P. 1
hubungan pengetahuan tentang demam berdarah dengue dengan pelaksanaan 3M plus di dusun plosorejo desa kebondalem kecamatan bareng kabupaten jombang 2011

hubungan pengetahuan tentang demam berdarah dengue dengan pelaksanaan 3M plus di dusun plosorejo desa kebondalem kecamatan bareng kabupaten jombang 2011

5.0

|Views: 1,610|Likes:
Published by norman mahendra
penelitian tentang pengetahuan, demam berdarah dan pence4gahannya
penelitian tentang pengetahuan, demam berdarah dan pence4gahannya

More info:

Published by: norman mahendra on Aug 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2013

pdf

text

original

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah

kesehatan masyarakat dan menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi. Kerugian

sosial yang terjadi antara lain ialah menimbulkan kepanikan dalam keluarga, kematian

anggota keluarga dan berkurangnya usia harapan penduduk. Dampak ekonomi

langsung pada penderita DBD adalah biaya pengobatan, sedangkan dampak ekonomi

tak langsung adalah kehilangan waktu kerja, waktu sekolah dan biaya lain yang

dikeluarkan selain untuk pengobatan seperti transportasi dan akomodasi selama

perawatan penderita ( Depkes RI, 2004)

Demam berdarah dengue di dunia memiliki peluang menjangkti 2/3 penduduk

dunia dan dalam kurun waktu 50 tahun terakhir meningkat 30 kali lipat dengan lebih

dari 1 milyar kejadian dan lebih dari 100 negara endemis di dunia

( WHO.denguenet, 2010 ). Indonesia sendiri berada di peringkat 8 dunia dengan kasus

kematian terbanyak. Seluruh wilayah Indonesia mempunyai resiko untuk terjangkit

penyakit DBD, di ASEAN Indonesia menempati urutan ke empat dalam angka Case

Fatality Rate setelah Bhutan, India dan Myanmar yaitu 1,01 kasus kematian per 1.000

penduduk. Kondisi Insidence Rate ( IR ) mulai tahun 2006 sampai dengan 2008

menunjukan penurunan namun masih tetap menunjukan prevalensi yang tinggi yaitu

Case Fatality Rate (CFR ) 1,01% menjadi 0,86% pada tahun 2008, Jawa timur

mengalami penurunan jumlah kejadian yaitu 25.950 menjadi 16.589 pada tahun 2008

namun angka yang didapatkan sangat tinggi di tahun-tahun terakhir. Angka seharusnya

1

1

adalah kurang dari 20/100.000 penduduk. Angka Bebas Jentik pada tahun 2008 masih

rendah yaitu 85,99 % dari 11,02% rumah yang diperiksa. Angka kematiannya (CFR)

yang tidak terlalu besar, namun masih di atas batas maksimum yang ditetapkan, yaitu

kurang dari 1% ( Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 2006 ). Situasi di Jombang

untuk kejadian demam berdarah mengalami tren peningkatan kasus yaitu 365 kasus

pada 2006, 695 kasus pada 2007, 754 dan 761 pada tahun 2008 dan 2009, angka bebas

jentik kabupaten masih rendah yaitu 82,3%, di Puskesmas Bareng sendiri kasus terus

mengalami peningkatan yaitu 31 kasus tanpa kematian pada 2009 dan 22 kasus pada

2010 dengan 2 kasus kematian, dan terjadi perubahan pola desa endemis yaitu 5 desa

menjadi 13 desa dari 13 desa di wilayah kerja puskesmas ( Profil Kesehatan Puskesmas

Bareng, 2009 ). Desa kebondalem adalah salah satu desa endemis dengan Angka bebas

jentik 14,96% dari 1487 bangunan yang diperiksa, setiap musim demam berdarah

selalu menyumbangkan penderita dan telah terjadi 3 kasus kematian dalam kurun

waktu 5 tahun terakhir. Desa kebondalem memiliki georafis yang mendukung

perkembangbiakan vektor nyamuk Aedes aegepty dengan daerah aliran sungai, pasar

dan kebun yang memungkinkan timbulnya potensi kontainer tempat

berkembangbiaknya jentik. Dalam studi pendahuluan di Desa kebondalem, rata- rata

pengetahuan masyarakat tentang penyakit Demam Berdarah masih kurang yaitu 51,3%,

hal itu diikuti dengan rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan 3M ( menguras,

menutup, mengubur ) yaitu hanya 14,46% yang melaksanakan kegiatan. Kebijakan

pemerintah desa untuk mendukung realisasi gerakan 3M masih minim, hal ini

dibuktikan dengan tidak adanya program rutin Jumat bersih dan minimnya kader

jumantik aktif.

2

Upaya penanggulangan DBD diprogramkan secara teratur sejak tahun 1974

namun demikian, hingga saat ini upaya pemberantasan DBD belum berhasil di

Indonesia, sehingga penyakit ini masih sering terjadi dan menimbulkan KLB di

berbagai daerah. Permasalahan utama dalam upaya menekan angka kesakitan adalah

masih belum berhasilnya upaya menggerakkan peran serta masyarakat dalam PSN

DBD melalui Gerakan 3M yang mulai di intensifkan sejak 1992. ( Depkes RI, 2004 ).

Membasmi jentik nyamuk tak cukup dilakukan pemerintah saja,

melainkan butuh partisipasi seluruh masyarakat juga, perlu kesediaan,

kemauan dan tindakan nyata. Program pemberantasan sarang nyamuk

(PSN) tak cukup dilakukan satu-dua kali, melainkan rutin atau berkala

terlebih setiap musim jangkitan DBD (Nadesul dalam Pambudi,2009).

Pengetahuan, sikap, perilaku masyarakat tentang pencegahan pada umumnya

masih kurang. Menurut pengertian dasar, perilaku masyarakat bisa dijelaskan

merupakan suatu respon seseorang terhadap stimulus atau rangsangan yang berkaitan

dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan, serta lingkungan.

Respon atau reaksi manusia, baik bersifat pasif (pengetahuan, persepsi, dan sikap),

maupun bersifat aktif (Gde suyasa, 2007 ). Kesehatan adalah tanggung jawab bersama

dari setiap individu, masyarakat, pemerintah dan swasta. Apapun peran yang

dimainkan pemerintah, tanpa kesadaran individu dan masyarakat secara mandiri untuk

menjaga kesehatan mereka hanya sedikit yang dapat dicapai. Selain itu, tujuan

Indonesia sehat 2010 yakni mencegah terjadinya dan menyebarnya penyakit menular

sehingga tidak terjadi masalah kesehatan di masyarakat ( Depkes, 2005 ). Untuk

meningkatkan upaya pemberantasan penyakit DBD diperlukan adanya partisipasi

3

masyarakat dalam melakukan pemeriksaan jentik secara berkala dan terus menerus

serta menggerakkan masyarakat dalam melaksanakan PSN DBD, keluarga memiliki

peranan yang cukup penting dalam kegiatan ini agar tidak membiarkan nyamuk-

nyamuk penular DBD berkembang biak dirumah dan lingkungan mereka.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->