BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH Keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah dipengaruhi oleh faktorfaktor, antara lain : faktor internal, faktor eksternal, dan faktor psikologis siswa. Yang termasuk faktor internal yaitu : Kemampuan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, kemampuan siswa dalam menerima materi pelajaran, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Sedangkan yang termasuk faktor eksternal diantaranya yaitu : Lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar. Yang ketiga faktor fisikologis siswa yaitu keinginan yang timbul dalam dirinya untuk mencari ilmu pengetahuan. Apabila ketiga faktor tersebut sling mendukung, maka kemungkinan proses pembelajaran bisa berhasil sesuai dengan apa yang kita harapkan, keberhasilan itu dapat dilihat dari perolehan hasil ulangan yang dilaksanakan pada setiap akhir pembelajaran, dan dinyatakan dalam bentuk angka atau hurup. Berdasarkan hasil obserpasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan anlisis hasil evaluasi yang dilaksanakan oleh penulis, hasil ulangan semester I tahun ajaran 2010 /2011 kelas III di SDN 2 Kadipaten Desa Kadipaten Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, pada mata pelajaran IPA menunjukan rendahnya kemampuan siswa dalam menguasai materi pembelajaran tentang “Kebutuhan Makhluk Hidup” hanya 6 orang dari seluruh siswa yang jumlahnya 13 orang yang mendapat nilai 70 ke atas atau hanya 46,1 %. Demikian juga halnya pada mata pelajaran IPS dengan materi “Kenampakkan Alam” dari jumlah 13 orang hanya 7 oang yang mampu menjawab pertanyaan denga benar, atau hanya 50,1 %. Melihat data tersebut, maka dapat dilihat tingakat kemampuan siswa dalam memahami materi masih rendah. Oleh karena itu maka penulis merasa perlu untuk melakukan perbaikan pembelajaran melalui tindakan penelitian kelas, dengan tujuan untuk meningkatkan penguasaan dan pemahaman siswa terhadap pelajaran, 1

dan untuk mengembangkan keterampilan bertanya siswa, sehingga bisa mencapai sesuai dengan yang diharapkan.

1. Identifikasi Masalah Dari hasil ulangan formatif I tahun pelajaran 2010 /2011 kelas III SDN 2 Kadipaten Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya pada mata pelajaran IPA menunjukan rendahnya kemampuan siswa dalam memahami materi tentang Kebutuhuhan Makhluk Hidup, hanya 6 orang dari jumlah 13 siswa yang mendapat nilai 70 keatas atau hanya 46,1 %, demikian halnya pada mata pelajaran IPS, akibat kurang tepatnya metode yang digunakan oleh guru untuk lebih memudahkan siswa dalam memahami materi tentang Kenampakkan Alam dan Buatan, hanya 7 orang yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar dari jumlah siswa 13 orang, atau hanya 51,1 %. Berdasarkan data-data di atas, dan atas saran serta pendapat dari teman sejawat dan supervisor, maka tersusun hasil dari identifikasi maslah sebagai berikut :

1. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam a. Siswa tidak memahami materi tentang ciri-ciri makhluk hidup. b. Pada saat pembelajaran banyak siswa yang tidak memperhatikan.

2. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial a. Siswa belum mampu menjawab dengan benar pertanyaan tentang Kenampakan Alam dan Buatan. b. Pada saat guru menerangkan ada siswa yang ngantuk.

2. Analisis Masalah Setelah masalah teridentifikasi, melalui proses pembahasan masalah yang dilakukan dengan tean sejawat dan supervisor, penulis dapat menganalisis penyebab munculnya masalah tersebut.

Dalam Pelajaran IPA Penjelasan Guru terlal cepat Guru tidak menggunakan alat peraga Hanaya menggunakan satu metode saja

Dalam Pelajaran IPS Penggnaan metode yang kurang tepat Guru tidak memanfaatkan lingkungan sekitar yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran Bahasa yang digunakan sebaiknya menggunakan bahasa daerah

B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan hasil analisis masalah tersebut, maka penulis akan memfokuskan perbaikan pembelajaran yang lebih spesifik, yaitu bagaimana upaya guru untuk menentukan kemampuan siswa dalam menguasai materi pembelajaran tentang kebutuhan Makhluk hidup, sebagai berikut : Untuk mata pelajaran IPA, bagaimana penggunaan alat peraga untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang ciri-ciri makhluk hidup. Sedangkan untuk mata pelajaran IPS adalah bagaimana penggunaan CTL

C. TUJUAN PENELITIAN Bertitik tolak dari permasalahan rendahnya penguasaan dan pemahaman terhadap materi yang telah diberikan, maka penulis perlu dikembangkan usaha perbaikan pembelajaran dengan tujuan antara lain : 1. Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran 2. Meningkatkan kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru 3. Mengenal konsep-konsep dengan kehudupan masyarakat dan lingkungan 4. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis, kritis, dan keterampilan dalam kehidupan sosial.

Bagi Guru Membiasakan guru untuk menggunakan alat peraga yang tepat dalam setiap pembelajaran Dapat memecahkan masalah dalam pelaksanaan pembelajaran Guru lebih mudah dalam menyampaikan materi pembelajaran Guru lebih kreatif dalam menentukan media pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan 2. Bagi Sekolah Sekolah sebagai lembaga pendidikan dapat dijadikan sebagai tempat penelitian bagi guru untuk terus melakukan inovasi kearah yang lebih baik. 3. MANFAAT PENELITIAN 1.D. Bagi Siswa Siswa lebih terampil dalam bertanya jawab Siswa lebih mudah memahami materi tentang kebutuhan makhluk hidup Meningkatkan keterampilan siswa dalam bertanya jawab Menambah inovasi dan semangat belajar siswa Siswa bisa melihat secara nyata tentag kenampakkan alam dan buatan .

penemu. ILMU PENGETAHUAN ALAM 1. siswa sekolah dasar memiliki rasa ingin tahu yang berlebihan. membuat keputusan dan sebagainya.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. pembelajar dan pencipta. prinsip. IPA dipandang sebagai sikap berarti berkaitan dengan ketelitian. menguji hipotesis. menyusun hipotesis. menerima dan mengolah informasi serta melibatkan diri dalam interaksi sosial. Akhir dari belajar adalah terjadinya perubahan konsep. observasi. cara berpikir dan cara memecahkan masalah. 2000). mengatur dan memantapkan perilaku. penyelidik. orang atau sumber-sumber belajar lainnya. Ditinjau dari karakteristiknya. lebih masuk akal dan lebih bermanfaat bagi dirinya. siswa hendaknya diberi kesempatan untuk berinteraksi aktif dengan objek. Dengan demikian dapat diartikan bahwa IPA tidak hanaya merupakan kumpulan pengetahuan atau fakta-fakta tetapi IPA juga merupakan cara kerja. Proses belajar mencakup aktivitas siswa dalam mencari. IPA dan Hakekat IPA Menurut Carin & Sund (1989). produk dan sikap. IPA dipandang sebagai produk berarti berkaitan dengan konsep. hukum dan seterusnya. Sehubungan dengan hal tersebut. Dengan kata lain. berbuat. menarik kesimpulan dan seterusnya. IPA adalah suatu sistem untuk mengetahui fenomena alam melalui kumpulan data yang diperoleh dari observasi dan percobaan. Melalui interaksi tersebut siswa memanfaatkan inderanya untuk membentuk dan menghasilkan pengertian. sikap dan perilaku siswa sehingga menjadi lebih jelas. Pembelajaran mempunyai arti sebagai upaya penataan lingkungan belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar (Indrawati. kejujuran. bersikap. IPA sebagai proses menekankan pada langkah-langkah penyelidikan yang meliputi identifikasi masalah. IPA dapat dipandang sebagai proses. Jadi pengertian yang dimiliki saya merupakan 5 .

Menginterprestasikan atau menafsirkan 4. Mengajukan dugaan 7. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat menunjang upaya mewujudkan keterlibatan aktif siswa baik fisik. Dari gejala dan . Bidang garapannya itu meliputi gejala-gejala dan masalah kehidupan manusia di masyarakat. Mengklasifikasi atau menafsirkan 3. B. Tekanan yang dipelajari IPS berkenaan dengan gejala dan masalah kehidupan bukan pada teori dan keilmuannya. Keterampilan proses terdiri dari berbagai keterampilan yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Melalukan eksperimen 9. melainkan pada kenyataan kehidupan kemasyarakatan. pengembangan dan penerapan suatu konsep. Keterampilan-keterampilan tersebut adalah : 1. siswa akan mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta menumbuhkembangkan nilai yang dituntut. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial IPS sebagai bidang studi memiliki garapan yang dipelajari cukup luas. Dengan demikian proses pembelajaran IPA seyogyanya dapat mengembangkan proses keterlibatan mental. fisik serta emosional siswa secara terus menerus melalui berbagai kegiatan. Dengan mengembangkan keterampilan-keterampilan memproseskan perolehan. Pendekatan keterampilan proses menekankan pada proses pemerolehan. Mengobservasi atau mengamati 2. ILMU PENGETAHUAN SOSIAL 1.hasil bentukannya sendiri bukan hasil bentukan guru. mental maupun emosional adalah pendekatan keterampilan proses. Menarik kesimpulan. Merencanakan percobaan atau penyelidikan 8. Memprediksi atau meramalkan 6. Mengkomunikasikan 5.

dapat ditarik kesimpulan pengertian IPS sebagai berikut : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah bidang studi yang mempelajari. dkk) Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) yang diartikan sebagai suatu studi masalah-masalah sosial yang dipilih dan dikembangkan dengan menggunakan pendekatan interdisipliner dan bertujuan agar masalahmasalah sosial itu dapat dipahami siswa ( Udin S. Sosiologi dan Ekonomi. Membekali anak didik dengan kemampuan mengidentifikasi. Membekali anak didik dengan pengetahuan sosial yang berguna dalam kehidupannya kelak di masyarakat. Winasaputra dlek ) Ilmu pengetahuan Sosial ( IPS ) adalah ilmu yang mengkaji seperangkat peristiwa. . konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial.masalah sosial tadi ditelaah. Membekali anak didik dengan kemampuan berkomunikasi dengan sesama warga masyarakat dan berbagai bidang keilmuan serta bidang keahlian. menganalisa gejala dan masalah sosial di masyarakat dengan meninjau dari berbagai aspek kehidupan atau satu perpaduan (Ishak. seperti dikemukakan di atas. Memperhatikan kerangka kerja IPS. serta Warga Dunia yang cinta damai ( KTSP SD 2006 ). b. dianalisis faktor-faktornya sehingga dapat dirumuskan jalan pemecahannya. 2. Tujuan Tujuan pendidikan IPS SD adalah sebagai berikut : a. Sejarah. Melalui mata pelajaran IPS peserta didik diharapkan untuk dapat menjadi Warga Negara Indonesia yang demokratis dan bertanggung jawab. Pada jenjang SD /MI mata pelajaran IPS memuat materi Geografi. c. fakta. menelaah. menganalisis dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat.

Manfaat Manfaat mempelajari IPS. Membekali anak didik dengan kesadaran. menganalisis dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Membekali anak didik dengan kemampuan mengembangkan pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembangn kehidupan. MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA 1. ilmu pengetahuan. b. Sebagai penyaji dan penyalur pesan. Kemampuan mengidentifikasi. masyarakat. antara lain : a. Miarso (1980) menegaskan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran. sikap mental yang positif. 3. perasaan.d. dan keterampilan terhadap pemanfaatn lingkungan hidup yang menjadi bagian dari kehidupan tersebut. Dalam kaitannya dengan proses komunikasi pembelajaran. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik. . alat peraga diartikan sebagai wahana penyalur pesan pembelajaran. c. dan tekhnologi. Pengertian Media Pembelajaran / Alat Peraga Secara harfiah media diartikan sebagai medium atau perantara. media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajikan informasi belajar kepada siswa. C. d. e. Kemampuan berkomunikasi dengan sesama warga masyarakat. Kemampuan mengembangkan pengetahuan sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta mempersiapkan diri untuk terjun sebagai anggota masyarakat. perhatian dan kemauan anak didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar. maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru. Pengalaman langsung apabila guru IPS memanfaatkan lingkungan alam sekitar sebagai sumber belajar.

b. Menurut H. d. Sedangkan pembelajaran adalah usaha guru untuk menjadikan siswa melakukan kegiatan belajar. Berlach dan Ely (1971) mengemukakan bahwa media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan alat-alat grafis. dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. minat. Pemanfaatan media pembelajaran tidak sebatas pada suatu keilmuan tertentu tapi digunakan pada seluruh keilmuan. Malik 1994 media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran). Menurut Heinich. Dari pengertian dan ciri-ciri di atas. Martin dan Briggs 1986 mengemukakan bahwa media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan si-belajar. seperti halnya di bawah ini : a. b. pikiran dan perasaan si belajar dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. sehingga dapat merangsang perhatian. memproses dan menyusun kembali informasi dan menysusun kembali informasi visual atau verbal. fotografis atau elektronis untuk menangkap. dkk 1985. merupakan alat untuk menjelaskan apa yang ada di buku pelajaran baik berupa kata-kata simbol atau bahkan angka-angka.Pengertian media pembelajaran banyak diungkapkan oleh para ahli pendidikan. Dengan demikian media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi dari guru ke siswa sehingga . c. Penggunaanya dikhususkan atau dialokasikan pada kepentingannya. Hal ini bisa berupa perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada perangkat keras. dapat diambil kesimpulan mengenai ciriciri media pembelajaran diantaranya : a. Dari pengertian di atas. Media pembelajaran adalah mediamedia yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan pembelajaran atau mengandung maksud-maksud pembelajaran.

Manfaat Media Pembelajaran / Alat Peraga Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien. meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. sebab dengan . 2. b. proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik. baik secara alami maupun manipulasi. penafsiran yang berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa manapun berada. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik Media dapat menampilkan informasi melalui suara. perasaan. Guru tidak harus menjelaskan materi ajaran secara berulang-ulang. menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi proses belajar serta mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.dapat merangsang pikiran. Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan Dengan bantuan media pembelajaran. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif Dengan media akan terjadinya komunikasi dua arah secara aktif. gerakan dan warna. proses pembelajaran menjadi lebih interaktif. tidak monoton dan tidak membosankan. d. Manfaat media pembelajaran tersebut adalah : penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan. sehingga membantu guru untuk menciptakan suasa belajar menjadi lebih hidup. sedangkan tanpa media guru cenderung bicara satu arah. c. Efisiensi dalam waktu dan tenaga Dengan media tujuan belajara akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. gambar. memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. perhatian dan minat siswa dan pada akhinya dapat menjadikan siswa melakukan kegiatan belajar. efisiensi dalam waktu dan tenaga. Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah : a.

seperti membantu kesulitan belajar siswa. untuk mengatasi berbagai hambatan proses komunikasi. Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif Guru dapat berbagi peran dengan media sehingga banyak memiliki waktu untuk memberi perhatian pada aspek-aspek edukatif lainnya. f. memotivasi belajar. g. dan lain-lain. menyentuh. pembentukan kepribadian.sekali sajian menggunakan media. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa Media pembelajaran dapat membantu siswa menyerap materi belajar lebih mendalam dan utuh. . Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan. h. Perlu kita sadari waktu belajar di sekolah sangat terbatas dan waktu terbanyak justru di luar lingkungan sekolah. Kegunaan media dalam mengatasi hambatan proses komunikasi adalah untuk mengatasi verbalisme. merasakan dan mengalami sendiri melalui media pemahaman siswa akan lebih baik. media memiliki banyak fungsi / kegunaan antara lain. sikap pasif siswa dalam belajar. Bila dengan mendengar informasi verbal dari guru saja. dan mengatasi keterbatasan fisik kelas. Jenis Media Pembelajaran / Alat Peraga Dalam pembelajaran. siswa akan lebih mudah memahami pelajaran. 3. e. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja Media pembelajaran dapat dirangsang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih leluasa dimanapun dan kapanpun tanpa tergantung seorang guru. siswa kurang memahami pelajaran. tetapi jika diperkaya dengan kegiatan melihat.

baik gambar sederhana maupun gambar hasil peralatan mutakhir. Konsep Dasar Pembelajaran berbasis kontesktual disajikan mengingat pembelajaran dalam Kurikulum 2004 lebih memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. empatio. Proses pembelajaran . dan sebagainya. PEMBELAJARAN KONSTEKTUAL 1. misalnya buah-buahan dari plastik. KK. Dihadrikan. media memiliki kegunaan untuk memperkecil objek yang terlalu besar. D. maka dapat diganti dengan tiruannya yang sekarang ini cukup mudah didapatkan. kemandirian. maka dapat diganti dengan gambar. kerjasama. Jika tiruan benda alamiah itu pun tidak ada. Dengan konsep itu. papan flanel. Media pandang lainnya adalah kartu dengan segala bentuknya. memperbesar objek yang terlalu kecil. menarik perhatian. mobil-mobilan. mendekatkan interaksi langsung dengan lingkungan nyata dan memberikan perangsang untuk mempersalahkan pengalaman.Dalam sikap pasif siswa antara lain menimbulkan kegiatan belajar. perkakas rumah tangga. menyederhanakan objek yang rumit dan menggambarkan objek yang terlalu luas (pengembangan kurikulum dan pembelajaran modul II KB 2 hal 11-18-21) penerbit UT. kepemimpinan. Berkaitan dengan keterbatasan fisik kelas. solidaritas.) 2006. dan lain sebagainya. toleransi dan kecakapan hidup peserta didik. papan magnet. kreativitas. papan saku. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa baik fisik maupun mental dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. hasil pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi. Asep Heri Hermawan.

berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. 5. hasil karya. tes dan lain-lain. rekaman. Komponen CTL Pendekatan CTL memiliki tujuh komponen utama. konteks dan setting. Siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis terlibat penuh dalam mengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses pembelajaran. proses bekerja. yaitu : 1. Pembelajaran kontestual dapat dilakukan di berbagai tempat. Penerapan CTL dalam kelas cukup mudah. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. Kembangkan sifat ingin tahu dengan bertanya. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). penampilan. Maksudnya guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. 2. 3. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. langkahnya adalah sebagai berikut : 1. bukan transfer pengetahuan dari guru kepada siswa. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan dari pada hasil. 2. menemukan sendiri. 3. 6. Secara garis besar. Ciptakan masyarakat kelompok). Karakteristik Pembelajaran Dalam kelas kontekstual. Hasil belajar diukur dengan berbagai cara. 4. Konstruktivisme (Contructivism) belajar (belajar dalam kelompok- . Kembangkan pemikiran bahawa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. Sesuatu yang baru merupakan pengetahuan dan keterampilan yang datang dari menemukan sendiri bukan dari apa yang dikatakan guru.

Esensi dari teori konstruktivis adalah ide bahwa siswa harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. guru tau audiens yang lain. Bagi siswa. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi hasil menemukan sendiri. membimbing. menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. yaitu menggali informasi. Pengetahuan bukanlah perangkat fakta. Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis CTL. teman sekelas. Manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. gambar dan karya lainnya. mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahuinya. dan menilai kemampuan berpikir siswa. Bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang berbasis CTL. tabel. mengamati dan melakukan observasi. Masyarakat Belajar (Learning Community) 5. Penilaian yang sebenarnya (Autnentic Assessment) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan. Refleksi (Reflection) 7. Menemukan (Inquiry) 3. Pemodelan (Modeling) 6. kegiatan bertanya merupakan bagaian penting dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis inkuiri. konsep atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. . Pengetahuan yang dimiliki seseorang selalu bermula dari bertanya.2. Bertanya (Questioning) 4. Bertanya dalam pembelajaran dipandang sebagai kegiatan guru untuk medorong. yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit dan tidak sekonyong-konyong. Adapun langkah kegiatan kegiatan menemukan terdiri dari merumuskan masalah. bagan.

Dalam kelas CTL guru disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. siswa merenung “ Kalau begitu jajanan yang saya makan kurang baik bagi kesehatan. kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran hair itu. misalnya contoh tersebut dikatakan sebagai model. kedua anak itu sudah membentuk masyarakat belajar/ learning community.Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Dalam pembelajaran berbasis CTL. saya harus lebih memperhatikan. mestinya kalau jajan. dan antar yang tahu ke yang belum tahu. Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah dilakukan di masa yang lalu. Ketika seorang anak baru belajar meraut pensil dengan peraut elektonik ia bertanya kepada temannya “Bagaimana caranya? Tolong bantu aku! Lalu temannya yang sudah bisa. tetapi model dapat juga dirancang dengan melibatkan siswa. catatan atau jurnal di buku siswa. antar kelompok. Pada akhir pembelajaran. Hasil belajar diperoleh dari sharing antar teman. Dalam pembelajaran berbasis CTL. Salah satu bentuk pemodelan dapat berupa cara mengoperasikan sesuatu misalnya guru mendemonstrasikan cara menggunakan mikroskop. keterampilan dan pengetahuan tertentu dapat diperoleh melalui pemodelan atau model yang bisa ditiru. Maka. Misalnya. refleksi dapat dilakukan melalui pernyataan langsung tentang apa-apa yang diperoleh hari itu. Siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapainya. diskusi. aktivitas atau pengetahuan yang baru diterima. guru bukan satu-satunya model. dampaknya untuk kesehatan”. Refleksi merupakan respon terhadap kejadian. Siswa mengendapkan apa yang baru dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan baru merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelumnya. Gambaran . Assemen adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. menunjukan cara mengoperasikan alat itu.

maka data yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran. . Penilaian tidak hanya gur juga teman lainnya atau orang lain. Penilaian autentik menilai pengetahuan keterampilan (performance) yang diperoleh siswa. Kemajuan belajar dinilai dari roses. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar maka guru bisa segera mengambil tindakan yang tepat agar siswa dapat terbebas dari kemacetan belajar.perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar guru bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses belajar dengan benar. Karena Assemen menekankan proses pembelajaran. bukan hanya hasil.

1 Jadwal Kegiatan No 1 2 3 4 Siklus I I II II Hari / Tanggal Selasa / 3 Agustus 2010 Kamis / 5 Agustus 2010 Rabu / 18 Agustus 2010 Kamis / 19 Agustus 2010 Mata Pelajaran IPA IPA IPS IPS Ket Tabel 3. 3 Agustus 2010    Fokus Perbaikan Memahami penggolongan mahluk hidup Memahami ciri-ciri mahluk hidup 2 II Rabu.2 Jadwal dan Fokus Perbaikan IPA No 1 Siklus I Hari Tanggal Senin. Subyek Penelitian 1.BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 03 Agustus sampai dengan 10 Agustus 2010 di kelas III SD Negeri 2 Kadipaten UPTD Pendidikan TK. SD dan PLS Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya dengan jadwal sebagai berikut : Tabel 3. 5 Agustus 2010 Pengelompokan mahluk hidup dengan mahluk tak hidup  Membuktikan bahwa mahluk kehidupan bergerak 17 .

19 Agustus 2010  Meningkatkan pemahaman siswa tentang contoh-contoh lingkungan alam dan buatan 2. B. .3 Jadwal dan Fokus Perbaikan IPS No 1 Siklus I Hari Tanggal Rabu. 18 Agustus 2010  Fokus Perbaikan Meningkatkan pemahaman siswa tentang lingkungan alam dan buatan 2 II Kamis. Dalam uraian setiap mata pelajaran dibahas mengenai rencana. dan dari masing-masing pelajaran dilaksanakan sebanyak dua siklus. namun alangkah baiknya bila mereka mempunyai kompetensi yang lebih baik dari pula. yaitu IPA (eksak) dan IPS (non eksak). namun mereka dapat memecahkan persoalan dalam kehidupan seharihari terutama pada pembelajaran mata pelajaran IPA dan IPS. Karakteristik Siswa Siswa kelas III SDN Kadipaten. Deskripsi Per Siklus Uraian pelaksanaan perbaikan pembelajaran terbagi menjadi 2 sesuai dengan mata pelajaran yang menjadi subjek penelitian. penggunaan media pembelajaran amatlah dibutuhkan sehingga hasil belajar diharapkan akan meningkat. Bukan hanya pengetahuan saja. secara umum termasuk siswa yang aktif dan kreatif. model pembelajaran kontekstual dengan menggunakan metode diskusidapat dipergunakan dalam proses pembelajaran jenjang sekolah dasar. Berdasarkan karakter di atas maka Pada pembelajaran IPA.Tabel 3. mengingat pada model pembelajaran ini disamping siswa dituntut dapat bekerja sama dalam masingmasing kelompoknya juga siswa dituntut untuk mengatur dirinya sendiri sebagai orang yang belajar secara aktif dalam mengembangkan minatnya secara individual. Begitu pula dalam pembelajaran IPS.

Setelah dianalisis muncul alternative untuk menggunakan media pembelajaran / alat peraga. Revisi dilakukan pada RPP yang lebih memberikan arah penggunaan media oleh guru. . Sehingga siswa pun tidak optimal dalam pembelajaran. Adapun uraian pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Rencana Pada kegiatan ini hal-hal yang dilakukan berupa Identifikasi. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran mata pelajaran IPA pada siklus II sebagai berikut a. dan Mencari Alternatif Tindakan. Setelah diidentifikasi penyebab utama adalah kurangnya penggunaan media oleh guru. Pelaksanaan Melalui penggunaan media pembelajaran dalam penyampaian materi tentang ciri-ciri mahluk hidup dengan beberapa revisi. Analisis.pelaksanaan. Pada rencana ini difokuskan pada keterampilan guru menggunakan media. Refleksi Membahas hasil observasi dan hasil belajar siswa disarankan untuk melakukan perbaikan di siklus II. Berdasarkan observasi ternyata kemampuan guru menggunakan media belum terampil. Ilmu Pengetahuan Alam Pelaksanaan perbaikan pembelajaran mata pelajaran IPA pada siklus I sebagai berikut a. b. b. pengamatan dan refleksi. c. d. Pelaksanaan Melalui penggunaan alat peraga tentang ciri-ciri mahluk hidup cukup lancar dilaksanakan walaupun belum optimal. Pengamatan Pengamatan dilakukan untuk pengambilan data yang dibantu oleh teman sejawat sesuai dengan lembar observasi siklus I. Rencana Memperbaiki RPP siklus I dengan memperhatikan hasil observasi dan saran.

Membahas alternative penyelesaian dari hambatan dari siswa. Rencana Pada kegiatan ini hal-hal yang dilakukan berupa Identifikasi. d. 1. Refleksi Membahasa hasil observasi dan hasil belajar siswa dan saran untuk perbaikan siklus II. c. Pelaksanaan Melalui penggunaan model pembelajaran konstektual pada pembelajaran IPS. Pengamatan Pengamatan dilakukan untuk pengambilan data yang dibantu oleh teman sejawat sesuai dengan lembar observasi siklus I. Melalui kegiatan ini didapat informasi. Pada siklus ini didapat informasi cukup memuaskan. guru sudah melaksanakan cukup. tetapi siswa belum optimal karena belum terbiasa..c. d. Guru sudah cukup terampil menggunakan media sehingga siswa lebih optimal dalam pembelajaran. b. . Akhirnya dipilih model pembelajaran kontekstual. Pengamatan Pengamatan dilakukan untuk pengambilan data yang dibantu oleh teman sejawat sesuai dengan lembar observasi Siklus II. dan Mencari Alternatif Tindakan. dengan pembelajaran yang optimal hasil belajar pun optimal. Setelah diidentifikasi ternyata penyebanya adalah kurang aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Guru melaksanakan model pembelajaran ini cukup baik karena sebelumnya sudah dipersiapkan skenario pembelajarannya. Ilmu Pengetahuan Sosial Pelaksanaan perbaikan pembelajaran mata pelajaran IPS pada siklus I sebagai berikut a. Refleksi Membahasa hasil observasi dan hasil belajar siswa. Analisis.

d. b. Pengamatan Pengamatan dilakukan untuk pengambilan data yang dibantu oleh teman sejawat sesuai dengan lembar observasi Siklus II.Pelaksanaan perbaikan pembelajaran mata pelajaran IPS pada siklus II sebagai berikut a. siswa dan guru terlihat optimal dalam pembelajaran. Maka muncul alternative dengan pertanyaan-pertanyaan yang kontektual dengan lingkungan sekitar dan mempersiapkan kelompokkelompok belajar siswa. . Dengan pembelajaran yang optimal hasil yang diperoleh pun cukup baik. Pelaksanaan Guru melaksanakan model pembelajaran konstektual ini cukup baik dan siswa aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Rencana Memperbaiki RPP siklus I dengan memperhatikan hasil observasi dan saran. Refleksi Membahas hasil observasi dan hasil belajar siswa. c. Dalam kegiatan ini didapat hasil yang cukup memuaskan. sehingga hasil belajar siswa pun lebih meningkar.

Siklus II a). Siklus 1 a).BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Ziq’ul Haqq Nailah Popong Anisa Rofik Fauzi L/P P L L L L L P P L Nilai Siklus 1 40 80 40 70 90 50 60 70 70 Siklus II 60 100 60 90 100 70 80 80 80 Keterangan 22 . diperoleh hasil ulangan siswa sebagai berikut : Tabel 4. Tujuan Perbaikan pembelajaran 1). Ilmu Pengetahuan Alam a.1 Daftar Nilai Siklus I dan II Mata Pelajaran IPA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Siswa Dede Nesi Diva Ikhyarul J Farhan Amalulloh Fathurahman Haikal Fahrul A Muh. Meningkatkan pemahaman siswa mellaui penggunaan alat peraga yang sesuai denagn materi pembelajaran 2). Hasil Penelitian Persiklus 1. Meningkatkan keaktifan siswa dalam proses perbaikan pembelajaran Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus I dan siklus II dalam pembelajaran IPA.

2 % 81.2 % 81.1 Tabel 4.1 Persentase 66.2 81.2 Rata-rata Nilai IPA Setiap Siklus No 1 2 Siklus I II Nilai Rata-rata 66.1 % .2 100 100 60 70 81.1 % Grafik 4.10 11 12 13 Salma Sopiah Taupikul Rohman Vinka Salsabila Ai Silva Rata-rata P L P P 90 100 50 50 66.1 Perolehan Nilai Pelajaran IPA Setelah Perbaikan 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 Siklus 1 Siklus II 66.

2. diperoleh hasil ulangan siswa sebagai berikut : Tabel 4. Ziq’ul Haqq Nailah Popong Anisa Rofik Fauzi Salma Sopiah Taupikul Rohman Vinka Salsabila Ai Silva Rata-rata L/P P L L L L L P P L P L P P Nilai Siklus 1 40 80 40 70 80 60 60 70 70 80 80 50 60 64.3 Daftar Nilai Siklus I dan II Mata Pelajaran IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Nama Siswa Dede Nesi Diva Ikhyarul J Farhan Amalulloh Fathurahman Haikal Fahrul A Muh. Meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kontekstual Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus I dan siklus II dalam pembelajaran IPS. Siklus II a).0 Keterangan . Ilmu Pengetahuan Sosial b. Meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran 2). Siklus 1 a). Tujuan Perbaikan Pembelajaran 1).7 Siklus II 60 90 60 80 90 70 70 80 80 90 90 70 70 77.

76 7.15 23.38 6.7 % 77.07 15.0 % Tabel 4.70 23.70 15.07 7.Tabel 4.7 77.38 23.4 Rata-rata Nilai IPS Setiap Siklus No 1 2 Siklus I II Nilai Rata-rata 64.07 .5 Nilai Hasil Pengelompokan Mata Pelajaran IPA No 1 2 3 4 5 Skor Nilai 100 90 80 70 60 Nilai Siswa Siklus I 1 2 1 3 1 Siklus II 4 1 3 2 3 Persentase Siklus I 7.2 Perolehan Nilai Pelajaran IPS Setelah Perbaikan 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 Siklus 1 Siklus II 64.70 Siklus II 30.7 % 77.0 Persentase 64.0 % Grafik 4.

1 menunjukan bahwa terjadi peningkatan penguasaan siswa terhadap meteri pembelajaran IPA begitu pula pada .07 30.6 7 8 9 10 50 40 30 20 10 3 2 13 13 23.69 23.76 15.80 23.6 Nilai Hasil Pengelompokan Mata Pelajaran IPA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Skor Nilai 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 13 13 100 100 Nilai Siswa Siklus I 4 3 3 1 2 Siklus II 4 3 4 2 Persentase Siklus I 30.07 7.38 Siklus II 27.07 15.38 - 100 100 Tabel 4.38 - 3.70 15. Berdasarkan grafik 4.07 23. Deskripsi dan Refleksi Dari hasil temuan dan refleksi terhadap permasalahan fokus perbaikan pembelajaran menunjukan hasil yang meningkat pada penguasaan siswa terhadap materi pelajaran. motivasi belajar siswa lebih aktif belajar sehingga kualitas hasil belajar meningkat.

Jadi pada siklus ke II hanya 2 orang yang dibawah nilai 70. Pada tabel 4. pada siklus II terdapat 10 orang yang mendapay nilai 70 ke atas.2. Kegagalan . Pada Pelajaran IPA a. 2) Dengan menggunakan alat peraga sederhana dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa maka hasil belajar lebih bersifat permanen atau tidak mudah terlupakan. Keberhasilan 1) Dengan memberi arahan yang sistematis. Keberhasilan 1) Dengan penjelasan materi yang sistematis dan tidak terlalu cepat siswa menjadi lebih mudah memahami materi. 2.6 yang menunjukan nilai mata pelajaran IPS siswa mendapat nilai 70 ke atas pada siklus I terdapat 7 orang siswa. Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) a.pelajaran IPS yang ditunjukan pada grafik 4. pada siklus II terdapat 11 orang. Setelah melakukan refleksi maka diketahui keberhasilan dan kegagalan dari proses pembelajaran yang saya lakukan yaitu : 1. siswa dapat melakukan pembelajaran sesuai dengan rencana dan tujuan 2) Dengan menggunakan alat peraga siswa lebih cepat memahami materi sehingga termotivasi untuk ikut aktif belajarnya. Kegagalan 1) Belum bisa meningkatkan perhatian siswa pada pembelajaran 2) Belum berhasil membuat seluruh siswa mendapat hasil dengan nilai kategori tinggi dan sangat tinggi.5 menunjukan bahwa nilai mata pelajaran IPA pada siklus I terdapay 7 orang siswa yang mendapat nilai 70 ke atas. b. Hal ini memperlihatkan bahwa pelajaran menunjukan adanya kemajuan pada penguasaan siswa terhadap materi pelajaran. Pada tabel 4. b.

Siklus I Dari temuan diketahui bahwa prosentase nilai rata-rata 66. Pembahasan dari Setiap Siklus 1. IPA a. B. Hal ini saya lakukan karena terdapat hubungan antara motivasi belajar siswa dengan hasil belajar baik hasil lebih pada suatu waktu tertentu maupun terhadap hasil belajr selanjutnya. 3) Guru kurang memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih mengerjakan soal-soal. Dengan temuan di atas penulis berusaha untuk memperbaiki proses pembelajaran yang disusun dalam rencana pembelajaran.2 % setelah melakukan refleksi di atas diindikasi karena dalam proses pembelajaran masih belum optimal diantaranya : 1) Motivasi belajar siswa masih rendah. 2) Kurangnya alokasi waktu yang tersedia. Langkah pertama yang saya lakukan adalah memunculkan motivasi belajar yang ada pada diri siswa.1) Belum menarik perhatian siswa sepenuhnya pada saat proses pembelajaran berlangsung 2) Belum berhasil mebuat seluruh nilai siswa mencapai kategori tinggi dan sangat tinggi Disamping temuan di atas tetap dilakukan diagnosis supaya dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap berbagai kekurangannya pada pembelajaran berikutnya. 4) Penggunaan alat peraga kurang maksimal. Pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan secara umum. Sehingga tetap terpelihara dalam upaya meningkatkan mutu belajar. Setelah perhatian siswa pada konsep/topik yang akan dipelajari langkah selanjutnya mengembangkan pembelajaran yang dituntut .

keterlibatan siswa. . perubahan perilaku dan pengalaman. Siswa dituntut melakukan proses dalam belajar. Kemudian mengoptimalkan penggunaan alat peraga dengan mempertimbangkan tempat yang strategis dapat dilihat oleh semua siswa-siswi dituntut untuk berani meniru dengan mengamati demonstrasi guru. Siswa dituntut untuk dilatih kemandirian dalam pembelajaran menemukan konsep. berani mengemukakan pengetahuan yang sudah dimiliki mengenai konsep yang akan dipelajari.1 % setalah melakukan refleksi keadaan di atas diindentifikasi dalam proses pembelajaran sudah mengalami peningkatan misalnya : 1) Motivasi belajar siswa sudah relatif meningkat 2) Siswa sudah ikut terlibat aktif dalam pembelajaran 3) Pemanfaatan waktu sudah sesuai 4) Siswa sudah mengerjakan soal-soal latihan Saya berusaha memperbaiki pembelajaran dengan cara memberi kesempatan secara merata kepada semua siswa untuk berani menunjukan keaktifan dalam pembelajaran. hal ini saya lakukan karena dalam belajar terdapat tiga pokok yaitu : proses. Pembahasan siklus II Dari temuan diketahui bahwa prosentase nilai rata-rata 81. berpikir sistematis bahwa belajar itu adalah suatu proses penggunan alat peraga yang konkrit yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia SD yaitu tahap operasional konkrit Jean Piaget (Sumatri. Siswa melakukan proses untuk menemukan konsep bahwa sifat-sifat bangun ruang dengan menggunakan alat peraga. 2004 : 3-6) b.

Dengan adanya kebersamaan ini setiap anggota akan berpartisipasi aktif menyelesaikan tugas yang diberikan kepada kelompoknya. 1) Motivasi belajar siswa sudah meningkat 2) Pemahaman peningkatan 3) Pemanfaatan waktu sudah baik dan penguasaan siswa sudah menunjukan yang menyebabkan kurang optimalnya proses . Ilmu Pengetahuan Sosial a. Langkah pertama penulis lakukan adalah menyusun skenario pembelajaran dengan menggunakan alat peraga. bermakna dan menarik bagi siswa. 7 % setalah melakukan refleksi keadaan di atas diidentifikasi karena dalam proses pembelajaran masih belum optimal diantaranya : 1) Motivasi belajar kurang 2) Pemahaman materi masih kurang 3) Alokasi waktu belum selesai 4) Siswa yang pintar masih mendominasi aktivitas pembelajarannya Dengan demikian peneliti berusaha memperbaiki pembelajaran dengan menyusun langkah-langkah tindakan yang dituangkan dalam rencana perbaikan pembelajaran. Pembahasan Siklus II Diketahui bahwa prosentase nilai rata-rata 77.0 % setalah melakukan refleksi keadaan di atas diidentifikasi karena dalam proses pembelajaran sudah mengalami peningkatan meskipun masih terdapat kekurangan pembelajaran. Memberi kesempatan kepada siswa memiliki rasa kebersamaan. Mengelompokan siswa dengan tujuan menciptakan hubungan yang baik antara siswa agar tidak mengganggu kelancaran pembelajaran. Pembahasan Siklus I Dari temuan diketahui bahwa prosentase nilai rata-rata 64. Dalam rangka meningkatkan motivasi siswa untuk ikut belajar dan diberikan tugas yang sesuai. b.2.

(Ames and Archer (1987). Peran motivasi belajar seperti ini sangat menentukan keberhasilan siswa karena faktor kemandirian. Siswa diberi kebebasan untuk melakukan tugas belajarnya asal tidak mengganggu siswa lain. Saya melakukan tindakan perbaikan untuk lebih meningkatkan motivasi siswa..4) Hampir semua siswa terlihat dalam aktivitas pembelajaran Dengan temauan di atas. Guru dapat mengubah (meningkatkan) motivasi siswa. Suciati dk. . 2004 : 3-4). maka penulis berusaha untuk memperbaiki kekurangan dari proses pembelajaran dengan cara menerapkan disiplin secara fleksibel sehingga tercipta situasi belajar yang efektif.

B. termotivasi untuk belajar dan menumbuhkan rasa ingin tahu. Peningkatan hasil belajar yang diperoleh pada siklus I mencapai 64. siklus II mencapai 81. ada beberapa hal yang sebaiknya dilaksanakan oleh guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran diantaranya : 1. Saran dan Tindak Lanjut Berdasarkan kesimpulan di atas. siswa menjadi lebih tertarik. Pembelajaran dengan menggunakan alat peraga perlu dikembangkan pada materi pembelajaran yang berbeda. serta kemampuan berkomunikasi dan memberikan kontribusi sosial. Peningkatan hasil belajar yang diperoleh pada siklus I mencapai rata-rata 66. hasil belajar siswa meningkat dan bersifat permanen atau tidak mudah dilupakan.7 % dan siklus II mencapai 77. selain tumbunya kemampuan kognitif / intelektual siswa juga tumbuh sikap kepekaan sosial. 0 %. Pembelajaran IPA dengan menggunakan alat peraga. Kesimpulan Dari hasil kajian perbaikan pembejaran yang telah dilaksanakan di kelas III SD Negeri 2 Kadipaten Kecamatan Kadipaten dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Dalam proses pembelajaran siswa lebih aktif. senang. sehingga hasil belajar dirasakan oleh siswa lebih bermakna dan meningkat. siswa lebih termotivasi untuk belajar.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.1 %. Belajar kelompok dapat mengembangkan hubungan antara personal. 32 . yang memang sesuai dengan taraf berpikir siswa SD yaitu tahap operasional kongkrit (berpikir nyata). Pembelajaran IPS dengan model pembelajaran konsekstual dimana guru menggunakan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran. 2.2 %. 3.

Pengalaman melaksanakan penelitian tindakan kelas ini. sehingga masalah yang ditemukan di kelas dapat dicarikan solusinya. supaya belajar siswa aktif dan menyenangkan. . 4. dapat dijadikan bahan kajian pada pertemuan dengan teman-teman sejawat melalui Kelompok Kerja Guru (KKG).2. Model pembelajaran konsektual perlu dikembangkan pada mata pembelajaran lainnya. Perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan dapat dijadikan pedoman guna mengatasi permasalahan lain yang ditemukan guru di kelas. 3.

Tasikmalaya Dinas Pendidikan. dkk (2005). Susi Susilawati. Belajar Pengetahuan Sosial Deng Kompetensi Dasar Keterampilan Dasar Keterampilan Sosial Bandung : PT. Hj. Winataputra. Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkunganku . dkk (2008). Winataputra.Dr (1996). Sains untuk Sekolah Dasar Kelas III Elangga. Rosiawaty (2008). Renny Setiraeni. dkk 1978 : 42 (Materi Pembelajaran Ips SD) Universitas Terbuka. Jakarta : Pusat Perbukuan. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar KTSP PSD. Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkunganku. Nita Suherneti. 34 . Dra. Strategi Belajar Mengajar Universitas Terbuka. Jakarta : Pusat Perbukuan. Lilih S (2004). Sarana Panca Karya Nusa. dkk.A. Belajar Sains 3 Dengan Orientasi Keterampilan Eksperimen untuk SD Kelas 3 PT. Muhammad Nursaban (2008). Udin S. Belajar Pengetahuan Sosial dengan Orientasi Keterampilan Sosial. Mulyati Arifin. Pedoman Pembelajaran Sains secara kontekstual untuk guru SD Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat 2004. Sarana Panca Karya Nusa. M. Jakarta : Pusat Pebukuan Udin S. Raja Grafindo Persada. M.. Hj. Hidayat. Ishak Dkk (Pendidikan IPS di SD) Universitas Terbuka.Pd.Prof.Sarana Panca Karya Nusa. Haryanto.DAFTAR PUSTAKA Arsyad. Azhar. Kelompok Kerja Pengawas TK / SD (2006). Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam. S. Bandung : PT. Media Pembelajaran Jakarta PT.

Tasikmalaya Menyatakan bahwa Nama NIP Tempat Mengajar Jabatan : N. Teman Sejawat. ETI NURHAYATI NIM. KOMALAWATI. 817646253 . Kadipaten. 2 Agustus 2010 Yang Membuat Pernyataan. KOMALAWATI.Lampiran 1 SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIM Program Studi Tempat Mengajar Pokjar : N. S. ETI NURHAYATI : 817646253 : S-1 PGSD : SD Negeri 2 Kadipaten : Cineam.Pd NIP. Kab. : 19640807 099301 2001 : SD Negeri 2 Kadipaten : Guru Kelas Adalah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran. yang merupakan tugas mata kuliah PDGK 4501 Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP). Demikian pernyataan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. N. 19640807 199301 2001 N.Pd. S.

UNDANG YOYO. Tasikmalaya Telephone : Menyatakan bersedia sebagai teman sejawat untuk mendampingi dalam pelaksanaan PKP atas nama : Nama NIP Tempat Mengajar Alamat Sekolah : N. 2 Agustus 2010 Teman Sejawat. ETI NURHAYATI : 817646253 : S-1 PGSD : Desa Kadipaten Kecamatan Kadipaten Kab. S.Lampiran 2 KESEDIAAN SEBAGAI TEMAN SEJAWAT DALAM PENYELENGGARAAN PKP Kepada Kepala UPBJJ-UT Bandung Di Bandung Yang bertanda tangan di bawah ini. Tasikmalaya Telephone : Demikian agar surat pernyataan ini dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.Pd.Pd. KOMALAWATI. : 19640807 099301 2001 : SD Negeri 2 Kadipaten : Desa Kadipaten Kecamatan Kadipaten Kab. KOMALAWATI. 19561010 197512 1002 N.Pd NIP. NIP. 19640807 199301 2001 . Mengetahui Kepala Sekolah Kadipaten. menerangkan bahwa : Nama NIP Tempat Mengajar Alamat Sekolah : N. S. S.

Menyebutkan dua macam ciri-ciri mahluk hidup 3. Indikator 1. Tujuan Perbaikan Pembelajaran 1. Melalui diskusi siswa dapat mengelompokan mahluk hidup dengan mahluk tak hidup. Menyebutkan tiga macam benda yang termasuk kepada mahluk hidup 2. E.Lampiran 3 Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Alokasi Waktu : : : : Ilmu Pengetahuan Alam III /I Selasa / 3 Agustus 2010 1 x 35 Menit A. Melalui penjelasan guru siswa dapat menyebutkan tiga macam benda yang termasuk kepada mahluk hidup 2. Materi Pembelajaran 1. Mengelompokan mahluk hidup dengan mahluk tak hidup D. B. Kompetensi Dasar Mengidentifikasi ciri dan kebutuhan mahluk hidup C. Standar Kompetensi Memahami ciri-ciri mahluk hidup serta hal-hal yang mempengaruhi perubahan pada mahluk hidup. Setelah mengadakan tanya jawab siswa dapat menyebutkan ciri-ciri mahluk hidup 3. Macam – macam mahluk hidup .

seperti : Apakah tumbuhan bergerak? Apakah kunci bisa memerlukan makanan? Apakah batu bisa bergerak? Apakah papan tulis bisa bernafas? 2. b. Kegiatan Akhir ( 10 menit ) a. Menganalisis hasil evaluasi d. Siswa dan guru membahas hasil diskusi kelompok f. d. Diskusi G. Mengadakan apersepsi berupa tanya jawab yang mengarah pada materi pembelajaran. c. Kegiatan Inti ( 20 menit ) a. Memberikan tindak lanjut . Metode Pembelajaran 1. Tanya Jawab 3. Ciri-ciri mahluk hidup F. Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang ciri-ciri mahluk hidup. Guru memberikan pengliatan atas hasil kerja siswa g. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Ceramah 2. Memeriksa hasil evaluasi c. Kegiatan Awal (5 menit) a. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Dengan bimbingan guru siswa melakukan diskusi kelompok e. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Mengadakan evaluasi b. Siswa memperhatikan benda-benda yang diperlihatkan oleh guru.2. Mengkondisikan siswa pada situasi pembelajaran yang baik b. Siswa dan guru menyimpulkan materi pembelajaran 3.

. Bentuk Tes 4. Benda-benda yang termasuk kepada mahluk hidup yaitu.. kursi.. itu membuktikan bahwa mahluk hidup itu.... Manusia. kambing... dan tumbuhan 2. Alat Tes : Tulisan : Isian : Soal Evaluasi Soal Evaluasi Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar ! 1. Sebutkan 2 macam ciri-ciri mahluk hidup 3. Sumber belajar a........ papan tulis benda-benda itu termasuk kepada mahluk. meja. Sarana dan Sumber Belajar 1.. Sains untuk Sekolah Dasar Kelas III Erlangga I... Sarana a... 2.. Adanya gerak turun naiknya dada pada manusia pada saat bernafas. memerlukan makanan dll 3...... Evalusi 1. Kunci Jawaban 1..Tes proses mengamati siswa dalam berdiskusi kelompok ... berkembang biak. Benda-benda disekitar kelas b. Mahluk tak hidup 5.H.Tes Akhir 2. 4.... Belajar Sains 3 PT Sarana Panca Karya b. Bernafas... Ayam. Mahluk hidup 4.. Prosedur Tes : .. dan tumbuhan termasuk kepada mahluk ... hewan. 5.. Bernapas ... bergerak..dan. Jenis Tes 3. Contoh benda hidup dan benda tak hidup 2. Batu..

S. Setiap nomor diberi nilai 20 3.Kriteria penilaian 1. 8176466253 . Eti Nurhayati NIM. 195610101975121002 N. 3 Agustus 2010 Peneliti Undang Yoyo. Skor maksimal 100 Mengetahui Kepala Sekolah Kadipaten. Jumlah soal sebanyak lima nomor 2.Pd NIP.

5. 4. 3. . No 1 2 3 4 5 Mahluk Hidup Pohon Rambutan Batu Benda Tak Hidup Anggota Kelompok 1.Lembar Kerja Siswa Mata Pelajaran IPA Lengkapi tabel dibawah ini dengan menuliskan contoh-contoh mahluk hidup dan tak hidup. 2.

FORMAT PENILAIAN Keaktifan Siswa No Nama Siswa A B C Aktifitas Siswa A = Sangat Aktif B = Aktif C = Kurang Aktif .

Komalawati.Lampiran 4 LEMBAR OBSERVASI SIKLUS I Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Observasi : Ilmu Pengetahuan Alam : III / I : Selasa / 3 Agustus 2010 : Strategi Pembelajaran Kemunculan No Aspek-Aspek yang diamati Ya 1 2 3 4 Pada kegiatan awal mengadakan apesepsi Menyampaikan tujuan pembelajaran Penyampaian materi tidak terlalu cepat Siswa diberi kesempatan untuk bertanya Membimbing siswa dalam berdiskusi 5 kelompok 6 7 Meyimpulkan materi pembelajaran Mengadakan evaluasi Cukup Cukup Tidak Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Keterangan Kadipaten. 196408071993012001 .Pd NIP. S. 3 Agustus 2010 Pengamat N.

Indikator 1. Tujuan Perbaikan Pembelajaran 1. E.Lampiran 5 Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus II Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Alokasi Waktu : : : : Ilmu Pengetahuan Alam III /I Kamis / 5 Agustus 2010 1 x 35 Menit A. Menyebutkan dua macam ciri-ciri mahluk hidup 3. Melalui diskusi siswa dapat mengelompokan mahluk hidup dengan mahluk tak hidup. Standar Kompetensi Memahami ciri-ciri mahluk hidup serta hal-hal yang mempengaruhi perubahan pada mahluk hidup. B. Mengelompokan mahluk hidup dengan mahluk tak hidup D. Materi Pembelajaran 1. Melalui penjelasan guru siswa dapat menyebutkan tiga macam benda yang termasuk kepada mahluk hidup 2. Macam – macam mahluk hidup . Menyebutkan tiga macam benda yang termasuk kepada mahluk hidup 2. Kompetensi Dasar Mengidentifikasi ciri dan kebutuhan mahluk hidup C. Setelah mengadakan tanya jawab siswa dapat menyebutkan ciri-ciri mahluk hidup 3.

c. Siswa dan guru menyimpulkan materi pembelajaran 3. Siswa memperhatikan benda-benda yang diperlihatkan oleh guru. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Memeriksa hasil evaluasi c. Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang ciri-ciri mahluk hidup. Kegiatan Inti ( 20 menit ) a. Mengadakan evaluasi b. seperti : Apakah tumbuhan bergerak? Apakah kunci bisa memerlukan makanan? Apakah batu bisa bergerak? Apakah papan tulis bisa bernafas? 2. Ceramah 2. Mengadakan apersepsi berupa tanya jawab yang mengarah pada materi pembelajaran. Ciri-ciri mahluk hidup F. Kegiatan Akhir ( 10 menit ) a. Diskusi G. Mengkondisikan siswa pada situasi pembelajaran yang baik b. Metode Pembelajaran 1. Menganalisis hasil evaluasi d. Kegiatan Awal (5 menit) a. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Guru memberikan pengliatan atas hasil kerja siswa g. Siswa dan guru membahas hasil diskusi kelompok f.2. Memberikan tindak lanjut . Tanya Jawab 3. Dengan bimbingan guru siswa melakukan diskusi kelompok e. d. Langkah-langkah Pembelajaran 1. b.

.... hewan.. itu membuktikan bahwa mahluk hidup itu... Sebutkan 2 macam ciri-ciri mahluk hidup 3... kursi...... 5. Bernafas... kambing. 2. Alat Tes : Tulisan : Isian : Soal Evaluasi Soal Evaluasi Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar ! 1.. berkembang biak. Prosedur Tes : . Benda-benda yang termasuk kepada mahluk hidup yaitu.. Sains untuk Sekolah Dasar Kelas III Erlangga I. Manusia. Benda-benda disekitar kelas b.. memerlukan makanan dll 3.. meja.. Contoh benda hidup dan benda tak hidup 2. Mahluk tak hidup 5...dan. Belajar Sains 3 PT Sarana Panca Karya b.. dan tumbuhan termasuk kepada mahluk ..Tes Akhir 2. Bernapas ... 4. Kunci Jawaban 1.. papan tulis benda-benda itu termasuk kepada mahluk. dan tumbuhan 2.. Jenis Tes 3...... Mahluk hidup 4.H..Tes proses mengamati siswa dalam berdiskusi kelompok . Sarana dan Sumber Belajar 1... Ayam. bergerak.. Evalusi 1... Bentuk Tes 4.. Sumber belajar a. Adanya gerak turun naiknya dada pada manusia pada saat bernafas. Batu. Sarana a...

195610101975121002 N. Setiap nomor diberi nilai 20 3. Jumlah soal sebanyak lima nomor 2. S. 3 Agustus 2010 Peneliti Undang Yoyo. Eti Nurhayati NIM. 8176466253 .Pd NIP.Kriteria penilaian 1. Skor maksimal 100 Mengetahui Kepala Sekolah Kadipaten.

3 Agustus 2010 Pengamat N.Pd NIP. S. Komalawati. 196408071993012001 .Lampiran 6 LEMBAR OBSERVASI SIKLUS II Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Observasi : Ilmu Pengetahuan Alam : III / I : Kamis / 5 Agustus 2010 : Strategi Pembelajaran Kemunculan No Aspek-Aspek yang diamati Ya 1 2 3 4 Pada kegiatan awal mengadakan apesepsi Menyampaikan tujuan pembelajaran Penyampaian materi tidak terlalu cepat Siswa diberi kesempatan untuk bertanya Membimbing siswa dalam berdiskusi 5 kelompok 6 7 Meyimpulkan materi pembelajaran Mengadakan evaluasi Cukup Cukup Tidak Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Keterangan Kadipaten.

Menjelaskan arti lingkungan alam 2. Materi Pembelajaran 1. Menyebutkan contoh-contoh lingkungan alam dan buatan masing-masing sebanyak 2 macam D. Melalui tanya jawab dan diskusi kelompok siswa dapat menyebutkan contoh-contoh lingkungan alam dan buatan E. Kompetensi Dasar Menceritakan lingkungan alam dan buatan disekitar rumah dan sekolah. Arti lingkungan alam dan buatan 2.Lampiran 7 Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Alokasi Waktu : : : : Ilmu Pengetahuan Sosial III /I Rabu. C. Menjelaskan arti lingkungan buatan 3. 18 Agustus 2010 1 x 35 Menit A. Tujuan Perbaikan Pembelajaran 1. Melalui karyawisata siswa dapat menjelaskan arti lingkungan alam dan lingkungan buatan 2. B. Indikator 1. Standar Kompetensi Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di lingkungan sekitar rumah dan sekolah. Contoh-contoh lingkungan alam dan buatan .

Kegiatan Inti ( 20 menit ) a. Tanya jawab 3. Memberikan tindak lanjut .F. Memeriksa hasil evaluasi c. Diskusi G. b. Dengan bimbingan guru. Metode Pembelajaran 1. Siswa dan guru menyimpulkan materi pembelajaran 3. siswa dibawa ke luar kelas untuk mengamati lingkungan di sekitar sekolah. Menganalisis hasil evaluasi d. Mengadakan evaluasi b. Karyawisata 2. Siswa membuat catatan-catatan kecil dari hasil pengamatannya c. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok e. Kegiatan Akhir ( 10 menit ) a. Mengadakan apesepsi berupa pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada materi pembelajaran. Memberikan penguatan atas hasil kerja siswa h. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Kegiatan Awal ( 5 menit ) a. Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang lingkungan d. Dengan bimbingan guru siswa melakukan diskusi kelompok f. b. Mengkondisikan siswa pada situasi pembelajaran yang kondusif. seperti : Pernahkah kalian melihat laut ? Sudahkah kalian melihat pegunungan ? Pernahkan kalian pergi ke pasar ? Pernahkah kalian melihat kolam ? 2. Siswa dan guru membahas hasil kerja kelompok g. Menyampaikan tujuan perbaikan pembelajaran c.

Belajar Pengetahuan Sosial... Buatan 3.. Jenis Tes 3... b. termasuk lingkungan. terminal.. Bangunan sekolah...... I.. 5... danau. Alat Tes : Tulisan : Isian : Soal Evaluasi Soal Evaluasi Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar ! 1.. Sumber Belajara a.. Ilmu Pengetahuan Sosial 3 Pusat Perbukuan. Evaluasi 1.. 2.......... pasar.... Pegunungan. laut.H. PT Sarana Panca Karya Nusa c... Bentuk Tes 4.. Belajar Pengetahuan Sosial Dengan Orientasi Keterampilan Sosial. Bangunan sekolah dibuat untuk kepentingan. 3. Lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran 2.. adalah contoh lingkungan... PT Sarana Panca Karya Nusa d.. Pendid .. Sarana dan Sumber Belajar 1..Tes proses mengamati keaktifan siswa dalam berdiskusi 2. Lingkungan yang terjadi secara alami... Lingkungan yang dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya... Prosedur Tes : .... Kuci Jawaban 1.... Sarana a....... disebut lingkungan.. Alam 2... 4.... disebut lingkungan..

8176466253 .Pd NIP. Setiap soal diberi nilai 20 3. Skor maksimal 100 Mengetahui Kepala Sekolah Kadipaten. S. Jumlah soal sebanyak 5 nomor 2. 195610101975121002 N. 3 Agustus 2010 Peneliti Undang Yoyo. Eti Nurhayati NIM.Kriteria Penilaian 1.

5.LEMBAR KERJA SISWA Mata Pelajaran IPS Tulislah contoh-contoh lingkungan alam dan buatan pada kolom yang di bawah ini : Contoh-contoh Lingkungan Hidup Contoh-contoh Lingkungan Buatan No 1 2 3 4 5 Anggota Kelompok 1. 3. . 2. 4.

Lampiran 8 LEMBAR OBSERVASI SIKLUS I

Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Observasi

: Ilmu Pengetahuan Sosial : III / I : Rabu / 18 Agustus 2010 : Strategi Pembelajaran

No 1 2

Aspek-Aspek yang diamati Pada kegiatan awal mengadakan apesepsi Menyampaikan tujuan perbaikan pembelajaran

Kemunculan Ya Tidak

Keterangan Cukup Cukup

3

Menggunakan lingkungan sebagai media pembelajaran

4 5 6 7

Penyampaian materi tidak terlalu cepat Siswa diberi kesempatan untuk bertanya Membimbing siswa dalam berdiskusi Mengamatti siswa pada saat melakukan diskusi

Cukup

Cukup

8 9

Menyimpulkan materi pembelajaran Mengadakan evaluasi

Cukup Cukup

Kadipaten, 18 Agustus 2010 Pengamat

N. Komalawati, S.Pd NIP. 196408071993012001

Lampiran 9 Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus II

Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Alokasi Waktu

: : : :

Ilmu Pengetahuan Sosial III /I Kamis, 19 Agustus 2010 1 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di lingkungan sekitar rumah dan sekolah.

B. Kompetensi Dasar Menceritakan lingkungan alam dan buatan disekitar rumah dan sekolah.

C. Indikator 1. Menjelaskan arti lingkungan alam 2. Menjelaskan arti lingkungan buatan 3. Menyebutkan contoh-contoh lingkungan alam dan buatan masing-masing sebanyak 2 macam

D. Tujuan Perbaikan Pembelajaran 1. Melalui karyawisata siswa dapat menjelaskan arti lingkungan alam dan lingkungan buatan 2. Melalui tanya jawab dan diskusi kelompok siswa dapat menyebutkan contoh-contoh lingkungan alam dan buatan

E. Materi Pembelajaran 1. Arti lingkungan alam dan buatan 2. Contoh-contoh lingkungan alam dan buatan

F. Metode Pembelajaran 1. Karyawisata 2. Tanya jawab 3. Diskusi

G. Langkah-langkah Pembelajaran 4. Kegiatan Awal ( 5 menit ) a. Mengkondisikan siswa pada situasi pembelajaran yang kondusif. b. Menyampaikan tujuan perbaikan pembelajaran c. Mengadakan apesepsi berupa pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada materi pembelajaran, seperti : Pernahkah kalian melihat laut ? Sudahkah kalian melihat pegunungan ? Pernahkan kalian pergi ke pasar ? Pernahkah kalian melihat kolam ?

5. Kegiatan Inti ( 20 menit ) a. Dengan bimbingan guru, siswa dibawa ke luar kelas untuk mengamati lingkungan di sekitar sekolah. b. Siswa membuat catatan-catatan kecil dari hasil pengamatannya c. Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang lingkungan d. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok e. Dengan bimbingan guru siswa melakukan diskusi kelompok f. Siswa dan guru membahas hasil kerja kelompok g. Memberikan penguatan atas hasil kerja siswa h. Siswa dan guru menyimpulkan materi pembelajaran 6. Kegiatan Akhir ( 10 menit ) a. Mengadakan evaluasi b. Memeriksa hasil evaluasi c. Menganalisis hasil evaluasi d. Memberikan tindak lanjut

.. 5..... Bentuk Tes 4. adalah contoh lingkungan...... 2. Bangunan sekolah dibuat untuk kepentingan......H. disebut lingkungan.. Bangunan sekolah........ pasar. disebut lingkungan... Alam 2. terminal.. PT Sarana Panca Karya Nusa c... 4.. Sarana a. Belajar Pengetahuan Sosial. Ilmu Pengetahuan Sosial 3 Pusat Perbukuan.... PT Sarana Panca Karya Nusa d..Tes proses mengamati keaktifan siswa dalam Soal Evaluasi Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar ! 1.. I... b....... danau.. Lingkungan yang dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Prosedur Tes berdiskusi 2. Evaluasi 1.. Kuci Jawaban 1. Pegunungan..... Sumber Belajara a.... Lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran 2... Buatan 3. Pendid . Jenis Tes 3. Belajar Pengetahuan Sosial Dengan Orientasi Keterampilan Sosial. termasuk lingkungan. Alat Tes : Tulisan : Isian : Soal Evaluasi : .... 3.. Lingkungan yang terjadi secara alami. laut.. Sarana dan Sumber Belajar 1...

3 Agustus 2010 Peneliti Undang Yoyo.Pd NIP. Jumlah soal sebanyak 5 nomor 2. 195610101975121002 N. Eti Nurhayati NIM. 8176466253 . S. Skor maksimal 100 Mengetahui Kepala Sekolah Kadipaten. Setiap soal diberi nilai 20 3.Kriteria Penilaian 1.

S.Lampiran 10 LEMBAR OBSERVASI SIKLUS II Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Observasi : Ilmu Pengetahuan Sosial : III / I : Kamis / 19 Agustus 2010 : Strategi Pembelajaran No 1 2 Aspek-Aspek yang diamati Pada kegiatan awal mengadakan apesepsi Menyampaikan tujuan perbaikan pembelajaran Kemunculan Ya Tidak Keterangan Cukup Cukup 3 Menggunakan lingkungan sebagai media pembelajaran 4 5 6 7 Penyampaian materi tidak terlalu cepat Siswa diberi kesempatan untuk bertanya Membimbing siswa dalam berdiskusi Mengamatti siswa pada saat melakukan diskusi Cukup Cukup 8 9 Menyimpulkan materi pembelajaran Mengadakan evaluasi Cukup Cukup Kadipaten. Komalawati.Pd NIP. 18 Agustus 2010 Pengamat N. 196408071993012001 .

Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan laporan ini. Dengan berbagai keterbatasan yang penulis miliki.Pd selaku Supervisor / Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional program PGSD Universitas Terbuka. Bapak ir. berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan ini. i . memberi arahan. Ahmad Anwar Yusa. Bapak Kepala Sekolah SD Negeri 2 Kadipaten yang telah memberi izin melaksanakan perbaikan pembelajaran. baik dalam penulisan. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada : 1. 6. Dalam penyusunan laporan ini. bimbingan dan dorongan kepada penulis dalam menyusun laporan ini. 3. penulis sadar bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan. Anditrisna yang selalu memberi semangat dan selalu membantu penulis dalam menyusun laporan ini.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh SWT. pada mata pelajaran IPA dan IPS yang merupakan tugas mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) pada program S-1 PGSD. Pengelola Pokjar Cineam Kabupaten Tasikmalaya. maupun tata bahasanya. Laporan ini menyajikan hasil penelitian tentang perbaikan pembelajaran di kelas III SD Negeri 2 Kadipaten. Bapak Drs. penulis banyak menerima bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. 2. 5. Tanpa bantuan dan bimbingan penulis yakin laporan ini tidak akan selesai tepat waktunya. isi. Rekan-rekan guru SD Negeri 2 Kadipaten yang telah membantu memberikan dukungan dan semangat kepada penulis dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran. 4. M. Pengelola Program S-1 PGSD Universitas Terbuka UPBJJ Bandung.

Tasikmalaya. 18 Agustus 2010 Penulis ii .Akhirnya semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan referensi untuk membuat laporan sejenis serta dapat kiranya memenuhi harapan.

.................... BAB II KAJIAN PUSTAKA.. Hasil Penelitian Persiklus....................................... Media Pembelajaran / Alat Peraga ....... BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN ....................................................................... Tujuan Masalah …………………………………………………… D.............................. DAFTAR TABEL …………………………………………………………............................................................................................................ 17 B. DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………….. Manfaat Penelitian...... C................. i iii iv v vi 1 1 3 3 4 DAFTAR ISI ……………………………………………………………….................................... D.............................................. Deskripsi Per Siklus. Ilmu Pengetahuan Sosial ........................................................................... LAMPIRAN......... Pembelajaran Kontekstual........................ B.......... A..... DAFTAR GRAFIK ………………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………… ……………………………………………….. Kesimpulan.................................................................... A.............................................................................. Subyek Penelitian....... B............................................. A............... Rumusan Masalah C................ DAFTAR PUSTAKA...........................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……………………………………………………................................................ 5 6 8 12 17 A.... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................................ BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...................... B.................. Ilmu Pengetahua Alam ............................................................................. Saran dan Tindak Lanjut .......................... 18 22 22 28 32 32 32 34 35 iii .................... 5 A......................................................................................... B.................................................................................................................... Latar Belakang Masalah . Pembahasan dari Setiap Siklus.........

........................................................ 59 iv ................ 48 49 Lampiran 7 Lampiran 8 RPP siklus I Mata Pelajaran Non Eksak .................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Surat Pernyataan dari teman sejawat .... 54 55 Lampiran 9 RPP Siklus II Mata Pelajaran Non Eksak ................................................................................................................................................................ Lampiran 15 Lembar Pengamatan Siswa............................................................................ Lembar Observasi Perbaikan Pembelajaran Mata Pelajaran Eksak Siklus I ...... Lampiran 11 Foto Copy TBS (Tanda Bukti Setor).... Lampiran 12 Foto Copy Kartu Mahasiswa ......... Lampiran 10 Lembar Observasi Perbaikan Pembelajaran Mata Pelajaran Non Eksak Siklus II .............................. Lembar Observasi Perbaikan Pembelajaran Mata Pelajaran Non Eksak Siklus I .................................................. lembar Observasi perbaikan Pembelajaran Mata Pelajaran Eksak Siklus II ................................... RPP Siklus I Mata Pelajaran Eksak ....................................... Lampiran 13 Contoh Lembar Kerja Siswa Mata Pelajaran IPA ........................................................................................................................... Kesediaan sebagai teman sejawat ............ 35 36 37 43 44 Lampiran 5 Lampiran 6 RPP Siklus II Mata Pelajaran Eksak ................................ Lampiran 14 Contoh Lembar Kerja Siswa Mata Pelajaran IPS ....................................

Tabel 4.5 Nilai Hasil Pengelompokan Mata Pelajaran IPA ……………….3 Daftar Nilai Siklus I dan II Mata Pelajaran IPS Tabel 4. Tabel 3..4 Rata-rata Nilai IPS Setiap Siklus ……………………………….1 Daftar Nilai Siklus I dan II Mata Pelajaran IPA ………………… Tabel 4. Tabel 4..2 Jadwal dan Fokus Perbaikan IPA …………………………….6 Nilai Hasil Pengelompokan Mata Pelajaran IPS ……………… v . Tabel 4.3 Jadwal dan Fokus Perbaikan IPS ……………………………….1 Jadwal Kegiatan ………………………………………………. 17 17 18 22 23 24 25 25 26 Tabel 4.2 Rata-rata Nilai IPA Setiap Siklus ………………………………. ……………….DAFTAR TABEL Tabel 3. Tabel 3.

1 Perolehan Nilai Pelajaran IPA Setelah Perbaikan …………… Grafik 4.DAFTAR GRAFIK Grafik 4. 23 25 vi .2 Perolehan Nilai Pelajaran IPS Setelah Perbaikan …………….

Sabtu. Drs.2 : Cineam Kab. Eti Nurhayati : 817646253 : S1 – PGSD : SD Negeri 2 Kadipaten : N. Sabtu. 7 Agustus 2010 3.Pd Jadwal Bimbingan Tutorial : 1. M. 28 Agustus 2010 6. S.BIODATA MAHASISWA UPBJJ Masa Registrasi Pokjar Nama Mahasiswa NIM Program Studi Tempat Mengajar Teman Sejawat Supervisor / Pembimbing : UT BANDUNG : 2010. Komalawati. Sabtu. 31 Juli 2010 2. 14 Agustus 2010 4.Pd : Ahmad Anwar Yusa. Tasikmalaya : N. 18 September 2010 . Sabtu. Sabtu. 21 Agustus 2010 5. Sabtu.

Eti Nurhayati : 817646253 : 089 / PGSD-S1 : Cineam Kab. Nama Mahasiswa NIM Program Studi Pokjar Masa Registrasi : N.2 Tempat Penelitian : SD Negeri 2 Kadipaten Menyetujui Supervisor Tasikmalaya.Pd NIP. Tasikmalaya : 2010. ETI NURHAYATI NIM. M. Drs. 18 September 2010 Peneliti AHMAD ANWAR YUSA.LEMBAR PENGESAHAN Judul : Penggunaan Alat Peraga Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Ciri-Ciri Mahluk Hidup dan Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. 195305311986011001 N. 817646253 .

Tasikmalaya Masa Registrasi : 2010. ETI NURHAYATI NIM : 817646253 Program Studi : 089 / PGSD – S1 Pokjar : Cineam Kab.IPA .IPS LAPORAN PKP-PGSD PENGGUNAAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS III TENTANG CIRI-CIRI MAHLUK HIDUP dan PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PDGK 4501) Disusun Oleh : Nama : N.2 UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ BANDUNG 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful