P. 1
Leaflet Perawatan Nifas

Leaflet Perawatan Nifas

|Views: 1,334|Likes:
Published by WidiyasUlfiaRachma

More info:

Published by: WidiyasUlfiaRachma on Aug 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2013

pdf

text

original

Mengenal Perawatan Nifas

Pengertian Perawatan Masa Nifas masa nifas adalah perawatan

 Diet / Makanan

Perawatan

Makanan yang diberikan harus bermutu tinggi dan cukup kalori, yang mengandung cukup protein, banyak cairan, serta banyak

terhadap wanita hamil yang telah selesai bersalin sampai alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil, lamanya kira-kira 6-8 minggu. 

buah-buahan Tujuan dilakukan Perawatan Masa Nifas kebersihan diri setelah dan sayuran
 Eliminasi

1. Memelihara melahirkan.

Buang Air Kecil

2. Meningkatkan kualitas Kesehatan ibu dan bayi. 3. Mencegah penyakit  Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perawatan masa nifas
 Mobilisasi dan Istirahat

Buang air kecil harus secepatnya dilakukan sendiri. Normalnya +1.500 cc dalam 24 jam atau 5 – 6 x buang air kecil dalam 200cc Bila

Disusun Oleh : Mahasiswa Semester IV D3 Keperawatan Sutopo Surabaya Bekerjasama dengan PKRS Ruang Merpati RSUD Dr. Soetomo Surabaya KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURABAYA

kandung kemih penuh dengan wanita sulit kencing sebaiknya lakukan kateterisasi.  Buang Air Besar

Ibu harus tidur terlentang selama 8 jam post partum untuk mencegah perdarahan post partum. Ia boleh miring ke kiri dan ke kanan Pada hari kedua telah dapat duduk, hari ketiga telah dapat jalan-jalan dan hari keempat atau kelima boleh pulang.

Buang air besar harus sudah ada dalam 34 hari post partum. Bila ada obstipasi dan timbul berak

atau masalah penglihatan  Pembekangkan pada wajah dan tangan  Suhu Demam 38 C atau lebih. kecuali ada kontraindikasi untuk menyusui  Sakit kepala yang terus-menerus. Mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua kali sehari.  Hal – hal yang harus diwaspadai Terutama pada bagian kelamin. Laktasi rasa sakit saat berkemih atau merasa tidak enak badan  Payudara merah.lakukan pemberian obat pencahar (laxantia) peroral atau parenteral. Membersihkan daerah kelamin dari depan ke belakang. panas. Mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya Luka dirawat dengan baik jangan sampai kena infeksi. Ibu disuruh mencoba menyusui bayinya untuk merangsang timbulnya laktasi. 0  Personal Higiene bayinya. muntah. baru kemudian membersihkan daerah sekitar anus.dan/atau sakit  Kehilangan selera makan untuk waktu  Pendarahan hebat atau peningkatan pendarahan secara tiba-tiba dalam 500cc /lebih(melebihi haid biasa atau jika pendarahan tersebut membasahi lebih dari 2 pembalut dalam waktu setengah jam)  Pengeluaran cairan vaginal dengan bau yang lama  Rasa sakit. nyeri epigastrik. nyeri tekan dan/atau pembengkakan pada kaki  Merasa sedih atau merasa tidak mampu mengurus diri sendiri dan bayinya  Merasa sangat letih atau nafas busuk yang keras  Rasa nyeri diperut bagian bawah atau terengah-engah punggung . warna merah. alat –alat dan pakaian serta kain yang digunakan harus steril.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->