya, pada tahun 1677 bangsa
Spanyol kembali ke Filipina setelah Belanda berhasil masuk dan men-
duduki Ternate.

c.Bangsa Inggris

Sejak akhir abad XVI East Indian Company (EIC) sudah mengadakan
hubungan dagang dengan beberapa wilayah di Indonesia. Namun,
Inggris tidak berhasil menanamkan monopoli perdagangan di Indonesia.
Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan Inggris untuk bersaing dengan
Belanda. Dengan kekuatan militer dan kemampuan mempengaruhi
penguasa setempat, armada dagang Belanda mampu membuat Inggris
perlahan-lahan tersingkir dari kawasan perdagangan di Indonesia.

d.Bangsa Belanda

Ekspedisi bangsa Barat lainnya ke Indonesia yang berhasil mem-
bentuk kekuasaan kolonial cukup lama adalah Belanda. Pada bulan
Juni 1596 kapal-kapal Belanda berhasil berlabuh di pelabuhan lada ter-
besar di Jawa Barat. Kamu tentu tahu pemimpin ekspedisi itu dan nama
pelabuhan yang dimaksud. Setelah menyusuri berbagai tempat dan
memicu konflik dengan pedagang lain di berbagai daerah, tahun 1597
ekspedisi itu kembali ke Belanda dengan membawa keuntungan yang
besar. Selanjutnya, ekspedisi Belanda ke Indonesia bukannya berakhir
melainkan membuka zaman baru. Pada tahun 1598–1601 perusahaan-
perusahaan ekspedisi Belanda berlomba-lomba mengirimkan armada-
nya untuk memperebutkan rempah Indonesia. Akibat persaingan itu
adalah meningkatnya pengiriman rempah ke Eropa dan naiknya harga
rempah.

Untuk mengatasi persaingan dagang yang tidak sehat, pada
tahun 1602 perusahaan-perusahaan ekspedisi Belanda itu akhirnya
melebur menjadi satu pada tanggal 20 Maret 1602 dengan nama
Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC atau Perserikatan Maskapai
Hindia Timur). Dalam lidah kita persekutuan dagang itu dikenal dengan
nama Kompeni (dari kata Compagnie). Ide penggabungan perusahaan-
perusahaan itu berasal dari seorang tokoh Majelis Perwakilan Tinggi
Belanda, Johan van Olderbarnevelt.
Pemerintah Belanda mendukung secara resmi keberadaan VOC.
Dengan modal awal 6,5 juta gulden Belanda, mereka diberi wewenang
dan hak octrooi. Kewenangan itu antara lain untuk membuat perjanjian
dengan para raja Asia atas nama Republik Belanda, membangun benteng
dan pasukan, mengangkat para gubernur, serta memelihara hukum dan
ketenangan wilayah di luar Belanda.
Jan Pieterszoon Coen, sang arsitek kejayaan VOC. Dialah Gubernur
Jenderal Belanda yang berhasil menyatukan dua bidang sekaligus. Selain
menguasai tempat-tempat produksi rempah dan jalur perdagangannya,
dia juga berhasil menaklukkan kerajaan-kerajaan kuat dan menguasai
wilayahnya.

Kejelian J.P. Coen itu menempatkan VOC sebagai persekutuan
dagang multinasional yang pertama. Persekutuan itu mempunyai
pegawai yang berasal dari berbagai negara dengan jaringan perdagangan
yang meliputi kawasan Asia. Dengan didukung oleh armada dagang
yang kuat, disertai oleh siasat yang licik, VOC berhasil menguasai pulau-
pulau di Indonesia. Setelah menaklukkan Jayakarta tahun 1619, VOC
memperluas kekuasaannya dengan menaklukkan Ternate (1620), Banda

Sumber: www.upload.wikimedia.com

Gambar 5.33Jan Pieterszoon Coen

Sumber:Sejarah Modern Awal 3

Gambar 5.32Anggota Dewan VOC.

Sumber:www.engelfriet.net

Gambar 5.31Armada dagang Belanda

berlabuh di Banten.

171

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

(1621), Makassar (1660), Banten (1682), dan lain-lain. Perlahan-lahan
kehadiran VOC itu melumpuhkan jaringan perdagangan antarpulau
yang telah lama terbentuk di Kepulauan Indonesia.
Tampak bagi kita bahwa tujuan kedatangan bangsa Eropa sudah
berubah dari tujuan awalnya. Mereka bukan sekadar memperoleh
rempah-rempah langsung dari Indonesia, melainkan melakukan
kolonialisme atau penjajahan terhadap Indonesia.

2.Cara-Cara Bangsa Eropa Mencapai Tujuan dan Reaksinya

Sebelum kedatangan VOC, Indonesia sudah terlibat dalam jaringan
perdagangan internasional dengan sistem yang terbuka. Segala hal mengenai
peraturan jual beli, proses penawaran, dan penentuan harga dilakukan secara
transparan. Kegiatan ini sebagian besar dilakukan oleh kerajaan-kerajaan
Islam Indonesia dengan bangsa-bangsa asing melalui perantara Malaka. Jalur
yang mereka gunakan adalah Malaka–Maluku dengan Laut Jawa sebagai
urat nadinya. Di sepanjang jalur itu muncul pusat-pusat perdagangan dan
bandar-bandar pelabuhan. Komoditas perdagangannya antara lain cengkih
(dari Ternate, Tidore, Moti, Makian, dan Bacan), pala (dari Banda), dan
cendana (dari Solor dan Timor). Sementara itu, komoditas kain (dari Gujarat
dan Benggali), beras (dari Jawa), serta lada (dari Banten dan Sumatra).
Selama abad XVII dan XVIII Masehi, pengaruh VOC baik di bidang
ekonomi maupun politik sudah tersebar di berbagai wilayah strategis
Indonesia. Selama hampir dua abad VOC telah mengeruk keuntungan dari
tanah Indonesia. Dalam melakukan kegiatannya VOC membuat kebijakan
berupa hal-hal berikut:

a.Membangun Benteng Pertahanan

Semula untuk mengelola urusan dagangnya, VOC mendirikan
factorij di Maluku dan Banda. Selain untuk berunding dengan penguasa
setempat, pos itu juga menjadi gudang dan permukiman para pedagang
utama. Dalam perkembangan selanjutnya karena didesak oleh ke-
pentingan dan konflik dengan penduduk Indonesia maupun saingan
Eropa, pos itu berubah menjadi benteng pertahanan. Benteng itu
mereka gunakan untuk mengawasi pusat perdagangan di sepanjang
jalur pelayaran. Dengan begitu, mereka bisa memungut pajak,
memonopoli pembelian dan penjualan rempah, mengendalikan
penghasil rempah Maluku, bahkan bisa mengusir Portugis dan Spanyol
keluar dari pusat-pusat perdagangan Asia. Bisakah kamu menunjukkan
nama dan letak salah satu benteng Belanda di Indonesia?

b.Membuat Perjanjian dengan Para Raja

Salah satu kelihaian yang dimiliki oleh VOC adalah kemampuannya
dalam bernegosiasi dan berdiplomasi dengan para raja di Nusantara.
Namun, di balik kelihaian itu juga tersimpan kelicikan. Pada tahun 1637
armada VOC di bawah van Diemen berhasil diperdaya oleh persekutuan
anti-VOC yang dipimpin Kakiali (murid Sunan Giri yang berasal dari
Hitu). Persekutuan ini terdiri atas orang-orang Hitu, Ternate/Hoalmoal,
dan Gowa. Maksud persekutuan ini adalah mendorong dilakukannya
perdagangan rempah secara ’gelap’.
Secara lihai, VOC juga berhasil masuk di dalam kemelut yang
melanda Kerajaan Mataram. Mereka mau mengakui Adipati Anom
sebagai Amangkurat II yang sedang berperang dengan Trunojoyo untuk
memperebutkan takhta Mataram. Sebuah kesepakatan akhirnya di-
tandatangani antara VOC dengan Amangkurat II pada tahun 1678. Isinya
antara lain Amangkurat II diakui sebagai raja di Mataram, VOC

Foto: Doly Eny Khalifah

Gambar 5.34Benteng Vredeburg di

Yogyakarta.

Sumber:Dari Lima Zaman Penjajahan

Gambar 5.35Surat kontrak VOC dengan

Mataram.

172

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

mendapat pelabuhan Semarang dan hak-hak untuk berdagang, serta
Mataram harus mengganti biaya perang yang dikeluarkan VOC. Sebuah
pukulan yang telak bagi kerajaan terbesar di Jawa, yang membuatnya
limbung. Oleh karena itu, setapak demi setapak, Mataram masuk dalam
perangkap VOC. Bisakah kamu menunjukkan salah satu perjanjian yang
dibuat VOC dengan seorang raja di Nusantara?

c.Monopoli Perdagangan

Kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah monopoli. Itulah
salah satu ciri khas VOC yang mereka terapkan di mana pun mereka
berada. Mengapa mereka memiliki karakter semacam itu?
Salah satu faktor kuncinya karena mereka mengacu pada Regerings-
Reglement (asas tujuan perkumpulan) yang dibuat tahun 1650. Apabila
diringkas, isi asas itu antara lain melenyapkan semua persaingan dengan
jalan apa pun juga asal tercapai maksudnya, serta membeli semurah-
murahnya dan menjual semahal-mahalnya.
Pada tahun 1652–1653 VOC mengeluarkan kebijakan extirpatie
yaitu pemusnahan semua pohon rempah Maluku dengan tujuan agar
bisa mengendalikan hasil dan menjaga harga tinggi rempah di Eropa.
Kebijakan ini mendapat reaksi dari para pedagang Nusantara dengan
mengadakan ”perdagangan gelap”. Inilah yang membuat para direktur
VOC menganjurkan untuk membinasakan penduduk Banda dan
menggantinya dengan penduduk yang berasal dari pulau lain.
Dalam melakukan kegiatan monopolinya, VOC menerapkan
beberapa aturan. Aturan-aturan tersebut sebagai berikut:
1)Petani rempah-rempah hanya boleh bertindak sebagai produsen.
Hak jual beli hanya dimiliki VOC.
2)Panen rempah-rempah harus dijual kepada VOC dengan harga
yang ditentukan oleh VOC.
3)Barang kebutuhan sehari-hari, seperti peralatan rumah tangga,
garam, dan kain harus dibeli dari VOC dengan harga yang
ditentukan oleh VOC.

d.Devide et Impera

Kamu tentu sudah sering mendengar istilah devide et impera, yaitu
salah satu politik VOC untuk dapat menguasai suatu wilayah dengan
cara pecah belah lalu kuasai. Sebagai contoh konkret, VOC
menggunakan keperkasaan orang-orang Bugis untuk menghadapi
kerajaan lain di Indonesia. Misalnya Aru Palaka (Raja Bone) digunakan
Belanda untuk melakukan intervensi ke Kerajaan Mataram di bawah
Sultan Amangkurat I. Untuk menghadapi Pangeran Diponegoro dalam
Perang Jawa tahun 1825–1830, Belanda menggunakan Legiun
Mangkunegaran yang dibentuk tahun 1808 oleh Daendels dan
Mangkunegoro II.

Itulah beberapa rangkaian kebijakan yang menjadi garis besar dari
kehadiran VOC di Indonesia. Jelas terlihat bahwa VOC berhasil mengubah
kondisi sosial ekonomi dan politis rakyat Indonesia. Apa dampak kolonialisme
yang dijalankan VOC itu? Secara nyata jaringan perdagangan antarpulau
yang telah lama hidup dan berkembang secara bebas merdeka menjadi
terganggu. Aktivitas perdagangan yang menjadi urat nadi bangsa Indonesia
itu didominasi oleh kepentingan kolonial. Penderitaan dan kemiskinan
kemudian menghinggapi bangsa Indonesia.

Sumber:Gedenk Boek

Gambar 5.36Legiun Mangkunegaran.

173

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Pada tahun 1799 VOC dibubarkan oleh Belanda.

Hal-hal yang menyebabkan dibubarkannya VOC

antara lain sebagai berikut.

a.Rendahnya gaji yang diberikan kepada pegawai-

pegawai VOC menyebabkan mereka berbuat

curang atau korupsi. Salah satu bentuk kecurang-

an VOC adalah dengan melakukan pemerasan

terhadap bangsa Cina pada waktu mereka

memerlukan surat-surat tanda memiliki tempat

tinggal di Batavia.

b.Banyaknya saingan yang harus dihadapi oleh

VOC dalam perdagangannya di Asia, misalnya

dari bangsa Prancis yang memiliki perusahaan

Compagnie des Indes dan lebih-lebih dari bangsa

Inggris dengan East Indian Company.

c.Sesuai dengan octrooi, para pemegang saham

berhak mendapatkan divident atau pembagian

keuntungan. Waktu VOC mulai rugi, divident tetap

diberikan, dengan tujuan agar para pemegang

saham tidak menarik modalnya, sebab bila

banyak yang menarik modalnya, VOC akan

bangkrut. Pembagian divident dalam keadaan

rugi, menyebabkan VOC memiliki banyak utang.

d.VOC banyak mengeluarkan biaya untuk peperang-

an, baik berebut monopoli perdagangan maupun

memperluas wilayah jajahan. Contoh yang paling

nyata adalah cara VOC campur tangan dalam

perang perebutan mahkota di Mataram.

e.Perubahan politik yang terjadi di negeri Belanda,

akibat Revolusi Prancis. Belanda menjadi

Republik Bataaf, setelah Raja Belanda Willem V

digulingkan dari takhta lalu menyingkir ke Inggris

(1795). Republik Bataaf yang demokratis dan

liberal itu menganggap monopoli dagang VOC

bertentangan dengan semangat waktu itu yang

berpandangan bahwa perdagangan harus

dilakukan secara bebas sehingga VOC perlu

dibubarkan.

Penyebab Dibubarkannya VOC

3.Reaksi Bangsa Indonesia terhadap Bangsa Eropa

Kedatangan bangsa Eropa ke berbagai wilayah di Indonesia mengundang
beragam reaksi. Ada yang mau menerima dan bekerja sama, ada pula yang
justru mengadakan perlawanan. Perlawanan kebanyakan dipimpin oleh
penguasa lokal yang terdesak kepentingan politik dan ekonominya.

a.Perlawanan terhadap Portugis

Upaya perlawanan pertama terhadap kehadiran Portugis dilakukan
oleh para penguasa Aceh Sultan Mahmud, Pate Kadir, Alaudin tahun
1511–1537. Penguasa Jepara dan Demak juga 1513 hingga 1575 seperti
Adipati Unus juga melawan Portugis dengan menyerang pusat keduduk-
an mereka di Malaka. Perlawanan terhadap Portugis juga dilakukan oleh
penguasa lokal di Maluku. Pada tahun 1512, Alfonso de Albuquerque
mengirim ekspedisi ke kawasan Maluku. Kesamaan kepentingan
perdagangan menyebabkan kehadiran Portugis diterima dengan baik.
Perlawanan baru dilakukan setelah Portugis mulai mencampuri
urusan internal kerajaan dan terjadinya konflik agama. Ternate, Tidore,
Jilolo, dan Bacan adalah pusat-pusat penyebaran agama Islam,
sementara itu Portugis mengembangkan agama Kristen. Perlawanan
mulai dilakukan pada tahun 1530 setelah janda Sultan Bajangullah dan
Taruwes bekerja sama untuk menumpas bangsa Portugis. Rakyat juga
memberontak kepada Portugis pada tanggal 27 Mei 1531 dengan
membunuh Panglima Portugis. Pada tahun 1534 Ayalo yang didukung
rakyat juga melakukan pemberontakan terhadap Portugis di Ternate.
Perlawanan juga dilakukan oleh Sultan Hairun dari Ternate. Rakyat
marah setelah Sultan Hairun tewas dibunuh Portugis di dalam benteng
Sao Paolo. Perjuangan kemudian dilanjutkan oleh Sultan Baabullah
dengan merebut benteng Sao Paolo.
Upaya Portugis untuk memadamkan perlawanan rakyat dilakukan
dengan mengirim Galvao pada tahun 1536. Ayalo menderita luka parah
sehingga para pemimpin lokal terpaksa berdamai dengan Portugis.
Kristenisasi yang dilakukan Portugis pada tahun 1575 juga mendorong
Baabullah untuk melawan.

174

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

b.Perlawanan terhadap Spanyol

Kedatangan bangsa Spanyol semula diterima dengan baik oleh para
penguasa lokal, Sultan Almansur dari Maluku. Hal ini karena sultan
merasa dikesampingkan oleh Portugis. Namun, kehadiran Spanyol
diprotes oleh Portugis. Alasannya hal itu merupakan pelanggaran
terhadap Perjanjian Tordesillas yang dibuat pada tahun 1494.
Portugis dan Spanyol pun terlibat konflik dan peperangan. Salah
satu benteng di Tidore yang dibangun Spanyol pada tahun 1527 diserang
dan direbut Portugis. Konflik segitiga antara Portugis, Spanyol, dan
Maluku pun pecah hingga beberapa tahun. Pada tahun 1529 Portugis
dan Spanyol membuat Perjanjian Saragosa yang menyatakan bahwa
Maluku menjadi wilayah perdagangan Portugis, sementara itu Spanyol
mendapatkan Filipina.

c.Perlawanan terhadap VOC

Perlawanan terhadap VOC dilakukan di berbagai wilayah di
Indonesia. Di Indonesia bagian timur seperti Maluku dan Makassar
perlawanan dilakukan sejak tahun 1630–1800. Perlawanan dilakukan
terhadap kepentingan VOC berlangsung sampai dengan meninggalnya
Kakiali (tokoh penggerak perlawanan terhadap VOC di Hitu) pada tahun
1643.

VOC memanfaatkan La Tenritatta to ‘Unru atau Arung Palakka
(1634–1696) untuk bisa menguasai Makassar. Meskipun penguasa Gowa
memberikan otonomi yang luas pada daerah-daerah yang dikuasainya,
hal itu tetap menimbulkan kebencian di kalangan daerah-daerah
taklukan. Inilah yang mendasari Bugis mau menerima ajakan VOC untuk
menghancurkan Makassar (Gowa). Sultan Hasanudin (1653–1669)
akhirnya mengalami kekalahan pada tahun 1669, setelah digempur
oleh pasukan VOC dengan sekutunya pasukan Bugis. Arung Palakka
pun menjadi orang terkuat yang menguasai Sulawesi Selatan di bawah
monopoli VOC.

Perlawanan terhadap VOC di Jawa dilakukan oleh Kerajaan
Mataram. Selama pemerintahan Sultan Agung, awalnya memberikan
keleluasaan pada VOC untuk berdagang. VOC diberi izin mendirikan
loji di Jepara. Namun, Mataram kemudian menolak keberadaan VOC
di Jawa. Upaya untuk melawan VOC di Batavia dilakukan Sultan Agung
tahun 1628–1629, tetapi mengalami kegagalan.
Hal yang sama dilakukan oleh Amangkurat I (1646–1677) sebagai
pengganti Sultan Agung. Keberadaan VOC pun masih sangat dibatasi
dan VOC bisa masuk ke wilayah Jawa dengan ditarik pajak. Bahkan
pada tahun 1660 Amangkurat I menutup perdagangan dengan VOC
karena VOC menyerang Palembang. VOC berhasil menguasai Jawa
setelah Amangkurat II menjadi raja. Sejak saat itu, konflik berkepanjangan
terjadi di antara sesama elite Mataram. VOC berhasil mencampuri
kekuasaan hingga memecah Mataram menjadi empat kerajaan.

Itulah beberapa contoh perlawanan rakyat kepada bangsa Eropa. Tentu
masih banyak reaksi dan perlawanan yang dilakukan rakyat terhadap
dominasi bangsa Eropa.

Ajaklah teman sebangkumu untuk mencari

informasi tentang reaksi atau perlawanan bangsa

Indonesia terhadap bangsa Eropa. Susunlah informasi

itu menjadi karangan singkat dan presentasikan di

depan kelas. Jelaskan alasan perlawanan, jalannya

perlawanan, dan akhir perlawanan tersebut.

175

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

4.Perkembangan Masyarakat pada Masa Kolonial

Mengapa ibu kota negara kita terletak di Jakarta? Mengapa tidak terletak
di Ambon, Makassar, Bengkulu, Kutai, atau Aceh? Apa yang menyebabkan
Jakarta terpilih menjadi tempat kediaman presiden beserta para pejabat
tinggi negara lainnya?

Apabila kamu mengikuti pembelajaran sejarah di depan dengan
saksama, kamu pasti bisa menemukan jawabannya. Munculnya Jakarta
sebagai ibu kota negara memang tidak terlepas dari proses perkembangan
kolonialisme dan imperialisme Barat yang ada di Indonesia. Kedatangan
orang-orang Barat di Kepulauan Indonesia telah membuka lembaran sejarah
baru bagi Indonesia. Serangkaian kebijakan pemerintah kolonial yang
diterapkan di berbagai daerah mampu mengubah tatanan kehidupan bangsa
Indonesia.

a.Masyarakat Jawa Masa Kolonial

Menurut Raffles dalam bukunya History of Java, penduduk Jawa
pada awal abad XIV berjumlah 4.615.270. Dari jumlah itu 1,5 juta di
antaranya hidup di daerah kerajaan dan 3 juta ada di daerah yang
langsung diperintah oleh pemerintah kolonial. Pada awalnya mereka
hidup dari sektor agraris yang diusahakan secara tradisional. Teknologi
yang digunakan juga bersifat tradisional, dengan tingkat kebutuhan
hidup yang juga masih sederhana. Apa pengaruh kolonialisme itu bagi
masyarakat di Pulau Jawa?

1)Bidang Sosial Kemasyarakatan

Hubungan masyarakat di Jawa pada masa prakolonial adalah
abdi-bendara. Para bendara dengan kekuasaan dan kedudukannya
menguasai tanah dan penduduknya. Dengan demikian, jasa dan
hasil bumi harus diserahkan oleh rakyat kepada penguasa kerajaan.
Rakyat yang terorganisasi di dalam desa secara berkala harus me-
nyerahkan upeti kepada kerajaan.
Fenomena itulah yang berhasil dibidik oleh kolonial Barat.
Untuk menjalankan pemerintahannya di tanah jajahan, mereka
menggunakan perangkat-perangkat yang sudah ada. Para penguasa
pribumi itu dijadikan perantara untuk dapat mengeksploitasi rakyat.
Inilah model indirect rule (pemerintahan tidak langsung). Tanah
dan tenaga rakyat berhasil dikerahkan untuk melayani kepentingan
kolonial melalui peran para bupati. Berbagai macam pungutan
diambil dari rakyat oleh bupati untuk mencukupi kas kolonial.

2)Bidang Ekonomi

Akibat adanya kolonialisme, kemakmuran di Jawa mulai
melorot jatuh dan kemiskinan mulai melanda. Ada beberapa faktor
yang bisa dijadikan penyebab:
a)Pertumbuhan penduduk yang pesat mengakibatkan per-
bandingan antara jumlah penduduk dengan lahan tidak
seimbang sehingga produksi justru semakin berkurang.
b)Para petani tidak mempunyai motivasi yang kuat untuk bekerja
keras. Praktik sistem tanam paksa dan kerja rodi menyadarkan
mereka bahwa kerja keras mereka hanya akan dinikmati oleh
kolonial.
c)Politik pemerintah kolonial yang menempatkan Jawa sebagai
saka guru bagi kehidupan masyarakat Belanda. Sampai dengan
abad XIX konsentrasi kolonial memang terletak di Jawa.
Akibatnya, Jawa harus menanggung beban keuangan untuk
daerah-daerah lain yang dikuasai Belanda. Termasuk di
antaranya biaya perang kolonial harus dibebankan kepada
penduduk Jawa.

Sumber:Gedenk Boek

Gambar 5.37Orang Jawa pada masa

kolonial.

176

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

d)Sistem perpajakan yang sangat memberatkan penduduk yang
berpendapatan rendah. Apalagi pungutan pajak itu tidak adil
karena orang Belanda yang memiliki perusahaan perkebunan
justru tidak dikenai pajak.
e)Krisis yang melanda perkebunan-perkebunan pada tahun 1885
sebagai akibat jatuhnya harga kopi, gula, dan tembakau di pasar
dunia. Dampaknya para pengusaha perkebunan menekan
upah buruh dan sewa tanah hingga serendah mungkin.

3)Bidang Politik

Jawa pada pertengahan kedua abad XVII mengalami puncak
krisis di bidang politik. Tokoh-tokoh kuat kerajaan seperti Sultan
Agung telah meninggal, konflik intern, perebutan takhta, dan
pemberontakan. Benih-benih disintegrasi itu, selain menyebabkan
merosotnya peran Mataram juga memancing intervensi VOC ke
Jawa semakin intensif.
Kekacauan terjadi ketika pengganti Sultan Agung, yaitu
Amangkurat I tidak mampu mengatasi pemberontakan Trunojoyo
tahun 1677. Mataram selanjutnya dilanda krisis selama tujuh
dasawarsa karena lemahnya kepemimpinan elite istana dan campur
tangan VOC. Perebutan takhta terjadi sejak Amangkurat I hingga
Paku Buwono III. Puncaknya terjadi ketika Jawa dibagi menjadi
dua bagian. Menurut Perjanjian Giyanti yang ditandatangani pada
tanggal 13 Februari 1755 oleh Paku Buwono III, VOC dan Pangeran
Mangkubumi, Mataram dipecah menjadi dua. Bagian timur di
bawah kekuasaan Paku Buwono III dengan ibu kota Surakarta.
Bagian barat di bawah kekuasaan Pangeran Mangkubumi dengan
gelar Hamengku Buwono I beribu kota di Yogyakarta.
Pembagian Kerajaan Mataram itu sesungguhnya merupakan
siasat Belanda. Mataram tidak lagi sebagai kerajaan yang utuh
sehingga mudah untuk diadu domba dan dikuasai. Sebagai bukti,
koalisi antara Mas Said dengan Mangkubumi berhasil dipisah dan
melalui Perjanjian Salatiga tahun 1757, Mas Said diakui VOC sebagai
Mangkunegara I. Itulah kelicikan VOC dalam upaya menaklukkan
Jawa. Sisa-sisa pengaruh VOC di bidang politik itu hingga kini masih
bisa dilihat. Bisakah kamu menunjukkannya?

b.Masyarakat di Kawasan Timur Indonesia

Kawasan timur Indonesia sudah sejak lama menjadi incaran bangsa-
bangsa luar. Kamu tentu mengetahui tentang alasannya sehingga bangsa-
bangsa Barat juga ikut bertualang ke kawasan itu. Ya, rempah Maluku
adalah komoditas paling berharga dalam perdagangan internasional.
Daya tarik rempah yang luar biasa itu menyebabkan bangsa Barat
untuk datang ke daerah penghasil rempah. Dengan organisasi dagang
yang rapi, mereka datang lalu memonopoli perdagangan rempah. Dalam
perkembangannya, dari monopoli perdagangan rempah, bangsa Barat
mendirikan imperium yang sangat kukuh. Itulah masa kolonialisme di
Indonesia. Kedatangan dan aktivitas bangsa Barat di kawasan timur
Indonesia itu menyebabkan perubahan-perubahan di dalam
masyarakat.

1)Bidang Sosial Kemasyarakatan

Kolonialisme Portugis dan Spanyol di kawasan timur Indonesia
berlangsung tahun 1511–1677. Selama masa itu mereka berhasil
mendirikan permukiman di berbagai tempat.

Sumber: www.loc.gov

Gambar 5.38Naskah Perjanjian Giyanti.

177

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Interaksi penduduk dengan orang-orang Portugis yang
intensif menyebabkan penggunaan bahasa Portugis
menjadi lebih meluas. Bahasa Portugis pernah menjadi
Lingua Franca hingga abad XVIII di kawasan ini. Kata-kata
dalam bahasa Portugis pun mulai digunakan sebagai nama-
nama orang. Misalnya De Pereira, De Fretes, Lopies, De
Quelju, dan Diaz. Sementara itu, nama hari Minggu berasal
dari kata San Domingo (yang mempunyai arti Tuhan yang
keramat).

Perkataan ”Meriam” yang biasa dipakai untuk me-
nyebut nama sebuah senjata yang ditinggalkan Portugis,
berasal dari kata Santa Mariam (Mariam yang keramat).
Orang-orang Portugis yang ingin dilindungi oleh orang-
orang keramat di dalam peperangan, memberi nama orang
keramat itu pada senjata yang mereka pakai. Selain itu,
pengaruh Portugis dan Spanyol yang masih tersisa hingga
kini adalah pengucapan toponim asli (nama-nama
geografis). Misalnya Borneo, Celebes, Seram, Makassar,
Manado, Ternate, Tidore, dan Timor.

2)Bidang Ekonomi

Rempah bagi penduduk di Kepulauan Maluku bisa
merupakan berkah, tetapi juga menjadi sumber musibah.
Komoditas langka yang sempat merajai perdagangan
internasional itu pada mulanya mendatangkan kemakmuran.
Bencana mulai menimpa ketika bangsa Barat ber-
datangan langsung di Kepulauan Maluku. Puncaknya ketika
VOC di bawah J.P. Coen datang ke Banda. Selain dipaksa
menjual rempahnya dengan harga yang ditetapkan oleh
VOC, penduduk juga dilarang bertransaksi dengan
pedagang-pedagang asing lainnya. Hal ini menyebabkan
munculnya ”penyelundupan” rempah oleh penduduk
untuk dibawa keluar.
Belanda mengambil tindakan yang tidak masuk akal. Pada
tahun 1652 mereka mengeluarkan kebijakan extirpatie, yaitu upaya
untuk mengendalikan hasil rempah dengan cara mencabuti
pohonnya. VOC sendiri saat itu telah menimbun rempah untuk
persediaan sepuluh tahun. Secara berkala, VOC juga mengadakan
hongitochten atau pelayaran hongi, yaitu perjalanan yang dilakukan
oleh pegawai-pegawai VOC dengan tentaranya yang dilengkapi
senjata. Mereka naik kora-kora untuk mengawasi daerah-daerah
penghasil rempah. Bila ada daerah yang menanam rempah dengan
jumlah yang melebihi ketentuan VOC, harus segera dimusnahkan.
Bahkan, karena pernah mengadakan perlawanan kepada VOC,
penduduk Banda dibinasakan dan sisanya dijual ke Batavia sebagai
budak.

3)Bidang Politik

Kamu tentu mengetahui makna siasat devide et impera yang
menjadi ciri khas kolonial Belanda di Indonesia. Siasat itu secara
jitu diterapkan VOC ketika menghadapi kerajaan kembar Gowa-
Tallo, yang saat itu menjadi entrepot utama bagi perdagangan
rempah. Setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis tahun 1511, ada
banyak pedagang yang berpaling ke Makassar. Ketika VOC datang
di kawasan timur Indonesia, Makassar telah menjadi kekuatan yang

Sumber:Agama dan Upacara

Gambar 5.39Pastor Katolik dan jemaat barunya di

Flores.

Sumber:Gechiedenis Indonesia

Gambar 5.40Kora-kora

178

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

disegani. Akan tetapi, di dalam negeri Gowa ada beberapa faktor
yang kurang menguntungkan, yaitu pertentangan internal dengan
faksi Bone, persaingan dengan Ternate dalam merebut Sulawesi
Utara dan Butung, serta ancaman orang-orang Bugis yang telah
dilatih VOC di Batavia.

Ketiga faktor itulah yang menjadi pintu masuk intervensi VOC.
Keinginan VOC untuk bisa memonopoli perdagangan bertentangan
dengan prinsip perdagangan laut bebas yang dipegang Sultan
Hasanuddin. Perang pun terjadi pada tahun 1660–1669. Koalisi antara
Gowa-Tallo, dan Wajo serta beberapa kerajaan sekutu berhadapan
dengan koalisi VOC-Bone/Soppeng.
Pada tanggal 13 November 1667 ditandatangani Perjanjian
Bongaya antara Speelman dan Sultan Hasanuddin. Isi perjanjian
itu antara lain jaminan utang kepada kompeni, penyerahan wilayah
yang direbut dalam perang, pengawasan Bima dialihkan kepada
VOC, pembatasan pelayaran orang Makassar, penutupan Makassar
bagi perdagangan bangsa Eropa, peredaran mata uang Belanda di
Makassar, pembebasan bea cukai bagi VOC, menyerahkan 1.500
budak, VOC memonopoli penjualan bahan kain dan pecah belah
Cina, serta yurisdiksi daerah pertahanan Ujungpandang di tangan
VOC. Bagaimana pendapatmu setelah membaca butir-butir
perjanjian yang diajukan VOC itu?

c.Masyarakat di Indonesia Bagian Barat

Sudah sejak lama kawasan Indonesia bagian barat memegang
peran penting dalam perdagangan internasional dengan komoditas
utamanya berupa rempah-rempah. Penghasil rempah-rempah pada
saat itu antara lain Aceh, Sunda, Batak, Pasemah, Rejang, Lampung,
Indragiri, dan Palembang. Tersedianya area perkebunan lada,
menempatkan Jambi pada puncak kemakmurannya pada abad
XVII. Pedagang lada Indonesia pada tahun 1670 berhasil meng-
ekspor lada ke kawasan Laut Tengah dan Timur Tengah sebanyak
60.000 ton per tahun. Boom lada terjadi pada tahun 1616–1641
saat Kerajaan Aceh dan Banten mencapai puncak kegemilangan.
Dominasi pedagang Islam dalam perdagangan lada membawa
keuntungan yang luar biasa. Kekayaan itu antara lain digunakan
untuk membangun masjid Baiturrahman (Aceh), peristirahatan raja
di Tirtayasa (Banten), dan pembentukan armada perang.
Perubahan terjadi ketika tahun 1641 VOC berhasil menduduki
Malaka. Pada tahun itu juga Palembang jatuh dan disusul kemudian
Jambi diduduki tahun 1643. Pada tahun 1665 VOC mendirikan loji di
Padang. Satu-satunya kerajaan yang harus dihadapi VOC adalah Aceh.
Bahkan Aceh adalah daerah yang paling sulit ditundukkan penguasa
kolonial hingga abad XX. Sambil menyiapkan siasat dan strategi untuk
bisa menaklukkan Aceh, VOC juga mengincar sumber daya alam yang
ada di Sumatra. Kolonialisme Barat pun terjadi dan menimbulkan
pengaruh bagi kehidupan rakyat.

1)Bidang Sosial Kemasyarakatan

Sebagai akibat ditandatanganinya Traktat Siak tahun 1858,
daerah-daerah taklukan Kesultanan Siak diserahkan kepada
Belanda. Sejak saat itu, pemodal dari Belanda, Inggris, dan Amerika
masuk untuk membuka usahanya di daerah yang subur dan kaya
itu. Salah satu bidang yang diutamakan adalah perkebunan
tembakau yang dipusatkan di Deli.

Sumber:www.pnm.my

Gambar 5.41Perjanjian Bongaya

Sumber:Gedenk Boek

Gambar 5.42Perkebunan lada di Sumatra.

179

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Poenale Sanctie

Poenale sanctie atau sanksi hukum pada

mulanya merupakan suatu aturan yang diadakan

untuk pembantu rumah tangga di Jawa (1872).

Namun, dengan dibukanya perkebunan di luar Jawa,

aturan tersebut dilaksanakan juga di luar Jawa. Dalam

aturan tersebut, ditetapkan apabila seseorang telah

menandatangani perjanjian kerja dan ia melakukan

kesalahan, dianggap telah menyalahi isi perjanjian

sehingga ia layak untuk mendapat sanksi.

Pada umumnya, bangsa Indonesia tidak me-

ngetahui isi perjanjian yang ditulis oleh Belanda. Hal

ini karena pada umumnya rakyat Indonesia buta huruf

Latin dan hanya membubuhkan cap jari sebagai tanda

persetujuan. Rakyat Indonesia tersebut pada

umumnya telah terjerat oleh calo-calo pekerja di Deli

(Sumatra) karena mereka telah diberi uang, pakaian,

dan dibawa ke Deli. Mereka diwajibkan bekerja dari

pagi sampai sore untuk membuka hutan yang penuh

dengan bahaya dan penyakit. Oleh karena itu, mereka

yang tidak kuat akan melarikan diri, tetapi polisi

Belanda selalu dapat menangkap dan menyerahkan

kembali kepada pengusaha perkebunan. Mereka

dijatuhi hukuman siksa yang kejam sebagai sanksi

melanggar perjanjian. Pelaksanaan yang menyimpang

dan kejam itu dicabut tahun 1876.

2)Bidang Ekonomi

Hal yang membuat kolonial Barat tertarik pada Sumatra dan
Kalimantan adalah kekayaan mineralnya. Mulai abad XVII
konsentrasi kolonial tertuju pada upaya mengeksplorasi bahan-
bahan tambang seperti emas, intan, besi, dan timah.
Pada tahun 1737 Belanda mendirikan tambang salida dekat
Padang yang menghasilkan emas dan perak. Tambang juga didirikan
di Lembong Donok dan Lembong Tandai. Sementara itu di
Kalimantan, emas ada di Pegunungan Bajang, Pegunungan Bawang-
Belankang, Pontianak, dan Sambas. Menurut Raffles tahun 1812,
Kalimantan menghasilkan emas 350.000 ons.
Pada tahun 1604 Belanda mulai berdagang dengan penambang
intan di Kalimantan. Bahkan pada abad XVIII sultan Banjarmasin
menandatangani kontrak untuk memasok intan ke VOC. Kamu
tentu tahu daerah pusat penambangan intan yang ada di Kalimantan.
Sementara itu pada tahun 1722 Belanda berhasil memonopoli
perdagangan timah dari Bangka, setelah mendekati Sultan
Palembang. Penambangan timah pertama kali berada di Mentok
oleh penambang setempat dan baru mulai tahun 1730 raja-raja
Palembang membawa penambang-penambang Cina.

Untuk keperluan itulah, bangsa kolonial mendatangkan tenaga
kerja yang berasal dari Jawa yang disebut kuli. Kerja kuli itu berdasar
koelie ordonnantie, yang dibuat tahun 1880 oleh penguasa kolonial.
Dalam kontrak itu termuat poenale sanctie, yaitu sanksi hukuman
yang diberikan bila para kuli itu melanggar kontrak. Hukuman bisa
berupa denda, hukuman atau penjara oleh majikannya. Artinya,
berat dan ringannya hukuman tergantung pada kemauan majikan.
Penderitaan para tenaga kerja (kuli) pun semakin berat.

Sumber:Kompas

Gambar 5.43Pelaksanaan poenale sanctie.

Sumber:Abad Kedua puluh

Gambar 5.44Penambangan batu bara

di Ombilin (Sumatra).

180

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia

mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia. Pengaruh

itu terjadi dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik.

Setiap daerah yang dikuasai kolonial mempunyai

potensi dan karakter sendiri-sendiri yang menyebabkan

perbedaan strategi yang diterapkan penguasa kolonial.

Pengaruh yang ditimbulkannya pun juga berbeda-beda.

3)Bidang Politik

Misi utama kehadiran Belanda di Sumatra adalah terpenuhinya
kepentingan ekonomi yang bersumber dari perkebunan dan
pertambangan. Ada tiga faktor penghadang laju intervensi Belanda
itu, yaitu kegigihan orang-orang Aceh, supremasi Inggris yang masih
kuat dengan pusat pemerintahan di Bengkulu, dan adanya gerakan
pembaruan Islam di Minangkabau. Ketiga faktor itulah yang
mempengaruhi dinamika politik di Pulau Sumatra.
Aceh saat itu diincar oleh Belanda karena letak strategisnya.
Apalagi saat itu Terusan Suez telah dibuka. Keinginan untuk
menaklukkan Aceh terhalang oleh adanya Traktat London tanggal
17 Maret 1824, yang ditandatanganinya bersama Inggris. Isi traktat
itu antara lain Belanda akan menarik diri dari semua jajahan di
Asia, Inggris akan menarik diri dari Nusantara dan menyerahkan
Bengkulu, serta kedaulatan Aceh tidak boleh diganggu oleh Belanda.
Dengan siasat liciknya, pasal tentang Aceh itu berhasil diubah
melalui Traktat Sumatra yang ditandatangani tanggal 2 November
1871. Dalam traktat itu, Inggris berjanji tidak akan campur tangan
dalam urusan Sumatra. Kamu tentu tahu dampak yang akan timbul.
Pada tanggal 26 Maret 1873 Belanda menyatakan perang kepada
Aceh.

Setelah terusir dari Banten tahun 1682, Inggris memperkuat
kedudukannya di Sumatra. Untuk menghadapi VOC, Inggris
mengadakan perjanjian dengan raja-raja setempat. Misalnya dengan
Sultan Muhammad Shah dari Indrapura (1660–1691), Raja Adil
dan Gulemat dari Bengkulu (1695), Pangeran Sungai Lemau dan
Sungai Itam (1685), Pangeran Silebar, Natadiraja (1645), penguasa
Seluna (1706), dan Krue (1713) untuk memonopoli lada. Selain
itu, Inggris masih memperoleh daerah Natal (1751) dan Tapanuli
(1755). Penetrasi Inggris di berbagai daerah itu mempersempit ruang
gerak VOC.

Ekspansi Belanda di pesisir barat Sumatra (Minangkabau)
berbenturan dengan gerakan kebangkitan Islam. Setelah terkena
pengaruh Islam abad XVI, Minangkabau mengenal sistem tiga raja,
yaitu Raja Alam (raja dunia), Raja Adat (raja hukum adat), dan Raja
Ibadat (raja agama Islam). Gerakan pembaruan Islam tersebut
bermula di Agam tahun 1780 dan dikenal sebagai gerakan Padri.
Gerakan ini menentang perjudian, sabung ayam, aspek-aspek
hukum adat yang didasarkan pada garis ibu, penggunaan candu,
minuman keras, tembakau, dan ketaatan yang lemah terhadap
ajaran Islam. Dakwah gerakan Padri yang dipimpin oleh tuanku
(gelar kehormatan Minangkabau untuk guru agama) berbenturan
dengan kaum adat di bawah para penghulu dan keluarga Kerajaan
Minangkabau. Perang antarnagari ini dimenangkan oleh gerakan
Padri, sampai tahun 1821 saat Belanda mulai intervensi dan
mendukung kaum adat-kerajaan. Oleh karena itu, pecahlah Perang
Padri.

Sumber:Indonesian Heritage 3

Gambar 5.45Profil penguasa Sumatra.

181

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

A.Pilihlah jawaban yang tepat!

1.Kolonialisme di Indonesia sesungguhnya telah
dimulai tahun 1511. Salah satu alasannya adalah
. . . .
a.sejak saat itu sudah banyak kerajaan yang
menjajah daerah lain
b.di berbagai daerah muncul koloni-koloni
c.bangsa Barat datang dan memonopoli
berbagai pulau
d.Malaka berhasil direbut Portugis
2.Salah satu alasan bangsa-bangsa Barat berlomba-
lomba datang di Kepulauan Indonesia adalah
. . . .
a.tersedianya sumber daya alam dan jaringan
perdagangan
b.mudahnya penguasa-penguasa lokal untuk
diadu domba
c.bangsa Barat sangat berutang budi pada
bangsa Indonesia
d.bangsa Barat ingin mengajari bangsa
Indonesia cara menanam tanaman ekspor
3.Penampilan VOC berubah dari sebuah kongsi
dagang menjadi sebuah badan yang seolah-olah
berdaulat dan bisa memerintah karena . . . .
a.hak dan wewenang yang dimiliki memang
memungkinkan untuk itu
b.pejabat kolonial banyak yang berasal dari
penguasa lokal
c.penguasa lokal memanfaatkan diri untuk
menjadi pejabat kolonial
d.hubungan antara para pejabat kolonial
dengan penguasa lokal terlanjur akrab
4.J.P. Coen dianggap berperan dalam meletakkan
dasar-dasar dari kolonialisme Belanda karena
. . . .
a.dialah yang pertama kali mendarat di Banten
tahun 1596
b.membangun pelabuhan Jakarta sebagai
pusat aktivitas VOC tahun 1619
c.dialah yang menemukan daerah-daerah
yang menjadi produsen rempah
d.berencana mendatangkan keluarga-keluarga
Belanda ke Indonesia

5.Mengapa pemerintah kolonial cenderung
menerapkan sistem pemerintahan tidak langsung?
a.Pemerintah kolonial merupakan pionir
dalam hal demokrasi.
b.Penguasa-penguasa lokal memiliki kecakap-
an yang tinggi dalam hal pemerintahan.
c.Pemerintah kolonial tidak ingin mencampuri
kerajaan, tetapi bisa mengeksploitasi
penduduk.
d.Antara pemerintah kolonial dan penguasa
lokal sudah ada kerja sama dalam pe-
merintahan.
6.Perhatian pemerintah kolonial pada mulanya
tertuju di Kepulauan Maluku, baru kemudian
berpindah ke Jawa dan Sumatra. Perubahan ini
antara lain disebabkan . . . .
a.rempah-rempah yang menjadi komoditas
perdagangan saat itu sudah habis
b.Maluku terlalu jauh letaknya dalam konstelasi
jalur perdagangan Asia
c.terjadi rebutan hegemoni perdagangan di
sekitar Kepulauan Maluku
d.Belanda beberapa kali mengalami kekalah-
an dalam peperangan di kawasan timur
Indonesia
7.Salah satu faktor yang menyebabkan kebangkrut-
an VOC adalah . . . .
a.utang dan korupsi yang dilakukan pejabat-
pejabat VOC
b.sumber-sumber komoditas yang ada di
Indonesia sudah habis
c.kebijakan yang diterapkan pejabat VOC di
Indonesia salah sasaran
d.perdagangan rempah diambil alih oleh
penguasa-penguasa lokal
8.Prinsip dasar yang menjadi tulang punggung
kebijakan Raffles di Indonesia adalah . . . .
a.bangsa Indonesia adalah bangsa kuli yang
wajib diperas tenaganya
b.seluruh tanah milik pemerintah dibagikan
kepada rakyat untuk ditanami tanaman
ekspor
c.beban pajak yang ditetapkan gubernur
jenderal sebelumnya ditiadakan

Dengan panduan paparan di depan, carilah

pengaruh dan peninggalan masa kolonial yang ada

di berbagai daerah di Indonesia. Informasinya bisa

kamu cari dari berbagai sumber pustaka.

Kegiatan ini bisa kamu kerjakan secara kelompok.

Setelah kamu bisa menemukan fakta-fakta sejarah

tentang pengaruh kolonialisme itu, coba analisislah.

Mengapa antara daerah yang satu dengan daerah

yang lain pengaruh itu berbeda-beda? Selanjutnya,

presentasikan di depan kelas.

182

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

d.semua tanah rakyat menjadi milik pe-
merintah
9.Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya
keuntungan yang diraih Belanda dalam kebijakan
cultuurstelsel adalah . . . .
a.dukungan rakyat untuk menanam tanaman
baru
b.adanya manipulasi dalam realisasi kebijakan
van den Bosch
c.kesadaran penduduk dalam membayar
pajak
d.harga hasil bumi dibayar pemerintah sesuai
harga pasar
10.Pada masa kolonial penyebaran agama kristiani
cenderung bisa cepat berkembang karena . . . .
a.banyaknya orang Indonesia yang dikirim ke
Vatikan oleh pemerintah Belanda
b.aktivitas missie dan zending didukung penuh
oleh pemerintah Belanda

1.Teori masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia

a.Teori Brahmana

b.Teori Kesatria

c.Teori Waisya

d.Teori Arus Balik

2.Pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia

a.Bahasa dan aksara Pallawa

b.Teknologi percandian

c.Agama dan kebudayaan Hindu Buddha

d.Seni arca dan relief

e.Kesusastraan (kakawin)

f.Penanggalan atau kalender

3.Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

a.Kutai

b.Tarumanegara

c.Mataram Kuno

d.Sriwijaya

e.Singasari

f.Majapahit

4.Bentuk peninggalan sejarah Hindu Buddha

a.Candi Hindu Buddha

b.Prasasti dengan huruf Pallawa dan Jawa

Kuno

c.Patung atau arca

d.Gua

5.Pembawa agama dan kebudayaan Islam ke

Indonesia

a.Bangsa Arab sendiri

b.Pedagang India dan Gujarat

c.Ulama dan pedagang Persia

6.Golongan penerima Islam

a.Pedagang pesisir

b.Bangsawan istana

c.Masyarakat

7.Cara dan saluran islamisasi

a.Aktivitas perdagangan

b.Perkawinan silang

c.Pendidikan

d.Dakwah

e.Akulturasi kebudayaan

8.Kerajaan Islam di Indonesia

a.Perlak

b.Samudera Pasai

c.Aceh Darussalam

d.Demak

e.Mataram Islam

f.Banten

g.Makassar

h.Ternate Tidore

9.Bentuk peninggalan sejarah Islam

a.Seni bangunan seperti masjid, makam,

benteng, dan keraton

b.Seni sastra seperti babad, hikayat, suluk,

dan syair

c.Seni rupa seperti kaligrafi dan ornamen

masjid atau makam

d.Seni pertunjukan seperti wayang dan tarian

e.Kalender atau penanggalan

10.Kebijakan Belanda di Indonesia

a.Membangun benteng pertahanan

b.Melakukan perjanjian dengan penguasa

lokal

c.Memonopoli perdagangan

d.Menjalankan siasat devide et impera

c.tidak adanya hambatan dari orang Indonesia
d.sebelum kedatangan Belanda, orang
Indonesia telah menjadi tokoh penyebar
agama kristiani di Asia Tenggara

B.Jawablah pertanyaan dengan tepat!

1.Bagaimana proses terbentuknya kekuasaan
kolonial di Indonesia?
2.Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang
Cultuurstelsel!
3.Mengapa pengaruh kolonialisme antara Jawa dan
luar Jawa berbeda-beda? Jelaskan pendapatmu!
4.Berilah satu contoh dan jelaskan munculnya
perlawanan terhadap penetrasi kolonial di suatu
daerah!
5.Jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan
masuknya pengaruh kristiani di Indonesia pada
masa kolonial!

183

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Perry, wisatawan asal Belanda, dan empat

rekannya terlihat terengah-engah mendaki anak

tangga demi anak tangga di pemakaman raja-raja

Mataram di Imogiri, Bantul. Lima turis itu memang

sengaja mengunjungi makam raja-raja penguasa

tanah Jawa itu untuk membuktikan dengan mata

kepala mereka sendiri kultur masyarakat Jawa dalam

menghargai raja mereka, dan di sisi lain bagaimana

pula para raja itu menyikapi diri sebagai penguasa

tertinggi.

Jika para turis itu tampak kelelahan, hal itu amat

wajar karena tangga yang mereka lewati kemiringan-

nya sekitar 45 derajat dan jauhnya mencapai sekitar

200 meter! Sah-sah saja jika masyarakat Jawa

menyebut anak tangga yang menuju makam Imogiri

adalah Trap Sewu, artinya tangga seribu. Bisa

dibayangkan jika kita mendaki bukit tanpa henti dalam

seribu langkah, hasilnya yang pasti adalah lelah.

Setiap orang pun akan lelah karena mendaki dari kaki

bukit. Tangga itu sendiri bukan berjumlah seribu,

hanya lantaran banyaknya maka dianggap seribu.

Dibangun sekitar tahun 1632 Masehi oleh Sultan

Agung, Raja Mataram Islam terbesar. Bangunan makam

lebih bercorak bangunan Hindu. Pintu gerbang makam

dibuat dari susunan bata merah tanpa semen yang

berbentuk candi Bentar. Mirip sebuah candi Hindu

yang dibelah menjadi dua bagian. Yang menarik yaitu

makam Imogiri (juga disebut Pajimatan Imogiri) terbagi

menjadi tiga bagian. Jika kita datang menghadap ke

makam itu, pada bagian tengah adalah makam Sultan

Agung dan Susuhunan Paku Buwono I. Di sebelah

kanan berderet bangunan makam para sultan Keraton

Yogyakarta, mulai dari Sultan Hamengku Buwono I,

II, III yang disebut Kasuwargan. Disusul di sebelah

kanan makam Sultan Hamengku Buwono IV, V, dan

VI yang dinamakan Besiaran. Paling akhir di sisi paling

kanan adalah makam Sultan Hamengku Buwono VII,

VIII, dan IX yang disebut

Saptorenggo.

Pada sisi kiri berturut-turut adalah makam para

sunan dari Keraton Surakarta, mulai dari Susuhunan

Paku Buwono III (abang Sultan HB I) hingga

Susuhunan Paku Buwono XI. Khusus makam Sultan

Hamengku Buwono II, jenazahnya dimakamkan di

makam Senopaten di Kotagede, Yogyakarta, di dekat

makam Raja Mataram I, Panembahan Senopati yang

ketika muda bernama Sutawijaya atau Panembahan

Loring Pasar. Memasuki makam raja-raja Mataram

jelas tidak sama dengan memasuki pemakaman

umum. Setiap makam raja memiliki bangunan khusus

dan berada di tataran yang khusus pula. Sebagai

contoh, untuk masuk ke makam Sultan Agung, selain

harus mengenakan pakaian adat Jawa (peranakan),

kita harus melepas alas kaki, juga harus melalui tiga

pintu gerbang.

Bahkan yang bisa langsung berziarah ke nisan

para raja itu pun terbatas pada keluarga dekat raja

atau masyarakat lain yang mendapat izin khusus dari

pihak Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Oleh karena

itu, peziarah awam yang tidak siap mengenakan

pakaian adat Jawa, terpaksa hanya bisa melihat pintu

gerbang pertama yang dibuat dari kayu jati berukir

dan bertuliskan huruf Jawa berusia ratusan tahun,

dengan grendel dan gembok pintu kuno. Hanya para

juru kunci pemakaman itu yang bisa membuka

gerbang tersebut. Jika masyarakat awam bisa melihat

”isi” di balik pintu gerbang pertama, itu pun ketika

keluarga raja datang, pintu gerbang dibuka lebar, dan

masyarakat bisa melongok sebentar sebelum

gerbang itu ditutup. Rasa penasaran itu pula yang

menyebabkan misteri makam Raja Mataram tetap

terpelihara.

Kisah terpisahnya makam raja-raja Yogyakarta

dan Surakarta itu berkaitan dengan pemberontakan

Pangeran Mangkubumi terhadap abangnya, Sunan

Pakubuwono III di Kartasura (Mataram). Sejarah

mencatat, Sunan Paku Buwono III kala itu berada

Wacana

Melancong Sambil Menginjak Nisan Pengkhianat di Imogiri

Interaksi bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa

lain telah terjadi sejak awal Masehi. Kita saling

mempengaruhi satu sama lain. Kebudayaan kita

semakin maju dan beragam. Namun, interaksi kita

dengan bangsa Barat juga berbuah penderitaan dan

kesengsaraan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk

mempertinggi kepekaan dan kesadaran sejarah agar

pengalaman ditindas bangsa lain tidak terjadi lagi

dalam sejarah kita.

184

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

dalam cengkeraman kekuasaan Belanda. Pangeran

Mangkubumi memberontak. Peperangan itu berakhir

dengan Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Mataram

dibagi dua. Di sisi barat adalah daerah Yogyakarta

dan di sisi timur wilayah Surakarta. Pangeran

Mangkubumi pun kemudian mengangkat dirinya

sebagai Sultan Yogyakarta dengan gelar Sultan

Hamengku Buwono I. Sejak itu pula prosesi pe-

makaman raja-raja keturunan Sultan Agung pun

dibagi di dua tempat, di sisi kiri dan kanan makam

Sultan Agung. Selain makam para raja itu, ternyata di

salah satu tangga menuju makam itu terdapat sebuah

nisan yang sengaja dijadikan tangga agar selalu

diinjak oleh para peziarah. Nisan itu berada sekitar

10 meter dari pintu gerbang utama. Itulah nisan makam

Tumenggung Endranata. Tumenggung itu dianggap

mengkhianati Mataram dalam kisah perang melawan

Belanda semasa pemerintahan Sultan Agung.

Sebagai raja terbesar di Mataram, Sultan Agung

kala itu berhasil menyatukan seluruh wilayah di Jawa

Tengah dan Jawa Timur. Setelah itu perhatiannya

mengarah kepada musuh-musuh berasal dari luar,

yaitu Belanda yang telah menguasai Jayakarta

(Batavia/Jakarta). Pada tahun 1628 dan 1929 bala

tentara Sultan Agung menyerang Jayakarta. Akan

tetapi, dua kali serangan itu gagal. Konon, salah satu

penyebab kegagalan itu adalah ulah Tumenggung

Endranata yang membocorkan siasat pertempuran.

Keberadaan lumbung-lumbung bahan pangan untuk

prajurit Mataram dibocorkan ke pihak musuh.

Akibatnya, lumbung-lumbung itu kemudian dibakar

tentara Belanda. Tumenggung itu kemudian ditangkap

dan dipenggal kepalanya. Untuk mengenang dan

sekaligus memperingatkan kepada rakyat Mataram

agar pengkhianatan itu tidak terjadi lagi, tubuh tanpa

kepala tumenggung itu dikubur di salah satu kaki

tangga ke Makam Imogiri agar semua orang bisa

menginjak ”tubuh” pengkhianat itu.

Di sisi lain, meskipun serangan Sultan Agung itu

gagal, Gubernur Jenderal Belanda di Jayakarta, J.P.

Coen, berhasil dibunuh. Nisan yang dijadikan batu

tangga itu pun kini bentuknya sudah berlekuk lantaran

terlalu banyak yang menginjak. Namun, ada juga

cerita versi lain. Badan tanpa kepala yang dikubur di

tangga Imogiri itu adalah tubuh J.P. Coen sendiri

sebagai simbol kebencian terhadap penjajahan. Mana

yang benar, belum diketahui pasti. Akan tetapi,

penuturan cerita itu begitu saja meluncur dari para

pemandu wisata.

Bagi yang percaya, terutama masyarakat Jawa,

rasanya tidak lengkap jika datang ke makam Imogiri

tidak disertai permohonan. Apakah ini yang disebut

sinkretisme atau istilah apa pun, yang jelas masih

banyak peziarah yang melakukan itu. Setiap malam

Jumat Kliwon, malam Selasa Kliwon banyak peziarah

yang datang ke sini. Mereka datang sejak siang atau

sore kemudian menghabiskan malam hari dengan

bertirakat di sini.

Menurut seorang pemandu wisata Sri Sumiyati,

para peziarah itu banyak yang berasal dari Cilacap,

Indramayu, dan Banyumas. ”Mereka percaya dengan

berdoa di makam Imogiri apapun yang mereka

inginkan terkabul. Para peziarah itu lebih berkiblat

kepada raja-raja Yogyakarta,” tuturnya. Para peziarah

itu, biasanya menghabiskan waktu pada malam-

malam sepi itu di beberapa bangunan mirip pendapa

yang ada di kawasan itu. Baik itu yang dibangun oleh

pihak Kesunanan Surakarta maupun Kesultanan

Yogyakarta. Percaya atau tidak, setiap bulan Sura

(Muharam), banyak peziarah yang datang ke makam

Imogiri. Meskipun di dalam ajaran Islam tidak dikenal

ritual membakar kemenyan, para peziarah banyak

yang membakar kemenyan wangi dan dupa wangi di

sana. Akulturasi budaya antara Hindu, Jawa, dan

Islam begitu kental di pemakaman raja-raja Mataram

ini. Akulturasi budaya itu justru menciptakan ke-

damaian. Tidak ada konflik di sana. Semua mengalir

dalam damai. Malam-malam penuh doa itu pun ber-

jalan lancar hingga pagi. Para peziarah pulang dengan

hati lapang dengan harapan: semoga permohonan

ini diterima oleh Yang di Atas.

Dikutip secara bebas dari: www.sinarharapan.co.id

Setelah membaca wacana di atas, kerjakan soal-soal berikut!

A.Pilihlah jawaban yang tepat!

1.Kerajaan Mataram yang berada di Yogyakarta
didirikan oleh . . . .
a.Sri Sultan Hamengku Buwono I
b.Panembahan Senopati
c.Susuhunan Paku Buwono I
d.Sultan Agung Hanyokrokusumo

2.Kompleks makam Imogiri penuh dengan
percampuran beragam bentuk budaya. Proses
tersebut biasa dikenal dengan . . . .

a.interaksi

c.inkulturisasi

b.akulturasi

d.sinkretisme

3.Makam Imogiri terbagi menjadi tiga kompleks.
Kompleks bagian tengah merupakan makam
. . . .
a.Sultan Agung dan Panembahan Senopati
b.Sultan Hamengku Buwono I dan Sultan
Agung
c.Sultan Agung dan Susuhunan Paku Buwono I
d.Sultan Hamengku Buwono II dan Susuhunan
Paku Buwono I

185

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

4.Makam Imogiri digunakan untuk makam raja-
raja dari . . . .
a.Sultan Demak
b.raja-raja Mataram
c.keluarga Sultan Yogyakarta
d.keluarga Kesunanan Surakarta

5.Pintu gerbang makam dibuat dari susunan bata
merah tanpa semen yang berbentuk candi bentar.
Model bangunan tersebut mendapat pengaruh
budaya . . . .
a.Jawa

c.Hindu

b.Islam

d.Buddha

6.Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang pernah
menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
dan merupakan pahlawan nasional dimakamkan
di kompleks Imogiri yang bernama . . . .
a.Pajimatan

c.Kasuwargan

b.Saptorenggo

d.Senopaten

7.Sutowijoyo yang merupakan pendiri Kerajaan
Mataram berasal dari Kerajaan . . . .
a.Demak

c.Cirebon

b.Pajang

d.Majapahit

8.Terpecahnya Kerajaan Mataram menjadi
Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta
merupakan dampak dari . . . .
a.Perjanjian Tuntang
b.Perjanjian Giyanti
c.Traktat Panjang
d.Traktat Pendek

9.Makam Imogiri adalah salah satu contoh
peninggalan sejarah kerajaan Islam di daerah
Yogyakarta. Berikut adalah peninggalan sejarah
Islam yang lain di Yogyakarta, kecuali . . . .
a.pasar Beringharjo
b.benteng Vredeburg
c.Keraton Yogyakarta
d.taman sari

10.Raja terbesar dari Kerajaan Mataram yang
mencoba menghadang laju ekspansi Belanda di
Batavia hingga dua kali adalah . . . .
a.Sultan Agung
b.Pangeran Diponegoro
c.Panembahan Senopati
d.Sri Sultan Hamengku Buwono

11.Karya sastra yang berjudul Sastra Gending adalah
karya dari raja Mataram yang bernama . . . .
a.Sultan Agung
b.Panembahan Senopati
c.Pangeran Diponegoro
d.Sri Sultan Hamengku Buwono

12.Makam Imogiri terletak di puncak sebuah bukit.
Hal ini menandakan adanya pengaruh Hindu,
yaitu bahwa . . . .
a.raja-raja memiliki kedudukan yang tinggi
b.agar rakyat mau menghormati rajanya
c.gunung dianggap tempat para dewa
d.agar jauh dari permukiman rakyat

13.Salah satu peninggalan kebudayaan Kerajaan
Mataram yang masih bertahan hingga kini dan
digelar setiap tahun berkaitan dengan kelahiran
Nabi Muhammad saw. adalah . . . .
a.Idul Fitri

c.sekatenan

b.Idul Adha

d.malam 1 Suro

14.Masuknya pengaruh Islam ke daerah pedalaman
di Jawa Tengah tidak terlepas dari tokoh utama
pengembangan Islam di Jawa yaitu . . . .
a.Sunan Giri

c.Sunan Kalijaga

b.Sunan Muria

d.Sunan Malik Ibrahim

15.Para peziarah yang datang ke kompleks makam
Imogiri banyak terlibat dalam rangkaian upacara
yang berbau sinkretisme. Maksud istilah ini
adalah . . . .
a.percampuran dua kebudayaan yang saling
mempengaruhi
b.paham yang merupakan perpaduan beberapa
aliran yang berbeda
c.kepercayaan kepada roh yang mendiami
semua benda
d.kepercayaan bahwa segala sesuatu memiliki
kekuatan

16.Banyaknya orang yang berziarah ke makam
Imogiri menunjukkan bahwa . . . .
a.mereka mulai menyadari adanya kekuatan
gaib
b.rakyat sudah kehilangan pedoman hidup
c.tingginya pamor raja yang dimakamkan
d.rakyat kehilangan pemimpin yang baik

17.Makam Imogiri menunjukkan bahwa masuknya
agama dan kebudayaan Islam berjalan secara
damai dengan menggunakan media Hindu.
Istilah yang biasa digunakan untuk menyebut
fenomena itu adalah . . . .
a.acculturation
b.devide et impera
c.penetration pacific
d.melting pot

18.Meskipun di dalam ajaran Islam tidak dikenal
ritual membakar kemenyan, tetapi para peziarah
banyak yang membakar kemenyan wangi dan
dupa wangi di sana. Aktivitas ini merupakan
contoh . . . .

186

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

a.akulturasi
b.interaksi
c.sosialisasi
d.enkulturisasi

19.Salah satu cara Sultan Agung untuk memperluas
wilayah kekuasaannya dengan melangsungkan
perkawinan antara putrinya dengan adipati di
pesisir. Cara ini diterapkan saat menaklukkan . . . .
a.Jakarta
b.Cirebon
c.Surabaya
d.Pekalongan

20.Makam Imogiri adalah salah satu peninggalan
Islam yang terkenal di Jawa. Yang wajib menjaga
kelestarian bangunan-bangunan peninggalan
sejarah seperti itu adalah . . . .
a.para abdi dalem keraton
b.para polisi pamong praja
c.Departemen Kebudayaan
d.seluruh anak bangsa tanpa terkecuali

B.Jawablah pertanyaan dengan tepat!

1.Jelaskan sejarah berdirinya Kerajaan Mataram
Islam!
2.Mengapa Kerajaan Mataram pecah menjadi dua
bagian?
3.Siapa yang membangun makam Imogiri? Jelaskan!
4.Sebut dan jelaskan pembagian kompleks makam
Imogiri!
5.Sebutkan peninggalan sejarah Islam di Jawa!
6.Mengapa Sultan Agung menyerang Batavia
hingga dua kali?
7.Jelaskan bahwa makam Imogiri merupakan
akulturasi antara budaya Hindu, Jawa, dan Islam!
8.Mengapa banyak orang berziarah ke makam
Imogiri?
9.Sebutkan para raja yang pernah memerintah
Kerajaan Mataram!
10.Ceritakan yang kamu ketahui tentang Sultan Agung!

187

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

•Pola kegiatan ekonomi penduduk, penggunaan lahan, dan pola permukiman berdasarkan

kondisi fisik permukaan bumi.

•Kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi

barang/jasa.

•Peran badan usaha, termasuk koperasi sebagai tempat berlangsungnya proses produksi

dalam kaitannya dengan pelaku ekonomi.

•Gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk mencapai kemandirian dan ke-

sejahteraan.

188

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Kegiatan ekonomi masyarakat, penggunaan

lahan, dan pola permukiman sangat dipengaruhi oleh

kondisi fisik permukaan bumi. Kondisi alam dan

lingkungan yang berbeda akan menciptakan pola

kegiatan ekonomi yang berbeda. Kegiatan ekonomi

yang dimaksud adalah produksi, konsumsi, dan

distribusi. Kegiatan ekonomi tersebut dapat dilakukan

oleh badan usaha maupun perorangan. Lihatlah budi

daya buah naga di tanah pasir.

Semula lahan itu hanya berupa hamparan pasir

yang ditumbuhi rumput liar yang memberi kesan

bahwa lahan tersebut tidak bisa dimanfaatkan untuk

kegiatan ekonomi, terutama pertanian. Ternyata,

dengan kreativitas manusia, bisa diubah menjadi

lahan tanaman buah naga yang produktif.

Buah naga sering dimanfaatkan untuk obat

maupun bahan kosmetik. Tanaman buah naga yang

ditanam di daerah pantai tersebut sudah sepuluh kali

panen, dengan hasil sekitar 180 kg. Setiap kilogram

laku Rp75 ribu. Buah tersebut banyak disukai warga

Amerika. Selain rasanya yang enak juga bisa men-

stabilkan gula darah, meningkatkan stamina tubuh

serta memulihkan kinerja saraf jantung.

Inilah contoh salah satu kegiatan ekonomi

masyarakat untuk memanfaatkan lingkungan alam

sekitarnya. Kegiatan tersebut jelas merupakan buah

dari gagasan yang kreatif, tidak menyerah pada

kondisi alam, dan berusaha semaksimal mungkin

mewujudkan cita-cita hidup. Betapa langka hal ini kita

temukan pada zaman sekarang.

•lahan

•kegiatan ekonomi

•badan usaha

•kreativitas

Sumber: www.photobucket.com

Gambar 6.1Buah naga dibudidayakan di lahan pasir.

189

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Umat manusia adalah salah satu pelaku yang bertanggung jawab
terhadap kelangsungan hidup ekosistem bumi yang ditempatinya. Dengan
segala aktivitasnya untuk mencukupi kebutuhan hidup, manusia telah
mempengaruhi lingkungan di sekitarnya. Perubahan cara manusia
memanfaatkan lingkungan hidup dan sumber-sumber kehidupan, seperti
pertanian, perkebunan besar, industri pertambangan, serta pemanfaatan
hutan yang berlebihan dan kemampuan dalam penemuan teknologi akan
membawa perubahan lingkungan. Selain membawa perubahan dalam
lingkungan, manusia sebagai suatu masyarakat juga terus mengalami
perkembangan, baik kebudayaan maupun pemerintahannya. Semua itu
pada akhirnya membawa dampak pada kehidupan manusia.

A.Pengaruh Kondisi Fisik Lahan terhadap

Kehidupan

Manusia melakukan usaha atau kegiatan untuk mencukupi kebutuhan
hidupnya, antara lain dengan memanfaatkan sumber daya alam. Berbagai
macam usaha dilakukan manusia. Meskipun mereka tinggal di wilayah yang
mempunyai keterbatasan, mereka mencari cara agar bisa bertahan hidup.
Kondisi alam yang beraneka ragam menimbulkan perlakuan yang berbeda.
Akhirnya, tercipta pola kehidupan penduduk yang berbeda di tiap bentang
alam.

1.Pola Kegiatan Ekonomi Penduduk

Kondisi alam yang berbeda telah mewujudkan pola kegiatan ekonomi
penduduk yang berbeda. Meskipun begitu, mereka bisa saling melengkapi
hingga dapat menciptakan peluang kegiatan ekonomi baru.

a.Pertanian

Sebagian besar wilayah di Indonesia cocok dikembangkan
untuk budi daya pertanian. Selain iklim yang mendukung, jenis
tanah yang subur menjadi faktor penunjang lainnya. Kegiatan-
kegiatan apakah yang tergolong kegiatan pertanian? Sebagai
ilustrasi, Pak Amir mengolah lahan untuk bercocok tanam setiap
hari. Kehidupan ekonominya bergantung pada hasil bercocok
tanam. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Pak Amir
mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian dengan
profesi sebagai seorang petani. Kegiatan di bidang pertanian
meliputi persawahan, perladangan, perkebunan, peternakan,
perikanan, dan kehutanan.
Bentuk penggunaan lahan yang terwujud dari kegiatan pertanian
dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pertanian lahan basah dan
lahan kering. Pertanian lahan basah meliputi sawah irigasi, sawah tadah
hujan, dan sawah pasang surut. Sementara itu, yang tergolong pertanian
lahan kering meliputi pekarangan, tegal, padang rumput, tambak, kolam,
dan perkebunan.

Mungkin dalam kehidupan sehari-hari kamu menemukan fakta
bahwa di suatu daerah bisa dikembangkan pertanian, tetapi di daerah
lain tidak. Kondisi ini disebabkan setiap daerah mempunyai karakteristik
fisik yang berbeda. Misalnya kesuburan tanah dan ketersediaan air.
Kedua faktor ini mempengaruhi berkembang tidaknya kegiatan
pertanian. Kondisi fisik yang mempengaruhi perkembangan kegiatan
pertanian dijelaskan berikut ini.

Sumber: www.wikipedia.org

Gambar 6.2Kegiatan pertanian

190

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

1)Kesuburan Tanah

Kesuburan tanah menjadi faktor yang menentukan
pertumbuhan tanaman. Kegiatan pertanian berkembang di daerah
yang memiliki tanah subur. Tanah yang subur di Indonesia biasa-
nya berada di daerah sekitar gunung berapi dan berdekatan dengan
sungai.

2)Iklim

Iklim mempengaruhi kegiatan pertanian. Beberapa unsur iklim
sangat menentukan perkembangan tanaman tertentu, seperti unsur
curah hujan dan suhu udara. Wilayah dengan curah hujan antara
1.000–2.500 mm/tahun sangat mendukung pertumbuhan tanaman
padi. Sementara itu, suhu udara berkisar 20°C cocok bagi
pertumbuhan tanaman padi.

3)Relief

Kondisi relief mempengaruhi pengolahan lahan pertanian. Pada
lahan miring diterapkan pengolahan dengan cara pembuatan teras-
teras (terasering). Pembuatan teras ini memudahkan pengolahan
lahan dan bisa mencegah erosi. Pada daerah datar, pengolahan
lahan lebih mudah dilakukan dibandingkan daerah berelief kasar
atau miring.

Adanya perbedaan karakteristik fisik di berbagai wilayah akan
mengakibatkan perbedaan jenis tanaman yang bisa tumbuh dan
berkembang. Ada lahan yang mendukung berkembangnya tanaman
padi, ada pula yang tidak. Dari sini kemudian muncul istilah
kesesuaian lahan terhadap suatu tanaman. Dari kenyataan ini pula
kita belajar bahwa dalam menentukan jenis tanaman yang akan
ditanam perlu dipertimbangkan daya dukung fisik lahan. Akhirnya,
semua ini mempengaruhi jenis penggunaan lahan yang terwujud.
Sawah tadah hujan misalnya, merupakan jenis pertanian yang
pengairannya tergantung pada air hujan sehingga waktu pengolahan
lahan hanya pada musim hujan. Sawah tadah hujan terdapat pada
wilayah dengan curah hujan relatif rendah, ketersediaan air kurang,
serta kesuburan tanah cukup. Sementara itu, penggunaan lahan
tegal pada umumnya terdapat di wilayah dataran rendah yang rata.
Lahannya bersifat kering dan ditanami palawija. Tidak ada sistem
irigasi pada lahan tegal. Tegal biasa disebut dengan ladang atau
huma.

b.Industri

Pemanfaatan sumber daya alam dapat dilakukan dengan
mengolah barang mentah yang diperoleh dari alam menjadi bahan
setengah jadi atau barang jadi. Pengolahan barang mentah
membutuhkan mesin, peralatan, dan tenaga manusia. Contohnya
pada kegiatan industri tekstil.
Kegiatan pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi atau
setengah jadi disebut sebagai kegiatan industri. Misalnya pada
industri kayu lapis, tahap kegiatan industri kayu lapis diawali dengan
penyediaan bahan baku/mentah berupa kayu. Bahan baku ini
diperoleh dari penebangan pohon-pohon di hutan. Selanjutnya,
kayu gelondongan hasil penebangan dibawa ke pabrik untuk diolah
menjadi kayu lapis. Kegiatan industri tidak hanya memanfaatkan
sumber daya hutan.

Foto: Doly Eni Khalifah

Gambar 6.3Kegiatan industri

191

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua daerah mempunyai
karakteristik lahan yang sesuai dikembangkan menjadi daerah industri.
Ada beberapa faktor yang mendukung suatu daerah layak
dikembangkan menjadi daerah industri. Secara umum kegiatan industri
dipengaruhi oleh faktor fisik dan nonfisik. Faktor-faktor fisik tersebut
antara lain sebagai berikut.

1)Relief

Relief sangat mempengaruhi keberadaan industri. Pada
umumnya suatu industri lebih memilih pada relief datar. Di dataran,
pembangunan pabrik sebagai tempat kegiatan industri lebih mudah
dan murah, hemat biaya konstruksi bangunan yang berarti juga
menghemat biaya produksi.

2)Bahan Mentah

Bahan mentah merupakan masukan paling penting dalam
industri. Tanpa bahan mentah atau bahan baku, tidak mungkin
suatu proses industri bisa terjadi. Lokasi yang mempunyai kekayaan
sumber bahan mentah menjadi prioritas dalam pembangunan
industri karena memperkecil biaya transportasi. Selain itu, jarak
yang dekat dengan sumber bahan mentah mengurangi risiko
kehilangan sumber bahan mentah dalam perjalanan menuju lokasi
industri.

3)Tenaga/Energi

Industri membutuhkan energi yang digunakan dalam proses
produksi. Ketersediaan sumber energi seperti bahan bakar dan listrik
harus dipertimbangkan dalam pembangunan industri. Selain itu, jarak
lokasi industri dengan sumber energi juga harus dipertimbangkan.
Selain faktor fisik, ada juga faktor ekonomi yang dipertimbang-
kan, yaitu sarana transportasi, pasar, tenaga kerja, modal, dan
kebijakan pemerintah. Jika petani memerlukan lahan sawah untuk
bercocok tanam, bagaimana dengan pelaku industri? Pelaku industri
memerlukan lahan untuk pabrik atau tempat lain dalam melakukan
aktivitas industri. Contohnya industri kayu lapis memerlukan lahan
untuk mengolah kayu menjadi kayu lapis. Lahan tempat mengolah
kayu ini disebut pabrik kayu lapis.
Berbagai jenis pabrik didirikan dengan banyak pertimbangan.
Sebuah pabrik tidak mau rugi oleh biaya produksi yang berlebih
dalam mendapatkan sumber bahan mentah dan sumber energi,
serta kerusakan karena bencana alam. Untuk menghindari kerugian
ini, pabrik pada umumnya dibangun di wilayah yang dekat dengan
bahan mentah dan sumber energi, serta aman dari bencana.

c.Jasa dan Perdagangan

Kegiatan di bidang jasa dan perdagangan juga berkaitan dengan
usaha pemanfaatan sumber daya alam. Contohnya petani padi menjual
hasil panennya kepada pabrik bihun. Sebelum dibeli pabrik bihun,
petani mengolah padi di sawah menjadi gabah lebih dahulu.
Selanjutnya, petani menggilingkan gabahnya ke tempat penggilingan
gabah agar menjadi beras. Melalui pedagang beras, petani menjual beras
kepada pabrik bihun. Jadi, usaha jasa penggilingan gabah dan
perdagangan beras muncul karena petani ingin menjual beras dan pabrik
bihun membutuhkan bahan baku beras.

192

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Kegiatan di bidang jasa dan perdagangan tidak hanya terkait dengan
bidang pertanian. Bidang perikanan, perkebunan, peternakan, perladangan,
kehutanan, bahkan pertambangan juga mendukung kegiatan jasa dan
perdagangan. Nelayan menjual hasil tangkapannya di tempat pelelangan
ikan (TPI). Peternak ikan menjual hasil panen ikannya. Kita pun sering
melakukan kegiatan jual beli.
Apakah kegiatan yang termasuk dalam bidang jasa? Berbagai kegiatan
pengembangan ekonomi di Indonesia sangat berhubungan erat dengan
bidang jasa. Jasa atau layanan merupakan kegiatan yang dapat dijual kepada
orang lain (konsumen) yang menggunakan atau menikmatinya. Contohnya
jasa perhubungan dan pengangkutan, pos, telekomunikasi, koperasi, bank,
kesehatan, dan asuransi.
Seperti halnya bidang pertanian dan industri, karakteristik lahan
mendorong munculnya kegiatan di bidang perdagangan dan jasa. Contohnya
ketika membeli jeruk di kios buah yang jauh dari rumahmu, mungkin kamu
beralasan karena tidak ada kios buah di sekitar tempat tinggalmu. Adanya
permintaan jeruk yang tidak dapat dipenuhi di suatu daerah dapat
memunculkan kegiatan perdagangan jeruk. Jeruk harus dipasok dari daerah
penghasil jeruk. Jadi, di suatu daerah yang tidak mampu memenuhi
permintaan suatu kebutuhan, dapat mendatangkan dari daerah lain.
Kegiatan di bidang perdagangan dan jasa berkembang di daerah yang tidak
mampu menyediakan dan menghasilkan sendiri barang yang dibutuhkan.
Dari paparan di atas dapat diketahui bahwa kondisi fisik lahan di suatu
daerah berpengaruh terhadap kegiatan penduduknya.
Jasa dan perdagangan merupakan kegiatan manusia dalam melaksana-
kan jual beli barang dan pelayanan. Pelaku kegiatan di bidang jasa dan
perdagangan juga memerlukan lahan yang digunakan untuk melakukan
aktivitasnya. Contohnya seorang pedagang menggunakan pasar sebagai

Sumber: www.static.flickr.com

Gambar 6.5Dokter memberikan jasa

untuk pasien.

Gambar 6.4Kegiatan pertanian memunculkan kegiatan jasa dan perdagangan.

Sumber:www.kabblitar.go.id

Gabah

Foto: Doly Eni Khalifah

Penggilingan padi

Foto: Doly Eni Khalifah

Menjual di pasar

Sumber:Tempo

Pabrik bihun

193

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Sumber: www.wildsingapura.org

Sumber: Earth Our Home

Gambar 6.7Penggunaan lahan kota dan desa.

Foto: Doly Eni Khalifah

Gambar 6.6Penggunaan lahan untuk tegalan.

lahan atau tempat melakukan kegiatan perdagangan. Apakah per-
timbangan yang digunakan untuk membangun pasar? Sebagai tempat
berdagang, pasar dibangun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan
konsumen. Faktor keterjangkauan dengan konsumen sangat diper-
timbangkan dalam pembangunan pasar. Demikian juga dengan kegiatan
di bidang jasa, seperti dokter di rumah sakit menjual jasa kepada pasien.

2.Pola Penggunaan Lahan Desa dan Kota

Berbagai jenis pemanfaatan lahan akan mewujudkan suatu bentuk
penggunaan lahan. Bentuk penggunaan lahan pun bisa berbeda di tiap
daerah. Coba amatilah wilayah tinggalmu! Apakah termasuk desa atau di
kota? Bagaimana kamu dapat mengetahuinya? Salah satunya melalui
penggunaan lahan. Apa sebenarnya penggunaan lahan itu? Kamu dapat
mengenali suatu penggunaan lahan dengan jenis-jenis penutup lahan.
Contohnya Rita ingin mengetahui bentuk penggunaan lahan
di lingkungan tempat tinggalnya. Dari pengamatan, Rita dapat
mengenali bahwa jenis penutup lahan di lingkungan tempat
tinggalnya berupa tanaman ketela dan jagung. Kondisi lahan
pertaniannya berupa tanah kering dan tidak ada saluran irigasi.
Berdasarkan ciri-ciri ini, Rita dapat menyimpulkan bahwa
penggunaan lahan di lingkungan tempat tinggalnya adalah tegal
atau ladang. Dengan cara seperti inilah, kamu juga bisa mengenali
penggunaan lahan di desa maupun di kota. Wilayah desa
didominasi oleh penutup lahan yang masih alami. Sementara itu,
wilayah kota didominasi oleh penutup lahan berupa lahan
terbangun.

Secara umum bentuk penggunaan lahan suatu daerah dipengaruhi faktor
fisik, nonfisik, dan manusia. Sawah irigasi misalnya, terdapat di daerah yang
memiliki tanah subur, sistem irigasi baik, relief datar, serta iklim yang
mendukung. Faktor fisik lahan sangat mempengaruhi terbentuknya
penggunaan lahan tersebut. Faktor manusia pun berperan dalam
terwujudnya penggunaan lahan itu. Demikian pula dengan keberadaan desa
dan kota, yang juga tidak lepas dari peran kedua faktor ini.
Selain faktor fisik, jenis penggunaan lahan suatu daerah dipengaruhi
oleh faktor nonfisik. Contohnya daerah A terdapat banyak bangunan rumah
sewa dan rumah makan. Penggunaan lahan sebagai rumah sewa dan rumah
makan di daerah A berkaitan dengan banyaknya pabrik di dekatnya. Para
tenaga kerja pabrik sangat membutuhkan penginapan dan makan. Hal inilah
yang mendorong munculnya penggunaan lahan rumah sewa dan rumah
makan di sekitar pabrik. Tentu usaha rumah sewa dan rumah makan sangat
menguntungkan secara ekonomi. Jadi, faktor ekonomi pun akan
mempengaruhi terwujudnya penggunaan lahan di suatu daerah.

194

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Dari penjelasan dan contoh di depan, kamu bisa memahami bahwa
penggunaan lahan di desa dan kota berbeda. Faktor fisik dan nonfisik
berperan pada timbulnya penggunaan lahan yang berbeda di kedua daerah
tersebut. Coba perhatikan dua gambar di depan. Kedua gambar tersebut
mewakili penggunaan lahan di desa dan kota. Kamu bisa menyebutkan
jenis-jenis penggunaan lahan di kota dan desa serta menemukan faktor
yang mempengaruhinya.

3.Pola Permukiman Penduduk

Apakah sebutan lahan yang digunakan untuk tempat tinggal sekelompok
orang? Ya, permukiman. Permukiman terdiri atas banyak rumah, yaitu
bangunan yang digunakan untuk bermukim penduduk dalam kurun waktu
yang lama. Dusun atau kampung adalah bentuk permukiman di desa.
Rumah-rumah penduduk yang berdekatan membentuk pola
permukiman tertentu. Pola ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pola
memanjang (linear), mengelompok (nucleated), dan berpencar (dispersed).

a.Pola Permukiman Memanjang

Pola permukiman memanjang berada di tepi jalan, sungai, dan
pantai. Pola ini mengikuti bentuk kenampakan jalan, sungai, dan pantai
yang memanjang. Jalan, sungai, dan pantai penting untuk mendukung
kehidupan penduduk, yaitu sebagai prasarana transportasi yang
menghubungkan dengan daerah lain. Banyak penduduk memilih
bertempat tinggal di dekat jalan, sungai, dan pantai. Pola permukiman
memanjang mengikuti beberapa kenampakan objek geografis.

1)Pola Permukiman Memanjang di Tepi Jalan

Jalan penting sebagai prasarana perhubungan antardaerah.
Wilayah juga mudah berkembang dan maju apabila terdapat
jaringan jalan yang memadai. Apabila jalan baru dibuka di suatu
daerah maka dengan segera penduduk membangun permukiman
baru di sepanjang tepi jalan.

2)Pola Permukiman Memanjang di Tepi Sungai

Di beberapa daerah di Kalimantan dan Sumatra, pola
permukiman memanjang di tepi sungai mudah dijumpai. Mengapa
demikian? Di daerah tersebut sungai berfungsi sebagai jalur penting
yang menghubungkan daerah hulu dan hilir. Lalu lintas barang dan
penumpang masih memanfaatkan sungai. Selain itu, sumber air
penduduk diambil dari sungai.

: Jalan

: Rumah

Sumber:Profil Propinsi Republik Indonesia (Kalimantan Timur)

Gambar 6.8Pola permukiman memanjang di tepi jalan.

Sumber:Dokumen Penulis

195

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

3)Pola Permukiman Memanjang di Tepi Pantai

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki garis pantai yang
panjang. Sering penduduk membangun rumahnya di sepanjang
pantai, terutama pada pantai yang landai dan dekat muara sungai.
Mengapa penduduk bermukim di tepi pantai? Penduduk yang
hidupnya mengandalkan sumber daya laut seperti nelayan akan
bermukim di tepi pantai.

Selain itu, penduduk yang bermukim di pantai lebih mudah
berhubungan dengan penduduk di daerah atau pulau lain. Rumah-
rumah yang dibangun di tepi pantai berkembang memanjang di
sepanjang pantai sehingga membentuk pola permukiman
memanjang.

b.Pola Permukiman Mengelompok

Pola permukiman mengelompok dapat terbentuk di daerah yang
penduduknya memanfaatkan sumber daya yang dimiliki bersama-sama,
misalnya sumber air. Pola ini juga dapat terbentuk di daerah berelief
kurang rata atau di lokasi dekat persimpangan jalur transportasi
(pertigaan atau perempatan jalan dan muara sungai). Di daerah yang
relatif rata, seperti dataran rendah, pembangunan rumah-rumah lebih
mudah, akibatnya wilayah cepat berkembang kemudian terbentuk
permukiman mengelompok.

Sumber:Manusia dan Lingkungan

Gambar 6.9Pola permukiman memanjang mengikuti sungai.

Sungai

: Sungai

: Rumah

Sumber:Dokumen Penulis

Sumber:Understanding Geography

Gambar 6.10Pola permukiman tepi pantai.

Daratan

: Rumah

P

a

n

t
a
i

o

Sumber:Dokumen Penulis

196

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Di dekat persimpangan jalan dan muara sungai, rumah-rumah
mengelompok di lokasi tertentu. Lokasi ini dipilih karena penduduk
mudah mendapatkan kebutuhan dasar dari lingkungan sekitar.

c.Pola Permukiman Berpencar

Pola permukiman berpencar terbentuk karena pengaruh kondisi
daerahnya. Di pola ini jarak antarrumah berjauhan. Misalnya, rumah-
rumah dipisahkan oleh lahan pertanian atau hutan yang luas. Pola ini
juga terdapat di daerah berbukit yang tidak memungkinkan rumah-
rumah dibangun secara berkelompok. Tidak mudah membangun rumah
di perbukitan dengan lereng bervariasi. Rumah hanya terdapat di lokasi-
lokasi tertentu dengan memilih relief yang relatif datar. Akibatnya
perkembangan lambat.
Di daerah yang kurang subur dengan hasil pertanian sedikit dan
tidak mencukupi pangan, pola permukiman penduduk yang terbentuk,
yaitu pola berpencar. Pola ini juga terbentuk di daerah yang jaringan
jalannya kurang.

4.Persebaran Permukiman di Berbagai Bentang Alam

Pada setiap bentang alam terdapat berbagai penggunaan lahan.
Contohnya di dataran rendah banyak digunakan untuk persawahan dan
permukiman. Menurutmu, apakah penggunaan lahan yang dominan pada
setiap bentang alam?

: Jalan

: Rumah

Sumber:Earth Our Home Book 1

Gambar 6.11Permukiman berkelompok

Sumber:Dokumen Penulis

: Jalan Setapak

: Rumah

Sumber:Earth Our Home Book 1

Gambar 6.12Pola permukiman berpencar.

Sumber:Dokumen Penulis

197

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Gambar di atas menunjukkan permukiman di dataran dan pegunungan.
Karakteristik fisik dataran berbeda dengan perbukitan atau pegunungan.
Pembeda utama dari kedua bentang alam tersebut adalah ketinggian tempat,
kemiringan lereng, dan relief. Pada dataran kemiringan lereng datar hingga
landai. Pada umumnya daerah ini lebih aman dari bencana longsor
dibandingkan dengan wilayah perbukitan maupun pegunungan. Selain itu,
di dataran tingkat aksesibilitas (keterjangkauan) relatif lebih mudah daripada
perbukitan maupun pegunungan. Kondisi ini sering menjadi alasan orang
memilih tempat tinggal di daerah dataran. Akibatnya, wilayah dataran lebih
padat penduduknya dibanding daerah perbukitan atau pegunungan.
Jadi, berdasarkan paparan di depan kamu mengerti bahwa faktor fisik
daerah akan mempengaruhi permukiman penduduk dan penggunaan
lahannya. Untuk menyesuaikan dengan lingkungan, manusia perlu
memperhatikan karakteristik lingkungan tempat ia berada. Beberapa
karakteristik daerah yang patut dipertimbangkan sebagai berikut.

a.Relief

Permukiman penduduk umumnya berkembang di daerah dengan
relief halus atau datar. Pada relief datar tingkat aksesibilitas
(keterjangkauan) lebih mudah daripada daerah dengan relief kasar,
seperti perbukitan dan pegunungan.

b.Ketersediaan Air

Kehidupan manusia tidak bisa lepas dari sumber daya air. Oleh
karena itu, ketersediaan air sangat mempengaruhi perkembangan
permukiman dan penggunaan lahan.

c.Iklim

Iklim mempengaruhi perkembangan permukiman penduduk. Pada
wilayah yang beriklim ekstrem, seperti daerah kutub yang sangat dingin,
permukiman penduduk tidak sepadat daerah beriklim tropis yang
hangat.

d.Aman dari Bencana Alam

Penduduk akan memilih bermukim pada daerah yang aman dari
bencana alam seperti gempa bumi, tanah longsor, letusan gunung api,
dan banjir.

e.Jenis Tanah

Pada daerah yang subur banyak permukiman bermunculan. Tanah
subur dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Penduduk akan bermukim
di daerah yang berdekatan dengan lahan bercocok tanam.

Sumber:www.suaramerdeka.com

Gambar 6.13Perbandingan permukiman di daerah dataran dan pegunungan.

Sumber:Earth Our Home

198

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Memahami Keterkaitan Bentang Alam dengan Permukiman

a.Tujuan:

Memahami bentuk keterkaitan antara bentang

alam dengan permukiman.

b.Alat dan Bahan:

1)Lingkungan sekitar.

2)Alat tulis.

3)Peta rupa bumi atau peta wilayah.

c.Langkah Kerja:

1)Gunakanlah peta rupa bumi (topografi) dan

peta penggunaan lahan kabupaten atau kota

tempat tinggalmu.

2)Bersama kelompokmu, bedakan berbagai

bentang alam yang ada pada peta. Cara

membedakannya dapat dilakukan dengan

bantuan garis kontur atau warna pada peta.

Contohnya daerah pegunungan memiliki

jarak antargaris kontur lebih rapat atau warna

kecokelatan.

3)Cermati persebaran permukiman pada peta

penggunaan lahan.

a)Di bentang alam yang mana banyak

terdapat permukiman?

b)Di bentang alam yang mana sedikit/

jarang terdapat permukiman?

c)Mengapa demikian? Diskusikan

dengan kelompokmu!

4)Amati bentang alam di daerah tempat

tinggalmu bersama kelompokmu. Jelaskan

kondisi daerah yang meliputi relief, potensi

fisik dan nonfisik, pola/persebaran per-

mukiman, serta alasan penduduk bermukim

di tempat itu. Tanyakan kepada penduduk

untuk mengetahui alasannya. Buatlah

tabel 1 untuk menjelaskan kondisi daerah

tempat tinggalmu.

f.Sarana dan Prasarana

Di daerah yang memiliki sarana dan prasarana lengkap,
permukiman mudah berkembang. Jaringan jalan, listrik, telepon,
sekolah, dan rumah sakit adalah contoh sarana dan prasarana yang
mempengaruhi perkembangan permukiman.

g.Potensi Ekonomi

Potensi ekonomi seperti jarak terhadap daerah sumber tambang
menjadi faktor penting bagi penduduk untuk membangun permukiman.

Perkembangan permukiman, pertanian, dan perkebunan, serta
penggunaan lahan lainnya di suatu daerah dipengaruhi faktor fisik dan
nonfisik. Coba amati lingkungan di daerah tempat tinggalmu. Kamu pasti
mendapatkan berbagai bentuk penggunaan lahan. Dari berbagai bentuk
penggunaan lahan ini kamu bisa mengidentifikasi berbagai jenis mata
pencaharian penduduk.
Keterbatasan lahan pada bentang alam tertentu membuat manusia ingin
mengatasinya. Manusia sebagai makhluk hidup yang kreatif berusaha
mengubah keterbatasan lahan agar lahan dapat dimanfaatkan. Sering
manusia memanfaatkan atau mengeksploitasi lahan secara berlebihan
sehingga timbul kerusakan lingkungan. Manusia harus mengingat bahwa
bumi ini bukan warisan nenek moyang, melainkan titipan untuk anak cucu.
Slogan ini menjadi peringatan kita agar tetap menjaga bumi dari kerusakan.
Bagaimana cara menjaganya? Kita harus memanfaatkan potensi dan sumber
dayanya secara bijaksana. Kita pun juga berusaha mencegah dan
memperbaiki kerusakan alam.
Karakteristik fisik dan nonfisik berbeda-beda untuk setiap bentang alam.
Terkadang manusia akan menemukan keterbatasan lahan. Namun, kita tidak
perlu menyerah. Manusia sebagai makhluk hidup yang kreatif harus berusaha
mengubah keterbatasan lahan sehingga dapat dimanfaatkan.

199

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

5)Dengan menggunakan peta rupa bumi

(topografi) dan peta penggunaan lahan

seperti di depan, bersama kelompokmu

amati bentuk-bentuk penggunaan lainnya

pada berbagai bentang alam yang ada.

6)Buatlah tabel 2 seperti contoh di bawah ini

untuk mengetahui penggunaan lahan dan

bentang alam yang terdapat di daerahmu.

Cara Penggunaan Tabel 2

a)Isilah kolom bentuk penggunaan lahan

sesuai dengan bentuk penggunaan

lahan yang terdapat di daerahmu.

b)Jika ada bentang alam lain, isikanlah

pada kolom bentang alam.

c)Isikan keterangan kuantitas pengguna-

an lahan pada setiap bentang alam

dengan tanda sebagai berikut.

Tanda

Keterangan

– –

=tidak ada

=ada, tetapi sedikit

✔ ✔

=ada, tetapi sedang

✔ ✔ ✔=ada banyak (dominan)

7)Berdasarkan tabel 2 yang kamu buat, pada

bentang alam manakah dijumpai jenis

penggunaan lahan tertentu? Mengapa

demikian? Diskusikan bersama kelompok-

mu.

Tabel 1

Parameter

Kondisi Daerah

1.Relief

. . . .

2.Potensi fisik:

a.kesuburan tanah,

. . . .

b.sumber air, dan

. . . .

c.jaringan jalan.

. . . .

3.Potensi nonfisik:

kegiatan ekonomi.

. . . .

4.Persebaran permukiman

. . . .

5.Alasan penduduk bermukim di daerah ini.

. . . .

Tabel 2

Bentang Alam

Bentuk Penggunaan Lahan

Dataran

Pegunungan

Lainnya

Permukiman

Sawah

Ladang

Kebun

Hutan

. . . .

. . . .

. . . .

. . . .

. . . .

200

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

: Jalan Setapak

: Rumah

A.Pilihlah jawaban yang tepat!

1.Di bawah ini yang bukan termasuk kegiatan di
bidang pertanian adalah . . . .
a.pembukaan hutan menjadi ladang
b.pemupukan tanaman jagung
c.membawa hasil panen ke pasar
d.pembibitan padi

2.

Penggunaan lahan yang cocok di daerah X adalah
. . . .
a.permukiman

c.sawah

b.hutan lindung

d.perikanan

3.

Tempat-tempat yang menyediakan layanan di
bidang jasa adalah . . . .
a.1), 2), dan 3)

c.1), 5), dan 6)

b.2), 3), dan 4)

d.1), 3), dan 4)

4.

Bentuk-bentuk pelayanan jasa yang disediakan
oleh bank adalah . . . .
a.1) dan 2)

c.3) dan 5)

b.2) dan 3)

d.2) dan 6)

5.Tujuan mengelompoknya berbagai industri
dalam sebuah kawasan industri adalah . . . .
a.memperbesar persaingan usaha
b.efisiensi dalam pemanfaatan lahan dan
fasilitas secara bersama-sama
c.membentuk suatu asosiasi pemasaran secara
bersama-sama
d.menghindari bea pajak yang tinggi

6.Alasan yang mendasari penggunaan lahan pantai
untuk tambak adalah . . . .
a.daerah pantai yang terkena pengaruh pasang
surut cukup luas
b.pantai memiliki topografi bergelombang

Daerah X mempunyai kondisi fisik sebagai

berikut.

1)Curah hujan harian sedang.

2)Kemiringan lereng agak terjal.

3)Peka terhadap erosi.

1)Bank

4)Kantor pos

2)Pasar

5)Kantor asuransi

3)Pabrik

6)Kantor pegadaian

Pelayanan jasa:

1)Pengiriman barang

4)Komunikasi

2)Pengiriman uang

5)Iklan

3)Pemberitaan

6)Pertukaran uang asing

c.banyak ikan di laut yang dapat di-
budidayakan
d.gelombang laut besar sehingga dapat
membawa air laut untuk mengisi tambak

7.

Pola permukiman daerah pegunungan kapur
berpencar pada lembah-lembah. Pola ini
terbentuk karena . . . .
a.sumber daya air cukup melimpah pada
daerah lembah
b.tanah pada lembah pada umumnya subur
c.daerah lembah bebas dari bencana alam
d.daerah lembah cepat berkembang

8.Bentuk penggunaan lahan yang tidak sesuai
dengan kemampuan lahan sebagai berikut,
kecuali . . . .
a.permukiman pada daerah bebas banjir
b.pemanfaatan lahan miring untuk kegiatan
pertanian tanpa terasering
c.sawah pada daerah yang subur
d.ladang pada lahan yang tidak ada sistem
irigasi

9.Pembangunan pelabuhan harus mem-
pertimbangkan . . . .
a.kondisi pantai yang landai dengan tingkat
sedimentasi rendah
b.pemandangan pantai yang indah
c.pantai yang sangat kaya sumber daya
perikanan
d.arus dan gelombang yang besar

10.Faktor nonfisik yang sangat mempengaruhi
munculnya kampung nelayan di pinggir pantai
adalah . . . .
a.daerah pantai aman digunakan untuk
permukiman
b.jarak yang dekat dengan sumber mata
pencaharian
c.lebih menyenangkan tinggal bersama rekan
yang mempunyai mata pencaharian sama
d.daerah pantai dapat menjadi tempat wisata

201

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

B.Jawablah pertanyaan dengan tepat!

1.Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor fisik yang
mempengaruhi pola permukiman!

2.Jelaskan keterkaitan antara penutup lahan dan
penggunaan lahan!

3.Kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar
terletak pada bentang alam dataran dan di dekat
pesisir. Mengapa kota-kota tersebut berkembang
di dataran dekat pantai?

4.Bagaimana keterkaitan antara bentang alam
dengan mata pencaharian penduduk? Jelaskan
dan berilah contoh!

5.Mengapa daerah pegunungan kapur mempunyai
pola permukiman berpencar? Jelaskan dengan
gambar!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->