P. 1
MATEMATIKA KELAS 8

MATEMATIKA KELAS 8

4.57

|Views: 154,063|Likes:
Published by kangiyan

More info:

Published by: kangiyan on Jan 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2015

Agar kalian memahami pengertian korespondensi satu-satu,
perhatikan Gambar 2.21.
Perhatikan deretan rumah di suatu kompleks rumah (peru-
mahan). Setiap rumah memiliki nomor rumah tertentu yang berbeda
dengan nomor rumah yang lain.
Mungkinkah satu rumah memiliki dua nomor rumah? Atau
mungkinkah dua rumah memiliki nomor rumah yang sama? Tentu
saja jawabannya tidak. Keadaan sebuah rumah memiliki satu
nomor rumah atau satu nomor rumah dimiliki oleh sebuah rumah
dikatakan sebagai korespondensi satu-satu.

Sumber:Dok. Penerbit

Gambar 2.21

51

Fungsi

Contoh lain yang menggambarkan korespondensi satu-satu
sebagai berikut. Enam orang siswa bermain bola voli dengan nomor
punggung 301 – 306. Ternyata
Bonar bernomor punggung 301;
Asti bernomor punggung 302;
Reni bernomor punggung 303;
Asep bernomor punggung 304;
Buyung bernomor punggung 305;
Beta bernomor punggung 306.
Selanjutnya, jika kita misalkan A = {Bonar, Asti, Reni, Asep,
Buyung, Beta} dan B = {301, 302, 303, 304, 305, 306} maka
“bernomor punggung” adalah relasi dari A ke B.
Relasi “bernomor punggung” dari himpunan A ke himpunan
B pada kasus di atas dapat digambarkan dalam bentuk diagram
panah berikut.

Bonar

301

Asti

302

Reni

303

Asep

304

Buyung
Beta

305
306

A

B

bernomorpunggung

Gambar 2.22

Perhatikan bahwa setiap anggota A mempunyai tepat satu
kawan di B. Dengan demikian, relasi “bernomor punggung” dari
himpunan A ke himpunan B merupakan suatu pemetaan. Selan-
jutnya, amati bahwa setiap anggota B yang merupakan peta (ba-
yangan) dari anggota A dikawankan dengan tepat satu anggota A.
Pemetaan dua arah seperti contoh di atas disebut korespon-
densi satu-satu
atau perkawanan satu-satu.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut.

Korespondensi satu-satu adalah fungsi yang memetakan
anggota dari himpunan A dan B, dimana semua anggota A
dan B dapat dipasangkan sedemikian sehingga setiap anggota
A berpasangan dengan tepat satu anggota B dan setiap
anggota B berpasangan dengan tepat satu anggota A. Jadi,
banyak anggota himpunan A dan B harus sama atau n(A) =
n(B).

(Menumbuhkan
kreativitas)

Tulislah kejadian se-
hari-hari di lingkungan
sekitarmu yang
merupakan contoh
korespondensi satu-
satu.
Ceritakan hasil temu-
anmu secara singkat
di depan kelas.

52

Matematika Konsep dan Aplikasinya 3

Jika kalian mengerjakannya dengan tepat maka kalian akan
menyimpulkan seperti berikut ini.
Jikan(A) = n(B) = n maka banyak korespondensi satu-
satu yang mungkin antara himpunan A dan B adalah
n! = n (n– 1) (n– 2) ... 3 2 1.
n! dibaca : n faktorial.

(Berpikir kritis)

Buatlah kelompok terdiri atas 4 orang, 2 pria dan 2 wanita.
Untuk menentukan banyaknya korespondensi satu-satu yang
mungkin antara himpunan A dan B, buatlah diagram-diagram panah
yang mungkin jika banyak anggota A dan B seperti pada tabel berikut.
Salin dan lengkapi tabel berikut. Kemudian, buatlah kesimpulannya.

2

2

2 = 2 1

3

3

6 = 3 2 1

4

4

24 = 4 ... ... ...

5

5

....

....

....

....

n

n

....

Banyak Anggota
Himpunan A =
n(A)

Banyak Anggota
Himpunan B =
n(B)

Banyak Korespondensi
Satu-Satu yang Mungkin
antara Himpunan A dan B

Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu.

1.Di antara diagram panah di bawah ini,
manakah yang menunjukkan korespon-
densi satu-satu?

A

B

a
b
c





d
e
f

(i)

A

B

a
b
c






d
e
f
g

(ii)

A

B

a

c

d

f

(iii)

A

B

a
b
c
d







d
e
f

g

(iv)

A

B

b

e

(v)

2.Jika P = {–2, –1, 0, 1, 2}, apakah fungsi
f : P P yang didefinisikan di bawah
ini merupakan korespondensi satu-satu?
a.f:xx
b.f : x x2

53

Fungsi

c.f(x) = 2

,untuk

2,1,0

1

,untuk 1,2

x

x

x

x


d.f(x) = 2x2

– 1
3.Diketahui R = {–3, –2, –1, 0, 1, 2, 3} dan
S = {bilangan cacah}.
Suatu pemetaan g : R S didefinisikan
sebagai berikut.
g:x x2

+ 1, untuk x = –3, –2, –1

dan
g : x 3x + 2, untuk x= 0, 1, 2, 3
a.Tentukan daerah hasil pemetaan itu.
b.Gambarlah diagram Cartesius peme-
taan itu.
c.Nyatakan pemetaan tersebut dalam
himpunan pasangan berurutan.
d.Apakah pemetaan tersebut termasuk
korespondensi satu-satu? Mengapa?

4.Di antara dua himpunan berikut ini mana-
kah yang dapat dibuat korespondensi satu-
satu?
a.A = {nama hari dalam seminggu}
B = {bilangan prima antara 1 dan 11}
b.P = {a,e,i,o,u}
Q = {lima kota besar di Pulau Jawa}
c.A = {nama bulan dalam setahun}
B = {nama hari dalam seminggu}
d.C = {bilangan genap kurang dari 10}
D = {bilangan prima kurang dari 10}
5.Berapa banyak korespondensi satu-
satu yang dapat dibuat dari himpunan
berikut?
a.A = {faktor dari 6} dan
B = {faktor dari 15}
b.K = {huruf vokal} dan
L = {bilangan cacah antara 0 dan
6}

1.Relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah hubungan yang
memasangkan anggota-anggota himpunan A dengan anggota-
anggota himpunan B.
2.Suatu relasi dapat dinyatakan dengan tiga cara, yaitu dengan
diagram panah, diagram Cartesius, dan himpunan pasangan
berurutan.
3.Fungsi (pemetaan) dari himpunan A ke himpunan B adalah
relasi khusus yang memasangkan setiap anggota A dengan
tepat satu anggota B.

(Berpikir Kritis)

Coba cek jawaban soal no. 5 pada Uji Kompetensi 8 dengan
menggunakan kalkulator. Tekanlah notasi x! di kalkulator.
Apakah hasilnya sama?

54

Matematika Konsep dan Aplikasinya 3

4.Jika x anggota A (domain) dan y anggota B (kodomain) maka
fungsif yang memetakan x ke y dinotasikan dengan f : x y,
dibaca fungsi f memetakan x ke y atau x dipetakan ke y oleh
fungsif.
5.Jika banyaknya anggota himpunan A adalah n(A) = adan
banyaknya anggota himpunan B adalah n(B) = bmaka
a.banyaknya pemetaan yang mungkin dari A ke B adalah

ba

;
b.banyaknya pemetaan yang mungkin dari B ke A adalah

ab

.
6.Jika nilai variabel suatu fungsi berubah maka akan
menyebabkan perubahan pada nilai fungsinya.
7.Dua himpunan A dan B dikatakan berkorespondensi satu-satu
jika semua anggota A dan B dapat dipasangkan sedemikian
sehingga setiap anggota A berpasangan dengan tepat satu
anggota B dan setiap anggota B berpasangan dengan tepat
satu anggota A.
8.Jika n(A) = n(B) = n maka banyak korespondensi satu-satu
yang mungkin antara himpunan A dan B adalah
n! = n (n – 1) (n – 2) ... 3 2 1.

Setelah mempelajari bab ini, apakah kalian sudah paham
mengenaiFungsi? Jika kalian sudah paham, coba rangkum kembali
materi ini dengan kata-katamu sendiri. Bagian mana dari materi
ini yang belum kamu pahami? Catat dan tanyakan kepada temanmu
yang lebih tahu atau kepada gurumu. Kemukakan hal ini secara
singkat di depan kelas.

Kerjakan di buku tugasmu.
A.Pilihlah salah satu jawaban yang tepat.

1.A

B





(i)

1
2
3

x
y
z

A

B





(ii)

1
2
3

x
y
z

A

B





(iii)

1
2
3

x
y
z

A

B





(iv)

1
2
3

x
y
z

55

Fungsi

A

B





(v)

1
2
3

x
y
z

Dari diagram panah di atas yang
bukan merupakan pemetaan adalah
....
a. (i) dan (iii)
b. (ii) dan (iii)
c. (ii) dan (iv)
d. (iv) dan (v)
2.Himpunan pasangan berurutan yang
menunjukkan fungsi f : x 2x + 5
dari domain {1, 3, 5, 7} adalah ....
a.{(1, 7), (3, 11), (5, 15), (7, 19)}
b.{(1, 5), (3, 5), (5, 5), (7, 5)}
c.{(1, 2), (3, 7), (5, 9), (7, 11)}
d.{(7, 1), (11, 3), (15, 5), (19, 7)}
3.Pada pemetaan {(1, 6), (2, 5), (3, 7),
(4, 0), (5, 1)} domainnya adalah ....
a. {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7}
b. {1, 2, 3, 4, 5}
c. {1, 2, 3}
d. {0}
4.Jika f(x) = x2

+ 4 maka 29 adalah ba-

yangan dari ....
a. 2

c. 5

b. 3

d. 6
5.Banyaknya pemetaan yang mungkin
dari himpunan A = {a,i} ke himpunan
A sendiri adalah ....
a. 2

c. 4

b. 3

d. 8

6.A

B

x
y
z






p
q
r
s

Di antara pernyataan berikut, yang ti-
dak
benar adalah ....

a.domain = {x,y,z}
b.kodomain = {p,q,r,s}
c.r B tidak mempunyai pasangan
di A
d.diagram tersebut menunjukkan ko-
respondensi satu-satu
7.Berikut ini yang merupakan korespon-
densi satu-satu adalah ....
a. {(a, 1), (b, 1), (c, 1)}
b. {(1, a), (2, c), (3, d)}
c. {(1, b), (2, c), (3, b)}
d. {(a, b), (c, d), (b, d)}
8.Grafik fungsi ditunjukkan oleh gambar
....
a.

0

X

Y

b.

0

X

Y

c.

0

X

Y

d.

0

X

Y

56

Matematika Konsep dan Aplikasinya 3

9.Pada fungsi linear f(x) = ax + b
denganf(1) = 0 dan f(0) = –2, rumus
fungsif(x) = ....
a.x – 4
b. 2x – 2
c.x + 3
d. 2x + 5

10.Jika f(x) = ax + b maka nilai
perubahan fungsi f(x) – f(x + 1) = ....
a.0
b.1
c.a
d. a

B.Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat.

1.Diketahui P adalah himpunan bilangan
genap kurang dari 100 dan A adalah
himpunan bilangan asli. Relasi dari P
ke A ditentukan oleh f:x x2
.
a.Nyatakan relasi itu dengan himpun-
an pasangan berurutan.
b.Apakah relasi itu merupakan suatu
pemetaan? Jelaskan.
c.Sebutkan daerah asalnya.
d.Sebutkan daerah kawannya.
e.Sebutkan daerah hasilnya.
f.Tentukan nilai x yang memenuhi
f(x) = 64.
2.a. Buatlah relasi antara himpunan hari
Senin sampai dengan hari Sabtu ke
himpunan jadwal mata pelajaran di
kelasmu. Apakah relasi itu merupa-
kan pemetaan? Mengapa?
b.Buatlah relasi dari himpunan jadwal
mata pelajaran di kelasmu ke
himpunan hari Senin sampai dengan
Sabtu. Apakah relasi itu merupakan
pemetaan? Mengapa?

3.Diketahui

K = himpunan warna lampu lalu lintas.
L = himpunan titik sudut segitiga ABC.
a.Gambarlah diagram panah yang
menunjukkan korespondensi satu-
satu dari himpunan K ke L.
b.Berapa banyaknya korespondensi
satu-satu yang mungkin terjadi?
4.Diketahui fungsi f dinyatakan dengan
f : x 3x – 5, untuk xbilangan real.
a. Tentukan rumus fungsi yang paling
sederhana dari f(x + 2), f(2x – 1),
danf(–x + 5).
b.Tentukan nilai a sehingga f(a + 2)
=f(2a – 1).
5.Diketahui f fungsi linear dengan
f(x) = ax + 1 dan f(6) = 4. Tentukan
a. bentuk fungsinya;
b. nilai f(–2);
c. nilai f(–2) + f(2);
d. bentuk fungsi f(2x –1).

PERSAMAAN
GARISLURUS

Perhatikan gambar di samping. Gambar
tersebut menunjukkan penampang sebuah
derek yang dibangun pada tahun 1886 di
Dermaga Tilburi dekat London. Derek
tersebut terdiri dari pipa baja yang
dihubungkan dengan kabel sebagai kerekan.
Pipa baja bisa diibaratkan sebagai garis lurus.
Dapatkah kalian menentukan nilai
kemiringannya terhadap tanah mendatar?
Apakah nilai kemiringan tersebut dapat
dipandang sebagai gradien pada persamaan
garis lurus?

Tujuan pembelajaranmu pada bab ini adalah:

dapat mengenal pengertian dan menentukan gradien garis lurus dalam
berbagai bentuk;
dapat menentukan persamaan garis lurus yang melalui dua titik, melalui
satu titik dengan gradien tertentu;
dapat menggambar grafik garis lurus.

3

Kata-Kata Kunci:

gradien garis lurus
persamaan garis lurus
grafik garis lurus

Sumber:Jendela Iptek, 2001

58

Matematika Konsep dan Aplikasinya 2

Pada pembahasan sebelumnya kalian telah mempelajari
secara singkat mengenai fungsi linear f(x) = ax + b dan grafiknya
pada bidang Cartesius. Grafik fungsi linear f(x) = ax+b berupa
garis lurus jika x anggota bilangan real. Sekarang akan kalian
pelajari secara lebih mendalam mengenai garis lurus, bagaimana
persamaannya, cara menggambar grafik, gradien, dan bentuk-
bentuk persamaan garis tersebut.
Agar kalian mudah mempelajarinya, kalian harus menguasai
materi sistem koordinat Cartesius, persamaan linear satu variabel,
dan kedudukan dua garis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->