P. 1
IPS KELAS 7

IPS KELAS 7

4.69

|Views: 190,438|Likes:
Published by kangiyan

More info:

Published by: kangiyan on Jan 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2015

Sections

Sosialisasi merupakan proses pembelajaran seorang individu terhadap
nilai dan norma yang ada di masyarakat dengan tujuan agar menjadi bagian
dari masyarakat. Melalui sosialisasi, seorang individu menerima kebiasaan,
nilai, norma, peran, perilaku, dan semua aturan yang berlaku di masyarakat.

1.Pengertian Sosialisasi

Pada hakikatnya proses sosialisasi merupakan hasil dari interaksi
antarmanusia. Selama manusia masih berinteraksi, proses sosialisasi pun
masih berlangsung.

48

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Proses sosialisasi dilakukan setiap orang sejak lahir di muka bumi sampai
meninggal. Bahkan, seorang bayi yang baru lahir melakukan sosialisasi.
Contohnya belajar membuka mata untuk melihat dunia, belajar memegang
sesuatu, dan belajar merasakan sesuatu. Bersamaan dengan berjalannya
waktu, pembelajaran bayi mengenai dunia semakin kompleks. Misalnya
belajar berjalan, berbicara, makan, dan mengenal lingkungan sekitar.
Berdasarkan tahapannya, proses sosialisasi seseorang dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu sosialisasi primer dan sekunder.

a.Sosialisasi Primer

Sosialisasi primer terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun.
Pada usia ini seorang anak mengenal lingkungan terdekatnya, yaitu
keluarga. Anak mulai mengenal ayah, ibu, kakak, paman, bibi, nenek,
dan kakek. Melalui sosialisasi primer anak belajar tolong-menolong,
toleransi, rela berkorban, taat beribadah, jujur, dan menyayangi anggota
keluarga.

Proses sosialisasi primer mempunyai pengaruh yang besar dalam
pembentukan kepribadian seorang anak. Hal ini karena anak akan
menerapkan hasil belajarnya dalam keluarga ke dalam pergaulan di
masyarakat. Proses sosialisasi primer merupakan dasar seseorang
melakukan sosialisasi sekunder.

b.Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder terjadi setelah sosialisasi primer berlangsung.
Pada sosialisasi sekunder seseorang belajar memahami lingkungan di
luar keluarganya. Pada proses sosialisasi itu masyarakat atau orang lain
mempunyai peranan penting. Sosialisasi sekunder diterima melalui
pendidikan di sekolah dan pengalaman hidup. Ketika seseorang belajar
menghormati guru, menyayangi sahabat, menghargai tetangga, pada
saat itulah sosialisasi sekunder sedang berlangsung.

Hal ini menunjukkan setiap individu melakukan proses sosialisasi tanpa
terkecuali. Setiap individu melakukan sosialisasi karena individu tersebut
berupaya menjadi bagian dari suatu masyarakat. Melalui sosialisasi, individu
mengenal dan memahami kebiasaan, perilaku, adat istiadat, dan peraturan
lain yang berlaku di masyarakat. Secara umum, terdapat dua pola sosialisasi
yang berkembang di masyarakat, yaitu sosialisasi represif dan partisipatif.

Pendapat beberapa ahli sosial mengenai

pengertian proses sosialisasi.

a.Krathwohl

Proses sosialisasi adalah proses yang meng-

usahakan seseorang menjadi peka terhadap

rangsangan masyarakatnya dan menyesuaikan

diri serta berperilaku seperti orang lain dalam

masyarakatnya atau kebudayaannya.

b.Laurence

Proses sosialisasi adalah proses pendidikan atau

latihan seseorang yang belum berpengalaman

dalam suatu kebudayaan dan berusaha menguasai

kebudayaan sebagai aspek perilakunya.

c.Guire

Proses sosialisasi adalah proses penyajian

kemungkinan-kemungkinan perilaku perorangan

dengan sanksi positif atau negatif yang

menyebabkan penerimaan atau penolakan oleh

orang lain.

d.Lawang, Robert M.Z.

Proses sosialisasi adalah proses mempelajari

norma, nilai, peran, dan semua persyaratan

lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan

berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan

sosial.

Foto: Doly Eny Khalifah

Gambar 2.8Sosialisasi primer terjadi

pada anak yang berusia di

bawah lima tahun.

49

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

a.Sosialisasi Represif

Sosialisasi represif ditandai adanya pemberian hukuman berat
terhadap seseorang yang melanggar norma. Akan tetapi, tidak selalu
dengan menggunakan kekerasan fisik, seperti memukul atau menampar.
Tujuan dari sosialisasi represif menuntut adanya kepatuhan terhadap
suatu norma yang ada.

b.Sosialisasi Partisipatif

Berbeda dengan sosialisasi represif, sosialisasi partisipatif berusaha
menanamkan kebiasaan, adat istiadat, dan aturan-aturan tanpa
melakukan paksaan. Misalnya seorang ayah yang memberikan pujian
kepada anaknya setelah melakukan perbuatan baik atau seorang ibu
yang memberikan nasihat kepada anaknya dengan penuh kelembutan.
Pada proses ini tidak ditemukan adanya paksaan maupun kekerasan
fisik. Proses sosialisasi partisipatif lebih menekankan pada terbentuknya
kesadaran individu terhadap norma-norma yang berlaku.

Proses sosialisasi yang berlangsung di masyarakat umumnya melalui
media tertentu. Beberapa media sosialisasi sebagai berikut.

a.Keluarga

Keluarga adalah agen sosialisasi karena mengajarkan berbagai nilai
dan norma sosial kepada anak. Sikap sopan seorang anak dalam
bertingkah laku merupakan salah satu wujud keberhasilan keluarga
sebagai media penyaluran nilai dan norma. Kesopanan dan keramahan
dapat membuat suasana lebih menyenangkan.

b.Teman Sepermainan

Melalui teman sepermainan, anak belajar hidup dan
bersosialisasi. Anak belajar berbagai hal yang diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, teman sepermainan
mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan pribadi
seseorang. Tidak menutup kemungkinan, teman sepermainan
membawa dampak negatif bagi perkembangan diri individu.
Hal ini karena proses sosialisasi melalui teman sepermainan
berjalan tanpa pengawasan dari orang tua atau guru. Contoh
seorang anak yang menjadi suka bicara kotor dan kurang sopan
karena terpengaruh oleh teman-teman sepermainannya.
Sosialisasi di lingkungan sepermainan yang baik mampu
membentuk kepribadian yang baik pula, begitu pun sebaliknya.

c.Sekolah

Nilai dan norma sosial dapat pula dipelajari melalui sekolah tempat
seseorang belajar. Melalui sekolah seorang anak mendapatkan ilmu
pengetahuan yang dapat menentukan profesinya pada masa depan.
Oleh karena itu, sekolah menjadi salah satu media terpenting dalam
proses sosialisasi.

d.Media Massa

Sosialisasi dapat berlangsung melalui media massa, seperti televisi,
surat kabar, majalah, dan tabloid. Media massa mampu menyajikan
model perilaku yang dapat ditiru oleh individu untuk membangun jati
dirinya. Selain itu, media massa mampu memengaruhi pola perilaku
masyarakat. Di sinilah peran media massa sebagai media sosialisasi.

Foto: Doly Eny Khalifah

Gambar 2.10Sosialisasi melalui teman sepermainan

mempunyai pengaruh yang besar

dalam diri individu.

Foto: Doly Eny Khalifah

Gambar 2.9Pemberian hadiah kepada

anak yang berprestasi

merupakan wujud sosialisasi

partisipatif.

50

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

2.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi

Ada lima faktor utama yang mempengaruhi sosialisasi seseorang. Faktor-
faktor tersebut antara lain sifat dasar, lingkungan prenatal, perbedaan
perorangan, lingkungan, serta motivasi.

a.Sifat Dasar

Sifat dasar seseorang meliputi karakter, watak, serta sifat emosional.
Sifat dasar merupakan warisan dari ayah dan ibu yang diturunkan melalui
gen. Gen telah ada sejak anak masih berupa embrio yang di dalamnya
mewarisi sifat-sifat sang ayah dan ibu.

b.Lingkungan Prenatal

Embrio berada dalam rahim ibu untuk beberapa waktu. Lingkungan
inilah yang disebut lingkungan prenatal. Pada masa ini sang ibu berusaha
memberi pengaruh-pengaruh yang baik kepada bayinya. Misalnya
mengkonsumsi susu ibu hamil yang bertujuan menambah gizi bayi atau
senantiasa mendengarkan musik klasik guna merangsang kecerdasan
otak bayi. Tidak menutup kemungkinan adanya pengaruh-pengaruh
tidak langsung yang berasal dari sang ibu, seperti penyakit ibu yang
dapat mempengaruhi kondisi sang bayi, gangguan endoktrin, penyakit
bawaan atau shock pada saat kelahiran.

c.Perbedaan Perorangan

Setelah lahir, seorang anak akan tumbuh dewasa dengan
karakteristiknya sendiri-sendiri. Setiap anak mempunyai karakteristik
yang berbeda-beda, seperti ciri fisik (bentuk badan, warna kulit, warna
mata, dan bentuk rambut), ciri-ciri normal, emosional, personal, dan
sosial. Perbedaan perorangan ini mampu mempengaruhi sosialisasi
seseorang.

d.Lingkungan

Lingkungan yang dimaksud adalah kondisi sekitar individu baik
lingkungan alam, kebudayaan, dan masyarakat yang dapat mem-
pengaruhi proses sosialisasi. Kondisi lingkungan sekitar tidak
menentukan, tetapi mampu mempengaruhi dan membatasi proses
sosialisasi seseorang.

e.Motivasi

Dalam menjalani kehidupan, setiap individu mempunyai motivasi-
motivasi untuk menjadikan hidupnya lebih berarti. Motivasi merupakan
kekuatan dalam diri seseorang yang menggerakkan seseorang untuk
berbuat sesuatu. Motivasi yang dimiliki seseorang mampu mem-
pengaruhi seseorang tersebut dalam bersosialisasi. Orang yang
mempunyai motivasi besar dalam bersosialisasi tentu berbeda apabila
dibandingkan dengan seseorang yang tidak mempunyai motivasi.

3.Fungsi Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadian

Berdasarkan pembelajaran di depan, dapat diketahui betapa pentingnya
interaksi dan sosialisasi bagi seorang individu. Dengan sosialisasi, individu
dapat menjalin hubungan sosial secara harmonis. Selain itu, sosialisasi sangat
berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian seseorang.

a.Faktor Pembentuk Kepribadian

Antara individu satu dengan individu lain memiliki kepribadian
yang berbeda dan khas. Perbedaan ini dapat kamu lihat pada tiap-tiap
individu di sekitarmu. Walaupun ada beberapa kepribadian yang tampak
sama, tetapi secara keseluruhan mereka berbeda.

Foto: Doly Eny Khalifah

Gambar 2.11Cukup buah pada masa

kehamilan sangat baik bagi

gizi si bayi.

51

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Perbedaan kepribadian terjadi karena pengaruh beberapa faktor

sebagai berikut.

1)Warisan Biologis

Warisan biologis biasanya berupa bawaan dari ayah, ibu,
nenek, dan kakek. Pengaruh ini tampak pada inteligensi dan
kematangan fisik, seperti ciri-ciri fisik, tingkat IQ, bakat seseorang,
dan sifat-sifat khas yang diturunkan oleh orang tua. Akan tetapi,
warisan biologis mempunyai potensi untuk berkembang apabila
dipengaruhi oleh pengalaman sosialnya.

2)Lingkungan Alam

Perbedaan kepribadian dapat pula disebabkan faktor
lingkungan alam. Perbedaan iklim, topografi, dan sumber daya alam
menyebabkan manusia harus menyesuaikan diri terhadap alam.
Oleh karena itu, kepribadian orang yang hidup di daerah kutub
berbeda dengan kepribadian orang yang tinggal di daerah tropis
atau kepribadian penduduk yang tinggal di daerah pantai tentu
berbeda dengan kepribadian penduduk yang tinggal di daerah
pegunungan. Kepribadian orang Indonesia tentu berbeda dengan
kepribadian orang Amerika.

3)Lingkungan Sosial

Kelompok tempat ia bergabung pun dapat mempengaruhi
kepribadian seseorang, seperti lingkungan keluarga, lingkungan
sekolah, lingkungan kerja, dan lingkungan masyarakat luas. Hal ini
karena setiap kelompok mempunyai nilai dan norma yang
disosialisasikan oleh anggotanya. Oleh karena itu, sebagian besar
kepribadian seseorang dipengaruhi oleh lingkungan tersebut.
Misalnya kepribadian seorang tukang becak tentu berbeda dengan
kepribadian seorang guru atau kepribadian anak rumahan berbeda
dengan kepribadian anak jalanan.

Orang Tua dan Pembentukan Kepribadian

Foto: Doly Eny Khalifah

Gambar 2.12Peristiwa di atas salah satu

contoh pengembangan po-

tensi warisan biologis anak.

Kepribadian dipahami sebagai himpunan dan

ciri-ciri jasmani dan rohani atau kejiwaan yang relatif

tetap yang membedakan seseorang dengan orang

lain pada sisi dan kondisi yang berbeda-beda.

Keluarga merupakan bagian dari sebuah

masyarakat. Pengaruh keluarga dalam pendidikan

anak sangat besar dalam berbagai macam sisi.

Keluarga berpengaruh besar terhadap pembentukan

kepribadian anak. Kepribadian anak tergantung pada

pemikiran dan tingkah laku kedua orang tua serta

lingkungannya.

Ayah dan ibu adalah teladan pertama bagi

pembentukan pribadi anak. Keyakinan-keyakinan,

pemikiran, dan perilaku ayah dan ibu dengan

sendirinya memiliki pengaruh yang sangat dalam

terhadap pemikiran dan perilaku anak.

Keluarga berperan sebagai faktor pelaksana

dalam mewujudkan nilai-nilai, keyakinan-keyakinan,

dan persepsi budaya sebuah masyarakat. Ayah dan

ibulah yang harus melaksanakan tugasnya di hadapan

anaknya. Khususnya ibu yang harus memfokuskan

diri dalam menjaga akhlak, jasmani, dan kejiwaannya

pada masa prakehamilan sampai masa kehamilan

dengan harapan Allah memberikan kepadanya anak

yang sehat dan saleh.

Peran kedua orang tua dalam mewujudkan

kepribadian anak antara lain sebagai berikut.

1.Orang tua harus mencintai dan menyayangi anak-

anaknya.

2.Orang tua harus menjaga ketenangan lingkungan

rumah dan menyiapkan ketenangan jiwa anak-

anak.

3.Saling menghormati antara kedua orang tua dan

anak-anak.

4.Mewujudkan kepercayaan.

5.Mengadakan perkumpulan dan rapat keluarga

(kedua orang tua dan anak).

Sumber: salehlapadi.wordpress.com

52

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

b.Tahap Perkembangan Kepribadian

Perkembangan kepribadian terus berlangsung dalam diri seseorang,
lahir sampai dewasa. Perkembangan kepribadian seseorang dapat
berlangsung melalui beberapa tahap atau fase.

1)Tahap Pertama

Pada tahap ini anak belajar bersikap yang akan menjadi sikap
permanen di kemudian hari, seperti belajar memanggil ibu kepada
ibunya dan ayah kepada ayahnya atau menggunakan tangan kanan
dalam melakukan sesuatu, dan berkata-kata baik. Pada tahap ini
lingkungan keluarga mempunyai peranan penting dalam
pembentukan kepribadian.

2)Tahap Kedua

Tahap kedua terjadi pada anak yang beranjak dewasa. Setelah
anak dewasa, lingkungan pergaulannya pun bertambah luas. Anak
akan memasuki lingkungan sosial yang baru. Melalui lingkungan
ini anak mulai mengenal tetangga, teman sekelas, bapak/ibu guru,
dan teman-teman sebaya. Lingkungan ini sangat berpengaruh ter-
hadap kepribadian anak. Pada tahap ini anak mulai merasakan
dorongan-dorongan, naluri, getaran hati, perangai, bakat, dan
inteligensi.

3)Tahap Ketiga

Pada tahap ketiga seseorang sudah mempunyai kedewasaan
dalam bersikap. Pada fase ini perilaku-perilaku seseorang sudah
semakin stabil. Hal ini dapat kita lihat pada diri ayah, ibu, nenek,
kakek, paman, dan bibi.

Proses perkembangan kepribadian seseorang berlangsung terus-
menerus. Proses ini terjadi seiring dengan berlangsungnya sosialisasi
dalam diri orang tersebut. Hal ini karena nilai dan norma yang diterima
melalui proses sosialisasi mendorong individu untuk menyesuaikan diri
dan mematuhinya sehingga membentuk kepribadian seseorang.

c.Sosialisasi sebagai Pembentuk Kepribadian

Kepribadian seseorang dapat dilihat melalui lingkungan
sosialisasinya. Misalnya seorang anak yang bertempat tinggal dekat
dengan pangkalan ojek. Setiap hari ia selalu bertemu dan bersosialisasi
dengan tukang ojek. Setiap kali dia lewat, ia melihat para tukang ojek
berkumpul dan berjudi. Lambat laun ia pun akan melakukannya.
Menurutnya, berjudi merupakan hal yang biasa. Berbeda dengan anak
yang selalu bergaul dengan buku-buku bacaan. Anak tersebut cenderung
menjadi anak yang tertutup dan kurang bergaul. Hal ini karena
kurangnya interaksi dengan orang lain.
Berdasarkan kasus-kasus di atas dapat dilihat bahwa sosialisasi
mampu membentuk kepribadian seseorang. Melalui proses sosialisasi,
individu memperoleh nilai dan norma yang akan menjadi pedoman
untuk bertingkah laku sehingga terbentuklah kepribadian seseorang.
Dengan kata lain, proses pembentukan kepribadian dimulai dari proses
sosialisasi baik di lingkungan keluarga, lingkungan teman sepermainan,
lingkungan sosial, lingkungan kerja, maupun lingkungan masyarakat luas.
Agar lebih jelas dapat dilihat pada bagan berikut.

Foto: Doly Eny Khalifah

Gambar 2.13Setelah dewasa, anak akan

belajar bergaul di lingkungan

sekitar.

53

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Bagan Pembentukan Kepribadian Melalui Sosialisasi

Berdasarkan bagan di atas, dapat disimpulkan bahwa kepribadian
seseorang terbentuk dari warisan biologis yang dipengaruhi oleh
lingkungan (lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan
pergaulan, lingkungan masyarakat luas, dan media massa) melalui proses
sosialisasi.

Prof. Dr. Kanjeng Pangeran Haryo Selo

Soemardjan lebih dikenal dengan nama Selo

Soemardjan. Bapak Sosiologi Indonesia ini dilahirkan

di Yogyakarta, 23 Mei 1915. Beliau meninggal dunia

di Jakarta pada tanggal 11 Juni 2003 akibat komplikasi

jantung dan stroke.

Selama hidupnya, Selo pernah berkarier sebagai

pegawai kesultanan/pemerintah Daerah Istimewa

Yogyakarta, Kepala Staf Sipil Gubernur Militer Jakarta

Raya, dan Kepala Sekretariat Staf Keamanan Kabinet

Perdana Menteri, Kepala Biro III Sekretariat Negara

merangkap Sekretaris Umum Badan Pemeriksaan

Keuangan, Sekretaris Wakil Presiden Republik

Indonesia Sultan Hamengku Buwono IX (1973–1978),

Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat

(1978–1983), Staf Ahli Presiden H.M. Soeharto.

Setelah selesai meraih gelar doktornya di Cornell

University, Amerika Serikat, beliau mengajar sosiologi

di Universitas Indonesia (UI). Dialah pendiri sekaligus

dekan pertama Fakultas Ilmu Pengetahuan

Kemasyarakatan (yang sekarang lebih dikenal dengan

FISIP) UI. Pada tanggal 17 Agustus 1994 beliau

menerima gelar Ilmuwan Utama Sosiologi. Pendiri

FISIP UI ini memperoleh gelar profesor dari Fakultas

Ekonomi UI dan sampai akhir hayatnya justru

mengajar di Fakultas Hukum UI.

Selo Soemardjan dibesarkan di lingkungan abdi

dalem Kesultanan Yogyakarta Hadiningrat. Nama

Selo, beliau peroleh setelah menjadi camat di

Kabupaten Kulonprogo. Saat menjadi camat beliau

merasa mengawali kariernya sebagai seorang

sosiolog. Pengalamannya sebagai camat membuat

Selo menjadi peneliti yang mampu menyodorkan

alternatif pemecahan berbagai persoalan sosial yang

tepat. Beliau menggali ilmu langsung dari kehidupan

masyarakat untuk dimanfaatkan guna kesejahteraan

bersama. Selain itu, sebagai dosen Selo mampu

mendorong mahasiswanya berpikir realistis dan

mengerti serta menghayati yang diajarkannya. Beliau

adalah ilmuwan yang meninggalkan banyak bekal ilmu

pengetahuan.

Sebagai ilmuwan,

begitu banyak karya

yang sudah dihasilkan,

seperti Social Changes

in Yogyakarta (1962)

dan Gerakan 10 Mei

1963 di Sukabumi

(1963). Penelitian ter-

akhir Selo berjudul

Desentralisasi

Pemerintahan. Terakhir

beliau menerima

Anugerah Hamengku

Buwono IX dari Univer-

sitas Gadjah Mada

(UGM) pada puncak

peringatan Dies Natalis

ke-52 UGM pada

tanggal 19 Januari

2002.

Sumber: www.tokohindonesia.com

Gambar 2.14Prof. Dr. K.P.H.

Selo Soemardjan

Proses Sosialisasi

Lingkungan
Masyarakat Luas

Lingkungan
Keluarga

Lingkungan
Pendidikan

Lingkungan
Pergaulan

Media
Massa

Individu dengan
warisan biologis
tertentu

Individu dengan
kepribadian

54

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Selama kita menjalani hidup, kita senantiasa

mengalami proses sosialisasi. Dari proses itu banyak

yang berpengaruh terhadap pembentukan kepribadi-

an kita. Sejak dari lingkungan keluarga, sekolah,

lingkungan pergaulan, dan masyarakat sekitar, kita

senantiasa memperoleh pengayaan beragam nilai dan

norma. Coba tulislah beberapa nilai dan norma serta

kebiasaan dan kebudayaan yang kamu peroleh dari

bermacam-macam lingkungan sosial tersebut. Agar

lebih mudah kamu bisa membuat seperti contoh tabel

berikut ini.

No.Lingkungan

Nilai yang Diperoleh

1.

Rumah

a.. . . .

b.. . . .

c.. . . .

d.. . . .

e.. . . .

2.

Sekolah

a.. . . .

b.. . . .

c.. . . .

d.. . . .

e.. . . .

3.

Masyarakat

a.. . . .

b.. . . .

c.. . . .

d.. . . .

e.. . . .

A.Pilihlah jawaban yang tepat!

1.Proses mempelajari norma dan nilai peran yang
diperlukan untuk memungkinkan dalam ke-
hidupan sosial merupakan pengertian sosialisasi
menurut . . . .
a.Krathwohl
b.Laurence
c.Guire
d.Robert M.Z. Lawang

2.Hubungan antara sosialisasi primer dengan
sosialisasi sekunder adalah . . . .
a.sosialisasi primer merupakan bagian dari
sosialisasi sekunder
b.sosialisasi sekunder merupakan bagian dari
sosialisasi primer
c.sosialisasi primer merupakan dasar sosialisasi
sekunder
d.sosialisasi sekunder merupakan dasar dari
sosialisasi primer

3.Perhatikan pernyataan berikut ini!
1)Mulai belajar mengambil peranan orang-
orang di sekitarnya.
2)Meniru cara makan, berbicara, berjalan, dan
berpakaian.
3)Mempelajari peranan tokoh masyarakat
setempat.
4)Mampu meniru tingkah laku orang yang
dikagumi.
Berdasarkan contoh sosialisasi di atas, yang
termasuk sosialisasi primer adalah nomor . . . .
a.1) dan 2)

c.2) dan 4)

b.1) dan 4)

d.3) dan 4)

4.Pada sosialisasi primer, anak dikenalkan namanya
sendiri. Hal ini bertujuan agar anak mampu
untuk . . . .
a.menentukan hak dan kewajiban dalam
keluarga
b.menempatkan diri dalam keluarga dan
masyarakat
c.membedakan dirinya dengan orang lain
d.menempatkan diri dalam garis kekerabatan

55

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

5.Pemberian hadiah karena perilaku baik pada diri
anak yang dilakukan orang tua merupakan
tindakan dari pola sosialisasi . . . .
a.partisipatif

c.persuasif

b.preventif

d.represif

6.Di antara media sosialisasi yang paling kuat
peranannya dalam pembentukan kepribadian
seseorang adalah . . . .
a.teman sepermainan
b.sekolah
c.keluarga
d.media massa

7.Seorang calon ibu selalu mengajak komunikasi
bayinya walaupun masih dalam kandungan.
Tindakan ini merupakan salah satu contoh
pemberian pengaruh . . . dalam sosialisasi.
a.sifat dasar
b.lingkungan alam
c.lingkungan prenatal
d.lingkungan sosial

8.Ketika masih duduk di bangku sekolah, Dicky
selalu bermain-main dengan teman-temannya.
Bahkan, seluruh waktunya dihabiskan dengan
bermain. Bermain layang-layang di lapangan,
mencari katak di sawah, memancing di sungai,
bermain karambol, menjadi kegiatan menyenang-
kan bagi Dicky. Namun, seiring Dicky menjadi
seorang mahasiswa, Dicky enggan melakukan
kegiatan tersebut. Menurutnya, melakukan
kegiatan tersebut hanyalah membuang waktu
percuma.

Perubahan kepribadian Dicky cenderung
disebabkan oleh pengaruh . . . .
a.warisan biologisc.lingkungan sosial
b.lingkungan alam

d.kematangan fisik

9.Warisan biologis yang mempengaruhi kepribadi-
an adalah . . . .
a.tingkah laku dan jenis kelamin
b.kemauan dan ukuran tubuh
c.potensi pikir dan kemampuan tubuh
d.jenis kelamin dan ukuran tubuh

10.Perhatikan pernyataan berikut ini!
1)Merupakan tempat sosialisasi paling dini.
2)Menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan.
3)Merupakan sarana transmisi ilmu dan
teknologi.
4)Sebagai wadah aktualisasi diri di luar.
Dari pernyataan di atas, yang termasuk peran
sosialisasi primer dan sekunder adalah . . . .
a.1), 2) dan 3), 4)c.1), 4) dan 2), 3)
b.1), 3) dan 2), 4)d.2), 3) dan 1), 4)

B.Jawablah pertanyaan dengan tepat!

1.Jelaskan pengertian sosialisasi!
2.Sebutkan macam-macam proses sosialisasi!
3.Berilah tiga dampak positif dan negatif televisi
sebagai media sosialisasi!
4.Jelaskan fase-fase perkembangan kepribadian
seseorang dalam sosialisasi!
5.Jelaskan sosialisasi mampu membentuk ke-
pribadian seseorang!

Foto: Doly Eny Khalifah

Gambar 2.15Proses belajar mengajar di kelas,

wujud interaksi antara individu dengan

kelompok.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->