P. 1
Makalah Perilaku Biaya Aktifitas

Makalah Perilaku Biaya Aktifitas

|Views: 1,825|Likes:

More info:

Published by: Aprilia Paramitha Dewi on Aug 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2013

pdf

text

original

MAKALAH AKUNTANSI MANAJEMEN “Perilaku Biaya Aktivitas”

Disusun Oleh Kelompok 3: L. MOHAMMAD HERIADY LP. A1B009064 PUTRI ARINDA A1B009068 APRILIA PARAMITHA DEWI A1B009070 ABDUL RASYID A1B009100 HARRY F. ADIATMA A1B009110

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS MATARAM FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN 2011

BAB 3 PERILAKU BIAYA AKTIVITAS PERILAKU BIAYA DAN MODEL SUMBER DAYA Perilaku biaya adalah istilah umum untuk mengambarkan apakah biaya masukan (input) aktivitas adalah tetap atau variable delam hubungannya dengan perubahan keluaran aktivitas. Horison Waktu Horison Waktu menentukan apakah biaya adalah tetap atau variable bergantung pada horizon waktu. Dalam jangka panjang, semua biaya adalah variable; sementara dalam jangka pendek sedikitnya satu biaya adalah tetap. Lamanya periode jangka pendek bergantung pada penilaian manajemen dan tujuan dimana perilaku biaya sedang diestimasi Aktivitas, Penggunaan Sumber Daya dan Perilaku Biaya Kapasitas aktivitas adalah kemampuan untuk melakukan aktivitas. Untuk melakukan suatu aktivitas, kapasitas harus tersedia. Tingkat efisiensi dari kenerja aktivitas ini disebut kapasitas praktis. Pengeluaran sumber daya merupakan biaya untuk mendapatkan kapasitas dalam melaksanakan suatu aktivitas. Penggunaan sumber daya adalah jumlah kapasitas aktivitas yang digunakan dalam memproduksi keluaran aktivitas. Kapasitas tidak terpakai yaitu selisih antara kapasitas yang diperoleh dan penggunaan aktivitas aktual. Sumber daya disediakan dengan 2 cara : 1. Ketika digunakan, dan 2. Sebelum digunakan. Sumber daya yang disediakan ketika digunakan dan diperlukan adalah sumber daya yang diperoleh dari sumber luar, dimana waktu akuisisi tidak memerlukan komitmen jangka panjang untuk setiap jumlah tertentu sumber daya.

Sumber daya yang tersedia sebelum penggunaan adalah sumber daya yang diperoleh dengan mempergunakan kontrak eksplisit dan implisit untuk mendapatkan kuantitas tertentu sumber daya tanpa memperhatikan apakah kuantitas sumber daya tersedia seluruhnya atau tidak. Sumber Daya Yang Tersedia Ketika Diperlukan dan Perilaku Biaya Secara umum kita dapat memperakukan biaya sumber daya tersebut sebagai biaya variabel. Sumber Daya Yang Tersedia Sebelumnya dan Perilaku Biaya Contoh pertama, organisasi memperoleh melalui pembayaran kas dimuka atau melalui kontrak yang membutuhkan pembayaran kas secara periodik. Beban ini berkaitan dengan beban tetap yang terikat. Contoh kedua, menyangkut organisasi yang memperoleh sumber daya dimuka melalui kontrak implisit. Maka perilakunya berhubungan dengan beban tetap discretionary. Implikasi Pengendalian dan Pengambilan Keputusan Model penggunaan sumber daya berdasarkan aktivitas yang baru saja digambaran dapat memperbaiki baik pengendalian maupun pengambilan keputusan manajerial. Sistem

pengendalian operasional mendorong para manajer untuk menaruh perhatian lebih pada pengendalian pengeluaran dan penggunaan sumber daya. Ukuran Keluaran Aktivitas Biaya variable berubah dalam total seiring dengan perubahan keluaran aktivitas. Namun, biaya tetap tidak berubah ketika keluaran aktivitas berubah. Penggerak aktivitas menjelaskan perubahan biaya aktivitas dengan mengukur perubahan penggunaan aktivitas (output). Terdapat dua kategori umum dari penggerak aktivitas: penggerak tingkat unit dan penggerak tingan nonunit. Penggerak tingkat unit menjelaskan perubahan biaya seiring dengan perubahan unit yang diproduksi. Contohnya seperti, bahan langsung (dalam pound), jam-kilowat yang digunakan untuk menjalankan mesin produksi dan jam tenaga kerja langsung. Penggerak tingkat non-unit menjelaskan perubahan biaya ketika factor lain di luar unit berubah. Terdapat tiga kategori tingkat nonunit; tingkat batch, tingkat produk, dan tingkat fasilitas. Biaya tingkat batch cenderung bervariasi menurut perubahan jumlah batch. Biaya tingkat poduk

cenderung berubah ketika jumlah produk yang berbeda berubah. Biaya tingkat fasilitas cenderung tetap dan dapat dipandang sebagai biaya tetap global—paling tidak untuk jangka pendek. Contoh penggerak biaya berdasarkan nonunit meliputi persiapan , pesanan pekerjaan, pesanan perubahan rekayasa, jam pemeriksaan dan perpindahan bahan. Asumsi Linearitas Definisi biaya variabel mengasumsikan hubungan linear antara biaya aktivitas dan penggerak aktivitas terkait. Perilaku Biaya Step Fungsi biaya step memiliki sifat pewayangan tingkat biaya yang konstan selama rentang penggunaan (output) aktivitas dan untuk selanjutnya meningkat hingga tingkat biaya yang lebih tinggi pada beberapa titik. Aktivitas dan Perilaku Biaya Campuran Karena dapat dimungkinkan bahwa secara simultan memiliki sumber daya yang berkaitan dengan sumber daya yang diperoleh sebelumnya dan sumber daya yang di peroleh ketika dibutuhkan, maka biaya aktivitas dapat menampilakan perilaku biaya campuran.

METODE PEMISAHAN BIAYA CAMPURAN KE DALAM KOMPONEN TETAP DAN VARIABEL Biaya-biaya yang termasuk dalam kategori biaya campuran perlu dipisahkan ke dalam komponen-komponen tetap dan variabel Variabel tidak bebas adalah variabel yang memiliki nilai yang tergantung pada nilai variabel lainnya. Variabel bebas adalah varibel yang mengukur keluaran aktivitas dan menjelaskan perubahan biaya aktivitas Parameter titik potong menunjukkan biaya tetap aktivitas. Parameter kemiringan menunjukkan biaya per unit aktivitas variabel. 3 metode yang biasa digunakan : 1. Metode Tinggi Rendah Metode tinggi rendah adalah suatu metode untuk menentukan persamaan suatu garis lurus dengan terlebih dahulu memilih dua titik (titik tinggi dan rendah) yang akan digunakan untuk menghitung parameter titik potong dan kemiringan. Persamaan untuk penentuan biaya variabel per unit dan biaya tetap adalah: Biaya variabel per unit = perubahan biaya /perubahan output Biaya variabel per unit = (biaya tinggi – biaya rendah) / (output tinggi – output rendah) dan Biaya tetap = biaya total titik tinggi – (biaya variabel per unit x output tinggi) Atau Biaya tetap = biaya total titik rendah (biaya variabel per unit x output rendah) Metode ini menyeleksi dulu dua titik yang akan digunakan untuk menghitung parameter F (komponen biaya tetap) dan V (variable biaya perunit). Secara khusus metode ini menggunakan titik dengan aktivitas tertinggi. Titik yang rendah didefinisikan sebagai titik dengan tingkat aktivitas terendah.

2. Metode Scatterplot Metode scatterplot adalah metode penentuan persamaan suatu garis dengan cara memplot data dalam satu grafik. Langkah pertama dalam menerapkan metode scatterplot adalah memplot titiktitik data sehingga hubungan antara biaya penyetelan dan tingkat aktivitas dapat dilihat. Plot ini disebut sebagai grafik scatter. Sumbu vertikal adalah biaya total penyetelan, dan sumbu horisontal adalah jumlah penyetelan. Grafik scatter dapat membantu memberikan pengetahuan tentang hubungan antara biaya dan penggunaan aktivitas. Grafik scatter juga memungkinkan seseorang untuk secara visual menyesuaikan suatu garis dengan titik-titik dalam grafik scatter. Dalam hal ini, garis yang dipilih seharusnya adalah garis yang paling sesuai dengan titik-titik tersebut. Dalam memutuskan pilihan tersebut, seorang manajer atau analis biaya bebas untuk menggunakan pengalaman terdahulu yang berkaitan dengan perilaku biaya. Pengalaman dapat memberikan intuisi yang baik tentang bagaimana perilaku biaya penyetelan; grafik scatter menjadi alat yang berguna untuk mengkuantifikasi intuisi ini. Kelemahan metode scatterplot adalah tidak adanya kriteriaobjektif untuk memilih garis terbaik. Kualitas rumus biayanya tergantung pada kualitas penilaian subjektif analis. Langkah pertama dalam menerapkan metode ini adalah dengan memplot titik-titik data sehingga hubungan antara biaya persiapan dan tingkat aktivitas dapat terlihat. Jadi tujuannya adalah untuk menilai validasi hubungan linear yang diasumsikan. 3. Metode Kuadrat Terkecil Metode kuadrat terkecil pertama-tama mengkuadratkan setiap deviasi dan kemudian menjumlahkan deviasi yang dikuadratkan tersebut sebagai ukuran kedekatan keseluruhan. Metode kuadrat terkecil mengidentifikasikan garis yang paling sesuai. Secara prinsip, perbandingan ukuran kedekatan dapat menghasilkan suatu peningkatan semua garis dari yang terbaik sampai yang terburuk. Garis yang lebih mendekati titik dibanding garis lainnya disebut garis kecocokan terbaik. Metode Kuadrat terkecil mengidentifikasi garis yang terbaik atau paling sesuai. Kita mengandalkan teori statistik untuk mendapatkan rumusnya.

RELIABILITAS RUMUS BIAYA Meskipun keluaran komputer menyediakan informasi berguna lainnya untuk penilaian reabilitas secara statistik, kiata akan membatasi perhatian pada goodness of fit. Goodness of fit mengukur derajat hubungan antara biaya aktivitas dan keluaran aktivitas. Koefisien Determinasi Persentase variabilitas variabel tidak bebas yang dijelaskan oleh suatu variabel bebas disebut koefisien determinasi. Persentase ini disebut ukuran goodness of fit. Semakin tinggi persentase variabilitas biaya yang diterangkan semakin baik garisnya. Koefisien Korelasi Ukuran alternatif untuk goodness of fit adalah koefisien korelasi, yaitu akar dari koefisien determiasi. Karena dapat bernilai negatif, maka nilai koefisien korelasinya dapat berkisar antara 1 dan +1. bila hasilnya positif maka kedua variabelnya sama-sama bergerak ke arah yang sama dan lorelasi positif muncul. REGRESI BERGANDA Kadangkala untuk mendapatkan persamaan biaya yang terbaik lebih rumit daripada hanya mengidentifkasi penggerak aktivitas dan meregresi biaya aktivitas pada penggerak ini. Ketika kuadrat terkecil digunakan untuk membuat persamaan yang melibatkan dua atau lebih variabel, maka disebut dengan regresi berganda PERTIMBANGAN MANAJERIAL Pertimbangan manajerial merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan perilaku biaya, dan sejauh ini merupakan metode paling luas digunakan. Banyak manajer menggunakan pengalaman mereka dan observasi terhadap hubungan manajer yang menggunakan pengalaman mereka dan observasi terhadap hubungan biaya pada masa lampau untuk menentukan biaya tetap dan variabel. Manajemen menggunakan pengalaman dan pertimbangan mereka untuk menyaring hasil estimasi statistik. Barangkali manajer yang berpengalaman dapat meneliti data dan membuang

beberapa titik yang tidak biasa terjadi atau mungkin merevisi hasil estimasi untuk memasukkan perubahan yang diproyeksikan ke dalam struktur biaya atau teknologi. Keunggulan dari penggunaan pertimbangan manajerial untuk memisahkan biaya tetap dan variabel terletak pada kesederhanaannya. Pada situasi di mana manajer memiliki pengetahuan mendalam tentang perusahaan dan pola biayanya, metode ini dapat memberikan hasil yang baik. Akan tetapi, apabila manajer tidak memiliki pertimbangan baik, kesalahan akan terjadi. Oleh karena itu, merupakan hal yang penting untuk mempertimbangkan pengalaman manajer, potensi kesalahan, dan pengaruh pertimbangan yang salah terhadap keputusan yang terkait.

DAFTAR PUSTAKA Hansen, Mowen. 1999. Akuntansi Manajemen jilid I. Jakarta : Erlangga www.google.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->