P. 1
Pengaruh Intensitas Cahaya Dan Air Terhadap Pertumbuhan Kecambah

Pengaruh Intensitas Cahaya Dan Air Terhadap Pertumbuhan Kecambah

|Views: 98|Likes:

More info:

Published by: Fiyah Afiyah Sulaiman on Aug 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2012

pdf

text

original

Pengaruh intensitas cahaya dan air terhadap pertumbuhan kecambah (tauge

)
D I S U S U N
Oleh:

Mun’imatun Nafiah Musfirah Majid Novi Reskianti Amin Page Nur Adilah Zainuddin Nur Afiyah Sulaiman Nur Latifah Djamaluddin
Kelompok II

XII IPA 3
SMA UMMUL MUKMININ
2012

Kata Pengantar
Bismillahirahmanirahim… Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh… Alhamdulillahirabbilalamin kami ucapkan kepada Sang Maha Pencipta yang telah menghamparkan langit, bumi, dan segala isinya bagi manusia sehingga kita dapat merenungi kebesaran-Nya dengan memikirkan ciptaan Tuhan yang Maha Sempurna. Salawat dan salam tak lupa kita kirimkan kepada sosok teladan manusia, Rasulullah saw. Sang rahmatan lilalamin.Kami sangat bersyukur telah diberikan waktu dan kesempatan untuk menyelesaikan makalah biologi ini bersama-sama tanpa adanya halangan yang berarti. Sebulan yang lalu kami mempelajari sekilas mengenai pertumbuhan dan perkembangan kecambah melalui penjelasan bu Hajrah. Beliau telah menjelaskan pada kami materi lanjutan dari materi kami di kelas sebelumnya mengenai perkecambahan. Dan sepatutnya bagi kami untuk mempraktekkan dan mengamati secara nyata teori-teori tersebut. Bukankah teori akan lebih terealisasikan dengan dibuktikan pada pengamatan/penelitian ilmiah. Apalagi jika kita sendiri yang melihat, mencatat, dan berpikir tentang hasil penelitian itu. Maka sungguh tepatlah makalah ini ditugaskan agar kami dapat memetik buah ilmu yang telah kami pelajari di kelas. Dan karenanya kami menghaturkan terima kasih yang sebanyakbanyaknya kepada beliau. Selain itu, kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian makalah kelompok kami. Namun, terlepas dari itu semua kami hanyalah beberapa orang siswa yang masih baru belajar. Masih memiliki banyak kekurangan sana-sini dalam pengerjaan makalah kami. Kami masih butuh saran serta bimbingan dari para guru maupun siapa saja yang menemukan kekilafan kami dalam makalah ini.

Makassar, Juli-Agustus 2012

Daftar Isi
Kata Pengantar Daftar Isi Bab I PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 1.4 Latar Belakang Masalah Perumusan Masalah Batasan Masalah Variabel

Bab II PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH 2.1 Landasan Teori 2.2 Laporan Penelitian 2.3 Foto Bab III PENUTUP 3.1Kesimpulan 3.2 Saran 3.3 Daftar Pustaka

Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Kita semua biasa memakan tauge. Tauge adalah sayuran yang umumnya berasal dari tumbuhan muda /kecambah kacang hijau (Phaseolus radiates) yang baru saja berkecambah yang dimana daun lembaga tauge berwarna kuning. Hal itu terjadi karena dalam pembuatannya, kacang hijau direndam air pada tempat yang terhalang dari sinar matahari langsung sehingga otomatis klorofil tidak terbentuk dalam perkecambahan tauge. Sedangkan kecambah kacang hijau yang disinari cahaya matahari langsung akan memiliki karakteristik berupa ukuran yang lebih besar dari taoge, memiliki akar yang lebih panjang dan bentuk lebih ramping, serta berwarna kehijau-hijauan. Rasa kecambah jenis ini adalah renyah dan terasa agak pahit apabila disantap mentah-mentah. Dalam pertumbuhannya, tanaman kacang hijau memang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah intensitas cahaya matahari dan air. Sehubungan dengan hal itu, pada penelitian ini kami tertarik untuk membahas mengenai perlakuan yang akan ditimbulkan dari pemberian intensitas cahaya dan kadar air yang berbeda.

1.2 Rumusan Masalah
Sinar matahari memang berguna bagi fotosintesis pada tumbuhan, namun efek lain dari sinar matahari ini adalah menekan pertumbuhan sel tumbuhan. Hal ini menyebabkan tumbuhan yang diterpa cahaya matahari akan lebih pendek daripada tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap. Peristiwa ini disebut dengan etiolasi, yaitu pertumbuhan sel tumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap. Maka berdasarkan latar belakang diatas, kita dapat menemukan rumusan masalah mengenai “Bagaimanakah pengaruh intensitas cahaya dan air terhadap pertumbuhan kecambah (tauge)?” Yaitu apakah perbedaan intensitas cahaya dan air yang diberikan akan mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan kacang hijau?

1.3 Batasan Masalah
Pada makalah ini, kami akan mengamati tiga percobaan yang di mana terdapat beberapa hal yang membatasinya, antara lain:  Intensitas cahaya matahari dan air Dalam percobaan kami kali ini, intensitas cahaya matahari berfungsi sebagai variable bebas. Variabel bebas merupakan perlakuan yang dibedakan pada setiap percobaan. Kami melakukan percobaan pada 2 variable lingkungan tumbuh. Dalam percobaan kali ini yaitu tempat yang sinari cahaya matahari secara langsung, dan di tempat yang terhalang dari sinar matahari dan lembab.  Terkena sinar matahari langsung Perlakuan ini dilakukan dengan cara menempatkan wadah bakal kecambah di tempat yang terkena sinar matahari langsung seperti di luar rumah. Dengan begitu bakal kecambah akan mendapatkan cahaya matahari terang.  Tempat yang lembab Intensitas cahaya rendah ini bisa didapatkan dengan menutupi wadah dan ruang yang ditempati bakal kecambah agar cahaya matahari yang diterima terminimalisir.

1.4 Variabel
1. Variabel terikat (independent variable) yaitu Pertumbuhan kacang hijau, parameternya adalah panjang batang, jumlah daun dan lebar daun. 2. Variabel bebas (dependent variable) yaitu Variasi pemberian intensitas cahaya.  Intensitas cahaya tinggi (terkena cahaya langsung)  Intensitas cahaya rendah dan lembab (tempat tertutup) 3. Variabel kontrol 1. Ukuran wadah yang digunakan untuk masing-masing percobaan adalah ukuran kecil. 2. Jumlah kapas pada masing-masing wadah adalah 3 lembar kapas dengan ketebalan yang sama. 3. Jumlah kacang hijau pada masing-masing wadah adalah 5 buah. 4. Jenis kacang hijau yang digunakan adalah biji dengan kulit yang sudah terbuka.

BAB II
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH 2.1 Landasan Teori
a. Pengertian Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan. Biji memiliki kandungan air yang sangat sedikit. Pada saat biji terbentuk, air didalamnya dikeluarkan sehingga biji mengalami dehidrasi. Akibatnya, biji tidak dapat melangsungkan proses metabolismenya dan mulai mengalami dormansi (istirahat panjang). Dormansi biji sangat bermanfaat pada kondisi yang tidak kondusif (seperti suhu lingkungan yang ekstrim) karena struktur biji yang kuat akan melindungi embrio agar tetap bertahan hidup.

Perkembangan Embrio Embrio berkembang di dalam biji. Setelah proses fertilisasi, zigot mengalami serangkaian pembelahan sel. Salah satu dari dua sel yang terbentuk dari mitosis zigot akan berkembang menjadi embrio asli, sedangkan sel yang lain menjadi bahan awal dari jaringan suspensor. Embrio di dalam ovulum (bakal biji) berkembang menjadi massa bulat yang mengandung ratusan sel. Massa sel tersebut berkembang menjadi jaringan primer dan akhirnya membentuk seluruh jaringan utama tumbuhan dewasa, termasuk kotiledon yang berfungsi untuk perkecambahan dan menyimpan cadangan makanan. Pada kutub embrio ditemukan dua massa sel yang belum terdiferensiasi, yaitu meristem apikal batang dan meristem apikal akar. Sel-sel tersebut berada dalamkondisi dorman ketika biji berada pada masa dormansi. Setelah biji berkecambah, kedua massa sel tersebut berkembang menjadi daerah pertumbuhan batang dan akar. Perkembangan embrio terhenti setelah mencapai tahapan tertentu, yaitu saat bakal biji telah menjadi biji matang. Biji tersebut sesuai untuk perkecambahan.

Perkecambahan

Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan embrio dan komponenkomponen biji yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Komponen biji tersebut adalah bagian kecambah yang terdapat dalam biji, misalnya radikula dan plumula. Tahapan Perkecambahan Perkecambahan biji berhubungan dengan aspek kimiawi. Proses tersebut meliputi beberapa tahapan, antara lain imbibisi, sekresi hormon dan enzim, hidrolisis cadangan makanan, pengiriman bahan makanan terlarut dan hormon ke daerah titik tumbuh atau daerah lainnya serta asimilasi (fotosintesis). Imbibisi atau proses penyerapan cairan pada biji terjadi melalui mikropil. Air masuk ke dalam kotiledon dan menyebabkan pembengkakan yang pada akhirnya memecah testa. Awal perkembangan didahului dengan pengaktifan enzim hidrolase (protease, lipase dan karbohidrase) dan hormon pada kotiledon atau endosperma oleh adanya air. Enzim protease segera mengubah molekul protein menjadi asam amino. Asam amino digunakan untuk membuat molekul protein baru bagi membran sel dan sitoplasma. Timbunan pati diuraikan menjadi maltosa kemudian menjadi glukosa.Sebagian glukosa akan diubah menjadi selulosa, yaitu bahan untuk membuat dinding sel bagi sel-sel yang baru. Bahan makanan terlarut berupa maltosa dan asam amino akan berdifusi ke embrio.Proses-proses tersebut memerlukan energi. Biji memperoleh energi melalui pemecahan glukosa saat proses respirasi. Pemecahan glukosa yang berasal dari timbunan pati menyebabkan biji kehilangan bobotnya. Setelah beberapa hari, plumula tumbuh diatas permukaan tanah. Daun pertama akan membuka dan memulai proses fotosintesis. Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Proses perkecambahan dipengaruhi oleh cahaya, suhu, dan oksigen. Berdasarkan letak kotiledon pada saat berkecambah dikenal dua macam tipe perkecambahan, yaitu : 1. Perkecambahan Epigeal Merupakan pertumbuhan memanjang dari hipokotil yang menyebabkan pluma dan kotiledon terdorong kepermukaan tanah. 2. Perkecambahan Hipogeal

Merupakan pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah, tetapi kotiledon tetap berada di dalam tanah. Pertumbuhan merupakan proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula). Pertumbuhan pada tumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur). Pertumbuhan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu : 1. Pertumbuhan Primer Pertumbuhan primer merupakan proses aktivitas sel-sel meristem yang menyebabkan batang dan akar tumbuh memanjang. Pertumbuhan primer terjadi pada embrio, ujung batang, dan ujung akar. Berdasarkan aktivitasnya, daerah pertumbuhan pada ujung batang dan ujung akar belakang meristem apikal dibedakan menjadi tiga, yaitu : Daerah pembelahan sel, sel-sel di daerah ini aktif membelah, dan sifatnya tetap meristematik, daerah ini biasanya terdapat di ujung akar. Daerah pemanjangan sel, merupakan daerah yang sel-selnya mengalami perubahan volume sehingga akan cepat memanjang. Daerah ini terletak di belakang daerah pembelahan. Daerah diferensiasi, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi khusus. 2. Pertumbuhan Sekunder Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan. Pada pertumbuhan sekunder yang aktif membelah adalah sel-sel meristem yang terdapat pada kambium. Sel-sel tersebut akan melakukan pembelahan secara radial, yaitu pembelahan sel yang terdapat disekitar xylem mengarah ke dalam dan sel-sel yang terdapat disekitar floem mengarah keluar. Biji memiliki kandungan air yang sangat sedikit. Pada saat biji terbentuk, airdidalamnya dikeluarkan sehingga biji mengalami dehidrasi. Akibatnya, biji tidak dapatmelangsungkan proses metabolismenya dan mulai mengalami dormansi (istirahatpanjang). Dormansi biji sangat bermanfaat pada kondisi yang tidak kondusif (sepertisuhu lingkungan yang ekstrim) karena struktur biji yang kuat akan melindungi embrioagar tetap bertahan hidup.

Perkembangan Embrio

Embrio berkembang di dalam biji. Setelah proses fertilisasi, zigot mengalamiserangkaian pembelahan sel. Salah satu dari dua sel yang terbentuk dari mitosis zigotakan berkembang menjadi embrio asli, sedangkan sel yang lain menjadi bahan awaldari jaringan suspensor.Embrio di dalam ovulum (bakal biji) berkembang menjadi massa bulat yangmengandung ratusan sel. Massa sel tersebut berkembang menjadi jaringan primer danakhirnya membentuk seluruh jaringan utama tumbuhan dewasa, termasuk kotiledonyang berfungsi untuk perkecambahan dan menyimpan cadangan makanan.Pada kutub embrio ditemukan dua massa sel yang belum terdiferensiasi, yaitumeristem apikal batang dan meristem apikal akar. Sel-sel tersebut berada dalamkondisi dorman ketika biji berada pada masa dormansi. Setelah biji berkecambah,kedua massa sel tersebut berkembang menjadi daerah pertumbuhan batang dan akar.Perkembangan embrio terhenti setelah mencapai tahapan tertentu, yaitu saatbakal biji telah menjadi biji matang. Biji tersebut sesuai untuk perkecambahan. b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan dan Pertumbuhan pada Tumbuhan Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dipengaruhi oleh dua fakor yaitu, dalam (internal) dan luar (eksternal). 1. Faktor Eksternal a. Air. Air (H2O) adalah cairan jernih, tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau yang terdapat dan diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan yang secara kimiawi air terbentuk dari Hidrogen dan Oksigen. Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi tumbuhan. Air diperlukan tumbuhan sebagai media berlangsungnya reaksi kimia di dalam sel, komponen dasar pembentukan zat makanan, dan membantu mengedarkan zat makanan ke seluruh bagian tubuh. Air merupakan salah satu faktor yang dapat mempercepat perkecambahan dan menghentikan masa dormansi biji. Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi. Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini murni fisik. Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah hormon perkecambahan awal. Fitohormon asam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin meningkat. Selain itu masuknya air pada biji juga menyebabkan enzim aktif

bekerja. Bekerjanya enzim merupakan proses kimia. Enzim amilase bekerja memecah tepung menjadi maltosa, selanjutnya maltosa dihidrolisis oleh maltase menjadi glukosa. Protein juga dipecah menjadi asam – asam amino. Senyawa glukosa masuk ke dalam proses metabolisme dan dipecah menjadi energi dan senyawa karbohidrat yang menyusun struktur tubuh Asam – asam amino dirangkaikan menjadi protein yang berfungsi menyusun struktur sel dan enzimenzim baru. Asam - asam lemak terutama dipakai untuk menyusun membran sel. Perubahan pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktif melakukan mitosis, seperti di bagian ujung radikula. Akibatnya ukuran radikula makin besar dan kulit atau cangkang biji terdesak dari dalam, yang pada akhirnya pecah. Pada tahap ini diperlukan prasyarat bahwa cangkang biji cukup lunak bagi embrio untuk dipecah. Fungsi air untuk tumbuhan adalah: 1. 2. 3. 4. Memberikan tekanan turgor pada dinding sel sehingga sel dapat membelah dan membesar. Merangsang terjadinya proses imbibisi, yaitu proses penyerapan air oleh biji. Sebagai bahan baku fotosintesis sehingga tanaman memproduksi glukosa. Mengedarkan hasil-hasil fotosintesis keseluruh bagian tumbuhan. Bila tanaman kekurangan air, maka tanaman akan kering dan kekurangan nutrisi karena tidak ada yang mengangkut nutrisi itu. Tumbuhan yang kekurangan air akan menjadi layu dan warna hijau berubah menjadi kuning, kering, dan pada akhirnya mati. Karena air berfungsi untuk menyiram tanaman agar tetap segar dan tidak layu serta sebagai media reaksi kimia dalam sel, menunjang fotosintesis dan menjaga kelembapan. Tetapi jika kelebihan air juga tidak baik untuk tanaman karena pertumbuhan tanaman akan terhambat dan kemungkinan akan mati. b. Oksigen (O2). Oksigen dibutuhkan tumbuhan untuk menghasilkan energi. Dalam hal ini oksigen digunakan untuk memecah zat-zat makanan yang mereka buat sehingga menghasilkan senyawa sederhana dan sejumlah energi. Jika suplai oksigen berkurang, maka proses tumbuh dan berkembangnya tumbuhan menjadi terganggu. Oksigen juga berfungsi sebagai respirasi sel-sel akar yang akan

berkaitan dengan penyerapan unsure hara. Bila oksigen yang tumbuhan dapat hanya sedikit, maka pertumbuhan pada tumbuhan akan terhambat karena akan susah dalam penyerapan unsure hara dalam tanah. c. Suhu. Pada dasarnya, suhu yang dibutuhkan tumbuhan selama pertumbuhan dan perkembangannya berbeda-beda, bergantung pada jenis tumbuhan dan tempat hidupnya. Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, suhu dilingkungan tanaman tersebut juga harus ditentukan. Suhu yang baik untuk tumbuhan adalah 30⁰ C. Semakin tinggi suhu yang ada di lingkungan suatu tumbuhan, maka semakin laju transpirasi dan semakin rendah kandungan air pada tumbuhan sehingga proses pertumbuhan semakin lambat dan perlakuan tumbuhan pada suhu yang rendah memacu pertumbuhan ruas yang lebih panjang daripada perlakuan tanaman di suhu yang tinggi. Fungsi dari suhu sendiri adalah untuk aktivitas enzim serta kandungan air dalam tubuh tumbuhan. d. Cahaya. Cahaya dibutuhkan agar dapat melakukan fotosintesis. Tumbuhan yang dipelihara dalam ruangan gelap atau memperoleh cahaya redup akan menghasilkan batang yang tumbuh panjang, tetapi dalam kondisi lemah, daun berukuran kecil, tumbuhan tampak berwarna pucat berdaun hijau tua, pertumbuhannya lebih lambat namun stomatanya berjumlah sedikit namun ukurannya besar, serta perakarannya tidak terlalu lebat. e. Zat hara dalam tanah. Tumbuhan membutuhkan berbagai unsur hara yang tersimpan di dalam tanah. Semua unsure hara tersebut digunakan sebagai komponen penyusun zat organik di dalam sel. f. Kelembapan Kelembapan udara mempengaruhi penguapan air yang berhubungan dengan penyerapan nutrisi. Penguapan air akan meningkat apabila kelembapan rendah, akibatnya tumbuhan dapat menyerap banyak nutrisi. Keadaan ini memacu pertumbuhan tanaman. 2. Faktor Internal a. Gen. Gen berfungsi untuk mengatur seluruh aktivitas yang terjadi di dalam sel, termasuk pertumbuhan. Meskipun dua tumbuhan mendapat pengaruh lingkungan yang sama, tetapi jika kedua tumbuhan tersebut memiliki gen yang berbeda maka kemampuan tumbuhnya pun berbeda. b. Hormon. Aktivitas tumbuh dan berkembang juga diatur oleh senyawa kimia berupa hormon tumbuhan (fitohormon). Ada enam macam hormon tumbuhan, yaitu: auksin, sitokinin, etilena, asam absisat, dan kalin.

2.2 Laporan Penelitian
Alat: a. Wadah (aqua gelas) b. Penggaris c. Alat tulis d. Baskom kecil e. Label Bahan: a. b. c. Biji kacang hijau Air Kapas (satu bungkus) Cara Kerja 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. :

Persiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan Letakkan biji kacang hijau kedalam masing masing aqua gelas yang telah diberi kapas Basahi kapas dengan air secukupnya Rendam biji kacang hijau sebentar dalam baskom kecil Letakkan biji kacang hijau yang sudah direndam, di atas kapas yang sudah dibasahi Memberi label pada masing-masing gelas Meletakkan masing-masing gelas di tempat yang berbeda. Yaitu di tempat yang disinari cahaya matahari langsung dan di tempat tertutup yang lembab Mengamati pertumbuhan kacang hijau setiap hari selama 7 hari

9.

Mencatat hasil pengamatan tiap hari dengan mengukur tinggi badan kecambah kacang hijau. Pengukuran dimulai dari permukaan tanah hingga ujung batang.

Hasil Percobaan
Data pertumbuhan panjang batang kecambah Hari 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tempat Terang (cm) 0,4cm 0,6 cm 1,1 cm 2,2 cm 5,2 cm 6,6 cm 7,9 cm Tempat Gelap (cm) 0,7 cm 1,4 cm 5,6 cm 12,9 15,5 16,9 18,0

Data keadaan warna daun Hari 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tempat Terang Belum terlihat Belum terlihat Belum terlihat Belum terlihat Tumbuh berwarna hijau Bertambah, berwarna hijau Bertambah, berwarna hijau Bertambah, berwarna hijau Bertambah, berwarna hijau Bertambah, berwarna hijau Tempat Gelap Belum terlihat Belum terlihat Tumbuh berwarna hijau Bertambah, berwarna kuning Bertambah, berwarna kuning Bertambah, berwarna kuning Bertambah, berwarna kuning Bertambah, berwarna kuning Bertambah, berwarna kuning Bertambah, berwarna kuning

Data keadaan kecambah

Hari 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Tempat Terang Pertumbuhannya belum terlihat Pertumbuhanya belum terlihat Mulai tumbuh akar Akar bertambah Mulai tumbuh daun, batang kokoh Daun bertambah, batang kokoh Daun bertambah, batang kokoh Daun bertambah, batang kokoh Daun bertambah, batang kokoh Daun bertambah, batang kokoh

Tempat Gelap Pertumbuhannya belum terlihat Tumbuh akar Mulai tumbuh daun Daun bertambah Daun bertambah, batang panjang lemas Daun bertambah, batang panjang lemas Daun bertambah, batang panjang lemas Daun bertambah, batang panjang lemas Daun bertambah, batang panjang lemas Daun bertambah, batang panjang lemas

Analisis/Pembahasan :
C a h a ya mu t l a k d i p e r l u k a n d a l a m p r o s e s f o t o s i n t e s i s . C a h a ya secara l a n g s u ng b e r p e n g a r u h terhadap p e r t umb u h a n setiap t a n a ma n . P e n g a r u h c a h a ya s e c a r a l a n g s u n g d a p a t d i a ma t i d e n g a n me mb a n d i n g k a n t a n a ma n ya n g t u mb u h d a l a m keadaan gelap dan terang. Pada keadaan gelap, pertumbuhan tanaman mengalami Etiolasi yang ditandai dengan pertumbuhan yang abnormal (lebih panjang), pucat,d a u n t i d a k b e r k e mb a n g , d a n b a t a n g t i d a k k u k u h . S e ba l i k n ya , d a l a m k e a d a a n terang tumbuhan lebih pendek, batang kukuh, daun berkembang sempurna dan berwarna hijau.

2.3 Foto

Bab III
PENUTUP Kesimpulan

Dari hasil penelitian kami diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa dengan mengetahui pertumbuhan tauge dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya ialah factor intensitas cahaya matahari dan air. Percobaan kami menghubungkan antara kacang hijau dengan intensitas cahaya. Bila dilihat dari table, kedua percobaan menunjukkan banyak perbedaan. Tanaman kacang hijau pada percobaan pertama tampak lebih subur daripada tanaman kacang hijau pada percobaan kedua. Tanaman kacang hijau pada percobaan pertama tampak hijau, daunnya tumbuh dengan normal dan melebar, batangnya tegak dan ukuran batangnya lebih besar. Hal tersebut dikarenakan Tanaman kacang hijau pada percobaan pertama mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Sedangkan tanaman kacang hijau pada percobaan kedua tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup, perkecambahan tanaman kacang hijau pada percobaan kedua lebih cepat daripada pekecambahan pada percobaan pertama. Ukuran batangnya pun lebih panjang. Tapi tanaman kacang hijau pada percobaan kedua tampak sangat kurus, dan pucat. Pertumbuhan daunnya abnormal dan tidak melebar. Pada dasarnya tumbuhan membutuhkan cahaya. Banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda. Dari percobaan yang telah kita lakukan terhadap perkecambahan kacang hijau dengan biji, air dalam kapas yang sama namun dengan cahaya yang berbeda (ditempatkan pada tempat yang bercahaya dan tanpa cahaya), kita dapat mengambil kesimpulan bahwa hipotesis atau teori yang kita perkirakan telah benar. Tumbuhan yang berada pada tempat gelap akan lebih cepat tinggi (etiolasi) daripada tumbuhan yang berada di tempat terang/bercahaya. Atau dapat dikatakan bahwa cahaya memperlambat/menghambat pertumbuhan meninggi (primer). Hal tersebut dapat terjadi karena cahaya dapat menguraikan auksin. Ha l ini me mb u k t i ka n b a h wa c a h a ya sangat b e r p e n g a r u h terhadap pertumbuhan di sebabkan oleh cahaya dapat mengurai hormon auksin.

Saran
Sebaiknya dalam melakukan penelitian seperti ini, perlu diperhatikan peletakan kacang hijau di dalam petri jangan sampai ada salah satu kacang hijau yang terendam air sehingga menjadi mati dan juga selalut etatur dalam menyiramkanair pada kacang hijau. Juga agar lebih teliti dalam mengukur panjang tanaman yang sudah tumbuh, d a p a t b e r h a t i - h a t i d a l a m p e m b e r i a n a i r d a l a m

penyiraman tanaman serta pastikan bahwa kelembaban kapas sudah sesuai untuk mendukung perkecambahan.

Daftar Pustaka
Karmana, Oman.2007.Cerdas Belajar Biologi SMA/MA kelas XII.Bandung:Grafindo Kirana, Candra. 2011. Kreatif Biologi SMA/MA kelas XIIa. Jawa Tengah:Viva Pakarindo. Syamsuri, Istamar. 2007. Biologi untuk SMA kelas XII. Jakarta : Erlangga http://ayucm.blogspot.com/2011/09/pengaruh-air-terhadappertumbuhan.html http://eemoo-esprit.blogspot.com/2010/09/kecambah.html http://foragri.blogsome.com/tauge-yang-stabil-dan-anti-rugi/ http://id.wikipedia.org/wiki/Kecambah http://suwiyantariwie.blogspot.com/2012/03/pertumbuhanperkecambahan-kacang-hijau.html http://www.scribd.com/doc/29149031/Praktikum-Kecambah http://www.scribd.com/doc/38361115/Laporan-Praktikum-AyyuKecambah

http://www.scribd.com/doc/7259343/LAPORAN-BIOLOGI http://www.slideshare.net/NabilaArifannisa/laporan-ilmiahpertumbuhan-kecambah

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->