P. 1
Modul Design Grafis Dan Animasi

Modul Design Grafis Dan Animasi

4.5

|Views: 681|Likes:
Published by I Putu Bayu Negara

More info:

Published by: I Putu Bayu Negara on Aug 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2015

pdf

text

original

Sections

  • KONSEP TENTANG GRAFIK
  • PENGENALAN TOOLBOX
  • PEWARNAAN
  • SELEKSI
  • MANIPULASI DENGAN SELEKSI
  • MEMBUAT DESAIN DENGAN SELEKSI
  • ALAT BANTU PHOTOSHOP
  • LAYER
  • PENGGUNAAN FILTER
  • Menggunakan action
  • CONTOH BEKERJA DENGAN EFEK TEKS
  • CONTOH MEMBUAT DESAIN
  • MENYIMPAN DAN OPTIMASI DALAM WEB
  • PENGENALAN FLASH
  • MENGGAMBAR DALAM FLASH
  • MEMANIPULASI OBYEK
  • MEMANIPULASI SYMBOL
  • KONSEP TENTANG ANIMASI
  • KEYFRAME DAN FUNGSINYA
  • MEMBUAT ANIMASI SEDERHANA
  • CONTOH MEMBUAT ANIMASI SEDERHANA
  • ANIMASI FRAME BY FRAME
  • PEMBUATAN TOMBOL
  • PENGGUNAAN GUIDE LAYER
  • PENGGUNAAN MASK
  • MEMASUKKAN SUARA DALAM ANIMASI
  • MELETAKKAN ANIMASI KE DALAM WEB
  • PENGENALAN ACTION
  • CONTOH PENGGUNAAN ACTION
  • CONTOH MEMBUAT ANIMASI

Team RPL – smkn1 dps

Modul Design Grafis
dan Animasi Dasar

oleh : Team RPL

Rekayasa Perangkat Lunak
Teknologi Informasi dan Komunikasi
SMK Negeri 1 Denpasar

Team RPL – smkn1 dps

KONSEP DASAR DESIGN DAN ANIMASI

Unsur – unsur dasar design

Dalam Pembuatan sebuah desain kita perlu memperhatikan bentuk desain yang

Anda inginkan. Tentunya supaya desain Anda dapat dilihat bagus (sesuai maksud

dan tujuan Anda membuatnya), maka unsur-unsur pembuatan desain yang perlu

diperhatikan adalah:

1. Garis (Line)

Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin

dengan titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung

(curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk

atau konstruksi desain.

2. Bentuk (Shape)

Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar

yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), dan segitiga

(triangle). Sementara pada kategori sifatnya, bentuk dapat dikategorikan menjadi

tiga, yaitu:

2.1) Huruf (Character) : yang direpresentasikan dalam bentuk visual yang dapat

digunakan untuk membentuk tulisan sebagai wakil dari bahasa verbal dengan

bentuk visual langsung, seperti A, B, C, dsb.

2.2) Simbol (Symbol) : yang direpresentasikan dalam bentuk visual yang

mewakili bentuk benda secara sederhana dan dapat dipahami secara umum

sebagai simbol atau lambang untuk menggambarkan suatu bentuk benda nyata,

misalnya gambar orang, bintang, matahari dalam bentuk sederhana (simbol),

bukan dalam bentuk nyata (dengan detail).

2.3) Bentuk Nyata (Form) : bentuk ini betul-betul mencerminkan kondisi fisik dari

suatu obyek. Seperti gambar manusia secara detil, hewan atau benda lainnya.

Team RPL – smkn1 dps

3. Tekstur (Texture)

Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai

dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering

dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan

karpet, baju, kulit kayu, dan lain sebagainya.

4. Ruang (Space)

Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya yang pada

praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain. Sebagai

contoh, tanpa ruang Anda tidak akan tahu mana kata dan mana kalimat atau

paragraf. Tanpa ruang Anda tidak tahu mana yang harus dilihat terlebih dahulu,

kapan harus membaca dan kapan harus berhenti sebentar. Dalam bentuk fisiknya

pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure) dan

latar belakang (background).

5. Ukuran (Size)

Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu

obyek. Dengan menggunakan unsur ini Anda dapat menciptakan kontras dan

penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana

yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.

6. Warna (Color)

Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang

bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari

bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas. Dalam prakteknya warna dibedakan

menjadi dua: yaitu warna yang ditimbulkan karena sinar (Additive color/RGB)

yang biasanya digunakan pada warna lampu, monitor, TV dan sebagainya, dan

warna yang dibuat dengan unsur-unsur tinta atau cat (Substractive color/CMYK)

yang biasanya digunakan dalam proses pencetakan gambar ke permukaan benda

padat seperti kertas, logam, kain atau plastik.

Team RPL – smkn1 dps

Dengan menggunakan unsur-unsur desain tersebut, Anda akan membuat bentuk

desain yang Anda inginkan. Tentunya supaya desain Anda dapat dilihat bagus

(sesuai maksud dan tujuan Anda membuatnya), maka Anda harus mengenal

unsur-unsur di atas secara baik.

DefinisiDesain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mempelajari konsep

komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media untuk menyampaikan pesan

dan gagasan secara visual, termasuk audio dengan mengolah elemen desain grafis

berupa bentuk gambar, huruf dan warna, serta tata letaknya, sehingga pesan dan

gagasan dapat diterima oleh sasarannya.

PrinsipPesan visual harus kreatif (asli, inovatif dan lancar), komunikatif, efisien

dan efektif, sekaligus indah/estetis.

Istilah

1. Seni Grafis / Graphic Arts, termasuk ke dalam kelompok bidang ilmu Seni

Murni.

2. Grafis / Graphic, adalah hal yang berkaitan dengan tulisan atau gambar

yang mengandung makna untuk menyampaikan suatu pesan atau

informasi.

3. Desain Grafis / Graphic Design, istilah yang dipakai sebelum

menggunakan istilah Desain Komunikasi Visual, berasal dari kata bahasa

Yunani “Graphos” yang berarti “tulisan/gambar”.Untuk mengantisipasi

perkembangan dunia komunikasi visual serta perannya yang semakin luas,

maka digunakan istilah: Desain Komunikasi Visual.

Team RPL – smkn1 dps

Perlunya Pendidikan Desain Komunikasi Visual

1. Mengenal konsep Desain Komunikasi Visual sebagai Dasar

Perancangan/Desain dan Strategi Komunikasi.

2. Mengenal Desain Grafis (Desain Komunikasi Visual) dan Bahasa Rupa

sebagai Pengolah Visual Data Informasi.

3. Mengenal secara teknis prinsip, proses teknologi informatika dan sistem

informasi manajemen.

4. Memahami elemen desain grafis sebagai alat penyampai pesan yang

efektif, efisien, komunikatif dan estetis kreatif dalam konteks konsep-

policy/planning/ strategy dan implementasi serta evaluasi.

5. Memahami strategi komunikasi, psikologi dan sosial/ antropologi

budaya.

6. Memahami beberapa media baru, terutama dunia media / ruang cyber

serta tekniknya, yaitu:a. Animasi – Audio Visual (Mix Media)b.

Interaktif media dan web/website yang biasa dipergunakan untuk

melengkapi E-media dan Mixmedia/Multimedia.

7. Menguasai konsep perancangan / desain komunikasi visual dan

pemasaran global secara universal.Menguasai proses dan tehnik

perancangan /desain yang dapat mengantisipasi perkembangan dunia

kewirausahaan/enterprenuership.

Apakah Desain Grafis?

Umpamakan anda ingin mengumumkan, menginformasikan atau menjual sesuatu,

menghibur atau membujuk seseorang, menjelaskan suatu sistem yang rumit atau

mempertunjukkan suatu proses yang panjang dan berbelit-belit. Dengan kata lain,

anda mempunyai suatu pesan yang harus dikomunikasikan. Bagaimana anda

“mengirimkan” itu? Mungkin anda bisa menceritakan atau bertutur kepada setiap

orang satu persatu atau menyiarkan dengan radio atau pengeras suara. Namun

yang anda lakukan itu adalah komunikasi lisan. Sementara jika anda

menggunakan media visual atau rupa seperti poster, mengetik surat, menciptakan

logo perusahaan, iklan majalah, atau cover album DVD dan sejenisnya, walaupun

Team RPL – smkn1 dps

sekedar menggunakan printout komputer dan didalamnya secara pasti

menggunakan format visual, maka yang anda lakukan sudah dapat dikatakan

sebagai sebuah kerja desain grafis.

Dari segi keilmuan, hakekatnya desain grafis adalah salah satu bentuk dari ilmu

seni rupa terapan. Dalam prosesnya diberikan kebebasan kepada sang desainer

atau perancang untuk memilih, menciptakan dan mengatur elemen-elemen rupa

dasar seperti garis, warna, bidang, raut, tekstur, value serta bekerja berdasarkan

prinsip-prinsip dasar desain diantaranya adalah balance/keseimbangan,

rhythm/irama, emphasis/penekanan dan unity/kesatuan. Desainer juga bekerja

dengan didukung beberapa aspek lain seperti pemahaman dalam

mengorganisasikan proses kreasi dan memiliki kemampuan dalam menyampaikan

atau menangkap pesan. Pesan-pesan tersebut digarap oleh desainer dalam sebuah

karya yang bertujuan untuk diproduksi atau dikomunikasikan melalui berbagai

media.

Desain grafis adalah sebuah proses kreatif yang mengkombinasikan seni dan

teknologi dalam mengkomunikasikan gagasan. Desainer bekerja dengan

seperangkat ‘alat’ untuk menyampaikan pesan yang berasal dari sumber pesan

atau client kepada audience. Beberapa perangkat yang digunakan antara lain

gambar, ilustrasi, lukisan, photography, huruf, angka, grafik dan atau image yang

telah di-generate oleh beberpa aplikasi komputer. Desainer membuat, memilih

dan mengorganisasikan semuanya atau sebagian dari element dan perangkat

tersebut ke dalam sebuah bidang yang dinamakan “white space” dan selanjutnya

disampaikan kepada publik sebagai sebuah media komunikasi.

Desain grafis memiliki beberapa macam basis karya dengan melihat komposisi

elemen-elemen yang terdapat dalam karya tersebut, diantaranya adalah:

Desain berbasis Image

Desainer membangun image yang merupakan representasi dari gagasan

pribadinya atau client bisnisnya. Image sangat kuat untuk dipercaya dan

merupakan alat komunikasi yang dapat mempengaruhi, mampu menyampaikan

tidak hanya informasi tetapi juga suasana hati dan emosi. Orang akan bereaksi

Team RPL – smkn1 dps

terhadap image secara instinktif berdasar pada kepribadian mereka, asosiastif

berdasarkan lingkunganya, dan experientatif akibat pengalaman sebelumnya.

Image diambil dengan berbagai cara dan teknik yang disesuaikan dengan

kebutuhan aplikasi dan media. Di dalam Desain berbasis Image, hal utama yang

harus diperhatikan seorang desainer adalah memahami bahwa image-image yang

diekspose harus membawa keseluruhan pesan, untuk itu terkadang desainer

memberi sedikit teks untuk bantuan. Karena setiap image yang tampil merupakan

bahasa yang harus disampaikan, maka pada sebuah proses eksekusi sebuah image,

seorang desainer juga harus memahami bagaimana pentingnya memanajemen

kepekaan terhadap calon penerima pesan, sehingga desainer tidak membabi buta

dengan mengandalkan selera estetisnya belaka dalam menampilkan image

tersebut. Bukankah sebuah gambar dapat memunculkan ribuan makna dan

maksud? Maka, arah dari maksud tersebut harus dapat tersampaikan dengan

image yang dieksekusi oleh desainer.

Desain berbasis Type

Dalam beberapa hal, para desainer bersandar pada teks untuk menyampaikan

suatu pesan, tetapi mereka menggunakan kata-kata dengan cara yang berbeda dari

tatacara yang biasa dilakukan oleh para penulis. Bagi para desainer, mereka

melihat visual teks adalah sama pentingnya seperti maksud atau arti dari teks itu

sendiri. Format visual teks, baik tipography yang dicetak atau penulisan buatan

tangan, memiliki fungsi yang sama yaitu untuk melaksanakan fungsi komunikasi

dan seorang desainer pasti sadar bahwa keberadaaan teks harus memiliki fungsi

readibility/keterbacaan. Teks juga dapat menghentikan perhatian pada suatu

maksud tertentu dan mengidentifikasi sebuah makna pada suatu tampilan visual.

Namun keterbacaan teks akan diolah oleh desainer tidak hanya mengandalkan arti

sebuah teks secara leksikal saja atau hanya sesuai dengan tata bahasa saja , tapi

juga menyebutkan maksud atas peranan teks itu sendiri secara fisik. Sebagai

contoh, kita tidak akan menemukan dalam sebuah kemasan pasta gigi yang

menuliskan merk-nya dengan menggunakan teks bergaya ‘Stencil’, karena image

Stencil font identik dengan style Army Look.

Team RPL – smkn1 dps

Hampir semua desainer sepakat bahwa penggunaan teks sebagai sebuah tampilan

visual dengan tanpa mengabaikan fungsi keterbacaan adalah penting. Mari kita

perhatikan pada suatu “halaman umum” yang didalamnya tercetak sebuah teks,

pernahkah muncul sebuah pertanyaan, apakah kerja desain grafis dilibatkan

didalam merancang halaman yang nampaknya sederhana seperti itu? Pikirkanlah,

apa yang anda akan lakukan jika anda diminta untuk mendesain kembali halaman

itu. Akankah anda merubah jenis typeface atau ukurannya? Akankah anda

membagi teks ke dalam dua kolom yang lebih ramping? Bagaimana dengan garis

tepi dan pengaturan jarak antar paragrap? Akankah anda menekuk atau memberi

spasi pada setiap paragrap atau mungkin memulai dengan perubahan teks berupa

rekayasa tulisan hias? Apakah anda akan memberikan kekuatan pada teks dengan

dengan cara memberi nomor, jumlah halaman atau penulisan teks tertentu pada

setiap bab? Akankah anda merubah sebuah terminologi dengan cara membuat

cetak tebal pada teks tersebut, atau barangkali menggunakan huruf italic/miring

dan atau huruf yang bergaris bawah? Adakah hal lain yang dapat memberikan

kekuatan dan tekanan dalam sebuah perubahan yang anda pertimbangkan, atau

seberapa kuat teks-teks ini akan mempengaruhi reaksi para pembaca? Perlu

diketahui, bahwa semua pertanyaan diatas dilakukan dan dijawab oleh Designer

pada saat memulai pekerjanya hingga proses evaluasi sebelum teks-teks itu

diputuskan untuk dikomunikasikan.

Desain berbasis Image dan Type

Para desainer sering mengkombinasikan antara tipography dan image untuk

mengkomunikasikan satu pesan pada audience. Eksplorasi dengan berbagai

kemungkinan kreatif yang dipresentasikan dalam kombinasi tipography (teks dan

sebagainya) dan image (fotografi, ilustrasi, dan seni rupa), bertujuan memberi

tampilan serta informasi yang lengkap. Sehingga para desainer tidak hanya

menciptakan kesesuaian antara ‘letterforms’ dan image belaka tetapi juga untuk

menetapkan keseimbangan terbaik diantara keduanya.

Desain berbasis Simbol, Logo dan Logotype

Simbols dan logo adalah hal yang spesial, berbentuk informasi yang sangat

ringkas dan berfungsi sebagai ‘identifers’. Simbol adalah reperentasi abstrak dari

Team RPL – smkn1 dps

gagasan atau identitas tertentu. Logo adalah visual dalam format simbolis yang

berfungsi mewakili konsep-konsep atau kelompok tertentu. Logotypes adalah

identifikasi-identifikasi baik konsep maupun kelompok yang visualnya didasarkan

pada suatu deretan kata atau teks yang dirangkai khusus. Beberapa identitas

merupakan ‘hybrid’ atau kombinasi antara logotypes dengan simbol. Dalam

menciptakan ‘identifiers’, desainer akan menetapkan sebuah visual yang jelas dan

sesuai dengan visi dan misi sebuah korporasi, kelompok, konsep atau gagasan

sehingga terwakili dan sesuai dengan masing-masing tujuannya.

Desainer Grafis, Sumber Pesan dan Audience

Pada suatu pihak, sebuah sumber pesan terkadang terlalu dekat dengan isi pesan

itu sendiri, tentunya mengandung unsur subyektifitas yang sangat tinggi, sehingga

perlu dicari cara untuk dapat memperkenalkan dan memahamkan pesan-pesan

tersebut. Audience, pada sisi lain, adalah sebuah komunitas kompleks, yang

sangat luas dan memiliki macam ragam karakter. Hal itu berdampak langsung

dengan bagaimana cara atau mekanisme dalam mengkomunikasi pesan-pesan

tersebut. Lebih dari itu, pada umumnya sukar untuk membuat audience menjadi

bagian dari proses komunikasi.

Berbeda dengan sumber pesan dan audience, para desainer grafis belajar

bagaimana cara membangun sebuah pesan dan bagaimana cara menyajikan itu

dengan sukses dan baik. Karena para desainer grafis adalah mata rantai diantara

sumber pesan dan audience, mereka memiliki dua sisi pekerjaan yang harus

dilakukan. Pertama, mereka bekerja dengan sumber pesan (dalam hal ini adalah

client) untuk memahami isi dan tujuan pesan. Kedua, bekerja sama dengan

peneliti-peneliti pasar dan spesialis-spesialis lain bahkan dengan kondisi riil dari

masyarakat untuk memahami sifat alami para audience.

Belajar Mendesign Web

Sering kita temui website yang tipikal: "Welcome to my homepage," animasi e-

mail, background dengan tulisan miring (diagonal), animasi garis pembatas, tabel

dengan border tiga-dimesi dan lain-lain. Hal ini terjadi akibat dari fasilitas

Template yang disediakan oleh software pembuat web seperti: FrontpageT, Corel

Team RPL – smkn1 dps

WebDesignerT, dan sebagainya yang ditujukan untuk mempermudah

penggunanya dalam membangun website.

Jika anda puas dengan hasil kerja anda membangun website dengan fasilitas

template, sudahlah cukup sampai disini. Tetapi jika anda tidak puas dengan apa

yang anda buat, dan anda merasa ingin lebih baik, maka anda perlu mengetahui

bagaimana Web Designer membangun suatu Website, terlepas anda punya bakat

seni atau tidak.

1. Unik : Dalam membuat karya apapun seorang designer mempunyai

kesadaran untuk tidak meniru atau menggunakan karya orang lain. Begitu

pula seorang Web Designer harus mempunyai budaya malu untuk

menggunakan icon, animasi, button, dll, yang telah digunakan atau dibuat

oleh orang lain.

2. Komposisi : Seorang Web Designer selalu memperhatikan komposisi

warna yang akan digunakan dalam website yang dibuatnya. Pergunakan

selalu Palette 216 WebColor, yang dapat diperoleh dari Adobe.com, hal

ini untuk mencegah terjadinya dither pada image yang berformat GIF.

Dalam membangun website suatu perusahaan, Web Designer selalu

menyesuaikan warna yang digunakan dengan Corporate Color perusahaan

tersebut. Sebagai contoh: Telkom Corporate Color-nya adalah biru, Coca-

Cola : merah dan putih, Standard-Chartered : hijau dan biru, dsb. Untuk

kemudian warna-warna tadi digunakan sebagai warna dominan atau

sebagai elemen pendukung (garis, background, button, dsb).

3. Simple : Web Designer banyak yang menggunakan prinsip "Keep it

Simple", hal ini ditujukan agar tampilan website tersebut terlihat rapi,

bersih dan juga informatif.

4. Semiotik : Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda-tanda.

Dalam hal ini diharapkan dengan melihat tanda atau gambar, user/

audience dapat dengan mudah dan cepat mengerti. Sebagai contoh: Jangan

membuat gambar/image yang berkesan tombol, padahal itu bukan tombol/

link.

Team RPL – smkn1 dps

5. Ergonomis : Web Designer selalu memperhatikan aspek ergonomi.

Ergonomi disini adalah dalam hal kenyamanan user dalam membaca dan

kecepatan user dalam menelusuri website tersebut. Web Designer memilih

ukuran Fonts yang tepat sehingga mudah dibaca, Web Designer

menempatkan link sedemikian rupa sehingga mudah dan cepat untuk di

akses dan lebih penting lagi adalah Informatif.

6. Fokus : Tentukan hirarki prioritas dari pesan yang akan disampaikan,

misalnya: Judul harus besar, tetapi jangan sampai akhirnya akan konflik

dengan subjudul yang berukuran hampir sama. Hal ini akan

membingungkan user/audience untuk menentukan pesan mana yang harus

lebih dahulu dibaca/ dilihat.

7. Konsisten : Tentukan font apa yang akan digunakan sebagai Body-text,

Judul, Sub Judul dan sebagainya, sehingga website tersebut akan terlihat

disiplin dan rapi. Sesuaikan jenis huruf yang digunakan dengan misi dan

visi website tersebut, misalnya: hindari menggunakan font Comic dalam

membangun website suatu perusahaan resmi.Demikian beberapa aspek

dan prinsip yang digunakan Web Designer dalam membuat website,

selebihnya merupakan ekspresi dari pembuat website itu sendiri yang

terwujud dalam penggayaan penyusunan website.

Software-software pembuat suatu websiteDesain : Untuk membuat desain suatu

homepage biasanya para web designer dimulai dengan software ini sebagai

tampilan sementara atau dalam membuat layout homepage.

1. Adobe Photoshop : Desain berbasis titik ( bitmap )

2. Adobe Image Ready : Memotong gambar-gambar ke dalam format html

3. Adobe Illustrator : Desain berbasis vector

4. CorelDraw : Desain berbasis vector

5. Macromedia Freehand : Desain berbasis vector

Efek Desain : Hal ini dilakukan untuk menghidupkan desain yang telah kita

rancang. Seperti menambah efek cahaya, textur dan manipulasi teks.

1. Macromedia Firework : Efek teks

Team RPL – smkn1 dps

2. Painter : Memberikan efek lukisan

3. Ulead Photo Impact : Efek frame dan merancangan icon yang cantik.

4. Plugins Photoshop : Seperti Andromeda, Alien Skin, Eye Candy, Kai's

Power Tool dan Xenofex juga sangat mendukung untuk memberi efek

desain sewaktu anda mendesain layout homepage di Photoshop.

Animasi : Penambahan animasi perlu untuk membuat homepage agar kelihatan

menarik dan hidup.

1. 3D Studio Max : Untuk membuat objek dan animasi 3D.

2. Gif Construction Set : Membuat animasi file gif

3. Macromedia Flash : Menampilkan animasi berbasis vector yang berukuran

kecil.

4. Microsoft Gif Animator : Membuat animasi file gif

5. Swift 3D : Merancang animasi 3D dengan format file FLASH.

6. Swish : Membuat berbagai macam efek text dengan format file FLASH.

7. Ulead Cool 3D : Membuat animasi efek text 3D.

Web Editor : Menyatukan keseluruhan gambar dan tata letak desain, animasi,

mengisi halaman web dengan teks dan sedikit bahasa script.

1. Alaire Homesite

2. Cold Fusion

3. Microsoft Frontpage

4. Macromedia Dreamweaver

5. Net Object FusionProgramming : Hal ini dilakukan setelah sebagian besar

desain homepage telah rampung.

Programming bertugas sebagai akses database, form isian dan membuat web lebih

interaktif. Contoh : Membuat guestbook, Form isian, Forum, Chatting, Portal,

Lelang dan Iklanbaris.

Team RPL – smkn1 dps

1. ASP ( Active Server Page )

2. Borland Delphy

3. CGI ( Common Gateway Interface )

4. PHP

5. Perl

Upload : File html kita perlu di letakkan ( upload ) di suatu tempat ( hosting ) agar

orang di seluruh dunia dapat melihat homepage kita.

1. Bullet FTP

2. Cute FTP

3. WS-FTP

4. Macromedia Dreamweaver : dengan fasilitas Site FTP

5. Microsoft Frontpage : dengan fasilitas Publish

Sound Editor : Homepage kita belum hidup tanpa musik. Untuk mengedit file

midi atau wav, perlu alat khusus untuk itu.

1. Sound Forge : Mengedit dan menambah efek file yang berformat mp3 dan

wav.

2. Cakewalk : Mengedit dan menambah efek untuk file yang berformat midi

Banyak sekali memang software untuk membuat suatu homepage dan kita tidak

perlu mempelajari semua software tersebut di atas. Tapi untuk mempermudah,

bagi pemula lebih baik dimulai terlebih dulu dengan mempelajari software

Microsoft Frontpage atau Macromedia Dreamweaver agar lebih mengenal aturan-

aturan membuat homepage dan mengenal bahasa html. Setelah itu baru Adobe

Photoshop yang dipakai kebanyakan para desainer.

Langkah-langkah Membuat HomepageBermacam-macam langkah yang

digunakan profesi web kita untuk membuat suatu homepage. Berikut ini adalah

proses secara umum yang dilakukan kebanyakan profesi web di Indonesia untuk

membuat web.

1. Membuat Sketsa Desain : Desainer bisa saja menuangkan ide dalam

membuat interface suatu homepage dalam bentuk sketsa di kertas dahulu.

Untuk kebanyakan orang, biasanya langkah ini dilewatkan dan langsung

pada langkah membuat layout desain dengan menggunakan software.

Team RPL – smkn1 dps

2. Membuat Layout Desain : Setelah sketsa sudah jadi, kita menggunakan

software seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Macromedia

Fireworks dan Macromedia Freehand untuk memperhalus sketsa desain.

3. Membagi gambar menjadi potongan kecil-kecil : Setelah layout desain

homepage sudah jadi. File gambarb tersebut dipecah menjadi potongan

kecil-kecil untuk mengoptimize waktu download. Untuk melakukan hal

tersebut dapat menggunakan software Adobe Image Ready. Software ini

dapat langsung memotong gambar yang besar tadi dan otomatis juga

menjadikannya ke dalam format html. Langkah ini bisa saja dilewatkan

bila ukuran gambar kita tidak terlalu besar.

4. Membuat Animasi : Animasi diperlukan untuk menghidupkan homepage

kita agar menarik pengunjung. Macromedia Flash dan Gif Construction

Set dapat dipakai untuk melakukan hal tersebut.

5. Membuat HTML : Setelah itu kita merapikan layout desain kita seperti

menempatkan beberapa tombol dan gambar, menambah text, mengedit

script HTML, membuat layout form ke dalam format HTML. Untuk itu

kita perlu software HTML Editor seperti Macromedia Dreamweaver,

Microsoft Frontpage dan Allaire Homesite.

6. Programming dan Script : Untuk website e-commerce, iklan baris, lelang,

database, membuat guestbook, counter dan forum diskusi. File HTML kita

perlu programming untuk melakukan aktivitas semacam itu. Programming

dan script ini bisa dibuat dengan menggunakan ASP, Borland Delphy,

CGI, PHP, Visual Basic. Dan perlu diperhatikan bahwa programming dan

script ini biasanya dilakukan setelah desain homepage kita telah jadi.

7. Upload HTML : Setelah file kita telah menjadi html beserta gambar dan

scriptnya. Kita perlu meng-upload file kita ke suatu tempat ( hosting ),

agar semua orang di dunia dapat mengakses halaman html kita. Biasanya

Macromedia Dreamweaver dengan fasilitas site FTP dan Microsoft

Frontpage dengan Publishnya telah menyediakan fasilitas upload ini. Atau

dapat menggunakan software seperti WS-FTP, Cute FTP, Bullet FTP.

Team RPL – smkn1 dps

8. Homepage Pribadi : Untuk homepage pribadi atau yang sekedar ingin

coba-coba biasanya setelah file html sudah jadi dapat hosting di tempat-

tempat gratis, memakai guestbook dan counter gratis dan menambah

macam-macam accesories dalam mempercantik homepage pribadi

tersebut.

Bagaimana memulai belajar DESIGN GRAFIS???

Definisi Desain Grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang

memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih,

menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis

di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan

sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa

tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi.Desain grafis umumnya

diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.

Menurut Suyanto desain grafis didefinisikan sebagai ” aplikasi dari keterampilan

seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri“. Aplikasi-aplikasi ini

dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual

untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi,

dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.

Sedangkan Jessica Helfand dalam situs http://www.aiga.com/ mendefinisikan

desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan

grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang

individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat

menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif

atau sesuatu yang mudah diingat.

Menurut Danton Sihombing desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti

marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar

Team RPL – smkn1 dps

baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan

dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.

Menurut Michael Kroeger visual communication (komunikasi visual) adalah

latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan

warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).

Warren dalam Suyanto memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide

dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual.

Sedangkan Blanchard mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni

komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam

menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan.

Kategori Desain GrafisSecara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi

beberapa kategori:1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah,

poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang

sejenis.2. Web Desain: desain untuk halaman web.3. Film termasuk CD, DVD,

CD multimedia untuk promosi.4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental

Graphic Design) : merupakan desain profesional yang mencakup desain grafis,

desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.5. Desain Produk, Pemaketan

dan sejenisnya.

Program Pengolah GrafisOleh karena desain grafis dibagi menjadi beberapa

kategori maka sarana untuk mengolah pun berbeda-beda, bergantung pada

kebutuhan dan tujuan pembuatan karya.

1. Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout)Program ini sering digunakan untuk

keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain yang

sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang

diambil dari program lain (seperti Adobe Photoshop). Yang termasuk

dalam kelompok ini adalah:- Adobe FrameMaker- Adobe In Design-

Adobe PageMaker- Corel Ventura- Microsoft Publisher- Quark Xpress

Team RPL – smkn1 dps

2. Aplikasi Pengolah Vektor/GarisProgram yang termasuk dalam kelompok

ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis

sehingga sering disebut sebagai Illustrator Program. Seluruh objek yang

dihasilkan berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus

maupun lengkung. Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah:-

Adobe Illustrator- Beneba Canvas- CorelDraw- Macromedia Freehand-

Metacreations Expression- Micrografx Designer

3. 3. Aplikasi Pengolah Pixel/GambarProgram yang termasuk dalam

kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah gambar/manipulasi foto

(photo retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-program

tersebut dianggap sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki

kerapatan dan warna tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto

terbentuk dari beberapa kumpulan pixel yang memiliki kerapatan dan

warna tertentu. Meskipun begitu, program yang termasuk dalam kelompok

ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi dianggapa sebagai

kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis,

setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan

dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik.Yang termasuk dalam aplikasi ini

adalah:- Adobe Photoshop- Corel Photo Paint- Macromedia Xres-

Metacreations Painter- Metacreations Live Picture- Micrografx Picture

Publisher- Microsoft Photo Editor- QFX- Wright Image

4. 4. Aplikasi Pengolah Film/VideoProgram yang termasuk dalam kelompok

ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah film dalam berbagai macam

format. Pemberian judul teks (seperti karaoke, teks terjemahan, dll) juga

dapat diolah menggunakan program ini. Umumnya, pemberian efek

khusus (special effect) seperti suara ledakan, desingan peluru, ombak, dan

lain-lain juga dapat dibuat menggunakan aplikasi ini. Yang termasuk

dalam kategori ini adalah:- Adobe After Effect- Power Director- Show Biz

Team RPL – smkn1 dps

DVD- Ulead Video Studio- Element Premier- Easy Media Creator-

Pinnacle Studio Plus- WinDVD Creater- Nero Ultra Edition

5. Aplikasi Pengolah MultimediaProgram yang termasuk dalam kelompok

ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk

Multimedia berisi promosi, profil perusahaan, maupun yang sejenisnya

dan dikemas dalam bentuk CD maupun DVD. Multimedia tersebut dapat

berisi film/movie, animasi, teks, gambar, dan suara yang dirancan

sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan lebih interktif dan

menarik.Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:- Macromedia-

Macromedia Authorware- Macromedia Director- Macromedia Flash-

Multimedia Builder- Ezedia- Hyper Studio- Ovation Studio Pro-

Macromedia Director- Macromedia Flash- Multimedia Builder- Ezedia-

Hyper Studio- Ovation Studio Pro

Team RPL – smkn1 dps

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->