P. 1
BAHASA INDONESIA KELAS 9

BAHASA INDONESIA KELAS 9

4.73

|Views: 63,778|Likes:
Published by kangiyan

More info:

Published by: kangiyan on Jan 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2015

Penyajian sebuah informasi tidak mutlak disampaikan dalam
teks atau wacana yang berbentuk paragraf. Tabel, grafik, dan bagan
merupakan salah satu bentuk penyampaian informasi yang biasanya
memuat hal berkaitan dengan angka, urutan atau tingkatan secara
periodik, perbandingan, serta data-data dalam ruang lingkup dan
waktu tertentu.
Cermatilah bacaan berikut beserta penjelasannya!

Tujuan Pembelajaran

Tujuan belajar kalian
adalah dapat meng-
uraikan isi grafik,
tabel, atau bagan ke
dalam beberapa
kalimat.

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 3

198

Pelaku Sektor Pertanian Cenderung Berkurang

Lebih dari tiga dasawarsa terakhir, beras
“diposisikan” sebagai makanan pokok
mayoritas masyarakat negeri ini. Akan tetapi,
di sisi lain produsen pangan itu yang
sebagian merupakan petani “gurem” masih
termarginalkan. Minimnya kepemilikan lahan
pertanian-kurang dari satu hektare, hingga
rendahnya nilai tukar petani (NTP) membuat
petani sulit beranjak dari jurang kemiskinan.

Hal tersebut juga dialami sebagian
petani di Jawa Tengah. Tidak heran, banyak
pekerja di sektor pertanian yang berpaling,
sehingga dari tahun ke tahun jumlahnya
berkurang. Tahun 2000, jumlah penduduk
Jateng berusia 10 tahun ke atas yang bekerja
di sektor pertanian mencapai 6,13 juta jiwa
atau 19 persen dari total penduduk. Sebagian
besar adalah petani padi. Namun, lima tahun
berikutnya jumlah pekerja di sektor agraris
tersebut tercatat tinggal 5,56 juta jiwa saja.

Sebagian petani di Jateng belum
mendapatkan nilai lebih yang layak di atas
nilai produksi yang dihasilkan. Hampir
seluruh pemasukan yang diterima petani dari
produk pertaniannya habis untuk biaya tanam
dan konsumsi. Sulit bagi petani untuk

berproduksi secara ekonomis pada luas lahan
pertanian yang sempit.

Penduduk Jawa Tengah yang Bekerja di Sektor

Pertanian (juta jiwa)*

Grafik 9.1

*

Penduduk usia 10 tahun ke atas.

Sumber: BPS Jawa Tengah

Grafik di atas merupakan grafik
mengenai pelaku sektor pertanian di Jawa
Tengah. Angka-angka pada garis horizontal
menunjukkan tahun, sedangkan angka-angka
pada garis vertikal menunjukkan jumlah
penduduk Jawa Tengah yang bekerja di sektor
pertanian.

(Sumber: Kompas, 17 Januari 2008, dengan
pengubahan)

Berdasarkan grafik di atas, kalian dapat menyimpulkan isi
grafik dengan menuliskannya dalam bentuk kalimat-kalimat sebagai
berikut.

1.Pada tahun 2002, jumlah penduduk Jawa Tengah yang
berusia 10 tahun ke atas yang bekerja di sektor pertanian
mencapai 6,18 juta jiwa.
2.Pada tahun 2003, jumlah penduduk Jawa Tengah yang
berusia di atas 10 tahun yang bekerja sebagai petani
mengalami kenaikan sebesar enam ratus ribu jiwa.
3.Pada tahun 2006, jumlah pekerja di sektor agraris tercatat
tinggal 5,56 juta jiwa.

Grafik di atas juga dapat diuraikan sebagai berikut.

Pada tahun 2000, jumlah penduduk Jawa Tengah di atas
10 tahun yang bekerja di sektor pertanian mencapai 6,13 juta
jiwa. Pada tahun berikutnya, jumlah penduduk yang bekerja di
sektor pertanian menjadi 6,73 juta jiwa. Namun, pada tahun

Pelajaran 9 Pertanian

199

2002 terjadi penurunan. Jumlah penduduk yang bekerja di
sektor pertanian menjadi 6,18 juta jiwa. Pada tahun 2003, terjadi
peningkatan yang cukup tajam. Jumlah penduduk yang bekerja
di sektor pertanian adalah tertinggi dibanding tahun-tahun
lainnya, yaitu mencapai 6,78 juta jiwa. Selanjutnya, jumlah
penduduk yang bekerja di sektor pertanian ke tahun-tahun
berikutnya makin merosot hingga tahun 2006.

Uji Kemampuan 3

Bacalah teks berikut dengan cermat!

Tahun 2000, jumlah penduduk Indone-
sia akan mencapai 200 juta sampai 210 juta
jiwa. Perkiraan ahli statistik itu tidak terlalu
meleset. Juga perkiraan mengenai ledakan
populasi yang akan menimbulkan masalah
lingkungan, energi, pangan, dan gizi. Semua
masalah itu dihadapi Indonesia saat ini.

Jumlah penduduk saat ini 230 juta jiwa.
Gizi buruk pada anak balita sering terjadi.
Produksi pertanian (pangan) berkejaran dengan
keperluan yang dicerminkan oleh tingginya
harga bahan pangan dan keperluan pokok
lainnya.

Kompleksitas masalah jumlah penduduk
dan penyediaan pangan adalah tantangan yang
dihadapi bangsa Indonesia sejak memulai
Pembangunan Lima Tahun (Pelita) I tahun
1969, minus globalisasi.

Ketika itu jumlah penduduk Indonesia
120 juta jiwa dengan pertumbuhan 2,3 persen
per tahun dan sebagian besar di Jawa.
Produksi pertanian sangat rendah.

Ahli ekonom pertanian, A.T. Birowo,
mencatat, tahun 1968 produksi beras nasional
rata-rata 1,27 ton per hektare (ha) dengan luas
tanam 8,02 juta ha.

Ekonomi Indonesia juga belum
terdiversifikasi, terlihat dari sumbangan sektor
pertanian sebesar 50 persen pada produk
domestik bruto (PDB), 50 persen ekspor dari
sektor pertanian dalam arti luas, penyumbang
besar untuk pembentukan modal, dan
pemberian lapangan kerja untuk 70 persen
penduduk.

Berikut dijelaskan ke dalam grafik
mengenai perekonomian dan ekonomi
berdasarkan sektor pertanian menurut Badan
Pusat Statistik.

Grafik 9.2

(Sumber: Kompas, 31 Januari 2008, dengan
pengubahan)

Kerjakanlah soal-soal berikut dengan cermat di buku
tugasmu!

1.Apakah tema pokok pada teks di atas?
2.Apakah fungsi pencatuman grafik pada bacaan di atas?
3.Jelaskan isi tabel di atas dalam bentuk kalimat!
4.Susunlah kalimat-kalimat tersebut menjadi uraian bentuk
paragraf!

1

9

7

4

1

9

7

2

1

9

7

0

2

0

0

6

2

0

0

4

2

0

0

6

2

0

0

2

2

0

0

0

1

9

9

8

1

9

9

6

1

9

9

4

1

9

9

2

1

9

9

0

1

9

8

8

1

9

8

6

1

9

8

4

1

9

8

2

1

9

8

0

1

9

7

8

1

9

6

8

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 3

200

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->